Duka Di Balik Senyuman

DI BALIK SENYUMAN PARAMEDIS PTTB

Sinonim: PTTB = Pegawai Tidak Tetap Bulanan

Paramedis (bidan, perawat, petugas gizi, petugas laboratorium, dll) PTTB yang bertugas di unit-unit Pelayanan Kesehatan Dasar seperti Puskesmas, Puskesmas Perawatan (Rawat Inap) dan Puskesmas Pembantu di Samarinda (mungkin juga daerah lain) penggajiannya bersumber pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Selain gaji (mengacu pada jenjang pendidikan) bulanan (dibayar setiap bulan), juga mendapatkan insentif setiap bulan yang dibayarkan 3 bulan sekali sesuai alokasi waktu pencairan dana.

Saya akan menceritakan 2 orang paramedis PTTB ( di Rawat Inap Palaran) yang tahun lalu tidak diterima sebagai PNS.
Satu orang diantaranya adalah PTTB yang gajinya dari pusat, tidak masalah lantaran gaji langsung masuk rekening setiap bulan.
Seorang bidan yang lain sumber gajinya dari Daerah, sekitar 510 ribu perbulan (naik dibanding tahun lalu dan diterima setiap bulan) ditambah insentif 150 ribu perbulan (diterima 3 bulan sekali).
Selain itu, mereka mendapatkan uang jaga (berdasarkan perda) sesuai jumlah jaga selama sebulan yang diterima 3 bulan sekali.

Nah sejak Pebruari hingga Juni 2007 mereka belum terima gaji, insentif dan uang jaga. Berarti selama kurun waktu tersebut mereka tidak terima apa-apa. Konon paramedis RSUD Samarinda juga belum menerima. Wah, kenapa ya?
Satu-satunya hiburan adalah mereka nantinya dapat uang rapel sesuai kurun waktu belum diterimanya gaji, insentif dan uang jaga.
Atau kalimat hiburan: “sabar, sabar … niscaya amal perbuatannya mendapatkan imbalan”. Ya udah, jawaban hiburanpun menjadi klasik, amin ….

Perlu diingat, tugas dan tanggung jawab yang mereka emban amat berat. Mereka harus memberikan pelayanan dengan sikap ramah dan penuh senyuman menghias wajah dan bibirnya. Di sisi lain, nun jauh di relung hatinya jangan-jangan mereka menyimpan duka nan teramat pedih. Betapa tidak, mereka perlu dana transport untuk menjalankan tugasnya. Belum lagi anak-anak yang tak mungkin disuapi janji untuk menjawab jeritan perutnya. Ahhhhh …
Jika ada keluhan terkait pelayanan, merekalah orang pertama sebagai pihak tersalahkan. Merekalah orang pertama yang mendapatkan caci maki.

Catatan kecil ini, moga mampu mengetuk pintu hati para pengambil keputusan. Paramedis (PTTB) adalah sebagian kecil pelaksana teknis di lapangan yang setiap hari bergumul dengan banyak keluhan pasien. Mereka adalah tangan-tangan para petinggi dalam mengemban amanat bidang pelayanan.
Sudah sewajarnya jika para pengambil keputusan memperhatikan mereka, memenuhi hak-haknya, bukan hanya menuntut kinerja semata.

Melalui tulisan ini saya ikut menghimbau agar pengambil keputusan segera memberikan gaji mereka. Mungkin 500 ribuan jumlah yang kecil, namun sangat berarti bagi mereka. Jika perlu, tunda alokasi dana lain semisal dana studi banding, workshop dan sejenisnya. Sungguh ironis jika para pejabat daerah sibuk berkelana ke luar daerah, di saat yang bersamaan ada sebagian bawahannya yang tidak mendapatkan apapun selama 4 bulan *emangnya puasa*
Dahulukan hak bulanan mereka. Sayangi mereka sebagaimana kita menyayangi tangan-tangan kita agar dapat berfungsi dengan baik.
Bisa kan ?

:: :: cakmoki :: ::

Iklan

31 Responses to “Duka Di Balik Senyuman”


  1. 1 Tomy Juni 14, 2007 pukul 4:27 am

    Wah….ini baru sip,.. Kenapa Sich Harus di persulit kaya’ Iklan aja, PTT/PTTB ataupun honor juga Manusia Lho, kaya Lagu aja apa tidak terketuk tuh para yang punya kuasa, Doa Orang Tertindas Lebih Makbul Lho, Ia Kalau Doanya bagus2, Kalau Jelek Gimana? Wah…Guawat Rek.

  2. 2 n0vri Juni 14, 2007 pukul 8:11 am

    Cak, minta tolong Kaltim Post untuk meng-ekspose ini Cak. Ini gak adil. Kan selama ini Kaltim Post udah dapet bahan gratisan dari Cakmoki, bantu dong sekali ini. Kalo perlu jadiin headline. Btw, bilang juga ama Kaltim Post, kalo ngutip artikel cakmoki tetep mesti nyantumin sourcenya (blog ini) -meski gratis-

    Salam hormat buat para staf paramedis itu ya Cak, Jazakumullah khairan katsiraa.

  3. 3 siNung Juni 14, 2007 pukul 8:45 am

    Alhamdulillah, trims Cak, sdh mengingatkan utk tdk melihat ke atas terus.

    Bagaimanapun senyuman tulus akan menjadi sedekah.

    Setelah peraturan menkeu ttg uang makan siang, semoga ditambah uang transport, uang asuransi pendidikan, uang utk internetan 🙂

    Salam dr bis sumber kencono w6077fu (trayek yogya-surabaya)

  4. 4 Juli Juni 14, 2007 pukul 9:01 am

    Ya..ampun !! coba petinggi-petinggi itu suka ngeblog, pasti pikirannya akan lebih manusiawi. Tapi ya memang susah dan seringnya frustasi sih Cak, ngeliat banyaknya ketimpangan disekitar kita yang sepertinya dicuek’in. Mungkin pikir mereka, “wong ya gak kena keluargaku”.

  5. 5 axireaxi Juni 14, 2007 pukul 9:40 am

    duit 500 ribu itu banyak lho pak
    mm.., bisa buat beli bakso berapa mangkokss ya??

    salam,
    adi.n

  6. 6 jurig Juni 14, 2007 pukul 11:01 am

    waduh … 4 bulan ????? … tega sekali para petinggi itu … 😦

  7. 7 cakmoki Juni 14, 2007 pukul 11:17 am

    @ Tomy,
    wah, menakutkan kalo sampai do’a jelek keluar nggak sengaja. hehehe

    @ n0vri,
    hahaha, seru. Yang beginian biasanya hanya sampai surat pembaca. Andai jadi headline, ramai kali.
    Tentang artikel mencantumkan sumbernya koq. Setelah postingan kemarin, beberapa taut hilang di edisi onlinnya. Jangan-jangan nanti gak memuat lagi, hehehe.
    Ok, nanti saya sampaikan … syukron katsiron

    @ siNung,
    ya saya sependapat, apapun kondisinya senyuman adl sedekah.
    Berita menyenangkan, moga bisa terlaksana.
    Lho, ini ngenet dari dalam bis sumber kencono ya?

    @ Juli,
    Sebenarnya udah punya situs juga mbak, cuman ya itu … untuk nggaya kali, soale pengelolaannya diserahkan pihak ketiga, sehingga gak ada interaksi seperti blog.

    @ axireaxi,
    iya banyak, menurut saya juga banyak.
    Menurut penguasa mungkin dikit, kan para petinggi itu sekali masuk restoran bisa keluar 1 juta. hehehe

  8. 8 venus Juni 14, 2007 pukul 11:19 am

    Ya Allah, sedih banget bacanya, cak. Udah coba diekspose lewat mainstream media? Masukin koran, cak. Mudah2an ‘bapak2’ itu tanggap ya 😦

  9. 9 kangguru Juni 14, 2007 pukul 12:08 pm

    Nasib – nasib guru bantu juga begitu cak 700 ribu perbulan dan ngak ada tunjangan lainnya, ngajar ya harus bagus, duh….:-(

  10. 10 Lily Juni 14, 2007 pukul 12:55 pm

    Paling gak setuju aku sama sistem rapelan,
    time value of money,
    nilai uang kan terus menurun seiring berjalannya waktu..

    Malah rugi walopun nerima uang banyak tapi nanti.. X(

    Tapi ya susah Cak,
    emang sistem penganggaran, pencairan dan pertanggungjawaban anggaran kita masih bermasalah di sana-sini.

  11. 11 nayla zahra Juni 14, 2007 pukul 4:16 pm

    Yang Kaya Makin Kaya … 🙂

  12. 12 Nayz Juni 14, 2007 pukul 6:38 pm

    Wah kejam…

  13. 13 Fa Juni 14, 2007 pukul 8:58 pm

    buat Kaltim Post: tulisan yang ini dimuat di halaman pertama yaa…! *ngancem*

  14. 14 imcw Juni 14, 2007 pukul 10:44 pm

    tuntutan banyak, perut lapar, hukum menanti…gambaran nyata kehidupan masyarakat medis republik indonesia…

  15. 15 wulan Juni 14, 2007 pukul 11:43 pm

    Menyitir Rasulullah SAW : Bayarkan upah pekerjamu sebelum kering keringatnya . Turut prihatin. Semoga segera turun rapelannya.

  16. 16 Rahul Juni 15, 2007 pukul 12:33 am

    Subhanaulah Semoga Anak anak mereka tidak terserang Busung lapar gara-gara kelamaan puasa, Dan semoga juga para petinggi tidak buta dan tuli dengan keadaan ini. Tolong dong… para petinggi yang peduli, agar bisa memberikan imbalan cepat turunnya SK PNS buat mereka.

  17. 17 anas Juni 15, 2007 pukul 12:35 am

    Empat bulan, emangnya mereka itu robot yang pake’ baterai apa puasa kok segitu lamanya. Yang di atas, pada mikir apaan sih, sampe’ anak buahnya ngga’ keurus, yang adil donk. Sistem ngga’ akan berjalan donk klo caranya begini.

  18. 18 cakmoki Juni 15, 2007 pukul 12:39 am

    @ venus,
    Belum Bu, yang beginian biasanya dianggap insidental.
    Ntar cari jalan lain. Iya moga tanggap 🙂

    @ kangguru,
    Kadang di balik baju seragam tak sesuai gambaran di balik dapur mereka, … ngenesss

    @ Lily,
    itulah susahnya, … koq gak substitusi aja ya, kasian soalnya kalau sampai terpaksa hutang untuk keperluan pokok. Ahhhh …

    @ nayla zahra,
    yang tidak kaya rawan tertindas, … gitu kali terusannya.

    @ Nayz,
    Ntar kalo jadi Bos jangan gitu ya 🙂

    @ Fa,
    *clingak-clinguk, takut diancam mbak Fa*

    @ imcw,
    wuah, saya jadi teringat UU praktik yang baru, … rumiiit

    @ wulan,
    terima kasih support dan do’anya mbak 🙂

  19. 19 cakmoki Juni 15, 2007 pukul 12:44 am

    @ Rahul,
    Ah, ikut lega rasanya mendapat tambahan semangat.
    terimakasih mas 🙂

    @ anas,
    Mungkin terinspirasi lihat postingan tentang Robot mas, hahaha.

  20. 20 Astri Juni 15, 2007 pukul 6:59 am

    Jadi ingat waktu PTT dulu, gaji dari pusat telat soale kepala dinas belum tanda tangan persetujuan permintaan gaji (CMIIW), insentif daerah lebih telat lagi Januari – Mei dibayar baru dibayar Mei.
    Alasannya sidang anggaran dewan belum selesai, males gak sih… 😦

  21. 21 peyek Juni 15, 2007 pukul 10:45 am

    lha alasan mereka apa? apa hal-hal seperti ini tidak menjadi skala prioritas tingi buat mereka?

    sunat-sunatan lagi? bikin muntab nih cak!

    *jadi semakin berani buat nylenthik*

  22. 22 chielicious Juni 15, 2007 pukul 11:51 am

    Huh gak pake otak dan hati yah jadinya kayak gini *manyun*

  23. 23 jejakpena Juni 15, 2007 pukul 4:18 pm

    ikut prihatin Cak…
    kira-kira penyebab sering ditundanya ini apa ya? karena bukan sekali dua kali hal kaya begini kejadian, guru honor juga sering mengalami hal yang sama katanya…
    *miris*

  24. 24 cakmoki Juni 15, 2007 pukul 5:18 pm

    @ Astri,
    hahaha, puasa 3 bulan sudah biasa ya Mbak.
    ck ck ck, gak bisa bayangkan di NTT puasa, trus makan nasi pakai sayur doang?

    @ peyek,
    skala priritas gaji (penghasilan) sendiri kali, atau mlaku-mlaku.
    Linting baju cak, tapi gak usah muntab … rujakan ae 😀

    @ chielicious,
    sabar … sabar mbak.

    @ jejakpena,
    Saya nggak tahu penyebabnya mbak, kalo argumennya sih bisa macam-macam. Iya, mirip temen-temen guru honor, cuman paramedis jarang diekspose.
    Trims keprihatinannya, moga segera berubah ke arah lebih baik.

  25. 25 telmark Juni 15, 2007 pukul 7:14 pm

    4 bulan `ga dpt gaji ???? makannya pake apa ????

  26. 26 cakmoki Juni 16, 2007 pukul 12:49 am

    @ telmark,
    itulah pak, seingat saya pakai nasi. Tambah lauk pauk dan sayuran ding.
    Belum terpikir sampai sana kali 😦

  27. 27 mei Juni 18, 2007 pukul 1:43 pm

    dan saya selaku anggota ‘paramedis’ juga mengiyakan data2 yang terjadi.

    padahal sebagai paramedis, kalau kami bekerja d rumkit2 daerah..kami harus melayani dan merawat dengan penuh senyuman..kadang berpikir, gimana kami bisa tersenyum kalau gaji kami buat beli susu anakpun tak bisa???, tapi lagi2 kami memang hanya bisa meng-amini- idiom, suster=susah terus.

    PPNI???mboh kmana itu perginya???

  28. 28 cakmoki Juni 19, 2007 pukul 3:53 am

    @ mei,
    wah sama aja dimana-mana ya, nggak ada yang mbelani.
    Saya pernah mintakan tambahan insentif bisa mbak, tapi ya gitu, ruwet, direwangi gegeran.
    PPNI-nya sibuk cari sumbangan kali 😦

  29. 29 smartkoko November 24, 2008 pukul 5:09 pm

    saya seorang dokter yang tugas di kecamatan.

    tadi pagi saya diminta menandatangani penerimaan uang jaga dari dana jpkmm. jumlahnya mungkin 1,8 juta. tapi saya tak niat menandatangani lagi. soalnya dulu, saya tandatangan sekitar 900rb ternyata yg saya terima tak sampai 300rb.

    dipotong pajaklah, dipotong pengelola lah, dan juga dipotong pelaksana tugas kepala puskesmas. kini, setelah saya tak tanda tangan, dinas tidak mau terima lagi laporan pertanggungjawaban itu.

    bagaimana menurut anda?

  30. 30 cakmoki November 25, 2008 pukul 9:57 am

    @ smartkoko:
    Kalo dipotong pajak, emang ada aturan untuk item-item tertentu, tapi tidak ada potongan untuk pengelola, apalagi untuk plt kepala puskesmas … di mana tuh masih ada yang beginian?
    Menurut saya, tidak usah tanda tangan dan tidak usah diterima, kalo gak sama antara yang ditanda tangani dengan yang diterima.
    Adapun dinas gak mau terima laporan pertanggungjawaban, itu persoalan mereka. Kenapa gak diekspos? 😀

  31. 31 black Maret 12, 2009 pukul 11:07 am

    PARAMEDIS…. Sial bener nasibmu….. ndak seperti guru… gajinya dobel…. karirnya mudah, sekolahnya murah, nggak perlu pinter-pinter amat, yang penting bisa demo…. nggak seperti tentara dan polisi, sekolahnya nggak perlu tinggi-tinggi tunjanganya bukan main banyaknya…. PARAMEDIS, GAJINYA selalu terlambat, kecil, tunjangannya sedikit…. emang negera ini matanya buta, kupingnya tuli buat paramedis….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso ™

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

Jangan Korupsi Ah

No Korupsi

Internet Sehat

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

[Valid RSS]

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 5,343,886 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters


%d blogger menyukai ini: