Booming cyprofloxacin

cyprofloxacin

Artikel Pindahan: (asli: Mei 2006)
Beberapa tahun terakhir ini disinyalir terjadi pemakaian Cyprofloxacin yang luar biasa, bukan saja dipakai sebagai drug of choice STD, tetapi sudah ada kecenderungan pemakaian terhadap hampir semua penyakit. Kalau tadinya “hanya” pro kontra tentang perlu tidaknya pemakaian cyprofloxacin terhadap penderita thypoid (MRS) yang diduga mengalami Multi Drug Resistance (MDR), kini indikasi dan cara kerja obat tersebut sudah diabaikan, bahkan beberapa dokter menggunakan obat ini untuk penderita tonsilitis, diare dan lain-lain.


Tentu tidak salah ketika misalnya sebuah wilayah atau negara dinyatakan MDR pada penyakit tertentu (contohnya kasus typhoid) maka salah satu pilihan adalah cyprofloxacin atau sepalospurin generasi ketiga. Namun ketika hampir semua penyakit diberi cyprofloxacin, maka indikasi patut dipertanyakan.

Pisang goreng
Seorang dokter yang notabene mempunyai tanggung jawab keilmuan dan profesi, tentunya tidak gegabah memberikan obat ini kepada hampir semua jenis penyakit, yang pada gilirannya justru menambah daftar obat yang dapat menimbulkan MDR. Menurut penulis, kondisi ini mungkin dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: kurangnya pengetahuan farmakologi, pengaruh brosur dan iming-iming murahnya harga obat dari med-rep, ingin dianggap manjur, dan lain-lain sebab yang tidak jelas. Saat ini sudah tidak sulit menemukan cyprofloksasin, karena permintaan konsumen yang sudah biasa diberikan cyprofloksasin oleh dokter, harganyapun relatif murah berkisar 500 s/d 1000 rupiah, tidak jauh berbeda dengan harga obat wes ewes ewes ilang angine.
Belakangan saya makin prihatin dengan pemakaian cyprofloxacin yang luar biasa di Samarinda. Sungguh mengejutkan ketika sebagian pasien membawa cyprofloxacin ke tempat praktek, dan berlangsung hingga sekarang. Ternyata yang memberikan obat tersebut bukan hanya para dokter, tetapi juga paramedis termasuk di klinik-klinik perusahaan kayu lapis. Lebih aneh lagi kalau melihat indikasinya. Mulai tonsilitis, diare, herpes zoster, asthma, bahkan scabies dan larva migrans pun diberikan cyprofloxacin.
Cyprofloxacin, bak pisang goreng yang mirip lagu wajib. Suatu ketika terpaksa saya menganjurkan seorang pasien yang sudah minum cyprofloxacin dengan gejala klinis amoebiasis untuk menghentikan pemakaian obat tersebut, disertai permintaan maaf bahwa obat tersebut tidak tepat untuk penyakitnya dan sedikit penjelasan tentang antibiotika.

Buah “kerja sama”
Pada salah satu kesempatan saya diskusikan booming cyprofloxacin dengan teman sejawat. Ketika saya tanyakan pemakaian cyprofloxacin jawabannya sungguh membuat saya terpana, karena alasannya adalah “aktualisasi diri”, selain harganya yang murah dan menurut brosurnya bisa untuk hampir semua penyakit infeksi, mulai saluran pernafasan, saluran pencernaan, saluran kencing dan lain-lain. Itu kata mereka. Saat itu saya sempat berkomentar dengan nada canda:” wah, kalau seorang dokter lebih percaya dengan detailer dan referensinya adalah brosur kemasan obat, bakalan MDR nih warga kita “.
Lebih mengherankan lagi pasien post opname di RS dengan beragam penyakit, sebagian diantaranya membawa bekas kemasan cypro ketika kontrol.
Itulah sekelumit realita yang saya sebut sebagai “booming cyprofloxacin”. Sepertinya kondisi ini sudah meluas dan tak terkendali, terbukti beberapa keluarga saya di Trenggalek dan Surabaya, ketika menanyakan resep yang dibeli dari apotik melalui sms, hampir selalu berisi cyprofloxacin (adakalanya masih dikombinasi dengan sefadroxyl). Benarkah yang disinyalir oleh majalah Tempo edisi September 1999 (kalau tidak salah) bahwa sebagian dokter terlibat dengan praktek “rantai kerja sama” yang merugikan pasien ? Dan untuk cyprofloxacin, apakah nantinya akan bernasib seperti Tetra dan jamu asam urat yang bisa dengan mudah dibeli di warung-warung ?
Bagaimana peran balai POM dalam hal pengawasannya dan fungsi public warning ? Apakah mereka sibuk, maaf, dengan backing apotek dan pemutihan resep ?
Dimana pula Depkes ? Apakah masih berkutat dengan record and report yang dangkal ? Ataukah masih bicara program yang “project oriented” dan mempolitisir warga miskin melalui kata manis “kerja sama” dengan Askes yang potensi pembengkakan premi dan kapitasi ?
Tidakkah mereka lupa dengan hakekat kesehatan ?

cakmoki 2004 | last up date: 28 Mei 2006

Iklan

25 Responses to “Booming cyprofloxacin”


  1. 1 ungi Juni 14, 2007 pukul 1:26 pm

    hmmm,,dpt almt artikel ini jg dikasih tau temen. Awalnya, saia dan teman saia(yg ngasih tau alamat ini) jg berdiskusi masalah cifro ini.

    Sekitar 5 hari yang lalu saia dtng ke dokter di pusat kesehatan universitas. Saia mengeluhkan rhinorrhea yang sudah 2 mggu, batuk non produktif 1 mggu, dan dysphagia 2 hr. Memang saia sudah sering mengalamai tonsilitis, dan memang sudah indikasi untuk tonsilektomi, tp saia memilih untuk tidak menjalani tonsilektomi. Begitu diresepkan obat, dokternya memberi cifrofloxacin, demacolin, dan ambroxol. Lalu saia bertanya sama teman saia, “ko dikasih cifro?”, sambil mengingat2 cifro itu gol antibiotik apa,,kwkwkw,yah namanya jg mahasiswa. Teman saia jg bingung kenapa malah diberi cifro. Memangnya drug of choice bwt ispa itu cifro. Sepertinya sangat bertentangan dg apa yg kami pelajari pd modul “Guide to good presrcribing”. Pemberian antibiotik memang harus restrict, dan harus sesuai dg indikasi yang jelas, mengingat kasus MDR pada beberapa penyakit sangat memprihatinkan dan beberapa obat sudah tdk bisa dipakai lg untuk bbrp penyakit pdhl penemuan jenis antibiotika baru jg lambat apalagi antibiotik yg poten. Kalau antibiotik yg poten malah sering digunakan, mengobati pnykt infeksi semakin sulit kalau sudah terjadi resistensi. Dosen jg mengatakan “kalian harus tetap memegang idealisme seperti skrg ini sampai kalian sdh terjun didunia klinik nanti karena peran kalian penting untuk mangatasi masalah resistensi antibiotika ini”. Saia dan teman-teman memang belum terjun ke dunia klinik dan belum mengetahui betul masalah regulasinya jd belum paham apa yg terjadi di lapangan. Mungkin, cak moki yang sudah berpengalaman dan memiliki kemampuan dapat mengajukan suatu solusi ke pada para pihak yang berkepentingan.

    CMIIW,,hehehe,,secara saia jg kurang paham farmakologinya >…

  2. 2 ungi Juni 14, 2007 pukul 1:27 pm

    wah ada batas karakter klo nulis komen T.T

    cont’d

    PS:oh iya,,klo demacolin itu mekanisme kerja dan kandungannya apa saja cak??saia cari di internet jg lum nemu >..

  3. 3 cakmoki Juni 14, 2007 pukul 2:09 pm

    @ ungi,
    Terimakasih udah berbagi. Gak ada batas karakter koq, panjang biasanya bisa tuh.
    Saya sependapat dengan dosen tersebut, walaupun banyak tantangan, idealisme harus tetap dipegang teguh.
    Di lapangan sungguh memprihatinkan, bukan hanya cypro, malah ada RS yang memberikan cefotaxim kepada hampir semua pasiennya, seperti lagu wajib. Tentu merugikan pasien ditinjau dari sudut manapun.
    Di praktek atau klinik-2 juga sebagian sudah mewabah seperti itu.
    Untuk memperbaiki sangat sulit melibatkan pihak terkait. Masalahnya sebagian sudah tercemari bonus. yg bisa dilakukan adalah gerakan moral dan tidak mengikuti trend tersebut.

    Demacolin, isinya:
    1. Asetaminofen (parasetamol) 500mg
    2. Pseudoefedrin-HCl 30 mg
    3. Klorfeniramin maleat 2 mg
    4. Kofein 10 mg
    udah tahu mekanismenya dan fungsinya kan? hehehe

    Moga cepet sembuh 🙂

  4. 4 hariadhi Desember 29, 2007 pukul 10:11 pm

    Wah.. dulu rasanya demam sedikit juga udah dikasih obat ini sama dokter. Tapi ga pernah diminum. Hehehhee.. Akhirnya malah sembuh sendiri.

  5. 5 cakmoki Desember 29, 2007 pukul 11:13 pm

    @ hariadhi,
    hehehe, kompak *tossss*

  6. 6 Manika Juni 19, 2008 pukul 2:06 pm

    Jd cifro itu senjata pamungkasnya antibiotik ya?

    Oya kalo dulu sy sering bgt batpil sampai2 hidung ada polipnya (nyambung gak sih?). Kalo skr udah ngerti antibiotik, jd jarang bgt mengkonsumsinya. Apa kira2 sy bs ngalami MDR ya?

    BTW makasih bgt ya Cakmoki atas buka2annya ttg kesehatan d blog ini. Spt jg blog dokter Ian. Kita2 yg awam bs tercerahkan dan jd lbh waspada thd kesehatan dan bila berobat. Pd teman yg dokter muda, sy referensikan blog ini. Berharap moga2 bs mencerahkan lbh bnyk org lg.

    Oya cak, dl wkt pertama periksa kehamilan d dsog sy kan diksh resep 2 jenis obat. Alor* dan elev*t. Sblm pergi kesana sy sdh bc informasi ttg kebutuhan vitamin dan mineral ibu hamil. Maka wkt menebus pun sy berkeras minta kardusnya yg ada keterangan kandungan obat. Pdhl sy cuma nebus separo resep. Lha larang tenan je!

    Mana wkt sy bc d kardusnya disebutkan pemakaian obat tdk boleh lebih dr satu butir per harinya. Tp oleh dokter, sy disuruh minum 2 tablet berbeda dgn kandungan serupa itu tiap hari. Useless bgt pikir sy. Toh kandungannya sama. Pdhl kelebihan vit A kan bahaya, CMIIW.

    Akhirnya, saya pindah klinik. Dan di klinik yg baru sy dpt obat Vitam*m yg lbh murah. Ah..begitukah ternyata main mata dsog dan pabrikan?

    *Lha kok malah pindah ngeblog disini ki pie?*

  7. 7 cakmoki Juni 20, 2008 pukul 2:32 pm

    @ Manika:
    Bukan, cypro bukan pamungkas, masih banyak golongan antibiotik lain. Tulisan ini dimaksudkan agar pengunaan Antibiotik bener-2 sesuai indikasinya, bukan lantas semua penyakit disikat pakai cypro. Kan tidak semua infeksi memerlukan antibiotik … :). Kalaupun perlu atibiotik, akan lebih bijak jika pemilihan jenis antibiotik diseuaikan dengan penyakitnya .

    Apa kira2 sy bs ngalami MDR ya?

    kalo udah ga gitu lagi, saya rasa ga MDR

    Ah..begitukah ternyata main mata dsog dan pabrikan?

    hahahaha… sungguh kritikan yg cerdas dan mengena langung di ulu hati, iya itu emang bukan rahasia lagi… saya sependapat dengan penjenengan bahwa obat berkualitas tidak harus mahal.
    Saya sampai nulis secara serial (3 seri) seputar sponsorship (main mata) di dunia medis, … untunge saya ga dikeroyok temen sendiri, paling pol dirasani … hehehe

    trims share-nya

  8. 8 Lee Juli 5, 2008 pukul 2:47 pm

    Cak,
    sebagai awam,
    saya jadi was-was.
    Seharusnya ada pencerahan buat kami yang awam,
    minimal kami harus kritis ketika diberi antibiotik.

    Tapi sebelum itu:

    Kapan kita harus minum antibiotik?
    Apakah seharusnya pada tahap pertama kita menghindari dulu antibiotik bila diresepkan oleh dokter?
    Perasaan saat ini asal ada infeksi, pasti diberikan antibiotik. Tidak adakah penangkal lain dari tubuh?

    Nah, bila kepepetnya diberikan antibiotik,
    sejauh mana kita bisa tahu bahwa itu memang antibiotik yang sesuai (tidak kurang dan tidak berlebihan) untuk melawan penyakit kita?

    Terima kasih.

  9. 9 cakmoki Juli 6, 2008 pukul 1:03 am

    @ Lee:
    hmm, bener … sudah sewajarnya jika kritis ketika diberi antibiotika dan boleh nanya tentang indikasinya.

    Kapan kita harus minum antibiotik? … dst

    1. Kalo nyata-nyata penyakit yg diderita memang memerlukan antibiotika, maka penggunaannya tidak bergantung pada waktu. Walaupun awal, kalo penyakitnya memerlukan antibiotika justru harus diberikan sejak awal untuk menghindariu penyebaran penyakit, misalnya Impetigo (infeksi kulit yang disebabkan kuman streptokokus dan stafilokokus) pada bayi, antibiotika harus diberikan sedini mungkin karena kalau enggak dalam tempo beberapa hari penyakit tersebut udah menyebar.
    Contoh lain, jika seseorang menderita infeksi jamur maka tentu tidak memerlukan antibiotika, tapi memerlukan antijamur.

    Jadi, menghadapi kondisi booming antibiotika bukan menghindari antibiotik tapi menanyakannya kepada dokter yang meresepkannya.

    Tidak adakah penangkal lain dari tubuh?

    Ada. Kita dianugerahi sistem pertahanan tubuh yang secara otomatis akan memberikan perlawanan jika ada mikroorganisme masuk tubuh kita.
    Namun ketika sistem pertahanan tubuh kita tidak mampu lagi membendung penyakit, maka timbullah berbagai gejala penyakit sesuai dengan penyebabnya.

    Sebagai contoh, jika kita terluka kecil yg kebetulan kemasukan kuman dalam luka tersebut, maka tubuh kita akan memproduksi leukosit untuk menangkal kuman. Karena itulah mengapa pada luka yg terinfeksi timbul nanah yg merupakan jaringan yg mati, sel-sel darah yg mati dan kuman yg mati. Ini membuktikan bahwa tubuh kita telah mengerahkan alat pertahanan diri. Pertanyaannya: ” …apakah kita menunggu hingga timbul nanah untuk membuktikan bahwa ada infeksi?…”.
    Tentu tidak. Seorang dokter dibekali pengetahuan untuk mendeteksi ada tidaknya infeksi melalui pemeriksaan fisik dan kalau perlu pemeriksaan laboratorium untuk memastikannya.
    Demikian pula sebaliknya, jika tidak ada tanda-tanda infeksi kuman, maka antibiotika tidak diperlukan.

    2. Untuk mengetahui sesuai atau tepat tidaknya pemberian antibiotika, sebaiknya menanyakannya kepada dokter yang memberikan antibiotika. Sayangnya tidak semua pasien berani menanyakannya dan tidak semua dokter mampu dan mau menjelaskannya, padahal bertanya adalah hak pasien dan menjelaskan adalah kewajiban dokter.

    Moga penjelasan singkat ini bermanfaat … trims 🙂

  10. 10 Lee Juli 31, 2008 pukul 5:02 pm

    1. Bagaimanakah kita ketahui sebuah obat itu antibiotika atau bukan…
    2. Dalam kasus flu dan radang tenggorokan, bagaimana kita ketahui penyebab flu dan radang apakah itu virus atau bakteri….
    3. Apakah anak di bawah umur 1 tahun bisa kena penyakit typus?

    Terima kasih.

  11. 11 cakmoki Agustus 1, 2008 pukul 2:12 am

    @ Lee:
    1. Dengan mengetahui kandungan obat di kemasan atau blister (saat ini semua obat dagang *obat bermerk or paten* mencantumkan isi atau kandungan obat generik sehingga kita mengetahui obat tersebut antibiotik atau bukan. Hanya saja orang awam tidak bisa mengetahui semua jenis antibiotika dan turunannya karena diperlukan pengetahuan farmakologi untuk mengetahui berbagai jenis antibiotika.

    2. Idealnya dengan kultur atau biakan mikro-organisme, namun cara ini belum dilakukan secara rutin kecuali untuk penelitian.
    Seorang dokter dapat memprediksi apakah suatu penyakit disebabkan virus atau kuman berdasarkan tanda klinis. Tapi tidak semua penyakit infeksi dapat diketahui penyebabnya secara mudah, terutama pada tahap awal kecuali penyakit-2 yang gejala klinisnya jelas-jelas merujuk ke penyakit tertentu, misalnya cacar air, jelas penyebabnya virus varicella, dll…dll.

    3. Tifus dapat mengenai semua umur.

    Trims

  12. 12 astu Agustus 3, 2008 pukul 9:40 am

    dok, boleh tanya ya
    (habis ga semua dr. informatif seperti pak dr. yang 1 ini)
    kakakku didiagnosa thypus setelah panas 1mgg + periksa widal, antibiotiknya dikasih cipro 2x750mg (di hasil lab.nya tertulis nilai 1/80, apa maksudnya ya? dah tanya ke dr. yang merawat tp bingung aku dengan jawabannya).
    apa thypus kakakku termasuk yang sudah resisten terhadap obat thypus yang biasanya ya dok? (info yang kudapat cipro dipake buat thypus yang dah resisten terhadap gol. obat-obat terdahulu: kloramfenikol, tiamfenikol dan turunnannya; dosisnya 2X500mg)
    matur nuwun dok

  13. 13 cakmoki Agustus 3, 2008 pukul 1:33 pm

    @ astu:
    Panas 1 minggu dengan widal 1/80 s/d 1/200 tidak mendukung diagnosa thypus. Tapi diagnosa dokter tersebut dapat dibenarkan jika tanda klinis emang menunjang ke arah thypus (panas lebih seminggu gambaran grafik seperti pelana, dll), dan kita tahu widal kurang akurat untuk diagnosa thypus, maksudnya bisa aja emang thypus tapi widal menunjukkan “false negatif”, begitu pula sebaliknya.
    Alat bantu Lab untuk diagnosa thypus terkini adalah Tubex TF (harganya sekitar 90 ribu) dengan akurasi sekitar 90 %.

    Tentang obat, … bener, cypro hanya dipake untuk thypus jika resisten terhadap Drug of Choice. Indonesia belum ada data resisten, so Kloramfenikol 4×500 mg dan Tiamfenikol 3-4 x 500 mg masih menjadi pilihan pertama. *maaf, sekalian saya koreksi dosisnya ya*
    Maturnuwun juga share-nya 🙂

  14. 14 astu Agustus 4, 2008 pukul 6:26 am

    maturnuwun dok
    jadi bisa aja sakit thypus bisa bukan ya?
    saya dah baca postingan dokter tentang tubex juga
    tapi sayang di tempat kakak saya dirawat ga ada itu dok. kata petugas lab.nya disitu masih pake widal.
    o ya, soal dosis, yang 2 x 500mg itu dosis cypro nya (menurut yang saya baca: dosis cypro untuk typoid: 500mg tiap 12 jam). jadi apa dosis obat yang diterima kakak saya itu ga kegedean dok? (diresepi cypro 2 x 750mg)
    (maaf, tanya wae. soalnya dah minum sesuai resep selama 4 hari ini masih panas. memang turun juga kalo hbs minum paracetamol; 4 x 500mg)

  15. 15 cakmoki Agustus 4, 2008 pukul 2:42 pm

    @ astu:
    ok… ya, cypro cukup 2×500 mg dan paresetamol 4 x 500 mg
    Moga kakaknya segera sembuh ya 😀

  16. 16 Winarno September 17, 2008 pukul 11:16 pm

    Istri saya jika ke dokter jg dikasih cypro meski blom tes darah.Apa untuk ispa juga cocok?dan efek bagi anak apa ada?

  17. 17 Mutia Maret 31, 2009 pukul 3:29 pm

    nyasar kesini karena nyari2 komposisinya demacolin. wuih~~~~ infonya kewren banget! mo say bookmark biar next time bisa baca2 lagi. matur nuwun pak dokter…..

  18. 18 cakmoki Maret 31, 2009 pukul 6:48 pm

    @ Mutia:
    wih, obat dah lebih 15 tahun yg lalu 🙂
    komposisi Tab Demacolin: asetaminofen 500 mg, pseudoefedrin-HCl 7,5 mg, klorfeniramin maleat 2 mg, kofein 10 mg.
    Bisa jadi komposisi tersebut berubah, soalnya gak tercantum lagi dalam IMS/MIMS dan ISO dalam 7 tahun terakhir.
    Maturnuwun juga kunjungannya … ^^

  19. 19 dedi April 11, 2010 pukul 10:36 pm

    saya kalo demam suka dikasih intunal. perbedaan demacolin, intunal dan deconal apa dok? saya liat demacolin ada kafeinnya. fungsinya apa ya

  20. 20 cakmoki April 12, 2010 pukul 2:38 pm

    @ dedi:
    Komponen pokok pada ketiga obat tersebut berfungsi sama, bedanya hanya pada komposisi penunjang.
    Cafeein pada obat tersebut dimaksudkan untuk menguatkan efek analgesik (pereda nyeri).
    Makasih

  21. 21 dhee2n April 19, 2010 pukul 3:00 pm

    saya lagi hamil 1 bulan n flu ma dokternya dikasih demacolin…, emangnya gpp yah? maksudku dosisnya gpp? soalnya ak cari di situs kok belum nemu yah hubungan demacolin dengan ibu hamil…tengkiu

  22. 22 cakmoki April 20, 2010 pukul 12:29 am

    @ dhee2n:
    ga papa mbak… dosis maupun komonen obatnya aman untuk ibu hamil dan menyusui.. Lagipula makainya hanya beberapa hari.
    makasih

  23. 23 resa Maret 11, 2011 pukul 8:21 pm

    maksih info ttg demacolin,saya menyusui,di beri,demacolin,stlah tau itu am.an,saya jd lega dan terbantu dlm mngtasi sakit kepala,trims

  24. 24 cakmoki Maret 12, 2011 pukul 2:04 am

    @ resa:
    sama-sama… makasih atas kunjungannya di blog ini 🙂


  1. 1 Booming cyprofloxacin « Ngobrol Kesehatan Weblog Lacak balik pada Agustus 6, 2008 pukul 1:54 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso ™

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

Jangan Korupsi Ah

No Korupsi

Internet Sehat

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

[Valid RSS]

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 5,354,783 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters


%d blogger menyukai ini: