ilustrasi pola makan seputar penyakit tifus
ketika seseorang mendengar penyakit demam tifus (demam tifoid, typhus abdominalis), maka yang terbayang adalah makan bubur.
Itupun masih diperinci melalui tahapan, mulai bubur saring, bubur halus, bubur kasar lalu nasi lunak dan nasi.
Menilik ilustrasi di atas, terbayanglah seorang penderita tifus yang lemah, tak berdaya, sakitnya lama.
Mungkin informasi tersebut didapatkan dari para dokter atau paramedis (perawat, bidan dll) atau bahkan dari mulut ke mulut sehingga menjadi semacam keyakinan yang mengakar.
Sampai kini masih terjadi kontroversi tentang makanan pada penderita tifus, terutama di kalangan dokter.
Pada masa lalu, para ahli berpendapat bahwa penderita tifus diharuskan makan bubur dengan alasan untuk meng-istirahat-kan usus dan kekhawatiran terjadi perdarahan usus.
Sehingga penderita tifus yang diharuskan makan bubur, kondisinya makin lemah dan masa penyembuhannya makin lama.
Pada perkembangannya, pendapat di atas berhadapan dengan kenyataan bahwa pemberian makanan padat secara dini (nasi) mempercepat pemulihan penderita tifus.
Jadi, pemberian makanan padat dini (nasi) dengan lauk pauk rendah selulosa, aman diberikan pada penderita tifus.
Bagaimana bila penderita tifus tidak bisa makan nasi karena perutnya terasa tidak enak atau sakit ?
Kondisi demikian adalah perkecualian, penderita bebas memilih, apakah mau makan lunak atau padat.
Pendapat terakhir (makan padat dini) sudah menjadi semacam standar, seperti termahtub dalam “Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam”, jilid I oleh Persatuan Ahli Penyakit dalam Indonesia (PAPDI), terbitan Balai Penerbit FKUI edisi III tahun 1996, cetakan ke 7 tahun 2004, halaman 439.
Silahkan simak penggalannya di bawah ini:
Di masa lampau, pasien demam difoid diberi bubur saring, kemudian bubur kasar dan akhirnya nasi sesuai dengan tingkat kesembuhan pasien. Pemberian bubur saring tersebut dimaksudkan untuk menghindari komplikasi perdarahan usus; karena ada pendapat, bahwa usus perlu diistirahatkan. banyak pasien tidak menyukai bubur saring, karena tidak sesuai dengan selera mereka. Karena mereka hanya makan sedikit keadaan umum dan gizi pasien semakin mundur dan masa penyembuhan semakin lama.
Beberapa peneliti menunjukkan bahwa pemberian makanan padat dini, yaitu nasi dengan lauk pauk rendah selulosa (pantang sayuran dengan serat kasar) dapat diberikan dengan aman pada pasien demam tifoid.
Karena ada juga pasien demam tifoid yang takut makan nasi, maka selain macam/bentuk makanan yang diinginkan, terserah pada pasien sendiri apakah mau makan bubur saring, bubur kasar atau nasi dengan lauk pauk rendah selulosa.
( Prof. dr. Rachmat Juwono)
Mengapa di Rumah Sakit – Rumah Sakit masih memberikan diet bubur kepada penderita tifus ?
Sayang sekali, di negeri ini saya belum mendapatkan penelitian komperatif (tanpa sponsor) tentang hal tersebut di atas yang dipublikasikan secara luas.
Topik terkait:



















![[Valid RSS]](http://i169.photobucket.com/albums/u238/cakmoki86/button/rss_valid.gif)





masih banyak jg mitos2 lain yg perlu diingatkan lagi..mungkin Pak Hatmoko bs bagi pengalaman disini..
mis. demam, biasanya kompres es di dahi, tp mandinya kok air hangat, knapa gak air es sekalian…
@ Dani,
Maaf mas Dani, saya mulai merintis mendekatkan blog medis ke komunitas umum di wordpress.
Yang lama tetep aja koq, … hehehe
Ya betul, tapi berbaginya sama-sama dong… gimana kalo mas Dani bikin blog lagi di wp untuk umum … kita coba rintis disiminasi informasi.
Saya udah coba-coba keliling cari masukan secara ga langsung, yang terlalu “medis” membuat orang segan berinteraksi, apalagi istilahnya aneh-aneh.
Sebenarnya saya bikin “salah kaprah” di dunia medis format flash. Nanti saya lihat lagi.
Repotnya, saya masih kesulitan menulis bahasa “friendly”.
Itu dia… bahasa kedokteran memang sulit untuk dipahami apa lagi dinget2… tambah pusing. Lewat blog semua bisa diceritakan ala orang awam saja… pasti bener2 komunikatif. Semoga dengan blog masyrakat tambah ilmu kedokteran…
gratis lagi…
BTW Jadi inget anak saya dulu pernah kena malaria kemudian lanjut jadi tipes, berobat gak sembuh2. Akhirnya dipaksa makan teratur sama mama-nya tidak dalam bentuk bubur tapi nasi biasa agak lembek. sambil di cekok-kin air rebusan daun pepaya gantung 3 kali sehari. Alhamdulilah sembuh.
@ helgeduelbek,
Terimakasih ikut mensupport, ada sedikit kesulitan dibandingkan dialog di dunia nyata, tapi tetap saya usahakan komunikatif … jangan kuatir pak, gratis dan bebas sponsor
Malaria ya … nah ini masukan bagi saya untuk bikin postingannya.
Jangan bosan berkunjung ya …
Kalo katanya gejala tifus, gimana dok ? masih tetap bisa makan nasi ?.
Terimakasih dok, dan salam kenal sebelumnya.
@ wandira,
Ya, bisa, malah lebih bagus. Sedangkan yang sudah pasti tifus, dibuktikan dengan biakan kuman (di Indonesia masih jarang dilakukan karena perlu waktu lebih 4 hari untuk mengetahui hasilnya ), dianjurkan makan padat dini (maksudnya nasi).
Selama merawat pasien dugaan (gejala) tifus, saya tetap menganjurkan makan nasi, kecuali tidak bisa makan apa-apa.
dengan makan nasi masa penyembuhan menjadi lebih singkat dan pasien tidak menjadi lemas.
Informasi tentang perubahan pola makan tifus memang tidak mudah diterima, mengingat sudah tertanam bahwa tifus identik dengan makan bubur. Saya sendiri memerlukan waktu lebih 5 tahun untuk meyakinkan masyarakat sekitar, itupun menyampaikan melalui media audiovisual.
Maaf ya, jawabannya kepanjangan.
Salam kenal juga dan terimakasih telah berkunjung.
saya perna kena penyakit tipus, tp dokternya or RS slalu aja memberi makan bubur,and ngasi makanan yang bersambal juga ,apa itu boleh?
@ vinh,
Ya masih banyak yang seperti itu. Alhasil tambah lemas. Sebenarnya hal ini sering dikeluhkan pasien. Kebanyakan pasien lebih suka makan nasi, apalagi pakai lauk yang enak, misalnya soto, rawon, jap cai, koloke, dll. Sambal tidak dilarang, boleh, sepanjang tidak membuat mual.
Dok,
gara2 pacar saya kena tipus menggiring saya ke situs ini…
makasih infonya…he he he…
Semoga lebih bermanfaat.
Salam
@ wirana,
Semoga sang pacar tercinta cepat sembuh ya
Dokter … suami saya baru 5 hari yang lalu keluar dari RS karena tipus, saya sebagai istri bingung dengan menu makanan untuk suami supaya dia cepat pulih dan penyakitnya nggak kambuh lagi. Mohon saran makan yang boleh dan tidak boleh untuk penyakit tipus, terima kasih dokter
@ Ari,
Menurut saya, makan bergizi tinggi.
Yang sementara dihindari (bukan selamanya) hanyalah sayuran dan buah berserat tinggi. Kalo sop, soto, rawon tentu boleh dan dianjurkan.
Memang sih, masih ada yang melarang ini itu, maaf saya tidak termasuk aliran tersebut karena hanya akan melemahkan pasien.
Pasien-2 saya di praktek tidak pernah saya larang macam-macam makanan agar segera pulih.
Jadi menurut saya, suami ibu makan nasi dan lauk pauk bergizi tinggi, untuk sementara menghindari sayur dan buah berserat tinggi.
Moga suami ibu segera pulih kembali dan diberikan kesehatan untuk ibu sekeluarga
Dokter, beberapa bulan lalu saya pernah kena tifus, waktu ambil darah di lab memang positif tifes, oleh dokter yg merawat saya dikasih antibiotik dan akhirnya setelah 2-3 minggu saya dinyatakan sembuh setelah darah kembali diperiksa dan hasilnya negatif, tetapi yg jadi pertanyaan saya dok, kok kadang2 saya masih merasa agak sakit seperti waktu kena tifus dulu, badan kadang agak lemas disertai ada perasaan demam, juga kadang perut agak mulas dan diare apalagi kalo habis makan yg pedas2, ini sudah pernah saya konsultasikan ke dokter saya cuman jawabannya katanya ga ada apa2, katanya emang usus masih dalam pemulihan jadi wajar kalo kadang masih ada rasa2 sakit, tapi masalahnya ini sudah 4 bulan dok sejak saya dinyatakan sembuh, berapa lama sebenarnya waktu yg dibutuhkan untuk saya dapat pulih seperti sediakala sebelum kena penyakit tifus, mohon pencerahannya dok , terima kasih
@ Hendra,
wah lama sekali sampai 4 bulan.
Jika memang benar dinyatakan Tifes, pengobatan akhir adalah 2 minggu setelah bebas panas pada saat dinyatakan Tifes. Setelah itu akan pulih seperti sediakala. Kecuali jika ada gangguan lain.
Sebaiknya makan biasa saja seperti saat sebelum Tifes, pakai nasi, lauk dan sayuran, tidak perlu terlalu cemas tentang makanan. Kalaupun setelah makan pedas kemudian diare, maka makan pedasnya diatur bertahap, dimulai tidak terlalu pedas dan seterusnya hingga tidak diare lagi. Bisa jadi penyebab diare karena gangguan pencernaan saja.
Gak perlu makan nasi lunak lho, ntar malah lemas, mudah kembung dan mudah diare. Sekali lagi makan seperti biasa.
Adapun waktu penulihan sudah terjawab pada penjelasan diatas, yakni sekitar 2 minggu setelah tidak panas saat pertama dinyatakan Tifes.
moga penjelasan ini membantu dan semoga segera pulih kembali.
Dokter, kalo gejala tipes itu bukannya tidak boleh makan yang berminyak dan yang mengandung santan? Kebetulan suami saya suka sekali makan soto yang mengandung santan. Apakah boleh?
Lalu, boleh gak makan mie dan roti untuk selingan? Soalnya pusing juga nih dok, kalo makan bubur terus selain lemas juga membosankan. Terima kasih untuk jawabannya ya dok.
@ Yovita,
Sebenarnya istilah gejala tipes itu sudah sering dikritik oleh para ahli penyakit dalam. Ok, gak papa lah …
Maaf Bu, penderita penyakit tipes tidak perlu makan bubur, karena tambah lemes dan memperlama penyakitnya. Lagipula di dalam buku-buku wajib mahasiswa kedokteran sudah disebutkan bahwa para ahli masa lalu keliru telah menganjurkan makan bubur nagi penderita tipes.
Jadi, … mau soto, rawon, bakso, sayur bersantan, berminyak: boleh, dan tidak ada larangan.
Justru dianjurkan makan banyak supaya kondisi segera pulih.
Mie, roti dll boleh juga. Kasian kan kalo udah sakit masih disiksa oleh larangan yang keliru
Yang sementara dihindari hanya makanan berserat tinggi, misalnya: sayur sawi dan kangkung, buah nenas, atau sejenisnya.
selebihnya boleh koq.
moga penjelasan ini berguna dan semoga bapak segera sembuh
wah tengkyu dok, 2mg lalu saya gejala tifus, tapi makan nasi seperti biasa, cuma ga makan sayur dan buah,,, sembuh kok, hari2 ini masih agak kambuh aja kalo udah kecapean, perut terasa sakit n lemes seperti waktu tifus dulu….memang begitu ya dok, kalo masih “gejala tifus” akan teulang terus jika kondisi menurun??? thx dok
@ christine,
seperti penjelasan saya sebelumnya, gejala tifus adalah diagnosa rancu, ini berbeda jiga didiagnosa dengan ‘dugaan tifus”.
Sebagai pegangan, jika sebelum 6 hari udah sembuh, bisa dipastikan bukan tifus.
Andai benar-benar tifuspun, makan tetap nasi, … dan buah boleh dong, malah dianjurkan seperti: pisang, kates, dll.
kalo gak makan buah dan sayur kan jadi lemas
oh ya, tifus terulang jika ada kuman tifus masuk ke tubuh kita lagi dan pada saat bersamaan tubuh kita sedang tidak fit.
Ok, trims telah berbagi ya
Dok,saya mau tanya. Saya terserang demam dan sakit kepala. Setelah pergi k dokter dikatakan mungkin terkena tifus. Apabila dalam 3 hari demam tidak turun maka dianjurkan tes darah. Yg mau saya tanyakan apakah demam pada sakit typhus lebih sering terjadi pada sore hari? Soalnya sore ini demam saya kok jd tinggi lagi. Kemudian buah apa saja sebaiknya yg saya konsumsi? Apakah jus jeruk tidak boleh diminum karena asam? Adakah obat yg bs mempercepat proses penyembuhan? Saya pernah dengar kl serbuk cacing itu obat tradisional untuk sakit typhus, apakah itu benar? Terima kasih atas jawabannya dok.
Halo Dok….
Awalnya saya ingat kalau saya mulanya stres, 2 bulan lalu, saat itu saya mencret dan tinjanya hitam, sebenarnya saya orang yg jarang sekali sakit, biasanya flu sekali dalam 3 tahun. Tidak ada gejala lain semasa mencret hitam ini, lalu sekitar 4 hari kemudian (mencret hitamnya 3-4 hari kalau tak salah), saya merasakan pada jam-jam tertentu menjadi lemas tiba-tiba. Saat ini, saya malah sembelit (susah BAB), saya meminum vegeta dan BAB lancar, warnanya normal. Sampai disana, saya belum memutuskan pergi ke dokter. Kira-kira 3 hari kemudian, ini sekitar 10 hari dari awal mencret hitam tadi, saya mulai merasakan meriang tidak jelas, kadang datang, kadang tidak, tapi tiap hari pasti ada. Pada tahap ini saya merasakan mata panas, dan ada bagian-bagian tertentu tubuh saya hangat. Paling sering betis kaki dan betis tangan (bagian antara siku dan telapak).
Saya ke dokter umum, disana saya dicek darah, dgn Widal negatif. Dikasih obat pencernaan dan vitamin. Meriang itu tak pernah behenti, anehnya meriang itu tidak pernah berubah jadi demam.
Seminggu kemudian (masih dgn gejala meriang) saya pindah ke dokter lain, tapi masih tetap dokter umum. Disana saya disuruh cek darah lagi, yakni hematologi lengkap, tinja, dan urine.
Hasilnya, semua normal, kecuali;
Pada Hematologi lengkap:
-Hit Jenis – STAB 0.01 (acuan normal 0.03-0.05)
-LED 50-85 (acuan normal laki-laki 0-15)
Pada Urine:
-Nitrit 0-1 (acuan normal negatif)
Tekanan tensi 160.
Dokternya bilang, LED mengindikasikan ada infeksi kronis dalam tubuh saya, tapi dia tak tahu dgn pasti infeksi apa dan dimana. Lalu dikasih antibiotik dan obat lain. Tidak ada larangan makan pada waktu itu, cuma uniknya, kalau saya memakan makanan lembut meriangnya tidak datang, kalau saya memakan nasi, meriangnya kembali ada. Tapi pada akhirnya, meriangnya tidak juga hilang. Kira-kira itu sudah sebulan terhitung sejak awal mencret hitam. Dia tidak menyinggung masalah STAB dan nitrit, akhirnya saya search di internet. STAB saya tak temukan di internet dan tak tahu apa artinya. Nitrit itu ada dalam urine saya karena bakteri merubahnya dari nitrat, bakteri itu banyak macamnya, diantaranya salmonella.
Teman menyarankan saya ke spesialis penyakit dalam dan sebaiknya tidak bermain-main dengan sakit-sakit tidak biasa, dokter menyarankan untuk tes darah lagi untuk men-cek SGOT, SGPT, Cholesterol Total, Trigliserida, HBs Ag, Anti HCV, IgM Anti Salmonella, Thorax (rontgen). Semua normal, kecuali;
- Cholesterol Total 5.9 (acuan normal dibawah 5.2)
- Trigliserida 5.0 (acuan tinggi bila diatas 2.3)
- IgM Anti Salmonella Positive 6 dgn dugaan infeksi demam tipoid aktif—(acuan =4 positive). Artinya saya 2 poin diatas positif.
Saya dikasih obat Levocin untuk demam tipoid, Hypofil untuk kolesterol dan trigliserida, dan obat lain, saya lupa namanya karena sudah habis. Seingat saya, dulunya saya disuruh berhenti merokok dulu, tapi tidak ada larangan memakan nasi, cuma kalau bisa serat dihindari. Meriang saya hilang, sampai sekarang. Tapi saya masih sering merasa lemas, tidak fit, diare, makanan yg saya konsumsi adalah roti tawar dan bubur. Itupun tidak teratur karena saya tetap dgn kebiasaan begadang saya, merokok, dan tidak pernah bed rest, soalnya kalau bekerja ya saya bekerja, mandi ya mandi. Tapi saya banyak sekali mengkonsumsi bear brand, bioplus dan sun chlorella dari CNI. Pun saya menulis surat ini jam 3:10, dini hari, artinya ya begadang. Teman-teman saya sering heran, “kamu ini mau mati ya?”, kata mereka.
Pertanyaan saya dok, maaf ya kalau kepanjangan:
-Apakah demam tipoid saya gagal disembuhkan? Secara saya masih lemas, tidak fit, sering diare, bangun pagi hari mulut pahit sekali, perut kembung.
-Apakah kebiasaan begadang, merokok, tidak banyak bed rest (terbaring) itu salah selama pengobatan demam tipoid?
-Apakah saya tergolong penderita tifus atau paratifus atau tidak samasekali?
-Apakah tes darah yg banyak itu sudah bisa menjelaskan gejala-gejala yg saya alami?
-Apakah saya lama kelamaan bisa terkena radang usus? Soalnya tadi sore saya menonton Jewel in the Palace, kaisarnya mati karena radang usus, saya jadi kuatir!
Terima kasih dok, semoga dokter berkenan menjawabnya, karena saya sudah mulai stres dgn penyakit berkepanjangan ini.
@ Aldi,

waduuhhh maaf nih, ada yang kelewatan ternyata
Menurut saya gak perlu pakai obat yang ga jelas cara kerja dan keamanannya, sebaiknya pakai obat yg sudah teruji secara klinis aja deh
Oh ya, sekilas tentang tifus, silahkan download di halaman download ya … ntar kita diskusikan
Thanks
@ Jackson,
ok, informasinya sangat lengkap.
Pemeriksaan IgM adalah pemeriksaan penunjang Tifus terkini yang paling sensitif. Beda dengan widal yg saat ini dipakai untuk foloow up, itupun tidak banyak membantu.
Saya hanya ingin menggaris bawahi beberapa hal, pertama IgM dan faktor kebiasaan, lab lain menurut saya tidak banyak pengaruh.
Demem tipoid bisa disembuhkan dan itu tidak sulit. Adapun lemas dan keluhan lain lebih disebabkan karena kebiasaan tidak bedrest dan makan bubur. Padahal seharusnya makan nasi agar kondisi segera pulih. Yg serat tinggi seperti kangkung, sawi, daun pakis emang sementara dihindari, adapun yang lain boleh. Justru kalo bisa makan berkalori tinggi dan protein tinggi untuk memulihkan tenaga. Umumnya orang demam or meriang akan kehilangan kalori sekitar 20 gram perhari.
Pemeriksaan penunjang IgM menunjukkan tifus, … sembuh jika demam or meriang hilang. Yg diperlukan setelah itu adalah pemulihan dengan makanan bergizi dan istirahat, … termasuk : tidak begadang … hehehe.
hmmm, tifus adalah penyakit infeksi usus (radang usus) yang disebabkan oleh Salmonella thypii, sedangkan radang usus (infeksi usus) yang lain diberi nama sesuai penyebabnya.
Contoh: Diare secara umum adalah radang usus karena virus, jamur, kuman dll. Kalo disertai darah berlendir dan mules, demam, disebut Desentri dll .. masih banyak.
Dulu, sebelum ditemukan klasifikasi penyakit berdasarkan penyebabnya, semua gangguan di usus disebut Radang usus dan jaman dulu belum ada obatnya sehingga bisa berbahaya. Namun sekarang sudah sangat berbeda kan ?
So, yang penting saat ini, menurut saya adalah pemulihan kondisi fisik dan psikis. Caranya, makan makanan bergizi, cukup istirahat dan hindari kecemasan
Moga segera pulih kembali.
Dok makasih banyak atas pencerahannya, biasanya untuk mendengar satu dua kalimat saya harus bayar Rp.50rb untuk Internist, saya jadi `ga enak nih…Semoga Tuhan memberkati dokter sekeluarga dan melimpahi dgn rezeki. Blog ini menjadi wajib kunjung buat saya tiap hari, sekaligus saya minta izin dokter untuk me-linknya di beberapa tempat. Jarang-jarang ada dokter setulus ini ngasih pengetahuannya tanpa uang, again…thank you very much and God Bless!
@ Jackson,
… bagi saya tentu sangat bermanfaat juga.
Sama-sama pak, hehehe … tidak perlu sungkan ah, kita kan cuma berbagi sedikit pengetahuan, bukan hal yang istimewa
Terimakasih atas do’a dan supportnya … thanks too
Hallo cakmoki.
Salam kenal ya.
Mo nanya nih mas. Boleh kan heheheee.
Saya punya ibu, umur sekitar 50 an th.
Udah hampir setaun kena sakit perut. Dulu memang ibu kerja dari jam 8 pagi ampe jam 12 malam, mbantu kakak di warung. Pertama dokter bilang gejala tyfus. Minum anti biotik. Tapi kagak sembuh2 hingga kini. Kalo kerja sedikit, misal masak bubur (masih dianjurkan makan bubur oleh dokter), udah langsung kumat sakitnya.
Periksa dokter lagi dikasih anti biotik lagi.
Saya jadi bingung, sebenarnya sakitnya apaan ya.
Soalnya tiap hari tidur mulu nggak bisa apa2. Kasian banget mas.
Kira2 makanan apa ya yg dianjurkan.
Saya mau coba kasih salah satu suplement makanan tapi mengandung kadar Cuka Raja 0.02% berbahayakah?
Sekian dulu ya.
Terimakasih atas jawabannya mas.
God bless you.
Oo iya mo nambahin sedikit.
Kalo makan agak keras sedikit perut merasa sakit mas.
Jadi makan bubur encer tiap hari.
Kira2 makanan yg bagus untuk mengembalikan kondisi apaan ya?
Jangan bilang yg mengandung banyak kalori aja mas…hehehheeeeee..kaga ngerti…
Sebutin nama object nya aja ya…
Oke deh.
Terima kasih lagi.
God Bless You.
@ Alex,
salam kenal juga, makasih udah mampir
Ok, kalo tifus sih, tanda utama adalah demam, lebih dari 7 hari disertai tanda lain dan jika perlu ada pemeriksaan laboratorium sebagai penunjang …. kalo kagak demam, besar kemungkinan bukan tifus.
Adapun kemungkinan lainnya banyak, harus periksa. Lebih bagus lagi jika disertakan keluhan lain atau hasil lab jika ada.
Bisa jadi hanya Dispepsia atawa maag atawa gangguan sistem pencernaan, namun tetep harus periksa untuk memastikan.
Nah untuk perbaikan kondisi, sebaiknya makan nasi, kalaupun gak bisa makan nasi karena makin sakit, bisa dilakukan bertahap, misalnya bubur selama beberapa hari, lantas nasi lembek trus nasi.
) cuman dikit. So, usahakan makan nasi secara bertahap. Selain itu juga perlu lainnya, misalnya: daging, ayam, telor, ikan, … dll, dan sayur mayur 9 kecuali sayur gori or nangka muda dan daun singkong karena bisa nambah sakit perut)
jangan kelamaan makan bubur deh, ntar malah lemes karena kalorinya (halah, kalori lagi
gak perlu cuka ah, ntar tambah perih…
Menurut saya, perlu ke dokter lain untuk second opinion.
Moga ibunda segera sembuh
» ke atas
Halo Dok,
July 2005 lalu say kena typhus dan juga gangguan lever. Terus terang saya kurang ngerti penyakitnya, tapi dari hasil lab yang
1. salmonella typhi dengan hasil rata2x 30 – 35 utk setiap jenis antibiotiknya
2. usg upper abdomen tertulis ‘kesan: hepatomegaly lobus kanan dengan gambaran hepatitis; dan cholecystitis’.
3. Biochemistry : SGOT 217, SGPT 272, Alkaline Phosphatase 161, Gamma GT 189, Urea 13, Creatinine 0.7, Glucose Random 115, Sodium 137, Potassium 3.5.
Terakhir sesudah diopname dan istirahat kurang lebih 4 minggu istirahat dan dinyatakan sembuh, hasil lab terakhir :
SGOT 22, SGPT 40, Alkaline phosphatase 192, Gamma GT 184
Semalam saya periksa lab lagi berhubung sudah kurang lebih 6 hari demam dan ngilu tulang waktu malam, menurut dokter saya kena tifus lagi dan SGOT – SGPT tinggi. Saya sendiri belum ambil hasil lab tertulisnya, tapi ada beberapa hal yang saya ingin tanyakan :
1. Apakah penyakit typhus itu bisa berulang?
2. Kalau demikian, apakah itu karena kemarin belum tuntas sembuh atau gimana?
3. Apakah sakit yang kedua kali lebih berisiko atau gimana?
4. Apakah anggota keluarga yang lain bisa tertular dok? Bagaimana penularannya?
5. Saya disuruh istirahat lagi oleh dokter, yang dimaksud istirahat sebenarnya gimana dok, apakah emang harus bed-rest total, atau masih bisa ngerjain pekerjaan rumah (mencuci, masak, etc), atau masih bisa tetap ngantor asal tisak kecapekan, atau gimana? Oh ya, kalau naik turun tangga juga ngaruh gak dok?
6. Kalau saya gak salah ingat waktu diopname dulu saya di-infus antibiotik (kalao gak salah ‘cravit’ atau semacam itu – cairan warna kuning bening) 3 botol sehari. Oleh dokter yang sekarang saya dikasih obat Cravox-500 dengan dosis 1x sehari. Apakah itu cukup?
Sebelumnya terima kasih atas perhatian dan bantuannya dok…
Waduh rek, tengkiu cak…
Cak moki pancen oyee..:)
Coba deh tak cari data lab-nya cak ya…
Duh jadi ngepotin cak moki, kalo nggak terlalu sibuk aja baru dianalisa ya…
Sekali lagi tengkiu atas anjurannya.
GBU (God Bless You)
Yuph betul banget tuh cak, sekedar sharing aja, terbukti banget, kemarin selama seminggu opname aq gak dipaksain dokternya untuk makan bubur. cuma dipesenin utk jangan makan yang bumbunya tajem (macem pedes&kecut).
Aq bisa makan apa aja, sarapan roti, makan siang kentang goreng, trus makan malem nasi biasa (bukan nasi lemes), trus suruh banyakin makan sayur hijau (yach…gak demen aq kalo yg ini)&daging merah (utk naikin hb, coz tifusnya lagi cs-an ma anemia).Bahkan aq juga gak dilarang makan coklat(dulu pas adikq sakit tifus gak boleh sih).
Jadi selama opname tetep seger, gak kerasa lemes.Biarpun pas pertama masuk agak lemes juga sih coz hasil tes widal :
s typhi O (+) 1/80
s paratyphi AH (+)1/320
s paratyphy BH (+)1/80
s paratyphi CO (+) 1/640
Tapi dengan dibebaskannya aq makan sesuai selera aq (asal gak berbumbu tajam), malah justru mempercepat proses penyembuhan. Hari ke 4 di RS aq dah bisa kelayapan di kamar he he…
@ ienk,
… makan enak sesuai selera, cepet sembuh. Moga sharing kita-kita bisa nyebar, soalnya di buku-buku kedokteran udah disebutkan makan makanan bergisi, kaya karbohidrat (misalnya roti), kaya protein (misalnya daging) and vitamin pada sayuran … moga tetep sehat ya
siiiip, emang gitu yang bener
@ ienk,
… makan enak sesuai selera, cepet sembuh. Moga sharing kita-kita bisa nyebar, soalnya di buku-buku kedokteran udah disebutkan makan makanan bergisi, kaya karbohidrat (misalnya roti), kaya protein (misalnya daging) and vitamin pada sayuran … moga tetep sehat ya
siiiip, emang gitu yang bener
Doc, saya mau bertanya nih
Saya kena tifus lalu istirahat sampe 3 minggu
tapi saya masih terus aja merasa lemah dan masih sedikit mual, BAB lancar tapi sering ngantuk, kenapa yah?
thx
@ Rofni,
kali makanannya masih kurang. Coba tambahin porsinya deh, soalnya saat sakit banyak kehilangan kalori, so untuk pemulihannya perlu kalori ekstra, artinya porsi makanan secara bertahap ditambah.
Moga segera pulih ya
Tanya serius nih dok,
Saya penderita DM bahkan sudah operasi jantung by pass tahun 2001 ( dinyatakan kena DM th 2000 ). Usaha penyembuhan atau mengontrol kadar gula pakai Amaryl 2gr. Disamping itu saya rajin pakai herbal dari pace sampai daun binahong bahkan buah merah, sarang semut dll. Juga therapy pijat refleksi seminggu sekali. Tapi dari sekian usaha tersebut rasanya gula saya masih sering tak terkendali naik turun tak stabil kadang sampai 400. Tolong dong dikasih advis. Kalau olah raga dan menjaga makanan rasanya sudah maksimal. OK trim sebelum dan afternya.
Djuwandi Hantarbumi.
@ Djuwandi Hantarbumi,
ok, langkah pertama dengan menaikkan dosis amaryl secara bertahap (misalnya dengan rentang waktu 2 minggu) lantas dilihat hasilnya … hingga dicapai dosis maksimal. Pada dasarnya pengendalian kadar gula darah dimulai dari dosis terendah dan dinaikkan dosisnya secara berkala hingga dicapai dosis optimal, artinya dosis yang paling tepat untuk seseorang hingga dapat mengendalikan kadar gula darah dibawah 200 mg %.
Langkah kedua adalah dengan mempertimbangkan Obat ANti Diabet golongan lain sebagai obat kombinasi ( biasanya dikombinasi dengan obat gollongan Biguanid ), jika dengan obat tunggal belum bisa mengendalikan kadar gula darah.
Jika kedua langkah tersebut masih belum bisa mengendalikan kadar gula darah maka langkah berikutnya adalah mempertimbangkan pemakaian insulin atau turunannya.
Tentu semua langkah tersebut tidak bisa dilakukan sendiri, namun harus berkonsultasi kepada dokter yang merawat. Dan hendaknya rajin kontrol untuk mengendalikan kadar gula darah.
Moga berguna
dan mudah-mudahan segera terkendali
Thanks
mendengar atau membaca artikel tentang penyakit tifus, saya trauma banget deh..(bdoa jgn sampai terjangkit lagi amin.) karena 2 kali mengalami gejala tifus, waktu smp dan kelas 3 sd (sampe 3bln gak sekolah). yg bikin saya trauma yaitu treatmentnya jaman dulu yg hrs makan bubur disaring selembut-lembutnya mungkin lebih lembut dari bubur bayi,bikin eneg,gak bole banyak gerak, gak bole cape, kaki nyentuh lantai aja ga bole, jadi kalo mo kemana2 harus digendong, satu lagi harus minum susu cap BERUANG (apa sampai skrg masih ada susu itu atau udah ganti dengan susu kuda liar ya..hehehe..)
saking desperadonya, karena kelamaan sakit gak sembuh2, ada tetangga yg bilang kalo sakit tifus mau cepat sembuh ada 2 cara yg dipilih yaitu, pertama nelen bayi tikus hidup2 yg msh merah (maap agak sadis..tapi beneran dibilangin gitu)atau cara kedua minum air kelapa hijau (enak nih) tapi dicampur dengan minyak tanah..(hueek..jadi kacau rasanya), waktu itu udah pasti saya ambil cara kedua. hasilnya..tambah enegg dan gak sembuh juga.
singkat cerita sembuhnya ya dari Allah aja.
Kalo sekrang kata pak dokter, penderita tifus gak harus makan bubur..wah kemajuan banget,berita bahagia yg harus disyukuri..saya mendukung sekali..semoga para penderita tifus saat ini bisa segera sembuh insha Allah.amin.
@ wanti,
duh kasiannya … minyak tanah ditelen juga hahaha… iya, semua sepakat bahwa kesembuhan hanya dari Sang Pencipta, adapaun manusia dianugerahi ilmu dan akal untuk mengupayakan kesembuhan. So, selain ridho-Nya, tetap memakai ilmu dan akal
hmmm, *sambil ngelus-elus janggut yg gak ada bulu janggutnya* ..sebenarnya sih, di referensi buku kedokteran dah lama. Sekitar tahun 1986 dah gak pakai bubur tuh, trus di buku ilmu penyakit dalam terbitan UI, dah tahun 1996 … lama ya, tapi *bisik-bisik* masih ada RS yang pakai bubur, serba hambar deh
Saya baru nemu blog ini krn cari info utk anak saya (10,5 th) yg sedang (dinyatakan dokter) sakit Typhus.
1. Apa akibat (sampai yg terburuk) dari sakit ini? misalnya inveksi usus sehingga harus operasi/masuk RS?
2. Apa tanda2 pasien kalau kondisi memburuk (selain test darah) sehingga perlu masuk RS? demam? saat ini anak saya tidak mau dirawat di RS, dia janji mau bedrest dirumah krn lebih nyaman.sekarang tdk demam tinggi lagi
3. kalau masih demam naik turun (tidak sampai 39c) selama seminggu, perlu dirawat intensive di RS?
BTW, setelah membaca blog soal diet typhus, hari ini saya akan bolehkan anak saya makan nasi & lauk kegemarannya, kecuali yg berserat tinggi & “merangsang” (pedas-asam) Terima kasih banyak..
@ Tri:
Diagnosa pasti penyakit Typhus adalah Diagnosa klini yg diperkuat dengan kultur (biakan kuman), namun ini sulit dilakukan dan di Indonesia belum umum. Sedangkan pemeriksaan Laboratorium yang paling mendekati kebenaran (tingkat akurasinya 90%) saat ini adalah Tubex. Inipun belum merata di seluruh kota di Indonesia, dan pemeriksaan ini efektif pada hari ke 5-6 demam jika dicurigai Typhus. Sebagian besar masih menggunakan Widal, ini gak peka, sering salah, bahkan orang sehatpun bisa positif 1/320 …hehehe, dan pemeriksaan sebelum minggu ke 2 tidak menggambarkan apapun selain dugaan (suspect).
Kuncinya, jika demam setelah diobati sembu sebelum seminggu, maka pasti bukan Typhus. Sekali lagi, pasti bukan Typhus.
1. Typhus adalah infeksi usus yg disebabkan kuman Salmonella typhii. Untuk saat ini sangat jarang sampai berakibat buruk (komplikasi), karena banyak pilihan obat dan pada umumnya masyarakat sudah berobat saat demam hari 1-3. Operasi dilakukan hanya jka ada perforasi (salah satu komplikasi, yakni adanya kerusakan usus). Inipun gak ada lagi saat ini.
2. Tanda-tanda kondisi memburuk bukan dari laboratorium, namun dari pemeriksaan fisik (gejala fisik), antara lain: kondisi melemah, kesadaran menurun, tidak mau makan dan minum.
3. Jika seminggu setelah diobati masih demam, sebaiknya periksa ulang. Belum tentu perlu dirawat intensif di RS sejauh kondisi fisik bagus, artinya mau makan dan minum, bisa bedrest di rumah, mudah dan teratur minum obat.
Ya … bener, makan bergizi sesuai contoh di atas.
…thanks
Moga ananda tercinta segera sembuh
@ Tri:
sebagai tambahan bacaan, silahkan lihat tentang Tubex yg pernah saya tulis, di sini
Wah, lega juga membaca jawaban diatas, untungnya anak saya masih mau makan dan malah susah disuruh diam/bedrest (mungkin ini y
membuat demam tetap datang-pergi ya). OK Dok, hari ini sudah tidak demam moga2 Minggu depan sdh bisa ber-sekolah, Terima kasih atas ‘prompt response’ dan juga atas linktentang Tubex nya.
@ Tri:
ok, moga ananda segera sembuh dan sekeluarga sehat selalu
Trims
Dear Dokter
Setelah membaca semua ulasan di atas, terus terang saya menjadi ragu atas diagnosa penyakit saya. Umur 36 thn. Tanggal 1 Jan sore saya terkena flu, dengan gejala demam dan pilek. Esoknya tgl 2 Jan pagi, saya langsung berobat ke dokter, dan diberi obat demam (Sanmol), obat pilek, dan antibiotik (Lacophen). Menurut dokter hanya flu umum. Konsumsi obat sampai tgl 4 Jan siang tidak menunjukkan kesembuhan penyakit. Demam saya naik-turun. Obat deman yg diresepkan minum 2-3 kali, saya minum sampai 4-5 kali, dikarenakan panas yg timbul hilang. Selain itu perut terasa kembung. Atas nasihat dari teman saya, saya memeriksakan diri ke lab, yaitu pemeriksaan hematologi dan Widal. Adapun hasilnya adalah sebagai berikut:
Widal
S Typhy O = 1/80
S paratyphi BO = 1/80
S paratyphi CO = 1/80
S paratyphi AH = 1/160
Sedangkan Hematology umum masih normal, kecuali Leukosit
3370 /mm (angka normal 5,000 – 10,000).
Trombosit meski tdk terlalu tinggi tp msh dalam range normal, yaitu 179ribu/mm (angka normal 150rb- 400rb)
Tgl 4 sore tsb saya langsung kembali ke dokter dgn membawa hasil lab. Menurut dokter saya terkena tipes. Antibiotik diganti dengan Lapiflok 250mg (Kategori Kuinolon). Dokter memperbolehkan saya utk makan nasi. Namun keluarga saya lebih percaya kepada anggapan kalau tipes harus makan bubur.
Tgl 5-6 Jan saya tidak ada demam sama sekali, tapi seluruh sendi saya ngilu sekali. Paling nyeri adalah pada saat bangun pagi. Perut berasa sedikit gak enak, tapi masih ok. Saya tidak merasa terlalu lemas seperti yg dijelaskan penderita tipes lainnya. Bahkan saya masih gardening yg ringan.
Disini ada beberapa pertanyaan:
1. Apakah benar saya sakit tipes? Mengingat penjelasan dokter mengatakan gejalanya harus demam selama 7 hari. Sedangkan saya cuma 4 hari? Kalau bukan tipes, apakah sakit saya? Hasil positif dari pemeriksaan widal sebenarnya penyakit apa? 6 Bulan yg lalu saya juga duga demam dan memeriksakan widal, tapi hasilnya negatif.
2. Saya sudah merasa bugar, mesti masih tidak terlalu fit. Jika saya dipastikan bukan tipes, berarti saya boleh gym/fitnes lagi 2-3 hari lagi, Karena saya sudah kehilangan muscle 3kg selama sakit. Sedangakan jika tipes, mungkin harus 2 bulan tidak boleh latihan beban.
3. Kenapa persendiaan saya ngilu semua?
Tolong nich, terus terang saya bingung
@ Hendry:
ok .. sip, kita bisa diskusi.
Seperti tertulis dalam artikel bahwa tanda-tanda typhus tidak spesifik, namun sebagai pegangan, demam karena typhus tidak pernah reda sebelum 7 hari. Pemeriksaan di atas tidak spesifik, tidak akurat, bahkan orang dengan penyakit flu pun bisa menunjukkan Widal positif, mengingat yang diperiksa adalah aglutinin dalam darah yang bisa positif oleh berbagai sebab dan berbagai mikri-organisme. Lagipula, syarat pemeriksaan Widal adalah minggu kedua, setelah dicurigai Typhus (berdasarkan tanda dan pemeriksaan fisik)
Adapun pemeriksaan yang saat ini canggih, yakni Tubex mensyaratkan hari ke 6 demam jika dicurigai typhus, padahal akurasinya 90%, bandingkan dengan Widal yang hanya di bawah 50% dan bias.
Jawaban:
1. Jelas bukan, bukan typhus. Masih ada ribuan penyakit yang mirip namun dengan masa demam kurang dari 7 hari setelah diobati. Sedangkan yang lebih 7 hari pun belum tentu typhus, hehehe. So Widal positif pada minggu pertama tidak berarti apa-apa, bisa banyak penyakit bahkan orang sehat pun bisa positif. Kecuali jika dalam follow up, minggu pertama positif lantas minggu kedua masih demam dan widal menunjukkan peningkatan bermakna hingga 1/320.
Perlu diketahui bahwa Indonesia adalah daerah endemis typhus. Artinya jika misalnya saya pernah kemasukan kuman Salmonella typhii dalam jumlah sedikit dan tidak sakit, maka beberapa minggu kemudian jika diperiksa akan menghasilkan widal positif walaupun saya sehat wal afiat, karena Widal positif adalah reaksi tubuh kita terhadap toxin yang dikeluarkan kuman Salmonella typhii.
2. Boleh, jika kondisi fisik untuk gym sudah memungkinkan.
3. Ok, penyakit-penyakit karena virus (adenovirus) dan beberapa penyakit yg disebabkan kuman Streptococcus, Staphylococcus, pada umumnya menimbulkan nyeri otot, nyeri sendi, lunglai dll … jenisnya banyak. Contoh: penyakit pharingitis (infeksi tenggorokan), common cold dll juga menimbulkan gejala yg mirip, yakni demam, kadang disertai sakit kepala, nyeri seluruh tubuh (sendi, tulang dan otot, atau salah satunya) dan lemas.
So, gak usah bingung … laboratorium adalah pemeriksaan penunjang, bukan satu-satunya alat diagnosa, dan di kalangan dokter, tanda-tanda klinis dan pemeriksaan fisik adalah yang utama, bukan sebaliknya.
Moga membantu dan moga segera pulih kembali
dok..ibu saya (65 th) beberapa kali di vonis tipus. gejalanya demam dan susah buang air besar. tapi ada dokter lain bilang kalau itu bukan tipus karena lidahnya tidak memutih. akhirnya setelah dirawat 5 hari ibu saya keluar dari rumah sakit. keluhan utama sekarang adalah susah buang air besar. bagaimana mengatasi susah buang air besar karena kuman tipus. apakah dengan minum jus buah ?
@ andre:
saya juga meragukan itu, lagipula tipus bukan hanya demam dan lidah memutih
Maksudnya susah buang air besar itu bagaimana? apa BAB keras dan tidak bisa BAB setiap hari atau kebelet (berasa) mau BAB tapi yang keluar lembek dan hanya lendir ?
Ok, untuk mengatasi susah buang air besar (jika BAB keras), bisa digunakan pencahar (dengan catatan jika tidak ada kelainan usus), misalnya: dulcolax, diminum 1-2 tablet sebelum tidur. Buah yang bisa membantu memperlancar BAB misalnya: pepaya or pisang.
Moga keluhan ibunda segera hilang dan pulih kembali
Malam Dok, anak saya sudah 3 hari ini tidak demam tinggi dan fisiknya (terlihat) sudah segar/pulih. Tapi sesekali saya temukan suhu badannya masih sekitar 38c, istilah orang jawa : SUMENG, kening, badan dan kaki agak hangat.. jadi masih saya batasi aktifitasnya.
Selasa malam kemarin dari rekomendasi dokter di test widal nya 1/160 dan tidak demam, tapi Rabu-Kamis masih disuruh istirahat dirumah dan diberi vitamin (antibiotik dan demam di stop) tapi kok demamnya masih terus (terutama kalau baru bangun tidur, dan menjelang tidur nya) Dok?
Besok ada rencana saya ajak dia ke RS untuk periksa dengan dokter langganan, ada saran hal apa yang perlu saya tanyakan ke dokter langganan tsb?
Terima kasih,
Tri
@ Tri:
kalo boleh tahu, nama antibiotiknya, dosisnya, berat badan anak. Menurut saya kalo masih demam perlu diberi obat penurun panas.
Untuk besok sebaiknya disampaikan semua pengobatan (dosis dan jenisnya juga) dan lab kepada dokter langganan.
» ke atas
Halo dok….
)cek darah juga di lab “rumahan”(blm ada prodia dst) hasilnya yg menonjolWidal test salmonella typhi O, S paratyphi A)&BO (-); S.typhi H (+)1/80, S.Paratyphi AH&BH (+) 1/320. Dengue blood IgG&igM (+).Dugaan sementara dbd/ radang tenggorokan karena merah tapi suami saya tidak sakit dalam menelan.oh iya dikasih obat nervaplus, levofloxacin & sumagesic.suhu sore masih 38,5C (kapsul cacing & air alang-alang menjadi selingan)
Kebetulan sekali pas lagi browsing tentang tipes(udah4 days) baru nemu disini….Sekalian aja mau konsultasi yah…
Suami saya tanggal 10-01-08 :mulai sakit kepala dan jm12 siang panasnya 38 C, sy kasih sanmol lalu agak turun, jm 16.00 sempat naik lagi menjadi 39 C, sy berikan air rebusan akar alang-alang lalu turun 37C, namun sekitar jam 20-22.00 sakit kepala, sakit perut dan suhunya terus naek mpe 39,2 C.
Tgl 11-01-08 : Suhu sekitar 38C masih demam, sakit perut sama seperti kemarin sy kasih sanmol, kapsul cacing dan rebusan akar alang-alang, banyak minum air juga tentunya (Untung suami mau nurut). Jm 8.30 BAB normal. Sempat sy bawa ke dokter umum (internist pada holiday maklum kami tinggal di palangkaraya yang fasilitas kesehatan masih minim
12-01-08 : jam 6.00 suhu 39,1 C namun setelah minum obat sempat turun 37 C. Perut mual dan mulut mulai lagi ga enak, napsu makan turun, demam. suhu tubuh jm 18.00 39,4 C perut juga ga enak banget…karena panik dan takut juga akhirnya sy bawa ke internist, dia periksa perutnya sambil ditekan-tekan selain baca hali lab kemarin, dokter menyimpulkan positif tipes dikasih obat sbb: sistenol, pyricef 500mg, armokv 500mg, tripanzym & excelak (sy tebus setengah dulu, kec. yg 500mg)
13-01-08 : jam 4.30 saya terbangun karena suami kesakitan sekali perutnya sampai mengeluarkan air mata (pasti krn sakit bgt yah),suhunya 38,7C lalu minum kapsul cacing dan istirahat demikian seterusnya sampai saya mengetik surat ini keadaan perut better hanya demam masih turun naik. Terakhir sudah 36,4C.
Oh yah, waktu tgl 26 subuh, suami saya sempat sakit perut dan ketika mau BAB (belum sempat) pas sadar dia sudah ada di lantai kamar mandi, pipi kirinya lebam dan kepalanya benjol. Mlm tgl 25 sempat begadang bakar jagung dan tgl 25 ada open house, dia sempat makan coto makasar dirumah saudara(bukan buatan sendiri). sejak itu perutnya suka ga enak kadang malah diare tapi ga sampai demam seperti tgl 10-01-08.
Pertanyaannya:
1. So,sakit apa yah suami saya itu?
2. Perlukah esok (5 hari dari tgl 10-01-08) cek darah lagi? atau kapan waktu terbaik cek darah lagi?
3. Adakah tips untuk mengurangi sakit perut bila kambuh lagi (semoga never again) ?
4. Untuk saya yang sangat dekat dengannya, tips apa supaya tidak tertular (sy yg membuang air seninya) ?
Thank you alot yah dokter…..milis atau apa ini namanya ehm ajang sharing n be blessing maybe
sangat bermanfaat buat kami yg tinggal didaerah dimana pengetahuan dokter n fasilitas masih minim.
@ Tiany:
, saya tinggal di pinggiran Samarinda …hehehe, so sesama luar jawa.
Halo juga
1. Saya meragukan bahwa suami ibu menderita Thypus kendati ada pemeriksaan widal Salmonella paratyphi 1/320 (paratyphus). Karena pemeriksaan tersebut tidak spesifik dan akan bermakna jika pemeriksaan dilakukan pada minggu ke 2, itupun harus didukung oleh pemeriksaan fisik. Jika sebelum seminggu setelah minum obat ternyata tidak panas lagi, berarti bukan Typhus.
Pemeriksaan terkini untuk deteksi typhus adalah Tubex, silahkan baca ringkasannya (sudah saya tulis) di sini. Inipun disyaratkan pemeriksaan pada hari ke 6 demam.
Masih banyak penyakit yg menunjukkan tanda tersebut di atas. Sakit perutnya disertai diare apa enggak ? atau mungkin ada kesulitan kencing? dan di sebelah mana? Ini penting untuk mengarahkan pada diagnosa penyakit.
Untuk obat di atas, saran saya, Pyricef 500 mg harus dihabiskan walau sudah tidak panas. Sedangkan sistenol bisa dihentikan jika tidak panas.
Kalo DBD, parameternya adalah trombosit, dikatakan DBD jika jumlah trombosit kurang dari 100.000 dan hematokrit meningkat lebih 25 % disertai tanda klinis.
2. Jika sudah tidak demam, pemeriksaan lab mungkin tidak ada gunanya, kecuali jika kondisi tubuh menurun. Dan jika toh akan periksa lab sementara suhu badan sudah di bawah 37 derajat C, maka arah pemeriksaannya ke penyakit lain terkait dengan keluhan perut. Kita berharap dokter yg merawat akan memberikan solusi terbaik.
3. Untuk menanggulangi sakit perut, bergantung sakit perutnya seperti apa. Apakah mules (or melilit), pedih, serasa teriris, rasa terbakar, dll. Namun jika tidak punya obat untuk itu, sementara bisa dikompres air hangat yg dimasukkan botol.
4. Menurut saya tidak ada tips khusus sebelum diketahui secara pasti penyakitnya. Yang paling penting hanya menjaga kebersihan tangan mengingat ibu yg membuang air seninya.
Oya ini bukan milis koq, ini Blog … ajang berbagi dan saling memberikan informasi …
kalo soal fasilitas, menurut saya btergantung pada para dokter disana, jika beliau-beliau berani memperjuangkan tentu bisa….hehehe, jangan bilang-bilang ya, ini rahasia lho … eh boleh ding, supaya temen-temen dokter bisa saling diskusi untuk kepentingan orang banyak
Moga berguna
PS: untuk sekedar bacaan, silahkan download ringkasan tentang typhus di halaman Download, trus silahkan cari Sekilas Typhus
Uupss….sesama kalimantan toh…
Anyway, Thx4 the respon …
Pagi ini sampai siang (14-01-08) suhu tubuhnya sudah kisaran 36,2 C.
Obat yang kemaren masih jalan terus namun yang sistenol memang sudah tidak dilanjutkan. sebenarnya pagi ini mau sy ajak cek lab lagi, tapi kok feeling sy bilang ga perlu, jadi rencananya sy mau ajak cek besok (pas armokv 500 mg nya habis). Tapi itu juga saya masih ragu (takutnya ga berguna).
Menjawab pertanyaan : sakit perutnya disertai diare? Tidak, BAB sehari sekali normal aja. Selain itu tidak mengalami kesulitan kencing.
Sampai saat sy mengetik blog ini keadaan suami sy yah keluhannya tinggal perut yang masih berasa seperti kram tapi tidak separah kemarin.
So, what shuld i do for him? any suggest more? anyway…thx alot 4 ur attention.
malam dokter,
sorry cerewet neh…
Mau tanya, seperti yg sebelumnya sudah sy ceritakan. Hari ini suhu kisaran 6 lebih saja. Namun malam ini baru saja suami saya sadar, ia memperlihatkan di pahanya timbul bercak bercak merah (seperti pecah panas tapi bukan seperti gigitan nyamuk lho) . Lalu di siku lengan kanan (bekas suntikan ambil darah tgl 11 kemarin) menjadi biru legam seperti memar.
Kenapa bisa begitu yah dok??
Thx b4
@ Tiany:
ok, thx a lot atas tambahan infonya, berarti suhu udah normal.
so untuk mengurangi kram perut, dapat digunakan obat yg khusus untuk itu (antispasmodik), misalnya: Buscopan atau Klidibrax atau Librax atau Pehaspas atau atau spasmium, diminum 3×1 sehari kalau terasa sakit (kalau perlu saja). (biasanya obat tersebut harus pakai resep dokter)
Adapun bercak merah atau lebam di bekas pengambilan darah, kemungkinan karena penurunan jumlah trombosit (normalnya: 200.000-500.000) atau sebab lain yang belum bisa kita ketahui.
Moga berguna dan bisa dilanjutkan jika ada perkembangan terbaru
Dok,,saya agak bingung makanan2 berserat ato tidak…
klo boleh,,bisa minta daftar makanan yang boleh dimakan n yang gak boleh dimakan??
maaf klo merepotkan…..
Klo boleh tny sekalian, berhubung saya baru saja mutasi ke Kupang NTT,,bisa minta info tentang dakter yang bagus di daerah Kupang?? Soalnya teman saya banyak yang berobat di Kupang dan mendapatkan diagnosis yang berbeda beda untuk tiap dokter dan RS… dan yang lebih buruknya penyakitnya gak sembuh2…
Makanya banyak yang begitu sakit dan diharuskan opname,,mereka memilih ke Surabaya atau Denpasar…
Thx untuk infonya…..
Pak dokter,
Blognya sangat menarik nih.
Terima kasih buat informasi2nya yg sudah diberikan ke kita semua. Sangat2 menarik
Sekarang ini Mama saya diduga kena Tifus oleh dokter.
Beliau sedang jalan2 ke Solo, tapi malah kena Tifus.
Masalahnya sekarang…. Mama Harus pulang ke Melbourne tanggal 25…
Baiknya di opname disini atau di Solo saja ya ?
Saya udah bilangin Mama supaya makan yg enak2 dan tidak perlu bubur biar cepet sembuh dan hindari makanan yang berserat tinggi.
Kira2 aman gak yah buat Mama untuk terbang 3 hari lagi… saya kok gak begitu sreg. Mendingan dia di opname aja di Solo/Jakarta. Menurut dokter ?
@ Bejo:
hampir semua makanan berserat, yang dihindari hanya yang berserat tinggi, misalnya: pakis, kangkung, batang bayam…lainnya boleh
wah untuk dokter di NTT saya gak punya referensinya, so mohon maaf ya
@ Daniel:
ok, jika memang diduga tifus dan demam hingga 1 minggu, sebaiknya beliau opname and istirahat di tanah air saja.
Tetapi jika belum seminggu beliau sudah sehat berarti bukan tifus dan bisa ke Melbourne jika kondisi beliau benar-benar sudah fit.
dok tifus carier itu maksud nya gmn???
saya terkena tifus berulang kali….
padahal telah dinyatakan sembuh,tp kena lagi berulang kali….
apakah saya carrier dok?/
@ jambak:
tifus carier maksudnya si penderita memiliki kuman Salmonella typhii dalam tubuhnya yang biasanya berada dalam kandung empedu. Angka kejadiannya sekitar 1-5%. Yang bersangkuan tidak menunjukkan tanda klinis artinya tidak nampak sakit.
Jadi beda dengan tifus yang berulang … so bukan carier, tapi tertular lagi.
Dok, ini saya kurang yakin akan kena penyakit apanya. Karena saya sudah checkup ke RS 2x mereka juga bingung saya terkena penyakit apa (tapi dicurigai demam berdarah soalnya trombositnya 185000 sekarang) tapi itu juga mereka masih belum terlalu yakin karena ini sudah minggu ke-2 hari ke 3 namun masih belum ada gejala-gejala yang mendukung demam berdarah. Kondisi saya saat ini:
- Berlangsung sudah 10 hari
- Napsu makan normal
- Buang air besar lancar
- Badan tidak terlalu lemas
- Suhu badan pagi-pagi <37, siang-siang 37, malam 37.5, tengah malam 37.
- Badan tidak berbintik-bintik
- Lidah putih
- Bibir pecah-pecah
- Batuk-batuk sedikit
- Otot tidak pegal-pegal
- Sendi tidak ngilu
- Perut tidak sakit
- Tidak mimisan atau mengeluarkan darah
Saya ini terkena penyakit apa ya? Tifuskah? Gejalanya aneh sekali. Tidak ekstrim. Namun tetap panasnya tidak normal dan berlangsung lama. Kenapa ya dok? Terus kalau memang tifus haruskah saya dirawat di rumah sakit? atau bisa di rumah saja? Trims sebelumnya.
@ William:
Melihat data di atas dan tanda klinis, jelas bukan Demam Berdarah, karena penurunan trombosit biasanya pada hari ke 2-5 demam. Lagi pula didukung dengan penurunan jumlah trombosit hingga kurang dari 100.000.
Kecurigaan terhadap Demam Berdarah bila: ada tanda klinis (tidak khas) dan trombosit 100.000-150.000, ini masih curiga lho dan dikatakan Demam Berdarah jika trombosit kurang dari 100.000 serta hematokrit meningkat lebih 20-25 %.
Jika curiga Tifus mestinya diperiksa dengan pemeriksaan yang mendukung ke arah itu, misalnya: Widal dan lain-lain, 2 kali pemeriksaan pada minggu ke 2 dan ke 3, atau dengan pemeriksaan yang lebih canggih yakni dengan Tubex.
Untuk lebih jelasnya, coba baca posting yg pernah saya tulis, yakni: Tubex, Pemeriksaan Demam Tifoid Terkini
Moga Berguna
Trims
Ok, thanks ya dok. Tapi kalo Tubex itu carinya di mana? Rumah Sakit kah? Lab kah? Terus kalo misalnya saya positif tifus haruskah saya dirawat di Rumah Sakit? Thx lagi.
@ William:
itu masih salah satu kemungkinan lho. Untuk menentukan jenis pemeriksaan penunjang yg diperlukan sebaiknya konsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam.
Adapun Tubex sejauh ini belum semua RS menggunakannya mengingat biayanya yg cukup mahal (sekitar 90 ribu) dan cara ini relatif masih baru di Indonesia, so belum merata.
Jika positf tifus belum tentu dirawat di RS, bergantung pada kondisi masing-masing. Andai kondisi fisiknya bagus, bisa rawat jalan.
Thx
dear dok, saya baru aja diperiksa dokter katanya gejala tipus. saya disuruh istirahat total, tapi tdk harus opname. yang saya tanyakan kenapa harus istirahat total? apakah artinya harus tidur seharian, tidak banyak bergerak? masalahnya, saya adalah anak kos, dan untuk beli makanan harus jalan kaki 300 meter. gimana dok? dan bagaimana kalau saya tetap kuliah? paling cuma duduk dalam kelas dan tidak melelahkan, soalnya kampus saya sangat ketat dlm hal absensi.
@ yaser:
yang namanya istirahat total menurut istilah medis adalah opname.
Namun, mengingat dikatakan masih “Gejala Tifus”, tidak menutup kemungkinan penyakit lain yg mirip dengan tanda-tanda tifus.
Kalo boleh tahu, demam or panasnya berapa hari dan apakah sudah ada hasil pemeriksaan lab penunjang yg mengarah ke penyakit tifus?
Sebagai pedoman dasar, jika demam tersebut sembuh dalam seminggu setelah diobati, maka bisa disimpulkan bahwa penyakitnya bukan Tifus.
So, menurut saya, tetap kuliah dan tetap beli makanan, hanya saja di luar aktifitas pokok ada baiknya istirahat, boleh tiduran, boleh duduk sambil baca bacaan ringan, boleh dengerin lagu.
Sementara itu dulu saran saya, dan info lebih lanjut saya tunggu.
Trims, semoga segera sembuh ya
Sebelumnya trims yah dok atas informasinya. Cuma mau nge-share aja..kemarin tuh saya perna panas sampai 10 hari..waktu itu pernah saya periksa ke 2 dokter..salah satu berkata saya itu tifus dan harus diopname, 1 lagi berkata ini demam berdarah karena trombositnya 185000 jadi harus di opname..tapi setelah 12 hari saya tidak diopname lalu sembuh sendiri. Apa saya terkena tifus namun sembuh sendiri ataukah dokternya “mengarang” penyakit saya? Aneh banget ga sih? 2 dokter beda hasil dan salah 2-2nya. Padahal kalo boleh dibilang itu rumah sakit yang cukup terkemuka.
@ William:
adakalanya interpretasi dokter yang satu dengan yang lain berbeda, bergantung pada hasil pemeriksaan fisik saat itu.
Tifus adalah salah satu penyakit yang gejalanya tidak spesifik dan banyak penyakit yang mirip dengan tifus. Karenanya diperlukan pemeriksaan mendetail dan kadang perlu pemeriksaan penunjang (lab) untuk memastikan diagnosa. Diagnosa pasti untuk tifus adalah dengan biakan kuman, sayangnya pemeriksaan ini perlu waktu sekitar 1 minggu (di Indonesia) dan tidak semua RS punya fasilitas untuk biakan kuman.
Bagi dokter yang sudah sering menangani Tifus biasanya sudah dapat menduga berdasarkan pemeriksaan fisik.
Adapun Demam Berdarah, pemeriksaan penunjang yang hingga saat ini dipakai sebagai pedoman adalah jika seseorang menunjukkan tanda klinis dan pemeriksaan lab menunjukkan:
1. Trombosit kurang dari 100.000
2. Hematokrit meningkat hingga 20 %
Nah jika Trombosit pada hari ke 2-5 demam menunjukkan 185.000, pasti bukan Demam Berdarah.
Ada beberapa penyakit yang disebabkan virus (umumnya golongan adenovirus) yang self limited, artinya akan sembuh sendiri setelah beberapa hari, seminggu atau lebih. Dan tak jarang gejalanya mirip antara yang satu dengan penyakit lainnya. Inilah yang sering menimbulkan perbedaan diagnosa.
Share semacam ini sangat membantu kita semua, khususnya untuk perkembangan bidang medis dengan mengambil manfaat serta follow up berkesinambungan terhadap berbagai kasus penyakit.
Trims, sharenya ya
dok,istri sy 30 th,hamil anak pertama sudah 9 minggu, badannya lemes banged, mual.trus sudah 2 hr ini meriang kl malem.hr ini sdh cek darah utk widal. Titer H nya 1/160, utk O 1/320.
apakah ini sudah masuk tifus dok?lemesnya ini krn bawaan hamil atau krn tifusnya?
soalny kl sdg hamil kan ga boleh sembarangan minum obat?
apakah harus dirawat di rumkit atau hanya perlu bed rest di rumah saja?
mohon pencerahannya dok.trims
@ aan:
kalo masih 2 hari sih ga serta merta menggambarkan tifus, lagipula test Widal akurasinya rendah. Dan bisa juga menunjukkan hasil positif jika seseorang pernah terpapar kuman Salmonella trus tubuhnya bereaksi dengan membentuk aglutinin yang bisa tetap positif bertahun-tahun walaupun ga sakit.
Masih banyak penyakit yang sepintas mirip dengan tifus, misalnya beberapa penyakit karena virus yg bisa sembuh sendiri (self limited). Sebagai pedoman dasar, jika sembuh sebelum 7 hari setelah diobati, bisa dikatakn bukan tifus walaupun Widal positif.
Sedangkan Test Tubex TF yang canggih saja (akurasinya lebih 90%) pemeriksaannya direkomendasikan paling cepat hari ke 5-6, cuman harganya relatif mahal, sekitar 90 ribu dan ga semua kota memilikinya.
Jadi menurut saya, istri belum tentu tifus, dan sementara bed rest di rumah, makan enak (kalo bisa)…sambil meneruskan obat dari dokter
Semoga istri segera sembuh
Salam kenal, Dokter.
Beruntung sekali ketemu blog ini
Kasus isteri saya mirip dengan isteri Sdr. Aan.
Isteri saya hamil anak kedua. Usia kehamilan genap 8 minggu (tgl 18 Mar.’08).
Hari Senin (17 Mar) jam 02:00 menggigil, tapi badan tidak panas.
Sekitar jam 08:00 badan semakin lemas dan panas (dua minggu terakhir sering muntah-muntah)
Akhirnya dirawat di rumah sakit, dan dinyatakan positif tifus (saya gak ingat angka-angkanya)
Hasil USG menunjukkan tidak ada gangguan pada janin.
Untuk menurunkan panas, diberikan paracetamol
Suhu turun naik, antara 38.2 sampai 39
Tekanan darah kadang drop sampai 90/60
Infus pagi ini dilepas karena terjadi pembengkakan.
Dari jawaban-jawaban dokter sebelumnya saya ingin bertanya:
1.Apakah terlalu dini untuk menyatakan tifus, mengingat demamnya
baru dua hari ?
2.Apa penyebab turunnya tekanan darah ?
3.Berbahayakah terhadap kandungannya ?
Kalau bukan tifus, bagaimana cara meyakinkan tim medis rumah sakit ?
(jangan sampe mereka menganggap saya sok tau hehehe….)
Terima kasih sebelumnya.
@ Baim:
Salam kenal
1. iya, terlalu dini. Kecuali jika disebutkan suspect typhus, artinya masih dugaan, tapi tetap terlalu dini. Kalo saya lebih suka jujur aja, dengan mengatakan masih observasi jika emang belum diketahui penyebabnya.
2. Tekanan darah turun bisa terjadi karena banyak hal, misalnya kurang intake makanan, kelelahan fisik dan psikis, dll…dll
3. Tidak. Yang penting adalah kondisi umum ibunya. Terlebih pameriksaan USG menyatakan bahwa ga ada gangguan.
wahhh, yang ini saya ga tahu. Menurut saya, sebaiknya diskusikan aja, ga papa koq, kan bayar
…kalo marah, pura-pura ga denger aja …hehehe
Moga istri segera sembuh dan diberikan kesehatan bagi keluarga.
Salam Kenal Dokter..
Saya mau tanya tentang contoh menu makanan buat orang yang sakit typhus..
Selain bubur, roti, macaroni, nasi tim, apa lagi yah?
kondisinya sekarang, tiap kali makan masih mual, pusing, lemes..
kmaren ini sy kasi mkn mie instan malah + mual & demam, itu gmn yh dok?
mau tanya jg soal lauk pauk rendah selulosa itu apa aja yah contohnya..
terima kasih dok..
Stanley
@ Stanley:
Maaf, udah baca artikelnya?
Kalo bisa makan nasi, makan nasi aja, lauk pauk bebas sesukanya sedangkan buah dan sayur untuk sementara dihindari yg berserat tinggi, seperti nenas, gori, daun singkong dan sejenisnya.
kalo mo Rawon boleh, soto boleh, semur boleh, bakso boleh ….wuaaa masih bayak yang boleh dibanding yg dihindari (bukan mutlak ga boleh)
Ga perlu terlalu takut soal makanan, lantaran yg paling penting dalam penatalaksanaan typhus adalah perbaikan kondisi fisik.
Alhamdulillah isteri saya diperbolehkan pulang hari Minggu lalu (23 Mar.)
Dokternya sendiri akhirnya gak yakin kalau itu typhus. Lho ???
Mungkin demam berdarah ?
Yang masih belum terjawab adalah timbulnya bercak merah (bukan bintik).
Mungkin efek panas ? karena sejak demam tinggi muka dan hampir seluruh tubuh kemerahan kayak udang rebus.
Atau mungkin tampek/campak ?
Saya masih khawatir nih, dokter. Terma kasih sebelumnya.
Catatan: selama di rumah sakit saya kasih madu dan sari kurma
Saya kena typhus dok.
Tapi saya pikir sudah sembuh, taunya besok saya makan malah perih tuh gimana yah ?
Terima kasih.
@ Baim:
Alhamdulillah, saya ikut gembira mendengarnya.
Adakalanya penyakit tidak terdeteksi secara nyata karena tidak spesifik. Namun saya angkat topi pada dokter yg merawat atas kejujurannya dengan menyatakan “gak yakin kalo itu typhus”. Sebuah sikap terbuka yg patut ditiru ketimbang memaksakan diagnosa. Ini bukan sesuatu yang aneh di dunia medis mengingat tidak semua RS (di Indonesia) memiliki fasilitas kultur (biakan) untuk memastikan diagnosa. Kalaupun ada, waktunya lama…sekitar seminggu (yg modern cukup 2-4 hari), sehingga baru diketahui setelah penderita sembuh dan sudah berada di rumah.
Kalo Demam Berdarah rasanya sih enggak. Selain tanda klinis, Demam Berdarah ditandai dengan menurunnya Trombosit hingga di bawah 100.000 dan peningkatan hematokrit hingga 20-25%.
bisa jadi campak atau mungkin penyakit yg disebabkan beberapa virus yg tidak dapat kita deteksi.
ya…kekhawatiran itu wajar, namun dokter menyatakan sembuh kan
Catatan: gak papa, madu dan kurma menambah kalori.
@ r4v3n:
ntar dulu… ceritanya gimana dong
Kalo perih, berkaitan dengan lambung atau makanan.
So, mohon kilas balik riwayat penyakit, hasil pemeriksaan (termasuk lab) dan obat yang sudah diminum (jika berkenan).
Untuk sementara, rasa perih setelah makan bisa menggunakan Antasida, diminum 1-2 jam sebelum makan atau di antara waktu makan (perut kosong).
Trims
Dok,
Saya udah tiga hari demam dan kepala pusing sekali, tapi masih bisa saya tahan tanpa minum obat. Pas dini hari, karena menggigil nggak henti-henti(tadinya saya pikir kedinginan karena AC), akhirnnya saya ke rumah sakit dan ternyata suhu tubuh saya mencapai 40,3 Celcius. Lalu saya tes Widal dengan hasil berikut:
Salmonella typhi O : Positif 1/80
Salmonella paratyphi A-O : Negatif
Salmonella paratyphi B-O : Positif 1/80
Salmonella paratyphi C-O : Negatif
Salmonella typhi H : Positif 1/320
Salmonella paratyphi A-H : Positif 1/320
Salmonella paratyphi B-H : Positif 1/320
Salmonella paratyphi C-H : Negatif
Saya kena thypus ya??
Sama dokter tempat saya periksa, saya dikasih resep obat pharflox 10 butir untuk antibiotiknya, sedangkan kalau panas minum panadol aja.
Dua hari lagi disarankan tes darah lagi. Untuk thrombosit sendiri 174.000.
Berapa lama ya thypus bisa sembuh??
Buah-buahan seperti rambutan atau duku boleh nggak saya makan, karena
saya penyuka buah dan sekarang sedang musim rambutan dan duku.
Untung juga saya membaca artikel Dokter, karena sebelumnya saya sempet nanya ke temen yang pernah thypus, dia menyarankan makan bubur.
Dia sendiri dulu istirahat di rumah sampai 5 bulanan (wuih lama banget ya…) dan sampai makan bubur bayi.
Terima kasih.
@ Indri:
Hanya berdasarkan hasil Lab (Widal) dan panas 3 hari, belum bisa dipastikan menderita Typhus.
Pertama: tanda-tanda klinis typhus tidak spesifik (terutama pada hari ke 3). Namun seorang dokter yang sudah ahli akan dapat memperkirakan dengan pemeriksaan yang cermat.
Kedua: Hasil Lab tersebut pada hari ketiga demam bukan sebagai patokan utama, mengingat tes Widal akurasinya rendah, dimana tes tersebut dapat menunjukkan hasil seperti di atas pada seseorang yang pernah terpapar kuman Salmonella tapi yang bersangkutan tidak sakit, sehingga jika ia demam akan menunjukkan hasil seperti di atas. Berbeda jika menggunakan Tes yang lebih canggih misalnya Tubex TF yang tingkat akurasinya mencapai 90 % lebih, itupun dengan syarat pemeriksaan dilakukan paling cepat pada hari ke 6 demam dengan tanda-tanda ke arah Typhus.
Tes Widal akan bermakna jika dilakukan pada minggu ke 2 demam disertai dengan tanda-tanda klinis ke arah Typhus, lantas dilakukan follow up berkala.
Kita tunggu saja hasil pengobatan di atas. Jika sebelum seminggu sudah sembuh, bisa dikatakan bukan Typhus. Banyak penyakit-2 infeksi yang sangat mirip dengan typhus. Beberapa jenis virus dapat menyebabkan demam hingga beberapa hari, tapi pada Typhus umumnya berminggu-minggu.
Tentang makanan.
Jikapun emang Typhus, tetep makan nasi…buah yg disebutkan di atas juga boleh. Yang penting tidak menimbulkan keluhan dan memperberat penyakitnya.
Dan…gak selama itu ah …
Moga segera sembuh
Makasih Dok,
Nyambung yang kemarin, sekarang saya memasuki hari ke-7 dan masih panas melebihi 40 derajat C (hanya turun jika saya minum obat panas, dan mulai hari ke 4 panas saya minum obat panas 3-4 kali sehari), perut agak mual (nggak sampai muntah), sendi kadang ngilu, kalau makan berasa pahit..
Itu tanda-tanda klinis bukan ya.
Untuk memastikannya sih saya akan mengikuti anjuran Dokter untuk tes Tubex TF.
Terima kasih.
@ Indri:
Makasih info tambahannya…trus sampai saat ini masih minum antibiotik (pharflox) selain obat panas ?
Untuk mengetahui lebih jauh tentang tanda klinis, silahkan download Sekilas Penyakit Typhus di halaman download.
Ok, kita tunggu hasil pemeriksaan Tubex TF
Ntar kasih kabar ya
Thanks
saya pernah dirawat di RS karena DBD dan gejala tifus jg.
tapi selama dirawat setiap pagi saya diberikan makanan bubur, dan siang malam na diberikan nasi lembek. disamping sakit saya DBD dan gejala tifus, saya jg mempunyai masalah dgn lambung saya, yg bisa dibilang mungkin sudah agak parach hingga ke ulu’ hati.
apakah jika sakit asam lambung juga diharuskan makan bubur or nasi biasa aja tidak apa2?
dan tambahan lagi, selama saya di rawat saya mendapatkan dokter yg ehm.. klo di bilang “?”, saya merasa saya masih sakit dan trombosit saya masih kurang. tp dokter tsb sudah mengijinkan saya tuk pulang.
padahal saya sudah bilang ke dokter tsb, saya ingin pulang jika saya sudah benar2 sembuh. dan keesokkan hari na dokter tsb bilang lg kesaya, klo saya dapet pulang hari itu. padahal kondisi saya masih bener2 blom pulih dan bisa di bilang trombosit saya masih kurang..
akhir na setelah saya pulang dr RS tsb, dirumah saya mendapatkan sakit yg parach lg.
perut saya sakit, tiap kemasukan makana perih bgt rasa na, padahal tidak pedas sama sekali. dan selain itu juga saya mendapatkan infeksi di hidung yg ga tau karena apa? hidung saya luka, dan berdarah tp bukan mimisan. sakit bgt. hampir satu bulan saya tidak sembuh dr infeksi tsb. dan selama bbrp bulan setelah saya keluar dr RS tsb saya sering bulak-balik k RS lg, tuk cek up lg…
tp kata dokter tsb, saya tidak sakit apa2.. padahal saya sendiri yg merasakan sakit, tp koq saya di bilang tidak sakit apa2? aneh??
selama thn 2007 kemaren saya sering sekali cek up ke RS hampir tiap bulang kali. tp apa kata dokter2 yg ada di RS tsb, saya tidak sakit apa2? aneh bgts…
menurut dokter ada apa dgn saya ya?
@ cHa:
nasi biasa … ntar kalo kelamaan makan bubur malah leles
Kemungkinan Dyspepsia untuk gangguan lambung. Emang keluhan semacam ini biasanya ga ditemukan kelainan organik, maksudnya lambung dan kawan-kawan normal…dan gangguan tersebut lebih banyak (lebih 80%) dipicu oleh “kecemasan”. So kalo dokter mengatakan gak papa, sebenernya gak sepenuhnya salah, hanya saja kali perlu penjelasan mengapa sampai perih banget. Ini karena peningkatan produksi asam lambung yg dipicu oleh rasa cemas. Biasanya dikasih obat antasid (obat mag), obat untuk menghambat produksi asam lambung yg berlebihan (cimetidin, famotidin, ranitidin) dan obat penunjang lain untuk memulihkan kondisi tubuh.
Sedangkan infeksi hidung ada beberapa jenis, Sinusitis, Rhinitis dll.
Moga penjelasan singkat ini membantu…dan mudah-mudahan segera sehat kembali.
Trims
Aku mau nanya. Apakah tifes bisa menular, soalnya aku sekarang sedang merawat istriku yang kena tifes. sekedar info, dulu aku juga pernah kena tifes. dan apa tanggapan dokter mengenai obat cacing tanah dan cacing kalung?
@ Anton:
iya, menular … silahkan download ringkasan artikel dalam format flash di halaman download.
Maaf, tidak ada komentar tentang obat cacing tanah dan cacing kalung untuk ngobati typhus
Wow! saya jadi agak sedikit takut. O, ya dok saya mau tanya lagi. apa yang saya harus lakukan agar penyakit istri saya tidak menular terhadap saya.
@ Anton:
gak usah takut ah… ketularan atau tidak bergantung pada jumlah kuman yang masuk tubuh dan daya tahan tubuh seseorang.
So, jaga kondisi dengan cukup istirahat, cukup makan dan minum.
Saya pernah kena tifus sampe dirawat, pas jam makan kok aneh menunya sperti saya sehat, nasi+sayur+lauk pauk…makan jd nafsu…tuh jatah makan saya selalu abis, kalo pagi ada yg keliling bagiin susu…hehe saya ganti gelas saya dgn yg guede eh perawatnya senyum2 sambil ngisi setengah gelas…huahahaha, kata yg nengok “loe sakit bener apa kelaperan?”
Tapi saya merasa cepet sembuh ketimbang waktu saya dirawat di RS yg lain dgn penyakit yg sama pada tahun sebelumnya, coz tiap ari dikasi bubur…mana nafsu
saya baru kasihkan bakso ama istri saya, untuk info istri saya sudah hilang demamnya. cuman sakit perutnya masih ada sedikit-sedikit. apakah tidak berpengaruh dok? trus makanan apa saja yang harus saya santan agar saya tidak terjangkit istri saya/
@ adi:
..hehehe, siiip, justru ini yang bener
Trims share nya ya…moga jadi perhatian yang lain
@ Anton:
enggak.. gak ngaruh.
Dan untuk pak Anton gak ada makanan khusus, makan seperti biasa aja.
Moga tetep sehat
Maaf Dok!
Setelah dicek dengan test pack ternyata istri saya positif hamil. dan saya masih melanjutkan obat untuk istri saya. Apa tidak berbahaya obat tifes atau obat cacing kalung diberikan untuk istri saya yang sedang hamil??
@ Anton
ok, bergantung jenis obatnya.
Obat Typhus berdasarkan urut-urutannya adalah sebagai berikut:
1. Thiamphenicol or Chliramphenicol
2. Amoksisilin …dan seterusnya
Untuk ibu hamil or menyusui, pilihan kedua (amoksisilin) atau golongan sefalospurin adalah pilihan paling aman. Yang pertama harus diawasi ketat oleh dokter yang merawat. Sedang golongan Quinolon tidak dianjurkan pada ibu hamil, misalnya: cyprofloxacin dan saudaranya.
Sedangkan untuk cacing saya tidak tahu
Trims
malam dok. Obat apa yang anda anjurkan buat mengurangi perasaan mual dan muntah pada kehamilan smester pertama?
@ Anton
Malam,
Mediamer B6. Diminum 3×1 atau kalo perlu saja, sebelum makan.
Trims
Selamat Malam Dok,
Anak saya umur 6 th 9 bulan dg berat badan 26 kg.. Sejak hari Rabu ( 6 hari) demam tapi terus menerus, dan setelah aktivitas agak berlebih pasti panas lagi. Sedangkan makan dan minum tetap mau, hanya kadang muntah. Tadi siang sudah periksa lab. dengan hasil :
Hemoglobin : 11,5 Hematokrit : 34,00 Lekosit : 5.800 Trombosit : 290.000, Test Widal semua negatif kecuali Paratyphi – BH positif 1/160.
Saya sudah konsultasi ke dokter RS tsb, dan disarankan opname.. sedangkan second opinion dari dokter langganan tidak perlu dan dirawat di rumah saja tapi istirahat harus banyak..
Malam ini kondisi demam lagi ( 38 derajat ), dan saya baru diberi obat antibiotiknya.. Menurut dokter Moki, mana yang harus saya turuti mengingat aktivitas anak saya sangat sulit untuk dibatasi.
Terimakasih Dok.
Selamat Malam.
@ evi:
Selamat malam,
Setelah membaca kronologi di atas, dan mengingat aktifitas anak sangat sulit dibatasi, menurut saya sebaiknya opname.
Alasannya, selain follow up penyakitnya, opname dimaksudkan untuk istirahat agar upaya penyembuhan bisa optimal.
Moga segera sembuh
Trims
Malam Dok.
Sampai saat sekarang, usia kehamilan istri saya sudah memasuki minggu kedelapan. namun berat badannya menurun karena istri nafsu makannya menurun drastis. kadang malam sudah tak mau makan. Apa obat yang tepat untuk istri saya agar nafsu makannya bertambah? dan apa bisa dicampur dengan Mediamer B6 seperti yang dokter sarankan tempo hari?
@ kandanganhss:
Malam,
Ya, adakalanya berat badan wanita hamil menurun pada trimester pertama karena gak mau makan. Nanti akan naik dengan sendirinya seiring dengan bertambahnya usia kehamilan dan makin berkurangnya rasa mual atau muntah.
Tidak ada obat khusus untuk meningkatkan nafsu makan pada wanita hamil, cukup mengkonsumsi vitamin lengkap untuk untuk ibu hamil, misalnya: Elkana atau Vicanatal atau Obimin-AF dan sejenisnya, diminum 1×1 … atau obat lain yang diberikan oleh dokter.
Trims
salam kenal cak moki..
saat ini sy thypus sdh masuk 3 minggu
ini yang ke 5X (sedikit ringkasan:
I. thn 1997;
II. jan-feb 2004;
III. jan-feb 2007;
IV. jan-feb 2008-pengobatan thiampenicol paten, vit. B, magtral forte, ranitidine, maganol, juga mencoba ramuan perasan kelapa+garam+pisang batu, rebusan daun sambiloto 15lbr direbus dgn air 2gls hgga susut mjd 1gls;
V. 24 april-skrg pengobatan thiampenicol 500mg generik, vit. B, parasetamol generik dan terkadang obat maag/ranitidine bila diperlukan.tp blm sembuh juga.
Mulut anta, tdk nafsu makan, sembelit, panas/sesak di uluhati, meriang sesaat (bila tdk parah, sy tdk minum parasetamolnya), nyeri terkadang selintas di perut bagian kiri bawah.
Sdh bosan mkn bubur, biskuit/crackers dicelup air/susu/teh, roti, bubur kcg ijo, dsb.
Terkadang bila dipaksa malah makin ingin muntah. Minum air putih/teh manis hrs panas. Beristirahat cukup juga agak sulit karn bekerja, shg hny akhir pekan ada wkt istirahat, itupun tdk full bedrest.
Bila cak moki katakan tdk selalu hrs akn bubur, sy sdh mencoba makan nasi putih lunak tp hanya mampu 2sdm itupun dgn garam sj.
Bila makan yg amat terasa merica, dada & perut terasa panas & sesak.
Sempat mencoba makan bubur nestle utk bayi selama 3X/2hr, bab nya “makin” lancar 4X/hr malah pd hr ke 2 saat bab yg ke 4 sy jd mencret, sebelumnya sembelit hgga 2hr.
akhirnya bubur nestle sy stop, sypun mnm larutan gula garam, juga diatabs dan mulai minum rebusan daun sambiloto lg.
2,5 minggu lalu juga mencoba terapi bekam.
Apakah ini membahayakan nyawa sy? krn ada sebagian org yg blg bila thypus lebih dr 3X bs sampai meninggal krn usus mjd berlubang krn luka.
saya mohon bantuan dan idenya.
matur suwun sanget…
@ ira:
Salam kenal
Pertama: tentang makanan.
Makan lunak hanya dengan menu seperti di atas selama hampir 3 minggu, tentu akan melemahkan kondisi tubuh dan justru akan memperlama proses penyembuhan. Seperti udah disebutkan dalam artikel bahwa panas (demam) mengakibatkan kehilangan kalori sekitar 20 gram per hari. Ini artinya perlu makan lebih banyak dibanding dalam kondisi sehat untuk “melawan” penyakit.
Jika tidak bisa langsung makan nasi karena suatu hal, maka cara makan nasi dilakukan dengan bertahap dan sedini mungkin segera makan nasi. Mengapa hanya pakai garam saja? Apa gak suka semur, soto, rawon..dll yang diperlukan tubuh untuk memulihkan kondisi?
Saya menyadari, tidak mudah meyakinkan seorang penderita typhus untuk segera makan dasi dengan lauk pauk dan sayuran karena udah terlanjur punya anggapan bahwa typhus identik dengan makan lunak.
Tapi dengan penjelasan yang logis dan mudah dimengerti, para pasien di daerah kami (Kecamatan Palaran, Samarinda) udah biasa makan nasi lengkap dengan lauk-pauk kesukaannya, sehingga kondisi tubuh cepat pulih.
Kedua: tentang istirahat.
Bisa jadi, selain minimnya makanan yg dikonsumsi selama sakit, nampaknya kurang istirahat sehingga proses penyembuhan manjadi lama, di lain pihak istirahat sangat diperlukan.
Untuk itu, menurut saya sebaiknya istirahat, kalo perlu bedrest di RS untuk proses penyembuhan.
Ketiga: tentang efek makanan tertentu.
Jika makan makanan tertentu menimbulkan rasa panas di ulu hati atau sesak, maka sebelum makan dapat digunakan obat maag (misalnya: magtral forte) dan obat untuk penghambat produksi asam lambung misalnya: ranitidine 2×1 sehari. (cara minum obat maag dan ranitidine sedikitnya berjarak 1-2 jam)
Keempat: tentang upaya lain.
Mohon maaf, saya gak komentar tentang rebusan dan bekam.
Adapun usus berlubang (perforasi) akibat komplikasi typhus sangat jarang terjadi karena obat typhus sudah banyak dan mudah didapat serta penderita pada umumnya udah ke dokter untuk mendapatkan pengobatan secara dini dan tepat sesuai protokol pengobatan tyohus.
Moga segera sembuh
Trims
Selamat siang Cak Moki,
Mau minta advice lagi nih.. mudah-mudahan gak bosen ya..
Bagaimana cara mengkonsumsi ranitidine yang benar? Ada yang bilang 1 jam sebelum makan, tapi yang sudah-sudah saya minum tepat setelah makan.
Apakah kurang efektif bila tanpa obat maag (magtral forte)?
Bila lebih efektif dengan obat maag, bagaimana aturan minum keduanya?
Perlukah ke Internist (Gastronomy)? Atau cukup ke internist (biasa)? – dikarenakan saya ngeri bila ke gastronomy,, akan ada tindakan seperti endoskopi, dsb..
Matur sembah suwun,
Ira
Selamat siang Cak Moki,
Mau minta advice lagi nih.. mudah-mudahan gak bosen ya..
Bagaimana cara mengkonsumsi ranitidine yang benar? Ada yang bilang 1 jam sebelum makan, tapi yang sudah-sudah saya minum tepat setelah makan.
Apakah kurang efektif bila tanpa obat maag (magtral forte)?
Bila lebih efektif dengan obat maag, bagaimana aturan minum keduanya?
Perlukah ke Internist (Gastronomy atau tropik infeksi?)? Atau cukup ke internist (biasa)? – dikarenakan saya ngeri bila ke gastronomy,, akan ada tindakan seperti endoskopi, dsb..
Matur sembah suwun,
Ira
halo dok, seneng banget ketika nemu blog ini, kek dapat harta karun aja. Masih ada dokter yang rela meluangkan waktunya berbagi ilmu apalagi mau berdiskusi sekaligus.
gini dok, seminggu lebih saya batuk pilek dan pada hari ke-9 (Minggu siang) sepulang dari nganter anak jalan2, badan meriang dan lama-lama menggigil. intinya demam tinggi, dan minum obat penurun panas akhirnya turun juga. tapi besoknya sampe hari selasa hampir tiap hari badan meriang tapi ga panas tinggi cuman anget aja. Hari rabu mungkin karena dipaksakan meski badan belum fit mesti nganterin anak les, pulangnya badan menggigil lagi dan demam tinggi. Suami bawa ke dokter dan di ukur panasnya 39 derajat. Si bu dokter nanya2 apa perut mual juga, karena dia kuatir ini bukan sekedar radang tenggorokan biasa (itu langganan penyakit saya sejak kerja dulu).
akhirnya bu dokter nganjurin tes lab, besoknya saya bawa hasilnya dan saya dinyatakan positip tipus.
padahal dari ciri2 tipus yang katanya lidah putih, perut mual dan sakit, hampir dari semua itu tidak ada. saya juga pernah baca dimilis katanya tes widal tidak bisa dipake utk tipus katanya perlu ditegakkan lagi lewat tes gal culture (cmiiw).
trus selain itu saya sudah baca2 artikel diinternet termasuk blog ini, maka saya makin yakin aja saya tidak tipus karena seperti dokter bilang kalo demamnya ilang setelah diobati sebelum 1 minggu maka dipastikan bukan tipus. karena setelah hari rabu saya kedokter dan langsung minum obatnya, besok dan besoknya lagi sampe dengan sekarang demamnya tidak dateng lagi. cuman yang masih betah adalah batuknya sampe membuat sakit di dada bagian kiri dan seperti ada otot dari bawah pinggul kedada bag kiri ketarik (sakit).
saya diberi obat 3 macem, yaitu antibiotik, pil pereda demam + flu, dan sirup obat batuk. bu dokternya bilang kalo antibiotiknya habis disuruh kembali lagi dan akan diberikan antibiotik lagi agar tidak kambuh lagi.
mohon sarannya dok, karena saya sekarang sedang menyusui bayi saya yang berusia hampir 4 bulan. bagaimana diagnosa dari dokter?
makasih banyak , maaf tulisannya panjang lebar soalnya kata orang jawa ga lego kalo ga cerita lengkap.
@ Nora:
halo Bu, seneng juga bisa berbagi.
Dan emang lebih bagus kalo lengkap gini, jadi kita semua bisa berdiskusi dengan gambaran yeng lebih jelas, ga terlalu remang-remang.
Setelah membaca kronologi di atas, saya sependapat bahwa ini bukan typus. Oya salah satu tanda selain tanda-tanda yg gak spesifik, lidah penderita tampak kotor dan permukaan lidah relatif nampak menebal, bukan putih lho.
Tentang Widal, test ini akurasinya rendah, dan bisa menunjukkan hasil positif pada penyakit panas lain dengan berbagai sebab, bahkan bisa positif tinggi pada orang sehat sekalipun. Mengapa begitu? karena yang diukur reaksi tubuh, yakni titer aglutinin, yang bisa postif juga pada orang yang pernah kemasukan kuman Salmonella typhii kendati orang tersebut gak sakit apapun. Sedangkan Gal culture hasilnya pasti, maksudnya kalo positif berarti ada kuman Salmonella typhii, tapi test ini tidak mudah, pun bisa false negatif, maksudnya ada kuman salmonella tapi menunjukkan hasil positif. Selain itu waktunya lama (di Indonesia), sekitar 1-2 minggu, keburu orangnya dah sembuh …hehehe.
Widal akan bermakna jika dilakukan pada minggu kedua demam dan menunjukkan peningkatan 4 kali lipat pada tes serum sepasang. *halah opo maneh iki*
Menurut saya, kalo emang udah sembuh seperti penuturan di atas, gak perlu kembali ke dokter, kecuali kalo ingin sedekah ke dokter
Panas batuk pilek, trus batuk berlanjut pada umumnya Infeksi Saluran Pernapasan. Emang lagi banyak orang menderita batuk lama, ngiklik (bhs jawa) …berminggu-minggu hingga terkencing-kencing … hehehe, maaf. Saya pernah nulis dengan judul crit.
Obat paling aman untuk ibu menyusui adalah ekspektoran, yakni obat pengencer dahak agar mudah dikeluarkan, misalnya: Ambroxol 30 mg 3×1 atau Bromhexine 8 mg 3×1 (pilih salah satu), diminum hingga sembuh dan aman walau digunakan hingga berminggu-minggu.
Jika ada rasa sesak atau ampek, mungkin perlu obat bronkodilator, yakni obat untuk melonggarkan saluran napas, obat ini biasa dipakai untuk asma, batuk karena alergi dan batuk dengan sesak. Hanya saja pemakaiannya perlu pemeriksaan oleh dokter, mengingat ada efek samping berdebar walaupun efek tersebut hanya sementara dan gak bahaya.
Pun demikian pemakaian obat steroid, jika diduga batuk alergi, perlu advis dokter ..*wah ke dokter lagi nih*
Saran saya, sementara dapat menggunakan obat batuk ekspektoran seperti yg saya rekomendasikan di atas ( ambroxol dan bromhexin adalah nama generik, sedangkan nama paten atau nama dagangnya macam-macam, banyakkkkk).
Moga penjelasan ini bermanfaat, teriring do’a mudah-mudahan segera sembuh. Amin
terima kasih banyak ya dok, semoga lain kali kita bisa saling sharing lagi. blognya saya link ya, biar lebih mudah dan saya bisa baca2 artikel lainnya yg masih banyak serta pasti bermanfaat bagi saya.
semoga kebaikan dokter mendapatkan balasannya. amin
@ Nora:
… amin
makasih juga
kok mental ya? jadi nulis lagi
apa kabar cak dokter?
kemarin saya periksa darah semua normal kecuali hemogoblin tinggi (16.7/maks 17). Kata dokternya ini penyebab saya suka pusing/kunang2 dan mau pingsan karena darahnya terlalu kental (koyok kopi ae). Saya jadi ngeri….. obate opo ya dok?
nyuwun tulung sanget dipun reply….
maturnuwun ….
@ tukulwannabe
Mental?…wahh maaf ntar saya cek… jangan-jangan ketangkep moderasi.
Ntar dulu, … yang njenengan maksud pusing itu: kunang-kunang, nggliyeng, gloyoran, rasa mo jatuh …apa cekot-cekot?
Kalo kelompok yang pertama, namanya: Vertigo
gak ada hubungan dengan Hb ( hab-nya normal tuh), jika ini yg terjadi, itu karena gangguan keseimbangan. Dan yang kedua (cekot-cekot) namanya: cephalgia or tensionheadache, inipun gak berhubungan dengan Hb, tapi dengan aktifitas sehari-hari atau mungkin bisa juga dengan gigi krowok, mata, dll.
Kalo nggliyeng dan sebangsanya, obatnya:
Perifas or Dramamine or Dramasine (pilih salah satu), diminum 3×1 dan hanya digunakan saat pusing/kunang-kunang aja.
Kalo cekot-cekot, obate:
Neurodial, Hedix, Analsik dll (pilih salah satu), diminum 3×1 sesudah makan dan hanya digunakan saat cekot-cekot saja.
Jika setelah minum obat di atas masih berasa pusing/kunang-kunang, perlu obat kombinasi, ntar tak kabari…setelah njenengan ngasih tahu hasilnya
Tur nuwun
kayaknya yagn nggliyeng dok…. kayak orang mau pingsan gitu!
belakangan atmbah seru kemawon
apalagi di jari2 tangan berasa darah mengalir deras….opo toh iki
maturnuwun suanget cak dokter…..
jangan bosen ya:)
Salam kagem keluarga
@ tukullagi:
udah baca link “vertigo”? Coba dipirsani, siapa tahu gambarannya cocok dengan itu… kalo dengan Hb sih gak ada hubungan, baik hubungan sodara ataupun hubungan batin … hehehe
Sami-sami, monggo … enggak bosen koq, paling suka telat jawab terutama kalo listrik padam atau koneksi ngadat
Maturnuwun
Dok mau tanya dikit…
beberapa hari ini kondisi saya kurang baik. Perut saya selalu kembung (banyak gas) kemudian demam, sakit kepala, dan BAB encer “mencret”. kemudian saya memutuskan untuk berobat ke Dr Internist dan pemeriksaan awal Dr tersebut mengacu ke 2 penyakit yaitu Tifus dan DB.
Akhirnya saya cek darah tgl 29 pagi dan hasilnya
TES HASIL Rujukan
Hemoglobin 15.8 13-18
Leukosit 7,8 5-10
Trombosit 150 150-450
Widal (semua) negatif negatif (berarti bkn tifus)
amti dengue negatif negatif (bukan DB juga)
Malamnya saya ke Dr lagi. Kata Dr nya Trombosit saya rendah dia curiga DB kemudian dia menyarankan untuk cek darah lagi untuk pantau Trombosit saya. Malam itu saya cek darah lagi dan hasilnya
TES HASIL Rujukan
Hemoglobin 15.8 13-18
Leukosit 6,8 5-10
Trombosit 148 150-450
Trombosit saya turun tapi tidak signifikan. Kemudian Dr nya bilang untuk hati2 karena Trombositnya sudah dibawah batas minim. Kata Dr nya saya tidak boleh minum susu, makan buah (karena BAB saya masih encer) dan banyak minum pocari dan di beri reser untuk stop diare. Kemudian saya tanya ke Dr nya kira2 saya kenapa dan menurut Dr tersebut saya terkena virus. Dan saya disarankan untuk makan bubur dulu (saya sudah berani makan nasi dan lauk mengikuti saran di atas ^_^ ).
Saya juga di beri surat tes darah lagi apabila saya masih berasa kurang enak badan dan yang di tes adalah HB, Leu, Trom, dan Anti Dengue (kok test lagi yah ? kan udah negatif terus tesnya mahal lagi T_T ).
Yang ingin saya tanyakan adalah.
1. Apakah saya boleh makan makanan bersantan, berminyak? Atau lebih baik makanan yang di rebus (sedikit minyak)?
2. Makanan apa yang dapat meningkatnya Trombosit?
3. Apakah perlu tes darah lagi seperti yang di bilang Dr tersebut?
Sekian, terima kasih GBU & Salam Kebangkitan Nasional.
@ xpinx2pin:
ok, membaca kronologis diatas, emang gak salah dokter waspada terhadap DB… namun di sisi lain, keluhan utama mengarah ke Diare (secara klinis).
Diare atau GE (gastro Enteritis) adalah penyakit yg ditandai dengan buang air besar berulang (lebih 3x sehari), bentuk faeces berubah lebih lunak or encer.
Test Darah semua normal kecuali trombosit dimana ada penurunan. Penurunan jumlah trombosit dapat terjadi pada buanyaaaaak penyakit.
Adapun batasan DBD (menurut WHO hingga saat ini), selain tanda klinis (demam, 2-7 hari, kondisi tubuh melemah, dan pada keadaan yang lebih berat dapat terjadi tanda syok misalnya: nadi lemah, dll…dll… disertai tanda penurunan jumlah trombosit, misalnya: bintik merah kehitaman di bawah kulit, mimisan, gusi berdarah …dll …dll)
Tanda klinis di atas dibuktikan dengan pemeriksaan Lab, yakni:
Trombosit kurang dari 100.000 dan hematokrit meningkat lebih dari 20-25% dari normal. (kedua pemeriksaan tersebut sekitar 20-30 ribu, lainnya gak perlu kalo emang curiga DBD)
Kebijakan penatalaksanaan DBD adalah sebagai berikut:
a. Jika ada tanda klinis dan Trombosit 100.000-150.000, dengan kondisi lemah, dianjurkan rawat inap (diinfus untuk rehidrasi or tambahan cairan tubuh) dan diperlakukan seperti DBD, maksudnya waspada terhadap kemungkinan DBD. Ini untuk antisipasi kalau-kalau Trombosit turun hingga di bawah 100.000 pada demam hari ke 2-5. Jika Trombosit tidak pernah di bawah 100.000, maka bukan DBD dan bukan Gejala DBD, banyak penyakit lain yang Trombositnya turun tapi tidak sampai di bawah 100.000.
b. Jika dokter curiga DBD berdasarkan tanda klinis dan hasil pemeriksaan fisik, maka pasien dianjurkan periksa ulang Trombosit dan Hematokrit sedikitnya 2 hari kemudian jika tetap demam dan kondisi makin lemah. Jika membaik setelah pengobatan dan apalagi sembuh, pemeriksaan lab tidak diperlukan lagi.
c. Jika ada tanda klinis dan hasil Trombosit dibawah 100.000 dan Hematokrit meningkat lebih dari 20-25%, maka pasien tersebut menderita DBD dan wajib Rawat inap.
hehehe…maaf, prolognya agak panjang … tapi saya kira ini penting dan biasa saya sampaikan ke pasien di tempat praktek, bahkan saya buat leaflet-nya di dinding.
Jawaban Pertanyaan:
1. Jika curiga DBD atau mengarah ke DBD (curiga bukan berarti positif lho, lebih ke arah sikap waspada) maka tak ada larangan makanan apapun, artinya semua boleh … kecuali untuk Diare-ya, misalnya ngurangi pedas (ngurangi bukan berarti gak boleh… kalo sekedar penyedap, gak papa)
2. Tidak ada makanan khusus untuk meningkatkan trombosit, …adapun jus jambu masih kontroversi. Pada dasarnya, trombosit akan meningkat dengan sendirinya jika kondisi tubuh membaik dan makan bergizi (mo soto, semur, mie, nasi goreng super dll: boleh) … so sebaiknya makan banyak protein dan karbohdrat plus sayuran and buah (segala macam sayuran dan segala macam buah)
3. Jika dokter emang curiga DBD, tes Trombosit dianjurkan diulang sedikitnya 2 hari kemudian atau bisa pula esok harinya kalo kondisi tubuh menurun dan demam tak kunjung reda.
So, tes darah yg mengarah ke DBD cuman Trombosit dan Hematokrit (sekitar 20-30 ribu, entah kalo mo untung banyak…hahaha)… pemeriksaan lain gak perlu, untuk apa? Perlu diingat bahwa acuan tes ulang yg mengarah ke DBD (sesuai kecurigaan dokter di atas) adalah: kondisi fisik pasien yang menurun dan atau demam yang tak kunjung reda.
Sekali lagi, kalo kondisi tubuh membaik, keluhan mereda, dan gak demam lagi atau sembuh…. tes darah tak ada gunanya.
Moga penjelasan ini berguna teriring do’a mudah-mudahan segera sembuh. amiiinnnn.
Trims, … Salam Kebangkitan Nasional.
Makasih dok jawabannya. Sekarang saya lebih baik, bab tidak encer lagi hanya masih sering demam pada pagi dan sore hari. Tapi setelah minum obat demam, demamnya berangsur2 turun. Perut juga sudah lebih mendingan tidak berasa begitu kembung lagi.
Sampai saat ini saya belum cek darah. Tapi kok saya berasa lapar terus yah dok? sampai2 saya kebangun jam 12 malem gara2 perut saya kosong.
Jadi yang perlu di cek itu trombosit lagi?
Sekali lagi makasih dok. GBU
@ xpinx2pin:
berasa lapar karena habis diare dimana banyak kalori dan cairan terbuang, ..kondisi ini memicu rasa lapar untuk mengganti kalori yang hilang bersama diare dan hal ini normal.
Kalo sekarang dah membaik dan gak demam, keluhan-keluhan di atas dan hasil lab karena Diare oleh berbagai mikroorganisme (virus, kuman, parasit, dll) … so, menurut saya tidak perlu periksa trombosit lagi.
Trims
halo cak…moga gak bosen ya..
gini, 2 minggu yg lalu aku ke internist, dia bilang ini masalah di lambung, bukan tipes, apalagi sudah 26 hari minum antibiotik tidak juga sembuh. Aku dikasih vomitas 10mg 3×1 29bh dan lancid 2×1 10bh. Besok paginya aku buang air sampai (maaf) mencret berwarna gelap dan cair di akhir acara buang hajat tsb. Lumayan enakan di hari ke-2 minum obat itu, sudah nafsu makan, lidah tidak hambar, hilanag semua rasa yg tidak enak selama ini.
Hanya, terkadang hingga kini, ada rasa nyeri selintas2 di perut kiri bawah (agak sejajar pusar). Dan saya yg merasa yakin dgn diagnosa ini hanya masalah lambung, mulai berani makan lauk pauk yg digoreng, tanpa asam & pedas, tentu.
Hari ini, lidah mulai berasa agak hambar lagi. Apakah saya bisa mencegahnya dgn minum magtral forte 1/2 jam sebelum makan, atau mengikuti saran seorang dokter utk mengkonsumsi enzymfort. Apakah dokter ada saran obat apa yg harus saya minum sekarang (jangan yg mahal2 ya dok…) dan apa yg harus dipantang selain asam & pedas?
Terimakasih banyak pak dokter….
@ ira:
halo juga…maaf nih telat jawab… (yg di atas sampai kelewatan juga), hehehe
ya bisa…pada prinsipnya minum Magtral (atau antasida lain) dalam keadaan perut kosong, bisa 1/2-1-2 jam sebelum makan atau di antara 2 waktu makan …ga masalah … dan sementara ini ga perlu obat lain.
Pantangan lain ga ada, kecuali minuman beralkohol … sedangkan masam dan pedas ga terbukti menimbulkan gangguan kalo hanya sekedar untuk penyedap cita rasa … Trims, moga segera pulih kembali
hallo dokter yang baik…
wah, alhamdulillah..akhirnya saya nemuin blog ini…
infonya sangat berguna banget bagi saya.
saya baru pertama kali kena tipes dok, awalnya demam n pusing trus saya periksa ke dokter,trus tes widal, hasilnya saya dinyatakan positif.
S tiphy O :positif 1/160
S Tiphy H :positif 1/160
trus saya dikasih antibiotik thiamphenicol,pilexal, dan semacam obat maag. saya minum selama 5 hari (sampe abiz), dan saya tetep makan nasi dan beberapa lauk favorit(tapi tetep yang tidak pedas, asam, n serat tinggi), alhamd panas, demam, dan mual sudah tidak saya rasakan, badan juga tidak lemes, sehingga saya beranggapan kalo dah sembuh. trus saya gak kontrol lagi..
setelah itu saya baca sebuah artikel typus yang bilang kalo antibiotik thiampenicol harus diminum minimal 7-10 hari berturut2 agar bakteri typusnya benar2 mati..
wah, saya jadi cemas trus akhirnya saya ke dokter lagi buat periksa darah..
hasilnya:
S. Tiphy O : negatif
S Paratiphy OA: 1/80 positif, acuan -> negatif
S Paratiphy OB: 1/80 positif, acuan -> negatif
S Paratiphy OC: negatif acuan -> negatif
S Tiphy H : negatif
S Paratiphy HA:1/80 positif, acuan -> negatif
S Paratiphy HB:1/80 positif, acuan -> negatif
S Paratiphy HC:negatif acuan -> negatif
dan saya diberikan lagi antibiotik thiampenicol selama 3 hari n kata dokternya dah gak perlu cek lagi karena dah gpp.. gimana dok?? saya merasa dah enakan, demam juga sudah tidak, cuman kepala merasa agak pusing..
apakah obatnya tetep harus dihabiskan?saya malah takut kalo bakterinya malah jadi resisten..
Oy, saya sangat setuju kalo tipes tetep boleh makan apa aja, cz kalo selera makannya besar kondisi badan juga cepet pulih n tipesnya bisa semakin cepet sembuh..semoga info dari dokter yang sangat berguna ini bisa diketahui oleh banyak orang agar tidak banyak yang semakin salah paham dengan penyakit types..
maturnuwun sanget dok..
@ ice_manZ:

halo
Setelah baca kronologi di atas, menurut saya bukan typus. Salah satu pedoman untuk khalayak, demam karena typus selalu lebih seminggu (selain tanda klinis lain berdsarkan hasil pemeriksaan fisik oleh dokter)… so kalo ga sampai seminggu udah ga demam, bisa dipastikan bukan typus.
Lagipula, pemariksaan widal akan bermakna jika dilakukan pada minggu kedua demam (bukan beberapa hari setelah demam). Selain itu, pemeriksaan Widal kurang akurat, sedangkan pemeriksaan menggunakan Tubex TF yang akurasinya mencapai 90% saja, akan menunjukkan hasil bermakna jika dilakukan pada hari ke 5-6 demam.
Mungkin penjenengan bertanya: “..kalo bukan typus koq bisa tes widal positif? …”.
Jawabannya ada di jawaban sebelumnya dan di artikel
Orang sehatpun akan menunjukkan Widal positif hingga 1/320 walaupun yang bersangkutan segar bugar… ini karena ybs pernah kemasukan kuman Salmonella typhii dan tubuhnya menghasilkan aglutinin sebagi reaksi terhadap endotoksin dari kuman Salmonella typhii. Aglutinin tersebut bisa tetap tinggi hingga berbulan-bulan atau bertahun-tahun walaupun si kuman salmonella udah ga ada lagi dalam tubuh.
Thiampenicol bahkan diminum hingga 2 minggu setelah bebas demam kalo typus beneran … hehehe
Menurut saya, henyikan aja obat di atas, lha wong udah ga demam alias dah sembuh sebelum seminggu .. banyak banget penyakit demam yg sembuh kurang dari seminggu.
Maturnuwun sharenya .. moga berguna
wah, matursuwun sanget dok atas jawabannya..
saya juga dah ndownload artikel2 dari cakmoki yang tentang types n DBD..biar bisa dibaca ma temen2 saya..infonya penting banget tuh..
Hehe..maaf ya dok lo saya banyak nanya,soalnya saya baru pertama kali ini difonis types oleh dokter..
Ehmm..kalo buat yang pertama kali mengalami types, tes widal tetep gak bisa diterima ya dok??
kemaren saya juga sempat dibilangin ma dokternya agar tidak makan coklat ma minum es. Itu ngaruh juga ya dok? terimakasih..:)
Oy, salam kenal ya dok..^_^
@ ice_manZ:
sami-sami, moga bermanfaat … dan mohon maaf jika pendapat saya berbeda dengan beberapa teman sejawat saya, yang mungkin bisa membingungkan…
iya, tetep ga bisa diterima … dalam dunia medis, yang paling penting adalah patofisiologi penyakit (perjalanan penyakit), epidemiologi dan pemeriksaan fisik, sedangkan lab adalah salah satu alat bantu jika ragu-ragu atau untuk follow up pengobatan.
Karena itulah mengapa sekolah kedokteran luaaamaaa banget … pelajaran patofisiologi, basic medis dan praktek menghadapi pasien beneran itu yang bikin lama hingga 6-7 tahun, sedangkan lab sebagai penunjang diagnostik dipelajari sekitar 2 semester.
Coklat, es, dll.. gak ngaruh, kecuali minuman yg beralkohol … hehehe
Trims, salam kenal
wah, sip Dok…
Maturnuwun sanget buat infonya..
Jawabannya memuaskan..
Moga Sukses ya Dok..
@ ice_manZ:
sami-sami, maturnuwun do’anya…demikian pula sebaliknya ..
Sy mo sharing sama cakmoki nih, sdr perempuan sy umur 55 th menderita gejala tifus berdasarkan test widal. Seteleh semua kondisi dituruti baik obat, makanan, dll. widal turun menjadi normal tinggal hanya salmonella par. H 1/1280 yang bandel tidak turun. Sy anggap ini kasus individual ok. Tetapi gejala meriang demam panas dingin persis masih terjadi seperti gejala tipus tidaka ada habis2nya karena penasaran saya periksakan juga IgM Salmonella dan IgG TB ternyata dua2nya negatip, tapi s. thypi 1/1280 masih tetap ada. Saya pake obat cacing dan amuba juga tidak hilang2. Sebagai pelipur lara saya kasih obat stimuno dan sakatonik liver supaya ga gampang masuk angin. Kadang2 kalau masuk angin faecesnya hitam dan sangat bau. Kira2 apa pendapat cakmoki ya. Makasiih atas nasehatnya.
@ ed:
ok, perlu diketahui, untuk memprediksi suatu penyakit dalam dunia medis diperluakn informasi riwayat perjalanan penyakit atau sikenal dengan patofisologi, pemeriksaan fisik dan penunjang (jika diperlukan). Informasi hanya berdasarkan hasil lab tidak dapat dipakai sebagai satu-satunya pedoman … karenanya jujur saja saya tidak berani megomentari lebih jauh tentang anggapan “gejala tifus” di atas.
Saya justru ingin mengajak memperhatikan quote di bawah ini.
Mohon maaf, bukannya bermaksud menakut-nakuti atau menambah cemas… namun faeces hitam (berbau) sebaiknya perhatian lebih kita fokuskan kepada quote di atas.
Menurut hemat saya, ada baiknya saudara perempuan bapak periksa ke dokter spesialis penyakit dalam yang membidangi Gastrohepatologi, agar dapat diperiksa fungsi hepar (liver) melalui pemeriksaan LFT (Liver Function Test) untuk mengetahui fungsi Liver dan kalo perlu pemeriksaan Endoscopy untuk mengetahui kondisi Lambung (pencernaan bagian atas).
Pemeriksaan tersebut menurut saya penting ketimbang terpaku ke masalah “gejala tifus” mengingat saudara perempuan bapak mengalami faeces hitam (seperti petis) dan berbau yang biasanya dikarenakan adanya perdarahan di pencernaan bagian atas.
Sekali lagi ini hanya pendapat pribadi saya, moga tidak ditemukan kelainan sebagaimana dugaan saya.
So, waspada sejak dini lebih baik kan ?
Trims
Siang Cak Moki,
Saya Nisa, beberapa waktu yang lalu saya divonis typhus dan DB. Kata dokter typhusku tinggi (S. tiphus H = 1/1280), yang lain negatif. Artinya apa ya Cak?
Sekarang sudah sehat, alhamdulillah. Saya sudah bandel makan makanan yang agak pedes, hehehe…..kalo tdk pedes rasanya kurang mak nyus…
Pantangan makanannya apa Cak? Apa boleh aktivitas fisik yang berat2?…
Terimakasih jawaban Cak dokter.
@ nisa:
Met siang …
Test widal : 1/1280 ? masa sih? … lha 1/320 udah tinggi tuh, lagipula seperti jawaban di atas bahwa jika panas trus diobati sembuh sebelum 1 minggu, bukan typus.
sedangkan DB, jika pemeriksaan klinis mengarah ke DB dan dibuktikan dengan pemeriksaan Lab, yakni trombosit < 100.000 … kalo ga memenuhi kriteria ini, pasti bukan DB.
Ga ada pantangan apapun, … aktifitas apapun boleh kalo udah sehat
Trims
Met pagi,
Makasih jawabannya Cak.
Iya, tes widal seperti itu angkanya. Tinggi apanya Cak? Kadar infeksinya ya? Waktu itu faecesku jg sempat cokelat tua, tp sekarang sdh normal.
Trombosit memang turun, angkanya kurang dr nilai rujukan.
Urine saya juga ditemukan protein 150 mg U/l. saya stress ya Dok? Saya baca di internet seperti itu….
Oya, dokter dah pakai speedy ya? saya juga kerjaanya menangani pelanggan speedy tiap hari…
Makasih Cak Dokter.
@ nisa:
Met sore *hehehe, jawabnya sore nih*
Tes widal maksimal ga sampai segitu, tapi adakalanya Lab Klinik menggunakan standarisasi yang berbeda-beda. Sebenarnya yang paling penting bukan hasil Lab semata, namun tanda (gejala) klinis dan pemeriksaan fisik. Sebagai “patokan umum”, jika demam dalam seminggu sudah bisa sembuh setelah minum obat, bisa dikatakan bukan typus… sedangkan Tes Widal hanya bermakna jika pemeriksaannya dilakukan pada minggu ke 2 demam, itupun masih perlu follow up.
Adapun DBD, seperti penjelasan di atas, dikatakan DBD jika trombosit kurang dari 100.000. Angka normal 200.000-500.000. Jika trombosit turun hingga 120.00 (misalnya), emang turun dari nilai normal, tapi jelas bukan DBD. Masih banyak penyakit yang mengakibatkan penurunan jumlah trombosit dari nilai normal ..
Tentang protein urine dengan jumlah segitu dapat terjadi oleh berbagai faktor. Kalo reversible (pulih kembali dalam beberapa hari), berarti ga papa.
iya, saya menggunakan speedy di rumah, masih baru, beberapa hari yang lalu, pilih unlimited supaya bisa online lebih panjang, soalnya listrik di daerah kami suka ngadat, lupa menyala setiap 2 hari sekali…
Moga speedy tambah kenceng, terutama untuk pelanggan di ndeso seperti kami… hehehehe *loh koq sy ngelantur ke speedy*
Makasih jugga, moga penjelasan singkat ini bermanfaat
Siang cak,
Makasih jawabannya,..
Iya semoga speedy tambah bagus ke depannya…
jd seperti forum internet nih…
@ nisa:
Siang mbak,
Makasih juga share-nya..
Iya, semoga
Dok, saudara saya divonis dokter menderita tifes. Cuma masalahnya dia sudah dirawat di rumah sakit sampai tiga kali sama yang sekarang. Yang ingin saya tanyakan, butuh perlakuan seperti apa sehingga tifes bisa betul-betul sembuh. Yang kedua apakah tifes bisa menular?
Trims dok
@ zero:
1. ok, tifes bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat, yakni tetap minum antibiotik (misalnya Tiamfenicol) 10-14 hari setelah gak demam.
Walau sudah sembuh seseorang bisa tertular tifes lagijika makan makanan yang tercemar oleh kuman Salmonella thypi, dan penyakit tifes merupakan penyakit endemis di indonesia, mudah menyebar dan mydah menular.
2. Tifes bisa menular.
Sekilas tentang tifes dapat didownload di halaman download sebagai bahan bacaan.
Trims
Pagi dok,
Saya mau nanya, saya dari hari minggu mengalami demam tinggi, trus hari senin berobat, Kata dokter gejala tifus, Kemudian dikasih obat, saya sembutin ja ya dok, carsida, dexcycol dan neuropyron. Saya minum obat itu tp demam nggak sembuh2, lalu saya beli dumin (paracetamo) panasnya turun tapi kondisi badan masih sakit semua dan badan otot tegang semua dok. Dan juga susah tidur.
Tadi malam sampe sekarang ada tambahan gejala perut bagian atas keras, mual2 berat+muntah dari malem.
Dulu pernah dikasih obat ma dokter yang dah diracik gitu, setelah minum itu otot jadi lemes, panas turun, jadi ngantuk berat, besok nya langsung dah baik lagi. Seperti obat itu bekerja pada saat dibutuhkan aja.
Nah dari itu saya jadi rada skeptis dengan obat2 yang instan gitu, Gimana yah dok solusinya?
Dok, saya mau nanya, 6 hari lalu saat bangun tidur, dada sebelah kiri saya nyeri sekali kalau bernafas dalam atau sekedar bergerak, disertai demam tinggi, sakit punggung sebelah kiri, badan lemas, lidah putih, susah buang air besar (sampai skrg), dan nafas saya pendek-pendek.
kemudian siangnya saya langsung ke dokter dan kata dokternya saya mengalami radang tenggorokan tp anehnya tenggorokan saya tidak sakit sama sekali. menurut Dokter, apa benar saya radang tenggorokan atau typus krn gejalanya hampir sama?
mohon pencerahannya Dok
terima kasih
@ HoHo:
Menurut saya, teruskan dulu Dexycol (tiamfenicol, sesudah makan), Dumin dan carsida (obat maag dan anti kembung, diminum 1-2 jam sebelum makan). Sedangkan Neuropyron dihentikan karena udah minum Dumin.
Untuk mualnya, dapat menggunakan anti mual (muntah) golongan domperidone, misalnya: Dometa atau Vometa atau Vesperum (diminum 3×1 sebelum makan jika mual saja)
Khusus Dexycol harus dihabiskan walaupun sudah sembuh supaya tidak terjadi resistensi, sedangkan yang lain boleh dihentikan.
Jika dalam seminggu udah sembuh, pasti bukan tyfus, bukan pula gejala tyfus… banyak penyakit yg menimbulkan keluhan seperti di atas.
Moga segera sembuh.
@ Hendry Kalbar:
Maaf saya tidak bisa menentukan hanya dengan diskripsi seperti diatas, mengingat begitu banyaknya penyakit dengan tanda-tanda yang mirip.
So, menurut saya, habiskan obat dari dokter tersebut, dan sebaiknya kontrol apabila obat habis tapi masih belum sembuh…. ntar dokter tersebut akan memeriksa ulang dan bisa jadi akan menganjurkan pemeriksaan lab penunjang diagnosa jika pada pemeriksaan ulangan dokter tersebut curiga terhadap penyekit tertentu.
Ntar bisa kita diskusikan lagi perkembangannya.
Moga penjelasan singkat ini bermanfaat, … moga segera sembuh
Setelah membaca artikel d atas, seru2 banget ya. Ada yang mirip dengan saya. Sudah sebulan saya suka tiba2 lemas seperti kehabisan tenaga. Saya pikir kecapean biasa, soalnya pergi kerja jam 6 pulang lebih sering jam 9 malam, sabtu minggu kuliah dari pagi sampai malam. otomatis jam istirahat berkurang.
Saya juga suka tiba2 menggigil di malam hari & demam tinggi saat menggigil itu, tapi esok paginya suhu badan sudah normal lagi.
yang terakhir saya alami, sekitar sebulan saya sering banget merasa letih lesu, BAB makin sering (biasanya rutin 2 x yaitu pagi bangun tidur dan malam mau tidur) dan tinja sempat beberapa kali mencret & lembek.
Sekitar 2 minggu lalu, perut saya ngga karuan, terasa kembung & gas lambung naik (saya memang punya maag & pernah didiagnosis gstritis kronis melalui endoscopy sekitar 3th lalu). Selain itu badan terasa meriang ngga karuan, kadang hilang & enakan tapi menjelang sore meriang muncul lagi, dan disertai sakit kepala dan sakit didaerah bahu & leher. Saya pikir migren saya kumat krn memang saya punya migren juga. Mata juga terasa panas. Demam lebih terasa di telapak tangan, daerah perut. Tapi setelah seminggu meriang mulai terasa perut sekitar lambung sakit & perih sekali, sesekali muncul rasa panas di perut. BAB tambah sering & seperti bubur. Ke dokter umum diduga maag nya kumat.
Setelah seminggu, gas di perut tambah naik, ditambah uluhati serasa ditonjok & penuh dan meriang. Akhirnya saya cek ke internis, diminta cek darah SGOT, SGPT, dan darah rutin dan widal. Hasilnya parathypus AH positif 1:80, lainnya negatif.
Dikasih obat, dan saya selama itu masih aktivitas seperti biasa, ke kantor dan kuliah. Setelah minum obat, rasa ngga enak di uluhati hilang, gantinya daerah lambung perih & sakit kalau bergerak atau berjalan, sesekali muntah & mual tambah banyak. Setelah itu kontrol lagi & dikasih obat yang sama.
pertanyaan saya :
1. Hasil Lab yang positif cuma 1 macam, tapi kenapa demam meriangnya hampir 3 minggu belum hilang2 juga, begitu juga sakit di perut. Apakah harus istirahat total dari aktivitas?
2. Dari obat terakhir diberikan, kondisi malah agak naik lagi..dalam arti meriang juga terasa di siang hari, perut tambah sakit, dipakai berjalan saja terasa sakitnya, sakit kepala & nyeri sekitar belikat, bahu, pundak sampai leher muncul lagi. Jika setelah obat habis dan kondisi belum membaik, apa saya perlu minta hasil tes darah lagi?
mohon penjelasannya
@ tini:
Makasih telah menjelaskan kronologis secara lengkap
Alangkah baiknya jika menyertakan nama obat yang pernah diminum dan efek setelahnya.
1. Parathypi 1/80 tidak menujukkan apapun dan tidak memenuhi kriteria untuk paratyhus.
Demam bisa disebabkan berbagai hal, bisa jadi ada sebab lain yang belum diketahui. Jika SGOT dan SGPT normal berarti fungsi liver bagus aja.
Jika dokter yang memeriksa menganjurkan istirahat, tentu sangat baik dan saya sependapat, sebaiknya istirahat mengingat begitu padatnya kegiatan.
2. iya, sebaiknya kontrol ke dokter lagi untuk kontrol sekaligus follow up hasil pengobatan. Menurut saya perlu cek lab yang lain, misalnya Tubex (untuk memastikan ada tidaknya typus), DDR (untuk cek malaria) dan pemeriksaan lab penunjang lainnya sesuai dengan keluhan.
Moga penjelasan singkat ini membantu teriring do’a mudah-mudahan segera sembuh.
Trims
Selamat Sore Dok,
Saya 3 hari yg lalu batuk2 n flu, tapi tiap malam hari terasa freezing, demam, lalu sy periksa ke dokter. test darah, hasilnya positif malaria n typhus H 1:320.
Obat typhus yg diberikan Thiamphenicol, grantusif, mexon, obat malaria pil kina 10 butir dimakan sesuai schedule, pil tak bernama kecil berw
arna coklat kemerahan.
Tadinya saya cuma mengeluh demam, batuk n flu. setelah berobat n melewati tiga hari, tubuh saya benar2 drop, krn cmn makan bubur, BAB mencret, tiap diisi lgsng keluar…
Apa yg sebenarnya sedang terjadi dok? gmn solusinya? Terimakasih.
@ hemi:
Met malem (jawabnya malem nih)
Ok, untuk widal pada hari ke 3 demam, saya gak komen (silahkan baca penjelasan sebelumnya). Demikian pula untuk panas, batuk pilek. Bisa dilanjutkan obat yg diberikan dokter.
Saya ingin membahas sedikit tentang malaria. Kalo emang malaria, maka skedul pengobatan standar adalah sebagai berikut:
1. Sulfadoxin pirimetamin (misalnya: fansidar): diminum 3 tablet sekali minum (single dose).
2. Kloroquin: salah satu cara minumnya: 4 tablet diminum pada hari pertama dan kedua serta 2 tablet pada hari ketiga.
3. Primaquin: ada yang diminum 1×1 selama 14 hari dan ada yang hanya 3 hari bergantung pada jenis Plasmodium-nya (plasmodium adalah parasit penyebab malaria)
Selain itu ada cara pengobatan lain sesuai hasil pemeriksaan dokter yang memeriksa secara langsung dan ditunjang hasil pemeriksaan laboratotium.
Berdasarkan anjuran WHO, perlu pemeriksaan darah ulang secara berkala sebagai follow up pengobatan malaria. Biasanya oleh dokter akan dianjurkan cek darah pada minggu ke 4.
Selebihnya, dokter yang memeriksa secara langsung yang lebih tahu tentang perjalanan penyakit tersebut.
Thanks
p kbr dok?, smoga sehat selalu..
dok, bulan april lalu saya terkena tifus.truz demamnya berhenti stelah diopname selama 4 hari tapi kemudian sy terkadang masih demam jd ke dokter lagi,dokter memberikan saya obat dan multivitamin tapi sampai sekarang obatnya sudah habis tapi masih sering sakit kepala,lemas,nyeri,dan kadang-kadang agak demam.saya juga menghindari makanan-makanan berserat….kurang lebh 2 bulan saya tidak ke kampus tp karena sy merasa sudh terlalu lama istrahat jd skrang mengikuti perkuliahan lagi meskipun sakit kepala dan nyeri msh sring terasa.tolong di beri saran dok….terimah kasih sebelumnya
@ fahmi:
kabar baik, trims
Pengobatan untuk tifus saya rasa udah berlalu, adapun jika hingga kini masih sakit kepala bisa jadi karena disebabkan banyak hal.
So menurut saya, untuk menanggulangi sakit kepala cukup dengan obat pereda nyeri yang diminum sesudah makan hanya saat sakit or nyeri kepala aja, misalnya: Pyronal or Panstop *ini hanya contoh yang gak ngantuk* … Makasih
slamat pagi dok,
salam knal,
mau ikutan konsultasi nih dok,
saya Rikki,25th
bulan maret 2008 saya pernah sakit demam berdarah, waktu itu saya dirawat dirumah sakit sampai 8 hari dan dinyatakan normal kembali. Menurut dokter yang menangani saya, disimpulkan bahwa saya telah mengalami serangan DB untuk ke tiga kalinya,saya tidak tau tipe apa saja, mungkin pada waktu pertama dan kedua imun saya masih kuat. Lalu katanya, masih ada kemungkinan muncul DB tipe yang keempat.
Nah, pada hari sabtu malam,
5 juli 08, saya mengalami demam biasa(mungkin skitar 37,5), badan pegel linu,
6 juli 08 badan pegel linu, demam biasa, malam hari mimisan 1x
7 juli 08 badan pegel linu, demam biasa dan sdikit pusing,siang mimisan 2x, waktu sore ke dokter,menurut dokternya ada kemungkinan DB atau tifus, dianjurkan cek darah apabila 3 hari demam dan diberi obat antibiotik,penurun panas dan vitamin.
8 juli 08 badan pegel linu, demam tinggi disertai pusing dan lemes pd waktu sore jam 4an, malam hari jam 9an cek darah ( suhu badan sudah turun :37,4 C ,tekanan darah 110/70 ) dengan hasil sbb :
WBC : 11200 normal: 3800-10600
Hemoglobin : 15.7 normal: 13.20-17.30
Hematocrit : 45.2 normal: 40-52
Platelet : 240000
Lymphocytes : 23 normal: 25-40
Monocytes : 10 normal: 2-8
Eosinophyls : 2 normal: 2-4
Neuto Polis : 65 normal: 50-70
Hasil diatas masih disimpulkan normal,tapi masih ada kemungkinan DB atau tifus oleh karena itu dirawat jalan, dengan obat kemarin diteruskan dan ditambah obat untuk daya tahan tubuh.
9 juli 08 demam sudah reda,badan masih sdikit lemes dan sdikit pusing dan saya full bedrest.
hari ini 10 juli 08 badan sudah lumayan normal, tidak pusing, tapi masih sdikit lemes, mungkin besok sudah fit lagi dan masuk kerja.
1. yang ingin saya tanyakan apakah sekarang saya mengalami serangan DB yang keempat kalinya,tifus atau bagaimana dok?
2. klau smua tipe DB sudah dialami, apakah saya akan terserang penyakit DB lg atau tidak?
mohon maaf terlalu panjang,terimakasih banyak atas waktunya, smoga dokter cakmoki sehat selalu.
maap,ktinggalan 1 pertanyaan lagi, minta sarannya, saya harus bagaimana untuk mencegah penyakit datang kembali?
trima kasih
@ Rikki:
Maaf, sangat terlambat menjawab karena ada gangguan koneksi dan baru aja normal kembali.
Sebagai prolog, saya ingin menyampaiakn sedikit informasi tentang DBD.
Penyebab DBd udah disebut, ada 4 type yakni type I-IV, di Indonesia berdasarkan referensi umumnya tpe III.
Perbedaan berart ringannya DBD bukan pada typenya tapi pada gradasi manifestasi klinis yakni berat ringannya hipovolemik syock karena penurunan trombosit (platellets) hingga dibawah 100.000.
Perlu diketahui bahwa hingga saat ini, batasan seseorang menderita DBD bila:
1. Ada tanda klinis, yakni demam tidak spesifik 2-7 hari disertai tanda klinis lain… (maaf gak saya sebut satu persatu)
2. Hasil Lab menunjukkan: trombosit (Platelet)< 100.000 dan hematokrit meningkat 20%
3. diagnosa pasti adalah dengan biakan virus (di indonesia tidak dilakukan secara rutin)
Jawaban pertanyaan:
1. Jika Platelet (trombosit) selama sakit, terutama demam pada hari ke 3-5 tidak pernah dibawah 100.000, pasti bukan DBD, bukan pula Gejala DBD, … banyak penyakit lain yang mirip tetapi trombositnya di atas 100.000. Misalnya seseorang demam lantas diperiksa Trombosit (platelet) berulang (serial) menunjukkan nilai terendah 120.000, pasti bukan DBD. Bisa penyakit infeksi bakteri atau virus lain yang gak terdeteksi.
Untuk typus, sebagaipegangan aja nih …kalo demam trus diobati lantas sembuh pada minggu pertama, tentu bukan typus.
2. Siapapun, tidak pernah atau pernah terkena DBD masih bisa terkena lagi kalo tertular DBD melalui gigitan nyamuk Aedes agypti.
Ini karena DBD tidak memberikan kekebalan kepada seseorang yg pernah menderita DBD.
Untuk mencegah DBD melalui 3M, abatisasi dan fogging. Gerakan 3M merupakan tanggung jawab kita semua sedangkan Abatisasi dan Fogging adalah tanggung jawab pemerintah dalam hal ini Dinas kesehatan sebagai lembaga teknis.
Trims
halah, halamannya puanjangng bangett…! saya baca semuaaaanya, tapi nggak menemukan jawaban pertanyaan saya, “gimana caranya mengatasi sembelit?” secara anak saya sudah demam 5 hari, dan 5 hari juga sama sekali nggak BAB (sama sekali nggak terasa pengin BAB), padahal banyak minum, makan bebas, sering juga makan pepaya dan mangga gadung. dugaan dokter mengarah ke tifus, diberi obat cotrimoxazole, magtral, flucadex, dan anti mual.
gimana cak, apa perlu dikasih pencahar? apa yang cocok untuk anak 10 tahun? (takutnya enggak boleh pakai pencahar, kan katanya ususnya “harus istirahat”). atau ada patokannya, akan normal sendiri setelah berapa hari, gitu?
pertanyaan kedua: berulangkali cakmoki nulis, kalau demam turun sebelum seminggu, pasti bukan tifus. so, kira-kira berapa hari demamnya untuk bisa sampai pada kesimpulan tifus? (untuk perkiraan aja, soalnya saya suka nggak percaya pada pengobatan yang diberikan kalo 2-3 hari nggak membaik.)
wah, keyakinan cakmoki ini mengandung unsur pelecehan loh, gimana kalo udah ditemukan obat yang cespleng untuk kuman tifus, yang bisa menyembuhkan dalam waktu 3 hari misalnya? hehe… just kidding cak!
satu lagi ya cak.
tolong dijelaskan seberapa batasan geraknya, apakah harus bedrest total, atau masih boleh jalan2 di dalam rumah (wira-wiri ke kamar mandi, ke ruang makan, nonton tivi sambil duduk, bermain di kasur, becanda sambil guling-guling). susah nih mendisiplin soal satu ini pada anak-anak. thanks sebelumnya
@ titah:,
halah, mosok segini panjang… artikel ini emang tidak mbahas tifus secara khusus tapi lebih kepada masalah bubur membubur
Kalo dugaan tifus sih saya ga ikut-ikut …
Pakai pencahar mbak, kasihan atuh … 3 hari ga BAB mestinya dah perlu pencahar.
Boleh pakai pencahar yang diminum (adakalanya mules saat obat bekerja), boleh juga yang bentuk supp, misalnya Dulcolax supp 5 mg dimasukkan dubur, ntar biasanya akan BAB 3-6 jam kemudian, kadang ga sampai dari waktu tersebut, dan bisa diulang jika keesokan harinya masih belum BAB.
Hmmm, gini..maaf saya ingin meluruskan aja bahwa usus kita tidak pernah istirahat. Usus selalu peristaltik (bergerak berurutan) sepanjang waktu, gak pernah berhenti, gak pernah istirahat dan gak bisa diistirahatkan.
Duluuuuuuu … emang ada anggapan bahwa dengan makan bubur dimaksudkan agar usus istirahat, namun para ahli udah menganulir bahwa tanpa makan apapun usus tetap mengadakan peristaltik, karena itulah di buku-2 terbitan tahun 80-an alasan tersebut wis gak dipakai, soale gak cuocok.
Kedua, di semua referensi tentang tifus disebutkan bahwa pemeriksaan penunjang tifus (lab) baru dapat dipercaya jika dilakukan pada minggu kedua demam, inipun dengan syarat tertentu dan pemeriksaan klinis, kecuali jika menggunakan biakan kuman (Gall kultur) yang di Indonesia gak dilakukan sebagai pemeriksaan rutin (masih untuk penelitian).
Sedangkan pemeriksaan Tubex TF yang saat ini masih langka, disyaratkan pemeriksaan pada hari ke 6 demam dengan hasil positif 6-8-10.
oiya, soal demam kurang seminggu sembuh pasti bukan tifus, bukan pendapat saya, itu mah tercantum sangat jelas di setiap referensi.
Sementara itu, kalo emang konsekwen mendiagnosa tifus, harusnya pengobatan dilanjutkan sedikitnya 2 minggu setelah bebas demam. Artinya jika misalnya seorang penderita tifus udah gak demam lagi pada hari ke 12, maka penderita tersebut wajib minum obat tambahan selama 2 minggu lagi (chloramphenicol, tiamphenicol, amoksisilin, cotrimoxazol …dst). So total ngombe obat 12+14= 26 hari … hehehe, mblenger deh…
Kalo dalam perkembangan ilmu pengetahuan nantinya tifus bisa dideteksi sedini mungkin, misalnya 3 hari, dan bisa sembuh saat itu juga maka semua dokter wajib ikut, dan ini berarti semua referensi tentang tifus, mulai definisi hingga akhir harus diubah semua. Sebelum itu, tentu masih ada tahap uji kebenaran dan gegeran antara para ahli… eng ing eng..
Nah, tentang istirahat saya gak menemukan rinciannya, selain bedrest total (dengan catatan tifus beneran).
Sebagai tambahan, demam yang disebabkan karena infeksi oleh berbagai mikro-organisme, jenisnya puluhan ribu. Tapi saya bisa memaklumi jika dikit-dikit muncul diagnosa tifus … hehehe
Maturnuwun
matur nuwun keterangannya cak. saya kan jadi tahu bahwa kalau memang tifus beneran (dokter memang baru menduga –belum pasti– kemungkinan tifus berdasar gejala klinis, belum menyarankan test lab karena saya ke sana pada demam hari ketiga), diobati beberapa hari belum sembuh “sudah wajar” dan pengobatan harus diteruskan. saya juga jadi ngerti bahwa pengobatan harus diteruskan sampai 14 hari setelah demam hilang, kalo ngerti kan nurut jadinya
sekali lagi matur nuwun…
dok,sy punya tmen yg tifus..
mau tnya dok dia uda hmpr 2 blan tifus…nah kjaannya kan auditor jadinya mknnya ga tratur…trus lambungnya srg perih n bunyi..itu knp ya dok…??katanya habis mkan prutnya suka bunyi..kmrn hbs mkan byk daging dia langsung buang air besar tp cair..dan pusing.knp ya dok???
@ titah:,
sami-sami
@ gisella:,
Dengan waktu segitu kemungkinan tifusnya dah sembuh.
Adapun lambung perih dan berbunyi kemungkinan keluhan ikutan dari tifus sebelumnya ato bisa jadi ga berhubungan langsung dengan tifus.
Keluhan tersebut adalah sebagian dari tanda dyspepsi (maag) yang kebanyakan dipicu oleh faktor kecemasan (beban kerja yang berlebihan, kurang istirahat, dll) dan makan yang tidak teratur.
Penangulangannya dengan obat golongan antasida (misalnya: dexanta, lexacrol, magtral forte, asidrat dll, diminum 1-2 jam sebelum makan atau dalam keadaan perut kosong) dan obat penghambat produksi asam lambung (misalnya: cimetidine 200 mg *dengan berbagai jenis nama dagang) diminum 3-4 kali, atau famotidine 20 mg diminum 2×1, atau ranitidine diminum 2×1 … 1-2 jam sesudah obat gololngan antasida)
Sedangkan diare setelah makan daging banyak, akibat dari kebanayakn protein yg terkandung dalam daging.
Thanks
duh…makasi byk ya dok….
sy suka dtnya2 tp ga gtu ngeti..drpd jd dkter dadakan pdhl cuma asumsi doank…
dok, mgkin ga si tmn sy itu maag-nya uda parah???
soalnya klo mkn agak byk langsung nyeri bgt lambungnya..
sampai ga bisa tidur dok…udah gtu, dokternya kasi antibiotik 2 bulan…apa ga brbahaya dok??? tkutnya krn pengaruh antibiotik lambungnya jd kena….
mungkin ga kena radang lambung dok???
kasian kalo denger dia ga bs tdur dok,katanya lambungnya nyeri…iya si dok mgkin krn pngruh kjaan n dia mkn jd ga tratur…jd curhat ni…thx before ya dok….
dok…maaf ktinggalan..wktu lambungnya nyeri sempet minum kunyit dan nyerinya hilang..
tp bsoknya setelah makan (telat), lambungnya nyeri lagi..
bingung jg,tuntutan kjaan jd dia ga bs mkn tratur…
apa mst makan bubur/nasi halus??? cak,uda pnh bhas ttg maag blum…aku jg mau tau sberapa besar risiko kita kalo udah kena penyakit maag..kalo sy lihat lidahnya sudah tidak bewarna putih cuma nyeri di lambung dan pusing2.
btw,i’m proud of u cak…
always do the best n be d best…^^
Halooooooooo Cak,
Baru2 ini aku katanya kena tifus. Trus ya itu tadi, suruh makan bubuuuuuuuuuuuur terus. Cape deh. Sementara aku orang yang suka makan. Kasian banget kan kalo makan bubur terus.
dah gitu aku kan gak bisa disuruh bedrest. walhasil karena makan cuma bubur jadi lemes deh. Akhirnya baru 2 hari bodo amat, aku makan semua, kecuali yang bikin perut sakit n mual ga aku makan lagi. Tapi aku kok jadi ga yakin kalo kena tifus. Abis aku baca di referensi gejalanya ga ada yang cocok. Sayangnya hasil lab ga aku copy buru2 aku kirim ke kantor supaya cepet dapat uang penggantinya he he. Gejala awalnya, cuma badan dingin, kaki juga, perut mual, badan lemes. Emang lagi kecapekan juga karena banyak kerjaan. Ama dokter aku dikasih obat, tapi karena aku terlalu banyak tanya, dokternya kesel. soalnya sbg Medical Reps, dikit2 kan aku ngerti obat. aku ga mau dikasih obat yang ga jelas.dikasih vitamin juga, malah bikin perutku terasa pedih. waduh kayanya suratku ngelantur kemana mana nih.
Intinya sih thanks berat atas infonya. dan aku dianggap hebat karena kena tifus tapi tetep kerja terus. tapi juga dimarahin terus ama temen2 karena semua makanan aku hajar. kan bagus ya jadi aku cepet sehat. Thanks again
@ gisella:
Maaf, saya ga bisa memprediksi seberapa mengganggu (berat) maag tersebut krn ga melihat kondisinya secara langsung.
Menurut saya, ga perlu makan bubur, ntar malah mudah kembung. Kalo bisa makan nasi (dengan lauk pauk dan sayuran) teratur *maksudnya teratur 3x sehari, bukan teratur sehari sekali lho …hehehe*. Aatu bisa juga makan dikit-dikit dengan frekuensi lebih sering.
Saya belum nulis tentang sakit maag, …tentu akan sy akan nulis secara khusus, tapi tidak dalam waktu dekat
Makasih, moga “teman” segera sembuh ya
@ Elly:
Halooooooo … juga
ooo Med-Rep ya… sy juga ga yakin kalo kena tifus, lha hari gini masih lincah ngedetail ke dokter-dokter sampe malam gitu .. hehehe.
Setuju deh, hajar aja makanan kesukaannya, jangan sampe males makan ntar ga kuat keliling.
Thanks share-nya
oo gtu ya cak..
thx ya…ntar sy sampaikan ke “teman” saya,hehehe..
@ gisella:
iya, ntar nyampaikannya sambil senyum-senyum dan bawa hadiah makan yang enak-enak … hehehe
hehehe…jarang ktmu cak, auditor gtu…
thx ya cak…jd by hp aja…
@ gisella:
ooo, gitu ya
moga “temen” sehat selalu … hehehe
met pagi cak dokter..
sekarang ini saya masih dalam proses penyembuhan penyakit infeksi usus. tgl 4 agust badan saya demam, pegal2 diseluruh badan terutama pinggang kemudian mual yang menyebabkan nafsu makan saya jadi ilang coz tiap kali mo makan langsung muntah. pada waktu cek up ke dokter pertama kali dikira penyakit maag sehingga dikasih lah obat2 penyakit tersebut, karena tidak kunjung sembuh juga malah demam naik turun terus dan mual makin menjadi2 akhirnya saya putuskan pergi ke dokter yang laen dan diketahuilah ternyata saya terkena infeksi usus. padahal waktu itu saya kira jangan2 saya terkena tifus nih. dan alhamdulillah setelah cek up 3x kesana saya sudah mulai bisa makan dan tidak perlu makan bubur yang justru membuat saya makin mual, baru cium baunya aja udah langsung muntah..
yang ingin saya tanyakan dok gimana caranya biar nafsu makan saya bisa kembali seperti sedia kala sehingga badan tidak lemezz banget kaya sekarang ini??
sebagai info sekarang ini saya masih minum 3 macam obat (antibiotik, obat mual, vitamin) yang diminum 2x sehari..
makasih cak..
salam..
@ bibe:
ok, perlu diketahui bahwa demam mengakibatkan kalori dalam tubuh kita hilang. Untuk itu diperlukan tambahan kalori saat demam, artinya makanan yg biasa dimakan sehari hari dan ditambah porsinya, bukan malah makan bubur, ntar jadi lemezzz…
Untuk memulihkan nafsu makan adalah dengan cara makan dalam porsi kecil tapi sering (misalnya 2 jam sekali) dan kalo mual bisa diatasi dengan minum anti mual sebelum makan (sekitar 15 menit sebelum makan).
Selain itu konsumsi vitamin (udah kan) agar tidak lemes dan kalo perlu menggunakan curcuma plus untuk menambah nafsu makan.
Moga cepet pulih ya, … trims
dok, tmen sy kena tifus lg…
trus wktu di usg trnyta ada pembengkakan di limfa krn tifus itu,..
sempat drwt di RS n kmrn udah disuru plg krn kata dokter udah lbh baik..
tp dok..stlah plg dr RS dia ga bs tidur…baru bs tdur jam 5 n bangun jam 6..bdnnya lemas bgt..trus dia mengalami keringatan tp dia mrasa kedinginan..knapa ya dok???
dok, saya habis terkena tifus, kronologinya gini :
Tanggal 19 agustus saya merasa agak meriang n leher terasa sakit menelan, hal ini berlangsung hingga tanggal 21 agustus tapi aktifitas kantor saya tetap berjalan karena selain meriang n sakit pada leher kondisi saya rasa masih fit, nah pada malam 22 agustus baru terasa demam tinggi hingga menggigil, sabtu 23 agustus saya ke Puskesmas dan oleh dokter diberikan antibiotik n ada satu jenis obat lagi tapi saya gak tau, dokternya pesan kalau demam gak turun sampai minggu 24 agustus saya harus kepuskemas cek darah, dalam hal ini si dokter udah curiga saya terkena “gejala tifus”.
Sabtu siang sampai sore demam saya tidak turun, nah malam minggunya demam turun dan saya berkeringat banyak. Hari minggu 24 agustus demam sudah mendingan (tidak sampai menggigil), tapi kepala terasa pusing sampai2 saya tidak bisa tidur karenanya.
hari senin 25 agustus saya cek lagi, tensi saya turun 90/70 n langsung diopname, trus cek darah n divonis Positif Tyfus..
Tapi selama diopname saya tidak merasakan demam tinggi lagi paling meriang itupun gak berlangsung lama. Hari kamis 28 agustus sya udah bisa pulang (rawat jalan), diberikan obat tyfus, antibiotik dll (saya gak paham soal obat2an ..:P). dan dirumah sampai saat menulis posting ini udah gak pernah demam lagi..
Tapi hari kamis 4 September saya masuk opname lagi karena diare, itupun gak lama coz besoknya udah pulang lagi..
Sampai saat ini saya merasa udah mendingan dalam arti gak pernah demam lagi, perut juga udah enakan, tapi yang saya pertanyakan sampai saat ini saya merasa masih dikit oleng, kepala seh udah gak pernah pusing lagi..
Apakah memang dalam penyembuhan tyfus (udah 2 minggu nih), saya masih merasa kurang fit, masih sering rada2 lemes n dikit oleng padahal makan saya sudah teratur n udah makan nasi, sayur n ikan/daging ayam (gak makan bubur lagi)..
Kira2 ada gak alternatif obat atau vitamin atau sejenisnya yang saya konsumsi supaya badan bisa terasa fit lagi..
Itu aja dok, terima kasih atas perhatiannya..
Salam..
@ gisella:
Waktu dinyatakan pembesaran limpa (spleenomegali), udah periksa kemungkinan ada tidaknya malaria gak?
Andai kemungkinan tersebut telah disingkirkan, dalam arti udah diperiksa dan ga ada malaria, maka rasa kedinginan bisa jadi karena pengaruh endotoxin dari typus.
Baiknya bedrest di RS ato bisa juga di rumah hingga bener-bener sehat. Hendaknya mengkonsumsi makanan bergizi untuk mempercepat pemulihan kondisi tubuh.
Trims
@ d4uz:
Jika emang benar typus, maka memerlukan pemulihan yang relatif lebih lama dibanding penyakit lainnya.
Idealnya, penderita tyfus tetep minum obat antibiotik (chloramphenicol or thiamphenicol ato obat pilihan lainnya) setidaknya selama 1-2 minggu sejak bebas demam.
Selain itu, hendaknya sedini mungkin makan nasi dengan lauk pauk berkalori tinggi dan multivitamin, misalnya Sofero, Lexavit, dan sejenisnya, diminum 1×1 bersama dengan obat lain hingga benar-benar sehat…
Moga segera pulih kembali … Trims
kan udah cek general cak…sy blum tny ada malaria atau ga. Trus penyebab ga bs tidur apa cak???
gini dok, sejak keluar opname cuma dikasih obat2an yg masa minumnya cuma seminggu, n kata dokter cukup seminggu aja minum obatnya selanjutnya makan yg bergizi n istirahat yg cukup. Nah menurut dok apakah cukup seminggu itu aja minum obat (salah satunya antibiotik) udah cukup, mengingat sy demam tingginya cuma 3 hari. Apakah meriang juga masuk itungan demam (khan dokter bilang tyfus itu demam lebih dr seminggu).
@ gisella:
general ceck up tergantung paketnya, bukankan pasien berhak tahu apa aja yang diperiksa?
Penyebab terbanyak gak bisa tidur biasanya nerosa ato cemas, dan bisa juga karena sebab lain (misalnya pengaruh lemas, dll)… so pada umumnya diberi obat anti-anxietas ato obat anti cemas ato penenang ringan.
Kalo boleh tahu, hasil Lab nya gimana, berapa kali diperiksa dan tanggal berapa aja… dari situ kita bisa bahas banyak hal. Emangnya si temen gak ngasih informasi lain ya?
Thanks
@ d4uz:
Ooo, gitu yaaa… kalo dokternya gak ngasih obat lagi, ya gak usah nambah…
Yang bilang tentang parameter umum tersebut bukan saya, tapi para ahli yg tertulis di referensi.
Saya hanya ingin ikut meluruskan tentang “gejala typus” yang hanya berlandaskan test widal dan cenderung mengabaikan kondisi klinis pasien sebagai dasar untuk menegakkan diagnosa.
Sebagai gambaran, di daearah kami, hampir setiap orang yg datang ke Puskesmas ato dokter dengan keluhan demam, pahit, langsung dinyatakan “gejala typus”, plus yang pake test Widal pada minggu pertama, padahal Widal baru dapat dipercaya jika dilakukan pada minggu ke 2 demam dengan 2 kali pemeriksaan dan menunjukkan tren peningkatan titer Widal (akurasi widal sangat rendah, hanya sekitar 30%)
Nah, dari sekian banyak yang dinyatakan Typus (dengan Test Widal), ternyata yang kami duga bener-bener Typus (menggunakan Test terkini, yakni Tubex TF pada har ke 6 demam) hanya sekitar 20 orang … selebihnya tentu diragukan kebenarannya.
Tujuan saya nulis ini, mengajak kita semua peduli agar negeri kita tidak resisten terhadap obat typus pilihan pertama (drug of choice) seperti Kamboja, hanya karena gegabah dalam menegakkan diagnosa typus …
Saya juga nunggu sanggahan dari sejawat dokter yang kontra dengan tulisan ini …. tapi belum ada … hehehe.
Ok, moga sehat selalu
wah.. saya jadi lega.. trims banyak dok.. Sejak pertama opname saya slalu mencari tulisan2 tentang tentang tyfus, selain diblog ini semua referensi rata2 “menakutkan”.. Untung ada blog ini sehingga saya menghadapi penyakit ini dg perasaan yg tenang.. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan dokter.. Amin..
hasil lab hemoglobin 17.6, hematokrit 51, trombosit 311.000, sebelum drwat di RS hasil lab WBC 7.73, RBC 5.31, HGB 15.9, PLT 256, HCT 44.2
sy ga ngerti dok,hhehehe..thnx before
nanya lagi dikit dok..
.
Udah 2 hr ini saya ngantor, tapi koq bawaannya rada2 ngantuk neh..
Trus, kmren kedokter dikasih Vitamin BECOM-C yg resepnya 2 hr sekali diminum, gimana menurut dokter? Atau ada multivitamin yg lebih oke n aman dikonsumsi buat saya?
thanks b4..
@ d4uz:
sama-sama … moga demikian pula sebaliknya.
Ngantuk saat kerja di pagi or siang hari banyak penyebabnya, diantaranya: kurang tidur, kurang istirahat, pekerjaan yang monoton, dll … dll. Ga papa, kebanyakan juga gitu, hehehe.
Becom-C aman dikonsumsi untuk jangka lama, minumnya 1×1 sehari. Obat lainnya mirip-mirip aja koq.
Thanks
@ gisella:
Cuman itu? Normal aja tuh …ato ada yang lainnya kali.
Nanya lagi dok.
Kalau buah pear, apel ama jeruk boleh dikonsumsi gak?? Trus gimana dengan minuman yang banyak mengandund Vitamin C..??
@ d4uz:
… termasuk yang mengandung vit C juga boleh.
Boleh
Biasanya malah diberi obat Vit dengan kandungan Vit C dosis tinggi …
thx ya dok…akhirnya stlh dikasi obat penenang ringan dia bs tidur jg…
Dok, sebelum saya sakit saya sering begadang ampe jam 2, nah sekarang tuh rada2 susah buat tidur dibawah jam 11 malam.. meskipun siang gw gak tidur, tapi malemnya susah banget mo tidur dibawah jam 11an.. Gimana neh dok, kayaknya tubuh saya dah terbiasa begadang neh.. Ada saran?? Trims sebelumnya..
@ gisella:
… moga si teman segera pulih kembali.
iya, sama-sama
@ d4uz:
hahaha, sama … *kompak, toss*
Emang sulit merubah kebiasaan tidur. Lagipula kebutuhan tidur setiap orang gak sama, ada yang 8 jam masih ngantukan, ada yang 4 jam udah cukup… so, ga ada saran khusus, enjoy aja deh
Trims
Dok, nanya lagi neh.. He..he..he..
Hari ini gw merasa dah fit mendekati saat sebelum sakit. Tapi koq perut masih rada2 kurang enak, emang seh BAB tiap hari, tapi gak sebanyak waktu sebelum sakit, apa mungkin pengaruh BAB kurang (dalam artian BAB tiap hari, tapi volumenya kurang) padahal Jatah makan saya udah seperti orang sehat (Oh iya, saya termasuk orang yang makannya banyak..
hehehe..).
Ada saran gak dok?? Trims sebelumnya..
@ d4uz:
Boleh jadi karena pengaruh BAB yg kurang … gak papa kok. Sementara ga ada saran khusus… Moga segerah pulih kembali. Trims
halo cak.
Mau ikutan nanya boleh ya. Begini ceritanya. saya sejak 2 minggu terakhir dinyatakan menderita thypus, ditandai dengan hasil pemeriksaan TUBEX dengan hasil IgM Salmonella Thypi 4 (positif). Setelah diperiksakan ke dokter, akhirnya saya diberikan obat, dan terakhir pada tgl 15 September kemarin, setelah diperiksa ulang, TUBEXnya, hasilnya adalah IgM Salmonella Thypi 2 (negatif). Yang ingin saya tanyakan, apakah itu artinya saya sudah sembuh dari thypus?atau kuman thypusnya masih ada di dalam tubuh saya?
Pertanyaan kedua, sebelum saya melakukan pemeriksaan yg pertama (pada sat saya dinyatakan positif thypus), saya mengalami diare, dan di perut suka bunyi kriuk2 gitu, padahal saya tidak dalam keadaan lapar. Pada saat saya makan obat dari dokter (setelah ketauan thypus), BAB saya tidak mencret lagi tp malah menjadi tidak lancar….2 hari tidak keluar). Tapi anehnya, setelah terakhir saya dinyatakan thypus negatif, dan obat antibiotiknya diberhentikan, sekarang sudah 2 hari saya mengalami diare lagi. Memang tidak diare yg berat, tp tetap bsa dikategorikan mencret.
Apakah diare ini adalah salah satu indikasi adanya thypus dok? Jika iya, apa ini berarti saya belum sembuh total dari thypus yg saya alami? mohon pencerahannya ya dok. Atas bantuannya saya ucapkan terimakasih banyak.
Salam
Nanya lage neh dok..
Beberapa hari ini, perut saya rada2 gak enak, pada perut bagian bawah kanan sering selintas nongol rasa nyeri, tapi gak pernah netap nyerinya, jadi selintas aja.. Kira2 pengaruh apa yah?? Saya udah 3 hari ini menjalankan Puasa (coba2)..
Secara Badan dah terasa Fit, BAB udah lancar.. Tapi perut koq rada2 kurang enak, kadang saya suka (maaf), buang2 angin..:P.
Ada saran?
@ deddy:
Pemeriksaan Tubex TF hanya dapat dipercaya hasilnya jika dilakukan pemeriksaan pada hari ke 6 demam (paling ceat).
Hasil positif (+) 4, belum ato lebih tepatnya tidak mengindikasikan penyakit typus.
Pemeriksaan Tubex bukan untuk memeriksa kuman tapi kadar imunoglobulin sebagai reaksi tubuh kita terhadap endotolsin yang dihasilkan kuman salmonella.
Untuk meriksa ada tidaknya kuman adalah dengan Gall culture.
Adapun BAB mencret bukan tanda typus. Walaupun tidak spesifik tapi kita tahu bahwa tanda utama typus adalah demam.
Trims
@ d4uz:
Gak papa … mungkin karena pengaruh gas, mengingat suka buang angin. kalo gak mengganggu banget, gak perlu obat apapun.
Trims
Selamat pagi Dokter.
Maaf mau nanya lagi nih. Seperti sudah saya sampaikan sebelumnya, saya dinyatakan positif thypus oleh dokter saya (meskipun kemudian cak Moki menyatakan bahwa pemeriksaan Tubex yang saya lakukan ternyata belum bisa menentukan apakah saya sudah terjangkit thypus atau belum).
Nah yang jadi masalah sekarang, saya sering merasa meriang dan sempat ditandai dengan diare (ini pun jg diralat oleh cak Moki karena tanda utama adanya thypus adalah demam, bukan diare). Yang ingin saya tanyakan adalah, sudah 2 hari belakangan ini diare saya berhenti, dan sudah mulai normal, tetap kenapa warna BAB-nya cenderung gelap (agak kehitam-hitaman) ya Cak? Kemudian saya juga merasakan perut saya tidak nyaman, terkadang merasa seperti kepenuhan (baru mulai terasa kosong jika saya sudah BAB), tapi saya tidak merasakan nyeri di perut sih. Apakah ada yang tidak beres dengan pencernaan saya cak?
Saya juga sempat browsing di internet mengenai kemungkinan terjadinya perforasi usus pada penderita thypus, apakah ciri2 yang saya sebutkan diatas ada hubungannya dengan perforasi tsb cak? Terus terang saya jadi kuatir. Mohon dijelaskan ya cak, seperti apa sih tanda-tanda terjadinya perforasi itu (apakah perut nyeri hebat, terasa keras, BAB hitam, diare, dll), supaya saya bisa melakukan langkah2 antisipasi.
Maaf kalo agak kepanjangan ya Pak Dokter…..saya mohon penjelasannya berhubung saya agak kuatir saat ini. Sebelumnya saya ucapkan banyak terimakasih.
@ deddy:
ya, untuk positif 4 masih meragukan, karenanya akan lebih bagus jika diulang beberapa hari kemudian jika meragukan.
Perforasi (usus rapuh hingga terjadi perlukaan) hanya terjadi pada penderita typhus yg gak diobati atau terlambat, dimana terjadi perdarahan usus yang ditandai dengan berak hitam, kondisi lemah, anemia dan kesadaran menurun. Artinya, gak mungkin orang yang mengalami perforasi masih misa jalan-jalan atau ngobrol santai …karena kesadaran menurun dan kondisi lemah banget.
Diare disertai warna gelap bisa pula terjadi oleh beberapa hal, misalnya: desentri amoeba, shigellosis, colitis, dll … dan dapat juga oleh gangguan pencernakan lainnya.
Untuk menanggulangi rasa gak nyaman perut, sementara dapat menggunakan obat penghambat produksi asam lambung, misalnya: cimetidine 200 mg (diminum 4×1 sehari), atau famotidine 20 mg (diminum 2×1) atau Ranitidine 0,150 mg (diminum 2×1)…
Jika masih terasa gak nyaman, sebaiknya ke dokter.
Maaf saya gak merekomendasukan obat lain karena gak meriksa langsung dan diskripsi yg disampaikan tidak mesti sama dengan hasil pemeriksaan.
Trims
(mohon maaf, jawaban terlambat karena lagi mudik)
dok, Alhamdulillah kondisi saya udah terasa fit banget, cuma kalau kebanyakan aktifitas trutama kelamaan naek motor, perut rasa2 kurang enak, tp dg istirahat udah enakan lagi. Oh iya dok, apa boleh saya mengkonsumsi softdrink yg berkarbonasi?
@ d4uz:
seneng mendengar udah baikan…moga makin sehat
Sementara jangan minum sofdrink berkarbonasi karena bisa memicu kembung dan gak nyaman di lambung… sabar aja deh …
Dok, 1 stengah bulan yg lalu saya merasa kurang enak badan (kepala suka pening/keleyengan, badan agak meriang2, rongga kerongkongan mendekati tulang selangka terasa agak penuh) terus sy k dokter dan disuruh cek labor tgl 21/8/08, widal darah urine dll, kmudian hasilnya adalah semuanya normal (Hemoglobin 15.6 , eritrosit 5.96 , hematokrit 48%,laju endap darah 3mm/1 jam, trombosit 283.000 dan Lekosit 4900) kecuali widal S.paratyphi AH 1:160 dan S.paratyphi BH 1:160 sisanya negative. trus dikasi antibiotik buat 1 stg minggu dktr blg ga da pantangan mkn or aktivitas, setelah obatnya abis, badan saya sampe sekarang masi terasa 3 gejala itu kepala keleyengan dan meriang serta dada agak penuh ketika kpala klyengan. itu kena apa yah saya dok? mengingat udah ckp lama ni.. oh ya saya smpt cari dokter lain dan dibilang hanya kena virus aja.. trus dikasi pharmaton mltvtmn, pumpitor ama satu lagi obat dari apotik dimakan 3 x sehari.. tapi yah sampe skrg obat da abis tapi kondisi masi keleyengan dikit, meriang2 kecil, ama terasa agak penuh di dada. Apakah ini proses penyembuhan yg memakan waktu agak lama atau kah saya harus memeriksakan apa lagi ataukah harus ke internis atau apa Mohon petunjuknya terima kasih ya dok
Dok sori ada yang tertinggal, pada awal sebelum mencari dokter pertama itu saya merasa suka keringet dingin nah trus setelahnya saya diukur dengan suhu 37,1 derajat. trus berlanjut dengan ke dokter ke dua yah sampe sekarang memang kadang sore2 gitu saya suka berasa badan agak panas, tapi pas di ukur pake thermometer di ketiak panasnya gak pernah nyentuh 37, paling banter 36,8 itu pun sesekali aja, biasanya hanya 36,5 an gitu … sekarang si uda gak kringet dingin lagi cuma yah itu rasanya badan blum fit, agak meriang2 kecil, kleyengan dikit(pala gak plong), ama kalo lagi kleyengan dikit di dada agak trasa penuh tapi gak ampe mo muntah… mohon petunjuknya yah pak dokter
duuuuuuh dah lama juga nih rada frustasi aye……
Cak dokter…terimakasih banyak ya atas penjelasannya, paling ngga ini bisa menenangkan pikiran saya. Terimakasih untuk kesediaannya berbagi ya cak,….semoga anda semakin sukses dalam pekerjaan. Sekalian saya mengucapkan Selamat Idul Fitri, mohon maaf Lahir dan Bathin.
Salam…
Terima kasih sebelumnya untuk dapat berbagi,
Anak saya usia 11 tahun sekarang lagi terbaring sakit, hasil test lab menyatakan S typhio = 1/320, S paratyphi ao = 1/80, S paratyphi bo = 1/320, S typhi h = 1/320, S paratyphi bh = 1/320 dan yang lainnya ( S co , S ah, S ch ) = negatif. Apakah positif typhus ?
Sebelum periksa panas tinggi, perut sakit, sakit kepala, lemas, belum BAB.
Setelah periksa dan mengkonsumsi obat yang diberikan selama dua hari panas turun ( stabil ), sakit kepala berkurang, perut masih sakit, BAB cair baru satu kali. Hari ini atau besok akan test lab kembali.
Perlukah dirawat di rumah sakit ?
Obat yang diberi : Lanacetine Chlorampanicol, Vosea, alphamol.
Best Regards
Yudhia
@ Richa, rampagecar@yahoo.com:
*tapi sakitnya gak sip, hehehe*
ok, lengkap banget infonya.. siip
Mengingat keluhan tersebut udah berlangsung lama, dan masih dirasakan hingga kini, sebaiknya periksa ke internist agar dapat dilakukan pemeriksaan yg lebih seksama dan obat yang tepat.
Moga segera sembuh…trims
@ deddy:
Makasih juga … minal ‘aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin.
@ Yudhia:
Kalo boleh tahu, berapa lama atau sejak kapan panas, trus kapan test lab? Mohon info juga Berat Badan dan dosis obat yang diberikan.
Hasil Lab seperti di atas (Widal) tidak serta merta sakit typhus jika dilakukan pada minggu pertama, apalagi gak ada penunjang lain seperti LED dll. Perlu diketahui bahwa dalam menegakkan diagnosa di dunia kedokteran adalah berdasarkan riwayat penyakit (keluhan) dan pemeriksaan fisik. Lantas ditunjang Lab jika emang diperlukan, dengan ketentuan-ketentuan khusus sesuai ke arah mana kecurigaan penyakit tersebut.
Contoh:
Jika curiga DBD maka penunjang yg diperlukan adalah trombosit dan hematokrit aja, pada hari ke 2-5 panas, atau lebih awal jika ada tanda-tanda syok.
Jika curiga typhus, maka penunjang yang diperlukan Widal (cara lama dan gak akurat) pada minggu kedua atau Tubex (cara baru), pada hari ke 5-6 dan pemeriksaan penunjang lain.
Tentang perlu tidaknya dirawat bergantung pada kondisi tubuh. Jika lemah, sulit makan dan minum, gak bisa minum obat, mau gak mau harus dirawat di RS.
Thanks
pagi dokter,
anak saya (14 bulan) malam selasa kemarin (13 okt) tiba2 panas tinggi 39.8oC disertai batuk dan pilek, hari rabu (15 okt) saya bawa ke dokter anak di klinik dengan diagnosa klinis ISPA, dikasih obat untuk penurun panas, batuk, pilek, dan antibiotik. Menurut dokter tsb, jika panas tidak turun sampai jumat maka dilakukan tes darah widal. Panas anak saya sempet turun tapi pas hari jumat naik lagi 39.9oC. Akhirnya anak saya dicek darah dengan hasil:
hemoglobin 11.0
leukosit 8.12
eritrosit 4.00
hematokrit 33.4
trombosit 130
—-
s. thypi O negatif
s. paratyphi OA (+) 1/320
s. paratyphi OB (+) 1/320
s. paratyphi OC negatif
s. typhi H negatif
s. paratyphi HA negatif
s. paratyphi HB negatif
s. paratyphi HC negatif
karena saya cek darahnya di RS jadi sekalian aja saya tanyakan hasilnya ke dokter yg ada di RS tsb, jadi saya tidak kembali ke dokter anak yg pertama. menurut dokter yg di RS anak saya kena tifus dan karena anjuran dari pemerintah, penderita tifus harus dirawat di RS maka beliau pun menganjurkan agar anak saya dirawat saja di RS. Terus terang saya tidak tega kalau anak saya harus kembali dirawat di RS (bln April dirawat krn diare) apalagi saya lihat anak saya masih aktif bermain dan seperti bukan anak sakit saja. Akhirnya dokter tsb memberikan resep obat dan anak saya tidak jadi dirawat di RS.
Sekarang ini panas anak saya sudah turun, kalau malam masih anget (37 oC), BAB lancar, makan dan minum mau walau harus selalu dibujuk. Cuma sekarang batuk pileknya masih ada.
Menurut dokter, apa benar anak saya kena tifus, tapi kenapa trombositnya turun ya ?
Kira2 apa bahayanya jika anak saya tidak dirawat di RS, terus terang saya masih was-was, tapi saya terus pantau perkembangan suhu badan dan pola makan minum anak saya.
Terima kasih banyak dokter atas jawabannya.
@ sari:
ISPA dan beberapa penyakit lain dapat memberikan hasil pemeriksaan lab seperti di atas.
Berdasarkan kronologis dan hasil Lab, saya sependapat dengan dokter pertama yg mengetakan ISPA.
Selebihnya ga ada yang spesifik.
Kebanyakan penyakit infeksi (terutama virus), trombositnya turun, demikian pula ISPA, dll.. tapi gak sampai di bawah 100.000.
Sebagai contoh, pada DBD, trombosit turun hingga kurang dari 100.000 dan hematokrit meningkat 20-25% disertai dengan penurunan kondisi tubuh (lemah, tangan dan kaki menjadi dingin, dll) hingga syok.
Kalo kondisi anak bagus, gak perlu dirawat di RS. Dan sy sependapat dengan ibu untuk tetap memantau kondisi anak.
Moga ananda segera sembuh… Trims
kalo menurut saya makan nasi juga kagak ape22,asal dikunyah sampai lembut. yang perlu diperhatikan ni jangan makan makanan yang mengan dung seluosa.
@ agyan tr:
iya, trims
Dokter,
Saya mau bertanya sebenarnya istirahat seperti apa dan berapa lama waktu (hari) yang dibutuhkan penderita tipes jika ia istirahat dirumah ??
Thanks buat infonya.
Cheers,
Daniel
@ Daniel:
Yang dimaksud istirahat di rumah bagi penderita tipes adalah tirah baring, yakni berbaring tanpa melakukan aktifitas fisik yang berlebihan (terutama selama periode demam), kecuali ke kamar mandi, nonton TV, duduk-duduk di taman (kalo ada, hehehe) dan aktifitas ringan lain yang bisa dilakukan sambil duduk atau berbaring tanpa harus mengeluarkan banyak energi.
Manakala sudah tidak demam dan cukup kuat untuk beraktifitas, maka dianjurkan untuk melakukan aktifitas yang lebih berat secara bertahap hingga aktifitas normal.
Soal waktu bergantung pada kondisi fisik masing-masing orang, gak ada batasan baku kayak dulu lagi.
Andai dalam seminggu udah enakan dan ga ada keluhan apapun, boleh melakukan aktifitas sesuai kemampuan.
Trims
Salam jumpa lagi dok..
). Trus kalau pagi kadang dikantor saya rasa kepala agak dikit oleng, tapi kalau dah balik kerumah olengnya ilang, jadi rasa olengnya cuma kerasa dipagi hari..
Oh iya dok, beberapa hari ini perut saya terasa kurang enak, kmaren BAB agak encer, trus badan rasa2 meriang (tapi rasa2 meriangnya gak pernah lama, kalau saya tiduran make slimut langsung kringat ngucur n meriangnya ilang..
Kira2 solusinya apa nih?? terutama perut kerasa kembung n sering buang anging..
Thanks..
@ d4uz:
Salam jumpa
Rasa tidak nyaman di perut dan rasa oleng pagi hari berhubungan dengan diare yang belakangan ini lagi musim di beberap daerah.
Jika sudah tidak diare lagi tapi masih kerasa kembung di perut dan rasa oleng, maka dapat ditanggulangi dengan obat-2 berikut:
1) Obat Untuk mengatasi perut kembung bisa menggunakan kombinasi antasid dan anti kembung (obat maag), misalnya: Lexacrol atau Anflat dan sejenisnya (pilih salah satu), diminum 3-4 x 1 dalam keadaan perut kosong dan diusahakan dikunyah untuk mendapatkan efek optimal, tapi kalo ga bisa ngunyah ga papa.
2) Obat untuk mengatasi rasa oleng, dapat digunakan obat vertigo, misalnya: Perifas atau Merislon dan sejenisnya, diminum 3×1 sesudah makan (saat terasa oleng aja).
Obat-2 tersebut dapat disimpan (pada suhu kamar) dan dapat digunakan lagi jika mengalami keluhan yang sama sejauh belum melewati tanggal kadaluwarsa.
Moga segera sembuh.
Thanks
Pagi Dok,
Begini dok, saya mau nanya mengenai sakit tipes saya. pertama kena tipes bulan februari 2008, dirawat di RS selama 3 hari. dan sekarang kena lagi tp tidak dirawat karena saya tidak mau. trus dikasih obat ciproploxacin, ranitidin, dan amoxixilin. kemudian dikasih lagi obat dexycol, grafadon, vesperum, hepimun. begitu habis obat, sampai sekarang saya masih juga merasa badan kayak yag panas gitu. hasil tes lab kemarin (17 Nopember 2008):
Hemoglobin : 12.0
Leukosit : 6700
LED : 23-25
Hematokrit (PVC) : 42
Band :6
Segmen : 64
Limfosit : 24
Monosit : 6
Eritrosit : 4.5
Trombosit : 210.000
Bilirubin Total : 0.4
Bilirubin Direk : 0.2
SGPT : 20
SGOT : 32
Salmonella Thyphi H : 1/160
Salmonella Thyphi O : 1/320
Bagaimana dengan hasil test diatas dok? apakah hasilnya positif tipes? ataukan ada penyakit dan ganguan lain mungkin?
soalnya sampai skrg ini, saya masih juga merasa badan kayak yang panas, kepala suka pusing, didada kayak ga plong, dan kepala terasa kayak yg melayang gitu donk, ga mantep, kayak yg gamang gitu.
sebagai informasi, saya sampai sekarang masih makan nasi agak padat, dan masih pilih-pilih makanan karena takut. pedas dan asam, sampai sekarang juga belum berani saya makan.
saya mohon jawaban dan saran dari dokter. terima aksih ya dok sebelum dan sesudahnya.
wassalam,
ardie
Tambahan Dok,
Saya suka merasakan kayak melayang itu, hampir sepanjang hari, dan sudah lama banget. dan maaf (feces) saya sudah 2 hari ini berwarna agak hitam, apa karena pengaruh saya sekarang ini lagi mengkonsumsi Spirulina Kapsul dari HPA ya? dan 2 minggu kemarin pernah BAB keluar darah, tp hanya terjadi 1 kali itu aja, pada waktu pagi hari, setelah sarapan.
@ Ardie:
Berdasarkan keluhan panas (dan lain-lain) yang udah lebih seminggu dan ditunjang Lab, kemungkinan emang Tipes. Tapi kemungkinan lain tetap ada. hal ini dapat diketahui dengan follow up dan pemeriksaan lanjutan (jika emang diperlukan menurut dokter yang merawat).
Tipes (test widal) dapat dikonfirmasi dengan Test Tubex TF (lebih canggih, harganya sekitar 90-100 ribu). Jika hasilnya positif 6 ke atas, berarti Tipes beneran.
Menurut saya, obatnya cukup dengan dexycol 500 mg, diminum 3-4 x 1 sehari, Grafadon untuk panas dan sakit kepala, Vesperum untuk mual-muntah. perlu tambahan multivitamin, misalnya becom-C 1×1 (atau sejenisnya).
Tentang faeces agak hitam, bisa jadi karena iritasi lambung oleh berbagai sebab.
Sedangkan “melayang” yang udah lama diderita, adalah tanda dari vertigo. Pengobatannya: Dramamine atau dramasine atau perifas, dll (pilih salah satu), diminum 3×1 sebelum makan.
Jika menggunakan obat vertigo, vesperum sementara dihentikan.
Tentang makanan, udah tertulis di artikel bahwa tidak harus makan makanan lunak, bahkan perlu makanan bergizi tinggi untuk memulihkan kondisi.
Ntar kalo udah gak demam, dexycol tetap dilanjutkan hingga 1-2 minggu, sesuai protokol pengobatan tipes.
Moga segera sembuh ya.
Trims
Siang Dok, maaf mengganggu lagi…
Bagaimana cara kerja Test Tubex TF? apakah sama dengan mengambil sample darah juga? soalnya saya belum yakin, apa dirumah sakit didaerah saya sudah ada fasilitas itu?
apakah obat dexycol bisa dibeli bebas tanpa resep dokter?
apakah arti dari nilai bilirubin total, bilirubin direk, dan SGPT dan SGOT hasil test labor saya dok? kayaknya hasilnya rendah dari nilai normal ya dok?
terima kasih ya dok sebelum dan sesudahnya atas jawabannya.
@ Ardie:
Tubex lebih simpel, hanya ambil sampel darah di ujung jari 1 tetes.
Di tempat kami, di ndeso ™ udah ada fasilitas Tubex TF (beli sendiri, makanya 90 ribu itu sudah termasuk jasa pemeriksa dan keuntungan untuk pengembangan, aslinya hanya 75-80 ribu, suntikan 1.500 perak, hehehe).
Silahkan baca artikel sebelumnya di sini (Evaluasi Tubex Tahap 1) dan di sini (Pemeriksaan Demam Tifoid Terkini)
Dexycol (thiamphenicol) mestinya harus pake resep dokter. Coba ke apotik terdekat untuk menanyakannya.
Adapun nilai bilirubin total, bilirubin direk, dan SGPT dan SGOT adalah test untuk menilai fungsi liver.
Kalo nilainya sangat tinggi disertai tanda kuning pada sklera (bagian putih mata), kuku, pembesaran liver, kemungkinan ada gangguan fungsi liver, tapi kalo naik sedikit atau normal atau di bawah nilai normal, berarti gak papa.
Trims
Terima kasih pak dokter atas penjelasannya. dan nanti kalo ada pertanyaan lagi, jgn bosen ya pak dokter untuk menjawabnya.
Wassalam
@ Ardie:
Sama-sama, terimakasih juga share-nya
dok saya mau menanyakan gejala yang saya alami adalah daya tahan tubuh berkurang, mual – mual, nafsu makan berkurang, diare, dan perut terasa kembung. dan setelah saya periksa ke dokter, dokter memperkirakan kalo saya terkena sakit tipes, dan liver… saya di suru periksa darah dan hasil nya adalah sebagai berikut:
SGOT hasil H83 nilai rujukan 11-41
SGPT hasil H176 nilai rukukan 10-65
lalu kalo hasil yang lain sih normal – normal saja…
setelah beberapa hari di beri obat dari dokter sakit saya menjadi agak membaik, cuma saya masih takut saja, menurut dokter berbahaya tidak?
lalu bagaimana cara nya supaya SGOT danSGPT menjadi normal kembali?
terimakasih sebelumnya..
@ Wicco:
Jika hasil Lab yang merujuk ke tipes menunjukkan hasil normal dan yang ada peningkatan hanya SGOT-SGPT, maka jelas bukan tipes.
Adapun peningkatan SGOT-SGPT dengan nilai dia atas menunjukkan adanya gangguan fungsi liver dengan berbagai sebab.
Jika pada pemeriksaan HBsAg tidak menunjukkan nilai positif (+), berarti bisa dikatakan bukan hepatitis.
Peningkatan SGOT-SGPT dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang hanya dapat diketahui secara pasti melalui pemeriksaan. Selain itu, dapat juga disebabkan oleh kelelahan fisik.
Penanggulangan gangguan fungsi liver, sslain dengan mengobati penyebabnya, secara umum dapat dilakukan dengan:
> Mengkonsumsi makanan Tinggi kalori dan Tinggi Protein (TKTP), yakni makanan bergizi tinggi untuk memperbaiki sel-sel liver dan kondisi tubuh.
> Istirahat.
> Menghindari minuman beralkohol.
> Obat. Misalnya: multivitamin (banyak jenisnya), enzim (misalnya: curcuma, curliv, methioson, dll).
Dengan makanan TKTP dan istirahat, SGOT dan SGPT akan normal dalam beberapa minggu. jika tidak ada gangguan lain, peningkatan SGOT-SGPT tidak berbahaya.
moga segera pulih kembali….Trims
Terimakasih banyak dok atas penjelasannya….
sekali lagi terimakasih…(^_^)
@ Wicco:
makasih juga atas share-nya
dok, saya mau menanyakan tentang penyakit tipes. apakah boleh makan agak pedas dan agak asem? juga makan segala buah-buahan, apa boleh juga?
@ Ardie:
Boleh … sambel juga boleh asal tidak terlalu pedas agar perut tidak perih.
Bagaimana dengan buah-buahannya dok, apa boleh juga?
malem dok,saya kena types sdh semingguan,hasil lab hemoglobin 10.7 sel darah pth 7.100 segmen 57%limfosit 42% monosit 1% trombosit 486.000 hematokrit 32% salmonela typhiH,AH,&BH hasilnya sama yaitu negative sdgkan TYPHI O,AO,BO,CO,CH hslnya negative.saya diberi obat BIOTHICOL,IMUNOS,SANMETIDIN.utk biothikol sdh 2x resep saya minum,tinggal besok sy minum tp pusing rasa gliyeng kok ga hilang.panas bdn saya cuma pertama hbs itu cuma anget kadang datang dan pergi.saya belum ke dokter spesialis.setelah 4hr yg lalu baca saran2 bpk disini saya brani makan smua.dan ditambah nutrisi dr herbalife jd badan saya tdk lemes.krn sy msh bisa ngerjain pekerjaan rumah.kalo ape dan lesu baru saya tiduran.dok yg mo saya tanyakan,knp saya suka masih pusing dan gliyeng?apa saya jangan byk tidur.krn saya org yg aktif.trus obatnya saya minum lagi ga?ohya bpk tinggal di smd kah? kalo iya qt 1 kota dong.tq
maaf dok maksud hasil salmonela typhi H,AH dan BH yaitu 1/320 bkn neg tq
@ Ardie:
Boleh
@ ennyno:
met malem…
iya, sy di samarinda, tepatnya Palaran…
Pertama, Biothicol (terutama) diterusin bahkan hingga 1-2 minggu setelah bebas panas. Ini konsekwnsi jika seseorang didiagnosa tipus.
Kedua, tentang nggliyeng dapat disebabkan banyak faktor’ bisa karena Hb cuman 10,7 gr%, bisa karena kurang kalori sebagai akibat panas lama, dll.
Sebaiknya istirahat untuk memulihkan tenaga dan tentu makan makanan bergizi tinggi untuk mengganti kalori yang hilang selama sakit sekaligus sebagai pemulihan.
Moga segera sembuh ya…
Trims
Dokter, mau nanya ya.
Gini pak, saya 3 tahun lalu sakit, diagnosa dokter tipes , widal 1/1200. Keluhan sakit lambung, kembung mual .lemas dan seperti masuk angin. Keluar keringat dingin tetapi tidak demam. 5 hari dirawat, dan widal lagi titer tetap 1/1200. Setelah opname masih harus minum anti biotik 1 bulan yang harganya selangit.
Pemulihan sampai bisa fit sampai 1 tahun dok. Berbagai vitamin herbal saya minum, sampai pengobatan alternatif segala.
Dan 2 minggu yang lalu saya mengalami hal yang sama, tetapi tidak separah dulu. Saya diberi antibiotik samapai 10 hari. Perut/lambung makin sakit. Saya tidak minum lagi anti biotik tersebut. Sekarang saya hanya minum vitamin 2 herbal aja, KOndisi dah mulai membaik, keluhan sekarang sedikit sakit dilambung, agak mual dan badan terasa dingin(tidak pernah demam/panas). Perut sedikit2 lapar tiba2.
saya sebenarnya sakit apa dok,trus biar cepat fit,saya harus bagaimana? terima kasih pak sebelumnya.
Hanya yg diatas yg bisa balas kebaikan bapak.
Maaf dok nambah, titer widal test 1/80 yg H aja,Sebelum sakit diawali sakit perut dan diare.
Pak Nurbiyanto,
Bapak minum vitamin 2 herbal saja, dan menurut bapak kondisi sudah mulai membaik. kalo boleh tau, minum 2 vitamin herbal apa saja merk-nya? mungkin saya juga akan mencoba 2 vitamin herbal itu. mengingat saya juga kena tipes dan sampai sekarang masih juga terasa agak panas di badan.
terimakasih.
@ nurbiyanto:
Menurut saya bukan tipes.
Kemungkinan Gastritis atau gangguan sistem pencernaan lain yang belum kita ketahui.
Untuk itu sebaiknya periksa Lab penunjang diagnosa, terutama:
1) LFT (Liver Function Test): SGOT/SGPT, Bilirubin (total/direct), Alkali Phospatase.
2) Serologi: HBsAg, HBsAb (Anti HBs)
Sementara menunggu hasil Lab, dapat menggunakan obat sebagai berikut:
a) Antasida, misalnya: asidrat 800 (diminum 2×1 dalam keadaan perut kosong atau 1-2 jam sebelum makan), atau Lexacrol (diminum 4×1 dalam keadaan perut kosong atau 1-2 jam sebelum makan). Kalo bisa dikunyah.
b) Penghambat produksi asam lambung, misalnya: ranitidin 150 mg, atau Famotidin 40 mg. (salah satu dari contoh di atas diminum 1-2 jam sesudah obat golongan antasid)
c) Enzym dan anti kembung, misalnya: Vitazym atau Enzymplex (diminum 3×1 sesudah makan)
usahakan makan nasi (dengan lauk dan sayur tentunya) secara teratur.
Moga segera sembuh…. (ditunggu perkembangan selanjutnya dan hasil Lab kalo sempet)
Trims
Terima kasih pak. Saya pas 3 hari juga sudah cek darah lengkap ke lab. Dari hasil dokter bilang semuanya normal. Tetapi ada pada widal aja 1/80. Dan setelah baca artikel bapak, saya mulai makan nasi dan makan2 yg gizinya cukup tinggi . Seperti telur satu hari 5 butir, sosis sapi/ayam buat cemilan kalau lapar. Alhamdulilah kondisi skr dah 90 % fit.
Menurut saya pak dokter benar, saya mengalami gangguan di lambung. Sekarang kalau pas agak sakit saya minum obat mag aja, langsung hilang.
Perut terasa sakit/ kembung kalau sedukit stress/ tegang. Makanya sekarang dibuat rileks aja. Banyak ketawa, semua dibuat senang. Itu sangat mempengarushi ke lambung.
Oya buat mas andri. Vitamin yg saya minum : Jely Gamat (ada di majalah trubus) ama vit Omega 3 dari K Link.
Coba aja, dan rasakan manfaatnya.
Pak dokter terima kasih ya. Ntar saya laporkan perkembanganya.
@ nurbiyanto:
Bener, sebagian besar (lebih 80%) gangguan lambung (terutama dispepsia) dipicu oleh “kecemasan”, so relaks aja
Moga kondisi makin membaik dan pulih seperti sedia kala.
Trims
Pak , maaf nich . Kontrol lagi.
Kondisi dah makin membaik, cuma sekarang kan lagi musim hujan. Kalau pas udaranya dingin/ dalam ruang AC. Badan terasa kedinginan(spt masuk angin) larinya ke perut jadi kembung ama agak mual. Apa ini karena pencernakan masih belum maksimal kerjanya. Atau masih ada bekas2 luka/radang yg blm pulih.
Saya dah mulai joging2 dikit, emang habis joging badan tersa agak hangat. tapi masih takut2 kalau sakit lagi.
Ada saran pak.
terima kasih ya pak.
aduh dok susah BGT saya nyari hal ini,maklum gaptek.kemaren dpt blog ini jg ga sengaja.2jam br ktm lagi.tp saya jadi tau blognya cakmoki yg byk ragamnya.obatnya sdh hbs dok dr tgl 3/12 dikasihnya cuma imunos 1xshari.apa sy minta lagi dok? saya juga minum nutrisi 2 sampe 3x shari,utk stamina nrg dan herbal aloe.panas bdn msh dok,juga linu badan dan pusing
@ nurbiyanto:
iya, mungkin pencernaan belum pulih sempurna ato bisa juga karena faktor dingin. Kalo luka sih saya rasa enggak.
Sementara gak ada saran.
Met jogging, moga segera pulih seperti sedia kala.
Trims
@ ennyno:
Menurut saya perlu nambah Biothicol dan pereda panas (parasetamol, misalnya: dumin, paracetol, dll), diminum kalo panas dan pusing aja.
Trus selebihnya cukup imunos.
Moga segera pulih ya
Pagi dok, mau nanya lagi…
adakah supplemen untuk memulihkan kondisi dan stamina orang yang kena tipes? selain periksa darah di rumah sakit, adakah cara untuk mengetahui kalau kita sudah sembuh dari sakit tipes? trs, apakah benar buah pisang tidak boleh dikonsumsi penderita tipes? padahal buah pisang kan bagus untuk kesehatan.
saya sudah berani makan makanan padat, cuma sambel dan asem-aseman aja yg belum berani. dan saya masih merasakan lemes, lesu, dan kepala juga masih terasa berat dan sedikit pusing serta rasa ngeliyeng, gamang. dan kalau bisa, saya minta resep supplemen yg bisa dibeli bebas di apotik.
@ Ardie:
Cukup dengan Becom-C, diminum 1×1 sehari. Obat ini bisa diminum dalam jangka panjang.
Pisang boleh dikonsumsi, gak ada larangan makan pisang.
Lemes, mungkin karena kelamaan makan lunak.
Kesembuhan tipes bisa dilihat dari kondisi klinis dan Lab. Jika udah gak panas dan kondisi tubuh membaik berarti secara klinis udah sembuh.
Adapun Lab, bisa periksa Tubex TF. Jika hasilnya negatif ato positif 1-3, berarti udah baikan.
Trims
Terima kasih Pak Dokter untuk saran dan penjelasannya.
Oh ya Pak Dokter, blog mengenai vertigo ga di buka lagi ya? soalnya saya udah konsul disitu per tanggal 2-12-08, dan sampai sekarang belum di jawab. Maaf ya Pak Dokter.
Sekali lagi terima kasih banyak Pak.
Wassalam,
@ Ardie:

Sama-sama
Oiya, maaf..kelewatan, ntar malam saya jawab.
Makasih diingatkan
wass
halo Dok…:)
blog yg istimewa bgt…langsung makan soto…memang betul lemes2 jd ilang…:D
(18-12-08) 5 hr yg lalu saya merasakan kepala berat banget sepulang dr kampus…nympe kosan nafsu makan agak kurang ama bdn terasa anget…y ud minum panadol n tidur bangun mendingan cm masi kerasa kepala berat..
hr k-2 tetep k kampus kerna deadline walopun kondisi bdn melemah…ahirny ganti obat atas saran apotek dumin parasetamol…nafsu makan mulai berkurang,panas turun kl minum obat ampe keringetan trus(sehari bj abis 3-4 gara2 kringetan) tp tetep aja panas lg kl mnjelang sore ampe malam ama otot mata kenceng banget…sampe hari k-4 mutusin untk k dokter kerna g ada kmjuan….dpriksa tkanan normal ,panas tinggi trus mijet perut…n ternyata mang bagian perut bawah agak nyeri …trus langsung dibilang tipes..dikasi obat lambung buat sblm mkn,dianicol thiamphenicol ama Tera-F buat nurunin panas ama ngilangin nyeri…n hari ini lumyan ada peningkatan tp ms demam jg seh….yg saya mo tanya:
1.saya benar2 kena tipes?
2.kasur yg sarungny g dganti 6 bulan bisa jd mrupakan salah 1 penyebabny g?
3.keringet orang tipes bisa nular g?
4.dokter bilang 3 hr insyAllah sembuh…itu benar?kl kata dokter coki minimal mingguan?
5.cara ngilangin rasa cemas gmn yah?pengenny rileks tp tetep aja kpikiran?ky uderpressure gitu.
trimkasiihhh sebelumnya….
@ sanzi:
maaf, terlambat jawab…kelewatan gak ngecek halaman ini
1) belum tentu. Kalo dalam seminggu sembuh, pasti bukan tipes.
2) Bukan penyebab tapi media penularan yg dapat memicu terjangkitnya tipes jika di kasur ada kuman Salmonella yng masuk tubuh.
3) Enggak.
4) Kalo bukan tipes, misalnya hanya infeksi saluran nafas atau radang tenggorokan, akan sembuh dalam seminggu, maksudnya gak sampai seminggu udah sembuh.
5) Hehehe, kalo ngilangi cemas mah sangat individual, setiap orang gak sama untuk ngilanginya. Ada yg ngilangi cemas dengan mancing, ada yg surfing, ada lagi yg jalan-jalan ke mall, dll
Moga cepet sembuh ya…
Trims
Met Dini hari Cak dokter Moki
Lama gak nanya2 neeeeh… Mampir skalian tanya y…
Agustus 2007 lalu sepupu sy kena tifus, lumayan lama recovery nya, kira2 2 minggu lebih kayany.. Trus awal tahun 2008 kena lagi, kata dokternya kmungkinan pengobatan yg lalu belum tuntas. Eh skrg kena lagi, tapi hasil lab nya menunjukan msh gejala kata dokternya..
Saya sih sejak kecil belum pernah (mudah2an jangan sampai gitu lho!!) kena penyakit ini, tapi ada sedikit worry juga takut si buah hati bisa terjangkit, makanya tanya2 d.
1. Tifus itu kambuhan y??
2. Ada yang bilang tifus disebabkan makanan yg krg bersih yg kita konsumsi tapi ada juga yg berpendapat karena terlalu capek, mana yg benar?? Apa memang ada hubungannya??
3.Trus katanya juga nih…penderita tifus gak boleh makan goreng2an y??
Sgitu dulu d Cak dokter Moki pertanyaanny… Thanks 4 the answer..
@ Greeny:
Met siang
Hasil lab Widal hanya bisa dipercaya jika pemeriksaan dilakukan pada minngu kedua demam. Jika pada minggu pertama, gak akurat karena banyak penyakit memberikan hasil lab Widal positif, bahkan pada orang sehat sekalipun.
1) Enggak. Hanya 1-5% penderita typhus menjadi carrier
2) Penyebab typus adalah kuman Salmonella thypii yg ditularkan melalui makanan, minuman yang tercemar.
3) Kalo gak boleh makan goreng-gorengan bener, tapi kalo makan makanan yang digoreng, boleh.
Trims ^_^
Met Siang juga
Truz apa hubungannya klo orang yang kecape’an atw kerja terlalu di porsir lalu demam, pasti deh buanyak bgt yang komentar…”kena tifus kali…” smentara penyebab tifus td dikatakan krn makanan atw minuman yg tercemar kuman salmonella…?
Yang pastinya gak boleh makan penggorengan gitu ya Cak
Thanks buat jawaban sebelumnya..
@ Greeny:
He eh … bener
Dear Cak dokter..
Anak saya 3.5th setelah 4 hari demam malam hari saja di atas 39 terus, saya bawa ke rumah sakit dan menjalani tes darah. Hasilnya leukosit dibawah normal dan bakteri salmonella typhii positif. Dokter mendiagnosa tifus. Dokter memberi antibiotik Cefspan jenis cefixime, sehari 2x, 5ml (=100mg cefixime). Dikasih hanya jangka waktu 3 hari (total 600 mg cefixime)
Dalam 2 malam masih panas di kisaran 38.5 (juga malam hari saja), tapi malam ketujuh turun dan tidak pernah demam lagi (normal di kisaran 36.5 derajat).
Sekarang malam ke sembilan anak saya sudah sehat kelihatannya, padahal selama sakit tidak bisa diam padahal kan dianjurkan berbaring oleh dokter.
Selama sakit saya kasih kombinasi bubur, daging cincang, wortel, tempe dan tahu. Anak saya sih mau makan.
Pertanyaannnya:
1. Menurut blognya cak moki, kalau dibawah 7 hari demam turun, kemungkinan bukan tifus. Apakah anak saya bukan kena tifus? Lha, anak saya sudah dikasih antibiotik, yang setelah saya search di web, ternyata jenis baru, karena jenis kloramfenikol yang bakterinya sudah banyak resisten terhadap antibiotik ini. Nah, padahal belum tentu tifus, sudah dikasih antibiotik jenis baru, apakah ada efeknya terhadap anak saya kalau ternyata ini bukan tifus?
2. Kalau ternyata kelihatannya memang tifus. Boleh engga saya kasih makan roti, alpukat, apel, pir, bayam dan buncis. Apakah makanan ini seratnya tidak tinggi dan aman buat penderita tifus? Kebetulan anak saya alergi makanan, dan lagi diet tahap satu, jadi bisanya hanya makan daging sapi/kambing(beserta turunananya)dan yang saya sebutkan tadi.
Mohon pencerahannya cak dokter..
Terimakasih sebelumnya..
hallo dok…:)
makasih atas jawabannya.
alhamdulillah dah sembuh….cuma kepala saya masi ngambang seperti tidak ada gravitasi di kepala ama agak lemes…kl gitu knapa ya dok?apa kurang darah ato penyuplai oksigen ke otak kurang?ato apa?
pencegahanny gmana dok?
trimaksih sebelumnya
@ bundajendul:
Pertama, saya ingin meluruskan bahwa batasan tifus ditandai dengan demam lebih 7 hari, bukan pendapat pribadi saya tapi dari semua referensi tifus.
Kedua, tes bakteri salmonella typhii positif, mungkin yang dimaksud tes Widal atau Tubex. Kalo tes bakteri menggunakan biakan kuman dan diketahui hasilnya paling cepat lebih dari 4 hari kemudian.
Ketiga, mari kita diskusi bareng …
1) Kemungkinan bukan tifus. Cefixime sebarnya gak baru-baru amat, soalnya udah digunakan sejak > 10 tahun yg lalu. Selain untuk tifus (bukan pilihan pertama), cefixime dapat juga untuk infeksi-2 yg disebabkan bakteri gram negatif lainnya.
kalaupun bukan tifus, obat tersebut gak akan memberi efek pada anak.
Tentang resistensi, di Indonesia belum ada bukti ilmiah yg dipublikasikan. Kemungkinan referensi dari negara lain yg gak selalu sama dg negara kita.
2) Pada penderita yg benar-benar tifus, semua makanan yang disebut di atas boleh dimakan.
Trims
hallo dok…:)
makasih atas jawabannya.
alhamdulillah dah sembuh….cuma kepala saya masi ngambang seperti tidak ada gravitasi di kepala ama agak lemes…kl gitu knapa ya dok?apa kurang darah ato penyuplai oksigen ke otak kurang?ato apa?
pencegahanny gmana dok?
trimaksih sebelumnya
@ sanzi:
Maaf, kelewatan…hehehe
kalo kepala rasa melayang, silahkan menggunakan obat anti vertigo, misalnya: Dramamine, Dramasine, Perifas, Mertigo.
Pencegahannya dengan makan makanan bergizi dan cukup istirahat.
Moga segera pulih kembali.
Trims
Dear cak dokter,
Terima kasih pencerahannya..
Sekarang agak lega, ya semoga tidak ada efeknya.
Memang anak saya sekarang sudah sembuh tuh.. berarti bukan tifus dong.
Sekarang makanannya sudah biasa lagi, engga bubur terus. Dia kelihatan seneng banget bisa makan nasi dan mie lagi
Trims ya..
@ bundajendul:
Sama-sama, makasih juga share-nya
Dok, nimbrung yah
udah smggu ini demam, minum panadol turun, trus anget2 gtu
atas dorongan teman cek widal lah saya
hasilnya :
S. Tiphy O : 1/20
S Paratiphy OA: 1/20
S Paratiphy OB: 1/40
S Paratiphy OC: negatif
S Tiphy H : 1/40
S Paratiphy HA: negatif
S Paratiphy HB: 1/160
S Paratiphy HC: 1/640
gmn yah? kecapean masuk angin aja ato ada yg perlu diwaspadai?
tq
@ Retno:
Keluhan dan hasil lab gak mendukung ke arah yg spesifik.
Salah satu kemungkinan: paratiphus… gak papa.
Saran:
1) Minum Thiamphenicol 500 mg, diminum 3×1 selama sedikitnya 7 hari.
2) Terusin Panadol, diminum 3×1 sesudah makan, hingga ga demam.
3) Multivitamin, misalnya: Becom-C (ato lainnya), diminum 1×1
4) istirahat dari kegiatan yang melelahkan.
Moga segera sembuh
… Trims
Salam kenal pak dokter yang baik hati,
Saya vita 24 tahun,sekarang lagi kena tipes ni… kemarin hasil leb ada bakteri S.paratiphy dengan titer lebih dari 320, dan leukosit 11.300 diatas normal. Kata dokter yang meriksa, usus saya sudah infeksi, sehingga saya betul2 harus istirahat total 2 mgu dan makan yang lunak2. Akhirnya saya diopname 3 hari, dan sekarang sudah kembali ke rumah…dan ga boleh kemana2 and di tempat tidur melulu,
Yang ingin ditanyakan adalah:
1. Kata dokter usus saya sudah infeksi, tapi koq saya ga pernah sakit perut ya dok?biasa2 saja, gejala saya cuma demam dimalam hari itu pun ga tinggi mungkin hanya sekitar 37an derajat C , tapi emang ga ilang2 selama 2 mgu…
2. Kl usus sudah infeksi karena tipes, beneran hanya boleh makan yang lunak2? bubur doank?karena sekarang saya nekat makan ayam,daging (tapi tetep dengan bubur nasi) dengan solusi makanan saya kunyah sampai lunak bgt…
3. Apakah benar kl pernah terkena tipes, bisa kambuh lagi kl imunitas sedang tidak bagus?Kl kambuh, dikarenakan bakterinya belum mati seluruhnya didalam tubuh, atau karena infeksi/penularan baru baru?Soalnya dulu SD saya pernah kena tipes parah, ampe ga bisa ngapa2in sampai 1 bulan.
4.Usus infeksi ditandai dengan leukosit yang lebih dari normal, apakah saya perlu cek darah lagi untuk mengetahui leukosit saya sudah turun?dalam artian kl sudah turun, berarti usus saya sudah ga infeksi,lalu saya bisa makan apa aja donk dok?bener ga?
5.Salmonella tifosa bisa masuk kedalam tubuh lewat penularan apa aja dok?bener bisa menular lewat air liur?berarti saya ga boleh icip2 makanan punya orang lain dunk…
6. Parahan mana dok, dari segi gejala klinis S.tiphy or S. paratiphy?soalnya dokternya bilang kl paratipus penyembuhan lebih lama dari DBD….
7.The last one dok, gimana cara biar ga tipes lagi? kapok makan bubur melulu ^-^
Thank a lot ya dok, sory nanyanya banyak…
@ vita:
Salam kenal…
1) infeksi parathypus (S.paratiphy) mirip dengan typhus. Sama-sama disebabkan kuman Salmonella (beda varian spesies), sama-sama infeksi pada usus dan dapat menyebar. Walaupun infeksi pada usus, gak selalu ada keluhan pada perut. Seperti halnya diare, gak selalu disertai sakit perut.
2) Jawabnya udah tertulis pada judul artikel
… dan ditegaskan dalam artikel dan diskusi-2 sebelumnya. Silahkan baca lagi ya …
3) Yang paling sering reinfeksi (infeksi lagi karena tertular melalui makanan or minuman yang tercemar kuman S. typi), sedangkan carrier hanya 1-5%, maksudnya S. typhi tetap berada dalam tubuh, yakni di kandung empedu.
4) Lekosit tinggi (melebihi 10.000) merupakan salah satu tanda adanya infeksi (tidak selalu), bukan hanya infeksi usus tapi semua infeksi. Tentang makanan, tidak mengacu pada lekosit dan pada kasus typhus, pola makanan lunak udah lama ditinggalkan (silahkan baca lagi quota di artikel)
5) Prinsip penularan typhus adalah melalui mulut. Apapun yang tercemar oleh kuman S.typhi akan beresiko penularan jika tertelan melalui apapun. Tapi penularan ini bergantung pada jumlah kuman dan daya tahan tubuh seseorang.
6) Parahan S. typhi. Hanya saja, walaupun lebih ringan, S.paratyphi lebih lama.
7. Pencegahan terbaik hingga saat ini hanya satu, yakni menjaga kebersihan (tidak jajan sembarangan, cuci tangan setelah ke toilet, dll). Tentang bubur, sekali lagi pada typhus tidak harus makan bubur kecuali kalo emang hoby makan bubur ..
Untuk mengetahui ringkasan typhus, silahkan download file flash swf berjudul: Sekilas Penyakit Typhus di halaman download.
Trims
Thank for the answer dok…. ^-^
@ vita:
Makasih juga share-nya
Bravo… akhirnya nemuin blog cak dokter yg mulia..
sy mau berbagi cerita sedikit nih..
tgl 31 des malam kemaren aku ada demam pake ibuprofen(paracetamol) turun, besoknya malam demam lagi hajar lagi ibuprofen. nah pas tanggal 2 jan malam demamnya ada menggigil wah langsung deh keingat ini gejalaku waktu kena demam typhoid. krn udah biasa mengobati diri sendiri
(soalnya aku udah gak percaya sama dokter krn 9 dari 10 dokter di indo ini hanya perpanjangan tangan dari farmasi aja, alih2 sembuhin pasien malah kejar target jualan obat. maklum temen2 sy byk yg jadi medrep dan juga manager di farmasi jd tau bobroknya moral dokter kita)
akhirnya aku pake ciproxin 250mg sehari 2x produksi bayer (krn aku jg gak percaya sm generic produksi lokal, takut dikorup ma pabriknya)
nah bedanya dulu aku makan bubur mpe seminggu (soalnya waktu kecil dikasih taunya begitu)trus nasi tim baru nasi. akhirnya sembuh setelah 10 hari. kemaren aku menganalisa sendiri dan mencoba tetap makan nasi, ayam tim, telor dan sedikit sayur. hasilnya luar biasa hanya 2 hari sudah sembuh, hari ini fit gak lemas dan ternyata browsing ketemu deh blognya dokter berhati mulia cak Moki. thanks ya dok mau sharing ilmunya disini. sulit cari dokter spt anda. semoga anda selalu sehat dan bahagia..
@dokter dokter yg lain.. mbok ya mencontoh cak Moki, ingat sumpah profesi anda
@ Santoso:
Terimakasih telah berbagi …makasih juga do,a dan supportnya
Moga sehat selalu.
Lam kenal dok,
boleh ikutan konsultasi ya dok. please..
Sebelumnya saya mau cerita sejarahnya dulu. sorry kalo agak panjang
Saat itu di Jakarta, Februari 2007 (umur 25) saya ke dokter dg keluhan demam tinggi, sakit kepala, badan lemas dan terasa ngilu, mulut banyak sariawan, perut kembung & perih, eneg di ulu hati, setiap habis makan muntah dan lidah memutih. setelah dicek fisik & cek lab, divonis typus & gastritis. Akhirnya saya diopname selama 8 hari lanjut istirahat dirumah selama seminggu. setelah istirahat dirumah, saya bisa kembali kerja tapi selama 2 minggu awal badan tetap terasa lemas. mungkin krn waktu itu dokter tetap menganjurkan makan yg lunak2 (nasi lunak & lauk yg mayoritas di rebus.
Kemudian april 2008 (kebetulan udah pindah ke batam) keluhan yg hampir sama saya alami. Dokter bilang typus & gastritis saya kambuh. Kali ini saya cukup bedrest dirumah & makan obat dari dokter.
Obat yg diberikan dokter di 2 kejadian tsb relatif sama, antibiotik, parasetamol, obat mual (domperidone), obat maag cair. kedua hasil tes widalnya juga positif.
minggu lalu kebetulan lagi cuti akhir tahun di jakarta dan kecapean krn banyak jalan2. 2 jan 09 saya mulai merasa gak enak badan (agak ngilu & ngerasa dingin), dimulut banyak sariawan, badan lemas, tapi gak demam. Suhu paling tinggi cuma 36,9 C. Puncak rasa lemasnya disiang sampai sore hari. Selama 3 hari (2-4 jan) saya coba istirahat aja dirumah, tapi gak ada perubahan. 5 januari pagi mulai beres2, siap2 balik ke batam, eh jadinya keluar keringat dingin dan makin lemas. mulai terasa eneg di ulu hati dan muntah kalau minum air hangat. akhirnya saya batalin balik ke batam dan cek ke seorang profesor spesialis penyakit dalam.
dokter tsb cuma tanya keluhan saya, dan liat mulut saya. Dokter langsung bilang saya typus, dan dikasih obat sbb : farmacrol, galflux, maganol, intermoxyl 1000, colme 250. saya juga diminta cek lab (hematologi, kimia darah, serologi).
Hasilnya :
hemoglobin 13,6 g/dl (normal 14-18)
batang 2 % (normal 3-5)
hematokrit 39 % (normal 40-54)
Serologo CRP 0.8 IU/ml (normalnya < 0.8)
widal salmonella tyhpi H positif (1/160)
sisanya semua dalam nilai normal.
Yang mau saya tanyakan :
1. betulkah diagnosa dokter tsb bahwa saya typus, padahal saya gak demam sama sekali ? (sampai saya tulis ini suhu cuma 35,8 semalam 36,1 C)
2. Apakah typus bisa dialami tanpa demam ?
3. saya mutusin gak minum maganol (krn gak demam) maupun galflux (krn dulu saya malah tambah mual tiap minum obat mual tsb). pengaruh thd penyembuhan saya gak dok?
4. kalau bukan typus, kira2 saya sakit apa dok?
Terima kasih atas jawaban & sarannya. Semoga dokter terus aktif menyebar kebaikan seperti ini.
@ Tao:
1) Saya juga meragukannya. Kita akan mengetahui secara pasti setelah ada hasil pemeriksaan tambahan (hematologi, kimia darah, serologi) seperti anjuran Prof.
2) Bisa, namun jarang. Pada umumnya ditandai dengan demam dan makin jelas pada minggu kedua.
Disebutkan di salah satu referensi bahwa keluhan demam dialami oleh 39-100% penderita typus, tapi di Indonesia belum ada angka yg pasti.
3) Kalaupun benar typus, menghentikan maganol dan domperidone gak mempengaruhi penyembuhan, karena hanya obat penunjang, bukan obat utama.
4) Mohon maaf, saya belum bisa memprediksi sebelum ada hasil pemeriksaan tambahan (hematologi, kimia darah, serologi). Menurut saya sebaiknya melanjutkan pemeriksaan ygdianjurkan Prof untuk memastikan diagnosa.
Moga segera sembuh.
Trims
Loh dok, kan tadi saya sudah sertakan hasil labnya :
hemoglobin 13,6
batang 2 %
hematokrit 39 %
crp 0.8
widal salmonella typhi h positif 1/160
apa ini positif typus dok?
Terima kasih
@ Tao:
Lho, kirain sudah baca jawaban saya di komen-2 sebelumnya pada halaman ini.
Tes Widal Positif tidak serta merta positif typus. Test Widal memeriksa titer aglutinin dalam darah yg merupakan reaksi sistem kekebalan tubuh kita terhadap endotoxin dari Salmonella typhi. Dan aglutinin ini bisa bertahan hingga berbulan-biulan hingga bertahun-tahun, walaupun kuman S. typhi udah gak ada lagi dalam tubuh.
Karena itulah adakalanya seseorang yg sehat menunjukkan test Widal positif (bahkan 1/320) ketika kebetulan ceck-up.
Di sisi lain, bagi dokter yg berpengalaman dan ahli, typus dapat dideteksi secara klinis berdasarkan pemeriksaan fisik dan keluhan penderita.
Lagipula, Tes Widal merupakan penunjang diagnosa yang hanya dapat dipercaya jika ada tanda klinis (demam, dll) dan dilakukan pada minggu kedua demam, dan titernya menunjukkan lebih dari 1/200.
Lab lainnya gak masalah walau ada penyimpangan dari nilai normal seperti hematokrit, diff count batang, dll.
Silahkan baca lagi diskusi-2 di atasnya serta link terkait typhus.
Ato silahkan download ringkasan tentang typus di halaman download.
Jika masih belum jelas, bisa kita diskusikan lagi.
Perlu juga diingat bahwa kita sebatas diskusi. Dokter pemeriksa lah yang lebih tahu tentang kondisi klinis.
Trims
@ Tao:
Tambahan dari temen internist di Surabaya (melalui konsul milis):
(copy paste)
1. Apthae (sariawan), bukan bagian dari demam tifoid, tapi tersangkut masalah imunitas, stress dan higiene mulut, kadangkala infeksi jamur atau penyakit lain (ygperlu pemeriksaan lebih lanjut terkait sistem imunitas)
2. Pemeriksaan Widal slide yang marak di Indonesia false positive nya sangat tinggi, sehingga tidak bisa dipakai dx. demam tifoid, titer H juga bukan marker untuk Salmonella typhi
3. Yang perlu diperiksakan pada kasus ini a.l.:
– Jumlah limfosit
– CD4
– ANA test, IgE total
– kalau acc …cek juga anti HIV !
4. Kalau semua hasilnya normal, kemungkinan dx: Stomatitis apthosa kronis
5. Obat-obat yg bisa bermanfaat : steroid, pentoksifilin etc……… …konsul ke ahli allergy-immunologi atau rematologi
6. Perlu juga kita tahu data SGOT/SGPT, BUN, S.creatinin dan gula pasien
Sambungan jawaban atas pertanyaaan:
-tifus (typhoid), bisa tanpa demam, bahkan tanpa gejala, namanya typhoid carrier, membuktikannnya harus dengan kultur khusus yg disebut gall culture atas tinja atau sumsum tulang pasien (sulit dilaksanakan)
-maganol ataupun galflux adalah obat untuk mengurangi keluhan/gejala, tidak akan mempengaruhi perjalanan penyakit bila tidak meminumnya
(dr. Sdj. Sp.PD)
Maaf, sy copy paste jawaban beliau an jawaban lain gak ditampilkan karena menyangkut masalah internal (tapi sudah sering sy tulis seputar Lab)
Trims
Thanks atas diskusina ya dok.
@ tao:
sama-sama, thanks juga share-nya.
dok,
saya mampir lagi
akhirnya kemarin datang ke dokter yg berbeda, saya ceritain sejarahnya (sampe sang dokter terkantuk2) lalu saya kasih liat hasil labnya. Dan sesuai dengan pendapat cakmoki, sang dokter bilang kemungkinan bukan tipes. Lalu dia periksa fisik saya, dan dia bilang belum tau penyakit apa, tapi berhubungan dengan infeksi virus di pencernaan.
Dikasih obat baru lagi & diminta stop obat dr dokter sebelumnya. kali ini harus minum ondansetron, parasetamol, ciprofloxacin, ranitidin, dan benzydamine hcl.
kalau dalam 2 hari masih merasa belum baikan, diminta cek lab : hemoglobin, hematokrit, trombosit, dan lekosit.
sekarang sedikit tenang krn bukan tipes. moso’ harus sakit yg sama utk ketiga kalinya
tapi juga bingung krn sakitnya belum pasti nih.
cakmoki punya pandangan lain ttg penyakit saya ?
matur suwun sanget ya cak..
@ Tao:
Maaf, sementara ini saya juga belum tahu.
Kalo ngeliat kilas balik dan keluhan saat ini, fokus perhatian kita masih pada banyak sariawan dan keluhan lambung (eneg ulu hati) serta lemas.
Untuk menyingkirkan kemungkinan diagnosa lainnya, saya sependapat dengan internist temen saya di atas, yakni pemeriksaan yg lebih spesifik. Sehingga jika hasilnya normal semua, boleh dikatakan bahwa biangnya Apthae yg disertai keluhan lambung.
Kita tunggu aja perkembangannya. Moga semuanya baik-baik aja dan segera pulih kembali.
Trims
Dokter lam kenal,
mau tanya:
1. apa typus=paratiphy? menular atau ga, kalau ya penularannya lwt apa aja?
2. apa nama virus yg menyebabkan typus?
3. virus itu bisa dibasmi tuntas apa ga dr tubuh kita?
4. bisakah disuatu tempat bisa terjangkit typus dalam waktu yg bersamaan? mslhnya di tmpt sy kerja ada 12 org dihari yang sama dgn gejala yang sama dan stlh diperiksa hasilnya jg sama. apa itu wabah atau apa?
5. virus typus itu bisa hidup di air atau ga?
terimaksih
salam hangat
saras
@ saras:
Lam kenal
Semua pertanyaan tersebut sebenarnya udah terjawab di diskusi-diskusi sebelumnya, nammun akan sy jawab secara singkat aja yaa.
1) infeksi parathypus (S.paratiphy) mirip dengan typhus. Sama-sama disebabkan kuman Salmonella (beda varian spesies). Penyakit ini menular.
Prinsip penularan typhus adalah melalui mulut. Apapun yang tercemar oleh kuman S.typhi akan beresiko penularan jika tertelan melalui apapun yang kita makan dan minum.
2) Maaf, bukan virus tapi oleh kuman (bakteri) Salmonella typhi
3) Bisa. engan obat dan dosis serta lama pemberian yang tepat sesuai protokol penatalaksanaan typus.
4) Bisa. Tapi kebenarannya harus dibuktikan dengan pemeriksaan fisk dan Lab penunjang diagnosa.
5. Kuman Salmonella tphi dapat hidup di air terutama air kotor.
Trims
pak dokter numpang tanya ya.
kalau tipes yang gejalanya ada panasnya. Jusrtu kalau dah baikan / panasnya hilang. Nggak terlalu lama badan cepat pulih.
Tapi sekarang kata dokter paratiphus, justru malah lama penyembuhanya, soalnya badan nggak panas. Badan cuma lemas, perut nggak enak. kembung mual dsb. kadang 2 sehat, tiba2 drop. Kalau kondisi masih seperti ini berarti bakterinya belum mati ya dok. dah 3 minggu sakit nya. test widal H 1/160 dan HB 1/80. lainya negatif.
obat yang diminum lexocal 1 x 1 dan ranitidin 1 x 2 hr. tapi kata dokter dah stop setelah 14 hr pengobatan. dah 5 hari nggak minum obat. tapi gejala diatas masih kerasa. mohon penjelasan.
maaf dok nyambung, keterangan diatas. paratiphus lebih lama penyembuhanya, kenapa ya dok. terima kasih.
Lam Jumpa lagi dok.. Lama gak mampir neh.. :p
Alhamdulillah Saya sudah sangat baikan, cuma kadang aja perut kalau makan macem2 rada2 kurang enak gitu..
Oh iya dok koq file2 pada menu donwload gak bisa didownload lagi tuh.. mohon dicek. Trims..
@ nurbiyanto:
Nilai Lab segitu tidak menunjang diagnosa Paratythus.
Menilik keluhannya, mungkin gangguan lambung atau sebab lain.
Saya masih beranggapan dan merekomendasikan pemeriksaan (LFT: SGOT/SGPT, Bilirubin, Alkali Phospatase. Serologi: HBsAg, HBsAb) pada jawaban sebelumnya.
Tentang paratyphus, yg dimaksud penyembuhan lebih lama adalah dari segi keluhan yang pada umumnya berlangsung lebih lama tapi tidak berat, selebihnya sama aja.
Hal ini terjadi karena sifat kuman yang sedikit berbeda dengan Salmonella typhii.
Trims
@ d4uz:
moga gangguan perut akan segera pulih.
Alhamdulillah
Trims infonya, ntar saya cek ulang
slamat siang dok,boleh saya tahu tempat prakteknya? krn saya hrs konsultasi langsung.saya bingung knp gliyeng saya ga sembuh2 tq
@ ennyno:
lho, saya jauh nun di ndeso …hehehe.
Nggliyengnya udah dikasih obat apa aja.
Menurut sy, untukmengatasi nggliyeng dapat menggunakan: Dramamine atau Dramasine atau Perifas,diminum 3×1 dan dapat dihentikan kalo gak nggliyeng.
Ntar ditunggu laporan perkembangannya *kayak tentara aja*
Trims
hehehe…terus terang saya bingung dg kondisi badan saya.keluhan gliyeng tuch dah lama dok.skarang lebih sering.apa pengaruh saya diet dok? saya mau periksa ke dokter tapi ga tahu dokter mana,saya benar2 ingin diperiksa secara seksama,penyebabnya apa dan bagaimana pengobatannya dok.bisakah doker rekomendasikan kepada siapa saya harus konsultasi dan berobat? tq
Jumpa Lagi dok.
Dikit nanya, koq perut bagian atas beberapa hari ini rasa2 kurang enak.. dibilang sakit gak juga, pokoke gak nyaman.. Kira2 solusinya apa neh.??
@ ennyno:
Bisa jadi (salah satunya) karena asupan makanan yang kurang (mungkin karena saking takutnya, hehehe)
Silahkan ke dr.Sumardi Wijaya S.PD di jalan Imam Bonjol.
Tq
@ d4uz:
Silahkan menggunakan: Famotidine 20 mg atau Ranitidine 150 mg, diminum 2×1 sesudah makan.
Jika dalam 3-5 hari beum berkurang dimohon ngasih info ya.
halo dok.
Dok saya baru ngecek darah anak saya hasil widalnya positif semua seperti.
WIDAL TITER
TY O (+) 1/160
PA O (+) 1/160
TY H(+) 1/180
PA H (+) 1/180
TERUS:
HEMOGLOBINE SABIL: 10,7 GRAM%. LEKOSIT 6.300MM3.. LALU ENDAPAN 1 JAM:5MM
.. BASOFIL:- … EOSINOFIL 2%.. BATANG 6%.. SEGMENT :47%.. LIMFOSIT 41%..
MONOSIT :5%.. HEMATOKRIT :31%.. THROMBOSIT :l84.000 /MM3
DARI HASIL INI YG NGECEK DARAH BILANG ANAK SAYA KENA GEJALA TIPES APAKAH BENAR DOK?
THANK YOU YA DOK SEBELUMNYA
Duh cak,saya seminggu lalu skt tenggorokan,5hari brikutnya pilek&skt kpala.Bsknya demam (37,8′C)& didada sempat timbul warna pink yg merata,tp abis itu ilang.Abis minum nellco special agak sehatan.Tp suhu bdnnya tetap.2jam kemudian menggigil lg.Paha ngilu.Dada & punggung sprti ditekan.Batuk2,bersin,hidung sdikit berair..Lidah trasa pahit&brwarna pucat.Badan&hidung terasa panas,kadang menggigil.Telapak kaki dingin.Tp masih ada tenaga utk jalan.Sakit apa ya cak?Influenza,DBD,campak,tifus/apa ya? Thanks before cak
Sori baru baca..
Oh iya, itu obat yang dijual bebas khan dok? Oh iya, satu lagi kalau kelamaan duduk perut bagian bawah terasa agak gimana gitu apalagi kalau abis naek motor agak lamaan.. Tapi BAB maupun BAK lancar tuh dok..
Thanks b4
@ yefta david:
Enggaklah … hasil tersebut tidak memenuhi syarat untuk mendiagnosa tipes.
Widal hanya dapat dipercaya hasilnya pada minggu kedua demam dengan nilai titer minimal 1/200.
Selebihnya, hasil Lab di atas gak papa.
(silahkan baca diskusi sebelumnya)
Thanks
@ rizz:
Mungkin ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas). Atau kalo emang banyak bertebaran bercak merah disertai keluahn tersebut, bisa jadi Campak. Untuk mencocokkannya silahkan baca artkel sebelumnya tentang Campak
DBD jelas bukan, waktunya dah lewat. Yang lain juga enggak kayaknya.
Kalo keluhan tersebut dirasakan hingga sekarang, sebaiknya ke dokter.
Moga segera sembuh… thanks
@ d4uz:
ok … keluhan tersebut sama obatnya dengan di atas.
Thanks
Oke dok, thanks..
Btw, gak pernah YM dok?? id-nya dunk.. Biar konsulnya lebih mantep..
Trima kasih bgt dok pnjelasan,saran&doanya.Krn td pagi demam lg,akhirnya saya cek darah.Hasilnya tifus.Dikasi obat Kalmethasone,Thianicol,Gestamag,Demacolin,Panadol,Nellco Special.Tifus memang bisa trjadi demam dipagi saja ya dok?Krn sore,malam saya tdk demam.Tdk diare.Nafsu mkn ada tp lidah putih.Lalu blh tdk dok jika saat tifus bgini saya tetap melakukan aktivitas membaca&menulis ditempat tidur?Krn saya tdk merasa lemas&ada tenaga utk jalan,duduk.Apa itu krn saya ada minum 2x im-boost& 1x becombion ya dok wkt 3hari lalu? Dan blh tdk saya makan cincau hijau? Maaf ya dok bnyk nanya.Trims dok
@ d4uz:
Saya jarang sign in di YM
@ rizz:
Tyfus hanya dapat dipercaya jika test widal dilakukan pada minggu kedua Demam, dan hasilnya menunjukkan titer >1/200 atau meningkat 4 kali lipat pada pemeriksaan selanjutnya saat konfirmasi.
Lidah pada penderita tyfus bukan putih, tapi kotor.
Maaf, saya masih gak yakin kalo itu Tyfus.
Imboost dan becombion gak ada hubungannya dengan badan lesu atau lemah.
Boleh beraktifitas ringan.
Terlepas itu semua, saya doakan semoga segera sembuh
Thanks
dok ,saya mampir lagi.
saya coba berobat ke dokter ahli, kebetulan dokter tersebut sudah sangat berpengalaman dalam sakit pencernakan di kota saya, umur 70 th ( sering ngisi seminar dokter2). Menurut beliau saya sakit dispepsia/ lambung aja. bukan tipes karena setelah diperiksa secara gejala klinis bukan mengarah ke tipes. terus di kasih obat magtran x1 , sambio, proworm,dan tripazim. Seperti dugaan cak moki semula benar.Sekarang dah nggak terlalu kembung lagi, cuma kadang2 ada selintas nyeri di lambung. itu nggak terlalu sering.
menurut cakmoki itu gas apa tukak/luka yang belum pulih ya.
trims cak moki, semoga cak moki bisa jadi dokter yang berkualitas.
maaf obatnya sbb: prolanz,tripazym,synbio,proworm, domete, ada salinan resepnya, tadi salah.
Oh begitu.Iya saya sendiri jg gak yakin dok.Makasih bnyk dok penjelasa
@ nurbiyanto:
ya, saya sependapat, dispepsia ato gangguan lambung kebanyakan dipicu oleh faktor kecemasan. (kelelahan fisik maupun psikis)
Obatnya diterusin aja, dan dapat diulang hingga benar-benar pulih.
Trims do,a dan supportnya, demikian pula sebaliknya, semoga segera sembuhdan sehat selalu.
@ rizz:
Sama-sama
Dokter yang baik,
Anak laki saya 11th baru terdiagnosa verda typus setelah demam naik turun ini masuk hari ke 6, td cek WIDAL atas saran dr melalui sms dimana hasilnya WIDAL S typhi O 1/160 dan Widal S par B-H : 1/40 yang lain negatif.
dan hasil lab yg ada bintangnya : Eosinofil 0, Neutrofil Batang Leukosit 2.3, LED 1jam 32. Monosit 1
Tambahan keterangan : Trombosit 186, Limfosit 38 pada sediaan apus darah ditemukan beberapa limfosit plasma biru
Melalui sms dr menyarankan saat ini minum Tipinur 3×1sachet dan proris syrup buat demamnya
Pertanyaan saya apakah cukup obat tersebut diatas, biasanya saya dengar typus diobati dengan antibiotik.
Untuk memastikan si anak sudah sehat, apakah cukup dipantau dari
sudh tidak demam dan tidak lemas, atau perlu cek darah lagi dan
pastikan semua widalnya negatif (walau tidak akurat).
Mohon saran dr, lagi bingung nih…
Salam
oh ya dr ada pertanyaan tertinggal
apa yang dimaksud limfosit plasma biru? berbahayakah?
Thanks
@ Renu:
Yth, bpk Renu,
Dari hasil Lab, belum spsifik mengarah ke typhus. Andai pada pemeriksaan fisik dicurigai typhus, perlu antibiotika (tiamfenikol, kloramfenikol, amoksisilin, co-trimoksazol,dll) dan pereda panas.
Dosis tiamfenikol dan kloramfenikol adalah 50-100 mg per kg per hari terbagi menjdi 3-4 kali pemberian.
Jika berat badan anak 30 kg maka dosisnya sama dengan dosis dewasa.
Sedangkan ibuprofen (dalam hal ini proris), dosis minimal 10 mg per kg berat badan per dosis, diberikan 3-4 kali dalam sehari.
Untuk memastikan anak udah sehat apa belum cukup dengan memantau suhu dan kondisi tubuh (tidak demam dan tidak lemas).
Jika secara klinis anak sudah nampak sehat, gak perlu periksa Lab, toh test Widal masih bisa tetap positif walaupun anak udah sehat.
Limfosit Plasma Biru (LPB) adalah salah satu jenis limfosit yang sitoplasmanya berwarna biru, sedangkan limfosit adalah salah satu komponen sel darah putih.
Limfosit darah biru normalnya emang ada dalam hapusan darah tepi.
LPB bukan untuk menilai bahaya atau tidaknya penyakit tapi sebagai salah satu pemeriksaan untuk menunjang diagnostik. dalam keadaan normal, jumlah sel limfosit sekitar 20-30% dari komponen sel darah putih. Sedangkan sel Limfosit Plasma Biru lazim digunakan untuk deteksi dini DBD, yakni didapatkan peningkatan LPB lebih 4% pada hari ke 4 demam.
Itupun dicocokkan dengan trombosit dan hematokrit.
Pada pemeriksaan Lab di atas, jumlah trombosit mengalami sedikit penurunan tapi gak papa.
LPB akan bermakna jika meningkat lebih dari 4% disertai jumlah trombosit kurang dari 100.000-150.000 dan peningkatan hematokrit lebih 20%.
Moga sedikit penjelasan ini membantu menambah informasi teriring do’a semoga ananda segera sembuh.
Thanks
Terima kasih banyak dr atas penjelasannya yang bermanfaat.
Alhamdulillah pun sejak semalam sampai sekarang pun sudah tidak
demam, mengingat tulisan dr, kalau dibawah 1minggu demamnya mungkin
bukan typus/verda typus.
Yang saya lakukan saat ini anak saya kurangi aktifitasnya
hanya di rumah sampai 4 hari ke depan dengan pemberian vitamin2 dan habiskan tipinur.
Salam buat dr dan keluarga, yang banyak membantu.
@ Renu:
Sama-sama, terimakasih atas sharingnya
Pak, saya mampir lagi. jangan bosan ya.
saya baca di apotik kita.com, disebutkan pengobatan lambung 4 sd 8 minggu, dan diteruskan sampai benar2 sembuh. karena gejala dah hilang belum tentu luka/ sakit di lambungnya sudah sembuh total.
gitu ya. Menurut cak dokter, prolanz bisa diminum dalam jangka lama. ada efek samping nggak. saya pingin sembuh total, nggak mau kambuh 2 lagi. terima kasih ya. Kalau dekat tak sambangi.
@ nurbiyanto:
ya, bener..
Obat tersebut aman digunakan untuk jangka lama. Ditelateni aja, ntar sembuh koq … Trims
baru tahu kalau tifus nggak harus makan bubur. padahal kalau orang sakit biasanya ingin makan yang enak
@ alhakim:
iya, orang sakit memerlukan tambahan kalori untuk pemulihan
dok, maw konsultasi ni. saya dari senin sore 26/01 demam tinggi terus turun naik, selasa periksa, dikasih obat sistenol, antibiotik (sporetik), pumpitor, & tribost. demamnya masih turun naik, bahkan sempat tembus smp 40 dok. hari jumat demam sudah sembuh, terus sabtu 31/01 saya cek lab (tubex) untuk cito salmonella igm dan hasilnya positif 6, kalo di indikator udh diatas 5 (positif, indikasi kuat demam tifoid) dok, saya bingung, padahal saya udah ga pernah demam lagi kok malah tifus positif, trus saat itu juga lgsung ke dokternya lagi, cuma dikasih antibiotik dexaflox selama 1 minggu. kondisi tubuh saya sudah kuat sampai skrg dok, tapi rasa ga nyaman di perut (bukan sakit,mual,atau nyeri) tetap ada sampai sekarang dok (05/02) dan itu ga pernah hilang, cuma kadang berkurang kadang bertambah. kira2 kenapa bisa begitu ya dok? trus ngatasinnya bagaimana?
info tambahan : makan saya normal (tidak pernah makan bubur), aktivitas dari jam 8 smp jam 5.BAB normal (tekstur dan warnanya), urine bening. ada sejarah maag akut pada maret 2008. tgl 25 des- 2 januari 2009 positif tipus juga tp sudah sembuh.
@ Aldi:
Lab adalah penunjang diagnosa. Hasilnya dicocokkan dengan kondisi klinis. Kalo berdasarkan klinisnya udah sehat dalam tempo segitu dan sekarang kondisinya bagus, kemungkinan bukan tifus. Penyakit-penyakit enteritis atau yang melibatkan pencernakan adakalanya mirip tifus.
Mengingat pernah maag (gastritis), kemungkinan keluhan sekarang juga gak jauh-jauh dengan gangguan lambung.
Silahkan minum obat maag, misalnya: kombinasi Asidrat dan Ranitidin, atau yang lain yang paling nyaman.
oiya, saya ingin meluruskan bahwa akut dan kronis adalah istilah untuk menjelaskan waktu berlangsungnya penyakit, bukan berat ringannya penyakit. Contoh, gastritis akut artinya maag yang waktu mulai dan waktu berlangsungnya dalam hitungan hari hingga minggu sedangkan jika disebut gastritis kronis, maksudnya maag yang berlangsung dalam waktu lama (dalam beberapa minggu hingga bulan).
Trims
dok, mau konsultasi nih.
saya udah lama banget mengalami rasa seperti panas di badan, sore dan menjelang malam. kepala juga kadang-kadang pusing, di dada terasa seperti ga plong, kayak yang sesak. di perut dan uluati sering terasa kayak kembung, seneb. trs di leher, punggung, dan tulang belikat sering banget terasa pegal.
kemarin-kemarin begitu tes darah, dokter bilang tipes. terakhir tes darah 17-11-2008 dengan hasil sbb:
Hemoglobin : 12.0
Leukosit : 6700
LED : 23-25
Hematokrit (PVC): 42
Band : 6
Segmen : 64
Limfosit : 24
Monosit : 6
Eritrosit : 4.5
Trombosit : 210.000
Bilirubin Total : 0.4
Bilirubin Direk : 0.2
SGPT : 20
SGOT : 32
Salmonella Typhi H : 1/160
Salmonella Typhi O : 1/320
apakah dengan hasil diatas saya positif tipes dok? ataukah mungkin ada penyakit lain? obat apa yang harus saya konsumsi dan kemana baiknya saya harus berobat?
terima kasih dok sebelum dan sesudahnya.
@ Ardie:
Menilik kronologi keluhannya, saya gak yakin Tipes. Hasil Lab pada bulan Nop 2008 yg lalu juga gak serta merta menudukung ke arah tipes.
Mungkin salah satu penyakit yang behubungan dengan sistem pencernaan atas (gastritis dll .. dll)
Hasil Lab tersebut dapat digunakan sebagai gambaran yg lalu tapi tidak bisa digunakan untuk menilai keluhan yg sekarang.
Untuk memastikannya, sebaiknya periksa ke dokter (interneis).
Jika belum sempat ke dokter, sementara dapat menggunakan obat yg bersihat simptomatis (mengurangi keluhan), yakni:
Antasida (untuk menetralisir keasaman lambung), misalnya: Asidrat, diminum 2×1 sehari dalam keadaan perut kosong, dan Ranitidin 150 mg, diminum 2×1 sesudah makan (berjarak 1-2 jam dengan Asidrat).
Sementara cukup dengan kedua obat tersebut sambil melihat hasilnya dalam 5 hari.
Trims
Dok,
mau konsultasi nih, Terima kasih sebelumnya ya.
Anak saya Daniel, usia 3.5 tahun.
Awalnya sakit batuk pilek, saya hanya beri obat batuk ibu dan anak, tapi tidak sembuh, malah agak demam (38) lalu saya bawa ke dokter, tenggorokan agak merah, diberi Ancefa 250, dan obat batuk pilek puyer. Setelah minum obat, batuk tambah sering, sehingga mengganggu tidurnya, 2 hari kemudian saya ke dokter lagi lalu diberi obat batuk keras agar bisa tidur. Batuk berkurang, tapi demamnya malah naik (39-40), 2 hari kemudian saya kedokter lagi, antibiotik di ganti opixim 75. Tapi setelah minum itu pun demamnya enggak turun, hanya turun kalau minum tempra. Akhirnya 2 hari kemudian saya kedokter lagi, diminta cek darah. Hasilnya :
Leukosit : 9100
LED : 37
Trombosit : 261.000
Net Segmen : 2
Net Batang : 64
Hematokrit : 34,0
Salmonella Typhi O : 1/160
S. Paratyphi B – O : 1/40
Ig G : negative
Ig M : Negative
Bakteri dalam urine : negative
Dokter bilang itu typus, jadi diberi Thiamycin Forte (3 x 1 sdt/hari)u/ 4 hari di tambah opixim 80. Selama minum Thiamycin, masih panas tapi hanya pagi hari menjelang siang normal, setelah obat habis masih demam, jadi diresepkan lagi thiamycin forte u/ 4 hari lagi. Setelah itu kok malah demam seharian, hanya turun kalau diberi tempra?. DAri informasi yg saya baca, harusnya ada perubahan dalam 2 hari setelah pemberian antibiotik, lalu masa penyembuhan 4-7 hari.
Menurut dokter indikasi penyakitnya apa ya?
Sy tanya dokter anak saya, dia minta di cek lagi darah lengap, LED, widal dan IgG dan IgM.
Trima kasih banyak Dok.
Dok,
Ada yang lupa, kalau anak saya pas demam tinggi, dia batuk2 dan biasanya ada slam yang keluar, juga mengeluh sakit di ibu jari kaki sebelah kiri. Kalau lagi batuk2 dia bilang lehernya sakit. Dan setelah meminum thiamycin yang kedua, fecesnya cair, sebelumnya hanya lembut, tapi tidak cair.
Terima kasih Dok.
Maaf dok, tanya lagi…
saya udah lama banget mengalami rasa seperti panas di badan, sore dan menjelang malam. kepala juga kadang-kadang pusing, di dada terasa seperti ga plong, kayak yang sesak. di perut dan uluati sering terasa kayak kembung, seneb. trs di leher, punggung, dan tulang belikat sering banget terasa pegal.
Berdasarkan keluhan saya diatas, menurut dokter kira-kira saya menderita sakit apa? dan test apa baiknya yang harus saya lakukan? apakah test darah lagi mungkin? trs apa aja yang harus ditest lewat test darah tersebut? atau mungkin test yang lain?
terima kasih dok sebelum dan sesudahnya.
@ Eviyana:
Kalo boleh tahu, tanggal berapa mulai demam dan berapa berat badannya? Ini penting untuk mencocokkan dengan keluhan dan hasil Lab.
Sebagai contoh, jika emang klinis menunjukkan typhus (berdasarkan pemeriksaan dokter), dosis Thiamycin Forte 3×1 sdk takar untuk anak dengan Berat Badan kurang dari 15 kg, seandainya lebih 15 kg, dosis tersebut masih kurang dari batas minimal.
Sedangkan dosis parasetamol (tempra) 10-20 mg per Kg BB, diberikan 4-5 kali dalam sehari.
Dari hasil Lab sebenernya gak ada yang spesifik. Kalaupun Widal postif, angkanya masih belum memenuhi batas minimal typhus.
Justru kalo mengacu pada keluhan, kemungkinan lain (secara umum) adalh infeksi pernafasan. Lebih spesifiknya dapat dilihat dari pemeriksaan pernafasan. Jika batuknya keras (krok-krok), kemungkinan Bronkopnemonia atau Pnemonia
Tapi ntar bisa lihat perkembangannya.
Sementara itu dulu diskusi kita sambil nunggu info lamanya demam dan berat badan.
Trims
@ Ardie:
Berdasarkan keluhan yang berkepanjangan seperti di atas, menurut saya perlu test darah lagi terutama:
a) SGOT-SGPT
b) HBsSg – HBsAb
c) Tubex TF atau kalo gak ada cukup dengan Widal (Salmonella typhi)
d) Bilirubin Total – Bilirubin Direk
e) DDR
Ntar kita diskusikan lagi hasil pemeriksaan Lab yang baru.
Trims
Malem dok, ngadu lagi neh.. He.h.e..he..
2 hari ini perut terasa kurang enak nih, trus kepala rasanya Oleng2 gitu.. rada pening2 juga.. Demam seh gak ada, tapi perut rada2 hangat.. buang air lancar.. Kira2 knapa yah dok?? Kira2 ada sarat gak nih?? Obat apa atau apa pantangan yang gak boleh dimakan??
Trima kasih banyak sebelumnya..
Dok,
Thanks untuk responnya.
Berat anak saya 15 kg. Demam tingginya 39-40 mulai tanggal 3 Feb lalu tgl 4 ganti antibiotik dari Ancefa 250 ke Opixim 75, tapi tidak turun sehingga tgl 6 cek darah, dokter lalu beri +an thiamycin forte u/ 4 hari, tapi itupun saat bangun pagi sampai sktr jam 11 panas tinggi lalu turun normal, besoknya berulang. Obat habis tgl 10 pg, thiamycin forte diulang, tapi justru setelah itu panasnya enggak turun2 kalo enggak diberi tempra. Justru hari ini anak saya mengeluh lehernya sakit, padahal waktu cek tgl 10, tenggorokan normal (tidak merah).
Terima kasih Dok.
@ d4uz:
mungkin gangguan lambung dan vertigo.
Silahkan menggunakan: anitidine 150 mg 2×1 dan untuk kepala oleng dapat menggunakan dramasine atau dramamine atau mertigo, diminum 3×1.
Moga segera membaik… Trims
@ Eviyana:
wah udah lama ya …
Ok, silahkan kembali menggunakan:
Antibiotika: Ancefa Forte 3×1 sendok takar (atau boleh juga Tiamycin Forte 4×1 sendok takar.
Pereda panas (sekaligus meredakan nyeri tenggorokan): lanjutkan Tempra 160 mg, 4-5 kali sehari (ini dosis minimal).
Adapun batuknya sementara cukup dengan ambroxol syrup (merk apapun) 3×1 sendok takar.
Selanjutnya kita tunggu 3-4 hari, nar kita evaluasi lagi .. moga segera sembuh.
Trims
sore dok,.
Saya sangat kagum atas saran2 yg dokter berikan diatas.
Saya punya keluhan dok,.
Sblmx,saya tu anak kosan yg lg kuliah di jember dan asal saya dr medan,makanya swaktu sakit,orgtua lgsg kawatir.
Lgsg aja dok,hasil cek darah setelah 4hari demam,+1/80,.
Skrg hari ke 9,saya sudah mulai enakan stlh konsumsi nessiol n biothicol,tapi masi agak demam n badan agak lemas.
Apakah saya sudah bs kuliah mulai bsk?
Biasanya,butuh waktu istirahat brp lama utk recovery dari typus ni dok?
Trus,pantangan makanan apa aja yg tidak blh?
Apa aja yg seharusnya dimakan?
Saya 19thn,tinggi 176cm,88kg,apa ada pengaruh dgn penyakit saya dok?
Apakah indikasi tipus,radang tenggorokan,dan gangguan lambung sama?
Klo tidak,apa saja bedanya?
Mohon dijelaskan secara rinci..
Dan mohon doanya supaya bisa dgn cepat menamatkan kuliah S1 Hubungan Internasional yang penuh tantangan ini.
Semoga dokter n kluarga semakin diberkati atas jasa baiknya kepada semua orang.
@ junuz:
Hasil lab tidak menunjukkan bahwa Typus, kecuali kalo pemeriksaan pada minggu kedua demam hasilnya lebih dari 1/200.
kalaupun berdasarkan pemeriksaan fisik dan tanda klinis oleh dokter di sana bener Typus, maka makanannya justru yang huenak-huenak(bergizi tinggi untuk mempercepat pemulihan).
Yg perlu dihindari (sementara) hanya sayuran berserat tinggi, misalnya pakis, sawi, tapi inipun masih kontroversi. Demikian pula makanan yg bersifat merangsang sebaiknya sementara dihindari, misalnya tape, dan sejenisnya.
Pemulihan (sekali lagi jika bener Typus) memerlukan waktu sekitar 2 minggu pasca demam.
Pada dasarnya, jika kondisi tubuh udah pulih maka dapat kuliah lagi.
Gak ada hubungan antara TB, BB dan penyakit tersebut.
Typus, radang tenggorokan dan gangguan lambung pasti beda, … maaf tidak bisa saya rinci di halaman ini karena kepanjangan, mungkin lain kali saya posting secara terpisah.
Moga segera sembuh. Terimakasih
Selamat Pagi Dok,
Kebenaran adik saya sekarang ini sedang terserang gejala tifus(Info dari perawat disini). Kalo gak salah waktu saya melihat hasil cek darahnya hasilnya 1/320. Padahal adik saya baru demam sekitar 12 jam sebelum pemeriksaan darah tersebut.
Pertanyaan saya dok,
1. Apakah Adik saya masih tergolong Gejala Tifus (bukan sudah Tifus)
2. Ada saran gak dok dengan banyaknya info penggunaan obat tradisional Cina yang banyak terbukti membantu dalam penyembuhan tifus (seperti cacing, dll)
3. Untuk masalah Buah, ada saran buah apa yang baik untuk dikonsumsi adik saya dengan kondisi seperti ini.
Terima Kasih Atas Jawabannya dok..
***Nulis Commentnya dari kamar rawat inap rumah sakit dok.. abis saya belum bisa ketemu sama dokter adik saya, cari dokter online aja deh jadinya.. hehehehehe.. GOD JOB Dok.. Semoga jejak dokter diikuti oleh dokter-dokter lain guna untuk menyehatkan Indonesia.
Regards,
Yudi Pasaribu
@ Yudi Pasaribu:
Met pagi,
Seperti jawaban saya pada diskusi sebelumnya, sesuai dengan panduan yg baku bahwa typhus hanya dapat dipercaya jika pada pemeriksaan fisik menunjukkan tanda typhus dan ditunjang lab (salah satunya Widal) pada demam minggu kedua. Atau menggunakan Tubex TF pada hari keenam demam.
Demam pada hari pertama atau kedua sungguh tidak bijak memeriksa Widal, toh kenyataannya Widal dapat menunjukkan hasil postif tinggi [ada orang sehat sekalipun karena yang diperiksa adalah aglutinin, bukan kuman.
Karena itu, keluhan demam tersebut bisa karena banyak kemungkinan yang nanti akan diketahui melalui follow up seksama.
Jawaban saya saat ini:
1) Belum bisa ditentukan typhus atau bukan. Sy lebih cenderung bukan typhus sampai terbukti masih demam hingga minggu kedua dan Lab ulangan menunjukkan peningkatan titer Widal.
Maaf, saya bukan penganut “gejala”, … yang ada typhus atau bukan
2) Tanpa mengurangi rasa hormat kepada yang percaya cacing, saya tidak percaya. Kalo mau fair, pemakai cacing untuk obat mestinya gak perlu menggunakan obat dari dokter sehingga kita tahu apakah bener nyembuhkan apa enggak…berani gitu? hehehe
3) Kalaupun typhus, semua buah boleh kecuali yang terlalu merangsang pencernaan dan berserat tinggi, misalnya nanas, dondong dan sejenisnya. Apel lunak, pisang, kates, dll…boleh!
Met bersantai di ruang rawat inap teriring do’a semoga adinda segera sembuh.
Trims
Terimakasih Banyak atas penjelasanya dok.
Terlebih terimakasih atas doanya. AMIN.
Sukses selalu Dok..
met pagi dokter,
gini dok, kawan saya dalam 3 thun sakit tipes sampai 10 kali di rawat di RS. Gejalanya sakit perut mual dsb juga demam. Setiap pas sakit ama Rs test widal 1/320 bahkan lebih. Kebetulan ngobrol ama saya, karena sering mampir di disini. Jadi dikasih sedikit cerita mengenai tipes dan gajalanya. Saya saranin untuk periksa di RS yang lebih bagus.
Benar , kata dokter di RS tersebut. bahwa bukan tipes. Walaupun widal tinggi. karena di Indonesia endemik tipes, kita kalau lesu dikit aja ,test widal pasti ada(positif). Ternyata di empedunya ada batu nya. Terus batu diambil dengan operasi. Kemarin orang nya main ke rumah, katanya perut dah plong dan sehat .
Saya tanya dok, kok bisa gitu ya. Gejala seperti tipes, tapi sakitnya batu empedu. Susah juga ya jadi dokter. hehe.
trims.
@ Yudi Pasaribu:
Sama-sama, trims
@ nurbiyanto:
iya… kadang diagnosa batu empedu terlewatkan. Tapi kalo tanda-tanda gangguan lambung berulang disertai lesu, lemah, nafsu makan menurun dan udah diobati 1-2 bulan gak sembuh, sebaiknya cek empedu (USG atau lainnya). Kebanyakan batu empedu tidak memberikan tanda-tanda yang khas, kecuali yg udah berat.
Tapi saat ini udah canggih, kalo batu empedu masih kecil dapat diambil dengan endoskopi tanpa operasi, tapi kalo banyak dan besar, mau gak mau operasi.
Sebenernya jadi dokter gak susah, kadang dokter bisa kurang cermat, bisa salah, termasuk saya, …yang susah kalo fasilitas gak lengkap dan ada gangguan pihak ketiga …hahahaha.
Trims
Bapak dokter, kakak saya lagi sakit panas, udah sering masuk rumah sakit, perutnya sakit, terus…kata dokter itu kakak saya gejala tipes. perutnya pernah dimasuki camera jadi bisa diliat di tv, banyak gelembung-gelembung. apa karena kakak saya kalau makan bakso, lebih banyak saos ama cabenya daripada kuah baksonya ya dok? kasian deh kakak saya. Bapak dokter… liat blog iyu, ya?
@ Ryu:
Gejala tipes? …hehehe. Udah sering masuk RS koq masih gejala, mestinya dapat diketahui types atau bukan, gak pake gejala
Gelembung pada perut adalah gas. Dalam keadaan normal, perut kita mengandung gas. Jika gas dlm perut berlebihan maka akan menimbulkan keluhan-2 di perut, misalnya: kembung, rasa penuh di perut, nyesak di ulu hati, dada terasa panas, mual, dll.
Nah, peningkatan gas dalam perut ini disebabkan oleh banyak faktor yang dapat kita ketahui melalui pemeriksaan. Diantaranya, karena peningkatan produksi asam lambung yang dipicu oleh berbagai faktor (cemas, makan tidak teratur, atau bisa juga karena penyakit yg berhubungan dengan pencernaan). Cabe tidak terbukti mengakibatkan gangguan berkepanjangan, apalagi sampe masuk RS berkali-kali.
Trims… ok, ntar saya liat blog-nya
Maaf dok, ini hasil periksa darah saya kemarin. dan saya tidak minta apa yang dokter bilang harus diperiksa kemarin, karena saya periksanya juga lewat askes, dan kesannya ga etis gitu kalo minta ke dokter ingin diperiksa ini itu, mengkin sedikit menggurui. saya hanya minta periksa darah, dan inilah hasilnya:
Hemoglobin : 13.1
Leukosit : 6.100
LED : 20-38
Hematokrit (PVC) : 41
Band : 1
Segmen : 66
Limfosit : 32
Monosit : 1
Eritrosit : 4.8
Trombosit : 220.000
Salmonella Typhi H : 1/160
Salmonella Typhi O : 1/80
menurut dokter, bagaimana dengan hasil diatas? apakah ada penyakit atau gangguan apa mungkin? trs obat apa yang kira-kira harus saya konsumsi?
terimakasih dok sebelum dan sesudahnya.
pagi dok…,
anak saya 4tahun sudah panas 5 hari, terutama pada malam hari, kadang mencapai 39,7C ,muntah beberapa kali, batuk dan mengeluh perut sakit tapi nafsu makan tidak bermasalah,
pada hari ke 3 saya ke dokter anak saya, dinyatakan anak saya hanya kena virus, dan hanya disarankan untuk minum obat penurun panas dan istirahat, menurut dokter anak saya..batuknya hanya post viral cough, dan bila sudah panas lebih dari 6 hari baru kembali dan melakukan pemeriksaan lanjutan (disekolah anak saya sedang banyak yang terkena campak dan flu berat).
Pada hari ke empat dikarenakan kekhawatiran keluarga anak saya terkena DB (meski dokter anak saya yakin anak saya tidak DB karena masih sangat lincah) saya tetap memeriksakan darah ke RS.., hasilnya
HB 12 – Low
WBC 4.6
Segmented 39.7
Lymphocytes 52.8 – High
Monocytes 7.05
Eosinophiles 0.05
Basophiles 0.417
RBC 4.56 – Low
Hct 34.7 – Low
Platelets 225
Dan konsul ke dokter anak di rumah sakit tersebut, pada saat diperiksa anak saya mulai panas lagi, dan disarankan diperiksa pula untuk Typhus.. hasilnya
Salmonela Typhi Positive
widal:
Sal. Typhi O 1/160
Sal. Parathyphi AO 1/80
Sal. Parathyphi AH 1/80
Sal. Parathyphi BH 1/80
sisanya negative
Dokter memberikan thyamicine 4x sehari untuk 6 hari, racikan untuk batuk, (Nifural, Vometa, Polycine diminum bila perlu)
Dia di diagnosa kena Typus tapi tidak disuruh dirawat. Saya cukup shock.
Malam ini anak saya sudah tidak demam (ini hari ke 5), tapi masih mengeluh perutnya agak sakit. Nafsu makan agak kurang, muntah besar sudah tidak, tapi muntah dikarenan batuk masih beberapa kali, yang dikeluarkan hanya seperti ludah dan dahak.
Saya termasuk yang menjaga makan anak saya, tidak jajan atau makan minum sembarangan.
Pertanyaan saya:
Bagaimana dia bisa terjangkit salmonela? Apakah telur ayam yang kulit luarnya ada kotorannya (meski sudah saya cuci) dapat mengakibatkan terjangkitnya salmonela, (telur tersebut saya masak sampai matang).
Apakah anak saya positive Typhus meski demam belum 6 hari?
Anak saya sulit sekali disuruh bedrest karena tetap sangat lincah, apa perlu dimasukan ke rumah sakit)
Mohon tanggapannya dok..
Terima kasih.
@ Ardie:
Hasil Lab gak papa tuh… walaupun Widal positif bukan berarti typpus. Saya masih berpendapat sama seperti sebelumnya, kecuali kalo ada hasil ab lain sesuai yang saya srankan.
sebenernya gak papa minta jenis pemeriksaan ke dokter karena tujuan ke dokter bukan hanya menunggu titah dokter tapi harus terjalin komunikasi aktif untuk menemukan diagnosa yang tepat.
kalaupun dokter tidak merasa perlu memeriksa seperti yg diminta, tentu beliau akan menjelaskan alasan dan kegunaan masing-masing jenis pemeriksaan.
So, obatnya sama seperti ug saya sebutkan sebelumnya.
Trims
@ ibunya ALi:
Pagi Bu,
Berdasarkan kronologi demam dan keluhan serta hasil Lab, hingga saat ini menurut saya bukan typus, karena test Widal hanya dapat dipercaya jika pemeriksaan dilakukan pada minggu kedua demam dengan titer lebih dari 1/200 dan disertai tanda-tanda klinis diantaranya: demam, lesu, kondisi tubuh menurun dll.
Mungkin ketularan temen sekolahnya, flu berat (infeksi pernafasan) yg kadang disertai dengan batuk berkepanjangan.
Silahkan melanjutkan obat dari dokter.
Moga ananda segera sembuh.
Trims
Assalamualaikum Cak Moki,
Alhamdulillah, saya nemu blog ini, kebetulan lagi bingung2 masalah tipes dan gejala yang saya rasakan semingguan ini..
saya, istri 26 thn. sejak hari sabtu (14feb) malam, saya merasa demam dan kedinginan. saya pikir hanya karena perubahan cuaca bandung yang hujan seharian. ternyata, beberapa hari berturut2 saya selalu merasa demam setiap malam hari. rata2 37.7 derajat C, tapi adakalanya panas sampai 38.5. sampai empat malam seperti itu, saya masih belum konsul ke dokter, karena saya masih kuat dan tidak mengurangi aktivitas saya di siang hari. Yang mengganggu hanya BAB saya yang lancar seperti kran air, berbuih, berwarna kuning berbercak keputihan. frekuensinya sekitar 6-7 kali sehari, tapi masih bisa ditahan (bukan tidak terkendali).
kemudian, hari kelima (19feb) pagi, demam saya masih ada. siang, sore demam terus, walaupun saya sudah minum sanmol. rasanya badan menggigil, mual+muntah, kepala berat dan badan linu, tapi telapak tangan dan telapak kaki terasa panas, serasa pingin terus2an dibasuh air. malamnya, saya konsul ke dokter, langsung ditest darah. semua hasilnya normal, bukan DB, bukan tipes(berdasarkan widal ya), dan bukan hamil. NAMUN, karena saya mengeluh mual dan diare, maka dokter bilang saya suspect tipes. obatnya ada antibiotik, antimual, obat maag, vitamin dan sumagesic (katanya untuk nurunkan panas, karena sanmol udah gak mempan). Obat yang saya minum hanya vometa(antimual) dan sumagesic saja. antibiotik dan yang lain tidak saya minum.
setelah itu, sampai sabtu (21 feb) panas masih naik turun 37-38.9 derajat. saya tambah minum kapsul cacing, turun sebentar, keringat banyak. abis itu naik lagi. begitu seterusnya. selain itu, keluhannya nambah jadi pilek dan batuk berdahak yang susah dikeluarkan. karena saya punya bawaan asma, asmanya juga ikutan kambuh.
semalam badan saya panas, mual trus pas dimuntahin yang keluar dahak saja, diare masih, sesak nafas, batuk grok-grok, pilek, keringat berlebihan di kepala dan punggung membuat saya tidak dapat tidur. saya minum bricasma hingga 3 kali setengah tablet untuk membuat serangan asma saya reda (padahal biasanya, saya minum hanya 1/2 tablet sudah reda), tapi napas masih sesak dan ngik-ngik. akhirnya saya tertidur sendiri karena kelelahan.
oh ya, selama ini walaupun saya sakit, napsu makan saya sangat normal dan menggembirakan. TAPI untuk sakit kali ini saya benar2 keilangan napsu makan. rasanya mual dan enek, semua makanan yang saya bayangin enak2 pas udah dimakan sedikit terus emoh.
pagi ini, suhu saya 36.8 derajat (terrendah selama sakit ini), saya mau ke dokter lagi, cuma sempetin connect inet dulu, siapa tahu dapat jawaban.. tolong saya ya cak! makasih banyak, semoga cak moki selalu dirahmati Allah, diberi rejeki yang banyak dan berlimpah.. pareeng
wassalam, Arana-Bandung
@ Arana:
wa’alaikum salam, wr, wb,
Maaf, terlambat menjawab …seharian listrik padam.
Sebaiknya antibiotik diminum sampe habis, terlebih dengan demam yg cukup lama disertai diare berbusa. Keluhan tersebut biasanya karena Enteritis yang kebanyakan disebabkan amoeba atau shigella.
Adapun sumagesik isinya sama dengan sanmol, hanya beda dosis (sanmol: 500 mg dan sumagesik: 600 mg). Bukannya gak mempan tapi karena belum diberi antibiotika.
Adapun bricasma kadang diperlukan lebih lama dari biasanya kalo kondisi menurun (oleh demam dan diare). Ga papa minum bricasma hingga gak ngik-ngik lagi.
Moga segera sembuh … Trims
Wass
slamat sore dok maaf ya baru skarang saya main ke rumah dokter,krn dulu lama ga dibalas2.sampe saya kelupaan.sampai sekarang saya msh gliyeng dok,kemaren priksa kolesterol naik semua tapi masih normal kecuali trigeserida 266.asam urat 9.8.padahal saya diet ketat lho dok.pagi dan malam minum nutrisi siang baru mkn bebas.airpth 2-3ltr sehari.memang berat saya 100kg saya coba utk diet ga bisa trn2 padahal sdh 4th saya coba diet dg nutrisi tinggi.selama rutin konsumsi nutrisi ini kesehatan saya bagus cek darah smua normal.tp krn saya putus asa ga trn2 saya stop minum,hslnya 1th ini byk keluhan,dan kolesterol akhirnya naik.usia saya sdh 40th dok,terus terang saya takut dg kondisi ini.olah raga saya cuma jln kaki pagi,bahkan sengaja saya tdk punya pembantu biar saya slalu bergerak utk bekerja.obat dr dokter juga pernah saya minum dr dr sumardi yaitu xenical tapi ya ga mempan.bingung dok,mau sedot lemak takut,akupuntur jg udah.yang belum ya ke salon di jkt yg iklannya dimajalah2.dok tolong beri petunjuk ya tq
pagi dokter, saya mo numpang tanya juga nih.
- sejak awal januari (kira2 soalnya saya ga gt ingat) saya merasa kondisi fisik saya menurun. gampang capek, pusing, sering meriang, demam (klo malam) pegal2
(kayak abis fitnes), gampang diare klo makan yg trlalu pedas(biasanya gpp), perut kembung dan sering berbunyi (malu2in nih..)
klo kena angin yg agak dingin aja, lsg menggigil.
tapi saya ga trlalu byk istirahat, dibawa biasa aja, saya pkir mungkin saya agak capek krn sering lmbur ampe hampir pagi
eh kok lama2 demamnya jadi lbih sering datang, ga cm malam doank, ampe saya tuh jd lemass, dan anehnya saya mkan masi nafsu tp berat badan saya ga bisa
naik2.
dlu emg pernah diblg gejala types, tp cm istrahat bbrp hari, sjak itu berat saya konstan, ga turun n ga bs naek jg..
- akhirnya saya putusin buat k dkter, nah disuru cek darah.
- tapi stelah hasil cek kluar, baru 2 mgu kmudian saya dtg konsultasi ama dkter (tengah feb)
padahal badan saya jg masi sering gejala di atas ditambah pusing2 yg lbih sering muncul n dmam, batuk2 dan skit tenggorokan
saya makan obat biasa buat batuk n skit tenggorokannya bisa ilang
trnyata dari hasil ceknya, ada terinfeksi bakteri salmonela typhi, positif 4
dikasi obat ama dkter : dexaflox, omefrazole, vomitas, n suplemen forneuro
saya diminta istirahat 5hr ama dkternya.
- selama makan obat emg perut saya ga berbunyi2 lg,
tapi demam masih ada klo sore ampe malam, lemas, pusing n skit kpala, batuk di malam dan pagi hari
ditambah mual dan perut saya terasa sakit kadang2 tanpa sebab yg jelas
saya dikasih makan bubur doank sm kluarga d rmah.
- (23/2)izin istirahat dokter udah abis, jd saya kontrol k dkter umum (skalian minta surat izin sakit)
ktnya klo diliat dari gejala n lidah saya, kmungkinan typus
trus dikasih obat flutamol, myloxan, thyampenicol
tapi saya blom mkan obatnya..
- obat udah abis, gejala penyakit sya masih sama seperti selama makan obat
(26/2) saya k dkter pnyakit dalam laen (mengikuti saran kakak saya), disarankan untk cek darah (takut dbd or malaria) n rontgen (tkut bronchitis)
dkter memberi rujukan cek DDR n foto thorax
sementara dikasi obat tp saya ga ambil krn saya pkir toh dkter aja lom tau saya skit apa, jd obat yg skrg ini buat apa,mnding nunggu hasil aja skalian
krn mo pake asuransi, saya mesti konsultasi dlu sama dkter d RS tmpat sy mo ngecek drh n rontgen
(kbtulan yg lg praktek jam itu adalah dkter jaga di UGD)
ya udah saya skalian minta rujukan buat ngecek typus saya aja
hasil cek mnunjukkan malaria n dbd negatif, tapi cek widal O = 1/160, yg laen negatif juga
cek darah umum lainnya, leukositnya dan monosit rendah, hematokrit tinggi, yg laennya normal
saya dikasi obat laen : MOTILIUM, CLORACEF N PUMITOR
ditambah dengan myloxan dan flutamol dari dokter umum sblumnya.
thyamphenicol disarankan untk tidak diminum krn obat ini udah generasi lama yang bakalan lama sembuhnya, jd diganti obat generasi baru (kt dkter UGD)
saya disarankan bed rest ampe tanggal 3, obat dihabiskan dan akan dilakukan cek darah lagi
- yang ingin saya tanyakan:
* apa benar saya emg kena typus dari kronologi di atas?
* apakah obat yang diberikan dkter UGD trsbut udah tepat?(mengingat hrga obatnya mahal bgt dok -_-!!)
dexaflox jg mahal bgt tp ga smbuh nih..
obat apa yg seharusnya saya konsumsi, apa smuanya aja?
* seharusnya berapa lama saya sembuh?
* berapa lama seharusnya saya harus istirahat?( klo saya kerja, kmgkinan besar akan lembur sperti biasa)
* jika hasil cek darah udah mnunjukkan negatif typus, recoverynya berapa lama?
* boleh ga saya makan martabak manis, bakpao + smbal kacang yg ga pedas, bakso?
( saya udah lama sakit sampe2 saya mnyadari sndiri makanan apa yg bkal bkin saya diare, bahkan sblum tahu typus, saya mkan rujak, nasgor, mie goreng-> lsg diare apa krn pedas ya)
oh iya, apa perlu saya melakukan cek darah lagi stelah obatnya habis? sebaiknya k dkter umum ato spd yg mnyarankan saya untk mlakukan pngecekan darah trsebut
- hasil rontgennya baik dok, tdk ada ktdaknormalan.
makasihnya ketinggalan dok..
smoga dokter berbahagia atas kbaikan yg telah dokter lakukan ^^
smoga kbaikan dkter akan berbuah diwaktu yang tepat ^^
cen
aduh maaf dok, tmbhn info, sjk mkn obt smp skrg ini berat bdan sya mkin turun mpe 2kg..skrg tgl 45kg
bner2 kayk org skit parah gt
gawat dok, pdhl sy mknny nfsu2 aj kok, mkn bbrp kali shari..
sori klupaan mlulu..
@ nyno:
Maaf kalo ada pertanyaan yang kelewatan…boleh mengingatkan saya koq
Salah satu pencetus “nggliyeng” adalah berat badan berlebih. Karenanya, mau gak mau tetap berusaha untuk menurunkannya.
Sejauh ini, langkah terbaik adalah dengan: (a) mengurangi asupan makanan terutama yang mengandung karbohidrat (nasi, roti, makanan dari tepung, makanan dan minuman manis, dan sejenisnya) dan (b) olah raga yang bersifat aerobik.
Jalan kaki dikatakan aerobik jika menempuh jarak minimal 4-6 km per hari dengan waktu sekitar 15 menit. Sedangkan pekerjaan rumah, betapapun beratnya, bukan termasuk olah raga aerobik.
Penurunan berat badan tentu tidak bisa dalam tempo singkat, setidaknya perlu waktu minimal 6 bulan bahkan hingga 2 tahun, lantas dipertahan kan agar tidak naik lagi. jangan putus asa deh, tetap semangat
Xenical dapat digunakan dalam jangka panjang untuk membantu mengurangi lemak.
Tentang iklan, mohon maaf saya gak bisa ngasih pendapat.
Met mencoba lagi, moga berhasil
Trims
@ cen:
Bagus nih, kronologis dan informasinya lengkap banget.
Karena intu kita langsung diskusi aja ya..
1) Menilik keluhan dan hasil Tubex TF positif 4 (pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan thypus terkini dan dikatakan thypus jika pemeriksaan fisik mendukung ke arah thypus dan pemeriksaan Tubex TF dilakukan paling cepat pada hari ke 6 demam dengan hasil positif 4-10). Kalo widal sih gak memenuhi syarat untuk diagnosa thypus.
Sedangkan DBD pasti enggaklah, wong masa DBD hanya 2-7 hari…hehehe. Lha ini sakitnya dah lama.
Menurut saya, ada baiknya cek fungsi hati sebagai konfirmasi sekaligus menyingkirkan diagnosa lain, sekaligus untuk follow up kondisi tubuh secara umum. (kayaknya belum disebutin hasilnya).
2) Ketiga dokter di atas sama-sama memberikan obat untuk thypus.
Hingga saat ini, tiamfenikol masih merupakan obat pilhan utama untuk thypus di Indonesia. Toh semahal apapun obatnya, tetep lama penyembuhannya.
Karena itu, silahkan pilih salah satu dari Tiamfenikol dan cyprofloxacin. Andai pake Tiamfenikol (merk apapun), dosisnya: 4×500 mg.
Sedangkan yang lain, cukup dengan yang udah pernah diminum, misalnya penurun panas sekaligus untuk batuk pilek, menggunakan Flutamol 3-4×1, untuk menredakan mual menggunakan domperidone 10 mg yang murah aja (motilium isinya juga domperidone tapi muahal).
Myloxan dapat dilanjutkan 4×1 sebelum makan (ato dalam keadaan perut kosong), kalo bisa dikunyah.
Dan perlu tambahan untuk mengurangi peningkatan produksi asam lambung dengan (misalnya) Ranitidine 150 mg, diminum 2×1 sesudah makan dan berjarak 1-2 jam dengan Myloxan.
Khusus untuk antibiotika (misalnya Tiamfenikol atau cyprofloxacin) tetep diminum 1-2 minggu setelah bebas demam.
3) Seharusnya 3-4 minggu udah sembuh kalo: (a) minum obatnya benar (antibiotika gak boleh putus), (b) bener-bener istirahat dan (c) makan makanan begizi tinggi (bukan bubur…itu mah jaman tahun 1980-an…hahaha)
4) Recovery sangat individual, artinya setiap orang gak sama, ada yang hanya perlu seminggu tapi ada juga yang lebih.
Sekalian saya luruskan yaaa…. Walaupun thypus udah sembuh, dalam arti kuman Salmonella udah hilang dari peredaran, seringkali hasil Widal masih positif. Hal ini terjadi karena test widal yg diperiksa bukan kumannya tapi aglutinin darah sebagai reaksi tubuh kita terhadap endotoksin dari Salmonella. Karena itulah mengapa pada orang sehat wal ‘afiat adakalanya didapatkan Widal positif tinggi walaupun yg bersangkutan gak sakit thypus.
Untuk menilai hasil pengobatan, yang paling baik adalah dengan menilai kondisi tubuh dan keluhan.
5) Martabak, bakpao + smbal kacang yg ga pedas, bakso, rawon, soto, semur, nasi goreng, mie, pu yong hai, cap cai, sambal (dikit aja dan gak terlalu pedas, dll…dll..dll… BOLEH dimakan, sekali lagi BOLEH, bahkan sangat dianjurkan makan makanan bergizi tinggi untuk pemulihan.
Ngejawab yg ketinggalan:
Penurunan berat badan karena sakit lama. Perlu diketahui bahwa Demam dapat mengurangi kalori tubuh kita sekitar 20 kalori per hari. jadi sangat wajar jika terjadi penurunan berat badan. Apalagi kalo misalnya makan bubur doang…wiiih, penganiayaan tuh….
Moga segera sembuh
Trims
thx berat dok atas infonya, emg mesti lengkap kronologinya biar bs dianalisa ehehhe..
fungsi hati udah dicek n mnrt dkternya baik kok dok, sbb:
- albumin : 4,4
- globulin : 2,9
- total protein : 7,3
* wah skrg sy udh trlanjur mkan obat cloracef yg dikasi dkter UGD itu dok, dosisnya 3x shari (dikasi 15 biji)
myloxan sblm mkan & motilium, flutamol, forneuro, cloracef stelah mkan.
pumpitor dimakan pagi hari stlah bgn tidur n malam hari sblm tidur
gpp kan ya dok?
* trus sama kluarga disuru mkan obat dari cacing(lumbricus) dimakan stlh 2 jam makn obat dkter, dosisnya 3x shari
apakah obat ini akan mengganggu kerja antibiotiknya?
* pengecekan apa yg sbaiknya dilakukan stlah obat habis?
nama test yang buat ngecek salmonela typhi itu apa dok?
* berapa lama saya harus istirahat sblm kembali bkerja membanting tulang stlah benar2 dinyatakan smbuh(anggapan dkter aja)?
* gmn cara yg paling bgs untuk menaikkan berat badan dok?
slama ini saya udah usaha mnaikkan berat kembali normal sjak taon lalu tp ga ngefek, padahal prasaan nafsu mkan n slalu makan normal kok
saya pkir saya ada gangguan pencernaan ato emg byk naga nya ya ato krn ada kuman tipesnya dok?
logikanya kan klo emg pernah mncapai berat badan normal, hrsnya bisa balik k normal lagi -_-!
makasih byk ya dok..
moga2 kebaikan dkter akan berbuah kebahagiaan buat dkter ^^
@ cen:
maksud saya, SGOT/SGPT sekalian HBsAg dan HBsAb..ga usah gak papa koq
1) Obat silahkan dilanjutkan.
2) Tentang cacing, saya gak komentar … hehehe. Kalo emang yakin pake cacing, koq masih pake obat dari dokter?
3) Gak selalu cek lab ulang. Kalo kondisi membaik, tinggal ngelanjutkan obat sesuai skedul yg udah ditetapkan dokter.
Test untuk mengetahui ada tidaknya salmonella thypii adalah dengan biakan kuman ato kultur kuman. Tapi di Indonesia tidak rutin dilakukan karena memerlukan waktu lama (lebih seminggu) untuk mengetahui hasilnya.
Kalo Widal dan Tubex TF untuk memeriksa aglutinin seperti penjelasan sy di atas.
4) Gak ada batasan waktu untuk kembali bekerja. Ketentuannya didasarkan pada penilaian fisik saat diperiksa dokter.
5) Lhooooo, ga perlu repot naikkan berat badan…. yang ndut bingung mau ngurusin supaya kayak peragawati, koq malah mau naik… yamh pentting sehat.
Bagi yang merasa kurus, menaikkan berat badan sama sulitnya dengan menurunkan berat badan bagi yg ndut.
Enjoy aja
Thanks
ok d thx ya dok ^^
@ cen:
thx jg share nya ^^
makasih dok penjelasannya.saya akan mencoba utk konsisten lagi utk mengatur pola hidup saya utk lebih sehat lagi.ohya dok saya baru bergabung dg tahitian noni.nanti liat2 web saya ya di http://www.nonigenetic.com/ennyno mohon sarannya agar web saya bisa bermanfaat utk org banyak.tq
@ nyno:
siiip …
ok, nanti saya lihat dan sy bookmark
makasih
Halo dokter yang baik hati…
Wah situs ini sangat berguna dan informatif sekali.. salut
Mau konsultasi sama dokter, semoga berkenan memberikan jawaban…
Dalam sebulan ini sudah tukar 3 dokter.. setiap kali obat habis selang 1 hari sakit demam saya akan kambuh..
2 kali hasil lab menyatakan saya positif tifus meskipun widal hanya +1 (5 jenis dari 8 salmonela)
Demam tertinggi saya alami beberapa hari lalu 40.6 c
sekarang sudah menurun 38 tapi masi keliyengan (rasa setengah sadar dan sulit untuk konsentrasi)
Untuk makanan bolehkah saya makan spaghetti atau pizza?
bagaimana dengan kacang”an seperti kacang mede, makanan yg mengandung saos tomat, baso, daging cincang, dll
Banyak yg mengatakan jika sakit tifus makan makanan yg keras ususnya bisa bolong. apakah betul dok? saya jadi bingung nih
Terima Kasih banyak dok… sekian dulu pertanyaan dari saya
salam…
permisi dok…
makasih atas tulisannya… keberadaan blog ini sangat bermanfaat dan memudahkan orang belajar ttg ilmu kesehatan secara praktis…
saya sudah sering blogwalking tp baru kali ini nemu blog yg kontennya sip bgt.
gara-gara pacar saya ada gejala tipes saya jadi pengen tau, boleh ngga orang yg sakit atau pun gejala tipes makan coklat? akhirnya sampai di blog ini.
dari tanya jawab di atas [komentar] saya hanya ingin memastikan, berarti org yg sakit tipes hrus dipermudah akses gizinya agar cepat sembuh. dan klo memang ada perkecualian seperti tidak tahan makan sesuatu sebaiknya dihindari. dan saya mencoba menyimpulkan, makan coklat bagi penderita tipes itu boleh asal penderita tidak punya masalah tertentu dg coklat tsb…
semoga pengetahuan Anda menjadi ladang amal yg tidak akan putus… terima kasih dok
@ Raymond:
1) Penyebab demam berkepanjangan bukan hanya tifus. Perlu pemeriksaan lebih seksama jika sudah sebulan gak kunjung sembuh. Lagipula, tanda-tanda tifus tidak spesifik sehingga sangat sulit jika hanya mengandalkan Lab.
2) Anadi benar tifus, semua makanan yang disebutkan di atas (spaghetti, pizza, kacang”an seperti kacang mede, makanan yg mengandung saos tomat, baso, daging cincang, dll) boleh dimakan.
3) Usus bolong pada tifus disebut perforasi, dimana penderita menjadi sangat lemah hingga tak sadarkan diri. Yg jelas, kalo perforasi, penderita tergeletak tek berdaya di RS. Kondisi ini terjadi bukan karena makanan, tapi karena beratnya penyakit dan gak diobati. Lha sekarang, mana ada orang sakit gak berobat ?
@ riphqi:
Bener sekali.
Kesimpulan Mas riphqi sebenarnya menjawab semua pertanyaan seputar makanan
Trims do’anya, demikian pula sebaliknya.
salam kenal dok..
mau konsultasi dgn dokter, semoga berkenan menjawab…
anak saya putri umur 8 th, sudah hampir 3 minggu ini sakit tipus. tgl 13 – 17 februari 2009 opname di rumah sakit,kemudian baru seminggu masuk sekolah tgl 3 maret sudah sakit lagi hingga sekarang (istirahat di rumah). sudah sy bawa lg ke dokternya dan sudah habis `1 resep (antibiotik, obat turun panas dan mencret) tetapi belum ada perubahan.pertanyaan saya : apa perlu opname lg utk perawatan intensif? karena infus sepertinya sangat membantu proses pemulihan (di rumah dia sering minta minum krn terasa kering mulutnya). dan apakah harus bedrest total?
Terimakasih semoga dokter berkenan menanggapi.
Salam kenal dok..
Satu bulan yang lalu saya sakit tifus. lalu saya cari2 info ttg penyakit ini. beruntung saya menemukan blognya cak moki. dan saya mengikuti saran cak moki. hasilnya dalam waktu satu minggu sakit tifus saya sudah sembuh…
Boleh saya link dok??
@ diah:

Salam kenal juga
Ya, sebaiknya opname agar dapat diobati secara intensif sekaligus istirahat agar saat keluar dari RS kondisinya udah pulih.
Jika nanti udah membaik dan keluar RS, gak perlu buru-buru sekolah, nunggu hingga pulih seperti sediakala.
Moga putri tercinta segera sembuh
Trims
@ milda:
Monggo silahkan di-link kalo dianggap layak
Makasih
Salam kenal dok.
Hasil lab saya:
salmonella paratyphi BO: 1/160
salmonella Typhi H; 1/1260
Trombosit 170, Leukosit 4.11
Gejala awal kepala pusing sekali, mual, badan terasa pegal, dan kedinginan, dan tidak bisa tidur karena kesakitan sehingga muntah. Oleh dokter saya divonis tifus dan diberikan obat: Sistenol, cravit 500mg, trovensis tablet, dan omeprazole 20mg. samapai saat ini mulut saya masih terasa anta, lidah saya putih ditengah, mual, dan kepala menjadi sakit jika setelah makan. Apakah ini juga merupakah tifus dok? Oleh dokter saya dianjurkan di rawat namun saya memilih istirahat dirumah saja, karena pekerjaan saya banyak. Apakah saya terkena tifus? Bagaimana menurut pendapat dokter?
Terimakasih banyak sebelumnya semoga berkenan menanggapi.
@ andhika:
Salam kenal,
Sudah berapa lama keluhan (demam, dll) tersebut berlangsung?
Jika belum sampai seminggu dan jika ternyata sembuh sebelum seminggu, menurut saya bukan tifus.
Andai benar tifus, hendaknya istirahat (di RS atapun di rumah). Artinya tidak bekerja walaupun di rumah
Selain itu, konsekwensi tifus (jika benar) maka tetep minum oat dari dokter hingga 1-2 minggu bebas demam.
Moga segera sembuh… Trims
Hallo Dok,
Saya sudah cek lab dengan hasil
Segment = 48
Limfosit = 46
Salmonella paratyphi BH = 1/80
Saya pernah dirawat di RSPP selama 8 Hari Karena Thypoid. Yang saya rasakan sekarang perut saya mual, rasanya tidah enak karena selalu ingin muntah dan sakit. BAB tidak rutin. Sakit apakah aku ? Apa thyfus ku kambuh ? Trim’s ya dok
Selamat pagi dok,
saya waktu kuliah dulu sudah 3 kali kena thypus bahkan pernah sampai dirawat di rumah sakit advent bandung. dan setelah itu,setiap saya kecapekan dan makan tidak taratur, saya sering demam lagi dan thypus lagi.itu kejadiannya 5 tahun yang lalu.
sekarang saya bekerja di australia, dan baru awal maret kemaren baru pulang cuti dari indonesia.memang minggu yang lalu saya sangat kelelahan dan karena saat cuti kebiasaan makan teratur dan tiba2 sesampai di sini, makannya tidak teratur lagi.
Jumat (13/03) saya ada bentol2 (merah dan tebal) di sekitar tangan. saya kira hanya gigitan serangga, jadi saya hanya kasih cream penghilang gatal, dan malamnya saya menggigil dan suhu badan saya naik. Kemudian besoknya bentol2 nya bertambah di sekitar paha, perut dan bagian belakang. dna saya pun masih santai aja karena saya memang cukup sering kena allergy kalo perubahan cuaca atau tempat.
namun, setiap malam hari nya saya meriang dan sampai menggigil di malam harinya, sehingga tidur saya pun terganggu. senin kemaren saya masih kerja, walaupun lemas, dan kepala pusing berhubung malam sebelumnya saya masih mengigigil dan demam.
Saya putuskan pergi ke dokter selasa pagi, Dokternya bilang kalo saya kena chicken pox (cacar). padahal menurut saya itu bukan cacar, dan saya memberitahu mama saya ( bidan) dan mama saya juga tidak percaya, dan mama bilang mungkin itu krumut sejenis campak. Dokternya bilang ini bukan alergi, karena kamu disertai demam. dan karena ini chicken pox dan menular, maka saya tidak boleh bekerja sampai hari ini.
kemudian dia suruh saya datang lagi kamis (kemaren), dan bentol2 itu sudah berkurang banyak bahkan bisa dibilang tidak ada. namun saya masih tetap meriang kalo malam dan menggigil. saya bilang ke dokternya, kalo saya pernah dulu thypus waktu kuliah. apa ini bukan thypus?? tapi dia bilang bukan (bahkan dia tidak memeriksa bagian perut saya) dan saya menanyakan apa saya perlu check darah (tapi dia bilang tidak usah). dia hanya mengecek temperatur (alat yang lewat telinga) dan dia bilang suhu badan saya akan membaik seiiring virus nya akan pergi.
Dan saya pun senang karena menurut saya, saya sudah hampir sembuh dan saya pun blanja dan cukup banyak melakukan kegiatan. dan hasilnya tadi malam, saya menggigil lagi dan demam lagi, bahkan lebih parah dr hari2 sebelumnya.
yang saya ingin tanyakan:
1. apa saya kena thypus lagi ya dok??
2. apa yang sebaiknya saya lakukan??
3. saya hanya dikasih panadol dan telfast, tadi malam karena saya demam saya makan 1 panadol. apa saya perlu ke dokter lain lagi dok??
thanks for your advice..dokter indonesia lebih pancen oye
)
cheers,
Rista
@ Nining:
Keluhan tersebut mungkin karena gastritis (penyakit maag) ato sindroma dispepsi, yakni gangguan sistem pencernaan yg ditandai (salah satu ato beberapa) dengan: mual, perut rasa gak nyaman, kembung, lambung rasa penuh, perih, dll…dll.
Menurut sy, kalo tifus sih enggak. Lab dengan widal 1/80 gak medukung ke arah tifus.
Trims
@ rara:
1) Berdasarkan kronologi dan keluhan yg dialami sejak jum’at yang lalu serta keluhan terkini, kemungkinannyai: (a) morbili (campak) ato (b) rubella yang keduanya (campak dan rubella) akan hilang setelah 7-10 hari. Kemungkinan lain tetep ada yg akan kita ketahui berdasarkan follow up dan pemeriksaan, termasuk pemeriksaan penunjang (lab) jika diperlukan.
Adapun tifus dapat dibuktikan dengan pemeriksaan Tubex TF sedikitnya pada hari ke 6 demam. Dinyatakan positif jika hasilnya positif 4-10.
2) Sebaiknya periksa ulang kalo saat ini masih demam. Lebih bagus lagi dengan pemeriksaan Lab terutama Tubex TF jika emang curiga thypus.
3) Kalo menilik obat yg diberikan (gak ada antibiotik), nampaknya dokter tersebut menduga karena virus yg diharapkan sembuh dengan sendirinya setelah seminggu. Tindakan dokter tersebut dengan tidak buru-buru memberi antibiotika adalah tindakan yang rasional dan bagus.
Namun, jika masih ada keluhan (demam ato disertai mengigil) gak ada salahnya periksa ulang ke dokter pertama ato bisa juga ke dokter lain.
Moga segera sembuh.. Trims
Membaca tidak perlunya penderita (yang didiagnosis) tifus harus makan bubur, berati saran saya kepada pembantu saya betul dong! 2 hari yang lalu dia didiagnosis terkena tifus, diberi macam2 obat dan harus makan bubur. Tapi saya minta dia untuk makan aja banyak2, (biasalah…sebagai ABG biasanya suka diet) daripada males buat & makan bubur dan akhirnya malah gak sembuh2. Lagipula di rumah udah biasa masak nasi yang lembek untuk anak2, dan juga untuk kami semua….
Yang jadi pertanyaan saya adalah, kenapa dia akhirnya didiagnosis tifus, padahal tanda bercak2 merak di kulitnya nyata banget. Seminggu sebelumnya dia memang demam, lemas, nyeri kepala, selama berhari2. Diajak ke dokter selalu nolak, ngeyel memang! Tapi setelah timbul bercak2 merah, baru dia mau diajak ke dokter. Saya pun curiga dia kena DB (karena ada juga tetangga yang diopname karena DB).
Namun karena ke dokternya malam, paginya dia diminta datang lagi untuk menjalani tes darah (tanpa saya). Dan karena hasil trombositnya tidak terlalu turun (masih 144 ribu), maka tidak dianggap DB tapi tifus karena tes Widalnya positif. Inilah yang membuat saya bingung plus ragu….
Sepertinya cukup banyak kasus teman2 yang pernah mengalami sakit yang tidak bisa didiagnosis dengan pasti, DB atau tifus, meskipun dia sampai harus dirawat di RS. Apa karena trombosit masih tinggi lalu bisa menyingkirkan (sementara) diagnosis DB, dan langsung ke tifus (karena tes Widal positif), padahal ada tanya bercak2 merah yang banyak & nyata??
Bagaimana kalau sebenarnya salah diagnosis & salah memberi obat? Obat kan racun! yang sangat berbahaya kalau kita sampai keliru mengkonsumsinya….
Mohon penjelasan…. Terimakasih sebelumnya
cak…
menurutku sih yang diserang pada penderita typus tuh kan ususnya, yang kadang bisa sampe terjadi perlukaan.makanya untuk meringankan kerja usus pasien diberi makanan lunak dan sejalan dengan perbaikan tubuh ( ususnya juga lah ya )makanan yang dikonsumsi bisa ditingkatkan kepadatannya. Makanan lunak tidak selamanya cuma bubur doang yang tanpa tambahan lain, ada lho bentuknya bubur tapi kandungan yang ada gak kalah dengan sepiring nasi plus lauk pauknya.Kalo usus yang lagi sakit tetap dipaksa untuk mencerna makanan pada bisa dibayangin deh….!!!
cak…
kalo mo makan padat sih boleh-boleh saja tapi syaratnya harus kunyah sampe lembut.Iso ta cak njamin setiap pasien yang kena typus mau ngunyah mpelembut gitu???capek deh…
@ a lia s:
Seperti diskusi sebelumnya, widal hanya dapat dipercaya jika dilakukan pada minggu kedua demam dengan titer diatas 1/200. Sedangkan DBD, selain tanda klinis, ditandai dengan penurunan trombosit hingga di bawah 100 ribu dan peningkatan hematokrit lebih dari 20% (kondisi ini biasanya terjadi pada demam hari ke 2-7). Jika tanda klinis mengarah ke DBD dan trombosit antara 100-150 ribu, akan dianjurkan opname jika kondisi tubuhnya lemah untuk menghindari terjadinya syok.
Menilik kejadiannya udah seminggu yg lalu, nampaknya kecurigaan kearah DBD dapat disingkirkan. (kalaupun ada varian durasi DBD, kejadiannya sangat jarang). Bercak merah pada DBD terletak di bawah kulit sebagai tanda adanya perdarahan, dan tidak hilang bintiknya saat kulit direnggangkan. Pada DBD, jika udah disertai bintik merah di kulit, biasanya jumlah trombosit di bawah 100 ribu.
Perlu diketahui bahwa penyakit-penyakit yg ditandai dengan demam dan bercak merah di kulit (skin rash) sangat buanyak.
Tentang obat.
. Resiko intoksikasi tidak akan terjadi karena dokter akan memberikannnya sesuai dosis terapi.
Pada dasarnya, pemberian obat disesuaikan dengan diagnosa setiap dokter. Jika seorang dokter mendiagnosa thypus maka wajib memberikan obat sesuai panduan penatalaksanaan thypus.
Andai bukan thypus tapi diberikan obat thypus, gakpapa. Gak akan menimbulkan keracaunan.
Obat-obat tersebut secara umum terbagi 2 golongan yakni obat kausal (menghilangkan penyebab, dalam hal ini antibiotik sesuai pilihan pada penyakit thypus) dan obat simptomatis (obat pereda keluhan).
Untuk obat simptomatis gak masalah, karena dapat digunakan pada penyakit apapun untuk menghilangkan keluhan, misalnya pereda panas, anti mual, dll.
Sedangkan antibiotik, jika tidak tepat, maka dampaknya adalah pemborosan
Mbak benar, udah gak musim lagi makan bubur. Udah sakit, kondisi menurun, masih dikasih bubur…penganiayaan… hehehe
Trims share-nya
@ Tyas:
Meringankan kerja usus pasien ??? Hmmmm, usus tidak pernah berhenti bekerja selama hayat dikandung badan. Dia (usus) terus berperistaltik walaupun seseorang tidak makan.
Pendapat tersebut tidak dilarang. Para ahli-pun dulu (dulu banget) juga berpendapat demikian, namun seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, akhirnya disadari bahwa pendapat tersebut ternyata keliru. Kalaupun masih mau mengikuti yang lama, ya gakpapa… cuma, kalo seorang dokter masih gitu, kasihan pasiennya … hahaha.
Lagipula, buku-buku kedokteran sudah tidak menganjurkan makan bubur sejak lebih sepuluh tahun yg lalu.
Lho, saya kan gak pernah menganjurkan makan bubur …
Trims
Dok, kemaren saya dirawat dirumah karena mual dan meriang (ini sama dengan demam ya dok?) dan tungkai kaki saya dingin dan lemes, ketika di cek ke lab, hasil WIDAL nya:
S typhi O (+)1/80
S typhi H (+)1/80
S paratyphi AO negatif
S paratyphi AH negatif
S paratyphi BO negatif
S paratyphi BH (+)1/320
S paratyphi CO (+)1/80
S paratyphi CH negatif
Salmonella typhi IgM 6.00/Positif
Ini memang typhus apa bukan dok? Apa ini udah termasuk dicek pake Tubex TF? Kalo belom saya mo balik lagi minta cek pake Tubex (mumpung dibayari kantor, hehehehehe)..Soalnya sudah 2 minggu setelah dirawat di rumah dengan chloramfenikol 4×500mg selama 3 hari dan diterusin cyprofloxacin 2×500mg sampe habis 30 biji kok badan saya masih lemes dan rasanya meriang terus….apa perlu saya minta dicek yang lain ya dok?
Makasih…
Dok,putri saya 9 th, sejak Rabu minggu kemarin demam hingga kisaran 38 s/d 40 derajat.Pada pemeriksaan awal oleh dokter umum didiagnosa radang tenggorokan.Tapi karena hingga Jum’at demamnya tidak turun2 saya minta untuk tes darah.Dan hasilnya utk DBnya negatif dan widal yg poin thypus O negatif,thypus H (+) : 1/320,Parathypus A (+) :1/80.Setelah hasilnya sy bawa ke dokter umum lagi,dia menyimpulkan bahwa hasil lab.itu tidak mengindikasikan adanya tipus.Akhirnya sy diberi anti biotik utk tenggorokan Cefadoksril 500 mg(3×1).Karena hingga Minggu demamnya tidak kunjung hilang,Senin pagi sy bawa ke dokter spesialis yg dulu biasa menangani masalah kesehatan putri sy.Setelah melalui pemeriksaan dan cek darah yang harus dilakukan lagi,hasilnya utk DB tetap negatif dan widalnya pada salmonella Typhi H 1/320 dan lainnya negatif.Kesimpulan dokternya itu gejala thypus.Dan kami pulang dengan setelah menebus obat penurun panas,obat batuk (karena putri sy juga batuk)vitamin dan anti biotik lagi yaitu Thiamisin dan Sanprima.Pertanyaan saya dok :
1.Demamnya putri sy hingga hari ke 3 masa pengobatan kok masih tinggi?
2.Pemberian anti biotik yang semula Cefadoksril utk tenggorokan yg baru diminum 2 hari,lalu dilanjutkan dengan Sanprima dan Thiamisin untuk 5 hari minum,apakah tidak membawa dampak negatif selain tentu dimaksudkan untuk penyembuhan sakit putri sy?
3.Obat penurun panas yg diminum terus menerus (1 minggu selama sakit) apakah efek buruknya dok, mengingat putri sy pernah alergi ibuprofen yg terkandung dalam PRORIS (walaupun sekarang penurun panasnya yg diminum kandungannya parasetamol)?
4.Makanan dengan jenis dan kandungan gizi yang tepat untuk kondisi putri sy yg sejak usia 1 Th sering mengalami gangguan pencernaan (khususnya seputar gejala thipus)itu yang bagaimana dok?
5.Pemberian obat alternatif serbuk cacing, apakah menurut dokter bisa jadi alternatif lain utk proses penyembuhan thypus bagi putri saya?
Matur nuwun sebelumnya atas jawabannya dok.
@ Aryo:
Sy belum yakin thypus.
Menurut saya sebaiknya kontrol ke dokter dengan harapan diperiksa ulang (minta juga boleh):
1) Liver Function Test: SGOT-SGPT, bilirubin-Urobilin.
2) HBsAb, HBsAg
3) Tubex TF
Pemeriksaan tersebut yang menurut saya penting mengingat hingga memasuki mingu ke 3 masih suka meriang. Ntar juga diperiksa fisik apakah “meriang” tersebut subyektif ato emang menunjukkan suhu > 37 derajat celcius.
Lab lainnya bergantung pada hasil pemeriksaan dokter.
Kalo perlu mungkin USG untuk ngeliat empedu, dll.
Ditunggu infonya ya …
Tims
@ Ny. Wiwien:
… Saya ulang aja ya.
Semua pertanyaan tersebut sebenernya udah terjawb pada diskusi-diskusi sebelumnya, mungkin kesulitan nyarinya
Pertama, saya ingin review singkat tentang typhus.
Penegakan diagnosa thypus ditandai dengan:
Demam, yang cenderung naik secara bertingkat pada minggu pertama kemudian demam menetap pada minggu kedua (terutama pada sore dan malam hari), disertai keluhan lain, diantaranya: sakit kepala, nyeri otot, mual, sulit BAB atau bisa juga diare. Tentu saja tidak semua keluhan selain demam tersebut akan dialami atau diborong.
Lab: terutama Test Widal meningkat hingga 4 kali lipat, pada pemeriksaan minggu kedua, atau test widal tunggal menunjukkan titer antibodi O: 1/320 atau H: 1/640, mendukung diagnosa thypus.
Jika kriteria di atas gak terpenuhi, kita patut meragukan bahwa putri ibu menderita thypus.
Bisa jadi salah satu jenis Infeksi Saluran Pernafasan Atas mengingat ada keluhan batuk. Adakalanya demamnya hingga 5 hari.
Kedua, mari kita mencoba mendiskusikannya.
1) Andai benar thypus, tentu demam tidak akan turun sebelu seminggu walaupun diberikan aneka ragam antibiotika karena demam yg ditimbulkan thypus sebagai akibat dari endotoksin yg diproduksi oleh kuman Salmonella thypi.
2) Tidak. Gak papa. Jika seorang dokter menduga thypus berdasarkan pemeriksaan, maka dokter harus konsekwen memberikan obat thypus pilihan utama (drug of choice), yakni golongan chloramphenicol atau tiamfenikol (thyamicin) atau Co-trimoxazole (sanprima). Hanya saja kadang ada efek samping co-trimoxazole berupa mual dan gak nyaman pada lambung.
3) Penurun panas aman pada pemakaian jangka panjang kalo emang masih panas.
4) Semua makanan bergizi tinggi namun sementara dihindari sayuran dan buah yang berserat tinggi seperti: sawi dan sejenisnya, selebihnya gak papa.
5) Maaf, saya tidak menganjurkan pemakaian obat alternatif yang gak teruji kebenarannya. Menurut saya, lebih baik menggunakan obat yang dapat dipertanggung jawabkan dan jelas indikasinya, dosisnya dan jelas pula efek sampingnya.
Semoga ananda segera sembuh.
Maturnuwun.
dok, saya baru 3 hari kemaren ke dokter
katanya radang tenggorokan
trus dikasih ciproloxacin 500 mg
tapi kok pusing teruuuuus…..
lidah saya putih….
3 bulan yang lalu saya terkena gejala typhus
apa jangan2skrg saya thypus juga dok???
om,
Q remaja 17 thn, kmren tgl 16 maret di vonis tipes, widalnya 1/1280
panas sejak tgl 12 maret. tapi, tanggal 17 maret, udah lumayan ga panas, sebelumnya panas hingga 40 C, tapi, tgl 17 maret sudah mending jadi 37,3 C
terus tgl 16, dikasih clorampenikol 4×1 5 hari, setelah habis, badan rasanya aneh, anget terus… g bisa turun jd 36 C.
kalau menurut Om demam sebelum 1 mingu sudah sembuh berarti bukan tipes, terus knapa bdan saya rasanya aneh terus sampe sekarang?
padahl maknnya bnyk….
3x sehari rutin, apa karena pengaruh clorampenikolnya?
mohon penjelasan. soalnya sampe tgl 27 maret, badan saya masih anget, kadang terasa merinding…. terus panas… tapi kalu udah minum paracetamol 45 menit kmudian turun, padahal dosisnya 250mg doang…
@ menanti kinanti:
Saya copykan lagi jawaban saya :
Penegakan diagnosa thypus ditandai dengan:
Demam, yang cenderung naik secara bertingkat pada minggu pertama kemudian demam menetap pada minggu kedua (terutama pada sore dan malam hari), disertai keluhan lain, diantaranya: sakit kepala, nyeri otot, mual, sulit BAB atau bisa juga diare. Tentu saja tidak semua keluhan selain demam tersebut akan dialami atau diborong.
Kalo dokter tersebut mendiagnosa radang tenggorokan (faringitis), sebaiknya obat dilanjutkan hingga 5 hari. Pada radang tenggorokan dapat terjadi sakit kepala, nyeri otot, dll. Keluhan tersebut dapat ditanggulangi dengan obat analgesik-antipiretik. Mungkin dokter udah ngasih juga selain cyprofloxacin.
So, bukan thypus, lha wong masih 3 hari
Moga segera sembuh .. Trims
@ erizka:
Suhu di atas 37 tergolong demam walau gak tinggi. Menilik kronologi demam di atas (lebih 1 minggu bahkan lebih 2 mgg),kemungkinan besar emang thypus.
Sebaiknya Chloramphenicol dilanjutkan dan parasetamol menggunakan yg 500 mg. Kalo yg 250 mg untuk di bawah 12 tahun (atau berat badan 25-50 kg).
Makan tetep 3x sehari, bukan karena pengaruh chloramphenicol. Malah bagus kalo bisa makan teratur.
Semoga segera sembuh.
Trims
O gt yah? makacie responna om..
Tp Q kok bandel ya? Kalu thypus kan harus istirahat? Tp Q kalu pagi mulai tgl 17 maret udah berangkat kuliah, soalnya g krasa pucing, mual c…n menurutku bdane cuma anget ( Kalu page dingin -36 C- ampe jam 1, teruz baru anget ). Cuacanya juga kalu siang puasanya minta tolong…..
Tar minum parecetamol, jam 2 turun ampe jam 12 maleman.teruz malem kedinginan, hawanya juga dingin benget…tz tar kedinginan, merinding teruz panas, tar minum paracetamol , jam 1 dingin. kayak gitu tu dari tgl 24 maret. 17-24 ya biasa aja,36C-37C.
Teruz makannya juga tetep bandel pedes, asem, mie ayam.. padahal temen-temen dah blg jangan..
Teruz om… Clorampenikolnya minumnya tetep 4×1 ? kalu iya, mengganggu tidur malem… jam 12 mesti bangun…
minumnya brapa taon untuk sembuh total?
pola keseharian di atas bahaya g? Teruz gimana yang baik?
Teruz om, apa kudu Bedrest di rumah sakit ? *NO !! I HATE HOSPITAL !! HUEX !!*
Mohon pencerahannya….
O gt yah? makacie responna om..
Tp Q kok bandel ya? Kalu thypus kan harus istirahat? Tp Q kalu pagi mulai tgl 17 maret udah berangkat kuliah, soalnya g krasa pucing, mual c…n menurutku bdane cuma anget ( Kalu page dingin -36 C- ampe jam 1, teruz baru anget ). Cuacanya juga kalu siang puasanya minta tolong…..
Tar minum parecetamol, jam 2 turun ampe jam 12 maleman.teruz malem kedinginan, hawanya juga dingin benget…tz tar kedinginan, merinding teruz panas, tar minum paracetamol , jam 1 dingin. kayak gitu tu dari tgl 24 maret. 17-24 ya biasa aja,36C-37C.
Teruz makannya juga tetep bandel pedes, asem, mie ayam.. padahal temen-temen dah blg jangan..
Teruz om… Clorampenikolnya minumnya tetep 4×1 ? kalu iya, mengganggu tidur malem… jam 12 mesti bangun…
minumnya brapa taon untuk sembuh total?
pola keseharian di atas bahaya g? Teruz gimana yang baik?
Teruz om, apa kudu Bedrest di rumah sakit ? *NO !! I HATE HOSPITAL !! HUEX !!*
Mohon pencerahannya….
Tambahan lagi Om…
Berat badanQ juga cuman 41 kg?
teruz, perut sering begah kalu malem, tar kalu pagi keluar angin, gede banget, kayak irak ngebom palestina. kdang bau, kadang ga… apa karena kebanyakan minum ya om?
selama sakit thu, minum botol aqua yang 600ml bisa abis 3 botool per hari… coz bis pipis minum gt teruz…
keluhanya paling juga cuman itu tox, lemes g terlalu lemes, tapi kalu kebnyakan duduk atau jalan baru lemes….
mual kalu kebanyakan minum obat…. abis minum obat pasti mual, tapi ga muntah…
BAB selama 12 hari cuma 3 x, bau banget… tapi g item…
om jangan bingung yah… n jangan males bales….
q butuh pencerahan ni om…
dah 3 dokter dikunjungi, resepnya bda2 teruz …
yang pertama dikasih paracetamol sama obat tidur.
yang kedua dikasih penurun panas, paracetamol, amoxilin, vit B
yang ketiga habiz tes widal baru di kasih clorampenikol ….
balez ya om…..
dok, saya sekitar seminggu yang lalu terkena tipus. dan sempet dirawat di RS selama 4 hari. ketika trombosit saya sudah mencapai 159rb saya di ijinkan pulang. tapi saya merasa bermasalah sekali ketika ingin BAB. fecesnya keras banget, akibatnya susah keluar. ini sudah saya alami juga ketika di RS. saya sudah berusaha makan pepaya tapi tetep BABnya keras. gmn y dok? apa ini pengaruh virus tipusnya? jujur saya selalu tertekan jika ingin BAB. bolehkah saya minum obat buat melunakan feces saya?oya saya juga haid sudah 10 hr belum berhenti. saya pernah tny dokternya katanya akibat trombosit saya rendah makanya lukanya tidak bisa menutup. apakah benar spt itu dok?
@ erizka:

idealnbya istirahat total. kalo gak mau di RS bisa juga di rumah asalkan bener-2 istirohat
Tentang makanan ga masalah.
Adapun keluhan pencernaan (mual, gebah or sebah, gangguan BAB, dll) serta keluhan kepala adalah keluhan ikutan dari penyakit utama.
Obat, terutama antibiotika dilanjutykan 1 minggu setelah bebas demam, sedangkan obat lain hanya digunakan saat ada keluhan aja.
Tentang jenis obat yg berbeda gak masalah, pada dasarnya sama aja, gak ada yang salah soal itu.
Yang penting adalah bedrest dan makan makanan bergizi.
Moga segera sembuh.
Trims
@ nana:
Pertama, thypus bukan disebabkan virus tapi oleh kuman Salmonella thypi.
Kedua, follow up thypus bukan dengan menilai trombosit, kecuali ada kecurigaan yg mengarah ke DBD.
Ketiga, menstruasi berkepanjangan biasanya karena gangguan keseimbangan hormonal yang dipicu oleh banyak faktor, diantaranya: kelelahan fisik maupun psikis, sakit, dll.
Keempat, gangguan BAB boleh diatasi dengan obat pencahar, misalnya dulcolax.
Apapun penyakitnya, yang paling penting adalah pemulihan kondisi tubuh dengan makan makanan bergizi dan istirahat yg cukup.
Trims
Kalo diperiksa gaal kultur oke ga dok? makasih
@ Aryo:
oke, bisa. Makasih
pagi dok,
mohon tanya,
Suami saya sudah 6 hari ini panas (antara 38-40 derajat). pada hari pertama panas (s.d 39 derajat) saya nganter suami ke dokter dengan keluhan panas, tenggorokan sakit untuk menelan makanan, mual dan perut sakit saat ditekan. dari pemeriksaan itu, dokter bilang suami radang tapi ada kemungkinan typhus, so dokter tersebut mnyarankan tes darah dan widal, saya okein aja (itu sebelum saya menemukan dan membaca blognya cak). hasilnya yang “digarisbawahi” dokter itu, trombosit 148rb dan paratyphi AH +/160. dokter memberi suami saya obat gastralex, dianikol, alphagesic, dan hufabion serta pesan untuk jangan makan goreng2n, santan, makanan berserat seperti sayuran (bayam boleh) dan buah2n (pisang dan pepaya bolh)
setelah minum obat itu, pagi hari demamnya mulai turun (tapi masih di atas 37), jadi saya tinggal beliau (soalnya saya juga kerja), dengan menyiapkan lauk pepes tahu dan telur asin untuk makan siang beliau. tapi ternyata sore hari panas beliau naik lagi dan keluar keringat banyak. hal itu terjadi terus sampai hari ini. malahan sejak kemarin beliau mengeluhkan perut yang semakin terasa mual dan sakit serta batuk yang makin sering.
Yang ingin saya tanyakan, benarkah suami saya kena typhus? dan apa yang sekarang harus saya lakukan, mengingat ini hari ke6 beliau panas?
mohon pertimbangannya
satu lagi dok, apakah makanan yang dianjurkan dokter tersbut cocok untuk penyakit (yang saya sendiri blum tepatnya apa) suami saya?
tadi pagi saya akhirnya mengajak suami untuk tes Tubex dok. hasilnya negatif. yang ingin saya tanyakan, kira2 suami saya sakit apa ya dok?hasil tes hematologinnya hampir semua berada dalam range nilai rujukan kecuali hitung jenis leukosit:
eosinofil : 0 (nilai rujukan 2 – 4)
batang : 0 (nilai rujukan (3 – 5)
monosit : 9 (nilai rujukan (2 –
kira2 demam, mual dan batuknya karena apa ya dok?
@ aroem:
Met malam,
Menilik kronologis keluhan suami (panas, nyeri telan, batuk) dan hasil pemeriksaan Lab terkini, kemungkinan besar Infeksi Saluran Pernafasan Bagian Atas dengan berbagai variannya. (termasuk infeksi tenggorokan dan sekitarnya).
Obat yang lazim digunakan:
1) Antibiotika: Cefadroxyl 500 mg, diminum 3×1 selama 4-5 hari.
2)Obat simptomatis, yakni obat untuk meredakan keluhan:
(a) Penurun panas (analgetik-antipiretik): parasetamol 500 mg (merk dagang bebas memilih), diminum 3-4 kali sehari dan kalo perlu dapat diulang setiap 5 jam.
(b) Ekspektoran (pengencer dahak), misalnya ambroxol 30 mg atau bromhexine 8 mg (merk dagang bebas memilih), diminum 3-4 x 1 sehari.
Jika batuknya ngikil (berat), bisa jadi diperlukan bronkodilator (obat untuk melonggarkan saluran nafas). Tapi sy tidak berani merekomendasikan obat ini karena gak meriksa secara langsung …
(c) Antimual, misalnya: domperidone 10 mg, diminum 3×1 sebelum makan (kalo mual aja).
Makanan: bebas
Jika masih panas, batuk, dll, sebaiknya kontrol ke dokter.
Semoga segera sembuh … Trims
ya,,trimakasih dok,,
rencananya hari ini mau saya bawa ke dokter koq,,
sukses ya dok,,
@ aroem:
Sama-sama…makasih juga support dan share-nya
met malam dok,alhamdulillah saya sudah lebih baik.
@ nyno:
Met malem, alhamdulillah saya ikut senang mendengarnya
mau nanya lagi cak,,
kok sampai sekarang suami saya masih sering merasa lemes dan mudah capek, di tambah lagi beliau masih sering mengeluh mual, jadi ga enak makan..
kanapa ya cak,,,
trus solusinya gimana ya?
@ aroem:
Mungkin masih ada pengaruh penyakitnya ato karena faktor lain yg belum kita ketahui.
Solusinya:
1) Dapat menggunakan obat berikut:
a. Untuk mengatasi mual dapat menggunakan domperidone 10 mg, diminum 3×1 sebelum makan ato saat mual aja.
b. Lemes dan gak enak makan dapat menggunakan curvit, diminum 3×1.
2) Kontrol ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut … hehehe.
Moga beliau segera pulih kembali. Trims
dear dok,
anak saya usia 7 th berdasarkan hasil test darah dan tubex positif typus, dan dirawat di RS selama 6 hari. Baru kemarin keluar dari RS dan diberikan obat antibiotik ciproxin yang selama ini diberikan selama masa perawatan di RS (racikan apotek RS setempat). Saya konfirmasi kepada teman dokter mengenai antibiotik tsb, menurut dia jangan diteruskan minum ciproxin tsb karena sebenarnya obat tsb hanya untuk orang dewasa..mohon tanggapan dokter terhadap masalah obat antibiotik Ciproxin tsb dan apa akibatnya terhadap anak-anak?
terima kasih
@ Ishak:
Ya, saya sependapat. Obat tersebut (ciproxin=cyprofloxacin) tidak direkomendasikan untuk anak dibawah usia 16 tahun.
Sebaiknya diganti dengan obat lain (dosisnya disesuaikan berat badan), misalnya: cefadroxyl. Obat ini aman untuk semua umur dan dalam waktu yang panjang.
Untuk jangka pendek, gak ngaruh. Metabolit obat tersebut akan hilang bersama air kencing.
Namun jika digunakan untuk jangka panjang pada anak, dilaporkan di salah satu penelitian di Ingris, diduga mempengaruhi ujung tulang panjang.
So, kalo dihentikan, gak ngaruh.
Trims
salam kenal dok..
langsung saja yach..
tanggal 26 maret – 2 april 09 saya demam, terutama malam hari, badan panas tapi saya menggigil kedinginan, dan saya tidak bisa BAB sama sekali, tetapi saya tidak muntah, cuman hanya mual diperut dan agak sakit diperut.( tidak ada bercak merah dikulit / tidak ada tanda terkena DBD )
akhirnya tanggal 3 april ke dokter keluarga
dan setelah di periksa, perut kanan sakit kalau ditekan, lidah kotor, tidak bisa BAB .
maka dokternya bilang saya kena tipus, saya sudah 2 kali kena gejala tipus ( yang pertama dan ke 2 saya berobat ke RS)
lalu diberi obat untuk 1 minggu antara lain:
1. thiamphenicol 500mg 3×1
2. gestamag 3×1
3. sulfamethoxazole trimethoprim 3×1
4. pil untuk penghilang demam , diminum kalau demam muncul saja
5. pil untuk penghilang rasa sakit, diminum kalau linunya datang
dan saya disuruh MAKAN BUBUR dan TIDAK BOLEH MAKAN BUAH APAPUN..dan full bed rest .. yang mana ini saya lakukan semua (sayang sekali saya tidak menemukan web site ini lebih cpat jad saya kudu makan bubur terus hahaha )
lalu genap 1 minggu saya kembali periksa ke dkter
kondisi saya suda membaik,sudah tidak demam saya sudah bisa BAB, walau masih cair dan warna agak hitam/gelap, dan perut sudah tidak terlalu melilit,lidah tidak kotor , lalu saya diberi obat kembali al:
1. thiamphenicol 500mg 3×1
2. gestamag 3×1
3. pil untuk penghilang demam , jaga2 kalau demam muncul saja
4. pil untuk penghilang rasa sakit, jaga2 kalau linunya datang
resep diatas untuk 3 hari saja ( atau 10 butir masing2 obat )
dokternya mengatakan saya sudah boleh makan makanan yang lunak2 ( nasi lunak dan menghindari makanan berlemak dan goreng serta sayur dan buah MASIH DILARANG)
lalu setelah 3 hari/obat habis saya merasa badan saya sudah mulai fit dan saya sudah mulai beraktivitas walaupun masih ringan2 saja.
lalu tiba2 tepatnya tanggal 17 april, kondisi saya tiba2 drop kembali, saya kembali demam dan perut saya kembali melilit dan sakit kalau dibuat membungkuk, serta mual2 ( tetapi tidak muntah ) dan lidah kembali kotor.
lalu saya membeli obat sendiri di apotik al:
1. thiamphenicol 500mg 3×1
)
2. gestamag 3×1
3. parasetamol, kalau demam muncul
4. vitamin B complex 3×1
5. kapsul cacing 3×1 ( heheh saya yakin dokter tidak akan berkomentar tentang kapsul cacing, jadi saya tidak akan bertanya mengenai ini, saya hanya menuruti ajuran ortu saja
dan saya minum itu sampe sekarang- sembari bed rest kembali
pertanyaan saya:
1. apakah benar saya kena tipus? kalau bukan apakah sakit saya ini?
2. apakah obat yang saya beli sendiri ini dan saya minum sampe sekarang benar? kalau tidak apa yang harus saya minum?
3. apakah saya boleh tetap meminum thiampenichol sampe sekarang? saya takut katanya bisa resisten? sampai kapan saya boleh minum thiampenicol ini?berapa hari batasan minum anti biotik semacam thiampenicol ini?
4. apakah saya boleh mencampur obat2 itu dengan meminum vitamin B-complex juga ?kalau vitamin c apakah boleh juga?
5.sekarang saya sudah bisa BAB tiap hari dan tidak mencret serta warna normal, saya sudah tidak demam, namun masih kadang2/jarang pusing dan perut masih kadang2 sakit, terutama kalau ditekan atau di tekuk/ membungkuk, saya sudah mencoba makan nasi biasa dengan kuah dan mie dan telur, serta makan buah pisang, tapi saya tetap menghindari goreng2an dan makan yang terlalu brminyak. apakah saya masih lama akan sembuh total? apakah saya harus tetap bedrest
6. apakah saya perlu cek darah dsb? secara selama sakit ini saya belum pernah cek darah dll
maaf dokter kalau replynya kepanjangan dan pertanyaannya banyak banget
semoga Tuhan membalas segala kabaikan dokter
ditunggu replynya
@ steva:
… bagus untuk bahan diskusi kita semua.
Kronologisnya lengkap banget
Sebelum menjawab pertanyaan, sy ingin sedikit komentar bahwa: demam terutama malam, pahit, lidah kotor adalah keluhan yang sangat subyektif, bisa terjadi pada hampir semua demam dengan berbagai jenis penyakit dan tidak bisa dijadikan patokan bahwa tanda tersebut mengarah ke tipus. Banyak orang merasa lidahnya kotor ketika melihat warna lidah sedikit berubah agak keputihan, padahal yg dimaksud lidah kotor pada tipus, warnya ke arah coklat seperti orang habis nginang … pun demikian dg “pahit”, kalo seseorang mulai mual, tentu lidah terasa pahit karena ada peningkatan produksi asam lambung…
1) Sejujurnya, saya belum yakin tipus. Tanda tipus tidak spesifik, namun pada umumnya demam lebih seminggu. Minggu pertama, demam cenderung meningkat (malam lebih tinggi ketimbang demam pada siang hari), dan demam cenderung menetap pada minggu kedua dan minggu sesudahnya.
Tanda di atas bisa terjadi pada berbagai penyakit, saya gak bisa memprediksi penyakit tertentu dengan keluhan di atas tanpa pemeriksaan penunjang.
2 & 3) Keluhan yg dialami pada 17 april, tidak serta merta dianggap tipus. Bisa jadi penyakit pencernaan lain, misalnya gastro-enteritis (jenis dan variannya banyak), ato bisa juga penyakit lain yg dapat diketahui dengan pemeriksaan fisik dan Lab jika diperlukan.
Pemakaian Thiampenicol pad tipus: selama demam dan dilanjutkan dengan 1-2 minggu setelah bebas demam untuk menghindari resistensi dan remisif. (ini kalo bener tipus).
Pada dasarnya, jika pemakaian obat sesuai dosis dan durasi sesuai jenis penyakitnya, maka tidak akan terjadi resisten.
Saat ini, jika udah terlanjur minum Thiampenicol, sebaiknya diteruskan hingga 5-7 hari, dengan asumsi gastro-enteritis dan bukan tipus.
4) Boleh, jika emang ada indikasi. Vitamin boleh diminum dengan obat lain.
5) Kenapa gak makan makanan yg digoreng? Makan aja, bebas koq. Sy menduga saat ini menderita salah atu dari penyakit Gastro-enteritis. Pada tipus aja boleh … hehehe.
6) Kalo sekarang udah sembuh, gak perlu periksa Lab dan sy yakin bukan tipus
Trims
thx dok buat jawabannya yang jelas
mau nanya lagi dok hehehe jangan bosen yach…
kalau misalkan orang yang terkena gastro-enteritis , apakah thiampenicol juga merupakan antibiotik untuk mengobatinya? atau ada obat lain untuk mengobatinya?
o ya, apakah gastro-enteritis berbahaya?
oh, jadi saya boleh makan gorengan yach dok?
kalau minum juice buah atau es krim? o ya sekalian nanya dok, kalau sehabis minum es teh, susu atau jus buah, bolehkah saya meminum obat antibiotik etc? soalnya saya dengar dan kata orang2 tua , orang yang sehabis minum susu , teh atau jus buah (atau buah2an) tidak boleh minum obat. mohon bimbingannya dan penerangannya.
btw kmrn saya sempat makan yang agak sedikit pedas(btw dok saya bukan orang yang suka pedas , jadi pedas yang sedikit aja sudah saya anggap pedas hehehe, apalagi kalau sedikit pedas, mungkin bagi org lain tidak pedas.. ) dan langsung saya merasa sakit di perut khususya daerah pusar keatas ( ulu hati?? ). mengapa ini bisa terjadi dok?
update kondisi terkini saya,
perut masih agak sakit kalau ditekuk atau ditekan, BAB tetap lancar dan normal bentuk dan warna, serta lidah sudah bersih.
thx dok buat jawabannya
saya yakin blog ini akan membantu banyak orang ( seperti saya yang merasa sangat terbantu heheh )
wish all the best for dokter
@ steva:
Thiamphenicol bisa digunakan pada gastro-enteritis, jika disebabkan oleh kuman. Tapi bukan obat pilihan (drug of choice).
Gastro-enteritis banyak jenisnya (misalnya: colitis, shigellosis, desentri, dll). Sejauh gak menimbulakn dehidrasi (kekurangan cairan) akibat dari diare berlebihan atau muntah berlebihan, maka gak bahaya. Untuk memudahkan pasien mengingatnya, biasanya dokter hanya mengatakan : radang/infeksi pencernaan.
Makan makanan yg digoreng boleh, kalo gorengan kan wajan, gak bisa dimakan dong … hahaha. *maaf, becanda, supaya inget*
Juice buah, es krim, es teh, susu atau jus buah, tidak merusak obat, so…boleh. Emang ada obat yg absorbsinya berkurang jika bersamaan dengan susu, misalnya tetrasiklin, tapi bukan merusak dan bukan menetralisir, hanya mengurangi absorbsi. Itupun obat tersebut sudah sangat jarang digunakan.
Orang-2 tua kita dulunya anak-2 kecil, kitapun nanti jadi orang tua, ini bukan berarti setiap sabda orang tua selalu benar kan…
Ada 2 pendapat terkait makanan pedas dan keluhan lambung.
Pendapat pertama:
Pedas, adakalanya merangsang peningkatan produksi asam lambung sehingga lambung atau ulu hati terasa perih, gak nyaman, mual, dll.
Sedangkan pendapat kedua menyebutkan bahwa makanan pedas tidak terbukti berhubungan secara langsung dengan keluhan lambung. Keluhan lambung tsb lebih disebabkan karena “cemas”, ato udah terlanjur khawatir duluan sehingga rasa khawatir tersebut merangsang peningkatan produksi asam lambung sehingga muncul keluhan lambung.
Ilustrasinya begini: katakanlah kita ngeliat rujak cingur. Dalam benak kita udah tertanam kalo rujak identik dengan pedas dan masam. Nah, stimulasi sensoris tersebut memicu peningkatan asam lambung tanpa kita sadari, sehingga yg ngeliat rujak, tanpa terasa seperti berasa berliur. Bahkan kadang berliau beneran.
Pendapat kedua ini lebih banyak dianut mengingat sebagian besar (lebih 80%) keluhan lambung dipicu oleh “kecemasan”
Kalo perut masih meras gak enak, dapat menggunakan :
1) gestamag (atau sejenisnya), diminum dalam keadaan perut kosong.
2) cimetidin (dan sejenisnya), diminum 1-2 jam setelah minum gestamag.
Moga sehat selalu … Trims atas sharing dan supportnya
waduh…
hhehe.. iya dok.. bukan gorengan tapi makanan yang digoreng hehehe…:D
dokter.. lengkep sekali penjelasannya..
bahkan lebih lengkap daripada kalau saya pergi ke dokter umum secara langsung heheheheh (yang biasanya hanya periksa, suntik, resep dan obat hehehe- atau sayanya yang memang takut n sungkan untuk nanya -takut dibilang sok nanya …heheheh )
ok dokter..
saya banyak belajar dari blog ini, dan blog ini membukakan mata saya dari banyak hal yang dulu saya tidak mengerti dan sekedar “meraba2″ serta meluruskan persepsi2 yang salah yang sempat beredar..
moga2 banyak persepsi dan pendapat2 yang tidak tepat dapat di “luruskan” melalui sharing2 di blog dokter ini.
moga2 dokter diberi kesehatan dan umur panjang dan koneksi internetnya lancar terus heheheeh (sesama pemakai speedy – yg kadang2 lemot hehehe – OOT dech jadinya)..supaya bisa membantu banyak orang melalui blog ini.
thx dok
@ steva:
.. dan makasih juga atas support dan do’anya. Demikian pula sebaliknya
Makasih telah berbagi pengalaman, moga bermanfaat bagi yg lainnya…. terutama bagi saya … kita sama-sama belajar
Cak moki,
Kamis dan Jumat minggu lalu saya demam, sudah turun dengan panadol. Sabtu minggu badan sudah enak. Senin, ada bintik2 merah yang muncul di kaki dan tangan, mirip dengan teman saya yang alergi dingin. Rabu (kemarin) saya ke dokter untuk memeriksa bintik merah nya. Karena sebelum2nya saya gak alergi dingin. Dokter minta tes darah untuk lihat apakah DBD dan tifus. Hasilnya, saya positif tifus (S.Typhy H (+) 1/320, S. Paratyphi A-H (+)1/320,, S.Paratyphi B-H (+) 1/160 )….. padahal saya merasa enak2 aja badannya. Saya juga sudah baca tulisan cak moki soal tifus diatas. Dan jadi merasa kayaknya saya gak tifus beneran ya.
Jadi pertanyaannya,
Jadi lain kali saya langsung ke dokter yang seperti ini aja gitu.
1. Saya perlu tes ulang gak ya?
2. Obat yang diresepkan (Sanmol dan Opimixe 100) perlu saya minum gak ya? Sudah terlanjur ditebus soalnya. Setahuku itu antibiotik dan obat demam, padahal saya gak demam sama sekali.
3. Gimana caranya saya bisa tau apa bintik merah itu ya cak? Beberapa orang bilang itu “biduran” tapi orang2 ini sama sekali bukan dokter.
4. Cak moki punya sejawat yang bersedia memberi keterangan secara jelas dan detil seperti gaya blog ini, tapi orangnya ada di Jakarta? saya pengen ketemu dokter yang gak irit ngomong dan gak irit ilmu
Maaf kepanjangan pertanyaannya. Matur suwun sebelumnya.
@ Erma:
Seperti diskusi sebelumnya, berdasarkan pedoman pendiagnosaan tifus, test widal hanya dapat dipercaya jika dilakukan pada minggu kedua demam dan ada tanda-tanda klinis yang mengarah ke tifus.
Sy sependapat dg perasaan mbak, bahwa penyakit di atas menurut saya bukan tifus…hehehe.
Jawaban:
1) Gak perlu, toh ntar testwidal akan tetap positif walau badan udah sehat.
2) Sanmol tentu gak perlu diminum, demikian pula opixime (antibiotik golongan sefalosporin), gak perlu, soalnya dah sembuh dan gak ada keluhan. Tanda di atas (demam dengan bintik merah menojol diatas kulit) kemungkinan salah satu dari penyakit viral, misalnya dengue klasik, rubella dan sejenisnya yg biasanya self limited.
3) Bintik merah (skin rash) bisa karena berbagai faktor. Kalo biduran biasanya melebar dan lebih menonjol, sedangkan jika berupa bintik di permukaan kulit, bisa jadi skin rash yg biasa mengikuti beberapa penyakit viral.
Untuk memastikan biduran ato bukan, coba bandingkan dengan gambar biduran pada artikel Urtikaria atau Biduran
4) Wah, maaf..kalo di Jakarta saya gak tahu banyak, yg saya kenal hanya temen-2 deket, misalnya: dr. Tienke Ambarwati, Sp.PD, dr. Doddy, Sp.KK, sedangkan temen-2 spesialis lain gak berhubungan dengan ini … jka ke tempat beliau, bilang aja salam dari cakmoki dan minta penjelasan detail tanpa menambah biaya, hehehe…
Maturnuwun
Terima kasih jawabannya Cak.
Saya tadi sudah lihat gambar bidurannya, dan ini beda. Bintik merahnya kecil-kecil dan merata, seperti di bawah kulit gitu. Sekarang sih sudah hilang.
Wuih, thread ini ternyata masih rame juga..
Saya membacanya waktu kena thipus sekitar 6 bulan yang lalu.
Buat Cak Moki,
semoga ini jadi amal sholeh yang menambah berat timbangan kebaikan
anda di hari kiamat kelak.
@ Hartoyo Ahmad Jaiz:
Terimakasih ats support dan do’anya, demikian pula sebaliknya.
semuanya benar…..sekarang tergantung sekala prioritas….mana yang lebih penting …itulah yang harus dilakukan……..menjadi dokter perlu seni dalam mengobati
@ diabetic signs:
Sore dok…langsung saja ya dok..
Saya dalam 2 minggu ini mengalami sakit dengan keluhan panas, batuk, flu, tenggorokan sakit untuk menelan makanan, mual dan perut sakit saat ditekan, pernah juga disertai mimisan, dan BAB warna gelap (tidak selalu gelap tetapi lancar) oleh dokter diberikan anti biotik untuk jangka waktu 3 hari, tapi panas tidak berkurang dan cenderung badan lemas sekali, dokter menyarankan untuk test widal dan hasilnya leukosit 4900/ul, trombosit normal tetapi Typi H positif 1/320 dan Typi O positif 1/320, perlu dokter ketahui, saya sudah 3 kali menderita penyakit tifus yang berulang (mei 2007, juni 2008 dan desember 2008) , hampir 1 thn Typi O selalu positif, tetapi di bulan februari 2009 sudah negative.
Dalam minggu ini kondisi saya tambah lemas, suka pusing mendadak kadang vertigo, badan panas tetapi dalam beberapa jam turun kembali, lalu saya memeriksakan lagi ke dokter internist, dan oleh dokter dibagian perut dan pinggang terasa sakit dan dokter saya tidak memberikan saya obat tifus tetapi hanya vitamin, ketika saya tanyakan hanya di jawab, saya sudah terlalu banyak makan obat, perlu dokter ketahui, saya hanya mendapat vitamin mazuku kapsul 2×1 perhari, pankreoflat 2×1 perhari dan L-bio 2×1 perhari.
Yang ingin saya tanyakan, apakah dengan gejala tersebut saya terkena tifus lagi? Apakah saya sudah terlalu banyak minum obat sehingga dokter tidak menyarankan saya untuk minum obat? Mohon petunjuknya dok…terima kasih
@ fredty:
Jika panas udah berlangsung 2 minggu dengan tanda lain dan hasil Lab seperti yang disebutkan, bisa jadi Thypoid.
Konsekuensinya, perlu obat tifus bahkan tetap minum obat tifus hingga 1-2 minggu setelah bebas demam.
Adapun obat lain adalah obat untuk meredakan keluhan yang menyertainya.
Terimakasih.
[Just wanna share and..]
Sebulan yang lalu, saya kena gejala tipus..
Badan rasanya panas dingin, lemes, dan rasanya ga enak…
Ga seperti demam-demam biasanya.
Dianjurkan untuk memakan makanan yang lembek-lembek, tidak pedes, tidak bersantan…
3 hari pertama, saya tahan untuk makan bubur, kentang, dan telur.
setelah itu, saya nyerah, saya makan nasi, ikan goreng, sop, dan lain-lain selama makanan itu ga pedes. Rasanya bahagiaaaa banget bisa makan nasi! Habisnya.. makan bubur, bikin lemes, perut cepat laper. Kadang-kadang sampai bingung, menu apa ya yang cocok untuk penderita tipus?
Ibu saya nyaranin untuk minum rebusan sawo muda, rasanya pahit banget!
(Setelah ditelan, rasa rebusan sawo muda = rasa antibiotik yang diberikan oleh dokter). Apakah kandungan antibiotik tipus dan sawo itu sama?
TEMAN saya berkata: “Saat sakit, selama manusia masih punya keinginan untuk makan, maka ia akan bisa sembuh. Namun ketika ia tidak punya keinginan lagi untuk makan maka ia tidak punya harapan hidup… Bagaimana bisa sehat, kalau tidak makan, mau dapat energi dari mana???”
–Thanks atas sharing-nya–
@ mochi:

thanks share-nya
Maaf, rebusan sawo muda tidak mengandung antibiotika. Kebiasaan menggunakan rebusan sawo muda adalah kepercayaan salah kaprah. Justru seringkali menambah keluhan lambung pada orang yang memiliki riwayat gangguan lambung.
Saya sependapat dengan pendapat si teman … bener banget
Sekali lagi, makasih
Pagi dok..
Minggu lalu suami saya merasa lemas, perut sangat kembung dan mual. Sore hari suhu badan hangat, tapi normal kembali pagi hari hingga kini. Test darah menunjukkan
Hemoglobin & Trombosit normal
Laju endap darah 18 mm/1 jam
Leukosit 4900/ul (normal 5000 – 10000)
Triglycerides 210 mg/dl (normal < 200)
Cholesterol 252 mg/dl (normal <200)
HDL Cholesterol 40 mg/dl (normal 35-80)
LDL Cholesterol 170 mg/dl (normal <130)
Salmonella typhi O + 1:80
SGOT 95 U/l (normal <37)
SGPT 286 U/l (normal <40)
Nilai SGOT & SGPT diatas mungkin ga,ya dok? Atau hasil lab nya salah,ya?
Analisis dokter, tipus suami kambuh lagi (10 thn lalu pernah tipus). Dokter memberikan obat Kalihicol 500mg, Danalgin, Enziplex,Simvastatin 10 mg, dan Primperan 10 mg.
Hingga obatnya hampir habis keluhan masih sama, yaitu mual (tapi tidak bisa muntah), perut sangat kembung dan keras (penuh angin), lidah pahit,dan lemas. Tapi selama ini tidak panas ataupun demam.
Mohon diagnosanya,dok…
Banyak terima kasih
@ ruri:
Met siang,
Berdasarkan keluhan dan hail lab, menurut saya gak memenuhi syarat untuk mencurigai tipus. Terlebih demam hanya berlangsung 2-3 hari.
Justru Kalchicol dan Danalgin akan menambah peruh kembung dan berasa gak nyaman.
Nilai SGOT-SGPT (enzim) menggambarkan fungsi sel hati, dimana pada nilai yang tinggi bisa disebabkan banyak faktor, misalnya: kelelahan, menurunnya kondisi tubuh, metabolisme yang meningkat, penyakit-penyakit tertentu, dll.
Fungsi obat-obat di atas:
Kalchicol: antibiotika.
Danalgin: analgesik-antipiretik.
Enziplex: enzym sekaligus obatkembung
Simvastatin: penurun kadar lemak
Primperan: obat mual-muntah.
Mohon maaf saya tidak mendiagnosa karena tidak memeriksa secara langsung.
Namun, kalo berkenan, sementara dapat menggunakan obat simptomatis (mengurangi keluhan) mendampingi obat di atas, yakni:
a) Ranitidine 150 mg (merek dagang bebas memilih), diminum 2×1 sesudah makan. Obat ini untuk menghambat peningkatan produksi asam lambung sehingga diharapkan dapat meredakan kencang di lambung dan rasa pahit di lidah.
b) Antasida (misalnya: asidrat, inpepsa) untuk menetralisir keasaman lambung sekaligus meredakan kembung.
Semoga suami segera pulih kembali.
Trims
pagi semuanya,dok aku punya istri kena penyakit tipes sy kasih dia makanan bubur nasi tiap hari keliatanya dia bosan, saya mau tanya dok, makanan ringan apa yang dapat di makan?
terimakasih
@ slamet nursahid:
Makan nasi aja. gak harus makan bubur, ntar mblenger dan lemes.
Semua makanan kecil boleh dimakan.
Moga istri segera sembuh … Trims
malam dok…
Mau tanya, suami saya sudah 2 minggu ini didiagnosa sakit tipus berdasarkan hasil test widal. Suami gak demam, hanya anget biasa (36,7^C) di haeri pertama. Selebihnya gak pernah demam. Masalahnya, hingga hari ini keluhannya sama, yaitu mual,kembung,diare,tidak nafsu makan. Sekarang berat badan turun, tapi perut kelihatan agak kembung.
Apakah orang kalo terkena tipus memang begini?
Terima kasih untuk jawabannya
@ ruri:
Kalo boleh tahu, Test Widal dilakukan pada hari keberapa demam dan berapa nilainya?
Kalo demam gak sampe seminggu udah sembuh, menurut sy bukan tipus.
Untuk meredakan keluhan tersebut, dapat menggunakan obat simptomatis (mengurangi keluhan), yaki:
1) Untuk meredakan mual-muntah: Domperidon 10 mg (merek dagang bebas), diminum 3×1 sebelum makan.
2) Untuk meredakan kembung: Pankreoflat, diminum 3×1 sesudah makan.
Sementara itu dulu, ntar kita tunggu perkembangannya setelah 3 hari.
terimakasih atas saranya,semoga allah selalu memberikan yang terbaik untuk cakmoki
Terima kasih sudah berbagi masalah makanan Dokter, sehingga saya bisa merasa aman untuk menyantap makanan padat.
Saya didiagnosa tipes sejak 3 hari yang lalu berdasarkan hasil lab, awalnya saya sering merasa lemas, mual dan pusing sekali, tetapi setelah hari kedua, tinggal lemasnya saja, tetapi itu datangnya mendadak, tidak setiap waktu.
Setelah pertanyaan saya tentang makanan sudah terjawab oleh rekan rekan yang lain, saya ingin menanyakan, apakah saya harus total bed rest, atau boleh melakukan aktivitas biasa di rumah asalkan tidak terlalu letih. Karena kalau diminta berbaring saja dan tidak tidur, kepala saya bisa sakit, mungkin karena bosan.
Pertanyaan lainnya Dokter, apakah saya boleh makan coklat, misalnya MILO, atau SILVERQUEEN ataupun susu coklat, karena kadang saya kalau sedang agak malas makan, saya cuma bisa makan yang berbau coklat. Apakah hal ini berbahaya bagi usus saya Dokter (sulit dicerna).
Terima kasih Dokter, blog Dokter sangat membantu kami.
@ slamet nursahid:
Terimaksih juga atas support dan do’anya, demikian pula sebaliknya.
@ Kevin:
Menilik pendiagnosaan tipes tanpa disertai riwayat demam dan tanpa disebutkan jenis test serta hari keberapa demam pemeriksaan tersebut dilakukan, mohon maaf jika sy meragukan diagnosa tersebut.
Paling cepat, test tipes dapat dipecaya hasilnya jika dilakukan pada hari ke 5 demam menggunakan Tubex TF, sedangkan test Widal dilakukan pada minggu kedua demam.
Jika benar tipes, dan saat ini gak demam, tidak harus bedrest, artinya boleh beraktifitas ringan yg tidak mengakibatkan lemas.
Coklat, dalam berbagai kemasan dan produk (milo, silverqueen, susu, dll) boleh dimakan. Tidak berbahaya bagi pencernaan karena produk coklat tersebut di atas, mudah dicerna.
Trims
malam cak moki,mohon maaf saya tanya lagi,cak saya sudah tes widal untuk istri beberapa kali dan hasilnya memang tipus(1/80)kemudian saya mengikuti saran saran dari dokter juga saran dari cak moki hanya saja setiap sudah agak baikan istri kambuh lagi,yang saya tanyakan hasil tes widal yang mempunyai nilai 1/80 itu, apakah jenis tipus akut yang susah di sembuhkan? terimakasih
salam
slamet nursahid
@ slamet nursahid:
wahhhh, kalo setaip panas tes widal, mungkin hapmir semua yang demam dengan penyakit apapun, akan dianggap tipus semua kalo widal positif.
Ok, saya ingin meluruskan beberapa hal.
Pertama, tatacara mendiagnosa penyakit tipus ada syarat dan rukun-nya. Kalo gak memenuhi kriteria pendiagniosaan, berarti bukan tipus.
Tipes (demam tipoid), merupakan penyakit menular yg disebabkan oleh kuman Salmonella thypi. Pada umumnya ditandai dengan demam yang makin hari makin meningkat pada minggu pertama dan kemudian demam menetap (tinggi) pada minggu kedua, serta tanda-tanda lain yg tidak khas.
Pemeriksaan widal, hanya dapat dipercaya jika dilakukan pada minggu kedua demam, dengan nilai lebih tinggi dari 1/200 dan makin meningkat pada pemeriksaan komparatif ulang.
Sedangkan pemeriksaan penunjang tipus terkini (Tubex TF), hanya dapat dipercaya jika dilakukan pada hari ke 5 demam dengan nilai (+) positif 5 atau lebih.
Dengan kata lain, akurasi pemeriksaan widal sangat rendah, artinya sering salah. Bahkan pada orang sehatpun, adakalanya menunjukkan hasil positif 1/320, jika dulunya pernah kemasukan kuman Salmonella walaupun orang tersebut gak sakit lantaran salmonella gak berkembang. Mengapa begiitu ? Karena kuman tersebut menstimulir pembentukan aglutinin dalam tubuh kita. Nah, aglutinin itulah yg diperiksa melalui tes widal. Dan aglutinin (hasil reaksi tubuh terhadap endotoksin kuman salmonella) bisa tetap ada dalam tubuh seseorang yang pernah kemasukan kuman Salmonella bahkan hingga berbukan-bulan atau bertahun-tahun walaupun orang tersebut gak pernah sakit tipus.
Jika widal dilakukan dalam minggu pertama demam, apalagi hasilnya di bwah 1/200, apalagi setelah diobati trus gak sampek seminggu udah gak demam, pasti bukan tipus.
Semua referensi tentang tipus bunyinya kurang lebih begitu…
Anehnya, di Indonesia, demam baru beberapa hari udah tes widal. Hasil widal Positif, walaupun cuma di bawah 1/200, dianggap tipus… hehehe.
Lagipula, tipus kalo udah sembuh, gak akan kambuh, kecuali ketularan lagi atau kemasukan kuman salmonella lagi, atau kecuali type carrier (tapi persentasenya banget banget).
Kedua, tentang istilah akut dan kronis.
Baiklah, saya copy paste tulisan saya sebelumnya, sebagai berikut:
Suatu ketika mungkin kita pernah mendengar seseorang menceritakan perihal penyakitnya disertai mimik cemas, “ penyakitku udah akut nih “. Di saat lain, seseorang dengan raut khawatir berkata, ” ahhh, penyakitku kronis banget “.
Dua kata, akut dan kronis, tak jarang diungkapkan dengan wajah-wajah kuyu seolah menggambarkan betapa berat penyakit yang dideritanya.
Trus, sebenernya gimana sih ?
Di bidang medis, kedua kata tersebut digunakan (secara umum) untuk merujuk pada waktu (durasi) suatu gangguan atau penyakit.
PENGERTIAN
Akut. Adalah suatu gangguan atau penyakit yang timbulnya (onset) cepat, atau berlangsung dalam waktu pendek (tidak lama), dalam kurun waktu jam, hari hingga minggu.
Pada kondisi tertentu, akut dapat diartikan penyakit yang berat dan memerlukan penanganan secara cepat (emergency), atau penyakit yang bersifat life safing saving, misalnya: akut abdomen, infark miokard akut, apendiksitis akut, dan lain-lain.
Kronis. Artinya gangguan atau penyakit yang berlangsung lama (berbilang bulan atau tahun) atau dikenal sebagai penyakit menahun. Misalnya: hipertensi, diabetes melitus, kusta, psoriasis, dan lain-lain.
Moga jawaban ini bermanfaat (sama dengan jawaban pada pertanyaan sebelumnya, silahkan scroll ke atas).
Makasih… Salam.
saya sangat senang di beri jawaban yang sangat komplit dari cak moki, semoga allah selalu melindungi anda dan keluarga,amin
salam
slamet nursahid&keluarga
pagi dok,mau nanya.sudah hampir 2minggu ini saya terasa lemas.awalnya sih meriang.hasil lab :
hemoglobin 16.9
lekosit 10.10
hematokrit 50.60
trombosit 268
uji widal
semua negatif kecuali
S.Paratyphi AH 1/80
saat ini saya masih mengkonsumsi sendikol 500mg sama zegivit.sebelumnya dikasih amoxan.sekarang sih udah ga deman,tapi tiap malam badan rasanya dingin dan setiap mau tidur keluar keringat.dan kondisi saya masih lemas dok.kata dokter,lekosit saya tinggi dan ada gejala tipusnya.saat ini dah hampir 2 minggu dan masih terasa lemas.ada apa denganku dok?dan makanan apa yg bisa mengembalikan aku ke normal lagi?
@ slamet nursahid:
Termakasih juga telah berbagi dan terimakasih atas do’anya, demikian pula sebaliknya. Salam.
@ noermawan prasetya:
Secara umum, pemulihan kondisi pasca sakit ataiu saat sakit adalah dengan istirahan yg cukup dan makan-makanan bergizi.
Kalo boleh tahu, selama 2 minggu terakhir ini makan apa ?
Menurut saya perlu pemeriksaa lanjutan berdasarkan pemeriksaan fisik oleh dokter, misalnya LFT (liver function test), sekali lagi atas anjuran dokter yg memeriksa. Seandainya menurut dokter gak perlu LFT, tentu ada cara lain untuk mencari penyebab rasa lemas dan mengobatinya.
Adapun tentang penjelasan dokter bahwa kondisi di atas dikatakan “gejala tpus”, silahkan baca pada jawanan-jawaban sebalumnya, termasuk jawaban saya untuk Bapak Slamet Nursahid di atas.
Semoga segera pulih kembali… Trims
menurut keterangan dokter,yg didasarkan pada lekosit saya yg tinggi katanya radang tenggorokan/radang lambung/ada infeksi.selama sakit makan bubur doang dok.sudah 3 hari ini saya coba makan nasi.dan tiap makan nasi emang ga lemes lagi tapi tetep kalau malam rasanya dingin dan setiap mau tidur selalu keluar keringat.kondisi saat ini,sdh ga demam,ga mual.cuman terkadang rasanya lemes dan didingin kalau malam hari.benarkah saya ada typus?apa yg harus saya lakukan?
@ noermawan prasetya:
Seperti jawaban saya sebelumnya, gak yakin tipus, artinya bukan tipus.
Lemas yg disebabkan kurang kalori (karena makan bubur), otomatis dapat menimbulkan keluhan lain, misalnya: nggliyeng, sempoyongan, keringat dingin, dll, dll.
Obatnya gampang, makan yg huenak-huenak.
Tentang lekosit, tak perlu risau dengan nilai yg di luar batas normal, bahkan orang sehat segar bugarpun bisa mengalami hal itu kalo kebetulan ada mikro-organisme (kuman, virus, dll) masuk tubuh. Peningkatan jumlah trombosit merupaka reaksi tubuh ketika bagian tubuh mengalami inflamasi (peradangan) oleh mikro-organisme maupun bukan. Artinya, peningkatan leukosit di atas nilai normal, tidak serta merta menunjukkan bahwa seseorang mengalami sakit.
Contoh, anak yg koreng kecil aja, dan masih bisa bal-balan, kalo diperiksa lekosit, tentu naik hingga belasan ribu.
Monggo, silahkan baca lagi artikel di atas…
Trims
Informasi ini sampai saat ini masih belum tersosialisasi dengan baik di masyarakat yah, tifus selalu identik dengan bubur.
Terima Kasih info nya mascoki..
@ dds:
iya bener … karenanya kita semua berkewajiban mensosialisasikannya melalui berbagai media … Trims sarannya ya
kalo tipus itu…apakah sebaiknya istirahat total, ya, pak ?
Alternatif lain selain makan bubur, jenis makanannnya apa, ya, pak ?
terima kasih, pak..
siang Dok …
mau nanya dong masalah cek darah,
kemarin gw habis cek serologi widal, dan hasilnya
semua negatif kecuali S.Paratyphi BO = 1/80
maksudnya apa ya?
oh iya, hasil hematologi umum nya jg ada,
Hemoglobin = 14,0
Hematokrit = 41
Leukosit = 8,1
Trombosit = 298
Dengue NS1 Ag = negatif
apakah ini ada hubungan nya dengan tifus ataukah penyakit lain?
thx …
@ Putri:
Gak harus total, kecuali kalo kondisinya lemah. Yang penting istirahat dan makan makanan bergizi.
Makanan bebas, sesuai tulisan di atas, gak harus makan bubur, so makan sesuai selera.. soto, bakso, rawon, dll …boleh.
Hanya saja, untuk sementara menghindari sayuran or buah berserat tinggi. (silahkan baca diskusi sebelumnya)
Trims
@ Fano:
Hasil Lab tersebut gak berarti apapun dan tidak mengindikasikan penyakit tertentu.
Yang terpenting bukan hasil Lab semata tapi keluhan yg dialami saat ini, sehingga pemeriksaan Lab bisa lebih fokus sesuai dengan keluhan dan pemeriksaan dokter.
Trims
So mama gw yang sakit tifus paraah banget gimana ?
Harus makan bubur atau ga ?
@ Rizki:
Ga harus makan bubur, seperti tertulis di artikel.
Trims
met kenal dok.
saya baru didiagnoas tifus hari ini setelah melakukan pemeriksaan darah dan setelah membaca bahwa sakit tifus tidak harus makan bubur, saya cukup lega hehehe… yang ingin saya tanyakan, apakah penyakit tifus ini dapat menular? buah2an apa saja yang benar2 bagus untuk memulihkan kondisi badan dimasa sakit ini dok? Terima kasih atas infonya. GBU
@ Ferdy:
Met kenal…
Ya, menular terutama melalui makanan dan minuman yang tercemar kuman Salmonella typhi.
Buah yang mudah dicerna dan banyak kandungan vitamin dan mineral, serta mudah didapat, diantaranya: pepaya, apel, pisang, melon, apokat ..dll
Moga segera sembuh… Makasih.
thx a lot infonya..
Dulu sewaktu gejala tifus, saya boleh memilih makan bubur atau tidak.
Lex dePraxis
Romantic Renaissance
@ aryu:
sama-sama
@ Lex dePraxis:
trims share-nya
Dokter, anak saya 9 tahun tiba-tiba demam cukup tinggi di pagi hari (ditambah keluhan pusing dan mual). Segera saya beri parasetamol 250 mg 2 kali dlm. rntang wktu 8 jam. Karena panas tidak turun, saya periksa ke dokter (umum) sorenya. Diberi amox, pil mual dan parasetamol. Sehari sesudahnya, kondisi tidak berubah membaik. Karena khawatir kenapa-napa, saya cek widal dengan hasil:
S. Typhi O 1/40
S. Par. A-O 1/20
S. Par. B-O 1/80
S. Typhi H 1/20
S. Par. B-H 1/320
S. Par. C-H 1/320
Sore hari itu juga saya balik ke dokternya dgn. membawa hasil widal. Oleh dokter diberi antibiotik kloramfenikol; dengan catatan amox-nya tetap diminum. Hari ini (hari ke 6), obat sudah mau habis, kondisi demam relatif menurun tapi masih kerap muncul. Sesekali masih muntah dengan intensitas semakin berkurang. Dari 2 hari kemarin, muncul gejala tambahan yaitu pilek (hidung tersumbat). Tadi sore waktu buang ingus, cairan ingusnya seperti berwarna sedikit agak kemerahan. Pertanyaan saya untuk dokter:
1. Penyakit anak saya tersebut typus atau paratypus?
2. Kategorinya (dari gejala yang saya uraikan) ringan atau berat?
3. Apa yang harus saya lakukan bila obat habis padahal belum sembuh total?
Terima kasih atas saran dan wawasan dari dokter
@ hamidzul:
Sebenernya jawaban untuk pertanyaan-2 tersebut udah pernah didiskusikan panjang lebar pada diskusi sebelumnya. Monggo, silahkan scroll ke atas, kalo perlu dicopy-paste.
Gambaran umum demam pada typhus:
Diobati dengan obat apapun, termasuk opname, demam pada typhus pada umumnya tinggi dan terus meningkat (gak pernah turun) pada minggu pertama, kemudian demam menetap pada minggu kedua. Selain itu ada tanda-tanda lain, misalnya pemeriksaan gerakan usus (peristaltik), relatif bradikardi (denyut jantung tidak sesuai dengan demam. Normalnya, kalo demam, denyut jantung lebih cepat dari normal, pada typhus terjadi sebaliknya), dll..dll.
1) Seperti jawaban-jawaban dan diskusi sebelumnya (silahkan scroll ke atas), bahwa hasil tes widal hanya bisa dipercaya jika pemeriksaan dilakukan pada minggu kedua demam. (Itupun masih perlu konfirmasi jika hasilnya lebih dari 1/200).
Artinya, pemeriksaan widal dalam minggu pertama, hasilnya gak bisa dipakai sebagai landasan diagnosa karena tidak memenuhi syarat dan rukun-nya tata cara diagnosa typhus. Lagipula, tes Widal hanya memiliki akurasi sekitar 30 %, selebihnya sering salah.
Sebagai gambaran, andai kita dulu pernah kemasukan kuman Salmonella typhi atau paratyphi, maka tubuh kita akan membentuk aglutinin. kalo jumlah kuman yg masuk dapat dieliminasi oleh tubuh kita, maka kita gak sakit dan kuman mati. Tapi aglutinin yg terbentuk bisa bertahan berbulan-bulan hingga bertahun-tahun. Karena itulah mengapa pada orang yg sehat wal’afiat kadang didapatkan hasil tes Widal hingga 1/320 saat cek up walaupun yg bersangkutan gak sakit apapun.
Tes Widal bukan untuk mengetahui ada tidaknya kuman tapi untuk menilai kadar aglutinin sebagai reaksi tubuh kita saat ada kuman Salmonella masuk melalui makanan, minuman, dll. Perlu diketahui bahwa Salmonella hingga tahun 2005 memiliki varian lebih dari 2500 varian, yg akan memberikan tes widal positif juga. Padahal gak mesti salmonella typhi.
Ini berbeda dengan di negara yg bukan endemis, dimana tes widal kadar rendah boleh jadi menunjukkan seseorang menderita typhus. Tapi tetep dilakukan pada minggu kedua demam.
2) Berat ringannya penyakit tidak dinilai dengan angka-angka pada hasil Widal, tapi dengan penilaian pemeriksaan fisik oleh seorang dokter.
3) Kalo demam belum turun setelah obat habis, maka kontrol ke dokter untuk pemeriksaan ulang.
Tambahan:
Jika seseorang dinyatakan typhus, konsekwensinya harus minum obat 9terutama tiamfenikol atau kloramfenikol) hingga 2 minggu setelah bebas demam
Sekali lagi, Lab hanyalah penunjang diagnosa dan parameter follow up penyakit tertentu untuk membantu dokter dalam menegakkan diagnosa.
Kini, Widal sudah jarang dipakai karena sering salah. Pemeriksaan typhus yg lebih akurat (mencapai 90%) adalah Tubex TF, itupun hanya bisa dipercaya jika dilakukan paling cepat pada hari kelima demam dengan hasil positif 5-10.
trims
1. Tentang konsumsi 2 jenis antibiotik (amox dan kloram)pada kasus anak saya, apakah “benar” secara medis dan tidak ada resiko efek negatif dok?
2. Pemberian kloram pada hari ke dua berdasar tes widal sebelum meinggu ke 2 demam apakat tepat menurut dokter?
3. Pemeriksaan Tubex TF itu gambarannya seperti apa dan apakah umumnya lab klinik (termasuk di puskesmas) ada pelayanannya?
@ hamidzul:
1. Dapat dibenarkan jika seorang dokter mencurigai adanya infeksi oleh kuman gram positif maupun gram negatif, misalnya pada sebagian infeksi usus (enteritis dengan berbagai varian dan jenisnya)
Efek negatif gak ada sejauh sesuai dengan indikasinya. Lagipula, pemakaian dalam jangka pendek, misalnya beberapa hari hingga 2 minggu, gak akan memberikan dampak negatif.
2. Kalau menduga typhus, maka konsekwensinya memberikan obat sesuai urutan (mulai kloramfenikol atau tiamfenikol, kemudian amoz, dan seterusnya).
Adapun menduga typus berdasarkan widal dalam minggu pertama (hari pertama demam hingga hari keenam), bukanlah tindakan yang tepat.
Repotnya, yg ada di benak masayarakat kita hanay typhus ketika mendapati dirinya atau anggota keluarganya menderita demam.
Selain itu, adakalanya petugas Lab ikut-ikutan memberikan penjelasan yg keliru hanya berdasarkan tes Widal. Mungkin juga petugas-2 kesehatan (dokter, perawat, bidan, dll) ikut berperan menciptakan kesalahan berkepanjangan dengan mengatakan typhus kepada seseorang hanya berdasarkan tes widal yg tidak tepat waktu pemeriksaannya, atau hanya berdasarkan keluhan panas, pahit, dll.
Inilah tugas kami untuk meluruskannya. Dan kewajiban kita bersama untuk memperbaiki kekeliruan yg udah turun temurun khususnya di kalangan masyarakat awam.
3) Tes Tubex TF, bisa disediakan di ndeso sekalipun, bergantung pada dokter yang bertugas di wilayah masing-2 untuk menyediakan yg terbaik bagi masyarakat di sekitarnya.
Memang biaya pemeriksaan relatif mahal, sekitar 80-90 ribu, tapi setidaknya masyarakat punya pilihan.
Sekilas Tubex TF, silahkan baca artikel yg pernah saya tulis pada link berikut:
http://cakmoki86.wordpress.com/2007/09/23/pemeriksaan-demam-tifoid-terkini/
dan
http://cakmoki86.wordpress.com/2008/01/28/evaluasi-tubex-tahap-1/
Trims
dok, salam kenal..
saya beberapa hari yang lalu demam, tetapi mulai kemarin, demam saya sudah turun. kata dokter yang memeriksa saya, saya terkena typhoid fever (saya belum tes widal). saya disuruh untuk diet makanan seperti yang biasa dialami penderita tipes.
saya masih bingung, benarkah tidak mengapa saya makan nasi (bukan bubur)?
lalu contoh makanan yang sangat dianjurkan untuk saya seperti apa? tolong disebutkan nama makanan (lauk)-nya saja ya dok secara spesifik.
saya juga dilarang minum susu oleh dokter, alasannya saya sedang minum obat. benarkah selama saya minum obat saya tidak boleh minum susu?
terima kasih dok..
@ wiwit:
Salam kenal,
Kalo belum seminggu demam udah turun, kemungkinan bukan typhus. Boleh jadi penyakit lain yang mirip typhus, misalnya enteritis (infeksi saluran cerna), penyakit-2 oleh virus … dll …dll.
Gak ada pantangan makanan, semua makanan boleh dimakan. Lha wong yang nyata-2 typus aja dianjurkan makanan bergizi tinggi …
Susu tidak merusak obat.
Kecuali hanya obat tertentu yang jika diminum bersama susu akan menurunkan penyerapannya, misalnya obat golongan tetracyclin, tapi tidak merusak obat.
Trims
Dok, halo salam kenal.
Seudah baca beberapa tulisan dokter diatas, saya agak bingung ttg definisi typhusnya saya.
2 minggu ini badan lemas,ngantuk, kaki dan tangan dingin sekali, merasa panas meriang tp diukur hanya 36-37 derajat celsius saja.
bbrp hr lalu test darah, widal S par C-O dan typhi H negatif.
Widal S. par A-H 1/80
Widal S. par B-H 1/160
Widal S. par C-H 1/1.280
Dr bilang saya kena gejala thypus, dikasih antibiotik Chloramex 500mg (Chloramphenicol) dan Vit B complex. Udah 3 hari makan masih berasa kurang lbh sama. Saya tidk bedrest, tp mengurangi aktifitas saja.
Tp kalau tidak panas kata dokter bukan typhus ya ? tp bagaimana dgn data widal di atas ?
ma kasih sebelumnya.
Terima kasih dok, atas jawaban dan penjelasannya untuk saya. Semoga Allah swt. membalasnya dengan kebaikan berlipat ganda. Tetap semangat untuk memberikan wawasan pencerahan medis kepada khalayak Indonesia. Insya Allah lain kesempatan saya berkunjung lagi tentu dengan bermacam pertanyaan. Moga dokter tidak bosan.
@ si3rra:
Salam kenal…
Seperti tertulis di berbagai referensi, sebagian besar tifoid (typhus) ditandai dengan demam yang makin meningkat pada minggu pertama dan demam akan menetap pada minggu ledua. yg bilang gitu bukan saya, tapi semua dokter akan tahu hal tersebut. Hanya sebagian kecil penderita tifoid yang tanpa demam tinggi.
Sedangkan widal, baru tadi malam kami diskusi di milis khusus para dokter seangkatan, diantaranya membicarakn tentang cara pendiagnosaan tifoid. Salah seorang ahli anak mengatakan (dengan nada sambil bercanda) bahwa Widal adalah pemeriksaa typhus jaman Ken Arok. Artinya, udah gak layak digunakan lagi di jaman modern ini mengingat Widal tidak sensitif dan dapat positif tinggi bahkan pada orang sehat sekalipun.
Salah seorang spesialis penyakit dalam juga menyatakan keprihatinannya tentang diagnosa typhus. Menurut beliau, mungkin lebih 80% bangsa kita pernah didiagnosa typhus. Karenanya, sy menulis artikel pendek ini untuk mengajak semua pihak agar berpikir dan bertindak rasional sesuai dengan panduan medis.
Di sisi lain, jika seorang dokter mendiagnosa typhus, maka wajib memberikan obat sesuai prosedur tetap pengobatan typhus (dengan antibiotik golongan chloramphenicol atau thiamphenicol sebagai pilihan pertama). Itupun, harus memberikan obat typhus hingga 1-2 minggu setelah bebas demam.
Jika ternyata bukan typhus, dokter tersebut tidak bisa disalahkan mengingat diagnosa typhus didasarkan pada keluhan penderita, hasil pemeriksaan fisik dan lab penunjang yang diyakininya. Hanya saja, dengan makin mudahnya masyarakat mendapatkan informasi melalui internet dari berbagai referensi, boleh jadi lama kelamanan masyarakat akan mampu memilih dokter terbaik dan terpercaya sesuai keyakinan tiap penderita.
Nah, terkait dengan keluhan dan data di atas, tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada sejawat dokter, sejujurnya saya gak yakin. Masih sangat banyak penyakit lain yg satu sama lain sangat mirip.
Trims
@ hamidzul:
Terimakasih juga telah berbagi. Kita berharap, apa yg kita diskusikan dapat bermanfaat bagi sesama. Amiiin…
Dok,
ma kasih banyak ‘pencerahannya’. Antibiotiknya tinggal sehari lagi, harus dihabiskan dulu, istirahatnya dibanyakin juga, semoga beres
.
Biaya widal tidak terpaut jauh dgn test tube (ngga sampe 2 kali lipat), kenapa ya dokter2 ngga mau pake yg jauh lbh akurat sekalian.
Sekali lagi ma kasih, semoga Tuhan selalu memberkati !
@ si3rra:
ya, semoga beres
Makasih telah berbagi
met siang dr.
anak saya prp 6 th kena demam batuk pilek hr minggu diberi obat CEFAT drysyrup, TOPLEXIL, TEMPRA, dan hari ketiga selasa pagi ditest darah TUBEX TF hasilnya positif 4 dan dr anak menyarankan obat btk pilek diteruskan dan 3 hr kontrol kembali dan anak hrs bedrest, saya sempat tanya obat tifusnya mana tapi dijawab obat btk pileknya dulu aja habiskan.Jujur saya agak heran dgn jeban dr tadi, kebetulan saya punya kenalan apotek dan menurut dia ada antibiotik untuk demamnya dan saya tebus obat THIAMCYIN syrup dan dibantu cacing kering dari apotek herbal. hari keempat malamnya sdh tidak ada demam lagi.
(nb.padahal thn kemarin (bln Okt)anak saya sempat dirawat di rs krn tifus juga dan setelah sembuh 2 bln kemudian diimunisasi tifus).
pertanyaan saya dr :
- mengapa anak saya mudah sekali kena tifus ? apakah setelah sembuh sekarang hrs diimunisasi tifus kembali ?
- jika dia sdh tidak demam apakah 3-6 hr kemudian dia boleh bersekolah lagi (dgn catatan ke gurunya tdk melakukan aktivitas olah raga) ?
- pencegahan apa yang harus saya lakukan untuk menghindari si anak kena tifus lagi, mengingat saya setiap hari makan dan snack selalu masak sendiri ?
- mengapa jawaban dr anak mengenai obat spt itu ? apakah memang benar ?
Tks alot dr…
GBU…
@ Bianca:
Met malem (soalnya ngejawabnya malem)
Langsung jawab pertanyaan ya….
1) Sebagai pedoman dasar, bahwa demam yang sembuh sebelum seminggu bisa dikatakan bukan tifus walaupun hasil lab menunjukkan tifus.
Tubex TF hanya bisa dipercaya hasilnya jika dilakukan paling cepat pada hari kelima demam.
Selengkapnya tentang Tubex, silahkan baca artikel sebelumnya pada blog ini di sini
Pemeriksaan Tubex adalah memeriksa aglutinin, sehingga seseorang yang pernah kemasukan kuman Salmonella typhi dan terbentuk aglutinin pada tubuhnya akan memberikan hasil positif walaupun yang bersangkutan gak sakit dan si kuman udah musnah.
Demikian pula bagi seseorang yang pernah menderita tifus, maka akan memberikan hasil positif hingga beberapa bulan walaupun sudah sembuh dan gak ada lagi kuman salmonella typhi dalam tubuhnya, kecuali jika tertular lagi.
Karenanya, menurut saya gak perlu imunisasi tifus lagi.
Lagi pula, tanda-2 di atas secara umum adalah tanda-2 ISPA dimana saat ini lagi musim dan demamnya bisa berlangsung hingga 4-5 hari bahkan seminggu.
2) Boleh sekolah seperti biasa dan pasca sembuh dari demam oleh penyebab apapun sebaiknya tidak melakukan aktifitas berlebihan termasuk olah raga.
3) Mengingat penularan tifus melalui makanan dan minuman, sebaiknya anak tidak jajan sembarangan. Dan saya yakin hal itu rata-2 udah dilakuka para orang tua.
4) Mengenai obat, dokter tersebut benar, karena mungkin dokter tersebut meragukan hasil Tubex tidak sesuai dengan tanda klinis penyakit tifus. Perlu diketahui bahwa tanda tifus lebih ditentukan pemeriksaan klinis ketimbang hasil Lab, mengingat bahwa lab Tubex adalah salah satu penunjang diagnostik yang bisa salah (false positif) lantaran yang diperiksa adalah aglutinin (reaksi tubuh kita saat ada kuman salmonella typhi masuk tubuh), bukan memeriksa ada tidaknya kuman.
Andaikata demam tersebut lebih seminggu (walaupun udah diobati) dan pemeriksaan fisik maupun tes Tubex benar-2 mengarah ke tifus, maka obat yang diberikan dokter tersebut (cefat=cefadroxyl) bisa untuk mengobati tifus sebagai obat second line, sedangkan drug of choice untuk tifus adalah tiamfenikol dan kloramfenikol.
Urut-urutan obat tifus adalah sebagai berikut:
Pilihan pertama (drug of choice) adalah tiamfenikol dan kloramfenikol dengan dosis 50-100 mg per kg berat badan per hari, terbagi dalam 3-4 kali pemberian dan diberikan hingga 1-2 minggu pasca demam. Artinya, obat tifus diberikan terus walaupun sudah tidak demam hingga sedikitnya 1-2 minggu pasca demam.
Jika karena berbagai pertimbangan, misalnya rasa pahit dan mual ketika minum obat pilihan pertama, maka dapat diberikan obat secon line, yakni:
Amoksisilin, cotrimoxazole, sefalosporin (cefat=cefadroxyl, dll) dan obat golongan quinolone (obat golongan quinolone hanya untuk umur di atas 16 tahun).
Jadi, gak ada yang salah tentang obat yang diberikan dokter tersebut, mungkin hanya kurangnya penjelasan saja.
Maaf, saya justru hampir yakin bukan tifus mengingat pada hari keempat sudah gak demam, sedangkan saat ini pengobatan yang agresif untuk tifus paling cepat dapat menurunkan demam setelah seminggu.
Seorang temen dokter ahli penyakit dalam di Surabaya menengarai bahwa kemungkinan sekitar 80% warga Indonesia pernah didiagnosa tifus dan mungkin diagnosa tersebut tidak tepat. Terlebih adanya anggapan masyarakat bahwa Lab adalah segalanya, padahal yang paling berperan dalam menentukan diagnosa adalah pemeriksaan klinis oleh seorang dokter, sedangkan Lab merupakan penunjang diagnostik dan follow up kemajuan pengobatan.
Moga sehat selalu dan terimakasih telah berbagi
hallo dok, saya ada keluhan di perut,
sebelumnya tgl 15 agustus bulan lalu saya mencret tidak brenti selama lalu di kasih new diatabs 3 hari ga berkurang lalu saya kasih lg immodium dan trakhir norit, tapi akhirnya saya nyerah dan pergi ke dokter, dokter kasih 3 macam obat thianicol, normudal dan rodiar, dan stelah obat itu dimakan 5 hari saya ga BAB,dan sorenya di hari kelima itu tiba2x demam dan kepala nyut2x
Di hari ke 6 dimana obatnya baru saja habis saya baru bisa BAB dan tidak mencret, nah setelah itu kemudian badan saya lemas + kadang kringat dingin , perut tidak enak selalu berbunyi2x bila sudah makan tapi tidak kembung dan ada sdkit prasaan perih/dingin/spt iritasi di dalam-nya gitu kalau pas makanan udh masuk
krn penasran saya cek lab darah, termasuk lemak jantung, faal ginjal , hematologi, serologi tubex dan semuanya di batas normal dan negatif tubex-nya, lalu saya ke dokter yg sama lg dan di kasih benzymplex + multivitamin .
nah hari ini 6 sept 2009 saya BAB di depan-nya normal tapi agak trakhir dia lembek cenderung ke mencret lg, kira2x ini sakit apa ya dok? ada alternative obat lain kah? bosan skali di kasih sakit spt bgini, perut brasanya spt banyak gas trus dan kentut2x, tidak mual dan tidak kembung cuma ada prasa-an sdkit perih dan prut bergejolak . thx..
@ erik:
Boleh jadi gangguan sistem pencernaan dengan pelbagai jenis dan variannya.
Untuk meredakan keluhan tersebut (sedikit perih dan rasa banyak gas), dapat menggunakan:
1) Obat penghambat produksi asam lambung, misalnya Ranitidine 150 mg (merk dagang bebas memilih), diminum 2×1 sehari sesudah makan.
2) Obat untuk menanggulangi banyak gas dalam saluran cerna, misalnya: Dysflatyl atau Enzymplex dan sejenisnya, diminum 3×1 sesudah makan.
Kedua jenis obat tersebut (1 dan 2) dapat diminum bareng untuk meredakan keluhan. Jika dalam 2-3 hari masih tetep gak berkurang, mau gak mau periksa ke dokter terdekat.
Trims
askum, ma’f nih mu nanya. sayakan punya seorang pacar tapi pacar aku itu menderita penyakit tipes. truz saya ingin memberikan sesuatu u/ dia tapi saya bingung apa yach oleh” makanan yang cocok u/ dia?….
@ hadi:
ass, wr, wb,
Semua makanan cocok… soto, semur, sate, cap cai, rawon, dll… boleh diberikan
Penderita tipes memerlukan makan makan bergizi tinggi.
Trims…wass
Ass wr wb.
saya sekarang lagi kena tifus sudah 3 minggu istirahat total,selain minum obat dari dokter,ada yang menganjurkan dibantu minum jus jambu biji dan kurma, sudah saya jalankan sampai sekarang. yang mau saya tanyakan, jus jambu biji boleh gak untuk penderita tifus? dan apa betul jus jambu biji dan kurma dapat membantu menyembuhkan tifus?
sebelumnya mksh bnyk dok, infonya sangat bermanfaat…
wslm.
Ass Wr Wb
Maaf dok, mau tanya lagi…
kalau sakit tifus boleh puasa? sekali lagi Mksh bnyk sebelumnya..
Wslm.
@ Aisyah:
Wa’alaikum salam,
Jus buah boleh dikonsumsi untuk menambah vitamin, tapi bukan untuk menyembuhkan tifus.
Penderita tifus sebaiknya tidak puasa karena memerlukan makan dan minum lebih banyak dari biasanya, baik jumlah maupun frekuensinya.
Moga segera sembuh.
Trims…Wass
Assalamualaikum Wr Wb..
Maaf dok, mau tanya.
Anak saya perempuan usia 2,5 tahun sudah seminggu ini kurang sehat.
Sempat panas naik-turun selama 5 hari, setelah itu demam turun dan hilang. Sekarang hari ke 7 dia sakit. Masih keringat dingin, makan sudah mulai mau meski sedikit. Dia lebih suka makan buah; pisang, strawberry. meski masih lemas, dia masih cukup ceria dan mau bercanda. Kalau buang air besar.. tidak mencret, tapi dalam jangka waktu 2 hari sekali.
2 hari lalu sempat tes darah, semua normal kecuali lekosit yang agak tinggi mencapai 11 ribu. Tapi belum tes tifus.
Karena sekarang kondisinya terlihat mendingan, saya jadi ragu mau tes tifus. Ga tega ngeliat dia diambil darah (lagi).
Bagaimana menurut dokter? karena dokter pernah sebutkan sebelumnya kalau demam tidak lebih dari seminggu, pasti bukan tifus.
lalu, apakah saya boleh berikan susu beruang dan pocari sweat untuk anak saya?
Mohon informasinya ya dok..
terima kasih banyak sebelumnya..
Wassalam..
Ariasetia
@ Ariasetia:
Wa’alaikum salam…
Jika saat ini udah gak demam dan sudah ceria, gak perlu tes tifus. Bisa jadi penyakit-penyakit infeksi lain yg banyak banget jenisnya.
Pocari sweat dan susu apapun boleh dikonsumsi, sejauh anak suka.
Moga sehat selalu
Trims.
ass
Assalamu’alaikum,
sore dok, mau nanya…
saya kemarin periksa ke dokter Sp.PD, dengan keluhan sbb:
1. kepala rasanya muyeng terus, terasa kayak yg goyang di kepala dan badan.
2. di dada terasa nyesak.
3. di leher dan pundak belakang terasa pegal, kaku.
4. di uluati terasa mual, ga enak.
5. di lutut terasa linu, pegal, lemas, kayak ga ada tenaga.
6. di paha terasa hangat.
dokter mendiagnosa GERD, Vertigo, dan ada satu lagi tp kurang jelas. kemudian saya dikasih obat: Acitral 3×1, Mertigo 3×1, Omeprazole 1×1 dan Meloxicam 1×1.
sebelumnya saya pernah kena tipes sekitar 1 tahun yg lalu. apakah penyakit tipes saya kambuh lagi? penyakit apakah yg saya derita? dan benarkah obat2 dari dokter tersebut? juga aturan minumnya dok, sebaiknya diminum sesudah makan atau sebelum makan utk masing2 obat yg diberikan tadi.
makasih dok utk penjelasannya.
wassalam,
Ardi.
@ Ardi:
Ass, wr, wb…
Bukan tipes.
Berdasarkan keluhannya, saya sependapat dengan Diagnosa Dr. SpPD tersebut, termasuk obat-2 yg diberikan beliau.
Acitral, untuk keluhan lambung, diminum 1 jam sebelum makan atau di antara 2 waktu makan.
Mertigo untuk meredakan keluhan mual dan muyeng, kepala rasa goyang, diminum sebelum makan.
Omeprazole untuk meredakan keluhan nyesek, diminum sesduah makan.
Meloxicam adalah pereda nyeri, untuk menangglangi linu, pegal dan sejenisnya, diminum sesudah makan.
Moga segera sembuh…
Wass
Dok, apakah pasien tipus atau pasien dengan keluhan lainnya di pencernaan boleh makan produk2 gandum seperti havermout dan roti gandum? Karena saya pernah baca di beberapa sumber, bahwa produk gandum ini bagus karena berserat tinggi. Namun di sumber lain juga banyak dikatakan bahwa produk gandum sulit dicerna pada beberapa orang. Dalam kasus keluhan pencernaan, kan pasien tidak dianjurkan makan makanan yang berserat tinggi. Jadi kalau sedang kena gangguan pencernaan (tipus dll), apakah produk2 gandum harus dihindari juga? Apakah berarti lebih baik makan roti putih biasa? Terima kasih ya dok atas jawabannya.
@ Tina:
Gandum boleh dikonsumsi oleh penderita gangguan pencernaan karena relatif mudah dicerna.
Trims
Dok anak saya 4th 2bl brt 20,5kg dulu saat mulai umur 3th 3bl dia sering batuk sembuh 2mg batuk lg,kata dr nya dia alergi,tp krn dr tsb cm beri antibiotik+obt batuk,akhirnya sy pindah ke dr prof,stl dites darah emang Ig E 462,led 21 jd emg parunya kurag baik hsl rontgen jg kesannya berkabut akhirnya anak saya pengobatan tb selama 6bl dan ini sdh ke 4 emang jd jarang batuk & BBnya naik trs tiap bl,tp tgl 31 okt kmrn dia demam krn hour sbtu dr nya ga praktek saya bw ke dr lain,kata dr mungkin typus,tp krn anak saya prn imunisasi anti typus jd dianggap tdk apa2 cm dikasi puyer lgs sembuh,trs tgl 23 nov ini tiba2 j8mlm di demam lg akhirnya tgl 24 nov sy bw ke dr oleh dr suru cek darah25 nov tepi & widal hasilnya hb 11,9 hematokrit 36,lekosit 2400,trom 152000,monosit 1,limposit 41,basinofil 0 yg lain normal,paraypus co 1/80,typus h 1/80. Akhirnya kata dr anak saya kena typus tp krn sdh imunisasi jd tdk berat,anak saya jg msh akif dikasi fixipar,colsancetine lgs tdk demam lg.menurut dr anak sy gimana mengingat anak saya aktif sekali.saya sampai takut kena leukimia krn demam tb tdk ada apa2 lg an jarak demam 3mg demam lg.gimana dr hasil lab nya?apakah baik2 saja kok lekositnya rendah?pdhl sblmnya anak saya jrg demam,ini kok tdk ada apa2 demam br sembuh 3mg kmdn demam lg,knp y?thx atas jawbnnya.sy tunggu yaaaaaa
@ mama jo:
… silahkan baca artikel di blog ini berjudul Flek Paru, apa iya?.
Hasil Lab pada tanggal 25 Nop gak ada nilai Lab yang menunjukkan sesuatu yg serius. Perlu diketahui bahwa nilai Lab adalah nilai median, bukan angka absolut. Lagi pula, Lab adalah penunjang diagnosa yang ditujukan untuk membantu menegakkan diagnosa jika pada Pemeriksaan Fisik mengarah atau curiga terhadap penyakit tertentu.
Lekosit yg lebih rendah dari nilai normal bisa terjadi pada bebagai kondisi, bahkan pada anak sehat sekalipun. Tentu bukan leukemia, karena leuemia ditandai dengan pembesaran limpa, anemia, trombositopenia (kekurangan trombosit) hingga di bawah 50.000 dan mudah terjadi perdarahan dengan berbagai manifestasi klinik.
Widal hanya dapat dipercaya jika diperiksa pada minggu kedua demam (demam terus menerus lebih seminggu) dengan hasil di atas 1/200. Di luar itu, diagnosa typus patut dipertanyakan …
Pada bulan-bulan tertentu, misalnya pergantia musim, adakalanya anak balita mudah sekali terkena infeksi (virus, kuman, dll). Bahkan ada yangdua minggu hingga sebulan sekali ke dokter karena sakit. Hal itu tidak lantas menandakan anak menderita penyakit yang serius. Kecuali jika penyakit yg diderita disertai penurunan kondisi tubuh , misalnya anak menjadi lemah, dll.
Anak balita yang sakit setiap2 minggu ato setiap bulan pada kondisi tertentu adalah hal yang jamak dan banyak terjadi. Terlebih di daerah (kota) padat penduduk, banyak polusi dan lingkungan yang kurang sehat.
Pada umumnya anak akan jarang sakit seiring dengan tumbuh kembang dan bertambahnya usia.
Tentang hasil rontgen saya gak komentar …
Moga sehat selalu.
Trims
Pak Dokter..saya mau tanya2 boleh ya…
sudah 2 hari ini saya sakit kepala yg luar biasa diikuti panas dingin meriang…saya minum mefinal 500mg..tp tidak terlalu ada kemajuan hanya membaik bbrp saat lalu pusing dan dingin itu datang lagi..
hari ini saya cek ke lab.. hasilnya adalah
Salmonella paratyphi BO Positif (1/80)
Hemoglobin 11,5
Leukosit 4,3
Hematokrit 32
yg lainnya normal..
apakah termasuk typus?
mohon penjelasannya…trimakasih…
@ myrna:
Keluhan tersebut dapat dialami oleh berbagai sebab. Pada umumnya setiap demam hampir selalu disertai keluhan sakit kpala dengan berbagai macam gradasi.
Untuk memastikannya sebaiknya periksa ke dokter terdekat.
Hasil Lab tidak menunjukkan penyakit apapun. Bukan pula typus. Syarat utama seseorang dicurigai typus jika panas lebih seminggu dan hasil Widal (diperiksa pada minggu kedua demam) menunjukkan nilai lebih 1/200. Di luar itu, bisa dipastikan bukan typus.
Trims
salam mas, saya memasuki hari ke 10 bedrest,karena divonis kena tipus oleh dr,melalui hasil lab IgM Thypoid(Tubex) positif 4. pantagan dokter cuma jgn makan makanan yg keras dan berminyak. dalam arti apa Berminyak itu? kalau menurut orang tua kita(turunan Chinese) berminyak itu kayak kentucky,kentang goreng,panggangan,pokoknya yg digoreng2 gitulah. jadinya sekarang makanannya cuma yg dikukus2.soalnya menurut orang tua kita penyakit tipus ini datangnya dari sering2nya kita makan makanan yg digoreng2. gimana ya? jadi pusing ni…
@ lukwan:
salam…
a, demam dengan pemeriksaan fisik (klinis) oleh dokter dan ditunjang Tubex positif 4 (minimal pada hari ke 5), kemungkinan besar typhus.
Dulu, lebih 20 tahun yang lalu, banyak larangan untuk penderita typhus. Namun sejak pertengahan 1980-an para ahli telah menyadari bahwa anggapan tersebut tidak benar. Karenanya sejak saat itu penderita typhus dianjurkan makan makanan bergizi, bukan malah tanpa makanan bergoreng. Yang dihindari utuk sementara adalh makanan atau sayurdan buah yang berserat sangat tinggi. Itupun masih diperdebatkan kebenarannya.
Saya maklum kalo orang-2 tua jaman dulu masih beranggapan seperti itu, lha wong dokter aja ada yg masih gitu. Padahal buku-2 kedokteran yang terbit tahun 1990-an sudah mengingatkan bahwa larangan makanan pada penderita typhus adalah tidak benar. Pengetahuan (termasuk kedokteran) berubah dengan cepat seiring dengan berkembangnya teknologi dan kemajuan jaman. Oleh sebab itu, yang dulu dianggap benar belum tentu benar untuk saat ini.
So, makan aja semua makanan bergizi yang disukai.
Moga segera sembuh.
Trims
terus dok, apakah masa penyembuhannya harus melewati wkt 2 minggu? kadang2 menjelang pagi badan meriang di sertai kepala agak berat dan terasa mual. gak berapa lama setelah bangun tak terasa lagi. badan aja agak lemas. apakah memang begitu? kerja sedikit badan terasa capek sekali.sebagai informasi setelah divonis typus saya cuma diberi obat biotichol 500mg 20 pcs (3×1)selama 6 hari. setelah 6 hari sampai sekarang memasuki hari ke 11 tidak minum obat apapun.apakah setelah minum obat tersebut kuman typus akan mati?dan badan saya akan sehat kembali. menurut dokter obat atau vitamin apa yg harus saya minum supaya kondisi saya fit kembali. terima kasih.
@ lukwan:
Benar…. pengobatan pada typhus dianjurkankan hingga 2 minggu setelah bebas demam.
Pada minggu kedua adakalanya masih timbul keluhan seperti di atas.
Sebaiknya Biothicol dan vitamin dilanjutkan hingga 2 minggu ke depan. Dengan begitu kuman Salmonella typhi benar-benar hilang dari peredaran.
Untuk memulihkan kondisi tubuh dianjurkan makan makanan bergizi, bukan kukusan doang…hehehe…. dan multivitamin (merk apapun) untuk membantu metabolisme).
Moga segera pulih kembali.
Trims
Maaf Dok, mampir dan tanya lagi…
Begini dok,…
sudah kurang lebih 1 minggu ini kedua dengkul kaki saya, jari kaki, dan kadang jari tangan terasa linu, kayak pegal gitu. kepala terasa berat, kadang pusing. di pundak dan leher belakang juga terasa berat dan seperti pegal. tapi badan saya nggak demam. itu tanda penyakit apa ya dok? apakah mungkin karena tipes? karena kurang lebih 2 tahun yg lalu saya pernah kena tipes.
mohon jawabannya dok, berikut saran pengobatannya. saya harus periksa apa dan apakah berobat ke dokter umum dulu boleh?
terima kasih dok sebelum dan sesudahnya.
Siang dok,
Saya adalah ibu hamil dng usia kehamilan 22 minggu (5 1/2 bulan).
Gejala yg saya alami saat itu setiap jam 3 pagi saya bisa menggigil tp suhu tubuh normal setelahnya baru kepala saya pusing.
Selama 1 minggu sya si rawat di RS krn positive typus.
Krn saya hamil oleh dokter setiap jam 10 malam saya diberi infus TRIJEC CEFTRIAXONE – OTSU – D5 5% GLUKOSA. Selama diberi 3 botol infus setiap malam (total 3 malam) esok harinya diambil darah & hasilnya Salmonella Thypii +6 (thypoid aktif).
Akhirnya malam ke 4 – 6 saya diberi infus lg dan esok harinya diambil darah lg masih salmonella thypii +6.
Krn dr awal sy di rawat tidak ada keluhan di bagian perut / usu, makan & minum saya bagus & saya tidak diberi infus elektrolit sama sekali saya minta untuk rawat jalan saja.
Saat rawat jalan saya diberi antibiotik Starcef 100, start hr senin – jum’at saya minum obat itu (masih harus di habiskan smp senin), dan hari jum’at saya ambil daraj lg ternyata hasilnya tidak berubah tetap Salmonella Thypii +6.
Pertanyaan saya :
1. Apakah Salmonella Thypii yg aktif ini akan membahayakan kehamilan / janin dalam kandungan saya?
2. Knapa tidak ada perubahan ya dok padahal saya telah minum antibiotik dr dokter tp hasil samonella thypii masih tetap sama?
Mohon pencerahannya, dok,…
Tks
Wulan
@ Ardi:
Kepala berat adalah keluhan yg kerap terjadi. Begitu juga pegal pada otot-2 pundak, leher, punggung, dll. Biasanya terkait dengan aktifitas sehari-hari.
Bukan tanda typhus dan gak ada hubungannya dengan typhus yg pernah diderita 2 tahun yg lalu.
Obatnya cukup dengan pereda nyeri, misalnya: Natrium diklofenak 50 mg (merk dagang, misalnya: voltaren, klotaren, divoltar, dll) diminum 3×1 sesudah makan hingga rasa pegal menghilang.
Trims
@ Wulan:
Makasih informasi diskripsi perjalanan penyakitnya yg sangat lengkap. Langsung sy jawab aja ya …
1) Kuman Salmonella typhi tidak akan mempengeruhi janin jika sudah diobati sesuai pedoman pengobatan typhus.
2) Pemeriksaan Lab untuk typhus (Test Widal dan Tubex) adalah memeriksa aglutinin, yakni reaksi tubuh terhadap endotoxin yang diproduksi oleh kuman Salmonella typhi, bukan memeriksa Salmonella typhi. Aglutinin dalam tubuh adakalanya tetap tinggi walaupun penderita typhus sudah sembuh dan kuman sudah gak ada lagi dalam tubuh serta gak ada keluhan.
Bahkan adakalanya orang sehatpun menunjukkan hasil pemeriksaan Tubex ataupun Widal positif tinggi saat diperiksa. Hal ini menunjukkan bahwa orang tersebut pernah kemasakan kuman Salmonella typhi dan kemudian tubuhnya memproduksi aglutinin walaupun orang tersebut tidak sakit.
Mungkin bertanya-tanya, lho kemasukan kuman Salmonella typhi koq bisa gak sakit? Bisa, jika jumlah kuman hanya sedikit dan daya tahan tubuhnya bagus.
Perlu diketahui bahwa lab adalah untuk penunjang diagnosa. Yang paling menentukan adalah pemeriksaan fisik.
Selain itu, pada penderita typhus harus minum obat lanjutan selama setidaknya 1-2 minggu setelah bebas demam. Untuk itu, sebaiknya Starcef dilanjutkan.
Semua obat typhus (amoksisilin, thiamphenicol, chloramphenicol, obat golongan sefalosporin) aman untuk kehamilan (kategori B pada kehamilan yg artinya aman), kecuali obat golongan quinolone, dan dokter tidak akan memberikan obat tersebut (obat golongan quinolon) pada wanita hamil.
Moga segera sembuh.
Trims
Alhamdulillah, senangnya saya mendapat pencerahan dari dokter,…
” pada penderita typhus harus minum obat lanjutan selama setidaknya 1-2 minggu setelah bebas demam ”
1. Saya tdk mengalami demam sama sekali dok & hanya menggigil tanpa di sertai demam.
” Untuk itu, sebaiknya Starcef dilanjutkan ”
2. Starcef sudah habis hari senin pagi/hanya 1x minum (dosisnya 2x sehari) jadi saya sudah tidak minum sejak senin malam hingga selasa ini. Apa saya bisa beli lagi dok stracefnya dan u/ di konsumsi berapa lama?
Mohon jawabannya ya dok,…..
Terima kasih
Maaf dok,
Dari info dokter ” Yang paling menentukan adalah pemeriksaan fisik ”
Ini berarti harus di cek kan ya dok sm dokter internist, apakah dng stetoscope cukup atau ada alat lain yg bisa menyatakan / indikator bahwa saya sudah sehat?
Ini saja dok tambahannya, terima kasih…
@ Wulan:
Ok, kita mulai diskusi lagi dari awal ya …
Tanda-2 Typhus sangat bervariasi dan tidak spesifik. Seringkali mirip dengan penyakit-2 lain, seperti penyakit-2 infeksi oleh adenovirus dan lain-2.
Namun pada umumnya pada minggu pertama perjalanan penyakit typhus, ditandai dengan keluhan-2, diantaranya: Demam, nyeri kepala, pusing, nyeri otot, kehilangan nafsu makan, mual, muntah, obstipasi (kesulitan buang air besar) atau bisa juga diare, dan perasaan tidak nyman di perut.
Pada minggu kedua, tanda-tanda (gejala klinis) makin jelas, yakni demam, adakalanya disertai pembesaran liver, pembesaran limpa, kembung, denyut jantung lebih pelan dari normal (bradikardi), dan kondisi fisik makin lemah.
Pemeriksaan Widal dapat dipercaya hasilnya jika dilakukan pada minggu kedua demam dengan titer yang disepakati oleh para ahli di setiap daerah (atau negara). Pada umumnya di negara kita (berdasarkan referensi Panduan Penatalaksanaan Typhus oleh Ikatan Ahli Penyakit dalam Indonesia dan buku-2 kedokteran di Indonesia), titer Widal dianggap menunjang diagosa typhus jika lebih dari 1/200 dan meningkat pada pemeriksaan ulang pada 5 hari setelahnya.
Sedangkan pemeriksaan Tubex dapat dipercaya hasilnya jika dilakukan pada hari kelima demam. Keluhan-2 diatas dan dengan pemeriksaan fisik oleh dokter, serta hasil Tubex positif lebih dari 4-5 pada hari kelima demam, diyakini menunjang diagnosa typhus.
Selain itu diperlukan pemeriksaan lain, yakni SGOT/SGPT (menilai fungsi liver) dan pemeriksaan darah untuk menunjang diagnosa.
Pemeriksaan penunjang yang paling dapat dipercaya adalah biakan kuman (kultur kuman). Hanya saja pemeriksaan ini jarang dilakukan di Indonesia karena memerlukan waktu lama untuk mendapatkan hasilnya, kecuali di RS yang digunakan untuk kepentingan penelitian.
Nah…. jika tidak ada keluhan seperti di atas dan hanya berdasarkan hasil Lab semata, diagnosa typhus perlu dikaji ulang. Mungkin benar, mungkin juga penyakit lain.
Menurut saya, dalam konteks diskusi, jika saat ini tidak ada keluhan, Starcef tidak perlu dilanjutkan. Tapi kalo memang benar typhus, maka starcef sebaiknya dilanjutkan setidaknya hingga seminggu ke depan, kecuali jika dokter yang merawat tidak menganjurkan untuk melanjutkan.
Sekali lagi, kita saat ini sedang berdiskusi, bukan menentukan pengobatan. Lagipula yang paling berkompeten menghentikan pengobatan ataupun melanjutkan pengobatan adalah dokter yang merawat dan memeriksa secara langsung.
Tentang pemeriksaan fisik, maksud saya adalah mencocokkan antara keluhan penderita dan pemeriksaan fisik oleh dokter, yakni menilai kondisi fisik melalui inspeksi (melihat), palpasi (memegang area perut), perkusi (menepuk perut dengan jari), auskultasi (mendengarkan gerakan usus dengan stetoskop). Sedangkan Lab adalah penunjang dari pemeriksaan fisik dan keluhan.
Jika saat ini dirasa masih ada keluhan, gak ada salahnya periksa ke internis.
Trims
Yup,.. tks berat ya dok atas infonya….. Sukses selalu….
@ Wulan:
Sama-2, makasih juga telah berbagi…
Moga sehat selalu
salam dok,
mau nanya lg boleh ya dok. hehehe
sampai hr ini uda 20 hr bebas dari obat bioticol. saya hanya minum vitamin imunos. (2 hr ini gak minum lagi). nah dok, kemaren mgkn kecapekan mondar mandir layani pelanggan, naik turun tangga. trus pagi ini bangun tdr rasanya dada terasa berat, kepala gak enak (agak berat sikit) kedua lutut ngilu. badan terasa lemas. rasanya capek banget. emang ada pengaruh ya dok, kl terlalu capek pykt ini bs kambuh lg? apakah saat ini saya sdh smbuh? menrt dokter kapan saya benar2 smbuh total? apakah stlh smbuh total, kuman typus ini bs kambuh lagi?
@ lukwan:
salam …
Enggak, gak ngaruh. Typhus kalo udah sembuh gak akan kambuh kecuali tertular lagi.
Keluhan tersebut sangat wajar dialami oleh seseorang yang baru sembuh dari sakit cukup lama (sakit apapun). Terlebih jika kelelahan, baik lelah fisik maupun psikis.
Gak perlu terlalu khawatir, ntar akan pulih jika cukup istirahat dan cukup makanan bergizi.
Makasih.
saya wanita umur 30 th. pd tgl 11 november 2009 saya ddiagnosa kena typus dgn tes`widal sbb:
salmonella typus O : + 1/80
salmonella typus H : + 1/320
salmonella paratypus A : + 1/80
salmonella paratypus B : negatip
setelah itu saya diberi antiboitik tapi saya lupa namanya lalu dalam beberapa hari saya sdh sembuh tidak demam lagi sampai sekarang setelah satu bulan saya coba tes widal lg dan hasilnya:
widal s typhi O : negatif
widal s par A-O : negatif
widal S par B-O : 1/40
widal S par C-O : negatif
widal S typhi H : 1/640
widal S par A-H : negatif
widal S par B-H : 1/40
widal s par C-H : 1/40
apakah ini artinya dokter? apa saya msh blm sembuh padahal saya merasa bai-baik saja bahkan sangat sehat. terimakasih sebelumnya..
maaf dok,bukan begitu 5 hr yg lalu badan serasa sehat. di dengkul gak terasa ngilu badan jg terasa kuat. dlm 2 hari ini didada terasa capek, lelah, letih, lesu pokoknya 5L lah dok. dengkul terasa tak kuat u/ berdiri. harus pelan2 setelah bgn dari duduk. knapa ya dok? apakah memang bawaan pykt ini hrs istirahat dlm jangka waktu tertentu.( mis, 3 minggu atau sebulan )dgn istirahat total maksudnya gak blh kerja? thanks banget dok untuk penjelasannya.
@ rina:
Jika diagnosa tersebut emang bener-2 typhus, nilai widal saat pemeriksaan ulang setelah satu bulan gak masalah. Artinya, kesembuhan tidak ditentukan oleh pemeriksaan widal semata namun lebih kepada kondisi fisik. Jika sudah tidak ada keluhan setelah pengobatan, berarti udah sembuh.
Lagipula, test widal bukan untuk memeriksa ada tidaknya kuman Salmonella typhi tapi untuk memeriksa agltutinin, yakni reaksi tubuh terhadap endotoksin yg diproduksi oleh kuman Salmonella typhi. Itulah mengapa pada orang yang sembuh dari typhus masih didapati tes widal positif tinggi setelah beberapa bulan hingga beberapa tahun kemudian walaupun tidak ada kuman salmonella typhi dalam tubuhnya.
Untuk memastikan ada tidaknya kuman Salmonella typhi adalah dengan Pemeriksaan biakan (kultur) kuman. Namun pemeriksaan ini tidak lazim dilakukan di Indonesia karena memakan waktu lebih seminggu untuk mengetahui hasilnya, kecuali untuk kepentingan penelitian.
Kesimpulannya: gak masalah dengan hasil tes widal yg terakhir seperti tergambar di atas. Gak perlu terlalu kuatir.
Trims
@ lukwan:
ya, mestinya harus benar-benar fit untuk bekerja kembali. Itupun diawali dengan kerja ringan saat memulai bekerja lagi agar tidak timbul keluhan seperti di atas.
Durasi istirahat dari aktifitas yang melelahkan tidak ada batasan yang tegas. semuanya bergantung pada kondisi fisik masing-masing. Namun secara garis besar, pada umumnya diperlukan masa istirahat sekitar 2 minggu hingga 4 minggu.
Trims
selamat malam dok, maaf nih agak cerewet. hehehe
benar saran dokter, srh nerusin bioticol selama 2 minggu ke dpn. berhubung saya gak sanggup minum obat itu lg. (karena serasa minum obat itu badan gemetar, lemas x.) saya tak meneruskan lagi setelah 20 bj dr resep dokter. hari demi hari penyakitnya seperti mau kambuh kembali. akhirnya mlm ini (udah 21 hari)saya ke dr lain lg, kata dokter tsb dosis obat yg saya minum (bioticol) kurang.sekarang saya di beri obat RESKUIN (levofloxacin) 500mg 1×1 selama 5 hari. kata dr, ini obat paling mantap. memang dok dr segi harga juga mahal. nexium jg 1×1. imunos 1×1 jg. apakah setelah minum obat ini kumannya akan mati total? apakah perlu di lakukan test tubex lagi untuk memastikan kumannya sdh habis. apa benar dok, kasiat obat ini bener2 mantap? terima kasih banyak dok atas bantuan informasinya.
maaf dok, ada tambahan sikit.
misalkan saya sudah smbuh dari typus, apakah saya boleh di vaksin typus. saya khawatir akan tertular lg.
@ lukwan:
Gini, obat pilihan pertama pada typus adalah Tiamfenikol (merk dagang: bioticol, dll) dan kloramfenikol. Kedua obat tersebut di dunia medis disebut Drug of Choice pada typus.
Jika karena berbagai hal obatpilihan pertama tidak bisa diberikan (misalnya karena efek samping mual, lemas, dll), maka dapat diberikan obat pilihan kedua.
Adapaun obat pilihan kedua pada typus diantaranya: (a) obat golongan amoksisilin, (b) cotrimoxazole, (c) sefalosporin dan (d) obat golongan quinolone.
Nah, levofloxacin adalah salah satu dari obat golongan quinolone. Gak ada jaminan obat mahal lebih efektif ketimbang obat yang lain. Banyak faktor yang membuat seorang dokter memutuskan memberikan salah satu dari obat-2 tersebut di atas.
Menurut saya, dari kronologi sejak awal, kemungkinan penyakitnya udah sembuh. Adapun keluhan yang dialami saat ini boleh jadi disebabkan karena memang masih dalam fase pemulihan kondisi fisik.
Boleh periksa Tubex lagi. Namun perlu diketahui bahwa Tubex adalah pemeriksaan penunjang yang memeriksa aglutinin, yakni antibody yang diproduksi tubuh sebagai reaksi terhadap endotksin yang diproduksi oleh kuman Salmonella typhi. Artinya, jika seseorang sudah sembuh, pemeriksan tubex bisa menunjukkan hasil negatif atau positif tapi kurang dari positif 4.
Mungkin bertanya, sembuh koq masih positif ? Bisa terjadi seperti itu dikarenakan aglutinin dapat bertahan hingga berbukan-bulan dalam tubuh kita walaupun udah gak ada lagi kuman Salmonella typhi.
Pemeriksaan yang lebih pasti untuk menentukan ada tidaknya kuman adalah pemeriksaan biakan kuman (kultur kuman), tapi pemeriksaan ini jarang dilakukan lantaran hasilnya memerlukan waktu lama dan biasanya hanya untuk kepentingan penelitian.
Vaksin bisa dilakukan jika udah sembuh, namun keputusannya akan ditentukan oleh dokter yang merawat tentang perlu tidaknya vaksin typus mengingat hingga saat ini vaksin typhus masih dipertanyakan keefektifannya. hal ini dapat dimaklumi karena ada lebih dari 2500 varian kuman Salmonella (data dari WHO pada tahun 2005).
Trims
pagi,dok….
mau tanya ni dok,,,
pacar saya sudah satu minggu demam disertai diare,badannya lemes trus pegal2 di sekitar pundak dan leher,,,,
setelah ke dokter sebanyak 3 kali dalam seminggu dan diagnosis yang berbeda2 serta obat yg berbeda2 pula maka pada hari ke 8 di bawa ke RS,dan diperiksa,cek darah,,,,,dinyatakan kena tifus.
trus kata dokterny juga maag dan lambungny luka,,,,
kemarin saya baca di tanya jawab ini katanya boleh makan nasi,buah,apapun kecuali yang berserat tinggi,,,,tapi tadi malam saya bawain buah2an kok malah g boleh ya dok,,,jdi g enak tuh dah bawa tapi malah g boleh….kata kakaknya c blm boleh makan nasi sama yang asem2 jdi dia disuruhmakan bubur ja trus minum buavita harus habis 3 dalam 1 hari gitu dok,,,,kata pacar saya sih menyiksa banget,hehe…. jadi sedih liatnya tambah kurus(curhat sedikit ga pa2 ya dok)
trus sebenernya yang boleh dia makan tuh apa dok?soalnya saya bingung mesti bawain apa klo mau jenguk dia,,,
klo makanan seperti Quacker oats itu boleh g sih dok?trus makanan yang aman buat lambung dia pa dok?tolong penjelasannya ya dok.
trims sebelumny,ya dok.
@ adinda:
Hari gini masih makan bubur ?
Begitulah yang masih diyakini oleh masyarakat kita, terutama orang-orang jaman dulu yang memang mendapatkan informasi seperti itu.
Yang bener, makan makanan bergizi tinggi untuk mempercepat pemulihan dan mengganti kalori yg hilang selama demam. Kecuali sayur dan buah yang mengandung serat terlalu tinggi. Artinya, dianjurkan makan makanan yang huenak-huenak, seperti : semur, kare, soto, dll, asalkan tidak menimbulkan perih pada lambung.
Quacker oats tentu sangat boleh.
supaya gak ribut.
Gini aja, coba rundingan ama pacar, makanan apa yang disukai saat ini. Kemudian diam-diam bawain oleh-oleh sesuai permintaan pacar, dan makan sembunyi-sembunyi.
Trims
makasih dok atas sarannya,seneng bsa dpt info secepat ini….
klo nanyain makanan pa yg disukai,banyak bgt permintaanny dok,mau es buah lah,trus sup lah,,,hihi namanya juga orang sakit ya dok,
@ adinda:
sama-sama, makasih telah berbagai… moga pacar cepet sembuh
@ THE REAL:
Maaf, komentar sampeyan sy hapus. Tidak patut untuk didiskusikan, kecuali jika sampeyan bertindak gentle.