uci, where are you ?

Negara bisa hilang dari peta, sandal bisa hilang di masjid, apalagi uci (pws)

uci Patmala, uciningsih, uciwati, ucie, uci Wardani, suci, … dll … hehehe, bukan ini ah. Mohon maaf kepada yang namanya mengandung suku kata uci. Local Area Monitoring atau Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) adalah piranti untuk mengetahui realisasi pencapaian imunisasi dalam rangka terwujudnya Universal Child Immunization (UCI).

Indonesia pernah membuat ukuran pencapaian imunisasi mulai desa (kelurahan) hingga Nasional menggunakan piranti PWS UCI untuk evaluasi imunisasi dasar. Parameter tiap daerah bisa berbeda bergantung kepada jumlah sararan riil dalam lingkup UCI.
Pakai contoh aja deh … *ho-oh*

Kabupaten A, menetapkan bahwa setiap kelurahan atau Desa mencapai UCI, jika Pencapaian Imunisasi sebagai berikut:

  • BCG = 90 % (dari jumlah bayi)
  • DPT.4 = 90 % (dari jumlah bayi)
  • Polio.4 = 80 % (dari jumlah bayi)
  • Campak = 80 % (dari jumlah bayi)
  • HB.3 = 80 % (dari jumlah bayi)
  • TT.2 ibu hamil = 80 % (dari jumlah ibu hamil)
  • TT.2 calon pengantin = 80 % (dari jumlah calon pengantin)

::: sekali lagi hanya contoh lho :::
Keterangan:

  • BCG memberikan kekebalan terhadap TBC.
  • DPT memberikan kekebalan terhadap Difteri, Pertusis (batuk rejan) dan Tetanus.
  • Polio memberikan kekebalan terhadap Polio
  • Campak memberikan kekebalan terhadap campak (morbili, kerumut, gabak)
  • HB memberikan kekebalan terhadap Hepatitis B
  • TT memberikan kekebalan terhadap Tetanus.

Setiap bulan atau setidaknya setiap 3 bulan, pak camat didampingi dokter mempresentasikan pencapaian UCI di depan Kepala Daerah dan instansi terkait.
Metode ini cukup efektif untuk menganalisa berbagai faktor yang mempengaruhi realisasi pencapaian imunisasi (UCI). Ini berlaku untuk yang dianggap berhasil, yang kurang berhasil ataupun yang tidak berhasil.

Katakanlah, seorang camat (bersama dokter) membuat analisa berdasarkan pencapaian imunisasi di salah satu desanya dari 10 desa, sebagai berikut:

KENDALA:
Desa Nun Disana tidak mencapai UCI karena:

  • Bu Lurah dan PKK jarang memberikan penyuluhan imunisasi, selama setahun ini hanya 2 kali, tapi kalo arisan 2 kali seminggu, demo masak 2 kali sebulan dan ngrumpi 2 kali sehari. *yang bilang pak camat lho*
  • Tidak ada Puskesmas Pembantu dan tidak ada Bidan Desa.
  • Posyandu hanya ada 3 dari 30 RT, karena daerah tersebut banyak jomblowati. Angka jomblowati mencapai 60 % dari jomblowati yang laik kawin (misal: usia 17 hingga 40 tahun). Kondisi ini menyebabkan sulit dibentuk Posyandu karena ga ada kader, sedangkan jomblowati ga mau jadi kader Posyandu lantaran sibuk ngeblog bekerja.
  • Petugas imunisasi hanya mampu menangani 2 dari 3 Posyandu yang ada karena di Puskesmas hanya ada 1 sepeda motor butut, gudikan dan kalo nyerempet manusia bisa langsung tetanus saking jeleknya sepeda motor. Sementara permintaan sepeda motor tidak pernah dipenuhi selama 5 tahun belakangan ini. Jangankan dipenuhi, lha wong mau ketemu kepala dinas kesehatan saja sangat sulit karena sibuk jalan-jalan study banding.
  • Sebagian masyarakat di kawasan industri ogah meng-imunisasikan bayinya karena terpengaruh milis berantai.

UPAYA JALAN KELUAR:
Setelah tarik napas panjang, pak camat melanjutkan:
Berikut ini adalah upaya-upaya jalan keluar untuk menanggulangi masalah tersebut:

  • Mengusulkan kepada bapak kepala daerah agar berkenan mengganti Bu Lurah Lurah dengan Bu Lurah Lurah yang baru, mengingat pendekatan persuasif yang kami lakukan hanya dipandang sebelah mata.
  • Mengusulkan penempatan Bidan Desa, sekaligus pembangunan Puskesmas Pembantu.
  • Mengusulkan kawin masal jomblowati dengan jomblowan dari desa tetangga agar mau menjadi kader Posyandu *dikeroyok pendaftar*
  • Mengusulkan tambahan sepeda motor baru *satu aja deh*
  • Mengadakan penyuluhan imunisasi dan dialog interaktif di kawasan industri secara khusus sebulan sekali.

TANGGAPAN KEPALA DAERAH
Setelah menyimak paparan pak camat, kepala daerah bersabda:

Saudara camat dan pimpinan Puskesmas, kami ucapkan terimakasih yang setulus-tulusnya atas perjuangannya, teriring do’a semoga di tahun mendatang dapat lebih berhasil.
Sungguh, saya bangga, bahwa dengan segala keterbatasan masih bisa berprestasi. mohon hadirin memberikan aplaus …. plak plok plik pluk.

Adapun kekurangan dan kendala yang sudah disampaikan saudara camat, anggap saja sebagi tantangan. Niscaya akan kami penuhi jika pada pilkadal yang akan datang saya terpilih kembali.
Sekali lagi aplaus saudara-saudara … plak plok plik pluk.
Nah, selanjutnya mari makan siang bersama …

Sayangnya, Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) imunisasi kini hilang dari peredaran. Apapun kekurangannya, PWS sangat berguna sebagai piranti evaluasi pencapaian imunisasi.
Koq bisa ilang ya ?
Jangankan PWS, lha wong negara Uni Sovyet saja hilang dari peta, berubah bentuk menjadi pecahan beberapa negara.
Sandal hilang dari masjid, apalagi hanya PWS imunisasi yang gak berwujud.

:: :: :: catatan :: :: ::
Untuk tanggapan dan pertanyaan terkait imunisasi silahkan bertanya langsung kepada dokterearekcilik *sorry, mas Rizal*

Iklan

33 Responses to “uci, where are you ?”


  1. 1 almas Agustus 27, 2007 pukul 2:32 am

    *maaf cak moki kapling posisi pertamaks dulu*
    :mrgreen:

  2. 2 deKing Agustus 27, 2007 pukul 2:34 am

    Bu Lurah dan PKK jarang memberikan penyuluhan imunisasi, selama setahun ini hanya 2 kali, tapi kalo arisan 2 kali seminggu, demo masak 2 kali sebulan dan ngrumpi 2 kali sehari.

    Busyet…ternyata gossip itu lebih penting dari kesehatan. Arisan identik dengan gossip kan?

    BTW saya numpang nyampah dulu…mau kerja nich.

  3. 3 almas Agustus 27, 2007 pukul 2:49 am

    Petugas imunisasi hanya mampu menangani 2 dari 3 Posyandu yang ada karena di Puskesmas hanya ada 1 sepeda motor butut, gudikan dan kalo nyerempet manusia bisa langsung tetanus saking jeleknya sepeda motor.

    saya jadi ingat temen sayah cak.. 😦 seorang perawat puskesmas yg harus menangani 6 desa.. kalo desanya deket2 ama bisa naek motor sih ga masalah ini jarak antar desa 9 smape 15 kiloan naeknya perahu motor tempel [ketingting] cemana program yg dijalankan dinas kesehatan bisa berhasil ya kalo gitu…

  4. 4 triesti Agustus 27, 2007 pukul 4:57 am

    cak, ini menarik nih.. ada tulisan resminya ngga? kalau ada mau dong, kemarennya saya sudah sempet email kan ke anda? apa terselip?
    soalnya saya butuh alasan knp program tertentu bubar berdasarkan bukti.

    btw, itu untuk keliling2 naik motor dibayarin toch bensinnya? dananya gampang keluar apa pakai di tunda2 turunnya?

    ‘Sebagian masyarakat di kawasan industri ogah meng-imunisasikan bayinya karena terpengaruh milis berantai.’

    ini semua vaksin apa yg ber-merkuri & MMR saja? kirain cuma di kota besar saja yg kayak gini. kalau pakai pasta gigi berfluoride & tambal amalgam sudah ribut belum?

  5. 5 itikkecil Agustus 27, 2007 pukul 10:07 am

    ,blockquote>Sebagian masyarakat di kawasan industri ogah meng-imunisasikan bayinya karena terpengaruh milis berantai.
    pengalaman saya cak, lebih mudah menakut-nakuti memberi informasi yang benar kepada orang dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah.
    orang-orang dengan level pendidikan yang tinggi kalau sudah dapet informasi walaupun hoax, kadang suka gak mau denger kalo dikasih tahu yang bener…..

  6. 6 kangguru Agustus 27, 2007 pukul 6:04 pm

    Ayo ke Posyandu sukseskan imunisasi ….

  7. 7 Kang Adhi Agustus 27, 2007 pukul 7:01 pm

    Karena lagi musim bagi-bagi hadiah, bagaimana kalau tiap bayi yang diimunisasi di kasih kupon untuk door prize? Hadiahnya? Foto bersama cak moki.

  8. 8 Shinta Agustus 27, 2007 pukul 7:51 pm

    Sekarang Posyandu adanya cuma 6 bulan sekali , kalo mau imunisasi polio aja. Kenapa ya cak? apa karena warisan orba jadi dianggap gak bermanfaat?
    Padahal yg sekarang jadi juara Olimpiade fisika itu dulu waktu kecilnya jangan2 imunisasi dan makan bubur kacang ijo nya di posyandu heheh….

    Jadi kangen lagu nya ” posyandu menunggu setiap minggu, bila aku diare ibu selalu sedia pertolongan oralit …” hhmm.. lupa syairnya … 🙂

  9. 9 n0vri Agustus 28, 2007 pukul 8:25 am

    Lha, anak-anak gak di-imunisasi…
    katanya mau jadi negara dengan ekonomi terkuat kelima di dunia di tahun 2030…
    gimana ekonomi mau kuat, orang-orangnya penyakitan semua 😦

  10. 10 manusiasuper Agustus 28, 2007 pukul 9:28 am

    Uci Uci Hotahe… 😀

    Lha kalau ternyata seperti ini, lalu data-data yang biasanya disebutkan pejabat itu dari mana datangnya pak?

    Biasanya bu menkes ngomong data, pak SBY nyatut data, kepala dinas kesehatan mengklaim keberhasilan ini itu dari data dilapangan, gubernur memuji dinas kesehatan karena data…

    Invalid data atau political data??

  11. 11 suandana Agustus 28, 2007 pukul 10:26 am

    # manusiasuper
    data mah bisa direkayasa…

    # Cak Moki
    Sepertinya, upaya jalan keluar yang ketiga (yang ada coretannya itu lho, Cak) harus segera dilaksanakan, Cak…

  12. 12 sibermedik Agustus 28, 2007 pukul 11:24 am

    pernah dpt kasus lumpuh layu setelah vaksinasi polio g cak??

    Causa primanya apa?? Trauma nervus pasca injeksi ato emang auto imun?

  13. 13 sibermedik Agustus 28, 2007 pukul 11:25 am

    Btw, koment dong ttg Child Abuse d blog ku??
    AWAS KALO COMMENT-NYA CUMA “SiiiiPPP” THOK!!!!!

  14. 14 cakmoki Agustus 28, 2007 pukul 11:52 am

    @ almas,

    seorang perawat puskesmas yg harus menangani 6 desa.

    ya Om, potret paramedis kita yg ada di wilayah pinggiran, kurang diperhatikan, kenyang janji dan hanya diberi setumpuk beban.
    Bu Menkes perlu diajak naik ketinting kali ya …

    @ deKing,

    Busyet…ternyata gossip itu lebih penting dari kesehatan. Arisan identik dengan gossip kan?

    gak tau saya, gak pernah ikutan arisan soale …
    met kerja ya …

    @ triesti,
    tulisan resmi pernah kami disampaikan di forum resmi mbak, sayangnya arsip sirna, … seiring dengan harddisk saya yg rusak 😦

    maaf, saya belum terima emailnya … bisa dikirim ulang?

    milis berantai adalah sindiran 🙂 … di pedesaan belum sampai kena dampaknya koq mbak. lagipula mereka lebih percaya kepada petugas kesehatan dan dokter yg turun langsung.

    fluorid pernah ibut bentar, trus keluar SNI (standar nasional indonesia), tapi saya akses ulang gak bisa … kayaknya situs SNI ngadat atau mungkin ada yg merusak.

    @ itikkecil,
    hehehe, maaf mbak ira, … itu sindiran kepada yang suka nyebar email hoax berantai …
    Di wilayah kami, kawasan industri memiliki kepedulian yg bagus, mereka membiayai semua keperluan posyandu, makanan tambahan balitanya enak, ber-ac, … kadernya muda-muda (kayak saya, maksa), aktif, gesit, sip lah 🙂

    @ kangguru,
    siap bos … apalagi kalo kadernya geulis euy

    @ Kang Adhi,
    yauw, asyik Kang … kangen foto sama anak-anak

    @ Shinta,
    mungkin malu mengakui keberhasilan orba, mungkin juga sibuk bagi jabatan dan sibuk menghitung peluang pilkadal.

    saya juga kangen … 😀

    @ n0vri,
    anu pak, … petinggi kita emang suka bikin slogan dan visi (maksud saya virtual melulu)
    Atau jangan-jangn yg dimaksud adalah “ekonomi terkuat di dunia kelima dari bawah”

    @ manusiasuper,
    udah dijawab Mas Suandana … dan diperkuat dengan “dugaan berdasarkan asas praduga tak bersalah” political data 🙄

    @ suandana,
    siap komandan … tinggal bikin Panitia, … saya siap jadi saksi 😀

  15. 15 cakmoki Agustus 28, 2007 pukul 11:58 am

    @ sibermedik,
    gak pernah.

    AWAS KALO COMMENT-NYA CUMA “SiiiiPPP” THOK!!!!!

    hahaha, maap … maap deh.
    ini saya pulang sebentar ntar kembali lagi. Ada pengantar kuliah umum untuk mhs baru soalnya. Dan nyiapkan untuk tahun ajaran baru yg dimulai 3 september …

  16. 16 kangguru Agustus 28, 2007 pukul 3:20 pm

    Niscaya akan kami penuhi jika pada pilkadal yang akan datang saya terpilih kembali.

    asli ini ciri khas…. yang mau post power sindrome hehehhe

  17. 17 triesti Agustus 28, 2007 pukul 5:28 pm

    cak, just sent u an email (to both of your add.) thx

  18. 18 Mr. Lee Agustus 28, 2007 pukul 6:13 pm

    Harga susu makin mahal, mbak UCI ga bisa dicapai… 😦

    Makin berkembang, eh? 😉

  19. 19 cakmoki Agustus 28, 2007 pukul 6:21 pm

    @ kangguru,
    kalo gini termasuk curi start gak?

    @ triesti,
    iya mbak, dah saya terima, trims

    @ Mr. Lee,
    mbak uci belum bisa produksi susu Gun, masih imudz sih

  20. 20 venus Agustus 28, 2007 pukul 11:40 pm

    masa sih si uci hilang? wah, precil2 saya udh gede2 sih, imunisasinya udah lengkap, jadi gak denger kalo si uci hilang, wuehehehe…

  21. 21 'K, Agustus 29, 2007 pukul 11:30 am

    uci yg mana fotonya yah??
    upload dunk cak
    hehehe

  22. 22 Kang Kombor Agustus 29, 2007 pukul 12:17 pm

    Zaman maju. Zaman reformasi tetapi semua urusan mulai dari tata negara sampai kesejahteraan rakyat terbengkalai. Semua sibuk ngurusin jabatannya sendiri-sendiri.

    Di desa, Lurah sibuk menjuali tanah kas desa untuk mengembalikan modalnya njago lurah. Kapan mau bikin surat ke Puskesmas untuk minta penyuluhan soal imunisasi?

  23. 23 cakmoki Agustus 29, 2007 pukul 11:28 pm

    @ venus,
    uci-nya belum hilang mbak … evaluasi terhadap “mainan” si uci yang ilang dari peredaran.
    Gak nambah tho … *blethak* 😆

    @ ‘K,
    ada tuh, yang mirip bollywood … ngeliatnya pakai kacamata 3 dimensi 😀

    @ Kang Kombor,

    Di desa, Lurah sibuk menjuali tanah kas desa untuk mengembalikan modalnya njago lurah

    Bupati, walikota dan gubernurnya juga sibuk … mbuh sibuk opo

  24. 24 dokterearekcilik Agustus 30, 2007 pukul 6:25 pm

    nasib negara kita gak karuan….. Btw emang kesehatan kan prioritas no 4 pada APBN…………mungkin pemerintah sekarang merasa rakyatnya gak perlu sehat 🙂 mangkeeeeeeeeeeeeeeeeeeel deh

  25. 25 cakmoki Agustus 31, 2007 pukul 6:48 am

    @ dokterearekcilik ,

    mungkin pemerintah sekarang merasa rakyatnya gak perlu sehat

    … atau sengaja dibiarkan untuk mengurangi penduduk 😦 … tambah muangkeeelllll deh

  26. 26 Ady Agustus 31, 2007 pukul 10:25 am

    Kalau UMI sama juga cak??

  27. 27 cakmoki Agustus 31, 2007 pukul 11:34 am

    @ Ady,
    Sama aja … M-nya gak dimasukkan soalnya sibuh shoping hehehe

  28. 28 Heureuy™ Agustus 31, 2007 pukul 2:02 pm

    berarti presentasinya jauh menurun ya cak 😦

  29. 29 cakmoki Agustus 31, 2007 pukul 10:50 pm

    @ Heureuy™,
    enggak terlalu Teh, … cuman media evaluasinya ilang 🙂 … so upaya pemecahan masalah yg melibatkan decision maker juga ga ada.

  30. 30 andalas September 2, 2007 pukul 11:03 pm

    Sebagian masyarakat di kawasan industri ogah meng-imunisasikan bayinya karena terpengaruh milis berantai.

    perlu di bikin milis tandingan cak

    lha di tempat saya jarang banget ada imunisasi, bidan desanya sibuk urusan pribadi, ibu kepala desanya malah gak ngerti hal-hal begituan.

  31. 31 cakmoki September 4, 2007 pukul 11:38 pm

    @ andalas,

    ha di tempat saya jarang banget ada imunisasi, bidan desanya sibuk urusan pribadi, ibu kepala desanya malah gak ngerti hal-hal begituan.

    koq bisa ?
    ga kebayang deh kalo sampai kondisi ini menggambarkan prototipe sebagian daerah di indonesia.
    jangan-jangan ntar laporannya boong … huaaaaa

  32. 32 melly Oktober 1, 2007 pukul 2:49 pm

    boleh gak diskusi tentang ini, project yang saya tangani tidak secara khusus menembak PWS, tapi salah satu puskesmas membuat terobosan PWS dengan sistem jejaring yang -walaupun masih terus harus diuji keberlanjutannya- diklaim mampu membantu kerja puskesmas. boleh japri gak?

    sebetulnya apakah awalnya PWS itu memang untuk imunisasi atau ini semacam surveillance sih?

    *caricari ym id-nya gak nemu euy*

  33. 33 cakmoki Oktober 1, 2007 pukul 4:05 pm

    @ melly,
    boleh 🙂
    japri, boleh juga. Tapi maaf, sehubungan saya menggunakan gprs connection style ndeso™ harap dimaklumi jika sewaktu-waktu disconnect.
    Bagus dan salut jika ada Puskesmas mengembangkan inovasi PWS dengan jejaring. Tentu sangat membantu, lantaran pws adalah alat monitor dan evaluasi.
    Maf, apa yang dimaksud dengan “keberlanjutan” ? Kesinambungan program atau konsistensi kepemimpinan dan kebijakan?

    Memang, di Indonesia awalnya PWS dikenal sebagai alat monitor imunisasi, namun sebenarnya PWS bisa digunakan untuk survaillance, khususnya pada kondisi tertentu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso ™

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

Jangan Korupsi Ah

No Korupsi

Internet Sehat

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

[Valid RSS]

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 5,343,888 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters


%d blogger menyukai ini: