TANYA JAWAB: KESEHATAN ANAK.

Diskusi seputar masalah Kesehatan Anak, silahkan di halaman ini.

:: :: :: :: :: cakmoki :: :: :: :: ::

192 Tanggapan ke “Kesehatan Anak”


  1. 1 Agung Ud Juli 27, 2007 pukul 10:53 am

    Penyebab infeksi saluran kencing.

    Pagi pak Dokter…
    Senang sekali bisa berkenalan dengan “dokter ndeso” seperti anda :-)
    Sungguh, merupakan kebanggan apabila bisa hidup untuk dapat berguna bagi orang lain.
    Saya sempat iri lho dengan anda, (walaupun anda jauh dari gemerlap-nya duniawi seperti teman sejawat anda di kota besar yang mempunyai antrian pasien ratusan tiap hari-nya, belum lagi setelah praktek masih diserbu oleh puluhan “medical representatif” untuk menghitung “keuntungan” yang telah disepakati dengan pabrik obat), tapi ada kebanggan bisa menyenangkan orang lain yang lagi susah dan emang mempunyai kondisi serba susah (wong ndeso).
    Kadang terbersit dalam fikiran saya, kenapa yach, saya dulu gak ambil fakultas kedokteran ajah :-). (he…he..daripada saya sekarang tiap hari pusing mikirin error program yang saya buat :D :D ).

    Tapi, saya mempunyai impian, agar anak saya bisa menjadi dokter dan bisa berguna bagi masyarakat seperti anda. Do’akan ya pak dokter…amiin.

    Ok deh, saya masuk ke masalah.
    Anak saya yg nomor 2, laki-laki usia 9 bulan, sekarang di duga terkena Infeksi Saluran Kencing. Tapi belum pasti, karena masih nunggu hasil kultur urine yang akan kami lakukan 1 minggu lagi (krn saat ini masih minum antibiotik, biar hasilnya benar2x akurat).
    Saya juga belum nanya ke dokter langganan kami, apakah penyebab terjadinya ISK ini.
    Karena, hampir tiap 2 minggu sekali anak saya panas.
    Pertanyaan saya, apa sih pak dokter, penyebab terjadinya ISK pada bayi ?
    Apakah udara Jakarta yang udah sangat kotor? ataukah selalu pake pampers sehingga tinja-nya masuk ke saluran kencing? atau apa?
    Terus saya dengar informasi, bahwa salah satu solusi adalah mesti di sunat. Bagaimana tanggapan pak dokter ttg hal ini?

    Terima kasih ya pak, semoga Allah meninggikan derajat anda karena niat anda yang tulus untuk mengabdi kepada “wong ndeso”.

    Agung Ud
    Jakarta - http://www.mawarbiru.net

  2. 2 cakmoki Juli 28, 2007 pukul 2:35 am

    @ Agung Ud,
    wah programmer ya Mas.
    Maaf, panggil aja cak, soalnya kalo dipanggil dok kuping saya langsung gringgingen :lol:

    Pertama, saya ikut mendo’akan agar ananda mas Agung dapat tercapai cita-citanya kelak sesuai harapan orang tua (yg gak jadi masuk fk)

    Kedua:
    apa sih penyebab terjadinya ISK pada bayi ?
    Pertanyaan ini sudah terjawab, diantaranya: kelembaban karena pampers yg dipakai. Kondisi lembab oleh keringat atau air seni bisa sebagai pintu masuknya kuman ke saluran kencing. Kemungkinan lain bisa jadi adanya timbunan kotoran saluran kencing di bagian kulupnya oleh kotoran yg tertimbun dan menempel di permukaan kulup. Walaupun timbunan kotoran tersebut tidak sampai menyebabkan sumbatan, gangguan kelancaran air seni bisa mempermudah kuman berkembang biak. Ini terjadi karena air seni yg mestinya lancar, ada bagian yg tertinggal.

    Sunat hanya dijadikan pilihan akhir andai terjadi pembuntuan total saluran kencing sehingga si bayi tidak bisa kencing sama sekali. Inipun hanya dilakukan jika upaya pelebaran saluran kencing dengan alat mengalami kegagalan.

    Ppada kasus bayi mas Agung, saya sependapat dengan dokter yg merawat, yakni diberikan antibiotika sambil menunggu hasil kultur untuk menentukan antibiotika yg spesifik sesuai hasil kultur.

    Bayi gampang panas penyebabnya banyak. Yg paling sering adalah infeksi karena virus, pada umumnya virus penyebab infeksi saluran pernafasan. Infeksi saluran pernapasan tidak selalu disertai pilek, batuk. Bisa saja hanya panas tanpa tanda lain.
    Boleh dikata bayi masih dalam taraf mengenal lingkungan, termasuk mengenal penyakit sehingga secara otomatis si bayi akan membentuk antibodi.

    Semoga penjelasan singkat ini membantu, dan semoga si kecil segera sembuh.
    Terimakasih :)

  3. 3 omsulis Agustus 12, 2007 pukul 5:08 pm

    Cak,menanggapi jawaban cak moki diatas,ttg pempers yang bisa menyebabkan kelembaban dan akhirnya menjadi ISK, seberapa besar kemungkinannya cak? juga berlaku untuk bayi perempuan gak? Klo ndak keberatan,tlg diulas ttg penggunaan pampers untuk bayi cak :D
    Matur Nuwun sebelumnya

  4. 4 cakmoki Agustus 12, 2007 pukul 6:14 pm

    @ omsulis,
    tanang aja Om, kasus seperti itu jarang terjadi koq.
    Lagipula jika sering diganti (gak sampai kelupaan) gak akan terjadi apa-apa. Hehehehe, dah pinter gantiin kan, maksud saya bayinya lho :D

  5. 5 Gerda Silalahi September 7, 2007 pukul 12:20 pm

    dokter, apa khabar. mohon bantuannya.

    saya membaca bahwa menurut rekomendasi IDAI, imunisasi HIB diberikan 4 kali (2 ,4, 6 dan 18 bulan).

    sementara anak saya, christabelle (sebentar lagi 3 tahun) hanya mendapat imunisasi HIB sebanyak 3 x sesuai dengan jadwal di buku imunisasi nya dari RSB asih.

    yang saya mau tanyakan, apakah anak saya perlu diberikan HIB ke-4 ?? sebab menurut RSnya, sekarang ini mereka sudah mengikuti jadwal imunisasi baru dengan 4 x HIB.

    mengutip keterangan IDAI
    “Apabila mempergunakan Hib-OMP, Hib-3 pada umur 6 bulan tidak perlu diberikan.”

    apakah ACL HIB itu sama dengan HIB OMP? dan dengan demikian anak saya (anak saya mendapat ACL HIB) tidak perlu mendapat HIB ke-4 karena Hib 3 memang tidak perlu diberikan??

    saya agak bingung. membaca di website group sehat, tertulis jadwal Hib adalah:

    “Semua bayi berumur 2, 3 dan 5 bulan perlu diberi imunisasi Hib Imunisasi Hib diberikan sebanyak 3 dos. Umur Dos: 2 bulan Dos 1, 3 bulan Dos 2, 5 bulan Dos 3″
    Yang mana yang harus diikuti? 3 kali atau 4 kali?

    Ditunggu jawabannya. Thanks banget yah dok.

  6. 6 cakmoki September 7, 2007 pukul 10:59 pm

    @ Gerda Silalahi,
    Teori dan penjelasan tentang Hib emang ada beberapa pendekatan. Intinya, kita perlu mengikuti perkembangan dan mengikuti ilmu terkini.
    So menurut saya: ikut ke 4 aja deh

    Thanks :)

  7. 7 tiesmin September 14, 2007 pukul 5:19 pm

    Hallo Dokter!
    Akhirnya sampai juga saya landing di tempat tanya2 ini, selama ini di comment box doanks ya..hihi

    Dok, saya mau tanya, urgent banget dok…tolong jawab ya Dok..
    Hari Senin lalu (10/09/07) anak saya Marvel (2 tahun, 6 bulan), laki-laki, BB:14.5 kg, demam ringan, setelah kunjungan ke rumah sepupunya hari minggu (09/07/07) yang muntaber (perempuan) dan makan bersama dengan 2 sepupu laki2nya dalam 1 sendok, lahap sekali (namun 1 orang sepupunya baru sembuh dari demam-muntah)

    Hari Selasa (11/09/07) anak saya mulai muntah, kemudian diare sampai dlm hari ini muntah 4x (banyak sekali) dan diare 4x (banyak sekali)
    Kemudian saya beri pedialite +/- 100-150 ml, dan bubur ayam kam 11 malam kemudian tidur. Tidur gelisah dan mengeluh sakit perut, saya raba perutnya spt ada getaran dan bunyi grok..grok..grok

    Hari Rabu (12/09/07) ke RSIA terdekat, masih demam dan diberi obat tablet yang diracik menjadi satu (warna pink). Obatnya colistine, celestamine dan vomitas. aturan pemakaian 3×1, 1/2 jam sebelum makan (saat perut kosong)

    Hari Kamis (13/09/07) masih demam, saya bawa periksa darah di lab RSAL, hasilnya:
    - Leukosit : 7.900 (/ul 5.000-10.000)
    - Hemoglobin (Hb) : 11.0 (P:14-18 G/dl - W:12-16 G/dl)
    - Hematokrit (Ht) : 33.1 (% P=43-51% - w:38-46)
    - Thrombosit : 264.000 (ribu/mm3 150-400)
    - Widal : Negatif
    Sampai hari ini perutnya masih terdengar grok..grok..grok sedikit…

    Hari ini, Jumat (14/09/07): sedikit demam : 37C

    Note:
    - Selama 2 hari terakhir saya memberinya air tajin/purik atas saran dari teman saya rekomendasi dari dokter anaknya.
    - Selama sakit anak saya tetap lincah

    Yang ingin saya tanyakan ke Dokter:
    1. apakah muntaber menular lewat udara? keringat? nafas?
    2. apakah kriteria muntaber itu? apakah muntah-diare secara bersamaan sudah termasuk muntaber berapapun jumlahnya?
    3. apakah obat antibiotik diperlukan untuk penyakit ini?
    4. apakah obat-obat yang diberikan dr RSIA itu berlaku/cocok untuk anak saya?
    5. hasil darah hematokrit dan hemoglobin yang kurang dari rujukan/standar apakah ada efek sampingnya? bagaimana menaikkannya?
    6. selama sakit tidak saya beri susu (kebetulan anak saya minum susu UHT), tidak saya beri yogurt. Apakah asupan terbaik baginya? air tajin cocok buat lambungnya, benar kah dokter?

    Mohon jawabannya ya Dokterku yang baik hati, gaul lagi pula tak sombong :)
    Bila dokter tidak keberatan boleh juga men-CCkan jawabannya ke sovie_simatup@yahoo.com, tapi di halaman ini pun bila dokter menjawabnya saya sudah bersyukur dan legaa sekali.

    Oia, artikel dari blog dokter boleh saya copy-paste dan saya print out ya Dok!, tentu sumber tidak saya hilangkan..

    Jika ada yang tidak berkenan, mohon maaf ya Dok!

    -Tiesmin-

  8. 8 tiesmin September 14, 2007 pukul 5:20 pm

    Hallo Dokter!
    Akhirnya sampai juga saya landing di tempat tanya2 ini, selama ini di comment box doanks ya..hihi

    Dok, saya mau tanya, urgent banget dok…tolong jawab ya Dok..
    Hari Senin lalu (10/09/07) anak saya Marvel (2 tahun, 6 bulan), laki-laki, BB:14.5 kg, demam ringan, setelah kunjungan ke rumah sepupunya hari minggu (09/07/07) yang muntaber (perempuan) dan makan bersama dengan 2 sepupu laki2nya dalam 1 sendok, lahap sekali (namun 1 orang sepupunya baru sembuh dari demam-muntah)

    Hari Selasa (11/09/07) anak saya mulai muntah, kemudian diare sampai dlm hari ini muntah 4x (banyak sekali) dan diare 4x (banyak sekali)
    Kemudian saya beri pedialite +/- 100-150 ml, dan bubur ayam kam 11 malam kemudian tidur. Tidur gelisah dan mengeluh sakit perut, saya raba perutnya spt ada getaran dan bunyi grok..grok..grok

    Hari Rabu (12/09/07) ke RSIA terdekat, masih demam dan diberi obat tablet yang diracik menjadi satu (warna pink). Obatnya colistine, celestamine dan vomitas. aturan pemakaian 3×1, 1/2 jam sebelum makan (saat perut kosong)

    Hari Kamis (13/09/07) masih demam, saya bawa periksa darah di lab RSAL, hasilnya:
    - Leukosit : 7.900 (/ul 5.000-10.000)
    - Hemoglobin (Hb) : 11.0 (P:14-18 G/dl - W:12-16 G/dl)
    - Hematokrit (Ht) : 33.1 (% P=43-51% - w:38-46)
    - Thrombosit : 264.000 (ribu/mm3 150-400)
    - Widal : Negatif
    Sampai hari ini perutnya masih terdengar grok..grok..grok sedikit…

    Hari ini, Jumat (14/09/07): sedikit demam : 37C

    Note:
    - Selama 2 hari terakhir saya memberinya air tajin/purik atas saran dari teman saya rekomendasi dari dokter anaknya.
    - Selama sakit anak saya tetap lincah

    Yang ingin saya tanyakan ke Dokter:
    1. apakah muntaber menular lewat udara? keringat? nafas?
    2. apakah kriteria muntaber itu? apakah muntah-diare secara bersamaan sudah termasuk muntaber berapapun jumlahnya?
    3. apakah obat antibiotik diperlukan untuk penyakit ini?
    4. apakah obat-obat yang diberikan dr RSIA itu berlaku/cocok untuk anak saya?
    5. hasil darah hematokrit dan hemoglobin yang kurang dari rujukan/standar apakah ada efek sampingnya? bagaimana menaikkannya?
    6. selama sakit tidak saya beri susu (kebetulan anak saya minum susu UHT), tidak saya beri yogurt. Apakah asupan terbaik baginya? air tajin cocok buat lambungnya, benar kah dokter?

    Mohon jawabannya ya Dokterku yang baik hati, gaul lagi pula tak sombong :)
    Bila dokter tidak keberatan boleh juga men-CCkan jawabannya ke sovie_simatup@yahoo.com, tapi di halaman ini pun bila dokter menjawabnya saya sudah bersyukur dan legaa sekali.

    Oia, artikel dari blog dokter boleh saya copy-paste dan saya print out ya Dok!, tentu sumber tidak saya hilangkan..

    Jika ada yang tidak berkenan, mohon maaf ya Dok!

    Thanks a lot Cak Moki!

    -Tiesmin-

  9. 9 tiesmin September 14, 2007 pukul 5:21 pm

    Hallo Dokter!
    Akhirnya sampai juga saya landing di tempat tanya2 ini, selama ini di comment box doanks ya..hihi

    Dok, saya mau tanya, urgent banget dok…tolong jawab ya Dok..
    Hari Senin lalu (10/09/07) anak saya Marvel (2 tahun, 6 bulan), laki-laki, BB:14.5 kg, demam ringan, setelah kunjungan ke rumah sepupunya hari minggu (09/07/07) yang muntaber (perempuan) dan makan bersama dengan 2 sepupu laki2nya dalam 1 sendok, lahap sekali (namun 1 orang sepupunya baru sembuh dari demam-muntah)

    Hari Selasa (11/09/07) anak saya mulai muntah, kemudian diare sampai dlm hari ini muntah 4x (banyak sekali) dan diare 4x (banyak sekali)
    Kemudian saya beri pedialite +/- 100-150 ml, dan bubur ayam kam 11 malam kemudian tidur. Tidur gelisah dan mengeluh sakit perut, saya raba perutnya spt ada getaran dan bunyi grok..grok..grok

    Hari Rabu (12/09/07) ke RSIA terdekat, masih demam dan diberi obat tablet yang diracik menjadi satu (warna pink). Obatnya colistine, celestamine dan vomitas. aturan pemakaian 3×1, 1/2 jam sebelum makan (saat perut kosong)

    Hari Kamis (13/09/07) masih demam, saya bawa periksa darah di lab RSAL, hasilnya:
    - Leukosit : 7.900 (/ul 5.000-10.000)
    - Hemoglobin (Hb) : 11.0 (P:14-18 G/dl - W:12-16 G/dl)
    - Hematokrit (Ht) : 33.1 (% P=43-51% - w:38-46)
    - Thrombosit : 264.000 (ribu/mm3 150-400)
    - Widal : Negatif
    Sampai hari ini perutnya masih terdengar grok..grok..grok sedikit…

    Hari ini, Jumat (14/09/07): sedikit demam : 37C

    Note:
    - Selama 2 hari terakhir saya memberinya air tajin/purik atas saran dari teman saya rekomendasi dari dokter anaknya.
    - Selama sakit anak saya tetap lincah

    Yang ingin saya tanyakan ke Dokter:
    1. apakah muntaber menular lewat udara? keringat? nafas?
    2. apakah kriteria muntaber itu? apakah muntah-diare secara bersamaan sudah termasuk muntaber berapapun jumlahnya?
    3. apakah obat antibiotik diperlukan untuk penyakit ini?
    4. apakah obat-obat yang diberikan dr RSIA itu berlaku/cocok untuk anak saya?
    5. hasil darah hematokrit dan hemoglobin yang kurang dari rujukan/standar apakah ada efek sampingnya? bagaimana menaikkannya?
    6. selama sakit tidak saya beri susu (kebetulan anak saya minum susu UHT), tidak saya beri yogurt. Apakah asupan terbaik baginya? air tajin cocok buat lambungnya, benar kah dokter?

    Mohon jawabannya ya Dokterku yang baik hati, gaul lagi pula tak sombong :)
    Bila dokter tidak keberatan boleh juga men-CCkan jawabannya ke sovie_simatup@yahoo.com, tapi di halaman ini pun bila dokter menjawabnya saya sudah bersyukur dan legaa sekali.

    Oia, artikel dari blog dokter boleh saya copy-paste dan saya print out ya Dok!, tentu sumber tidak saya hilangkan..

    Jika ada yang tidak berkenan, mohon maaf ya Dok!

    Thanks a lot Cak Moki!

    -Tiesmin-

  10. 10 cakmoki September 16, 2007 pukul 9:38 am

    @ tiesmin,
    Maaf terlambat, hehehe

    Sip, lengkap banget informasinya. Moga saat jawaban ini terbaca, si kecil udah sembuh.

    1. Pada umumnya, Diare (muntaber atau mau dikasih nama apapun :) ) ditularkan melalui mulut, misalnya dari makanan yg tercemar, atau habis mainan trus ngisap jari, dll.

    2. Tidak ada definisi yg jelas soal ini, namun beberapa sentra pendidikan kedokteran di Indonesia menyabutkan batasan lebih dari 3 kali. Bersamaan ataupun tidak, penatalaksanaannya sama, yakni rehidrasi sesuai dengan derajat dehidrasinya. So, menurut saya tidak penting apakah muntah dan beraknya bersamaan ataupun tidak. Misalnya seseorang muntah dan berak bersamaan tapi tidak sampai menimbulkan dehidrasi, tentu kondisinya lebih bagus dibanding muntah dan berak tidak bersamaan tapi mengalami dehidrasi.
    Emang istilah tersebut bikin rancu, makanya kami lebih suka mengenalkan ke masyarakat istilah diare dengan atau tanpa dehidrasi.

    3. Antibiotik tergantung dugaan penyebabnya berdasarkan pemeriksaan, jika misalnya diduga penyebabnya kuman, bisa saja diberi antibiotika oleh dokter, jika diduga virus (ini yg terbanyak) maka tidak akan diberi antibiotika.

    4. Obat-obat tersebut secara umum bisa diberikan, … cuma saya agak bertanya-tanya keberadaan celestamin, hehehe, maaf, mungkin dokternya punya alasan tertentu.

    5. Lab Normal semua. Oya, nilai lab yg sedikit di luar standar, bukan serta merta ada kelainan lho, lab hanya penunjang diagnosa. Lagipula, nilai tersebut adalah “nilai rata-rata” dari sekumpulan range nilai lab, so ga perlu khawatir, hasilnya masih normal koq. Dan gak perlu repot-repot “menormalkan” seperti nilai dalam lembaran itu, hehehe

    6. Susunya terusin aja, yang lain jugak, itu penting untuk asupannya dan rehidrasinya. Lha kalo suka susu, air tajin sih gak perlu lagi, enakan susu kan? :)

    Semua artikel boleh di copypaste. Disebut sumbernya ataupun tidak, bagi saya tidak masalah, yang penting informasi tersebut ada yang makai :lol: … Monggo silahkan jika dianggap perlu

    trims, dan sekali lagi mohon maaf ya… njawabnya pas si kecil udah sembuh :)

    » ke atas

  11. 11 tiesmin September 24, 2007 pukul 3:32 pm

    Muakasihh buanyakkk Cak Moki!
    Saya juga curiga sama si celestamin stlah liat di medicastore, tp dalam rangka panik dot com, diterusin dan dah abis dech tuh AB, akibatnya si kecilku jadi susah pup Cak,(betul ga dok itu akibat celestamin?)…
    Anak usia 2,5 tahun pup 2 atau 3 hari sekali normal ga sih dok??? nah semenjak sakitnya itu, dia jadi BAB 2-3 hari sekali Cak..

    Thanks buat waktunya ya Cak!!! anak saya dah sembuh dari sakitnya itu, tapi (lanjut konsultasi) kalau kulit kepala anak saya tiba-tiba bersisik spt ketombe 2 hari ini obatnya apa ya Cak?? dimulai dari keringat buntat di kening, dan melepuh di pundak gara2 keringatnya sendiri…tp kenapa rambut jd kena efek ya Cak?…

    Maafkan diriku Cak, banyak nanya & Muakasiiiiihh buanget buat waktunya!!! :)

    Salam,

    Tiesmin

  12. 12 cakmoki September 25, 2007 pukul 12:27 am

    @ tiesmin,
    gak koq, susah pup bukan karena celestamin. Kadang sih bisa begitu walau si kecil gak sakit apapun. Cuman kalo pup keras sampai 3 hari gak pup, perlu obat pencahar.
    Soal pup 2 kali sehari wajar aja, gak papa sepanjang gak ada keluhan lain.

    Tentang kulit bersisik, sebaiknya sih dibawa ke dokter anak, hehehe.
    Bisa karena jamur, bisa pula karena dematitis seborroic (alergi di kulit kepala yang disertai sisik). Obat bergantung kepada jenis penyebabnya. Kalo jamur diberi anti jamur dan kalo dermatitis seboroik diberi obet steroid.
    Rambut or lebih tepatnya kulit kepala anak adakalanya rentan terhadap keringat, kelembaban, dll…tapi gak semua anak lho.
    So saya mohon maaf tidak merekomendasikan nama obat karena gak lihat sendiri. Atau kalo mau kirim foto via email, ntar kita bahas obatnya, hehehe

    Makasih juga telah berbagi, moga bermanfaat bagi yg ikut membaca
    Salam :)

    » ke atas

  13. 13 nytha September 26, 2007 pukul 2:04 pm

    selamat siang dokter, salam kenal saya baru saja memiliki seorang bayi yang kini memasuki usia hampir 3 bulan, saya mau menanyakan ttg imunisasi Hib, saya tahyu kalau imunisasi itu penting buat anak saya, tapi berdasar info dari dosen saya(saya mahsiswi Fk) imunisasi tsb dapat mengakibatkan autis, dan sampai sekarang belum ada penelitian lebih lanjut, jadi saya bingung jalan apa yang sebaiknya saya tempuh, memberikan imunisasi Hib atau tidak untuk bayi saya….
    mohon pencerahannya…

  14. 14 cakmoki September 26, 2007 pukul 11:53 pm

    @ nytha,
    issue antara imunisasi dengan autis udah berakhir, artinya tidak ada bukti yang menyatakan bahwa imunisasi dapat menyebabkan autis.
    So, sebaiknya konsultasikan imunisasi Hib si kecil ke dokter spesialis anak setempat, terutama mengenai jadwal, interval pemberian hingga booster.
    Moga berguna dan moga si kecil tetap sehat.
    :)

    » ke atas

  15. 15 tiesmin Oktober 3, 2007 pukul 2:23 pm

    Cak Moki apa khabar toh??
    Maaf saya jadi nagih nanya mulu sama Cak Moki, hehee nambah kerjaan di bulan puasa ini, gapapa ya Cak!

    Cak Moki, saya mau tanya…
    Suster anakku mau mudik sabtu besok (06/10/07) tapi dua minggu lalu kedapatan batuk-batuk dan muntah ada darahnya. Sudah lama dia spt ini, tapi kami ga pernah ngeh dan perhatikan sebab musabab dia muntah, kami kira karena maagnya. Namun dia sering sekali batuk bahkan sampai sekarang, dan sudah diberi obat. Namun ibu saya curiga dia kena tbc, namun kami ga sempat bawa dia rontgen, kalau batuk tidak berhenti. sampai sekarang pakai masker semenjak dia kena batuk dan anak saya sudah dapat pengganti mbaknya yang syukurr banget ga pulang mudik lebaran, karena saya mau melahirkan beberapa minggu lagi.

    Yang jadi pertanyaan, apakah anak saya Marvel (2y,10m) perlu ditest/periksa apakah dia tertular susternya? Kondisi Marvel saat ini aktiv, lincah, tidak batuk dan mau makan.
    Bila perlu kemana saya harus pergi memeriksakan? Test apa yang harus dilakukan? Dengan kondisi lekosit, hematokrit terakhir di halaman atas, apakah bisa menjadi patokan ukuran kesehatan dia Cak??

    Thanks banget Cak Moki yang baik hati semakin baik hati makin hari hehe (ga ngerayu loh! tapi memang Cak Moki keliatan seorang dokter sangat perhatian dan pasti menjadi idola pasiennya hehhe)……

    Salam,

    Tiesmin

  16. 16 cakmoki Oktober 3, 2007 pukul 9:57 pm

    @ Tiesmin,
    ehm ehm …ngerayu nih :P
    Pemeriksaan di atas tidak menggambarkan apapun, terlebih si Marvel aktif, sehat, hehehe…siiip.
    Syukur deh udah dapet penggantinya si mbak …
    Menurut saya, gak perlu periksa, lha wong Marvel lincah dan gak sakit koq :)

    Oya, suster yg batuk dan keluar darah (bukan muntah darah tapi batuk darah atau muntah darah dari darah yg tertelan saya rasa) emang ada kemungkinan TBC tapi harus diperiksa dan di Rontgen atau periksa dahak.
    Tapi sekarang dah gak disitu lagi kan ? kalo misalnya kembali sebaiknya diperiksakan ke spesialis Paru.

    Satu lagi, untuk menilai kesehatan seseorang yang paling penting adalah pemeriksaan fisik, adapun lab hanya penunjang untuk membantu diagnosa saja. Pun interpretasinya bisa beragam, soalnya sekumpulan angka yang masih bisa bias.

    Moga berguna…moga semua keluarga sehat

    » ke atas

  17. 17 irwansyah79 Nopember 2, 2007 pukul 8:04 am

    Selamat pagi
    Cak mo nanya lagi nih
    Anak saya yang 1 tahun dua minggu yang lalu terkena flu kemudian batuk dan suaranya sedikit parau. Flu dan batuknya sudah hilang namun suara paraunya masih ada dan sejak kemarin (01 Nopember 2007) anak saya panas tinggi dan kemarin sore jam 6 turun (dari rata2 39 derajat menjadi 36 derajat pada sore hari) Namun jam 11 malem panasnya kembali naik ke 39 dan tadi pagi 37 derajat. Kenapa ya cak? oh iya ada bintik merah disekitar dagu dan leher (seperti darah dibawah lapisan kulit) namun hilang ketika kulit saya renggangkan. Mohon petunjuk cak?
    Makasih.

  18. 18 yunie Nopember 21, 2007 pukul 6:02 pm

    cakmoki…kenapa ya…pada anak yang menderita kanker, kebnaykan jenis kankernya adlah leukimia, dan biasanya yang terkena kaker itu adlah anak laki2 ( ada juga sie yang perempuan )? sebenarnya, penyebab kaker itu apa sie? apa penyebebya karena faktor genetik?ato bisa karena faktor makanan?

    trus..gejala-gejala yang menunjukkan anak itu terkena leukimia itu apa sie???

    Oya cakmoki, ada beberapa anak2 yang sering saya temui suka sekali makan mie insatn, hampir setiap hari malah…Nah, itu baik gak siee buat kesehatan? alsannya kenapa….bener gak klo didalam mie itu ada lapisan lilin, dan itu baru bisa diurai dalam tubuh setelah 3 hari, nah itulah kenapa mie, sebaiknya jangan terlalu sering dimakan, setidaknya setelah 3 hari??

    Sorry ya cakmoki, lagi2 saya merepotkan..:)

  19. 19 lin Nopember 26, 2007 pukul 12:36 pm

    Dear Dokter,

    keponakan saya (15 bulan) mengalami demam seminggu yang lalu. 2 hari pertama demam, ibunya membawa dia ke dokter dan katanya keponakan saya mengalami “demam 5 hari”. tetapi setelah hari ke-4 demamnya tidak kunjung hilang. Lalu, ibunya pergi ke dokter lagi dan dokter mengatakan kalau setelah 5 hari masih demam, lebih baik dilakukan tes darah. Tetapi karena malamnya suhu menjadi 40 C, keesokan pagi ibunya pergi ke rumah sakit untuk melakukan tes darah kepada si bayi. Hasilnya negatif tifus atau demam berdarah. Lalu dilakukan tes urine dan hasilnya ia mengalami infeksi saluran kencing. dari hasil tes, sel darah putihnya sangat tinggi. Saya lupa berapa, tapi jauh diatas normal ( 5,000-15,000 ). Lalu ia dirawat inap pada hari ke-5 sampai sekarang (hari ke-8). Ia di-infus dan kemarin sel darah putihnya menjadi rendah (hanya 2000). Apa mungkin ini efek dari obat yang diberikan?

    Sekedar info, paman saya (dari mama) meninggal dunia di usia yang sangat muda karena kanker leukemia dan mama saya meninggal 2 bulan yang lalu karena septicemia. Asumsi saya, mungkin keluarga mama memiliki keturunan dengan ketahanan tubuh yang kurang. Kakak saya sendiri baru sembuh dari kanker limfa sekitar 2 tahun yang lalu.

    Saya takut ini terjadi pada keponakan saya. apakah si bayi juga dalam bahaya?

    karena mama saya juga meninggal dengan gejala panas yang tidak kunjung hilang dan sampai akhirnya merusak semua organ tubuhnya.

    trimz.

  20. 20 cakmoki Nopember 26, 2007 pukul 1:32 pm

    @ Iin,
    Pertama, saya ikut prihatin mendengar kondisi yang menimpa kemenakan tercinta.

    Penurunan leukosit hingga 2000 bisa disebabkan banyak hal.
    Mengingat ada riwayat keluarga soal “ketahanan tubuh” emang seyogyanya dilakukan tes untuk menilai faktor-faktor yang mengarah kesana sejak dini.
    Selaian sel darah putih, unsur lain yang relatif mudah dinilai adalah: kadar Hemoglobin dan Limpa. Jika ada tanda anemia atau pembesaran limpa, maka menurut saya sebaiknya dilakukan pemeriksaan sumsum tulang.

    Moga kemenakan segera sembuh :)

    Thanks

  21. 21 cak_no Januari 30, 2008 pukul 11:53 pm

    Assalamu alaikum

    Luar Biasa….
    Saya salut dengan Cak Moki. Dengan pengetahuan kedokteran dan IT bisa memberikan informasi yang sangat bermanfaat bagi nusa bangsa dan agama :)
    .
    Anak saya berumur 3,5 tahun. Kalau sedang demam tinggi sering kali mimisan (keluar darah dari hidung), bahkan ketika sedang bermain (diluar rumah/kepanasan) kadang-kadang juga mimisan.
    .
    1. Apa penyebab mimisan ?
    2. Apakah mimisan itu diturunkan ? istri saya juga sering mimisan.
    3. Apakah berbahaya ?
    4. Apakah bisa disembuhkan ?

    Matur Nuwun

  22. 22 cakmoki Januari 31, 2008 pukul 12:33 am

    @ cak_no:
    Wa’alaikum salam,
    dalam praktek sehari-hari kadang ditemukan seperti anak bapak, dimana anak mimisan saat demam atau saat bermain.
    Pada umumnya pada pemeriksaan gak ditemukan kelainan alias normal.

    1. Penyebabnya karena adanya ruptur (pecahnya) kapiler di permukaan dinding hidung bagian dalam (mukosa). Penanggulangannya cukup dengan penekanan pada bagian bawah tulang hidung hingga mimisan berhenti.

    2. Bisa jadi ada faktor tersebut. Bukan mimisannya yg diturunkan melainkan kecenderungan mudah pecahnya kapiler di bagian dalam dinding rongga hidung karena dipicu oleh demam, aktifitas berlebihan, cuaca panas, dll … dll

    3. Jika mudah mampet dan tidak berkepanjangan, tidak berbahaya.

    4. Bisa. Biasanya mimisan akan jarang bahkan hilang seiring bertambahnya umur dan perkembangan anak. Jika dirasa mengganggu dapat digunakan obat tertentu untuk menghentikan mimisan (harus pakai resep dokter)

    Moga berguna…maturnuwun :)

    » ke atas

  23. 23 Dony Maret 2, 2008 pukul 6:10 am

    Assalamualaykum, cak…
    Salut buat CakMoki atas sharingnya..
    Semoga Allah membalasnya dengan kebaikan-kebaikan..amin.
    Begini Cak, anak saya sekarang berumur 5 bulan dgn BB 8kg dan panjang 80cm. Sampai sekarang masih ASI. Yang mau saya tanyakan, kenapa kepalanya cenderung panas ya Cak, tapi tangan dan kakinya berkeringat? Perilakunya sih normal-normal saja. Hanya saja, karena panas kepalanya sering berkeringat, padahal badannya biasa-biasa saja.
    Mohon jawabannya ya Cak…
    Terima kasih.

  24. 24 una Maret 3, 2008 pukul 4:01 pm

    salam cak, dgn Una lagi,

    lagi heboh berita yang bakteri pada susu formula buat bayi atau balita cak, sy jg udah browsing2 sih untuk cari-cari info, krn seringnya tidak sempet klo nonton berita di tv. sy memang dapat info yg saya butuhkan,yaitu bakteri di susu nya akan mati klo menggunakan air dgn suhu > 60 derajat celsius.

    tp rasanya sy masih punya banyak pertanyaan yg ingin diperjelas lagi cak, antara lain :
    1. apakah susu formula yg ada, masih aman untuk dikonsumsi oleh bayi/balita?
    2. katanya semakin besar usia anak, maka antibodynya semakin kuat, anak sy skrng sudah 1 tahun lebih dikit dan sehari-harinya menggunakan susu formula salah satu produk Sari Husada, lalu, dgn usia anak sy yg skrang, apakah masih aman meneruskan minum susu formula ini (produk Sari Husada)?, lalu, dgn umur 1 thn ini, antibody anak untuk menangkal bakteri pada susu formula tsb spt apa?
    3. klo misalkan susu formula yg skrang diganti dgn susu kedelai, apakah sudah bisa cak?, terus,apakah akan ada efek sampingnya?, klo misalkan boleh, susu kedelai apa yg direkomendasikan oleh cak?

    maturnuwun sanget cak… :),pertanyaannya banyak….

  25. 25 cakmoki Maret 3, 2008 pukul 11:38 pm

    @ Dony:
    wa’alaikum salam,
    Adakalanya anak berkeringat, hal ini karena proses metabolisme yang akan mengeluarkan keringat dan kadang panas. Jika panasnya masih sekitar 37 derajat celsius dan tanpa keluhan, gak papa .. normal aja. Semoga ananda tercinta tetep sehat :)

    Trims juga atas do’a dan supportnya. AMin

    @ una:
    salam :)
    gonjang-ganjing seputar susu yang tercemar lagi hangat dan membuat was-was terutama kaum ibu. Salut atas upaya ibu untuk mencari informasi…

    1. Masih aman.

    2. Benar, makin besar anak akan membentuk antibodi seiring dengan bertambahnya usia dan berkembangnya semua sistem imunologi (kekebalan) anak. Antibodi yang terbentuk sesuai dengan mikroorganisme yang pernah kontak dengan si anak yang kita ga tahu berbagai jenis mikroorganisme yang bersliweran di sekitar kita. Boleh dikata, anak kita “mengenal” mikroorganisme lantas dia membentuk antibodi melalui proses imunologis nan rumit.
    Susu bisa dilanjutkan dan aman.

    3. Bisa, namun gak perlu dipaksakan jika si anak ga suka. Sebaiknya penggantian dilakukan secara bertahap, artinya selang seling dari susu awal ke susu kedelai yang persentasenya dinaikkan bertahap. Misalnya: minggu pertama susu awal 75% diseling susu pengganti 25%, minggu kedua 50% - 50%, minggu ketiga susu awal 25% dan susu pengganti 75% dan seterusnya.
    Maaf, saya ga bisa merekomendasikan merk tertentu, pilhan sepenuhnya ada ditangan ibu … hehehe … monggo silahkan pilih sendiri.

    Moga bermanfaat .. trims :)

  26. 26 mrsyusuf Maret 10, 2008 pukul 8:13 pm

    Malam Cak, saya datang lagi…
    Mau tanya maslah keputihan cak tapi keputihan yang menghinggapi anak kecil..
    Ponakan saya 3 tahun sudah hampir sebulan ini vaginanya mengeluarkan bau tidak sedap trus dibawa ke dokter katanya kena jamur…
    Setelah diobati baunya memang berkurang tapi sekarang jadi sering garuk-garuk cak…
    Oya obat yang dikasih itu salep dan antibiotik tapi saya lupa namanya hehe…
    Kira-kira kenapa ya cak?? kemarin sih dokternya gak bilang kena jamur apa.
    bener keputihan gak sih cak? atau memang keputihan bisa nempel tanpa pandang umur ya??
    Trus obatnya apa ya cak??
    Sekian dulu. terima kasih… :D
    Wassalam..

  27. 27 cakmoki Maret 11, 2008 pukul 3:29 pm

    @ mrsyusuf:
    iya tuh, kayaknya keputihan, dan keputihan ga pandang umur, kadang ada anak yang terkena juga walaupun jarang.

    Nah, tentang penyebabnya bisa jamur, virus, kuman atau parasit. Untuk memastikannya baiknya diperiksa lab, ntar akan ketahuan penyebabnya sehingga dapat diberi obat yg tepat.

    Kalo emang jamur, salah satu obatnya Flagystatin krim (untuk jamur dan parasit), dioleskan selama 7-10 hari. Lainnya berbentuk tablet ovula yg gak mungkin diberikan ke anak kecil.
    Selain itu juga perlu obat minum anti jamur, dosisnya bergantung pada berat badan.
    Sedangkan untuk menanggulangi gatalnya bisa digunakan misalnya: syrup Polamec 2-3 x 1/2 sendok takar (efek samping: ngantuk)

    Maaf, obat-obat di atas hanya berdasarkan kemungkinan-kemungkinan, sedangkan kepastiannya tentu dokter yang merawat yg lebih tau (berdasarkan pemeriksaan dan lab).

    Moga berguna

    » ke atas

  28. 28 mrsyusuf Maret 11, 2008 pukul 8:44 pm

    Ok, terima kasih banyak ya cak.. nanti saya bilang sama orangtuanya..
    :D

  29. 29 cakmoki Maret 12, 2008 pukul 12:54 am

    @ mrsyusuf:
    nggih, sama-sama :)

  30. 30 una Maret 12, 2008 pukul 12:43 pm

    terimakasih cak untuk advise susu formulanya, sampai sekarang masih terus sy lanjutkan pemakaian susunya

  31. 31 cakmoki Maret 12, 2008 pukul 5:42 pm

    @ una:
    sama-sama… siiip :)

  32. 32 Ibu Rhani Maret 16, 2008 pukul 11:48 pm

    Ass Cak…..
    Mohon bantuannya neh…
    Begini, bayi saya umur 15 minggu, 2 bulan yang lalu terdapat benjolan dibawah telinga. Saya sudah bawa ke dokter spesialis anak dan sudah diberi antibiotik, tapi sampai sekarang benjolan tersebut tidak kunjung hilang. Setelah saya konsultasi lagi ke dokter spesialis anak tsb, beliau menyarakan untuk dilakukan pembedahan. Tapi saya dan suami ragu apakah itu merupakan solusi yang tepat mengingat resiko pembedahan untuk bayi saya.
    Saya pernah membaca artikel yang mengatakan kemungkinan bejolan itu disebabkan kelenjar getah bening yang bisa hilang dengan sendirinya….apa bener tuh cak?
    Bagaimana menurut cak moki, apakah harus dioperasi?
    Atau dicari tahu dulu apakah sebenarnya penyebab benjolan tersebut……(Saya baca di internet : “biopsi aspirasi jarum halus..FNAB >>> apaan tuh cak?? dimana ada layanan tersebut di SAMARINDA?? (mungkin ada yang tahu, mhn bantuan)
    Trims ya cak, mohon bantuannya…..

  33. 33 cakmoki Maret 17, 2008 pukul 12:57 am

    @ Ibu Rhani:
    Wa’alaikum salam

    ok, benjolan di bawah telinga kebanyakan adalah infeksi kelenjar getah bening atau limfadenitis. Kelenjar tersebut membesar karena berbagai hal diantaranya penyebaran dari infeksi di saluran pernapasan atas atau sebab lainnya.
    Nah, yg dimaksud pembedahan adalah biopsi untuk memastikan diagnosa.

    Biopsi ada 2 cara yakni: (1) pembedahan dan (2) aspirasi atau sedot menggunakan jarum khusus.
    Adakalanya limfadenitis bisa hilanng dengan antibiotika selama sekitar seminggu atau lebih, bergantung penyebabnya.
    Kalau ibu tinggal di Samarinda, mungkin biopsi bisa dilakukan di RSUD AWS bagian patologi anatomi, setelah mendapatkan rujukan (permintaan) dari Poli Anak.

    Moga berguna teriring do’a mudah-mudahan benjolan si kecil segera hilang.
    Wass :)

  34. 34 una Maret 18, 2008 pukul 1:06 pm

    dng Una lagi dok…
    terimakasih untuk jawaban susu nya, alhamdulillah sudah tidak diselimuti oleh rasa cemas lagi…

    ingin berbagi dgn ibu Rhani, anak sy jg pernah ada benjolan di belakang telinga, memang kata dokter itu krn infeksi tp dokter tidak menyebutkan klo itu adalah infeksi kelenjar getah bening. Dokter anak nya hanya bilang, itu tidak berbahaya dan akan hilang dgn sendirinya dan anak sy pun tidak diberi antibiotik. Dan Alhamdulillah setelah beberapa hari memang hilang bu Rhani.

    ciri benjolan yg di anak sy, benjolan nya tidak diam disatu tempat, benjolannya klo dipegang, bisa bergerak-gerak

    semoga bermanfaat…dan klo misalkan cak Moki mau nanggapin benjolan anak sy jg mangga, krn kadang2 klo badannya lagi panas, benjolan itu jg suka muncul. tp krn kata dokternya tidak berbahaya, jadi sy tidak cemas…tp sebenernya gimana ya cak?

  35. 35 cakmoki Maret 19, 2008 pukul 3:15 am

    @ una:
    iya, saya sependapat :)
    Maturnuwun share-nya, moga bermanfaat bagi yang lain

  36. 36 nia Maret 28, 2008 pukul 1:27 pm

    Maaf Cak, saya bingung mo masukin pertanyaan ini ke kategori mana, jadi maaf nuwun sewu kalo salah kategori. Gini Cak, saya siy blom punya anak, hehe baru mo rencana nikah. masalahnya, calon suami saya kebetulan adl sepupu dekat saya (anak bude saya). menurut orang2 ada yang bilang kalo menikah dgn sodara bisa jadi anaknya terkena semacam penyakit genetis gitu. saya pernah liat di acara talk show di tv ada suami istri dengan 9 anak. dari 9 anak tsb ternyata 6 diantaranya tiba2 lumpuh setelah berumur 20 tahun. pdhl sebelumnya ga ada tanda2 kelumpuhan sama sekali. dokter akhirnya menyimpulkan itu disebabkan gara2 kedua ortunya sepupuan. nah saya kan jadi ketakutan….Mohon penjelasannya, apa sebaiknya saya jadi menikah dengan sepupu saya itu? maaf kalo malah jadi konsultasi pre-wedding..terima kasih…

  37. 37 cakmoki Maret 29, 2008 pukul 1:13 am

    @ nia:
    di sini boleh :)

    iya, bener…makin dekat hubungan keluarga, ada kemungkinan munculnya kelainan genetik (gak selalu).
    Secara garis besar, gen akan menurunkan faktor resesif (kromosom yg tidak ditampilkan or tidak nampak) dan faktor dominan (kromosom yang nampak nyata).
    Pada pernikahan yang erat hubungan pertalian darahnya, ada kemungkinan faktor resesif menjadi nampak di salah satu keturunannya. Sedangkan kelainan genetik pada umumnya merupakan faktor resesif. Inipun jika ada bakat kelainan genetik.
    Menurut saya, sebaiknya konsultasi ke dokter ahli andrologi untuk memastikan ada tidaknya kemungkinan kelainan genetik jika kelak punya anak.
    Moga bermanfaat..trims

  38. 38 jim Maret 31, 2008 pukul 4:45 am

    dh,
    sampai saat ini rasanya sangat sulit mencari info dokter melalui internet, mungkin dokter bisa menghimpun dan membangun web portal khusus mengenai daftar dokter yang aktif di seluruh Indonesia seperti :
    nama dokter
    spesialisasi
    nomor telpon / hp / email
    alamat prakter pribadi / rs
    hari/jam praktek
    harus dengan janji/tidak

    kalau memang sudah ada mungkin saya bisa di infokan karena saya sangat membutuhkan dokter spesialis kulit untuk anak yang prakter di bogor.
    thx jim

  39. 39 cakmoki Maret 31, 2008 pukul 11:50 am

    @ jim:
    dh,
    Terimakasih sarannya :) … akan saya coba menghubungi teman-teman dokter melalui IDI (Ikatan Dokter Indonesia) setempat. Masukan ini sangat berguna dan mungkin lebih bagus jika dikelola oleh IDI setempat di setiap Kota agar mudah koordinasinya.
    Trims

  40. 40 diana April 2, 2008 pukul 12:57 pm

    salam kenal cakmoki..langsung aja ya cak..cak,aku ibu rt dg dua anak usia 29th..sebln yg lalu aku kn ISK..diperiksa urin positif ada bakteri..pengobatan dgn antibiotik dan satu lg ga tau tuh obatnya apa bikin kencigku wrnanya kuning..semingg sembuh..setelah semingg kok kl aku kencing terasa sakit lg..cm aku ga demam sepert ISK pertama .hanya terasa sakit pas kencing terakhir aja..rasa ayang2en kl orang jawa bilang..tp pipisnya tetep banyak dan sering..tiap kl habis minum langsung pengn kencing..bgt seterusnya..smp judeg aku cak..akhirnya aku minta anter suamiku k dokter lg..dsana aku hrs tes urin dan oya cak aku jg keputihan.selain tes urin aku diperiksa dalam jg..dari hasil tes urin dan cairan keputihanku tidak ditemukan bakteri dan virus yg menginfeksi..dg kata lain normal2 aja smuny..duh tambah bingung aku cak..akhirnya dokternya bilang mau di tes kultur urinku..emboh ga mudeng aku cak..arep takon piye..oya aku kebetulan lg ikut suamiku yg lg tugas belajar k LN..bhs inggrsku pas2n cak..aku ngomong leukosit dokter e yo ga mudeng..walah piye iki..oya cak,semingg yg lalu aku minta kirim ibuku antibiotik kr disini antibiotik ga terjual bebas..ibuku kirim amemox n metronidazol.kata ibuku sich untuk kepthan..aku minum dua2nya selama dua hari. .sehari atau dua hari(lali aku cak)seblm pergi k dkter aku udah ga minum lagi obatny..terhitung aku cm minum 4 tablet..padahal ga boleh ya,cak..jarene bikin bakterinya kebal…nah yang pengen aku tanya kira2 hasil labku ada pengaruh dengan obat yg aku minum ga ya cak..jd bakteri/virusnya ga kelihatan…kira2 bgtu ga cak???aku ga bilang ama dokternya kl selama 2 hari aku minum antibiotik..weddhi dseneni aku cak..tes kultur urin opo yo cak kr smp saiki aku blm tau hasilnya..doktere blm tlp..sampai brp lama bsnya tes kultur iku cak?menurut cakmoki, aku ki loro opo ya cak??aku weddhi kok ga sembuh2…opo aku harus usg atau opo ya cak..doktere ya jg ga nyaranin usg atau periksa yg lbh mendetail..sambil nunggu hasil tes kultur aku dikasih obat namya nitrofur 100mg..diminum 2kali sehari selama 5 hari..tolong dibles yo cak dan maaf atas keluhanku yg panjang bgt..smg cakmoki ga bingung n g bosen bacanya…tks banyak atas bantuannya,cakmoki….

  41. 41 cakmoki April 2, 2008 pukul 10:31 pm

    @ diana:
    salam kenal :)

    Pertama, tentang ISK dan Hasil Lab:

    dari hasil tes urin dan cairan keputihanku tidak ditemukan bakteri dan virus yg menginfeksi

    Adakalanya emang seperti itu. Menilik hasil pemeriksaan pertama menunjukkan ada bakteri, cuman ga diketahui jenis bakteri-nya dan obat yg sesuai.
    Nah pada infeksi yang kedua bisa jadi bakteri masih ada, hanya saja tidak terdeteksi dengan test urine (pemeriksaan kualitatif sederhana).
    Hasil negatif: emang benar-benar negatif, bisa juga tidak terdeteksi.

    Kedua: Tentang Amemox dan Metronidazol.
    Amemox untuk infeksi bakteri sedangkan Metronidazol untuk infeksi parasit (kebanyakan jenis Trichomonas).
    Kedua obat tersebut untuk keputihan yg disebabkan bakteri dan parasit, sedangkan penyebab keputihan banyak, selain bakteri dan parasit, bisa pula disebabkan oleh jamur, virus…dll dan bahkan bisa pula bukan karena penyakit. (saya udah nulis artikelnya di blog ini)
    Kalo minumnya obat hanya beberapa hari (mestinya minum sekitar 7-10 hari) gak akan begitu mempengaruhi hasil pemeriksaan kultur.

    Ketiga: Tentang Kultur
    Inilah pemeriksaan yang paling ideal. Kultur maksudnya: menanam or membenihkan mikroorganisme dalam “media” kultur.
    Dengan kultur, kita akan mengetahui jenis mikro-organisme penyebab infeksi sekaligus mengetahui jenis obat (antibiotik, antijamur, antiparasit, antivirus..dll) yang paling peka terhadap mikroorganisme yang ditemukan saat kultur urine.
    Lamanya hasil kultur bergantung pada modern dan tidaknya alat yang digunakan. Jika menggunakan alat yang modern, sekitar 4 hari udah ketahuan hasilnya, sedangakan jika menggunakan alat konvensional seperti di Indonesia, rata-rata 7 hari atau bahkan lebih.

    oya, soal ISK pernah saya tulis juga di sini… dan pada wanita adakalanya berulang…hehehe *moga enggak* … silahkan baca kalo sempat.

    Moga penjelasan ini bermanfaat, teriring do’a mudah-mudahan segera sembuh.

  42. 42 diana April 3, 2008 pukul 5:43 am

    Amin..terima kasih sekali atas jawaban dan doa-nya,cak..Semoga Allah membalas segala kebaikan cakmoki.Amin..

  43. 43 cakmoki April 4, 2008 pukul 6:48 pm

    @ diana:
    Makasih juga. Amin :)

  44. 44 sevie April 9, 2008 pukul 2:19 pm

    alow …,
    salam kenal , langsung aja ya, :D saya seorang istri baru 4 bulan menikah ingin ekali punya cepet momomngan tp pas ke dokter dikasih obat tanpa penjelasan dan saya mau tanya tentang kegunaan obat flagystatin ovula itu apa ya ?? kenapa musti dikasih resep obat2an dengan dalfarol , folavit dan vibramycin….,

    thanks,

  45. 45 cakmoki April 10, 2008 pukul 3:07 am

    @ sevie:
    alow juga …
    salam kenal,
    Sabar dong…kan baru 4 bulan …hehehe *becanda*
    Kenapa ga tanya, bayar mahal ga dapat penjelasan rugi dong :D
    Ok, Flagystatin ovula adalah kombinasi obat anti parasit dan anti jamur, biasanya digunakan pada “keputihan” yg diduga disebabkan parasit (dalam hal ini Trichomonas) atau jamur. Adapun Dalfarol adalah vitamin E dan folavit adalah asam folat. Sedangkan vibramycin adalah salah satu jenis antibiotika.
    Lha, saya juga ga tahu kenapa ingin hamil koq dikasih obat-obat diatas. Atau mungkin saat ke dokter ada keluhan “keputihan” sehingga diberi flagystatin dan vibramycin.

    Menurut saya, kalo seorang wanita menstruasinya normal, secara umum dapat dikatakan wanita tersebut bisa hamil. Ini dengan catatan kalo spermatozoa pasangan ga ada masalah. Selain itu, adakalanya perlu waktu untuk hamil.

    Pada umumnya, kalo ingin cepet hamil, obat yg biasa diberikan adalah obat untuk stimulasi ovulasi (pengeluaran sel telur), misalnya: profertil dan sejenisnya, yang diminum pada hari kelima pasca menstruasi selama 5 hari. Inipun seyogyanya sesuai pentunjuk dokter (ahli kandungan), jika memang dirasa perlu.

    Moga penjelasan singkat ini membantu teriring do’a mudah-mudahan segera hamil… :)
    Thanks

  46. 46 handy yunianto April 22, 2008 pukul 4:02 pm

    Dear Dokter. Mohon penjelasannya. Saya orang tua dari dua anak dimana keduanya disuspect TBC oleh DSA. Kedua anak saya berumur 10bln dan 2 1/2 tahun. Dari DSA tsb, kami diberi obat 2 macam (obat merah dan putih - semuanya puyer). Di keluarga nggak ada yang terkena TBC, tapi dari diagnosa dokter karena berat badan flat, hasil tes mantuk 12×16mm, kemudian dilakukan test darah hasilnya LED 20mm/jam, kemudian dilakukan rontgen kesan=suspect KP Dextra Aktif, DD/BP mereka vonis terkena TBC. Tapi anaknya sebenarnya tidak terlihat sakit, kecuali yang nomer dua (10 bulan) batuknya agak lama dan gampang demam/pilek. Obat terapi tersebut sudah jalan 1.5bulan.

    Searching di internet, saya melakukan second opinion ke dokter spesialis paru anak. Kata dokter disuruh rontgen dari samping, setelah dilihat hasilnya katanya tidak ada apa2. Jadi sarannya STOP OBAT TBC. Saya jadi bingung, apa benar harus di stop? Soalnya kalo tidak di stop dan ternyata anak saya tidak kena TBC efek sampingnya ke ginjal… takutnya, kalo distop tetapi anak saya benar kena TBC, apa terapinya harus diulang lagi?

    Mohon bisa diberi pencerahan..nomer telpon saya 081319191813 atau dibalas melalui email handy.yunianto@mandirisek.co.id atau handy.yunianto@yahoo.com Terima kasih banyak sebelumnya.

    Salam,

  47. 47 ellakreshna April 25, 2008 pukul 2:01 pm

    Selamat siang dokter,

    Anak saya sekarang usia 4 th 2 bulan. Berat badan 17.5 kg.
    Sedang menjalani pengobatan infeksi Kelenjar getah bening.

    Bulan ini adalah pengobatan yg memasuki ke 6 bulan. Kami periksa tgl 21/4 kemarin. Selama 5 bulan pengobatan, anak saya diberikan obat puyer (warnanya merah) dan syrup, yg harus diminum 1x sehari pagi hari/bangun tidur (sebelum makan apa2).
    Nah, pada pengobatan yg ke-6 bulan ini ada tambahan puyer antibiotik dok.

    Kemarin, tgl 23/4 setelah minum obat pagi hari, disekolah anak saya bilang pusing, sampai2 tdk kuat berdiri. Kepalanya berkeringat. Badannya dingin. Akhirnya hrs pulang sebelum waktunya. Pengasuhnya bilang krn hbs main komidi puter. Tp yg saya takutkan ini krn efek dr antibiotik itu dok.
    Dan pusing ini berlangsung terus sampai siang, pengasuhnya bilang anak saya tidur terus dan minta minum obat krn pusing sekali. Jam 3 diminumkan lg antibiotiknya sesuai perintah saya.
    Tapi pada sore harinya anak saya sudah sehat dan ceria kembali sampai malam tdk ada masalah. Dan saya minumkan antibiotik yg ke 3.

    Tgl 24/4, siang hari tdk ada keluhan pusing. Jam 7 malam,
    anak saya bilang pusing lagi dan kepalanya berkeringat lagi.
    Akhirnya saya ajak tidur, tp kepalanya berkeringat terus.

    Yang saya mau tanyakan,

    1.Apakah pusing ini efek dari antibiotik tersebut.
    2.Kenapa pada pengobatan bulan2 sebelumnya tdk dikasih antibiotik.
    3.Dokter anak saya jg bilang, ini pengobatan terakhir untuk infeksi KGB nya, tp disarankan diselesaikan sampai 9 bulan.
    Sebaiknya pengobatan ini dihentikan sampai 6 bulan atau dilanjutkan sampai 9 bln ?
    4. Kenapa benjolan KGB di sebelah kanan leher anak saya masih ada, padahal sudah menjalani pengobatan selama 5 bulan. Apakah benjolan ini berbahaya atau tidak apa2.

    Terima kasih banyak atas advise dari dokter, krn terus terang saya bingung sekali.

    Salam,
    Ella

  48. 48 ellakreshna April 25, 2008 pukul 2:03 pm

    Selamat siang dokter,

    Anak saya sekarang usia 4 th 2 bulan. Berat badan 17.5 kg.
    Sedang menjalani pengobatan infeksi Kelenjar getah bening.

    Bulan ini adalah pengobatan yg memasuki ke 6 bulan. Kami periksa tgl 21/4 kemarin. Selama 5 bulan pengobatan, anak saya diberikan obat puyer (warnanya merah) dan syrup, yg harus diminum 1x sehari pagi hari/bangun tidur (sebelum makan apa2).
    Nah, pada pengobatan yg ke-6 bulan ini ada tambahan puyer antibiotik dok.

    Kemarin, tgl 23/4 setelah minum obat pagi hari, disekolah anak saya bilang pusing, sampai2 tdk kuat berdiri. Kepalanya berkeringat. Badannya dingin. Akhirnya hrs pulang sebelum waktunya. Pengasuhnya bilang krn hbs main komidi puter. Tp yg saya takutkan ini krn efek dr antibiotik itu dok.
    Dan pusing ini berlangsung terus sampai siang, pengasuhnya bilang anak saya tidur terus dan minta minum obat krn pusing sekali. Jam 3 diminumkan lg antibiotiknya sesuai perintah saya.
    Tapi pada sore harinya anak saya sudah sehat dan ceria kembali sampai malam tdk ada masalah. Dan saya minumkan antibiotik yg ke 3.

    Tgl 24/4, siang hari tdk ada keluhan pusing. Jam 7 malam,
    anak saya bilang pusing lagi dan kepalanya berkeringat lagi.
    Akhirnya saya ajak tidur, tp kepalanya berkeringat terus.

    Yang saya mau tanyakan,

    1.Apakah pusing ini efek dari antibiotik tersebut.
    2.Kenapa pada pengobatan bulan2 sebelumnya tdk dikasih antibiotik.
    3.Dokter anak saya jg bilang, ini pengobatan terakhir untuk infeksi KGB nya, tp disarankan diselesaikan sampai 9 bulan.
    Sebaiknya pengobatan ini dihentikan sampai 6 bulan atau dilanjutkan sampai 9 bln ?
    4. Kenapa benjolan KGB di sebelah kanan leher anak saya masih ada, padahal sudah menjalani pengobatan selama 5 bulan. Apakah benjolan ini berbahaya atau tidak apa2.

    Terima kasih banyak atas advise dari dokter, krn terus terang saya bingung sekali.

    Salam,
    Ella

  49. 49 cakbud April 26, 2008 pukul 10:25 am

    nderek tanglet pak dokter,
    1. untuk mendeteksi secara dini keberhasilan imunisasi bcg gimana ya dok?
    2. apakah kalau tidak ada tanda benjolan, imunisasi bcg harus diulang, dan sebaiknya kapan mengulangya?

    Mekaten pak dokter, matur nuwun

  50. 50 cakmoki April 26, 2008 pukul 10:04 pm

    @ handy yunianto:
    ok, kronologisnya sangat jelas … trims :)
    Saat ini, keputusan ada di tangan bapak karena 2 pendapat berbeda. Kalo bisa sebaiknya minta copy resep saat nebus obat. Pasien atau orang tua pasien berhak tahu obat-obat yang digunakan :)

    Gini, sebagai gambaran … andai keluhan seperti anak bapak (panas, batuk lama dan berat badan stagnan) dianggap TBC berdasarkan hasil pemeriksaan penunjang (lab dan rontgen), mungkin lebih 5 anak balita yang datang ke praktek dokter menderita TBC setiap harinya :D

    Menurut saya, jika dokter paru anak mengatakan bukan TBC dan menganjurkan stop, hentikan aja. Toh batuk lama bukan berarti TBC kan?

    Moga penjelasan singkat ini dapat membantu, teriring do’a mudah-mudahan anak bapak segera sembuh :)

    @ ellakreshna:
    Pertama, pengobatan 6 bulan dengan cara seperti diatas (perut kosong) dan kencing berwarna merah, kemungkinan infeksi kelenjar karena TB. (TBC kelenjar, ini kemungkinan lho) Maaf, saya mengomentari ini karena disertakan sebagai prolog :)

    Kedua: kita bahas keluhan “pusing”.

    disekolah anak saya bilang pusing, sampai2 tdk kuat berdiri. Kepalanya berkeringat. Badannya dingin. Akhirnya hrs pulang sebelum waktunya. Pengasuhnya bilang krn hbs main komidi puter.

    1. Pusing yg dialami anak ibu maksudnya pusing muter or melayang (vertigo) karena efek main komidi putar, kayak mabuk perjalanan gitu, makanya keluar keringat dingin, lemas dan kadang pucat. Bukan karena antibiotik. Sayangnya anak seumur itu belum bisa membedakan “pusing”. Kalau yang dimaksud “pusing” adalah sakit kepala, maka obatnya pereda nyeri (analgetik) misalnya: pasasetamol (selain pereda panas juga bisa untuk sakit kepala ringan) 175 mg-200 mg (sesuai berat badan). Saya melihat lebih cenderung “pusing” yang seperti mabuk perjalanan sesuai dengan keluhan lain yg menyertainya (keringatan, lemas, maunya tidur)
    Obatnya: dimenhidrinat, misalnya: dramasine or dramamine 50 mg 3x 1/3 atau 3×1/2.

    2. Tentu ada antibiotiknya, coba cek copy resep…kemungkinan mengandung: rifampicin dll dll

    3. Sebaiknya dilanjutkan hingga selesai sesuai saran dokter yang merawat selama ini.

    4. Nanti akan hilang setelah selesai menjalani pengobatan, atau bisa juga akan diberi obat lain untuk menghilangkannya.

    Moga bermanfaat, trims

    @ cakbud:
    Monggo
    1. Dengan mengukur antibodi yang terbentuk di tubuh bayi, setidaknya setelah lebih 4 minggu. Sayangnya tidak semua tempat memiliki fasilitas untuk memeriksanya.

    2. Gak mesti harus diulang. Kadang terbentuk jaringan parut kadang tidak terbentuk.

    Mekaten, maturnuwun :)

  51. 51 Merry April 27, 2008 pukul 10:30 am

    Malam Cak,

    Putra saya umurnya 2thn, sering pilek melulu…Baru sembuh 4hari udah pilek lagi, pdhl udah dijaga bener makannya, tidurnya dan sdh plus suplemen…Begitu pilek lnsg saya kasih celestamine 3×1sdt menurut anjuran dokter.Yang ingin saya tanyakan:

    Menurut rujukan obatnya 2-6thn tdk boleh lebih dr 2sdt,apakah anjuran dokternya tdk over dosis?

    Apakah ada efek samping kalau pemakaian celestamine keseringan mengingat anakku sering pilek?

    Adakah obat yg lebih bagus, traditional tp mujarab dimana efeknya kecil sekali kalau pemakaian sering dan longterm?

    Sblmnya terima kasih yah Cak!…

    Salam Merry

  52. 52 cakmoki April 27, 2008 pukul 3:23 pm

    @ Merry:
    Met sore *waktu menjawab*
    1. Tidak. Dokter tersebut benar. Etiket yang ditulis di kemasan adalah dosis untuk orang awam, so ditulis lebih rendah dibanding dosis terapi untuk menghindari penggunaan yang berlebihan tanpa anjuran dokter. Sedang dokter akan menentukan dosis dan frekuensi minum obat berdasarkan hasil pemeriksaan, jenis pileknya, berat badan dan berbagai pertimbangan lain. Tentu dokter sudah mempertimbangkan efek samping dan terutama keselamatan pasien. Buktinya beliau memberi yang ringan (celestamin). Beliau tahu benar bahwa pilek berkepanjangan (rhinitis) pada anak balita biasanya karena faktor alergi (debu rumah, hawa dingin maupun sumuk, dll) dan akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia dan makin kuatnya daya tahan tubuh si anak.

    2. Efek samping (celestamin) tentu ada, diantaranya: ngantuk, tenggorokan terasa kering dan mungkin wajah jadi agak bengep, bisa pula tidak. Efek samping tersebut lebih kecil dibanding maanfaatnya, lagipula minumnya saat pilek saja. Bayangkan jika anak pilek trus menderita, rewel…dll dll, pilih mana ? :) …hehehe

    3. Hmmm, medikamentosa (obat) tetap diperlukan untuk mengurangi derita akibat pilek. Celestamin cukup bagus koq, kalo mo yang lain dapat digunakan Actifed or sejenisnya dengan dosis rendah, misalnya: 2-3 x 1/2 sendok takar, diminum hanya saat pilek saja.
    Cara lain adalah dengan mengajak anak sering main di halaman, asalkan tidak berlebihan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Cara ini setidaknya dapat mengurangi frekuensi pilek, ntar lama kelamaan daya tahan anak akan meningkat dengan sendirinya.
    Kalo obat tradisional … mohon maaf … saya gak tahu :)

    Trims

  53. 53 ellakreshna April 28, 2008 pukul 3:18 pm

    halo cak Moki,

    Matur nuwun loch atas advise nya. Alhamdulillah anak saya sudah sehat kembali. Antibiotiknya jg sudah habis. Dan kayaknya bener dech cak, kemarin dia itu pusing keliyengan…aja.

    Mengenai obat2an yg dikasih dalam resep pengobatan selama ini, nanti saya cek lagi deh cak obat apa aja. Cuma masalahnya tulisan dokter itu kadang2 gak jelas, jadi kita nggak ngerti…. :(

    thanks.
    Ella

  54. 54 cakmoki April 28, 2008 pukul 4:42 pm

    halo :)

    Matur nuwun juga share-nya. Moga berguna untuk yang lain :)

    Mengenai obat2an yg dikasih dalam resep pengobatan selama ini, nanti saya cek lagi deh cak obat apa aja. Cuma masalahnya tulisan dokter itu kadang2 gak jelas, jadi kita nggak ngerti…. :(

    hehehe, di intern medis ada guyonan bahwa: ” nulis kuitansi dengan tulisan sebaik-baiknya dan nulis resep dengan tulisan sejelek-jeleknya :D
    Thanks

  55. 55 jasmine April 29, 2008 pukul 10:54 am

    Assalamu’alaikum dokter….

    Anak kedua saya usianya 10 bulan. Pertanyaan saya :
    1. dua hari yang lalu, kulitnya timbul putih2 kecil (bulat) di atas alis. Bentuknya mirip panu. Tapi, kami orangtuanya tidak ada yang punya sakit panu dok…kira2 sakit kulit apa ya dok? salep apa yang cocok untuk bayi seusia anak saya dok.
    2. Anak saya ini sering sekali sakit batuk, pilek dan panas dok….. ASI nya hanya 4 bulan karena saya harus kerja seharian penuh dan pada malam harinya anak saya sdh tidak mau karena terbiasa dengan dot. Apa karena ASI yang kurang dok, jadi imunitas anak saya kurang bagus?
    3. Masih nyambung no.2, batuk anak saya hanya pada malam hari saja dok. Apa yang harus saya lakukan dok?
    Terima kasih
    Jazakallahu khairan katsira

    Wassalam

  56. 56 joni April 29, 2008 pukul 3:40 pm

    Salam Cak,

    Saya punya anak cowok yang umurnya 2,3 tahun dan saat ini suhu tubuhnya 36,6 C.

    Nah yang saya tanyakan :
    1. Pada Suhu berapa buat anak seusia itu dikatakan normal ?
    2. Suhu berapa saya harus memberikan obat panas SANMOL kepada dia.
    Dia pernah gejala tipes dengan suhu badan 39C makanya saya
    takut terjadi lagi.
    3. Buat antisipasi Step, apa yang harus saya perhatikan seperti
    suhu berapa harus diberikan antistep dan obat apa yang harus
    saya sediakan ?
    4. Dari obat antistep bagusnya melalui mulut atau anus ya ?

    Thanks ya…
    Dari seorang ayah yang terlalu kwatir.

  57. 57 cakmoki April 30, 2008 pukul 2:44 pm

    @ jasmine:
    Wa’alaikum salam,
    1. Bisa jadi panu beneran (kalo iya, jenis jamur: Pityriasis versicolor). Bayi suka kena jamur jenis ini karena lembab dan berkeringat, sehingga memudahkan tumbuh dan berkembangnya jamur yang sporanya banyak beterbangan bersama angin dan debu. Ketika ada spora jamur yang nempel di kulit bayi, maka kan tumbuh dan berkembang membentuk bulatan kecil putih kemerahan pada bagian tepinya. Ini gak ada kaitannya dengan orang tua. Untuk memastikan bener tidaknya silahkan kirim foto (ambil dengan hp) via email: (cakmoki2006@yahoo.com) . Obat yang cocok tentu harus dipastikan dulu jenis penyakit kulitnya. Kalo emang yakin jamur, perlu pengobatan jangka panjang sekitar 4-6 minggu menggunakan bedak anti jamur, misalnya: daktarin powder atau mycorine powder (harga sekitar 40 ribu). Salep atau krim anti jamur jauh lebih murah, tapi tidak saya anjurkan karena lengket sehingga bayi akan rewel. Atau, coba lihat tulisan saya tentang panu berjudul: cantik-cantik panu-an, di artikel tersebut ada gambar panu pada bayi, silahkan dicocokkan.

    2. Bayi atau balita di Indonesia pada umumnya sering menderita Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) karena berbagai faktor. Kalo ada orang sekitarnya yang pilek or batuk or flu kemudian deket-deket si bayi apalagi mencium, dijamin bayi mudah tertular. Menurut statistik, rata-rata bayi menderita ISPA sekitar 4 kali setahun kadang lebih bahkan ada yang 2-4 minggu sekali. Sebagian besar ISPA disebabkan virus dan sebagain lagi disebabkan bakteri. Ini berarti bukan serta merta karena kurang ASI, toh anak yang full ASI juga bisa mengalami hal serupa. Bayi akan makin jarang mengalami penyakit tersebut seiring dengan tumbuh kembang bayi dan makin meningkatnya daya tahan tubuh.

    3. Batuk malam hari (kadang berbunyi krok-krok), kemungkinan berhubungan dengan hawa dingin dimana suhu terendah sekitar jam 2 dinihari. Atau bisa pula tidak berhubungan secara lansung dengan suhu tapi dengan posisi bayi dimana saat tidur dalam posisi horizontal. Pada posisi ini dahak lebih mudah terkumpul kemudian secara reflek menimbulkan batuk. So, batuk malam hari tersebut kemungkinan karena alergi atau bisa pula infeksi. Kalo mengganngu bayi sebaiknya periksa ke dokter atau dokter spesialis anak.

    Jazakallah…
    Wassalam.

    @ joni:
    Salam kenal,

    1. Suhu tersebut normal. Sampai 37 C. Dosis pereda panas setidaknya 10 mg per Kg berat badan setiap pemberian, dan dapat diulang 6-8 jam atau bisa pula setiap 5 jam. Contoh: jika berat badan anak 12 kg, maka setiap kali minum obat pereda panas 1 sendok takar (120 mg). Panas banyak penyebabnya, bisa karena infeksi virus (terbanyak), infeksi kuman (bakteri), infeksi mikro-organisme lain dan bisa pula panas tanpa diketahui sebabnya (UFO=Fever of Unknown Origin). Tentang gejala tipes, mohon maaf saya ingin mengoreksi bahwa terminologi Gejala Tifes tidak ada, mungkin yang dimaksud adalah curiga Tifes atau masih observasi ( suspect typhoid atau obs. typhoid fever). Suhu badan >39 C bukan satu-satunya parameter yang mengarah pada diagnosa tipes. Hal ini perlu saya jelaskan supaya tidak menimbulkan kerancuan di kalangan masyarakat. Lagipula, sebagai patokan umum, jika panas trus diobati ternyata sembuh kurang dari seminggu, bisa dipastikan bukan tipes atau apapun namanya yang berkaitan dengan tipes.

    3. Step (kejang demam) akan terjadi jika “batas ambang panas” anak terlampui, dan setiap anak tidak sama. Ada yang step pada suhu 38,5 C, ada yang tidak step walau suhunya 40 C. Namun ada baiknya anti step diberikan jika anak mengalami panas untuk antisipasi. Jika pernah kejang demam, maka anti step harus diberikan sedini mungkin agar tidak terjadi kejang demam ulangan. Obat step yang lazim digunakan adalah luminal (phenobarbital). Pemberian obat ini hanya atas petunjuk dokter (harus pakai resep dokter). Karenanya, jika ingin memiliki obat tersebut sebagai langkah antisipasi sebaiknya konsultasi ke dokter terdekat agar dapat diberikan obat dengan dosis sesuai berat badan.

    4. Untuk antisipasi step (bagi yang belum pernah mengalami), obat anti step diberikan melalui mulut. Sedangkan bagi anak yang pernah mengalami kejang demam (terutama yang berulang), maka obat antistep diberikan lewat anus. Demikian pula saat pertama kali mengalami kejang demam maka saat itu diberikan obat antistep melalui anus.

    Moga penjelasan singkat ini bermanfaat
    Thanks share-nya :)

  58. 58 bob Mei 5, 2008 pukul 2:57 pm

    Assalamu’alaikum cak moki….
    Kemarin sy baru aja antar istri ke Bidan untuk imunisasi campak anak kami. Usianya 10 bulan. Saya lihat koq nyuntiknya itu lho dok….lha koq sampe habis ya jarumnya. Maksud saya, biasanya kan kalo jarum suntik itu ga sampe nyeblok semua gitu lho dok. Tapi kemarin saya lihat si bu bidan itu nyuntik anak saya itu sampe jarumnya habis. Saya jadi khawatir dok… Apakah ada efek sampingnya dok? karena saya ngebayangin, apa ga nyape tulang paha anak saya ya…jarumnya. Mohon jawabannya ya dokter cak moki. Tq
    Wassalam

  59. 59 cakmoki Mei 5, 2008 pukul 4:02 pm

    @ bob:
    Wa’alaikum salam,

    …Maksud saya, biasanya kan kalo jarum suntik itu ga sampe nyeblok semua gitu lho dok. Tapi kemarin saya lihat si bu bidan itu nyuntik anak saya itu sampe jarumnya habis.

    Gak papa pak … Bu Bidan dah bener, masukkan jarum untuk imunisasi campak harus dalem (intramuskuler), 3/4 sampai abis poll. Ada jenis imunisasi lain yang harus disuntikkan subkutan (bawah kulit), yang beginian dangkal. Ada juga yang intrakutan (menyusur kulit), cara model begini kita akan melihat bayang-bayang jarumnya suntiknya

    Gak sampai tulang koq, udah ada ukuran yang disesuaikan dengan nomor jarum suntik (needle) dan peruntukannya, ada yang 27G, 26G, 25G, 24G, 23G dan seterusnya, makin kecil nomor jarum suntik, makin besar dan panjang ukurannya, disesuaikan dengan keperluannya.

    Pada campak, jarum yang digunakan adalah jarum Nomor 23G s/d 25 G, panjangnya 1-1,25 inchi.
    Sooo, aman Pak..dan gak ada efek apapun :)

    Thanks

  60. 60 Juli Mei 15, 2008 pukul 10:58 am

    Assalamualaikum Cak,

    Anak saya 2th 3 bulan sariawan di mulut, sepintas sih sariawannya besar. Lehernya juga panas.. takutnya kena kuku mulut.. :( Gejala kuku mulut sebenarnya bagaimana sih? Anak saya ini juga gampang banget radang tenggorokan. Cak, kalo misalnya dokter memang menyatakan terkena kuku mulut :( apakah antibiotik termasuk dalam obatnya ?

    Maturnuwun Cak.

  61. 61 cakmoki Mei 15, 2008 pukul 3:17 pm

    @ Juli:
    Sariawan kerap dialami anak karena pada umumnya anak umur segitu suka menghisap tangan or jari or apapun yang dia pegang. Adakalanya sesuatu yang dipegang anak mengandung mikro-organisme, misalnya kuman, jamur, …dll.
    Pada saat kondisi tubuh anak kurang fit, mikroorganisme tersebut dapat mengakibatkan infeksi or radang di tenggorokan or mulut.
    Nah, pada kondisi tersebut akan muncul stomatitis or moniliasis …yang oleh orang awam disebut sariawan trus si anak ngeces or ngiler or berliuran.
    Dan adakalanya anak mudah terkena radang tenggorokan, bahkan ada yang 2minggu sekali atau ada pula yg 1 bulan sekali.
    Obatnya antibiotika dan biasanya akan pulih kembali setelah 3-5 hari.

    Kalo sering radang tenggorokan, bukan berarti kuku mulut koq, …penyakit tersebut jarang terjadi dan menimbulkan banyak keluhan. So gak perlu terlalu kuatir, toh udah periksa ke dokter …hehehe

    Wass
    Maturnuwun

  62. 62 hana Mei 16, 2008 pukul 10:56 am

    Pagi dok, Saya Hana, 1 bln lalu baru melahirkan anak ke 3 laki2dengan bb 2900 pb 49cm, yang jadi masalah, sejak lahir baby sy selalu muntah setelah diberi ASI, kadang setelah kenyang dia akan menangis dan minta digendong lalu muntah, trus kalo udh muntah langsung tidur.. kasian deh liatnya.. hik hik..Kalo baca n googling the net sih katanya gastroesophageal reflux.. bahaya ga sih dok? trus saya harus gimana?? oya baby juga sering kebesekan setiap diberi minum, trus kalo nafas pas minum ASI suka ada nada tinggi pd saat narik nafas. Kenapa ya dok?/ makasih sebelumnya.

  63. 63 hana Mei 16, 2008 pukul 11:13 am

    ass cak,
    maaf ada yang kelupaan, BB pd usia 1 bl 4,4 kg. Makasih sebelumnya ya cak..

    dari ibu yg sedih n bingung banget..

  64. 64 cakmoki Mei 16, 2008 pukul 5:50 pm

    @ hana:
    wa’alaikum salam,
    Muntah pada bayi disebabkan oleh banyak faktor, antara lain:

    Gastroenteritis
    Gastroesophageal reflux
    Terlalu banyak minum/makan
    Obstruksi usus
    Infeksi
    Batuk
    Alergi susu, dll…dll…dll

    Untuk memastikan atau setidaknya memperkirakan penyebabnya, sebaiknya periksa ke dokter spesialis anak.
    Sebagai langkah awal, dapat dicoba dengan memberikan minum ASI sedikit-sedikit tapi sering.
    Selanjutnya periksa ke dokter anak untuk diperiksa agar dapat diketahui penyebabnya dan diberikan obat yang tepat sesuai hasil pemeriksaan.
    Trims
    Wass

  65. 65 merry Mei 18, 2008 pukul 12:17 am

    Selamat malam Cak,
    Saya punya anak 2 1/2thn, 3bln lalu kena gejala types, sejak sembuh sampai skrg sering pilek demam, pdhl sudah dijaga makannya plus suplemen Imunos dan minyak ikan.

    Skrg ini sering panas dalam sariawan, mau dikasih buah-buahan tapi e-eknya cair kayak mencret gitu…

    Yang ingin saya tanyakan:
    1.Obat oles sariawan dimulut yg aman.
    2.apa yg salah kalau sampai sariawan sekaligus mencret (pdhl dlm menu makanan tdk ada goreng2an dan sudah sgt higenis).
    3.apakah madu/ glukolin bisa menyembuhkan panas dalam? atau sebaliknya bisa menyebabkan mencret?
    4.apakah benar kalau seumur begitu virus typesnya tetap ada ngendap dlm usus biarpun diobati, jadinya sering panas dalam dan sewaktu-waktu typesnya bisa kambuh kalau salah makan?
    Sebelumnya terima kasih yah Cak!

    Salam,
    Merry

  66. 66 cakmoki Mei 18, 2008 pukul 4:07 am

    @ merry:
    Selamat malam, Bu :)

    Maaf, saya ingin meluruskan istilah “gejala types” terlebih dahulu. Terminologi, gejala types sebenarnya gak ada,… istilah ini seringkali menimbulkan bingung para orang tua dan khalayak.
    Sebagai pegangan:
    Typhus adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri (kuman) Salmonella typhi.(maaf, bukan oleh virus lho)

    Tanda-tandanya tidak spesifik. Namun ada gambaran pola demam (mirip pelana kuda) jika dibuat grafik selama lebih seminggu. Selain tanda-tanda fisik, adakalanya diperlukan pemeriksaan laboratorium sebagai alat bantu menegakkan diagnosa.

    Seseorang dikatakan menderita (atau curiga) Typhus, bila:
    1. Panas or demam lebih seminggu disertai tanda-tanda klinis yang mengarah ke kecurigaan adanya infeksi Typhus.

    2. Diagnosa pasti dapat diketahui dengan biakan kuman, namun cara ini memakan waktu lama (sekitar 1-2 minggu, di Indonesia) dan belum dilakukan secara rutin di negara kita.

    3. Pemeriksaan penunjang lain, diantaranya:
    a. Tubex (mahal, sekitar 75-90 ribu, tapi cukup akurat). Pemeriksaan ini merupakan cara baru untuk mendeteksi typhus dan hasilnya jauh lebih akurat dibanding test Widal.
    Tubex dilakukan pada hari ke 5-6 demam, dan dikatakan positif jika menunjukkan hasil positif 6 atau lebih.

    b. Test Widal (murah, sekitar 10-15 ribu, tapi kurang akurat. Pemeriksaan ini dianggap bermakna bila dilakukan pada minggu kedua demam dengan hasil 1/200 atau lebih. Atau jika menunjukkan peningkatan 4 kali lipat pada pemeriksaa serum sepasang. Akurasi pemeriksan ini rendah. So, perlu dicocokkan dengan pemeriksaan lain, yakni: leukosit (bisa meningkat atau malah menurun), Hemoglobin (anemia), atau peningkatan relatif jumlah limfosit … hehehe, rumit juga ya…

    Sedikit penjelasan di atas menunjukkan bahwa demam pada Typhus, lebih seminggu walaupun diobati. Bahkan pengobatannya rata-rata 14 hari. (masih banyak penyakit lain yg demamnya lebih seminggu)
    Ini artinya: jika seseorang menderita demam trus diobati dan sembuh dalam tempo kurang dari seminggu, maka bukan Typhus.

    Jika setelah sakit yang dikatakan “gejala typhus” lantas sering panas pilek, menurut saya gak berhubungan dengan yg pertama. Panas pilek lebih sering disebabkan karena virus, dan sebagian kecil oleh kuman (bakteri).
    Hal ini lazim dialami anak balita karena penularan dari sekelilingnya. Lebih-lebih dalam 2-3 bulan terakhir ini angka kejadian infeksi yg ditandai dengan panas dan pilek hampir terjadi dimana-mana. Dan anak balita emang masih rentan terhadap penyakit-penyakit tersebut. Ntar akan berkurang frekuensinya seiring dengan bertambahnya usia dan meningkatnya daya tahan tubuh balita.

    Menurut statistik, rata-rata anak balita di Indonesia mengalami infeksi saluran nafas bagian atas sekitar 4 kali dalam setahun. Adakalanya lebih sering, adakalanya gak sampai 4 kali.

    Demikian pula “sariawan”. Di dunia medis, pada umumnya anak balita bisa mengalami Moniliasis atau stomatitis dengan berbagai penyebab. Orang awam menyebutnya “sariawan” atau ada pula yg mengatakan “panas dalam”.

    Maaf, prolog nya panjang…sengaja saya jelaskan agak lengkap supaya bisa dibaca pula oleh para orang tua lainnya.

    Jawaban:
    1. Semua obat oles sariawan yang ada di apotik, aman. (tapi jangan pakai obat gentian violet yg warna biru-keunguan yaaaaa, kasian anak tuh, mulutnya jadi berwarna ungu :) ).

    2. Sariawan sekaligus mencret gak ada yang salah. Makanan gak mesti salah, yang memberi makanan juga gak mesti salah.
    “Sariawan” pada balita yg kadang hingga “ngecesss” dapat terjadi karena anak balita suka memasukkan tangannya atau benda apapun ke dalam mulutnya.
    Nah, saat ada mikro-organisme (kuman, virus, jamur) ikutan masuk mulut dan berkembang biak, maka mikro-organisme tersebut dapat menimbulkan infeksi. Bentuk infeksi biasanya: “sariawan”, infeksi saluran nafas, infeksi tenggorokan, mencret, dll.
    Walaupun orang tua udah menjaga hyegine, resiko tersebut tetap ada, lantaran mikro-organisme bisa berada dimana-mana, terbawa debu, angin, air, bekas sepatu, dll… kita gak bisa jamin bahwa rumah kita bebas dari mikro-organisme.

    Di sisi lain, kondisi ini ada baiknya juga, yakni anak akan “mengenal” mikro-organisme di sekitarnya dan akan membentuk zat kekebalan ataupun reaksi imunologi untuk melawan penyakit walaupun kadang harus mengalami sakit, seperti: panas pilek, dll.

    3. Maaf, yang ini (madu, glukolin..dll) gak bisa jawab … beberapa penyakit yg disebabkan virus, mengalami self limited, artinya sembuh sendiri dalam kurun waktu tertentu.

    4. Hmmm, apa bener Typhus ???
    Ok, kita bicara Typhus secara umum aja ya.
    Sebagian kecil typhus bisa relaps atau kambuh karena kuman salmonella typhi “bersembunyi” dalam tubuh seseorang. Lamanya demam sama layaknya menderita typhus pertama, lebih seminggu.
    Gak ada hubungannya dengan “panas dalam” (sariawan).
    Kekambuhan bukan karena salah makan akan tetapi karena kondisi tubuh menurun oleh berbagai sebab.

    Ada pula istilah “carrier”, yakni pengidap typhus. Orangnya gak mesti sakit, namun dapat menularkan Salmonella typhi ke orang lain.

    Sebagai bacaan, silahkan download ringkasan tentang Typhus di halaman download, atau silahkan download langsung file Flash SWF berjudul Sekilas Typhus.

    Moga penjelasan ini bermanfaat, teriring do’a mudah-mudahan sehat selalu.
    Trims

  67. 67 merry Mei 20, 2008 pukul 12:16 am

    Selamat malam Cak,

    Sblmnya terima kasih bnyak atas penjelasan mengenai Typesnya, swf-nya keren bnget, salut bnget dokter tp skillnya canggih…

    Wkt 3 bln kmrn anak saya(2thn) didiagnosa gejala types 1/80 berdsarkan tes darah, sama dokter disarankan vaksin types, yg ingin saya tanyakan:

    -Apakah berarti anak saya bebas dr penyakit Types selamanya sesudah divaksin?
    -Apakah masih ada kemungkinan demam tinggi kalau sudah di vaksin?
    -Apakah benar ibuprofen lebih tajam utk lambung dibanding parasetamol? dalam prakteknya bolehkah saya mengkombinasi obat panas, mis 38′c parasetamol kalau 39-40′c ibuprofen? krn dari pengalaman sptnya ibuprofen lbh cepat menurunkan panas dibanding parasetamol. Menurut Cak, diantara ibuprofen dan parasetamol bagusan mana? tlng direkomendasi nama obatnya :)
    -Apakah berpengaruh pada lambung utk pemakaian ibuprofen yg melalui anus? apakah mempunyai efek samping dibanding yg oral?

    Skali lg terima kasih atas wktnya yah, doa kami sekeluarga utk Cak..

    Salam Merry

  68. 68 cakmoki Mei 21, 2008 pukul 10:11 pm

    @ merry:
    Met malam,

    Maaf telat jawab, listrik padam plus koneksi sering putus *duhhh*
    1. Teorinya akan memebri kekebalan walaupun tidak 100%. So, gak mesti bebas penyakit Tifes. Apalgi kalo pola pendiagnosaan seperti di atas (widal 1/80 dikatakan gejala tifes), tentu tetap akan dianggap gejala tifes jika pada pemeriksaan lab menghasilkan titer Widal seperti di atas. Kecuali kalo menggunakan Tubex.

    2. Ya, kemungkinan demam tinggi tetap ada, karena penyebab demam banyak. Ada puluhan ribu jenis penyakit infeksi yang dapat menimbulkan demam tinggi, bukan hanya Tifes.

    3. Ya bener, ibuprofen lebih iritatif dibanding parasetamol. Dalam penggunaan sehari-hari, pilih salah satu yang paling enak dan bereaksi cepat. Misalnya biasa menggunakan ibuprofen lebih bagus, maka pakai ibuprofen. Dosis: 10 mg per kg berat badan per dosis. Mislanya berat badan 20 kg maka sekali minum 2 sendok takar (per sendok takar = 100 mg ibuprofen *syrup*)
    Contoh obat yg mengandung ibuprofen: syrup Proris, syrup Arthrifen, syrup Febryn.

    4. Obat melalui anus tidak berpengaruh ke lambung. Bentuk ini (supposutoria) emang dimaksudkan untuk memudahkan pemakaian dan menghindari efek samping di lambung.

    Trims do’anya, demikian pula sebaliknya.

    Salam :)

  69. 69 merry Mei 22, 2008 pukul 11:05 am

    Thanks Cak, penjelasannya benar2 sangat membantu kita semua.

    GBU, salam,

    Merry.

  70. 70 cakmoki Mei 22, 2008 pukul 2:26 pm

    @ merry:
    Thanks juga atas share-nya
    Salam :)

  71. 71 shirley Juni 2, 2008 pukul 10:30 pm

    Dear Cak Dokter,

    Saya baru aja baca artikel cak mengenai TB anak, walaupun sayangnya informasi ini baru saja saya dapat tapi insya ALLAH banyak sekali manfaatnya untuk saya. Dan bila cak berkenan saya mau curhat mengenai anak saya, boleeh? dan mohon advisenya…

    Anak saya (4,5th) saat usia 1,5 th divonis sakit TB padahal beratnya saat itu 13kg dan harus menjalani terapi obat selama 6 bulan dan dinyatakan sembuh 6 bulan kemudian. Pd usia dia 2,5 th dia kembali di vonis sakit TB oleh dokter yang berbeda dan juga harus menjalani terapi obat 6 bulan. 6 bulan kemudian walaupun fleknya tidak terlalu bersih tapi dinyatakan sembuh juga.

    Sebenarnya keluhan awal kami konsultasi adalah anak kami saat itu sangat mudah sekali muntah, dalam 1 hari min 1X muntah tapi alasan mudah muntahnya tidak ketahuan malah kami dapat diagnosa yang mengejutkan. Walaupun kami agak heran karena kok bisa anak saya dinyatakan sakit TB padahal tidak ada satupun orang dewasa disekelilingnya yang menderita sakit TBC. Tapi berhubung hasil mantoux dan hasil rongent mengarah demikian, ya kami nurut saja terlebih dokter2 yang memvonis TB keduanya bergelar Prof.

    Keluhan lain mulai muncul pada saat menjalani terapi TB yang kedua yaitu anak saya mulai rutin batuk/pilek (dalam 1 minggu max 2 hari off batuk/pilek) dan daya tahan tubuhnya semakin lemah, dicirikan dengan mudahnya dia sakit. Saat itu dalam 1 th dia 2X dirawat di RS karena dehidrasi dan DB. Jadi selain obat rutinnya dia juga diberikan obat2 lain untuk menyembuhkan batuk/pileknya.

    Kemudian setelah terapi TB yang kedua selesai saya mulai mencari tahu sebenarnya tubuh anak saya bermasalah apa sih. Sampai akhirnya saya baca suatu artikel mengenai alergi dan asma yg ditulis oleh seorang dokter anak. Dlm artikel tsb dijabarkan suatu kondisi anak with alergi dan asma yang kondisinya anak saya banget. Setelah saya konsultasi dengan dokter tsb dan anak saya diperiksa memang anak saya mengidap alergi.

    Sekarang anak saya menjalani diet makanan walaupun memang banyak sekali pantangan dalam makanannya, bagi saya yang penting tidak konsumsi obat secara rutin lagi. Untuk batuk/pilek sampai sekarang masih terutama bila pantangan makannya dilanggar, jadi dia hanya diberikan obat (tanpa antibiotik) bila batuk/pileknya disebabkan oleh virus bukan karena alerginya.

    Hanya saja sekarang anak saya fisiknya jauh lebih kecil dibandingkan anak laki seusianya dg BB. 15,5 kg, T.100cm, lingkar kepala. 48cm. Apakah pertumbuhannya terganggu karena dia sering sakit dan minum obat? Dengan kondisi fisik spt itu normal kah ? krn teman perempuannya banyak yang lebih besar daripada dia apalagi yang teman lakinya, terutama lingkar kepalanya kok kecil. Apa yang harus saya lakukan ya Cak, agar tumbuh kembang anak saya bisa optimal? at all cost..
    Pls advise…

    Jazakumullah khoir

    -Shirley-

  72. 72 joni Juni 7, 2008 pukul 12:01 pm

    Salam Cak,

    Saya mau nanya, anak saya sekarang sudah 2 thn 4 bulan dengan berat badan 13-14kg. Untuk dosis prolis yang sub (yang masuk melalui anus) bagusnya berapa mg ya ?
    Sehari berapa kali penggunaannya (maximal) ?
    Atau ada peraturan penggunaannya ?

    Thanks

  73. 73 cakmoki Juni 7, 2008 pukul 11:48 pm

    @ shirley:
    dear Bu Shirley,
    Maaf, terlambat jawab … :)
    sulit saya berkomentar karena yang ibu alami juga dialami beberapa anak di daerah kami (ndeso pinggiran samarinda). Bisa dibayangkan betapa menderitanya si anak harus minum obat setiap pagi selama 6 bulan bahkan ada yg 2 tahun, toh tetep batuk. Dan duitnya itu lho … berapa banyak uang dikeluarkan untuk pengobatan yang menurut saya tidak perlu.
    Itulah yg terjadi, kebanyakan anak dengan batuk alergi atau asama dituduh TBC … hehehe.
    Selama ini sy tidak pernah ragu untuk menghentikan pengobatan jika saya yakin bukan TBC, apalagi kalo hanya berlandaskan mantoux test dan rontgen … lha wong hasil rontgen anak sehatpun bisa jadi ditulis mengarah ke TB.
    So, saya sependapat dengan dokter yang memberikan obat tanpa antibiotik kalo gak perlu untuk mengatsi batuknya (batuk alergi or karena virus)

    ok, tentang fisik, 4 tahun 15,5 kg adalah normal… perlu diketahui bahwa tumbuh kembang anak tidak melulu diukur dg berat badan, tapi lebih kepada aktifitas, komunikasi ..dll
    Kalo anaknya aktif, suka bermain … maka kalori akan dipergunakan untuk aktifitas tersebut.
    Seusia tersebut, anak lagi senengnya main, apalagi aklo udah TK… nanti ada saatnya anak menjadi besar.

    Moga sedikit penjelasan ini berguna… teriring do’a mudah-mudahan ibu sekeluarga sehat selalu. Amin

    trims sharenya :)

    @ joni:
    salam, :)
    Proris sup 3-4 kali sehari (dosis minimal: 10 mg per kg berat badan setiap kali pemberian)
    Trims

  74. 74 wiwit Juli 1, 2008 pukul 12:08 am

    cak, tolong jelaskan bagaimana bisa terjadi kembung pada anak dengan kasus bronchopneumonia?

  75. 75 wiwit Juli 2, 2008 pukul 9:45 pm

    cak…..kox pertanyaan na gax dijawab2 ci….??????
    tolonglah cak……

  76. 76 cakmoki Juli 2, 2008 pukul 11:28 pm

    @ wiwit:
    sori, beberapa hari ini lagi repot bikin soal, bikin panduan…dll
    kembung pada anak penderita brochopnemonia terjadi karena tekanan itrathoracal meningkat, frekuensi nafas meningkat dan adanya retraksi intercostal.
    udah kan ? :P

  77. 77 wiwit Juli 3, 2008 pukul 12:03 am

    trus apa hubungannya dengan pemberian infus D5 1/4 Ns yang didrif KCl….???
    cara ngatasin kembungnya gimana cak?

  78. 78 cakmoki Juli 3, 2008 pukul 2:24 am

    @ wiwit:
    Pemberian cairan D51/4 NS adalah sebagai rehidrasi yang sesuai dengan kebutuhan cairan isotonis pada balita.
    Sedangkan drip KCl adalah untuk menanggulangi kembung karena dehidrasi pada Bronchopnemonia terjadi malalui pernafasan yg menyebabkan terjadinya hipokalemi sehingga terjadi kembung. Itulah mengapa diberi Kalium chlorida secara drip. *dosis keliumnya berapa per colf..hayo :P *
    Jika inipun belum mengurangi kembung, dapat dikombinasi dengan dimethylpolisiloxan (simeticon) yg berfungsi menyerap gas atau bisa juga diatasi dengan enzim.

  79. 79 Mbok'e Nadra Juli 3, 2008 pukul 4:42 pm

    Siang Cak,

    Mau konsul neh..cak, anak saya yang pertama laki-laki (4 th) pada usia 5 bulan pada saat imunisasi oleh dokter yang memeriksa disarankan untuk segera disunat karena lubang penisnya kecil danbisa menyebabkan kotoran mempengaruhi kerja ginjalnya, setelah itu saya jadi memperhatikan apa iya lubang penisnya kecil karena setiap dia pipis tidak pernah nangis atau rewel. Akhirnya saran itu tidak saya dan suami tindak lanjuti karena setelah didikusikan oleh teman dan orang tua mereka juga belum rela jika harus disunat pada usia dini…belakangan saya pehatikan dia kalau pipis bagian belakang lubananya seperti mengelembung dan akan kempes pada saat pipisnya selesai..tetapi tetap tanpa nagis atau mengeluh dan saya sudah sering bertanya sakit ga kalu pipis? dan dia jawab tidak.
    Saya juga sudah sering tanya ke dia mau sunat ga, dan dia sepertinya belum berani dan malah jasi nangis karena taunya sunat ya sakit..
    sebainya saya bagaimana ya ca, bahaya tidak kalau saya tunda sunatnya samapi dia masuk SD (1-2 th lagi). Makasih cak

  80. 80 wiwit Juli 3, 2008 pukul 10:32 pm

    makasih cak…
    mantap bangetzz…. :-p
    truz gini cak, tuch pasienkan juga dapat jadwal buat nebulizer, nah biasanya kan nebulizer tuch pake berotek/bisolvon + NaCl…tapi nich pasien dapat na epineprin + NaCl, knapa tuch cak???
    truz bisa jelasin gax knapa bisa bagian broncus na yang diserang??

  81. 81 cakmoki Juli 4, 2008 pukul 1:18 am

    @ Mbok’e Nadra:
    Malem *jawabnya malem* :)

    Kasus semacam ini kadang terjadi, yakni penyempitan ujung kulupnya menyempit (bukan ujung penis) karena adanya perlekatan oleh sekret kental or semacam gumpalan halus lunak berwarna putih di permukaan dalam kulup yang sebenarnya berfungsi untuk proteksi agar tidak terjadi infeksi pada ujung penis yg belum disunat.
    Tanda awal terjadinya penyempitan, diantaranya:

    > aliran air kencing mengecil dan jauh memancar saat pipis, ini membuktikan adanya penyempitan. Ilustrasinya, sama halnya jika kita memencet pipa plastik, makin kecil kita memencet maka makin jauh pancaran air.

    > Kulit menggelembung saat pipis karena tekanan urin yang mengalami hambatan oleh penyempitan kulit kulup di bagian ujung penis.

    > Kalo ujung kulup tidak dilebarkan, lama kelamaan akan terasa nyeri karena infeksi. Nah pada saat inilah anak akan merasa skit dan menagis saat pipis.

    Penanggualangan:
    1. Melebarkan ujung kulup dengan alat (seperti tang mini yg ujungnya kecil) secara bertahap, misalnya seminggu sekali hingga saat pipis tidak menggelembung lagi, sebagai tanda bahwa penyempitan udah berhasil kita lebarkan.
    Selanjutnya orang tua seyogyanya membuka kulup pelan-pelan setiap mandi agar tidak terjadi perlekatan ulang. Dan apad anak sekitar 4-6 tahun udah bisa diajari untuk membuka kulupnya saat mandi, setidaknya keliatan ujung penis.

    2. Sunat (cara ini bisa dilakukan kapan saja, bahkan sejak baru lahir kalo emang sebagai satu-satunya cara pada kondisi tertentu, misalnya phymosis, dimana perlekatan sehingga gak bisa pipis babar blas)

    Kalo anak tidak berani dan masih dalam tahap menggelembung saat pipis, saya lebih memilih cara pertama. Pun jika terjadi infeksi tapi gak berani sunat, tetap pilih cara pertama setelah diberi obat anti infeksi dan pereda nyeri.
    Sejauh ini, cara tersebut berhasil hingga anak siap untuk sunat kapan saja, entah klas V, VI … ga papa, yang penting udah dilebarkan dan tidak infeksi. Jika menggelembung lagi, lebarkan lagi…begitu seterusnya, hingga anak siap disunat.

    oya, menurut saya gak sampai mengganggu ginjal, tidak sesederhana itu… paling ketika anak kesakitan saat kencing, ortunya udah ke dokter. So, gak segitunya lah…masih sangat jauh ke ginjal…hehehe.

    Emang mungkin sebagian dokter gak telaten melebarkan (dilatasi) kulup yang menyempit, soalnya perlu waktu sekitar 10-15 menit, pelan-pelan plus ngajaki ngobrol si anak untuk nyelimurkan (mengalihkan perhatian) agar gak s