Bekal untuk adik

Menjalin Komunikasi Dokter-Pasien Sejak DiniEhm ... ngobrol nih
Setelah sekitar setahun memperkenalkan latihan Teknis Medis Dasar kepada para mahasiswa kedokteran Unmul, rasanya perlu evaluasi untuk memperbaiki segala hal berkenaan dengan hajatan tersebut. Masukan teman sejawat dokter, para mahasiswa kedokteran yang ngeblog maupun pembaca pada posting week end di UGD, sangat membantu kami untuk berbenah.
:: :: :: REVIEW SINGKAT :: :: ::
ORGANISASI KEGIATAN:
Siiip !!! Beberapa bulan belakangan ini, kelompok mahasiswa yang datang ke Rawat Inap Palaran sudah terjadwal dengan rapi, dikoordinir oleh para punggawa TBM (Tim Bantuan Medis). Ini bukan berarti hanya anggota TBM, semua mahasiswa boleh ikut. Sebelum terjun langsung ke arena sesungguhnya, para peserta minta diadakan pembekalan di kampus sebagai gambaran awal tentang apa dan bagaimana kegiatan tersebut akan dilakukan.
Peserta meliputi mahasiswa semester 3 sampai semester 7.
PELAKSANAAN:
Kegiatan pengenalan dan latihan teknis medis dasar dilaksanakan setiap hari Sabtu, Minggu dan Senin, menyesuaikan dengan jadwal kuliah masing-masing peserta.
Prioritas Kegiatan:
Diskusi awal: kegiatan ini dilakukan di UGD, sebelum ke ruangan. Dokter ruangan yang bertugas saat itu akan memberikan sedikit gambaran tentang kegiatan yang akan dilakukan di ruangan maupun di UGD.
Visit Penderita:
Dokter pembimbing memberi contoh visit ke ruangan, mulai komunikasi dengan pasien (menyapa, menanyakan keluhan, menanyakan perkembangan, menjelaskan tindakan or pengobatan yang diberikan, menjelaskan prakiraan lamanya perawatan, menjelaskan hasil pemeriksaan penunjang *lab, dll* dan memberi support, hingga pamit).
Setelah itu, para mahasiswa (3-5 orang per kelompok) diberikan kesempatan visit penderita. Setiap mahasiswa berkesempatan visit minimal 1 penderita. Boleh nambah kalo mau.
Komunikasi (calon) dokter-pasien:
ramah, bersahabat dan support Pada putaran awal, setiap mahasiswa “hanya” belajar komunikasi dengan pasien dan atau keluarganya (jika penderitanya bayi or balita). Koq ngomong aja dipelajari sih?
Iya !!! Soalnya bukan rahasia lagi bahwa di ruangan perawatan, komunikasi kurang terjalin dengan semestinya, dokternya kadang gak ngomong, atau ngomong tapi bersungut *habis dimarahi istri kali* … (konon malah ada penderita yang gak ketemu dokter babar blas, terutama pasien miskin)
Nah, sejak masih mahasiswa inilah, komunikasi dijalin dengan bersahabat, so artinya para calon dokter tersebut menempatkan dirinya sejajar dengan penderita. Hal ini penting untuk mengetahui perkembangan perawatan dari penderita, bukan sepihak.
Langkah ini sebagai jawaban atas sistem yang berlaku saat ini, dimana mahasiswa saat klerkship hanya nguntit dokter pembimbing ngeliat pasien. Nguntit doang !!!
Berbeda jika para calon dokter ngomong langsung, diharapkan mereka bisa memahami keluh kesah para penderita. Sehingga, tindakan medis akan lebih sesuai dengan penyakitnya maupun dengan kondisi penderita saat itu.

Pemeriksaan Dasar:
Setelah semua mahasiswa merasakan visit dan komunikasi dengan pasien secara langsung, maka tahap selanjutnya adalah pemeriksaan penderita.
Pada tahap ini para mahasiswa memeriksa pasien di ruangan, satu mahasiswa minimal memeriksa satu pasien.

Apakah mereka mengerti tentang: ronkhi, whizing, peristaltik, bising jantung, dll..dll ?
Gak penting !!! Soal ini akan paham dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu, makin sering meriksa, lama kelamaam makin paham.
Koq, lha apa yang diperiksa ?
Ya gak ada, yang penting meriksa, enjoy … nikmati apa aja yang dirasakan dan didenger. Baru setelah itu didiskusikan saat semua pemeriksaan usai. So, pada tahap ini, mahasiswa para calon dokter gak perlu dipaksa mendengarkan yang namanya Ronkhi, Whizing dan lainnya … biarkan aja mereka memeriksa tanpa beban, sambil ngobrol dengan pasien. … hehehe, asyik kan?

Latihan Kasus:
Nah, pada tahap inilah para calon dokter benar-benar melakukan kajian penyakit. Mulai anamnesa (wawancara dengan pasien), pemeriksaan, belajar skedul perawatan dan evaluasi perawatan. Pada tahap ini pula, para calon dokter diperkenalkan obat sedikit demi sedikit dan berulang-ulang.
Dan, pemeriksaan sudah diarahkan kepada kasus spesifik, semisal kaus-kasus dengan: ronkhi, whizing, hepatomegali (pembesaran hepar or liver), spleenomegali (pembesaran limpa) dan lain-lain. Inipun berulang-ulang.

Tindakan Medis Dasar:
Biasalah, nyuntik intramuskuler, intravena, menjadi menu wajib. Semua mahasiswa harus pernah mencicipi sendiri-sendiri, dan berulang-ulang.
Kalau ada kasus operasi kecil dan tidak terlalu mendesak, maka mahasiswa diberi kesempatan mencicipi salah satu tindakan operasi, misalnya Rossen Plasty (lepas kuku) dan lain-lain, dipandu dokter pembimbing.

Tahap selanjutnya, para calon dokter harus bisa masang infus, kateter, nebulizer. Sendiri, gak boleh rombongan … hehehe, maksa. Ya iya lah, bayangken jika ntar lulus dokter gak pernah masang infus sendiri, gak pernah masang kateter sendiri, gak pernah operasi kecil sendiri … lha ntar kalo mbimbing paramedis dengan teknik yang benar gimana, hayo !!!

Semua latihan teknis medis dasar tersebut nantinya akan menjadi bekal penting saat ko-as, karena belum tentu mendapatkan kesempatan. Konon, saat ko-as banyak tugas, rebutan dengan residen, or … jadi bulan-bulanan omelan dokter ruangan dan paramedis. Maklum, ko-as dan residen kan kasta terendah dalam hirarki pendidikan kedokteran. Koq masih ada sistem jajah menjajah ya … katro ah !!! Mestinya gak boleh lagi, gak boleh dendam, … mana mungkin belajar dengan tenang kalo para calon dokter stresssss. Kenapa sih sebagian para dokter senior berlagak seperti itu ? Tanya sendiri !!!

Kesan calon dokter:
Pertama ke ruangan nemui pasien sendiri-sendiri, para calon dokter merasa tegang, gak tahu apa yang akan diomongkan, gak tahu apa yang mo diperiksa.

Solusi: … beri support:
adik-adik, sayapun dulu juga gitu, guru-guru kita juga dredeg … samalah, itu kan soal waktu, para guru kita belajar duluan sedangkan adik-adik belakangan … so enjoy aja. Memulai komunikasi gak harus tentang penyakitnya, boleh dimulai dengan yang lain, misalnya dengan menanyakan bisa makan apa enggak, masih panas apa sudah berkurang, bisa tidur apa enggak, dll .. dll. Seperti pacaran itu lho, kalo mulai PDKT kan deg-degan juga, gak tahu apa yang mau diomongkan, tapi akhirnya jalan bareng kan ? *halah, ngasih contoh kog gak genah šŸ˜› *

Lebih menyenangkan lagi ternyata para mahasiswa juga mengadakan evaluasi di kalangan mereka sendiri. Mereka menceritakan apa yang didapat, apa yang dirasakan dan apapun terkait dengan kegiatan ini. Semacam sharing gitu … siip !!!

Kami menyadari, kegiatan ini masih jauh dari harapan, masih banyak kendala, namun dengan niat yang sama, niscaya kedepannya akan menjadi lebih baik dan lebih terorganisisr. Semoga !!!

:: :: :: special thanks: pak dekan, pak pd II, dan semua sejawat yang support, para mahasiswa fk unmul serta para pasien or keluarganya … dan para dokter di rawat inap palaran maupun para kru :: :: ::
Iklan

28 Responses to “Bekal untuk adik”


  1. 1 sibermedik Januari 5, 2008 pukul 6:38 pm

    Pertamax lagi..
    Mampir cak..di koment solekan saya..
    http://sibermedik.wordpress.com/2008/01/05/analogi-fk-dan-hogwarts/

  2. 2 sibermedik Januari 5, 2008 pukul 6:41 pm

    ada OSCE ndak dok?
    jadi ngadepin Manekind sebelum orang beneran…
    jadi inget “weekend” di RS 1 bulan lalu
    http://sibermedik.wordpress.com/2007/12/18/2-weeks-after-4-stages/

    sama waktu weekend ama pasien Schizophren
    http://sibermedik.wordpress.com/2007/11/22/akhirnya-datang-juga/

  3. 3 shinobigatakutmati Januari 5, 2008 pukul 7:59 pm

    wah saya sangat senang dengan ulasan ini pak!
    yang saya tahu memang di dunia medis ada yang dinamakan kita harus tahu sejarah penyakit orang tersebut. memang banyak caranya yah. dan dokter memang kudu komunikatif sehingga diharapkan tidak ada salah paham šŸ˜€

  4. 4 dokterearekcilik Januari 5, 2008 pukul 9:49 pm

    Komunikasi dengan bayi yang paling susah cak šŸ˜€

  5. 5 cakmoki Januari 5, 2008 pukul 11:54 pm

    @ sibermedik:
    enggak, kelamaan … dan gak sama, so langsung ngadepin pasien beneran, ternyata menurut adik-adik lebih enjoy, lebih menyenangkan, terutama bagi yg semester 3 dan 5.
    Kalo golongan Schizophrenia bukan tugas saya šŸ˜› … soale lebih asyik week end ama pasien yg mirip Agnes Monica … hehehe *mesti pingin yo*

    @ shinobigatakutmati:
    iya šŸ™‚ … cuman ternyata menjalin komunikasi masih jadi barang langka, makanya kami harus selalu memperbaiki diri … banyak keluhan soal yang satu ini.

    @ dokterearekcilik:
    Lha, ini bagiannya Mas Rizal untuk bikin panduannya šŸ˜€
    Kayaknya untuk komunikasi dengan bayi harus bisa tertawa sambil melet dan colak-colek, kalo perlu main kuda-kudaan … hehehe *guyon*

  6. 6 almascatie Januari 6, 2008 pukul 3:18 am

    uhmm selalu memberikan solusi terbaik ditengah caruk maruk pendidikan maupun kesehatan yang caruk maruk dinegeri ini
    salut cak
    :mrgreen:

  7. 7 triesti Januari 6, 2008 pukul 5:31 am

    satu lagi cak… kalau dokternya ramah.. kemungkinan dibawa ke pengadilan bila ada masalah lebih kecil.

  8. 8 Luthfi Januari 6, 2008 pukul 9:39 am

    mahasiswa opo mahasiswi?
    gambar ama teks nda konsisten šŸ˜€
    *kekeuh bahwa mahasiswa = cowok dan mhsi adalah ce*

  9. 9 zulharman Januari 6, 2008 pukul 10:57 am

    Wah programnya bagus Cak, ini yang dinamakan work based learning/practice based learning. Apakah di Unmul sudah ada laboratorium skill lab Cak? Menurut saya kalo ada Skill labnya, bisa saja mahasiswa diberi pelatihan tentang ketrampilan komunikasi dasar, pemeriksaan fisik dasar.mengapa ini perlu? Agar benar-benar efektif mahasiswanya waktu praktek langsung. Percaya diri mereka juga akan terbentuk sehingga memotivasi mereka.
    Apalagi di rumah sakit banyak dokter-dokter yang harus bertindak sebagai role model tidak bisa menanmpakkan yang seharusnya. Contohnya ya komunikasi pada pasien, banyak dokter senior yang irit kata, pemeriksaan fisik pakai tenaga dalam jarak jauh šŸ™‚

    Menurut saya konsep yang Cak lakukan ini hampir sama dengan konsep PBL (problem based learning) di mana mahasiswa belajar sendiri menggunakan pengetahuan yang ia sudah miliki untuk melakukan pemeriksaan. Tapi apabila prior knowledgenya kurang atau tidak ada, misalnya apa itu dan bagaimana bunyi ronkhi, takutnya nanti hasilnya tidak sesuai yang diinginkan. Belum lagi soal etika, mgkn saja karena ngak tahu mahasiswa jadi memeriksa pasien dengan nafsu seperti penyidik KPK :), khan pasiennya bisa semaput šŸ™‚

    Ini cuma saran lo Cak, klo ada yang salah dimaafkan ya.
    Tapi saya sangat mendukung program ini dan menjadi referensi buat saya. Trims

  10. 10 manusiasuper Januari 6, 2008 pukul 1:24 pm

    *memperhatikan seksama foto-foto di atas*

    Ah, yang jilbaban kayanya cantik ya cak..?

    Sekalian nanya, kebiasaan dokter senior menyerahkan penanganan pasien askeskin, jamsostek atau pasies pemegang kartu miskin lainnya kepada dokter junior itu memang bagian dari pembelajaran ya cak?

  11. 11 cakmoki Januari 6, 2008 pukul 2:41 pm

    @ triesti:
    iya mbak šŸ™‚ selain resiko medical error makin kecil, secara kultur gak tega mo nuntut kali kalo dokternya ramah, dan berani minta maaf.

    @ Luthfi:
    sik tho …jan-jane arep takon jenenge po piye ?…hehehe, ngaku!
    Btw, trims koreksinya, campurlah, mahasiswa/wi, sing wa fotone gak dadi … hahahaha

    @ zulharman:
    Skill Lab dan PBL ada dan jalan, sedangkan yang ini aplikasinya karena kata mereka ternyata gak sama, so tetep perlu berhadapan langsung dengan para pasien dan keluarganya.

    trims masukannya.
    Seperti dalam review, komunikasi adalh prioritas, artinya mereka diberi contoh langsung, mulai menyapa pasien, memulai komunikasi, sikap dan etika, batasan bercanda, tata cara memeriksa (termasuk permisinya or nuwun sewu sebelum meriksa), cara memberi support dan cara pamitan sambil nepuk-nepuk kaki … hehehe

    Jadi menurut saya, kegiatan ini berjalan seiring dan paralel dengan skill lab dan PBL..

    Ntar pertengahan tahun akan evaluasi lagi, mohon support dan masukannya ya šŸ™‚

    @ manusiasuper:
    *ikut memperhatikan ulang sambil nginget-inget*
    Ah, iya kayanya cantik kalo gak salah, putih juga ;).. mau ?

    Gak ada dalam aturan tuh, kali hanya wilayah tertentu. Di Sby, yang nangani beragam bergantung kasusnya, tempo hari seorang Profesor mengungkap di koran karena penanganan bedah pasien askeskin gak kunjung diberi dana. Tapi Cil *bisikbisik*, ujar piyan tuh: iih .. bujurrrr šŸ™‚

  12. 12 cakmoki Januari 6, 2008 pukul 4:06 pm

    @ almascatie:
    sori, terjaring moderasi šŸ™‚
    Trims support-nya .. moga tetep semangat šŸ˜‰

  13. 13 Warta Medika Januari 6, 2008 pukul 6:16 pm

    Just info : blog ini sudah saya link Pak di blog saya.

  14. 14 cakmoki Januari 6, 2008 pukul 7:32 pm

    @ Warta Medika:
    Trims, ntar saya Link juga … šŸ™‚

  15. 15 iyas Januari 6, 2008 pukul 7:39 pm

    wah dokter dah mulai juga yach, jadi ingat waktu dulu diajak konsulen ke puskesmas tempat praktek ama jadi asisten di kliniknya plus diajak jalan-jalan ke laboratorium prodia buat ngeliat sekalian diajarin cara2 pemeriksaan dasar laboratorium šŸ˜€ sekarang dah gak jalan gara2 kampus ndak mau support (padahal gratis)
    tp bukan jadi masalah… sekarang bikin program bimbingan khusus (bagi yang mao doang) dan alhamdullilah dah mulai jalan and banyak dapat support hehehehehe
    kalo ndak ada halangan awal maret mo ajak rombongan ke prodia (semi gratis modal uang transport doang ke prodia), bimbingan imunisasi dari sudinkesmas jaksel (beliin konsusmsi, bayar tenaga pengajar plus) taon lalu dah jalan sekarang diminta lagi gara2 pas terjun kelapangan ngebantuin PIN ndak ada komplain bahkan pencapaian target di daerah-daerah yang dibantu sangat tinggi sampai 50-100% hehehehehe
    sukses dok

  16. 16 cakmoki Januari 6, 2008 pukul 8:50 pm

    @ iyas:
    iya nih, baru mulai setahun, masih tertatih-tatih, sukarela yang penting enjoy dan tujuan moga tercapai šŸ™‚

    wah asyik kegiatannya šŸ™‚ ntar bisa ditiru untuk adik-adik di sini, trims sumbang sarannya ya

  17. 17 Shinta Januari 6, 2008 pukul 11:34 pm

    Cakmoki, calon dokter yang bajunya warna pink, senyum dong..kasian neneknya lagi sakit.. jangan di jutex in … šŸ˜¦

  18. 18 suandana Januari 6, 2008 pukul 11:35 pm

    Sepertinya… Bisa diterapkan untuk melatih para calon guru juga ya, Cak…

    &bisik-bisik*
    Cak, mahasiswinya itu masih jomblo ndak? šŸ˜³

  19. 19 cakmoki Januari 7, 2008 pukul 1:10 am

    @ Shinta:
    eh, dia senyum koq mbak, sumpritt deh šŸ˜‰

    @ suandana:
    bisa kali … milih yg … ehm ..ehm ya šŸ˜‰

    *bisik-bisik juga* .. masih, dan hm, cakep-cakep lho šŸ˜€

  20. 20 Astri Januari 7, 2008 pukul 4:54 am

    ah senangnya melihat adik2 belajar šŸ™‚ saya dulu gak sempat merasakan PBL dan Tramed, karena baru diberikan mulai angk. 99
    Semoga membawa banyak perbaikan dalam pendidikan dokter šŸ™‚

  21. 21 cakmoki Januari 7, 2008 pukul 1:44 pm

    @ Astri:
    ya, semoga … trims supportnya mbak.
    g ke PHI di Blauran dll itu dah gak ada lagi ya…itu warisan dari mbah-mbah guru kita dulu lho šŸ™‚

  22. 22 necel Januari 7, 2008 pukul 4:20 pm

    Wah beruntung banget yang ikutan program itu ya, terus tanggapan pasien terhadap program ini seneng-seneng aja ya. Calon dokter mamang harus banyak terjun ke masyarakat biar dicintai pasien sehingga banyak pasiennya, he…he….Jangan kalah ama pengobatan alternatif yang menjamur dimana-mana.

  23. 23 cakmoki Januari 7, 2008 pukul 11:00 pm

    @ necel:
    sejauh ini, tanggapan pasien bagus. Sebelum periksa, kita ijin dahulu, sehingga tercipta suasana yang friendly … dn pasien seneng aja diperiksa ama calon dokter, apalagi kalo yg diperiksa jomblo dan yg meriksa calon dokter jomblowati … hehehe
    Trims supportnya ya šŸ™‚

  24. 24 rajaiblis Januari 9, 2008 pukul 3:19 am

    buat calon dokter yg baek, aNE punya keluhan nech !
    bagian belakang pantat, suatu kawasan yg bernama kantong, suka buntu. komplikasinya, pantat jadi gak enak dipakai buat duduk. misal, duduk di mall sedih dan duduk di cafe meringis, yg agak mendingan duduk di closet.

    wakakkakakakaaaa …

  25. 25 cakmoki Januari 9, 2008 pukul 5:13 am

    @ rajaiblis:
    padahal di kloset ada kura-kura yang siap mencaplok lho …hahahaha

  26. 26 fauzansigma Januari 9, 2008 pukul 5:44 am

    salam hangat utk pak dokter, smoga bisa mjd dokter yg berdedikasi utk negara dan bangsa…
    salam kenal
    *salaman*

  27. 27 cakmoki Januari 9, 2008 pukul 2:05 pm

    @ fauzansigma:
    amin, makasih šŸ™‚
    salam kenal juga *salaman erat sambil guncang-guncang*


  1. 1 Menilai Hasil Lab « cakmoki Blog Lacak balik pada Januari 9, 2008 pukul 11:01 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso ā„¢

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

Jangan Korupsi Ah

No Korupsi

Internet Sehat

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

[Valid RSS]

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 5,317,035 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters


%d blogger menyukai ini: