Pemeriksaan Demam Tifoid Terkini

Welcome: Pemeriksaan Terkini Demam Tifoid

Sebuah perjalanan panjang menuju akurasi Pemeriksaan penunjang Demam Tifoid menuai hasil. Kendati belum sesuai harapan banyak pihak, sebuah inovasi telah lahir dengan hasil cukup memuaskan. Betapa tidak, kesulitan menetapkan diagnosa pasti Demam Tifoid yang selama ini sulit (terlebih di daerah perifer or pinggiran) terjawab sudah. Belum bisa merata memang, namun setidaknya sudah bisa mulai menghentikan pro kontra diagnosa bias tentang ” Gejala Tifus “.

Penulis sangat terlambat ( sekitar 3 tahun sejak diluncurkan) menulis review produk ini, yakni sebuah terobosan pesat pemeriksaan terkini Demam Tifoid. Welcome: TUBEX ยฎ TF.
Produk ini pertama dipublikasikan pertama tahun 1984, kemudian diluncurkan secara komersial tahun 2004. Hingga kini belum banyak layanan kesehatan (RS) yang menggunakan produk ini. Teman-teman dokter spesialis Penyakit Dalam di Surabaya tidak banyak memberikan informasi tentang pemakaian Tubex TF. Bahkan dikatakan bahwa Tubex TF belum dijadikan pemeriksaan standar dalam penunjang penegakan diagnosa Demam Tifoid. Di Samarinda sendiri, hanya sebuah RS Swasta yang menggunakannya. Wajar, mengingat harganya yang cukup mahal dan ada kemungkinan para dokter masih bersikap wait and see.

Kami, pelaksana pengadaan obat dan bahan habis pakai (Koperasi) Puskesmas Rawat Inap Palaran, Samarinda memberanikan diri menggunakannya setelah mempelajari selama kurang lebih 6 bulan. Ehm … mo bergaya doang or arogan ? Bolehlah dianggap begitu, namun kami sudah mempertimbangkannya masak-masak, lagipula kami tidak enggunakan dana negara. Sekali lagi ini dikelola oleh Koperasi (…yang kebetulan penulis sebagai penasehatnya) setelah melalui bincang lama dengan para anggota yang juga paramedis pelaksana harian perawatan.

Apa tidak memberatkan penderita ? Hmmm…pertanyaan yang wajar dan inipula salah satu pertimbangan kami.
Honestly, kami menggunakannya bukan sebagai pemeriksaan rutin, melainkan semacam uji akurasi Tubex TF dikonfirmasi dengan dugaan klinis. Ini penting (menurut kami) agar penggunaan obat lini pertama Demam Tifoid tidak salah sasaran dan pada gilirannya dapat mencegah resistensi antibiotika karena over diagnosis ” Gejala Tifus “. Tentu diagnosa klinis tetap sebagai landasan utama sebelum pemeriksaan dengan Tubex TF.
Nah, mengingat tujuan penggunaan dan harganya yang cukup mahal, maka pemeriksaan Tubex TF hanya digunakan bagi penderita Miskin yang dirawat di Puskesmas rawat Inap Palaran. Koq ? …ya iyalah, kan mereka dibiayai oleh negara, so gak perlu ngeluarin duwit sendiri… betul gak ? …hehehe. Tosss.

So, Tubex TF yang menggunakan metode Inhibition Magnetic Binding Immunoassay (MBI) ini resmi digunakan setelah review singkat kepada para awak Puskesmas Rawat Inap Palaran, Samarinda pada hari Minggu, 23 September 2007.

Sasaran: penderita Warga Miskin (Gakin) dengan dugaan klinis Demam Tifoid pada hari kelima demam.
Metode: diskriptif acak terbatas ( 30 penderita.
Waktu: 23 September 2007-23 September 2008.
Biaya: swakelola.
Harga: 2 juta lebih untuk 30 pemeriksaan
Klaim: 90 ribu per pemeriksaan, sudah termasuk jasa dan biaya bahan habis pakai.

BERSAMBUNG

Catatan:

  • Segala sesuatu terkait latar belakang, gambaran singkat Demam Tifoid dan sedikit uraian cara kerja Tubex TF akan ditulis dalam serial selanjutnya.
  • Kendati memakai nama daggang ( Tubex tf), namun kami tidak terikat dengan pihak manapun.

Trims


Iklan

34 Responses to “Pemeriksaan Demam Tifoid Terkini”


  1. 1 Adisโ„ข September 23, 2007 pukul 10:52 am

    Pertamaxโ„ข
    gak tahu mau komen apa, masih katrok dalam urusan ginian

  2. 2 ijang September 23, 2007 pukul 6:22 pm

    bagus cak penelitiannya, jangan lupa kalo ada pendeerita anak nanti bisa dipisahkan terus jadi penelitian tersendiri. yang jadi masalah evidence based medicine nya belum ada. Tapi gak ada salahnya kita membuat sendiri EBM nya. Cuman jangan lupa bias penelitiannya yaitu: kita di negara endemis tifoid, juga bahan dibuat dari salmonella tifosa barat jadi belum tentu cocok, juga nilai false positif yang belum tentu sama dengan penelitian wong londo. Selamat berkarya cak, aku tunggu hasilnya ๐Ÿ™‚

  3. 3 Kang Kombor September 23, 2007 pukul 10:31 pm

    Makasih infonya, Cak. Di Jabodetabek pun sepertinya belum merata penggunaan Tubex TF ini.

  4. 4 telmark September 23, 2007 pukul 10:59 pm

    kaya pilem aja ih, ada maen sambung2-an. ๐Ÿ™‚

  5. 5 sibermedik September 24, 2007 pukul 9:37 am

    Lha nasib Mas WIDAL piye? Titer Antigen O,H,& Vi masih bisa jadi rujukan ndak?

    Kalo gejala klinis masih protap kan???(Back 2 KAPITA SELEKTA he5x..)

    Terapi tetap DOC nya Chloramphenicol???

  6. 6 Hasan September 24, 2007 pukul 3:50 pm

    salam kenal dok, apa kabar….. tuker link boleh gak?

  7. 7 nyonya Farid September 24, 2007 pukul 5:54 pm

    wah,makasih infonya Cak…

    ๐Ÿ˜€

    betewe, saya salah satu penderitanya Loh…

  8. 8 Shinta September 24, 2007 pukul 6:20 pm

    cakmoki…kenapa sasarannya gak acak saja? kalo hanya Gakin nanti hasil penelitiannya hanya mewakili Gakin…trus gimana kalo penderitanya bukan Gakin?

  9. 9 cakmoki September 24, 2007 pukul 6:41 pm

    @ all,
    ntar malam, sambil nunggu sahur, akan ditanggapi ๐Ÿ˜‰
    maaf ya …hehehe
    Selamat berbuka puasa ๐Ÿ™‚

  10. 10 cakmoki September 25, 2007 pukul 12:00 am

    @ Adisโ„ข,
    jangan merendah ah ๐Ÿ˜‰ …komen apa aja boleh koq

    @ ijang,
    wow, jadi deg-degan nih ๐Ÿ™‚
    Ya, saya kesulitan masalh EBM, sementara memakai yang ada di texbook, jurnal dan pdt sebagai dasar. Ada usul pengembangan?

    Pun demikian dengan bias menyangkut epidemiologi, serotype S.typhi, dan lainnya…akan dibuat sebagai catatan dan variabel kontrol.
    Beberapa minggu ke depan mungkin daerah kami akan kedatangan tamu dari Londo yg ingin mempelajari penyakit tropis, kami ingin mendiskusikannya.
    Selain laporan ke Mas Rizal (mentahan aja ya ๐Ÿ˜‰ ) rencananya kan kami sampaikan di forum Konas Penyakit tropis tahun depan di Kaltim yg kebetulan sebagai tuan rumah dan sy ikutan jadi panitianya…hehehe.
    Nah untuk anak, saya nunggu masukan mas Rizal deh ๐Ÿ˜†
    Thanks semuanya.

    @ Kang Kombor,
    Huaaa, kalo gitu kami lancang ya Kang, mendahului wong Kota, hehehe.
    Ok, ntar kita diskusikan perkembangannya Kang, maturnuwun.

    @ telmark,
    hehehe, kayak film kungfu ๐Ÿ˜€

    @ sibermedik,
    Konon, menurut Prof Iwan Darmansjah dan beberapa pakar yg saya baca, Mas Widal masih bisa untuk follow up, sebab biasnya terlalu lebar.

    Gejala klinis dan DOT asih sama, kecuali kalo di suatu daerah dinyatakan multi drug resistance (MDR)

    @ Hasan,
    Salam kenal juga, kabar baik
    Yuk, tukeran ๐Ÿ™‚

    @ nyonya Farid,
    mosok sih, bener tah ? … kalo dah sembuh ya sembuh koq, kecuali kalo sebagai carier or pembawa. Ntar soal ini kita bahas, sabar ya

    @ Shinta,
    ok mbak, emang rencana awal gakin karena pertimbangan biaya yg 90 ribu itu. Namun hasil rapat dan review hari minggu kemarin kita sepakat untuk memperluas ke penderita di luar gakin. Makasih masukannya … ๐Ÿ™‚

  11. 11 dokterearekcilik September 25, 2007 pukul 6:44 am

    Pada saat PIT anak di jogja udah sempat dibahas abis tentang Tubex ini. Ntar saya cariin makalahnya ya. Soalnya gak tahu ketumpuk dimana. Konas Penyakit tropis tahun depan di Kaltim bulan apa ? Kalo bulan Juli tahun depan kayaknya aku gak bisa ikut krn ada konika + pertemuan pediatri infeksi se Asean, kalo bisa dateng kan kopdar sekalian hee..he..he. Temen saya ada yg brangkat november nanti ke Bangkok ikut pertemuan infeksi…mungkin tingkat Asia, kalo ada makalah tentang Tubex nanti aku kasih tahu. Untuk EBM bisa cari di Cochrane.org, kalo mau cari jurnal bisa ke highwire.org udah ada keterangan gratis atau bayar… freemedicaljournals.com, pasti gratis.. jangan lupa cari ke jurnal India karena mereka settinng negaranya mirip tapi perkembangan ilmunya lebih bagus…Semoga lancar penelitian cak Moki

  12. 12 herry September 25, 2007 pukul 2:00 pm

    wah kayak sinetron aja pake bersambung….. apa kabar dokter? Udah lama saya gak nyasar ke sini yo…? Selamat berpuasa…. bagi yg berpuasa.

  13. 13 Shinta September 25, 2007 pukul 5:16 pm

    Sama-sama cakmoki…terima kasih juga ๐Ÿ™‚

    Sekalian tanya lagi daerah pinggiran itu maksudnya daerah mana ya cak?
    Kenapa di daerah pinggiran lebih sulit menetapkan diagnosa demam tifoid?

  14. 14 mina September 25, 2007 pukul 8:28 pm

    met puasa cak! doh lama gak ke sini.
    di sini kayaknya juga belum pake tuh cak. omong2, di sini DOC nya dah resisten (at least berdasarkan penelitian teman di RS Banjarbaru).

  15. 15 cakmoki September 25, 2007 pukul 11:00 pm

    @ dokterearekcilik,
    koleksi artikel sy tentang Tubex dah ilang bersama harddisk… ditunggu Mas. Konas-nya Nopember 2008.
    Ok, trims … EBM akan sy cari ๐Ÿ™‚
    Ya, saya sependapat, di India kayaknya lebih mirip punya kita, malah saya pernah nemu kebijakan dari depkes-nya Nepal.

    @ herry,
    Kabar baik. Trims

    @ Shinta,
    Daerah pinggiran contohnya Palaran atau yang lebih katro’ lagi hehehe.. kesulitan lebih kearah pemeriksaan penunjang, misalnya Laboratorium karena tidak semua berani ber-inovasi mengeluarkan dana sendiri, sementara kalo minta ke Pemda setempat belum tentu nyambung, gak layak jual soale ๐Ÿ˜†

    @ mina,
    Met puasa juga mbak
    Kalo belum sama-sama mulai yuk ๐Ÿ™‚
    hm, tentang resisten mungkin perlu publikasi mbak, supaya ada kajian lanjutan.

  16. 16 Astri September 26, 2007 pukul 11:32 pm

    Hore2 jalan2 ke Samarinda November 2008 ๐Ÿ˜€ Kalo hasilnya dah oke nanti aku ngerayu klinik tempatku buat pake Tubex TF ๐Ÿ˜€

  17. 17 cakmoki September 27, 2007 pukul 3:57 am

    @ Astri,
    hehehe, ntar ada acara kuliner kalo gak salah mbak, …tapi bayar sendiri, hahaha
    Gak usah nunggu nanti ah, langsung ngerayu aja … kalo gak dituruti, pura-pura ngambul ๐Ÿ˜†

  18. 18 mayssari September 27, 2007 pukul 10:12 am

    pas banget infonya, saya sudah lama dengan nama cak moki, tapi baru tergerak siang ini untuk berkunjung…
    salam kenal ya pak..

  19. 19 mila September 27, 2007 pukul 4:54 pm

    ditunggu hasilnya, Cak. abis saya pernah jadi korban tes widal yg saya tau ga efektif untuk menentukan demam tifoid ato bukan. walopun saya dah coba komunikasikan ke dokternya waktu itu, dokternya tetep keukeuh nyuruh saya tes widal. salah saya juga ding knp akhirnya mau jg tes widal. ๐Ÿ˜ฆ

  20. 20 cakmoki September 28, 2007 pukul 12:34 am

    @ mayssari,
    salam kenal juga … thanks kunjungannya ya ๐Ÿ˜‰

    @ mila,
    hehehe, sabar ya … ntar akan ditayangkan berkala koq.
    Eh, emang panasnya sampai berapa hari ? Trus sembuhnya setelah berapa hari? Kalo sebelum 6 hari dah sembuh sih bisa dipastikan bukan tifus ๐Ÿ™‚

  21. 21 ndarualqaz September 28, 2007 pukul 8:36 am

    demam tifoid…??? apaan itu pak…

    kalo tifus, nah ini yang saya baru nyantol, udah pernah kena soalnya….

    btw, cuma mo absen cak, dah lama banget gak maen ke sini

  22. 22 mila September 28, 2007 pukul 9:49 am

    demamnya belum ada 24 jam sih, cuma udah sampe 40 derajat lebih, gara2 panic.com ke dokter deh. Akhirnya saya jg ga lanjut minum AB yg diresepin, soalnya stlh itu saya baru nyadar klo demamnya karena plugged duct. ๐Ÿ˜€
    maklum ibu baru n baru blajar menyusui. ๐Ÿ˜€

  23. 23 mina September 28, 2007 pukul 7:26 pm

    waaa…. ada kulinerannya? asik bangeeeeet…..

  24. 24 cakmoki September 28, 2007 pukul 10:34 pm

    @ ndarualqaz,
    halahhh, hayo kliniknya dibelikan Tubex TF sana…hehehe

    @ mila,
    Huaaaaaaaa, gini: kalo semua panas beberapa hari trus periksa Widal bakalan over diagnosis deh, soalnya sakit diare aja kadang Widal positif bahan acapkali saat general check-up Widal positif padahal orangnya segar bugar, … so … gak bisa kan ?
    Lagipula kebanyakan panas disebabkan virus tuh.
    Kalo pas menyusui bisa saja panas karena infeksi lokal akibat lecet or lainnya …hehehe

    @ mina,
    Hahaha, ketemu bianya Kulinerrrr.
    Udang galah apa pepes patin ? Ntar tak tunjukin tempat yang afdhol deh, nunjukin aja lho … bayar sendiri ๐Ÿ˜›

  25. 25 almascatie Oktober 1, 2007 pukul 10:38 pm

    demam tifoid itu apa to cak
    ๐Ÿ˜ฆ
    ga tau sih

  26. 26 cakmoki Oktober 2, 2007 pukul 12:31 am

    @ almascatie,
    halahhh jangan pura-pura ahhhh.
    Kalo bener, bagus tuh, berarti ga ngalami ๐Ÿ™‚
    Atau kalo ingin tahu, donlot di halaman donlot om

  27. 27 mia Oktober 17, 2007 pukul 11:05 am

    Salam Mas Moki ( boleh yaa ๐Ÿ˜‰
    kalau lihat kemajuan teknologi ya senengbanget yaa ! keakuratan makinmendekati 100 % . thats oke .let see to another thinks ,kita lihat konsep kesehatan masyarakat …. ini kan hampir nggak nyambung Why ? …..
    dari segi budget pemerintah juga nggak nyambung ,apalagi dari segi kantong masyarakat ….. kasian jauuuhh banget 90 ribu. Lebih baik si mas WIDAL di GRATISKAN 100 persen diseluruh Indonesia tercinta ini . Nah belum lagi masih ada benefitnya ngga pemeriksaan ini pada daerah ENDEMIS ? well ?
    Nah jadilah Indonesia ini no.1 angka kematiannya…karena ngga nyambung program dgn riil lapangannya. TEKNOLOGI its oke , Program lain lagi

  28. 28 cakmoki Oktober 17, 2007 pukul 2:22 pm

    @ mia,
    iya bener…ini emang gak ada kaitannya dengan program, jangankan yg ini lha wong Widal aja masih sangat terbatas, dalam arti belum diprogramkan, masih atas inisiatip temen-temen di lapangan.
    So, … banyak masalah yg perlu dipertimbangkan, karenanya langkah kami ini tidak menggunakan biaya negara, … alias kami biayai sendiri dan secara teknis dibantu temen-temen yang ahli.

    Di sisi lain, kami merasa perlu mengikuti perkembangan teknologi dan tetap berpikir ke depan bahwa hal-hal semacam ini bisa saja diperjuangkan di daerah tertentu yang emang memerlukan…dan kita wajib mengajak para penyelenggara pemerintahan di daerah agar melek and memperhatikan masalah-masalah kesehatan. Kalo bukan kita yang ngasih tau, beliau-beliau tidak akan pernah tahu, … ya kan? ๐Ÿ™‚

    Trims atas pandangannya ๐Ÿ˜‰

  29. 29 mia Oktober 18, 2007 pukul 2:23 am

    Salam Mas Moki ๐Ÿ˜‰
    Mas memang memberi sangat mulia ,semoga TS semua yang masih dilapangan punya mindset seperti mas Moki ๐Ÿ˜‰
    Saya yang dah pindah kuadran jadi WFH ,jadi salut deh sama TS-TS di lapangan ……..
    Salam Sukses selalu Mas . ..

  30. 30 cakmoki Oktober 18, 2007 pukul 3:02 pm

    @ mia,
    thanks supportnya mbak ๐Ÿ˜‰

  31. 31 darpan Oktober 3, 2009 pukul 3:16 am

    wow, terima kasih Dok untuk info nya..
    mohon bantuannya untuk penjelasan mekanisme kerja tes tubex itu sendiri..hehe, sepertinya menarik sekali
    thanx

  32. 32 cakmoki Oktober 3, 2009 pukul 2:02 pm

    @ darpan:
    ntar kalo ada waktu sayaposting secara khusus aja ya… soalnya lumayan panjang ๐Ÿ™‚
    thanx

  33. 33 valentina Mei 25, 2010 pukul 9:52 pm

    salam kenal dokter, seneng klo bsa dpt info selengkap ini.

  34. 34 cakmoki Mei 26, 2010 pukul 12:09 am

    @ valentina:
    Salam kenal
    Makasih atas kunjungannya ^_^


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso โ„ข

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

Jangan Korupsi Ah

No Korupsi

Internet Sehat

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

[Valid RSS]

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 5,343,888 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters


%d blogger menyukai ini: