Mahalnya Keseriusan

Artikel Pindahan: (asli: Mei 2006)

Serius ???

Di Kota kami sepertinya tidak serius menangani masalah kesehatan, karena suara pelaksana teknis “hanya sebagai masukan” dan bukan sebagai bagian dari sebuah sistem dalam penyusunan rencana strategis jangka panjang. Walau secara eselon, para kepala Puskesmas masuk dalam kategori eselon rendah, harap diingat bahwa mereka adalah sarjana yang sehari-hari menangani masalah kesehatan secara komprehensif. Mustahil sebuah kebijakan akan benar-benar menyentuh esensi kesehatan bila kebijakan yang lahir hanya mengandalkan eselon semisal diwakili Dinas Kesehatan.

Pertanyaannya adalah beranikah Dinas Kesehatan berbicara berdasarkan kebenaran ? Ataukah hanya “sendiko dawuh” karena takut dicopot jabatannya, atau bisa jadi memang tidak pernah diberi ruang ?Ternyata, berdasarkan hasil penelitian IMPACT yang dipaparkan Juni 2004 di Makassar, disebutkan bahwa hanya sekitar 20 % Jajaran Dinas Kesehatan di Indonesia yang mampu meyakinkan Kepala Daerah tentang Renstra Kesehatan secara riil, sisanya tidak mampu, atau bahkan tidak berdaya. Ini berarti sebagian besar warga kita sejatinya tidak mendapatkan akses kesehatan secara benar. Bisa jadi kebijakan kesehatan sudah dipengaruhi oleh para petualang baik internal maupun eksternal. Lip service bidang kesehatan memang mudah dibuat agar menghanyutkan warga, lebih menyedihkan kala sebuah program lahir sebagai ” reactive management”. Entah kapan kita menyadari hal ini. Lebih parah lagi bila kebijakan pembiayaan kesehatan masuk kategori dicocok-cocokkan dengan “jatah”, korban pertama lagi-lagi dan selalu mayarakat khususnya warga menengah kebawah dan wa bil khusus warga tidak berpunya. Dalam hal penguatan politik juga bukan rahasia bahwa kesehatan dan pendidikan biasa dipakai sebagai isu utama, terutama ketika menjelang pemilihan (pemilu, pilkada dll). Ketika masuk tahap pelaksanaan, sebagian besar berakhir dengan wassalam. Akhirul kalam ya begitu begitu juga.
Masalah kesehatan akan menghangat dan jadi perhatian bahkan bisa pula jadi prioritas ketika ada KLB. Ketika itulah pelaksana teknis kesehatan seolah diperlukan atau tidak jarang diposisikan sebagai kambing hitam, bahkan adakalanya media pun tak segan ikut menghukumnya tanpa tahu akar permasalahan. Itulah slide show masalah kesehatan dari tahun ke tahun. Kini sudah makin sedikit para dokter yang mau berbicara benar, sebagian sudah apatis, adapula yang merasa percuma, toh akhirnya kebenaran hanya sebagai “bahan masukan”. Toh selama ini juga tidak didengar, toh selama ini juga berjalan seperti biasanya dan toh toh yang lainnya.
Saudaraku, kami mengakui masalah kesehatan masih begitu banyak kekurangan, namun bila penanganannya masih seperti di atas, rasanya kita tidak akan pernah menggapai perbaikan. Siklus ini berulang dan berulang hingga sulit berujung happy ending.
Kini saatnya mengakhiri kelemahan dengan mengedapankan kebesaran jiwa, menata ulang keperluan riil khalayak akan esensi kesehatan, reformulasi parameter sesuai kaidah kedokteran dan public health, inventarisasi berjenjang berdasarkan kewilayaan, menyusun prioritas secara sistematis, membuat “list item” semua program dan indent filter untuk jangka panjang. Di samping itu jajaran kesehatan juga dituntut kreatif dalam memandang jauh kedepan membuat sebuah bingkai renstra berjenjang sesuai kondisi riil terkini. Mental menghabis-habiskan anggaran sepatutnya dibuang, diganti mental elegan, yakni memanfaatkan anggaran sesuai keperluan riil. Berebut mata anggaran juga harus dihilangkan. Jangan ada lagi ungkapan: “seksi saya dapat berapa ?” Bila kondisi tersebut masih terjadi maka overlapping kegiatan tak dapat dihindari, ujungnya adalah PEMBOROSAN.
Berpuluh kali pelatihan, berulang kali workshop di hotel berbintang, ditambah lagi “studi banding-studi bandingan”, nun sejauh ini hasilnya tak seimbang. Karenanya, Renstra riil berjenjang mutlak dimulai sekarang dengan semangat kebersamaan. Dengan demikian kita selalu punya acuan yang tersusun layaknya sort ascending dalam sebuah spreed yang baku tapi dinamis.
Maukah kita sedikit repot barang 3 sampai 6 bulan menyisihkan waktu untuk itu ?

Well, jawaban ada di diri masing-masing.

Iklan

4 Responses to “Mahalnya Keseriusan”


  1. 1 bayhakidevayan September 8, 2008 pukul 9:18 am

    Saya pikir, perlu dilakukan perombakan sistem kesehatan
    di indonesia secara massif dan radikal, yang lebih
    jelas terencana, mudah diaplikasikan, dan benar-benar
    berpihak pada rakyat.
    lamban-nya kemajuan sistem kesehatan kita, mungkin salah
    satunya karena tidak ada “Management by anticipation” yang
    terukur, jelas, memihak pada rakyat.
    salah keduanya,kalau terus-terusan di-lip service sama pejabat,
    cape juga yah 🙂

  2. 2 cakmoki September 8, 2008 pukul 11:21 pm

    @ bayhakidevayan:
    saya sependapat … setuju!!! 🙂

  3. 3 lenny Agustus 10, 2009 pukul 2:22 pm

    mungkin perubahan secara besar2an untuk jangka pendek untuk masalah sistem kesehatan di indonesia tidak mudah, tapi kalo kita mulai dari yg kecil dulu, sedikit demi sedikit, itu lebih mudah. 🙂

  4. 4 cakmoki Agustus 11, 2009 pukul 4:24 am

    @ lenny:
    ya, saya sependapat. Dan saya yakin akan ada perbaikan seberapapun kecilnya asalkan dilandasi dengan niat tulus dan dilaksanakan dengan benar… 🙂
    Trims


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso ™

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

Jangan Korupsi Ah

No Korupsi

Internet Sehat

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

[Valid RSS]

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 5,330,891 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters


%d blogger menyukai ini: