Rumah Dinas Dokter Ndeso

Pengabdian *halah* apa Penganiayaan *halah* ?

Minggu, 30 Desember 2007, jelang tutup tahun 2007, iseng ambil gambar Rumah Dinas dokter ndeso β„’ di Palaran, Kota Samarinda (ibukota provinsi Kalimantan Timur *nan kaya*). Selepas maghrib, saat kembali dari Rawat Inap, mampir sejenak di rumah yang dulu kami tempati. Agak beda dikit, selebihnya sama. Sama ndesitnya πŸ˜› … hahaha

Mohon gak usah diambil hati, ini hanya iseng, bukan keluhan bukan pula tuntutan, … bukan nyindir para petinggi kota, … kami bersyukur, enjoy !!!

Ini rumahnya: rumah dinas dokter ndeso β„’ yang dah lama (lebih 10 tahun) gak pernah rehab, kali emang untuk nostalgia … hehehe

Rumah Dinas Dokter Ndeso

:: :: :: :: :: DISKRIPSI :: :: :: :: ::

Ukuran Tanah: sekitar 200 m2 .. mungkin lebih *lupa*
Ukuran Rumah: sekitar 70-80 m2 … *lupa juga*
Model Rumah: Rumah Panggung
Bahan Tiang: Kayu Ulin
Bahan Dinding: Kayu Kapur (kampfer)
Bahan Atap: Genteng (sebelumnya kayu sirap)
Bahan Lantai: Kayu Ulin

:: :: :: :: :: SARANA :: :: :: :: ::

Penerangan: Listrik 450 watt trus dinaikkan 750 watt (sebelumnya …ehm )
Air Minum: PDAM *agak buthek* ( sebelumnya air hujan dan air sumur *kecoklatan* )

Catatan:
Bak Penampungan Air Hujan dan sumur hingga kini masih ada *untuk kenang-kenangan* dan semoga gak ditutup.

:: :: :: :: :: TOPOGRAFI :: :: :: :: ::

Jarak dengan Puskesmas sekitar 50 m, dipisahkan oleh jalan dan lapangan voli.
Sebelah kanan berbatasan dengan Rumah Dinas Paramedis.
Sebelah kiri berbatasan dengan bangunan Korpri Kecamatan Palaran (sebelumnya kebun yang banyak tupainya dan kadang ketemu biawak, ular juga)
Sebelah belakang berbatasan dengan Kantor Pos dan Lapangan Bola.

:: :: :: :: :: KILAS BALIK *HISTORY* :: :: :: :: ::

Konon, rumah dinas dokter ini dibangun sejak tahun 1972, satu paket dengan bangsal perumahan paramedis (katanya ada hantunya, hiiiyyyyy).

Sejak tahun 1990-an, bangsal rumah paramedis sudah direhab dan dipisah-pisah menjadi beberapa rumah paramedis. Tahun ini (2007) sedang digarap renovasi rumah paramedis yang sebelumnya sebuah rumah bagunan kayu menjadi 2 rumah bangunan tembok.

Sedangkan Rumah Dinas Dokter Ndeso β„’ masih tetap sejak dulu kecuali penggantian atap sirap ( bahan kayu ulin ) menjadi atap genteng, dan cat sesuai selera yang menempati. Asyik juga sih.. kalau dokter yang nempati pengantin baru, gemblodhak … hehehe.

Dokter yang menempati silih berganti, dan sekarang ditempati dokter jomblo *namanya rahasia dong*

Waktu pertama datang ke rumah ini, si dia nangis *nyusul suwami setelah hampir setahun sang suwami mbujang*. Maklum, si dia biasa hidup di tengah kota Surabaya nan hiruk pikuk dan terang benderang, lantas menempati Rumah di ndeso wal katro, sepi, trus banyak suara beraneka ragam di malam hari. … huaaa …

Minum menggunakan air hujan dan air sumur berwarna kecoklatan yang kami olah menggunakan tawas dan gamping. Maka jadilah kami bergantian mengaduk air setiap malam … kalo gak gitu, ya minum air kecoklatan. Hasil olahan lumayan, walau gak bisa jernih *dengan berbagai ilmu pengolahan air*, setidaknya agak-agak bening …hehehe

Nah, di jaman otonomi daerah dan di ibukota propinsi nan kaya ini, ternyata teman sejawat dokter yang menempati rumah tersebut masih sama dengan kondisi sepuluh tahun yang lalu. Bedanya hanya makin ramai dan jarang ketemu ular … selebihnya sama.

Sekitar 3 tahun yang lalu seorang dokter wanita menempati rumah tersebut. Saat dandan-dandan rumah, si suami (seorang insinyur) nyeletuk: ” mas, ini sebenarnya pengabdian apa penganiayaan sih ? “.

Pengabdian dong !!!

Ini di Kaltim, lebih tepatnya Samarinda, ibukota propinsi Kalimantan Timur. Tentu jauh lebih nyaman dibanding daerah lain semisal NTT, Kalteng, ..mbuh mana lagi yang bisa jadi lebih parah. Atau jangan-jangan rumah dinas dokter di Pulau Jawa lebih melas.

Pengabdian dong !!!

Note: bagi para jomblowati yang bercita-cita punya suwami dokter harap dipertimbangkan beribu kali, gak seindah sinetron lho … πŸ™‚ …tapi terserah ding πŸ˜‰

Iklan

47 Responses to “Rumah Dinas Dokter Ndeso”


  1. 1 sibermedik Desember 31, 2007 pukul 7:35 am

    PERTAMAXXXXX……..

    Prihatin…
    (Apa ‘ntar SiberMedik juga ngadepin kayak gitu ya Cak?)

  2. 2 sibermedik Desember 31, 2007 pukul 7:38 am

    Note: bagi para jomblowati yang bercita-cita punya suwami dokter harap dipertimbangkan beribu kali, gak seindah sinetron lho … …tapi terserah ding

    Wah! tega nian Dikau Cak! “Mematikan” Pasaran para calon “Laskar Bakti Husada” he..he…

    “Mantu Calon Dokter” masih jadi favorit para Calon mertua kok cak

  3. 3 manusiasuper Desember 31, 2007 pukul 8:50 am

    Minta screenshot rumah dinas walikota sama gubernur sana cak..! :mrgreen:

  4. 4 mybenjeng Desember 31, 2007 pukul 10:41 am

    kalo di gresik, baru-baru ini (tahun ini), banyak dibangun rumah dinas dokter dan puskesmas pembantu…

    buat jomblowati, tuh dengan nasihat pakdokter. makanya sama saya aja, yang bukan dokter… πŸ™‚

  5. 5 superkecil Desember 31, 2007 pukul 11:05 am

    walah si encak kuran kerjaan
    mendiagnosa rumah dinasnyah

    wakakakakkkaka

  6. 6 zulharman Desember 31, 2007 pukul 1:04 pm

    Cak, ada juga tampak muka rumah dinas dokter seperti rumah dinas di atas , tapi simpanannya di bank oke….(darimana ya?)

  7. 7 huda Desember 31, 2007 pukul 1:08 pm

    Aduh.. cak.. mematikan pasaran nih.. mentang2 udah gak jomblo.. πŸ˜€

    betewe, hebat, ya.. dokter ndeso ternyata blogger.. πŸ™‚

  8. 8 cakmoki Desember 31, 2007 pukul 1:32 pm

    @ sibermedik,
    tenang aja, nanti waktunya sibermedik bertugas rumah dinas dokter (ndeso ataupun kota) sudah berubah, ukuran rumah 120 m2, terdiri dari: 3 Km tidur, 1 ruang keluarga, 1 ruang tamu, 2 kamar mandi, dapur, gudang, garasi (garasi sepedah maksudnya πŸ˜› ) dan taman.
    Kalo ternyata gak gitu, yah dibayangkan aja …hehehe

    Soal jomblowati tenang juga, itu kan Negative Feedback Mechanism, so malah laris dan saking larisnya malah bingung, saking bingungnya .. wa akhirul kalamun: gak adapat apa-apa ..hahahaha *guyon*
    Sibermedik gak perlu khawatir deh, kan keren πŸ˜‰

    @ manusiasuper,
    wah iya, kenapa gak terpikir ya … ok Cil, ntar tak ambil fotonya.

    @ mybenjeng,
    bangunannya layak gak, karena biasanya model kotak sabun…hahaha
    nah, untuk jomblowati, nih ada tawaran terbuka dari mbenjengsatu πŸ˜‰

    @ superkecil,
    hahaha, iya Cil… lagi bernostalgia. Di rumah itu asyik lho, lantainya bunyi-bunyi …hmmm…sambil nyetel lagu ndangdut, siip

    @ zulharman,
    wah sip, kali prakteknya rame, 30 pasien perhari … hehehe
    Atau punya mertua kaya kali πŸ˜‰

  9. 9 cakmoki Desember 31, 2007 pukul 2:01 pm

    @ huda,
    hahaha, ini justru menaikkan rating πŸ™‚
    iya, biar ndeso yang penting bisa geblog

  10. 10 starflake Desember 31, 2007 pukul 5:08 pm

    lho biar ndeso kan yang penting dokter cak? haha…

  11. 11 tukangkomentar Desember 31, 2007 pukul 5:48 pm

    Mending situ dapat rumah dinas, saya mesti sewa (dan belum punya rumah sendiri).
    Mari menghibur diri:
    “Don’t ask what your country …. dst, dst……” (Kennedy, ya, kalau nggak salah?) πŸ™‚

  12. 12 dokterearekcilik Januari 1, 2008 pukul 12:03 am

    Waaah jadi inget tempat PTT ku di Sultra di samping hutan, tanpa listrik, banyak anoa dan babi hutan sliweran. Tapi denger denger sekarang udah ada listrik, mau nostalgia kayak cak moki tapi kejauhan πŸ™‚ tapi biar bagaimanapun semua itu harus disyukuri………syukurin !!! siapa suruh jadi dokter πŸ˜€

  13. 13 dani iswara Januari 1, 2008 pukul 3:08 am

    dokter kok maunya enak melulu..

    sekali2 [baca: sering2] hidup susah dong..

    kl rumah dinas dokter semewah rumah walikota, itu krn kebetulan walikotanya mungkin dokter.. πŸ˜€

  14. 14 sibermedik Januari 1, 2008 pukul 8:01 am

    gak sombong sih…
    calon2 dokter kan mayoritas lolos SPMB
    SPMB = Seleksi Penerimaan Menantu Baru
    he..he..
    passing grade-nya dhuwur cak

  15. 15 vend Januari 1, 2008 pukul 10:51 am

    salut cak, ndak banyak dokter yang kaya sampeyan πŸ™„

  16. 16 cakmoki Januari 1, 2008 pukul 12:26 pm

    @ starflake,
    serius, mau ama temen-temen dokter jomblo ndeso β„’ ? ..kalo gitu silahken pilih, kayaknya ada yg masih jomblo koq …hahaha

    @ tukangkomentar,
    iya, mending dapet daripada kontrak. Kalo boleh milih enak kontrak, sayangnya harus tinggal deket tempat tugas …kalo enggak, bakalan banjir surat kaleng …hahaha

    @ dokterearekcilik,
    wah, lebih parah tuh mas πŸ™‚ mirip jaman ts di timtim kali ya, pakai lampu teplok atau diesel, trus kalo malam ngengkol diesel sambil nyanyi lagu melayu :” … betapa ..senang hatiku … ” πŸ˜†

    @ dani iswara,
    hehehe iya.. ada 2 kota di kaltim yg walikotanya dokter, yang satu bilangnya bagus, satunya lagi katanya banyak omong
    Emang kayaknya harus pengabdian *baca sengsara*
    Ntar yg akan lulus tahun-tahun berikutnya kayaknya makin sulit, gak jelas, uji kompetensi, dll …dll

    @ sibermedik,
    waktu masih calon, wow … laris deh … begitu dah tinggal di ndeso, agak gimana gitu, soalnya sering pakai sandal jepit dan tas kresek *moga isinya uang buanyak* hehehe, trus kalo mau ndeketi jomblowati kota yg dah kerja, konon minder soalnya 5 tahun pertama gajinya kalah πŸ˜†

    @ vend,
    banyak koq, cuman gak sempat ngeblog, jadi kita gak banyak denger, lha gimana mau ngeblok wong yang tinggal di pedalaman gak ada sinyal tilpon … namun, percayalah *sambil meyakinkan diri*, kami selalu bersyukur πŸ™‚

  17. 17 Shinta Januari 2, 2008 pukul 11:22 am

    hhmm…berarti jadi dokter itu, lolos SPMB susah, semasa kuliah susah juga, sudah lulus masih susah juga…trusss… kapan senang nyaa… πŸ™‚

    Rumah dinas dokter ndeso Kaltim , deskripsi bahannya kualitas nomor satu semua, kalo dibawa ke Jakarta jadi rumah mewah cak hehhe πŸ™‚

  18. 18 cakmoki Januari 2, 2008 pukul 2:20 pm

    @ Shinta,
    Senangnya ya saat susah itu … pada saat senang malah susah ngatur waktu, malah ada temen yg jarang ketemu anak dan bininya saking banyaknya pasien … hehehe, repot ya

    Bahan emang oke …tapi yang mrotoli gak diceritakan, biar agak gaya πŸ™‚

  19. 19 kombor Januari 2, 2008 pukul 2:52 pm

    Cakmoki jangan begitu. Rumah dinas bolehlah seperti yang ditampilkan di gambar. Akan tetapi, rumah pribadi saya yakin tidak seperti itu. Se-ndeso apa pun dokternya pasti rumah pribadinya dijamin ciamik.

  20. 20 kangguru Januari 2, 2008 pukul 4:22 pm

    lha rumah dinas itu kan cuman backup ya heheheh
    met tahun baru dok

  21. 21 suandana Januari 2, 2008 pukul 10:29 pm

    Rumah dinasnya guru… jadi sungkan mau nyeritain… πŸ™‚

  22. 22 imcw Januari 3, 2008 pukul 12:17 am

    Rumah dinasnya seperti itu, kalo rumah pribadinya gimana, Cak? πŸ™‚

  23. 23 cakmoki Januari 3, 2008 pukul 1:34 am

    @ kombor:
    Nostalgia Kang … udah gak di sana koq …hehehe
    Amin πŸ™‚

    @ kangguru:
    iya kali πŸ˜‰ Met tahun baru juga pak, sukses selalu

    @ suandana:
    ceritakan aja Mas, ntar kita juga ingin lihat πŸ™‚

    @ imcw:
    sssssstttt … waktu dulu nempati rumah dinas, gak punya rumah om … nyicil dikit-dikit lah hehehehe

  24. 24 Ady Januari 3, 2008 pukul 2:09 pm

    Wah lama ga penah mampir sini ada postingan rumah dinas…
    mengingatkanku pada nostalgiaku di Laulalang Tolitoli.
    Deskripsi rumah hampir mirip Cak cuma hantu di tempatku dulu katanya seh cewek2 cantik 3 orang hihihihi… tapi ga pernah ketemu seh hehe

  25. 25 mei Januari 3, 2008 pukul 5:06 pm

    pengabdianne meyayat hati..keke(kelingan teman bidan seng rumah dinase gak onok listrik, lampune melipmelip, hanya d temani radio mben bengi..hihi)

    met tahun baru cak…piye??fs wae luweh rame..hihi

  26. 26 cakmoki Januari 3, 2008 pukul 11:59 pm

    @ Ady:
    Nulis Nostalgia juga dong, terutama yang selenger generator dan lebih khusus lagi yang “hantu 3 cewek cantik”, … kita bagi masih sisa satu kan … hehehe *toss*

    @ mei:
    justru membuat hati berbunga lho mbak, soale iso muni “glodhak-glodhak” ..hahaha … fs yo? hmmmm … ok, ben tambah enom πŸ˜‰
    Maturnuwun

  27. 27 Adisβ„’ Januari 4, 2008 pukul 7:49 am

    ” mas, ini sebenarnya pengabdian apa penganiayaan sih ? β€œ.

    Lah…ya dua-duanya to…kan efektif…

  28. 28 Astri Januari 4, 2008 pukul 12:56 pm

    di NTT rumah dinasnya tembok tapi dah pada retak, tinggal nunggu gempa gede aja, trus dokternya penyet 😦 .
    sempat disuruh bayar biaya pemeliharaan 100rb/tahun, padahal gak pernah dipelihara.
    listrik? ada yang kebagian ada yang enggak. sampai ada yang punya kos2an di kota biar bisa ngecharge HP n menikmati listrik πŸ˜€

  29. 29 itikkecil Januari 4, 2008 pukul 1:21 pm

    kalo baca postingan ini, untung dulu gak masuk kedokteran

    padahal emang gak keterima

  30. 30 wulan Januari 4, 2008 pukul 7:55 pm

    Justru di saat “rekoso” begitu terasa lebih saling dekat dg teman hidup, menikmati kesusahan bersama malah terasa lebih indah ..ya kan cak…

  31. 31 cakmoki Januari 5, 2008 pukul 1:41 am

    @ Adis β„’:
    iya kali ya πŸ™‚ efektif, praktis, kadang konon ada yg serasa teriris

    @ Astri:
    wuih, ngenes mbak … jadi indikasi kost hanya untuk ngecharge HP? ..dan ngeblog untuk blogger kali ya πŸ˜†

    @ itikkecil:
    eh, emangnya minat ya mbak πŸ˜‰

    @ wulan:
    iya mbak, kadang dipleroki juga sih hehehe
    lha kalo yang jomblo? … temen hidupnya tikus dan kelelawar guede-guede πŸ™‚

  32. 32 Juliach Januari 6, 2008 pukul 8:42 pm

    Menurutku rumah dinas dari kayu itu sudah apik, lebih tradisional lagi kalau finishingnya tidak pakai cat natural saja dan sebaiknya minta saran dari arsitek dan design interior (pemerintah wajib bayar) atau baca-baca majalah mengenai rumah dan penataannya (Majalah ASRI) gitu lho, supanya kesannya asri dan lebih modern. Selain itu harus ditata lebih apik, mis: kabel listrik tidak slaweran. Kayunya juga harus dirawat, setiap tahun sekali harus dioles dengan minyak supaya tidak menghitam karena kelembaban udara.

    Aku lebih apresiet dengan atap sirap dari kayu ulin daripada genteng. Sekarang kayu ulin sudah tidak boleh dieksport.

    Saya dulu pernah eksport rumah kayu (replika rumah joglo made in Bantul Jawa Tengah) ke eropa lho.

  33. 33 cakmoki Januari 6, 2008 pukul 9:02 pm

    @ Juliach:
    wah, iya…atap sirap ulin emang lebih dingin dan kuat.
    Sayangnya gak boleh diperluas *heran*, cuman sempat bikin garasi dari kayu juga, sekarang dah hilang semua. Pohon rindang dan bunga-bunga juga habis, sayuran dan jajaran pohon jambu thailand di samping juga musnah, maklum… hehehe, penghuni silih berganti.
    Cat-nya juga berubah-rubah. Kalo pernis trus finishingnya sampai 4 lapis *namanya lupa*, amboiii, siiip πŸ™‚ *mbayangkan masa lalu*
    Sayangnya lagi gak mungkin minta pemerintah untuk pemeliharaan tiap tahun, biasanya para penghuni merawat sendiri *dah untung, hehehe*, kadang ada yg babar blas gak sempat merawat, kebanyakan tugas. Plus dimarahi juga ding πŸ˜€

    Trims sarannya, ntar tak sampaikan pada penghuni terkini yg jomblo

  34. 34 telmark Januari 6, 2008 pukul 9:24 pm

    kalo gitchu, berarti cak dok suka berburu biayak atau mengusir ular dulunya ? jgn2 malah udah ahli. dah bisa jd pawang ya cak…? :mrgreen:

  35. 35 cakmoki Januari 7, 2008 pukul 1:16 am

    @ telmark:
    udah dong, .. ngusir biawak, ngusir ular bisa πŸ™‚ …tapi kalo peri cantik ya nggak diusir dong .. kasian kan ..hahahaha

  36. 36 rajaiblis Januari 9, 2008 pukul 3:11 am

    halah …
    di neraka jahanam, rumah model begitu udah lama digusur.

    wakkkakakakaakaaa …

  37. 37 cakmoki Januari 9, 2008 pukul 5:06 am

    @ rajaiblis:
    gak mauuuuuuu πŸ˜›

  38. 38 titov Januari 10, 2008 pukul 8:25 am

    sebenernya bagus lho Cak rumahnya, klasik & antik, yaah, mungkin disesuwaikan sama penghuninya πŸ˜†

    *dikejar pake suntik*

  39. 39 cakmoki Januari 10, 2008 pukul 2:22 pm

    @ titov:
    hehehe, iya…mayan bagus koq, trims *ngejar pakai sandal jepit* πŸ˜€

  40. 40 katemo Januari 15, 2008 pukul 5:42 pm

    Wah…rumah yang nyaman dan sueger kayaknya…daripada aku ning kene (Bulungan) gak oleh rumah dinas…tapi dapet kontrakan..rumah kayu panggung …tiap Sabtu kalo Libur iso dadi panggung Kamera Ria hehehehe

  41. 41 cakmoki Januari 16, 2008 pukul 12:02 am

    @ katemo:
    hehehe, nostalgia πŸ™‚
    wah Bulungan ya, minta dong …kalo perlu maksa ..hahaha
    Selamat menikmati rumah kontrakan panggung ya
    moga dibaca Bupati Bulungan trus dibuatkan rumah dinas yang genah

  42. 42 Krisna Januari 16, 2008 pukul 11:20 pm

    waw…seru juga neh denger2 cerita beginian, jadi kebayang ntar dapet dimana yak PTT, bagus mas cakmoki, kudu terus dilanjutin nih kayak beginian, biar pada tau kalo dokter tuh ngak sepenuhnya glamor, hehehe.

    Jadi inget cerita temen yang lagi PTT di kalsel sekarang neh, mirip-mirip, cuman bedanya dia kagak mau tuh nempatin rumah dinas, konon dibawah rumah sarang uler kobra. widii, koas di karawang nemu uler sawah ketjil dikamer ajah udah bikin heboh satu kosan. hehehe.
    Keep it up! menuju indonesia sehat dan bebas Gakin boongan!

  43. 43 cakmoki Januari 17, 2008 pukul 2:16 pm

    @ Krisna:
    kali tahun depan rumah dinasnya dah kayak di Real Estate (hanya kayak lho πŸ˜› ) atau malah tambah parah … hahahaha

  44. 44 Roza Januari 25, 2008 pukul 3:52 pm

    SALUUUUUUT Pak dokter…..nek smua dokter penuh pengabdian begini, sehat wal afiat masyarakat Indonesia. Ilang deh singkatan PUSKESMAS (PUSing KESemitan MASuk angin). Sorry lho dok…he…he..he….Soalnya biasa dapet pelayanan di puskesmas cuma ditanya sakit apa trus mak nyok di periksa stetoskop malah kadang gak, langsung diresepin….isi obatnya, seragam….macem2 penyakit mung itu2 terus….padahal pengennya pasien, yo mbok di tanyain keluhannya apa, terus dijelasin sakite apa…yo spt orang sugih yg pergi ke dokter praktek ngono lho……sorry lho…agak ngelamak minta yang enak tapi gratis….tapi saluuuuut pak dokter biar rumah dinesnya antik tetep PENGABDIAN!!!!!

  45. 45 cakmoki Januari 26, 2008 pukul 12:15 am

    @ Roza:
    hahaha, iya bener… harus diakui bahwa sebagian besar masih menganut jurus “dokter sakti”, pasien masuk – omong dikit – mak nyuk – obatnya sama…
    Saya juga heran, padahal kalo di Puskesmas mau serius seperti di praktek pribadi, niscaya pasien di praktek tambah banyak … dan yang jelas pasiennya senang, apalagi jika sembuh πŸ™‚
    Thanks

  46. 46 hengki November 24, 2009 pukul 1:47 pm

    biasa ja tuh, hidup ni tak seindah yg kita bayangkan…

  47. 47 cakmoki November 24, 2009 pukul 3:03 pm

    @ hengki:
    bangkit dari jatuh adalah keindahan tiada tara πŸ™‚


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso β„’

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

Jangan Korupsi Ah

No Korupsi

Internet Sehat

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

[Valid RSS]

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 5,343,888 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters


%d blogger menyukai ini: