Bayi Kuning

Bahasan akhir pekan:
Bayi kuning, adakalanya alamiah, adakalanya karena penyakit

Kode ICD.10 (International Classification of Diseases) :
P58-59
: Neonatal jaundice

Ikterus: ( jaundice ) adalah warna kekuningan pada kulit dan selaput mata.
Neonatorum: ( neonatus ) adalah bayi baru lahir.

Kata kunci: ikterus, icterus, kulit kuning, neonatus, neonatal jaundice, bilirubin, hiperbilirubinemia, jaundice.

Bayi KuningPembaca mungkin pernah mendengar atau bahkan melihat sendiri seorang bayi baru lahir berwarna kuning di sekujur kulit dan selaput matanya. Warna kuning dapat terlihat beberapa jam hingga beberapa hari setelah lahir. Kemunculannya tak jarang mengundang tanya, mengapa kulit si bayi berwarna kekuningan sementara bayi yang lain tidak? Apa penyebabnya? Adakah yang salah? Dan mungkin berbagai pertanyaan mengiringi kemunculan warna kuning pada kulit bayi baru lahir.

:: :: :: PENGERTIAN :: :: ::
Ikterus neonatorum (bayi baru lahir berwarna kuning) adalah kondisi munculnya warna kuning di kulit dan selaput mata pada bayi baru lahir karena adanya bilirubin (pigmen empedu) pada kulit dan selaput mata sebagai akibat peningkatan kadar bilirubin dalam darah (hiperbilirubinemia).

:: :: :: ANGKA KEJADIAN :: :: ::
Warna kekuningan pada bayi baru lahir adakalanya merupakan kejadian alamiah (fisologis), adakalanya menggambarkan suatu penyakit (patologis).
Bayi berwarna kekuningan yang alamiah (fisiologis) atau bukan karena penyakit tertentu dapat terjadi pada 25% hingga 50% bayi baru lahir cukup bulan (masa kehamilan yang cukup), dan persentasenya lebih tinggi pada bayi prematur. Referensi lain menyebutkan angka kejadian bayi kuning alamiah (fisiologis) mencapai 80%.

Disebut alamiah (fisiologis) jika warna kekuningan muncul pada hari kedua atau keempat setelah kelahiran, dan berangsur menghilang (paling lama) setelah 10 hingga 14 hari. Ini terjadi karena fungsi hati belum sempurna (matang) dalam memproses sel darah merah.
Selain itu, pada pemeriksaan laboratorium kadar bilirubin (pigmen empedu) dalam darah tidak melebihi batas yang membahayakan (ditetapkan).

:: :: :: PARAMATER :: :: ::
Ada beberapa batasan warna kekuningan pada bayi baru lahir untuk menilai proses alamiah (fisiologis), maupun warna kekuningan yang berhubungan dengan penyakit (patologis), agar kita lebih mudah mengenalinya.

Secara garis besar, batasan kekuningan bayi baru kahir karena proses alamiah (fisiologis) adalah sebagai berikut:

  • Warna kekuningan nampak pada hari kedua sampai hari keempat.
  • Secara kasat mata, bayi nampak sehat
  • Warna kuning berangsur hilang setelah 10-14 hari.
  • Kadar bilirubin (pigmen empedu) dalam darah kurang dari 12 mg%.

Adapun warna kekuningan pada bayi baru lahir yang menggambarkan suatu penyakit (patologis), antara lain:

  • Warna kekuningan nampak pada bayi sebelum umur 36 jam.
  • Warna kekuningan cepat menyebar kesekujur tubuh bayi.
  • Warna kekuningan lebih lama menghilang, biasanya lebih dari 2 minggu.
  • Adakalanya disertai dengan kulit memucat (anemia).
  • Kadar bilirubin (pigmen empedu) dalam darah lebih dari 12 mg% pada bayi cukup bulan dan lebih dari 10 mg% pada bayi prematur.

Jika ada tanda-tanda seperti di atas (patologis), bayi kurang aktif, misalnya kurang menyusu, maka sebaiknya segera periksa ke dokter terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan.

Disamping itu, beberapa kondisi yang dapat beresiko terhadap bayi, antara lain:

  • Infeksi yang berat.
  • Kekurangan enzim glukosa-6-fosfat dehidrogenase(G 6 PD).
  • Ketidaksesuaian golongan darah antara ibu dan janin
  • Beberapa penyakit karena genetik (penyakit bawaan atau keturunan).

:: :: :: BAGAIMANA TERJADINYA ? :: :: ::
Tentu kita bertanya-tanya, bagaimana warna kekuningan dapat terjadi, baik pada proses alamiah (fisiologis) maupun warna kekuningan yang berhubungan dengan penyakit?
Pada dasarnya warna kekuningan pada bayi baru lahir dapat terjadi karena beberapa hal, antara lain:

  • Proses pemecahan sel darah merah (eritrosit) yang berlebihan.
  • Gangguan proses transportasi pigmen empedu (bilirubin).
  • Gangguan proses penggabungan (konjugasi) pigmen empedu (bilirubin) dengan protein.
  • Gangguan proses pengeluaran pigmen empedu (bilirubin) bersama air.

Gangguan pada proses di atas (dan proses lain yang lebih rumit) menyebabkan kadar pigmen empedu (bilirubin) dalam darah meningkat, akibatnya kulit bayi nampak kekuningan.

:: :: :: PENGOBATAN :: :: ::
Pada bayi baru lahir dengan warna kekuningan karena proses alami (fisiologis), tidak berbahaya dan tidak diperlukan pengobatan khusus, kondisi tersebut akan hilang dengan sendirinya.
Prinsip pengobatan warna kekuningan pada bayi baru lahir adalah menghilangkan penyebabnya.
Cara lain adalah upaya mencegah peningkatan kadar pigmen empedu (bilirubin) dalam darah. Hal ini dapat dilakukan dengan:

  • Meningkatkan kemampuan kinerja enzim yang terlibat dalam pengolahan pigmen empedu (bilirubin).
  • Mengupayakan perubahan pigmen empedu (bilirubin) tidak larut dalam air menjadi larut dalam air, agar memudahkan proses pengeluaran (ekskresi), dengan cara pengobatan sinar (foto terapi).
  • Membuang pigmen empedu (bilirubin) dengan cara transfusi tukar.

Edisi lengkap seputar Bayi Kuning (ikterus neonatorum) dalam format PDF dapat di download di sini. (maaf, belum sempat upload. Silahkan ditunggu di halaman download)

:: :: :: ANJURAN :: :: ::
Apapun jenisya, jika pembaca mendapati bayi kuning, sebaiknya konsultasi kepada dokter atau dokter spesialis anak.
Meski disebutkan bahwa bayi kuning sebagian besar diantaranya karena proses alami (fisiologis) dan tidak perlu pengobatan, seyogyanya para orang tua tetap waspada, mengingat bayi masih dalam proses tumbuh kembang. Karenanya, konsultasi kepada dokter atau dokter spesialis anak adalah langkah bijaksana.

Semoga bermanfaat, dan mudah-mudahan buah hati kita senantiasanya diberikan kesehatan.

Topik Terkait:

Catatan:
Tulisan ini memenuhi request mbak wulan pada posting hangatnya mentari dalam komen di sini.

:: :: cakmoki :: ::

About these ads

146 Responses to “Bayi Kuning”


  1. 1 Evy Juni 9, 2007 pukul 6:25 am

    jadi inget 9 th lalu melahirkan Fadhil, padahal lahirnya tepat 9 bulan di caesar trus kuning, bilirubin sampe 14.8 mg% bener tuh lemes males nyusu…hiks, ditinggal di kasih bluelight, akhire boleh pulang setelah 3 hari turun ke 9 mg% tapi tiap hari di jemur dan di susuin, kira-kira ada hubungannya ga Cak, tindakan caesar dengan kuningnya?

  2. 2 Lita Juni 9, 2007 pukul 7:44 am

    Si sulung dulu kuning di hari ketiga. RS minta bayi jangan dibawa pulang, diterapi dengan bluelight dulu. Dasar emaknya belum ngerti (dan saat itu baru tahu juga kalo berstatus carrier hepatitis B), nangis-nangis dah. Dikira emak+virusnya yang jadi penyebab.

    Belakangan (2 tahun kemudian) begitu tahu kalau kuning di hari ketiga itu NORMAL, yang ada adalah mangkel. Mengutuk-ngutuk RS, berprasangka buruk, bahwa mereka memanfaatkan kondisi emak yang o’on ini untuk jadi lahan pendapatan dari terapi dan… SUSU FORMULA!

    Lah, susu formula lagi. Ya iyalah, RSnya bilang saya boleh dateng 2-3 kali dalam sehari untuk menyusui si bayi. Dikira sisa waktunya dikasih apa, hah?!
    Lha wong tanda pengenal di boks bayi & ‘birth certificate’ (cap kaki, keterangan lahir, ndak resmi sih) aja bertanda merek susu formula!
    *lho marah. napsu nih, napsu…*

  3. 3 grapz Juni 9, 2007 pukul 11:28 am

    saya juga banyak dapat BBL dengan kuning disini, tapi karena g ada alat2 apa2 disini, jadi bayi2nya dijemur di panas pagi aja, toh UV juga, walau g UV B murni :))

  4. 4 kw Juni 9, 2007 pukul 12:38 pm

    cak moki, boleh request artikel ternyata. :) apakah ada cara untuk membuat mata (bagian putihnya) tidak kekuning-kuningan ?
    terimakasih banyak :)

  5. 5 herry Juni 9, 2007 pukul 1:32 pm

    bayi kuning biasanya …. bapaknya anggota partai “beringin” tuh!…he he he maaf sodara2 saya cuma guyonan kok! Biar gak stress ya!

  6. 6 cakmoki Juni 9, 2007 pukul 3:59 pm

    @ Evy
    Gak ada hubungannya mbak, justru referensi dari amrik, 40-80% bayi normal bisa begitu. Bedanya, di sana lebih jujur dan logis, suruh pulang, jemur, beres. Beda sistem, hehehe

    @ Lita
    Akhirnya, … mau tak masukkan pesan moral gak jadi, hahaha.
    Itulah sebagian? RS Indonesia … :P
    Bentuk “kerjasama” menambah biaya. Jualan terselubung apa jualan beneran ya … Ah, masih berlangsung hampir dimana-mana, sedih :(
    Soal Susu formula udah dimuat di media? Di tempo biar ampuh. *lho, ikutan marah nih* Argh

    @ grapz
    hehehe, bikin sendiri, box kayu 5 watt sekitar 60-70cm atau di atur-atur, fleksibel aja koq.
    walau ada alat lengkap kalo fisiologis disuruh pulang, jemur pagi :) Kakak sy seorang SpA jarang fototerapi kecuali yg patologis.

    @ kw
    Boleh, giliran hahaha.
    Pada orang dewasa, kalo selaput mata kekuningan (tidak putih bersih) karena dulunya sering kena sinar matahari atau sering layangan, gak bisa diputihkan lagi. Namun masih bisa dijaga agar tidak makin bertambah dengan memakai kaca mata pelindung.
    Kalo kekuningan karena hepatitis, akan putih lagi seperti sebelum hepatitis seirning dengan kesembuhannya.
    Kalo kekuningan selaput mata pada bayi baru lahir, ntar hilang juga jika kadar pigmen empedu (bilirubin) sudah normal.
    Maaf, langsung saya jawab borongan ditinjau dari berbagai kemungkinan, hehehe.

    @ herry
    Ciri khas suroboyoan, hahaha.
    Kalo mata merah atau hijau, hayo …

  7. 7 telmark Juni 10, 2007 pukul 10:12 am

    kalau mata yg bisa berubah warna, cak Dokter ? spt menjadi hijau kalau lihat duit ? hehe..

  8. 8 cakmoki Juni 10, 2007 pukul 5:31 pm

    @ telmark,
    hehehe, yang itu “hiper buto ijo nemia” kali

  9. 9 chielicious Juni 11, 2007 pukul 2:29 pm

    Oh ada ya yang kayak gini..wah aku baru tau.. thx ya cak dah bahas ini :D

  10. 10 wulan Juni 11, 2007 pukul 4:03 pm

    Waduh terimakasih lho pak dokter, request saya udah dipenuhi. Alhamdulillah jadi paham ttg fenomena kuning ini, bacanya sambil manggut-manggut. Soalnya, 3 anak saya yg atas lahir di LN gak pernah ada kasus begini, lha 2 terakhir yg lahir di Ind malah pada kena, mana pada tinggi banget kadar bilirubinnya 15 mg% sama 14,9 mg%. Jadi instropeksi, apa yang salah selama kehamilan saya di sini. Perasaan sih semuanya sama, cuma memang selama hamil di LN tidak direkomendasikan untuk minum vitamin, cuma disuruh makan yang bergizi. Dan waktu Hb rendah (kehamilan 7 bulan) baru dikasih puyer Fe. Kalau hamil di Ind kan dianjurkan tiap hari minum Vit sama kapsul zat besi. Ada pengaruhnya gak pak ?

  11. 11 wulan Juni 11, 2007 pukul 4:38 pm

    To Mbak Lita : Waktu ke RS ngga’disuruh mompa ASI mbak? Saya biasanya malam sampai pagi mompa ASI di rumah terus disimpan di freezer, pagi ke RS saya kasih suster buat persediaan. Selama nungguin, saya susuin sendiri dan sebelum pulang mompa lagi di RS, dan tentu saja ada pesan sponsor : Suster, tolong anak saya dikasih ASI yang udah saya peras ya… jangan dikasih susu formula.

  12. 12 cakmoki Juni 11, 2007 pukul 5:48 pm

    @ chielicious,
    iya Chie, moga berguna nanti kalo udah punya anak, ehm

    @ wulan,
    sama-sama mbak.
    Soal Fe gak ada pengaruhnya koq. Kadang aja faeces jadi keras bagi ibu hamil. Idealnya sih makan makanan bergizi. hanya saja di Indo ada program semacam itu karena rata-rata Hb ibu hamil rendah.
    Saya sendiri kalo ada ibu hamil udah makan bergizi dan hbnya normal, gak ngasih zat besi.

    hehehe, klpo dah, sharing dg Bu Lita seputar ASI. siiip

  13. 13 deking Juni 11, 2007 pukul 7:40 pm

    Cak, ilmunya saya simpan dulu untuk bekal nanti kalau punya anak.
    Kapan ya punya anak, lha wong makan juga masih masak sendiri..apalagi tidur hehehe

  14. 14 peyek Juni 11, 2007 pukul 11:19 pm

    nyari-nyari donlot pdf-nya kok nggak disertakan cak?

  15. 15 cakmoki Juni 12, 2007 pukul 12:00 am

    @ deking,
    monggo ….
    Nunggu apa lagi Kang ? Ntar lupa lho, hehehe
    Semua syarat udah ada…monggo diaturi gerilya. Apa minta ditemani? :D

    @ peyek,
    ah, iya cak, belum saya lengkapi, maaf ya :)

  16. 16 Faiq Juni 12, 2007 pukul 5:52 am

    Anak saya yang ketiga juga sempat di fototerapi. Ketika dibawa pulang dari RS setelah dilahirkan memang tampak kekuningan tapi disarankan dijemur mentari pagi dulu. Dan ketika tak ada perubahan, kami konsul dengan dokter SpA, juga masih mendapat saran yang sama, sambil diobatin. Sewaktu kontrol yang kedua, dengan bawa hasil uji darah dari lab, positif bilirubinnya masih tinggi, baru dirujuk ke RS untuk fototerapi. Alhamdulillah 2 hari setelah fototerapi, normal.

  17. 17 cakmoki Juni 12, 2007 pukul 9:13 am

    @ Faiq,
    Pengalaman yg menarik dan berguna. Maksudnya sharing seperti pengalaman keluarga pak faiq bisa membantu pasangan lain, termasuk yg akan punya pasangan maupun yg masih lirak-lirik :)
    Alhamdulillah, moga selalu sehat.
    Btw, yg nomer 3 sudah misa minta adik belum? hehehe

  18. 18 Lily Juni 13, 2007 pukul 1:47 pm

    Oh gtu..
    *ikut manggut2 buat bekal entah kapan nanti..* ;p

    Hidup perlawanan atas susu formula!
    Susah-susah 20 tahun lebih bawa 2 kantung di badan kok ya gak difungsikan bagaimana seharusnya, dan memang jauh lebih bagus pula.. :)

  19. 19 cakmoki Juni 14, 2007 pukul 3:44 am

    @ Lily,
    Moga terkabul :)
    2 kantung di badan? hahaha istilah anyar, bisa untuk selingan posting

  20. 20 Lily Juni 15, 2007 pukul 9:16 am

    Sila dipakai.. ;)

    Btw, ngomong2 soal Susu Formula,
    kasian juga buat ibu2 pasca melahirkan dan anaknya yg memang entah kenapa air susunya gak keluar ya Cak..
    Mau gak mau mesti pake susu formula.

  21. 21 cakmoki Juni 15, 2007 pukul 5:29 pm

    @ Lily,
    Maturnuwun.

    Ya, kadang ada yg gak langsung keluar. Jika ada yg seperti ini biasanya dilatih dulu sebelum pulang. Itupun masih dipesan untuk latihan di rumah atau di klinik.
    Kecuali kalo emang karena berbagai sebab tetap tidak keluar, mau gak mau pakai Susu formula.

  22. 22 nda Mei 27, 2008 pukul 8:15 am

    Cakmoki,,,
    nda mw tanya,,,da hubunganx gak tingkat kecemasan ibu dengan terjadinya ikterus neonatorum???? tolong dijawab y cak… tx

  23. 23 cakmoki Mei 27, 2008 pukul 3:26 pm

    @ nda:
    nda,
    Ga ada hubungannya :)
    Thx

  24. 24 wira April 6, 2009 pukul 5:11 pm

    hubungan ikterus neonatorum dengan JK laki2 kira2 apaya??? tolong kirim jawaban ke alfian086@yahoo.com

  25. 25 cakmoki April 7, 2009 pukul 12:22 am

    @ wira:
    ga ada hubungan :D

  26. 26 fatma April 14, 2009 pukul 8:41 pm

    maaf ikut nanya
    ada hubngan g bayi kuning dgn infeksi TORCH pada ibu yg hamil?
    apakah goldarah berpengaruh jika ibu AB + dan ayah B -?
    soalnya saya sdh mempunyai 2 orang anak yg selalu kuning selama kurang lebih 1 bulan dan skrg saya sedang hamil yg ke-3.
    kalau bisa mencegah dari sekarang.
    btk…

  27. 27 cakmoki April 15, 2009 pukul 12:44 am

    @ fatma:
    Belum tentu karena kedua faktor tersebut.

    Kebanyakan bayi kuning adalah fisiologis. Kalaupun berlangsungnya masa “kuning” lebih 2 minggu, tidak lantas dikatakan ada “sesuatu”, kecuali nyata-nyata ditemukan suatu gangguan.
    Jika 2 nak sebelumnya sehat-sehat aja setelah mengalami fase ‘kuning”, kemungkinan gak papa.
    Menurut saya, pada kehamilan ketiga ini, seyogyanya kontrol ke SPOG sesuai jadwal sehingga perkembangan janin dan ibunya selalu termonitor.

    Moga sehat selalu.
    Trims :)

  28. 28 amy Mei 30, 2009 pukul 7:21 am

    Dok, anak ke2 saya yg baru lahir bilirubinnya 16.2 kmdn di poto teraphy slm 3 hr jd turun 10, dan boleh plg. Apakah bilirubin bs naik lagi ? skrg usia 3 minggu tp di sudut matanya kok msh agak kuning ya? juga di ujung lidah agak kuning dikit … masih kuningkah bayi saya?

  29. 29 cakmoki Mei 31, 2009 pukul 1:50 pm

    @ amy:
    enggak, gak akan naik lagi ..
    Gak papa, ntar warna kekuningan tersebut akan hilang dengan sendirinya … :)
    Moga sehat selalu

  30. 30 melda Juni 30, 2009 pukul 12:45 pm

    dok mo tanya…anak saya lahir dengan cukup bulan (39minggu) tapi berat badannya kecil (2,2kg) truss waktu hari kedua dipriksa bilirubinnya 10,6….sama dokter anaknya disinar dua hari truss turun 9,8 dan boleh pulang…sekarang umurnya 10hari, saya melihat tampak wajahnya tambah kuning padahal saya selalu menjemur… minum asinya juga lancar,dan tidak demam… apakah ini keadaan patologis??apa saya perlu membawanya k dokter??? apa yg harus saya lakukan???tolong ya dok…

  31. 31 cakmoki Juli 1, 2009 pukul 12:43 pm

    @ melda:
    ya udah bener … silahkan dilanjutkan langkah tersebut hingga lewat 14 hari. Jika pada minggu ketiga masih kuning, sebaikya periksa ke dokter.
    Moga segera membaik … Trims

  32. 32 Jeni Juli 6, 2009 pukul 3:21 pm

    Mas,
    anak saya sekarang umur 20 hari,6 hari setelah pulang ke rumah bilirubinnya pertama 11,7, tiga hari kemudian naik jadi 13,4 kemudian di suruh rawat inap untuk disinar selama 2 hari dan bilirubin turun jadi 9,10 dan boleh pulang tapi kok ya badannya,terutama dada dan perut sama matanya masih kuning juga? apakah bilirubinnya naik lagi? asi juga lancar tiap 2 jam sekali nyusu (atas petunjuk dokter),selain itu apakah ada hubungannya tidak antara kuningnya anak saya dengan konsumsi obat mag waktu saya hamil?karena waktu hamil sama dokter kandungan boleh minum obat mag, makasih yah mas

  33. 33 cakmoki Juli 6, 2009 pukul 6:09 pm

    @ Jeni:
    Gak papa, ntar warna kuning tersebut akan berangsur hilang setelah 2 minggu. Sejauh kadar bilirubin kurang dari 12 mg%, maka warna kuning tersebut masih dalam batas alamiah.
    Warna kuning pada bayi tidak ada hubungannya dengan obat-2 yg dikonsumsi saat hamil.
    Moga sehat selalu…
    Makasih :)

  34. 34 Jeni Juli 7, 2009 pukul 5:02 pm

    mas,mo nambah pertanyaan lagi nih…!!
    2 minggu yang dimaksud itu 2 minggu yang mana yah…??? 2 minggu setelah lahir atau 2 minggu setelah disinar?karena sekarang sudah seminggu semenjak dirawat di RS untuk disinar, dan kalo semenjak lahir,berarti sudah 3 minggu, anak saya lahir tgl 16 juni 2009,terima kasih yah mas,maaf nih,soalnya rada2 panik,maklum anak pertama:)

  35. 35 cakmoki Juli 8, 2009 pukul 12:39 pm

    @ Jeni:
    Rata-rata 2 minggu setelah lahir… tentu bukan nilai absolut, artinya bisa kurang dari 2 minggu dan bisa pula lebih dari 2 minggu… Seperti batasan di atas, sejauh kadar bilirubin bisa turun hingga kurang dari 12 mg%, berarti warna kuning tersebut hanya proses fisiologis yang nanti akan hilang melalui penyinaran maupun dengan penyinaran sinar matahari setiap pagi.
    Gakpapa … gak perlu terlalu risau, tooh sudah dirawat dan dinyatakan gak papa oleh dokter. :)
    Trims

  36. 36 Arief Agustus 19, 2009 pukul 12:09 am

    Dok, istri saya melahirkan anak laki-laki dengan berat badan 2.8kg, pada tanggal 11 Agustus 2009 kemarin, dengan caesar, lalu tanggal 15 Agustus 2009 dah diperbolehkan pulang. Tapi pada saat pulang, dokternya berpesan bahwa anak saya agak kuning, saat itu saya tidak menanyakan berapa kadar bilirubinnya. Jadinya diberi obat puyer namanya questran, dan disuruh dateng untuk cek lagi 2 hari berikutnya, tepatnya hari ini.

    Terus terang saya gak tega memberikan obat tersebut, karena takut keselek, takut muntah, dan lain sebagainya. Maklum, saya papa baru. Masih awam dan panikan. Apalagi saat saya search informasi di internet tentang obat tersebut, banyak yang memberitahukan bahwa sebenarnya obat itu bukanlah obat untuk bayi kuning. Gak nyambung katanya.

    Lalu tadi sore, saya bawa bayi saya untuk periksa ke dokter lagi. Dan dokternya masih mengatakan bahwa bayi kami masih kuning. Dan saya mengatakan memang jarang memberi obat questran. Hanya diberi ASI oleh mamanya dan dijemur setiap pagi. Kadar bilirubin saat ini adalah 16.8mg, dan berat badannya turun 3 ons menjadi 2.5kg. Saran dokter adalah di terapi sinar, tapi kami memohon untuk mencoba dulu memberinya obat lebih sering lagi, dokternya pun memberikan lagi resep questran nya. Dan disuruh cek 2-3 hari berikutnya.

    Apa turunnya berat badan diakibatkan karena kuning? Dan apa yang sebenarnya harus kami lakukan, apakah bisa dengan obat tersebut dan diberi ASI bilirubinnya bisa turun? Kasihan istri saya, selalu sedih dan nangis karena panik. Maklum ini anak pertama kami. Mohon petunjuknya dok. Terima kasih.

  37. 37 cakmoki Agustus 20, 2009 pukul 11:36 pm

    @ Arief:
    Seperti tertulis pada artikel di atas bahwa 80% bayi kuning akan sembuh sendiri sekitar 10-14 hari hingga 3 minggu, dengan cara dihangatan sinar matahari pagi selama sekitar 15 menit setiap hari.
    Pada 2 minggu pertama setelah kelahiran, biasanya berat badan bayi akan turun, kemudian akan berangsur naik., dan itu adalah normal.
    Obat yg diberikan bisa dilanjutkan hingga habis. Questran berfungsi untuk stabilisasi biliary system atau stabilisasi fungsi empedu. Lazim diberikan pada bayi kuning untuk membantu kinerja empedu.

    Selanjutnya, ditunggu hingga 10-14 hari hingga 3 minggu. Biasanya kadar bilirubin akan normal dengan sendirinya.
    Jika setelah itu masih kuning sebaiknya kontrol. Kalo udah gak kuning, gak perlu kontrol lagi.

    Moga sehat selalu … Trims

  38. 38 Elisa Agustus 24, 2009 pukul 2:29 am

    Dok,by sy lhr 7agust09 dg BB:2905gr 50cm,gol darah B(+) sama dg sy.pd hr ke2 by sy malas minum sehingga di hr ke 3 kuning dg kadar bilirubin 14.7 dan difototerapi slm 1hr.setlh semgg plg ke rmh,di usia 11hr,ternyt by sy kuning lg dg kadar bilirubin 15.7.dokter menganalisa akibat dr obt cina yg sy minum setlh melhrkan.akhrny by sy difototerapi lg 2hr n kadarny trn mjd 10.5 n blh plg.namun skrg di usia 15hr sepertinya mata awam sy melht muka by sy kok ada kuning2ny lg.slama ini by sy rutin nyusu(asix),pipis&pup setiap 2jam sekali.selm diterapi di RS by sy mendpt tbhan formula.sy skrg khawatir bgt dg kondisi by sy.mnrt dokter apa yg terjd dg by sy?apakah kambuhnya ini termsk wajar?apa yg hrs sy lakukan dok?

  39. 39 cakmoki Agustus 25, 2009 pukul 4:02 am

    @ Elisa:
    Kalo kadar bilirubin terakhir 10,5 mg%, berarti udah normal. Selanjutnya akan pulih seiring dengan waktu. Rata-2 sekitar 2 minggu, namun adakalanya lebih cepat dan adakalanya lebih lambat. Gak papa, hal itu wajar aja.
    Silahkan baca diskusi-2 sebelumnya di halaman ini.
    Yang harus dilakukan hanya menghangat bayi di bawah sinar matahari pagi selama 15 menit setiap hari.
    Trims

  40. 40 Fenny Agustus 29, 2009 pukul 2:42 am

    Dok, saya baru melahirkan tgl 22 agustus 09 lalu dengan usia kandungan 36 minggu krn didiagnosa air ketuban saya pecah pinggir dan merembes airnya, jd disarankan untuk segera di caesar krn sudah ada infeksi trhdp saya.

    Bayi saya lahir dengan berat 2.9kg, lalu 3 hari kemudian bayi saya dinyatakan kuning oleh dokter dengan kadar bilirubin 12 dan grafiknya cenderung naik. Dokter menyarankan untuk dilakukan fototerapi, akan tetapi setelah sehari semalam di fototerapi, kadar bilirubin nya 2 hari kemudian menjadi 15. Saya sudah bingung dan panik krn kok semakin meningkat. Sekarang ini anak saya sedang menjalani fototerapi yang dilakukan di kamar saya di rumah sakit. Anak saya ini malas minum dan tidur terus dok, saya lbh sering kasih susu formula krn ASI saya ngk lancar keluarnya…jd tidak tahu seberapa banyak bayi saya minum dari ASI.

    Yang ingin saya tanyakan, dengan kondisi seperti itu apakah cukup dengan hanya menggunakan fototerapi saja??
    Lalu apakah susu formula (bayi saya minum enfamil A+)bisa membantu?? krn ASI saya keluarnya tidak lancar sehingga kurang bisa memberikan nya kepada bayi saya.

    Dan yg saya ingin tau, kegiatan fototerapi dilakukan di ruang kamar saya,jd hanya saya dan keluarga yg menjaga bayi saya selama di fototerapi. Apakah hal tersebut sudah benar??krn setau saya di rumah sakit lain kegiatan fototerapi dilakukan di ruang isolasi dan dijaga oleh suster rawat.

    Untuk kencing dan buang air besar nya sering dok, warna tinja setelah beberapa hari hitam, skrng sudah berwarna agak kuning dengan serat2…apakah hal ini normal??

    Mohon penjelasannya dok, krn saya br anak pertama dan saya bingung sekali saat ini.

    Terima Kasih

  41. 41 cakmoki Agustus 30, 2009 pukul 12:15 am

    @ Feni:
    1) Dengan kondisi seperti itu lazimnya cukup dengan fototerapi hingga 10-14 hari, kemudian akan dilakukan pemeriksaan bilirubun ulang.
    Jika setelah itu kadar bilirubin menurun hingga di bawah 12 mg% maka berarti udah normal. Kadang pemulihan bisa mencapai 3 minggu. Gak papa, hal itu masih normal.

    2) Susu Formula bisa membantu jika emang ASI kurang lancar.

    3) Idealnya, saat bayi menjalani fototerapi berada dalam satu kamar bersama ibunya sebagai bentuk inisiasi lanjutan yg secara psikologis dapat membantu mempercepat pemuliha bayi.

    4) jika kadar bilirubin masih tiggi, warna faeces (tinja) biasanya berwarna gelap hongga kehitaman, sedangkan bila membaik maka warna faeces akan menjadi kuning.

    Moga penjelasan singkat ini dapat membantu memahami kondisi tersebut dan moga sehat selalu.
    Trims

  42. 42 sisil Oktober 7, 2009 pukul 1:34 pm

    dokter,saya adalah seorang ibu baru.by sy lhr tgl 7sept.sewaktu pulang dari rmh skt,2 hari setelah lahir, by sy dinyatakan kuning,tp tetap boleh pulang krna kadar bilirubinnya 7.setelah beberapa hari drmh mulai tampak jelas warna kuning pada muka by sy.spt saran ortu bayinya saya jemur dan disusui tiap 2jam sekali.tapi kuningnya tidak hilang,setelah umurnya 10hari kami cek lg k dkter,kdr bilirubinnya 9,dokter memberi saran agar disusui lebih sering,bayi boleh pulang dan disuruh cek lg 3 hari kemudian. 3hari(umur 2minggu) kemudian kadar bilirubinnya dicek lg dan nilainya naik menjadi 11 tapi tetap boleh pulang.
    sekarang bayi saya sdh 1 bln tapi tetap kuning.apakah ini masih normal?setelah pengecekan yg umur 2 minggu itu,saya tdk mengecek lagi kadar bilirubin bayi saya,karena tdk tega melihat dia diambil darah setiap mengecek bilirubinnya.
    apakah yg sebaiknya saya lakukan?saya sangat khawatir.sya selalu menjemur bayi saya setiap pagi dan menyusui sesering mungkin tapi bayi saya tetap kuning,apakah ada pengaruh dgn saya yg pernah sakit kuning?
    mohon tanggapannya.terima kasih.

  43. 43 cakmoki Oktober 7, 2009 pukul 3:46 pm

    @ sisil:
    Secara umum, jika kadar bilirubin masih di bawah 12 mg%, maka warna kuning tersebut digolongkan fisiologis alias normal. Ini dengan catatan ga ditemukan kelainan lain saat periksa ke dokter.
    Mengingat saat ini (sekitar sebulan) masih kuning, sebaiknya cek lagi ke dokter disertai informasi bahwa ibunya pernah sakit kuning, agar dokter nantinya selain memeriksa kadar bilirubin, juga memeriksa HBsAg, HBsAb serta pemeriksaan lainnya.
    Jika ternyata nanti hasilnya gak ada kelainan, biasanya dianjurkan kontrol lagi untuk evaluasi perkembangan bayi.
    Moga masalah tersebut segera teratasi.
    Terimakasih.

  44. 44 Rara Oktober 31, 2009 pukul 11:07 pm

    dokter, anak kedua sy lahir cesar dg bb 2500 gr, sblm plg rs sempat di fototerapi 1hr, karena asi sy tdk lancar jadi sy sendok i susu formula sehingga membutuhkan waktu yg lama habisnya sehingga pemasukan minumnya jadi kurang maka bayi saya jadi tambah kuning katanya uda kramer IV. lalu sy periksa ke dr anak di suruh lab hasilnya bilirubin direct 0,64 mg/dl, bilirubin total 20,87 mg/dl. lalu mulai saat itu (umur 10 hr) langsung sy dot susu formula sehingga pemasukan minumnya bagus (tiap 3 jam 60 cc), sy belum kembali ke dokter anak tersebut untuk menunjukkan hasil lab-nya karena sy takut masuk rs lagi ( anak sy yg pertama masih 2th dan sy sdh tdk punya mertua dan orangtua, jadi sy merasa kesulitan kalo harus masuk rs). apakah bisa sy sinar blueligt sendiri di rumah ( membuat lampu bluelight sendiri drumah ). sebagai tambahan info: resep dari rs juga belum sy kasikan karena tdk tega( kalo sy tdk keliru dpt : cefxpan, urdafalk, pedimia, apakah ada utk kuningnya?) By sy jg di fotothorax hasilnya Broncheolitis. mohon bimbinganya, trimksh

  45. 45 cakmoki November 1, 2009 pukul 1:30 pm

    @ Rara:
    Jika karena bebagai hal khawatir masuk RS, boleh dirawat sendiri di rumah. Penyinaran dapat menggunakan sinar matahari pagi, bisa juga pake sinar lampu di rumah. Namun sinar matahari lebih bagus karena dapat mengaktifkan metabolisme vit D.
    Obat untu “kuning”: urdafalk dan pedimin (mulitivitamin).
    Moga sehat selalu.
    Trims

  46. 46 Rara November 1, 2009 pukul 2:52 pm

    sy sangat kwatir dg hasil lab bilirubin total 20,87 tsb : menurut artikel2 yg sy liat klo hasil lab segitu termasuk patologis. tetapi by sy skr sklera matanya sdh putih ( tdk kuning lg ) tinggal tubuhnya yg msh kuning, bbnya sdh naik 2 ons. menurut literatur klo hasil lab diatas 20 mg/dl nantinya bisa kern icterus dg gejala2nya. bagaimana sebaiknya ya dok, sy sangat cemas sampai tdk bisa tidur. klo untuk fototx sendiri d rmh harus pake lampu neon bluelight brp watt dg jumlah lampu brpkah?
    trimakasih, sy sangat mengharapkan sekali saran terbaik dokter demi kebaikan anak sy agar sy tdk menyesal kelak.

  47. 47 cakmoki November 1, 2009 pukul 4:44 pm

    @ Rara:
    Penilaian kondisi penyakit bukan hanya Lab, tapi lebih ke arah kondisi klinis dan kondisi fisik. Jika secara fisik membaik, berarti ga masalah walaupun dalam artikel dikategorikan pathologis.
    Lagipula, batasan nilai lab dan tanda-2 pada kuning normal dan patologis bukanlah nilai matematis absolut. Bukan berarti kalo ada penyimpangan batasan nilai lantas dikatakan abnormal, tidak sebegitunya lah … :)
    Pemulihan warna kuning pada bayi premature biasanya cenderung lebih lama.

    Untuk penyinaran, lebih bagus pake dop biasa, sebesar 5 watt, dan cukup 1 aja. Namun kalo mau pake neon juga ga papa, kekuatan sinar dan jumlahnya sama, yakni cukup 1, dg kekuatan 5 watt.

    Selanjutnya dievaluasi lagi dalam 1-2 minggu.
    Moga sehat selalu
    Trims

  48. 48 Rara November 1, 2009 pukul 8:55 pm

    Terimakasih banyak jawabannya… ini obat urdafalk dan pedimin sdh mulai sy masukkan ke by sy,apakah by sy perlu sy lab-kan lagi minggu depan? semoga ini menjadi yang terbaik dan bayi sy tumbuh menjadi anak yang sehat, amiin.

  49. 49 cakmoki November 1, 2009 pukul 11:45 pm

    @ Rara:
    Ya, baiknya ceck Lab minggu depan. Ntar hasilnya kita diskusikan lagi.
    Moga sehat selalu untuk segenap keluarga, terutama si kecil. Amiiin

  50. 50 Rara November 9, 2009 pukul 1:55 pm

    ass, dok alhmdlh bayi sy sdh membaik, pas umur 15 hr sy bw ke dr, tdk perlu sinar tp ditambah resep questran & tetep dijemur, 3hr lg sy kontrolkn lg dr nya blg sdh membaik. skr obatnya tdk sy teruskn tp tetap sy jemur krn minumnya sdh baik, gapa2 kan dok?. skr masalahnya BABnya mulai umur 10hr itu sehari sekali & kadang 2hr sekali. apakah msh normal ya dok? tiap saat sy cek perutnya gpp, dr nya blg jg perutnya taa, susunya suruh encerkan, sdh 3hr ini sy encerkan dikit tp tetep (oya warna BABnya msh kuning, tdk apa2kah?)
    maaf merepotkan, trimaksih atas jawabannya…

  51. 51 Rara November 9, 2009 pukul 5:23 pm

    Maaf, sblm djawab pertanyaan diatas, sy tambah lg, bayi sy setelah kuningnya membaik skr jadi sering ngulet dg suara mengerang, wajahnya jadi merah tua saat ngulet. normalkah dok?
    trimaksih

  52. 52 cakmoki November 10, 2009 pukul 1:21 am

    @ Rara:
    Sebaiknya obatnya diterusin dan tetep dijemur.
    BAB dan warna BAB tersebut normal. Susu gak harus diencerin soalnya BAB bayi adakalanya emang gitu, bahkan bisa 3 hari sekali. Sejauh gak menimbulkan gangguan, gak masalah.
    Bayi ngulet dan mengerang adalah hal yang normal dan semua bayi akan begitu. :)
    Trims

  53. 53 Rara November 10, 2009 pukul 10:04 am

    dok, maaf ya diskusinya bersambung… kalo questrannya tdk diteruskan apa ada efeknya? sdh tdk sy berikan 4hr ini, misal mau diteruskan lg setelah ada masa berhenti apa tdk apa2? questran itu apa termasuk antibiotik? oya, di gusinya masih ada yg warna kuning dikit, apa juga tdk apa2 dok? Maaf, pertanyaan saya berlanjut, tdk apa2 kan dok? makasi sebelumnya…

  54. 54 cakmoki November 10, 2009 pukul 1:07 pm

    @ Rara:
    Dihentikan atau diterusin gak papa.
    Gak ada efek serius walau dipake jangka panjang karena Questran hanya berfungsi untuk stabilisasi metabolisme bilirubin dan lemak. Questran bukan antibiotika. Kalo antibiotika harus dihabiskan.
    Kalo gusi masih kuning, sebaiknya Questran dilanjutin lagi.
    Trims :)

  55. 55 YUSUP November 22, 2009 pukul 1:48 pm

    KALAU BILIRIBON TAMBAH TERUS BAGAIMANA WELL APA BERBAHAYA TIDAK ?
    KARENA ANAK SAYA BARU LAHIR 2H KENA KUNING

  56. 56 cakmoki November 23, 2009 pukul 4:31 pm

    @ YUSUF:
    Ditunggu hingga 10-14 hari, dengan harapan dapat pulih sempurna, jika bukan jenis patologis. Jika bilirubine gak lebih dari 12 mg%, gak papa.
    Trims

  57. 57 Myusuf Desember 15, 2009 pukul 8:36 am

    Dok, saya mau tanya, Bayi sy lhr 7/12/09, sesar, bb 2.9, p 48 cm. hari ketiga billirubinnya 13.7, kemudian terapi sinar selama 3 hari turun menjadi 11.9. kemudian sy bawa pulang dr RS. esoknya dicek kdr billirubinnya naik menjadi 14. secara fisik tidak ada warna kuning pada kulit, bola mata kdg terlihat kuning kdg putih. by aktif dan mau minum susu bahkan terbilang kenceng. BAB nya sering dan warnanya tidah terlalu hitam, skrg sudah sedikit kuning. kl kadar bilirubin tinggi apa selalu kulitnya kuning? knp bayi saya tidak ya..?

  58. 58 cakmoki Desember 15, 2009 pukul 1:13 pm

    @ Myusuf:
    Pada umumnya, kadar bilirubin yang tinggi akan tergambar warna kuning gelap di beberapa bagian tubuh. Yang paling awal, warna kekuningan nampak di bola mata, kemudian kulit, air seni dan faeces (kotoran).
    Tapi urutannya tidak selalu begitu. Ada yang dominan di air seni dan faeces, ada yang dominan warna kuning di kulit dan ada yang dominan di bola mata.
    Jika warna kuning (di manapun berada) berkurang dalam 2 minggu, berarti gak papa.
    Trims

  59. 59 Widjaja Desember 16, 2009 pukul 2:25 pm

    @Lily 15Juni 2007

    Dokter bila asi tidak keluar atau mampet setelah keluar.. Saya menyarankan dgn akupuntur.. Sangat cepat dan aman membuat ASI kembali lancar dikeluarkan. Saya sendiri telah menangani banyak pasien yg demikian.. Karena sumber gizi terbaik adalah ASI. Terima kasih.. dr.Budi Sugiarto, MD(TCM)

  60. 60 Myusuf Desember 17, 2009 pukul 10:30 am

    Dok, apa kadar billirubin itu selalu naik turun? soalnya bayi saya setelah dicek naik dari 11.9 menjadi 14 kemudian turun lagi menjadi 13.3 pada hari berikutnya..

    thanks
    yusuf

  61. 61 cakmoki Desember 17, 2009 pukul 11:46 am

    @ Myusuf:
    iya bener. Kadar bilirubin selalu berubah setiap saat seiring dengan atifitas fisik maupun metabolisme dalam sel-sel hati dan kinerja empedu. Hal ini berlalu untuk semua orang dan semua umur.
    Hanya saja, pada bayi beru lahir yang berwarna kuning (dengan berbagai gradasi), diperlukan pemeriksaan bilirubin berkala sebagai follow up.
    Thanks

  62. 62 novi Desember 22, 2009 pukul 1:05 am

    saya mau bertanya, di dalam asi adakah komponen/unsur yang bisa menurunkan kadar bilirubin yang tidak dijumpai dalam pasi?

  63. 63 cakmoki Desember 22, 2009 pukul 2:18 am

    @ novi:
    Sepengetahuan saya tidak ada komponen yang menurunkan kadar bilirubin pada ASI.
    Yang pasti ASI unggul segalanya dibanding PASI.

  64. 64 novi Desember 22, 2009 pukul 1:18 pm

    ok dok, terima kasih… habis agak bingung sedikit. berarti intake yang adequat punya peran penting pada bayi dengan hiperbilirubin? kalau intake cukup kadar bilirubinnya cepet dikeluarkan tubuh?

  65. 65 cakmoki Desember 22, 2009 pukul 1:42 pm

    @ novi:
    ya, benar. Intake yang cukup akan memperbaiki metabolisme bilirubin sehingga diharapkan dapat menormalkan kadar bilirubin dalam darah.
    Trims

  66. 66 Albert Desember 22, 2009 pukul 11:48 pm

    Cak, pada usia 4 hari, kadar bilirubin anak saya sempat mencapai 12,4. Hari ke 5 dia keluar dari RS, diberi obat puyer Luminal. Sepulangnya di rumah, mengonsumsi ASI eksklusif. Saat usia 7 hari, bilirubin naik sedikit jadi 12,8. Masih diberi luminal oleh DSAnya. Kemarin kontrol lagi saat usia 11 hari, bilirubin sudah turun jadi 9, dan diberi obat urdafalk. Sekarang dia berusia 12 hari.

    Kebetulan istri punya MIMS, ketika dicek di MIMS, efek samping urdafalk kok agak ‘menakutkan’ ya? Sekedar menyebut beberapa di antaranya: diare, ruam kulit, kulit kering, rambut rontok, mual, muntah, gangguan pencernaan, konstipasi, letih, kembung, gangguan tidur, batuk.

    Dari apa yang saya baca pada artikel Cak Moki ini, plus diskusi2nya, juga dari artikel2 buku lain yang sudah saya baca, saya mendapat pemahaman bahwa kadar bilirubin anak saya sudah tergolong normal. Pertanyaan saya, apakah benar urdafalk diperlukan untuk membantu menurunkan lagi bilirubinnya? Kemarin DSAnya bilang, targetnya menurunkan bilirubinnya sampai di bawah 7. Gimana pendapat Cak Moki?

    Makasih sebelumnya.

  67. 67 cakmoki Desember 23, 2009 pukul 5:10 pm

    @ Albert:
    Menilik kronologinya, dimana saat ini kadar bilirubin udah di bawah 12 mg % (9 mg%), saat ini menurut saya gak perlu Urdafalk dan gak perlu diberi obat apapun. Cukup fototerapi dengan sinar matahari sebagaimana tertulis di artikel dan hasil diskusi dengan pembaca yang lain.
    Ntar kadar bilirubin akan turun dengan sendirinya seiring membaiknya fungsi metabolisme bilirubin pada anak.
    Artinya, gak usah kontrol, kecuali anak menjadi kuning lagi.

    Tentang efek samping urdafalk, semua obat wajib mencantumkan semua kemungkinan terjadinya efek samping obat, sekecil apapun. Tapi gak perlu khawatir, efek samping sebagaimana yg tertulis di MIMS biasanya terjadi jika digunakan terus menerus dalam jangka panjang hingga berbulan-bulan tanpa saran dokter.

    Moga sehat selalu.
    Terimakasih :)

  68. 68 Albert Desember 23, 2009 pukul 7:52 pm

    Ok Cak Moki, makasih banyak.
    Btw, semenjak pulang dari RS, anak saya memang sudah saya fototerapi dengan sinar matahari tiap pagi :)

  69. 69 cakmoki Desember 23, 2009 pukul 10:10 pm

    @ Albert:
    Ok, berarti udah siiip :)

  70. 70 bertha Desember 29, 2009 pukul 11:37 pm

    Cak…anak saya punya history sbb :
    – Gol darah ibu O bayi A
    – Pulang dr RS bilirubin 9.9 umur 2 hr
    – umur 4 hr naik 13
    – umur 6 hr turun 12.7
    – umur 9 hr naik lg 14.7
    Saat level 13 bayi diberikan questran & vit sanbe-plex, tp kok nail lg di hari ke 9 ya..?? apakah ada pengaruh dr konsumsi obat ibunya..?? (obat menyusui..moloco, nutriflam sempat minum ponstan & paramex krn pusing)
    saat ini bayi sedang menjalani fototerapi rencana selam 36 jam, selesai besok pagi.
    Thanks..

  71. 71 cakmoki Desember 31, 2009 pukul 3:45 pm

    @ bertha:
    Kadar bilirubin dapat naik turun karena dipengaruhi berbagi faktor, terutama faktor metabolisme (pengolahan makanan) di tubuh bayi, bukan karena pengaruh obat-2 yang diminum ibunya (moloco, dsb).
    Jika fisiologis, maka akan berangsur pulih dalam 10-14 hari atau kadang molor seminggu.
    Ga papa…. silahkan dilanjutkan fototerapi di rumah setelah selesai fototerapi oleh dokter seperti yg dilakukan para penanya sebelumnya.
    Moga sehat selalu.
    Terimakasih.

  72. 72 diva Januari 16, 2010 pukul 10:14 pm

    cak.., sy punya anak laki2 lahir pada tgl 4 jan 2010 melalui caesar, dng usia kandungan 37 mgu, gol darah sy O, suami AB, anak B. histori kesehatannya sbb:
    1. pada tgl 6 sore, dokter blg anak sy kuning dan perlu di sinar, besoknya sudah baikan dan diperbolehkan plg ke rumah
    2. pada tgl 11, dikontrol ke dokter dan diperiksa katanya masi kuning sehingga di sinar lagi selama 3 hari, waktu keluar RS tgl 14 jan kadar bilirubinnya 8,5
    3. pada tgl 16 jan, disuruh kontrol lagi, oleh dokter disuruh periksa darah lagi, hasil bilirubinnya naik jadi 9, hemoglobinnya 11,1. oleh dokter dianjurkan transfusi darah dengan alasan ada indikasi ketidak cocokan antara darah saya dan anak.

    yg mau sy tanyakan:
    1. apa benar ada ketidak cocokan darah sy dng anak sy?
    2. apa ada cara lain selain transfusi darah?

    trims buat penjelasannya.

  73. 73 cakmoki Januari 18, 2010 pukul 3:54 am

    @ diva:
    Makasih telah menceritakan kronologis secara lengkap.

    1) Boleh jadi ketidak cocokan antara darah ibu dan bayi sebagai salah satu penyebab terjadinya bayi kuning. Selain pemeriksaan bilirubin dan gol. darah, mungkin sudah diperiksa juga liver Function Test dan Rhesus faktor oleh dokter sebagai pemeriksaan penunjang diagnosa.

    2) Jika dokter menganjurkan transfusi, maka jalan tersebut merupakan langkah terbaik untuk bayi setelah beliau melalukan foto terapi dan follow up.
    Cara lain adalah foto terapi hingga usia 2-3 minggu sambil follow up kadar bilirubin.

    Moga ananda segera pulih … :)
    Terimakasih

  74. 74 diva Januari 20, 2010 pukul 10:29 am

    makasih ya cak atas penjelasannya :D

  75. 75 gum Juli 2, 2010 pukul 2:17 pm

    assalaamualaikum, pak. lama nggak mampir ke sini :)

    seorang teman ada yg bayinya (baru berusia beberapa hari) harus menjalani transfusi darah karena kadar bilirubinnya sangat tinggi.

    di atas sudah dijelaskan gangguan2 yang menyebabkan meningkatnya kadar pigmen empedu dalam darah dan menimbulkan warna kuning pada kulit bayi.

    yang ingin saya tanyakan, apa yang menyebabkan gangguan2 itu pak? adakah pola makan atau pola hidup orangtuanya berpengaruh?

    mohon penjelasannya :)

  76. 76 cakmoki Juli 2, 2010 pukul 4:10 pm

    @ gum:
    Assalamu’alaikum…
    Tidak disebutkan secara tegas adanya pengaruh pola hidup ortu terhadap terjadinya bayi kuning.
    Namun ada hipotesa yang menyebutkan bahwa pola hidup ortu yang tidak sehat diduga bisa menimbulkan bayi kuning.
    Maturnuwun.
    Wassalam

  77. 77 gum Juli 2, 2010 pukul 4:47 pm

    assalamu’alaikum, pak. terima kasih penjelasannya.

    baru saja dapat kabar kalau bayi teman saya akhirnya meninggal dunia setelah sempat dirawat intensif dan mengalami masa2 kritis.

    innalillahi wa ina illaihi roji’uun.

  78. 78 cakmoki Juli 3, 2010 pukul 12:31 am

    @ gum:
    innalillahi wa ina illaihi roji’uun… Semoga kedua orang tuanya dan segenap keluarga yang ditinggalkan siberikan kesabaran.

  79. 79 nina Juli 12, 2010 pukul 3:46 am

    dok..saya mau tanya juga.Anak saya lahir 37 minggu dengan berat 3 kg dan ASI ekslusif. pada hari ke 3 terlihat kuning pada pipi, konjungtiva dan leher.kemudian tiap pagi hari saya jemur.pada hari ke 7, kuning masih ada, saya kontrol ke dr. bil tot 9,25, dr menyarankan jemur pagi saja. sekarang sudah hari ke 17, namun kuning di pipi dan mata masih ada, di leher sudah berkurang.anehnya setelah dijemur siangnya tampak cerah di pipi, namun malam terlihat kuning gelap lagi, apakah normal atau pengaruh cahaya?karena sudah > 2minggu, saya jadi kuatir, apakah masih normal?haruskah cek bil tot lagi?hal yang membuat saya tenang adalah anak saya aktif dan minum ASI 1-2 jam sekali. namun bila ada yang berkunjung ke rumah semua mempersoalkan kuning, saya jadi ikut berpikir ulang. Oh iya, kulit anak saya jadi merah sekali hampir kecoklatan karena dijemur terus, padahal waktu lahir sangat putih, apakah kulit anak saya nantinya akan kembali seperti semula?trims

  80. 80 cakmoki Juli 13, 2010 pukul 1:33 am

    @ nina:
    Menilik kronologis dan hasil pemeriksaan bilirubin, kondisi tersebut masih termasuk kuning yg fisiologis, artinya normal. Karenya saya sependapt dengan dokter yang menyarankan cukup dijemur saja… rata-rata menghilang setelah 2 minggu, namun tak jarang molor hingga 4-6 minggu… gak papa kalo emang dokter yang meriksa tidak menyarankan pemeriksaan ulang. kalo tetangga sih biasa, banyak nakut-nakutinya ketimbang memberikan support.
    Yang penting mau minum ASI.
    Tentang kulit yg kemerahan setelah dijemur, gak usah khawatir, ntar akan pulih seperti semula… lagipula, kita yg hidup di daerah tropis sangat wajr kulitnya tidak putih mulus, hal itu merupakan bentuk penyesuaian terhadap sinar Ultra Violet… justru bagus untuk melindungi kulit… malah aneh kalo orang tropis pingin kulitnya putih kayak Madonna … hahaha… lha bangsa lain aja sangat iri dengan warna kulit kita yg exotic, koq malah kita pingin kulit putih. :D

    Makasih

  81. 81 fendy Agustus 10, 2010 pukul 1:37 am

    mau nanya neh,,, apakah bayi kuning bs disebabkan oleh ASI ? 2 hari sudah di blue-light turun jd 9mg% tp seminggu kemudian kok naik lagi jadi 13mg%,padahal tiap pagi selalu di jemur, apakah penyebabnya? thnxz

  82. 82 cakmoki Agustus 10, 2010 pukul 1:22 pm

    @ fendy:
    Bukan dari ASI … perlu diingat bahwa ASI adalah minuman bayi paling hebat di dunia, paling sehat, paling bersih, dan tidak menyebabkan penyakit apapun.
    Untuk mengetahui penyebabnya,silhakan baca lagi artikel di atas pada Bab: Parameter dan bab: Bagaimana Terjadinya ? .. di situ dijelaskan faktor penyebabnya.

    Silahkan melanjutkan untuk dijemur hingga 2-3 minggu.
    Makasih

  83. 84 cakmoki Agustus 24, 2010 pukul 7:13 pm

    @ alonemisery:
    makasih kunjungannya :)

  84. 85 kirana Agustus 26, 2010 pukul 6:19 am

    lagi nulis tentang jaundice, gugling questran, eh nyasarnya kesini *dadah2 lita banana*

    mas, anak saya kuningnya bisa sampe 6 minggu ternyata. minggu pertama sempat diresepin questran. sempet dikasi 1 dosis, eh lha kok pupnya jadi pucet kayak kapur. langsung setop ngga brani lagi deh. bilang ke dokternya dimuntahin, trus resepnya diganti luminal. gugling luminal serem euy, akhirnya malah gak ditebus. saya jejelin ASI aja sampe gendut :D 3 bulan 8kg. ya itu, ilangnya setelah 6mg.
    tanda fisik/klinis & perkembangan sih emang bagus2 aja.

    itu pupnya jadi kayak kapur gitu apa gara2 questrannya ya mas?

  85. 86 cakmoki Agustus 26, 2010 pukul 12:37 pm

    @ kirana:
    ooo, temennya Bu Lita tho :)
    iya mbak, kadang kuningnya lebih lama dari rata-rata.
    Efek samping Questran (Cholestyramine) yg paling dominan adalah gangguan cerna … termasuk perubahan pup, biasanya mengeras… Sedangkan perubahan warna pup menjadi putih adalah pengaruh bilirubin, bukan karena questran. Makasih

  86. 87 kirana Agustus 26, 2010 pukul 2:41 pm

    waktu itu ngga keras sih mas. tapi ya itu begitu kena obat langsung pucat. kalo karena bilirubin bukannya malah harus kuning pupnya?

  87. 88 cakmoki Agustus 26, 2010 pukul 11:55 pm

    @ kirana:
    enggak … logikanya sepintas seperti itu.. tapi sejatinya bilirubin di saluran cerna mengakibatkan pup menjadi pucat karena metabilsme lemak sisa makanan yang sebagian menjadi fatty acid dan keluar bersama pup.

  88. 89 kirana Agustus 27, 2010 pukul 10:32 am

    ooo gitu. ASI juga ada fatty acidnya ya?
    baeklah, makasi ya maass..

  89. 90 cakmoki Agustus 27, 2010 pukul 4:49 pm

    @ kirana:
    ya …. makasih juga mbak :)

  90. 91 annisa September 5, 2010 pukul 11:43 am

    mas dokter yg baik,
    anak saya lahir SC, 3.3 kg, setelah 3 hr kuning mgkn inkompabilitas ABO (saya O, anak saya B). Bili totalnya 20.3 Setelah disinar 2 hr turun jd 12.5 dan boleh pulang, tapi sampai 18 hr setelah lahir tetap kuning, cek bili totalnya jadi 11.1 dan tidak dirawat dan diberi obat puyer (warna putih, tdk ada merk)
    Hari ini usianya 19 hari, saya ingin mengoptimalkan dengan membuat boks fototerapi di rumah. Lampunya apakah dengan dop biasa 5 watt cukup? atau dngan lampu UV khusus? berapa watt? mohon penjelasannya ya?
    DSA jg menyarankan anak saya diberi sufor (pada hr ke 18 berat badannya sudah naik 700 gr jadi 4 kg). Apakah ASI aja tdk cukup?

  91. 92 cakmoki September 5, 2010 pukul 4:12 pm

    @ annisa:
    Ya, fototerapi bisa dilakukan di rumah dengan lampu dop biasa 5 watt, kalo bisa yang putih susu supaya gak silau.
    Tentang susu, menurut saya cukup dengan ASI saja.
    Makasih

  92. 93 annisa September 5, 2010 pukul 5:57 pm

    makasih mas dokter..
    kira-kira kapan ya saya harus konsul ke DSA lagi, kao baby saya msh kuning?
    fototerapi di rumah hrs bikin boks khusus atau bs seruangan saja pakai dop 5 watt?
    terimakasih..

  93. 94 cakmoki September 5, 2010 pukul 10:26 pm

    @ annisa:
    Sebaiknya kontrol lagi kalo 3-4 minggu masih kuning, tapi kalo udah membaik, gak perlu kontrol.
    Fototerapi di rumah cukup dengan memberi lampu dop 5 watt di bagian atas Box bayi… bukan untuk satu ruangan lho.
    Makasih

  94. 95 annisa September 6, 2010 pukul 2:40 pm

    makasih banyak dokter,

    mau nanya lagi, sebenrnya prinsip fototerapi itu cahayanya harus cahaya biru, cahaya UV atau cahaya lampu aja ya?
    kalo di RS gitu pake blue light beda ga ya klo di rumah pake cahaya dop aja?
    trus kalo kelamaan kuning (udah hampir 3 minggu)bahaya ga ya? tp kok ama DSA ga disaranin nginep fototerapi lagi ya? makasih skali lagi…

  95. 96 kirana September 6, 2010 pukul 2:45 pm

    @annisa
    anak saya kuningnya sampe 6 minggu. full asi aja tanpa sufor. dan lepas dari RS ngga pake fototerapi lagi. paling2 pas ada panas ya dijemur bentaran pagi2.

  96. 97 annisa September 6, 2010 pukul 2:52 pm

    mbak kirana,
    sekarang usianya berapa? dulu lepas RS bili total brp? skrg perkembangannya baik kan mbak?
    *sy kuatir banget n kasian ma babynya mbak*

  97. 98 annisa September 6, 2010 pukul 2:52 pm

    mbak kirana,
    sekarang usianya berapa? dulu lepas RS bili total brp? skrg perkembangannya baik kan mbak?
    *sy kuatir banget n kasian ma baby sy mbak*

  98. 99 kirana September 6, 2010 pukul 2:55 pm

    sekarang udah 17 bulan, normal semua kok mbak. masih asi juga sampe sekarang.
    lepas dari RS lupa bili brapa, tapi kalo ngga salah sekitar 9-10an. pokoknya di bawah 12 aman kok mbak.

  99. 100 annisa September 6, 2010 pukul 2:57 pm

    mbak kirana,
    syukurlah ikut seneng…
    sambil berharap anak saya jg akan baik-baik saja.

  100. 101 Dewi September 8, 2010 pukul 5:10 pm

    Mas dok mau tanya.
    Anak saya lahir tgl 01/09/10, bb 3,1kg, pj 48cm. Saat di rsb hari ke 2-3 dokter hanya menyarankan untuk di jemur, tanpa di kasih tahu kadar bili berapa.
    Hari ke 6 kontrol lagi, ternyata di suruh cek darah, dan hasilnya kadar bili mencapai 20, dan di sarankan untuk di sinar, untuk bb naik jadi 3,2kg.
    Untuk kondisi bayi saya sekarang aktif, suka minum asi, fases sudah kuning/hijau dari sebelumnya coklat kehitaman, setiap pagi selalu di jemur.
    Ini bagaimana yah dok kalau sudah mendekati 20 kadar bili-nya, rencana saya mau sinar.
    Thanks.

  101. 102 cakmoki September 9, 2010 pukul 8:59 pm

    @ annisa:
    bener yang dikatakan mbak kirana

    @ kirana:
    makasih telah ikut berbagi dan memberikan support bagi ibu yg lain :)

    @ Dewi:
    ok, ntar bili akan menurun seiring dengan perbaikan kondisi bayi dan penyinaran. yang penting anaknya aktif dan secara umum kondisinya bagus… Semoga sehat selalu
    Makasih

  102. 103 yati Oktober 21, 2010 pukul 4:51 pm

    cak moki,

    bayi saya umur 11 bulan,setiap hari makan nasi yang di nyet plus sup sayur (wortel, labu kuning, sawi, bayam, gambas, manisa, brokoli hijau _ ganti ganti),Tahu , ayam dan daging di blender. buahnya pepaya , pear kadang saya kasih buah naga. dia tidak suka minum air putih, sampe sekarang masih ASI.
    akhir 2 ini ujung hidung dan jari tangan nya kekuningan, jg tapak kakinya.
    apakah bayi yang sudah umur 11 bulan masih bisa terkena kuning ? (waktu lahir dl ada kuning sedikit tapi sdh sembuh)
    kira kira kenapa ya ? apa yang harus saya lakukan, apa perlu saya bawa ke dr. anak ?

    terima kasih .

  103. 104 kirana Oktober 21, 2010 pukul 5:32 pm

    @yati
    coba dikurangi sayur & buah yg banyak betakaroten/berwarna oranye & merah. kadang kalo kebanyakan memang bayi jadi kekuningan.
    gantian aja jeng itu wortel, labu kuning, dan pepaya (+mungkin tomat). jangan dikasi setiap hari. paling tidak sayur/buah oranye/merah ini seminggu 2-3x saja.

  104. 105 cakmoki Oktober 21, 2010 pukul 10:44 pm

    @ yati:
    jadi…sup sayur (wortel, labu kuning, sawi, bayam, gambas, manisa, brokoli) dijadikan satu setiap harinya ? :D … wah
    Bener kata Mbak Kirana …. kebanyakan betakaroten.

    Kalo masalah penyakit kuning, semua umur bisa kena. Biasanya diawali dengan kencing yang makin hari makin kuning tua, sklera mata (putih mata) njadi kuning, kemudian diikut dengan kulit. Bukan hanya sebagian kulit.
    Makasih

  105. 106 yati Oktober 22, 2010 pukul 4:53 pm

    mbak kirana dan cak moki terima kasih advisenya,hari ini udah mulai di stop sayur n buah berwarna oranye dan merah.

  106. 107 cakmoki Oktober 24, 2010 pukul 1:10 am

    @ yati:
    sama-sama, mbak :)

  107. 108 montok November 20, 2010 pukul 7:47 am

    Pakpo…
    Apkah bener bayi br lahir punya cadangan asupan mkan 2×24 jam, mlh ada yg bilang 3×24 jam.

    Dedek udh 56 jam ga kemasukan apa2…ama dokternya cm boleh asi…sdgkan asi mamanya blum kluar…

    Br td siang ada bbrp tetes asi yg kluar…trus amp skrg ga kluar lg….dedek jg mulai lemes, ga lincah sprt kmrn…
    Bwaannya nangis mulu…

    Dr lhir amp skrg dedek slalu netek ama mamanya…tp ya itu ga ada isinya….dedek jg ga montok lg,udh ga kyk difoto yg sy krim kmrn…

    Td jam 8 mlam…sy debat ama dokter n perawatnya dedek soal susu formula…
    maunya sy, dedek dikasih susu formula (sf) setiap 1-2 jam..ga byk2 cm 1 sendok teh yg penting ada asupan yg msk…sambil trus netek ama mamanya…

    Klo mau nunggu asi mamanya bs 7-8 hr br kluar asi itupun ga lancar blas…(peng.dr anak pertama)…
    Klo ga bleh di bantu ama sf trus gmn ?
    Apkah bayiku bs ga minum selama itu ?
    Apkah ga kekurangan cairan ?

    Td sy di suruh ngisi surat pernyataan, yg menyatakan “pemberian susu formula atas permintaan orang tua”…

    *klo ada surat pernyataan tukar nyawa antara sy ama anak sy berani koq…yg penting anakku sht*

    Bisa kena kuning ga ya pakpo ?
    Ga iso turu aku pakpo…pusing2….. ono ae…
    Maturnuwun yo pakpo….

    Nb :
    Dedek lahir hr rabu tgl 17-11-’10…jam 14.16…..
    bb. 3,3 kg….p. 52 cm…klamin laki2…persalinan normal…

  108. 109 kirana November 20, 2010 pukul 10:59 am

    @montok
    iya bener kok bisa sampe 3x 24jam.
    untuk awal2 beberapa tetes ASI aja udah cukup kok. lambung bayi cm segede kepalan tangannya. jadi ya beberapa tetes kalo 2 jam sekali ya cukup.
    perlu diketahui juga beberapa tetes yg bisa keluar/diperes, itu berarti didalem bisa 2-3x lipatnya yg kesisa. ngga bisa kosong sama sekali jg.

    lemes, ga lincah, dan nangis melulu bukan tanda dehidrasi sih.
    yg perlu dipantau itu pipisnya lebih dr 6x sehari, nangisnya kenceng. nangis kenceng juga tandan bayi sehat lho. jangan selalu dianggap laper. kebanyakan newborn malah nangisnya cm karena pengen nemplok mamanya :)

    hari2 pertama emang ASI keliatan dikit/ga lancar. malah rata2 pada baru lancar hari ke 10-14 atau malah setelah minggu ke dua lho. jadi kalo hari ke 7-8 udah lancar malah berarti banyak tuh asinya.

    terus dineneni aja walo keliatannya ngga keluar. makin sering dan makin dini nenen langsung justru bikin makin cepet ASI keluar. tambahan sufor malah ngurangi produksi ASI krn 1x sufor = 2x jadwal asi. sementara produksi asi butuh sering disedot supaya produksi bertambah.

    saya sendiri udah nyusui dari anak pertama (skr 5th 11bln), sampe skr anak ketiga 20bln masi nyusu :)

    semoga lancar seterusnya yaa

  109. 110 kirana November 20, 2010 pukul 10:59 am

    eiya, pak dokter nyuwun sewu rada oot jadinya :)

  110. 111 montok November 20, 2010 pukul 4:13 pm

    @kirana
    Makasih banyak mbak…
    Tp td jam 11 dr hasil lab. Bilinya 10,95, dokter menyarankan utk di sinar 1×24 jam, tp dokternya ga berani ngomong langsung cm lwt susternya

    Soale semalam abis eyel2an,td pg aja ga datang koq…hiks… Maklum pasiennya rada sableng…

    Sy ga mau ambil resiko jd pas jam 12 siang td dedek di sinar…
    Sumpah ga tega sy mbak, udah di telanjangi, mata di tutup…apalagi amp nangis amp segitunya pokok e ngenes nes nes dach
    Klo bs biar sy aja yg gantiin…
    Sorry mbak jd curhat…

    Maturnuwun yo pakpo udh bikin forum begitu banyak membantu
    Mbak kirana mkasih yo mbak…

  111. 112 cakmoki November 20, 2010 pukul 4:52 pm

    @ montok & kirana:
    Maturnuwn atas diskusi penjenengan berdua yang sangat dinamik :D … dengan begitu halaman ini jadinya lebih kaya tambahan pengetahuan. *halah, blethak*

    Lho lho lhooo… jangan nggantiin disinar… ntar seisi ruangan girap-girap lihat bayi besar tanpa busana di bawah sinar lampu :D
    Moga dedek sehat selalu dan segera pulih…amiin

  112. 113 Yuliani Goenawan November 20, 2010 pukul 10:50 pm

    Cak, saya mau sharing ya…

    Bayi ketiga saya lahir SC 22/9/10, pd keesokan harinya terlihat kuning. Langsung di fototerapi & hasil lab bil total 20,3. Saya langsung shock krn 2 thn lalu bayi kedua saya meninggal krn hiperbilirubinemia (bil total 29,99), andai selamatpun kemungkinan besar cacat krn sdh kena otak. Kembali pd bayi ke-3, hr kedua disinar, sempat turun jd 18,56 tp naik lg jd 24,12 pd keesokan harinya sehingga diputuskan utk transfusi tukar. Untung langsung dapat darah yang cocok, padahal darah yg diperlukan B- yang jarang ada. Orang PMI sih bilang dapat dari orang kedutaan alias orang bule (ntar bayi saya langsung bs bicara bhs Inggris he..he..he).

    Setelah tranfusi tukar, saya br tahu ternyata saya termasuk ‘makhluk langka’ krn punya rhesus negatif (B-), dan inilah yg jd masalah krn suami B+ sehingga darah saya tidak cocok dgn si bayi (dulu menjelang nikah nda pernah periksa macem2, pokoke dua2nya sehat jasmani rohani trus kawin…gitu). Walah… bener2 nda nyangka bakal dpt masalah gara2 rhesus. Selama ini ya taunya cm gol. darah, rhesus apa ya nda tau…dan ternyata 99% teman saya jg ‘buta’ rhesus.

    Syukurlah, setelah 2 minggu penuh air mata dan pontang-panting ke RS sampe ASI saya mampet…pet…pet…hiks, bayi saya boleh pulang dan sekarang umur 2 bln, sehat & lucu meski nda bs menikmati ASI.
    Sekian… terima kasih :)

  113. 114 cakmoki November 21, 2010 pukul 11:29 am

    @ Yuliani Goenawan:
    Terimakasih sharingnya, mbak… ini sangat berguna bagi para pembaca, terutama semangatnya.
    Tentang pemeriksaan pra-nikah, ada untung ruginya. Untungnya, bisa mengetahui sedini mungkin hal-2 yang harus dihadapi jika ditemukan sesuatu yang kemungkinan bakal muncul di kemudian hari.
    Repotnya, kalo udah saling suka, mosok gak sido kawin :D
    Semoga sehat selalu.
    sekali lagi, terimakasih

  114. 115 montok Desember 1, 2010 pukul 8:55 am

    Assalamu’alaikum.wr.wb

    Pakpo…
    Tolongin donk….
    Tali pusernya adik koq belum lepas ya ?
    Hr ini umur adek dah 14 hari,tp blm ada tanda2 mau lepas…

    Kassa alkoholnya ta ganti 2x sehari…
    Adik juga msh ta jemur tiap pagi dr jam 6.30 ampe 7.00…

    Foto pusernya ta kirim ya …?
    Secara fisik adek sehat,minumnya jg banyak, ASI mamanya ampe gak cukup jd ya terpaksa di bantu sufor…hiks…

    Maturnuwun yo pakpo…

  115. 116 cakmoki Desember 1, 2010 pukul 11:20 pm

    @ montok:
    Wa’alaikum salam…
    saya tunggu fotonya … maaf, baru buka soalnya seharian speedy ngambek, mungkin karena hujan semalaman :)
    Alhamdulilah, yang penting adek sehat.
    Maturnuwun
    Wassalam

  116. 117 santi Desember 18, 2010 pukul 12:26 pm

    dokter saya sedang hamil 27 minggu, sebelumnya 2 kehamilan sebelumnya lahir dengan berat 3,5 kg dan yg terakhir dng berat 2,4 kg kedua duanya lahir dengan ketuban hijau dan kental setelah lahir keduanya harus mendapatkan perawatan untuk mendapatkan suntikan, sementara saya diperbolehkan pulang dengan kejadia tersebut membuat saya cemas akan terulang kembali pada kehamilan saya yg sekarang yg ingin saya tanyakan ;
    1 apa penyebab dari air ketuban berwarna hijau dan kental
    2 apakah ada hubungannya dengan stres atau makanan yg dimakan ibu
    sewaktu hamil, karena saya suka dengan masakan pare
    sebelumnya saya ucapkan terima kasih

  117. 118 cakmoki Desember 18, 2010 pukul 11:38 pm

    @ santi:
    1. Ketuban keruh pada umumnya terjadi pada kehamilan lewat bulan atau ada infeksi.
    2. Bukan karena stress dan bukan karena makanan.
    Makasih

  118. 119 vriska Januari 10, 2011 pukul 11:42 pm

    pa’ dokter saya boleh bertanya?
    saya bisa mendapatkan buku yg membahas tentang ikterik neonatorum lebih lengkap dimana ya?
    nama bukunya apa

  119. 120 cakmoki Januari 11, 2011 pukul 1:29 am

    @ vriska:
    Hematologi Anak di Gramedia
    Makasih

  120. 121 montok Januari 19, 2011 pukul 1:30 pm

    Assalamu’alaikum.wr.wb.
    Met siang pakpo..,
    Di kesehatan anak sy ga bs comment, knp yo pakpo ? Apa krn sy pk hp ?

    Begini pakpo….
    Mbak udah 3 hari ini mencret..,malah kadang2 mo pipis tp BAB ikut kluar…(4 thn, bb 22 kg)…. Blm sy ksh obat apa2…. Tp badannya ga panas,jg dgn tingkahnya ga ada yg brubah….
    Jd binggung pakpo….

    Mohon pencerahannya pakpo..
    Suwun yo pakpo
    Wassalam….

  121. 122 cakmoki Januari 19, 2011 pukul 2:09 pm

    @ montok:
    Wa’alaikum salam,
    Met siang, Om :D
    Untuk tindakan sementara, dapat menggunakan :
    1) Dialac sachet, diberikan 2 kali sehari…dapat dicampur dg susu or air masak.
    2) Sirup Neokaominal or neokaolana, diberikan 3-4 x 1 1/2 sendok takar.
    Moga mbak segera sembuh
    Wassalam

  122. 123 montok Januari 19, 2011 pukul 3:50 pm

    Wuih… Kayak naik kereta eksekutif rek…
    Respone cueeepet pet,pet,pet…

    Oc… Pakpo… Sy ta nyari (beli ding) obatnya….
    Makasih banyak yo pakpo

  123. 124 cakmoki Januari 19, 2011 pukul 5:09 pm

    @ montok:
    kebetulan sepurnya lagi parkir di stasiun … hahaha
    Monggo diaturi nyari..eh, beli ding :D

  124. 125 kardiman yusa Februari 7, 2011 pukul 2:14 pm

    mhon petunjuknya,,anak saya 11 bulan. kaki dan tangannya agak ke kuning2an. kl BAB juga agak warna kehijauan. tp dia kuat mimik dan sangat aktif. apa perlu saya ajak ke dokter untuk cek darah,,atau ada cara yang lebih baik untuk menangani??termikasih banyak atas sarannya..

  125. 126 cakmoki Februari 8, 2011 pukul 1:31 pm

    @ kardiman yusa:
    Ya, sebaiknya periksa ke dokter untuk memastikan penyebabnya dan pemeriksan lab yang diperlukan sebagai penunjang diagnosa.
    Makasih

  126. 127 ririn Februari 12, 2011 pukul 10:20 am

    asslamualaikum..
    mo nanya..
    kalo dulu waktu bayi anak pernah terkena kuning sampe kadar bilirubin dalam darah 23 mg akibat infeksi bakteri, sudah diterapi sinar dan antibiotik dan sudah dinyatakan sembuh, apa bisa mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan anak selanjutnya?
    anak saya sekarang sudah 10 bulan, perkembangan normal seperti anak lainnya, hanya saja tetap kurus, matanya seperti melong beberapa bulan terakhir berat badanya tetap.. saya kuatir anak saya pertumbuhannya melambat..

  127. 128 cakmoki Februari 12, 2011 pukul 3:00 pm

    @ ririn:
    wa’alaikum salam,
    Kalo udah diobati hingga sembuh, gak akan mempengaruhi tumbuh kembang anak selanjutnya.
    Masalah Berat Badan anak merupakan salah satu keluhan para ortu, khususnya di Indonesia… saking takutnya dianggap tidak ngopeni anak, para ortu bingung manakala BB anak gak naik atau malah turun… kalo sudah begini, kebanyakan ortu lupa bahwa kini, ukuran tumbuh kembang anak tidak lagi melulu BB, tapi yang lebih penting adalah: 1) aktifitas, 2) komunikasi, 3) kreatif (misalnya corat-coret dinding, mengenal mainan, dll). Lha kalo anak sudah makin aktif, tentu saja BB nya sulit naik soalnya kalorinya dipakai untuk aktifitas yang merupakan unsur penting tumbuh kembang anak dalam mengenal lingkunagn dan perkembangan integrasi gerakan motoris dan sensoris.
    Di negara maju, para ortu sudah sangat paham hal beginian sehingga mereka tidak ribut ketika BB anak gak naik-naik,,, yg penting anaknya mau bermain, berkomunikasi dengan tingkat bahasa anak, dan kreatif… itu sebabnya kita lihat orang dari negara maju membiarkan anaknya yg masih kecil bermain sampai terjatuh-jatuh tanpa ditolongin… beda dengan kita kan ? :D
    Mari kita ubah paradigma BB menjadi pola tumbuh kembang anak yang benar sesuai dengan ilmu terkini agar anak kita kelak manjadi manusia yang mandiri dan tidak mudah berkeluh kesah :)

    Makasih

  128. 129 Anggi Maret 10, 2011 pukul 11:53 am

    Asslmkm
    Mau nanya pak dokter..
    Saya mahasiswa kbidanan
    mau buat proposal penelitian sebagai bahan KTI..saya mengambil judul
    Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ikterus pada bayi baru lahir..
    Dimana variabel independennya pengetahuan,sikap dan tindakan ibu..
    Menurut pak dokter ada tidak hubungan prilaku ibu dengan kejadian ikterus pada bayi baru lahir..

    Kalau saya mau ambil refrensi ttg pengetahuan sikap dan tindakan ibu tsbt buku apa yg lengkapnya pak??

    Maaf sblmnya saya banyak bertnya pak..saya takut kalau judul saya itu nantinya jadi masalah disaat sidang pak,karena refrensi saya ttg pegtahuan sikap dan tindakan ibu kurang

    makasi pak

    email saya : nggie_neiz@yahoo.co.id

  129. 130 cakmoki Maret 10, 2011 pukul 1:23 pm

    @ Anggi:
    Wa’alaikum salam, wr, wb,
    Perilaku ibu tidak ada hubungannya dengan ikterus, kecuali perilaku yang berkaitan dengan pola hidup (life style), misalnya : ibu peminum alkohol or penguna obat-2 terlarang.
    Referensinya silahkan baca link di bagian bawah artikel. Hanya sy cantumkan 2 link, ntar ada link-2 yang sangat banyak pada kedua artikel tersebut.
    Moga sukses
    makasih
    Wassalam

  130. 131 Anggi Maret 11, 2011 pukul 9:38 am

    Saya mau bertnya lagi pak
    Kalau pengetahuan,sikap dan tindakan ibu ada hubungannya dengan kejadian ikterus fisiologis pak?

  131. 132 cakmoki Maret 11, 2011 pukul 3:22 pm

    @ Anggi:
    Gak ada… silahkan baca lagi patofisiologinya di atas. walau dipaksakan berhubungan, tetep ga ada hubungannya :)
    Makasih

  132. 133 mama alif Maret 23, 2011 pukul 10:04 pm

    Assalamu’alaykum

    Dok, mohon bantuannya.
    tanggal 11 maret kemarin anak kedua kami lahir normal. dua hari kemudian diperbolehkan pulang dari RS dan diminta kembali ketika sudah puput tali pusar. Selama dirumah, setiappagi kami selalu menjemur bayi selama setengah jam (07.00-07.30)tetapi kami tetap melihat tanda-tanda bayikuning pada bagian mata, lidah dan gusi, tapi tidak di kulit. 2 minggu kemudian tali pusatnya puput, kami pun pergi ke RS. Dokter SpA menyatakan bahwa bayi kami terkena gejala “bayikuning” dan diberi resep campuran Urdafalk dan phenoberbital dandiminta kembali untuk cek satu minggu kemudian. dari searching yang kami lakukan, phenoberbital ternyata obat penenang dan tidak untuk anak dibawah 12 tahun (kurang tahu juga persisnya fungsi obat ini).
    Kami bingung, apakah obat ini aman dan harus diberikan saja,mengingat phenoberbital sudah dicampur dengan urdafalk dan phenoberbital bekerja mempengaruhi syaraf pusat(kami takut)?
    Waktu terbaik menjemur bayi di pagi hari itu kapan dan berapa lama?
    Apakah kami harus cek kadar bili bayi atau menunggu waktu satu minggu pasca pengobatan baru di cek??

    Terima kasih Dok. Mohon jawabannya.

  133. 134 cakmoki Maret 24, 2011 pukul 12:00 pm

    @ mama alif:
    wa’alaikum salam,
    1) Ya benar, phenobarbital seyogyanya tidak diberikan pada bayi baru lahir kecuali si bayi rewel. Kalaupun dokter memberi supaya bayi ga rewel, ga sampai mengganggu saraf pusat soalnya pemberiannya hanya insidental dan dosisnya sangat rendah.

    2) waktu dan lamanya menjemur udah bener. Jika kuining tersebut bersifat fungsional (artinya ga ada kelainan), pada umumnya akan pulih dalam 2-3 minggu.

    3) Boleh cak darah kapanpun untuk mengetahui dan follow up kadar bilirubin. Namu kalo seminggu ke depan udah gak kuning, maka ga perlu cek darah

    Moga sehat selalu. Makasih
    Wassalam

  134. 135 astinah Maret 24, 2011 pukul 3:46 pm

    Saya mau bertanya dok,

    Anak saya (putra) lahir tgl 20 feb 2011. Pd hari ke 8, dinyatakan kuning oleh Dsa-nya. berhubung msh dirawat di rumah sakit, perawat sering memberikan asip kepada anak saya. Akhirnya besoknya sdh diperbolehkan pulang.

    Pd hari ke 17, saya dtg utk kontrol. Dsa menyatakan bahwa anak saya hrs dicek darahnya utk mengetahui kadar bilirubinnya. Stlh dicek ternyata direct bilirubinnya 0.17mg/dL dan indirect bilirubinnya 14.03 mg/dL. Total bilirubin Cito 14.2 mg/dL. Dsa menyatakan bahwa anak saya perlu diterapi sinar dan distop pemberian asi (dan diberikan sufor). Alhasil hari itu jg, dirawat inap dan diterapi sinar. Esoknya dicek lagi kadar bilirubinnya sdh 10.15 dan diperbolehkan pulang.Dan stlh pulang, aku akhirnya mencampur pemberian asi dan sufor (selang seling).

    Pd tgl 21 maret kemaren ini, aku bawa ke Dsa anakku yg pertama, aku bertanya masih kuning atau tidak? Katanya it’s oke, cuman sedikit (dilihat dgn cara menekan dada dan paha anakku). Dan dianjurkan spy pemberian sufor secara perlahan2 dikurangi, sampai akhirnya full asi kembali.Stlh dr Dsa itu, aku bertekad utk memberikan asix, akhirnya aku langsung menyetop pemberian sufor.

    Ohh ya selama 2 hari (selasa dan rabu) berhubung tdk ada matahari jd anakku tdk dijemur. Dan hari ini 24 maret, aku jemur anakku pas aku keluar rumah, aku melihat wajah anakku koq kuning. Apa krn anakku kurang minum? atau ada sebab lain? Saya bingung, kl seandainya kurang minum kenapa anakku tidak menangis kelaparan (minta susu). Jd apa yg hrs saya lakukan dok? mengingat ingin sekali sy memberikan asi kpd anak saya.

    Maaf kepanjangan dan mohon jawabannya. Makasih

  135. 136 cakmoki Maret 24, 2011 pukul 3:52 pm

    @ astinah:
    Saya sependapat dengan DSA yg pertama, teruskan ASI dan dijemur saat ada matahari.
    Menilik kadar bilirubin terakir udah baik, warna kuning pada umumnya akan berangsur berkurang.
    Kita tunggu hingga seminggu ke depan. kalo membaik, gak perlu kontrol lagi..sebaliknya jika masih kuning, sebaiknya kontrol.
    Makasih

  136. 137 Vanny April 5, 2011 pukul 11:07 pm

    Emang harus waspada by kuning.anak saya pertama kuning skrg kena cp.beda sama adik2nya kuning jg tp cepat diatasi.pdhl udah usaha max.sedih banget.jd merasa bersalah seumur hidup

  137. 138 cakmoki April 6, 2011 pukul 3:27 pm

    @ Vanny:
    makasih share-nya :)

  138. 139 mama ara Mei 14, 2011 pukul 7:59 am

    cak, bayi sy lahir divakum, pulang bilirubin 6,7, hari ke 5 kontrol bili 16,5 diterapi double lamp sama dikasih curliv, hari ke 6 turun ke 14, besoknya turun ke 11, trus masih double lamp, hari ke 9 turun jd 8. Trus bole pulang. Hari ke 12 kontrol masih 8. Sama dokternya akhirny disuruh stop asi 2 hari dan dikasih puyer buat 10 hari.
    tapi saya pengen terus pake asi, g mao pake sufor. gimana dong Cak?

  139. 140 cakmoki Mei 14, 2011 pukul 9:13 am

    @ mama ara:
    silahkan pake ASI :) … emangnya kenapa ?

  140. 141 mama ara Mei 15, 2011 pukul 2:11 am

    jadi gpp kan ya asi doank, ga pake sufor. Dokternya alasan karena penurunan bili yang lambat, fungsi hatinya blm sempurna, jadinya sufor aja dulu biar mudah dicerna, tar ud 2 hari ksh asi lg. Gitu katanya.

  141. 142 mama ara Mei 15, 2011 pukul 2:15 am

    oya Cak, kira2 kalo dari kenaikan yg drastis dan penurunan yg lambat, ada kemungkinan patologis ga? Goldar saya sama bayi sama A+. Trus kalo bayi kuning emangnya ga boleh diimun BCG?

  142. 143 cakmoki Mei 15, 2011 pukul 11:58 am

    @ mama ara:
    ASI adalah susu terbaik di dunia. (silahkan baca lagi faktor penyebab pada artikel di atas)
    Kalo kadar bilirubin menjadi kurang dari 12 dan kuning berangsur berkurang, maka dikategorikan fisiologis sebagaikana tertulis pada artikel di atas.
    BCG untuk sementara BCG dapat ditunda hingga gak kuning.
    Makasih

  143. 144 mama ara Mei 15, 2011 pukul 2:19 pm

    wah makasih banget ya Cak atas pencerahannya. Hatiku udah cerah banget sekarang, berarti pilihanku dengan terus ngasih asi benar adanya.

  144. 145 cakmoki Mei 15, 2011 pukul 2:33 pm

    @ mama_ara:
    sama-sama … moga sehat selalu :)

  145. 146 brosurkilat Mei 28, 2011 pukul 4:41 pm

    salah stau cara pengobatan atau penguruangan adalah dengan menjemur bayi dibawah sinar matahari langsung selama 15 menit pada pukul 6.30 – 7.30 (lebih baik dijemur dengan keadaan telanjang…, tapi susah juga ya kalo tinggal ditengah kota/atau pinggir jalan yang banyak polusinya,) karena asupan sinar matahari bisa diserap tubuh dengan maksimal. Jika memang terlalu tinggi maka dilakukan penyinaran. Penyinaran bergantung tinggi Billi-nya.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso ™

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

Jangan Korupsi Ah

No Korupsi

Internet Sehat

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

[Valid RSS]

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 4,985,050 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 558 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: