Demam Berdarah

aedes_aegypti80 Kita semua paham bahwa di musim hujan sudah selayaknya lebih waspada terhadap ancaman penyakit DBD ( Demam Berdarah Dengue ). Terlebih di kota kami, Samarinda, yang belakangan ini rajin diguyur hujan hingga di beberapa area tergenang banjir. Selain beresiko meningkatkan angka kesakitan diare dan penyakit kulit, maka Demam Berdarah Dengue (Kode ICD 10. A91: Dengue haemorrhagic fever) merupakan ancaman serius yang sudah selayaknya mendapatkan perhatian kita bersama.

Meski peningkatan insiden DBD rutin terjadi (bahkan tidak lagi mengenal musim), terutama saat musim hujan, anehnya di kota kami, Samarinda, institusi teknis (Dinkes dan jajarannya) selalu terlambat mengantisipasinya. Padahal peningkatan DBD rata-rata terjadi 2-4 kali dalam setahun dan di bulan-bulan lain DBD hadir sepanjang tahun. Episode tergopoh-gopohpun berulang manakala pasien DBD mulai terbaring di lorong-lorong Rumah Sakit.

Mengapa penanggulangan DBD (khususnya di kota kami) harus menunggu berita di koran ? Aneh tapi nyata !!!

Biasanya nih, rapat lintas sektor tingkat II baru digelar ketika penderita DBD udah meningkat. Trus (biasanya) terlontar sabda sebagai berikut:

  • Masyarakat hendaknya waspada (padahal insiden DBD udah meningkat)
  • DBD adalah tanggung jawab bersama (ya iyalah)
  • Mari kita cegah DBD dengan 3 M (udah boss)
  • DBD di musim hujan meningkat, tapi belum KLB koq (lho?)
  • Kami masih menunggu laporan Puskesmas (halah halah, pancet ae)
  • Bla…bla…bla

Kita tahu bahwa yang sudah menderita DBD harus dirawat (terutama yang kondisinya lemah atau derajat II-IV) dan pencegahannya dengan: Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3 M (Menutup, Menguras, Menimbun), kemudian Abatisasi dan Fogging (pengasapan).

Gerakan 3 M adalah tanggung jawab kita semua, lantasΒ  siapa penanggung jawab penyediaan Abate dan Fogging ?

Otonomi Daerah (dan tentu desentralisasi kesehatan) memberikan peluang Daerah Tingkat II (Kabupaten dan Kota) untuk menanggulangi DBD dengan agresif, terstruktur, terencana dan melaksanakannya secara berkesinambungan. Peran Kepala Dinkes menjadi sangat vital dalam merangkul Kepala Daerah, DPRD, sektor terkait dan masyarakat untuk bahu membahu menanggulangi DBD. Kepala Dinkes yang mumpuni akan mampu menyuarakan upaya penangulangan DBD menjadi kebijakan daerah, menyangkut strategi, operasional dan pendanaan.

Masalahnya, pengangkatan Kepala Dinkes bisa jadi sarat dengan aroma politis dengan mengabaikan kompetensi, kemampuan dan integritasnya. Manakala ini terjadi maka tak perlu heran jika kita menyaksikan seorang Kepala Dinkes bak hamba sahaya yang hanya bisa bersikap sendiko dawuh. *mungkin takut dicopot oleh Bupati atau Walikota* Bahkan bukan tidak mungkin seorang Kepala Dinkes malah menutup-nutupi insiden DBD demi kepentingan politis (pilkada) sang Kepala Daerah. (hal ini pernah dikhawatirkan oleh DR dr Laksono Trisnantoro, MSc 8 tahun yang lalu tentang kesiapan desentralisasi kesehatan).

TIDAK PERLU MENUNGGU

Menilik kondisi di atas, sudah selayaknya kita ikutan berupaya mencegah penyebaran DBD sesuai kemampuan dan porsi kita. Setidaknya kita dapat melakukan 2 upaya, yakni:

  1. Gerakan 3 M (Menutup, Menguras dan Menimbun).
  2. Abatisasi (personal ataupun kelompok bagi yang mampu membeli Abate)

GERAKAN 3 M

Upaya ini merupakan cara terbaik, ampuh, murah meriah, mudah dan dapat dilakukan oleh kita semua, yakni dengan:

01menutup Menutup rapat-rapat tempat penampungan air, seperti gentong, drum, dan lain-lain agar nyamuk tidak dapat masuk dan berkembang biak.
02menguras Menguras tempat penyimpanan air (seperti : bak mandi / WC, drum, dan lain-lain) minimal seminggu sekali. Mengganti air di vas bunga, tempat minum burung, perangkap semut dan lain-lain sedikitnya seminggu sekali.
03menimbun Menimbun (mengubur) atau membuang (di tempat sampah) barang-barang bekas, seperti: kaleng bekas, ban bekas, botol-botol, dan lain-lain yang dapat menampung air hujan, agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti. Potongan bambu, tempurung kelapa, dan lain-lain hendaknya dibakar bersama sampah lain.

Selain itu, kita hendaknya menutup lubang-lubang pagar (pagar bambu) dengan tanah atau adukan semen agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti. Melipat pakaian yang bergantungan dalam kamar agar nyamuk tidak hinggap dan bersembunyi di tempat tersebut.

ABATISASI

Menaburkan bubuk ABATE (temephos 1G) ke tempat penampungan air sebagai tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Takaran: 10 gram (1 sendok makan peres) untuk 100 liter air, atau 20 gram untuk 1 drum (200 liter) penampungan air. Tempat penampungan air lainnya seperti bak mandi dan lain-lain mengacu pada takaran di atas.

Cara Pemakaian: Taburkan bubuk Abate sesuai takaran dan volume bak penampungan, lalu aduk sampai rata. Atau larutkan bubuk Abate di gayung, setelah merata masukkan ke dalam bak lalu diaduk.

Abatisasi diulang setiap 2-3 bulan sekali.

Di mana mendapatkan Abate ?

  1. Di Dinkes (Dinas Kesehatan) atau Puskesmas setempat (kalo ada). Biasanya dibungkus dalam plastik diobong pake lilin ( ndeso β„’ πŸ˜› ) berisi 10-20 gram setiap bungkus plastik (sekali lagi kalo ada). Saran untuk Dinkes dan Puskesmas, bondo dikit napa sih, misalnya bungkus pake klip plastik, selain rapi gak khawatir tercecer. Dananya cak ? .. Halah, kayak ngajari itik berenang aja πŸ˜›
  2. Beli sendiri di Apotik (Abate 1G produksi BASF). Abate sudah dikemas dalam sachet berisi 10 gram bubuk abate. Isi 1 box: 50 sachet, seberat 0,5 kg, harganya Rp 95.000-, (sembilan puluh ribu rupiah) per box. Jika kita punya tempat-tempat penampungan air setara 5 drum, berarti perlu 10 sachet setiap 2-3 bulan dan setahun perlu 40-60 sachet.

SARAN UNTUK DINKES DAN KEPALA DAERAH

Bagi pemda-pemda atau pemkot-pemkot di Kaltim yang notabene penduduknya sedikit (bekisar 200-650 ribu jiwa per kota/kabupaten), penyediaan abate setiap tahun bagi seluruh warga bukan hal yang sulit.

Mungkin lebih baik mengurangi frekuensi para petingi kota/kab dan yang terhormat wakil rakyat (DPRD) plesiran study bandingΒ  ke luar daerah atau ke luar negeri ketimbang saban tahun ribut cari argumen untuk menangkis lambannya penanggulangan DBD. Kita yakin, pembelian Abate dalam jumlah banyak tentu harganya lebih murah. Masa gini aja gak bisa sih? Bilangnya mensejahterakan rakyat …

Monggo Bos, penjenengan pasti bisa !!!

Download: (lebih jauh tentang DBD silahkan download link di bawah)

:: :: :: posting menggunakan WLW :: :: ::

Iklan

40 Responses to “Demam Berdarah”


  1. 1 keishka Desember 10, 2008 pukul 8:22 am

    dirumah aku selalu melakukan 3M itu kek, tapi entah mengapa.. mama ko kena juga… hmm.. aneh kan, untuk pertama kali seumur hidup, di keluarga ku ada juga yang kena DBD, sebelum2nya engga pernah… alhamdulillah mama dah mau pulang… hohohoho… DBD enyahlah!!!! jangan mampir2 lagi sm keluargaku… πŸ˜€

  2. 2 nararya Desember 10, 2008 pukul 11:36 am

    rumah saya sering didatengi wanita pembasmi jentik itu dengan bersenjatakan senter dan abate. kalo bak mandi dipelototi tanpa jentik, senyumlah si wanita itu. kalooo ada jentiknya langsung diceramahi panjang lebar. tapi tak apa untuk kebaikan semua πŸ˜‰

  3. 3 cakmoki Desember 11, 2008 pukul 12:23 am

    @ keishka:
    Bisa aja tertular melalui gigitan nyamuk di tempat lain.
    Moga ibunda segera sehat kembali πŸ™‚

    @ nararya:
    Bagus tuh, mbak … berarti Petugas Jumantik berjalan dengan baik dalam memonitor jentik nyamuk di rumah warganya.
    Setiap periode mereka diminta melaporkan hasil monitor jantik nyamuk melalui perhitungan ABJ (Angka Bebas Jentik). Kalo ABJ rendah berarti melihara jentik πŸ˜›
    Langkah tersebut patut ditiru oleh daerah lain.
    kalo boleh tahu, berapa bulan sekali Jumantik dateng ke rumah?

  4. 4 ngisorringin Desember 11, 2008 pukul 10:04 am

    saya jg pernah kena DB, padahal saya sudah sangat menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar tempat tinggal saya. butuh 1 bulan dr mulai sakit, pengobatan, pemulihan,… kapok deh

  5. 5 Nika Desember 11, 2008 pukul 1:46 pm

    Wah t4 saya gak ada bu djum (djumantik) ya? Kalo d deso sy bnyk bgt nyamuke pakde. Soale ada got yg gak lancar alirane. Jane kalo mau cape dikit krjabakti bersihin got gt timbang musti ngobatin nyamuk mulu..

    Tp setuju sm pakde kalo plesir2 para anggota dewan musti dikurangi. Hare gene.. Gugling aja kale pak depeer wakakakaka..

  6. 6 Greeny Desember 11, 2008 pukul 3:07 pm

    Di Jakarta kmaren ayah sy juga baru pulang dr RS setelah seminggu mondok krn DBD ini.
    Eh di Aceh, anaknya kawan kena juga, ini hari ke 5 dirawat, katanya sih udah bisa pulang.
    Ternyata dmana2 lg musim tho..!
    DBD kaya buah2an juga y, ada musiman nya gitu Cak πŸ™„

  7. 7 cakmoki Desember 11, 2008 pukul 11:04 pm

    @ ngisorringin:
    wih, lama banget, padahal biasanya 1 minggu udah sembuh.
    Moga enggak lagi πŸ™‚
    He eh, Mbak … mungkin anggota dewan belum pernah plesir. Gak pingin ikutan jadi caleg tah?

    @ Nika:
    Kalo gak ada, mau gak mau sekali waktu ganti peran sebagai bu Djum πŸ˜€

    @ Greeny:
    iya, kayaknya lagi musim, mungkin dimana-mana hujan.

  8. 8 ami Desember 12, 2008 pukul 10:07 am

    setahun yll saya di rs karena db, trombosit turun sampai 17rb. kemungkinan untuk kena lagi-amit2- bgmn ya? apa spt batuk pilek gitu yg dng mudah bisa terjangkit lagi?
    salam.

  9. 9 nararya Desember 12, 2008 pukul 3:11 pm

    wah saya ga pernah perhatiin jadwal kedatangan bu jum itu. Tapi dengan adanya bu jum kami sekeluarga jadi lebih sering melototi bak air, kalo ada jentiknya langsung kuras dan beli abate πŸ˜‰

  10. 10 telmark Desember 12, 2008 pukul 7:44 pm

    biasanya itu trombosit turun ampe brp dok, yg bisa bikin koma atau ngelewatin seseorang? temen aq di rs kena dbd, tap kok masih haha-hihi ngeliatin suster2 yg muda2? apa musti dibantuin turun tu trombositnya ama para dokter, biar `ga gangguin suster2 lg? πŸ™‚ (eh, apa bisa diturunin? trombosit apaan se? cak dokter ngepost-nya bikin bgng saya).
    Cakmoki For Presiden.
    biar warganya sehad sehad semuanya.

  11. 11 cakmoki Desember 12, 2008 pukul 11:18 pm

    @ ami:
    Kemungkinan kena lagi tetap tebuka *amit-amit, jangan deh* bagi siapa saja, termasuk saya juga *amit-amit, lagi*, jika tertular virus dengue melalui gigitan nyamuk edes aegypti.:)
    Gejala DBD terutapa demam 2-7 hari, sedangkan keluhan penyerta bisa apa saja. Namun ada tanda-tanda khas DBD seperti tertulis di Brosur (download)
    Salam

    @ nararya:
    He eh … setuju ! πŸ™‚
    Maaf, harga Abate di sana berapa dan dimana didapat ? … informasi gini kayaknya penting banget untuk saudara-2 kita.

    @ telmark:
    Penurunan trombosit tidak selalu berbanding lurus dengan koma, karena koma dipengaruhi oleh berat ringannya dehidrasi atau berat ringannya syok (renjatan), terutama pada DSS (Dengue Syok Syndrome). Adakalanya trombosit masih sekitar 50-an ribu tapi sudah koma lantaran DSS.

    temen aq di rs kena dbd, tap kok masih haha-hihi ngeliatin suster2 yg muda2? apa musti dibantuin turun tu trombositnya ama para dokter, biar `ga gangguin suster2 lg?

    …justru biarin aja ngegodain suster supaya cepet sembuh, hahahaha…
    Trombosit itu adalah salah satu komponen darah yang berfungsi untuk pembekuan darah.

    … enakan jadi blogger Pak, bisa cengengesan πŸ˜€

  12. 12 sibermedik Desember 12, 2008 pukul 11:31 pm

    kabar terakhir yg saya terima katanya di UNAIR sedang ada proyek n riset vaksin DHF, bener nggak cak?lha kemarin pas reuni ada infonya nggak?

  13. 13 cakmoki Desember 13, 2008 pukul 12:26 am

    @ sbermedik:
    iya bener, cuma hasilnya belum tahu

  14. 14 Yudhi Gejali Desember 14, 2008 pukul 12:57 pm

    Haha…
    Cak, banyak penjual liar ngaku-ngaku dari Din Kes menjual abate bak sales ke kos-kos mahasiswa.

  15. 15 cakmoki Desember 14, 2008 pukul 2:32 pm

    @ Yudhi Gejali:
    Ha ha ha, iya bener … bahkan mereka datang ke rumah saya maksa supaya beli, udah nekad kali ya πŸ˜€

  16. 16 dokterearekcilik Desember 15, 2008 pukul 12:27 am

    Gerakan 3M….. Macak, Masak, Manak ….. wakakakakakak

  17. 17 keishka Desember 15, 2008 pukul 3:38 pm

    bnr kek, suka ada dr dinas yang nawarin, tapi kei selalu bs ngelak.. hehhehe.. jadi selamet mulu…

    @dokterarecilik

    apaan tuh? macak, masak, manak?? makan mksdnya?? atau apaan? ga ngerti kei…

  18. 18 cakmoki Desember 15, 2008 pukul 8:20 pm

    @ dokterearekcilik:
    Hahaha, setuju *tolah-toleh sambil melidungi kepala*

    @ keishka:
    Kalo dari Dinas Kes, diterima dong cucuku. Gratis. Kalo bayar, mungki bukandari Dinas kes.

    Macak, Masak, Manak …tuh nama jajan πŸ˜›
    Eh, bukan ding…
    Macak: Bersolek
    Masak: Memasak di dapur, bisa masak gak ? *gak bisa kyknya*
    Manak: Beranak, artinya hamil trus melahirkan. Lha sebelum hamil ada adegan yg namanya hohohihe πŸ˜† , yang ini jangan tanya kakek ya, soalnya untuk konsumsi orang dewasa

  19. 19 keishka Desember 17, 2008 pukul 8:27 am

    aku tetep ga mudeng kek… yang MACAK hmm… ngerti, yang MASAK hmmm aku bisa masak ko kek… yang MANAK… nah mksdnya hohohihe itu apa?? tus tanya siapa kalau bkn sm kakek?? ical? atau siapa?? heheheh

  20. 20 cakmoki Desember 18, 2008 pukul 2:40 am

    @ keishka:
    Tanya ical aja deh πŸ˜‰
    Gini, … *mikir lamaaaaaa* … hohohihe adalah suatu rangkaian aktifitas untuk manak alias beranak alias punya anak. πŸ™„ *ampuuunnn*

  21. 21 M Shodiq Mustika Desember 19, 2008 pukul 10:05 am

    Di kotaku, Solo (Jawa Tengah), musim hujan belum dimulai. Baru mendung saja. Kalau pun hujan, sedikit sekali.
    Tapi baguslah sedia payung sebelum hujan. Terima kasih atas informasinya.

  22. 22 cakmoki Desember 19, 2008 pukul 1:26 pm

    @ M Shodiq Mustika:
    Sama-sama Mas, makasih kunjungannya πŸ™‚
    Moga sehat selalu

  23. 23 nararya Desember 19, 2008 pukul 3:43 pm

    ternyata ga beli kok,cak. minta aja ke puskesmas juga dikasi, hahaha
    kebetulan rumah dekat dengan kantor kecamatan, minta disitu juga gratis πŸ˜‰

  24. 24 cakmoki Desember 20, 2008 pukul 3:33 pm

    @ nararya:
    Sip, di kota mana tuh…perlu dicontoh πŸ™‚

  25. 25 smuchie Desember 23, 2008 pukul 6:32 pm

    wa… blog nya bagus πŸ™‚
    kalau anda berkenan & ada waktu, mampir donk ke blog saya http://smuchie.wordpress.com/

    sekedar kasih masukan & hal-2 lain yg bisa membuat blog saya jadi bagus & berkembang..

    terima kasih..

  26. 26 cakmoki Desember 23, 2008 pukul 11:10 pm

    @ smuchie:
    Terimakasih kunjungannya πŸ™‚
    Ntar saya kunjungi juga

  27. 27 farrah Januari 14, 2009 pukul 7:16 pm

    iya nich kita mesti waspada………………
    sebenarnya sudah ada proudak pemeriksaan deteksi awal dengue yg sebut NS1………..

    bisa liat infonya di http://www.panbiodengue.com

  28. 28 chielicious Januari 28, 2009 pukul 5:00 pm

    Cak..cak…piye kabare cak? πŸ˜€ long time gak mampir he3..

    Btw ngomong2 DB, memangnya ada ya DB tanpa demam? ini kata temen ku sieh..mungkin dia becanda ya? ekekekekek saya binun, soalnya di badan saya banyak bekas gigitan nyamuk, dan klo di tekan gak ilang2 ,,tetep merah…itu bukannya sala satu ciri kena gigitan nyamuk DB ya?

  29. 29 pepoluan September 22, 2009 pukul 1:18 am

    Cuma info aja kemarin beli Abate 1GR (1GR maksudnya GRanule 1%) di apotik Century seharga 1’800 per sachet. Jadi gak ada alasan gak abatisasi. Kalo perlu, 1 RT belikan aja, ganti ongkos aja (pasti untung, pada malas terima kembalian 200 biasanya). 1 rumah biasanya butuh 2-3 sachet per 2 bulan (buat itung2an bujet RT)

    @chielicious: itu sih tanda gigitan serangga. Bisa nyamuk, kecoa, lipan, dll. Kalo DB, *pasti* ada demam.

  30. 30 cakmoki September 22, 2009 pukul 4:26 pm

    @ chielious:
    Chieeeeeeee…. walah, maaf…kelewatan hampir setahun…hehehe…
    Maf lahir batin, yaaa
    Itu mah bukan tanda khas gigitan nyamuk DB πŸ˜€ …udah dijawab ama Mas Pepoluan tuh…

    @ pepoluan:
    ya, setuju…hehehe, ada itung-itungan untungnya juga ya πŸ˜€

  31. 31 Galvanic Spa Januari 21, 2010 pukul 4:54 am

    Saya baru saja divonis kena DB dari hasil lab, yang out of range
    WBC 1.03
    PLT 109
    MPV 6.5
    EOS 7
    NEUT 0.68
    LYMPH 0.16
    MONO 0.09

    Saya sudah pernah kena DBD kalau tidak salah yang type 3 (saya tinggal di Bali), tapi ini gejalanya beda total.

    Pertama demam Senin subuh, seharian saya tidak bangun dan tidak makan apapun. Sakit kepalanya luar biasa. Selasa pagi sudah enakan, mulai makan bubur, tapi sore demam lagi dan muntah dua kali. Rabu dipijat sama pembantu, merasa sembuh total, mandi, cuci rambut, tapi masih makan bubur eh sore lemas lagi. Malam mulai demam dan memutuskan untuk cek darah.

    Yang ambil hasilnya suami, jadi hanya disampaikan saja kalau besok saya disuruh masuk rumah sakit.

    Tempo hari saya juga langsung disuruh masuk rumah sakit setelah demam seminggu lebih, infus 1 kantong dan boleh pulang. Saya di rumah sakit hanya 5-6 jam saja. Tapi tempo hari saya tidak merasa sakit kepala dan mual2, justru selera makan saya memuncak.

    Saya tidak yakin karena tadi dokternya memperkirakan saya kena typus dan saya disuruh makan bubur, padahal saya tahu kalau pasien typus tidak perlu makan bubur. Saya makan bubur karena mungkin kebiasaan dari kecil, kalau sakit diberi bubur dan menurut saya bubur itu enak kok.

    Apakah ada cara lain diluar infus? Apa yang terjadi kalau saya menolak masuk rumah sakit? Saya biasanya cukup sehat, sarapan 1,5liter air, makanan sehat termasuk 1 botol juice tanpa gula tiap hari. Vitamin juga rutin, jadi saya pikir kalau masalah cairan sebenarnya tidak perlu infus.

    Tolong pendapatnya.

    Terima kasih.

  32. 32 cakmoki Januari 22, 2010 pukul 7:25 pm

    @ Galvanic Spa:
    Maaf, terlambat menjawab karena baru datang dari luar daerah…

    Hingga saat ini, batasan DBD yang disepakati jika demam tidak spesifik disertai atau tidak disertai keluhan penyerta seperti mual, ssakit kepala, dll…dan pemeriksaan Lab menunjukkan Trombosit < 100.000 dan hematokrit meningkat 20-255 selama masa demam (2-7 hari)
    Jika dalam 2-7 hari tidak memenuhi kriteria tersebut, maka bukan DBD.
    Hasil Lab di atas menunjukkan PLT (platellet atau trombosit) 109 (109.000), berarti saat diperiksa tidak menunjang diagnosa DBD. Namun RS pada umumnya menyarankan Rawat Inap dg diagnosa suspect DBD, sebagai langkah kewaspadaan jika dalam beberapa hari ke depan mengalami penurunan trombosit hingga dibawah 100.000. engan demikian, jika hal tersebut terjadi, maka pasien dinyatakan DBD dan dalam keadaan terinfus untuk rehidrasi.
    Meski begitu, pada DBD grade 1 boleh dirawat di rumah tanpa infus dengan syarat minum dalam jumlah cukup dan makan makanan bergizi.
    Langkah yg dilakukan (minum sedikitnya 1, 5liter air, makanan sehat termasuk 1 botol juice tanpa gula tiap hari. Vitamin juga rutin) sudah benar.
    Moga segera sehat kembali…
    Trims

  33. 33 anto Januari 27, 2010 pukul 6:26 am

    salam kenal cak, saya liat blog ini dr googling πŸ™‚
    ingin konsultasi boleh πŸ˜€
    saya mengalami gejala begini:
    agak demam sedikit, agak pusing juga, serta di seluruh tubuh ada bercak2 merah kecil. kondisi saya sudah berlangsung selama 2 hari
    yang ingin saya tanyakan apakah gejala tersebut lebih spesifik ke biduran ataukah DBD? demam yang saya alami tidak begitu tinggi serta tubuh terasa agak gatal. tapi badan juga terasa lemes
    terima kasih

  34. 34 cakmoki Januari 28, 2010 pukul 2:56 am

    @ anto:
    salam kenal…
    Gejala-2 tersebut tidak spesifik ke arah DBD. Bukan pula biduran. Pada DBD, ciri perdarahan karena penurunan trombosit bukan berbentuk bercak merah, tapi titik-2 merah di bawah kulit yg merupakan gambaran perdarahan kapiler.
    Demam yang disertai bintik merah yg gatal dan lemas, bisa terjadi pada beberapa penyakit, diantaranya: rubella, morbili, dengue klasik, dll.
    Seorang dokter akan mengenalinya jika memeriksa secara langsung.
    Sedangkan pada biduran, bercak merah menonjol dan gatal yang makain melebar jika digaruk.
    Selengkapnya tentang biduran, silahkan baca artikel di blog ini pada link berikut:
    https://cakmoki86.wordpress.com/2009/02/14/urtikaria-atau-biduran/

    Terimakasih

  35. 35 Gerakan Nasional Cegah DB April 5, 2010 pukul 5:25 pm

    Posting bagus…
    lengkap dan informatif.
    salut!

  36. 36 cakmoki April 7, 2010 pukul 1:29 am

    @ Gerakan Nasional Cegah DB:
    Terimakasih atas support dan kunjungannya πŸ™‚

  37. 37 nanang April 25, 2011 pukul 10:36 am

    skarang msayarakt trtular pjabat korup bxk bget trmasuk tdi pagi manfaatin abate…mnawarkan atas nma RT dsuruh bli 10bungkus harganya 30rbu.klo dgan cra sperti ni bgmana dgan yg tdak dpat mblix?pemerintah hrusx yg jelas ngomog apa abate itu gratis atau tdak dan knpa hrus ada org yg mggunakan nma pmarintah msuk k rmah2 untuk cri uang hx untuk manfaatkn skon.

  38. 38 cakmoki April 25, 2011 pukul 2:34 pm

    @ nanang:
    Benar, dimana-mana ada aja yang memanfaatkan kondisi semacam itu.
    Mestinya Abate gratis
    kalo menemui seperti itu sebaiknya melaporkan ke kelurahan atau puskesmas setempat


  1. 1 Tambah atau kurang 1, Cakmoki ? « Pieces of Mind Lacak balik pada Februari 18, 2009 pukul 11:59 pm
  2. 2 Tambah atau kurang 1, Cakmoki ? « dragus.cn Lacak balik pada Februari 16, 2011 pukul 6:21 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso β„’

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

Jangan Korupsi Ah

No Korupsi

Internet Sehat

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

[Valid RSS]

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 5,303,313 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters


%d blogger menyukai ini: