Semester Maut

Masih ada enggak ya, seorang dosen yang berkata kepada para mahasiswa seperti ini:

” Nasib saudara-saudara berada di ujung pena saya “

Atau rangkaian kalimat menyeramkan manis seperti:

” Mata kuliah saya sangat sulit, kalau lulus separo, saudara sudah termasuk hebat “.

Ada lagi yang suka nakut-nakuti dengan melontarkan kalimat:

” Dimana ada mata kuliah saya, maka itulah semester maut “.

Dan masih banyak lagi sih, untuk menginvetarisir mungkin perlu beberapa posting serial. halah, kayak sinetron aja.

Suatu ketika saya ngobrol dengan salah seorang dosen FK. Tepatnya saya sebagai pendengar dan beliau cerita-cerita seputar mahasiswa dan mata kuliah yang beliau pegang. Saya sempat tersentak (dalam hati) ketika beliau mengatakan bahwa mata kuliahnya sangat sulit *sebenarnya sih enggak* sehingga bagi mahasiswa sulit lulus.
Lebih kaget lagi saat beliau menyambung bahwa semester yang ada mata kuliah beliau adalah semester maut. *seperti di atas itu tuh*

Beberapa tahun belakangan ini para dosen diperkenalkan Pekerti, yakni paket pelatihan tatacara pembelajaran, seiring dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan perguruan tinggi. Pelatihan pekerti berangkat dari evaluasi Dikti (direktorat perguruan tinggi) bahwa proses belajar mengajar masih belum optimal. Salah satu penyebabnya adalah cara mengajar para dosen.

Pada pelatihan tersebut diperagakan berbagai style mengajar para dosen. Ada yang gak ngeliat mahasiswa saat memberikan kuliah, ada yang selama mengajar selalu memasukkan tangan ke dalam saku celananya (takut ada yg terbang kali ya 😉 ), ada yang menayangkan foto kopian diktat melalui OHP, ada yang gak pakai media pembelajaran sama sekali (pakai mulut doang), ada pula yang tatapannya selalu tertuju ke satu titik agak-agak ke bawah meja … (sambil ngintip sesuatu yang tersingkap 😛 ) …

Kadang ada dosen yang suka melontarkan sebuah kata berulang-ulang. Yang ini biasanya dihitung oleh mahasiswa, trus dibuat guyonan saat sang dosen keluar ruangan. Hayo ngaku !!!
Eh, ada juga sih yang suka OOT … bener gak ya?
Andai direkam pakai kamera tersembunyi, kali asyik sebagai evaluasi.

Selain style cara mengajar, pelatihan ditujukan pada upaya perbaikan kebiasaan sebagian dosen yang hobi membuat nyali mahasiswa menjadi ciut.
Tak pernah diungkap mengapa ada dosen senang mempersulit mahasiswa, menciptakan ketakutan dan sejenisnya.
Ada yang tahu?

Hingga kini, ternyata siklus ini masih berputar. Rupanya pekerti belum mampu merubah style semua dosen dalam proses belajar mengajar.
Kabar baiknya, sebagian dosen mampu merubah sistem pembelajaran sesuai materi pekerti, yakni membuat rencana rangkaian proses pembelajaran secara runtut dan dapat dilaksanakan sesuai jadwal seperti tertulis dalam buku yang telah dibuatnya.

Metode pembelajaran terencana, konstruktif, repetite, mengarah pada tujuan akhir pemahaman materi kuliah yang berujung pada bagusnya nilai ujian merupakan dambaan mahasiswa dan proses belajar mengajar itu sendiri.
Seorang dosen idaman konon mampu menjembatani mata kuliah sulit menjadi menyenangkan.
Beberapa dosen senior mengakui (setelah mengikuti pekerti) bahwa cara yang selama ini dipakai ternyata kurang tepat. Yang senang guyon, tak malu menertawakan diri sendiri …

Bagaimana dengan dosen pencipta horor ?
Apakah cukup ditolerir dengan ungkapan bernada pasrah, misalnya: ” ah, bagaimanapun seorang dosen bermaksud baik, walaupun nampak killer “.
Apa iya ?
Wah, yang ini sih gak ngerti …

Menghadapi aneka rasa style para dosen, mahasiswa tak akan pernah kehilangan akal bulus untuk menaklukkan menyiasatinya.
Ada yang membantu menuliskan materi kuliah dalam bentuk presentasi. Ada pula yang rela mengerjakan tugas-tugas dosen hingga berhari-hari, padahal mahasiswa tersebut menyedot benwit kampus lembur skripsi sambil ngeblog dan chating, …hahaha.

Banyak kiat-kiat mahasiswa untuk menggapai cita-cita … hampir selalu ada jalan menguak kesulitan, termasuk melewati semester maut. Walaupun kadang harus mengulang, … loh? 😛

:: :: :: ngrumpi bersama mahasiswa :: :: ::

Iklan

40 Responses to “Semester Maut”


  1. 1 Luthfi Juli 8, 2007 pukul 10:21 am

    itu mah dosen jadul
    keknya cuman di ugm aja dech adanya
    klo di ipb ada dosen kayak gitu, tiap pulang boleh jadi harus mompa ban mobilnya dulu

    *nyamar jd bukan mhs ipb*

  2. 2 iamedel Juli 8, 2007 pukul 10:38 am

    Pas jamannya saya kuliah keknya gak ada dosen yang nakut2in mahasiswanya deh. Semuanya selalu bilang kuliahnya mudah. Dosen2 yang biasanya suka dibuat guyon sama mahasiswanya itu yang absennya lebih banyak dari masuknya dan digantikan asdos. Jadi asdosnya dipanggil dosen sama mahasiswa dan dosennya dipanggil asdos. Ada juga dosen yang kalo ngomong matanya merem dan sering ditiru sama temen2 -.-; *dasar mahasiswa*

    Oiya, salam kenal pak dokter, blognya informatif banget lho. Keep up the great work =D

  3. 3 cakmoki Juli 8, 2007 pukul 10:58 am

    @ Luthfi,
    eh ugm? hahaha … perlu konfirmasi mhs ugm nih 😉

    klo di ipb ada dosen kayak gitu, tiap pulang boleh jadi harus mompa ban mobilnya dulu

    ancamannya seremmm, jo kereng-kereng po’o mas

    @ iamedel,
    hebat dong 😀 keknya perlu dijadikan contoh ama pt lain, kecuali yg suka digantiin asdos, hehehe
    Salam kenal juga, makasih telah mampir

  4. 4 suandana Juli 8, 2007 pukul 11:00 am

    Wah… ini hasil pengamatan berapa lama, Cak? Akurat banget nih… Jadi kepikiran, apa gaya mengajar saya juga seperti itu ya?
    *mikir*

  5. 5 cakmoki Juli 8, 2007 pukul 12:08 pm

    @ suandana,
    itu bilangnya mhs dan para dosen senior di Unmul (universitas mulawarman), …
    Lho, bilangnya, mas suandana termasuk dosen idaman 😉

  6. 6 tukangkomentar Juli 8, 2007 pukul 8:24 pm

    Mungkin ada baiknya diberi pelajaran “Budi pekerti” di samping “PEKERTI” tersebut, ya??

  7. 7 huda Juli 8, 2007 pukul 10:04 pm

    di tempat saya, ada dosen anatomi ngomongnya cepet banget.. kayaknya sengaja banget mau ngetes kecepatan kita nangkep..! (beneran ni)

    ada juga dosen yang OOT terus. Membahas Sarcoptei scabei bisa terbawa sampai membahas infotainment, trus ngebahas arti dari sebuah nama (biasanya beberapa mahasiswa ditanyain namanya), ujung2nya sama aja kita baca buku doang

    ada juga dosen yg klo masuk hawanya memang bikin horor. Dikit2 nunjuk mahasiswa pake laser pinter yang diarahkan ke jidat, trus disuruh maju njawab pertanyaan.

    hmm… apa lagi ya?

    Oya.. ada juga yg suka bikin sistematika materi sendiri, (beda dengan textbook) supaya mahasiswa lebih mudah inget, dan habis kuliah panjang, ditutup dengan semacam meditasi, supaya materi yg disampaikan nempel terus di kepala…

    ada jg yg cukup duduk dengan microphone, menghadap mahasiswa, setelah itu monolog di depan, tanpa membaca slide atau buku, semua di luar kepala.. ck3x..

  8. 8 mina Juli 8, 2007 pukul 10:27 pm

    lucu-lucu komennya, mulai yang disebut iamedel itu banyak loh, ada yang gak kasih kuliah sepanjang semester, cuma kasi bahan, trus tahu2 ujian, na karena nilai mahasiswanya jelek2, jadi merasa bersalah dan alhasil nilai keluar mahasiswanya A-B-A-B semua. tapi dosen macam gini malah disukai cak huhuhu…. aneh.
    Huda juga lucu 😀 yang suka OOT dan flight-of-idea juga banyak. bisa malah jadi membahas hadist 😀 atau membahas film (loh jangan2 itu saya hahahaha).
    yang nunjuk2 pake pointer itu juga ada loh di sini, ckckckck…

    oya, waktu kuliah di UGM pas ambil IKD&Biomed, kuliah Anatominya diajar oleh seorang professor. beliau ngajarnya pake OHP. slidenya gak ganti kayaknya tahun ke tahun. jadi kadang kita kopi duluan dari kakak angkatan. habis tu dia tidak pernah mengangkat kepala dari slidenya pas ngajar. trus ruangan suka dimatikan kan lampunya. mana ber-AC. setiap beliau membuka mulut mengajar, mahasiswanya langsung tertidur semua lo. tanya aja temen2 yang pernah kuliah beliau huhuhu….

  9. 9 imcw Juli 8, 2007 pukul 11:22 pm

    kebanyakan dosen di fakultas saya dulu berangkat dari mahasiswa juga…jarang banget yang memang mendapatkan pendidikan untuk mengajar…sehingga kebanyakan dari mereka meniru tingkah polah seniornya saat mengajar…jadilah apa yang dinamakan penyakit keturunan…:)

  10. 10 cakmoki Juli 9, 2007 pukul 1:44 am

    @ tukangkomentar,
    “budi pekerti” kelupaan kali … dosen di Jerman sono gimana pak, gak ada yg kayak di indo ya … 🙂

    @ huda,
    hahahaha *ngakak dulu* … biyuh, lebih serem dari bayangan saya. Katanya sekarang dosen fk jawa-bali udah canggih, … atau mungkin pas pemantauan ditampilkan dosen bagus, yang digambarkan mas Huda disembunyiin kali 😛

    @ mina,
    hihihi seru, … eh mbak, sudah jaman lcd proyektor mosok masih pakai ohp sih? oh iya ding, soalnya materi jaman baheula. Rupanya temen-temen kita yg menjalani pendidikan masih harus ngenes ya 😀
    *baca sambil terpingkal*

    @ imcw,
    berarti dimana-mana masih sama seperti dulu ya … “penyakit mengajar keturunan”, hahaha

  11. 11 n0vri Juli 9, 2007 pukul 8:11 am

    Biasanya dosen killer itu karena doi gak pinter-pinter amat, Cak… biar mahasiswa gak banyak tanya 😀

    Waktu jaman kuliahan dulu, kami mengenal ada dua tipe dosen; Dosen Luar Biasa dan Dosen Biasa di Luar.

    Tipe pertama biasanya bagus dan demokratis, saya pernah posting tentang salah satu contoh dosen luar biasa yang bener-bener luar biasa, Alm. Prof. Herbert Feith.

    Kalo tipe kedua, contohnya Prof. Amien Rais, bahkan dulu sempet minta maaf sama mahasiswa karena dipasangi spanduk krn gak pernah ngajar 🙂

  12. 12 AnangYp Juli 9, 2007 pukul 8:41 am

    ada yang sudah pake intenet untuk mbagi tugas kampus dan menyerahakn tugas bisa pake email. tapi masih ada juga yang materi slide nya gak pernah diganti dari tahun ke tahun.., bahkan soal ujian pun bisa ditebak.. hihi 🙂

  13. 13 herry Juli 9, 2007 pukul 10:22 am

    wah…sing koyok ngono model-e….ke laut aja! he he he

  14. 14 cakmoki Juli 9, 2007 pukul 11:45 am

    @ n0vri,
    maksudnya untuk nutupi ketidak pinterannya ya …
    baru denger nih ada “dosen biasa di luar” 😉 (Prof.Amin Rais?) pernah didemo juga? hihihi sibuk simposium kali …

    @ AnangYp,
    lho, pakai email … *garuk-garuk bingung* … jangan2 mhs disuruh download via email tuh. Jaman gini materi gak ganti-2, hiy …

    @ herry,
    direndam ? wah sereme rek 😀

  15. 15 herry Juli 9, 2007 pukul 12:49 pm

    maaf bukannya kemeruh (maaf, maaf) pengalaman buruk saya semasa sekolah malah menjadikan saya membalaskan “dendam” tsb dgn cara yg lebih “manusiawi”. Pernah saya post di sini…. http://ermunazi.blogspot.com/2007/05/perspektif-buy-one-get-one-free.html

    Tapi ya niat baik kadang juga berakibat kurang baik.
    Nuwunsewu….bukannya kemeruh.

  16. 16 RHADIMAS Juli 9, 2007 pukul 2:51 pm

    wehhh, sama Om kejadiannya dengan Papi Dimas.Sekarang kan Papi gi kuliah lagi..tapi Papi sering mengeluh kalo dosennya killer abis..tapi Dimas kasih semangat terus..masa cuma ama dosen gitu aja ko Pi..

    salam kenal ya Om…

  17. 17 ninazski Juli 9, 2007 pukul 6:38 pm

    haha…jadi ingat waktu kuliah D3 dulu…dosen idola saya kata orang jutek tapi menurut saya keren abis..haha…pas kuliah Writing tugasnya dibalikin, dipanggil satu2 buat ngambil papernya, waktu giliran saya dia bilang “mbak kupingmu tu ada berapa???” mak deg tak pikir apa salahku..perasaan kalo kuliah merhatiin terus…saya jawab sambil bingung “dua bu”…doesn bilang “kalo dua itu singular apa plural???” sambil masih jutek…ternyata pas saya cek di pekerjaan saya salahnya cuman “one of his ear” harusnya “one of his earS”…hahah…

  18. 18 cakmoki Juli 10, 2007 pukul 12:04 am

    @ herry,
    udah baca, hehehe sip sip …
    Dendam berujung ibadah, bisa dicontoh koq “mixing and matching” nya 😀

    @ RHADIMAS,
    aduhh Dimas dah pandai nyeritakan papi ya, …
    kasih semangat untuk papi terus ya, moga sukses

    @ ninazski,
    hebat juga bu dosen memilih “pintu” untuk koreksi ya 🙂
    hanya satu huruf doang, hehehe

  19. 19 ninazski aka starflake Juli 10, 2007 pukul 2:36 pm

    kalo bapak saya pas kuliah malah dosennya manut2 aja sama bapak, soalnya praktisi, hahah…trus berhubung paling tua sekelas dijadiin komting juga…hahaha…

  20. 20 Kang Kombor Juli 10, 2007 pukul 3:07 pm

    Wah… dosen saya dulu nggak ada yang begitu, Cak. Saya pernah pada satu mata kuliah hanya masuk 4 kali dari 14 kali pertemuan. Pak dosen ngancam mau memberi saya nilai F. Saya sih ketawa dan bilang bahwa di universitas itu nilai terkecil E, bukan F. Eh, waktu semesteran pak dosen lupa dan saya tetep dapat B. Yang dapat A nggak ada karena pak dosen memang pelit.

    Enaknya kuliah di FE Jur Manajemen begitu. Baca buku saja, nggak usah kuliah. Kadang-kadang masuk kelas malah buang waktu doang. Hihihi… Maaf bapak-bapak dosen.

  21. 21 Juli Juli 10, 2007 pukul 3:33 pm

    Cak,

    Dulu ditempatku ada dosen yang julukannya “Dosen sayap kanan” karena setiap mata kuliah dia 85-90% mahasiswanya nilainya pasti kalo gak D ya E. Jadi kalo diumumin di papan pengumuman, coretan nilai ada disebelah kanan melulu. Setelah beliaunya married julukan “Dosen sayap kanan” nya mulai luntur. Meskipun “sayap kanan”, beliau dosen favorit mahasiswa waktu itu. Karena setiap ada kegiatan mahasiswa beliau suka banget mbantu (nyangkruk bareng gitu Cak..!)

  22. 22 itikkecil Juli 10, 2007 pukul 4:36 pm

    Cak….
    jadi inget pas kuliah dulu…. ada dosen yang dengan teganya ngasih 90% nilai D untuk mahasiswanya. Dia gak percaya kalo ada yang bisa ngerjain soal yang dia buat….

  23. 23 herry Juli 10, 2007 pukul 5:20 pm

    lho iku dosen tah manuk bu…kok gadah sayap…?

  24. 24 jejakpena Juli 11, 2007 pukul 1:49 am

    He eh, memang polemik tersendiri nih dosen-mahasiswa…

    Kurang nyaman juga kalau dosen yang suka `mempopulerkan` diri dengan julukan horor begitu, harusnya objektif dan proporsional aja kan ya…

    Terkadang aneh sendiri, pertimbangan apa yang dipakai untuk mempertahankan gaya `maut`, kalau pertimbangannya jelas tentu saja bagus, tapi kalau cuma sekedar memperkuat claim, `saya ini killer loh, kalian harus tau` dan sejenis lainnya, walah… pas mahasiswa jadi antipati sama aja ujungnya ga ke hasil yang positif juga 😦

    Sama kurang nyamannya juga kalau kita dengar mahasiswa yang kurang semangat berusaha, trus nilainya enggak bagus, terus nyalahin dosen deh akhirnya 😀

    Anyway, senang juga bahwa kabar baiknya tetap ada ^^;

  25. 25 cakmoki Juli 11, 2007 pukul 11:31 am

    @ ninazski aka starflake,
    hahaha, jangan-jangan para dosen malah segan ngasih nilai 😀

    @ Kang Kombor,
    Bukan lupa Kang, emang nilainya B, eh berarti paling tinggi ya.
    4 kali masuk dari 14 pertemuan ya, sy baru denger 😉

    @ Juli,
    ketahuan tuh, sayap kanannya karena belum ada yg mijeti 😛
    suka cangkruk dan gampang nraktir, hehehe … biasanya disenengi mahasiswa katanya.

    @ itikkecil,
    lho bilangnya kalo nilainya banyak D justru gak berhasil ngasih kuliah, ini bilangnya bapak-bapak dosen lho 😀

    @ herry,
    🙂 … 😀

    @ jejakpena,
    mungkin udah kodratnya mbak ya, mahasiswa ngrumpi dosen, trus dosen ngrumpi mahasiswa 🙂

    Sama kurang nyamannya juga kalau kita dengar mahasiswa yang kurang semangat berusaha, trus nilainya enggak bagus, terus nyalahin dosen deh akhirnya 😀

    konon, sebagian mahasiswa semangat belajar saat menjelang ujian, istilahnya SKS (Sistem Kebut Semalam) … katanya sih. Kalo diganti sistem kebut sebulan lebih bagus kali ya 😉 … atau lebih afdhol lagi kalo Sistem Kebut (belajar) Setiap hari, dijamin ilmunya nempel deh … mbak jepe termasuk yg terakhir kan ya 🙂

  26. 26 chielicious Juli 11, 2007 pukul 1:34 pm

    Jujur aja.. buat aku dosen gak terllau banyak berpengaruh ke prestasiku di kampus heheh..aku lebih banyak belajar dari literatur dibanding dari dosen sendiri..ada aja sieh dosen2 yang menyenangkan jadi klo nanya enak2 aja gitu.. tapi lebih banyak yang berbasis text-book..yang cuma ngutip dari buku.. yang notabene mhs nya juga punya.. -_-

  27. 27 Rizma Juli 11, 2007 pukul 1:47 pm

    ada Cak,, adaaa!!! 😥
    hikss,,

    Nasib,, nasib,,
    malah ada yang menjaminkan nilai E!! padahal kan mau lulus S.Ked taun ini,, masih mo dikasi E,, jadinya nunda setaun,, 😥

  28. 28 cakmoki Juli 12, 2007 pukul 2:14 am

    @ chielicious,
    beruntung punya dosen seperti itu.
    asyik tuh, … eh dengan kata lain kayaknya sang dosen kurang improvosasi untuk menjelaskan kalo hanya ngutip.

    @ Rizma,
    koq jadi serem sih Ma. Kirain jaminan nilai B atau A 😀
    Moga aja dosennya berubah pikiran, biar gak nunda-nunda

  29. 29 EkoSuper Juli 13, 2007 pukul 2:43 pm

    Seminggu sebelum ujian semester, pak dosen ngasih bocoran dikit, ” Soal ujian cuman 4, no 1 2 3 gampang, yang nomer 4 kalo bisa ngerjain anda sudah nyimpan nilai 50.
    Begitu ujian, walah soal nomer 4 emang 3/4 mati susahnya. Nomer 1 2 3 bisa selesai cuman 1/2 jam doang (dan yakin 100% benar). Yang nomer 4, liat soalnya aja udah mau muntah-muntah.
    Demgan mantap, soal nomer 4 aku cuekin, pura-pura gak kenal. Paling juga ngulang taun depan.
    Gak dinyana, ternyata nilaiku paling tinggi, satu-satunya yang dapat A. Temen-temen yang ngerjain nomer empat nggak ada yang lebih dari C.

    (Kejadian 12 taun yang lalu)

  30. 30 cakmoki Juli 13, 2007 pukul 6:36 pm

    @ EkoSuper,
    wah asyik dong, … hehehe 12 tahun masih ingat nih 😀

  31. 31 sibermedik Juli 16, 2007 pukul 12:27 pm

    Halah Boz..malah klo dsini mghadapi fenomena ATS (Anak Teman Sejawat)..mboh Wis..pokok’e kayak punya Imunitas Diplomatik..kebanyakan lolos..g tau ya..kadang sebagai mahasiswa apakah kualitas keilmuan mereka bisa dipertanggungjawabkan??? Kasian juga klo mereka cuma ambisi ortu demi melanjutkan DINASTI JUBAH SETENGAH MALAIKAT (dOKTER)

  32. 32 cakmoki Juli 16, 2007 pukul 12:57 pm

    @ sibermedik,
    hahaha, biasanya sih kalo anak TS malah suka dikerjain, disuruh ngulang kalo angkanya agak-agak ngepres.
    Masa sih malah dapet suaka, uenaak tenan 😛

  33. 33 Rizma Juli 16, 2007 pukul 1:19 pm

    ga sempet berubah pikiran tuh cak,, temen Ma dikasih E di ujian Radiologi ada 10an orang gitu,, baru satu bagian tuh cak,, 😥

  34. 34 cakmoki Juli 16, 2007 pukul 2:01 pm

    @ Rizma,
    walah, kasian deh kalo harus ngulang satu semester.
    Tapi ma gak ngulang kan? wajahnya ceria tuh keliatannya 😀

  35. 35 Rizma Juli 16, 2007 pukul 2:28 pm

    masih ada 3 nilai lagi yang belom keluar Cak,, Obgyn, forensik, sama rehab kalo ga salah,, yang lain sih masih dalam batas aman,,
    Ga terlalu bagus sih,, tapi aman,, 🙂

  36. 36 superkecil Juli 16, 2007 pukul 8:47 pm

    yang saia heran…
    nilai faal saia belom lolos dari C
    semoga kali ni lolos jadi A…
    Amien……
    Amien……
    Amien……

  37. 37 cakmoki Juli 17, 2007 pukul 5:08 pm

    @ Rizma,
    yang penting “aman” duluan Ma, dan moga yang lain aman juga sampai selesai 🙂

    @ superkecil,
    hebat dong di atas C terus … 😉
    Amin, moga dapet A

  38. 38 Goferge November 2, 2007 pukul 7:25 am

    ONLINE – DRUGSTORE!
    PRICES of ALL MEDICINES!

    FIND THAT NECESSARY…
    VIAGRA, CIALIS, PHENTERMINE, SOMA… and other pills!

    Welcome please: pills-prices.blogspot.com

    NEW INFORMATION ABOUT PAYDAY LOANS!

    Welcome please: payday-d-loans.blogspot.com

    GOOD LUCK!

  39. 39 Nining Januari 9, 2009 pukul 11:02 am

    cak… kalo hewan yang membawa kuman penyebab impetigo itu… apa,yah???

  40. 40 cakmoki Januari 10, 2009 pukul 12:24 pm

    @ Nining:
    Kuman penyebab impetigo tidak dibawa oleh hewan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso ™

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

Jangan Korupsi Ah

No Korupsi

Internet Sehat

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

[Valid RSS]

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 5,343,888 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters


%d blogger menyukai ini: