Rencana Gratis

Artkel Pindahan: (asli: Maret 2006)
uangrp120Program Pengobatan Gratis di Puskesmas (direncanakan) melalui Askes.
Rabo, 8 Maret 2006, bertempat di Lantai II Ruang Rapat Utama Balai Kota Samarinda dilaksanakan Sosialiasi Program Pengobatan Gratis tingkat dasar di Puskemas. Rapat yang dipimpin Bapak Sekkot dengan melibatkan DKK, DPRD dan para kepala Puskemas se Samarinda ini membuat kami kaget ketika ternyata ada acara pemaparan PT Askes dan tawaran-tawarannya.
Kami tentu merasa ANEH, menyaksikan program luhur ini nampaknya akan diserahkan pengelolaannya kepada pihak ketiga yang nilai uangnya konon mencapai 18 M, wooow. Harap diingat dana tersebut bersumber dari Pemkot. Namanya jualan, wajar bila produk yang ditawarkan mengekspos keunggulan-keunggulan, pendeknya kecap tidak ada yang nomor dua.
Di kalangan kedokteran, hal semacam ini sudah lama menimbulkan pro kontra, karena bentuk “kerja sama” yang dijalin hanya menguntungkan pihak tertentu.
Bahkan para pakar kedokteran mengecam keras praktek-pratek semacam ini.
Untuk melihat pro kontra dan pandangan pakar kedokteran tentang hal tersebut silahkan kunjungi http://desentralisasi-kesehatan.net/ dan
http://www.iwandarmansjah.web.id/

Terkait program luhur bapak Walikota Samarinda yang ingin agar warga Kota Samarinda mendapatkan layanan kesehatan dasar secara gratis di Puskesmas, patut kita syukuri dan kita dukung dengan sungguh-sungguh tanpa mengurangi kualitas layanan yang sudah ada, bahkan sedapat mungkin ditingkatkan.
Persoalan yang sebenarnya sangat sederhana, yakni hanya merubah yang tadinya membayar retribusi diganti gratis. Kalaupun ada masalah, pertama adalah kemungkinan melonjaknya angka kunjungan. hal ini mudah diatasi, yakni hanya menambah obat dan bahan habis pakai. Kedua, adanya kunjungan berobat warga kota / kabupaten lain yang berbatasan dengan Samarinda. Lagi-lagi yang ini bukan persoalan serius. Jalan keluarnya layani aja sekalian. Justru bila ini terjadi bisa menjadi stimulan daerah lain untuk menjalankan program sejenis.
Pesan yang disampaikan oleh bapak Sekkot maupun wakil dari DPRD menekankan kepada ungkapan “niat luhur”. Siapapun tidak ada yang keberatan dengan ungkapan sakti ini. justru yang penting adalah bagaimana agar “niat luhur” ini istiqomah dari awal sampai akhir dan luhur pula dalam mekanismenya.
Nah, di sektor ini nampaknya belum ada titik temu, khususnya dalam mengartikan kata “luhur” tadi.
Mengacu kepada sederhananya proses penggantian dari membayar retribusi yang senilai Rp3.000,- menjadi gratis, bagi kami di Puskesmas tidak ada masalah serius, karena sesungguhnya hal semacam ini sudah berlangsung sejak Puskesmas berdiri, hanya saja yang gratis adalah warga tidak mampu.
Kami dibuat terperangah ketika menyimak paparan Askes yang mencapai 18 Milyar per tahun. Tiada kata yang bisa kami ungkapkan selain “wooowww”.
Dan dana sebesar itu hanya untuk merubah dari membayar retribusi menjadi gratis, sekali lagi “wooowww”. Kami yang sehari-hari berhadapan langsung dengan orang sakit saja, tidak pernah membayangkan nilai sebesar itu, anehnya (mungkin juga dianggap tidak aneh) yang tidak berhadapan dengan orang sakit dengan mudah menulis angka belasan Milyar (hanya mengganti dari membayar retribusi menjadi gratis).
Lebih aneh lagi bila tawaran Askes ini disetujui oleh lembaga terkait.
Bagi pihak yang merasa diuntungkan dan tidak melihat esensi program tersebut, wajar bila ngotot dengan alasan yang nampak masuk akal atau kalau perlu dimasuk-masukkan akal.
Sebanyak apapun argumen yang disampaikan, tentu memancing pertanyaan, apakah ini sesuai dengan azas “kepatutan”? Belum lagi pertanyaan lainnya.
Jawabnya hanya ada di dalam nurani. …jangan main-main ah
Memang tawaran yang disampaikan oleh Askes kepada pihak pelaksana, dalam hal ini Puskesmas, mencapai berjuta-juta per tahun per Puskesmas setelah dihitung kapitasi. Itupun terbuka peluang negosiasi besaran nilai rupiah per item layanan. Walah-walah, kok seperti jual beli di pasar ya …
Kami tidak tertarik dengan tawaran-tawaran semacam itu. Selain pemborosan dan menguras kas daerah, juga kepatutan itu tadi, dan juga “permainan kerja sama” semacam ini sudah lama mencoreng dunia kedokteran di Indonesia.
Kita tidak ingin menyalahkan siapapun, termasuk yang menawarkan kerja sama, tetapi apakah setiap ada penawaran harus dibeli?
Biaya kesehatan sudah selayaknya dikaji secara serius, namun tidak harus memakai jasa pihak ketiga. Hal ini sangat berbeda dengan health insurance di luar negeri. Selain infrastruktur yang mapan, prinsip akuntabilitas, transparansi dan detail penggunaan dana sangat nyata, gamblang dan diketahui publik.
Pelayanan kesehatan dasar gratis is oke, kita hanya bisa menunggu apakah “kerjasama” 18 M akan dikaji ulang atau akan dipaksakan.

Semoga menjadi renungan !

 

Iklan

5 Responses to “Rencana Gratis”


  1. 1 dihnid Maret 12, 2008 pukul 4:22 pm

    Oalah om…om…kalo nggak ngerti itu mbok jangan langsung memvonis. cari tahu dulu gitu lho. kayak orang ndak makan sekolahan aja.
    Pemkot samarinda itu memang ikut / mengasuransikan warganya pake askes komersial. Dan itu nggak ada hubungan sama sekali dengan askin. ya jelas aja bayar, lha wong judulnya aja askes komersial. Makanya jadi orang itu jgn sok tau..sok pinter…sok ngerti dlll

  2. 2 cakmoki Maret 12, 2008 pukul 5:17 pm

    @ dihnid:
    Oalah mas..mas… makanya tho, baca dulu, yang memvonis saya ndak makan sekolahan kan sampeyan.
    warga koq dibuat alat komersial, makanya lagi-lagi baca, ini mah menyangkut uang negara yang notabene uang rakyat dan berkaitan dengan “kepatutan”. Kalo beda pendapat silahkan pakai argumen, … dan kalo gak siap berbeda mengapa pula sampeyan meradang?
    Lagipula, ketika itu saya sebagai koordinator yg menghitung rinciannya, yang mempresentasikannya juga bahwa uang segitu cukup untuk warga se kaltim, bukan hanya untuk sebagian warga Samarinda.
    Coba renungkan, jika anda punya uang misalnya 100 juta cukup untuk beli motor 5 buah, mengapa anda habiskan hanya untuk 2 motor dengan merk dan spesifikasi yang sama, sedangkan uang tersebut bukan milik anda pribadi?
    dah tau bedanya gak ? 🙂

  3. 3 Bundara1 September 4, 2009 pukul 9:04 am

    Wah keren sekali Cak Moki tulisannya,saya baru baca hari ini,saya setuju dengan pendapatnya cak,sering kali orang yang merasa diuntungkan punya itung-itungan yang seakan-akan masuk akal,padahal PUNGLI itu sebenarnya,maju terus cak,yang membantah tanpa data alias mek moreng-moreng thok yo iku sing bathi cak…

  4. 4 cakmoki September 4, 2009 pukul 11:21 pm

    @ Bundara 1:
    Kompakkkk…tossss … hehehe.
    Makasih support dan kunjungannya 🙂


  1. 1 Hore, Menkes Ceraikan PT. Askes « cakmoki Blog Lacak balik pada Januari 18, 2008 pukul 12:57 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso ™

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

No Korupsi

Internet Sehat

Translator

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 5,368,637 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters

Translate


%d blogger menyukai ini: