Pilihan Struktural dan Fungsional

jabatan

Artikel Pindahan: (asli: Pebruari 2006)
Kamis, 23 Pebruari 2006, digelar pertemuan antara Pemkot Samarinda, DKK dan para Kepala Puskesmas se Kota Samarinda, yang intinya memberikan pilihan kepada dokter dan dokter gigi untuk memillih struktural atau fungsional …
Ibarat lagu, masalah ini bak nostalgia ….
Berkali kali, ketika para dokter dihadapkan dua pilihan tersebut, nyaris semua memilih fungsional.
Alasannya jelas dan masuk akal. Dengan pilihan fungsional, seorang dokter lebih banyak waktunya untuk ngurusi masalah klinis. Disamping itu kenaikan pangkat lancar tanpa batasan.
Bandingkan dengan pilihan struktural yang lebih banyak urusan manajerial, ruwet dan berbagai variasi tuntutan lain. Pun juga pangkat terbatas sesuai eselon.
Bukan berarti tidak ada yang suka struktural, tentu ada yang senang dengan berbagai alasan. Bahkan saking senangnya ada yang ngebet dan ngotot tanpa menghitung kemampuan diri.
Di ranah kesehatan agak unik bila dibandingkan dengan instansi lain yang menilai suatu jabatan adalah prestise dan prestasi ( mungkin ). Pada umumnya dokter tidak begitu senang dengan jabatan struktural. Karenanya aturan yang mengharuskan Sepala, Sepama dan seterusnya jarang diikuti dokter.
Bagaimana bila jumlah dokter yang memilih struktural lebih sedikit dibanding jumlah Puskesmas ?
Di sinilah persoalan yang sesungguhnya akan muncul.
Sejak di bangku kuliah seorang dokter memang disiapkan untuk mengelola masalah kesehatan secara komprehensif. Hal ini dibuktikan dengan tingginya jumlah SKS mata kuliah Public Health yang pada umumnya dimulai sejak semester V sampai semester XI-XII. Segala hal terkait masalah kesehatan masyarakat dipelajari sejak dini dan terintegrasi dengan pendidikan pre klinik maupun pendidikan klinik. Karena itu peran dan kompetensi dokter di Puskesmas boleh dikata tidak tergantikan bila ingin ideal.
Kalau hanya sekedar jalan, siapapun bisa jadi Kepala Puskesmas, sekali lagi bila hanya sekedar bisa jalan. Bahkan sarjana apapun bisa, lagi-lagi bila sekedar bisa jalan. Informasi ini penting dan perlu diketahui Pemkot Samarinda agar lebih pas dalam memutuskan sesuatu kebijakan di ranah kesehatan.
Dengan tantangan dan tuntutan layanan kesehatan saat ini, tak pelak yang diperlukan Puskesmas adalah dokter yang punya visi dan misi primacy patient care serta mau belajar ilmu terkini, seiring dengan tanggung jawab profesionalisme dan integritas keilmuan.
Masih banyakkah dokter yang idealis, jujur saja, mungkin sudah tidak banyak.
Mudah-mudahan kita termasuk yang ideal sesuai kode etik nomer 12.

Iklan

6 Responses to “Pilihan Struktural dan Fungsional”


  1. 1 anis Januari 14, 2007 pukul 2:18 pm

    Fungsional tunjangan lebih besar daripada di struktural. Tapi, nilainya mungkin tidak seberapa dibandingkan tunjangan warung sore, jika warungnya laris.
    Nilai karitatif (membantu orang yang membutuhkan sembuh) lebih disukai daripada membantu pimpinan (yang jenjang struktural lebih tinggi)
    Fungsional menuntut tanggung jawab pribadi, struktural tanggung jawab bersama.
    Fungsional warung sore bisa tetap hidup, struktural warung sore bisa tutup.
    Fungsional tapi tetap ngurusin struktur(manajemen) mungkin nggak?
    atau struktural dokter tunjangannya sama dengan fungsional dokter, bisa nggak?

  2. 2 cakmoki Januari 15, 2007 pukul 10:45 am

    @ Anis
    Tiga alinea pertama sependapat dengan pak Pak Anis.

    Fungsional tapi tetap ngurusin struktur(manajemen) mungkin nggak?

    Saya yakin ajakan diskusi pak Anis berupa pertanyaan ini, mungkin sudah pernah bapak lontarkan di dinkes tk II kalau pas jadi pembicara.
    Menurut saya, para sejawat pemilih fungsional seyogyanya tidak serta merta menafikan urusan struktural. Beresiko terhadap jalannya layanan komprehensif.
    Kenyataannya, para ts lebih-lebih yang spesialis cenderung memilih fungsional tanpa mau tahu (sedikit terlibat) urusan struktural.
    Akibatnya bisa ditebak. Ketika menginginkan “peningkatan mutu” melibatkan piranti kompleks yang perlu biaya, keinginan tersebut menjadi impian karena tidak punya power. Apalagi bila pemegang struktural kurang memperhatikannya.
    Tapi, kondisi tersebut bukan harga mati. Tulisan-tulisan seperti karya pak Anis, Mas Dani, dll adalah salah satu upaya “membuka” para pemegang kebijakan.
    Dan saya tetap optimis … šŸ˜€

    struktural dokter tunjangannya sama dengan fungsional dokter, bisa nggak?

    Yang ini sebenarnya banyak dipertanyakan para sejawat di berbagai kesempatan.
    Jawaban sementara dari pihak pemberi tunjangan: struktural punya tanggung jawab komprehensif, karenanya layak mendapatkan tunjangan lebih besar.

    Lalu, bagaimana baiknya ?

  3. 3 andee, dr April 14, 2009 pukul 11:29 pm

    saya lagi bingung juga nih pak, milih struktural apa fungsional ya? selama ini SK nya dobel sih, tapi tunjangannya yang keluar fungsional.

    kalo struktural nilai PLUS

    – gak usah susah buat angka kredit tiap semester (pusing juga lho ), tinggal tunggu aja tiap 4 tahun naik pangkat
    -lebih prestise di linsek karena statusnya kepala
    -ada fasilitas yang bisa diatur/dipake ( mobil dinas,motor dll)
    -bisa ngatur anak buah,( jangan sok kuasa)
    -sering rapat2 ,tidak bosen,dapat uang ini itu
    -mengetahui perkembangan semua program2 kesehatan terkini lebih baik drpd yg fungsional tok

    nilai minusnya

    -tanggung jawabnya lebih besar
    – tunjagannya secara resmi saat ini lebih kecil daripada fungsional dokter III c keatas
    -resiko korupsi lebih tinggi bagi yang ” lupa “sehingga berbahaya bisa kena KPK, ati ati lo
    -pensiun lebih dini usia 56, pangakat puncak IV A jika tidak naik eselonnya

    kalo fungsional murni

    PLusnya :
    – tunjangannya secara resmi jika sudah IIIC / jabatan dokter muda lebih tinggi dari tunjangan eselon struktural IVA
    -relatif lebih santai di pikiran ( tapi capek di badan karena menggerakkan stetoskop terus jika pasiene banyak)
    -tidak ada pangkat puncak ( tapi IV B keatas juga udah sulit naiknya)
    -pensiun 60 tahun

    minusnya
    -kurang dihargai linsek/masyarakat dibandingkan dokter juga kepala
    -repot bikin angka kredit tiap semester
    -bisa bosen di BP terus mriksa pasien terus
    -harus mau diatur atur oleh kepalanya, yg mungkin bukan dokter

    ada lagi gak yach ?
    nah bingung kan?

  4. 4 cakmoki April 15, 2009 pukul 1:42 am

    @ andee, dr:
    Kalo masih bingung, santai dulu sambil nonton bola Liga Champion :D…
    Pada prinsipnya, pilihan ada pada kita, adapun plus minus menurut saya hanya penilaian untuk pertimbangan semata. Apapun pilihan kita, sejauh bisa menikmatinya, maka itulah yang terbaik.
    Sedangkan penilian masyarakat tentang “prestise”, bukan terletak pada jabatan tapi pada apa yang dapat kita berikan untuk orang lain… enjoy aja …. wuihhhh koq saya kayak iyok-iyok-o … hahaha.
    Selamat memilih, moga sukses selalu.

  5. 5 draguscn Oktober 13, 2010 pukul 6:15 am

    Posting ini kok bisa ditongolin lagi ke permukaan Cak? šŸ˜€

    Posting saya yg sejenis dulu malah menimbulkan kontroversi dengan para SKM yang merasa secara pendidikan lebih berhak .. hehehe

  6. 6 cakmoki Oktober 13, 2010 pukul 12:32 pm

    @ draguscn:
    Ini posting lama, cuma semalam saya ganti Tag posting-posting sebelumnya supaya keliatan agak rapi..mungkin dengan edit Tag jadinya nongol … šŸ˜€

    Kalo teman-2 SKM merasa barhak sih wajar….namanya juga “merasa”. Kalo sudah “merasa berhak”, seringkali lupa bahwa Kepala Puskesmas memiliki 3 fungsi pokok internal dan 1 fungsi pokok lintas sektoral:
    1) Memberikan Pelayanan Medis
    2) Bimbingan Teknis kepada paramedis
    3) Manajerial
    4) Sebagai Tenaga ahli medis bagi kepala wilayah, dalam hal ini Camat.
    Lha …. paling pol hanya no.3, itupun dilandasi pengetahuan klinis, soalnya Puskesmas merupakan Unit Fungsional.
    Penjelasan ini bukan untuk Mas agus lho.. tapi supaya dibaca oleh orang banyak.
    Terserah kalo ada yang mau protes šŸ˜€


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso ā„¢

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

No Korupsi

Internet Sehat

Translator

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 5,378,163 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters

Translate


%d blogger menyukai ini: