Mengapa Trombosit menggerombol ?

hemostasis3_cover_thumb Trombosit memang bisa menggerombol, karena sesuai dengan fungsinya yang berperan dalam hemostasis.

Apa itu hemostasis?
Hemostasis adalah proses tubuh untuk mencegah adanya kehilangan / kebocoran darah. Ada 4 bagian proses hemostasis:

  1. sistem dinding pembuluh darah (endotel)
  2. trombosit
  3. faktor pembekuan
  4. mekanisme lisis

Bila ada kerusakan dinding pembuluh darah, misalnya tusukan jarum pada saat pengambilan sampel darah, maka pada tempat luka di dinding pembuluh darah akan terjadi proses sebagai berikut:

  1. respon pembuluh darah adalah mengkerut untuk memperkecil kebocoran
  2. adanya bahan kolegan, vWF, dll dari dinding pembuluh darah (terpapar karena dinding pembuluh darah terluka) yg menarik trombosit untuk datang ke tempat itu dan trombosit akan teraktivasi, menggerombol, yg berfungsi sebagai sumbatan (gumpalan) hemostasis yg menutupi luka tadi.
  3. Setelah terbentuk sumbatan hemostasis, maka terjadilah proses selanjutnya yaitu kerja dari beberapa faktor pembekuan (prosesnya kompleks) yang berguna untuk memperkuat sumbatan hemostasis dalam membuntu kebocoran tadi. Perdarahan terhenti. Bila kita lihat maka di tempat tusukan jarum, sudah tidak keluar lagi darahnya.
  4. proses penyembuhan dinding pembuluh darah berjalan beriringan, sehingga luka menutup dan dinding pembuluh darah tidak ada luka lagi.
  5. Tubuh mempunyai mekanisme fibrinolisis yaitu proses selanjutnya yang berfungsi menghancurkan sumbatan hemostasis tadi yang sudah selesai tugasnya.
  6. Hasil akhir, pembuluh darah mulus kembali, sumbatan hilang.

Catatan:

Pada keadaan dinding pembuluh darah normal, mulus tanpa catat, maka trombosit yg lalu lalang dalam pembuluh darah tidak akan teraktivasi. Tetapi pada keadaan dinding pembuluh darah yg cacat karena tekanan darah tinggi, kadar glukosa darah yg tinggi (Diabetes Mellitus) dll, trombosit dapat teraktivasi dan terjadilah awal sumbatan di dalam pembuluh darah dan atau di dinding pembuluh darah.

Pada saat pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium, terjadilah semua proses yang tersebut diatas, sehingga kejadian trombosit menggerombol, sangat mungkin terjadi, antara lain keadaan:

  • pengambilan darah yang sulit pada pembuluh darah yang kecil, terutama pada bayi dan anak, sehingga trombosit telah teraktivasi dan menggerombol
  • kasus individual yaitu trombosit pasien yang memang menggerombol setelah kontak dengan bahan anti pembekuan (supaya darah tetap cair dan dapat diperiksa dengan alat) yg dipakai dalam tabung penampung darah
  • kasus individual yang lain yaitu trombosit pasien sangat peka dengan kontak dinding tabung dan cenderung teraktivasi dan menggerombol

Apabila ini terjadi, maka saat sampel darah diperiksa dengan alat, jumlah trombosit terkesan rendah.

Semoga bermanfaat.

Gambaran sumbatan hemostasis, dalam format flash swf, silahkan download di sini.

Penulis: TH. *seorang sejawat yang tidak mau dicantumkan namanya.* … maturnuwun yo mbak 😉 … ditunggu sumbangan informasi kesehatan selanjutnya.

:: :: :: posting menggunakan WLW :: :: ::

Iklan

16 Responses to “Mengapa Trombosit menggerombol ?”


  1. 1 isnuansa Juni 24, 2009 pukul 5:42 pm

    Kalo kekurangan trombosit, berarti kita sakit apa, Dok? 😉

  2. 2 cakmoki Juni 26, 2009 pukul 1:27 pm

    @ isnuansa:
    Wah, pertanyaan pendek tapi perlu jawaban puanjang…
    Kita ringkas aja ya Mbak …

    Pertama, trombosit tidak dapat digunakan untuk menilai penyakit tertentu tanpa pemeriksaan klinis, keluhan dan komponen pemeriksaan lain sesuai kecurigaan seorang dokter terhadat penyekit-2 tertentu setelah memeriksa pasiennya.
    Untuk itulah biasanya pemeriksan trombosit disertai pemeriksaan lain, misalnya: Hitung Jenis Darah, Enzym liver, Kematokrit, dll.

    Kedua, secara umum disebutkan bahwa beberapa penyakit yg berhubungan dengan penurunan trombosit, diantaranya:
    A. Penyakit-2 karena penurunan produksi trombosit, yakni: Defisiensi (kekurangan) vit.B 12 dan asam folat, Leukemia, Kegagalan Fungsi Liver, Sepsis (infeksi menyeluruh), Demam Dengue, beberapa penyakit herediter, Malaria, dll.

    B. Penyakit-2 karena perusakan trombosit, yakni: ITP, TTP, Sindroma helmolitik uremik, Disseminated intravascular Coagulation (DIC), Paroxysmal nocturnal hemoglobinuria (PNH), Systemic lupus erythematosus (SLE),
    Demam Dengue (dengan pelbagai variannya, HIV, dll.

    C. Penyakit-2 karena pemakaian obat tertentu dalam jangka panjang.

    Trims 🙂

  3. 3 Besan Juni 26, 2009 pukul 9:18 pm

    Wah knp nih cak kok temany skr ttg trombosit. Jgn2 msh nyambung sama kasusny bu prita ya cak,hehe…

    Sebenarny ada perbedaan yg signifikan gak sih cak antara pengukurn trombosit scr konvensional (spt yg di pusksmas2 ndeso) dgn cara modern (spt yg ada d rumah sakit btaraf internasional).Mgk kl lbh murah iya,tp ada beda yg lainny gak cak.

    Lamany wkt antara pengambilan darah hingga smp pd pemeriksaan trombosit apa jg menyebabkn trombosit menggerombol cak.
    Terima kasih cak,tulisanny byk membantu.

  4. 4 cakmoki Juni 27, 2009 pukul 2:52 pm

    @ Besan:
    Artikel ini sumbangan dari senior sy… mungkin beliau menulis ini agar khalayak memahami bahwa nilai Lab tetep harus disesuaikan dengan kondisi seseorang dan konfirmasi deng hasil lab yang lain.

    Perbedaan cara konvensional dengan modern selalu ada.
    Ada sisi negatif dan postifnya. cara modern gak selalu mahal, kecuali menggunakan reagen yg mahal. Dan beberapa item justru bisa lebih murah karena dengan cara moderon, diperlukan reagen yg jauh lebih sedikit. Artinya, seandainya dg cara konvensional 1 botol reagen dapat untuk memeriksa 20 orang, dengan cara modern dapat untuk meriksa 40-50 orang, dan tentu lebih cepat.

    Perbedaan lain, yg menurut saya perlu diperdebatkan adalah, cara modern mengguanakan mesin untuk menilai hasil Lab. padahal mesin tersebut gak meriksa pasien… sehingga dikhawatirkan diskripsi (bahkan diagnosa) hanya berdasarkan Lab justru mengaburkan diagnosa yg sesuangguhnya. dan masih banyak perbedaan lain… 🙂

    ya, bener … lamanya waktu jeda dapat menyebabkan trombosit menggerombol.

    Wih, bahasan ini koq jadu mendalam yaaa…. hahaha
    Trims…

  5. 5 necel Juli 2, 2009 pukul 10:00 pm

    Kan nilai normal laboratorium untuk anak kecil kan berbeda dengan dewasa. Pada kertas lab kan biasanya tercantum nilai normal untuk dewasa. Perbedaan nilai normal ini lagi-lagi kebanyakan mengambil dari referensi orang bule yang berbeda iklim dll. apa ada pengaruhnya dengan kurang akuratnya pengobatan yang akan dilakukan?

  6. 6 cakmoki Juli 4, 2009 pukul 2:22 pm

    @ necel:
    Nilai Lab tidak selalu berbeda antara dewasa dan anak. Adapun nilai Lab normal masing-2 Lab klinik bisa berbeda parameternya bergantung pada referensi yang digunakan dan “faktor lain”.
    Benar, sebagian nilai normal lab bergantung pada banyak faktor, diantaranya: ras, kultur, dll. Pengaruhnya bukan pada pengobatan tapi lebih pada interpretasi menilai hasil Lab dengan pemeriksaan klinis yang dilakukan seorang dokter. Karenanya, pemeriksaan klinis seorang dokter berperan sangat penting dim belahan dunia manapun dalam menegakkan diagnosa.
    Trims

  7. 7 karina April 28, 2010 pukul 11:47 am

    dok klo trombosit kurang sedikit dari normal bahaya ga?

    truz klo sarah kita telalu kental bahaya tidak ???

    apa ngaruhnya dik hb n trmbosit dengan darah yang terlalu kental?

  8. 8 cakmoki April 28, 2010 pukul 12:31 pm

    @ karina:
    Enggak, gak bahaya …. demikian juga darah yg kental.
    Gak ada hubungan langsung antara darah yg kental dengan HB dan trombosit.
    Semuanya harus dicocokkan dengan pemeriksaan klinis oleh dokter. Kalo pemeriksaan klinis ga ada kelainan, berarti ga papa.
    Makasih

  9. 9 maruli September 30, 2010 pukul 10:36 am

    dear all,

    Anak saya kamis yg lalu masuk rumah sakit dalam kondisi sehat tujuannya adalah untuk dioperasi. Setelah 3 hari anak ku demam dan setelah cek darah leukosit nya tinggi sebesar 11.500 dan anak ku kemudian diinfus dalam 3 hari kemudian cek darah katanya trombosit anak ku rendah dan sekarang masih di rawat di rumah sakit swasta
    napa hal ini bisa terjadi ya ?

  10. 10 cakmoki September 30, 2010 pukul 1:51 pm

    @ maruli
    salah satu kemungkinannya DBD, bisa juga trombositopenia (jumlah tombosit kurang) oleh karena hal lain yang kepastiannya dapat diketahui dengan bertanya kepada dokter yang merawat tentang hasil Lab lengkap.
    Moga segera sembuh.
    Makasih

  11. 11 Jojov November 12, 2010 pukul 9:06 pm

    Sehubungan dgn p’nyataan Anda yg b’bunyi:
    kasus individual yaitu thr0mbosit pasien yg memang mengger0mbol stl k0ntak dgn bhn antikoagulan yg dpake….dst

    2 hr yg lalu saya msh dirwt di RS dgn diagn0se DHF,sampe hr ke 13 thrombosit saya msh naik turun tdk beraturan,dari 46 rb mjd 20 rb…lalu dkter mengatakan dmikian: ada 2 kemungkinan ini murni DHF yg dgn masa inkubasi 14 hr,atau saya pengidap ITP (mengingat sy pny riwayat mdh memar) yg kebetulan terinfeksi DHF.
    Dlm perkembangan nya pd hr yg ke 14 AT saya naik dr 50 rb mjd 223 rb.lalu dkter menyimpulkan saya murni DHF dgn ms inkubasi 14 hr.
    Wktu ngobrol dgn petugas lab.nya saya diberitahu bhwa selama ini memang thr0mbosit saya mdh mengger0mbol saat dicek,dlm satu sampel darah dicek 3 x didpt hsl yg selisihnya sngt signifikan :94 rb,30 rb,15 rb.. Waktu diperbndingkan dgn laborat lain (yg sdh pny nama besar d negara ini),lab.ini justru mengambil sampel 2x ,krn t’nyata darah saya tdk terbca alat saat diencerkan dgn pelarut ETA, hrs dgn pelarut tertentu (namanya sy lupa apakah heparin atau citras).
    Yg ingin saya tnyakan:
    *apakah hal ini biasa saja,ataukah perlu perhatian khusus b’kenaan dgn thr0mbosit yg mdh mengger0mbol?
    *apakah test yg dpt dilakukan unt mengetahui saya pengidap ITP ataupun TTP ataukah bkn?apakah sy perlu melakukannya?cek antibody+antithr0mbosit bisa dgunakan untk mengetahuinya?
    Demikian sharing &pertanyaan saya. Terimakasih

  12. 12 cakmoki November 12, 2010 pukul 11:47 pm

    @ Jojov:
    Menilik perjalanan penyakitnya (perawatan hingga 14 hari) dan juga riwayat mudah memar, penggerombolan trombosit tersebut kemungkinan memiliki 2 makna.

    1. Murni DHF dengan riwayat mudah memar sehingga durasi peningkatan DHF menjadi lama. Menurut saya bukan terletak pada masa inkubasi, karena yg disebut masa inkubasi adalah masa masuknya virus dengue ke dalam tubuh hingga timbulnya keluhan atau manifestasi klinis. Sedangkan 14 hari perawatan adalah durasi perawatan, bukan masa ikubasi.

    Pada kasus-2 tertentu, adakalanya perawatan DHF lebih dari 7 hari. Ini bisa terjadi karena berbagai faktor, diantaranya:
    a) Jumlah dan tingginya daya patogen agen (dalam hal ini virus dengue)
    b) Plasma leaked yang menyeluruh sehingga memerlukan pemulihan rehidarasi dan peningkatan jumlah trombosit yang lebih lama.
    c) Kurangnya asupan makanan bergizi karena berkurangnya nafsu makan.

    Berdasarkan pengalaman klinis selama merawat pasien DHF, kadang ada yang seperti itu… persentasenya kecil.

    2. Kemungkinan kedua, bisa saja ada gangguan hemopoitik, khususnya trombosit yang bersifat reversible (mudah pulih) ataupun yang bersifat menetap.
    Kemungkinan ITP sangat kecil. Kalo dokter mencurigai adanya tanda ITP, hampir selalu tombositopenia tersebut disertai dengan anemia yang berlangsung lama.
    Menilik bahwa dalam 14 hari sudah dinyatakan sembuh, berarti gak ada kelaianan darah (blood discrasia) yang lain.

    Namun, jika ingin mengetahui, gak ada salahnya periksa ke Internis yang membidangi Hematologi agar dipilihkan screening dan pemeriksaan lanjutan (spesifik) berdasarkan pemeriksaan klinis, jika emang diperlukan.

    Makasih

  13. 13 Jojov November 13, 2010 pukul 3:17 pm

    Terimakash atas jwbn nya. Saya minta ma’af berkenaan dgn peng-istilah-an “masa inkubasi” yg keliru ,hehe. Sdkit ralat,hari ke -13 yg saya mksd bknlah hr ke-13 saya dirawat di RS (itu adl hr ke 9 saya drwt di RS) ,namun hari ke -13 terhitung sejak saya mulai demam.

    Sehubungan dgn faktr2 yg dpt mengakibatkan DHF perlu perwtn yg lbh dr 7 hr,mgkn saya cnderung ke poin a,yakni :jml &tingginya daya patogen agen. Krn swktu sakit saya sngaja makan bnyk dan berkualitas, demi mencapai kecukupan gizi,selain itu saya bnyk mengk0nsumsi minuman elektrolit disamping itu saya jg “digrojog” cairan infus.Saya jg tdk mengalami perdarahan slma sakit ini.

    Yg ingin saya tnykn:

    *Mengenai poin b,yakni kebocoran plasma,faktor apakah yg dpt menyebabkn kebocoran plasma?apakah perdarahan bisa dikatakan sbg slh satu cnth plasma leaked?

    *mengapa riwayat mudah memar dpt menyebbkn durasi peningktn DHF mjd lbh lama?apakah hubungannya jml AT yg rendah dgn antibody?
    Setahu saya dlm k0ndisi AT darah rendah,seseorang akan mudah memar/hematom (khususnya bila ditusuk jarum atau mndpt trauma yg lain). Namun bisakah dibalik,(apkah bnr) bhw mudah memar (saat sehat/keadaan n0rmal) mengindikasikan AT yg rendah?
    Mohon penjelasan nya. Terimakasih

  14. 14 cakmoki November 13, 2010 pukul 5:01 pm

    @ Jojov:
    Makasih tambahan infonya … ini bagus untuk dikusi dan bahan bacaan pembaca lain.

    Plasma leaked atau “kebocoran” cairan plasma dari pembuluh darah ke jaringan interstitiel … ini terjadi akibat toxin yang dikeluarkan oleh virus dengue. Itu sebabnya perlu dilakukan rehidrasi agar tidak mengalami syok… kalo perlu digrojok cairan (RL atau RD5).
    Perdarahan bukan plasma leaked tapi karena berkurangnya trombosit sehingga kemampuan untuk agregasi menurun, akibatnya terjadi perdarahan.

    Riwayat mudah memar, menandakan mudahnya terjadi rupture ringan pada kapiler di bawah permukaan kulit.
    Kemungkinan, riwayat ini juga dapat memperlama pemulihan… namun ini hanya salah satu dugaan saja.
    Kondisi ini tidak ada hubungannya dengan antibody.
    AT dan memar gak bisa serta merta dibalik. 🙂
    Memar dapat juga merupakan respon tubuh secara otomatis akibat benturan atau trauma dengan berbagai gradasi… bahkan adakalanya dapat timbul saat seseorang kelelahan walaupun kondisi kesehatannya secara umum bagus.

    makasih

  15. 15 chandra Februari 26, 2011 pukul 8:16 am

    dok, yg mau saya tanyakan, pada waktu kita tranfusi trombosit 5 bks tiap bungkus ditulis 2u, pada saat tranfusi bungkusan ke 5 terjadi gejala gatal2 dan benjolan kyk digigit nyamuk, sebabnya kenapa? dan apakah ada efek sampignya ?

  16. 16 cakmoki Februari 26, 2011 pukul 10:24 am

    @ chandra:
    Ya, salah satu kemungkinannya adalah reaksi alergi sebagai efek samping. Bisa juga sebab lain mengingat gatal tersebut timbul pada colf ke 5


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso ™

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

Jangan Korupsi Ah

No Korupsi

Internet Sehat

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

[Valid RSS]

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 5,330,891 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters


%d blogger menyukai ini: