Tifus, tidak harus makan bubur

ilustrasi pola makan seputar penyakit tifus

ketika seseorang mendengar penyakit demam tifus (demam tifoid, typhus abdominalis), maka yang terbayang adalah makan bubur.
Itupun masih diperinci melalui tahapan, mulai bubur saring, bubur halus, bubur kasar lalu nasi lunak dan nasi.

Menilik ilustrasi di atas, terbayanglah seorang penderita tifus yang lemah, tak berdaya, sakitnya lama.
Mungkin informasi tersebut didapatkan dari para dokter atau paramedis (perawat, bidan dll) atau bahkan dari mulut ke mulut sehingga menjadi semacam keyakinan yang mengakar.

Sampai kini masih terjadi kontroversi tentang makanan pada penderita tifus, terutama di kalangan dokter.

Pada masa lalu, para ahli berpendapat bahwa penderita tifus diharuskan makan bubur dengan alasan untuk meng-istirahat-kan usus dan kekhawatiran terjadi perdarahan usus.
Sehingga penderita tifus yang diharuskan makan bubur, kondisinya makin lemah dan masa penyembuhannya makin lama.

Pada perkembangannya, pendapat di atas berhadapan dengan kenyataan bahwa pemberian makanan padat secara dini (nasi) mempercepat pemulihan penderita tifus.
Jadi, pemberian makanan padat dini (nasi) dengan lauk pauk rendah selulosa, aman diberikan pada penderita tifus.

Bagaimana bila penderita tifus tidak bisa makan nasi karena perutnya terasa tidak enak atau sakit ?
Kondisi demikian adalah perkecualian, penderita bebas memilih, apakah mau makan lunak atau padat.

Pendapat terakhir (makan padat dini) sudah menjadi semacam standar, seperti termahtub dalam “Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam”, jilid I oleh Persatuan Ahli Penyakit dalam Indonesia (PAPDI), terbitan Balai Penerbit FKUI edisi III tahun 1996, cetakan ke 7 tahun 2004, halaman 439.

Silahkan simak penggalannya di bawah ini:

Di masa lampau, pasien demam difoid diberi bubur saring, kemudian bubur kasar dan akhirnya nasi sesuai dengan tingkat kesembuhan pasien. Pemberian bubur saring tersebut dimaksudkan untuk menghindari komplikasi perdarahan usus; karena ada pendapat, bahwa usus perlu diistirahatkan. banyak pasien tidak menyukai bubur saring, karena tidak sesuai dengan selera mereka. Karena mereka hanya makan sedikit keadaan umum dan gizi pasien semakin mundur dan masa penyembuhan semakin lama.
Beberapa peneliti menunjukkan bahwa pemberian makanan padat dini, yaitu nasi dengan lauk pauk rendah selulosa (pantang sayuran dengan serat kasar) dapat diberikan dengan aman pada pasien demam tifoid.
Karena ada juga pasien demam tifoid yang takut makan nasi, maka selain macam/bentuk makanan yang diinginkan, terserah pada pasien sendiri apakah mau makan bubur saring, bubur kasar atau nasi dengan lauk pauk rendah selulosa.
( Prof. dr. Rachmat Juwono)

Mengapa di Rumah Sakit – Rumah Sakit masih memberikan diet bubur kepada penderita tifus ?
Sayang sekali, di negeri ini saya belum mendapatkan penelitian komperatif (tanpa sponsor) tentang hal tersebut di atas yang dipublikasikan secara luas.

Topik terkait:

diet of Typhoid fever

Test Widal Utk Tifus

About these ads

890 Responses to “Tifus, tidak harus makan bubur”


  1. 1 dani Januari 12, 2007 pukul 9:21 am

    masih banyak jg mitos2 lain yg perlu diingatkan lagi..mungkin Pak Hatmoko bs bagi pengalaman disini..

    mis. demam, biasanya kompres es di dahi, tp mandinya kok air hangat, knapa gak air es sekalian… :)

  2. 2 cakmoki Januari 12, 2007 pukul 3:55 pm

    @ Dani,
    Maaf mas Dani, saya mulai merintis mendekatkan blog medis ke komunitas umum di wordpress.
    Yang lama tetep aja koq, … hehehe
    Ya betul, tapi berbaginya sama-sama dong… gimana kalo mas Dani bikin blog lagi di wp untuk umum … kita coba rintis disiminasi informasi.
    Saya udah coba-coba keliling cari masukan secara ga langsung, yang terlalu “medis” membuat orang segan berinteraksi, apalagi istilahnya aneh-aneh.
    Sebenarnya saya bikin “salah kaprah” di dunia medis format flash. Nanti saya lihat lagi.
    Repotnya, saya masih kesulitan menulis bahasa “friendly”. :)

  3. 3 helgeduelbek Januari 12, 2007 pukul 5:21 pm

    Itu dia… bahasa kedokteran memang sulit untuk dipahami apa lagi dinget2… tambah pusing. Lewat blog semua bisa diceritakan ala orang awam saja… pasti bener2 komunikatif. Semoga dengan blog masyrakat tambah ilmu kedokteran… :D gratis lagi… :D

    BTW Jadi inget anak saya dulu pernah kena malaria kemudian lanjut jadi tipes, berobat gak sembuh2. Akhirnya dipaksa makan teratur sama mama-nya tidak dalam bentuk bubur tapi nasi biasa agak lembek. sambil di cekok-kin air rebusan daun pepaya gantung 3 kali sehari. Alhamdulilah sembuh.

  4. 4 cakmoki Januari 12, 2007 pukul 7:42 pm

    @ helgeduelbek,
    Terimakasih ikut mensupport, ada sedikit kesulitan dibandingkan dialog di dunia nyata, tapi tetap saya usahakan komunikatif … jangan kuatir pak, gratis dan bebas sponsor :)
    Malaria ya … nah ini masukan bagi saya untuk bikin postingannya.
    Jangan bosan berkunjung ya …

  5. 5 wandira Januari 29, 2007 pukul 6:09 pm

    Kalo katanya gejala tifus, gimana dok ? masih tetap bisa makan nasi ?.
    Terimakasih dok, dan salam kenal sebelumnya.

  6. 6 cakmoki Januari 30, 2007 pukul 12:35 am

    @ wandira,
    Ya, bisa, malah lebih bagus. Sedangkan yang sudah pasti tifus, dibuktikan dengan biakan kuman (di Indonesia masih jarang dilakukan karena perlu waktu lebih 4 hari untuk mengetahui hasilnya ), dianjurkan makan padat dini (maksudnya nasi).
    Selama merawat pasien dugaan (gejala) tifus, saya tetap menganjurkan makan nasi, kecuali tidak bisa makan apa-apa.
    dengan makan nasi masa penyembuhan menjadi lebih singkat dan pasien tidak menjadi lemas.
    Informasi tentang perubahan pola makan tifus memang tidak mudah diterima, mengingat sudah tertanam bahwa tifus identik dengan makan bubur. Saya sendiri memerlukan waktu lebih 5 tahun untuk meyakinkan masyarakat sekitar, itupun menyampaikan melalui media audiovisual.
    Maaf ya, jawabannya kepanjangan.
    Salam kenal juga dan terimakasih telah berkunjung.

  7. 7 vinh Maret 13, 2007 pukul 10:41 am

    saya perna kena penyakit tipus, tp dokternya or RS slalu aja memberi makan bubur,and ngasi makanan yang bersambal juga ,apa itu boleh?

  8. 8 cakmoki Maret 13, 2007 pukul 1:39 pm

    @ vinh,
    Ya masih banyak yang seperti itu. Alhasil tambah lemas. Sebenarnya hal ini sering dikeluhkan pasien. Kebanyakan pasien lebih suka makan nasi, apalagi pakai lauk yang enak, misalnya soto, rawon, jap cai, koloke, dll. Sambal tidak dilarang, boleh, sepanjang tidak membuat mual.

  9. 9 wirana April 4, 2007 pukul 9:36 am

    Dok,

    gara2 pacar saya kena tipus menggiring saya ke situs ini…

    makasih infonya…he he he…

    Semoga lebih bermanfaat.

    Salam

  10. 10 cakmoki April 4, 2007 pukul 4:59 pm

    @ wirana,
    Semoga sang pacar tercinta cepat sembuh ya :)

  11. 11 Ari Mei 22, 2007 pukul 8:24 pm

    Dokter … suami saya baru 5 hari yang lalu keluar dari RS karena tipus, saya sebagai istri bingung dengan menu makanan untuk suami supaya dia cepat pulih dan penyakitnya nggak kambuh lagi. Mohon saran makan yang boleh dan tidak boleh untuk penyakit tipus, terima kasih dokter

  12. 12 cakmoki Mei 23, 2007 pukul 12:41 am

    @ Ari,
    Menurut saya, makan bergizi tinggi.
    Yang sementara dihindari (bukan selamanya) hanyalah sayuran dan buah berserat tinggi. Kalo sop, soto, rawon tentu boleh dan dianjurkan.
    Memang sih, masih ada yang melarang ini itu, maaf saya tidak termasuk aliran tersebut karena hanya akan melemahkan pasien.
    Pasien-2 saya di praktek tidak pernah saya larang macam-macam makanan agar segera pulih.

    Jadi menurut saya, suami ibu makan nasi dan lauk pauk bergizi tinggi, untuk sementara menghindari sayur dan buah berserat tinggi.

    Moga suami ibu segera pulih kembali dan diberikan kesehatan untuk ibu sekeluarga :)

  13. 13 hendra Juni 25, 2007 pukul 8:07 pm

    Dokter, beberapa bulan lalu saya pernah kena tifus, waktu ambil darah di lab memang positif tifes, oleh dokter yg merawat saya dikasih antibiotik dan akhirnya setelah 2-3 minggu saya dinyatakan sembuh setelah darah kembali diperiksa dan hasilnya negatif, tetapi yg jadi pertanyaan saya dok, kok kadang2 saya masih merasa agak sakit seperti waktu kena tifus dulu, badan kadang agak lemas disertai ada perasaan demam, juga kadang perut agak mulas dan diare apalagi kalo habis makan yg pedas2, ini sudah pernah saya konsultasikan ke dokter saya cuman jawabannya katanya ga ada apa2, katanya emang usus masih dalam pemulihan jadi wajar kalo kadang masih ada rasa2 sakit, tapi masalahnya ini sudah 4 bulan dok sejak saya dinyatakan sembuh, berapa lama sebenarnya waktu yg dibutuhkan untuk saya dapat pulih seperti sediakala sebelum kena penyakit tifus, mohon pencerahannya dok , terima kasih

  14. 14 cakmoki Juni 26, 2007 pukul 12:18 am

    @ Hendra,
    wah lama sekali sampai 4 bulan.
    Jika memang benar dinyatakan Tifes, pengobatan akhir adalah 2 minggu setelah bebas panas pada saat dinyatakan Tifes. Setelah itu akan pulih seperti sediakala. Kecuali jika ada gangguan lain.

    Sebaiknya makan biasa saja seperti saat sebelum Tifes, pakai nasi, lauk dan sayuran, tidak perlu terlalu cemas tentang makanan. Kalaupun setelah makan pedas kemudian diare, maka makan pedasnya diatur bertahap, dimulai tidak terlalu pedas dan seterusnya hingga tidak diare lagi. Bisa jadi penyebab diare karena gangguan pencernaan saja.

    Gak perlu makan nasi lunak lho, ntar malah lemas, mudah kembung dan mudah diare. Sekali lagi makan seperti biasa.

    Adapun waktu penulihan sudah terjawab pada penjelasan diatas, yakni sekitar 2 minggu setelah tidak panas saat pertama dinyatakan Tifes.

    moga penjelasan ini membantu dan semoga segera pulih kembali.

  15. 15 Yovita Agustus 7, 2007 pukul 8:34 pm

    Dokter, kalo gejala tipes itu bukannya tidak boleh makan yang berminyak dan yang mengandung santan? Kebetulan suami saya suka sekali makan soto yang mengandung santan. Apakah boleh?
    Lalu, boleh gak makan mie dan roti untuk selingan? Soalnya pusing juga nih dok, kalo makan bubur terus selain lemas juga membosankan. Terima kasih untuk jawabannya ya dok.

  16. 16 cakmoki Agustus 8, 2007 pukul 2:25 am

    @ Yovita,
    Sebenarnya istilah gejala tipes itu sudah sering dikritik oleh para ahli penyakit dalam. Ok, gak papa lah …
    Maaf Bu, penderita penyakit tipes tidak perlu makan bubur, karena tambah lemes dan memperlama penyakitnya. Lagipula di dalam buku-buku wajib mahasiswa kedokteran sudah disebutkan bahwa para ahli masa lalu keliru telah menganjurkan makan bubur nagi penderita tipes.

    Jadi, … mau soto, rawon, bakso, sayur bersantan, berminyak: boleh, dan tidak ada larangan.
    Justru dianjurkan makan banyak supaya kondisi segera pulih.

    Mie, roti dll boleh juga. Kasian kan kalo udah sakit masih disiksa oleh larangan yang keliru :)

    Yang sementara dihindari hanya makanan berserat tinggi, misalnya: sayur sawi dan kangkung, buah nenas, atau sejenisnya.
    selebihnya boleh koq.

    moga penjelasan ini berguna dan semoga bapak segera sembuh :)

  17. 17 christine Agustus 8, 2007 pukul 9:12 am

    wah tengkyu dok, 2mg lalu saya gejala tifus, tapi makan nasi seperti biasa, cuma ga makan sayur dan buah,,, sembuh kok, hari2 ini masih agak kambuh aja kalo udah kecapean, perut terasa sakit n lemes seperti waktu tifus dulu….memang begitu ya dok, kalo masih “gejala tifus” akan teulang terus jika kondisi menurun??? thx dok

  18. 18 cakmoki Agustus 8, 2007 pukul 5:58 pm

    @ christine,
    seperti penjelasan saya sebelumnya, gejala tifus adalah diagnosa rancu, ini berbeda jiga didiagnosa dengan ‘dugaan tifus”.
    Sebagai pegangan, jika sebelum 6 hari udah sembuh, bisa dipastikan bukan tifus.
    Andai benar-benar tifuspun, makan tetap nasi, … dan buah boleh dong, malah dianjurkan seperti: pisang, kates, dll.
    kalo gak makan buah dan sayur kan jadi lemas :)

    oh ya, tifus terulang jika ada kuman tifus masuk ke tubuh kita lagi dan pada saat bersamaan tubuh kita sedang tidak fit.

    Ok, trims telah berbagi ya

  19. 19 Aldi Agustus 19, 2007 pukul 7:00 pm

    Dok,saya mau tanya. Saya terserang demam dan sakit kepala. Setelah pergi k dokter dikatakan mungkin terkena tifus. Apabila dalam 3 hari demam tidak turun maka dianjurkan tes darah. Yg mau saya tanyakan apakah demam pada sakit typhus lebih sering terjadi pada sore hari? Soalnya sore ini demam saya kok jd tinggi lagi. Kemudian buah apa saja sebaiknya yg saya konsumsi? Apakah jus jeruk tidak boleh diminum karena asam? Adakah obat yg bs mempercepat proses penyembuhan? Saya pernah dengar kl serbuk cacing itu obat tradisional untuk sakit typhus, apakah itu benar? Terima kasih atas jawabannya dok.

  20. 20 Jackson September 12, 2007 pukul 4:25 am

    Halo Dok….

    Awalnya saya ingat kalau saya mulanya stres, 2 bulan lalu, saat itu saya mencret dan tinjanya hitam, sebenarnya saya orang yg jarang sekali sakit, biasanya flu sekali dalam 3 tahun. Tidak ada gejala lain semasa mencret hitam ini, lalu sekitar 4 hari kemudian (mencret hitamnya 3-4 hari kalau tak salah), saya merasakan pada jam-jam tertentu menjadi lemas tiba-tiba. Saat ini, saya malah sembelit (susah BAB), saya meminum vegeta dan BAB lancar, warnanya normal. Sampai disana, saya belum memutuskan pergi ke dokter. Kira-kira 3 hari kemudian, ini sekitar 10 hari dari awal mencret hitam tadi, saya mulai merasakan meriang tidak jelas, kadang datang, kadang tidak, tapi tiap hari pasti ada. Pada tahap ini saya merasakan mata panas, dan ada bagian-bagian tertentu tubuh saya hangat. Paling sering betis kaki dan betis tangan (bagian antara siku dan telapak).

    Saya ke dokter umum, disana saya dicek darah, dgn Widal negatif. Dikasih obat pencernaan dan vitamin. Meriang itu tak pernah behenti, anehnya meriang itu tidak pernah berubah jadi demam.

    Seminggu kemudian (masih dgn gejala meriang) saya pindah ke dokter lain, tapi masih tetap dokter umum. Disana saya disuruh cek darah lagi, yakni hematologi lengkap, tinja, dan urine.

    Hasilnya, semua normal, kecuali;
    Pada Hematologi lengkap:
    -Hit Jenis – STAB 0.01 (acuan normal 0.03-0.05)
    -LED 50-85 (acuan normal laki-laki 0-15)
    Pada Urine:
    -Nitrit 0-1 (acuan normal negatif)

    Tekanan tensi 160.

    Dokternya bilang, LED mengindikasikan ada infeksi kronis dalam tubuh saya, tapi dia tak tahu dgn pasti infeksi apa dan dimana. Lalu dikasih antibiotik dan obat lain. Tidak ada larangan makan pada waktu itu, cuma uniknya, kalau saya memakan makanan lembut meriangnya tidak datang, kalau saya memakan nasi, meriangnya kembali ada. Tapi pada akhirnya, meriangnya tidak juga hilang. Kira-kira itu sudah sebulan terhitung sejak awal mencret hitam. Dia tidak menyinggung masalah STAB dan nitrit, akhirnya saya search di internet. STAB saya tak temukan di internet dan tak tahu apa artinya. Nitrit itu ada dalam urine saya karena bakteri merubahnya dari nitrat, bakteri itu banyak macamnya, diantaranya salmonella.

    Teman menyarankan saya ke spesialis penyakit dalam dan sebaiknya tidak bermain-main dengan sakit-sakit tidak biasa, dokter menyarankan untuk tes darah lagi untuk men-cek SGOT, SGPT, Cholesterol Total, Trigliserida, HBs Ag, Anti HCV, IgM Anti Salmonella, Thorax (rontgen). Semua normal, kecuali;
    – Cholesterol Total 5.9 (acuan normal dibawah 5.2)
    – Trigliserida 5.0 (acuan tinggi bila diatas 2.3)
    – IgM Anti Salmonella Positive 6 dgn dugaan infeksi demam tipoid aktif—(acuan =4 positive). Artinya saya 2 poin diatas positif.

    Saya dikasih obat Levocin untuk demam tipoid, Hypofil untuk kolesterol dan trigliserida, dan obat lain, saya lupa namanya karena sudah habis. Seingat saya, dulunya saya disuruh berhenti merokok dulu, tapi tidak ada larangan memakan nasi, cuma kalau bisa serat dihindari. Meriang saya hilang, sampai sekarang. Tapi saya masih sering merasa lemas, tidak fit, diare, makanan yg saya konsumsi adalah roti tawar dan bubur. Itupun tidak teratur karena saya tetap dgn kebiasaan begadang saya, merokok, dan tidak pernah bed rest, soalnya kalau bekerja ya saya bekerja, mandi ya mandi. Tapi saya banyak sekali mengkonsumsi bear brand, bioplus dan sun chlorella dari CNI. Pun saya menulis surat ini jam 3:10, dini hari, artinya ya begadang. Teman-teman saya sering heran, “kamu ini mau mati ya?”, kata mereka.

    Pertanyaan saya dok, maaf ya kalau kepanjangan:
    -Apakah demam tipoid saya gagal disembuhkan? Secara saya masih lemas, tidak fit, sering diare, bangun pagi hari mulut pahit sekali, perut kembung.
    -Apakah kebiasaan begadang, merokok, tidak banyak bed rest (terbaring) itu salah selama pengobatan demam tipoid?
    -Apakah saya tergolong penderita tifus atau paratifus atau tidak samasekali?
    -Apakah tes darah yg banyak itu sudah bisa menjelaskan gejala-gejala yg saya alami?
    -Apakah saya lama kelamaan bisa terkena radang usus? Soalnya tadi sore saya menonton Jewel in the Palace, kaisarnya mati karena radang usus, saya jadi kuatir!

    Terima kasih dok, semoga dokter berkenan menjawabnya, karena saya sudah mulai stres dgn penyakit berkepanjangan ini.

  21. 21 cakmoki September 12, 2007 pukul 11:36 am

    @ Aldi,
    waduuhhh maaf nih, ada yang kelewatan ternyata :)
    Menurut saya gak perlu pakai obat yang ga jelas cara kerja dan keamanannya, sebaiknya pakai obat yg sudah teruji secara klinis aja deh
    Oh ya, sekilas tentang tifus, silahkan download di halaman download ya … ntar kita diskusikan :)
    Thanks

    @ Jackson,
    ok, informasinya sangat lengkap.

    Pemeriksaan IgM adalah pemeriksaan penunjang Tifus terkini yang paling sensitif. Beda dengan widal yg saat ini dipakai untuk foloow up, itupun tidak banyak membantu.
    Saya hanya ingin menggaris bawahi beberapa hal, pertama IgM dan faktor kebiasaan, lab lain menurut saya tidak banyak pengaruh.

    Apakah demam tipoid saya gagal disembuhkan? Secara saya masih lemas, tidak fit, sering diare, bangun pagi hari mulut pahit sekali, perut kembung

    Demem tipoid bisa disembuhkan dan itu tidak sulit. Adapun lemas dan keluhan lain lebih disebabkan karena kebiasaan tidak bedrest dan makan bubur. Padahal seharusnya makan nasi agar kondisi segera pulih. Yg serat tinggi seperti kangkung, sawi, daun pakis emang sementara dihindari, adapun yang lain boleh. Justru kalo bisa makan berkalori tinggi dan protein tinggi untuk memulihkan tenaga. Umumnya orang demam or meriang akan kehilangan kalori sekitar 20 gram perhari.

    Apakah saya tergolong penderita tifus atau paratifus atau tidak samasekali?

    Pemeriksaan penunjang IgM menunjukkan tifus, … sembuh jika demam or meriang hilang. Yg diperlukan setelah itu adalah pemulihan dengan makanan bergizi dan istirahat, … termasuk : tidak begadang … hehehe.

    Apakah saya lama kelamaan bisa terkena radang usus? Soalnya tadi sore saya menonton Jewel in the Palace, kaisarnya mati karena radang usus, saya jadi kuatir!

    hmmm, tifus adalah penyakit infeksi usus (radang usus) yang disebabkan oleh Salmonella thypii, sedangkan radang usus (infeksi usus) yang lain diberi nama sesuai penyebabnya.
    Contoh: Diare secara umum adalah radang usus karena virus, jamur, kuman dll. Kalo disertai darah berlendir dan mules, demam, disebut Desentri dll .. masih banyak.

    Dulu, sebelum ditemukan klasifikasi penyakit berdasarkan penyebabnya, semua gangguan di usus disebut Radang usus dan jaman dulu belum ada obatnya sehingga bisa berbahaya. Namun sekarang sudah sangat berbeda kan ?

    So, yang penting saat ini, menurut saya adalah pemulihan kondisi fisik dan psikis. Caranya, makan makanan bergizi, cukup istirahat dan hindari kecemasan :)

    Moga segera pulih kembali.

  22. 22 Jackson September 12, 2007 pukul 5:10 pm

    Dok makasih banyak atas pencerahannya, biasanya untuk mendengar satu dua kalimat saya harus bayar Rp.50rb untuk Internist, saya jadi `ga enak nih…Semoga Tuhan memberkati dokter sekeluarga dan melimpahi dgn rezeki. Blog ini menjadi wajib kunjung buat saya tiap hari, sekaligus saya minta izin dokter untuk me-linknya di beberapa tempat. Jarang-jarang ada dokter setulus ini ngasih pengetahuannya tanpa uang, again…thank you very much and God Bless!

  23. 23 cakmoki September 12, 2007 pukul 8:49 pm

    @ Jackson,
    Sama-sama pak, hehehe … tidak perlu sungkan ah, kita kan cuma berbagi sedikit pengetahuan, bukan hal yang istimewa :) … bagi saya tentu sangat bermanfaat juga.
    Terimakasih atas do’a dan supportnya … thanks too

  24. 24 Alex Oktober 22, 2007 pukul 12:27 pm

    Hallo cakmoki.

    Salam kenal ya.
    Mo nanya nih mas. Boleh kan heheheee.
    Saya punya ibu, umur sekitar 50 an th.
    Udah hampir setaun kena sakit perut. Dulu memang ibu kerja dari jam 8 pagi ampe jam 12 malam, mbantu kakak di warung. Pertama dokter bilang gejala tyfus. Minum anti biotik. Tapi kagak sembuh2 hingga kini. Kalo kerja sedikit, misal masak bubur (masih dianjurkan makan bubur oleh dokter), udah langsung kumat sakitnya.
    Periksa dokter lagi dikasih anti biotik lagi.

    Saya jadi bingung, sebenarnya sakitnya apaan ya.
    Soalnya tiap hari tidur mulu nggak bisa apa2. Kasian banget mas.

    Kira2 makanan apa ya yg dianjurkan.
    Saya mau coba kasih salah satu suplement makanan tapi mengandung kadar Cuka Raja 0.02% berbahayakah?

    Sekian dulu ya.
    Terimakasih atas jawabannya mas.
    God bless you.

  25. 25 Alex Oktober 22, 2007 pukul 12:43 pm

    Oo iya mo nambahin sedikit.
    Kalo makan agak keras sedikit perut merasa sakit mas.
    Jadi makan bubur encer tiap hari.
    Kira2 makanan yg bagus untuk mengembalikan kondisi apaan ya?
    Jangan bilang yg mengandung banyak kalori aja mas…hehehheeeeee..kaga ngerti…
    Sebutin nama object nya aja ya…

    Oke deh.
    Terima kasih lagi.
    God Bless You.

  26. 26 cakmoki Oktober 23, 2007 pukul 2:23 am

    @ Alex,
    salam kenal juga, makasih udah mampir :)

    Ok, kalo tifus sih, tanda utama adalah demam, lebih dari 7 hari disertai tanda lain dan jika perlu ada pemeriksaan laboratorium sebagai penunjang …. kalo kagak demam, besar kemungkinan bukan tifus.

    Adapun kemungkinan lainnya banyak, harus periksa. Lebih bagus lagi jika disertakan keluhan lain atau hasil lab jika ada.
    Bisa jadi hanya Dispepsia atawa maag atawa gangguan sistem pencernaan, namun tetep harus periksa untuk memastikan.

    Nah untuk perbaikan kondisi, sebaiknya makan nasi, kalaupun gak bisa makan nasi karena makin sakit, bisa dilakukan bertahap, misalnya bubur selama beberapa hari, lantas nasi lembek trus nasi.
    jangan kelamaan makan bubur deh, ntar malah lemes karena kalorinya (halah, kalori lagi ;) ) cuman dikit. So, usahakan makan nasi secara bertahap. Selain itu juga perlu lainnya, misalnya: daging, ayam, telor, ikan, … dll, dan sayur mayur 9 kecuali sayur gori or nangka muda dan daun singkong karena bisa nambah sakit perut)

    gak perlu cuka ah, ntar tambah perih…

    Menurut saya, perlu ke dokter lain untuk second opinion.
    Moga ibunda segera sembuh :)

    » ke atas

  27. 27 Lanny Oktober 23, 2007 pukul 5:07 pm

    Halo Dok,
    July 2005 lalu say kena typhus dan juga gangguan lever. Terus terang saya kurang ngerti penyakitnya, tapi dari hasil lab yang
    1. salmonella typhi dengan hasil rata2x 30 – 35 utk setiap jenis antibiotiknya
    2. usg upper abdomen tertulis ‘kesan: hepatomegaly lobus kanan dengan gambaran hepatitis; dan cholecystitis’.
    3. Biochemistry : SGOT 217, SGPT 272, Alkaline Phosphatase 161, Gamma GT 189, Urea 13, Creatinine 0.7, Glucose Random 115, Sodium 137, Potassium 3.5.
    Terakhir sesudah diopname dan istirahat kurang lebih 4 minggu istirahat dan dinyatakan sembuh, hasil lab terakhir :
    SGOT 22, SGPT 40, Alkaline phosphatase 192, Gamma GT 184
    Semalam saya periksa lab lagi berhubung sudah kurang lebih 6 hari demam dan ngilu tulang waktu malam, menurut dokter saya kena tifus lagi dan SGOT – SGPT tinggi. Saya sendiri belum ambil hasil lab tertulisnya, tapi ada beberapa hal yang saya ingin tanyakan :
    1. Apakah penyakit typhus itu bisa berulang?
    2. Kalau demikian, apakah itu karena kemarin belum tuntas sembuh atau gimana?
    3. Apakah sakit yang kedua kali lebih berisiko atau gimana?
    4. Apakah anggota keluarga yang lain bisa tertular dok? Bagaimana penularannya?
    5. Saya disuruh istirahat lagi oleh dokter, yang dimaksud istirahat sebenarnya gimana dok, apakah emang harus bed-rest total, atau masih bisa ngerjain pekerjaan rumah (mencuci, masak, etc), atau masih bisa tetap ngantor asal tisak kecapekan, atau gimana? Oh ya, kalau naik turun tangga juga ngaruh gak dok?
    6. Kalau saya gak salah ingat waktu diopname dulu saya di-infus antibiotik (kalao gak salah ‘cravit’ atau semacam itu – cairan warna kuning bening) 3 botol sehari. Oleh dokter yang sekarang saya dikasih obat Cravox-500 dengan dosis 1x sehari. Apakah itu cukup?
    Sebelumnya terima kasih atas perhatian dan bantuannya dok…

  28. 28 Alex Oktober 25, 2007 pukul 9:57 pm

    Waduh rek, tengkiu cak…
    Cak moki pancen oyee..:)

    Coba deh tak cari data lab-nya cak ya…
    Duh jadi ngepotin cak moki, kalo nggak terlalu sibuk aja baru dianalisa ya…

    Sekali lagi tengkiu atas anjurannya.

    GBU (God Bless You)

  29. 29 ienk November 11, 2007 pukul 12:57 pm

    Yuph betul banget tuh cak, sekedar sharing aja, terbukti banget, kemarin selama seminggu opname aq gak dipaksain dokternya untuk makan bubur. cuma dipesenin utk jangan makan yang bumbunya tajem (macem pedes&kecut).
    Aq bisa makan apa aja, sarapan roti, makan siang kentang goreng, trus makan malem nasi biasa (bukan nasi lemes), trus suruh banyakin makan sayur hijau (yach…gak demen aq kalo yg ini)&daging merah (utk naikin hb, coz tifusnya lagi cs-an ma anemia).Bahkan aq juga gak dilarang makan coklat(dulu pas adikq sakit tifus gak boleh sih).
    Jadi selama opname tetep seger, gak kerasa lemes.Biarpun pas pertama masuk agak lemes juga sih coz hasil tes widal :
    s typhi O (+) 1/80
    s paratyphi AH (+)1/320
    s paratyphy BH (+)1/80
    s paratyphi CO (+) 1/640
    Tapi dengan dibebaskannya aq makan sesuai selera aq (asal gak berbumbu tajam), malah justru mempercepat proses penyembuhan. Hari ke 4 di RS aq dah bisa kelayapan di kamar he he…

  30. 30 cakmoki November 11, 2007 pukul 8:51 pm

    @ ienk,
    siiiip, emang gitu yang bener :) … makan enak sesuai selera, cepet sembuh. Moga sharing kita-kita bisa nyebar, soalnya di buku-buku kedokteran udah disebutkan makan makanan bergisi, kaya karbohidrat (misalnya roti), kaya protein (misalnya daging) and vitamin pada sayuran … moga tetep sehat ya

  31. 31 cakmoki November 11, 2007 pukul 8:53 pm

    @ ienk,
    siiiip, emang gitu yang bener :) … makan enak sesuai selera, cepet sembuh. Moga sharing kita-kita bisa nyebar, soalnya di buku-buku kedokteran udah disebutkan makan makanan bergisi, kaya karbohidrat (misalnya roti), kaya protein (misalnya daging) and vitamin pada sayuran … moga tetep sehat ya

  32. 32 Rofni November 19, 2007 pukul 10:06 am

    Doc, saya mau bertanya nih
    Saya kena tifus lalu istirahat sampe 3 minggu
    tapi saya masih terus aja merasa lemah dan masih sedikit mual, BAB lancar tapi sering ngantuk, kenapa yah?
    thx

  33. 33 cakmoki November 19, 2007 pukul 2:14 pm

    @ Rofni,
    kali makanannya masih kurang. Coba tambahin porsinya deh, soalnya saat sakit banyak kehilangan kalori, so untuk pemulihannya perlu kalori ekstra, artinya porsi makanan secara bertahap ditambah.
    Moga segera pulih ya :)

  34. 34 Djuwandi Hantarbumi November 26, 2007 pukul 11:55 am

    Tanya serius nih dok,
    Saya penderita DM bahkan sudah operasi jantung by pass tahun 2001 ( dinyatakan kena DM th 2000 ). Usaha penyembuhan atau mengontrol kadar gula pakai Amaryl 2gr. Disamping itu saya rajin pakai herbal dari pace sampai daun binahong bahkan buah merah, sarang semut dll. Juga therapy pijat refleksi seminggu sekali. Tapi dari sekian usaha tersebut rasanya gula saya masih sering tak terkendali naik turun tak stabil kadang sampai 400. Tolong dong dikasih advis. Kalau olah raga dan menjaga makanan rasanya sudah maksimal. OK trim sebelum dan afternya.

    Djuwandi Hantarbumi.

  35. 35 cakmoki November 26, 2007 pukul 1:22 pm

    @ Djuwandi Hantarbumi,
    ok, langkah pertama dengan menaikkan dosis amaryl secara bertahap (misalnya dengan rentang waktu 2 minggu) lantas dilihat hasilnya … hingga dicapai dosis maksimal. Pada dasarnya pengendalian kadar gula darah dimulai dari dosis terendah dan dinaikkan dosisnya secara berkala hingga dicapai dosis optimal, artinya dosis yang paling tepat untuk seseorang hingga dapat mengendalikan kadar gula darah dibawah 200 mg %.

    Langkah kedua adalah dengan mempertimbangkan Obat ANti Diabet golongan lain sebagai obat kombinasi ( biasanya dikombinasi dengan obat gollongan Biguanid ), jika dengan obat tunggal belum bisa mengendalikan kadar gula darah.

    Jika kedua langkah tersebut masih belum bisa mengendalikan kadar gula darah maka langkah berikutnya adalah mempertimbangkan pemakaian insulin atau turunannya.

    Tentu semua langkah tersebut tidak bisa dilakukan sendiri, namun harus berkonsultasi kepada dokter yang merawat. Dan hendaknya rajin kontrol untuk mengendalikan kadar gula darah.

    Moga berguna :) dan mudah-mudahan segera terkendali

    Thanks

  36. 36 wanti Desember 29, 2007 pukul 10:52 am

    mendengar atau membaca artikel tentang penyakit tifus, saya trauma banget deh..(bdoa jgn sampai terjangkit lagi amin.) karena 2 kali mengalami gejala tifus, waktu smp dan kelas 3 sd (sampe 3bln gak sekolah). yg bikin saya trauma yaitu treatmentnya jaman dulu yg hrs makan bubur disaring selembut-lembutnya mungkin lebih lembut dari bubur bayi,bikin eneg,gak bole banyak gerak, gak bole cape, kaki nyentuh lantai aja ga bole, jadi kalo mo kemana2 harus digendong, satu lagi harus minum susu cap BERUANG (apa sampai skrg masih ada susu itu atau udah ganti dengan susu kuda liar ya..hehehe..)
    saking desperadonya, karena kelamaan sakit gak sembuh2, ada tetangga yg bilang kalo sakit tifus mau cepat sembuh ada 2 cara yg dipilih yaitu, pertama nelen bayi tikus hidup2 yg msh merah (maap agak sadis..tapi beneran dibilangin gitu)atau cara kedua minum air kelapa hijau (enak nih) tapi dicampur dengan minyak tanah..(hueek..jadi kacau rasanya), waktu itu udah pasti saya ambil cara kedua. hasilnya..tambah enegg dan gak sembuh juga.
    singkat cerita sembuhnya ya dari Allah aja.

    Kalo sekrang kata pak dokter, penderita tifus gak harus makan bubur..wah kemajuan banget,berita bahagia yg harus disyukuri..saya mendukung sekali..semoga para penderita tifus saat ini bisa segera sembuh insha Allah.amin.

  37. 37 cakmoki Desember 29, 2007 pukul 4:27 pm

    @ wanti,
    duh kasiannya … minyak tanah ditelen juga hahaha… iya, semua sepakat bahwa kesembuhan hanya dari Sang Pencipta, adapaun manusia dianugerahi ilmu dan akal untuk mengupayakan kesembuhan. So, selain ridho-Nya, tetap memakai ilmu dan akal ;)

    hmmm, *sambil ngelus-elus janggut yg gak ada bulu janggutnya* ..sebenarnya sih, di referensi buku kedokteran dah lama. Sekitar tahun 1986 dah gak pakai bubur tuh, trus di buku ilmu penyakit dalam terbitan UI, dah tahun 1996 … lama ya, tapi *bisik-bisik* masih ada RS yang pakai bubur, serba hambar deh

  38. 38 Tri Januari 4, 2008 pukul 8:55 pm

    Saya baru nemu blog ini krn cari info utk anak saya (10,5 th) yg sedang (dinyatakan dokter) sakit Typhus.

    1. Apa akibat (sampai yg terburuk) dari sakit ini? misalnya inveksi usus sehingga harus operasi/masuk RS?

    2. Apa tanda2 pasien kalau kondisi memburuk (selain test darah) sehingga perlu masuk RS? demam? saat ini anak saya tidak mau dirawat di RS, dia janji mau bedrest dirumah krn lebih nyaman.sekarang tdk demam tinggi lagi

    3. kalau masih demam naik turun (tidak sampai 39c) selama seminggu, perlu dirawat intensive di RS?

    BTW, setelah membaca blog soal diet typhus, hari ini saya akan bolehkan anak saya makan nasi & lauk kegemarannya, kecuali yg berserat tinggi & “merangsang” (pedas-asam) Terima kasih banyak..

  39. 39 cakmoki Januari 5, 2008 pukul 1:13 am

    @ Tri:
    Diagnosa pasti penyakit Typhus adalah Diagnosa klini yg diperkuat dengan kultur (biakan kuman), namun ini sulit dilakukan dan di Indonesia belum umum. Sedangkan pemeriksaan Laboratorium yang paling mendekati kebenaran (tingkat akurasinya 90%) saat ini adalah Tubex. Inipun belum merata di seluruh kota di Indonesia, dan pemeriksaan ini efektif pada hari ke 5-6 demam jika dicurigai Typhus. Sebagian besar masih menggunakan Widal, ini gak peka, sering salah, bahkan orang sehatpun bisa positif 1/320 …hehehe, dan pemeriksaan sebelum minggu ke 2 tidak menggambarkan apapun selain dugaan (suspect).
    Kuncinya, jika demam setelah diobati sembu sebelum seminggu, maka pasti bukan Typhus. Sekali lagi, pasti bukan Typhus.

    1. Typhus adalah infeksi usus yg disebabkan kuman Salmonella typhii. Untuk saat ini sangat jarang sampai berakibat buruk (komplikasi), karena banyak pilihan obat dan pada umumnya masyarakat sudah berobat saat demam hari 1-3. Operasi dilakukan hanya jka ada perforasi (salah satu komplikasi, yakni adanya kerusakan usus). Inipun gak ada lagi saat ini.

    2. Tanda-tanda kondisi memburuk bukan dari laboratorium, namun dari pemeriksaan fisik (gejala fisik), antara lain: kondisi melemah, kesadaran menurun, tidak mau makan dan minum.

    3. Jika seminggu setelah diobati masih demam, sebaiknya periksa ulang. Belum tentu perlu dirawat intensif di RS sejauh kondisi fisik bagus, artinya mau makan dan minum, bisa bedrest di rumah, mudah dan teratur minum obat.

    Ya … bener, makan bergizi sesuai contoh di atas.
    Moga ananda tercinta segera sembuh :) …thanks

  40. 40 cakmoki Januari 5, 2008 pukul 1:16 am

    @ Tri:
    sebagai tambahan bacaan, silahkan lihat tentang Tubex yg pernah saya tulis, di sini

  41. 41 Tri Januari 5, 2008 pukul 6:48 pm

    Wah, lega juga membaca jawaban diatas, untungnya anak saya masih mau makan dan malah susah disuruh diam/bedrest (mungkin ini y
    membuat demam tetap datang-pergi ya). OK Dok, hari ini sudah tidak demam moga2 Minggu depan sdh bisa ber-sekolah, Terima kasih atas ‘prompt response’ dan juga atas linktentang Tubex nya.

  42. 42 cakmoki Januari 5, 2008 pukul 11:00 pm

    @ Tri:
    ok, moga ananda segera sembuh dan sekeluarga sehat selalu
    Trims

  43. 43 Hendry Januari 6, 2008 pukul 2:38 pm

    Dear Dokter

    Setelah membaca semua ulasan di atas, terus terang saya menjadi ragu atas diagnosa penyakit saya. Umur 36 thn. Tanggal 1 Jan sore saya terkena flu, dengan gejala demam dan pilek. Esoknya tgl 2 Jan pagi, saya langsung berobat ke dokter, dan diberi obat demam (Sanmol), obat pilek, dan antibiotik (Lacophen). Menurut dokter hanya flu umum. Konsumsi obat sampai tgl 4 Jan siang tidak menunjukkan kesembuhan penyakit. Demam saya naik-turun. Obat deman yg diresepkan minum 2-3 kali, saya minum sampai 4-5 kali, dikarenakan panas yg timbul hilang. Selain itu perut terasa kembung. Atas nasihat dari teman saya, saya memeriksakan diri ke lab, yaitu pemeriksaan hematologi dan Widal. Adapun hasilnya adalah sebagai berikut:
    Widal
    S Typhy O = 1/80
    S paratyphi BO = 1/80
    S paratyphi CO = 1/80
    S paratyphi AH = 1/160

    Sedangkan Hematology umum masih normal, kecuali Leukosit
    3370 /mm (angka normal 5,000 – 10,000).
    Trombosit meski tdk terlalu tinggi tp msh dalam range normal, yaitu 179ribu/mm (angka normal 150rb- 400rb)

    Tgl 4 sore tsb saya langsung kembali ke dokter dgn membawa hasil lab. Menurut dokter saya terkena tipes. Antibiotik diganti dengan Lapiflok 250mg (Kategori Kuinolon). Dokter memperbolehkan saya utk makan nasi. Namun keluarga saya lebih percaya kepada anggapan kalau tipes harus makan bubur.

    Tgl 5-6 Jan saya tidak ada demam sama sekali, tapi seluruh sendi saya ngilu sekali. Paling nyeri adalah pada saat bangun pagi. Perut berasa sedikit gak enak, tapi masih ok. Saya tidak merasa terlalu lemas seperti yg dijelaskan penderita tipes lainnya. Bahkan saya masih gardening yg ringan.

    Disini ada beberapa pertanyaan:
    1. Apakah benar saya sakit tipes? Mengingat penjelasan dokter mengatakan gejalanya harus demam selama 7 hari. Sedangkan saya cuma 4 hari? Kalau bukan tipes, apakah sakit saya? Hasil positif dari pemeriksaan widal sebenarnya penyakit apa? 6 Bulan yg lalu saya juga duga demam dan memeriksakan widal, tapi hasilnya negatif.

    2. Saya sudah merasa bugar, mesti masih tidak terlalu fit. Jika saya dipastikan bukan tipes, berarti saya boleh gym/fitnes lagi 2-3 hari lagi, Karena saya sudah kehilangan muscle 3kg selama sakit. Sedangakan jika tipes, mungkin harus 2 bulan tidak boleh latihan beban.

    3. Kenapa persendiaan saya ngilu semua?

    Tolong nich, terus terang saya bingung

  44. 44 cakmoki Januari 6, 2008 pukul 3:17 pm

    @ Hendry:
    ok .. sip, kita bisa diskusi.
    Seperti tertulis dalam artikel bahwa tanda-tanda typhus tidak spesifik, namun sebagai pegangan, demam karena typhus tidak pernah reda sebelum 7 hari. Pemeriksaan di atas tidak spesifik, tidak akurat, bahkan orang dengan penyakit flu pun bisa menunjukkan Widal positif, mengingat yang diperiksa adalah aglutinin dalam darah yang bisa positif oleh berbagai sebab dan berbagai mikri-organisme. Lagipula, syarat pemeriksaan Widal adalah minggu kedua, setelah dicurigai Typhus (berdasarkan tanda dan pemeriksaan fisik)
    Adapun pemeriksaan yang saat ini canggih, yakni Tubex mensyaratkan hari ke 6 demam jika dicurigai typhus, padahal akurasinya 90%, bandingkan dengan Widal yang hanya di bawah 50% dan bias.

    Jawaban:
    1. Jelas bukan, bukan typhus. Masih ada ribuan penyakit yang mirip namun dengan masa demam kurang dari 7 hari setelah diobati. Sedangkan yang lebih 7 hari pun belum tentu typhus, hehehe. So Widal positif pada minggu pertama tidak berarti apa-apa, bisa banyak penyakit bahkan orang sehat pun bisa positif. Kecuali jika dalam follow up, minggu pertama positif lantas minggu kedua masih demam dan widal menunjukkan peningkatan bermakna hingga 1/320.
    Perlu diketahui bahwa Indonesia adalah daerah endemis typhus. Artinya jika misalnya saya pernah kemasukan kuman Salmonella typhii dalam jumlah sedikit dan tidak sakit, maka beberapa minggu kemudian jika diperiksa akan menghasilkan widal positif walaupun saya sehat wal afiat, karena Widal positif adalah reaksi tubuh kita terhadap toxin yang dikeluarkan kuman Salmonella typhii.

    2. Boleh, jika kondisi fisik untuk gym sudah memungkinkan.

    3. Ok, penyakit-penyakit karena virus (adenovirus) dan beberapa penyakit yg disebabkan kuman Streptococcus, Staphylococcus, pada umumnya menimbulkan nyeri otot, nyeri sendi, lunglai dll … jenisnya banyak. Contoh: penyakit pharingitis (infeksi tenggorokan), common cold dll juga menimbulkan gejala yg mirip, yakni demam, kadang disertai sakit kepala, nyeri seluruh tubuh (sendi, tulang dan otot, atau salah satunya) dan lemas.

    So, gak usah bingung … laboratorium adalah pemeriksaan penunjang, bukan satu-satunya alat diagnosa, dan di kalangan dokter, tanda-tanda klinis dan pemeriksaan fisik adalah yang utama, bukan sebaliknya.

    Moga membantu dan moga segera pulih kembali :)

  45. 45 andre Januari 9, 2008 pukul 8:36 am

    dok..ibu saya (65 th) beberapa kali di vonis tipus. gejalanya demam dan susah buang air besar. tapi ada dokter lain bilang kalau itu bukan tipus karena lidahnya tidak memutih. akhirnya setelah dirawat 5 hari ibu saya keluar dari rumah sakit. keluhan utama sekarang adalah susah buang air besar. bagaimana mengatasi susah buang air besar karena kuman tipus. apakah dengan minum jus buah ?

  46. 46 cakmoki Januari 9, 2008 pukul 1:28 pm

    @ andre:
    saya juga meragukan itu, lagipula tipus bukan hanya demam dan lidah memutih :)
    Maksudnya susah buang air besar itu bagaimana? apa BAB keras dan tidak bisa BAB setiap hari atau kebelet (berasa) mau BAB tapi yang keluar lembek dan hanya lendir ?
    Ok, untuk mengatasi susah buang air besar (jika BAB keras), bisa digunakan pencahar (dengan catatan jika tidak ada kelainan usus), misalnya: dulcolax, diminum 1-2 tablet sebelum tidur. Buah yang bisa membantu memperlancar BAB misalnya: pepaya or pisang.

    Moga keluhan ibunda segera hilang dan pulih kembali :)

  47. 47 Tri Januari 11, 2008 pukul 12:27 am

    Malam Dok, anak saya sudah 3 hari ini tidak demam tinggi dan fisiknya (terlihat) sudah segar/pulih. Tapi sesekali saya temukan suhu badannya masih sekitar 38c, istilah orang jawa : SUMENG, kening, badan dan kaki agak hangat.. jadi masih saya batasi aktifitasnya.
    Selasa malam kemarin dari rekomendasi dokter di test widal nya 1/160 dan tidak demam, tapi Rabu-Kamis masih disuruh istirahat dirumah dan diberi vitamin (antibiotik dan demam di stop) tapi kok demamnya masih terus (terutama kalau baru bangun tidur, dan menjelang tidur nya) Dok?
    Besok ada rencana saya ajak dia ke RS untuk periksa dengan dokter langganan, ada saran hal apa yang perlu saya tanyakan ke dokter langganan tsb?

    Terima kasih,
    Tri

  48. 48 cakmoki Januari 11, 2008 pukul 2:19 am

    @ Tri:
    kalo boleh tahu, nama antibiotiknya, dosisnya, berat badan anak. Menurut saya kalo masih demam perlu diberi obat penurun panas.
    Untuk besok sebaiknya disampaikan semua pengobatan (dosis dan jenisnya juga) dan lab kepada dokter langganan.

    » ke atas

  49. 49 Tiany Januari 13, 2008 pukul 3:56 pm

    Halo dok….
    Kebetulan sekali pas lagi browsing tentang tipes(udah4 days) baru nemu disini….Sekalian aja mau konsultasi yah…
    Suami saya tanggal 10-01-08 :mulai sakit kepala dan jm12 siang panasnya 38 C, sy kasih sanmol lalu agak turun, jm 16.00 sempat naik lagi menjadi 39 C, sy berikan air rebusan akar alang-alang lalu turun 37C, namun sekitar jam 20-22.00 sakit kepala, sakit perut dan suhunya terus naek mpe 39,2 C.
    Tgl 11-01-08 : Suhu sekitar 38C masih demam, sakit perut sama seperti kemarin sy kasih sanmol, kapsul cacing dan rebusan akar alang-alang, banyak minum air juga tentunya (Untung suami mau nurut). Jm 8.30 BAB normal. Sempat sy bawa ke dokter umum (internist pada holiday maklum kami tinggal di palangkaraya yang fasilitas kesehatan masih minim :()cek darah juga di lab “rumahan”(blm ada prodia dst) hasilnya yg menonjolWidal test salmonella typhi O, S paratyphi A)&BO (-); S.typhi H (+)1/80, S.Paratyphi AH&BH (+) 1/320. Dengue blood IgG&igM (+).Dugaan sementara dbd/ radang tenggorokan karena merah tapi suami saya tidak sakit dalam menelan.oh iya dikasih obat nervaplus, levofloxacin & sumagesic.suhu sore masih 38,5C (kapsul cacing & air alang-alang menjadi selingan)
    12-01-08 : jam 6.00 suhu 39,1 C namun setelah minum obat sempat turun 37 C. Perut mual dan mulut mulai lagi ga enak, napsu makan turun, demam. suhu tubuh jm 18.00 39,4 C perut juga ga enak banget…karena panik dan takut juga akhirnya sy bawa ke internist, dia periksa perutnya sambil ditekan-tekan selain baca hali lab kemarin, dokter menyimpulkan positif tipes dikasih obat sbb: sistenol, pyricef 500mg, armokv 500mg, tripanzym & excelak (sy tebus setengah dulu, kec. yg 500mg)
    13-01-08 : jam 4.30 saya terbangun karena suami kesakitan sekali perutnya sampai mengeluarkan air mata (pasti krn sakit bgt yah),suhunya 38,7C lalu minum kapsul cacing dan istirahat demikian seterusnya sampai saya mengetik surat ini keadaan perut better hanya demam masih turun naik. Terakhir sudah 36,4C.

    Oh yah, waktu tgl 26 subuh, suami saya sempat sakit perut dan ketika mau BAB (belum sempat) pas sadar dia sudah ada di lantai kamar mandi, pipi kirinya lebam dan kepalanya benjol. Mlm tgl 25 sempat begadang bakar jagung dan tgl 25 ada open house, dia sempat makan coto makasar dirumah saudara(bukan buatan sendiri). sejak itu perutnya suka ga enak kadang malah diare tapi ga sampai demam seperti tgl 10-01-08.

    Pertanyaannya:
    1. So,sakit apa yah suami saya itu?
    2. Perlukah esok (5 hari dari tgl 10-01-08) cek darah lagi? atau kapan waktu terbaik cek darah lagi?
    3. Adakah tips untuk mengurangi sakit perut bila kambuh lagi (semoga never again) ?
    4. Untuk saya yang sangat dekat dengannya, tips apa supaya tidak tertular (sy yg membuang air seninya) ?

    Thank you alot yah dokter…..milis atau apa ini namanya ehm ajang sharing n be blessing maybe ;) sangat bermanfaat buat kami yg tinggal didaerah dimana pengetahuan dokter n fasilitas masih minim.

  50. 50 cakmoki Januari 13, 2008 pukul 8:10 pm

    @ Tiany:
    Halo juga :) , saya tinggal di pinggiran Samarinda …hehehe, so sesama luar jawa.

    1. Saya meragukan bahwa suami ibu menderita Thypus kendati ada pemeriksaan widal Salmonella paratyphi 1/320 (paratyphus). Karena pemeriksaan tersebut tidak spesifik dan akan bermakna jika pemeriksaan dilakukan pada minggu ke 2, itupun harus didukung oleh pemeriksaan fisik. Jika sebelum seminggu setelah minum obat ternyata tidak panas lagi, berarti bukan Typhus.
    Pemeriksaan terkini untuk deteksi typhus adalah Tubex, silahkan baca ringkasannya (sudah saya tulis) di sini. Inipun disyaratkan pemeriksaan pada hari ke 6 demam.
    Masih banyak penyakit yg menunjukkan tanda tersebut di atas. Sakit perutnya disertai diare apa enggak ? atau mungkin ada kesulitan kencing? dan di sebelah mana? Ini penting untuk mengarahkan pada diagnosa penyakit.
    Untuk obat di atas, saran saya, Pyricef 500 mg harus dihabiskan walau sudah tidak panas. Sedangkan sistenol bisa dihentikan jika tidak panas.

    Kalo DBD, parameternya adalah trombosit, dikatakan DBD jika jumlah trombosit kurang dari 100.000 dan hematokrit meningkat lebih 25 % disertai tanda klinis.

    2. Jika sudah tidak demam, pemeriksaan lab mungkin tidak ada gunanya, kecuali jika kondisi tubuh menurun. Dan jika toh akan periksa lab sementara suhu badan sudah di bawah 37 derajat C, maka arah pemeriksaannya ke penyakit lain terkait dengan keluhan perut. Kita berharap dokter yg merawat akan memberikan solusi terbaik.

    3. Untuk menanggulangi sakit perut, bergantung sakit perutnya seperti apa. Apakah mules (or melilit), pedih, serasa teriris, rasa terbakar, dll. Namun jika tidak punya obat untuk itu, sementara bisa dikompres air hangat yg dimasukkan botol.

    4. Menurut saya tidak ada tips khusus sebelum diketahui secara pasti penyakitnya. Yang paling penting hanya menjaga kebersihan tangan mengingat ibu yg membuang air seninya.

    Oya ini bukan milis koq, ini Blog … ajang berbagi dan saling memberikan informasi …
    kalo soal fasilitas, menurut saya btergantung pada para dokter disana, jika beliau-beliau berani memperjuangkan tentu bisa….hehehe, jangan bilang-bilang ya, ini rahasia lho … eh boleh ding, supaya temen-temen dokter bisa saling diskusi untuk kepentingan orang banyak :)

    Moga berguna

    PS: untuk sekedar bacaan, silahkan download ringkasan tentang typhus di halaman Download, trus silahkan cari Sekilas Typhus

  51. 51 Tiany Januari 14, 2008 pukul 12:42 pm

    Uupss….sesama kalimantan toh…

    Anyway, Thx4 the respon …
    Pagi ini sampai siang (14-01-08) suhu tubuhnya sudah kisaran 36,2 C.
    Obat yang kemaren masih jalan terus namun yang sistenol memang sudah tidak dilanjutkan. sebenarnya pagi ini mau sy ajak cek lab lagi, tapi kok feeling sy bilang ga perlu, jadi rencananya sy mau ajak cek besok (pas armokv 500 mg nya habis). Tapi itu juga saya masih ragu (takutnya ga berguna).

    Menjawab pertanyaan : sakit perutnya disertai diare? Tidak, BAB sehari sekali normal aja. Selain itu tidak mengalami kesulitan kencing.

    Sampai saat sy mengetik blog ini keadaan suami sy yah keluhannya tinggal perut yang masih berasa seperti kram tapi tidak separah kemarin.

    So, what shuld i do for him? any suggest more? anyway…thx alot 4 ur attention.

  52. 52 Tiany Januari 14, 2008 pukul 10:43 pm

    malam dokter,

    sorry cerewet neh…

    Mau tanya, seperti yg sebelumnya sudah sy ceritakan. Hari ini suhu kisaran 6 lebih saja. Namun malam ini baru saja suami saya sadar, ia memperlihatkan di pahanya timbul bercak bercak merah (seperti pecah panas tapi bukan seperti gigitan nyamuk lho) . Lalu di siku lengan kanan (bekas suntikan ambil darah tgl 11 kemarin) menjadi biru legam seperti memar.

    Kenapa bisa begitu yah dok??

    Thx b4

  53. 53 cakmoki Januari 15, 2008 pukul 12:35 am

    @ Tiany:
    ok, thx a lot atas tambahan infonya, berarti suhu udah normal.
    so untuk mengurangi kram perut, dapat digunakan obat yg khusus untuk itu (antispasmodik), misalnya: Buscopan atau Klidibrax atau Librax atau Pehaspas atau atau spasmium, diminum 3×1 sehari kalau terasa sakit (kalau perlu saja). (biasanya obat tersebut harus pakai resep dokter)

    Adapun bercak merah atau lebam di bekas pengambilan darah, kemungkinan karena penurunan jumlah trombosit (normalnya: 200.000-500.000) atau sebab lain yang belum bisa kita ketahui.
    Moga berguna dan bisa dilanjutkan jika ada perkembangan terbaru :)

  54. 54 Bejo Januari 22, 2008 pukul 4:04 pm

    Dok,,saya agak bingung makanan2 berserat ato tidak…

    klo boleh,,bisa minta daftar makanan yang boleh dimakan n yang gak boleh dimakan??

    maaf klo merepotkan…..

    Klo boleh tny sekalian, berhubung saya baru saja mutasi ke Kupang NTT,,bisa minta info tentang dakter yang bagus di daerah Kupang?? Soalnya teman saya banyak yang berobat di Kupang dan mendapatkan diagnosis yang berbeda beda untuk tiap dokter dan RS… dan yang lebih buruknya penyakitnya gak sembuh2…

    Makanya banyak yang begitu sakit dan diharuskan opname,,mereka memilih ke Surabaya atau Denpasar…

    Thx untuk infonya…..

  55. 55 Daniel Januari 23, 2008 pukul 1:05 am

    Pak dokter,

    Blognya sangat menarik nih.
    Terima kasih buat informasi2nya yg sudah diberikan ke kita semua. Sangat2 menarik :)

    Sekarang ini Mama saya diduga kena Tifus oleh dokter.
    Beliau sedang jalan2 ke Solo, tapi malah kena Tifus.

    Masalahnya sekarang…. Mama Harus pulang ke Melbourne tanggal 25…
    Baiknya di opname disini atau di Solo saja ya ?

    Saya udah bilangin Mama supaya makan yg enak2 dan tidak perlu bubur biar cepet sembuh dan hindari makanan yang berserat tinggi.

    Kira2 aman gak yah buat Mama untuk terbang 3 hari lagi… saya kok gak begitu sreg. Mendingan dia di opname aja di Solo/Jakarta. Menurut dokter ?

  56. 56 cakmoki Januari 23, 2008 pukul 5:36 pm

    @ Bejo:
    hampir semua makanan berserat, yang dihindari hanya yang berserat tinggi, misalnya: pakis, kangkung, batang bayam…lainnya boleh :)

    wah untuk dokter di NTT saya gak punya referensinya, so mohon maaf ya

    @ Daniel:
    ok, jika memang diduga tifus dan demam hingga 1 minggu, sebaiknya beliau opname and istirahat di tanah air saja.
    Tetapi jika belum seminggu beliau sudah sehat berarti bukan tifus dan bisa ke Melbourne jika kondisi beliau benar-benar sudah fit.

  57. 57 jambak Januari 23, 2008 pukul 7:38 pm

    dok tifus carier itu maksud nya gmn???

    saya terkena tifus berulang kali….

    padahal telah dinyatakan sembuh,tp kena lagi berulang kali….

    apakah saya carrier dok?/

  58. 58 cakmoki Januari 23, 2008 pukul 11:59 pm

    @ jambak:
    tifus carier maksudnya si penderita memiliki kuman Salmonella typhii dalam tubuhnya yang biasanya berada dalam kandung empedu. Angka kejadiannya sekitar 1-5%. Yang bersangkuan tidak menunjukkan tanda klinis artinya tidak nampak sakit.
    Jadi beda dengan tifus yang berulang … so bukan carier, tapi tertular lagi.

  59. 59 William Januari 27, 2008 pukul 10:06 pm

    Dok, ini saya kurang yakin akan kena penyakit apanya. Karena saya sudah checkup ke RS 2x mereka juga bingung saya terkena penyakit apa (tapi dicurigai demam berdarah soalnya trombositnya 185000 sekarang) tapi itu juga mereka masih belum terlalu yakin karena ini sudah minggu ke-2 hari ke 3 namun masih belum ada gejala-gejala yang mendukung demam berdarah. Kondisi saya saat ini:
    – Berlangsung sudah 10 hari
    – Napsu makan normal
    – Buang air besar lancar
    – Badan tidak terlalu lemas
    – Suhu badan pagi-pagi <37, siang-siang 37, malam 37.5, tengah malam 37.
    – Badan tidak berbintik-bintik
    – Lidah putih
    – Bibir pecah-pecah
    – Batuk-batuk sedikit
    – Otot tidak pegal-pegal
    – Sendi tidak ngilu
    – Perut tidak sakit
    – Tidak mimisan atau mengeluarkan darah

    Saya ini terkena penyakit apa ya? Tifuskah? Gejalanya aneh sekali. Tidak ekstrim. Namun tetap panasnya tidak normal dan berlangsung lama. Kenapa ya dok? Terus kalau memang tifus haruskah saya dirawat di rumah sakit? atau bisa di rumah saja? Trims sebelumnya.

  60. 60 cakmoki Januari 27, 2008 pukul 10:33 pm

    @ William:
    Melihat data di atas dan tanda klinis, jelas bukan Demam Berdarah, karena penurunan trombosit biasanya pada hari ke 2-5 demam. Lagi pula didukung dengan penurunan jumlah trombosit hingga kurang dari 100.000.
    Kecurigaan terhadap Demam Berdarah bila: ada tanda klinis (tidak khas) dan trombosit 100.000-150.000, ini masih curiga lho dan dikatakan Demam Berdarah jika trombosit kurang dari 100.000 serta hematokrit meningkat lebih 20-25 %.

    Jika curiga Tifus mestinya diperiksa dengan pemeriksaan yang mendukung ke arah itu, misalnya: Widal dan lain-lain, 2 kali pemeriksaan pada minggu ke 2 dan ke 3, atau dengan pemeriksaan yang lebih canggih yakni dengan Tubex.
    Untuk lebih jelasnya, coba baca posting yg pernah saya tulis, yakni: Tubex, Pemeriksaan Demam Tifoid Terkini
    Moga Berguna
    Trims

  61. 61 William Januari 28, 2008 pukul 9:26 am

    Ok, thanks ya dok. Tapi kalo Tubex itu carinya di mana? Rumah Sakit kah? Lab kah? Terus kalo misalnya saya positif tifus haruskah saya dirawat di Rumah Sakit? Thx lagi.

  62. 62 cakmoki Januari 29, 2008 pukul 12:36 am

    @ William:
    itu masih salah satu kemungkinan lho. Untuk menentukan jenis pemeriksaan penunjang yg diperlukan sebaiknya konsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam.
    Adapun Tubex sejauh ini belum semua RS menggunakannya mengingat biayanya yg cukup mahal (sekitar 90 ribu) dan cara ini relatif masih baru di Indonesia, so belum merata.
    Jika positf tifus belum tentu dirawat di RS, bergantung pada kondisi masing-masing. Andai kondisi fisiknya bagus, bisa rawat jalan.
    Thx :)

  63. 63 yaser Februari 17, 2008 pukul 1:07 am

    dear dok, saya baru aja diperiksa dokter katanya gejala tipus. saya disuruh istirahat total, tapi tdk harus opname. yang saya tanyakan kenapa harus istirahat total? apakah artinya harus tidur seharian, tidak banyak bergerak? masalahnya, saya adalah anak kos, dan untuk beli makanan harus jalan kaki 300 meter. gimana dok? dan bagaimana kalau saya tetap kuliah? paling cuma duduk dalam kelas dan tidak melelahkan, soalnya kampus saya sangat ketat dlm hal absensi.

  64. 64 cakmoki Februari 17, 2008 pukul 11:49 am

    @ yaser:
    yang namanya istirahat total menurut istilah medis adalah opname.
    Namun, mengingat dikatakan masih “Gejala Tifus”, tidak menutup kemungkinan penyakit lain yg mirip dengan tanda-tanda tifus.

    Kalo boleh tahu, demam or panasnya berapa hari dan apakah sudah ada hasil pemeriksaan lab penunjang yg mengarah ke penyakit tifus?
    Sebagai pedoman dasar, jika demam tersebut sembuh dalam seminggu setelah diobati, maka bisa disimpulkan bahwa penyakitnya bukan Tifus.

    So, menurut saya, tetap kuliah dan tetap beli makanan, hanya saja di luar aktifitas pokok ada baiknya istirahat, boleh tiduran, boleh duduk sambil baca bacaan ringan, boleh dengerin lagu.
    Sementara itu dulu saran saya, dan info lebih lanjut saya tunggu.
    Trims, semoga segera sembuh ya :)

  65. 65 William Februari 17, 2008 pukul 9:21 pm

    Sebelumnya trims yah dok atas informasinya. Cuma mau nge-share aja..kemarin tuh saya perna panas sampai 10 hari..waktu itu pernah saya periksa ke 2 dokter..salah satu berkata saya itu tifus dan harus diopname, 1 lagi berkata ini demam berdarah karena trombositnya 185000 jadi harus di opname..tapi setelah 12 hari saya tidak diopname lalu sembuh sendiri. Apa saya terkena tifus namun sembuh sendiri ataukah dokternya “mengarang” penyakit saya? Aneh banget ga sih? 2 dokter beda hasil dan salah 2-2nya. Padahal kalo boleh dibilang itu rumah sakit yang cukup terkemuka.

  66. 66 cakmoki Februari 19, 2008 pukul 12:17 am

    @ William:
    adakalanya interpretasi dokter yang satu dengan yang lain berbeda, bergantung pada hasil pemeriksaan fisik saat itu.
    Tifus adalah salah satu penyakit yang gejalanya tidak spesifik dan banyak penyakit yang mirip dengan tifus. Karenanya diperlukan pemeriksaan mendetail dan kadang perlu pemeriksaan penunjang (lab) untuk memastikan diagnosa. Diagnosa pasti untuk tifus adalah dengan biakan kuman, sayangnya pemeriksaan ini perlu waktu sekitar 1 minggu (di Indonesia) dan tidak semua RS punya fasilitas untuk biakan kuman.
    Bagi dokter yang sudah sering menangani Tifus biasanya sudah dapat menduga berdasarkan pemeriksaan fisik.

    Adapun Demam Berdarah, pemeriksaan penunjang yang hingga saat ini dipakai sebagai pedoman adalah jika seseorang menunjukkan tanda klinis dan pemeriksaan lab menunjukkan:
    1. Trombosit kurang dari 100.000
    2. Hematokrit meningkat hingga 20 %
    Nah jika Trombosit pada hari ke 2-5 demam menunjukkan 185.000, pasti bukan Demam Berdarah.

    Ada beberapa penyakit yang disebabkan virus (umumnya golongan adenovirus) yang self limited, artinya akan sembuh sendiri setelah beberapa hari, seminggu atau lebih. Dan tak jarang gejalanya mirip antara yang satu dengan penyakit lainnya. Inilah yang sering menimbulkan perbedaan diagnosa.

    Share semacam ini sangat membantu kita semua, khususnya untuk perkembangan bidang medis dengan mengambil manfaat serta follow up berkesinambungan terhadap berbagai kasus penyakit.

    Trims, sharenya ya :)

  67. 67 aan Maret 10, 2008 pukul 9:32 pm

    dok,istri sy 30 th,hamil anak pertama sudah 9 minggu, badannya lemes banged, mual.trus sudah 2 hr ini meriang kl malem.hr ini sdh cek darah utk widal. Titer H nya 1/160, utk O 1/320.
    apakah ini sudah masuk tifus dok?lemesnya ini krn bawaan hamil atau krn tifusnya?
    soalny kl sdg hamil kan ga boleh sembarangan minum obat?
    apakah harus dirawat di rumkit atau hanya perlu bed rest di rumah saja?
    mohon pencerahannya dok.trims

  68. 68 cakmoki Maret 11, 2008 pukul 3:43 pm

    @ aan:
    kalo masih 2 hari sih ga serta merta menggambarkan tifus, lagipula test Widal akurasinya rendah. Dan bisa juga menunjukkan hasil positif jika seseorang pernah terpapar kuman Salmonella trus tubuhnya bereaksi dengan membentuk aglutinin yang bisa tetap positif bertahun-tahun walaupun ga sakit.

    Masih banyak penyakit yang sepintas mirip dengan tifus, misalnya beberapa penyakit karena virus yg bisa sembuh sendiri (self limited). Sebagai pedoman dasar, jika sembuh sebelum 7 hari setelah diobati, bisa dikatakn bukan tifus walaupun Widal positif.
    Sedangkan Test Tubex TF yang canggih saja (akurasinya lebih 90%) pemeriksaannya direkomendasikan paling cepat hari ke 5-6, cuman harganya relatif mahal, sekitar 90 ribu dan ga semua kota memilikinya.

    Jadi menurut saya, istri belum tentu tifus, dan sementara bed rest di rumah, makan enak (kalo bisa)…sambil meneruskan obat dari dokter :)

    Semoga istri segera sembuh

  69. 69 Baim Maret 18, 2008 pukul 3:17 pm

    Salam kenal, Dokter.

    Beruntung sekali ketemu blog ini :-)

    Kasus isteri saya mirip dengan isteri Sdr. Aan.
    Isteri saya hamil anak kedua. Usia kehamilan genap 8 minggu (tgl 18 Mar.’08).
    Hari Senin (17 Mar) jam 02:00 menggigil, tapi badan tidak panas.
    Sekitar jam 08:00 badan semakin lemas dan panas (dua minggu terakhir sering muntah-muntah)
    Akhirnya dirawat di rumah sakit, dan dinyatakan positif tifus (saya gak ingat angka-angkanya)
    Hasil USG menunjukkan tidak ada gangguan pada janin.
    Untuk menurunkan panas, diberikan paracetamol
    Suhu turun naik, antara 38.2 sampai 39
    Tekanan darah kadang drop sampai 90/60
    Infus pagi ini dilepas karena terjadi pembengkakan.

    Dari jawaban-jawaban dokter sebelumnya saya ingin bertanya:

    1.Apakah terlalu dini untuk menyatakan tifus, mengingat demamnya
    baru dua hari ?

    2.Apa penyebab turunnya tekanan darah ?

    3.Berbahayakah terhadap kandungannya ?

    Kalau bukan tifus, bagaimana cara meyakinkan tim medis rumah sakit ?
    (jangan sampe mereka menganggap saya sok tau hehehe….)

    Terima kasih sebelumnya.

  70. 70 cakmoki Maret 19, 2008 pukul 1:59 am

    @ Baim:
    Salam kenal :)

    1. iya, terlalu dini. Kecuali jika disebutkan suspect typhus, artinya masih dugaan, tapi tetap terlalu dini. Kalo saya lebih suka jujur aja, dengan mengatakan masih observasi jika emang belum diketahui penyebabnya.

    2. Tekanan darah turun bisa terjadi karena banyak hal, misalnya kurang intake makanan, kelelahan fisik dan psikis, dll…dll

    3. Tidak. Yang penting adalah kondisi umum ibunya. Terlebih pameriksaan USG menyatakan bahwa ga ada gangguan.

    Kalau bukan tifus, bagaimana cara meyakinkan tim medis rumah sakit ? (jangan sampe mereka menganggap saya sok tau hehehe….)

    wahhh, yang ini saya ga tahu. Menurut saya, sebaiknya diskusikan aja, ga papa koq, kan bayar :) …kalo marah, pura-pura ga denger aja …hehehe

    Moga istri segera sembuh dan diberikan kesehatan bagi keluarga.

  71. 71 Stanley Maret 24, 2008 pukul 8:02 am

    Salam Kenal Dokter..

    Saya mau tanya tentang contoh menu makanan buat orang yang sakit typhus..
    Selain bubur, roti, macaroni, nasi tim, apa lagi yah?

    kondisinya sekarang, tiap kali makan masih mual, pusing, lemes..
    kmaren ini sy kasi mkn mie instan malah + mual & demam, itu gmn yh dok?
    mau tanya jg soal lauk pauk rendah selulosa itu apa aja yah contohnya..

    terima kasih dok..
    Stanley

  72. 72 cakmoki Maret 25, 2008 pukul 12:03 pm

    @ Stanley:
    Maaf, udah baca artikelnya?
    Kalo bisa makan nasi, makan nasi aja, lauk pauk bebas sesukanya sedangkan buah dan sayur untuk sementara dihindari yg berserat tinggi, seperti nenas, gori, daun singkong dan sejenisnya.
    kalo mo Rawon boleh, soto boleh, semur boleh, bakso boleh ….wuaaa masih bayak yang boleh dibanding yg dihindari (bukan mutlak ga boleh)
    Ga perlu terlalu takut soal makanan, lantaran yg paling penting dalam penatalaksanaan typhus adalah perbaikan kondisi fisik.

  73. 73 Baim Maret 25, 2008 pukul 8:25 pm

    Alhamdulillah isteri saya diperbolehkan pulang hari Minggu lalu (23 Mar.)
    Dokternya sendiri akhirnya gak yakin kalau itu typhus. Lho ??? :-)
    Mungkin demam berdarah ?

    Yang masih belum terjawab adalah timbulnya bercak merah (bukan bintik).
    Mungkin efek panas ? karena sejak demam tinggi muka dan hampir seluruh tubuh kemerahan kayak udang rebus.

    Atau mungkin tampek/campak ?

    Saya masih khawatir nih, dokter. Terma kasih sebelumnya.

    Catatan: selama di rumah sakit saya kasih madu dan sari kurma

  74. 74 r4v3n Maret 26, 2008 pukul 12:31 am

    Saya kena typhus dok.
    Tapi saya pikir sudah sembuh, taunya besok saya makan malah perih tuh gimana yah ?

    Terima kasih.

  75. 75 cakmoki Maret 26, 2008 pukul 1:40 am

    @ Baim:
    Alhamdulillah, saya ikut gembira mendengarnya.
    Adakalanya penyakit tidak terdeteksi secara nyata karena tidak spesifik. Namun saya angkat topi pada dokter yg merawat atas kejujurannya dengan menyatakan “gak yakin kalo itu typhus”. Sebuah sikap terbuka yg patut ditiru ketimbang memaksakan diagnosa. Ini bukan sesuatu yang aneh di dunia medis mengingat tidak semua RS (di Indonesia) memiliki fasilitas kultur (biakan) untuk memastikan diagnosa. Kalaupun ada, waktunya lama…sekitar seminggu (yg modern cukup 2-4 hari), sehingga baru diketahui setelah penderita sembuh dan sudah berada di rumah.

    Kalo Demam Berdarah rasanya sih enggak. Selain tanda klinis, Demam Berdarah ditandai dengan menurunnya Trombosit hingga di bawah 100.000 dan peningkatan hematokrit hingga 20-25%.

    sejak demam tinggi muka dan hampir seluruh tubuh kemerahan kayak udang rebus.

    bisa jadi campak atau mungkin penyakit yg disebabkan beberapa virus yg tidak dapat kita deteksi.

    ya…kekhawatiran itu wajar, namun dokter menyatakan sembuh kan :)

    Catatan: gak papa, madu dan kurma menambah kalori.

    @ r4v3n:
    ntar dulu… ceritanya gimana dong :)
    Kalo perih, berkaitan dengan lambung atau makanan.
    So, mohon kilas balik riwayat penyakit, hasil pemeriksaan (termasuk lab) dan obat yang sudah diminum (jika berkenan).

    Untuk sementara, rasa perih setelah makan bisa menggunakan Antasida, diminum 1-2 jam sebelum makan atau di antara waktu makan (perut kosong).
    Trims

  76. 76 Indri April 6, 2008 pukul 10:50 pm

    Dok,

    Saya udah tiga hari demam dan kepala pusing sekali, tapi masih bisa saya tahan tanpa minum obat. Pas dini hari, karena menggigil nggak henti-henti(tadinya saya pikir kedinginan karena AC), akhirnnya saya ke rumah sakit dan ternyata suhu tubuh saya mencapai 40,3 Celcius. Lalu saya tes Widal dengan hasil berikut:

    Salmonella typhi O : Positif 1/80
    Salmonella paratyphi A-O : Negatif
    Salmonella paratyphi B-O : Positif 1/80
    Salmonella paratyphi C-O : Negatif
    Salmonella typhi H : Positif 1/320
    Salmonella paratyphi A-H : Positif 1/320
    Salmonella paratyphi B-H : Positif 1/320
    Salmonella paratyphi C-H : Negatif

    Saya kena thypus ya??
    Sama dokter tempat saya periksa, saya dikasih resep obat pharflox 10 butir untuk antibiotiknya, sedangkan kalau panas minum panadol aja.
    Dua hari lagi disarankan tes darah lagi. Untuk thrombosit sendiri 174.000.
    Berapa lama ya thypus bisa sembuh??
    Buah-buahan seperti rambutan atau duku boleh nggak saya makan, karena
    saya penyuka buah dan sekarang sedang musim rambutan dan duku.
    Untung juga saya membaca artikel Dokter, karena sebelumnya saya sempet nanya ke temen yang pernah thypus, dia menyarankan makan bubur.
    Dia sendiri dulu istirahat di rumah sampai 5 bulanan (wuih lama banget ya…) dan sampai makan bubur bayi.

    Terima kasih.

  77. 77 cakmoki April 8, 2008 pukul 3:42 am

    @ Indri:

    Saya kena thypus ya??

    Hanya berdasarkan hasil Lab (Widal) dan panas 3 hari, belum bisa dipastikan menderita Typhus.

    Pertama: tanda-tanda klinis typhus tidak spesifik (terutama pada hari ke 3). Namun seorang dokter yang sudah ahli akan dapat memperkirakan dengan pemeriksaan yang cermat.

    Kedua: Hasil Lab tersebut pada hari ketiga demam bukan sebagai patokan utama, mengingat tes Widal akurasinya rendah, dimana tes tersebut dapat menunjukkan hasil seperti di atas pada seseorang yang pernah terpapar kuman Salmonella tapi yang bersangkutan tidak sakit, sehingga jika ia demam akan menunjukkan hasil seperti di atas. Berbeda jika menggunakan Tes yang lebih canggih misalnya Tubex TF yang tingkat akurasinya mencapai 90 % lebih, itupun dengan syarat pemeriksaan dilakukan paling cepat pada hari ke 6 demam dengan tanda-tanda ke arah Typhus.
    Tes Widal akan bermakna jika dilakukan pada minggu ke 2 demam disertai dengan tanda-tanda klinis ke arah Typhus, lantas dilakukan follow up berkala.

    Kita tunggu saja hasil pengobatan di atas. Jika sebelum seminggu sudah sembuh, bisa dikatakan bukan Typhus. Banyak penyakit-2 infeksi yang sangat mirip dengan typhus. Beberapa jenis virus dapat menyebabkan demam hingga beberapa hari, tapi pada Typhus umumnya berminggu-minggu.

    Tentang makanan.
    Jikapun emang Typhus, tetep makan nasi…buah yg disebutkan di atas juga boleh. Yang penting tidak menimbulkan keluhan dan memperberat penyakitnya.
    Dan…gak selama itu ah … :)

    Moga segera sembuh

  78. 78 Indri April 8, 2008 pukul 10:59 pm

    Makasih Dok,

    Nyambung yang kemarin, sekarang saya memasuki hari ke-7 dan masih panas melebihi 40 derajat C (hanya turun jika saya minum obat panas, dan mulai hari ke 4 panas saya minum obat panas 3-4 kali sehari), perut agak mual (nggak sampai muntah), sendi kadang ngilu, kalau makan berasa pahit..

    Itu tanda-tanda klinis bukan ya.
    Untuk memastikannya sih saya akan mengikuti anjuran Dokter untuk tes Tubex TF.

    Terima kasih.

  79. 79 cakmoki April 9, 2008 pukul 12:23 am

    @ Indri:
    Makasih info tambahannya…trus sampai saat ini masih minum antibiotik (pharflox) selain obat panas ?
    Untuk mengetahui lebih jauh tentang tanda klinis, silahkan download Sekilas Penyakit Typhus di halaman download.
    Ok, kita tunggu hasil pemeriksaan Tubex TF
    Ntar kasih kabar ya :)
    Thanks

  80. 80 cHa April 14, 2008 pukul 9:19 am

    saya pernah dirawat di RS karena DBD dan gejala tifus jg.
    tapi selama dirawat setiap pagi saya diberikan makanan bubur, dan siang malam na diberikan nasi lembek. disamping sakit saya DBD dan gejala tifus, saya jg mempunyai masalah dgn lambung saya, yg bisa dibilang mungkin sudah agak parach hingga ke ulu’ hati.
    apakah jika sakit asam lambung juga diharuskan makan bubur or nasi biasa aja tidak apa2?

  81. 81 cHa April 14, 2008 pukul 9:34 am

    dan tambahan lagi, selama saya di rawat saya mendapatkan dokter yg ehm.. klo di bilang “?”, saya merasa saya masih sakit dan trombosit saya masih kurang. tp dokter tsb sudah mengijinkan saya tuk pulang.
    padahal saya sudah bilang ke dokter tsb, saya ingin pulang jika saya sudah benar2 sembuh. dan keesokkan hari na dokter tsb bilang lg kesaya, klo saya dapet pulang hari itu. padahal kondisi saya masih bener2 blom pulih dan bisa di bilang trombosit saya masih kurang.. :-(

    akhir na setelah saya pulang dr RS tsb, dirumah saya mendapatkan sakit yg parach lg.
    perut saya sakit, tiap kemasukan makana perih bgt rasa na, padahal tidak pedas sama sekali. dan selain itu juga saya mendapatkan infeksi di hidung yg ga tau karena apa? hidung saya luka, dan berdarah tp bukan mimisan. sakit bgt. hampir satu bulan saya tidak sembuh dr infeksi tsb. dan selama bbrp bulan setelah saya keluar dr RS tsb saya sering bulak-balik k RS lg, tuk cek up lg…

    tp kata dokter tsb, saya tidak sakit apa2.. padahal saya sendiri yg merasakan sakit, tp koq saya di bilang tidak sakit apa2? aneh?? :-?
    selama thn 2007 kemaren saya sering sekali cek up ke RS hampir tiap bulang kali. tp apa kata dokter2 yg ada di RS tsb, saya tidak sakit apa2? aneh bgts…

    menurut dokter ada apa dgn saya ya?

  82. 82 cakmoki April 14, 2008 pukul 5:22 pm

    @ cHa:

    apakah jika sakit asam lambung juga diharuskan makan bubur or nasi biasa aja tidak apa2?

    nasi biasa … ntar kalo kelamaan makan bubur malah leles

    perut saya sakit, tiap kemasukan makana perih bgt rasa na, padahal tidak pedas sama sekali. dan selain itu juga saya mendapatkan infeksi di hidung yg ga tau karena apa? hidung saya luka, dan berdarah tp bukan mimisan.

    Kemungkinan Dyspepsia untuk gangguan lambung. Emang keluhan semacam ini biasanya ga ditemukan kelainan organik, maksudnya lambung dan kawan-kawan normal…dan gangguan tersebut lebih banyak (lebih 80%) dipicu oleh “kecemasan”. So kalo dokter mengatakan gak papa, sebenernya gak sepenuhnya salah, hanya saja kali perlu penjelasan mengapa sampai perih banget. Ini karena peningkatan produksi asam lambung yg dipicu oleh rasa cemas. Biasanya dikasih obat antasid (obat mag), obat untuk menghambat produksi asam lambung yg berlebihan (cimetidin, famotidin, ranitidin) dan obat penunjang lain untuk memulihkan kondisi tubuh.

    Sedangkan infeksi hidung ada beberapa jenis, Sinusitis, Rhinitis dll.

    Moga penjelasan singkat ini membantu…dan mudah-mudahan segera sehat kembali.
    Trims

  83. 83 Anton April 14, 2008 pukul 6:48 pm

    Aku mau nanya. Apakah tifes bisa menular, soalnya aku sekarang sedang merawat istriku yang kena tifes. sekedar info, dulu aku juga pernah kena tifes. dan apa tanggapan dokter mengenai obat cacing tanah dan cacing kalung?

  84. 84 cakmoki April 14, 2008 pukul 11:04 pm

    @ Anton:
    iya, menular … silahkan download ringkasan artikel dalam format flash di halaman download.

    Maaf, tidak ada komentar tentang obat cacing tanah dan cacing kalung untuk ngobati typhus :)

  85. 85 Anton April 16, 2008 pukul 8:55 am

    Wow! saya jadi agak sedikit takut. O, ya dok saya mau tanya lagi. apa yang saya harus lakukan agar penyakit istri saya tidak menular terhadap saya.

  86. 86 cakmoki April 17, 2008 pukul 1:58 am

    @ Anton:
    gak usah takut ah… ketularan atau tidak bergantung pada jumlah kuman yang masuk tubuh dan daya tahan tubuh seseorang.
    So, jaga kondisi dengan cukup istirahat, cukup makan dan minum. :)

  87. 87 adi April 17, 2008 pukul 8:32 pm

    Saya pernah kena tifus sampe dirawat, pas jam makan kok aneh menunya sperti saya sehat, nasi+sayur+lauk pauk…makan jd nafsu…tuh jatah makan saya selalu abis, kalo pagi ada yg keliling bagiin susu…hehe saya ganti gelas saya dgn yg guede eh perawatnya senyum2 sambil ngisi setengah gelas…huahahaha, kata yg nengok “loe sakit bener apa kelaperan?”
    Tapi saya merasa cepet sembuh ketimbang waktu saya dirawat di RS yg lain dgn penyakit yg sama pada tahun sebelumnya, coz tiap ari dikasi bubur…mana nafsu

  88. 88 Anton April 18, 2008 pukul 8:08 pm

    saya baru kasihkan bakso ama istri saya, untuk info istri saya sudah hilang demamnya. cuman sakit perutnya masih ada sedikit-sedikit. apakah tidak berpengaruh dok? trus makanan apa saja yang harus saya santan agar saya tidak terjangkit istri saya/

  89. 89 cakmoki April 18, 2008 pukul 8:11 pm

    @ adi:

    pas jam makan kok aneh menunya sperti saya sehat, nasi+sayur+lauk pauk…makan jd nafsu…tuh jatah makan saya selalu abis, kalo pagi ada yg keliling bagiin susu…hehe

    ..hehehe, siiip, justru ini yang bener :)
    Trims share nya ya…moga jadi perhatian yang lain

  90. 90 cakmoki April 18, 2008 pukul 10:40 pm

    @ Anton:

    cuman sakit perutnya masih ada sedikit-sedikit. apakah tidak berpengaruh dok?

    enggak.. gak ngaruh.
    Dan untuk pak Anton gak ada makanan khusus, makan seperti biasa aja.
    Moga tetep sehat :)

  91. 91 Anton April 19, 2008 pukul 9:03 pm

    Maaf Dok!
    Setelah dicek dengan test pack ternyata istri saya positif hamil. dan saya masih melanjutkan obat untuk istri saya. Apa tidak berbahaya obat tifes atau obat cacing kalung diberikan untuk istri saya yang sedang hamil??

  92. 92 cakmoki April 21, 2008 pukul 3:28 am

    @ Anton
    ok, bergantung jenis obatnya.
    Obat Typhus berdasarkan urut-urutannya adalah sebagai berikut:
    1. Thiamphenicol or Chliramphenicol
    2. Amoksisilin …dan seterusnya

    Untuk ibu hamil or menyusui, pilihan kedua (amoksisilin) atau golongan sefalospurin adalah pilihan paling aman. Yang pertama harus diawasi ketat oleh dokter yang merawat. Sedang golongan Quinolon tidak dianjurkan pada ibu hamil, misalnya: cyprofloxacin dan saudaranya.

    Sedangkan untuk cacing saya tidak tahu

    Trims

  93. 93 Anton Mei 11, 2008 pukul 8:46 pm

    malam dok. Obat apa yang anda anjurkan buat mengurangi perasaan mual dan muntah pada kehamilan smester pertama?

  94. 94 cakmoki Mei 12, 2008 pukul 6:00 pm

    @ Anton
    Malam,
    Mediamer B6. Diminum 3×1 atau kalo perlu saja, sebelum makan.
    Trims

  95. 95 evi Mei 12, 2008 pukul 9:19 pm

    Selamat Malam Dok,

    Anak saya umur 6 th 9 bulan dg berat badan 26 kg.. Sejak hari Rabu ( 6 hari) demam tapi terus menerus, dan setelah aktivitas agak berlebih pasti panas lagi. Sedangkan makan dan minum tetap mau, hanya kadang muntah. Tadi siang sudah periksa lab. dengan hasil :
    Hemoglobin : 11,5 Hematokrit : 34,00 Lekosit : 5.800 Trombosit : 290.000, Test Widal semua negatif kecuali Paratyphi – BH positif 1/160.

    Saya sudah konsultasi ke dokter RS tsb, dan disarankan opname.. sedangkan second opinion dari dokter langganan tidak perlu dan dirawat di rumah saja tapi istirahat harus banyak..

    Malam ini kondisi demam lagi ( 38 derajat ), dan saya baru diberi obat antibiotiknya.. Menurut dokter Moki, mana yang harus saya turuti mengingat aktivitas anak saya sangat sulit untuk dibatasi.
    Terimakasih Dok.
    Selamat Malam.

  96. 96 cakmoki Mei 14, 2008 pukul 1:48 am

    @ evi:
    Selamat malam,
    Setelah membaca kronologi di atas, dan mengingat aktifitas anak sangat sulit dibatasi, menurut saya sebaiknya opname.
    Alasannya, selain follow up penyakitnya, opname dimaksudkan untuk istirahat agar upaya penyembuhan bisa optimal.
    Moga segera sembuh
    Trims :)

  97. 97 kandanganhss Mei 15, 2008 pukul 10:34 pm

    Malam Dok.

    Sampai saat sekarang, usia kehamilan istri saya sudah memasuki minggu kedelapan. namun berat badannya menurun karena istri nafsu makannya menurun drastis. kadang malam sudah tak mau makan. Apa obat yang tepat untuk istri saya agar nafsu makannya bertambah? dan apa bisa dicampur dengan Mediamer B6 seperti yang dokter sarankan tempo hari?

  98. 98 cakmoki Mei 15, 2008 pukul 11:24 pm

    @ kandanganhss:
    Malam,
    Ya, adakalanya berat badan wanita hamil menurun pada trimester pertama karena gak mau makan. Nanti akan naik dengan sendirinya seiring dengan bertambahnya usia kehamilan dan makin berkurangnya rasa mual atau muntah.

    Tidak ada obat khusus untuk meningkatkan nafsu makan pada wanita hamil, cukup mengkonsumsi vitamin lengkap untuk untuk ibu hamil, misalnya: Elkana atau Vicanatal atau Obimin-AF dan sejenisnya, diminum 1×1 … atau obat lain yang diberikan oleh dokter.

    Trims :)

  99. 99 ira Mei 16, 2008 pukul 9:23 pm

    salam kenal cak moki..

    saat ini sy thypus sdh masuk 3 minggu
    ini yang ke 5X (sedikit ringkasan:
    I. thn 1997;
    II. jan-feb 2004;
    III. jan-feb 2007;
    IV. jan-feb 2008-pengobatan thiampenicol paten, vit. B, magtral forte, ranitidine, maganol, juga mencoba ramuan perasan kelapa+garam+pisang batu, rebusan daun sambiloto 15lbr direbus dgn air 2gls hgga susut mjd 1gls;
    V. 24 april-skrg pengobatan thiampenicol 500mg generik, vit. B, parasetamol generik dan terkadang obat maag/ranitidine bila diperlukan.tp blm sembuh juga.

    Mulut anta, tdk nafsu makan, sembelit, panas/sesak di uluhati, meriang sesaat (bila tdk parah, sy tdk minum parasetamolnya), nyeri terkadang selintas di perut bagian kiri bawah.

    Sdh bosan mkn bubur, biskuit/crackers dicelup air/susu/teh, roti, bubur kcg ijo, dsb.
    Terkadang bila dipaksa malah makin ingin muntah. Minum air putih/teh manis hrs panas. Beristirahat cukup juga agak sulit karn bekerja, shg hny akhir pekan ada wkt istirahat, itupun tdk full bedrest.

    Bila cak moki katakan tdk selalu hrs akn bubur, sy sdh mencoba makan nasi putih lunak tp hanya mampu 2sdm itupun dgn garam sj.
    Bila makan yg amat terasa merica, dada & perut terasa panas & sesak.
    Sempat mencoba makan bubur nestle utk bayi selama 3X/2hr, bab nya “makin” lancar 4X/hr malah pd hr ke 2 saat bab yg ke 4 sy jd mencret, sebelumnya sembelit hgga 2hr.
    akhirnya bubur nestle sy stop, sypun mnm larutan gula garam, juga diatabs dan mulai minum rebusan daun sambiloto lg.
    2,5 minggu lalu juga mencoba terapi bekam.

    Apakah ini membahayakan nyawa sy? krn ada sebagian org yg blg bila thypus lebih dr 3X bs sampai meninggal krn usus mjd berlubang krn luka.

    saya mohon bantuan dan idenya.
    matur suwun sanget…

  100. 100 cakmoki Mei 17, 2008 pukul 1:48 am

    @ ira:
    Salam kenal :)
    Pertama: tentang makanan.
    Makan lunak hanya dengan menu seperti di atas selama hampir 3 minggu, tentu akan melemahkan kondisi tubuh dan justru akan memperlama proses penyembuhan. Seperti udah disebutkan dalam artikel bahwa panas (demam) mengakibatkan kehilangan kalori sekitar 20 gram per hari. Ini artinya perlu makan lebih banyak dibanding dalam kondisi sehat untuk “melawan” penyakit.

    Jika tidak bisa langsung makan nasi karena suatu hal, maka cara makan nasi dilakukan dengan bertahap dan sedini mungkin segera makan nasi. Mengapa hanya pakai garam saja? Apa gak suka semur, soto, rawon..dll yang diperlukan tubuh untuk memulihkan kondisi?

    Saya menyadari, tidak mudah meyakinkan seorang penderita typhus untuk segera makan dasi dengan lauk pauk dan sayuran karena udah terlanjur punya anggapan bahwa typhus identik dengan makan lunak.
    Tapi dengan penjelasan yang logis dan mudah dimengerti, para pasien di daerah kami (Kecamatan Palaran, Samarinda) udah biasa makan nasi lengkap dengan lauk-pauk kesukaannya, sehingga kondisi tubuh cepat pulih.

    Kedua: tentang istirahat.
    Bisa jadi, selain minimnya makanan yg dikonsumsi selama sakit, nampaknya kurang istirahat sehingga proses penyembuhan manjadi lama, di lain pihak istirahat sangat diperlukan.
    Untuk itu, menurut saya sebaiknya istirahat, kalo perlu bedrest di RS untuk proses penyembuhan.

    Ketiga: tentang efek makanan tertentu.
    Jika makan makanan tertentu menimbulkan rasa panas di ulu hati atau sesak, maka sebelum makan dapat digunakan obat maag (misalnya: magtral forte) dan obat untuk penghambat produksi asam lambung misalnya: ranitidine 2×1 sehari. (cara minum obat maag dan ranitidine sedikitnya berjarak 1-2 jam)

    Keempat: tentang upaya lain.
    Mohon maaf, saya gak komentar tentang rebusan dan bekam.

    Adapun usus berlubang (perforasi) akibat komplikasi typhus sangat jarang terjadi karena obat typhus sudah banyak dan mudah didapat serta penderita pada umumnya udah ke dokter untuk mendapatkan pengobatan secara dini dan tepat sesuai protokol pengobatan tyohus.

    Moga segera sembuh
    Trims

  101. 101 Ira Mei 19, 2008 pukul 12:40 pm

    Selamat siang Cak Moki,

    Mau minta advice lagi nih.. mudah-mudahan gak bosen ya..
    Bagaimana cara mengkonsumsi ranitidine yang benar? Ada yang bilang 1 jam sebelum makan, tapi yang sudah-sudah saya minum tepat setelah makan.
    Apakah kurang efektif bila tanpa obat maag (magtral forte)?
    Bila lebih efektif dengan obat maag, bagaimana aturan minum keduanya?
    Perlukah ke Internist (Gastronomy)? Atau cukup ke internist (biasa)? – dikarenakan saya ngeri bila ke gastronomy,, akan ada tindakan seperti endoskopi, dsb..

    Matur sembah suwun,
    Ira

  102. 102 ira Mei 19, 2008 pukul 2:31 pm

    Selamat siang Cak Moki,

    Mau minta advice lagi nih.. mudah-mudahan gak bosen ya..
    Bagaimana cara mengkonsumsi ranitidine yang benar? Ada yang bilang 1 jam sebelum makan, tapi yang sudah-sudah saya minum tepat setelah makan.
    Apakah kurang efektif bila tanpa obat maag (magtral forte)?
    Bila lebih efektif dengan obat maag, bagaimana aturan minum keduanya?
    Perlukah ke Internist (Gastronomy atau tropik infeksi?)? Atau cukup ke internist (biasa)? – dikarenakan saya ngeri bila ke gastronomy,, akan ada tindakan seperti endoskopi, dsb..

    Matur sembah suwun,
    Ira

  103. 103 Nora Mei 24, 2008 pukul 9:05 pm

    halo dok, seneng banget ketika nemu blog ini, kek dapat harta karun aja. Masih ada dokter yang rela meluangkan waktunya berbagi ilmu apalagi mau berdiskusi sekaligus.

    gini dok, seminggu lebih saya batuk pilek dan pada hari ke-9 (Minggu siang) sepulang dari nganter anak jalan2, badan meriang dan lama-lama menggigil. intinya demam tinggi, dan minum obat penurun panas akhirnya turun juga. tapi besoknya sampe hari selasa hampir tiap hari badan meriang tapi ga panas tinggi cuman anget aja. Hari rabu mungkin karena dipaksakan meski badan belum fit mesti nganterin anak les, pulangnya badan menggigil lagi dan demam tinggi. Suami bawa ke dokter dan di ukur panasnya 39 derajat. Si bu dokter nanya2 apa perut mual juga, karena dia kuatir ini bukan sekedar radang tenggorokan biasa (itu langganan penyakit saya sejak kerja dulu).
    akhirnya bu dokter nganjurin tes lab, besoknya saya bawa hasilnya dan saya dinyatakan positip tipus.

    padahal dari ciri2 tipus yang katanya lidah putih, perut mual dan sakit, hampir dari semua itu tidak ada. saya juga pernah baca dimilis katanya tes widal tidak bisa dipake utk tipus katanya perlu ditegakkan lagi lewat tes gal culture (cmiiw).
    trus selain itu saya sudah baca2 artikel diinternet termasuk blog ini, maka saya makin yakin aja saya tidak tipus karena seperti dokter bilang kalo demamnya ilang setelah diobati sebelum 1 minggu maka dipastikan bukan tipus. karena setelah hari rabu saya kedokter dan langsung minum obatnya, besok dan besoknya lagi sampe dengan sekarang demamnya tidak dateng lagi. cuman yang masih betah adalah batuknya sampe membuat sakit di dada bagian kiri dan seperti ada otot dari bawah pinggul kedada bag kiri ketarik (sakit).

    saya diberi obat 3 macem, yaitu antibiotik, pil pereda demam + flu, dan sirup obat batuk. bu dokternya bilang kalo antibiotiknya habis disuruh kembali lagi dan akan diberikan antibiotik lagi agar tidak kambuh lagi.

    mohon sarannya dok, karena saya sekarang sedang menyusui bayi saya yang berusia hampir 4 bulan. bagaimana diagnosa dari dokter?
    makasih banyak , maaf tulisannya panjang lebar soalnya kata orang jawa ga lego kalo ga cerita lengkap.

  104. 104 cakmoki Mei 25, 2008 pukul 5:10 pm

    @ Nora:
    halo Bu, seneng juga bisa berbagi.
    Dan emang lebih bagus kalo lengkap gini, jadi kita semua bisa berdiskusi dengan gambaran yeng lebih jelas, ga terlalu remang-remang.

    Setelah membaca kronologi di atas, saya sependapat bahwa ini bukan typus. Oya salah satu tanda selain tanda-tanda yg gak spesifik, lidah penderita tampak kotor dan permukaan lidah relatif nampak menebal, bukan putih lho.
    Tentang Widal, test ini akurasinya rendah, dan bisa menunjukkan hasil positif pada penyakit panas lain dengan berbagai sebab, bahkan bisa positif tinggi pada orang sehat sekalipun. Mengapa begitu? karena yang diukur reaksi tubuh, yakni titer aglutinin, yang bisa postif juga pada orang yang pernah kemasukan kuman Salmonella typhii kendati orang tersebut gak sakit apapun. Sedangkan Gal culture hasilnya pasti, maksudnya kalo positif berarti ada kuman Salmonella typhii, tapi test ini tidak mudah, pun bisa false negatif, maksudnya ada kuman salmonella tapi menunjukkan hasil positif. Selain itu waktunya lama (di Indonesia), sekitar 1-2 minggu, keburu orangnya dah sembuh …hehehe.

    Widal akan bermakna jika dilakukan pada minggu kedua demam dan menunjukkan peningkatan 4 kali lipat pada tes serum sepasang. *halah opo maneh iki*

    Menurut saya, kalo emang udah sembuh seperti penuturan di atas, gak perlu kembali ke dokter, kecuali kalo ingin sedekah ke dokter :D
    Panas batuk pilek, trus batuk berlanjut pada umumnya Infeksi Saluran Pernapasan. Emang lagi banyak orang menderita batuk lama, ngiklik (bhs jawa) …berminggu-minggu hingga terkencing-kencing … hehehe, maaf. Saya pernah nulis dengan judul crit.
    Obat paling aman untuk ibu menyusui adalah ekspektoran, yakni obat pengencer dahak agar mudah dikeluarkan, misalnya: Ambroxol 30 mg 3×1 atau Bromhexine 8 mg 3×1 (pilih salah satu), diminum hingga sembuh dan aman walau digunakan hingga berminggu-minggu.

    Jika ada rasa sesak atau ampek, mungkin perlu obat bronkodilator, yakni obat untuk melonggarkan saluran napas, obat ini biasa dipakai untuk asma, batuk karena alergi dan batuk dengan sesak. Hanya saja pemakaiannya perlu pemeriksaan oleh dokter, mengingat ada efek samping berdebar walaupun efek tersebut hanya sementara dan gak bahaya.
    Pun demikian pemakaian obat steroid, jika diduga batuk alergi, perlu advis dokter ..*wah ke dokter lagi nih*

    Saran saya, sementara dapat menggunakan obat batuk ekspektoran seperti yg saya rekomendasikan di atas ( ambroxol dan bromhexin adalah nama generik, sedangkan nama paten atau nama dagangnya macam-macam, banyakkkkk).

    Moga penjelasan ini bermanfaat, teriring do’a mudah-mudahan segera sembuh. Amin :)

  105. 105 Nora Mei 26, 2008 pukul 8:02 pm

    terima kasih banyak ya dok, semoga lain kali kita bisa saling sharing lagi. blognya saya link ya, biar lebih mudah dan saya bisa baca2 artikel lainnya yg masih banyak serta pasti bermanfaat bagi saya.
    semoga kebaikan dokter mendapatkan balasannya. amin

  106. 106 cakmoki Mei 27, 2008 pukul 4:07 am

    @ Nora:
    makasih juga :) … amin

  107. 107 tukulwannabe Mei 27, 2008 pukul 12:54 pm

    kok mental ya? jadi nulis lagi :)
    apa kabar cak dokter?
    kemarin saya periksa darah semua normal kecuali hemogoblin tinggi (16.7/maks 17). Kata dokternya ini penyebab saya suka pusing/kunang2 dan mau pingsan karena darahnya terlalu kental (koyok kopi ae). Saya jadi ngeri….. obate opo ya dok?

    nyuwun tulung sanget dipun reply….
    maturnuwun ….

  108. 108 cakmoki Mei 27, 2008 pukul 4:24 pm

    @ tukulwannabe
    Mental?…wahh maaf ntar saya cek… jangan-jangan ketangkep moderasi.
    Ntar dulu, … yang njenengan maksud pusing itu: kunang-kunang, nggliyeng, gloyoran, rasa mo jatuh …apa cekot-cekot?
    Kalo kelompok yang pertama, namanya: Vertigo
    gak ada hubungan dengan Hb ( hab-nya normal tuh), jika ini yg terjadi, itu karena gangguan keseimbangan. Dan yang kedua (cekot-cekot) namanya: cephalgia or tensionheadache, inipun gak berhubungan dengan Hb, tapi dengan aktifitas sehari-hari atau mungkin bisa juga dengan gigi krowok, mata, dll.

    Kalo nggliyeng dan sebangsanya, obatnya:
    Perifas or Dramamine or Dramasine (pilih salah satu), diminum 3×1 dan hanya digunakan saat pusing/kunang-kunang aja.

    Kalo cekot-cekot, obate:
    Neurodial, Hedix, Analsik dll (pilih salah satu), diminum 3×1 sesudah makan dan hanya digunakan saat cekot-cekot saja.

    Jika setelah minum obat di atas masih berasa pusing/kunang-kunang, perlu obat kombinasi, ntar tak kabari…setelah njenengan ngasih tahu hasilnya :)

    Tur nuwun

  109. 109 tukullagi Mei 27, 2008 pukul 8:02 pm

    kayaknya yagn nggliyeng dok…. kayak orang mau pingsan gitu!
    belakangan atmbah seru kemawon :(
    apalagi di jari2 tangan berasa darah mengalir deras….opo toh iki :)

    maturnuwun suanget cak dokter…..
    jangan bosen ya:)

    Salam kagem keluarga

  110. 110 cakmoki Mei 28, 2008 pukul 2:34 am

    @ tukullagi:
    udah baca link “vertigo”? Coba dipirsani, siapa tahu gambarannya cocok dengan itu… kalo dengan Hb sih gak ada hubungan, baik hubungan sodara ataupun hubungan batin … hehehe

    Sami-sami, monggo … enggak bosen koq, paling suka telat jawab terutama kalo listrik padam atau koneksi ngadat :)

    Maturnuwun

  111. 111 xpinx2pin Mei 30, 2008 pukul 3:15 am

    Dok mau tanya dikit…

    beberapa hari ini kondisi saya kurang baik. Perut saya selalu kembung (banyak gas) kemudian demam, sakit kepala, dan BAB encer “mencret”. kemudian saya memutuskan untuk berobat ke Dr Internist dan pemeriksaan awal Dr tersebut mengacu ke 2 penyakit yaitu Tifus dan DB.

    Akhirnya saya cek darah tgl 29 pagi dan hasilnya
    TES HASIL Rujukan
    Hemoglobin 15.8 13-18
    Leukosit 7,8 5-10
    Trombosit 150 150-450
    Widal (semua) negatif negatif (berarti bkn tifus)
    amti dengue negatif negatif (bukan DB juga)

    Malamnya saya ke Dr lagi. Kata Dr nya Trombosit saya rendah dia curiga DB kemudian dia menyarankan untuk cek darah lagi untuk pantau Trombosit saya. Malam itu saya cek darah lagi dan hasilnya
    TES HASIL Rujukan
    Hemoglobin 15.8 13-18
    Leukosit 6,8 5-10
    Trombosit 148 150-450

    Trombosit saya turun tapi tidak signifikan. Kemudian Dr nya bilang untuk hati2 karena Trombositnya sudah dibawah batas minim. Kata Dr nya saya tidak boleh minum susu, makan buah (karena BAB saya masih encer) dan banyak minum pocari dan di beri reser untuk stop diare. Kemudian saya tanya ke Dr nya kira2 saya kenapa dan menurut Dr tersebut saya terkena virus. Dan saya disarankan untuk makan bubur dulu (saya sudah berani makan nasi dan lauk mengikuti saran di atas ^_^ ).
    Saya juga di beri surat tes darah lagi apabila saya masih berasa kurang enak badan dan yang di tes adalah HB, Leu, Trom, dan Anti Dengue (kok test lagi yah ? kan udah negatif terus tesnya mahal lagi T_T ).

    Yang ingin saya tanyakan adalah.
    1. Apakah saya boleh makan makanan bersantan, berminyak? Atau lebih baik makanan yang di rebus (sedikit minyak)?
    2. Makanan apa yang dapat meningkatnya Trombosit?
    3. Apakah perlu tes darah lagi seperti yang di bilang Dr tersebut?

    Sekian, terima kasih GBU & Salam Kebangkitan Nasional.

  112. 112 cakmoki Mei 30, 2008 pukul 3:06 pm

    @ xpinx2pin:
    ok, membaca kronologis diatas, emang gak salah dokter waspada terhadap DB… namun di sisi lain, keluhan utama mengarah ke Diare (secara klinis).
    Diare atau GE (gastro Enteritis) adalah penyakit yg ditandai dengan buang air besar berulang (lebih 3x sehari), bentuk faeces berubah lebih lunak or encer.
    Test Darah semua normal kecuali trombosit dimana ada penurunan. Penurunan jumlah trombosit dapat terjadi pada buanyaaaaak penyakit.

    Adapun batasan DBD (menurut WHO hingga saat ini), selain tanda klinis (demam, 2-7 hari, kondisi tubuh melemah, dan pada keadaan yang lebih berat dapat terjadi tanda syok misalnya: nadi lemah, dll…dll… disertai tanda penurunan jumlah trombosit, misalnya: bintik merah kehitaman di bawah kulit, mimisan, gusi berdarah …dll …dll)
    Tanda klinis di atas dibuktikan dengan pemeriksaan Lab, yakni:
    Trombosit kurang dari 100.000 dan hematokrit meningkat lebih dari 20-25% dari normal. (kedua pemeriksaan tersebut sekitar 20-30 ribu, lainnya gak perlu kalo emang curiga DBD)
    Kebijakan penatalaksanaan DBD adalah sebagai berikut:
    a. Jika ada tanda klinis dan Trombosit 100.000-150.000, dengan kondisi lemah, dianjurkan rawat inap (diinfus untuk rehidrasi or tambahan cairan tubuh) dan diperlakukan seperti DBD, maksudnya waspada terhadap kemungkinan DBD. Ini untuk antisipasi kalau-kalau Trombosit turun hingga di bawah 100.000 pada demam hari ke 2-5. Jika Trombosit tidak pernah di bawah 100.000, maka bukan DBD dan bukan Gejala DBD, banyak penyakit lain yang Trombositnya turun tapi tidak sampai di bawah 100.000.

    b. Jika dokter curiga DBD berdasarkan tanda klinis dan hasil pemeriksaan fisik, maka pasien dianjurkan periksa ulang Trombosit dan Hematokrit sedikitnya 2 hari kemudian jika tetap demam dan kondisi makin lemah. Jika membaik setelah pengobatan dan apalagi sembuh, pemeriksaan lab tidak diperlukan lagi.

    c. Jika ada tanda klinis dan hasil Trombosit dibawah 100.000 dan Hematokrit meningkat lebih dari 20-25%, maka pasien tersebut menderita DBD dan wajib Rawat inap.

    hehehe…maaf, prolognya agak panjang … tapi saya kira ini penting dan biasa saya sampaikan ke pasien di tempat praktek, bahkan saya buat leaflet-nya di dinding.

    Jawaban Pertanyaan:
    1. Jika curiga DBD atau mengarah ke DBD (curiga bukan berarti positif lho, lebih ke arah sikap waspada) maka tak ada larangan makanan apapun, artinya semua boleh … kecuali untuk Diare-ya, misalnya ngurangi pedas (ngurangi bukan berarti gak boleh… kalo sekedar penyedap, gak papa)

    2. Tidak ada makanan khusus untuk meningkatkan trombosit, …adapun jus jambu masih kontroversi. Pada dasarnya, trombosit akan meningkat dengan sendirinya jika kondisi tubuh membaik dan makan bergizi (mo soto, semur, mie, nasi goreng super dll: boleh) … so sebaiknya makan banyak protein dan karbohdrat plus sayuran and buah (segala macam sayuran dan segala macam buah)

    3. Jika dokter emang curiga DBD, tes Trombosit dianjurkan diulang sedikitnya 2 hari kemudian atau bisa pula esok harinya kalo kondisi tubuh menurun dan demam tak kunjung reda.
    So, tes darah yg mengarah ke DBD cuman Trombosit dan Hematokrit (sekitar 20-30 ribu, entah kalo mo untung banyak…hahaha)… pemeriksaan lain gak perlu, untuk apa? Perlu diingat bahwa acuan tes ulang yg mengarah ke DBD (sesuai kecurigaan dokter di atas) adalah: kondisi fisik pasien yang menurun dan atau demam yang tak kunjung reda.

    Sekali lagi, kalo kondisi tubuh membaik, keluhan mereda, dan gak demam lagi atau sembuh…. tes darah tak ada gunanya.

    Moga penjelasan ini berguna teriring do’a mudah-mudahan segera sembuh. amiiinnnn. :)
    Trims, … Salam Kebangkitan Nasional.

  113. 113 xpinx2pin Mei 31, 2008 pukul 8:50 am

    Makasih dok jawabannya. Sekarang saya lebih baik, bab tidak encer lagi hanya masih sering demam pada pagi dan sore hari. Tapi setelah minum obat demam, demamnya berangsur2 turun. Perut juga sudah lebih mendingan tidak berasa begitu kembung lagi.

    Sampai saat ini saya belum cek darah. Tapi kok saya berasa lapar terus yah dok? sampai2 saya kebangun jam 12 malem gara2 perut saya kosong.

    Jadi yang perlu di cek itu trombosit lagi?

    Sekali lagi makasih dok. GBU

  114. 114 cakmoki Mei 31, 2008 pukul 10:56 am

    @ xpinx2pin:
    berasa lapar karena habis diare dimana banyak kalori dan cairan terbuang, ..kondisi ini memicu rasa lapar untuk mengganti kalori yang hilang bersama diare dan hal ini normal.

    Kalo sekarang dah membaik dan gak demam, keluhan-keluhan di atas dan hasil lab karena Diare oleh berbagai mikroorganisme (virus, kuman, parasit, dll) … so, menurut saya tidak perlu periksa trombosit lagi.
    Trims :)

  115. 115 ira Juni 3, 2008 pukul 8:06 pm

    halo cak…moga gak bosen ya..
    gini, 2 minggu yg lalu aku ke internist, dia bilang ini masalah di lambung, bukan tipes, apalagi sudah 26 hari minum antibiotik tidak juga sembuh. Aku dikasih vomitas 10mg 3×1 29bh dan lancid 2×1 10bh. Besok paginya aku buang air sampai (maaf) mencret berwarna gelap dan cair di akhir acara buang hajat tsb. Lumayan enakan di hari ke-2 minum obat itu, sudah nafsu makan, lidah tidak hambar, hilanag semua rasa yg tidak enak selama ini.
    Hanya, terkadang hingga kini, ada rasa nyeri selintas2 di perut kiri bawah (agak sejajar pusar). Dan saya yg merasa yakin dgn diagnosa ini hanya masalah lambung, mulai berani makan lauk pauk yg digoreng, tanpa asam & pedas, tentu.
    Hari ini, lidah mulai berasa agak hambar lagi. Apakah saya bisa mencegahnya dgn minum magtral forte 1/2 jam sebelum makan, atau mengikuti saran seorang dokter utk mengkonsumsi enzymfort. Apakah dokter ada saran obat apa yg harus saya minum sekarang (jangan yg mahal2 ya dok…) dan apa yg harus dipantang selain asam & pedas?
    Terimakasih banyak pak dokter….

  116. 116 cakmoki Juni 4, 2008 pukul 11:30 pm

    @ ira:
    halo juga…maaf nih telat jawab… (yg di atas sampai kelewatan juga), hehehe

    Apakah saya bisa mencegahnya dgn minum magtral forte 1/2 jam sebelum makan

    ya bisa…pada prinsipnya minum Magtral (atau antasida lain) dalam keadaan perut kosong, bisa 1/2-1-2 jam sebelum makan atau di antara 2 waktu makan …ga masalah … dan sementara ini ga perlu obat lain.

    Pantangan lain ga ada, kecuali minuman beralkohol … sedangkan masam dan pedas ga terbukti menimbulkan gangguan kalo hanya sekedar untuk penyedap cita rasa … Trims, moga segera pulih kembali :)

  117. 117 ice_manZ Juni 5, 2008 pukul 12:29 pm

    hallo dokter yang baik…
    wah, alhamdulillah..akhirnya saya nemuin blog ini…
    infonya sangat berguna banget bagi saya.
    saya baru pertama kali kena tipes dok, awalnya demam n pusing trus saya periksa ke dokter,trus tes widal, hasilnya saya dinyatakan positif.
    S tiphy O :positif 1/160
    S Tiphy H :positif 1/160

    trus saya dikasih antibiotik thiamphenicol,pilexal, dan semacam obat maag. saya minum selama 5 hari (sampe abiz), dan saya tetep makan nasi dan beberapa lauk favorit(tapi tetep yang tidak pedas, asam, n serat tinggi), alhamd panas, demam, dan mual sudah tidak saya rasakan, badan juga tidak lemes, sehingga saya beranggapan kalo dah sembuh. trus saya gak kontrol lagi..
    setelah itu saya baca sebuah artikel typus yang bilang kalo antibiotik thiampenicol harus diminum minimal 7-10 hari berturut2 agar bakteri typusnya benar2 mati..
    wah, saya jadi cemas trus akhirnya saya ke dokter lagi buat periksa darah..
    hasilnya:
    S. Tiphy O : negatif
    S Paratiphy OA: 1/80 positif, acuan -> negatif
    S Paratiphy OB: 1/80 positif, acuan -> negatif
    S Paratiphy OC: negatif acuan -> negatif
    S Tiphy H : negatif
    S Paratiphy HA:1/80 positif, acuan -> negatif
    S Paratiphy HB:1/80 positif, acuan -> negatif
    S Paratiphy HC:negatif acuan -> negatif

    dan saya diberikan lagi antibiotik thiampenicol selama 3 hari n kata dokternya dah gak perlu cek lagi karena dah gpp.. gimana dok?? saya merasa dah enakan, demam juga sudah tidak, cuman kepala merasa agak pusing..
    apakah obatnya tetep harus dihabiskan?saya malah takut kalo bakterinya malah jadi resisten..
    Oy, saya sangat setuju kalo tipes tetep boleh makan apa aja, cz kalo selera makannya besar kondisi badan juga cepet pulih n tipesnya bisa semakin cepet sembuh..semoga info dari dokter yang sangat berguna ini bisa diketahui oleh banyak orang agar tidak banyak yang semakin salah paham dengan penyakit types..
    maturnuwun sanget dok..

  118. 118 cakmoki Juni 5, 2008 pukul 9:46 pm

    @ ice_manZ:
    halo :)
    Setelah baca kronologi di atas, menurut saya bukan typus. Salah satu pedoman untuk khalayak, demam karena typus selalu lebih seminggu (selain tanda klinis lain berdsarkan hasil pemeriksaan fisik oleh dokter)… so kalo ga sampai seminggu udah ga demam, bisa dipastikan bukan typus.
    Lagipula, pemariksaan widal akan bermakna jika dilakukan pada minggu kedua demam (bukan beberapa hari setelah demam). Selain itu, pemeriksaan Widal kurang akurat, sedangkan pemeriksaan menggunakan Tubex TF yang akurasinya mencapai 90% saja, akan menunjukkan hasil bermakna jika dilakukan pada hari ke 5-6 demam.
    Mungkin penjenengan bertanya: “..kalo bukan typus koq bisa tes widal positif? …”.
    Jawabannya ada di jawaban sebelumnya dan di artikel :)
    Orang sehatpun akan menunjukkan Widal positif hingga 1/320 walaupun yang bersangkutan segar bugar… ini karena ybs pernah kemasukan kuman Salmonella typhii dan tubuhnya menghasilkan aglutinin sebagi reaksi terhadap endotoksin dari kuman Salmonella typhii. Aglutinin tersebut bisa tetap tinggi hingga berbulan-bulan atau bertahun-tahun walaupun si kuman salmonella udah ga ada lagi dalam tubuh.

    …setelah itu saya baca sebuah artikel typus yang bilang kalo antibiotik thiampenicol harus diminum minimal 7-10 hari berturut2 agar bakteri typusnya benar2 mati..

    Thiampenicol bahkan diminum hingga 2 minggu setelah bebas demam kalo typus beneran … hehehe

    Menurut saya, henyikan aja obat di atas, lha wong udah ga demam alias dah sembuh sebelum seminggu .. banyak banget penyakit demam yg sembuh kurang dari seminggu.

    Maturnuwun sharenya .. moga berguna :)

  119. 119 ice_manZ Juni 6, 2008 pukul 11:39 am

    wah, matursuwun sanget dok atas jawabannya..
    saya juga dah ndownload artikel2 dari cakmoki yang tentang types n DBD..biar bisa dibaca ma temen2 saya..infonya penting banget tuh..

    Hehe..maaf ya dok lo saya banyak nanya,soalnya saya baru pertama kali ini difonis types oleh dokter..
    Ehmm..kalo buat yang pertama kali mengalami types, tes widal tetep gak bisa diterima ya dok??
    kemaren saya juga sempat dibilangin ma dokternya agar tidak makan coklat ma minum es. Itu ngaruh juga ya dok? terimakasih..:)

    Oy, salam kenal ya dok..^_^

  120. 120 cakmoki Juni 6, 2008 pukul 3:07 pm

    @ ice_manZ:
    sami-sami, moga bermanfaat … dan mohon maaf jika pendapat saya berbeda dengan beberapa teman sejawat saya, yang mungkin bisa membingungkan… :)

    Ehmm..kalo buat yang pertama kali mengalami types, tes widal tetep gak bisa diterima ya dok??

    iya, tetep ga bisa diterima … dalam dunia medis, yang paling penting adalah patofisiologi penyakit (perjalanan penyakit), epidemiologi dan pemeriksaan fisik, sedangkan lab adalah salah satu alat bantu jika ragu-ragu atau untuk follow up pengobatan.
    Karena itulah mengapa sekolah kedokteran luaaamaaa banget … pelajaran patofisiologi, basic medis dan praktek menghadapi pasien beneran itu yang bikin lama hingga 6-7 tahun, sedangkan lab sebagai penunjang diagnostik dipelajari sekitar 2 semester.

    Coklat, es, dll.. gak ngaruh, kecuali minuman yg beralkohol … hehehe

    Trims, salam kenal :)

  121. 121 ice_manZ Juni 6, 2008 pukul 4:52 pm

    wah, sip Dok…
    Maturnuwun sanget buat infonya..
    Jawabannya memuaskan..
    Moga Sukses ya Dok.. :)

  122. 122 cakmoki Juni 7, 2008 pukul 12:24 am

    @ ice_manZ:
    sami-sami, maturnuwun do’anya…demikian pula sebaliknya .. :)

  123. 123 ed Juni 8, 2008 pukul 6:43 pm

    Sy mo sharing sama cakmoki nih, sdr perempuan sy umur 55 th menderita gejala tifus berdasarkan test widal. Seteleh semua kondisi dituruti baik obat, makanan, dll. widal turun menjadi normal tinggal hanya salmonella par. H 1/1280 yang bandel tidak turun. Sy anggap ini kasus individual ok. Tetapi gejala meriang demam panas dingin persis masih terjadi seperti gejala tipus tidaka ada habis2nya karena penasaran saya periksakan juga IgM Salmonella dan IgG TB ternyata dua2nya negatip, tapi s. thypi 1/1280 masih tetap ada. Saya pake obat cacing dan amuba juga tidak hilang2. Sebagai pelipur lara saya kasih obat stimuno dan sakatonik liver supaya ga gampang masuk angin. Kadang2 kalau masuk angin faecesnya hitam dan sangat bau. Kira2 apa pendapat cakmoki ya. Makasiih atas nasehatnya.

  124. 124 cakmoki Juni 9, 2008 pukul 5:08 pm

    @ ed:
    ok, perlu diketahui, untuk memprediksi suatu penyakit dalam dunia medis diperluakn informasi riwayat perjalanan penyakit atau sikenal dengan patofisologi, pemeriksaan fisik dan penunjang (jika diperlukan). Informasi hanya berdasarkan hasil lab tidak dapat dipakai sebagai satu-satunya pedoman … karenanya jujur saja saya tidak berani megomentari lebih jauh tentang anggapan “gejala tifus” di atas.

    Saya justru ingin mengajak memperhatikan quote di bawah ini.

    … faecesnya hitam dan sangat bau…

    Mohon maaf, bukannya bermaksud menakut-nakuti atau menambah cemas… namun faeces hitam (berbau) sebaiknya perhatian lebih kita fokuskan kepada quote di atas.

    Menurut hemat saya, ada baiknya saudara perempuan bapak periksa ke dokter spesialis penyakit dalam yang membidangi Gastrohepatologi, agar dapat diperiksa fungsi hepar (liver) melalui pemeriksaan LFT (Liver Function Test) untuk mengetahui fungsi Liver dan kalo perlu pemeriksaan Endoscopy untuk mengetahui kondisi Lambung (pencernaan bagian atas).
    Pemeriksaan tersebut menurut saya penting ketimbang terpaku ke masalah “gejala tifus” mengingat saudara perempuan bapak mengalami faeces hitam (seperti petis) dan berbau yang biasanya dikarenakan adanya perdarahan di pencernaan bagian atas.
    Sekali lagi ini hanya pendapat pribadi saya, moga tidak ditemukan kelainan sebagaimana dugaan saya.
    So, waspada sejak dini lebih baik kan ?
    Trims :)

  125. 125 nisa Juni 17, 2008 pukul 3:12 pm

    Siang Cak Moki,

    Saya Nisa, beberapa waktu yang lalu saya divonis typhus dan DB. Kata dokter typhusku tinggi (S. tiphus H = 1/1280), yang lain negatif. Artinya apa ya Cak?
    Sekarang sudah sehat, alhamdulillah. Saya sudah bandel makan makanan yang agak pedes, hehehe…..kalo tdk pedes rasanya kurang mak nyus…
    Pantangan makanannya apa Cak? Apa boleh aktivitas fisik yang berat2?…
    Terimakasih jawaban Cak dokter.

  126. 126 cakmoki Juni 17, 2008 pukul 3:40 pm

    @ nisa:
    Met siang …
    Test widal : 1/1280 ? masa sih? … lha 1/320 udah tinggi tuh, lagipula seperti jawaban di atas bahwa jika panas trus diobati sembuh sebelum 1 minggu, bukan typus.
    sedangkan DB, jika pemeriksaan klinis mengarah ke DB dan dibuktikan dengan pemeriksaan Lab, yakni trombosit < 100.000 … kalo ga memenuhi kriteria ini, pasti bukan DB.

    Ga ada pantangan apapun, … aktifitas apapun boleh kalo udah sehat :)
    Trims

  127. 127 nisa Juni 18, 2008 pukul 10:40 am

    Met pagi,

    Makasih jawabannya Cak.
    Iya, tes widal seperti itu angkanya. Tinggi apanya Cak? Kadar infeksinya ya? Waktu itu faecesku jg sempat cokelat tua, tp sekarang sdh normal.
    Trombosit memang turun, angkanya kurang dr nilai rujukan.
    Urine saya juga ditemukan protein 150 mg U/l. saya stress ya Dok? Saya baca di internet seperti itu….
    Oya, dokter dah pakai speedy ya? saya juga kerjaanya menangani pelanggan speedy tiap hari…
    Makasih Cak Dokter.

  128. 128 cakmoki Juni 18, 2008 pukul 4:35 pm

    @ nisa:
    Met sore *hehehe, jawabnya sore nih*

    Tes widal maksimal ga sampai segitu, tapi adakalanya Lab Klinik menggunakan standarisasi yang berbeda-beda. Sebenarnya yang paling penting bukan hasil Lab semata, namun tanda (gejala) klinis dan pemeriksaan fisik. Sebagai “patokan umum”, jika demam dalam seminggu sudah bisa sembuh setelah minum obat, bisa dikatakan bukan typus… sedangkan Tes Widal hanya bermakna jika pemeriksaannya dilakukan pada minggu ke 2 demam, itupun masih perlu follow up.

    Adapun DBD, seperti penjelasan di atas, dikatakan DBD jika trombosit kurang dari 100.000. Angka normal 200.000-500.000. Jika trombosit turun hingga 120.00 (misalnya), emang turun dari nilai normal, tapi jelas bukan DBD. Masih banyak penyakit yang mengakibatkan penurunan jumlah trombosit dari nilai normal .. :)

    Tentang protein urine dengan jumlah segitu dapat terjadi oleh berbagai faktor. Kalo reversible (pulih kembali dalam beberapa hari), berarti ga papa.

    iya, saya menggunakan speedy di rumah, masih baru, beberapa hari yang lalu, pilih unlimited supaya bisa online lebih panjang, soalnya listrik di daerah kami suka ngadat, lupa menyala setiap 2 hari sekali…
    Moga speedy tambah kenceng, terutama untuk pelanggan di ndeso seperti kami… hehehehe *loh koq sy ngelantur ke speedy*

    Makasih jugga, moga penjelasan singkat ini bermanfaat :)

  129. 129 nisa Juni 19, 2008 pukul 1:18 pm

    Siang cak,

    Makasih jawabannya,..
    Iya semoga speedy tambah bagus ke depannya…
    jd seperti forum internet nih…

  130. 130 cakmoki Juni 19, 2008 pukul 1:44 pm

    @ nisa:
    Siang mbak,
    Makasih juga share-nya..
    Iya, semoga :)

  131. 131 zero Juni 19, 2008 pukul 5:19 pm

    Dok, saudara saya divonis dokter menderita tifes. Cuma masalahnya dia sudah dirawat di rumah sakit sampai tiga kali sama yang sekarang. Yang ingin saya tanyakan, butuh perlakuan seperti apa sehingga tifes bisa betul-betul sembuh. Yang kedua apakah tifes bisa menular?

    Trims dok

  132. 132 cakmoki Juni 20, 2008 pukul 2:48 pm

    @ zero:
    1. ok, tifes bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat, yakni tetap minum antibiotik (misalnya Tiamfenicol) 10-14 hari setelah gak demam.
    Walau sudah sembuh seseorang bisa tertular tifes lagijika makan makanan yang tercemar oleh kuman Salmonella thypi, dan penyakit tifes merupakan penyakit endemis di indonesia, mudah menyebar dan mydah menular.

    2. Tifes bisa menular.

    Sekilas tentang tifes dapat didownload di halaman download sebagai bahan bacaan.
    Trims

  133. 133 Hoho Juni 26, 2008 pukul 9:06 am

    Pagi dok,

    Saya mau nanya, saya dari hari minggu mengalami demam tinggi, trus hari senin berobat, Kata dokter gejala tifus, Kemudian dikasih obat, saya sembutin ja ya dok, carsida, dexcycol dan neuropyron. Saya minum obat itu tp demam nggak sembuh2, lalu saya beli dumin (paracetamo) panasnya turun tapi kondisi badan masih sakit semua dan badan otot tegang semua dok. Dan juga susah tidur.
    Tadi malam sampe sekarang ada tambahan gejala perut bagian atas keras, mual2 berat+muntah dari malem.

    Dulu pernah dikasih obat ma dokter yang dah diracik gitu, setelah minum itu otot jadi lemes, panas turun, jadi ngantuk berat, besok nya langsung dah baik lagi. Seperti obat itu bekerja pada saat dibutuhkan aja.

    Nah dari itu saya jadi rada skeptis dengan obat2 yang instan gitu, Gimana yah dok solusinya?

  134. 134 Hendry Kalbar Juni 26, 2008 pukul 10:17 am

    Dok, saya mau nanya, 6 hari lalu saat bangun tidur, dada sebelah kiri saya nyeri sekali kalau bernafas dalam atau sekedar bergerak, disertai demam tinggi, sakit punggung sebelah kiri, badan lemas, lidah putih, susah buang air besar (sampai skrg), dan nafas saya pendek-pendek.
    kemudian siangnya saya langsung ke dokter dan kata dokternya saya mengalami radang tenggorokan tp anehnya tenggorokan saya tidak sakit sama sekali. menurut Dokter, apa benar saya radang tenggorokan atau typus krn gejalanya hampir sama?
    mohon pencerahannya Dok
    terima kasih

  135. 135 cakmoki Juni 26, 2008 pukul 2:32 pm

    @ HoHo:
    Menurut saya, teruskan dulu Dexycol (tiamfenicol, sesudah makan), Dumin dan carsida (obat maag dan anti kembung, diminum 1-2 jam sebelum makan). Sedangkan Neuropyron dihentikan karena udah minum Dumin.
    Untuk mualnya, dapat menggunakan anti mual (muntah) golongan domperidone, misalnya: Dometa atau Vometa atau Vesperum (diminum 3×1 sebelum makan jika mual saja)
    Khusus Dexycol harus dihabiskan walaupun sudah sembuh supaya tidak terjadi resistensi, sedangkan yang lain boleh dihentikan.
    Jika dalam seminggu udah sembuh, pasti bukan tyfus, bukan pula gejala tyfus… banyak penyakit yg menimbulkan keluhan seperti di atas.

    Moga segera sembuh.

    @ Hendry Kalbar:
    Maaf saya tidak bisa menentukan hanya dengan diskripsi seperti diatas, mengingat begitu banyaknya penyakit dengan tanda-tanda yang mirip.
    So, menurut saya, habiskan obat dari dokter tersebut, dan sebaiknya kontrol apabila obat habis tapi masih belum sembuh…. ntar dokter tersebut akan memeriksa ulang dan bisa jadi akan menganjurkan pemeriksaan lab penunjang diagnosa jika pada pemeriksaan ulangan dokter tersebut curiga terhadap penyekit tertentu.
    Ntar bisa kita diskusikan lagi perkembangannya.

    Moga penjelasan singkat ini bermanfaat, … moga segera sembuh :)

  136. 136 tini Juli 4, 2008 pukul 10:56 am

    Setelah membaca artikel d atas, seru2 banget ya. Ada yang mirip dengan saya. Sudah sebulan saya suka tiba2 lemas seperti kehabisan tenaga. Saya pikir kecapean biasa, soalnya pergi kerja jam 6 pulang lebih sering jam 9 malam, sabtu minggu kuliah dari pagi sampai malam. otomatis jam istirahat berkurang.

    Saya juga suka tiba2 menggigil di malam hari & demam tinggi saat menggigil itu, tapi esok paginya suhu badan sudah normal lagi.

    yang terakhir saya alami, sekitar sebulan saya sering banget merasa letih lesu, BAB makin sering (biasanya rutin 2 x yaitu pagi bangun tidur dan malam mau tidur) dan tinja sempat beberapa kali mencret & lembek.

    Sekitar 2 minggu lalu, perut saya ngga karuan, terasa kembung & gas lambung naik (saya memang punya maag & pernah didiagnosis gstritis kronis melalui endoscopy sekitar 3th lalu). Selain itu badan terasa meriang ngga karuan, kadang hilang & enakan tapi menjelang sore meriang muncul lagi, dan disertai sakit kepala dan sakit didaerah bahu & leher. Saya pikir migren saya kumat krn memang saya punya migren juga. Mata juga terasa panas. Demam lebih terasa di telapak tangan, daerah perut. Tapi setelah seminggu meriang mulai terasa perut sekitar lambung sakit & perih sekali, sesekali muncul rasa panas di perut. BAB tambah sering & seperti bubur. Ke dokter umum diduga maag nya kumat.

    Setelah seminggu, gas di perut tambah naik, ditambah uluhati serasa ditonjok & penuh dan meriang. Akhirnya saya cek ke internis, diminta cek darah SGOT, SGPT, dan darah rutin dan widal. Hasilnya parathypus AH positif 1:80, lainnya negatif.

    Dikasih obat, dan saya selama itu masih aktivitas seperti biasa, ke kantor dan kuliah. Setelah minum obat, rasa ngga enak di uluhati hilang, gantinya daerah lambung perih & sakit kalau bergerak atau berjalan, sesekali muntah & mual tambah banyak. Setelah itu kontrol lagi & dikasih obat yang sama.

    pertanyaan saya :
    1. Hasil Lab yang positif cuma 1 macam, tapi kenapa demam meriangnya hampir 3 minggu belum hilang2 juga, begitu juga sakit di perut. Apakah harus istirahat total dari aktivitas?

    2. Dari obat terakhir diberikan, kondisi malah agak naik lagi..dalam arti meriang juga terasa di siang hari, perut tambah sakit, dipakai berjalan saja terasa sakitnya, sakit kepala & nyeri sekitar belikat, bahu, pundak sampai leher muncul lagi. Jika setelah obat habis dan kondisi belum membaik, apa saya perlu minta hasil tes darah lagi?

    mohon penjelasannya

  137. 137 cakmoki Juli 4, 2008 pukul 11:42 pm

    @ tini:
    Makasih telah menjelaskan kronologis secara lengkap :)
    Alangkah baiknya jika menyertakan nama obat yang pernah diminum dan efek setelahnya.

    1. Parathypi 1/80 tidak menujukkan apapun dan tidak memenuhi kriteria untuk paratyhus.
    Demam bisa disebabkan berbagai hal, bisa jadi ada sebab lain yang belum diketahui. Jika SGOT dan SGPT normal berarti fungsi liver bagus aja.
    Jika dokter yang memeriksa menganjurkan istirahat, tentu sangat baik dan saya sependapat, sebaiknya istirahat mengingat begitu padatnya kegiatan.

    2. iya, sebaiknya kontrol ke dokter lagi untuk kontrol sekaligus follow up hasil pengobatan. Menurut saya perlu cek lab yang lain, misalnya Tubex (untuk memastikan ada tidaknya typus), DDR (untuk cek malaria) dan pemeriksaan lab penunjang lainnya sesuai dengan keluhan.

    Moga penjelasan singkat ini membantu teriring do’a mudah-mudahan segera sembuh.
    Trims

  138. 138 hemi Juli 5, 2008 pukul 4:38 pm

    Selamat Sore Dok,
    Saya 3 hari yg lalu batuk2 n flu, tapi tiap malam hari terasa freezing, demam, lalu sy periksa ke dokter. test darah, hasilnya positif malaria n typhus H 1:320.

    Obat typhus yg diberikan Thiamphenicol, grantusif, mexon, obat malaria pil kina 10 butir dimakan sesuai schedule, pil tak bernama kecil berw
    arna coklat kemerahan.

    Tadinya saya cuma mengeluh demam, batuk n flu. setelah berobat n melewati tiga hari, tubuh saya benar2 drop, krn cmn makan bubur, BAB mencret, tiap diisi lgsng keluar…

    Apa yg sebenarnya sedang terjadi dok? gmn solusinya? Terimakasih.

  139. 139 cakmoki Juli 6, 2008 pukul 1:20 am

    @ hemi:
    Met malem (jawabnya malem nih) :)

    Ok, untuk widal pada hari ke 3 demam, saya gak komen (silahkan baca penjelasan sebelumnya). Demikian pula untuk panas, batuk pilek. Bisa dilanjutkan obat yg diberikan dokter.
    Saya ingin membahas sedikit tentang malaria. Kalo emang malaria, maka skedul pengobatan standar adalah sebagai berikut:
    1. Sulfadoxin pirimetamin (misalnya: fansidar): diminum 3 tablet sekali minum (single dose).
    2. Kloroquin: salah satu cara minumnya: 4 tablet diminum pada hari pertama dan kedua serta 2 tablet pada hari ketiga.
    3. Primaquin: ada yang diminum 1×1 selama 14 hari dan ada yang hanya 3 hari bergantung pada jenis Plasmodium-nya (plasmodium adalah parasit penyebab malaria)

    Selain itu ada cara pengobatan lain sesuai hasil pemeriksaan dokter yang memeriksa secara langsung dan ditunjang hasil pemeriksaan laboratotium.

    Berdasarkan anjuran WHO, perlu pemeriksaan darah ulang secara berkala sebagai follow up pengobatan malaria. Biasanya oleh dokter akan dianjurkan cek darah pada minggu ke 4.

    Selebihnya, dokter yang memeriksa secara langsung yang lebih tahu tentang perjalanan penyakit tersebut.

    Thanks

  140. 140 fatmi Juli 7, 2008 pukul 3:37 pm

    p kbr dok?, smoga sehat selalu..
    dok, bulan april lalu saya terkena tifus.truz demamnya berhenti stelah diopname selama 4 hari tapi kemudian sy terkadang masih demam jd ke dokter lagi,dokter memberikan saya obat dan multivitamin tapi sampai sekarang obatnya sudah habis tapi masih sering sakit kepala,lemas,nyeri,dan kadang-kadang agak demam.saya juga menghindari makanan-makanan berserat….kurang lebh 2 bulan saya tidak ke kampus tp karena sy merasa sudh terlalu lama istrahat jd skrang mengikuti perkuliahan lagi meskipun sakit kepala dan nyeri msh sring terasa.tolong di beri saran dok….terimah kasih sebelumnya

  141. 141 cakmoki Juli 8, 2008 pukul 11:51 pm

    @ fahmi:
    kabar baik, trims :)
    Pengobatan untuk tifus saya rasa udah berlalu, adapun jika hingga kini masih sakit kepala bisa jadi karena disebabkan banyak hal.
    So menurut saya, untuk menanggulangi sakit kepala cukup dengan obat pereda nyeri yang diminum sesudah makan hanya saat sakit or nyeri kepala aja, misalnya: Pyronal or Panstop *ini hanya contoh yang gak ngantuk* … Makasih

  142. 142 Rikki Juli 10, 2008 pukul 11:32 am

    slamat pagi dok,
    salam knal,
    mau ikutan konsultasi nih dok,
    saya Rikki,25th
    bulan maret 2008 saya pernah sakit demam berdarah, waktu itu saya dirawat dirumah sakit sampai 8 hari dan dinyatakan normal kembali. Menurut dokter yang menangani saya, disimpulkan bahwa saya telah mengalami serangan DB untuk ke tiga kalinya,saya tidak tau tipe apa saja, mungkin pada waktu pertama dan kedua imun saya masih kuat. Lalu katanya, masih ada kemungkinan muncul DB tipe yang keempat.
    Nah, pada hari sabtu malam,
    5 juli 08, saya mengalami demam biasa(mungkin skitar 37,5), badan pegel linu,
    6 juli 08 badan pegel linu, demam biasa, malam hari mimisan 1x
    7 juli 08 badan pegel linu, demam biasa dan sdikit pusing,siang mimisan 2x, waktu sore ke dokter,menurut dokternya ada kemungkinan DB atau tifus, dianjurkan cek darah apabila 3 hari demam dan diberi obat antibiotik,penurun panas dan vitamin.
    8 juli 08 badan pegel linu, demam tinggi disertai pusing dan lemes pd waktu sore jam 4an, malam hari jam 9an cek darah ( suhu badan sudah turun :37,4 C ,tekanan darah 110/70 ) dengan hasil sbb :

    WBC : 11200 normal: 3800-10600
    Hemoglobin : 15.7 normal: 13.20-17.30
    Hematocrit : 45.2 normal: 40-52
    Platelet : 240000
    Lymphocytes : 23 normal: 25-40
    Monocytes : 10 normal: 2-8
    Eosinophyls : 2 normal: 2-4
    Neuto Polis : 65 normal: 50-70

    Hasil diatas masih disimpulkan normal,tapi masih ada kemungkinan DB atau tifus oleh karena itu dirawat jalan, dengan obat kemarin diteruskan dan ditambah obat untuk daya tahan tubuh.
    9 juli 08 demam sudah reda,badan masih sdikit lemes dan sdikit pusing dan saya full bedrest.
    hari ini 10 juli 08 badan sudah lumayan normal, tidak pusing, tapi masih sdikit lemes, mungkin besok sudah fit lagi dan masuk kerja.

    1. yang ingin saya tanyakan apakah sekarang saya mengalami serangan DB yang keempat kalinya,tifus atau bagaimana dok?
    2. klau smua tipe DB sudah dialami, apakah saya akan terserang penyakit DB lg atau tidak?

    mohon maaf terlalu panjang,terimakasih banyak atas waktunya, smoga dokter cakmoki sehat selalu.

  143. 143 Rikki Juli 10, 2008 pukul 11:45 am

    maap,ktinggalan 1 pertanyaan lagi, minta sarannya, saya harus bagaimana untuk mencegah penyakit datang kembali?
    trima kasih

  144. 144 cakmoki Juli 13, 2008 pukul 4:16 pm

    @ Rikki:
    Maaf, sangat terlambat menjawab karena ada gangguan koneksi dan baru aja normal kembali.

    Sebagai prolog, saya ingin menyampaiakn sedikit informasi tentang DBD.
    Penyebab DBd udah disebut, ada 4 type yakni type I-IV, di Indonesia berdasarkan referensi umumnya tpe III.
    Perbedaan berart ringannya DBD bukan pada typenya tapi pada gradasi manifestasi klinis yakni berat ringannya hipovolemik syock karena penurunan trombosit (platellets) hingga dibawah 100.000.

    Perlu diketahui bahwa hingga saat ini, batasan seseorang menderita DBD bila:
    1. Ada tanda klinis, yakni demam tidak spesifik 2-7 hari disertai tanda klinis lain… (maaf gak saya sebut satu persatu)
    2. Hasil Lab menunjukkan: trombosit (Platelet)< 100.000 dan hematokrit meningkat 20%
    3. diagnosa pasti adalah dengan biakan virus (di indonesia tidak dilakukan secara rutin)

    Jawaban pertanyaan:
    1. Jika Platelet (trombosit) selama sakit, terutama demam pada hari ke 3-5 tidak pernah dibawah 100.000, pasti bukan DBD, bukan pula Gejala DBD, … banyak penyakit lain yang mirip tetapi trombositnya di atas 100.000. Misalnya seseorang demam lantas diperiksa Trombosit (platelet) berulang (serial) menunjukkan nilai terendah 120.000, pasti bukan DBD. Bisa penyakit infeksi bakteri atau virus lain yang gak terdeteksi.

    Untuk typus, sebagaipegangan aja nih …kalo demam trus diobati lantas sembuh pada minggu pertama, tentu bukan typus.

    2. Siapapun, tidak pernah atau pernah terkena DBD masih bisa terkena lagi kalo tertular DBD melalui gigitan nyamuk Aedes agypti.
    Ini karena DBD tidak memberikan kekebalan kepada seseorang yg pernah menderita DBD.

    Untuk mencegah DBD melalui 3M, abatisasi dan fogging. Gerakan 3M merupakan tanggung jawab kita semua sedangkan Abatisasi dan Fogging adalah tanggung jawab pemerintah dalam hal ini Dinas kesehatan sebagai lembaga teknis.

    Trims

  145. 145 titah Juli 24, 2008 pukul 7:13 pm

    halah, halamannya puanjangng bangett…! saya baca semuaaaanya, tapi nggak menemukan jawaban pertanyaan saya, “gimana caranya mengatasi sembelit?” secara anak saya sudah demam 5 hari, dan 5 hari juga sama sekali nggak BAB (sama sekali nggak terasa pengin BAB), padahal banyak minum, makan bebas, sering juga makan pepaya dan mangga gadung. dugaan dokter mengarah ke tifus, diberi obat cotrimoxazole, magtral, flucadex, dan anti mual.

    gimana cak, apa perlu dikasih pencahar? apa yang cocok untuk anak 10 tahun? (takutnya enggak boleh pakai pencahar, kan katanya ususnya “harus istirahat”). atau ada patokannya, akan normal sendiri setelah berapa hari, gitu?

    pertanyaan kedua: berulangkali cakmoki nulis, kalau demam turun sebelum seminggu, pasti bukan tifus. so, kira-kira berapa hari demamnya untuk bisa sampai pada kesimpulan tifus? (untuk perkiraan aja, soalnya saya suka nggak percaya pada pengobatan yang diberikan kalo 2-3 hari nggak membaik.)
    wah, keyakinan cakmoki ini mengandung unsur pelecehan loh, gimana kalo udah ditemukan obat yang cespleng untuk kuman tifus, yang bisa menyembuhkan dalam waktu 3 hari misalnya? hehe… just kidding cak! :)

  146. 146 titah Juli 24, 2008 pukul 10:25 pm

    satu lagi ya cak.
    tolong dijelaskan seberapa batasan geraknya, apakah harus bedrest total, atau masih boleh jalan2 di dalam rumah (wira-wiri ke kamar mandi, ke ruang makan, nonton tivi sambil duduk, bermain di kasur, becanda sambil guling-guling). susah nih mendisiplin soal satu ini pada anak-anak. thanks sebelumnya ;)

  147. 147 cakmoki Juli 25, 2008 pukul 2:13 am

    @ titah:,
    halah, mosok segini panjang… artikel ini emang tidak mbahas tifus secara khusus tapi lebih kepada masalah bubur membubur ;)
    Kalo dugaan tifus sih saya ga ikut-ikut …

    Pakai pencahar mbak, kasihan atuh … 3 hari ga BAB mestinya dah perlu pencahar.
    Boleh pakai pencahar yang diminum (adakalanya mules saat obat bekerja), boleh juga yang bentuk supp, misalnya Dulcolax supp 5 mg dimasukkan dubur, ntar biasanya akan BAB 3-6 jam kemudian, kadang ga sampai dari waktu tersebut, dan bisa diulang jika keesokan harinya masih belum BAB.

    Hmmm, gini..maaf saya ingin meluruskan aja bahwa usus kita tidak pernah istirahat. Usus selalu peristaltik (bergerak berurutan) sepanjang waktu, gak pernah berhenti, gak pernah istirahat dan gak bisa diistirahatkan.
    Duluuuuuuu … emang ada anggapan bahwa dengan makan bubur dimaksudkan agar usus istirahat, namun para ahli udah menganulir bahwa tanpa makan apapun usus tetap mengadakan peristaltik, karena itulah di buku-2 terbitan tahun 80-an alasan tersebut wis gak dipakai, soale gak cuocok.

    Kedua, di semua referensi tentang tifus disebutkan bahwa pemeriksaan penunjang tifus (lab) baru dapat dipercaya jika dilakukan pada minggu kedua demam, inipun dengan syarat tertentu dan pemeriksaan klinis, kecuali jika menggunakan biakan kuman (Gall kultur) yang di Indonesia gak dilakukan sebagai pemeriksaan rutin (masih untuk penelitian).
    Sedangkan pemeriksaan Tubex TF yang saat ini masih langka, disyaratkan pemeriksaan pada hari ke 6 demam dengan hasil positif 6-8-10.
    oiya, soal demam kurang seminggu sembuh pasti bukan tifus, bukan pendapat saya, itu mah tercantum sangat jelas di setiap referensi.
    Sementara itu, kalo emang konsekwen mendiagnosa tifus, harusnya pengobatan dilanjutkan sedikitnya 2 minggu setelah bebas demam. Artinya jika misalnya seorang penderita tifus udah gak demam lagi pada hari ke 12, maka penderita tersebut wajib minum obat tambahan selama 2 minggu lagi (chloramphenicol, tiamphenicol, amoksisilin, cotrimoxazol …dst). So total ngombe obat 12+14= 26 hari … hehehe, mblenger deh…

    Kalo dalam perkembangan ilmu pengetahuan nantinya tifus bisa dideteksi sedini mungkin, misalnya 3 hari, dan bisa sembuh saat itu juga maka semua dokter wajib ikut, dan ini berarti semua referensi tentang tifus, mulai definisi hingga akhir harus diubah semua. Sebelum itu, tentu masih ada tahap uji kebenaran dan gegeran antara para ahli… eng ing eng.. :D

    Nah, tentang istirahat saya gak menemukan rinciannya, selain bedrest total (dengan catatan tifus beneran).
    Sebagai tambahan, demam yang disebabkan karena infeksi oleh berbagai mikro-organisme, jenisnya puluhan ribu. Tapi saya bisa memaklumi jika dikit-dikit muncul diagnosa tifus … hehehe

    Maturnuwun

  148. 148 titah Juli 25, 2008 pukul 11:16 am

    matur nuwun keterangannya cak. saya kan jadi tahu bahwa kalau memang tifus beneran (dokter memang baru menduga –belum pasti– kemungkinan tifus berdasar gejala klinis, belum menyarankan test lab karena saya ke sana pada demam hari ketiga), diobati beberapa hari belum sembuh “sudah wajar” dan pengobatan harus diteruskan. saya juga jadi ngerti bahwa pengobatan harus diteruskan sampai 14 hari setelah demam hilang, kalo ngerti kan nurut jadinya :)
    sekali lagi matur nuwun…

  149. 149 gisella Juli 25, 2008 pukul 4:56 pm

    dok,sy punya tmen yg tifus..
    mau tnya dok dia uda hmpr 2 blan tifus…nah kjaannya kan auditor jadinya mknnya ga tratur…trus lambungnya srg perih n bunyi..itu knp ya dok…??katanya habis mkan prutnya suka bunyi..kmrn hbs mkan byk daging dia langsung buang air besar tp cair..dan pusing.knp ya dok???

  150. 150 cakmoki Juli 26, 2008 pukul 2:13 pm

    @ titah:,
    sami-sami

    @ gisella:,
    Dengan waktu segitu kemungkinan tifusnya dah sembuh.
    Adapun lambung perih dan berbunyi kemungkinan keluhan ikutan dari tifus sebelumnya ato bisa jadi ga berhubungan langsung dengan tifus.
    Keluhan tersebut adalah sebagian dari tanda dyspepsi (maag) yang kebanyakan dipicu oleh faktor kecemasan (beban kerja yang berlebihan, kurang istirahat, dll) dan makan yang tidak teratur.
    Penangulangannya dengan obat golongan antasida (misalnya: dexanta, lexacrol, magtral forte, asidrat dll, diminum 1-2 jam sebelum makan atau dalam keadaan perut kosong) dan obat penghambat produksi asam lambung (misalnya: cimetidine 200 mg *dengan berbagai jenis nama dagang) diminum 3-4 kali, atau famotidine 20 mg diminum 2×1, atau ranitidine diminum 2×1 … 1-2 jam sesudah obat gololngan antasida)

    Sedangkan diare setelah makan daging banyak, akibat dari kebanayakn protein yg terkandung dalam daging.

    Thanks

  151. 151 gisella Juli 29, 2008 pukul 5:53 pm

    duh…makasi byk ya dok….
    sy suka dtnya2 tp ga gtu ngeti..drpd jd dkter dadakan pdhl cuma asumsi doank…
    dok, mgkin ga si tmn sy itu maag-nya uda parah???
    soalnya klo mkn agak byk langsung nyeri bgt lambungnya..
    sampai ga bisa tidur dok…udah gtu, dokternya kasi antibiotik 2 bulan…apa ga brbahaya dok??? tkutnya krn pengaruh antibiotik lambungnya jd kena….
    mungkin ga kena radang lambung dok???
    kasian kalo denger dia ga bs tdur dok,katanya lambungnya nyeri…iya si dok mgkin krn pngruh kjaan n dia mkn jd ga tratur…jd curhat ni…thx before ya dok….

  152. 152 gisella Juli 29, 2008 pukul 6:05 pm

    dok…maaf ktinggalan..wktu lambungnya nyeri sempet minum kunyit dan nyerinya hilang..
    tp bsoknya setelah makan (telat), lambungnya nyeri lagi..
    bingung jg,tuntutan kjaan jd dia ga bs mkn tratur…
    apa mst makan bubur/nasi halus??? cak,uda pnh bhas ttg maag blum…aku jg mau tau sberapa besar risiko kita kalo udah kena penyakit maag..kalo sy lihat lidahnya sudah tidak bewarna putih cuma nyeri di lambung dan pusing2.
    btw,i’m proud of u cak…
    always do the best n be d best…^^

  153. 153 Elly Juli 29, 2008 pukul 9:46 pm

    Halooooooooo Cak,

    Baru2 ini aku katanya kena tifus. Trus ya itu tadi, suruh makan bubuuuuuuuuuuuur terus. Cape deh. Sementara aku orang yang suka makan. Kasian banget kan kalo makan bubur terus.
    dah gitu aku kan gak bisa disuruh bedrest. walhasil karena makan cuma bubur jadi lemes deh. Akhirnya baru 2 hari bodo amat, aku makan semua, kecuali yang bikin perut sakit n mual ga aku makan lagi. Tapi aku kok jadi ga yakin kalo kena tifus. Abis aku baca di referensi gejalanya ga ada yang cocok. Sayangnya hasil lab ga aku copy buru2 aku kirim ke kantor supaya cepet dapat uang penggantinya he he. Gejala awalnya, cuma badan dingin, kaki juga, perut mual, badan lemes. Emang lagi kecapekan juga karena banyak kerjaan. Ama dokter aku dikasih obat, tapi karena aku terlalu banyak tanya, dokternya kesel. soalnya sbg Medical Reps, dikit2 kan aku ngerti obat. aku ga mau dikasih obat yang ga jelas.dikasih vitamin juga, malah bikin perutku terasa pedih. waduh kayanya suratku ngelantur kemana mana nih.
    Intinya sih thanks berat atas infonya. dan aku dianggap hebat karena kena tifus tapi tetep kerja terus. tapi juga dimarahin terus ama temen2 karena semua makanan aku hajar. kan bagus ya jadi aku cepet sehat. Thanks again

  154. 154 cakmoki Juli 30, 2008 pukul 2:10 am

    @ gisella:
    Maaf, saya ga bisa memprediksi seberapa mengganggu (berat) maag tersebut krn ga melihat kondisinya secara langsung.
    Menurut saya, ga perlu makan bubur, ntar malah mudah kembung. Kalo bisa makan nasi (dengan lauk pauk dan sayuran) teratur *maksudnya teratur 3x sehari, bukan teratur sehari sekali lho …hehehe*. Aatu bisa juga makan dikit-dikit dengan frekuensi lebih sering.
    Saya belum nulis tentang sakit maag, …tentu akan sy akan nulis secara khusus, tapi tidak dalam waktu dekat :D
    Makasih, moga “teman” segera sembuh ya

    @ Elly:
    Halooooooo … juga :D
    ooo Med-Rep ya… sy juga ga yakin kalo kena tifus, lha hari gini masih lincah ngedetail ke dokter-dokter sampe malam gitu .. hehehe.
    Setuju deh, hajar aja makanan kesukaannya, jangan sampe males makan ntar ga kuat keliling.
    Thanks share-nya

  155. 155 gisella Juli 31, 2008 pukul 10:10 am

    oo gtu ya cak..
    thx ya…ntar sy sampaikan ke “teman” saya,hehehe..

  156. 156 cakmoki Juli 31, 2008 pukul 2:36 pm

    @ gisella:
    iya, ntar nyampaikannya sambil senyum-senyum dan bawa hadiah makan yang enak-enak … hehehe

  157. 157 gisella Juli 31, 2008 pukul 3:43 pm

    hehehe…jarang ktmu cak, auditor gtu…
    thx ya cak…jd by hp aja…

  158. 158 cakmoki Juli 31, 2008 pukul 3:55 pm

    @ gisella:
    ooo, gitu ya :P
    moga “temen” sehat selalu … hehehe

  159. 159 bibe Agustus 13, 2008 pukul 10:51 am

    met pagi cak dokter..
    sekarang ini saya masih dalam proses penyembuhan penyakit infeksi usus. tgl 4 agust badan saya demam, pegal2 diseluruh badan terutama pinggang kemudian mual yang menyebabkan nafsu makan saya jadi ilang coz tiap kali mo makan langsung muntah. pada waktu cek up ke dokter pertama kali dikira penyakit maag sehingga dikasih lah obat2 penyakit tersebut, karena tidak kunjung sembuh juga malah demam naik turun terus dan mual makin menjadi2 akhirnya saya putuskan pergi ke dokter yang laen dan diketahuilah ternyata saya terkena infeksi usus. padahal waktu itu saya kira jangan2 saya terkena tifus nih. dan alhamdulillah setelah cek up 3x kesana saya sudah mulai bisa makan dan tidak perlu makan bubur yang justru membuat saya makin mual, baru cium baunya aja udah langsung muntah..
    yang ingin saya tanyakan dok gimana caranya biar nafsu makan saya bisa kembali seperti sedia kala sehingga badan tidak lemezz banget kaya sekarang ini??
    sebagai info sekarang ini saya masih minum 3 macam obat (antibiotik, obat mual, vitamin) yang diminum 2x sehari..

    makasih cak..

    salam..

  160. 160 cakmoki Agustus 13, 2008 pukul 10:51 pm

    @ bibe:
    ok, perlu diketahui bahwa demam mengakibatkan kalori dalam tubuh kita hilang. Untuk itu diperlukan tambahan kalori saat demam, artinya makanan yg biasa dimakan sehari hari dan ditambah porsinya, bukan malah makan bubur, ntar jadi lemezzz…
    Untuk memulihkan nafsu makan adalah dengan cara makan dalam porsi kecil tapi sering (misalnya 2 jam sekali) dan kalo mual bisa diatasi dengan minum anti mual sebelum makan (sekitar 15 menit sebelum makan).
    Selain itu konsumsi vitamin (udah kan) agar tidak lemes dan kalo perlu menggunakan curcuma plus untuk menambah nafsu makan.
    Moga cepet pulih ya, … trims :)

  161. 161 gisella September 8, 2008 pukul 3:50 pm

    dok, tmen sy kena tifus lg…
    trus wktu di usg trnyta ada pembengkakan di limfa krn tifus itu,..
    sempat drwt di RS n kmrn udah disuru plg krn kata dokter udah lbh baik..
    tp dok..stlah plg dr RS dia ga bs tidur…baru bs tdur jam 5 n bangun jam 6..bdnnya lemas bgt..trus dia mengalami keringatan tp dia mrasa kedinginan..knapa ya dok???

  162. 162 d4uz September 8, 2008 pukul 5:54 pm

    dok, saya habis terkena tifus, kronologinya gini :

    Tanggal 19 agustus saya merasa agak meriang n leher terasa sakit menelan, hal ini berlangsung hingga tanggal 21 agustus tapi aktifitas kantor saya tetap berjalan karena selain meriang n sakit pada leher kondisi saya rasa masih fit, nah pada malam 22 agustus baru terasa demam tinggi hingga menggigil, sabtu 23 agustus saya ke Puskesmas dan oleh dokter diberikan antibiotik n ada satu jenis obat lagi tapi saya gak tau, dokternya pesan kalau demam gak turun sampai minggu 24 agustus saya harus kepuskemas cek darah, dalam hal ini si dokter udah curiga saya terkena “gejala tifus”.
    Sabtu siang sampai sore demam saya tidak turun, nah malam minggunya demam turun dan saya berkeringat banyak. Hari minggu 24 agustus demam sudah mendingan (tidak sampai menggigil), tapi kepala terasa pusing sampai2 saya tidak bisa tidur karenanya.
    hari senin 25 agustus saya cek lagi, tensi saya turun 90/70 n langsung diopname, trus cek darah n divonis Positif Tyfus..
    Tapi selama diopname saya tidak merasakan demam tinggi lagi paling meriang itupun gak berlangsung lama. Hari kamis 28 agustus sya udah bisa pulang (rawat jalan), diberikan obat tyfus, antibiotik dll (saya gak paham soal obat2an ..:P). dan dirumah sampai saat menulis posting ini udah gak pernah demam lagi..

    Tapi hari kamis 4 September saya masuk opname lagi karena diare, itupun gak lama coz besoknya udah pulang lagi..

    Sampai saat ini saya merasa udah mendingan dalam arti gak pernah demam lagi, perut juga udah enakan, tapi yang saya pertanyakan sampai saat ini saya merasa masih dikit oleng, kepala seh udah gak pernah pusing lagi..

    Apakah memang dalam penyembuhan tyfus (udah 2 minggu nih), saya masih merasa kurang fit, masih sering rada2 lemes n dikit oleng padahal makan saya sudah teratur n udah makan nasi, sayur n ikan/daging ayam (gak makan bubur lagi)..

    Kira2 ada gak alternatif obat atau vitamin atau sejenisnya yang saya konsumsi supaya badan bisa terasa fit lagi..

    Itu aja dok, terima kasih atas perhatiannya..

    Salam..

  163. 163 cakmoki September 9, 2008 pukul 3:31 am

    @ gisella:
    Waktu dinyatakan pembesaran limpa (spleenomegali), udah periksa kemungkinan ada tidaknya malaria gak?
    Andai kemungkinan tersebut telah disingkirkan, dalam arti udah diperiksa dan ga ada malaria, maka rasa kedinginan bisa jadi karena pengaruh endotoxin dari typus.
    Baiknya bedrest di RS ato bisa juga di rumah hingga bener-bener sehat. Hendaknya mengkonsumsi makanan bergizi untuk mempercepat pemulihan kondisi tubuh.
    Trims

    @ d4uz:
    Jika emang benar typus, maka memerlukan pemulihan yang relatif lebih lama dibanding penyakit lainnya.
    Idealnya, penderita tyfus tetep minum obat antibiotik (chloramphenicol or thiamphenicol ato obat pilihan lainnya) setidaknya selama 1-2 minggu sejak bebas demam.
    Selain itu, hendaknya sedini mungkin makan nasi dengan lauk pauk berkalori tinggi dan multivitamin, misalnya Sofero, Lexavit, dan sejenisnya, diminum 1×1 bersama dengan obat lain hingga benar-benar sehat…
    Moga segera pulih kembali … Trims

  164. 164 gisella September 9, 2008 pukul 4:28 pm

    kan udah cek general cak…sy blum tny ada malaria atau ga. Trus penyebab ga bs tidur apa cak???

  165. 165 d4uz September 9, 2008 pukul 5:04 pm

    gini dok, sejak keluar opname cuma dikasih obat2an yg masa minumnya cuma seminggu, n kata dokter cukup seminggu aja minum obatnya selanjutnya makan yg bergizi n istirahat yg cukup. Nah menurut dok apakah cukup seminggu itu aja minum obat (salah satunya antibiotik) udah cukup, mengingat sy demam tingginya cuma 3 hari. Apakah meriang juga masuk itungan demam (khan dokter bilang tyfus itu demam lebih dr seminggu).

  166. 166 cakmoki September 10, 2008 pukul 4:24 am

    @ gisella:
    general ceck up tergantung paketnya, bukankan pasien berhak tahu apa aja yang diperiksa?

    Penyebab terbanyak gak bisa tidur biasanya nerosa ato cemas, dan bisa juga karena sebab lain (misalnya pengaruh lemas, dll)… so pada umumnya diberi obat anti-anxietas ato obat anti cemas ato penenang ringan.
    Kalo boleh tahu, hasil Lab nya gimana, berapa kali diperiksa dan tanggal berapa aja… dari situ kita bisa bahas banyak hal. Emangnya si temen gak ngasih informasi lain ya?
    Thanks

    @ d4uz:
    Ooo, gitu yaaa… kalo dokternya gak ngasih obat lagi, ya gak usah nambah…
    Yang bilang tentang parameter umum tersebut bukan saya, tapi para ahli yg tertulis di referensi.
    Saya hanya ingin ikut meluruskan tentang “gejala typus” yang hanya berlandaskan test widal dan cenderung mengabaikan kondisi klinis pasien sebagai dasar untuk menegakkan diagnosa.
    Sebagai gambaran, di daearah kami, hampir setiap orang yg datang ke Puskesmas ato dokter dengan keluhan demam, pahit, langsung dinyatakan “gejala typus”, plus yang pake test Widal pada minggu pertama, padahal Widal baru dapat dipercaya jika dilakukan pada minggu ke 2 demam dengan 2 kali pemeriksaan dan menunjukkan tren peningkatan titer Widal (akurasi widal sangat rendah, hanya sekitar 30%)
    Nah, dari sekian banyak yang dinyatakan Typus (dengan Test Widal), ternyata yang kami duga bener-bener Typus (menggunakan Test terkini, yakni Tubex TF pada har ke 6 demam) hanya sekitar 20 orang … selebihnya tentu diragukan kebenarannya.
    Tujuan saya nulis ini, mengajak kita semua peduli agar negeri kita tidak resisten terhadap obat typus pilihan pertama (drug of choice) seperti Kamboja, hanya karena gegabah dalam menegakkan diagnosa typus …

    Saya juga nunggu sanggahan dari sejawat dokter yang kontra dengan tulisan ini …. tapi belum ada … hehehe.
    Ok, moga sehat selalu :)

  167. 167 d4uz September 10, 2008 pukul 7:01 am

    wah.. saya jadi lega.. trims banyak dok.. Sejak pertama opname saya slalu mencari tulisan2 tentang tentang tyfus, selain diblog ini semua referensi rata2 “menakutkan”.. Untung ada blog ini sehingga saya menghadapi penyakit ini dg perasaan yg tenang.. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan dokter.. Amin..

  168. 168 gisella September 10, 2008 pukul 10:02 am

    hasil lab hemoglobin 17.6, hematokrit 51, trombosit 311.000, sebelum drwat di RS hasil lab WBC 7.73, RBC 5.31, HGB 15.9, PLT 256, HCT 44.2

    sy ga ngerti dok,hhehehe..thnx before

  169. 169 d4uz September 10, 2008 pukul 12:49 pm

    nanya lagi dikit dok..
    Udah 2 hr ini saya ngantor, tapi koq bawaannya rada2 ngantuk neh.. :P.

    Trus, kmren kedokter dikasih Vitamin BECOM-C yg resepnya 2 hr sekali diminum, gimana menurut dokter? Atau ada multivitamin yg lebih oke n aman dikonsumsi buat saya?

    thanks b4..

  170. 170 cakmoki September 10, 2008 pukul 10:38 pm

    @ d4uz:
    sama-sama … moga demikian pula sebaliknya.
    Ngantuk saat kerja di pagi or siang hari banyak penyebabnya, diantaranya: kurang tidur, kurang istirahat, pekerjaan yang monoton, dll … dll. Ga papa, kebanyakan juga gitu, hehehe.

    Becom-C aman dikonsumsi untuk jangka lama, minumnya 1×1 sehari. Obat lainnya mirip-mirip aja koq.
    Thanks

    @ gisella:
    Cuman itu? Normal aja tuh …ato ada yang lainnya kali.

  171. 171 d4uz September 11, 2008 pukul 5:39 pm

    Nanya lagi dok.

    Kalau buah pear, apel ama jeruk boleh dikonsumsi gak?? Trus gimana dengan minuman yang banyak mengandund Vitamin C..??

  172. 172 cakmoki September 12, 2008 pukul 2:38 am

    @ d4uz:
    Boleh :)… termasuk yang mengandung vit C juga boleh.
    Biasanya malah diberi obat Vit dengan kandungan Vit C dosis tinggi …

  173. 173 gisella September 12, 2008 pukul 9:42 am

    thx ya dok…akhirnya stlh dikasi obat penenang ringan dia bs tidur jg…

  174. 174 d4uz September 12, 2008 pukul 1:43 pm

    Dok, sebelum saya sakit saya sering begadang ampe jam 2, nah sekarang tuh rada2 susah buat tidur dibawah jam 11 malam.. meskipun siang gw gak tidur, tapi malemnya susah banget mo tidur dibawah jam 11an.. Gimana neh dok, kayaknya tubuh saya dah terbiasa begadang neh.. Ada saran?? Trims sebelumnya..

  175. 175 cakmoki September 12, 2008 pukul 11:54 pm

    @ gisella:
    iya, sama-sama :) … moga si teman segera pulih kembali.

    @ d4uz:
    hahaha, sama … *kompak, toss*
    Emang sulit merubah kebiasaan tidur. Lagipula kebutuhan tidur setiap orang gak sama, ada yang 8 jam masih ngantukan, ada yang 4 jam udah cukup… so, ga ada saran khusus, enjoy aja deh :)
    Trims

  176. 176 d4uz September 13, 2008 pukul 5:28 pm

    Dok, nanya lagi neh.. He..he..he..

    Hari ini gw merasa dah fit mendekati saat sebelum sakit. Tapi koq perut masih rada2 kurang enak, emang seh BAB tiap hari, tapi gak sebanyak waktu sebelum sakit, apa mungkin pengaruh BAB kurang (dalam artian BAB tiap hari, tapi volumenya kurang) padahal Jatah makan saya udah seperti orang sehat (Oh iya, saya termasuk orang yang makannya banyak.. :D hehehe..).

    Ada saran gak dok?? Trims sebelumnya..

  177. 177 cakmoki September 15, 2008 pukul 5:09 am

    @ d4uz:
    Boleh jadi karena pengaruh BAB yg kurang … gak papa kok. Sementara ga ada saran khusus… Moga segerah pulih kembali. Trims

  178. 178 deddy September 18, 2008 pukul 6:12 pm

    halo cak.

    Mau ikutan nanya boleh ya. Begini ceritanya. saya sejak 2 minggu terakhir dinyatakan menderita thypus, ditandai dengan hasil pemeriksaan TUBEX dengan hasil IgM Salmonella Thypi 4 (positif). Setelah diperiksakan ke dokter, akhirnya saya diberikan obat, dan terakhir pada tgl 15 September kemarin, setelah diperiksa ulang, TUBEXnya, hasilnya adalah IgM Salmonella Thypi 2 (negatif). Yang ingin saya tanyakan, apakah itu artinya saya sudah sembuh dari thypus?atau kuman thypusnya masih ada di dalam tubuh saya?

    Pertanyaan kedua, sebelum saya melakukan pemeriksaan yg pertama (pada sat saya dinyatakan positif thypus), saya mengalami diare, dan di perut suka bunyi kriuk2 gitu, padahal saya tidak dalam keadaan lapar. Pada saat saya makan obat dari dokter (setelah ketauan thypus), BAB saya tidak mencret lagi tp malah menjadi tidak lancar….2 hari tidak keluar). Tapi anehnya, setelah terakhir saya dinyatakan thypus negatif, dan obat antibiotiknya diberhentikan, sekarang sudah 2 hari saya mengalami diare lagi. Memang tidak diare yg berat, tp tetap bsa dikategorikan mencret.

    Apakah diare ini adalah salah satu indikasi adanya thypus dok? Jika iya, apa ini berarti saya belum sembuh total dari thypus yg saya alami? mohon pencerahannya ya dok. Atas bantuannya saya ucapkan terimakasih banyak.

    Salam

  179. 179 d4uz September 19, 2008 pukul 4:47 pm

    Nanya lage neh dok.. :)

    Beberapa hari ini, perut saya rada2 gak enak, pada perut bagian bawah kanan sering selintas nongol rasa nyeri, tapi gak pernah netap nyerinya, jadi selintas aja.. Kira2 pengaruh apa yah?? Saya udah 3 hari ini menjalankan Puasa (coba2)..
    Secara Badan dah terasa Fit, BAB udah lancar.. Tapi perut koq rada2 kurang enak, kadang saya suka (maaf), buang2 angin..:P.
    Ada saran?

  180. 180 cakmoki September 20, 2008 pukul 2:34 pm

    @ deddy:
    Pemeriksaan Tubex TF hanya dapat dipercaya hasilnya jika dilakukan pemeriksaan pada hari ke 6 demam (paling ceat).
    Hasil positif (+) 4, belum ato lebih tepatnya tidak mengindikasikan penyakit typus.
    Pemeriksaan Tubex bukan untuk memeriksa kuman tapi kadar imunoglobulin sebagai reaksi tubuh kita terhadap endotolsin yang dihasilkan kuman salmonella.
    Untuk meriksa ada tidaknya kuman adalah dengan Gall culture.

    Adapun BAB mencret bukan tanda typus. Walaupun tidak spesifik tapi kita tahu bahwa tanda utama typus adalah demam.
    Trims

    @ d4uz:
    Gak papa … mungkin karena pengaruh gas, mengingat suka buang angin. kalo gak mengganggu banget, gak perlu obat apapun.
    Trims

  181. 181 deddy September 24, 2008 pukul 9:37 am

    Selamat pagi Dokter.

    Maaf mau nanya lagi nih. Seperti sudah saya sampaikan sebelumnya, saya dinyatakan positif thypus oleh dokter saya (meskipun kemudian cak Moki menyatakan bahwa pemeriksaan Tubex yang saya lakukan ternyata belum bisa menentukan apakah saya sudah terjangkit thypus atau belum).

    Nah yang jadi masalah sekarang, saya sering merasa meriang dan sempat ditandai dengan diare (ini pun jg diralat oleh cak Moki karena tanda utama adanya thypus adalah demam, bukan diare). Yang ingin saya tanyakan adalah, sudah 2 hari belakangan ini diare saya berhenti, dan sudah mulai normal, tetap kenapa warna BAB-nya cenderung gelap (agak kehitam-hitaman) ya Cak? Kemudian saya juga merasakan perut saya tidak nyaman, terkadang merasa seperti kepenuhan (baru mulai terasa kosong jika saya sudah BAB), tapi saya tidak merasakan nyeri di perut sih. Apakah ada yang tidak beres dengan pencernaan saya cak?

    Saya juga sempat browsing di internet mengenai kemungkinan terjadinya perforasi usus pada penderita thypus, apakah ciri2 yang saya sebutkan diatas ada hubungannya dengan perforasi tsb cak? Terus terang saya jadi kuatir. Mohon dijelaskan ya cak, seperti apa sih tanda-tanda terjadinya perforasi itu (apakah perut nyeri hebat, terasa keras, BAB hitam, diare, dll), supaya saya bisa melakukan langkah2 antisipasi.

    Maaf kalo agak kepanjangan ya Pak Dokter…..saya mohon penjelasannya berhubung saya agak kuatir saat ini. Sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih.

  182. 182 cakmoki September 27, 2008 pukul 3:27 am

    @ deddy:
    ya, untuk positif 4 masih meragukan, karenanya akan lebih bagus jika diulang beberapa hari kemudian jika meragukan.
    Perforasi (usus rapuh hingga terjadi perlukaan) hanya terjadi pada penderita typhus yg gak diobati atau terlambat, dimana terjadi perdarahan usus yang ditandai dengan berak hitam, kondisi lemah, anemia dan kesadaran menurun. Artinya, gak mungkin orang yang mengalami perforasi masih misa jalan-jalan atau ngobrol santai …karena kesadaran menurun dan kondisi lemah banget.

    Diare disertai warna gelap bisa pula terjadi oleh beberapa hal, misalnya: desentri amoeba, shigellosis, colitis, dll … dan dapat juga oleh gangguan pencernakan lainnya.

    Untuk menanggulangi rasa gak nyaman perut, sementara dapat menggunakan obat penghambat produksi asam lambung, misalnya: cimetidine 200 mg (diminum 4×1 sehari), atau famotidine 20 mg (diminum 2×1) atau Ranitidine 0,150 mg (diminum 2×1)…
    Jika masih terasa gak nyaman, sebaiknya ke dokter.
    Maaf saya gak merekomendasukan obat lain karena gak meriksa langsung dan diskripsi yg disampaikan tidak mesti sama dengan hasil pemeriksaan.
    Trims
    (mohon maaf, jawaban terlambat karena lagi mudik)

  183. 183 d4uz September 27, 2008 pukul 3:52 am

    dok, Alhamdulillah kondisi saya udah terasa fit banget, cuma kalau kebanyakan aktifitas trutama kelamaan naek motor, perut rasa2 kurang enak, tp dg istirahat udah enakan lagi. Oh iya dok, apa boleh saya mengkonsumsi softdrink yg berkarbonasi?

  184. 184 cakmoki September 28, 2008 pukul 12:49 am

    @ d4uz:
    seneng mendengar udah baikan…moga makin sehat :)
    Sementara jangan minum sofdrink berkarbonasi karena bisa memicu kembung dan gak nyaman di lambung… sabar aja deh …

  185. 185 Richa, rampagecar@yahoo.com September 28, 2008 pukul 10:39 pm

    Dok, 1 stengah bulan yg lalu saya merasa kurang enak badan (kepala suka pening/keleyengan, badan agak meriang2, rongga kerongkongan mendekati tulang selangka terasa agak penuh) terus sy k dokter dan disuruh cek labor tgl 21/8/08, widal darah urine dll, kmudian hasilnya adalah semuanya normal (Hemoglobin 15.6 , eritrosit 5.96 , hematokrit 48%,laju endap darah 3mm/1 jam, trombosit 283.000 dan Lekosit 4900) kecuali widal S.paratyphi AH 1:160 dan S.paratyphi BH 1:160 sisanya negative. trus dikasi antibiotik buat 1 stg minggu dktr blg ga da pantangan mkn or aktivitas, setelah obatnya abis, badan saya sampe sekarang masi terasa 3 gejala itu kepala keleyengan dan meriang serta dada agak penuh ketika kpala klyengan. itu kena apa yah saya dok? mengingat udah ckp lama ni.. oh ya saya smpt cari dokter lain dan dibilang hanya kena virus aja.. trus dikasi pharmaton mltvtmn, pumpitor ama satu lagi obat dari apotik dimakan 3 x sehari.. tapi yah sampe skrg obat da abis tapi kondisi masi keleyengan dikit, meriang2 kecil, ama terasa agak penuh di dada. Apakah ini proses penyembuhan yg memakan waktu agak lama atau kah saya harus memeriksakan apa lagi ataukah harus ke internis atau apa Mohon petunjuknya terima kasih ya dok

  186. 186 Richa, rampagecar@yahoo.com September 29, 2008 pukul 10:09 am

    Dok sori ada yang tertinggal, pada awal sebelum mencari dokter pertama itu saya merasa suka keringet dingin nah trus setelahnya saya diukur dengan suhu 37,1 derajat. trus berlanjut dengan ke dokter ke dua yah sampe sekarang memang kadang sore2 gitu saya suka berasa badan agak panas, tapi pas di ukur pake thermometer di ketiak panasnya gak pernah nyentuh 37, paling banter 36,8 itu pun sesekali aja, biasanya hanya 36,5 an gitu … sekarang si uda gak kringet dingin lagi cuma yah itu rasanya badan blum fit, agak meriang2 kecil, kleyengan dikit(pala gak plong), ama kalo lagi kleyengan dikit di dada agak trasa penuh tapi gak ampe mo muntah… mohon petunjuknya yah pak dokter :) duuuuuuh dah lama juga nih rada frustasi aye…… :(

  187. 187 deddy September 29, 2008 pukul 4:18 pm

    Cak dokter…terimakasih banyak ya atas penjelasannya, paling ngga ini bisa menenangkan pikiran saya. Terimakasih untuk kesediaannya berbagi ya cak,….semoga anda semakin sukses dalam pekerjaan. Sekalian saya mengucapkan Selamat Idul Fitri, mohon maaf Lahir dan Bathin.

    Salam…

  188. 188 Yudhia Oktober 8, 2008 pukul 1:38 pm

    Terima kasih sebelumnya untuk dapat berbagi,

    Anak saya usia 11 tahun sekarang lagi terbaring sakit, hasil test lab menyatakan S typhio = 1/320, S paratyphi ao = 1/80, S paratyphi bo = 1/320, S typhi h = 1/320, S paratyphi bh = 1/320 dan yang lainnya ( S co , S ah, S ch ) = negatif. Apakah positif typhus ?

    Sebelum periksa panas tinggi, perut sakit, sakit kepala, lemas, belum BAB.
    Setelah periksa dan mengkonsumsi obat yang diberikan selama dua hari panas turun ( stabil ), sakit kepala berkurang, perut masih sakit, BAB cair baru satu kali. Hari ini atau besok akan test lab kembali.
    Perlukah dirawat di rumah sakit ?

    Obat yang diberi : Lanacetine Chlorampanicol, Vosea, alphamol.

    Best Regards

    Yudhia

  189. 189 cakmoki Oktober 8, 2008 pukul 8:55 pm

    @ Richa, rampagecar@yahoo.com:
    ok, lengkap banget infonya.. siip :) *tapi sakitnya gak sip, hehehe*

    Mengingat keluhan tersebut udah berlangsung lama, dan masih dirasakan hingga kini, sebaiknya periksa ke internist agar dapat dilakukan pemeriksaan yg lebih seksama dan obat yang tepat.
    Moga segera sembuh…trims

    @ deddy:
    Makasih juga … minal ‘aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin.

    @ Yudhia:
    Kalo boleh tahu, berapa lama atau sejak kapan panas, trus kapan test lab? Mohon info juga Berat Badan dan dosis obat yang diberikan.

    Hasil Lab seperti di atas (Widal) tidak serta merta sakit typhus jika dilakukan pada minggu pertama, apalagi gak ada penunjang lain seperti LED dll. Perlu diketahui bahwa dalam menegakkan diagnosa di dunia kedokteran adalah berdasarkan riwayat penyakit (keluhan) dan pemeriksaan fisik. Lantas ditunjang Lab jika emang diperlukan, dengan ketentuan-ketentuan khusus sesuai ke arah mana kecurigaan penyakit tersebut.

    Contoh:
    Jika curiga DBD maka penunjang yg diperlukan adalah trombosit dan hematokrit aja, pada hari ke 2-5 panas, atau lebih awal jika ada tanda-tanda syok.

    Jika curiga typhus, maka penunjang yang diperlukan Widal (cara lama dan gak akurat) pada minggu kedua atau Tubex (cara baru), pada hari ke 5-6 dan pemeriksaan penunjang lain.

    Tentang perlu tidaknya dirawat bergantung pada kondisi tubuh. Jika lemah, sulit makan dan minum, gak bisa minum obat, mau gak mau harus dirawat di RS.

    Thanks

  190. 190 sari Oktober 20, 2008 pukul 11:30 am

    pagi dokter,

    anak saya (14 bulan) malam selasa kemarin (13 okt) tiba2 panas tinggi 39.8oC disertai batuk dan pilek, hari rabu (15 okt) saya bawa ke dokter anak di klinik dengan diagnosa klinis ISPA, dikasih obat untuk penurun panas, batuk, pilek, dan antibiotik. Menurut dokter tsb, jika panas tidak turun sampai jumat maka dilakukan tes darah widal. Panas anak saya sempet turun tapi pas hari jumat naik lagi 39.9oC. Akhirnya anak saya dicek darah dengan hasil:

    hemoglobin 11.0
    leukosit 8.12
    eritrosit 4.00
    hematokrit 33.4
    trombosit 130
    —-
    s. thypi O negatif
    s. paratyphi OA (+) 1/320
    s. paratyphi OB (+) 1/320
    s. paratyphi OC negatif
    s. typhi H negatif
    s. paratyphi HA negatif
    s. paratyphi HB negatif
    s. paratyphi HC negatif

    karena saya cek darahnya di RS jadi sekalian aja saya tanyakan hasilnya ke dokter yg ada di RS tsb, jadi saya tidak kembali ke dokter anak yg pertama. menurut dokter yg di RS anak saya kena tifus dan karena anjuran dari pemerintah, penderita tifus harus dirawat di RS maka beliau pun menganjurkan agar anak saya dirawat saja di RS. Terus terang saya tidak tega kalau anak saya harus kembali dirawat di RS (bln April dirawat krn diare) apalagi saya lihat anak saya masih aktif bermain dan seperti bukan anak sakit saja. Akhirnya dokter tsb memberikan resep obat dan anak saya tidak jadi dirawat di RS.

    Sekarang ini panas anak saya sudah turun, kalau malam masih anget (37 oC), BAB lancar, makan dan minum mau walau harus selalu dibujuk. Cuma sekarang batuk pileknya masih ada.

    Menurut dokter, apa benar anak saya kena tifus, tapi kenapa trombositnya turun ya ?

    Kira2 apa bahayanya jika anak saya tidak dirawat di RS, terus terang saya masih was-was, tapi saya terus pantau perkembangan suhu badan dan pola makan minum anak saya.
    Terima kasih banyak dokter atas jawabannya.

  191. 191 cakmoki Oktober 21, 2008 pukul 12:35 pm

    @ sari:
    ISPA dan beberapa penyakit lain dapat memberikan hasil pemeriksaan lab seperti di atas.
    Berdasarkan kronologis dan hasil Lab, saya sependapat dengan dokter pertama yg mengetakan ISPA.
    Selebihnya ga ada yang spesifik.

    .. tapi kenapa trombositnya turun ya ?

    Kebanyakan penyakit infeksi (terutama virus), trombositnya turun, demikian pula ISPA, dll.. tapi gak sampai di bawah 100.000.

    Sebagai contoh, pada DBD, trombosit turun hingga kurang dari 100.000 dan hematokrit meningkat 20-25% disertai dengan penurunan kondisi tubuh (lemah, tangan dan kaki menjadi dingin, dll) hingga syok.

    Kalo kondisi anak bagus, gak perlu dirawat di RS. Dan sy sependapat dengan ibu untuk tetap memantau kondisi anak.

    Moga ananda segera sembuh… Trims :)

  192. 192 agyan tr Oktober 22, 2008 pukul 12:54 pm

    kalo menurut saya makan nasi juga kagak ape22,asal dikunyah sampai lembut. yang perlu diperhatikan ni jangan makan makanan yang mengan dung seluosa.

  193. 193 cakmoki Oktober 23, 2008 pukul 12:40 pm

    @ agyan tr:
    iya, trims :)

  194. 194 Daniel November 11, 2008 pukul 8:15 am

    Dokter,

    Saya mau bertanya sebenarnya istirahat seperti apa dan berapa lama waktu (hari) yang dibutuhkan penderita tipes jika ia istirahat dirumah ??

    Thanks buat infonya.

    Cheers,
    Daniel

  195. 195 cakmoki November 12, 2008 pukul 12:45 am

    @ Daniel:
    Yang dimaksud istirahat di rumah bagi penderita tipes adalah tirah baring, yakni berbaring tanpa melakukan aktifitas fisik yang berlebihan (terutama selama periode demam), kecuali ke kamar mandi, nonton TV, duduk-duduk di taman (kalo ada, hehehe) dan aktifitas ringan lain yang bisa dilakukan sambil duduk atau berbaring tanpa harus mengeluarkan banyak energi.
    Manakala sudah tidak demam dan cukup kuat untuk beraktifitas, maka dianjurkan untuk melakukan aktifitas yang lebih berat secara bertahap hingga aktifitas normal.

    Soal waktu bergantung pada kondisi fisik masing-masing orang, gak ada batasan baku kayak dulu lagi.
    Andai dalam seminggu udah enakan dan ga ada keluhan apapun, boleh melakukan aktifitas sesuai kemampuan.

    Trims

  196. 196 d4uz November 12, 2008 pukul 12:07 pm

    Salam jumpa lagi dok..
    Oh iya dok, beberapa hari ini perut saya terasa kurang enak, kmaren BAB agak encer, trus badan rasa2 meriang (tapi rasa2 meriangnya gak pernah lama, kalau saya tiduran make slimut langsung kringat ngucur n meriangnya ilang.. :P). Trus kalau pagi kadang dikantor saya rasa kepala agak dikit oleng, tapi kalau dah balik kerumah olengnya ilang, jadi rasa olengnya cuma kerasa dipagi hari..
    Kira2 solusinya apa nih?? terutama perut kerasa kembung n sering buang anging..

    Thanks..

  197. 197 cakmoki November 13, 2008 pukul 12:59 am

    @ d4uz:
    Salam jumpa :)
    Rasa tidak nyaman di perut dan rasa oleng pagi hari berhubungan dengan diare yang belakangan ini lagi musim di beberap daerah.
    Jika sudah tidak diare lagi tapi masih kerasa kembung di perut dan rasa oleng, maka dapat ditanggulangi dengan obat-2 berikut:

    1) Obat Untuk mengatasi perut kembung bisa menggunakan kombinasi antasid dan anti kembung (obat maag), misalnya: Lexacrol atau Anflat dan sejenisnya (pilih salah satu), diminum 3-4 x 1 dalam keadaan perut kosong dan diusahakan dikunyah untuk mendapatkan efek optimal, tapi kalo ga bisa ngunyah ga papa.

    2) Obat untuk mengatasi rasa oleng, dapat digunakan obat vertigo, misalnya: Perifas atau Merislon dan sejenisnya, diminum 3×1 sesudah makan (saat terasa oleng aja).

    Obat-2 tersebut dapat disimpan (pada suhu kamar) dan dapat digunakan lagi jika mengalami keluhan yang sama sejauh belum melewati tanggal kadaluwarsa.

    Moga segera sembuh.
    Thanks

  198. 198 Ardie November 25, 2008 pukul 8:47 am

    Pagi Dok,

    Begini dok, saya mau nanya mengenai sakit tipes saya. pertama kena tipes bulan februari 2008, dirawat di RS selama 3 hari. dan sekarang kena lagi tp tidak dirawat karena saya tidak mau. trus dikasih obat ciproploxacin, ranitidin, dan amoxixilin. kemudian dikasih lagi obat dexycol, grafadon, vesperum, hepimun. begitu habis obat, sampai sekarang saya masih juga merasa badan kayak yag panas gitu. hasil tes lab kemarin (17 Nopember 2008):
    Hemoglobin : 12.0
    Leukosit : 6700
    LED : 23-25
    Hematokrit (PVC) : 42
    Band :6
    Segmen : 64
    Limfosit : 24
    Monosit : 6
    Eritrosit : 4.5
    Trombosit : 210.000
    Bilirubin Total : 0.4
    Bilirubin Direk : 0.2
    SGPT : 20
    SGOT : 32
    Salmonella Thyphi H : 1/160
    Salmonella Thyphi O : 1/320
    Bagaimana dengan hasil test diatas dok? apakah hasilnya positif tipes? ataukan ada penyakit dan ganguan lain mungkin?
    soalnya sampai skrg ini, saya masih juga merasa badan kayak yang panas, kepala suka pusing, didada kayak ga plong, dan kepala terasa kayak yg melayang gitu donk, ga mantep, kayak yg gamang gitu.
    sebagai informasi, saya sampai sekarang masih makan nasi agak padat, dan masih pilih-pilih makanan karena takut. pedas dan asam, sampai sekarang juga belum berani saya makan.
    saya mohon jawaban dan saran dari dokter. terima aksih ya dok sebelum dan sesudahnya.
    wassalam,
    ardie

  199. 199 Ardie November 25, 2008 pukul 9:05 am

    Tambahan Dok,
    Saya suka merasakan kayak melayang itu, hampir sepanjang hari, dan sudah lama banget. dan maaf (feces) saya sudah 2 hari ini berwarna agak hitam, apa karena pengaruh saya sekarang ini lagi mengkonsumsi Spirulina Kapsul dari HPA ya? dan 2 minggu kemarin pernah BAB keluar darah, tp hanya terjadi 1 kali itu aja, pada waktu pagi hari, setelah sarapan.

  200. 200 cakmoki November 25, 2008 pukul 1:48 pm

    @ Ardie:
    Berdasarkan keluhan panas (dan lain-lain) yang udah lebih seminggu dan ditunjang Lab, kemungkinan emang Tipes. Tapi kemungkinan lain tetap ada. hal ini dapat diketahui dengan follow up dan pemeriksaan lanjutan (jika emang diperlukan menurut dokter yang merawat).
    Tipes (test widal) dapat dikonfirmasi dengan Test Tubex TF (lebih canggih, harganya sekitar 90-100 ribu). Jika hasilnya positif 6 ke atas, berarti Tipes beneran.

    Menurut saya, obatnya cukup dengan dexycol 500 mg, diminum 3-4 x 1 sehari, Grafadon untuk panas dan sakit kepala, Vesperum untuk mual-muntah. perlu tambahan multivitamin, misalnya becom-C 1×1 (atau sejenisnya).

    Tentang faeces agak hitam, bisa jadi karena iritasi lambung oleh berbagai sebab.

    Sedangkan “melayang” yang udah lama diderita, adalah tanda dari vertigo. Pengobatannya: Dramamine atau dramasine atau perifas, dll (pilih salah satu), diminum 3×1 sebelum makan.
    Jika menggunakan obat vertigo, vesperum sementara dihentikan.

    Tentang makanan, udah tertulis di artikel bahwa tidak harus makan makanan lunak, bahkan perlu makanan bergizi tinggi untuk memulihkan kondisi.

    Ntar kalo udah gak demam, dexycol tetap dilanjutkan hingga 1-2 minggu, sesuai protokol pengobatan tipes.

    Moga segera sembuh ya.
    Trims

  201. 201 Ardie November 25, 2008 pukul 2:47 pm

    Siang Dok, maaf mengganggu lagi…

    Bagaimana cara kerja Test Tubex TF? apakah sama dengan mengambil sample darah juga? soalnya saya belum yakin, apa dirumah sakit didaerah saya sudah ada fasilitas itu?
    apakah obat dexycol bisa dibeli bebas tanpa resep dokter?
    apakah arti dari nilai bilirubin total, bilirubin direk, dan SGPT dan SGOT hasil test labor saya dok? kayaknya hasilnya rendah dari nilai normal ya dok?
    terima kasih ya dok sebelum dan sesudahnya atas jawabannya.

  202. 202 cakmoki November 25, 2008 pukul 11:01 pm

    @ Ardie:
    Tubex lebih simpel, hanya ambil sampel darah di ujung jari 1 tetes.
    Di tempat kami, di ndeso ™ udah ada fasilitas Tubex TF (beli sendiri, makanya 90 ribu itu sudah termasuk jasa pemeriksa dan keuntungan untuk pengembangan, aslinya hanya 75-80 ribu, suntikan 1.500 perak, hehehe).
    Silahkan baca artikel sebelumnya di sini (Evaluasi Tubex Tahap 1) dan di sini (Pemeriksaan Demam Tifoid Terkini)

    Dexycol (thiamphenicol) mestinya harus pake resep dokter. Coba ke apotik terdekat untuk menanyakannya.

    Adapun nilai bilirubin total, bilirubin direk, dan SGPT dan SGOT adalah test untuk menilai fungsi liver.
    Kalo nilainya sangat tinggi disertai tanda kuning pada sklera (bagian putih mata), kuku, pembesaran liver, kemungkinan ada gangguan fungsi liver, tapi kalo naik sedikit atau normal atau di bawah nilai normal, berarti gak papa.

    Trims

  203. 203 Ardie November 26, 2008 pukul 9:04 am

    Terima kasih pak dokter atas penjelasannya. dan nanti kalo ada pertanyaan lagi, jgn bosen ya pak dokter untuk menjawabnya.

    Wassalam

  204. 204 cakmoki November 26, 2008 pukul 10:18 pm

    @ Ardie:
    Sama-sama, terimakasih juga share-nya :)

  205. 205 Wicco November 29, 2008 pukul 9:11 am

    dok saya mau menanyakan gejala yang saya alami adalah daya tahan tubuh berkurang, mual – mual, nafsu makan berkurang, diare, dan perut terasa kembung. dan setelah saya periksa ke dokter, dokter memperkirakan kalo saya terkena sakit tipes, dan liver… saya di suru periksa darah dan hasil nya adalah sebagai berikut:

    SGOT hasil H83 nilai rujukan 11-41
    SGPT hasil H176 nilai rukukan 10-65
    lalu kalo hasil yang lain sih normal – normal saja…

    setelah beberapa hari di beri obat dari dokter sakit saya menjadi agak membaik, cuma saya masih takut saja, menurut dokter berbahaya tidak?
    lalu bagaimana cara nya supaya SGOT danSGPT menjadi normal kembali?

    terimakasih sebelumnya..

  206. 206 cakmoki November 29, 2008 pukul 6:08 pm

    @ Wicco:
    Jika hasil Lab yang merujuk ke tipes menunjukkan hasil normal dan yang ada peningkatan hanya SGOT-SGPT, maka jelas bukan tipes.

    Adapun peningkatan SGOT-SGPT dengan nilai dia atas menunjukkan adanya gangguan fungsi liver dengan berbagai sebab.
    Jika pada pemeriksaan HBsAg tidak menunjukkan nilai positif (+), berarti bisa dikatakan bukan hepatitis.
    Peningkatan SGOT-SGPT dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang hanya dapat diketahui secara pasti melalui pemeriksaan. Selain itu, dapat juga disebabkan oleh kelelahan fisik.

    Penanggulangan gangguan fungsi liver, sslain dengan mengobati penyebabnya, secara umum dapat dilakukan dengan:

    > Mengkonsumsi makanan Tinggi kalori dan Tinggi Protein (TKTP), yakni makanan bergizi tinggi untuk memperbaiki sel-sel liver dan kondisi tubuh.

    > Istirahat.

    > Menghindari minuman beralkohol.

    > Obat. Misalnya: multivitamin (banyak jenisnya), enzim (misalnya: curcuma, curliv, methioson, dll).

    Dengan makanan TKTP dan istirahat, SGOT dan SGPT akan normal dalam beberapa minggu. jika tidak ada gangguan lain, peningkatan SGOT-SGPT tidak berbahaya.

    moga segera pulih kembali….Trims

  207. 207 Wicco November 30, 2008 pukul 10:44 pm

    Terimakasih banyak dok atas penjelasannya….
    sekali lagi terimakasih…(^_^)

  208. 208 cakmoki Desember 1, 2008 pukul 3:29 am

    @ Wicco:
    makasih juga atas share-nya :)

  209. 209 Ardie Desember 1, 2008 pukul 4:02 pm

    dok, saya mau menanyakan tentang penyakit tipes. apakah boleh makan agak pedas dan agak asem? juga makan segala buah-buahan, apa boleh juga?

  210. 210 cakmoki Desember 2, 2008 pukul 10:02 am

    @ Ardie:
    Boleh … sambel juga boleh asal tidak terlalu pedas agar perut tidak perih.

  211. 211 Ardie Desember 2, 2008 pukul 3:21 pm

    Bagaimana dengan buah-buahannya dok, apa boleh juga?

  212. 212 ennyno Desember 2, 2008 pukul 9:44 pm

    malem dok,saya kena types sdh semingguan,hasil lab hemoglobin 10.7 sel darah pth 7.100 segmen 57%limfosit 42% monosit 1% trombosit 486.000 hematokrit 32% salmonela typhiH,AH,&BH hasilnya sama yaitu negative sdgkan TYPHI O,AO,BO,CO,CH hslnya negative.saya diberi obat BIOTHICOL,IMUNOS,SANMETIDIN.utk biothikol sdh 2x resep saya minum,tinggal besok sy minum tp pusing rasa gliyeng kok ga hilang.panas bdn saya cuma pertama hbs itu cuma anget kadang datang dan pergi.saya belum ke dokter spesialis.setelah 4hr yg lalu baca saran2 bpk disini saya brani makan smua.dan ditambah nutrisi dr herbalife jd badan saya tdk lemes.krn sy msh bisa ngerjain pekerjaan rumah.kalo ape dan lesu baru saya tiduran.dok yg mo saya tanyakan,knp saya suka masih pusing dan gliyeng?apa saya jangan byk tidur.krn saya org yg aktif.trus obatnya saya minum lagi ga?ohya bpk tinggal di smd kah? kalo iya qt 1 kota dong.tq

  213. 213 ennyno Desember 2, 2008 pukul 9:50 pm

    maaf dok maksud hasil salmonela typhi H,AH dan BH yaitu 1/320 bkn neg tq

  214. 214 cakmoki Desember 3, 2008 pukul 3:39 am

    @ Ardie:
    Boleh

    @ ennyno:
    met malem…
    iya, sy di samarinda, tepatnya Palaran…

    Pertama, Biothicol (terutama) diterusin bahkan hingga 1-2 minggu setelah bebas panas. Ini konsekwnsi jika seseorang didiagnosa tipus.

    Kedua, tentang nggliyeng dapat disebabkan banyak faktor’ bisa karena Hb cuman 10,7 gr%, bisa karena kurang kalori sebagai akibat panas lama, dll.
    Sebaiknya istirahat untuk memulihkan tenaga dan tentu makan makanan bergizi tinggi untuk mengganti kalori yang hilang selama sakit sekaligus sebagai pemulihan.

    Moga segera sembuh ya…
    Trims

  215. 215 nurbiyanto Desember 3, 2008 pukul 1:43 pm

    Dokter, mau nanya ya.
    Gini pak, saya 3 tahun lalu sakit, diagnosa dokter tipes , widal 1/1200. Keluhan sakit lambung, kembung mual .lemas dan seperti masuk angin. Keluar keringat dingin tetapi tidak demam. 5 hari dirawat, dan widal lagi titer tetap 1/1200. Setelah opname masih harus minum anti biotik 1 bulan yang harganya selangit.
    Pemulihan sampai bisa fit sampai 1 tahun dok. Berbagai vitamin herbal saya minum, sampai pengobatan alternatif segala.
    Dan 2 minggu yang lalu saya mengalami hal yang sama, tetapi tidak separah dulu. Saya diberi antibiotik samapai 10 hari. Perut/lambung makin sakit. Saya tidak minum lagi anti biotik tersebut. Sekarang saya hanya minum vitamin 2 herbal aja, KOndisi dah mulai membaik, keluhan sekarang sedikit sakit dilambung, agak mual dan badan terasa dingin(tidak pernah demam/panas). Perut sedikit2 lapar tiba2.
    saya sebenarnya sakit apa dok,trus biar cepat fit,saya harus bagaimana? terima kasih pak sebelumnya.
    Hanya yg diatas yg bisa balas kebaikan bapak.

  216. 216 nurbiyanto Desember 3, 2008 pukul 1:47 pm

    Maaf dok nambah, titer widal test 1/80 yg H aja,Sebelum sakit diawali sakit perut dan diare.

  217. 217 Ardie Desember 4, 2008 pukul 10:05 am

    Pak Nurbiyanto,
    Bapak minum vitamin 2 herbal saja, dan menurut bapak kondisi sudah mulai membaik. kalo boleh tau, minum 2 vitamin herbal apa saja merk-nya? mungkin saya juga akan mencoba 2 vitamin herbal itu. mengingat saya juga kena tipes dan sampai sekarang masih juga terasa agak panas di badan.
    terimakasih.

  218. 218 cakmoki Desember 4, 2008 pukul 11:53 am

    @ nurbiyanto:
    Menurut saya bukan tipes.
    Kemungkinan Gastritis atau gangguan sistem pencernaan lain yang belum kita ketahui.
    Untuk itu sebaiknya periksa Lab penunjang diagnosa, terutama:
    1) LFT (Liver Function Test): SGOT/SGPT, Bilirubin (total/direct), Alkali Phospatase.
    2) Serologi: HBsAg, HBsAb (Anti HBs)
    Sementara menunggu hasil Lab, dapat menggunakan obat sebagai berikut:
    a) Antasida, misalnya: asidrat 800 (diminum 2×1 dalam keadaan perut kosong atau 1-2 jam sebelum makan), atau Lexacrol (diminum 4×1 dalam keadaan perut kosong atau 1-2 jam sebelum makan). Kalo bisa dikunyah.

    b) Penghambat produksi asam lambung, misalnya: ranitidin 150 mg, atau Famotidin 40 mg. (salah satu dari contoh di atas diminum 1-2 jam sesudah obat golongan antasid)

    c) Enzym dan anti kembung, misalnya: Vitazym atau Enzymplex (diminum 3×1 sesudah makan)

    usahakan makan nasi (dengan lauk dan sayur tentunya) secara teratur.

    Moga segera sembuh…. (ditunggu perkembangan selanjutnya dan hasil Lab kalo sempet)
    Trims

  219. 219 nurbiyanto Desember 5, 2008 pukul 12:04 pm

    Terima kasih pak. Saya pas 3 hari juga sudah cek darah lengkap ke lab. Dari hasil dokter bilang semuanya normal. Tetapi ada pada widal aja 1/80. Dan setelah baca artikel bapak, saya mulai makan nasi dan makan2 yg gizinya cukup tinggi . Seperti telur satu hari 5 butir, sosis sapi/ayam buat cemilan kalau lapar. Alhamdulilah kondisi skr dah 90 % fit.
    Menurut saya pak dokter benar, saya mengalami gangguan di lambung. Sekarang kalau pas agak sakit saya minum obat mag aja, langsung hilang.
    Perut terasa sakit/ kembung kalau sedukit stress/ tegang. Makanya sekarang dibuat rileks aja. Banyak ketawa, semua dibuat senang. Itu sangat mempengarushi ke lambung.
    Oya buat mas andri. Vitamin yg saya minum : Jely Gamat (ada di majalah trubus) ama vit Omega 3 dari K Link.
    Coba aja, dan rasakan manfaatnya.
    Pak dokter terima kasih ya. Ntar saya laporkan perkembanganya.

  220. 220 cakmoki Desember 5, 2008 pukul 11:10 pm

    @ nurbiyanto:
    Bener, sebagian besar (lebih 80%) gangguan lambung (terutama dispepsia) dipicu oleh “kecemasan”, so relaks aja :)

    Moga kondisi makin membaik dan pulih seperti sedia kala.
    Trims

  221. 221 nurbiyanto Desember 9, 2008 pukul 3:58 pm

    Pak , maaf nich . Kontrol lagi.

    Kondisi dah makin membaik, cuma sekarang kan lagi musim hujan. Kalau pas udaranya dingin/ dalam ruang AC. Badan terasa kedinginan(spt masuk angin) larinya ke perut jadi kembung ama agak mual. Apa ini karena pencernakan masih belum maksimal kerjanya. Atau masih ada bekas2 luka/radang yg blm pulih.
    Saya dah mulai joging2 dikit, emang habis joging badan tersa agak hangat. tapi masih takut2 kalau sakit lagi.
    Ada saran pak.
    terima kasih ya pak.

  222. 222 ennyno Desember 9, 2008 pukul 4:05 pm

    aduh dok susah BGT saya nyari hal ini,maklum gaptek.kemaren dpt blog ini jg ga sengaja.2jam br ktm lagi.tp saya jadi tau blognya cakmoki yg byk ragamnya.obatnya sdh hbs dok dr tgl 3/12 dikasihnya cuma imunos 1xshari.apa sy minta lagi dok? saya juga minum nutrisi 2 sampe 3x shari,utk stamina nrg dan herbal aloe.panas bdn msh dok,juga linu badan dan pusing

  223. 223 cakmoki Desember 10, 2008 pukul 4:49 am

    @ nurbiyanto:
    iya, mungkin pencernaan belum pulih sempurna ato bisa juga karena faktor dingin. Kalo luka sih saya rasa enggak. :)
    Sementara gak ada saran.
    Met jogging, moga segera pulih seperti sedia kala.
    Trims

    @ ennyno:
    Menurut saya perlu nambah Biothicol dan pereda panas (parasetamol, misalnya: dumin, paracetol, dll), diminum kalo panas dan pusing aja.
    Trus selebihnya cukup imunos.
    Moga segera pulih ya :)

  224. 224 Ardie Desember 19, 2008 pukul 9:47 am

    Pagi dok, mau nanya lagi…
    adakah supplemen untuk memulihkan kondisi dan stamina orang yang kena tipes? selain periksa darah di rumah sakit, adakah cara untuk mengetahui kalau kita sudah sembuh dari sakit tipes? trs, apakah benar buah pisang tidak boleh dikonsumsi penderita tipes? padahal buah pisang kan bagus untuk kesehatan.
    saya sudah berani makan makanan padat, cuma sambel dan asem-aseman aja yg belum berani. dan saya masih merasakan lemes, lesu, dan kepala juga masih terasa berat dan sedikit pusing serta rasa ngeliyeng, gamang. dan kalau bisa, saya minta resep supplemen yg bisa dibeli bebas di apotik.

  225. 225 cakmoki Desember 20, 2008 pukul 1:13 pm

    @ Ardie:
    Cukup dengan Becom-C, diminum 1×1 sehari. Obat ini bisa diminum dalam jangka panjang.
    Pisang boleh dikonsumsi, gak ada larangan makan pisang.
    Lemes, mungkin karena kelamaan makan lunak.

    Kesembuhan tipes bisa dilihat dari kondisi klinis dan Lab. Jika udah gak panas dan kondisi tubuh membaik berarti secara klinis udah sembuh.
    Adapun Lab, bisa periksa Tubex TF. Jika hasilnya negatif ato positif 1-3, berarti udah baikan.
    Trims

  226. 226 Ardie Desember 22, 2008 pukul 11:46 am

    Terima kasih Pak Dokter untuk saran dan penjelasannya.
    Oh ya Pak Dokter, blog mengenai vertigo ga di buka lagi ya? soalnya saya udah konsul disitu per tanggal 2-12-08, dan sampai sekarang belum di jawab. Maaf ya Pak Dokter.
    Sekali lagi terima kasih banyak Pak.
    Wassalam,

  227. 227 cakmoki Desember 23, 2008 pukul 4:58 pm

    @ Ardie:
    Sama-sama :)
    Oiya, maaf..kelewatan, ntar malam saya jawab.
    Makasih diingatkan :)
    wass

  228. 228 sanzi Desember 23, 2008 pukul 10:43 pm

    halo Dok…:)
    blog yg istimewa bgt…langsung makan soto…memang betul lemes2 jd ilang…:D
    (18-12-08) 5 hr yg lalu saya merasakan kepala berat banget sepulang dr kampus…nympe kosan nafsu makan agak kurang ama bdn terasa anget…y ud minum panadol n tidur bangun mendingan cm masi kerasa kepala berat..
    hr k-2 tetep k kampus kerna deadline walopun kondisi bdn melemah…ahirny ganti obat atas saran apotek dumin parasetamol…nafsu makan mulai berkurang,panas turun kl minum obat ampe keringetan trus(sehari bj abis 3-4 gara2 kringetan) tp tetep aja panas lg kl mnjelang sore ampe malam ama otot mata kenceng banget…sampe hari k-4 mutusin untk k dokter kerna g ada kmjuan….dpriksa tkanan normal ,panas tinggi trus mijet perut…n ternyata mang bagian perut bawah agak nyeri …trus langsung dibilang tipes..dikasi obat lambung buat sblm mkn,dianicol thiamphenicol ama Tera-F buat nurunin panas ama ngilangin nyeri…n hari ini lumyan ada peningkatan tp ms demam jg seh….yg saya mo tanya:
    1.saya benar2 kena tipes?
    2.kasur yg sarungny g dganti 6 bulan bisa jd mrupakan salah 1 penyebabny g?
    3.keringet orang tipes bisa nular g?
    4.dokter bilang 3 hr insyAllah sembuh…itu benar?kl kata dokter coki minimal mingguan?
    5.cara ngilangin rasa cemas gmn yah?pengenny rileks tp tetep aja kpikiran?ky uderpressure gitu.

    trimkasiihhh sebelumnya….

  229. 229 cakmoki Desember 26, 2008 pukul 12:01 am

    @ sanzi:
    maaf, terlambat jawab…kelewatan gak ngecek halaman ini :)

    1) belum tentu. Kalo dalam seminggu sembuh, pasti bukan tipes.

    2) Bukan penyebab tapi media penularan yg dapat memicu terjangkitnya tipes jika di kasur ada kuman Salmonella yng masuk tubuh.

    3) Enggak.

    4) Kalo bukan tipes, misalnya hanya infeksi saluran nafas atau radang tenggorokan, akan sembuh dalam seminggu, maksudnya gak sampai seminggu udah sembuh.

    5) Hehehe, kalo ngilangi cemas mah sangat individual, setiap orang gak sama untuk ngilanginya. Ada yg ngilangi cemas dengan mancing, ada yg surfing, ada lagi yg jalan-jalan ke mall, dll

    Moga cepet sembuh ya…
    Trims

  230. 230 Greeny Desember 26, 2008 pukul 1:09 am

    Met Dini hari Cak dokter Moki :)

    Lama gak nanya2 neeeeh… Mampir skalian tanya y…

    Agustus 2007 lalu sepupu sy kena tifus, lumayan lama recovery nya, kira2 2 minggu lebih kayany.. Trus awal tahun 2008 kena lagi, kata dokternya kmungkinan pengobatan yg lalu belum tuntas. Eh skrg kena lagi, tapi hasil lab nya menunjukan msh gejala kata dokternya..
    Saya sih sejak kecil belum pernah (mudah2an jangan sampai gitu lho!!) kena penyakit ini, tapi ada sedikit worry juga takut si buah hati bisa terjangkit, makanya tanya2 d.
    1. Tifus itu kambuhan y??
    2. Ada yang bilang tifus disebabkan makanan yg krg bersih yg kita konsumsi tapi ada juga yg berpendapat karena terlalu capek, mana yg benar?? Apa memang ada hubungannya??
    3.Trus katanya juga nih…penderita tifus gak boleh makan goreng2an y??

    Sgitu dulu d Cak dokter Moki pertanyaanny… Thanks 4 the answer..

  231. 231 cakmoki Desember 26, 2008 pukul 2:02 pm

    @ Greeny:
    Met siang :P
    Hasil lab Widal hanya bisa dipercaya jika pemeriksaan dilakukan pada minngu kedua demam. Jika pada minggu pertama, gak akurat karena banyak penyakit memberikan hasil lab Widal positif, bahkan pada orang sehat sekalipun.

    1) Enggak. Hanya 1-5% penderita typhus menjadi carrier
    2) Penyebab typus adalah kuman Salmonella thypii yg ditularkan melalui makanan, minuman yang tercemar.
    3) Kalo gak boleh makan goreng-gorengan bener, tapi kalo makan makanan yang digoreng, boleh.

    Trims ^_^

  232. 232 Greeny Desember 26, 2008 pukul 4:52 pm

    Met Siang juga :D

    Truz apa hubungannya klo orang yang kecape’an atw kerja terlalu di porsir lalu demam, pasti deh buanyak bgt yang komentar…”kena tifus kali…” smentara penyebab tifus td dikatakan krn makanan atw minuman yg tercemar kuman salmonella…?
    Yang pastinya gak boleh makan penggorengan gitu ya Cak ;)

    Thanks buat jawaban sebelumnya..

  233. 233 cakmoki Desember 27, 2008 pukul 2:29 pm

    @ Greeny:
    He eh … bener :)

  234. 234 bundajendul Desember 29, 2008 pukul 4:56 pm

    Dear Cak dokter..

    Anak saya 3.5th setelah 4 hari demam malam hari saja di atas 39 terus, saya bawa ke rumah sakit dan menjalani tes darah. Hasilnya leukosit dibawah normal dan bakteri salmonella typhii positif. Dokter mendiagnosa tifus. Dokter memberi antibiotik Cefspan jenis cefixime, sehari 2x, 5ml (=100mg cefixime). Dikasih hanya jangka waktu 3 hari (total 600 mg cefixime)

    Dalam 2 malam masih panas di kisaran 38.5 (juga malam hari saja), tapi malam ketujuh turun dan tidak pernah demam lagi (normal di kisaran 36.5 derajat).
    Sekarang malam ke sembilan anak saya sudah sehat kelihatannya, padahal selama sakit tidak bisa diam padahal kan dianjurkan berbaring oleh dokter.

    Selama sakit saya kasih kombinasi bubur, daging cincang, wortel, tempe dan tahu. Anak saya sih mau makan.

    Pertanyaannnya:

    1. Menurut blognya cak moki, kalau dibawah 7 hari demam turun, kemungkinan bukan tifus. Apakah anak saya bukan kena tifus? Lha, anak saya sudah dikasih antibiotik, yang setelah saya search di web, ternyata jenis baru, karena jenis kloramfenikol yang bakterinya sudah banyak resisten terhadap antibiotik ini. Nah, padahal belum tentu tifus, sudah dikasih antibiotik jenis baru, apakah ada efeknya terhadap anak saya kalau ternyata ini bukan tifus?

    2. Kalau ternyata kelihatannya memang tifus. Boleh engga saya kasih makan roti, alpukat, apel, pir, bayam dan buncis. Apakah makanan ini seratnya tidak tinggi dan aman buat penderita tifus? Kebetulan anak saya alergi makanan, dan lagi diet tahap satu, jadi bisanya hanya makan daging sapi/kambing(beserta turunananya)dan yang saya sebutkan tadi.

    Mohon pencerahannya cak dokter..

    Terimakasih sebelumnya..

  235. 235 sanzi Desember 29, 2008 pukul 7:50 pm

    hallo dok…:)
    makasih atas jawabannya.
    alhamdulillah dah sembuh….cuma kepala saya masi ngambang seperti tidak ada gravitasi di kepala ama agak lemes…kl gitu knapa ya dok?apa kurang darah ato penyuplai oksigen ke otak kurang?ato apa?
    pencegahanny gmana dok?

    trimaksih sebelumnya

  236. 236 cakmoki Desember 29, 2008 pukul 10:12 pm

    @ bundajendul:
    Pertama, saya ingin meluruskan bahwa batasan tifus ditandai dengan demam lebih 7 hari, bukan pendapat pribadi saya tapi dari semua referensi tifus.

    Definisi:

    Demam tifoid (tifus abdominalis, enteric fever) adalah penyakit infeksi akut yang biasanya terdapat pada saluran pencernaan dengan gejala demam yang lebih dari 7 hari, gangguan pada saluran pencernaan dengan atau tanpa gangguan kesadaran

    Kedua, tes bakteri salmonella typhii positif, mungkin yang dimaksud tes Widal atau Tubex. Kalo tes bakteri menggunakan biakan kuman dan diketahui hasilnya paling cepat lebih dari 4 hari kemudian.

    Ketiga, mari kita diskusi bareng … :)
    1) Kemungkinan bukan tifus. Cefixime sebarnya gak baru-baru amat, soalnya udah digunakan sejak > 10 tahun yg lalu. Selain untuk tifus (bukan pilihan pertama), cefixime dapat juga untuk infeksi-2 yg disebabkan bakteri gram negatif lainnya.
    kalaupun bukan tifus, obat tersebut gak akan memberi efek pada anak.
    Tentang resistensi, di Indonesia belum ada bukti ilmiah yg dipublikasikan. Kemungkinan referensi dari negara lain yg gak selalu sama dg negara kita.

    2) Pada penderita yg benar-benar tifus, semua makanan yang disebut di atas boleh dimakan.

    Beberapa peneliti menunjukkan bahwa pemberian makanan padat dini, yaitu nasi dengan lauk pauk rendah selulosa (pantang sayuran dengan serat kasar) dapat diberikan dengan aman pada pasien demam tifoid.
    Karena ada juga pasien demam tifoid yang takut makan nasi, maka selain macam/bentuk makanan yang diinginkan, terserah pada pasien sendiri apakah mau makan bubur saring, bubur kasar atau nasi dengan lauk pauk rendah selulosa. ( Prof. dr. Rachmat Juwono)
    Pendapat terakhir (makan padat dini) sudah menjadi semacam standar, seperti termahtub dalam “Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam”, jilid I oleh Persatuan Ahli Penyakit dalam Indonesia (PAPDI), terbitan Balai Penerbit FKUI edisi III tahun 1996, cetakan ke 7 tahun 2004, halaman 439.

    Trims

  237. 237 sanzi Desember 30, 2008 pukul 11:59 am

    hallo dok…:)
    makasih atas jawabannya.
    alhamdulillah dah sembuh….cuma kepala saya masi ngambang seperti tidak ada gravitasi di kepala ama agak lemes…kl gitu knapa ya dok?apa kurang darah ato penyuplai oksigen ke otak kurang?ato apa?
    pencegahanny gmana dok?

    trimaksih sebelumnya

  238. 238 cakmoki Desember 31, 2008 pukul 2:05 am

    @ sanzi:
    Maaf, kelewatan…hehehe

    kalo kepala rasa melayang, silahkan menggunakan obat anti vertigo, misalnya: Dramamine, Dramasine, Perifas, Mertigo.
    Pencegahannya dengan makan makanan bergizi dan cukup istirahat.
    Moga segera pulih kembali.
    Trims

  239. 239 bundajendul Januari 2, 2009 pukul 11:48 pm

    Dear cak dokter,

    Terima kasih pencerahannya..
    Sekarang agak lega, ya semoga tidak ada efeknya.
    Memang anak saya sekarang sudah sembuh tuh.. berarti bukan tifus dong.
    Sekarang makanannya sudah biasa lagi, engga bubur terus. Dia kelihatan seneng banget bisa makan nasi dan mie lagi :)

    Trims ya..

  240. 240 cakmoki Januari 3, 2009 pukul 1:47 am

    @ bundajendul:
    Sama-sama, makasih juga share-nya :)

  241. 241 Retno Januari 3, 2009 pukul 11:06 am

    Dok, nimbrung yah
    udah smggu ini demam, minum panadol turun, trus anget2 gtu
    atas dorongan teman cek widal lah saya
    hasilnya :
    S. Tiphy O : 1/20
    S Paratiphy OA: 1/20
    S Paratiphy OB: 1/40
    S Paratiphy OC: negatif
    S Tiphy H : 1/40
    S Paratiphy HA: negatif
    S Paratiphy HB: 1/160
    S Paratiphy HC: 1/640
    gmn yah? kecapean masuk angin aja ato ada yg perlu diwaspadai?
    tq

  242. 242 cakmoki Januari 3, 2009 pukul 12:39 pm

    @ Retno:
    Keluhan dan hasil lab gak mendukung ke arah yg spesifik.
    Salah satu kemungkinan: paratiphus… gak papa.
    Saran:
    1) Minum Thiamphenicol 500 mg, diminum 3×1 selama sedikitnya 7 hari.
    2) Terusin Panadol, diminum 3×1 sesudah makan, hingga ga demam.
    3) Multivitamin, misalnya: Becom-C (ato lainnya), diminum 1×1
    4) istirahat dari kegiatan yang melelahkan.

    Moga segera sembuh :) … Trims

  243. 243 vita Januari 3, 2009 pukul 8:21 pm

    Salam kenal pak dokter yang baik hati,
    Saya vita 24 tahun,sekarang lagi kena tipes ni… kemarin hasil leb ada bakteri S.paratiphy dengan titer lebih dari 320, dan leukosit 11.300 diatas normal. Kata dokter yang meriksa, usus saya sudah infeksi, sehingga saya betul2 harus istirahat total 2 mgu dan makan yang lunak2. Akhirnya saya diopname 3 hari, dan sekarang sudah kembali ke rumah…dan ga boleh kemana2 and di tempat tidur melulu,
    Yang ingin ditanyakan adalah:
    1. Kata dokter usus saya sudah infeksi, tapi koq saya ga pernah sakit perut ya dok?biasa2 saja, gejala saya cuma demam dimalam hari itu pun ga tinggi mungkin hanya sekitar 37an derajat C , tapi emang ga ilang2 selama 2 mgu…
    2. Kl usus sudah infeksi karena tipes, beneran hanya boleh makan yang lunak2? bubur doank?karena sekarang saya nekat makan ayam,daging (tapi tetep dengan bubur nasi) dengan solusi makanan saya kunyah sampai lunak bgt…
    3. Apakah benar kl pernah terkena tipes, bisa kambuh lagi kl imunitas sedang tidak bagus?Kl kambuh, dikarenakan bakterinya belum mati seluruhnya didalam tubuh, atau karena infeksi/penularan baru baru?Soalnya dulu SD saya pernah kena tipes parah, ampe ga bisa ngapa2in sampai 1 bulan.
    4.Usus infeksi ditandai dengan leukosit yang lebih dari normal, apakah saya perlu cek darah lagi untuk mengetahui leukosit saya sudah turun?dalam artian kl sudah turun, berarti usus saya sudah ga infeksi,lalu saya bisa makan apa aja donk dok?bener ga?
    5.Salmonella tifosa bisa masuk kedalam tubuh lewat penularan apa aja dok?bener bisa menular lewat air liur?berarti saya ga boleh icip2 makanan punya orang lain dunk…
    6. Parahan mana dok, dari segi gejala klinis S.tiphy or S. paratiphy?soalnya dokternya bilang kl paratipus penyembuhan lebih lama dari DBD….
    7.The last one dok, gimana cara biar ga tipes lagi? kapok makan bubur melulu ^-^
    Thank a lot ya dok, sory nanyanya banyak…

  244. 244 cakmoki Januari 4, 2009 pukul 3:22 am

    @ vita:
    Salam kenal…

    1) infeksi parathypus (S.paratiphy) mirip dengan typhus. Sama-sama disebabkan kuman Salmonella (beda varian spesies), sama-sama infeksi pada usus dan dapat menyebar. Walaupun infeksi pada usus, gak selalu ada keluhan pada perut. Seperti halnya diare, gak selalu disertai sakit perut.

    2) Jawabnya udah tertulis pada judul artikel :) … dan ditegaskan dalam artikel dan diskusi-2 sebelumnya. Silahkan baca lagi ya …

    3) Yang paling sering reinfeksi (infeksi lagi karena tertular melalui makanan or minuman yang tercemar kuman S. typi), sedangkan carrier hanya 1-5%, maksudnya S. typhi tetap berada dalam tubuh, yakni di kandung empedu.

    4) Lekosit tinggi (melebihi 10.000) merupakan salah satu tanda adanya infeksi (tidak selalu), bukan hanya infeksi usus tapi semua infeksi. Tentang makanan, tidak mengacu pada lekosit dan pada kasus typhus, pola makanan lunak udah lama ditinggalkan (silahkan baca lagi quota di artikel)

    5) Prinsip penularan typhus adalah melalui mulut. Apapun yang tercemar oleh kuman S.typhi akan beresiko penularan jika tertelan melalui apapun. Tapi penularan ini bergantung pada jumlah kuman dan daya tahan tubuh seseorang.

    6) Parahan S. typhi. Hanya saja, walaupun lebih ringan, S.paratyphi lebih lama.

    7. Pencegahan terbaik hingga saat ini hanya satu, yakni menjaga kebersihan (tidak jajan sembarangan, cuci tangan setelah ke toilet, dll). Tentang bubur, sekali lagi pada typhus tidak harus makan bubur kecuali kalo emang hoby makan bubur .. :D

    Untuk mengetahui ringkasan typhus, silahkan download file flash swf berjudul: Sekilas Penyakit Typhus di halaman download.

    Trims

  245. 245 vita Januari 4, 2009 pukul 3:26 pm

    Thank for the answer dok…. ^-^

  246. 246 cakmoki Januari 5, 2009 pukul 12:02 am

    @ vita:
    Makasih juga share-nya :)

  247. 247 Santoso Januari 5, 2009 pukul 12:23 am

    Bravo… akhirnya nemuin blog cak dokter yg mulia..
    sy mau berbagi cerita sedikit nih..

    tgl 31 des malam kemaren aku ada demam pake ibuprofen(paracetamol) turun, besoknya malam demam lagi hajar lagi ibuprofen. nah pas tanggal 2 jan malam demamnya ada menggigil wah langsung deh keingat ini gejalaku waktu kena demam typhoid. krn udah biasa mengobati diri sendiri
    (soalnya aku udah gak percaya sama dokter krn 9 dari 10 dokter di indo ini hanya perpanjangan tangan dari farmasi aja, alih2 sembuhin pasien malah kejar target jualan obat. maklum temen2 sy byk yg jadi medrep dan juga manager di farmasi jd tau bobroknya moral dokter kita)

    akhirnya aku pake ciproxin 250mg sehari 2x produksi bayer (krn aku jg gak percaya sm generic produksi lokal, takut dikorup ma pabriknya)
    nah bedanya dulu aku makan bubur mpe seminggu (soalnya waktu kecil dikasih taunya begitu)trus nasi tim baru nasi. akhirnya sembuh setelah 10 hari. kemaren aku menganalisa sendiri dan mencoba tetap makan nasi, ayam tim, telor dan sedikit sayur. hasilnya luar biasa hanya 2 hari sudah sembuh, hari ini fit gak lemas dan ternyata browsing ketemu deh blognya dokter berhati mulia cak Moki. thanks ya dok mau sharing ilmunya disini. sulit cari dokter spt anda. semoga anda selalu sehat dan bahagia..

    @dokter dokter yg lain.. mbok ya mencontoh cak Moki, ingat sumpah profesi anda

  248. 248 cakmoki Januari 5, 2009 pukul 12:52 am

    @ Santoso:
    Terimakasih telah berbagi …makasih juga do,a dan supportnya :)
    Moga sehat selalu.

  249. 249 Tao Januari 6, 2009 pukul 8:56 am

    Lam kenal dok,

    boleh ikutan konsultasi ya dok. please..

    Sebelumnya saya mau cerita sejarahnya dulu. sorry kalo agak panjang :)
    Saat itu di Jakarta, Februari 2007 (umur 25) saya ke dokter dg keluhan demam tinggi, sakit kepala, badan lemas dan terasa ngilu, mulut banyak sariawan, perut kembung & perih, eneg di ulu hati, setiap habis makan muntah dan lidah memutih. setelah dicek fisik & cek lab, divonis typus & gastritis. Akhirnya saya diopname selama 8 hari lanjut istirahat dirumah selama seminggu. setelah istirahat dirumah, saya bisa kembali kerja tapi selama 2 minggu awal badan tetap terasa lemas. mungkin krn waktu itu dokter tetap menganjurkan makan yg lunak2 (nasi lunak & lauk yg mayoritas di rebus.

    Kemudian april 2008 (kebetulan udah pindah ke batam) keluhan yg hampir sama saya alami. Dokter bilang typus & gastritis saya kambuh. Kali ini saya cukup bedrest dirumah & makan obat dari dokter.
    Obat yg diberikan dokter di 2 kejadian tsb relatif sama, antibiotik, parasetamol, obat mual (domperidone), obat maag cair. kedua hasil tes widalnya juga positif.

    minggu lalu kebetulan lagi cuti akhir tahun di jakarta dan kecapean krn banyak jalan2. 2 jan 09 saya mulai merasa gak enak badan (agak ngilu & ngerasa dingin), dimulut banyak sariawan, badan lemas, tapi gak demam. Suhu paling tinggi cuma 36,9 C. Puncak rasa lemasnya disiang sampai sore hari. Selama 3 hari (2-4 jan) saya coba istirahat aja dirumah, tapi gak ada perubahan. 5 januari pagi mulai beres2, siap2 balik ke batam, eh jadinya keluar keringat dingin dan makin lemas. mulai terasa eneg di ulu hati dan muntah kalau minum air hangat. akhirnya saya batalin balik ke batam dan cek ke seorang profesor spesialis penyakit dalam.
    dokter tsb cuma tanya keluhan saya, dan liat mulut saya. Dokter langsung bilang saya typus, dan dikasih obat sbb : farmacrol, galflux, maganol, intermoxyl 1000, colme 250. saya juga diminta cek lab (hematologi, kimia darah, serologi).
    Hasilnya :
    hemoglobin 13,6 g/dl (normal 14-18)
    batang 2 % (normal 3-5)
    hematokrit 39 % (normal 40-54)
    Serologo CRP 0.8 IU/ml (normalnya < 0.8)
    widal salmonella tyhpi H positif (1/160)
    sisanya semua dalam nilai normal.

    Yang mau saya tanyakan :
    1. betulkah diagnosa dokter tsb bahwa saya typus, padahal saya gak demam sama sekali ? (sampai saya tulis ini suhu cuma 35,8 semalam 36,1 C)
    2. Apakah typus bisa dialami tanpa demam ?
    3. saya mutusin gak minum maganol (krn gak demam) maupun galflux (krn dulu saya malah tambah mual tiap minum obat mual tsb). pengaruh thd penyembuhan saya gak dok?
    4. kalau bukan typus, kira2 saya sakit apa dok?

    Terima kasih atas jawaban & sarannya. Semoga dokter terus aktif menyebar kebaikan seperti ini.

  250. 250 cakmoki Januari 6, 2009 pukul 3:09 pm

    @ Tao:
    1) Saya juga meragukannya. Kita akan mengetahui secara pasti setelah ada hasil pemeriksaan tambahan (hematologi, kimia darah, serologi) seperti anjuran Prof.

    2) Bisa, namun jarang. Pada umumnya ditandai dengan demam dan makin jelas pada minggu kedua.
    Disebutkan di salah satu referensi bahwa keluhan demam dialami oleh 39-100% penderita typus, tapi di Indonesia belum ada angka yg pasti.

    3) Kalaupun benar typus, menghentikan maganol dan domperidone gak mempengaruhi penyembuhan, karena hanya obat penunjang, bukan obat utama.

    4) Mohon maaf, saya belum bisa memprediksi sebelum ada hasil pemeriksaan tambahan (hematologi, kimia darah, serologi). Menurut saya sebaiknya melanjutkan pemeriksaan ygdianjurkan Prof untuk memastikan diagnosa.

    Moga segera sembuh.
    Trims

  251. 251 tao Januari 6, 2009 pukul 5:34 pm

    Loh dok, kan tadi saya sudah sertakan hasil labnya :
    hemoglobin 13,6
    batang 2 %
    hematokrit 39 %
    crp 0.8
    widal salmonella typhi h positif 1/160

    apa ini positif typus dok?
    Terima kasih

  252. 252 cakmoki Januari 6, 2009 pukul 8:52 pm

    @ Tao:
    Lho, kirain sudah baca jawaban saya di komen-2 sebelumnya pada halaman ini.
    Tes Widal Positif tidak serta merta positif typus. Test Widal memeriksa titer aglutinin dalam darah yg merupakan reaksi sistem kekebalan tubuh kita terhadap endotoxin dari Salmonella typhi. Dan aglutinin ini bisa bertahan hingga berbulan-biulan hingga bertahun-tahun, walaupun kuman S. typhi udah gak ada lagi dalam tubuh.
    Karena itulah adakalanya seseorang yg sehat menunjukkan test Widal positif (bahkan 1/320) ketika kebetulan ceck-up.
    Di sisi lain, bagi dokter yg berpengalaman dan ahli, typus dapat dideteksi secara klinis berdasarkan pemeriksaan fisik dan keluhan penderita.

    Lagipula, Tes Widal merupakan penunjang diagnosa yang hanya dapat dipercaya jika ada tanda klinis (demam, dll) dan dilakukan pada minggu kedua demam, dan titernya menunjukkan lebih dari 1/200.
    Lab lainnya gak masalah walau ada penyimpangan dari nilai normal seperti hematokrit, diff count batang, dll.

    Silahkan baca lagi diskusi-2 di atasnya serta link terkait typhus.
    Ato silahkan download ringkasan tentang typus di halaman download.
    Jika masih belum jelas, bisa kita diskusikan lagi.
    Perlu juga diingat bahwa kita sebatas diskusi. Dokter pemeriksa lah yang lebih tahu tentang kondisi klinis.
    Trims

  253. 253 cakmoki Januari 6, 2009 pukul 9:25 pm

    @ Tao:
    Tambahan dari temen internist di Surabaya (melalui konsul milis):
    (copy paste)

    1. Apthae (sariawan), bukan bagian dari demam tifoid, tapi tersangkut masalah imunitas, stress dan higiene mulut, kadangkala infeksi jamur atau penyakit lain (ygperlu pemeriksaan lebih lanjut terkait sistem imunitas)

    2. Pemeriksaan Widal slide yang marak di Indonesia false positive nya sangat tinggi, sehingga tidak bisa dipakai dx. demam tifoid, titer H juga bukan marker untuk Salmonella typhi

    3. Yang perlu diperiksakan pada kasus ini a.l.:
    – Jumlah limfosit
    – CD4
    – ANA test, IgE total
    – kalau acc …cek juga anti HIV !
    4. Kalau semua hasilnya normal, kemungkinan dx: Stomatitis apthosa kronis
    5. Obat-obat yg bisa bermanfaat : steroid, pentoksifilin etc……… …konsul ke ahli allergy-immunologi atau rematologi

    6. Perlu juga kita tahu data SGOT/SGPT, BUN, S.creatinin dan gula pasien

    Sambungan jawaban atas pertanyaaan:
    -tifus (typhoid), bisa tanpa demam, bahkan tanpa gejala, namanya typhoid carrier, membuktikannnya harus dengan kultur khusus yg disebut gall culture atas tinja atau sumsum tulang pasien (sulit dilaksanakan)
    -maganol ataupun galflux adalah obat untuk mengurangi keluhan/gejala, tidak akan mempengaruhi perjalanan penyakit bila tidak meminumnya

    (dr. Sdj. Sp.PD)
    Maaf, sy copy paste jawaban beliau an jawaban lain gak ditampilkan karena menyangkut masalah internal (tapi sudah sering sy tulis seputar Lab)
    Trims

  254. 254 tao Januari 7, 2009 pukul 5:54 am

    Thanks atas diskusina ya dok.

  255. 255 cakmoki Januari 7, 2009 pukul 11:59 am

    @ tao:
    sama-sama, thanks juga share-nya.

  256. 256 Tao Januari 8, 2009 pukul 6:33 pm

    dok,
    saya mampir lagi :)

    akhirnya kemarin datang ke dokter yg berbeda, saya ceritain sejarahnya (sampe sang dokter terkantuk2) lalu saya kasih liat hasil labnya. Dan sesuai dengan pendapat cakmoki, sang dokter bilang kemungkinan bukan tipes. Lalu dia periksa fisik saya, dan dia bilang belum tau penyakit apa, tapi berhubungan dengan infeksi virus di pencernaan.

    Dikasih obat baru lagi & diminta stop obat dr dokter sebelumnya. kali ini harus minum ondansetron, parasetamol, ciprofloxacin, ranitidin, dan benzydamine hcl.

    kalau dalam 2 hari masih merasa belum baikan, diminta cek lab : hemoglobin, hematokrit, trombosit, dan lekosit.

    sekarang sedikit tenang krn bukan tipes. moso’ harus sakit yg sama utk ketiga kalinya :)
    tapi juga bingung krn sakitnya belum pasti nih.

    cakmoki punya pandangan lain ttg penyakit saya ?

    matur suwun sanget ya cak..

  257. 257 cakmoki Januari 8, 2009 pukul 11:57 pm

    @ Tao:
    Maaf, sementara ini saya juga belum tahu.
    Kalo ngeliat kilas balik dan keluhan saat ini, fokus perhatian kita masih pada banyak sariawan dan keluhan lambung (eneg ulu hati) serta lemas.
    Untuk menyingkirkan kemungkinan diagnosa lainnya, saya sependapat dengan internist temen saya di atas, yakni pemeriksaan yg lebih spesifik. Sehingga jika hasilnya normal semua, boleh dikatakan bahwa biangnya Apthae yg disertai keluhan lambung.
    Kita tunggu aja perkembangannya. Moga semuanya baik-baik aja dan segera pulih kembali.

    Trims :)

  258. 258 saras Januari 10, 2009 pukul 9:50 pm

    Dokter lam kenal,
    mau tanya:
    1. apa typus=paratiphy? menular atau ga, kalau ya penularannya lwt apa aja?
    2. apa nama virus yg menyebabkan typus?
    3. virus itu bisa dibasmi tuntas apa ga dr tubuh kita?
    4. bisakah disuatu tempat bisa terjangkit typus dalam waktu yg bersamaan? mslhnya di tmpt sy kerja ada 12 org dihari yang sama dgn gejala yang sama dan stlh diperiksa hasilnya jg sama. apa itu wabah atau apa?
    5. virus typus itu bisa hidup di air atau ga?

    terimaksih
    salam hangat
    saras

  259. 259 cakmoki Januari 11, 2009 pukul 1:01 am

    @ saras:
    Lam kenal :)

    Semua pertanyaan tersebut sebenarnya udah terjawab di diskusi-diskusi sebelumnya, nammun akan sy jawab secara singkat aja yaa.

    1) infeksi parathypus (S.paratiphy) mirip dengan typhus. Sama-sama disebabkan kuman Salmonella (beda varian spesies). Penyakit ini menular.
    Prinsip penularan typhus adalah melalui mulut. Apapun yang tercemar oleh kuman S.typhi akan beresiko penularan jika tertelan melalui apapun yang kita makan dan minum.

    2) Maaf, bukan virus tapi oleh kuman (bakteri) Salmonella typhi
    3) Bisa. engan obat dan dosis serta lama pemberian yang tepat sesuai protokol penatalaksanaan typus.

    4) Bisa. Tapi kebenarannya harus dibuktikan dengan pemeriksaan fisk dan Lab penunjang diagnosa.

    5. Kuman Salmonella tphi dapat hidup di air terutama air kotor.

    Trims

  260. 260 nurbiyanto Januari 12, 2009 pukul 12:14 pm

    pak dokter numpang tanya ya.

    kalau tipes yang gejalanya ada panasnya. Jusrtu kalau dah baikan / panasnya hilang. Nggak terlalu lama badan cepat pulih.
    Tapi sekarang kata dokter paratiphus, justru malah lama penyembuhanya, soalnya badan nggak panas. Badan cuma lemas, perut nggak enak. kembung mual dsb. kadang 2 sehat, tiba2 drop. Kalau kondisi masih seperti ini berarti bakterinya belum mati ya dok. dah 3 minggu sakit nya. test widal H 1/160 dan HB 1/80. lainya negatif.
    obat yang diminum lexocal 1 x 1 dan ranitidin 1 x 2 hr. tapi kata dokter dah stop setelah 14 hr pengobatan. dah 5 hari nggak minum obat. tapi gejala diatas masih kerasa. mohon penjelasan.

  261. 261 nurbiyanto Januari 12, 2009 pukul 1:56 pm

    maaf dok nyambung, keterangan diatas. paratiphus lebih lama penyembuhanya, kenapa ya dok. terima kasih.

  262. 262 d4uz Januari 13, 2009 pukul 4:09 pm

    Lam Jumpa lagi dok.. Lama gak mampir neh.. :p

    Alhamdulillah Saya sudah sangat baikan, cuma kadang aja perut kalau makan macem2 rada2 kurang enak gitu..

    Oh iya dok koq file2 pada menu donwload gak bisa didownload lagi tuh.. mohon dicek. Trims..

  263. 263 cakmoki Januari 14, 2009 pukul 8:14 am

    @ nurbiyanto:
    Nilai Lab segitu tidak menunjang diagnosa Paratythus.
    Menilik keluhannya, mungkin gangguan lambung atau sebab lain.
    Saya masih beranggapan dan merekomendasikan pemeriksaan (LFT: SGOT/SGPT, Bilirubin, Alkali Phospatase. Serologi: HBsAg, HBsAb) pada jawaban sebelumnya.

    Tentang paratyphus, yg dimaksud penyembuhan lebih lama adalah dari segi keluhan yang pada umumnya berlangsung lebih lama tapi tidak berat, selebihnya sama aja.
    Hal ini terjadi karena sifat kuman yang sedikit berbeda dengan Salmonella typhii.
    Trims

    @ d4uz:
    Alhamdulillah :) moga gangguan perut akan segera pulih.

    Trims infonya, ntar saya cek ulang

  264. 264 ennyno Januari 14, 2009 pukul 1:54 pm

    slamat siang dok,boleh saya tahu tempat prakteknya? krn saya hrs konsultasi langsung.saya bingung knp gliyeng saya ga sembuh2 tq

  265. 265 cakmoki Januari 14, 2009 pukul 3:03 pm

    @ ennyno:
    lho, saya jauh nun di ndeso …hehehe.
    Nggliyengnya udah dikasih obat apa aja.
    Menurut sy, untukmengatasi nggliyeng dapat menggunakan: Dramamine atau Dramasine atau Perifas,diminum 3×1 dan dapat dihentikan kalo gak nggliyeng.
    Ntar ditunggu laporan perkembangannya *kayak tentara aja* :D
    Trims

  266. 266 ennyno Januari 14, 2009 pukul 9:31 pm

    hehehe…terus terang saya bingung dg kondisi badan saya.keluhan gliyeng tuch dah lama dok.skarang lebih sering.apa pengaruh saya diet dok? saya mau periksa ke dokter tapi ga tahu dokter mana,saya benar2 ingin diperiksa secara seksama,penyebabnya apa dan bagaimana pengobatannya dok.bisakah doker rekomendasikan kepada siapa saya harus konsultasi dan berobat? tq

  267. 267 d4uz Januari 15, 2009 pukul 6:57 pm

    Jumpa Lagi dok.
    Dikit nanya, koq perut bagian atas beberapa hari ini rasa2 kurang enak.. dibilang sakit gak juga, pokoke gak nyaman.. Kira2 solusinya apa neh.??

  268. 268 cakmoki Januari 16, 2009 pukul 4:58 am

    @ ennyno:
    Bisa jadi (salah satunya) karena asupan makanan yang kurang (mungkin karena saking takutnya, hehehe)
    Silahkan ke dr.Sumardi Wijaya S.PD di jalan Imam Bonjol.
    Tq

    @ d4uz:
    Silahkan menggunakan: Famotidine 20 mg atau Ranitidine 150 mg, diminum 2×1 sesudah makan.
    Jika dalam 3-5 hari beum berkurang dimohon ngasih info ya.

  269. 269 yefta david Januari 16, 2009 pukul 6:03 pm

    halo dok.
    Dok saya baru ngecek darah anak saya hasil widalnya positif semua seperti.
    WIDAL TITER
    TY O (+) 1/160
    PA O (+) 1/160
    TY H(+) 1/180
    PA H (+) 1/180

    TERUS:
    HEMOGLOBINE SABIL: 10,7 GRAM%. LEKOSIT 6.300MM3.. LALU ENDAPAN 1 JAM:5MM
    .. BASOFIL:- … EOSINOFIL 2%.. BATANG 6%.. SEGMENT :47%.. LIMFOSIT 41%..
    MONOSIT :5%.. HEMATOKRIT :31%.. THROMBOSIT :l84.000 /MM3

    DARI HASIL INI YG NGECEK DARAH BILANG ANAK SAYA KENA GEJALA TIPES APAKAH BENAR DOK?

    THANK YOU YA DOK SEBELUMNYA

  270. 270 rizz Januari 17, 2009 pukul 11:07 am

    Duh cak,saya seminggu lalu skt tenggorokan,5hari brikutnya pilek&skt kpala.Bsknya demam (37,8’C)& didada sempat timbul warna pink yg merata,tp abis itu ilang.Abis minum nellco special agak sehatan.Tp suhu bdnnya tetap.2jam kemudian menggigil lg.Paha ngilu.Dada & punggung sprti ditekan.Batuk2,bersin,hidung sdikit berair..Lidah trasa pahit&brwarna pucat.Badan&hidung terasa panas,kadang menggigil.Telapak kaki dingin.Tp masih ada tenaga utk jalan.Sakit apa ya cak?Influenza,DBD,campak,tifus/apa ya? Thanks before cak :)

  271. 271 d4uz Januari 17, 2009 pukul 9:42 pm

    Sori baru baca..
    Oh iya, itu obat yang dijual bebas khan dok? Oh iya, satu lagi kalau kelamaan duduk perut bagian bawah terasa agak gimana gitu apalagi kalau abis naek motor agak lamaan.. Tapi BAB maupun BAK lancar tuh dok..

    Thanks b4

  272. 272 cakmoki Januari 17, 2009 pukul 11:33 pm

    @ yefta david:
    Enggaklah … hasil tersebut tidak memenuhi syarat untuk mendiagnosa tipes.
    Widal hanya dapat dipercaya hasilnya pada minggu kedua demam dengan nilai titer minimal 1/200.
    Selebihnya, hasil Lab di atas gak papa.
    (silahkan baca diskusi sebelumnya) :)
    Thanks

    @ rizz:
    Mungkin ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas). Atau kalo emang banyak bertebaran bercak merah disertai keluahn tersebut, bisa jadi Campak. Untuk mencocokkannya silahkan baca artkel sebelumnya tentang Campak
    DBD jelas bukan, waktunya dah lewat. Yang lain juga enggak kayaknya.
    Kalo keluhan tersebut dirasakan hingga sekarang, sebaiknya ke dokter.
    Moga segera sembuh… thanks

    @ d4uz:
    ok … keluhan tersebut sama obatnya dengan di atas.
    Thanks

  273. 273 d4uz Januari 18, 2009 pukul 2:54 pm

    Oke dok, thanks..
    Btw, gak pernah YM dok?? id-nya dunk.. Biar konsulnya lebih mantep.. :P

  274. 274 rizz Januari 18, 2009 pukul 10:14 pm

    Trima kasih bgt dok pnjelasan,saran&doanya.Krn td pagi demam lg,akhirnya saya cek darah.Hasilnya tifus.Dikasi obat Kalmethasone,Thianicol,Gestamag,Demacolin,Panadol,Nellco Special.Tifus memang bisa trjadi demam dipagi saja ya dok?Krn sore,malam saya tdk demam.Tdk diare.Nafsu mkn ada tp lidah putih.Lalu blh tdk dok jika saat tifus bgini saya tetap melakukan aktivitas membaca&menulis ditempat tidur?Krn saya tdk merasa lemas&ada tenaga utk jalan,duduk.Apa itu krn saya ada minum 2x im-boost& 1x becombion ya dok wkt 3hari lalu? Dan blh tdk saya makan cincau hijau? Maaf ya dok bnyk nanya.Trims dok

  275. 275 cakmoki Januari 19, 2009 pukul 9:27 pm

    @ d4uz:
    Saya jarang sign in di YM :)

    @ rizz:
    Tyfus hanya dapat dipercaya jika test widal dilakukan pada minggu kedua Demam, dan hasilnya menunjukkan titer >1/200 atau meningkat 4 kali lipat pada pemeriksaan selanjutnya saat konfirmasi.
    Lidah pada penderita tyfus bukan putih, tapi kotor.
    Maaf, saya masih gak yakin kalo itu Tyfus.
    Imboost dan becombion gak ada hubungannya dengan badan lesu atau lemah.
    Boleh beraktifitas ringan.
    Terlepas itu semua, saya doakan semoga segera sembuh :)
    Thanks

  276. 276 nurbiyanto Januari 20, 2009 pukul 11:48 am

    dok ,saya mampir lagi.
    saya coba berobat ke dokter ahli, kebetulan dokter tersebut sudah sangat berpengalaman dalam sakit pencernakan di kota saya, umur 70 th ( sering ngisi seminar dokter2). Menurut beliau saya sakit dispepsia/ lambung aja. bukan tipes karena setelah diperiksa secara gejala klinis bukan mengarah ke tipes. terus di kasih obat magtran x1 , sambio, proworm,dan tripazim. Seperti dugaan cak moki semula benar.Sekarang dah nggak terlalu kembung lagi, cuma kadang2 ada selintas nyeri di lambung. itu nggak terlalu sering.
    menurut cakmoki itu gas apa tukak/luka yang belum pulih ya.
    trims cak moki, semoga cak moki bisa jadi dokter yang berkualitas.

  277. 277 nurbiyanto Januari 20, 2009 pukul 11:54 am

    maaf obatnya sbb: prolanz,tripazym,synbio,proworm, domete, ada salinan resepnya, tadi salah.

  278. 278 rizz Januari 20, 2009 pukul 4:32 pm

    Oh begitu.Iya saya sendiri jg gak yakin dok.Makasih bnyk dok penjelasa

  279. 279 cakmoki Januari 21, 2009 pukul 12:01 pm

    @ nurbiyanto:
    ya, saya sependapat, dispepsia ato gangguan lambung kebanyakan dipicu oleh faktor kecemasan. (kelelahan fisik maupun psikis)
    Obatnya diterusin aja, dan dapat diulang hingga benar-benar pulih.
    Trims do,a dan supportnya, demikian pula sebaliknya, semoga segera sembuhdan sehat selalu.

    @ rizz:
    Sama-sama

  280. 280 Renu Januari 23, 2009 pukul 7:24 pm

    Dokter yang baik,
    Anak laki saya 11th baru terdiagnosa verda typus setelah demam naik turun ini masuk hari ke 6, td cek WIDAL atas saran dr melalui sms dimana hasilnya WIDAL S typhi O 1/160 dan Widal S par B-H : 1/40 yang lain negatif.
    dan hasil lab yg ada bintangnya : Eosinofil 0, Neutrofil Batang Leukosit 2.3, LED 1jam 32. Monosit 1
    Tambahan keterangan : Trombosit 186, Limfosit 38 pada sediaan apus darah ditemukan beberapa limfosit plasma biru

    Melalui sms dr menyarankan saat ini minum Tipinur 3x1sachet dan proris syrup buat demamnya

    Pertanyaan saya apakah cukup obat tersebut diatas, biasanya saya dengar typus diobati dengan antibiotik.

    Untuk memastikan si anak sudah sehat, apakah cukup dipantau dari
    sudh tidak demam dan tidak lemas, atau perlu cek darah lagi dan
    pastikan semua widalnya negatif (walau tidak akurat).

    Mohon saran dr, lagi bingung nih…

    Salam

  281. 281 Renu Januari 23, 2009 pukul 7:33 pm

    oh ya dr ada pertanyaan tertinggal
    apa yang dimaksud limfosit plasma biru? berbahayakah?

    Thanks

  282. 282 cakmoki Januari 23, 2009 pukul 11:18 pm

    @ Renu:
    Yth, bpk Renu,
    Dari hasil Lab, belum spsifik mengarah ke typhus. Andai pada pemeriksaan fisik dicurigai typhus, perlu antibiotika (tiamfenikol, kloramfenikol, amoksisilin, co-trimoksazol,dll) dan pereda panas.
    Dosis tiamfenikol dan kloramfenikol adalah 50-100 mg per kg per hari terbagi menjdi 3-4 kali pemberian.
    Jika berat badan anak 30 kg maka dosisnya sama dengan dosis dewasa.
    Sedangkan ibuprofen (dalam hal ini proris), dosis minimal 10 mg per kg berat badan per dosis, diberikan 3-4 kali dalam sehari.

    Untuk memastikan anak udah sehat apa belum cukup dengan memantau suhu dan kondisi tubuh (tidak demam dan tidak lemas).
    Jika secara klinis anak sudah nampak sehat, gak perlu periksa Lab, toh test Widal masih bisa tetap positif walaupun anak udah sehat.

    Limfosit Plasma Biru (LPB) adalah salah satu jenis limfosit yang sitoplasmanya berwarna biru, sedangkan limfosit adalah salah satu komponen sel darah putih.
    Limfosit darah biru normalnya emang ada dalam hapusan darah tepi.

    LPB bukan untuk menilai bahaya atau tidaknya penyakit tapi sebagai salah satu pemeriksaan untuk menunjang diagnostik. dalam keadaan normal, jumlah sel limfosit sekitar 20-30% dari komponen sel darah putih. Sedangkan sel Limfosit Plasma Biru lazim digunakan untuk deteksi dini DBD, yakni didapatkan peningkatan LPB lebih 4% pada hari ke 4 demam.
    Itupun dicocokkan dengan trombosit dan hematokrit.
    Pada pemeriksaan Lab di atas, jumlah trombosit mengalami sedikit penurunan tapi gak papa.

    LPB akan bermakna jika meningkat lebih dari 4% disertai jumlah trombosit kurang dari 100.000-150.000 dan peningkatan hematokrit lebih 20%.
    Moga sedikit penjelasan ini membantu menambah informasi teriring do’a semoga ananda segera sembuh.
    Thanks

  283. 283 Renu Januari 24, 2009 pukul 5:56 pm

    Terima kasih banyak dr atas penjelasannya yang bermanfaat.
    Alhamdulillah pun sejak semalam sampai sekarang pun sudah tidak
    demam, mengingat tulisan dr, kalau dibawah 1minggu demamnya mungkin
    bukan typus/verda typus.

    Yang saya lakukan saat ini anak saya kurangi aktifitasnya
    hanya di rumah sampai 4 hari ke depan dengan pemberian vitamin2 dan habiskan tipinur.

    Salam buat dr dan keluarga, yang banyak membantu.

  284. 284 cakmoki Januari 25, 2009 pukul 1:28 am

    @ Renu:
    Sama-sama, terimakasih atas sharingnya

  285. 285 nurbiyanto Januari 28, 2009 pukul 9:49 am

    Pak, saya mampir lagi. jangan bosan ya.
    saya baca di apotik kita.com, disebutkan pengobatan lambung 4 sd 8 minggu, dan diteruskan sampai benar2 sembuh. karena gejala dah hilang belum tentu luka/ sakit di lambungnya sudah sembuh total.
    gitu ya. Menurut cak dokter, prolanz bisa diminum dalam jangka lama. ada efek samping nggak. saya pingin sembuh total, nggak mau kambuh 2 lagi. terima kasih ya. Kalau dekat tak sambangi.

  286. 286 cakmoki Januari 28, 2009 pukul 6:32 pm

    @ nurbiyanto:
    ya, bener.. :)
    Obat tersebut aman digunakan untuk jangka lama. Ditelateni aja, ntar sembuh koq … Trims

  287. 287 alhakim Januari 29, 2009 pukul 9:28 am

    baru tahu kalau tifus nggak harus makan bubur. padahal kalau orang sakit biasanya ingin makan yang enak ;)

  288. 288 cakmoki Januari 29, 2009 pukul 11:36 pm

    @ alhakim:
    iya, orang sakit memerlukan tambahan kalori untuk pemulihan :D

  289. 289 Aldi Februari 5, 2009 pukul 10:06 pm

    dok, maw konsultasi ni. saya dari senin sore 26/01 demam tinggi terus turun naik, selasa periksa, dikasih obat sistenol, antibiotik (sporetik), pumpitor, & tribost. demamnya masih turun naik, bahkan sempat tembus smp 40 dok. hari jumat demam sudah sembuh, terus sabtu 31/01 saya cek lab (tubex) untuk cito salmonella igm dan hasilnya positif 6, kalo di indikator udh diatas 5 (positif, indikasi kuat demam tifoid) dok, saya bingung, padahal saya udah ga pernah demam lagi kok malah tifus positif, trus saat itu juga lgsung ke dokternya lagi, cuma dikasih antibiotik dexaflox selama 1 minggu. kondisi tubuh saya sudah kuat sampai skrg dok, tapi rasa ga nyaman di perut (bukan sakit,mual,atau nyeri) tetap ada sampai sekarang dok (05/02) dan itu ga pernah hilang, cuma kadang berkurang kadang bertambah. kira2 kenapa bisa begitu ya dok? trus ngatasinnya bagaimana?
    info tambahan : makan saya normal (tidak pernah makan bubur), aktivitas dari jam 8 smp jam 5.BAB normal (tekstur dan warnanya), urine bening. ada sejarah maag akut pada maret 2008. tgl 25 des- 2 januari 2009 positif tipus juga tp sudah sembuh.

  290. 290 cakmoki Februari 6, 2009 pukul 12:38 am

    @ Aldi:
    Lab adalah penunjang diagnosa. Hasilnya dicocokkan dengan kondisi klinis. Kalo berdasarkan klinisnya udah sehat dalam tempo segitu dan sekarang kondisinya bagus, kemungkinan bukan tifus. Penyakit-penyakit enteritis atau yang melibatkan pencernakan adakalanya mirip tifus.
    Mengingat pernah maag (gastritis), kemungkinan keluhan sekarang juga gak jauh-jauh dengan gangguan lambung.
    Silahkan minum obat maag, misalnya: kombinasi Asidrat dan Ranitidin, atau yang lain yang paling nyaman.

    oiya, saya ingin meluruskan bahwa akut dan kronis adalah istilah untuk menjelaskan waktu berlangsungnya penyakit, bukan berat ringannya penyakit. Contoh, gastritis akut artinya maag yang waktu mulai dan waktu berlangsungnya dalam hitungan hari hingga minggu sedangkan jika disebut gastritis kronis, maksudnya maag yang berlangsung dalam waktu lama (dalam beberapa minggu hingga bulan).

    Trims

  291. 291 Ardie Februari 6, 2009 pukul 4:18 pm

    dok, mau konsultasi nih.
    saya udah lama banget mengalami rasa seperti panas di badan, sore dan menjelang malam. kepala juga kadang-kadang pusing, di dada terasa seperti ga plong, kayak yang sesak. di perut dan uluati sering terasa kayak kembung, seneb. trs di leher, punggung, dan tulang belikat sering banget terasa pegal.
    kemarin-kemarin begitu tes darah, dokter bilang tipes. terakhir tes darah 17-11-2008 dengan hasil sbb:
    Hemoglobin : 12.0
    Leukosit : 6700
    LED : 23-25
    Hematokrit (PVC): 42

    Band : 6
    Segmen : 64
    Limfosit : 24
    Monosit : 6
    Eritrosit : 4.5
    Trombosit : 210.000

    Bilirubin Total : 0.4
    Bilirubin Direk : 0.2
    SGPT : 20
    SGOT : 32

    Salmonella Typhi H : 1/160
    Salmonella Typhi O : 1/320

    apakah dengan hasil diatas saya positif tipes dok? ataukah mungkin ada penyakit lain? obat apa yang harus saya konsumsi dan kemana baiknya saya harus berobat?

    terima kasih dok sebelum dan sesudahnya.

  292. 292 cakmoki Februari 6, 2009 pukul 8:41 pm

    @ Ardie:
    Menilik kronologi keluhannya, saya gak yakin Tipes. Hasil Lab pada bulan Nop 2008 yg lalu juga gak serta merta menudukung ke arah tipes.
    Mungkin salah satu penyakit yang behubungan dengan sistem pencernaan atas (gastritis dll .. dll)
    Hasil Lab tersebut dapat digunakan sebagai gambaran yg lalu tapi tidak bisa digunakan untuk menilai keluhan yg sekarang.

    Untuk memastikannya, sebaiknya periksa ke dokter (interneis).
    Jika belum sempat ke dokter, sementara dapat menggunakan obat yg bersihat simptomatis (mengurangi keluhan), yakni:
    Antasida (untuk menetralisir keasaman lambung), misalnya: Asidrat, diminum 2×1 sehari dalam keadaan perut kosong, dan Ranitidin 150 mg, diminum 2×1 sesudah makan (berjarak 1-2 jam dengan Asidrat).
    Sementara cukup dengan kedua obat tersebut sambil melihat hasilnya dalam 5 hari.
    Trims

  293. 293 Eviyana Februari 11, 2009 pukul 1:20 pm

    Dok,

    mau konsultasi nih, Terima kasih sebelumnya ya.
    Anak saya Daniel, usia 3.5 tahun.
    Awalnya sakit batuk pilek, saya hanya beri obat batuk ibu dan anak, tapi tidak sembuh, malah agak demam (38) lalu saya bawa ke dokter, tenggorokan agak merah, diberi Ancefa 250, dan obat batuk pilek puyer. Setelah minum obat, batuk tambah sering, sehingga mengganggu tidurnya, 2 hari kemudian saya ke dokter lagi lalu diberi obat batuk keras agar bisa tidur. Batuk berkurang, tapi demamnya malah naik (39-40), 2 hari kemudian saya kedokter lagi, antibiotik di ganti opixim 75. Tapi setelah minum itu pun demamnya enggak turun, hanya turun kalau minum tempra. Akhirnya 2 hari kemudian saya kedokter lagi, diminta cek darah. Hasilnya :

    Leukosit : 9100
    LED : 37
    Trombosit : 261.000
    Net Segmen : 2
    Net Batang : 64
    Hematokrit : 34,0
    Salmonella Typhi O : 1/160
    S. Paratyphi B – O : 1/40

    Ig G : negative
    Ig M : Negative

    Bakteri dalam urine : negative

    Dokter bilang itu typus, jadi diberi Thiamycin Forte (3 x 1 sdt/hari)u/ 4 hari di tambah opixim 80. Selama minum Thiamycin, masih panas tapi hanya pagi hari menjelang siang normal, setelah obat habis masih demam, jadi diresepkan lagi thiamycin forte u/ 4 hari lagi. Setelah itu kok malah demam seharian, hanya turun kalau diberi tempra?. DAri informasi yg saya baca, harusnya ada perubahan dalam 2 hari setelah pemberian antibiotik, lalu masa penyembuhan 4-7 hari.
    Menurut dokter indikasi penyakitnya apa ya?
    Sy tanya dokter anak saya, dia minta di cek lagi darah lengap, LED, widal dan IgG dan IgM.
    Trima kasih banyak Dok.

  294. 294 Eviyana Februari 11, 2009 pukul 1:31 pm

    Dok,

    Ada yang lupa, kalau anak saya pas demam tinggi, dia batuk2 dan biasanya ada slam yang keluar, juga mengeluh sakit di ibu jari kaki sebelah kiri. Kalau lagi batuk2 dia bilang lehernya sakit. Dan setelah meminum thiamycin yang kedua, fecesnya cair, sebelumnya hanya lembut, tapi tidak cair.
    Terima kasih Dok.

  295. 295 Ardie Februari 11, 2009 pukul 4:08 pm

    Maaf dok, tanya lagi…

    saya udah lama banget mengalami rasa seperti panas di badan, sore dan menjelang malam. kepala juga kadang-kadang pusing, di dada terasa seperti ga plong, kayak yang sesak. di perut dan uluati sering terasa kayak kembung, seneb. trs di leher, punggung, dan tulang belikat sering banget terasa pegal.
    Berdasarkan keluhan saya diatas, menurut dokter kira-kira saya menderita sakit apa? dan test apa baiknya yang harus saya lakukan? apakah test darah lagi mungkin? trs apa aja yang harus ditest lewat test darah tersebut? atau mungkin test yang lain?
    terima kasih dok sebelum dan sesudahnya.

  296. 296 cakmoki Februari 11, 2009 pukul 5:05 pm

    @ Eviyana:
    Kalo boleh tahu, tanggal berapa mulai demam dan berapa berat badannya? Ini penting untuk mencocokkan dengan keluhan dan hasil Lab.
    Sebagai contoh, jika emang klinis menunjukkan typhus (berdasarkan pemeriksaan dokter), dosis Thiamycin Forte 3×1 sdk takar untuk anak dengan Berat Badan kurang dari 15 kg, seandainya lebih 15 kg, dosis tersebut masih kurang dari batas minimal.
    Sedangkan dosis parasetamol (tempra) 10-20 mg per Kg BB, diberikan 4-5 kali dalam sehari.

    Dari hasil Lab sebenernya gak ada yang spesifik. Kalaupun Widal postif, angkanya masih belum memenuhi batas minimal typhus.
    Justru kalo mengacu pada keluhan, kemungkinan lain (secara umum) adalh infeksi pernafasan. Lebih spesifiknya dapat dilihat dari pemeriksaan pernafasan. Jika batuknya keras (krok-krok), kemungkinan Bronkopnemonia atau Pnemonia
    Tapi ntar bisa lihat perkembangannya.

    Sementara itu dulu diskusi kita sambil nunggu info lamanya demam dan berat badan.
    Trims

    @ Ardie:
    Berdasarkan keluhan yang berkepanjangan seperti di atas, menurut saya perlu test darah lagi terutama:
    a) SGOT-SGPT
    b) HBsSg – HBsAb
    c) Tubex TF atau kalo gak ada cukup dengan Widal (Salmonella typhi)
    d) Bilirubin Total – Bilirubin Direk
    e) DDR
    Ntar kita diskusikan lagi hasil pemeriksaan Lab yang baru.
    Trims

  297. 297 d4uz Februari 11, 2009 pukul 6:48 pm

    Malem dok, ngadu lagi neh.. He.h.e..he..

    2 hari ini perut terasa kurang enak nih, trus kepala rasanya Oleng2 gitu.. rada pening2 juga.. Demam seh gak ada, tapi perut rada2 hangat.. buang air lancar.. Kira2 knapa yah dok?? Kira2 ada sarat gak nih?? Obat apa atau apa pantangan yang gak boleh dimakan??

    Trima kasih banyak sebelumnya..

  298. 298 Eviyana Februari 11, 2009 pukul 9:10 pm

    Dok,

    Thanks untuk responnya.
    Berat anak saya 15 kg. Demam tingginya 39-40 mulai tanggal 3 Feb lalu tgl 4 ganti antibiotik dari Ancefa 250 ke Opixim 75, tapi tidak turun sehingga tgl 6 cek darah, dokter lalu beri +an thiamycin forte u/ 4 hari, tapi itupun saat bangun pagi sampai sktr jam 11 panas tinggi lalu turun normal, besoknya berulang. Obat habis tgl 10 pg, thiamycin forte diulang, tapi justru setelah itu panasnya enggak turun2 kalo enggak diberi tempra. Justru hari ini anak saya mengeluh lehernya sakit, padahal waktu cek tgl 10, tenggorokan normal (tidak merah).
    Terima kasih Dok.

  299. 299 cakmoki Februari 12, 2009 pukul 3:09 am

    @ d4uz:
    mungkin gangguan lambung dan vertigo.
    Silahkan menggunakan: anitidine 150 mg 2×1 dan untuk kepala oleng dapat menggunakan dramasine atau dramamine atau mertigo, diminum 3×1.
    Moga segera membaik… Trims

    @ Eviyana:
    wah udah lama ya …
    Ok, silahkan kembali menggunakan:
    Antibiotika: Ancefa Forte 3×1 sendok takar (atau boleh juga Tiamycin Forte 4×1 sendok takar.
    Pereda panas (sekaligus meredakan nyeri tenggorokan): lanjutkan Tempra 160 mg, 4-5 kali sehari (ini dosis minimal).
    Adapun batuknya sementara cukup dengan ambroxol syrup (merk apapun) 3×1 sendok takar.
    Selanjutnya kita tunggu 3-4 hari, nar kita evaluasi lagi .. moga segera sembuh.
    Trims

  300. 300 junuz Februari 15, 2009 pukul 3:30 pm

    sore dok,.
    Saya sangat kagum atas saran2 yg dokter berikan diatas.
    Saya punya keluhan dok,.
    Sblmx,saya tu anak kosan yg lg kuliah di jember dan asal saya dr medan,makanya swaktu sakit,orgtua lgsg kawatir.

    Lgsg aja dok,hasil cek darah setelah 4hari demam,+1/80,.
    Skrg hari ke 9,saya sudah mulai enakan stlh konsumsi nessiol n biothicol,tapi masi agak demam n badan agak lemas.
    Apakah saya sudah bs kuliah mulai bsk?

    Biasanya,butuh waktu istirahat brp lama utk recovery dari typus ni dok?
    Trus,pantangan makanan apa aja yg tidak blh?
    Apa aja yg seharusnya dimakan?
    Saya 19thn,tinggi 176cm,88kg,apa ada pengaruh dgn penyakit saya dok?

    Apakah indikasi tipus,radang tenggorokan,dan gangguan lambung sama?
    Klo tidak,apa saja bedanya?
    Mohon dijelaskan secara rinci..

    Dan mohon doanya supaya bisa dgn cepat menamatkan kuliah S1 Hubungan Internasional yang penuh tantangan ini.
    Semoga dokter n kluarga semakin diberkati atas jasa baiknya kepada semua orang.

  301. 301 cakmoki Februari 15, 2009 pukul 10:10 pm

    @ junuz:
    Hasil lab tidak menunjukkan bahwa Typus, kecuali kalo pemeriksaan pada minggu kedua demam hasilnya lebih dari 1/200.
    kalaupun berdasarkan pemeriksaan fisik dan tanda klinis oleh dokter di sana bener Typus, maka makanannya justru yang huenak-huenak(bergizi tinggi untuk mempercepat pemulihan).
    Yg perlu dihindari (sementara) hanya sayuran berserat tinggi, misalnya pakis, sawi, tapi inipun masih kontroversi. Demikian pula makanan yg bersifat merangsang sebaiknya sementara dihindari, misalnya tape, dan sejenisnya.

    Pemulihan (sekali lagi jika bener Typus) memerlukan waktu sekitar 2 minggu pasca demam.
    Pada dasarnya, jika kondisi tubuh udah pulih maka dapat kuliah lagi.

    Gak ada hubungan antara TB, BB dan penyakit tersebut.
    Typus, radang tenggorokan dan gangguan lambung pasti beda, … maaf tidak bisa saya rinci di halaman ini karena kepanjangan, mungkin lain kali saya posting secara terpisah.

    Moga segera sembuh. Terimakasih

  302. 302 Yudi Pasaribu Februari 16, 2009 pukul 12:21 am

    Selamat Pagi Dok,

    Kebenaran adik saya sekarang ini sedang terserang gejala tifus(Info dari perawat disini). Kalo gak salah waktu saya melihat hasil cek darahnya hasilnya 1/320. Padahal adik saya baru demam sekitar 12 jam sebelum pemeriksaan darah tersebut.

    Pertanyaan saya dok,
    1. Apakah Adik saya masih tergolong Gejala Tifus (bukan sudah Tifus)

    2. Ada saran gak dok dengan banyaknya info penggunaan obat tradisional Cina yang banyak terbukti membantu dalam penyembuhan tifus (seperti cacing, dll)

    3. Untuk masalah Buah, ada saran buah apa yang baik untuk dikonsumsi adik saya dengan kondisi seperti ini.

    Terima Kasih Atas Jawabannya dok..

    ***Nulis Commentnya dari kamar rawat inap rumah sakit dok.. abis saya belum bisa ketemu sama dokter adik saya, cari dokter online aja deh jadinya.. hehehehehe.. GOD JOB Dok.. Semoga jejak dokter diikuti oleh dokter-dokter lain guna untuk menyehatkan Indonesia.

    Regards,
    Yudi Pasaribu

  303. 303 cakmoki Februari 16, 2009 pukul 4:36 am

    @ Yudi Pasaribu:
    Met pagi,
    Seperti jawaban saya pada diskusi sebelumnya, sesuai dengan panduan yg baku bahwa typhus hanya dapat dipercaya jika pada pemeriksaan fisik menunjukkan tanda typhus dan ditunjang lab (salah satunya Widal) pada demam minggu kedua. Atau menggunakan Tubex TF pada hari keenam demam.
    Demam pada hari pertama atau kedua sungguh tidak bijak memeriksa Widal, toh kenyataannya Widal dapat menunjukkan hasil postif tinggi [ada orang sehat sekalipun karena yang diperiksa adalah aglutinin, bukan kuman.
    Karena itu, keluhan demam tersebut bisa karena banyak kemungkinan yang nanti akan diketahui melalui follow up seksama.

    Jawaban saya saat ini:
    1) Belum bisa ditentukan typhus atau bukan. Sy lebih cenderung bukan typhus sampai terbukti masih demam hingga minggu kedua dan Lab ulangan menunjukkan peningkatan titer Widal.
    Maaf, saya bukan penganut “gejala”, … yang ada typhus atau bukan :)

    2) Tanpa mengurangi rasa hormat kepada yang percaya cacing, saya tidak percaya. Kalo mau fair, pemakai cacing untuk obat mestinya gak perlu menggunakan obat dari dokter sehingga kita tahu apakah bener nyembuhkan apa enggak…berani gitu? hehehe

    3) Kalaupun typhus, semua buah boleh kecuali yang terlalu merangsang pencernaan dan berserat tinggi, misalnya nanas, dondong dan sejenisnya. Apel lunak, pisang, kates, dll…boleh!

    Met bersantai di ruang rawat inap teriring do’a semoga adinda segera sembuh.
    Trims

  304. 304 Yudi Pasaribu Februari 16, 2009 pukul 9:08 am

    Terimakasih Banyak atas penjelasanya dok.
    Terlebih terimakasih atas doanya. AMIN.

    Sukses selalu Dok..

  305. 305 nurbiyanto Februari 16, 2009 pukul 10:13 am

    met pagi dokter,

    gini dok, kawan saya dalam 3 thun sakit tipes sampai 10 kali di rawat di RS. Gejalanya sakit perut mual dsb juga demam. Setiap pas sakit ama Rs test widal 1/320 bahkan lebih. Kebetulan ngobrol ama saya, karena sering mampir di disini. Jadi dikasih sedikit cerita mengenai tipes dan gajalanya. Saya saranin untuk periksa di RS yang lebih bagus.
    Benar , kata dokter di RS tersebut. bahwa bukan tipes. Walaupun widal tinggi. karena di Indonesia endemik tipes, kita kalau lesu dikit aja ,test widal pasti ada(positif). Ternyata di empedunya ada batu nya. Terus batu diambil dengan operasi. Kemarin orang nya main ke rumah, katanya perut dah plong dan sehat .
    Saya tanya dok, kok bisa gitu ya. Gejala seperti tipes, tapi sakitnya batu empedu. Susah juga ya jadi dokter. hehe.
    trims.

  306. 306 cakmoki Februari 16, 2009 pukul 2:18 pm

    @ Yudi Pasaribu:
    Sama-sama, trims :)

    @ nurbiyanto:
    iya… kadang diagnosa batu empedu terlewatkan. Tapi kalo tanda-tanda gangguan lambung berulang disertai lesu, lemah, nafsu makan menurun dan udah diobati 1-2 bulan gak sembuh, sebaiknya cek empedu (USG atau lainnya). Kebanyakan batu empedu tidak memberikan tanda-tanda yang khas, kecuali yg udah berat.
    Tapi saat ini udah canggih, kalo batu empedu masih kecil dapat diambil dengan endoskopi tanpa operasi, tapi kalo banyak dan besar, mau gak mau operasi.
    Sebenernya jadi dokter gak susah, kadang dokter bisa kurang cermat, bisa salah, termasuk saya, …yang susah kalo fasilitas gak lengkap dan ada gangguan pihak ketiga …hahahaha.
    Trims

  307. 307 Ryu Februari 18, 2009 pukul 2:06 am

    Bapak dokter, kakak saya lagi sakit panas, udah sering masuk rumah sakit, perutnya sakit, terus…kata dokter itu kakak saya gejala tipes. perutnya pernah dimasuki camera jadi bisa diliat di tv, banyak gelembung-gelembung. apa karena kakak saya kalau makan bakso, lebih banyak saos ama cabenya daripada kuah baksonya ya dok? kasian deh kakak saya. Bapak dokter… liat blog iyu, ya?

  308. 308 cakmoki Februari 18, 2009 pukul 3:10 am

    @ Ryu:
    Gejala tipes? …hehehe. Udah sering masuk RS koq masih gejala, mestinya dapat diketahui types atau bukan, gak pake gejala :)

    Gelembung pada perut adalah gas. Dalam keadaan normal, perut kita mengandung gas. Jika gas dlm perut berlebihan maka akan menimbulkan keluhan-2 di perut, misalnya: kembung, rasa penuh di perut, nyesak di ulu hati, dada terasa panas, mual, dll.
    Nah, peningkatan gas dalam perut ini disebabkan oleh banyak faktor yang dapat kita ketahui melalui pemeriksaan. Diantaranya, karena peningkatan produksi asam lambung yang dipicu oleh berbagai faktor (cemas, makan tidak teratur, atau bisa juga karena penyakit yg berhubungan dengan pencernaan). Cabe tidak terbukti mengakibatkan gangguan berkepanjangan, apalagi sampe masuk RS berkali-kali.

    Trims… ok, ntar saya liat blog-nya :)

  309. 309 Ardie Februari 19, 2009 pukul 8:28 am

    Maaf dok, ini hasil periksa darah saya kemarin. dan saya tidak minta apa yang dokter bilang harus diperiksa kemarin, karena saya periksanya juga lewat askes, dan kesannya ga etis gitu kalo minta ke dokter ingin diperiksa ini itu, mengkin sedikit menggurui. saya hanya minta periksa darah, dan inilah hasilnya:

    Hemoglobin : 13.1
    Leukosit : 6.100
    LED : 20-38
    Hematokrit (PVC) : 41
    Band : 1
    Segmen : 66
    Limfosit : 32
    Monosit : 1
    Eritrosit : 4.8
    Trombosit : 220.000
    Salmonella Typhi H : 1/160
    Salmonella Typhi O : 1/80

    menurut dokter, bagaimana dengan hasil diatas? apakah ada penyakit atau gangguan apa mungkin? trs obat apa yang kira-kira harus saya konsumsi?
    terimakasih dok sebelum dan sesudahnya.

  310. 310 ibunya ALi Februari 19, 2009 pukul 10:58 am

    pagi dok…,
    anak saya 4tahun sudah panas 5 hari, terutama pada malam hari, kadang mencapai 39,7C ,muntah beberapa kali, batuk dan mengeluh perut sakit tapi nafsu makan tidak bermasalah,

    pada hari ke 3 saya ke dokter anak saya, dinyatakan anak saya hanya kena virus, dan hanya disarankan untuk minum obat penurun panas dan istirahat, menurut dokter anak saya..batuknya hanya post viral cough, dan bila sudah panas lebih dari 6 hari baru kembali dan melakukan pemeriksaan lanjutan (disekolah anak saya sedang banyak yang terkena campak dan flu berat).

    Pada hari ke empat dikarenakan kekhawatiran keluarga anak saya terkena DB (meski dokter anak saya yakin anak saya tidak DB karena masih sangat lincah) saya tetap memeriksakan darah ke RS.., hasilnya
    HB 12 – Low
    WBC 4.6
    Segmented 39.7
    Lymphocytes 52.8 – High
    Monocytes 7.05
    Eosinophiles 0.05
    Basophiles 0.417
    RBC 4.56 – Low
    Hct 34.7 – Low
    Platelets 225

    Dan konsul ke dokter anak di rumah sakit tersebut, pada saat diperiksa anak saya mulai panas lagi, dan disarankan diperiksa pula untuk Typhus.. hasilnya

    Salmonela Typhi Positive
    widal:
    Sal. Typhi O 1/160
    Sal. Parathyphi AO 1/80
    Sal. Parathyphi AH 1/80
    Sal. Parathyphi BH 1/80
    sisanya negative

    Dokter memberikan thyamicine 4x sehari untuk 6 hari, racikan untuk batuk, (Nifural, Vometa, Polycine diminum bila perlu)

    Dia di diagnosa kena Typus tapi tidak disuruh dirawat. Saya cukup shock.

    Malam ini anak saya sudah tidak demam (ini hari ke 5), tapi masih mengeluh perutnya agak sakit. Nafsu makan agak kurang, muntah besar sudah tidak, tapi muntah dikarenan batuk masih beberapa kali, yang dikeluarkan hanya seperti ludah dan dahak.

    Saya termasuk yang menjaga makan anak saya, tidak jajan atau makan minum sembarangan.
    Pertanyaan saya:
    Bagaimana dia bisa terjangkit salmonela? Apakah telur ayam yang kulit luarnya ada kotorannya (meski sudah saya cuci) dapat mengakibatkan terjangkitnya salmonela, (telur tersebut saya masak sampai matang).

    Apakah anak saya positive Typhus meski demam belum 6 hari?

    Anak saya sulit sekali disuruh bedrest karena tetap sangat lincah, apa perlu dimasukan ke rumah sakit)

    Mohon tanggapannya dok..
    Terima kasih.

  311. 311 cakmoki Februari 19, 2009 pukul 12:11 pm

    @ Ardie:
    Hasil Lab gak papa tuh… walaupun Widal positif bukan berarti typpus. Saya masih berpendapat sama seperti sebelumnya, kecuali kalo ada hasil ab lain sesuai yang saya srankan.
    sebenernya gak papa minta jenis pemeriksaan ke dokter karena tujuan ke dokter bukan hanya menunggu titah dokter tapi harus terjalin komunikasi aktif untuk menemukan diagnosa yang tepat.
    kalaupun dokter tidak merasa perlu memeriksa seperti yg diminta, tentu beliau akan menjelaskan alasan dan kegunaan masing-masing jenis pemeriksaan.
    So, obatnya sama seperti ug saya sebutkan sebelumnya.
    Trims

    @ ibunya ALi:
    Pagi Bu,
    Berdasarkan kronologi demam dan keluhan serta hasil Lab, hingga saat ini menurut saya bukan typus, karena test Widal hanya dapat dipercaya jika pemeriksaan dilakukan pada minggu kedua demam dengan titer lebih dari 1/200 dan disertai tanda-tanda klinis diantaranya: demam, lesu, kondisi tubuh menurun dll.
    Mungkin ketularan temen sekolahnya, flu berat (infeksi pernafasan) yg kadang disertai dengan batuk berkepanjangan.
    Silahkan melanjutkan obat dari dokter.
    Moga ananda segera sembuh.
    Trims

  312. 312 Arana Februari 23, 2009 pukul 9:05 am

    Assalamualaikum Cak Moki,
    Alhamdulillah, saya nemu blog ini, kebetulan lagi bingung2 masalah tipes dan gejala yang saya rasakan semingguan ini..

    saya, istri 26 thn. sejak hari sabtu (14feb) malam, saya merasa demam dan kedinginan. saya pikir hanya karena perubahan cuaca bandung yang hujan seharian. ternyata, beberapa hari berturut2 saya selalu merasa demam setiap malam hari. rata2 37.7 derajat C, tapi adakalanya panas sampai 38.5. sampai empat malam seperti itu, saya masih belum konsul ke dokter, karena saya masih kuat dan tidak mengurangi aktivitas saya di siang hari. Yang mengganggu hanya BAB saya yang lancar seperti kran air, berbuih, berwarna kuning berbercak keputihan. frekuensinya sekitar 6-7 kali sehari, tapi masih bisa ditahan (bukan tidak terkendali).

    kemudian, hari kelima (19feb) pagi, demam saya masih ada. siang, sore demam terus, walaupun saya sudah minum sanmol. rasanya badan menggigil, mual+muntah, kepala berat dan badan linu, tapi telapak tangan dan telapak kaki terasa panas, serasa pingin terus2an dibasuh air. malamnya, saya konsul ke dokter, langsung ditest darah. semua hasilnya normal, bukan DB, bukan tipes(berdasarkan widal ya), dan bukan hamil. NAMUN, karena saya mengeluh mual dan diare, maka dokter bilang saya suspect tipes. obatnya ada antibiotik, antimual, obat maag, vitamin dan sumagesic (katanya untuk nurunkan panas, karena sanmol udah gak mempan). Obat yang saya minum hanya vometa(antimual) dan sumagesic saja. antibiotik dan yang lain tidak saya minum.

    setelah itu, sampai sabtu (21 feb) panas masih naik turun 37-38.9 derajat. saya tambah minum kapsul cacing, turun sebentar, keringat banyak. abis itu naik lagi. begitu seterusnya. selain itu, keluhannya nambah jadi pilek dan batuk berdahak yang susah dikeluarkan. karena saya punya bawaan asma, asmanya juga ikutan kambuh.

    semalam badan saya panas, mual trus pas dimuntahin yang keluar dahak saja, diare masih, sesak nafas, batuk grok-grok, pilek, keringat berlebihan di kepala dan punggung membuat saya tidak dapat tidur. saya minum bricasma hingga 3 kali setengah tablet untuk membuat serangan asma saya reda (padahal biasanya, saya minum hanya 1/2 tablet sudah reda), tapi napas masih sesak dan ngik-ngik. akhirnya saya tertidur sendiri karena kelelahan.

    oh ya, selama ini walaupun saya sakit, napsu makan saya sangat normal dan menggembirakan. TAPI untuk sakit kali ini saya benar2 keilangan napsu makan. rasanya mual dan enek, semua makanan yang saya bayangin enak2 pas udah dimakan sedikit terus emoh.

    pagi ini, suhu saya 36.8 derajat (terrendah selama sakit ini), saya mau ke dokter lagi, cuma sempetin connect inet dulu, siapa tahu dapat jawaban.. tolong saya ya cak! makasih banyak, semoga cak moki selalu dirahmati Allah, diberi rejeki yang banyak dan berlimpah.. pareeng :)

    wassalam, Arana-Bandung

  313. 313 cakmoki Februari 24, 2009 pukul 2:49 am

    @ Arana:
    wa’alaikum salam, wr, wb,
    Maaf, terlambat menjawab …seharian listrik padam.

    Sebaiknya antibiotik diminum sampe habis, terlebih dengan demam yg cukup lama disertai diare berbusa. Keluhan tersebut biasanya karena Enteritis yang kebanyakan disebabkan amoeba atau shigella.
    Adapun sumagesik isinya sama dengan sanmol, hanya beda dosis (sanmol: 500 mg dan sumagesik: 600 mg). Bukannya gak mempan tapi karena belum diberi antibiotika.
    Adapun bricasma kadang diperlukan lebih lama dari biasanya kalo kondisi menurun (oleh demam dan diare). Ga papa minum bricasma hingga gak ngik-ngik lagi.

    Moga segera sembuh … Trims :)
    Wass

  314. 314 nyno Februari 26, 2009 pukul 5:14 pm

    slamat sore dok maaf ya baru skarang saya main ke rumah dokter,krn dulu lama ga dibalas2.sampe saya kelupaan.sampai sekarang saya msh gliyeng dok,kemaren priksa kolesterol naik semua tapi masih normal kecuali trigeserida 266.asam urat 9.8.padahal saya diet ketat lho dok.pagi dan malam minum nutrisi siang baru mkn bebas.airpth 2-3ltr sehari.memang berat saya 100kg saya coba utk diet ga bisa trn2 padahal sdh 4th saya coba diet dg nutrisi tinggi.selama rutin konsumsi nutrisi ini kesehatan saya bagus cek darah smua normal.tp krn saya putus asa ga trn2 saya stop minum,hslnya 1th ini byk keluhan,dan kolesterol akhirnya naik.usia saya sdh 40th dok,terus terang saya takut dg kondisi ini.olah raga saya cuma jln kaki pagi,bahkan sengaja saya tdk punya pembantu biar saya slalu bergerak utk bekerja.obat dr dokter juga pernah saya minum dr dr sumardi yaitu xenical tapi ya ga mempan.bingung dok,mau sedot lemak takut,akupuntur jg udah.yang belum ya ke salon di jkt yg iklannya dimajalah2.dok tolong beri petunjuk ya tq

  315. 315 cen Februari 27, 2009 pukul 12:38 pm

    pagi dokter, saya mo numpang tanya juga nih.
    – sejak awal januari (kira2 soalnya saya ga gt ingat) saya merasa kondisi fisik saya menurun. gampang capek, pusing, sering meriang, demam (klo malam) pegal2

    (kayak abis fitnes), gampang diare klo makan yg trlalu pedas(biasanya gpp), perut kembung dan sering berbunyi (malu2in nih..)
    klo kena angin yg agak dingin aja, lsg menggigil.
    tapi saya ga trlalu byk istirahat, dibawa biasa aja, saya pkir mungkin saya agak capek krn sering lmbur ampe hampir pagi
    eh kok lama2 demamnya jadi lbih sering datang, ga cm malam doank, ampe saya tuh jd lemass, dan anehnya saya mkan masi nafsu tp berat badan saya ga bisa

    naik2.
    dlu emg pernah diblg gejala types, tp cm istrahat bbrp hari, sjak itu berat saya konstan, ga turun n ga bs naek jg..

    – akhirnya saya putusin buat k dkter, nah disuru cek darah.

    – tapi stelah hasil cek kluar, baru 2 mgu kmudian saya dtg konsultasi ama dkter (tengah feb)
    padahal badan saya jg masi sering gejala di atas ditambah pusing2 yg lbih sering muncul n dmam, batuk2 dan skit tenggorokan
    saya makan obat biasa buat batuk n skit tenggorokannya bisa ilang
    trnyata dari hasil ceknya, ada terinfeksi bakteri salmonela typhi, positif 4
    dikasi obat ama dkter : dexaflox, omefrazole, vomitas, n suplemen forneuro
    saya diminta istirahat 5hr ama dkternya.

    – selama makan obat emg perut saya ga berbunyi2 lg,
    tapi demam masih ada klo sore ampe malam, lemas, pusing n skit kpala, batuk di malam dan pagi hari
    ditambah mual dan perut saya terasa sakit kadang2 tanpa sebab yg jelas
    saya dikasih makan bubur doank sm kluarga d rmah.

    – (23/2)izin istirahat dokter udah abis, jd saya kontrol k dkter umum (skalian minta surat izin sakit)
    ktnya klo diliat dari gejala n lidah saya, kmungkinan typus
    trus dikasih obat flutamol, myloxan, thyampenicol
    tapi saya blom mkan obatnya..

    – obat udah abis, gejala penyakit sya masih sama seperti selama makan obat
    (26/2) saya k dkter pnyakit dalam laen (mengikuti saran kakak saya), disarankan untk cek darah (takut dbd or malaria) n rontgen (tkut bronchitis)
    dkter memberi rujukan cek DDR n foto thorax
    sementara dikasi obat tp saya ga ambil krn saya pkir toh dkter aja lom tau saya skit apa, jd obat yg skrg ini buat apa,mnding nunggu hasil aja skalian
    krn mo pake asuransi, saya mesti konsultasi dlu sama dkter d RS tmpat sy mo ngecek drh n rontgen
    (kbtulan yg lg praktek jam itu adalah dkter jaga di UGD)
    ya udah saya skalian minta rujukan buat ngecek typus saya aja
    hasil cek mnunjukkan malaria n dbd negatif, tapi cek widal O = 1/160, yg laen negatif juga
    cek darah umum lainnya, leukositnya dan monosit rendah, hematokrit tinggi, yg laennya normal
    saya dikasi obat laen : MOTILIUM, CLORACEF N PUMITOR
    ditambah dengan myloxan dan flutamol dari dokter umum sblumnya.
    thyamphenicol disarankan untk tidak diminum krn obat ini udah generasi lama yang bakalan lama sembuhnya, jd diganti obat generasi baru (kt dkter UGD)
    saya disarankan bed rest ampe tanggal 3, obat dihabiskan dan akan dilakukan cek darah lagi

    – yang ingin saya tanyakan:
    * apa benar saya emg kena typus dari kronologi di atas?
    * apakah obat yang diberikan dkter UGD trsbut udah tepat?(mengingat hrga obatnya mahal bgt dok -_-!!)
    dexaflox jg mahal bgt tp ga smbuh nih..
    obat apa yg seharusnya saya konsumsi, apa smuanya aja?
    * seharusnya berapa lama saya sembuh?
    * berapa lama seharusnya saya harus istirahat?( klo saya kerja, kmgkinan besar akan lembur sperti biasa)
    * jika hasil cek darah udah mnunjukkan negatif typus, recoverynya berapa lama?
    * boleh ga saya makan martabak manis, bakpao + smbal kacang yg ga pedas, bakso?
    ( saya udah lama sakit sampe2 saya mnyadari sndiri makanan apa yg bkal bkin saya diare, bahkan sblum tahu typus, saya mkan rujak, nasgor, mie goreng-> lsg diare apa krn pedas ya)

  316. 316 cen Februari 27, 2009 pukul 12:41 pm

    oh iya, apa perlu saya melakukan cek darah lagi stelah obatnya habis? sebaiknya k dkter umum ato spd yg mnyarankan saya untk mlakukan pngecekan darah trsebut
    – hasil rontgennya baik dok, tdk ada ktdaknormalan.
    makasihnya ketinggalan dok..
    smoga dokter berbahagia atas kbaikan yg telah dokter lakukan ^^
    smoga kbaikan dkter akan berbuah diwaktu yang tepat ^^

    cen

  317. 317 cen Februari 27, 2009 pukul 12:54 pm

    aduh maaf dok, tmbhn info, sjk mkn obt smp skrg ini berat bdan sya mkin turun mpe 2kg..skrg tgl 45kg
    bner2 kayk org skit parah gt
    gawat dok, pdhl sy mknny nfsu2 aj kok, mkn bbrp kali shari..

    sori klupaan mlulu..

  318. 318 cakmoki Februari 27, 2009 pukul 4:30 pm

    @ nyno:
    Maaf kalo ada pertanyaan yang kelewatan…boleh mengingatkan saya koq :)
    Salah satu pencetus “nggliyeng” adalah berat badan berlebih. Karenanya, mau gak mau tetap berusaha untuk menurunkannya.
    Sejauh ini, langkah terbaik adalah dengan: (a) mengurangi asupan makanan terutama yang mengandung karbohidrat (nasi, roti, makanan dari tepung, makanan dan minuman manis, dan sejenisnya) dan (b) olah raga yang bersifat aerobik.
    Jalan kaki dikatakan aerobik jika menempuh jarak minimal 4-6 km per hari dengan waktu sekitar 15 menit. Sedangkan pekerjaan rumah, betapapun beratnya, bukan termasuk olah raga aerobik.

    Penurunan berat badan tentu tidak bisa dalam tempo singkat, setidaknya perlu waktu minimal 6 bulan bahkan hingga 2 tahun, lantas dipertahan kan agar tidak naik lagi. jangan putus asa deh, tetap semangat :)

    Xenical dapat digunakan dalam jangka panjang untuk membantu mengurangi lemak.
    Tentang iklan, mohon maaf saya gak bisa ngasih pendapat.

    Met mencoba lagi, moga berhasil
    Trims

    @ cen:
    Bagus nih, kronologis dan informasinya lengkap banget.
    Karena intu kita langsung diskusi aja ya..

    1) Menilik keluhan dan hasil Tubex TF positif 4 (pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan thypus terkini dan dikatakan thypus jika pemeriksaan fisik mendukung ke arah thypus dan pemeriksaan Tubex TF dilakukan paling cepat pada hari ke 6 demam dengan hasil positif 4-10). Kalo widal sih gak memenuhi syarat untuk diagnosa thypus.
    Sedangkan DBD pasti enggaklah, wong masa DBD hanya 2-7 hari…hehehe. Lha ini sakitnya dah lama.
    Menurut saya, ada baiknya cek fungsi hati sebagai konfirmasi sekaligus menyingkirkan diagnosa lain, sekaligus untuk follow up kondisi tubuh secara umum. (kayaknya belum disebutin hasilnya).

    2) Ketiga dokter di atas sama-sama memberikan obat untuk thypus.
    Hingga saat ini, tiamfenikol masih merupakan obat pilhan utama untuk thypus di Indonesia. Toh semahal apapun obatnya, tetep lama penyembuhannya.

    Karena itu, silahkan pilih salah satu dari Tiamfenikol dan cyprofloxacin. Andai pake Tiamfenikol (merk apapun), dosisnya: 4×500 mg.
    Sedangkan yang lain, cukup dengan yang udah pernah diminum, misalnya penurun panas sekaligus untuk batuk pilek, menggunakan Flutamol 3-4×1, untuk menredakan mual menggunakan domperidone 10 mg yang murah aja (motilium isinya juga domperidone tapi muahal).
    Myloxan dapat dilanjutkan 4×1 sebelum makan (ato dalam keadaan perut kosong), kalo bisa dikunyah.
    Dan perlu tambahan untuk mengurangi peningkatan produksi asam lambung dengan (misalnya) Ranitidine 150 mg, diminum 2×1 sesudah makan dan berjarak 1-2 jam dengan Myloxan.

    Khusus untuk antibiotika (misalnya Tiamfenikol atau cyprofloxacin) tetep diminum 1-2 minggu setelah bebas demam.

    3) Seharusnya 3-4 minggu udah sembuh kalo: (a) minum obatnya benar (antibiotika gak boleh putus), (b) bener-bener istirahat dan (c) makan makanan begizi tinggi (bukan bubur…itu mah jaman tahun 1980-an…hahaha)

    4) Recovery sangat individual, artinya setiap orang gak sama, ada yang hanya perlu seminggu tapi ada juga yang lebih.
    Sekalian saya luruskan yaaa…. Walaupun thypus udah sembuh, dalam arti kuman Salmonella udah hilang dari peredaran, seringkali hasil Widal masih positif. Hal ini terjadi karena test widal yg diperiksa bukan kumannya tapi aglutinin darah sebagai reaksi tubuh kita terhadap endotoksin dari Salmonella. Karena itulah mengapa pada orang sehat wal ‘afiat adakalanya didapatkan Widal positif tinggi walaupun yg bersangkutan gak sakit thypus.

    Untuk menilai hasil pengobatan, yang paling baik adalah dengan menilai kondisi tubuh dan keluhan.

    5) Martabak, bakpao + smbal kacang yg ga pedas, bakso, rawon, soto, semur, nasi goreng, mie, pu yong hai, cap cai, sambal (dikit aja dan gak terlalu pedas, dll…dll..dll… BOLEH dimakan, sekali lagi BOLEH, bahkan sangat dianjurkan makan makanan bergizi tinggi untuk pemulihan.

    Ngejawab yg ketinggalan:
    Penurunan berat badan karena sakit lama. Perlu diketahui bahwa Demam dapat mengurangi kalori tubuh kita sekitar 20 kalori per hari. jadi sangat wajar jika terjadi penurunan berat badan. Apalagi kalo misalnya makan bubur doang…wiiih, penganiayaan tuh….

    Moga segera sembuh
    Trims

  319. 319 cen Februari 28, 2009 pukul 5:05 pm

    thx berat dok atas infonya, emg mesti lengkap kronologinya biar bs dianalisa ehehhe..
    fungsi hati udah dicek n mnrt dkternya baik kok dok, sbb:
    – albumin : 4,4
    – globulin : 2,9
    – total protein : 7,3

    * wah skrg sy udh trlanjur mkan obat cloracef yg dikasi dkter UGD itu dok, dosisnya 3x shari (dikasi 15 biji)
    myloxan sblm mkan & motilium, flutamol, forneuro, cloracef stelah mkan.
    pumpitor dimakan pagi hari stlah bgn tidur n malam hari sblm tidur
    gpp kan ya dok?
    * trus sama kluarga disuru mkan obat dari cacing(lumbricus) dimakan stlh 2 jam makn obat dkter, dosisnya 3x shari
    apakah obat ini akan mengganggu kerja antibiotiknya?
    * pengecekan apa yg sbaiknya dilakukan stlah obat habis?
    nama test yang buat ngecek salmonela typhi itu apa dok?
    * berapa lama saya harus istirahat sblm kembali bkerja membanting tulang stlah benar2 dinyatakan smbuh(anggapan dkter aja)?
    * gmn cara yg paling bgs untuk menaikkan berat badan dok?
    slama ini saya udah usaha mnaikkan berat kembali normal sjak taon lalu tp ga ngefek, padahal prasaan nafsu mkan n slalu makan normal kok
    saya pkir saya ada gangguan pencernaan ato emg byk naga nya ya ato krn ada kuman tipesnya dok?
    logikanya kan klo emg pernah mncapai berat badan normal, hrsnya bisa balik k normal lagi -_-!

    makasih byk ya dok..
    moga2 kebaikan dkter akan berbuah kebahagiaan buat dkter ^^

  320. 320 cakmoki Maret 2, 2009 pukul 1:42 am

    @ cen:
    maksud saya, SGOT/SGPT sekalian HBsAg dan HBsAb..ga usah gak papa koq :)

    1) Obat silahkan dilanjutkan.

    2) Tentang cacing, saya gak komentar … hehehe. Kalo emang yakin pake cacing, koq masih pake obat dari dokter? :D

    3) Gak selalu cek lab ulang. Kalo kondisi membaik, tinggal ngelanjutkan obat sesuai skedul yg udah ditetapkan dokter.
    Test untuk mengetahui ada tidaknya salmonella thypii adalah dengan biakan kuman ato kultur kuman. Tapi di Indonesia tidak rutin dilakukan karena memerlukan waktu lama (lebih seminggu) untuk mengetahui hasilnya.
    Kalo Widal dan Tubex TF untuk memeriksa aglutinin seperti penjelasan sy di atas.

    4) Gak ada batasan waktu untuk kembali bekerja. Ketentuannya didasarkan pada penilaian fisik saat diperiksa dokter.

    5) Lhooooo, ga perlu repot naikkan berat badan…. yang ndut bingung mau ngurusin supaya kayak peragawati, koq malah mau naik… yamh pentting sehat.
    Bagi yang merasa kurus, menaikkan berat badan sama sulitnya dengan menurunkan berat badan bagi yg ndut.
    Enjoy aja :)
    Thanks

  321. 321 cen Maret 3, 2009 pukul 3:37 pm

    ok d thx ya dok ^^

  322. 322 cakmoki Maret 3, 2009 pukul 6:23 pm

    @ cen:
    thx jg share nya ^^

  323. 323 nyno Maret 4, 2009 pukul 9:24 am

    makasih dok penjelasannya.saya akan mencoba utk konsisten lagi utk mengatur pola hidup saya utk lebih sehat lagi.ohya dok saya baru bergabung dg tahitian noni.nanti liat2 web saya ya di http://www.nonigenetic.com/ennyno mohon sarannya agar web saya bisa bermanfaat utk org banyak.tq

  324. 324 cakmoki Maret 6, 2009 pukul 12:23 am

    @ nyno:
    siiip … :)
    ok, nanti saya lihat dan sy bookmark
    makasih

  325. 325 Raymond Maret 7, 2009 pukul 8:09 am

    Halo dokter yang baik hati…

    Wah situs ini sangat berguna dan informatif sekali.. salut

    Mau konsultasi sama dokter, semoga berkenan memberikan jawaban…

    Dalam sebulan ini sudah tukar 3 dokter.. setiap kali obat habis selang 1 hari sakit demam saya akan kambuh..
    2 kali hasil lab menyatakan saya positif tifus meskipun widal hanya +1 (5 jenis dari 8 salmonela)

    Demam tertinggi saya alami beberapa hari lalu 40.6 c
    sekarang sudah menurun 38 tapi masi keliyengan (rasa setengah sadar dan sulit untuk konsentrasi)

    Untuk makanan bolehkah saya makan spaghetti atau pizza?
    bagaimana dengan kacang”an seperti kacang mede, makanan yg mengandung saos tomat, baso, daging cincang, dll

    Banyak yg mengatakan jika sakit tifus makan makanan yg keras ususnya bisa bolong. apakah betul dok? saya jadi bingung nih

    Terima Kasih banyak dok… sekian dulu pertanyaan dari saya :)

    salam…

  326. 326 riphqi Maret 7, 2009 pukul 4:12 pm

    permisi dok…

    makasih atas tulisannya… keberadaan blog ini sangat bermanfaat dan memudahkan orang belajar ttg ilmu kesehatan secara praktis…

    saya sudah sering blogwalking tp baru kali ini nemu blog yg kontennya sip bgt.

    gara-gara pacar saya ada gejala tipes saya jadi pengen tau, boleh ngga orang yg sakit atau pun gejala tipes makan coklat? akhirnya sampai di blog ini.

    dari tanya jawab di atas [komentar] saya hanya ingin memastikan, berarti org yg sakit tipes hrus dipermudah akses gizinya agar cepat sembuh. dan klo memang ada perkecualian seperti tidak tahan makan sesuatu sebaiknya dihindari. dan saya mencoba menyimpulkan, makan coklat bagi penderita tipes itu boleh asal penderita tidak punya masalah tertentu dg coklat tsb…

    semoga pengetahuan Anda menjadi ladang amal yg tidak akan putus… terima kasih dok

  327. 327 cakmoki Maret 8, 2009 pukul 12:16 pm

    @ Raymond:
    1) Penyebab demam berkepanjangan bukan hanya tifus. Perlu pemeriksaan lebih seksama jika sudah sebulan gak kunjung sembuh. Lagipula, tanda-tanda tifus tidak spesifik sehingga sangat sulit jika hanya mengandalkan Lab.

    2) Anadi benar tifus, semua makanan yang disebutkan di atas (spaghetti, pizza, kacang”an seperti kacang mede, makanan yg mengandung saos tomat, baso, daging cincang, dll) boleh dimakan.

    3) Usus bolong pada tifus disebut perforasi, dimana penderita menjadi sangat lemah hingga tak sadarkan diri. Yg jelas, kalo perforasi, penderita tergeletak tek berdaya di RS. Kondisi ini terjadi bukan karena makanan, tapi karena beratnya penyakit dan gak diobati. Lha sekarang, mana ada orang sakit gak berobat ?

    @ riphqi:
    Bener sekali.
    Kesimpulan Mas riphqi sebenarnya menjawab semua pertanyaan seputar makanan :)
    Trims do’anya, demikian pula sebaliknya.

  328. 328 diah Maret 8, 2009 pukul 4:15 pm

    salam kenal dok..
    mau konsultasi dgn dokter, semoga berkenan menjawab…
    anak saya putri umur 8 th, sudah hampir 3 minggu ini sakit tipus. tgl 13 – 17 februari 2009 opname di rumah sakit,kemudian baru seminggu masuk sekolah tgl 3 maret sudah sakit lagi hingga sekarang (istirahat di rumah). sudah sy bawa lg ke dokternya dan sudah habis `1 resep (antibiotik, obat turun panas dan mencret) tetapi belum ada perubahan.pertanyaan saya : apa perlu opname lg utk perawatan intensif? karena infus sepertinya sangat membantu proses pemulihan (di rumah dia sering minta minum krn terasa kering mulutnya). dan apakah harus bedrest total?
    Terimakasih semoga dokter berkenan menanggapi.

  329. 329 milda Maret 8, 2009 pukul 6:48 pm

    Salam kenal dok..
    Satu bulan yang lalu saya sakit tifus. lalu saya cari2 info ttg penyakit ini. beruntung saya menemukan blognya cak moki. dan saya mengikuti saran cak moki. hasilnya dalam waktu satu minggu sakit tifus saya sudah sembuh…
    Boleh saya link dok??

  330. 330 cakmoki Maret 8, 2009 pukul 7:41 pm

    @ diah:
    Salam kenal juga :)
    Ya, sebaiknya opname agar dapat diobati secara intensif sekaligus istirahat agar saat keluar dari RS kondisinya udah pulih.
    Jika nanti udah membaik dan keluar RS, gak perlu buru-buru sekolah, nunggu hingga pulih seperti sediakala.
    Moga putri tercinta segera sembuh :)
    Trims

  331. 331 cakmoki Maret 8, 2009 pukul 7:48 pm

    @ milda:
    Monggo silahkan di-link kalo dianggap layak :)
    Makasih

  332. 332 andhika Maret 8, 2009 pukul 10:51 pm

    Salam kenal dok.

    Hasil lab saya:
    salmonella paratyphi BO: 1/160
    salmonella Typhi H; 1/1260

    Trombosit 170, Leukosit 4.11

    Gejala awal kepala pusing sekali, mual, badan terasa pegal, dan kedinginan, dan tidak bisa tidur karena kesakitan sehingga muntah. Oleh dokter saya divonis tifus dan diberikan obat: Sistenol, cravit 500mg, trovensis tablet, dan omeprazole 20mg. samapai saat ini mulut saya masih terasa anta, lidah saya putih ditengah, mual, dan kepala menjadi sakit jika setelah makan. Apakah ini juga merupakah tifus dok? Oleh dokter saya dianjurkan di rawat namun saya memilih istirahat dirumah saja, karena pekerjaan saya banyak. Apakah saya terkena tifus? Bagaimana menurut pendapat dokter?
    Terimakasih banyak sebelumnya semoga berkenan menanggapi.

  333. 333 cakmoki Maret 10, 2009 pukul 1:42 am

    @ andhika:
    Salam kenal,
    Sudah berapa lama keluhan (demam, dll) tersebut berlangsung?
    Jika belum sampai seminggu dan jika ternyata sembuh sebelum seminggu, menurut saya bukan tifus.
    Andai benar tifus, hendaknya istirahat (di RS atapun di rumah). Artinya tidak bekerja walaupun di rumah :)
    Selain itu, konsekwensi tifus (jika benar) maka tetep minum oat dari dokter hingga 1-2 minggu bebas demam.
    Moga segera sembuh… Trims

  334. 334 Nining Maret 19, 2009 pukul 6:43 pm

    Hallo Dok,
    Saya sudah cek lab dengan hasil
    Segment = 48
    Limfosit = 46
    Salmonella paratyphi BH = 1/80

    Saya pernah dirawat di RSPP selama 8 Hari Karena Thypoid. Yang saya rasakan sekarang perut saya mual, rasanya tidah enak karena selalu ingin muntah dan sakit. BAB tidak rutin. Sakit apakah aku ? Apa thyfus ku kambuh ? Trim’s ya dok

  335. 335 rara Maret 20, 2009 pukul 8:41 am

    Selamat pagi dok,
    saya waktu kuliah dulu sudah 3 kali kena thypus bahkan pernah sampai dirawat di rumah sakit advent bandung. dan setelah itu,setiap saya kecapekan dan makan tidak taratur, saya sering demam lagi dan thypus lagi.itu kejadiannya 5 tahun yang lalu.

    sekarang saya bekerja di australia, dan baru awal maret kemaren baru pulang cuti dari indonesia.memang minggu yang lalu saya sangat kelelahan dan karena saat cuti kebiasaan makan teratur dan tiba2 sesampai di sini, makannya tidak teratur lagi.

    Jumat (13/03) saya ada bentol2 (merah dan tebal) di sekitar tangan. saya kira hanya gigitan serangga, jadi saya hanya kasih cream penghilang gatal, dan malamnya saya menggigil dan suhu badan saya naik. Kemudian besoknya bentol2 nya bertambah di sekitar paha, perut dan bagian belakang. dna saya pun masih santai aja karena saya memang cukup sering kena allergy kalo perubahan cuaca atau tempat.

    namun, setiap malam hari nya saya meriang dan sampai menggigil di malam harinya, sehingga tidur saya pun terganggu. senin kemaren saya masih kerja, walaupun lemas, dan kepala pusing berhubung malam sebelumnya saya masih mengigigil dan demam.

    Saya putuskan pergi ke dokter selasa pagi, Dokternya bilang kalo saya kena chicken pox (cacar). padahal menurut saya itu bukan cacar, dan saya memberitahu mama saya ( bidan) dan mama saya juga tidak percaya, dan mama bilang mungkin itu krumut sejenis campak. Dokternya bilang ini bukan alergi, karena kamu disertai demam. dan karena ini chicken pox dan menular, maka saya tidak boleh bekerja sampai hari ini.

    kemudian dia suruh saya datang lagi kamis (kemaren), dan bentol2 itu sudah berkurang banyak bahkan bisa dibilang tidak ada. namun saya masih tetap meriang kalo malam dan menggigil. saya bilang ke dokternya, kalo saya pernah dulu thypus waktu kuliah. apa ini bukan thypus?? tapi dia bilang bukan (bahkan dia tidak memeriksa bagian perut saya) dan saya menanyakan apa saya perlu check darah (tapi dia bilang tidak usah). dia hanya mengecek temperatur (alat yang lewat telinga) dan dia bilang suhu badan saya akan membaik seiiring virus nya akan pergi.

    Dan saya pun senang karena menurut saya, saya sudah hampir sembuh dan saya pun blanja dan cukup banyak melakukan kegiatan. dan hasilnya tadi malam, saya menggigil lagi dan demam lagi, bahkan lebih parah dr hari2 sebelumnya.

    yang saya ingin tanyakan:
    1. apa saya kena thypus lagi ya dok??
    2. apa yang sebaiknya saya lakukan?? :(
    3. saya hanya dikasih panadol dan telfast, tadi malam karena saya demam saya makan 1 panadol. apa saya perlu ke dokter lain lagi dok??

    thanks for your advice..dokter indonesia lebih pancen oye :))

    cheers,
    Rista

  336. 336 cakmoki Maret 20, 2009 pukul 2:38 pm

    @ Nining:
    Keluhan tersebut mungkin karena gastritis (penyakit maag) ato sindroma dispepsi, yakni gangguan sistem pencernaan yg ditandai (salah satu ato beberapa) dengan: mual, perut rasa gak nyaman, kembung, lambung rasa penuh, perih, dll…dll.
    Menurut sy, kalo tifus sih enggak. Lab dengan widal 1/80 gak medukung ke arah tifus.
    Trims

    @ rara:
    1) Berdasarkan kronologi dan keluhan yg dialami sejak jum’at yang lalu serta keluhan terkini, kemungkinannyai: (a) morbili (campak) ato (b) rubella yang keduanya (campak dan rubella) akan hilang setelah 7-10 hari. Kemungkinan lain tetep ada yg akan kita ketahui berdasarkan follow up dan pemeriksaan, termasuk pemeriksaan penunjang (lab) jika diperlukan.
    Adapun tifus dapat dibuktikan dengan pemeriksaan Tubex TF sedikitnya pada hari ke 6 demam. Dinyatakan positif jika hasilnya positif 4-10.

    2) Sebaiknya periksa ulang kalo saat ini masih demam. Lebih bagus lagi dengan pemeriksaan Lab terutama Tubex TF jika emang curiga thypus.

    3) Kalo menilik obat yg diberikan (gak ada antibiotik), nampaknya dokter tersebut menduga karena virus yg diharapkan sembuh dengan sendirinya setelah seminggu. Tindakan dokter tersebut dengan tidak buru-buru memberi antibiotika adalah tindakan yang rasional dan bagus.
    Namun, jika masih ada keluhan (demam ato disertai mengigil) gak ada salahnya periksa ulang ke dokter pertama ato bisa juga ke dokter lain.

    Moga segera sembuh.. Trims :)

  337. 337 a lia s Maret 20, 2009 pukul 3:12 pm

    Membaca tidak perlunya penderita (yang didiagnosis) tifus harus makan bubur, berati saran saya kepada pembantu saya betul dong! 2 hari yang lalu dia didiagnosis terkena tifus, diberi macam2 obat dan harus makan bubur. Tapi saya minta dia untuk makan aja banyak2, (biasalah…sebagai ABG biasanya suka diet) daripada males buat & makan bubur dan akhirnya malah gak sembuh2. Lagipula di rumah udah biasa masak nasi yang lembek untuk anak2, dan juga untuk kami semua….
    Yang jadi pertanyaan saya adalah, kenapa dia akhirnya didiagnosis tifus, padahal tanda bercak2 merak di kulitnya nyata banget. Seminggu sebelumnya dia memang demam, lemas, nyeri kepala, selama berhari2. Diajak ke dokter selalu nolak, ngeyel memang! Tapi setelah timbul bercak2 merah, baru dia mau diajak ke dokter. Saya pun curiga dia kena DB (karena ada juga tetangga yang diopname karena DB).
    Namun karena ke dokternya malam, paginya dia diminta datang lagi untuk menjalani tes darah (tanpa saya). Dan karena hasil trombositnya tidak terlalu turun (masih 144 ribu), maka tidak dianggap DB tapi tifus karena tes Widalnya positif. Inilah yang membuat saya bingung plus ragu….
    Sepertinya cukup banyak kasus teman2 yang pernah mengalami sakit yang tidak bisa didiagnosis dengan pasti, DB atau tifus, meskipun dia sampai harus dirawat di RS. Apa karena trombosit masih tinggi lalu bisa menyingkirkan (sementara) diagnosis DB, dan langsung ke tifus (karena tes Widal positif), padahal ada tanya bercak2 merah yang banyak & nyata??
    Bagaimana kalau sebenarnya salah diagnosis & salah memberi obat? Obat kan racun! yang sangat berbahaya kalau kita sampai keliru mengkonsumsinya….
    Mohon penjelasan…. Terimakasih sebelumnya

  338. 338 Tyas Maret 21, 2009 pukul 10:21 am

    cak…
    menurutku sih yang diserang pada penderita typus tuh kan ususnya, yang kadang bisa sampe terjadi perlukaan.makanya untuk meringankan kerja usus pasien diberi makanan lunak dan sejalan dengan perbaikan tubuh ( ususnya juga lah ya )makanan yang dikonsumsi bisa ditingkatkan kepadatannya. Makanan lunak tidak selamanya cuma bubur doang yang tanpa tambahan lain, ada lho bentuknya bubur tapi kandungan yang ada gak kalah dengan sepiring nasi plus lauk pauknya.Kalo usus yang lagi sakit tetap dipaksa untuk mencerna makanan pada bisa dibayangin deh….!!!

  339. 339 Tyas Maret 21, 2009 pukul 10:27 am

    cak…
    kalo mo makan padat sih boleh-boleh saja tapi syaratnya harus kunyah sampe lembut.Iso ta cak njamin setiap pasien yang kena typus mau ngunyah mpelembut gitu???capek deh…

  340. 340 cakmoki Maret 21, 2009 pukul 12:24 pm

    @ a lia s:
    Seperti diskusi sebelumnya, widal hanya dapat dipercaya jika dilakukan pada minggu kedua demam dengan titer diatas 1/200. Sedangkan DBD, selain tanda klinis, ditandai dengan penurunan trombosit hingga di bawah 100 ribu dan peningkatan hematokrit lebih dari 20% (kondisi ini biasanya terjadi pada demam hari ke 2-7). Jika tanda klinis mengarah ke DBD dan trombosit antara 100-150 ribu, akan dianjurkan opname jika kondisi tubuhnya lemah untuk menghindari terjadinya syok.
    Menilik kejadiannya udah seminggu yg lalu, nampaknya kecurigaan kearah DBD dapat disingkirkan. (kalaupun ada varian durasi DBD, kejadiannya sangat jarang). Bercak merah pada DBD terletak di bawah kulit sebagai tanda adanya perdarahan, dan tidak hilang bintiknya saat kulit direnggangkan. Pada DBD, jika udah disertai bintik merah di kulit, biasanya jumlah trombosit di bawah 100 ribu.
    Perlu diketahui bahwa penyakit-penyakit yg ditandai dengan demam dan bercak merah di kulit (skin rash) sangat buanyak.

    Tentang obat.
    Pada dasarnya, pemberian obat disesuaikan dengan diagnosa setiap dokter. Jika seorang dokter mendiagnosa thypus maka wajib memberikan obat sesuai panduan penatalaksanaan thypus.
    Andai bukan thypus tapi diberikan obat thypus, gakpapa. Gak akan menimbulkan keracaunan.
    Obat-obat tersebut secara umum terbagi 2 golongan yakni obat kausal (menghilangkan penyebab, dalam hal ini antibiotik sesuai pilihan pada penyakit thypus) dan obat simptomatis (obat pereda keluhan).
    Untuk obat simptomatis gak masalah, karena dapat digunakan pada penyakit apapun untuk menghilangkan keluhan, misalnya pereda panas, anti mual, dll.
    Sedangkan antibiotik, jika tidak tepat, maka dampaknya adalah pemborosan :D . Resiko intoksikasi tidak akan terjadi karena dokter akan memberikannnya sesuai dosis terapi.
    Mbak benar, udah gak musim lagi makan bubur. Udah sakit, kondisi menurun, masih dikasih bubur…penganiayaan… hehehe
    Trims share-nya

    @ Tyas:
    Meringankan kerja usus pasien ??? Hmmmm, usus tidak pernah berhenti bekerja selama hayat dikandung badan. Dia (usus) terus berperistaltik walaupun seseorang tidak makan.
    Pendapat tersebut tidak dilarang. Para ahli-pun dulu (dulu banget) juga berpendapat demikian, namun seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, akhirnya disadari bahwa pendapat tersebut ternyata keliru. Kalaupun masih mau mengikuti yang lama, ya gakpapa… cuma, kalo seorang dokter masih gitu, kasihan pasiennya … hahaha.
    Lagipula, buku-buku kedokteran sudah tidak menganjurkan makan bubur sejak lebih sepuluh tahun yg lalu. :D

    Iso ta cak njamin setiap pasien yang kena typus mau ngunyah mpelembut gitu???capek deh…

    Lho, saya kan gak pernah menganjurkan makan bubur … :D
    Trims

  341. 341 Aryo Maret 25, 2009 pukul 12:31 pm

    Dok, kemaren saya dirawat dirumah karena mual dan meriang (ini sama dengan demam ya dok?) dan tungkai kaki saya dingin dan lemes, ketika di cek ke lab, hasil WIDAL nya:
    S typhi O (+)1/80
    S typhi H (+)1/80
    S paratyphi AO negatif
    S paratyphi AH negatif
    S paratyphi BO negatif
    S paratyphi BH (+)1/320
    S paratyphi CO (+)1/80
    S paratyphi CH negatif
    Salmonella typhi IgM 6.00/Positif

    Ini memang typhus apa bukan dok? Apa ini udah termasuk dicek pake Tubex TF? Kalo belom saya mo balik lagi minta cek pake Tubex (mumpung dibayari kantor, hehehehehe)..Soalnya sudah 2 minggu setelah dirawat di rumah dengan chloramfenikol 4x500mg selama 3 hari dan diterusin cyprofloxacin 2x500mg sampe habis 30 biji kok badan saya masih lemes dan rasanya meriang terus….apa perlu saya minta dicek yang lain ya dok?
    Makasih…

  342. 342 Ny. Wiwien Maret 26, 2009 pukul 9:56 pm

    Dok,putri saya 9 th, sejak Rabu minggu kemarin demam hingga kisaran 38 s/d 40 derajat.Pada pemeriksaan awal oleh dokter umum didiagnosa radang tenggorokan.Tapi karena hingga Jum’at demamnya tidak turun2 saya minta untuk tes darah.Dan hasilnya utk DBnya negatif dan widal yg poin thypus O negatif,thypus H (+) : 1/320,Parathypus A (+) :1/80.Setelah hasilnya sy bawa ke dokter umum lagi,dia menyimpulkan bahwa hasil lab.itu tidak mengindikasikan adanya tipus.Akhirnya sy diberi anti biotik utk tenggorokan Cefadoksril 500 mg(3×1).Karena hingga Minggu demamnya tidak kunjung hilang,Senin pagi sy bawa ke dokter spesialis yg dulu biasa menangani masalah kesehatan putri sy.Setelah melalui pemeriksaan dan cek darah yang harus dilakukan lagi,hasilnya utk DB tetap negatif dan widalnya pada salmonella Typhi H 1/320 dan lainnya negatif.Kesimpulan dokternya itu gejala thypus.Dan kami pulang dengan setelah menebus obat penurun panas,obat batuk (karena putri sy juga batuk)vitamin dan anti biotik lagi yaitu Thiamisin dan Sanprima.Pertanyaan saya dok :
    1.Demamnya putri sy hingga hari ke 3 masa pengobatan kok masih tinggi?
    2.Pemberian anti biotik yang semula Cefadoksril utk tenggorokan yg baru diminum 2 hari,lalu dilanjutkan dengan Sanprima dan Thiamisin untuk 5 hari minum,apakah tidak membawa dampak negatif selain tentu dimaksudkan untuk penyembuhan sakit putri sy?
    3.Obat penurun panas yg diminum terus menerus (1 minggu selama sakit) apakah efek buruknya dok, mengingat putri sy pernah alergi ibuprofen yg terkandung dalam PRORIS (walaupun sekarang penurun panasnya yg diminum kandungannya parasetamol)?
    4.Makanan dengan jenis dan kandungan gizi yang tepat untuk kondisi putri sy yg sejak usia 1 Th sering mengalami gangguan pencernaan (khususnya seputar gejala thipus)itu yang bagaimana dok?
    5.Pemberian obat alternatif serbuk cacing, apakah menurut dokter bisa jadi alternatif lain utk proses penyembuhan thypus bagi putri saya?
    Matur nuwun sebelumnya atas jawabannya dok.

  343. 343 cakmoki Maret 26, 2009 pukul 11:03 pm

    @ Aryo:
    Sy belum yakin thypus.
    Menurut saya sebaiknya kontrol ke dokter dengan harapan diperiksa ulang (minta juga boleh):
    1) Liver Function Test: SGOT-SGPT, bilirubin-Urobilin.
    2) HBsAb, HBsAg
    3) Tubex TF
    Pemeriksaan tersebut yang menurut saya penting mengingat hingga memasuki mingu ke 3 masih suka meriang. Ntar juga diperiksa fisik apakah “meriang” tersebut subyektif ato emang menunjukkan suhu > 37 derajat celcius.
    Lab lainnya bergantung pada hasil pemeriksaan dokter.
    Kalo perlu mungkin USG untuk ngeliat empedu, dll.
    Ditunggu infonya ya …
    Tims

    @ Ny. Wiwien:
    Semua pertanyaan tersebut sebenernya udah terjawb pada diskusi-diskusi sebelumnya, mungkin kesulitan nyarinya :D … Saya ulang aja ya.
    Pertama, saya ingin review singkat tentang typhus.
    Penegakan diagnosa thypus ditandai dengan:
    Demam, yang cenderung naik secara bertingkat pada minggu pertama kemudian demam menetap pada minggu kedua (terutama pada sore dan malam hari), disertai keluhan lain, diantaranya: sakit kepala, nyeri otot, mual, sulit BAB atau bisa juga diare. Tentu saja tidak semua keluhan selain demam tersebut akan dialami atau diborong.

    Lab: terutama Test Widal meningkat hingga 4 kali lipat, pada pemeriksaan minggu kedua, atau test widal tunggal menunjukkan titer antibodi O: 1/320 atau H: 1/640, mendukung diagnosa thypus.

    Jika kriteria di atas gak terpenuhi, kita patut meragukan bahwa putri ibu menderita thypus.
    Bisa jadi salah satu jenis Infeksi Saluran Pernafasan Atas mengingat ada keluhan batuk. Adakalanya demamnya hingga 5 hari.

    Kedua, mari kita mencoba mendiskusikannya.

    1) Andai benar thypus, tentu demam tidak akan turun sebelu seminggu walaupun diberikan aneka ragam antibiotika karena demam yg ditimbulkan thypus sebagai akibat dari endotoksin yg diproduksi oleh kuman Salmonella thypi.

    2) Tidak. Gak papa. Jika seorang dokter menduga thypus berdasarkan pemeriksaan, maka dokter harus konsekwen memberikan obat thypus pilihan utama (drug of choice), yakni golongan chloramphenicol atau tiamfenikol (thyamicin) atau Co-trimoxazole (sanprima). Hanya saja kadang ada efek samping co-trimoxazole berupa mual dan gak nyaman pada lambung.

    3) Penurun panas aman pada pemakaian jangka panjang kalo emang masih panas.

    4) Semua makanan bergizi tinggi namun sementara dihindari sayuran dan buah yang berserat tinggi seperti: sawi dan sejenisnya, selebihnya gak papa.

    5) Maaf, saya tidak menganjurkan pemakaian obat alternatif yang gak teruji kebenarannya. Menurut saya, lebih baik menggunakan obat yang dapat dipertanggung jawabkan dan jelas indikasinya, dosisnya dan jelas pula efek sampingnya.
    Semoga ananda segera sembuh.
    Maturnuwun.

  344. 344 menanti kinanti Maret 27, 2009 pukul 10:49 am

    dok, saya baru 3 hari kemaren ke dokter
    katanya radang tenggorokan
    trus dikasih ciproloxacin 500 mg

    tapi kok pusing teruuuuus…..
    lidah saya putih….
    3 bulan yang lalu saya terkena gejala typhus

    apa jangan2skrg saya thypus juga dok???

  345. 345 erizka Maret 27, 2009 pukul 12:54 pm

    om,
    Q remaja 17 thn, kmren tgl 16 maret di vonis tipes, widalnya 1/1280
    panas sejak tgl 12 maret. tapi, tanggal 17 maret, udah lumayan ga panas, sebelumnya panas hingga 40 C, tapi, tgl 17 maret sudah mending jadi 37,3 C
    terus tgl 16, dikasih clorampenikol 4×1 5 hari, setelah habis, badan rasanya aneh, anget terus… g bisa turun jd 36 C.
    kalau menurut Om demam sebelum 1 mingu sudah sembuh berarti bukan tipes, terus knapa bdan saya rasanya aneh terus sampe sekarang?
    padahl maknnya bnyk….
    3x sehari rutin, apa karena pengaruh clorampenikolnya?
    mohon penjelasan. soalnya sampe tgl 27 maret, badan saya masih anget, kadang terasa merinding…. terus panas… tapi kalu udah minum paracetamol 45 menit kmudian turun, padahal dosisnya 250mg doang…

  346. 346 cakmoki Maret 27, 2009 pukul 10:56 pm

    @ menanti kinanti:
    Saya copykan lagi jawaban saya :
    Penegakan diagnosa thypus ditandai dengan:
    Demam, yang cenderung naik secara bertingkat pada minggu pertama kemudian demam menetap pada minggu kedua (terutama pada sore dan malam hari), disertai keluhan lain, diantaranya: sakit kepala, nyeri otot, mual, sulit BAB atau bisa juga diare. Tentu saja tidak semua keluhan selain demam tersebut akan dialami atau diborong.

    Kalo dokter tersebut mendiagnosa radang tenggorokan (faringitis), sebaiknya obat dilanjutkan hingga 5 hari. Pada radang tenggorokan dapat terjadi sakit kepala, nyeri otot, dll. Keluhan tersebut dapat ditanggulangi dengan obat analgesik-antipiretik. Mungkin dokter udah ngasih juga selain cyprofloxacin.

    So, bukan thypus, lha wong masih 3 hari :D
    Moga segera sembuh .. Trims

    @ erizka:
    Suhu di atas 37 tergolong demam walau gak tinggi. Menilik kronologi demam di atas (lebih 1 minggu bahkan lebih 2 mgg),kemungkinan besar emang thypus.
    Sebaiknya Chloramphenicol dilanjutkan dan parasetamol menggunakan yg 500 mg. Kalo yg 250 mg untuk di bawah 12 tahun (atau berat badan 25-50 kg).

    Makan tetep 3x sehari, bukan karena pengaruh chloramphenicol. Malah bagus kalo bisa makan teratur.

    Semoga segera sembuh.
    Trims

  347. 347 erizka Maret 28, 2009 pukul 8:21 am

    O gt yah? makacie responna om..
    Tp Q kok bandel ya? Kalu thypus kan harus istirahat? Tp Q kalu pagi mulai tgl 17 maret udah berangkat kuliah, soalnya g krasa pucing, mual c…n menurutku bdane cuma anget ( Kalu page dingin -36 C- ampe jam 1, teruz baru anget ). Cuacanya juga kalu siang puasanya minta tolong…..
    Tar minum parecetamol, jam 2 turun ampe jam 12 maleman.teruz malem kedinginan, hawanya juga dingin benget…tz tar kedinginan, merinding teruz panas, tar minum paracetamol , jam 1 dingin. kayak gitu tu dari tgl 24 maret. 17-24 ya biasa aja,36C-37C.
    Teruz makannya juga tetep bandel pedes, asem, mie ayam.. padahal temen-temen dah blg jangan..
    Teruz om… Clorampenikolnya minumnya tetep 4×1 ? kalu iya, mengganggu tidur malem… jam 12 mesti bangun…
    minumnya brapa taon untuk sembuh total?
    pola keseharian di atas bahaya g? Teruz gimana yang baik?
    Teruz om, apa kudu Bedrest di rumah sakit ? *NO !! I HATE HOSPITAL !! HUEX !!*
    Mohon pencerahannya….

  348. 348 erizka Maret 28, 2009 pukul 9:10 am

    O gt yah? makacie responna om..
    Tp Q kok bandel ya? Kalu thypus kan harus istirahat? Tp Q kalu pagi mulai tgl 17 maret udah berangkat kuliah, soalnya g krasa pucing, mual c…n menurutku bdane cuma anget ( Kalu page dingin -36 C- ampe jam 1, teruz baru anget ). Cuacanya juga kalu siang puasanya minta tolong…..
    Tar minum parecetamol, jam 2 turun ampe jam 12 maleman.teruz malem kedinginan, hawanya juga dingin benget…tz tar kedinginan, merinding teruz panas, tar minum paracetamol , jam 1 dingin. kayak gitu tu dari tgl 24 maret. 17-24 ya biasa aja,36C-37C.
    Teruz makannya juga tetep bandel pedes, asem, mie ayam.. padahal temen-temen dah blg jangan..
    Teruz om… Clorampenikolnya minumnya tetep 4×1 ? kalu iya, mengganggu tidur malem… jam 12 mesti bangun…
    minumnya brapa taon untuk sembuh total?
    pola keseharian di atas bahaya g? Teruz gimana yang baik?
    Teruz om, apa kudu Bedrest di rumah sakit ? *NO !! I HATE HOSPITAL !! HUEX !!*
    Mohon pencerahannya….

    Tambahan lagi Om…

    Berat badanQ juga cuman 41 kg?
    teruz, perut sering begah kalu malem, tar kalu pagi keluar angin, gede banget, kayak irak ngebom palestina. kdang bau, kadang ga… apa karena kebanyakan minum ya om?
    selama sakit thu, minum botol aqua yang 600ml bisa abis 3 botool per hari… coz bis pipis minum gt teruz…

    keluhanya paling juga cuman itu tox, lemes g terlalu lemes, tapi kalu kebnyakan duduk atau jalan baru lemes….
    mual kalu kebanyakan minum obat…. abis minum obat pasti mual, tapi ga muntah…

    BAB selama 12 hari cuma 3 x, bau banget… tapi g item…

    om jangan bingung yah… n jangan males bales….

    q butuh pencerahan ni om…

    dah 3 dokter dikunjungi, resepnya bda2 teruz …

    yang pertama dikasih paracetamol sama obat tidur.
    yang kedua dikasih penurun panas, paracetamol, amoxilin, vit B
    yang ketiga habiz tes widal baru di kasih clorampenikol ….

    :(

    balez ya om…..

  349. 349 nana Maret 28, 2009 pukul 9:35 am

    dok, saya sekitar seminggu yang lalu terkena tipus. dan sempet dirawat di RS selama 4 hari. ketika trombosit saya sudah mencapai 159rb saya di ijinkan pulang. tapi saya merasa bermasalah sekali ketika ingin BAB. fecesnya keras banget, akibatnya susah keluar. ini sudah saya alami juga ketika di RS. saya sudah berusaha makan pepaya tapi tetep BABnya keras. gmn y dok? apa ini pengaruh virus tipusnya? jujur saya selalu tertekan jika ingin BAB. bolehkah saya minum obat buat melunakan feces saya?oya saya juga haid sudah 10 hr belum berhenti. saya pernah tny dokternya katanya akibat trombosit saya rendah makanya lukanya tidak bisa menutup. apakah benar spt itu dok?

  350. 350 cakmoki Maret 28, 2009 pukul 10:12 pm

    @ erizka:
    idealnbya istirahat total. kalo gak mau di RS bisa juga di rumah asalkan bener-2 istirohat :)
    Tentang makanan ga masalah.
    Adapun keluhan pencernaan (mual, gebah or sebah, gangguan BAB, dll) serta keluhan kepala adalah keluhan ikutan dari penyakit utama.
    Obat, terutama antibiotika dilanjutykan 1 minggu setelah bebas demam, sedangkan obat lain hanya digunakan saat ada keluhan aja.
    Tentang jenis obat yg berbeda gak masalah, pada dasarnya sama aja, gak ada yang salah soal itu.
    Yang penting adalah bedrest dan makan makanan bergizi.
    Moga segera sembuh. :)
    Trims

    @ nana:
    Pertama, thypus bukan disebabkan virus tapi oleh kuman Salmonella thypi.

    Kedua, follow up thypus bukan dengan menilai trombosit, kecuali ada kecurigaan yg mengarah ke DBD.

    Ketiga, menstruasi berkepanjangan biasanya karena gangguan keseimbangan hormonal yang dipicu oleh banyak faktor, diantaranya: kelelahan fisik maupun psikis, sakit, dll.

    Keempat, gangguan BAB boleh diatasi dengan obat pencahar, misalnya dulcolax.

    Apapun penyakitnya, yang paling penting adalah pemulihan kondisi tubuh dengan makan makanan bergizi dan istirahat yg cukup.

    Trims

  351. 351 Aryo Maret 30, 2009 pukul 10:54 am

    Kalo diperiksa gaal kultur oke ga dok? makasih

  352. 352 cakmoki Maret 30, 2009 pukul 6:37 pm

    @ Aryo:
    oke, bisa. Makasih

  353. 353 aroem April 3, 2009 pukul 7:52 am

    pagi dok,
    mohon tanya,
    Suami saya sudah 6 hari ini panas (antara 38-40 derajat). pada hari pertama panas (s.d 39 derajat) saya nganter suami ke dokter dengan keluhan panas, tenggorokan sakit untuk menelan makanan, mual dan perut sakit saat ditekan. dari pemeriksaan itu, dokter bilang suami radang tapi ada kemungkinan typhus, so dokter tersebut mnyarankan tes darah dan widal, saya okein aja (itu sebelum saya menemukan dan membaca blognya cak). hasilnya yang “digarisbawahi” dokter itu, trombosit 148rb dan paratyphi AH +/160. dokter memberi suami saya obat gastralex, dianikol, alphagesic, dan hufabion serta pesan untuk jangan makan goreng2n, santan, makanan berserat seperti sayuran (bayam boleh) dan buah2n (pisang dan pepaya bolh)
    setelah minum obat itu, pagi hari demamnya mulai turun (tapi masih di atas 37), jadi saya tinggal beliau (soalnya saya juga kerja), dengan menyiapkan lauk pepes tahu dan telur asin untuk makan siang beliau. tapi ternyata sore hari panas beliau naik lagi dan keluar keringat banyak. hal itu terjadi terus sampai hari ini. malahan sejak kemarin beliau mengeluhkan perut yang semakin terasa mual dan sakit serta batuk yang makin sering.
    Yang ingin saya tanyakan, benarkah suami saya kena typhus? dan apa yang sekarang harus saya lakukan, mengingat ini hari ke6 beliau panas?
    mohon pertimbangannya

  354. 354 aroem April 3, 2009 pukul 8:01 am

    satu lagi dok, apakah makanan yang dianjurkan dokter tersbut cocok untuk penyakit (yang saya sendiri blum tepatnya apa) suami saya?

  355. 355 aroem April 3, 2009 pukul 4:10 pm

    tadi pagi saya akhirnya mengajak suami untuk tes Tubex dok. hasilnya negatif. yang ingin saya tanyakan, kira2 suami saya sakit apa ya dok?hasil tes hematologinnya hampir semua berada dalam range nilai rujukan kecuali hitung jenis leukosit:
    eosinofil : 0 (nilai rujukan 2 – 4)
    batang : 0 (nilai rujukan (3 – 5)
    monosit : 9 (nilai rujukan (2 – 8)
    kira2 demam, mual dan batuknya karena apa ya dok?

  356. 356 cakmoki April 3, 2009 pukul 10:17 pm

    @ aroem:
    Met malam,
    Menilik kronologis keluhan suami (panas, nyeri telan, batuk) dan hasil pemeriksaan Lab terkini, kemungkinan besar Infeksi Saluran Pernafasan Bagian Atas dengan berbagai variannya. (termasuk infeksi tenggorokan dan sekitarnya).
    Obat yang lazim digunakan:
    1) Antibiotika: Cefadroxyl 500 mg, diminum 3×1 selama 4-5 hari.
    2)Obat simptomatis, yakni obat untuk meredakan keluhan:
    (a) Penurun panas (analgetik-antipiretik): parasetamol 500 mg (merk dagang bebas memilih), diminum 3-4 kali sehari dan kalo perlu dapat diulang setiap 5 jam.
    (b) Ekspektoran (pengencer dahak), misalnya ambroxol 30 mg atau bromhexine 8 mg (merk dagang bebas memilih), diminum 3-4 x 1 sehari.
    Jika batuknya ngikil (berat), bisa jadi diperlukan bronkodilator (obat untuk melonggarkan saluran nafas). Tapi sy tidak berani merekomendasikan obat ini karena gak meriksa secara langsung … :)
    (c) Antimual, misalnya: domperidone 10 mg, diminum 3×1 sebelum makan (kalo mual aja).

    Makanan: bebas
    Jika masih panas, batuk, dll, sebaiknya kontrol ke dokter.
    Semoga segera sembuh … Trims

  357. 357 aroem April 4, 2009 pukul 9:20 am

    ya,,trimakasih dok,,

    rencananya hari ini mau saya bawa ke dokter koq,,

    sukses ya dok,,

  358. 358 cakmoki April 4, 2009 pukul 5:57 pm

    @ aroem:
    Sama-sama…makasih juga support dan share-nya :)

  359. 359 nyno April 6, 2009 pukul 7:57 pm

    met malam dok,alhamdulillah saya sudah lebih baik.

  360. 360 cakmoki April 7, 2009 pukul 12:25 am

    @ nyno:
    Met malem, alhamdulillah saya ikut senang mendengarnya :)

  361. 361 aroem April 8, 2009 pukul 3:22 pm

    mau nanya lagi cak,,
    kok sampai sekarang suami saya masih sering merasa lemes dan mudah capek, di tambah lagi beliau masih sering mengeluh mual, jadi ga enak makan..
    kanapa ya cak,,,
    trus solusinya gimana ya?

  362. 362 cakmoki April 8, 2009 pukul 10:13 pm

    @ aroem:
    Mungkin masih ada pengaruh penyakitnya ato karena faktor lain yg belum kita ketahui.
    Solusinya:
    1) Dapat menggunakan obat berikut:
    a. Untuk mengatasi mual dapat menggunakan domperidone 10 mg, diminum 3×1 sebelum makan ato saat mual aja.

    b. Lemes dan gak enak makan dapat menggunakan curvit, diminum 3×1.

    2) Kontrol ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut … hehehe.

    Moga beliau segera pulih kembali. Trims

  363. 363 Ishak April 15, 2009 pukul 5:19 pm

    dear dok,
    anak saya usia 7 th berdasarkan hasil test darah dan tubex positif typus, dan dirawat di RS selama 6 hari. Baru kemarin keluar dari RS dan diberikan obat antibiotik ciproxin yang selama ini diberikan selama masa perawatan di RS (racikan apotek RS setempat). Saya konfirmasi kepada teman dokter mengenai antibiotik tsb, menurut dia jangan diteruskan minum ciproxin tsb karena sebenarnya obat tsb hanya untuk orang dewasa..mohon tanggapan dokter terhadap masalah obat antibiotik Ciproxin tsb dan apa akibatnya terhadap anak-anak?
    terima kasih

  364. 364 cakmoki April 16, 2009 pukul 12:38 am

    @ Ishak:
    Ya, saya sependapat. Obat tersebut (ciproxin=cyprofloxacin) tidak direkomendasikan untuk anak dibawah usia 16 tahun.
    Sebaiknya diganti dengan obat lain (dosisnya disesuaikan berat badan), misalnya: cefadroxyl. Obat ini aman untuk semua umur dan dalam waktu yang panjang.

    Untuk jangka pendek, gak ngaruh. Metabolit obat tersebut akan hilang bersama air kencing.
    Namun jika digunakan untuk jangka panjang pada anak, dilaporkan di salah satu penelitian di Ingris, diduga mempengaruhi ujung tulang panjang.

    So, kalo dihentikan, gak ngaruh.
    Trims

  365. 365 steva April 25, 2009 pukul 5:09 pm

    salam kenal dok..

    langsung saja yach..
    tanggal 26 maret – 2 april 09 saya demam, terutama malam hari, badan panas tapi saya menggigil kedinginan, dan saya tidak bisa BAB sama sekali, tetapi saya tidak muntah, cuman hanya mual diperut dan agak sakit diperut.( tidak ada bercak merah dikulit / tidak ada tanda terkena DBD )

    akhirnya tanggal 3 april ke dokter keluarga
    dan setelah di periksa, perut kanan sakit kalau ditekan, lidah kotor, tidak bisa BAB .
    maka dokternya bilang saya kena tipus, saya sudah 2 kali kena gejala tipus ( yang pertama dan ke 2 saya berobat ke RS)
    lalu diberi obat untuk 1 minggu antara lain:
    1. thiamphenicol 500mg 3×1
    2. gestamag 3×1
    3. sulfamethoxazole trimethoprim 3×1
    4. pil untuk penghilang demam , diminum kalau demam muncul saja
    5. pil untuk penghilang rasa sakit, diminum kalau linunya datang

    dan saya disuruh MAKAN BUBUR dan TIDAK BOLEH MAKAN BUAH APAPUN..dan full bed rest .. yang mana ini saya lakukan semua (sayang sekali saya tidak menemukan web site ini lebih cpat jad saya kudu makan bubur terus hahaha )

    lalu genap 1 minggu saya kembali periksa ke dkter
    kondisi saya suda membaik,sudah tidak demam saya sudah bisa BAB, walau masih cair dan warna agak hitam/gelap, dan perut sudah tidak terlalu melilit,lidah tidak kotor , lalu saya diberi obat kembali al:

    1. thiamphenicol 500mg 3×1
    2. gestamag 3×1
    3. pil untuk penghilang demam , jaga2 kalau demam muncul saja
    4. pil untuk penghilang rasa sakit, jaga2 kalau linunya datang

    resep diatas untuk 3 hari saja ( atau 10 butir masing2 obat )

    dokternya mengatakan saya sudah boleh makan makanan yang lunak2 ( nasi lunak dan menghindari makanan berlemak dan goreng serta sayur dan buah MASIH DILARANG)

    lalu setelah 3 hari/obat habis saya merasa badan saya sudah mulai fit dan saya sudah mulai beraktivitas walaupun masih ringan2 saja.

    lalu tiba2 tepatnya tanggal 17 april, kondisi saya tiba2 drop kembali, saya kembali demam dan perut saya kembali melilit dan sakit kalau dibuat membungkuk, serta mual2 ( tetapi tidak muntah ) dan lidah kembali kotor.

    lalu saya membeli obat sendiri di apotik al:

    1. thiamphenicol 500mg 3×1
    2. gestamag 3×1
    3. parasetamol, kalau demam muncul
    4. vitamin B complex 3×1
    5. kapsul cacing 3×1 ( heheh saya yakin dokter tidak akan berkomentar tentang kapsul cacing, jadi saya tidak akan bertanya mengenai ini, saya hanya menuruti ajuran ortu saja :D )

    dan saya minum itu sampe sekarang- sembari bed rest kembali

    pertanyaan saya:
    1. apakah benar saya kena tipus? kalau bukan apakah sakit saya ini?
    2. apakah obat yang saya beli sendiri ini dan saya minum sampe sekarang benar? kalau tidak apa yang harus saya minum?
    3. apakah saya boleh tetap meminum thiampenichol sampe sekarang? saya takut katanya bisa resisten? sampai kapan saya boleh minum thiampenicol ini?berapa hari batasan minum anti biotik semacam thiampenicol ini?
    4. apakah saya boleh mencampur obat2 itu dengan meminum vitamin B-complex juga ?kalau vitamin c apakah boleh juga?
    5.sekarang saya sudah bisa BAB tiap hari dan tidak mencret serta warna normal, saya sudah tidak demam, namun masih kadang2/jarang pusing dan perut masih kadang2 sakit, terutama kalau ditekan atau di tekuk/ membungkuk, saya sudah mencoba makan nasi biasa dengan kuah dan mie dan telur, serta makan buah pisang, tapi saya tetap menghindari goreng2an dan makan yang terlalu brminyak. apakah saya masih lama akan sembuh total? apakah saya harus tetap bedrest
    6. apakah saya perlu cek darah dsb? secara selama sakit ini saya belum pernah cek darah dll

    maaf dokter kalau replynya kepanjangan dan pertanyaannya banyak banget

    semoga Tuhan membalas segala kabaikan dokter :D
    ditunggu replynya

  366. 366 cakmoki April 26, 2009 pukul 12:34 pm

    @ steva:
    Kronologisnya lengkap banget :) … bagus untuk bahan diskusi kita semua.
    Sebelum menjawab pertanyaan, sy ingin sedikit komentar bahwa: demam terutama malam, pahit, lidah kotor adalah keluhan yang sangat subyektif, bisa terjadi pada hampir semua demam dengan berbagai jenis penyakit dan tidak bisa dijadikan patokan bahwa tanda tersebut mengarah ke tipus. Banyak orang merasa lidahnya kotor ketika melihat warna lidah sedikit berubah agak keputihan, padahal yg dimaksud lidah kotor pada tipus, warnya ke arah coklat seperti orang habis nginang … pun demikian dg “pahit”, kalo seseorang mulai mual, tentu lidah terasa pahit karena ada peningkatan produksi asam lambung… :)

    1) Sejujurnya, saya belum yakin tipus. Tanda tipus tidak spesifik, namun pada umumnya demam lebih seminggu. Minggu pertama, demam cenderung meningkat (malam lebih tinggi ketimbang demam pada siang hari), dan demam cenderung menetap pada minggu kedua dan minggu sesudahnya.
    Tanda di atas bisa terjadi pada berbagai penyakit, saya gak bisa memprediksi penyakit tertentu dengan keluhan di atas tanpa pemeriksaan penunjang.

    2 & 3) Keluhan yg dialami pada 17 april, tidak serta merta dianggap tipus. Bisa jadi penyakit pencernaan lain, misalnya gastro-enteritis (jenis dan variannya banyak), ato bisa juga penyakit lain yg dapat diketahui dengan pemeriksaan fisik dan Lab jika diperlukan.
    Pemakaian Thiampenicol pad tipus: selama demam dan dilanjutkan dengan 1-2 minggu setelah bebas demam untuk menghindari resistensi dan remisif. (ini kalo bener tipus).
    Pada dasarnya, jika pemakaian obat sesuai dosis dan durasi sesuai jenis penyakitnya, maka tidak akan terjadi resisten.
    Saat ini, jika udah terlanjur minum Thiampenicol, sebaiknya diteruskan hingga 5-7 hari, dengan asumsi gastro-enteritis dan bukan tipus.

    4) Boleh, jika emang ada indikasi. Vitamin boleh diminum dengan obat lain.

    5) Kenapa gak makan makanan yg digoreng? Makan aja, bebas koq. Sy menduga saat ini menderita salah atu dari penyakit Gastro-enteritis. Pada tipus aja boleh … hehehe.

    6) Kalo sekarang udah sembuh, gak perlu periksa Lab dan sy yakin bukan tipus :)

    Trims

  367. 367 steva April 26, 2009 pukul 2:28 pm

    thx dok buat jawabannya yang jelas :D

    mau nanya lagi dok hehehe jangan bosen yach…

    kalau misalkan orang yang terkena gastro-enteritis , apakah thiampenicol juga merupakan antibiotik untuk mengobatinya? atau ada obat lain untuk mengobatinya?

    o ya, apakah gastro-enteritis berbahaya?

    oh, jadi saya boleh makan gorengan yach dok? :D kalau minum juice buah atau es krim? o ya sekalian nanya dok, kalau sehabis minum es teh, susu atau jus buah, bolehkah saya meminum obat antibiotik etc? soalnya saya dengar dan kata orang2 tua , orang yang sehabis minum susu , teh atau jus buah (atau buah2an) tidak boleh minum obat. mohon bimbingannya dan penerangannya.

    btw kmrn saya sempat makan yang agak sedikit pedas(btw dok saya bukan orang yang suka pedas , jadi pedas yang sedikit aja sudah saya anggap pedas hehehe, apalagi kalau sedikit pedas, mungkin bagi org lain tidak pedas.. ) dan langsung saya merasa sakit di perut khususya daerah pusar keatas ( ulu hati?? ). mengapa ini bisa terjadi dok?

    update kondisi terkini saya,
    perut masih agak sakit kalau ditekuk atau ditekan, BAB tetap lancar dan normal bentuk dan warna, serta lidah sudah bersih.

    thx dok buat jawabannya
    saya yakin blog ini akan membantu banyak orang ( seperti saya yang merasa sangat terbantu heheh )
    wish all the best for dokter

  368. 368 cakmoki April 26, 2009 pukul 5:32 pm

    @ steva:
    Thiamphenicol bisa digunakan pada gastro-enteritis, jika disebabkan oleh kuman. Tapi bukan obat pilihan (drug of choice).
    Gastro-enteritis banyak jenisnya (misalnya: colitis, shigellosis, desentri, dll). Sejauh gak menimbulakn dehidrasi (kekurangan cairan) akibat dari diare berlebihan atau muntah berlebihan, maka gak bahaya. Untuk memudahkan pasien mengingatnya, biasanya dokter hanya mengatakan : radang/infeksi pencernaan.

    Makan makanan yg digoreng boleh, kalo gorengan kan wajan, gak bisa dimakan dong … hahaha. *maaf, becanda, supaya inget*

    Juice buah, es krim, es teh, susu atau jus buah, tidak merusak obat, so…boleh. Emang ada obat yg absorbsinya berkurang jika bersamaan dengan susu, misalnya tetrasiklin, tapi bukan merusak dan bukan menetralisir, hanya mengurangi absorbsi. Itupun obat tersebut sudah sangat jarang digunakan.
    Orang-2 tua kita dulunya anak-2 kecil, kitapun nanti jadi orang tua, ini bukan berarti setiap sabda orang tua selalu benar kan… :)

    Ada 2 pendapat terkait makanan pedas dan keluhan lambung.
    Pendapat pertama:
    Pedas, adakalanya merangsang peningkatan produksi asam lambung sehingga lambung atau ulu hati terasa perih, gak nyaman, mual, dll.

    Sedangkan pendapat kedua menyebutkan bahwa makanan pedas tidak terbukti berhubungan secara langsung dengan keluhan lambung. Keluhan lambung tsb lebih disebabkan karena “cemas”, ato udah terlanjur khawatir duluan sehingga rasa khawatir tersebut merangsang peningkatan produksi asam lambung sehingga muncul keluhan lambung.
    Ilustrasinya begini: katakanlah kita ngeliat rujak cingur. Dalam benak kita udah tertanam kalo rujak identik dengan pedas dan masam. Nah, stimulasi sensoris tersebut memicu peningkatan asam lambung tanpa kita sadari, sehingga yg ngeliat rujak, tanpa terasa seperti berasa berliur. Bahkan kadang berliau beneran.

    Pendapat kedua ini lebih banyak dianut mengingat sebagian besar (lebih 80%) keluhan lambung dipicu oleh “kecemasan”

    Kalo perut masih meras gak enak, dapat menggunakan :
    1) gestamag (atau sejenisnya), diminum dalam keadaan perut kosong.
    2) cimetidin (dan sejenisnya), diminum 1-2 jam setelah minum gestamag.

    Moga sehat selalu … Trims atas sharing dan supportnya :)

  369. 369 steva April 26, 2009 pukul 6:23 pm

    waduh…
    hhehe.. iya dok.. bukan gorengan tapi makanan yang digoreng hehehe…:D :D

    dokter.. lengkep sekali penjelasannya..
    bahkan lebih lengkap daripada kalau saya pergi ke dokter umum secara langsung heheheheh (yang biasanya hanya periksa, suntik, resep dan obat hehehe- atau sayanya yang memang takut n sungkan untuk nanya -takut dibilang sok nanya …heheheh )

    ok dokter..
    saya banyak belajar dari blog ini, dan blog ini membukakan mata saya dari banyak hal yang dulu saya tidak mengerti dan sekedar “meraba2″ serta meluruskan persepsi2 yang salah yang sempat beredar..

    moga2 banyak persepsi dan pendapat2 yang tidak tepat dapat di “luruskan” melalui sharing2 di blog dokter ini.

    moga2 dokter diberi kesehatan dan umur panjang dan koneksi internetnya lancar terus heheheeh (sesama pemakai speedy – yg kadang2 lemot hehehe – OOT dech jadinya)..supaya bisa membantu banyak orang melalui blog ini.

    thx dok

  370. 370 cakmoki April 26, 2009 pukul 6:42 pm

    @ steva:
    Makasih telah berbagi pengalaman, moga bermanfaat bagi yg lainnya…. terutama bagi saya … kita sama-sama belajar :) .. dan makasih juga atas support dan do’anya. Demikian pula sebaliknya :)

  371. 371 Erma April 30, 2009 pukul 11:59 am

    Cak moki,

    Kamis dan Jumat minggu lalu saya demam, sudah turun dengan panadol. Sabtu minggu badan sudah enak. Senin, ada bintik2 merah yang muncul di kaki dan tangan, mirip dengan teman saya yang alergi dingin. Rabu (kemarin) saya ke dokter untuk memeriksa bintik merah nya. Karena sebelum2nya saya gak alergi dingin. Dokter minta tes darah untuk lihat apakah DBD dan tifus. Hasilnya, saya positif tifus (S.Typhy H (+) 1/320, S. Paratyphi A-H (+)1/320,, S.Paratyphi B-H (+) 1/160 )….. padahal saya merasa enak2 aja badannya. Saya juga sudah baca tulisan cak moki soal tifus diatas. Dan jadi merasa kayaknya saya gak tifus beneran ya.

    Jadi pertanyaannya,
    1. Saya perlu tes ulang gak ya?
    2. Obat yang diresepkan (Sanmol dan Opimixe 100) perlu saya minum gak ya? Sudah terlanjur ditebus soalnya. Setahuku itu antibiotik dan obat demam, padahal saya gak demam sama sekali.
    3. Gimana caranya saya bisa tau apa bintik merah itu ya cak? Beberapa orang bilang itu “biduran” tapi orang2 ini sama sekali bukan dokter.
    4. Cak moki punya sejawat yang bersedia memberi keterangan secara jelas dan detil seperti gaya blog ini, tapi orangnya ada di Jakarta? saya pengen ketemu dokter yang gak irit ngomong dan gak irit ilmu :D Jadi lain kali saya langsung ke dokter yang seperti ini aja gitu.

    Maaf kepanjangan pertanyaannya. Matur suwun sebelumnya.

  372. 372 cakmoki Mei 1, 2009 pukul 10:44 am

    @ Erma:
    Seperti diskusi sebelumnya, berdasarkan pedoman pendiagnosaan tifus, test widal hanya dapat dipercaya jika dilakukan pada minggu kedua demam dan ada tanda-tanda klinis yang mengarah ke tifus.
    Sy sependapat dg perasaan mbak, bahwa penyakit di atas menurut saya bukan tifus…hehehe.

    Jawaban:
    1) Gak perlu, toh ntar testwidal akan tetap positif walau badan udah sehat.

    2) Sanmol tentu gak perlu diminum, demikian pula opixime (antibiotik golongan sefalosporin), gak perlu, soalnya dah sembuh dan gak ada keluhan. Tanda di atas (demam dengan bintik merah menojol diatas kulit) kemungkinan salah satu dari penyakit viral, misalnya dengue klasik, rubella dan sejenisnya yg biasanya self limited.

    3) Bintik merah (skin rash) bisa karena berbagai faktor. Kalo biduran biasanya melebar dan lebih menonjol, sedangkan jika berupa bintik di permukaan kulit, bisa jadi skin rash yg biasa mengikuti beberapa penyakit viral.
    Untuk memastikan biduran ato bukan, coba bandingkan dengan gambar biduran pada artikel Urtikaria atau Biduran

    4) Wah, maaf..kalo di Jakarta saya gak tahu banyak, yg saya kenal hanya temen-2 deket, misalnya: dr. Tienke Ambarwati, Sp.PD, dr. Doddy, Sp.KK, sedangkan temen-2 spesialis lain gak berhubungan dengan ini … jka ke tempat beliau, bilang aja salam dari cakmoki dan minta penjelasan detail tanpa menambah biaya, hehehe…

    Maturnuwun

  373. 373 Erma Mei 1, 2009 pukul 12:58 pm

    Terima kasih jawabannya Cak.
    Saya tadi sudah lihat gambar bidurannya, dan ini beda. Bintik merahnya kecil-kecil dan merata, seperti di bawah kulit gitu. Sekarang sih sudah hilang.

  374. 374 Hartoyo Ahmad Jaiz Mei 1, 2009 pukul 6:19 pm

    Wuih, thread ini ternyata masih rame juga..
    Saya membacanya waktu kena thipus sekitar 6 bulan yang lalu.

    Buat Cak Moki,
    semoga ini jadi amal sholeh yang menambah berat timbangan kebaikan
    anda di hari kiamat kelak.

  375. 375 cakmoki Mei 1, 2009 pukul 7:14 pm

    @ Hartoyo Ahmad Jaiz:
    Terimakasih ats support dan do’anya, demikian pula sebaliknya. :)

  376. 376 diabetic signs Mei 5, 2009 pukul 4:02 pm

    semuanya benar…..sekarang tergantung sekala prioritas….mana yang lebih penting …itulah yang harus dilakukan……..menjadi dokter perlu seni dalam mengobati

  377. 377 cakmoki Mei 6, 2009 pukul 5:45 pm

    @ diabetic signs: :)

  378. 378 fredty Mei 6, 2009 pukul 6:09 pm

    Sore dok…langsung saja ya dok..

    Saya dalam 2 minggu ini mengalami sakit dengan keluhan panas, batuk, flu, tenggorokan sakit untuk menelan makanan, mual dan perut sakit saat ditekan, pernah juga disertai mimisan, dan BAB warna gelap (tidak selalu gelap tetapi lancar) oleh dokter diberikan anti biotik untuk jangka waktu 3 hari, tapi panas tidak berkurang dan cenderung badan lemas sekali, dokter menyarankan untuk test widal dan hasilnya leukosit 4900/ul, trombosit normal tetapi Typi H positif 1/320 dan Typi O positif 1/320, perlu dokter ketahui, saya sudah 3 kali menderita penyakit tifus yang berulang (mei 2007, juni 2008 dan desember 2008) , hampir 1 thn Typi O selalu positif, tetapi di bulan februari 2009 sudah negative.
    Dalam minggu ini kondisi saya tambah lemas, suka pusing mendadak kadang vertigo, badan panas tetapi dalam beberapa jam turun kembali, lalu saya memeriksakan lagi ke dokter internist, dan oleh dokter dibagian perut dan pinggang terasa sakit dan dokter saya tidak memberikan saya obat tifus tetapi hanya vitamin, ketika saya tanyakan hanya di jawab, saya sudah terlalu banyak makan obat, perlu dokter ketahui, saya hanya mendapat vitamin mazuku kapsul 2×1 perhari, pankreoflat 2×1 perhari dan L-bio 2×1 perhari.
    Yang ingin saya tanyakan, apakah dengan gejala tersebut saya terkena tifus lagi? Apakah saya sudah terlalu banyak minum obat sehingga dokter tidak menyarankan saya untuk minum obat? Mohon petunjuknya dok…terima kasih

  379. 379 cakmoki Mei 6, 2009 pukul 10:52 pm

    @ fredty:
    Jika panas udah berlangsung 2 minggu dengan tanda lain dan hasil Lab seperti yang disebutkan, bisa jadi Thypoid.
    Konsekuensinya, perlu obat tifus bahkan tetap minum obat tifus hingga 1-2 minggu setelah bebas demam.
    Adapun obat lain adalah obat untuk meredakan keluhan yang menyertainya.

    Terimakasih.

  380. 380 mochi Mei 7, 2009 pukul 11:04 pm

    [Just wanna share and..]

    Sebulan yang lalu, saya kena gejala tipus..
    Badan rasanya panas dingin, lemes, dan rasanya ga enak…
    Ga seperti demam-demam biasanya.

    Dianjurkan untuk memakan makanan yang lembek-lembek, tidak pedes, tidak bersantan…

    3 hari pertama, saya tahan untuk makan bubur, kentang, dan telur.
    setelah itu, saya nyerah, saya makan nasi, ikan goreng, sop, dan lain-lain selama makanan itu ga pedes. Rasanya bahagiaaaa banget bisa makan nasi! Habisnya.. makan bubur, bikin lemes, perut cepat laper. Kadang-kadang sampai bingung, menu apa ya yang cocok untuk penderita tipus?

    Ibu saya nyaranin untuk minum rebusan sawo muda, rasanya pahit banget!
    (Setelah ditelan, rasa rebusan sawo muda = rasa antibiotik yang diberikan oleh dokter). Apakah kandungan antibiotik tipus dan sawo itu sama?

    TEMAN saya berkata: “Saat sakit, selama manusia masih punya keinginan untuk makan, maka ia akan bisa sembuh. Namun ketika ia tidak punya keinginan lagi untuk makan maka ia tidak punya harapan hidup… Bagaimana bisa sehat, kalau tidak makan, mau dapat energi dari mana???”

    –Thanks atas sharing-nya–

  381. 381 cakmoki Mei 7, 2009 pukul 11:17 pm

    @ mochi:
    thanks share-nya :)
    Maaf, rebusan sawo muda tidak mengandung antibiotika. Kebiasaan menggunakan rebusan sawo muda adalah kepercayaan salah kaprah. Justru seringkali menambah keluhan lambung pada orang yang memiliki riwayat gangguan lambung.
    Saya sependapat dengan pendapat si teman … bener banget :)
    Sekali lagi, makasih

  382. 382 ruri Mei 12, 2009 pukul 9:51 am

    Pagi dok..

    Minggu lalu suami saya merasa lemas, perut sangat kembung dan mual. Sore hari suhu badan hangat, tapi normal kembali pagi hari hingga kini. Test darah menunjukkan
    Hemoglobin & Trombosit normal
    Laju endap darah 18 mm/1 jam
    Leukosit 4900/ul (normal 5000 – 10000)
    Triglycerides 210 mg/dl (normal < 200)
    Cholesterol 252 mg/dl (normal <200)
    HDL Cholesterol 40 mg/dl (normal 35-80)
    LDL Cholesterol 170 mg/dl (normal <130)
    Salmonella typhi O + 1:80
    SGOT 95 U/l (normal <37)
    SGPT 286 U/l (normal <40)

    Nilai SGOT & SGPT diatas mungkin ga,ya dok? Atau hasil lab nya salah,ya?
    Analisis dokter, tipus suami kambuh lagi (10 thn lalu pernah tipus). Dokter memberikan obat Kalihicol 500mg, Danalgin, Enziplex,Simvastatin 10 mg, dan Primperan 10 mg.

    Hingga obatnya hampir habis keluhan masih sama, yaitu mual (tapi tidak bisa muntah), perut sangat kembung dan keras (penuh angin), lidah pahit,dan lemas. Tapi selama ini tidak panas ataupun demam.

    Mohon diagnosanya,dok…
    Banyak terima kasih

  383. 383 cakmoki Mei 12, 2009 pukul 1:24 pm

    @ ruri:
    Met siang,
    Berdasarkan keluhan dan hail lab, menurut saya gak memenuhi syarat untuk mencurigai tipus. Terlebih demam hanya berlangsung 2-3 hari.
    Justru Kalchicol dan Danalgin akan menambah peruh kembung dan berasa gak nyaman.
    Nilai SGOT-SGPT (enzim) menggambarkan fungsi sel hati, dimana pada nilai yang tinggi bisa disebabkan banyak faktor, misalnya: kelelahan, menurunnya kondisi tubuh, metabolisme yang meningkat, penyakit-penyakit tertentu, dll.
    Fungsi obat-obat di atas:
    Kalchicol: antibiotika.
    Danalgin: analgesik-antipiretik.
    Enziplex: enzym sekaligus obatkembung
    Simvastatin: penurun kadar lemak
    Primperan: obat mual-muntah.

    Mohon maaf saya tidak mendiagnosa karena tidak memeriksa secara langsung.
    Namun, kalo berkenan, sementara dapat menggunakan obat simptomatis (mengurangi keluhan) mendampingi obat di atas, yakni:
    a) Ranitidine 150 mg (merek dagang bebas memilih), diminum 2×1 sesudah makan. Obat ini untuk menghambat peningkatan produksi asam lambung sehingga diharapkan dapat meredakan kencang di lambung dan rasa pahit di lidah.
    b) Antasida (misalnya: asidrat, inpepsa) untuk menetralisir keasaman lambung sekaligus meredakan kembung.

    Semoga suami segera pulih kembali.
    Trims

  384. 384 slamet nursahid Mei 17, 2009 pukul 10:25 am

    pagi semuanya,dok aku punya istri kena penyakit tipes sy kasih dia makanan bubur nasi tiap hari keliatanya dia bosan, saya mau tanya dok, makanan ringan apa yang dapat di makan?

    terimakasih

  385. 385 cakmoki Mei 17, 2009 pukul 9:37 pm

    @ slamet nursahid:
    Makan nasi aja. gak harus makan bubur, ntar mblenger dan lemes.
    Semua makanan kecil boleh dimakan. :)
    Moga istri segera sembuh … Trims

  386. 386 ruri Mei 17, 2009 pukul 10:50 pm

    malam dok…
    Mau tanya, suami saya sudah 2 minggu ini didiagnosa sakit tipus berdasarkan hasil test widal. Suami gak demam, hanya anget biasa (36,7^C) di haeri pertama. Selebihnya gak pernah demam. Masalahnya, hingga hari ini keluhannya sama, yaitu mual,kembung,diare,tidak nafsu makan. Sekarang berat badan turun, tapi perut kelihatan agak kembung.
    Apakah orang kalo terkena tipus memang begini?

    Terima kasih untuk jawabannya

  387. 387 cakmoki Mei 18, 2009 pukul 10:39 pm

    @ ruri:
    Kalo boleh tahu, Test Widal dilakukan pada hari keberapa demam dan berapa nilainya?
    Kalo demam gak sampe seminggu udah sembuh, menurut sy bukan tipus.
    Untuk meredakan keluhan tersebut, dapat menggunakan obat simptomatis (mengurangi keluhan), yaki:
    1) Untuk meredakan mual-muntah: Domperidon 10 mg (merek dagang bebas), diminum 3×1 sebelum makan.
    2) Untuk meredakan kembung: Pankreoflat, diminum 3×1 sesudah makan.
    Sementara itu dulu, ntar kita tunggu perkembangannya setelah 3 hari.

  388. 388 slamet nursahid Mei 19, 2009 pukul 5:50 pm

    terimakasih atas saranya,semoga allah selalu memberikan yang terbaik untuk cakmoki

  389. 389 Kevin Juni 1, 2009 pukul 7:55 am

    Terima kasih sudah berbagi masalah makanan Dokter, sehingga saya bisa merasa aman untuk menyantap makanan padat.

    Saya didiagnosa tipes sejak 3 hari yang lalu berdasarkan hasil lab, awalnya saya sering merasa lemas, mual dan pusing sekali, tetapi setelah hari kedua, tinggal lemasnya saja, tetapi itu datangnya mendadak, tidak setiap waktu.

    Setelah pertanyaan saya tentang makanan sudah terjawab oleh rekan rekan yang lain, saya ingin menanyakan, apakah saya harus total bed rest, atau boleh melakukan aktivitas biasa di rumah asalkan tidak terlalu letih. Karena kalau diminta berbaring saja dan tidak tidur, kepala saya bisa sakit, mungkin karena bosan.

    Pertanyaan lainnya Dokter, apakah saya boleh makan coklat, misalnya MILO, atau SILVERQUEEN ataupun susu coklat, karena kadang saya kalau sedang agak malas makan, saya cuma bisa makan yang berbau coklat. Apakah hal ini berbahaya bagi usus saya Dokter (sulit dicerna).

    Terima kasih Dokter, blog Dokter sangat membantu kami.

  390. 390 cakmoki Juni 2, 2009 pukul 1:11 pm

    @ slamet nursahid:
    Terimaksih juga atas support dan do’anya, demikian pula sebaliknya.

    @ Kevin:
    Menilik pendiagnosaan tipes tanpa disertai riwayat demam dan tanpa disebutkan jenis test serta hari keberapa demam pemeriksaan tersebut dilakukan, mohon maaf jika sy meragukan diagnosa tersebut.
    Paling cepat, test tipes dapat dipecaya hasilnya jika dilakukan pada hari ke 5 demam menggunakan Tubex TF, sedangkan test Widal dilakukan pada minggu kedua demam.

    Jika benar tipes, dan saat ini gak demam, tidak harus bedrest, artinya boleh beraktifitas ringan yg tidak mengakibatkan lemas.
    Coklat, dalam berbagai kemasan dan produk (milo, silverqueen, susu, dll) boleh dimakan. Tidak berbahaya bagi pencernaan karena produk coklat tersebut di atas, mudah dicerna.
    Trims

  391. 391 slamet nursahid Juni 6, 2009 pukul 7:47 pm

    malam cak moki,mohon maaf saya tanya lagi,cak saya sudah tes widal untuk istri beberapa kali dan hasilnya memang tipus(1/80)kemudian saya mengikuti saran saran dari dokter juga saran dari cak moki hanya saja setiap sudah agak baikan istri kambuh lagi,yang saya tanyakan hasil tes widal yang mempunyai nilai 1/80 itu, apakah jenis tipus akut yang susah di sembuhkan? terimakasih

    salam

    slamet nursahid

  392. 392 cakmoki Juni 7, 2009 pukul 7:31 am

    @ slamet nursahid:
    wahhhh, kalo setaip panas tes widal, mungkin hapmir semua yang demam dengan penyakit apapun, akan dianggap tipus semua kalo widal positif.

    Ok, saya ingin meluruskan beberapa hal.
    Pertama, tatacara mendiagnosa penyakit tipus ada syarat dan rukun-nya. Kalo gak memenuhi kriteria pendiagniosaan, berarti bukan tipus.
    Tipes (demam tipoid), merupakan penyakit menular yg disebabkan oleh kuman Salmonella thypi. Pada umumnya ditandai dengan demam yang makin hari makin meningkat pada minggu pertama dan kemudian demam menetap (tinggi) pada minggu kedua, serta tanda-tanda lain yg tidak khas.

    Pemeriksaan widal, hanya dapat dipercaya jika dilakukan pada minggu kedua demam, dengan nilai lebih tinggi dari 1/200 dan makin meningkat pada pemeriksaan komparatif ulang.
    Sedangkan pemeriksaan penunjang tipus terkini (Tubex TF), hanya dapat dipercaya jika dilakukan pada hari ke 5 demam dengan nilai (+) positif 5 atau lebih.
    Dengan kata lain, akurasi pemeriksaan widal sangat rendah, artinya sering salah. Bahkan pada orang sehatpun, adakalanya menunjukkan hasil positif 1/320, jika dulunya pernah kemasukan kuman Salmonella walaupun orang tersebut gak sakit lantaran salmonella gak berkembang. Mengapa begiitu ? Karena kuman tersebut menstimulir pembentukan aglutinin dalam tubuh kita. Nah, aglutinin itulah yg diperiksa melalui tes widal. Dan aglutinin (hasil reaksi tubuh terhadap endotoksin kuman salmonella) bisa tetap ada dalam tubuh seseorang yang pernah kemasukan kuman Salmonella bahkan hingga berbukan-bulan atau bertahun-tahun walaupun orang tersebut gak pernah sakit tipus.

    Jika widal dilakukan dalam minggu pertama demam, apalagi hasilnya di bwah 1/200, apalagi setelah diobati trus gak sampek seminggu udah gak demam, pasti bukan tipus.
    Semua referensi tentang tipus bunyinya kurang lebih begitu… :)
    Anehnya, di Indonesia, demam baru beberapa hari udah tes widal. Hasil widal Positif, walaupun cuma di bawah 1/200, dianggap tipus… hehehe.
    Lagipula, tipus kalo udah sembuh, gak akan kambuh, kecuali ketularan lagi atau kemasukan kuman salmonella lagi, atau kecuali type carrier (tapi persentasenya banget banget).

    Kedua, tentang istilah akut dan kronis.
    Baiklah, saya copy paste tulisan saya sebelumnya, sebagai berikut:
    Suatu ketika mungkin kita pernah mendengar seseorang menceritakan perihal penyakitnya disertai mimik cemas, “ penyakitku udah akut nih “. Di saat lain, seseorang dengan raut khawatir berkata, ” ahhh, penyakitku kronis banget “.

    Dua kata, akut dan kronis, tak jarang diungkapkan dengan wajah-wajah kuyu seolah menggambarkan betapa berat penyakit yang dideritanya.

    Trus, sebenernya gimana sih ?

    Di bidang medis, kedua kata tersebut digunakan (secara umum) untuk merujuk pada waktu (durasi) suatu gangguan atau penyakit.

    PENGERTIAN

    Akut. Adalah suatu gangguan atau penyakit yang timbulnya (onset) cepat, atau berlangsung dalam waktu pendek (tidak lama), dalam kurun waktu jam, hari hingga minggu.

    Pada kondisi tertentu, akut dapat diartikan penyakit yang berat dan memerlukan penanganan secara cepat (emergency), atau penyakit yang bersifat life safing saving, misalnya: akut abdomen, infark miokard akut, apendiksitis akut, dan lain-lain.

    Kronis. Artinya gangguan atau penyakit yang berlangsung lama (berbilang bulan atau tahun) atau dikenal sebagai penyakit menahun. Misalnya: hipertensi, diabetes melitus, kusta, psoriasis, dan lain-lain.

    Moga jawaban ini bermanfaat (sama dengan jawaban pada pertanyaan sebelumnya, silahkan scroll ke atas).

    Makasih… Salam.

  393. 393 slamet nursahid Juni 7, 2009 pukul 8:49 am

    saya sangat senang di beri jawaban yang sangat komplit dari cak moki, semoga allah selalu melindungi anda dan keluarga,amin

    salam

    slamet nursahid&keluarga

  394. 394 noermawan prasetya Juni 10, 2009 pukul 9:22 am

    pagi dok,mau nanya.sudah hampir 2minggu ini saya terasa lemas.awalnya sih meriang.hasil lab :
    hemoglobin 16.9
    lekosit 10.10
    hematokrit 50.60
    trombosit 268
    uji widal
    semua negatif kecuali
    S.Paratyphi AH 1/80
    saat ini saya masih mengkonsumsi sendikol 500mg sama zegivit.sebelumnya dikasih amoxan.sekarang sih udah ga deman,tapi tiap malam badan rasanya dingin dan setiap mau tidur keluar keringat.dan kondisi saya masih lemas dok.kata dokter,lekosit saya tinggi dan ada gejala tipusnya.saat ini dah hampir 2 minggu dan masih terasa lemas.ada apa denganku dok?dan makanan apa yg bisa mengembalikan aku ke normal lagi?

  395. 395 cakmoki Juni 10, 2009 pukul 6:47 pm

    @ slamet nursahid:
    Termakasih juga telah berbagi dan terimakasih atas do’anya, demikian pula sebaliknya. Salam.

    @ noermawan prasetya:
    Secara umum, pemulihan kondisi pasca sakit ataiu saat sakit adalah dengan istirahan yg cukup dan makan-makanan bergizi.
    Kalo boleh tahu, selama 2 minggu terakhir ini makan apa ?

    Menurut saya perlu pemeriksaa lanjutan berdasarkan pemeriksaan fisik oleh dokter, misalnya LFT (liver function test), sekali lagi atas anjuran dokter yg memeriksa. Seandainya menurut dokter gak perlu LFT, tentu ada cara lain untuk mencari penyebab rasa lemas dan mengobatinya.

    Adapun tentang penjelasan dokter bahwa kondisi di atas dikatakan “gejala tpus”, silahkan baca pada jawanan-jawaban sebalumnya, termasuk jawaban saya untuk Bapak Slamet Nursahid di atas.
    Semoga segera pulih kembali… Trims

  396. 396 noermawan prasetya Juni 10, 2009 pukul 8:06 pm

    menurut keterangan dokter,yg didasarkan pada lekosit saya yg tinggi katanya radang tenggorokan/radang lambung/ada infeksi.selama sakit makan bubur doang dok.sudah 3 hari ini saya coba makan nasi.dan tiap makan nasi emang ga lemes lagi tapi tetep kalau malam rasanya dingin dan setiap mau tidur selalu keluar keringat.kondisi saat ini,sdh ga demam,ga mual.cuman terkadang rasanya lemes dan didingin kalau malam hari.benarkah saya ada typus?apa yg harus saya lakukan?

  397. 397 cakmoki Juni 11, 2009 pukul 10:05 pm

    @ noermawan prasetya:
    Seperti jawaban saya sebelumnya, gak yakin tipus, artinya bukan tipus.
    Lemas yg disebabkan kurang kalori (karena makan bubur), otomatis dapat menimbulkan keluhan lain, misalnya: nggliyeng, sempoyongan, keringat dingin, dll, dll.
    Obatnya gampang, makan yg huenak-huenak.

    Tentang lekosit, tak perlu risau dengan nilai yg di luar batas normal, bahkan orang sehat segar bugarpun bisa mengalami hal itu kalo kebetulan ada mikro-organisme (kuman, virus, dll) masuk tubuh. Peningkatan jumlah trombosit merupaka reaksi tubuh ketika bagian tubuh mengalami inflamasi (peradangan) oleh mikro-organisme maupun bukan. Artinya, peningkatan leukosit di atas nilai normal, tidak serta merta menunjukkan bahwa seseorang mengalami sakit.
    Contoh, anak yg koreng kecil aja, dan masih bisa bal-balan, kalo diperiksa lekosit, tentu naik hingga belasan ribu.

    Monggo, silahkan baca lagi artikel di atas… :)
    Trims

  398. 398 dds Juni 20, 2009 pukul 7:25 pm

    Informasi ini sampai saat ini masih belum tersosialisasi dengan baik di masyarakat yah, tifus selalu identik dengan bubur.
    Terima Kasih info nya mascoki..

  399. 399 cakmoki Juni 21, 2009 pukul 6:29 pm

    @ dds:
    iya bener … karenanya kita semua berkewajiban mensosialisasikannya melalui berbagai media … Trims sarannya ya :)

  400. 400 Putri Juli 4, 2009 pukul 11:34 am

    kalo tipus itu…apakah sebaiknya istirahat total, ya, pak ?

    Alternatif lain selain makan bubur, jenis makanannnya apa, ya, pak ?

    terima kasih, pak..

  401. 401 Fano Juli 4, 2009 pukul 12:47 pm

    siang Dok …

    mau nanya dong masalah cek darah,
    kemarin gw habis cek serologi widal, dan hasilnya
    semua negatif kecuali S.Paratyphi BO = 1/80
    maksudnya apa ya?

    oh iya, hasil hematologi umum nya jg ada,
    Hemoglobin = 14,0
    Hematokrit = 41
    Leukosit = 8,1
    Trombosit = 298

    Dengue NS1 Ag = negatif

    apakah ini ada hubungan nya dengan tifus ataukah penyakit lain?
    thx …

  402. 402 cakmoki Juli 4, 2009 pukul 3:06 pm

    @ Putri:
    Gak harus total, kecuali kalo kondisinya lemah. Yang penting istirahat dan makan makanan bergizi.
    Makanan bebas, sesuai tulisan di atas, gak harus makan bubur, so makan sesuai selera.. soto, bakso, rawon, dll …boleh.
    Hanya saja, untuk sementara menghindari sayuran or buah berserat tinggi. (silahkan baca diskusi sebelumnya)
    Trims :)

    @ Fano:
    Hasil Lab tersebut gak berarti apapun dan tidak mengindikasikan penyakit tertentu.
    Yang terpenting bukan hasil Lab semata tapi keluhan yg dialami saat ini, sehingga pemeriksaan Lab bisa lebih fokus sesuai dengan keluhan dan pemeriksaan dokter.
    Trims

  403. 403 Rizki Juli 13, 2009 pukul 2:10 pm

    So mama gw yang sakit tifus paraah banget gimana ?
    Harus makan bubur atau ga ?

  404. 404 cakmoki Juli 14, 2009 pukul 12:13 pm

    @ Rizki:
    Ga harus makan bubur, seperti tertulis di artikel.
    Trims

  405. 405 Ferdy Juli 15, 2009 pukul 9:37 pm

    met kenal dok.
    saya baru didiagnoas tifus hari ini setelah melakukan pemeriksaan darah dan setelah membaca bahwa sakit tifus tidak harus makan bubur, saya cukup lega hehehe… yang ingin saya tanyakan, apakah penyakit tifus ini dapat menular? buah2an apa saja yang benar2 bagus untuk memulihkan kondisi badan dimasa sakit ini dok? Terima kasih atas infonya. GBU

  406. 406 cakmoki Juli 16, 2009 pukul 1:23 am

    @ Ferdy:
    Met kenal…
    Ya, menular terutama melalui makanan dan minuman yang tercemar kuman Salmonella typhi.
    Buah yang mudah dicerna dan banyak kandungan vitamin dan mineral, serta mudah didapat, diantaranya: pepaya, apel, pisang, melon, apokat ..dll
    Moga segera sembuh… Makasih.

  407. 407 aryu Juli 18, 2009 pukul 11:47 am

    thx a lot infonya..

  408. 408 Lex dePraxis Juli 18, 2009 pukul 1:22 pm

    Dulu sewaktu gejala tifus, saya boleh memilih makan bubur atau tidak.

    Lex dePraxis
    Romantic Renaissance

  409. 409 cakmoki Juli 18, 2009 pukul 2:52 pm

    @ aryu:
    sama-sama

    @ Lex dePraxis:
    trims share-nya :)

  410. 410 hamidzul Juli 25, 2009 pukul 9:03 pm

    Dokter, anak saya 9 tahun tiba-tiba demam cukup tinggi di pagi hari (ditambah keluhan pusing dan mual). Segera saya beri parasetamol 250 mg 2 kali dlm. rntang wktu 8 jam. Karena panas tidak turun, saya periksa ke dokter (umum) sorenya. Diberi amox, pil mual dan parasetamol. Sehari sesudahnya, kondisi tidak berubah membaik. Karena khawatir kenapa-napa, saya cek widal dengan hasil:
    S. Typhi O 1/40
    S. Par. A-O 1/20
    S. Par. B-O 1/80
    S. Typhi H 1/20
    S. Par. B-H 1/320
    S. Par. C-H 1/320
    Sore hari itu juga saya balik ke dokternya dgn. membawa hasil widal. Oleh dokter diberi antibiotik kloramfenikol; dengan catatan amox-nya tetap diminum. Hari ini (hari ke 6), obat sudah mau habis, kondisi demam relatif menurun tapi masih kerap muncul. Sesekali masih muntah dengan intensitas semakin berkurang. Dari 2 hari kemarin, muncul gejala tambahan yaitu pilek (hidung tersumbat). Tadi sore waktu buang ingus, cairan ingusnya seperti berwarna sedikit agak kemerahan. Pertanyaan saya untuk dokter:
    1. Penyakit anak saya tersebut typus atau paratypus?
    2. Kategorinya (dari gejala yang saya uraikan) ringan atau berat?
    3. Apa yang harus saya lakukan bila obat habis padahal belum sembuh total?
    Terima kasih atas saran dan wawasan dari dokter

  411. 411 cakmoki Juli 26, 2009 pukul 3:17 am

    @ hamidzul:
    Sebenernya jawaban untuk pertanyaan-2 tersebut udah pernah didiskusikan panjang lebar pada diskusi sebelumnya. Monggo, silahkan scroll ke atas, kalo perlu dicopy-paste.

    Gambaran umum demam pada typhus:
    Diobati dengan obat apapun, termasuk opname, demam pada typhus pada umumnya tinggi dan terus meningkat (gak pernah turun) pada minggu pertama, kemudian demam menetap pada minggu kedua. Selain itu ada tanda-tanda lain, misalnya pemeriksaan gerakan usus (peristaltik), relatif bradikardi (denyut jantung tidak sesuai dengan demam. Normalnya, kalo demam, denyut jantung lebih cepat dari normal, pada typhus terjadi sebaliknya), dll..dll.

    1) Seperti jawaban-jawaban dan diskusi sebelumnya (silahkan scroll ke atas), bahwa hasil tes widal hanya bisa dipercaya jika pemeriksaan dilakukan pada minggu kedua demam. (Itupun masih perlu konfirmasi jika hasilnya lebih dari 1/200).
    Artinya, pemeriksaan widal dalam minggu pertama, hasilnya gak bisa dipakai sebagai landasan diagnosa karena tidak memenuhi syarat dan rukun-nya tata cara diagnosa typhus. Lagipula, tes Widal hanya memiliki akurasi sekitar 30 %, selebihnya sering salah.
    Sebagai gambaran, andai kita dulu pernah kemasukan kuman Salmonella typhi atau paratyphi, maka tubuh kita akan membentuk aglutinin. kalo jumlah kuman yg masuk dapat dieliminasi oleh tubuh kita, maka kita gak sakit dan kuman mati. Tapi aglutinin yg terbentuk bisa bertahan berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Karena itulah mengapa pada orang yg sehat wal’afiat kadang didapatkan hasil tes Widal hingga 1/320 saat cek up walaupun yg bersangkutan gak sakit apapun.
    Tes Widal bukan untuk mengetahui ada tidaknya kuman tapi untuk menilai kadar aglutinin sebagai reaksi tubuh kita saat ada kuman Salmonella masuk melalui makanan, minuman, dll. Perlu diketahui bahwa Salmonella hingga tahun 2005 memiliki varian lebih dari 2500 varian, yg akan memberikan tes widal positif juga. Padahal gak mesti salmonella typhi.
    Ini berbeda dengan di negara yg bukan endemis, dimana tes widal kadar rendah boleh jadi menunjukkan seseorang menderita typhus. Tapi tetep dilakukan pada minggu kedua demam.

    2) Berat ringannya penyakit tidak dinilai dengan angka-angka pada hasil Widal, tapi dengan penilaian pemeriksaan fisik oleh seorang dokter.

    3) Kalo demam belum turun setelah obat habis, maka kontrol ke dokter untuk pemeriksaan ulang.

    Tambahan:
    Jika seseorang dinyatakan typhus, konsekwensinya harus minum obat 9terutama tiamfenikol atau kloramfenikol) hingga 2 minggu setelah bebas demam

    Sekali lagi, Lab hanyalah penunjang diagnosa dan parameter follow up penyakit tertentu untuk membantu dokter dalam menegakkan diagnosa.
    Kini, Widal sudah jarang dipakai karena sering salah. Pemeriksaan typhus yg lebih akurat (mencapai 90%) adalah Tubex TF, itupun hanya bisa dipercaya jika dilakukan paling cepat pada hari kelima demam dengan hasil positif 5-10.

    trims

  412. 412 hamidzul Juli 26, 2009 pukul 4:00 am

    1. Tentang konsumsi 2 jenis antibiotik (amox dan kloram)pada kasus anak saya, apakah “benar” secara medis dan tidak ada resiko efek negatif dok?
    2. Pemberian kloram pada hari ke dua berdasar tes widal sebelum meinggu ke 2 demam apakat tepat menurut dokter?
    3. Pemeriksaan Tubex TF itu gambarannya seperti apa dan apakah umumnya lab klinik (termasuk di puskesmas) ada pelayanannya?

  413. 413 cakmoki Juli 26, 2009 pukul 3:17 pm

    @ hamidzul:
    1. Dapat dibenarkan jika seorang dokter mencurigai adanya infeksi oleh kuman gram positif maupun gram negatif, misalnya pada sebagian infeksi usus (enteritis dengan berbagai varian dan jenisnya)
    Efek negatif gak ada sejauh sesuai dengan indikasinya. Lagipula, pemakaian dalam jangka pendek, misalnya beberapa hari hingga 2 minggu, gak akan memberikan dampak negatif.

    2. Kalau menduga typhus, maka konsekwensinya memberikan obat sesuai urutan (mulai kloramfenikol atau tiamfenikol, kemudian amoz, dan seterusnya).
    Adapun menduga typus berdasarkan widal dalam minggu pertama (hari pertama demam hingga hari keenam), bukanlah tindakan yang tepat.
    Repotnya, yg ada di benak masayarakat kita hanay typhus ketika mendapati dirinya atau anggota keluarganya menderita demam.
    Selain itu, adakalanya petugas Lab ikut-ikutan memberikan penjelasan yg keliru hanya berdasarkan tes Widal. Mungkin juga petugas-2 kesehatan (dokter, perawat, bidan, dll) ikut berperan menciptakan kesalahan berkepanjangan dengan mengatakan typhus kepada seseorang hanya berdasarkan tes widal yg tidak tepat waktu pemeriksaannya, atau hanya berdasarkan keluhan panas, pahit, dll.
    Inilah tugas kami untuk meluruskannya. Dan kewajiban kita bersama untuk memperbaiki kekeliruan yg udah turun temurun khususnya di kalangan masyarakat awam.

    3) Tes Tubex TF, bisa disediakan di ndeso sekalipun, bergantung pada dokter yang bertugas di wilayah masing-2 untuk menyediakan yg terbaik bagi masyarakat di sekitarnya.
    Memang biaya pemeriksaan relatif mahal, sekitar 80-90 ribu, tapi setidaknya masyarakat punya pilihan.
    Sekilas Tubex TF, silahkan baca artikel yg pernah saya tulis pada link berikut:
    http://cakmoki86.wordpress.com/2007/09/23/pemeriksaan-demam-tifoid-terkini/
    dan
    http://cakmoki86.wordpress.com/2008/01/28/evaluasi-tubex-tahap-1/

    Trims

  414. 414 wiwit Juli 29, 2009 pukul 6:21 pm

    dok, salam kenal..
    saya beberapa hari yang lalu demam, tetapi mulai kemarin, demam saya sudah turun. kata dokter yang memeriksa saya, saya terkena typhoid fever (saya belum tes widal). saya disuruh untuk diet makanan seperti yang biasa dialami penderita tipes.
    saya masih bingung, benarkah tidak mengapa saya makan nasi (bukan bubur)?
    lalu contoh makanan yang sangat dianjurkan untuk saya seperti apa? tolong disebutkan nama makanan (lauk)-nya saja ya dok secara spesifik.
    saya juga dilarang minum susu oleh dokter, alasannya saya sedang minum obat. benarkah selama saya minum obat saya tidak boleh minum susu?

    terima kasih dok..

  415. 415 cakmoki Juli 29, 2009 pukul 11:51 pm

    @ wiwit:
    Salam kenal,
    Kalo belum seminggu demam udah turun, kemungkinan bukan typhus. Boleh jadi penyakit lain yang mirip typhus, misalnya enteritis (infeksi saluran cerna), penyakit-2 oleh virus … dll …dll.
    Gak ada pantangan makanan, semua makanan boleh dimakan. Lha wong yang nyata-2 typus aja dianjurkan makanan bergizi tinggi … :)

    Susu tidak merusak obat.
    Kecuali hanya obat tertentu yang jika diminum bersama susu akan menurunkan penyerapannya, misalnya obat golongan tetracyclin, tapi tidak merusak obat.

    Trims

  416. 416 si3rra Agustus 3, 2009 pukul 12:31 pm

    Dok, halo salam kenal.

    Seudah baca beberapa tulisan dokter diatas, saya agak bingung ttg definisi typhusnya saya.

    2 minggu ini badan lemas,ngantuk, kaki dan tangan dingin sekali, merasa panas meriang tp diukur hanya 36-37 derajat celsius saja.

    bbrp hr lalu test darah, widal S par C-O dan typhi H negatif.
    Widal S. par A-H 1/80
    Widal S. par B-H 1/160
    Widal S. par C-H 1/1.280

    Dr bilang saya kena gejala thypus, dikasih antibiotik Chloramex 500mg (Chloramphenicol) dan Vit B complex. Udah 3 hari makan masih berasa kurang lbh sama. Saya tidk bedrest, tp mengurangi aktifitas saja.

    Tp kalau tidak panas kata dokter bukan typhus ya ? tp bagaimana dgn data widal di atas ?

    ma kasih sebelumnya.

  417. 417 hamidzul Agustus 3, 2009 pukul 9:02 pm

    Terima kasih dok, atas jawaban dan penjelasannya untuk saya. Semoga Allah swt. membalasnya dengan kebaikan berlipat ganda. Tetap semangat untuk memberikan wawasan pencerahan medis kepada khalayak Indonesia. Insya Allah lain kesempatan saya berkunjung lagi tentu dengan bermacam pertanyaan. Moga dokter tidak bosan.

  418. 418 cakmoki Agustus 4, 2009 pukul 3:32 am

    @ si3rra:
    Salam kenal…

    Seperti tertulis di berbagai referensi, sebagian besar tifoid (typhus) ditandai dengan demam yang makin meningkat pada minggu pertama dan demam akan menetap pada minggu ledua. yg bilang gitu bukan saya, tapi semua dokter akan tahu hal tersebut. Hanya sebagian kecil penderita tifoid yang tanpa demam tinggi.

    Sedangkan widal, baru tadi malam kami diskusi di milis khusus para dokter seangkatan, diantaranya membicarakn tentang cara pendiagnosaan tifoid. Salah seorang ahli anak mengatakan (dengan nada sambil bercanda) bahwa Widal adalah pemeriksaa typhus jaman Ken Arok. Artinya, udah gak layak digunakan lagi di jaman modern ini mengingat Widal tidak sensitif dan dapat positif tinggi bahkan pada orang sehat sekalipun.

    Salah seorang spesialis penyakit dalam juga menyatakan keprihatinannya tentang diagnosa typhus. Menurut beliau, mungkin lebih 80% bangsa kita pernah didiagnosa typhus. Karenanya, sy menulis artikel pendek ini untuk mengajak semua pihak agar berpikir dan bertindak rasional sesuai dengan panduan medis.

    Di sisi lain, jika seorang dokter mendiagnosa typhus, maka wajib memberikan obat sesuai prosedur tetap pengobatan typhus (dengan antibiotik golongan chloramphenicol atau thiamphenicol sebagai pilihan pertama). Itupun, harus memberikan obat typhus hingga 1-2 minggu setelah bebas demam.
    Jika ternyata bukan typhus, dokter tersebut tidak bisa disalahkan mengingat diagnosa typhus didasarkan pada keluhan penderita, hasil pemeriksaan fisik dan lab penunjang yang diyakininya. Hanya saja, dengan makin mudahnya masyarakat mendapatkan informasi melalui internet dari berbagai referensi, boleh jadi lama kelamanan masyarakat akan mampu memilih dokter terbaik dan terpercaya sesuai keyakinan tiap penderita.

    Nah, terkait dengan keluhan dan data di atas, tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada sejawat dokter, sejujurnya saya gak yakin. Masih sangat banyak penyakit lain yg satu sama lain sangat mirip.

    Trims

    @ hamidzul:
    Terimakasih juga telah berbagi. Kita berharap, apa yg kita diskusikan dapat bermanfaat bagi sesama. Amiiin…

  419. 419 si3rra Agustus 4, 2009 pukul 7:28 pm

    Dok,

    ma kasih banyak ‘pencerahannya’. Antibiotiknya tinggal sehari lagi, harus dihabiskan dulu, istirahatnya dibanyakin juga, semoga beres :).

    Biaya widal tidak terpaut jauh dgn test tube (ngga sampe 2 kali lipat), kenapa ya dokter2 ngga mau pake yg jauh lbh akurat sekalian.

    Sekali lagi ma kasih, semoga Tuhan selalu memberkati !

  420. 420 cakmoki Agustus 5, 2009 pukul 3:18 am

    @ si3rra:
    ya, semoga beres :)
    Makasih telah berbagi

  421. 421 Bianca Agustus 27, 2009 pukul 1:02 pm

    met siang dr.
    anak saya prp 6 th kena demam batuk pilek hr minggu diberi obat CEFAT drysyrup, TOPLEXIL, TEMPRA, dan hari ketiga selasa pagi ditest darah TUBEX TF hasilnya positif 4 dan dr anak menyarankan obat btk pilek diteruskan dan 3 hr kontrol kembali dan anak hrs bedrest, saya sempat tanya obat tifusnya mana tapi dijawab obat btk pileknya dulu aja habiskan.Jujur saya agak heran dgn jeban dr tadi, kebetulan saya punya kenalan apotek dan menurut dia ada antibiotik untuk demamnya dan saya tebus obat THIAMCYIN syrup dan dibantu cacing kering dari apotek herbal. hari keempat malamnya sdh tidak ada demam lagi.
    (nb.padahal thn kemarin (bln Okt)anak saya sempat dirawat di rs krn tifus juga dan setelah sembuh 2 bln kemudian diimunisasi tifus).
    pertanyaan saya dr :
    – mengapa anak saya mudah sekali kena tifus ? apakah setelah sembuh sekarang hrs diimunisasi tifus kembali ?
    – jika dia sdh tidak demam apakah 3-6 hr kemudian dia boleh bersekolah lagi (dgn catatan ke gurunya tdk melakukan aktivitas olah raga) ?
    – pencegahan apa yang harus saya lakukan untuk menghindari si anak kena tifus lagi, mengingat saya setiap hari makan dan snack selalu masak sendiri ?
    – mengapa jawaban dr anak mengenai obat spt itu ? apakah memang benar ?
    Tks alot dr…
    GBU…

  422. 422 cakmoki Agustus 28, 2009 pukul 3:49 am

    @ Bianca:
    Met malem (soalnya ngejawabnya malem)
    Langsung jawab pertanyaan ya….
    1) Sebagai pedoman dasar, bahwa demam yang sembuh sebelum seminggu bisa dikatakan bukan tifus walaupun hasil lab menunjukkan tifus.
    Tubex TF hanya bisa dipercaya hasilnya jika dilakukan paling cepat pada hari kelima demam.
    Selengkapnya tentang Tubex, silahkan baca artikel sebelumnya pada blog ini di sini
    Pemeriksaan Tubex adalah memeriksa aglutinin, sehingga seseorang yang pernah kemasukan kuman Salmonella typhi dan terbentuk aglutinin pada tubuhnya akan memberikan hasil positif walaupun yang bersangkutan gak sakit dan si kuman udah musnah.
    Demikian pula bagi seseorang yang pernah menderita tifus, maka akan memberikan hasil positif hingga beberapa bulan walaupun sudah sembuh dan gak ada lagi kuman salmonella typhi dalam tubuhnya, kecuali jika tertular lagi.
    Karenanya, menurut saya gak perlu imunisasi tifus lagi.
    Lagi pula, tanda-2 di atas secara umum adalah tanda-2 ISPA dimana saat ini lagi musim dan demamnya bisa berlangsung hingga 4-5 hari bahkan seminggu.

    2) Boleh sekolah seperti biasa dan pasca sembuh dari demam oleh penyebab apapun sebaiknya tidak melakukan aktifitas berlebihan termasuk olah raga.

    3) Mengingat penularan tifus melalui makanan dan minuman, sebaiknya anak tidak jajan sembarangan. Dan saya yakin hal itu rata-2 udah dilakuka para orang tua.

    4) Mengenai obat, dokter tersebut benar, karena mungkin dokter tersebut meragukan hasil Tubex tidak sesuai dengan tanda klinis penyakit tifus. Perlu diketahui bahwa tanda tifus lebih ditentukan pemeriksaan klinis ketimbang hasil Lab, mengingat bahwa lab Tubex adalah salah satu penunjang diagnostik yang bisa salah (false positif) lantaran yang diperiksa adalah aglutinin (reaksi tubuh kita saat ada kuman salmonella typhi masuk tubuh), bukan memeriksa ada tidaknya kuman.

    Andaikata demam tersebut lebih seminggu (walaupun udah diobati) dan pemeriksaan fisik maupun tes Tubex benar-2 mengarah ke tifus, maka obat yang diberikan dokter tersebut (cefat=cefadroxyl) bisa untuk mengobati tifus sebagai obat second line, sedangkan drug of choice untuk tifus adalah tiamfenikol dan kloramfenikol.

    Urut-urutan obat tifus adalah sebagai berikut:
    Pilihan pertama (drug of choice) adalah tiamfenikol dan kloramfenikol dengan dosis 50-100 mg per kg berat badan per hari, terbagi dalam 3-4 kali pemberian dan diberikan hingga 1-2 minggu pasca demam. Artinya, obat tifus diberikan terus walaupun sudah tidak demam hingga sedikitnya 1-2 minggu pasca demam.

    Jika karena berbagai pertimbangan, misalnya rasa pahit dan mual ketika minum obat pilihan pertama, maka dapat diberikan obat secon line, yakni:
    Amoksisilin, cotrimoxazole, sefalosporin (cefat=cefadroxyl, dll) dan obat golongan quinolone (obat golongan quinolone hanya untuk umur di atas 16 tahun).

    Jadi, gak ada yang salah tentang obat yang diberikan dokter tersebut, mungkin hanya kurangnya penjelasan saja.
    Maaf, saya justru hampir yakin bukan tifus mengingat pada hari keempat sudah gak demam, sedangkan saat ini pengobatan yang agresif untuk tifus paling cepat dapat menurunkan demam setelah seminggu.

    Seorang temen dokter ahli penyakit dalam di Surabaya menengarai bahwa kemungkinan sekitar 80% warga Indonesia pernah didiagnosa tifus dan mungkin diagnosa tersebut tidak tepat. Terlebih adanya anggapan masyarakat bahwa Lab adalah segalanya, padahal yang paling berperan dalam menentukan diagnosa adalah pemeriksaan klinis oleh seorang dokter, sedangkan Lab merupakan penunjang diagnostik dan follow up kemajuan pengobatan.

    Moga sehat selalu dan terimakasih telah berbagi :)

  423. 423 erik September 6, 2009 pukul 12:07 pm

    hallo dok, saya ada keluhan di perut,

    sebelumnya tgl 15 agustus bulan lalu saya mencret tidak brenti selama lalu di kasih new diatabs 3 hari ga berkurang lalu saya kasih lg immodium dan trakhir norit, tapi akhirnya saya nyerah dan pergi ke dokter, dokter kasih 3 macam obat thianicol, normudal dan rodiar, dan stelah obat itu dimakan 5 hari saya ga BAB,dan sorenya di hari kelima itu tiba2x demam dan kepala nyut2x

    Di hari ke 6 dimana obatnya baru saja habis saya baru bisa BAB dan tidak mencret, nah setelah itu kemudian badan saya lemas + kadang kringat dingin , perut tidak enak selalu berbunyi2x bila sudah makan tapi tidak kembung dan ada sdkit prasaan perih/dingin/spt iritasi di dalam-nya gitu kalau pas makanan udh masuk

    krn penasran saya cek lab darah, termasuk lemak jantung, faal ginjal , hematologi, serologi tubex dan semuanya di batas normal dan negatif tubex-nya, lalu saya ke dokter yg sama lg dan di kasih benzymplex + multivitamin .

    nah hari ini 6 sept 2009 saya BAB di depan-nya normal tapi agak trakhir dia lembek cenderung ke mencret lg, kira2x ini sakit apa ya dok? ada alternative obat lain kah? bosan skali di kasih sakit spt bgini, perut brasanya spt banyak gas trus dan kentut2x, tidak mual dan tidak kembung cuma ada prasa-an sdkit perih dan prut bergejolak . thx..

  424. 424 cakmoki September 6, 2009 pukul 1:54 pm

    @ erik:
    Boleh jadi gangguan sistem pencernaan dengan pelbagai jenis dan variannya.
    Untuk meredakan keluhan tersebut (sedikit perih dan rasa banyak gas), dapat menggunakan:
    1) Obat penghambat produksi asam lambung, misalnya Ranitidine 150 mg (merk dagang bebas memilih), diminum 2×1 sehari sesudah makan.
    2) Obat untuk menanggulangi banyak gas dalam saluran cerna, misalnya: Dysflatyl atau Enzymplex dan sejenisnya, diminum 3×1 sesudah makan.
    Kedua jenis obat tersebut (1 dan 2) dapat diminum bareng untuk meredakan keluhan. Jika dalam 2-3 hari masih tetep gak berkurang, mau gak mau periksa ke dokter terdekat.
    Trims

  425. 425 hadi September 12, 2009 pukul 6:47 pm

    askum, ma’f nih mu nanya. sayakan punya seorang pacar tapi pacar aku itu menderita penyakit tipes. truz saya ingin memberikan sesuatu u/ dia tapi saya bingung apa yach oleh” makanan yang cocok u/ dia?….

  426. 426 cakmoki September 13, 2009 pukul 3:42 am

    @ hadi:
    ass, wr, wb,
    Semua makanan cocok… soto, semur, sate, cap cai, rawon, dll… boleh diberikan :)
    Penderita tipes memerlukan makan makan bergizi tinggi.
    Trims…wass

  427. 427 Aisyah September 15, 2009 pukul 8:50 pm

    Ass wr wb.
    saya sekarang lagi kena tifus sudah 3 minggu istirahat total,selain minum obat dari dokter,ada yang menganjurkan dibantu minum jus jambu biji dan kurma, sudah saya jalankan sampai sekarang. yang mau saya tanyakan, jus jambu biji boleh gak untuk penderita tifus? dan apa betul jus jambu biji dan kurma dapat membantu menyembuhkan tifus?
    sebelumnya mksh bnyk dok, infonya sangat bermanfaat…
    wslm.

  428. 428 Aisyah September 15, 2009 pukul 9:25 pm

    Ass Wr Wb
    Maaf dok, mau tanya lagi… :)
    kalau sakit tifus boleh puasa? sekali lagi Mksh bnyk sebelumnya..
    Wslm.

  429. 429 cakmoki September 16, 2009 pukul 12:44 am

    @ Aisyah:
    Wa’alaikum salam,
    Jus buah boleh dikonsumsi untuk menambah vitamin, tapi bukan untuk menyembuhkan tifus.
    Penderita tifus sebaiknya tidak puasa karena memerlukan makan dan minum lebih banyak dari biasanya, baik jumlah maupun frekuensinya.
    Moga segera sembuh.
    Trims…Wass

  430. 430 Ariasetia September 25, 2009 pukul 3:56 pm

    Assalamualaikum Wr Wb..

    Maaf dok, mau tanya.
    Anak saya perempuan usia 2,5 tahun sudah seminggu ini kurang sehat.
    Sempat panas naik-turun selama 5 hari, setelah itu demam turun dan hilang. Sekarang hari ke 7 dia sakit. Masih keringat dingin, makan sudah mulai mau meski sedikit. Dia lebih suka makan buah; pisang, strawberry. meski masih lemas, dia masih cukup ceria dan mau bercanda. Kalau buang air besar.. tidak mencret, tapi dalam jangka waktu 2 hari sekali.
    2 hari lalu sempat tes darah, semua normal kecuali lekosit yang agak tinggi mencapai 11 ribu. Tapi belum tes tifus.

    Karena sekarang kondisinya terlihat mendingan, saya jadi ragu mau tes tifus. Ga tega ngeliat dia diambil darah (lagi).
    Bagaimana menurut dokter? karena dokter pernah sebutkan sebelumnya kalau demam tidak lebih dari seminggu, pasti bukan tifus.

    lalu, apakah saya boleh berikan susu beruang dan pocari sweat untuk anak saya?

    Mohon informasinya ya dok..
    terima kasih banyak sebelumnya..

    Wassalam..

    Ariasetia

  431. 431 cakmoki September 25, 2009 pukul 7:09 pm

    @ Ariasetia:
    Wa’alaikum salam…
    Jika saat ini udah gak demam dan sudah ceria, gak perlu tes tifus. Bisa jadi penyakit-penyakit infeksi lain yg banyak banget jenisnya.
    Pocari sweat dan susu apapun boleh dikonsumsi, sejauh anak suka.
    Moga sehat selalu
    Trims.
    ass

  432. 432 Ardi Oktober 12, 2009 pukul 3:39 pm

    Assalamu’alaikum,
    sore dok, mau nanya…
    saya kemarin periksa ke dokter Sp.PD, dengan keluhan sbb:
    1. kepala rasanya muyeng terus, terasa kayak yg goyang di kepala dan badan.
    2. di dada terasa nyesak.
    3. di leher dan pundak belakang terasa pegal, kaku.
    4. di uluati terasa mual, ga enak.
    5. di lutut terasa linu, pegal, lemas, kayak ga ada tenaga.
    6. di paha terasa hangat.
    dokter mendiagnosa GERD, Vertigo, dan ada satu lagi tp kurang jelas. kemudian saya dikasih obat: Acitral 3×1, Mertigo 3×1, Omeprazole 1×1 dan Meloxicam 1×1.
    sebelumnya saya pernah kena tipes sekitar 1 tahun yg lalu. apakah penyakit tipes saya kambuh lagi? penyakit apakah yg saya derita? dan benarkah obat2 dari dokter tersebut? juga aturan minumnya dok, sebaiknya diminum sesudah makan atau sebelum makan utk masing2 obat yg diberikan tadi.
    makasih dok utk penjelasannya.
    wassalam,
    Ardi.

  433. 433 cakmoki Oktober 13, 2009 pukul 12:12 am

    @ Ardi:
    Ass, wr, wb…
    Bukan tipes.
    Berdasarkan keluhannya, saya sependapat dengan Diagnosa Dr. SpPD tersebut, termasuk obat-2 yg diberikan beliau.
    Acitral, untuk keluhan lambung, diminum 1 jam sebelum makan atau di antara 2 waktu makan.
    Mertigo untuk meredakan keluhan mual dan muyeng, kepala rasa goyang, diminum sebelum makan.
    Omeprazole untuk meredakan keluhan nyesek, diminum sesduah makan.
    Meloxicam adalah pereda nyeri, untuk menangglangi linu, pegal dan sejenisnya, diminum sesudah makan.

    Moga segera sembuh… :)
    Wass

  434. 434 Tina Oktober 13, 2009 pukul 11:16 am

    Dok, apakah pasien tipus atau pasien dengan keluhan lainnya di pencernaan boleh makan produk2 gandum seperti havermout dan roti gandum? Karena saya pernah baca di beberapa sumber, bahwa produk gandum ini bagus karena berserat tinggi. Namun di sumber lain juga banyak dikatakan bahwa produk gandum sulit dicerna pada beberapa orang. Dalam kasus keluhan pencernaan, kan pasien tidak dianjurkan makan makanan yang berserat tinggi. Jadi kalau sedang kena gangguan pencernaan (tipus dll), apakah produk2 gandum harus dihindari juga? Apakah berarti lebih baik makan roti putih biasa? Terima kasih ya dok atas jawabannya.

  435. 435 cakmoki Oktober 13, 2009 pukul 11:52 am

    @ Tina:
    Gandum boleh dikonsumsi oleh penderita gangguan pencernaan karena relatif mudah dicerna.
    Trims

  436. 436 mama jo November 26, 2009 pukul 7:43 am

    Dok anak saya 4th 2bl brt 20,5kg dulu saat mulai umur 3th 3bl dia sering batuk sembuh 2mg batuk lg,kata dr nya dia alergi,tp krn dr tsb cm beri antibiotik+obt batuk,akhirnya sy pindah ke dr prof,stl dites darah emang Ig E 462,led 21 jd emg parunya kurag baik hsl rontgen jg kesannya berkabut akhirnya anak saya pengobatan tb selama 6bl dan ini sdh ke 4 emang jd jarang batuk & BBnya naik trs tiap bl,tp tgl 31 okt kmrn dia demam krn hour sbtu dr nya ga praktek saya bw ke dr lain,kata dr mungkin typus,tp krn anak saya prn imunisasi anti typus jd dianggap tdk apa2 cm dikasi puyer lgs sembuh,trs tgl 23 nov ini tiba2 j8mlm di demam lg akhirnya tgl 24 nov sy bw ke dr oleh dr suru cek darah25 nov tepi & widal hasilnya hb 11,9 hematokrit 36,lekosit 2400,trom 152000,monosit 1,limposit 41,basinofil 0 yg lain normal,paraypus co 1/80,typus h 1/80. Akhirnya kata dr anak saya kena typus tp krn sdh imunisasi jd tdk berat,anak saya jg msh akif dikasi fixipar,colsancetine lgs tdk demam lg.menurut dr anak sy gimana mengingat anak saya aktif sekali.saya sampai takut kena leukimia krn demam tb tdk ada apa2 lg an jarak demam 3mg demam lg.gimana dr hasil lab nya?apakah baik2 saja kok lekositnya rendah?pdhl sblmnya anak saya jrg demam,ini kok tdk ada apa2 demam br sembuh 3mg kmdn demam lg,knp y?thx atas jawbnnya.sy tunggu yaaaaaa

  437. 437 cakmoki November 26, 2009 pukul 1:24 pm

    @ mama jo:
    Hasil Lab pada tanggal 25 Nop gak ada nilai Lab yang menunjukkan sesuatu yg serius. Perlu diketahui bahwa nilai Lab adalah nilai median, bukan angka absolut. Lagi pula, Lab adalah penunjang diagnosa yang ditujukan untuk membantu menegakkan diagnosa jika pada Pemeriksaan Fisik mengarah atau curiga terhadap penyakit tertentu.
    Lekosit yg lebih rendah dari nilai normal bisa terjadi pada bebagai kondisi, bahkan pada anak sehat sekalipun. Tentu bukan leukemia, karena leuemia ditandai dengan pembesaran limpa, anemia, trombositopenia (kekurangan trombosit) hingga di bawah 50.000 dan mudah terjadi perdarahan dengan berbagai manifestasi klinik.
    Widal hanya dapat dipercaya jika diperiksa pada minggu kedua demam (demam terus menerus lebih seminggu) dengan hasil di atas 1/200. Di luar itu, diagnosa typus patut dipertanyakan … :)
    Pada bulan-bulan tertentu, misalnya pergantia musim, adakalanya anak balita mudah sekali terkena infeksi (virus, kuman, dll). Bahkan ada yangdua minggu hingga sebulan sekali ke dokter karena sakit. Hal itu tidak lantas menandakan anak menderita penyakit yang serius. Kecuali jika penyakit yg diderita disertai penurunan kondisi tubuh , misalnya anak menjadi lemah, dll.
    Anak balita yang sakit setiap2 minggu ato setiap bulan pada kondisi tertentu adalah hal yang jamak dan banyak terjadi. Terlebih di daerah (kota) padat penduduk, banyak polusi dan lingkungan yang kurang sehat.
    Pada umumnya anak akan jarang sakit seiring dengan tumbuh kembang dan bertambahnya usia.
    Tentang hasil rontgen saya gak komentar … :D … silahkan baca artikel di blog ini berjudul Flek Paru, apa iya?.

    Moga sehat selalu.
    Trims

  438. 438 myrna November 26, 2009 pukul 9:56 pm

    Pak Dokter..saya mau tanya2 boleh ya…
    sudah 2 hari ini saya sakit kepala yg luar biasa diikuti panas dingin meriang…saya minum mefinal 500mg..tp tidak terlalu ada kemajuan hanya membaik bbrp saat lalu pusing dan dingin itu datang lagi..
    hari ini saya cek ke lab.. hasilnya adalah
    Salmonella paratyphi BO Positif (1/80)
    Hemoglobin 11,5
    Leukosit 4,3
    Hematokrit 32
    yg lainnya normal..
    apakah termasuk typus?
    mohon penjelasannya…trimakasih…

  439. 439 cakmoki November 27, 2009 pukul 5:16 pm

    @ myrna:
    Keluhan tersebut dapat dialami oleh berbagai sebab. Pada umumnya setiap demam hampir selalu disertai keluhan sakit kpala dengan berbagai macam gradasi.
    Untuk memastikannya sebaiknya periksa ke dokter terdekat.
    Hasil Lab tidak menunjukkan penyakit apapun. Bukan pula typus. Syarat utama seseorang dicurigai typus jika panas lebih seminggu dan hasil Widal (diperiksa pada minggu kedua demam) menunjukkan nilai lebih 1/200. Di luar itu, bisa dipastikan bukan typus.
    Trims

  440. 440 lukwan November 27, 2009 pukul 7:40 pm

    salam mas, saya memasuki hari ke 10 bedrest,karena divonis kena tipus oleh dr,melalui hasil lab IgM Thypoid(Tubex) positif 4. pantagan dokter cuma jgn makan makanan yg keras dan berminyak. dalam arti apa Berminyak itu? kalau menurut orang tua kita(turunan Chinese) berminyak itu kayak kentucky,kentang goreng,panggangan,pokoknya yg digoreng2 gitulah. jadinya sekarang makanannya cuma yg dikukus2.soalnya menurut orang tua kita penyakit tipus ini datangnya dari sering2nya kita makan makanan yg digoreng2. gimana ya? jadi pusing ni…

  441. 441 cakmoki November 27, 2009 pukul 8:45 pm

    @ lukwan:
    salam…
    a, demam dengan pemeriksaan fisik (klinis) oleh dokter dan ditunjang Tubex positif 4 (minimal pada hari ke 5), kemungkinan besar typhus.
    Dulu, lebih 20 tahun yang lalu, banyak larangan untuk penderita typhus. Namun sejak pertengahan 1980-an para ahli telah menyadari bahwa anggapan tersebut tidak benar. Karenanya sejak saat itu penderita typhus dianjurkan makan makanan bergizi, bukan malah tanpa makanan bergoreng. Yang dihindari utuk sementara adalh makanan atau sayurdan buah yang berserat sangat tinggi. Itupun masih diperdebatkan kebenarannya.
    Saya maklum kalo orang-2 tua jaman dulu masih beranggapan seperti itu, lha wong dokter aja ada yg masih gitu. Padahal buku-2 kedokteran yang terbit tahun 1990-an sudah mengingatkan bahwa larangan makanan pada penderita typhus adalah tidak benar. Pengetahuan (termasuk kedokteran) berubah dengan cepat seiring dengan berkembangnya teknologi dan kemajuan jaman. Oleh sebab itu, yang dulu dianggap benar belum tentu benar untuk saat ini.
    So, makan aja semua makanan bergizi yang disukai.
    Moga segera sembuh.
    Trims

  442. 442 lukwan November 28, 2009 pukul 9:31 pm

    terus dok, apakah masa penyembuhannya harus melewati wkt 2 minggu? kadang2 menjelang pagi badan meriang di sertai kepala agak berat dan terasa mual. gak berapa lama setelah bangun tak terasa lagi. badan aja agak lemas. apakah memang begitu? kerja sedikit badan terasa capek sekali.sebagai informasi setelah divonis typus saya cuma diberi obat biotichol 500mg 20 pcs (3×1)selama 6 hari. setelah 6 hari sampai sekarang memasuki hari ke 11 tidak minum obat apapun.apakah setelah minum obat tersebut kuman typus akan mati?dan badan saya akan sehat kembali. menurut dokter obat atau vitamin apa yg harus saya minum supaya kondisi saya fit kembali. terima kasih.

  443. 443 cakmoki November 29, 2009 pukul 8:21 pm

    @ lukwan:
    Benar…. pengobatan pada typhus dianjurkankan hingga 2 minggu setelah bebas demam.
    Pada minggu kedua adakalanya masih timbul keluhan seperti di atas.
    Sebaiknya Biothicol dan vitamin dilanjutkan hingga 2 minggu ke depan. Dengan begitu kuman Salmonella typhi benar-benar hilang dari peredaran.
    Untuk memulihkan kondisi tubuh dianjurkan makan makanan bergizi, bukan kukusan doang…hehehe…. dan multivitamin (merk apapun) untuk membantu metabolisme).
    Moga segera pulih kembali.
    Trims

  444. 444 Ardi November 30, 2009 pukul 2:46 pm

    Maaf Dok, mampir dan tanya lagi…

    Begini dok,…
    sudah kurang lebih 1 minggu ini kedua dengkul kaki saya, jari kaki, dan kadang jari tangan terasa linu, kayak pegal gitu. kepala terasa berat, kadang pusing. di pundak dan leher belakang juga terasa berat dan seperti pegal. tapi badan saya nggak demam. itu tanda penyakit apa ya dok? apakah mungkin karena tipes? karena kurang lebih 2 tahun yg lalu saya pernah kena tipes.
    mohon jawabannya dok, berikut saran pengobatannya. saya harus periksa apa dan apakah berobat ke dokter umum dulu boleh?
    terima kasih dok sebelum dan sesudahnya.

  445. 445 Wulan November 30, 2009 pukul 2:59 pm

    Siang dok,

    Saya adalah ibu hamil dng usia kehamilan 22 minggu (5 1/2 bulan).

    Gejala yg saya alami saat itu setiap jam 3 pagi saya bisa menggigil tp suhu tubuh normal setelahnya baru kepala saya pusing.

    Selama 1 minggu sya si rawat di RS krn positive typus.

    Krn saya hamil oleh dokter setiap jam 10 malam saya diberi infus TRIJEC CEFTRIAXONE – OTSU – D5 5% GLUKOSA. Selama diberi 3 botol infus setiap malam (total 3 malam) esok harinya diambil darah & hasilnya Salmonella Thypii +6 (thypoid aktif).

    Akhirnya malam ke 4 – 6 saya diberi infus lg dan esok harinya diambil darah lg masih salmonella thypii +6.

    Krn dr awal sy di rawat tidak ada keluhan di bagian perut / usu, makan & minum saya bagus & saya tidak diberi infus elektrolit sama sekali saya minta untuk rawat jalan saja.

    Saat rawat jalan saya diberi antibiotik Starcef 100, start hr senin – jum’at saya minum obat itu (masih harus di habiskan smp senin), dan hari jum’at saya ambil daraj lg ternyata hasilnya tidak berubah tetap Salmonella Thypii +6.

    Pertanyaan saya :
    1. Apakah Salmonella Thypii yg aktif ini akan membahayakan kehamilan / janin dalam kandungan saya?

    2. Knapa tidak ada perubahan ya dok padahal saya telah minum antibiotik dr dokter tp hasil samonella thypii masih tetap sama?

    Mohon pencerahannya, dok,…

    Tks
    Wulan

  446. 446 cakmoki Desember 1, 2009 pukul 12:15 pm

    @ Ardi:
    Kepala berat adalah keluhan yg kerap terjadi. Begitu juga pegal pada otot-2 pundak, leher, punggung, dll. Biasanya terkait dengan aktifitas sehari-hari.
    Bukan tanda typhus dan gak ada hubungannya dengan typhus yg pernah diderita 2 tahun yg lalu.
    Obatnya cukup dengan pereda nyeri, misalnya: Natrium diklofenak 50 mg (merk dagang, misalnya: voltaren, klotaren, divoltar, dll) diminum 3×1 sesudah makan hingga rasa pegal menghilang.
    Trims

    @ Wulan:
    Makasih informasi diskripsi perjalanan penyakitnya yg sangat lengkap. Langsung sy jawab aja ya …

    1) Kuman Salmonella typhi tidak akan mempengeruhi janin jika sudah diobati sesuai pedoman pengobatan typhus.

    2) Pemeriksaan Lab untuk typhus (Test Widal dan Tubex) adalah memeriksa aglutinin, yakni reaksi tubuh terhadap endotoxin yang diproduksi oleh kuman Salmonella typhi, bukan memeriksa Salmonella typhi. Aglutinin dalam tubuh adakalanya tetap tinggi walaupun penderita typhus sudah sembuh dan kuman sudah gak ada lagi dalam tubuh serta gak ada keluhan.
    Bahkan adakalanya orang sehatpun menunjukkan hasil pemeriksaan Tubex ataupun Widal positif tinggi saat diperiksa. Hal ini menunjukkan bahwa orang tersebut pernah kemasakan kuman Salmonella typhi dan kemudian tubuhnya memproduksi aglutinin walaupun orang tersebut tidak sakit.
    Mungkin bertanya-tanya, lho kemasukan kuman Salmonella typhi koq bisa gak sakit? Bisa, jika jumlah kuman hanya sedikit dan daya tahan tubuhnya bagus.

    Perlu diketahui bahwa lab adalah untuk penunjang diagnosa. Yang paling menentukan adalah pemeriksaan fisik.
    Selain itu, pada penderita typhus harus minum obat lanjutan selama setidaknya 1-2 minggu setelah bebas demam. Untuk itu, sebaiknya Starcef dilanjutkan.

    Semua obat typhus (amoksisilin, thiamphenicol, chloramphenicol, obat golongan sefalosporin) aman untuk kehamilan (kategori B pada kehamilan yg artinya aman), kecuali obat golongan quinolone, dan dokter tidak akan memberikan obat tersebut (obat golongan quinolon) pada wanita hamil.
    Moga segera sembuh.
    Trims

  447. 447 Wulan Desember 1, 2009 pukul 5:21 pm

    Alhamdulillah, senangnya saya mendapat pencerahan dari dokter,…

    ” pada penderita typhus harus minum obat lanjutan selama setidaknya 1-2 minggu setelah bebas demam ”

    1. Saya tdk mengalami demam sama sekali dok & hanya menggigil tanpa di sertai demam.

    ” Untuk itu, sebaiknya Starcef dilanjutkan ”

    2. Starcef sudah habis hari senin pagi/hanya 1x minum (dosisnya 2x sehari) jadi saya sudah tidak minum sejak senin malam hingga selasa ini. Apa saya bisa beli lagi dok stracefnya dan u/ di konsumsi berapa lama?

    Mohon jawabannya ya dok,…..

    Terima kasih

  448. 448 Wulan Desember 1, 2009 pukul 5:31 pm

    Maaf dok,

    Dari info dokter ” Yang paling menentukan adalah pemeriksaan fisik ”

    Ini berarti harus di cek kan ya dok sm dokter internist, apakah dng stetoscope cukup atau ada alat lain yg bisa menyatakan / indikator bahwa saya sudah sehat?

    Ini saja dok tambahannya, terima kasih…

  449. 449 cakmoki Desember 2, 2009 pukul 1:07 am

    @ Wulan:
    Ok, kita mulai diskusi lagi dari awal ya …

    Tanda-2 Typhus sangat bervariasi dan tidak spesifik. Seringkali mirip dengan penyakit-2 lain, seperti penyakit-2 infeksi oleh adenovirus dan lain-2.
    Namun pada umumnya pada minggu pertama perjalanan penyakit typhus, ditandai dengan keluhan-2, diantaranya: Demam, nyeri kepala, pusing, nyeri otot, kehilangan nafsu makan, mual, muntah, obstipasi (kesulitan buang air besar) atau bisa juga diare, dan perasaan tidak nyman di perut.

    Pada minggu kedua, tanda-tanda (gejala klinis) makin jelas, yakni demam, adakalanya disertai pembesaran liver, pembesaran limpa, kembung, denyut jantung lebih pelan dari normal (bradikardi), dan kondisi fisik makin lemah.

    Pemeriksaan Widal dapat dipercaya hasilnya jika dilakukan pada minggu kedua demam dengan titer yang disepakati oleh para ahli di setiap daerah (atau negara). Pada umumnya di negara kita (berdasarkan referensi Panduan Penatalaksanaan Typhus oleh Ikatan Ahli Penyakit dalam Indonesia dan buku-2 kedokteran di Indonesia), titer Widal dianggap menunjang diagosa typhus jika lebih dari 1/200 dan meningkat pada pemeriksaan ulang pada 5 hari setelahnya.

    Sedangkan pemeriksaan Tubex dapat dipercaya hasilnya jika dilakukan pada hari kelima demam. Keluhan-2 diatas dan dengan pemeriksaan fisik oleh dokter, serta hasil Tubex positif lebih dari 4-5 pada hari kelima demam, diyakini menunjang diagnosa typhus.

    Selain itu diperlukan pemeriksaan lain, yakni SGOT/SGPT (menilai fungsi liver) dan pemeriksaan darah untuk menunjang diagnosa.

    Pemeriksaan penunjang yang paling dapat dipercaya adalah biakan kuman (kultur kuman). Hanya saja pemeriksaan ini jarang dilakukan di Indonesia karena memerlukan waktu lama untuk mendapatkan hasilnya, kecuali di RS yang digunakan untuk kepentingan penelitian.

    Nah…. jika tidak ada keluhan seperti di atas dan hanya berdasarkan hasil Lab semata, diagnosa typhus perlu dikaji ulang. Mungkin benar, mungkin juga penyakit lain.

    Menurut saya, dalam konteks diskusi, jika saat ini tidak ada keluhan, Starcef tidak perlu dilanjutkan. Tapi kalo memang benar typhus, maka starcef sebaiknya dilanjutkan setidaknya hingga seminggu ke depan, kecuali jika dokter yang merawat tidak menganjurkan untuk melanjutkan.

    Sekali lagi, kita saat ini sedang berdiskusi, bukan menentukan pengobatan. Lagipula yang paling berkompeten menghentikan pengobatan ataupun melanjutkan pengobatan adalah dokter yang merawat dan memeriksa secara langsung. :)

    Tentang pemeriksaan fisik, maksud saya adalah mencocokkan antara keluhan penderita dan pemeriksaan fisik oleh dokter, yakni menilai kondisi fisik melalui inspeksi (melihat), palpasi (memegang area perut), perkusi (menepuk perut dengan jari), auskultasi (mendengarkan gerakan usus dengan stetoskop). Sedangkan Lab adalah penunjang dari pemeriksaan fisik dan keluhan.

    Jika saat ini dirasa masih ada keluhan, gak ada salahnya periksa ke internis.

    Trims

  450. 450 Wulan Desember 4, 2009 pukul 4:03 pm

    Yup,.. tks berat ya dok atas infonya….. Sukses selalu….

  451. 451 cakmoki Desember 4, 2009 pukul 5:16 pm

    @ Wulan:
    Sama-2, makasih juga telah berbagi…
    Moga sehat selalu

  452. 452 lukwan Desember 7, 2009 pukul 6:27 pm

    salam dok,
    mau nanya lg boleh ya dok. hehehe
    sampai hr ini uda 20 hr bebas dari obat bioticol. saya hanya minum vitamin imunos. (2 hr ini gak minum lagi). nah dok, kemaren mgkn kecapekan mondar mandir layani pelanggan, naik turun tangga. trus pagi ini bangun tdr rasanya dada terasa berat, kepala gak enak (agak berat sikit) kedua lutut ngilu. badan terasa lemas. rasanya capek banget. emang ada pengaruh ya dok, kl terlalu capek pykt ini bs kambuh lg? apakah saat ini saya sdh smbuh? menrt dokter kapan saya benar2 smbuh total? apakah stlh smbuh total, kuman typus ini bs kambuh lagi?

  453. 453 cakmoki Desember 8, 2009 pukul 1:23 am

    @ lukwan:
    salam …
    Enggak, gak ngaruh. Typhus kalo udah sembuh gak akan kambuh kecuali tertular lagi.
    Keluhan tersebut sangat wajar dialami oleh seseorang yang baru sembuh dari sakit cukup lama (sakit apapun). Terlebih jika kelelahan, baik lelah fisik maupun psikis.

    Gak perlu terlalu khawatir, ntar akan pulih jika cukup istirahat dan cukup makanan bergizi.
    Makasih.

  454. 454 rina Desember 8, 2009 pukul 4:18 pm

    saya wanita umur 30 th. pd tgl 11 november 2009 saya ddiagnosa kena typus dgn tes`widal sbb:
    salmonella typus O : + 1/80
    salmonella typus H : + 1/320
    salmonella paratypus A : + 1/80
    salmonella paratypus B : negatip
    setelah itu saya diberi antiboitik tapi saya lupa namanya lalu dalam beberapa hari saya sdh sembuh tidak demam lagi sampai sekarang setelah satu bulan saya coba tes widal lg dan hasilnya:
    widal s typhi O : negatif
    widal s par A-O : negatif
    widal S par B-O : 1/40
    widal S par C-O : negatif
    widal S typhi H : 1/640
    widal S par A-H : negatif
    widal S par B-H : 1/40
    widal s par C-H : 1/40
    apakah ini artinya dokter? apa saya msh blm sembuh padahal saya merasa bai-baik saja bahkan sangat sehat. terimakasih sebelumnya..

  455. 455 lukwan Desember 8, 2009 pukul 9:42 pm

    maaf dok,bukan begitu 5 hr yg lalu badan serasa sehat. di dengkul gak terasa ngilu badan jg terasa kuat. dlm 2 hari ini didada terasa capek, lelah, letih, lesu pokoknya 5L lah dok. dengkul terasa tak kuat u/ berdiri. harus pelan2 setelah bgn dari duduk. knapa ya dok? apakah memang bawaan pykt ini hrs istirahat dlm jangka waktu tertentu.( mis, 3 minggu atau sebulan )dgn istirahat total maksudnya gak blh kerja? thanks banget dok untuk penjelasannya.

  456. 456 cakmoki Desember 9, 2009 pukul 3:29 pm

    @ rina:
    Jika diagnosa tersebut emang bener-2 typhus, nilai widal saat pemeriksaan ulang setelah satu bulan gak masalah. Artinya, kesembuhan tidak ditentukan oleh pemeriksaan widal semata namun lebih kepada kondisi fisik. Jika sudah tidak ada keluhan setelah pengobatan, berarti udah sembuh.
    Lagipula, test widal bukan untuk memeriksa ada tidaknya kuman Salmonella typhi tapi untuk memeriksa agltutinin, yakni reaksi tubuh terhadap endotoksin yg diproduksi oleh kuman Salmonella typhi. Itulah mengapa pada orang yang sembuh dari typhus masih didapati tes widal positif tinggi setelah beberapa bulan hingga beberapa tahun kemudian walaupun tidak ada kuman salmonella typhi dalam tubuhnya.

    Untuk memastikan ada tidaknya kuman Salmonella typhi adalah dengan Pemeriksaan biakan (kultur) kuman. Namun pemeriksaan ini tidak lazim dilakukan di Indonesia karena memakan waktu lebih seminggu untuk mengetahui hasilnya, kecuali untuk kepentingan penelitian.
    Kesimpulannya: gak masalah dengan hasil tes widal yg terakhir seperti tergambar di atas. Gak perlu terlalu kuatir.
    Trims

    @ lukwan:
    ya, mestinya harus benar-benar fit untuk bekerja kembali. Itupun diawali dengan kerja ringan saat memulai bekerja lagi agar tidak timbul keluhan seperti di atas.
    Durasi istirahat dari aktifitas yang melelahkan tidak ada batasan yang tegas. semuanya bergantung pada kondisi fisik masing-masing. Namun secara garis besar, pada umumnya diperlukan masa istirahat sekitar 2 minggu hingga 4 minggu.
    Trims

  457. 457 lukwan Desember 9, 2009 pukul 8:54 pm

    selamat malam dok, maaf nih agak cerewet. hehehe
    benar saran dokter, srh nerusin bioticol selama 2 minggu ke dpn. berhubung saya gak sanggup minum obat itu lg. (karena serasa minum obat itu badan gemetar, lemas x.) saya tak meneruskan lagi setelah 20 bj dr resep dokter. hari demi hari penyakitnya seperti mau kambuh kembali. akhirnya mlm ini (udah 21 hari)saya ke dr lain lg, kata dokter tsb dosis obat yg saya minum (bioticol) kurang.sekarang saya di beri obat RESKUIN (levofloxacin) 500mg 1×1 selama 5 hari. kata dr, ini obat paling mantap. memang dok dr segi harga juga mahal. nexium jg 1×1. imunos 1×1 jg. apakah setelah minum obat ini kumannya akan mati total? apakah perlu di lakukan test tubex lagi untuk memastikan kumannya sdh habis. apa benar dok, kasiat obat ini bener2 mantap? terima kasih banyak dok atas bantuan informasinya.

  458. 458 lukwan Desember 9, 2009 pukul 9:55 pm

    maaf dok, ada tambahan sikit.
    misalkan saya sudah smbuh dari typus, apakah saya boleh di vaksin typus. saya khawatir akan tertular lg.

  459. 459 cakmoki Desember 10, 2009 pukul 1:57 am

    @ lukwan:
    Gini, obat pilihan pertama pada typus adalah Tiamfenikol (merk dagang: bioticol, dll) dan kloramfenikol. Kedua obat tersebut di dunia medis disebut Drug of Choice pada typus.
    Jika karena berbagai hal obatpilihan pertama tidak bisa diberikan (misalnya karena efek samping mual, lemas, dll), maka dapat diberikan obat pilihan kedua.
    Adapaun obat pilihan kedua pada typus diantaranya: (a) obat golongan amoksisilin, (b) cotrimoxazole, (c) sefalosporin dan (d) obat golongan quinolone.
    Nah, levofloxacin adalah salah satu dari obat golongan quinolone. Gak ada jaminan obat mahal lebih efektif ketimbang obat yang lain. Banyak faktor yang membuat seorang dokter memutuskan memberikan salah satu dari obat-2 tersebut di atas.

    Menurut saya, dari kronologi sejak awal, kemungkinan penyakitnya udah sembuh. Adapun keluhan yang dialami saat ini boleh jadi disebabkan karena memang masih dalam fase pemulihan kondisi fisik.
    Boleh periksa Tubex lagi. Namun perlu diketahui bahwa Tubex adalah pemeriksaan penunjang yang memeriksa aglutinin, yakni antibody yang diproduksi tubuh sebagai reaksi terhadap endotksin yang diproduksi oleh kuman Salmonella typhi. Artinya, jika seseorang sudah sembuh, pemeriksan tubex bisa menunjukkan hasil negatif atau positif tapi kurang dari positif 4.
    Mungkin bertanya, sembuh koq masih positif ? Bisa terjadi seperti itu dikarenakan aglutinin dapat bertahan hingga berbukan-bulan dalam tubuh kita walaupun udah gak ada lagi kuman Salmonella typhi.
    Pemeriksaan yang lebih pasti untuk menentukan ada tidaknya kuman adalah pemeriksaan biakan kuman (kultur kuman), tapi pemeriksaan ini jarang dilakukan lantaran hasilnya memerlukan waktu lama dan biasanya hanya untuk kepentingan penelitian.

    Vaksin bisa dilakukan jika udah sembuh, namun keputusannya akan ditentukan oleh dokter yang merawat tentang perlu tidaknya vaksin typus mengingat hingga saat ini vaksin typhus masih dipertanyakan keefektifannya. hal ini dapat dimaklumi karena ada lebih dari 2500 varian kuman Salmonella (data dari WHO pada tahun 2005).
    Trims

  460. 460 adinda Desember 11, 2009 pukul 11:27 am

    pagi,dok….
    mau tanya ni dok,,,
    pacar saya sudah satu minggu demam disertai diare,badannya lemes trus pegal2 di sekitar pundak dan leher,,,,
    setelah ke dokter sebanyak 3 kali dalam seminggu dan diagnosis yang berbeda2 serta obat yg berbeda2 pula maka pada hari ke 8 di bawa ke RS,dan diperiksa,cek darah,,,,,dinyatakan kena tifus.
    trus kata dokterny juga maag dan lambungny luka,,,,
    kemarin saya baca di tanya jawab ini katanya boleh makan nasi,buah,apapun kecuali yang berserat tinggi,,,,tapi tadi malam saya bawain buah2an kok malah g boleh ya dok,,,jdi g enak tuh dah bawa tapi malah g boleh….kata kakaknya c blm boleh makan nasi sama yang asem2 jdi dia disuruhmakan bubur ja trus minum buavita harus habis 3 dalam 1 hari gitu dok,,,,kata pacar saya sih menyiksa banget,hehe…. jadi sedih liatnya tambah kurus(curhat sedikit ga pa2 ya dok)
    trus sebenernya yang boleh dia makan tuh apa dok?soalnya saya bingung mesti bawain apa klo mau jenguk dia,,,
    klo makanan seperti Quacker oats itu boleh g sih dok?trus makanan yang aman buat lambung dia pa dok?tolong penjelasannya ya dok.
    trims sebelumny,ya dok.

  461. 461 cakmoki Desember 11, 2009 pukul 2:51 pm

    @ adinda:
    Hari gini masih makan bubur ? :D
    Begitulah yang masih diyakini oleh masyarakat kita, terutama orang-orang jaman dulu yang memang mendapatkan informasi seperti itu.
    Yang bener, makan makanan bergizi tinggi untuk mempercepat pemulihan dan mengganti kalori yg hilang selama demam. Kecuali sayur dan buah yang mengandung serat terlalu tinggi. Artinya, dianjurkan makan makanan yang huenak-huenak, seperti : semur, kare, soto, dll, asalkan tidak menimbulkan perih pada lambung.

    Quacker oats tentu sangat boleh.
    Gini aja, coba rundingan ama pacar, makanan apa yang disukai saat ini. Kemudian diam-diam bawain oleh-oleh sesuai permintaan pacar, dan makan sembunyi-sembunyi. :) supaya gak ribut.
    Trims

  462. 462 adinda Desember 11, 2009 pukul 3:30 pm

    makasih dok atas sarannya,seneng bsa dpt info secepat ini….
    klo nanyain makanan pa yg disukai,banyak bgt permintaanny dok,mau es buah lah,trus sup lah,,,hihi namanya juga orang sakit ya dok,

  463. 463 cakmoki Desember 13, 2009 pukul 5:23 pm

    @ adinda:
    sama-sama, makasih telah berbagai… moga pacar cepet sembuh :)

  464. 464 cakmoki Desember 16, 2009 pukul 1:44 pm

    @ THE REAL:
    Maaf, komentar sampeyan sy hapus. Tidak patut untuk didiskusikan, kecuali jika sampeyan bertindak gentle.

  465. 465 miftah Januari 1, 2010 pukul 6:06 pm

    dok,sebenarnya gimana sih tipes itu. soalnya sya skit tp kok ktnya g bleh makan ini itu. trus klo mkan bubur kok rsnya g’ mantep gitu dan pngennya mkan nasi pd hal d larang ma dokter. perlu d ketahui sy jg skt gigi (kanan kiri) jd mkannya g bs halus. trims dok!

  466. 466 iccank Januari 2, 2010 pukul 9:37 am

    ass dok..
    maaf seblumnya,,,

    dok gini,sy prtma kali demam disrtai sakit kpala, mual, dan lemah pd tgl 7 des 09,
    kmdian brobat pda tgl 13 des 09,kata dokternya sy sakit tyhpus stlah pemriksaan fisik n pmriksaan tes widal hasilnya positif,kmdian dibri obat ciproloxasine,ibubrofen,vit….
    pd tgl 21 des 09 sy brobat lg dgn dkter brbeda,,sy dsuruh gnti obat jadi tiamfenikol dan vitamin..
    slama ni dokternya bilang klo sy harus bnyak istirahat dan harus mkn yng lunak….
    kmdian pda tgl 30 des 09 tes widal lagi,hasilnya negatif dan gjal nya sdah hlng kcuali kdang mash demam ringan di pagi hari dan lidah masih kotor…….
    1. Apa sy mash skit thypus dok?
    2. obat tiamfenikol sdah dmkan slama 12 hari,pa msh lnjut obatnya?
    3. Apa penyebab lidah kotor dan proses trbentuk lidah kotor itu gmna?

    mohon dijwab dok..maaf klo trlau bxk prtnyaan/
    thanx.wasalam

  467. 467 cakmoki Januari 3, 2010 pukul 12:16 pm

    @ miftah:
    Gak usah bingung, kita pakai panduan dan logika. Pada panduan penatalaksanaan tipes disebutkan bahwa tipes tidak perlu makan bubur karena akan makin memperlama penyembuhan. Sedangkan logikanya, orang yg sakit memerlukan kalori tinggi untuk pemulihan kondisi tubuh. Gak masuk akal kan, kalo dilarang ini itu… Silahkan baca lagi quote di atas. Sama aja dengan sakit gigi, gak perlu makan bubur sepanjang bisa makan nasi :)
    Trims

    @ iccank:
    Assalamu’alaikum…
    1) Berdasarkan keluhan dan lamanya obat yang diberikan sejak tagl 13 des’09 serta hasil lab terakhir, berarti udah sembuh.

    2) Tidak perlu dilanjutkan. Tiamfenikol udah cukup, soalnya sebelumnya udah minum cyprofloxacin yg merupakan kelompok obat pilihan kedua, sedangkan tiamfenikol adalah obat pilihan pertama untuk thypus.

    3) Lidah kotor pada typhus diakibatkan endotoksin yang diproduksi oleh kuman Salmonella typhi dan peningkatan produksi asam lambung.
    Selain itu, lidah kotor bukan hanya terjadi pada typhus, tapi juga pada kondisi lain dimana terjadi gangguan epitelialiasi pada permukaan lidah, misalnya demam lama pada malaria, gangguan gizi, dll.

    Trims

  468. 468 ina ina Januari 4, 2010 pukul 11:25 am

    Dear dokter yang rajin ol…

    saya baru nemu aritkel ini, sudah saya baca ( selintas ) , tapi ngga sreg klo blm tnya sendiri, mohon di jawab yach .

    suami saya punya riwayat maag yang cukup kronis, makan nga bisa yang aneh aneh, aneh nya voluem makannya bisa sampai 6 x sehari, tapi kyanya ilang ng jadi tenaga gtu dok. darah tinggi juga , terakhir sih 120/80 , (pernah sampai 140/80) .. .

    Nah blkngan dia ngeluh kepala pusing, ditahan aja tuh ma dia, sampai pas 23dec lalu, sakit kepala nya bngt bngt , trus demam , lemas gtu rasany, setelah di cekk dokter, cek darah , ktnya gejala tipes dan lngsung di infus, selama di infus di suntik obat pencernaan ( kata doktern nya ) … 4 hari kmudian, demam nya turun , dan infus dilepas, lalu cuma dikasih obat kunyah Gastrucid, antibitoik ( lupa nmny), neuromec.

    2 hari setelah lepas infus , suami saya itu lemaaaass bngt , akhir nya di cek lag, kt dokter nya, kecapen dan hrs istirahat ,oh iya , diminta hrs makan bubur / nasi lembek.. di dadanya juga timbul bercak merah , agak gatal ( tp kt doktr nya bukan herpes ) , jadi dikasih obat gastrucid, antibtiotik ( yg masih saya lupa ) dan obat anti inflamasi buat merah2 nya.

    nah skrg obat habis, dan lemas nya in belum ilang, walaupun nga lemas lmas bngt. NB : suami saya ini juga parno an dok, mkny gmn caranya biar dia selalu berpikir positif biar cepet sembuh, dia juga dokter minded, hahaha mksd nya, sngt percaya kata kata dokter.

    Mohon info nya , bagaimana mengurangi lemas setelah tipus, apakah gastrucid hrs di minum lmnya ( secara dia merasa enak setelah minum itu , tp ap ng jadi addict dok ) .

    sarannya juga biar suami saya semanagt gmn y dok , saya sedih klo liat lemes gtu, , weeew, ,

    Pls advise ya DOk …

  469. 469 cakmoki Januari 5, 2010 pukul 5:51 am

    @ ina ina:
    dear mbak ina …
    Menurut hemat saya, apapun penyakitnya, untuk memulihkan tenaga dapat dilakukan dengan:
    (a) Makan makanan bergizi seimbang. Kalo makan nasi lembek or bubur, lama-lama makin lemas. Dalam keadaan normal, kita perlu makan makanan yg mengandung karbohidrat (nasi dan sejenisnya), protein (daging, ikan, telor, dll), lemak, sayur mayur serta buah sebagai sumber vitamin dan mineral, dan kalo perlu susu. Dalam keadaan sakit dan pasca sakit (fase pemulihan), diperlukan makanan lebih banyak dibanding dalam keadaan normal untuk mengganti sel-sel yang rusak selama sakit dan untuk memulihkan kondisi tubuh.

    (b) Istirahat dalam jumlah cukup. Maksudnya, tidak beraktifitas berlebihan hingga kondisi tubuh menjadi normal, tidur dalam jumlah yang “cukup” sesuai kebiasaan masing-masing orang. Ada yg merasa cukup tidur 6 jam sehari, ada yang lebih dari 6 jam sehari, namun jangan lebih 8 jam sehari supaya gak tambah lemas.

    (c) Sedapat mungkin menghindari stress, terutama menghindari rasa cemas yang berlebihan, karena rasa cemas dapat memicu peningkatan produksi asam lambung yg akhirnya menimbulkan keluhan lambung, misalnya: nyesak di ulu hati, rasa penuh di lambung, kembung, keringat dingin, lemas, mual, sakit kepala, dll.
    Selain itu, diperlukan support dari orang-orang terdekat dan dari dokter yang merawat selama ini.
    Kalo perlu, disempatkan rekreasi bersama keluarga, makan yang huenak-huenak, dan berusaha enjoy … :) … Memulihkan kondisi tubuh dan psikis kadang tidak mudah, tapi tentu bisa diupayakan melalui berbagai aktifitas sesuai kesukaan suami.
    Gastrucid (dan sejenisnya) dapat digunakan dalam jangka lama dan tidak menimbulkan addict. Boleh juga ditambahkan vitamin, misalnya: Becom-C, Pankreoflat (vitamin, mineral dan enzym), Supertin, dll, asalkan tidak menimbulkan rasa perih di lambung.

    Moga segera pulih kembali.
    Terimakasih

  470. 470 iccang Januari 5, 2010 pukul 10:31 am

    makasih dok ats jwbnya…
    dah snng klo dah sembuh…
    tpi sy msih bingung…
    kok lidahnya blum bersih2 juga….
    ada saran nya dok??

    kmdian blkangan ini juga mucul bintik2 merah di pergelangan tangan,kaki,dan di badan….sy takutnya klo ni skit demam brdarh dok…

    kira2 bintik2 merah itu apa ya dok??

    wassalam

  471. 471 jeff Januari 6, 2010 pukul 8:13 am

    Pagi Dok, saya baru saja terkena tipes, saya waktu itu diberi obat levoflaxasin 3×1 250mg selama 1 minggu dan dilanjutkan thiamphenicol 3×1 500mg selama 1 minggu.

    setelah semua antibiotik itu habis saya mengalami diare yg sangat mengganggu (sudah 3 hari)

    apakah benar diare yg saya alami karena amoeba dan jamur yg ada di saluaran pencernaan saya? apakah obat yg tepat untuk itu?

    karena saya sudah mencoba new diatabs dan itu hanya memadatkan feses saya untuk sementara.

    Tolong dibantu ya Dok…

    Terima Kasih

  472. 472 jeff Januari 6, 2010 pukul 8:56 am

    Oia dok ada tambahan apa bener obat metronidazole cocok untuk kondisi saya? dan kalo boleh tau obat itu untuk apa yah? kuman ato jamur dok?

    Terima Kasih

  473. 473 cakmoki Januari 6, 2010 pukul 1:02 pm

    @ iccang:
    Sama-sama …
    Masalah warna lidah tak perlu terlalu dirisaukan. Pada dasarnya lidah kita tidak pernah benar-benar bersih karena setiap saat mengalami pergantian epithel permukaan lidah.
    Tentang bintik merah (skin rash), bisa karena pengaruh penyakit sebelumnya atau faktor lain atau penyakit kulit yang tidak ada hubungannya dengan penyakit sebelumnya. Kemungkinan bukan demam berdarah. Bintik merah pada DBD merupakan bentuk perdarahan yg bintiknya berada di bawah kulit, tidak menonjol di permukaan kulit. Lagi pula, DBD disertai demam sekitar 2-7 hari dan dibuktikan dengan pemeriksaan tromosit yg turun ingga di bawah 100.000. Kalo lewat dari periode 2-7 hari, terlebih trombositnya tidak pernah di bawah 100.000, bukan DBD.
    Say tidak bisa menentukan jenis penyakitbintik merah” tersebut tanpa melihatnya atau setidaknya melalui foto.
    Trims

    @ jeff:
    Diare kadang menyertai penyakit tipse, bisa pula efek samping sebagai akibat pemakaian antibiotika yang lama, bisa pula karena sebab lain.

    Jika dengan new diatabs belum membantu, dapat menggunakan Lacbon (lactobacillus), diminum 3 x 2-4 tablet perhari hingga diare sembuh. Obat ini dimasudkan untuk mernormalisir flora normal usus.
    Moga segera sembuh.
    Trims

  474. 474 jeff Januari 6, 2010 pukul 2:11 pm

    Dok, kl Lacbon sam Bion3 sama yah khasiatnya? soalnya saya di rumah ada bion3.

  475. 475 cakmoki Januari 6, 2010 pukul 2:33 pm

    @ jeff:
    ya, sama. Hanya saja dosisnya beda. Bion 3 cukup diminum 1×1.

  476. 476 jeff Januari 6, 2010 pukul 3:10 pm

    Terima kasih banyak dok atas penjelasannya.

  477. 477 cakmoki Januari 6, 2010 pukul 3:34 pm

    @ jeff:
    Sama-sama … Terimakasih telah berbagi :)

  478. 478 Eni Januari 13, 2010 pukul 9:18 am

    Selamat pagi dok,
    Anak saya umur 3th sakit typus,setelah demam 7 hari dirawat di RS selama 6 hr.sebelumnya diduga terkena DB krn trombosit turun dari 170.000 menjadi 152.000. setelah 3hr dirawat cek widal dengan hasil:
    S.TYPHI O 1/80
    S.PARATYPHI A-O 1/320
    S.PARATYPHI B-O NEGATIP
    S.PARATYPHI C-O NEGATIP
    S.TYPHI H NEGATIP
    S.PARATYPHI A-H NEGATIP
    S.PARATYPHI B-H 1/640
    S.PARATYPHI C-H NEGATIP

    kata dokternya typus anak saya tinggi. setelah 12 hari demam,akhirnya panasnya turun juga.dan diperbolehkan pulang.kebetulan hari itu dokter yg merawat ada halangan akhirnya obat yg dibawa pulang hanya biothicol aja. orang yg sakit typus biasanya tidak boleh banyak gerak,padahal kalo anak anak pasti sulit kalo dilarang ga boleh banyak gerak.yang saya tanyakan obat apa saja yg sebaiknya diminum setelah demam turun,karena saya baca pasien typus hrs minum obat selama 2 minggu.sampai sekarang anak saya msh terlihat agak lemas,dan msh sering mual.sebelum sakit typus memang anak saya sering mual apalagi kalo pagi hari spt orang ngidam/hamil.apakah lambung anak saya bermasalah ya dok? Mohon penjelasannya.Terima kasih

  479. 479 cakmoki Januari 13, 2010 pukul 4:44 pm

    @ Eni:
    Selamat sore …
    Menurut saya yg tinggi bukan typhus-nya tapi paratyphus. Gak papa, yang penting mau makan. Kalaupun gak mau makan dalm jumlah banyak, bisa dikit-dikit tapi sering.
    Biothicol bisa diteruskan dg dosis minimal 50 mg per kg berat badan per hari, terbagi dalam 3-4 dosis, selama 1-2 minggu setelah bebas demam.
    Untuk mualnya dapat menggunakan vometa syrup 3×1/2 sendok takar dlm keadaan perut kosong di saat mual aja. ual bukan karena lambung bermasalah tapi karena endotoksin yang diproduksi oleh kuman Salmonella.
    Sedangkan untuk pemulihan kondisi, dapat menggunakan vitamin (merk apa aja)
    Moga segera sembuh.
    Trims

  480. 480 rizda Januari 20, 2010 pukul 9:45 am

    wah dok,,kakak saya baru semalam opname gara2 thypus,,makasiy banyak infonya,,

  481. 481 cakmoki Januari 20, 2010 pukul 3:41 pm

    @ rizda:
    Makasih juga kunjungannya…teriring do’a semoga kakak segera sembuh …

  482. 482 EVY Januari 31, 2010 pukul 8:44 am

    Saya Mau bertanya ya dok…. karena Suami saya baru keluar dari RS setelah dirawat selama 10 Hari, MEnurut hasil labnya suamin saya terkena DBD dan Typhus (KAlo ngak salah tyhusnya 8 yach)
    Resep dokter pada saat kami pulang hanya diberikan
    Postovit, tapi sudah seminggu keluar dari RS kog masih kelihatan pucat dan lemas.Kira-kira obat atau menu makanan apa yach yang hrs dikomsumsi oleh suami saya supaya kondisi phisiknya cepat pulih kembali????
    Sekedar tambahan sy jug amemberikan obat China “FU FANG EJIAO JIANG” untuk menaikkan Trombosit dan juga untuk memulihkan kondisi phisiknya yg dikomsumsi 1 x 1 hari.
    Apakah boleh…????Mhn penjelasannya yach.
    Untuk vitaminnya apakah bisa digantikan dengan BION3?????
    Trims ya Dok…

  483. 483 cakmoki Januari 31, 2010 pukul 6:05 pm

    @ EVY:
    Obatnya cukup dengan yang dari dokter (postovit), isinya udah lengkap, yakni multivitamin dan mineral (suplemen). Kalo mau diganti Bion3 boleh, isinya mirip.
    Untuk menaikkan trombosit pada DBD gak perlu obat khusus karena trombosit akan naik dengan sendirinya setelah hari ke 7 demam, seiring dengan berakhirnya plasma leaked yang terjadi pada DBD dalam rentang waktu 2-7 hari.
    Justru yang penting adalah konsumsi makanan tinggi kalori dan tinggi protein untuk memulihkan tenaga. Makanan yg enak-enak. Dan istirahat tentunya.
    Semoga suami segera pulih kembali.
    Terimakasih

  484. 484 endah Februari 18, 2010 pukul 5:50 pm

    dok, saya mengalami gejala tifus. boleh makan steak ga???

  485. 485 cakmoki Februari 18, 2010 pukul 11:06 pm

    @ endah:
    Typhus boleh steak, soto, bakso, semur dan makanan bergizi lainnya

  486. 486 khaeriah syahrir Februari 23, 2010 pukul 9:55 am

    slamat pagi dok….

    saat ini adik sy kena tifus dan bentar lagi akan ujian akhir skolah, mohon penjelasan dokter mengenai menu makanan yg bagus untuk penderita mengingat kondisi fisik sebelum kena tifus (sehari-harinya) daya tahan tubuh lemah, gampang kena sakit,apalagi saat skarang.

    makasih dok…..

  487. 487 cakmoki Februari 23, 2010 pukul 3:36 pm

    @ khaeriyah syahrir:
    Selamat siang..
    Sebagaimana penjelasan pada artikel di atas, diperlukan makan makanan bergizi untuk memuluhkan kondisi. Jenisnya silahkan dipilih oleh yang bersangkutan sepanjang tidak menimbulkan keluhan pada lambung.
    Contoh: nasi rawon, soto, kare, semur, sop, bakso … dll…dll…dll… makanan yang enak-enak da bergizi tinggi, yang disukai oleh yang bersangkutan. Dan kalo suka, dianjurkan minum susu (merk apapun sama aja)
    Makasih

  488. 488 aeesyah Februari 25, 2010 pukul 11:57 am

    Dok… Anak ku umur 3,5 tahun. sudah 4 hari ini demam, awalnya kata dokter radang tenggorokan, memang anak saya batuk. akhirnya hari ke empat (kemarin)aku tes ke lab. dan hasilnya:
    Typus H : –
    paratyphus A-H : –
    Paratyphus B-H : 1/80
    Paratyphus C-H : –
    Typus O : 1/160
    Paratyphus A-O : –
    Paratyphus B-O : –
    Paratyphus C-O : 1/320

    apakah anak saya perlu dirawat dok??? dokter anak saya memberikan antibiotik sporetik 2 x sehari 1 sdt(katanya u/ typhus). apakah harus tes darah lg dok jika anak saya panas lagi? dari semalam badannya sudah tidak panas lg, tp saya takut klo nanti panas lg..
    thanks y dok…

  489. 489 aeesyah Februari 25, 2010 pukul 12:59 pm

    oh Iya dok, aku jg punya baby 4,5 bln. apa tidurnya tidak boleh satu kasur dgn kakaknya yg sedang sakit typus y dok? thanks y dok

  490. 490 cakmoki Februari 25, 2010 pukul 1:48 pm

    @ aeesyah:
    Tes Widal hanya bisa dipercaya hasilnya jika:
    1) Dilakukan pada minggu kedua demam.

    2) Hasil Tes Widal dapat dianggap memenuhi syarat diagnosa typhus jika aglutinin Salmonella lebih dari 1/200.
    Test untuk typhus yang lebih canggh adalah Tubex TF, dimana dapat dilakukan pada hari kelima demam. Dianggap memenuhi syarat diagnosa typhus jika hasilnya menujukkan positif 4 hingga positif 10.

    3) Pemeriksaan fisik dan pola demam menunjung kearah typhus, yakni demam makin hari makin naik (tidak pernah turun) hingga hari ketujuh walaupun diobati.

    Dengan hasil di atas, sejujurnya saya meragukan kalau anak ibu Typhus. Meski begitu sporetik tetap dilanjutkan, dan sporetik bukan hanya untuk typhus tp juga untuk infeksi lainnya seperti ISPA (Infeksi saluran Pernafasan Akut/Atas), dll.

    Ibarat orang sholat maghrib, syaratnya (selain wudhu dll) dilakukan setelah tenggelamnya matahari, sebanyak 3 raka’at.
    Kalo dilakukan sore hari dan hanya 2 rakaat, apakah bisa dikatakan maghrib ?
    Begitukah kira-kira analogi hasil lab di atas.

    Tentang tempat tidur bagi penderita typhus (jika emang benar tyhus), tidak harus dipisah mengingat typhus tidak ditularkan melalui kontak tapi melalui makanan dan minuman yg tercemar kuman Salmonella typhi.

    Makasih :)

  491. 491 febri Februari 26, 2010 pukul 3:51 pm

    selamat siang dok..

    2minggu yang lalu saya diare akut, slm hampir 3 hari tidak nafsu makan. setelahnya sembuh. namun ada gejala lain yg saya rasakan. yaitu perut saya perih dan tiap jam 3 sore saya kedinginan, lidah pun rasanya dingin. kemudian saya tes lab, hasilnya positif tipes. Salmonella thypo O 1/320 dan Salmonella parathyp C-H 1/640. selebihnya negatif. oleh dokter saya di beri nufaclav 500mg 3×1. dan juga ranitidin, enakur, dan fasgo. semua obat yg saya sebutkan sudah habis namun saya merasa masih nyeri di perut sebelah kanan. dan masih merasa kaki dan tangan saya dingin setiap jam3 sore.
    ini adalah ke-5 kalinya saya tipes dlm 1thn terakhir. november thn lalu saya diopname krn tipes jg.

    mohon pencerahannya dok, apakah sy hrs kembali lg ke dokter saya untuk mendapatkan obat? saya seorang guru yg krn tipes ini berkali-kali saya hrs meninggalkan kewajiban saya mengajar. terima kasih banyak dok..

  492. 492 Liza Februari 27, 2010 pukul 8:55 pm

    Selamat malam Dok…

    senin, 22 Feb anak saya (perempuan, 8 th 3 bln) agak panas badannya. Setelah selasa, 23 Feb masih panas, saya bawa ke dsa dan katanya radang tenggorokan. memang ada batuk dikit spt batuk pilek. Obat yg diberi Dexiclav 250 mg 3xsehari + obat batuk. Hari kamis 25 Feb, setelah 3 hari msh panas saya bawa lagi ke dsa dan cek lab/darah. hasilnya:
    HB : 14,5 (normal: 10-14)
    Hematokrit : 43 (normal: 30-42)
    Limfosit : 22 (normal: 25-40)
    LED : 22 (normal: 0-20).

    s.Typhi O : 1/80
    s.Paratyphi: 1/80
    S.Typhi Rapid Test : +6 (indikasi kuat demam typhoid aktif)
    CRP(kuantitatif) : 25,89 (normal: nilai rujukannya)?

    Terima kasih Dok sudah membaca email saya dan terima kasih sekali jika menjawab pertanyaan saya.. :)

  493. 493 Liza Februari 27, 2010 pukul 9:11 pm

    Maaf Dok, karena hasil posting selalu tidak muncul pertanyaan saya, jadi saya coba pisahkan.

    Yang ingin saya tanyakan:
    1. Dengan hasil lab-nya apakah memang anak saya terkena typhus?
    Apakah dosis Biothicol 500 mg capsule 3xsehari sesuai dengan anak 8 thn?
    Saya agak ragu, apakah karena Biotichol ataukah fixiphar yg sdh diminum 4x itu yang ‘membuat’ anak saya tidak panas lagi. Apakah boleh Biothicol-nya tidak diminum lagi krn hanya baru
    sekali diminum?
    Jika ternyata ank saya bukan sakit typhus/demam typhoid, apakah boleh minum biothicol dan fixiphar?
    Mengapa Hb dan hematokrit-nya tinggi (> nilai rujukannya)?

    Demikian pertanyaan saya. Terima kasih Dok…

  494. 494 cakmoki Februari 28, 2010 pukul 12:11 am

    @ febri:
    Menilik keluhan tersebut berulang, seyogyanya kontrol ke dokter. Sejujrnya saya gak yakin kalo itu typhus, apalagi hinga 5 kali per tahun. Perlu diketahui bahwa Test Widal bisa tinggi jika:

    1) seseorang benar menderita typhus, yg ditandai dengan demam, dimana demam pada minggu pertama makin hari makin meningkat, kemudian pada minggu kedua demamnya menetap atau turun. Kemudian demam dan semua keluhan berangsur mereda pada minggu kedua dan ketiga.

    2) seseorang yg pernah typhus. Kuman udah gak ada lagi tapi aglutinin masih tetap tinggi sehingga kalo diperiksa Widal tetap tinggi walaupun gak ada keluhan.

    3) seseorang yang terpapar kuman salmonella typhi tapi orangnya gak sakit dan kuman-nya mati. Tes widal menunjukkan angka tinggi dikarenakan saat kemasukan kuman salmonella typhi, tubuh yg bersangkutan memproduksi aglutinin sebagai reaksi atas masuknya kuman salmonella typhi. Karena itulah kadang kita temukan seseorang yg sehat tapi tes widal positif tinggi padahal orangnya gak sakit. Hal ini dapat dijumpai ketika medical ceck up. Jika hanya melihat hasil lab, bisa-2 org tersebut dianggap typhus walaupun sebenernya tidak menderita typhus.

    Untuk membuktikan ada tidaknya kuman Salmonella typhi, maka perlu dilakukan pemeriksaan biakan kuman.
    Seandainya hasilnya negatif, berarti bukan typhus walaupun hasil Lab widal menunjukkan hasil positif tinggi.

    Keluhan-2 yg dirasakan saat ini, bisa jadi keluhan yg berhubungan dengan gangguan pencernaan.
    Untuk itu, tak ada salahnya periksa ke dokter lain sebagai upaya second opinion.
    Terimakasih

    @ Liza:
    Untuk memunculkan posting caranya dengan me-refresh browser. Kalo enggak, maka tulisan akan muncul berulang-ulang :) … tp ga papa..

    sebenarnya pertanyaan ibu mirip dengan pertanyaan bu aeesyah di atas. Jawabannya sama. Menurut saya berdasarkan panduan diagnosa dan terapi typhus, hasil tersebut tidak memenuhi syarat untuk diagnosa typhus. Artinya bukan typhus.
    Monggo silahkan baca jawaban saya atas pertanyaan bu aeesyah.
    Berikut copy pastenya:
    Tes Widal hanya bisa dipercaya hasilnya jika:
    1) Dilakukan pada minggu kedua demam.

    2) Hasil Tes Widal dapat dianggap memenuhi syarat diagnosa typhus jika aglutinin Salmonella lebih dari 1/200.
    Test untuk typhus yang lebih canggh adalah Tubex TF, dimana dapat dilakukan pada hari kelima demam. Dianggap memenuhi syarat diagnosa typhus jika hasilnya menujukkan positif 4 hingga positif 10.

    Tentang biothycol, gapapa diminum terus sampai habis walaupun bukan typhus, soalnya obat ini bisa juga untuk infeksi yang lain, misalnya infeksi saluran nafas, infeksi saluran cerna, dll.
    Adapun dosis obat bukan didasarkan pada umur tapi pada berat badan. Jika berat badannya lebih 20 kg, maka dosis minimal biothycol adalah 1000 mg per hari, sedangkan jika 30 kg, maka dosis minimal adalah 1500 mg per hari, artinya harus minum biothycol 3×500 mg.

    Sebagai pedoman bagi orang awam, jika seseorang didiagnosa typhus tapi setelah diobati ternyata demamnya turun kurang dari seminggu, bisa dikatakan bukan typhus. Hal ini karena pola demam pada typus tidak akan turun pada minggu pertama walaupun diobati dengan obat yg kuat sekalipun.

    Tentang Hb dan hematokrit ga masalah tuh …. nilai yg lebih besar dari nilai rujukan bukan berarti ada gangguan, terlebih jika peningkatannya hanya sedikit.
    Lagipula, nilai rujukan adalah nilai yg disepakati berdasarkan range yg lebar, dimana yg dijadikan nilai rujukan adalah range terbanyak. Dengan kata lain, nilai rujukan lab yg mencantumkan angka, bukanlah nilai absolut seperti matematika.

    Terimakasih

  495. 495 febri Februari 28, 2010 pukul 11:14 am

    terimakasih jawabannya dok,
    kemarin saya mendatangi internist, sy tunjukkan hsl lab. sy ditanya apakah BAB sy berwarna hitam, BAB sy tdk berwarna hitam namun lebih gelap dr biasanya. dan sy tdk demam (sperti tdk sakit), sy hny kedinginan saat sore hari dg lidah yg dingin dan perut yg nyeri. dokter blg tdk bs memastikan kalo sy terkena tipes. krn sy tdk demam. ini sudah msk minggu ke-3 sy sakit. dokter blg sy cm terkena gangguan lambung. krn seharusnya sy demam jika memang tipes. saat sy tny apakah sy perlu diopname, dokter jwb buat apa. dan tdk perlu mkn bubur.
    sy diberi obat mucosta, pantozol, hemobion (hemoglobin sy 10 dok, rendah).
    sy bingung skali, sebenarnya sakit apa. dan apakah obat yg sy konsumsi ini tepat dg apa yg sy derita. mohon pencerahan kembali dok.. terima kasih..

  496. 496 febri Februari 28, 2010 pukul 1:21 pm

    ada satu lagi dok yg ingin sy tanyakan.
    BAB sy kecil2 seperti (maaf) kotoran kambing. tetapi tdk keras dan tidak berwarna hitam, hny gelap sedikit dr normal. baunya pun khas, tdk sprt biasanya. apakah ada indikasi pendarahan di pencernaan sy dok?
    terima kasih sebelumnya

  497. 497 cakmoki Februari 28, 2010 pukul 10:22 pm

    @ febri:
    saya sependapat dengan dokter internis tersebut, yakni kemungkinan gangguan lambung, sebagimana jawaban saya kemarin yakni gangguan pencernaan. Sama aja, hanya beda istilah. Perlu diketahui bahwa penyebab utma gangguan lambung sebagian besar, lebih 8 %, dipicu oleh “kecemasan” atau faktor psikis, selebihnya diakibatkan oleh pola makan yg tidak teratur atau gizi tidak seimbang.

    Rasa cemas yg berlebihan akan memicu peningkatan produksi asam lambung sehingga menimbulkan banyak keluhan lambung, diantaranya: rasa penuh di lambung, rasa nyesak ulu hati, kembung, mual, selera makan berkurang, kembung, rasa masam hingga pahit di lidah, dada gak nyaman, kadang punggung hingga leher terasa berat, kepala pening, brasa melayang, rasa dingin pada waktu-2 ertentu, keringat dingin, lemas…dll…dll.

    Obatnya silahkan melanjutkan yg dari internis.
    Untuk Hb (10gr%) tidak terlalu rendah. Untuk mengatasinya perlu makan makanan bergizi terutama yg mengandung protein misalnya: telor, daging, ikan, susu, dll.

    Keluhan BAB yg keras, bisa jadi berhubungan dengan keluhan lambung atau bisa juga karena kurangnya asupan serat. Bukan tanda perdarahan lambung. Nah, kekhawatiran semacam ini akan memicu peningkatan produksi asam lambung dengan berbagai keluhan sebagaimana sy jelaskan.
    Untuk mengatasi gangguan BAB yg keras, dapat menggunakan obat pencahar, misalnya dulcolax atau makan buah (kates, pisang, apel, dll) dan sayuran berserat tinggi (kangkung, bayam, dll).

    Tak perlu terlalu cemas, toh internisudah bilang hanya karena gangguan lambung. Yang penting berusaha meminimalisir dan menghilangkan rasa cemas yg berlebihan.

    Makasih

  498. 498 Liza Februari 28, 2010 pukul 11:48 pm

    Wah.. saya tidak menyangka Dokter akan menjawab secepat ini. Terima kasih Dok.
    Boleh ya Dok saya tanya lagi. Kenapa anak saya bisa terkena demam typhoid ini 3 kali dlm 2 thn. Saya selalu menjaga kebersihan makanannya. Apakah bakterinya msh tetap ada meski diobati dgn antibiotik? Apakah sebaiknya divaksin ya Dok? Saya kasihan kalau anak saya harus minum antibiotik melulu segitu banyaknya. Terima kasih sebelumnya Dok…

  499. 499 cakmoki Maret 1, 2010 pukul 2:11 pm

    @ Liza:
    Maaf, menurut saya anak ibu bukan typhus. Silahkan simak lagi jawaban dan penjelasan saya :)

    Kalaupun seseorang menderita typhus (sekali lagi bukan anak ibu), kuman Salmonella akan musnah dengan pengobatan..
    Vaksin boleh dilakukan… ga masalah.
    Moga sehat selalu
    Makasih

  500. 500 febri Maret 1, 2010 pukul 7:14 pm

    terimakasih byk dokter atas jawabannya..
    boleh ya dok sy bertanya lg..

    BAB sy wrn nya agak hitam (tdk pekat), kecil-kecil, agak berbau amis seperti amis darah. ini knp ya dok?

    iya dok, sy terlalu ketakutan krn memang sy mudah sekali sakit dan sebagian itu dibilang tipes. jd sudah byk obat yg sy minum. (tipes 5x dan gangguan ginjal 2x dlm 1thn terakhir) adakah kemungkinan gangguan pencernaan itu dr obat-obatan anitibiotik yg sy konsumsi slm ini?

    terimakasih byk sebelumnya ya dok..

  501. 501 Liza Maret 1, 2010 pukul 8:44 pm

    :D saya salah lagi ya Dok… saya pikir demam typhoid = yg org awam bilang ‘gejala typhus’ itu tidak sama dengan typhus. Ternyata demam typhoid = typhus (*MaLu.COM*). Penjelasan Dokter sangat jelas koq, anak saya bukan sakit Typhus :) hehe…
    makasih Dok..
    Moga diberkati Tuhan selalu.. :)

  502. 502 cakmoki Maret 2, 2010 pukul 12:55 am

    @ febri:
    BAB semacam itu emang lazim terjadi pada gangguan lambung, bukan berarti ada perdarahan. Asupan gizi yang kurang seimbang dan kurang kalori juga bisa mengakibatkan BAB berwarna gelap dan amis. Hal ini dikarenakan banyaknya epitel (sel-sel permukaan saluran cerna) yang terikut di faeses. Sebagai perbandingan, kalo perdarahan di saluran cerna, konsistensi faecesnya lunak dan berwarna kayak petis.
    Gangguan pencernaan sebagian besar disebabkan faktor psikis (stress, cemas, takut, khawatir dan sejenisnya). Ini berbeda dengan gangguan pencernaan karena obat, dimana bersifat reversibel, artinya keluhan akan segera hilang setelah menghentikan obat yg bersifat iritatif.
    Makasih

    @ liza:
    Makasih juga telah berbagi :)

  503. 503 reditta Maret 3, 2010 pukul 9:11 pm

    bolehkah jika sakit tifus minum susu?
    mksh

  504. 504 cakmoki Maret 4, 2010 pukul 12:59 pm

    @ reditta:
    boleh… bahkan sangat dianjurkan

  505. 505 yanto Maret 4, 2010 pukul 3:49 pm

    selamat malam dok

    dok, dah lebih 2 tahun sakit lambung saya nggak pernah kambuh, kemarin lg ada masalah , saya stress berat. terus disertai batuk dahak dan flu. Sekarang batuk sudah mulai baikan. Tapi lambung saya kayaknya sakit lagi. Mau nanya dok, lambung sakit karena efek samping obat2 batuk ( mucosetin dan cexodrokxil)apa bukan ya. Dulu sakit lambung pakai obat lansoprazole. Apa bisa obat tersebut di pakai lagi. Sekarang badan kurang fit, tp masih bisa kerja. Dokter suruh test widal, tapi saya ragu karena nggk ada demam cuma perut agak mual aja. Kalau test widal biasanya ada aja. Makasih dok sebelumnya.

  506. 506 cakmoki Maret 4, 2010 pukul 3:57 pm

    @ yanto:
    Bukan…. keluhan lambung tersbut bukan karena cefadroxyl maupun mucocetin..
    Obat lansoprazole bisa dilanjutkan…
    Bener, gak perlu test widal…Tes widal hanya dapat dipercaya jika dilakukan padaminggu kedua demam dan jika pada pemeriksaan klinis mencurigai adanya tanda-2 typhus…lha kalo gak demam, jelas gak perlu…lagipula, tes widal udah gak jamannya lagi … itu mah, pemeriksaan jaman Ken Arok…hahaha
    Moga segera sembuh
    Makasih

  507. 507 NURBIYANTO Maret 4, 2010 pukul 7:12 pm

    makasih dok atas pencerahannya, saya akan tetap minum obat batuk dan obat mag ya. jangan bosan ya dok ,ntar kontrol lagi. trims

  508. 508 cakmoki Maret 5, 2010 pukul 1:30 pm

    @ NURBIYANTO:
    sama-2..makasih telah berbagi ^_^

  509. 509 syaiful askar Maret 8, 2010 pukul 10:28 pm

    selamat malam cakmoki,

    sy syaiful umur 40th, sy sngt apresiasi sekali dengan blog cak moki. sekalian nanya seminggu lalu sy sakit dg gejala tenggorok sakit, sakit kepala cekot2, batuk berdahak pilek agak meriang. lalu ke dokter periksa lab:
    lekosit 9.600, trombosit 184.000, S.typhi O negatip, S.typhi H positip 1/160, S.paratyphi positip 1/160, S.paratyphi negatip. katanya typhus, diobati levofloxacin 1×1, novamag 3×1, cimetidin, analsik 3×1, grantusif 3×1.
    setelah 7 hari periksa lab lagi:
    lekosit 12.000, trombosit 239.000, S.typhi O positip 1/80, S.typhi H positip negatip, S.paratyphi positip 1/80, S.paratyphi negatip. keluhan nyeri lambung, kembung, dan ngliyeng diobati cefadroxil 3×1, novamag 3×1. mohon pencerahannya dan apaboleh sy melakukan aktivitas kerja admin. terimakasih sebesar2nya

  510. 510 cakmoki Maret 9, 2010 pukul 1:21 pm

    @ syaiful askar:
    Selamat siang…
    Menurut saya dan edoman penatalaksanaan typhus, keluhan tersebut dan hasil Lab, tidak memenuhi sayat sebagai diagnosa typhus. Dengan kata lain: bukan typhus.
    Menilik keluhannya, bisa jadi ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas/Akut). Penjelasan tentang interpretasi hasil lab dan keluhan, silahkan baca diskusi sebelumnya. (misalnya jawaban atas pertanyaan mbak Liza, tertangal 28 Peb 2010 dan yg sebelumnya)

    Kini, jika tidak ada keluhan apapun, tentu bisa beraktifitas.
    Makasih :)

  511. 511 yani Maret 22, 2010 pukul 1:59 pm

    ass wr wb, keren blognya Pak Dokter, swear!

    Pak Dokter, ponakan saya setelah panas 10 hari didiagnosa typhus. Obatnya Sporetik 100,Compraz 30 dan sanmol. Masih minum obat tsb selama 2 hari. agak mendingan, katanya. Dulu anak saya waktu typhus diberi chloramphenicol, ibarat kata langsung sembuh begitu. Kenapa ponakan saya nggak diberi chloramphenicol aja ya sama dokternya? maturnuwun, maaf kalau ada yg nggak berkenan

  512. 512 edwin Maret 24, 2010 pukul 8:04 pm

    Wah terima kasih sekali untuk infonya Dok..
    Tadinya saya kebingungan makan, karena diagnosa dokter ktnya sakit tifus.. Terus gara” saya anak kos jadi nyari makanan lunak susah bgt.. Tapi saya jd lbh tenang pas baca tulisan dokter ini bahwa gk harus makan bubur atau yg lunak”.. Hehe..

    Saya mau tanya juga nih Dok.. Apakah pnyakit tifus ini bisa mempengaruhi penurunan leukosit dan trombosit juga? Trima ksh :)

  513. 513 cakmoki Maret 25, 2010 pukul 12:12 am

    @ yani:
    Assalamu’alaikum …
    Wah, saya juga gak tahu kenapa gak dikasih chloramphenicol atau thiamphenicol sebagai drug of choice penyakit typhus. Tapi sporetik juga bisa untuk typhus.
    Bisa jadi, ponakan ada keluhan mual muntah atau keluhan lambung saat pemeriksaan sehingga diberikan Sporetik agar tidak mual.
    Maturnuwun…. Wassalam :)

    @ edwin:
    Ya, bisa mempengaruhi jumlah lekosit (naik ataupun turun), dan bisa mempengaruhi penurunan trombosit, tapi gak sampai di bawah 100.000. Bukan hanya typhus, tapi banyak penyakit yg bisa mempengaruhi jumlah lekosit ataupun penurunan trombosit.
    Terimakasih

  514. 514 Ibnu Aziz Maret 27, 2010 pukul 11:14 am

    Ini web benar2 memberikan pencerahan bagi kami, terutama mengenai masalah penyakit tipes.

    Gini dok, Istri saya sudah demam sekitar 3 hari kemudian ketika ke dokter disuruh periksa lab. Dari hasil lab diperoleh :
    – Hemoglobin 12,4
    – Hematokrit 34,5
    – Leukosit 11.500
    – LED 8 mm/jam
    – Trombosit 139.000
    – S.Typhi H 1/160
    – S. Typhi O 1/160
    – Paratiphy AH 1/80
    – Paratyphi AB 1/80
    – DDR/Malaria = Negatif

    Dokter menyimpulkan bahwa istri saya kena Tipes trus diberikan obat :
    – Hufamycetin (Chloramphenicol) = Antibiotik dengan dosis 4×1 (diminum tiap 6 jam)
    – Hufagesic (paracetamol) = Dosis 3×1
    – Xanvit (multivitamin) = Dosis 1×1

    Pertanyaan :
    a. Apakah dosis antibiotik 4×1 itu aman?
    b. Istri saya sangat susah tidur semenjak minum obat yang diberikan dokter.
    c. Dokter menyarankan untuk Bedrest, tetapi istri saya malahan sulit bedrest karena anak saya yang sedang masa aktif2nya dan selalu mengajak main ibunya, bahkan menangis keras jika tidak diladeni. Ditambah lagi anak saya setiap saat selalu ingin ASI, padahal ketika itu ibunya lagi tidur, jadi mau tidak mau harus diladeni juga walaupun tengah malam. Apakah bedrest semacam ini juga dibolehkan?
    d. Kalau antibiotik untuk ibu menyusui, kira2 apa yang aman dan harganya cukup murah?

  515. 515 cakmoki Maret 28, 2010 pukul 2:53 am

    @ Ibnu Aziz:
    menilik kronologi demam dan hasil Lab, sebenernya belum memnuhi syarat dan ruknun-nya diagnosa thypus… :)
    Namun, dalam dunia medis, jika seorang dokter menyimpulkan typhus, maka wajib memberikan obat typhus sesuai pedoman tatalaksanan pengobatan penyakit typhus.

    1) Dosis obat chloramphenicol tersebut sangat tepat, yakni 4 x 500 mg. Tentu aman. Justru kalo 3×500 mg, kurang tepat. Kalo Tiamphenicol, dosisnya 3×500 mg.

    2) Obat-2 tersebut tidak mnyebabkan susah tidur. Kecuali jika ada efek samping perih di lambung. Mungkin tidak bisa tidur karenan demamnya. Mungkin juga karena punya anak kecil yang sedang minum ASI.

    3) Ya, boleh, sejauh masih bisa makan teratur dan minum obat teratur serta sedapat mungkin menyempatkan diri istirahat walau sekejap.

    4) Semua antibiotika untuk pengobatan typhus, aman bagi kehamilan dan bagi ibu menyusui, kecuali obat golongan quinolone. Tapi dokter tidak akan memberikan obat tersebut pada pasien yang sedang hamil dan menyusui.
    Obat-2 typhus yang aman untuk kehamilan dan untuk menyusui:
    Cholramphenicol, Tyamphenicol, Amoksisilin, …. obat lain adalah obat golongan sefalosporin, tapi mahal.
    Kalo bisa pake yang generik supaya murah. Asalkan dosisnya tepat dan lamanya minum obat sesuai pansuan, niscaya cepat sembuh. Obat bermerk dagang (obat paten, yakni obat yang memiliki hak paten) harganya mahal karena semua biaya (produksi, penelitian, promosi, keuntungan dan biaya lain) dibebankan kepada pasien.

    semoga istri segera sembuh.
    makasih

  516. 516 mamak Maret 29, 2010 pukul 1:21 pm

    salam cak moki..
    seharian sy baca web ini…jd dpt banyak pengetahuan br…
    gini cak,,2 bulan yg lalu sy ke dokter umum dengan keluhan badan meriang disertai batuk pilek..divonis demam biasa.,krn blm sembuh 4 hr kemudian sy kontrol lg ke dokter yg sama tp vonisnya tetap dokter memvonis demam biasa.,
    2 hari kemudian sy inisiatif periksa darah lengkap., lalu kemudian hasilnya sy bawa ke dokter Sppd KPTI.,hasilnya sy divonis gejala typus berdasar tes widal, type O, H dan PB = 1/80..sedang PA=negatif.. akhirnya diberi bbrp obat (sy lupa namanya) kemudian 1 minggu kemudian tes widal kembali plus biakan kultur.,,hasilnya widal sy typhi O=1/80 dan H=1/400 dan IgG salmonella typhi= positif index 5.9 dengan hasil biakan gall kultur dan kultur urine =negatif
    akhirnya sy opname di surabaya 4 hr dengan ditangani Sppd KGEH s/d sekarang dengan vonis typus.. seminggu setelah keluar rs,, sy tes darah lg dg hasil type O=1/80 dan type H=1/160..lalu diberi beberapa obat urshocol, pariet, dan racikan penurun panas..
    berdasar kolonoskopi 10 hr kemudian.., disimpulkan virus typus tidak ada. hanya ditemukan adanya radang yg disimpulkan sbg bekas typus.. akhirnya sy diberi lacidofil u terapi bakteri pd usus..
    tp s/d hari ini (40 hr setelah keluar dari RS.) keluhan sy tetap ada.badan sedikit panas..hal ini telah berlangsung sejak pertama saya sakit s/d sekarang..

    pertanyaannya :
    1. apakah saya memang typus ? sebab gejala saya hanya sedikit panas dan lidah memutih
    2. kemana saya harus memeriksakan diri lagi untuk mendapatkan tindakan medis yang tepat ?
    trm kasih banyak..smg tuhan membalas kebaikan cak moki…amiin

  517. 517 cakmoki Maret 31, 2010 pukul 12:15 pm

    @ mamak:
    Maaf, kelewatan…
    Pertama saya ingin meluruskan bahwa typhus bukan disebabkan virus (kolonoskopi 10 hr kemudian.., disimpulkan virus typus tidak ada) tapi disebabkan kuman Salmonella typhi.
    Kedua, mari kita diskusikan …
    1) Sejujurnya, saya meragukan bahwa penyakit yg diderita selam ini typhus. JIka menilik lamanya keluhan dan hasil IgG salmonella typhi= positif index 5.9 (mungkin menggunakan Tubex TF), diagnosa typhus bisa diterima. Namun hasil biakan gall kultur dan kultur urine =negatif, tidak mendukung. Untuk memastikan jenis penyakitnya, perlu pemeriksaan lebih lanjut, misalnya dengan endoscopy, dll.

    2) Jalan keluar: pertama, Kontrol ke Sppd KGEH seperti yang dilakukan selama ini. Kedua, tak ada salahnya periksa ke internis lain dengan menunjukkan semua hasil lab dan menceritakan kronologis penyakit seperti yg tertulis di atas, sebagai second opinion. Jangan lupa untuk menyampaikan obat-2 yang pernah digunakan.
    Jika tinggal di Surabaya, silahkan ke Dr. Sudjito, SpPD. Praktek di RKZ, Jl Ciliwung 42, jam 18-20 WIB.

    Semoga keluhan tersebut segera teratasi dan pulih kembali seperti sedia kala.

    Terimakasih

  518. 518 cikal April 1, 2010 pukul 11:38 pm

    maaf sebelumnya bila sudah pernah dibahas diatas..soalnya bacanya banyak banget..cuma mau tanya pak..kalo anak penderita tifus boleh makan sereal, coklat sama nugget gak? terima kasih..

  519. 519 cakmoki April 2, 2010 pukul 2:44 am

    @ cikal:
    ya, itu sudah pernah ditanyakan.
    Jawabannya: boleh :)
    Makasih

  520. 520 Jo April 12, 2010 pukul 7:22 pm

    Salam Cak Moki,

    mau menanyakan ttg tubex dan widal.
    menurut yg saya baca di sini tubex lebih akurat ya?
    beberapa hari lalu, saya mengalami deman naik turun beberapa hari sehingga diperiksa widal dan leukosit.

    Syukurnya, leukosit membaik setelah istirahat beberapa hari..
    Namun tes widal sepertinya ada penurunan
    test pertama: hanya s. paratyphi B(h) yg +1/640
    sisanya negatif.

    Hampir seminggu kemudian hasilnya:
    s tyhphi o 1/80
    S. par b-o 1/80
    s.thyphi h 1/80
    s. par. a-h 1/80
    s. par. b-h 1/80
    s. par. c-h 1/80

    dalam beberapa hari ini sudah tidak demam lagi.
    kadang badan terasa hangat namun tidak demam.
    terkadang perutnya terasa tidak nyaman dan mudah lelah..

    tolong advisnya ya..
    thanks

  521. 521 cakmoki April 14, 2010 pukul 12:55 am

    @ Jo:
    Salam,
    Sebenarnya sama dengan beberapa diskusi sebelumnya.
    menilik keluhan dan hasil Lab…. Tidak menunjang ke arah diagnosa typhus. Artinya bukan typhus.

    Saya copy-paste ringkasannya:
    Tes Widal hanya bisa dipercaya hasilnya jika:
    1) Dilakukan pada minggu kedua demam.

    2) Hasil Tes Widal dapat dianggap memenuhi syarat diagnosa typhus jika aglutinin Salmonella lebih dari 1/200 (pada minggu kedua demam) dan mengalami peningkatan hingga 2 kali lipat pada pemeriksaan konfirmasi 4 hari berikutnya.

    Selengkapnya, dapat ditelusuri dengan scroll ke atas untuk melihat diskusi-2 sebelumnya.
    Perlu diketahui bahwa keluhan pada pencernaan dapat terjadi pada banyak penyakit, bukan hanya typhus…dikit-2 typhus…hahaha.
    Meski begitu, saya tetap menghormati pendapat dokter lain.

    Makasih :)

  522. 522 Nita April 27, 2010 pukul 11:17 am

    Salam Cak Moki,

    Seneng dech menemukan blog ini, karena saya bingung mencari tau soal penyakit typus dan menu makanannya..setelah suami saya terkena thypus.

    Mohon masukannya dok, Begini dok, tgl 21 April suami saya demam tinggi sampai 38.9c..sebelumnya pusing2 ..lalu saya periksa lab menunjukkan hasil sbb :
    DL SYSMEX
    * Hemoglobin : 13.1
    * Leucosit : 14.300
    * Laju Endap Darah :48 – 80
    * Trombosit : 311.000
    * Hematokrit : 40.4
    * Eritrosit : 5.51
    * MCV : 73.3
    * MCH : 23.8
    * MCHC : 32.4

    WIDAL
    * Type O : negatip
    * Type H : negatip
    * Type A : negatip
    * Type B : Positip 1/100

    Dari hasil tersebut Leucosit dan laju endap darah melebihi batas normal. Dan Widal menunjukan positif typus.

    Setelah saya konsultasikan ke dokter, kata dokternya suami saya terkena typus ringan dan harus istirahat total dan makan makanan lunak. Lalu diberi obat Biothicol 500, Sunprima F, dan Sanmol.

    Setelah minum obat dari dokternya panas nya lsg turun dok, bervariasi antara 35 – 36 C…dan suami saya juga ga lemes..hanya terasa ada yang nyeri di perutny.

    Lalu Tgl 26 April, suami saya periksa lab lagi tapi hanya untuk typus nya dan hasil nya menunjukkan sbb :

    WIDAL
    * Type O : Positip 1/100
    * Type H : negatip
    * Type A : negatip
    * Type B : negatip

    Ternyata typusnya masih ada dan makin meningkat ke type O dok.
    Sepengetahuan saya Type O pada typus adalah type yang paling parah. Sekarang Suami saya juga merasakan mual2 dok meskipun sudah ga panas lagi.

    Saya bawa balik lagi ke dokter nya dan dikasih obat yang sama : Biothicol, San prima F , Dometic dan Gasflat.

    Saya jadi khawatir dok…kenapa kok type typus nya semakin meningkat. Saya bingung apa yang harus saya lakukan? selama masa pengobatan…suami saya sich doyan makan dok, dan menu makanannya bervariasi…ga hanya yang lunak2…kadang makan lontong, nasi, roti, susu, tempe goreng, mie goreng dsb.

    Yang mau saya tanyakan,
    1. Apakah penyebab typus suami saya yang bertambah parah dok? Apa karena kurang istirahatnya mengingat selama sakit suami saya tidak bed rest total, kadang suka jalan2…kadang keluar naik motor…kadang juga becanda2 sama saya. Ato makanannya yang salah karena kurang lunak dan makan yang ada unsur gorengannya?

    2. Apa yang harus dilakukan suami saya untuk mempercepat proses penyembuhannya mengingat sudah 7 hari dia tidak masuk kerja dok.

    3. Sebenernya Boleh ga sich dok makan makanan yang ada unsur gorengannya seperti mie goreng, tempe goreng, cap jay, fuyunghai dsb.

    4. Yang dimaksud Buah dan sayur yang berserat tinggi itu apa saja dok? bisa disebutkan ga dok..biar lebih jelas.

    Mohon maaf jika saya banyak bertanya dok…saya bener2 bingung saat ini. Jika bisa Mohon jawabannya secepatnya dok…
    Terima KAsih sebelumnya :’)

  523. 523 cakmoki April 28, 2010 pukul 5:10 am

    @ Nita:
    Salam….
    Sebenarnya, jika meluangkan sedikit waktu membaca diskusi-2 sebelumnya, mbak Nita akan memperoleh jawaban dari semua pertanyaan…

    Jawabannya akan saya rangkum tanpa nomer karena saling berkaitan.

    Ok, singkatnya saya copy-paste kan jawaban untuk Mas Jo, persis di atas pertanyaan yg diajukan mbak Nita.


    Tes Widal hanya bisa dipercaya hasilnya jika:
    1) Dilakukan pada minggu kedua demam.

    2) Hasil Tes Widal dapat dianggap memenuhi syarat diagnosa typhus jika aglutinin Salmonella lebih dari 1/200 (pada minggu kedua demam) dan mengalami peningkatan hingga 2 kali lipat pada pemeriksaan konfirmasi 4 hari berikutnya.

    Selengkapnya, dapat ditelusuri dengan scroll ke atas untuk melihat diskusi-2 sebelumnya.
    Perlu diketahui bahwa keluhan pada pencernaan dapat terjadi pada banyak penyakit, bukan hanya typhus…dikit-2 typhus…hahaha.
    Meski begitu, saya tetap menghormati pendapat dokter lain.

    Artinya: BUKAN THYPUS
    Meski begitu, pertanyaan-2 yang lain tetap akan saya jawab.

    Andaikata seseorang menderita Thypus:
    Boleh makan makanan yg digoreng, …yang gak boleh gorengannya alias wajan … maaf, saya pernah nulis ini, berjudul : dilarang makan wajan. Tujuanya untuk memberikan pemahaman kepada khalayak bahwa seseorang yang sakit tidak lantas memantang makanan bergizi. Terlebih sakit infeksi, dimana tubuh memerlukan kalori dan makanan bergizi untuk memulihkan kondisi dan mengganti kalori yang hilang selama sakit. Ilmu pengetahuan berkembang sangat pesat. Anggapan-2 seputar makanan yg dulunya udah terlanjur diyakini oleh khalayak, terbukti tidak benar. Tapi tentu tidak mudah merubah pola pikir dan mitos yang sudah mengakar di masyarakat secara turun temurun, termasuk dokter. Bahkan masih ada dokter yg sulit menghilangkan mitos yg melekat dalam dirinya.

    Buah dan sayur berserat tinggi, misalnya: Nanas, Nangka, Sawi, daun Ketela rambat, daun singkong ….

    Selebihnya, silahkan baca diskusi-2 sebelumnya :)

    Makasih

  524. 524 Nita April 29, 2010 pukul 1:39 pm

    Assalamualaikum Cak Moki…:)
    Terima kasih banyak telah meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan saya. Maaf saya tidak membaca semua diskusi sebelumnya karena terlalu banyak…dan saya harus bekerja dok ;”).
    Saya merasa lega dokter berpendapat suami saya bukan sakit typus…karena kemaren kakak ipar saya (yang juga berprofesi sebagai dokter umum dan sekarang sekolah S2 Spesialis penyakit dalam) menyarankan suami saya untuk diopname karena jenis typusnya berubah menjadi type O dan suami saya mual.
    Jujur saya bingung dok…masak suami saya harus diopname padahal klo saya liat kondisi suami saya ga lemes, makan juga doyan, ga panas, hanya merasa mual dan nyeri di perut.

    Jika diijinkan saya pengen nanya lagi dok,
    * Mual dan nyeri di perut yang dirasakan suami saya…kira2 karena gangguan apa ya dok?
    * Menurut dokter, Apakah obat yang diberikan udah tepat dok? Apa masih perlu dilanjutkan minum obatnya karena obatnya masih ada?
    * Menurut dokter, apakah suami saya sudah boleh bekerja lagi mengingat suami saya kerja di lapangan yang membutuhkan banyak tenaga dan harus bekerja jalan kaki di lapangan petikemas?

    Selain itu saya juga ingin konsultasi mengenai sakit ayah saya dok. Bersamaan dengan suami saya, Ayah saya juga kena typus dok.
    Hasil lab awal menunjukan positif widal type H 1/140, dokter menganjurkan untuk opname tapi ayah saya ga mau..dan minta rawat jalan dengan bedrest total. Setelah diberi obat, Ayah saya tidak mengalami panas demam, dan keluhan yang lain.
    Setelah 4 hari ayah saya tes lab lagi dan hasil lab masih menunjukan widal positif type H 1/140…dan masih istirahat total.
    8 hari kemudian ayah saya tes lab lagi dan hasil lab nya masih menunjukkan positif widal type H 1/320…dan maaf …bab nya berwarna hitam.
    Jika diliat dari jawaban dokter bahwa “Hasil Tes Widal dapat dianggap memenuhi syarat diagnosa typhus jika aglutinin Salmonella lebih dari 1/200 (pada minggu kedua demam) dan mengalami peningkatan hingga 2 kali lipat pada pemeriksaan konfirmasi 4 hari berikutnya” ,…apakah bisa disimpulkan bahwa ayah saya memang benar2 terkena typus meskipun badannya ga panas, tidak mual maupun pusing?

    Mohon maaf jika saya merepotkan dokter dengan pertanyaan saya yang banyak.

    Saya sangat berterima kasih sekali jika dokter berkenan menjawa pertanyaan saya ;”)

    Terima Kasih banyak dokter…

  525. 525 galih Mei 1, 2010 pukul 12:00 am

    Wah dokter makasi banyak buat pencerahannya brarti walau tes widal sy positif typhus, stlh sy di obati dan kondisi membaik, sy ga perlu tes widal lg aja ya.. Toh tes jg bs ga akurat… Bener ga dok?

  526. 526 cakmoki Mei 1, 2010 pukul 3:24 pm

    @ Nita:
    Assalamu’alaikum ..
    Perlu saya sampaikan di sini bahwa ada endapat dari beberapa ahli penyakit dalam yg menyebutkan bahwa 80% diagnosa typus di Indonesia adalah salah.

    1) Mual dan nyeri di perut, kebanyakan menandakan dispepsia, yang sebagian besar (lebih 80%) dipicu oleh “kecemasan”, stress dan sejenisnya. selebihnya dipicu oleh pola makan yang tidak teratur, kurang istirahat, aktifitas berlebihan, kerja berat, dll.
    Obatnya cukup dengan yg udah ada, yakni: Dometic dan Gasflat.
    Bisa ditambahkan obat penghambat peningkatan produksi asam lambung, misalnya: famotidine 20 mg atau ranitidine 150 mg, diminum 2 kali sehari, dengan jarak sedikitnya 1-2 jam setelah minum gasflat.

    2) Obat Dometic (anti mual) dan gasflat (antasida) dapat idlanjutkan. Sedangkan Biothicol San Prima F dihentikan saja, bikin tambah mual soalnya ada efek samping iritasi lamung, mual, perih, rasa penuh, kembung, dll.

    3) Kalo udah fit dan tidak ada lagi keluhan, tentu bisa bekerja lagi.
    Pada dasarnya, sebagai pedoman umum, setiap seseorang demam (apapun penyebabnya), akan kehilangan kalori. Untuk itu perlu kalori lebih banyak dari biasanya, dan istirahat untuk memulihkan kondisi.
    Untuk itu, sebaiknya makan makanan bergizi (tanpa pantangan apapun), cukup istirahat, dan usahakan rilex, agar kondisi cepat pulih dan dapat segera bekerja seperti semula.

    Secara umum, jika panasnya udah turun sebelum seminggu, patut dipertanyakan keabsahan diagnosa thypus tersebut. Terlebih jika kondisi umumnya bagus. Tapi saya tidak bisa bekata apa-apa kalo ybs sudah kadung meyakini anggapan tersebut.

    Sebagaimana penjelasan saya sebelumnya, bahwa Tes widal adalah memeriksa aglutinin. Seseorang yang pernah atau sedang kemasukan kuman Salmonella thyphii, akan membantuk aglutinin dalam tubuhnya sebagai reaksi terhadap endotoxin yg diproduksi kuman Salmenella typhii. Dan aglutinin ini bisa menetap dalam kadar yg tinggi hingga berbulan-bulan. Karena itulah mengapa kadang ditemukan kadar aglutinin tinggi (tes widal) pada saat ceck up walaupun tidak sedang sakit.

    Contoh:
    Andai saya pernah kemasukan kuman Salmonella typhii, maka tubuh aya akan membentuk aglutinin walaupun saya gak sakit dan si kuman mati oleh karena proteksi tubuh dan jumlah kuman tidak cukup untuk menimbulkan infeksi yg mangakibatkan keluhan. Nah, jika saya tes widal sementara saya tidak sakit, bisa saja tes widal menunjukkan positif tinggi.
    Tes Widal bukan untuk memeriksa ada tidaknya kuman tapi memeriksa aglutinin.
    Lagipula, akurasi tes widal hanya sekitar 30%. Sudah jarang dipake. Sekarang pake Tubex TF sebagaimana artikel yg pernah saya tulis di blog ini.
    Seorang teman spesialis di Surabaya mengatakan sambil guyon, bahwa tes widal adalah pemeriksan jaman Ken Arok… :D
    Demikan penjealasn saya.

    Makasih

    @ galih:
    Ya, bener :)
    Kalo positifnya gak mencapai 1/200… jelas gak memenuhi syarat untuk diagnosa thypus.
    Makasih

  527. 527 Nita Mei 5, 2010 pukul 3:36 pm

    Assalamualaikum Cakmoki,

    Terima Kasih banyak penjelasannnya. Semua penjelasan cakmoki telah memberikan banyak pencerahan pada saya tentang typus dan membuat saya tenang di saat semua orang di sekeliling saya panik dan banyak larangan mengenai makanan.

    Alhamdulillah suami saya dan ayah saya sekarang udah sembuh dan mulai beraktivitas lagi setalah saya perbolehkan mereka untuk makan semua makanan yang diinginkan…:’)

    Semoga Dokter selalu diberkahi rejeki dan ilmu yang terus update sehingga bisa terus memberikan informasi terbaru pada kita masyarakat awam mengenai kesehatan …amin

    Wassalamualaikum..

  528. 528 angie Mei 6, 2010 pukul 5:21 pm

    wah terima kasih byk dok atas pencerahannya. saya menemukan blog ini waktu mencari ttg pantangan org sakit typus. berkat blog dokter saya bisa makan ayam goreng lagi :)
    ga nyangka tulisan ini sudah ada sejak 2007 dan masih rame sampe sekarang.. terima kasih sekali lg dok buat sharing2 ilmunya :)

  529. 529 cakmoki Mei 7, 2010 pukul 3:18 pm

    @ Nita:
    Assalamu’alaikum…
    Terimakasih juga, telah berbagi dan atas supportnya. Semoga apa yg kita diskusikan bermanfaat bagi khalayak … amiin
    Wassalam

    @ angie:
    Termakasih atas kunjungannya :)

  530. 530 okta Mei 11, 2010 pukul 6:32 am

    assalamualaikum dok..

    saya habis kena tifus selama krang lebih 1 minggu.. setelah merasa enak saya mulai keluar rumah, karena badan udah ga lemes,,, 1 hari setelahnya perut saya menjadi sakit dok… lalu saya kembali lagi ke dokter, dan dokter kembali memberi saya obat… setelah minum obat itu sakit perutnya hilang tpi berubah menjadi mula2… kenapa ya?? apa pemberian obatnya salah dok?

  531. 531 cakmoki Mei 12, 2010 pukul 5:33 am

    @ okta:
    assalamu’alaikum…
    keluhan lambung pasca tifus emang sering terjadi…hal ini karena masih masa pemulihan kondisi tubuh dan pencernaan… bukan karena salah obat.
    Moga segera pulih kembali.
    Makasih

  532. 532 kevaz Mei 12, 2010 pukul 8:54 am

    dok, saya demam dari minggu sore hingga sekarang rabu pagi dengan kondisi naik turun. minggu sore demam hingga 39-40derajat dan kepala serasa terbakar. senin pagi demamnya turun jadi 38derajat namun saya merasa sangat segar, sehingga siangnya saya memberanikan diri pergi kerja sebentar. tapi sorenya di jam yang sama seperti minggu sore, kembali naik ke 39,5derajat. kira-kira tengah malam panasnya turun ke 38derajat lagi, saya pun merasa segar sehingga bisa tidur. tetapi jam 3pagi kembali naik sampai tidak bisa tidur, setiap 30-45menit pasti terbangun. karena sejak minggu sore kepala terasa pusing tak hilang-hilang, ini menambah sulitnya tidur. namun kira-kira jam 7pagi panasnya turun lagi ke 38derajat dan saya kembali merasa segar bahkan pusingnya hilang. karena panik ditakut-takuti teman, saya pergi cek NS1 dan IgM Anti Salmonella, hasilnya NS1 negatif, IgM 2, dan Leukosit 7100. Tapi sorenya kembali saya naik ke 39,5derajat. Setelah dikompres dengan air es kira-kira jam 10 panasnya turun ke 38derajat dan saya merasa lebih segar sehingga bisa tidur. Tetapi jam 3pagi hal yang seperti kemarin berulang. Pagi ini panasnya tetap di 39derajat namun kepala tidak terasa terbakar. Hanya jika banyak digerakkan terasa pusing. Sepanjang minggu sore hingga rabu pagi sekarang saya terus menerus bersendawa dan buang gas, kadang sulit BAB tetapi kadang justru seperti air, tetapi perut tidak terasa sakit. Yang mau saya tanyakan, dok: apakah saya tifus? Apa yang harus saya lakukan untuk meredakan demam ini? Trimakasih ya dok.

  533. 533 cakmoki Mei 15, 2010 pukul 3:33 pm

    @ kevaz:
    Maaf kelewatan :)

    Menilik keluhan dan hasil Lab, penyakit yg diderita saat ini bukan tifus.
    Untuk sementara dapat menggunakn obat sebagai berikut:
    1) Antibiotika, misalnya: amoksisilin 500 mg, diminum 3×1 selama sedikitnya 4-5 hari.
    2) Penurun panas, misalnya: parasetamol 500 mg, diminum 3-4 kali sehari sesudah makan hingga panasnya reda.
    3) Obat penghambat peningkatan produksi asam lambung, misalnya: ranitidine 150 mg atau famotidine 20 mg, diminum 2×1 sesudah makan.
    Jika dalam 4 hari belum menampakkan hasil sesuai diharapkan, sebaiknya periksa ke dokter terdekat.
    Moga segera sembuh.
    Makasih

  534. 534 antik kos Mei 15, 2010 pukul 5:27 pm

    Karena ingin mengatur asupan makanan buat anak saya, Hana, yg baru kemarin keluar dari RS karena thypus, maka sampailah saya disini. Ternyata, tidak harus makan bubur ya… dan boleh santan/lemak. (kelihatannya Hana sdh bosan dengan menu Rumah Sakit-nya!!) Aduh, betapa banyaknya info yg menyesatkan yang sdh sy terima selama ini!! Terima kasih atas informasinya pak dokter… (ditunggu informasi lainnya)

  535. 535 Nadine Anindya P. Mei 15, 2010 pukul 6:51 pm

    Met sore dr moki…
    Ketemu lagi dengan saya….saya posting disini karena sakit anak saya ( demam ) terus menerus. tanggal 07 Mei 2010 sekitar jam 20.00 anak saya demam….sudah kedokter dan di beri obat penurun panas…tp pana tidak turun fluktuasi 37-39 dan skitar jam 05.00 ( 08 Mei 2010 panas jadi 40.2 dan akhirnya kejang. Dan masuk rumah sakit opname..diinfus dan dikasih anti biotik gracef inj kl saya tidak salah…hari kedua dirumah sakit panas turun 36 dan stabil dan anak sudah kembali ceria/sehat, dirawat cm sampai tgl 11 mei 2010. 11 mei 2010 siang di ijin kan pulang….dan dikasih “sangu” Pamol Supp dan selosoid. 2 hari berada dirumah dan tiba2 saja pada tgl 13 mei 2010 jam 20:00 panas kembali tinggi mencapai 39 dan saya berikan pamol supp..tp cuma turun di 37 akhirnya jam 04:00 13 mei 2010 panas mencapai 39 dan masuk UGD karena saya khawatir takut kejang kembali. hingga hari ini suhu badan nya ada di kisaran 37 – 39 dan bila suhu mencapai 39 dimasukan pamol supp….

    Saya bingung ini dok kira2 anak saya sakit apa ya…rencananya besok hari minggu akal cek kultur darah. terima kasih dokter mau mendengar keluh kesah saya.

  536. 536 cakmoki Mei 17, 2010 pukul 3:37 pm

    @ antik kos:
    Makasih juga :)

    @ Nadine Anindya P:
    Met sore …maaf kelewatan :)
    Mungkin saat ini sudah ada hasil kultur darah.
    Sejujurnya saya bertanya-tanya dalam hati , mengapa saat pulang dari RS tidak dapat Antibiotika sebagai kelanjutan Gracef inj.
    Moga segera sembuh dan sehat selalu
    Makasih

  537. 537 Astrid Mei 18, 2010 pukul 2:43 am

    SelamaT malam dok (*Menjelang pagi nih… hehehe)

    Salam kenal….
    Saya sangat bersyukur menemukan tentang diskusi di blog ini, karena beberapa hari ini saya cari2 info tentang tifus pada anak2 belum ada yg memuaskan

    Langsung saja ya dok,
    Anak saya umur 2,5th (Perempuan) berat badan 11,5kg

    Pada hari Rabu lalu tgl 12 mei dia saya vaksin Hepatitis A bersamaan dengan vaksin Thypoit fever (* Karena udah terlambat dr jadwal vaksin maka saya putuskan untuk vaksin bersamaan)

    Yg jadi masalah, pada hr Jumat siang tgl 14 mei tiba2 badanya mulai panas. Saya ukur suhunya 38,3 derajat C. Saya beri Dumin penurun panas, lalu dia tidur siang. Malamnya panas lagi sampai 39,3 derajat
    Sabtu pagi masih panas juga kisaran 38-39 derajat dan hanya turun saat diberi obat.
    Sabtu itu juga saya bawa ke DSA langganan dan disuruh tunggu sampai hr minggu kemarin. Apabila masih panas maka hrs cek darah.
    Berhubung masih panas dan puncaknya mencapai 39,8 derajat maka Senin pagi tgl 17 mei saya cek darah. Dengan hasil:

    Hemoglobin: 12,90
    eritrosit: 4,78
    Lekosit: 3.500
    LED: 10
    Hematokrit: 38,6
    Limfosit: 51
    Monosit: 7
    Trombosit: 163.000

    widal:
    Salmonella Typhi O: 1:320
    Salmonella para typi OA: Negative
    Salmonella para typi OB: Negative
    Salmonella Typhi H: Negative

    Urine bagus juga tidak DBD…

    Lalu DSA mengatakan kalau anak saya terkena Tifus. Dan diberi obat Bactrim (2×1 5ml) dan Thiamycin (3×1 5ml)
    Boleh makan terserah seperti dokter bilang diatas…

    Pertanyaan saya:
    1. Benarkah anak saya terkena tifus??? Ataukah efek dari imunisasi pada 2 hari sebelumnya. Ataukah karena imunisasi di barengkan dengan hepatitis A maka anak saya tidak kut tubuhnya???
    (* Karena menurut DSA sebelum imunisasi sudah ada bakteri tifus dalam tubuh anak saya tapi blm bereaksi dan baru muncul bersamaan dengan vaksin) Betulkah demikian???

    2. Pada dasarnya anak saya susah makan, jd kalau makan hanya nasi dan kuah saja, sayur seperti wortel masih mau. Tapi kalau ada daging yg sedikit kasar aja dia sudah nggak mau makan.
    So makanan apa yg bisa saya berikan untuk memulihkan kondisinya dengan cepat??? Cukupkah hanya dengan minum susu??? Dan sedikit makan???

    3. Menurut DSA anak saya belum perlu opname, tapi kalau dalam 5 hr kedepan panasnya masih tetap sama/tinggi baru opname. Masalahnya kan anak2 usia 2th susah sekali untuk disuruh bedrest. Dan lagi dia tidak lemas meskipun panasnya 38,5 derajat.
    Apakah aman bila dia dirawat dirumah saja??? Ataukah lebih baik opname bila memang dia Tifus. (*Kasihan juga sih sebenarnya kalau hrs opname, secara masih aktif bermain)

    Apa yg sebaiknya saya lakukan????

    Terimakasih untuk saran dan jawabannya!!!

    *Maaf kalau kepanjangan ya ceritanya??? hehehhe
    SUKSES SELALU n GBU ^^

  538. 538 cakmoki Mei 18, 2010 pukul 2:47 pm

    @ Astrid:
    Selamat sore … :)

    1) Seperti jawaban sebelumnya, Tes Widal hanya bisa dipercaya hasilnya jika diperiksaa pada minggu kedua demam. Pemeriksaan pada minggu pertama tidak bisa dipercaya. Salmonella Typhi O: 1:320 tidak serta merta menunjukkan tifus. Tes widal bukan memeriksa kuman Salmonella typhii tapi memeriksa aglutinin yg terbentu sebagai reaksi tubuh terhadap endotoksin yg diproduksi kuman S. typhii. Aglutinin yg tinggi tersebut bisa saja sudah terbentuk jauh hari sebelum demam, bisa juga karena reaksi terhadap imunisasi.
    Menilik riwayat demam dan tanggal pemeriksaan Tes widal, saya meragukan bahwa panas tersebut karena Tifus. Banyak penyakit-2 yg menimbulkan demam dan sering didiagnosa tifus gara-2 hasil tes Widal. Selain itu, akurasi tes widal untuk deteksi tifus sangat rendah.
    Seorang teman DSA mengatakan *sambil guyon tapi serius* bahwa Tes Widal adalah pemeriksaan tifus jaman Ken Arok :D

    2) Untuk memulihkan kondisi, pilih makanan dan minuman apapun yang disukai anak. Jika maunya susu dan sedikit makanan, gak papa.

    3) Terlepas tifus ataupun bukan, opname hanya diperlukan jika kondisi umum anak lemah atau tidak mau makan dan minum.
    Kalo anak masih mau minum dan makan dan kondisinya bagus, gak perlu opname. Malah bikin anak dan ortu-nya stress.

    Yg perlu dilakukan adalah melanjutkan obat dari dokter dan makan-minum kesukaan anak, hingga sembuh.

    Semoga segera sembuh.
    Makasih

  539. 539 Astrid Mei 19, 2010 pukul 4:29 am

    Terima kasih ya dok untuk jawabannya yg cepat bagai kilat… hehehe

    Senang bisa berkonsultasi dengan dokter tentang penyakit ini…
    Dan pastinya sangat membuat saya lega.
    Ditambah lagi hari ini sejak pagi hingga saya buat tulisan ini dia sama sekali nggak demam.
    Jadi demam terakhirnya adalah Senin malam sebelum tidur…
    Semoga terus nggak demam sampai hari2 kedepan….
    Tapi di badan anak saya daerah dada ke perut dan punggung muncul bintik2 merah seperti gabak (Org Jawa bilangnya si Gabak,hehehe)
    Apa itu Gabak atau akibat panas tingginya… Begitu tubuhnya muncul merah2 panasnya hilang…
    Boleh mandi nggak ya dok???

    Oya dok, itu yg obat dari DSA saya kan jenis antibiotik ya???
    Kalau anak saya minum obat dan langsung muntah, berarti kan dia kehilangan dosis sekali minum…
    Apakah saya perlu beli obat lagi untuk mengganti 1 kali dosis yg dimuntahkan itu??? (Soalnya kalau antibiotik kan harus habis 1 resep)

    Terima kasih lagi ya dok buat waktunya….

    GBU

  540. 540 Nadine Anindya P. Mei 19, 2010 pukul 3:03 pm

    Selamat siang dr. moki

    Oiya cak moki setelah saya cross cek ke SPA nya…sebenernya dokter menganjurkan ke pada suster perawat jika pada saat kepulangan ada gejala demam agar dikasih sangu CEFAT. tp karena kondisi anak saya normal jadi CEFAT urung di berikan. Itulah sebabnya ketika kepulangan, saya hanya mendapatkan sangu pamol supp dan stesolid.

    Hari ini panas anak saya sudah normal dikisaran 36++…Kemarin tgl 18 Mei 2010 jam 11:00 Dokter mengambil sampel darah untuk tes TUBEX TF (adalah minggu 2 gejala panas, yg telah masuk hari 4)…dan jam 16:00 anak saya mendapat suntikan Colsancetin…tp panas tetap mencapai 39 pada jam 17:30…pada malam harinya sekitar jam 23:00 panas anak saya mulai turun…Hari ini 19 Mei 2010 panas anak saya sudah normal dikisaran 36++…dan hasil tes TUBEX TF adalah +3. Trus kenapa ya 2 hari sebelumnya dokter melakukan tes kultur darah…kalo pun nanti hasilnya kurang lebih sama dgn TUBEX TF…hasil tes kultur darah pun baru bisa diketahui 2-3 hari kedepan.
    Sia-sia kah nanti hasil Kultur darah dok?

    Colsancetin ini apa termasuk jenis antibiotik ? Atau obat penurun demam tifoid?

    Itu aja dok….Terima kasih karena mau berbagi dgn ikhlas

  541. 541 Ardi Mei 19, 2010 pukul 4:50 pm

    assalamu’alaikum,
    selamat sore dok,
    mau tanya lagi dok, saya harap dokter ga bosan2 untuk menjawab pertanyaan saya. tp ini agak menyimpang dari topik dok, bukan mengenai sakit tipes, tapi mengenai jantung.
    begini dok,
    sudah berapa hari ini saya merasakan keluhan seperti nyesak didada, di diuluati juga terasa seneb (rasanya seperti kena tinju dok). dan di tulang belikat di belakang terasa seperti pegal dan seperti masuk angin. kadang rasa pegal di tulang belikatnya seperti menusuk tembus ke uluati. saya takut itu gejala serangan jantung dok. usia saya saat ini 35 thn dok. dan saya selama ini setiap kali tensi hasilnya cenderung rendah dok, berkisar antara 100/70, 110/70, dan 120/70. saya juga sudah kurang lebih 2 tahun berhenti total merokok dan minum kopi. saya juga olahraga badminton seminggu 2 kali. dan selama seminggu ini saya stop olahraga karena selalu merasa seperti capek dan keluhan seperti yg saya tulis diatas tadi dok.
    dan sekarang ini juga timbul lagi dok keluhan cemas dan rasa was-was yg dulu sempat mengganggu saya. saya takut dok karena seakan2 ajal sudah dekat.
    saya mohon diagnosa dari dokter, obat yg harus saya konsumsi, dan kedokter mana saya sebagusnya berobat. saya benar2 bingung dok, takut kalau jantung saya ada apa2nya, dan takut juga kalau terjadi serangan jantung pada saya dok.
    sebelum dan sesudahnya saya ucapkan banyak terima kasih dok. wassaslam,
    ardi.

  542. 542 cakmoki Mei 20, 2010 pukul 12:32 pm

    @ astrid:
    Berarti demamnya karena gabag (morbili). Biasanya bintik merah muncul pada hari ke 3-5 demam. Setelah itu panasnya berangsur turun.
    Apa itu Gabak atau akibat panas tingginya
    Bukan. Terbalik. Yg bener, gabag (morbili, campak) mengakibatkan panas tinggi dan keluhan lain.
    Harus tetap mandi lho :)
    Selengkapnya tentang Gabag, silahkan baca artikelnya di Bloh ini pada link berikut:
    http://cakmoki86.wordpress.com/2007/01/25/sekilas-gabag-atau-morbili-atau-kerumut/

    Kalo antibiotika hanya dimuntahkan 1-2 dosis, gak perlu beli lagi.
    Moga sehat selalu
    Terimakasih

    @ Nadine Anindya P.:
    Selamat siang.
    Tes Tubex TF +3 belum mendukung tifus. Batas minimal +4.
    Tes kultur tidak sia-sia, justru bagus untuk konfirmasi Tes Tubex. Ada perbedaan pronsip pemeriksaan diantara keduanya.
    Tes Tubex untuk memeriksa kadar aglutinin, sedangkan kultur memeriksa ada tidaknya kuman Salmonella typhii. Pemeriksaa kultur untuk memastikan diagnosa. Jika tes kultur positif ada kuman Salmonella typhii, berarti emang tifus. Tpi jika tidak, kemungkinan infeksi sal cerna oleh penyebab yg lain.

    Colsancetin adalah antibiotik Chloramphenicol yg merupakan Drug of Choice untuk tifus dan infeksi saluran cerna serta beberapa infeksi lain yg sensitif terhadap Chloramphenicol.

    Makasih :)

    @ Ardi:
    Assalamu’alaikum …
    Selamat siang.
    Pertama: tensi yg normal adalah: systole (yg atas) 100 s/d <140, sedangkan Diastole (yg bawah) 70 s/d 90. Artinya, selama ini bukan hipotensi, tapi masih dalam batas normal.

    Kedua: keluhan nyesek ulu hati, kadang tembus ke punggung atau bahu atau leher atau dada, rasa tidak nyaman di perut, dll…biasanya Dispepsia (atau orang awam menyebutnya maag).
    Keluhan tersebut terjadi karena peningkatan produksi asam lambung yang sebagian besar (lebih 80%) dipicu oleh cemas atau stress atau sejenisnya. Sedangkan sisanya dipicu oleh pola makan yg tidak teratur, aktifitas berlebihan, dll.

    Obat tebaik adalah menanggulangi rasa cemas.
    Adapun obat yg perlu dikomsumsi:
    1) Obat penghambat peningkatan produksi asam lambung, misalnya: Ranitidine 150 mg atau Famotidine 20 mg, diminum 2×1 sehari.
    2) Obat untuk meredakan spasme atau tegang otot-2 polos di saluran cerna dan ulu hati, misalnya: Braxidin atau Librax, diminum 3×1 sehari.
    Kedua obat tersebut kalau bisa diminm dengan jarak sedikitnya 1 jam diantara keduanya. Seandainya obat pertama diminum jam 1 siang, maka obat kedua diminum jam 2 siang. Begitu juga sebaliknya, jika obat no 2 diminum lebih dahulu, maka obat no 1 diminum 1 jam berikutnya. Andai kelupaan, misalnya kedua obat diminum bersamaan, gak masalah.

    Makasih
    Wassalam

  543. 543 Astrid Mei 20, 2010 pukul 7:43 pm

    Maksihhhhhhhhhhhhhhhh Dokter Cak Mokiiiiii…..
    Jawaban yg diberikan sangat bermanfaat bagi kami sekeluarga, dan membuat km lebih smart….

    Thx n GBU ^^

  544. 544 cakmoki Mei 21, 2010 pukul 11:58 am

    @ Astrid:
    Terimakasih juga telah berbagi :)

  545. 545 Mariyah Ulfah Mei 22, 2010 pukul 10:15 am

    Selamat pagi dok…..

    Sebelum sakit ini…anak saya yg berumur 2 tahun juga terserang demam….dan sempat dirawat di RS….dan dilakukan Tes TUBEX TF hasilnya +3 (Borderline) Dokter menyatakan anak saya terserang demam tifoid/gejala tifus…tapi setelah Tes Kultur Darah hasilnya Negatif….
    Alhamdulillah anak saya sekarang sudah sembuh dan kemarin diijinkan pulang oleh dokter.

    sedangkan Saya sudah 4 hari ini demam (awalnya saya menyangka hanya kelelahan karena 7 hari kurang tidur menunggui anak saya yg sedang di opname)… demamnya disertai dengan radang tenggorokan dan sariawan di dalam mulut serta bibir, tenggorokan bengkak. Untuk menelan makanan rasanya sakit sekali…jadi saya hanya emakan bubur saja. Suhu badan berkisar 38.8 – 39.5. Pada hari pertama demam saya lsg berobat ke klinik dan dikasih obat sariawan,antibiotik,obat panas dan vitamin….tp hingga demam hari ke 4 masih belum ada perubahan.AKhirnya karena khawatir panas sudah mencapai 39.5 saya lsg berangkat kerumah sakit dan masuk UGD…Dokter lsg melakukan tes darah dan Tes TUBEX TF….Dari hasil tes darah kadar leukosit 4500…dan dari hasil tes TUBEX TF +3 (Borderline) sama seperti anak saya kemarin…dokter UGD menyatakan Gejala Tifus.

    Dokter memberikan resep:

    1. Cefixime 100mg
    2. Ropepsa Sucralfate
    3. Sanmol 500mg
    4. Imunos Kaplet

    Pertanyaan saya :

    1. Apakah memang benar saya terkena Gejala Tifus?
    2. Sudah tepatkah dokter UGD memberikan resep tersebut, karena sudah 1 x 24 jam sejak minum obat tp belum ada kemajuan/perubahan
    3. Kenapa saya diberikan obat Ropepsa Sucralfate, karena dr yg saya baca itu adalah untuk obat lambung, sedangkan saya tidak ada keluhan dgn lambung.
    4. Dok saya ingin segera sembuh…kira2 obat apa saja yg harus saya minum. Anak saya sekarang dirawat neneknya, khawatir takut tertular oleh sakit saya.

    Terima kasih dok..
    Sukses selalu Dan semoga semakin besar keinginan untuk berbagi bagi sesama. Semoga Allah membalas semua kebaikan dokter Moki.

  546. 546 cakmoki Mei 22, 2010 pukul 11:57 am

    @ Mariyah Ulfah:
    Maaf, saya heran … mengapa banyak orang berpikiran Tifus ketika mengalami demam sementara penyakitnya nyata-nyata menunjukkan penyakit lain ? Hehehe…nampaknya ini tugas para dokter untuk menjelaskan kepada khalayak.

    1) Bukan tifus. Pertama, nyata-2 keluhannya adalah sariawan (stomatitis aftosa) disertai nyeri telan yg kemungkinan ada infeksi tenggorokan. Kedua, tubex positif 3 tidak memenuhi syarat untuk menegakkan diagnosa tifus.

    2) jelas aja belum ada perubahan, lha wong masih 1 hari minum obat. Stomatitis aftosa memerlukan pengobatan sekitar 4-7 hari. Obat tersebut bisa juga untuk Stomatitis aftosa yg disertai infeksi sekunder do tenggorokan.

    3) Saya juga tidak mengerti mengapa diberikan obat tersebut dan imunos. Menurut saya cukup Cefixime dan sanmol saja. Sebenarnya amoksisilin atau cefadroxyl udah cukup… kalo cefixime terlalu kuat dan mahal, hasilnya sama aja :)

    4) Supaya cepat sembuh: istirahat, makan makanan bergizi dan hindari stress. Obatnya dah lebih dari cukup. Kesembuhan tergantung pada penyakitnya. Dalam hal stomatitis aftosa yg disertai infeksi tenggorokan, biasanya memerlukan waktu 4-7 hari.
    Masing-2 penyakit dah ada ciri dan waktu penyembuhan.
    Silahkan melanjutkan obatnya. Kalo 4 hari setelah minum obat masih belum ada perubahan, harap memberi khabar lagi :)

    Moga segera sembuh.
    Makasih

  547. 547 Mariyah Ulfah Mei 22, 2010 pukul 12:37 pm

    Terima kasih dokter moki atas responnya yg cepat dan tanggap.
    hehehe. Lah wong saya juga ngerasa cuma sakit sariawan dan radang tenggorokan. dokter UGD tuh yg lsg minta tes TUBEX TF (jadi saya ngikutin :) khawatir tertular anak saya yg abis sakit gejala tifus).

    Jadi saya akan melanjutkan 2 obat saja sanmol dan cefixime, oiya dok kemarin suami membelikan obat sariawan ENYSTATIN (Nystatin 100.000)….dan saya sudah gunakan untuk membantu penyembuhan. Bolehkah obat tersebut saya lanjutkan mendampingi sanmol dan cefixime.

    Sekali lagi matursuwun sanget.

  548. 548 cakmoki Mei 22, 2010 pukul 1:06 pm

    @ Mariyah Ulfah:
    oalaaah… mohon maaf, berarti yg ngabis-ngabiskan duit adalah dokter UGD :D
    Boleh melanjutkan dengan Nystatin ….malah bagusnya emang gitu.
    Mugi enggal saras
    Maturnuwun

  549. 549 yant Mei 24, 2010 pukul 7:14 am

    mat pagi cak.
    mau konsul ya, sebelumnya terima kasih.
    saya pernah sakit tipes 3 tahun lalu. tapi masalahnya kok ada perbedaan sebelum terkena tipes. Perut sering diare kalau terkena hawa dingin atau tidur tempat AC juga makan terlalu pedas. Pagi2 perut terasa mulas sekali dan buang2 air agak lembek/ kadang spt air. Tapi sehari paling 2 s/d 3 kali saja. Perut terasa masih mulas sebelah bawah.
    Tanya cak, kondisi tersebut apakah akibat usus besar yang belum pulih seutuhnya atau sebab lain. Untuk kegiatan sehari2 sudah normal ,olah raga seminggu 3 kali. Berat badan sudah naik 5 kg.
    mohon penjelasan.
    trims ya cak dokter.

  550. 550 cakmoki Mei 26, 2010 pukul 12:20 am

    @ yant:
    Met malem …
    Typhus, kalo udah sembuh berarti kman udah gak ada lagi dalam tubuh. Artinya, typhus tidak digembol selamanya di dalam tubuh kita… :D
    Semua sistem biasanya pulih secara sempurna dalam beberapa minggu.
    Kalau sekarang ada keluhan diare, gak ada hubungannnya dengan typhus yang udah 3 tahun yg lalu. Diare dan keluhan lain yg dialami saat ini karena sebab lain.
    Moga segera sembuh.
    Makasih

  551. 551 DJo Juni 1, 2010 pukul 12:41 am

    hallo dok… saya seneng bisa mampir di blog ini..
    saya mau bertanya dikit dok.. boleh khan…

    2 minggu yang lalu saya ngerasa lemes banget, gak ada tenaga banget, dan kadang-kadang merasa pusing, rasanya bumi ini bergoyang…

    setelah itu, 1 minggu yang lalu saya cek darah, kemudian kata dokter, saya terkena gejala tipes dan darah putih saya lebih banyak dari pada darah merah, udah itu saya diberi obat banyak banget… katanya jangan makan nasi dulu minimal seminggu, buah, sayur dll jangan dulu, intinya makan bubur + daging…

    selama seminggu itu, saya makan bubur terus + obat dari dokter terus saya minum, air urine saya warnanya kuning banget, dan bawaannya laper melulu…

    dan sekarang yang saya rasakan udah mulai seger, tapi kadang2 pusing, dan perut saya masih terasa sakit… sakit bangett….

    yang saya mau tanya, saya masih terkena gejala tipes atau udah hilang gejalanya tipes nya dok..?? udah itu, apakah saya terkena penyakit lain selain tipes dok? kata orang2, obat cacing kalung itu mujarab tuk tipes, apa bener dok? mohon pencerahannya dok… :) makasi sebelumnya…

  552. 552 cakmoki Juni 1, 2010 pukul 1:11 pm

    @ DJo:
    Maaf, saya tidak percaya bahwa keluhan tersebut adalah tifes atauun gejala tifus. Mungkin penyakit lain. Tanda utama tifes adalah demam selama seminggu atau lebih, dan tanda lain yang perlu pemeriksaan dokter. Kalo ga ada demam, bisa dipastikan bukan tifes
    Obat tifes sudah baku, mulai drugs of choice hingga obat-2 lain sesuai Panduan Penatalaksanaan Penyakit Demam Tifoid. Bukan obat cacing ataupun cacing seperti yang sering diiklankan.
    Makasih

  553. 553 DJo Juni 1, 2010 pukul 3:57 pm

    ok dok… thanks jawabannya… :)

  554. 554 cakmoki Juni 1, 2010 pukul 5:24 pm

    @ DJo:
    sama-sama… terimakasih telah berbagi

  555. 555 Ardi Juni 10, 2010 pukul 9:58 am

    Assalamu’alaikum Wr. Wb. Dok, selamat pagi…

    mau nanya lagi dok, maaf kalo keseringan nanya…
    begini dok,
    hari sabtu dan minggu kemarin tgl 5 dan 6 Juni 2010 aq merasakan diperut dan di uluati sakit banget, sakitnya ga ketulungan dok. badan juga merasa meriang, dan seluruh tubuh rasanya pegal-pegal semua. kemudian karena ga tahan aku berobat ke dokter Sp. Rad. Setelah di rontgen perut dan di usg, dokter nanya apakah dulunya pernah sakit tipes, aku jawab emang pernah dok, tp sudah lama, sekitar 3 tahun yang lalu. kemudian dokter itu bilang kalo tipes aku kambuh lagi. padahal dok, waktu dulu kena tipes, alhamdulillah aq ga pernah ngerasa sakit banget seperti ini. kemudian dokter itu ngasih obat sbb:
    1. kayak sirup warnanya putih, ga tau merk-nya karena tertutup tulisan dari dokter. minumnya 3×1 sebelum makan.
    2. spasmal. minumnya 2×1 setelah makan.
    3. radin, minumnya 2×1 setelah makan.
    4. primadex, minumnya 2×2 setelah makan.
    5. riamycin, thiamphenicol 500 mg, minumnyo 3×1 setelah makan.
    apakah benar dok obat2 tersebut? trs apakah benar juga dok tipes saya kambuh lagi? soalnya di hasil rontgen dan usg dokter itu tertera kesimpulannya Dispepsia.
    kemudian mulai hari selasa tgl 8-6-2010 sampai hari ini, alhamdulillah keluhan sakit banget diperut itu sudah agak enakan. skrg yg timbul rasa mual banget diperut sama rasa pegal di belakang tulang belikat. nafsu makan juga berkurang. rasa meriangnya juga udah reda. obat dari dokter diatas saya minum semua sampai hari ini. tp keluhan mual dan rasa pegal di belakang belum juga reda. bagaimana menurut pendapat dokter, saya menderita penyakit apa? apakah perlu tambahan obat lain? dan apakah obat dari dokter diatas perlu dilanjutkan atau dihentikan? terima kasih banyak dok sebelum dan sesudahnya.

    wassalam,
    ardi.

  556. 556 cakmoki Juni 10, 2010 pukul 1:36 pm

    @ Ardi:
    Assalamu’alaikum,
    Selamat siang…
    Menurut saya gak kambuh. Kecuali kalo terinfeksi ulang. Namun mengingat saat ini udah gak meriang, kemungkinan besar bukan tifes. Lagipula, tifes tidak dilihat dari Rontgen.
    Kemungkinan emang Dispepsia, atau dalam bahasa awam: sakit maag.
    Obatnya: dilanjutkan yang No 1 (kemungkinan antasida), no.2 dan nomer 3.
    Lainnya stop aja, soalnya No.4 dan no5 malah bikin mual.
    Untuk menanggulangi mualnya, dapat menggunakan Domperidon 10 mg (merk dagang bebas memilih), diminum 3×1 sebelum makan.

    Semoga segera sembuh.
    Makasih.
    Wassalam

  557. 557 Ardi Juni 11, 2010 pukul 2:46 pm

    Assalamu’alaikum dok…

    makasih dok untuk jawabannya. sekarang saya hanya minum obat no 1, 2, dan 3 saja, sesuai petunjuk dokter. karena memang saat ini saya sudah tidak meriang lagi. mualnya juga udah rada enakan skrg. sekali lagi terima kasih banyak dok, dan semoga dokter tetap diberi kesehatan biar bisa terus menjawab pertanyaan2 ataupun keluhan2 dari saya, hehe.

    wassalam.

  558. 558 Ardi Juni 11, 2010 pukul 2:47 pm

    Assalamu’alaikum dok…

    makasih dok untuk jawabannya. sekarang saya hanya minum obat no 1, 2, dan 3 saja, sesuai petunjuk dokter. karena memang saat ini saya sudah tidak meriang lagi. mualnya juga udah rada enakan skrg. sekali lagi terima kasih banyak dok, dan semoga dokter tetap diberi kesehatan biar bisa terus menjawab pertanyaan2 ataupun keluhan2 dari saya, hehe. dan jangan bosan ya dok untuk menjawab keluhan or pertanyaan lagi nanti dari aku?
    makasih dok.

    wassalam.

  559. 559 cakmoki Juni 11, 2010 pukul 3:30 pm

    @ Ardi:
    Wa’alaikumsalam…
    Terimakasih atas support dan do’anya, semoga demikian pula sebaliknya.
    Wassalam :)

  560. 560 Ardi Juni 14, 2010 pukul 9:24 am

    Assalamu’alikum dok, selamat pagi…

    maaf dok kalo saya konsultasi terus…
    begini dok,
    saya mulai merasa meriang lagi dibadan mulai tgl 12 juni kemarin dok, dan sampai skrg masih terasa meriang dibadan. tp ga terlalu panas dok, cuma agak panas. apa perlu dok saya cek darah? obat dari dokter yaitu dexanta 3×1, paracetamol 2×1, dan thiampenicol 3×1 saya minum terus sampai skrg. tp masih terasa meriang dibadan dok. bagaimana menurut pendapat dokter?
    demikian dok dari saya.
    wassalam.

  561. 561 Ardi Juni 14, 2010 pukul 2:34 pm

    maaf dok, ada tambahan sedikit…
    karena maerasa meriang, tgl 12 juni kemarin saya ke dokter yg sama dan dikasih obat sbb:
    1. dexanta syrup, diminum sebelum makan 3×1.
    2. paracetamol, diminum sesudah makan 2×1.
    3. thiampenicol, diminum sesudah makan 3×1.
    4. ciproploxacin, diminum sesudah makan 3×1/2.
    5. domperidon, diminum sesudah makan 3×1.
    sampai sekarang kelima obat tersebut masih saya minum. apakah benar dok kelima obat tersebut?
    itu aja dok sedikit tambahan dari saya.
    terima kasih dok sebelum dan sesudahnya.

    wassalam.

  562. 562 cakmoki Juni 15, 2010 pukul 11:44 am

    @ Ardi:
    Assalamu’alaikum…
    Ya, obatnya diteruskan. Hanya saja, untuk Thiampenicol dan ciproploxacin, diminum salah satu saja. Kalo pakai cyprofloxacin dosisnya 2×1. Sedangkan kalau pake Tiamphenicol 3 a4au 4 x 1. Selebihnya tetap.
    Moga segera sembuh.
    Makasih. Wassalam :)

  563. 563 Ardi Juni 15, 2010 pukul 2:49 pm

    terima kasih dok untuk jawabannya. hari ini tadi aq periksa darah, dan dokternya bilang memang ada tipesnya, tp kadarnya ga tinggi. orang sehat juga bisa mempunyai kadar nilai seperti hasil aq tadi. sayangnya dok aq ga bisa kasih liat ke dokter moki hasilnya, karena hasil tes darah tadi ga sempat aq copy, dan hasil aslinya disimpan di klinik tempat aq berobat. dan alhamdulillah saat ini aq udah merasa agak enakan, ga terlalu meriang lagi. obat thiampenicol dari dokter kemaren tinggal untuk hari ini aja dok. dan obat ciproploxacin baru sekali aq minum. bagaimana menurut pendapat dokter, setelah obat thiampenicol habis, apakah aq harus melanjutkan minum ciproploxacin, atau aq beli baru thiampenicolnya? dan diperut juga masih terasa agak ga enak dok, sama di paha suka terasa hangat dan nyeri gitu. apakah itu bawaan dari sakit aq, atau ada penyakit lain dok?
    demikian dulu dari aq dok, dan sekali lagi makasih banyak untuk jawabannya. dan semoga dokter ga bosan menjawab pertanyaan dari aq.
    wassalam.

  564. 564 cakmoki Juni 15, 2010 pukul 3:39 pm

    @ Ardi:
    Kalau Timaphenicol habis, dapat dilanjutkan dengan Cyprofloxacin. Gak perlu beli Tiamphenicol.
    Keluhan-2 perut gak nyaman, lemas, berkeringat, nyeri badan, kadang nggliyeng, dll, adalah keluhan bawaan dari penyakitnya.
    Moga segera pulih kembali.
    Makasih :)
    Waasalam

  565. 565 Ardi Juni 16, 2010 pukul 12:02 pm

    terima kasih banyak dok untuk jawabannya. berarti aq lanjut aja ya dok minum ciproploxacin 2×1 sesudah makan kan dok? walau dibadan rasa meriangnya juga udah mendingan. kalo paracetamolnya sama dexanta syrup, harus dihabiskan juga atau di stop aja dok? terima kasih banyak dok sekali lagi untuk waktu dan jawaban dari dokter cakmoki.

    wassalam.

  566. 566 cakmoki Juni 16, 2010 pukul 4:44 pm

    @ Ardi:
    Ya, bener. 2×1 sesudah makan hingga habis walaupun udah ga demam.
    Parasetamolnya bisa dihentikan kalo emang ga demam. Begitu juga dengan Dexanta sirup, dapat dihentikan jika lambung udah brasa enakan. Ntar dapat digunakan lagi kalo ada keluhan lambung.
    Makasih.
    Wassalam

  567. 567 satria Juni 17, 2010 pukul 3:56 am

    cak,,mau tanya nih…
    2 minggu lalu adik saya dinyatakan gejala tifus oleh dokter….dengan diagnosa : demam tinggi naik turun,mual,muntah,mencret 4 kali,lidah pahit..

    pada hari ke 3 tes darah :
    hemoglobin 9,5
    hematokrit 30,0
    lekosit 5.700
    trombosit 281.000

    hari ke 5 tes darah :

    hemoglobin 8,6
    hematokrit 27,0
    lekosit 3.500
    trombosit 231.000

    hari ke 7 tes darah :
    hemoglobin 8,5
    hematokrit 28,0
    lekosit 7.100
    trombosit 231.000

    pertanyaan:
    1. apakah benar adik saya menderita gejala tifus?
    2. sekarang di bagian dada,perut,,punggung..ada kulit-kuit kering terasa kasar seperti ingin ganti kulit..apakah hal itu wajar buat penderita tifus?? kata dokter umum,,itu biasa akibat panasnya….

    mohon bantuannya dok…

  568. 568 cakmoki Juni 17, 2010 pukul 3:06 pm

    @ satria:
    Makasih telah menulis secara lengkap kronologisnya.

    1) Menilik keluhan dan hasil Lab, gak ada tuh , yg mengarah ke Tifus. Menilik keluhannya,terutama demam dan mencret, lebih mengarah ke Gastro Enteritis, yakni salah satu bentuk infeksi saluran cerna.

    2) Bisa jadi karena pengaruh demam, atau karena kurang cairan.

    Makasih

  569. 569 dian Juni 20, 2010 pukul 5:53 pm

    dok,
    Anak saya 9 bulan demam tinggi selama 3 hari, setelah saya cek ke lab ternyata typoid positif 4 sekarang masih dirawat di rs pertamina balikpapan dari hari jumat… Saya bingung perasaan saya selalu memberi makanan dalam kondisi bersih, bahkan mainannya pun sering saya cuci… Tapi saya ingat, apa mungkin dari air pam, karena kalo mandi anak saya masih suka terlihat menelan air dan air di rumah saya memang berwarna kuning dan ada ampasnya seperti tanah kuning… Oia, saya berasal dari bandung dan sudah 4 bulan ini tinggal di kotabaru kalsel…
    Yang saya ingin tanyakan :
    1. Setelah anak saya sembuh, apa bisa kambuh lagi??
    2. Saya sedikit trauma untuk kembali ke kotabaru, apakah wajar trauma ini dan jika saya pulang ke bandung setelah keluar dari rs skr apa boleh?? Mengingat perjalanan jauh.
    3. Bagaimana menhindar agar tidak kambuh lagi?
    4. Makanan apa yang baik untuk saya berikan kepada anak saya??
    5. Bagaimana perkembangan anak saya setelah kena tipes ini, apakah akan mudah sakit??? Mengingat sebelumnya anak saya sehat dan tidak mudah sakit bahkan baru sekali ini dia sakit.

    terimakasih dok atas jawabannya, maaf banyak pertanyaan.

  570. 570 cakmoki Juni 21, 2010 pukul 4:01 pm

    @ Dian:
    Sejujurnya saya tidak yakin typoid jika pemeriksaan dilakukan pada hari ke 3. Menurut saya lebih bagus cek Trombosit secara serial.

    Jika benar typoid (TubexTF positif 4 pada pemeriksaan hari ke 3), bisa saja penularan dari makanan atau minuman yg tercemar. Tapi kalau dimasak, sangat kecil kemungkinan tertular.

    1) Typoid tidak kambuh, kecuali tertular lagi atau ada kuman Salmonella typhii yang masuk tubuh melalui makanan atau minuman.

    2) Boleh melakukan perjalanan jauh asalkan kondisi anak sudah cukup sehat. Trauma adalah masalah psikis yang sangat wajar dialami oleh manusia :) Namun perlu diingat bahwa penyakit berada di mana-mana.

    3) Cukup dengan menjaga hygiene. Tapi pada anak tentu sulit karena apapun yang dipegang biasanya dihisap karena anak memiliki reflek memasukkan tangan ke mulut. Dan ini adalah normal.

    4) Makanan apa saja sesuai usia anak. Gak ada yang khusus.

    5) Akan berkembang dengan normal… Pada umumnya anak balita emang mudah sakit. Hal ini merupakan bagian dari tumbuh kembang anak dimana anak masih rentan tertular Infeksi Pernafasan, Pencernaan dan penyakit kulit.
    Lagipula, penyakit bisa datang kapan saja dan dimana saja, terutama kalo ada mikro-organisme masuk ke dalam tubuh. Belum lagi faktor lingkungan yang sedikit banyak dapat mempengaruhi anak, misalnya debu, polusi, cuaca, dll.

    Dalam masa Tumbuh Kembang, semua organ tubuh anak mengalami perubahan secara berkala, kontak dengan lingkunan, dengan orang sekitar, dengan berbagai jenis mikro-organisme, dll. Dengan begitu, tubuh anak mengalami masa pembelajaran bereaksi terhadap faktor-2 dari luar tubuh maupun dalam tubuhnya sendiri.

    Jadi, sangat mustahil anak tidak mengalami sakit. Mencegah (dengan menjaga hygiene, imunisasi, dll) adalah anjuran, namun tidak semua dapat dicegah.
    Bukankah sakit adalah bagian dari kehidupan ? :)
    Menurut saya, tidak perlu terlalu khawatir berlebihan, ntar anak malah menjadi tergantung dan tidak mandiri.

    Terimakasih

  571. 571 Ardi Juni 23, 2010 pukul 11:48 am

    maaf dok tanya lagi…
    begini dok,
    bolehkah kalo lagi sakit tipes ataupun lagi masa pemulihan dari sakit tipes makan bubur kacang hijau?
    trs satu lagi dok, boleh tau ga contoh sayuran dan buah-buhan yang mengandugn serat tinggi itu apa aja? maklum, ga ngerti dok. hehe…
    itu aja dok.
    terima kasih banyak dok sebelum dan sesudahnya.

    wassalam.

  572. 572 ichsan Juni 24, 2010 pukul 11:07 am

    Mas,

    Anak saya demam,
    dibawa ke dokter katanya gejala typus…
    padahal 3 hari lagi mau disunat..
    gimana ya …apa berbahaya kalo lagi kena gejala typus disunat..

    terimakasih,

  573. 573 cakmoki Juni 24, 2010 pukul 4:42 pm

    @ Ardi:
    Boleh makan apapun, kecuali sayur atau buah berserat tinggi misalnya : kangkung, sawi, daun singkong, tewel, buah sukun, buah durian, jeruk masam, sirsat, sawo mentah ….
    Buah yang baugus dikomsumsi, misalnya: apel merah, pisang, melon, … dan buah-2 yang lunak-2 dan segar.

    Gak perlu terlalu khawatir soal makanan :) ..ntar bikin cemas, malah bisa menimbulkan keluhan lambung.
    Makasih
    Wassalam

    @ ichsan:
    Gak masalah Mas … paling bukan typus :D ..kalo typus memerlukan pengobatan sedikitnya 2 minggu… maaf, biasanya sih sering salah diagnosa.
    Makasih

  574. 574 Ardi Juni 28, 2010 pukul 11:40 am

    makasih dok utk jawabannya. dan sekali lagi maaf dok mo nanya lagi, hehe…
    bolehkah bila kita sedang menderita sakit tipes dan maag atau dalam masa pemulihan dari sakit tipes kemudian kita ingin cabut gigi karena terasa nyeri dan linu dan memang keadaan gigi graham kanan atas kita itu sudah keropos setengah? apakah ada pengaruhnya ke sakit tipes dan maag itu?
    trs satu lagi dok, saya skrg ini merasakan keluhan di leher belakang terasa berat, pegal banget. di kepala juga terasa berat dan pusing. di mata saya juga terasa perih bila terlalu lama menonton tv dan layar monitor komputer. kondisi mata saya sudah +0,5 kiri dan kanan. dan saya merasakan perih dimata tersebut serta rasa pegal dileher belakang dan berat dikepala itu terutama bila saya tidak memakai kacamata. adakah obat yg bisa saya gunakan untuk meredakan keluhan saya tersebut dok?
    sekali lagi terima kasih dok untuk jawabannya.
    wassalam.

  575. 575 dzaky Juni 28, 2010 pukul 3:30 pm

    dok anak saya yang berumur 5 th panas tinggi selama 3 hari .tes darah menunjukkan salmonella parathpy 1/80. apakah artinya? kata dokter anak, tipes ringan trus dikasih obat tiamicin. jenis obat apakah tiamicin itu? apakah antibiotik atau bukan.
    pas hari ke 10 dia lupa minum obat bisanya 3x hanya minum 2x. apakah pengobatan sebelumnya sia-sia dan harus diulang. terima kasih

  576. 576 cakmoki Juni 28, 2010 pukul 6:04 pm

    @ Ardi:
    Boleh..gak masalah untuk cabut gigi dan minum obat.

    untuk mata + 0,5 gak ada obatnya… keluhan tersebut muncul karena berhubungan dengan mata plus yang tidak menggunakan kaca mata saat membaca atau menggunakan komputer atau nonton tv terlalu lama… :)
    Makasih

    @ dzaky:
    Hasil Lab tersebut tidak memenuhi syarat untuk diagnosa tipes… artinya bukan tipes, mungkin penyakit lain.
    Tiamycin isinya tiamfenikol, yakni salah satu antibiotika yang lazim digunakan untuk tipes, untuk infeksi saluan cerna dan lain-2.

    Kekurangan meminumkan dosis obat tidak akan membuat pengobatan sebelumnya sia-sia.. terlebih sudah lebih seminggu.
    Kalo sekarang dah sembuh… gak perlu mengulang obat lagi
    Makasih :)

  577. 577 dewi martha Juni 28, 2010 pukul 7:14 pm

    Selamat sore dokter.
    Saya curhat n ingin menanyakan beberapa hal kepada dokter. tunangan saya udah 11 hari didiagnosa sakit tyfus, dengan rincian 4 hari awal dirawat dirumah, 7 hari sisanya di rumah sakit umum. tetapi selama 7 hari itu tidak kunjung sembuh, sehingga memilih pulang saja dengan hasil tidak ada kemajuan, trombosit makin turun sampai 90, hasil test tipoid masih tinggi 1/640 padahal selama 7 hari diberi antibiotik TYZOS (mahal nie dok) n menelan biaya sampai 7 juta lebih. menurut saya itu penanganan yg tidak tepat. saran obat herbal dengan meminum obat cacing bubuk juga dilakukan, banyak bedrest n buang air kecil di tempat tidur (tidak jalan ke kamar mandi) sampai badan pegal juga dilakukan. setelah pulang, baru 1 hari dirumah masih sama saja, deman tinggi pada waktu malam, kemudian hari ini dibawa ke rumah sakit swasta. sedangkan menu makanan dari rumah sakit umum n swasta tetap bubur. tunangan saya jg mengalami mual, diare, tidak nafsu makan. apa yg harus dilakukan ya dok agar tunangan saya cepat sembuh. kami takut menjadi korban penipuan rumah sakit. tolong beri saya langkah2 n tips2 yg oke. trimakasih banyak ^o^

  578. 578 dzaky Juni 28, 2010 pukul 9:15 pm

    terima kasih atas pencerahan dan sarannya dok. yang telah membuat hati saya tenang. thanxs

  579. 579 Ardi Juni 29, 2010 pukul 11:20 am

    Terima kasih dok utk jawabannya. dan semoga dokter ga bosan2 menjawab pertanyaan lainnya nanti. sekali lagi terima aksih banyak dok.
    wassalam.

  580. 580 cakmoki Juni 29, 2010 pukul 1:51 pm

    @ dewi martha:
    met siang…
    Pertama, makan makanan begizi tinggi. (termasuk susu)

    Kedua, minum obat sebagai berikut:
    1) Antibiotika: Tiamfenikol 500 mg (merk dagang bebas memilih), diminum 4×1 sesudah makan, minimal selama 5 hari.
    2) Pereda demam: parasetamol (merk dagang misalnya: dumin, fasgo, sumagesic, dan sejenisnya), diminum 3 atau 4 kali sehari hingga demamnya turun.
    3) Anti mual-muntah: domperidone 10 mg (merk dagang bebas memilih), diminum 3×1 sebelum makan, hingga gak mual lagi.
    4) Antidiare, misalnya new diatabs, diminum 3×2 hingga BAB normal.
    5) Untuk menanggulangi berkurangnya nafsu makan, dapat menggunakan Curcuma Plus, diminum 3×1 hingga kondisi tubuh pulih.

    Moga segera sembuh.
    Makasih

    @ dzaky:
    Terimakasih juga , telah berbagi.

    @ Ardi:
    Sama-sama, Mas Ardi …. moga sehat selalu :)

  581. 581 Didi Juli 4, 2010 pukul 7:56 pm

    Hallo dok,

    Salam kenal ya. Setelah sekian lama membaca artikel ini, saya ingin bertanya..

    Untuk masa pemulihan, apakah coklat itu dilarang dok untuk dimakan? seandainya tidak, coklat dalam bentuk apa / yang mengandung apa yang tidak boleh di makan (klo misal susu / coklat batangan seperti beng2, silver queen, toblerone)? Trims ya dok atas waktu dan jawabannya.

  582. 582 cakmoki Juli 5, 2010 pukul 1:48 am

    @ Didi:
    salam kenal…
    Semua bentuk coklat boleh dimakan..
    kalo gak mau makan coklat, kirim ke sini saja… :D
    makasih

  583. 583 furirufi Juli 7, 2010 pukul 3:10 pm

    salam kenal dok…
    emm..mo nanya…saya sekarang kan lagi kena gejala typus.
    kata dokter sih g papa makan sayur terutama sayuran hijau seperti bayam.
    tapi saudara melarang konsumsi bayam karna bayam banyak serat n g bagus untuk usus saya.
    itu gmn ya dok?apa bener begitu?
    terus makanan yang baik untuk penderita typus seperti saya apa dok?
    terima kasih….

  584. 584 Sawitri Juli 7, 2010 pukul 4:44 pm

    Selamat Sore Dok
    saya ingin bertanya, anak saya umur 3 th, sempat mimisan dia memang sering mimisan, tapi kali ini agak banyak tidak seperti biasa. Karena saya khawatir saya bawa ke RS. DSA-nya bilang kondisinya ok, diberi vitamin(2X1), kalsium dan sangobion.Baru 2 hari minum, anak saya diare. saya stop semua obat tsb. hari ke-2 diare dia agak lemas dan muntah, saya bawa ke dokter, di beri Vometa, antasid, dan Biotycol. Anak saya agak susah minum obatnya, karena saat itu tidak muntah dan perutnya tidak kembung, saya hanya berikan Biotycolnya saja. Sehari kemudian, intesitas diarenya bertambah, hingga 10X, mengeluh sakit perut dan kalo mulai sore perutnya kembung. Bagaimana ya Dok, saya bingung. mohon pencerahannya.

    Terima kasih

  585. 585 Liza Juli 7, 2010 pukul 7:32 pm

    Dalam kurun waktu 3 tahun kurang, putri saya, 8 tahun 7 bulan didiagnosa oleh dsa terkena tifus sebanyak 4 kali. Semua diagnosa diberikan berdasarkan hasil tes widal. Terkahir baru beberapa hari yang lalu didiagnosa tifus juga karena hasil tes widal s.parathypi B-O 1/160. Selama sakit panasnya tidak pernah lebih dari seminggu. Bahkan yang terakhir ini hanya 3 hari saja. Sebenarnya saya mulai ‘gerah’ dengan diagnosa tifus ini karena harus minum antibiotik terus. Saya pernah ragu dgn diagnosa tifus ini dan menanyakan ke dsa, namun selalu dipastikan tifus karena hasil tes widal ini. Saya juga cemas jika memang benar putri saya mengalami tifus berulang. Apakah sebaiknya saya minta dilakukan kultur darah/tubex pada anak saya untuk memastikan? Bolehkan dilakukan saat anak tidak ada keluhan/demam/kondisi sehat? Mohon sedikit penjelasannya mengenai kultur darah / tubex ini. O,iya Dok, Hasil lab menunjukkan limfositnya hanya 6.80 dari range (36.00 – 76.00), dan Neutrofilnya 88.5 dari range (22.0 – 60.0). Leukositnya normal. Mengapa ya Dok, limfositnya rendah dan neutrofilnya tinggi??
    Terima kasih Dok, atas kesediaannya untuk menjawab posting saya ini.

  586. 586 cakmoki Juli 8, 2010 pukul 2:41 pm

    @ firirufi:
    Salam kenal …
    Saya sependapat dengan dokternya, gak papa… Makan apapun boleh sebagaimana contoh-2 makanan yg terulis di artikel.
    Makanan yang baik adalah makanan bergizi tinggi.
    Makasih

    @ Sawitri:
    Selamat sore…
    Biothycol dilanjutkan hingga habis. Kalo masih muntah, vometa dilanjutkan.
    Sedangkan untuk menanggulangi diare, dapat menggunakan antidiare, misalnya : sirup Neokaolana atau sirup Neokaominal atau sejenisnya, diminum 4 x 1 1/2 sendok takar hingga diarenya mampet. Obat yg lain tidak sy rekomendasikan mengingat anak sulitminum obat.
    Makasih

    @ Liza:
    Menurut saya tidak perlu kultur ataupun Tubex TF karena tidak memenuhi syarat untuk mencurigai Tifus, kecuali jika panasnya lebih seminggu walau udah diobati atau kalo menggunakan Tubex, paling cepat dilakukan saat demam pada hari kelima.

    Tentang diff count, limfosit, neutrofil dlll bisa bergeser nilainya jika ada infeksi atau kondisi tubuh sedang menurun… gak masalah.
    Hanya saja, jika limfositnya terlalu rendah, anak lebih rentan terkena infeksi, terutama infeksi pernafasan dan infeksi pencernaan.
    Sedangkan neutrofil tinggi adalah reaksi terhadap adanya perubahan kondisi tubuh, isalnya infeksi, dll.

    Makasih

  587. 587 Liza Juli 8, 2010 pukul 4:02 pm

    Selamat siang…

    terima kasih atas jawabannya ya Dok. Boleh ya Dok saya tanya lagi. Sepertinya limfosit anak saya cukur rendah. Bagaimana caranya menaikkan limfosit supaya tidak mudah terkena infeksi?? Sekali lagi terima kasih.

  588. 588 cakmoki Juli 8, 2010 pukul 6:34 pm

    @ Liza:
    idealnya, harus dicari dulu penyebab pastinya. Yakni dengan periksa ke dokter untuk pemeriksaan fisik guna mencocokkan akurasi hasil pemeriksaan dengan hasil pemeriksaan fisik dan keluhan. Hal ini perlu dilakukan karena hasil Lab bisa saja salah.
    Secara umum, pemeliharaan kesehatan adalah dengan asupan atau makan makanan bergizi seimbang. Bukan hanya terpakeu dengan hasil Lab. Jika kondisi tubuh bagus, maka nila Lab dengan sendirinya akan normal.
    Makasih

  589. 589 Liza Juli 9, 2010 pukul 4:41 pm

    Selamat sore…
    Terima kasih ya Dok atas waktu dan kesediaan untuk menjawab pertanyaan2 saya. Semoga diberkati selalu dan ditambahkan hikmat dan kepandaian oleh Tuhan YME. Once again, thanks so much… :)

  590. 590 nur Juli 10, 2010 pukul 7:31 pm

    Dok, saya mau menanyakan bagaimana pengobatan tuntas typus agar kuman tersebut benar-benar tidak ada lagi? karena kesan yang ada di masyarakat, sekali terkena typus, bs kambuh lagi. Lain hal kalau misalnya lebih mudah terinfeksi typus lg. 3 minggu yang lalu saya terkena typus. Saya periksa lab dan ke dokter. Saya minum chloramphenicol 500 mg 4x sehari, paracetamol, kapsul vermint, kemudian karena maag saya kadang kambuh saya beri promag. Saya minum chlorampenicol sampai demam saya hilang, jadi 7 hari saya minum chlorampenicol karena demam saya berlangsung 7 hari. Saya istirahat di rumah 7 hari, setelah itu beraktivitas kantor lagi. 3 hari ini pekerjaan di kantor menumpuk, saya lupa makan, maag saya kambuh, kemarin saya merasakan gejala yang sama seperti 3 minggu yang lalu, jd saya menduga typus saya yang kemarin kambuh. Apakah pengobatan saya yang kemarin belum tuntas? Untuk tuntas dari typus, saya pernah baca apakah harus minum antibiotik sampai 7 hari setelah bebas demam? faktor penyebab typus saya seringnya diawali karena stres berat dan makan tidak teratur.
    Terima kasih. Saya sangat menantikan jawaban dari dokter.

  591. 591 cakmoki Juli 10, 2010 pukul 9:38 pm

    @ Liza:
    Sama-sama , mbak… Moga sehat selalu

    @ nur:
    Sudah saya tulis pada diskusi-2 sebelumnya, bahwa seandainya seseorang menderita typhus, antibiotika harus silanjutkan sedikitnya selama 7 hari setelah bebas demam.
    Pada dasarnya, typhus akan tuntas jika diobati dengan benar. Gak akan kambuh, kecuali kalo terpapar oleh kuman salmonella typhii lagi melalui makanan dan minuman.

    Tentang maag, kekambuhan dapat dipicu oleh berbagai faktor, sebagian besar (lebih 80%) dipicu oleh “cemas”, stress, beban kerja, dan faktor-2 psikis lainnya. Sedangkan sisianya dipicu oleh pola makan yang tidak teratur.

    Typhus bukan dipicu oleh stress, tapi disebabkan oleh kuman Salmonella typhii yang pemicunya adalah masalah hygiene. Sedangkan stress lebih sering memicu gangguan lambung. Ini beda dengan typhus.

    Makasih

  592. 592 mama bram Juli 12, 2010 pukul 6:04 pm

    Dok,anak saya usia 12 th baru satu hari ini pulang rumah stlh “berlibur” di RS slm 1 minggu,krn dinyatakan terkena tipes..berdasarkan hasil lab Hb 13,0% leokosit 3,700/cmm trombocyt 100,000/cmm hematacrit 37,8% trs hsl seroimunologi nya Salmonella Typhi O 1/640 Salmonella Typhi H 1/640 Salmonella paratyphi A-H negatif…dgn hsl begitu benarkan positif types..Pengobatan di RS :
    Sanmol 1 tab po k/p
    Cefixim 2×150 mg po
    Imboost syrup 2×1
    Ampicillin 4×500 mg IV
    Klaramfenkol 4X500 mg IV …ini disuntikan ke slang infus krn anak saya kesakitan tiap di suntik sy minta plihan lain slain di suntik di slangnya akhirnya diganti CEFTRIAXON 1X2 Gr IV yg disuntikan ke tabung infusnya nah ini jg pd akhirnya jd masalah krn tgn anak saya jd bengkak krn ky ada serbuk2 gitu di cairan infunya..smp gnt tgn tetep berakhir dgn bengkak..akhirnya di ksh tablet CIPROFLOXACIN 500mg yg diminum 2X1
    untuk cpt sembuh gimn y dok?dia pinginnya msk sklh aja meskipun tdk ikut aktivitas fisik cuman duduk di kls..boleh tidak dok?
    O ya dok, adikny jg puny gejala yg sama tp tidak mo di cek darah trs gimana ya pengobatnnya usia adikny 10 th.. maksih

  593. 593 mama bram Juli 12, 2010 pukul 6:19 pm

    maaf tambahan info dok..anak saya demanny sudh lebih 1 minggu tp kog dia tidak ngrasain pusing apa mual cuman krn dia demam yg tdk sembuh2 kl malam pasti panas..apa itu indikasi tipes jg y dok?

  594. 594 cakmoki Juli 13, 2010 pukul 2:17 am

    @ mama bram:
    rata-rata tangan membangkak pasca injeksi antibiotika intravena.. ga papa, ntar akan pulih sendiri dalam 1-2 minggu.
    Typhus emang lama, karenanya untuk menuntaskannya diperlukan pengobatan sedikitnya seminggu pasca bebas demam.

    Menurut saya, sebaiknya tidak usah sekolah dulu walaupun hanya duduk, karena namanya anak-anak tidak mungkin hanya duduk manis di kelas tanpa beraktifitas dengan teman-temannya.

    Untuk adiknya, belum tentu typhus.. lagipula saya tidak tahu apakah sudah diobati atau belum, dan kalaupun sudah diobati sy belum tahu jenis dan dosis obat serta berapa lama sudah diobati.

    Makasih :)

  595. 595 Ardi Juli 13, 2010 pukul 2:32 pm

    Assalamu’alaikum Wr. Wb
    Apa kabar dok, semoga sehat selalu ya. amin.
    Maaf dok, mampir dan tanya lagi…
    Begini dok, kalo lagi sakit tipes, dokterkan pernah bilang, yang sementara dihindari adalah buah dan sayur berserat tinggi, selebihnya boleh. kalo boleh tau, kenapa ya dok kita harus menghindari buah dan sayur berserat tinggi tersebut kalo kita lagi sakit tipes? apakah bisa berakibat fatal dok kalo kita mengkonsumsi buah dan sayur berserat tinggi itu selagi kita menderita sakit tipes?
    trs, kapan kita diperbolehkan lagi mengkonsumsi sayur dan buah berserat tinggi itu?
    demikian dok dari saya. semoga dokter ga bosen2 menjawab pertanyaan dari saya. terima kasih banyak dok sebelum dan sesudahnya.
    wassalam.

  596. 596 Emanx Juli 13, 2010 pukul 9:22 pm

    salam. kenal… saya sangat stertari dengan artikelnya karena saya sendiri sudah mengalami kali ketiganya serangan tifus ,serangan pertama memang cukup lama kurang lebih 2 bln saya terkulai tak berdaya, yang kedua kurang lebih 2 minggu ,dan yang ketiga baru 4 hari ini… pertannyaan saya , setelah tiga kali serangan ini apa yang perlu saya khawatirkan atau adakah efek terburuk lainnya…

    terimakasih

    salam
    -E-

  597. 597 cakmoki Juli 14, 2010 pukul 3:10 pm

    @ Ardi:
    Assalamu’alaikum…
    Alhamdulillah, kabar baik, mas Ardi …

    Sayuran atau buah berserat tinggi dianjurkan untuk dihindari sementara waktu, karena diduga membebani kinerja usus, dan dikhawatirkan memerlama penyembuhan. Soalnya serat yg tinggi sulit dicerna… itu saja alasannya. Kalaupun makan sayuran yng berserat tinggi, gak fatal lah :)
    Diperbolehkan makan sayuran atau buah berserat tinggi jika sudah dinyatakan sembuh oleh dokter, biasanya 1-2 minggu setelah sembuh sudah aman.. hanya saja, sebagian orang masih takut-2. Nah, ketakutan inilah sebenarnya yang memicu keluhan lambung walaupun si tipus sudah hilang dari peredaran.

    Makasih
    Wassalam

    @ Emanx:
    Gak ada yang perlu dikhawtirkan. yang penting diobati hingga tuntas sesuai saran dokter .
    Makasih

  598. 598 Ardi Juli 14, 2010 pukul 3:33 pm

    Assalamu’alaikum dok, selamat sore…

    terima kasih banyak dok untuk penjelasannya. dan sekali lagi, semoga dokter ga bosen2 menjawab pertanyaan2 dari saya.
    sekali lagi, terima kasih banyak dok, semoga Allah SWT membalas semua budi baik dokter. amin.
    wassalam.

  599. 599 cakmoki Juli 14, 2010 pukul 3:59 pm

    @ Ardi:
    Assalamu’alaikum…
    Sama-sama, Mas… terimakasih juga telah berbagi
    Wassalam

  600. 600 Tista Juli 14, 2010 pukul 4:29 pm

    Salam kenal dok..
    Gini sy didiagnosa oleh dokter trkena gejala tipes,awalny sy trkena demam tinggi tp hanya dimalam hr sj,lidah trasa pait,mual,tulang pegal dn linu,dn pd mlm hr bdn trasa mriang..
    Skrg demamny sdh turun tp sy mrasa pusing skali,kpala sy bnr2 berat dn bdn jg lemas skali,knp ya dok?ad saran?
    Trus slama trkena gejala tipes ap diperbolehkan utk mandi?
    Trima kasih..

  601. 601 cakmoki Juli 15, 2010 pukul 12:33 am

    @ Tista:
    Salam kenal…
    Sejujurnya, saya meragukan diagnosa gejala tipes hanya karena demam malam hari dan lidah pahit serta keluhan lain yg disebutkan di atas. Jika demam turun setelah diobati kurang dari seminggu, bisa jadi penyakit lain. Keluhan semacam itu tidak spesifik dan dapat terjadi pada banyak penyakit infeksi, baik oleh virus, kuman, dll.
    Kepastiannya dapat diketahui dengan periksa ke dokter. Tidak cukup dengan hanya diskripsi lewat tulisan.

    Untuk menanggulangi sakit kepala atau kepala berat, dapat menggunakan analgesik, misalnya: pyronal, panstop, analsik, dan sejenisnya, diminum 3×1 sesudah makan hingga keluhan hilang.

    Seseorang yg sakit tipes, tetap mandi supaya segar dan bersih… yg bilang gak boleh mandi mungkin emang dasarnya gak suka mandi … :D

    Makasih

  602. 602 Jacqui Juli 23, 2010 pukul 3:41 am

    halo dok, salam kenal. Saya sangat senang ketemu blog ini karena sepertinya jarang ada dokter yang rajin membalas pertanyaan orang2 dalam bentuk blog. Dok, suami saya pada saat ini lagi kena tipus dan kami lagi tugas di Bangladesh. Widal test hasil AH nya 1:160. Apakah itu tinggi dok? Terus ada menurut dokter jaga ukuran ginjal suami saya agak membengkak tetapi dia tidak pasti apakah itu disebabkan oleh bakteri tipus itu atau tidak. Pertanyaan saya adalah adakah hubungan tipus dengan ginjal? terima kasih dok.

  603. 603 cakmoki Juli 24, 2010 pukul 3:34 pm

    @ Jacqui:
    Halo juga…salam kenal…
    Diagnosa typus hanya dapat dipercaya jika pemeriksaan widal dilakukan pada minggu kedua demam dengan hasil menunjukkan > 1/200…. kurang dari itu, diagnosa typus patut diragukan kebenarannya, alias tidak dapat dipercaya.
    Lagipula, pemeriksaan widal sudah ketinggalan jaman, lebih bagus dengan Tubex-TF dimana dapat dilakukan pada hari kelima demam dan kepekaannya lebih tinggi (mencapau lebih 90%) sedangkan widal akurasinya hanya sekitar 30 %.

    Adapun pembesaran ginjal dapat disebabkan berbagai faktor, diantaranya: infeksi (pyelonephritis, glumerulonephritis, hydronephrosis, dll…dll…. untuk memastikannya diperlukan pemeriksaan IVP menggunakan kontras.
    Mengingat bahwa diagnosa tipus diragukan kebenarannya karena tidak memenuhi syarat minimal… kita tidak bisa menilai penyebabnya…terlebih pernyataan dokter hanya mengatakan “agak membengkak”.

    Makasih

  604. 604 Lusi Agustus 3, 2010 pukul 1:51 pm

    Siang Dok..
    Saat ini saya juga lagi tipes, ini udah hari ke-7 Dok…demamnya belum turun jg(walaupun saya sudah minum sanmol). Tapi saya masih melakukan aktivitas seperti biasa, karena pekerjaan yang tidak bisa saya tinggalkan. Kalo siang hari kondisi saya baik2 saja, walaupun terkadang terasa demam. Sore hingga malam hari demam tinggi. Saya hanya mengkonsumsi obat dari cacing. Yang ingin saya tanyakan :
    1. Apakah saya harus benar2 bed rest atau di rawat?
    2. Kalo sedang mengkonsumsi obat, apakah boleh minum susu beruang?

    Terimakasih Dok.

  605. 605 cakmoki Agustus 3, 2010 pukul 2:09 pm

    @ Lusi:
    Met siang…
    Obat untuk memberantas kuman Salmonella typhii (tipes) adalah Chloramphenicole atau Tiamphenicol… adapun sanmol hanya pereda demam…. So belum tentu tipes jika belum diperiksa oleh dokter, karena demam lebih seminggu dapat terjadi pada banyak penyakit.

    1) Kalau benar-2 tipes, harus istirahat. Bisa di RS bisa juga di rumah. Dan yg lebih pebnting adalah minum obat pemberantas kuman Samonella typhii…. serta obat lain untuk meredakan keluhan (obat simptomatis).
    2) Boleh.

    Makasih

  606. 606 Lusi Agustus 3, 2010 pukul 4:26 pm

    Terima kasih untuk jawabannya dok..

    Ini sudah yang ke 2 kalinya Dok. Tgl 15 juli kmaren saya ke dokter, dan memang positif tipes. Kemudian saya istirahat dirumah selama seminggu dan akhirnya sehat. Tgl 26 juli saya kerja seperti biasa, di tgl 29 juli tiba2 saya demam tinggi lagi. Trus saya tes darah lagi. Dan hasilnya positif tipes. Saya bingung Dok, memang masa penyembuhan tipes itu lama ya?
    Terima Kasih

  607. 607 cakmoki Agustus 3, 2010 pukul 11:58 pm

    @ Lusi:
    Ok… mungkin belum sempat baca diskusi-2 sebelumnya … saya copy paste ya…

    Diagnosa typus hanya dapat dipercaya jika pemeriksaan widal dilakukan pada minggu kedua demam dengan hasil menunjukkan > 1/200…. kurang dari itu, diagnosa typus patut diragukan kebenarannya, alias tidak dapat dipercaya.
    Lagipula, pemeriksaan widal sudah ketinggalan jaman, lebih bagus dengan Tubex-TF dimana dapat dilakukan pada hari kelima demam dan kepekaannya lebih tinggi (mencapau lebih 90%) sedangkan widal akurasinya hanya sekitar 30 %.

    Untuk memastikan tipes adalah dengan pemeriksaan biakan kuman.

    Tentang tes positif …. seseorang yang pernah terpapar atau kemasukan kuman Salmonella typhii, maka tubuhnya akan membentuk aglutinin, yakni reaksi imunologi tubuh kita dalam melawan endotoxin yg diproduksi oleh kuman Salmonella typhii.
    Aglutinin ini bisa menetap hingga berbulan-bulan walaupun si kuman Salmonella typhii udah musnah dan orang tersebut sudah sehat…. itu sebabnya mengapa seseorang yg dalam keadaan sehat wal ‘afiat lantas tes widal menunjukkan hasil positif.
    Itu bukan berarti menderita tipes. Lha yang diperiksa melalui tes widal adalah aglutinin, bukan kuman. Kalo dokter gak memahami hal ini, kasian pasiennya … dikit-2 tipes… bahkan saat sehatpun kalo diperiksa widalnya tetap positif.. lantas dianggap tipes menetap dalam tubuh. Penilaian semacam ini jelas tidak benar dan tidak mendidik pasien.

    Kalo gak percaya, coba saja nanti saat sehat periksa widal…. jangan kaget kalo hasilnya positif. Itu bukan berarti sakit tipes…. gitu lho mbak :)

    Moga bisa dipahami.
    Makasih

  608. 608 indrawati Agustus 9, 2010 pukul 1:27 pm

    halo Dok,
    saya mau nanya nih tentang typus juga…
    saya uda cek lab yg ke 3,hasilnya utk yg O itu positif 1/80..
    yg ke 2 sekitar 2 minggu yg lalu hasilnya sama..sedang yg pertama yg O sama,yg tipe H ato apa 1/160..
    sebelumnya saya sempat diare sampai 12 kali,panas tinggi,mual,linu semua,lemas..
    tapi PUJI TUHAN sekarang kondisi saya sudah membaik..yang mau saya tanyakan,makanan apakah yg bole saya makan,terutama sayur dan buah apa yg boleh saya makan?
    susu apa yg boleh dikonsumsi?
    apakah saya bole beraktifitas seperti biasa?

    terima kasih untuk waktu dan balasannya…

  609. 609 indrawati Agustus 9, 2010 pukul 1:32 pm

    o ya dok,mau nanya lagi,untuk tahu pasti saya masi typus ato tidak,cek lab apa yg harus saya lakukan…soalnya selama saya dianggap typus,saya nggak bole keluar rumah oleh suami….makasi ya dok

  610. 610 cakmoki Agustus 9, 2010 pukul 3:46 pm

    @ indrawati:
    Halo juga :)
    Kalau sempat membaca diskusi sebelumnya, hasil lab dan riwayat penyakit yg dialami tersebut Bukan Typus.
    Pola demam pada typus pada umumnya makin hari makin meningkat hingga hari ke 7, setelah itu demam menentap atau turun seiring dengan penyembuhan setelah diobati.
    Itupun diperkuat dengan Tes Widal yg hanya dapat dipercaya hasilnya jika tes dilakukan pada minggu kedua demam dan hasilnya > 1/200. Jika tidak seperti itu, maka tidak memenuhi syarat untuk diagnosa typhus.
    Lha kalo cuma 1/160 dan belum seminggu udah sembuh dengan pengobatan, pasti bukan typus
    Menilik bahwa keluhan utamanya adalah diare (12 kali) plus demam, penyakit tersbut adalah Gastro Enteritis (GE) dengan berbagai penyebab, bukan typus.
    Makanan apa saja boleh dimakan ….sayur dan buah apa saja tentu boleh dimakan… dan bisa beraktifitas jika udah fit.

    Sebagai tambahan pengetahuan, pada typus, makanan yg dimakan adalah makanan bergizi tinggi, misalnya rawon, semur, kare ayam, soto, dll…yang huenak-huenak ….buah dan sayuran, silahkan baca diskusi sebalumnya.
    Tapi harap diingat bahwa penjenenan bukan menderita typus karena tidak memenuhi syarat diagnosa typus sebagaimana penjelasan saya sebelumnya.
    So, gak perlu periksa lab apapun… hasilnya akan sama saja. hnya buang-buang duit…kecuali kalo mau nyumbang dokter..hehehe :D

    Makasih

  611. 611 nur Agustus 11, 2010 pukul 9:36 am

    Terima kasih banyak atas jawaban dari dokter, alhamdulilah setelah istirahat hampir 3 minggu kondisi saya membaik, demam sudah hilang, mual muntah juga hilang. Yang masih jadi masalah, perut saya masih terasa tidak nyaman. Meski sudah makan, perut saya sering bunyi dan bunyi nya keras, padahal sebelum terkena typus saya tidak penah merasakan gejala ini. Saya merasa banyak gas di perut saya, terasa kembung, dan mohon maaf saya jadi sering buang gas. Apakah memang typus meningkatkan pembentukan gas di usus ya dok? sampai kapan kondisi ini berlangsung ya dok? saya juga mau menanyakan mengenai vaksin typus dok, apakah itu hanya diperuntukan untuk yang belum terkena? seandainya saya divaksin sekarang apakah tidak efektif?
    Terima kasih..saya sangat menantikan jawaban dari dokter..

  612. 612 cakmoki Agustus 11, 2010 pukul 1:48 pm

    @ nur:
    Dalam keadaan normal, pencernaan kita memproduksi gas..trus dikeluarkan berupa buang gas…
    Hanya saja, kadang pembentukan gas menjadi berlebihan oleh berbagai faktor yg memicu peningkatan produksi asam lambung, atau karena adanya hambatan pengeluaran BAB dan berbagai sebab lainnya… Typus tidak menyebabkan kembung, tapi keluhan yg ditimbulkannya adakalanya memicu pembentukan gas berlebihan.
    Penagulanganya mudah, cukup dengan obat-2 yg mengandung enzym pencernaan dan mengabsorbsi gas, misalnya: pankreoflat, vitazym, enzymplex, dan sejenisnya, diminum 3×1 sesudah makan … obat ini aman digunakan untuk jangka lama..

    Berlangsungnya gas yg berlebihan bergantung pada penyebab dan pemicunya. Jika misalnya penyebabnya peningkatn produksi asam lambung yg dipicu oleh “perasaan cemas”, maka keluhan akan hilang kalo udah gak cemas lagi.
    Tentu saja yg tahu penyebab dan pemicunya adalah dokter yg memeriksa. Dengan begitu, dokter yg meriksa selama ini yg tahu sampai kapan kondisi tersebut belangsung.

    Gak perlu vaksin kalo udah terbentuk antibodi.
    Sejauh ini, vaksin typus tidak begitu efektif, mungkin karena varian kuman Salmonella saat ini lebih dari 2.500jenis.
    Makasih

  613. 613 curigakena Agustus 11, 2010 pukul 2:30 pm

    Makasih infonya dok,
    Saat ini saya curiga sedang kena tifus, berhubung sebelumnya sudah 2 kali kena, jadi agak2 hafal gitu gejalanya hehehe.
    Satu hal yang melegakan adalah “tidak harus makan bubur”, awalnya saya sempat mikir untuk makan bubur saja, tapi berhubung mau puasa, saya paksakan makan nasi, alhamdulillah tenaga tetap terjaga.

  614. 614 nanung Agustus 11, 2010 pukul 3:37 pm

    Mo tanya nech pak dokter..
    Sy tgl 1 juli kmrn positif kena typus.dokter blg d suruh bedrest.stlh knsultasi2 d suruh istirahat sampai akhir juli.awalnya sih sy pikir sudah benar2 sembuh.tp kok tiap kali perut kosong mulut terasa pahit.itu kira2 kenapa ya?smntara skrg kn udah mulai puasa.kebetulan hari p’tama lagi ‘dapet’, jd tidak puasa.jika kondisinya kyk gitu (mulut pahit kalo perut udah kosong/udah waktunya mkn tapi blm mkn), boleh berpuasa atau tidak?
    trimakasih

  615. 615 nur Agustus 11, 2010 pukul 5:41 pm

    Terima kasih banyak dok atas jawabannya, saya jadi faham sekarang. Saya juga berencana untuk periksa lagi ke dokter terkait keluhan saya ini. Saya juga akan mencoba minum obat yang mengandung enzim tersebut. semoga cocok untuk saya. Terima kasih…

  616. 616 cakmoki Agustus 12, 2010 pukul 3:53 am

    @ curigakena:
    Makasih juga telah berbagi :)

    @ nanung:
    Keluhan tersebut biasanya karena peningkatan produksi asam lambung oleh berbagai sebab, sehingga mulut terasa masam hingga pahit, terutama jika telat makan, cemas, kurang istirahat.
    Untuk meredakannya, cementara cukup dengan ibat penghambat peningkatan produksi asam lambung, misalnya: famotidin 20 mg atau ranitidine 150 mg, diminum 2×1 .

    Pada dasarnya, jika kondisi memungkinakan, gak masalah untuk puasa.
    moga sehat selalu.
    makasih

    @ nur:
    Ok, sama-sama … makasih juga telah berbagi.
    Moga segera pulih dan sehat selalu.

  617. 617 pinginsehat Agustus 18, 2010 pukul 11:15 am

    mantap nih infonya cak moki.
    boleh saya sebarkan info ini ke pinginsehat.info?

  618. 618 cakmoki Agustus 18, 2010 pukul 7:27 pm

    @ pingin sehat:
    Monggo, silahkan :)
    Makasih telah ikut menyebarkan info ini dengan harapan semoga bermanfaat.

  619. 619 sabar Agustus 19, 2010 pukul 11:46 am

    tuk pak dokter…

    saya maw tanya dan konsultasi…
    saat ini kakak saya mengalami dejala tipus dan sudah berlangsung selama hampir dua minggu…

    baru kmaren saya jenguk kk saya krena sya tidak tgl drmah dan plg hanya dua minggu sekali… saya lihat kondisinya sangat m’prihatinkan…
    berat badannya brkurang hampir 20kg…
    tiap malem mulai kumat meriang dan panas tinggi…
    selera makan hilang…
    betis dan tangan dan hampir seluruh badan terasa ngilu dan nyeri..
    batuk parah… tidak berdahak dan mbuat nyeri di leher…
    sudah checkup positif tipus dan dirawat dirumah…

    tuk penangannnya saya sudah lihat post diatas dan search t4 lain ktnya cacing tanah efektif tuk mengurangi panas demam… dan disarankan tuk makan mknan padat…

    bagaimana cara pengolahan cacing tanah itu… dan kira2 makanan padat dipadukan dengan lauk/sayur ap ya dok???
    trus masalah batuk dan berkurang berat badannya itu apakah masih terbilang normal tuk penyakit tipus??

    mohon penjelasannya, semoga Allah swt memberikan balasan yg berlimpah kepada dokter dan semuanya… dan memberikan kesembuhan kpd kk saya..
    amin…

  620. 620 sabar Agustus 19, 2010 pukul 11:54 am

    oya dok satu lagi mw saya tanyakan….

    apakah terlalu banyak berbaring sepanjang hari bisa memulihkan stamina penderita tipus…
    saya khawatir dengan kondisi kk saya yang berat badannya turun drastis dan terus2an baerbaring malah brujung kelumpuhan…
    mohon penjelasannya utk menghilangkan kekhawatiran saya….

  621. 621 cakmoki Agustus 19, 2010 pukul 3:20 pm

    @ sabar:
    Menilik keluhan dan penurunan kondisi yg drastis disertai batuk…. saya gak yakin typhus…. sebaiknya Rontgen untuk mengetahui penyabab batu dan demam serta penurunan kondisi tubuh… sapa tahu sumber penyakitnya ada di paru-paru..
    Hal semacam ini kerap terjadi…. didagnosa typhus ternyata seteleh rontgen ditemukan penyakit di paru… terlebih dengan adanya keluhan batuk disertai kondisi tubuh yang menurun. Soale, typhus gak sampai seperti itu.

    Tentang cacing….gak usah macam-2.. pake obat yang sudah teruji secara internasional di dunia medis. Tuhan memerintahkan kita untuk menggunakan obat yang genah… bukan yang dilandasi berita dari mulut ke mulut dan berujung pada bisnis belaka.
    Namun, saya menghormati keputusan penjenengan. Kalo pake cacing, gak perlu pake obat dokter… itu lebih fair bukan ? :)

    Terlalu banyak berbaring (penderita penyakit apapun), justru akan memperlemah otot anggota gerak…badan makain lemas.. otot-2 makin sulit digerakkan.
    Untuk itu, dianjurkan makan makanan bergizi. Selanjutnya diusahakan latihan menggerakkan anggota tubuh, duduk, dll… agar tubuhnya berangsur menguat.

    Makasih

  622. 622 sabar Agustus 19, 2010 pukul 7:08 pm

    makasih pak dokter tuk penjelasannya……

    tapi saya masih bingung.
    soalnya memang udah checkup dan hasilnya + tipus….

    memang sebelum checkup sudah lebih dahulu kondisinya batuk2 parah…
    tepatnya seminggu sebelum puasa….

    kmudian menjelang puasa demam dan meriang mulai datang…
    dan hari2 pertama kk saya coba puasa.. setelah itu krena g tahan akhrnya dibatalkan dan g puasa lagi.

    3-4 puasa demamnya makin menjadi apalagi klo malam…
    dan ditambah lagi batuk makin parah… selera makan hilang…

    hari kelima makin parah dengan kondisi berat badan dah mulai turun, panas tinggi, badan lemas… akhirnya checkup dan positif tipus kt dokter…

    smpe skrang berat badan dah trun lbih dari 10 kg mgkin 15 kg….
    dan batuk makin parah… badan lemas…

    untuk makan terakhir dibantu dengan jamu temulawak biar nambah nafsu makan… trus bdnnya dikusukin biar ilang nyeri2 nya…

    jadi klo tipusnya dah positif, ap ad kmgkinan sakit paru2 juga sperti yg dokter blg…???

    mohon pencerahannya sekali lagi ya dok…
    dan terima kasih alhamdulillah karena dokter telah membantu…

  623. 623 cakmoki Agustus 20, 2010 pukul 2:33 am

    @ sabar:
    Maaf… diagnosa tipus ada syaratnya… seseorang didiagnosa tipus jika pada minggu pertama demamnya makin hari makin naik…. bukan naik turun… trus hasil Lab dapat dipercaya jika dilakukan pada minggu kedua demam, dengan hasil: > 1/200 dan pada tes konfirmasi menunjukkan peningkatan 2-4 kali lipat…
    Lha kalo positif gak sampe 1/200.. tentu bukan… ibarat orang sholat maghrib, melakukan sholat hanya 2 raka’at dan dilaksanakan siang hari… emang positif sholat… tapi jelas bukan sholat Maghrib… walaupun ngoto sholat magrib, sapa yang percaya ada sholat maghrib cuma 2 raka’at ? .. ilustyrasi ini mungkin bisa sedikit memperjelas bahwa tes positif tipus tidak serta merta sakit tipus.

    Untuk memastikan diagnosa tipus adalah dengan tes biakan kuman.
    Kalo tes tipus yg digunakan masih pake Tes Widal.. itu kan tes jaman Ken Arok … dimana angka akurasinya dibawah 30 %…. bahkan bisa positif pada orang yang sehat wal’afiat….silahkan baca diskusi sebelumnya… :)

    Menurut saya, gak ada salhnya Rontgen.

    Makasih

  624. 624 yulietty Agustus 20, 2010 pukul 4:37 pm

    dokter saya mo tanya ponakan sy umur 7 tahun dan terkena typus bagaimana cara untuk cepat memulihkan kesehatannya, dan sekarang dia mau makan walaupun kadang dipaksa,susu beruang dan air putih juga mau diminum.dan apakah penyyakit ini kadang kakinya dingin dan agak pucat kulitnya? dan jus apa yang baik dikasih karna dia msh minum obat dari dokter?terimakasih dokter bantuannya.

  625. 625 cakmoki Agustus 21, 2010 pukul 12:46 am

    @ yulietty:
    Kalu bener types, pemulihannya dengan makan makanan bergizi tinggi seperti tertulis pada artikel di atas.
    Semua jenis susu bisa diminum, yang disukai anak, bukan hanya susu beruang…itu kan kata tetangga..lha wong kandungannya sama saja :)

    Penyakt apapun, yang melemahkan tubuh, akan mengakibatkan pucat dan lemas, kaki dan tangan dingin.

    Jus buah apapun boleh, yang penting anaknya suka … dan gak akan mempengaruhi obat yg sedang diminum.
    Semoga segera sembuh :)
    Makasih

  626. 626 maria Agustus 21, 2010 pukul 3:53 pm

    maaf, saya mau tanya. paratyphus itu nular ga ya?? trus berbahaya ga? apa gejala2nya dan bagaimana cara mengatasinya?
    terima kasih :)

  627. 627 cakmoki Agustus 22, 2010 pukul 1:02 am

    @ maria:
    ya, menular … gak bahaya kalo diobati dengan tepat.
    Gejala dan cara penanganannya sama dengan typhus.
    kalo udah periksa ke dokter, tentu beliau udah ngasih obatnya :)
    Moga segera sembuh.
    Makasih

  628. 628 Anjar Agustus 22, 2010 pukul 7:09 pm

    Alhamdulillah… akhirnya nemu jg blogg ky gini,,, cak aku mau tanya nih,, kemarin hari jum’at abs isya tau2 badanku panas banget, kepala sakit luar biasa, badan sakit2, mual. Trus paginya aku berobat ke bidan deket rumah di perkirakan gejala typus… trus dikasih obat utk sblm makan & sesudah makan ada antibiotik utk typus jg katanya (krn obatnya gak pk baju cak). nah abs mnm obt itu malemnya panasku turun,, tp perutku sakiiiittt banget, ulu hati jg sakit,, BAB gak keluar cm lendir aja dan itupun gak banyak, pdhal ngedennya luar biasa sakit. Sy udh baca sih di atas bhw g perlu mkn bubur, tdnya iya sy cm mkn bubur ktnya biar ususnya istirahat. Padahal saya lagi menyusui bayi umr 35 hari cak. yg sy mau tanya;
    1. Berpengaruh gak sm bayi saya kl ttp menyusui (krn ank sy tdk mau susu formula & sy mmg mau beri asi eksklusif)
    2. Kalau di buat tiduran knp perut saya berasa sakitnya ya?? kl buat duduk malah gak
    3. Makan/minum apa spy BABnya bagus lagi, dan bisa kentut??
    Sementara itu sik cak,,, Matur nuwun buat jawabannya ya… ditunggu…

  629. 629 Rully Agustus 22, 2010 pukul 11:38 pm

    Pak dokter saya mau nanya nih. Tanggal 16/8/2010 kemaren adik saya demam panas naik turun dan muntah2 dirumah kost-nya di Palembang, tapi dia tetap puasa. Dikira adek saya sakit maag dan cuma dikasih obat maag sama dokter praktek. Krn gak sembuh2 sampai tgl 20/8/2010, maka kakak saya membawa adek saya tuk diambil darahnya untuk dicek, Hasilnya :
    – Leukosit 9500 sel/Mikro Liter(within range)
    – Hematokrit 44% (within range)
    – Trombosit 267 ribu/mikro liter (within range)
    – S. Typhi H (+) 640
    – S. Paratyphi AO (+) 1/320

    Oleh dokter dikasih obat :
    – Vosedon 10 mg 3*1 sebelum makan
    – Sporetik Cefixime 100 mg 2*1 sesudah makan
    – Sanmag 3*1 sesudah makan
    – Tuzalos 3*1 sesdudah makan

    Reaksi yang timbul setelah minum obat :
    – Muntah2 sudah berhenti sejak minggu (22/8/2010)
    – Lidahnya berwarna putih pucat
    – demam masih ada terutama malam hari tetapi tidak menggigil
    – makan cuma suka dengan bubur dan jenis ikan yang dibakar2 doang

    Yang menjadi pertanyaan saya adalah :

    1. Sekarang adek saya sudAH pulang ke Medan. Apakah obat yang dikasih oleh dokter di Palembang itu dapat diteruskan dikonsumsi oleh adek saya, soalnya obat itu sudah akan habis hari Rabu ini (25/8/2010)—dalam artian kami membeli obat yang sama di Apotek untuk dikonsumsi kembali bila obat dari dokter Palembang itu habis???

    2. Apakah kami harus memeriksa kembali keadaan darah adik kami pada hari Rabu ini (25/8/2010) bersamaan dengan habisnya obat dari dokter? Soalnya ada tetangga dekat rumah yang pernah kena Thypus malah menyarankan minum “Kapsul Cacing buatan tabib China” sebagai ganti obat dokter dan tidak usah ke dokter lagi

    3. Apakah BOLEH kalau ikan sebagai Lauk makan adek saya cuma dikasih ikan bakar (tanpa minyak) plus nasi lembek setiap harinya? Apakah ada timbul gejala yang lain? atau harus ganti2 menu?

    4. Apa tanda-tanda seseorang sudah sembuh dari sakit Thypus?

    Terima kasih Pak Dokter atas jawabannya

  630. 630 Rully Agustus 23, 2010 pukul 12:08 am

    Oh ya tambahan : adek saya masih pening, mual2, dan fesesnya agak lembek gitu seperti ampas dan pucat juga

  631. 631 cakmoki Agustus 23, 2010 pukul 12:28 am

    @ Anjar:
    Maaf, saya gak yakin penyakit tersebut typhus… menilik keluhannya banyak bukannya.. kemungkinan Enteritis dengan berbagai penyebab (amoeba, basiler).

    1) Antibiotika pada umumnya termasuk Kategori B pada kehamilan dan menyusui, yang artinya aman, sama amannya dengan vitamin B kompleks.

    2) Kemungkinan karena gangguan pencernaan. Tetrlebih ada keluhan ingin BAB tapi yang keluar hanya lendir.. tanda tersebut biasanya mengarah ke desentri basiler or desentri amoeba .. tergolong dalam penyakit enteritis.

    3) Supaya bisa kentut, dapat menggunakan : pankreoflat atau vitazym, diminum 3×1 bersama makan hingga normal kembali.
    Kalo bab nya lembek dan berlendir, dapat menggunakan antidiare yg juga berfungsi agar bab tidak lembek, misalnya molagit, diminum 3×2 hingga bab normal kembali.

    Makasih

    @ Rully:
    1) ya, obatnya diterusin.

    2) kalo kondisi dah membaik, gak perlu periksa lagi.. tapi kalo masih ada keluhan, sebaiknya periksa ke dokter di Medan.
    Walah.. koq masih percaya dengan cacing sih …. Tapi saya menghargai pendapat setiap orang.. so kalo ingin pake obat yg bukan dari dokter, mestinya sejak awal gak ke dokter… dengan begitu akan fair dan keliatan bener enggaknya… dan kenyataannya, di praktek gak ada satrupun yang sembuh dengan cacing.. kalo yg bilang sembuh itu kan katanya.

    3) Makanan bebassssssss… monggo, silahkan baca lagi artikel di atas dan diskusi-diskusi sebelumnya. :D
    Makan makanan bergizi tinggi sesuai selera si adek… mau soto boleh, semur boleh, ikan bakar boleh, ikan goren boleh… dll…dll… bebass.

    4) Seseorang yang sembuh dari thypus jika demam udah turun dan kondisi tubuh membaik serta semua keluhan berangsur berkurang.

    Makasih

  632. 632 cakmoki Agustus 23, 2010 pukul 12:39 am

    @ Rully:
    iya, kalo makannya bubur jelas tambah lemas dan bab nya jadi lembek, pening dan gak bertenaga.

  633. 633 Anjar Agustus 23, 2010 pukul 5:14 pm

    Cak Moki… Terima kasih banyak ya atas infonya,,, Kebetulan juga lg ada tetangga yg katanya kena typus & makannya bubur aja,, ya udh aku kash tau aja bhw gak hrs mkn bubur koq,, mkn apa aja yg oenting hindari makanan berserat tinggi. Biar gak lemes…Aku jelasin aja scr logika gmana mau cpt sembuh kl gak ada gizi yg masuk hehehe.. sotoy gt ya???… Oh ya cak mau tanya nih ak u kan minum air unyit ya,, krn aku pernah baca di buku obat2an herbal, kunyit itu antibiotik alami utk usus… yg aku rasain sih, skrg perutku udh gak skt lagi, udh gak mual, Alhamdulillah udh enakan tgl memulihkan staminanya aja. Tengkyu ya cak….^_^

  634. 634 cakmoki Agustus 24, 2010 pukul 1:43 am

    @ Anjar:
    Setuju…. lokgikanya udah siiip :)
    Tentang kunyit, bukan mengandung antibiotika, tapi mengandung vitamin dan minerall .. gak pap minum air kunyit … yg jelas bikin seger.
    Makasih

  635. 635 Anjar Agustus 24, 2010 pukul 1:53 pm

    Cak,,, aku datang lagi…(malu nih jadinya) Cak,,, kmrn pas nulis perutnya udh gak sakit,,, tp pas mau maghrib tiba2 perutnya sakit lagi,,, ampe sekarang blm sembuh… babnya msh encer,, (kayak bubur bayi yg disaring lembut) warnanya coklat tua banget,, ttp keluarnya hanya sedikit dan sakiiitttnya bukan main. Krn kmrn cak moki nyinggung masalah amoeba, basiler saya jd kepikiran jangan2 saya disentri???? saya browsing informasi ttg disentri,, dan penjelasannya sama banget sama apa yg aku rasain, Kalau menurut cak moki gmana?? trus kl emg bener disentri apa aja yg gak blh dmakan?? boleh gak ttp menyusui?? gmana biar gak nular?? trus minum obatnya apa yg aman utk menyusui?? . Ditunggu ya cak jawabannya walaupun pertanyaannya melenceng dr topik ya cak… Matur tengkyu ya cak….

  636. 636 nurul Agustus 24, 2010 pukul 2:39 pm

    dok, suami saya terkena gejala typus..klo masih gejala gitu, penanganannya gmn? oya sayur seperti bayam, wortel, dan kacang2an boleh dikomsumsi ga dok?

  637. 637 cakmoki Agustus 24, 2010 pukul 9:03 pm

    @ Anjar:
    Jawaban saya sebelumnya emang mengarah ke sana … pada jawaban no.2:
    …tanda tersebut biasanya mengarah ke desentri basiler or desentri amoeba ..
    Obatnya :
    1. Anti amoeba, yakni; Metronidazole 500 mg (merk dagang bebas memilih), diminum 3×1 sesudah makan selama 7-10 hari…biasanya gak sampai segitu udah sembuh.

    2) Obat untuk meredakan sakit perut, misalnya: Buscopan Plus, diminum 3×1 sesudah makan, hingga sembuh.

    3) Obat anti diare, misalnya: molagit atau new diatabs, diminum 3-4 x 2 hingga BAB normal.

    Untuk sementara saya tidak merekomendasikan antibiotika.
    Obat-2 yang saya sebutkan diatas aman untuk ibu menyusui.

    Makanan bebas alias gak ada pantangan. Cuma kalo bisa untuk sementara mengindari sambal yang terlalu pedas.. kalo hanya untuk enyedap, gak papa.

    Supaya gak nular, mencuci tangan dengan sabun setiap kali habis BAB dan sebelum ngasih susu ke anak.

    Moga segera sembuh. Ditunggu laporannya 3-4 hari ke depan :) *kayak ulangan umum aja*
    Tengkyu

    @ nurul:
    walaupun thypus, makanan bebas, bergizi tinggi dan sayur yang disebutkan di atas boleh dikomsumsi.
    Kalo gejala, mungkin maksud dokternya masih dugaan, bisa iya bisa juga enggak, dan saya yakin banyak enggaknya :)
    Makasih

  638. 638 Ririe Agustus 27, 2010 pukul 12:26 pm

    Assalamualaikum, kind & wise Cak Moki.

    Halaman ini baru 3/4 saya baca dok, dan saya menemukan 1 pertanyaan yg mirip dgn yg saya ingin tanyakan:

    @hamidzul:
    1. Dapat dibenarkan jika seorang dokter mencurigai adanya infeksi oleh kuman gram positif maupun gram negatif, misalnya pada sebagian infeksi usus (enteritis dengan berbagai varian dan jenisnya)
    Efek negatif gak ada sejauh sesuai dengan indikasinya. Lagipula, pemakaian dalam jangka pendek, misalnya beberapa hari hingga 2 minggu, gak akan memberikan dampak negatif. (re: Cipro & Dexycol)

    Kebetulan saya juga diberi 2 obat ini (dgn Enakur, Grafamic, Cimetidine, dan 2 obat lain yg tdk ada namanya, utk DB (warna oranye) & Demam (warna kuning, tulisan Zenith) kt dokter langganan). Nah, karena demam saya hanya 1 hari (walaupun gejala tambahannya ada semua: nyeri otot, sakit kepala, mual, sulit BAB), sepertinya saya memang nggak kena tipus, ya dok? Alhamdulilah.

    Kebetulan untuk antibiotiknya baru saya minum 2 masing-masing. Sudah tidak mual & tidak demam juga. Yang saya hentikan yang mana ya dok? Sepertinya kok berlebihan sekali obat yg saya dapatkan.

    Terima kasih banyak atas sharing ilmunya dok. Insyaallah bermanfaat untuk semua. Sukses selalu.

    Wassalamualaikum.

  639. 639 cakmoki Agustus 27, 2010 pukul 5:24 pm

    @ Ririe:
    Assalamu’alaikum…
    ya benar … bukan typhus.
    Kalo udah gak ada keluhan, semua obat dapat dihentikan,kecuali antibiotika yg harus diminum sedikitnya 3-4 hari walau udah sembuh untuk menghindari resistensi.

    Enakur (metoclopramide) adalah obat mual-muntah.
    Grafamic (asam mefenamat) adalah analgesik-antipiretik or obat demam dan pereda nyeri.
    Cimetidine adalah obat penghambat peningkatan produksi asam lambung.
    Kedua obat yg gak ada namanya saya gak bisa menduga-duga… tapi seandainya saya lihat langsung dan tahu aroma oabtnya, kemungkinan tahu isinya.

    Makasih
    Wassalam

  640. 640 anggi Agustus 27, 2010 pukul 5:58 pm

    selamat sore, saya kemarin periksa ke dokter, dan dokter menduga tipes, yg mau sy tanyakan, kenapa saya kadang mual dan diare? trus apakah jamu cacing bs membantu penyembuhannya? kemarin kata dokter saya harus makan yg halus2, soalnya kemarin saya makan nasi dan ayam, akhirnya muntah2 dan diare. mohon pencerahannya. terimakasih

  641. 641 Ririe Agustus 27, 2010 pukul 9:31 pm

    Terimakasih pak Dokter atas penjelasannya.

    Setelah baca posting “Tips Menggunakan Obat”, saya merasa teledor sekali tidak menanyakan lebih lanjut ke dokter langganan ttg kegunaan/nama obat2 tersebut. Malah saya disuruh “minum” bubur lho dok, tapi saya cuek saja dan makan makanan yg sudah ada di rumah, soto & pisang hehehe

    Sekali lagi terima kasih banyak pak Dokter yang baik,

    Wassalamualaikum.

  642. 642 cakmoki Agustus 28, 2010 pukul 7:06 pm

    @ anggi:
    Selamat malam ..
    Diare adalah penyakit Gastro-Enteritis, bukan tipes.
    Obatnya adalah obat anti diare dan obat mual.
    Obat diare misalnya: molagit or new diatabs, or sejenisnya, diminum 3×2 hingga diare mampet.

    SEdangkan untuk mual dan muntahnya dapat menggunakan domperidone 10 mg, diminum 3×1 sebelum makan atau perut kosong hingga gak mual dan gak muntah.
    Moga segera sembuh.
    Makasih

    @ Ririe:
    Assalamu’alaikum…
    Sama-sama, mbak… terimakasih juga telah berbagi :)

  643. 643 Pakne Bhamakerti Agustus 31, 2010 pukul 12:11 am

    Assalamu’alaikum, Jumpalagi Cak, Semoga selalu dirahmati dan diberkahi selama bulan Ramadhan dan bulan-bulan lain. Amin.

    Alhamdulillah akhirnya saya nemu sinyal internet di daerah ini setelah berbulan-bulan ga tau info, terutama dari blog ini. (karena pindah Ndeso ngisor gunung) :(. Kangen cak Moki kok mbarengi ada yg sakit ya..?? (tepatnya dibaca: Kalo ada yg sakit baru kangen Cak Moki… :) )
    Ah Udahlah cukup sekian Basabasinya.. ni cak tak kirimi cerpen, pokoke semoga cak Moki sehat selalu, amin.

    Giliran istri saya yg mau saya mintakan 2nd opinion, bolehkan..?? (sakit kok giliran :)).
    Ternyata susah kehilangan “sedikit” peran istri disaat harus sahur dan buka puasa. Apalagi menggantikan jadi pengasuh 3 anak yg lucu dan ngglidis –capek-. Waah jadi curhat.

    1. Dua minggu yg lalu, setiap hari (berlangsung seminggu) istri saya ngerasa kedinginan padahal hawane sedang panas, badan pegel linu, otot kaku, semromong, gregas-greges, prandang-prinding, gloyar-gloyor lemes pokoke kumplit, tapi tanpa demam sedikitpun.

    2. tgl 21082010 menyusullah demam tinggi perut dan mual menyertai gejala diatas. Karena berpikir “aah paling cuma flu biasa, toh emang langganan” akhirnya pertolongan pertama saya mengandalkan Tuzalos dan Atmacid –bukan iklan-

    3. tgl 23082010 (har ke2 Demam) masih panas ga turun-turun dari 2hari sebelumnya, langsung saya bawa ke Puskesmas. Karena puskesmas adalah sarana medis yg terdekat dan terjangkau oleh kantong saya, bukan begitu Cak? Priksa-priksi pak Dok mendiagnosa istri saya “dyspepsia”, dikasih Obat: cimetidin200mg dan Parasetamol500mg. ya tuzalos dan atmacidpun berhenti.

    4. Tgl 25082010 (hari ke5 Demam) Panas tetep ga mau turun juga (kecuali setelah nenggak parasetamol) tapi ada gejala tambahan yaitu nyeri telan dan Sariawan dan bibir kering merah merekah plus lidah pait. Lemes dan kawan kawan masih betah…. Berbekal ketidaksabaran dan sok tau cabut lagi deh menuju puskesmas, menyampaikan keluhan susulan. Obat ada tambahan (cimetidin200mg dan Parasetamol500mg lanjut) Plus Amoxicilin500mg. Diagnosa tetep Dyspepsia.

    5. Hari ini (28082010) “hari penolakan oleh 2 dokter” Panas ga turun (kecuali setelah minum parasetamol) ditambah nyeri perut kiri bawah yg hebat. Saya curiga kalo istri tersayang kena Tipus. (Weh lagaknya kaya dokter) hehehe.. saya bawa ke puskesmas lagi guna mendapat kepastian, kan kata Cacak kalo demam berlangsung selama 7 hari bias dicurigai tipus. Sampai disana diluar dugaan dokter tidak memeriksa sama sekali, menyentuhpun tidak. Ada apa ini..?? malah kata beliau kami disarankan ke internis, harapan saya mendapatkan surat pengantar tes Lab pupus.
    Sore menjelang berbuka, demam turun tapi ya masih anget-anget gitu… diputuskan tidak menenggak Paracetamol. Sampai lepas maghrib saya putuskan bawa istri keKota untuk ganti dokter.
    Dokter ke 2. seorang dokter tentara, dokter umum, Priksa-priksi lagi lalu senyum, “gapapa , bagus kok, memang masih panas tapi ini sudah sembuh”. 2nd opinion yg aneh. Bukan sesuai harapan untuk mendapat kejelasan. Saya ber Amin dalam hati kalo emang udah sembuh. Penolakan untuk mendapatkan SP tes lab pupus lagi.

    Tapi ada ganjalan yg disampaikan oleh dokter tentara ini. Beliau berkata bahwa sakit istri saya bukan tipus, tapi infeksi virus mirip DBD, dan biasanya berlangsung selama 9 hari. (ini adalah hari ke delapan) karena panas istri saya berlangsung terus menerus tidak mengenal waktu, entah sore atau pagi bahkan memang bisa sepanjang hari. Dan ini bukanlah tipikal tipus, katanya. Jika besok atau 2hr lg masih demam, baru saya kasih resep, obat dari dokter puskesmas (amox, parasetamol, cimetidine) diteruskan, sambungnya. Yg diluar dugaan: Biaya periksa GRATIS “uangnya belikan cemilan berkalori buat istrinya pak” jawab pak dokter ketika saya tanya ”berapa Dok..?” Alhamdulillah.

    Pertanyaan saya Cak, Virus apa ya? Soale ketika saya tanya dijawab hanya virus dan nanti sembuh sendiri. What..?? kok saya belum nemu di Blog ini tentang virus yg menyerang seperti itu. Pas saya bawa periksa dengan nekad saya boncengin motor padahal berdiripun dia lemes ga kuat lebih dari semenit.
    Trus, jika saya (dan sifat sok tau saya) nekad cek lab sendiri tanpa pengantar kira-kira gimana ya? Cek nya apa aja?

    Selama sakit berlangsung nafsu makan dan ngemil istri saya tetep seperti pas sehat, hanya saja di lidah tersa pait. Berat badan pastinya turun, saya liat dia semakin kurus, terapinya apa ya Cak biar cepet semok seperti sedia kala? Hari 1 demam, dia masih masa menstruasi lalu berhenti dan 2hari kemudian Mens lagi. Ada hubungannya? Payudara terasa mrengkel dan sakit jika tersentuh, padahal masih memberi ASI. Adakah pengaruhnya?

    Sekian Cerpen saya, kalo kepanjangan, ya sepurane yo Cak..!! Jazakillah, Atas pencerahan dan nasihatnya biarlah Allah yg membalas jasa budi Cak Moki dengan limpahan berkahNYA Amin. Karena saya hanya bisa berucap TERIMAKASIH, SYUKRON. Salam sehat.

    Pak Ateng bawa Kayu….. Tengkyu!! Bi Asih Nyambal Tomat … Trimakasih Sobat. :)

  644. 644 cakmoki Agustus 31, 2010 pukul 1:43 am

    @ Pakne Bhamakerti:
    Assalamu’alaikum…
    Maturnuwun do’anya, semoga demikian pula sebaliknya… Terimakasih juga kronolgisnya … lengkap dan rinci…saya jadi teringat model diskusi kesehatan di sebuah Blog medis di Kanada :D

    Menilik keluhan dan perjalanan penyakit, sekilas saya sependapat dengan dokter tentara tersebut, tapi nampaknya ada yang terlewatkan, yakni tidak ada penjelasan pemeriksaan terkait keluhan nyeri telan dan pemeriksaan nyeri perut kiri bawah yang hebat.
    Nyeri telan dan sariawan, bisa merupakan penyuakit tersendiri (saya udah nulis ini) dan bisa pula merupakan bagian dari semua keluhan yang dialami istri.

    Adapun mens yang berulang, bisa jadi berhubungan dengan sakit yang sekian lama, bisa juga berhubungan dengan nyeri perut kiri bawah.
    Kalau BAB tidak lancar dan keras, kemungkinan nyeri perut kiri bawah tersebut dengan gangguan BAB.
    BAK (buang air kecil) juga perlu informasi, apakah ada keluhan kecing, misalnya anyang-anyangen apa enggak, atau nyeri pada akhir kencing apa enggak.
    Informasi-2 tersebut berguna untuk menyingkirkan diagnosa kemungkinan ISK.
    Begitu juga keluhan nyeri payudara, perlu tambahan informasi apakah disertai pembengkakan atau enggak.

    Adapun dugaan virus mirip DBD, saya belum nulis secara khusus, tapi yang beliau maksud adalah DK (Dengue Klasik), yakni varian virus yang mirip DBD dan tidak spesifik… biasanya sembuh dalam 7-10 hari, jika tidak ada penyulit penyakit lain.

    Sambil menunggu 2 hari ke depan sebagaimana yang disampaikan dokter tentara, gak ada salahnya cek Lab sendiri.
    Kalau penjeenga berkenan, lab awal yang diperlukan adalah sebagai berikut:
    1) Trombosit.
    2) Hemtokrit
    3) tes Widal
    4) Lekosit
    Hasil pameriksaan, dapat kita diskusikan atau dibawa ke dokter tentara untuk bahan evaluasi beliau.
    Sementara, obat yang ada (amox, parasetamol, cimetidine) dapat dilanjutkan.
    Atau, dapat juga amox nya diganti cefadroxyl 500 mg, diminum 3×1 sesudah makan… sedang lainnya tetap.

    Pemulihan konsidi, termasuk agar nanti jadi semok lagi :D .. nanti kita diskusikan setelah istri penjenengan sembuh dan segar kembali.

    Itu dulu pandangan saya, semoga segera sehat kembali. :)

    Maturnuwun
    Wassalam

  645. 645 Pakne Bhamakerti September 1, 2010 pukul 5:46 am

    Assalamu’alaikum, Cak Moko yg dirahmati Allah dengan pengetahuan dan ilmu.

    Terima kasih Cak atas pendapat dari cerpen yg kemaren, sehingga menambah keyakinan dan menghilangkan kepanikan saya.
    Sebelum menyambung cerpen kemaren, ini adalah gambaran pasien (istri saya):
    – 29 Tahun, 160cm 42kg
    – Masih Menyusui anak kami, U 20bln.
    – KB Spiral
    – Mens berulang sejak 3 bulan terakhir.
    – Tensi normal (sy tidak lihat langsung ke tensinya)
    – Obat yg sedang digunakan : Amoxicilin 3X1, Parasetamol, Cimetidin / Antacid
    – Tambahan : Bkomplek ipi, C ipi, dua-duanya berhenti, ganti “Tonikum-BayerMunchen”

    Dan inilah sambungan “cerpen” saya kemaren dengan harapan semoga cak Moki tidak bosen: :)

    1. tgl 28082010 : Setelah priksa dokter tentara dan menulis curhat ke Cak Moki, ternyata didalam kamar, istri saya sudah kambuh lagi demam tingginya, sampai Malam tadi 30082010, dan Demam itu sudah tertib jadwal selama 3 hari terakhir yaitu setiap sore menjelang malam dan dini hari disaat sahur.

    2. tgl 31082010 Dinihari, sudah lebih dari sepuluh hari demam berlangsung ditambah menggigil kedinginan, saya coba untuk tenang. Teringat kemaren pagi saya “ngonangi” istri saya sedang mencuci pakaian saat saya tinggal absen dan ijin dari tempat kerja saya. “aduh susah banget disuruh bedrest..!!” Apa karena itu yg bikin selalu demam sore harinya..??

    3. Untuk suplemen saya tambah syrup “Tonikum Bayer Munchen” 1 sendok sehari, gpp khan? Soalnya dia pengen yg syrup supaya tidak menelan pil berkali-kali…. Bosen katanya. Stress juga kalo sakit lama, kadang sampe timbul pikiran negatif dan “putus asa”.

    4. Mual dan ingin muntah bertambah, sering saya dengar uwak-uwek…. Cimetidine habis, lalu bolehkah pake atmacid..??

    5. Tentang jawaban Cak Moki : “Adapun mens yang berulang, bisa jadi berhubungan dengan sakit yang sekian lama, bisa juga berhubungan dengan nyeri perut kiri bawah”.  Adakah hubungannya dengan pemakaian spiral..?? ternyata rasa nyeri tidak hanya pas sakit sekarang, tp ketika menjalankan kewajiban biologis dari sebelum pake spiral juga sudah terasa. Hanya sekarang pas mbarengi Demam misterius dan Mens berulang.kira-kira kenapa ya Cak..?? Update  nyeri perut (ilang-muncul) terasa di kanan – kiri plus eneg, mual. Payudara sudah tidak bengkak dan mrengkel.

    6. untuk nyeri telan dan sariawan sudah lenyap, tinggal bibir kering dan merah merekah seperti habis kumur enkasari gitu.. Hanya dimalam ini setelah minum parasetamol untuk mengatasi demamnya, dia malah begadang ga tidur sampe saur… Hufft.

    akhirnya malam tadi 30082010 saya memutuskan untuk melakukan test Lab atas kesehatan istri saya sesuai pendapat Cak Moko.
    Dan hasilnya adalah:
    1. Hb 11,7 dari 12-16
    2. Eritrosit 4,73 dari 3,5 – 4,5
    3. Leukosit 5,200 dari 4,000 – 10,000
    4. Trombosit 152 dari 150 – 500
    5. Hematokrit 37,8 dari 37 – 43
    6. Widal:
    – Typhii O : Negative
    – Typhii H : Positif 1/640
    – Paratyphii AH : Positif 1/320

    Nah kira-kira apa diagnosa yg paling mendekati ya Cak..?? perlukah ganti Obat..??
    Kalau memang tipus, termasuk parah atau belum, jika dilihat nilai diatas..??
    Maaf jika saya terlalu “nritik” dalam bertanya, itu karena minimnya pengetahuan saya..
    Teimakasih atas segala perhatiannya, walaupun kita belum pernah jumpa…
    Syukran katsiran, Wassalamualaikum, :)

  646. 646 mina September 2, 2010 pukul 8:33 am

    assalamualaikum :)
    ada teman saya mengeluh kesakitan perut bila sesudah makan,,
    contoh nya:
    Nasi,makan hati goreng, minum susu/laban, susah nya tidur bolak balik badan sakit perut, jalan juga sakit perut
    Parah banget :(
    dia bawa kers tuk di periksa sakit usus kering,, di bawa ke rs 1 nya lg sakit lambung,, di bawa ke rs 2 nya lg sakit maag

    apa ke mungkinan teman saya sakit tyfus yah???
    apa harus di oprasi di bedah perut tmn saya

  647. 647 ardan September 2, 2010 pukul 1:24 pm

    Dok apa penyakit tifus tidak bisa sembuh total??
    Tolong jawabanya ya dok ke email saya!!terima kasih sebelum dan sesudahnya!

  648. 648 cakmoki September 2, 2010 pukul 3:43 pm

    @ Pakne Bhamakerti:
    Assalamu’alaikum…
    Maaf, kelewatan :)
    Terimakasih telah menceritakan (menuliskan) semua yang dialmi istri secara runtut. Begitu juga tentang Lab penunjang.

    Saya tidak pada posisi memastikan diagnosa karena tidak memeriksa secara lagsung sehingga tidak dapat menilai semua aspek yang mungkin berhubungan dengan keluhan-2 tersebut.
    Namun, dari kronologi dan hasil pemeriksaan Lab, kita dapat mendiskusikannya dan mengerucutkan menjadi kemungkinan-2 penyakit yang saat ini dialami istri, termasuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lain..

    Menilik keluhan nyeri telan dan sakit payudara udah gak ada lagi, kemungkinan pasling logis untuk saat ini adalah Demam Tipoid type H dan Paratypoid.

    Alasannya:
    = demam lebih seminggu .. ditambah keluhan lambung, diantaranya: huwek-2, dll.
    = Hasil Widal pada minggu kedua lebih dari 1/200.
    = Kemungkinan DBD udah kita singkirkan, karena trombositnya tidak kurang dari 100 ribu. Terlebih masa rata-2 DBD udah lewat.
    = Kemungkinan Demam yg mirip DBD (dengue klasi) dapat kita singkirkan karena masa berlangsungnya penyakit udah lewat.
    = Tak ada tanda-tanda spesifik lainnya yang mengarah ke penyakit lain.
    = Nyeri perut bawah tidak berhubungan dengan keluhan saat ini, mengingat ternyata udah berlangsung lama. Mens berulang bukan karena spriral tapai karena berbagai faktor, diantaranya: sakit, cemas, kelelahan fisik maupun psikis,faktor hormonal, dll… Namun untuk memastikan keluhan nyeri perut dan mens berulang tersebut, seyogyanya periksa ke DSOG kalo udah sehat.

    Saat menganjurkan Lab saya tidak menyertakan anjuran pemeriksaan DDR (untuk tes malaria) karena saya gak tahu apakah tempat tinggal penjenengan termasuk daerah endemis atau enggak.
    Andaikata di kota tersebut pernah ada kasus malaria, gak ada salahnya periksa DDR, karena ada keluhan kedinginan (periksanya dengan mengambil setetes darah di ujung kult jari, bukan di vena lengan.. kalo darah vena di lengan hasilnya gak akurat).

    Itulah alasan -2 saya cenderung ke arah demam tipoid.
    Obatnya:
    Antibiotika:
    Pilihan pertamaL: chloramphenicol atau tiamphenicol… obat-2 ini merupakan drug of choice.
    Pilihan berikutnya: amoksisilin, sefalosporin (sefadroxyl, dll), co-trimoxazole, quinolone (cyprofloxacine, dll).
    Pilih mana ?…menurut saya cukup dengan Amoksisilin 3-4×500 mg.

    Pertimbangannya:
    chloramphenicol dan tiamphenicol suka bikin mual dan gak nyaman di perut… sefalosporin hampir sama khasiatnya dengan amoks, kecuali yg generasi ketiga.. tapi mahal banget dan masa penyembuhannya gak banyak selisihnya. Sedangkan quinolone gak boleh digunakan untuk ibu hamil dan ibu menyusui.

    Obat simptomatis (meredakan keluhan)
    Parasetamol, Cimetidin / Antacid: dapat dilanjutkan…. untuk huwek-huwek dapat menggunakan Domperidone 10 mg, diminum 3×1 sebelum makan or perut kosong…. antacid dapat diganti dengan Atmacid simpenan penjenengan. Cimetidine bisa beli bebas kalo perut emang masih gak nyaman. Tapi kalo dengan atmacid dh dapat meredakan keluhan perut atas, gak harus pake cimetidin.

    Kalo ingin sekalian untuk meredakan nyeri perut, parasetamol dapat diganti dengan Buscopan Plus (isinya parasetamol dan pelemas otot polos).

    Segini dulu pendapat saya… saya tunggu hasil kontrol ke dokter tentara.
    Semoga istri segera sembuh.
    Maturnuwun
    Wassalam

    @ mina:
    Assalamu’alaikum…
    Kalo dokter RS bilang sakit lambung dan sakit maag, bener… keduanya sama. Tapi kalo usus kering, jelas gak bener..soale, usus kering adalah kripik usus di supermaket, bukan naman penyakit.
    Nah, penyakit lambung atau maag atau dispepsia, adalah keluhan lambung yang paling sering (lebih 80%) dipicu oleh : cemas alias stress alias suka khawatir.
    kalo typhus, syarat pertama harus ada demam hingga lebih seminggu… kalo syarat yg pertama aja gak dipenuhi..gak usah berpikir typhus.

    Operasi ? gak semudah itu menentukan operasi… keputusan operasi hanya ditentukan oleh dokter yg meriksa secara langsung, bergantung pada jenis penyakitnya berdasarkan indikasi medis.
    Makasih
    Wassalam

    @ ardan:
    Typhus bisa sembuh total dong… :)
    Jawabannya di sini aja, wong cuma jawaban pendek: bisa sembuh total. Lha yang bilang gak bisa sembuh sapa ?
    Makasih

  649. 649 Pakne Bhamakerti September 2, 2010 pukul 5:23 pm

    Assalamualaikum, Maaf Cak kalo tulisan saya sampai ngebak-ngebaki blog ini.. :)

    KEBETULAN banget bahwa saya barusan sampai rumah (dari nganter istri cek ke Dokter Tentara yg ngasih gratisan –LAGI-) dan langsung membuka Blog ini untuk membaca jawaban Cak Moki.

    Ringkasan periksa barusan:
    Dokter tentara samasekali tidak menyentuh apalagi ngasih resep obat untuk semua keluhan istri saya sampai hari ini. Beliau beralasan:
    – Bahwa istri saya dalam keadaan pemulihan sudah bagus dan tidak apa-apa.

    – Hasil Cek Lab (Typhii H: Positif 1/640, Paratyphii AH: Positif 1/320) tidak selalu menjadi acuan karena kondisi fisik dilihatnya sudah bagus. Padahal untuk sampai kliniknya diperlukan dopping parasetamol. Sesampai dikliniknya istri saya memang sedang tidak demam. Dan hal itu sudah saya sampaikan.

    – Tentang Obat : Pendapat beliau adalah, amox jika masih ya diminum, tp kalo habis ya sudah ga usah di tambah. Gimana ini…??? Padahal obat sudah habis, kebetulan lg saya langsung mampir ke apotek untuk beli amox dan parasetamol, dengan modal: sok tau. Soalnya saya masih ragu dgn pak dokter tsb. Moso 2X priksa , g kasih resep obat?? Apa cari dokter lagi…?? mana jauh…

    – Tentang demam dan lemes: Demam adalah hal biasa, justru kalo suhunya dingin itulah yg bahaya. Sudah saya sampaikan bahwa demam istri saya adalah kisaran 38,7-39,00 (pake thermometer digital) bukankah itu termasuk demam tinggi, Atau ada acuan lain?

    – Penutupnya : Sudah yg penting makan banyak yg enak-enak, masa penyakitnya udah lewat, tinggal sembuhnya…

    Istri saya jadi berpendapat, KAPOK ah periksa kesitu… ga dikasi obat.. dan menyalahkan saya : makanya kalo mo periksa jangan disuruh minum obat dulu… nanti sama dokternya dikira udah seger, padahal rasane ra karuan… hehe.. :)
    Istri saya sudah g sabar , ingin cepat sembuh tapi udah bosen priksa lagi, obat lagi, apalagi kali ini g dikasih resep…

    Pendapat anda Cak..?? perlukah saya pindah dokter?? (lagi dan lagi).
    Cek lab apalagi untuk penguat? Perlukah..? :) ada yg murah ga..??

    Terima kasih dan Wassalam.

  650. 650 cakmoki September 3, 2010 pukul 12:55 am

    @ Pakne Bhamakerti:
    Assalamu’alaikum…

    Langkah penjenengan sudah benar, yakni membeli amoksisilin.
    Menilik suhu harian 38,7-39,0, memperkuat pendapat saya untuk melanjutkan amoksisilin 500 mg, dosisnya : 4 x 1 dan parasetamaol 500 mg diminum 4×1 sesudah makan. Yang lain tetap. Selanjutknya kita evaluasi hingga 4 hari ke depan.
    Untuk saat ini menurut saya belum perlu periksa Lab yang lain.
    Usahakan bedrest 4 hari dan makan makanan bergizi tinggi. *mau gak mau penjenengan bagian umbah-umbah :D …*
    Jika setelah 4 – 5 hari gak ada keluhan perut, amksisilin kita ganti dengan Tiamphenicol 500 mg.
    Adapun vitamin, pilih yang udah biasa digunakan istri, atau menggunakan vitamin yang ada enzymnya, misalnya: vitamzym, atau curucuma diminum 3×1.
    Untuk follow up harian, saya hara penjenegan tidak keberatan menyampaikannya di halaman ini sebagai bahan evaluasi dalam menentuklan langkah selanjutnya, supaya lebih efektif dan terarah.
    Semoga segera sembuh.
    Maturnuwun.
    Wassalam

  651. 651 ical September 5, 2010 pukul 10:23 pm

    makasih banyak cak… infonya sangat berguna banget nih…

  652. 652 cakmoki September 5, 2010 pukul 10:46 pm

    @ ical:
    Sama-sama … makasih juga :)

  653. 653 Tasya September 12, 2010 pukul 6:26 pm

    Dokter, temen saya sakit tifus dan memaksa minta masakan padang…dengan kuah gulai boleh ato tidak??
    Kalo cheese burger boleh dokter…
    Terima kasih

  654. 654 cakmoki September 13, 2010 pukul 4:54 pm

    @ Tasya:
    boleh… burger juga boleh…
    Moga temen segera sembuh.
    makasih

  655. 655 mazterall September 14, 2010 pukul 10:32 pm

    Dokter, ayah saya terkena gejala tifus, lalu ayah saya juga tidak bisa tidur.
    Apa penyakit tifus ada gejala tidak bisa tidur?

    Kira2 berapa hari perawatan sakit tifus?
    Trimakasih dokter

  656. 656 cakmoki September 14, 2010 pukul 11:32 pm

    @ mazterall:
    Rata-rata penyakit dengan demam oleh sebab apapun pada umumnya gak bisa tidur… bukan hanya typhus.
    Perawatan typhus sekitar 1-3 minggu…selebihnya bergantung pada kondisi tubuh masing-2 orang.
    Moga beliau segera sembuh.
    Makasih

  657. 657 @mazterall September 15, 2010 pukul 8:19 am

    Ini ayah saya sudah agak enakan dok.
    Saya agak ragu karena demam ayah saya cuma 3 hari.
    Di hari ke 4 (hari ini), ayah saya sudah tidak demam dan tidak mengeluh sakit perut lagi.
    Apa ini menunjukkan ayah saya sudah sembuh dok?
    Lalu perawatan apa yang harus kami berikan untuk ayah saya?
    Trimakasih banyak ya dok

  658. 658 M.Andri z September 15, 2010 pukul 9:23 am

    salam kenal ,saya mau konsul dok, pada bulan agustus kmarin saya pernah d opname d rumah sakit selama 2 minggu dikarenakan tipes, asam lambung tinggi dan malaria. setelah itu kondisi badan saya agak membaik namun setelah 2 minggu dari rumah sakit saya merasa kalau tipes saya kambuh lagi dengan kondisi demam selama dua minggu dok, ciri -ciri nya panas dingin setiap sore dan malam, mual, muntah, lidah putih berselaput,bdn lemas, kepala pusing bagian depan seperti di tarik, perasaan saya selalu cemas dan khawatir (gak tahu ada aja yg masuk ke pikiran) kayak orang stress..sampai susah tidur, nah dok kmarin saya buang air besar di feses saya ada darah nya, lalu waktu malam hari perut saya nyeri, dan saya cek k dokter, d rumah sakit “C” saya negatif tes widal nya lalu dikasih obat ” SANMAG, LEVOSIN 500,IMUNOS dan pantozol 40, rumah sakit “B” saya di suruh tes darah dengan hasil widal O 1/160 dan H 1/160. kemudian saya bingung dok kok ada yang positif n negatif.
    saya skrng d rwat d rumah, udah 3 minggu dok demam udah mulai ilang, badan saya lemes tapi kalo malam pas saya ter bangun saya genggam tangan saaya kok agak kaku n kejang rasanya, perut agak nyeri (bukan mules dok)
    pertanyaan…?
    1. apa yang harus saya lakukan dok?
    2. obat yang perlu untuk menghilangkan bakteri s.typhi tuh ap ?
    3. obat yang tepat untuk saya gunakan apa dok?
    4. istirahat yang bagai mana yang di haruskan?
    5. makanan apa yg harus d lakukan dok.?

    saya merasa terauma dgn penyakit ini dok udah 1 bulan lebih kok blum hilang………..terima kasih dok

  659. 659 cakmoki September 16, 2010 pukul 3:25 pm

    @ mazterall:
    iya, kalo 4 hari udah baikan, bukan typhus… :)
    Berarti udah sembuh kalo emang ga ada keluhan.
    yang diperlukan untuk pemulihan kondisi secara umum pasca sembuh dari sakit adalah cukup istirahat, tidur dalam jumlah cukup dan makan makanan bergizi seimbang
    Makasih

    @ M.Andri z:
    Salam kenal …mohon maaf, terlambat mejawab karena lagi mudik sehingga online tidak optimal.

    1) yang harus dilakukan adlah melanjutkan obat dari RS C… haisl tes widal bisa aja berbeda mengingat kepekaannya hanya sekitar 30 %..dan hasil 1/160 tidak memenuhi syarat diagnosa typhus, terlebih sebelumnya memiliki riwayat malaria dan gangguan lambung.
    Menurt saya yg paling penting justru periksa ulang DDR untuk tes malaria.

    2) Levosin bisa untuk tyohus dan infeksi saluran cerna yg lain.

    3) Yg dari RS C udah tepat…hanya saja perlu tes DDR untuk memastikan ada malaria atau enggak… tes DDR yang paling ideal dengan mengambil setets darah di ujung jari, bukan di lengan.

    4) Kalo masih mau makan, cukp istirahat di rumah. Tidur sedikitnya 6-8 jam sehari.

    5) Makanan bergizi tinggi untuk pemulihan kondisi tubuh, misalnya: semur, rawon, dll… yg huenak-huenak :D

    Moga segera sembuh
    Makasih

  660. 660 Neni Rohaeni September 27, 2010 pukul 10:46 am

    Assalamualaikum Wr. Wb..

    Salam kenal yah dok, saya ingin konsul dan sangat membutuhkan saran dari dokter perihal penyakit anak saya. anak saya 6 thn dinyatakan confirm thypus dari dokter. sempat dirawat di RS selama 6 hari, padahalnya sebelumnya sudah demam tinggi selama seminggu. Dan sekarang sudah 10 hari sepulang di RS. semenjak pulang dari RS malamnya masih demam tinggi sampai sekarang, kondisi badannya mulai membaik setelah di beri makan nasi lunak hanya saja demam masih belum turun juga, biasanya demam menjelang oare dan diatas jam 2 malam atau menjelang pagi.

    Yang ingin saya tanyakan :
    1. Apa penyebab deman masih belum turun juga, apakah kondisi ususnya masih luka karena makan nasi lunak dan bukan bubur?
    2. Makanan apa yang harus saya berikan, kalau susu sebaiknya susu apa, saat ini mengkonsumsi dancom 5 +?
    3. Apakah obat yang sebaiknya diberikan, pada saat demam tinggi atau untuk pemulihan penyakit thypusnya, mengingat obat dari dokter sudah habis ?

    Tolong dok saran dan nasehatnya mengingat sudah hampir 1 bulan anak saya belum sembuh juga.

    Terima kasih, mudah2an amal baik dokter dibalas oleh Allah SWT..amin

  661. 661 cakmoki September 27, 2010 pukul 2:16 pm

    @ Neni Rohaeni:
    Assalamu’alaikum…
    Salam kenal…
    1) Secara umum, demam pada tifus disebabkan karena endotoksin yang diproduksi oleh kuman Salmonella typhii, bukan karena ususnya luka.

    2) Yang diperlukan adalah makannan bergizi tinggi, apapun jenisnya…sedangkan susunya disesuaikan dengan selera anak… gak harus pake merk tertentu.

    3) Obat panas hanya diberikan saat demam (tinggi atau gak tinggi tetap diberikan), kalo gak demam gak perlu obat demam. Sedangkan antibiotika harus dihabiskan walaupun tidak demam.

    Kalo boleh tahu, berat badan anak berapa, dan obat apa saja yang diberikan, termasuk dosisnya.
    Moga segera sembuh :)
    Makasih
    Wassalam

  662. 662 erwin September 28, 2010 pukul 11:06 pm

    Met malem, dok…
    Dok, saya kena tifus positif. Hasil tes darah menunjukkan demikian, tapi cukup rawat jalan saja. Malem ini obat saya habis. Yang jadi pertanyaan adalah:
    1. Bagaimana caranya kita tau sudah sembuh dari tifus?
    2. Apakah perlu cek darah kembali?
    3. Kenapa tubuh masih terasa lemas?

    Kondisi saya sekarang sudah normal. Misal makan-minum lancar, buang air kecil-besar normal. Sudah tidak demam, tidak mual, tidak pusing, dll. Secara keseluruhan tidak ada masalah. Hanya tubuh saya masih terasa lemas. Tapi untuk aktifitas ringan masih mampu wara-wiri sana-sini.
    Multivitamin pun sudah habis. Apakah boleh minum sangobion atau obat sejenisnya untuk memulihkan tenaga seperti ketika tubuh sehat?

    Terima kasih atas penjelasannya.

  663. 663 cakmoki September 29, 2010 pukul 2:25 am

    @ erwin:
    Met malem …
    1) Secara umum, untuk mengetahui sembuh dari tifus, bila: tidak demam, kondisi tubuh membaik, dan gak ada keluhan lain. Selain itu, dapat juga dengan cek laboratorium, yang ditandai dengan menurunnya titer aglutinin. Sedangkan untuk memastikan tidak ada kuman salmonella adalah dengan kultur (biakan) kuman…tapi yang ini gak harus… bagi dokter, yang paling penting adalah keluhan berangsur hilang dan kondisi tubuh secara umum membaik… ini merupakan penilaian klinis…adapun Lab hanya penunjang belaka.

    2) Tidak harus cek lab.. tetapi tidak dilarang kalo kepingin cek Lab.. yang penting adalah pejelasan interpretasi hasil Lab.

    3) Wajar lah.. :D Tubuh masih lemah karena dalam masa pemulihan pasca sakit…terlebih pada demam, dimana kalori banyak terkuras oleh penyakit dan upaya tubuh kita mempertahankan kondis tubuh. Sehingga ketika udah gak demam, tubuh memerlukan waktu untuk pemulihan, diantaranya mengganti sel-2 yang rusak oleh endotoksin kuman Salmonella typhii.

    Sangobion dan saudara-saudaranya boleh dikonsumsi untuk membantu pemulihan kondisi tubuh.

    Moga segera pulih kembali.
    Makasih

  664. 664 m.andri z September 30, 2010 pukul 5:03 pm

    trims jawabanya yang kmarin cak nanya lagi ni cak….. sambungan yang kmaren nih kok rasanya meriang waktu siang masih ada ya
    sekarang gejala yang aq alami
    1. badan lemes. kayak gak seimbang
    2. mudah kesemutan
    3. lidah sariawan n ada selaput putih udah 1 bulan lebih abis dari masuk Rs ga ilang ilang..
    4. tlapak tangan n kaki suka kringet dingin
    5. kalo masuk jam 8 malam rasa badan klewat ngantuk n letih
    6. otot2 yg ada d badan suka bergerak sendiri
    7. kalo nguap suka gemeteran

    kmarin tanggal 22 septmbr saya cek ke dokter pnyakit dalam trus oleh dok tsb di suruh cek ke dok. THT bwat ambil swab faring kultur..
    tanggal 29 kmarin saya k dok ter tht lagi ngasiin hasil tes nya cuma ada 3 jenis antibiotik yang udah resisten. yang lainnya masih sensitif….n kmarin saya d kasi obat anti biotik,obat mag, n kumur, trus saya d suruh cek darah lagi ” dari leukosit,trombosit,pembekuan darah,gol darah,, kalo dg dok pnyakit dlm d suruh tes darah meliputi ” H..A… dan VDR (kalo ga salah kos lupa tadi cak…? jadi ngeri nih cak..!!!!!

  665. 665 m. andri z September 30, 2010 pukul 8:01 pm

    sambungan nya cak tadi dah d ambil hasil tes darah nya
    JENIS PEMERIKSAN HASIL Nilai Rujukan
    (within range)
    DARAH RUTIN
    Hemoglobin 15.6 g/dl 13 – 18
    Leukosit 6200 sel/ul 4000 – 10000
    LED/BSE/ESR 6 mm/jam 0 – 15
    HITUNG JENIS
    Basophil 0 % 0 – 1
    Eosinophil 3 % 1 – 3
    Neutrophil Staf 2 % 2 – 6
    Neutrophil Segmen 55 % 50 – 70
    Limphosit 36 % 20 – 40
    Monosit 4 % 2 – 8

    DARAH KHUSUS
    Trombosit 229 ribu/ul 150 – 450
    Golongan darah * A *
    Rhesus Factor Positif
    BT (Bleeding Time) 1.30 menit < 6
    CT (Clotting Time) 7.00 menit < 15

    H..A… Test NEGATIF Negatif
    VDRL = RPR NEGATIF Negatif

    1. cak tolong d jelasin hasil tes darah tersbut?
    2. ada yang menghawatirin ga cak ?
    3. kalo tes tersebut dlam keadaan normal semua jadi kira2 tes ap
    yang perlu d jalanin lagi biar tau pnyakit andri cak..
    4. cak kalo otot2 d badan suka bergerak, kaki n tngan mdh
    ksemutan, badan lemes. kayak gak seimbang
    lidah sariawan n ada selaput putih udah 1 bulan lebih
    dari masuk Rs ga ilang ilang..
    tlapak tangan n kaki suka kringet dingin
    kalo masuk jam 8 malam rasa badan klewat ngantuk n letih
    kira2 di sebab kan oleh ap ya cak..?
    5. menurut cak moki andri ni kena sakit apa ?

  666. 666 cakmoki Oktober 1, 2010 pukul 2:32 am

    @ m. andri z:
    Menilik hasil Lab… gak ada satupun yang mengkhawatirkan… termasuk test untuk penyakit kelamin juga negatif :)
    Yang belum adalah Test Fungsi Hati dan Hepatitis … namun kalo dokter gak menganjurkan berarti beliau emang udah yakin tifus, tanpa penyulit penyakit lain.
    Keluhan- tersebut bisa jadi berhubungan dengan tifus yang diserita selama ini… untuk itu, menurut saya Obatnya dilanjutkan hingga habis, makan makanan bergizi, dan istirahat dalam jumlah cukup.
    Setelah obat habis, kita diskusikan lagi. Sementara itu saja sambil menunggu hasil pengobatan antibiotik,obat mag, n kumur yang diberikan dokter.
    Moga segera pulih kembali.
    Makasih

  667. 667 Jaka Oktober 1, 2010 pukul 10:28 am

    Pagi Pak Dokter yg dirahmati Allah..

    Mo numpang konsul. Anak saya Laki2 2.5 thn hari minggu siang badannya panas 38-39 tp msh ceria; Senin msh panas >39 kondisi lemas sekali maunya bobo terus, sepertinya pusing berat, mata sepertinya agak sakit krn sering dikucek2, makan susah tp tdk ada muntah/batuk/pilek, diberi Tempra 5 jam sekali (krn msh panas); Selasa suhu sdh agak turun tdk diberi tempra lagi; Rabu suhu normal, mkn normal, kelihatannya sdh mau sembuh; Kamis pagi badan kembali hangat 38-38.5 dan badan lemas lagi spt awal. Perkiraan saya dia kena DB karena siklus panasnya seperti pelana, langsung di bawa ke DSA cek darah hasilnya sbb: Hb 10.9 (13-16) ; Hematokrit 33 (40-48) ; Leukosit 5.53 (5-10) ; Trombosit 291 (150-400), Widal: semua negatif kecuali Paratyphi C0 1/80. Diagnosis DSA: Krn trombonya masih normal jd bkn DBD, Hb & Hematokrit rendah -> kekurangan zat besi, kemungkinan Typus, mo dirawat di RS atau dirmh, sy pilih di rmh, dikasih obat: Sporetik (cefixime), Naprex, Rhinofed, Comtusi, Ferlin (vitamin darah).
    Stlh saya searching2 di internet, banyak yg bilang klo widal 1/80 itu blm tentu typus, dan pola panasnya tidak seperti typus, tp lbh spt DB atau krn virus lain (klo typus katanya pola anak tanggga, makin lama makin panas). Saya belum kasih antibiotiknya karena sy takut sia2 antibiotiknya klo ini bukan typus, soalnya sy tmasuk yg hati2 sekali kasih anak antibiotik, alhamd dr lahir smp skrg belum pernah kena antibiotik krn rata2 sakitnya sembuh sendiri. Pagi ini suhunya lagi normal 36-37.5, mkn sdh mulai mau (roti&mie), tp msh minta bobo terus (mungkin msh pusing), dan ada batuk2 sedikit.
    Pertanyaan sy:
    1. Benarkah tindakan sy menahan dulu antibiotiknya untuk melihat kondisinya bs sembuh sendiri atau tidak? krn hasil tesnya belum jelas penyakitnya (kalau krn virus katany bs sembuh sendiri)
    2. Apakah ada tanda2 dia kena anemia krn Hb&Hematokrit nya rendah? Vitamin darahny hrs dminum?
    3. Kalau tnyata dia benar2 typus mungkinkah bisa sembuh sendiri tanpa antibiotik? Atau sy HARUS kasih antibiotiknya klo tnyata nanti malam badannya hangat2 lagi?

    Terima kasih banyak atas perhatiannya, moga sukses selalu..
    Jaka

  668. 668 cakmoki Oktober 1, 2010 pukul 2:59 pm

    @ Jaka:
    Terimakasih telah menyampaikan kronologisnya secara lengkap. Diskusi model begini lebih terarah dan sangat berguna bagi kita untuk mengembangkan pengetahuan.

    1) Menilik kronologi di atas, saya sependapat dengan penjenengan. Sementara menahan antibiotika, mengingat tidak ada tanda dan hasil Lab yang spesifik mengarah ke penyakit tertentu. Kebanyakan infeksi virus akan sembuh sendiri. Dan seringkali mengakibatkan penurunan trombosit (tapi tidk sampai di bawah 100.000 seperti DBD), menurunkan Hb, lekosit meningkat, hematokrot bisa normal, menurun atau naik tapi naiknya gak melebihi 20-25 % seperti pada DBD.

    2) Bukan termasuk anemia. Disebut anemia jika Hb kurang dari 9 gr%.
    Meski begitu, Ferlin dapat dilanjutkan.

    3) Kalo typus, harus pake antibiotika dan tidak bisa sembuh sendiri.
    Tes Widal hanya bisa dipercaya jika dilakukan pada minggu kedua demam, paling cepat hari ke 7 demam, atau kalo menggunakan Tubex TF, paling cepat dilakukan pada hari ke 5 demam. dan pola demam pada typus pada umumnya seperti anak tangga, makin hari makinm eningkat, bukan naik turun, dan tidak pernah normal selama minggu pertama.
    Menurut saya, dengan gambaran demam dan Lab di atas, tidak mengarah ke Typus.

    Menilik ada keluhan batuk (walau dikit), menandakan ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut, dengan bebagai variannya)… Ini diperkuat dengan pemberian comtusi dan Rhinofed oleh DSA.
    Penyebab ISPA pada umumnya virus…kecuali kalo batuknya krok-krok atau batuk disertai napas cepat, yg biasanya disebabkan kuman Hemofilus influenza (namanya ada influenza tapi bukan virus lho).
    Benar, nunggu hingga nanti malam atau besok malam… kalo masih demam, antibiotika bisa diberikan, kemungkinan ISPA oleh kuman Streptococcus atau Staphylococcus, atau mungkin bisa juga infeksi tenggorokan yg disebabkan oleh kedua kuman tersebut.

    Moga ananda segera sembuh. :)
    Makasih

  669. 669 m. andri z Oktober 2, 2010 pukul 10:10 am

    trims ya cak…. ntar di kabarin lagi perkembangannya

  670. 670 cakmoki Oktober 3, 2010 pukul 3:34 am

    @ m. andri z:
    ok, saya tunggu perkembangannya :)
    makasih telah berbagi

  671. 671 Ardi Oktober 6, 2010 pukul 10:50 am

    Assalamu’alaikum Dok, Met Pagi…
    Maaf Dok, mampir dan tanya lagi, tp agak menyimpang dari topik.

    Begini Dok…mungkin sudah sekitar sebulan ini saya merasakan pegal dan berat di leher belakang dan kepala belakang. di kepala depan juga kadang terasa pusing, dan rasa muyeng juga Dok hampir sepanjang hari. Di perut juga terasa tidak enak.
    menurut Dokter, kira2 itu merupakan suatu gejala penyakit atau bukan Dok? dan kalaupun harus cek lab, apa yg harus saya cek? dan bagaimana cara mengatasinya Dok, obat apa yg harus saya konsumsi?
    Demikian dulu Dok dari saya, sebelum dan seudahnya saya ucapkan banyak terima aksih.

  672. 672 cakmoki Oktober 6, 2010 pukul 12:34 pm

    @ Ardi:
    Wa’alaikum salam…
    Keluhan kepala dan gak nyaman di perut biasanya berkaitan dengan aktifitas sehari-hari, misalnya: kelelahan, banyak tugas, kurang tidur, dll.
    Mengatasinya cukup dengan obat-2 simptomatis (meredakan keluhan).
    Untuk keluhan kepala, dapat menggunakan pereda nyeri, misalnya: Pyronal, Panstop, dll, diminum 3×1 sesudah makan. Sebenarnya ada obat yang lebih bagus untuk meredakan tegang otot leher dan pega di kepala belakang, tapi sayangnya harius dengan resep dokter.

    Sedangkan untuk keluhan perut, cukup dengan antasid, misalnya mylanta, dll… atau dengan obat penghambat peningkatan produksi asam lambung, misalnya: famotidine 20 mg atau ranitidine 150 mg, diminum 2×1.

    Gak perlu periksa Lab… buang-buang duit aja :D
    Makasih

  673. 673 Jaka Oktober 6, 2010 pukul 1:57 pm

    Assalamu’alaikum Pak Dokter yg baik hati,

    Alhamdulillah anak saya sekarang sudah sehat wal ‘afiat.. Dengan mengikuti saran pak Dokter saya bersabar dulu tdk diminum antibiotiknya menunggu perkembangan anak saya karena gejala & hasil labnya tdk ke arah tipus, alhamdulillah panas nya tidak naik2 lagi dan benar kata pak Dokter setelah itu batuk2 dan bersin2 nya langsung keluar banyak, jd kemungkinan penyebab panasnya virus yg sembuh sendiri tanpa antibiotika. Batuk & pileknya nya pun sembuh sendiri setelah 2 hari tanpa obat apapun krn selama ini pengalaman sy klo batuk & pilek insya Allah sembuh sendiri. Jd dr semua obat yg dikasih DSA nya hanya obat panas yg saya kasih ke anak saya, yg lainnya msh tersegel rapi, buat simpenan klo nanti2 ada resep yg sama gak usah ditebus lg :)

    Saya punya satu pertanyaan yg waktu itu lupa sya tanyakn, kalo tes dengan TUBEX itu hanya mendiagnosa penyakit Typhus atau juga Parathypus? Krn klo gak salah kumannya beda tipe..

    Sekali lagi terima kasih karena telah memberikan saran2 & solusi yang sangat menenangkan dan membantu sy dalam menghadapi anak yg sedang sakit, semoga pak Dokter selalu diberikan ilmu yg bmanfaat bagi smua..

    Wassalam..
    Jaka

  674. 674 Ardi Oktober 6, 2010 pukul 2:58 pm

    Terima kasih banyak Dok untuk informasinya.

    “Sebenarnya ada obat yang lebih bagus untuk meredakan tegang otot leher dan pegal di kepala belakang, tapi sayangnya harus dengan resep dokter.”

    dan sekali lagi maaf Dok, kalo boleh tau apa nama obat yg harus pake resep dokter itu ya Dok? dan apakah itu juga bisa untuk pusing kepala dok?
    dan satu lagi Dok, dengan kondisi saya skrg, apakah boleh mengkonsumsi enzyplex atau vitazym?

    Wassalam,
    Ardi.

  675. 675 cakmoki Oktober 6, 2010 pukul 3:05 pm

    @ Jaka:
    Wa’alaikumsalam…
    Alhamdulillah, saya ikut senang mendengarnya…bukan saja kesembuhan ananda, tapi juga diskusi kita. Dalam praktek sehari-hari, kadang tidak mudah membedakan antara infeksi kuman dan infeksi virus. Hal ini juga diakui oleh para ahli yang berpengalaman sekalipun. Karenanya, feedback dari para pasien atau orang tua pasien sangat diperlukan untuk pengobatan yang optimal, dan untuk kemajuan ilmu pengetahuan tentunya.

    Tentang Tubex TF, benar…sejauh ini untuk alat bantu mendiagnosa Typhus.

    Terimakasih telah berbagi, dan atas support serta do’anya…demikian sebaliknya, semoga penjenengan sekeluarga sehat selalu.
    Wassalam

  676. 676 cakmoki Oktober 6, 2010 pukul 3:13 pm

    @ Ardi:
    contohnya: hedix, neurodial, analsik … :D
    Enzymplex atau vitazym boleh dikonsumsi kapanpun, karena isinya hanya enzym pencernaan dan obat kembung.
    Makasih
    Wassalam

  677. 677 Ardi Oktober 7, 2010 pukul 9:36 am

    Sekali lagi terima kasih banyak Dok untuk informasinya. Dan semoga Dokter Cakmoki ga bosen menjawab pertanyaan dari saya lagi.
    oh iya Dok, ngmng2, berapa dosis untuk minum Enzyplex atau Vitazym tersebut, sesudah atau sebelum makan?
    Terima kasih Dok.
    Wassalam.

  678. 678 cakmoki Oktober 7, 2010 pukul 12:57 pm

    @ :
    Dosis Enzyplex atau Vitazym adalah 3×1, idealnya diminum bersama makan karena mengandung enzym. Kalo gak biasa minum obat bersama makan, boleh diminum sesudah makan
    Makasih juga telah berbagi.
    Wassalam

  679. 679 Ardi Oktober 8, 2010 pukul 10:35 am

    Terima kasih banyak Dok untuk informasinya yg sangat berharga.
    Dan demikian dulu dari saya, sebelum dan sesudahnya saya ucapkan sekali lagi banyak terima kasih. dan juga semoga Dokter Cakmoki ga bosen untuk menjawab pertanyaan2 dari saya berikutnya.
    wassalam,

  680. 680 cakmoki Oktober 8, 2010 pukul 3:27 pm

    @ Ardi:
    Sama-sama … terimakasih juga telah berbagi.
    Wassalam

  681. 681 Dzikri Abdi Setia Oktober 8, 2010 pukul 8:30 pm

    Saya tidak pernah tahu ada dokter yang membuka konsultasi online macam gini, Salut dok!! andaikata semua dokter seperti anda yang tidak pelit menularkan ilmu, semoga anda mendapat ilmu yang lebih banyak lagi sehingga bisa berbagi lebih banyak lagi. Terimakasih….

  682. 682 cakmoki Oktober 9, 2010 pukul 1:14 am

    @ Dzikri Abdi Setia:
    Banyak koq yang berkenan menyediakan konsultasi online, bahkan ada beberapa para spesialis yang meluangkan waktunya untuk konsultasi online…. Saya malah termasuk terlambat…hehehe.
    Terimakasih atas supportnya dan juga kunjungannya.

  683. 683 susan Oktober 13, 2010 pukul 12:02 am

    Malam, dok
    Mau tanya dok, 2 mg kemarin anak saya demam. sesudah 3 hari saya bawa ke dokter dan cek lab. Trombosit nya turun dan hasil widal S.Parathypi 1/160 positif.Anak saya dirawat dirs selama 3 hari, karena saya repot anak saya dibawa pulang. Saat itu kondisinya disertai diare dan kembung. Sekarang panasnya udah turun, sudah tidak kembung dan tdk diare tp belum BAB aja udah 5 hari.Berat badannya turun dan lidahnya masih putih, yang ingin saya tanyakan apakah anak saya betul2 tipes? gmn caranya biar BABnya lancar? Bolehkah mengkonsumsi pepaya? makasih sebelumnya

  684. 684 susan Oktober 13, 2010 pukul 12:20 am

    Malam, dok
    Mau tanya dok, 2 mg kemarin anak saya demam. sesudah 3 hari saya bawa ke dokter dan cek lab. Trombosit nya turun dan hasil widal S.Parathypi 1/160 positif.Anak saya dirawat dirs selama 3 hari, karena saya repot anak saya dibawa pulang. Saat itu kondisinya disertai diare dan kembung. Sekarang panasnya udah turun setelah 7 hari, sudah tidak kembung dan tdk diare tp belum BAB aja udah 5 hari.Berat badannya turun dan lidahnya masih putih, yang ingin saya tanyakan apakah anak saya betul2 tipes? gmn caranya biar BABnya lancar? Bolehkah mengkonsumsi pepaya? makasih sebelumnya

  685. 685 cakmoki Oktober 13, 2010 pukul 1:47 am

    @ susan:
    Met malam…
    Menilik kronologis dan Widal yang positif tapi kurang dari 1/200, berarti bukan tipes.
    Lidah putih bukan menandakan tipes…seseorang yg demam (oleh penyakit apapun) dan gak mau makan rata-rata lidahnya putih.
    Supaya BAB nya lancar, dapat makan pepaya atau menggunakan obat Microlax.
    Makasih

  686. 686 arief Oktober 16, 2010 pukul 5:56 pm

    dok….apa penderita typus or yang baru gejala aja harus bedrest??yang dimaksud dengan bedrest tu gimana? thx ditunggu jawabannya

  687. 687 arief Oktober 16, 2010 pukul 6:03 pm

    maap maksudnya bedrest itu apa harus tidurannn melulu di tempat tidur, sampe kata kaka saya ga boleh turun ranjang soalnya nanti panasnya naek lagi…thx dok

  688. 688 cakmoki Oktober 17, 2010 pukul 1:35 am

    @ arief:
    Yang dimaksud bedrest pada penderita types adalah opname di RS dengan tujuan agar dapat istirahat dan perawatannya terpantau secara teratur. Itupun kalo kondisi tubuh bener-2 lemah.
    Tentu boleh turun dari tempat tidur kalo pas mau mandi, dll.
    Selain itu, bedrest dapat juga dilakukan di rumah jika kondisi tubuh tidak terlalu lemah.
    Cara seperti ini bukan hanya berlaku pada penderita types atau seseorang dengan dugaan typus, namun juga bagi penderita penyakit lain yg memerlukan istirahat dan perawatan.

    Jaman dahulu kala, perawatan types emang diharuskan bedrest total, tapi dengan makin berkembangnya pengetahuan dan obat-obatan, perawatan types tidaklah sekaku kayak jaman dulu.
    Makasih

  689. 689 m.andri z Oktober 17, 2010 pukul 12:53 pm

    assalam mualaikum cak dokter…
    balik lagi nih.. kmarin tanggal 12 okt 2010 saya ngejalanin MCU dan kebanyakan hasilnya normal..hasil lab nya
    HEMATOLOGI
    DARAH RUTIN
    hemoglobin 16.8 g/dl(13-18)
    leukosit 7500 sel/ml (4000-10000)
    LED/BSE/ESR 2 mm/jam (0-15)
    eritrosit 5.6 juta/mL (4.5 – 6.5)
    Paket Darah Rutin
    Hitung jenis
    Basophil 0% (0-3)
    Eosinophil 4% (1-3) OUT OF RANGE
    Neutrophil Staf 2% (2-6)
    Neutrophil Segment 56% (50-70)
    Limphosit 32% (20-40)
    Monosit 6% (2-8)
    DARAH KHUSUS
    Malaria / DDR (slide)
    Plasmodium Falciparum (tdk ada)
    Plasmodium Vivax (tdk Ada)
    KIMIA DARAH
    FAAL HATI
    SGOT/ASAT 18 U/L (10-34)
    SGPT/ALAT 23 U/L (9-43)
    Bilirubin Total 1.1 mg/dl (0.1 – 1.1)
    Bilirubin Direct 0.3 mg/dl (0.1 – 0.4)
    Bilirubin Indirect 0.8 mg/dl (0.2 – 0.7) OUT OF RANGE
    FAAL GINJAL
    Creatinin Serum 0.9 mg/dl (0.6 – 1.5)
    Uric Acid (asam urat) 5.9 mg/dl (3.4 – 7)
    LEMAK
    Cholesterol Total 232 mg/dl (150 – 200) OUT OF RANGE
    KIMIA DARAH I
    Glukosa Puasa / BSN Reduksi 87 negatif mg/dl (70-110)
    Glukosa2 jam PP / BSPP Reduksi 100 negatif mg/dl (70-140)
    IMMUNOLOGI
    HBs Ag (elisa) negatif
    Anti HBs (elisa) negatif
    SEROLOGI I
    A..H negatif
    VDRL = RPR negatif
    Salmonella IgM typhi negatif
    Urinalisa Normal semua
    FAECES RUTIN / LENGKAP
    Makroskopis
    Konsistensi lunak
    Warna Coklat
    Lendir Positif OUT OF RANGE
    Mikroskopis
    Leukosit 0/LPB (<=6)
    Eritrosit 0/LPB (<=2)
    Kista Negatif
    Trophozoit negatif
    Jamur negatif
    Bakteri (++) Pos OUT OF RANGE
    Fat negatif
    Telur Cacing negatif
    USG NORMAL SEMUA
    FOTO THORAX NORMAL
    ECG NORMAL

    Kesimpulan
    1. PEROKOK
    2. tekanan darah Normal
    3. Hypercholesterolemia(=232 mg/dL)
    4. Stomatitis(sariawan)

    Anjuran dan pencegahan
    1. Stop Merokok
    2. Diet Rendah Koles terol
    3. konsul k Dokter u/ Sariawan
    4. Olahraga teratur 3-4 kali 1 minggu

    nah cak kmudian saya k dokter SP.pd dan saya kasiin k dokter itu trus dia bilang dari hasil tes MCU itu kebanyakan normal cuma kolesterol nya aja tinggi…, saya tannya k dokter itu dok saya nih sakit apa!!! dia jelasin dari awal saya konsul ke dokter itu dari sejak saya keluar dari rumah sakit waktu tipes kmarin skitar 3 bulan yang lalu n setelah kamu keluar 2 kemudian kamu demam lagi pas d cek widal ternyata negatif,trus cek H..A negatif trus obat yang saya kasih juga gak mempan pas tes resistensi kultur ada beberapa bakteri yang resisten..jadi kamu merasa bingung kamu tuh sakit apa dan saya juga bingung kamu sakit apa kesimpulannya kamu coba bawa sehat aja olah raga….
    trus saya bilang ke dokter itu dok apa sebab kesemutan yang ad d punggung,tangan,dan kaki saya jawab dokter itu karna koles terol aja…trus saya d asih obat ranitidin, obat tidur, obat sariawan,

    cakmoki trus trang saya masih pnasaran dgn penyakit yang saya alami dan dokter pun masih blm tahu saya sakit apa… skarang ini yang saya rasain badan masih lemes melayang, punggung sebelah kiri,kaki,dan tangan mudah kesemutan, Otot d tubuh saya sering bergerak sendiri ,lidah masih putih dan sariawan gak ilang2 dari kena tifus kmarin, trus di tungkuk kepala dan kepala suka nyeri2, mudah haus dan tenggorokan kering pedih n suka gatal dan saya sering buang angin cak.. yang pngen saya tanyain…????

    1. Apa pendapat cak moki ttg hasil lab yang out of range tsb n apa pengaruh nya..?
    2. dari gejala yang saya alami sekarang menurut cak moki di sebabkan oleh bakteri apa Virus cak, tolong d jelasin cak sebab2 dari gejala saya tsb???
    3. cak dari gejala yang saya alami sbaiknya konsul k dokter bagian apa lagi..? ada suster kmarin nyarani k dok. saraf..
    4. menurut cak tes apa lagi yang perlu saya jalani biar saya tau apa pnyebab sakit saya ini….. ada ga cak (cek yang ngetahui sluruh pnyakit kita melalui darah aja)…???

    tolong dijawab ya cak…maaf low kpanjangan nanya nyacak.. trims sebelumnya…

  690. 690 Ocha Oktober 17, 2010 pukul 10:32 pm

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

    Alhamdulillah,,
    Pertama,, b(^__^)d buat dokter deh.. :)
    Yang telah bersedia meluangkan waktu untuk konsultasi online seperti sekarang..
    Semoga semakin sukses ya, Dok.. ^^

    Kedua dok,,
    Ini hasil lab saya,,
    WIdal
    S. typhi o : (+) 1/320
    S. paratypu AO : (+) 1/80
    S. typhi H : (+) 1/80
    S. paratyphi AH : Negatif

    Ini adalah hasil saya periksa pada hari ke-4, dimana sebelumnya saya merasakan badan panas dingin sampe menggigil dok..

    Ketika pada hari ke-2, saya mengalami flu, demam, kepala pusing, badan menggigil panas dingin dok, lalu saya datang ke POLI umum dan diberi obat nodrof, antibiotic, dan vitamin.

    Tetapi ketika hari ke-4 saya merasa tidak ada perubahan, saya memriksakan darah ke lab dan hasilnya seperti di atas,,
    kemudian saya diberitahu bahwa saya terkena typhus,, :(

    Saya diberi resep obat, paracetamol dan biothicol,, dan jika nanti kondisi masih belum ada perubahan, saya diminta untuk dirawat inap saja.. Obat tersebut saya konsumsi.

    Saya sempet khawatir dok,, dan ketika teman ada yg memberi anjuran untuk membeli pil cacing, jus kurma, sampai air rebusan akar pandan sd campur dgn gula batu,, semuanya saya ikutin dok,, :D

    Dan ini hari ke-6 dok, malam ini, saya memang tidak merasakan badan menggigil, dan kepala tidak lagi terlalu pusing, hanya saja masih flu (hidung mampet), tetapi seharian ini keringat dingin keluar ga berhenti2 dari tadi pagi dok..

    Saya minta saran dan nasehatnya dok,,
    Terimakasih banyak dokter.
    ^__________^,,

  691. 691 cakmoki Oktober 18, 2010 pukul 12:44 am

    @ m.andri z:
    wa’alaikum salam…
    1) Dari keluhan dan hasil lab, bisa dikatakan normal semua kecuali kolesterol dan lemak. Fungsi hati dan ginjal normal..
    Kalo saya gak bingung :D

    Lha sakitnya stomatitis gitu… tentu saja stomatitis aftosa yang lama akan menyebabkan lidah putih, gak nyaman di tenggorokan dan lemas soalnya makan gak enak.
    Sebagian penyebab stomatitis dipicu oleh cemas dan stress. adakalanya stomatitis berlangsing hingga lebih sebulan.
    Selengkapnya tentang stomatitis, silahkan baca artikel di blog ini pada link berikut:
    http://cakmoki86.wordpress.com/2009/02/04/sariawan/

    2) Faeces yg hasilnya ada bakteri adalah hal yang normal. Bakteri tersebut namanya E.coli… dan kita semua punya bakteri jika diperiksa faecesnya. Bakteri E.coli adalah bakteri non patogen artinya gak menimbulkan penyakit. Beda jika bakterinya bakteri patogen, tapi menurut saya bakteri di faeces tsb bukan patogen mengingat hasil Lab semua normal.

    3) Bener…untuk keluhan kesemutan, dapat periksa ke dokter neurologi…belum tentu kelainan lho..karena kesemutan (parestesia) tidak serta merta menunjukkan penyakit tertentu.

    4) gak ada lagi test yang perlu dilakukan :)

    Moga segera pulih kembali.
    Makasih

    @ Ocha:
    Wa’alaikumsalam warohmatullahi wa barokatuh…
    seperti penjelasan saya sebelumnya bahwa tes widal hanya dapat dipercaya hasilnya jika dilakukan pada minggu kedua. Jika setelah diberi obat trus panasnya turun pada minggu pertama, boleh jadi bukan tipes.
    Adapun Lab widal bisa aja positif tinggi jika seseorang pernah terpapar kuman salmonella typhi dan tubuhnya membentuk aglutinin sebagi reaksi terhadap endotoksin si kuman.
    Kadar aglutinin tersebut bisa menetap dalam jangka lama walaupun tidak sakit dan tidak ada kuman Salmonella typhi.

    Menurut saya, gak usah macem-2 pake pil cacing segala…walaupun sakit dan panik, jangan sampai kehilangan akal sehat…maaf :D

    Jika masih mampet, bisa ditambahkan obat pilek-hidung buntu-besin, misalnya: lapifed, diminum 3×1 bersama dengan paracetamol dan biothicol.
    Belum tentu tipes lho… bisa juga flu.
    Namun, apapun sakitnya, kalo kondisi tubuh masih bagus, gak peru opname….buang-2 duit :D
    moga segera sembuh.
    Makasih
    Wassalam

  692. 692 adi nusa Oktober 18, 2010 pukul 10:01 pm

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Salam kenal,
    Terima kasih atas blog yg om dokter buat. Tanya Jawab tentang typus sangat memberikan pencerahan tentang typus untuk saya orang awam. Semoga om dokter diberi kesehatan dan berkah yang melimpah untuk kebaikan hati om dokter berbagi pengetahuan dengan kami orang awam. Mungkin nanti lain waktu saya boleh ikut nimbrung tanya ya om dokter….
    salaam,

  693. 693 cakmoki Oktober 19, 2010 pukul 12:27 pm

    @ adi nusa:
    Wa’alaikumsalam warohmatullahi wa barakatuh…
    salam kenal…
    Terimakasih atas supportnya dan juga kunjungannya… tentu boleh nimbrung dan kita saling berdiskusi untuk pembelajaran kita bersama, termasuk saya :)

    wassalam

  694. 694 ujiek Oktober 19, 2010 pukul 4:24 pm

    halo dokter.

    Mau tanya tentang Thiamphenicol dan domperidone.
    Amankah dikonsumsi ibu menyusui.

    Saya demam 1 hari sembuh.
    Mual dan muntah sampai hari ke 4.
    Kepala sakit, leher dan Badan pegel2 sampai hari ke 4
    hari kedua, ketiga dan keempat masih suka keluar keringat dingin.
    Hari ke 5 saya baru ke dokter karena mual dan muntahnya belum sembuh.

    Saya dinyatakan curiga typhus setelah tes lab “Widal”
    Paratyphus + 1/320.

    Kemudian diberi obat seperti y saya sebutkan diatas.
    dan saya sudah bilang kalo saya menyusui.
    Kata dokternya kalo obat itu tidak di keluarkan di ASI tapi dikeluarkan lewat air kencing.

    Tapi obat belum saya minum karena setelah saya browsing di internet obat2 itu tidak terbukti keamanannnya thd ibu hamil dan menyusui.

    Tapi sebelum minum obat, kok gejala2 sakit di atas sudah berkurang…
    tinggal mual saja terutama setelah makan…tapi sudah mendingan..tidak muntah lagi.

    Apakah saya harus minum obat itu?
    Ataukah ada obat lain y lebih aman?
    Apakah dengan tidak meminum obatnya tidak apa2?

    terima kasih dokter

  695. 695 cakmoki Oktober 20, 2010 pukul 12:11 am

    @ ujiek:
    Thiamphenicol dan Domperidone adalah obat ” Kategori B ” yang artinya aman pada kehamilan dan menyusui.
    Kalo sudah sembuh, gak usah minum obat tersebut dan gak perlu minum obat yang lain…namun kalo masih mual, cukup dengan minum domperidone.

    Widal adalah tes jaman Ken Arok :D … so, pemeiksaa widal sebelum seminggu tidak dapat dipercaya hasilnya… terlebih kalo belum seminggu udah gak demam…bisa dikatakan bukan typhus… tapi kalo hanya curiga gak papa…namanya juga curiga.
    Selengkapnya tentang tes widal, silahkan baca diskusi-2 sebelumnya (kalo sempat)
    Moga segera pulih kembali.
    Makasih

  696. 696 m.andri z Oktober 21, 2010 pukul 10:53 am

    assalamualaikum cak
    trims atas jawabanya
    jadi menurut cak saya menderita stomatitis aftosa
    trus cak masalah kecemasan kayak nya iya saya suka cemas n takut pikiran tersebut datang sendiri cak gak tau tiba aja… misal nya kmaren saya baca buku ttng alam kubur trus saya merasa takut dan tiba2 bdn saya tambah lemes cak…?? trus mnurut cak saya lemes karna gak enak makannya, tapi cak saya nafsu trus makannya banyak malah…oh iya cak masalah otot d tubuh saya yang suka berkedut sendiri itu kenapa??? dan penyebab saya suka kesemutan di punggung sebelah kiri,tangan,dan kaki itu apa cak? trus rasanyeri di tungkuk dan kepala(urat kencang),mulut kering n mudah haus itu apa trmasuk pengaruh aftosa cak…?
    apa saya memungkinkan kena gejala stress cak..?
    mnurut cak pengobatan yang bagai mana yang harus saya lakukan??

  697. 697 cakmoki Oktober 21, 2010 pukul 4:38 pm

    @ m.andri z:
    Wa’alaikum salam…
    Keluhan-2 tersebut bisa disebakan banyak faktor… gak mesti karena penyakit. Bisa juga karena cemas yang berlebihan sehingga menimbulkan beragam keluhan yang tak kunjung henti… keluhan fisik yang dipicu oleh kecemasan atau stress disebut dengan : psikosomatis.. keluhannya bisa dari ujung kepala hingga ujung kaki. :D … sebenarnya gak bahaya tapi tentu sangat mengganggu.
    Untuk itu, menilik bahwa penjenengan mudah cemas hanya gara-2 baca buku alam kubur, gak ada salahnya konsultasi ke psikolog atau psikiater untuk melawan rasa cemas tersebut… adapun untuk mengobati keluhan fisiknya mudah, yang penting menghilangkan lebih dahulu faktor kecemasan .
    Moga sehat selalu
    Makasih

  698. 698 Felix Oktober 21, 2010 pukul 8:44 pm

    Selamat malam,

    salam kenal smua..

    saya mau tanya dok..
    ini saya hari minggu (17/10) kmarin sakit panas disertai dengan perut mual..sepertinya kecapekan karena abis ngurus event + tanding basket.

    saya pergi ke dokter d kasi obat maag (yang warna hijau dan dmakan stgh jam sebelum makan), satu obat putih kecil yang dmakan sesaat sebelum makan, dan satu lagi obat penurun panas.
    Kata dokter yang memeriksa, itu smua harus dihabiskan, dan harus cek lagi kesana klo memamng keadaan masi panas..

    Hari senin demam sudah turun tetapi perut masi mual / kembung…
    obat penurun panas tetap saya makan sesuai saran dokter, tapi hari rabu kepala saya malah sakit nyut-nyutan hebat (terutama saat jantung berdetak, makin kencang makin sakit), perut juga tetap tidak ada perubahan walaupun obat rutin dimakan..
    Akhirnya rabu malam saya ke dokter, d kasi obat Bufantacid (sebelum makan), Dexycol 500 (4×1) , Tidifar 200 , dan 3 obat lain (3×1) yang sepertinya antibiotik dan untuk menurunkan panas..

    Keadaan skrg (21/10) malam, kepala sudah agak mendingan, namun nyut-nyutan masi terasa klo detak jantung agak keras, perut sudah lumayan, panas juga sudah turun,,

    1. Kira2 saya kena penyakit apa yah dok?
    2. Apa perlu cek darah lagi?
    bulan lalu baru kena DBD ringan, tidak drawat drumah sakit, karena trombosit masi hampir mendekati normal…

    3. Apa penyebab sakit kepala nya ya dok? apa karena saya terus memakan obat penurun panas walaupun demam sudah turun?

    Terima Kasih banyak dokter
    Sukses Selalu

  699. 699 cakmoki Oktober 21, 2010 pukul 11:38 pm

    @ Felix:
    Selamat malam…
    Bufantacid, adalah antasida atau obat maag
    Dexycol adalah antibiotika golongan tiamfenikol
    Tidifar adalah simetidin untuk mengahambat peningkatan produski asam lambung
    3 obat lain : gak tahu :D … lha gak ada namanya

    1. Keluhan tersebut banyak kemungkinannya… namun nampaknya ada gangguan pencernaan…makanya diberi bufantacid dan tidifar.
    Untuk sakit kepala, kalo masih belum reda, dapat menggunakan panstop atau pyronal.. kalo yang lebih kuat seperti Neurodial dan analsik (kombinasi metampiron dan penennang ringan sekaligus meredakan jantung berdebar) harus pake resep dokter.

    2. Kalo sudah membaik, gak perlu cek darah

    3. Sakit kepala dapat disebabkan banyak faktor… bisa saja berhubungan dengan keluhan lambung, dan bisa juga akibat demam.
    Obat demam dapat berfungsi sebagai pereda sakit kepala. Namun jika masih belum membaik, silahkan ganti dengan yg saya rekomendasikan pada jawaban no:1.

    Saya ingin mengomentari ini:
    bulan lalu baru kena DBD ringan, tidak drawat drumah sakit, karena trombosit masi hampir mendekati normal…
    Gini… kalo trombosit turun tapi masih di atas 100.ooo, pasti bukan Demam Berdarah….
    Contoh; misalnya trombosit 110.000: bukan demam berdarah… bukan juga demam berdarah ringan… apalagi kalo di atas 150.000, sudah pasti bukan Demam berdarah
    Biasanya penyakit-2 karena infeksi virus akan menurunkan trombosit.
    Maaf, saya terpaanggil untuk mengoreksi ini supaya bangsa kita tambah pinter dan gak mudah diapusi dokter … hahahaha

    Makasih

  700. 700 Felix Oktober 22, 2010 pukul 7:06 am

    Terima kasih dok balesannya,,

    soalnya dianogsa dokter mengatakan saya positif DBD, diliat dari hematokritnya juga :D
    Waktu itu trombosit sekitar 115.000 kl tidak salah hehe..

    Sekarang demamnya sudah turun, apa masih harus terus dikonsumsi obat penurun panasnya?
    Apakah mungkin penyakit tersebut dkarenakan kecapekan?

    Sekali lagi terima kasih dokter..

  701. 701 cakmoki Oktober 24, 2010 pukul 11:09 am

    @ Felix:
    Dikatakan DBD jika:
    Trombosit < 100.000 dan Hematokrit meningkat lebih dari 20 %. Namun pada kenyataannya, penurunan trombosit di bawah 100.000 tidak selalu diikuti peningkatan hematokrit di atas 20%.
    Inilah gunanya diskusi :D

    Kalo udah ga demam, obat penurun panas dapat dihentikan.
    Kecapekan hanya pemicu, bukan penyebab… bisa jadi kondisi tersebut dipicu oleh kecapekan sehingga mudah terserang infeksi.
    Moga segera pulih kembali dan sehat selalu.
    Makasih :)

  702. 702 Felix Oktober 24, 2010 pukul 8:06 pm

    Terima Kasih dok,,

    Syukurlah keadaan sudah membaik skrg,,
    segala2nya udah bagus cuman perut yang tetep aja kembung ga tau kenapa..

    Sekali lagi Terima kasih cakmoki~

  703. 703 cakmoki Oktober 24, 2010 pukul 10:43 pm

    @ Felix:
    syukurlah kalo dah membaik…
    Untuk kembungnya dapat ditanggulangi dengan Pankreoflat atau enzymplex, diminum 3×1 hingga kembungnya hilang.
    Moga segera pulih kembali
    Makasih

  704. 704 bondan Oktober 27, 2010 pukul 8:34 pm

    Mlm dok
    searching artikel ttg typus nemu thread ini.. saya mo tanya dok
    hari jmat kmn bdn saya terasa lemas, lalu dihari sabtunya saya demam ringan terus saya coba minum stopcold siang hari, hari minggu pagi sudah hilang,, namun diminggu malam demam datang kembali sampai hari senin pagi saya langsung ke dokter krn merasa lemas dan pusing, setelah dites darah hasilnya :

    HEmatologi
    Hemoglobin 13,7
    Lekosit 6,000
    hematokit 41
    trombosit 360.000

    WIDAL
    salmonella Typhi H -/negatif

    salmonella Typhi AH -/negatif

    salmonella Typhi BH -/neg

    salmonella Typhi CH -/neg

    salmonella Typhi O -/neg

    salmonella Typhi AO -/neg

    salmonella Typhi BO -/neg

    salmonella Typhi CO +/pos1/160

    nah setelah itu diberi resep dokter :
    chliramphenrol
    paracetamol
    enervon c
    neurobion

    untuk 3 hr minum.. dihari kedua yaitu sekarang saya kok merasa masih pusing lemes dan agak anget ya dok, apakah saya masih terinfeksi? atau saya harus teh darah kembali.

    mohon pencerahaanya

  705. 705 cakmoki Oktober 28, 2010 pukul 12:37 am

    @ bondan:
    Met malam …
    Dari keluhan dan hasil Lab gak ada yang spesifik.. bisa saja hanya karena virus. Salah satu tes Widal yg positif bukan berarti typhus karena tidak memenuhi syarat untuk diagnosa typhus (silahkan baca lagi diskusi-2 sebelumnya). :)
    Menurut saya gak perlu tes darah lagi, karena hasilnya gak akan beda jauh. Cukup dengan melanjutkan obat yang dari dokter.
    Sedangkan untuk mengatasi lemasnya dengan istirahatdan makan makanan bergizi.
    Moga segera sembuh.
    Makasih

  706. 706 bondan Oktober 28, 2010 pukul 8:48 am

    pagi dok

    kesimpulanya hasil positif 1/160 itu tidak valid ???
    jadi kenapa saya lemes dan meriang dok? oh ya kira2 dok saya harus istirahat berapa lama apa yg harus dilakukan? saya baca diskusi diatas kok lebih dari 1 mggu, padahal saya harus bekerja,.

    terima kasih

    bondan

  707. 707 cakmoki Oktober 28, 2010 pukul 2:39 pm

    @ bondan:
    Met siang
    Tidak memenuhi syarat… Diagnosa typhus ditegakkan bila :
    1. Demam yang makin meninggi mulai hari petama hingga hari ketujuh (walaupun diobati), kemudian demam menentap atau menurun pada minggu kedua disertai berkurangnya keluhan..
    2. Menurunnya gerakan usus dan relatif bradikardi (denyut jantung melambat, padahal pada demam yg lain biasanya denyut jantung meningkat).
    3. Lidah kotor kecoklatan (bukan berwarna putih).
    4. Tes Widal dilakukan pada minggu kedua dengan nilai > 1/200 dan meningkat 2-4 kali lipat pada konfirmasi 4 hari berikutnya.
    yang lebih peka adalah Tes Tubex T dimana dapat dilakukan lebih cepat, yakni pada hari ke 5 demam.
    Lha kalo dari syarat pertama saja udah gak memenuhi syarat, yakni demam menurun sebelum seminggu, jelas gak memenuhi syarat kan?
    lagi pula, tes Widal akurasinya hanya 30 % dan udah ketinggalan jaman.. itu mah, tes jaman Ken Arok … :D

    Kalo bener typhus, mestinya istirahat sekitar seminggu.. tapi saya kan gak mengatakan penjenengan typhus. Lha yang bilang typhus kan bukan saya.

    Makasih

  708. 708 bondan Oktober 29, 2010 pukul 8:28 pm

    terima kasih atas penjelasanya cak..
    setelah saya kembali kedokter katanya saya tidak perlu untuk cek ulang darah.

    akhirnya saya dikasih obat magasida, cdr dan neurobion

    malamnya kok malah tenggorokan saya terasa panas ya dok? atau jgn2 justru bukan gejala tipes melainkan radang tenggorokan.

    oh ya BAB saya lancar.

    terima kasih

  709. 709 cakmoki Oktober 30, 2010 pukul 12:18 am

    @ Bondan:
    bisa jadi begitu :)
    Bisa juga karena pengaruh peningkatan produksi asam lambung.
    Untuk iu, jika rasa panas di tenggorokan disertai rasa gak nyaman di lambung or ulu hati, CDR nya sementara ditunda..sedangkan yang lain dilanjutkan.
    Moga segera pulih kembali
    Makasih

  710. 710 m.andri z November 2, 2010 pukul 10:45 am

    assalamualaikum cak…
    balik lagi nih…kmaren saya konsul k psikiater trus saya d tanya keluannya apa?? ya saya jawab keluhannya masih seperti pertanyaan yg sudah pernah saya post di blog ny cak di atas..
    saya cerita…kalo 3 bln yg lalu saya kna tipes trus..kta dokter kamu mudah cemas..ga..ia dok saya jwb..dari gejala kamu skrng kmu bukan tipes..trus dia liat dri keluhan saya itu dia nanya saya pernah pke obat ga..sya jwb jujur ia…n dok saya pernah ngalami ilusi tepat ny 1 minggu sblm saya tipes itu.dlm ilusi itu saya dihantui rasa kematian dok…rasanya saya ampe skrng msh kebayang mslh itu….kamu kurang tidur pas sblm make itulah kamu ilusi,,,,n saya ngerasa omongan dokter itu bener cak…nah cak smlm saya d kasi obat NEUROMED 5000,ULTRACET,n 1 lg Obat Racikan cak…tolong jelasin cak obat ap aja th…?? tensi saya smlm agak turun 105..kta dok ter
    nah cak sariawan n keluhan fisik yg saya alamin ini apa sebab dari stress akibat ilusi itu cak??
    trus gimana menurut cak tuk ngilangin pikiran2 kecemasan (yg gak tau dari mana dateng nya )tuh cak…? cos saya udah nyoba olah raga,nyantai,nonton.ngobrol..tp rasanya blm ada prubahan…
    nah cak saya mau nanya dari hasil LABOR yg kmarin yg sdh pernah saya post d blog ny cak yang
    1.Eosinophil 4% (1-3) OUT OF RANGE….
    2.Bilirubin Indirect 0.8 mg/dl (0.2 – 0.7) OUT OF RANGE
    3.Cholesterol Total 232 mg/dl (150 – 200) OUT OF RANGE
    tlg d jlasin apa sebab no.1dan2 itu jadi berlebih dari normal n bahaya ga tuh cak…n kalo yg no 3..th termasuk kolstrol ringan ya cak…
    maaf cak bnyak nanya…

  711. 711 cakmoki November 3, 2010 pukul 12:20 am

    @ m.andri z:
    Wa’alaikum salam…
    Sariawan dan keluhan-keluhan yang lain sangat mungkin berhubungan dengan cemas or ilusi yang dialami.
    Neuromed isinya Vit B1,B6,B12..yang berfungsi untuk meredakan kram, kesemutan dan memperbaiki fungsi otot-2.
    Ultracet isinya kombinasi tramadol dan acetaminofen, untuk meredakan segala macam nyeri, pegal, sakit kepala, tegang leher, dll..dll.
    Sedangkan racikan gak tahu isinya..bisa jadi kombinasi untuk membantu meredakan kecemasan.

    Tentang hasil Lab… tanda ( * ) pada lembar hasil adalah setting progrm komuter yang otomatis akan muncul jika angkanya diluar range. Gak selalu menandakan kelianan dan gak selalu menandakan gangguan organ tubuh.. bergantung pada hasil pemeriksaan fisik dan keluhan masing-masing orang.
    Eosinofil, jika meningkat, pada umumnya berhubungan dengan bakat alergi, misalnya: suka gatal kulit, rhinitis (pilek-bersin-hidung mampet), dan berbagai bentuk alergi lainnya.

    Bilirubin Indirect 0.8 mg/dl (0.2 – 0.7) meningkat hanya sedikit, biasanya karena kondisi tubuh menurun, kurang tidur, dll.

    Cholesterol Total 232 mg/dl (150 – 200) juga naik sedikit… untuk menurunkannya terutama dengan :
    a) mengurangi (bukan dilarang lho) makanan yang mengandung kolesterol tinggi, misalnya: jeroan, kepiting, udang, dll.
    b) olah raga yang bersifat aerobik secara teratur

    Secara umum, menurut saya gak masalah dengan hasil Lab.
    Makasih

  712. 712 m.andri z November 3, 2010 pukul 7:54 am

    makasih banyak atas penjelasannya…..cak dokter…
    smoga tambah sukses ya cak…=)

  713. 713 cakmoki November 3, 2010 pukul 3:17 pm

    @ m.andri z:
    makasih juga telah berbagi… moga sehat selalu :)

  714. 714 indie November 6, 2010 pukul 1:31 am

    slmt mlm..
    ayah saya juga baru priksa lab..
    hasil pemeriksaan KIMIA..
    -GOT 46,hasil rujukan <33
    -GPT 68,hasil rujukan <50
    -Gamma GT 606,hasil rujukan 11-49
    -fosfatase alkali 323,hasil rujukan 53-128
    -glukosa puasa 102,hasil rujukan 80-100..
    saya mo tanya cak..
    apakah liver ayah saya berbahaya?soalnya Gamma GTnya sdh 10kali lipat dr hsil rujukan..saya khawatir..
    apa bisa disembuhkan?
    trima kasih sblumnya..

  715. 715 cakmoki November 6, 2010 pukul 4:55 pm

    @ indie:
    sekali lagi… keluhannya apa dulu dong ? :D
    Kalo gak ada keluhan kemudian periksa Lab maka hasilnya kabur… gak selalu berhubungan dengan penyakit. Malah bisa stress gara-gara berbeda dengan nilai rujukan. Lagipula, hasil lab bisa mengandung banyak arti, gak serta merta berhubungan dengan penyakit.
    Makasih

  716. 716 indie November 6, 2010 pukul 10:15 pm

    mmm..sepertinya tdk ada keluhan..
    tapi kata dokter ayah saya liver berat..
    saya mo tanya cak..
    arti Gamma GT itu ap ya??
    knp bisa 10kali lipat dri hasil rujukan?

    cakk..apa bisa tanya soal benjolan di leher??

  717. 717 cakmoki November 6, 2010 pukul 11:47 pm

    @ indie:
    Menurut saya, sebaiknya pindah ke dokter yang support… sekalian tanya tentang gamma GT.. ntar kalo saya jelaskan bisa beda :D
    Tentang benjolan di leher banyak jenisnya. Sebaiknya, kalo berkenan kirim fotonya supaya gak menduga-duga.
    Makasih

  718. 718 Anna November 7, 2010 pukul 9:37 pm

    Assalamualaikum…
    Cak, saat ini bayi saya 13 Bulan menderita tifus dan sudah dirawat di RS selama seminggu. Selama di RS anak saya hanya diberi Bubur. selama ini Bayi saya suka sekali mengkonsumsi buah-buahan, jadi buah apa yang sebaiknya diberikan ya cak? saya takut salah dalam memberikannya. Dan pasien Tifus butuh berapa lama dalam proses penyembuhannya ya? Bayi saya sudah 7 hari tapi masih kelihatan lemas, kasihan sekali melihatnya karena masih bayi dan belum bisa bicara apa yang sakit…Hanya kelihatan rewel dan sering menangis.

  719. 719 cakmoki November 8, 2010 pukul 2:01 pm

    @ Anna:
    Wa’alaikum salam…
    sejujurnya saya gak yakin…apa bener sih anak segitu Tifus ? … kalo hanya pake test Widal dan nilanya dibawah 1/200, kemungkinan besar bukan tifus

    Buah apa saja yang disukai oleh bayi, boleh diberikan, misalnya: pisang, kates dan sejenisnya.
    Pemulihan tifus rata-rata 1-2 minggu setelah bebas demam.
    Makasih
    Wassalam

  720. 720 indie November 11, 2010 pukul 1:20 am

    iya dok cak..
    nanti saya coba foto,tapi kalo foto nanti kurang begitu keliatan..
    ibu saya ada benjolan di leher..
    umur benjolan krg lebih 5-10 tahun,
    2 thn lalu sudah priksa dokter keluarga,katanya kelenjar lemak..
    tapi akhir2 ini ada ketakutan di ibu saya mengenai benjolan tsb,
    mggu lalu saya antar ibu saya utk USG,tapi dokter tsb minta kembali hr senin utk diambil jaringan/biopsi (kebetulan istri dokter tsb patologi&sdang kluar kota,balik mggu)..
    setelah kami pikir2,kami tdk kembali utk biopsi (takut jika benjolan tsb dibiopsi,justru akan smakin brbhaya)..
    bgaimana mnrt dokter?

    ibu saya sering mngalami keluhan;
    batuk ringan&ada yg mngganjal kalo menelan (lebih sakit kalo di malam hari),
    oh ya dok cak..ibu saya gemuk..
    saya sudah search “gejala2 penyakit kan**r”,rata2 mnyebutkan penurunan berat badan scra drastis,tapi ibu saya tidak (saya sgt brsyukur)..
    kira2 benjolan tsb apa dok?saya sgt khawatir..

    NB;*cara kirim foto gmn dok cak?*
    saya sgt brtrima kasih..

  721. 721 Anna November 11, 2010 pukul 10:00 am

    Makasih cak atas jawabannya…

    “sejujurnya saya gak yakin…apa bener sih anak segitu Tifus ? … kalo hanya pake test Widal dan nilanya dibawah 1/200, kemungkinan besar bukan tifus”
    Mengenai jawaban cakmoki ini saya juga kurang yakin, tapi menurut test widal anak saya didiagnosa menderita tifus dan harus dirawat.

    Oya cak, saya sempat 3 hari salah memberikan obat… Thiamphenicol 4×1 saya berikan 3×1. saya pikir semua obat waktu itu diminum 3×1, tak taunya ada salah satu yg 4×1, tapi begitu saya menyadarinya lansung saya berikan 4 kali sehari, hanya saya tidak memberitahukan kesalahan ini kepada dokter yg menanggani anak saya. Apa kesalahan saya bisa berakibat fatal pada anak saya ya cak? dan apakah penyakit tyfus bisa sembuh total?

  722. 722 cakmoki November 11, 2010 pukul 1:51 pm

    @ indie:
    ok, nanti saya lihat dan jawabannya via email
    makasih

    @ Anna:
    Kalo boleh tahu, berapa nilai test widal? Dan berapa lama demamnya?
    Pada doskusi-2 sebelumnya, disebutkan bahwa syarat diagnosa Tifus yang palingmudah diingat:
    1. Demam yang makin harimakin meningkat hingga hari ke 7 walaupun sudah diobati.
    2. Tes Widal positif > 1/200 dan meningkat 2-4 kali lipat pada saat konfirmasi ulang sedikitnya 4 hari kemudian.

    Kalo diobati (dirawat di rs ataupun di rumah) trus demamnya turun sebelum 7 hari, mak diagnosa Tifus diragukan kebenarannya.
    Terlebih jika tes Widal positif tapi di bawah 1/200.
    Banyak penyakit dengan demam dan mirip Tifus… misalnya Enteritis (Infeksi Pencernaan)..dll.
    Namun, hak setiap orang untuk meyakini bahwa seseorang menderita tifus walaupun tidak memnuhi syarat di atas :D

    Sayapun akan terus mensosialisasikan yang sesuai dengan kaidah medis agar masyarakat menjadi lebih tahu dan memahami bahwa tes widal hanya alat bantu diagnosa (sudah sangat ketinggalan jaman dan akurasinya di bawah 33 %).
    Terlebih artkel dan diskusi ini juga dibaca para dokter.

    Kalo gak percaya, ntar walaupun sudah sembuh dan tes widal… gak usah kaget jika seandainya hasilnya positif… :)
    (silahkan baca diskusi-2 sebelumnya kalo sempat)

    Tentang lupa dosis obat, gak akan mengakibatkan fatal.
    Moga sehat selalu.
    Makasih

  723. 723 Anna November 12, 2010 pukul 10:15 am

    Assalamualaikum… :-)

    Tentang hasil test saya tidak dilihatkan cak, hanya diberitahu hasilnya bahwa anak saya mengalami tifus. Awalnya panas tinggi 39,4 drjt celcius hingga kejang pada hari selasa dan dirawat, keesokan paginya udah kembali normal. menjelang sore kembali panas dan pagi harinya dingin kembali begitu seterusnya sampai 3 hari hingga akhirnya di cek darah tapi pada hari keempat panas tubuh anak saya sudah turun tapi tetap dirawat d RS sampai seminggu. Saya hanya menuruti saja karena yang terpikir adalah anak saya harus sehat.`

    Alhamdulillah kalau tidak mempengaruhi obat yang saya salah berikan. Terima kasih pencerahannya cak, membuat saya jadi harus lebih pintar jika suatu saat anak saya mengalaminya kembali.. ;-)

  724. 724 cakmoki November 12, 2010 pukul 3:31 pm

    @ Anna:
    Wa’alaikum salam…
    oooalah, kejang demam tho :) .. penyebabnya bisa beragam.
    Saya bisa memaklumi, kebanyakan ortu emang gitu, yang penting anak sehat, dan dokter cenderung kurang informatif. Bukan salah pasiennya sih :)
    Moga sehat selalu.
    Makasih telah berbagi.
    Wassalam

  725. 725 indie November 15, 2010 pukul 2:26 am

    iya dok..
    email saya indygogirl1801@yahoo.com
    trima kasih ya dok cak;)

  726. 726 cakmoki November 15, 2010 pukul 12:24 pm

    @ indie:
    udah kirim foto benjolan yg di leher ibu ?
    Nanti saya cek ya …
    Makasih

  727. 727 indie November 17, 2010 pukul 3:22 am

    belum dok cak..
    email dok cak ap??;)

  728. 728 cakmoki November 17, 2010 pukul 9:21 am

    @ indie:
    Ada di halaman Tanya Jawab Penyakit Kulit..
    Alamat email:
    cakmoki2006 [at] yahoo [dot] com
    Saya tunggu.
    Terimakasih

  729. 729 yeni November 23, 2010 pukul 11:03 pm

    assalamu’allaikum,,,

    mbaca forum di atas saya jadi tertarik untuk b’gabung,,,
    sudh lama sya m’cari teman untk sharing,,,bolehkah???

    dok akhir2 neh slama lu2s SMA berat bdan sya mnurun, selain orang dskitar sya tapi sya juga mrasakan kalo sya m;nyusut skali,,,
    pola makan sya baik, smua sudh sya lakukan tapi ttp ja dok, apa da mslah d’pncernaan sya atau karna pikiran saja??
    sya jga minta saran nya dok bagaimana baik nya yg sya lakukan n pola makan sperti apa??
    ju2r sya malu,,,n sekarang sya sdah b’umur 20thn,,,

    thq dok,,,

  730. 730 cakmoki November 23, 2010 pukul 11:32 pm

    @ yeni:
    Wa’alaikum salam ..
    Penyebab gangguan pencernaan, dalam hal ini penurunan Berat Badan, yang terbanyak adalah faktor psikis, misalnya: cemas, banyak tugas, punya tanggung jawab yg harus diselesaikan di saat tertentu, dll.
    Untuk itu, yang paling penting adalah enjoy… dan makan bergizi seimbang serta istirahat dalam jumlah yang cukup.
    Makasih :)
    Wasslam

  731. 731 yeni November 24, 2010 pukul 8:22 pm

    assalamuallaikum
    trma ksih dok atas jwban nya,
    tapi,sya bsa gemuk lagi kan dok??hee karna byak orang bilang umur 20an masa ptumbuhan sdh bkurang,,,
    apa dari faktor psikis tu juga dpat mnimbulkan sakit kpala di bagian atas n syaraf tegang apabila bfkir kuat terutama bagian kening bahkan mjadikan rambut rontok dok??????
    gmna cara nya spaya bfikir yang rileks dok karna sya suka mrasa sakit kpala tiba2 jka bfikir kuat, shingga kpla sya berat skli,,, sya jadi takut dok karna di usia sya rentan nya terkena strez kan dok,,,
    maaf yah dok nambah,,smoga dokter tdak bosan,,,
    terima kasih byak dok,,,

    wassalamu’allaikum,,,

  732. 732 cakmoki November 24, 2010 pukul 11:53 pm

    @ yeni:
    Wa’alaikum salam …
    Insya allah bisa gemuk lagi… ehhh, ntar…gemuk banget gitu ya ? jangan dong…ntar sulit nurunin berat badan :D
    Iya, faktor psikis dapat menimbulkan aneka keluhan fisik..namanya: psilosomatis, yakni keluhan fisik akibat dari faktor psikis.
    Cara untuk mengurangi stress sih mudah dibahas, tapi prakteknya sulit karena terpulang kepada masing-masing individu.
    Namun, gak ada salahnya memebaca buku tantang cara mengatasi stress atau sejenisnya.. tersedia di Gramedia di bagian Psikologi Populer. … so, enjoy aja.. kata orang bijak, hidup itu indah sejauh kita mampu mensyukurinya. :D
    Makasih.
    Wassalam

  733. 733 R. G Saputra November 30, 2010 pukul 5:54 pm

    Mungkin agak basi bilangnya, tapi terima kasih banget tipsnya,,
    Saya hampir putus asa akan kena tifus lagi. Tapi setelah baca artikel Cak klo hal itu bis dicegah dengan makanan yang ‘enak’ saya jadi seangat dan berfikir g mw kalah sama rasa sakit yang saya derita.
    Sekali lagi makasih Cak sudah menulis artikel ini, bisa merubah paradigma yang sudah ada dimasyarakat juga. :-)

  734. 734 cakmoki Desember 1, 2010 pukul 3:21 am

    @ R. G Saputra:
    Makasih juga telah berbagi dan atas kunjungannya :)

  735. 735 agust rahardja Desember 4, 2010 pukul 12:12 am

    Slamat Malam Dok,
    Trima kasih sebelumnya u kesempatan konsultasi online yg Dokter adakan ini.
    Begini Dok, saya positif typus, sdh jalan 3 minggu. Sebelumnya ( 18/11/10) sy mulai gejala flu, (22/11/10) cek darah dan dinyatakan positif typus, saya dirawat di rumah dan diberi obat Cefixime 100mg ,paracetamol dan vitamin. (28/11/10) saya berak-berak dan badan lemas sehingga saya dibawa ke rumah sakit dan di opname selama 3 hari. (1/12/10) saya diperbolehkan pulang dan dirawat di rumah. Obat yg diberikan: Cefadroxil 500mg (Cefate 500), Ranitidine 150mg (Ulceranine), Domperidone (Vomitas 10), Attapulgite Koloidal Aktif (Biodiar 630), Immodium, Metampiron Diazepam (Danalgin).
    Pertanyaan saya :
    1. kondisi sy kenapa masih lemas dan agak pusing.
    2. (6/12/10) sy harus cek up kembali ke dokter spesialis yg merawat sy di RS.
    3. selama ini sy hanya makan bubur, begitu juga pada saat di opname di RS. Baru setelah sy baca artikel konsultasi online Dokter malam ini, sy berani makan nasi.
    4. Mohon pencerahannya Dokter, sy harus bagaimana.
    Terima kasih, semoga Dokter dan keluarga selalu diberkahi oleh Allah SWT.
    Terima Kasih.

    Agust Rahardja (Tangerang)

  736. 736 cakmoki Desember 4, 2010 pukul 2:23 am

    @ agust raharja:
    met malam…
    1) Rasa lemas tersebut bisa karena pasca diare… dan kurang kalori karena selama ini hanya makan bubur…terang aja masih lemas.
    Seandainya sejak awal makan nasi dan begizi, kemungkinan sekarang udah seger :D

    2) Gak harus cek up, keculai jika masih ada keluhan.

    3 & 4) Yang perlu dilakukan adalah makan makanan bergizi agar tenaga segera pulih kembali… namun kayaknya perlu waktu mengingat udah 2 minggu hanya makan bubur.

    Moga segera pulih kembali. :)
    Makasih

  737. 737 irfan Desember 11, 2010 pukul 1:21 am

    Selamat Malam dok, Aq dah +- 2 minggu panas naik turun. udah disuntik ma bidan tapi nggak ada reaksi. Trus aq ke dokter diperiksa dia bilang kalo’ 3 hari ini nggak ada perubahan saya di suruh cek darah…! padahal pas 3 hari lagi saya wisuda. Saya usahain saya balik kekost biar bisa wisuda..! Sampek di kost ya gitu demam, meriang, lemas, bab yang keluar air aja… tapi nggak perih sih….udah gitu urin saya warna kuning dok…! dan pada saat bangun dan mau tidur badan saya pasti hangat…! Mau Periksa darah saya takut…! karena saya sempat konsumsi Mariyuana…! Sekarang udah berhenti total dok…! yang mau saya tanya
    1. apakah penyakit saya termasuk menjurus ketifus dok.
    2. obat medis apa saja yang bisa saya dapatkan di apotik dok..

    Tolong ya dok…!!!!
    makasih atas penghertiannya dan sarannyya

  738. 738 cakmoki Desember 11, 2010 pukul 2:35 am

    @ irfan:
    Selamat malam…
    1) belum bisa dipastikan, lha belum periksa Lab gitu :D .. untuk itu sebaiknya periksa Lab, terutama SGOT-SGPT, HBsAg, HBsAB dan Tubex TF.
    2) Untuk sementara dapat menggunakan Thiamphenicol 500 mg, diminum 3×1 sesudah makan selama setidaknya 5 hari.
    Untuk panasnya, dapat menggunakan Parasetamol, diminum 3 atau 4 kali sehari.
    Sedangkan utnuk bab berair, dapat menggunakan obat anti diare, misalnya New Diatabs, diminum 3×2 hingga bab normal.
    Moga segera sembuh
    Makasih

  739. 739 irfan Desember 11, 2010 pukul 4:59 pm

    oh ya dok, seandainya lah saya penyakit tifus obat apa yang bisa membunuh virus tifus tersebut, soalnya selama ini saya hanya menggunakan obat-obatab tradisional, dan muluit saya kok terasa nggak enak asal makan dok….! makasih banyak ya dok,,, semoga allah membalas kebaikan dokter…!
    aminnnn…..!!!!!!

  740. 740 cakmoki Desember 12, 2010 pukul 4:35 pm

    @ irfan:
    Tifus bukan disebabkan virus, tapi oleh kuman Salmonella tiphi.
    Obat pilihan pertama (drug of choice) adalah thiamphenicol dan chloramphenicol.
    Sedangkan obat pilihan kedua adalah: Amoksisilin, Co-trimoxazole, Sepalosporin dan quinolone.
    Gak ada obat tradisionalnya :D . pake obat yang sudah pasti dong.
    Untuk menangulangi mulut yang terasa gak enak, dapat menggunakan ranitidin 150 mg atau famotidine 20 mg, diminum 2×1.
    Makasih

  741. 741 Ardi Desember 13, 2010 pukul 9:44 am

    Assalamu’alaikum Dok, selamat pagi…
    maaf dok, mampir dan tanya lagi.
    begini dok…
    sudah kurang lebih 2 minggu ini saya merasakan di perut seperti penuh, seneb (seperti yg habis di tinju gitu dok), pokoknya ga nyaman. tgl 1 desember kemarin saya berobat ke dokter dan di kasih obat plantasid sirup, parasetamol, ranitidin, sama satu lagi saya lupa. kurang lebih 1 minggu mengkonsumsi obat itu, rasa seneb itu rada berkurang, tp tetap terasa seperti penuh dan ga nyaman di perut. kemudian tgl 8 desember kemarin saya berobat lagi ke dokter SpPD. set