Pasien Fanatik

SERIAL KOMUNIKASI DOKTER-PASIEN

pasien_dokterDokter praktek, pribadi ataupun di klinik, dokter umum maupun spesialis, pada umumnya memiliki beberapa pasien tetap. Pasien-pasien tersebut tak pernah mau berkunjung ke dokter lain jika tidak terpaksa. Alasannya berbeda-beda. Bahkan tak jarang ada pasien yang menjelma menjadi pasien fanatik. Saking fanatiknya, kadang pasien tak mau dirujuk ke RS jika merasa sakitnya tidak parah. Ketika suatu saat keluarganya membawa ke RS, biasanya kondisinya sudah lemah, dan bukan tidak mungkin sudah terjadi penyulit (komplikasi).

Jika dokter di RS bersikap reaktif dan tidak memahami fenomena sosial kemasyarakatan semacam ini, maka yang terucap bukannya support, melainkan ungkapan menyalahkan. “Mengapa sudah parah baru di bawa ke sini ?” … “ Lho, ini sudah komplikasi Gagal Ginjal” … bla bla bla.

Prof. DR. dr. H. Azrul Azwar MPH, dalam bukunya tentang komunikasi Dokter-Pasien menyebutkan bahwa dalam keseharian, hubungan dokter-pasien yang baik ternyata dapat menimbulkan masalah, yakni:

Pertama: Ketergantungan pasien yang berlebihan.

Dalam praktek sehari-hari, ketergantungan pasien kepada dokter yang Dokter-Pasienberlebihan merupakan masalah utama sebagai salah satu dampak hubungan dokter-pasien yang baik. Kondisi ini kurang menguntungkan bagi kedua belah pihak untuk tercapainya hasil pengobatan yang optimal.

Bagi dokter, ketergantungan pasien yang berlebihan kerap menyulitkan dalam melakukan reveral ( rujukan ) ketika pasien memerlukan perawatan di RS, pengobatan spesialistik ataupun lintas spesialistik. Itu sebabnya pasien terkadang tidak segera ke RS, spesialis dan lintas spesialis walaupun sudah mendapatkan surat rujukan kecuali penyakitnya bertambah parah.

Bagi pasien, kerugian yang bakal dialaminya adalah tidak optimalnya hasil pengobatan. Lebih jauh, penyakitnya dapat bertambah berat, dan bukan mustahil timbul penyulit ( komplikasi ).

Masalah ketergantungan pasien yang berlebihan ini biasanya banyak terjadi pada pasien-pasien usia di atas 40-an dan terutama usia lanjut.

Kedua: Kunjungan pasien yang berlebihan.

dokter-pasienAdakalanya kita menjumpai pasien atau keluarga pasien yang bolak-balik, bahkan setiap hari berkunjung ke dokter yang sama, yakni dokter yang sangat dipercayainya. Untuk kasus-kasus penyakit yang memerlukan kewaspadaan dini, misalnya dugaan DBD (Demam Berdarah Dengue), tentu bisa dimaklumi bolak-balik ke dokter dalam rangka follow up kondisi pasien sebagai langkah antisipatif. Namun, kunjungan berlebihan untuk kasus-kasus penyakit yang nyata-nyata ringan, bukanlah langkah bijaksana, terutama ditinjau dari biaya.

Masalah kunjungan pasien berlebihan terutama terjadi pada pasien-pasien anak. Hal ini wajar karena kekhawatiran para orang tua tatkala mendapati anaknya sakit.

Lantas, jika terjadi dua masalah di atas sebagai dampak hubungan dokter-pasien yang terjalin baik, siapa yang salah ?

Menurut penulis, tidak ada yang salah.

Masalah kedua ( kunjungan pasien yang berlebihan ) hanya berdampak pada biaya dan rasa tidak nyaman dokter untuk narik biaya tambahan berulang-ulang walaupun si orang tua pasien rela membayarnya. Winking smile

Sedangkan pada masalah pertama ( ketergantungan pasien yang berlebihan ) memang berdampak kurang menguntungkan, terutama bagi pasien-pasien yang memerlukan perawatan di RS, pengobatan oleh spesialis maupun lintas spesialis. Namun, inipun bisa dimaklumi mengingat banyaknya faktor yang terkait dengan masalah tersebut, misalnya: faktor kenyamanan, faktor biaya, pengalaman buruk sebelumnya selama dirawat di RS, dan lain-lain.

Bagaimana meminimalisir kedua dampak di atas ?

  • Tetap menjaga profesionalisme hubungan dokter-pasien.
  • Penjelasan yang baik dan berkesinambungan tentang maksud dan tujuan pengobatan.
  • Penjelasan tentang hak dan kewajiban dokter serta hak dan kewajiban pasien dalam rangka mengupayakan pengobatan yang optimal.

Upaya-upaya di atas tidaklah semudah yang tertulis. Yang paling penting, menurut penulis, adalah semua pihak memahami bahwa komunikasi dokter-pasien hendaknya selalu terjalin dengan sebaik-baiknya. Makin hari makin baik dan bertambah baik.

Adapun kedua masalah yang timbul sebagai dampak dari terjalinnya komunikasi yang baik antara dokter-pasien, hendaknya disadari oleh semua pihak (dokter, RS, pasien, keluarga pasien dan masyarakat) sebagai fenomena sosial kemasyarakatan, sangat manusiawi, dan dipengaruhi oleh banyak faktor.

Semoga bemanfaat Smile

 

:: :: :: posting menggunakan WLW :: :: ::

 

 

Technorati Tags: ,,

 

 

Iklan

32 Responses to “Pasien Fanatik”


  1. 1 montokd2p Oktober 5, 2010 pukul 3:24 pm

    Susah jg ya cak….
    Apalagi klo udh terlanjur percaya…,..
    Tinggal bagaimana kitanya (pasien) aja….

    Disana banyak kasus begini cak ?…..
    Ato jgn2 pengalaman pribadi nich….? **becanda**

    O ya….. tumben sepi nich….

  2. 2 cakmoki Oktober 5, 2010 pukul 11:27 pm

    @ montokd2p:
    iya, adakalanya gitu…hanya saja kadang sedikit repot untuk meyakinkan bahwa penyakitnya perlu perawatan…apalagi kalo seseorang yg udah belasan kali opname dan masih tetap gak sembuh. 😀

    Kasus semacam begini ternyata terjadi di negara-negara lain, sebagaimana tertulis di referensi-referensi tentang komunikasi dokter-pasien.
    Pengalaman pribadi juga gitu…sama saja … hehehe…
    Artikel pendek ini sebenarnya kelanjutan artikel lain tentang komunikasi dokter-pasien yg saat ini dikembangkan di Selandia Baru, Jepang, Indi, dll… di sini kayaknya belum.
    Arti yang tersirat bagi dokter… “jangan gampang menyalahkan pasien” 😉
    iya sepi…malah enak, denga begitu saya punya kesempatan bikin brosur.

  3. 3 wilma Oktober 6, 2010 pukul 10:19 am

    Sakitnya sama, obatnya sama juga, tapi kalo nggak ke dokter langganan napa gak sembuh2 ya? Yg ini termasuk tipe pasien fanatik ya cak… 🙂

    Demi berobat ke dokter langganan, rela menunggu sampai 1 minggu, sambil nahan sakit lagi, yg ini tipe pasien fanatik banget.

  4. 4 cakmoki Oktober 6, 2010 pukul 12:46 pm

    @ wilma:
    hahaha… yg ini termasuk faktor “kepercayaan”…dan kerap terjadi pada praktek sehari-hari. Yang jelas, senyuman dan tangan dokternya beda-beda kan ? 😀
    Yang kedua bener…fanatik… inipun kerap kita jumpai dalam praktek sehari-hari… persis sama dengan teori kumunikasi dokter-pasien.

  5. 5 cahpalaran Oktober 6, 2010 pukul 9:38 pm

    Asslmlkm,apa kabarx cak tambah banyakya pasien fanatiknya?saya kira wajar kalo ada pasien yg bersikap demikian ini menandakan adanya kesenjangan dokter dalam memberikan layanan kepada pasien, ada dokter yang memberikan pelayanan sangat baik kpd pasien dan ada yg sebaliknya.andaikan semua dokter seperti cakmoki pasti enggak ada pasien fanatik,bagi pasien yg fanatik sepertinya ada faktor x yg dianggap tdk kalah perannya ketimbang obat yg diberikan oleh sang dokter, apakh ini yg disebut sugesti yo cak?yang jelas secara sikologis akan sangat baik bagi kesembuhan pasien walaupun akan timbul permasalahan saat pasien fanatik hrs dirujuk ke rs atau spesialis tinggal bagaimana sang dokter idola meyakinkn penggemarnya. Wassalam

  6. 6 cakmoki Oktober 7, 2010 pukul 7:36 am

    @ cahpalaran:
    Wa’alaikumsalam…
    Alhamdulillah kabar baik 🙂
    Saya sependapat… faktor psikologis dan sugesti memegang peran penting dalam komunikasi dokter-pasien dan kesembuhan. Karenanya pendapat tersebut saya selipkan di bagian akhir artikel sebagai fenomena sosial kemasyarakatan berdasarkan fakta yang berkembang di masyarakat, bukan hanya di Indonesia tapi juga di negara lain yang sudah sangat maju sekalipun.
    Maturnuwun urun rembugnya, moga dibaca oleh teman-2 sejawat untuk senantiasa memperbaiki komunikasi dokter-pasien, khususnya saya yang tak pernah berhenti belajar berkomunikasi dengan sebaik-baiknya.
    Maturnuwun 🙂
    Wassalam

  7. 7 joanna Oktober 8, 2010 pukul 4:46 pm

    Selamat sore pak dokter 🙂

    Saya juga punya pengalaman spt itu..sekeluarga selalu datang ke dokter yang sama..kalau engga ke situ, rasanya ga sembuh2..hehe..sugesti deh..sampai betul2 rela menunggu seandainya dokter tersebut cuti..karena dokternya sabar dan selalu bikin adem di hati juga ga pelit bagi2 informasi spt cak moki ini 🙂

  8. 8 cakmoki Oktober 9, 2010 pukul 12:25 am

    @ joanna:
    Selamat malam …
    Nampaknya sebagian besar orang mendambakan hal yang sama: sabar… bikin adem di hati dan informatif … 🙂
    Ini pelajaran berharga bagi para dokter khususnya saya sendiri…alangkah bahagianya seandainya bisa membuat orang lain merasa adem di hati.
    Terimakasih, mbak 🙂

  9. 9 superkecil Oktober 9, 2010 pukul 12:58 am

    iya cak,
    selain itu, alasan lainnya adalah..
    klo dokternya udh sering menangani seorang pasien, dokter tsb juga mengerti seluk beluk si pasien
    bahkan klo sampai keluarganya ke dokter tsb juga,
    sepertinya faktor seluk beluk atau riwayat juga bisa jadi alasan
    walaupun di sisi lain ada kekurangannya yg sdh dijelaskan di atas

    walaupun ada rekam medis,
    tapi RM blm bisa merepresentasikan semuanya
    ada hal lain dibalik suatu komunikasi antara dokter dan pasien yang bisa mendeskripsikan ‘apa yang dibutuhkan’ pasien

    setidaknya, klo fanatik ya jangan banget2 ya cak
    klo dokter langganannya sdh ‘kebanjiran order’, kadang segi anamnesis pun ndak selengkap biasanya..
    seharusnya, pasiennya juga kritis soal ini..
    harapannya sih begitu ya cak…

  10. 10 cakmoki Oktober 9, 2010 pukul 2:10 am

    @ superkecil:
    wahhhhh…. lama gak jumpa 😀
    Iya, saya sependapat. Kita berharap seperti itu…RM yang benefit untuk klinis dan riwayat penyakit, komunikasi dokter-pasien yang optimal, dan anamnesa tetap lengkap walaupun pasiennya buanyak 🙂
    Makasih tambahan pemikirannya.

  11. 11 Dinasty Oktober 9, 2010 pukul 7:13 pm

    Pernah ketika penyakit lama kambuh, coba berobat ke dokter lain dan tidak sembuh. Akhirnya mau gak mau deh.. ke dokter langganan meski tempat praktek beliau puluhan kilometer. Lucunya, belum keluar dari tempat prakteknya sudah merasa sembuh.
    Sebenarnya sikap pasien seperti ini, baik atau tidak sih Dok?

    Tukar link yaa Dok? Link Anda sudah nempel lho di http://diradja.wordpress.com
    Salam kenal dan terima kasih

  12. 12 cakmoki Oktober 10, 2010 pukul 12:30 am

    @ Dinasty:
    Salam kenal..
    hal semacam itu wajar, dan baik untuk pasien.
    Ok, ntar saya link kalo pas buka dashboard.
    Makasih

  13. 13 almascatie Oktober 16, 2010 pukul 12:43 am

    bener juga yah cak. selama bapak sayah kemaren skit, dari dua dokter yg didatangi, satunya itu padat banget satunya malah tak sampai sepuluh pasien.. hal ini berimbas jga, yg dokter sepi malah penyakit bapak lebih cepat tertangani dari pada yang satunya tuh

  14. 14 cakmoki Oktober 17, 2010 pukul 1:19 am

    @ almascatie:
    iya, yang jelas lebih cepat soalanya ga pake ngantri…namun yang penting ayahnda cepet sembuh 🙂

  15. 15 Cahya Oktober 17, 2010 pukul 10:38 pm

    Setelah dibolak-balik, akhirnya kembali pada komunikasi :).

  16. 16 cakmoki Oktober 18, 2010 pukul 1:26 am

    @ Cahya:
    iya…hehehe

  17. 17 tokoribbon.com Oktober 23, 2010 pukul 8:51 pm

    repot juga ya kalau ada pasien yag fanatik… pernah ada kejadian saudara sendiri yg sakit. Kalau bukab dokter A dia gak mau. Lha si dokter lagi ada acara keluar kota terus terpaksa ke dokter lain dengan sedikit memaksa…ha..ha..ha..

  18. 18 cakmoki Oktober 24, 2010 pukul 1:43 am

    @ tokoribbon.com:
    iya, kadang merepotkan keluarganya… kalo dokternya sih gak repot 😀

  19. 19 enhikmah November 18, 2010 pukul 7:26 pm

    Bapaaakkk…toloooong…
    Saya udah cari cari arsip yg sesuai kategori tp nda nemu. Jadi nanya disini aja ya.

    Kalo ortu keduanya gol darah A, lalu kenapa dua dari tiga anaknya gol B. Dan keduanya perempuan, sementara yg laki laki A.
    Malihat dari tabel pewarisan golongan darah, harusnya hanya ada A dan O. Tapi kenapa jadi B???

    Si ibu sudah 3 kali cek darah selama hidupnya, dan selalu hasilnya A. Sedangkan si ayah sudah sering donor darah, so pasti sudah tau kepastiannya. Apa mungkin begitu???

    Mohon penjelasannya pak ya.please….
    trims banget
    muwah muwah hihihihi…

  20. 20 cakmoki November 19, 2010 pukul 1:23 am

    @ enhikmah:
    Paling eank cek ulang semuanya di Lab yang sama. Kemudian cek juga faktor dominan dan resesif untuk mendukung hasil tes.
    Makasih

  21. 21 fauzi November 25, 2010 pukul 7:34 pm

    klo saya kebalikannya pak. ada dokter yg saya fanatiki kapok2 kesana. soale wonge gak punya senyum n nyentak2 pak. jd ketika diruang tunggu hawanya angker. didindingnya yg dipasang bukannya kata2 mutiara motivator apa gmn kek eh malah dipasang topeng aneh menyeramkan. eh numpang nanya pak dokter. pengharum ruangan aman gak dok buat bayi yg baru lahir? n kipas angin jg dak boleh ya dok? agak gampang kringeten si cantikku. trims before

  22. 22 cakmoki November 26, 2010 pukul 1:31 am

    @ fauzi:
    gambar mak lampir ya ? 😀
    pengharum ruangan, kipas angin, ac, aman untuk bayi.. semua bayi gampang keringatan, soalnya dalam masa tumbuh kembang sehingga metabolismenya (pengolahan makanan) lebih aktif ketimbang orang dewasa… produk metabolisme, salah satunya adalah air yang dikeluarkan lewat pernafasan, keringat dan air seni.. itu sebabnya kenapa bayi mudah keringatan.
    Makasih

  23. 23 meme Februari 28, 2011 pukul 11:57 pm

    slmt malam cak…^_^
    saya penasaran pengen tanya …,ada ngak pasien/ pengemar cak moki sangking fanatiknya, kalo sakit bela belain terbang ke tempat cak Moki nun jauh di ndesa sana….walaupun misalnya dia domisili di jawa ?????
    he he he he nanya nya iseng nich cak campur penasaran aja….^_^

  24. 24 cakmoki Maret 1, 2011 pukul 12:03 am

    @ meme:
    Met malam,
    Hehehe, ya enggaklah … kalaupun ada yg dari Jawa or daerah lain, bukan karena fanatik, tapi kebetulan saat berkunjung ke keluarganya di ndeso sini ndilalah pas sakit 😛

  25. 25 meme Maret 1, 2011 pukul 12:55 am

    moga2 aja saya gak dapat sebutan baru sebagai salah satu pasien fanatik nya cak MOKI ya….^_^
    soalnya kok gejala2 nya uda ada tuh cak…., misalnya..:
    1.kalo 1 hari gak buka blog nya cak MOKI ,kok kayaknya gak enak….
    he he he
    2.Belakangan ini kok timbul rasa penasaran dan kepengenan ketemu Cak MOKI secara langsung…,ya sekalian penasaran ingin mencocok kan apakah cak MOKI yg ini sama dengan Cak MOKI di Dunia Nyata….
    ha ha ha….. emangnya yg sekarang penampakan…????? peace…..^_^

  26. 26 cakmoki Maret 3, 2011 pukul 2:51 am

    @ meme:
    Jangan-2 saya dari dunia lain…hiyyy … hahaha … pisss 😛

  27. 27 Lisa Maret 26, 2011 pukul 9:26 pm

    Waah..kyaknya gejala penyakit saya sama sprti meme.kl sehari ga baca blog cak dokter,rasanya gmnaaa gitu.kyak ada yg kurang..he..
    Bis na udh jd bacaan rutin terutama mnjelang tdr n mnbah ilmu.izin di print n tak kliping ya dok.jd kl sewaktu waktu saya perlu,bs dngn cepat saya dpt.ga hrs buka hp/laptop dl.saya jg prnah menyarankan ama sobat sy,kl pnya msalah n mau brbagi mslh kesehatan,coba sesekali ‘berkunjung’ ke ‘cakmoki blog’.gmna dok?keberatan ga dok?trims

  28. 28 cakmoki Maret 27, 2011 pukul 2:04 pm

    @ Lisa:
    Monggo, silahkan copy kalo emang dianggap layak 🙂
    Makasih atas apresiasinya

  29. 29 Lisa Maret 27, 2011 pukul 5:26 pm

    Sama2 dok.terima kasih.jgn bosan2 ya dok dgn komentar2 dan pertanyaan saya(sejauh ini baru di artikel polip,dermatitis dan asma)bukan tdk mungkin akan menyusul di artikel yg lain.krn saya hobby membaca dan pnya rasa ingin tahu yg tinggi
    *jd dr klrga ku di dunia maya..he..(kl tdk keberatan dok)*
    sekali lg,terimakasih..
    Semoga allah membalas amal baik dokter.dan cak dokter sekeluarga diberi kesehatan dan selalu dlm lindungan allah swt.
    ..amin..

  30. 30 cakmoki Maret 27, 2011 pukul 6:16 pm

    @ Lisa:
    Terimakasih do’anya , mbak… semoga demikian pula sebaliknya..amiiin 🙂

  31. 31 Puskesmas Mojoagung Maret 30, 2011 pukul 1:54 am

    Lama nih gak mampir di blog Cak Moki. Jadi kangen dijawab komentarnya….
    Ada usul bagus nih…gimana kalau serial kumpulan tulisan Cak Moki tentang hubungan dokter dan pasiennya di cetak jadi buku dan diterbitkan. Kan bagus dan informatif meski tetap pakai bahasa gaul dan tidak membosannkan. Siapa tahu Cak Moki bisa terkenal seperti Atul Gawande ( yang nulis buku “better” dan “complications”) atau Mimi Guarnery (bukunya judule The Heart Speaks) atau juga seperti dr.Oz yang sering diundang sama Oprah buat jadi penasehat dietnya. Gimana cak Moki ? Usul diterima ?????

  32. 32 cakmoki April 1, 2011 pukul 5:08 pm

    @ Puskesmas Mojoagung
    makasih atas usulnya 😀
    usul diterima … tapi lebih enak ga terkenal supaya tetep bisa mracang dengan nyaman…hehehe


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso ™

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

No Korupsi

Internet Sehat

Translator

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 5,355,779 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters

Translate


%d blogger menyukai ini: