Ada apa DPRD dan PT. Askes Samarinda ?

Tiga anggota DPRD MINTA UANG TIKET kepada PT. Askes Samarinda

Saya samasekali tidak terkejut ketika membaca Kalim Post Cyber News edisi Kamis, 10 Mei 2007 yang memberitakan perilaku tiga anggota DPRD Samarinda meminta uang tiket kepada PT. Askes untuk perjalanan dinas ke luar daerah (Sumatera Barat). Bahwa anggota Dewan Yang Terhormat sudah dianggarkan biaya perjalanan dinas, kita semua sudah tahu. Bahwa perjalanan dinas ke luar daerah dijadikan moment untuk mencari tambahan berupa uang tiket dan sejenisnya, inipun sudah sering kita dengar walau sayup-sayup.
Yang ini beda, lantaran ditindaklanjuti oleh Badan Kehormatan dan diakui oleh pelakunya.
Ada yang belum terendus enggak ? Walah, gak usah pura-pura nanya.

Mungkin pembaca mafhum pernah mendengar bisik-bisik selama ini bahwa yang dimintai uang tiket konon para Pimpro atau Kepala Dinas atau Institusi di bawah Pemerintah Kota.
Koq tiba-tiba PT. Askes Samarinda jadi sasaran ?
Sejak kapan mereka berasyik masyuk bermesraan ?
Adakah proyek atau program Pemerintah Kota Samarinda yang dilimpahkan ke PT. Askes?
Jika ada, berapa nilainya, apa programnya dan siapa saja yang terlibat ?
Sabarrr, sabar temen-teman, mari kita pura-pura melakukan investigasi, mencoba menarik benang merahnya.

KILAS BALIK
Ketika Pilkada Samarinda beberapa tahun yang lalu, Walikota terpilih saat ini menjanjikan pengobatan gratis pelayanan kesehatan tingkat dasar di Puskesmas dalam kampanyenya. Sekitar setahun setelah beliau dilantik, muncul wacana janji pengobatan gratis. Kami semua mengamini, setuju program tersebut sepanjang tidak mengurangi kualitas pelayanan.

Singkat cerita, semua Kepala Puskesmas (saat itu saya masih aktif di Pusk Rawat Inap), Dinas Kesehatan, DPRD dan institusi terkait dipanggil oleh Pemkot Samarinda. Ternyata oh ternyata, pertemuan yang dipimpin bapak Sekretaris Kota menghadirkan PT. Askes sebagai satu-satunya pembicara pemeran utama menawarkan dagangannya plus jargon muluk-muluk yang tidak masuk akal. Tentu banyak yang kaget, terdiam.
Nilai uangnya 18 Milyar !!! Woowww. Padahal sebelumnya usulan belanja obat 1 Milyar setahun tidak pernah terpenuhi. Aneh kan ?

Saat itu, saya paling keras menolak keterlibatan PT. Askes Samarinda dan menduga bahwa pertemuan tersebut rekayasa semata. Secara terbuka saya katakan bahwa “kerja sama” sudah dilakukan sebelum rapat dan pertemuan tersebut hanyalah formalitas belaka.
Mendengar jawaban Kepala PT. Askes Kaltim (maaf sejawat) yang kala itu hadir dan bernada arogan seolah-olah keterlibatan mereka adalah kewajiban, membuat saya muntab. Sayapun tak lagi segan mengusulkan agar Pemkot Samarinda membatalkan “kerja sama” dengan PT. Askes dan mempertanyakan keseriusan Pemkot mengusung program pengobatan gratis.
Mengapa harus kerja sama dengan pihak ketiga, bukankah Pemkot sudah memiliki institusi teknis ?
Bukankah akan memberi celah hilangnya dana rakyat ?
Jawabannya: kebijakan Walikota.

Setelah itu saya (ditunjuk mewakili teman sejawat) diberikan kesempatan mempresentasikan pola atau sistem pengobatan gratis senilai 18 Milyar plus santunan melahirkan anak pertama dan kedua dan santunan kematian.
Hitungan kami setelah memperkirakan kunjungan naik 2-4 kali lipat, dana yang diperlukan tak lebih dari separonya.
Nampaklah (dalam pandangan saya) bahwa program pengobatan gratis tak lebih sebagai lahan mengeruk keuntungan.
Alhasil pemaparan soal efisiensi biaya yang dihadiri Asisten II, DPRD, Camat dan Lurah se Samarinda (sesuai dugaan), hanya formalitas, agar nampak seolah-olah Pemkot mendengarkan aspirasi.

Akhirnya, pada tanggal 15 Mei 2006, pengobatan gratis pelayanan kesehatan tingkat dasar dipaksakan dimulakan.
Banyak kalangan bersorak sorai, maklum mereka belum tahu yang sebenarnya terjadi. Mereka hanya melihat sisi gratisnya. Mereka tidak pernah menghitung berapa uang yang digunakan dan berapa uang yang tak tentu rimbanya.

KESEHATAN HANYA ALAT
Program di atas menurut saya, telah diselewengkan, menggunakan kesehatan sebagai alat dan pengobatan gratis sebagai jargon nan membuai.
Bagaimana kualitas pelayanannya ? Sudahlah nggak usah ditanya. Bibit buruk dan cara menanam yang buruk biasanya menghasilkan buah yang buruk pula.
Pengobatan gratis melalui “kerja sama” tersebut sejatinya menuai layanan kesehatan yang amburadul.
Bukan opini cak, ada bukti, inipun diakui oleh beberapa sejawat pimpinan Puskesmas (yang masih punya hati).

Sering saya bercanda dengan teman-teman, hati-hati kesandung KPK. Yang senang dengan program tersebut, silahkan nguntal uang gak jelas πŸ˜›

Secara matematis, sebenarnya program gak genah ini menguntungkan karena akhirnya lari ke praktek … wuih egois. Tidak benar kan?

KELUAR SISTEM
Kejadian tersebut sudah keterlaluan. Mengorbankan warga masyarakat, mengorbankan pelaku kesehatan untuk diolok-olok, mengorbankan uang rakyat.
Bayangkan sekitar separo dari 19 Milyar bakalan hilang tanpa bekas. Kalau toh pura-pura ditanya DPRD dalam Paripurna, paling jawabannya: sudah sesuai ketentuan. Biasanya hanya sampai di situ.

Inilah salah satu pencetus yang membuat saya lebih cepat keluar sistem. Banyak yang menyayangkan sikap dan keputusan saya. Diminta sementara mengalah, menunggu pergantian Walikota, sayang masa kerja, sayang sudah golongan IV, dll.
Jawaban tetap dan mantab: untuk apa bermakmum kepada imam yang salah, kecuali imam memperbaikinya, lebih baik mufaroqoh πŸ˜‰ *halah*
POKOKE β„’ metu !!!

So, terhitung 1 Januari 2007, saya resmi keluar dari jajaran kesehatan Pemkot Samarinda. Bukan lantas tidak peduli, tentu masih siap membantu.

BENANG MERAH ?
Sudah tahu benang merahnya kan ?
Samarinda dengan penduduk sekitar 600 ribu jiwa, menggunakan dana 18 Milyar setahun untuk pengobatan gratis di Puskesmas dan santunan. Itupun tidak semua, yang tertanggung hanya 300 ribu jiwa. Inilah bentuk “kerja sama” dengan Askes.
Bandingkan dengan hitungan kami yang menelan biaya maksimal tidak sampai separonya dengan hitungan kunjungan 1,5-2 kali lipat jumlah penduduk.
Logikanya, jika membeli sesuatu, kita akan memilih harga yang lebih murah dengan spesifikasi tidak berbeda. Koq milih yang mahal ? Ehm, ehm, soalnya bukan duit sendiri cak.
Keputusan tersebut tentu saja harus disetujui DPRD. Nah !!!

Dengan tetap memperhatikan azas praduga tak bersalah, mudah-mudahan setelah menyelesaikan kelas kakap, KPK memeriksa program ini.
Hehehe, do’a jelek nih !!! πŸ˜†

UpDate:
Moga benar-benar diakses oleh Humas Pemkot Samarinda, katanya sih sudah ada emailnya. Dibuka tiap hari enggak ya, meragukan sih πŸ˜‰

Topik Terkait:

Iklan

35 Responses to “Ada apa DPRD dan PT. Askes Samarinda ?”


  1. 1 Roffi Mei 11, 2007 pukul 12:10 am

    whrakadalah… fertamax…

    cape’ deh

  2. 2 antobilang Mei 11, 2007 pukul 12:43 am

    yang kayak gini2 ini cak, yang patut dimasukkan ke blog indonesia-kita.. pancen tambah edyan…
    btw KEDUAX yah… πŸ™‚
    *joged2*

  3. 3 cakmoki Mei 11, 2007 pukul 6:00 am

    @ Roffi,
    ya ampun, langsung disambar fertamax πŸ˜‰
    Sori, tadi saya tinggal nonton Spurs vs Bolton

    @ antobilang,
    Monggo di masukkan saja.
    Nanti kalo ada orang googling, ketemunya kita-kita juga, hahaha *narsis dikit*

  4. 4 kobi Mei 11, 2007 pukul 9:19 am

    Halo cak moki sorry masih oon untuk urusan blognya ntar tak oprk dulu. Wah cak blogmu apik tenan…tak belajar ning sampeyan yoo cak. Salam buat pak fathur ama bu luki seang meluncur caak. Hidup dokter Indonesia. Hidup MU…wah yen iki kita bersebrangan….Selamat yoo AC Milan sampai final mergo Sir Alex yoo njagokno Milan….Salam hangat saking Surabaya

  5. 5 calonorangtenarsedunia Mei 11, 2007 pukul 12:50 pm

    mmm….
    ya begini kan sudah jamak ya, cak..
    gimana jaman anak2ku nanti..
    wis, biar anak2ku nanti tak didik yang genah terus jadi pemimpin yang berkualitas…

  6. 6 mei Mei 11, 2007 pukul 1:28 pm

    aku kadang bertanya2, pak presiden dan wakilnya itu punya waktu gak ya untuk baca2 blog???

    kalau mereka2 itu sampai baca blogmu cak..wuihh mantheb tenan!!!biar tau permainan anak2 buahnya yang kemaruk duit itu!!

  7. 7 ndarualqaz Mei 11, 2007 pukul 2:45 pm

    ehm….. kesehatan gratis bagi rakyat ya pak, tapi dibalik itu tujuan utamanya adalah menyehatkan kantong pejabat yang sebenarnya sudah terlalu sehat… ENTAHLAHβ„’

  8. 8 Lintang Mei 11, 2007 pukul 3:19 pm

    weleh weleh…pancet ae pejabat indonesia bermental korup bahkan dg alasan sosial sekali pun…ck..ck..ck..

  9. 9 alle Mei 11, 2007 pukul 3:39 pm

    sabar oom,..
    anggep aja zakat kepada org yg gak mampu,..
    [gak mampu gmana???? huh?]
    *sambilmengepalkantanganpengennonjok*

  10. 10 Mashuri Mei 11, 2007 pukul 8:56 pm

    uang anggota DPRD hasil dari “menjual” e-mail rupanya tidak cukup untuk beli tiket

  11. 11 Titah Mei 11, 2007 pukul 10:11 pm

    woo… gitu ta duduk perkara ngambeknya πŸ˜‰
    btw cak, kata temenku semua yang kita katakan harus benar, tapi tak semua kebenaran harus kita katakan. abiz… jadi mules n makin stres je baca begini-beginian. (sing ngongkon maca sapa? hehe… :p)

  12. 12 peyek Mei 11, 2007 pukul 11:40 pm

    lha cak, kapan saya diajak dalam acara pertemuan dgn mereka?
    hehehe sekalian nyelenthik’i mereka itu!

  13. 13 aLe Mei 12, 2007 pukul 4:05 am

    Jian eramm…. *sambil geleng2 kepala*

  14. 14 isha Mei 12, 2007 pukul 2:16 pm

    saya suka ide-ide pak cakmoki86. tapi kalau keluar dari jajaran pemkot, gimana cara mengubah budaya korupsi di dinas?

  15. 15 cakmoki Mei 12, 2007 pukul 6:19 pm

    @ kobi,
    Hehehe, podho belajare Mas. Maturnuwun salam wis disampekno, mbak Luki iku biyen kuru, mbuh saiki, bek-e wis dijamoni Mas Sucianto dadi lemu. Lho, koq gak njago Persebaya bajul ijo.
    Salam juga soko Kaltim, ndesit kecepit πŸ˜€

    @ calonorangtenarsedunia,
    wuih lamanya. Saya nunggu jaman Hana sudah ada perbaikan. Kalo nunggu anak-anaknya, saya udah keburu jadi kakek atau masuk kuburan, hahaha.

    @ Mei,
    Mungkin gak sempat, kakeyan tamu. Kalo laporan dari anak buahnya mungkin isinya baik semua. Sebenarnya kalo gak digerogoti, pemerintah mampu nggaji pegawainya dengan layak, tapi kanggo sing sregep, sing males dipotong utowo dipensiun *wuih kereng yo*

    @ ndarualqaz,
    Hahaha, sampeyan moco saja udah ngerti Mas, heran juga para pelakunya gak kroso. Ikut menikmati ?

    @ Lintang,
    Sosial hanya jembatan didandani make-up aduhai sehingga orang terpesona, dibaliknya … ehm ehm.

    @ alle,
    Jadi beliau-beliau itu termasuk golongan ashnaf fakir miskin ya? hehehe, iyalah rakyat shodaqoh kepada sebagian pemimpinnya.

    @ Mashuri,
    Ah bapak ada-ada saja πŸ™‚ Amplop diganti email biar keren. Satu email pasarannya berapa pak ?

    @ Titah,
    Ngambek tithik koq. Saya sudah matur ibunda, bilang beliau: leren.
    Moga gak ditiru yang lain, soale beda, saya kan masih bisa praktek. Lagian setelah itu diminta teman untuk bergabung dadi guru di kedokteran Unmul. Kalo prosesnya mbulet, kata istri mending ngurusi praktek. Asyiiikkk πŸ˜€

    @ peyek,
    Lha sampeyan di Gresik, repot ngurusi transportnya, ngurangi jatah je. Nyelenthik lewat tulisan wae cak.

    @ aLe,
    iyo Kang, halo kera ngalam.

    @ isha,
    wuaaaa, saya sering ditanya gitu. Masih bisa koq, dengan menitipkan ke orang-orang yang masih punya idealisme, membantu membuat sistem, ikut melatih teknis medis, dll. Malah enak bekerja dibalik layar.
    Setidaknya masih bisa mengontrol institusi yang saya tinggalkan dengan mengunjunginya dan berdialog dengan yang mengganti saya. sejauh ini bisa, entah nanti.
    Ada saran ? πŸ˜‰

  16. 16 calonorangtenarsedunia Mei 12, 2007 pukul 7:48 pm

    kalo gt aku tak beresin kuliah sambil beresin diriku sendiri dulu,,biar nanti pas loncat ke masyarakat udah high quality leader,,gmn, cak?

  17. 17 cakmoki Mei 13, 2007 pukul 12:49 am

    @ calonorangtenarsedunia,
    Setuju Han. Latihannya bikin buletin, kegiatan kampus, dll … yang ini udah kan ? Banyak gunanya saat terjun di dunia persilatan masyarakat.

  18. 18 calonorangtenarsedunia Mei 13, 2007 pukul 6:17 pm

    Latihannya bikin buletin

    Aah..sakit hatiku sih udah sembuh, tapi blm dapet feel nya lg buat bikin buletin..*sigh*

  19. 19 cakmoki Mei 13, 2007 pukul 7:39 pm

    @ Hana,
    Maaf, nyinggung soal itu. Yang penting udah merasakan bikin Buletin atau sejenisnya kan? Soal hambatan anggap aja ujian. Nulis di blog juga salah satu media yang nantinya berguna πŸ˜‰

  20. 21 cakmoki Mei 13, 2007 pukul 11:15 pm

    @ Fa,
    ngenes yo

  21. 22 junthit Mei 14, 2007 pukul 12:51 am

    memanfaatkan kesulitan rakyat..ohh..

  22. 23 n0vri Mei 14, 2007 pukul 8:42 am

    anggota DPRD ya? juga Walikota & Asisten?
    —-> gak heran……
    —-> jangankan biaya pengobatan, biaya penguburan kalo bisa diembat juga pasti abis disikat…

  23. 24 kangguru Mei 14, 2007 pukul 1:24 pm

    saya kan bayar askes tiap bulan boleh ngak ya minta ongkos sama Askes kan dah bayar

  24. 25 cakmoki Mei 14, 2007 pukul 2:15 pm

    @ junthit,
    Pandai cari judul. Yang pinter-pinter banyak juga yang setuju … ohhh

    @ n0vri,
    Lho, koq pak n0vri tahu ada juga biaya penguburan. Ada biaya santunan kematian (meninggal dunia wajar, batasannya nggak ngerti sih). Diembat? Bisa jadi.

    @ kangguru,
    Minta ongkos ngeblog aja pak πŸ™‚

  25. 26 calonorangtenarsedunia Mei 14, 2007 pukul 8:47 pm

    gpp kok, Cak..lha ini makanya aku rajin posting di blog..biar pinter nulis..

  26. 27 sahrudin Mei 14, 2007 pukul 10:55 pm

    saya kurang rajin baca tribun kaltim atau kaltim post. mbok iyao, cak, sekali-kali tulisan macam ini dikirim ke media-media itu. good idea, kan?

  27. 28 cakmoki Mei 15, 2007 pukul 2:59 am

    @ calonorangtenarsedunia,
    Dah pinter nulis gitu, bagus *traktirnya dong*, moga gak ngganggu kuliah.

    @ sahrudin,
    Sudah ada temen yang nulis (secara halus) di kolom opini secara bersambung. Biasanya kurang greget, dua hari sudah hilang gaungnya.
    Nulis di blog lebih awet dan bisa di link ulang, hanya saja tidak banyak yang baca dan kurang luas penyebaran informasinya.
    Bagian saya nyampaikan langsung ke dprd dan pemkot. GAGAL, gak payu, petinggi kota lebih berkuasa.
    Tidak apa pak, diam-diam hal ini terus diperjuangkan. Andaipun gagal, saya tidak kecewa.
    Menurut saya, lebih baik maju perang walaupun kalah daripada diam saja tapi ngersulo, hehehe

  28. 29 calonorangtenarsedunia Mei 15, 2007 pukul 9:03 pm

    Dah pinter nulis gitu, bagus

    mananya yg bagus tho, cak…acak2an gt lho…apalagi kalo dibandingin sm Cak Dokter, Oom Fertob, dll..minder aku..

  29. 30 cakmoki Mei 16, 2007 pukul 3:07 pm

    @ Hana,
    Susunan kalimatnya, materinya, idenya, bagus deh πŸ˜‰
    Kalo saya masih kesulitan memilih bahasa dan susunan kalimat yang tepat, entah bisa dimengerti entah tidak, belum ada yang ngritik sih, mungkin nggak tega.

  30. 31 calonorangtenarsedunia Mei 17, 2007 pukul 1:13 pm

    belum ada yang ngritik sih, mungkin nggak tega.

    kayaknya sih bukan karena ga tega, Cak..tapi karena takut ga diperiksa lagi..

  31. 32 julak ancah Mei 22, 2007 pukul 11:47 am

    bongkar korupsi di pemkot!!!!

  32. 33 cakmoki Mei 22, 2007 pukul 12:15 pm

    @ Hana,
    yeeee, masa ngritik aja gak berani πŸ˜›

    @ julak ancah,
    Halo Julak πŸ™‚
    Mestinya gitu ya Bos.
    Btw, trims kunjungannya

  33. 34 wahyu Agustus 22, 2010 pukul 2:01 pm

    ass… cak.
    muantavvv tenan kui. duit kabeh yo….
    pantesan pada rebutan jd penjahat,, eh pejabat…
    perlu ngawe dukungan 2juta fb neh cak.
    btw coba cak endus juga didaerah masalah Jabatan dokter di unit transfusi darah di daerah.kabarnya ngak pnah masuk2.uang ngalir… he… (jd wedi aku)kabaranginnya bnyak. jg bantuan pmi+utdc ngak jelaz peruntukanya. bt bencana lg… Memang kesehatan tu gampang di bikin proyek. hadooohhhhhhhhh… apa kata sukarno???generasi kita ky gini????

  34. 35 cakmoki Agustus 23, 2010 pukul 12:03 am

    @ wahyu:
    Assalamu’alaikum…
    Duwit kabeh, Mas… πŸ˜€
    Kalo di PMI, katanya sih selalu kurang operasionalnya… mungkin juga dugaan penjenengan ada benarnya.. cuma gak ada orang dalam yang berani mengungkap.
    Maturnuwun


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso β„’

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

Jangan Korupsi Ah

No Korupsi

Internet Sehat

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

[Valid RSS]

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 5,284,831 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters


%d blogger menyukai ini: