Sembako diterima, nyoblos suka-suka

ROAD TO KT-1: JALAN MENUJU KURSI GUBERNUR KALTIM 2008

Sekitar 2-3 minggu yang lalu, salah satu cagub dan cawagub mensosialisasikan diri melalui program bagi-bagi sembako. Apakah gerakan semacam ini masuk dalam kategori curi start? Gak tahu !!! Mungkin Panwas dan KPUD lebih tahu.

Suatu hari, pagi hingga sore di Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, warga yang sebagian besar para wanita berjejal menunggu bagi-bagi sembako, terdiri dari: Beras, Minyak Goreng plastikan, Mie bungkus. Adapun Gula yang kata Tim Sukses ada dalam paket ternyata gak ada.

Dulu, gerakan semacam ini dinamakan “serangan fajar” lantaran “paket sembako” dibagikan ketika fajar menyingsing sesaat sebelum pencoblosan. Mungkin Cagub dan Tim Suksesnya beranggapan bahwa cara ini masih cukup ampuh untuk menarik simpati sebagian warga terutama yang dianggap gak mampu, sehingga diharapkan mencoblos sang Calon saat hari H. Benar tidaknya anggapan tersebut sulit dibuktikan, mengingat belum ada survey soal itu.

Dalam kurun waktu 1 hari hingga 1 minggu setelah bagi-bagi sembako, saya berkesempatan ngobrol dengan beberapa ibu penerima sembako. Dua pertanyaan (bersifat terbuka) menghasilakan jawaban dan tanggapan beragam.

Inti pertanyaan:

  1. Bagaimana perasaan saat menerima sembako ?
  2. Nanti nyoblos siapa ?

Berikut petikan jawaban dan komtentar sebagian sampel penerima sembako:

  • Sebelumnya sudah dikasih tahu akan ada pembagian sembako dari calon Gubernur. Saya akan milih yang ngasih sembako. Nanti kalo jadi Gubernur beneran, saya akan lebih sering menerima bantuan sembako.
  • Ada pembagian apapun saya terima. Sembako, kaos, uang transport dan lain-lain, ambil aja. Nyoblos suka-suka saya.
  • Saya disuruh ikut ambil sembako, saya gak ambil. Dan saya gak akan nyoblos. Siapapun yang jadi gubernur sama aja, gini-gini, tetap sengsara. Untuk apa nyoblos ?
  • Ya, siapapun yang bagi sembako akan saya ambil. Tapi tidak mau nyoblos. Tidak milih. Sekarang aja bagi sembako, setelah itu lupa janjinya. Paling nanti korupsi seperti di TV.
  • Sembako ? waaa, saya selalu ikut antri. Calon yang paling banyak bagi-bagi, akan saya coblos.
  • Saya tidak mau terima sembako, tidak mau nyoblos lagi, bosan, kebanyakan janji.
  • Saya disuruh pak RT ambil sembako dan disuruh nyoblos calon yang memberi sembako. Bilangnya gak boleh terima dari calon yang lain.

Beberapa kalimat di atas meluncur secara spontan dari bebarapa penerima sembako dan beberapa orang yang dijadwalkan menerima sembako tapi tidak mau mengambil sembako.

Tentu sikap dan perkataan tersebut tidak serta merta menggambarkan sikap para pemilih Calon Gubernur periode 2008-2013. Setidaknya kita tahu dan mungkin dapat menarik pelajaran dari ungkapan-ungkapan tersebut.

Bagi Tim Sukses, gak perlu meradang … belajar menghargai ungkapan orang lain barangkali lebih bijak ketimbang ngotot hanya karena ingin jagonya menang.

Pendapat dan pilihan (termasuk yang gak milih) boleh beda, yang penting kerukunan tetap terjaga.

Semoga bermanfaat.

:: :: :: posting menggunakan WLW :: :: ::

๐Ÿ™‚

Iklan

23 Responses to “Sembako diterima, nyoblos suka-suka”


  1. 1 transmorfosis Mei 24, 2008 pukul 6:38 am

    koq bangsa kita mudah diusap. eh disuap maksudnya.

  2. 2 NdaruAlqaz Mei 24, 2008 pukul 8:09 am

    wah jadi inget pas nonton debat calon, ada sebuah pernyataan menarik *saya lupa dari siapa*, “Saya lebih memilih manusia dibanding orang utan….”

    bagaimana kabar pertarungan calon pemimpin disana Cak, panaskah, Jawa timur sudah memanas Cak…

  3. 3 Wempi Mei 24, 2008 pukul 10:20 am

    Disini udah terbakar *padahal blon pilkada*, hahaha.
    untung kemaren hujan, jadi api yang di hutan itu bisa mampus juga.
    *nyambung gak ya?*

  4. 4 cK Mei 24, 2008 pukul 11:11 am

    ah, sembako itu khan gak permanen. harusnya kasih yang lebih permanen, kendaraan misalnya.. :mrgreen:

  5. 5 Yudhi H.Gejali Mei 24, 2008 pukul 5:15 pm

    Kalau para “Calon Kepala Daerah” tersebut tulus ngebantu, sih…
    Ga usah minta pamrih bakal dicoblos donk….
    Kayak gitu-gitu kan mencoreng mukanya sendiri…
    Ketauan karakter bejadnya…Tukang Nyuap..
    Ga usah dipilih aja yang kayak gitu mah..
    (Calon Koruptor soalnya, ssstt…jangan bilang sapa2)

  6. 6 iyan... Mei 24, 2008 pukul 6:30 pm

    orang pintar pasti tolak a***
    ๐Ÿ˜€
    ๐Ÿ˜€
    ๐Ÿ˜€
    pissss…..

  7. 7 sibercuti Mei 24, 2008 pukul 11:41 pm

    cak,kalau berkedok pengobatan gratis gmn?coz pengalaman pribadi dulu pernah dikontrak bakti sosial di daerah perifer ternyata atas prakarsa calon pilkada.*cipratan duitnya lumayan buat anak kos bertahan hidup 1mgu dirantau he5x* :p

  8. 8 Elyas Mei 24, 2008 pukul 11:46 pm

    Semua cara dilakukan demi dapat suara tp yach semua balik ke masyarakat lagi, semoga disana bisa dapat seorang pimpinan yang baik dan jujur dan mengedepankan kepentingan masyarakat cak

  9. 9 cakmoki Mei 25, 2008 pukul 3:55 pm

    @ transmorfosis:
    kayaknya iya, sebagian suka diusap, eh disuap … sebagian gak mau disuap

    @ NdaruAlqaz:
    hehehe, jadi … ???
    Di sini, perjanjiannya sih gak panas, … ada juga sih yang suka marah-marah … terutama pendukungmania.

    @ Wempi:
    Hahaha, bisa dijadikan isu Pilkada tuh … kalo udah masalah Pilkada, semua kayaknya bisa dikemas jadi alat menohok Calon lain ataupun untuk meningkatkan citra seorang calon.

    @ cK:
    SEtuju Chik ๐Ÿ˜€ :mrgreen:

    @ Yudhi H.Gejali:
    Hmmm, masukan yang bagus, pilih yang lain aja ah *ssst, jangan bilang-bilang ya*

    @ iyan:
    ooo gitu ya Yan … ho’oh saya ikutan deh ๐Ÿ˜€ … eit, TPS belakang rumah tuh

    @ sibercuti:
    Entah ya … yang jelas kalo pengobatan gratis banyak keluar biaya sedangkan manfaatnya gak tau … *kecuali bagi yg kecipratan* … hahaha. Kalo saya pribadi, terlepas kedok atau bukan, khitanan masal kayaknya lebih bermanfaat.

    @ Elyas:
    Setuju… iya, semoga ๐Ÿ™‚ … kalo ternyata dapet yang gak jujur dan gak mengedepankan kepentingan rakyat atau cuma pura-pura peduli rakyat, … duhhh, bakalan nunggu 5 tahun lagi.

  10. 10 sibermedik Mei 25, 2008 pukul 5:27 pm

    iya cak,udah 1paket dengan khitanan masal & bedah minor. Lha menurut cak moki etika sebagai dokter bagaimana?Maklum dulu cuma ikut2, tujuannya nambah jam terbang ketrampilan khitan, kecipratannya cuma efek samping kok..

  11. 11 cakmoki Mei 25, 2008 pukul 6:06 pm

    @ sibermedik:
    gini, menurut saya … etika tidak melarang kita memberikan layanan medis (terlepas dari latar belakangnya yg kadang kita gak tahu). Gak papa, dan kita boleh menarik bayaran dari layanan tersebut.
    Misalnya kita punya tim profesional untuk pengobatan masal dan khitanan masal, trus menetapkan tarif Rp… untuk setiap khitan per orang, gak papa. Ini berarti siapapun dan dari partai atau calon manapun kita siap dengan konsensus tersebut.
    So… efek samping mah kekecilan … hehehe, artinya kita bisa tetap beramal dan sekaligus memberikan honor yang cukup layak untuk tim kita.

  12. 12 itikkecil Mei 26, 2008 pukul 10:00 am

    bener tuh cak… ambil sembakonya tolak calonnya ๐Ÿ˜†

  13. 13 DonnieYodha Mei 26, 2008 pukul 5:08 pm

    Tim: Beli sembakonya pake duit utang. Yang nanti dibayar kalo udah kepilih jadi gubernur.
    Bil: Lho? Emang gaji gubernur cukup buat bagi2 sembako segitu banyak?
    Tim: Siapa bilang dari gaji?
    Bil: Emang jadi gubernur bisa kaya?
    Tim: Lha makanya pada rebutan.
    Bill: Oo… emang ampe ngutang berapa?
    Tim: Gak tau ya kalo di sana berapa, tapi di Jabar, mau jadi bupati aja tuh katanya butuh modal ‘investasi’ 2 milyar.
    Bil: Investasi? Emang bisnis?
    Tim: Iya, bisnis jabatan, merampok duit rakyat buat balik modal dan buat bayar utang ke ‘investor’.
    Bil: Kok ga dipenjara?
    Tim:Di dunia mungkin gak.

  14. 14 cakmoki Mei 27, 2008 pukul 1:04 am

    @ itikkecil:
    setuju … hari ini dah coblosan mbak … gak ada sembako lagi ๐Ÿ˜€

    @ DonnieYodha:
    waaaaa, di sini mah 2 milyar gak cukup ๐Ÿ˜€

  15. 15 James kook Mei 28, 2008 pukul 5:09 pm

    Totalmed Transcription Company is a HIPAA Compliant Medical Transcription ServicesProvider based in India. We provide Medical Transcription services to Individual Doctors, Practices, Hospitals and other Medical Transcription Companies throughout the United States.

  16. 16 azkun Juni 2, 2008 pukul 3:44 am

    Rakyat Kaltim tidak menginginkan calon pemimpin yang berbohong, apalagi jika kebohongannya dilakukan didepan publik. Untuk itu pada kampanye berikutnya jika ada pemilihan gubernur putaran kedua saya pesan agar hati-hati berorasi saat kampanye, jangan sampai bohong. Pesan bijak “Berbicaralah yang baik, atau lebih baik diam”. Alhamdulillah, ternyata ada calon wakil gubernur pada saat debat kandidat yang lalu ada yang tidak bicara dan ternyata kemudian pasangannya mendapat prosentase suara paing tinggi walaupun belum cukup untuk ditetapkan jadi pemenang. Pesan lain adalah sebaiknya program cagub-cawagub yang realistis agar nanti jika betul terpilih jadi gub-wagub tidak terjebak kebohongan karena tidak dapat melaksanakan janji yang tidak realistis. Apakah janji untuk menggratiskan semua beban biaya pendidikan dan kesehatan termasuk janji yang realistis, masih merupakan hal yang perlu dicermati. Yang jelas, biaya pendidikan bukan hanya biaya masuk sekolah, tetapi juga biaya pembelian baju, buku, jajan, transport, dan peralatan sekolah lainnya. Apakah betul semua itu akan digratiskan, syukurlah kalau betul. Jika tidak betul, saya khawatir nantinya masyarakat akan mencatatnya sebagai kebohongan.

  17. 17 azkun Juni 2, 2008 pukul 4:09 am

    Rakyat Kaltim tidak menginginkan calon pemimpin yang berbohong, apalagi jika kebohongannya dilakukan di depan publik. Untuk itu pada kampanye berikutnya jika ada pemilihan gubernur putaran kedua saya pesan agar hati-hati berorasi saat kampanye, jangan sampai bohong. Pesan bijak โ€œBerbicaralah yang baik, atau lebih baik diamโ€. Alhamdulillah, ternyata ada calon wakil gubernur yang pada saat debat kandidat lalu tidak bicara (insyaAllah beliau lebih paham adanya pesan bijak tersebut dan rupanya Allah SWT melindungi beliau untuk tidak berbohong) ternyata kemudian pasangannya mendapat prosentase perolehan suara yang meyakinkan walaupun belum cukup untuk ditetapkan jadi pemenang. Pesan lain adalah sebaiknya program cagub-cawagub yang realistis agar nanti jika betul terpilih jadi gub-wagub tidak terjebak kebohongan karena tidak dapat melaksanakan janji yang tidak realistis. Apakah janji untuk menggratiskan semua beban biaya pendidikan dan kesehatan termasuk janji yang realistis, masih merupakan hal yang masih perlu dicermati. Yang jelas, biaya pendidikan bukan hanya biaya masuk sekolah, tetapi juga termasuk uang pembelian baju, uang pembelian buku, uang jajan, uang transport, uang kost dan uang untuk pembelian peralatan sekolah lainnya. Adapun biaya kesehatan, bukan hanya biaya konsulatasi kesehatan, tetapi juga termasuk biaya pembelian obat, biaya transport ke tempat berobat, biaya opname dan dalam keadaan tertentu perlu biaya tindakan lebih lanjut termasuk operasi. Apakah betul ada calon yang sanggup untuk menggratiskan semua beban biaya pendidikan dan kesehatan seperti itu dan apakah nantinya dapat merealisasikannya?, syukurlah kalau betul. Jika tidak betul, saya khawatir nantinya masyarakat akan mencatatnya sebagai suatu kebohongan. Semoga Allah SWT melindungi semua calon gub-wagub Kaltim untuk tidak terjebak di dalam kebohongan.

  18. 18 Abu Ismail Juni 2, 2008 pukul 4:13 am

    Rakyat Kaltim tidak menginginkan calon pemimpin yang berbohong, apalagi jika kebohongannya dilakukan di depan publik. Untuk itu pada kampanye berikutnya jika ada pemilihan gubernur putaran kedua saya pesan agar hati-hati berorasi saat kampanye, jangan sampai bohong. Pesan bijak โ€œBerbicaralah yang baik, atau lebih baik diamโ€. Alhamdulillah, ternyata ada calon wakil gubernur yang pada saat debat kandidat lalu tidak bicara (insyaAllah beliau lebih paham adanya pesan bijak tersebut dan rupanya Allah SWT melindungi beliau untuk tidak berbohong) ternyata kemudian pasangannya mendapat prosentase perolehan suara yang meyakinkan walaupun belum cukup untuk ditetapkan jadi pemenang. Pesan lain adalah sebaiknya program cagub-cawagub yang realistis agar nanti jika betul terpilih jadi gub-wagub tidak terjebak kebohongan karena tidak dapat melaksanakan janji yang tidak realistis. Apakah janji untuk menggratiskan semua beban biaya pendidikan dan kesehatan termasuk janji yang realistis, masih merupakan hal yang masih perlu dicermati. Yang jelas, biaya pendidikan bukan hanya biaya masuk sekolah, tetapi juga termasuk uang pembelian baju, uang pembelian buku, uang jajan, uang transport, uang kost dan uang untuk pembelian peralatan sekolah lainnya. Adapun biaya kesehatan, bukan hanya biaya konsulatasi kesehatan, tetapi juga termasuk biaya pembelian obat, biaya transport ke tempat berobat, biaya opname dan dalam keadaan tertentu perlu biaya tindakan lebih lanjut termasuk operasi. Apakah betul ada calon yang sanggup untuk menggratiskan semua beban biaya pendidikan dan kesehatan seperti itu dan apakah nantinya dapat merealisasikannya?, syukurlah kalau betul. Jika tidak betul, saya khawatir nantinya masyarakat akan mencatatnya sebagai suatu kebohongan. Semoga Allah SWT melindungi semua calon gub-wagub Kaltim untuk tidak terjebak di dalam kebohongan…

  19. 19 cakmoki Juni 3, 2008 pukul 2:25 pm

    @ azkun & Abu Ismail:
    ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚ ๐Ÿ™‚

  20. 20 Kunarso Maret 3, 2010 pukul 2:17 pm

    PEMBANGUNAN KEBUN KELAPA SAWIT PUSAT KOPERASI PEGAWAI REPUBLIK INDONESIA KALTIM

    A. PENDAHULUAN
    Pembangunan kebun kelapa sawit mendapat perhatian besar dengan dituangkannya Sejuta Hektar Kelapa Sawit dalam Kaltim Bangkit 2013 sebagai bentuk kesungguhan Gubernur Kalimantan Timur H. Awang Faroek Ishak memanfaatkan kekayaan potensi sumberdaya alam dalam upaya meningkatkan kesejahteraan bagi segenap anggota masyarakat di Provinsi Kalimantan Timur.
    Secara bertahap dan terencana, pembangunan kebun kelapa sawit melibatkan berbagai pihak para pelaku usaha termasuk para petani dengan kelompok taninya, Perkebunan Besar Milik Negara maupun Perusahaan Besar Milik Swasta, dan bahkan juga para Pegawai Negeri Sipil dan TNI POLRI yang tergabung didalam wadah Koperasi.
    Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia (PKPRI) Kaltim dengan Ketuanya Ir. H. Irianto Lambrie, MM. menangkap peluang yang ada dengan menjalin kemitraan yang pertamakali dirintis dalam pembangunan kebun kelapa sawit bersama perusahaan perkebunan yang telah berkembang yaitu PT Karyanusa Eka Daya (Astra Agro Lestari Group). Pembangunan kebun kelapa sawit PKPRI Kaltim pertama kali di bangun di atas lahan yang berada dalam penguasaan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terletak di Desa Marah Haloq, Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur.
    Diharapkan dengan adanya kebun kelapa sawit PKPRI ini nantinya dapat menambah pendapatan dan meningkatkan kesejahteraan bagi segenap pegawai yang menjadi anggotanya sehingga mendorong untuk lebih berprestasi dalam bekerja dan kian jauh dari perilaku korupsi yang tercela. Lebih dari itu, dengan semaraknya usaha yang tergabung dalam wadah koperasi, pada saatnya nanti dapat menjadikan Provinsi Kalimantan Timur sebagai Provinsi Koperasi.

    B. RIWAYAT KEBUN
    Lokasi kebun kelapa sawit kemitraan PKPRI Kaltim dengan PT Karyanusa Eka Daya dibangun di atas lahan seluas 500 hektar eks PTP VI terletak de Desa Marah Haloq, Kecamatan Telen, Kab. Kutim, semula di lokasi ini pernah dibangun kebun induk sebagai sumber bibit kelapa hybrida kerjasama Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Jerman untuk mensuplay keperluan bibit dalam pembangunan kebun kelapa hybrida di Trans IV Muara Wahau.
    Selain di tanam Kelapa Nias yang menjadi induk untuk Kelapa Hybrida, juga ada tanaman kelapa sawit, karet, cengkeh, kakao dan kopi. Kebun yang semula dibangun dengan nilai awal Rp. 286.159.96,12- pada tahun 1984 kemudian kurang terawat dengan tidak dilanjutkannya pengembangan kelapa hybrida di Muara Wahau sehingga mengalami penyusutan dengan nilai asset yang hanya tersisa sebesar Rp. 81.809.008,10 pada tahun 1994 yang kemudian diserahkan kepada Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 1995. Pemeliharaan kebun selanjutnya dilakukan dari tahun 1995 sampai dengan 1998 oleh Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur dengan kegiatan Proyek Intensifikasi Perkebunan (APBD I). Pemeliharaan kebun ternyata kemudian tidak dapat berlanjut dan membuat tanaman cengkeh, kakao dan kopi mengalami kematian, sedangkan tanaman kelapa sawit dan karet tumbuh tidak terawat dan menjadi sarang oerganisme pengganggu tanaman.
    Dorongan Gubernur Kalimantan Timur agar para pegawai ikut berpartisipasi mensukseskan pembangunan Sejuta Hektar Kelapa Sawit di Kaltim memunculkan ide Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur Dr. Ir. H.M. Nurdin, MT untuk mengirim surat usulan pemanfaatan lahan dalam penguasaan Pemrov Kaltim ini menjadi kebun bagi Pegawai. Respon positif dari Gubernur dituangkan dalam surat tertanggal 24 Februari 2010 nomor 525.33/1071/Disbun/2010 perihal Persetujuan pengelolaan eks kebun PTP VI di Desa Marah Haloq, Kab. Kutim kepada PKPRI Provinsi Kalimantan Timur untuk membangun kebun kelapa sawit.

    C. TANAM PERDANA
    Acara Tanam Perdana pembangunan kebun Kelapa Sawit PKPRI Kaltim dirangkai dalam Kunjungan Kerja Gubernur Kalimantan Timur beserta Rombongan ke Wilayah Utara pada hari Selasa tanggal 2 Maret 2010. Sebagai tindak lanjut dari acara tanam perdana maka akan dilakukan pekerjaan penanaman selanjutnya sampai dengan selesai di lokasi potensial ini, bersamaan dengan itu kesepakatan bentuk kerjasama dalam pembiayaan, pengelolaan kebun, sampai dengan pengolahan dan pemasaran produksinya akan diwujudkan dalam suatu surat perjanjian antara PKPRI Kaltim dan PT Karyanusa Eka Daya dengan penuh semangat kebersamaan bagi keuntungan kedua belah pihak.

    D. PENUTUP
    Upaya bersama dari segenap pihak untuk mewujudkan Sejuta Hektar Kelapa Sawit di Kaltim mempercepat tercapainya kesejahteraan rakyat. (http://azkun.blogspot.com)

  21. 21 cakmoki Maret 4, 2010 pukul 12:26 pm

    @ Kunarso:
    Terimakasih ๐Ÿ™‚
    Btw, rakyat kebagian plasma apa inti ?
    Jangan sampai posisi rakyat hanya sebagi buruh belaka ๐Ÿ™‚


  1. 1   E-gold & Pencucian Uang ( Money Laundry ) ada benang merahnya diposting oleh .:. mangYus! Lacak balik pada Juni 20, 2008 pukul 3:54 pm
  2. 2 Tambah atau kurang 1, Cakmoki ? « Pieces of Mind Lacak balik pada Februari 19, 2009 pukul 12:00 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso โ„ข

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

Jangan Korupsi Ah

No Korupsi

Internet Sehat

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

[Valid RSS]

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 5,330,884 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters


%d blogger menyukai ini: