Dyspareunia: nyeri saat hubungan sexual

Sekedar selingan: Nyeri saat hubungan sexual

Di kalangan wanita, khususnya daerah pedesaan, sebagian wanita menganggap bahwa rasa nyeri saat berhubungan seksual dihubungkan dengan pengantin baru. Terbayang rasa sakit dan tetesan darah ketika berlangsung ritual “mecah duren“.

Hahhh, “mecah duren” ? Iya, istilah ini pemulis dapatkan dari kalangan lelaki. Artinya membelah durian. Bisa dibayangkan kan? Diperlukan upaya keras dan cucuran keringat *halah* untuk memecah durian. Kesulitan rudal or pangeran kecil™ menembus selaput dara (hymen) inilah mungkin yang mendasari pandangan tersebut. Tentu anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Jika dilakukan dengan lembut penuh kesabaran, rasa sakit saat acara “mecah duren” dapat dikurangi bahkan dihilangkan. Maksudnya “gak sakit kang”. Mak nyusss. Ehm

Berbeda jika lelaki terburu-buru seperti dikejar hansip, maka pelumasan (lubrikasi) vagina tidak optimal, area pacu kurang licin, akibatnya ya sakit.
Makanya, ibarat naik sepeda motor, panasi dulu biar jreng.
Jangan tertawa dong.
Penulis sering mendapati keluhan seperti ini. Masih ingat tho, penulis tinggal di pinggiran kota, sekitar 20 km dari pusat kota Samarinda. Walaupun upaya penyuluhan pra nikah sudah dilakukan, tak mudah dalam aplikasi saat pergulatan di ranjang terjadi.

Nyeri saat berhubungan intim (sexual pain disorder) bisa terjadi pada wanita manapun. Yang sudah bertahun-tahun menikahpun dapat mengalami nyeri saat berhubungan intim. Lho koq bisa ? Ya iya lah, kalau main sruduk tanpa foreplay yang memadai, wanita akan merasa kesakitan.

Pembagian:

  1. Dyspareunia. Kode ICD.10: (N94.1) Dyspareunia . Sakit (pada kemaluan) yang dirasakan saat sebelum, selama dan sesudah berhubungan intim. Alih-alih merasakan kenikmatan, justru menurunkan gairah. Penyebabnya bermacam-macam, diantaranya: gangguan fisik secara umum, gangguan hormonal, kurangnya pelumas vagina, infeksi vagina, dan gangguan lain pada vagina.
  2. Vaginismus. Kode ICD.10: (N94.2) Vaginismus. Rasa sakit akibat ketegangan otot-otot vagina ketika berhubungan intim. Biasanya karena takut, trauma masa lalu dan faktor psikologis lainnya.

Pangeran Kecil ™ ukuran jumbo alias XL kadang menimbulkan rasa takut. Misalnya, saat melihatnya, wanita berpikir: ” ihhh, bisa masuk enggak ya … “. Perasaan seperti ini adakalanya menyebabkan otot-otot vagina mengalami ketegangan.

J o k e:
Seorang suami siap bertempur dengan istri tercinta pada malam pengantin baru. Ketika masuk kamar pengantin nan harum wewangian, si suami bertelanjang dada hanya memakai celana kolor. Pengantin wanita senyum-senyum membayangkan belaian lembut dan nikmatnya melayang ke awang-awang.
Saat melihat kolor suami tercinta dan bayang-bayang pangeran kecil ™ si istri mendadak menjerit panjang lalu pingsan, auwwww.
Tak urang seisi rumah kaget mendapati pengantin wanita tergeletak masih mengenakan daster. Segala minyak harum maupun pedas ditempelkan di depan hidung agar pengantin wanita siuman.
Usut punya usut, ternyata di depan kolor pengantin pria tertulis banner 10 Kg ™.

Ok, sekian selingan seputar “NYERI SAAT BERHUBUNGAN INTIM”. Tulisan pendek ini sebagai pemanasan untuk postingan berikutnya, sekaligus dilengkapi dengan format PDF, yakni: Sex tak selalu nikmat.

Dyspareunia, tidak melulu milik kaum hawa. Lelaki bisa mengalami dyspareunia, misalnya: tidak khitan, penyakit-penyakit pada pangeran kecil ™.

catatan kecil:
Bagi pangeran kecil™ yang sudah terlanjur berukuran jumbo, tak perlu risau. Begitu juga yang berukuran S, tenang man, yang penting kelincahannya 😆

Topik Terkait:

Iklan

64 Responses to “Dyspareunia: nyeri saat hubungan sexual”


  1. 1 antobilang April 15, 2007 pukul 2:19 am

    wah…*terharu* bisa komentar paling pertama di cakmoki

    PERTAMAX!!!!

    btw, saya ndak bisa komentar lebih banyak, coz belum tau rasanya…
    wakakaka

  2. 2 antobilang April 15, 2007 pukul 2:23 am

    ye…
    cerita yang pengantin itu ngasal cakmoki ah…menghubung2kan dengan banner..wakakkaa
    klo versi yg saya pernah baca :

    gara2 si laki2 miskin trus celana dalam aja harus pake bekas kantung gandum…nah pas malem pengantin dia lupa pakai yang ada tulisan NETTO : 50 KG…

    wekekeke

  3. 3 cK April 15, 2007 pukul 2:25 am

    KETIGAXXX!!!
    no comment…karena belom mau pernah merasakan itu saat ini 😛

  4. 4 cakmoki April 15, 2007 pukul 2:35 am

    @ antobilang,
    wah langsung main sambar, melekan nih ya.
    komen gitu aja nggak berani. Nggak bakalan dituduh koq.

    Soal joke banner asal-usulnya sama dengan versi itu, modifikasi dikitlah, sekalian dikurangi 50 kg jadi 10 kg supaya agak logis. Kalo 50 kg, emangnya besi. hahaha

  5. 6 cakmoki April 15, 2007 pukul 2:41 am

    @ cK,
    Baru aja njawab mas anto udah kesalip.
    Ini ada hubungan dikit dengan virgin.
    Yeee, malu-malu. Boleh aja kan, pesan-pesan untuk lelaki *bletak*

  6. 7 cakmoki April 15, 2007 pukul 2:59 am

    @ Luthfi,
    adakah makna tersirat ? 🙂

  7. 8 faiq April 15, 2007 pukul 3:17 am

    Jam segini masih pada ‘melekan’???

    “….. Dyspareunia, tidak melulu milik kaum hawa. Lelaki bisa mengalami dyspareunia, misalnya: tidak khitan, penyakit-penyakit pada pangeran kecil ™…..”

    Lha…. kalau topi baja lecet ?? **mungkin ndak ya?? ❓ **

  8. 9 cakmoki April 15, 2007 pukul 3:45 am

    @ Faiq,
    Hehehe, melekan sambil nonton bal-balan pak.
    Topi baja lecet, periiihhh

    Btw, pindah ke WP ya. Ntar link saya ganti 😀

  9. 10 yudhipras April 15, 2007 pukul 4:23 am

    *ngakak*

    wakakakka.gendheng DOT com

  10. 11 faiq April 15, 2007 pukul 4:42 am

    Hee…, sama…, RCTI khan pak dr.??

    Iya.., nih. Itulah dari plirak-plirik sana-sini, lha kok kepincut WP. Ya terus boyongan aja…, maklum masih pemula jadi perlu banyak bimbingan. Di WP ini tutorial-nya komplit, bila perlu ntar tak terjemahin boso Jawa juga…., biar nyaingin WIKIpedia… he..he..he.

    BTW, terima kasih banyak untuk para tutor sukarelawan di Panduan WP.

  11. 12 cakmoki April 15, 2007 pukul 5:11 am

    @ yudhipras,
    gendheng DOT com ™ hahaha

    @ Faiq,
    ya, hobi bal-balan sih.
    Ada yang pakai boso jowo dalam postingannya, beliau pak Dee di jogja.
    Di wp lebih asyik, saya dulu lama di blogspot. Setelah di wp banyak teman, sambil belajar pada ahli-ahli blog. Semua serba gratis … tis

  12. 13 omsulis April 15, 2007 pukul 7:00 am

    masalah yang paling mendasar (kalo gak salah :D) 80% otak laki2 itu isinya seks,sedang wanita cm sekitar (sekali lg klo benar :P) 20%.
    Seng lanang wes kemut2, tuan putri isih adem ayem. Tobat wes!! 😀

  13. 14 Evy April 15, 2007 pukul 7:27 am

    Hehehe jadi inget malam pretamax… sakit2 enak gitu lhoo…

  14. 15 leeloos April 15, 2007 pukul 9:11 am

    ooo, jadi alasannya selalu seputar psikologis dan sekitarnya yah ..
    kirain ada faktor lain lagi 😛

  15. 16 Lita April 15, 2007 pukul 9:55 am

    Faktor psikologis sangat berperan. Kalau perempuan sudah tegang, alamat bisa ngga bisa ‘dimasuki’. Mungkin bisa, tapi harus maksa dan sakit. Ih tega bener yang maksa.

    Kata DSOG teman saya waktu sedang periksa pranikah (saya menemani), pertama kali coitus bisa sangat sakit, bisa pula tidak, tergantung kondisi psikologisnya.

    Bisa saja foreplay sudah maksimal cak, tapi karena tegang tak pergi dan takut sakit sudah mencekam, ujungnya ya tetep sakit. Siklik ya, takut sakit jadi sakit. Karena sakit, jadi punya ‘alasan’ untuk bilang sakit. Karena percaya akan sakit, jadi sakit betulan. Menyugesti diri sendiri 🙂

  16. 17 deking April 15, 2007 pukul 5:37 pm

    Berarti harus sabar nich…
    Lha kalau sang istrinya yang gak sabar mungkin gak cak? hehehe

  17. 18 madsyair April 15, 2007 pukul 7:28 pm

    ada tambahan bekal nih. matur nuwun dok.

  18. 19 fertobhades April 15, 2007 pukul 7:32 pm

    Padahal baru saya sentil sedikit di http://calonorangtenarsedunia.wordpress.com/2007/04/13/masalah-keperkasaan-lagi/#comment-401

    🙂

    Wah, belum pernah dicoba, cak. Nanti kalau sudah menikah baru dipraktekkan dengan cara-cara yang duahhsyaaatt…. 🙂

    Bagi pangeran kecil™ yang sudah terlanjur berukuran jumbo, tak perlu risau. Begitu juga yang berukuran S, tenang man, yang penting kelincahannya

    Yang penting CARANYA : lincah dan gesit 🙂

  19. 20 peyek April 15, 2007 pukul 10:10 pm

    wah ngakak dulu cak he…he…he…
    soale pertama kali nefsong, jadi harus baik-baik memberikan sesajen sama pangeran kecil ya cak! resepnya cak, biar si pengeran meskipun kecil tetep lincah.

    maksa njenengan nulis yang beginian cak he…he…

  20. 21 Titah April 15, 2007 pukul 11:10 pm

    kalau habis operasi pengangkatan rahim (krn kanker) trus ga bisa melakukan hubungan seks sama sekali (katanya suakittt sekali dan seperti “mentok” nabrak sesuatu) termasuk dyspareunia bukan dok? bisa disembuhkan gak ya? kasian tuh temenku, soalnya masih pengantin baru, baru 6 bulan je…

  21. 22 junthit April 16, 2007 pukul 12:00 am

    masyarakat kita merasa tabu ngomongin soal seks .
    jangankan datang ke seminar , baru denger kata “seks” saja sudah dianggap saru / nggak pantas diomongkan ..
    mungkin itu penyebabnya , sedikit yang tahu ilmu Foreplay yang cakmoki maksud ..

  22. 23 cakmoki April 16, 2007 pukul 2:26 am

    @ omsulis,
    ya, ada berbagai perbandingan soal itu. Benar tidaknya, kita belum tahu. Kalo soal grafik per-“kemut-kemutan” ada referensinya. Lanang memang mudah “kemut-kemut” seperti udun mau mbledhos (sekaligus mudah lunglai), sedangkan wanita perlu waktu untuk “kemut-kemut”. Grafik “kemut-kemut” wanita seperti parabola, sekali “kemut-kemut” medheni. hahaha

    @ Evy,
    Maksudnya, nggigit bibir menahan sakit, sambil mesem gitu ? 😀

    @ leeloos,
    Faktor lain ada juga walau kecil, kebanyakan faktor psikologis, termasuk “joke” 10 Kg™ itu. hahaha

    @ Lita,
    Kenyataannya begitu. Beberapa kasus yang kami temui dipengaruhi faktor psikologis. Repotnya, tetap “dipaksa” sampai berdarah, padahal bukan pengantin baru.
    Demikian pula walau foreplay memadai, masih ada faktor “mood” dsb, hingga tetap sakit.
    Menyugesti apa menyiasati ? *bletak* 😀

    @ deking,
    Istri gak sabar or kebelet, mungkin saja Pak. Katanya sih (komen di posting disfunsi ereksi) pakai jurus nggol-senggolan.
    Iya kan ibu-ibu? Hayo ngaku 😆

    @ madsyair,
    Nggih sama-sama, moga bekalnya bermanfaat.

    @ fertobhades,
    Sudah saya tambah komen dan link di sana pak. Ini memang saya buat berdasarkan interaksi di postingan Frigid.
    Postingan saya, sebagian diantaranya berdasarkan hasil blogwalking, sekaligus saling berbagi. Asyik sih kalo bisa sambng menyambung.

    Omong-omong, kapan nulis dasyat, lincah dan gesit? Penting 😀

    @ peyek,
    Tips dan Trik soal itu tanggung jawab pak Fertob.
    Lebih asyik lagi kalo yang nulis para wanita, biar nyambung antara keinginan wanita dengan gejolak mobat-mabit si pangeran kecil ™ 😀

    @ Titah,
    hehehe, maaf tidak saya lengkapi. Ya termasuk pasca operasi.
    Dyspareunia-nya bisa diatasi koq.
    Penanggulangannya dengan terapi hormonal (estrogen).
    Dianjurkan ke DSOG aja bu, kasian kan, masih pengantin baru, sedang hot-hotnya.

    @ Junthit,
    Betul Pak. Di kalangan wanita pada umumnya lebih mudah walaupun agak malu-malu. Saya beberapa kali diminta presentasi dialogis oleh kelompok-kelompok wanita (pengajian, ormas, dll). Seru, banyak cekikikannya dibanding mendengarkan. Mestinya para lelaki perlu ya, soalnya di masyarakat kita kan hampir nggak mungkin wanita mendahului.

  23. 24 dwi April 16, 2007 pukul 10:41 am

    hohoho, wi baru aja blajar ini ni di obgyn..
    uda gini aja komennya 😀

  24. 25 kangguru April 16, 2007 pukul 11:17 am

    Jadi pengen lagi hehehhehe
    *clingak-clinguk cari calon korban*

  25. 26 chielicious April 16, 2007 pukul 12:51 pm

    Jadi inget temen saya yang sudah menikah yang selalu kesakitan klo berhubungan sex,, cerita2nya dia bikin aku males merit 😀

  26. 27 cakmoki April 16, 2007 pukul 2:25 pm

    @ Dwi,
    Ini hanya ringkasan. Tambah-tambah dong.

    @ ,
    Hahaha, bisik-bisik aja Pak

    @ chielicious,
    Sebentar, sebentar, … justru segera merit agar bisa membuktikan bahwa merit itu, uenak tenan 😀

  27. 29 cakmoki April 17, 2007 pukul 12:58 am

    @ manusiasuper,
    *manggut-manggut* jua 😀

  28. 30 jokotaroeb April 17, 2007 pukul 11:25 am

    hm….hm…***lagi mikir***???

  29. 31 cakmoki April 17, 2007 pukul 4:50 pm

    @ jokotaroeb,
    ini bukan dipikirkan, lebih sip dijalani. hahaha

  30. 32 passya April 17, 2007 pukul 7:58 pm

    ama pangeran kecil aja sakit, gimana sama pangeran yang guedhe…. 😀

  31. 33 cakmoki April 17, 2007 pukul 11:28 pm

    @ passya,
    pangeran guedhe ™, baru lihat aja sudah pingsan pak 😀

    Btw, hampir 2 minggu nggak ketemu nih

  32. 34 birulaut April 18, 2007 pukul 1:21 pm

    *_*.. malu nanyanya..
    Saya pernah juga cak, ngalamin kyk gini..
    Sakitnya itu perih gitu.. apa krn jadi luka yah..
    Padahal, pangeran kecilnya sang raja di rumah, ga XL juga kok.. normal2 aja menurut saya mah..
    Jadi suka takut duluan klo mo tempur..
    Padahal pengen banget punya bebi lagi..
    Gimana cara ngatasinnya yah, dok cak..

  33. 35 Kang Kombor April 18, 2007 pukul 11:53 pm

    Makasih ilmunya Cak. Ada tips untuk meningkatkan rasa nikmat ketika ulo mlebu ngguwo nggak, Cak?

    Hahaha.. kalau tipsnya OK, Naek L Tobing sama Dokter Boyke akan saya abaikan. 😀

  34. 36 cakmoki April 19, 2007 pukul 10:46 am

    @ birulaut,
    Kebanyakan penyebabnya faktor kecemasan. Rasa khawatir terlung saat mau tempur juga bisa berpengaruh, selain faktor lainnya.
    Sebaiknya bicarakan dengan pasangan, dikit-dikit nyuap nggak papalah, misalnya beliin kesukaan si dia, lalu pelan-pelan diajak ngobrol soal rasa sakit tersebut.
    Jika bukan karena foreplay, bisa jadi karena posisi, suasana hati, kelelahan fisik dan sejenisnya yang menimbulkan rasa sakit.
    Sebelum penetrasi, usahakan lubrikasi (pelumas) cukup, dan rileks. Kenyamanan bisa diusahakan berdua koq. Coba lagi, coba lgi. Jangan bosan mencoba ya. wis tho, siiip 😀

    @ Kang Kombor,
    Menikmati kenikmatan niscaya menambah kenikmatan. hahaha
    Halahh, gak percoyo saya kang Kombor masih nanya itu, hayo ngaku.
    Asal nggak inget balapan formula saat ulo blusukan Kang 😀

  35. 37 Dee April 20, 2007 pukul 2:22 pm

    Wis lali rasane, isih eling jeritane cak.
    Kayaknya sih yang ada cume penak sama puenaaak banget…

  36. 38 cakmoki April 21, 2007 pukul 12:10 am

    @ Dee,
    Bisa kudu ngguyu dong pak, kalo masih ingat jeritane.
    Mak nyus puenaaak tenan 😀

  37. 39 mina April 22, 2007 pukul 9:59 pm

    cak moki mulai bergerak ke topik seks terus nih ya? 🙂

    mo komentarin avatarnya omsulis bentar: itu bukan makhluk-tercantik-di-dunia Prita Laura kan ya?

    saya pernah pengalaman ni cak, baru lulus, praktek di Klinik, datang pasien ibu2 muda (dosen) berwajah resah, ternyata mau konsul yang gini. dia pengantin baru. (btw, dia agak ragu liat saya, dia pikir ni anak kecil jangan2 belum married.) katanya dia mau sekolah S2. kan brarti ninggalin suaminya. tapi sampe sekarang kok kalo berhubungan, sakit terus, sehingga takut dan ngeri, kalo suaminya tanya apa puas, dia bilang iya, padahal kesakitan. wah, saya yang juga gak pernah (khikhikhi) ya agak melongo aja, walau tau teorinya, kalo gak ada live experience ya lucu juga ya sok menjelaskan. untung ada bidan saya tuh, yang paling seneng ngomong, ya sok saya silakan menjelaskan lebih detil (sambil belajar hihihi).

  38. 40 cakmoki April 24, 2007 pukul 1:43 am

    @ mina,
    Ini berdasarkan pesanan koq mbak. Sebenarnya ada yang nyinggung masalah orgasme, sementara belum bisa dikabulkan karena secara tersirat ada yang keberatan.

    Itu suami pasien koq bisa nggak bisa mbedakan ekspresi antara sakit dan puas ya. Mungkin lampunya dimatiin, gelap gulita. hehehe.
    Trus jalan keluarnya gimana dong, kan kita ingin tahu juga.

  39. 41 noviaaa Juni 20, 2007 pukul 12:15 pm

    artikelnya keren cak,nambah wawasan sebelum merit nih, hehe. yg sering-sering aja ya Cak.. *apa coba?*

  40. 42 cakmoki Juni 20, 2007 pukul 5:55 pm

    @ noviaaa,
    sering nulis kayak gini? hehehe, agak khawatir nanti dikira eksploitasi.
    Terimakasih telah berkunjung 🙂

  41. 43 asrori Desember 3, 2007 pukul 10:27 am

    aku cuma nitip…..
    ha..ha…ha…ha…ha….ha…ha.,..
    emang dah kehabisan materi omongan…..
    tapi bermanfaat loo buat bujang lapuk seperti aku….

  42. 44 cakmoki Desember 3, 2007 pukul 10:31 pm

    @ asrori,
    nitip apa ? 😉
    seberapa lapuk sih 😛 … hahaha

  43. 45 iis76 Desember 14, 2007 pukul 2:39 pm

    perih-perih ueenaakksshh….haha!

  44. 46 Slam Agustus 15, 2008 pukul 10:26 am

    Makasih buat infonya Pak dokter. . Jadi malem pertamaku nanti ga pake acara pingsan-pingsan segala. heheheh..

  45. 47 cakmoki Agustus 15, 2008 pukul 10:43 pm

    @ Slam:
    ok… 🙂

  46. 48 ibu-ibu Juli 27, 2009 pukul 9:34 pm

    malem cak moki, aku ada pertanyaan nih tapi bukan tentang mlm pertama ya, kalo aku udah 1001 malam kali, gini cak umur aku 27 dan aku dah nikah 6 tahun, anak udah 3 , nah baru 2 minggu ini aku pake KB implan alias susuk (baru pake pertama kali),dan yg aku rasain pas lagi ML kok “seret banget” ya cak, maksud aku tuh cairan lubrikasinya dikit banget meskipun foreplaynya dah cukup, sebelum2nya aku g pernah ngalami yg kayak gitu, apa ada kaitannya dengan susuk yg aku pake itu atau karena yg lain, please jawabannya ya cak, aku jd ngerasa ga nyaman…

  47. 49 cakmoki Juli 28, 2009 pukul 4:33 pm

    @ ibu-ibu:
    Minimnya lubrikasi tersebut boleh jadi karena pengaruh hormonal dari implant, bisa pula karena pengaruh psikis, misalnya cemas, dll…dll.
    Ntar dievaluasi lagi setelah pemakaian 1-3 bulan. Jika masih terganggu dengan sedikitnya lubrikasi, gak ada salahnya periksa ke dokter.
    Trims

  48. 50 khairuddin syach Agustus 11, 2009 pukul 1:03 pm

    Belah duren lagunya jupee dunk pak dokter…
    Gimana rasanya membelah duren? nanti aku juga akan tau. sekarang masih kecil. Jadi takut membaca artikelnya..
    salam kenal pak dokter..
    Tadi mengetikkan kata kunci belah duren di google, ketemu sama blognya dokter.. 😀

  49. 51 cakmoki Agustus 11, 2009 pukul 2:29 pm

    @ khairuddin syach:
    Rasanya ntar tahu sendiri…gak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
    Salam kenal 🙂

  50. 52 amai Desember 22, 2009 pukul 7:33 am

    slam kenal cak,,,

  51. 53 cakmoki Desember 22, 2009 pukul 12:57 pm

    @ amai:
    salam kenal 🙂
    koq ga ada link-nya ?

  52. 54 Anantasari Loeqitha Desember 6, 2010 pukul 1:54 pm

    Cak moki, membaca artikel di atas. saya pengantin baru yang baru seminggu. Saya juga mengalami nyeri saat berhubungan sex dengan suami saya . hanya tidak seperti Dyspareunia yang sakitnya dirasakan sebelum, saat dan sesudah. Rasa nyeri saya rasakan saat penetrasi terlalu dalam. selain itu tidak. saya takut ini termasuk permasalahan sexual. jadi setelah belah duren saya baru sekali berhubungan lagi dan masih mengeluarkan darah sedikit. yang kata orang sex itu nikmat, saya belum merasakannya, apakah ini wajar. karena saya juga mendengar cerita teman yang baru merasakan nikmatnya sex setelah beberapa lama. begitu cak..apakah yang terjadi pada saya ?? saya harap ini bukan suatu masalah.

  53. 55 cakmoki Desember 6, 2010 pukul 3:02 pm

    @ Anantasari Loeqitha:
    wajar aja merasakan nyeri saat penetrasi, kalo masih beberapa kali melakukan hubungan intim 😀 .. ntar lama-lama gak nyeri lagi. Untuk mencapai orgasmus emang gak semudah yg dikatakan, perlu proses pembelajaran dari kedua belah pihak.. dan hal-2 semacam ini hendaknya dibicarakan dengan suami, misalnya menyangkut: foreplay, penetrasi, posisi, dll.
    Gak papa… gak masalah dan gak perlu risau, enjoyy aja 😀
    Makasih

  54. 56 Anantasari Loeqitha Desember 6, 2010 pukul 3:59 pm

    wah dari dulu cak moki memang menenangkan, soalnya saya sempat khawatir. yang kemudian saya tanyakan,,saat penetrasi terlalu dalam mr. p seperti (kalo bahasa jawanya) natap, bahasa indonesianya membentur sesuatu … hehehehe, jadinya itu yang membuat sakit. just info saya sedang menjelang menstruasi. bulan lalu saya haid tanggal 7 cak .. apakah itu juga berkaitan ??

  55. 57 Anantasari Loeqitha Desember 6, 2010 pukul 4:31 pm

    oia cak moki sekedar tambahan, sewajarnya apakah sperma akan selalu masuk ke dalam vagina ?? maksud saya , bagaimana bila ada sperma yang keluar dan tidak masuk ke vagina…karena membentur sesuatu yang mengakibatkan sakit tadi, penetrasi jadinya tidak dalam dan alhasil mengakibatkan sperma hanya masuk sebagian dan sebagian keluar. begitu cak, maaf ni masih awam sekali .. 🙂

  56. 58 cakmoki Desember 6, 2010 pukul 10:21 pm

    @ Anantasari Loeqitha:
    Untuk itulah perlunya dialog dengan suami 😀 … penjenengan bisa bilang ke suami agar jangan sampai natap.
    Tentang sperma, normalnya sebagian di dalam vagina dan sebagian keluar …bahasa Jawa-nya meler 😀 … sekali lagi, itu hal yg normal.
    Maturnuwun

  57. 59 Anantasari Loeqitha Desember 7, 2010 pukul 9:45 am

    suwun cak, 🙂

  58. 60 cakmoki Desember 7, 2010 pukul 3:39 pm

    @ Anantasari Loeqitha:
    sami-sami 😀


  1. 1 Dyspareunia : nyeri saat hubungan sexual « Ngobrol Kesehatan Lacak balik pada Agustus 9, 2008 pukul 2:15 pm
  2. 2 Hubungan intim tak selalu menyenangkan « Ngobrol Kesehatan Lacak balik pada Agustus 9, 2008 pukul 2:18 pm
  3. 3 Perempuan Hiper orgasme « Ngobrol Kesehatan Lacak balik pada Agustus 14, 2008 pukul 12:58 am
  4. 4 Hubungan intim tak selalu menyenangkan | http://www.untukku.com Lacak balik pada Juni 20, 2009 pukul 10:09 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso ™

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

Jangan Korupsi Ah

No Korupsi

Internet Sehat

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

[Valid RSS]

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 5,303,313 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters


%d blogger menyukai ini: