Doping : Mengejar Prestasi Menuai Sanksi

Doping sangat dikenal oleh insan olah raga sebagai metode meningkatkan prestasi tanpa indikasi medis. Mengapa dikaitkan dengan indikasi medis ? Ya, karena berhubungan dengan zat atau bahan yang berdampak buruk bagi kesehatan para pemakainya.

DEFINISI

Menurut IOC ( International Olympic Committee, tahun 1990 ), doping adalah upaya meningkatkan prestasi dengan menggunakan zat atau metode yang dilarang dalam olahraga dan tidak terkait dengan indikasi medis.

Dalam perjalanannya, peran IOC dalam mengawasi doping diambil alih oleh WADA ( World Anti Doping Agency ), sebuah lembaga yang khusus menangani doping, pada tahun 2004.
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, WADA menerbitkan daftar doping setiap tahunnya, termasuk daftar obat atau bahan yang diperkenankan untuk pengobatan dan standar pemeriksaan.

ANTARA PRESTASI DAN SPORTIVITAS

Masih segar dalam ingatan kita, baru-baru ini seorang ratu atletik dari negeri Paman Sam dihukum 6 bulan karena keterlibatannya dengan doping dan dinilai mencemari nilai-nilai sportivitas dalam olah raga. Jika diruntut ke belakang, makin banyaklah daftar nama atlet terkenal yang terlibat Doping dan berakhir dengan sanksi. Bantahan atlet ataupun pembelaan dari para ofisial tak dapat melindungi si atlet dari jeratan hukum berdasarkan hasil pemeriksaan.

Mengapa menggunakan Doping?

Tak perlu bertanya kepada para pelaku, kita bisa menduga bahwa Prestasi, Gengsi, Ambisi, Bonus, Uang, Ketenaran, hiruk pikuk tepukan dan puja puji adalah jawaban mengapa seorang atlet menggunakan Doping. Bisa jadi atlet hanyalah alat dari ambisi terselubung sebuah institusi induk organisasi, atau siapapun yang berada di balik layar, atau bahkan sebuah negara. Siapa yang dapat mengetahuinya ?

Sejauh ini, jika seorang olahragawan dicurigai dan pada pemeriksaan berikutnya benar-benar terbukti menggunakan Doping, maka dialah terdakwa utama, kambing paling hitam dari kambing-kambing hitam lain yang mungkin ikut berperan namun luput dari jeratan sanksi. Atau, tak jarang pula olahragawan tersebut memang pengguna Doping sejati yang merancangnya secara sistematis demi sebuah prestasi.

Kita mafhum, banyak negara menjadikan olahraga bak sebuah industri, melibatkan uang, melibatkan berbagai pihak dan kepentingan. Di sisi lain, sajian olahraga menjadi makin menarik, penuh pesona, mampu menyedot perhatian berjuta pasang mata, menciptakan kelompok-kelompok para fans, melecut gairah, menggugah histeria. Kadang memicu pertengkaran, perkelahian atau bahkan nyawapun jadi tumbal.
Untuk itulah para olahragawan (dan para ofisial) dituntut selalu tampil prima untuk meraih impian, yakni: Kemenangan dan Prestasi !!!

Mottopun dikumandangkan untuk memicu semangat: vini, vidi, vici atau himpunan kata ampuh: paling cepat, paling tinggi, paling jauh, paling indah, paling banyak, paling kuat, paling tahan lama *halah* … dan mbuh paling apa lagi, pokoknya β„’ “paling”. *mungkin kalau perlu: paling licik, hehehe*

Tak ada yang salah ketika “kemenangan”, “gengsi” dan prestasi dikumandangkan. Namun upaya ke arah itu sepantasnya menggunakan cara-cara jujur dengan menjunjung tinggi nilai sportivitas sebagai “ruh” olah raga itu sendiri. Tentu dengan latihan tekun, teratur, terukur, sistematis dengan memanfaatkan teknologi terkini sejauh tidak melanggar ketentuan Induk Organisai Olahraga dan tidak merugikan kesehatan.

Tahun 2008 ini PON ( Pekan Olah Raga Nasional ) sebagai ajang adu prestasi olahraga multi event digelar di Kalimantan Timur. Kita berharap, hajatan tersebut berlangsung meriah, penuh solidaritas di tengah persaingan, menjunjung tinggi sportivitas, tanpa kekerasan, … dan bebas Doping.

Fairplay !!!

Iklan

18 Responses to “Doping : Mengejar Prestasi Menuai Sanksi”


  1. 1 Adisβ„’ Januari 13, 2008 pukul 9:52 am

    Kalau di Indonesia sepertinya kasus doping agak jarang ya dok? Apa karena Bonus, Uang,dan lain2 kurang menggiurkan, atau karena pengawas doping yang kurang awas, atau emang atlit kita jujur2? Lah kok suudzon semua…hehe…
    Doping….Rondo Kempling..*halah…maksa*

  2. 2 mei Januari 13, 2008 pukul 12:57 pm

    paling tahan lama??adakah juga doping untuk itu*halah maksa juga..haha*

  3. 3 Dee Januari 13, 2008 pukul 2:27 pm

    Jadi inget Ben Johnson, Flo Jo, Magic Johnson, Maradona, terus sopo maneh cak?

  4. 4 erander Januari 13, 2008 pukul 4:25 pm

    Saya pikir Cak Moki sudah ga nulis lagi .. eh, taunya masih toh?? terakhir saya kesini sekitar bulan Agustus/September gitu deh ..

    Cak, cuma mau kasih tahu, sekarang saya sudah pindah di Balikpapan. Disini baru sekitar 3 bulan. Pa kabar cak?? masih di Samarinda ya??

    Oya Cak .. sekitar bulan Juli tahun lalu .. Cak Moki sempat komentar disini .. nah, ada ibu2 yang tanya soal DHA. Bisa menolong ibu itu Cak?? Ada 2 pasien lainnya juga bertanya.

  5. 5 cakmoki Januari 13, 2008 pukul 8:49 pm

    @ Adisβ„’:
    Mungkin saja iya πŸ™‚ … atau mungkin belum kenal, apa perlu diperkenalkan ya *bletak*

    @ mei:
    halah, apa gak perih kalo kelamaan *wadhuh ketularan gaya jawa timuran*, wis pokoe melu sampeyan mbak πŸ˜€

    @ Dee:
    Nggih pak Dhe, trus Marion Jones, trus sinten maning ? πŸ˜€

    @ erander:
    hehehe, masih Pak, masih gatal kalo gak nulis.
    Waduh, sayangnya … padahal pagi tadi saya ke Sepinggan ngater anak mertua mo ke Surabaya, tahu gitu saya mampir.
    Ntar saya hubungi via email ya πŸ™‚
    Trims, jadi tetangga dekat nih

  6. 6 Fajar Rudy Q Januari 14, 2008 pukul 1:01 am

    Mantap Cak, met sambut PON dengan tidak membantu atlet untuk memakai DOPING…………………..
    Kenapa kalau doping yang kena cuma atletnya ya…. Yang ngasih diberi sanksi dak?

  7. 7 bsw Januari 14, 2008 pukul 2:25 pm

    Kalo nggak salah denger (habis bahasa Inggris sih) si atlet itu malah dihukum 6 bulan karena berbohong soal penggunaan doping. Jadi semacam tambahan hukuman gitu. Kalo soal dopingnya sendiri ada hukuman tersendiri kayanya.
    Setuju cak – sportivitas memang belum tentu ada pada seorang olahragawan – kelas dunia sekalipun.
    O iya, jadi ingat sama Kaka’ (pemain Bola AC Milan/Brasil).
    Menurut saya fenomena seperti dia memang langka. Cakep, pinter, kaya tapi religius banget. (Santer diberitakan kalo dia menikah dalam keadaan “perjaka” – sama spt istrinya).
    Saya mikir, berapa banyak dari kita yg bisa melakukan itu semua. Tetap alim, rendah hati & murah senyum (sekaligus menjaga keperjakaan) sementara kita punya semua, uang, tampang, popularitas dan prestasi……..
    Maaf Cak kok jadi OOT.

  8. 8 sibermedik Januari 14, 2008 pukul 7:56 pm

    Doping Darah kan bisa Dok? Dul waktu dapet Fisio I yang ngajar dokter ahli kedokteran olahraga pernah njelasin tentang doping darah.
    Caranya:
    1. Darah diambil 2-3 hari sebelum tanding (100-200cc)
    2. Waktu hari H di transfusikan 2-3jam sebelumnya
    Tujuan utamanya adalah supaya kadar Hb yang mengikat O2 semakin banyak sehingga kapasitas vital paru2 meningkat & g mudah capek..
    Tapi efek sampingnya setelah tanding atlit tadi akan kepayahan..*payah bgt* coz jantung dah overload volume..kata Jantung “Cape’ Deh Bo'”……

  9. 9 sibermedik Januari 14, 2008 pukul 7:58 pm

    tapi keuntungannya..juri gak bakal tahu..coz g ada zat2 yg diduga obat2an..

  10. 10 cakmoki Januari 15, 2008 pukul 1:10 am

    @ Fajar Rudy Q:

    …Yang ngasih diberi sanksi dak?

    sejauh yang saya tahu, yang ngasih gak kedengaran diberi sangsi seperti halnya sangsi untuk atlet, entah kalo diem-diem.

    @ bsw:
    iya, kasus “berbohong” dihukum 6 bulan sedangkan “kasus doping” dihukum skorsing, jadinya dapet 2 hukuman, hehehe

    Kaka, hmmm, saya juga sependapat, ini juga sesuai himbauan Sepp Blatter bahwa pemain hendaknya bisa jadi panutan sehingga dunia olahraga bisa memberi kontribusi kebaikan bagi umat manusia…
    Namun, entah mengapa penyimpangan hampir selalu ada, apalagi jika punya segalanya, hehehe

    @ sibermedik:
    iya, secara fisiologis “paksaan” semacam itu bisa dilakukan, dan efek sampingnya overload dengan segala aspeknya πŸ™‚
    Makanya di kedokteran olahraga, VO2 max dijadikan acuan pokok untuk kebugaran atlet, bukan Hb karena Hb lebih kepada distribusi oksigen sedangkan VO2 max merupakan parameter kegugaran yang konstan.
    Tertarik ya … masih jarang lho yg menekuni bidang ini, ntar sering ke luar negeri … hehehe

  11. 11 hariadhi Januari 15, 2008 pukul 2:23 am

    cak, mau tanya. Itu kok bisa ya ada atlet yang ngaku ga makan obat apa-apa terus dituding doping. Apa hasil pemeriksaannya bisa salah?

    Terus kok kemarin baru lihat ada yang minum ekstrak bawang putih kena tuding doping juga, ya?

  12. 12 cakmoki Januari 15, 2008 pukul 1:53 pm

    @ hariadhi:
    adakalanya ofisial memberikan “sesuatu” tanpa sepengetahuan si atlet.
    So, bukan pemeriksaannya yg salah, karena pemeriksaan menggunakan uji kontrol dan dilakukan 2 kali pemeriksaan.

    kasus bawang putihpun sama, biasanya si atlet hanya tinggal telan apapun yg diberikan ofisial. Pemeriksaan yg akan membuktikan ada tidaknya zat yg termasuk doping.

    Nah kedua kasus di atas akan menempatkan si altet sebagai korban.

  13. 13 Astri Januari 17, 2008 pukul 6:43 am

    koreksi cak,
    sangsi: bimbang, ragu-ragu
    sanksi: imbalan negatif, berupa pembebanan atau penderitaan yang ditentukan dl hukum

    Jangan marah ya… Peace πŸ˜€

  14. 14 cakmoki Januari 17, 2008 pukul 2:24 pm

    @ Astri:
    walah iya bener…maturnuwun mbak πŸ™‚

  15. 15 Stethoscope_guy Januari 21, 2008 pukul 10:32 pm

    Hai..salam kenal..baru mencoba aktif di dunia maya nih.
    Aku prihatin banget ama penggunaan doping ini. Tapi yang jadi pertanyaanku, apa aja yah yang bisa bikin hasil false(+) pada uji screening doping? Trus di Indonesia, jenis stimulan apa yang sering digunakan sebagai doping? dan screeningnya seluruhnya tercover apa nggak?

    Thanks yah..

  16. 16 Stethoscope_guy Januari 21, 2008 pukul 10:35 pm

    Hai..salam kenal..baru nih..mau ikut nimbrung.
    Aku pingin tau, apa aja yang bikin false(+) pada pemeriksaan screening doping? Trus, kalo di Indo, stimulan apa aja yang banyak digunakan sebagai doping, dan apa tes screening kita mengcover semuanya??

    Thanks..

  17. 17 cakmoki Januari 22, 2008 pukul 4:20 am

    @ Stethoscope_guy:
    salam kenal juga
    saat ini, reagen untuk test sudah sangat spesifik dan dilakukan 2 kali sehingga false positif gak kedengaran lagi.
    Di Indonesia belum pernah menemukan dokumen resmi soal itu, ada dugaan golongan steroid masih jadi primadona. (sampel daftarnya nyusul deh)
    Tes tidak mungkin bisa mengcover semuanya mengingat begitu banyak zat-zat yang belum diketahui dan daftar doping biasanya diperbaruhi secara berkala, seiring dengan ditemukannya zat tertentu yang dapat dikategorikan sebagai doping.
    trims


  1. 1 DOPING TERHADAP OLAHRAGA DI INDONESIA « Learning Profesoinal Sport Education Lacak balik pada Oktober 28, 2010 pukul 2:22 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso β„’

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

Jangan Korupsi Ah

No Korupsi

Internet Sehat

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

[Valid RSS]

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 5,303,313 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters


%d blogger menyukai ini: