Vaksin Kosong lagi

vaksin_imunisasi Belakangan ini beberapa ibu hamil (bumil, … hihihi, kita emang banyak punya singkatan) menanyakan tidak tersedianya vaksin TT (Tetanus Toxoid) di Puskesmas, Bidan Praktek dan Posyandu, di ndeso ™ Kecamatan Palaran.

Pertanyaan mereka senada, “ pak, saya sudah ke Bidan dan Puskesmas untuk imunisasi TT, katanya vaksin-nya kosong. Lha nanti kalo keburu melahirkan gimana ?” … Ini berita menggembirakan sekaligus berita buruk.

Kabar baiknya, ibu hamil datang sendiri secara aktif untuk mendapatkan imunisasi. Boleh dibilang kesadaran mereka untuk imunisasi TT sangat membanggakan. Tidak sepert dulu, saat dimulakan pencanangan program UCI (Universal Child Immunization) pada awal 1990, dimana para dokter Puskemas dan petugas pembina Posyandu begitu gencar keluyuran ke pelosok wilayah kerjanya untuk memperkenalkan imunisasi. Masa-masa sulit tersebut sudah berlalu.

Kabar buruknya, ketika kesadaran masyarakat sudah tumbuh dan melekat dengan bagus, vaksin justru tak selalu tersedia. Ibarat penjaja jajan, manakala upaya promotif berhasil membentuk komunitas pelanggan setia, eh jajan gak ada. Ironis bukan ? Kondisi ini bukan masalah sepele yang hanya dapat dipecahkan dengan (keterlambatan) penyediaan vaksin. Tidak. Tidak cukup dengan itu.

Tanpa bermaksud mendramatisir kekosongan vaksin, kita ingin semua pihak dan terutama pengambil keputusan terkait penyediaan vaksin tahu, bahwa keterlambatan penyediaan vaksin akan berdampak kurang bagus bagi kelangsungan program imunisasi. Betapa tidak eloknya jika hajat untuk hidup sehat bangsa ini kurang diperhatikan, sementara ajakan hidup sehat lantang dikumandangkan. Sungguh ironis.

Kalaupun ada kendala dalam mata rantai penyediaan vaksin, sungguh elok jika disampaikan secara terbuka sehingga petugas lapangan dan khalayak tidak menunggu-nunggu tanpa kepastian seperti pungguk merindukan bulan.

Kemarin, Selasa 19 Mei 2009, saya menyempatkan diri dolan ke Puskesmas Palaran mananyakan ketersediaan vaksin. Informasi yang saya dapat adalah sebagi berikut: vaksin TT sudah kosong sejak pertengahan Maret 2009 hingga sekarang. Vaksin BCG, Hepatitis B monoinject dan vaksin Polio kosong sejak awal Mei. Yang ada hanya vaksin DPT-Hepatitis (kombinasi) dan Campak.

Konon penanggung jawab imunisasi berulangkali harus menghubungi DKK untuk menanyakan vaksin. Alhamdulillah, kemarin hasilnya sudah jelas … yakni, jelas-jelas tak ada kejelasan … hahaha … *pancet ae, rek*

DAMPAK BURUK

Walaupun para pengambil keputusan penyediaan vaksin dihuni para dewa-dewi yang super ahli dibidangnya, tak ada salahnya kita mengingatkan beliau-beliau betapa keterlambatan penyediaan vaksin berdampak tak baik terhadap pelbagai aspek program imunisasi di suatu daerah. Moga gak me-nasional. Aspek apa saja yang terpengaruh atas keterlambatan penyediaan vaksin ?

  1. Kesinambungan imunisasi.
    Ditinjau dari sisi medis (imunologi), keterlambatan interval pemberian imunisasi berjenjang (semisal TT, DPT-HB, Polio) hingga berbilang bulan, patut dipertanyakan manfaat imunisasi tersebut. Sebagai contoh, jika seorang ibu hamil atau calon pengantin (catin, lagi-lagi singkatan) mendapatkan imunisasi TT pertama pada bulan Maret sedangkan imunisasi TT kedua pada bulan Juni lantaran keterlambatan penyediaan vaksin, bukankah kekebalan yang didapat tidak optimal ?
  2. Status imunisasi.
    Sekarang ini status imunisasi anak bukan lagi barang asing, sehingga para orang tua dengan tangkas menjawab ketika ditanyakan status imunisasi anaknya. Jika kelak negara kita sudah maju seperti  Singapura (cita-cita kan gapapa), bukan tidak mungkin status imunisasi menjadi prasyarat untuk masuk sekolah. Alangkah lucunya seandainya dalam status imunisasi tertera imunisasi BCG pada usia 4 bulan. Seolah-olah orang tuanya gak ngopeni dan seolah-olah para petugas di Puskesmas gak serius bekerja, padahal letak masalah pada keterlambatan penyediaan vaksin. Tuh kan.
  3. Performa Petugas Lapangan.
    Petugas lapangan (dokter, bidan, jurim dan jajarannya serta para Kader Posyandu) adalah ujung tombak keberhasilan suatu program, dalam hal ini program imunisasi. Setajam apapun ujung tombak, tidaklah banyak berarti jikalau gagang tombaknya loyo. Khalayak tahunya hanya petugas lapangan yang berkeringat, mereka tidak kenal para dewa berdasi numpak mobil sejuk nun di sana. Alhasil, merekalah orang-orang yang paling gampang dipersalahkan. Dan bukan mustahil performa mereka menjadi turun di mata masyarakat. Inikah penghargan atas jerih payah mereka ?
  4. Aspek Psikososial.
    Ketika imunisasi masih mencari sasaran (bayi, ibu hamil, calon pengantin, siswa SD), mis-opportunity (MO) atau “kehilangan kesempatan” adalah haram. Artinya, jika dalam 1 hari hanya datang seorang bayi untuk imunisasi, maka petugas Puskesmas wajib hukumnya untuk melayani, tidak boleh menunda di hari lain hingga beberapa bayi terkumpul. Dan sisa vaksin dibuang. Kebijakan tersebut untuk menghindari mis-opportunity, dimana dikhawatirkan ibu si bayi ga punya waktu untuk datang lagi, dan ini berarti akan mengurangi cakupan imunisasi dengan berbagai aspek psikososial yang mengiringinya. Lantas, apakah patut jika mis-opportunity diciptakan oleh penyedia vaksin ?
    Nuwun sewu untuk penjenengan nun di sana, menumbuhkan kepercayaan masyarakat sama sulitnya dengan memupuk dan memeliharanya. Jikalau kepercayaan tersebut patah, sungguh tidak mudah untuk memulihkannya kembali. Para petugas lapangan otomatis harus kluyuran lagi. Tenaga, waktu dan biayapun harus dikerahkan demi terjaganya realisasi cakupan imunisasi. Tidakkah hal-hal semacam ini terpikirkan oleh para dewa penyedia vaksin?
  5. Aspek Pelaporan dan Evaluasi.
    Secara berkala, Puskesmas wajib mengirimkan Laporan pencapaian program imunisasi ke jenjang yang lebih atas dalam bentuk angka dan grafik. Selain itu juga mempresentasikannya secara visual di hadapan instansi lintas sektor di wilayah kerja masing-masing dan di Dinas Kesehatan setempat. Celakalah jika para penilai hanya melihat angka dan gambar grafik. Pedih juga jika atasan para petugas lapangan hanya menilainya di depan komputer melalui angka-angka dan grafik cakupan imunisasi. Jika hal itu terjadi, maka minimnya nominal angka dan gambaran grafik menukik akan menempatkan pihak Puskesmas sebagai pesakitan. Tak berlebihan kiranya  jika ada guyonan bahwa Puskesmas bak keranjang sampah untuk menumpahkan kesalahan dan sumpah serapah. Inikah balasan untuk jerih payah mereka ?

Bagi para dokter yang lama berbetah ria di Puskesmas, terutama di ndeso ™, boleh dikata sudah sangat hafal dengan gaya “bener mulu” orang-orang yang bekerja di instansi lebih tinggi dan hafal pula jurus mbulet mereka ketika ada persoalan mendasar yang berhadapan langsung dengan kepentingan masyarakat. Maklum, mereka tak pernah merasakan berkeringat ria di bawah terik matahari dan berbasah kuyup oleh siraman hujan, tak pernah berhadapan langsung dengan ibu-ibu yang menggendong anaknya, tak pernah bertatap muka dengan ibu hamil di pedesaan. Tak heran jika kepekaan sosial mereka amat sangat kurang. Alih-alih memikirkan masyarakat, lha wong nyediakan vaksin aja masih suka lupa.

Setelah menimbang, mengingat, mempelajari (mosok masih mau belajar sih) dan memahami pelbagai dampak yang mungkin terjadi atas keterlambatan penyediaan vaksin terhadap realisasi pencapaian program imunisasi, maka …

Pertanyaannya adalah, kapan vaksin untuk imunisasi dasar tersedia secara berkesinambungan di Puskesmas ?

Monggo, silahkan berbagi 🙂

:: :: :: posting menggunakan WLW :: :: ::

ditulis dinihari dengan setting publish

Iklan

30 Responses to “Vaksin Kosong lagi”


  1. 1 pinkina Mei 20, 2009 pukul 3:35 pm

    ibu hamil hrs di imunisasi TT pada usia kandungan berapa Cak ??

  2. 2 Adis Mei 20, 2009 pukul 8:58 pm

    @pinkina : usia 5 bulan yang pas, kalo gak salah ya dok…

  3. 3 ridwanox Mei 21, 2009 pukul 10:48 am

    ketika ada kesadaran hal yang disadarinya menjauh..ketika tidak menyadari hal yang tak sadari didekat kita…..hmm vaksin jga diperlukan utnuk ibu hamil y….smga vaksinnya mula disinambungkan di puskesmas terdekat,,,

  4. 4 cakmoki Mei 21, 2009 pukul 12:30 pm

    @ pinkina & Adis:
    imuisasi TT pada ibu hamil dapat dimulai sejak diketahui hamil. Andai diketahui sejak dini, misalnya pada usia kehamilan kurang sebulan, maka TT dapat diberikan saat itu juga, sesuai anjuran WHO.
    Namun adakalanya dokter menganjurkan setelah usia kehamilan 3 bulan. Hal ini tak lebih hanya karena faktor psikologis sehingga kalo misalnya terjadi keguguran, imunisasi tidak dijadikan kambing hitam. 🙂
    Pada prinsipnya, imunisasi TT boleh diberikan selama masa kehamilan, yg penting selama masa kehamilan tersebut si ibu hamil mendapatkan TT lengkap, kecuali yang hanya memerlukan boster.
    Trims

    @ ridwanox:
    wah puitis banget 🙂
    ya, semoga.. trims supportnya.

  5. 5 Besan Mei 21, 2009 pukul 11:05 pm

    Memang vaksin utk wanita yg mau nikah n ibu hamil itu hukumnya wajib ya cak,soalnya d kampung sy kok byk yg gak imunisasi (takut sm jarum suntik kali ya cak).
    Kl tjd keterlambtn vaksin gitu dokdesnya (dokter desa)blh gak turun gunung demo k dinkes (atau diam aja cak,biar selamat).
    Wah kalau vaksin pd “langka” bs2 dikormesialisasi sm pihak swasta khan cak.

  6. 6 Besan Mei 21, 2009 pukul 11:13 pm

    Memang vaksin utk wanita yg mau nikah n ibu hamil itu hukumnya wajib ya cak,soalnya d kampung sy kok byk yg gak imunisasi (takut sm jarum suntik kali ya cak).
    Kl tjd keterlambtn vaksin gitu dokdesnya (dokter desa)blh gak turun gunung demo k dinkes (atau diam aja cak,biar selamat).
    Wah kalau vaksin pd “langka” bs2 dikormesialisasi sm pihak swasta khan cak.
    maaf kl postingny dobel.

  7. 7 pinkina Mei 22, 2009 pukul 11:58 am

    wakkssss, ini aku dah 7 bulan, sampek sekarang aku blm dapet imunisasi TT, terakhir imunisasi yha pas mo merit 2 thn yang lalu. Hhmmm…kayaknya kontrol bulan depan musti tanya ke dokter kandungan ku nihh…tengkyu infonya cak

  8. 8 cakmoki Mei 22, 2009 pukul 4:52 pm

    @ Besan:
    Mestinya wajib 🙂
    Dokdes gak perlu demo, cukup dengan rajin menanyakan ke Dinkes setempat dan kalo berani diselingi ngomel bin ngeyel kyk saya …. hahaha
    Diem tidak berarti selamat, mungkin justru sebaliknya. Bisa-2 secara diam-diam malah gak disukai warga sekitarnya lantaran enggan memperjuangkan hak mereka.
    Kalo boleh agak nggaya, tulisan ini sebenarnya sebagai salah satu wujud untuk membantu hak masyarakat, soale saudara-2 kita tersebut gak tahu harus mengadu kemana.

    @ pinkina:
    Ya, sebaiknya berkonsultasi ke DSOG 🙂
    Kalo 2 tahun yang lalu udah TT Calon Pengantin, berarti TT pada kehamilan ini cukup 1 kali (menurut panduan program imunisasi dasar). Namun bergantung pada penilaian DSOG.
    Moga sehat selalu … tengkyu

  9. 9 Ridho Mei 23, 2009 pukul 12:28 am

    kenapa cak moki ga nyalon aja jadi kepala DKK??? daripada naleg lho cak.. hehehhe

  10. 10 cakmoki Mei 23, 2009 pukul 12:02 pm

    @ Ridho:
    Hahaha … dibayar berapapun ogah 😀 Menjadi orang merdeka jauh lebih nikmat bagi sy … hehehe

  11. 11 Besan Mei 25, 2009 pukul 11:03 pm

    Lho cak moki skr statusny msh kepala puskemas ya. Kira2 enakan jd tenaga fungsional ato struktural cak. Jgn2 ktrlmbatn distribusi vaksin dsebabkn letak geografis puskesmas palarn dr pusat,bs gak spt itu cak. Makasih.

  12. 12 cakmoki Mei 26, 2009 pukul 1:33 am

    @ Besan:
    Udah keluar dari sistem sejak 2006, ada sesuatu yg gak cocok yangtidak bisa lagi sytoleransi 🙂 … Menurut saya enakan fungsional, tapi bergantung pada minat masing-masing.
    Keterlambatan bukan karena geografis, lha sebelumnya jarang telat, kecuali 2-3 tahun belakangan ini. Di kota sama aja, telat juga 😀 Makasih

  13. 13 woro Mei 26, 2009 pukul 4:17 pm

    cak mau nanya… kalo anak usia 18 bulan masih ada vaksin lagi ya? klo ga salah yg booster itu. benerkah?

  14. 14 cakmoki Mei 27, 2009 pukul 11:07 am

    @ woro:
    Untuk imunisasi dasar, booster Polio pada usia 5 tahun, DPT pada usia 5 dan 12 tahun, sedangkan campak pada usia 6 tahun.
    MMR, diberikan pertama pada usia 15 bulan dan diulang pada usia 6 th.. Jadwal imunisasi, silahkan download di sini
    Trims

  15. 15 Astri Juni 1, 2009 pukul 4:11 am

    Di Surabaya yang banyak kosong terutama yang buat imunisasi Non PPI. Kalo yang produksi Bio Farma masih ada di distributor, tapi harganya lumayan, sesuai bandrol tapi kalo yang didrop ke instansi pemerintah kan gratis

  16. 16 cakmoki Juni 2, 2009 pukul 12:58 pm

    @ Astri:
    Yang didrop aja gak nyampek, mbak. Mestinya Pemda bisa beli ya … *moga dibaca Pemkot dan DPRD*

  17. 17 Astri Juni 3, 2009 pukul 1:14 am

    Sepurane sing katah nggih,
    jadwal imunisasi panjenengan sampun jadul 🙂
    Sudah ada yang tahun 2008. Bedanya Imunisasi Varicella di umur 5 tahun plus ada jadwal untuk imunisasi HPV di umur 10 tahun

  18. 18 cakmoki Juni 3, 2009 pukul 1:25 am

    @ Astri:
    Nggih Mbak, belum sempat mbetulin link upload jadwal yang baru. Minggu lalu udah diingatkan temen-2 di milis, tapi saya-nya lagi kumat malesnya… 🙂
    Maturnuwun diingatkan.

  19. 19 Puskesmas Sungai Ayak Juni 7, 2009 pukul 11:15 pm

    Benar Om. Ini juga terjadi di tempat kami. Kita ditargetkan UCI. Tapi vaksin nggak ada, gimana tuh ? DKK bilang vaksin di Propinsi kosong, propinsi bilang apa ? Pusat kosong ? Lantas, kalau tak mampu sediain vaksin, ya …. jangan bikin target yang muluk-muluk dong…….hahahahaha… tul nggak ?

  20. 20 cakmoki Juni 9, 2009 pukul 5:41 pm

    @ Puekesmas Sungai Ayak:
    hehehe, iya kale, ntar kalo Provinsi bilang Pusat kosong, lha Pusat bilang apa ? … jangan-jangan jawabannya: sedang dalam proses pembelian.. blethak.

  21. 21 dokterearekcilik Juni 13, 2009 pukul 1:45 am

    masih kosong vaksinnya cak ?

  22. 22 cakmoki Juni 14, 2009 pukul 7:14 pm

    @ dokterearekcilik:
    hanya masuk TT dan DPT combo, selebihnya konon bulan depan (juli), mbuh tahun berapa. Saya guyon, mungkin tahun 2009 Hijriyah …hahaha

  23. 23 mamaniwa Juni 29, 2009 pukul 9:13 pm

    cakmoki, nanya ya, sebelum nikah saya imunisasi TT, trus kt bidannya suruh dateng 1 atau 3 bln lagi(saya lupa)buat suntik TT yg ke 2, tp kok dia bilang “kalo sebelum suntik yg ke dua udah hamil, ndak usah suntik yang ke 2″…krn dua bln kemudian saya hamil jd saya ndak suntik lagi…kalo memang bumil hrs suntik TT d bulan 3 knp dr kandungan jg ndak nyuruh suntik ya?
    Pertanyaan ke dua ya cak…maaf nanyanya banyak…anak saya skrg 15 bln harusnya MRR kan..tp tahun ini saya ngikut suami saya ke sidimpuan..saya nanya dokter anak sini kok katanya ga ada yang jual vaksin MRR ya. trus solusinya gmn ya cak…saya lebaran pulang kampung ke solo..kalo anak saya saya imunisasi pas di solo berarti dia umur 18 bln boleh ga cak? atau harus pas 15 bln?
    Atas jawabannya saya ucapkan terimakasih.

  24. 24 cakmoki Juni 30, 2009 pukul 12:40 am

    @ mamaniwa:
    Ya, kalo yg dimaksud TT.2 calon pengantin, dia bener … tapi tetep TT 2 saat hamil, dan TT pada kehamilan tersebut dicatat sebagai TT Ulangan.
    Mungkin dokter kandungan mengira udah TT.2 sebelum hamil (ini kalo belum cerita ke dsog) atau mungkin beliau menganggap tidak perlu TT.2 dengan asumsi toh nantinya saat bayi lahir mendapatkan DPT sebagai imunisasi dasar.

    Boleh imunisasi MMR saat usia 18 bulan, gak harus pas 15 bulan.
    Makasih 🙂

  25. 25 mamaniwa Juli 3, 2009 pukul 9:59 pm

    Makasih ya cak moki atas jawabannya…

  26. 26 cakmoki Juli 4, 2009 pukul 2:48 pm

    @ mamaniwa:
    sami-sami 🙂

  27. 27 tina Juli 16, 2009 pukul 5:24 pm

    kapan waktu yang tepat / berapa minggu sebelum nikah untuk imunisasi TT calon pengantin ?

    thanks

  28. 28 cakmoki Juli 17, 2009 pukul 12:18 am

    @ tina:
    waktu yg ideal TT I adalah 1 bulan sebelum nikah, sehingga sesaat sebelum nikah udah imunisai TT Calon Pengantin ke II.
    Thanks

  29. 29 draguscn Maret 11, 2011 pukul 6:36 pm

    Cak, saya taro disini nanyanya .. cakmoki pernah baca ini ? saya agak terganggu dengan beberapa fakta yang diungkapkan .. Bagaimana seharusnya ya menyikapi seperti ini ..

  30. 30 cakmoki Maret 12, 2011 pukul 1:51 am

    @ draguscn:
    Mas Agus, itu udah basi … udah beredar 2-4 tahun yang lalu dan gak laku.. biarkan aja. Ada juga yg nanya di blog ini maupun via email..jawaban saya sangat sederhana: ” silahkan mempertaruhkan anak sesuai keyakinan masing-masing dan kelak harus mempertanggung jawabkan kepada Tuhan YME yang telah memberikan anugerah dan titipan anak.” … hehehehe…simple kan. Dijamin bungkam, Mas 😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso ™

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

No Korupsi

Internet Sehat

Translator

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 5,354,873 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters


%d blogger menyukai ini: