Penyuluhan dan Kontes Payudara

Bagi yang merasa punya “itu”, mohon maaf … tulisan ini hanya menceritakan sisi lain dari kegiatan penyuluhan bagi ibu-ibu muda khususnya daerah ndeso.

Penyuluhan di hadapan ibu-ibu muda sungguh menyenangkan. Interaksi tanya jawab terbilang aktif. Pada kondisi begini, informasi yang kita berikan sedikit banyak akan berbekas walaupun disambi kejar-kejaran dengan tingkah polah si bocah kecil.

Di daerah kami, hampir setiap hari ada kegiatan ibu-ibu dengan berbagai bentuk dan kemasan. Ada kelompok yasinan, kelompok sholawatan, kelompok diba’ dan lain-lain. Kita tinggal pilih. Tidak perlu anggaran dan tidak perlu dianggarkan, … malahan di akhir acara kita disuguhi soto. Waktu kegiatan biasanya sore hari. Penyuluhan di kelompok seperti ini saya biasa pakai sarung (isis, praktis kadang demokratis), bawa laptop dan LCD proyektor (nggaya, padahal pakai LCD bartu tahun 2004). Layarnya dinding. Sip.

Episode Kontes Ndhul Gondhal Gandhul.

Kita tidak bicara materi dan bagaimana penyuluhan berlangsung, sudah biasa sih, paling gitu-gitu saja. Yang menarik justru menyaksikan adegan tersembulnya p*y*d*ra*. Bayangkan, ibu-ibu muda seusia 22 tahun – 25 tahun dengan santainya mengeluarkan payudara untuk memberi ASI kepada bayinya sembari mendengarkan penyuluhan. *skrinsyur disensor*
Lebih heboh lagi ketika si kecil berlarian sementara si ibu muda sudah terlanjur mengumbar mengeluarkan p*y*d*ra*, … prulll. Jadilah episode ndhul gondhal gandhul terpampang di arena penyuluhan. Adegan seperti ini bagi kami sudah sangat biasa. Berbeda bagi para jomblo, … tombo ngantuk.

Kadang precil-precil seenaknya duduk dipangkuan presenter, … gak masalah sepanjang gak ada yang ngopol, criiit. *dasar gak pengertian, masa precil disuruh pangku, coba ibunya*

Mengingat penyuluhan bagi ibu-ibu ada adegan rawan, sebaiknya Bu Lita tidak usah mengajak para jomblo jika nanti presentasi seputar ASI pada bulan September yang akan datang. Tidak perlu juga memberi kabar kepada ahli matematika. Takutnya jika sense matematika beliaubeliau muncul saat menyaksikan kontes ndhul-gondhal-gandhul. Gimana coba, lha beliau senang mengukur yang bulat-bulat. Matahari saja diukur, apalagi bulatan mungil. *tosss*

: :: :: makna di balik canda :: :: ::

  • Penyuluhan (kesehatan) tidak selalu menggunakan dana negara, kita dapat memanfaatkan kultur sosial kemasyarakatan di daerah. Kecuali di daerah sulit atau daerah pedalaman yang transportasi antar desa saja harus menggunakan perahu.
  • Masyarakat ndeso berhak mendapatkan akses informasi kesehatan memanfaatkan teknologi modern semisal LCD proyektor. Informasi audiovisual relatif lebih mudah diingat ketimbang halo-halo pakai mulut doang.
  • Para sejawat di kecamatan yang Pemdanya sudah menggunakan pengelolaan keuangan sistem Daftar Anggaran Satuan Kerja (DASK), dapat menggunakan dana sisa ATK (per triwulan rata-rata sisa 3 juta, setahun 12 juta) untuk memodernisasi institusi (puskesmas) yang dipimpinnya. Bisa !!! *harga LCD saat ini di bawah 10 juta, spec 2000 ansi lumen, wide screen*. Tatacara pengalihan dana: melaporkan sisa dana sekaligus mengajukan pengalihan sesuai peruntukannya. So, tidak perlu diabis-abiskan. Gak bakalan kaya juga … πŸ˜› *poin ini masih sulit diterima, maunya ngabisin dana, … bleh … ra mutu*

:: :: :: obrolan ringan :: :: ::

Iklan

59 Responses to “Penyuluhan dan Kontes Payudara”


  1. 1 Mrs. Neo Forty-Nine Juli 29, 2007 pukul 1:15 am

    pertamaxxx!!!!

    akhirnyaaa…

  2. 2 Mrs. Neo Forty-Nine Juli 29, 2007 pukul 1:18 am

    kok tau kalo sayah ini tukang tidur, Cak???

  3. 3 Mrs. Neo Forty-Nine Juli 29, 2007 pukul 1:20 am

    Penyuluhan (kesehatan) tidak selalu menggunakan dana negara, kita dapat memanfaatkan kultur sosial kemasyarakatan di daerah. Kecuali di daerah sulit atau daerah pedalaman yang transportasi antar desa saja harus menggunakan perahu.

    keknya yang ini malah lebih praktis ya Cak?
    Lebi mengena, dan insya4JJ1 bebas korupsi, semoga…

  4. 4 Mrs. Neo Forty-Nine Juli 29, 2007 pukul 1:21 am

    eh, tadi hettrik ya?
    kok ga nyadar?

  5. 5 cakmoki Juli 29, 2007 pukul 2:24 am

    @ Mrs. Neo Forty-Nine,

    kok tau kalo sayah ini tukang tidur, Cak???

    ada gambarnya di kanan atas gitu, … keliatannya sih tidur πŸ˜›

    iya Wi, sebenernya kalo mau kluyuran gak harus pakai anggaran, … cukup dateng, ngoceh, trus disuguhi … hehehe

    Gak sekalian quatriks tah … πŸ˜‰

  6. 6 almascatie Juli 29, 2007 pukul 3:14 am

    *cari recehan kasih nyonya meneer sebagai hadiah pertamax*

  7. 7 aRuL Juli 29, 2007 pukul 3:21 am

    kalong2nya WP beraksi….

  8. 8 almascatie Juli 29, 2007 pukul 3:21 am

    merasa punya?? *kabur dilempar meja kursi* ooo sisi lainnya yah..

    *baca post*
    ga bisa dikomentari lagi…
    SALUTTTT.. HEBATTTT semoga siaran radioku benar adanya….
    *berdoa dengan khusuk.. doa pagi semoga terkabul.. amin*
    :mrgreen:

  9. 10 aRuL Juli 29, 2007 pukul 3:26 am

    *komentku di atas dihapus aja…maklum baru nyimak postingannya*

    oh iya…. memang kesehatan itu kalo pada dasarannya ingin berbagi semua cara bisa….. blognya cak moki gini aja sudah menjadi ladang ilmu pengetahuan kesehatan.
    bisa2 saya jadi dokter dadakan loh cak…

  10. 11 cakmoki Juli 29, 2007 pukul 3:33 am

    @ almascatie,
    sip, … tossss
    udah baca koq “siaran radionya”

    @ aRuL,
    iya nih, kalong lainnya lagi kemana ya …

    Kontesnya? … tunggu mas ari untuk gambar pakai latex.
    kalo ingin siaran langsung sih, kita hanya bisa berharap kemurahan hati yang punya “itu” *bletak .. bletak.. bletak*

  11. 12 deking Juli 29, 2007 pukul 4:05 am

    Pertama mau protes hehehe….
    Saya ini baru 22β„’+3 lho, bukannya +5. Saya kan hanya sedikit lebih tua dari cakmoki yang 22β„’ πŸ˜€

    Matahari saja diukur, apalagi bulatan mungil. *tosss*

    Wah kalau bulatan kecil sich gak sempat ngukur. Lagian buat apa diukur, mendingan makan saja langsung. Eh maksudnya bakso kan?

  12. 13 deking Juli 29, 2007 pukul 4:06 am

    Ini komentar serius ah hehehe…

    Penyuluhan (kesehatan) tidak selalu menggunakan dana negara, kita dapat memanfaatkan kultur sosial kemasyarakatan di daerah

    Benar sekali Cak. Penyuluhan dengan memanfaatkan kultur setempat akan lebih tepat dan cepat sasaran. Jadi ingat Sunan Kalijaga yang menyebarkan ajaran Islam melalui pentas wayang. Pemilihan pentas wayang karena hal tsb adalah kultur masyarakat waktu itu.

    Informasi audiovisual relatif lebih mudah diingat ketimbang halo-halo pakai mulut doang.

    Ada suatu penelitian yang menyatakan (saya lupa sumbernya) bahwa penyampaian informasi secara visual akan lebih mudah ditangkap dan membekas di pikiran. Apalagi yang divisualisasikan adalah hal yang gonndhul-gandhul dan nggol-senggolan.
    *****************

    tunggu mas ari untuk gambar pakai latex.

    Nggambar pakai latex? Masak “sarung” bisa untuk nggambar Cak πŸ˜€

  13. 14 Nayz Juli 29, 2007 pukul 8:13 am

    aduh… kok aku jadi ikut2an. wekekkekk…..

    ada kontes gini !!! semangat !!!

    “Masyarakat ndeso berhak mendapatkan akses informasi kesehatan memanfaatkan teknologi modern semisal LCD proyektor. Informasi audiovisual relatif lebih mudah diingat ketimbang halo-halo pakai mulut doang.”

    Janga bilang orang ndeso cak, semuanya sama. kesanya gimana gitu sama orang ndeso . ganti saja!!

    “Masyarakat berhak mendapatkan akses informasi kesehatan memanfaatkan teknologi modern semisal LCD proyektor. Informasi audiovisual relatif lebih mudah diingat ketimbang halo-halo pakai mulut doang.”

    *kejar-kejaran lagi ah*

  14. 15 sibermedik Juli 29, 2007 pukul 9:20 am

    ha..ha..sami boz..waktu semester6-7 ada tugas penyuluhan Praktek Belajar Lapangan TBC,DBD,&GiziBuruk..yo koyo ngono kuwi..malah pake konvensional Flowchart poster coz g da listrik..he5x..ditinggal ngobrol ibu2+nyusu’i anaknya..ada yg nangis…wah pokoke seru…pengalaman berhaga..thanks buat Lab IKM FKUNS..he5x

  15. 16 macanang Juli 29, 2007 pukul 10:41 am

    enaknya jadi penyluh lapangan.. πŸ˜€

  16. 17 sagung Juli 29, 2007 pukul 11:19 am

    Hati-hati bang! Agak sensitif kalo bicara masalah uang.

  17. 18 Lita Juli 29, 2007 pukul 11:21 am

    *numpang ketawa dulu*
    Huahahahahah… sekarang cak Moki potonya ganti euy. Gaya, pake kacamata idem. Cengdem bukan, cak? Hihihihihi… posisi siap dipoto bener dah. Narsis. LOL. Iyo iyo cak, ngganteng tenan wis.

    Eits cak, September nanti saya ndak ndobos soal ASI lho, tapi imunisasi *nggaya, jadwal anak aja blon ketutup hihihi*

    Untuk mengantisipasi gondal-gandul tadi, mending bu Moki bikin bisnisan baru: nursing apron alias celemek menyusui.
    Temen saya yang sebetulnya ndak punya tampang gape menjahit ternyata malah bisa jualan nursing apron ini.
    Kalau para ibu pakai selendang, celemek atau apalah caranya untuk mengurangi ‘exposure’, kan para jomblo jadi gak ketar-ketir kalau mau nebeng nonton penyuluhan πŸ˜€

    Sebetulnya cak, ‘exposure’ ini salah satu ‘penghalang’ segelintir ‘ibu-ibu moderen’ dari ASI eksklusif sementara mereka mobile banget.
    “Mosok nyusui anak di manapun. Gak mungkin kan nyusui anak di mal atau di restoran. Tetek ke mana-mana, idih. Gak malu apa pamer dada di depan orang banyak. Kampungan. Ndeso ™ ”

    Wew… nanggepin yang kaya gini, saya bisa balik ceplos, “Situ yang ndeso jeng. Ke mane aje, katanya gawul, kok gak kenal nursing apron” hehehe… Lagian, hari gini mah yang ngetren itu menyusui, bukan pake susu botol. Ckk… sotoy sok gengsi *gemes*
    Mo menyusui di manapun, bergaya apapun, kan sebetulnya bisa disiasati. Belum becus bersiasat kok langsung tuding bahwa menyusui itu ndeso.

    Mbok ada penyuluhan tambahan cak, gimana caranya menyusui dengan ‘discreet’ supaya nggak nambah-nambahi stereotip ndeso ™
    Asline bisa asal mau dan tahu saja. Lha saya ini model ‘ngek-jel’, mau bawa anak ke mana aja, nyusui di manapun cuma modal perlak selembar. Kalau kerudungnya cukup lebar malah gak modal tambahan apapun πŸ˜€

    *mulai deh Lita, ‘disenggol’ dikit ngomongnya langsung seember*

  18. 19 starflake Juli 29, 2007 pukul 11:24 am

    masyarakat ndeso diajari blogging juga dong cak..heheh

  19. 20 cK Juli 29, 2007 pukul 1:55 pm

    waaahhh…cakmoki liat pemandangan indah donk πŸ˜€

    *ditimpuk pake leptop*

    *tangan menengadah nangkep leptop* :mrgreen:

    Matahari saja diukur, apalagi bulatan mungil.

    emang ada rumusnya ya? πŸ˜•

    *lirik guru matematika* πŸ™„

  20. 21 deKing Juli 29, 2007 pukul 3:22 pm

    Baca komentar Bu Lita…

    cK… sotoy sok gengsi

    Benar kok Bu…cK itu sok gengsi…
    *langsung pergi setelah manipulasi quote* πŸ˜€

  21. 22 cK Juli 29, 2007 pukul 3:28 pm

    *injek2 orang yang komen diatas*

  22. 23 cakmoki Juli 29, 2007 pukul 5:06 pm

    @ deKing,
    Pertama: protes sudah ditindaklanjuti mas, teriring ucapan terimakasih atas koreksinya dan permohonan maaf yabf setulus-tulusnya πŸ™‚ *kayak paragraf akhir penutup jurnal*

    Bakso? Maksudnya, ada bagian yg sebesar bakso ya …trims infonya πŸ˜›

    Kedua: tanggapan serius

    Benar sekali Cak. Penyuluhan dengan memanfaatkan kultur setempat akan lebih tepat dan cepat sasaran. …

    sejujurnya, metode yg kami pakai terinspirasi dari sejarah, diantaranya cara walisongo. Sedikit modifikasi di bagian perangkat dan materinya.
    Benar, ampuh dan ngangeni (dirindukan, ehm ehm)

    visual dan menarik, … sayangnya sy belum begitu bisa membuat yang menarik. Terpaksa visual dan adegan alami ndul-gondhal-gandhul *anggap aja bonus*

    Masak β€œsarung” bisa untuk nggambar Cak

    hah ? ini mesti makna filosofis … bisa ah. kalo gak percaya tanya aja kepada yang bagian mencuci *lirik Bu Guru, nunggu pelajaran ulangan*

    @ Nayz,
    masa sik Nayz ? jadi maksudnya di kota sama juga ya …
    Enggak ah, gak mau ganti sebelum ada bukti visual πŸ˜›

    @ sibermedik,

    ditinggal ngobrol ibu2+nyusu’i anaknya..ada yg nangis

    hahaha, trus terpaksa lihat juga kan ? … pakai kacamata item dong.

    @ macanang,
    bener mau pindah ke lapangan ya, … jan uenak tenan …

    @ sagung,
    tenang, tak perlu takut bicara benar … πŸ™‚
    Kalu tidak ada yg menyentil, kesalahan tersebut dianggap wajar, hehe

    @ Lita,
    hihihi, sekali-sekali macak Bu *ngerapikan rambut gaya tukul*

    Eh, maaf … ASI-nya kapan? Ntar saya baiki ya … saya kira paket sama imunisasi dan pesat lho *mode pikun ON*

    wah masukan bagus tuh, bisa untuk celengan kopdar πŸ˜€ … mmm anu Bu, katanya bumoki mau mbikinkan celemek khusus cakmoki aja *ada po?*

    sebenernya sih (ini rahasia jangan omong2 lho) … gak se-exposure itu koq, para ibu dah pakai kerudung atau jarit gendongan, yg kelihatan cuman dikit, sekilas … entah mengapa retina mata nangkepnya fullscreen πŸ˜›
    jadinya di postingan tergambar seolah-olah WYSWYG (kata bahasa kode html: wot yu si is wot yu get) … bukan salah mata kali ya…

    Alasan exposure untuk yang tidak ASI eksklusif, rasanya agak meragukan Bu. Terbukti (tanpa penelitian) di tempat-tempat berkesan wah semacam bandara, para ibu berdandan rapi mau juga menyusui bayinya di tempat keramaian … mungkin tergantung ibunya.

    Mo menyusui di manapun, bergaya apapun, kan sebetulnya bisa disiasati. Belum becus bersiasat kok langsung tuding bahwa menyusui itu ndeso.

    *jingkrak-jingkrak girang* … hidup ASI eksklusif !!!
    Saya sependapat, para ibu secara naluriah lebih paham soal menyiasati agar lebih “tersembunyi”.

    Menyusui dengan β€˜discreet’ ?
    Siap komandan !!! saran diperhatikan dan segera dilaksanakan πŸ˜€

    hehehe, seru nih kalo pemerhati persusuan mulai unjuk gigi.

    @ starflake,
    lah, ntar diajari blogging malah lupa menyusui, piye … hayo.

    @ cK,
    hihihi, iya dong … memory 1 Giga, semuanya terekam …
    eh enggak ding, dah lupa saking banyaknya πŸ˜›

    @ deKing,
    *liat komentar si abang dan neng chika pura-pura gak tau*

  23. 24 Guh Juli 30, 2007 pukul 12:39 am

    Ngabisin dana, hehe… barusan aja saya berdiskusi tentang itu :)) Tentunya dengan seorang teman yang PNS. Bener2 budaya ramutu.

    Btw, di arab sana kayaknya ga ada acara gondhal gandhul ya πŸ˜• Disini juga paling sebentar lagi dilarang tuh, apalagi si dokternya bukan muhrim gitu :))

  24. 25 junthit Juli 30, 2007 pukul 1:11 am

    cak, photo sampeyan yg di sidebar itu keren? kayak matrix.. πŸ˜€

  25. 26 almascatie Juli 30, 2007 pukul 3:33 am

    baca comment cak moki buat sibermedik

    hahaha, trus terpaksa lihat juga kan ? … pakai kacamata item dong.

    ooo jadi itu toh alasannya kenapa cakmoki pake kacamata… yups.. ngerti dah aku *jalan cari kaca mata hitam*
    lho OOT ya… :mrgeen:

  26. 27 herry Juli 30, 2007 pukul 8:54 am

    ngelu aku…… πŸ™‚

  27. 28 itikkecil Juli 30, 2007 pukul 10:30 am

    baca tulisan ini…. manggut-manggut….. iya, sebenernya kalo untuk penyuluhan gak perlu dana gede. tapi yah…. maaf aja cak, masih banyak orang yang lebih mikir gimana ngabisin dana. Jadi inget lagi salah seorang PNS di sini yang bilang, ‘gimanapun dana ini harus kita ambil. soalnya sayang kalo diambil lagi……’. Padahal nanti yang dikasih penyuluhan orang itu-itu lagi, dan yang diomongin itu itu lagi….
    *tersadar* kok sayah jadi curhat ya?????

  28. 29 Luna Moonfang Juli 30, 2007 pukul 10:59 am

    moga-moga banyak yg tersadar …

  29. 30 oWner'cute Juli 30, 2007 pukul 11:29 am

    gak punya, gak ikutan ah.. πŸ˜€

  30. 31 cakmoki Juli 30, 2007 pukul 12:19 pm

    @ Guh,
    Bener kan Mas Guh, ajakan efsiensi masih sulit diterima (baca:tidak mau). Bayangkan jika mark-up kecil-kecilan dilakukan oleh hampir seluruh departemen (mulai atas sampai bawah) di Indo, berapa duit tuh … sebaliknya jika semua mau melakukan efisiensi, bakalan banyak dana terkumpul untuk keperluan publik. Opo gelem ?

    di arab sana kayaknya ga ada acara gondhal gandhul ya

    ada guyonan begini:
    di sana (arab) katanya gak ada (ada yg bilang *ada juga* di tempat tertentu πŸ™‚ ) … makanya kalo ingin lihat ndhul gondhal gandhul, carter pesawat trus pergi ke pantai pattaya … hehehe

    Di sini gak bakalan dilarang, lha wong ngeluarkan ndhal gandhul sukarela je.
    Gak percaya saya kalo yg ngelarang gak suka ndhal gandhul πŸ˜›

    @ junthit,
    cihuy asyik … asyik … tosss

    @ almascatie,
    hahaha, teliti banget sih …

    @ herry,
    pijet ama ning monah pak, hehehe

    @ itikkecil,
    iya mbak, budaya “menghabiskan dana” masih sulit dihilangkan, dan yg dikatakan mbak itikkecil terjadi dimana-mana.
    Akhirnya 2 kesalahan yg didapat. Pertama, dana dihabiskan dengan materi dan orang itu-itu juga, kedua: tak ada tambahan apapun yg bermanfaat untuk khalayak sedangkan dana keluar bertambah.

    @ Luna Moonfang,
    Amin, moga-moga begitu teh.

    @ oWner’cute,
    serius, gak punya?
    boleh ikut koq walalupun gak punya, … πŸ™‚

  31. 32 Kangguru Juli 30, 2007 pukul 3:07 pm

    melaporkan sisa dana sekaligus mengajukan pengalihan sesuai peruntukannya.

    lho bukannya itu sisanya dialihkan ke dapur cak

  32. 33 antobilang Juli 30, 2007 pukul 3:48 pm

    cak saya ikutan penyuluhan dong…seksi dokumentasi deh..
    :mrgreen:

  33. 34 Mrs. Neo Forty-Nine Juli 30, 2007 pukul 4:12 pm

    wooo…

    aku ngerti sekarang…knapa kok Cakmoki pake kacamata item…

    biar ga ketauan ‘arah matanya’ kemana kaaan…?

    *sambil ngakak baca komen di atasku persis ini*

  34. 35 cakmoki Juli 30, 2007 pukul 4:52 pm

    @ Kangguru,
    hehehe, umumnya gitu kali ya… πŸ™„
    nasinya jadi gak enak kang.

    @ antobilang,
    enakan seksi “tata letak”, … bisa menata jika ada ndhul gondhal gandhul yg keliatan, supaya terletak di tempat semula πŸ˜›

    @ Mrs. Neo Forty-Nine,
    *lempar siwi pakai neofortynine*
    Nanti kalo kopdaran di Surabaya pakai kacamata item ah, asyiiik πŸ˜›

  35. 36 ayahshiva Juli 30, 2007 pukul 6:24 pm

    yang jadi juri untuk kontesnya pria ato wanita?

  36. 37 fertobhades Juli 30, 2007 pukul 7:56 pm

    ijinkan saya tertawa dulu….

    huahahahahahahaaaa….. πŸ˜›

    Saya juga sudah biasa cak liat ibu-ibu muda melakukan sesuatu sambil menyusui anaknya. Nggak ada perasaan apa-apa, nggak tau kalau orang lain ya…

    Itu penyuluhan kesehatannya tentang apa cak ? kesehatan reproduksi, hubungan suami istri, atau KB ? πŸ™‚ kok banyak ibu-ibu mudanya…

    *sepertinya ada yg berubah di blog ini*
    *sambil ngelirik foto di kanan atas* πŸ˜›

  37. 38 mina Juli 30, 2007 pukul 8:24 pm

    ho oh, jadi kayak foto preman ahahahahah…
    cak, suka banget masukin yang gitu-gitu ke apa pun ya, pasti rame kalo penyuluhan di ibu-ibu, karena ibu-ibu tu paling suka kalo yang penyuluhan cowok, apalagi kalo masih muda berusia 22 tahun (khikhikhi).

  38. 39 Kang Kombor Juli 30, 2007 pukul 10:20 pm

    Pantesan ibu-ibu muda itu pada berlomba mengeluarkan kates jinggonya yang ranum kemerahan. Lah wong yang ngasih penyuluhan ngguantheng seperti terminator gitu! Coba penyuluhnya macam saya, boro-boro akan begitu. Anak-anaknya dah pada pating pewek braokan nangis, ibu-ibunya malah pada makin rapet nutupin badannya.

    Selidik punya selidik, ada jomblo yang matanya pada pating pendelik mau nginjen dari sela-sela benik. Oalah… wong ndeso malah dho diplekotho. Mbok ya setiap penyuluh kesehatan di desa itu disumbang LCD projector agar bisa nampilin gambar lakumerpati seperti punya Angelina Jolie atau Julia Lopez. Jangan hanya disuruh membayangkan milik Mbah Paini Wungkuk, nggak bakal menarik acara penyuluhannya.

  39. 40 cakmoki Juli 31, 2007 pukul 3:29 am

    @ ayahshiva,
    Pria dong … mau daftar ? πŸ˜€

    @ fertobhades,
    iya dong, seprofesi penyuluh, (honornya *bisik-bisik*) … bedanya, kami di desa, .. mungkin ada juga yang berbeda πŸ˜€ *gak berani myebutin*

    materinya bener, sesuai dugaan … minus “hubungan suami istri” karena banyak anak kecil, takunya ikutan nanya, hehehe.
    Materi apapun kebanyakan dihadiri ibu muda, ada juga nenek-nenek, dikit, padahal gak pilih-pilih lho, … sumprit β„’.

    Yang di kanan atas ya ? … hehehe, supaya sama, pasang juga dong, gambar kapiten arab saudi di piala asia, al qahtani … itu tuh, yang mandi di kolam.

    @ mina,
    huahahaha … iya ya, tak perhatikan lama-lama kayak preman, ntar ganti yang sarungan deh πŸ˜› *seruuu*

    bener mbak, kalo penyuluhan rame, tapi gak ada yang sampek ngompol koq. Ehm 22 β„’ lebih duikiiiit πŸ˜†

    @ Kang Kombor,
    Kalo Kang Kombor yang penyuluhan dijamin tambah seru, kemringet dirubung ibu-ibu muda, soale dikiro Walikota mengunjungi rakyat, hahaha … lha persis pejabat je.

    Kang, saya kasih tau ya, ini rahasia,…
    walau presentasi di desa, backgroundnya pakai Angelina Jolie, Aiswarya Rai, Bipasha Pasu, Jessica Alba, Katie Holmes, Cameron Diaz, Zhang Ziyi, Amrita Rao … bukan mbah Paini Wungkuk, …
    alahhh paling sama, ya kan … ya kan? Tosss

  40. 41 cakmoki Juli 31, 2007 pukul 3:31 am

    @ Kang Kombor,
    Julia Lopez belum punya nih, … mana donlotnya?

  41. 42 mei Juli 31, 2007 pukul 1:55 pm

    harusnya biar tambah manthab plus photo cak..hehe

  42. 43 Mrs. Neo Forty-Nine Juli 31, 2007 pukul 6:20 pm

    Cakmoki = Pangky Suwito
    :))

  43. 44 GuM Juli 31, 2007 pukul 7:48 pm

    pak, karena ini kontes. mbok ya skrinsut pemenangnya ditampilken πŸ˜€

  44. 45 peyek Juli 31, 2007 pukul 11:47 pm

    jadi ada beda rasa antara susu ASI sama susu tcap nona?

  45. 46 cakmoki Agustus 1, 2007 pukul 2:39 am

    @ mei,
    fotone sopo mbak ?
    Mau nyumbang ? *blethak*

    @ Mrs. Neo Forty-Nine,
    jangaaaaannn…. aq 22 β„’ πŸ˜›

    @ peyek,
    mosok cak ? dah lupa je … πŸ˜†

  46. 47 cakmoki Agustus 1, 2007 pukul 4:01 am

    @ GuM,
    skrinsyut udah dibredel ama mbak-mbak di atas, katanya sih syarru πŸ˜›

  47. 48 almascatie Agustus 1, 2007 pukul 4:37 am

    weh lirik comment chiwi….
    :mrgreen:
    walah ternyata kontes ini mengundang rasa yang tak terhingga juga ya
    *kabur*

  48. 49 bebek Agustus 1, 2007 pukul 4:44 am

    cak… kedawan canda-ne timbang maknane… kamsudnya gimana itu kok bisa dowo candane?

    jangan-jangan memang trend jaman sekarang itu sesuatu yang mbosen’i (koyoto penyuluhan), mesti disisipi dengan bumbu candaan gondal gandul tadi. begitu pow piye cak?

    OOT: njember endi sampeyan cak? dudu utara-ne jember kan? *halah*

  49. 50 cakmoki Agustus 1, 2007 pukul 7:10 am

    @ alamscatie,
    siwi lagi seneng tuh …

    @ bebek,
    hahaha, iyo pancene, kamsudnya postingan canda, adapun makna cuman nggo nggaya πŸ˜€
    Bumbu tergantung materi, nggak harus ndhal gandhul, … sip lah.

    Jember: seputaran brigif 09 (jl. dr subandi)

  50. 51 Lily Agustus 1, 2007 pukul 8:59 am

    Ngomong soal ASI dan gaul.. ;p

    Tambahin Mbak Lita,
    yakin tuh ibu2 emang gaul..
    Klo emang ibu2 itu anak mal juga,
    mestinya tau dunk klo di tiap mal (di toilet wanitanya..) udah ada tempat khusus buat ‘nursing’,
    mau menyusui kek, ganti popok anak kek, ngapain kek..
    Bisa! Tersembunyi di tempat terpisah.. πŸ˜‰

    Atau ibu2 itu tiap ke mal gak pernah ke toilet ya.. alias pipis di mobil… hiiyy.. ;p

  51. 52 cakmoki Agustus 3, 2007 pukul 3:31 am

    @ Lily,
    makasih info tempat nursing πŸ™‚

    Atau ibu2 itu tiap ke mal gak pernah ke toilet ya.. alias pipis di mobil… hiiyy

    mbayangkan, gimana kira-kira ibu muda pipis di mobil, pakai botol gak mungkin kayaknya, trus …

  52. 53 mina Agustus 3, 2007 pukul 8:08 pm

    iya ya, baru terpikir, mirip Pangky Suwito *huhuy*

  53. 54 cakmoki Agustus 3, 2007 pukul 11:51 pm

    @ mina,
    waduhhh, padahal rambut saya belum putih kayak om Pangky lho πŸ™„

  54. 55 almascatie Agustus 3, 2007 pukul 11:54 pm

    OOT : cak kayaknya harus bikin satu posting nih buat pengenalan om pangky *usul* :mrgreen:

  55. 56 cakmoki Agustus 4, 2007 pukul 1:00 am

    @ almascatie,
    sudah koq, di about trus ada link “data diri”, lengkap … kalo kurang lengkap tambahi sendiri πŸ˜›

  56. 58 cakmoki Januari 12, 2008 pukul 12:59 am

    @ Mrs Fortynine baru sempet ngenet:
    kena trackback ya…sorry, iki ngono gara-gara edit “align” …hehehe


  1. 1 Editing Menuai Ping « cakmoki Blog Lacak balik pada Januari 12, 2008 pukul 2:04 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso β„’

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

No Korupsi

Internet Sehat

Translator

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 5,355,779 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters

Translate


%d blogger menyukai ini: