Waktu posting Membuat eBook Kesehatan (1), ada komentar pak Tajib seperti ini:
saya ndaftar pak, bikinkan ebook tentang hamil di luar nukah, eh salah diluar kandungan/rahim
Bagi para dokter, interaksi semacam ini suatu keuntungan, setidaknya menjadi lebih tahu informasi-informasi apa saja yang diperlukan. Selanjutnya sedapat mungkin menyampaikan informasi tersebut dalam berbagai bentuk melalui berbagai media.
Interaksi melalui Blog, menurut saya memiliki keuntungan tersendiri, lantaran diskusi dapat berkembang menjadi dialog dalam bentuk tulisan.
Keuntungan lain dapat saling koreksi, misalnya saya salah semua pembaca dari kalangan apapun wajib boleh membetulkannya.
Jangan segan ngoreksi lho.
KEHAMILAN DI LUAR KANDUNGAN
istilah lain: Kehamilan ektopik, ectopic pregnancy
ilustrasi:
Nyetir sepeda motor, umumnya si pengendara megang stang dan duduk di sadelnya. Mengendarai sepeda motor sambil duduk di stang dianggap tidak lazim, kecuali akrobatik. Dengan cara tidak lazim tersebut pengemudi motor beresiko tergelincir.
Namun demikian, bila segera diketahui dapat diselamatkan dari kecelakaan.
Hamil di luar kandungan, kira-kira seperti itulah gambarannya. Kehamilan saya gambarkan sebagai pengendara sedangkan kandungan saya gambarkan sebagai sadel (tempat duduk).
Jadi, yang dimaksud hamil di luar kandungan jangan dibayangkan hamil di lambung lho, tidak seperti itu, masih di wilayah kandungan koq, hanya kadang ada yang kluyuran di luar wilayah kandungan tetapi tidak jauh-jauh amat.
DEFINISI
Kehamilan di luar kandungan adalah kehamilan dimana sel telur (ovum) yang sudah dibuahi (oleh spermatozoon) tidak berada (implantasi) di rongga rahim (endometrium).
Lha terus lari kemana hasil pembuahan tersebut, tersesat kemana ?
Mari kita simak tempat-tempat nya.
Berdasarkan tempatnya, kehamilan di luar kandungan terdiri dari:
- Kehamilan Tuba (berkisar 95-98%). Kahamilan di tuba adalah tempat paling favorit terjadinya kehamilan di luar kandungan. Bisa dibayangkan bagaimana resikonya, si jabang tumbuh dan berkembang di saluran penghubung antara rongga rahim dengan indung telur (ovarium) yang hanya sebesar pangkal lidi atau kira-kira mirip karet pèntil . Hiy,tentu mudah pecah, perdarahan di dalam tanpa diketahui. Perdarahan tersebab pecahnya pembuluh nadi (arteri) kecil bukan netes, tapi mancur.
- Kehamilan pada leher rahim (servikalis) dan tanduk rahim (kornual). Masih di bagian rahim tetapi tidak di dalam rongga rahim. Leher rahim dan tanduk (kornu) adalah salah satu bagian rahim yang sempit, bukan tempat ideal untuk pertumbuhan bayi.
- Kehamilan indung telur (ovarium). Organ pemroduksi sel telur (ovum) ini kecil, jumlahnya ada 2 di ujung tuba kanan dan kiri, bukan tempat pertumbuhan bayi.
- Kehamilan jaringan ikat rahim (intra ligamenter). Gimana jika bayi tumbuh di jaringan yang alot, nggak ideal kan ?
- Kehamilan rongga perut (abdomen). Maksudnya bukan lambung lho, halah koq sulit sih meng-indonesiakan. Begini deh, rongga perut (abdomen) itu adalah rongga di bagian tengah tubuh yang berisi: liver (hati), lambung dan rangkaian ususnya, limpa, sepasang ginjal, lalu turun ke bawah berisi organ reproduksi.
- Nah kehamilan di luar kandungan bisa nyasar juga ke rongga perut sekitar wilayah rahim namun persentasinya amat kecil.
- Kehamilan kombinasi. Maksudnya ada dua kehamilan, yang satu kehamilan di luar kandungan, satunya lagi kehamilan dalam rahim secara bersamaan. Tentu presentasenya juga amat kecil.
FAKTOR PENYEBAB
Kehamilan di luar kandungan dapat terjadi karena gangguan transport hasil pembuahan dari tuba ke rongga rahim. Dapat pula sebagai akibat kelainan hasil pembuahan itu sendiri yang memang memiliki potensi kehamilan di luar kandungan.
catatan:
Pembuahan, yakni bertemunya benih pria (spermatozoon) dengan sel telur (ovum) terjadi di tuba. Setelah itu hasil pembuahan (konsepsi) berjalan menuju rongga rahim. nah di rongga rahim inilah tempat tumbuh dan berkembang si jabang bayi.
Oya, sudah tahu bedanya spermatozoon dengan sperma ?
Oke, secara garis besar keduanya dibedakan sebagai berikut:
Spermatozoon (jamak: spermatozoa) adalah benih lelaki yang sudah siap membuahi sel telur (ovum). Itu lho, yang bentuknya seperti kecebong berenang di air.
Sperma (sperm) adalah cairan yang berisi spermatozoa dan komponen lainnya.
Halo pemilik spermatozoa, dah tahu bedanya kan ?
inga, inga, inga jangan jadi korban pariwara. Pernah dengar obat-obat atau ramuan atau apapun yang ditawarkan untuk menjadikan sperma cair supaya kental ?
Jangan salah, sperma yang berkualitas bagus bukan yang kental, apalagi yang seperti odol. Bukan, sekali lagi bukaaannnnn.
Yang bagus tentu yang agak cair dengan kekentalan (viskositas) tertentu. Coba kita pikir, bila berenang di lumpur dengan di air enak mana hayo.
Nah bila sperma terlalu kental apa yang terjadi ? Tak ayal, spermatozoa banyak yang nggak kuat berpacu, mobilitasnya rendah, ekornya saling belit, kepalanya hanya tolah-toleh, diantaranya ada yang klenger, ya kan, ya kan, yayaya.
Soal kekentalan (viskositas) dan zat kimiawi apa saja yang terkandung di dalamnya, silahkan tanya sama Bu Lita yang ahli kimia dan Pak Guru kimia kita. Setuju !
Eh hampir lupa, sekali moncrot (maaf, ngga nemu bahasa yang sopan) muncrat (kata Kang Kombor lebih halus, maturnuwun Kang), volume sperma beberapa ml dengan jumlah benih jutaan, terus mereka balapan mencari ovum di tuba. Kalo ngga ketemu ya sudah, ngga ada kehamilan.
Maaf pembaca, ini mesum apa enggak ya. Di niatkan tholabul ilmi aja deh.
Kalo nanya yang beginian silahkan hubungi dr. Boyke.
Berdasarkan penyebabnya, kehamilan di luar kandungan (kehamilan ektopik) dibagi 3, antara lain:
- Gangguan transport hasil pembuahan. Gangguan ini dapat disebabkan oleh: radang panggul, alat kontrasepsi dalam rahim, penyempitan tuba, dan lain-lain.
- Kelainan hormonal
- Penyebab lain, yang masih diperdebatkan, misalnya: endometriosis(penyimpangan pembentuk jaringan rahim, gitu aja ya), cacat bawaan, kualitas sperma dan lain-lain.
GEJALA
Tanda-tanda kehamilan di luar kandungan beragam. Untuk mudahnya, ada dua jenis:
- Kehamilan di luar kandungan belum terganggu. Pada fase ini gejalanya sama dengan kehamilan normal, terlambat haid, mual., muntah dan lain-lain.Tanda khas yang sering adalah: terlambat haid, perdarahan dan nyeri perut bagian bawah.
- Kehamilan di luar kandungan terganggu (kehamilan ektopik terganggu). ada fase ini, selain tanda di atas, terdapat gejala nyeri perut bawah yang amat sangat secara mendadak, lalu terjadi syok sebagai akibat pecahnya kehamilan ektopik dan gangguan keseimbangan aliran darah (hemodinamik).
PENGOBATAN
Pertolongan harus segera, yang paling penting adalah membawa ke RS untuk stabilisasi penderita.
Langkah selanjutnya sesuai protokol penatalaksanaan kehamilan ektopik (Kehamilan di luar kandungan) *teknis medis*
Halo teman sejawat ahli kandungan (SpOG), tambahin dong.
PESAN
Untuk kaum pria (termasuk saya):
- Kontrolkan ibu hamil secara dini dan rutin
- Temani pasangan saat kontrol, digandeng, seperti manten baru itu lho. Nah gitu dong, genggam lembut tangan si dia.
- Bla bla bla , hayo para wanita, minta diapakan saat hamil, sebut saja atau tulis daftarnya ya.
Maaf, bahasannya sangat umum, maklum yang nulis dokter umum. Mestinya yang lebih berkompeten menulis ini adalah dokter yang tidak umum, maksud saya ahli kandungan. hehehe.
Semoga bermanfaat
Referensi:
PDT Lab Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan, RSUD dr Soetomo, Surabaya.
Edisi cetak: download di sini
Link terkait:



















![[Valid RSS]](http://i169.photobucket.com/albums/u238/cakmoki86/button/rss_valid.gif)






wah informatif sekali cak dokter….:)
jangan lupa dibahas juga hamil anggur, hamil whiskey dan sejenisnya…jadi nanti, kalau ada perempuan muntah² kita bisa nebak…wo pasti sampeyan hamil ini itu …begitu
maturnuwun
Jenengan niku mendingan jadi prsentator kesehatan di TV saja. Presentasi tertulis/gambar (jika ada pakai video) sudah OK, wajah+senyum juga mendukung. Tinggal apply ke TV dengan judul acara “RUANG KESEHATAN SEHARI-HARI” atau apa kek.
Nah, informasi kesehatan anda ini sampai ke pelosok Nusantara Raya (kalau tidak tersaingi dgn Telenovela), jadi tdk hanya utk yg melek informatique saja.
Siiip dapat ilmu gratis hanya lewat blog…. bayangin lewat blog dapat ilmu pengetahuan gratis. Matur Nuwun Cak.
Haiyah… kok saya sih, pak.
Itu tinggal dimasukin ke viskometer sama… ngg… apa ya? Kromatograf kali ye, ntar juga ketahuan apa isinya.
Lhaaa… sebentar. Bukannya alat elektronik kedokteran itu ada sendiri? Beda dong ya sama yang ada di laboratorium mantan kampus saya.
*sok tahu, keminter*
Eh, nambah ah. Perempuan pas hamil? Ya kebutuhan biologis tetap harus dipenuhi dong. Hamil? Ya kan posisi bisa diakali. Pilih yang aman tergantung kondisi masing-masing.
Kata dr. Boyke kemarin itu, saat hamil, lebih aman posisi perempuan di atas. Tapi kalau ngga suka, menyamping lebih baik daripada perempuan di bawah.
Sebagian perempuan justru meningkat ‘keinginan biologis’nya, kalau begini suami senang-senang saja. Tapi, kalau si ibu hamil ngga nyaman melakukan coitus, ya suami harus lapang dada. Cari cara lain lah
Sik sik… kok jadi konsultasi seksologi yak? Hihihi…
@ oon,
Lho lho lho, koq nambah pr. Sabar ya, wah ini gara-gara pak Tajib. Kalo muntah banyak sebab, misalnya seorang ibu muntah-muntah bisa-bisa karena nyari uangnya ketlisut nggak ketemu. hehehe.
@ juliach,
Duhhh, kepala saya nut-nut jadi mekar Bu. Walah, kalo saya masuk tipi bisa mbledos. hehehe.
Yang penting bisa berbagi, dan mudah-mudahan bermanfaat. Terus terang aja saya ngga pede dengan tulisan saya sendiri. Njenengan-njenengan semua ikut mendorong saya. Maturnuwun.
@ helgeduelbek,
Pak Guru, njenengan yang mensupport saya untuk nulis bahasa gaul kayak gini, ingat kan ?
Dikritik lho Pak, ntar kalo dipuji malah saya salah-salah.
@ Lita,
Maturnuwun tambahannya. Akhirnya dibantu juga. Asyiiik.
Kalo di Andrologi ada tapi muahal dan minim info. Maksud saya kalo Bu Lita yang nambahi kan gratis, trus bisa melengkapi jenis proteinnya, mineralnya dan lain-lain.
@ Lita,
Halo, halo, halo … kaumku, para lelaki, para suami.
Ini ada tips dari Bu Lita lho.
Asli suara wanita.
Wah, ini sungguh teramat penting untuk dilewatkan. Konon masih banyak kaum pria ngga ngerti yang beginian, apalagi soal cari cara lain lah.
Bikin postingannya dong.
Kalo ibu yang nulis bakalan banjir komentar.
tadi siang, di seminar ehealth di Putrajaya, Malaysia, salah satu pembicara dari CDC Atlanta memberikan contoh blogosphere yang potensial dalam merombak tatanan konvensional dalam komunikasi kesehatan. Saya kira, di Indonesia, cak moki adalah salah satu ikonnya. Keep struggling pak.
Senin kemarin, waktu memberikan penugasan di mata kuliah komunikasi kesehatan saya juga memberikan contoh blog Cak Moki kepada mahasiswa. (Boleh khan ya…tanpa minta ijin duluan…). Jika memang ada presiden blog, saya mengusulkan agar Cak Moki diangkat jadi menteri kesehatan blog. Nanti, misinya adalah mewujudkan masyarakat blog yang sehat dan mandiri , dengan salah satu program utamanya adalah mengembangkan desa blog siaga
@ anis,
Sudah balik ke tanah air ya. Atau masih di negeri jiran nih.
Pak Anis ini gimana tho, saya kan cantriknya.
Hehehe, lucu juga ya, saya sengaja nggak ijin sudah nayangkan Blog Pak Anis dan Mas Dani online waktu sidang ilmiah IDI Samarinda. Akhir Nopember saya diminta nungguin mhs presentasi tentang manajemen kes, bilangnya dah ngobok-obok 2 blog tersebut. maaf juga ya.
Mahasiswanya jangan ditujukan ke saya, lha tulisannya gaul gini. Gak ilmiah blas.
Presiden blog kes, itu urusannya Pak Anis dan dr Erik. hahaha.
Betul dok, harus lebih mesra ngegandeng istri hamil.
Buat Bu Lita, saya dukung penuh, ayo Bu postingin cepet nggak pake lama ya
Cak, moncrot itu yang lebih halusnya muncrat.
Maturnuwun ilmunya. Di Buku tentang kehamilan yang dulu Kang Kombor beli waktu ibunya Dhenok hamil nggak dibahas segaul eh, sejelas ini.
Halah halah halah.
Yo wis, nanti ta’ buat postingnya (sabar ya pak dokter dan mas Biho). Tapi jangan buru-buru tho, saya lagi sibuk nih. Si mbak pulang kampung, saya gak sempet blogging.
*lha malah curhat*
mas oon benul itu, posting soal hamil anggur dong..sama nggak ya dengan hamil diluar kandungan.
eh iya itu jamu untuk mengentalkan mungkin mangsudnya memang supaya si doi gak bisa berenang lhoh..biar aman kalau kalau cuma TTMan…uUpsT!! salah ya..:D
makasih…makasih dok…
saya sekarang jadi tahu lebih….dulu pikiran saya klo anak hasil hamil di luar kandungan pasti hiperaktif…lha masih berbentuk spermatozoon aja udah blingsatan begitu
OOT: wah…empat bulan yang lalu kami saya sempat kaget karena istri “hamil di luar dugaan”
[OOT] sebenernya topik kesehatan itu masih rame utk dibagi..[hasut beliau2 pindah ke Wp.com]
Hehehe, beneran deh Dok, sebelom baca ini, saya nggak bisa ngebayangin seperti apa “hamil di luar kandungan” itu… opo ngendok koyok pithik? Terima kasih dan salut atas keberhasilan Pak Dokter dalam meluruskan imajinasi tolol saya tersebut
@ Biho,
Ho oh, bilangnya gandengan juga punya banyak makna. Koq wanita belum ada yang ngomong itu ya, jangan-jangan saya salah.
Postingan Bu Lita kita tunggu Pak.
@ Kang Kombor,
Maturnuwun Kang, ntar di update.
Hehehe, bapak teladan, mbeliin buku hamil ibunya Dhenok, siiip.
@ Lita,
Aduuuh, maturnuwun Bu. Bapak-bapak yang lain nunggu juga tapi malu.
Iya, ngga buru-buru koq. Moga si mbak cepet kembali, bergabung lagi dengan keluarga Bu Lita. Trus nunggu postingan. *lho, maksa*
@ Laras,
Sabar nggih Bu. Diusahakan deh.
TTMan ? Saya koq belum mudeng. Tutal-tutul ? Tlusap-tlusup ?
Tambah-tandhuk ? *halah tambah salah*
Apa ya ?
@ passya,
Ada aja pak passya. Yang biasa blingsatan pemancarnya spermatozoa kali. hahaha.
@ Anis,
hamil di luar dugaan ?. Sesama tukang suntik nggak wani mengomentari yang ini, takut kuwalat.
Di praktek ada juga yang begitu, saya komentari begini:
.
Hahaha, itu orang lain lho.
@ Dani Iswara,
Setuju, mari kita hasut boyongan ke wp. Kalo kesulitan mindah postingan, kita kasih link Kang Kombor tentang “panduan import dari blogger baru ke wp”. Siiip
@ Cay,
Mosok tho ngendog koyok pithik, … pethok-pethok ?
Singapur luwih maju lho Mas. Kembali kasih, semoga bermanfaat
[OOT} Waaah keren neeh...cak.., aku ikutan menghasut Cak Moki jadi presenter kesehatan di TV...:-) Aku Cheer leaders...nya yaa...hehehe
Evy
@ senyumsehat,
Sing pantes Mbak Evy wae dadi presenter, aku ndaftar bagian nyuguhi wedang jahe. hehehe
Cak Moki, need help dong, ada yang tanya masalah korban perkosaan di blog-ku, meski aku bukan penganut aborsi kalau kondisi kejiwaan si ibu tidak layak buat jadi ibu yang baik sehingga harus melahirkan anak yg tidak diinginkan ini… aku setuju di aborsi, gimana menurut panjenengan cak..etik kedokteran? Ini jadi bahasan hamil diluar nikah ya…maturnuwun
Evy
heh he… Bu dokter cantik, fans nya saya, ngadu ke sini euy..
@ Evy,
Hehehe, Undang-undangnya masih diperdebatkan di Indonesia.
Ya betul aja, bila ditinjau dari segi medis dan kejiwaan si ibu tidak memungkinkan hamil dan melahirkan, maka kondisi tersebut merupakan indikasi untuk dilakukan aborsi (menstrual regulation). Indikasi tersebut tidak melanggar kode etik. Malahan sedang diperjuangkan oleh salah satu pakar Obsgyn untuk dijadikan UU.
Kalau dipaksakan hamil dan melahirkan, korbannnya adalah ibu (yang tidak menginginkan kehamilan) dan si anak (yang tidak diinginkan ). Nah repot kan.
Jika ditinjau dari sudut agama, nanyanya ke ahli Fiqih. Itupun khilafiyah.
Biasanya jawaban begini menimbulkan polemik panjang.
Keputusan diserahkan kepada korban dan keluarganya.
Semoga membantu.
@ Biho,
Yang nanya pak Biho tho. hehehe. Emang beliau cuantik.
Wah maturnuwun suangeet…ya cak…penjelasannya, Biho udah nyusul.. baca disini khan…? Aku ga wadul kok, minta pertimbangan aja biar pendapatku sama dan tidak sendiri soalnya aborsi ini kasus berat.
Wah..ketahuan malah pada ngerasani aku ….tak rasani ganti…lho…huehuhehue…
@ Evy,
Haduhhh, gak kroso Mbak, ketemon. hehehe
buat Bu Evy (tautnya di atas mohon jgn dokoreksi Cak ya..utk contoh)
setelah http-nya kurang titik dua..
(sebelum //)
terima kasih dok, konsultasi gratis nich
@ Dani Iswara,
Buru-buru kali, disambi masak
sssst ngrasani pelan-pelan.
@ Biho,
Sama-sama Pak, ntar terimakasihnya saya kirim juga ke Mbak yang kita rasani
Mau nanya juga Pak Dokter apa setiap hamil di luar kandungan harus di operasi atau ada pengobatan khusus, yang ke dua apa ada kemungkina bisa hamil kembali kalau di si penderita udah pernah mengalami hamil di luar kandungan dua kali di sebelah kanan dan sebelah kiri
@ Diah,
Pertama:
Tidak selalu operasi, walaupun kebanyakan dilakukan operasi disebabkan perdarahan dan membahayakan si ibu.
Cara lain adalah dengan pemberian obat yakni “methotrexate”, dengan pengawasan ketat. Cara ini dilakukan bila kehamilan di luar kandungan (kehamilan ektopik) ditemukan secara dini dan belum terjadi rupture (pecahnya) tuba.
Kedua:
Bila penderita masih menginginkan anak atau belum punya anak, maka operasi dilakukan dengan cara “mempertahankan tuba” (disebut:salpingostomy) agar dapat hamil lagi. Sedangkan bila anaknya dirasa cukup maka dilakukan pengangkatan tuba (disebut: salpingectomy) agar tidak terulang kehamilan di luar kandungan.
Jadi, walaupun pernah operasi keduanya, kanan dan kiri, masih ada kemungkinan punya anak jika salah satu tubanya dilakukan operasi dengan cara “mempertahankan tuba”.
Semoga jawaban ini membantu
Dok, kalo hamilnya masih di rahim tapi letaknya di pinggir rahim tu gimana ya??
Soalnya dari USG ku ternyata janinku letaknya seperti itu. Trus gimana ada solusi untuk itu enggak ?
@ tata,
Berarti masih di dalam rahim kan?
Jika menurut ahli kandungan, letak janin dan plasenta tidak ada kelainan, rasanya bisa lahir normal.
Maksud “letak” di sini adalah letak janin normal (artinya kepala dibagian bawah) dan letak plasenta juga normal (tidak di bagian bawah rahim).
Solusinya, kontrol teratur untuk mengetahui perkembangan janin. Niscaya dokter yang merawat akan mempersiapkan jalan terbaik untuk ibu dan janin.
Semoga semuanya lancar
dok saya mau bertanya, saya sudah menikah hampir 3 tahun tapi belum diberi keturunan. saya ada riwayat haid tidak lancar bahkan sampai amenore.
saya sudah pernah therapi hormon (1,5 th), disinar sampai hydrotubasi. sudah 6 bulan ini saya hentikan semua karena jenuh dan stress. kemarin (29/7-07) saya iseng cek urine di rumah karena sejak saya hentikan therapi hormon saya tidak pernah datang bulan lagi. hasilnya positif saya senang sekali sampai saya coba tiap 5 jam. 3 kali hasilnya positif tapi dua kali yang terakhir hasilnya kok negative ya??
dok, kalau saya tidak hamil, kenapa hasil tes urine (HCG strip) saya bisa positif??
kalau saya hamil kenapa hasilnya ada yang negative?? terima kasih atas penjelasannya.
apakah ada hubungannya dengan kehamilan diluar kandungan??
@ nada,
Pertama, saya ingin meluruskan bahwa “hamil” bergantung kepada suami (40%), istri (40%) dan faktor lain(20%). Artinya jika seorang wanita belum hamil dan ingin mengetahui penyebabnya maka keduanya (suami-istri) harus diperiksa.
Kedua, tentang Test kehamilan:
Test Kehamilan bisa mengalami error, misalnya seseorang hamil namun hasil testnya negatif, ini disebut “false negative”. Sebaliknya, seseorang tidak hamil hasil testnya positif, disebut “false positive”. Keadaan ini kebanyakan masalah test (alat yang dipakai) tidak serta merta berhubungan dengan penyakit tertentu.
Menurut saya, selagi baru menikah 3 tahun, alangkah baiknya diperiksa ulang keduanya (suami-istri) dan melanjutkan upaya pengobatan.
Moga penjelasan singkat ini bermanfaat dan moga berhasil
wuiiiii…………informasinya lengkap tenan.sekali2 datang ke skul q dong buat pengarahan.datang ya di skul q. SMK PUTERA INDONESIA. tak tunggu yo
@ viera christina,
wuiiiii, dimana gerangan itu? Malang yo …. huadoh tenan
andai dekat, tentu saya siap grakkk !!! hehehe
mau tanya dong dok … boleh kan ya? tadi browsing2 nemu wp ini.
kalo dari hasil tes beta HCG darah, apakah bisa diliat kelainan pada kehamilan? soalnya dok, saya coba menggunakan test pack hasilnya selalu positif, tetapi dokter 1 saya mengatakan negatif, dokter ke 2 dan ke 3 memberikan harapan pada saya. HPHT saya 10 oktober, pada 21 nov saya ke dokter dan di usg trans v baru kliatan penebalan dinding rahim dan bentuk rahim yg sperti orang hamil. oya, hasil tes darah saya nilai HCG saya adalah 3528. kalo dibaca pada kolom keterangan kehamilan saya berada di rentang minggu ke 5 dan 6. adakah yang salah dengan kehamilan saya?
thx
@ cinta,
gak bisa …
menurut saya, untuk kepastiannya nunggu foloow up lewat usg aja, lebih afdhol dan bisa dilihat perkembangan kehamilan.
So, sabar deh
cak, salam kenal.
sepertinya aku mengalami dua kasus seperti yang dibilang mas anis: hamil di luar dugaan, dan juga di luar kandungan.
awalnya mirip maag. trus ke dokter umum – yang sulit dicari di libur natalan – bu dokter yang manis itu bilang ada kemungkinan appendix. trus ta bilang saya juga lagi hamil dua bulan dok. terus diketak ketuk perutku. dipencet gitu. ditanya sakit di sini? – bawah pinggang sebelah kanan. yo wiss.
dikasih obat dan advis untuk penderita maag, tau2 dia bilang hati-hati ya mbak ada kemungkinan hamil di luar kandungan.
memang belum periksa SPOG karena harus menggeret bapaknya anak-anak pulang dari rumah mertua dulu biar dia liat ‘ulahnya’ yang nggak mau istrinya kb.
piye cak?
@ alyafebrina,
ya, sebaiknya periksa ke dokter SPOG bila dokter yang manis itu sudah wanti-wanti kemungkinan adanya Hamil di luar kandungan, walau saya gak yakin…hehehe
Moga sehat selalu
Thanks
terima kasih informasinya, jelas dan mudah dimengerti. Saya jadi tahi sekarang, karena saat ini kakak saya sedang mengalaminya.
@ dedi indarto:
sama-sama…moga informasi ini berguna
Wah.. terima kasih banget udah barbagi info tentang hamil di luar kandungan ini. Saya kebetulan mmg sedang cari info ini via internet krn saya bekerja dan kadang tidak sempet baca koran atau majalah krn repot ini dan itu di kantor juga di rumah.. ( suami mana mau bantu2.. apa lagi nggandeng tangan waktu priksa ke hamilan nganter aja ogah… ) jadi info ini sangat2 berguna sekali..
Terima kasih ya.. sukses selalu..
@ Jeanne:
sama-sama, terima kasih atas kunjungannya.
hehehe, …coba disenggol-senggol, siapa tau beliau mau nggandeng
Dear All,
Saya mengalami “hamil diluar kandungan” sebanyak 2x, pada waktu kehamilan yang pertama dan kedua, rasanya seperti kehamilan pada umumnya,ketahuannya ketika pertama kali USG, dokter langsung vonis “hamil diluar kandungan”. Mengingat dokter kandungan saya memang sudah terkenal menangani masalah ini, suami saya langsung Ok aja waktu diminta Laparoskopi (bekas operasinya hanya ada 3 titik sebesar 0.5 cm
kecil banget yah, ada di puser(sebagai tempat memasukkan kamera, di perut kanan dan kiri(buat masukin alat alat selama operasi). biaya operasi laparoskopi lumayan mahal, 15jutaan (ihik ihik lebih mahal dari orang melahirkan).
r.wahyoe (Beliau ini adalah satu satunya yang bisa mengajar masalah sambung menyambung saluran peranakan di Indonesia:menurut beberapa dokter yang saya tanya mengenai kualitas Dr.wahyoe).
Rumah sakit yang saya rekomendasikan adalah YPK Jl.Theresia Menteng.Nama dokternya
Sekarang kondisi saya dengan 1 saluran indung saja,soalnya yang sebelah kanan sdh diputus/digunting.(karena hamil di luar kandungan berulang dalam waktu 2 bulan setelah operasi pertama)
Jadi peluang kehamilan msh ada, hanya saja prosentasenya lebih kecil.(IHIK IHIK)
Semoga bermanfaat bagi yang membaca
Salam
Nining
Dokter? apakah hamil di luar kandungan ini, anaknya dapat diselamatkan dok, terimakasih
@ Nining:
wuaaaaa, … maaf kelewatan …
Makasih dhare-nya yaaaa
@ ima:
gak bisa …
Makasih
kek, sebenrnya hamil diluar kandungan itu bisa di jadiing ga sih bayinya?? masih bingung nech tentang pengobatanya..
@ keishka:
gak bisa
alasannya?? knp sok??
@ keishka:
Karena tidak di tempat yang semestinya.
Kebanyakan kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan) terletak di tuba fallopii (saluran telur) yang kecil banget, gak akan bisa melar untuk menampung janin yg mestinya tumbuh dan berkembang di rahim … gt alasannya, cuuuu
oh begono ya kek, kalau di pertahankan tetep ga bisa lahir juga jadinya??
@ keishka:
Gak bisa dipertahankan, cu … soalnya beresiko perdarahan.
gara2 istri temen ada yg sakit ini
iseng gue search.. eh nemu site ini..
kacian yaa…
thx info nya..
@ aziz:
thx juga kunjungannya
bahaya atau ga ya hamil di luar kandungan? istri ku baru saja di operasi, janin nya dikelurkan, unruk kedepanya. apa masih bisa hamil
@ wandi:
kalo udah operasi, gak bahaya.
Kedepannya bisa dan boleh hamil
Cak dokter…. Numpang nanya juga donk…
Aku dio operasi krn KET tgl 17 April 09 dan wkt kontrol 1 minggu setelahnya, di cek, ternyata di rahimku keliatan kantung dan plasenta. Apakah ini yg dibilang kehamilan kombinasi ??
Dan tolong donk, jelasin juga pls ttg kehamilan kombinasi ini… bahaya gak sich… krn kan udeh jalanin operasi (so pasti bius ) dan minum antibioik juga…. Pls ya cak….
Thanks
@ ana:
Maaf, Mbak …
Pertanyaan ini saya konsulkan ke temen SPOG di milis. Kita tunggu jawaban beliau ya ..
Trims
@ ana:
Maaf, jawaban dari teman DSOG agak terlambat karena beliau lagi sibuk. Berikut ini saya copy-paste jawaban dari: Dr. Aditiawarman, Sp.OG (K).
Mok, sorry, iki urusan sing takon heterotypic ectopic pregnancy.
Kejadian kasus ini amat jarang, kira kira 1: 30.000 kasus. Walaupun demikian terakhir ini agak meningkat karena adanya upaya meningkatkan kesuburan seseorang sehingga sel telur yang timbul dan matang lebih dari satu. Bila beruntung, maka kasus demikian dapat ditemukan saat USG yakni ada kantong kehamilan di dalam rahim maupun di luar rahim. Tapi cara ini tidaklah semudah teorinya, karena menemukan kantong kehamilan yang relatip kecil tidaklah mudah. Dapat juga ditemukan saat tindakan kuret, yang ternyata dikemudian hari masih ada buah kehamilan diluar rahim (karena pasiennya masih menunjukkan tanda orang hamil).
Matur nuwun
Semoga bermanfaat, teriring do’a mudah-mudahan sehat selalu.
Trims
Cak,
Thanks ya info-nya.. Kalo case-ku,malah ketemu duluan yg diluar rahim, baru yg didalam rahim belakangan. Beruntung donk ya aku….bagi aku,ini miracle sekali… bayangin aje,disaat udeh sakit krn operasi,kecewa krn hamilnya diluar kandungan (biarpun udeh kehamilan ke-2),malah ternyata ada 1 lagi yg masih bs dipertahankan… Btw,kl dokternya ga sibuk,pls donk, bisa bantu jelasin gak,bahaya ga sih janin yg skrg ada ini ? Krn kan sempet jalanin operasi (laparatomi),dg obat bius,antibiotik gol B. Kalo bisa, minta dokternya buatin artikelnya donk.. aku hanya ketemu artikel dari website luar, yg local blm ada nih… thanks yach…
@ ana:
Menurut saya, gak bahaya. Temen sy juga gak nyebutin bahanya tapi masalah pendiagnosaannya. Berarti gak bahaya
Kayaknya beliau gak sempet bikin artikel khusus, soalnya beliau sibuk. Kami aja ketemunya lewat milis, setelah tengah malam.
Mohon maaf, saya gak berani minta dibuatkan artikel ke beliau, namun permintaan ini tetap saya teruskan ke beliau.
Trims
Ga papa cak…udeh thanks banget deh,masih sempet nanyain utk case aku… kapan2 kl sempet deh, sekali lagi thanks yach…
@ ana:
sama-sama, maksih juga share-nya ^_^
Aloo cak..
Numpang curhat dungs..aku pernah tes pack positif dgn tes pack tetes pd bulan mar 08 di bidan dekat rumahku dia blg aku hamil 7 minggu krn terakhir mens tgl 7 februari. minggu2 sblmnya selalu tes pack tp selalu negative dgn tes pack celup. trus 3 hari kemudian aku ke dokter periksa di usg abdomen tp gak keliatan karena aku abis buang air kecil katanya trus disuruh dtg lg 2 minggu lg dan aku dikasih vitamum (herannya kok gak di tes denyut jantung bayi yah sama dokternya karena aku baru tau jauh hari kemudian kalo usia hamil 4 minggu denyut jantung bayi mestinya sudah ada). lalu di bln apr (usia kandungan kalo normal berarti 9 minggu)) aku ada flek dan ke dokter yg berbeda di usg tp kosong rahimnya..trus di tes pack lg hasil negatif.tp aku bingung gitu karena ada 2 garis tp yg 1 lg samar.lalu dari dokter aku dikasih provera karena katanya aku tdk hamil mgkn tes pack nya ngaco dia blg tp aku gak minum obatnya, trus aku keluar flek dan darah selama 2 minggu terus aku periksa dgn dokter yg berbeda (dokter nmr 3, aku hobi bgt ganti2 dokter kalo aku gak sreg) dan aku ceritain deh urut2an kejadian. Dia bilang kemungkinan aku keguguran spontan ato hamil diluar kandungan.tp aku sempet tanya sama dokterku yg lain (dokter aku nmr 5) kalo hamil diluar kandungan itu sangat berbahaya sedangkan aku waktu itu tidak dikuret hanya dikasih obat utk dibersihkan karena katanya waktu di usg masih ada sisa darah yg tertinggal (dr nmr 3).trus dari dr nmr 4 aku dikasih obat cyclo progynova karena sejak bln april itu mens ku berantakan karena selain mens aku juga sering keluar flek sampai dengan sekarang. Lalu dokter aku yg nmr 7 aku di tes hormone dan hormone prolaktin ku tinggi 34,7 mestinya normal 5-20
Cak aku tanya dong sebenernya aku itu hamil atau tidak waktu itu..kalo hamil diluar kandungan kenapa aku tidak dikuret dan di usg kok gak keliatan..apakah bisa kalo hamil diluar kandungan dia akan luruh sendiri (keguguran spontan) apakah yg aku alamin sekarang karena aku tidak dikuret (rahim tdk bersih).
Trims cak..aku tunggu jawabannya..
@ Ike Apritolanike:
aloooo…. maaf, telat menjawab.
Pertanyaan tersebut masih saya diskusikan dengan temen-2 ahli kandungan dan hingga kini belum ada jawaban karena beliau-2 lagi banyak tugas.
Ntar kita tunggu aja ya…
ok d..met puasa ya cak..
@ ike apritolanike:
Menurut saya, berdasarkan urut-urutan kejadian dan kronologi keluhan yang di alami dan test yg sederhana hingga USG, kemungkinan keguguran spontan.
Sedangkan soal hamil di luar kandungan sy sependapat dg dokter nomer 5, yakni bukan hamil di luar kandungan, soalnya hamil di luar kandungan beresiko perdarahan di dalam dan hanya dapat ditanggulangi dengan operasi.
Bisa jadi flek-2 yg dialami sekarang karena tidak dikuret atau bisa jadi karena gangguan keseimbangan hormonal (hormonal imbalance).
Makasih, met puasa juga
Maaf bila ini terlalu panjang, kami mau berbagi:
Bulan Juni yang lalu istri saya di ketahui hamil di luar kandungan.
Panjang cerita, kami ke dokter ahli kandungan terbaik di kota kami, dan kami adalah tipe orang yg cerewet dan banyak tanya bila berkaitan dengan kesehatan. Istri di nyatakan hamil dan janin sehat, kami sampaikan keluhan2 nyeri di bawah perut. Lalu di USG, dinyatakan janin normal. Kami di beri Mylanta.
Tak sampai satu minggu kami kembali dengan keadaan kaki bengkak2 dan ada bercak2 merah di kaki. Kami sampaikan juga kondisi istri yg semakin kesakitan di perut serta semakin susah bergerak. Dokter kandungan periksa lagi kandungan dan bilang janin sehat, lalu merujukkan ke dokter internist.
Dari dokter internist lalu test darah rutin, hasilnya CPR nya positif, lalu diagnosa ke Demam Rematik.
Pulang, malam nya istri pingsan dengan keluar keringat dingin dan suhu tubuh turun drastis.
Langsung kami bawa ke RB milik dokter kandungan tengah malam itu. Pertelepon dia sampaikan bahwa janin normal & sehat, dan diminta minum mylanta, bila satu jam tak sembuh, ke RSUD ketemu untuk di rujuk dgn internist.
Jam 2 siang paginya baru sang internist datang dan mengatakan sudah boleh pulang, padahal istri saya semakin sulit bergerak dan kesakitan
Saya minta dokter kandungan untuk datang dan melihat kondisi istri saya. Beliau sampaikan pertelepon bahwa kondisi janin normal & sehat dan istri saya ada di bawah pengawasan internist.
Akhirnya kami putuskan untuk ke rumah sakit yang terbaik yang dapat melayani dengan “hati” dan benar-benar mau mendengar kami.
Kami berkendara 3 jam dengan sangat pelan & hati2, karena tiap goncangan menyebabkan nyeri di perut istri saya.
Di rumah sakit tersebut, istri saya dilayani dengan cepat dan malam itu juga 2 dokter (ahli kandungan & internist) di kota tersebut hadir dan memeriksa istri saya.
Ahli kandungan langsung menyampaikan kemungkinan kehamilan diluar kandungan setelah menanyakan keluhan serta melakukan test dengan memasukan jari ke vagina. Dan dia meminta dilakukan USG untuk memastikan & melihat kondisinya.
Internist meminta hasil cek darah dan melihatnya serta menyampaikan bahwa terlalu dini diagnosa demam rematik dengan hanya melalui test darah rutin.
Segera setelah beberapa test darah, jantung, USG dan konsultasi dengan dokter anestasi, dokter USG serta kepala bidan, maka esok malamnya dilakukan operasi.
Satu liter lebih darah di perut istri saya, Tuhan masih mengijinkan istri mendampingi saya untuk membesarkan anak semata wayang kami.
Ada keinginan di hati untuk menyampaikan berita ini ke dokter kadungan terbaik di kota kami tersebut…… Maaf, karena ternyata telah ada beberapa orang yg hamil di luar kandungan & dia menyampaikan bahwa keadaan janin normal & sehat.
Mengapa walaupun sudah di USG, lalu gejala2 nyeri disampaikan, sang dokter tidak dapat melihat hal tersebut?
@ jim:
Terimakasih telah berbagi. Hal-hal semacam ii penting untuk disampaikan sebagai informasi pengetahuan.
Kita berharap apa yang dialami istri bapak menjadi pelajaran bagi kita semua, khususnya para pasangan yang mengalami keluhan-2 seperti di atas.
Sebenernya, hamil di luar kandungan (kehamilan ektopik terganggu) mudah dikenali dengan melihat kondisi pasien yang makin lemah dalam tempo singkat, yakni dengan meraba nadi dan memeriksa perut bagian bawah yg biasanya kencang, nyeri tekan dan pada umumnya penderita sangat kesakitan.
Sy juga ikut bersyukur istri bapak termasuk kuat. Pada kehamilan ektopik terganggu, biasanya DSOG cukup dengan meraba dan memeriksa kondisi umum penderita yg ditandai dengan tanda-2 anemia sebagi manifestasi perdarahan.
Kami juga pernah mengalami tapi dengan tindakan yang sangat cepat.
Sekitar 15 tahun yg lalu, istri saya dalam keadaan masih memakai IUD, tiba-tiba hampir nyeri perut bagian bawah hingga hampir pingsan. Ketika itu sy curiga kehamilan ektopik terganggu. Segera setelah ke RS (berjam-jam karena jauh dari kota), DSOG sependapat bahwa istri kemungkinan mengalami kehamilan ektopik teganggu. Saat itu juga langsung operasi, tanpa USG. Dan ini sangat bagus.
Beberapa ibu yg pernah kami rujuk dengan kecurigaan kehamilan ektopik terganggu, dalam hari itu juga operasi.
Dari gambaran tersebut dapat kita petik pelajaran bahwa untuk mengetahui kehamilan ektopik terganggu sebenernya tidak terlalu sulit, kecuali jika kehamilan di luar kandungan tersebut tidak menimbulkan gangguan dan tidak menyebabkan perdarahan. Namun semestinya dapat terdeteksi melalui pemeriksaan USG.
Sekali lagi terimakasih telah berbagi.
Semoga sehat selalu.
pak dokter, saya ingin berbagi cerita, alhamdulillah jika nantinya dijawab..
22 juli 2009, haid terakhir.
28 agustus 2009, saya tes dengan test pack, muncul 1 garis jelas dan 1 garis samar.
30 agustus 2009, saya periksa ke dokter kandungan 1. pada saat di USG di perut terlihat rahim yang membesar, tapi janin tidak terlihat. setelah ditekan tekan (sampai terasa sakit hingga 2 hari setelahnya) terlihat bulatan kecil. dinyatakan hamil 3 minggu. oleh dokter 1, diberikan Folavit 1 x 1.
14 september 2009, keluar flek coklat. karena dokter 1 tidak praktek, saya pindah ke dokter kandungan 2 yg kebetulan praktek. awalnya di USG lewat perut tidak terlihat janin, akhirnya dia memutuskan USG lewat vagina. setelah USG vagina itu, janin terlihat. menurut dokter 2, bentuk janin tidak normal (tidak bulat. tapi lonjong). akhirnya dokter 2 memberi obat DUPHASTON 2 x 1.
16 september 2009, mulai keluar darah warna merah tua. saya kembali ke dokter 2. lewat USG vagina terlihat bentuk janin masih seperti tgl 14 september. diberi obat tambahan MEFINAL dan TRANSAMIN. masing masing 2 x 1.
22 september 2009, mulai keluar darah merah segar (seperti mens) dalam jumlah yang banyak. disertai selaput2 tipis (bukan daging mrongkol2). karena lebaran, jarang ada dokter. fyi, sejak 16 sept sampai 22 sept flek keluar terus. sehingga semua obat saya minum 2 x 1.
25 september 2009, saya ke dokter kandungan 3. karena dokter 1 & 2 libur lebaran… oleh dokter 3, saya dirujuk USG ke lab yang ada dokter radiologi terpercaya (itupun masih hari senin berikutnya.. karena dokter radiologi masih libur juga). dokter 3 tidak mau bercerita banyak walaupun didesak. setelah USG, dokter 3 hanya menyatakan bahwa letak janin tidak jelas, tp sepertinya di bawah. bukan di rahim. mungkin kehamilan di luar kandungan. tapi dia tidak menjelaskan sebab, atau efeknya.. hanya memberi pengantar ke UGD jika terjadi nyeri & pendarahan hebat. dia berjanji bercerita setelah senin…
sejak awal kehamilan, saya tidak mual, juga tidak merasa nyeri..
pak dokter..
apakah memang benar hamil di luar kandungan? atau sudah gugur? fyi, saya pernah operasi usus buntu 8tahun yg lalu..
apa berpengaruh thd hamil di luar kandungan?
matur nuwun
@ Ewit:
Terimakasih telah berbagi.
Pertama, operasi usus buntu tidak ada hubungannya dengan kehamilan saat ini, terlebih sudah terjadi 8 tahun yang lalu.
Kedua, kita kini tidak dalam mendiagnosa, namun mendiskusikan kronologi kondisi dan keluhan di atas.
Kepastian apakah keguguran atau tidak, bergantung pada penialian dokter kandungan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik maupun hasil USG.
Tapi tak ada salahnya kita saling berbagi dengan mengupas berbagai kemungkinan.
Jika menilik pada tgl 22 sep 09 terjadi perdarahan dalam jumlah banyak dan keluar selapu tipis, bisa jadi selaput tersebut adalah plasenta. Artinya, kemungkinan keguguran tidak bisa dikesampingkan. Atau dengan bahasa sederhana, mungkin keguguran.
Jika berpedoman pada penilaian dsog ke 3, kehamilan di luar kandungan juga dimungkinkan. Dalam hal ini kehamilan ektopik tidak terganggu. Kalo kehamilan ektopik terganggu sih enggak, soalnya pada kehamilan ektopik terganggu akan terjadi anemia akibat perdarahan dan disertai kondisi yang makin lemah dan adakalanya drop.
Tapi, kayaknya kemungkinan hamil di luar kandungan sangat kecil mengingat pada tanggal 22 sep terjadi perdarahan disertai keluarnya selaput tipis (kemungkinan plasenta).
Untuk sementara (sambil menunggu hari senin), sebaiknya tetap mengkonsumsi obat yang diberikan dsog ke 3 dan diusahakan istirahat.
Andai sebelum hari senin ternyata ada keluhan, sebaiknya periksa ke DSOG yang ada saat ini.
Demikian pandangan saya dan mohon maaf jika tidak memuaskan ibu.
Teriring do’a, semoga sehat selalu.
Maturnuwun
dear sir/madam
dok saya sudah dinyatakan positif, tapi setelah saya cek lebih lanjut ternyata kehamilan saya tidak normal karena terjadi diluar kandungan…. yang saya ingin ketahui adalah apa bayi bisa berkembang pada kasus saya?
tapi knapa saya merasa semakin lama kondisi saya semakin tidak fit?…… perut saya selalu merasa nyeri, rasa mual semakin hebat…perut saya semakin mEmbesar apa calon bayinya baerkembang…?
dok tolong bantuannya…… terima kasih……
salam sejahtera
juli
@ juli:
Perkembangan janin bergantung pada lokasi “di luar kandungan” dan hasil evalusi serta monitoring oleh dokter yang memeriksa.
Pada umumnya, janin pada kehamilan di luar kandungan tidak dapat berkembang sebagaimana mestinya. Terlebih jika keluhan yang dirasakan makin hari makin hebat. Pada kasus dimana terjadi kehamilan ektopik terganggu, biasanya dokter menganjurkan operasi sebgai langkah antisipasi terhadap hal-hal yang tidak diinginkan.
Demikian sedikit penjelasan saya.
Moga segera teratasi dengan sebaik-baiknya.
Trims…. Salam
numpang nge-tag tulisannya ke facebook saya ya pak dokter…
terima kasih atas informasinya…
@ lucasiana:
Monggo, silahkan
apakah penyebab hamil di luar kandungan dok?saya pernah mengalami ny dan janin saya berusia 4bln lbh sebesar anak tikus bru lhir.awal ny saya minum pil kb tdk teratur.apakah itu penyebab ny?trs saya di operasi dan mengeluarkan byk darah. apakah saya harus menunggu 3thn untuk ingin mempunyai bayi lagi dan apakah saya lahiran harus dngan cara sesar????tolong di jwb??trims
@ debby ratnasari: *namanya persis nama temen sy*
Seperti penjelasan pada artikel di atas, kehamilan di luar kandungan dapat terjadi karena gangguan transport hasil pembuahan dari tuba ke rongga rahim. Dapat pula sebagai akibat kelainan hasil pembuahan itu sendiri yang memang memiliki potensi kehamilan di luar kandungan. Bukan karena tidak teratur minum pil kb.
Makin besar kehamilan di luar kandungan, makin banyak pula mengeluarkan darah. Hal itu sangat logis mengingat makin banyak pula pembuluh darah yang rupture (pecah) di tempat terjadinya kehamilan.
Untuk hamil lagi gak harus menunggu 3 tahun. Biasanya dokter kandungan mengijinkan untuk hamil lagi setelah 1 tahun, kecuali karena pertimbangan tertentu berdasarkan penilaian beliau.
Jika kehamilan berikutnya bisa lahir normal, gak harus operasi caesar.
Trims
dok aq mo tanya..?klo udah pernah ngalamin hmil di luar kandungan apakah bisa terjadi lagi yg ke 2 kli.trs gejala ny ap..skrg aq udah g pake kontrasepsi lagi udah3 mingguan.aq takut terjadi lagi.soal ny perut di bagian bawah sakit baru kali ini.apa aq kecapean byk jln.kaya semacem turun bero.tp kan cewe g punya bero y dok.klo cowok pnya y dok?? tolong di jwb y dok..trims dok..??
@ deeby ratna sari:
hamil di luar kandungan dapt dialami oleh siapa saja, tidak dipengaruhi oleh pernah tidaknya seseorang mengalami hamil di luar kandungan atau tidak.
Nyeri di perut bagian bawah bisa disebabkan oleh berbagai faktor, belum tentu karena penyakit.
Bero atau hernia, dapat terjadi pada cowok maupun cewek. Jika ada hernia inguinalis (di pelipatan paha), maka daerah tersebut akan nampak penonjolan ketika tekanan rongga perut meningkat (misalnya mengejan, aktifitas yang berat, dll).
Trims
Dok,klw d usg klihatn ga dok,klw itu hamil d luar kandungn?
@ Retno dewi:
iya, dengan USG bisa keliatan