Demam Berdarah Dengue (DBD) Hadir sepanjang Tahun

Artikel Pindahan: (asli: Pebruari 2006)
nyamukPertengahan 2003, kami menyampaikan rasa khawatir kepada beberapa orang dekat, bahwa DBD bukan hanya terjadi dan meningkat pada musim hujan saja, tetapi potensial terjadi sepanjang tahun.

Apa sih dasarnya? Opini atau sekedar ramalan?

Tentu dasarnya adalah analisa data.
Sebagai contoh nyata, kasus di Kecamatan Palaran . Pertama kali penulis menemukan kasus DBD sekitar tahun 1988 (mungkin sebelum itu sudah ada tetapi tidak tercatat), seorang gadis kecil dengan dugaan DBD ternyata benar adanya. Saat ini si kecil sudah punya buntut. Sejak itu, setiap tahunnya selalu ada kasus dugaan DBD yang dirujuk namun sayang tidak ada feedback. Yang pasti dalam sepuluh tahun terakhir ini di Palaran selalu ada kasus DBD setiap tahunnya. Bahkan dalam 2 tahun terakhir sejak 2004, praktis setiap bulan ditemukan kasus DBD.
Apakah sudah lapor ? Tentu sudah, tetapi nggak usah heran kalau tidak ada tindak lanjut, karena kami menduga laporan tersebut tidak dibaca, atau mungkin hanya dibaca. Bukannya negative thingking tetapi sudah tradisi.
Tindak lanjut yang “tergopoh-gopoh” baru dimulai ketika media mulai merilis kasus DBD.
Sebenarnya ada kemajuan signifikan dari Pemerintah Kota dan DPRD Samarinda, yang selalu memberikan perhatian serius terhadap kasus ini. Terbukti dengan diserahkannya mesin Fogging ke Puskesmas untuk mendekatkan layanan, walau sebenarnya mesin pengasap tersebut tidak banyak membantu. Memang secara psikis seolah-olah ada perhatian, namun sekali lagi tak banyak membantu, karena hanya efektif 2 hari.
Apalagi dengan model pengasapan yang dilaksanakan ketika sudah ada kasus, apa manfaatnya?
Terlepas dari perdebatan manfaat Fogging, perhatian Pemkot Samarinda dan DPRD tersebut patut disyukuri. Sayangnya, jajaran kesehatan di tingkat Kota sepertinya tidak dalam kondisi fight dan serius.
Apa lacur? Ya itu tadi, hanya tergopoh-gopoh ketika media mulai menulis.
Lebih-lebih pada saat peningkatan kasus DBD, yang ramai justru hitung-hitungan KLB atau bukan KLB. Memang tidak salah bila berbicara dalam ranah epidemiologi dan statistik. Terkait masalah kesehatan adalah masalah sosial kemasyarakatan, pandangan melalui pintu epidemiologi saja tentu tidak relevan lagi.
Dengan nalar sederhana , tidak sepantasnya memakai KLB sebagai defend mechanism. Secara keilmuan sudah terbukti bahwa sampai saat ini DBD adalah penyakit dengan Case Fatality Rate tinggi, belum lagi penyebarannya yang cepat dan makin tidak spesifik nya gejala klinis karena dugaan perubahan strain virus. Menilik kondisi di atas, sudah seharusnya DBD mendapatkan perhatian serius dan simultan sepanjang tahun. Tindakan ini tentu tidak serta merta menjamin eliminasi kasus DBD, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab dan integritas keilmuan.
Sebagai perbandingan, di Jepang, 1 (satu) kasus Avian Influenza sudah membuat pemerintah memberlakukan karantina. Betapa perhatiannya.
Bagaimana penanganan DBD di Samarinda kini ?
Seperti sebait lagu..: “AKU MASIH SEPERTI YANG DULU”

Iklan

14 Responses to “Demam Berdarah Dengue (DBD) Hadir sepanjang Tahun”


  1. 1 muis Januari 12, 2007 pukul 3:45 pm

    Demam berdarah sekarang ini lagi on-on nye… gimana perhatian pemerintah menangani hal ini…?
    korban sudah berjatuhan bahkan ada yang merenggut nyawa….
    apakah kita harus diam saja….?

  2. 2 cakmoki Januari 12, 2007 pukul 4:09 pm

    @ muis,
    Anda betul pak Muis, musim hujan begini angka kesakitan Demam Berdarah Dengue meningkat … dan kita tahu, kebanyakan dinas kesehatan sebagai lembaga teknis terbiasa lambat.
    Mestinya sebelum musim hujan sudah diantisipasi melalui upaya nyata, yakni:

    Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN), melalui gerakan 3M (menimbun, menutup, menguras) di lingkungan masing-masing.
    Abatisasi, pemberian abate secara gratis
    Fogging (pengasapan)

    Menurut saya, gerakan tersebut bukan saja menunggu korban atau sebelum musim hujan, bahkan lebih baik dilakukan secara terus menerus sepanjang tahun, karena setiap bulan ada saja kasus Demam Berdarah Dengue (terutama di daerah saya).
    Biaya memang besar, tapi nyawa manusia lebih berharga.
    Ada saran ?
    πŸ™‚

  3. 3 Haris Pratama Putra Januari 25, 2007 pukul 5:08 pm

    Saat ini kasus demam berdarah semakin marak dan merebah bahkan meningkat status menjadi KLB di beberapa tempat, baik di pusat maupun di daerah. dalam proses pencegahan dan penanggulangannya tidak semata-mata upaya dari dinas kesehatan setempat, namun seluruh stakeholder yang berkepentingan termasuk masyarakat. Kami termasuk pemerhati dan concern dalam pemberantasan penyakit demam berdarah (DBD). Sebagai insan dari pihak swasta, bentuk konkrit kami yaitu ingin berpartisipasi dan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dalam upaya penanggulangan DBD tersebut melalui mekanisme yang telah ditetapkan. Kami memiliki Insektisida untuk membasmi nyamuk Aedes aegypti dan Culex sp yaitu SERUNI 100EC. Awal tahun ini, Tim kami beserta Tim Depkes telah melaksanakan demo/test fogging dengan menggunakan bahan kimia SERUNI 100EC di wilayah endemi DBD Perumnas III Bekasi, hasilnya sangat memuaskan, pasca aplikasi SERUNI memiliki knockdown effect cukup tinggi, sample nyamuk (indoor n outdoor) semua mati kurang dari 10 menit. Semoga ini menjadi awal yang baik dalam usaha penanggulangan DBD selama ini. Terima kasih

  4. 4 cakmoki Januari 25, 2007 pukul 11:40 pm

    @ Haris Pratama Putra,
    Wow, saya ikut gembira ada pihak Swasta yang berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan DBD.
    Benar Pak, idealnya semua pihak terlibat. Salut !

    Kalau memang hasilnya bagus, mungkin perlu verifikasi dari Depkes dan Badan POM. Seruni 100EC produk baru ya, saya buka situs AmanAsri, belum ada dipajang. Apa masih pengujian ?

    Sekali lagi salut, mudah-mudahan bermanfaat untuk sesama.
    Terimakasih infonya.

  5. 5 Kang Kombor Januari 31, 2007 pukul 8:30 pm

    Ternyata bukan hajatan tahunan, Cak Dokter, melainkan hajatan sepanjang tahun ya…

  6. 6 cakmoki Februari 1, 2007 pukul 1:26 am

    @ Kang Kombor,
    Data nya begitu Kang. Ah masih pura-pura nanya ya πŸ˜€
    Saya hanya bisa bantu keliling di kampung kami, wong sudah gak di puskesmas lagi.

  7. 7 Haris Pratama Putra April 13, 2007 pukul 5:27 pm

    Trima kasih sekali atas tanggapan dan respon positif dari cakmoki. Insektisida SERUNI 100 EC sudah diuji di 2 tempat oleh lembaga-lembaga yang berkompeten. yang pertama diuji oleh BPVRP Salatiga dengan penguji Dr. Damar beserta tim. pengujian kedua dilakukan oleh teman-teman Subdit Arbovirosis dan Pengendalian Vektor. Dari hasil pengujian yang sangat baik dan harga produk yang kompetitif, harapan kami SERUNI menjadi insektisida pilihan terbaik oleh semua user, termasuk instansi pemerintah.

    untuk situs AMAN ASRI, memang belum tercantum, karena di situs tersebut masih didominasi produk obat-obatan Agro (Pertanian). untuk info penjualan dan distribusi bisa teman-teman menghubungi kami di (021) 70970693, 71101714, dan 08888506023. Trims…

  8. 8 cakmoki April 13, 2007 pukul 5:53 pm

    @ Haris Pratama Putra,
    Terimakasih atas informasi tambahannya.
    Mudah-mudahan dengan hasil uji coba positif dan harga terjangkau, dapat menjadi pilihan Depkes dalam salah satu upaya penanggulangan memutus rantai Demam Berdarah.
    Moga sukses πŸ™‚

  9. 10 cakmoki September 22, 2007 pukul 11:00 am

    @ hendy sibuea,
    boleh … πŸ™‚

  10. 11 phandaka Juni 6, 2009 pukul 5:38 pm

    jual mesin foggingnya dimana ya?

  11. 12 cakmoki Juni 7, 2009 pukul 6:57 am

    @ phandaka:
    Maksudnya mau jual apa mau beli ?

  12. 13 Asmar S Polan Februari 3, 2010 pukul 6:16 pm

    Pendekatan Epidemiologi tetap masih relevan dlm mengkaji penyakit dan masalah kesehatan, tergantung tujuan;apa yg ingin dicapai, mslhnya ada pd penentu kebijakan dlm hal pengendaliannya…, memang suatu bilangan ttp jadi 0 jika dikalikan 0…trims

  13. 14 cakmoki Februari 4, 2010 pukul 12:36 am

    @ Asmar S Polan:
    ya benar… tulisan diatas, meski bergaya gaul, tentu dilandasi pendekatan epidemiologi, komunitas, klinis dan psikologis serta sosial kemasyarakatan.
    Penentu Kebijakan tidak akan mengerti kalau kita hanya presentasi angka-angka. Pengalaman selama 20 tahun bersinggungan dengan berbagai type Penentu Kebijakan di tingkat II daerah kami, diperlukan “kekuatan” agar suara kita didengar. Jika kita punya prestasi yang ikut mengangkat nama Dati II, niscaya suara kita akan didengar dan ditindak lanjuti. Selain itu, pendekatan simultan ke DPRD juga diperlukan untuk membangun kebersamaan agar kita dapat mempengaruhi kebijakan daerah. Cilakanya, menurut penelitian pada 2005, 80 % Ka Dinkes tidak mampu mempengaruhi kebijakan Daerah. Lha ?
    Kendati demikian, pendekatan informal ke kepala daerah, sedikit atau banyak, biasanya akan membuahkan kebijakan kesehatan yang menguntungkan masyarakat.
    Kalo bilangan 0 kali 0 hasilnya nihil, perlu dipertanyakan sejauh mana upaya yg sudah dilakukan. Bukankah begitu ? πŸ™‚
    Trims


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso β„’

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

Jangan Korupsi Ah

No Korupsi

Internet Sehat

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

[Valid RSS]

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 5,301,967 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters


%d blogger menyukai ini: