dok, saya punya gejala tifes

BERBAGAI PANDANGAN PASIEN TENTANG “GEJALA TIFES”

Dalam praktek sehari-hari ( praktek pribadi di Palaran, ndesoβ„’ ), ungkapan murni dari pasien tentang “gejala tifes” masih dijumpai kendati makin hari makin berkurang. Di sisi lain, pasien yang menyampaikan bahwa dia didiagnosa “gejala tifes”, sebelum datang ke praktek, dari hari ke hari makin banyak. Kesan kualitatif ini (maklum, gak menghitung) menarik untuk disimak sebagai upaya perbaikan sistem pendiagnosaan Demam Tifoid dan pola penyampaian informasi kepada pasien dan atau keluarganya.

Penulis mencoba merangkum beberapa ungkapan pasien seputar “gejala tifes” dengan harapan dapat kita kaji bersama, untuk selanjutnya kita coba menemukan cara mengurai benang merah seandainya terdapat kekeliruan pada mata rantai pendiagnosaan Demam Tifoid maupun alur penyampaian informasi.

SEKILAS UNGKAPAN PASIEN

” Dok, tifes saya kambuh, … saya memang punya gejala tifes sejak lama. Kalau sudah panas, mesti kambuh “.

” Berapa lama biasanya dapat sembuh waktu diobati ? “

” Setelah minum obat, 2-3 hari sudah sembuh koq … “.

” Apa gejala tifes anak saya kambuh lagi ? … sudah 3 kali opname gara-gara panas trus step, waktu periksa lab katanya gejala tifes … awalnya ya gini ini “.

” Opnamenya berapa hari, bu ?

” Di rumah panas mendadak, siang panas kemudian malamnya step, trus dibawa ke RS, opname. 3 hari sudah pulang, sembuh “.

” Kemarin siang saya ceck-up, hasil test Widal type O dan H: 1/320 dan 1/160, lain-lain normal. Katanya saya positif Tifes, apa benar ? Padahal saya gak sakit, gak panas, gak terasa apa-apa, sehat dan bekerja seperti biasa. Koq dikatakan positif Tifes ? … saya belum nebus obatnya, dok … “.

” Mas dokter, pun dangu mboten sowan ngriki, biasa … tipes kulo kimat malih, lha kalih dinten kepengker tumut lare-lare tanem pantun teng sabin, kejawahan. Sonten benter, ngelu, ilat kulo pethak, pait … kulo pun apal, biasanipun tipes kimat. Nyuwun suntik nggih, nek pun suntik lajeng ngunjuk obat, benjing emben pun mantun “. ( Mas dokter, udah lama gak kesini, biasa … tipes saya kambuh lagi, lha 2 hari yang lalu ikut anak-anak menanam padi di sawah, kehujanan. Sore panas, sakit kepala, lidah saya putih, pahit … saya udah hapal, biasanya tipes saya kambuh. Minta suntik ya, kalo udah suntik trus minum obat, lusa udah sembuh “.

” Nuwun sewu, nopo kulo nathos sanjang Tipes ? “ ( Maaf, apakah saya pernah mengatakan Tipes ? )

” Mboten, sanes njenengan… menawi teng Puskesmas disanjangi tipes kaliyan pak mantri “. ( Tidak, bukan sampeyan … kalo ke Puskesmas dikatakan tipes oleh pak mantri )

” Anak saya 3 hari ini panas, ngeces (ngiler), gak mau minum, rewel, … saya lihat di mulutnya banyak bintik merah mirip luka. Sudah dikasih sirup parasetamol tetap panas, trus tadi pagi periksa lab. Katanya tifes. Apa benar, dok ? Apa bukan infeksi di mulut dan tenggorokan ? “

” Ibu ke lab atas inisiatif sendiri ? “

” Iya, soalnya khawatir panasnya gak turun-turun, gak mau minum dan saya pikir supaya gak bolak-balik, jadi sekalian kesini bawa hasil Lab. Kata petugas Lab anak saya postif Tifes. Menurut saya mungkin infeksi mulut, karena dia suka masukkan apapun yang dipegang “.

TAK ADA KESIMPULAN

Fenomena di atas kerap penulis jumpai di praktek. Begitu banyak dan beragam dialog yang diungkapkan pasien atau keluarganya seputar “tifes” dan “gejala tifes”, yang rata-rata sembuh kurang dari seminggu. Setidaknya, beberapa contoh dialog tersebut dapat menggambarkan serba-serbi “tifes” ataupun “gejala tifes” dari sudut pandang pasien atau keluarganya.

Apakah ada kasus demam yang benar-benar mengarah ke Tifes dengan demam lebih seminggu dan memerlukan pengobatan hingga lebih 2 minggu ?

Ya, ada. Jumlahnya tidak banyak (kualitatif), gak mesti ada dalam seminggu (di praktek). Bisa jadi ada penderita demam yang berlanjut hingga lebih seminggu yang luput dari follow up. Hal ini sangat mungkin terjadi mengingat ada sebagian pasien akan bertamasya ketika demam gak kunjung reda. Bahkan ada yang berkunjung ke 3 dokter yang berbeda dalam tempo 3-6 hari. Wah !!!

Mungkin para sejawat memiliki pengalaman berbeda di daerah lain.

Penulis tak hendak mengajak masyarakat meremehkan keluhan demam. Sungguh bagus jika pemeriksaan dilakukan lebih dini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan. Sebaliknya, vonis “gejala tifus” ataupun “tifus” terlalu cepat pada saat demam 1-3 hari, menurut penulis bukan informasi yang sehat dan mungkin kurang mendidik. Ataukah ada pendapat lain ? Monggo πŸ™‚

Akhirnya, silahkan para pembaca ikut menyumbangkan saran dan pemikirannya. Perlu diingat bahwa seorang pasien yang mempertanyakan keabsahan diagnosa dokter, bukanlah perbuatan dosa.

Semoga bermanfaat

Topik Terkait:

Sekilas Demam Tifoid, silahakn download di sini ( format Flash swf )

:: :: :: posting menggunakan WLW :: :: ::

πŸ™‚

Iklan

24 Responses to “dok, saya punya gejala tifes”


  1. 1 sibermedik Mei 19, 2008 pukul 11:11 am

    pertamax

    gmn kbr riset tubex cak moki?

  2. 2 mariana silvania Mei 19, 2008 pukul 4:16 pm

    dok katanya tifus sama demam berdarah mirip2 ya? buat ngebedainnya gimana? selain dari hasil Lab?

  3. 3 Astri Mei 19, 2008 pukul 7:04 pm

    YAng pusing baru demam 1 hari langsung periksa WIdal sendiri

  4. 4 liza Mei 19, 2008 pukul 10:59 pm

    salam kenal, habis bw dari rumahnya wempi.
    malem dok
    dokter nganut RUD ga ni??

    (www.keluarga-andriza.blogspot.com)

  5. 5 Yudhi H.Gejali Mei 20, 2008 pukul 9:26 am

    Kesalah kaprahan masyarakat juga disebabkan oleh kesalah dokter juga loh dok…
    Habis..dokternya males ngejalasin kepasiennya…
    Dikit-dikit:Gejala Tifes…
    Panas 3 hari aja, disebutnya gejala tifes…(yah..bisa sih..)
    Karena takut salah jadi cuma disebutin: “Gejala” Typhus…

  6. 6 tyas Mei 20, 2008 pukul 8:19 pm

    halo pakde dokter, apakabar?

    saya kemaren baru habis kena tipus, januari 2008. Hasil Lab parathypi apa gitu nilainya 1160, itu udah parah ya pakde? telat ni browsingnya, soale baru habis ngerantau πŸ˜€

  7. 7 cakmoki Mei 21, 2008 pukul 3:33 am

    @ sibermedik:
    baru mulai tahap II … bukan riset koq, lebih tepatnya penyajian data diskriptif, atau lebih pas lagi, ekspos data mentahan. Ntar analisanya kita serahkan kepada para ahli atau yang berminat πŸ˜›

    @ mariana silvania:
    Beda banget. Dari segi waktu, tifus jauh lebih lama dari demam berdarah. Dari sudut keganasan, Demem berdarah lebih menakutkan ketimbang tifus.
    Pada tahap awal, tifus sulit dibedakan dengan penyakit lain termasuk Demam berdarah yang tanpa syok.

    Pada tahap lanjut, mudah dibedakan, terutama Demam Berdarah yang derajat II s/d IV karena pada Demam Berdarah ada kecenderungan terjadi syok yang ditandai dengan: nadi lemah, ujung anggota tubuh (tangan, kaki) dingin, kondisi melemah dan lebih lanjut ada tanda-tanda menurunnya trombosit, misalnya: bintik merah kehitaman di bawah permukaan kulit, mimisan ..dll. Ini bisa terjadi pada hari ke 2 s/d 7.
    Untuk memastikannya, cukup dengan periksa trombosit dan hematokrit pada hari ke 2 s/d 7 jika demam gak turun atau kondisi melemah walaupun udah diobati (murah meriah, gak sampai 25 ribu)

    BTW: gimana kabar si kecil setelah dapet obat 6 bulan ?
    Moga sehat selalu πŸ™‚

    @ Astri:
    hahaha, saking waspadanya πŸ˜€

    @ liza:
    salam kenal juga, trims.
    Malem
    RUD ? Ga nganut mana-mana .. hehehe
    Maaf, saya ga bisa buka blogspot, gak tahu dimana letak kesalahannya.

    @ Yudhi H.Gejali:
    iya … hehehe
    Tulisan ini dimaksudkan untuk saling koreksi dari kedua belah pihak. Emang kalo ingin aman, bilang : ohhh gejala aja koq.

    @ tyas:
    kabar baik, gimana bulan madunya … sip kan ? πŸ˜›
    paratyphi 1/160 ( satu per seratus enampulh) … itu mah paratypus, bukan tifus walaupun masih bersaudara. Biasanya sih gak begitu serius, lha buktinya … sempat ngerantau … hahaha *nunggu sending oleh-olehnya* πŸ˜‰

  8. 8 mariana silvania Mei 21, 2008 pukul 10:12 am

    anak ku minum obat nya 9 bulan dok.. di perpanjang:D .. kata dokternya.. di hasil lab udah bagus.. tapi di rontgen nya masih “ada” katanya begitu..

    Tapi sekarang udah selesai dok.. udah 3 bulan yang lalu selesainya..:)

  9. 9 NdaruAlqaz Mei 21, 2008 pukul 11:03 pm

    Hiks, jadi inget diopname 1 bulan di rumah…(dokternya bibiku sendiri)

  10. 10 cakmoki Mei 22, 2008 pukul 12:17 am

    @ mariana silvania:
    ok, moga sehat selalu πŸ™‚

    @ NdarulAlqaz:
    Hehehe, enak dong *loh sakit koq enak* … sekalian minta uang saku sama bibi πŸ™‚

  11. 11 telmark Mei 22, 2008 pukul 7:25 pm

    *Sebaliknya, vonis β€œgejala tifus” ataupun β€œtifus” terlalu cepat pada saat demam 1-3 hari, menurut penulis bukan informasi yang sehat dan mungkin kurang mendidik. Ataukah ada pendapat lain ? Monggo*

    yey… yg dokterkan disitu, pendapat lain tdk dibenarkan. πŸ™‚ Ataukah ada pendapat lain ? Monggo….

  12. 12 FajarQimi Mei 22, 2008 pukul 8:38 pm

    Benar Cak,masak panas 3 hari di periksa penanda tifusnya.

    Selamat ya Cak, tulisannya masuk CDK terbaru

  13. 13 cakmoki Mei 24, 2008 pukul 12:44 am

    @ telmark:
    waduhhh, senjata makan tuan ya πŸ˜›
    maksudnya, yang bukan dokter boleh berpendapat, yey … monggo

    @ FajarQimi:
    Bisa jadi tuntutan pasar…, kali pasien lebih lega kalo segera ada diagnosa … hehehe
    Thanks supportnya, saya malah belum dapat CDK.
    Btw, koq lama gak nulis di Kaltim Post, sibuk ya

  14. 14 dokterearekcilik Mei 27, 2008 pukul 6:01 pm

    Salam kenal…..:D ada yang bilang tipes, tipus……pokoke macem macem nyebutnya, Indonesia negara endemis salmonella, jangankan penduduk seluruh Palaran, penduduk seluruh Indonesia diperiksa widal ya banyak yg positif. Emang bener sebagian juga salah petugas kesehatan termasuk dokter yg cepet memberi vonis tipes pada pasien. Soalnya kalo menjelaskan terlalu detail kuatir pasiennya malah gak ngerti atau udah kebanyakan pasien kali πŸ™‚ Tapi biar bagaimana tulisan cak moki emang moiiiiii……Waaah nulis di CDK ?! Baru tahu aku…. waaaa ketinggalan bener …..Aku liat ah tulisan cacak Coki πŸ˜€

  15. 15 cakmoki Mei 28, 2008 pukul 2:07 am

    @ dokterearekcilik:
    Salam kenal Bos … πŸ˜€ … mungkin seperti buah simalakama ya, … kalo dokternya gak cepet ngasih diagnosa ntar dikira gak manjur, kalo kecepeten ngasih diagnosa tipes, tipus ehhh gak taunya esoknya keluar varisela … hehehe. Kira-kira para pasien berperan juga dalam per-salah kaprah-an ini gak?
    CDK ? di sini gak ada Mas … liat juga ah πŸ˜€

  16. 16 triesti Mei 28, 2008 pukul 11:04 am

    ini nulis lagi ttg tipus ngga krn aku paratifus kan? hehehehe

    gila, dah vaksin masih juga sampe sini panas… apa lagi begitu tau udah seminggu panas, dipaksa2 cek darah.. akhirnya setelah seminggu kemudian masih panas baru cek:) tetep aja masih dibilang ngga tampang sakit.

    sekarang sih dah ngga… obat juga cuma 3 hari minum krn alergi

  17. 17 Daniel Witanto Mei 28, 2008 pukul 12:13 pm

    Wah memang repot juga urusan typhus ini, kalo menurut saya yang paling penting penjelasan kita ke pasien, karena diagnosis dokter yang pintar dan berpengalaman pun bisa salah kan? dokter juga manusia gitu πŸ™‚

  18. 18 cakmoki Mei 28, 2008 pukul 1:21 pm

    @ triesti:
    enggak koq mbak … sedikit inspirasi kali…huahahahaha πŸ™‚
    Met kembali ke tanah air …moga betah.

    gila, dah vaksin masih juga sampe sini panas… apa lagi begitu tau udah seminggu panas, dipaksa2 cek darah.

    endemis mbak πŸ™‚
    eh..emang masih seger ya ? … gak percaya ah…gak liat sendiri soalnya..jangan-jangan layu
    Moga sehat selalu ya πŸ™‚

    @ Daniel Witanto:
    iya, setuju … πŸ™‚ … dan mending ngaku salah kalo emang ternyata salah… pasien akan lebih menghargai.

  19. 19 triesti Juni 11, 2008 pukul 10:26 am

    2 hari kemaren aku panas lagi… bosen deh. pas 2 minggu lalu di gunung geulis, aku gatel semua.. ada yg bentol ada yg ngga… padahal ngga ada nyamuk. akhirnya tiap mandi pake air dari kraan, ngga dari bak. baru mendingan.

    untungnya pas pada pilek, aku cuma bersin2 aja. duileh.. banyak bener penyakit sih disini.

  20. 20 cakmoki Juni 12, 2008 pukul 1:03 am

    @ triesti:
    hehehe, tubuh lagi kenalan ulang dengan kondisi tanah air kali πŸ˜›

    duileh.. banyak bener penyakit sih disini.

    itu masih belum, jangan kuatir…masih banyak koq *becanda*
    Moga sehat selalu πŸ™‚

  21. 21 reni Juni 25, 2010 pukul 1:41 pm

    hhhahha. … ngakak baca tulisanya cak moki. sptnya dimana-mana pasien gt de, ga saya praktek di ndeso, di jakarta jg gt.

  22. 22 cakmoki Juni 25, 2010 pukul 4:10 pm

    @ reni:
    ga ngira kalo di Ibukota juga gitu… πŸ™‚
    Makasih kunjungannya, Mbak

  23. 23 Angelica Juli 20, 2010 pukul 3:28 pm

    Saya baru pertama kali ‘berkunjung’ ke blog ini krn sedang mencari info ttg typus. Salam kenal, Dok.
    Terima kasih banyak utk infonya yg sangat membantu.
    Boleh sekalian nanya ya, Dok?
    Anak saya sedang sakit, diduga typus. Hasil kultur darahnya (Gal? Betul ya, dok?) baru diambil hari ini dan hasilnya positif. Hasil positif utk Gal itu selain menunjukkan bhw anak saya typus, berarti apa lagikah, Dok?
    Mengapa dokternya jg menganjurkan anak saya tes anti Salmonella typhi IgM dan mmg hasilnya jg positif.
    Sebelumnya terima kasih sekali lagi, Dok.

  24. 24 cakmoki Juli 22, 2010 pukul 11:22 pm

    @ Angelica:
    Salam kenal…maaf terlambat menjawab karena sedang berada di luar kota…

    Hasil Gal kultur positif memastikan adanya infeksi salmonella typhii alias tipus.. gak ada arti lainnya.
    Adapun tes anti Salmonella typhi IgM untuk menilai apakah terbentuk zat kekebalan atau enggak… nah, dengan hasil positif menunjukkan bahwa infeksi oleh Salmonella typhii telah membentuk zat kekabalan terhadap anak.. jika titernya dianggap cukup oleh dokter, itu berarti gak perlu imunisasi.
    Terimakasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso β„’

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

No Korupsi

Internet Sehat

Translator

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 5,378,166 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters

Translate


%d blogger menyukai ini: