Dikotomi Senior Yunior

Di kalangan kesehatan, khususnya yang berhubungan langsung dengan pendidikan klinis di Rumah Sakit, dikotomi senior yunior masih sangat kental.
Pendidikan kedokteran (termasuk pendidikan spesialis) dan paramedis (perawat, bidan atau akper) merasakan banget nuansa senior-yunior, dengan berbagai bentuknya.

Dalam konteks penghormatan dari yang muda kepada yang lebih tua dan dalam konteks bimbingan dari yang lebih tua kepada yang lebih muda, hubungan senior-yunior tentu tidak mengapa. Baguslah …
Akan berbeda jika hubungan senior-yunior beraroma penindasan dan penghambaan. Walah, maaf … terlalu ekstrim kayaknya. Kita ubah sajalah, menjadi tekanan dan keterpaksaan. Nah, kayaknya lebih halus πŸ˜›

:: :: :: PENDIDIKAN DOKTER :: :: ::
Pada jenjang pendidikan kedokteran, dari awal masuk hingga lulus menjadi dokter, hubungan senior-yunior bisa dikatakan lebih kepada soal etika. Rasanya belum pernah dengar nuansa penindasan eh … tekanan ding … sesama calon dokter. Kalo ada, sungguh keterlaluan. Biasanya sih, sesama mahasiswa kedokteran, awal dan akhir kompak aja.

Ikatan kekompakan bisa berubah total ketika sudah memasuki kerajaan – kerajaan kecil bernama PPDS, yakni tempat mangkal para calon spesialis melanjutkan pendidikan.
Kenangan semasa menjalani PPDS menyisakan banyak cerita bagi para spesialis yang pernah merasakannya. Bentuknya macam-macam. Ada yang hanya traktir mentraktir, penugasan … adapula pisuh memisuh dan mbuh apalagi.

Tidak semua begitu sih, ada yang tenang, kompak dan damai. Adapula yang suasananya mencekam mirip area tembak koboy Texas. Kerajaan mana saja tuh yang termasuk kategori ganas ? Setiap tempat gak sama. Di satu tempat, mungkin bagian absgyn (kebidanan dan kandungan) yang mengerikan, sementara di tempat lain mungkin bagian Bedah. Dan lain-lain dan lain-lain.

Seorang teman dokter obsgyn di Surabaya mengatakan bahwa dia ditekan habis oleh seniornya yang notabene adalah temannya sendiri semasa sekolah dokter. Namun karena yang satu lebih dulu masuk, maka si teman yang masuk PPDS belakangan pantas disebut yunior dan artinya bisa ditindas semaunya. Walah …

:: :: :: PENDIDIKAN PARAMEDIS :: :: ::
Wow, diwilayah ini lebih ngeri lagi. Kendati bisa berbeda di setiap tempat, pada umumnya bagian kebidanan adalah tempat yang hampir selalu menakutkan. Yunior berarti siap diperlakukan semau sang senior. Coba tengok di RSU-RSU tempat mereka menjalani pendidikan ketrampilan. Alih-alih mendapatkan bimbingan ketrampilan, kebanyakan justru perintah dan sabda.

Manakala malam tiba, tak jarang si yunior harus begadang sepanjang malam dengan setumpuk tugas, sementara sang kakak senior mati suri, tidur ngorok hingga ayam berkokok. Bener kan ? Hayo ngaku !!!

:: :: :: INTERAKSI :: :: ::
Dalam hal interaksi pendidikan ketrampilan dan penaganan kasus di RS yang melibatkan dokter, calon dokter (ko-as) dan paramedis, maka para calon dokter atawa ko-as adalah kasta terendah di ranah ini.

Masuk ko-as yang mestinya banyak mendapatkan ilmu untuk mencocokkan antara teori dan kasus di depan mata, berubah menjadi tahun-tahun kelam. Tak heran jika para ko-as nampak kuyu sepulang dari RS. Bentakan semua pihak mengarah pada mereka, juga tumpuan kesalahan. Belum lagi tugas-tugas yang kadang jauh dari tujuan masuk ko-as. Tanyakan saja pada mereka …

:: :: :: RENUNGAN :: :: ::
Mengetahui kondisi sistem seperti ini, sudah saatnya segera berbenah diri. Iyalah, harus dirubah !!! Patutkah kita mempertahankan kultur kerajaan-kerajaan kecil dengan memelihara aroma tak sedap ?

Bisa jadi, perilaku tak menyenangkan jajaran kesehatan ketika memberi pelayanan merupakan buah dari dikotomi senior yunior saat masa pendidikan.
Bagi yang mampu memetik palajaran lalu merubahnya ketika berhadapan dengan masyarakat, beruntunglah ia dan beruntung pula masyarakat yang mendapatkan pelayanannya.

Bagaimana yang tidak ?
Hehehe, sudah sering kita bahas tuh, … tengok di RS, Puskesmas dan Institusi layanan kesehatan lainnya. Episode pasien dibentak, petugas bersungut, tempat kumuh, dokter cemberut, suka nakut-nakuti …. dll … ibarat sarapan pagi.

Akhirnya, mari kita benahi minimal dari diri sendiri agar hidup kita, ketrampilan kita, upah yang diberikan kepada kita … benar-benar bermanfaat bagi sesama.
Kiranya, mengakui kenyataan dan memperbaiki diri lebih baik ketimbang mbulet mencari alasan … Setuju ? … tosss

Semoga bermanfaat

Iklan

46 Responses to “Dikotomi Senior Yunior”


  1. 1 evi Agustus 10, 2007 pukul 4:15 pm

    jadi ingat waktu melahirkan dulu, bidan senior galak banget sama yuniornya, saya yang saat itu lagi kesakitan tambah sakit dengar bentakannya.

    saya pun tak luput dari bentakannya, nyaris bidan senior itu saya komplin, sayang saat itu saya sedang tak berdaya dan si yunior tidak mau bilang siapa namanya.

    jadi nanya nih Cak, apa semua bidan senior di RSU itu galak-galak ya…?

  2. 2 peyek Agustus 10, 2007 pukul 4:34 pm

    IPDN versi dokter?
    wah… baru terungkap ya cak!

  3. 3 anna hape Agustus 10, 2007 pukul 4:56 pm

    Wah saya pertama! Makasih sudah nengok blog saya cak. Salam kenal juga.

  4. 4 anna hape Agustus 10, 2007 pukul 4:57 pm

    wah saya yang pertama komentar nih. Makasih sudah mengunjungi blog saya cak moki. Salam kenal juga.

  5. 5 kw Agustus 10, 2007 pukul 5:16 pm

    cak moki, jadi pengen tahu “ancur”nya para calon dokter kalau becanda. itu seperti gimana ya πŸ™‚

  6. 6 kw Agustus 10, 2007 pukul 5:20 pm

    cak moki, jadi pengen tahu “ancurnya” para calon dokter kalau lagi becanda. gimana? menarik kan πŸ™‚

  7. 7 itikkecil Agustus 10, 2007 pukul 5:32 pm

    pertamaxxxx……
    kasih komentar dulu sebelum wiken….
    mungkin itu sebabnya kalo di rs pemerintah walaupun tidak semuanya, banyak tenaga medis dan paramedis yang jutek sama pasien… kebanyakan ditindas juga sih….

  8. 8 itikkecil Agustus 10, 2007 pukul 5:34 pm

    Perasaan tadi sudah dikomen tapi kok ilang ya….
    ngulang lagi…
    mungkin itu sebabnya ada aja tenaga medis dan paramedis yang jutek sama pasien. soalnya yang bersangkutan ditindas juga………

  9. 9 cakmoki Agustus 10, 2007 pukul 6:33 pm

    maaf:
    mas kw dan mbak ira,
    komen udah saya periksa gak ada masalah, heran …. koq gak muncul ya …

  10. 10 cakmoki Agustus 10, 2007 pukul 6:39 pm

    Sip dah bisa … tanggapan ntar ya … mo mandi nih, biar wangi πŸ˜›

  11. 11 gies Agustus 10, 2007 pukul 7:52 pm

    betul Cak, itu bener bgt, saya pernah mengalami menjadi kasta terendah itu..rasa2nya di sini kita nggak pernah berhenti ya jadi junior? mulai dari SD sampai S2 atw PPDS pun harus jadi junior dl, harus ‘direndahkan’ terlebihdulu baru deh jadi senior…tp saya tidak pernah mau menjadi senior yg ‘merendahkan’ junior *huh sok baik*
    katanya sih, “jangan mencubit kalo kamu tau dicubit itu sakit”

  12. 12 dokterearekcilik Agustus 10, 2007 pukul 8:29 pm

    hiks…hiks..hiks..huaaaaa….jadi inget masa lalu….saat aku masih PPDS…… Btw yang membuat saya lebih sedih bukan itu aja tapi penapisan calon PPDS akhir-akhir ini tidak hanya berdasarkan kemampuan akademis tapi juga kemampuan finansial….hasilnya kualitas pasti menurun karena nyari pinter + fulus + mau jadi PPDS gak gampang. Untung saya sekolah dulu dulu, coba kalo sekarang… gak mampu. Lha yg salah siapa??? orang di penjara πŸ™‚ … Sekolah PPDS butuh dana, trus pemerintah tidak ngasih dana. Dana untuk apa aja??? Dulu sekolah gak perlu internet…sekarang perlu..yg bayar ??? kebutuhan pelatihan dasar ACLS, ATLS, APLS dll. Soal tekan menekan emang iya bener cak moki, dan sulit hilang karena gurunya tutup mata (dlm rangka lomba agustus an πŸ™‚ ). Semoga para guru dan TS bisa segera menghilangkan keadaan tsb.

  13. 13 calonKoas Agustus 10, 2007 pukul 9:50 pm

    o, gitu ya cak?
    gimana cara memutus mata rantai budaya yg kyk gini y?
    trus, sikap koas tuh baiknya bgmn?
    :-s

  14. 14 niar-kun Agustus 10, 2007 pukul 9:51 pm

    Coba Seniornya bentak2 yunior yang punya bapak polisi/Mantan Napi/Penjahat kelas kakap/Pejabat.. wah remuk nanti seniornya hi hi hi hi hi…. lho koq jadi penyalahgunaan kekuasaan… atau junior yang dulu pernah ikut geng di sekolahannya… (termasuk aq kali ya hi hi hi)..

    Untuk para senior, lihat2lah dan berhati2lah dalam mendidik…

    Untuk para junior, patuhilah apa kata senior yang baik2… :D.. kalo terjadi penganiayaan sesuatu… bersabarlah!!

  15. 15 Astri Agustus 10, 2007 pukul 11:50 pm

    Koreksi cak… Kasta paling rendah di RS ya PPDS, Koass aka DM terendah kedua πŸ˜€

  16. 16 cakmoki Agustus 10, 2007 pukul 11:54 pm

    @ evi,
    hehehe, gimana rasanya dibentaki sambil mengejan ?
    Ada lho yg bilang gini: “kalo bikin ngga blang-bilang, pas melahirkan teriak-teriak”.
    Lha mosok bikin mau laporan…
    mungkin dia waktu melahirkan gak teriak tapi cekikikan πŸ˜›

    jadi nanya nih Cak, apa semua bidan senior di RSU itu galak-galak ya…?

    ngga koq, sekarang dah banyak yg baik, ramah, … yg kayak mak lampir dah tinggal dikiiiittttt

    @ peyek,
    gak seperti itu koq cak, … gak ada kekerasan fisik, gak ada penindasan mental … hanya sedikit tekanan *tolah-toleh wedi diseneni senior*

    @ anna hape,
    makasih juga mbak anna, udah berkenan mampir ke sini, silahkan disambi lho camilannya … monggo πŸ™‚

    @ kw,
    canda ala dokter ? jangaaannn, emang ancyuuurrr. Soale bahasa yang dipakai teramat sangat vulgar, bukan lagi bahasa medis. Rahasia dong πŸ™„

    @ itikkecil,
    mungkin juga mbak, … sy tidak berani menyimpulkan. Katanya yg mau jujur sih, ada pengaruh juga lah …
    Mbak ira mau wiken kemana … syuting bareng Yessy Gusmokiman ya? *daftar

    @ gies,
    Setuju mbak, ntar jangan suka bentakin yunior ya … saya juga jangan dimarahi lho, wajah melas gini masa tega … hormat senior

    @ dokterearekcilik,
    hehehe Lab. IKA, banyak kenangan indah di sana ya …
    Denger-denger sekarang udah pakai nol 8 digit … wowww
    Ntar kalo mas Rizal ditarik kesana akan jadi senior yg baik koq *tosss* … hehehe. *makan-makan*
    Ya, semoga para suhu berkenan merubah …

    @ calonKoas,
    waduhhh, saya gak tahu cara mutus mata rantainya.
    Menurut saya, sikap ko-as harus mau sedikit menebalkan telinga, mematikan perasaan, latihan banyak senyum … hehehe, tenang fren πŸ˜€

    @ niar-kun,
    Kalo di PPDS tuh mana peduli sama anak siapapun, lha wong residen yang jelas udah pangkat kapten aja diganyang.

    Nah, ini saya setuju: untuk para senior, mendidiklah dengan kasih sayang, kalo perlu ngasih traktiran … siiip.

    Untuk para yunior, kalo ada seniorita yg nindas, colek ajah πŸ˜†

  17. 17 cakmoki Agustus 11, 2007 pukul 1:28 am

    @ Astri,
    ooo gitu tho … sesama kasta rendah harus saling bantu πŸ˜€

  18. 18 vend Agustus 11, 2007 pukul 1:54 am

    jadi inget film serial Grey’s anatomy, tentang ko-as gitu, keren, recommended banged!!! πŸ˜‰

  19. 19 cakmoki Agustus 11, 2007 pukul 2:13 am

    @ vend,
    filmnya emang keren, sebenarnya “lungset and stress” … pendeke sutris banget πŸ˜†

  20. 20 almascatie Agustus 11, 2007 pukul 2:55 am

    ah coba kuliah di kedokteran ah….
    *mo ngerti dulu*

  21. 21 Kang Adhi Agustus 11, 2007 pukul 9:49 am

    mungkin dokternya alumni jatinangor cak!

  22. 22 timbuktu2003 Agustus 11, 2007 pukul 12:29 pm

    “..Suzan..suzan..suzan besok gede mau jadi apa??”
    “..aku kepingin pinter biar jadi dokter!!!”

    Salam kenal cak moki!!!..kami dari angkatan 2003 FKUNS…

    Menurut kita niy..selama simbiosis mutualisme..g da masalah..coz di FK emang senioritas itu perlu..(tapi gak separah IPDN lah) πŸ™‚

  23. 23 cakmoki Agustus 11, 2007 pukul 1:30 pm

    @ almascatie,
    gak enak om, mau nggol senggolan ga sempat *bletak*

    @ Kang Adhi,
    iya kali Kang, untunge ngga pakai jurus tendang menendang.

    @ timbuktu2003,
    Trims ya … salam kenal juga *salaman*
    moga begitu, simbiose mutualistis πŸ™‚

  24. 24 gies Agustus 11, 2007 pukul 7:56 pm

    @Kang Andhi: oops! di PTN Bandung, fakultas kedokteran Umum dan Gigi-nya kuliahnya juga di Jatinangor lho! tetanggaan sama IPDN, tp sptnya bukan krn itu deh, atw mmg ada hubungannya ya?

  25. 25 fertobhades Agustus 12, 2007 pukul 1:52 am

    wow… saya pikir pendidikan yang bernuansa militer yang kental senior-juniornya, ternyata di kedokteran juga ada ya ? di psikologi juga ada cak, tapi dalam bentuk yang lebih halus…

    *apa seperti ini wajah pendidikan kita ya ?*

  26. 26 imcw Agustus 12, 2007 pukul 6:08 am

    waktu saya menjalani pendidikan dokter, senior dan yunior hanya berlaku saat ospek…selanjutnya nggak lagi…

  27. 27 mina Agustus 12, 2007 pukul 9:58 am

    @fertobhades: baru tau saya pendidikan psikologi (yang profesinya ya?) juga pake gencet-gencetan gitu.

    @astri: setuju, tri, kalo ada residen, DM aman, soalnya yang digoblok-goblokin dokter spesialisnya yang residen. jadi posisi terendah: 1. residen 2. DM 3. siswa perawat

  28. 28 cakmoki Agustus 12, 2007 pukul 10:15 am

    @ fertobhades,
    di kedokterannya, mhs sampai jadi dokter, masih dalam area aman pak.
    Nah saat masuk pendidikan dokter spesialis (PPDS) mulai ada aroma begituan, tapi enggak seperti militer …

    @ imcw,
    sama om, sip

  29. 29 Kangguru Agustus 13, 2007 pukul 10:26 am

    Hihihih sebangun kayaknya cak atau emang itu sudah takdir ???

  30. 30 deking Agustus 13, 2007 pukul 7:01 pm

    Hahahaha jadi ingat pelajaran bahasa Indonesia tentang jenis karangan.
    Narasi=karangan yang dibuat berdasarkan urutan waktu kejadian

    Nah ternyata senioritas itu lebih didasarkan pada kronologi kejadian saja ya, bukannya pada tingkat kemampuan.
    Kalau seperti ini jika seseorang yang mempunyai kemampuan lebih tapi masuknya telat maka sangat mungkin dia akanb terjajah sehingga kemampuannya pun akan terhambat.

  31. 31 Juliach Agustus 13, 2007 pukul 8:08 pm

    Wah ini mah bukan hanya di Kalangan Medis, sepertinya trauma bangsa eks-kolonisasi. Pokoknya kalo dulu gw susah kalian juga harus at least sesusah gw, kalo bisa lebih susah lagi.

    Coba Cakmoki bikin terapinya, dong. Jadi kita ini bisa mengubah otak supaya kita bisa berpikir membuat lebih baik.

  32. 32 cakmoki Agustus 14, 2007 pukul 12:44 am

    @ Kangguru,
    Hehehe, sama persis ya …

    @ deKing,
    Tulll … Ini juga menyangkut struktural. Sepandai apapun seseorang kalo masih ada yang nongkrong di atasnya, bakalan tetap mendapatkan peran terjajah.
    Ada institusi dan daerah yang sudah berani menganut profesionalisme, hanya saja jumlahnya sedikit. Padahal sudah terbukti bahwa penentuan struktur berdasarkan profesionalisme, berhasil bagus.

    @ Juliach,
    huaaa, saya gak ada wewenang bikin terapi. Namun kita tetap berusaha dengan cara memberi contoh.
    Di sini (blog) sebenarnya kita sudah bersama-sama memulainya …

    contohnya: saya gak mau dipanggil dok, … menghormati teman-teman calon dokter yang sedang menunaikan pendidikan …
    interaksi teman-teman lain juga sama …
    So kita sudah berusaha mengawalinya secara bersama-sama, moga aja suatu saat ada hasilnya πŸ™‚ *cita-cita*

  33. 33 itikkecil Agustus 14, 2007 pukul 9:32 am

    Mbak ira mau wiken kemana … syuting bareng Yessy Gusmokiman ya?

    hohoho….. saya bukan artis blog cak. Kirain cakmoki yang mau syuting. Kalo liat di foto kan cakmoki mirip sama tukul pangky suwito :mrgreen:

  34. 34 sibermedik Agustus 14, 2007 pukul 6:21 pm

    niy mo musim OSPEK..ato nama alusnya MPPK masa perkenalan kampus..
    kayaknya bakal happening lagi deh

  35. 35 cakmoki Agustus 15, 2007 pukul 4:06 am

    @ itikkecil,
    hahaha, iya … sesama wong ndesoβ„’ ama mas tukul πŸ˜†

    @ sibermedik,
    asyiiik, jangan lupa pakai kacamata item ya πŸ™‚

  36. 36 mei Agustus 16, 2007 pukul 5:01 pm

    wahahahaha…cakk yang urusan bidan kebidanan itu beeng benerr alias bener banget=D, makanya aku sampe trauma..mending ngabur ke jkarta timbang harus jadi jongosnya bidan yang killere minta ampun..huh

    dan urusan senior ngorok sampe pagi, itu juga iya..kita para junior mesti rela tanpa merem semalaman suapaya para senior yang terhormat itu bisa ngiler-ngiler..huh aku lek eling pgn nggemplang ae!!

  37. 37 cakmoki Agustus 16, 2007 pukul 5:26 pm

    @ mei,
    Mohon maaf apabila posting ini mengingatkan masa lalu yg membuat kepingin ngemplang *halah, koyok surat resmi* πŸ˜†

    Sekarang dah jadi senior penguasa ruangan biru kan mbak?
    hehehe … yakin sabar deh

  38. 38 dwi Agustus 18, 2007 pukul 3:45 pm

    Wah kl d rsmh, ud rahasia umumm, koas tu jd anak buahnya residen.
    Disuruh bliin ini itulah, ngmbil tas lah, sptu lah, dll.
    Cape’ deh..

  39. 39 ibuknya Agustus 18, 2007 pukul 5:26 pm

    Salam kenal cak dokter… Kabarnya tahun berapa gitu nanti dokter2 luar bebas praktek di sini yah? Dokter kandunganku yang tempo hari rasan2… Waktu itu blio lagi sibuk2nya & susah payah nyelesaikan sertifikasi internasional. Sambil rada misuh2i menkes gitu, hihihi… Gimana kita mau bersaing dengan para dokter luar? Untuk sekolah aja sulit luar biasa… Ngambil sertifikasi Int’l ga ada bantuan blas dari pihak depkes maupun diknas. *boro2… hihihi…*

    Lah yang sekelas blio aja kesel gitu, gimana yang sekelas bu rt gini? πŸ™‚ Tar udah susah2 mo sp eh kebalap sama dokter2 yg dari luar.

    Maap klo ndak nyambung ma topik nggih, cak… Belum browsing2… πŸ˜›

  40. 40 cakmoki Agustus 18, 2007 pukul 11:31 pm

    @ dwi,
    Kalo minta traktiran bisa gak Wi ?

    @ ibuknya,
    halo ibuknya precil, lam kenal juga … saya dah kesana, sayangnya komen saya masih dipenjara moderasi … hehehe … lepasin dong

    Tenang bosss, walo ada dokter luar negeri gak perlu khawatir, kita masih lebih baik dalam hal penyakit tropis.
    Entah kalo gigi, kali hanya kalah masalah peralatan.
    Kalo penanganan caries, gingivitis dll *gak apal aku* kayaknya sih kita masih oke koq …
    Merdeka !!!

  41. 41 suhermin September 9, 2007 pukul 2:30 pm

    Setuju banget, cak moki… karena senioritas yang berlebihan di dunia kedokteran / bidang kesehatan, korbannya jelas (99.9%) adalah PASIEN.

  42. 42 cakmoki September 10, 2007 pukul 1:40 am

    @ suhermin,
    iya mbak, 99,9% woooowwww ngeri juga ya

  43. 43 raymond November 18, 2007 pukul 12:17 am

    alo, walah … jadi makin ngeri mau ambil ppds …
    kak kalo ga keberatan, boleh kasi tau gimana sih mestinya ambil ppds itu?
    katanya kok kudu ketemu kabag, kps, senior2nya dulu baru daftar … ?
    thanks, blog anda sangat membantu.

  44. 44 cakmoki November 18, 2007 pukul 10:04 pm

    @ raymond,
    ya emang gitu ritualnya, ketemu para bos dulu baru daftar… anggap aja setor wajah ..hahaha
    Jalani aja deh kalo emang pingin ambil ppds, ntar terbiasa koq πŸ™‚

  45. 45 ria Desember 23, 2010 pukul 9:52 pm

    Yihaaaa….

    ini yang membuat saya SUPERDUPER enggan masuk FK biarpun ortu maksa2 model apapun..
    akhirnya saya memilih (dengan paksa) untuk masuk di fakultas saya sekarang yang mottonya adalah : “memanusiakan manusia” hehehehe πŸ˜€

    OSPEK atau apapun namanya.. se mbencekno apapun adik kelas.. beuhh.. jangan sampe kita nyentak.. apalagi sampe ngamuk- ngamuk.. yang ada kita malah dimarahin.. disuruh refleksi habis- habisan kenapa kita jadi reaktif.. karena kita di didik untuk menjadi sutradara, penulis naskah, produser ataupun aktor bagi diri kita sendiri. mau orang lain marah, ngata2in kita gila, mukul kita.. nampar kita.. adalah keputusan kita untuk nyikapin kayak apa.. dan sebagai orang yang berpendidikan serta memiliki kesadaran diri dan juga kemampuan untuk berempati.. diharapkan dari hati kita dapat bertindak sesuai pendidikan ataupun pemahaman kita terhadap diri sendiri ataupun orang lain.

    dosen- dosen juga.. (alhamdulillah sampai tingkat profesi ini).. kalaupun sebel sama kita.. nggak ada ceritanya nyentak.. ngomongnya pelan.. tenang.. tapi ‘mak jleb’.. dijamin gak kerasa pasti kita bakalan berurai airmata dan merasa berdosaaa…. banget. kalau udah gitu biasanya kita di encourage untuk menjadikan kesalahan kita sebagai pembelajaran dan agar kedepannya lebih baik.

    sekarang kerja di RS.. mana RS Pendidikan pula.. kadang- kadang sedih juga kalo ngelihat para SP ngamuk- ngamuk sampe yang yak apa gitu.. (dilihatin px) sama DM.. kalo udah gitu.. aku hanya bisa bilang sama seperti yang selalu dosenku katakan sejak awal masuk: “Selama berkuliah.. jangan takut untuk melakukan kesalahan.. puas- puaslah untuk melakukan kesalahan.. dan belajarlah sebanyak- banyaknya dari kesalahan itu.. karena saat kamu lulus nanti.. kamu tidak akan pernah diijinkan untuk melakukan kesalahan”

  46. 46 cakmoki Desember 24, 2010 pukul 12:54 am

    @ ria:
    πŸ™‚ he he he


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso β„’

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

Jangan Korupsi Ah

No Korupsi

Internet Sehat

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

[Valid RSS]

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 5,303,313 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters


%d blogger menyukai ini: