Leaflet di ruang praktek

leaf2 Informasi tentang penyakit sesingkat apapun amat diperlukan bagi pasien dan keluarganya manakala berobat ke dokter. Pasien berhak mengetahui penyakitnya dan dokter berkewajiban memberikan informasi seputar penyakit atau masalah kesehatan para pasiennya. Kecuali jika karena alasan tertentu yang dipandang memberatkan kondisi pasien, maka informasi penyakit dapat disampaikan kepada anggota keluarga lainnya. Sebagai contoh, jika seseorang menderita kanker hati (hepatoma) stadium lanjut yang hanya memerlukan pengobatan paliatif (suportif), bisa jadi penyampaian penyakit secara langsung malah membuat pasien syok. Di lain pihak, ada pasien yang dapat menerimanya dengan lapang dada. Karenanya seorang dokter perlu mengenal pasiennya, keluarganya dan kondisi kejiwaanya agar informasi penyakit yang disampaikan kepada pasien tidak membuat ketakutan.

Banyak cara dan media untuk menyampaikan informasi masalah kesehatan kepada pasien, mulai yang paling sederhana hingga informasi yang dapat diingat atau bahkan dibawa pulang oleh pasien. Kini, lembaran leaflet, brosur, poster bukan lagi media mewah dan tidak sulit untuk membuatnya (atau membuatkan ke percetakaan). Bahkan di beberapa ruang tunggu praktek dokter sudah menyediakan DVD tentang berbagai informasi penyakit. (suatu saat mungkin ada dokter yang menyediakan monitor LCD selebar theater di tempat prakteknya).

Pilihan media informasi medis di ruang praktek (atau di ruang tunggu) oleh seorang dokter bagi para pasiennya sangat variatif, bergantung kepada masing-masing dokter dalam menilai kelebihan dan kekurangan media yang dipilih di wilayah kekuasaannya prakteknya. Sesederhana apapun media yang dipilih, leaflet tempelan atau sebaran brosur (pake rugos kalo ga punya komputer), masih jauh lebih bagus dan berguna ketimbang informasi lisan atau gak ngomong sama sekali (kecuali ngomong 50 ribu saat narik ongkos *halah* πŸ˜› …sori, hehehe).

MEDIA INFORMASI DI PRAKTEK NDESO β„’

Bagi sejawat dokter yang praktek di ndesoβ„’, menyediakan informasi medis menggunakan komputer bukan lagi halangan, kecuali yang gak ada listrik di wilayah kekuasaannya kerjanya. Kalo di kota mah gak usah ditanya, dijamin canggih … ehm, kali brosurnya pake kertas kentrix 90 gram, asyik.

KILAS BALIK … Kadang penulis menertawakan diri sendiri kala ingat masa-masa bikin leaflet-leafletan sebelum pake komputer. Wis tah, pokoke gak mutu blas. Dulu banget, semalaman nempelin rugos di kertas transparan beralaskan kertas grafik supaya rapi, itupun masih mencang-menceng, trus ngongkoskan ke tukang sablon … ribet. Agustus 1998, tepat sepuluh tahun yang lalu, pertama punya komputer Pentium I seharga 4 jutaan (sekarang segitu dah dapet rakitan core 2 duo), dilengkapi printer canon 1000, saat itulah merasakan kepuasan bikin leaflet dan brosur agak genah. Lambat laun, dalam kurun waktu sekitar 2 tahun dari 2002 hingga 2004, belajar otak-atik Flash animmasi, dikit-dikit bisa *asli nggaya poll* πŸ˜› … dan saat ini gak nambah-nambah, pancet sulit memahami Flash… dan makin gak kober belajar Flash karena harus ngurusi Blog *ngeles*

Penulis percaya, media informasi (sedikitnya media statis) akan membantu memberikan informasi kesehatan bagi masyarakat sekitar, terlebih jika media tersebut, misalnya leaflet dan brosur, disediakan dalam jumlah banyak sehingga dapat dibawa pulang oleh pasien atau keluarganya. Kalaupun pasien tidak bisa membaca, media yang dilengkapi gambar setidaknya akan membantu pasien mengingat dan memahami penyakitnya.

Cara lain yang mungkin dapat dijadikan pertimbangan adalah dengan membuat beberapa leaflet penyakit-penyakit terbanyak atau penyakit-penyakit yang sulit dipahami pasien, dengan menyediakan leaflet laminating sehingga mudah menjelaskan sekilas penyakit tertentu kepada pasien. Penulis yakin, penjelasan singkat tentang penyakit menggunakan media teks-visual, gak bakalan menyita banyak jam praktek.

Bagi pasien, informasi medis dari seorang dokter yang terdokumentasi (tempelan atau lembaran yang dapat dibawa pulang), sedikit banyak membantu penyebarluasan informasi kesehatan bagi pasien dan keluarganya. Bahkan bisa jadi pasien tersebut menjadi perpanjangan tangan dokter dalam menyebarkan informasi medis melalui media yang didapatnya.

Sekali lagi, apapun media informasi dari ruang praktek dokter, diharapkan bermanfaat dan memberikan pencerahan bagi masyarakat sekitarnya. Yang penting, kata Mas Dani, informasi kesehatan sampai dengan benar dan selamat. *gak perlu pake anggaran negara*

Semoga bermanfaat πŸ™‚

Silahkan unduh contoh leaflet sederhana tentang Herpes zoster dan impetigo

:: :: :: posting menggunakan WLW :: :: ::

πŸ™‚

Iklan

30 Responses to “Leaflet di ruang praktek”


  1. 1 dokterearekcilik Agustus 2, 2008 pukul 6:50 am

    Tumben aku pertamax πŸ˜€ Emang memberi leaflet itu penting, cuman kadang terlupakan dan… kalo udah habis brosurnya gak bikin lagi. Terima kasih udah mengingatkan saya cak.

  2. 2 sibermedik Agustus 2, 2008 pukul 8:05 am

    PERTAMAX

    wah narik ongkos pasiennya berapa?fitur2 canggih operator ponsel aja masuk pendapatan VAS (VALUE ADDED SERVICE)? apalagi cuma untuk praktek pribadi?

    btw,ni juga lagi mumet utak-utek ms.access buat rekam medis klinik yg baru bisa ‘merangkak’.*maklum ngantri masuk koas, jadi pengangguran bertitel deh!*

    piye cak?adakah tips me’laris’kan tempat praktek ndak?

  3. 4 triesti Agustus 2, 2008 pukul 9:29 am

    Di Belanda, ini dibuat oleh lembaga2, misalnya tentang kanker, dibuat oleh yayasan kanker. diabetes juga demikian.. malah ngga hanya sekedar apa itu diabetes, tapi juga penderita bekerja, bagaimana merawat kaki diabetes. mungkin ada baiknya kerja sama dgn mereka.

    selain itu ada perusahaan yg khusus membuat brosur yg ditaro di praktek dokter. tiap bulan orgnya menambah brosur yg kurang.

  4. 5 dr Didi K SpOG Agustus 2, 2008 pukul 10:38 am

    Ntar setelah baca leaflet pasiennya nggak jadi berobat cak…beli sendiri obatnya…he…he…he…

  5. 6 cakmoki Agustus 2, 2008 pukul 12:14 pm

    @ dokterearekcilik:
    posting ini juga mengingatkan diri saya sendiri Mas, ada yg habis soalnya, dan biar ga aras-arasen bikin πŸ˜€

    @ sibermedik:
    gak perlu narik tambahan wong cuman sekian ratus perak perlembar, sekian ratus ribu per 1000 lembar dan itu akan tertutupi kalo per hari nambah 1 pasien, lebih malah … halah itung-itungan segala πŸ˜›

    moga rekam mediknya cepet kelar dan kliniknya berkembang…
    Hmmm, sy gak punya tips “melariskan praktek”, … kali kalo ngobatinya bener, sabar, telaten, tidak mahal, ntar laris dengan sendirinya … hehehe

    @ triesti:
    wah, asyik tuh … di sini masih minim yang seperti itu. Di RS swasta yg saya datangi di Sby, brosurnya pake kertas kentrix, bagus banget, dan pengunjung boleh ambil…

    selain itu ada perusahaan yg khusus membuat brosur yg ditaro di praktek dokter. tiap bulan orgnya menambah brosur yg kurang

    … ini yang ditunggu-tunggu …

    @ dr Didi K SpOG:
    …Ntar lithotomi dan palpasi sendiri juga … hehehe … πŸ™„

  6. 7 ManusiaSuper Agustus 2, 2008 pukul 4:25 pm

    Saya juga kadang lebih mengerti penjelasan tulisan daripada ketika dokter menerangkan :mrgreen:

    Mungkin karena faktor visual ya pak?

    Btw, contoh leaflet di atas itu boleh saya minta ya? kebetulan sedang terserang penyakit tersebut.. Celakanya, ga bisa diobati.

  7. 8 Astri Agustus 2, 2008 pukul 11:02 pm

    Pengen banget bikin tapi masih males… Kalah ama jalan2 πŸ˜€

  8. 9 cakmoki Agustus 3, 2008 pukul 2:51 am

    @ ManusiaSuper:
    Kalo dokternya cantik, nerangkan gak bakal kedengaran kali ya πŸ˜› …soalnya lebih memperhatikan visual *tuing*

    Kangen sama siapa Cil ? πŸ˜‰

    @ Astri:
    Gampang Mbak, bikinkan di offset … πŸ˜€

  9. 10 draguscn Agustus 3, 2008 pukul 8:16 am

    *gak perlu pake anggaran negara*

    apa memang biasanya untuk praktek pribadi pake duit negara ..
    [ciaaaat] *menangkis palu yg digetokkan cakmoki*
    hehehe
    Cara #triesti di Belanda itu sebenarnya juga udah rame jadi program inovatif puskesmas2 yg giat melaksanakan program, isi leaflet juga sekarang ini mulai beraneka ragam. Bahkan untuk flu burung bentuknya seri kartun dalam bentuk buku. Untuk di PKM dengan terbentuknya kelompok-kelompok hipertensi, kelompok diabetes dll seperti ini pengadaan leaflet tadi malah dari mereka agar mereka bisa menjaring anggota lebih banyak .. Upaya puskesmas ini juga menguntungkan dokter yang membina kelompok tadi .. pasien jadi lebih banyak; lebih mengerti; lebih mudah kalo dikasi resep yg agak mahal; jadwal pembinaan rutin = tambahan biaya ceramah *di-strike ngga ya?* dst dst

  10. 11 draguscn Agustus 3, 2008 pukul 8:18 am

    Lho kok tumben pake nunggu dimoderasi?

  11. 12 cakmoki Agustus 3, 2008 pukul 1:20 pm

    @ draguscn:
    memang biasanya untuk praktek pribadi pake duit negara ..
    [ciaaaat]
    >…sttttt … ntar ada yang tersungging πŸ™„
    Salut, sy juga melihat beberapa temen di sini inovatif banget, ntar sy kasih tau tentang leaflet “kartun” … sekalian kita rancang e-magazine online gimana?

    Upaya puskesmas ini juga menguntungkan dokter yang membina kelompok tadi .. pasien jadi lebih banyak; lebih mengerti; lebih mudah kalo dikasi resep yg agak mahal; jadwal pembinaan rutin = tambahan biaya ceramah *di-strike ngga ya?*

    yakin, iya emang…gak mengaharap tapi datang sendiri, …barokah kali ya πŸ˜‰

    oiya, maaf Mas, udah beberapa bulan yg lalu ada temen disini menganjurkan moderasi, dia bilang isinya terlalu menyengat. Repot dikit sih, tapi untuk menjaga komen lain yg senada dengan isi blog… hehehe

  12. 13 Viska Agustus 3, 2008 pukul 8:25 pm

    setuju…
    dan juga kyna lbh oke kalo hbs nyuntik (mis. imunisasi) kotak+brosur/leaflet abt vaksin diberikan ke pasien. so pasien bisa tau abt vaksin itu lebih lanjut. demikian juga dgn obat resep dokter yg diberikan (apotik), kdg langsung dikasih (mis) botolnya doang, kemana kotak+brosurnya? masa kudu diminta dulu baru dikasih… gmn mo baca2… ini sih salah apotiknya, ya?

    eh, pa kabar cak?
    mampir just say hello niy πŸ™‚

  13. 14 aminhers Agustus 3, 2008 pukul 10:38 pm

    Memang Bapak/Ibu dokter harus kreatif (seperti cak moki**gr**)

  14. 15 cakmoki Agustus 4, 2008 pukul 1:40 pm

    @ Viska:
    setuju juga πŸ˜€
    Emang baiknya jadwal imunisasi diberikan dalam bentuk lembaran kolom *berwarna* … udah kan? *pura-pura nanya*

    Penulisan fungsi obat di label adalh tugas apotik, misalnya: obat panas, antibiotika (dihabiskan), pilek bersin buntu, mual muntah, dll dll…
    eh…kabar baik … trims atas say hello-nya πŸ˜€

    @ aminhers:
    tahu aja, iya…gr …hahaha

  15. 16 dani Agustus 4, 2008 pukul 4:22 pm

    dl pernah bikin yg sederhana di klinik swasta yg lawas..masi dilanjut ngga ya..
    buat yg mampu mungkin bs bikin dan membaginya scr gratis spt cakmoki dkk..ngga hrs bayar spt yg di sebelah (ada lho cak..)..tapi kl ada yg mau bayar ya gpp sbg donasi dan ganti ongkos cetak ya cak.. πŸ™‚

  16. 17 cakmoki Agustus 4, 2008 pukul 11:23 pm

    @ dani:
    moga yg dl udah pernah dibuat, dilanjutkan dan dipercantik …
    bayar brp Mas? Rp250,- per lembar kali ya… πŸ˜€

  17. 18 Shinta Agustus 5, 2008 pukul 10:01 am

    Leaflet Penyakit Kangen nya cakmoki..nuansa 80-an nya kental bangeettt… pake “cubit – cubitan” hihihi.. πŸ™‚

    Setahu saya yang namanya Leaflet atau Brosur ya harus gratis …semahal apa pun ongkos bikinnya..tetap aja tujuannya untuk menyebarluaskan informasi secara cuma-cuma. Kalo yg pake bayar namanya apa ya cak? πŸ™‚

  18. 19 cakmoki Agustus 5, 2008 pukul 2:32 pm

    @ Shinta:
    ada yang lebih seru dari cubit-cubitan ga? … kasih tahu dong … πŸ˜›
    iya sih, brosur or leaflet hanya salah satu media informasi supaya dokternya ga repot-repot nerangkan.
    Kalo bayar namanya jualan brosur kali … hehehe.

  19. 20 chandra Agustus 5, 2008 pukul 4:09 pm

    hii … asik banget leafletnya ..

  20. 21 che11 Agustus 6, 2008 pukul 4:36 pm

    aduh…kreatif habis..
    jadi ingat kampung…jadi dokter di deso….klo mereka dah baca …jelasinnya gak perlu makan waktu lama….tinggal nambahin apa yang dilarang and di anjurkan..

    pasien berikutnya…silahkan masuk….

  21. 22 konsultasi kesehatan Agustus 6, 2008 pukul 9:28 pm

    Wah…jadi malu pada orang tua yang masih..aktif…mana semangatnya?

  22. 23 ammadis Agustus 7, 2008 pukul 2:20 pm

    Hmm, ntar kalo leafletnya di tempel2 gitu…bikin anak-anak jadi suka baca-baca…dikirain sama dengan tempelen leaflet di TK nya lho…he…he…he..
    Salam kenal cak…!

  23. 24 cakmoki Agustus 8, 2008 pukul 1:23 am

    @ chandra:
    hii…lagi gitu ya ..

    @ che11:
    sebelum “pasien berikutnya …silahkan masuk…” (sebelum pasien keluar) mestinya gak lupa mengatakan:”…sekian puluh ribu pak, bu …”. hehehe

    @ konsultasi kesehatan:
    mana…mana ? πŸ˜€ … jangan pura-pura ah, paling udah pake multimedia …siip

    @ ammadis:
    hehehe, iya…supaya anak-anak tambah pinter baca … misalnya, ASI singkatan dari: Air Susu ihhhh Ibu πŸ˜†
    Salam kenal juga, makasih udah mampir… ga taunya tetangga

  24. 25 yantee Agustus 12, 2008 pukul 3:02 pm

    jadi inget brosur tentang cacingan yg kemaren saya ambil dari praktek dr anak…menurut anak saya yg sulung, cacingan itu penyakit berbahaya yg memalukan…padahal menurut saya mending cacingan daripada jantungan…

  25. 26 cakmoki Agustus 12, 2008 pukul 6:45 pm

    @ yantee:
    hahaha, untuk anak seusia dia, cacingan lebih memalukan …
    Mending gak sakit … πŸ˜›

  26. 27 hadi April 13, 2009 pukul 10:57 am

    wah mantep sekali cak…
    aku jadi terinspirasi…
    makasi buat informasinya!!!
    moga sampeyan tambah enteng rejeki…

  27. 28 cakmoki April 13, 2009 pukul 4:16 pm

    @ hadi:
    Makasih juga kunjungan, support dan do’anya … demikian pula sebaliknya πŸ™‚


  1. 1 Wong Ndeso dadi Dokter .. « Puskesmas [dot] info Lacak balik pada Agustus 3, 2008 pukul 11:36 pm
  2. 2 Wong Ndeso dadi Dokter .. « Pieces of Mind Lacak balik pada Desember 29, 2008 pukul 8:05 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso β„’

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

Jangan Korupsi Ah

No Korupsi

Internet Sehat

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

[Valid RSS]

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 5,317,035 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters


%d blogger menyukai ini: