Bahasa Tarsan

Ketika dokter dan pasien beda bahasa.

Bagi kita yang pernah atau sedang berada di daerah lain ( di Indonesia ) dengan kultur dan bahasa berbeda, maka komunikasi akan menjadi masalah. Kecil kemungkinan informasi bisa sampai kepada audien jika keduanya tidak saling mengerti bahasa yang digunakan.
Jaman gini masih ada yang tidak bisa bahasa nasional ? Ya, benar.
Lalu bagaimana mengatasinya ? Bahasa Tarsan !!!

Untuk keperluan dan kondisi tertentu bahasa Tarsan atau isyarat nasih mungkin digunakan. Makan, minum, tidur, masih mudah dimengerti hanya dengan menggunakan isyarat (disertai mimik wajah). Persoalan muncul manakala seseorang mengisyaratkan kencing. Gimana memperagakannya, hayo. Anak kecil sih gak sulit, tinggal nunjuk alat k3lamin sambil membuat gerakan air macur. Lha kalo dewasa ? 😉

Persoalan beda bahasa di dunia kesehatan (medis) bisa bikin puyeng. Seorang dokter yang bertugas di daerah berbeda bahasa, komunikasi akan macet terutama pada 3-6 bulan pertama ia bertugas. Ibarat awal belajar ngeblog menggunakan tutorial isyarat. Betapa sulitnya. Bisa saja menggunakan jasa penterjemah dari masyarakat setempat namun tidak selamanya sesuai dengan keinginan kita.

Bayangkan jika harus mengadakan penyuluhan, misalnya imunisasi. Menggambarkan suntik dan tetes polio sih mudah, akan menjadi sulit saat menjelaskan kekebalan tubuh yang diharapkan dari imunisasi. Kali perlu membawa baju satria baja hitam ya … 😛
Pun misalnya penyuluhan masalah penyakit kencing nanah (GO), menstruasi atau menjelaskan pentingnya minum ASI pada bayi. Wuahhh, seru deh memperagakannya. Ada yang mau ? 😉

Demikian pula ketika komunikasi dalam layanan medis yang sarat dengan jenis keluhan, letak keluhan, penjelasan minum obat dan hal lain seputar penyakit. Seru !!!
Keluhan-keluhan atau kondisi semacam mual-muntah, sakit perut, sakit kepala, sakit gigi, tidak mau makan, batuk, sesak, gatal, hamil serta beberapa keluhan lain, masih bisa dimengerti dokter kendati menggunakan bahasa isyarat. Itupun kadang memerlukan energi ekstra disertai kerutan di jidat.

Pengalaman menggelikan banyak dialami para dokter terkait bahasa Tarsan ketika bertugas di tempat yang sebagian masyarakatnya tidak bisa berbahasa Indonesia. Nostalgia tersebut kadang membuat terkekeh-kekeh mengenangnya.

Bagi sejawat yang nantinya berminat ke daerah-daerah pedalaman luar Jawa, penting untuk mengenal bahasa daerah setempat walau serba sedikit, setidaknya bisa dan mengerti bahasa daerah terkait masalah kesehatan. Biasanya sih, 3-6 bulan sudah mulai bisa.

Sayapun dengan senang hati belajar beberapa bahasa daerah di tempat kami. Walaupun minimalis yang penting bisa berbunyi. Bahasa Bugis, minimal bisa sedikit, misalnya: lengeng=telentang, titti=miring, moppang=tengkurap, makan=manre, atau bahasanya acil (om) yang satu ini, misalnya: katur=kesemutan, manggah=sesak napas, buang air kecil=bekamih, dll … dll ..
Eit jangan tanya lainnya, dijamin gak ngerti 😛

:: :: :: sebuah catatan ringan :: :: ::

technorati tags:, , ,

Blogged with Flock

Iklan

29 Responses to “Bahasa Tarsan”


  1. 1 Luna Moonfang Juli 17, 2007 pukul 4:43 pm

    pengetahuan bahasa itu penting … 🙂

    *komen yg aneh* 😆

  2. 2 anas Juli 17, 2007 pukul 5:03 pm

    Perlu kamus sejuta suku donk cak

  3. 3 superkecil Juli 17, 2007 pukul 5:29 pm

    duw duw..
    ngmg2 soal bahasa.. waktu itu saia juga sempet kelabakan pas ada anak malaysia yg baru pertama kali ke indonesia … dia nanyanya wakil dekan dekan dg bahasa mereka… ga dhong ga paham… akirnya setelah nyebutin beberapa nama,,, kena de! eh tau de sapa yg dimaksut…

    ga negbayangin de kalo penyuluhan… jgn2 waktunya habis buat tebak kata or peraga gerak…????

  4. 4 MEONG........... Juli 17, 2007 pukul 5:42 pm

    Dok…… boleh nanya gak…..
    he…he…he… malu sih. tapi ini cukup bikin aku penasaran. Tapi gpp yaa…?
    Dok’… mau nanya masalah kentut….he..he…he… “kenapa ada orang yang kentutnya gak bau, tapi ada juga yang kentutnya busuk banet”, kok bisa yaa….? kenapa dok…..plzzzzz

  5. 5 Juliach Juli 17, 2007 pukul 5:53 pm

    Ini ada cerita seorang ranger pulau rinca, flores yg membutuhkan bantuan keuangan karena dia diopname di RS. Dia menulis surat ke Jerome, teman saya di Paris, karena Jerome berpesan kalau butuh apa-apa bisa mengandalkannya.

    Karena tidak punya uang, si ranger ini titip surat ke klien-nya yg akan balik ke Swiss. Lalu orang itu mengirim surat itu via pos ke Paris.

    Di surat itu dia menulis dgn bahasa inggris ala kadarnya, dan menerangkan kalo dia sakit maag akut dgn mengambar lambung yg terbakar. Waktu itu Jerome geli sendiri, pantas aja lambungnya terbakar, orang setiap hari makannya nasi dengan sambal yg pedas sekali tanpa lauk dan sayur.

    Breff, setelah mengirim uang via Western Union, Jerome menulis surat ke ranger itu dan berpesan Stop makan nasi & cabe doang dgn mengambar orang makan sesendok nasi + 1 cabe merah besar dan gambar itu dicoret. Bayangkan seperti rambu lalu lintas sepeda dilarang masuk = gambar sepeda dicoret.

  6. 6 Titah Juli 17, 2007 pukul 5:54 pm

    cak, bahasa tarsan-nya “meong kentut” gimana ya?

  7. 7 cakmoki Juli 17, 2007 pukul 6:22 pm

    @ Luna Moonfang,
    iya Teh, penting banget. makin banyak menguasai bahasa makin banyak pula yg diketahui.
    Btw, bikin kamus mini bahasa sunda dong, sumpah ™ sy kesulitan melagukan yg satu itu 🙂

    @ anas,
    andai bisa, asyik kali ya.

    @ superkecil,
    hihihi gak kebayang, jangan-jangan jadi bahasa aneh ya
    eh apa tuh bahasa malaysianya, kasih tau dong

    @ MEONG…,
    beda bau kentut, … karena kadar gas asam sulfida sebagai gas produk pembusukan usus setiap orang gak sama. kalo yg produksi gas asam sulfidanya banyak baunya sedeeeepppp 😀

    @ Juliach,
    hahaha, keduanya kreatif. Sy gak kebayang lho, bisa menggambarkan penyakit maag via gambar, pelajaran baru nih. 🙂

    @ Titah,
    walah, sulit mbak, pakai njengking segala soale 😀

  8. 8 starflake Juli 17, 2007 pukul 7:07 pm

    menguasai banyak bahasa juga bisa ngrasani tanpa orang lain tahu yang kita omongkan cak..heheh…

  9. 9 tyas Juli 17, 2007 pukul 7:58 pm

    koreksi dikit, bahasa bugisnya tengkurap (kalo ga salah) = moppang pakde

    *sotoy banget gue*

  10. 10 deKing Juli 17, 2007 pukul 8:31 pm

    Iya ya Cak, kesalahtafsiran dalam bidang kesehatan bisa berakibat fatal. Kalau begitu dokter belajar bahasa yang banyak dulu cak 😀

  11. 11 Lee Shan-in Juli 17, 2007 pukul 9:40 pm

    katur=kesemutan, manggah=sesak napas, buang air kecil=bekamih,

    Bukannya bahasa amang, pak? 😕
    Wew… Rindu bahasa banjar 😆

  12. 12 Astri Juli 17, 2007 pukul 11:46 pm

    Kalo saya cak, begitu nyampe suatu tempat baru langsung nanya sama orang setempat yang bisa dipercaya bahasa sananya demam, batuk, pilek, mencret, trus perut, sakit. Pokoknya yang buat common illness dulu lah. Tapi buat sehari – hari kadang pake penerjemah (perawat) kalo di poli, terutama kalo pasiennya orang tua dari gunung yang benar2 gak bisa bahasa indonesia.
    Ah, jadi kangen ke tempat antah berantah lagi 🙂

  13. 13 Dani Iswara Juli 18, 2007 pukul 1:44 am

    pak erik tapan dulu pernah posting bbrp padanan istilah / keluhan medis versi bhs daerah..bisa seru kalo dikumpulin..minimal spt ts astri sampaikan..yg umum2 dl.. 😀

  14. 14 cakmoki Juli 18, 2007 pukul 4:23 am

    @ starflake,
    iya mbak, dirasani yg penting ikutan tertawa 😀

    @ tyas,
    wah, makasih mbak … hehehe asyik ada dari Makassar nih 😉

    @ deKing,
    betul, …
    belajarnya setelah di daerah kang, biasanya dadakan

    @ Lee Shan-in,
    iya San, bahasa banjar sering juga dipakai, kadang campur …

    @ Astri,
    hehehe, memaksa kita kluyuran dulu cari info, itu untungnya tugas di daerah kali ya …
    kalo kangen daerah perlu sekali-sekali nengok mbak 🙂

    @ Dani Iswara,
    wah, sip itu … bisa untuk bekal teman-teman yg lain.
    Ada temen yg udah 3 tahun lebih, blass gak bisa bunyi bahasa daerah, dicatat masih lupa juga 😀

  15. 15 gatot Burisrowo Juli 18, 2007 pukul 11:31 am

    Cak moki, anak saya (2th)jatuh dan sikunya bengkak. Sehari kemudian di rontgen dan dokter bedah tulang anak yang menganalisa foto rontgen itu menyatakan ada patah tulang, tapi ringan jadi ngak perlu di gips atau obat. cukuk dikasi parem beras kencur. “biarkan saja nanti dua minggu kembali, katanya. Sehari dari dokter itu, siku kanannya memang tambah bengkak. tapi anaknya sih ok-ok saja. ndak rewel meskipun kalau ke sentuh atau ngak sengaja/reflek menekuk siku dia nangis. Semalam tidurnya juga nyenyak. mohon penjelasan kenapa ngak perlu di gips ya, soalnya saya ngak ngerti penjelesan dokter itu. apa ndak bahaya? terima kasih sebelumnya.

  16. 16 kangguru Juli 18, 2007 pukul 12:18 pm

    Dok saya udah pasang balon di ibu jari saya, kok istri saya masih hamil juga gimana dong dok?

  17. 17 itikkecil Juli 18, 2007 pukul 12:26 pm

    cak… gini-gini saya dulu pernah jadi penyuluh untuk mbak-mbak yang kerja sebagai pemijat plus… setahun di sana, saya malah ngumpulin bahasa lain untuk vag**a dan p**is :mrgreen: soalnya mereka kalo curhat soal ims maunya pake bahasa mereka….

  18. 18 cakmoki Juli 19, 2007 pukul 1:00 am

    @ gatot Burisrowo,
    ak, patah ringan yg disebutkan dokter kemungkinan patah dalam garis linier yang akan nyambung sendiri sekitar 2-4 minggu. Pada anak kecil tidak perlu gips karena patah linier tidak mengganggu pertumbuhan tulang. Selain itu pemasangan gips pada patah linier dapat mengganggu aktifitas anak.
    Adapun bengkak akan berangsur pulih sekitar 1 minggu.
    Tidak bahaya koq pak, semoga anak tercinta segera pulih kembali 🙂

    @ kangguru,
    hehehe, itu mah gara-gara sarung lepas 😀

    @ itikkecil,
    bagi-bagi dong “bahasa khusus” mereka, untuk koleksi “bahasa” kayaknya perlu, jaga-jaga kalo pas penyuluhan 😉

  19. 19 almascatie Juli 19, 2007 pukul 1:24 am

    Itulah indonesia raya… 🙂
    kapan cakmoki ke ambon nih, hehehhe di tunggu ya
    *bayangkan cakmoki kasih penyuluhan pake bahasa ambon*

  20. 20 itikkecil Juli 19, 2007 pukul 9:29 am

    cak…… hehehehe….. yang jelas bahasa daerah pulau jawa. soalnya kebanyakan pemijat di sini asalnya dari sono…..

  21. 21 sibermedik Juli 19, 2007 pukul 10:57 am

    tuh kan bener…
    apalagi kalo lagi BAKSOS
    ” Mas kulo rasane Pegel2, Keju-Kemeng, Jimpe-jimpe”, etc
    tu kn varian derivat dari kata “Dolor”..lha piye bos??

  22. 22 cakmoki Juli 19, 2007 pukul 12:50 pm

    @ almascatie,
    Jadi kepingin ke sana, menikmati pantainya yg cantik.
    Dulu punya temen dari Ambon, sayangnya gak kepikiran belajar bahasa Ambon … hehehe

    @ itikkecil,
    oh, bahasa jawa tho, saya kira ada bahasa khusus, misalnya: p3n** diganti lemper, atau v*g** diganti endhog ceplok, hahaha

    @ sibermedik,
    iya tuh, sekarangpun istilah tersebut masih dipakai …
    Di kalimantan juga digunakan lho, misalnya keju-kemeng diidentikkan dengan myalgia, dll

  23. 23 suandana Juli 19, 2007 pukul 2:29 pm

    Cak, kalau padanan kata untuk bahasa khusus yang ‘itu’ *sungkan nulisnya, soalnya masih terbilang anak-anak sih…*, kan sudah disosialisasikan sama JTV (maaf, sebut merek)? Yang di acara Pojok Kampung dulu itu, lho Cak… Pernah nonton ndak ya?

    Kekayaan bahasa daerah di Indonesia ini memang sangat menakjubkan. Tapi kadang ya cukup menyulitkan. Saya juga sering kesulitan menjelaskan pengertian istilah-istilah IT kepada anak-anak saya yang notabene lebih sering menggunakan bahasa daerah… Yah, tantangan tuh… Membuat jadi tambah semangat 😀

  24. 24 venus Juli 19, 2007 pukul 7:15 pm

    hehehe…seru juga ngebayangin dokter-pasien pake bahasa isyarat. mudah2an jgn salah diagnosa, apalagi salah obat, huaaaa…

  25. 25 Rizma Juli 19, 2007 pukul 9:58 pm

    gile tuh cak,, Mama Ma jago banget bahasa apaan tau,, tergantung pasien gitu,, pasien orang batak, dia langsung berubah dialeknya,, orang chinesse, langsung pake basa mandarin,, orang kampung manaa gitu di Palembang, eh bisa juga,, anak gaul, ya langsung begawl gitu,, edan deh,,
    Ma ga bisa kaya gitu,, perlu pengalaman 20an taun buat bisa jadi kaya gitu,,

    tapi ya cak,, Ma pernah dikatain ga ilmiah sama kakak tingkat Ma waktu Ma cerita kalo Mama Ma dulu jaman Ma SMA klas 1 ngajarin kalo tipes itu ususnya koreng,,
    Kan anak SMA klas 1 blom kenal ulkus sama perforasi,, benci deh!!!!

  26. 26 cakmoki Juli 20, 2007 pukul 1:01 am

    @ suandana,
    waduhhh, saya gak pernah nonton je-te-ve pojok kampung je, soalnya channelnya terbatas. Kalo sungkan nulis diganti pakai omongan aja gimana? atau skrinsyut, gak pp, kita kan sama anak-anak, hahaha … istilah “dalam sarung” kali 😉

    IT lebih sulit kali ya … mau njelaskan peralatan komputer repot kalo para siswa gak punya. Kecuali kalo mau keliling desa bawa komputer 😀

    @ venus,
    wah, gawat kalo sampai salah diagnosa dan salah obat. Yg masih bisa dilihat sih enak, kalo bongso jeroan piye jajale.

    @ Rizma,
    Hebat, perlu ditiru dong beliau. Eh, … biasanya gak sampai tahunan koq Ma. Asalkan mau keluyuran, cepet bisa deh. Yg paling efektif ke pasar tradisional, seruuu. Kalo gak ernah ke pasar tradisional kalah sama sy, hehehe 😛

    eit, jangan benci ah, ntar berubah rindu 😀

  27. 27 Lita Juli 20, 2007 pukul 1:05 am

    ASI? Kalau ke klinik laktasi -katanya- justru harus diperagakan dan dipraktekkan langsung oleh ibu.
    Yang susah ya kalau penyuluhnya laki-laki, dong. Gimana nyontohinnya? Ya comot aja satu ibu (plus bayinya) yang hadir. Laki-laki disuruh keluar dulu. Termasuk dokternya? Nah lho bingung 😀

    Paling nyaman sih pakai gambar ya 🙂

  28. 28 Lita Juli 20, 2007 pukul 1:07 am

    OOT: cak, kalau nge-blog pakai Flock, form komentarnya kok ketutup ya? Atau memang sengaja diatur begitu? (untuk posting ‘masuk angin’)

  29. 29 cakmoki Juli 20, 2007 pukul 1:32 am

    @ Lita,
    sy biasa pakai gambar koq … pernah nggodain ibu-2 untuk demo (padahal ada yg sedang nyusui), malah sy dikerjain disuruh adegan buka, hahaha
    Andai ada yg mau, seru kali … laki-laki disuruh keluar gak masalah asal masih ada celah 😛

    Eh, ntar saya tak login, cek dulu … posting ini juga paki Flock.
    Sudah sy cek, ada tuh kolom komennya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso ™

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

Jangan Korupsi Ah

No Korupsi

Internet Sehat

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

[Valid RSS]

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 5,284,831 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters


%d blogger menyukai ini: