Pengobatan Gratis koq mahal ?

MENGEJAR JUMLAH KUNJUNGAN

Rupanya program pengobatan gratis layanan kesehatan dasar di Puskesmas lagi ngetrend, begitu pula di Samarinda. Bak angin surga, hembusannya membuai, mengundang simpati bagi siapapun yang mendengarnya. Pun ketika bulan-bulan awal program ini dimulakan. Siapa sih yang gak setuju ? Saya juga senang. Bukan hanya mendukung, bahkan membantu membuatkan rincian dan sistem pengelolaanya agar efisien, tepat guna dan tidak boros. Tapi, koq jadi mahal ?

Apa boleh buat, keputusan pengelolaan ada di tangan petinggi kota ( dan pihak-pihak yang terkait ). Kalaupun akhirnya penuh intrik, setidaknya sudah mengajak beramar ma’ruf. Sekedar ilustrasi, penduduk Samarinda sekitar 600 ribu jiwa dengan visit rate (angka kunjungan) layanan kesehatan dasar di Puskesmas sekitar 80 % per tahun. Dana untuk obat sebelum program ini diluncurkan sekitar 1 milyar, lantas menjadi 18 Milyar untuk program pengobatan gratis, santunan melahirkan (sampai anak ke 2) dan santunan kematian.

Wah, besar banget. Ibarat gula disebar, semutpun berdatangan dengan segala jargon dan tawaran nan aduhai (baca: tipu muslihat). Ujungnya, cari keuntungan ! Bayangkan, jika angka kunjungan dianggap naik 2-3 kali lipat, plus macam-macam alokasi, tak akan menghabiskan separo dari 18 milyar. Toh, para petinggi (dan pihak terkait) lebih senang menghabiskan dana 18 milyar setahun dibanding menghemat untuk keperluan lainnya. Wuih, seger !!!

Entah mengapa (pura-pura ga tahu) Pemkot lebih suka bekerja sama dengan pihak ketiga ketimbang memberdayakan perangkat teknisnya ( bagian keuangan). Untuk menghabiskan dana 18 M tanpa repot-repot ? Entahlah (pura-pura ga bisa ngitung lagi). Hmmm, mereka punya beribu argumen pembenaran, bahkan kalo perlu melontarkan alasan sembari meradang

Salah satu dampak pengelolaan dengan pihak ketiga ( udah kita prediksi sejak awal) adalah meningkatkan kunjungan demi klaim. Caranya ? Simak salah satu dari banyak obrolan paisen berikut ini:

Saban bulan pak Swd (pasien) yang menderita gagal jantung (dekompensasi kordis) perlu obat rutin. Suatu ketika beliau berujar: ” … kulo nebus obat wonten ngriki ( praktek) mawon. Lha sakniki diparingi obat jantung namung kangge seminggu, sak wulan mendhet obat ping sekawan, ojeke 10 ewu sak budalan. Sak wulan 40 ewu. Wonten ngriki (praktek) nebus obat jantung (digoxin) namung 6 ewu pun angsal sak wulan, ojek 10 ewu, total namung 16 ewu. Pun, kulo mboten mendhet obat wonten Puskesmas malih, gratis koq tambah ngentek-ngenteki duwit …”.

Bisa saja kita membela diri dengan mengatakan bahwa yang dialamai pak Swd hanya kasuistik, tidak menggambarkan keseluruhan sistem pengelolaan. Aha, yang bener aja ah… silahkan terjun langsung ke lapangan. Cegat para pasien, lantas lihat berapa jumlah antibiotik, tanyakan sakitnya dan cocokkan dengan jumlah obat yang mereka bawa. Coba pula renungkan dengan hati, apa jadinya ketika kita menjumpai seseorang membawa antibiotika hanya 2 hari. Bagaimana pula jika pasien Diabet hanya pulang membawa obat pemeliharaan hanya 7-10 hari. Asal gratis ?

Renungkan dengan hati … kadang, niat luhur bisa berubah tatkala pelaksanaannya berakhir dengan upaya mencari keuntungan semata, walaupun jargon yang membalutnya bisa dilontarkan dengan kata: demi… demi… demi…

Renungkan dengan hati … jika cukup dengan 8-9 milyar, mengapa harus dihabiskan 18 milyar ? Ingat, uang itu berasal dari rakyat.

Renungkan dengan hati … dapatkah argumen manusia mengelabui Sang Pencipta ? Hanya Dia Yang Maha Tahu, … kitapun dianugerahi ilmu untuk membedakan yang manfaat dan yang mudharat, … dengan hati.

Akankah KPK mengendus “sesuatu” di balik program semacam ini ? Entahlah …

 

Iklan

28 Responses to “Pengobatan Gratis koq mahal ?”


  1. 1 sibermedik Februari 20, 2008 pukul 1:02 pm

    Cak,image praktek yang sukses tuh biasanya pasienรจ banyak..padahal kalau guyonanรจ arek FK,wah pasienรจ gak sembuh2 ya?kok bolak-balik?doktere pinter ora toh?he5x..

  2. 2 Guh Februari 20, 2008 pukul 1:03 pm

    Mbok tolong bapak coba minta investigasi ke KPK. Via online kan bisa, tulis juga ke milis pembaca kompas, juga kirim ke redaksinya.

    Jangan lupa copynya dipajang disini berikut balasan mereka.

    Hehe, maaf cuma saran, ga tau bisa bantu apa.

  3. 3 sibermedik Februari 20, 2008 pukul 1:03 pm

    lupa..PERTAMAXXX

  4. 4 zulharman Februari 20, 2008 pukul 1:39 pm

    Sistem lah yang menjadibiang kerokinisemua

    Karena sistem mengajarkan proyek harus ditenderkan dan tentu saja institusi atau orang pihak ketiga yang harus ikut , kalo sdm institusi sendiri yang ikut tidak boleh karena melanggar kepres no sekian…

    Nah belum lagi pembayaran yang diakhir sehingga ada alasan buat naikkan harga atau buat jaga2 kalo inflasi, nah naiknya ini yang ngak tangung-tangung mungkin bisa wuih % …..(kalah pakar ekonomi untuk memprediksi inflasi).

    Belum lagi sistem tidak mengenal uang lelah bagi pelaksana proyek,karena udah bagian kerja sipelaksana. Seharusnya kita mengangarkan uang lelah bagi sipelaksana proyek secara jelas.Nah pos keuangan ini yang ngak ada tentang uang lelah. Jadinya banyak pelaksana yang mencari sebab dan alasan (kayak lagune malaysia, mencari sebab dan alasan :))

    Sekian dulu laporannya Cak,mungkin kata proyek seram ya,orang banyak takut pada KPK,tapi yang harus ditakuti ada ALLAH SWT dan Malaikat yang siap mengawasi dan akan memberi hukuman melebihi hukuman penjara di dunia.

  5. 5 Rosyidi Februari 20, 2008 pukul 7:56 pm

    Ya, moga2 aja mereka bisa sadar. Di Jepang juga sama koq. Tapi bedanya kalo disana pasiennya yg minta lebih. Dikit2 ke dokter. Yg sebenernya gak butuh duit terlalu banyak jadi banyak.

  6. 6 qimindra Februari 20, 2008 pukul 8:19 pm

    Wah, komentar singkatnya begini aja Cak:
    Ada MATA ASLI,….ada MATA HATI,……dan ada MATA KAKI…..
    jadi pilih yang mana ya…

    Cak, aq baru bukak rumah baru, aq dah link, mohon link balik ya.
    Nuwun sewu masuh belajar….dari senior.

    http://www.fajarqimi.blogspot.com

  7. 7 Stethoscope_guy Februari 20, 2008 pukul 11:43 pm

    Di Indonesia, Konsep Bagus, Tapi Teknis Kacau Balau..
    Mbok yah jangan begitu lah…
    Apalagi dalam soal kesehatan..
    Pengobatan yang tidak tuntas sama aja dengan NOL BESAR.
    BAHKAN bisa mengakibatkan hal-hal yang tidak kita inginkan.

    Kapan kita mau maju??

  8. 8 Laks Februari 21, 2008 pukul 5:43 pm

    perasaan dimana-mana seperti ini pak. di pihak ketigakan ๐Ÿ˜€
    lebih menguntungkan kayaknya memang ( tau untung buat siapa ๐Ÿ˜€ )

  9. 9 BadraNY Februari 21, 2008 pukul 8:17 pm

    salam kenal Cak, dan semuanya, mohon ijin ikutan membaca blognya

  10. 10 triesti Februari 22, 2008 pukul 4:37 am

    katanya.. jalan ke neraka itu dilandasi niat baik:)

  11. 11 cakmoki Februari 22, 2008 pukul 5:07 am

    @ sibermedik:
    tergantung sudut pandangnya. Umumnya sih gitu, sukses jika pasien banyak dan sembuh ๐Ÿ™‚ … kalo gak sembuh-sembuh pasien gak bakalan balik, pindah dokter … hehehe
    Ada juga yang laris karena suka “ngebom”, tapi yang begini gak awet, lama-lama pasien tahu.
    So, menurut saya yang penting istiqomah dan lurus, insya allah barokah

    @ Guh:
    Maturnuwun sarannya Mas Guh, …
    konon udah diincar *bisik-bisik*, moga ada tindak lanjut nyata

    @ zulharman:

    tapi yang harus ditakuti ada ALLAH SWT dan Malaikat yang siap mengawasi dan akan memberi hukuman melebihi hukuman penjara di dunia.

    nah yang ini acapkali dilupakan, begitu banyak argumen dan UU no sekian-sekian dibuat *dengan uang lelah juga ya?* untuk pembenaran hingga melupakan hakikatnya. Dan kalo kita mengingatkan, mereka malah menyerang balik dengan mendo’akan “moga dapat hidayah”..amin.

    @ Rosyidi:
    Ya, semoga ๐Ÿ™‚

    @ qimindra:
    pilih (telor) Mata Sapi aja deh …hehehe
    Rumah barunya udah saya lihat, asyik.
    Saya sependapat rubrik tanya jawab yang di kaltim Post dipindah ke Blog agar dapat dinikmati juga oleh yang lain.

    Kita sama-sama belajar, sesama yunior soale ๐Ÿ™‚ *tosssss*

    @ Stethoscope_guy:
    lebih parah lagi jika kesehatan dipolitisasi, hanya dijadikan dagangan (terutama) saat Pilkada … walah

    @ Laks:
    oh gitu ya ? ๐Ÿ™‚ *gak tahu juga siapa yng untung*

    @ BadraNY:
    Salam kenal juga, trims
    Monggo, silahkan ๐Ÿ™‚

  12. 12 cakmoki Februari 22, 2008 pukul 5:11 am

    @ triesti:
    dan kalo perlu pasang spanduk … hehehe

  13. 13 sibermedik Februari 22, 2008 pukul 6:04 am

    cak,sampeyan jadi pembicara d STROMA I d JKT y?semoga bsa ktmu dsana..sisan kopdar Med Blogger he5x..insya Allah saya ikut.

  14. 14 Astri Februari 22, 2008 pukul 6:59 pm

    Wah, kok pada ngumpul di STROMA ya? Saya ikutan KPPIK 08 aja. Sori OOT ๐Ÿ™‚

  15. 15 Asta Qauliyah Februari 23, 2008 pukul 1:15 am

    Di mana-mana, hampir tidak ada yang benar-benar gratis…Saya turut prihatin dok..

  16. 16 qimindra Februari 23, 2008 pukul 10:04 am

    Mantab, Cacak Moki….

    Sudah Go interlokal, jadi pembicara di STROMA.
    BTW, jadi pembicara juga nanti di acara PETRI bulan Juni di Samarinda?

    Bulan lalu ketemu Dr. Carta. sp.PD di Balikpapan. Cerita soal PETRI.

  17. 17 suandana Februari 25, 2008 pukul 12:50 pm

    kok banyak pelayan masyarakat yang bermental proyek ya, Cak? ๐Ÿ˜ฆ

  18. 18 itikkecil Februari 26, 2008 pukul 11:29 am

    dukung cakmoki jadi walikota samarinda

    soal pengobatan gratis ini, ada hubungannya gak cak dengan upaya untuk melanggengkan kekuasaan?

  19. 19 rivafauziah Februari 26, 2008 pukul 9:21 pm

    Pengobatan Gratis..! Spertinya Blom Pernah ada tuh.. Obat Gratis! Periksa Gratis! Cuma Omong doang. Baru Pendaftaran saja sudah dikenakan rp. 2.500,00 Blom Lain-lainnya. Bohong!

  20. 20 cakmoki Februari 27, 2008 pukul 6:07 am

    @ sibermedik:
    ok ketemu di sana ya … saya cuman semalam lho, Jum’at petang berangkat trus Sabtu sore dah balik
    Kopdar !!!

    @ Astri:
    hehehe, ga melu kopdaran di ibukota ?

    @ Asta Qauliyah:
    iya, ada item-item layanan tertentu yang ada buntutnya

    @ qimindra:
    eh, bukan pembicara…urun rembug doang ..hahaha

    Petri jadwalnya oktober (kalo ga salah), saya diajak bagian daftar-daftar peserta sambil ngopi
    ga diajak ikut Panitia ya?

    @ suandana:
    lo, koq langsung menangkap “sesuatu” di balik “niat luhur” ?
    hehehe, entahlah … soalnya milyar sih Mas

    @ itikkecil:

    soal pengobatan gratis ini, ada hubungannya gak cak dengan upaya untuk melanggengkan kekuasaan?

    ini pernyataan kan? ๐Ÿ˜‰
    Ada yang bilang gitu Mbak, … untuk kepastiannya gak tau

    @ rivafauziah:
    hmmm, … koq bisa dianggap bohong ya? …atau kali saya tidak bisa nulis informatif sehingga salah tangkap.
    Pengobatan gratis di Puskesmas lagi ngetrend, apalagi kalo pas pilkada, mungkin dianggap menarik simpati pemilih, mungkin juga niat tulus dari Kepala daerah.
    Ini bener gratis sejak 2006.
    Yang saya persoalkan adalah “sesuatu” di balik berobat gratis

  21. 21 y3551ku Februari 28, 2008 pukul 7:42 am

    Informasi aja…di Kabupaten Brebes, jateng….Jelang pilkada ini juga ngetren pengobatan gratis. Angka kunjungan naik 200% dalam 3 bulan ini. Aq jd gak bayangin juga berapa cash flow duit yang berputar….sementara memang jumlah “termiskin” di Jateng paling banyak disana…. : )

  22. 22 cakmoki Februari 28, 2008 pukul 12:22 pm

    @ y3551ku:
    sama, di sini (kaltim) juga … kayaknya “pengobatan gratis” sedang on fire untuk menarik simpati

  23. 23 yanhose Maret 4, 2008 pukul 5:58 pm

    tolong kalo ada operasi katarak gratis kabari saya ya..
    alamat di jalan raya condet batu ampar jakarta timur
    e.mail ; thosesgs@yahoo.com
    tlp. 021 70386502
    terima kasih

  24. 24 titah Maret 4, 2008 pukul 10:52 pm

    makane tah cak, dadia menteri kesehatan ae, cik negarane waras… ๐Ÿ™‚

  25. 25 cakmoki Maret 5, 2008 pukul 1:48 am

    @ yanhose:
    ya, ntar akan konfirm dengan temen di Jkt, saya di kaltim sih…makasih

    @ titah:
    walah mbak … enak dadi rakyat jelantah …hehehe, jelata ding, ngancani njenengan ๐Ÿ™‚


  1. 1 cakbud.info » Blog Archive » Stop Kelaparan dan Gizi Buruk Lacak balik pada Maret 15, 2008 pukul 10:22 am
  2. 2 Tambah atau kurang 1, Cakmoki ? « Pieces of Mind Lacak balik pada Februari 19, 2009 pukul 12:01 am
  3. 3 Tambah atau kurang 1, Cakmoki ? « dragus.cn Lacak balik pada Februari 16, 2011 pukul 6:21 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso โ„ข

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

Jangan Korupsi Ah

No Korupsi

Internet Sehat

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

[Valid RSS]

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 5,328,168 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters


%d blogger menyukai ini: