Rumah Sakit Tanpa Opname

Poliklinik Raksasa itu bernama RSUD Samarinda

Peresmian RSUD Type C plus Kota Samarinda sejak awal terkesan dipaksakan, buru-buru dan tanpa persiapan matang. Alhasil jadilah seperti saat ini. Hanya pelayanan UGD dan Poliklinik. Tidak menerima pasien opname. Kayak Poliklinik Raksasa. Lucu sekaligus memprihatinkan.
Padahal RSUD tersebut direncanakan sebagai unit swadana (mampu membiayai dirinya sendiri *dalam beberapa hal*) pada tahun ke empat setelah operasional. Artinya sejak dini sudah seharusnya dikemas dalam konsep swakelola bertahap sebagai persiapan menuju swadana.
Mengapa tidak berjalan sesuai harapan ?

Mungkin ada pihak yang bertanya, terutama pasien dan mestinya khalayak, terlebih para wakil rakyat yang terhormat itu.
Mengapa sampai kini belum menerima pasien opname ?
Bagi yang lebih peduli, pertanyaan mungkin berlanjut dalam bentuk rangkaian pertanyaan.

  1. Apakah dananya kurang?
  2. Apakah belum ada sistem dan Peraturan Daerah (Perda) sebagai payung hukumnya?
  3. Apakah Tenaganya kurang ?
  4. Apakah sarana nya belum memadai ?
  5. Apakah belum siap ?
  6. Apakah para konsultan sudah berkerja sesuai bidangnya?
  7. Apakah semua institusi terkait mempunyai niat serius untuk mengoptimalkan RSUD?
  8. Kapan bisa menerima pasien untuk opname?
  9. Ngerti enggak sih?

Semoga saja pertanyaan-pertanyaan tersebut sedikitnya segera ditindak lanjuti oleh pihak terkait khususnya Pemkot Samarinda *tautan ini moga di baca oleh Pemkot*
Baiklah saya ingin memberi sedikit gambaran agar para pembaca dapat memberikan kontribusi agar RSUD tersebut segera melayani pasien opname.
Atau bisa saja ramai-ramai ikut ngeroyok menyuarakan aspirasi.

  1. Pertama: Dana tidak kurang, malahan berlebih *jumlahnya tidak usah ya* . Eh omong-omong tenaga honornya udah dibayar belum sih?
  2. Kedua: Pedoman Sistem Pengelolaan dan draft Perda sudah ada sejak tahun lalu *harus yakin, karena saya yang buat, gratis, hehehe*
  3. Ketiga: Tenaga tidak kurang, total tenaga saat ini ada 40 orang dari berbagai bidang.
  4. Keempat: Sarana sementara cukup memadai *ruangannya mewah lho*
  5. Kelima: Mestinya siap dan sudah bisa melayani pasien opname.
  6. Keenam: Meibi yes meibi no, sepertinya banyak tidaknya *pemborosan, bahhh*
  7. Ketujuh: Gak ngerti *kebanyakan rapat kali*
  8. Kedelapan: gak jelas *kapan ya …*
  9. Kesembilan: meneketehe *anggap aja ngerti*

Dengan melihat sekilas kondisi RSUD tersebut, mestinya sudah bisa melayani pasien opname, minimal 10 tempat tidur pasien umum dan 2 tempat tidur pasien bersalin (melahirkan).
:: :: :: banyak omong cak, bantu dong :: :: ::
Eh, iya … siap bantu koq, sesuai komitmen sejak awal. Gratis, sekali lagi gratis.

:: :: :: Mengulang Tawaran :: :: ::
Begini, siapkan sedikitnya 11 orang tenaga paramedis (termasuk 4 orang bidan). Langkah selanjutnya:

  • Kirim ke Rawat Inap Palaran (sekitar 15-30 menit perjalanan) untuk dilatih sesuai jadwal giliran tugas berurutan, yakni 3 hari tugas pagi hingga malam, 2 hari off.
  • Ntar para petugas akan melayani pasien opname di Rawat Inap Palaran sesuai Petunjuk Teknis tata cara perawatan yang ramah, informatif dan bersahabat, sungguh !!!
  • Alokasi waktu pelatihan minimal 1 bulan (tanpa makan, eh maksudnya makan juga tapi beli sendiri) *namanya juga freeware opensource*.
  • Insya Allah, sekembalinya dari pelatihan perawatan, paramedis sudah mampu memberikan pelayanan perawatan (pasien opname). Selain itu semua paramedis juga dilatih entry data rekam medik. *uenak tenan*
  • Untuk dokternya, minimal 2-3 orang dokter umum, gak perlu pelatihan *soale sama je*, kita berbagi aja. Sila datang sesempatnya, ikutan merawat pasien, sambil baca tatacara perawatan pasien opname mulai pravisite (sebelum mengunjungi pasien), visite (mengunjungi pasien), pascavisite (setelah mengunjungi psien) dan lain-lain yang dianggap perlu *makan bawa sendiri ya* πŸ˜›

Nah, apa sulitnya, enak kan?
Oya, sekalian saya himbau, bagi konsultan tapi belum memberikan kontribusi apapun sebaiknya undur diri deh. Selain boros, masa sih bakal mau terima dana tanpa ada karya nyata, malu ah.

MOTTO:
Utamakan pelayanan, niscaya yang lain akan datang dalam bentuk dan waktu yang tidak kita ketahui. Percayalah !!!

Iklan

30 Responses to “Rumah Sakit Tanpa Opname”


  1. 1 wulan Juni 12, 2007 pukul 5:39 pm

    Wah..sayang banget, udah berdiri RSUD tapi fungsinya belum optimal. Apalagi dari penjelasan Cak Moki, kayaknya sarana prasarana udah lengkap tuh. Atau mungkin masih kurang pe de kali… ;)Tentu harapan kita semua semoga RSUD Type C Kota Kaltim segera membuka Instalasi Rawat Inapnya, jadi pelayanan kesehatan bisa merata ke segala lapisan masyarakat, dan juga gak perlu rujuk sana-sini. BTW,ruang radiologinya udah ada belum pak? boleh nih saya coba daftar…he..he.

  2. 2 wulan Juni 12, 2007 pukul 5:41 pm

    eh maaf..koreksi…maksudnya RSUD Type C Kota Samarinda.

  3. 3 Titah Juni 12, 2007 pukul 5:50 pm

    mungkin belum pede aja cak, masih bingung gimana mulainya… btw rumah sakit type C itu gimana sih? harusnya gimana?

  4. 4 ndarualqaz Juni 12, 2007 pukul 6:48 pm

    waduh, rumah sakit tanpa opname, hiiii, syereeeemmmm, ntar kalo malem kan malah sepiii banget, kalo ada yang opname khan paling nggak ada ynag njagaain rumah sakit, minimal yang njaga pasien.

  5. 5 Dani Iswara Juni 12, 2007 pukul 9:35 pm

    mungkin cuman perlu diingetin lg aja cak.. πŸ˜€ [bahwa tawaran & niat baik masi berlaku..]

  6. 6 Tyas Juni 12, 2007 pukul 9:43 pm

    harusnya tulisan yang ini aja yang dimuat di Kaltim Post dok, eh sama tulisan yang tentang dokter yang ga mau visite boleh juga tuh, hihi….

  7. 7 peyek Juni 12, 2007 pukul 11:13 pm

    Weh sebenarnya mudah ya cak!, heran, kenapa kok dibikin sesulit itu, pelayanan kesehatan masih saja dibikin sulit, mungkin kata mas Dani bener cak, diingatkan sekali lagi dengan pasang muka sangar! hehehehe

  8. 8 Domba Garut! Juni 13, 2007 pukul 12:13 am

    wah, mungkin itu ngejar cash-flow dulu kali… khan kalau udah denger kata swadana berarti ya harus siap2 cari pengembalian dana yang di investasikan πŸ˜‰

    Semoga klinik raksasanya kian hari makin tambah mandiri deh dan bisa melayani khalayak..

  9. 9 liliks Juni 13, 2007 pukul 1:04 am

    selamat berjuang mewujudkan yang belum terwujud cak. semangat…..

  10. 10 cakmoki Juni 13, 2007 pukul 4:43 am

    @ Wulan,
    Amin, moga-moga segera terwujud sesuai harapan warga masyarakat.
    Ruang Radiologi sudah ada mbak, lumayan mewah.
    Nah itu dia, tenaganya sangat kurang namun peraturan terbaru tidak boleh mengangkat honorer, harus melalui test. Kalo keahlian kayak gitu di kaltim (termasuk samarinda) masih langka, semuanya dari luar daerah. Saya kira sepulang dari Jepang udah di RS lho πŸ™‚

    @ Titah,
    iya kali.
    RSUD Type C plus, dari segi sarana minimal 100-120 tempat tidur, bisa dimulai sedikit demi sedikit sesuai tenaga yang tersedia.
    Jenis dokter ahli: Penyakit Dalam, Bedah, Anak, Kandungan ditambah beberapa keahlian lain. Penunjangnya: Laboratorium, Radiologi, Klinik Gizi, Fisioterapi (rehabilitasi medis), dll … bisa juga ditambah jejaring pendidikan untuk fakultas kedokteran.
    Kira-kira sama seperti RSUD Madiun.

    @ ndarualqaz,
    Gak menakutkan koq Mas, kamar mayatnya aja kayak restoran, hehehe

    @ Dani Iswara,
    Ok mas Dani, ntar diulang lagi

    @ Tyas,
    Hihihi, seru. Jangan kawatir, teman-teman udah baca juga koq. Moga Pemkot Samarinda dan Dinas Kesehatan juga baca.
    Ntar linknya saya baca mbak.

    @ peyek,
    Iya cak, agak buka-buka dikit supaya kita semua tahu bahwa hal yg sesungguhnya mudah kadang dibuat rumit … “hanya karena rupiah” *malah ndangdutan* Gak bisa sangar je, apa pinjem topeng ya

    @ Domba Garut!,
    Lho lho koq udah tahu duluan nih, dapet bocoran darimana, hayo πŸ™‚
    Benar, ada yg tidak saya tulis, bukan hanya masalh cash flow, malah ada gegeran rebutan “outflow”, padahal untuk resource. Ah, kalo tahu nominalnya kaget deh, hahaha.
    Ya, terimakasih, akan saya sampaikan kepada teman2 di sana.

    @ liliks,
    Nggih, maturnuwun. Cuman bantu-bantu kalo mau dibantu, hehehe.

  11. 11 Evy Juni 13, 2007 pukul 6:07 am

    Mudah2an bisa berkembang ke type B, *piye sih tipe C aja belum jalan* ya namanya doa, type B khan ada OK-nya… lha mosok to cak RS sing gede iku ga ono rawat inap nya, trus di Samarinda nang endi klo perlu rawat inap?

  12. 12 Master Li Juni 13, 2007 pukul 7:52 am

    Yang di Samarinda, ibukota prv saja begitu. Susah kalo ngebayangin di kabupaten…

    Pertama: Dana tidak kurang, malahan berlebih

    Tanya~ Kenapa~? :mrgreen:

  13. 13 cakmoki Juni 13, 2007 pukul 9:06 am

    @ Evy,
    Type B wis onok mbak, RSUD A. Wahab Syahrani, milik propinsi, yang ini masih gres milik Pemkot, ada OK nya juga, sayang gak pakai phenil untuk proteksinya. Mbuh konsultane sopo.
    Kalo rawat inap ya di Type B, … type C plus nggak tahu kapan, ah jadi aneh ya 😦 Tapi orang dikasih argumen kan yo diem, wong gak ngerti.

    @ Master Li,
    iya Gun, yang di Ring road samarinda seberang itu lho, dah tahu kan?
    Yang di kabupaten meneketehe πŸ˜›

  14. 14 omsulis Juni 13, 2007 pukul 10:05 am

    RS tanpa Opname bagai dokter tanpa resep alias nggabrul tok πŸ˜€

  15. 15 imcw Juni 13, 2007 pukul 10:34 am

    kalo nggak salah Kaltim khan termasuk daerah kaya raya di Indonesia…rasanya untuk membangun rumah sakit tipe A sekelas RSCM bukan suatu masalah dari segi dana…asal ada kemauan…ayo Cak terus berjuang…

  16. 16 kangguru Juni 13, 2007 pukul 11:46 am

    ngak aku ngak mau opnameeeeeeeeee
    hehehhe

  17. 17 starflake Juni 13, 2007 pukul 1:04 pm

    nulis di surat pembaca ato kirim artikel aja cak…biar dibaca anggota dewan…

  18. 18 evi Juni 13, 2007 pukul 1:22 pm

    seperti waktu saya melahirkan 1,5 thn yll di rs pemerintah di kota tegal. milih di pavilyun VIP yg baru diresmikan 2 minggu sebelumnya, harganya pun masih di diskon 50 ribu, saya sebagai pasien pertama di kamar itu. pelayanan sih sudah OK sesuai lah dengan standar VIP, tapi masya Allah bangunannya…..kasar sekali jadi kesannya pengerjaannya terlalu buru-buru.

    padahal yg saya tau dari koran setempat pembangunan pavilyun dewadaru itu dananya besar sekali, malah sempat di ributkan.

    heran, kok bisa gitu ya…?

  19. 19 Nayz Juni 13, 2007 pukul 7:16 pm

    saya ikut heran…..

  20. 20 cakmoki Juni 14, 2007 pukul 4:04 am

    @ Om Sulis,
    nggabrul plus tiup-tiup wedhang, hahaha

    @ imcw,
    iya Om Cok, bisa … sangat bisa, kalo mau. Siap berjuang Bos πŸ™‚

    @ kangguru,
    jangan pak, enak sehat je … bisa ngeblog, hahaha

    @ starflake,
    iya kali mbak. Tempo hari malah ada yg demo, entah mengapa masih tetep seperti itu.

    @ evi,
    biasalah Bu, proyek pemerintah konon *menurut bisik-bisik yang sulit dibuktikan* pelaksanaannya tidak senilai yang dianggarkan. Memprihatinkan memang 😦 kita hanya bisa mengelus dada mendengarnya.

    @ Nayz,
    Mari kita heran bersama, hahaha

  21. 21 n0vri Juni 14, 2007 pukul 8:05 am

    Cak, Samarinda kan ibukota provinsi? lha selama ini RS nya tipe apaan? Tipe RSSSSSSSS (Rumah Sakit Sederhana Serta Sangat Sumuk Sehingga Susah Sembuh)? atau malah dibawa ke Bpp?

  22. 22 Lily Juni 14, 2007 pukul 12:49 pm

    “….. bagi konsultan tapi belum memberikan kontribusi apapun sebaiknya undur diri deh. Selain boros, masa sih bakal mau terima dana tanpa ada karya nyata, malu ah.”

  23. 23 cakmoki Juni 14, 2007 pukul 1:25 pm

    @ n0vri,
    Bukan RSSSSS pak. Ada 2 RSUD, yang satu type B milik pemprov, sedangkan yg saya tulis RSUD type C plus milik Pemkot Samarinda, gedungnya cukup mewah, klas III saja ber-ac berisi hanya 5 tempat tidur semi otomatis. Lebih besar dari RSUD Balikpapan. Biaya sampai tahap sekarang ini lebih 100 M. Masalahnya, sayang kan kalau hanya difungsikan poliklinik dan UGD tanpa rawat inap? Padahal dg tenaga yg ada saat ini sesungguhnya bisa melayani rawat inap.
    Kondisi ini juga dikeluhkan warga masyarakat 😦

    @ Lily,
    kenapa mbak, terlalu pedes ya πŸ˜‰

  24. 24 9racehime Juni 14, 2007 pukul 4:23 pm

    yahh mudah2an pemerataan pembangunan bener2 terjadi,,,masa cuma yg di jawa aja yg fasilitas memadai..mudah2an org2 di luar jawa kritis kaya cakmoki,,biar pemerintah ga cuma kipas2 pake duit yg harusnya di alokasikan buat pembangunan ajah,,,,
    vote cakmoki for presiden! *OOT dah,,,OOT,,,*
    hehe..:-)

  25. 25 Fa Juni 14, 2007 pukul 9:09 pm

    hehehe, biasa kali Cak, mereka kan suka berpedoman: “sing penting jadi dulu sampulnya, soal isi dikerjain sambil jalan (klo dikerjain sih)” *sigh lagi*

  26. 26 cakmoki Juni 14, 2007 pukul 11:56 pm

    @ 9racehime,
    iya, moga listrik gak sering padam, jalanan muslus, fasilitas memadai.
    Hehehe, saya gak kritis koq … takut, cuman cerita doang.
    vote jadi blogger ndeso β„’ πŸ˜€

    @ Fa,
    hehehe, mbak Fa ngerti aja …

  27. 27 Ma!!! Juni 15, 2007 pukul 8:46 pm

    Sumpe aneh banget jadinya Cak,, Hmm,, kok RS ga terima opname?? bed-nya dll ada ga Cak?

    Kalo ada mubazir banget,, kalo ga,, kok bisa jadi kategori RS tipe C?? bingungg,,

    pengen punya rumah sakit bagus,, yang ga terlalu mahal dan bikin lapangan kerja orang indonesia bertambah,,

    Ma tambah semangat jadi MARS nih Cak,, πŸ˜›

  28. 28 cakmoki Juni 16, 2007 pukul 12:45 am

    @ Ma!!!,
    Masalah non teknis koq Ma, bukan soal sarana atau lainnya. RS nya bagus, mewah, hanya kurang komunikasi dan pemahaman kali, atau bisa jadi masalah lain yg tidak ada sangkut pautnya dengan manajerial.

    Ok, semangat … moga tercapai cita-citanya πŸ˜€

  29. 29 Budi Oktober 17, 2007 pukul 1:59 pm

    pengalaman mengembangkan rumah sakit swasta murni di kawasan Tanggerang hanya dengan 50 Milyar sudah bisa bangun RS dengan 100 TT, teknologi canggih s/d MRI, tenaga spesialis tetap 4 Besar, biaya operasional 2 tahun, saya yakin kalau niat bener2 dan mau belajar dari para wirausaha swasta yang biasa mandiri, para birokrat kita bisa berhemat kok, cuma kalo niat awalnya mau ‘ngejar setoran…dunia,..yah susah’

  30. 30 cakmoki Oktober 17, 2007 pukul 2:29 pm

    @ Budi,
    itulah masalahnya Mas… kata temen-temen pelaksana pembangunan, rata-rata penggunaan dana hanya 50 %, so sisanya entah terbang kemana.
    Saya sependapat, asalkan jujur.. selain hemat juga bisa berkembang.
    Trims πŸ™‚


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso β„’

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

No Korupsi

Internet Sehat

Translator

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 5,355,779 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters

Translate


%d blogger menyukai ini: