Ruam di balik popok

KODE ICD-10 : L22 : Diaper Rash

Diaper Rash Ruam popok ( diaper rash, diaper dermatitis, napkin dermatitis ) masih kerap kita jumpai dalam keseharian, terutama pada bayi. Para orang tua sudah tidak asing lagi dengan ruam popok, suatu gangguan kulit berupa bercak merah pada kulit di area yang tertutup popok, yakni: pantat, perut bagian bawah, pelipatan paha, area kemaluan dan dubur (anogenital). Ruam popok atau irritant diaper dermatitis (IDD) merupakan bercak merah pada kulit yang tertutup popok karena iritasi oleh pelbagai faktor.

Meski ruam popok tidak bahaya, namun tak jarang membuat anak terganggu karena rasa gatal, perih, risih dan kadang terasa sakit, sehingga anak menjadi gelisah dan rewel.

Ruam popok atau irritant diaper dermatitis (IDD) merupakan bercak merah pada kulit yang tertutup popok karena iritasi oleh pelbagai faktor.

Pada ruam popok yang ringan, pada umumnya akan sembuh dalam beberapa hari dengan pemberian bedak atau bahkan tanpa diobati.

ANGKA KEJADIAN

Diaper Rash Incidence rate (angka kejadian) ruam popok berbeda-beda di setiap negara, bergantung pada hygiene, pengetahuan orang tua (pengasuh) tentang tata cara penggunaan popok dan menurut saya mungkin juga berhubungan dengan faktor cuaca. Kimberly A Horii, MD (asisten profesor spesialis anak Universitas Misouri) dan John Mersch, MD, FAAP menyebutkan bahwa 10-20 % Diaper dermatitis dijumpai pada praktek spesialis anak di Amerika. Sedangkan prevalensi pada bayi berkisar antara 7-35%, dengan angka terbanyak pada usia 9-12 bulan. Sementara itu Rania Dib, MD menyebutkan ruam popok berkisar 4-35 % pada usia 2 tahun pertama.

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB

Beberapa faktor penyebab terjadinya ruam popok ( diaper rash, diaper dermatitis, napkin dermatitis ), antara lain:

  • Iritasi atau gesekan antara popok dengan kulit.
  • Faktor kelembaban.
  • Kurangnya menjaga hygiene. Popok jarang diganti atau terlalu lama tidak segera diganti setelah pipis atau BAB (feces).
  • Infeksi mikro-organisme (terutama infeksi jamur dan bakteri)
  • Alergi bahan popok.
  • Gangguan pada kelenjar keringat di area yang tertutup popok.

Ruam popok Ruam popok yang disebabkan oleh iritasi dan faktor kelembaban, pada umumnya dapat disembuhkan dengan bedak dan mengganti popok sesering mukin terutama jika basah dan kotor oleh urine atau feces. Sedangkan ruam popok yang disebabkan oleh infeksi mikro-organisme, seyogyanya berobat ke dokter terdekat untuk mendapatkan obat yang tepat sesuai penyebabnya.

BERBAGAI BENTUK GANGGUAN KULIT PADA RUAM POPOK

Beberapa gangguan kulit yang berhubungan dengan ruam popok, diantaranya:

  • Intertrigo, yakni iritasi atau lecet pada kulit dikarenakan kulit basah dan lembab serta gesekan dengan popok, sehingga permukaan kulit menjadi lebih mudah terkelupas.
  • Miliaria atau biang keringat, yakni timbulnya bintik-bintik merah pada permukaan kulit karena penyumbatan kelenjar keringat (kelenjar eccrine).
  • Dermatitis kontak (contact dermatitis), merupakan reaksi alergi terhadap bahan popok. Dapat juga karena reaksi alergi terhadap campuran urine dan feces yang dibiarkan terlalu lama melekat di popok. Selain itu, perubahan PH oleh urine dan feces pada kulit diduga memicu terjadinya reaksi alergi.
  • Candidal diaper dermatitis, yakni ruam popok yang disebabkan oleh infeksi jamur Candida albicans. Sekitar 40-70% ruam popok yang berlangsung lebih 3 hari dapat memicu terjadinya kolonisasi jamur kandida.
  • Bacterial diaper dermatitis, yakni ruam popok yang disebabkan oleh infeksi kuman (bakteri), terutama Staphylococcus, Streptococcus dan Enterobacteriaceae. Jenis ruam popok karena infeksi kuman yang kerap dijumpai adalah impetigo dan sesulitis (cellulitis) serta folikulitis (folliculitis).
  • Granuloma gluteal infantum, merupakan gangguan kulit pada ruam popok yang jarang terjadi. Biasanya timbul karena terlalu lama iritasi dan infeksi mikro-organisme yang tidak diobati.

PENGOBATAN

tips perawatan popok Pada prinsipnya, pengobatan ruam popok bergantung kepada penyebabnya. Ruam popok yang disebabkan iritasi dan miliaria, tidak memerlukan obat khusus. Cukup dengan menjaga agar popok tetap kering dan memelihara hygiene.

Pada ruam popok yang disebabkan oleh infeksi mikro-organisme, atau iritasi dan miliaria yang luas, obat-obat yang lazim digunakan, antara lain:

  • Bedak salisil dan bedak yang mengandung antihistamin. Hanya digunakan pada iritasi (intertigo) dan miliaria atas anjuran dokter. Pastikan bedak tidak berhamburan agar tidak mengganggu pernafasan si kecil.
  • Anti jamur. Digunakan pada ruam popok karena infeksi jamur (candidal diaper dermatitis). Pilih anti jamur berbentuk bedak (merk dagang, misalnya: daktarin powder dan mycorine powder), diberikan selama 3-4 minggu.
  • Anti infeksi topikal (salep, krim). Digunakan pada ruam popok yang disebabkan oleh infeksi bakteri ringan, misalnya bacitracin salep. Adapun untuk infeksi yang lebih berat, dapat digunakan anti infeksi oral (diminum), misalnya kombinasi amoksisilin dengan asam klavulanat dan diberikan pula anti infeksi topikal.
  • Steroid. Digunakan pada ruam popok yang disebabkan reaksi alergi, dioleskan 2 kali sehari hingga sembuh atau selama 2 minggu.

Walaupun ruam popok bukanlah penyakit yang serius, jika dalam 2-3 hari tidak kunjung sembuh, maka langkah terbaik adalah konsultasi ke dokter. Penggunaan anti jamur, anti infeksi dan steroid hendaknya hanya atas rekomendasi dokter.

TIPS MENCEGAH DAN MENGATASI RUAM POPOK

  • Apapun jenis popok yang digunakan, pastikan popok tetap bersih dan kering.
  • Hindari pemakaian popok yang ketat.
  • Ganti popok segera setelah si kecil buang air kecil atau BAB.
  • Gunakan air mengalir untuk membersihkan feces (tinja) dengan bilasan lembut. Usahakan tidak menggosok area dubur dan pantat agar tidak iritasi. Biarkan area pantat mengering oleh udara terbuka.
  • Jika si kecil mengalami ruam popok, dapat menggunakan krim pelindung kulit yang mengandung petrolatum dan zinc oxide. Oleskan secara lembut dan tipis sebagai pelindung kulit si kecil.
  • Konsultasikan ke dokter bila ruam popok tidak sembuh dalam 3 hari.

Semoga bermanfaat.

Link terkait:

Edisi cetak, format PDF 549 KB, silahkan download di sini

:: :: :: posting menggunakan WLW :: :: ::

Iklan

26 Responses to “Ruam di balik popok”


  1. 1 bang Iwan Januari 25, 2010 pukul 7:28 pm

    mampir pertama..
    Salam kenal, makasih banyak atas sharingnya.

  2. 2 wita Januari 25, 2010 pukul 7:47 pm

    mampir untuk kesekian kali..
    Salam, makasih banyak atas sharingnya.

  3. 3 Cahya Januari 26, 2010 pukul 9:59 am

    Kalau melihat insidensi apa mungkin lebih banyak pada ibu yang merawat bayi untuk pertama kalinya tanpa dibimbing oleh kakek-nenek si bayi? – Karena bisa jadi ibu belum tahu banyak bagaimana detail merawat bayi.

  4. 4 pinkina Januari 26, 2010 pukul 10:56 am

    Alhamdulillah, Dinda belom pernah ruam popok (jangan sampe).
    Thanks ilmunya Cak

    /*merawat anak berdasarkan ilmu dari buku dan kebanyakan dari internet 😀

  5. 5 cakmoki Januari 27, 2010 pukul 2:11 am

    @ bang iwan:
    makasih kunjungannya.
    Salam kenal 🙂

    @ wita:
    inggih, Bu 🙂

    @ Cahya:
    Boleh jadi begitu, namun dalam referensi saya tidak menemukan adanya perbedaan anak pertama dan yang berikutnya. Mungkin penulis di amerika dan eropa belum membedakan insiden berdasarkan pola keluarga dimana sebagian keluarga di sini masih mengandalkan nenek-kakek sedangkan di sono rata-rata menganut keluarga inti. Dalam praktek sehari-hari di daerah kami, yang mengantar bayi dengan ruam popok sebagian malah para nenek. Tertarik untuk meneliti ? 🙂

    @ pinkina:
    moga Dinda tidak mengalami ruam popok, soalnya kata para ibu yang anaknya mengalami ruam popok, bikin sutris … 🙂
    Iya, buku dan internet dapat membantu… kecuali yang gak suka baca dan gak ada kesempatan berinternet

  6. 6 nurhayadi Januari 27, 2010 pukul 6:23 am

    Ruam popok yang sering saya jumpai lebih sering karena alergi yang berlanjut ke infeksi. Biasanya saya berikan topikal yang ada antiinfeksi dan steroid ( itu lho yang di belakangnya ada huruf -N nya, nggak enak bila nyebut merk )

  7. 7 cakmoki Januari 28, 2010 pukul 4:50 pm

    @ nurhayadi:
    ya, hampir sama sama. Di daerah kami, di ndeso sini, pada umumnya Dermatitis alergi dengan infeksi sekunder, jamur dan impetigo. Paling banyak jamur.
    Hahaha, gak enak nyebut merk soalnya takut dikaih fee oleh produsen ya ?

  8. 8 suwung Januari 28, 2010 pukul 4:58 pm

    oh makasih infonya bos… caranya gampang ya

  9. 9 susan Januari 28, 2010 pukul 5:38 pm

    permissii…..

    klo terjadi ruam, apakah boleh…diksh salep bayi, trs lgsg diksh diapers
    atw…salepnya dibiarkan mengering dl (smbl diangin2kan)..br kemudian dksh diapers..?

    tq cak

  10. 10 cakmoki Januari 29, 2010 pukul 2:27 am

    @ suwung:
    sami-sami, Bos

    @ susan:
    bener, kalo yang ringan gakpapa dikasih salep bayi, trus dibiarkan mengering, lantas dikasih diaper.. Tapi kalo anak jadi rewel karena risih dikasih salep, dapat dipertimbangkan dikasih bedak.
    Tq

  11. 11 ririe Februari 10, 2010 pukul 4:03 pm

    salam cak. mg qt smua sllu dlm ridhaNYA. tanya y cak! klu pmakaian salep yg ada zinc nya (sy pke zw****l) smp brbulan-bulan pd bayi ada efekny g cak? sy trbiasa ksh slep tu stiap hbs mnd d daerah dburnya. dah 4bln cak. merah2ny kdang ada kdang ilang. mhon saranny y cak! mksh

  12. 12 cakmoki Februari 10, 2010 pukul 11:50 pm

    @ ririe:
    Salam….
    Gak papa mbak, salah satu obat diaper rash adalah zinc oxide. Sejauh gak ada efek samping, zinc oxide dapat digunakan untuk jangka panjang sebagai skin protector dan mencegah iritasi.
    Makasih 🙂

  13. 13 Annie Februari 18, 2010 pukul 9:29 pm

    Salam kenal…Untuk ptama kalix aq bgabung… Artikelx amat sngt bmanfaat…
    Ttp smangat cak…Salut deh…

  14. 14 cakmoki Februari 18, 2010 pukul 11:13 pm

    @ Annie:
    Salam kenal … 🙂
    Terimakasih atas kunjungan dan supportnya.

  15. 15 YK Madira Februari 20, 2010 pukul 3:17 pm

    thanks ya mas atas sharing nya ,,,

    result nya tak tampilin di blog na YK ,,,

    klo leh taut tau link balik biar bisa komunikasi and sering sharing mas ,,,

    tak tunggu kabar nya ,,,

  16. 16 cakmoki Februari 20, 2010 pukul 6:26 pm

    @ YK Madira:
    Monggo silahkan 🙂
    Blognya cantik …salut !
    Makasih ya…

  17. 17 Diah Februari 22, 2010 pukul 12:37 am

    Artikel yang bagus mas, Sebaiknya sering menganti popok bayi sekali pakai itu 2-3 jam sekali. Juga meminimalkan penggunaan kecuali darurat. Sebaiknya bayi atau balita sudah di ajarin di tatur (bahasa indonesia di biasakan kencing) pada jam-jam tertentu untuk mengurangi mengompol bahkan bisa berhenti mengompol.

  18. 18 cakmoki Februari 22, 2010 pukul 2:55 pm

    @ Diah:
    Makasih tambahannya, mbak 🙂

  19. 19 franky April 12, 2010 pukul 2:22 am

    artikelnya bagus – bagus nih. Boleh tukeran link ?

  20. 20 cakmoki April 12, 2010 pukul 2:42 pm

    @ franky:
    boleh…makasih 🙂

  21. 21 yohan wibisono Mei 27, 2010 pukul 11:08 am

    salam…..info & tips yang informatif!! saya mau tanya: menurut tips mencegah dan mengatasi ruam popok yang anda sampaikan tadi, salah satunya adalah ” ganti popok segera setelah si kecil buang air kecil atau BAB ” pertanyaannya adalah bagaimana apabila si baby dalam kondisi sedang tidur, apakah tidak akan mengganggu tidurnya? makasih

  22. 22 cakmoki Mei 27, 2010 pukul 6:20 pm

    @ yohan wibisono:
    justru enak kalo nggantinya saat tidur… gak akan terganggu karena anak cenderung lelap.. makasih

  23. 23 ubun Januari 22, 2011 pukul 3:44 pm

    aku mau tanya:
    klo dilipatan pantat didaerah anus (maaf) ada merah2 panjang sampai pangkal lipatan dipinggang, itu termasuk ruam popok atau iritasi akibat gesekan diapers dgn kulita aja sih?
    aku pakein salep daktarin diapers (miconazole nitrate dan zinc oxide) klo belum sembuh juga rencana konsultasi ke dokter…

  24. 24 cakmoki Januari 23, 2011 pukul 2:05 am

    @ ubun:
    ya, termasuk.
    Daktarin untuk mengobati diaper rash yg disebabkan jamur, digunakan selama 3-4 minggu. Kalo penyebabnya bukan jamur, tentu bukan pake daktarin.
    Makasih

  25. 25 mama rafa Mei 25, 2011 pukul 12:08 pm

    menurutku, semua merk diapers sekali pakai pd prinsipnya sama, malah jd lbh boros krn tiap kali “pup” hrs dibuang. kl ak dh bbrp bulan pk clodi alias “cloth diaper” yang selain lebih aman dan nyaman di baby juga bs lbh bersih n hemat krn bs reuse and washable. saranku, kl kasian ma baby ya pake lah clodi. ga bakal ruam selama dijaga kebersihannya. memang awalnya terasa mahal krn harganya, tp kl di itung2 ma pengeluaran bulanan untuk diaper malah jauuuuuuuuuuuuuuuh lbh hemaaaaaaaaaaaaaaaaaat bangeeeeeeeeeeeeet…….
    mg bermanfaat ya bunda2……..


  1. 1 Kumpulan Artikel Penyakit Kulit | forum.catatanku.in Lacak balik pada Februari 1, 2011 pukul 11:14 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso ™

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

Jangan Korupsi Ah

No Korupsi

Internet Sehat

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

[Valid RSS]

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 5,303,313 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters


%d blogger menyukai ini: