sekilas Gabag atau Morbili atau Kerumut

Hobi tour (blogwalking) menuntun saya ke blog Kang Kombor yang nulis posting menceritakan kejadian tahun 1998 ketika beliau terkena Gabagen (Campak, Morbili, Kerumut: bahasa Banjar). Posting tersebut menindaklanjuti posting Hipotensi oleh fertobhades.
Berikut cuplikannya:

Selama lebih dari seminggu Kang Kombor tersiksa dengan badan panas tinggi tetapi rasanya dingin sekali. Periksa ke RS Panti Waluyo (namanya bener nggak sih?) di Pakem, kata dokter jaga yang berwujud perempuan muda (entah dokter beneran atau dokter-dokteran) kalau dalam tiga hari panas nggak turun, berarti Kang Kombor kena tipes. Halah, waktu periksa ke Pakem itu Kang Kombor sudah menderita panas 3 hari! Bisa-bisanya suruh nunggu 3 hari lagi. Helgeduelbek tenan kalau begitu caranya. Walhasil, obat dari Pakem itu Kang Kombor buang saja. Nggak ada gunanya diminum. Wong doktere memberikan obat dengan diagnosa coba-coba. Kalau salah obat gimana? Kang Kombor kan bisa ko-it nggak ada gunanya.Eh, ndilalah setelah lewat tujuh hari muncul gabag di sekujur tubuh dan panas menghilang. Rasa lemas pun ikut pergi. Ternyata gabag. Padahal, ada yang bilang bisa jadi tipes atau DBD. Anehnya, setelah kena gabag terakhir itu sampai saat ini, Kang Kombor belum pernah memiliki tensi di atas 120. Gabagen itu entah gabagen yang keberapa yang Kang Kombor derita. Yang jelas waktu kecil Kang Kombor dulu pernah gabagen lebih dari 2 kali.

Kok bisa mbalik dari hipertensi menjadi hipotensi? Adakah yang bisa menjelaskan secara medis? Mungkin Mbah Dipo bisa memberi sedikit pandangan dokter kepada Kang Kombor. Kalau dokter Pakem itu Kang Kombor ra percoyo babar blas!

Saya tersenyum baca postingan Kang Kombor ini, karena seperti itulah gambaran hubungan antara pasien-dokter. Sekilas mungkin si dokter minim informasi, kurang komunikatif (mungkin), sedang pasien segan bertanya, akibatnya tidak percaya dan lain-lain karena kurang terjalinnya komunikasi.

Postingan di atas sebenarnya sudah menjawab pertanyaan yang menyertai penyakit tersebut, namun tak ada salahnya saya ulas kembali secara singkat.

Campak atau Gabagen ( bahasa Jawa )
Disebut juga Morbili, Measles atau Kerumut (bahasa Banjar, bujurkah mbak Mina?).

Definisi.
Campak ( Rubeola, Measles, Morbili ) adalah infeksi virus akut yang sangat menular, ditandai dengan demam, lemas, batuk, peradangan selaput mata (konjungtivitis) dan bintik merah di kulit (ruam).

Penyebab
Penyebabnya virus morbili (paramiksovirus).
Virus ini terdapat dalam darah dan sekret (cairan) nasofaring (jaringan antara tenggorokan dan hidung) pada masa gejala awal (prodromal) hingga 24 jam setelah timbulnya bercak merah di kulit dan selaput lendir.

Cara penularan melalui droplet dan kontak, yakni karena menghirup percikan ludah (droplet) penderita morbili.
Artinya, seseorang dapat tertular Campak bila menghirup virus morbili, bisa di tempat umum, di kendaraan atau di mana saja.

Orang yang rentan terhadap campak antara lain:

  • bayi berumur lebih dari 1 tahun
  • bayi yang belum imunisasi campak
  • remaja dan dewasa muda yang belum imunisasi kedua

Gejala.
Masa tunas (inkubasi) berkisar sekitar 12-14 hari, referensi lain menyebutkan 10-20 hari.

Gejala ( klinis ) dibagi menjadi 3 stadium, yakni:

  • Stadium awal (prodromal)
  • Stadium timbulnya bercak (erupsi)
  • Stadium masa penyembuhan (konvalesen)

Stadium awal (prodromal)
Pada umumnya berlangsung sekitar 4-5 hari, ditandai dengan:
panas, lemas (malaise), nyeri otot, batuk, pilek, mata merah, fotofobia (takut cahaya), diare karena adanya peradangan saluran pernapasan dan pencernaan.
Pada stadium ini, gejalanya mirip influenza.
Namun diagnosa kearah Morbili dapat dibuat bila terdapat bercak sebesar ujung jarum (bercak Koplik) di dinding pipi bagian dalam (mukosa bukalis) dan penderita pernah kontak dengan penderita morbili dalam 2 minggu terakhir.

Stadium timbulnya bercak (erupsi)
Terjadi sekitar 2-3 hari setelah stadium awal.
Ditandai dengan: demam meningkat, bercak merah menyebar ke seluruh tubuh, disertai rasa gatal. Selanjutnya gejala tersebut akan menghilang sekitar hari ketiga.
Kadang disertai diare dan muntah.

Stadium masa penyembuhan (konvalesen)
Pada stadium ini, gejala-gejala di atas berangsur menghilang. Suhu tubuh menjadi normal, kecuali ada komplikasi.

Diagnosa
Untuk mendiagnosa dapat dilakukan dengan:

  • Secara klinis, yakni berdasarkan riwayat timbulnya penyakit (anamnesa) dan pemeriksaan fisik (physic diagnostic)
  • Pemeriksaan Penunjang, antara lain: pemeriksaan darah, serologis dan biakan virus (mahal).

Diagnosa Banding
Artinya, kemungkinan penyakit lain yang mirip dengan Campak, diantaranya:

  • German measles
  • Eksantema subitum
  • Infeksi virus lain
  • Infeksi Stafilokokus, dan lain-lain.

Pengobatan

Campak tanpa Penyulit, cukup dengan:

  • Rawat jalan
  • Cukup mengkonsumsi cairan dan kalori
  • Pengobatan simptomatis, artinya mengurangi gejalanya saja, semisal: obat penurun panas (parasetamol / asetaminofen), obat batuk, dan lainnya. Yang terpenting adalah memperbaiki keadaan umum.

Campak dengan Penyulit:

  • Perlu rawat inap (opname)
  • Penatalaksanaan sesuai Standard Operational Procedure (sop) atau Prosedur Tetap. Yang ini Pre Memori aja ya. (soalnya teknis sih)

Komplikasi
Dapat terjadi karena penurunan kekebalan tubuh sebagai akibat penyakit Campak.
Komplikasi yang dapat timbul, antara lain:

  • Bronkopnemonia (infeksi saluran napas)
  • Otitis Media (infeksi telinga)
  • Laringitis (infeksi laring)
  • Diare
  • Kejang Demam (step)
  • Ensefalitis (radang otak)

Pencegahan
Imunisasi ( imunisasi campak untuk bayi diberikan pada umur 9 bulan )
Bisa pula imunisasi campuran, misalnya MMR (measles-mump-rubella), biasanya diberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua diberikan pada usia 4-6 tahun.

Catatan:
measles: campak atau morbili atau gabag atau kerumut.
mump: gondongan
rubella: German measles

Referensi:

  • Pedoman Diagnosa dan Terapi Lab IKA, RSUD dr. Soetomo, Surabaya
  • Buku Kuliah IKA, Bagian IKA FKUI

Serba serbi penyakit Campak atau Gabag atau Morbili atau Kerumut.
Berdasarkan komen postingan Kang Kombor.

Benarkah ada hubungan antara hipotensi dan gabagken itu?
Penjelasan: tidak ada hubungannya. Bila terjadi seperti itu sifatnya insidental atau mungkin saja sebelumnya sudah turun tekanan darahnya tanpa diketahui karena tidak diperiksa.
Btw, bila pas lemas-lemasnya terjadi hipotensi, hal ini bisa saja terjadi.

Komen Pak Helgeduelbek. (banyak yang menganggap seperti komen beliau) Katanya kalau gabagken suruh minum air kelapa biar cepet keluar gabag-nya yah kang, atau ada yg nyaranin minum minuman bersoda seperti sprite dll.
Penjelasan: Minum tidak minum, bercak merah tetap keluar sesuai urutan gejala.
Di atas dianjurkan banyak minum, artinya minum teh, susu dll, boleh apalagi kalau ada yang nganteri, jadi tidak harus air kelapa lalu malam-malam repot penekan pohon kelapa. Hehehe.

Panasnya 3+7=10 hari dong jadinya? Kok ngeri amat ya, itu kayak gelas disiram air panas terus-terusan selama 10 hari sampe petjah. Untung Kang Kombor nggak petjah di hari kesepuluh, amit-amit ya Kang.
Penjelasan: komen ini bernada guyonan, tetapi sangat bermakna. Bila kita lihat gejala di atas, pada dasarnya bisa sembuh sendiri asalkan ketahanan tubuhnya bagus .

Kang Kombor: Gabag memang begitu, Cay. Anakku waktu kena gabag panasnya sampe seminggu juga. Panas baru turun setelah gabagnya keluar semua. Analoginya nggak kayak gelas disiram air panas terus-menerus kali. Kan panasnya dari dalam, bukan dari luar.
Penjelasan: sudah dijawab sendiri kan ? Hehehe

Satu lagi, minum juice buah sebanyak-banyaknya. Ilmiahnya sih tubuh akan bikin sistem immune sendiri.
Penjelasan: Lho ini kan udah menjawab sendiri to.

Ada lagi:
Sebagian orang (di daerah saya) menganggap bila penderita Campak (gabag) tidak boleh mandi.
Biasanya, yang demikian saya beri komentar sambil guyon:
” Tetap mandi dong, kalau tidak mandi, pertama bau, kedua malah bisa jamuren. Toh nanti bercak merahnya tetap bertambah banyak, mandi maupun tidak mandi. Pilih mana hayo “.

Mudah-mudahan ulasan singkat ini bermanfaat.
Oya, saya sudah berusaha menulis dengan bahasa yang mudah dimengerti (menurut saya), namun saya mohon maaf bila masih banyak istilah “aneh”.

75 Tanggapan ke “sekilas Gabag atau Morbili atau Kerumut”


  1. 1 Kang Kombor Januari 25, 2007 pukul 1:18 pm

    Terimakasih Cakmoki atas ulasannya yang lengkap. Walaupun waktu SD dan SMP dulu ada pelajaran UKS yang sempat memberikan pelajaran tentang morbili, mungkin karena waktu itu masih SD atau SMP jadi nggak terlalu diperhatikan. Yang penting ngapal dan kalau ulangan bisa, hehehe…

    BTW Cakmoki, di daerah saya di Sleman sono (sekarang tinggal di Tangerang0, supaya gabagnya keluar malah disuruh mandi pakai air hangat bekas merendam ayam yang baru disembelih. Kang Kombor jelas nggak mau…(Catatan: Ayang yang baru disembelih biar nyabutin bulunya gampang suka dibanjur pakai air panas, kadang juga sampai tubuh si ayam terendam air panas).

  2. 2 cakmoki Januari 25, 2007 pukul 2:09 pm

    @ Kang Kombor,
    Wah, maaf lho Pak, saya ambil topiknya tanpa ijin untuk bahan informasi. Harapan saya kita bisa berbagi dengan yang lain, siapa tahu tambahan ulasan ini bermanfaat.

    Saya gembira masalah kesehatan ikut dibahas. Maklumlah, jajaran kami sendiri menurut saya suka terlambat menangani sesuatu, kurang informatif dan cenderung tertutup. Ada beberapa sejawat yang sudah duluan nge-blog, sayapun merasa terpanggil ikut sedikit berbagi.

    Hehehe, saya baru dengar ada kepercayaan pakai mandi air ayam, kayak mandi kaldu ya.

    Oya, sekalian ijin nge-link, boleh kan ?
    Saran dan kritik ditunggu, saya gak alergi kritik koq. :D

  3. 3 Dani Iswara Januari 25, 2007 pukul 8:50 pm

    wah apik Pak..dgn bhs yg khas dan mengena..semoga blogwalking kesehatan lainnya menuai sukses.. :D

  4. 4 cakmoki Januari 25, 2007 pukul 11:53 pm

    @ Dani Iswara,
    Ya ya, semoga sesuai harapan kita. Saya mulai kemarin mikir-mikir nih Mas Dani, bahasanya koq gak ilmiah blasss. Bisa-bisa diprotes temen-temen akademisi or para klinisi. Tapi saya juga gak tahu, yang ilmiah itu batasannya seperti apa …, ntar kalo gak pas tolong dikoreksi ya. :D

    OOT:
    Pak Anis dah diajak boyongan ke WP beluuum.

  5. 5 fertobhades Januari 26, 2007 pukul 1:13 am

    wah…thanx berat atas pencerahannya, cakmoki…

    untung saya belum pernah kena… :-)

  6. 6 cakmoki Januari 26, 2007 pukul 3:21 am

    @ fertobhades,
    Sama-sama Pak. Maaf ya, saya mengambil komen pak fertob di postingan Kang Kombor untuk bahan berbagi informasi. :D

  7. 7 mina Januari 26, 2007 pukul 6:27 am

    mina nyahut nih, cak. bener, di sini disebut kerumut. jeleknya tuh, orang sering nyebut dermatitis alergika karena makanan yang muncul di seluruh tubuh juga dengan kerumut. tapi mereka dengan lihainya bisa membedakan kerumut dan cacar air hihihi….
    kayaknya tidak ada orang yang tidak luput dari kena campak ya. saya kena pas waktu kecil (kata my mom sih, gak tau apa beneran campak).

  8. 8 helgeduelbek Januari 26, 2007 pukul 3:53 pm

    Wah jadi kalau gabagen itu gak bener toh kalau disuruh minum air kelapa agar keluar, terimakasih infonya. Malah kata kebanyakan orang awam disarankan gak boleh mandi dengan alasan kalau mandi gabag-nya gak keluar dan itu bisa berbahaya. Benerkah itu pak?

    OOT: numpang kenalan, Tuk Bu Mina… urang banjarkah pian? salam kenal dari kalimantan tengah.

  9. 9 cakmoki Januari 26, 2007 pukul 6:15 pm

    @ mina,
    Tempat saya bahasanya macem-macem, jadi cem-macem jugak sebutannya. Tapi sekarang lumayan udah pada ngerti dikit-dikit, yang penting ditelateni. Pakai PDA enak njelaskannya Mbak, tinggal tutul layar untuk menunjukkan gambarnya.
    Gimana kalo usul imunisasi campak dimajukan umur 6 bulan aja, kan kekebalan dari ibu bervariasi sekitar 4-8 bulan.
    Tapi saya usul mulai dulu gak digubris.

    @ helgeduelbek,
    Di tempat saya juga gitu Pak, tapi sekarang udah mandi. Gabak kebanyakan keluar semua bintik merahnya, tapi adakalanya hanya sebagian (parsial), tergantung daya tahan tubuh, jadi tidak ada hubungannya dengan bahaya tidaknya penyakit. Gabak sembuh sendiri setelah melewati fase seperti di atas, kecuali ada penyulit (komplikasi). Tapi orang tua mana yang akan membiarkan anaknya sakit segitu lama.
    Baiknya tetap diobati sedini mungkin, gak langsung sembuh seperti iklan, paling tidak mengurangi keluhan.
    Misalkan anak masih keluar sedikit gabaknya lalu diobati, dokter perlu menjelaskan bahwa gabaknya bakalan tetap keluar. Setelah merata, gejala berangsur berkurang. Kalau tidak dijelaskan ntar dikira obatnya gak mempan, lalu orang tua pindah berobat, jadinya buang-buang biaya.
    Tapi memang saya akui, diantara teman sejawat saya (dokter) adakalanya jarang menjelaskan, kecuali waktu narik ongkos, yang ini dijamin gamblang. Hehehe.
    *sekalian ngritik temen, jo ngono to friends*

    Mbak Mina, ditanya Pak Guru, tuh.

  10. 10 helgeduelbek Januari 26, 2007 pukul 8:00 pm

    Wah konsultasi gratis lagi nih.
    Gini pak, anak saya 4 hari lalu juga gabagen (apa sekarang ini lagi musimnya kali yah) Terus sudah mereda, sekarang giliran mama-nya, padahal masih menyusui anak saya itu. Kalau gitu gimana caranya untuk memutus rantai penularannya. Apa perlu puasa dulu untuk tidak nyusu ke mmamanya anak saya itu? Terimakasih.

  11. 11 Kang Kombor Januari 26, 2007 pukul 8:39 pm

    Cakmoki, saya dah duluan nyolong start nambah blog Sampeyan ke blogroll. Jadi, monggo kalau blog saya mau ditaut.

    Pak Guru Urip, semoga putra(i)nya lekas sembuh. Juga mamanya. Pak Guru jaga kondisi supaya tidak ikut kena.

  12. 12 cakmoki Januari 27, 2007 pukul 2:58 am

    @ helgeduelbek,
    Walah bukan konsultasi Pak, enaknya pakai istilah ngobrol aja, saya bukan seorang ahli.
    Maaf ya Pak Guru, saya terlambat menjawab.
    Memang lagi musim sejak pertengahan Desember yg lalu.
    Maksudnya Ibu dan Anak sudah terkena ya ?
    Menyusui anak sebaiknya tetap dilakukan, supaya daya tahan anak tetap terjaga.
    Untuk memutus mata rantai penularan terhadap anggota keluarga, rasanya tidak mungkin menjauhkan dengan anggota keluarga yang lain.
    Untuk itu, bagi yang belum terkena, langkah bijak adalah mempertahankan daya tahan tubuh tetap prima, dengan makan teratur plus buah (jangan kebanyakan lho, musim rambutan nih) dan istirahat cukup.
    Bagi yang sekolah SD (kalo ada) agak sulit, karena umumnya anak SD masuk sekolah walau sakit sehingga memperluas penularan.

    Sedangkan untuk Ibu, minum Parasetamol 3-4 x 1 bila panas. Dan bila ada infeksi sekunder, misalnya nyeri telan, perlu antibiotika.
    Nah untuk pemakaian Antibiotika, menurut kaidah seyogyanya ke dokter.
    Tapi bagi saya, gak apa-apa membeli sendiri di Apotik (kalo apotiknya membolehkan). Yang aman Amoksisilin 500 mg 3×1 minimal selama 3 hari, seandainya 2 hari sembuh, Antibiotika tetap dihabiskan, dengan catatan bila tidak alergi Amoksisilin.
    Bila disertai batuk, sebaiknya minum obat batuk pencair dahak, misalnya Ambroksol 3×1 sampai batuknya hilang.
    Bila masih tetap sakit, mau tidak mau ke dokter.
    Semoga anak bapak dan ibu cepat sembuh, dan yang lain tetap sehat.
    kalau ada yang masih kurang jelas, boleh dilanjut

    @ Kang Kombor,
    Sudah koq, ada di “other friends”, nanti saya kelompokkan di Blogroll. Maaf ya, saya belum begitu ngerti penataan sidebar, mau nyontoh aja.
    Saya sudah baca Typhus dan Malaria.
    Menarik untuk ditindaklanjuti.
    Sekalian mohon ijin, boleh kan ? *maksa*

  13. 13 mina Januari 27, 2007 pukul 4:22 pm

    iya cak, saya juga pernah baca bahwa imunisasi alami terhadap campak dari ibu pada bayinya gak bertahan sampai 9 bulan, tapi kok imunisasinya baru pada usia 9 bulan?

  14. 14 mina Januari 27, 2007 pukul 4:29 pm

    OOT juga:
    kelupaan tadi nih: pak guru, wah ada blogger dari kalteng!!! senangnyah! saya bulan desember kemaren bolak-balik kalteng lo pak! tar februari saya jalan lagi ke sana.

  15. 15 helgeduelbek Januari 27, 2007 pukul 7:33 pm

    Terimakasih penjelasannya yg berharga itu dan terikasih juga untuk doa Cakmoki dan Kang Kombor.
    @ OOT, bu mina, blogger kalteng mungkin banyak saya saja yang belum mengetahui.

  16. 16 cakmoki Januari 28, 2007 pukul 12:38 am

    @ mina,
    Hehehe. Alasannya karena program.
    Gak tahu kapan ada perubahan.

  17. 17 cakmoki Januari 28, 2007 pukul 12:47 am

    @ helgeduelbek,
    Sama-sama Pak.

  18. 18 galih Mei 1, 2008 pukul 4:57 pm

    Cakmoki, aku skr sedang terkena gabag nih, kondisinya sekarang sudah tidak demam, dan bercak merah di kulit sudah hilang, tapi rasa gatalnya tuh masih ada he he, kenapa ya kira2 cak? terus selain itu masalah yang masih ada tuh mata merah berair dan nyeri di tenggorokan (sakit kalo buat nelan). Sejak dua hari yang lalu aku minum amoxicillin 500mg 3x sehari. Cakmoki ada saran buat ngilangin mata merah dan sakit di tenggorokan ini???Matur suwun cak…

  19. 19 cakmoki Mei 2, 2008 pukul 4:41 am

    @ galih
    rasa gatal timbul karena release histamin sebagai akibat masuknya virus morbili ke dalam tubuh kita.
    Untuk mengatasinya, dapat digunakan obat antihistamnin, misalnya: loratadine 10 mg 1×1 sehari.

    Mata merah dan tenggorokan luka adalah bagian dari penyakit gabak.
    Untuk sakit tenggorokan, obatnya dah bener koq.
    Amoxicillin diteruskan hingga nyeri tenggorokan reda.
    Sedangkan mata merah ntar akan hilang dengan sendirinya.

    Moga segera sembuh ya
    Matur suwun :)

  20. 20 galih Mei 2, 2008 pukul 1:33 pm

    matur suwun sanget cak moki, semoga sukses selalu ya cak :)

  21. 21 cakmoki Mei 3, 2008 pukul 12:46 am

    @ galih:
    Sami-sami, maturnuwun juga do’anya :)

  22. 22 Ferdi Mei 12, 2008 pukul 4:47 pm

    Mohon ma’af tiba2 masuk. Saya Ferdi kebetulan sedang lihat2 informasi mengenai Morbili atau Rubela atau Campak Jerman. Soale belum lama istri & anak (9bln) saya kena campak. Istri menurut dokternya kena campak krn badannya panas, diare, mulutnya radang & sariawan, serta ruam (byk bintik2 merah kecil) pada kulit. Anak menurut dokternya kena rubela atau campak jerman (German Measles -ya?-).
    Kalau boleh ikutan bertanya apakah “Morbili” samadengan “Rubella” samadengan “Campak Jerman”? Mohon diberi pencerahan. Maturnuwun sanget nggeh..

  23. 23 binangkit Juli 31, 2008 pukul 3:54 am

    Mungkin ngga, Cak, stadium prodromalnya tanpa panas? soale anakku (3th) sebelum muncul bercak ga panas tapi memang sudah beberapa hari batukpilek. Trus muncul bercak, setelah 4 hr membaik. Pasca campak, kalo ngga salah daya tahan tubuhnya pulih agak lebih lama dibanding infeksi lain. Salah ngga, Cak? Kalo bener, bisa dikira2 ngga, berapa lama bakal pulih?
    Nunut tanya TBC dikit boleh ya…stlh lulus OAT, apa iya deretan kelenjar di leher ga bisa hilang? Kata DSA begitu, tapi dulu ada DSA yang menilai besarnya ukuran kelenjar. Dan waktu si pasen dinyatakan lulus dan sembuh, katanya, ” udah kecil banget nih…”
    Maturnuwun sanget ya Cak, cuma Allah yg bisa balas

  24. 24 cakmoki Juli 31, 2008 pukul 2:31 pm

    @ Ferdi:
    Maaf Mas, keleatan lama bangets :)
    Gak sama, Rubella (German Measles) lebih ringan ketimbang Morbili, walaupun virusnya masih satu keluarga.
    Maturnuwun

    @ binangkit:
    iya, fase prodormal dimungkingkan tanpa panas ataupun subfebris (suhu tubuh naik dikit).
    Masa pemulihan daya tahan tubuh pasca campak rata-rata 2 minggu, kadang lebih lama bergantung pada banyak hal misalnya makanan, daya tahan anak, jumlah virus yang masuk, dll.

    Tentang TBC yang disertai pembesaran kelenjar leher (limfadenitis), pada umumnya akan mengecil dan lambat laun menjadi normaml setelah lulus OAT. Hanya saja masa mengecilnya kelenjar leher gak sama bergantung pada besarnya kelenjar saat awal pengobatan.

    Oiya, aslinya sih kita semua memiliki kelenjar leher (kelenjar getah bening) yang memproduksi limfosit untuk pertahanan tubuh kita, cuman ukurannya sangat kecil hingga ga teraba. Nah, pada beberapa kasus infeksi, misalnya TBC adakalanya pemulihan kelenjar (terutama kelenjar leher) lebih lama dibanding pembesaran kelenjar yg diakibatkan infeksi lainnya.
    Maturnuwun, teriring do’a moga penjenengan sekeluarga selalu sehat.

  25. 25 Wita September 12, 2008 pukul 7:53 am

    Coba ya,semua teman sejawat komunikatif spt cak moki. Nama baik profesi ini tercoreng dgn istilah tak lebih sekedar tukang obat. Semoga TS tetap semangat bekerja.

  26. 26 cakmoki September 12, 2008 pukul 11:49 pm

    @ wita:
    Maturnuwun supportnya :) demikian pula sebaliknya, moga sukses selalu…

  27. 27 tea Oktober 8, 2008 pukul 11:27 am

    wah makacih banyak info’nya. sangat berguna banget buatku yang lagi belajar jadi ibu rumah tangga…

    *baru mo nikah soalnya hehehehe*

    kebetulan dah 5 hari ini calon suamiku kena demem tinggi banget, tadinya takut kena tipes ato DBD karena di sekujur badan timbul bercak merah. sampe akhirnya berobat ke klinik dan divonis ma dokter’na kena gabag… gak tega juga siy liatnya, dalam kondisi badan demem tinggi, dan lemas pula dia maksain diri buat berangkat kerja.
    Tadinya aku larang, karna takutnya ntar tambah parah.
    Kuputusin tanya sana-sini, ada yang bilang gak boleh mandi (hiiyy, tp masa’ masuk kantor gak mandi…), ada yang nyuruh minum air kelapa ijo.. tapi nyarinya susah…

    Sampai akhirnya nemu artikel ini dan terjawab sudah semua pertanyaanku dari uraian cakmoki. jadi yakin kalo dia terkena gabag, dan apa gabag itu sendiri. dan jadi tau harus gimana ngerawat dia….
    thank’s banget yah…
    sukses selalu wes…

  28. 28 cakmoki Oktober 8, 2008 pukul 3:34 pm

    @ tea:
    Thanks juga share-nya ya …
    Met ngerawat calon suwami, moga beliau segera sembuh :)

  29. 29 aisyah Desember 16, 2008 pukul 3:55 pm

    lg nyari2 info ttg morbili, kebetulan anak saya semalam baru keluar merah2nya udah dibawa ke lab sih, ntar malam mau ke dokter anak. Boleh nanya ga? kita tahu bahwa morbili ini berdampak atau terjadi komplikasi atau tidak dari mana ya….(saya bingung manggilnya cakmoki atau pak moki atau dok moki? :) )
    kalo berkenan, mohon dijelasin dong. makasih.

  30. 30 cakmoki Desember 17, 2008 pukul 2:09 am

    @ aisyah:
    manggil cak aja :) …gak perlu manggil dok, apalagi pak… kayak rapat di kelurahan, hehehe.

    Gini, …komplikasi atau penyulit adalah penyakit lain yang menyertai penyakit primer. Dalam hal morbili, penyakit lain yang menyertai biasanya ISPA (infeksi saluran napas atas), diare… selebihnya jarang.
    Nah, ISPA dan Diare (salah satu atau keduanya) disebut komplikasi.
    Dengan penjelasan singkat ini sekarang kita tahu bahwa “komplikasi” tidak selalu penyakit yang menyeramkan seperti yang kita dengar selama ini ketika seseorang mengatakan “komplikasi”

    Untuk mengenali komplikasi pada morbili mudah, yakni keluhan lain di luar morbili.
    Tapi biasanya dokter gak mengatakan komplikasi karena mempertimbangkan faktor psikis dan khawatir kalo pasien or keluarganya tambah panik.

    Catatan: morbili sebenernya gak perlu periksa lab, lha wong penyakit yg kasat mata… tapi gak papa kalo mau sedekah ke Lab … hehehe

    Moga ananda segera sembuh… :)
    Trims

  31. 31 dini Desember 17, 2008 pukul 10:56 am

    Cak m0ki.. Aku gy kena *gabag niy. Uda keluar smw ruamnya. Tinggal dkid merah2nya tpi gatalnya ruar biasa mpe tersiksa gk bs tdur 2hr in. Hikz.. Tengg0r0kan jg skidnya pake bgd.
    Aku uda k dr,sma dr dikasih pct,am0xclin,dibetamin,acycl0vir.
    Bkanya acycl0vir 0bt bwd herpes y? Plu dminum gk? Trus bwd ngurangin gatel pake ap y?
    Bales.nya pke ngebut y cak thx:-D

  32. 32 cakmoki Desember 18, 2008 pukul 1:50 am

    @ dini:
    Acyclovir adalah antivirus, sedangkan penyebab morbili adalah virus, so gak ada yg salah.
    untuk ngurangi gatelnya, pake Loratadine 10 mg (inclarin, clarihis, dll), diminum 1×1 sehari.
    Maaf, gak bisa ngebut soalnya tadi siang agak sibuk :)
    Moga cepet sembuh ya … thx

  33. 33 rony Januari 7, 2009 pukul 1:05 am

    cakmoki saya skg kena gabag(jawa) kerumut (banjar) bener banget karena saya org banjar yg tinggal di jawa. saya kena kerumutt begitu saja tidak ada gejala panas, hanya tidak enak badan sebentar lemas gitu, eh gak taunya badan dah merah2 dan yg dipunggung gatal-gatal. sampe saya gak bisa tidur sekarang karena gatalnya yg minta ampun..
    (untuk ngurangi gatelnya, pake Loratadine 10 mg (inclarin, clarihis, dll), diminum 1×1 sehari.)
    bisa kah obat ini didapat di apotik tanpa resep dokter??? terima kasih

  34. 34 cakmoki Januari 7, 2009 pukul 1:55 am

    @ rony:
    bisa :)

  35. 35 Paul Januari 10, 2009 pukul 12:49 pm

    Thanks infonya, cak….

  36. 36 Fuad Januari 10, 2009 pukul 5:56 pm

    Walah mas
    pye iki
    saya lagi gabagen guathele ra umum
    kok ga ilang2

  37. 37 cakmoki Januari 11, 2009 pukul 12:30 am

    @ Paul:
    Sama-sama, makasih.

    @ Fuad:
    Udah diobati apa belum?
    Moga cepet sembuh yaaa :)

  38. 38 Paul Januari 21, 2009 pukul 8:49 am

    meh tanya, cak..

    dua minggu yang lalu aku kena morbili (berdasarkan diagnosis dari klinik). Sekarang aku sudah sembuh, tapi istriku tertular. Sekarang belum priksa, tapi tanda2nya sama persis dengan tanda2 sakitku 2 minggu yang lalu.
    1. adakah kemungkinan aku bisa tertular lagi? (takut sih, hehehe..)
    2. Seandainya istriku sedang hamil, berbahayakah morbili bagi kandungan istriku?

    Terima kasih banyak atas bantuannya!!

  39. 39 cakmoki Januari 21, 2009 pukul 12:37 pm

    @ Paul:
    1) Nggak. Biasanya akan terbentuk kekebalan. Kalaupun kena lagi, biasanya karena tertular oleh varian lain karena diduga ada 2-3 varian campak.

    2) Menurut referensi, sekitar 50% wanita hamil pada trimester (3 bulan) pertama beresiko terhadap bayinya jika si ibu terkena campak (terutama jika kondisi si ibu kurang bagus, misalnya asupan gizi kurang selama kehamilan). Di sisi lain, akan memberikan kekebalan terhadap bayinya.

    Terimakasih :)

  40. 40 dian tarakan Januari 23, 2009 pukul 11:04 pm

    mo tanya cak
    kerumut itu bisa kena bayi 4 bulan ya? msalahx bayi saya menurt diagnosa neneknya he he , katax kena kerumut, turs kerumut nular ya? bayi sy khan kembar, jd mesti sy pisahan y cak? trus untuk bayi kena kerumut obatx apa dan gimana perawatannya, thank y cak, tolong dibalas dong, soalnya lg bingung berat,

  41. 41 cakmoki Januari 24, 2009 pukul 12:05 am

    @ dian tarakan:
    Semua umur bisa kena dan terbanyak pada anak-anak. Penyakit ini sangat menular.
    Mencegahnya dengan memisahkannya :)
    Obat dan perawatannya silahkan baca di artikel … hehehe.
    Kalo panas, beri penurun panas, misalnya Parasetamol sirup atau ibuprofen sirup 3-4×1/2 sendok takar.
    Kalo ada infeksi sekunder, kasih co-trimoxazol sirup 3×1/2 sendok takar, setidaknya selama 5 hari.
    Trims

  42. 42 dian tarakan Januari 24, 2009 pukul 5:50 pm

    thanks infox y cak, mo nanya laki ni!(mumpung gratis), sekarang anaknya tidak panas lg, tp muncul bintik2 merah di muka n sebagian tubuhnya, jadi sya kasihnya obat apa ya cak? takutnya nanti malah tambah akut, makasih banyak atas penjelasannya lagi, n beribu ribu trima kasih

  43. 43 cakmoki Januari 25, 2009 pukul 1:17 am

    @ dian tarakan:
    Cukup dengan bedak Caladine ato bedak Caladryl … bedak lho, bukan yang cair.
    Sekalian sy ingin meluruskan tentang akut. Morbili, berdasarkan waktu berlangsungnya penyakit, termasuk penyakit akut, artinya penyakit yang berlangsung cepat, dalam beberapa hari hingga minggu udah sembuh. Sedangkan yang dimaksud kronis adalah penyakit yg berlangsung lama, misalnya penyakit-2 kambuhan.
    Jadi akut dan kronis bukan merujuk pada berat ringannya penyakit tapi merujuk pada lamanya penyakit.
    Tentang perbedaan akut dan kronis, silahkan baca di sini, sebagai tambahan informasi.
    Trims

  44. 44 oscar17 Januari 25, 2009 pukul 12:07 pm

    Maksih banget atas jawabannya, cak..

    O ya, sekalian saya minta ijin mengutip beberapa informasi dari blog cakmoki untuk tambahan informasi di blog saya. Supaya semakin banyak yang mendapat informasi penting ini. Boleh kan?

    Terima kasih..

  45. 45 cakmoki Januari 25, 2009 pukul 8:58 pm

    @ oscar17:
    monggo, silahkan… makasih telah ikut menyebarluaskan informasi kesehatan, … walaupun sangat sederhana, moga berguna :)

  46. 46 Ummu yahya Februari 10, 2009 pukul 10:16 pm

    Cakmoki.. Ikutan nimbrung ya.. Anak saya 7bln, setelah panas tinggi 3hari, muncul bercak2 merah di wajah dan tubuhnya. Kalau panasnya sudah turun, untuk mengobati bercak2 merahnya dikasih apa ya,cak? apakah paracetamolnya masih harus diminum? kata neneknya, diolesi bawang merah parut + minyak untuk mengurangi gatal, bener ga, cak?

  47. 47 cakmoki Februari 11, 2009 pukul 12:40 am

    @ Ummu yahya:
    Bercak merah akan hilang dengan sendirinya. Kalaupun perlu anak gelisah karena gatal, cukup diberi bedak yg mengandung antihistamin, misalnya bedak caladine atau caladryl (jangan yg bentuk lotion karena perih). Gak perlu bawang, ntar malah puerihhhhh, lagipula jaman sekarang bedak seperti di atas udah dapat diperoleh dimana-mana.
    Trims :)

  48. 48 lina Februari 15, 2009 pukul 10:34 pm

    salam kenal cakmoki, anak saya berumur 9 1/2bln. minggu lalu baru vaksin campak. Kemarin pagi anak saya tiba2 badannya panas trus udah dikasih panadol baby turunnya cuman sedikit2 trus naik lagi panasnya. ada sedikit batuk tapi tidak sering. Hari ini keluar bintik2 merah kecil dan halus di badan dan punggungnya, sy bw kedokter kata dokter tenggorokannya merah dan hidungnya buntu. Trus sy blk tanya apa bukan gabag jwbnya kalo gabag anak saya akan batuk pilek terlbh dahulu sktr 4/5hr lalu demam dan keluar bintik2 merah selama 3 hari yg akhirnya akan meninggalkan bekas titik hitam, dimana bekas itu akan mengelupas dengan sendirinya. Jadi menurut diagnosa dokter anak saya kena radang tenggorokan dan bintik itu kemungkinan alergi. Saya pengen dengar pendapatnya cak moki. Saya tunggu ya balasannya. Tx cak moki

  49. 49 cakmoki Februari 16, 2009 pukul 3:20 am

    @ lina:
    ya, sy sependapat dengan pendapat dokter tersebut.
    Bisa juga penyakit lain yang belum kita ketahui, ntar akan dapat kita ketahui setelah 3 hari.
    Kita berharap dalam 3 hari udah baikan :)
    Seperti kebanyakan infeksi pernafasan, termasuk faringitis (radang tenggorokan), biasanya akan membaik setelah 3-5 hari.
    Sementara itu dulu… sy tunggu info berikutnya
    Trims

  50. 50 lina Februari 16, 2009 pukul 11:03 pm

    halo cakmoki, sejak kemarin malam suhu badan anak saya udah normal 36C jadi paginya saya putuskan utk menghentikan obat panasnya tetapi antibiotiknya msh jalan, sampai siang tiba2 dia agak hangat 37,2C lalu saya berikan obat penurun panasnya. Sampai malam ini anak saya tidak panas lagi tapi saya berikan sekali lagi bareng sama antibiotiknya. Cak moki terus terang saya msh agak cemas dengan kondisi suhu tubuhnya, kalo aktivitas anak saya tetap aktif seperti biasa. Yg saya khawatirkan apa panas ini bukan radang tenggorokan, jgn2 mengarah ke DB, tp kemarin dokter udah meyakinkan bkn DB. Aduh bingung nih…

  51. 51 lina Februari 16, 2009 pukul 11:12 pm

    Maaf cak moki ada yg ketinggalan nih, bintik2 dibadannya udah hilang tadi pagi. Kata temen saya mungkin kena “campak palsu” ??? emang ada cak moki? soalnya anaknya dulu pernah kena. Saya tgg balasannya, makasih..

  52. 52 cakmoki Februari 16, 2009 pukul 11:35 pm

    @ lina:
    Saya bisa memahami kalo cemas, hal ini biasa dialami oleh para ibu.
    Saya masih beranggapan sama dengan dokter yg meriksa, yakni radang tenggorokan (faringitis) atau ISPA (infeksi pernafasan).
    Penyakit ini biasanya sembuh setelah 3-5 hari. Kadang lebih lama jika disertai batuk berat.
    Kalo DBD kayaknya sih enggak.
    Tanda DBD biasanya panas 2-7 hari disertai penurunan kondisi tubuh dan tanda syok sebagai akibat penurunan trombosit, yakni: nadi lemah, keringat dingin dan lemas, anak menjadi lunglai dan tanda-tanda perdarahan (bercak merah kehitaman di bawah kulit yg menetap dan makin lebar, mimisan dll).
    Pada Lab, trombosit turun hingga di bawah 100.000.
    kalo gak ada tanda-2 di atas, jelas bukan DBD.

    Adapun bintik merah pada kulit (skin rash) dapat timbul menyertai banyak penyakit, terutama penyakit-2 infeksi (pernafasan) yang disebabkan oleh virus dimana bintik merah tersebut tidak meluas dan akan menghilang dengan sendirinya setelah beberapa hari. Beda dengan bintik merah pada campak yang sangat khas.

    Campak mah asli, gak ada campak palsu… hehehe.

    Silahkan melanjutkan obat dari dokter, teriring do’a semoga segera sembuh.
    Trims

  53. 53 lina Februari 17, 2009 pukul 1:13 pm

    Wah jawaban cak moki aktual dan terpercaya :) , sekarang saya udah nggak perlu cemas lagi. Ditambah sejak tadi malam sampai hari ini si kecil udah nggak panas lagi, udah berkeringat kayak biasanya. Thanks berat cak moki, sukses selalu! Kapan2 kalo pengen konsul lagi nggak keberatan khan?

  54. 54 cakmoki Februari 17, 2009 pukul 5:42 pm

    @ lina:
    makasih juga share-nya :)
    ya, boleh kita diskusi, bukan konsul, wong saya bukan ahli…kita sama-sama belajar… hehehe…

  55. 55 kaboom Maret 2, 2009 pukul 3:56 am

    Cak Moki, dari ulasannya yang jembar tur lugas, sepertinya aku juga lagi terkena virus morbilia. untuk menambah yakin sedang mengidap penyakit apa aku tambahkan gejala yang aku alami cak.

    badan terasa linu di persendian sudah sejak 3 hari yang lalu, hari pertama sudah keluar ruam-ruam dikulit, tenggorokan tersa parau, kering.telinga tersa panas tapi muliut terasa dingin.

    aku kasih obat amoksan 3×1 tablet / perhari ditambah 3×1 tablet ctm ruam-ruam merah dikulit ilang, badan g’ demam lagi tapi masih terasa lemes+dingin diujung jari.

    sekarang sudah hari ke-3 demamnya muncul lagi, ditambah bintik-bintik merah, tenggorokab kering, otot di belakang telinga terasa sakit (sepertinya terjadi pembengkakan).

    kira-kira nasihat dari cak Moki apa yang harus saya lakukan (obat yang harus dikonsumsi, apa perlu bedrest, dll menurut nasihatnya cakMoki). oiya cak kebetulan aku kerja shift sekarang lagi kerja shift malam dari jam 11 malam sampai jam 8 pagi.

    ok cak, ta’ enteni kiriman balesane, matursuwon sing akeh, moga gustiAllah tansah pinaring sugeng rahayu dhateng cak Moki sekeluarga.Amin

  56. 56 cakmoki Maret 3, 2009 pukul 5:14 pm

    @ kaboom:
    Maaf, terlambat menjawab karena kebetulan ada PR … :)
    Amoxan diterusin hingga 3-5 hari, ctm juga diteruskan, kemudian untuk demamnya dapat menggunakan obat pereda demam (parasetamol 500 mg, merk apa aja boleh), diminum 3-4 kali sehari.
    Andaikata nyusul batuk, dapat menggunakan ambroxol 30 mg, diminum 3×1.
    Sebaiknya istirahat di rumah sekitar 3 hari agar cepet pulih dan makan makanan bergizi untuk memperbaki kondisi tubuh. Mandi pake air anget :)
    Moga segera sembuh ya…

  57. 57 putu Maret 8, 2009 pukul 1:22 pm

    cak moki….
    aku kena gabag sekarang.
    gatalnya clekit2 g karuan.
    sebenarnya penulaarannya gimana?
    kata teman lewat angin, bener g tuh?

    sdh 3 hari bintik2, dan hr ini bintik2nya hampir hilang,
    tp gatalnya masih. apa itu berati virusnya msh aktif?
    tq

  58. 58 cakmoki Maret 8, 2009 pukul 7:36 pm

    @ putu:
    Penularan via dropples, yakni percikan molekul air ludah yg berisi virus dan terhirup oleh orang lain.
    Sebelum seminggu, gatal gak gatal biaanya masih ada virusnya, setelah itu si virus akan hilang dari peredaran karena masa hidupnya di tubuh manusia emang pendek… Tq

  59. 59 putu Maret 9, 2009 pukul 6:28 pm

    cakmoki… sekarang bintik2 nya sudah sembuh. gatal2nya juga hilang. sakit tenggorokan juga reda. tp kenapa kok rasanya malah seperti orang sakit flu ya? sendi2ku bengkak.
    apa memang sdg proses penyembuhan? takutnya ada komplikasi. thanks

  60. 60 cakmoki Maret 10, 2009 pukul 1:59 am

    @ putu:
    hehehe… gak papa, emang gitu… ntar keluhan tersebut akan hilang.
    Silahkan baca ulang copy dari artikel di atas:

    Stadium awal (prodromal)
    Pada umumnya berlangsung sekitar 4-5 hari, ditandai dengan:
    panas, lemas (malaise), nyeri otot (termasuk nyeri dan pembengkakan sendi), batuk, pilek, mata merah, fotofobia (takut cahaya), diare karena adanya peradangan saluran pernapasan dan pencernaan.
    Pada stadium ini, gejalanya mirip influenza.

    Stadium masa penyembuhan (konvalesen)
    Pada stadium ini, gejala-gejala di atas berangsur menghilang. Suhu tubuh menjadi normal.

    Selain itu, ada beberapa penyakit yang sangat mirip dengan campak (misalnya: demam chikungunya, dengue klasik, dll), umumnya sembuh sekitar seminggu.

    Trims

  61. 61 alexandra Juni 26, 2009 pukul 2:18 pm

    hallo cakmoki, sebelumnya sorry banget,saya mau nanya nih,apa trend sekarang dokter2 (maaf) dapat bonus gede dari pabrik obat kalo bisa ngresepin obat yang sama dalam jumlah gede? Abisnya kentara banget, saya sampe bingung kalo pergi ke satu dokter (dokter orang dewasa), mau sakit apa aja (batuk, pilek, diare, radang tenggorokan)pasti antibiotiknya biothycol teruusss. Dokter lain bilang, loh batuk pilek kok dikasi antibiotik buat thypus?
    Lhaa saya bingung lha wong dokternya ngasinya itu, ntar saya protes2 dibilang ya sudah ke dokter lain aja kalo situ gak percaya.
    o ya sebelumnya bukannya aku ngefans antibiotik lho, abis aku dah kesel ama dokter anak langgananku yang keukeuh pokoknya gak boleh kasi antibiotik, anakku pilek gak sembuh2 sampai balik 3x ke dokter, tetep gak kasih antibiotik.
    Itu berlangsung ada 2 tahunan gitu pokoknya pilek dikasi obat pilek sama anti allergy (ryzen biasanya). walhasil anakku tiba2 dibilang sinus, kalo perlu harus disedot (operasi).
    Emang sih aku baca di ISO, biothycol itu emang buat tifus dan para tifus, tapi aku ya gak berani keminter lha wong orang awam bukan dokter.

    Adalagi dokter anakku (yang baru, sudah ganti) , sakit apa aja (batuk, pilek, diare, radang tenggorokan) antibiotiknya dikasinya cefspan teruuuss. Terkadang ya gak mempan, bukan karena kebal, tapi dalam hati kecilku, kalo buat batuk pilek emang cocok kalo buat diare?

    Terus dokter2 anak juga seneng banget dikit2 nyuruh pasiennya periksa kencing (periksa lab urine). Katanya takut infeksi saluran kencing karena anakku panas (1,5 tahun). Terus aku tanya kalo infeksi saluran kencing ciri2nya apa dok?
    Katanya anak jarang kencing ataupun kalo kencing sedikit, terus kalo kencing juga ngeden2 agak sedikit kesakitan.Lha ciri itu gak ada di anakku sama sekali dok, aku bilang gitu.Anakku kencingnya banyak, gak ngeden2, gak kesakitan waktu kencing Gak papa safe by safe periksa aja. Padahal untuk periksa urine itu setengah mati harus pasang urine collector terus anakku ketakutan sama urine collectornya malah gak mau kencing sampe 5 jam!!
    oh ya fyi, itu semua dokter terkenal yang pasiennya buanyak bgt n mahal jasa konsultasinya!

  62. 62 alexandra Juni 26, 2009 pukul 2:32 pm

    oh, ya sorry cakmoki sampe lupa belum ngomong matur nuwun sanget sebelumnya. Moga2 saya gak dituntut kayak Prita, soalnya that’s true, sumpahhh.

  63. 63 cakmoki Juni 26, 2009 pukul 5:02 pm

    @ alexandra:
    hahaha… gak akan dituntut kayak koq … ntar yang nuntut malah gak sempet praktek… :D
    Dengan sedikit rasa malu, harus saya akui bahwa kejadian tersebut hampir merata dimana-mana. Dan dengan sedikit rasa bangga, saya gak pernah ikut yg kayak gitu … :)

    Konon, menurut laporan utama Tempo tahun 1999 (sepuluh tahun yg lalu), diduga lebih 50% dokter melakukannya. Mungkin sekarang dah naik persentasenya, sy gak tahu persis.
    Tapi memang benar, bahwa sistem bonus ato “kerja sama” dalam bentuk lain, diakui atau tidak, pasti merugikan pasien, baik dalam segi harga maupun dalam segi jenis.

    Untuk lebih jelasnya, silahkan baca artikel sebelumnya tentang Menguak Kerjasama Dokter – Produsen Obat pada link berikut ini:
    http://cakmoki86.wordpress.com/2007/11/07/sponsorship-bagian-1/

    Itu juga termasuk, dikit-dikit Lab….artinya dikit-2 duit.
    Di Surabaya, ada juga yg dulu suka gitu…lariiisss pollll, lama-lama pasiennya ngerti … lama-2 gak laris lagi.
    Menurut saya persoalannya bukan laris ato gak laris, lebih nyaman dan nikmat jika dilandasi ilmu yang genah…. :)

    Makasih telah berbagi. Moga melalui perbincangan semacam ini, pelayanan medis di negara kita makin membaik dan tidak mahal.

  64. 64 alexandra Juni 26, 2009 pukul 11:51 pm

    Makasih juga cakmoki untuk gak jadi dokter yang kayak gitu. Semoga Tuhan saja yang membalas kebaikan anda. Lha saya ini Ibu 2 orang anak dah kenyang dimainin mereka2 yang (maaf) komersssiiil bgt deh, he… he…

  65. 65 cakmoki Juni 27, 2009 pukul 3:11 pm

    @ alexandra:
    Maturnuwun support dan do’anya, Mbak … moga demikian pula sebaliknya… :)

  66. 66 Ocy Agustus 30, 2009 pukul 9:03 am

    Hallo Cak Moci, salam kenal, saya mohon dibantu dikasih solusi, adik saya sudah hampir 4 minggu ini mengalami merah2 di kulit seperti campak yg setiap hari kadang hilang kadang muncul lagi dan gak gatel. Tapi munculnya hanya di lengan dan kaki, tp skrg muncul jg dipunggung.Awal terkena dia mengalami demam, batuk, seperti gejala campak. Yang beda kok meski sdh gak demam masih muncul bercak2 merahnya dan gak sekaligus selesai. Sudah saya bawa ke dokter umum, katanya cuma alergi, padahal makanan dan yg lainnya gak ada beda dgn sebelumnya. Apakah benar ini alergi atau memang campak?kasihan juga liatnya soalnya klo lagi keluar jd gatal2 dan badannya agak anget. Maturnuwun sebelumnya ya Cak…

  67. 67 cakmoki Agustus 30, 2009 pukul 9:27 pm

    @ Ocy:
    Salam kenal,
    Kemungkina bukan campak dan sy sependapat dengan dokter tersebut bahwa gatal-gatal tersebut kemungkinan besar alergi (Urtikaria)
    Urtikaria timbul bukan karena makanan semata, justru kebanyakan dipicu oleh: cuaca, hawa dingin, keringat, debu, dll. Biasanya kumat-kumatan terutama jika terpapar alergen (bahan atau kondisi pemicu timbulnya reaksi alergi)
    Gak papa, gak bahaya, hanya saja tentu sangat mengganggu
    Selengkapnya tentang alergi (urtikaria), silahkan baca artikel sebelumnya, berjudul : Urtikaria.
    Trims

  68. 68 fajar September 15, 2009 pukul 2:45 pm

    salam kenal cak moki gimana dengan penyakit yang saya alami tepatnya empat hari lalu, pertama perut kembung seperti ada udara dalam lambung trus badan nyeri, pusing dan muntah ( kayak orang keracunan )akhirnya saya harus rawap inap satu hari, setelah sampai rumah sakit diinfus dan dikasih obat rasa nyeri ditubuh hilang dan saya bisa tidur dengan nyenyak, setelah pulang selang satu hari baru muncul bintik-bintik kecil ditubuh (gabak), cak moki apa ada hubungannya sakit lambung (maag) dengan penyakit batu ginjal ataupun dengan munculnya gabak? mohon pencerahan tentang penyakit yang saya derita. trima kasih banyak

  69. 69 cakmoki September 16, 2009 pukul 12:06 am

    @ fajar:
    salam kenal…
    Sebetulnya keluhan lambung gak ada hubungannya dengan gabak. Jika sehari setelah rawat inap timbul gabak, berarti virus tersebut udah masuk tubuh beberpa hari sebelumnya.
    Kemungkinan yg paling logis terkait gangguan lambung diantaranya adalah dispepsia atau sakit maag. Jika keluhan lambung dibarengi dengan nyeri dan gangguan kencing, boleh jadi ada gangguan di saluran kencing, gak mesti batu ginjal.
    Moga segera sehat kembali :)
    Trims

  70. 70 Ajeng Oktober 1, 2009 pukul 10:57 pm

    Cak moki,slm knal, n maap mengganggu.. Mo nanya ni.. Smggu yg lalu muncul ruam2 merah di perut n punggung sy,mirip gabag,tp gk gatel. bdn agk anget tp naek turun,tenggorokn & hdung pns spt pns dlm dan ad spt sariawn di langit2 mulut.Sy bw kedoktr ktnya kna campak,sm dokter dikasih SPRINO 500mg.Skrg obt hbis tp sy blm smbuh.Krn krg yakin sy kdokter yg lain,ktnya sy kna gabag.. Wah.. Jd bgung,emg beda y cak, campak sm gabag? Sbnrny sy skit ap? Kok ruamnya gk gatal n bdn sdh gk panas?Mohon bantuannya,dan trimakasih byk.. Smoga Tuhan membalas amal baik panjenengan.

  71. 71 cakmoki Oktober 2, 2009 pukul 12:02 am

    @ Ajeng:
    Salam kenal…
    Sama aja :)
    Seperti tertulis di awal artikel, Campak atau Gabagen ( bahasa Jawa ), disebut juga Morbili, Measles atau Kerumut (bahasa Banjar).

    Campak ( Gabak, Rubeola, Measles, Morbili ) adalah infeksi virus akut yang sangat menular, ditandai dengan demam, lemas, batuk, peradangan selaput mata (konjungtivitis) dan bintik merah di kulit (ruam).
    Pada stadium awal (berlangsung 4-5 hari) ditandai dengan panas, dll (lihat artikel di atas), kemudian dilanjutkan stadium erupsi (2-3 hari setelah stadium awal) yg ditandai dengan munculnya ruam, dan diakhiri dengan stadium penyembuhan dimana keluhan secara berangsur akan hilang. Total rata-2 lamanya campak or morbili, or gabak sekitar 10 hari hingga 2 minggu, setelah itu akan sembuh sempurna.

    Mogasegera pulih kembali … Trims

  72. 72 nine_na Oktober 11, 2009 pukul 10:41 am

    kok gak ada imunisas nya

  73. 73 cakmoki Oktober 11, 2009 pukul 12:57 pm

    @ nine_na:
    ada … silahkan download di halaman download sub bagian pedoman, atau langsung di sini
    Trims

  74. 74 muthia Oktober 20, 2009 pukul 9:09 pm

    Sugeng ndalu,Cak Moki… 4 hari yg lalu anakku, 11bln, panas tinggi,gumoh,lalu tumbuh gigi pertamanya. Sekarang sudah dua hari ini muncul ruam di tubuh dan wajahnya.belum saya bawa k dokter,cuma saya beri pati kanji.mohon diberi penjelasan kenapa tidak boleh dimandikan? Maturnuwun

  75. 75 cakmoki Oktober 21, 2009 pukul 12:46 am

    @ muthia:
    Sugeng dalu …
    Siapa yang bilang gak boleh dimandikan, hayoo ? :)
    Tetep dimadikan dong…. kasihan kalo gak mandi, ntar malah sumpek…hehehe.

    ok, saya copy-paste paragraf terakhir dari artikel di atas:
    Sebagian orang (di daerah saya) menganggap bila penderita Campak (gabag) tidak boleh mandi.
    Biasanya, yang demikian saya beri komentar sambil guyon:
    Tetap mandi dong, kalau tidak mandi, pertama bau, kedua malah bisa jamuren. Toh nanti bercak merahnya tetap bertambah banyak, mandi maupun tidak mandi. Pilih mana hayo “.

    Maturnuwun


Tinggalkan Balasan




Wong ndeso ™

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

MARI HENTIKAN KORUPSI

Jangan Korupsi Ah

No Korupsi

Internet Sehat

Yuk.Ngeblog.web.id

Speedy Udah Kembali Normal, setelah ngadat sejak 28 Mei s/d 31 Mei ... Makasih ya

Warga Bicara

Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

Waspada Demam Berdarah

Jangan Gunduli Palaran

INGA INGA INGA

Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

Komentar Terakhir

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

Blog Indonesian

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

My Google PR

Add to Technorati Favorites

[Valid RSS]

Health Blogs - Blog Top Sites

TopOfBlogs

Health
webb hotell

Health Blogs - Blog Rankings

DigNow.net

Health Blogs

Health blogs

Blog directory

Search Engine Marketing, Search Marketing

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

Indonesia To Blog -Top Site

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 788,633 pengintip

Asal Usul

100 Blog Indonesia Terbaik