Wanita adalah Mutiara

Kepada yang terhormat, para wanita.
Penulis mohon maaf jika judul tulisan di atas menimbulkan kesan seolah-olah wanita mirip hiasan. Mutiara, dimaksudkan sebagai perlambang betapa para wanita adalah insan yang patut mendapatkan penghormatan.
Because what … karena apa …

Para wanita adalah pendamping pria yang berkedudukan setara. Bahwa mereka berbeda secara fisik dan biologis, bukan berarti mengurangi harkatnya. Justru perbedaan tersebut menempatkan wanita di posisi yang terhormat. Karenanya sangat wajar mereka mendapatkan rasa aman, kasih sayang dan cinta sebagai bentuk penghargaan. Bukan belas kasihan, sekali lagi bukan.

Potret di Ruang Praktek
Postingan ini dibuat berdasarkan fakta dalam keseharian, gambaran peran para wanita ketika ada anggota keluarga atau dirinya sendiri jatuh sakit, khususnya rangkaian lelakon di ruang praktek dan ruang perawatan.

Beberapa episode membuktikan, seringkali para wanita lebih tegar dibanding pria.
Sebagai contoh:
Ketika seorang ibu menunggui si buyung yang sedang sakit, mereka rela tidak tidur, menahan lapar, menahan nyeri pundak karena menggendong, membelai penuh kasih. Pria? Ahhh, jujur saja, kalaupun ada yang bisa menyamai tidaklah setegar para wanita, baik dalam kuantitias maupun kualitas.

Seorang pria meringis kesakitan sambil memegang perut dan pinggangnya, terbongkok-bongkok masuk ruang praktek dipapah sang istri.
Setelah wawancara dan pemeriksaan ternyata pria tersebut menderita Infeksi Saluran Kencing (N39.0 Urinary tract infection, site not specified).
Sakitnya luar biasa, pria bisa merangkak, bergulingan bahkan adakalanya menangis, huhuhu. Sang istri dengan setia dan tabah menunggui suami, dst, dst.

Bandingkan ketika seorang wanita melahirkan (O.80-O.84). Berapa banyak para suami yang berani menunggui sang istri berjuang mengeluarkan buah cinta mereka hingga mrocot ?
Memang belum ada survey.
Ah, jangan-jangan para suami merasa mual menyaksikan istri mengejan, mengerang kesakitan. Apalagi melihat darah nifas berceceran. Hueeekkk.

Kemarin sore, seorang anak umur 5 tahun digotong ke UGD Rawat Inap dengan luka bercucuran darah di kepala (S.01: Open wound of head). Kebetulan saya ada di sana. Setelah si anak ditidurkan, ibunya menunggui anaknya dijahit, sedangkan ayahnya keluar, pucat pasi.

Beberapa ilustrasi di atas setidaknya menggambarkan betapa tegarnya seorang ibu menghadapi “sakit”. Saya sengaja tidak menulis ketegaran pria, bukannya tidak ada. Tentu ada.
Banyak juga kejadian-kejadian di ruang praktek dan ruang perawatan yang melukiskan ketegaran dan kelembutan pria menghadapi “sakit” baik yang menimpa dirinya sendiri maupun keluarganya.

Saya tidak akan membandingkan melalui statistik, soalnya tidak pernah menghitung.
Tulisan ringan ini ingin melukiskan, betapa ketegaran para wanita tidak berada di bawah pria. Karenanya, mari saling menghormati.
Kalaupun lelaki bertugas menjaga wanita, tidak karena dominasi, lebih karena menyayangi. Ehm, ehm.
Bagaimana menurut pembaca ?

Catatan:
Huruf dan angka tebal aneh di sela tulisan adalah kode penyakit berdasarkan ICD.10 (International Statistical Classification of Diseases) sesuai saran sejawat siNung.

Iklan

45 Responses to “Wanita adalah Mutiara”


  1. 1 Evy Maret 17, 2007 pukul 3:59 am

    Ehmm…ehmm…sayangi daku dunk…. nek aku berlian pak duduk mutiara… bojoku sugih duwe berlian abote 56 kg… hahaha…

  2. 2 cakmoki Maret 17, 2007 pukul 4:26 am

    @ Evy,
    Ehm…lali aku, nek berlian luwih heboh, gelindingno sak kilo Mbak.
    Gawe ngeblog 5 tahun, hehehe

  3. 3 Helgeduelbek Maret 17, 2007 pukul 7:19 am

    Wah iyah istri saya juga … jan tenan, salut untung dapat istri taham banting. Salut kepada wanita yang tidak cengeng.

  4. 4 peyek Maret 17, 2007 pukul 8:25 am

    wah, memang cakmoki, kadang kita meremehkan peran istri yang begitu besar, nggak ada satu lelakipun bisa meraih sukses kalo nggak ada wanita tegar yang berdiri dibelakangnya. Herannya kok masih ada kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi terhadap wanita, kadang kita ini masih menyedihkan cak.

  5. 5 leeloos Maret 17, 2007 pukul 9:10 am

    Kenapa perumpamaannya Mutiara ..?
    kenapa bukan berlian ..?
    atau Safir ..?

    Apa karena cakmoki sudah mengerti bagaimana proses mutiara bisa terbentuk yah πŸ˜›

  6. 6 Lita Maret 17, 2007 pukul 10:48 am

    Darah nifas memang ‘mengerikan’. Suami yang diminta menemani saya berganti pakaian -karena masih lemes, jadi pada khawatir saya jatuh di kamar mandi- mengaku syerem. Ngga bilang apa-apa sih, cuma air mukanya jadi super aneh.
    “Jijik ya, mas?”, kata saya sambil senyum. Agak salah tingkah. “Syok aja. Horor.” katanya.

    Menunggui anak yang sedang berdarah-darah dan menjerit sakit? Duh, mules… Ngenes. Padahal yang ‘disakiti’ itu bukan anak sendiri. Tapi saya yakin, kalau suatu saat saya ‘kebagian’ peristiwa serupa, saya pasti ada di samping anak. Ibu memang sejatinya menenangkan. Sedatif, istilah suami hehehe…

  7. 7 Titah Maret 17, 2007 pukul 11:17 am

    buat wanita…mm, saya… sebetulnya ngeri banget menghadapi anggota keluarga sakit. stres banget, serasa lebih sakit dari si sakit. kalo anak yang sakit, rasanya pengin gantiin, biar saya aja yang sakit deh!

    rasa gak tegaan dan kesediaan berkorban yang lebih besarlah yang bikin wanita lebih tegar. prinsip saya pribadi, sengeri-ngerinya saya, sesakit-sakitnya saya (secara psikis), se-nggak enak-nggak enak-nya saya, pasti masih enakan saya daripada si sakit. so, mendampingi adalah wujud rasa syukur dan kasih yang dalam.

  8. 8 passya Maret 17, 2007 pukul 12:07 pm

    kalo wanita mutiara, pria apa dong dok? Mas kali ya…mas paijo…mas parto

  9. 9 manusiasuper Maret 17, 2007 pukul 12:29 pm

    Tapi saya juga kadang tidak mengerti wanita cak, mereka takut laba-laba yang kecil setengah mati, tapi dengan rela menyiram tubuh dengan lilin panas hanya untuk mencabut bulu.. πŸ™‚

    *habis baca blog lawak*

  10. 10 Lita Maret 17, 2007 pukul 2:47 pm

    @ ManusiaSuper: kecantikan ada harganya, bung. No pain no gain. Bukankah begitu juga kata kaliyan para lelaki? Hihihihi…

  11. 11 deKing Maret 17, 2007 pukul 6:48 pm

    @Manusiasuper:
    Namanya juga “demi” kok mas πŸ˜€
    BTW kata orang2 sih malahan lebih tegar dan kuat wanita, lebih banyak wanita yg tahan menjanda daripada laki-laki yang tahan menduda πŸ˜€

  12. 12 ..:X W O M A N:.. Maret 17, 2007 pukul 7:47 pm

    Mhhhh… memang demikian cak.. mangkanya nama ku XWOMAN πŸ˜›

  13. 13 tukangkomentar Maret 17, 2007 pukul 8:46 pm

    Mas Cakmoki,
    waktu istri tercinta melahirkan ketiga putra-putri kami, saya selalu hadir. Tapi sesudahnya saya yang lebih capai dari istri. (sambil meringis malu! πŸ™‚ )
    Apalagi kalau anak-anak sedang sakit, istri lebih tegar.
    Makanya saya menentang “peraturan-peraturan” dalam “konteks-konteks” tertentu (yang sering diinterpretasikan seenaknya oleh laki-laki).

    Btw: saya baru tahu kalau di Indonesia juga berlaku ICD 10. Sejak kapan?
    Kalau di Jerman ini malah sudah menjadi semacam “ilmu pengetahuan” tersendiri.
    Oh, ya, harap lihat mail-box anda, saya ada pertanyaan yang nggak mau saya tulis di sini.

  14. 14 imcw Maret 17, 2007 pukul 10:55 pm

    wanita adalah mutiara…wah…laki laki benar benar bertekuk lutut di hadapan wanita…berbahagialah wahai kalian kaum hawa…;)

  15. 15 jhonrido Maret 17, 2007 pukul 11:03 pm

    Bagi saya, wanita merupakan bagian dari hidup saya lho pak. Wanita yang membesarkan saya dengan kasih sayang, dan wanita juga sumber inspirasiku.

  16. 16 fertobhades Maret 18, 2007 pukul 12:11 am

    perempuan lebih tahan terhadap pressure dibandingkan laki-laki, pak. juga lebih tahan terhadap rasa sakit, karena terbiasa setiap bulan.

    malah saya pernah baca penelitian (di Angkatan Laut AS) kalau perempuan lebih cocok jadi crew kapal selam dibandingkan laki-laki, karena lebih tahan terhadap tekanan.

    perempuan memang….RUUUUAAARRR BIAAASAAAA…. πŸ™‚

  17. 17 antobilang Maret 18, 2007 pukul 1:48 am

    aku cinta perempuan….

    *menunggu ibu2 mencubitiku…*

  18. 18 cakmoki Maret 18, 2007 pukul 5:20 am

    @ helgeduelbek,
    Salut, istri Pak Guru tegar, pasangan yang tegar. Semoga menjadi tauladan bagi anak-anak agar menjadi insan yang tegar. Amin

    @ peyek,
    Lha, ya itu Pak. Kadang kalau sudah sukses pura-pura lupa sama wanita yang memback-up, akhirnya lupa beneran. Menjadi ingat lagi saat sakaratul maut. Demikian juga dengan kekerasan dalam rumah tangga, siang nggebuki malemnya minta kelon *halah*

    @ leeloos,
    Mengapa ? Sejujurnya tidak tahu, wong milih perumpamaan saja mikirnya sampai 2 malam untuk postingan pendek ini.
    Saya hanya berpikir: sangat berharga, mendapatkannya penuh perjuangan, harus dijaga, dll … gitu kali.
    Ada perumpamaan yang lebih tepat ?

    @ Lita,
    Hahaha, pengalamannya perlu diposting Bu. Semacam Tips & Trik untuk pria. Saya tidak begitu bisa menyusun urutan tutorialnya.
    Bilang suami horor ya. Normal aja. Saya pernah lihat seorang suami ndeprok mendengar istrinya mengejan. Setelah istrinya sukses melahirkan dan sudah bersih semua, sang suami saya goda: “nanti kalo nyuci pakaian istri pakai kacamata hitam ya, biar tidak mual”.
    Si suami mesem kecut, wajahnya masih pucet.

    Cocok yang dikatakan suami Bu Lita, selain menenangkan, juga menidurkan, sedatif, hehehe.

    @ Titah,
    haduhhh, haduuhhh sedalem itu ya.
    Saya terkesan dengan: mendampingi adalah wujud rasa syukur dan kasih yang dalam.
    Berbahagialah pria, dan bilang Pak Fertob: “perempuan memang…RUUUUAAARRR BIAAASAAAA…”

    @ passya,
    Sebelumnya nggak terpikir sejauh itu Pak, kayaknya bisa nyambung ya, pakai Mas … hehehe mas passya. Sudah ada yang manggil gitu belum?

    @ manusiasuper,
    Pada saatnya nanti bakalan mengerti wanita deh. Tuh kan, sudah dijawab Bu Lita dan Mas deKing.
    Soal “menyiram tubuh”, saya ingin menambahkan: itu memang wilayah kekuasaan wanita Pak, kita-kita menyediakan sarananya. *sssttt, ini omongan antar lelaki* πŸ˜€

    @ ..:X W O M A N:..,
    Artinya apa to, xwomen itu ?
    Maaf, saya tidak menafsirkan mendalam. Jelaskan dong

    @ tukangkomentar,
    Saya juga menjunjung tinggi kesetaraan. Sayang di Indonesia belum sesuai harapan.
    Tentang ICD.10, hehehe, maaf Pak, kami sedang memperjuangkan supaya menjadi standar. Tulisan saya sebelumnya agak pedas, menyinggung ICD.10. Ini saran dari sejawat siNung yang menganjurkan setiap postingan penyakit disertakan kode ICD.10. Mungkin cara beliau mengetuk hati para petinggi kesehatan agar segera memakai ICD.10.
    Dengan kata lain, Indonesia BELUM memakai ICD.10 *mbulet dulu ah*
    Pertanyaan “sejak kapan” saya ganti “kapan ya?” 😦

    email segera saya buka. Maturnuwun

    @ imcw,
    Berbahagia juga bagi ibu 2 gadis kecil di Denpasar Bali

    @ jhonrido,
    Wanita yang membesarkan kita sulit digambarkan betapa besar kasih sayang beliau. Wanita yang lain gimana, dah punya belum ? Ehm

    @ fertobhades,
    …rasa sakit, karena terbiasa setiap bulan. Eh, saya mau posting sekitar ini lho.
    Selain lebih tahan tekanan dan getaran, juga lebih teliti Pak. Misalnya mengitung uang lembaran 100 ribu-an 10 lembar, bisa 3 kali tuh ngitungnya.
    Omong-omong soal tekanan. Tekanan udara kapal selam kan? πŸ˜€

    @ antobilang,
    Ah, mau bilang menunggu dicubit gadis aja malu. Apa ada yang nungguin ngeblog sambil bermalam minggu to Mas. hehehe

  19. 19 nomercy Maret 18, 2007 pukul 6:48 am

    setuju mas….
    wanita (dalam konteks seorang istri dan ibu) merupakan penggerak, motivasi, dan sumber inspirasi….

    salam bae mas dari palembang….

  20. 20 Dani Iswara Maret 18, 2007 pukul 7:08 am

    jika si kecil sakit, ibunya biasanya lbh panik..atau memang lbh perhatian πŸ˜€

  21. 21 cakmoki Maret 18, 2007 pukul 7:14 am

    @ nomercy,
    oke, siiippp
    wah, dapat kehormatan dari Palembang, sak garis, katulistiwa.
    Terimakasih

  22. 22 cakmoki Maret 18, 2007 pukul 7:23 am

    @ Dani Iswara,
    Sama, dua-duanya mungkin. Bapaknya panik nggak? hehehe
    Gimana pengalaman di praktek, biasanya sadar atau tidak, mengamati ekspresi para orang tua.

  23. 23 grandiosa12 Maret 18, 2007 pukul 8:05 am

    waktu istri melahirkan, saya ‘melihat’ tapi ‘tidak melihat’, kehadiran saya disitu sampai kini membuat semua orang deket bangga, padahal mah ngeri dan mengalihkan pandangan, dan hingga kini berbohong mengenai kejadian sebenarnya, andai istri saya tahu kejadian sebenarnya, hehehe..

  24. 24 cakmoki Maret 18, 2007 pukul 9:33 am

    @ grandiosa12,
    untungnya nggak dishooting, andai ada videonya, ketahuan euy
    Moga aja istri nggak ikutan baca ini, hehehe

  25. 25 grandiosa12 Maret 18, 2007 pukul 2:47 pm

    bener cak .. rahasia.. ngeblog juga masih sembunyi2 dari dia.. hehehe

  26. 26 cakmoki Maret 19, 2007 pukul 1:34 am

    @ grandiosa12,
    Saya nggak bisa bayangkan cara sembunyinya …
    Kali buka browser sambil buka thesis, pas istri lewat thesisnya di buka, istri pergi browser dibuka, hahaha

  27. 27 grandiosa12 Maret 19, 2007 pukul 4:20 am

    oh bisa aja pak.. saya mah blogger dini hari.. ketika yang lain terlelap.. baru muncul seperti batman yang sedang bertugas.. kalau ga ngeblog di kampus.. taktik mah gimana ajah lah caranya.. hehehe..

  28. 28 cakmoki Maret 19, 2007 pukul 1:49 pm

    @ grandiosa12,
    Perlu dibuat Tips dan Trik Pak, bisa membantu bagi yang ingin ngeblog dengan tenang tanpa ribut dengan istri, hehehe

  29. 29 fertobhades Maret 19, 2007 pukul 8:35 pm

    Iya pak…. tekanan udara dalam kapal selam (ngukurnya pake simbol atm, kalo nggak salah)

    bukan tekanan yang lain, apalagi tekanan yang “itu” πŸ˜›

  30. 30 cakmoki Maret 20, 2007 pukul 1:26 am

    @ fertobhades,
    Coba dari awal nyebutin atm kan saya nggak perlu penegasan lagi. Nggak berpikiran tentang tekanan yang itu. Somasi πŸ˜›

  31. 31 Kang Kombor Maret 20, 2007 pukul 10:51 am

    We… Cak Moko, waktu istri saya melahirkan Si Berseri-seri Cahaya Kemuliaan saya tunggui di sampingnya. Bidan sempat melarang takut saya akan pingsan kalau melihat proses melahirkan. Saya bilang sama bidannya, kalau saya tidak di dalam justru istri saya tidak lancar melahirkannya. Tapi bidang sekarang enteng bener main gunting yah… Cekrek, gunting sebelah kanan. Cekrek, gunting sebelah kiri. Itu digunting nggak dibius tauk! Gile beneerrr…. laki-laki sunat sekarang dibius pada cucakrowonya.

  32. 32 venus Maret 20, 2007 pukul 11:26 am

    bener banget, dok. waktu anak pertama dikhitan, saya nungguin bareng suami. baru juga disuntik, liat anak saya ‘aduh-aduh’, muka suami udah pucat kayak habis liat hantu. pas mulai dipotong, makin pucat lah bapaknya. dokter akhirnya tanya, “pak, masih kuat? kalo gak kuat lebih baik tunggu di luar aja”. dan dia dengan suka cita langsung keluar dari ruang dokter. nyampe rumah saya tanya, “kenapa tadi?” dia jawab (sambil mbrebes mili nih!! cateeet…), “gak tega liat anakku digituin. udah kliyengan tadi, hampir pingsan, untung disuruh keluar sama dokter”

    wakakakaka….

  33. 33 Lita Maret 20, 2007 pukul 1:49 pm

    @ Fertob: Atm (atmosfir) itu bukan simbol, tapi satuan πŸ™‚
    @ kang Kombor: Dengan asumsi bahwa sakit dan mules pasti akan menutupi sakit akibat sirkumsisi hihi… (lha saya juga waktu itu ndak ‘merasa’ waktu digunting, kayanya ngga dibius dulu juga).

  34. 34 cakmoki Maret 20, 2007 pukul 2:51 pm

    @ Kang Kombor,
    Wah hebat, biasanya melihat “cekrek” suami bisa ndeprok.
    Gunting “cekrek” tanpa bius terkesan sadis ya Kang? πŸ˜€
    Cekrek=episiotomi, dilakukan “terutama” pada kelahiran anak pertama supaya tidak terjadi sobekan spontan, karena jika sobekan spontan sembuhnya “jelek”. Maka dibuatlah sobekan buatan “cekrek”
    Alasan tanpa bius sudah dijawab Bu Lita, alasan lain kalau dibius bisa mbendol seperti bakpao, hehehe

    @ Venus,
    lebih heboh saat khitanan masal Bu.
    Sebagian besar yang mendampingi para putra adalah ibu, sedangkan para bapak ngumpul di kejauhan, pucat.
    Yang mencoba dekat-dekat mbrebes mili, andai dishooting lucu, kayak kontes “mbrebes mili”. hehehe

  35. 35 Lita Maret 20, 2007 pukul 11:03 pm

    Halah, saya sok tau ya. Niat bilang episiotomi kok malah bilang sirkumsisi. Sirkumsisi itu lak sunat, tak iye? Atau salah lagi? Udah lah, mending bilang ‘menggunting’ aja, selamet :p

  36. 36 cakmoki Maret 21, 2007 pukul 12:54 am

    @ Lita,
    Sudah terjawab πŸ™‚
    Realita, kita biasa pakai istilah “menggunting”, dan ibu-ibu (walau di desa) sudah paham, nggak tahu dapat bocoran darimana ya

  37. 37 mei Maret 21, 2007 pukul 2:59 pm

    wah ketinggalan akeh aku cak..hehe, emberrrr….so jangan pernah meremehkan wanita…wanita itu kuat perkasa lohhh!!!hihi

  38. 38 cakmoki Maret 21, 2007 pukul 3:43 pm

    @ mei,
    Walah koq malah meden-medeni to.
    Iya ya, kadang baru dipleroki wanita, pria sudah mengkeret duluan. hehe

  39. 39 siNung Maret 22, 2007 pukul 2:04 am

    @ tukangkomentar dan cakmoki πŸ™‚
    afaik,
    1. pemberlakuan icd 10 di indonesia dimulai tahun 1997,
    melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Medik No. HK.00.05.1.4.5482 Tanggal 2 Januari 1997
    sekarang sudah revisi V (cmiiw)
    1.a. http://www.dinkes-dki.go.id/download/SPRS/Presentation_sprs.ppt
    1.b http://www.dinkes-dki.go.id/download/SPRS/Formulir_sprs.zip

    2. litbang depkes giat mengadakan pelatihan icd 10
    syarat mengikuti diantaranya :
    1. memahami bahasa inggris
    (makanya sampai sekarang belum ada kabar mengenai penerjemahannya :))
    2. membawa buku 1 set icd 10 (3volume),
    kalau belum punya dapat memesan seharga Rp 350ribu
    ref :
    http://www.litbang.depkes.go.id/download/leaflet/icd10.pdf

  40. 40 cakmoki Maret 22, 2007 pukul 4:05 am

    @ siNung,
    Terimakasih tambahan infonya πŸ˜€
    Berarti sudah 10 tahun 20 hari. Linknya koq malah DKI ya.
    Sebenarnya selama kurun waktu sekian lama, ada nggak yang sudah aplikasi ICD.10 ? Maksud saya sumber LB.1 dari Puskesmas, ke Dati II, Dati I. Kalau ada Dati I mengeluarkan LB.I berdasarkan ICD.10 berarti semua Puskesmas dan Dati II di wilayah tsb sudah memakai semua.
    Nuwunsewu, saya belum percaya. Sudah googling ke go.id – go.id belum nemu. Atau mungkin saya ketinggalan kereta. Absensi ICD WHO pada tahun 2005, Indonesia nihil.

    Sebagai renungan untuk depkes: (termasuk litbangkes)
    Kalau sudah di undangkan sekian lama, kenapa harus repot-repot pakai pelatihan segala. Lebih mudah menayangkan online seperti WHO, sediakan feedback, kabari Dinkes Tk I (yang punya go.id).
    Barusan baca powerpoint dari link di atas, berarti tinggal nyebar aja. Untuk Puskesmas ada nggak?
    Kalau ada kan asyik, tinggal mempelajari bukunya. Soalnya kalo tidak pakai ICD, beresiko munculnya diagnosa penyakit lain-lain di jajaran 10 atau 20 besar penyakit.
    ICD 10 yang sudah mateng di tunggu infonya ya πŸ˜€
    Maturnuwun

  41. 41 siNung Maret 24, 2007 pukul 3:49 am

    imho πŸ™‚
    1.umumnya, dari seminar/diklat dapat salinan presentasi, ‘untungnya’ timweb dki berinisiatif menguploadnya, kemudian ‘ketangkep’ oleh google
    2.yanmed (rs) dan yanmas (pkm) beda domain to ? πŸ™‚
    belum tahu apa yanmas pernah mengeluarkan petunjuk ttg icd
    3.mengenai das solen dan das sein ttg penerapan icd, tanya ken apa ?
    mungkin karena :
    * belum tersedia tenaga/jabatan_profesional rekam medik
    * repot dg urusan pelayanan/lainnya
    * tidak sempat
    * bingung dg bahasa inggris
    * pembina/pengawas dan yg_dibina tidak konsen/tidak tahu
    * dst…
    4. yang mateng apa seperti ?
    a. http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_kode_ICD-10
    b. http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_ICD-10_codes
    catatan : saya terkagum-kagum dg orang2 yg bekerjasama membuat link 4.b. !
    5. ‘seharusnya’ πŸ™‚ dari kumpulan penerapan icd dan data rekam medis lainnya, dpt ditindaklanjuti untuk membuat drg
    ref : http://en.wikipedia.org/wiki/Diagnosis-related_group
    6. tantangan untuk pemerintah/depkes/idi/persi membuat&menerapkan icd dan drg πŸ™‚

  42. 42 cakmoki Maret 24, 2007 pukul 5:59 am

    @ siNung,
    Sepintas klik link di atas, saya sependapat. Point 4.b mestinya kita bisa bikin. Kita banyak pakar kan?
    Atau jiplak aja link 4.b *matengan* πŸ˜€

    Menurut saya, persoalan no.3 bukan pada tenaga khusus rekam medik. Spesifikasi untuk pekerjaan entry tidak akan menyelesaikan masalah. Bayangkan saat tenaga tsb nggak masuk 2 hari saja, tenaga lain cenderung tergantung pada operator. Dus integrasi gak jalan.
    Kalau semua variabel masuk dalam database, semua tenaga mestinya harus bisa entry, wong tinggal mainkan mouse.
    Mungkin hambatannya item di bawahnya *gak nuduh lho*

    Untuk 5-6, kapan ya ?

    Maturnuwun, link sudah saya bookmarks.
    Kalau ada kesempatan akan saya buka ulang

  43. 43 kezia Januari 18, 2008 pukul 1:26 pm

    kenapa kok mesti mutiara gak berlian ato emas sih??????????

  44. 44 cakmoki Januari 18, 2008 pukul 4:51 pm

    @ kezia:
    bagusan mana ya πŸ™‚ …katanya sih lebih indah mutiara, tapi boleh aja koq kalo mo diibaratkan berlian ato emas.


  1. 1 Good ebook for X Lacak balik pada Mei 27, 2007 pukul 3:57 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso β„’

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

No Korupsi

Internet Sehat

Translator

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 5,378,163 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters

Translate


%d blogger menyukai ini: