Oleh-oleh Stroma: PDA di Bidang Kedokteran

E-Learning: Mobile dan Ubiquitous Learning di Bidang Kedokteran

Beruntung bisa jumpa Mas Dani, senior saya di bidang Informatika Kedokteran dan dunia per-Blog -an. Dokter yang ganteng ini (dan lebih muda dari fotonya) πŸ™‚ …ehm …mengawali presentasi dengan prolog sebagai berikut:

Siap atau tidak, era teknologi informasi akan dihadapi pula oleh pelaku bidang kedokteran dan kesehatan. Dukungan teknologi informasi dinyatakan berpeluang meningkatkan keselamatan pasien, pelayanan dan pendidikan kesehatan. Kemudahan dan kepraktisan yang dijanjikan oleh perangkat dan sistem teknologi informasi tentu memerlukan penelitian, pembahasan dan eksplorasi lebih lanjut.

Beliau menuturkan bahwa dengan teknologi informasi ( menggunakan perangkat penunjang ) proses pembelajaran dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. (diharapkan juga oleh siapa saja khususnya pelaku bidang kedokteran dan kesehatan). Kemudahan akses yang ditawarkan oleh perangkat teknologi informasi memungkinkan kita untuk mendapatkan informasi yang tepat waktu dengan pilihan berbagai format. Salah satu perangkat genggam populer saat ini adalah PDA (Personal Digital Assistant). Perangkat mini layaknya komputer ini dapat dimanfaatkan sebagai arsip digital (teks, buku, gambar, animasi, dll) untuk memenuhi kebutuhan informasi dan mobilitas penggunanya. PDA generasi baru (mahal gak?) memungkinkan kita untuk berbagi informasi online melalui teleconference, diskusi online ataupun sebagai pengendali presentasi offline yang terhubung langsung dengan LCD proyektor, menggunakan kabel atau nirkabel.

Dalam presentasinya, dr. Dani juga menjelaskan berbagai jenis dan contoh pemanfaatan PDA di negara lain (kapan di sini mas ?) serta review aplikasi PDA untuk pendidikan kedokteran. Di balik kelebihan yang ditawarkan PDA, tentu ada beberapa kekurangan yang diharapkan memicu kita untuk mengembangkannya disertai pula strategi penerapannya di bidang kedokteran.

Mainan baru bernama PDA ini tergolong masih asing bagi kebanyakan pelaku medis ( di Indonesia), kecuali di negara maju yang pemakaiannya sudah mencapai 64% (di US). Karenanya, diperlukan penghasutan sosialisasi berkesinambungan tanpa kenal lelah untuk memanfaatkan PDA sebagai salah satu pilihan perangkat penunjang di bidang kedokteran dan kesehatan. Dengan makin berkembangnya PDA disertai tawaran fitur nan menakjubkan dan harga yang relatif terjangkau, maka PDA bukan tidak mungkin menjadi bagian dari para pelaku bidang kedokteran layaknya stetoskop.

Nah, bagi yang berminat mengenal dan ingin mengetahui seluk beluk PDA, silahkan menguhubungi dr. Dani Iswara … πŸ™‚ … atau bagi yang ingin tahu penggunaannya untuk aktifitas sehari-hari silahkan baca posting mbak Ratna seputar PDA

Lebih jauh seputar presentasi beliau silahkan download materinya di sini

:: :: :: disarikan dari presentasi dr. Dani Iswara: Mobile dan Ubiquitous Learning di Bidang Kedokteran :: :: ::

:: :: :: coming soon: E-Learning: Clarifying E-Learning by dr. Ilham Patu, Sp.BS :: :: ::

Iklan

22 Responses to “Oleh-oleh Stroma: PDA di Bidang Kedokteran”


  1. 1 qimindra Maret 10, 2008 pukul 6:20 pm

    Siap atau tidak harus beli PDA ya cak? (he3……)

    Aq rasakan sendiri manfaat teknologi informasi( baru punya laptop he…) saat kerja di rig Offshore. pada waktu rig blow out, dak ada sinyal n ada accident.

    ya setidaknya ada referensi yang ku bawa di laptop tsb.

    Jadi memang harus beli ya,,,,,,

  2. 2 almascatie Maret 10, 2008 pukul 6:36 pm

    untuk calon dokter ataukah pasien yah
    :mrgreen:

  3. 3 dani Maret 10, 2008 pukul 7:26 pm

    rajinnya cakmoki ini..salut
    kmrn itu sekadar pengenalan alat kecil yg dah rutin dipake oleh seorang dokter ndeso™ di Palaran

    yg penting ubuquitousnya..apapun makanannya, minumnya.. apapun perantinya..

    sayang sptnya blm ada datanya di Indonesia
    tp saya ada rencana tanya2 PDA via mail buat sejawat yg dah pengalaman spt cakmoki.. πŸ™‚

  4. 4 sibermedik Maret 11, 2008 pukul 12:28 am

    Duh yg nenteng PDA bwt edukasi pasien? ‘ini lho bu cacing kulit..’ *niru cak moki*

    yg jadi masalah adalah siap atau tdk TS brubah dari aliran konservatif menuju inovatif..Susah cak mental ngubah mayoritas TS Pe-eN-eS yg dah comfort zone cuek ma Med iT..apalagi atas nama senioritas?wah mati kutu..

  5. 5 sibermedik Maret 11, 2008 pukul 12:34 am

    PDA=Patent Ductus Arteriosus..wah kalo gtu ganti istilah aja,ntar di bagian kardiologi bisa salah sebut bahaya donk?
    asisten genggam atau jimat ageman..he5x :p
    bravo cak moki..

  6. 6 cakmoki Maret 11, 2008 pukul 3:13 pm

    @ qimindra:
    untuk dokter RS Pertamina, harus punya dong πŸ™‚ hukumnya wajib ‘ain kali ya … hehehe

    @ almascatie:
    Untuk semuanya Om … tapi ini emang dimaksudkan untuk menghasut memberikan tambahan informasi bagi kalangan medis supaya ga kalah sama pasiennya

    @ dani:
    bukan rajin, saya kan ikutan menghasut …hahaha
    Mau sedikit ngulas Table PC juga sih, kayaknya masih terlalu mewah, lagipula belum ada pengalaman makai, cuman pingin doang.

    saya juga ingin tahu, seberapa jauh pemakaian piranti semacam itu di Indonesia … ditunggu hasil surveinya ya, moga sukses

    @ sibermedik:
    mungkin karena belum biasa dan masih belum mengerti manfaatnya. Saya pernah promosi di RSUD, bahwa visit pasien pakai PDA asyik, tinggal sentuh layar maka keluarlah data pasien. Dan dijamin pasien juga seneng karena merasa diperhatikan.
    Tapi ya itu, suliiiiitttttt

    Tepatnya PDA adalah salah satu jimat … hahaha

  7. 7 Donna Lien Maret 11, 2008 pukul 6:59 pm

    Wah… CakMoki perasaan enakan tradisional deh, pendekatannya ke pasien lebih personal dan tatapan mata “pak Dokter yang lembut :)” seakan mengobati. Aku pernah diperiksa oleh dokter yang sebentar2 klak..klik.. liat PDA.. uhh kok cuek amat nih.. jangan2 dia ja’im sama aku hahahaha… Btw. Trims buat email-nya. Salam.

  8. 8 Nico Maret 11, 2008 pukul 7:14 pm

    Menarik ni mas,memang sekarang dokter juga dituntut ga boleh gaptek…
    Kalau tak merepotkan, bisa ga membahas tentang Mobile Internet Device juga? Thanx mas…

  9. 9 cakmoki Maret 11, 2008 pukul 9:59 pm

    @ Donna Lien:
    Hmm, gitu ya … masukan yang bagus nih, ternyata pasien lebih suka pendekatan personal. Kalo misalnya menggunakan PDA (atau piranti lain) plus gak hilang personal approachnya bisa ga *halah, nawar πŸ™‚ *
    Btw, makasih share-nya dan maaf tentang emailnya. Salam

    @ Nico:
    iya, mestinya sih gitu…banyak pilihan piranti untuk menunjang pelayanan medis dan share informasi.

    Sebenarnya Mas Dani waktu presentasi dah bahas juga tentang Mobile Internet Device, tapi menarik juga tuh untuk dibahas ulang. Ntar akan saya coba ngumpulkan referensi dan berbagai seluk beluk aplikasinya.
    Trims saran dan masukannya ya πŸ™‚

    Hahaha, ga tahunya TS di metropolitan nih, bravo !!!

  10. 10 juliach Maret 12, 2008 pukul 5:00 am

    Jadi hukumnya wajib bagi semua dokter dan calonnya (maksudnya calon dokter).

    Setuju deh didukung.

  11. 11 cakmoki Maret 12, 2008 pukul 4:13 pm

    @ juliach:
    hehehe, kayaknya begitu Mbak πŸ™‚
    Maturnuwun dukungannya

  12. 12 Ratna Maret 14, 2008 pukul 7:29 am

    Di tangan orang yang tepat, teknologi memang memudahkan aktivitas. Apalagi untuk dokter, ngga perlu lagi tuh pake buku-buku banyak dann tebel-tebel yang menyesakkan rumah. Tinggal download program-program di internet, terus ‘tap-tap’ pake cotton buds eh stylus…ketemu deh.

  13. 13 cakmoki Maret 14, 2008 pukul 2:17 pm

    @ Ratna:
    setuju mbak !!! πŸ™‚
    …rasan-rasan mahasiswa, ada dosen yg marah kalo mahasiswanya punya referensi lebih up to date…berarti pak dosesn harus punya duluan kali ya

  14. 14 boyke Maret 19, 2008 pukul 11:20 am

    Bener cak, selain buat kita sendiri, buat edukasi pasien udah berkali-kali saya pakai. paling gampang, di poli kan ga ada TV tuh… pasien tanya , “Dok, kalo dioperasi TUP prostat tuh gimana sih?”
    saya tinggal tunjukkan film TURP di PDA berdurasi 1,5 menit, pasien langsung ngerti dan ga ketakutan lagi…
    “ooohhh, cuma kayak gitu to… OK deh”
    biasanya sih jawabannya gitu…:)

    Buat referensi juga udah enak banget… mau ngitung Body Surface Area langsung itung… pas kelupaan, agoraphobia tuh apaan sih? langsung buka…:)

    yah, sangat membantu pastinya

  15. 15 cakmoki Maret 19, 2008 pukul 1:03 pm

    @ boyke:
    wah, asyik…ini dia yang kita harapkan πŸ™‚ …kebayang betapa lebih mudahnya komunikasi dengan pasien maupun untuk edukasi publik.
    Kalo di media kumpulan masyarakat, tinggal pencet…keluar audiovisual, penyuluhan modern, dijamin masyarakat senang.
    Selamat menghasut mengajak ts yang lain πŸ™‚

  16. 16 Toni Tegar Sahidi Juni 4, 2009 pukul 5:47 am

    Saya adalah orang IT. dan yang saya perhatikan, seringnya kecanggihan teknologi terkadang tidak sejalan dengan penguasaan teknologinya. Jadinya walau sekelas pak wapres, bawa Blackberry pun Kagok gimana cara pakainya πŸ™‚ Dokter pun ya gitu, HP keren, 3G, tapi cuman buat nelppon and sms doang, duh…

    Tapi yang jelas, jika ada PDA untuk dokter, insya Allah sangat membantu. Tentu jika didukung dengan kapasitas teknologi Informasi rumah sakit yang keren sekalian… Karena seringnya beberapa rekan saya membuat sistem Informasi RS, nilainya ratusan juta (500 juta) tapi kemampuannya ya itu-itu aja.. cuman administrasi and paling banter, medical record.

    Padahal jika mau, dengan dana sebesar itu pula, bisa dibuat sistem informasi yang jauh lebih canggih. PDA dokter ada wifinya, terkoneksi dengan center database RS, bisa internetan pula, sehingga tahu med record pasien, video-video operasi, kamus medis, daftar obat, dll. Di resepsionis, disuguhkan pula touchscreen buat edukatif pengunjung rumah sakit. Semua tersentral dalam satu database pusat.

    Satu PDA Phone untuk itu seharga paling 2-4 juta. JIka ada 100 dokter, katakanlah habis 350 juta. SI Rumah sakit yang dibangun rekan saya harusnya bisa lebih keren daripada itu-itu saja…

    Namun sayang, integrasi IT di Indonesia masih payah.. itu belum jika ada korupsi proyek2 Software… Duh…

    Masih jauh kali ya.. Karena pengalaman saya dulu ketika berobat di RSUD Ponorogo, ada Komputer, tapi pelayanannya All Still manual… duh… 😦 Pengen tak kasih Open Source Software buat manajemen Hospital Gratis ke RSUD kayak gitu itu..

  17. 17 cakmoki Juni 4, 2009 pukul 4:57 pm

    @ Toni Tegar Sahidi:
    Wahhh, terimakasih saran dan masukannya.
    Saya blas gak ngerti IT, tapi mekso nekad belajar karena sy tahu betapa besar manfaatnya di bidang medis, bahkan untuk disiminasi informasi di ndeso β„’ sekalipun. Mengingat sy tinggal di pinggiran dan waktu itu belum ada tilpon, gak bisa googling, mau gak mau belajar otak-atik sendiri, trial and error dan alhamdulillah banyak errornya … hahaha. Walau begitu, PDA tua yg say beli 7 tahun lalu, sangat bermanfaat.

    Saya sependapat, mestinya RSUD Pemerintah bisa mengoptimalkan integrasi bidang medis dan IT. Gak sampek 500 juta-an lah … banyak banget tuh πŸ™„
    Seorang teman, orang IT, yg dulu pernah sama-sama memprogram di rawat Inap Ndeso, hanya memerlukan 150 juta untuk RSUD di Samarinda, itupun termasuk beli komputer baru dan laptop dan program yang dibuatnya. Daftar cukup dengan sms, dll … seperti yang tertulis di komen penjenengan.
    Hanya saja, emang bener, kalo para pelaku medis ogah menggunakannya … jadinya kayak pajangan doang. Alhasil, manfaat bagi pasien gak akan dapat dirasakan. Terlebih jika hanya berlatang belakang proyek. Yang beginian mah penyakit yg wajib diberantas.

    Terlepas dari segala kelemahan yg ada, menurut saya kita tetep berkewajiban mengajak terutama insan medis untuk mengintegrasikan IT dan bidang medis, setidaknya melalui tulisan.
    Bravo !!!
    Sekali lagi terimakasih pandangannya, sebuah pelajaran berharga khususnya bagi saya πŸ™‚

  18. 18 Puskesmas Mojoagung Februari 23, 2010 pukul 10:15 am

    Boleh juga tuh PDAnya…apalagi kalo kami dikasih satu sampel buat diaplikasikan di tempat kami, jadi pelayanan buat pasien bisa lebih baik…^_^..

  19. 19 cakmoki Februari 23, 2010 pukul 1:32 pm

    @ Puskesmas Mojoagung:
    hahaha…boleh..boleh… disini ada 2 buah. Tapi sekarang fungsi-2 tersebut sudah dapat dihandle oleh smartphone. Lebih nggaya dan bisa ditranfer langsung ke HP pasien. Sy udah coba pakai smartphone Samsung GT-C6625…. cuma sekitar 1,7 jt tp yahud… πŸ˜€
    Pasien bisa langsung dapet leaflet PDF atau dalam format gambar.


  1. 1 Ratna's Blog Lacak balik pada Maret 14, 2008 pukul 7:22 am
  2. 2 Tambah atau kurang 1, Cakmoki ? « Pieces of Mind Lacak balik pada Februari 19, 2009 pukul 12:01 am
  3. 3 Am I a Real Person? Identitas Dunia Virtual - Dani Iswara .Net Lacak balik pada November 5, 2009 pukul 7:22 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso β„’

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

Jangan Korupsi Ah

No Korupsi

Internet Sehat

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

[Valid RSS]

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 5,284,831 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters


%d blogger menyukai ini: