Tamara … Tamara

Episode singkat Tamara Blezynski-Rasya

Sore selepas asar, adegan mengharukan muncul di TV. Saya yang biasanya ogah nonton tayangan gosip selebriti, tak urung melihat sejenak.
Apalagi jika bukan pertemuan sarat haru antara seorang ibu dan anak kandungnya, buah hatinya, darah dagingnya sendiri.

Ya, saling peluk antara Tamara dan Rasya, anak lelakinya, membuat hati serasa teriris.
Betapa tidak. Sebuah episode singkat buah perjuangan panjang seorang ibu untuk menemui buah hatinya. Bertemu. Hanya bertemu, berbagi senyum, hadiah kecil dan belaian kasih. Itulah gambaran yang terbersit dalam benak saya.

Maklum, saya tidak begitu mengikuti berita-berita panas seputar selebriti. Yang ini beda. Menyangkut dalamnya kasih sayang ibu terhadap anaknya yang tak terkira.
Begitu nyata, alami, bukan seperti adegan sinetron.

Hati tercekat. Terlepas persoalan intern kedua orang tuanya, anak tetaplah anak. Ibu tetaplah seorang ibu, yang mengandung, melahirkan, menimang, merawat penuh kasih mulai sang bayi masih merah hingga tumbuh dan berkembang. Ibu lah yang mengajarkan bahasa pertama bagi anak. Seorang ibu telah menjalin hubungan sejak anak masih dalam kandungan. Ibu mengelus perut buncitnya ketika bayi menghuni rahim, mengajaknya bicara seolah sang bayi ada di depannya. Terpingkal saat si bayi bergerak-gerak, kadang mengaduh gembira ketika si bayi terlalu keras menendang.
Pun ketika si bayi lahir, cipratan berak dan ompol si kecil takkan mengurangi kasih ibu.

Ah, rangkaian kata seolah mengambang, menunggu terungkap dalam tulisan. Apalah artinya, adegan singkat pelukan Tamara-Rasya bagai menggambarkan sejuta perasaan.

Adakah Tamara seorang diri ? Mungkinkah masih ada Tamara-Tamara lain yang terpisahkan dan tak kuasa menengok buah hatinya ?

Tamara oh Tamara …
Ibu tetaplah seorang ibu. Patut mendapatkan balasan kasih sayang, mendapatkan penghormatan, mendapatkan do’a keselamatan seperti beliau selalu mendo’akan anak-anaknya. Wanita bak mutiara.

Tamara,
Siapapun engkau, semoga tetap tabah.

Iklan

32 Responses to “Tamara … Tamara”


  1. 1 xwoman April 13, 2007 pukul 7:02 pm

    ada cak Tamara2 yang lain…
    kehadiran seorang Ibu takkan pernah tergantikan walaupun seorang ayah bisa memberikan segalanya.
    **melihat kenyataan dengan mata kepala dan hati sendiri** πŸ˜‰

  2. 2 faiqun April 13, 2007 pukul 7:34 pm

    Kebetulan pas acara tsb, di rumah kami ada jiran Melayu (bukan ‘jaran mlayu’ lho…..) yang sedang bertamu. Komentarnya, “Eeh…, kesian-nya ….”. Dan kamipun hanya bisa ikutan prihatin…., betapa kejamnya sang Ayah & keluarganya yang berusaha menghalangi kasih sayang seorang ibu…. Oh.., dunia.

  3. 3 leeloos April 13, 2007 pukul 7:43 pm

    Hmmm, gak bisa berkomentar soal ini.

  4. 4 tetangga April 13, 2007 pukul 10:36 pm

    mas dokter,
    tamara memang terlalu cantik untuk tidak dipedulikan. jangan-jangan, ah…

  5. 5 peyek April 14, 2007 pukul 12:10 am

    dan…..ma’afkan kami ibu, anakmu yang selalu dan tak henti-hentinya mendurhakaimu.

  6. 6 junthit April 14, 2007 pukul 12:37 am

    cak moki cerita apa saya kok nggak nyambung.
    maaf saya kuper sih..

  7. 7 Dani Iswara April 14, 2007 pukul 1:52 am

    masalah sebenernya gemana ya…apa bener krn anaknya sendiri gak mau ktemu ibunya..masak sih si anak gak kangen ibunya…gosok lagiii…

  8. 8 cakmoki April 14, 2007 pukul 4:41 am

    @ xwomen,
    **melihat kenyataan dengan mata kepala dan hati sendiri**
    Memprihatinkan jika Tamara-Tamara lain tidak bisa bertemu buah hati.
    iya, seorang ibu takkan pernah tergantikan. saya suka memperhatikan anak-anak walaupun dicubit ibunya tetap menggelayut manja. Beda kalo yang mencubit bapaknya, wajah si anak langsung kusam.

    @ faiqun,
    Tadi kami juga bertanya-tanya, apa benar sekian lama tidak bisa bertemu. Apa benar tidak boleh bertemu.
    Tamu Jiran ngomongin kecantikan Tamara nggak ? *halahhh* πŸ˜€

    @ leeloos,
    itu gosip apa beneran ? soalnya saya jarang lihat TV, kecuali bal-balan.

    @ tetangga,
    hahaha, jangan-jangan ada yang miri-mirip wajahnya

    @ peyek,
    Ingat masa kecil mandi di kali ya

    @ Junthit,
    Ini cerita rumpian di TV Pak. Ah iya soalnya tinggal di negeri nun jauh di sana ya.
    Tamara seorang artis cantik yang berpisah dengan suaminya. Hak asuh anaknya, berdasarkan hukum, berada di tangan suaminya (mantan).
    Empat bulan si ibu (Tamara) tidak bisa bertemu dengan si anak.
    *semuanya menurut media, saya tidak tahu persis*
    Nah tayangan pertemuan Ibu-Anak yang terpisah 4 bulan tersebut mendorong saya menulisnya dari sisi “hubungan ibu-anak”.

    @ Dani Iswara,
    Gak tahu sih, yang benar yang mana. Tadi ngeliatnya pas keduanya berpelukan sambil tertawa. Yang benar penyiarnya kali, soalnya gak ada yang membantah. hehehe

  9. 9 Rizma Adlia April 14, 2007 pukul 10:10 am

    aduh,, Ma udah lama bangetga nonton infotainment,, oohh,, itu namanya anaknya Tamara,, *gile,, itu aja Ma ga tau,,*

  10. 10 cakmoki April 14, 2007 pukul 6:56 pm

    @ Rizma Adlia,
    saya juga baru tahu, maklumlah soal begituan saya termasuk ndeso

  11. 11 faiq April 14, 2007 pukul 7:33 pm

    Cak, kalo masalah kecantikan & kegagahan artis2 kita, kebanyakan orang Malay pada terkagum-kagum, Tamara termasuk di dalamnya. Bahkan artis favorit Putri Sultan Johor adalah Ari Wibowo. Singapore pun ada satu stasiun TV nya yang tak putus-putus tayangin sinetron Indonesia, Hikmah 2 sekarang masih diputar. *Hebat…, euiy*

  12. 12 fertobhades April 14, 2007 pukul 7:59 pm

    itulah cak, orangtua bercerai pasti anak yang jadi korban…

  13. 13 fertobhades April 14, 2007 pukul 8:01 pm

    sorry nyambung lagi, tadi tombolnya nggak sengaja kepencet πŸ™‚

    yang selalu diperhatikan oleh media kebanyakan “perkelahian” Tamara vs Rafli, dan tidak pernah melihat bahwa sebenarnya yang paling menderita dari hal itu adalah ANAK, yang harus menyaksikan orangtuanya berpisah dan berkonflik.

  14. 14 Titah April 14, 2007 pukul 9:10 pm

    maap, saya nggak nonton. blogging lebih penting πŸ™‚

  15. 15 cakmoki April 15, 2007 pukul 12:27 am

    @ faiq,
    wih kayak di Arab sana ya. Ternyata orang kita, pria dan wanita sama-sama disenangi. Moga ada juga yang senang sama blogger. hahaha

    @ fertobhades,
    bahaya nih, malem minggu mulai salah-salah mencet. hehehe
    Betul, masalah penderitaan anak koq tidak diekspos ya. Padahal seandainya kegetiran si anak ditayangkan, mungkin sedikit banyak mengandung unsur pendidikan bahwa berpisah itu melahirkan “korban”.
    Mungkin dikiranya anak cukup dijejali dongeng kancil dan mainan.

    @ Titah,
    untung nggak nonton Bu. Soale mengharukan, bisa mbrebes mili.
    Saya juga kebetulan nonton, mending nge blog ya

  16. 16 siNung April 15, 2007 pukul 1:06 am

    @ faiqun
    tamara = TAMu tApi mesRA

    πŸ™‚

  17. 17 Evy April 15, 2007 pukul 7:31 am

    HArusnya anak di bawah umur hak asuh itu masih ibunya lho, heran kok bisa di bapaknya ya cak? Klo aku jadi Tamara, wah tak pertahankan sampe titik darah pengahbisan.. seperti waktu aku berjuang melahirkannya…walaah nyatanya darahku masih cukup to…

  18. 18 starflake April 15, 2007 pukul 12:39 pm

    absen sik ah…

    cak dokter mbahas tamara bahasanya rada puitis…haha…

  19. 19 imcw April 15, 2007 pukul 4:53 pm

    ini ada cerita lucu terjemahan dari cerita bahasa inggris :

    di sebuah pengadilan yang menyidangkan kasus perceraian dengan agenda pemilihan hak asuh anak, si hakim menjatuhkan hak asuh kepada ibunya. Si Bapak komplain kepada hakim, ia berkata “pak hakim, ibarat vending machine (terjemahannya apa ya?), saya yang memasukan koin ke dalam vending mesin, lalu keluar coke, nah coke yang keluar itu milik siapa? apakah milik vending machine?…;)

  20. 20 cakmoki April 15, 2007 pukul 11:19 pm

    @ Evy,
    Saya gak begitu ngerti hukum Mbak, cuman terharu lihat pertemuan ibu-anak *sik iso terharu lho*
    Ternyata berhari-hari ditayangkan, cuman gak ngikuti lagi. Yang jelas beda ya, kedekatan anak-bapak dengan anak-ibu, apalagi anak laki cenderung lebih dekat dengan ibu, termasuk saya. hehehe

    @ starflake,
    Mosok sih rada puitis. Terpengaruh lihat tv kali, melankolis πŸ™‚

    @ imcw,
    Hahaha, jadi kita-kita ini ibarat sponsor gitu ya. Ngomongin ini bisik-bisik aja, ntar bisa-bisa kita kena semprot kaum ibu.

  21. 21 chielicious April 16, 2007 pukul 11:57 am

    Tamara siapalah itu cantik banget yah.. -ga nyambung-

  22. 22 Lintang April 16, 2007 pukul 1:45 pm

    oo akhirnya Tamara bisa bertemu sm anaknya yah…ga pernah nonton TV euy gara2 dirumah g ada TV hehe…
    Ga tau mana cerita yg bener…emang yg jd korban adalah anak jika kedua orang tuanya bercerai.

  23. 23 cakmoki April 16, 2007 pukul 2:04 pm

    @ chielicious,
    Masa gak tahu, Tamara yang mantan …
    Mantan istri dari mantan suaminya. hahaha

    @ Lintang,
    saya juga nonton pas ibu-anak ketemu. Cerita benernya gak tahu juga.

  24. 24 starflake April 16, 2007 pukul 7:16 pm

    vending machine itu kalo saya biasa nerjemahin tak terjemahin “mesin penjual (atao mesin penjual otomatis)”…artinya di kamus mesin otomat kayaknya…(cukup sering ketemu kata ini soalnya)..

  25. 25 cakmoki April 17, 2007 pukul 12:32 am

    @ starflake,
    joke om cok (imcw) kira-kira sudah tepat enggak ?

  26. 26 yanti April 17, 2007 pukul 2:55 pm

    anehnya, alasan yang dipakai adalah ‘si anak tidak pernah betah kalau bersama ibunya’

    bukannya ga respek sama kemauan anak ya. tapi sangat anak-siawi πŸ˜€ kalau dia memilih ikut orang tua yang nggak pernah mengajari disiplin, nggak pernah nyuruh belajar, dan nggak pernah menghukum.

    siapa yang salah? πŸ™‚

  27. 27 juliach April 17, 2007 pukul 4:07 pm

    Waktu itu kami di Indonesia, aku ambil aja si Ines dr Bapaknya & aku bawa ke Perancis. Di sini langsung ke asistan sosial & advokad yg ditunjuk asisten sosial. Akhirnya akulah yg jadi pengasuh si Ines & bapaknya berhak berkunjung. Sehubungan dgn pacaranya yg cemburuan (tanpa alasan), aku cabut hak kunjungannya yg diganti dgn larangan mendekati kami sejarak 100m & pembayaran pensiun alimenter u/ Ines diambil di muka dr dana pensiun hari tuanya.

    Mampus ngak tuh.

    Utk Vicky, lain lagi. Walau hamil aku ngak mau nikah sama pacarku. Sewaktu kemahilan 6 bln, asisten sosial tanya siapa bapaknya (apa sama spt Ines), aku jawab “bukan, dan tidak ada pria yg mengakuinya”, lalu dia sarankan u/ pergi ke Balai Kota utk deklarasi kalo hanya ibunya yg mengakuinya dan jika bayi lahir tidak ada seorang pria yg ngaku-ngaku jadi bapaknya.
    Ide yg bagus!
    Jadi sekarang tenang, kalo terjadi perceraian dgn pacarku, dia yg kalah.

    Btw dia mengajak menikah, aku setuju th. 2008 ato 2009 dgn catatan dia mengakui Vicky dan jika terjadi perceraian semua anak akan diasuh oleh ibunya. Semua ini tertulis & dilegalisasi.

    Cinta…cinta…tapi hrs berpikir jauh ke depan. Tdk hanya dipikirkan romantisnya terus…lalu menangis terus belakangannya…

  28. 28 cakmoki April 17, 2007 pukul 4:58 pm

    @ yanti,
    Biasanya, anak cenderung dekat dengan ibu, walau adakalanya dicubit, disuruh belajar.
    siapa salah ? Kata istilah para blogger: meneketehe.

    @ juliach,
    wowww berani dan lugas.
    Di Indo, kebanyakan wanita tidak seperti itu. Tamara salah satu diantara yang berani.

    Btw, jarak 100 meter, yang keliatan kan hanya ibunya. Taktiknya heboh nih. hahaha
    Cinta, kadang romantis, kadang perih. Saya milih yang enak aja deh πŸ™‚

  29. 29 Eep April 18, 2007 pukul 8:48 am

    keegoisan orang tua.., anak jadi korban..
    padahal.., apa salah si anak..? dia tidak minta dilahirkan dari pasangan Tamara & Rafli..

    yang ga punya otak ya orang tuanya.., apa ga mikir gitu waktu bikinnya..?

  30. 30 cakmoki April 19, 2007 pukul 1:13 pm

    @ Eep,
    Mungkin waktu bikin nggak sempat “Berpikir, Merenung dan Mencerna” pak, buru-buru kali. hahaha
    Haturnuhun kunjungannya πŸ™‚

  31. 31 pannita April 20, 2007 pukul 1:16 pm

    Selalu mudah menyalahkan dan membenarkan seseorang yang kita hanya bisa liat lewat TV. Pengalaman pribadi banyak mengajarkan kepada saya bahwa beberapa artis yang saya pikir orang baik-baik kenyataannya malah berbanding terbalik. Saya tidak mau komen tentang orang-orang yang pandai mempermainkan emosi semua orang tanpa melihat kenyataan.

    Saya perempuan dan saya sudah sering melihat laki-laki yang gak bener dan bagi saya itu sudah biasa tetapi menemui beberapa wanita yang gak bener ….. sungguh bikin saya lebih sakit hati.

  32. 32 cakmoki April 21, 2007 pukul 12:07 am

    @ pannita,
    Nggak ada kalimat nyalahkan tuh. Tulisan ini lebih terfokus pada “hubungan ibu-anak”. Jika dinilai terlalu memihak kepada salah satu, tentu hak pembaca dan tetap saya hargai πŸ™‚


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso β„’

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

Jangan Korupsi Ah

No Korupsi

Internet Sehat

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

[Valid RSS]

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 5,303,313 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters


%d blogger menyukai ini: