cantik-cantik PANU-an

PANUYang ngomong bukan penulis. Hanya mengutip omongan orang lain !!!

Sepasang muda-mudi masuk ruang praktek sambil senyam-senyum.
Pikiran paling-paling mau konsultasi imunisasi TT (tetanus toxoid) pranikah. Teryata tidak.

Setelah mereka duduk, si gadis memulai dialog: (terjemah dari bahasa daerah)

Gadis: “pak, saya gatal sudah 2 minggu lebih, awalnya di leher, sekarang sudah menyebar”.
Penulis: “sudah minum obat apa saja ?”
Gadis: “macam-macam, padahal sudah tidak makan telor, ayam dan ikan. Tetap gatal, tambah banyak “.

Adegan selanjutnya, periksa.

Di bawah sinar terang benderang, tanpa diminta si gadis menyingkap penutup leher dan punggung.
Untuk penegasan saja sih, soalnya waktu omong-omongan sudah ditunjukkan olehnya dan terlihat samar-samar bercak pultih kemerahan di lehernya
Sambil meriksa, ngobrolpun berlanjut.

Penulis: “koq sampai tidak makan telor dll, kenapa ?”
Gadis: “gatal kan alergi. Sakitnya apa pak, alergi ya ?”
Penulis: “bukan, ini jamur. Kalau berkeringat tambah gatal dan merah kan ?”
Gadis: “iya, sudah lama sebenarnya. Tadinya sedikit, saya kira gatal biasa”.

Kembali ke tempat duduk, kami berhadapan. Selanjutnya penulis menunjukkan gambar salah satu jenis penyakit jamur sesuai “gatal” yang dialami si gadis. Sontak si pemuda pendamping menimpali:
“lho, ini kan panu”, sambil bersandar, meledek dengan nada canda:
cantik-cantik panu-an“, ujar si pemuda.
Merekapun saling pukul mesra.

PANU, atau di dunia medis disebut dengan bahasa aneh Pityriasis versicolor, merupakan infeksi jamur di permukaan kulit. Biasanya kumat-kumatan dan tak jarang tanpa keluhan (asimptomatis).
Penyakit ini disebabkan oleh Pityrosporum ovale.*jamur, aja lah*

up date ( koreksi oleh: Bu Lita )

FAKTOR PENCETUS
Udara panas dan lembab, kehamilan, pil KB, faktor genetik, pemakaian obat golongan steroid (antialergi anti-inflamasi, misalnya: prednison, deksametason, betametason, dan lain-lain)

Bukan karena JARANG MANDI semata lho, ada juga yang rajin mandi, rajin gosokan bahkan pakai antiseptik, handuk dan pakaian ganti tiap hari, toh tetap bisa terjangkit panu.
Tak jarang pula menghabiskan berbotol-botol obat oles anti jamur, eh masih nongol juga.
Di lain pihak, ada yang jaketnya bau, seminggu gak dicuci, jarang mandi, toh gak panu-an.
Mengapa ? Kembali ke faktor pencetus.

TANDA-TANDA
PANU kulit gelap Mudah koq, kasat mata. Biasanya gatal jika berkeringat. Bagi yang berkulit gelap, bercak warna putih, sedang bagi yang berkulit putih, bercaknya berwarna terang, kemerahan.

Kalau tambah banyak gimana dong?
Yah, paling-paling bergerombol membentuk kepulauan Indonesia.

PENGOBATAN
Obat Luar (topikal)
Krim Mikonazole nitrat 2% (misalnya: fungisol, interzol, ketomed, moladerm, mycoral, dll). Krim dioleskan pagi dan sore (sesudah mandi) dan diberikan jika bercak tidak luas. Jika luas seperti kepulauan Nusantara, dapat diberikan Mikonazole 2% dalam bentuk bedak, misalnya: daktarin, mycorine.
Lama pengobatan: sekitar 2-4 minggu *lama ya*

Catatan penulis:
Untuk bayi sebaiknya diberikan Mikonazole 2% dalam bentuk bedak, karena bentuk krim tak jarang menimbulkan rasa risih (lengket) sehingga bayi menjadi rewel.

Obat Minum (oral)
Ketokonasol tablet 200 mg (nama generik), diminum 1 tablet sehari, sesudah sarapan, selama 2 minggu (referensi lain menyebutkan 10 hari)
Obat minum dapat diberikan bersama obat luar.

PERMASALAHAN
Penyakit ini sering kambuh. Menimbulkan bekas berwarna putih pada kulit yang terkena jamur setelah pengobatan.

Kadang sulit dibedakan dengan alergi. Padahal jika jamur ini diberi obat anti alergi terlebih diberi anti-inflamasi (steroid), awalnya seolah membaik, tapi sebenarnya akan bertambah luas karena anti alergi anti-inflamasi tidak boleh diberikan (kontra indikasi) pada penyakit jamur.
Bagaimana jika infeksi jamur menimbulkan penyulit reaksi alergi ?
Inilah repotnya, dan pemberian obat kombinasi (anti-alergi dan anti-inflamasi bersama anti jamur) menuai kontroversi.
Menurut hemat penulis, prioritas pertama pengobatan jamur, setelahnya dilanjutkan dengan anti-alergi.

Permasalahan lain adalah anggapan bahwa setiap gatal diidentikkan dengan alergi dan celakanya diasumsikan dengan larangan berbagai makanan.
Realita di tempat layanan pengobatan, tak jarang kita mendengar larangan ini-itu karena keluhan gatal yang belum tentu alergi. Sedangkan alergi-pun belum tentu karena makanan.
Lebih jauh tentang alergi, sila tengok:
Artikel: alergi (1) dan alergi (2) oleh tukangkomentar.

A d v i s:

  • Keringkan handuk setelah dipakai dan ganti sesering mungkin (halo mahasiswa kos-kosan, gak digantung di kamar kan?) *sorry* :lol:
  • Mandi sudah jelas dong, mana ada yang gak mandi seharian. Apa ada?
  • Simpan atau gantung pakaian di tempat kering (jangan kelamaan ya, ntar bisa jamuren)

Bacaan:

  • PDT Ilmu Penyakit Kulit RSUD dr. Soetomo
  • Ilmu kesehatan Anak, jilid I, FKUI, cetakan 2005

Semoga bermanfaat.

Link terkait:
Pityriasis versicolor
(panu, rek)

85 Tanggapan ke “cantik-cantik PANU-an”


  1. 1 juliach Maret 21, 2007 pukul 4:08 am

    Hik, kami mandinya 1x seminggu, paling banyak 2x. Si bayi 1x sehari atau setiap 2 hr. Habisnya duingin sekali.

    Kalo musim panas, bisa 1x hari.

    Untung kami belum panuan. He…he…he…

  2. 2 cakmoki Maret 21, 2007 pukul 5:18 am

    @ juliach,
    Beda dong, di sono nggak termasuk “pencetus”. Lha panasnya aja 18 derajat celcius, sama dinginnya dengan kamar ber-AC.
    Di indo apalagi kaltim, kalau nggak mandi 2 kali rasanya pliket semua, gerah, sumuk, mungkin juga kecut. hehehe

  3. 3 Lita Maret 21, 2007 pukul 8:09 am

    Steroid = anti alergi? Anti alergi itu bukannya antihistamin tho, cak?

    Saya pernah tanya adik kelas (yang sekarang dokter) tentang steroid. Menurut penangkapan saya, steroid itu anti radang tapi yang bersifat mengikat air.
    Penjelasannya lebih njlimet lagi sebetulnya, saya nyaris ngga ngerti hihihi…

    Mohon diluruskan yang bengkoknya :D

  4. 4 jokotaroeb Maret 21, 2007 pukul 11:23 am

    Biasanya yang jarang mandi tu pa dokter he… 8)
    Saya punya teman dengan masalah yang sama tetapi dia mengunakan obat gosok efeknya kulit dia malah seperti terbakar/terkelupas engga tau sembuh apa engga menurut pa dokter apa obat gosok juga bagus untuk panu?

  5. 5 kangguru Maret 21, 2007 pukul 11:55 am

    thx tips pak dokter, itu kan tipe penyakit rakyat seperti ku hehehheh

  6. 6 mei Maret 21, 2007 pukul 3:18 pm

    “cantik-cantik panu-an“, ujar si pemuda.
    Merekapun saling pukul mesra.

    dan sang dokterpun tersipu malu..hihi

  7. 7 antobilang Maret 21, 2007 pukul 3:32 pm

    eh iya..itu pak dokter juga sempet dipukul2 mesra gak sama si gadis-cantik-panuan ?
    hahaha…
    pak dokter mau nanya..
    itu skrinsyutnya yang awal aseli dari si gadis, dok?
    kalau boleh tahu itu bagian tubuh yang mana?

  8. 8 manusiasuper Maret 21, 2007 pukul 3:51 pm

    Jangan-jangan saya itu yang konsultasi..?

  9. 9 Lintang Maret 21, 2007 pukul 4:06 pm

    Iya pak…di kalteng jg gerah banget…panas euy. Jd sering terasa pliket…terpaksa deh mandi :D
    Eh pak dokter pernah denger penyakit tutupen?? Bentuknya bercak putih spt panu…biasanya muncul di daerah pipi disamping mulut. Tp g bs diobati. Itu penyakit bukan ya? Trus ngilanginnya gmn ya?

  10. 10 Kang Kombor Maret 21, 2007 pukul 4:24 pm

    Kalau digosok pake laos (lengkuas) gimana, Cak Dokter? Boleh enggak?

  11. 11 Yandhie Dono Maret 21, 2007 pukul 4:45 pm

    Hwarakadhah… saling pukul mesra pun ada :D Ngga ada detail yg terlewat!

    OOT nih, Cak Dok, mau nikah kok pake suntik TT? Emang serius perlu? Apa becanda? Buat apa? *terkejut-kejut*

  12. 12 grapz Maret 21, 2007 pukul 5:05 pm

    kalo di tempat saya griseofulvin dipakai sebagai 1st line karena eso hepatotoksiknya yang lebih kecil dan harganya yang lebih murah, tapi sekali lagi pengobatan masing2 dokter kan berbeda2, science is art rite?? :))

  13. 13 grandiosa12 Maret 21, 2007 pukul 5:32 pm

    *hadir*

  14. 14 cakmoki Maret 21, 2007 pukul 5:54 pm

    @ Lita,
    wualah iya, ternyata saya yang bengkok, maksute anti-inflamasi, segera update. Trims pelurusannya ya :D
    Betul, steroid adalah anti-inflamasi yang bersifat mengikat air karena retensi Natrium. Penjelasannya selain njlimet juga melibatkan banyak proses dan organ tubuh yang saling terkait.

    @ jokotaroeb,
    Hehehe, iya kali …mandi dulu ah :D
    Obat gosok cairan di luaran, kebanyakan mengandung asam salisilat dan asam benzoat. Setelah mengelupas pada umumnya pulih sendiri. Emangnya dioles apa disiram sih …
    Bagus tidaknya obat oles cairan sangat individual, artinya ada yang hilang dengan obat tersebut ada yang tidak.
    Jika dengan obat oles cairan tidak hilang, bisa dipertimbangkan krim di atas. Jika inipun tidak hilang, perlu kombinasi dengan obat minum.
    Memang benar, panu seringkali jadi masalah karena mudah kambuh, terlebih jika lembab dan berkeringat.
    Panunya lagi krasan kali, hehehe

    @ kangguru,
    iya Pak, rakyat dan yang memimpin rakyat sama, bisa kena juga.
    Omong-omong, artis-artis cantik ada yang panu-an gak ya ?

    @ mei,
    Hehehe, koq yo ngerti

    @ antobilang,
    Boro-boro dipukul mesra, wong ngomong jamur aja si gadis sudah cemberut. Pernah juga sih dipukul mesra oleh cewek, sayangnya bukan gadis, nenek-nenek. Uenaaak tenan :D

    Maksudnya skrinsyut itu gambar ya ? Gambarnya gak asli, ambil di situs penyakit kulit. Gambarnya sampai dada, tapi saya crop di bagian leher, takut kena somasi. hehehe

  15. 15 tiesmin Maret 21, 2007 pukul 6:45 pm

    Dokter, salam kenal ya…dapet blog dokter dari Mba eh…Dokter eh enakan Mba dech, Mba Lita…:)
    Saya suka banget sama ulasannya dokter dan dokter :)
    Thanks for ur sharing Dok!
    GBU! :)

  16. 16 junthit Maret 21, 2007 pukul 9:03 pm

    Panu-an kalau rata kan malah cakep,tambah putih?? :D Panu-an pasti gatel ya dok?Ada nggak panu yang nggak bikin gatel?

  17. 17 helgeduelbek Maret 21, 2007 pukul 10:17 pm

    Panu, dulu tetangga saya nggosok panunya pakai belerang sampai nglongkop2 lho cak, hasilnya yah sembuh, bener gak cara seperti itu cak?

  18. 18 imcw Maret 21, 2007 pukul 11:01 pm

    huehehehe…gimana kalo panu dijadikan kebangaan aja…sama kayak tatoo…khan sama sama membuat gambar dikulit…kalo panu membuat gambaran abstrak sedangan tatoo membuat gambaran realis…;)

  19. 19 passya Maret 21, 2007 pukul 11:40 pm

    kata panu: susahnya jadi minoritas….yang ada diberangus dengan segala macam obat…

  20. 20 cakmoki Maret 22, 2007 pukul 2:42 am

    @ manusiasuper,
    Yang mana ? Yang saling pukul mesra itu ?
    Ketahuan nih, suka pukul-pukulan :D

    @ Lintang,
    Maaf, baru kali ini saya dengar “tutupen”, bahasa daerah mana ?
    Bisa dilihat ? *halah, piye to*
    Penyakit kulit idealnya dilihat. Atau fotonya ditayangkan via email, sehingga bisa diketahui jenis kelainannya dan dapat dipilihkan obat yang tepat.
    Saya punya slide show penyakit kulit, nanti saya cek dulu. Siapa tahu ada yang mirip atau cocok dengan yang digambarkan.

    @ Kang Kombor ,
    Boleh Kang. Saya belum tahu kandungan lengkuas. Kalau tidak salah bisa mengelupas dan ganti kulit ya

    @ Yandhie Dono ,
    Jawabnya satu persatu ya …
    Mau nikah kok pake suntik TT?
    Sejak 1990-1991, setiap calon pengantin diberikan imunisasi TT 2 (dua) kali, sebelum nikah dengan interval 4 minggu. Jika calon pengantin tersebut nanti hamil, maka cukup mendapatkan TT ulangan 1 kali.
    TT bahkan sudah diberikan kepada siswi SD kelas VI.

    Untuk apa ?
    Agar nanti jika wanita tersebut punya anak, si jabang bayi dapat terhindar dari Tetanus Neonatorum.
    Saya sudah bikin eBook seputar imunisasi, sayangnya pakai format exe standalone. Masih mau diganti format PDF.

    @ grapz,
    Sama koq, nggak beda. Griseofulvin tetap bisa dipakai. Cuman gak saya tulis semua, Dosis untuk anakpun gak saya tulis.
    Griseofulvin lebih spesifik sebagai drug of choice Ringworm (Microsporum, Trichophyton dan Epidermophyton). Sedangkan untuk Pityrosporum (Malassezia furfur) pilihan utama Ketokonazol. Itu soal pilihan, bukan seni lho :D
    Griseofulvin has been available since 1958 to treat ringworm (tinea). It is not effective against yeasts such as candida or malassezia.
    Griseofulvin has been withdrawn from the market in New Zealand (2002); however a few chemists stock some tablets.

    Termasuk obat topikal, masih banyak. Hehehe, contohnya kurang ya.
    Versi cetaknya nyusul deh, lumayan lengkap koq.

    @ grandiosa12,
    mangga, dipersilahkan istirohat di sini Pak

  21. 21 cakmoki Maret 22, 2007 pukul 3:03 am

    @ tiesmin,
    iya iya salam kenal juga. Terimakasih telah nyambangi :D

    @ junthit,
    Guyonan seperti itu sering dilontarkan, gak usah pemutih. kalo panu nya gak mau rata gimana, misalnya si panu lupa gak nyebar ke hidung. hehehe
    Gak selalu gatel koq, terutama yang sudah menahun gak terasa apa-apa. Di sana ada yang panuan gak?

    @ helgeduelbek,
    Belerang bisa pak, dan benar. Sengaja tidak saya tulis, banyak sih, daftarnya bisa panjang. Namanya salep 2-4, isinya sulfur. Sampai sekarang masih dipakai sebagai salah satu pilihan obat luar.

    @ imcw,
    iya tuh, dibentuk gambar abstrak. Kalau dibuat gambar ikan sulit kali ya, bikin mata ikannya pakai apa? :D

    @ passya,
    Panu yang lain berkata: rasakan pembalasanku, obat apapun gak mempan, mati satu tumbuh seribu. Hehehe

  22. 22 Evy Maret 22, 2007 pukul 4:38 am

    Wadoooh, disuguhi gambar gulu panu-en ga sido nepsong hahahaha…lek genok panu-ne podo sueneneng iku cak…

  23. 23 cakmoki Maret 22, 2007 pukul 5:36 am

    @ Evy,
    walahh, ngerti ngono tak tampilno gambar Demi Moore ditambahi panu yo, ben dadi nepsong, hehehe

  24. 24 IDAI Maret 22, 2007 pukul 10:28 am

    Wah apik cak web sampeyan…

  25. 25 yusuf alam r Maret 22, 2007 pukul 11:06 am

    saya pernah dapat pasien Cak… cantik… pakek atasan U can C bawah sexy banged sampek sepertiga bawah paha… tapi panuan… kulitnya putih.. ngakunya sih habis renang munculnya… yang bikin pusing dia ngotot minta suntik.. wah… bikin berdesir 5 detik.. he he he

  26. 26 oon Maret 22, 2007 pukul 12:45 pm

    jadi mendingan cantik-cantik panuwan ato cantik-cantik ra kathokan cak?

  27. 27 cakmoki Maret 22, 2007 pukul 3:27 pm

    @ IDAI,
    Mohon dikoreksi posting saya, terutama tentang anak ya …
    dan blog dokter anak saya link. Maturnuwun

    @ yusuf alam r,
    Saya mbayangkan ikut deg-degan. Waktu nyuntik, dia mbuka rok dari atas kan ? hahaha

    @ oon,
    Sssst, yang kedua itu bisik-bisik aja. Mana, mana, manaaa ? *bletak*

  28. 28 dhany Maret 22, 2007 pukul 3:41 pm

    khan kita idup di alam tropis man…!!!
    saya juga sering…ihik..ihik..hik

  29. 29 klikharry Maret 22, 2007 pukul 4:10 pm

    makasih pak buat infonya…
    izin dikutip sebagian

  30. 30 cakmoki Maret 22, 2007 pukul 4:22 pm

    @ dhany,
    Betulll, faktor pencetusnya “udara panas dan lembab”
    Apalagi di Probolinggo (Leces) ya, yang tiap tahun saya lewati
    jan puanaaassss tenan.
    Seklangkong, mator kaso’on, maturnuwun, tengkyu :)

  31. 31 cK Maret 22, 2007 pukul 8:17 pm

    wah…infonya bagus nih. alhamdulillah saya ga pernah kena panu. mas, saya masukin ke blogroll yaa…. :)

  32. 32 peyek Maret 22, 2007 pukul 9:00 pm

    cak, jaman semene sek onok panu? kalo cuman sedikit memang bahaya, tapi kalo sudah sekujur tubuh he…he…he… mungkin ganti kulit cak.

  33. 33 cakmoki Maret 23, 2007 pukul 2:30 am

    @ klikharry,
    Boleh, edisi lengkap belum saya upload, terutama terapi dan dosis.

    @ cK,
    syukurlah gak punya panu. Punyapun gak apa, wong gak ada yang liat *bercanda*
    Ok terimakasih, kedatangannya :)

    @ peyek,
    Maksute “mlungsungi” ya … Mosok sih di gresik gak ketemu panu blas. Coba diinceng siji-siji. hehehe

  34. 34 venus Maret 23, 2007 pukul 8:01 pm

    ini taun 2007 lho. masih ada ya yang namanya panu? *geleng-geleng heran*

  35. 35 cakmoki Maret 24, 2007 pukul 12:33 am

    @ venus,
    Di tempat kami masih banyak, tadi saja ada seorang mhs Akper berobat penyakit itu.
    Para karyawan pabrik kayu lapis malah lumayan. Hal ini bisa dimaklumi karena bekerja di tempat yang pengap, panas dan berkeringat selama 10-12 jam. Coba sekali-kali njenengan lihat-lihat kulit orang kalo pas jalan-jalan, siapa tahu nemu “panu”.
    Selamat berburu panu. hehehe

  36. 36 GuM Maret 31, 2007 pukul 2:58 pm

    Salam, Cak.

    Saya pernah konsumsi Ketoconazole yang oral (bener gini ya nulisnya, cak?). Tapi kata temen saya yang calon dokter,

    oral itu untuk infeksi yang sistemik, untuk penyebaran infeksi lewat aliran darah, n organ2 dalam juga ikut terkena. kalo ngga adekuat minumnya jd useless, n bisa menimbulkan resistensi

    Bener gitu ya, Cak? (apa sih maksudnya? saya ndak mudeng istilah medis ^^; ) Akhirnya sekarang saya pake yang salep aja. Cuma masalahnya, tempat2 yang nggak terjangkau akhirnya nggak terobati.

    Trus dulu waktu masih kecil pernah disinari pake lampu warna biru, dan panunya ‘glowing’ semua ^^;
    itu lampu apa ya, Cak?

    Matur nuwun sak derengipun.

  37. 37 yudi April 1, 2007 pukul 9:03 pm

    Pertama saya mau ucapkan terima kasih atas infonya, Cak. Saya menjadi lebih tahu tentang panu. Cak, ada yang saya mau tanyakan nih…
    Jujur, saat ini saya sedang bingung untuk mengobati panu saya ini. Keadaan tersebut awalnya saya tidak merasakan sama sekali. Baru waktu saya kelas 1 SMA, saya merasa ada yang tidak beres dengan badan saya. Tubuh saya waktu itu gatal – gatal, kalau digaruk menjadi kemerahan. Saya tidak menyangka kalau itu adalah awal tumbuhnya jamur di badan saya!! (Mesakno aku Cak…) Saat itu saya mengira hanya alergi saja karena saya orangnya cukup bersih. Saya tidak pernah menggunakan handuk orang lain begitu juga dengan pemakaian alat – alat mandi lainnya, seperti sabun dan lain – lain. Entah dari mana jamur ini berasal, saya tidak menyangka sama sekali. Waktu saya mengaca ke cermin saya melihat ada bercak putih di punggung yang lumayan banyak. Setelah diperhatikan, ternyata itu adalah panu!(No Way… ) Alhasil, mamaku mengobati badan saya secara tradisional dengan menggunakan belerang yang sudah ditumbuk halus dicampur dengan minyak tanah kemudian digosokkan. Karena kebanyakan waktu saya tersita oleh kegiatan ekstrakurikuler, akhirnya pengobatan tersebut dilakukan dengan frekuensi yang tak menentu. Apakah cara ini sebenarnya bisa Cak ? Soalnya banyak tetangga + kerabat yang melakukan dengan car ayang serupa tapi sembuh …. (Kok aku ga bisa ya…)
    Bosan dengan hasilnya yang tak kunjung nampak, saya pun akhirnya mencoba semua cara dari penggunaan Neo Ultrasiline cream 5 g, menggosok dengan lengkuas hingga ke dokter, hasilnya pun tak kunjung nampak. Oleh dokter saya diberi resep: THICAZOLE Tablet 200 mg diminum 1 kali sehari dengan jadwal yang tetap & CLEANSING LOTION 200 ML yang berwarna kecoklatan dioleskan ke tubuh 2 kali sehari sehabis mandi. Namun, sampai obatnya habis pun juga tak kunjung sembuh bahkan kadang – kadang gatal itu makin menjadi. Oh ya Cak, warna kulit badan dan lengan saya juga ga rata, belang gitu. Apakah itu juga disebabkan oleh jamur? Soalnya di situs http://www.mydaktarin.com dituliskan bahwa warna yang tidak merata di tubuh juga bisa jadi disebabkan oleh jamur. Untuk lebih lengkapnya, coba Cak Moki cek situsnya coz aku takut salah tulis! Hehe …
    Cak, yang ingin saya tanyakan:
    1. Apakah yang menyebabkan kegagalan dalam pengobatan jamur kulit ini?
    2. Bagaimanakah caranya agar penyakit ini hilang ?
    3. Bagaimanakah prosedur terapi & dosis pengobatan yang tercantum di artikel Cak Moki ? Tolong diupload / dikirimkan beserta penjelasannya ke saya ya Cak… Plissssssssss :’)
    4. Di situs http://www.mydaktarin.com , ada produk DAKTARIN LIQUID SOAP. Saya ingin mencobanya karena menurut saya dapat dipakai saat mandi. Namun kendalanya adalah saya tidak menemukannya baik di seluruh apotek kota Probolinggo bahkan di Surabaya pun juga tidak ada. Menurut Cacak, gimanakah caranya agar bisa mendapatkannya?
    5. Cak, saya sudah beli Ketokenasol 200 mg yang Cacak Moki sebutkan, apakah boleh kalo dikombinasikan dengan produk DAKTARIN LIQUID SOAP?
    6. Di situs http://www.yeastinfectionsnomore.com disebutkan bahwa jamur kulit dapat diobati tanpa meminum obat. Ada metode – metodenya yakni dengan pemilihan nutrisi makanan, dll. Saya tidak tahu gimana prosedurnya karena kita harus beli dulu untuk bisa membaca e-booknya. Coba Cacak Moki cek juga tuh informasi. Apakah itu benar Cak? Apakah ada kaitannya jamur dengan makanan yang kita makan?

    Tolong Cak dibales yo… Dulurmu iki butuh pengobatan sesegera mungkin ….. Mesakno aku Cak ……. Tak enteni lo Cak…. Matur Suwun…

  38. 38 cakmoki April 3, 2007 pukul 12:32 am

    @ GuM,
    Salam kenal juga
    Ketoconazole oral diminum terutama untuk kasus berulang (kambuhan), atau yang resisten terhadap obat lokal. Dapat juga kombinasi.
    Selain untuk pemakaian jamur di kulit (superfisial or permukaan), ketoconazol dipakai juga untuk infeksi jamur sistemik. Bentuknya ada yang injeksi ada juga bentuk tablet dan cream.
    Maksudnya adekuat adalah tepat dosis dan lama pemberiannya, semua obat harus begitu.
    Udah jelas kan?

    Untuk tempat yang tak terjangkau dapat dipertimbangkan pemakaian mikonazol bentuk bedak, misalnya: mycorine atau daktarin.

    Lampu seperti di atas namanya lampu Wood, untuk pemeriksaan diagnostik.

    Semoga membantu

  39. 39 chielicious April 13, 2007 pukul 11:46 am

    Alhamdulillah belom pernah panuan :D

  40. 40 cakmoki April 13, 2007 pukul 12:19 pm

    @ chielious,
    syukurlah gak pernah panuan. Gak bisa bayangkan kalo panu mampir di kulit warna putih, nampak bercak kemerahan. :)

  41. 41 Feri Mei 9, 2007 pukul 5:47 pm

    Maaf mau tanya, tapi apa yang terkena penyakit panu itu bisa sembuh total atau tidak, pantangannya apa?
    terima kasih

  42. 42 cakmoki Mei 10, 2007 pukul 3:43 am

    @ Feri ,
    Panu bisa sembuh total.
    Jika yang dimaksud makanan, tidak ada pantangan apapun.
    Jawabannya singkat aja ya :)

  43. 43 tresno_man Juni 2, 2007 pukul 10:42 am

    cak, aku juga panuan nih. kemarin juga sama sih timbul bercak putih dan kalo berkeringat gatal dan memerah, kulitku warna putih. kemarin di sarankan minum obat “NIZORAL” itu lumayan juga si cak tapi kenapa kok warna putihnya gak ilang ilang cak? apakah warna putih bekas panu di badan ku ini bisa hilang cak? dalam waktu berapa lama? thanxs

  44. 44 cakmoki Juni 2, 2007 pukul 3:39 pm

    @ tresno_man,
    sip, nizoral setidaknya 2 minggu, atau bisa dilanjutkan kalo masih ada panu aktif.
    Bekasnya *putih* memang agak lama hilangnya, bisa mencapai 1-3 bulan untuk penggantian pigmen baru.
    Moga mulus kembali seperti sediakala.
    Maturnuwun kunjungannya ;)

  45. 45 tresno_man Juni 2, 2007 pukul 5:15 pm

    wadoohhhh matur nuwun sanget cak
    meski pergantian pigmen nya lama gak papa yang penting bsa hilang itu bekasnya. semoga dapat berguna bagi semuanya yo cak

    maturnuwun sakderenge cak ^_^

  46. 46 cakmoki Juni 2, 2007 pukul 5:18 pm

    @ tresno_man,
    Sami-sami :)

  47. 47 wisnu Juni 16, 2007 pukul 12:42 pm

    cak saya mao tanya neh
    kalo untuk rambut tontok obatnya apa ya cak, saya sudah mencoba banyak tonic dan sampo anti rontok tapi hasilnya selama 2 bulan masih belum keliatan. apa benat kalo faktor keturunan itu sulit atau tidak bisa disembuhkan? obat apa yang cocok buwat saya cak?
    thanxs ^_^

  48. 48 cakmoki Juni 16, 2007 pukul 11:54 pm

    @ wisnu,
    Dear mas wisnu, rambut rontok memang sulit diobati terlebih jika ada faktor keturunan. Kalau toh diobati, perlu waktu lama. Untuk itu sebaiknya coba periksa ke dokter spesialis kulit untuk mendapatkan perawatan jangak panjang. Pemberian obat didasarkan pada pemeriksaan kulit kepala, kualitas rambut dan pemeriksaan penunjang laboratorium, agar pengobatannya tepat.
    Karena itu saya tidak bisa memberikan advis pengobatan, maaf ya :)

    Semoga masalh tersebut segera dapat teratasi

  49. 49 iamedel Juli 14, 2007 pukul 2:47 pm

    Keringkan handuk setelah dipakai dan ganti sesering mungkin (halo mahasiswa kos-kosan, gak digantung di kamar kan?) *sorry*

    Gini Pak Dokter, saya kan kerja di luar kota (luar Jakarta maksudnya), jadinya saya ngekos. Kalo pakaian yang kecil2, macamnya kaos kaki, pakaian dalam, termasuk handuk, saya cuci sendiri dan jemur di dalam kamar. Apakah kamar saya jadi kondusif tuk pertumbuhan jamur2an itu Dok?

    Sebenernya saya suka gatel2 sejak pindah ke sini Dok, terutama kalau di kamar. Tapi gatelnya di punggung, jadi saya gak keliatan. Tapi kalo lagi di kantor gak pernah gatel2. Kalo dipegang kayak ada bintil2 kecil kek digigit nyamuk gitu tapi gak banyak (sejauh tangan meraba). Saya mikirnya itu biang keringat soale kamar saya panasnya gak pake kira2 *jadi curhat kamar kos* Biasanya saya pakein bedak baby aja deh.

    Mohon nasihatnya Pak Dokter, makasih..

  50. 50 Detektif Panu September 8, 2007 pukul 7:57 pm

    Ko ga pernah ada yg nyinggung obat panu yg aman di konsumsi/digunakan oleh ibu yg sedang menyusui ya ?

    Apakah semua obat panu aman dipergunakan oleh ibu yang sedang menyusui ?. Jika tidak(kenapa tidak ?). Apa saja obat panu yang aman dipergunakan/dimakan oleh ibu yg sedang menyusui.

    Terima Kasih

  51. 51 cakmoki September 8, 2007 pukul 10:16 pm

    @ Detektif Panu,
    amaaannnn Boss, obat panu yg diminum masuk kategori B untuk ibu hamil dan menyusui, so aman.
    kalaupun si ibu ragu-ragu or ketakutan bisa pakai obat luar.
    Thanks :)

  52. 52 ance ruslan Oktober 4, 2007 pukul 12:09 pm

    panu……oh…panu….. memang bikin sebeeeeeeeeeeel…. soalnya aku pernah juga panuan di sudut bibir kanan bawah. Wah..pokoknya bener2 merusak penampilan.. malu..bo…
    alhamdulillah sekarang dah ilang panu sialan itu. PD lagi deh..

  53. 53 cakmoki Oktober 4, 2007 pukul 9:13 pm

    @ ance ruslan,
    Trims udah berbagi :)

  54. 54 cantik Nopember 2, 2007 pukul 11:06 am

    panu juga pengen TENAR kan?
    heheheheh

    :)

  55. 55 Javaman Desember 31, 2007 pukul 12:24 pm

    Salam kenal dulu nih Cak Moki

    Saya sangat dengan adanya blog ini karena bisa menambah wawasan kita terutama saya mengenai berbagai hal yang selama ini saya belum tau.
    Dan disini saya mau nanya sesuatu. Dan mohon maaf jika pertanyaan saya ini sudah pernah ditanyakan oleh penanya sebelumnya karena saya belum melihat data-data pertanyaan di database Cak Moki.
    To the point aja Cak Moki.
    Begini, sudah 9 tahun saya memakai air sumur untuk pemakaian kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan mencuci pakaian. Sedangkan untuk keperluan masak, saya beli. Nah, masalah mulai muncul sekitar 2 tahun yang lalu. Di bagian permukaan kulit saya muncul seperti panu (tapi kelihatannya bukan panu) karena permukaan kulit agak sedikit menonjol dan mengering (seperti penebalan kulit). Dan jika kena keringat, bagian ini akan terasa gatal dan menjadi warna merah. Gatal-gatal ini pada mulanya hanya di bagian paha, kemudian menjalar ke betis dan sekarang ke bagian badan. Apakah ini disebabkan oleh jamur atau karena kualitas air sumur saya yang tidak bagus. Obat apa yang cocok untuk penyakit saya tersebut dan jika memang itu disebabkan karena air sumur, apa sebaiknya yang saya lakukan terhadap air sumur tersebut (apa perlu ditambahi sesuatu untuk membunuh kuman2 yang ada)? Hanya itu pertanyaan dari saya, semoga mendapat tanggapan dari Cak Moki.

    Sebelumnya, matur suwun sanget.

    NB :
    Kalau Cak Moki nggak keberatan, tolong jawabannya juga dikirimkan ke email saya langsung. Sekali lagi matur suwun. Monggo…

  56. 56 cakmoki Desember 31, 2007 pukul 1:01 pm

    @ Javaman,
    ya, berdasarkan diskripsi di atas, kemungkinan jamur. Jenis jamur yang menyerang kulit kita banyak, obatnya sama saja, hanya lama pemnggunaan yang kadang berbeda. Obatnya: Griseofuvin 500 mg 1×1 diminum selama 4-6 minggu gak boleh putus atau Ketoconazole 1×1 selama sekitar 4 minggu. Dan obat luarnya dapat menggunakan Miconazole atau Ketoconazole selama 4-6 minggu juga.
    Jamur bukan hanya dari air, tapi lebih banyak dari spora jamur yang beterbangan di udara dan nempel di keringat, kemudian tumbuh dan berkembang.
    Kepekaan setiap orang gak sama, makanya ada yg mudah kena jamur kulit ada pula yang tidak. Mengapa demikian, sampai kini belum kita ketahui.

    Trims, semoga segera sembuh :)

  57. 57 reza Februari 1, 2008 pukul 7:08 pm

    doc,
    kalau obat panu SPORACID aturan minumnya gmana ya?
    mohon penjelasan yaaa…

    thanks

  58. 58 cakmoki Februari 2, 2008 pukul 12:34 am

    @ reza:
    wah obat mahal tuh, isinya: itraconazole 100 mg dan 200 mg.
    Pemakaiannya bergantung pada jenis penyakit jamurnya dan untuk menentukannya harus dilihat or diperiksa dokter spesialis kulit.
    Contoh:
    1. jamur jenis Tinea di badan dan jamur kandida si mulut, digunakan 1×1 100 mg selama sekitar 15 hari.
    2. jamur jenis Tinea di kaki dan tangan digunakan 1×1 100 mg selama 30 hari.
    3. jamur jenis Pitiriasis versikolor (panu) digunakan 200 mg selama 7 hari (bisa lebih tergantung responnya)
    4. jamur jenis kandida di vagina, digunakan 200 mg selama 3 hari
    5. dst…dst…dst

    Moga berguna :)

  59. 59 reza Februari 2, 2008 pukul 4:46 pm

    wah terima kasih banyak atas perjelasanya dok…
    saya minum 2×1 selama 7 hari aman ga dok?, soalnya saya males ke dokter spesialis hehehe….
    posisi jamur (versikolor kayanya :-/) di punggung saya, agak banyak, ga ketauan menyebar, saolnya di blakang sih ga keliatan…hihi…

    sekali lagi thanks baget ya dok… :)

  60. 60 cakmoki Februari 2, 2008 pukul 11:47 pm

    @ reza:
    aman… :)
    Moga segera bersih tepat waktu/
    thx juga :)

  61. 61 binchoutan Maret 6, 2008 pukul 9:05 am

    berhubung di Bandung itu dingin + air kamar mandinya kayak air ES dan sering pulang malam… jadii yaa begitulah… selalu sedia tissue basah untuk keadaan darurat heeehee :lol:

    duh pengakuan memalukan *tutup muka*

  62. 62 cakmoki Maret 6, 2008 pukul 3:04 pm

    @ binchoutan:
    ga sempet ngerebus air ya? :)
    hehehe, ga usah malu, ga ada yg tau koq

  63. 63 binchoutan Maret 6, 2008 pukul 9:30 pm

    Kalo keseringan ngerebus air
    Gas nya bisa cepet habis.. ntar ibu kost ngamuk
    *kabuuuuurrrr* :lol:
    tapi kalo ada kuliah pagi.. ya bismillah saja mandi dengan air es ntu sampe bikin kepala pusing
    kenapa ya dok?

    tapi untunglah belum terjangkit yang satu ini.. hohoho :lol:

  64. 64 cakmoki Maret 7, 2008 pukul 12:04 am

    @ binchoutan:
    hahahaha, ketahuan … lagu mhs kost … irit segalanya :D
    iya, pusing bisa timbul karena panas or dingin, gak papa :)
    kadang karena uang saku kurang juga bikin pusing …hahahahaha

  65. 65 Donna Lien Maret 7, 2008 pukul 5:06 am

    Wah.. pengalaman pak cak Dokter seru juga ya buat nambah wawasan. Makasih lho mas informasinya.

  66. 66 cakmoki Maret 12, 2008 pukul 1:00 am

    @ Donna Lien:
    makasih, saya juga banyak belajar ke Blog Cantik, mo niru ga bisa …hehehe

  67. 67 advokatku Maret 13, 2008 pukul 2:08 pm

    dokter nge-blog … ok .. ok

  68. 68 cakmoki Maret 13, 2008 pukul 5:39 pm

    @ advokatku:
    hehehe…ketularan kali :)

  69. 69 nina April 7, 2008 pukul 9:13 am

    dok kalau obat jamur untuk anak 18 bulan apa ya???
    Kemarin anak haris di suntik BCG malah jadi jamuran…… parah… sampai 4 cm deh diameternya. Udah periksa ke dokter anak scih dikasih obat minum mycoral 1/2 tablet per hari dan dikasih salep mycosid. Tapi masalahnya yg diminum ini gak pernah bisa masuk, udah dikasih sirup, sirplus, gula, madu, dll dilepeh bahkan muntah-muntah. Bingung deh. Ada referensi untuk obat panu minum utk anak gak dok (yang sirup or gak pahit …he..he..he)
    thanks ya…

  70. 70 cakmoki April 8, 2008 pukul 2:39 pm

    @ nina:
    ok, cukup pakai Mycozid krim (ketoconazole) 2x sehari, selama 2-4 minggu terus menerus. Gak usah dipaksa obat minum, soalnya semua obat minum antijamur gak ada yang manis, pahit semua and gak ada yang bentuk sirup :)
    Kalo meluas, terpaksa pakai antijamur bentuk bedak (mycorine or daktarin) selama 4-6 minggu…hehehe, lama ya
    Thanks

  71. 71 tresno Mei 1, 2008 pukul 2:25 am

    assalamualaikum wr wb

    cak moki dah sekian lama panu itu hilang dari tubuh aku dan sekarang aku kerja di salah satu perusahaan yang mengharuskan aku di lapangan dan membuat tubuh ini berkeringat

    dan setelah di minumi obat memang hilang tetapi setelah kena keringat kok timbul lagi minta saran dan pendapatnya yo cak!!!!

    wasalamu alaikum wr wb

  72. 72 cakmoki Mei 2, 2008 pukul 3:09 am

    @ tresno
    Wa’alaikum salam,

    kalo muncul lagi, diobati ulang :) seperti semula, dengan dosis obat dan lama pengobatan yang sama pula

    Wass

  73. 73 ogut Mei 8, 2008 pukul 8:18 am

    hi

  74. 74 cakmoki Mei 9, 2008 pukul 2:03 am

    @ ogut:
    hi juga :)

  75. 75 Mas Slamet Mei 15, 2008 pukul 12:33 pm

    Matur nuwun atas info panu-ne cak..aku sudah lama nyari cara pengobatan yang tepat. Dulu pernah pake obat cair, belerang, lengkuas, sabunan sabun antiseptik tapi panune malah seneng.Betah.gak gelem minggat. Nah sekarang aku wes tuku mycoral,mengko bengi arep tuku bedak daktarin. semoga sebelum matahari terbit besok eh hari ke-10 setelah minum mycoral panue biso sembuh ya cak. Matur nuwun.

  76. 76 cakmoki Mei 15, 2008 pukul 3:30 pm

    @ Mas Slamet:
    Hehehe, mungkin panune ayu banget mulane krasan *ketularan guyon*.
    Ok, selamat berjuang membasmi panu, biasanya pemakaian obat minum hingga 2-4 minggu, ditelateni aja, soalnya panu termasuk jamur yang lembut dan akarnya rapet banget.
    Moga segera sembuh ya :)
    Maturnuwun.

  77. 77 BadBoyz Juni 12, 2008 pukul 12:15 am

    aloo… doc.

    saya mau nanya nih, btw sy blum baca semua coment di atas jadi gak tau ini dah di post ato lum.. so… di bagian selangkangan samapi di bokong
    saya tumbuh seperti panu berwarna merah. membetuk pulau2 gitu..
    sy dah periksa ke dokter spesialis katanya ini di sebabkan dari infeksi
    jamur. setelah di kasi obat emang sembuh tapi membekas. setelah 1 minggu penyakit ini muncul lagi tapi di tambah dengan bintik2 yg numpung di 1 titik.. -_- padahal dah sering ganti baju.. tetap aja nongol lagi.. ini kenapa ya dok?? say orang yg aktif fitnes juga sih.. tolong bantuannya dok.. thx b4….

  78. 78 cakmoki Juli 26, 2008 pukul 11:45 pm

    @ BadBoyz:,
    aloo …
    wahhhhh, ga tahu ada pertanyaan nih, maaf udah lebih sebulan baru ketahuan … :D
    Infeksi jamur pada kulit emang mudah muncullagi terutama jika lembab walaupun sering ganti baju. Selain itu bisa jadi karena jamur belum tuntas diobati.
    Pengobatan jamur memerlukan waktu setidaknya 4 minggu terus menerus.
    Thanks

  79. 79 Primus September 11, 2008 pukul 1:56 am

    Cakmoki, saya punya masalah pada kulit ne. Badan saya timbul bercak2 putih persis seperti panu tapi sama skali tidak gatal, dulunya cuma sedikit d bagian badan belakang, tp sekarang udh nyebar ampe ke seluruh badan saya bercak2nya..itu saya kena penyakit apa ya? Dan gmn solusinya biar ilang bercak2nya? Thanks cak. .

  80. 80 cakmoki September 11, 2008 pukul 11:35 pm

    @ Primus:
    Kalo membaca diskripsinya sih kayaknya panu (jamur golongan Pityriasis), tapi baiknya kirim foto kalo mau supaya gak keliru sehingga obatnya lebih tepat.
    Thanks

  81. 81 Chania September 15, 2008 pukul 3:45 pm

    Cak mau tanya, suami saya di sekitar selangkangan timbul bercak2 tebal bruntusan, kemerahan dan sangat gatal. Sudah diobati kalpanax dan salep 88 tapi kok ga ilang jg ya cak malah tambah byk..

    Obatnya apa ya cak? Apa yang seperti cak bilang diatas, Griseofuvin 500 mg 1×1 diminum selama 4-6 minggu gak boleh putus atau Ketoconazole 1×1 selama sekitar 4 minggu. Dan obat luarnya dapat menggunakan Miconazole atau Ketoconazole selama 4-6 minggu juga.

    Mohon pencerahannya cak..Makasih byk yah..

  82. 82 cakmoki September 16, 2008 pukul 5:15 am

    @ Chania:
    Griseofulvin, Ketoconazole dan Myconazole adalah obat untuk jamur, sedangkan bercak gatal di selangkangan suami kan belum tentu jamur, wong gak lihat …hehehe… kalo kirim foto, ntar lucu kan …
    Baiknya sih, periksa ke dokter kulit supaya dapat obat yang tepat.
    Trims

  83. 83 Evi Oktober 8, 2008 pukul 1:17 am

    Cakmoki, saya ada masalah dgn penyakit satu ini jg. Pernah ke dokter n dikasi obat tapi gak sembuh2. Jadi ngobati sendiri pake obat cream. Dah ampir 4 bln tapi kok ya gak sembuh2. Anteng ae. Sampe bosen ngobatine. Piye ya cak? Btw obat minum gpp dikonsumsi bebas tanpa konsultasi dulu ya? Thx bgt.

  84. 84 cakmoki Oktober 8, 2008 pukul 1:41 am

    @ Evi:
    Trus bilang dokter emang jamur ya?
    wihhh, 4 bulan … krasan kaliii :D

    Kalo pake cream ga ilang, baiknya pake obat minum … aturane gak oleh tanpa konsultasi, tapi kan udah pernah ke dokter dan anggep saiki konsultasi … hehehe
    Thx :D

  1. 1 cantik-cantik PANU an « Ngobrol Kesehatan Weblog Lacak balik pada Agustus 6, 2008 pukul 10:28 pm

Tinggalkan Balasan




Wong ndeso ™

Powered by:

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

LAGI ONLINE

web tracker

Jangan Pungli

dokter jangan pungli

WARGA BICARA ...

Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

PilGub 2008, Kulo mboten nyoblos.

Rakyat Kaltim Sejahtera ? ... mimpi kali yeeee...itu kan saat kampanye PilGub, Om !

Demam Berdarah (lagi)...duh !! .. kapan seriusnya ?

Antri Minyak, Boss !!!

::: :) :::

INGA...INGA...INGA

Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

.xwoman | 9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

Blog Indonesian

PAGE RANK

Google PR™ Page Rank

ArticlesMy Google PR

Add to Technorati Favorites

[Valid RSS]

Powered by  MyPagerank.Net

Health
 blogs

Amanda Jensen

Since 14 Oct 08

TopOfBlogs

Feed Burner

cakmoki Blog

Indonesia To Blog -Top Site

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 359,622 pengintip

Asal Usul