Vaksin dan Listrik

COLD CHAIN VAKSIN : BAGAIMANA RIWAYATMU ?

Efektifitas vaksin sebagai upaya pembentukan antibodi untuk mencegah beberapa penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi, sangat berhubungan dengan kualitas cold chain (rantai dingin). Mulai dari gudang penyimpanan vaksin produsen hingga termos di Posyandu ataupun kulkas vaksin di institusi pelayanan imunisasi, rantai dingin sangat diperhatikan, dimonitor dan dijaga agar suhu tetap stabil sesuai spesifikasi setiap jenis vaksin.

Dan itu semua menggunakan alat pendingin. Adapun di tempat-tempat stasioner, stabilisasi suhu cold chain menggunakan aliran listrik, bukan pakai ublik atau lilin !!!
Aliran listrik harus ada secara simultan untuk menjaga stabilitas suhu vaksin agar efektif. Lha kalo Byar Pet ?

Bahwa ada beberapa daerah yang menggunakan generator listrik ( jika listrik lupa menyala), jeda waktu antara Byar Pet dan menghidupkan generator mestinya dipertibangkan juga, terlebih Byar Pet ini terjadi berbilang tahun dan sering.

Semisal di Samarinda, katakanlah setiap Puskesmas punya generator, … apakah benar si generator dihidupkan saat Byar Pet terjadi di luar jam kerja ?
Dihidupkan apa enggak sih ? Hayo ngaku !!! Jawab dengan jujur !!!

Suatu ketika saya ngobrol dengan sejawat Pimpinan Puskesmas.

Gimana suhu kulkas vaksin ? “
” Stabil mas “.
” Tadi malam listrik padam, pakai generator gak ?
” Enggak, gak dinyalakan, tapi sekarang suhu stabil koq “.
” Ya iya lah, kan sekarang emang udah nyala lagi … “.
” ohhh … iya … ya …”.
” Pernah dilakukan tes efikasi (uji efektifitas) ? “.
” Udah lama gak ada lagi petugas Dinkes datang untuk tes efikasi “.
” hahaha … lagu lama, ntar paling masalah dana … “.
” hehehe … iya kali … “.

Itulah saudara-saudara
Serius apa enggak ? Atau para pengambil keputusan bener-bener gak ngerti masalah secara komprehensif ?
Atau ? … ah … entahlah, paling nanti banyak jurus bela diri …

Di jaman gini, sudah sepatutnya tiap Puskesmas dibelikan alat uji Efikasi vaksin, paling cuman ratusan ribu per biji, wong cuman kaca biru ama tangkai doang …
Ini penting agar setiap vaksin datang segera dapat dilakukan uji efikasi vaksin, kemudian dilanjutkan uji secara berkala untuk menilai efektifitas vaksin yang akan diberikan kepada sasaran, bayi, siswa SD, calon Pengantin, ibu hamil, dll.

Bisa saja berkilah bahwa toleransi rantai dingin vaksin dalam kulkas vaksin diperbolehkan sekian jam tanpa aliran listrik. Namun tanpa uji efikasi, siapa percaya ?

Bisa jadi berkilah bahwa uji efektifitas sederhana sudah dilakukan melalui uji kocok. Namun tanpa bukti tertulis di lembar monitor, siapa percaya ?

Dan, … byar pet di samarinda dan sekitarnya ini sudah sering terjadi berbilang tahun saudara-saudara. Mo bela diri atau jujur ? Jangan biasakan ABS dong ah …
So, … silahkan dipikir sendiri !!!

Blogged with Flock

Tags: , , , , , ,

Iklan

22 Responses to “Vaksin dan Listrik”


  1. 1 almascatie November 23, 2007 pukul 1:56 am

    waduh cak.. kalo dibilang paleng mereka ga mo mikir deh.. btw apa seluruh indonesia lagi kena byar pet yah.. disin jga sih byar pet terus2 jga
    😦

  2. 2 Astri November 23, 2007 pukul 9:17 am

    Dalam kulkas dikasih ice substitute (beli di A** HA******) untuk jaga suhu tetap stabil kalo listrik mati.
    Listrik mati emang momok menakutkan bagi penyimpan vaksin 😦

  3. 3 suandana November 23, 2007 pukul 4:29 pm

    padahal, setahu saya, PLN sedang serius mendirikan instalasi pembangkit baru di mana-mana lho, Cak…

  4. 4 dokterearekcilik November 23, 2007 pukul 5:19 pm

    Jangan jangan para petugas di puskesmas gak tahu yang namanya vaccine vial monitor ??? yang ada gambar bulat dengan kotak ditengahnya itu loh.

  5. 5 yantee November 23, 2007 pukul 5:34 pm

    Pak Dokter, di Medan sering banget mati lampu, malah PLN dijuluki “Perusahaan Lilin Negara”. Anak2 saya masih SD dan seingat saya beberapa kali ada pengumuman untuk imunisasi di sekolah. Selama ini saya percaya bahwa mereka memberikan vaksin berkualitas baik, tanpa tau bahwa tanpa pendinginan memadai vaksin akan rusak. Adakah dampak vaksin yg telah rusak bila diberikan pada anak2? Anak2 saya tidak pernah demam sehabis vaksinasi, apakah ini menandakan vaksin tidak bekerja dengan baik? Tks ya Pak Dokter…

  6. 6 sibermedik November 23, 2007 pukul 6:24 pm

    Bahaya!!!
    Suhu yg tdk optimal menyebabkan, vaksin rusak…malah kemungkinan terburuk malah jadi aktif sbg virus…paling parah lagi..MUTASI..nta kayak film “28 weeks Later”…masak PALARAN mau di BOM NAPALM supaya wabah hilang???
    *Hiperbola banget*

  7. 7 sibermedik November 23, 2007 pukul 6:25 pm

    *Flight of idea*
    ndak nyambung ya diatas??

  8. 8 sibermedik November 23, 2007 pukul 6:26 pm

    SIBERMEDIK kan aliran SUFI alias SUka FIlm he..he…

  9. 9 Iyas November 24, 2007 pukul 1:24 pm

    waduh dapat ilmu baru lagi, maklum cak baru lulus blum ptt plus masih lanjut nyari ilmu tambahan lagi di jakarta jadi banyak ndak taunya kalo didaerah masalahnya buanyak …..
    Kasihan dah masyarakat kalo di imunisasi ternyata vaksinnya dah rusak.

  10. 10 Abd Azis November 26, 2007 pukul 12:17 am

    Saya mau tanya nich dok, berapa lama kemungkinan vaksin rusak apabila tidak dingin karena listrik padam? terima kasih jawabannya…

  11. 11 cakmoki November 26, 2007 pukul 1:07 pm

    @ almascatie,
    hehehe, iya kali, mungkin dah males mikir

    @ Astri,
    lha kalo di ndeso β„’ belinya dimana mbak ? 😦

    @ suandana,
    setahu saya juga gitu … tapi lagi-lagi kita yang diminta untuk hemat … sehemat apapun kalo yg punya punya tanggung jawab kerjaannya banyka nggerogoti gimana, hayo πŸ˜›

    @ dokterearekcilik,
    tahu koq, hehehe … malah ada yg (konon) bikin grafik monitornya seminggu sekali, yg penting kasih garis lurus dalam level “keamanan” … beres … moga yg beginian hanya “konon” belaka 😦

    @ yantee,
    makanya tulisan ini mengingatkan pihak berwenang agar melakukan uji efikasi agar kualitas vaksin tetap terjaga.
    Nah untuk menilai vaksin masih dalam batas efektif apa enggak, hanya dengan pemeriksaan.
    Kalo rusak sih gak bakalan diberikan karena vaksin yg rusak akan kelihatan hanya dari pemeriksaan fisik, dan ini biasanya udah dilakukan oleh petugas Puskesmas.
    Kalaupun rusak dan tetap diberikan, gak ada efek pada tubuh, hanya saja gak akan memberikan kekebalan.

    Adapun panas tidaknya setelah vaksin bergantung kepada jenis vaksinnya, karena tidak semua vaksin menimbulkan efek samping panas.
    Kalaupun diberikan vaksin yang menimbulkan efek ikutan “panas” tidak semua anak lantas panas, bergantung pada daya tahan tubuh masing-masing anak yang bersifat individual.

    Trims πŸ™‚

    @ Sibermedik,
    sebenernya sih gak separah itu πŸ™‚ … kita hanya mengingatkan dan mengajak berpikir serius para pengambil keputusan dan pelaksana lapangan.
    Jangan sampai misalnya suatu derah dinyatakan bebas polio karena pencapainya 100 % gak tahunya di daerah tersebut muncul kasus Polio … hehehe … ini nyindirrr pollll.

    @ Iyas,
    ya … di dunia nyata dan hidup bersama khalayak akan memberi kepekaan pada kita, dan bisa mengetahui permasalahan yang sebenarnya.. bukan hanya laporan di atas kertas ..hehehe … Met berjuang semoga cepet selesai ya πŸ™‚

    @ Abd Azis,
    Ok, itu bergantung pada banyak hal. Juur saja, kita tidak pernah punya data akurat yang dikeluarkan oleh lembaga resmi berkenaan dengan “waktu” antara vaksin baik dengan vaksin rusak.
    Kalo toleransi waktu sih, disebutkan bahwa dengan tempat penyimpanan standar WHO, vaksin dapat bertahan hingga 12-24 jam asalkan sebelumnya dalam “suhu aman”.
    Sayangnya tidak disebutkan frekuensi episode “mati listrik”, maksudnya tidak ada penilaian jika misalnya listrik padam 2 hari sekali, termasuk waktu jeda-nya.

    Nah, tulisan ini mengajak pihak berwenang terkait “rantai dingin” agar menetapkan langkah pengamanan vaksin agar kualitas tetap terjaga, … bukan nunggu sampai rusak, namun segera mengambil langkah ketika ada kecenderungan penurunan efektifitas vaksin.

    Jika hasilnya lebih 80% berarti masih cukup efektif, … lha yang ini aja tidak rutin dilakukan … hehehe

  12. 12 Astri November 26, 2007 pukul 5:12 pm

    Kalo di ndeso ya proyek pengadaan aja dari Surabaya πŸ˜€ wakakak…
    nanti dimarkup pula…. kasian banget ya bangsa Indonesia, segala sesuatunya masih banyak gak beresnya 😦

  13. 13 cakmoki November 26, 2007 pukul 10:21 pm

    @ Astri,
    hahaha, sampeyan dadi Pimpronya ya πŸ˜€

    kasian banget ya bangsa Indonesia, segala sesuatunya masih banyak gak beresnya

    … dan kitapun mengelus dada … *prihatin*

  14. 14 triesti November 26, 2007 pukul 10:22 pm

    jaman belanda dulu.. anak mati krn vaksin rusak kan banyak. makanya sekarang org suka takut vaksin krn cerita dari jaman belanda yg masih lanjut sampai sekarang rupanya. πŸ™‚

  15. 15 cakmoki November 27, 2007 pukul 12:50 pm

    @ triesti,
    hahaha, lama banget … udah puluhan tahun, berarti kami-kami masih sangt kurang menyebarkan informasi ya … atau kalah dari kecepatan berita dari mulut ke mulut kali πŸ™‚

  16. 16 dokterearekcilik November 27, 2007 pukul 4:17 pm

    Kalo keterlaluan PLN nya ya balik ke kulkas minyak tanah aja kayak jaman dulu ….. atau sekarang masih ada kali ya ?

  17. 17 triesti November 27, 2007 pukul 10:47 pm

    iya, lawong taunya cuma nanti anaknya panas kalo di vaksin. trus duluuuuuuu anak si blablabla mati/lumpuh/koma kena vaksin..

    kan rakyat indonesia lebih cepat urusan gosip daripada ilmu yg bener.. jadi dokter harus bersaing dgn itu semua.

    btw, pernah baca desertasinya Scortino ngga ttg perawat Indonesia? aku pengen nanya nih…

  18. 18 cakmoki November 28, 2007 pukul 11:51 am

    @ dokterearekcilik,
    Ublik ya mas ? … ada !!! Saya masih punya πŸ˜†

    @ triesti,
    hahaha iya, koq masih inget sih.
    ya mbak, persaingan terus berlanjut dan kami gak bosan untuk selalu menyebarluaskan pengetahuan yang benar …

    Desertasi Scortino belum pernah baca tuh … mo nanya apa ? πŸ˜›

  19. 19 iamedel November 28, 2007 pukul 2:44 pm

    Waduh, kacau kali ya Cak.. Itu orang-orang apa perlu sampai ada korban vaksin yang rusak dulu baru pada mulai bertindak kali yah. Ampun deh..

    Mengenai mati lampu, jadi keingetan berkunjung ke Medan saat awal tahun. Dalam 1 hari mati lampu 3x, setiap kali mati lampu minimal 4 jam. Jadi dalam 1 hari mati lampu 12 jam, minimal. Di koran, para pejabat PLN bilangnya PLN terus merugi. Kata sepupu saya yang tinggal di Medan, “orang jualan bakso rame-rame aja untung, PLN jualan listrik sendirian bisa merugi” he3x.

  20. 20 Shinta November 28, 2007 pukul 3:34 pm

    Vaksin di tempat cakmoki aman dong ya…kalo Listrik PLN mati langsung transfer ke Generator, Generator gak berfungsi masih ada kulkas minyak tanah…. pengamanan berlapis-lapis hehehhe…

    Kulkas minyak tanah rusak….buang aja vaksin nya cak, ganti yg baru…. πŸ™‚

  21. 21 Wita Februari 12, 2009 pukul 7:03 pm

    Bicara ttg lampu mati dan vaksin.sy jd inget jaman koas IKM,pas acara tentiran penyimpanan vaksin dgn petugas PKM,kami hanya diberi buku bwt dibaca sndr.he2 br inget dr dulu itu belum dibaca2.tp skrg dijogja lg mati lampu,dah 2 jam.brarti acara baca tu buku ditunda lg..he2

  22. 22 cakmoki Februari 12, 2009 pukul 9:55 pm

    @ Wita:
    Kalo udah baca ntar saya ditentir ya πŸ™‚


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso β„’

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

Jangan Korupsi Ah

No Korupsi

Internet Sehat

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

[Valid RSS]

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 5,317,035 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters


%d blogger menyukai ini: