Tifus, tidak harus makan bubur

ilustrasi pola makan seputar penyakit tifus

ketika seseorang mendengar penyakit demam tifus (demam tifoid, typhus abdominalis), maka yang terbayang adalah makan bubur.
Itupun masih diperinci melalui tahapan, mulai bubur saring, bubur halus, bubur kasar lalu nasi lunak dan nasi.

Menilik ilustrasi di atas, terbayanglah seorang penderita tifus yang lemah, tak berdaya, sakitnya lama.
Mungkin informasi tersebut didapatkan dari para dokter atau paramedis (perawat, bidan dll) atau bahkan dari mulut ke mulut sehingga menjadi semacam keyakinan yang mengakar.

Sampai kini masih terjadi kontroversi tentang makanan pada penderita tifus, terutama di kalangan dokter.

Pada masa lalu, para ahli berpendapat bahwa penderita tifus diharuskan makan bubur dengan alasan untuk meng-istirahat-kan usus dan kekhawatiran terjadi perdarahan usus.
Sehingga penderita tifus yang diharuskan makan bubur, kondisinya makin lemah dan masa penyembuhannya makin lama.

Pada perkembangannya, pendapat di atas berhadapan dengan kenyataan bahwa pemberian makanan padat secara dini (nasi) mempercepat pemulihan penderita tifus.
Jadi, pemberian makanan padat dini (nasi) dengan lauk pauk rendah selulosa, aman diberikan pada penderita tifus.

Bagaimana bila penderita tifus tidak bisa makan nasi karena perutnya terasa tidak enak atau sakit ?
Kondisi demikian adalah perkecualian, penderita bebas memilih, apakah mau makan lunak atau padat.

Pendapat terakhir (makan padat dini) sudah menjadi semacam standar, seperti termahtub dalam “Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam”, jilid I oleh Persatuan Ahli Penyakit dalam Indonesia (PAPDI), terbitan Balai Penerbit FKUI edisi III tahun 1996, cetakan ke 7 tahun 2004, halaman 439.

Silahkan simak penggalannya di bawah ini:

Di masa lampau, pasien demam difoid diberi bubur saring, kemudian bubur kasar dan akhirnya nasi sesuai dengan tingkat kesembuhan pasien. Pemberian bubur saring tersebut dimaksudkan untuk menghindari komplikasi perdarahan usus; karena ada pendapat, bahwa usus perlu diistirahatkan. banyak pasien tidak menyukai bubur saring, karena tidak sesuai dengan selera mereka. Karena mereka hanya makan sedikit keadaan umum dan gizi pasien semakin mundur dan masa penyembuhan semakin lama.
Beberapa peneliti menunjukkan bahwa pemberian makanan padat dini, yaitu nasi dengan lauk pauk rendah selulosa (pantang sayuran dengan serat kasar) dapat diberikan dengan aman pada pasien demam tifoid.
Karena ada juga pasien demam tifoid yang takut makan nasi, maka selain macam/bentuk makanan yang diinginkan, terserah pada pasien sendiri apakah mau makan bubur saring, bubur kasar atau nasi dengan lauk pauk rendah selulosa.
( Prof. dr. Rachmat Juwono)

Mengapa di Rumah Sakit - Rumah Sakit masih memberikan diet bubur kepada penderita tifus ?
Sayang sekali, di negeri ini saya belum mendapatkan penelitian komperatif (tanpa sponsor) tentang hal tersebut di atas yang dipublikasikan secara luas.

Topik terkait:

diet of Typhoid fever

Test Widal Utk Tifus

190 Tanggapan ke “Tifus, tidak harus makan bubur”


  1. 1 dani Januari 12, 2007 pukul 9:21 am

    masih banyak jg mitos2 lain yg perlu diingatkan lagi..mungkin Pak Hatmoko bs bagi pengalaman disini..

    mis. demam, biasanya kompres es di dahi, tp mandinya kok air hangat, knapa gak air es sekalian… :)

  2. 2 cakmoki Januari 12, 2007 pukul 3:55 pm

    @ Dani,
    Maaf mas Dani, saya mulai merintis mendekatkan blog medis ke komunitas umum di wordpress.
    Yang lama tetep aja koq, … hehehe
    Ya betul, tapi berbaginya sama-sama dong… gimana kalo mas Dani bikin blog lagi di wp untuk umum … kita coba rintis disiminasi informasi.
    Saya udah coba-coba keliling cari masukan secara ga langsung, yang terlalu “medis” membuat orang segan berinteraksi, apalagi istilahnya aneh-aneh.
    Sebenarnya saya bikin “salah kaprah” di dunia medis format flash. Nanti saya lihat lagi.
    Repotnya, saya masih kesulitan menulis bahasa “friendly”.
    :)

  3. 3 helgeduelbek Januari 12, 2007 pukul 5:21 pm

    Itu dia… bahasa kedokteran memang sulit untuk dipahami apa lagi dinget2… tambah pusing. Lewat blog semua bisa diceritakan ala orang awam saja… pasti bener2 komunikatif. Semoga dengan blog masyrakat tambah ilmu kedokteran… :D gratis lagi… :D

    BTW Jadi inget anak saya dulu pernah kena malaria kemudian lanjut jadi tipes, berobat gak sembuh2. Akhirnya dipaksa makan teratur sama mama-nya tidak dalam bentuk bubur tapi nasi biasa agak lembek. sambil di cekok-kin air rebusan daun pepaya gantung 3 kali sehari. Alhamdulilah sembuh.

  4. 4 cakmoki Januari 12, 2007 pukul 7:42 pm

    @ helgeduelbek,
    Terimakasih ikut mensupport, ada sedikit kesulitan dibandingkan dialog di dunia nyata, tapi tetap saya usahakan komunikatif … jangan kuatir pak, gratis dan bebas sponsor :)
    Malaria ya … nah ini masukan bagi saya untuk bikin postingannya.
    Jangan bosan berkunjung ya …

  5. 5 wandira Januari 29, 2007 pukul 6:09 pm

    Kalo katanya gejala tifus, gimana dok ? masih tetap bisa makan nasi ?.
    Terimakasih dok, dan salam kenal sebelumnya.

  6. 6 cakmoki Januari 30, 2007 pukul 12:35 am

    @ wandira,
    Ya, bisa, malah lebih bagus. Sedangkan yang sudah pasti tifus, dibuktikan dengan biakan kuman (di Indonesia masih jarang dilakukan karena perlu waktu lebih 4 hari untuk mengetahui hasilnya ), dianjurkan makan padat dini (maksudnya nasi).
    Selama merawat pasien dugaan (gejala) tifus, saya tetap menganjurkan makan nasi, kecuali tidak bisa makan apa-apa.
    dengan makan nasi masa penyembuhan menjadi lebih singkat dan pasien tidak menjadi lemas.
    Informasi tentang perubahan pola makan tifus memang tidak mudah diterima, mengingat sudah tertanam bahwa tifus identik dengan makan bubur. Saya sendiri memerlukan waktu lebih 5 tahun untuk meyakinkan masyarakat sekitar, itupun menyampaikan melalui media audiovisual.
    Maaf ya, jawabannya kepanjangan.
    Salam kenal juga dan terimakasih telah berkunjung.

  7. 7 vinh Maret 13, 2007 pukul 10:41 am

    saya perna kena penyakit tipus, tp dokternya or RS slalu aja memberi makan bubur,and ngasi makanan yang bersambal juga ,apa itu boleh?

  8. 8 cakmoki Maret 13, 2007 pukul 1:39 pm

    @ vinh,
    Ya masih banyak yang seperti itu. Alhasil tambah lemas. Sebenarnya hal ini sering dikeluhkan pasien. Kebanyakan pasien lebih suka makan nasi, apalagi pakai lauk yang enak, misalnya soto, rawon, jap cai, koloke, dll. Sambal tidak dilarang, boleh, sepanjang tidak membuat mual.

  9. 9 wirana April 4, 2007 pukul 9:36 am

    Dok,

    gara2 pacar saya kena tipus menggiring saya ke situs ini…

    makasih infonya…he he he…

    Semoga lebih bermanfaat.

    Salam

  10. 10 cakmoki April 4, 2007 pukul 4:59 pm

    @ wirana,
    Semoga sang pacar tercinta cepat sembuh ya :)

  11. 11 Ari Mei 22, 2007 pukul 8:24 pm

    Dokter … suami saya baru 5 hari yang lalu keluar dari RS karena tipus, saya sebagai istri bingung dengan menu makanan untuk suami supaya dia cepat pulih dan penyakitnya nggak kambuh lagi. Mohon saran makan yang boleh dan tidak boleh untuk penyakit tipus, terima kasih dokter

  12. 12 cakmoki Mei 23, 2007 pukul 12:41 am

    @ Ari,
    Menurut saya, makan bergizi tinggi.
    Yang sementara dihindari (bukan selamanya) hanyalah sayuran dan buah berserat tinggi. Kalo sop, soto, rawon tentu boleh dan dianjurkan.
    Memang sih, masih ada yang melarang ini itu, maaf saya tidak termasuk aliran tersebut karena hanya akan melemahkan pasien.
    Pasien-2 saya di praktek tidak pernah saya larang macam-macam makanan agar segera pulih.

    Jadi menurut saya, suami ibu makan nasi dan lauk pauk bergizi tinggi, untuk sementara menghindari sayur dan buah berserat tinggi.

    Moga suami ibu segera pulih kembali dan diberikan kesehatan untuk ibu sekeluarga :)

  13. 13 hendra Juni 25, 2007 pukul 8:07 pm

    Dokter, beberapa bulan lalu saya pernah kena tifus, waktu ambil darah di lab memang positif tifes, oleh dokter yg merawat saya dikasih antibiotik dan akhirnya setelah 2-3 minggu saya dinyatakan sembuh setelah darah kembali diperiksa dan hasilnya negatif, tetapi yg jadi pertanyaan saya dok, kok kadang2 saya masih merasa agak sakit seperti waktu kena tifus dulu, badan kadang agak lemas disertai ada perasaan demam, juga kadang perut agak mulas dan diare apalagi kalo habis makan yg pedas2, ini sudah pernah saya konsultasikan ke dokter saya cuman jawabannya katanya ga ada apa2, katanya emang usus masih dalam pemulihan jadi wajar kalo kadang masih ada rasa2 sakit, tapi masalahnya ini sudah 4 bulan dok sejak saya dinyatakan sembuh, berapa lama sebenarnya waktu yg dibutuhkan untuk saya dapat pulih seperti sediakala sebelum kena penyakit tifus, mohon pencerahannya dok , terima kasih

  14. 14 cakmoki Juni 26, 2007 pukul 12:18 am

    @ Hendra,
    wah lama sekali sampai 4 bulan.
    Jika memang benar dinyatakan Tifes, pengobatan akhir adalah 2 minggu setelah bebas panas pada saat dinyatakan Tifes. Setelah itu akan pulih seperti sediakala. Kecuali jika ada gangguan lain.

    Sebaiknya makan biasa saja seperti saat sebelum Tifes, pakai nasi, lauk dan sayuran, tidak perlu terlalu cemas tentang makanan. Kalaupun setelah makan pedas kemudian diare, maka makan pedasnya diatur bertahap, dimulai tidak terlalu pedas dan seterusnya hingga tidak diare lagi. Bisa jadi penyebab diare karena gangguan pencernaan saja.

    Gak perlu makan nasi lunak lho, ntar malah lemas, mudah kembung dan mudah diare. Sekali lagi makan seperti biasa.

    Adapun waktu penulihan sudah terjawab pada penjelasan diatas, yakni sekitar 2 minggu setelah tidak panas saat pertama dinyatakan Tifes.

    moga penjelasan ini membantu dan semoga segera pulih kembali.

  15. 15 Yovita Agustus 7, 2007 pukul 8:34 pm

    Dokter, kalo gejala tipes itu bukannya tidak boleh makan yang berminyak dan yang mengandung santan? Kebetulan suami saya suka sekali makan soto yang mengandung santan. Apakah boleh?
    Lalu, boleh gak makan mie dan roti untuk selingan? Soalnya pusing juga nih dok, kalo makan bubur terus selain lemas juga membosankan. Terima kasih untuk jawabannya ya dok.

  16. 16 cakmoki Agustus 8, 2007 pukul 2:25 am

    @ Yovita,
    Sebenarnya istilah gejala tipes itu sudah sering dikritik oleh para ahli penyakit dalam. Ok, gak papa lah …
    Maaf Bu, penderita penyakit tipes tidak perlu makan bubur, karena tambah lemes dan memperlama penyakitnya. Lagipula di dalam buku-buku wajib mahasiswa kedokteran sudah disebutkan bahwa para ahli masa lalu keliru telah menganjurkan makan bubur nagi penderita tipes.

    Jadi, … mau soto, rawon, bakso, sayur bersantan, berminyak: boleh, dan tidak ada larangan.
    Justru dianjurkan makan banyak supaya kondisi segera pulih.

    Mie, roti dll boleh juga. Kasian kan kalo udah sakit masih disiksa oleh larangan yang keliru :)

    Yang sementara dihindari hanya makanan berserat tinggi, misalnya: sayur sawi dan kangkung, buah nenas, atau sejenisnya.
    selebihnya boleh koq.

    moga penjelasan ini berguna dan semoga bapak segera sembuh :)

  17. 17 christine Agustus 8, 2007 pukul 9:12 am

    wah tengkyu dok, 2mg lalu saya gejala tifus, tapi makan nasi seperti biasa, cuma ga makan sayur dan buah,,, sembuh kok, hari2 ini masih agak kambuh aja kalo udah kecapean, perut terasa sakit n lemes seperti waktu tifus dulu….memang begitu ya dok, kalo masih “gejala tifus” akan teulang terus jika kondisi menurun??? thx dok

  18. 18 cakmoki Agustus 8, 2007 pukul 5:58 pm

    @ christine,
    seperti penjelasan saya sebelumnya, gejala tifus adalah diagnosa rancu, ini berbeda jiga didiagnosa dengan ‘dugaan tifus”.
    Sebagai pegangan, jika sebelum 6 hari udah sembuh, bisa dipastikan bukan tifus.
    Andai benar-benar tifuspun, makan tetap nasi, … dan buah boleh dong, malah dianjurkan seperti: pisang, kates, dll.
    kalo gak makan buah dan sayur kan jadi lemas :)

    oh ya, tifus terulang jika ada kuman tifus masuk ke tubuh kita lagi dan pada saat bersamaan tubuh kita sedang tidak fit.

    Ok, trims telah berbagi ya

  19. 19 Aldi Agustus 19, 2007 pukul 7:00 pm

    Dok,saya mau tanya. Saya terserang demam dan sakit kepala. Setelah pergi k dokter dikatakan mungkin terkena tifus. Apabila dalam 3 hari demam tidak turun maka dianjurkan tes darah. Yg mau saya tanyakan apakah demam pada sakit typhus lebih sering terjadi pada sore hari? Soalnya sore ini demam saya kok jd tinggi lagi. Kemudian buah apa saja sebaiknya yg saya konsumsi? Apakah jus jeruk tidak boleh diminum karena asam? Adakah obat yg bs mempercepat proses penyembuhan? Saya pernah dengar kl serbuk cacing itu obat tradisional untuk sakit typhus, apakah itu benar? Terima kasih atas jawabannya dok.

  20. 20 Jackson September 12, 2007 pukul 4:25 am

    Halo Dok….

    Awalnya saya ingat kalau saya mulanya stres, 2 bulan lalu, saat itu saya mencret dan tinjanya hitam, sebenarnya saya orang yg jarang sekali sakit, biasanya flu sekali dalam 3 tahun. Tidak ada gejala lain semasa mencret hitam ini, lalu sekitar 4 hari kemudian (mencret hitamnya 3-4 hari kalau tak salah), saya merasakan pada jam-jam tertentu menjadi lemas tiba-tiba. Saat ini, saya malah sembelit (susah BAB), saya meminum vegeta dan BAB lancar, warnanya normal. Sampai disana, saya belum memutuskan pergi ke dokter. Kira-kira 3 hari kemudian, ini sekitar 10 hari dari awal mencret hitam tadi, saya mulai merasakan meriang tidak jelas, kadang datang, kadang tidak, tapi tiap hari pasti ada. Pada tahap ini saya merasakan mata panas, dan ada bagian-bagian tertentu tubuh saya hangat. Paling sering betis kaki dan betis tangan (bagian antara siku dan telapak).

    Saya ke dokter umum, disana saya dicek darah, dgn Widal negatif. Dikasih obat pencernaan dan vitamin. Meriang itu tak pernah behenti, anehnya meriang itu tidak pernah berubah jadi demam.

    Seminggu kemudian (masih dgn gejala meriang) saya pindah ke dokter lain, tapi masih tetap dokter umum. Disana saya disuruh cek darah lagi, yakni hematologi lengkap, tinja, dan urine.

    Hasilnya, semua normal, kecuali;
    Pada Hematologi lengkap:
    -Hit Jenis - STAB 0.01 (acuan normal 0.03-0.05)
    -LED 50-85 (acuan normal laki-laki 0-15)
    Pada Urine:
    -Nitrit 0-1 (acuan normal negatif)

    Tekanan tensi 160.

    Dokternya bilang, LED mengindikasikan ada infeksi kronis dalam tubuh saya, tapi dia tak tahu dgn pasti infeksi apa dan dimana. Lalu dikasih antibiotik dan obat lain. Tidak ada larangan makan pada waktu itu, cuma uniknya, kalau saya memakan makanan lembut meriangnya tidak datang, kalau saya memakan nasi, meriangnya kembali ada. Tapi pada akhirnya, meriangnya tidak juga hilang. Kira-kira itu sudah sebulan terhitung sejak awal mencret hitam. Dia tidak menyinggung masalah STAB dan nitrit, akhirnya saya search di internet. STAB saya tak temukan di internet dan tak tahu apa artinya. Nitrit itu ada dalam urine saya karena bakteri merubahnya dari nitrat, bakteri itu banyak macamnya, diantaranya salmonella.

    Teman menyarankan saya ke spesialis penyakit dalam dan sebaiknya tidak bermain-main dengan sakit-sakit tidak biasa, dokter menyarankan untuk tes darah lagi untuk men-cek SGOT, SGPT, Cholesterol Total, Trigliserida, HBs Ag, Anti HCV, IgM Anti Salmonella, Thorax (rontgen). Semua normal, kecuali;
    - Cholesterol Total 5.9 (acuan normal dibawah 5.2)
    - Trigliserida 5.0 (acuan tinggi bila diatas 2.3)
    - IgM Anti Salmonella Positive 6 dgn dugaan infeksi demam tipoid aktif—(acuan =4 positive). Artinya saya 2 poin diatas positif.

    Saya dikasih obat Levocin untuk demam tipoid, Hypofil untuk kolesterol dan trigliserida, dan obat lain, saya lupa namanya karena sudah habis. Seingat saya, dulunya saya disuruh berhenti merokok dulu, tapi tidak ada larangan memakan nasi, cuma kalau bisa serat dihindari. Meriang saya hilang, sampai sekarang. Tapi saya masih sering merasa lemas, tidak fit, diare, makanan yg saya konsumsi adalah roti tawar dan bubur. Itupun tidak teratur karena saya tetap dgn kebiasaan begadang saya, merokok, dan tidak pernah bed rest, soalnya kalau bekerja ya saya bekerja, mandi ya mandi. Tapi saya banyak sekali mengkonsumsi bear brand, bioplus dan sun chlorella dari CNI. Pun saya menulis surat ini jam 3:10, dini hari, artinya ya begadang. Teman-teman saya sering heran, “kamu ini mau mati ya?”, kata mereka.

    Pertanyaan saya dok, maaf ya kalau kepanjangan:
    -Apakah demam tipoid saya gagal disembuhkan? Secara saya masih lemas, tidak fit, sering diare, bangun pagi hari mulut pahit sekali, perut kembung.
    -Apakah kebiasaan begadang, merokok, tidak banyak bed rest (terbaring) itu salah selama pengobatan demam tipoid?
    -Apakah saya tergolong penderita tifus atau paratifus atau tidak samasekali?
    -Apakah tes darah yg banyak itu sudah bisa menjelaskan gejala-gejala yg saya alami?
    -Apakah saya lama kelamaan bisa terkena radang usus? Soalnya tadi sore saya menonton Jewel in the Palace, kaisarnya mati karena radang usus, saya jadi kuatir!

    Terima kasih dok, semoga dokter berkenan menjawabnya, karena saya sudah mulai stres dgn penyakit berkepanjangan ini.

  21. 21 cakmoki September 12, 2007 pukul 11:36 am

    @ Aldi,
    waduuhhh maaf nih, ada yang kelewatan ternyata :)
    Menurut saya gak perlu pakai obat yang ga jelas cara kerja dan keamanannya, sebaiknya pakai obat yg sudah teruji secara klinis aja deh
    Oh ya, sekilas tentang tifus, silahkan download di halaman download ya … ntar kita diskusikan :)
    Thanks

    @ Jackson,
    ok, informasinya sangat lengkap.

    Pemeriksaan IgM adalah pemeriksaan penunjang Tifus terkini yang paling sensitif. Beda dengan widal yg saat ini dipakai untuk foloow up, itupun tidak banyak membantu.
    Saya hanya ingin menggaris bawahi beberapa hal, pertama IgM dan faktor kebiasaan, lab lain menurut saya tidak banyak pengaruh.

    Apakah demam tipoid saya gagal disembuhkan? Secara saya masih lemas, tidak fit, sering diare, bangun pagi hari mulut pahit sekali, perut kembung

    Demem tipoid bisa disembuhkan dan itu tidak sulit. Adapun lemas dan keluhan lain lebih disebabkan karena kebiasaan tidak bedrest dan makan bubur. Padahal seharusnya makan nasi agar kondisi segera pulih. Yg serat tinggi seperti kangkung, sawi, daun pakis emang sementara dihindari, adapun yang lain boleh. Justru kalo bisa makan berkalori tinggi dan protein tinggi untuk memulihkan tenaga. Umumnya orang demam or meriang akan kehilangan kalori sekitar 20 gram perhari.

    Apakah saya tergolong penderita tifus atau paratifus atau tidak samasekali?

    Pemeriksaan penunjang IgM menunjukkan tifus, … sembuh jika demam or meriang hilang. Yg diperlukan setelah itu adalah pemulihan dengan makanan bergizi dan istirahat, … termasuk : tidak begadang … hehehe.

    Apakah saya lama kelamaan bisa terkena radang usus? Soalnya tadi sore saya menonton Jewel in the Palace, kaisarnya mati karena radang usus, saya jadi kuatir!

    hmmm, tifus adalah penyakit infeksi usus (radang usus) yang disebabkan oleh Salmonella thypii, sedangkan radang usus (infeksi usus) yang lain diberi nama sesuai penyebabnya.
    Contoh: Diare secara umum adalah radang usus karena virus, jamur, kuman dll. Kalo disertai darah berlendir dan mules, demam, disebut Desentri dll .. masih banyak.

    Dulu, sebelum ditemukan klasifikasi penyakit berdasarkan penyebabnya, semua gangguan di usus disebut Radang usus dan jaman dulu belum ada obatnya sehingga bisa berbahaya. Namun sekarang sudah sangat berbeda kan ?

    So, yang penting saat ini, menurut saya adalah pemulihan kondisi fisik dan psikis. Caranya, makan makanan bergizi, cukup istirahat dan hindari kecemasan :)

    Moga segera pulih kembali.

  22. 22 Jackson September 12, 2007 pukul 5:10 pm

    Dok makasih banyak atas pencerahannya, biasanya untuk mendengar satu dua kalimat saya harus bayar Rp.50rb untuk Internist, saya jadi `ga enak nih…Semoga Tuhan memberkati dokter sekeluarga dan melimpahi dgn rezeki. Blog ini menjadi wajib kunjung buat saya tiap hari, sekaligus saya minta izin dokter untuk me-linknya di beberapa tempat. Jarang-jarang ada dokter setulus ini ngasih pengetahuannya tanpa uang, again…thank you very much and God Bless!

  23. 23 cakmoki September 12, 2007 pukul 8:49 pm

    @ Jackson,
    Sama-sama pak, hehehe … tidak perlu sungkan ah, kita kan cuma berbagi sedikit pengetahuan, bukan hal yang istimewa :) … bagi saya tentu sangat bermanfaat juga.
    Terimakasih atas do’a dan supportnya … thanks too

  24. 24 Alex Oktober 22, 2007 pukul 12:27 pm

    Hallo cakmoki.

    Salam kenal ya.
    Mo nanya nih mas. Boleh kan heheheee.
    Saya punya ibu, umur sekitar 50 an th.
    Udah hampir setaun kena sakit perut. Dulu memang ibu kerja dari jam 8 pagi ampe jam 12 malam, mbantu kakak di warung. Pertama dokter bilang gejala tyfus. Minum anti biotik. Tapi kagak sembuh2 hingga kini. Kalo kerja sedikit, misal masak bubur (masih dianjurkan makan bubur oleh dokter), udah langsung kumat sakitnya.
    Periksa dokter lagi dikasih anti biotik lagi.

    Saya jadi bingung, sebenarnya sakitnya apaan ya.
    Soalnya tiap hari tidur mulu nggak bisa apa2. Kasian banget mas.

    Kira2 makanan apa ya yg dianjurkan.
    Saya mau coba kasih salah satu suplement makanan tapi mengandung kadar Cuka Raja 0.02% berbahayakah?

    Sekian dulu ya.
    Terimakasih atas jawabannya mas.
    God bless you.

  25. 25 Alex Oktober 22, 2007 pukul 12:43 pm

    Oo iya mo nambahin sedikit.
    Kalo makan agak keras sedikit perut merasa sakit mas.
    Jadi makan bubur encer tiap hari.
    Kira2 makanan yg bagus untuk mengembalikan kondisi apaan ya?
    Jangan bilang yg mengandung banyak kalori aja mas…hehehheeeeee..kaga ngerti…
    Sebutin nama object nya aja ya…

    Oke deh.
    Terima kasih lagi.
    God Bless You.

  26. 26 cakmoki Oktober 23, 2007 pukul 2:23 am

    @ Alex,
    salam kenal juga, makasih udah mampir :)

    Ok, kalo tifus sih, tanda utama adalah demam, lebih dari 7 hari disertai tanda lain dan jika perlu ada pemeriksaan laboratorium sebagai penunjang …. kalo kagak demam, besar kemungkinan bukan tifus.

    Adapun kemungkinan lainnya banyak, harus periksa. Lebih bagus lagi jika disertakan keluhan lain atau hasil lab jika ada.
    Bisa jadi hanya Dispepsia atawa maag atawa gangguan sistem pencernaan, namun tetep harus periksa untuk memastikan.

    Nah untuk perbaikan kondisi, sebaiknya makan nasi, kalaupun gak bisa makan nasi karena makin sakit, bisa dilakukan bertahap, misalnya bubur selama beberapa hari, lantas nasi lembek trus nasi.
    jangan kelamaan makan bubur deh, ntar malah lemes karena kalorinya (halah, kalori lagi ;) ) cuman dikit. So, usahakan makan nasi secara bertahap. Selain itu juga perlu lainnya, misalnya: daging, ayam, telor, ikan, … dll, dan sayur mayur 9 kecuali sayur gori or nangka muda dan daun singkong karena bisa nambah sakit perut)

    gak perlu cuka ah, ntar tambah perih…

    Menurut saya, perlu ke dokter lain untuk second opinion.
    Moga ibunda segera sembuh :)

    » ke atas

  27. 27 Lanny Oktober 23, 2007 pukul 5:07 pm

    Halo Dok,
    July 2005 lalu say kena typhus dan juga gangguan lever. Terus terang saya kurang ngerti penyakitnya, tapi dari hasil lab yang
    1. salmonella typhi dengan hasil rata2x 30 - 35 utk setiap jenis antibiotiknya
    2. usg upper abdomen tertulis ‘kesan: hepatomegaly lobus kanan dengan gambaran hepatitis; dan cholecystitis’.
    3. Biochemistry : SGOT 217, SGPT 272, Alkaline Phosphatase 161, Gamma GT 189, Urea 13, Creatinine 0.7, Glucose Random 115, Sodium 137, Potassium 3.5.
    Terakhir sesudah diopname dan istirahat kurang lebih 4 minggu istirahat dan dinyatakan sembuh, hasil lab terakhir :
    SGOT 22, SGPT 40, Alkaline phosphatase 192, Gamma GT 184
    Semalam saya periksa lab lagi berhubung sudah kurang lebih 6 hari demam dan ngilu tulang waktu malam, menurut dokter saya kena tifus lagi dan SGOT - SGPT tinggi. Saya sendiri belum ambil hasil lab tertulisnya, tapi ada beberapa hal yang saya ingin tanyakan :
    1. Apakah penyakit typhus itu bisa berulang?
    2. Kalau demikian, apakah itu karena kemarin belum tuntas sembuh atau gimana?
    3. Apakah sakit yang kedua kali lebih berisiko atau gimana?
    4. Apakah anggota keluarga yang lain bisa tertular dok? Bagaimana penularannya?
    5. Saya disuruh istirahat lagi oleh dokter, yang dimaksud istirahat sebenarnya gimana dok, apakah emang harus bed-rest total, atau masih bisa ngerjain pekerjaan rumah (mencuci, masak, etc), atau masih bisa tetap ngantor asal tisak kecapekan, atau gimana? Oh ya, kalau naik turun tangga juga ngaruh gak dok?
    6. Kalau saya gak salah ingat waktu diopname dulu saya di-infus antibiotik (kalao gak salah ‘cravit’ atau semacam itu - cairan warna kuning bening) 3 botol sehari. Oleh dokter yang sekarang saya dikasih obat Cravox-500 dengan dosis 1x sehari. Apakah itu cukup?
    Sebelumnya terima kasih atas perhatian dan bantuannya dok…

  28. 28 Alex Oktober 25, 2007 pukul 9:57 pm

    Waduh rek, tengkiu cak…
    Cak moki pancen oyee..:)

    Coba deh tak cari data lab-nya cak ya…
    Duh jadi ngepotin cak moki, kalo nggak terlalu sibuk aja baru dianalisa ya…

    Sekali lagi tengkiu atas anjurannya.

    GBU (God Bless You)

  29. 29 ienk Nopember 11, 2007 pukul 12:57 pm

    Yuph betul banget tuh cak, sekedar sharing aja, terbukti banget, kemarin selama seminggu opname aq gak dipaksain dokternya untuk makan bubur. cuma dipesenin utk jangan makan yang bumbunya tajem (macem pedes&kecut).
    Aq bisa makan apa aja, sarapan roti, makan siang kentang goreng, trus makan malem nasi biasa (bukan nasi lemes), trus suruh banyakin makan sayur hijau (yach…gak demen aq kalo yg ini)&daging merah (utk naikin hb, coz tifusnya lagi cs-an ma anemia).Bahkan aq juga gak dilarang makan coklat(dulu pas adikq sakit tifus gak boleh sih).
    Jadi selama opname tetep seger, gak kerasa lemes.Biarpun pas pertama masuk agak lemes juga sih coz hasil tes widal :
    s typhi O (+) 1/80
    s paratyphi AH (+)1/320
    s paratyphy BH (+)1/80
    s paratyphi CO (+) 1/640
    Tapi dengan dibebaskannya aq makan sesuai selera aq (asal gak berbumbu tajam), malah justru mempercepat proses penyembuhan. Hari ke 4 di RS aq dah bisa kelayapan di kamar he he…

  30. 30 cakmoki Nopember 11, 2007 pukul 8:51 pm

    @ ienk,
    siiiip, emang gitu yang bener :) … makan enak sesuai selera, cepet sembuh. Moga sharing kita-kita bisa nyebar, soalnya di buku-buku kedokteran udah disebutkan makan makanan bergisi, kaya karbohidrat (misalnya roti), kaya protein (misalnya daging) and vitamin pada sayuran … moga tetep sehat ya

  31. 31 cakmoki Nopember 11, 2007 pukul 8:53 pm

    @ ienk,
    siiiip, emang gitu yang bener :) … makan enak sesuai selera, cepet sembuh. Moga sharing kita-kita bisa nyebar, soalnya di buku-buku kedokteran udah disebutkan makan makanan bergisi, kaya karbohidrat (misalnya roti), kaya protein (misalnya daging) and vitamin pada sayuran … moga tetep sehat ya

  32. 32 Rofni Nopember 19, 2007 pukul 10:06 am

    Doc, saya mau bertanya nih
    Saya kena tifus lalu istirahat sampe 3 minggu
    tapi saya masih terus aja merasa lemah dan masih sedikit mual, BAB lancar tapi sering ngantuk, kenapa yah?
    thx

  33. 33 cakmoki Nopember 19, 2007 pukul 2:14 pm

    @ Rofni,
    kali makanannya masih kurang. Coba tambahin porsinya deh, soalnya saat sakit banyak kehilangan kalori, so untuk pemulihannya perlu kalori ekstra, artinya porsi makanan secara bertahap ditambah.
    Moga segera pulih ya :)

  34. 34 Djuwandi Hantarbumi Nopember 26, 2007 pukul 11:55 am

    Tanya serius nih dok,
    Saya penderita DM bahkan sudah operasi jantung by pass tahun 2001 ( dinyatakan kena DM th 2000 ). Usaha penyembuhan atau mengontrol kadar gula pakai Amaryl 2gr. Disamping itu saya rajin pakai herbal dari pace sampai daun binahong bahkan buah merah, sarang semut dll. Juga therapy pijat refleksi seminggu sekali. Tapi dari sekian usaha tersebut rasanya gula saya masih sering tak terkendali naik turun tak stabil kadang sampai 400. Tolong dong dikasih advis. Kalau olah raga dan menjaga makanan rasanya sudah maksimal. OK trim sebelum dan afternya.

    Djuwandi Hantarbumi.

  35. 35 cakmoki Nopember 26, 2007 pukul 1:22 pm

    @ Djuwandi Hantarbumi,
    ok, langkah pertama dengan menaikkan dosis amaryl secara bertahap (misalnya dengan rentang waktu 2 minggu) lantas dilihat hasilnya … hingga dicapai dosis maksimal. Pada dasarnya pengendalian kadar gula darah dimulai dari dosis terendah dan dinaikkan dosisnya secara berkala hingga dicapai dosis optimal, artinya dosis yang paling tepat untuk seseorang hingga dapat mengendalikan kadar gula darah dibawah 200 mg %.

    Langkah kedua adalah dengan mempertimbangkan Obat ANti Diabet golongan lain sebagai obat kombinasi ( biasanya dikombinasi dengan obat gollongan Biguanid ), jika dengan obat tunggal belum bisa mengendalikan kadar gula darah.

    Jika kedua langkah tersebut masih belum bisa mengendalikan kadar gula darah maka langkah berikutnya adalah mempertimbangkan pemakaian insulin atau turunannya.

    Tentu semua langkah tersebut tidak bisa dilakukan sendiri, namun harus berkonsultasi kepada dokter yang merawat. Dan hendaknya rajin kontrol untuk mengendalikan kadar gula darah.

    Moga berguna :) dan mudah-mudahan segera terkendali

    Thanks

  36. 36 wanti Desember 29, 2007 pukul 10:52 am

    mendengar atau membaca artikel tentang penyakit tifus, saya trauma banget deh..(bdoa jgn sampai terjangkit lagi amin.) karena 2 kali mengalami gejala tifus, waktu smp dan kelas 3 sd (sampe 3bln gak sekolah). yg bikin saya trauma yaitu treatmentnya jaman dulu yg hrs makan bubur disaring selembut-lembutnya mungkin lebih lembut dari bubur bayi,bikin eneg,gak bole banyak gerak, gak bole cape, kaki nyentuh lantai aja ga bole, jadi kalo mo kemana2 harus digendong, satu lagi harus minum susu cap BERUANG (apa sampai skrg masih ada susu itu atau udah ganti dengan susu kuda liar ya..hehehe..)
    saking desperadonya, karena kelamaan sakit gak sembuh2, ada tetangga yg bilang kalo sakit tifus mau cepat sembuh ada 2 cara yg dipilih yaitu, pertama nelen bayi tikus hidup2 yg msh merah (maap agak sadis..tapi beneran dibilangin gitu)atau cara kedua minum air kelapa hijau (enak nih) tapi dicampur dengan minyak tanah..(hueek..jadi kacau rasanya), waktu itu udah pasti saya ambil cara kedua. hasilnya..tambah enegg dan gak sembuh juga.
    singkat cerita sembuhnya ya dari Allah aja.

    Kalo sekrang kata pak dokter, penderita tifus gak harus makan bubur..wah kemajuan banget,berita bahagia yg harus disyukuri..saya mendukung sekali..semoga para penderita tifus saat ini bisa segera sembuh insha Allah.amin.

  37. 37 cakmoki Desember 29, 2007 pukul 4:27 pm

    @ wanti,
    duh kasiannya … minyak tanah ditelen juga hahaha… iya, semua sepakat bahwa kesembuhan hanya dari Sang Pencipta, adapaun manusia dianugerahi ilmu dan akal untuk mengupayakan kesembuhan. So, selain ridho-Nya, tetap memakai ilmu dan akal ;)

    hmmm, *sambil ngelus-elus janggut yg gak ada bulu janggutnya* ..sebenarnya sih, di referensi buku kedokteran dah lama. Sekitar tahun 1986 dah gak pakai bubur tuh, trus di buku ilmu penyakit dalam terbitan UI, dah tahun 1996 … lama ya, tapi *bisik-bisik* masih ada RS yang pakai bubur, serba hambar deh

  38. 38 Tri Januari 4, 2008 pukul 8:55 pm

    Saya baru nemu blog ini krn cari info utk anak saya (10,5 th) yg sedang (dinyatakan dokter) sakit Typhus.

    1. Apa akibat (sampai yg terburuk) dari sakit ini? misalnya inveksi usus sehingga harus operasi/masuk RS?

    2. Apa tanda2 pasien kalau kondisi memburuk (selain test darah) sehingga perlu masuk RS? demam? saat ini anak saya tidak mau dirawat di RS, dia janji mau bedrest dirumah krn lebih nyaman.sekarang tdk demam tinggi lagi

    3. kalau masih demam naik turun (tidak sampai 39c) selama seminggu, perlu dirawat intensive di RS?

    BTW, setelah membaca blog soal diet typhus, hari ini saya akan bolehkan anak saya makan nasi & lauk kegemarannya, kecuali yg berserat tinggi & “merangsang” (pedas-asam) Terima kasih banyak..

  39. 39 cakmoki Januari 5, 2008 pukul 1:13 am

    @ Tri:
    Diagnosa pasti penyakit Typhus adalah Diagnosa klini yg diperkuat dengan kultur (biakan kuman), namun ini sulit dilakukan dan di Indonesia belum umum. Sedangkan pemeriksaan Laboratorium yang paling mendekati kebenaran (tingkat akurasinya 90%) saat ini adalah Tubex. Inipun belum merata di seluruh kota di Indonesia, dan pemeriksaan ini efektif pada hari ke 5-6 demam jika dicurigai Typhus. Sebagian besar masih menggunakan Widal, ini gak peka, sering salah, bahkan orang sehatpun bisa positif 1/320 …hehehe, dan pemeriksaan sebelum minggu ke 2 tidak menggambarkan apapun selain dugaan (suspect).
    Kuncinya, jika demam setelah diobati sembu sebelum seminggu, maka pasti bukan Typhus. Sekali lagi, pasti bukan Typhus.

    1. Typhus adalah infeksi usus yg disebabkan kuman Salmonella typhii. Untuk saat ini sangat jarang sampai berakibat buruk (komplikasi), karena banyak pilihan obat dan pada umumnya masyarakat sudah berobat saat demam hari 1-3. Operasi dilakukan hanya jka ada perforasi (salah satu komplikasi, yakni adanya kerusakan usus). Inipun gak ada lagi saat ini.

    2. Tanda-tanda kondisi memburuk bukan dari laboratorium, namun dari pemeriksaan fisik (gejala fisik), antara lain: kondisi melemah, kesadaran menurun, tidak mau makan dan minum.

    3. Jika seminggu setelah diobati masih demam, sebaiknya periksa ulang. Belum tentu perlu dirawat intensif di RS sejauh kondisi fisik bagus, artinya mau makan dan minum, bisa bedrest di rumah, mudah dan teratur minum obat.

    Ya … bener, makan bergizi sesuai contoh di atas.
    Moga ananda tercinta segera sembuh :) …thanks

  40. 40 cakmoki Januari 5, 2008 pukul 1:16 am

    @ Tri:
    sebagai tambahan bacaan, silahkan lihat tentang Tubex yg pernah saya tulis, di sini

  41. 41 Tri Januari 5, 2008 pukul 6:48 pm

    Wah, lega juga membaca jawaban diatas, untungnya anak saya masih mau makan dan malah susah disuruh diam/bedrest (mungkin ini y
    membuat demam tetap datang-pergi ya). OK Dok, hari ini sudah tidak demam moga2 Minggu depan sdh bisa ber-sekolah, Terima kasih atas ‘prompt response’ dan juga atas linktentang Tubex nya.

  42. 42 cakmoki Januari 5, 2008 pukul 11:00 pm

    @ Tri:
    ok, moga ananda segera sembuh dan sekeluarga sehat selalu
    Trims

  43. 43 Hendry Januari 6, 2008 pukul 2:38 pm

    Dear Dokter

    Setelah membaca semua ulasan di atas, terus terang saya menjadi ragu atas diagnosa penyakit saya. Umur 36 thn. Tanggal 1 Jan sore saya terkena flu, dengan gejala demam dan pilek. Esoknya tgl 2 Jan pagi, saya langsung berobat ke dokter, dan diberi obat demam (Sanmol), obat pilek, dan antibiotik (Lacophen). Menurut dokter hanya flu umum. Konsumsi obat sampai tgl 4 Jan siang tidak menunjukkan kesembuhan penyakit. Demam saya naik-turun. Obat deman yg diresepkan minum 2-3 kali, saya minum sampai 4-5 kali, dikarenakan panas yg timbul hilang. Selain itu perut terasa kembung. Atas nasihat dari teman saya, saya memeriksakan diri ke lab, yaitu pemeriksaan hematologi dan Widal. Adapun hasilnya adalah sebagai berikut:
    Widal
    S Typhy O = 1/80
    S paratyphi BO = 1/80
    S paratyphi CO = 1/80
    S paratyphi AH = 1/160

    Sedangkan Hematology umum masih normal, kecuali Leukosit
    3370 /mm (angka normal 5,000 - 10,000).
    Trombosit meski tdk terlalu tinggi tp msh dalam range normal, yaitu 179ribu/mm (angka normal 150rb- 400rb)

    Tgl 4 sore tsb saya langsung kembali ke dokter dgn membawa hasil lab. Menurut dokter saya terkena tipes. Antibiotik diganti dengan Lapiflok 250mg (Kategori Kuinolon). Dokter memperbolehkan saya utk makan nasi. Namun keluarga saya lebih percaya kepada anggapan kalau tipes harus makan bubur.

    Tgl 5-6 Jan saya tidak ada demam sama sekali, tapi seluruh sendi saya ngilu sekali. Paling nyeri adalah pada saat bangun pagi. Perut berasa sedikit gak enak, tapi masih ok. Saya tidak merasa terlalu lemas seperti yg dijelaskan penderita tipes lainnya. Bahkan saya masih gardening yg ringan.

    Disini ada beberapa pertanyaan:
    1. Apakah benar saya sakit tipes? Mengingat penjelasan dokter mengatakan gejalanya harus demam selama 7 hari. Sedangkan saya cuma 4 hari? Kalau bukan tipes, apakah sakit saya? Hasil positif dari pemeriksaan widal sebenarnya penyakit apa? 6 Bulan yg lalu saya juga duga demam dan memeriksakan widal, tapi hasilnya negatif.

    2. Saya sudah merasa bugar, mesti masih tidak terlalu fit. Jika saya dipastikan bukan tipes, berarti saya boleh gym/fitnes lagi 2-3 hari lagi, Karena saya sudah kehilangan muscle 3kg selama sakit. Sedangakan jika tipes, mungkin harus 2 bulan tidak boleh latihan beban.

    3. Kenapa persendiaan saya ngilu semua?

    Tolong nich, terus terang saya bingung

  44. 44 cakmoki Januari 6, 2008 pukul 3:17 pm

    @ Hendry:
    ok .. sip, kita bisa diskusi.
    Seperti tertulis dalam artikel bahwa tanda-tanda typhus tidak spesifik, namun sebagai pegangan, demam karena typhus tidak pernah reda sebelum 7 hari. Pemeriksaan di atas tidak spesifik, tidak akurat, bahkan orang dengan penyakit flu pun bisa menunjukkan Widal positif, mengingat yang diperiksa adalah aglutinin dalam darah yang bisa positif oleh berbagai sebab dan berbagai mikri-organisme. Lagipula, syarat pemeriksaan Widal adalah minggu kedua, setelah dicurigai Typhus (berdasarkan tanda dan pemeriksaan fisik)
    Adapun pemeriksaan yang saat ini canggih, yakni Tubex mensyaratkan hari ke 6 demam jika dicurigai typhus, padahal akurasinya 90%, bandingkan dengan Widal yang hanya di bawah 50% dan bias.

    Jawaban:
    1. Jelas bukan, bukan typhus. Masih ada ribuan penyakit yang mirip namun dengan masa demam kurang dari 7 hari setelah diobati. Sedangkan yang lebih 7 hari pun belum tentu typhus, hehehe. So Widal positif pada minggu pertama tidak berarti apa-apa, bisa banyak penyakit bahkan orang sehat pun bisa positif. Kecuali jika dalam follow up, minggu pertama positif lantas minggu kedua masih demam dan widal menunjukkan peningkatan bermakna hingga 1/320.
    Perlu diketahui bahwa Indonesia adalah daerah endemis typhus. Artinya jika misalnya saya pernah kemasukan kuman Salmonella typhii dalam jumlah sedikit dan tidak sakit, maka beberapa minggu kemudian jika diperiksa akan menghasilkan widal positif walaupun saya sehat wal afiat, karena Widal positif adalah reaksi tubuh kita terhadap toxin yang dikeluarkan kuman Salmonella typhii.

    2. Boleh, jika kondisi fisik untuk gym sudah memungkinkan.

    3. Ok, penyakit-penyakit karena virus (adenovirus) dan beberapa penyakit yg disebabkan kuman Streptococcus, Staphylococcus, pada umumnya menimbulkan nyeri otot, nyeri sendi, lunglai dll … jenisnya banyak. Contoh: penyakit pharingitis (infeksi tenggorokan), common cold dll juga menimbulkan gejala yg mirip, yakni demam, kadang disertai sakit kepala, nyeri seluruh tubuh (sendi, tulang dan otot, atau salah satunya) dan lemas.

    So, gak usah bingung … laboratorium adalah pemeriksaan penunjang, bukan satu-satunya alat diagnosa, dan di kalangan dokter, tanda-tanda klinis dan pemeriksaan fisik adalah yang utama, bukan sebaliknya.

    Moga membantu dan moga segera pulih kembali :)

  45. 45 andre Januari 9, 2008 pukul 8:36 am

    dok..ibu saya (65 th) beberapa kali di vonis tipus. gejalanya demam dan susah buang air besar. tapi ada dokter lain bilang kalau itu bukan tipus karena lidahnya tidak memutih. akhirnya setelah dirawat 5 hari ibu saya keluar dari rumah sakit. keluhan utama sekarang adalah susah buang air besar. bagaimana mengatasi susah buang air besar karena kuman tipus. apakah dengan minum jus buah ?

  46. 46 cakmoki Januari 9, 2008 pukul 1:28 pm

    @ andre:
    saya juga meragukan itu, lagipula tipus bukan hanya demam dan lidah memutih :)
    Maksudnya susah buang air besar itu bagaimana? apa BAB keras dan tidak bisa BAB setiap hari atau kebelet (berasa) mau BAB tapi yang keluar lembek dan hanya lendir ?
    Ok, untuk mengatasi susah buang air besar (jika BAB keras), bisa digunakan pencahar (dengan catatan jika tidak ada kelainan usus), misalnya: dulcolax, diminum 1-2 tablet sebelum tidur. Buah yang bisa membantu memperlancar BAB misalnya: pepaya or pisang.

    Moga keluhan ibunda segera hilang dan pulih kembali :)

  47. 47 Tri Januari 11, 2008 pukul 12:27 am

    Malam Dok, anak saya sudah 3 hari ini tidak demam tinggi dan fisiknya (terlihat) sudah segar/pulih. Tapi sesekali saya temukan suhu badannya masih sekitar 38c, istilah orang jawa : SUMENG, kening, badan dan kaki agak hangat.. jadi masih saya batasi aktifitasnya.
    Selasa malam kemarin dari rekomendasi dokter di test widal nya 1/160 dan tidak demam, tapi Rabu-Kamis masih disuruh istirahat dirumah dan diberi vitamin (antibiotik dan demam di stop) tapi kok demamnya masih terus (terutama kalau baru bangun tidur, dan menjelang tidur nya) Dok?
    Besok ada rencana saya ajak dia ke RS untuk periksa dengan dokter langganan, ada saran hal apa yang perlu saya tanyakan ke dokter langganan tsb?

    Terima kasih,
    Tri

  48. 48 cakmoki Januari 11, 2008 pukul 2:19 am

    @ Tri:
    kalo boleh tahu, nama antibiotiknya, dosisnya, berat badan anak. Menurut saya kalo masih demam perlu diberi obat penurun panas.
    Untuk besok sebaiknya disampaikan semua pengobatan (dosis dan jenisnya juga) dan lab kepada dokter langganan.

    » ke atas

  49. 49 Tiany Januari 13, 2008 pukul 3:56 pm

    Halo dok….
    Kebetulan sekali pas lagi browsing tentang tipes(udah4 days) baru nemu disini….Sekalian aja mau konsultasi yah…
    Suami saya tanggal 10-01-08 :mulai sakit kepala dan jm12 siang panasnya 38 C, sy kasih sanmol lalu agak turun, jm 16.00 sempat naik lagi menjadi 39 C, sy berikan air rebusan akar alang-alang lalu turun 37C, namun sekitar jam 20-22.00 sakit kepala, sakit perut dan suhunya terus naek mpe 39,2 C.
    Tgl 11-01-08 : Suhu sekitar 38C masih demam, sakit perut sama seperti kemarin sy kasih sanmol, kapsul cacing dan rebusan akar alang-alang, banyak minum air juga tentunya (Untung suami mau nurut). Jm 8.30 BAB normal. Sempat sy bawa ke dokter umum (internist pada holiday maklum kami tinggal di palangkaraya yang fasilitas kesehatan masih minim :()cek darah juga di lab “rumahan”(blm ada prodia dst) hasilnya yg menonjolWidal test salmonella typhi O, S paratyphi A)&BO (-); S.typhi H (+)1/80, S.Paratyphi AH&BH (+) 1/320. Dengue blood IgG&igM (+).Dugaan sementara dbd/ radang tenggorokan karena merah tapi suami saya tidak sakit dalam menelan.oh iya dikasih obat nervaplus, levofloxacin & sumagesic.suhu sore masih 38,5C (kapsul cacing & air alang-alang menjadi selingan)
    12-01-08 : jam 6.00 suhu 39,1 C namun setelah minum obat sempat turun 37 C. Perut mual dan mulut mulai lagi ga enak, napsu makan turun, demam. suhu tubuh jm 18.00 39,4 C perut juga ga enak banget…karena panik dan takut juga akhirnya sy bawa ke internist, dia periksa perutnya sambil ditekan-tekan selain baca hali lab kemarin, dokter menyimpulkan positif tipes dikasih obat sbb: sistenol, pyricef 500mg, armokv 500mg, tripanzym & excelak (sy tebus setengah dulu, kec. yg 500mg)
    13-01-08 : jam 4.30 saya terbangun karena suami kesakitan sekali perutnya sampai mengeluarkan air mata (pasti krn sakit bgt yah),suhunya 38,7C lalu minum kapsul cacing dan istirahat demikian seterusnya sampai saya mengetik surat ini keadaan perut better hanya demam masih turun naik. Terakhir sudah 36,4C.

    Oh yah, waktu tgl 26 subuh, suami saya sempat sakit perut dan ketika mau BAB (belum sempat) pas sadar dia sudah ada di lantai kamar mandi, pipi kirinya lebam dan kepalanya benjol. Mlm tgl 25 sempat begadang bakar jagung dan tgl 25 ada open house, dia sempat makan coto makasar dirumah saudara(bukan buatan sendiri). sejak itu perutnya suka ga enak kadang malah diare tapi ga sampai demam seperti tgl 10-01-08.

    Pertanyaannya:
    1. So,sakit apa yah suami saya itu?
    2. Perlukah esok (5 hari dari tgl 10-01-08) cek darah lagi? atau kapan waktu terbaik cek darah lagi?
    3. Adakah tips untuk mengurangi sakit perut bila kambuh lagi (semoga never again) ?
    4. Untuk saya yang sangat dekat dengannya, tips apa supaya tidak tertular (sy yg membuang air seninya) ?

    Thank you alot yah dokter…..milis atau apa ini namanya ehm ajang sharing n be blessing maybe ;) sangat bermanfaat buat kami yg tinggal didaerah dimana pengetahuan dokter n fasilitas masih minim.

  50. 50 cakmoki Januari 13, 2008 pukul 8:10 pm

    @ Tiany:
    Halo juga :) , saya tinggal di pinggiran Samarinda …hehehe, so sesama luar jawa.

    1. Saya meragukan bahwa suami ibu menderita Thypus kendati ada pemeriksaan widal Salmonella paratyphi 1/320 (paratyphus). Karena pemeriksaan tersebut tidak spesifik dan akan bermakna jika pemeriksaan dilakukan pada minggu ke 2, itupun harus didukung oleh pemeriksaan fisik. Jika sebelum seminggu setelah minum obat ternyata tidak panas lagi, berarti bukan Typhus.
    Pemeriksaan terkini untuk deteksi typhus adalah Tubex, silahkan baca ringkasannya (sudah saya tulis) di sini. Inipun disyaratkan pemeriksaan pada hari ke 6 demam.
    Masih banyak penyakit yg menunjukkan tanda tersebut di atas. Sakit perutnya disertai diare apa enggak ? atau mungkin ada kesulitan kencing? dan di sebelah mana? Ini penting untuk mengarahkan pada diagnosa penyakit.
    Untuk obat di atas, saran saya, Pyricef 500 mg harus dihabiskan walau sudah tidak panas. Sedangkan sistenol bisa dihentikan jika tidak panas.

    Kalo DBD, parameternya adalah trombosit, dikatakan DBD jika jumlah trombosit kurang dari 100.000 dan hematokrit meningkat lebih 25 % disertai tanda klinis.

    2. Jika sudah tidak demam, pemeriksaan lab mungkin tidak ada gunanya, kecuali jika kondisi tubuh menurun. Dan jika toh akan periksa lab sementara suhu badan sudah di bawah 37 derajat C, maka arah pemeriksaannya ke penyakit lain terkait dengan keluhan perut. Kita berharap dokter yg merawat akan memberikan solusi terbaik.

    3. Untuk menanggulangi sakit perut, bergantung sakit perutnya seperti apa. Apakah mules (or melilit), pedih, serasa teriris, rasa terbakar, dll. Namun jika tidak punya obat untuk itu, sementara bisa dikompres air hangat yg dimasukkan botol.

    4. Menurut saya tidak ada tips khusus sebelum diketahui secara pasti penyakitnya. Yang paling penting hanya menjaga kebersihan tangan mengingat ibu yg membuang air seninya.

    Oya ini bukan milis koq, ini Blog … ajang berbagi dan saling memberikan informasi …
    kalo soal fasilitas, menurut saya btergantung pada para dokter disana, jika beliau-beliau berani memperjuangkan tentu bisa….hehehe, jangan bilang-bilang ya, ini rahasia lho … eh boleh ding, supaya temen-temen dokter bisa saling diskusi untuk kepentingan orang banyak :)

    Moga berguna

    PS: untuk sekedar bacaan, silahkan download ringkasan tentang typhus di halaman Download, trus silahkan cari Sekilas Typhus

  51. 51 Tiany Januari 14, 2008 pukul 12:42 pm

    Uupss….sesama kalimantan toh…

    Anyway, Thx4 the respon …
    Pagi ini sampai siang (14-01-08) suhu tubuhnya sudah kisaran 36,2 C.
    Obat yang kemaren masih jalan terus namun yang sistenol memang sudah tidak dilanjutkan. sebenarnya pagi ini mau sy ajak cek lab lagi, tapi kok feeling sy bilang ga perlu, jadi rencananya sy mau ajak cek besok (pas armokv 500 mg nya habis). Tapi itu juga saya masih ragu (takutnya ga berguna).

    Menjawab pertanyaan : sakit perutnya disertai diare? Tidak, BAB sehari sekali normal aja. Selain itu tidak mengalami kesulitan kencing.

    Sampai saat sy mengetik blog ini keadaan suami sy yah keluhannya tinggal perut yang masih berasa seperti kram tapi tidak separah kemarin.

    So, what shuld i do for him? any suggest more? anyway…thx alot 4 ur attention.

  52. 52 Tiany Januari 14, 2008 pukul 10:43 pm

    malam dokter,

    sorry cerewet neh…

    Mau tanya, seperti yg sebelumnya sudah sy ceritakan. Hari ini suhu kisaran 6 lebih saja. Namun malam ini baru saja suami saya sadar, ia memperlihatkan di pahanya timbul bercak bercak merah (seperti pecah panas tapi bukan seperti gigitan nyamuk lho) . Lalu di siku lengan kanan (bekas suntikan ambil darah tgl 11 kemarin) menjadi biru legam seperti memar.

    Kenapa bisa begitu yah dok??

    Thx b4

  53. 53 cakmoki Januari 15, 2008 pukul 12:35 am

    @ Tiany:
    ok, thx a lot atas tambahan infonya, berarti suhu udah normal.
    so untuk mengurangi kram perut, dapat digunakan obat yg khusus untuk itu (antispasmodik), misalnya: Buscopan atau Klidibrax atau Librax atau Pehaspas atau atau spasmium, diminum 3×1 sehari kalau terasa sakit (kalau perlu saja). (biasanya obat tersebut harus pakai resep dokter)

    Adapun bercak merah atau lebam di bekas pengambilan darah, kemungkinan karena penurunan jumlah trombosit (normalnya: 200.000-500.000) atau sebab lain yang belum bisa kita ketahui.
    Moga berguna dan bisa dilanjutkan jika ada perkembangan terbaru :)

  54. 54 Bejo Januari 22, 2008 pukul 4:04 pm

    Dok,,saya agak bingung makanan2 berserat ato tidak…

    klo boleh,,bisa minta daftar makanan yang boleh dimakan n yang gak boleh dimakan??

    maaf klo merepotkan…..

    Klo boleh tny sekalian, berhubung saya baru saja mutasi ke Kupang NTT,,bisa minta info tentang dakter yang bagus di daerah Kupang?? Soalnya teman saya banyak yang berobat di Kupang dan mendapatkan diagnosis yang berbeda beda untuk tiap dokter dan RS… dan yang lebih buruknya penyakitnya gak sembuh2…

    Makanya banyak yang begitu sakit dan diharuskan opname,,mereka memilih ke Surabaya atau Denpasar…

    Thx untuk infonya…..

  55. 55 Daniel Januari 23, 2008 pukul 1:05 am

    Pak dokter,

    Blognya sangat menarik nih.
    Terima kasih buat informasi2nya yg sudah diberikan ke kita semua. Sangat2 menarik :)

    Sekarang ini Mama saya diduga kena Tifus oleh dokter.
    Beliau sedang jalan2 ke Solo, tapi malah kena Tifus.

    Masalahnya sekarang…. Mama Harus pulang ke Melbourne tanggal 25…
    Baiknya di opname disini atau di Solo saja ya ?

    Saya udah bilangin Mama supaya makan yg enak2 dan tidak perlu bubur biar cepet sembuh dan hindari makanan yang berserat tinggi.

    Kira2 aman gak yah buat Mama untuk terbang 3 hari lagi… saya kok gak begitu sreg. Mendingan dia di opname aja di Solo/Jakarta. Menurut dokter ?

  56. 56 cakmoki Januari 23, 2008 pukul 5:36 pm

    @ Bejo:
    hampir semua makanan berserat, yang dihindari hanya yang berserat tinggi, misalnya: pakis, kangkung, batang bayam…lainnya boleh :)

    wah untuk dokter di NTT saya gak punya referensinya, so mohon maaf ya

    @ Daniel:
    ok, jika memang diduga tifus dan demam hingga 1 minggu, sebaiknya beliau opname and istirahat di tanah air saja.
    Tetapi jika belum seminggu beliau sudah sehat berarti bukan tifus dan bisa ke Melbourne jika kondisi beliau benar-benar sudah fit.

  57. 57 jambak Januari 23, 2008 pukul 7:38 pm

    dok tifus carier itu maksud nya gmn???

    saya terkena tifus berulang kali….

    padahal telah dinyatakan sembuh,tp kena lagi berulang kali….

    apakah saya carrier dok?/

  58. 58 cakmoki Januari 23, 2008 pukul 11:59 pm

    @ jambak:
    tifus carier maksudnya si penderita memiliki kuman Salmonella typhii dalam tubuhnya yang biasanya berada dalam kandung empedu. Angka kejadiannya sekitar 1-5%. Yang bersangkuan tidak menunjukkan tanda klinis artinya tidak nampak sakit.
    Jadi beda dengan tifus yang berulang … so bukan carier, tapi tertular lagi.

  59. 59 William Januari 27, 2008 pukul 10:06 pm

    Dok, ini saya kurang yakin akan kena penyakit apanya. Karena saya sudah checkup ke RS 2x mereka juga bingung saya terkena penyakit apa (tapi dicurigai demam berdarah soalnya trombositnya 185000 sekarang) tapi itu juga mereka masih belum terlalu yakin karena ini sudah minggu ke-2 hari ke 3 namun masih belum ada gejala-gejala yang mendukung demam berdarah. Kondisi saya saat ini:
    - Berlangsung sudah 10 hari
    - Napsu makan normal
    - Buang air besar lancar
    - Badan tidak terlalu lemas
    - Suhu badan pagi-pagi <37, siang-siang 37, malam 37.5, tengah malam 37.
    - Badan tidak berbintik-bintik
    - Lidah putih
    - Bibir pecah-pecah
    - Batuk-batuk sedikit
    - Otot tidak pegal-pegal
    - Sendi tidak ngilu
    - Perut tidak sakit
    - Tidak mimisan atau mengeluarkan darah

    Saya ini terkena penyakit apa ya? Tifuskah? Gejalanya aneh sekali. Tidak ekstrim. Namun tetap panasnya tidak normal dan berlangsung lama. Kenapa ya dok? Terus kalau memang tifus haruskah saya dirawat di rumah sakit? atau bisa di rumah saja? Trims sebelumnya.

  60. 60 cakmoki Januari 27, 2008 pukul 10:33 pm

    @ William:
    Melihat data di atas dan tanda klinis, jelas bukan Demam Berdarah, karena penurunan trombosit biasanya pada hari ke 2-5 demam. Lagi pula didukung dengan penurunan jumlah trombosit hingga kurang dari 100.000.
    Kecurigaan terhadap Demam Berdarah bila: ada tanda klinis (tidak khas) dan trombosit 100.000-150.000, ini masih curiga lho dan dikatakan Demam Berdarah jika trombosit kurang dari 100.000 serta hematokrit meningkat lebih 20-25 %.

    Jika curiga Tifus mestinya diperiksa dengan pemeriksaan yang mendukung ke arah itu, misalnya: Widal dan lain-lain, 2 kali pemeriksaan pada minggu ke 2 dan ke 3, atau dengan pemeriksaan yang lebih canggih yakni dengan Tubex.
    Untuk lebih jelasnya, coba baca posting yg pernah saya tulis, yakni: Tubex, Pemeriksaan Demam Tifoid Terkini
    Moga Berguna
    Trims

  61. 61 William Januari 28, 2008 pukul 9:26 am

    Ok, thanks ya dok. Tapi kalo Tubex itu carinya di mana? Rumah Sakit kah? Lab kah? Terus kalo misalnya saya positif tifus haruskah saya dirawat di Rumah Sakit? Thx lagi.

  62. 62 cakmoki Januari 29, 2008 pukul 12:36 am

    @ William:
    itu masih salah satu kemungkinan lho. Untuk menentukan jenis pemeriksaan penunjang yg diperlukan sebaiknya konsultasi ke dokter spesialis penyakit dalam.
    Adapun Tubex sejauh ini belum semua RS menggunakannya mengingat biayanya yg cukup mahal (sekitar 90 ribu) dan cara ini relatif masih baru di Indonesia, so belum merata.
    Jika positf tifus belum tentu dirawat di RS, bergantung pada kondisi masing-masing. Andai kondisi fisiknya bagus, bisa rawat jalan.
    Thx :)

  63. 63 yaser Februari 17, 2008 pukul 1:07 am

    dear dok, saya baru aja diperiksa dokter katanya gejala tipus. saya disuruh istirahat total, tapi tdk harus opname. yang saya tanyakan kenapa harus istirahat total? apakah artinya harus tidur seharian, tidak banyak bergerak? masalahnya, saya adalah anak kos, dan untuk beli makanan harus jalan kaki 300 meter. gimana dok? dan bagaimana kalau saya tetap kuliah? paling cuma duduk dalam kelas dan tidak melelahkan, soalnya kampus saya sangat ketat dlm hal absensi.

  64. 64 cakmoki Februari 17, 2008 pukul 11:49 am

    @ yaser:
    yang namanya istirahat total menurut istilah medis adalah opname.
    Namun, mengingat dikatakan masih “Gejala Tifus”, tidak menutup kemungkinan penyakit lain yg mirip dengan tanda-tanda tifus.

    Kalo boleh tahu, demam or panasnya berapa hari dan apakah sudah ada hasil pemeriksaan lab penunjang yg mengarah ke penyakit tifus?
    Sebagai pedoman dasar, jika demam tersebut sembuh dalam seminggu setelah diobati, maka bisa disimpulkan bahwa penyakitnya bukan Tifus.

    So, menurut saya, tetap kuliah dan tetap beli makanan, hanya saja di luar aktifitas pokok ada baiknya istirahat, boleh tiduran, boleh duduk sambil baca bacaan ringan, boleh dengerin lagu.
    Sementara itu dulu saran saya, dan info lebih lanjut saya tunggu.
    Trims, semoga segera sembuh ya :)

  65. 65 William Februari 17, 2008 pukul 9:21 pm

    Sebelumnya trims yah dok atas informasinya. Cuma mau nge-share aja..kemarin tuh saya perna panas sampai 10 hari..waktu itu pernah saya periksa ke 2 dokter..salah satu berkata saya itu tifus dan harus diopname, 1 lagi berkata ini demam berdarah karena trombositnya 185000 jadi harus di opname..tapi setelah 12 hari saya tidak diopname lalu sembuh sendiri. Apa saya terkena tifus namun sembuh sendiri ataukah dokternya “mengarang” penyakit saya? Aneh banget ga sih? 2 dokter beda hasil dan salah 2-2nya. Padahal kalo boleh dibilang itu rumah sakit yang cukup terkemuka.

  66. 66 cakmoki Februari 19, 2008 pukul 12:17 am

    @ William:
    adakalanya interpretasi dokter yang satu dengan yang lain berbeda, bergantung pada hasil pemeriksaan fisik saat itu.
    Tifus adalah salah satu penyakit yang gejalanya tidak spesifik dan banyak penyakit yang mirip dengan tifus. Karenanya diperlukan pemeriksaan mendetail dan kadang perlu pemeriksaan penunjang (lab) untuk memastikan diagnosa. Diagnosa pasti untuk tifus adalah dengan biakan kuman, sayangnya pemeriksaan ini perlu waktu sekitar 1 minggu (di Indonesia) dan tidak semua RS punya fasilitas untuk biakan kuman.
    Bagi dokter yang sudah sering menangani Tifus biasanya sudah dapat menduga berdasarkan pemeriksaan fisik.

    Adapun Demam Berdarah, pemeriksaan penunjang yang hingga saat ini dipakai sebagai pedoman adalah jika seseorang menunjukkan tanda klinis dan pemeriksaan lab menunjukkan:
    1. Trombosit kurang dari 100.000
    2. Hematokrit meningkat hingga 20 %
    Nah jika Trombosit pada hari ke 2-5 demam menunjukkan 185.000, pasti bukan Demam Berdarah.

    Ada beberapa penyakit yang disebabkan virus (umumnya golongan adenovirus) yang self limited, artinya akan sembuh sendiri setelah beberapa hari, seminggu atau lebih. Dan tak jarang gejalanya mirip antara yang satu dengan penyakit lainnya. Inilah yang sering menimbulkan perbedaan diagnosa.

    Share semacam ini sangat membantu kita semua, khususnya untuk perkembangan bidang medis dengan mengambil manfaat serta follow up berkesinambungan terhadap berbagai kasus penyakit.

    Trims, sharenya ya :)

  67. 67 aan Maret 10, 2008 pukul 9:32 pm

    dok,istri sy 30 th,hamil anak pertama sudah 9 minggu, badannya lemes banged, mual.trus sudah 2 hr ini meriang kl malem.hr ini sdh cek darah utk widal. Titer H nya 1/160, utk O 1/320.
    apakah ini sudah masuk tifus dok?lemesnya ini krn bawaan hamil atau krn tifusnya?
    soalny kl sdg hamil kan ga boleh sembarangan minum obat?
    apakah harus dirawat di rumkit atau hanya perlu bed rest di rumah saja?
    mohon pencerahannya dok.trims

  68. 68 cakmoki Maret 11, 2008 pukul 3:43 pm

    @ aan:
    kalo masih 2 hari sih ga serta merta menggambarkan tifus, lagipula test Widal akurasinya rendah. Dan bisa juga menunjukkan hasil positif jika seseorang pernah terpapar kuman Salmonella trus tubuhnya bereaksi dengan membentuk aglutinin yang bisa tetap positif bertahun-tahun walaupun ga sakit.

    Masih banyak penyakit yang sepintas mirip dengan tifus, misalnya beberapa penyakit karena virus yg bisa sembuh sendiri (self limited). Sebagai pedoman dasar, jika sembuh sebelum 7 hari setelah diobati, bisa dikatakn bukan tifus walaupun Widal positif.
    Sedangkan Test Tubex TF yang canggih saja (akurasinya lebih 90%) pemeriksaannya direkomendasikan paling cepat hari ke 5-6, cuman harganya relatif mahal, sekitar 90 ribu dan ga semua kota memilikinya.

    Jadi menurut saya, istri belum tentu tifus, dan sementara bed rest di rumah, makan enak (kalo bisa)…sambil meneruskan obat dari dokter :)

    Semoga istri segera sembuh

  69. 69 Baim Maret 18, 2008 pukul 3:17 pm

    Salam kenal, Dokter.

    Beruntung sekali ketemu blog ini :-)

    Kasus isteri saya mirip dengan isteri Sdr. Aan.
    Isteri saya hamil anak kedua. Usia kehamilan genap 8 minggu (tgl 18 Mar.’08).
    Hari Senin (17 Mar) jam 02:00 menggigil, tapi badan tidak panas.
    Sekitar jam 08:00 badan semakin lemas dan panas (dua minggu terakhir sering muntah-muntah)
    Akhirnya dirawat di rumah sakit, dan dinyatakan positif tifus (saya gak ingat angka-angkanya)
    Hasil USG menunjukkan tidak ada gangguan pada janin.
    Untuk menurunkan panas, diberikan paracetamol
    Suhu turun naik, antara 38.2 sampai 39
    Tekanan darah kadang drop sampai 90/60
    Infus pagi ini dilepas karena terjadi pembengkakan.

    Dari jawaban-jawaban dokter sebelumnya saya ingin bertanya:

    1.Apakah terlalu dini untuk menyatakan tifus, mengingat demamnya
    baru dua hari ?

    2.Apa penyebab turunnya tekanan darah ?

    3.Berbahayakah terhadap kandungannya ?

    Kalau bukan tifus, bagaimana cara meyakinkan tim medis rumah sakit ?
    (jangan sampe mereka menganggap saya sok tau hehehe….)

    Terima kasih sebelumnya.

  70. 70 cakmoki Maret 19, 2008 pukul 1:59 am

    @ Baim:
    Salam kenal :)

    1. iya, terlalu dini. Kecuali jika disebutkan suspect typhus, artinya masih dugaan, tapi tetap terlalu dini. Kalo saya lebih suka jujur aja, dengan mengatakan masih observasi jika emang belum diketahui penyebabnya.

    2. Tekanan darah turun bisa terjadi karena banyak hal, misalnya kurang intake makanan, kelelahan fisik dan psikis, dll…dll

    3. Tidak. Yang penting adalah kondisi umum ibunya. Terlebih pameriksaan USG menyatakan bahwa ga ada gangguan.

    Kalau bukan tifus, bagaimana cara meyakinkan tim medis rumah sakit ? (jangan sampe mereka menganggap saya sok tau hehehe….)

    wahhh, yang ini saya ga tahu. Menurut saya, sebaiknya diskusikan aja, ga papa koq, kan bayar :) …kalo marah, pura-pura ga denger aja …hehehe

    Moga istri segera sembuh dan diberikan kesehatan bagi keluarga.

  71. 71 Stanley Maret 24, 2008 pukul 8:02 am

    Salam Kenal Dokter..

    Saya mau tanya tentang contoh menu makanan buat orang yang sakit typhus..
    Selain bubur, roti, macaroni, nasi tim, apa lagi yah?

    kondisinya sekarang, tiap kali makan masih mual, pusing, lemes..
    kmaren ini sy kasi mkn mie instan malah + mual & demam, itu gmn yh dok?
    mau tanya jg soal lauk pauk rendah selulosa itu apa aja yah contohnya..

    terima kasih dok..
    Stanley

  72. 72 cakmoki Maret 25, 2008 pukul 12:03 pm

    @ Stanley:
    Maaf, udah baca artikelnya?
    Kalo bisa makan nasi, makan nasi aja, lauk pauk bebas sesukanya sedangkan buah dan sayur untuk sementara dihindari yg berserat tinggi, seperti nenas, gori, daun singkong dan sejenisnya.
    kalo mo Rawon boleh, soto boleh, semur boleh, bakso boleh ….wuaaa masih bayak yang boleh dibanding yg dihindari (bukan mutlak ga boleh)
    Ga perlu terlalu takut soal makanan, lantaran yg paling penting dalam penatalaksanaan typhus adalah perbaikan kondisi fisik.

  73. 73 Baim Maret 25, 2008 pukul 8:25 pm

    Alhamdulillah isteri saya diperbolehkan pulang hari Minggu lalu (23 Mar.)
    Dokternya sendiri akhirnya gak yakin kalau itu typhus. Lho ??? :-)
    Mungkin demam berdarah ?

    Yang masih belum terjawab adalah timbulnya bercak merah (bukan bintik).
    Mungkin efek panas ? karena sejak demam tinggi muka dan hampir seluruh tubuh kemerahan kayak udang rebus.

    Atau mungkin tampek/campak ?

    Saya masih khawatir nih, dokter. Terma kasih sebelumnya.

    Catatan: selama di rumah sakit saya kasih madu dan sari kurma

  74. 74 r4v3n Maret 26, 2008 pukul 12:31 am

    Saya kena typhus dok.
    Tapi saya pikir sudah sembuh, taunya besok saya makan malah perih tuh gimana yah ?

    Terima kasih.

  75. 75 cakmoki Maret 26, 2008 pukul 1:40 am

    @ Baim:
    Alhamdulillah, saya ikut gembira mendengarnya.
    Adakalanya penyakit tidak terdeteksi secara nyata karena tidak spesifik. Namun saya angkat topi pada dokter yg merawat atas kejujurannya dengan menyatakan “gak yakin kalo itu typhus”. Sebuah sikap terbuka yg patut ditiru ketimbang memaksakan diagnosa. Ini bukan sesuatu yang aneh di dunia medis mengingat tidak semua RS (di Indonesia) memiliki fasilitas kultur (biakan) untuk memastikan diagnosa. Kalaupun ada, waktunya lama…sekitar seminggu (yg modern cukup 2-4 hari), sehingga baru diketahui setelah penderita sembuh dan sudah berada di rumah.

    Kalo Demam Berdarah rasanya sih enggak. Selain tanda klinis, Demam Berdarah ditandai dengan menurunnya Trombosit hingga di bawah 100.000 dan peningkatan hematokrit hingga 20-25%.

    sejak demam tinggi muka dan hampir seluruh tubuh kemerahan kayak udang rebus.

    bisa jadi campak atau mungkin penyakit yg disebabkan beberapa virus yg tidak dapat kita deteksi.

    ya…kekhawatiran itu wajar, namun dokter menyatakan sembuh kan :)

    Catatan: gak papa, madu dan kurma menambah kalori.

    @ r4v3n:
    ntar dulu… ceritanya gimana dong :)
    Kalo perih, berkaitan dengan lambung atau makanan.
    So, mohon kilas balik riwayat penyakit, hasil pemeriksaan (termasuk lab) dan obat yang sudah diminum (jika berkenan).

    Untuk sementara, rasa perih setelah makan bisa menggunakan Antasida, diminum 1-2 jam sebelum makan atau di antara waktu makan (perut kosong).
    Trims

  76. 76 Indri April 6, 2008 pukul 10:50 pm

    Dok,

    Saya udah tiga hari demam dan kepala pusing sekali, tapi masih bisa saya tahan tanpa minum obat. Pas dini hari, karena menggigil nggak henti-henti(tadinya saya pikir kedinginan karena AC), akhirnnya saya ke rumah sakit dan ternyata suhu tubuh saya mencapai 40,3 Celcius. Lalu saya tes Widal dengan hasil berikut:

    Salmonella typhi O : Positif 1/80
    Salmonella paratyphi A-O : Negatif
    Salmonella paratyphi B-O : Positif 1/80
    Salmonella paratyphi C-O : Negatif
    Salmonella typhi H : Positif 1/320
    Salmonella paratyphi A-H : Positif 1/320
    Salmonella paratyphi B-H : Positif 1/320
    Salmonella paratyphi C-H : Negatif

    Saya kena thypus ya??
    Sama dokter tempat saya periksa, saya dikasih resep obat pharflox 10 butir untuk antibiotiknya, sedangkan kalau panas minum panadol aja.
    Dua hari lagi disarankan tes darah lagi. Untuk thrombosit sendiri 174.000.
    Berapa lama ya thypus bisa sembuh??
    Buah-buahan seperti rambutan atau duku boleh nggak saya makan, karena
    saya penyuka buah dan sekarang sedang musim rambutan dan duku.
    Untung juga saya membaca artikel Dokter, karena sebelumnya saya sempet nanya ke temen yang pernah thypus, dia menyarankan makan bubur.
    Dia sendiri dulu istirahat di rumah sampai 5 bulanan (wuih lama banget ya…) dan sampai makan bubur bayi.

    Terima kasih.

  77. 77 cakmoki April 8, 2008 pukul 3:42 am

    @ Indri:

    Saya kena thypus ya??

    Hanya berdasarkan hasil Lab (Widal) dan panas 3 hari, belum bisa dipastikan menderita Typhus.

    Pertama: tanda-tanda klinis typhus tidak spesifik (terutama pada hari ke 3). Namun seorang dokter yang sudah ahli akan dapat memperkirakan dengan pemeriksaan yang cermat.

    Kedua: Hasil Lab tersebut pada hari ketiga demam bukan sebagai patokan utama, mengingat tes Widal akurasinya rendah, dimana tes tersebut dapat menunjukkan hasil seperti di atas pada seseorang yang pernah terpapar kuman Salmonella tapi yang bersangkutan tidak sakit, sehingga jika ia demam akan menunjukkan hasil seperti di atas. Berbeda jika menggunakan Tes yang lebih canggih misalnya Tubex TF yang tingkat akurasinya mencapai 90 % lebih, itupun dengan syarat pemeriksaan dilakukan paling cepat pada hari ke 6 demam dengan tanda-tanda ke arah Typhus.
    Tes Widal akan bermakna jika dilakukan pada minggu ke 2 demam disertai dengan tanda-tanda klinis ke arah Typhus, lantas dilakukan follow up berkala.

    Kita tunggu saja hasil pengobatan di atas. Jika sebelum seminggu sudah sembuh, bisa dikatakan bukan Typhus. Banyak penyakit-2 infeksi yang sangat mirip dengan typhus. Beberapa jenis virus dapat menyebabkan demam hingga beberapa hari, tapi pada Typhus umumnya berminggu-minggu.

    Tentang makanan.
    Jikapun emang Typhus, tetep makan nasi…buah yg disebutkan di atas juga boleh. Yang penting tidak menimbulkan keluhan dan memperberat penyakitnya.
    Dan…gak selama itu ah … :)

    Moga segera sembuh

  78. 78 Indri April 8, 2008 pukul 10:59 pm

    Makasih Dok,

    Nyambung yang kemarin, sekarang saya memasuki hari ke-7 dan masih panas melebihi 40 derajat C (hanya turun jika saya minum obat panas, dan mulai hari ke 4 panas saya minum obat panas 3-4 kali sehari), perut agak mual (nggak sampai muntah), sendi kadang ngilu, kalau makan berasa pahit..

    Itu tanda-tanda klinis bukan ya.
    Untuk memastikannya sih saya akan mengikuti anjuran Dokter untuk tes Tubex TF.

    Terima kasih.

  79. 79 cakmoki April 9, 2008 pukul 12:23 am

    @ Indri:
    Makasih info tambahannya…trus sampai saat ini masih minum antibiotik (pharflox) selain obat panas ?
    Untuk mengetahui lebih jauh tentang tanda klinis, silahkan download Sekilas Penyakit Typhus di halaman download.
    Ok, kita tunggu hasil pemeriksaan Tubex TF
    Ntar kasih kabar ya :)
    Thanks

  80. 80 cHa April 14, 2008 pukul 9:19 am

    saya pernah dirawat di RS karena DBD dan gejala tifus jg.
    tapi selama dirawat setiap pagi saya diberikan makanan bubur, dan siang malam na diberikan nasi lembek. disamping sakit saya DBD dan gejala tifus, saya jg mempunyai masalah dgn lambung saya, yg bisa dibilang mungkin sudah agak parach hingga ke ulu’ hati.
    apakah jika sakit asam lambung juga diharuskan makan bubur or nasi biasa aja tidak apa2?

  81. 81 cHa April 14, 2008 pukul 9:34 am

    dan tambahan lagi, selama saya di rawat saya mendapatkan dokter yg ehm.. klo di bilang “?”, saya merasa saya masih sakit dan trombosit saya masih kurang. tp dokter tsb sudah mengijinkan saya tuk pulang.
    padahal saya sudah bilang ke dokter tsb, saya ingin pulang jika saya sudah benar2 sembuh. dan keesokkan hari na dokter tsb bilang lg kesaya, klo saya dapet pulang hari itu. padahal kondisi saya masih bener2 blom pulih dan bisa di bilang trombosit saya masih kurang.. :-(

    akhir na setelah saya pulang dr RS tsb, dirumah saya mendapatkan sakit yg parach lg.
    perut saya sakit, tiap kemasukan makana perih bgt rasa na, padahal tidak pedas sama sekali. dan selain itu juga saya mendapatkan infeksi di hidung yg ga tau karena apa? hidung saya luka, dan berdarah tp bukan mimisan. sakit bgt. hampir satu bulan saya tidak sembuh dr infeksi tsb. dan selama bbrp bulan setelah saya keluar dr RS tsb saya sering bulak-balik k RS lg, tuk cek up lg…

    tp kata dokter tsb, saya tidak sakit apa2.. padahal saya sendiri yg merasakan sakit, tp koq saya di bilang tidak sakit apa2? aneh?? :-?
    selama thn 2007 kemaren saya sering sekali cek up ke RS hampir tiap bulang kali. tp apa kata dokter2 yg ada di RS tsb, saya tidak sakit apa2? aneh bgts…

    menurut dokter ada apa dgn saya ya?

  82. 82 cakmoki April 14, 2008 pukul 5:22 pm

    @ cHa:

    apakah jika sakit asam lambung juga diharuskan makan bubur or nasi biasa aja tidak apa2?

    nasi biasa … ntar kalo kelamaan makan bubur malah leles

    perut saya sakit, tiap kemasukan makana perih bgt rasa na, padahal tidak pedas sama sekali. dan selain itu juga saya mendapatkan infeksi di hidung yg ga tau karena apa? hidung saya luka, dan berdarah tp bukan mimisan.

    Kemungkinan Dyspepsia untuk gangguan lambung. Emang keluhan semacam ini biasanya ga ditemukan kelainan organik, maksudnya lambung dan kawan-kawan normal…dan gangguan tersebut lebih banyak (lebih 80%) dipicu oleh “kecemasan”. So kalo dokter mengatakan gak papa, sebenernya gak sepenuhnya salah, hanya saja kali perlu penjelasan mengapa sampai perih banget. Ini karena peningkatan produksi asam lambung yg dipicu oleh rasa cemas. Biasanya dikasih obat antasid (obat mag), obat untuk menghambat produksi asam lambung yg berlebihan (cimetidin, famotidin, ranitidin) dan obat penunjang lain untuk memulihkan kondisi tubuh.

    Sedangkan infeksi hidung ada beberapa jenis, Sinusitis, Rhinitis dll.

    Moga penjelasan singkat ini membantu…dan mudah-mudahan segera sehat kembali.
    Trims

  83. 83 Anton April 14, 2008 pukul 6:48 pm

    Aku mau nanya. Apakah tifes bisa menular, soalnya aku sekarang sedang merawat istriku yang kena tifes. sekedar info, dulu aku juga pernah kena tifes. dan apa tanggapan dokter mengenai obat cacing tanah dan cacing kalung?

  84. 84 cakmoki April 14, 2008 pukul 11:04 pm

    @ Anton:
    iya, menular … silahkan download ringkasan artikel dalam format flash di halaman download.

    Maaf, tidak ada komentar tentang obat cacing tanah dan cacing kalung untuk ngobati typhus :)

  85. 85 Anton April 16, 2008 pukul 8:55 am

    Wow! saya jadi agak sedikit takut. O, ya dok saya mau tanya lagi. apa yang saya harus lakukan agar penyakit istri saya tidak menular terhadap saya.

  86. 86 cakmoki April 17, 2008 pukul 1:58 am

    @ Anton:
    gak usah takut ah… ketularan atau tidak bergantung pada jumlah kuman yang masuk tubuh dan daya tahan tubuh seseorang.
    So, jaga kondisi dengan cukup istirahat, cukup makan dan minum.
    :)

  87. 87 adi April 17, 2008 pukul 8:32 pm

    Saya pernah kena tifus sampe dirawat, pas jam makan kok aneh menunya sperti saya sehat, nasi+sayur+lauk pauk…makan jd nafsu…tuh jatah makan saya selalu abis, kalo pagi ada yg keliling bagiin susu…hehe saya ganti gelas saya dgn yg guede eh perawatnya senyum2 sambil ngisi setengah gelas…huahahaha, kata yg nengok “loe sakit bener apa kelaperan?”
    Tapi saya merasa cepet sembuh ketimbang waktu saya dirawat di RS yg lain dgn penyakit yg sama pada tahun sebelumnya, coz tiap ari dikasi bubur…mana nafsu

  88. 88 Anton April 18, 2008 pukul 8:08 pm

    saya baru kasihkan bakso ama istri saya, untuk info istri saya sudah hilang demamnya. cuman sakit perutnya masih ada sedikit-sedikit. apakah tidak berpengaruh dok? trus makanan apa saja yang harus saya santan agar saya tidak terjangkit istri saya/

  89. 89 cakmoki April 18, 2008 pukul 8:11 pm

    @ adi:

    pas jam makan kok aneh menunya sperti saya sehat, nasi+sayur+lauk pauk…makan jd nafsu…tuh jatah makan saya selalu abis, kalo pagi ada yg keliling bagiin susu…hehe

    ..hehehe, siiip, justru ini yang bener :)
    Trims share nya ya…moga jadi perhatian yang lain

  90. 90 cakmoki April 18, 2008 pukul 10:40 pm

    @ Anton:

    cuman sakit perutnya masih ada sedikit-sedikit. apakah tidak berpengaruh dok?

    enggak.. gak ngaruh.
    Dan untuk pak Anton gak ada makanan khusus, makan seperti biasa aja.
    Moga tetep sehat :)

  91. 91 Anton April 19, 2008 pukul 9:03 pm

    Maaf Dok!
    Setelah dicek dengan test pack ternyata istri saya positif hamil. dan saya masih melanjutkan obat untuk istri saya. Apa tidak berbahaya obat tifes atau obat cacing kalung diberikan untuk istri saya yang sedang hamil??

  92. 92 cakmoki April 21, 2008 pukul 3:28 am

    @ Anton
    ok, bergantung jenis obatnya.
    Obat Typhus berdasarkan urut-urutannya adalah sebagai berikut:
    1. Thiamphenicol or Chliramphenicol
    2. Amoksisilin …dan seterusnya

    Untuk ibu hamil or menyusui, pilihan kedua (amoksisilin) atau golongan sefalospurin adalah pilihan paling aman. Yang pertama harus diawasi ketat oleh dokter yang merawat. Sedang golongan Quinolon tidak dianjurkan pada ibu hamil, misalnya: cyprofloxacin dan saudaranya.

    Sedangkan untuk cacing saya tidak tahu

    Trims

  93. 93 Anton Mei 11, 2008 pukul 8:46 pm

    malam dok. Obat apa yang anda anjurkan buat mengurangi perasaan mual dan muntah pada kehamilan smester pertama?

  94. 94 cakmoki Mei 12, 2008 pukul 6:00 pm

    @ Anton
    Malam,
    Mediamer B6. Diminum 3×1 atau kalo perlu saja, sebelum makan.
    Trims

  95. 95 evi Mei 12, 2008 pukul 9:19 pm

    Selamat Malam Dok,

    Anak saya umur 6 th 9 bulan dg berat badan 26 kg.. Sejak hari Rabu ( 6 hari) demam tapi terus menerus, dan setelah aktivitas agak berlebih pasti panas lagi. Sedangkan makan dan minum tetap mau, hanya kadang muntah. Tadi siang sudah periksa lab. dengan hasil :
    Hemoglobin : 11,5 Hematokrit : 34,00 Lekosit : 5.800 Trombosit : 290.000, Test Widal semua negatif kecuali Paratyphi - BH positif 1/160.

    Saya sudah konsultasi ke dokter RS tsb, dan disarankan opname.. sedangkan second opinion dari dokter langganan tidak perlu dan dirawat di rumah saja tapi istirahat harus banyak..

    Malam ini kondisi demam lagi ( 38 derajat ), dan saya baru diberi obat antibiotiknya.. Menurut dokter Moki, mana yang harus saya turuti mengingat aktivitas anak saya sangat sulit untuk dibatasi.
    Terimakasih Dok.
    Selamat Malam.

  96. 96 cakmoki Mei 14, 2008 pukul 1:48 am

    @ evi:
    Selamat malam,
    Setelah membaca kronologi di atas, dan mengingat aktifitas anak sangat sulit dibatasi, menurut saya sebaiknya opname.
    Alasannya, selain follow up penyakitnya, opname dimaksudkan untuk istirahat agar upaya penyembuhan bisa optimal.
    Moga segera sembuh
    Trims :)

  97. 97 kandanganhss Mei 15, 2008 pukul 10:34 pm

    Malam Dok.

    Sampai saat sekarang, usia kehamilan istri saya sudah memasuki minggu kedelapan. namun berat badannya menurun karena istri nafsu makannya menurun drastis. kadang malam sudah tak mau makan. Apa obat yang tepat untuk istri saya agar nafsu makannya bertambah? dan apa bisa dicampur dengan Mediamer B6 seperti yang dokter sarankan tempo hari?

  98. 98 cakmoki Mei 15, 2008 pukul 11:24 pm

    @ kandanganhss:
    Malam,
    Ya, adakalanya berat badan wanita hamil menurun pada trimester pertama karena gak mau makan. Nanti akan naik dengan sendirinya seiring dengan bertambahnya usia kehamilan dan makin berkurangnya rasa mual atau muntah.

    Tidak ada obat khusus untuk meningkatkan nafsu makan pada wanita hamil, cukup mengkonsumsi vitamin lengkap untuk untuk ibu hamil, misalnya: Elkana atau Vicanatal atau Obimin-AF dan sejenisnya, diminum 1×1 … atau obat lain yang diberikan oleh dokter.

    Trims :)

  99. 99 ira Mei 16, 2008 pukul 9:23 pm

    salam kenal cak moki..

    saat ini sy thypus sdh masuk 3 minggu
    ini yang ke 5X (sedikit ringkasan:
    I. thn 1997;
    II. jan-feb 2004;
    III. jan-feb 2007;
    IV. jan-feb 2008-pengobatan thiampenicol paten, vit. B, magtral forte, ranitidine, maganol, juga mencoba ramuan perasan kelapa+garam+pisang batu, rebusan daun sambiloto 15lbr direbus dgn air 2gls hgga susut mjd 1gls;
    V. 24 april-skrg pengobatan thiampenicol 500mg generik, vit. B, parasetamol generik dan terkadang obat maag/ranitidine bila diperlukan.tp blm sembuh juga.

    Mulut anta, tdk nafsu makan, sembelit, panas/sesak di uluhati, meriang sesaat (bila tdk parah, sy tdk minum parasetamolnya), nyeri terkadang selintas di perut bagian kiri bawah.

    Sdh bosan mkn bubur, biskuit/crackers dicelup air/susu/teh, roti, bubur kcg ijo, dsb.
    Terkadang bila dipaksa malah makin ingin muntah. Minum air putih/teh manis hrs panas. Beristirahat cukup juga agak sulit karn bekerja, shg hny akhir pekan ada wkt istirahat, itupun tdk full bedrest.

    Bila cak moki katakan tdk selalu hrs akn bubur, sy sdh mencoba makan nasi putih lunak tp hanya mampu 2sdm itupun dgn garam sj.
    Bila makan yg amat terasa merica, dada & perut terasa panas & sesak.
    Sempat mencoba makan bubur nestle utk bayi selama 3X/2hr, bab nya “makin” lancar 4X/hr malah pd hr ke 2 saat bab yg ke 4 sy jd mencret, sebelumnya sembelit hgga 2hr.
    akhirnya bubur nestle sy stop, sypun mnm larutan gula garam, juga diatabs dan mulai minum rebusan daun sambiloto lg.
    2,5 minggu lalu juga mencoba terapi bekam.

    Apakah ini membahayakan nyawa sy? krn ada sebagian org yg blg bila thypus lebih dr 3X bs sampai meninggal krn usus mjd berlubang krn luka.

    saya mohon bantuan dan idenya.
    matur suwun sanget…