Dilema Antihipertensi

Posting ini tidak membahas hipertensi karena artikel seluk beluk Hipertensi sudah ditulis oleh teman sejawat om imcw (dr. I Made Cock Wirawan, S.Ked )

Penulis tertarik membahas sisi lain seputar tatacara minum obat antihiperteni di kalangan masyarakat luas (bukan survey lho). Khalayak pada umumnya menghubungkan hipertensi dengan keluhan kepala, seperti: sakit kepala, kaku kuduk, tegang otot kepala, migrain dan sejenisnya. Demikian pula sebaliknya, keluhan kepala dihubungkan dengan tensi atau tekanan darah (tinggi ataupun rendah).

Anggapan demikian perlu diluruskan mengingat akan berkaitan dengan cara minum obat apabila seseorang menderita hipertensi. Mari kita mundur sejenak, mengamati ungkapan dan anggapan seputar keluhan kepala dan pengukuran tekanan darah.

Si A merasakan tegang otot leher menjalar ke kepala, keluhan ini berlangsung lebih 3 hari. Karena sudah tidak betah dan menurut teman-temannya ada kemungkinan hipertensi (biasanya tensi 120), maka periksalah ia ke dokter. Hasil pemeriksaan tensi: 130/80 … normal. Loh … Mengapa ?

Si B mengalami keluhan yang sama dengan si A. Setelah diukur tensinya menunjukkan angka: 170/90 … hipertensi sedang. Di benaknya tertanam keyakinan bahwa jika keluhan tersebut muncul dia akan menganggap tensinya naik. Pun jika setelah makan obat antihipertensi plus pereda nyeri kemudian keluhannya hilang, dia menganggap tensinya turun dan menghentikan obat antihipertensi.

Si C mengeluh nggliyeng, kepala terasa melayang-layang, pandangan gelap. Ketika diukur tensinya menunjukkan angka: 90/60 … hipotensi. Maka bergumanlah dia, ohhh pantesan … Jika suatu saat muncul keluhan serupa, dia menganggap tensinya turun. ( ada yang mengkonsumsi tablet tambah darah lantaran menganggap dapat menaikkan tekanan darah … korban iklan !!! )

Si D mengalami hal yang sama dengan si C. Saat diukur tensinya ternyata 120/80 … normal. Padahal kata si C dan kata tetangga, keluhan si D adalah tanda-tanda hipotensi. Pokoknya Hipotensi !!!. Koq normal, apa salah ukur ?

Si E mengalami batuk pilek setelah beberapa hari kehujanan. Berobatlah ia ke dokter lantaran batuknya tak kunjung reda ( sampai terkencing-kencing, … criiit ). Betapa terkejutnya ia ketika diukur tensinya, dokter mengatakan hipertensi, 180/90. Loh, padahal gak merasa sakit kepala, tidak pula kemeng di leher seperti yang sering ia dengar jika seseorang menderita hipertensi. Koq bisa ya, ah jangan-jangan tensi dokter rusak, atau jangan-jangan dokternya ngantuk … kebanyakan ngeblog kali :P

:: :: :: PEMAHAMAN :: :: ::

Memang benar bahwa salah satu keluhan hipertensi berhubungan dengan keluhan kepala, ini bukan berarti setiap keluhan kepala lantas dianggap hipertensi.

Sebaliknya, seseorang yang mengeluh nggilyeng, melayang-layang, pandangan gelap, tidak serta merta dianggap hipotensi …. lantas mengkonsumsi obat penambah darah seperti iklan di tivi yang pantatnya samlohay. … jangan tanya ukuran lingkarnya lho :P

:: :: :: KESALAHAN CARA MINUM OBAT :: :: ::

Anggapan-anggapan keliru seputar hipertensi dan keluhannya, tak pelak berdampak pada kekeliruan pola minum obat, khususnya para penderita hipertensi.

Tak jarang penderita hipertensi menghentikan minum obat antihipertensi setelah keluhan yang dianggapnya berhubungan dengan hipertensi (misalnya sakit kepala, dll) berangsur reda. Penderita hipertensi tersebut menganggap bahwa tensinya sudah normal kembali atau turun jika keluhannya hilang.
Ada apa harus kontrol tensi, wong gak merasa apa-apa. Begini biasanya ungkapan yang sering kita dengar terkait hipertensi.

Kehebohan akan terjadi tatkala seorang penderita hipertensi mendadak lunglai separo bagian badannya dari ujung kepala hingga ujung kaki, … STROKE. Iya lah, para anggota keluarga heboh, wong sebelumnya gak ada keluhan … koq tiba-tiba stroke.

Coba kita amati, kebanyakan penderita stroke, tidak mengalami keluhan di kepala beberapa hari sebelumnya. Ini membuktikan bahwa hipertensi tidak selalu disertai keluhan di kepala.
Setelah pulang dari opname-lah biasanya para penderita patuh untuk kontrol tensi. Terlambat ? … ah enggak koq, cuman sedikit telat !!!

:: :: :: S A R A N :: :: ::

Bagi penderita hipertensi dianjurkan kontrol tensi secara berkala bergantung kepada berat ringannya hipertensi dan penyakit lain yang menyertainya. Pada hipertensi berat dianjurkan kontrol tensi seminggu sekali dan seterusnya hingga tensi dapat dikendalikan menjadi normal atau mendekati normal. Selanjutnya adalah follow up agar tensi tidak naik.

Seandainya masalah biaya menjadi kendala, penderita dapat membeli tensi dan stetoskop untuk belajar mengukur tensinya sendiri. Harganya tidak mahal koq, tensi dan stetoskop sekitar 60-75 ribu perak. Caranya mudah, 15-30 menit niscaya bisa mengukur tensinya sendiri. Adapun jenis obat dan dosisnya, mau tidak mau berkonsultasi kepada dokter. Jika inipun dianggap berat, penderita dapat datang ke Puskesmas.

Mohon maaf, kali ini penulis mengambil contoh ekstrim (stroke) bukan bermaksud menakut-nakuti. Penulis ingin memberikan penegasan bahwa hipertensi adalah salah satu gangguan yang memerlukan kesabaran agar tensi dapat dikendalikan menjadi normal kembali atau setidaknya mendekati normal.

Semoga bermanfaat.

UPDATE:

Ringkasan Hipertensi (edisi review presentasi): file flash swf | ukuran 246 Kb berjudul kardiovaskuler, silahkan unduh di halaman download atau di sini.
*maaf, backgroundnya Aiswarya nan cantik, dilarang protes :P *

Blogged with Flock

About these ads

45 Responses to “Dilema Antihipertensi”


  1. 1 deking Juli 31, 2007 pukul 4:45 am

    Memang benar bahwa salah satu keluhan hipertensi berhubungan dengan keluhan kepala, ini bukan berarti setiap keluhan kepala lantas dianggap hipertensi.

    Hmmm berarti secara logika matematika bisa dikatakan begini ya cak:
    Jika hipertensi maka sakit kepala
    Sehingga dari pernyataan tsb maka secara logika kita tidak bisa mengatakan jika sakit kepala maka hipertensi
    BTW thanx atas informasinya Cak :)

  2. 3 junthit Juli 31, 2007 pukul 5:06 am

    sakit kepala berdenyut= masalah tekanan darah.
    sakit kepala tdk berdenyt= bukan masalah tekanan darah.

    saya dulu diajarin gitu bener nggak cak?

  3. 4 almascatie Juli 31, 2007 pukul 6:10 am

    Anggapan-anggapan keliru seputar hipertensi dan keluhannya, tak pelak berdampak pada kekeliruan pola minum obat, khususnya para penderita hipertensi.

    kita nih terlalu lama hidup dalam anggapan kayaknya ya.. sampai2 kita bisa berpikir secara normal lagi, hanya sekedar mendengar apa kata orang yang belom tentu benar.
    btw saya harus baca postnya ulang lagi dulu nih, belom terlalu nyambung.. masih butuh pendalaman lagi.. sekali lagi, makasih oi banyak oi atas informasi yang sangat berguna oi lagi.

  4. 5 itikkecil Juli 31, 2007 pukul 7:59 am

    Adapun jenis obat dan dosisnya, mau tidak mau berkonsultasi kepada dokter. Jika inipun dianggap berat, penderita dapat datang ke Puskesmas.

    Masalahnya cak, ada juga orang yang suka sok-sokan jadi dokter sendiri dan menentukan sendiri obat apa yang harus diminum :mrgreen:
    euh…. OOT ya :D

  5. 7 gadis Juli 31, 2007 pukul 8:39 am

    om dokter, aq malah kurang darah :( lemah ga berdaya, sering pusing … skalian mo konsultasi trus boleh ga konsultasi via ym :D

  6. 8 Shinta Juli 31, 2007 pukul 10:21 am

    Pak dokter Cakmoki, kalo penderita hipotensi mungkin nggak terkena stroke?

  7. 9 cakmoki Juli 31, 2007 pukul 11:48 am

    @ deKing,
    bener mas, hehehe … bikin postingan dong, … serial matematika dan kesehatan, banyak tuh. Mo kolaborasi ? Tosss

    @ junthit,
    Enggak. :)
    Dulu ketika SMA sy pun pernah mendapatkan logika pelajaran kurang tepat, mungkin hanya pengantar atau alasan lain. Eh, bukan dulu banget sih, … maksudnya beberapa tahun yg lalu *lirik mas ari*
    Contoh ekstrimnya:
    Mancing ikan layang memakai umpan serpihan kain.
    Serpihan kain adalah makanan ikan layang, … lha, bukan tho ? :lol:

    @ almascatie,
    moga berguna oi :) … maaf om, saya berusaha menyederhanakan bahsan, sayangnya belum bisa, hehehe

    @ itikkecil,
    sama koq mbak, ditempat kami juga begitu, mungkin di daerah lain juga (Indonesia). Meski sulit, tak ada salahnya kita bersama-sama memperbaikinya.

    @ Anang, :)

    @ gadis,
    boleh mbak, monggo.
    Om? … hehehe, boleh juga putra-putrinya manggil om :P

    @ Shinta,
    Bisa mbak/Teh/Bu … :)
    Stroke tidak melulu berhubungan dengan tekanan darah tinggi seperti yg disangka banyak orang.
    Masih ada beberapa penyebab Stroke, misalnya: gangguan faktor pembekuan darah, gangguan pembuluh darah, emboli (masuknya udara ke dalam pembuluh darah), tumor dan lain-lain.
    Artinya walau seseorang hipotensi namun ada faktor pencetus stroke lainnya, maka orang tersebut dapat mengalami stroke.

  8. 10 Astri Juli 31, 2007 pukul 11:58 am

    sing paling mbencekno, kalo pasiennya atau malah tetangganya kemeruh, nyetop obat dhewe, trus tensine naik. bilangnya dokter kok ngasih obat gak manjur, padahal yo disetop dhewe.
    Moro2 tensine munggah dadi 200/120. Aku sing cemut2.
    Btw, cara minum obat misalnya sebelum makan terkadang memberi penurunan tensi yang bermakna lho cak..

  9. 11 imcw Juli 31, 2007 pukul 1:33 pm

    obat hipertensi harus diminum seumur hidup…saya sering menanamkan kata kata ini pada pasien saya…ditambah dengan sedikit menakut nakuti tentang komplikasi yang bisa terjadi bila tensi tidak terkontrol…memang sangat susah menjaga kepatuhan pasien terhadap obat anti hipertensi (gratis sekalipun, karena kebanyakan pasien saya kerjasama dengan jamsostek)…

  10. 12 sibermedik Juli 31, 2007 pukul 1:53 pm

    kok daah “dr” tapi “S.Ked” masih ditulis???

    Lha JNC VII gak ngefek ya di Indonesia?
    kebanyakan HCT+CAPTOPRIL jadi gak mempan ngontrol HT…

    Behavioral medicine perlu ditinjau sbg sarana Rehabilitasi Medik..bukan hanya farmakoterapik aja…setuju g?

  11. 13 evi Juli 31, 2007 pukul 3:56 pm

    jadi ingat bapak saya, jika tekanan darah atasnya 170 aja pasti mulut mencong lah, sikat gigi ga bisa balik lagi atau pernah juga mata sebelah kiri tidak bisa liat serta tangan kiri juga tidak bisa di gerakkan.

    sehingga pas tensi atas 200 terjadilah stroke yang tidak ringan lagi, penyumbatan otak sebelah kiri jadi badan sebelah kanan lumpuh, itu 3 tahun yang lalu.

    Alhamdulillah sekarang beliau sudah bisa jalan tanpa tongkat lagi, yah…berkat keinginannya yang besar untuk segera sembuh serta kedisiplinannya berlatih jalan dan tetap rajin minum obat.

  12. 14 mei Juli 31, 2007 pukul 4:40 pm

    hmmm…suwun cak, jadi nambah pengetahuan saya yang juga masih bengkok-bengkok kalau ngejelasin sama teman yang kemeruh..(halah wong aku yo ra ruh khok..hehe

  13. 15 Shinta Juli 31, 2007 pukul 5:31 pm

    Terima kasih Pak dokter,

    Tanya lagi ya ( mumpung bisa konsultasi online & gratis )
    Kalo seumur hidup minum obat hipertensi apa ada pengaruhnya terhadap organ tubuh yang lain? Ibu saya kalo minum CAPTOPRIL tekanan darahnya turun tapi jadi batuk-batuk, kenapa ya pak dokter. Terima kasih lagi…

  14. 16 wulan Juli 31, 2007 pukul 5:38 pm

    Hipertensi termasuk penyakit keturunan gak ya…. maaf pertanyaannya ndeso..he..he

  15. 17 Majalah " Dewa Dewi " Juli 31, 2007 pukul 6:23 pm

    Sering makan bawang putih mentah, juga baik untuk menurunkan gangguan penyakit jantung dan pembuluh darah.

  16. 18 klikharry Juli 31, 2007 pukul 8:37 pm

    aiswarya yang dari india itu ya?
    mana-mana?
    *tengok kanan-kiri*
    he..he..

  17. 19 cakmoki Agustus 1, 2007 pukul 12:48 am

    @ Astri,
    Kita memang didapuk gitu kali mbak, walaupun sudah menjelaskan sampai ngiler seringkali pasien lebih percaya pada omongan tonggone. Nek tensi gak mudhun doktera gak manjur, hahaha. … kompak dulu … Tosss

    Bener mbak, pola minum obat menjadi tantangan bagi kita, obat sebelum makan misalnya captopril masih sering diminum sesudah makan. Mungkin masih ada anggapan bahwa minum obat kudu mangan dhisik.

    @ imcw,
    Doktrin penngertian dasar adakalanya sangat membantu agar pasien tidak mudah terpengaruh omongan tetangga. Jika bisa seperti itu, hebat om. Mungkin penanaman pengertian semacam itu dipengaruhi sosiokultural ya …

    Jamsostek ? Askes ?
    Arrrrghhh, saya gak pernah mau diatur kerjasama dg mereka. Kasian pasiennya …

    @ sibermedik,
    Sy kopi paste dari about beliau. Mungkin memiliki bidang keahlian tertentu. kalo gak ada klarifikasi dari om ck berarti bener.

    Kita pakai texbook dong, adapun jurnal dll sebagai tambahan informasi.
    Captopril masih ngefek koq, bergantung pada berbagai hal. Idealnya dalam seminggu tensi bisa diturunkan 20 mmHg. Jika tidak memberi respon sesuai harapan, bisa dinaikkan dosisnya, atau diganti jenis lain.

    Posting ini sebenarnya membahas Behavioral medicine, hanya saja dikemas dalam bentukdialogis. Dalam aplikasinya kita dihadapkan pada sosiokultural, farmakoterapi, epidemiologi, dll. Pendekatannya saja yang mungkin sedikit berbeda.

    @ evi,
    Alhamdulillah beliau sudah pulih kembali.
    Makasih telah berbagi, moga beliau (ayahanda) diberikan kesehatan. Amin

    @ mei,
    Tenang mbak, podho bengkoknya, kita saling meluruskan. Bahasan kita kali ini memang di luar konteks medis, namun saya anggap penting untuk keberhasilan pengobatan.

    @ Shinta,

    Kalo seumur hidup minum obat hipertensi apa ada pengaruhnya terhadap organ tubuh yang lain?

    Jika manfaatnya lebih besar dibanding resikonya, kenapa tidak ?
    Iya bener, salah satu efek samping captoril adalah batuk, selain berkurangnya rasa pengecapan lidah. Gpp mbak … efek sampingnya ringan aja koq :)

    mmm, … koreksi dikit ya … saya biasa dipanggil cak, atau cakmoki, … kalo dipanggil pak dokter entah mengapa kuping saya berdenging, … hehehe

    Moga ibunda sehat selalu.

    @ wulan,
    Faktor herediter adalah salah satu faktor pencetus mbak. Artinya jika orang tua kita hipertensi, bisa jadi salah seorang diantara putranya beresiko hipertensi. Tidak selalu koq …

    @ Majalah ” Dewa Dewi “,
    waduhhh mbak, mohon maaf, yang ini saya tidak bisa memberikan tanggapan secara spesifik.
    Andai ada yang meneliti dan ternyata mengandung komponen antihipertensi, alangkah bagusnya jika dapat dipisahkan, dikaji kandungannya, cara kerja dan efek lain berkenaan dengan sifat komponen tersebut.
    Penyakit jantung banyak jenisnya. Tidak bisa untuk semuanya kan ?

    Pun hipertensi. Sangat kompleks. Tidak sesederhana yg kita duga.
    Lagipula pemilihan jenis obat mempertimbangkan banyak hal. Apakah kita menggunakan antihipertensi yang bekerja di enzim anak ginjal (kelenjar adrenal), di pembuluh darah, di sistem keseimbangan cairan, di otot jantung dll, dilandasi dengan hasil pemeriksaan fisik secara keseluruhan dengan mempertimbangkan efeknya pada organ tubuh lain. Pilihan ini harus terukur demi keselamatan pasien dan keberhasilan pengobatan.

    so ? hehehe … pilihan ada pada masing-masing
    makasih mbak

    @ klikharry,
    eh, bukan …. Aiswarya dari Solo, hahahaha
    Tossss

  18. 20 Ma yang lagi seneng banggeeett!! Agustus 1, 2007 pukul 9:04 pm

    cak,, sekarang udah dipake blom sih A2RA buat gantiin ACE-I?? kan lumayan buat ngehindarin efek samping kaya batuk batuk gitu,,

  19. 21 Nearz Agustus 1, 2007 pukul 9:18 pm

    wah masak di matematika.
    hipertensi belum tentu sakit kepala, sakit kepala belum tentu hipertensi he he he he ;)

    ilmu pasti tidak sama dgn ilmu belum tentu pasti
    ilmu matematika tdk sama dengan ilmu kedokteran we ke ke ke ke ke….

    di kedokteran, bisa jadi 1 + 1 = 4 anak kembar :D

  20. 22 cakmoki Agustus 2, 2007 pukul 1:28 am

    @ Ma,
    semua jenis antihipertensi dapat dipakai bergantung kepada kasusnya dan kondisi fisik penderita. Side effect tetap ada Ma, makanya dalam aplikasi klinis, pilihan obat masih harus mempertimbangkan berbagai variabel. Efek samping ringan seperti batuk bisa diatasi dengan ekspectoran jika itu memang pilihan terbaik dibanding antihipertensi lainnya. Disinilah pentingnya penilaian klinis pasien, disamping penjelasan tentunya.

    @ Nearz,
    ya, bisa jadi :)

  21. 23 secondprince Agustus 4, 2007 pukul 2:12 am

    Bener banget A2RA gak mesti gantiin ACE-I,tergantung keadaan penderita dan yang jelas A2RA mahal

    Matematika memang nggak sama dengan Kedokteran tetapi gak bisa dibilang kalau kedokteran itu belum tentu pasti dan Matematika itu pasti. Semuanya kembali pada apa pengertian pastinya. Dalam Matematikapun ada yang tidak pasti(dalam arti susah didefinisikan) yaitu berkaitan dengan Infinitesimal dan bilangan tak hingga. Dalam kedokteran ada yang pasti(dalam arti batasannya jelas) misalnya Mati batang otak adalah tanda pasti kematian, begitu menurut saya

    Salam kenal Mas

  22. 24 cakmoki Agustus 4, 2007 pukul 2:45 am

    @ secondprince,
    ahaaa thanks tambahan penjelasannya.
    salam kenal juga *salaman*, makasih udah berkunjung :)

  23. 25 Doni Laksmana September 5, 2007 pukul 11:13 am

    Pak Dokter,
    Ukuran tensi yang normal tuh berapa sih..?
    saya pernah dengan ukuran 150/110, hidung saya udah mimisan. Setelah dikasih dokter obat Amdixal 10mg 1×1
    ditambah minum peresan seledri, tekanan saya jadi 120/80.
    Itu pun jadi keleyengan.. karena mungkin biasa dengan tensi tinggi. Nah, ukuran yang ideal tuh berapa sih Dok.

    Terima kasih.
    Doni

  24. 26 mama bintang Maret 8, 2010 pukul 4:58 pm

    cak,umur sy skr 38..kena hipertensi sejak umur 37,kt dokter saraf terlalu muda untuk pnya penyakit tsb,tensi mencapai 220/120…periksa lab darah dan urine semua bagus,tp hasil MRI ada penyumbatan di otak yg menyebabkan oksigen sulit mencapai ke otak..
    cak,sy tidak ingin minum obat seumur hidup,mungkin ngga ya..?
    makanan yang dipantang selain duren,kambing,jeroan dan garam yg berlebihan,apalagi kira2 cak?kalo makan dikit2 aja sih bileh kali ya cak?hehe..
    makasih infonya ya cak..

  25. 27 cakmoki Maret 9, 2010 pukul 1:02 pm

    @ Doni Lesmana:
    wahhh, maaf kelewatan :) … meski begitu tetep akan saya jawab.
    Ukuran ideal tensi untuk sistole (ukuran atas): 100 s/d <140 sedangkan untuk diatole (ukuran bawah): 70 s/d <90.
    Kleyengan tidak selalu berhubungan dengan tensi, tapi bisa jadi karena vertigo. Pada vertigo (kleyengan, mual, keringat dingin, melayang dan kadang serasa berputar), maka obatnya adalah obat anti vertigo.
    Makasih

    @ mama bintang:
    Ya benar, sebaiknya minum obat seumur hidup, apapun penyebab hipertensi. Obat yang lazim digunakan dan minumnya prktis, diantarnya: amlodipine. Pada tensi di atas 180, digunakan amlodipine 10 mg, diminum 1×1 sehari. jika udah turun menjadi 140 s/d 160, maka dosis dapat diturunkan menjadi 5 mg 1×1 sehari.
    Pantangan udah cukup yg itu…. dan tentu bukan pantangan mutlak, artinya boleh makan dikt-dikit … tombo pingin… :)
    Kalo belinya kebanyakan trus gak habis, gampang…. kirim ke <strikesini tetangga … hehehe
    Makasih

  26. 28 mama bintang Maret 9, 2010 pukul 4:50 pm

    cak,oleh dokter saraf sy diberi obat odace,theravask dan CPG,selain itu sy diberi jg vitamin antioksidan..pertanyaannya,apakah penderita hipertensi itu sangat rentan untuk tertkena penuaan dini ya dok,shg wajib minum antioksidan..?
    apakah obat2an herbal bs membantu,maksudnya bs dijadikan pengganti obat dokter?misalnya jus2an..atau sejenisnya..
    makasih untuk cak yang kocak..whehehe

  27. 29 cakmoki Maret 9, 2010 pukul 5:00 pm

    @ mama bintang:
    enggaklah …. kalo soal penuaan sama aja dengan yang tidak hipertensi. Penuaan dipengaruhi oleh banyak faktor, terutama faktor psikis….
    Menurut saya, tdak perlu pake herbal yang gak jelas dan tidak teruji secara farmakologis maupun klinis. Pake yang udah pasti aja deh …. daripada buang-buang waktu dan uang.
    Kalo jus gak masalah, jus buah apa aja boleh asalkan bisa dibuat jus dan enak rasanya serta menyegarkan… hehehe
    Makasih

  28. 30 mama bintang Maret 10, 2010 pukul 10:56 am

    saya lg nih cak…ga boseeen kaaaan??wehehe..
    seberapa besar pengaruh genetis bagi penderita hipertensi?
    bapakku pny hipertensi,paman dari pihak bapak ada 4 orang yg kena stroke karena hipertensi,paman dari pihak ibu 2 orang yang sdh meninggal karena stroke akibat hipertensi jg..tp kok kenanya ke saya ya..?keluargaku yg kena hipertensi itu semua laki2..lha..aku wanita sendiri…kenapa bukan kakakku yg laki2 misalnya?
    seberapa besar jg faktor stress dan kejiwaan mempengaruhi tercetusnya hipertensi cak??
    maaf ya cak..nanya mulu….makasih atas jawabannya,sangat membantu sekali…

  29. 31 cakmoki Maret 11, 2010 pukul 1:52 pm

    @ mama bintang:
    Sejatinya, penyebab pasti dari hipertensi belum diketahui. Hanya sebagan kecil saja (10%) yang dapat diketahui faktor penyebabnya. Selebihnya, 90%, disebut hipertensi esensial alias hipertensi primer, tidak diketahui penyebab pastinya. Para ahli menduga berhubungan dengan faktor keturunan. Terlebih jika beberapa anggota keluarga menderita hipertensi.

    Kemungkinan hipertensi diturunkan bisa dialami oleh anggota keluarga pria dan wanita, hanya saja pada pria lebih sering ketimbang wanita.

    Faktor stress juga merupakan salah satu pencetus hipertensi.
    selengkapnya tentang ringkasan hipertensi, silahkan baca artikel hipertensi di blog ini pada link berikut:
    https://cakmoki86.wordpress.com/2008/08/08/hipertensi/

    Makasih

  30. 32 mama bintang Maret 20, 2010 pukul 7:50 am

    cak,saya kan mantan aircrew,kalo suatu saat saya bekerja lg jd aircrew mngkn ngga ya..dgn kondisi pnya penyakit hipertensi begini..?

  31. 33 cakmoki Maret 20, 2010 pukul 3:17 pm

    @ mama bintang:
    tentu bisa, dong….ga masalah
    Yang penting setiap hari minum obat antihipertensi untuk mengendalikan tekanan darah agar menjadi normal atau setidaknya tidak terlalu tinggi.

  32. 34 mama bintang Maret 21, 2010 pukul 10:32 am

    cak,moga2 ga bosen jawab pertanyaan saya yaaa..
    sy pnya temen seorang apoteker,dia sk nakut2in saya,dia bilang jangan mau minum obat dokter seumur hidup..nnt bs kena ginjal atau kena organ tubuh yg lain gara2 obat kimia,dia bilang justru karena
    dia tau obat2an dari bahan apa makanya dia tau bahayanya…
    aduh kepikiran jg nih cak…satu sisi saya ga mau ninggalin obat,di sisi lain saya jg takut minum obat seumur hidup..emang sy baca tulisan cak,kalo lbh banyak manfaatnya drpd resikonya knp hrs takut…aduuuh…tp sy bimbang nih cak..bs kasih saran yg bs menenangkan pikiran sy ga cak..?
    makasih banyak banyak baynak yaa..jwbannya sangat membantu…

  33. 35 cakmoki Maret 21, 2010 pukul 9:07 pm

    @ mama bintang:
    itulah bedanya dokter dan apoteker atau profesi kesehatan lain. Sekolah dokter sangat lama, banyak yang dipelajari, terutama sisi keselamatan manusia, diantaranya: berupaya menyelamatkan jiwa, mengobati yang sakit, mencegah penularan penyakit (personal maupun masal), meminimalisir kecacatan (fisik, organ dan psikis), rehabilitasi (pemulihan), pertimabngan aspek penggunaan obat (aspek klinis, farmakologis, dll) … dan masih banyak lagi…

    Saya jadi bertanya-tanya, andai si apoteker tersebut penanggung jawab apotek dan teguh dengan prinsipnya,mestinya apotiknya tidak melayani resep pasien-2 pengguna obat jangka panjang. Jika ternyata menjual obat-2 jangka panjang (atau seumur hidup), semisal amlodipine (norvask, tensivask, dll)…hmmm….hehehe… Tapi itulah kehidupan. Selalu ada perbedaan pendapat, dan kita harus menghormatinya, walau kedengaran aneh sekalipun. Pilihan akhir, berada pada keputusan masing-2.

    Kembali ke hipertensi…
    Saya tidak ingin menakut-nakuti, tapi membuka pemahaman agar nanti nyaman dalam menentukan pilihan.
    Pada artikel singkat seputar Hipertensi, saya copy-paste kemungkinan-2 yang mungkin terjadi (mungkin juga tidak) jika hipertensi tidak diobati:
    Perlu dipahami bahwa hipertensi beresiko terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan, misalnya: stroke, gagal jantung, penyakit jantung koroner, gagal ginjal, gangguan saraf mata.

    Oleh karena itu sebaiknya hipertensi diobati sehingga tekanan darah dapat dikendalikan dalam batas normal. dan hipertensi esensial umumnya berlangsung semur hidup agar tidak terjadi penyulit seperti di atas.

    Tentang obat, banyak pilihan obat antihipeetensi. Dari waktu ke waktu obat-obat (termasuk obat antihipertensi) dikembangkan untuk mengoptimalkan khasiatnya sekaligus meminimalisir efek samping yang ditimbulkannya. Jikapun ada efek samping, tentu akan disertai penjelasan untuk menghindarinya.

    Nah, monggo penjenengan sendiri yang memilih. Kami para dokter berkewajiban memberikan penjelasan dan support. Keputusan akhir sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing. :)
    Terimakasih

  34. 36 mama bintang Maret 22, 2010 pukul 12:46 pm

    makasih penjelasannya ya dokter cak..eh..cak dokter..eh maksudnya cak yang seorang dokter..hehe..

  35. 37 mama bintang Maret 22, 2010 pukul 4:04 pm

    cak..ada satu lg pertanyaan niiih…
    betulkah penderita hipertensi ga boleh lama2 di depan komputer,katanya gelombang elektromagnetiknya bs merusak saraf2 si penderita hipertensi tsb..betulkah itu cak..?

  36. 38 cakmoki Maret 22, 2010 pukul 5:47 pm

    @ mama bintang:
    panggil cak ….aja :D .. lebih bersahabat.
    Tentang berbagai keluhan saat berkomputer, sudah pernah saya tulis 2 kali di blog ini….
    Keluhan-2 yg timbul akibat berlama-lama di depan komputer bisa dialami oleh siapa saja, dengan ataupun tanpa hipertensi.
    Tentu berlama-lama di depan komputer tanpa jeda, tidak bagus, termasukl tidak bagus untuk saya… tetapi kita punya cara untuk mencegah agar tidak mengalami keluhan serius akibat berlama-lama di depan komputer.
    Artkelnya silahkan dibaca (kalo sempet) pada link berikut:
    https://cakmoki86.wordpress.com/2007/05/12/gangguan-mata-saat-berkomputer/
    Terimakasih

  37. 39 mama bintang Maret 23, 2010 pukul 12:09 pm

    kesimpulannya,ga ada hubungannya kan hipertensi dengan menggunakan komputer..?soalnya ada yg bilang penderita hipertensi dilarang keras berada di depan komputer…
    terima kasih banyak cak..jawabannya sangat membantu sekali….

  38. 40 Adith April 26, 2010 pukul 10:30 pm

    Cak saya masih 19tahun tapi sudah terkena hipertensi, yah walaupun itu gejalanya hanya terkadang.
    Apa kira-kira yang mesti saya lakukan untuk meredam penyakit ini (seperti pantangan, obat yang harus diminum, dsb)
    Saya punya orang tua yang punya penyakit jantung dan gula, apakah itu akan menurun juga ke saya?

    Terimakasih sebelumnya

  39. 41 cakmoki April 28, 2010 pukul 4:46 am

    @ mama bintang:
    maaf, kelewatan :)
    Ya, gak ada hubungannya.
    Makasih

    @ Adith:
    Memangnya tensinya berapa ?
    Silahkan baca lagi ukuran tensi normal pada artikel di atas :)

    Penyakit gula dan jantung belum tentu diturunkan kepada anak.
    Trims

  40. 42 Adith April 28, 2010 pukul 9:46 am

    Tensi saya 160/110, katanya sih untuk seumuran saya tinggi.
    Kebetulan badan saya cukup (bahkan) besar/obesitas, katanya itu bisa pengaruh ya ke tensi??
    Terus saya disarankan untuk minum norvask satu pil sehari tetapi minumnya dibagi dua, jadi setengah pil pada pagi hari dan sisanya pada malam.
    Bagaimana kira-kira cak?

    Terimakasih :)

  41. 43 cakmoki April 28, 2010 pukul 12:44 pm

    @ Adith:
    Ok… ya, itu termasuk perbatasan Hipertensi ringan dan Hipertensi sedang. Umur seberapapun, kriteria hipertensi sama saja.
    Ya, benar..obesitas merupakan salah satu faktor resiko terjadinya Hipertensi.
    Obatnya dah oke, yakni Norvask 5 mg. Minumnya boleh dibagi dua, boleh juga diminum 1 tablet sekali sehari.

    Selengkapnya tentang hipertensi, silahkan baca artikel tentang Hipertensi di Blog ini pada link berikut:
    https://cakmoki86.wordpress.com/2008/08/08/hipertensi/

    Makasih :)

  42. 44 simon sah Oktober 8, 2010 pukul 3:49 pm

    cak moki,
    160/110, 53th, diberi theravask 10mg 1 kali sehari. saya juga punya vertigo. apa obatnya gak over tu cak. disamping itu saya juga minum vastigo dan frego 2 kali sehari.

  43. 45 cakmoki Oktober 8, 2010 pukul 3:56 pm

    @ simon sah:
    Yth, pak simon…
    iya Pak, menurut saya cukup 5 mg sehari. Jadi, minumnya 1/2 tablet sehari saja. Obat ini dianjurkan untuk diminum terus walaupun tidak ada keluhan.
    Terimakasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso ™

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

Jangan Korupsi Ah

No Korupsi

Internet Sehat

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

[Valid RSS]

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 4,645,882 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 550 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: