Sabda seorang Pimpinan

Di negeri kita ada ngga ya, pimpinan institusi kesehatan tingkat II atau tingkat I yang mengatakan begini:
Saudara-saudara para sejawat kepala dinas kesehatan se propinsi antah berantah dan para kepala puskesmas yang saya cintai dan (tidak) saya banggakan,…
Pokok-pokok program prioritas kita pada tahun yang akan datang adalah:

  • satu, menurunkan angka kematian bayi dan angka kematian ibu
  • dua, menurunkan angka kesakitan terutama penyakit potensi klb (kejadian luar biasa) seperti diare dan demam berdarah
  • tiga, menurunkan angka balita gizi buruk sekaligus meningkatkan status gizi balita melalui revitalisasi posyandu
  • empat, meningkatkan cakupan imunisasi bayi, anak sekolah, calon pengantin dan ibu hamil
  • lima, mengupayakan percepatan pemakaian rekam medik berbasis teknologi informasi sampai tingkat puskesmas … dll dll dll

Dapat dipastikan, semua dinas kesehatan tingkat I maupun tingkat II di seluruh pelosok negeri, akan mengumandangkan untaian kalimat sakral seperti di atas atau yang mirip-mirip seperti itu. Kalo enggak … haram hukumnya!

Kita mungkin dapat memastikan pula, ada yang serius dan melaksanakannya secara tertata, integratif, berkesinambungan dan berhasil.
Mungkin kita juga melihat yang serius, tapi belum berhasil dan berusaha memperbaiki di tahun berikutnya.
Bila itu yang terjadi, rasanya kita bisa tenang dan bernapas lega …
Maaf, kira-kira ada engga yang tidak serius dalam pelaksanaannya atau bahkan hanya menjadikan lagu indah di atas sebagai jargon belaka?
Hiiiiiyyyy, amit-amit, jangan … jangan berprasangka, itu ngga ada koq ….
Well … jawaban jujur ada dalam lubuk hati para pelaku kesehatan di masing-masing daerah …

Suatu ketika di daerah Tk II antah berantah terjadi tanda-tanda outbreak kasus diare.
Mungkin kita mengharapkan episode ideal, langkah-langkah kepala dinas kesehatan seperti ini:

” Tolong siapkan agenda pertemuan dengan seluruh kepala puskesmas lusa, hubungi mereka melalui tilpon atau surat dengan lebel “penting”, minta mereka menyiapkan laporan w2 diare dua bulan terakhir, sp2tp dan peta kesakitan. Siang ini semua kepala sub-din pertemuan di ruang saya, tolong siapkan lcd, rekapitulasi w2 diare, data kesehatan lingkungan dan peta tematik, esoknya sub-din presentasi singkat langkah-langkah yang perlu kita lakukan, dan setelah itu saya akan menghadap kepala daerah untuk melaporkan kasus ini …”

Atau mungkin kepala dinas kesehatan bersabda:

” siang ini semua sub-din pertemuan di ruang saya berkenaan dengan peningkatan kasus diare, besok pagi kita peninjauan ke lapangan …”

Seperti itukah harapan kita? … mirip-mirip di atas atau ada harapan lain?
Bila itu yang terjadi, rasanya kita bisa tenang dan bernapas lega …

Maaf, kira-kira ada engga yang tiba-tiba kaget ketika muncul berita di media, atau mbulet, atau mengatakan belum ada laporan, atau masih akan nge-cek, atau mengatakan kesadaran masyarakat kurang, atau mengatakan bahwa kasus tersebut belum klb, atau menghimbau masyarakat tenang padahal rumah sakit sudah penuh sesak penderita diare, atau … atau masih ada yang lebih konyol lagi?

Seperti itukah yang terjadi di daerah kita? … mirip-mirip di atas atau ada kekonyolan lain?
Bila itu yang terjadi, hiiyyy …

Ada engga ya … kepala dinas kesehatan tingkat II yang bersabda kepada kepala puskesmas untuk menurunkan angka kesakitan diare dengan “entah bagaimana caranya” yang penting “tidak naik terlalu drastis” supaya kepala daerah ngga malu ?
Kontan kita berteriak:” jangan, … jangan negative thingking … kita pakai angka riil koq … ”
Jangan-jangan kita tersenyum kecut … sambil manggut-manggut … jangan ah!
Well … jawaban jujur ada dalam lubuk hati para pelaku kesehatan di masing-masing daerah …
Jangan terlalu serius ahhh … yakinlah, itu tidak salah …

Iklan

11 Responses to “Sabda seorang Pimpinan”


  1. 1 dr. Ady Wirawan Desember 21, 2006 pukul 11:10 am

    Hahaha… Mengingatkan saya sewaktu PTT..
    It has necessarily happened… maksudnya hal ini adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari pasti terjadi…
    So.. What’s next. Mungkin perlu waktu lama untuk mewujudkan harapan-harapan diatas

  2. 2 cakmoki Desember 21, 2006 pukul 4:47 pm

    Berarti dimana-mana sama ya …:)
    Tapi itu di tingkat I dan II, di dinas kes yang paling tinggi, yaitu dinkes tk III (puskesmas), mungkin ngga terjadi … kan tugasnya cuman manggut-manggut ….
    πŸ™‚

  3. 3 anis Desember 21, 2006 pukul 8:43 pm

    cak moki, ini barangkali yg menyebabkan sedikitnya kegiatan pemanfaatan data dan informasi di dinas kesehatan ya?…atau mungkin nunggu cak moki jadi kepala dinas he..he..he..

  4. 4 cakmoki Desember 21, 2006 pukul 10:16 pm

    @ Pak Anis,
    rasanya analisa jarak jauhnya betul pak … untuk kaltim yg bagus balikpapan dan tarakan. Samarinda sebenarnya sudah intranet, tapi kayaknya pajangan, buktinya masih pakai lembaran kertas tuh … mestinya kan tinggal colok ke lcd, trus panggil folder tiap sub-din.
    Wah… kalo masalah data, nuwun sewu ngga iku-ikut … hanya ikut malu.
    Sy sudah jadi ka dinas tk III belasan tahun … yg lebih rendah seperti tk II ngga mau dong, sumuk makai dasinya …
    Yang paling sy nikmati “mracangan” …hehehe.
    πŸ™‚

  5. 5 anis Desember 22, 2006 pukul 2:14 pm

    Cak Moki, kalo dasinan tapi gak sumuk ya jadi eselon II Depkes sekalian di Kuningan πŸ™‚ he..he..he.. bener lho… mumpung jabatan Kepala Pusdatin Depkes sekarang sedang kosong.
    Sejujurnya, saya salut dengan teman-teman yg di lapangan lho. Kalo saya mah ngomdong…..

  6. 6 cakmoki Desember 23, 2006 pukul 12:47 am

    @ Pak Anis, … ah bapak ini ada-ada aja, kan saya udah pernah eselon IV … mestinya naik ke eselon V … kalo ke eselon II menurut saya turun 2 tingkat … πŸ™‚
    Oya, sudah download hasil RAKERKESNAS Batam?
    Ada juga Kebijakan Pemb Kes 2007 tentang “Sinkronisasi Pemetaan Data”, isinya Pemetaan Sarana, Tenaga dan Penyebarannya… doang.
    Saya lebih sreg tulisan pak Anis tentang “Aspek Organisasional dalam pengembangan SIKDA” … lebih operasional dan aplikatif, tinggal njadikan juknis trus dibuat format lalu dijalankan bagi yang siap, kalo berhasil dijamin yg lain ikutan (tapi nggak boleh ikut-2 an)…
    Pernah diajukan ke depkes ngga? … sy lebih 3 kali baca sampai khatam, enak sudah ada pilihan-2 … mau ngopi ngga berani. Abis ngga ada catatan boleh dicopy dengan menyertakan sumber aslinya …hehehe.
    Menurut saya, di lapangan berasal dari akademisi juga, paling hanya modifikasi sesuai sikon.
    Met berkarya terus pak, kalo boleh usul, diajukan ke depkes tuh karyanya, tapi jangan mau digratisin ya …
    πŸ™‚

  7. 7 mina Desember 24, 2006 pukul 12:05 am

    saya gak pernah PTT jadi gak pernah merasakan πŸ˜€ padahal saya bikin skenario KLB buat tutorial IKM membayangkan skenario ideal πŸ˜€ mahasiswa diminta bertindak ideal, pas jadi dokter PTT, dapetnya yang kayak2 gini. kasian

  8. 8 anis Desember 24, 2006 pukul 10:05 am

    he..he.he..makanya saya setuju sekali pak Hatmoko di fakultas aja, mungkin lebih egaliter dan tidak ribet dengan eselon2an (tapi tergantung institusinya ding….). Apalagi sudah kaya dengan pengalaman lapangan..wah mhsnya pasti seneng banget.
    Materi Rakerkesnas? belum donlot tuh, nanti deh saya pelajari.
    Selasa kemarin (19 Des) saya ke Depkes. Mampir ke Pusdatin (pinginnya bu Hasna dan pak Hari Purwanto) dan Binkesmas (buat ketemu pak Kuning), pada pergi semua. Yah…moga-moga kerjaan saya di kabupaten tersebut ada manfaatnya. Kalau berhasil, semoga bisa menjadi salah satu alternatif model pengembangan SIKDA. Kalaupun tidak, semoga banyak yg bisa mengkritik, memberikan masukan dan menjadi pelajaran bagi semuanya.
    Aplikasinya akan saya GPLkhan, tetapi mana ada pengembangan tanpa biaya?

  9. 9 cakmoki Desember 24, 2006 pukul 7:02 pm

    @ mbak Mina,
    Menurut saya tetep skenario ideal. Selama kerja dg ts yang ptt bisa jalan sesuai saat kuliah koq, … memang harus ada yang mensupport saat di lapangan agar para ts berani. Benturan dg kebijakan lokal bisa saja terjadi, ada yg nyerah ada juga yg tetep eksis dan akhirnya dihargai.

    @ Pak Anis,
    Sebenarnya sy mengajukan berhenti, tapi oleh kakak kelas yg dekan di psku unmul diminta bantu-bantu, ternyata asyiiik, sama asyiiknya dg di lapangan.
    Untuk model SIKDA-nya sip lah. Andai masih di lapangan sy berani njalankan, udah sy cocokkan dg form terbaru sistem RR 2007 mulai Tk I sampai Puskesmas, rasanya bisa langsung nyetel.
    Untuk biaya … lumrah aja, kalo tk II ingin maju harus pakai modal.
    Eh bener ngga ya

  10. 10 anis Desember 29, 2006 pukul 2:27 am

    cakmoki,
    berarti sekarang sudah gak di Puskesmas Palaran lagi to? Atau tetap di Puskesmas Palaran tetapi juga mengajar di Unmul?
    Ya syukurlah, soalnya, lowongan Kepala Pusdatin udah terisi :). DR. Bambang Hartono, SKM, MSc sekarang menjadi CIO-nya Depkes lagi menggantikan dr.Doti Indrasanto. Sebelumnya, pak Doti menjabat Kapusdatin selama 1,5 thn menggantikan pak Bambang yang muter ke Pusat Promosi Kesehatan. Pak Doti baru saja pensiun. Jadi teringat dengan plesetan CIO=career is over.. ada-ada saja…

  11. 11 cakmoki Desember 31, 2006 pukul 6:00 am

    @ pak Anis
    Maaf, telat … koneksi letoy.
    Ya, sudah ngga di pusk palaran (cio), tapi masih tetap dipanggil ke rwt inap kalo malem karena yang ngganti saya tinggal di kecamatan lain. Dan masih diminta ngopeni blog nya pusk.
    Temen sy di depkes nggak krasan, entah apa alasannya. Kalo sy krasan di ndeso, sambil menghasut pak camat beli laptop dan lcd … Alhamdulillah thn kemarin beliau mau dan satu lurah ikut.
    Jadi kalo rapat rt sudah pakai lcd lho hehehe. Langkah selanjutnya menghasut bikin blog … πŸ™‚


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso β„’

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

Jangan Korupsi Ah

No Korupsi

Internet Sehat

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

[Valid RSS]

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 5,342,631 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters


%d blogger menyukai ini: