TANYA JAWAB: KESEHATAN ANAK.

Diskusi seputar masalah Kesehatan Anak, silahkan di halaman ini.

:: :: :: :: :: cakmoki :: :: :: :: ::

1253 Responses to “Kesehatan Anak”


  1. 1 Agung Ud Juli 27, 2007 pukul 10:53 am

    Penyebab infeksi saluran kencing.

    Pagi pak Dokter…
    Senang sekali bisa berkenalan dengan “dokter ndeso” seperti anda :-)
    Sungguh, merupakan kebanggan apabila bisa hidup untuk dapat berguna bagi orang lain.
    Saya sempat iri lho dengan anda, (walaupun anda jauh dari gemerlap-nya duniawi seperti teman sejawat anda di kota besar yang mempunyai antrian pasien ratusan tiap hari-nya, belum lagi setelah praktek masih diserbu oleh puluhan “medical representatif” untuk menghitung “keuntungan” yang telah disepakati dengan pabrik obat), tapi ada kebanggan bisa menyenangkan orang lain yang lagi susah dan emang mempunyai kondisi serba susah (wong ndeso).
    Kadang terbersit dalam fikiran saya, kenapa yach, saya dulu gak ambil fakultas kedokteran ajah :-). (he…he..daripada saya sekarang tiap hari pusing mikirin error program yang saya buat :D :D ).

    Tapi, saya mempunyai impian, agar anak saya bisa menjadi dokter dan bisa berguna bagi masyarakat seperti anda. Do’akan ya pak dokter…amiin.

    Ok deh, saya masuk ke masalah.
    Anak saya yg nomor 2, laki-laki usia 9 bulan, sekarang di duga terkena Infeksi Saluran Kencing. Tapi belum pasti, karena masih nunggu hasil kultur urine yang akan kami lakukan 1 minggu lagi (krn saat ini masih minum antibiotik, biar hasilnya benar2x akurat).
    Saya juga belum nanya ke dokter langganan kami, apakah penyebab terjadinya ISK ini.
    Karena, hampir tiap 2 minggu sekali anak saya panas.
    Pertanyaan saya, apa sih pak dokter, penyebab terjadinya ISK pada bayi ?
    Apakah udara Jakarta yang udah sangat kotor? ataukah selalu pake pampers sehingga tinja-nya masuk ke saluran kencing? atau apa?
    Terus saya dengar informasi, bahwa salah satu solusi adalah mesti di sunat. Bagaimana tanggapan pak dokter ttg hal ini?

    Terima kasih ya pak, semoga Allah meninggikan derajat anda karena niat anda yang tulus untuk mengabdi kepada “wong ndeso”.

    Agung Ud
    Jakarta – http://www.mawarbiru.net

  2. 2 cakmoki Juli 28, 2007 pukul 2:35 am

    @ Agung Ud,
    wah programmer ya Mas.
    Maaf, panggil aja cak, soalnya kalo dipanggil dok kuping saya langsung gringgingen :lol:

    Pertama, saya ikut mendo’akan agar ananda mas Agung dapat tercapai cita-citanya kelak sesuai harapan orang tua (yg gak jadi masuk fk)

    Kedua:
    apa sih penyebab terjadinya ISK pada bayi ?
    Pertanyaan ini sudah terjawab, diantaranya: kelembaban karena pampers yg dipakai. Kondisi lembab oleh keringat atau air seni bisa sebagai pintu masuknya kuman ke saluran kencing. Kemungkinan lain bisa jadi adanya timbunan kotoran saluran kencing di bagian kulupnya oleh kotoran yg tertimbun dan menempel di permukaan kulup. Walaupun timbunan kotoran tersebut tidak sampai menyebabkan sumbatan, gangguan kelancaran air seni bisa mempermudah kuman berkembang biak. Ini terjadi karena air seni yg mestinya lancar, ada bagian yg tertinggal.

    Sunat hanya dijadikan pilihan akhir andai terjadi pembuntuan total saluran kencing sehingga si bayi tidak bisa kencing sama sekali. Inipun hanya dilakukan jika upaya pelebaran saluran kencing dengan alat mengalami kegagalan.

    Ppada kasus bayi mas Agung, saya sependapat dengan dokter yg merawat, yakni diberikan antibiotika sambil menunggu hasil kultur untuk menentukan antibiotika yg spesifik sesuai hasil kultur.

    Bayi gampang panas penyebabnya banyak. Yg paling sering adalah infeksi karena virus, pada umumnya virus penyebab infeksi saluran pernafasan. Infeksi saluran pernapasan tidak selalu disertai pilek, batuk. Bisa saja hanya panas tanpa tanda lain.
    Boleh dikata bayi masih dalam taraf mengenal lingkungan, termasuk mengenal penyakit sehingga secara otomatis si bayi akan membentuk antibodi.

    Semoga penjelasan singkat ini membantu, dan semoga si kecil segera sembuh.
    Terimakasih :)

  3. 3 omsulis Agustus 12, 2007 pukul 5:08 pm

    Cak,menanggapi jawaban cak moki diatas,ttg pempers yang bisa menyebabkan kelembaban dan akhirnya menjadi ISK, seberapa besar kemungkinannya cak? juga berlaku untuk bayi perempuan gak? Klo ndak keberatan,tlg diulas ttg penggunaan pampers untuk bayi cak :D
    Matur Nuwun sebelumnya

  4. 4 cakmoki Agustus 12, 2007 pukul 6:14 pm

    @ omsulis,
    tanang aja Om, kasus seperti itu jarang terjadi koq.
    Lagipula jika sering diganti (gak sampai kelupaan) gak akan terjadi apa-apa. Hehehehe, dah pinter gantiin kan, maksud saya bayinya lho :D

  5. 5 Gerda Silalahi September 7, 2007 pukul 12:20 pm

    dokter, apa khabar. mohon bantuannya.

    saya membaca bahwa menurut rekomendasi IDAI, imunisasi HIB diberikan 4 kali (2 ,4, 6 dan 18 bulan).

    sementara anak saya, christabelle (sebentar lagi 3 tahun) hanya mendapat imunisasi HIB sebanyak 3 x sesuai dengan jadwal di buku imunisasi nya dari RSB asih.

    yang saya mau tanyakan, apakah anak saya perlu diberikan HIB ke-4 ?? sebab menurut RSnya, sekarang ini mereka sudah mengikuti jadwal imunisasi baru dengan 4 x HIB.

    mengutip keterangan IDAI
    “Apabila mempergunakan Hib-OMP, Hib-3 pada umur 6 bulan tidak perlu diberikan.”

    apakah ACL HIB itu sama dengan HIB OMP? dan dengan demikian anak saya (anak saya mendapat ACL HIB) tidak perlu mendapat HIB ke-4 karena Hib 3 memang tidak perlu diberikan??

    saya agak bingung. membaca di website group sehat, tertulis jadwal Hib adalah:

    “Semua bayi berumur 2, 3 dan 5 bulan perlu diberi imunisasi Hib Imunisasi Hib diberikan sebanyak 3 dos. Umur Dos: 2 bulan Dos 1, 3 bulan Dos 2, 5 bulan Dos 3″
    Yang mana yang harus diikuti? 3 kali atau 4 kali?

    Ditunggu jawabannya. Thanks banget yah dok.

  6. 6 cakmoki September 7, 2007 pukul 10:59 pm

    @ Gerda Silalahi,
    Teori dan penjelasan tentang Hib emang ada beberapa pendekatan. Intinya, kita perlu mengikuti perkembangan dan mengikuti ilmu terkini.
    So menurut saya: ikut ke 4 aja deh

    Thanks :)

  7. 7 tiesmin September 14, 2007 pukul 5:19 pm

    Hallo Dokter!
    Akhirnya sampai juga saya landing di tempat tanya2 ini, selama ini di comment box doanks ya..hihi

    Dok, saya mau tanya, urgent banget dok…tolong jawab ya Dok..
    Hari Senin lalu (10/09/07) anak saya Marvel (2 tahun, 6 bulan), laki-laki, BB:14.5 kg, demam ringan, setelah kunjungan ke rumah sepupunya hari minggu (09/07/07) yang muntaber (perempuan) dan makan bersama dengan 2 sepupu laki2nya dalam 1 sendok, lahap sekali (namun 1 orang sepupunya baru sembuh dari demam-muntah)

    Hari Selasa (11/09/07) anak saya mulai muntah, kemudian diare sampai dlm hari ini muntah 4x (banyak sekali) dan diare 4x (banyak sekali)
    Kemudian saya beri pedialite +/- 100-150 ml, dan bubur ayam kam 11 malam kemudian tidur. Tidur gelisah dan mengeluh sakit perut, saya raba perutnya spt ada getaran dan bunyi grok..grok..grok

    Hari Rabu (12/09/07) ke RSIA terdekat, masih demam dan diberi obat tablet yang diracik menjadi satu (warna pink). Obatnya colistine, celestamine dan vomitas. aturan pemakaian 3×1, 1/2 jam sebelum makan (saat perut kosong)

    Hari Kamis (13/09/07) masih demam, saya bawa periksa darah di lab RSAL, hasilnya:
    - Leukosit : 7.900 (/ul 5.000-10.000)
    - Hemoglobin (Hb) : 11.0 (P:14-18 G/dl – W:12-16 G/dl)
    - Hematokrit (Ht) : 33.1 (% P=43-51% – w:38-46)
    - Thrombosit : 264.000 (ribu/mm3 150-400)
    - Widal : Negatif
    Sampai hari ini perutnya masih terdengar grok..grok..grok sedikit…

    Hari ini, Jumat (14/09/07): sedikit demam : 37C

    Note:
    - Selama 2 hari terakhir saya memberinya air tajin/purik atas saran dari teman saya rekomendasi dari dokter anaknya.
    - Selama sakit anak saya tetap lincah

    Yang ingin saya tanyakan ke Dokter:
    1. apakah muntaber menular lewat udara? keringat? nafas?
    2. apakah kriteria muntaber itu? apakah muntah-diare secara bersamaan sudah termasuk muntaber berapapun jumlahnya?
    3. apakah obat antibiotik diperlukan untuk penyakit ini?
    4. apakah obat-obat yang diberikan dr RSIA itu berlaku/cocok untuk anak saya?
    5. hasil darah hematokrit dan hemoglobin yang kurang dari rujukan/standar apakah ada efek sampingnya? bagaimana menaikkannya?
    6. selama sakit tidak saya beri susu (kebetulan anak saya minum susu UHT), tidak saya beri yogurt. Apakah asupan terbaik baginya? air tajin cocok buat lambungnya, benar kah dokter?

    Mohon jawabannya ya Dokterku yang baik hati, gaul lagi pula tak sombong :)
    Bila dokter tidak keberatan boleh juga men-CCkan jawabannya ke sovie_simatup@yahoo.com, tapi di halaman ini pun bila dokter menjawabnya saya sudah bersyukur dan legaa sekali.

    Oia, artikel dari blog dokter boleh saya copy-paste dan saya print out ya Dok!, tentu sumber tidak saya hilangkan..

    Jika ada yang tidak berkenan, mohon maaf ya Dok!

    -Tiesmin-

  8. 8 tiesmin September 14, 2007 pukul 5:20 pm

    Hallo Dokter!
    Akhirnya sampai juga saya landing di tempat tanya2 ini, selama ini di comment box doanks ya..hihi

    Dok, saya mau tanya, urgent banget dok…tolong jawab ya Dok..
    Hari Senin lalu (10/09/07) anak saya Marvel (2 tahun, 6 bulan), laki-laki, BB:14.5 kg, demam ringan, setelah kunjungan ke rumah sepupunya hari minggu (09/07/07) yang muntaber (perempuan) dan makan bersama dengan 2 sepupu laki2nya dalam 1 sendok, lahap sekali (namun 1 orang sepupunya baru sembuh dari demam-muntah)

    Hari Selasa (11/09/07) anak saya mulai muntah, kemudian diare sampai dlm hari ini muntah 4x (banyak sekali) dan diare 4x (banyak sekali)
    Kemudian saya beri pedialite +/- 100-150 ml, dan bubur ayam kam 11 malam kemudian tidur. Tidur gelisah dan mengeluh sakit perut, saya raba perutnya spt ada getaran dan bunyi grok..grok..grok

    Hari Rabu (12/09/07) ke RSIA terdekat, masih demam dan diberi obat tablet yang diracik menjadi satu (warna pink). Obatnya colistine, celestamine dan vomitas. aturan pemakaian 3×1, 1/2 jam sebelum makan (saat perut kosong)

    Hari Kamis (13/09/07) masih demam, saya bawa periksa darah di lab RSAL, hasilnya:
    - Leukosit : 7.900 (/ul 5.000-10.000)
    - Hemoglobin (Hb) : 11.0 (P:14-18 G/dl – W:12-16 G/dl)
    - Hematokrit (Ht) : 33.1 (% P=43-51% – w:38-46)
    - Thrombosit : 264.000 (ribu/mm3 150-400)
    - Widal : Negatif
    Sampai hari ini perutnya masih terdengar grok..grok..grok sedikit…

    Hari ini, Jumat (14/09/07): sedikit demam : 37C

    Note:
    - Selama 2 hari terakhir saya memberinya air tajin/purik atas saran dari teman saya rekomendasi dari dokter anaknya.
    - Selama sakit anak saya tetap lincah

    Yang ingin saya tanyakan ke Dokter:
    1. apakah muntaber menular lewat udara? keringat? nafas?
    2. apakah kriteria muntaber itu? apakah muntah-diare secara bersamaan sudah termasuk muntaber berapapun jumlahnya?
    3. apakah obat antibiotik diperlukan untuk penyakit ini?
    4. apakah obat-obat yang diberikan dr RSIA itu berlaku/cocok untuk anak saya?
    5. hasil darah hematokrit dan hemoglobin yang kurang dari rujukan/standar apakah ada efek sampingnya? bagaimana menaikkannya?
    6. selama sakit tidak saya beri susu (kebetulan anak saya minum susu UHT), tidak saya beri yogurt. Apakah asupan terbaik baginya? air tajin cocok buat lambungnya, benar kah dokter?

    Mohon jawabannya ya Dokterku yang baik hati, gaul lagi pula tak sombong :)
    Bila dokter tidak keberatan boleh juga men-CCkan jawabannya ke sovie_simatup@yahoo.com, tapi di halaman ini pun bila dokter menjawabnya saya sudah bersyukur dan legaa sekali.

    Oia, artikel dari blog dokter boleh saya copy-paste dan saya print out ya Dok!, tentu sumber tidak saya hilangkan..

    Jika ada yang tidak berkenan, mohon maaf ya Dok!

    Thanks a lot Cak Moki!

    -Tiesmin-

  9. 9 tiesmin September 14, 2007 pukul 5:21 pm

    Hallo Dokter!
    Akhirnya sampai juga saya landing di tempat tanya2 ini, selama ini di comment box doanks ya..hihi

    Dok, saya mau tanya, urgent banget dok…tolong jawab ya Dok..
    Hari Senin lalu (10/09/07) anak saya Marvel (2 tahun, 6 bulan), laki-laki, BB:14.5 kg, demam ringan, setelah kunjungan ke rumah sepupunya hari minggu (09/07/07) yang muntaber (perempuan) dan makan bersama dengan 2 sepupu laki2nya dalam 1 sendok, lahap sekali (namun 1 orang sepupunya baru sembuh dari demam-muntah)

    Hari Selasa (11/09/07) anak saya mulai muntah, kemudian diare sampai dlm hari ini muntah 4x (banyak sekali) dan diare 4x (banyak sekali)
    Kemudian saya beri pedialite +/- 100-150 ml, dan bubur ayam kam 11 malam kemudian tidur. Tidur gelisah dan mengeluh sakit perut, saya raba perutnya spt ada getaran dan bunyi grok..grok..grok

    Hari Rabu (12/09/07) ke RSIA terdekat, masih demam dan diberi obat tablet yang diracik menjadi satu (warna pink). Obatnya colistine, celestamine dan vomitas. aturan pemakaian 3×1, 1/2 jam sebelum makan (saat perut kosong)

    Hari Kamis (13/09/07) masih demam, saya bawa periksa darah di lab RSAL, hasilnya:
    - Leukosit : 7.900 (/ul 5.000-10.000)
    - Hemoglobin (Hb) : 11.0 (P:14-18 G/dl – W:12-16 G/dl)
    - Hematokrit (Ht) : 33.1 (% P=43-51% – w:38-46)
    - Thrombosit : 264.000 (ribu/mm3 150-400)
    - Widal : Negatif
    Sampai hari ini perutnya masih terdengar grok..grok..grok sedikit…

    Hari ini, Jumat (14/09/07): sedikit demam : 37C

    Note:
    - Selama 2 hari terakhir saya memberinya air tajin/purik atas saran dari teman saya rekomendasi dari dokter anaknya.
    - Selama sakit anak saya tetap lincah

    Yang ingin saya tanyakan ke Dokter:
    1. apakah muntaber menular lewat udara? keringat? nafas?
    2. apakah kriteria muntaber itu? apakah muntah-diare secara bersamaan sudah termasuk muntaber berapapun jumlahnya?
    3. apakah obat antibiotik diperlukan untuk penyakit ini?
    4. apakah obat-obat yang diberikan dr RSIA itu berlaku/cocok untuk anak saya?
    5. hasil darah hematokrit dan hemoglobin yang kurang dari rujukan/standar apakah ada efek sampingnya? bagaimana menaikkannya?
    6. selama sakit tidak saya beri susu (kebetulan anak saya minum susu UHT), tidak saya beri yogurt. Apakah asupan terbaik baginya? air tajin cocok buat lambungnya, benar kah dokter?

    Mohon jawabannya ya Dokterku yang baik hati, gaul lagi pula tak sombong :)
    Bila dokter tidak keberatan boleh juga men-CCkan jawabannya ke sovie_simatup@yahoo.com, tapi di halaman ini pun bila dokter menjawabnya saya sudah bersyukur dan legaa sekali.

    Oia, artikel dari blog dokter boleh saya copy-paste dan saya print out ya Dok!, tentu sumber tidak saya hilangkan..

    Jika ada yang tidak berkenan, mohon maaf ya Dok!

    Thanks a lot Cak Moki!

    -Tiesmin-

  10. 10 cakmoki September 16, 2007 pukul 9:38 am

    @ tiesmin,
    Maaf terlambat, hehehe

    Sip, lengkap banget informasinya. Moga saat jawaban ini terbaca, si kecil udah sembuh.

    1. Pada umumnya, Diare (muntaber atau mau dikasih nama apapun :) ) ditularkan melalui mulut, misalnya dari makanan yg tercemar, atau habis mainan trus ngisap jari, dll.

    2. Tidak ada definisi yg jelas soal ini, namun beberapa sentra pendidikan kedokteran di Indonesia menyabutkan batasan lebih dari 3 kali. Bersamaan ataupun tidak, penatalaksanaannya sama, yakni rehidrasi sesuai dengan derajat dehidrasinya. So, menurut saya tidak penting apakah muntah dan beraknya bersamaan ataupun tidak. Misalnya seseorang muntah dan berak bersamaan tapi tidak sampai menimbulkan dehidrasi, tentu kondisinya lebih bagus dibanding muntah dan berak tidak bersamaan tapi mengalami dehidrasi.
    Emang istilah tersebut bikin rancu, makanya kami lebih suka mengenalkan ke masyarakat istilah diare dengan atau tanpa dehidrasi.

    3. Antibiotik tergantung dugaan penyebabnya berdasarkan pemeriksaan, jika misalnya diduga penyebabnya kuman, bisa saja diberi antibiotika oleh dokter, jika diduga virus (ini yg terbanyak) maka tidak akan diberi antibiotika.

    4. Obat-obat tersebut secara umum bisa diberikan, … cuma saya agak bertanya-tanya keberadaan celestamin, hehehe, maaf, mungkin dokternya punya alasan tertentu.

    5. Lab Normal semua. Oya, nilai lab yg sedikit di luar standar, bukan serta merta ada kelainan lho, lab hanya penunjang diagnosa. Lagipula, nilai tersebut adalah “nilai rata-rata” dari sekumpulan range nilai lab, so ga perlu khawatir, hasilnya masih normal koq. Dan gak perlu repot-repot “menormalkan” seperti nilai dalam lembaran itu, hehehe

    6. Susunya terusin aja, yang lain jugak, itu penting untuk asupannya dan rehidrasinya. Lha kalo suka susu, air tajin sih gak perlu lagi, enakan susu kan? :)

    Semua artikel boleh di copypaste. Disebut sumbernya ataupun tidak, bagi saya tidak masalah, yang penting informasi tersebut ada yang makai :lol: … Monggo silahkan jika dianggap perlu

    trims, dan sekali lagi mohon maaf ya… njawabnya pas si kecil udah sembuh :)

    » ke atas

  11. 11 tiesmin September 24, 2007 pukul 3:32 pm

    Muakasihh buanyakkk Cak Moki!
    Saya juga curiga sama si celestamin stlah liat di medicastore, tp dalam rangka panik dot com, diterusin dan dah abis dech tuh AB, akibatnya si kecilku jadi susah pup Cak,(betul ga dok itu akibat celestamin?)…
    Anak usia 2,5 tahun pup 2 atau 3 hari sekali normal ga sih dok??? nah semenjak sakitnya itu, dia jadi BAB 2-3 hari sekali Cak..

    Thanks buat waktunya ya Cak!!! anak saya dah sembuh dari sakitnya itu, tapi (lanjut konsultasi) kalau kulit kepala anak saya tiba-tiba bersisik spt ketombe 2 hari ini obatnya apa ya Cak?? dimulai dari keringat buntat di kening, dan melepuh di pundak gara2 keringatnya sendiri…tp kenapa rambut jd kena efek ya Cak?…

    Maafkan diriku Cak, banyak nanya & Muakasiiiiihh buanget buat waktunya!!! :)

    Salam,

    Tiesmin

  12. 12 cakmoki September 25, 2007 pukul 12:27 am

    @ tiesmin,
    gak koq, susah pup bukan karena celestamin. Kadang sih bisa begitu walau si kecil gak sakit apapun. Cuman kalo pup keras sampai 3 hari gak pup, perlu obat pencahar.
    Soal pup 2 kali sehari wajar aja, gak papa sepanjang gak ada keluhan lain.

    Tentang kulit bersisik, sebaiknya sih dibawa ke dokter anak, hehehe.
    Bisa karena jamur, bisa pula karena dematitis seborroic (alergi di kulit kepala yang disertai sisik). Obat bergantung kepada jenis penyebabnya. Kalo jamur diberi anti jamur dan kalo dermatitis seboroik diberi obet steroid.
    Rambut or lebih tepatnya kulit kepala anak adakalanya rentan terhadap keringat, kelembaban, dll…tapi gak semua anak lho.
    So saya mohon maaf tidak merekomendasikan nama obat karena gak lihat sendiri. Atau kalo mau kirim foto via email, ntar kita bahas obatnya, hehehe

    Makasih juga telah berbagi, moga bermanfaat bagi yg ikut membaca
    Salam :)

    » ke atas

  13. 13 nytha September 26, 2007 pukul 2:04 pm

    selamat siang dokter, salam kenal saya baru saja memiliki seorang bayi yang kini memasuki usia hampir 3 bulan, saya mau menanyakan ttg imunisasi Hib, saya tahyu kalau imunisasi itu penting buat anak saya, tapi berdasar info dari dosen saya(saya mahsiswi Fk) imunisasi tsb dapat mengakibatkan autis, dan sampai sekarang belum ada penelitian lebih lanjut, jadi saya bingung jalan apa yang sebaiknya saya tempuh, memberikan imunisasi Hib atau tidak untuk bayi saya….
    mohon pencerahannya…

  14. 14 cakmoki September 26, 2007 pukul 11:53 pm

    @ nytha,
    issue antara imunisasi dengan autis udah berakhir, artinya tidak ada bukti yang menyatakan bahwa imunisasi dapat menyebabkan autis.
    So, sebaiknya konsultasikan imunisasi Hib si kecil ke dokter spesialis anak setempat, terutama mengenai jadwal, interval pemberian hingga booster.
    Moga berguna dan moga si kecil tetap sehat. :)

    » ke atas

  15. 15 tiesmin Oktober 3, 2007 pukul 2:23 pm

    Cak Moki apa khabar toh??
    Maaf saya jadi nagih nanya mulu sama Cak Moki, hehee nambah kerjaan di bulan puasa ini, gapapa ya Cak!

    Cak Moki, saya mau tanya…
    Suster anakku mau mudik sabtu besok (06/10/07) tapi dua minggu lalu kedapatan batuk-batuk dan muntah ada darahnya. Sudah lama dia spt ini, tapi kami ga pernah ngeh dan perhatikan sebab musabab dia muntah, kami kira karena maagnya. Namun dia sering sekali batuk bahkan sampai sekarang, dan sudah diberi obat. Namun ibu saya curiga dia kena tbc, namun kami ga sempat bawa dia rontgen, kalau batuk tidak berhenti. sampai sekarang pakai masker semenjak dia kena batuk dan anak saya sudah dapat pengganti mbaknya yang syukurr banget ga pulang mudik lebaran, karena saya mau melahirkan beberapa minggu lagi.

    Yang jadi pertanyaan, apakah anak saya Marvel (2y,10m) perlu ditest/periksa apakah dia tertular susternya? Kondisi Marvel saat ini aktiv, lincah, tidak batuk dan mau makan.
    Bila perlu kemana saya harus pergi memeriksakan? Test apa yang harus dilakukan? Dengan kondisi lekosit, hematokrit terakhir di halaman atas, apakah bisa menjadi patokan ukuran kesehatan dia Cak??

    Thanks banget Cak Moki yang baik hati semakin baik hati makin hari hehe (ga ngerayu loh! tapi memang Cak Moki keliatan seorang dokter sangat perhatian dan pasti menjadi idola pasiennya hehhe)……

    Salam,

    Tiesmin

  16. 16 cakmoki Oktober 3, 2007 pukul 9:57 pm

    @ Tiesmin,
    ehm ehm …ngerayu nih :P
    Pemeriksaan di atas tidak menggambarkan apapun, terlebih si Marvel aktif, sehat, hehehe…siiip.
    Syukur deh udah dapet penggantinya si mbak …
    Menurut saya, gak perlu periksa, lha wong Marvel lincah dan gak sakit koq :)

    Oya, suster yg batuk dan keluar darah (bukan muntah darah tapi batuk darah atau muntah darah dari darah yg tertelan saya rasa) emang ada kemungkinan TBC tapi harus diperiksa dan di Rontgen atau periksa dahak.
    Tapi sekarang dah gak disitu lagi kan ? kalo misalnya kembali sebaiknya diperiksakan ke spesialis Paru.

    Satu lagi, untuk menilai kesehatan seseorang yang paling penting adalah pemeriksaan fisik, adapun lab hanya penunjang untuk membantu diagnosa saja. Pun interpretasinya bisa beragam, soalnya sekumpulan angka yang masih bisa bias.

    Moga berguna…moga semua keluarga sehat

    » ke atas

  17. 17 irwansyah79 November 2, 2007 pukul 8:04 am

    Selamat pagi
    Cak mo nanya lagi nih
    Anak saya yang 1 tahun dua minggu yang lalu terkena flu kemudian batuk dan suaranya sedikit parau. Flu dan batuknya sudah hilang namun suara paraunya masih ada dan sejak kemarin (01 Nopember 2007) anak saya panas tinggi dan kemarin sore jam 6 turun (dari rata2 39 derajat menjadi 36 derajat pada sore hari) Namun jam 11 malem panasnya kembali naik ke 39 dan tadi pagi 37 derajat. Kenapa ya cak? oh iya ada bintik merah disekitar dagu dan leher (seperti darah dibawah lapisan kulit) namun hilang ketika kulit saya renggangkan. Mohon petunjuk cak?
    Makasih.

  18. 18 yunie November 21, 2007 pukul 6:02 pm

    cakmoki…kenapa ya…pada anak yang menderita kanker, kebnaykan jenis kankernya adlah leukimia, dan biasanya yang terkena kaker itu adlah anak laki2 ( ada juga sie yang perempuan )? sebenarnya, penyebab kaker itu apa sie? apa penyebebya karena faktor genetik?ato bisa karena faktor makanan?

    trus..gejala-gejala yang menunjukkan anak itu terkena leukimia itu apa sie???

    Oya cakmoki, ada beberapa anak2 yang sering saya temui suka sekali makan mie insatn, hampir setiap hari malah…Nah, itu baik gak siee buat kesehatan? alsannya kenapa….bener gak klo didalam mie itu ada lapisan lilin, dan itu baru bisa diurai dalam tubuh setelah 3 hari, nah itulah kenapa mie, sebaiknya jangan terlalu sering dimakan, setidaknya setelah 3 hari??

    Sorry ya cakmoki, lagi2 saya merepotkan..:)

  19. 19 lin November 26, 2007 pukul 12:36 pm

    Dear Dokter,

    keponakan saya (15 bulan) mengalami demam seminggu yang lalu. 2 hari pertama demam, ibunya membawa dia ke dokter dan katanya keponakan saya mengalami “demam 5 hari”. tetapi setelah hari ke-4 demamnya tidak kunjung hilang. Lalu, ibunya pergi ke dokter lagi dan dokter mengatakan kalau setelah 5 hari masih demam, lebih baik dilakukan tes darah. Tetapi karena malamnya suhu menjadi 40 C, keesokan pagi ibunya pergi ke rumah sakit untuk melakukan tes darah kepada si bayi. Hasilnya negatif tifus atau demam berdarah. Lalu dilakukan tes urine dan hasilnya ia mengalami infeksi saluran kencing. dari hasil tes, sel darah putihnya sangat tinggi. Saya lupa berapa, tapi jauh diatas normal ( 5,000-15,000 ). Lalu ia dirawat inap pada hari ke-5 sampai sekarang (hari ke-8). Ia di-infus dan kemarin sel darah putihnya menjadi rendah (hanya 2000). Apa mungkin ini efek dari obat yang diberikan?

    Sekedar info, paman saya (dari mama) meninggal dunia di usia yang sangat muda karena kanker leukemia dan mama saya meninggal 2 bulan yang lalu karena septicemia. Asumsi saya, mungkin keluarga mama memiliki keturunan dengan ketahanan tubuh yang kurang. Kakak saya sendiri baru sembuh dari kanker limfa sekitar 2 tahun yang lalu.

    Saya takut ini terjadi pada keponakan saya. apakah si bayi juga dalam bahaya?

    karena mama saya juga meninggal dengan gejala panas yang tidak kunjung hilang dan sampai akhirnya merusak semua organ tubuhnya.

    trimz.

  20. 20 cakmoki November 26, 2007 pukul 1:32 pm

    @ Iin,
    Pertama, saya ikut prihatin mendengar kondisi yang menimpa kemenakan tercinta.

    Penurunan leukosit hingga 2000 bisa disebabkan banyak hal.
    Mengingat ada riwayat keluarga soal “ketahanan tubuh” emang seyogyanya dilakukan tes untuk menilai faktor-faktor yang mengarah kesana sejak dini.
    Selaian sel darah putih, unsur lain yang relatif mudah dinilai adalah: kadar Hemoglobin dan Limpa. Jika ada tanda anemia atau pembesaran limpa, maka menurut saya sebaiknya dilakukan pemeriksaan sumsum tulang.

    Moga kemenakan segera sembuh :)

    Thanks

  21. 21 cak_no Januari 30, 2008 pukul 11:53 pm

    Assalamu alaikum

    Luar Biasa….
    Saya salut dengan Cak Moki. Dengan pengetahuan kedokteran dan IT bisa memberikan informasi yang sangat bermanfaat bagi nusa bangsa dan agama :)
    .
    Anak saya berumur 3,5 tahun. Kalau sedang demam tinggi sering kali mimisan (keluar darah dari hidung), bahkan ketika sedang bermain (diluar rumah/kepanasan) kadang-kadang juga mimisan.
    .
    1. Apa penyebab mimisan ?
    2. Apakah mimisan itu diturunkan ? istri saya juga sering mimisan.
    3. Apakah berbahaya ?
    4. Apakah bisa disembuhkan ?

    Matur Nuwun

  22. 22 cakmoki Januari 31, 2008 pukul 12:33 am

    @ cak_no:
    Wa’alaikum salam,
    dalam praktek sehari-hari kadang ditemukan seperti anak bapak, dimana anak mimisan saat demam atau saat bermain.
    Pada umumnya pada pemeriksaan gak ditemukan kelainan alias normal.

    1. Penyebabnya karena adanya ruptur (pecahnya) kapiler di permukaan dinding hidung bagian dalam (mukosa). Penanggulangannya cukup dengan penekanan pada bagian bawah tulang hidung hingga mimisan berhenti.

    2. Bisa jadi ada faktor tersebut. Bukan mimisannya yg diturunkan melainkan kecenderungan mudah pecahnya kapiler di bagian dalam dinding rongga hidung karena dipicu oleh demam, aktifitas berlebihan, cuaca panas, dll … dll

    3. Jika mudah mampet dan tidak berkepanjangan, tidak berbahaya.

    4. Bisa. Biasanya mimisan akan jarang bahkan hilang seiring bertambahnya umur dan perkembangan anak. Jika dirasa mengganggu dapat digunakan obat tertentu untuk menghentikan mimisan (harus pakai resep dokter)

    Moga berguna…maturnuwun :)

    » ke atas

  23. 23 Dony Maret 2, 2008 pukul 6:10 am

    Assalamualaykum, cak…
    Salut buat CakMoki atas sharingnya..
    Semoga Allah membalasnya dengan kebaikan-kebaikan..amin.
    Begini Cak, anak saya sekarang berumur 5 bulan dgn BB 8kg dan panjang 80cm. Sampai sekarang masih ASI. Yang mau saya tanyakan, kenapa kepalanya cenderung panas ya Cak, tapi tangan dan kakinya berkeringat? Perilakunya sih normal-normal saja. Hanya saja, karena panas kepalanya sering berkeringat, padahal badannya biasa-biasa saja.
    Mohon jawabannya ya Cak…
    Terima kasih.

  24. 24 una Maret 3, 2008 pukul 4:01 pm

    salam cak, dgn Una lagi,

    lagi heboh berita yang bakteri pada susu formula buat bayi atau balita cak, sy jg udah browsing2 sih untuk cari-cari info, krn seringnya tidak sempet klo nonton berita di tv. sy memang dapat info yg saya butuhkan,yaitu bakteri di susu nya akan mati klo menggunakan air dgn suhu > 60 derajat celsius.

    tp rasanya sy masih punya banyak pertanyaan yg ingin diperjelas lagi cak, antara lain :
    1. apakah susu formula yg ada, masih aman untuk dikonsumsi oleh bayi/balita?
    2. katanya semakin besar usia anak, maka antibodynya semakin kuat, anak sy skrng sudah 1 tahun lebih dikit dan sehari-harinya menggunakan susu formula salah satu produk Sari Husada, lalu, dgn usia anak sy yg skrang, apakah masih aman meneruskan minum susu formula ini (produk Sari Husada)?, lalu, dgn umur 1 thn ini, antibody anak untuk menangkal bakteri pada susu formula tsb spt apa?
    3. klo misalkan susu formula yg skrang diganti dgn susu kedelai, apakah sudah bisa cak?, terus,apakah akan ada efek sampingnya?, klo misalkan boleh, susu kedelai apa yg direkomendasikan oleh cak?

    maturnuwun sanget cak… :),pertanyaannya banyak….

  25. 25 cakmoki Maret 3, 2008 pukul 11:38 pm

    @ Dony:
    wa’alaikum salam,
    Adakalanya anak berkeringat, hal ini karena proses metabolisme yang akan mengeluarkan keringat dan kadang panas. Jika panasnya masih sekitar 37 derajat celsius dan tanpa keluhan, gak papa .. normal aja. Semoga ananda tercinta tetep sehat :)

    Trims juga atas do’a dan supportnya. AMin

    @ una:
    salam :)
    gonjang-ganjing seputar susu yang tercemar lagi hangat dan membuat was-was terutama kaum ibu. Salut atas upaya ibu untuk mencari informasi…

    1. Masih aman.

    2. Benar, makin besar anak akan membentuk antibodi seiring dengan bertambahnya usia dan berkembangnya semua sistem imunologi (kekebalan) anak. Antibodi yang terbentuk sesuai dengan mikroorganisme yang pernah kontak dengan si anak yang kita ga tahu berbagai jenis mikroorganisme yang bersliweran di sekitar kita. Boleh dikata, anak kita “mengenal” mikroorganisme lantas dia membentuk antibodi melalui proses imunologis nan rumit.
    Susu bisa dilanjutkan dan aman.

    3. Bisa, namun gak perlu dipaksakan jika si anak ga suka. Sebaiknya penggantian dilakukan secara bertahap, artinya selang seling dari susu awal ke susu kedelai yang persentasenya dinaikkan bertahap. Misalnya: minggu pertama susu awal 75% diseling susu pengganti 25%, minggu kedua 50% – 50%, minggu ketiga susu awal 25% dan susu pengganti 75% dan seterusnya.
    Maaf, saya ga bisa merekomendasikan merk tertentu, pilhan sepenuhnya ada ditangan ibu … hehehe … monggo silahkan pilih sendiri.

    Moga bermanfaat .. trims :)

  26. 26 mrsyusuf Maret 10, 2008 pukul 8:13 pm

    Malam Cak, saya datang lagi…
    Mau tanya maslah keputihan cak tapi keputihan yang menghinggapi anak kecil..
    Ponakan saya 3 tahun sudah hampir sebulan ini vaginanya mengeluarkan bau tidak sedap trus dibawa ke dokter katanya kena jamur…
    Setelah diobati baunya memang berkurang tapi sekarang jadi sering garuk-garuk cak…
    Oya obat yang dikasih itu salep dan antibiotik tapi saya lupa namanya hehe…
    Kira-kira kenapa ya cak?? kemarin sih dokternya gak bilang kena jamur apa.
    bener keputihan gak sih cak? atau memang keputihan bisa nempel tanpa pandang umur ya??
    Trus obatnya apa ya cak??
    Sekian dulu. terima kasih… :D
    Wassalam..

  27. 27 cakmoki Maret 11, 2008 pukul 3:29 pm

    @ mrsyusuf:
    iya tuh, kayaknya keputihan, dan keputihan ga pandang umur, kadang ada anak yang terkena juga walaupun jarang.

    Nah, tentang penyebabnya bisa jamur, virus, kuman atau parasit. Untuk memastikannya baiknya diperiksa lab, ntar akan ketahuan penyebabnya sehingga dapat diberi obat yg tepat.

    Kalo emang jamur, salah satu obatnya Flagystatin krim (untuk jamur dan parasit), dioleskan selama 7-10 hari. Lainnya berbentuk tablet ovula yg gak mungkin diberikan ke anak kecil.
    Selain itu juga perlu obat minum anti jamur, dosisnya bergantung pada berat badan.
    Sedangkan untuk menanggulangi gatalnya bisa digunakan misalnya: syrup Polamec 2-3 x 1/2 sendok takar (efek samping: ngantuk)

    Maaf, obat-obat di atas hanya berdasarkan kemungkinan-kemungkinan, sedangkan kepastiannya tentu dokter yang merawat yg lebih tau (berdasarkan pemeriksaan dan lab).

    Moga berguna

    » ke atas

  28. 28 mrsyusuf Maret 11, 2008 pukul 8:44 pm

    Ok, terima kasih banyak ya cak.. nanti saya bilang sama orangtuanya.. :D

  29. 29 cakmoki Maret 12, 2008 pukul 12:54 am

    @ mrsyusuf:
    nggih, sama-sama :)

  30. 30 una Maret 12, 2008 pukul 12:43 pm

    terimakasih cak untuk advise susu formulanya, sampai sekarang masih terus sy lanjutkan pemakaian susunya

  31. 31 cakmoki Maret 12, 2008 pukul 5:42 pm

    @ una:
    sama-sama… siiip :)

  32. 32 Ibu Rhani Maret 16, 2008 pukul 11:48 pm

    Ass Cak…..
    Mohon bantuannya neh…
    Begini, bayi saya umur 15 minggu, 2 bulan yang lalu terdapat benjolan dibawah telinga. Saya sudah bawa ke dokter spesialis anak dan sudah diberi antibiotik, tapi sampai sekarang benjolan tersebut tidak kunjung hilang. Setelah saya konsultasi lagi ke dokter spesialis anak tsb, beliau menyarakan untuk dilakukan pembedahan. Tapi saya dan suami ragu apakah itu merupakan solusi yang tepat mengingat resiko pembedahan untuk bayi saya.
    Saya pernah membaca artikel yang mengatakan kemungkinan bejolan itu disebabkan kelenjar getah bening yang bisa hilang dengan sendirinya….apa bener tuh cak?
    Bagaimana menurut cak moki, apakah harus dioperasi?
    Atau dicari tahu dulu apakah sebenarnya penyebab benjolan tersebut……(Saya baca di internet : “biopsi aspirasi jarum halus..FNAB >>> apaan tuh cak?? dimana ada layanan tersebut di SAMARINDA?? (mungkin ada yang tahu, mhn bantuan)
    Trims ya cak, mohon bantuannya…..

  33. 33 cakmoki Maret 17, 2008 pukul 12:57 am

    @ Ibu Rhani:
    Wa’alaikum salam

    ok, benjolan di bawah telinga kebanyakan adalah infeksi kelenjar getah bening atau limfadenitis. Kelenjar tersebut membesar karena berbagai hal diantaranya penyebaran dari infeksi di saluran pernapasan atas atau sebab lainnya.
    Nah, yg dimaksud pembedahan adalah biopsi untuk memastikan diagnosa.

    Biopsi ada 2 cara yakni: (1) pembedahan dan (2) aspirasi atau sedot menggunakan jarum khusus.
    Adakalanya limfadenitis bisa hilanng dengan antibiotika selama sekitar seminggu atau lebih, bergantung penyebabnya.
    Kalau ibu tinggal di Samarinda, mungkin biopsi bisa dilakukan di RSUD AWS bagian patologi anatomi, setelah mendapatkan rujukan (permintaan) dari Poli Anak.

    Moga berguna teriring do’a mudah-mudahan benjolan si kecil segera hilang.
    Wass :)

  34. 34 una Maret 18, 2008 pukul 1:06 pm

    dng Una lagi dok…
    terimakasih untuk jawaban susu nya, alhamdulillah sudah tidak diselimuti oleh rasa cemas lagi…

    ingin berbagi dgn ibu Rhani, anak sy jg pernah ada benjolan di belakang telinga, memang kata dokter itu krn infeksi tp dokter tidak menyebutkan klo itu adalah infeksi kelenjar getah bening. Dokter anak nya hanya bilang, itu tidak berbahaya dan akan hilang dgn sendirinya dan anak sy pun tidak diberi antibiotik. Dan Alhamdulillah setelah beberapa hari memang hilang bu Rhani.

    ciri benjolan yg di anak sy, benjolan nya tidak diam disatu tempat, benjolannya klo dipegang, bisa bergerak-gerak

    semoga bermanfaat…dan klo misalkan cak Moki mau nanggapin benjolan anak sy jg mangga, krn kadang2 klo badannya lagi panas, benjolan itu jg suka muncul. tp krn kata dokternya tidak berbahaya, jadi sy tidak cemas…tp sebenernya gimana ya cak?

  35. 35 cakmoki Maret 19, 2008 pukul 3:15 am

    @ una:
    iya, saya sependapat :)
    Maturnuwun share-nya, moga bermanfaat bagi yang lain

  36. 36 nia Maret 28, 2008 pukul 1:27 pm

    Maaf Cak, saya bingung mo masukin pertanyaan ini ke kategori mana, jadi maaf nuwun sewu kalo salah kategori. Gini Cak, saya siy blom punya anak, hehe baru mo rencana nikah. masalahnya, calon suami saya kebetulan adl sepupu dekat saya (anak bude saya). menurut orang2 ada yang bilang kalo menikah dgn sodara bisa jadi anaknya terkena semacam penyakit genetis gitu. saya pernah liat di acara talk show di tv ada suami istri dengan 9 anak. dari 9 anak tsb ternyata 6 diantaranya tiba2 lumpuh setelah berumur 20 tahun. pdhl sebelumnya ga ada tanda2 kelumpuhan sama sekali. dokter akhirnya menyimpulkan itu disebabkan gara2 kedua ortunya sepupuan. nah saya kan jadi ketakutan….Mohon penjelasannya, apa sebaiknya saya jadi menikah dengan sepupu saya itu? maaf kalo malah jadi konsultasi pre-wedding..terima kasih…

  37. 37 cakmoki Maret 29, 2008 pukul 1:13 am

    @ nia:
    di sini boleh :)

    iya, bener…makin dekat hubungan keluarga, ada kemungkinan munculnya kelainan genetik (gak selalu).
    Secara garis besar, gen akan menurunkan faktor resesif (kromosom yg tidak ditampilkan or tidak nampak) dan faktor dominan (kromosom yang nampak nyata).
    Pada pernikahan yang erat hubungan pertalian darahnya, ada kemungkinan faktor resesif menjadi nampak di salah satu keturunannya. Sedangkan kelainan genetik pada umumnya merupakan faktor resesif. Inipun jika ada bakat kelainan genetik.
    Menurut saya, sebaiknya konsultasi ke dokter ahli andrologi untuk memastikan ada tidaknya kemungkinan kelainan genetik jika kelak punya anak.
    Moga bermanfaat..trims

  38. 38 jim Maret 31, 2008 pukul 4:45 am

    dh,
    sampai saat ini rasanya sangat sulit mencari info dokter melalui internet, mungkin dokter bisa menghimpun dan membangun web portal khusus mengenai daftar dokter yang aktif di seluruh Indonesia seperti :
    nama dokter
    spesialisasi
    nomor telpon / hp / email
    alamat prakter pribadi / rs
    hari/jam praktek
    harus dengan janji/tidak

    kalau memang sudah ada mungkin saya bisa di infokan karena saya sangat membutuhkan dokter spesialis kulit untuk anak yang prakter di bogor.
    thx jim

  39. 39 cakmoki Maret 31, 2008 pukul 11:50 am

    @ jim:
    dh,
    Terimakasih sarannya :) … akan saya coba menghubungi teman-teman dokter melalui IDI (Ikatan Dokter Indonesia) setempat. Masukan ini sangat berguna dan mungkin lebih bagus jika dikelola oleh IDI setempat di setiap Kota agar mudah koordinasinya.
    Trims

  40. 40 diana April 2, 2008 pukul 12:57 pm

    salam kenal cakmoki..langsung aja ya cak..cak,aku ibu rt dg dua anak usia 29th..sebln yg lalu aku kn ISK..diperiksa urin positif ada bakteri..pengobatan dgn antibiotik dan satu lg ga tau tuh obatnya apa bikin kencigku wrnanya kuning..semingg sembuh..setelah semingg kok kl aku kencing terasa sakit lg..cm aku ga demam sepert ISK pertama .hanya terasa sakit pas kencing terakhir aja..rasa ayang2en kl orang jawa bilang..tp pipisnya tetep banyak dan sering..tiap kl habis minum langsung pengn kencing..bgt seterusnya..smp judeg aku cak..akhirnya aku minta anter suamiku k dokter lg..dsana aku hrs tes urin dan oya cak aku jg keputihan.selain tes urin aku diperiksa dalam jg..dari hasil tes urin dan cairan keputihanku tidak ditemukan bakteri dan virus yg menginfeksi..dg kata lain normal2 aja smuny..duh tambah bingung aku cak..akhirnya dokternya bilang mau di tes kultur urinku..emboh ga mudeng aku cak..arep takon piye..oya aku kebetulan lg ikut suamiku yg lg tugas belajar k LN..bhs inggrsku pas2n cak..aku ngomong leukosit dokter e yo ga mudeng..walah piye iki..oya cak,semingg yg lalu aku minta kirim ibuku antibiotik kr disini antibiotik ga terjual bebas..ibuku kirim amemox n metronidazol.kata ibuku sich untuk kepthan..aku minum dua2nya selama dua hari. .sehari atau dua hari(lali aku cak)seblm pergi k dkter aku udah ga minum lagi obatny..terhitung aku cm minum 4 tablet..padahal ga boleh ya,cak..jarene bikin bakterinya kebal…nah yang pengen aku tanya kira2 hasil labku ada pengaruh dengan obat yg aku minum ga ya cak..jd bakteri/virusnya ga kelihatan…kira2 bgtu ga cak???aku ga bilang ama dokternya kl selama 2 hari aku minum antibiotik..weddhi dseneni aku cak..tes kultur urin opo yo cak kr smp saiki aku blm tau hasilnya..doktere blm tlp..sampai brp lama bsnya tes kultur iku cak?menurut cakmoki, aku ki loro opo ya cak??aku weddhi kok ga sembuh2…opo aku harus usg atau opo ya cak..doktere ya jg ga nyaranin usg atau periksa yg lbh mendetail..sambil nunggu hasil tes kultur aku dikasih obat namya nitrofur 100mg..diminum 2kali sehari selama 5 hari..tolong dibles yo cak dan maaf atas keluhanku yg panjang bgt..smg cakmoki ga bingung n g bosen bacanya…tks banyak atas bantuannya,cakmoki….

  41. 41 cakmoki April 2, 2008 pukul 10:31 pm

    @ diana:
    salam kenal :)

    Pertama, tentang ISK dan Hasil Lab:

    dari hasil tes urin dan cairan keputihanku tidak ditemukan bakteri dan virus yg menginfeksi

    Adakalanya emang seperti itu. Menilik hasil pemeriksaan pertama menunjukkan ada bakteri, cuman ga diketahui jenis bakteri-nya dan obat yg sesuai.
    Nah pada infeksi yang kedua bisa jadi bakteri masih ada, hanya saja tidak terdeteksi dengan test urine (pemeriksaan kualitatif sederhana).
    Hasil negatif: emang benar-benar negatif, bisa juga tidak terdeteksi.

    Kedua: Tentang Amemox dan Metronidazol.
    Amemox untuk infeksi bakteri sedangkan Metronidazol untuk infeksi parasit (kebanyakan jenis Trichomonas).
    Kedua obat tersebut untuk keputihan yg disebabkan bakteri dan parasit, sedangkan penyebab keputihan banyak, selain bakteri dan parasit, bisa pula disebabkan oleh jamur, virus…dll dan bahkan bisa pula bukan karena penyakit. (saya udah nulis artikelnya di blog ini)
    Kalo minumnya obat hanya beberapa hari (mestinya minum sekitar 7-10 hari) gak akan begitu mempengaruhi hasil pemeriksaan kultur.

    Ketiga: Tentang Kultur
    Inilah pemeriksaan yang paling ideal. Kultur maksudnya: menanam or membenihkan mikroorganisme dalam “media” kultur.
    Dengan kultur, kita akan mengetahui jenis mikro-organisme penyebab infeksi sekaligus mengetahui jenis obat (antibiotik, antijamur, antiparasit, antivirus..dll) yang paling peka terhadap mikroorganisme yang ditemukan saat kultur urine.
    Lamanya hasil kultur bergantung pada modern dan tidaknya alat yang digunakan. Jika menggunakan alat yang modern, sekitar 4 hari udah ketahuan hasilnya, sedangakan jika menggunakan alat konvensional seperti di Indonesia, rata-rata 7 hari atau bahkan lebih.

    oya, soal ISK pernah saya tulis juga di sini… dan pada wanita adakalanya berulang…hehehe *moga enggak* … silahkan baca kalo sempat.

    Moga penjelasan ini bermanfaat, teriring do’a mudah-mudahan segera sembuh.

  42. 42 diana April 3, 2008 pukul 5:43 am

    Amin..terima kasih sekali atas jawaban dan doa-nya,cak..Semoga Allah membalas segala kebaikan cakmoki.Amin..

  43. 43 cakmoki April 4, 2008 pukul 6:48 pm

    @ diana:
    Makasih juga. Amin :)

  44. 44 sevie April 9, 2008 pukul 2:19 pm

    alow …,
    salam kenal , langsung aja ya, :D saya seorang istri baru 4 bulan menikah ingin ekali punya cepet momomngan tp pas ke dokter dikasih obat tanpa penjelasan dan saya mau tanya tentang kegunaan obat flagystatin ovula itu apa ya ?? kenapa musti dikasih resep obat2an dengan dalfarol , folavit dan vibramycin….,

    thanks,

  45. 45 cakmoki April 10, 2008 pukul 3:07 am

    @ sevie:
    alow juga …
    salam kenal,
    Sabar dong…kan baru 4 bulan …hehehe *becanda*
    Kenapa ga tanya, bayar mahal ga dapat penjelasan rugi dong :D
    Ok, Flagystatin ovula adalah kombinasi obat anti parasit dan anti jamur, biasanya digunakan pada “keputihan” yg diduga disebabkan parasit (dalam hal ini Trichomonas) atau jamur. Adapun Dalfarol adalah vitamin E dan folavit adalah asam folat. Sedangkan vibramycin adalah salah satu jenis antibiotika.
    Lha, saya juga ga tahu kenapa ingin hamil koq dikasih obat-obat diatas. Atau mungkin saat ke dokter ada keluhan “keputihan” sehingga diberi flagystatin dan vibramycin.

    Menurut saya, kalo seorang wanita menstruasinya normal, secara umum dapat dikatakan wanita tersebut bisa hamil. Ini dengan catatan kalo spermatozoa pasangan ga ada masalah. Selain itu, adakalanya perlu waktu untuk hamil.

    Pada umumnya, kalo ingin cepet hamil, obat yg biasa diberikan adalah obat untuk stimulasi ovulasi (pengeluaran sel telur), misalnya: profertil dan sejenisnya, yang diminum pada hari kelima pasca menstruasi selama 5 hari. Inipun seyogyanya sesuai pentunjuk dokter (ahli kandungan), jika memang dirasa perlu.

    Moga penjelasan singkat ini membantu teriring do’a mudah-mudahan segera hamil… :)
    Thanks

  46. 46 handy yunianto April 22, 2008 pukul 4:02 pm

    Dear Dokter. Mohon penjelasannya. Saya orang tua dari dua anak dimana keduanya disuspect TBC oleh DSA. Kedua anak saya berumur 10bln dan 2 1/2 tahun. Dari DSA tsb, kami diberi obat 2 macam (obat merah dan putih – semuanya puyer). Di keluarga nggak ada yang terkena TBC, tapi dari diagnosa dokter karena berat badan flat, hasil tes mantuk 12x16mm, kemudian dilakukan test darah hasilnya LED 20mm/jam, kemudian dilakukan rontgen kesan=suspect KP Dextra Aktif, DD/BP mereka vonis terkena TBC. Tapi anaknya sebenarnya tidak terlihat sakit, kecuali yang nomer dua (10 bulan) batuknya agak lama dan gampang demam/pilek. Obat terapi tersebut sudah jalan 1.5bulan.

    Searching di internet, saya melakukan second opinion ke dokter spesialis paru anak. Kata dokter disuruh rontgen dari samping, setelah dilihat hasilnya katanya tidak ada apa2. Jadi sarannya STOP OBAT TBC. Saya jadi bingung, apa benar harus di stop? Soalnya kalo tidak di stop dan ternyata anak saya tidak kena TBC efek sampingnya ke ginjal… takutnya, kalo distop tetapi anak saya benar kena TBC, apa terapinya harus diulang lagi?

    Mohon bisa diberi pencerahan..nomer telpon saya 081319191813 atau dibalas melalui email handy.yunianto@mandirisek.co.id atau handy.yunianto@yahoo.com Terima kasih banyak sebelumnya.

    Salam,

  47. 47 ellakreshna April 25, 2008 pukul 2:01 pm

    Selamat siang dokter,

    Anak saya sekarang usia 4 th 2 bulan. Berat badan 17.5 kg.
    Sedang menjalani pengobatan infeksi Kelenjar getah bening.

    Bulan ini adalah pengobatan yg memasuki ke 6 bulan. Kami periksa tgl 21/4 kemarin. Selama 5 bulan pengobatan, anak saya diberikan obat puyer (warnanya merah) dan syrup, yg harus diminum 1x sehari pagi hari/bangun tidur (sebelum makan apa2).
    Nah, pada pengobatan yg ke-6 bulan ini ada tambahan puyer antibiotik dok.

    Kemarin, tgl 23/4 setelah minum obat pagi hari, disekolah anak saya bilang pusing, sampai2 tdk kuat berdiri. Kepalanya berkeringat. Badannya dingin. Akhirnya hrs pulang sebelum waktunya. Pengasuhnya bilang krn hbs main komidi puter. Tp yg saya takutkan ini krn efek dr antibiotik itu dok.
    Dan pusing ini berlangsung terus sampai siang, pengasuhnya bilang anak saya tidur terus dan minta minum obat krn pusing sekali. Jam 3 diminumkan lg antibiotiknya sesuai perintah saya.
    Tapi pada sore harinya anak saya sudah sehat dan ceria kembali sampai malam tdk ada masalah. Dan saya minumkan antibiotik yg ke 3.

    Tgl 24/4, siang hari tdk ada keluhan pusing. Jam 7 malam,
    anak saya bilang pusing lagi dan kepalanya berkeringat lagi.
    Akhirnya saya ajak tidur, tp kepalanya berkeringat terus.

    Yang saya mau tanyakan,

    1.Apakah pusing ini efek dari antibiotik tersebut.
    2.Kenapa pada pengobatan bulan2 sebelumnya tdk dikasih antibiotik.
    3.Dokter anak saya jg bilang, ini pengobatan terakhir untuk infeksi KGB nya, tp disarankan diselesaikan sampai 9 bulan.
    Sebaiknya pengobatan ini dihentikan sampai 6 bulan atau dilanjutkan sampai 9 bln ?
    4. Kenapa benjolan KGB di sebelah kanan leher anak saya masih ada, padahal sudah menjalani pengobatan selama 5 bulan. Apakah benjolan ini berbahaya atau tidak apa2.

    Terima kasih banyak atas advise dari dokter, krn terus terang saya bingung sekali.

    Salam,
    Ella

  48. 48 ellakreshna April 25, 2008 pukul 2:03 pm

    Selamat siang dokter,

    Anak saya sekarang usia 4 th 2 bulan. Berat badan 17.5 kg.
    Sedang menjalani pengobatan infeksi Kelenjar getah bening.

    Bulan ini adalah pengobatan yg memasuki ke 6 bulan. Kami periksa tgl 21/4 kemarin. Selama 5 bulan pengobatan, anak saya diberikan obat puyer (warnanya merah) dan syrup, yg harus diminum 1x sehari pagi hari/bangun tidur (sebelum makan apa2).
    Nah, pada pengobatan yg ke-6 bulan ini ada tambahan puyer antibiotik dok.

    Kemarin, tgl 23/4 setelah minum obat pagi hari, disekolah anak saya bilang pusing, sampai2 tdk kuat berdiri. Kepalanya berkeringat. Badannya dingin. Akhirnya hrs pulang sebelum waktunya. Pengasuhnya bilang krn hbs main komidi puter. Tp yg saya takutkan ini krn efek dr antibiotik itu dok.
    Dan pusing ini berlangsung terus sampai siang, pengasuhnya bilang anak saya tidur terus dan minta minum obat krn pusing sekali. Jam 3 diminumkan lg antibiotiknya sesuai perintah saya.
    Tapi pada sore harinya anak saya sudah sehat dan ceria kembali sampai malam tdk ada masalah. Dan saya minumkan antibiotik yg ke 3.

    Tgl 24/4, siang hari tdk ada keluhan pusing. Jam 7 malam,
    anak saya bilang pusing lagi dan kepalanya berkeringat lagi.
    Akhirnya saya ajak tidur, tp kepalanya berkeringat terus.

    Yang saya mau tanyakan,

    1.Apakah pusing ini efek dari antibiotik tersebut.
    2.Kenapa pada pengobatan bulan2 sebelumnya tdk dikasih antibiotik.
    3.Dokter anak saya jg bilang, ini pengobatan terakhir untuk infeksi KGB nya, tp disarankan diselesaikan sampai 9 bulan.
    Sebaiknya pengobatan ini dihentikan sampai 6 bulan atau dilanjutkan sampai 9 bln ?
    4. Kenapa benjolan KGB di sebelah kanan leher anak saya masih ada, padahal sudah menjalani pengobatan selama 5 bulan. Apakah benjolan ini berbahaya atau tidak apa2.

    Terima kasih banyak atas advise dari dokter, krn terus terang saya bingung sekali.

    Salam,
    Ella

  49. 49 cakbud April 26, 2008 pukul 10:25 am

    nderek tanglet pak dokter,
    1. untuk mendeteksi secara dini keberhasilan imunisasi bcg gimana ya dok?
    2. apakah kalau tidak ada tanda benjolan, imunisasi bcg harus diulang, dan sebaiknya kapan mengulangya?

    Mekaten pak dokter, matur nuwun

  50. 50 cakmoki April 26, 2008 pukul 10:04 pm

    @ handy yunianto:
    ok, kronologisnya sangat jelas … trims :)
    Saat ini, keputusan ada di tangan bapak karena 2 pendapat berbeda. Kalo bisa sebaiknya minta copy resep saat nebus obat. Pasien atau orang tua pasien berhak tahu obat-obat yang digunakan :)

    Gini, sebagai gambaran … andai keluhan seperti anak bapak (panas, batuk lama dan berat badan stagnan) dianggap TBC berdasarkan hasil pemeriksaan penunjang (lab dan rontgen), mungkin lebih 5 anak balita yang datang ke praktek dokter menderita TBC setiap harinya :D

    Menurut saya, jika dokter paru anak mengatakan bukan TBC dan menganjurkan stop, hentikan aja. Toh batuk lama bukan berarti TBC kan?

    Moga penjelasan singkat ini dapat membantu, teriring do’a mudah-mudahan anak bapak segera sembuh :)

    @ ellakreshna:
    Pertama, pengobatan 6 bulan dengan cara seperti diatas (perut kosong) dan kencing berwarna merah, kemungkinan infeksi kelenjar karena TB. (TBC kelenjar, ini kemungkinan lho) Maaf, saya mengomentari ini karena disertakan sebagai prolog :)

    Kedua: kita bahas keluhan “pusing”.

    disekolah anak saya bilang pusing, sampai2 tdk kuat berdiri. Kepalanya berkeringat. Badannya dingin. Akhirnya hrs pulang sebelum waktunya. Pengasuhnya bilang krn hbs main komidi puter.

    1. Pusing yg dialami anak ibu maksudnya pusing muter or melayang (vertigo) karena efek main komidi putar, kayak mabuk perjalanan gitu, makanya keluar keringat dingin, lemas dan kadang pucat. Bukan karena antibiotik. Sayangnya anak seumur itu belum bisa membedakan “pusing”. Kalau yang dimaksud “pusing” adalah sakit kepala, maka obatnya pereda nyeri (analgetik) misalnya: pasasetamol (selain pereda panas juga bisa untuk sakit kepala ringan) 175 mg-200 mg (sesuai berat badan). Saya melihat lebih cenderung “pusing” yang seperti mabuk perjalanan sesuai dengan keluhan lain yg menyertainya (keringatan, lemas, maunya tidur)
    Obatnya: dimenhidrinat, misalnya: dramasine or dramamine 50 mg 3x 1/3 atau 3×1/2.

    2. Tentu ada antibiotiknya, coba cek copy resep…kemungkinan mengandung: rifampicin dll dll

    3. Sebaiknya dilanjutkan hingga selesai sesuai saran dokter yang merawat selama ini.

    4. Nanti akan hilang setelah selesai menjalani pengobatan, atau bisa juga akan diberi obat lain untuk menghilangkannya.

    Moga bermanfaat, trims

    @ cakbud:
    Monggo
    1. Dengan mengukur antibodi yang terbentuk di tubuh bayi, setidaknya setelah lebih 4 minggu. Sayangnya tidak semua tempat memiliki fasilitas untuk memeriksanya.

    2. Gak mesti harus diulang. Kadang terbentuk jaringan parut kadang tidak terbentuk.

    Mekaten, maturnuwun :)

  51. 51 Merry April 27, 2008 pukul 10:30 am

    Malam Cak,

    Putra saya umurnya 2thn, sering pilek melulu…Baru sembuh 4hari udah pilek lagi, pdhl udah dijaga bener makannya, tidurnya dan sdh plus suplemen…Begitu pilek lnsg saya kasih celestamine 3x1sdt menurut anjuran dokter.Yang ingin saya tanyakan:

    Menurut rujukan obatnya 2-6thn tdk boleh lebih dr 2sdt,apakah anjuran dokternya tdk over dosis?

    Apakah ada efek samping kalau pemakaian celestamine keseringan mengingat anakku sering pilek?

    Adakah obat yg lebih bagus, traditional tp mujarab dimana efeknya kecil sekali kalau pemakaian sering dan longterm?

    Sblmnya terima kasih yah Cak!…

    Salam Merry

  52. 52 cakmoki April 27, 2008 pukul 3:23 pm

    @ Merry:
    Met sore *waktu menjawab*
    1. Tidak. Dokter tersebut benar. Etiket yang ditulis di kemasan adalah dosis untuk orang awam, so ditulis lebih rendah dibanding dosis terapi untuk menghindari penggunaan yang berlebihan tanpa anjuran dokter. Sedang dokter akan menentukan dosis dan frekuensi minum obat berdasarkan hasil pemeriksaan, jenis pileknya, berat badan dan berbagai pertimbangan lain. Tentu dokter sudah mempertimbangkan efek samping dan terutama keselamatan pasien. Buktinya beliau memberi yang ringan (celestamin). Beliau tahu benar bahwa pilek berkepanjangan (rhinitis) pada anak balita biasanya karena faktor alergi (debu rumah, hawa dingin maupun sumuk, dll) dan akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia dan makin kuatnya daya tahan tubuh si anak.

    2. Efek samping (celestamin) tentu ada, diantaranya: ngantuk, tenggorokan terasa kering dan mungkin wajah jadi agak bengep, bisa pula tidak. Efek samping tersebut lebih kecil dibanding maanfaatnya, lagipula minumnya saat pilek saja. Bayangkan jika anak pilek trus menderita, rewel…dll dll, pilih mana ? :) …hehehe

    3. Hmmm, medikamentosa (obat) tetap diperlukan untuk mengurangi derita akibat pilek. Celestamin cukup bagus koq, kalo mo yang lain dapat digunakan Actifed or sejenisnya dengan dosis rendah, misalnya: 2-3 x 1/2 sendok takar, diminum hanya saat pilek saja.
    Cara lain adalah dengan mengajak anak sering main di halaman, asalkan tidak berlebihan untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Cara ini setidaknya dapat mengurangi frekuensi pilek, ntar lama kelamaan daya tahan anak akan meningkat dengan sendirinya.
    Kalo obat tradisional … mohon maaf … saya gak tahu :)

    Trims

  53. 53 ellakreshna April 28, 2008 pukul 3:18 pm

    halo cak Moki,

    Matur nuwun loch atas advise nya. Alhamdulillah anak saya sudah sehat kembali. Antibiotiknya jg sudah habis. Dan kayaknya bener dech cak, kemarin dia itu pusing keliyengan…aja.

    Mengenai obat2an yg dikasih dalam resep pengobatan selama ini, nanti saya cek lagi deh cak obat apa aja. Cuma masalahnya tulisan dokter itu kadang2 gak jelas, jadi kita nggak ngerti…. :(

    thanks.
    Ella

  54. 54 cakmoki April 28, 2008 pukul 4:42 pm

    halo :)

    Matur nuwun juga share-nya. Moga berguna untuk yang lain :)

    Mengenai obat2an yg dikasih dalam resep pengobatan selama ini, nanti saya cek lagi deh cak obat apa aja. Cuma masalahnya tulisan dokter itu kadang2 gak jelas, jadi kita nggak ngerti…. :(

    hehehe, di intern medis ada guyonan bahwa: ” nulis kuitansi dengan tulisan sebaik-baiknya dan nulis resep dengan tulisan sejelek-jeleknya :D
    Thanks

  55. 55 jasmine April 29, 2008 pukul 10:54 am

    Assalamu’alaikum dokter….

    Anak kedua saya usianya 10 bulan. Pertanyaan saya :
    1. dua hari yang lalu, kulitnya timbul putih2 kecil (bulat) di atas alis. Bentuknya mirip panu. Tapi, kami orangtuanya tidak ada yang punya sakit panu dok…kira2 sakit kulit apa ya dok? salep apa yang cocok untuk bayi seusia anak saya dok.
    2. Anak saya ini sering sekali sakit batuk, pilek dan panas dok….. ASI nya hanya 4 bulan karena saya harus kerja seharian penuh dan pada malam harinya anak saya sdh tidak mau karena terbiasa dengan dot. Apa karena ASI yang kurang dok, jadi imunitas anak saya kurang bagus?
    3. Masih nyambung no.2, batuk anak saya hanya pada malam hari saja dok. Apa yang harus saya lakukan dok?
    Terima kasih
    Jazakallahu khairan katsira

    Wassalam

  56. 56 joni April 29, 2008 pukul 3:40 pm

    Salam Cak,

    Saya punya anak cowok yang umurnya 2,3 tahun dan saat ini suhu tubuhnya 36,6 C.

    Nah yang saya tanyakan :
    1. Pada Suhu berapa buat anak seusia itu dikatakan normal ?
    2. Suhu berapa saya harus memberikan obat panas SANMOL kepada dia.
    Dia pernah gejala tipes dengan suhu badan 39C makanya saya
    takut terjadi lagi.
    3. Buat antisipasi Step, apa yang harus saya perhatikan seperti
    suhu berapa harus diberikan antistep dan obat apa yang harus
    saya sediakan ?
    4. Dari obat antistep bagusnya melalui mulut atau anus ya ?

    Thanks ya…
    Dari seorang ayah yang terlalu kwatir.

  57. 57 cakmoki April 30, 2008 pukul 2:44 pm

    @ jasmine:
    Wa’alaikum salam,
    1. Bisa jadi panu beneran (kalo iya, jenis jamur: Pityriasis versicolor). Bayi suka kena jamur jenis ini karena lembab dan berkeringat, sehingga memudahkan tumbuh dan berkembangnya jamur yang sporanya banyak beterbangan bersama angin dan debu. Ketika ada spora jamur yang nempel di kulit bayi, maka kan tumbuh dan berkembang membentuk bulatan kecil putih kemerahan pada bagian tepinya. Ini gak ada kaitannya dengan orang tua. Untuk memastikan bener tidaknya silahkan kirim foto (ambil dengan hp) via email: (cakmoki2006@yahoo.com) . Obat yang cocok tentu harus dipastikan dulu jenis penyakit kulitnya. Kalo emang yakin jamur, perlu pengobatan jangka panjang sekitar 4-6 minggu menggunakan bedak anti jamur, misalnya: daktarin powder atau mycorine powder (harga sekitar 40 ribu). Salep atau krim anti jamur jauh lebih murah, tapi tidak saya anjurkan karena lengket sehingga bayi akan rewel. Atau, coba lihat tulisan saya tentang panu berjudul: cantik-cantik panu-an, di artikel tersebut ada gambar panu pada bayi, silahkan dicocokkan.

    2. Bayi atau balita di Indonesia pada umumnya sering menderita Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) karena berbagai faktor. Kalo ada orang sekitarnya yang pilek or batuk or flu kemudian deket-deket si bayi apalagi mencium, dijamin bayi mudah tertular. Menurut statistik, rata-rata bayi menderita ISPA sekitar 4 kali setahun kadang lebih bahkan ada yang 2-4 minggu sekali. Sebagian besar ISPA disebabkan virus dan sebagain lagi disebabkan bakteri. Ini berarti bukan serta merta karena kurang ASI, toh anak yang full ASI juga bisa mengalami hal serupa. Bayi akan makin jarang mengalami penyakit tersebut seiring dengan tumbuh kembang bayi dan makin meningkatnya daya tahan tubuh.

    3. Batuk malam hari (kadang berbunyi krok-krok), kemungkinan berhubungan dengan hawa dingin dimana suhu terendah sekitar jam 2 dinihari. Atau bisa pula tidak berhubungan secara lansung dengan suhu tapi dengan posisi bayi dimana saat tidur dalam posisi horizontal. Pada posisi ini dahak lebih mudah terkumpul kemudian secara reflek menimbulkan batuk. So, batuk malam hari tersebut kemungkinan karena alergi atau bisa pula infeksi. Kalo mengganngu bayi sebaiknya periksa ke dokter atau dokter spesialis anak.

    Jazakallah…
    Wassalam.

    @ joni:
    Salam kenal,

    1. Suhu tersebut normal. Sampai 37 C. Dosis pereda panas setidaknya 10 mg per Kg berat badan setiap pemberian, dan dapat diulang 6-8 jam atau bisa pula setiap 5 jam. Contoh: jika berat badan anak 12 kg, maka setiap kali minum obat pereda panas 1 sendok takar (120 mg). Panas banyak penyebabnya, bisa karena infeksi virus (terbanyak), infeksi kuman (bakteri), infeksi mikro-organisme lain dan bisa pula panas tanpa diketahui sebabnya (UFO=Fever of Unknown Origin). Tentang gejala tipes, mohon maaf saya ingin mengoreksi bahwa terminologi Gejala Tifes tidak ada, mungkin yang dimaksud adalah curiga Tifes atau masih observasi ( suspect typhoid atau obs. typhoid fever). Suhu badan >39 C bukan satu-satunya parameter yang mengarah pada diagnosa tipes. Hal ini perlu saya jelaskan supaya tidak menimbulkan kerancuan di kalangan masyarakat. Lagipula, sebagai patokan umum, jika panas trus diobati ternyata sembuh kurang dari seminggu, bisa dipastikan bukan tipes atau apapun namanya yang berkaitan dengan tipes.

    3. Step (kejang demam) akan terjadi jika “batas ambang panas” anak terlampui, dan setiap anak tidak sama. Ada yang step pada suhu 38,5 C, ada yang tidak step walau suhunya 40 C. Namun ada baiknya anti step diberikan jika anak mengalami panas untuk antisipasi. Jika pernah kejang demam, maka anti step harus diberikan sedini mungkin agar tidak terjadi kejang demam ulangan. Obat step yang lazim digunakan adalah luminal (phenobarbital). Pemberian obat ini hanya atas petunjuk dokter (harus pakai resep dokter). Karenanya, jika ingin memiliki obat tersebut sebagai langkah antisipasi sebaiknya konsultasi ke dokter terdekat agar dapat diberikan obat dengan dosis sesuai berat badan.

    4. Untuk antisipasi step (bagi yang belum pernah mengalami), obat anti step diberikan melalui mulut. Sedangkan bagi anak yang pernah mengalami kejang demam (terutama yang berulang), maka obat antistep diberikan lewat anus. Demikian pula saat pertama kali mengalami kejang demam maka saat itu diberikan obat antistep melalui anus.

    Moga penjelasan singkat ini bermanfaat
    Thanks share-nya :)

  58. 58 bob Mei 5, 2008 pukul 2:57 pm

    Assalamu’alaikum cak moki….
    Kemarin sy baru aja antar istri ke Bidan untuk imunisasi campak anak kami. Usianya 10 bulan. Saya lihat koq nyuntiknya itu lho dok….lha koq sampe habis ya jarumnya. Maksud saya, biasanya kan kalo jarum suntik itu ga sampe nyeblok semua gitu lho dok. Tapi kemarin saya lihat si bu bidan itu nyuntik anak saya itu sampe jarumnya habis. Saya jadi khawatir dok… Apakah ada efek sampingnya dok? karena saya ngebayangin, apa ga nyape tulang paha anak saya ya…jarumnya. Mohon jawabannya ya dokter cak moki. Tq
    Wassalam

  59. 59 cakmoki Mei 5, 2008 pukul 4:02 pm

    @ bob:
    Wa’alaikum salam,

    …Maksud saya, biasanya kan kalo jarum suntik itu ga sampe nyeblok semua gitu lho dok. Tapi kemarin saya lihat si bu bidan itu nyuntik anak saya itu sampe jarumnya habis.

    Gak papa pak … Bu Bidan dah bener, masukkan jarum untuk imunisasi campak harus dalem (intramuskuler), 3/4 sampai abis poll. Ada jenis imunisasi lain yang harus disuntikkan subkutan (bawah kulit), yang beginian dangkal. Ada juga yang intrakutan (menyusur kulit), cara model begini kita akan melihat bayang-bayang jarumnya suntiknya

    Gak sampai tulang koq, udah ada ukuran yang disesuaikan dengan nomor jarum suntik (needle) dan peruntukannya, ada yang 27G, 26G, 25G, 24G, 23G dan seterusnya, makin kecil nomor jarum suntik, makin besar dan panjang ukurannya, disesuaikan dengan keperluannya.

    Pada campak, jarum yang digunakan adalah jarum Nomor 23G s/d 25 G, panjangnya 1-1,25 inchi.
    Sooo, aman Pak..dan gak ada efek apapun :)

    Thanks

  60. 60 Juli Mei 15, 2008 pukul 10:58 am

    Assalamualaikum Cak,

    Anak saya 2th 3 bulan sariawan di mulut, sepintas sih sariawannya besar. Lehernya juga panas.. takutnya kena kuku mulut.. :( Gejala kuku mulut sebenarnya bagaimana sih? Anak saya ini juga gampang banget radang tenggorokan. Cak, kalo misalnya dokter memang menyatakan terkena kuku mulut :( apakah antibiotik termasuk dalam obatnya ?

    Maturnuwun Cak.

  61. 61 cakmoki Mei 15, 2008 pukul 3:17 pm

    @ Juli:
    Sariawan kerap dialami anak karena pada umumnya anak umur segitu suka menghisap tangan or jari or apapun yang dia pegang. Adakalanya sesuatu yang dipegang anak mengandung mikro-organisme, misalnya kuman, jamur, …dll.
    Pada saat kondisi tubuh anak kurang fit, mikroorganisme tersebut dapat mengakibatkan infeksi or radang di tenggorokan or mulut.
    Nah, pada kondisi tersebut akan muncul stomatitis or moniliasis …yang oleh orang awam disebut sariawan trus si anak ngeces or ngiler or berliuran.
    Dan adakalanya anak mudah terkena radang tenggorokan, bahkan ada yang 2minggu sekali atau ada pula yg 1 bulan sekali.
    Obatnya antibiotika dan biasanya akan pulih kembali setelah 3-5 hari.

    Kalo sering radang tenggorokan, bukan berarti kuku mulut koq, …penyakit tersebut jarang terjadi dan menimbulkan banyak keluhan. So gak perlu terlalu kuatir, toh udah periksa ke dokter …hehehe

    Wass
    Maturnuwun

  62. 62 hana Mei 16, 2008 pukul 10:56 am

    Pagi dok, Saya Hana, 1 bln lalu baru melahirkan anak ke 3 laki2dengan bb 2900 pb 49cm, yang jadi masalah, sejak lahir baby sy selalu muntah setelah diberi ASI, kadang setelah kenyang dia akan menangis dan minta digendong lalu muntah, trus kalo udh muntah langsung tidur.. kasian deh liatnya.. hik hik..Kalo baca n googling the net sih katanya gastroesophageal reflux.. bahaya ga sih dok? trus saya harus gimana?? oya baby juga sering kebesekan setiap diberi minum, trus kalo nafas pas minum ASI suka ada nada tinggi pd saat narik nafas. Kenapa ya dok?/ makasih sebelumnya.

  63. 63 hana Mei 16, 2008 pukul 11:13 am

    ass cak,
    maaf ada yang kelupaan, BB pd usia 1 bl 4,4 kg. Makasih sebelumnya ya cak..

    dari ibu yg sedih n bingung banget..

  64. 64 cakmoki Mei 16, 2008 pukul 5:50 pm

    @ hana:
    wa’alaikum salam,
    Muntah pada bayi disebabkan oleh banyak faktor, antara lain:

    Gastroenteritis
    Gastroesophageal reflux
    Terlalu banyak minum/makan
    Obstruksi usus
    Infeksi
    Batuk
    Alergi susu, dll…dll…dll

    Untuk memastikan atau setidaknya memperkirakan penyebabnya, sebaiknya periksa ke dokter spesialis anak.
    Sebagai langkah awal, dapat dicoba dengan memberikan minum ASI sedikit-sedikit tapi sering.
    Selanjutnya periksa ke dokter anak untuk diperiksa agar dapat diketahui penyebabnya dan diberikan obat yang tepat sesuai hasil pemeriksaan.
    Trims
    Wass

  65. 65 merry Mei 18, 2008 pukul 12:17 am

    Selamat malam Cak,
    Saya punya anak 2 1/2thn, 3bln lalu kena gejala types, sejak sembuh sampai skrg sering pilek demam, pdhl sudah dijaga makannya plus suplemen Imunos dan minyak ikan.

    Skrg ini sering panas dalam sariawan, mau dikasih buah-buahan tapi e-eknya cair kayak mencret gitu…

    Yang ingin saya tanyakan:
    1.Obat oles sariawan dimulut yg aman.
    2.apa yg salah kalau sampai sariawan sekaligus mencret (pdhl dlm menu makanan tdk ada goreng2an dan sudah sgt higenis).
    3.apakah madu/ glukolin bisa menyembuhkan panas dalam? atau sebaliknya bisa menyebabkan mencret?
    4.apakah benar kalau seumur begitu virus typesnya tetap ada ngendap dlm usus biarpun diobati, jadinya sering panas dalam dan sewaktu-waktu typesnya bisa kambuh kalau salah makan?
    Sebelumnya terima kasih yah Cak!

    Salam,
    Merry

  66. 66 cakmoki Mei 18, 2008 pukul 4:07 am

    @ merry:
    Selamat malam, Bu :)

    Maaf, saya ingin meluruskan istilah “gejala types” terlebih dahulu. Terminologi, gejala types sebenarnya gak ada,… istilah ini seringkali menimbulkan bingung para orang tua dan khalayak.
    Sebagai pegangan:
    Typhus adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri (kuman) Salmonella typhi.(maaf, bukan oleh virus lho)

    Tanda-tandanya tidak spesifik. Namun ada gambaran pola demam (mirip pelana kuda) jika dibuat grafik selama lebih seminggu. Selain tanda-tanda fisik, adakalanya diperlukan pemeriksaan laboratorium sebagai alat bantu menegakkan diagnosa.

    Seseorang dikatakan menderita (atau curiga) Typhus, bila:
    1. Panas or demam lebih seminggu disertai tanda-tanda klinis yang mengarah ke kecurigaan adanya infeksi Typhus.

    2. Diagnosa pasti dapat diketahui dengan biakan kuman, namun cara ini memakan waktu lama (sekitar 1-2 minggu, di Indonesia) dan belum dilakukan secara rutin di negara kita.

    3. Pemeriksaan penunjang lain, diantaranya:
    a. Tubex (mahal, sekitar 75-90 ribu, tapi cukup akurat). Pemeriksaan ini merupakan cara baru untuk mendeteksi typhus dan hasilnya jauh lebih akurat dibanding test Widal.
    Tubex dilakukan pada hari ke 5-6 demam, dan dikatakan positif jika menunjukkan hasil positif 6 atau lebih.

    b. Test Widal (murah, sekitar 10-15 ribu, tapi kurang akurat. Pemeriksaan ini dianggap bermakna bila dilakukan pada minggu kedua demam dengan hasil 1/200 atau lebih. Atau jika menunjukkan peningkatan 4 kali lipat pada pemeriksaa serum sepasang. Akurasi pemeriksan ini rendah. So, perlu dicocokkan dengan pemeriksaan lain, yakni: leukosit (bisa meningkat atau malah menurun), Hemoglobin (anemia), atau peningkatan relatif jumlah limfosit … hehehe, rumit juga ya…

    Sedikit penjelasan di atas menunjukkan bahwa demam pada Typhus, lebih seminggu walaupun diobati. Bahkan pengobatannya rata-rata 14 hari. (masih banyak penyakit lain yg demamnya lebih seminggu)
    Ini artinya: jika seseorang menderita demam trus diobati dan sembuh dalam tempo kurang dari seminggu, maka bukan Typhus.

    Jika setelah sakit yang dikatakan “gejala typhus” lantas sering panas pilek, menurut saya gak berhubungan dengan yg pertama. Panas pilek lebih sering disebabkan karena virus, dan sebagian kecil oleh kuman (bakteri).
    Hal ini lazim dialami anak balita karena penularan dari sekelilingnya. Lebih-lebih dalam 2-3 bulan terakhir ini angka kejadian infeksi yg ditandai dengan panas dan pilek hampir terjadi dimana-mana. Dan anak balita emang masih rentan terhadap penyakit-penyakit tersebut. Ntar akan berkurang frekuensinya seiring dengan bertambahnya usia dan meningkatnya daya tahan tubuh balita.

    Menurut statistik, rata-rata anak balita di Indonesia mengalami infeksi saluran nafas bagian atas sekitar 4 kali dalam setahun. Adakalanya lebih sering, adakalanya gak sampai 4 kali.

    Demikian pula “sariawan”. Di dunia medis, pada umumnya anak balita bisa mengalami Moniliasis atau stomatitis dengan berbagai penyebab. Orang awam menyebutnya “sariawan” atau ada pula yg mengatakan “panas dalam”.

    Maaf, prolog nya panjang…sengaja saya jelaskan agak lengkap supaya bisa dibaca pula oleh para orang tua lainnya.

    Jawaban:
    1. Semua obat oles sariawan yang ada di apotik, aman. (tapi jangan pakai obat gentian violet yg warna biru-keunguan yaaaaa, kasian anak tuh, mulutnya jadi berwarna ungu :) ).

    2. Sariawan sekaligus mencret gak ada yang salah. Makanan gak mesti salah, yang memberi makanan juga gak mesti salah.
    “Sariawan” pada balita yg kadang hingga “ngecesss” dapat terjadi karena anak balita suka memasukkan tangannya atau benda apapun ke dalam mulutnya.
    Nah, saat ada mikro-organisme (kuman, virus, jamur) ikutan masuk mulut dan berkembang biak, maka mikro-organisme tersebut dapat menimbulkan infeksi. Bentuk infeksi biasanya: “sariawan”, infeksi saluran nafas, infeksi tenggorokan, mencret, dll.
    Walaupun orang tua udah menjaga hyegine, resiko tersebut tetap ada, lantaran mikro-organisme bisa berada dimana-mana, terbawa debu, angin, air, bekas sepatu, dll… kita gak bisa jamin bahwa rumah kita bebas dari mikro-organisme.

    Di sisi lain, kondisi ini ada baiknya juga, yakni anak akan “mengenal” mikro-organisme di sekitarnya dan akan membentuk zat kekebalan ataupun reaksi imunologi untuk melawan penyakit walaupun kadang harus mengalami sakit, seperti: panas pilek, dll.

    3. Maaf, yang ini (madu, glukolin..dll) gak bisa jawab … beberapa penyakit yg disebabkan virus, mengalami self limited, artinya sembuh sendiri dalam kurun waktu tertentu.

    4. Hmmm, apa bener Typhus ???
    Ok, kita bicara Typhus secara umum aja ya.
    Sebagian kecil typhus bisa relaps atau kambuh karena kuman salmonella typhi “bersembunyi” dalam tubuh seseorang. Lamanya demam sama layaknya menderita typhus pertama, lebih seminggu.
    Gak ada hubungannya dengan “panas dalam” (sariawan).
    Kekambuhan bukan karena salah makan akan tetapi karena kondisi tubuh menurun oleh berbagai sebab.

    Ada pula istilah “carrier”, yakni pengidap typhus. Orangnya gak mesti sakit, namun dapat menularkan Salmonella typhi ke orang lain.

    Sebagai bacaan, silahkan download ringkasan tentang Typhus di halaman download, atau silahkan download langsung file Flash SWF berjudul Sekilas Typhus.

    Moga penjelasan ini bermanfaat, teriring do’a mudah-mudahan sehat selalu.
    Trims

  67. 67 merry Mei 20, 2008 pukul 12:16 am

    Selamat malam Cak,

    Sblmnya terima kasih bnyak atas penjelasan mengenai Typesnya, swf-nya keren bnget, salut bnget dokter tp skillnya canggih…

    Wkt 3 bln kmrn anak saya(2thn) didiagnosa gejala types 1/80 berdsarkan tes darah, sama dokter disarankan vaksin types, yg ingin saya tanyakan:

    -Apakah berarti anak saya bebas dr penyakit Types selamanya sesudah divaksin?
    -Apakah masih ada kemungkinan demam tinggi kalau sudah di vaksin?
    -Apakah benar ibuprofen lebih tajam utk lambung dibanding parasetamol? dalam prakteknya bolehkah saya mengkombinasi obat panas, mis 38′c parasetamol kalau 39-40′c ibuprofen? krn dari pengalaman sptnya ibuprofen lbh cepat menurunkan panas dibanding parasetamol. Menurut Cak, diantara ibuprofen dan parasetamol bagusan mana? tlng direkomendasi nama obatnya :)
    -Apakah berpengaruh pada lambung utk pemakaian ibuprofen yg melalui anus? apakah mempunyai efek samping dibanding yg oral?

    Skali lg terima kasih atas wktnya yah, doa kami sekeluarga utk Cak..

    Salam Merry

  68. 68 cakmoki Mei 21, 2008 pukul 10:11 pm

    @ merry:
    Met malam,

    Maaf telat jawab, listrik padam plus koneksi sering putus *duhhh*
    1. Teorinya akan memebri kekebalan walaupun tidak 100%. So, gak mesti bebas penyakit Tifes. Apalgi kalo pola pendiagnosaan seperti di atas (widal 1/80 dikatakan gejala tifes), tentu tetap akan dianggap gejala tifes jika pada pemeriksaan lab menghasilkan titer Widal seperti di atas. Kecuali kalo menggunakan Tubex.

    2. Ya, kemungkinan demam tinggi tetap ada, karena penyebab demam banyak. Ada puluhan ribu jenis penyakit infeksi yang dapat menimbulkan demam tinggi, bukan hanya Tifes.

    3. Ya bener, ibuprofen lebih iritatif dibanding parasetamol. Dalam penggunaan sehari-hari, pilih salah satu yang paling enak dan bereaksi cepat. Misalnya biasa menggunakan ibuprofen lebih bagus, maka pakai ibuprofen. Dosis: 10 mg per kg berat badan per dosis. Mislanya berat badan 20 kg maka sekali minum 2 sendok takar (per sendok takar = 100 mg ibuprofen *syrup*)
    Contoh obat yg mengandung ibuprofen: syrup Proris, syrup Arthrifen, syrup Febryn.

    4. Obat melalui anus tidak berpengaruh ke lambung. Bentuk ini (supposutoria) emang dimaksudkan untuk memudahkan pemakaian dan menghindari efek samping di lambung.

    Trims do’anya, demikian pula sebaliknya.

    Salam :)

  69. 69 merry Mei 22, 2008 pukul 11:05 am

    Thanks Cak, penjelasannya benar2 sangat membantu kita semua.

    GBU, salam,

    Merry.

  70. 70 cakmoki Mei 22, 2008 pukul 2:26 pm

    @ merry:
    Thanks juga atas share-nya
    Salam :)

  71. 71 shirley Juni 2, 2008 pukul 10:30 pm

    Dear Cak Dokter,

    Saya baru aja baca artikel cak mengenai TB anak, walaupun sayangnya informasi ini baru saja saya dapat tapi insya ALLAH banyak sekali manfaatnya untuk saya. Dan bila cak berkenan saya mau curhat mengenai anak saya, boleeh? dan mohon advisenya…

    Anak saya (4,5th) saat usia 1,5 th divonis sakit TB padahal beratnya saat itu 13kg dan harus menjalani terapi obat selama 6 bulan dan dinyatakan sembuh 6 bulan kemudian. Pd usia dia 2,5 th dia kembali di vonis sakit TB oleh dokter yang berbeda dan juga harus menjalani terapi obat 6 bulan. 6 bulan kemudian walaupun fleknya tidak terlalu bersih tapi dinyatakan sembuh juga.

    Sebenarnya keluhan awal kami konsultasi adalah anak kami saat itu sangat mudah sekali muntah, dalam 1 hari min 1X muntah tapi alasan mudah muntahnya tidak ketahuan malah kami dapat diagnosa yang mengejutkan. Walaupun kami agak heran karena kok bisa anak saya dinyatakan sakit TB padahal tidak ada satupun orang dewasa disekelilingnya yang menderita sakit TBC. Tapi berhubung hasil mantoux dan hasil rongent mengarah demikian, ya kami nurut saja terlebih dokter2 yang memvonis TB keduanya bergelar Prof.

    Keluhan lain mulai muncul pada saat menjalani terapi TB yang kedua yaitu anak saya mulai rutin batuk/pilek (dalam 1 minggu max 2 hari off batuk/pilek) dan daya tahan tubuhnya semakin lemah, dicirikan dengan mudahnya dia sakit. Saat itu dalam 1 th dia 2X dirawat di RS karena dehidrasi dan DB. Jadi selain obat rutinnya dia juga diberikan obat2 lain untuk menyembuhkan batuk/pileknya.

    Kemudian setelah terapi TB yang kedua selesai saya mulai mencari tahu sebenarnya tubuh anak saya bermasalah apa sih. Sampai akhirnya saya baca suatu artikel mengenai alergi dan asma yg ditulis oleh seorang dokter anak. Dlm artikel tsb dijabarkan suatu kondisi anak with alergi dan asma yang kondisinya anak saya banget. Setelah saya konsultasi dengan dokter tsb dan anak saya diperiksa memang anak saya mengidap alergi.

    Sekarang anak saya menjalani diet makanan walaupun memang banyak sekali pantangan dalam makanannya, bagi saya yang penting tidak konsumsi obat secara rutin lagi. Untuk batuk/pilek sampai sekarang masih terutama bila pantangan makannya dilanggar, jadi dia hanya diberikan obat (tanpa antibiotik) bila batuk/pileknya disebabkan oleh virus bukan karena alerginya.

    Hanya saja sekarang anak saya fisiknya jauh lebih kecil dibandingkan anak laki seusianya dg BB. 15,5 kg, T.100cm, lingkar kepala. 48cm. Apakah pertumbuhannya terganggu karena dia sering sakit dan minum obat? Dengan kondisi fisik spt itu normal kah ? krn teman perempuannya banyak yang lebih besar daripada dia apalagi yang teman lakinya, terutama lingkar kepalanya kok kecil. Apa yang harus saya lakukan ya Cak, agar tumbuh kembang anak saya bisa optimal? at all cost..
    Pls advise…

    Jazakumullah khoir

    -Shirley-

  72. 72 joni Juni 7, 2008 pukul 12:01 pm

    Salam Cak,

    Saya mau nanya, anak saya sekarang sudah 2 thn 4 bulan dengan berat badan 13-14kg. Untuk dosis prolis yang sub (yang masuk melalui anus) bagusnya berapa mg ya ?
    Sehari berapa kali penggunaannya (maximal) ?
    Atau ada peraturan penggunaannya ?

    Thanks

  73. 73 cakmoki Juni 7, 2008 pukul 11:48 pm

    @ shirley:
    dear Bu Shirley,
    Maaf, terlambat jawab … :)
    sulit saya berkomentar karena yang ibu alami juga dialami beberapa anak di daerah kami (ndeso pinggiran samarinda). Bisa dibayangkan betapa menderitanya si anak harus minum obat setiap pagi selama 6 bulan bahkan ada yg 2 tahun, toh tetep batuk. Dan duitnya itu lho … berapa banyak uang dikeluarkan untuk pengobatan yang menurut saya tidak perlu.
    Itulah yg terjadi, kebanyakan anak dengan batuk alergi atau asama dituduh TBC … hehehe.
    Selama ini sy tidak pernah ragu untuk menghentikan pengobatan jika saya yakin bukan TBC, apalagi kalo hanya berlandaskan mantoux test dan rontgen … lha wong hasil rontgen anak sehatpun bisa jadi ditulis mengarah ke TB.
    So, saya sependapat dengan dokter yang memberikan obat tanpa antibiotik kalo gak perlu untuk mengatsi batuknya (batuk alergi or karena virus)

    ok, tentang fisik, 4 tahun 15,5 kg adalah normal… perlu diketahui bahwa tumbuh kembang anak tidak melulu diukur dg berat badan, tapi lebih kepada aktifitas, komunikasi ..dll
    Kalo anaknya aktif, suka bermain … maka kalori akan dipergunakan untuk aktifitas tersebut.
    Seusia tersebut, anak lagi senengnya main, apalagi aklo udah TK… nanti ada saatnya anak menjadi besar.

    Moga sedikit penjelasan ini berguna… teriring do’a mudah-mudahan ibu sekeluarga sehat selalu. Amin

    trims sharenya :)

    @ joni:
    salam, :)
    Proris sup 3-4 kali sehari (dosis minimal: 10 mg per kg berat badan setiap kali pemberian)
    Trims

  74. 74 wiwit Juli 1, 2008 pukul 12:08 am

    cak, tolong jelaskan bagaimana bisa terjadi kembung pada anak dengan kasus bronchopneumonia?

  75. 75 wiwit Juli 2, 2008 pukul 9:45 pm

    cak…..kox pertanyaan na gax dijawab2 ci….??????
    tolonglah cak……

  76. 76 cakmoki Juli 2, 2008 pukul 11:28 pm

    @ wiwit:
    sori, beberapa hari ini lagi repot bikin soal, bikin panduan…dll
    kembung pada anak penderita brochopnemonia terjadi karena tekanan itrathoracal meningkat, frekuensi nafas meningkat dan adanya retraksi intercostal.
    udah kan ? :P

  77. 77 wiwit Juli 3, 2008 pukul 12:03 am

    trus apa hubungannya dengan pemberian infus D5 1/4 Ns yang didrif KCl….???
    cara ngatasin kembungnya gimana cak?

  78. 78 cakmoki Juli 3, 2008 pukul 2:24 am

    @ wiwit:
    Pemberian cairan D51/4 NS adalah sebagai rehidrasi yang sesuai dengan kebutuhan cairan isotonis pada balita.
    Sedangkan drip KCl adalah untuk menanggulangi kembung karena dehidrasi pada Bronchopnemonia terjadi malalui pernafasan yg menyebabkan terjadinya hipokalemi sehingga terjadi kembung. Itulah mengapa diberi Kalium chlorida secara drip. *dosis keliumnya berapa per colf..hayo :P *
    Jika inipun belum mengurangi kembung, dapat dikombinasi dengan dimethylpolisiloxan (simeticon) yg berfungsi menyerap gas atau bisa juga diatasi dengan enzim.

  79. 79 Mbok'e Nadra Juli 3, 2008 pukul 4:42 pm

    Siang Cak,

    Mau konsul neh..cak, anak saya yang pertama laki-laki (4 th) pada usia 5 bulan pada saat imunisasi oleh dokter yang memeriksa disarankan untuk segera disunat karena lubang penisnya kecil danbisa menyebabkan kotoran mempengaruhi kerja ginjalnya, setelah itu saya jadi memperhatikan apa iya lubang penisnya kecil karena setiap dia pipis tidak pernah nangis atau rewel. Akhirnya saran itu tidak saya dan suami tindak lanjuti karena setelah didikusikan oleh teman dan orang tua mereka juga belum rela jika harus disunat pada usia dini…belakangan saya pehatikan dia kalau pipis bagian belakang lubananya seperti mengelembung dan akan kempes pada saat pipisnya selesai..tetapi tetap tanpa nagis atau mengeluh dan saya sudah sering bertanya sakit ga kalu pipis? dan dia jawab tidak.
    Saya juga sudah sering tanya ke dia mau sunat ga, dan dia sepertinya belum berani dan malah jasi nangis karena taunya sunat ya sakit..
    sebainya saya bagaimana ya ca, bahaya tidak kalau saya tunda sunatnya samapi dia masuk SD (1-2 th lagi). Makasih cak

  80. 80 wiwit Juli 3, 2008 pukul 10:32 pm

    makasih cak…
    mantap bangetzz…. :-p
    truz gini cak, tuch pasienkan juga dapat jadwal buat nebulizer, nah biasanya kan nebulizer tuch pake berotek/bisolvon + NaCl…tapi nich pasien dapat na epineprin + NaCl, knapa tuch cak???
    truz bisa jelasin gax knapa bisa bagian broncus na yang diserang??

  81. 81 cakmoki Juli 4, 2008 pukul 1:18 am

    @ Mbok’e Nadra:
    Malem *jawabnya malem* :)

    Kasus semacam ini kadang terjadi, yakni penyempitan ujung kulupnya menyempit (bukan ujung penis) karena adanya perlekatan oleh sekret kental or semacam gumpalan halus lunak berwarna putih di permukaan dalam kulup yang sebenarnya berfungsi untuk proteksi agar tidak terjadi infeksi pada ujung penis yg belum disunat.
    Tanda awal terjadinya penyempitan, diantaranya:

    > aliran air kencing mengecil dan jauh memancar saat pipis, ini membuktikan adanya penyempitan. Ilustrasinya, sama halnya jika kita memencet pipa plastik, makin kecil kita memencet maka makin jauh pancaran air.

    > Kulit menggelembung saat pipis karena tekanan urin yang mengalami hambatan oleh penyempitan kulit kulup di bagian ujung penis.

    > Kalo ujung kulup tidak dilebarkan, lama kelamaan akan terasa nyeri karena infeksi. Nah pada saat inilah anak akan merasa skit dan menagis saat pipis.

    Penanggualangan:
    1. Melebarkan ujung kulup dengan alat (seperti tang mini yg ujungnya kecil) secara bertahap, misalnya seminggu sekali hingga saat pipis tidak menggelembung lagi, sebagai tanda bahwa penyempitan udah berhasil kita lebarkan.
    Selanjutnya orang tua seyogyanya membuka kulup pelan-pelan setiap mandi agar tidak terjadi perlekatan ulang. Dan apad anak sekitar 4-6 tahun udah bisa diajari untuk membuka kulupnya saat mandi, setidaknya keliatan ujung penis.

    2. Sunat (cara ini bisa dilakukan kapan saja, bahkan sejak baru lahir kalo emang sebagai satu-satunya cara pada kondisi tertentu, misalnya phymosis, dimana perlekatan sehingga gak bisa pipis babar blas)

    Kalo anak tidak berani dan masih dalam tahap menggelembung saat pipis, saya lebih memilih cara pertama. Pun jika terjadi infeksi tapi gak berani sunat, tetap pilih cara pertama setelah diberi obat anti infeksi dan pereda nyeri.
    Sejauh ini, cara tersebut berhasil hingga anak siap untuk sunat kapan saja, entah klas V, VI … ga papa, yang penting udah dilebarkan dan tidak infeksi. Jika menggelembung lagi, lebarkan lagi…begitu seterusnya, hingga anak siap disunat.

    oya, menurut saya gak sampai mengganggu ginjal, tidak sesederhana itu… paling ketika anak kesakitan saat kencing, ortunya udah ke dokter. So, gak segitunya lah…masih sangat jauh ke ginjal…hehehe.

    Emang mungkin sebagian dokter gak telaten melebarkan (dilatasi) kulup yang menyempit, soalnya perlu waktu sekitar 10-15 menit, pelan-pelan plus ngajaki ngobrol si anak untuk nyelimurkan (mengalihkan perhatian) agar gak sakit-sakit amat.

    waduhhh, penjelasannya jadi kepanjangan, maaf :)
    Moga berguna

    @ wiwit:
    sama-sama…

    biasanya kan nebulizer tuch pake berotek/bisolvon + NaCl…tapi nich pasien dapat na epineprin + NaCl, knapa tuch cak???

    Gini, pada pasien dengan sesak karena asma, bronchopnemonia dan sejenisnya maka untuk menangulanginya diperlukan:
    A: Adrenergik (misalnya: epinefrin, efedrin, fenoterol)
    B: Bronchodilator( misalnya: terbutalin sulfat, salbitamol, dll)
    C: Cortikosteroids (misalnya: prednison, methyl prednisolon, deksametason, betamethason, dll)

    Pilihan salah satu atau kombinasi ketiganya didasarkan pada penilaian medis oleh seorang dokter. Dan kalo batuk maka diberikan tambahan ekspektoran (misalnya:bromhexin, ambroxol, GG, carbocistein).
    Nah, Berotec isinya fenoterol (beta agonist or beta adrenergik) sedangkan epinefrin adalah adrenergik golongan alpha agonist dan Bisolvon isinya bromhexin…. so, gak ada yang salah kan? :)

    Kenapa bagian bronchus yang diserang? … silahkan baca patofisologinya di texbook (jangan diktat yaaaa), di situ amat sangat lengkap dijelaskan …hehehe (tak kasih waktu 2-4 jam untuk baca dan diulang 2 kali, besok tak tunggu laporannya) :P

    Thanks

  82. 82 wiwit Juli 11, 2008 pukul 10:59 pm

    cak masih gak ngerti knapa bbisa lari ke bronchus, awalnya dy kan nyerang parenkim parunya trus bisa lari ke bronchus tuch gmna?
    trus di manifestasi klinisnya kan ada demam disertai kejang,muntah dan diare…kok bisa kejang, diare n muntah tuch knapa cak???
    lumen saluran napas tuch paan cak??
    thanks banget neh cak sebelumnya buat jawaban nya… :-)

  83. 83 cakmoki Juli 12, 2008 pukul 1:01 am

    @ wiwit:
    bukan lari ke bronchus, maksudnya selain parenchym paru, inflamasi juga terjadi di bronchus, karena itulah pasien sesak, karena ada penyempitan bronchus sebagai akibat edema dinding bronchus karena inflamasi.
    ya iya lah, infeksi seberat itu bisa terjadi demam kan? Dan demam tinggi dapat menimbulkan kejang demam.. semuanya saling terkait dan berurutan kok, gak ada yg aneh.
    Adapun muntah dan diare adalah penyulit, gak semua pasien dengan kasusu tersebut mengalaminya, demikian pula kejang.
    Lumen adalah bahasa latin yang artinya lubang atau saluran.
    Thanks

  84. 84 wiwit Juli 12, 2008 pukul 1:02 pm

    thanks ya cak…
    trus gini, kan pasien nya tuch jadi sulit tidur n suka terbangun saat tidur…trus cara qta nentuin apa dy terjadi perubahan pola tidur atau gangguan pola tidur gman caranya cak???terus perbedaannya apa??

  85. 85 cakmoki Juli 13, 2008 pukul 6:21 am

    @ wiwit:
    untuk menentukan apakah terjadi perubahan atau gangguan, cukup dengan melihat waktu (jam) kebiasaan tidur…
    Kalo biasa tidur malam trus terbangun karena sakitnya, itu artinya gangguan tidur.
    kalo karena sakitnya trus si pasien berubah jam tidurnya, misalnya dari biasa tidur malam kemudian berubah menjadi tidur siang dan malamnya melek, maka disebut perubahan pola tdur..
    Thanks

  86. 86 lilis Juli 15, 2008 pukul 11:05 pm

    urgent cak, mohon dijawab secepatnya,anak saya laki-laki 2tahun 15 hari berat lahir 3,6 berat sekarang 14. Tanggal 11 juli hasil lab led 20,
    hemiglobin 12,2,
    hematokrit 35,
    eritrosit 4,8
    ver 73,
    her 27,
    kher 35,
    leukosit 6.100,
    trombosit 288.000,
    basofil 0,
    eosinofil 3,
    batang 0,
    segment 20,
    limfosit 71,
    monosit 6,
    hasil ronsen cor, sinus costophrenicus dan diagframa baik.
    Pulmo: Hilus kasar.Infiltrat suprahiler-perihiler dan paracardial.
    Kesan: suspek bronchopneumonia(proses spesifik belum dapat disingkirkan. kemudian tadi 15 juli saya second opinion ke dokter anak specialis paru, hasil lab:
    hemoglobin 12,60,
    eritrosit 4,62
    hematokrit 36,4
    lekosit 6,200, MCV 79, MCH 79,00
    MCHC 34,50
    LED 5
    Hitung Jenis:
    Basofil 0
    Eunosil 2
    Batang 3
    Segmen 39
    Limposit 54
    Monosit 2. Hasil ronsen:
    Infiltrat perihiler paru sedikit berkurang
    Corakan bronchovaskuler sedikit ramai
    hilus tidak menebal
    Cor, sinus dan diaframa baik. Dari dokter pertama divonis flek diberi obat puyer warna merah untuk 15 hari dan puyer putih untuk satu bulan, pravit. Menurut dokter pulmonologi katanya belum tentu flek maka dilakukan tes manthoux dan disuruh kembali hari jumat, sekarang saya bingung obatnya diteruskan tidak, karena kalau di stop tapi ternyata flek harus diulangkan? sedangkan kalau obat tetap diminum apakah berpengaruh pada tes manthouknya? mengenai hasil manthouknya bagaimana ciri memang positif dan bagaima kalau negatif?
    demikian pertanyaannya tolong dijawab secepatnya cak, terimakasih banyak sebelumnya.

  87. 87 cakmoki Juli 16, 2008 pukul 12:29 am

    @ lilis:
    sabar dulu ah … :)
    Gini, untuk memprediksi atau mendiagnosa penyakit, bukan dengan Lab dan rontgen semata … ini mah hanya pemeriksaan penunjang.

    Pertama, kita bahas dulu keluhannya … misalnya: apakah batuk berkepanjangan, atau panas atau sesak atau batuk krok-krok …dll…dll dan udah berlangsung berapa lama…

    Setelah itu, diperiksa dengan pemeriksaan fisik, meliputi: inspeksi (melihat) anak, pernafasannya, gelisah apa enggak, nampak sesak apa enggak, nafasnya cepat apa enggak (ada hitungannya), ada tarikan sekat antar tulang iga apa enggak…. dst … lantas digunakanlah stetoskop…
    Jika sampai tahap ini seorang dokter udah bisa mendiagnosa, misalnya: Pnemonia (bronchopnemonia), asma (kedua penyakit yang ini mah, Lab dan Rontgennya akan memberikan gambaran yang sama dengan di atas) …atau sejenisnya, maka rangkaian Lab di atas sama sekali tidak diperlukan.

    Kedua, kalaupun kita hanya menilai hasil lab dan rongten (mestinya menilai penyakit dengan hanya Lab dan Rotgen tanpa tahu keluhannya gak dibenarkan), saya gak percaya kalo anak tersebut Flek paru alias TBC…

    Andai anak tersebut diperiksa Lab dan Rontgen karena batuk, panas beberapa hari atau batuk berkepanjangan, lantas didakwa Flek paru (TBC), …wahhh…mungkin ada puluhan ribu anak TBC di Indonesia setiap harinya … hehehe. Ok, sebagai gambaran di praktek kami di ndeso, setiap hari lebih dari 5 anak menderita panas, batuk ohok-ohok… atau batuk krok-krok atau batuk berkepanjangan yang datang ke praktek, belum yang berobat ke tempat lain. Umumnya batuk alergi yang bisa berlangsung berminggu-minggu, atau asma …Andai saya beri pengantar lab dan rontgen, niscaya hasilnya sama dengan di atas… apa berarti Flek Paru (TBC), …enggaklah …

    Ok, ini pendapat saya, selanjutnya silahkan diputuskan sendiri …
    Untuk lebih jelasnya, mungkin bisa baca artikel sebelumnya tentang: Flek Paru, apa iya?

    Thanks

  88. 88 lilis Juli 16, 2008 pukul 1:29 am

    Makasih banget jawabannya, ga nyangka dijawab secepat ini, yang ini jawab lagi cepet ya ha..ha nglunjak.
    Anak saya itu sama sekali ga batuk cuma pilek sedikit, dulu periksa ke dokter karena dia mengeluh sakit di dada dan nafasnya tersenggal-senggal, terus panasnya kalau malam sekitar 37-38, tapi sekarang semua sudah ngga panas, pilek, ataupun batuk, jadi gimana menurut cak obatnya terusin ga atau nunggu hasil manthoux. Makasih pisan sebelumnya, ( saya ragu-ragu mau berhentiin obatnya minta pembenaran dong)

  89. 89 cakmoki Juli 16, 2008 pukul 4:20 am

    @ lilis:
    Kalo awalnya seperti itu dan sekarang udah sembuh, menurut saya hentikan aja deh…. lha bukan Flek gitu :)

  90. 90 lilis Juli 17, 2008 pukul 5:08 pm

    makasih jawabannya, tapi sekarang dia bermasalah lagi tadi malam panas 37.9 saya kasih naprek sudah turun tapi tadi pagi dia mencret 5 kali saya kasih smecta, saat ini setelah 5 jam belum bab lagi, terus tandanya tes manthoux positif bagaimana karena bekas suntikan dia cuma merah sekitar 1 cm benjolannya di pusat cuma kecil setitik aja, gimana nih cak? makasih perhatiannya ditunggu jawabannya

  91. 91 cakmoki Juli 18, 2008 pukul 1:15 am

    @ lilis:
    Tes Mantoux bukan satu-satunya parameter untuk menetapkan diagnosa pasti TB, sehingga hasil tes positif atau negatif tidak memastikan seorang anak menderita TB atau tidak. Hasil tes Mantoux merupakan salah satu dasar “curiga” kemungkinan TBC.
    Jika test Mantoux menujukkan penonjolan (indurasi)lebih 1 cm dikatakan hasil test positif, maksudnya test Mantoux positif, bukan lantas berarti positif TB Paru.
    Jika ibu merasa masih mencurigai anak menderita TB atau merasa bahwa hasil Test Mantoux meragukan, maka test dapat diulang setelah 1-2 minggu.
    Saya lebih percaya pada pemeriksaan klinis dan kondisi anak ketimbang Test Mantoux dan Rontgen yang sering menimbulkan keslahan persepsi.
    Namun sekali lagi, ini pandangan saya, semua keputusan terpulang kepada para orang tua … :)
    Moga berguna … Trims

  92. 92 lilis Juli 18, 2008 pukul 11:25 pm

    makasih cak. Tadi anak saya sudah cek lagi ke dokter hasilnya tes mantoux 10mm, kata dokternya fleknya juga sedikit jadi bukan tb, tapi dia tetap dikasih pyravit untuk satu bulan kalau satu bulan membaik dihentikan, katanya buat pencegahan saja, memang sebenarnya pyravit itu buat apa sih cak, karena dokter anak sebelumnya yang mendiagnosa dia tb juga memberi pyravit, terimakasih sudah banyak membantu

  93. 93 cakmoki Juli 19, 2008 pukul 12:20 pm

    @ lilis:
    iya, flek pada pemeriksaan Rontgen bisa terjadi pada berbagai penyakit yang ada batuk pileknya, bahkan batuk pilek karena virus ringan pun akan ada flek jika dirontgen…

    Pyravit, kandungannya adalah: INH dan pyridoxin (vit B6), yakni salah satu obat TB paru yang bisa pula dipakai untuk profilaksis (pencegahan) dan untuk pengobatan BCG-itis (pembesaran kelenjar) di sekitar bekas imunisasi BCG.
    Obat standart TB Paru adalah kombinasi dari: Rifampisin (akan menimbulkan warna merah pada kencing), Pyrazinamide, Ethambutol, INH dan vit B6
    Saya memaklumi kegundahan para ibu ketika mendengar vonis “flek Paru” (TB Paru)…beruntung jika mendapatkan dokter anak yang cermat, namun sebaliknya menjadi malapetaka jika mendapatkan dokter anak yang hobinya emang memvonis Flek Paru (TB Paru) bagi setiap anak yang menderita batuk pilek berulang, karenanya …acapkali terjadi anak menderita asma tapi mendapatkan obat TB hingga 2 tahun.

    Terimakasih

  94. 94 lilis Juli 22, 2008 pukul 8:53 pm

    Apa kabar cakmoki, hari ini anak saya baru keluar dari rumah sakit setelah dirawat 4 hari karena redehidrasi katanya, anaknya sebelumnya udah 3 hari ga mau makan minum cuma air putih sama asi padahal asi sudah ga banyak kan, akhirnya dia malam panas mengeluh sakit perut, bibir pecah-pecah dan mata masuk kedalam, akhirnya dirawat dan diinfus,hari kedua diinfus cairan makanan, dan dikasih puyer perangsang nafsu makan, akhirnya dia mau makan biskuit, susu, kue, pizza, nasi, wortel perkedel tapi cuma sedikit-sedikit sekali, akhirnya hari ke4 dia pulang, diagnosis waktu pulang euteritis, hyperpireksia, maksudnya apa cak, tolong terangin ya terima kasih sebelumnya.

  95. 95 cakmoki Juli 23, 2008 pukul 2:18 pm

    @ lilis:
    kabar baik … :)
    kali yang dimaksud enteritis, yakni infeksi saluran pencernakan. Sedangkan hiperpireksia maksudnya panas tinggi…
    Moga selanjutnya si kecil selalu sehat…
    Trims

  96. 96 lilis Juli 25, 2008 pukul 4:59 pm

    terimakasih banyak cak, alhamdulillah anak ku udah baikan udah mau makan. Semoga cak juga selalu sehat dan bisa terus sharing dengan yang membutuhkan.Amin

  97. 97 cakmoki Juli 26, 2008 pukul 3:26 pm

    @ lilis:,
    Alhamdulillah :)
    Trims do’a dan supportnya, demikian pula sebaliknya. Amin

  98. 98 Juli Agustus 1, 2008 pukul 12:57 pm

    Cak,

    Anakku lanang umur 2,5 tahun 3 hr yang lalu sakit batuk pilek.. ke dokter di beri obat .. sekarang kondisine setiap dia pengen muntah , mungkin banyak slam ditenggorokan, gak dimuntahin. Yang tadinya panas di area tenggorokan, sekarang panasnya di perut. Badan sedikit demam. Enak’e piye yo Cak? Ke dokter lagi meskipun obat yang lama blum abis, apa nunggu obat’e entek.

    Maturnuwun

  99. 99 cakmoki Agustus 1, 2008 pukul 2:22 pm

    @ Juli:
    Nunggu obat’e enthek ae mbak …
    Moga cepet sembuh ya … maturnuwun

  100. 100 tri Agustus 3, 2008 pukul 11:58 am

    hallo dokter, saya mau tanya, anak saya berusia 1 bulan. puser anak saya tidak bodong tapi setiap kali dia mengulet atau nangis bagian pusernya akan nongol seperti tabung. setiap hari saya kasih koin tapi sepertinya tidak begitu berpengaruh. yang jadi pertanyaa apa yang harus saya lakukan agar pusernya rata dan apakah ini akan hilang atau bersifat permanen?
    terima kasih sebelumnya

  101. 101 cakmoki Agustus 3, 2008 pukul 1:39 pm

    @ tri:
    halo … :)
    Kondisi tersebut adalah Hernia umbilicalis, dimana usus atau lapisan rongga perut (peritonium) akan menojol keluar melalui lubang puser yg belum nutup sempurna kalo tekanan rongga perut meningkat (nangis, mulet, mengejan, batuk).
    Menurut saya sebaiknya periksa ke dokter bedah anak atau dokter anak. Ntar akan diberi tahu (setelah diperiksa) apakah nunggu nutup sendiri ataukah diperlukan tindakan medis.
    Makasih

  102. 102 Dony Agustus 6, 2008 pukul 3:29 pm

    Salam, Cak…
    Mau nanya lagi nih…
    Di umur anak saya yg memasuki 11 bulan, kepalanya masih panas. Bukan demam, tapi kepala itu yg terasa panas kalau dipegang. Kira2 kenapa ya Cak? Kalau kondisi badan relatif normal. Trus giginya juga baru tumbuh satu, padahal anak tetangga yg umurnya beda 1 bulan sudah numbuh 4 gigi. Apa memang beda-beda gitu ya Cak?
    Terima kasih Cak atas tanggapannya.

  103. 103 cakmoki Agustus 9, 2008 pukul 12:23 am

    @ Dony:
    salam, maaf terlambat jawab…
    Kalo ga panas ga papa, yang penting gak ada penyakkit dan anak gak rewel… :)
    Tentang tumbuh kembang anak emang beda-beda, termasuk giginya…
    Makasih

  104. 104 tri Agustus 17, 2008 pukul 8:09 pm

    slamat mlm dok,

    dok, anak saya pilek, diberikan obat cair bernama RYZEN,
    yg hendak mau saya tanyakan adalah apakah obat anti alergi Ryzen harus dihabiskan ??? berhubung anak saya udh sembuh…
    soalnya dokter anaknya bilang suruh habisin 1 botol obat RYZEN tersebut…

    dan satu lagi aad tulisan Ryzen dilarang utk anak usia dibawah usia 2 thn, apakah berbahaya / ada efek samping ???

    terima kasih

    Tri

  105. 105 cakmoki Agustus 18, 2008 pukul 9:33 pm

    @ tri:
    Met malam,
    gak perlu dihabisin, ntar bisa dipake lagi kalo kambuh, … yang penting nyimpennya ditutup rapat di suhu kamar (bukan di kulkas lho) dan tidak kena sinar matahari langsung.

    Di kemasan emang banyak obat bertuliskan seperti itu, bukan berarti bahaya. Maksudnya pemakaian obat tersebut harus atas petunjuk dokter.
    Trims.

  106. 106 BUNDA AZBIBWA Agustus 20, 2008 pukul 4:20 pm

    Cak nanya yooo…

    Anakku yang ketiga itu, cewek, pipinya itu kena air susu, sekarang jadi putih-putih gitu. Kira-kira ada salep yang bisa nyembuhin ato bisa sembuh sendiri tanpa salep (kata orang tua dikasih idu bacin ibunya aja tiap pagi). Mana yang bener dok ? Matur nuwun nggih…

  107. 107 cakmoki Agustus 20, 2008 pukul 11:56 pm

    @ Bunda Azbibwa
    pipi putih-puth bukan karena kena susu (itu hanya mitos) tapi pada umumnya karena jamur yang nempel di kulit anak yang cenderung berkeringat dan lembab.
    Sebaiknya diobati, kalo enggak ntar menjalar membentuk pulau-pulau…hehehe.
    Di tempat kami (dulu banget, sekarang dah gak ada lagi) ada kepercayaan semacam itu juga, dikasih idu ibunya saat bangun tidur, alhasil tambah buanyak….
    Jika bercak putihnya dikit, cukup diolesi salep myconazole 2% (merk dagangnya banyak) 2-3 kali sehari selama sekitar 4 minggu terus menerus.
    Kalo bercaknya luas, dapat digunakan bedak myconazole 2% (misalnya: bedak mycorine atau bedak daktarin) , 2-3 kali sehari, selama sekitar 4 minggu…
    Setelah jamur gak aktif lagi (setelah diobati), bekas putihnya akan hilang dengan sendirinya setelah sekitar 1-3 bulan ..
    Maturnuwun :)

  108. 108 tri Agustus 24, 2008 pukul 11:37 am

    dok, terima kasih yah uda banyak bantu saya.
    saya mau tanya dok, kalau kotoran anak saya berupa ampas dan air, apa tidak masalah?
    anaknya saya pup bisa 3-6 kali , biasanya sehari atau 2 hari sekali tapi bentuknya kental.
    dan kalau kondisi seperti ini, boleh imunisasi tidak?
    saya sudah ke dokter dan dikasih obat racik untuk kentalin pup nya, sekarang obatnya sudah habis masih seperti itu pupnya biarpun sudah tidak terlalu sering. kondisi seperti ini sudah seminggu.

    terima kasih

  109. 109 cakmoki Agustus 25, 2008 pukul 12:09 pm

    @ tri:
    umur dan berat badan berapa???
    Kasih simptomatis aja, misalnya: neo-kaopectat (untuk gampangnya, 1-2 tahun 4×1 sdk takar, 2-3 tahun 4×1 sdk takar..
    Sementara ga usah imunisasi..
    Moga segera sembuh, …thanks

  110. 110 jonesa Agustus 25, 2008 pukul 7:06 pm

    halo dok,
    anak saya umur 2 bulan, berat badan 5,2 kg tinggi 56 cm.
    anak saya punya masalah BAB (buang air besar)sejak 3 minggu yg lalu.
    bulan pertama BAB lancar, 1 hari 3-6 kali.
    mulai 3 minggu yg lalu jadi 3-5 hari sekali.
    yang mau saya tanyakan:
    1. apakah normal 3-5 hari sekali BAB, kalau tidak seharusnya berapa kali sehari?

    2. saya ke dokter dan diajari ‘kilik’ yaitu stimulasi lubang anus biar keluar BAB nya. apakah aman? disarankan 3 hari sekali bila tidak BAB.

    3. apa penyebab BAB tidak lancar pada bayi? apa karena makanan ibunya? krn saya beri ASI ekslusif.

    thanks

  111. 111 tri Agustus 25, 2008 pukul 10:39 pm

    umur : 2 bln
    berat : 5,3 kg
    panjang 55cm

    anak saya sering kecepirit, dok, dan pupnya kadang kental tp ngak bau.

    Simptomatis dan neo-kaopectat itu obat apa ? cair ? di jual di mana ?
    dan minumnya mesti brp kali / hari ?

    makasih

    tri

  112. 112 tri Agustus 26, 2008 pukul 7:18 pm

    hallo dok,
    hari ini pup anak saya cair dan ada ampasnya. terus bau tidak seperti bau susu tpi lebih hambar baunya.
    apakah bisa dikasih ne-kaopectat? minumnya berapa kali sehari?
    saya khwatir karena ini sudah berjalan seminggu lebih tapi pup anak saya belum kembali normal dan belum bisa di imunisasi.

    terima kasih

  113. 113 cakmoki Agustus 26, 2008 pukul 11:51 pm

    @ jonesa:
    halo juga, Bu …
    1. Seharusnya 1-3 kali sehari, tapi adakalanya anak mengalami konstipasi (kesulitan BAB) sehingga tersiksa saat BAB.
    2. Aman, dan emang sebaiknya begitu
    3. Penyebab terbanyak kesulitan BAB pada bayi karena reabsorbsi (penyerapan kembali) komponen air dalam feces (kotoran) di usus besar, sehingga feces jadi keras. Tidak ada hubungan dengan makanan ibunya dan tidak ada yang salah dengan kondisi tersebut.. hanya saja si bayi jadi tersiksa banget, dan wajahnya merah padam saat BAB..
    Thanks

    @ tri:
    maaf, saya kira yg baru lulus Akbid (akademi bidan), soalnya namanya sama, makanya saya pakai istilah medis.
    Ok, yg dimaksud simptomatis adalah ngobati hanya untuk mengurangi gejalanya aja, dalam hal ini ngobati diare tanpa memandang penyebabnya, mengingat bahwa sebagian besar diare disebabkan virus, Kalo disebabkan bakteri atau parasit (misalnya disebabkan amoeba, diarenya dikit-dikit, bau, berlendir, kadang sedikit berdarah) maka perlu obat antibiotik atau antiamoeba.
    Kalo 2 bulan dengan BB 5,3 cukup kasih Neo-kaopectat (bisa dibeli bebas di apotik). Dosisnya: 3-4 x 1/4 sendok takar.
    Maaf, saya gak merekomendasikan antibiotika ataupun antiamoeba
    Moga segera sembuh…Thanks

  114. 114 tri Agustus 27, 2008 pukul 11:44 am

    dok, obat neo-kaopectat itu buat kurangi gejala berak2nya saja atau bisa buat pup nya tidak berampas dan cair lagi.
    terus kalau udah tidak mencret lagi, obatnya di stop atau tidak?
    terus kalau mau imunisasi harus tunggu pupnya kental lagi yah dok?
    Thanks atas semuanya yah dok.

  115. 115 cakmoki Agustus 27, 2008 pukul 1:00 pm

    @ tri:
    Buat ngurangi berak-beraknya sekaligus agar pup nya normal kembali.
    Kalo udah normal, obat distop trus ditutup rapat dan disimpan di tempat yang sejuk (tidak terkena sinar matahari langsung,… bukan di kulkas lho), dan bisa digunakan lagi (asal masih bagus dan tidak kadaluwarsa) jika diperlukan.
    Imunisasinya nunggu kalo udah gak diare …thanks

  116. 116 tri Agustus 28, 2008 pukul 2:40 pm

    dok, mau tanya lagi nih.
    pup anak saya banyak bulat2 kecil seperti butiran dan kalau menempel satu sama lain seperti ada karetnya. kalau butiran itu ditarik pun seperti karet, apa itu yang disebut berlendir? pupnya sih sekali banyak tapi bentuknya yah butiran dan ada airnya biarpun lebih dikit tapi tidak ada darahnya. sekarang durasinya sudah 3-4 kali sehari. tapi kecepiritnya juga bisa 3-4 kali sehari.pupnya masih berwarna kuning. apa perlu di kasih antibiotik?
    dan kalau bayi imunisasinya telat apa tidak masalah dok?
    Terima kasih banyak dok.

  117. 117 Chania Agustus 29, 2008 pukul 2:03 am

    Cak mau tanya, anak saya umur 4 bulan bb 9,5 kg panjang sekitar 66-67cm. Kata dokter beratnya udah kelebihan..Sedangkan anak saya masih ASI eksklusif..Bahaya gak cak?
    Berat waktu lahir 3,1 kg panjang 49 cm.
    Makasih cak..

  118. 118 cakmoki Agustus 29, 2008 pukul 3:22 pm

    @ tri:
    Kalo gitu udah indikasi untuk ngasih antibiotik.
    Silahkan pake antibiotik golongan Co-trimoxazole, misalnya: Bactoprim syrup, Infatrim syrup, Primadex syrup …dll, diminumkan 2 x 1/2 sendok takar sedikitnya selam 5 hari, artinya jika sembuh sebelum 5 hari maka obat antibiotik tersebut tetep dilanjutkan hingga 5 hari supaya gak terjadi resisten…
    Telat imunisasi gak masalah, dokternya akan memaklumi karena emang lagi sakit… Thanks

    @ Chania:
    iya, … kalo diukur pake parameter KMS (Kartu Menuju Sehat), emang berlebih. Tapi selama anak sehat, gak masalah.
    Gak bahaya koq … ASI eksklusif diteruskan aja … :)
    Thanks

  119. 119 tri Agustus 30, 2008 pukul 6:28 pm

    dok, mau nanya lai mengenai obat antibiotik / anti amoeba Co-trimoxazole, misalnya: Bactoprim syrup, Infatrim syrup, Primadex syrup, apakah obat ini tidak ada efek samping ??

    say udh beli obat anti amoebanya tp dengar2 katanya obat anti biotik utk bayi bisa buat bayi pendek ya ??? saya jd seram hee apakah benar dok berita ini ?

    thx u

  120. 120 tri Agustus 30, 2008 pukul 6:45 pm

    oh iya dok ada tambahan sedikit lagi,

    Obat anti amoeba yg merk “Flagyl” Benzoyl metronidazole (60 ml) utk bayi 2 bln apakah obat ini ada efek samping ??? dengar2 katanya bisa buat bayi pendek ya ?

    dan apakah mesti dikonsumsi sampe habis ?

    ok thx u dok

  121. 121 dadang Agustus 30, 2008 pukul 10:11 pm

    cak, tolong info dokter spesialis paru anak di jatim.saya mau second opinion krn menrut dsa anak saya kena flek paru. ya saya hanya ingin meyakinkan saja .skrng sudah test mantoux dan nunggu hasilnya senin
    saya tinggal di tulungagung

    matursuwun

  122. 122 cakmoki Agustus 31, 2008 pukul 4:26 pm

    @ tia:
    efek samping co-trimoxazole maupun metronidazole kadang mual..
    Berita yang “katanya” membuat bayi pendek: tidak benar.
    Co-trimoxazole sedikitnya 5 hari seperti yang udah dijelaskan sebelumnya, sedangkan metronidazole idealnya 5-7 hari atau bisa dilanjutkan kalo belum sembuh…

    @ dadang:
    Silahkan ke dokter spesialis anak di RS Husada Utama (dr. Rudy Irawan SpA) atau di RS HI (dr.H. Sasongko, SpA) di Surabaya untuk second opinion …
    Maaf kalo di Tulungagung gak ada yg kenal

  123. 123 dadang Agustus 31, 2008 pukul 5:09 pm

    assalamualaikum

    terima kasih infonya cak, nuwun sewu nih cak mau nanya lagi, anak saya yg no2 usia 11 bln kmrn juga saya rongent ternyata ada flek nya juga di paru2nya. sebenarnya saya juga akan test mantoux juga, tetapi krn setelah imunisasi campak itu dia terkena rubella maka sama dsa nya disuruh ditangguhkan dulu katanya percuma.yg saya tanyakan kapan anak saya yg no 2 ini bisa di uji mantoux cak ??
    sebelumnya saya ucapkan matur suwun

    wassalam

  124. 124 jonesa Agustus 31, 2008 pukul 10:10 pm

    halo dok.
    mengenai masalah anak saya yg susah pup.
    sampai skrg masih saya kilik 3 hari sekali.

    pertanyaan saya:

    1 . apa penyebabnya? apa mungkin karena keturunan?
    karena memang bapanya juga susah pup.
    dan kalo masalahnya reabsorbsi, pupnya tidak keras
    dan tidak encer, warna nya seperti mustard.
    kalo dikilik pun dia tidak merasa sakit.

    2. trus ada dokter lain bilang kasih jus pepaya campur
    jeruk baby yg di peras.
    apa ga bahaya?

    3. anak saya baru 2.5 bln dan masih asi ekslusif.
    apa perlu diberi air putih?

    4. kenapa ko anak saya sering sekali kentut, apa normal?
    dan kadang sepertinya dia ngeden untuk kentut.

    thanks sebelumnya dok.

  125. 125 cakmoki September 1, 2008 pukul 12:37 am

    @ dadang:
    Wa’alaikum salam,
    Ko tiba-tiba Rontgen kenapa??? Alasannya apa?
    Lagipula yang bilang flek paru kan ahli Radiologi berdasarkan gambar paru tanpa melihat dan meriksa anak..
    Kalo gak ada apa-apa trus Rontgen (apalagi kalo karena Rubella), … maka hasil rontgen patut diragukan.
    Maaf, ini hanya pendapat saya tanpa mengetahui kronologisnya.
    Perlu diketahui bahwa menegakkan diagnosa adalah dengan: anamnesa (wawancara untuk menggali keluhan) dan pemeriksaan fisik… Kalo meragukan ato curiga terhadap penyakit tertentu, barulah diperlukan pemeriksaan penunjang, misalnya: lab, rontgen ..dll bergantung kearah mana kecurigaan tersebut.
    Itulah mengapa, sekolah dokter lamaaaaa banget, lantaran mempelajari seluk beluk penyakit, mulai dengan penyebab, perjalanan penyakit, angka kejadian, tanda-tanda, pengobatan, epidemiologi, pencegahan ..dll …dll … kalo hanya pake Lab or Rontgen or lainnya trus langsung bisa menentukan diagnosa, wahhhhh …hehehehe…. gimana gitu.
    Lebih jauh tentang dakwaan flek paru, silahkan baca artikel di blog ini tentang: Flek Paru, apa iya?
    Sekali lagi mohon maaf, .. pendapat saya agak “pedas” soal yang satu ini agar jangan sampai bangsa kita minum obat berbulan-bulan dengan alasan yang kurang tepat. (obat TB Paru minimal 6 bulan lho, trus dirontgen lagi, eh hasilnya masih ada flek…wuaaaaa, bener tah???)
    Maturnuwun…
    Wass

    @ jonesa:
    halo…

    1. bukan karena keturunan. Kalo pupnya gak keras, saya gak bisa memprediksi tanpa meriksa perutnya (terutama perut sebelah kiri). Bisa aja konsistensi pup gak keras tapi ternyata di bagian dalam pup nya keras. (dapat diketahui dengan meriksa bagian sigmoid or peurt kiri bawah sebagi tempat penampungan pup sebelum keluar).

    2. Benar… yg lazim digunakan jus jeruk keprok. Tentu gak bahaya… alias aman.

    3. Boleh … gak papa.

    4. Normal, … kadang ngeden kadang enggak. Ngeden kalo ada hambatan, misalnya kusilitan pup at jarang pup.

    Trims

  126. 126 susan September 1, 2008 pukul 4:02 pm

    cak, anak saya (2th)dah sebulan lebih batuk grok2.tapi jarang2 sih…
    anaknya gak panas, masih lincah, criwis, makan juga mau.
    cuma BB nya aja yg stagnan.
    2 hari yl, dia mengeluh telinganya sakit, trus badannya jg agak semlenget2.
    apa ada hubungany sm batuknya yg gak sembuh2 itu ya?
    kira2 bahaya gak cak, klo emang infeksiny itu menjalar ke telinga?
    sementara ini anak saya diksh obat syrup Fenicol + Puyer ( belum berlalu yaa..??)
    apa cukup itu saja, ato sy hrs beli lagi obt tetes telinga ya cak..?

    tx be4
    met puasa

  127. 127 dadang September 1, 2008 pukul 8:17 pm

    assalamualaikum
    matur suwun sanget advicenya cak, ya kmrn itu saya sempat kaget gitu lho cak, krn menurut dsanya kalau kakaknya kena flek paru ostosmastis si adiknya kemungkinan juga kena, ya krn antara takut, kaget trus bertanya2 akhirnya saya juga putuskan si adiknya ikut rongent juga drpd di vonis tapi nga tau kepastiannya ya saya ambil keputusan begitu.ya namanya ortu kan hrs punya tindakan preventif kan cak apalagi menyangkut si buah hati.
    terimakasih banget lho cak utk semua advice dan artikel2 mengenai TB
    kalau gini kita sebagai ortu jadi ngeh terhadap berbagai keluhan dr buah hati kita.
    bravo buat cak moki apalagi dengan konsultasi begini kita dapat mendapatkan berbagai macem ilmu pengetahuaan tentang kesehatan anak

    lemah teles cak, sing kuasa sing mbales

    wassalamualaikum

  128. 128 jonesa September 2, 2008 pukul 12:13 am

    oo jadi bukan keturunan yah susah pup itu.
    ok akan saya coba kasih jus jeruk mix pepaya. ^_^
    kalo mami nya yg banyak minum jus jeruk dan makan pepaya akan ada efeknya ga untuk pencernaan baby nya biar pup nya lancar? ( ibu menyusui )

    thanks yaa cak udah banyak dibantu..
    abis kalo tentang anak kayanya pertanyaan ga ada habisnya..
    maklum lah anak pertama, belum ada pengalaman.

    trus tanya 1 lagi kalo boleh,
    puser anak saya nonjol, apalagi kalo nangis atau ngeden,
    gimana yah caranya biar ga begitu.
    apa perlu pake koin dan diiket pusernya?
    kadang2 saya pake sih cuma kasian kayanya sesak gitu.
    kalo ga diiket apa bisa normal dengan sendirinya?
    kok anaknya teman saya pusernya udah normal dari sejak 1 bulan?
    btw anak saya umur 2.5 bln.

    thanks a lot

  129. 129 cakmoki September 2, 2008 pukul 2:55 am

    @ susan:
    ya, 2 bulan ini lagi musim penyakit dengan keluhan batuk grok-grok hingga berminggu-minggu.
    Penyulit batuk (dan pilek) yang berkepanjangan, adakalanya mengakibatkan penjalaran infeksi ke telinga karena emang ada saluran kecil dari kedua rongga hidung ke telinga. Jika terjadi penjalaran infeksi ke telinga maka bisa menimbulkan Infeksi Telinga bagian Tengah (OMP= Otitis *infeksi telinga* Media *tengah* Purulenta *bernanah or cairan akibat infeksi*). Sementara, obat tersebut dapat digunakan setidaknya 5 hari.

    Obat Tetes Telinga hanya diberikan oleh dokter setelah meriksa telinga dengan alat yg namanya otoskop (lampu khusus untuk meriksa telinga). Kalo diberikan obat tetes telinga sendiri sementara kendang telinga (membran tynpani) masih bagus, malah bisa menimbulkan gangguan di kendang telinga.

    Sayang sekali kita gak tahu isi puyer, … kalo anak kesakitan, dapat digunakan obat pereda nyeri, misalnya: syrup yg mengandung ibuprofen (Febryn, Arthrifen, Proris). Jika ternyata di dalam puyer udah ada parasetamiol maka gak perlu ibuprofen.

    Met puasa … Makasih

    @ dadang:
    wa’alaikum salam,
    sama-sama … :)
    iya, saya maklum … setiap ortu akan panik kalo ada dakwaan Flek Paru (TBC) … moga sehat selalu.
    Maturnuwun juga support dan share-nya.

    @ jonesa:
    yang minum jus anaknya, karena serat yang diperlukan anak tidak melalui ASI :) (ASI adalah susu steril hasil olahan tubuh melalui metabolisme)

    Puser yg nonjol terutama saat nangis atau mengejan adalah Hernia Umbilicalis. Kondisi ini bisa reversibel (kembali normal seiring dengan tumbuh kembang anak) bisa juga tidak. Koin gak membantu apapun. Baiknya periksa ke dokter anak untuk mendapatkan advice yang tepat :)
    Thanks

  130. 130 susan September 2, 2008 pukul 9:42 am

    makasih byk,cak.
    tiap buka blog ini, emang bawaanny pengen nanyaaaaa…mulu.
    maklum lah, selain dokterny yg sangat2 informatif, juga gratisnya itu lhooo..hehehehe…
    alhamdulillah cak,anak sy sdh tdk mengeluh telinganya sakit lagi.badannya juga dah adem,batuknya msh sdikit (seringnya pagi hari).
    jgn bosen en capek, ngeladenin pasien yg criwis2 ya cak…

    smoga Allah selalu memberikan kesehatan,keluangan waktu dan keberkahan buat cak moki sekeluarga…

  131. 131 cakmoki September 3, 2008 pukul 3:15 am

    @ susan:
    sama-sama …
    Makasih juga atas share dan supportnya.
    Moga segenap keluarga sehat selalu :)

  132. 132 SomY September 3, 2008 pukul 11:41 pm

    Cak Moki,

    Putri saya dicurigai kena TB.

    Dari hasil rontgen:
    - terdapat penebalan hilus kiri.
    - Tampak bercak di perihiler kanan dan parakardial kiri.
    - CTR < 50%

    Hasil tes mantoux negatif

    Hasil tes darah semua normal kecuali:
    - limfosit: 43% (normal 25-35)
    - LED 2 jam: 18 (normal 12-16)

    Kondisi si anak sendiri cukup gemuk, sangat aktif, dan nafsu makannya bagus sekali. Juga tidak ditemukan pembengkakan kelenjar dan sendi.

    Pertanyaannya:
    - Apakah kalau hasil uji mantoux negatif, tidak berarti si anak bebas TB?
    - Efek sampingan apakah yang mungkin timbul, seandainya putri saya tidak menderita TB tapi mengkonsumsi obat TB selama berbulan-bulan?

    maturnuwun in advance,

    SomY

  133. 133 susan September 4, 2008 pukul 8:34 am

    Assalamu’alaikumWrWb.

    mo tanya lg nih cak (selalu…)
    cak,apa dan bagemana cara yg pualiiinnggg efektif wat ngeluarin dahak utk anak kecil?
    soale, anak saya, batuk dah cukup lama meskipun kadang2(ga sering2 amat),
    tapi selalu berdahak (grok2) dan dahaknya itu koq gak habis2 yaa….
    klo diterapi pke pijat+penguapan, efektif gak ya..??
    terus terang, sy pengen menghindari penggunaan obat2an yg terlalu sering..

    tolong segera dijawab ya cak,
    trims.

  134. 134 cakmoki September 5, 2008 pukul 1:56 am

    @ SomY:
    Alangkah baiknya jika kita tahu keluhan anak, sehingga kita bisa menilai apakah pemeriksaan lab, rontgen, dll memang diperlukan sebagai pemeriksaan penunjang yang mengindikasikan pada kecurigaan terhadap penyakit tertentu.
    Tanpa indikasi yang jelas, pemeriksan tersebut boleh dikatakan sia-sia belaka.

    Jawaban:
    1. Jika anak dicurigai TB dengan keluhan: panas tak kunjung reda hingga lebih 2 minggu disertai penurunan berat badan, lesu, nampak sakit dan kadang batuk, maka dilakukan test Mantoux. Jika hasil test mantoux positif (lebih 1cm), maka anak tersebut dicurigai TB Paru, lantas diperlukan pemeriksaan penunjang lain, yakni pemeriksaan darah dan rontgen untuk memperkuat diagnosa serta menelusuri ada tidaknya kontak sebagai sumber penularan di dalam keluarga.
    Nah, dengan prosedur standar tatacara diagnosa TB Paru yang baku ini, pertanyaan tersbut akan terjawab dengan sendirinya.

    Kalo kita hanya bicara Lab dan kemungkinan, maka jawaban yang paling umum dan ngambang adalah: Test Mantoux negatif tidak menjamin seseorang tidak menderita TBC pun sebaliknya, Test Mantoux positif tidak menjamin seseorang m,enderita TB Paru.
    Ini artinya, penilaian penyakit ditentukan oleh: keluhan, tanda klinis dan pemeriksaan penunjang (jika diperlukan), bukan Lab dan Rontgen semata.
    Lebih jauh, silahkan baca : Flek Paru, apa iya?.

    2. Efek samping penggunakan obat TB pada seseorang yang tidak TBC, antara lain: membebani tubuh memetabolisme obat yang tidak tepat, pemborosan (uang dan waktu … entar paling 6 bulan kemudian dinyatakan “masih ada flek”) :D

    Sekali lagi, ini hanya pendapat saya, keputusan ada pada masing-masing orang tua…

    Maturtnuwun

    @ susan:
    Wa’alaikumsalam, Wr, Wb,
    Anak usia kurang dari 6 tahun emang sulit ngeluarkan dahak. Biasanya ditelen trus dimuntahkan.

    Obat yang cukup efektif dan aman adalah pengencer dahak, misalnya: ambroxol, bromhexine…

    Tepukan ringan di punggung dan penguapan adakalanya membantu menstimulir pengeluaran dahak, tapi tidak efektif … so tetep memerlukan obat pengencer dahak …
    Obat, tidak sejelek yang dikira sejauh tepat jenisnya, dosis dan penggunaannya …
    Trims.
    Wass

  135. 135 susan September 5, 2008 pukul 8:58 am

    makasih cak,
    mo nambah lagi : boleh gak kalo saya beli obat pengencer dahak (seperti yg disebutkan cak moki itu), tanpa resep dokter(beli sendiri di apotik)..???
    dan untuk anak usia 23bln, dosisnya seberapa ya?

    makasih lagi…

  136. 136 susan September 5, 2008 pukul 9:37 am

    ketinggalan :

    kata dokternya, klo batuk grok2 sdh lama, trus kadang disertai muntah, itu sdh mengganggu pencernaan (Typus).
    trus, anak sy kmrn diksh syrup Fenicol.
    pertanyaannya :
    1. apa iya sih, ada hubungannya sm typhus? anak sy khan tidak ada keluhan lain (panas,lesu,gak doyan makan) selain batuk grok2..?dan batuknyapun gak sering2 amat…
    2. apakah syrup Fenicol itu memang khusus utk pencernaan (typus) ato bisa untuk yg lain?dan apakah hrs diminum smpe hbs?
    3. kenapa ya, cuma masalah batuk ajah, sampe 3 dokter ngomongnya beda2??
    hhhh….cape deeehhhh…….

  137. 137 SomY September 5, 2008 pukul 5:09 pm

    Cak,

    Awalnya saya ke dokter umum deket rumah, karena si kecil 4.5 th, batuk pilek berulang selama 2 bulan lebih. Maksudnya, batuk pilek sekitar 3 hari, sembuh dua hari, batuk lagi, sembuh lagi dst. Beberapa minggu terakhir, tinggal batuknya saja masih sedikit. Biasanya pagi (tapi ndak tiap hari), pas nangis atau ngomong, keselak (basa endonesa ne opo, yo?) terus batuk dan kadang sampe muntah. Selama dua bulan batuk pilek ini si kecil ndak pernah demam.

    Sama bu Dokter-umum disuruh foto rontgen. Hasilnya seperti laporan diatas. Oleh bu dokter-umum dinyatakan sebagai flek dan langsung dikasih obat TB (pil merah yang katanya sudah mengandung 3 macam obat).

    Karena menurut info dari internet bahwa diagnosa TB harus melibatkan banyak faktor (saya bahkan sempat donlot panduan nasional TB anak termasuk sistem skoring nya), maka saya coba cari opini tandingan ke DSA. Oleh pak DSA disuruh tes mantoux dan darah, hasilnya seperti diatas. Dari hasil tes ini, pak DSA tetep memvonis TB. Hasil mantoux negatif karena dia anggap yang nguji ndak bener (dia bahkan sempat marah karena tes mantoux dan darah bukan pada lab yang dia rekomen). Jadi dia hanya berpedoman pada hasil foto dan kadar limfosit.

    Masih merasa kurang mantabb, saya cari opini ketiga ke internis. Sang internis begitu lihat hasil rekomendasi radiologis yang menyertai foto rontgen langsung setuju bahwa anak saya TB. Saya heran juga. Kok internis cuman manut sama tukang foto? Kok bliau ndak nanya batuknya ato demamnya gimana, gitu? Bliau bahkan ndak pegang anak saya sama sekali. Dia cuman blang bahwa biasanya analisa dokter X (si radiologis tsb) cukup akurat.

    Masih ndak kunjung puas juga, cari opini keempat. Kali ini ke DSA lagi. Begitu selesai denger keluhan kita, bu DSA langsung meraba leher si anak, trus bilang, ‘gak ada benjolan’. Terus dia periksa bekas suntikan mantoux (saat itu pas 72 jam setelah disuntik), dia komentar bahwa hasil mantoux memang gak mbenjol, tapi bisa jadi memang karena posisi nyuntiknya ndak pas. Kemudian lihat hasil tes darah. Limfosit dan LED, meskipun sudah diatas ambang, tapi dia anggap belum cukup tinggi. Dilanjutkan dengan lihat foto rontgen. Menurut dia, bercak yang kelihatan pada foto tersebut, polanya lebih mirip bronchitis. Kesimpulan sementara, bukan TB.

    Untuk memantapkan diagnosa, dia menawarkan tes dengan sistem bio-resonansi. Sekaligus nge-check alergen yang mungkin bisa jadi penyebab batuk si kecil selama ini. Dari hasil tes menggunakan pendulum yang bisa gedek2 atau mantuk2 ini, menunjukkan bahwa anak saya memang tidak TB, dan ketahuan juga bahwa si anak alergi terhadap banyak hal, diantaranya susu, terigu, gula, coklat, dll.

    Saya pribadi kurang yakin dengan metode ini, tapi si kecil tetep akan saya coba terapi pake bio-resonansi. Toh relatif ndak berisiko, dibanding coba2 minum obat selama 6 bulan. Rencana minggu sore besok mulai terapi pertama dari 7 terapi yang direncanakan.

    Mungkin ada pembaca lain yang bisa share pengalaman dengan terapi metode bioresonansi ini? Atau Cak Moki bisa kasih pencerahan?

    Maaf kalo tulisannya kepanjangan.

    SomY

  138. 138 cakmoki September 5, 2008 pukul 10:48 pm

    @ susan:
    bisa, dosisnya 3×1 sendok takar (jangan diganti sendok lain). Dipakai lama lebih 1-2 minggu terus menerus gak papa.
    Kemungkinan perlu obat bronkodilator (melebarkan saluran nafas), kalo grok-grok, tapi saya gak merekomendasikan tanpa meriksa langsung.

    Seperti udah saya sebutkan bahwa ank < 6 tahun gak bisa ngelarkan dahak sehingga dahak ditelan dan akan dimuntahkan.
    Gak ada hubungan dengan tifus.
    1. Bener, gak ada hubungannya dengan typus.
    2. Fenicol (chloramphenicol) adalah obat pilihan pertama untuk typus tapi juga bisa untuk lainnya. Kalo udah terlanjur, habisin aja. selanjutnya untuk batuk tersebut gak usah pake Fenicol.
    3. Kalo ke 5 dokter, bisa-bisa malah 5 perbedaan …hehehe.
    kalo boleh tahu, obat yg udah digunakan apa aja dan diagnosa dari 3 dokter apa aja (kali maksudnya sama tapi bahasanya beda).

    Trims

    @ SomY:
    ooo, gitu tho kronologisnya … (keselak=tersedak) :D
    Kalo menurut saya sih kayaknya bronchitis atau batuk alergi (dingin, debu, asap, dll) yg biasanya berlangsung lama…
    Atau supaya lebih matep, bisa konsul ke dr. Rizal SpA, silahkan kunjungi Blog beliau di sini
    Makasih sharenya …
    Moga segera sembuh

  139. 139 helena September 7, 2008 pukul 12:30 pm

    Halo Dok. Salam kenal…
    Saya mau tanya2, boleh ya Dok.
    Anak saya, 5 th 1 bulan. Sudah sejak lama saya perhatikan, kalo amandel nya besar. Padahal dalam keadaan ‘normal’/ tidak sedang kena radang. Hanya saja, akhir2 ini dia sering sekali ‘bersuara’ spt orang menelan ludah terus. mungkin krn mengganjal ya. Tp tidurnya tidak mengorok.

    Lalu saya bawa ke DSA, kt DSA memang besar. sudah T3, jadi harus dijaga supaya tidak bertambah besar. Spy tidak perlu dioperasi.
    Kt DSA, tidak ada obat untuk menngecilkan amandel. Cukup dijaga makanannya saja.
    * Saya sempat dapet info dari internet, bahwa juice nanas bisa mengecilkan amandel. Apakah benar Dok? barangkali ada kajian ilmiah ttg ini :)
    * Apa benar tidak ada obat untuk mengecilkan amandel?
    * Apa yang harus saya lakukan selanjutnya?
    Terima kasih sebelumnya Dok…

  140. 140 cakmoki September 8, 2008 pukul 12:22 am

    @ helena:
    Halo, salam kenal juga :)
    Ya, saya sependapat dengan DSA tersebut, yang penting kalo pas infeksi segera diobati agar tidak membesar.
    Jawaban:
    * Enggak, gak bener…
    * Benar, gak ada obat untuk mengecilkan amandel yang membesar dan pembesarannya udah menetap.
    * Ga ada hal khusus yang harus dilakukan … toh amandel (tonsil) adalah salah satu kelenjar yg berfungsi memproduksi limfosit untuk memerangi penyakit jika ada mikro-organisme patogen (penyebab infeksi). Kalaupun pingin operasi sebaiknya nunggu kesiapan dan kerelaan anak.

    Trims

  141. 141 helena September 8, 2008 pukul 9:35 am

    Ok, terima kasih Dok atas responnya…
    Hati saya sudah ‘tenang’… hehe..
    Have a nice day! :)

  142. 142 Lenny September 8, 2008 pukul 9:41 am

    Cak Dokter,

    Mau tanya nich anak saya usia 5 tahun 10 bulan, setiap kali batuk lama sekali sembuhnya bisa satu bulan lebih, terakhir batuk 1 tahun yang lalu, tapi sekarang batuk lagi sudah hampir satu bulan tidak sembuh walau sudah beberapa kali diberi obat batuk, saat ini sudah saya stop obat batuknya dan hanya saya beri madu, batuknya sendiri tidak parah hanya terdengar sesekali di siang dan sore hari, tetapi lebih sering di malam hari, pagi hari saat bangun tidur dan juga saat bangun tidur siang.
    pada Batuk2nya yang terdahulu , awalnya saya memberikan obat batuk, tapi karena tidak sembuh2 juga, akhirnya saya tidak beri obat sama sekali dan akhirnya malah sembuh sendiri.
    Dahulu setiap batuk hampir tidak pernah muntah, tapi kali ini kalau batuk di malam hari suka muntah sekali, tetapi setelah muntah batuknya tak lama kemudian mereda dan stop, dia pun tidur sampai pagi, walau kadang terbangun juga ditengah malam karena batuk.
    Badannya sendiri tidak panas, dan anaknya terlihat sehat dan aktif seperti biasanya.
    Menurut dokter bagaimana dengan batuk anak saya ini? apa alergi?
    Bagaimana mengatasinya apa harus saya bawa ke dokter anak spesialis alergi?
    Mohon segera di jawab ya Cak,

    Terima kasih,

    Lenny

  143. 143 tole September 8, 2008 pukul 11:30 am

    asslmkm cak, met puasa..
    mau tanya, anak saya umurnya 17 bulan mau mudik ama saya naik pesawat agak lama. apa boleh saya kasi obat anti mabuk? tapi kalo membahayakan ya gak usah.. makasih, cak dokter..

  144. 144 cakmoki September 8, 2008 pukul 11:35 pm

    @ helena:
    sama-sama :)

    @ Lenny:
    Berdasarkan kronologi or riwayat batuk sebelumnya, kemungkinan besar karena dipicu oleh faktor alergi..
    Untuk mengatasinya, sementara cukup diberi obat pencair dahak, misalnya: sirup ambroxol ato bromhexin (banyak merk dagangnya), diminum 3×1 sendok takar.. (kedua jenis obat ini cukup aman digunakan untuk jangka lama).
    Menurut saya, kalo gak terlalu mengganggu ga perlu ke dokter, kecuali jika emang sangat mengganggu anak, maka dapat diperiksakan ke dokter spesialis anak.
    Moga segera sembuh…Trims

    @ tole:
    Wa’alaikum salam…met puasa juga :)
    Menurut saya gak perlu obat anti mabuk untuk anak seumur itu, kecuali jika emang suka mabuk or muntah saat perjalanan.
    Obat antimabuk gak bahaya, cuman ngantuk…
    Selamat mudik, moga sehat selalu … makasih

  145. 145 Lenny September 10, 2008 pukul 4:42 pm

    Cak Dokter,

    terima kasih banyak atas saran dan informasinya.
    Serasa jadi punya dokter pribadi deh,

    Lenny

  146. 146 cakmoki September 10, 2008 pukul 11:45 pm

    @ Lenny:
    sama-sama mbak, moga sehat selalu :)

  147. 147 helena September 11, 2008 pukul 10:41 am

    Dok, anak saya 5th, sejak bbrp hari lalu pilek. Kmd sejak kemarin sdh tidak meler lagi.
    Tp tadi pagi, dia seperti nyedot2 ingus lagi *maaf, bhs nya… hehe*, kmd saya suruh sisih. Ternyata yang keluar darah kental ada ingusnya juga. Tp tidak ada darah yg mengucur lagi.

    Memang saya perhatikan waktu tadi pagi dia bangun tidur, seperti ada darah kering di sekeliling lubang hidungnya.

    Knp bisa begitu ya Dok? Apakah krn kecapean (kemaren sore maen sepeda dan lari2an agak lama)atau mngkn krn panas dalam? Apakah berbahaya?

    Tadi pagi saya langsung sms ke DSA nya. Dah beliau menjawab, kalo sudah berhenti tidak usah kontrol, mungkin iritasi krn pilek?

    Tapi terus terang saya agak kepikiran alias parno. Krn darah yang menggumpal tadi tidak sedikit, seperti ingus kental, tp bentuknya darah kental warna merah tua.

    Mohon sarannya Dok. Apakah saya perlu bawa ke THT?
    Terima kasih ya sebelumnya….

  148. 148 cakmoki September 12, 2008 pukul 12:12 am

    @ helena:
    Saya sependapat dengan DSA… kemungkinan karena iritasi, terlebih setelah dipaksa sisi.
    Pada kejadian di atas, warna darah gak menggambarkan kekhususan apapun. Sedangkan sedikit banyaknya darah bergantung pada luasnya iritasi.
    Kalo udah gak berdarah lagi dan gak ada keluhan lain, gak papa… So, menurut saya gak perlu ke THT.
    Terimakasih

  149. 149 helena September 12, 2008 pukul 4:30 pm

    ok terima kasih ya Dok… memang sudah tidak ada yang mengkhawatirkan. Have a nice day…

  150. 150 cakmoki September 13, 2008 pukul 1:29 am

    @ helena:
    ok, sama-sama … makasih juga share nya …

  151. 151 Greeny September 14, 2008 pukul 5:09 pm

    hi… hi…hi… boleh nanya lg khan cak even yg di bag kes wanita ny blm di tanggapi, hehehehe….
    cak, mau tny neh…. keponakan tersayang sy umurny baru 9 thn tp berat ny mencapai 51kg, cewek baru kelas 4SD. kebetulan dr dia kcl, dekat sekali dgn saya, maklum d anak kakak sy & cuma 1-1ny…. berhubung stlh 5 thn pernikahan sy blm jg dpt anak, jd keponakan suka nginep di rmh. dgn nafsu mkn ny yg emang gede, sebetulny berbahaya gak y jika overweight ny sampai segitu??? tp everytime dia sakit truz berobat ke spesialis anak, blm ada 1 spesialis anak pun yg menyarankan agar dia diet. dan memang sejauh ini aktivitas dia blm ada yg terganggu hanya krn dia cubby sih, cuma kadang klo dia lg tdr sy suka ngeliatin wajah polosny sambil mikir sndiri, bahaya gak y kegendutan ny itu….. perlu kah diet bagi ny? berapa berat yg standart bagi anak yg tmbh & kembang dgn baik di usia dia (9thn, perempuan)?
    thanks y cak atas waktuny… kunanti tanggapan2 ny….

  152. 152 helena September 15, 2008 pukul 10:01 pm

    Dok, anak saya tidak/kurang suka minum. Kalo minum, kadang harus saya suruh/ingatkan. Kalo pocari sweat dia suka.
    * apakah ada efek samping bila sering2 minum PS tersebut? saya takut kemakan iklan. hehe.
    * Apakah bila kurang minum, bisa menyebabkan badan panas?
    * Berapa minimal air yang seharusnya diminum untuk anak usia 5-6thn? apakah sama dgn orang dewasa?
    Thx B4…

  153. 153 helena September 15, 2008 pukul 10:05 pm

    Dok, anak saya tidak/kurang suka minum. Kalo minum, kadang harus saya suruh/ingatkan. Kalo pocari sweat dia suka.
    * apakah ada efek samping bila sering2 minum PS tersebut? saya takut kemakan iklan. hehe.
    * Apakah bila kurang minum, bisa menyebabkan badan panas/demam?
    * Berapa minimal air yang seharusnya diminum untuk anak usia 5-6thn? apakah sama dgn orang dewasa?
    Thx B4…

  154. 154 cakmoki September 16, 2008 pukul 2:16 am

    @ Greeny:
    udah barusan, maaf ya … telat menjawab karena sy harus praktek trus nengok pasien di rawat inap ndeso ™ … hehehe

    Menurut saya gak perlu diet sejauh aktifitasnya ga terganggu. Lagipula, parameter tumbuh kembang anak saat ini tidak melulu melihat berat badan tapi juga aktifitas, komunikasi, dan lain-lain. emang sih, kalo berat badan segitu kadang mudah lelah kalo pas beraktifitas.
    Biasanya para dokter gak akan nyuruh diet dengan asumsi bahwa nanti akan menurun dengan sendirinya seiring dengan makin banyaknya aktifitas di sekolah.
    Thanks

    @ helena:
    * Pocari sweet gak papa dikonsumsi dalam jumlah banyak karena kandungan terbanyak adalah air dan beberapa mineral isotonis yang mirip dengan cairan dalam tubuh kita. yang jelas nambah anggaran, … hehehe …

    * Enggak. Kurang minum gak menyebabkan panas. Kalaupun ada istilah heat stroke, maksudnya adalah dehidrasi ato kekurangan cairan karena cuaca yang panas banget sehingga pengeluaran cairan melalui evaporasi kulit dan pernafasan meningkat tanpa diimbangi dengan jumlah minuman dalam jumlah memadai yang masuk tubuh.

    * untuk usia segitu sama dengan dewasa, sedikitnya 1,5 liter sehari (dari makanan, sayuran, buah dan minuman apapun bentuknya)

    Thanks

  155. 155 helena September 16, 2008 pukul 10:21 am

    Terima kasih ya Dok. maaf, pertanyaan saya masuknya 2x ya. kmrn ada masalah sama koneksi internet kayaknya, saya kira blm masih (on progress), jd saya klik lagi…. hehe… Have a nice day… :)

  156. 156 Greeny September 16, 2008 pukul 1:44 pm

    thanks a lot cak…. so kakak sy gak perlu worry lg… sayangny sy bakalan jarang ketemu si chubby lg, papa ny pndh gawean… hik..hik…

  157. 157 cakmoki September 16, 2008 pukul 10:34 pm

    @ helena:
    Sama-sama … :)

    @ Greeny:
    Thanks juga share-nya :)

  158. 158 Greeny September 17, 2008 pukul 12:49 pm

    cak….. nice 2 ask you again neeh… hehe, boleh khan…?
    ada teman dsini yg pny anak perempuan umur 8 thn nan, dulu waktu usia ny 4 thn pernah jatuh yg menyebabkan tulang di siku lengan kiri ny. Tp Alhamdulillah skrg sdh baik2 saja melalui 2 proses operasi, pemasangan & pencabutan pen pastiny… namun sejak umur 5 thn si anak suka mengeluh klo bag blkng atw punggungny sakit, oleh teman sy di beri yg hangat2, spt minyak kayu putih, counterpain cool atw pun voltaren. terkadang sakit itu hilang bgitu saja tp gak jarang jg stay agak lam yg membuat si anak jd sangat tdk nyaman, baik tiduran atw pun duduk. sampai suatu saat di ajak ke dktr spesialis tulang yg mengoperasiny dulu, namun stlh di rontgen bag blkngny ternyata tdk ditemukan adany kelainan, dokter pun hanya menyimpulkan kemungkinan sakit yg timbul tersebut hny dikarenakan otot yg msh strech saat dulu jatuh, namun hal ini akan berkurang bahkan hilang seiring dgn bertambahnya usia. skrg di usia 8 thn skt di punggung tsb msh kerap terjadi walaupun intensitas ny tdk sesering dulu. pertanyaanny….
    1. sampai usia berapakah rasa skt tsb akan hilang?
    2. apakah perlu di periksakan lg??
    3. anakny lmyn subur, kata mamany biasany dia mengeluh skt apabila dlm hari tsb dia byk melakukan aktivitas yg berhubungan dgn fisik, misalny kecapek an berenang, lari2an. Apakah hal ini akan tetap terjadi seandainya sang anak tidak se subur skrg, alias kurus?? hehe
    4. belakangan mamany memperhatikan apabila si anak mengeluh krg enak pada perutny, spt kembung, mual etc ny, gak lama kemudian keluhan sakit pd punggung itu pun keluar lg… apakah ada hubungan ny? kaya masuk angin gitu….( hehe, istilah kedokteran khan gak kenal masuk angin y cak….)
    I’ll be wait 4 ur comment cak, supaya bisa jd masukan buat tmn sy, thanks again….

  159. 159 Greeny September 17, 2008 pukul 12:51 pm

    hihi ketinggalan… tulang siku di lengan kiriny PATAH cak… ups, sorry…

  160. 160 cakmoki September 18, 2008 pukul 2:48 am

    @ Greeny:
    Maaf, jawabannya ntar yaaa… masih ada PR nih… :)

  161. 161 Greeny September 18, 2008 pukul 11:24 am

    oke d cak… daku setia menunggu kok…. hehe..

  162. 162 BUNDA AZBIBWA September 18, 2008 pukul 12:47 pm

    Cak dokter yang baek hati…

    Anakkku umur mo 4 bulan, semenjak umur 3 bln kurang udah bisa tengkurap. Sekarang kalo bobo’ sukanya tengkurap, kalo dibalikin lagi eh tengkurap lagi, lagian kalo bobo tengkurap lebih nyenyak ketimbang gak tengkurap. Kira-kira berbahaya gak ya dok buat bayi seuumur gitu ??

    Matur nuwun sanget saderengipun ….

  163. 163 jonesa September 19, 2008 pukul 8:30 pm

    halo cak..
    mau minta bantuan dan sarannya yah
    anak saya umur 3 bln bbrp hari ini pilek dan batuk.
    pilek keluar ingus terus, batuk sih jarang2.

    pertanyaan saya:
    1. ko bisa kena pilek batuk ya? apa tertular dari orang dewasa?

    2. kalo ibu nya yg menyusui sedang pilek batuk, apa masih boleh menyusui? apa tidak akan menular pada anaknya?

    3. apa perlu dikasi obat? kalo perlu obat apa? kalo gak perlu apa bisa sembuh sendiri?

    mohon bantuannya ya cak

    thank u so much

  164. 164 cakmoki September 20, 2008 pukul 5:00 pm

    @ Greeny:
    lanjutin ya … sorry..

    (1) Gak bisa ditentukan sampai usia berapa keluhan tersebut akan hilang. Bergantung pada strech saat jatuh …

    (2) Gak perlu, toh dokter ahli bedah tulang udah mengatakan gak ada kelainan.

    (3) Keluhan nyeri tersebut muncul karena aktifitas fisik yg berlebinan. So, rasa nyeri tidak berhubungan dengan berat badan tapi dengan aktifitas fisik.

    (4) Pada saat kembung, menandakan gas yg berlebihan dalam pencernaan. Kondisi ini meningkatkan tekanan dalam rongga perut (intra-abdominal) yang adakalanya menimbulkan nyeri atau keluhan lain di sekitar rongga perut yang dapat juga menjalar ke punggung, pinggang ataupun ke dada.

    Thanks … :)

    @ BUNDA AZBIBWA:
    Gak papa, … biarkan anak mencari posisi ternyaman untuk dirinya sendiri… yang penting posisi kepala tetap miring atau setidaknya ada celah untuk pernafasan …

    Sami-sami…maturnuwun juga … maaf terlambat menjawab :)

    @ jonesa:
    halo …
    (1) iya, pada umumnya tertular orang-orang di sekitarnya ato yang kebetulan pernah deket-deket ama si kecil…

    (2) Tetep nyusui aja. Penularan sih tetep bisa terjadi, yakni lewat pernafasan (dropelts) bukan lewat ASI lho ….

    (3) Sementara gak perlu dikasih obat kalo gak terlalu mengganggu. Jika hanya ringan, biasanya sembuhsendiri dalam beberapa hari.
    Tapi kalo udah mulai rewel, terganggu atau ada keluhan lain, misalnya panas, maka perlu obat.

    Thanks

  165. 165 Greeny September 20, 2008 pukul 5:23 pm

    oke d cak….. thanks a lot lot lot y…. segera sy sampaikan sm temen dsini…. Btw dsana kpn lebaran cak? sama gak dgn di Aceh y…, hehehehe….

  166. 166 cakmoki September 21, 2008 pukul 2:23 am

    @ Greeny:
    sama-sama Mbak … makasih juga share-nya.
    Belum tahu nih kapan Lebarannya … salam untuk kanda tercinta yaa :D

  167. 167 susan September 23, 2008 pukul 10:09 am

    seblmnya maaf cak,
    saya mo tanya2 diluar kesehatan anak,tapi binun..mo dimasukkin yg mana…
    gini cak, dilingkungan tempat tinggal saya,sudah didirikan 3 buah tower utk sinyal HP.dan rencananya,dlm waktu dekat ini, mo ditmbh satu tower lg, yg jaraknya berdekatan satu dengan yg lain.
    berhub rmh saya jaraknya sgt dekat dengan ke-4 tower tsb,
    saya mengjukan protes keras kpd pihak terkait,dgn alasan mengganggu kesehatan..
    yg mo saya tanyakan,sebenarnya sebrp besar sih, pengaruh radiasi yg dipancarkan oleh tower2 tsb,terhadap kesehatan lingkungkan sekitar (terutama anak2)..???
    apakh benar, hal tsb bisa memicu kanker otak dlm jk panjang?

    tolong segera dijwb ya cak,
    Tq

  168. 168 nita September 23, 2008 pukul 12:17 pm

    Eh,…..dok anakku usia 11 bulan, sejak usia 6 bulan sampai 11 bulan ini sudah 3 kali kena desentri (berak disertai darah). Apa ya penyebabnya??? Kayakknya udah bersih semua…Apa mungkin penangannnya (minum obatnya nggak tuntas atau karena kurang gizi?? 11 bulan, laki-laki, 8,7 kg kurus ya cak??? Anakku lincah, udah bisa ngomong beberapa kata, udah jalan sejak 10 bulan, cuma cengeng ….
    Trus penanganan or makanan biar cepet pulih or sembuh gimana ya cak???? and biar nggak berulang??? Apa perlu di USG ya perutnya (soalnya pernah dengar info ada usus makan usus?????).

  169. 169 helena September 23, 2008 pukul 5:07 pm

    Dok… anak saya kemarin habis terkena infeksi radang tenggorokan, sampai panas tinggi naek turun. Sampe akhirnya dirawat di RS :(
    Dan kemudian tidurnya malah mengorok. Akhirnya dirujuk pula ke THT. disuruh dirontgen. Terlihat adenoid besar. jadi oleh Dr diberi obat AERIUS (2x@5ml) utk 10 hari dan celestamine. Tapi hanya 2 malam itu saja dia tidur mengorok. Sekarang sudah tidak sama sekali.
    Tadi saya kontrol, Dr THT bilang, anak saya tidak boleh makan/minum yang dingin2 sama sekali. minimal 3 bulan.
    Apa adenoid bisa mengecil Dok? Apa benar tidak boleh minum dingin sama sekali? krn dia sukanya minum susu kalo dingin.
    Berbahayakah adenoid ini bila kambuh lagi? terima kasih Dok…

  170. 170 cakmoki September 24, 2008 pukul 2:50 am

    @ susan:
    Berdasarkan penelitian hingga saat ini disebutkan adanya pengaruh buruk gelombang radiasi elektromagnetik pada kesehatan, antara lain: gejala sakit kepala, letih, sulit tidur, dan gangguan konsentrasi.
    Hal ini dapat terjadi jika terpapar dalam jangka panjang mengingat tingginya frekuensi yang dilaporkan mencapai 1,8-1,9 GHz. Sedangkan efek terhadap biokimia tubuh maupun dampak buruk yang dimungkinkan berpengaruh terhadap kesehatan, masih terus diteliti.

    Maaf, saya belum tahu tentang batasan nilai ambang radiasi yang diperkenankan di Indonesia, terutama di daerah pemukiman. Kita seringkali sulit mendapatkan informasi yang dipercaya seputar ijin pendirian tower-tower tersebut apakah sudah mempertimbangkan keselamatan masyarakat ataukah karena muatan uang dan politis semata.
    Kalo protes, sebaiknya menuntut juga keterbukaan dari Pemerintah maupun investor tentang hal-hal yang bersifat teknis agar punya alasan yang kuat, misalnya: besaran pancaran frekuensi gelombang elektromagnetik yang digunakan, sistem safety, nilai ambang yang diperbolehkan dan jarak minimal dengan pemukiman.
    Trims

    @ nita:
    Pertama, usia 11 bulan, berat 8,7 kg adalah normal.

    Kedua, penyebab desentri adalah amoeba hystolitica. Anak-anak terutama balita lebih mudah terkena desentri amoeba ataupun diare oleh sebab lainnya karena pada anak balita punya kecenderungan manghisap (bahasa Jawa: ngemut) apapun yang dipegang atau menghisap tangan sementara kita gak tahu apa saja yang pernah dipegang. Bisa aja pas main, megang sandal, keset atau benda lain tanpa sepengetahuan kita. Jika apa yang dipegang tersebut ada amoeba nya maka anak akan terinfeksi. Di sisi lain, amoeba tersebar dimana-mana dan amoeba dapat bertahan lama di lantai atau dimanapun karena punya kemampuan membentuk cyst (kantongan) jika lingkungan tidak menguntungkan amoeba. So amoeba dapat tetap hidup dan akan memecah diri serta berkembang biak ketika berada di media yang menguntungkan si amoeba, misalnya di usus (saat tertelan secara gak sengaja). Inilah mengapa anak kadang 3 bulan bisa terinfeksi ulang walaupun kita udah menjaga kebersuihan.

    Ketika diobati, sebagian amoeba juga membentuk cyst (kantong tempat amoeba menyembunyikan dirinya). Karena itulah pengobatan amoeba (dengan obat anti amoeba, misalnya metronidazole) dianjurkan hingga 7-10 hari walaupun udah gak berak disertai darah supaya benar-benar tuntas. Jika misalnya 5 hari udah “sembuh” (berak disertai darah berhenti) trus obat anti amoeba dihentikan, maka suatu saat amoeba membelah diri dan berkembang biak jika kondisi tubuh anak menurun.

    Saran saya, jika mengalami desentri amoeba, pengobatan menggunakan anti amoeba hendaknya sampai 7-10 hari walau nampak sembuh.
    Untuk pemeriksaan desentri amoeba gak perlu USG, kita udah bisa mengetahui dari tanda klinis dan pemeriksaan fisik oleh dokter.
    Trims

    @ helena:
    (1) Pada infeksi akut (jangka pendek), adenoid dapat mengecil dengan pengobatan di atas.
    (2) Benar, minuman dingin bisa memicu pembesaran adenoid. Adapun lamanya menghindari minuman dingin bergantung pada hasil pemeriksaan dokter THT. Jika beliau mengajurkan seperti itu, sebaiknya diikuti hingga 3 bulan sesuai saran dokter.
    (3) Jika segera diobati, adenoid dapat diatasi. Namun jika tidak, infeksi pada adenoid dapat menyebar ke organ di sekitarnya. tapi gak mungkin gak diobati kan ? :)

    Terimakasih

  171. 171 rey Oktober 5, 2008 pukul 8:25 pm

    Hallo dok..maaf gangu..

    Gini dok aku 20 th cowok, aku pernah ngelakuin ml samapacrku..nah masalahnya sekrang di penisku netes kyk cairan gt warnanya agak kuning tapi g berbau..apa ini juga kencing nanah dok cz kl dipake kencing tuch panas gt rasanya…trs kl emg ini kencing nanah aku harus berobat kemana? trs kira2 aq harus sedia berapa duti ney dok…mahal g ney..aku takut mahal ney dokmakasih dech sebelumnya

  172. 172 cakmoki Oktober 6, 2008 pukul 2:22 pm

    @ rey:
    Halo :)
    iya, kemungkinan kencing nanah. Silahkan berobat ke dokter umum terdekat. Kalo tinggal di kota, sediakan uang sekitar 100-200 ribu rupiah, soalnya harga obat di apotik biasanya melambung.
    Moga segera sembuh…trims

  173. 173 John Saidiman Kristanto Oktober 7, 2008 pukul 12:49 am

    CAK DULMOKI, HUEIBAT BLOG-EEE. SALUT MESTINYA BANGSAKU IKI YA PUNYA DOKTER SEPERTI SAMPEYAN. MAJU TERUS BUNG !!! AKU NGIKUTI TERUS….. SEKALI AJA AKU GAK TAHAN, PENGEN NYELETUK, HEHEHEHEHEHEHEHEHEHEHE…

  174. 174 cakmoki Oktober 7, 2008 pukul 1:18 am

    @ John Saidiman Kristanto:
    Hmmm, kalo ngelihat alamat IP sepertinya Samarinda nih … hahaha.

  175. 175 sri ayuni Oktober 8, 2008 pukul 2:14 pm

    Halo cak moki….
    Wah saya seneeeeeeng banget baca blog ini…jika anda dokter di daerah saya saya pasti berlangganan dengan anda :) habis penjelasan anda enak di cerna, logik, dan obyektif .

    Ok saya langsung aja ya.
    Saya punya anak 2 tahun 9 hari
    Sakit pilek 9 hari (biasanya dia pilek hanya 3 hr dan langsung sembuh, munkin karena diajak mudik jd kondisi tubuhnya ngedrop)
    Batuk di hari yg ke 9 dan agak hangat (sumeng) dan matanya sayu
    Masih aktif bermain.
    BAB lancar setiap hari, tekstur tinja bagus. Tidak mencret dank eras.

    Hari ke 10 saya bawa ke dokter , takutnya batuk menjadi makin parah.
    Kemudian dokter menyarankan tes widal.
    Hasil tes widal :
    Paratifus CO 1/60
    Paratifus H…1/80
    LED 48
    Leukosit 11400
    Yang lainnya normal alias negative
    Warna lidah kata dokter sariawan (tp menurut sya sih normal ya)
    Makan agak susah tapi jika di paksa mau makan
    Tidak muntah dan normal

    Menurut dokter tsb anak saya positif tifus dan musti di rawat inap 2 hari.
    Saya tidak yakin dengan diagnosa dokter tersebut dan menolak sarannya. Solusinya saya hanya akan mengikuti 3 saran dokter yaitu bedrest, minum obat teratur, dan diet makanan (alias makanan lunak).
    Dokter meresepkan obat batuk, sariawan, vitamin, penurun panas, dan obat paratifus yg harus dihabiskan…sayang saya lupa nama obatnya. Yang jelas kata dokter pahit dan warnanya pink muda.

    Yang menjadi pertanyaan saya.
    1. Saya ingin tes TUBEX, namun kata cak moki harus tunggu demam 5-6 hari …btw apakah sumeng termasuk sumeng?.
    2. Apakah obat paratifus harus dihabiskan?
    3. Obat sariawannya juga apakah musti diabiskan?
    4. Anakku sangat aktif…jika banyak gerak biasanya sumeng…tapi kalau malam tidur nyenyak tidak sumeng.

    Demikian, dan mohon saran dan solusinya
    Thanks berat ya

  176. 176 cakmoki Oktober 8, 2008 pukul 9:37 pm

    @ sri ayuni:
    Halo … wah, lengkap deh…bagus nih :)
    Resume: *halah*
    Anak, umur 2 tahun 9 hari, berat badan gak dicantumkan, padahal ini yang paling penting untuk menentukan dosis obat. *maaf*

    Keluhan utamanya: sumeng (sumer, hangat, panas tapi gak tinggi, meriang atau apalah namanya), batuk dan pilek.

    Lab: gak ada yang spesifik dan tidak mengarah pada penyakit tertentu.
    Menurut saya (sepintas via media ini): infeksi saluran pernafasan (dengan segala variannya, bergantung pemeriksaan fisik).
    Kalo typhus or paratyphus sih enggaklah, soalnya gak memenuhi syarat dan rukun-nya …hehehe.
    Saya sependapat, gak usah opname… Opname or rawat inap hanya dilakukan jika kondisi tubuh lemah, gak mau makan or minum, or perlu perawatan khusus.

    1. Kalo curiga typhus, ditandai dengan demam, kondisi tubuh menurun, dll… test Tubex paling cepat dilakukan pada hari ke-5-6.
    2. Obatnya habiskan aja. (mungkin isinya: chloramphenicol or tiamphenicol)
    3. Obat apa ya?
    4. Kalo suhu tubuhnya di bawah 37 derajat celcius berarti masih normal.

    Tentang makanan, biasa aja, gak perlu lunak, ntar malah lemes.
    Thanks

  177. 177 BUNDA AZBIBWA Oktober 9, 2008 pukul 12:20 pm

    Cak Dokter, sebelumnya met lebaran yaaa…. Maaf lahir batin..

    Anakku umur 2 tahun diajak mudik sama eyangnya, di sana malah sakit, pipisnya keruh ‘n keluar tetes darah, diperiksakan langsung tes urine hasilnya air kencingnya mengandung bakteri dan kata dokter ada infeksi di saluran kencingnya. Dikasih obat MICROMOKSAZOLE
    dari kimia farma. Sekarang ini sih pipisnya lancar cuma pas terakhir anaknya bilang sakit. Kondisi badan juga gak ada perubahan, gak panas, anaknya tetep aktif.
    Yang ingin sanya tanyakan :
    1. Apa penyebab infeksi saluran kencing apakah karena sering pake pampers (selama mudik pake pampers terus, kalo di rumah sih pake pampers tapi pas tidur aja)? Berbahaya gak ya cak dokter?
    2. Obatnya harus habis gak? Kalo misal sudah habis dan gak merasakan sakit pas pipis, perlu gak ke dokter atau tes urine lagi?

  178. 178 cakmoki Oktober 10, 2008 pukul 12:52 am

    @ BUNDA AZBIBWA:
    Makasih… Met Lebaran, maaf lahir batin juga :)

    1. iya, bisa jadi karena lembab selama mudik trus timbul infeksi. Hal ini kerap terjadi pada anak-anak. Gak bahaya koq :)

    2. Obat Cotrimoxazole harus habis walaupun udah sembuh sebelum obat habis, dan gak perlu test urine lagi.

    Thanks

  179. 179 sri ayuni Oktober 10, 2008 pukul 10:30 am

    Thanks berat ya cak moki.

    best regards :)

  180. 180 sri ayuni Oktober 10, 2008 pukul 10:36 am

    Thanks berat ya cak moki. Saking penasarannya saya cari second opinion dan dokter yg kedua sealiran dengan cak moki bahwa anak saya mengalami infeksi di saluran pernafasan.
    Oya berat anak saya 11,5 kg…agak turun sejak pilek :(
    Alhamdulilah, saat ini kondisi anak sy sudah mulai membaik, tidak sumeng lagi dan sudah mulai aktif bermain.
    Wah saya seneng banget punya temen diskusi ttg kesehatan anak kayak cak moki.
    Thanks beraaaaaaaaaat sekali lagi lo.

    best regards :)

  181. 181 adhit Oktober 10, 2008 pukul 12:10 pm

    Pak Dokter,

    Met Lebaran ya,

    Saya tertarik nimbrung nih. Saya ada masalah dengan kesehatan anak saya. Dia batuk-batuk sejak beberapa bulan lalu. Sudah konsultasi dengan dokter, dironsen, dan dinyatakan dia kena flex. Dan ini sudah bulan ke 6 pengobatan flex dia, tetapi batuknya masih ada, masih ngikil. Kira-kira kenapa ya Dok ? Apakah salah diagnosa ?

    Mohon masukannya, terima kasih

  182. 182 Susy Oktober 10, 2008 pukul 12:36 pm

    siang dok….(waktu indonesia barat)
    boleh tanya lg y…. anak sy perempuan usia 10thn kelas 5SD dgn bobot 52kg & tinggi +/- 125cm (pendek y dok???, soalny papa nya jg memang kurang tinggi..)
    1. kbtln tinggi bdn sy 165cm, smntr papany mgkn tdk sampai 160cm, krn anak sy gemuk sy jd khawatir dia tdk bisa tinggi, sempat sy les kan berenang, kbtln memang anaknya suka jg tp belakangan ini vakum krn sy pikir lbh konsen untuk pendidikan nya yg sbntr lg naek kelas 6SD. apa iya mnrt dokter anak sy tergolong yg kurang tinggi? apa ada vitamin yg bisa menyuport dlm hal ini? (pasti gak ada y….)
    2. sy biasa konsul mslh kesehatan anak sy dgn spesialis anak di RS Tebet, krn tdk trlalu jauh dr rmh. so dktr tsb sdh menghandle anak sy sejak usia 1.5 thn, tp gak pernah sdktpun menganjurkan diet pada anak sy. apa perlu mnrt dktr diet tsb sy berikan pd anak sy? kbtln anak sy ckp aktif, dgn 6 hari wkt sekolahnya yg 4 hari ny dia start dr pagi hingga sore (sklh + les). nafas pun jarang sekali sy liat dia sampai ngos2 an jika hbs melakukan aktivitas yg berat spt lari dll.
    3. sejak 3 thn blkngan ini anak sy suka mengalami keputihan dok.. memang tdk continous, dan biasany terjadi hny dlm 2 hr stlh itu brhnti. menurutnya tidak gatal & warna yg melekat pada celana warna nya putih. hal ini pernah sy sampaikan pada dokter dsini tp jawabnya gak pa pa, hal ini trjadi krn kegemukan. apa iya dok???? spesialnya keputihan ini hanya terjadi pada anak sy jika dia hbs lari2an, mohon penjelasan ttg hal ini dok, apa yg sebaiknya sy lakukan?
    makasih sblmnya….

  183. 183 cakmoki Oktober 11, 2008 pukul 12:25 am

    @ sri ayuni:
    sama-sama…maksih juga share-nya
    Alhamdulillah, saya ikut senang mendengar bahwa si kecil udah baikan dan aktif lagi
    Moga sehat selalu :)

    @ adhit:
    Met Lebaran juga … :)

    Saya tidak berani mengatakan salah diagnosa. Ntar kalo kontrol paling hasil rontgen menunjukkan belum ada perbaikan, trus dikasih obat 6 bulan lagi, begitu seterusnya sampai 2 tahun…tetep batuk…hehehe.

    Maaf, tanpa mengurangi rasa hormat kepada dokter yang mendiagnosa TB Paru (flek), menurut saya batuk ngiklik pada anak pada umumnya karena asma, bronchitis or batuk alergi yang seringkali berlangsung beberapa minggu hingga bulan.
    Untuk lebih jelasnya silahkan baca artikel tentang flek di sini
    Selanjutnya, keputusan berada pada orang tua, apakah mau meneruskan pengobatan flek ataukah mencari second opinion ke dokter lain.

    Thanks

  184. 184 cakmoki Oktober 11, 2008 pukul 12:39 am

    @ Susy:
    Malem (waktu indonesia bagian tengah) :P

    1. Enggaklah… kan masih dalam masa pertumbuhan. Untuk vitamin, udah terjawab sendiri … hehehe.

    2. Saya sependapat dengan DSA langganan yg gak nyinggung masalah diet. Ntar ada masanya anak ngerti sendiri. Biasanya setelah masuk sltp akan ngeliat temen-2 nya trus mbandingkan dengan dirinya sendiri. Yang penting anak aktif dan gak ada keluhan.

    3. Keputihan ada 2, yakni: (1) non patologis (bukan karena penyakit) ditandai dengan keputihan jernih, tidak gatal, tidak berbau. (2) patologis (karena penyakit), ditandai dengan gatal, keruh, berbau dan berlangsung lama jika tidak diobati.
    Keputihan non patologis dapat terjadi jika: kelelahan fisik ataupun psikis, celana dalam yg ketat, dll… kalo kegemukan sih rasanya gak termasuk karena dapat terjadi juga pada anak yang kurus, kecuali hubungan gak langsung karena pada anak gemuk relatif lebih mudah lembab.
    Berarti gak papa :) … menurut saya gak usah diobati.

    Thanks

  185. 185 Susy Oktober 11, 2008 pukul 11:57 am

    Oh gitu ya dok… makasih ya… jadi lega sekarang, brarti gak perlu konsul lbh lanjut untuk mengatasi keputihan nya yg datang hanya kadang2 saja. btw anak sy itu baru berhenti ngompol 1 thn yg lalu tuh dok, apa artinya memang ada kelainan y?? sempet tny dgn dokter anak yg bkn langganan nya krn waktu itu beliau sedang pergi umroh jadi sy konsul ke dokter lain, tp dokter tsb malahan mengkonsul anak sy untuk ke dokter kelamin, lha kontan sy bengong tp untungnya tdk sy ikutin saran nya… salah ya??? kdg2 klo aktivitas terlalu berlebih anak sy msh ngompol jg dok, memang sangat jarang sekali… pdhl sejak umur 1 thn sy sdh membiasakan dia untuk bangun di mlm hari, pipis walaupun bkn di toilet(krn kasian hrs jln dulu keluar kamar jadi sy pakai pispot anak2), hal tsb berlangsung sampai dia mau msk TK A lalu di lanjut sy bangunkan tp sdh langsung ke toilet cm kok ya sampai usia dia 8thn msh saja sy harus terus membangunkan, klo tdk sy bangunkan pagi hari mesti kasurnya banjir… bgitu cerita dgn teman malahan lbh parah, anak perempuan ny sampai lulus SD blm brenti ngompol… apa penyebabnya ya dok????

  186. 186 cakmoki Oktober 12, 2008 pukul 2:17 pm

    @ Susy:
    Tentang ngompol, udah bener…yakni membiasakan pipis sebelum tidur. Meski begitu masih bisa ngompol kalo aktifitas berlebihan pada siang harinya. Ini wajar karena malamnya tidur nyenyak sedang di lain pihak ekskresi (pengeluaran) cairan lebih dominan lewat urine pada malam hari, sehingga ketika kandung kemih penuh maka tanpa sadar ngompol. Gak papa, … kadang masih bisa berlangsung hingga SMU bahkan mahasiswa… emang ibunya gak pernah ngompol? *becanda* :lol:

    Gak usah ke dokter kelamin, kecuali mau sedekah kepada dokter …hahaha…. Trims

  187. 187 Susy Oktober 12, 2008 pukul 3:49 pm

    Oalah cak… msh byk janda2 miskin & anak terlantar yg msh layak disedekahi dibanding dokter kelamin. hihihi… makacih y..

  188. 188 cakmoki Oktober 12, 2008 pukul 6:17 pm

    @ Susy:
    Hahahaha… setuju :D

  189. 189 sri ayuni Oktober 15, 2008 pukul 10:22 am

    halo lagi cak moki.
    jangan bosen2 ya ama pertanyaan sy.
    mengenai antibiotik nih…
    Setelah browsing sy mdpt info jk antibiotik itu fungsinya tdk menyembuhkan namun utk meningkatkan daya tahan tubuh di saat tubuh lg nge-drop agar tidak ditumpangi bakteri yg lain. Namun kebanyakan pendapat umum (beberapa dokter yg saya tanyakan) bhw antibiotik itu utk menyembuhkan ?….jadi mana yg bener nih.
    Yg mjd pertanyaan :
    1. Setahu sy antibiotik itu akan diberikan jika penyakit tsb disebabkan oleh baketri bukan virus. Nah kenapa saat anak saya alergi (bentuk alerginya flu di pagi hari) diberi antibiotik padahal alergi kan bukan disebabkan oleh baketri namun karena terpapar alergen ?
    2. Penggunaan antibiotik yg bijak sebaiknya seperti apa cak moki. Pernah anak saya batuk dan flu selama 2 hari …doketrnya lngsung meresepkan antibiotik…sbg ibu sy kawatir aja jika anak saya terlalu sering mengkonsumsi antibiotik. Jd seringkali jk diresepkan antibiotik sy tidak tebus…lebih baik saya minumin madu dan jahe aja :)
    3. Apakah terapi inhalasi terus menerus buat anak ada efek negatifnya ?

    Tq & best regadrs
    yuni

  190. 190 cakmoki Oktober 15, 2008 pukul 3:52 pm

    @ sri ayuni:
    halo lagi juga :)

    Maaf, antibiotika bukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh di saat ngedrop, tapi yang benar adalah untuk memberantas bakteri or kuman dengan cara: (a) menghambat pertumbuhan kuman dan (b) membasmi kuman.

    1. Jika kita berbaik sangka, mungkin saat pemeriksaan flu dokter tersebut mendapati adanya infeksi sekunder sehingga beliau memberikan antibiotika.

    2. Hahaha … pasien ato keluarganya berhak untuk tidak nebus antibiotika kalo emang meragukan tepat tidaknya dokter meresepkan antibiotika….selebihnya sy gak bisa komen :D

    3. Kalo yang dimaksud terus menerus adalah tiap hari dan dalam jangka waktu lama, emang ada efek samping, diantaranya: kemungkinan respon terhadap obat menurun ato dengan kata lain diperlukan tambahan dosis inhalasi di masa mendatang dan kemungkinan penurunan indra penciuman, dll. Adapun efek samping lain bergantung pada kandungan obat.
    Karena itu sebaiknya pemakaian inhalasi hanya saat diperlukan aja.

    Thanks :)

  191. 191 Kesehatan Anak Oktober 16, 2008 pukul 1:05 am

    Blognya menarik, banyak ilmu yang bisa di ambil, mudah-mudahan dengan adanya blog ini bisa menjadi solusi bagi kita semua..Amiin

    Salam kenal
    Tatsuo

  192. 192 cakmoki Oktober 16, 2008 pukul 3:02 am

    @ Tatsuo:
    Salam kenal… :)
    makasih kunjungan dan supportnya. Amin.

  193. 193 ibueakhdaan Oktober 16, 2008 pukul 2:10 pm

    Assalamu’alaikum Wr Wb

    Alhamdulillah, akhirnya dapet juga blog dokter yang ngayomi, sabar, ramah dan tidak sombong..hehehe..Langsung aja ya, cak..
    Anak saya, Laki-laki, Umur mo 15 bulan (bsk tgl 17Okt ini), Berat Badan cuma 8,5 kg (dah satu bulan yang lalu nimbangnya). Kata dokter, anak saya tergolong berat badan rendah. Dokter tsb bertanya, apakah sering sakit, pilek, batuk, demam, etc?Makannya susah apa tidak?Banyak gerak apa tidak?Dan saya pun menjelaskan bahwa anak saya memang sangat banyak gerak. Makannya juga banyak. Dan Alhamdulillah dari bayi hingga umur sekarang jarang sekali sakit.Cuma September kemaren sempet diare karena saya ganti susu formulanya dia..Sempet merasa bersalah karena terbujuk SPG Susu (Lain kali ga mu lagi) Waktia Diare,dia ga mau makan dan minum susu formulanya.Dia maunya Cuma minum ASI dan Air putih Saja. Alahmdulillah dokter bilang, dehidrasinya ga cukup parah masih bisa ngejar ngasih cairan di rumah jadi ga perlu rawat inap. Dan Alhamdulillah sekarang sudah sembuh dan beraktifitas seperti biasanya.
    Lebaran kemaren, sempet Batuk dan pilek. Saya kasih obat dokter (maaf, nama obatnya saya lupa)…pileknya sembuh..tapi batuknya kok masih ada sampe sekarang. Jadi batuk anak saya sudah kurang lebih 3-4 minggu. Batuknya sih tidak sering. Pada saat2 tertentu saja. Dan beberapa hari terkahir ini, batuknya Cuma malam hari saja. Kalo pagi, siang dan sore batuk juga Cuma sekali dua kali Cuma kalo malem bisa ampe ngikil.Kayak batuk yang banyak dahaknya. Kadang setelah minum ASI, dia sempet gumoh, beserta lender (mungkin itu dahaknya). Pernah juga, saya menemukan lendir dari gumoh tersebut berwarna hijau muda seperti (maaf, ingus yang kental) .Sempet saya berhenti memeberikan obat sirup batuk itu dan saya ganti dengan jeruk nipis plus madu. Batuk lumayan sedikit berkurang. Tapi tetep aja kalo malem, amsih ngikil batuknya..kadang sampe ga tega ngeliatnya..Pernah ke dokter, untuk menanyakan apakah anak saya flek atau tidak. Akan tetapi dokter tsb bilang, anak ibu tidak flek..karena adan ibu sangat aktif dan tidak ada tanda2 flek juga. Anak ibu hanya radang tenggorokan saja. Akan tetapi setiap ke dokter itu apsti diaksih antibiotic 1 botol besar dan harus habis. Dan obat batuknya juga kurang manjur.
    Pertanyaan saya :
    1 Apakah pemberian jeruk nipis+madu atau kencur yang diparut dan diperas+madu akan menimbulkan efek samping jika diberikan terus menerus selama batuk ada?
    2. APakah berat badan kurang itu bisa dipengaruhi oleh gen? Karena waktu suami saya kecil dulu dan ponakan saya dari pihak suami yang seusia anak saya berat badannya rata2 rendah. Justru lebih rendah dari berat badan anak saya. Akan tetapi suami saya sekarang gemuk, dan gemuknya itu dimulai ketika sudah sunat waktu kecilnya (SMP).
    3. Dari beberapa artikel dan jawaban yang sa a baca dari cakmoki ttg flek paru, saya jadi ragu untuk melakukan tes lab dan rontgen.Karena kan flek paru tidak bisa dilihat dari hasil tes tsb.
    4. Bagaimana ya cak cara menambah berat badan anak saya?Walaupun saya tau, sehat itu tidak harus gemuk.tapi kadang saya sedih dan kasihan liat anak saya kok kurus banget ya….

    Mohon jawaban dan sarannya ya, cak…Makasih sebelumnya

    Wassalam Wr.Wb

  194. 194 cakmoki Oktober 16, 2008 pukul 11:46 pm

    @ ibueakhdaan:
    Wa’alaikum salam, Wr, Wb,
    wah, pujiannya bikin kepala saya mekar lho … hehehe
    Makasih uraiannya yang sangat lengkap :)
    Kita langsung bahas secara ringkas ya …

    1. Gak papa pake jeruk nipis+madu dalam jangka lama, gak ada efek sampingnya karena bahan tersebut tidak mengandung zat yang berbahaya. Mohon maaf sy tidak tahu persis tentang khasiatnya terhadap batuk, mungkin bersifat mengencerkan dahak ato dalam bahasa medis bersifat ekspektoran (mungkin lho).

    2. iya bener, selain dipengaruhi oleh konsumsi makanan, aktifitas, berat badan disebutkan juga dipengaruhi faktor herediter (genetik)

    3. Sy sependapat dengan dokter yang udah meriksa dan menyatakan bukan flek. Di daerah kami juga lagi musim batuk berminggu-minggu sampai ngiklik hingga muntah campur dahak. Yang dewasa malah sampai terkencing-kencing *maaf* :)
    Menilik bahwa batuknya terutama malam hari, mungkin batuk alergi yg dipicu oleh hawa dingin dimana pada malam hari suhu relatif lebih dingin dan mencapai puncaknya pada jam 2 dinihari. Selain itu, saat tidur (posisi berbaring, horizontal) dahak relatif mudah terkumpul yang memicu terjadinya batuk sebagai reflek saluran pernafasan (bronkus) untuk mengeluarkan dahak.

    4. Menurut saya, berat badan segitu gak kurus-kurus amat, sedang aja koq. Ntar ada saatnya berat badan anak meningkat seiring tumbuh kembang dan usia. Benar bahwa sehat gak harus gemuk, dan gak ada cara khusus menaikkan berat badan, yang penting adalah aktifitasnya. Makanya kalo Lomba Balita, yang menang bukan yang gemuk, tapi yang aktif, kreatif dan komunikatif.
    Sy bisa memaklumi kegundahan para ibu yg anaknya gak gemuk, biasalah … mungkin merasa gak nyaman saat pul-kumpul sesama ibu lain, seolah gak kopen … hehehe, jadi lebih kepada faktor “gak nyaman” ibunya, padahal anaknya enjoy-enjoy aja.

    Makasih.
    Wass

  195. 195 ibueakhdaan Oktober 17, 2008 pukul 2:26 pm

    Makasih banget Cak…Jawabannya sangat memuaskan..hehehe
    Nanya lagi boleh ya, cak? Saya dapat info dari temen, kalo anak kita tidur pake kipas angin (tidak dihadapkan langsung), tidur pake kasur di lantai itu bisa menyebabkan flek ya? Apakah benar itu, Cak?
    Karena kebetulan, anak saya kalo siang kadang memang tidur di kasur tapi bawahnya pake karpet gitu..trus kalo malem tidurnya pake kipas angin (tidak dihadapkan langsung ke arah anak saya).
    Yach maklumlah, cak…Semarang gitu loh…Panasnya minta ampyunn…
    Trus kalo misal anak tidur pake AC akn berpengaruh terhadap kesehatannya ga ya, Cak?Rencana pengen beli AC, tapi nunggu pindahan rumah dulu aja..sekarang kan masih kontraktor..(ngontrak,red) hehehe

    Maturnuwun..

  196. 196 cakmoki Oktober 17, 2008 pukul 4:18 pm

    @ ibueakhdaan:
    Enggak, flek (TBC Paru) hanya disebabkan oleh penularan kuman (bakteri) Mycobacterium tuberculosa.
    Gak papa koq tidur dengan cara itu, ntar kalo gak dikasih kipas angin malah gelisah dan gak bisa tidur, anak jadi kesiksa :D
    Met beli AC … :) …. isis, sejuk, kelonan tambah nikmat *maaf, becanda* (maksudnya kelon sama anak mertua, koq*, so, untuk anak gak papa, tambah nyenyak deh tidutnya…hehehe

    Maturnuwun

  197. 197 Greeny Oktober 21, 2008 pukul 10:41 pm

    Met malem cak dokter….(waktu Jakarta)
    Cak, mampir lg dsini boleh y… kbtln ada yg mau di tanya neh….
    Boleh minta tolong dijelaskan y cak, beda antara radang tenggorok dgn amandel. Apakah rasa sakit yg dirasakan pada tenggorokan yg sdg radang dgn amandel yg sdg bengkak itu berbeda, dmanany? hehehe… Trus seberapa penting peran amandel dlm tubuh kita? Dan dlm kondisi yg bagaimanakah amandel tsb terpaksa harus dioperasi?
    Ditunggu penjelasan ny y cak dokter, makasih……….

  198. 198 erna-zakir Oktober 22, 2008 pukul 10:06 am

    makasih cak atas jawabannya…
    oiya gini mo nanya lagi, anak kedua saya lukman umurnya 16 bln beratnya 10kg hehehe kurus ya..di lidahnya ada pulau-pulau putih (belang-belang) dan itu sudah terjadi sejak usianya 6 bulan. Dulu waktu pertama kena ya badannya demam tinggi, lama kelamaan jadi terbiasa sampe sekarang. Cuma mamanya yang kuatir, dulu kami obati dengan nistatin sesuai anjran dokter tapi ga terlalu berpengaruh banyak. Paling nistatinnya habis bulan depannya ya kena lagi,mungkin karena keseringan jadi sekarang gak sampe demam2 lagi.Hanya lidahnya yang belang-belang, tapi makannya lumayan saja trus suka makan cemilan kue2 gimana ya ngobatinnya biar sembuh. Pernah ditanyain ke DSA tapi katanya ya kasi nistatin saja…saya jadi putus asa…makasih sebelumnya.

  199. 199 cakmoki Oktober 22, 2008 pukul 11:43 pm

    @ Greeny:
    Met malem, mbak …
    Radang tenggorokan adalah infeksi ato peradangan di tenggorokan yg ditandai dengan nyeri di tenggorokan or sakit saat nelan, trus saat diperiksa oleh dokter, nampak tanda-2 peradangan.
    Amandel, maksudnya infeksi pada tonsil (amandel), dinamakan tonsilitis, tandanya sama dengan radang tenggorokan, tapi saat diperiksa, nampak pembesaran tonsil dan merah.
    Jadi bedanya saat diliat or diperiksa. Obatnya mah, sama aja :)

    Amandel (tonsil) adalah salah satu kelenjar di samping kanan dan kiri tenggorokan yg berfungsi sebagi pertahanan dengan memproduksi sel darah putih (leukosit) jika ada infeksi si sekitar situ.

    Amandel (tonsil) perlu operasi jika besar banget sampe hampir nempel ketika gak dalam keadaan infeksi. Tapi kalo ga mau operasi, ya gak usah dipaksa …hehehe

    Trims

    @ erna-zakir:
    Lidah belang-belang kadang dialami oleh anak sehat. Gak papa.
    Itu karena epithel (sel permukaan lidah) yg tingginya ga sama, makanya nampak seperti pulau-pulau. Seperti lapangan bola yg rumputnya ga rata itu lho … kan nampak seperti pulau juga :)

    Kalo ga ada keluhan, ga usah diobati. Beda jika pulau-pulau tersebut disebabkan infeksi jamur, yg ditandai dengan nyeri saat minum, demam dan tonjolan kemerahan di sekitar “pulau-pulau” lidah, maka perlu obat oles anti jamur, misalnya nistatin.
    Makasih.

  200. 200 dwie Oktober 23, 2008 pukul 3:01 pm

    dokter yang baik…
    anak saya usia 7 bulan BB 7,5kg, BB lahir 2,8 kg.apakah pertumbuhannya normal?sampai skrg blm tumbuh gigi, gimana ya dok?makannya jg susah,bisa minta saran jadwal makan yang pas?sampai saat ini msh ASI, krn dia ga doyan sufor sll muntah,ada pengaruhnya ga dgn lambatnya tumbuh gigi?
    tks dok…

  201. 201 cakmoki Oktober 24, 2008 pukul 3:30 pm

    @ dwie:
    Ditinjau dari perbandingan umur dan berat badan, pada umur 7 bulan adalah 8 kg (persentase 100%) sedangkan persentase 90% berat badannya 7,1 kg, artinya berat badan segitu lebih dari 90% dari nilai ideal, so gak papa.
    Mengenai pertumbuhan gigi emang gak sama setiap anak, ada yang lebih awal tumbuh, ada pula yang lambat.
    Adapun makanan tambahan pada anak umur 7 bulan sudah waktunya dimulai bubur saring, trus selanjutnya nasi tim, dst… tapi gak bisa dipaksakan. Kalo saat ini hanya mau ASI gak papa, ntar dilatih makan makaman tambahan pelan-pelan (menyuapi sambil nyanyi, hehehe).
    Menurut saya sih gak ada pengaruhnya dengan pertumbuhan gigi.
    Trims

  202. 202 ibueakhdaan Oktober 24, 2008 pukul 4:36 pm

    Assalamualaikum, Cak Moki…

    Begini, Cak..saya membaca tanggapan Cak Moki untuk pertanyaan Mbok’e Ndara pada tanggal 4 Juli 2008 ttg penyempitan ujung kulup. Case tersebut hampir mirip dengan anak teman saya. Dan saya pun sudah menginformasikan tanggapan cak Moki tersebut kepada temen saya yang masih kebingungan akan hal tersebut. Kata dokter anaknya temen saya itu, juga memerintahkan untuk disunat. Akan tetapi teman saya belum tega dan merasa kasihan karena anaknya yang masih berusia hampir 4 bulan.
    Yang menjadi pertanyaan teman saya adalah :
    Cara melebarkan kulup dengan tang mini itu dapat dilakukan dimana?Apakah di setiap dokter anak ada atau dapat dilakukan sendiri?Kalo dilakukan sendiri, apakah alat tersebut dijual bebas dipasaran?

    Mohon tanggapannya ya , cak..Karena teman saya tidak bisa mengakses internet untuk saat ini, Jadi saya bisa menjembataninya untuk menanyakan langsung kepada pakarnya..hehehe…

    Wassalam.

  203. 203 cakmoki Oktober 25, 2008 pukul 6:15 am

    @ ibueakhdaan:
    Wa’alaikum salam,
    Melebarkan (dilatasi) kulup dapat dilakukan oleh semua dokter umum di manapun berada *hehehe, seperti siaran radio saja*.
    Seyogyanya tidak melakukannya sendiri (walaupun mudah dan alatnya murah) mengingat ukuran ujung tang disesuaikan dengan penyempitan kulup dan dilakukan secara bertahap mulai dengan tang berujung ramping hingga lebar, sesuai prosedur yang udah baku.
    Wah, saya bukan pakar kulup, tapi kalo kulupan doyan … hehehe …

    Wassalam

  204. 204 lilis Oktober 26, 2008 pukul 1:33 am

    assalamualaikum cak,
    anak saya sekarang 2 tahun lebih, sudah disunat waktu umur 4 bulan, waktu itu disunat karena mau aja disunat karena bapaknya orang mesir dimana orang disunat itu dari bayi, dulu kakaknya juga disunat umur 3minggu ga ada masalah, nah sekarang anak ini waktu disunat dokternya bilang untung dia cepat disunat karena ada perlekatan di kulupnya dan kebetulan anak saya itu gemuk banget, habis disunat 3 hari saya perhatikan lukanya tidak kering padahal ini pake teknik laser yg katanya tidak banyak darah,terus kelihatannya penisnya malah ketutup lagi, akhirnya saya bawa lagi kedokternya, dilaser lagi tapi ga dipotong cuma dibuka pake tang terus saya disuruh naikkan kulup yang nutupinnya setiap ngebersihin penisnya, sampe sekarang kalau penisnya tidak sedang tegang(kencing) penisnya ketutup, kata dokter ga apa-apa nanti sampe umur 5 tahun masih bisa tumbuh tapi saya kok masih khawatir ya gimana menurut cakmoki? terima kasih wassalam.

  205. 205 cakmoki Oktober 27, 2008 pukul 4:28 pm

    @ lilis:
    wa’alaikum salam, wr, wb,
    Untuk kondisi saat ini, dimana kulup nutup saat tidak “berdiri”, saya sependapat dengan dokter tersebut, yakni: cuma dibuka pake tang terus saya disuruh naikkan kulup yang nutupinnya setiap ngebersihin penisnya
    Hanya itu aja yang dapat dilakukan oleh orang tua kalo emang dokternya mengatakan ga papa.
    Kalo menurut saya pribadi sih, enakan pake cara lama, yakni dengan pemotongan dan jahit sehingga tumbuhnya bagus. Kalo pake laser, namanya aja laser, kedengeran canggih, padahal yang dipake adalah teknik potong dengan pembakaran. Dengan demikian diharapkan darah yg keluar minimal.
    Makasih… Wassalam.

  206. 206 susan Oktober 28, 2008 pukul 5:39 pm

    assalamu’alaikum….

    lama gak buka blog cak,jadwal lg padet2nya neh.
    mo tanya,dah 3 hr ini, anak sy(2th), badany agak semlenget2.
    aktifitas tetep,makan jg biasa…cm perutnya yg agak kembung tuh kayaknya
    sengaja gak sy kasih obt penurun panas (katanya sih,biar tubuh bs bekerja lbh efektif utk menyembuhkan diri)
    sementara, cm rutin sy balurin brambang+dipijetin, trus diminumin madu juga.
    feeling sy sih, kayaknya dia tuh mo flu…soalny suara dah mule serek2 githu
    apakah yg sy lakukan ini sdh benar,cak? apa sy hrs bw dia ke dokter?
    sebenrnya,smpe sebatas mana sich,anak hrs dibw ke dokter dan diksh obt2an..??
    soalnya, sy termasuk org yg agak2 krg sreg dgn penggunaan obt2an yg terlalu sering…
    thanks be4
    Wassalmu’alaikum

  207. 207 ADE Oktober 29, 2008 pukul 5:07 pm

    Ass. Wr.Wb

    Sore Cak, sy punya balita cewe usia 2 thn 4 bulan, bolehkah dia diberi madu (yg dijual di supermarket dalam kemasan botol bersegel ato dalam kemasan sachet merk madurasa) tiap hari 1 sendok teh? kalo boleh sbenarnya apa saja manfaat madu bagi balita? dan benarkah takaran yg saya tulis? kalo tidak boleh apa alasannya? mohon tanggapannya, trims..

  208. 208 cakmoki Oktober 29, 2008 pukul 10:36 pm

    @ susan:
    Wa’alaikum salam, wr, wb,
    iya, sementara ga dikasih obat gak papa…
    Kalo soal brambang saya gak tahu … :D
    Ntar kalo masih panas dan anak nampak gak nyaman, dapat digunakan obat penurun panas, misalnya Parasetamol (merk apapun) 10 mg/kg BB/dosis dan dapat diulang setiap 5-6 jam.
    Jika panas makin meningkat sebaiknya periksa ke dokter.
    Sebenernya obat tidak serem, asalkan tepat idikasi, tepat dosis, tepat lamanya pemberian, dan sesuai protokol pengobatan masing-masing penyakit.

    sebenrnya,smpe sebatas mana sich,anak hrs dibw ke dokter dan diksh obt2an..??

    Gak ada batasan baku soal itu, bergantung jenis penyakitnya.
    Contoh, jika anak panas gak turun-2 lebih 2 hari dan nampak gelisah, sebaiknya periksa ke dokter.

    Moga sehat selalu …Thanks.
    Wass :)

  209. 209 ADE Oktober 31, 2008 pukul 11:52 am

    pertanyaan saya koq gak dibales Cak..hik..hik..yg ini lho :Sore Cak, sy punya balita cewe usia 2 thn 4 bulan, bolehkah dia diberi madu (yg dijual di supermarket dalam kemasan botol bersegel ato dalam kemasan sachet merk madurasa) tiap hari 1 sendok teh? kalo boleh sbenarnya apa saja manfaat madu bagi balita? dan benarkah takaran yg saya tulis? kalo tidak boleh apa alasannya? mohon tanggapannya, trims..

  210. 210 cakmoki Oktober 31, 2008 pukul 3:31 pm

    @ ADE:
    Waduhhhh..Maap Bu…maap :) perasaan udah sy tulis jawabannya di text editor, kelupaan upload… hehehe.
    Boleh…minum madu gak papa.
    Kandungan Madu antara lain: karbohidrat, gula, lemak, protein, vitamin dan mineral. Mohon maaf, saya ga tahu persis khasiat spesifiknya. Menilik kandungannya, tentu bermanfaat seperti halnya dengan proses metabolisme masing-masing komponen dalam madu untuk tubuh.
    Trims :)

  211. 211 BUNDA AZBIBWA November 8, 2008 pukul 2:04 pm

    Cak, mo nanya beda kandungan paracetamol dan ibuprofen yang ada dalam obat turun panas. Kira-kira untuk balita lebih bagus yang mana ?
    Itu aja pertanyaannya, makasih banyak sebelumnya …

  212. 212 cakmoki November 8, 2008 pukul 4:47 pm

    @ BUNDA AZBIBWA:
    Paracetamol dan ibuprofen adalah nama generik yang merupakan kandungan obat penurun panas. Contoh, syrup A mengandung paracetamol 120 mg per 5 cc (sendok takar), syrup B mengandung ibuprofen 100 mg per 5 cc (sendok takar).
    Secara umum, yang bagus yang mengandung ibuprofen.
    Makasih.

  213. 213 vica November 8, 2008 pukul 11:17 pm

    Salam kenal cak!Saya mau tanya,anak saya usia 17 bln.Bulan lalu dia batuk,kata dokter alergi dan ada asma.Lalu diberi obat racikan dan sembuh.Trus skrg obat itu habis, dan dokternya lagi keluar kota.Akhirnya saya ke apotek,oleh apotekernya dikasih Transpulmin yg katanya bisa juga untuk alergi.Gimana itu cak?bener nggak?Makasih.

  214. 214 cakmoki November 9, 2008 pukul 9:49 pm

    @ vica:
    Salam kenal :)
    wahhh, maaf…jawabannya telat nih, soalnya diperlukan segera kayaknya…

    …oleh apotekernya dikasih Transpulmin yg katanya bisa juga untuk alergi.Gimana itu cak?bener nggak?

    Gak bener.
    Kalo batuk allergi ataupun asma, gak cukup dengan Transpulmin.
    Menurut saya, perlu tambahan:
    1) Bronkodilator (obat untuk melebarkan bronkus), misalnya: salbutamol syrup (proventol expectorant, salbron, lasal, teosal, dll) atau terbutalin sulfat syr (terasma, pulmobron, nairet, bricasma, dll) atau teofilin syr ( brondilex, bronsolvan, dll) dan sejenisnya.

    2) Steroid. Obat golongan ini diperlukan jika dengan expectoran (pencair dahak) dan bronkodilator kurang memberikan hasil yang memuaskan. Misalnya: deksametason, prednisaon, methylprednisolon, betmethason, dll.

    Ntar kalo misalnya berobat lagi, sebaiknya minta copy resep agar dapat dipergunakan lagi jika batuk alergi or asma berulang.

    Makasih :)

  215. 215 vica November 10, 2008 pukul 4:34 pm

    Matur nuwun ya cak..jangan pernah bosen ya cak kalo saya konsultasi terus he..he…semoga Allah yang membalas.

  216. 216 sari November 11, 2008 pukul 5:13 pm

    sore cakmoki,
    anak saya sebulan yg lalu pernah panas tinggi disertai batuk pilek, diagnosa dokter ISPA dan sembuh dihari ke-5. Pas hari senin (10/11/08) anak saya jatuh ngejeledak ke lantai dengan kepala bagian belakang terbentur lantai, abis itu malamnya anakku langsung panas tinggi 40 derajat tanpa batuk pilek,diare, atau muntah.Syukurnya anak saya tidak kejang, saya langsung kasih dia paracetamol tiap 4 jam sekali. sekarang agak turun panasnya mungkin sekitar 37 derajat tapi tetap masih rewel. Saya merasa sebagai ortu ga becus ngejaga anak, soalnya anak saya itu sering sekali jatuh dengan posisi seperti itu. Terus terang saya sangat khawatir takut terjadi apa2 dengan anak saya.
    Menurut dokter, apa akibatnya jika anak sering terjatuh seperti itu? Dok, anak saya hampir tiap 1 bulan sekali selalu ada saja sakitnya :’( Tapi untuk kasih perhatian penuh ke dia, saya belum bisa krn saya bekerja dan anak diasuh oleh pengasuh.
    Maaf ya dok, saya kok jadi curhat gini.
    Apa tindakan pertama yg harus saya lakukan jika anak saya terjatuh,terima kasih banyak dokter atas jawabannya.

  217. 217 sari November 11, 2008 pukul 5:15 pm

    Oh ya dok, saya lupa kasih tau kalau umur anak saya itu 1 tahun 4 bulan, terima kasih dok.

  218. 218 cakmoki November 11, 2008 pukul 6:53 pm

    @ vica:
    sama-sama, terimakasih juga share-nya ya :)

  219. 219 cakmoki November 12, 2008 pukul 1:46 am

    @ sari:
    Met malem,
    Tindakan ibu sudah benar, yakni dengan memberikan parasetamol sebagai tindakan pertama untuk menurunkan panas.
    Yang paling penting ketika anak jatuh dengan benturan kepala adalah mengamati ada tidaknya muntah dan kesadaran.
    Jika muntah atau nampak adanya gangguan kesadaran, sebaiknya segera ke dokter atau RS terdekat untuk antisipasi terhadap akibat benturan.

    Pada usia segitu dimana anak sedang belajar mengenal lingkungannya dan sedang seneng-senengnya jalan, biasanya anak mudah jatuh. Benturan kepala pada lantai yang dipijak anak pada umumnya tidak menimbulkan dampak. Namun, gak ada salahnya melindungi lantai dengan karpet lunak agar bisa mengurangi dampak yang tidak kita inginkan jika anak jatuh.

    Tindakan pertama jika anak jatuh (dengan benturan kepala), setidaknya: meriksa ada luka apa tidak, sadar apa enggak dll..dll.
    Jika sekiranya ada gangguan yang nampak mengkhawatirkan, sebaiknya periksa ke dokter atau klinik terdekat.

    Trims

  220. 220 mariana November 12, 2008 pukul 3:10 pm

    salam kenal dok…….saya selalu menyempatkan diri membuka website ini untuk mndapatkan pengetahuan mengenai berbagai masalah. hari ini saya ada pertanyaan mengenai anak saya. anak saya skrg umurnya 21 bulan.
    dok, saya mau tanya seputar pemakaian botol susu. apakah boleh dot maupun botol susu anak saya dipakai bersama-sama dengan keponakan saya. masalahnya, keponakan saya selalu meminjam botol susu anak saya. padahal sudah saya kasih 3 botol susu beserta dotnya. mengingat banyaknya virus dan bakteri, apakah aman botol susu dipakai bersama-sama. susu anak saya berbeda dengan keponakan saya. terimakasih ya dok atas waktunya….

  221. 221 md25 November 12, 2008 pukul 4:36 pm

    halo dokter saya punya masalah dengan anak saya, umurnya 4 th, perutnya sakit, badan panas tapi hanya pada bagian perut ke atas, setiap minum susu bilangnya pengen muntah, apa anak saya terindikasi dengan kena tipus??? saya belikan obat penurun panas tapi selang beberapa jam panas lagi, saya periksakan ke dokter katanya cuman masuk angin, dikasih obat antibiotik dan penurun panas tapi sama juga ntar panas lagi, tolong ya dok. demamnya udah 3 hari. oh… nama saya hery.

  222. 222 sari November 12, 2008 pukul 4:54 pm

    Terima kasih cak moki, jawaban cak dah bikin saya bisa tersenyum lagi setelah kemarin2 saya selalu merasa was2. semoga kebaikan cak dibalas oleh Allah.

  223. 223 cakmoki November 13, 2008 pukul 2:12 am

    @ mariana:
    Salam kenal, mbak :)
    Saya sependapat. Mengingat kita gak bisa menduga ada tidaknya paparan mikro-organisme melalui dot maka sebaiknya tidak memakai dot bersama untuk menghindari hal-hal yang gak kita inginkan.

    Makasih atas sharenya, moga mbak sekeluarga sehat selalu.

    @ md25:
    Dear Pak Heri,
    Kalo boleh tahu, berat badan anak berapa dan obat apa aja yg sudah diminumkan serta dosisnya.
    Bagaimana BAB nya, lancar ato tidak dan ada diare ato enggak? Trus disebelah mana sakit perut yang dikeluhkan anak?

    Kalo tipus hanya dapat diketahui setelah demam lebih seminggu dan pemeriksaan terkini (Tubex TF) hanya dapat dipercaya jika dilakukan paling cepat pada hari ke 6 demam. Pada prinsipnya, jika demam diobati trus sembuh sebelum seminggu, pasti bukan tipus.
    Saya tunggu informasinya ya…
    Ntar kita diskusikan lagi setelah bapak berkenan memberikan informasi tambahan.

    @ sari:
    sama-sama mbak, trims juga atas do’anya.

  224. 224 mariana November 13, 2008 pukul 2:17 pm

    dok, saya ada sedikit masalah lagi mengenai pencernaan anak saya. sejak umur 1 tahun, anak saya kesulitan BABnya. walaupun sudah saya beri air putih dan buah yang berserat (setiap hari selalu makan pepaya dan jus jeruk), tp sampai skrg msh sulit BABnya. jd, klo 2-3 hari belum BAB, saya beri dia laxoberon. setiap pagi saya jg sudah ajak main air dengan harapan perutnya mules biar bisa BAB setiap hari, tp anaknya tetep gak mau BAB. kira2 apa yg menyebabkan dia kesulitan BAB ya dok? oh ya, susunya jg sudah saya encerin. dia minum nutrilon HA dan pediasure karena makannya tidak banyak. pernah saya ganti susunya dengan susu sapi (nutrilon royal), tp BABnya makin keras…. anak saya skrg umurnya 21 bulan dok.
    sebelumnya terima kasih ya atas jawabannya yg kemarin…
    sukses buat bapak dokter moki..!!!

  225. 225 helena November 13, 2008 pukul 4:04 pm

    Halo Dokter…
    Usia anak sy sudah 5 thn 3 bln. Kok gigi susunya masih kuat semua. Pertanyaan saya, umur brp sih umumnya gigi susu itu copotnya?
    Sedangkan teman2nya sudah banyak yang sudah ompong, paling tidak 1 giginya… hehe…
    Kalo telat copot, apa ada pengaruhnya nanti dengan gigi permanennya?
    thx Dok… maaf, harusnya saya tanya ke Drg yah… hehehe

  226. 226 md25 November 13, 2008 pukul 4:06 pm

    thx ya pak dokter, berat bb anak saya 15 kg, BAB nya lancar, kalo dilihat dari kemasan obatnya ITRAMYCETINE SUSPENSI KLORAMFENIKOL 4X1 sendok teh, ITRAMOL PARACETAMOL 4xi sndok teh, cuman sehari kemaren tgl 12 BAB nya hanya air, tapi hari ini udah normal, perut yang bagian tengah yang sering dikeluhkan, kalo tidur posisinya pasti ga meu terlentang, miring sambil megangi perut nya terus, hasil lab dibawa sama dokternya, tapi bilangnya ga ada masalah, tapi kok masih megeluh sakit, tolong ya pak

  227. 227 hery November 13, 2008 pukul 4:16 pm

    thx ya pak dokter, berat bb anak saya 15 kg, BAB nya lancar, kalo dilihat dari kemasan obatnya ITRAMYCETINE SUSPENSI KLORAMFENIKOL 4X1 sendok teh, ITRAMOL PARACETAMOL 4xi sndok teh, cuman sehari kemaren tgl 12 BAB nya hanya air, tapi hari ini udah normal, perut yang bagian tengah yang sering dikeluhkan, kalo tidur posisinya pasti ga meu terlentang, miring sambil megangi perut nya terus, hasil lab dibawa sama dokternya, tapi bilangnya ga ada masalah, tapi kok masih megeluh sakit, tolong ya pak terima ksih infonya. hery

  228. 228 helena November 13, 2008 pukul 8:35 pm

    Dok, saya juga mau tanya 1 hal lagi :
    Baru sore tadi saya tau, kalo *maaf ya* di cln dlm anak saya (5th+), kok ada noda seperti keputihan ya… seperti bekas kena ingus gitu dok, tp sudah kering.
    MAAF banget ya Dok, kalo pertanyaan saya yang ini agak ga sopan.
    Habis saya bingung, perlu konsul ke Dr anak atau kemana ya untuk anak usia segitu, masa ke Dr kandungan?
    terima kasih sekali Dok…

  229. 229 cakmoki November 14, 2008 pukul 11:41 pm

    @ mariana:
    Mengingat bahwa kesulitan BAB udah berlangsung lama dan tidak ada keluhan lain, maka menurut saya hal tersebut terjadi karena reabsorbsi air yang berlebihan di usus besar bagian kiri (colon descendens). Nah, karena reabsorbsi (penyerapan kembali) air tersebut maka BAB yang mestinya agak lunak menjadi keras. Hal ini sebenarnya hal yang wajar karena balita memerlukan air relatif lebih banyak untuk proses metabolisme selama masa pertumbuhan. Namun demikian tidak setiap balita mengalami hal itu.

    Tindakan yang ibu lakukan udah benar. Jika dalam 2 hari belum BAB sebaiknya diberikan laxan (pencahar) agar anak tidak menderita sampai nampak wajahnya merah padam gara-gara berusaha BAB. Justru kalo tidak diberikan pencahar, beresiko terjadi lecet pada anus anak.
    Pada balita hampir tidak mungkin kita paksakan makan sayuran berserat tinggi. Untuk itu, kelak dapat dilatih secara bertahap untuk makan sayuran seiring dengan bertambahnya usia.

    Moga penjelasan singkat ini berguna.
    Terimakasih

    @ helena:
    hehehe, iya nih, baiknya dokter gigi yang paling tepat menjawab.
    Menurut saya sih gak ngaruh ke gigi permanennya walau telat gigi susu telat copot.
    Maaf ya… :) jawabannya ga spesifik.

    @ md25:
    Maaf, dengan berat badan segitu, dosis minimal untuk Itramycetine : 3×2 sendok takar, sedangkan dosis parasetamol setidaknya 4 x 11/2 (satu setengah) sendok takar, mengingat dosis minimal 10 mg per kg berat badan setiap dosisnya dan dapat diulang setiap 5 jam.

    Adapun untuk keluhan perut, jika dokter mengatakan ga ada masalah pada pemeriksaan lab, dapat diberikan syr visceralgin 3×1 sendok takar.

    Semoga ananda segera sembuh.
    Trims

    @ hery:
    rasanya sama dengan yang di atas ya :)

    @ helena:
    Pada anak perempuan kadang terjadi fluor (keputihan) karena kontaminasi (terpapar) oleh mikro-organisme (virus, jamur, kuman, parasit) saat duduk di lantai atau bisa juga dari anus (jarang). Tapi bisa juga hanya keputihan non patologis (bukan penyakit) yang bersifat temporer (sementara) oleh berbagai faktor penyebab, salah satunya karena lembab, celana dalam yg terlalu ketat, dll.
    So, kalo bercak ato noda tersebut hanya dikit, jernih dan gak berbau, dan hilang dengan sendirinya, ga papa.

    Trims

  230. 230 helena November 15, 2008 pukul 7:35 am

    Terima kasih Dok… udah dijawab aja dah seneng saya… hehe…
    Btw, keputihannya ternyata sementara aja Dok. Udah tidak keluar lagi… thx yah :)

  231. 231 cakmoki November 15, 2008 pukul 10:16 pm

    @ helena:
    Sama-sama, makasih juga :)

  232. 232 Merry November 17, 2008 pukul 10:52 pm

    Slamat malam Cak,

    Anak saya 2thn 9bln,pilek berat ingusnya bening ngocor melulu,udah 3hari minum obat(Clarityne tab 5mg 1x sehari dan Polaramine tab 2mg 3xsehari).

    Sekarang ingusnya udah berkurang tapi warna ingusnya jadi kuning dan suaranya masih mindeng banget.

    Ingus berubah warna berarti baikan ato lebih parah ya Cak?
    Soalnya kalau saya bawa ke dokter sini pasti dikasih antibiotik melulu hik.

    Sebelumnya terima kasih ya Cak,
    Merry

  233. 233 sari November 18, 2008 pukul 11:37 am

    Cak, anak saya (1 thn 4 bln) panas 4 hari (10-13 nop’08), saya bawa ke dokter dan dikasih sanmol + antibiotik + elkana sirup dan INH (karena saya sedang pengobatan TBC, jadi anak saya dikasih INH selama 3 bulan sbg pencegahan).Oleh dokter anak saya didiagnosa kena radang tapi dokter blm bisa mendiagnosa kalau anak saya kena campak karena katanya bintik merahnya tidak khas campak.
    Pas ke dokter, anak saya cuma panas tapi sepulangnya dari dokter anak saya mulai batuk, pilek, dan mencret. Syukurnya dirumah saya masih punya obat bekas dia sakit bln oktober’08. Untuk batuk saya kasih ambroxol Hcl, pilek dikasih Alco, dan mencret dikasih lacto-b.
    Kira-kira tgl. 14 nop’08 mulai keluar bintik merah diperutnya, lalu diwajahnya, tangan dan kakinya.
    Tgl. 15 nop’08, bintik merah yg sebesar ujung jarum jahit itu mulai menghitam, saya ambil kesimpulan anak saya kena campak, karena setelah bintik merahnya keluar dan menghitam, panas anak saya turun.
    Cuma sekarang batuk pilek dan mencretnya masih ada, malah batuknya itu kedengarannya berat sekali. Kalau tidur dia pasti nungging dan ngorok, padahal sebelumnya dia jarang ngorok.
    Sekarang dia sangat-sangat susah makan, maunya minum susu aja. Dari pagi sampai sore paling cuma 6 sendok kecil nasi yg masuk.
    Pertanyaan saya:
    1. Berapa lama masa penyembuhan sakit campak?
    2. Berapa lama antibiotik boleh diminum, soalnya pesen dokternya antibiotik harus dihabiskan, jika dalam waktu 7 hari belum habis apakah diteruskan atau dibuang saja?
    3. Menurut cak, suara batuk anak saya yg berat(tidak lepas/nyaring), apakah menandakan batuk biasa ataukah ada indikasi ke TBC, tapi 3 bulan yg lalu di tes mantoux negatif.
    4. Kalau anak saya dikasih scott emulsion, bolehkah diminum oleh anak seusianya, dan bolehkah diminum setiap hari karena elkana sirup yg direkomendasikan dokternya, selalu dimuntahkan kalau dikasih minum, sementara minum obat dia mau.

    Terima kasih Cak yang baik hati.

  234. 234 cakmoki November 18, 2008 pukul 11:49 am

    @ Merry:
    Met pagi,
    Jika masih bindeng dan beringus (apapun warnanya), perlu diberikan dekongestan agar hidung terasa longgar.
    Menurut saya, obatnya:
    Claritin 5 mg dilanjutkan 1×1.
    Polaramine diganti dengan salah satu dari : (Alerfed tab, Eflin tab, Lapifed tab, Librofed tab), diminum 2-3 x 1/2 tablet. Obat ini berfungsi agar tidak mampet dan tidak bindeng.

    Sementara ga usah pake antibiotika kecuali nyata-nyata ada infeksi sekunder oleh kuman. Warna ingus tidak bisa dijadikan patokan.
    Trims

  235. 235 kiky aulia November 18, 2008 pukul 6:14 pm

    sore cak,
    aduh saya sangat kuatir sekali pada anak saya usia 5 th di ke2 telapak tangan nya dan kaki nya ter dapat bintik merah dan bintik itu lamakelamaan menjadi seperti melendung kaya kena api gitu tapi banyak sekali. kenapa ya cak kalo di bilang DBD tapi kan hanya di telpak tangan dan kakinya saja. mertua saya si bilang dia sering sekali main kotor(tanah/pasir) apamingkin kena kuti pasir dan infeksi. gimanaya cak cara menyembuhkanya apa obatnya dok.trims

  236. 236 kiky aulia November 18, 2008 pukul 6:18 pm

    ehhh ada yang kelewat badannya si tdk panas,apa mungkin panas dalam!.
    dia si udah pernah kena cacar apa mungkin cacar api???
    tolong dong cak, sementara ini si aku kasih alkohol untuk di bersihkan dan di mandikan menggunakan detol.trimakasi lagii.

  237. 237 cakmoki November 18, 2008 pukul 7:06 pm

    @ sari:
    Artikel tentang Campak udah sy tulis di blog ini, silahkan lihat di sini.
    Jawabannya nyusul yaaaaa…. maaf, lagi mau jualan … hehehe

    @ kiky aulia:
    Met sore
    Kemungkinan impetigo.
    Coba silahkan lihat artikel tentang impetigo di blog ini.
    Ntar kita diskusikan lebih lanjut.

  238. 238 cakmoki November 19, 2008 pukul 1:19 am

    @ sari:
    Lanjutan: Menjawab pertanyaan :)
    1) Rata-rata seminggu. Namun penyulit yang kerap menyertai campak semisal Diare dan batuk berdahak bergantung pada berat ringannya penyulit tersebut (termasuk daya tahan tubuh penderita) dan pengobatan yang diberikan.

    2) Antibiotik dapat digunakan dalam jangka lama kalo emang diperlukan dan sesuai dengan indikasi terhadap penyakit lain yang menyertai campak.
    Untuk obat dry syrup semisal mengandung amoksisilin, eritromisin, cefadroxyl, dll, jika dalam 1 botol belum habis dalam seminggu, maka harus dibuang untuk diganti dengan obat baru. Tapi dengan BB sekitar 7-10 kg, 1 botol rata-2 habis sebelum seminggu.
    Jika yang dimaksud adalah syrup INH, maka harus dilanjutkan sampai habis walau lebih seminggu.

    3) Diagnosa TB tidak disandarkan pada batuk berat semata, terlebih batuk berat tersebut merupakan penyulit Campak. Batuk berat yang menyertai campak biasanya bronkopnemonia yang bisa berlangsung lebih seminggu. Artinya, gak perlu berpikir bahwa batuk berat tersebut mengarah ke TBC. Enggaklah :D

    4) Boleh.

    Semoga ananda segera sembuh … Trims

  239. 239 sari November 19, 2008 pukul 10:04 am

    Cak, komplit tenan jawabannya. Makasi ya Cak n jangan bosen-bosen ya Cak ngeladenin keluhan pasien yang puanjaang , he..he..

  240. 240 cakmoki November 20, 2008 pukul 6:16 pm

    @ sari:
    Sama-sama, makasih juga :)

  241. 241 irma November 21, 2008 pukul 10:32 am

    mo konsul y cak…
    biayanya ditransfer ajah…. tapi, jangan lupa kuitansinya di fax…., hehehe… maklum dibayarin kantor

    naufal 6m4d sejak umur 5 bulan tidur malemnya rewel. bisa terbangun sampai 20x. mimpi buruk, nangis nangis. krn kurang tidur itu, berat badannya g naik. tetep 7,5 kg (BBL 3,2kg). konsultasi k dokter pertama, diresepkan diazepam (tidak saya tebus) konsultasi k dokter kedua diresepin cobazym (tidak saya tebus juga). karena 2 obat tersebut, menurut saya tidak relevan. lagipula diagnosa dokter naufal sehat dan baik baik saja. dan sampai sekarang naufal masih asi n mpasi homemade. pas 6 bulan kemarin, ternyata giginya tumbuh 1. dan kayaknya mo kluar 1 lagi. pertanyaannya, emg rewelnya itu karena mo tumbuh gigi, rewelnya sampai brapa lama.terimakasih

  242. 242 cakmoki November 22, 2008 pukul 12:12 am

    @ irma:
    saling transfer do’a aja ya … gak pakai kuitansi … hehehe.
    Mengingat diagnosa dokter menyatakan bahwa naufal sehat, kemungkinan rewelnya karena nyeri di daerah tumbuhnya gigi (gusi). Biasanya, 3-5 hari udah adaptasi.
    hehehe, iya … ga ditebus ga papa, alasannya sangat masuk akal dan saya salut.
    Kalaupun harus memberi obat agar tidak rewel, pilihan paling logis menurut saya adalah luminal (long acting). Tapi lebih baik ga perlu buru-buru, ntar kita lihat perkembanganya.
    Terimakasih

  243. 243 mharywa November 22, 2008 pukul 3:40 pm

    Cak, Assalamu’alaikum.
    Anak saya, pr 6 thn, wajah cantik, sering batuk berdahak. Kalau minum es atau kena debu jadi deh batuknya (parah banget seperti batuk asma). Berat badan gak naik-naik 19 kg sudah 1 tahun, nafsu makan kurang baik, prestasi di sekolah cukup baik. Setelah konsultasi ke SPA, saya diminta untuk periksa darah dan foto rontgen. Hasilnya sbb:

    Foto thorax:
    Sinus-sinus, diafragma, pleura, dan cor baik
    Mediastinum superior tidak melebar
    Pulmo: Corakan bronkhovaskuler ramai, hilus kasar
    tampak bercak-bercak di kedua suprahiler dan perihiler
    Tulang-tulang dan soft tissue baik
    Kesan: proses spesifik

    Hematologi:
    Hemoglobin 11,5*
    Lekosit 19,7*
    Hematokrit 32*
    Trombosit 459*
    LED 75*
    Segmen 82*
    Limposit 15*
    Monosit 3
    Eritrosit 4,2

    Saya belum datang lagi ke SPA tsb karena tunggu jadwal prakteknya. Menurut Cak Moki, perlu lanjut ke tes Mantoux? tolong dong jelaskan panjang lebar tentang TBC pada anak. Matur nuwun pak dok Cak.Semoga anda panjang umur banyak rejeki seperti saya. Amin.

  244. 244 fauziah November 24, 2008 pukul 1:45 pm

    Met siang cak…
    sbelumnya saya ucapkan terima kasih atas jawaban dokter…minggu kmren saya nanya tentang impetigo
    ada 1 hal yg blom saya tanyakan…mengenai pemberian salep bactoderm…sampe kapan hrs dikasih salep tersebut? apakah klo sdh kering sdh bs dihentikan ato harus terus dikasih smp bener2 hilang bekasnya?

    kemudian mengenai pertumbuhan nih cak..
    anak saya skrg umur 22 bulan, laki2 BB 9,5kg TB 80cm
    apakah BB dan TB ini sudah bagus? selama ini makannya ga da masalah…bisa dibilang apa aja mau..
    ASI smpe skrg masih, karena saya bekerja dr pagi smp sore jd siang sy kasih ASI perah, tp ini hanya smp usia 14bulanan..semenjak itu anak saya g mau lg..pengennya yg fresh/ langsung dr sumbernya:) jd sejak saat itu kalo siang dia hanya makan n minum air putih aja karena susu formula jg g mau, bgitu sy datang lgsg minta ASI. kalopun mau susu formulanya g mau diseduh…digadoin gitu aja…tp itu pun g rutin..hanya sesekali aja klo dia pengen.klo saya ada d rumah, ASI terus..makannya biasanya jd agak berkurang.
    skrg baru mulai seneng susu UHT tp hrs yg coklat, gpp ya cak?
    giginya smp skrg baru 6 cak…2 gigi seri bawah..4 atas..
    itu knp cak? ga terlambat ya klo kyk gitu…
    saya sih takutnya karena dia giginya blom lengkap jd makanan yg masuk g dicerna dgn sempurna…hehe..salah ya cak?
    satu lg ya cak..maaf lho klo kepanjangan..
    usia 18 kan harusnya ada imunisasi ulangan ya cak..polio,DTP n Hib…nah anak sy smp skrg blom cak…apakah msh bs di usia skrg (22bln) ato tggu jadwal berikutnya aja? (jdwl berikutny usia 5 tahun). ada dampaknya ga klo jadwalny terlewat ato klo g dikasih imunisasi lg?

    makasih ya cak…maaf klo kepanjangan…
    semoga cak moki mendapatkan balasan yg lebih baik n smoga tetap semangat membantu siapa saja khususnya para orang tua yg membutuhkan informasi di bidang kesehatan..amiin..

  245. 245 bunda faiz November 24, 2008 pukul 2:41 pm

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…..
    siang cak……
    mau nanya nich …..
    anak sy 3 tahun 1 bulan 3 hari lalu panas dan sudah berobat alhamdulillah sembuh tapi 2 hari kemudian agak panas lagi dan sy beri obat penurun panas dan sudah reda akan tetapi yg jadi masalah sekarang kok babnya cair semenjak sakit panas kemarin setiap bab cair tapi gak sering sih cm sekali aja kadang 2 kali.dan anak sy selalu mengeluh kalau perutnya sakit kayak kembung gitu bawaaanya tidur terus alias selalu ngantuk,lemes.kalau soal makannya sekarang sudah lumayan banyak cuma ya itu kok masih lemes wae yo and tidur mulu.sakit apa ya cak apa itu berbahaya, atau anak sy ada gangguan dalam pencernaannya,soalnya sebelum anak sy sakit awalnya makannya sedikit dan sukanya minum ale2 kemasan gelas itu apa gara2 itu ?
    ok….jazakillah khoir
    wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh….

  246. 246 fauziah November 24, 2008 pukul 3:23 pm

    maaf cak….ada yang ketinggalan…(hehe…pdhl td dah panjang banget ya..)

    seusia anak saya boleh minum yakult or minuman2 probiotik gitu ga cak?
    soalnya anak sy doyan banget….lebih doyan yakult drpada susu..
    sebaiknya min usia brp boleh dikasih minuman spt itu…

    itu aja cak….makasih ya… :)
    saya tunggu jawabannya..

  247. 247 cakmoki November 25, 2008 pukul 9:00 am

    @ mhrywa:
    wa’alaikum salam, wr, wb,
    Maaf ada gangguan koneksi speedy sehingga jawaban terlambat.

    Rontgen pada anak tidak bisa dipakai patokan untuk mendiagnosa TBC Anak.
    Hasil di atas (Kesan: proses spesifik) bisa tergambar pada semua jenis batuk berdahak dengan sebab apapun ( asma, bronchopnemonia, dll).
    Sedangkan hasil Lab gak ada yang spesifik, hasil tersebut juga bisa terjadi pada berbagai jenis infeksi saluran pernafasan.

    Jangan-jangan benar dugaan bapak/ibu bahwa anak tersebut menderita asma atau batuk karena alergi mengingat bahwa batuk makin menjadi saat kena debu dan dingin.

    Kalo ragu terhadap diagnosa dokter, orang tua boleh periksa ke dokter lain sebagai second opinion.
    Serba serbi tentang TBC Anak, silahkan baca posting sebelumnya di sini
    Trims

  248. 248 meimei November 25, 2008 pukul 10:48 am

    selamat pagi dok..
    salam kenal..
    sya br dikarunia kan anak dgn berat 4.23 kg panjang 52cm.pada tgl 6 oct kmrn.
    saat ini bayi saya suda berumur 1 bulan 2 mgg.dgn berat 6 kg.sebenanya bayi saya sehat dok tapi saya punya beberapa masala menghadapi nya
    dok,saya mau tanya..

    bayi saya suka setiap kali diberi susu selalu ngulet2 ato bdnnya menegang,tangan nya berontak,klo di berhentikan pemberian susu ny dia diem tapi gk lama dia keliatan lapar dgn mencoba mengisap2 tgn nya ke dlm mlt,setelah sy kasi susu lagi,dia berontak lagi.sedangkan mulutnya mau menyedot tp bdn berontak.padahal pemberian susunya suda 3 jam kadang lbh,hanya 100ml.kalau dia suda tertidur pulas,kadang dia baru mau mengisap dok.
    yg saya mau tanya..
    1.apakah saat bayi tdr bole diberikan susu?krn saya takut tersedak,dimana bayi saya suka kluar nada2 tinggi disaat dia lagi mengisap dot.kenapa bs bgitu y dok?
    1.kenapa bisa begitu dok,apakah krn dia gk suka susu nya,ato krn dia kembung ato sakit perut,ato krn lehernya?apa yg harus saya lakukan?klo emang krn kembung,diapakan y dok?krn dia suka sekali kentut..
    2. kadang klo diberikan susu nya,setelah abis suka muntah lg.frekuensi muntahnya sehari 1-2 x.kadang hanya gumoh.
    3. maap,ee nya juga kental semacam selai gt dok,apakah itu gpp?
    4. dia juga berdahak.diberikan oleh dokter obat gosok transpulmin dan mucopect.tapi hasilnya ms lom membaik.kenapa bayi bs berdahak dok?apakah disebabkan karena muntahnya?

    saya suda bawa kedokter,dokter bilang ada katup dlm lambung lom benar dimana susu nya bs kluar lg.dan mgkn krn inteloransi laktosa.apa si dok arti dan maksud nya?
    dok,saya bingung sekali karena dari lahir ampe sekarang kok masi sprt itu y?sampai kapan kah bisa membaiknya?krn saya agak kewalahan dgn memberikan susu nya.(susu merek nutrilon royal,kadang saya suka ganti dgn nutrilon low laktose).

    5. dok,sebenarnya pemberian empeng baik gk si utk baby?khususnya utk gigi nya?krn sy liat dia suka sekali berusaha mengisap tgn nya ndiri..
    6.utk obat gripes water itu bahaya gk dok?dan utk apa kah gripes water itu?
    7.sebaiknya suhu ac didlm kmr berapa y dok utk bay?
    8.kenapa bayi saya suka rewel klo mau ditidurkan pada mlm ari..bisa 2 jam utk menidurkannya..

    terima kasi banyak sebelumnya dok..ditunggu penjelasannya..thx.

  249. 249 lily November 25, 2008 pukul 10:55 am

    Pagi Cak…

    Ponakan saya 7 bln laki2 sdh 2 minggu telinganya keluar lendir spt cairan pilek, sdh dikasih tarivid tts telinga tp blm smbh jg (pdhal dl wkt msh 2 bln prnh ky gitu dikasih tarivid n sembuh).
    Kmrn berobat ke dokter THT lg dikasih claneksi syr, racikan ctm&ambroxol, tts H2O2. Siang obatnya sdh diminum.
    Tp sore-malam muntah smp 10x kl dikasih mkn n minum ASI, trus diare2 jg smp berlendir.
    Akhirnya jam 12mlm dibawa ke dokter klinik katanya infeksi perut dikasih obat mual, diare, cotrimoxazol n racikan.
    1. Apa obat yg dari dokter THT yg menjadi penyebab muntah n diare?
    2. Kl diksh H2O2, cairan yg sdh mengental jd cair lg. Apa bisa dipakai lg H2O2nya?
    3. Apa penyebab infeksi perut?
    Kasian ponakan saya jd rewel n lemas

    Makasih Cak….

  250. 250 fauziah November 25, 2008 pukul 5:11 pm

    Assalaamu’alaikum…

    masih gangguan kah cak?
    kok blom ada tanggapan nih…
    hehe…maaf..g kyk biasanya aja….

  251. 251 cakmoki November 25, 2008 pukul 7:08 pm

    @ fauziah: @ @ bunda faiz:
    ntar malem saya jawab ya :)
    maaf ketinggalan … hehehe

    @ meimei:
    salam kenal :)
    1) Gak papa, bayi dapat diberikan minum saat tidur. Agar tidak tersedak, posisi kepala hendaknya lebih tinggi dari badan saat ngedot. Nada tinggi gimana? ..oaaakkkk, oooaaakk, gitu ya .. ;)

    2) Agar tidak muntah, tepuk pelan-pelan punggunya setelah minum. Kalo gumoh gak papa.

    3) Ga papa

    4) Udah oke tuh obatnya. Emang bayi gak bisa ngeluarkan dahak karena reflek batuk (untuk ngeluarkan dahak) masih belum optimal, ntar akan berfungsi optimal setelah usia lebih 6 tahun.
    Semua bayi memproduksi sekret saluran nafas (dahak), hanya saja jumlahnya tidak sama setiap bayi. Ga papa, kan udah ada obatnya. hanya saja seringkali memerlukan waktu berminggu-minggu bahkan lebih sebulan. Itupun adakalanya kambuh terutama jika dipicu oleh hawa dingin, debu, asap, dll. Bukan karena gumohnya.

    Intoleransi maksudnya belum bisa mencerna komponen utama susu (laktosa) dengan sempurna. Diharapkan (intoleransi laktosa dan katub lambung) nantinya akan membaik seiring dengan bertambahnya usia dan tumbuh kembang bayi.

    5) Usahakan tidak diberikan empeng. Sedangkan menghisap adalah reflek bayi yang normal, sehingga apapun yang ada didekatnya akan dihisap sejauh dapat diraih oleh bayi.

    6) Maaf saya gak tahu persis tentang khasiat obat tersebut. Menurut produsen kandungannya meliputi: free of alcohol, sugar, simethicone, sodium bicarbonate (baking soda), herbal oils and extracts, citric acid, wheat, gluten, soy, dairy, and animal products. Komponen terpenting menurut saya hanya simethicone, yakni obat kembung, selebihnya dapat diperoleh dari makanan kita sehari-hari. Jadi, seheboh apapun klaim yang dipromosikan, pemakaiannya harus sesuai indikasi, bukan untuk digunakan terus menerus.

    7) Suhu kamar untuk indonesia sekitar 25-30 derajat celcius. Tapi bayi punya daya adaptasi yang cukup bagus untuk menyesuaikan diri terhadap suhu sekitarnya asalkan tidak terlalu ekstrim.

    8) Hehehe, iya emang… soale kemungkinan gak suka ditidurkan saat dia masih pengen melek, sementara ortunya udah ngantuk. Bayi juga seneng di ajak komunikasi via canda, timang-timang dll.

    Trims

    @ lily:
    Jawabannya nanti malem ya :)
    maaf …

  252. 252 cakmoki November 26, 2008 pukul 2:07 pm

    Bayar utang jawaban nih … *telat lagi…lagi-lagi telat*

    @ fauziah:
    Met siang, *biar dikira langsung dijawab*
    Tentang salep untuk impetigo, digunakan hingga sembuh, alias kering, gak sampai bekasnya ilang. Ntar bekasnya akan hilang dengan sendirinya.

    Tentang Tumbuh kembang anak, gapapa, yang penting anak aktif. Dan susu UHT terserah kesukaan anak, kalo maunya coklat ya kasih coklat.
    Pertumbuhan gigi aman aja tuh… gak mesti sama setiap anak :)
    Imunisasi telat gapapa, kalo DSA nya ngomel, pilih DSA yg gak gampang ngomel, hehehe, kecuali kalo DSA nganjurkan nunggu umur 5 tahun, kita tunggu sesuai anjuran beliau.

    Umur segitu boleh minum yakult, umur setahun pun boleh, ga papa …wong isinya hanya probiotik, gak bakalan ngaruh apapun kecuali nambahi dana belanja :P

    Hutang jawaban saya terbayar sudah … kalo masih belum jelas boleh kita lanjutkan … Trims, dan sekali lagi mohonmaaf atas keterlambatan jwbannya ya.

    @ bunda faiz:
    wa’alaikum salam, wr, wb,
    Diare or Gastroenteritis (dengan berbagai sebab) sekarang emang lagi musim-musimnya (kayak musim rambutan aja, hehehe). Untuk mengatasi lemesnya cukup dengan menambah frekuensi minum agar tidak kekurangan cairan.

    Adapun untuk pereda panas dapat digunakan Parasetamol ato ibuprofen sirup, dosisnya: 10 mg per kg berat badan sekali minum dan dapat diulang setiap 5 jam.
    Anaikata BAB nya gerlendir, biasanya akan disertai keluhan perut, sebaiknya dibawa ke dokter karena mungkin perlu antibiotika atau anti amoeba.

    Moga ananda tercinta segera sembuh ya…

    wass, warahmatullahi wabarakatuh

    @ lily:
    langsung saya jawab aja ya…

    1) Obat dari dokter THT (claneksi, dll), BUKAN penyebab Diare dan muntah.
    2) Iya, bisa dipakai terus hingga cauran telinga mengering.
    3) Infeksi perut dengan tanda diare2 berlendir, biasanya Shigellosis (desentri basiler) atau bisa juga karena Desentri amoeba.

    Menurut saya, antibiotiknya salah satu aja, saya lebih cenderung claneksi dilanjutkan, sedangkan cotrimoxazol sementara stop.
    Jika claneksi habis, sementara diare berlendir masih berlanjut, antibiotika dapat dilanjutkan dengan cotrimoxazol.

    Jika masih juga berlendir, diperlukan metronidazole 50-100 mg per kg berat badan dibagi dalam 3-4 dosis.
    Semoga ponakan tercinta segera sembuh

    Trims

  253. 253 fauziah November 26, 2008 pukul 5:03 pm

    Assalaamu’alaikum…

    alhamdulillah…ikut seneng deh cak koneksiny udh bagus lg…:)
    makasih banyak sdh jawab smua pertanyaanku…salut deh pokoknya…
    aq jd ketagihan nih cak….pengen konsul lg (klo bahasanya cak moki diskusi ya…hehe….)

    gini cak..
    adekku 2mggu kmren ngeluh g enak badan..trus punggungnya sakit, puncaknya akhir pekan kmren ngeluh sakit dada sblah kiri..katanya bengkak (aq g liat lgsg soale beda kota cak), smp bener2 g bs bangun coz klo gerak dikit aja ktnya sakit bgt…kyk ditusuk2 pisau –gmn rasanya ya…– smp nangis2 dia saking sakitnya (oya adek sy cowok, umurnya 19 taun)
    trus dbw k dokter…kt dokter ada penyumbatan pembuluh darah yg ke jantung jd sirkulasinya g lancar. sm dokter dikasih obat acetosal 100mg sehari 3×1, caranal kapsul 3×1 sm farsorbi d 5 sublingual (bener ga ya nulisnya) 1×1 ato klo dada trasa nyeri.

    menurut cak moki apakah tanda2 spt itu mmg mengarah k jantung? oya, kmren ktnya hanya dilihat dr gejala2/keluhannya aja. penyebabnya apa aja ya? –adekku sk merokok cak :(
    klo boleh…bisa dijelaskan mengenai 3 obat di atas itu cak? apa tindakan slnjutnya klo rasa sakit itu msh ada? –skrg sih udh lmyn ada kmajuan..dah bisa bangun..tp ktny sih msh sakit…

    smntara itu aja dulu cak…pertanyaan lain menyusul..hehe…seperti biasa..–bener2 ketagihan nih :)—
    moga cak moki tetep bisa berbagi dengan kami…
    makasih ya cak :)

    sukses buat cak moki..

  254. 254 cakmoki November 26, 2008 pukul 10:50 pm

    @ fauziah:
    wa’alaikum salam, wr, wb,

    Maaf, saya gak yakin bahwa adinda menderita penyumbatan pembuluh darah jantung. Keluhan seperti itu tidak spesifik dan bisa karena berbagai sebab. Tapi bisa saja saya yang salah.
    Untuk memastikannya, sebaiknya periksa ke dokter spesialis jantung.

    Tentang obat:
    Acetosal 100 mg adalah asetil salisilat atau aspirin yang pada dosis 100 mg biasa digunakan untuk mencegah terjadinya gumpalan darah yang dikhawatirkan menyumbat pembuluh darah kapiler.
    Obat ini lazim digunakan untuk penderita hipertensi, penyempitan pembuluh darah jantung (penyakit jantung koroner) dan stroke.
    Dosis: 1×1 dapat juga 3×1.

    Caranal kapsul, kandungannya: methampyron (antalgin) dan vitamin BB6, B12. Untuk pereda nyeri.

    Farsorbi d 5 sublingual. Adalah isosorbid dinitrat yang lazim digunakan untuk melebarkan (dilatasi) pembuluh darah sehingga diharapkan dapat memperlancar aliran darah.

    Sementara ini dulu ya… laper nih…hehehe
    Trims

  255. 255 meimei November 27, 2008 pukul 11:32 am

    thx ya cak..
    penjelasan cukup menenangkan…heheheh..:)
    maklum ibu baru sih,jadi apa2x gk tau..mana bayi lom bs ngomong.jd gk tau dia maunya apa..hehehe..;)
    sukses selalu ya cak..:)

    oya,klo perutnya kembung lbh bae dikasi apa y cak?

  256. 256 fauziah November 27, 2008 pukul 1:06 pm

    Cak….makasih banyak atas jawabannya..
    jangan bosen2 ya cak klo qt mau diskusi lg… :)

    skrg laper g cak….ntar sy delivery dr sini…hehehe…
    kapan nympenya ya….kburu pingsan… :)

  257. 257 cakmoki November 27, 2008 pukul 3:50 pm

    @ meimei:
    sama-sama, trims juga :)
    Kalo kembung dapat diberikan Pankreon For Children Sachet.
    1 Sachet untuk 2 hari.
    1/2 sachet Bubuk Pankreon For Children diencerkan dengan air matang atau teh hingga menjadi seperti selai (atau boleh lebih encer dari selai), selanjutnya diberikan dalam 1 hari, bisa diberikan bertahap misalnya 3 kali. (silahkan baca petunjuknya di sachet)
    Obat ini aman karena kandungannya enzim.

    @ fauziah:
    Makasih juga mbak :)
    delivery do’a aja … hehehe

  258. 258 lily Desember 2, 2008 pukul 10:41 am

    Pagi Cak,

    mau tanya lg nich ttg ponakan saya,
    1) telinganya keluar cairan seperti cairan pilek penyebabnya apa?
    2) kata dokter THT ponakan saya kl pilek harus cepat2 diobati. Apa pilek bisa jd penyebab telinga keluar cairan?
    3) Apa pernah ada kasus seperti itu pd bayi?

    Trims

  259. 259 cakmoki Desember 3, 2008 pukul 4:02 am

    @ lily:
    pagi (dini hari) :)

    1) Telinga keluar cairan adalah OMP (Otitis Media Purulenta=infeksi telinga bagian tengah), yakni penyakit Infeksi teliga bagian tengah yang disebakan oleh mikro-organisme (terutama kuman). Infeksi tersebut menimbulkan cairan or nanah yang menembus kendang telinga (membran tynpani) sehingga cairan keluar telinga.

    2) Bener. Pilek yang disebabkan oleh mikro-organisme (kuman, virus, dll) dapat menjalar ke telinga bagian tengah karena ada saluran keci dari hidung ke kedua telinga yang fungsinya untuk menyeimbangkan tekanan udara telinga bagian dalam dan udara luar.

    3) Kasus OMP masih kerap terjadi di Indonesia.

    Trims

  260. 260 vega Desember 3, 2008 pukul 8:13 am

    Selamat Pagi Cak Moki,
    Cak Moki, sy pingin memberi anak sy multivit dan mineral utk anak sy menjelang ulangan semesteran ini. Anak sy berumur hampir 13 th. Ketika di apotik, sy melihat komposisi Zevit Growth kok bagus bgt krn lengkap. Sy baca aturannya diminum sehari 1 tblt, ttp di brosur tdk disebutkan batasan umurnya. Yg ingin sy tanyakan bisakah obat tsb sy berikan kpd anak sy mengingat umurnya msh 13 th(dosisnya sesuai/terlalu besar)?
    Ohya, komposisinya sbb :
    Vit B1: 15 mg, B2: 15 mg, B6: 20 mg, B12: 12 mcg, Kal pantotenat 20 mg, Nikotinamida: 100 mg, Biotin: 45 mcg, Asam folat: 0,4 mg, Vit E: 30 mg, Vit: 750 mg, Tembaga: 2 mg, Seng: 25 mg, D: 200 IU.
    Atas jwbnnya makasih byk ya Cak, sy tunggu.

  261. 261 cakmoki Desember 4, 2008 pukul 2:00 am

    @ vega:
    Met pagi :)
    Hampir semua multivitamin komposisisnya lengkap dan tentu bagus-bagus (soale promosi supaya laku jual).
    Sebenarnya, vitamin dan mineral yang tertera tersebut dapat diperoleh dari makanan kita sehari-hari.
    Tidak salah untuk memberikan multivitamin di atas, tapi bukan supaya pinter lho, melainkan sebagai tambahan belaka (kalo kelebihan biasanya diekskresi melalui saluran kencing).
    Dosisnya emang kegedean, so kalo mau pake, silahkan setengah dosis, yakni 1/2 kaplet per hari.
    Trims

  262. 262 vega Desember 4, 2008 pukul 10:15 am

    Selamat pagi Cak,
    Mo nanya lagi seputar multivitamin boleh ya Cak ?
    Gini nih, sy dikasih teman suatu multivitamin syrup utk anak2 dgn initial ” E…. L….. (maaf,gak enak nyebutin merknya). Disitu tercantum komposisi Asam Folatnya 1,7 mg. Saya pernah baca di beberapa situs internet yg menyebutkan dosis asam folat perhari yg normal/yg dibutuhkan tubuh adalah 0,4 gram. Ini bagaimana Cak, apakah obat tsb bisa sy gunakan utk anak sy? Apakah tdk berbahaya dan apakah bahayanya sih klo kelebihan asam folat?
    Trims ya Cak, semoga semua dokter spt anda yg bisa dgn tulus ikhlas meluangkan sedikit waktu untuk memberi informasi bg kami yg sangat awam dgn mslh obat dan penyakit (walaupun kurang tidur ya Cak).
    Salut dan sukses buat anda ya..

  263. 263 bunda faiz Desember 4, 2008 pukul 11:05 am

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…….\

    pagi cak ……makasih ya atas jawabannya sekarang alhamdulillah anak saya sdh baikan…
    oh ya saya mau nanya lagi nich apakah jika bumil konsumsi madu tidak berpengaruh pada berat janinnya kelak soalnya madu kan manis,berapa kali sehari bumil sebaiknya konsumsi madu?lalu kenapa ya cak pas persalinan anak sy yg pertama kok watnya darah, kata orang tua2 karena minum dawet yg pake santan gula merah apa benar itu karena mengkonsumsi makanan yg manis2 seperti es dawet yg pake gula merah,
    selain itu ini soal anak saya, sekarang anak saya suka minum yakult sekali minum abis 2 botol tapi yg ukuran kecil,netto 65ml,berpengaruh gak ya dengan pencernaannya, karena rasa yakult agak asem dikit seperti rasa buah jeruk.sebaiknya berapa sehari anak usia 3 tahun 1 bulan mengkonsumsi yakult?
    jazakillah khoir…..
    maaf kalau banyak nanya nich….
    wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh……

  264. 264 cakmoki Desember 4, 2008 pukul 3:35 pm

    @ vega:
    iya… obat tersebut (Er…Liv) dan obat-obat lain biasanya menawarkan komponen-komponen yang lagi ngetrend sehingga diharapkan dapat menarik minat konsumen.
    Pada dasarnya mineral-mineral pada multivitamin sudah tersedia pada makanan kita termasuk asam folat.
    Kalo mau pake obat tersebut gak papa, toh dalam lambung gak diserat sempurna dan jika kelebihan akan dibuang oleh tubuh.
    Gak bahaya koq. Dosis komponen obat yang termuat di DOI (Daftar Obat Indonesia) masih dalam batas dosis terapi, artinya gak akan melebihi dosis toksik.

    Trims :)

    @ bunda faiz:
    wa’alaikum salam, wr, wb,

    Gak papa minum madu saat hamil karena gula dalam madu mudah diurai menjadi kalori sehingga gak akan mempengaruhi BB janin saat lahir.

    Dawet atau gula merah tidak berhubungan dengan warna darah persalinan. Warna darah dipengaruhi oleh kadar Hb (haemoglobin) dan komponen mineral lain.
    Harap dimaklumi, orang tua kita kan belum sempat mengenyam pelajaran biologi, jadi apa yang diingat hanya dari orang tua sebelumnya.

    Yakult hanyalah hasil proses peragian dari susu. Minum hingga 200 cc atau bahkan 2 gelas sehari gak akan berpengaruh pada pencernaan pada masa kini ato kedepannya.

    Trims
    Wass

  265. 265 bunda faiz Desember 9, 2008 pukul 4:35 pm

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…….

    sore cak dokter :)
    apa kabar?
    sy mau nanya lagi ya cak moga gak bosen soale sering tanya wae hehehe…..
    gini kemarin anak sy tiba-tiba ketika bangun dari tidurnya kok mimisan padahal suhu badan tidak panas, tapi alhamdulillah gak banyak namun sy jg sempat panik karena anak sy selama ini gak pernah kena mimisan.pas waktu mau sy kasih daun sirih ternyata mimisannya sdh gak keluar lagi.sebenarnya apa yang menyebabkan anak sy jadi mimisan ya dan bagaimana cara menanganinya jika suatu saat anak sy mimisan lagi?
    dan apakah pemberian daun sirih bisa mengehentikkan mimisan,jika bisa sebaiknya daun sirih itu dikunyah atau ditumbuk lalu ditaruh dihidungnya….

    Jazakillah khoir….
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh……..

  266. 266 cakmoki Desember 10, 2008 pukul 5:00 am

    @ bunda faiz:
    wa’alaikum salam, wr, wb,
    alhamdulillah kabar baik :)
    Mimisan pada anak dapat disebabkan oleh banyak faktor. Secara umum mimisan terjadi karena pecahnya (rupture) pembuluh darah kapiler di permukaan dinding hidung bagian dalam yang memang relatif peka.

    Jika gak ada keluhan lain, gak papa… biasanya karena aktifitas berlebihan sebelum mimisan atau bisa juga karena cuaca, bahkan bisa juga tanpa sebab yang jelas.

    Pada prinsipnya, tindakan pertama untuk menghentikan mimisan adalah dengan menengadahkan wajah dan menekan (memencet) bagian hidung di bawah tulang hidung.
    Menurut saya gak perlu pake daun sirih, repot :) … cukup dengan kasa steril untuk membantu menghentikan mimisan sekaligus menyerap darah agar bersih.
    Trims
    Wass

  267. 267 lily Desember 10, 2008 pukul 9:56 am

    Pagi Cak,

    Mw ty lg nih ttg ponakan saya yg msh keluar cairan di telinganya.
    1) obat H2O2nya hampir habis tp belum sembuh2 jg trs harus bgmn cak?
    2) dl pernah pakai Tarivid otic smp hbs ga sembuh2, apa sudah resisten
    Cak?

    Mohon bantuannya Cak biar ponakan saya bs sembuh…
    Makasih byk…..

  268. 268 irma Desember 10, 2008 pukul 5:58 pm

    cak moki… maaf… tanya lagi. jadi pelanggan tetap nih…
    EEG bagus g buat bayi? naufal td periksa k dokter (udah ketiga kalinya k dokter yg berbeda) krn tidur malem yg g nyenyak itu….. ini udah hampir 3 bulan naufal tidurnya gelisah kalo malam. bulan kemarin beratnya g naik, ttp 7,5 kg. sekarang malah turun jadi 7,3 kg.
    krn diagnosa dokter anak yg tadi naufal sehat sehat aja, katanya mungkin otaknya ada ‘masalah’makanya disaranin periksa k dokter saraf. nyoba di EEG.

  269. 269 cakmoki Desember 11, 2008 pukul 12:35 am

    @ lily:
    Malem *njawabnya malem*
    1) Menurut saya yang penting sebenarnya obat minum untuk memberantas mikro-organisme penyebab OMP (Otitis Media Purulenta). Pemilihan jenis antibiotika disesuaikan dengan dugaan penyebabnya, sedangkan dosisnya dihitung berdasarkan Berat Badan.

    2) Bukan resisten, tapi mungkin karena gak pake obat minum.

    Kalo boleh tau, berapa berat badan ponakan (7 bulan kalo ga salah ya)?
    Pilihan terbaik untuk OMP biasanya Eritromisin atau cefadroxyl.
    Trims

    @ irma:
    Gak papa EEG. Menurut saya, dokter tersebut sangat cermat untuk mengetahui penyebab ganguan tidur anak.
    Kalaupun nanti hasilnya normal, dokter akan mencari penyebab lainnya sehinga beliau dapat memberikan solusi terbaik.
    So, silahkan melanjutkan pemeriksaan EEG.
    Trims

  270. 270 lily Desember 11, 2008 pukul 10:54 am

    Pagi Cak,

    BB ponakan saya 8,2 kg.
    Tolong solusi dikasih obat apa lg Cak?
    Smoga Cak ga bosan nich

    Trims

  271. 271 cakmoki Desember 11, 2008 pukul 1:27 pm

    @ lily:
    Obat minumnya:
    syrup Erythromicin (misalnya: erythrocin, erythrin) diminum 4 x 1/2 sendok takar sedikitnya 5-7 hari.
    Misalnya minum obat dalam 4 hari udah gak keluar cairan, obat tetep dihabiskan (obat tersebut akan habis dalam 6 hari), dan andai belum sembuh harap ngasih tahu ya…

    Moga segera sembuh :)
    Trims.

  272. 272 lily Desember 12, 2008 pukul 10:20 am

    Matur nuwun sanget Cak…..

    Insyaallah ponakan saya bs sembuh, krn skrg dah mendingan mulai jarang keluar cairannya

  273. 273 cakmoki Desember 12, 2008 pukul 11:47 pm

    @ lily:
    sama-sama mbak :)
    ya, semoga ponakan segera sembuh.

  274. 274 meimei Desember 15, 2008 pukul 8:05 pm

    malam cak..

    cak,saya mau tanya lagi nih..
    saya agak2 bingung ama anak saya..usia 2 bln 10 ari..
    kok dia suka mnm susu sambil berontak2 seperti berusaha untuk menolak..tp klo gk dikasi tgn nya di isap2 dimasukin ke dlm mulut nya.seperti anak yg lapar,setelah dikasi susu dia ngulet2 lg..

    kadang setelah susu abis,gk lama dia mau isap2 tangan nya lg seperi anak kelaparan lg,dikasi susu lagi dia berontak lg..cak saya bner2 bingung bgt nih…

    lalu dia mnm susu jg lama sekali cak..100 ml tiap 2-3 jam,1 sesi mnm susu mau makan waktu hampir 1 jam..
    cak,saya agak bingung nih..apa anak emang bgitu ya??
    normal gk si?ato ada yg gk enak di leher,mulut,perutnya?

    kemarin saya ke dokter,dokter bilang ada Refluks,karena dia tiap hari munta.suka cegukan,kentut,perut kembung..
    Refluks itu berbahaya gk cak?
    trus,obat simeticon itu berguna untuk apa si cak?

    saya bingung ni cak..mohon penjelasannya..
    trus klo tangan dan kaki dia suka mengeluarkan kringat dingin itu keperti lembab2 gt..yg basa hanya di tangan dan kaki saja..badan lain gk..kenapa itu y cak?

    trims y cak..

  275. 275 cakmoki Desember 15, 2008 pukul 11:56 pm

    @ meimei:
    Malam, mbak …
    Saya sependapat bahwa kondisi tersebut mungkin karena refluks, yakni pengeluaran kembali secara spontan minuman (or makanan) yang masuk lambung.
    Kalo dokter hanya bilang refluks aja, berarti berdasarkan pemeriksaan beliau gak ada kelianan lain yang bersifat organis. Artinya hanya gangguan fungsional yang biasanya dialami oleh bayi saat minum susu.
    Simeticon adalah obat anti kembung yg cara bekerjanya dengan mengabsorbsi gas di sistem pencernaan.
    Adapun berkeringat, bisa jadi berhubungan dengan refluks namun bisa pula karena pengaruh daya metabolisme dan ini normal pada bayi.

    Andai nanti setelah minum simeticon selama seminggu masih suka cegukan, muntah dan kembung, sebaiknya kontrol lagi ke dokter.
    Moga sehat selalu…
    Trims

  276. 276 meimei Desember 17, 2008 pukul 9:32 am

    o ya apakah obat simeticon dan ranitidine mempunyai fungsi yang sama ato berbeda?
    karena saya diberi ranitidine,30 mnt sebelum mnm susu diberi obat itu..tapi saya lihat malah membuat perutnya tambah gede gitu d..jadi seperti kembung..

    saya uda pakai 4 hari tapi tetep aja masi suka muntah…

    trims cak..

  277. 277 Tri Desember 17, 2008 pukul 3:38 pm

    halo cak, mau nanya nih..

    anak saya yg bayi udh 5 bln, saat ini imunisasi udh mau selesai..cuma kmarin ditawarin imunisasi lagi katanya imunisasi peneoumokosi (ttg otak, syaraf, dan hati) kl ngak salah…apakah ini perlu dok ?

    kalo perlu biasanya kira2 brp biayanya ? dan umur brp harus di imunisasi utk penyakit ini ?

    thx cak

  278. 278 keishka Desember 17, 2008 pukul 3:38 pm

    kakek, mau ngerepotin lagi nih…

    mau tnya, temen kei br aja melahirkan, bayinya bobotnya bayi itu 2,3 kg
    trus tingginya 44 cm. blm blh pulang, dan masih di rs, krn si bayi masih ga mau nyusu di puting ibunya :D nah… biar air susunya bnyak gmn? udh gt…. selama si air susu itu ga keluar gt, kan dikasih susu formula. nah udh gt… kata susternya ga blh pke dot krn nanti bisa bwt si bayi ga mau mimik susu ibunya, so.. kalau netek gt.. si bayinya di sndokin susu formula.

    btw, knp ga blh pke dot sih sbnrnya? n dot apa yang bgs ( merk apa?) makasih yah kei jwbnya di tunggu temen kei tuh :D

  279. 279 cakmoki Desember 18, 2008 pukul 2:36 am

    @ meimei:
    Beda.
    Ranitidine untuk menghambat peningkatan roduksi asam lambung sedangkan simeticon untuk absorbsi gas. Keduanya diharapkan bekerja secara sinergisme.
    Dapat juga diberikan Pankreon pediatrik, diberikan 1/2 sachet perhari untuk mengurangi kembung. (cara pakainya bisa dilihat di kemasan bagian belakang).
    Andai masih kembung dan muntah sebaiknya kontrol ke DSA agar dilakukan pemeriksaan lebih mendalam mengingat refluks dapat disebabkan oleh banyak faktor.
    Trims

    @ Tri:
    Perlu. (tp gak wajib) :)
    Pneumokokus (PVC) dapat diberikan sejak umur 2 bulan. (kurang dari 1 tahun)
    Pada anak usia lebih 1 tahun s/d 2 tahun yg belum pernah imunisasi PVC, Pneumokokus diberikan 2 kali dengan interval 2 bulan, sedangkan pada anak umur 2-5 tahun, diberikan 1 kali.
    Maaf, harganya belum sempat nanya ke temen-2 DSA :)
    Trims

    @ keishka:
    kirain cucu yg melahirkan *semoga*.. hahaha

    Bayi dengan BB segitu belum boleh pulang untuk perawatan karena termasuk prematur (kurang dari 2,5 kg).
    Selama dirawat ntar si bayi akan terus dilatih netek sekaligus agar ASI ibunya keluar melalui stimulasi netek.
    Perawat bener, maksudnya agar si bayi nantinya minum ASI setidaknya untuk 6 bulan pertama (ASI eksklusif).
    Maaf, kakek gak tahu merek dot terbaik … yang paling baik di seluruh dunia adalah dot asli dari ibu bayi :D.
    Nah, untuk menstimulir keluarnya ASI, dokter biasanya akan memberi obat.
    Thx

  280. 280 keishka Desember 18, 2008 pukul 3:29 pm

    si kakek udh pgn punya cicit yah :D nikah aja blm keinya, makanya cariin :P

    kek punya artikel merawat atau gamabar cara menyusui?? kata temen bwt peraktek sm bayinya..

  281. 281 cakmoki Desember 18, 2008 pukul 9:52 pm

    @ keishka:
    Cara perawatan bayi, silahkan ke Gramedia, banyak tuh :D … bukunya tinggal pilih, rata-rata bergambar.

  282. 282 keishka Desember 19, 2008 pukul 10:48 am

    hehhehe, kei dah nyarain itu. lagi pula. kalau kei pribadi sih ya kek, ga perlu gt2uan… biasanya insting ibu bknya lbh kuat?? knp msti pke teori lagi :P praktek aj lngsung.. toh si ibu pasti tau apa yang nyaman bwt drnya dan anaknya. btul tak? hufh, kei masih lama nih.. blm ada byangan nikah muda.. hehhehe, mau kuliah lagi.

  283. 283 cakmoki Desember 20, 2008 pukul 1:50 pm

    @ keishka:
    betuuulll :D bu …
    kakek dukung kalo cucuku mo kuliah lagi

  284. 284 nararya Desember 20, 2008 pukul 2:44 pm

    cak, apa obat untuk kringat buntet (apa ya bahasa indonesianya? tu bintik2 gatal berwarna kemerahan di kulit yang katanya karena keringat yang ga bisa keluar) pada anak ya (1thn) ? ?

  285. 285 cakmoki Desember 23, 2008 pukul 5:03 pm

    @ nararya:
    ya ampun, kelewatan nih …maaf ya
    Kringet buntet bahasa medisnya: miliaria (bukan malaria lho), obatnya cukup dengan bedak yang mengadung antihistamin, misalnya: caladryl atau caladine powder (jangan yg lotion ya, ntar terasa perih).
    Trims

  286. 286 irma Januari 2, 2009 pukul 11:47 am

    mo tanya untuk bayi 7 bulan (ASI n bubur homemade) idealnya makan brapa kali sih dok? saya takut klo kebanyakan makan ntar susunya kurang, tapi saya juga takut klo kebanyakan susu asupan kalorinya kurang. makasih

  287. 287 cakmoki Januari 2, 2009 pukul 5:06 pm

    @ irma:
    Pada bayi, makan bisa lebih 3 kali. Yang penting susunya gak berkurang. Gak akan kurang kalori koq, kan dalam susu udah ada kalori dalam bentuk karbohidrat, lemak dan protein.
    Udah bagus kalo bayi mau makan MPASI, berapapun jumlahnya merupakan latihan sekaligus penyesuaian bagi tumbuh kembang bayi.
    Trims

  288. 288 Tri Sintyawati Januari 4, 2009 pukul 7:11 pm

    halo cak, met thn baru 2009, sehat selalu ya cak dan sukses…

    ini saya mau tanya masalah baby saya yg umur 6 bulan, sejak saya kasih jus buah seperti jeruk, kambochi(sejenis labu), pepaya, wortel dan jagung yang di kukus dulu baru di jus lalu disaring, nah masalahnya setelah anak saya makan skrg ini jadi susah BAB, skarang malah udh 3 hari ngak BAB sejak dari tgl 1 jan ini. saya kasih minum jus sehari 2x dengan takaran 20ml aja ditambah dengan asi dan formula sebagai makanan utama.

    apkah ada masalah dengan pencernaan anak saya ? atau dr sisi medis baby berumur 6 bulan sudah boleh mengkonsumsi jus ??? knp bisa sampe 3 hari blm BAB ya cak moki ???

    Thx u
    Tri

  289. 289 cakmoki Januari 5, 2009 pukul 12:20 am

    @ Tri Sintyawati:
    Halo, Met tahun baru juga :)

    obstipasi (kesulitan BAB ato sembelit) kerap dijumpai pada bayi bahkan yang sedang menjalani ASI Eksklusif.
    Hal itu terjadi karena reabsorbsi (penyerapan cairan kembali) di usus besar. ini bisa dimaklumi karena bayi memerlukan lebih banyak cairan untuk metabolisme dalam rangka tumbuh kembang.
    Menurut saya, bukan karena jus karena jus buah sebenernya justru membantu melancarkan BAB.
    Bila dalam 2-3 hari gak BAB hingga bayi kesakitan dan penuh perjuangan saat BAB *sampe wajahnya merah padam*, sebaiknya dibantu dengan pencahar, misalnya: Dulcolax Supp ped 5 mg, dimasukkan dubur (setelah dibasahi dengan air sabun mandi). Biasanya akan BAB dalam beberapa jam.
    Walaupun pemberian jus ato makanan tambahan dianjurkan usia 7 bulan, tapi dari segi medis gak papa diberikan jus.

    Trims

  290. 290 helena Januari 5, 2009 pukul 10:43 pm

    Dokter…
    Anak saya 5 thn lbh… 1 bulan lalu mimisan, menetes tiba2 dari hidung kanannya. tp bisa stop tidak lama setelah saya kompres pake es batu di antara jidat dan hidungnya.
    Tapi hari ini, tiba2 mimisan lagi. tp juga cpt berhenti.
    Kenapa ya Dok, apa saya perlu konsultasi ke Dr THT / DSA ?
    Mohon petunjuknya, spy saya tau apa yang harus saya lakukan selanjutnya.
    Terima kasih sebelumnya Dok..
    Salam.

  291. 291 bunda azbibwa Januari 6, 2009 pukul 11:20 am

    Cak dokter…
    Anak saya umur 7 bulan, tiap hari saya kasih jus buah 1 kali, makan 3 kali dari apel, pir, jagung, wortel, bayam yang dikukus bentar trus diblender. Makannya juga banyak, yang jadi masalah anak saya itu sering BAB, sehari bisa 2-4 kali, gak mencret sih. Jadi perasaan tiap atas diisi, bawahnya keluar, he..he.. Kira-kira masih wajar gak ya,cak ?
    O ya satu lagi, kira-kira lebih bagus mana susu formula yang notabene dari susu sapi atau susu kedelai ? Ada anak temen yang dikasih susu kedelai katanya lebih lahap minum susunya ketimbang diberi susu formula. Ada efek sampingnya gak pemberian susu kedelai secara terus menerus ?
    Makasih banyak sebelumnya..

  292. 292 cakmoki Januari 6, 2009 pukul 2:22 pm

    @ helena:
    Sebaiknya periksa ke dokter spesialis THT (boleh juga ke DSA).
    Andai pada pemeriksaan THT gak ada kelainan, kemungkinan hanya ruptur (pecahnya) pembuluh darah kapler di permukaan dinding hidung bagian dalam yang dipicu oleh berbagai faktor, diantaranya: aktifitas yg berlebihan atau kepanasan, ato cuaca.
    Moga ananda sehat selalu.
    Trims

    @ bunda azbibwa:
    Gak papa Bu :)
    Adakalanya frekuensi BAB anak lebih sekali terutama jika banyak makan or minum. Normal aja koq.
    Kedua sufor tersebut sama aja (kalo mengacu pada kebutuhan proteinnya). Suka tidaknya minum diantara keduanya bergantung pada selera bayi. Efek samping gak ada, walaupun demikian protein hewani tetep diperlukan untuk tumbuh kembang bayi.
    Trims

  293. 293 meimei Januari 8, 2009 pukul 11:16 am

    pagi cak..
    saya mau tanya ni cak..
    bayi saya kan 3 bln skrang..klo pada mlm sebenarnya lbh bae ks susu apa gk y?
    trs cak,sekarang ini anak saya suka gigit2 dotnya itu kenap y cak..
    kan br 3 bln emang uda mau tumbuh gg y cak?
    trs cara membersikan idung yg bener gmn y cak..?
    anak saya kotoran idung nya banyak..tiap pagi nafas nya selalu grok..grok…gt sprt idumg kesumbat itu kenapa y cak?tiap bgn pagi pasti selalu bgitu?
    apa krn ac nya dngin ato apa?

    thx y cak utk penjelasanya..

  294. 294 meimei Januari 8, 2009 pukul 12:52 pm

    o ya cak…
    klo untuk bayi 3 bln dalam sehari normalnya dia hrs mnm brapa ml y?
    cak,napa bayi saya klo mnm ss nya susa..bisa 1 jm dan gk mau diisap..
    apa mungkin dia gk suka ss formulanya?

    thx..

  295. 295 cakmoki Januari 8, 2009 pukul 1:34 pm

    @ meimei:
    Pagi… eh, siang ding :)
    Gak papa, silahkan kasih susu pada malam hari.
    Nggigit dot adalah hal yang wajar dan merupakan bagian dari reflek menghisap pada bayi, gak ada hubungannya dengan tumbuh gigi.

    Cara membersihkan hidung cukup dengan tissue yg dibentuk (dipluntiri) untuk mengait kotoran hidung.

    Ya, biasanya hidung grok-grok karena sekret (cairan hidung atau hidung kesumbat) yg dipicu oleh hawa dingin.
    Gak papa… kalo gak mengganggu banget, gak perlu obat.

    Thx :)

  296. 296 mama_wawa Januari 8, 2009 pukul 8:05 pm

    malem cak, mohon tanya ya, anak saya selalu pilek dan batuk umur 4th 11bln BB 18kg dikatakan karena alergi krn sayanya juga ada bakat alergi oleh DSA nya dikasi profilas dgn dosis 2x 1 sd obat dan racikan untuk pileknya, yang jadi bikin kepikiran apa dosis profilas nya tidak over ya? karena saya baca dari kertas komposisi nya kok dibilang untuk BB 14-18kg sehari 2x 2ml, bagaimana mnt cak? trims atas perhatiannya dan saya tunggu balasannya

  297. 297 cakmoki Januari 9, 2009 pukul 12:26 am

    @ mama_wawa:
    Met Malem.
    Yang bener untuk anak 4 tahun dg BB 18 kg, adalah:
    2 x 1 sendok takar. :) … artinya, dosis oleh DSA sangat tepat.
    Adapun dosis yg tertera di label obat emang sering gitu, suka gak cocok sehingga para orang tua jadi bingung dan ragu-ragu.

    Produk lain, semisal Zaditen, dosisnya 2×1 sendok takar.
    Nah, dari masing-2 produsen aja udah beda… hehehe.
    So, seyogyanya mengikuti dosis dari DSA.

    Dosing: Ketotifen (Oral Route)
    The dose of this medicine will be different for different patients. Follow your doctor’s orders or the directions on the label. The following information includes only the average doses of this medicine. If your dose is different, do not change it unless your doctor tells you to do so.
    Adults and children 3 years of age and older—The usual dose is 1 milligram (mg) (1 tablet or 5 milliliters [mL] of syrup) twice daily, once in the morning and once in the evening.

    Perlu diketahui bahwa dosis pada anak mengikuti berat badan (luas permukaan tubuh), sehingga adakalanya obat tertentu, dosis anak sama dengan dosis dewasa.

    Trims

  298. 298 mama_wawa Januari 9, 2009 pukul 9:53 pm

    wah wah top bgt d pak dokter ini,thks a lot utk reply nya ya..semoga saja pabrik2 farmasi kita lebih teliti untuk membuat panduan farmakologi obat..biar kita sbg konsumen tidak dibuat bingung…best regards

  299. 299 cakmoki Januari 10, 2009 pukul 12:53 pm

    @ mama_wawa:
    Makasih juga atas share-nya :)

  300. 300 lilis Januari 20, 2009 pukul 9:56 pm

    hai cak,mau tanya lagi nih, gimana penularan HBSAG, soalnya pembantu saya ada yang positif HBSAG 3000, anak saya 4, 12 tahun,10,7,dan 3, semua sudah vaksin hepa
    Trims

  301. 301 dian tarakan Januari 24, 2009 pukul 6:10 pm

    cak anak umurnya 2 tahun, tp BBx cuma 10 kg, normal nda ya? skarang lg minum pediasure complete, tp DSAx pernah bilang jangan dikasih pediasure kalo anaknya mau kuat makan, susux diganti saja katanya, tp sudah sy coba chil Kid tp anak saya tetap nda mau makan, sudah berbgai cara dan vitamin anak telah sy berikan, tp hasilnya nihil, mohon bantuannya vitamin apa yang cocok buat anak saya

    sebelumnya sya ucapkan trima kasih cak!

  302. 302 cakmoki Januari 25, 2009 pukul 1:37 am

    @ lilis:
    Penularan virus hepatitis secara umum melalui makanan, minuman dan hubungan intim.
    Kalo dah vaksin, gak papa… aman.

    @ dian tarakan:
    Masih normal. Vitamin gak banyak membantu untuk meningkatkan nafsu makan. Kalo anak gak mau makan, gak perlu dipaksa-paksa, biarkan anak memilih susu yang paling dia sukai. Ada saatnya anak akan suka makan siring dengan bertambahnya umur.
    Trims

  303. 303 tri Februari 2, 2009 pukul 7:30 pm

    halo cak,

    saya mau nanya…, utk bayi berusia 7 bln, apakah sudah boleh di jijilin kopi hitam yg sudah diseduh ? krn menurut org tua (tradisi kuno) bahwa kopi yg sdh diseduh diberikan setetes ke mulut bayi itu berfungsi utk mencegah STEP pd bayi, benarkah itu cak ?

    dan apakah kopi itu benar2 bermanfaat pd bayi ?

    thx u cak…

  304. 304 cakmoki Februari 3, 2009 pukul 2:56 am

    @ tri:
    halo juga…
    Jangaaaaaannnnn … gak bener dan gak bermanfaat karena kopi (coffeine) bersifat stimulasi.. jangan korbankan bayi kita hanya karena tradisi.
    Trims

  305. 305 Shinta Februari 10, 2009 pukul 10:16 pm

    Cak, aq mo share bukan tentang penyakit anak..ini tentang hal yg buat aq pusing sbg ibu. apalagi kalo bukan karena anakq gak mau makan sama sekali.. dari keci putriq emang gak doyan makan dan saat ini dia berusia 2,2th. aq konsumsi pediasure sbg panyeimbang gizix dan dokter dia juga anjurkan itu aja. sewaktu umur 1th berat badanx tdk sampe 3x berat lahir (3,05kg)tapi saat ini putri kecilq udah semox en montoks he.he.. tp bukan karena makan, karena pediasure itu.. dia mau minum susu saat tidur aja dengan komposisi 3 botol 120ml saat tidur siang dan 4 botol 120ml saat tidur malam. jadi intix rata2 putriq konsumsi 7-8 botol 120ml each day. aq gak tau ini salah kaprah/gak krn yang aq kuatirin asupan gizi dia.aq gak mau dia kurus kering lagi..aq dah coba makanan apapun mulai dari kering sampe berkuah,tp nihil..cemilan juga dia gak gitu mau dan untuk sejenis chiki dan permen bener2 aq larang keras. gimana aq seharusx jadi ibu,cak…am i wrong? reply me soon, tq.

  306. 306 cakmoki Februari 11, 2009 pukul 12:47 am

    @ Shinta:
    Gak salah koq :)
    Anak gak bisa dipaksa-paksa makan seprti kemauan ortunya. Yang penting perkembangan anak gak terganggu dan aktif.

    Yang perlu saya luruskan adalah bahwa makanan ada beberapa jenis, yakni:
    1) makanan padat
    2) makanan cair
    3) makanan lunak
    Semua itu namanya makanan, bukan nasi doang.
    Contoh, susu adalah salah satu bentuk makanan cair yang berisi karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral… so, apa ini bukan makanan ? ;)
    Trims

  307. 307 tri Februari 11, 2009 pukul 9:01 pm

    thx cak untuk reply nya.
    sekarang saya minta ortu jangan kasih kopinya. thx banget

  308. 308 bunda ratu Februari 12, 2009 pukul 12:46 am

    askum dok, menurut dokter puyer itu gimana sich? msalahx Rata2 DSA dikota sy kalo kasih resep pasti puyer, jd kwatir banget nich mo bwa anak K DSA, trus benar nggak dok kalo tiap kali anak saya (5 bln) pilek or dmam sya kasih NIPE Pediatric Drops tanpa konsul DSA, karna spertix obatx langsung ngaruh bikin pilek ato demamx bkurang, trus wajar apa tidak kalo gigi bayi tumbuh pada usia 4 bln,
    sya selalu memeras ASI sya di T4 kerja, menurut dokter asi bisa berthan berapa jam dengan ato tidak disimpan di lmari pendingin
    thanks B4 atas jwabanx dok, jd nggak enak nich ptyaanx banyak sekali
    tp percya koq dokterx baik He he

  309. 309 cakmoki Februari 12, 2009 pukul 2:38 am

    @ tri:
    sama-sama, makasih juga share-nya

    @ bunda ratu:
    wa’alaikum salam, wr, wb,
    Di negara lain, pemakaian puyer hanya sekitar 1 % karena alasan tertentu, tapi di sini saya juga gak ngerti kenapa masih pake puyer. Tentang kelemahan puyer, silahkan baca artikel seputar Puyer di blog ini.
    Nipe boleh digunakan untuk pertolongan pertama dan biasanya sembuh pada penyakit flu ringan. Kalau setelah beberapa hari gak sembuh, mau gak mau sedekah ke dokter…hehehe

    Pertumbuhan gigi sangat bervariasi, pada umur segitu wajar, ga masalah.
    Adapun ASI peras masih bagus hingga 8-12 jam di lemari pendingin.

    Ga papa tanya banyak, hanya saja kadang saya suka telat ngejawabnya :)
    Trims

  310. 310 bunda ratu Februari 14, 2009 pukul 9:13 pm

    askum, dok sya lg panik nich, gara2 BAB baby sy yg berumur 5 bulan ada bercak darah, kira2 itu pengaruh apa ya dok, sya takutnya kena disentri tp intensitas BABx normal sja, 1 x sehari, ato ada engaruh apa ya dok? sudah 1 bulan ini sy berikan makanan lunAk berupa bubur saring, itu bukan pemgaruh bubur saring y Dok? sudah DSA tp katanya ngga papa!, obat masih sy berikan tp bercak darahx masih ada, mohon infox lg dok, dok please jgan bosan y baca dan bals keluhan sya, thanks alot dok!

  311. 311 cakmoki Februari 15, 2009 pukul 3:32 am

    @ bunda ratu:
    wa’alaikum salam, wr, wb,
    Kalo bercak darahnya segar, kemungkinan iritasi di dubur, biasanya akan pulih setelah beberapa hari. Bukan karena bubur saring.
    Sedangkan darah yg menyertai desentri biasanya berlendir, BAB gak normal dan berulang, perut mules (pada anak ditandai dengan rewel saat mau BAB).
    Obat dari DSA diterusin aja, ntar kita evaluasi dalam 3-5 hari.
    Moga ananda segera sehat kembali.
    Trims … Wass

  312. 312 Shinta Februari 15, 2009 pukul 6:42 am

    tengs ua cak..aq jadi lebih tenang. o ya ini bukan pertama kalix aq share lho..dan alhamdulilah jawabanx selalu memuaskan. join u soon..

  313. 313 cakmoki Februari 15, 2009 pukul 3:38 pm

    @ Shinta:
    makasih juga share-nya :)

  314. 314 Yayuk Februari 17, 2009 pukul 10:00 am

    Dok, beberapa hari yang lalu (13-14 Feb) anak saya, 11 bulan, demam sampai 39,1 dan perut kembung. Pada tgl 14 saya periksakan ke dokter spesialis anak. Dari hasil pemeriksaan, dokter menyampaikan belum dapat diketahui pasti jenis penyakitnya, untuk memastikan penyebabnya perlu waktu 4 hari. Disarankan untuk cek lab pada hari seninnya apabila setelah minum obat resep dokter masih demam.
    Setelah minum obat, pada hari senin udah tidak demam dan obat dihentikan sesuai saran dokter. Tapi cek lab tetap saya lakukan dok, biar tenang (hehehe… soalnya banyak info kalau DBD demamnya seperti pelana kuda, setelah 4 hari tidak demam….)
    Dari hasil lab, sebagai berikut :
    Hemoglobin 11,3
    Lekosit 4,5
    Eritrosit 4,5
    Trombosit 175
    Hematocrit 34
    Laju endap darah I 31
    aju endap darah II 60
    MCV 75
    MCH 25
    MCHC 34
    Hitung jenis :
    Basofil 0%
    Eosinofil 2%
    Netrofil batang 2%
    Netrofil segmen 26%
    Limfosit 65%
    Monosit 5%
    Hasil tes WIDAL
    S. typhi O Pos. 1/80
    S. typhi H Negatif
    S. paratyphi AO Pos. 1/80
    S. paratyphi BO Pos. 1/160
    S. paratyphi CO Pos. 1/80
    S. paratyphi AH Negatif
    S. paratyphi BH Pos. 1/80
    S. paratyphi CH Negatif
    Setelah hasil lab dibawa ke DSA lagi, katanya anak saya positif typhus, dan kalau lewat 1 hari panas lagi disarankan rawat inap, dan pemberian obat selain obat turun panas tetap diberikan karena sudah mengandung obat untuk typhus.
    Yang saya tanyakan, dok :
    1. Apa benar anak saya terkena typhus, karena kalau membaca tulisan dokter sebelumnya, tidak ada tanda-tanda typhus pada anak saya (demam tidak lebih dari 5-7 hari)
    2. Nilai laju endap darah anak saya kok termasuk tinggi ya dok, apa pengaruh laju endap darah pada kita.
    3. Anak saya kalau minum susu botol, airnya memakai air mineral dari dispenser, apakah baik dok?
    Terima kasih ya dok, dan maaf banyak pertanyaannya….
    Salam.

  315. 315 cakmoki Februari 17, 2009 pukul 1:19 pm

    @ yayuk:
    Maaf, kalo curiga DBD, mestinya hanya periksa trombosit dan hematokrit (setelah diberi obat 2-3 hari tapi demam gak turun dan ada tanda syok), selebihnya ga penting, hanya akan membingungkan dan nambah biaya yang gak perlu.
    DBD ditandai dengan demam yg gak turun-turun 2-7 hari disertai tanda syok dan Trombosit kurang dari 100.000 serta hematokrit meningkat lebih dari 20%.

    Tanpa mengurangi upaya kehati-hatian, perlu kita pahami bahwa penyakit-2 ringanpun seringkali memberikan hasil lab seperti di atas.

    Kita diskusikan secara singkat ya :)
    1) Jika saat ini sudah gak demam, pasti bukan typus. alasan saya: (a) kebanyakan demam pada typus berlangsung lebih dari 1-2 minggu; (b) widal hanya dapat dipercaya jika diperiksa pada minggu kedua demam dengan hasil titer > 1/200 dan meningkat 2-4 kali lipat pada pemeriksaan selanjutnya; (3) indonesia adalah negara endemis typus sehingga orang sehatpun bisa menunjukkan hasil widal positif saat diperiksa widal karena bisa jadi sebelumnya pernah terpapar kuman Salmonella typhi yg menstimulir tubuh untuk membentuk aglutinin, tapi yang bersangkutan gak sakit. Aglutinin inilah yg menyebabkan Test widal positif dan bisa menetap dalam jangka lama walaupun gak ada lagi kuman Salmonella.

    2) LED (laju Endap darah) bisa tinggi karena banyak faktor. penyakit-penyakit infeksi virus, mulai yg ringan hingga yg berat acapkali menunjukkan peningkatan LED

    3) Baik … Gak papa

    Moga ananda segera sehat kembali :)
    Trims

  316. 316 Yayuk Februari 18, 2009 pukul 9:22 am

    Makasih ya dok, nambah deh pengetahuan saya.

  317. 317 andy Februari 18, 2009 pukul 10:09 am

    dok nanya donk klo biaya rongent telapak kaki berapa yach?
    coz aku jatoh dari motor telapak kaki ku bengkak takut nya ada apa-apa
    tolong yach donk kasih info nya biar ada gambaran harga

  318. 318 cakmoki Februari 18, 2009 pukul 12:18 pm

    @ Yayuk:
    sama-sama, makasih juga share-nya :)

    @ andy:
    Untuk Rontgen AP-Lateral (nampak depan dan nampak samping), sekitar 60-90 ribu rupiah, bergantung masing-masing Kota dan Lab Klinik… Trims

  319. 319 toni Februari 19, 2009 pukul 9:55 am

    Salam kenal dok.
    Langsung saja, anak saya suhu badannya panas 37-38 pada hari pertama dan kedua, lalu diberi obat panas proris turun pada hari ketiga 35.9 lalu pada hari keempat badan mulai hangat 37 pada malam hari tapi siang hari normal, lalu hari kelima ke dokter umum katanya tidak ada apa-apa cuma demam saja.
    lalu malamnya saya cek darah trombosit normal semua dan widal, pada prothypus AH plus 1/80, yang lain negatif semua.

    Pertanyaan saya apakah anak saya terkena typus? anak saya tidak nafsu makan kira-kira vitamin apa yang umumnya manjur dok? untuk obat panas apakah sudah benar memakai proris atau bisa yang lain?
    Terima kasih atas jawabannya.

  320. 320 cakmoki Februari 19, 2009 pukul 11:54 am

    @ toni:
    salam kenal :)
    Berdasarkan kronologi demam dan pemeriksaan Widal, hingga saat ini menurut saya, bukan typus.
    Tentang nafsu makan, pada anak tidak bisa dipaksa-paksa. Adakalanya vitamin yang paling bagus dan paling mahalpun tidak membantu meningkatkan nafsu makan. Yang penting anak lincah dan BB tidak terlalu kurang.
    kalo boleh tahu, umur dan BB anak berapa?
    Untuk obat panas, proris udah bagus, dosisnya: (minimal) 10 mg per Kg BB setiap kali pemberian dan diberikan 3-4 kali sehari.
    Moga ananda segera sembuh.
    Trims

  321. 321 toni Februari 19, 2009 pukul 3:50 pm

    Terima kasih dok, anak saya laki-laki umur 4 tahun 9 bulan, terakhir kali ditimbang kira-kira 25 tapi belum pasti.

    Trims.

  322. 322 cakmoki Februari 19, 2009 pukul 4:36 pm

    @ toni:
    Berarti obat panasnya pake Proris Forte 3-4 kali sendok takar, sedangkan jika diperlukan Antibiotika, beberapa jenis antibiotika dosisnya udah sama dengan dosis dewasa.
    Silahkan melanjutkan obat dari dokter
    Trims

  323. 323 toni Februari 20, 2009 pukul 11:24 am

    Terima kasih dok.
    Wah ternyata banyak banget manfaatnya blog tentang kesehatan anda ini. Sekali lagi terima kasih.

  324. 324 cakmoki Februari 20, 2009 pukul 2:09 pm

    @ toni:
    Sama-sama, pak…Terimaksih share-nya :)

  325. 325 ira Februari 21, 2009 pukul 12:24 am

    Malam pak dokter. Salam kenal.
    Anak sy 15 bln. Pd usia 14 bln lebih 2 mg kena kejang demam. Sehari sebelumnya anak sy divaksi IPD booster. Memang pd saat itu gigi anak sy mau tumbuh 3. Seblm divaksin kondisi anak sy sehat dok, tp setelah divaksin sore harinya bdnnya agak anget (37.3). Utk antisipasi sy beri tempra drops 1.2 ml. Sekitar jem 3 subuh dia agak rewel lalu jem 5 pagi sy kasih tempra dgn dosis yg sm. Pagi harinya memang ms agak hangat badannya, tp makan, nyusu dia masi mau. Sampai akhirnya dia tdr sy ukur sekitar jem 9 suhu badannya 38.6. Akhirnya sy kasih dia tempra lg dok. Jem 9.30 dia kejang.
    Yg jd pertanyaan sy:
    1. Apakah efek imunisasi dgn tumbuh gigi anak sy bisa panas sampai kejang spt itu?
    2. Setelah itu sy bw dia ke dokter yg beda dgn dokter imunisasi dia & katanya anak sy radang. Apakah pd saat diperiksa dokter sblmnya dia tdk bs melihat kl anak sy radang?
    3. Anak sy diresepkan obat penurun panas berupa racikan yg mengandung sanmol, proris, luminal. Apakah setiap kali anak sy panas sy berikan resep tsb mengingat doktenya blg anak sy ada riwayat kejang jd obat generik semacam proris/tempra sdh tdk mempan?
    4.Yg mana yg hrs diberikan terlebih dahulu, apakah obat panas yg dr (maaf) dubur atau langsung diberikan stesolit apabila suhu anak sy mendekati 38.6 tp belum terjadi kejang?

    Mohon dibantu ya dok. Krn terus terang penjelasan dr dsa sy krg lengkap & informatif.

    Terima kasih. Wassalam.

  326. 326 cakmoki Februari 21, 2009 pukul 6:20 pm

    @ ira:
    Salam kenal,
    Langsung saya kita diskusikan aja ya…

    1) Kalo booster biasanya gak sampai panas. Kalupun panas ga akan tinggi, kecualai saat yang bersamaan ada penyakit lain.
    Setiap panas, dengan sebab apapun, dapat menimbulkan kejang, terutama pada anak-anak yg memiliki ambang batas kejang lebihy endah daripada yg lain.

    2) Bisa jadi emang radang yg belum terdeteksi saat imunisasi. Perlu diketahui bahwa masa tunas (inkubasi) penyakit sangat bervariasi, mulai beberapa hari sampai beberapa minggu. Katakanlah ada mikro-organisme (virus, kuman, dll) masuk tubuh kita, maka akan menimbulkan sakit (panas dan keluhan lain sesuai penyakitnya) beberapa hari kemudian.

    3) Iya, untuk pertolongan pertama, dapat diberikan obat penurun panas dan pencegah kejang ketika anak mulai panas.
    Obat panas bebas aja, misalnya:
    a) golongan asetaminofen (parasetamol): Tempra, Sanmol, Dumin, dll. Dosisnya: 10-20 mg per Kg berat badan setiap kali pemberian, dan dapat diberikan 3-4 kali sehari, bahkan boleh diberikan setiap 5 jam.

    b) golongan ibuprofen: Proris, Arthrifen, Febryn. Dosis minimal: 10 mg per Kg Berat Badan setiap kali pemberian dan dapat diberikan 3-4 kali sehari. Obat golongan ini memiliki efek pereda panas lebih kuat dibanding asetaminofen (parasetamol).
    Saya ingin meluruskan bahwa yg dimaksud nama generik adalah nama asli kandungan obat.
    Contoh:
    Sanmol, Tempra, Panadol, Dumin adalah nama dagang atau nama paten, yakni obat bermerk yang memiliki hak paten dan gak boleh ditiru oleh produsen lain dengan nama yang sama.
    Obat tersebut sama-sama berisi parasetamol. Nah, paresetamol ini disebut obat generik yang dikenal oleh seluruh dunia. tapi kalo Sanmol, dll yg diproduksi di Indonesia, gak dikenal oleh negara lain. Inilah yg dimaksud obat generik dan obat paten.
    Jadi, obat paten bukan berarti manjur, melainkan obat bermerk atau obat dengan nama dagang tertentu yg memiliki hak paten.
    Demikian pula dengan obat yg berisi ibuprofen (proris, arthrifen, febryn, dll.

    Andaikata mbak ira punya pabrik obat dan ingin memproduksi obat penurun panas berisi parasetamol trus mendaftarkan ke BPOM dengan nama iramol, artinya: iramol adalah obat paten (nama paten) yg gak boleh ditiru oleh produsen lain, sedangkan isinya adalah parasetamol (nama generik).

    4) Kalo untuk pertolongan pertama saat panas, yg diberikan adalah kombinasi penurun panas (tempra atau sanmol atau proris atau yg lain) dengan liminal. Dosisnya disesuaikan dengan berat badan.
    Jika ternyata ada tanda infeksi kuman (melalui pemeriksaan dokter), maka diperlukan antibiotika yg dosisnya juga disesuaikan dengan berat badan.
    Stesolid (supp, lewat dubur), hanya diberikan jika anak kejang.

    Moga penjelasan singkat ini berguna…
    Trims

  327. 327 Merry Februari 22, 2009 pukul 10:11 am

    Cak, saya punya anak cowok yang 3 tahun dan 2 hari yang lalu demam dan besoknya sudah mereda, cuma hari ini sepertinya mulai mau batuk dan menurut mertua saya jangan-jangan kena campak.

    Teringat kata CAMPAK saya jadi teringat status vaksin campak anak saya. Nah saya mau nanya :

    1. Gejala kena campak yang sebenarnya gimana ?
    2. Bagaimana caranya untuk mengetahui anak saya apakah sudah pernah divaksin campak atau belum ?
    3. Kalau saya memberikan vaksin campak 2 kali apakah ada pengaruhnya ? Maksud saya boleh atau tidak apabila saya anggap belum pernah divaksin campak ?
    4. Vaksin campak biasanya lewat suntikan atau tetesan ke mulut ?

    Terima kasih atas sebelumnya.

  328. 328 cakmoki Februari 22, 2009 pukul 1:46 pm

    @ Merry:
    1) Tanda Campak:
    Stadium awal (prodromal)
    Pada umumnya berlangsung sekitar 4-5 hari, ditandai dengan:
    panas, lemas (malaise), nyeri otot, batuk, pilek, mata merah, fotofobia (takut cahaya), diare karena adanya peradangan saluran pernapasan dan pencernaan. Pada stadium ini, gejalanya mirip influenza.
    Namun diagnosa kearah Morbili dapat dibuat bila terdapat bercak sebesar ujung jarum (bercak Koplik) di dinding pipi bagian dalam (mukosa bukalis).

    Stadium timbulnya bercak (erupsi)
    Terjadi sekitar 2-3 hari setelah stadium awal.
    Ditandai dengan: demam meningkat, bercak merah menyebar ke seluruh tubuh, disertai rasa gatal. Selanjutnya gejala tersebut akan menghilang sekitar hari ketiga. Kadang disertai diare dan muntah.

    Stadium masa penyembuhan (konvalesen)
    Pada stadium ini, gejala-gejala di atas berangsur menghilang. Suhu tubuh menjadi normal, kecuali ada komplikasi.

    …tapi, yg berkata campak kan mertua … :)

    2) Status imunisasi dapat dilihat di Buku KMS atau Buku Imunisasi atau Buku Berobat (kalo biasa ke DSA). Imunisasi campak biasa diberikan pada usia 9-11 bulan atau 6 bulan.

    3) Campak cukup diberikan 1x dan sudah cukup memberikan kekebalan.

    4) Imunisasi campak lewat suntikan.

    Selengkapnya tentang campak, silahkan baca artikel sebelumnya di sini
    Trims

  329. 329 Merry Februari 22, 2009 pukul 2:22 pm

    Dear Cak,

    Masalahnya buku report vaksin anakku hilang hik..

    1.apa ada efek samping dari vaksin campak double?

    2.kalau tidak pernah divaksin campak, apa efeknya waktu terkena campak?

    Thanks ya Cak.

  330. 330 cakmoki Februari 22, 2009 pukul 3:02 pm

    @ Marry:
    ihhhh, ntar diprotes anaknya kalo dah besar ..hahaha

    1) Mestinya emang 2 kali untuk memberikan kekebalan yang ideal, pertama usia 6-11 bulan trus kedua 4-6 tahun. So, gak ada efeknya.

    2) Kalo gak pernah vaksin trus ketularan maka akan sakit campak. Tapi dengan pengobatan akan sembuh dan setelah itu akan memberikan kekebalan akami sebagai akibat reaksi tubuh kita terhadap campak.
    Gak papa … tenang aja, ngobatinya gampang aja koq, cuman agk lama sih, rata-rata lebih 3-5 hari :)

    Thanks

  331. 331 susan Februari 26, 2009 pukul 5:44 pm

    lama niy…gak gabung
    cak, mo tanya. anak saya, usia 2,5Th. dia punya gigi yg bagus, putih, bersih (krn mang ga doyan coklat+permen).
    dan anaknya jg rajin sikat gigi (lidahnya jg saya sikatin skalian).
    tapi koq, mulutnya itu bisa bau sekali ya…??
    palagi klo pas batuk pilek. meskipun dah sering sikat gigi, keknya gak ngaruh deh… (tetep bau mulut)
    saya jd bingung cak, sebenarnya..apa ya..yg menyebabkan bau mulut anak saya?
    trus,apa saya hrs konsul ke dokter?
    klo iya, dokter apa? THT ato SPA ?
    Tq.

  332. 332 cakmoki Februari 27, 2009 pukul 4:46 pm

    @ susan:
    kalo gitu sebaiknya periksa ke dokter THT ato dokter gigi. Ntar akan diketahui penyebabnya dan sekaligus advis penanggulangannya. :)
    Tq

  333. 333 bunda ratu Maret 1, 2009 pukul 11:24 pm

    askum, dok mau naya lagi nich, anak koq tiba2 nda mau makan n minum susu lg,pdhal dlam sehari bisa minum 5-6 kali dok, trus dlam sehari ini dah muntah 4 kali, trus BAB dah 2 kali n encer , tp masih ada ampas koq! sy sudah kasih kotrimaxasole 3 kali shari, tp dia tetap lemas n tidak mau makan, mohon sarannya dok, tahanks y dok!
    wassalam

  334. 334 cakmoki Maret 2, 2009 pukul 2:09 am

    @ bunda ratu:
    wa’alaikum salam, wr, wb,
    Berarti gak mau makan dan minumnya karena diare dan muntah.
    Co-trimoxazole adalah antibiotika yg diberikan jika diare disebabkan infeksi kuman. Pada anak usia 5-6 bulan (bener ya?), dosisnya 2×1 sdk takar, diminum selama 4-5 hari.
    Kalo bukan karena infeksi kuman, maka co-trimoxazole tidak diperlukan.
    Untuk menanggulangi muntah, dapat menggunakan domperidone tetes (merk-nya bebas memilih), dosisnya 3 kali 0,25 cc dan dihentikan jika udah gak muntah.
    Pada diare, yang paling penting adalah rehidrasi dengan lebih banyak minum (minum apa aja).
    Jika menggunakan antidiare (hingga kini masih kontroversi), dosisnya 3-4 x 1/2 sdk takar.
    Moga segera sembuh :)
    Trims… Wass

  335. 335 Yayuk Maret 6, 2009 pukul 11:26 am

    Met ketemu lagi dok, mau nanya nih, sebenarnya bukan masalah berat tapi kok cukup mengganggu. Begini dok, anak saya kalau digigit nyamuk pasti meninggalkan bekas hitam yang nggak hilang-hilang, terutama di bagian kaki. Saya beri krim elocon tapi kok belum hilang juga bekas hitamnya. Kasihan liatnya dok, mosok cantik-cantik kok kakinya batikan or ada mur-nya.
    Yang mau saya tanyakan :
    1. Bagaimana cara ngilangin bekas hitam gigitan nyamuk atau penyebab lain?
    2. Apakah elocon boleh digunakan untuk anak 11 bulan, karena pernah baca info sebaiknya krim tersebut tidak digunakan pada bayi.
    Thanks ya dok sebelumnya…

  336. 336 cakmoki Maret 8, 2009 pukul 11:56 am

    @ Yayuk:
    1) Ntar akan ilang sendirinya seiring bertambahnya usia. Hal tersebut terjadi karena kulitnya sensitif. Gak papa … Sebaiknya jangan dikasih obat apapun dan obat penghilang bekas item.

    2) Boleh. Tapi pada kasus bekas item setelah gigitan nyamuk, elocon gak ada gunanya.

    Makasih

  337. 337 Linda Maret 11, 2009 pukul 4:32 pm

    Assalamualaikum. Mudah2an berkenan untuk menjawab.

    Anak saya (6 bulan, laki-laki) hampir sepanjang hari memakai pampers, rutin diganti. dua hari terakhir saya melihat di pampersnya ada sedikit noda merah muda. Selain itu, warna kuning pada air kencingnya lebih pekat dari biasanya. Sejauh ini, saya tidak melihat ada gejala lain (seperti demam, rewel). Kira-kira apa penyebabnya ya, dok?

    Terima kasih banyak atas perhatiannya.

  338. 338 tri Maret 15, 2009 pukul 4:15 pm

    cak mau nanya, apakah penyakit TBC itu menular ? gejala TBC bgm cak ? bisa disembuhkan ngak ?

    TBC itu menyerang anak2 atau org dewasa ?

    thx u cak

  339. 339 cakmoki Maret 15, 2009 pukul 10:44 pm

    @ tri:
    TBC adalah penyakit Menular (disebabkan kuman Mycobacterium tuberculosa) dan dapat menyerang semua umur.
    Bisa disembuhkan dengan pengobatan selama 6 bulan.
    Tanda-tandanya, pada anak dan dewasa berbeda.
    Untuk lebih jelasnya silahkan baca artikel di blog ini beserta diskusinya di sini
    Trims

  340. 341 cakmoki Maret 17, 2009 pukul 1:17 am

    @ sehat4life:
    iya, barusan udah saya lihat :)
    Makasih

  341. 342 woro Maret 17, 2009 pukul 9:56 am

    dokter… pliis jawab pertanyaan saya ya… saya lagi khawatir banget nih. bagini: anak saya sudah berusia 16 bulan. dah bisa jalan. anak saya ini pernah beberapa kali (kurang lebih sudah lima kali) terpeleset lantai yg basah sehingga jatuh terlentang. kepala bagian belakangnya terbentur lantai. saat itu dia nangis keras sekali. tapi setelah reda, saya panggil namanya dia masih merespon dan ketika ditanya mana ibu… dia bisa menunjuk dengan tepat. menurut saya tidak ada yg berubah terhadap responnya terhadap sekeliling.

    cuma saya tetap khawatir benturan itu akan menimbulkan dampak yg kurang baik di kemudian hari.

    sebenernya perlu diperiksa lebih lanjut ga ya dok? atau anak saya itu baik-baik saja?

    saya jadi trauma melihat dia terpeleset jadi overprotective. saya takut terjadi apa2 dengan anak saya.

    mohon penjelasannya ya dok…

  342. 343 cakmoki Maret 18, 2009 pukul 12:01 pm

    @ woro:
    Gapapa Bu, anak memiliki tulang yang lentur, terlebih di kepala. Menilik respon tersebut setelah jatuh, menurut saya gak perlu pemeriksaan lanjutan.
    Justru sikap overprotective bisa menghalangi perkembangan anak. Untuk itu, biarkan dia bermain layaknya anak sebayanya.
    Trims

  343. 344 tri Maret 23, 2009 pukul 7:02 pm

    halo cak

    saya mau tanya kmarin itu anak saya sakit demam, radang tengorokan dan flu, udh dikasih obat dr RS, nah saat itu waktu masih minum obat sering BAB mencret, 1 hari bisa 3x, tapi sekarang udh sembuh malah blm BAB, ini udh 3 hari ngak BAB, jd khawatir, apakah ada ganguan atau bgm ya cak agar bisa BAB lancar ? oh iya anak saya skrg masih ASI eksklusif, skrg lg jalan 9 bln.

    mau tanya lg cak, gimana caranya agar anak saya bisa lepas dari ASI ya ? soalnya gue rencana sampe umur 10 bln udh mau stop kasih ASI, bagi2 saran ya cak..hii Thx u dan salam sehat utk cak jg

  344. 345 cakmoki Maret 23, 2009 pukul 10:42 pm

    @ tri:
    halo…
    Untuk mengatasi “tidak BAB” dapat menggunakan Dulcolax pediatrik 5 mg supposutoria. Caranya: masukkan 1 buah Dulcolax supp (tentu setelah dibuang kulitnya), lantas basahi dengan air dan masukkan ke dalam dubur si kecil. Biasanya BAB akan keluar setelah 1-6 jam. Cara ini lebih mudah, praktis dan tidak membuat sakit perut (mulas) dibanding obat minum.

    Untuk ASI, biasanya anak tidak mudah “dipaksa” lepas dari ASI. Salah satu cara adalah dengan menambah frekuensi Makanan Tambahan (secara bertahap) dengan harapan frekuensi minum ASI berkurang dan akhirnya dapat lepas dari ASI. tapi, cara ini dan cara lain kadang gak mempan. Jika ini yang terjadi, biarkan anak tetep minum ASI … :D
    Menurut saya, bagaimanapun anak adalah prioritas.
    Trims

  345. 346 lily Maret 24, 2009 pukul 10:01 am

    Pagi Cak…

    Saya mw tanya lg nih ttg ponakan saya umurnya 11,5 bulan. dia sering pilek. kl dah sembuh seminggu kemudian atau lebih pilek lg. padahal dia tiap hari dah minum Curcuma emulsion rasa jeruk.
    1) Penyebabnya apa Cak?
    2) Apa harus dikasih vaksin flu seperti Act-HIB?
    3) Obat apa yg harus dikasih? biasanya ke puskesmas dikasih puyer
    & antibiotik oleh dokter

    Trims ya Cak….

  346. 347 bunda ratu Maret 24, 2009 pukul 12:21 pm

    askum cak………..

    langsung aja cak! anak sya yg kembar(6 bulan) selalu bersamaan sakitx, sekarang kduax lg pilek n batuk, tapi kmarin sempat baca artikel kalo anak batuk dan pilek nda usah dikasih obat, karna itu adalah proses melawan virus, trus katanya virus itu nda ada obatnya, jd kalo anak sakit pilek n batuk tinggal dijaga kondisix sj, betul ya cak? trus kalo anak dikasih vaksin anti flu nda papa ya dok? jd dijamin tdk tidak flu lg ya? mohon penjelasannya

    thanks ya dok

    wassalam

  347. 348 cakmoki Maret 24, 2009 pukul 12:28 pm

    @ lily:
    Pagi Mbak …
    1) Kemungkinan Rhinitis alergi (selengkapnya silahkan baca artikel sebelumnya di sini

    2) Vaksin tersebut tentu baik, tapi bukan untuk menyembuhkan penyakit yg sekarang. Penjadwalannya silahkan menghubungi DSA setempat.

    3) Menurut saya gak perlu antibiotik. Untuk mengurangi keluhan, dapat menggunakan obat pilek sirup, misalnya:
    Loratadine sirup (inclarin sirup, dll), dosisnya 1/4 sendok takar sekali sehari saat pilek aja.
    Jika pileknya berat, dapat diberikan kombinasi dekongestan dan antihistamin, misalnya: sirup Rhinofed, dosisnya 1-2 x 1/4 sendok takar.
    Maaf, sy tulis dosis terendah dg asumsi berat badannya sekitar 7-10 kg.
    Walaupun misalnya di etiket obat ada tulisan tidak dianjurkan pada anak usia < 2 th, gapapa dipakai untuk 11 bulan.
    Sekali lagi, obat-obat tersebut hanya untuk mengurangi keluhan. Diharapkan nantinya akan berkurang dg sendirinya seiring dengan bertambahnya usia.
    Trims

  348. 349 cakmoki Maret 24, 2009 pukul 12:39 pm

    @ bunda ratu:
    wa’alaikum salam, wr, wb,
    Bener, … kebanyakan penyebab batuk pilek disebabkan virus. Kalo ternyata dalam perjalanan penyakitnya terdapat infeksi sekunder, maka perlu obat yg lebih spesifik sesuai hasil pemeriksaan dokter. Itu kalo kita bicara penyebabnya.
    Di sisi lain, tidak salah ngobati anak untuk mengurangi keluhannya.
    Gak papa vaksin anti flu… tapi gak menjamin anak gak sakit flu, mengingat strain ato varian virus flu sangat banyak. Selain itu virus penyebab flu dapat mengalami mutasi. So artinya vaksin flu, kalo mengacu pada artikel yg mbak baca, gak diperlukan… :D
    Thanks … Wass

  349. 350 lily Maret 24, 2009 pukul 4:32 pm

    Tks Cak jwbannya Cak, mgkn ponakan saya kena rhinitis alergi.

    Saya mw ty lg, apa ada imunisasi ulangan setelah umur 1 thn? kalau ada apa aja?
    krn ponakan saya sdh selesai imunisasi dasarnya….

    Sebelumnya trima kasih

  350. 351 cakmoki Maret 25, 2009 pukul 9:16 pm

    @ lily:
    Jadwal lengkap Imunisasi lanjutan (dari IDAI), silahkan download di sini.
    Thanks

  351. 352 jonesa Maret 28, 2009 pukul 5:19 pm

    hi cak, mau konsultasi nihh…
    anak sy umur 9 bln, sudah 3 kali dalam 5 hari pup nya warna hitam pekat dan agak keras..
    tidak berturut2 sih…
    biasa nya sih warna hijau atau coklat..
    kenapa ya? apa dari makanan atau emang kurang sehat?
    anaknya sih normal aja. lagi sehat sekali sekarang..
    tidak ada tanda2 sakit..
    makanan juga biasa, bubur susu dan bubur saring..

    thks sebelumnya cak

  352. 353 cakmoki Maret 28, 2009 pukul 10:39 pm

    @ jonesa:
    kalo anaknya nampak sehat dan gak ada keluhan, mungkin hanya gangguan yang bersifat temporal.
    Moga minggu depan udah normal kembali :)

  353. 354 Tessa Maret 29, 2009 pukul 2:02 am

    Cak,
    saya mau ikutan tanya tanya donk… Anak saya, 2 tahun 3 bulan kulitnya sensitif. Sejak bayi usia 4-5 bulan juga di mukanya suka ada bintik2 merah, dikasi salep apolar sama dokter anak. Sekarang dia sering gatal di kakinya, di bagian betisnya, tidurnya suka ga nyenyak karena gatal. Sebaiknya dikasi salep apa ya cak ? Saya kuatir apa tdk ada efek sampingnya kalo diberi salep yang mengandung steroid ?
    Terima kasih ya cak atas bantuannya

  354. 355 masjaliteng Maret 29, 2009 pukul 11:10 am

    Cak Moki, saya mau tanya tentang anak saya, Irza (13 bln):
    1. Kalau batuk sering muntah, walaupun tidak sedang sakit/sehat, berbahaya tidak?
    2. Kepalanya kadang agak panas tanpa sebab, bisa sembuh sendiri ataupun kalau panas banget diberi obat? Kenapa ya Cak?
    Terima kasih sebelumnya.

  355. 356 frida Maret 29, 2009 pukul 2:48 pm

    Assalamualaikum cak…apa kabarnya nih?Cak,mau nanya nih..anak saya (21 bln)sdh setahun ini terdeteksi asma.Saya pernah dengar kalau terdeteksi krg dari 2 th katanya bisa sembuh total,bener ngga cak?trus saya hrs kemana?Sbg info sy tinggal di bogor cak..Sekrg anak sy lg kambuh dan diberi puyer isinya Ketricin dan saccharin lalu ada Theobron,Mucopect 15mg dan Histrine.Sbnrnya obatnya udah cukup blm? Suwun yo cak,Gusti Allah sing mbales.

  356. 357 cakmoki Maret 30, 2009 pukul 12:26 am

    @ Tessa:
    gak papa dikasih salep apolar, toh makenya hanya saat gatal dan hanya di area yang ada bintik merahnya aja.
    Efek samping terjadi jika dioleskan pada area luas dan dalam waktu yg panjang secara terus menerus.
    Pada umumnya kulit yang sensitif tersebut akan membaik seiring dengan bertambahnya usia.
    Makasih

    @ masjliteng:
    1) Gak papa. Pada anak usia di bawah 6 tahun, anak tidak bisa mengeluarkan dahak secara spontan, karenanya dahak akan ditelan kemudian keluar bersama muntahan.

    2) Panas pada anak, seluruh tubuh ataupun sebagian tubuh atau hanya bagian tertentu dari tubuh, dapat disebabkan oleh banyak faktor. Tersering adalah infeksi virus (banyak jenisnya). Sejauh dapat sembuh sendiri atau panas turun setelah diberi obat penurun panas, gak papa. Kalo dengan obat penuruyn panas gak turun panasnya dalam 2-3 hari, mau gak mau periksa ke dokter terdekat.

    Maturnuwun.

    @ frida:
    Wa’alaikum salam,… alhamdulillah, kabar baik.
    Memang ada pendapat bahwa asma yang dimulai sejak kecil biasanya akan sangat jarang kambuh setelah beranjak remaja. Hal ini lebih berlandaskan pada pengalaman klinik dan follow up dokter.
    Namun belum ada penelitian yang pasti tenang hal tersebut lantaran sejatinya asma gak bisa sembuh total. kalaupun gak kambuh bertahun-tahun, suatu saat ada kemungkinan kambuh jika terpapar alergen, misalnya: kelelahan fisk maupun psikis, dingin, debu, asap, dll.

    Obat tersebut emang untuk asma dan pengencer dahak untuk meredakan batuk.
    Sayangnya dalam bentuk puyer. Andai dalam bentuk sirup yang terpisah, obat-obat tersebut dapat disimpan dalam tempo 6 bulan dan dapat digunakan lagi saat kambuh sehingga ga bolak-balik ke dokter.

    Maturnuwun…. Wass

  357. 358 yenni Maret 31, 2009 pukul 10:00 pm

    Met malam Dokter kesayanganku… :)
    Maaf ya kalo byk nanya2.
    Gini Dok, bener gak sih kalo anak yg udah 2 thn sebenarnya udah ga perlu asupan susu? (dr syaraf yg ngomong, wkt itu kakak ku sedang berobat)
    Malahan katanya susu kalo kebanyakan diminum ada zat apa gitu yg menumpuk & bs panas?
    Ada yg bilang jg minum susu harus sampe usia anak 7 thn, bt perkembangan.

    Aku jd bingung nich dok, bukannya susu itu bagus bt pertumbuhan anak?
    Ditunggu jawabannya ya Pak Dokter :)
    Thank you

  358. 359 cakmoki Maret 31, 2009 pukul 10:53 pm

    @ yenni:
    Met malem :)
    Untuk menjawab keragu-raguan tersebut mari kita mengingat kembali pelajaran saat sekolah, yakni:
    4 sehat 5 sempurna.
    Lima sempurna maksudnya susu, tentu bagi yang mampu membeli..hehehe.
    Thank you :D

  359. 360 ermalatersia April 1, 2009 pukul 8:32 am

    Salam kenal dok

    Saya ibu dengan dua anak yang lagi bingung banget menghadapi batuk anak yang tidak sembuh-sembuh. Anak saya umur 9 thn bb 48 kg dan 6,6 thn bb 25 kg.
    Kedua anak saya sering sekali batuk dan sembuhnya lama. Lima bulan yang lalu saya bawa ke dokter paru dan di roentgen hasilnya paru2 mereka bersih tidak ada flek. Dokter bilang kemungkinan anak2 saya alergi dan saya diberi pilihan diberi obat selama 3 bln supaya tidak gampang batuk atau tidak usah diberi obat. Karena saya pingin anak saya sembuh saya pilih diberi obat. Obat yang diberi adalah Methylprednisolone 4 mg. dan obat puyer jika batuk. Kedua anak saya diberi puyer yang berbeda, maaf saya lupa dok karna resepnya hilang. Setelah 3 bulan anak saya tetap sering batuk tidak ada perubahan maka saya hentikan pengobatan.

    Untuk kakaknya
    Setelah pengobatan dihentikan sempat tidak batuk sama sekali sekitar 1 bln. Sekitar bulan feb dia demam dan batuk. Dokter tdk memberi antibiotic Cuma obat demam dan batuk berupa puyer.karna hasil cek darah semua bagus. Demamnya sembuh tapi batuknya awet hingga sekarang. Setelah obat dari dokter habis saya beri obat bebas dr Actifed sampai bisofon forte tapi tidak sembuh juga. Karna udah berapa botol habis akhirnya saya nyerah, saya cuma beri rebusan air jahe ditambah gula jawa dan dadanya saya olesi salep transfulmin.

    Untuk adiknya
    Setelah pengobatan dihentikan batuknya tetap awet dan sama spt kakaknya feb lalu kena demam dan batuk. Diberi antibiotic oleh dokter karna dahaknya berwarna kehijauan. Demamnya sembuh tapi batuknya masih ada sampai sekarang walau tidak sesering sebelum diberi obat dr dokter. Tindakan yang saya lakukan sekarang sama seperti kakaknya diatas dok. Berat badan adiknya tidak naik selama beberapa bulan ini dok.

    Mereka batuk tidak sepanjang hari dok tapi lebih sering malam menjelang tidur , malam hari atau setelah bangun pagi. Saya beri tambahan vit seperti supradin anak, Stimono, madu dan yg terakhir saya beri vit Scotts cod liver capsule.

    Pertanyaan saya
    1. Apa yang harus saya lakukan untuk mencari kepastian penyebab batuk anak saya.
    2 Apakah kemungkinan anak saya terkena tb
    3. Tindakan apa yang harus saya lakukan supaya anak2 tidak selalu batuk.
    4. Obat apa yang aman saya berikan mengingat batuk mereka sampai berbulan bulan dok

    Saya mohon dengan sangat bantuan dokter untuk masalah saya ini dan mohon maaf atas penjelasan yang terlalu panjang.
    Trimakasih banyak dok untuk waktunya.

    Salam

    Erma

  360. 361 Tri April 1, 2009 pukul 10:28 am

    halo cak

    jgn bosan2 ya, saya mau nanya lg nih,

    anak saya yg berumur 9 bulan, kmarin itu br sembuh dr batuk,pilek dan setelah sembuh gue bawa ke RS utk imunisasi Pneukokus dan campak, tp setelah itu besoknya lgs batuk dan pilek, kalo nafas sering bunyi grok grok, yg mau saya tanyakan apakah imunisasi itu ada efek samping ke bayi ya ? mis : panas,batuk dll. atau kebetulan anak gue mau kambuh lg sakitnya ? hee

    dan tanya 1 lagi, kalo biasa anak batuk, pilek itu boleh dimandiin ngak pake air hangat ? kalo suhu AC di kamar yg pas utk bayi 9 bln kira2 brp celcius ya ?

    thx u cak, sehat selalu utk cak ya

  361. 362 fuan April 1, 2009 pukul 12:08 pm

    mau nanya nih cak mok
    anak ku umurnya 28 bulan dah hampir 5 bulan ini gak mau makan , jadi minum susu aja . kayaknya emang pencernannya kurang bagus . dah aq bawa ke dr. anak katanya biasa anak kecil gak mau mkan katanya si dokter anak , Tapi menurutku itu gak biasa. klo minum susu aja dia sering bil sakit sampbil nepuk2 perutnya. Sakit APa cak anakku??? oh ya aq di malang , bisa gak kasih rekomendasi Dr. anak yang bagus di malang Cak. makasih cak , klo di jawab .

  362. 363 cakmoki April 1, 2009 pukul 2:21 pm

    @ ermalatersia:
    salam kenal :)

    langsung kita diskusikan aja yaaa…

    1) gak perlu ada tindakan ato pemeriksaan lain karena dokter udah memeriksa bahwa paru-paru keduan anak tersebut bersih berdasarkan rotgen dan beliau mengatakan alergi.
    Menilik kronologisnya, saya sependapat bahwa keduanya batuk alergi. Biasanya akan mudah kambuh dalam 2minggu – 1 bulan terutama jika terpapar oleh dingin, debu (termasuk debu rumah), asap, kelelahan.
    Batuk alergi yang paling sering dijumpai adalah bronkitis alergika dan asma.
    Obatnya sama, yakni: (a) pengencer dahak, (b) bronkodilator (obat untuk melonggarkan saluran nafas agar dahak mudah keluar), dan (c) steroid (methyl prednisolon, prednison, deksamethason, dll.
    Bisa juga dokter hanya memberikan (a) dan (b) atau bahkan hanya (a). Pada batuk alergi biasnya berlangsung lama, 1-2 minggu hingga 6 minggu.

    2) Saya lebih cenderung batuk alergi dengan berbagai variannya. Kalo curiga TBC, tanda kecurigaan utama pada anak adalah panas lebih 3 minggu disertai penurunan BB dan anak menjadi lesu. Bukan batuk berkepanjangan.
    Silahkan baca flek paru pada artikel sebelumnya di sini

    3) Gak ada tindakan khusus yang perlu dilakukan karena faktor pencetus pada batuk alergi sangat sulit dihindari.
    Kelak, batuk tersebut akan jarang kambuh seiring dengan bertambahnya usia.

    4) Obat pengencer dahak dan bronkodilator aman digunakan dalam jangka panjang.

    Perlu diketahui, batuk alergi banyak terjadi di Indonesia. Di daerah kami, di ndeso, rata-rata lebih 10 anak dibawa berobat dengan batuk ngikil, krok-krok dan rata-rata lama sembuhnya. Yang penting adalah pemahaman dan informasi seputar batuk berkepanjangan dan faktor pencetusnya sehingga anak tidak begitu mudah diobati dengan obat TBC hanya karena orang tuanya panik.
    Pada kenyataannya, banyak anak yg diobati dengan obat TB hingga 2 tahun toh tetep batuk berkepanjangan.
    Namun demikian, pilihan tetap berada ditangan orang tua.

    Trims :)

    @ Tri:
    Halo,
    Efek samping imunisasi rata-rata panas.
    Adapun panas batuk pilek pada umumnya ketularan orang disekitarnya, saat di perjalanan, di RS, dll. Bukan karena efek samping imunisasi :)

    Sakit apapun TETAP MANDI, pake air hangat, kecuali luka bakar yang luas … sekali lagi, tetep mani dong
    Suhu kamar ideal untuk semua umur sekitar 20-25 derajad celcius, selebihnya bergantung pada kebiasaan.
    Tengkyu

    @ fuan:
    Pola makan pada anak gak bisa dipaksa-paksa kayak orang dewasa. Sy sependapat dengan DSA yang mengatakan biasa, maksudnya kesukaan anak pada makanan emang suka berubah. Kalo masih mau minum susu gak papa.
    Kalaupun nanti dibawa ke dokter anak, paling hanya dikasih enzym untuk mencegah kembung dan membantu metabolisme, tapi bukan untuk merubah dari susu ke makanan padat.
    Berdasarkan bentuknya, makanan dibagi 2 yakni padat (nasi, lauk, sayur, buah, dll) dan cair (susu). Nah, walaupun sudah dibuatkan beragam kombinasi makanan agar gak bosan, ada saatnya anak hanya menyukai salah satunya.
    Maaf, saya gak tahu DSA di Malang :)
    Makasih

  363. 364 Tri April 1, 2009 pukul 5:19 pm

    cak mau nanya lg, td anak saya udh di bawa ke RS katanya ke infeksi/ketular ama org, sesuai dgn perkataan cak, mungkin dr lingkungan skitar atau org lain.

    dokternya ks obat batuk racikan dan antibiotik model racikan juga, nah yg saya mau tanya, antibiotik racikan itu ada 7 bungkus ( utk 7 hari), apakah perlu di habisin semua ? so td kata dokternya HARUS dihabisin…ngak boleh sisa… keknya kasian banget anak gue yg berumur msh 9 bln udh harus disuruh habisin antibiotik heeee, cak ada saran bagus ngak ? heee

    thx u cak, jgn bosan2 ya…

  364. 365 ermalatersia April 2, 2009 pukul 10:06 am

    Pagi dok

    Trimakasih banyak ya dok atas penjelasannya. Sekarang saya udah gak panik lagi denger anak-anak batuk.

    Trims

  365. 366 cakmoki April 2, 2009 pukul 12:07 pm

    @ Tri:
    Iya, antibiotika harus dihabisin walaupun sudah sembuh untuk menghindari resistensi. Gak papa. Obat aman sejauh sesuai anjuran dokter :)
    Kapan-kapan minta yang obat jadi aja (misalnya sirup) supaya hanya obat tertentu (antibiotika) aja yg dihabisin, sedangkan obat lain bisa disimpan jika udah sembuh. Lha kalo setiap sakit ke dokter, ngabisin duit…hehehe.
    Trims

    @ ermalatersia:
    Pagi… Makasih juga share-nya. :)

  366. 367 lina April 10, 2009 pukul 11:27 pm

    mlm om dokter,mo tanya anak saya sering bgt batuk pilek,ma temen dikasih tau minum obat pyravit,anaknya temenku semenjak diksh pyravit jd jrng batuk pilek.boleh g kl saya kasih tnp resep dokter
    ?susu yg ada di pasaran ada yg complete ma yg biasa,sama g seh?anak saya susah bgt mkn,bgsnya dikasih susu apa?ktnya bnyk yg bilang pediasure?apa yg biasa aja?ktnya semua kandungan susu sama,tp ada yg mahal ma yg murah,saya bingung bgt deh….ditunggu bgt jawabannya.makasih

  367. 368 lina April 10, 2009 pukul 11:29 pm

    mlm om dokter,mo tanya anak saya sering bgt batuk pilek,ma temen dikasih tau minum obat pyravit,anaknya temenku semenjak diksh pyravit jd jrng batuk pilek.boleh g kl saya kasih tnp resep dokter
    ?anak saya susah bgt mkn buah,ada efek sampingnya g yah kl g pernah mkn buah?susu yg ada di pasaran ada yg complete ma yg biasa,sama g seh?anak saya susah bgt mkn,bgsnya dikasih susu apa?ktnya bnyk yg bilang pediasure?apa yg biasa aja?ktnya semua kandungan susu sama,tp ada yg mahal ma yg murah,saya bingung bgt deh….ditunggu bgt jawabannya.makasih

  368. 369 caca marica April 11, 2009 pukul 12:45 am

    dear cak moki…

    anak saya 2thn 3 bln beratnya 9,5 kg, msh di bawah standar sih.Tapi saya bersyukur krn sdh bisa jalan walau agak telat (21bln) & perkembangannya membaik, dan anaknya cerdas (hehe…ibu pasti selalu bangga sama anaknya kan?).

    sejak usia 7 bln, BB susah naik malah pernah turun. Dari 3 dsa, 2 bilang TB yg 1 blg bukan tapi semua tidak bisa memastikan kenapa BB gak naik. Sempat dikasih obat TB selama 1 bln, tdk ada perbaikan sama sekali malah opname karena masalah pencernaan. Akhirnya usia 1 thn 3 bln, saya bawa ke Jawa Tengah (saya tinggal di jkt) spy dapat udara segar. Kemudian berobat ke dokter alternatif di semarang & dinyatakan masalah pencernaan & sedikit paru2. Maksudnya dokter alternatif di sini, beliau dokter tapi juga punya semacam 6th sense utk ngobatin pasiennya. Prakteknya hari2 tertentu & pasiennya ratusan krn biayanya jg relatif murah. Pantangan anak saya : coklat, keju, roti kering, susu. so, anak saya gak minum susu, gantinya kacang hijau.Makanan menu sehat keluarga & konsumsi obat dokter tsb (3 kapsul 1x sehari, gak tau pasti isinya apa). Puji Tuhan, perkembangannya baik. Desember kemarin dinyatakan sembuh & bebas pantangan. Tapi pas minggu kmrn saya coba konsul lg krn makannya banyak tapi BB susah naik, dokter tsb bilang pencernaannya bermasalah lg & masih perlu banyak perbaikan. saya kaget, krn menurut saya mgkn pencernaan masih bermasalah, tapi selain itu sehat & baik2 saja, sehari2 jg dia lincah & cerewet walau omongannya msh belum jelas tapi vocabnya terus bertambah.perkembangannya membaik walau agak lambat dibanding anak seusianya. o ya, sejak Juni 2008 konsultasi jarak jauh dokter tsb via foto yg dikonsultasikan oleh sodara.Pernah konsul ke dsa syaraf setempat & beliau bilang ada sesuatu di otaknya tapi sifatnya temporer (beliau cuma jelaskan begitu) selebihnya beliau bilang anak saya baik2 saja, diberikan obat piracetam (nootropil) 2 botol @100ml dosis 2x sehari @1 sendok teh /5 ml. Tapi anak saya jadi sering mencret, jadi saya berhentikan stlh habis hampir 1 botol.

    Kondisi sekarang, anak saya masih minum air kacang hijau krn tiap minum susu, mulutnya berbau gak enak. Pupnya susah, kdg seperti kerikil,kecil & keras. 2-3 hari agak banyakan, berwarna coklat gelap & emang BBB (bukan bau biasa).Makan buah jg susah, tapi dikit2 ada yg masuk tiap hari. Makan sayur ok & minum kira2 1 liter sehari, so menurut saya gak kekurangan serat.

    Yang ingin saya tanyakan :
    1. apakah menurut cak moki pencernaannya bermasalah?
    2.pemeriksaan apa yang diperlukan untuk mengetahui kondisi pencernaannya.
    3. perlukan piracetam (nootropil) dilanjutkan?
    4.yang saya tau, kalo anak kena TB makannya susah, apa betul begitu? Tapi anak saya makan nasinya gampang2 susah cenderung gampang tergantung lauknya, apalg makan kue, susah berhenti..
    5. Adakah faktor2 lain yg menyebabkan BB susah naik?
    bisa gak, asupan nutrisinya digunakan juga untuk memperbaiki sel2 yg sempat rusak (semasa baby sering minum antibiotik krn pileknya gak sembuh2)==> sotoy ya cak :D

    demikian saja cak, semoga bermanfaat eh…semoga menjawab
    kalo tidak keberatan jawaban di-cc ke : risa_kirei@yahoo.com

    terima kasih banyak sebelumnya krn cerita & pertanyaannya banyak

    -ibu yg yg bingung & nekat untuk terus positif thinking-

  369. 370 cakmoki April 11, 2009 pukul 11:14 am

    @ lina:
    met pagi …
    Lho, pyravit (isinya INH dan vit B.6)adalah salah satu obat untuk TBC. Sedangkan batuk pilek pada anak, kebanyakan disebabkan virus yang biasanya akan sembuh sendiri dalam beberapa hari. Kadang pada balita emang mudah banget kena batuk pilek , ada yg 2 minggu sekali, ada yg sebulan sekali. Hal ini bisa aja terjadi kalo sekitarnya ada yg batuk pilek ato bisa juga karena faktor lain. Ntar batuk pilek tersebut akan makin jarang seiring dengan bertambahnya usia.
    Karena itu, gak perlu (baca: jangan) minum Pyravit. :)

    Tentang makan pada anak.
    Seperti jawaban sy sebelumnya, anak gak bisa dipaksa-paksa makan seperti orang dewasa. Bahkan dikasih model makanan apapun adakalanya tetep ga mau. Ntar ada saatnya anak akan mau makan.
    Makanan (secara garis besar) ada 2 jenis, yakni makanan padat dan cair (contoh: susu). Nah, anak yang milih sesuai seleranya. Kalo lebih suka yang cair, ya gak papa.
    Susu sama aja… komponen utamanya gak jauh-jauh dari karbohidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral. hanya saja, kadang produk tertentu menawarkan keunggulan dengan menggunakan istilah heboh, sehingga menarik minat konsumen, padahal sebenernya komponen yg diunggulkan tersebut ada dalam produk yg lain.
    So, biarkan anak memilih susu yang paling dia sukai.
    Trims

    @ caca marica:
    dear, ibu yang baik,
    Masalah berat badan anak kerap jadi persoalan bagi orang tua. Terlebih jika udah muali pul-kumpul dengan keluarga dan tetangga … hehehe. Tapi sy bisa memahami.
    Menurut saya, berat badan seusia tersebut, gak kurang-kurang banget.

    1) Menilik kronologis yg ibu sampaikan (anak lincah, dll), sy gak yakin ada gangguan pencernaan. Dengan kata lain, kalo emang ada gangguan pencernaan (jenisnya banyak banget), gangguannya di mana dan apa nama gangguannya, karena dlm dunia medis, segalanya harus jelas supaya dapat ditangani dengan tepat jika emang ada gangguan. Contoh, katakanlah misalnya ada gangguan absorbsi (penyerapan) komponen tertentu, maka makanan yg mengandung komponen tersebut diberikan dengan bertahap sedikit demi sedikit. Demikian pula jika misalnya ada alergi terhadap makanan tertentu, kekurangan enzym, dll. Itulah yang mendasari ketidak yakinan saya.

    2) Rasanya upaya ibu selama ini dah optimal. Hanya dikatakan gangguan pencernaan (tapi penjelasan dari dokter kayaknya ga jelas). Karena itu, gak perlu pemeriksaan lanjutan. Terlebih tumbuh kembang anak oke-oke saja.

    3) Menurt saya gak perlu.

    4) Kecurigaan TB pada anak, jika: demam gak sembuh-sembuh lebih 3 minggu, disertai penurunan BB (atau BB gak naik-naik), anak nampak lesu, dll… Itu baru curiga lho, harus dibuktikan dengan pemeriksaan lanjutan dan ada-tidaknya sumber penularan dalam keluarga ato lingkungan terdekat di sekitarnya. Nah, kalo hanya BB gak naik atu sulit naik, bukan berarti TBC kan? … hehehe.

    5) Faktor yg mempengaruhi sulitnya peningkatan berat badan pada anak, banyak banget dan tidak mudah diketahui. Adakalanya, BB anak sulit naik pada usia tertentu dan mudah naik pada usia setelah 5 tahun. Demikian pula sebaliknya.
    Menurut saya bukan karena kebanyakan minum antibiotika, karena metabolit antibiotika yg ga diperlukan akan dikeluarkan melalui air kencing dan didetoksifikasi oleh liver dalam beberapa hari.

    Moga ananda sehat selalu
    Trims :)

  370. 371 caca marica April 11, 2009 pukul 11:38 pm

    saya surprise bngt, dapet jawabannya cepat. makasih atas jawaban & doanya ya cak, saya tenang deh karena emang menurut saya anak saya gak apa2 walau stay slim ;p.
    ehm…tanya dikit lagi ya cak.Kalo minum susu utk usia 1+, bau mulutnya gak enak, tapi kalo saya kasih susu utk usia 0-6 bln (ngembat punya adiknya krn adiknya lebih doyan asi) gak ada masalah. tapi apa nilai gizi di susu tsb mencukupi utk usia anak saya yg 2thn lebih?

    pokoke cuma bisa bilang makasih utk konsulnya…:), semoga situs ini tetap ada, hehe…biar bisa konsul gratis :D

  371. 372 lina April 11, 2009 pukul 11:49 pm

    malam oom dokter, terima kasih banyak atas jawabannya, jarang ada dokter seperti cak yang mau berbagi ilmu dan konsul secara online, semoga semua amal perbuatan baik cak mendapat pahala yang setimpal dari Allah SWT, amin, sekali lagi terima kasih banyak dan jangan pernah bosan untuk berbagi pengetahuan, insya Allah kami akan sering konsul, terima kasih

  372. 373 cakmoki April 12, 2009 pukul 1:23 am

    @ caca marica:
    ehm … iya, bener. Nilai gizi susu pada rentang usia segitu emang ada perbedaan. Kalo hanya masalah bau, menurut saya pake yang sesuai usia aja, asalkan anaknya doyan… hehehe.
    Makasih supportnya :)

    @ lina:
    met malam … waduh, pujiannya selangit, ntar sy jadi besar kepala.. hahaha.
    Insya Allah sy gak bosan, cuma kadang telat menjawab karena pas kebetulan sibuk ato pas lagi jalan-jalan liat kota.
    Makasih support dan do’anya, demikian pula sebaliknya. Amiiin :)

  373. 374 lina April 13, 2009 pukul 11:55 pm

    mlm o dokter….mo nanya lg neh…gpp kan?kl g slh amndel itu
    ‘ bemper
    ‘nya bodi kita,trus kl bermasalah apa mesti dioperasi?ktnya umur 10 thn,daya tahan tubuh anak udah bgs,amandel sudah tidak berfungsi lg,apakag amandel yg bermasalah tdk akan kambuh lg jika sudah dewasa?kt dokter tht-nya kl amandel anak saya g pengen kambuh,jng minum es,berarti ampe besar g bs minum air es donk?ada efek samping ga minum pyravit selama 6 bulan?makasih banyak

  374. 375 lina April 14, 2009 pukul 3:45 pm

    maaf dok ada tambahan pertanyaan dr temen,anaknya baru 3 bulan,apa udah boleh dikasih jus tomat,trus minta tips buat jadwal makan anak umur 3 bulan yg sehat…..makasihhh

  375. 376 mommy April 14, 2009 pukul 6:17 pm

    Dok…
    Mau tanya nih seputar gatal-gatal pada kulit buah zakar anak saya. Saat gatal dan digaruk timbul seperti ruam dan agak bengkak. Kalau digaruk keras lecet berair dan pastinya gatal sekali.

    Kira-kira itu karena jamur apa ya. Dan salep yang tepat dan aman untuk organ reproduksi anak2 apa ya?

  376. 377 cakmoki April 14, 2009 pukul 10:01 pm

    @ lina:
    malam,
    Amandel (tonsil) adalah salah satu dari buanyaaaaak kelenjar yang berfungsi sebagai pertahanan tubuh. Dan fungsi tersebut dumulai sejak bayi hingga akhir hayat, gak ada batasan umur.
    Infeksi tonsil (tonsilitis) atau oleh khalayak biasa disebut amandel, dapat terjadi umur berapapun, sejak kecil hingga usia tua. :)

    Kalo pembesaran tonsil tersebut mengganggu dan anak sudah siap, sebaiknya operasi. Sebenernya, operasi dapat ddilakukan sejak usia 4-5 tahun.
    Pyravit ga papa digunakan jangka lama kao emang sesuai indikasinya.

    Untuk anak temen usia 3 bulan:
    Cukup dengan ASI hingga usia 6 bukan (ASI eksklusif). Jus tomat biar diminum ibyna aja … hehehe :)
    Makasih

    @ mommy:
    Maaf, sy gak bisa memperkirakan, jamur atau yang lain tanpa melihat. Kalo berkenan, silahkan kirim fotonya via email: cakmoki2006 [at] yahoo [dot] com.
    Adapun lecet, merah dan gatal adalah akibat garukan, sementara dapat diberikan obat topikal (obat luar), misalnya: gentasolon ato desolex-N, dioleskan 2-3 kali sehari hingga sembuh. Sedangkan penyebab gatalnya saya tunggu fotonya … :)

    Obat-obat topikal tidak memngganggu organ reproduksi, pada anak maupun pada dewasa. Trims

  377. 378 adeta April 15, 2009 pukul 9:16 am

    pagi cak..

    kemaren anak saya gatal2 dan sempat konsultasi dengan cak dan alhamdullilah sekarang sudah sembuh berkat saran dari cak..

    sekarang saya mau konsultasi tentang perkembangan otak anak saya, anak saya perempuan umur 3.5th, saya ingin anak saya mendapatkan yang terbaik untuk perkembangannya.. dan saya dapat informasi dari teman saya, ada obat vitamin encephabol untuk otak.. apa benar cak? dan amankah bila di konsumsi untuk anak saya dan berapa dosis pemakaiannya..

    terima kasih ya cak sudah membantu saya..

  378. 379 cakmoki April 15, 2009 pukul 11:38 am

    @ adeta:
    Met pagi..
    Tidak benar bahwa obat tersebut dan obat lainnya dapat menambah kecerdasan otak.
    Perkembangan otak hanya didapat dengan proses belajar berkelanjutan melalui: melihat, membaca (kalo udah waktunya), mendengar, meniru, mencoba, bermain, dll.
    Biasalah, ibu-2 kalo dah ngumpul suka cerita keunggulan anaknya masing-2, ..tentu gak salah,wong itu naluri, namun gak perlu memaksa anak kita supaya jadi serba super … hehehe *maaf*
    Trims

  379. 380 lina April 18, 2009 pukul 6:13 pm

    sore om dokter,mau tanya neh ( jangan pernah bosen ya om….) anak saya dah 2 hari keluar merah-merah di kulitnya ( katanya seh gabagen ).apa bedanya gabagen sama campak?berbahaya ga?perlu minum obat ga?kt mertua ga usah minum obat,nanti juga ilang sendiri,pa betul om…?ada bedak buat gabagen ga? makasih bgt..

  380. 381 lina April 18, 2009 pukul 9:23 pm

    maaf om,ada tambahan pertanyaan,kl fenistil oral drop obat buat apa?boleh g buat anak yg batuk pilek?buat anak 2 tahun,dosisnya brp banyak?makasih.

  381. 382 lina April 18, 2009 pukul 11:57 pm

    om dokter,ada tambahan lagi,he…he…he…ga bosen kan….mumpung pake komputernya bisa lama…..,mau tanya apa yg dimaksud dgn makanan tinggi laktosa,rendah phosphat,rendah protein?contohnya apa?nutrisi apa yg mengandung probiotik?kl suplemen ada ga yg mengandung probiotik?kl ada, apa?apa betul suplemen yg mengandung probiotik,dapat meningkatkan daya tahan tubuh?makasih

  382. 383 cakmoki April 19, 2009 pukul 5:10 am

    @ lina:
    Gabag sama dengan Campak sama dengan Morbili.
    Perlu tidaknya berobat apa enggak, silahkan baca artikel tentang Gabag.
    Bedak yang lazim digunakan adalah caladine powder, salisil, dll.

    Fenistil adalah antihistamin, untuk alergi, bukan untuk batuk :)

    waaaaaa …tentang makanan ntar deh … buanyak atuh, gak cukup 1 artikel :D
    Sebaiknya per kasus aja, maksudnya, kandungan makanan-2 tersebut dapat info dari mana dan pada kasus (penyakit) apa, sehingga lebih terarah …hehe.

    Tentang probiotik, sebenernya dah ada dalam tubuh kita dan kita gak akan pernah kekurangan kecuali jika mengkonsumsi obat-obat tertentu dalam tempo lama. Probiotik yg biasa ditawarkan biasanya mengandung Lactobacillus dan kita udah punya, buanyak … di usus, vagina, dll.
    Sejauh kita makan makanan bergizi seimbang, suplemen gak diperlukan lagi. Iklan-iklan suplemen banyak bo’ongnya, heboh abizz … lha wong suplemen itu artinya “penambah”, terutama mineral dan vitamin … itu semua dah biasa kita konsumsi sehari-hari, misalnya dalam gado-2, pecel. semua sayuran dan buah serta ikan dan daging, …dll…dll..dll. Makasih :D

  383. 384 lina April 19, 2009 pukul 8:54 am

    pagi om…..,mo tanya lagi boleh ya….bingung neh,yg besar kan lg gabagen,setelah baca artikel tentang gabagen,sama bgt ma yg dijelasin di artikel,anak saya batuk,mata agak merah,pilek,trus kata dsa-nya ada radang tenggorokan ( waktu saya liat tenggorokannya merah )trus dikasih resep fenisti oral drops,permen bt radangnya TROCHES ma vitamin….om buat batuk ma pileknya ( radangnya )mesti dikasih obat ga?masalahnya kl batuknya keburu parah takutnya kena adenya ( kasian lagian cape kl dua-duanya sakit……he…hehe )kl mesti dikasih obat,bagusnya obat batuk ma pileknya ( radangnya ) apa?makasih

  384. 385 cakmoki April 19, 2009 pukul 11:49 am

    @ lina:
    met pagi …
    oo gitu … kemungkinan dsa memberi fenistil aja dg harapan batuk dan pileknya akan hilang dengan sendirinya.
    Sedangkan radangnya, mungkin beliau melihat hanya radang lokal, bukan radang karena kuman, karenanya beliau hanya memberi FG-Troches sebagai antiseptik untuk radang lokal. Kalo radang tersebut diduga karena infeksi sekunder oleh kuman (berdasarkan pemeriksaan), barulah beliau akian memberi antibiotika.
    Untuk meredakan batuk, dapat ditambahkan pengencer dahak (ekspektoran), misalnya syrup ambroxol, diminum 3×1 sendok takar hingga sembuh. Biasanya batuk pilek pada campak agak lama sembuhnya.
    Untuk adiknya gak perlu obat apapun selagi gak sakit.
    Trims

  385. 386 lina April 19, 2009 pukul 8:12 pm

    makasih om dokter,pokoknya om dokter SOLUSI BUAT IBU_IBU YG LAGI BINGUNG DEH……SEKALI LAGI makasih banyak….

  386. 387 cakmoki April 19, 2009 pukul 11:37 pm

    @ lina:
    Makasih juga sharing dan supportnya. Moga sehat selalu :)

  387. 388 lina April 21, 2009 pukul 9:12 am

    om dokter mo nanya lagi yah…..saya msh bingung sama yg namanya PYRAVIT,kalau dikonsumsi sama anak yg g punya penyakit TBC,ada efek sampingnya g? makasih

  388. 389 ismono April 21, 2009 pukul 11:33 am

    ass wr.wb…

    Salam hanggat cak moki di Palaran…

    saya punya keluhan, anak saya yang ragil umur 11 thn beratnya 64 Kg Tinggi 163 cm. dan saat ini nafsu makannya sangat tinggi, apakah tidak ada resiko penyakit bagi anak saya pada usia yang beranjak dewasa?

    Apabila iya adakah cara lain untuk mengurangi nafsu makan anak saya, dengan tidak mengurangi ketahanan tubuhnya???

    terima kasih…

    wassalam.

    Sukses selalu Cak Moki…

  389. 390 cakmoki April 21, 2009 pukul 12:33 pm

    @ lina:
    Efek samping obat (semua obat) bersifat individual, artinya gak semua orang mengalaminya. Dalam hal pemakaian Pyravit, efek samping dapat dialami dan dapat juga gak mengalami efek samping, tanpa ataupun dengan indikasi. Maksudnya, seseorang yang menggunakan Pyravit, TBC ataupun gak TBC sama-sama bisa terjadi efek samping dan bisa pula enggak.

    Ketika akan menggunakan obat, pertanyaan mendasar untuk kita, mestinya seperti ini:
    1) Obat tersebut ditujukan untuk apa ?
    2) Berapa lama menggunakan obat tersebut, dosisnya, dll …dll.
    Nah, ketika kita tidak mendapatkan jawaban yang rasional dan tidak sesuai dengan keluhan ataupun kondisi tubuh kita, maka alasan penggunaan obat tersebut patut dipertanyakan.

    Makasih :)

    @ ismono:
    Wa’alaikum salam …

    Anak ragil itu maksudnya gak punya adik ya … hehehe *bercanda*
    Di masa-masa pertumbuhan, perbandingan umur, Berat Badan dan Tinggi Badan seperti di atas masih tergolong wajar. Kalo obesitas (sangat gemuk) barulah ada kemungkinan resiko di kemudian hari, sedangkan dengan umur, tinggi dan berat badan segitu, boleh dikata gak ada resiko.Yang penting anak aktif dan sehat.

    Kalaupun ingin menurunkan berat badan, langkah terbaik dan aman adalah dengan :
    1) Olah raga teratur sesuai minat anak(untuk membakar lemak sekaligus meningkatkan vitalitas semua sistem dalam tubuh kita, sehingga kondisi tubuh fit dan daya tahan tubuh meningkat)
    2) Mengurangi asupan (porsi) makanan, terutama karbohidrat (misalnya nasi, jajan ato makanan yg terbuat dari tepung). Namun ini tidak bisa dipaksakan.

    Kedua cara di atas merupakan cara paling aman dan terbukti bermanfaat tapi memerlukan waktu lama (berbulan-bulan hingga bertahun-tahun).

    Upaya menurunkan berat badan dengan obat pengurang nafsu makan, tidak dianjurkan karena banyak efek sampingnya.

    Semoga bapak sekeluarga sehat selalu … Maturnuwun :)
    Wass

  390. 391 Yayuk April 23, 2009 pukul 11:26 am

    Pagi dok,

    Dok, mau nanya nih, anak saya (13 bulan) sampai sekarang kok belum tumbuh gigi, padahal kalau saya liat gusinya sudah membesar dan kelihatan putih-putih tapi kok giginya belum muncul juga.
    Apakah saya perlu memeriksakan anak saya? Kalau perlu, sebaiknya ke dokter anak atau dokter gigi?

    Makasih sebelumnya dok.

  391. 392 cakmoki April 23, 2009 pukul 3:27 pm

    @ Yayuk:
    Pagi, ..eh siang ding :)
    Menurut saya sebaiknya periksa ke dokter gigi … biasanya sih, gapapa :)
    Makasih

  392. 393 nova hapsari April 27, 2009 pukul 11:00 am

    dok..yang baik saya mau nanya
    saya punya baby umur 2 bulan…nafasnya sering grak grok kayak orang pilek.padahal ga pilek..terus tidurnya kayak orang ngorok..padahal mulutnya tertutup
    hal itu terjadi sudah sejak lahir.
    saya periksakan ke dokter..katanya ga papa
    katanya..ada tulang rawan ditenggorokan belum tumbuh sempurna..
    tapi saya tetep khawatir..ada apakah kiranya?
    mohon tanggapan..sapa tau dokter pnuaya banyak kasus yang sama seperti saya

    ditunggu..
    best regrads

    Nova hapsari

  393. 394 cakmoki April 27, 2009 pukul 2:17 pm

    @ nova hapsari:
    adakalanya anak seusia tersebut mengalami grakgrok saat bernafas. Jika udah periksa ke dokter dan beliau memeriksa lalu mengatakan gakpapa, berarti aman. Sy sependapat kata dokter tsb, dimana bunyi grak grok biasanya karena laryng belum berfungsi sempurna. Ntar akan mereda seiring dengan tumbuh kembang anak :)
    Di sini juga sama, kasus tersebut dapat dialami anak dimana saja. salah satu cara untuk mengurangi bunyi grak grok dengan memirinkan kepala bayi saat pulas, karena saat pulas laryng (pita suara) mengalami relaksasi (mengendur) sehingga menimbulkan bunyi grak-grok … gakpapa :)
    Moga sehat selalu
    trims

  394. 395 woro April 28, 2009 pukul 9:32 am

    assalamualaikum, cak…

    mohon bantuan untuk ibu yang lagi deg2an nih….

    gini, anak saya umur 17 bulan… beberapa hari ini sering mencret, cak.. warnanya kuning kecoklatan dan berair. dia masih minun susu formula sih. hari ini saya baru ingin menyetop sementara mencretnya. badannya tidak panas sih. biasa saja. jadi saya pikir cuma gangguan pencernaan ajah.

    dalam sehari kira2 3 kali mencretnya. badannya sampe kurus. tapi dia masih mau makan, minum air putih walo sedikit2….

    cak… biar mencretnya berhenti dikasih apa ya cak biar aman? saya sedih liat dia yang biasanya lincah jadi lemes begitu….

  395. 396 cakmoki April 28, 2009 pukul 11:11 pm

    @ woro:
    wa’alaikum salam, mbak :)
    Kalo mencretnya hanya 2-3 kali dan masih mau minum, gak perlu obat yg spesifik. Biasanya karena virus yg diharapkan akan sembuh dengan sendirinya dalam tempo sekitar seminggu.
    Yg penting, anak dijaga agar gak kurang cairan. Sebenernya gak perlu menghentikan susu. Terusin aja susunya, gakpapa.

    Kalaupun ingin menormalkan faeces anak, dapat digunakan anti diare, tapi ini masih kontroversi tentang perlu dan tidaknya.
    Contoh, anti diare yg lazim digunakan misalnya: Neo Kaolana syrup atau Neo Kaominal Syrup, diminum 3-4 kali sehari hingga faeces normal kembali.
    Semoga ananda segera sehat kembali.
    Maturnuwun…. Wass.

  396. 397 woro April 29, 2009 pukul 10:27 am

    oh gitu ya cak…

    tengkiu yaaahhh

  397. 398 Ayu April 29, 2009 pukul 10:59 am

    Assalamu alaikum Pak Dokter..
    Salam Kenal, Saya Ayu dari depok.

    Mohon pencerahan ya dok..
    Anak saya berusia 8 bulan, masih minum ASI & sudah makan.

    Saya membuat kesalahan bodoh yang menurut saya adalah penyebab sakitnya anak saya. Hari Sabtu siang saya memberi makan bayi saya dengan bubur nasi warungan (hanya bubur saja dengan sedikit kuah kuning sebagai campurannya). Pada saat itu anak saya makan lahap sekali dok.

    Namun malam harinya, anak saya mulai mencret dengan bau yang busuk (tidak seperti bau pup-nya yang biasa) disertai dengan panas tinggi 39,4C. karena saya khawatir saya berikan anak saya obat penurun panas (Tempra). Hari minggunya panas dan pup cairnya masih berlanjut, sehingga saya juga masih memberinya Tempra sesuai anjuran dalam kemasan.

    sampai sekarang panasnya sudah mulai stabil di 36-37C. Tapi pup cairnya masih berlanjur dok, warnanya kuning dan 5 kali sehari semalam. Yang lebih membuat saya bingung dan sangat sedih. ditambah lagi bayi saya mulai mual2, sehingga tidak mau minum asi melalui botol (saya bekerja). Tidurnya jadi tidak nyenyak dan sepertinya badannya lemas sekali. Saya sedih dok melihat badannya yang semakin kurus.

    Mohon Bantuannya ya dokter, apa yang harus saya lakukan untuk anak saya. Mohon maaf kala terlalu panjang lebar, Terima kasih banyak ya dok atas bantuannya.

  398. 399 cakmoki April 29, 2009 pukul 2:57 pm

    @ woro:
    sama-sama

    @ Ayu:
    Wa’alaikum salam,
    Salam kenal juga :)
    Mungkin diare tersebut terjadi karena makanan yg dimakan tercemar oleh mikro-organisme, atau mungkin juga bukan dari makanan tsb tapi dari ngisep-ngisep jarinya sendiri yang kebetulam tercemar oleh mikroorganisme sehabis megang-megang sesuatu. Ini bisa dimaklumi karena dalam 3 bualn terakhir ini lagi musim diare.
    Kalo penyebabnya virus (penyebab terbanyak), gak perlu antibiotika. Tapi kalo penyebabnya kuman diperlukan antibiotika. Dan kalo penyebabnya amoeba, diperlukan antiamoeba.
    Menilik bau yg gak seperti biasanya (agak busuk), mungkin disebabkan kuman. Kalaupun nantinya diperlukan antibiotika, obat yg azim digunakan adalah cotrimoxazole syrup, dosisnya 2×1 sendok takar, diberikan selama 4-5 hari.
    Tapi sebaiknya gak usah buru-2 diberikan antibiotika.

    Langkah pertama yg harus dilakukan:
    1) Minum lebih banyak dari biasanya untuk mencegah dehidrasi.
    2) Mual atau muntah dapat ditanggualangi dengan anti mual-muntah, misalnya Vometa drops, diberikan 0,25 cc (dalam keadaan perut kosong), maksimal 3 kali sehari. Jangan lebih dari 0,25 cc karena kadang ada efek samping ekstrapiramidal pada obat anti mual-muntah. Karenanya saya rekomendasikan dosis rendah (0,25 cc).
    3) Boleh juga diberikan anti-diare (ini masih kontroversi tentang perlu tidaknya anti-diare). Dosisnya, 3-4 x 1/2 sendok takar (inipun hanya dosis rendah), diberikan hingga BAB normal kembali.
    Jika dengan langkah-2 di atas masih diare, mohon kasih kabar ya

    Semoga ananda segera sembuh … Trims. Wass

  399. 400 Ayu April 29, 2009 pukul 5:21 pm

    Dokter yang baik
    Ternyata tidak sia2 saya seharian menunggu jawabannya..
    Saya akan coba yang dokter informasikan ya Dok..
    Terimakasih banyak..

  400. 401 cakmoki April 29, 2009 pukul 11:44 pm

    @ Ayu:
    Maaf mbak, agak terlambat menjawab karena ada gangguan koneksi.
    Moga segera sembuh yaaa
    Makasih…

  401. 402 mujtahid Mei 1, 2009 pukul 3:24 pm

    dok, anak saya sekarang berumur 4,5 bulan.
    Sejak umur 3 bln, saat BAK keluar bercak pink di celananya.
    saya bawa ke DSA, pertama kali dibersihkan dgn cara membuka kulit penisnya shg glans penis terlihat dan banyak sekali kotoran (smegma) yg ada. Setelah 1 minggu, ternyata bercak pink tsb muncul kembali, saya bawa lagi ke DSA dan beliau menyarankan sunat.
    Tepat umur 4 bln, anak saya disunat di dokter bedah atas rekomendasi DSA. Yang saya tanyakan, mengapa setelah sunat, bercak pink tersebut muncul kembali? Mohon jawabannya dok. Terimakasih banyak

  402. 403 cakmoki Mei 1, 2009 pukul 6:33 pm

    @ mujtahid:
    Berarti bukan karena perlekatan oleh smegma. Hal ini diperkuat saat membersihkan smegma dapat langsung keliatan gland penis dan masih keluar setelah khitan.
    Salah satu kemungkinan keluarnya bercak pink adalah iritasi urethra.
    Untuk mencari tahu penyebabnya, dapat dilakukan pemeriksaan Lab sedimen Urine. Bila dijumpai banyak eritrosit, kemungkinan ada iritasi oleh berbagai sebab. Untuk itu, sebaiknya periksa sedimen urine di Lab Klinik terdekat, ntar kita diskusikan hasilnya. Trims

  403. 404 mujtahid Mei 2, 2009 pukul 2:14 pm

    Dokter yg baik, wah dalam 1 hari dah ada jawaban. Salut berat!!!
    Jawaban dari dokter sangat membantu, palagi rumah saya da di desa, untuk ke dokter anak atau lab saja harus ke kota dgn menenpuh perjalanan 28 km.
    APakah iritasi tsb bisa dibebabkan krn luka khitan yg belum kering ya dok?
    Makasih banyak dok, nanti sore rencananya akan saya priksakan ke lab.

  404. 405 cakmoki Mei 3, 2009 pukul 12:38 am

    @ mujtahid:
    wah, sama ndeso ™ nya … hahaha, sy sekitar 25 km dari kota. Tp kami berusaha agar Lab tersedia di sini dg harga terjangkau. Dan alhamdulillah rawat inap di sini sudah memilikinya tanpa harus minta-2 ke pemerintah (kelamaan soalnya)… :)
    Ya pak, salah satu kemungkinannya adalah iritasi atau peradangan di urethra (saluran kencing antara kandung kemih hingga ujung penis). Kita tunggu hasil Lab-nya ya…
    Makasih juga telah berbagi.

  405. 406 mujtahid Mei 4, 2009 pukul 3:21 pm

    kalo dulu, setiap pipis pasti kluar bercak pink, kalau sekarang, misal sehari BAK 8x, kluar bercaknya hanya 2x dalam sehari. Kemarin sudah test urine pak, hasilnya sbb epitel 4-6 plp, leukosit 2-3 plp, eritrosit 1-2 plp, bakteri : positip satu. Sayangnya di tabel nilai normal kita tdk dibritau brp nilai normalnya. Dari data sedimen urine anak saya normal gak pak?
    dan biasanya luka khitan sembuh brp hari? (kok bentuk ujung penis setelah khitan masih blm bagus, palagi bagian bawah, msh bengkak, pdhl slalu sy usahakan kering dan sy beri salep). Ini 2 minggu pasca khitan.
    matur nuwun………

  406. 407 cakmoki Mei 4, 2009 pukul 11:22 pm

    @ mujtahid:
    Dari keluhan dan hasil Lab menunjukkan masih ada infeksi, ini ditandai dengan Bakteri positif. Sedangkan eritrosit 1-2 (nilai normal: 0-1) dan lekosit 2-3 plp (nilai normal (0-5) normal.
    Epitel 4-6 (nilai normal: 1-2), gak papa, hal ini karena iritasi.

    Untuk itu, masih perlu antibiotika dan anti bengkak.
    Pada bayi dengan infeksi urethra, khitan biasanya sembuh sekitar 2 minggu atau lebih, bergantung pada antibiotika yangdiberikan dan kondisi infeksi urethra sebagai penyakit primernya.

    Kalo boleh tahu, obat apa aja yang pernah digunakan sejak khitan hingga obat yg digunakan sekarang ?
    Maturnuwun

  407. 408 fitri Mei 5, 2009 pukul 1:51 pm

    dok, ini istrinya pak mujtahid. Beliau sdg sibuk penelitian jd saya deh yg gantian konsultasi.
    Dokter yg baik, ibu mana yg gak panik liat anaknya masih keluar bercak pink sampe berbulan2?.
    Kemarin sore saya bawa anak saya lg ke DSA, katanya mmg msh da infeksi, tp dia gak menjelaskan mana yg infeksi, saya tunjukan penampakan penis setelah khitan, katanya gak pa2. Padahal bentuknya gak bagus banget, gak rapi, trus pinggirannya kayak brokoli. Saya hanya diberi antibiotik (cefat : cefadroksil monohydrate) dan salep antibiotik (garamycin). Kata beliau terapi antibiotik ini harus terus dilakukan selama 2 minggu ke depan.
    Yang saya tanyakan :
    1. Kenapa hari ini masih keluar bercak pink? Hingga siang hari ini, sudah 2x BAK, dan 2x pula keluar bercaknya
    2. Apakah pemakaian antibiotik dalah jangka panjang tidak mengganggu flora normal dalam tubuh anak saya?

    Please, mohon jawabannya….., mohon maaf dari kemarin kita gak ada henti2nya terus bertanya…….Terima kasih buanyak sebelumnya.

  408. 409 fitri Mei 5, 2009 pukul 2:34 pm

    o ya lupa, obat yg dibrikan sebelum khitan (akibat kluar bercak pink : juga cefat), setelah khitan : amoxsan dan gantamycin salep. Huk3x.. padahal amoxylin kan lbh murah drpd amoxsan :). trus sekaang : cefat lg dan salep.
    trimakasih buanyak dok………….

  409. 410 Ayu Mei 6, 2009 pukul 10:32 am

    Ass Dok..
    Mudah2an Dokter yang Baik selalu Dalam keadaan Baik.. Amin..
    Saya ayu yang dari depok.. ^_^
    Alhamdulillah karena saran dari dokter anak saya, Atha, sudah sembuh, beratnya juga sudah kembali normal.. Vometanya ampuh buanget dok.. Dan obat anti diarenya akhirnya saya kasih Smecta Sachet dan vitaminnya lacto b.

    Oh iya dok, jadi ketagihan konsultasi nih, karena dokter ciamik sih jawabnya..

    Begini dok, saya punya keponakan, Umar usia 5 bulan (ASI ekslusif) dan Aisyah usia 2 tahun 4 bulan.

    Pertama kakak saya menelfon saya, katanya umar kena penyakit flu singapura, namun sekarang kakak saya kembali menelpon saya dengan panik mengabarkan kalau flu singapuranya sudah membaik, namun sekarang muncul diare (cair plus feses serat sedikit dengan frekuensi 20 kali sehari semalam). Saya menganjurkan untuk memberinya pedyalit, namun dia berkeras untuk tidak memberikannya karena masih ASI ekslusif.

    Apa yang sebaiknya saya lakukan ya dok? apakah diare itu adalah komplikasi dari flu singapura yang sebelumnya dideritanya? selain dirawat obat2an apa yang manjur untuk diberikan kepada umar?

    Kemudian mengenai aisyah, sepertinya dia tertular flu itu dok, diseluruh rongga mulutnya sudah muncul bintil2 sariawan yang lebih parah dari umar (menurut kakak saya), akibatnya dia tidak mau makan (mungkin karena perih). Kakak saya sangat bingung dok, dan saya hanya bisa mencari2 informasi via inet.. tapi tidak bisa berbuat banyak..

    Mohon bantuannya ya dok..
    Untuk Umar dan Aisyah. Terima Kasih banyak ya DOk..
    Saya tunggu jawabannya.

  410. 411 cakmoki Mei 6, 2009 pukul 5:47 pm

    @ fitri:
    wih, kompak nih :)
    iya Bu, saya bisa memahami … kalo yang sakit “anak mertua”, mungkin gak sepanik ini ya … hehehe *becanda, biar santai dikit*

    1) Bercak pink masih terlihat karena masih ada infeksi, ini ditunjukkan dengan adanya bakteri pada pemeriksaan sedimen urine.

    2) Golongan cefadroxyl dan amoxycillin, aman digunakan dalam jangka panjang pada anak karena metabolit (sisa) obat ini mudah larut dalam air dan dikeluarkan melalui urine.

    Cefat dapat diganti dengan cefadroxyl generik buatan kimia farma supaya lebih ringan.
    Dari kemarin-kemarin saya belum dikasih tahu Berat Badan anak dan dosis obat yang digunakan. Boleh tahu?

    Tentang bentuk, gakpapa…nanti akan membaik seiring dengan tumbuh kembang anak. Kalaupun njekithut (bentuk gronjal-gronjal), gak masalah … beberapa orang dewasa malah merubah bentuk yang udah bagus menjadi njekithut karena alasan tertentu.

    Maaf, kemarin gak segera menjawab karena kebetulan ada kegiatan.
    Moga segera sembuh … Maturnuwun.

    @ Ayu:
    wa’alaikum salam,
    Alhamdulillah, Atha udah sehat kembali :)

    Tentang Umar (5 bulan). Saran mbak ke kakak sebenernya udah bagus, yang penting rehidrasi untuk menghindari dehidrasi. Kalaupun dengan pedyalit gak membaik, mau gak mau periksa ke dokter untuk mendapatkan obat yang tepat berdasarkan hasil pemeriksaan fisik. Gak masalah menggunakan obat asalkan sesuai indikasi walaupun dalam masa ASI eksklusif. Keduanya (obat dan ASI) tidak saling mengganggu seperti yang ditakutkan banyak orang.
    Diare bisa disebabkan banyak faktor, bisa merupakan penyulit (komplikasi dari flu ato penyakit lain), bisa juga berdiri sendiri.

    Tentang Aisyah. Mengingat keluhan yang dideritanya mengakibatkan gangguan makan, sebaiknya diperiksakan ke dokter untuk mendapatkan obat guna mengobati Sariawan (stomatitis aftosa).
    Biasanya akan membaik dalam 3-7 hari dengan obat-obat yang tepat sesuai pemeriksaan dokter.
    Ato, silahkan baca artikel singkat tentang sariawan di blog ini. Sapa tahu bisa mendapatkan sedikit gambaran.
    Moga kedua keponakan segera sembuh.
    Terimaksih.

  411. 412 yenni Mei 6, 2009 pukul 9:24 pm

    Selamat malam Dok,
    Apa kabarnya? semoga Dokter selalu sehat & dilindungi Tuhan Selau. Amin….

    Mo tanya lagi ya…… (moga ga bosen ^_^)

    Gini ceritanya Dok,
    Wkt anak saya baru lahir, dia dimasukkan di ruang Perina karena alergi susu sapi.dan dia diharuskan minum susu kedelai spt Nan ha
    tapi saya tdk memberinya susu kaleng karena saya memberi asi selama 2thn lebih. Nah masalahnya sekarang, setelah lepas dr asi, saya lanjutkan dgn susu cair.dia sudah mengkonsumsi susu ini dari umur 2thn sampai sekarang (3 thn 7bln).namun, pd hari senin (4 mei)sepulang skolah dia minum susu itu dgn sereal.sekitar 20 mnt kemudian timbul bercak2 spt pulau disekujur tubuh disertai rasa gatal. lalu saya beri insidal cair 5ml dan berangsur sembuh. malamnya dia minum susu cair full cream dan kejadiannya begitu lagi saya beri Insidal dan bsknya saya cuma kasih dia susu kacang, tp mengapa bs timbul lagi merah2 Dok? pdhal dia tdk minum susu. pd saat itu jg sy ke RS. Dokter hanya menyarankan utk tdk minum susu & seafood. Dan anak sy diberi obat anti alergi saja, & jk gejala nya tdk timbul, penggunaan obat tetap diteruskan selama 3hr. (Dr hanya memeriksa badan & tdk ada pengecekan darah)Yg saya mau tanyakan mengapa baru sekarang timbul alergi spt itu? Utk mengurangi rasa gatalnya, saya menggunakan caladine cair,bedak salicyl.
    Dok, bs minta saran utk penggunaan salep utk mengurangi rasa gatal?

    Terima kasih Dok, saya tunggu jawabannya.

  412. 413 cakmoki Mei 6, 2009 pukul 11:27 pm

    @ yenni:
    Selamat malam … kabar baik dan terimakasih do’anya.

    Urtikaria (biduran) dapat terjadi kapan saja, pada umur berapa saja. Artinya, seseorang yang tadinya tidak alergi terhadap alergen (bahan atau kondisi pencetus timbulnya reaksi alergi) tertentu, tiba-2 mengalami alergi pada sekujur kulit. Bisa saat umur 1 tahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 50 tahun, dll.
    Hal ini karena adanya reaksi yg berlebihan dari sistem imunologi tubuh kita terhadap alergen tertentu (misalnya: debu rumah, cuaca, suhu gerah berkeringat, dingin, dll…dll). reaksi alergi tersebut membentuk antigen-antibody complex yg memicu release (pengeluaran) histamin. Nah, hisatamin inilah yang menimbulkan reaksi alergi dengan berbagai manifestasi.

    Pengecekan darah gak selalu diperlukan, mengingat hasilnya akan menunjukkan peningkatan jumlah eosinophyl. Sedangkan test kulit banyak gak cocoknya. Ntar malah buanyak muncul bahan alergen sebagai pemicu alergi. Tak jarang muncul hasil aneh, misalnya alergi nasi, roti, tepung, dll .. repot kan?

    Urtikaria bisa berulang walaupun udah diobatio dengan berbagai macam obat.
    Menurut saya, jika dengan incidal syrup udah membaik, cukup dengan incidal dan mengulangnya jika urtikaria muncul lagi. Incidal adalah antihistamin untuk meredakan gatal.
    Untuk obat luar, cukup dengan caladine powder (jangan yang cair, soalnya tambah perih) atau salysil bedak.
    Kalo kulit gak lecet, gak perlu salep antialergi.

    Jika dengan incidal gak membaik, perlu dipertimbangkan pemakaian kombinasi steroid+antihistamin syrup, misalnya: celestamine syrup atau dextamin syrup. Penggunaannya hanya saat timbul urtikaria saja, hal ini untuk menghindari efek samping.

    Tentang urtikaria, silahkan baca selengkapnya artikel sebelumnya pada blog ini: Urtikaria atau Biduran.
    Trims :)

  413. 414 ermalatersia Mei 7, 2009 pukul 11:56 am

    Siang dok

    Dok mau tanya tentang batuk lagi nih. Anak saya yang kecil umur 6.8 thn batuk lagi. batuknya udah sekitar 2 minggu&berdahak.
    Saya mau tanya tentang obat yang pernah dokter sarankan ambroxol, bronkodilator&steroid. Saya memberikan ambroxol 5ml sesuai dengan dosis dibotol obat. karena dahaknya susah keluar saya mau tambah bronkodilator. tapi waktu tanya keapotik mereka enggak mengerti obat yang ada bronkodilator mereka nyaranin obat kayak bisolvon yang mengandung bromhexine HCL. Menurut dokter obat apa yang harus saya beli yang mengandung bronkodilator. Kalau boleh sebutkan brandnya dok abis kayaknya apotik kagak pernah ada apotekernya yang bisa diajak konsultasi.

    Terimakasih atas waktunya dok. Semoga dokter senantiasa diberi kesehatan oleh yang kuasa amin.

  414. 415 Wawan Mei 7, 2009 pukul 12:21 pm

    Pagi cak moki,

    Mo tanya tentang vaksinasi anak. Apakah dengan tidak mem vaksin anak dengan Hib 1-4 anak bisa terkena selaput radang otak dan apakah dengan melakukan vaksin Hib 1-4 pasti anak tidak terkena selaput radang otak?

    trims

  415. 416 fitri Mei 7, 2009 pukul 4:20 pm

    makasih dok penjelasannya. Moga dokter slalu sehat, meski banyak kegiatannya,8-> he3x….. biar kuat ngejawab seabreg pertanyaan dari pasiennya :)
    Kmrn ktka nanya ke bidan desa, dia blg tar klo besar jdnya ya njeklithut kayak gini, gubrak!! wah dalam hati saya, kasian dong tar istrinya nanti :”>. Wah, Lega rasanya Dok setelah baca jawaban dari dokter, soale mmg bentuknya msh njekithut (pinjem bahasanya dokter, di TM kan aja dok :) ),

    dosis cefat (cefadroksil 125mg) : 1 sendok teh 3x sehari. Nanya lagi ya dok, klo lukanya saya beri betadin cair boleh gak? Kata bidan desa, betadin selain bisa bunuh bakteri juga bisa bunuh jamur dan virus, klo salep gentamicin kan hanya bunuh bakteri.
    Maturnuwun.

  416. 417 cakmoki Mei 7, 2009 pukul 11:03 pm

    @ ermalatersia:
    ok, ambroxol adalah pengencer dahak (ekspektoran), sama dengan bromhexine.
    Sedangkan bronkodilator adalah melebarkan saluran nafas, misalnya : syrup Brondilex atau syrup theobron, dosisnya 3×1 sendok takar untuk berat badan di atas 15 kg, 4×1/2 sendok takar untuk berat badan 12-15 kg.
    Repotnya, di kemasan tertulis hanya untuk asma, padahal bisa juga untuk batuk alergi ataupun bronkitis. Yang saya khawatirkan nanti pihak petugas apotek hanya memberi penjelasan berdasarkan tulisan di kemasan.
    Kalo mereka bilang gitu, gak usah kaget :)
    Trims

    @ Wawan:
    Radang selaput otak (meningitis) disebabkan oleh mikro-organisme, pada umumnya H. influenza. Tersering melalui penyebaran (komplikasi) dari pnemonia atau penyakit lain. Bisa juga oleh kuman Streptococcus, Staphylococcus, dll.
    Nah, atas dasar bahwa penyebab tersering adalah penyebaran oleh kuman H. influenza, maka dianjurkan imunisasi Hib sebagai langkah pencegahan.
    Di sisi lain, mengingat Meningitis juga dapat disebabkan oleh penyebaran infeksi oleh kuman selain H. influenza, maka gak ada jaminan bahwa dengan imunisasi Hib akan mencegah terhadap kemungkinan terkena Meningitis oleh kuman lain.
    Moga bisa dipahami :)
    Trims

    @ fitri:
    Makasih juga atas support dan do’anya, demikian pula sebaliknya.
    Tentang obat minum, sip. Dosis, 3×1 sendok takar untuk berat badan sekitar 4 – 7,5 kg.
    Untuk perawatan luka, maksudnya untuk membersihkan permukaan bekas khitan dan ujung uretra (sal kencing) boleh pake bethadin (antiseptik untuk kuman, bukan jamur dan virus). Gentamicin tentu lebih kuat efek memberantas bakterinya karena bersifat bakterisid.
    Matunuwun :)

  417. 418 Wawan Mei 8, 2009 pukul 10:33 am

    Cak lanjut lagi yah,

    Menurut data yg ada di indonesia berapa persenkah penderita meningitis dibandingkan total kelahiran bayi..(kalo ada datanya cak .. hehe).

    Saat ini anak saya sdh di vaksin HIB ke-2, dan saya merasa utk yg 3 dan 4 mau saya stop saja mengingat vaksin itu “dianjurkan” based on http://www.idai.or.id/jadwal.htm dan selain itu vaksin tsb lumayan mahal (rata-2 200-400rb). Demikian cak, ditunggu tanggapan nya.

    Thanks

  418. 419 ermalatersia Mei 8, 2009 pukul 10:11 pm

    Malam dok

    Terimakasih banyak untuk informasinya dok. Dok saya pernah nonton berita diTV tentang apotik,menurut hasil survey bahwa apoteker yang bertanggung jawab pada suatu apotik tidak selalu ada ditempat dan memang benar dok. Saya pernah coba beberapa kali minta bertemu dengan apoteker diapotik yang berbeda tapi tidak pernah bertemu katanya apoteker tersebut memegang beberapa apotik jadi cuma datang sewaktu2. Kenapa bisa begitu ya dok? Bukankah kalau kita beli obat kita harus dapat penjelasan yang sejelas mungkin dari orang yang bertanggung jawab disitu? Mohon tanggapannya untuk hal ini dok. Dan satu lagi dok kondisi batuk yang bagaimana yang sebaiknya menggunakan ambroxol&brondilex.

    Terima kasih banyak untuk waktunya dok.
    Teriring doa kiranya dokter&keluarga senantiasa diberi kesehatan oleh yang kuasa amin

  419. 420 cakmoki Mei 9, 2009 pukul 12:43 am

    @ Wawan:
    Maaf, saya gak menemukan data tersebut.

    Menurut saya, sebaiknya vaksin HIB dilanjutkan hingga selesai (booster) hingga tercapai kekebalan optimal. Sayang kan kalo berhenti di tengah jalan. Seberapapun kecilnya persentase meningitis, gak ada salahnya mencegah kalo kita mampu.
    Andai anak kita nanti beranjak dewasa lantas menanyakan tidak diteruskannya vaksin HIB, kita akan sulit menjawabnya.
    Disinilah bedanya ketika kita bicara penyakit dan bicara pencegahannya. Artinya, pertimbangan menggunakan vaksin bukan terletak pada persentase semata. :)

    Sebagai ilustrasi: ketika kita tahu kegundulan hutan sebanyak 2% di suatu wilayah udah mengakibatkan banjir kecil, apakah kita menunggu hingga hutan gundul lebih 50% untuk mencegahnya, sementara misalnya kita mampu membiayainya ?

    Namun, keputusan perlu tidaknya imunisasi tersebut terpulang kepada masing-masing orang tua setelah mengetahui manfaat dan harganya. :)
    Makasih

    @ ermalatersia:
    Met malam,

    hmmmm, pertanyaan dan pengalaman yang sangat bagus dan kita berharap agar pihak yang berkompeten memperhatikannya.

    Rasanya sy udah nulis masalah kewajiban menjelaskan obat kepada para pasien (dan atau keluarganya) ketika mendapatkan obat, tapi saya lupa judulnya.
    Mungkin posting saya sedikit pedas sehingga ada yang agak tersinggung, dianggap menyudutkan, padahal isinya mengungkap fakta dan ajakan untuk saling memperbaiki pelayanan medis termasuk obat…. hahaha. Lucu, daripada marah-2 buang energi, mending diem-diem memperbaiki. :)

    Tanggapan sy tentang tidak selalunya apoteker di apotek untuk memberikan pelayanan farmasi, pendek saja … (walau gak identik) mungkin bisa diibaratkan praktek dokter yang dilayani oleh paramedis, sedangkan dokternya berada di tempat praktek lain di saat yang sama. sekali lagi tidak sama persis, namun patut jadi bahan renungan demi kepantingan para pasien.

    Idealnya, setiap indikasi penggunaan obat sepatutnya periksa ke dokter agar dapat diberikan obat yang tepat.
    Dalam hal batuk, pemberian ambroxol (atau ekspektoran jenis lain) dapat digunakan karena aman. Bronkodilator dapat dipertimbangkan untuk diberikan bersama ekspektoran jika dijumpai tanda-tanda penyempitan saluran nafas akibat inflamsi (peradangan). Tanda-tanda yang dapat dikenali oleh orang awam, yakni: jika ada tarikan (retraksi) di antara tulang iga, atau jika nampak sesak (nafas berat), atau jika batuknya ngikil (bahasa jawa, yg artinya batuk berkepanjangan atu berbunyi krok-krok disertai kesulitan mengeluarkan dahak).
    Adakalanya seorang dokter menambahkan steroid jika pada pemeriksaan diduga ada faktor alergi, tapi saya tidak merekomendasikannya karena tidak memeriksa.

    Terimakasih atas support dan do’anya, demikian pula sebaliknya. Amiiin.

  420. 421 ermalatersia Mei 9, 2009 pukul 1:49 pm

    Siang dok

    Trimakasi banyak untuk penjelasannya dok. Saya setuju sekali dengan pernyataan dokter “daripada marah2 buang energi mending diam-diam memperbaiki”. Seandainya dinegri ini banyak orang baik dan care tentang orang lain walau tak kenal sekalipun seperti dokter pasti banyak hal yang bisa dibuat menjadi lebih baik ya dok. Salut buat dokter semoga gak pernah bosan ya menjawab pertanyaan2 yang tentu saja menyita waktu dokter juga kiranya Tuhan senantiasa memberkati Amin

  421. 422 cakmoki Mei 10, 2009 pukul 12:08 am

    @ ermalatersia:
    Terimakasih atas support dan do’anya, demikian pula sebaliknya. Amiiin

  422. 423 frida Mei 10, 2009 pukul 12:21 am

    Assalamualaikum cak…mau nanya nih,anak saya yg kedua ( 23 bln)setiap bulan selalu langganan ke dokter krn batuk.Sejak usia 1 th oleh dokter anaknya didiagnosa asma.Malah dia menyuruh saya utk berobat ke RSCM ke dokt sp Alergi Imunologi.Pd suatu malam krn sesak napas saya bawa ke UGD,stlh dinebulizer dokt jaganya memberi resep dan mengatakan kalau anak saya ini mengidap bronchitis.Sebenernya perbedaannya apa antara asma dan bronchitis,dan ciri2 keduanya gmn?Apakah keduanya bisa sembuh kalau nanti dia sudah besar.Terus terang aja selama ini saya ke dokter hanya untuk dinebulizer,obat tdk pernah saya berikan.Karena saya kasian cak,kok tiap ke dokter diberi 4 macem obat dan antibiotik.Paling hanya tiap pagi dia saya jemur dan saya kasih propolis saja.Sebaiknya gimana ya cak?Di satu sisi saya kepengen dia sembuh,tapi di sisi lain saya kok ya gak tega kalo terlalu sering ‘njejeli’ obat2an yg saya yakini itu pasti akan menimbulkan efek samping ke depannya.Matur nuwun ya cak…

  423. 424 cakmoki Mei 10, 2009 pukul 9:05 pm

    @ frida:
    wa’alaikum salam,
    Asma pada anak dan bronkitis yg disebabkan alergi, hampir gak ada bedanya dari penampakan amupun obatnya.
    Pada asma ada bunyi yang khas, yakni bunyi “ngik” (ato nampak sesak) saat bernafas terutama saan mengeluarkan nafas (ekspirasi).
    Pada usia Balita, pada umumnya akan kambuh 2 minggu- 4 minggu sekali, kadang lebih dari waktu tersebut. Hal ini akibat terpapar alergen (cuaca, debu rumah, kelelahan, dll …dll). Bahkan adakalanya anak mudah kambuh ketika di sekitarnya ada yng batuk pilek.
    Kekambuhan akan makin jarang seiring dengan tumbuh kembang anak dan bertambahnya usia.
    Asma gak bisa sembuh total, namun bukan berarti gak bisa dikendalikan. Biasanya, asma yg dimulai semasa anak-anak jarang mengalami kekambuhan saat menginjak usia remaja.
    Sebaiknya menggunakan obat saat kambuh supaya anak tidak menderita. Adapun antibiotik gak mesti diberikan, kecuali jika nyata-nyata ada infeksi sekunder pada saluran pernafasan akibat iritasi.
    Nebulizer juga obat kan?
    Menurut saya, jika saat kambuh biasa memerlukan nebulizer, sebaiknya ibu minta kepada dokter agar diberi tahu cara menggunakannya, dosis, pengenceran, lamanya nebulizer, kapan boleh diulang, dll.

    Tentang obat, gak perlu risau. Pada dasarnya, penggunaan obat mempertimbangkan pada manfaat dan efek samping yg ditimbulkannya.
    Obat asma (bronkodilator) mudah diekskresi lewat urine dan kalaupun ada efek samping (misalnya: berdebar, sulit tidur), sifatnya reversible, artinya mudah pulih kembali.
    Nah, dengan mempertimbangkan manfaatnya, lebih bijak memberikan obat asma ketimbang anak mengalami sesak nafas (dengan segala konsekunsinya).
    So, gakpapa, silahkan diberikan obat ketika kambuh.

    Semoga penjelasan singkat ini bermanfaat.
    Maturnuwun

  424. 425 andi Mei 11, 2009 pukul 9:54 am

    slamet pagi cak……..
    gini cak,ku mau nanya?saya punya anak/bayi umur 8 bln,critanya sedang sakit batuk,tapi pd kulit diskitar lengan n leher juga timbul bintik2 merah(kaya kringat buncret=jawa).ini terjadi dah dua kali,dan ni yg ke2.sakit anak saya dah 2minggunan,tolong cak ni sakit apa trus gimana penanganannya/obatnya,pdhl dulu dah kedokter tp cuma bntik nya aja yg hilang tp btuknya masih wlaupun sedik.nak skarang sperti itu lg,jd tidurnya terganggu n agak rewel klo malam.matur nuwun …..

  425. 426 cakmoki Mei 12, 2009 pukul 1:51 am

    @ andi:
    Untuk batuknya, sementara dapat diberikan smbroxol sirup 3-4 x 1/2 sendok takar (maaf, sy rekomendasikan dosis rendah)
    Untuk bintik merah, sy ga tahu soalnya gak ngeliat. Namun dapat diberikan bedak yg mengandung antihistamin, misalnya caladine bedak (bukan yg lotion) untuk mengurangi rasa gatal.
    Maturnuwun

  426. 427 finder Mei 12, 2009 pukul 12:49 pm

    slamat pagi dok,,
    gini, ada yang nanya sama saya (berhubung saya mhs kedokteran, tapi karna masih tahun awal jadi nggak tahu jawabnya)
    sebenarnya imunisasi buat anak itu perlu nggak sih?? karna udah banyak yang bilang imunisasi itu berbahaya buat anak, ditambah lagi ada juga keluarga dokter yang nggak memberi imunisasi anaknya… jadi gimana dong dok?? pentingkah imunisasi??
    trims.

  427. 428 cakmoki Mei 12, 2009 pukul 2:28 pm

    @ finder:
    Met siang :)
    Imunisasi sangat penting untuk mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
    Dar tahun ke tahun, cakupan atau realisasi pencapaian imunisasi meningkat. rata-rata mencapai di atas 80% di setiap kelurahan/desa di Indonesia.
    Ini membuktikan masih lebih banyak orang (para orang tua) yang mengerti betapa pentingnya imunisasi bagi bayi. Jadi, sangat aneh jika pengguna internet yang nota bene orang-orang berpendidikan masih meragukan imunisasi, malah beberapa tahun yg lalu menyebarkan email berantai anti imunisasi, tentu email tersebut gak laku…. hehehe.
    Sinyalemen bahaya imunisasi oleh sebagian kecil orang, tidak terbukti kebenarannya.
    Andai mereka-mereka yang mengatakan imunisasi berbahaya tersebut melihat langsung betapa menderitanya penderita difteri, penderita tetanus,tetanus neonaturum … dll,… mereka-mereka akan ketakutan dan niscaya buru-buru minta imunisasi. Belum lagi jika melihat para orang tua kehilangan anak tercinta lantaran gak bisa mencegah penyakit yg datang.
    Saya melihat itu… dan selalu berharap imunisasi makin lengkap.

    Tentu hak setiap orang untuk menolak imunisasi dan kembali ke jaman kegelapan dimana penyakit menular merajalela tanpa bisa berbuat apapun selain meratapi nasib. Belum lagi potensi menularkan ke orang lain.
    Kita sebaiknya berkaca ke negeri tetangga yang angka kematian bayinya sangat rendah, semisal Singapura. Di sana, tak ada satupun anak tanpa imunisasi. Tak heran jika incidens rate penyakit menular di sana sangat rendah. Bandingkan dengan kita … hehehe….

    trims

  428. 429 helena Mei 13, 2009 pukul 10:06 am

    Halo Dok…
    Anak saya, 5 th 10 bln = 15.3 kg.
    Sudah batuk pilek sejak 2-3minggu. Tapi pilek sudah sembuh. Hanya saja kadang2 masih batuk, dan seperti banyak dahak, tp yang bisa dikeluarkan sedikit. Batuknya sih jarang.
    Obat puyer batuk pilek dari Dr sudah habis. Tp saat ini dia masih konsumsi obat anti alergi HISTRINE (cetirizine HCl 5mg/5ml), sehari 1x di malam hari = 3/4 sd takar.

    Yang ingin saya tanyakan…
    1. knp dahak yang dikeluarkan masih berwarna kuning? apakah ini menandakan sudah ada bakteri? shg perlu antibiotik? tp anak saya tidak demam Dok. DSA nya waktu itu sudah memberi saya resep antibiotik terpisah, yang ktnya dibeli kalau anak saya masih demam saja. Tp waktu itu dia tidak demam lagi, jadi belum saya beli.

    2. Perlu tidak diuap? inhalasi yah istilahnya? spy dahaknya lebih gampang keluar?

    Terima kasih untuk waktunya Dok…
    Have a nice day… :)

  429. 430 finder Mei 13, 2009 pukul 10:34 am

    slamat pagi lagi dok,,

    mau nanya lagi nih,, apakah obat cacing boleh diberikan untuk anak secara rutin? misal 1×6 bulan (jadi dalam 1 tahun ada 2kali), meskipun anaknya nggak menampakkan gejala kecacingan.. tapi cuma sebagai preventiv gitu…

    trimakasih

  430. 431 cakmoki Mei 13, 2009 pukul 12:39 pm

    @ helena:
    Halo juga :)
    1) Pada anak (terutama dibawah 6 tahun) biasanya sulit mengeluarkan dahak karena fungsi reflek mengeluarkan dahak belum sempurna. Selain itu bisa pula karena serat dahaknya kental banget sehingga sulit dikeluarkan.
    Untuk itu perlu diberikan ekspektoran (pengencer dahak), misalnya: ambroxol sirup (merek dagang bebas memilih), 3×15 mg (1 sendok takar), atau bromhexine sirup (merek dagang bebas memilih), 3×4 mg (1 sendok takar). Salah satu obat tersebut diberikan hingga batuknya hilang.
    Cetirizine dapat dilanjutkan bersama dengan ekspektoran, hanya saja antihistamin (Cetirizine), efek sampingnya justru membuat dahak makin kental.
    Dahak warna kuning tidak serta merta menandakan infeksi oleh bakteri, jadi gak perlu antibiotika kalo ga demam (sesuai saran dokter).

    2) Boleh menggunakan uap untuk membantu pengenceran dahak.

    Jika seminggu setelah menggunakan antihistamin dan ekspektoran masih batuk, terlebih jika batuknya berat, maka perlu dipertimbangkan tambahan bronkodilator (obat untuk melebarkan saluran nafas, atau biasa digunakan jika batuk sesak atau batuk ngikil), tapi sy tidak merekomendasikannya.

    Moga ananda segera sembuh.
    Trims

    @ finder:
    Met pagi,
    Untuk preventif, boleh. Dosis obat cacing golongan pirantel pamoat: 10 mg per kg, diberikan dalam dosis tunggal.
    Trims

  431. 432 fitri Mei 16, 2009 pukul 7:12 am

    assalamu alaikum

    pagi dok! saya mau nanya lagi nih…. melanjutkan pertanyaan saya yg kemarin. Anak saya Alhamdulillah 3 hari (12-14 mei) kemarin sudah tidak keluar bercak pink, tapi kmrn tgl 15 mei keluar bercak lg. BB anak saya skrg 7,5 kg. Padahal nasehat DSA seperti memperpanjang antibiotik, salep, dan menjaga kebersihan sudah saya taati.
    Ketika saya curhat dgn bidan desa, beliau blg, kemungkinan yg gak beres adalah saluran kencingnya, apa mungkin ada penyumbatan saluran kencingnya. Sbb dulu anak saya dikhitan, ketika saya tanya ke DSA-nya apa ada indikasi fimosis dok? Ternyata tidak! Lalu kenapa dikhitan? Kata beliau “demi kebersihan!”.
    yang saya tanyakan
    1. Besok hari minggu, adalah tepat 3 minggu pasca sunat dan saya terus menggunakan antibiotik berturut2 tanpa henti, apakah saya perlu memperpanjang lagi pemberian cefat (antibiotik) tsb?
    2. sebenarnya bercak pink itu akibat dari sel darah merah yg bercampur dgn apa sih?
    3. Apa perlu saya ke sp urologi? (waduh klo iya, harus bertamasya ke solo nih dok, krn di ngawi gak ada), sbb kata bidan desa klo ke sp. urologi akan diperlebar saluran kencingnya dan dilihat apa ada penyumbatan/peradangan ato tidak.

    Maaf, maaf, dan maaf pertanyaannya buanyak banget.
    Jujur, saya menantikan jawaban dari dokter, krn bertanya yg plg dekat adalah ke dokter lwt internet, krn jk bertanya ke dokter yg lain di kota, harus menempuh jarak yg jauh
    Terimakasih banyak, somoga Allah membalas kebaikan dokter.
    wassalamu alaikum wr wb

  432. 433 cakmoki Mei 16, 2009 pukul 3:11 pm

    @ fitri:
    Wa’alaikum salam,
    hehehe, mosok indikasinya hanya itu :)

    1) Sementara antibiotika oral (yg diminum) dihentikan dulu, ntar kita lihat perkembangannya dalm beberapa hari ke depan. Kalo masih keluar bercak berwarna pink atau kemerahan, sebaiknya periksa sedimen urine untuk memastikan apakah bercak tersebut merupakan eritrosit atau hanya sekret epitel.

    2) Eritrosit yg bercampur urine ato bisa juga sekret dari epitel urethra. Jika hanya epitel urethra, gak papa.
    Menurut saya, kalo luka bekas khitan udah sembuh dan kencingnya lancar, gak masalah.
    Tapi kalo ortu ingin memastikan, gak ada salahnya ke spesialis bedah urologi untuk pemeriksaan. Belum tentu ada penyumbatan, karena kalo ada penyumbatan maka keluhan utamanya adalah kesulitan kencing.

    Gak papa nanya banyak :) … hanya saja sy njawabnya suka telat. Maklum, sy tinggal di Ndeso ™, kadang ada kondangan :)
    Makasih do’anya, demikian pula sebaliknya.
    Wass

  433. 434 fitri Mei 17, 2009 pukul 3:38 pm

    o gitu ya dok, antibiotik oralnya dhentikan aja ………
    mkasih byk ya dok jawabannya. Maaf ya dok, saya sbenarnya tu klo priksa nanyanya banyak banget, tp DSA nya jawabannya singkat banget (mungkin mmg tipenya pendiem kali ya :), jd gak byk bicara gitu).
    Di desa saya juga musim kondangan, mungkin mnrut primbon, minggu ini banyak hari baiknya kali………… :)
    Sekali lagi makasih dok, krn tempat saya bertanya yg plg dekat adalah bidan desa deket rumah saya dan ya dokter yg baik hati ini.
    wass

  434. 435 cakmoki Mei 17, 2009 pukul 9:43 pm

    @ fitri:
    Hehehe, bagaimanapun pendiamnya seorang dokter, akan sangat tangkas menjawab saat pasiennya tanta biaya :D
    Makasih juga sharingnya, moga bermanfaat bagi yang lainnya, teriring do’a mudah-mudahan sehat selalu. Salam untuk kangmas, yaaa …
    Trims … Wass

  435. 436 yuvie Mei 18, 2009 pukul 2:24 pm

    met siang dok.

    mo minta saran n tanya2.

    keponakan saya umur 1tahun 5bulan, cewe.dipipi kirinya muncul bercak hitam diperkirakan krn kebentur atau digigit nyamuk,tapi makin lama makin timbul mengeras n melebar. stlh dibawa kedokter dibali,ternyata sianak mengalami penyumbatan kelenjar minyak dipipi. dan harus dioperasi 2hari lagi (rabu ini).

    pertanyaan saya:
    - bahaya gak dok anak sekecil itu dioperasi? kan mesti dibius total. ada efek gak obat biusnya buat sikecil?
    - ada solusi lain gak ya dok selain operasi?
    - kalau dipending sampe agak besaran umurnya gimana n apa yg terjadi ya dok?
    - punya rekomendasi dokter lain disurabaya / bali yg memang bagus nangani masalah ini? tlg infonya ya dok.

    tolong dibalas ASAP!! ibu si anak lg kebingungan.
    Terimakasih
    Yuvie -BAli

  436. 437 titus_arif Mei 18, 2009 pukul 2:44 pm

    aloo cak moki…
    anaku umur 5 tahun berat badan 21 kg.
    ak mo nanya beberapa hal:
    1. apa anak seusia dia maseh wajar jika sering ngompol waktu tidur malam..? gimana cara ngatasinya agar dia tidak ngompol lagi ?
    2. anaku sering berak tidak teratur, kadang 3- 4 hari sekali. dan kluarnya itu susah sekali, karena kotoran yang kluar itu besar sekali untuk anak seumuran dia. gimana cara nya supaya anaku bisa berak lancar? adakah obat generik yang membuat lancar ?
    perlu diketahui dia susah/ dak suka makan buah-buahan, klo makanpun dak suka jika dikasih sayur, sukanya makan sama ikan goreng,krupuk,tempe goreng, ayam kulitnya aja + sambal juga suka.
    minum susu dancow 5+ maseh rutin. minum air putih juga cukup banyak.
    makasih buat pencerahannya. Tuhan memberkati.

  437. 438 cakmoki Mei 18, 2009 pukul 11:26 pm

    @ yuvie:
    Met malam,
    Berdasarkan kronologi dan diskripsi yg disampaikan, mungkin benjolan tersebut atherom ato kelainan lain. Ini hanya dugaan, wong sy gak liat langsung … hehehe
    1) Gak bahaya. Aman.
    Bius total aman untuk semua umur. Lagipula dosis dan jenisnya disesuaikan dengan berat badan.

    2) Kalo emang dokter yg meriksa mengharuskan operasi, sebaiknya operasi, tapi boleh mencari second opinion ke dokter lain.

    3) Saya rasa, kalo hanya benjolan kecil, semua dokter sama aja, kecuali untuk penyakit yg spesifik. Maaf, sy gak bisa memberikan rekomendasi soalnya gak disertakan info nama penyakitnya.
    Trims

    @ titus_arif:
    aloo juga :)
    1) Wajar. bahkan adakalanya hingga belasan tahun.
    Untuk mengatasinya, dengan membiasakan pipis sebelum bobo.

    2) Menurut saya gak perlu obat apapun sejauh si anak gak merasa terganggu. Gak papa.
    Anak seusia tersebut rata-rata emang gak suka sayur, dan sebaiknya gak perlu dipaksa makan sayur or buah yang gak dia sukai. Ntar ada saatnya anak suka sayuran.
    Moga sehat selalu… Trims

  438. 439 yenie Mei 24, 2009 pukul 7:42 am

    Selamat pagi cak,mau tanya ni,anakku adit umur 2th 7bln terakhir kemarin beratnya 16,2kg,dari seminggu yang lalu pilek setelah itu batuknya mengikuti,selama ini saya kasi mucos dan di inhalasi di rumah pake combivent+NaCl 1/2ampul,tapi karena kemarin sering pergi2 sempet batuknya agak mereda setelah itu sekarang batuknya keras lagi..nah sekarang mau ke dokter kan pada ga ada dong,pasti lg pada libur, jadi saya mhn infonya dari cakmoki..saya kbtln doktergigi,jadi mau tanya kalo saya kasi tambahan dextamine berapa ya dosisnya yang tepat dan apakah tepat pemberian dextamine utk meredakan batuknya selain mucos juga,saya tunggu loh jawabannya, ok deh cakmoki,trimakasih banyak..

  439. 440 cakmoki Mei 24, 2009 pukul 5:34 pm

    @ yenie:
    Met sore Mbak … maaf, baru sempet njawab.
    Gak papa ditambah dextamine syrup untuk meredakan inflamsi dan gatal di tenggorokan dan supaya hidung gak mampet.
    Dengan BB segitu, dosisnya 3×1 sendok takar.
    Pada Balita, kadang batuk bernagsung agak lama karena biasanya anak di bawah 6 tahun gak bisa ngeluarkan dahak.
    Moga segera sembuh… Makasih :)

  440. 441 yenie Mei 24, 2009 pukul 8:49 pm

    trimakasih banyak ya cak, sungguh membantu dgn adanya blog ini..

  441. 442 cakmoki Mei 26, 2009 pukul 12:07 am

    @ yenie:
    sama-sama, makasih juga telah berbagi ^_^

  442. 443 lina Mei 26, 2009 pukul 9:40 pm

    mlm om dokter?pa kabar?mo tanya,anak sy umur 2 taon,mulutnya mengeluarkan bau yg khas,pd
    hal giginya tiap hari saya gosokin…..,pernah periksa ma DSA,ktnya ada kuman yg masuk,trus dikasih antibiotik,saya lupa nama antibiotiknya,dah abis antibiotiknya emang dah g bau mulutnya,tpskrg bau lg,masa saya mesti kasih antibiotik lg…..apa betul om dokter kl mulut anak saya memang ada kumannya…..makasih

  443. 444 cakmoki Mei 27, 2009 pukul 11:59 am

    @ lina:
    Met siang.. kabar baik nih :)
    Mulut kita semua ada kumannya, yakni kuman non-patogen ato kuman yg gak menimbulkan penyakit.
    Mungkin pada saat ke DSA tempo hari, beliau menjumpai adanya tanda-tanda infeksi kuman, karena itulah diberi antibiotik.
    Menurut saya, walaupun saat ii mulut si anak berbau, gak perlu diberi antibiotik lagi.
    Kalo ada waktu, coba periksa dan konsultasi ke dokter gigi, siapa tahu ada masalahpada gigi yg luput dari penglihatan kita.
    Makasih :)

  444. 445 ida Mei 30, 2009 pukul 12:50 pm

    siang cak,mau tanya donk.thn 2006 sy nikah sm suami dan suami sy divonis TB.1thn kemudian uda sembuh,thn 2008 sy hamil dan melahirkan anak cew brt3.4 dan panjang 52cm.skr anak sy uda mau jln 7 bulan,bb 8,2kg.tidak ad keluhan apapun.skr suami sy batuk2 lg,trus sering mimisan.sy takut TBnya kambuh lg.yg mau sy tanyakan:
    1.apakah TB kl sudah sembuh bisa kambuh lg?
    2.apakah anak sy bisa tertular jg?
    3.anak sy sering menggosok2 hidungnya,padahal sy liat ga ad upil yg nempel didlm hidungnya kog,knp ya?
    4.kl misalnya suami sy memang TB nya kambuh lg,apakah anak sy harus dijauhin dr papanya buat sementara?
    5.oh ya cak kl jadwal mkn anak emang hrs diberikan ya?soalnya sy bgg anak sy bgn dan tdr sll ga teratur.gmn ks mkn sesuai jadwal??
    6.apakah kl ms bubur ato ns tim boleh diks garam?soalnya ad yg bilang ga blh ktnya se takut ginjal bayi blm kuat.bner ga se cak?sy jdnya bgg.ampe skr sy ms kasi yg bubur instant.ktnya ga bgs jg ya?aduh tambah pusing nec.maklum br jd ibu.hehehe…tolong dijwb ya.thank :)

  445. 446 cakmoki Mei 31, 2009 pukul 7:05 pm

    @ ida:
    mohon maaf, terlambat menjawab krn ada gangguan koneksi.

    1) Kalo udah dinyatakan sembuh, gak akan kambuh lagi kecuali ketularan dari orang lain.
    2) Anak bisa tertular jika di sekitarnya ada sumber penularan.
    3) Mungkin hanya reflek spontan ato bisa juga karena gatal ato sebab lain. menurut sy gak papa.
    4) kalo salah satu anggota keluarga tertular TBC (bukan kambuh), anak gak perlu dijauhin, sejauh sumber penularan mendapatkan pengobatan dan anak sudah imunisasi BCG (biasanya diberikan sesaat setelah lahir di lengan kanan).
    5) Anak gak perlu dijadwal kayak orang dewasa. Mereka punya pola makan dan pola tidur sesuai tumbuh kembang dan kebiasaan masing-masing. Memaksa anak mengikuti jadwal orang dewasa justru membuat anak merasa gak nyaman. lebih bijak kalo orang dewasa yg mengikuti jadwal anak. Kelak mereka akan mengikuti jadwal orang di sekitarnya secara alamiah seiring dengan bertambahnya usia.
    6) Boleh dikasih garam, gak papa. Yg penting anak merasa nyaman. Bubur instan ataupun gak instan hanya berbeda anggaran belanja dan berbeda siapa yang memasaknya … :)

    Trims

  446. 447 ida Juni 2, 2009 pukul 3:55 pm

    Thanks ya cak uda dijwb,mau nany lg nec…suami sy kmrn cek kedokter,ktnya kl bekas tanda TB se emang ga bisa hilang trus disuruh pengobatannya ulang lg dr awal.tp dokternya se blg uda sembuh.
    1.apakah emang kl tanda bekas TB diparu2 ga akan hilang?
    2.kl uda sembuh kenapa disuruh pengobatannya dr awal lg?suami sy ga nany sm dokternya tuch..
    3.anak sy suntik bcg bukan dilengan kog,tp dipunggung dekat pantat.apakah dokternya slh suntik?
    4.oy y cak lupa nec dirumah sy kan dilantai 1 nya pabrik tepung gt,sedangkan sy sm anak sy tinggal dilantai2.apakah bahaya kl anak sy sering hirup debu tepung?
    5.sy mau tanya jg nec tentang dbd gpp ya sekalian disini.suami sy kmrn kena dbd jg pusing dec…awalnyas e ga tau kena dbd.kira2 2 mgg yg lalu panas dingin gt,trus br kmrn badannya bercak2 merah.trus kedokter br tau kl suami sy kena dbd,tp kt dokter uda sembuh,ktnya se sembuh sdr.ga disuruh opname,ga diinfus jg.trombositnya se 200.tp ga diks obat sm dokternya.cm disuruh istirahat doang.trus 2-3 hr ini suami sy tdr trus kyknya lemes bgt gt,mukanya jg pucat.sy ks minum jus jambu biji merah,sm kuah angkak.hbsnya ga tau mesti ks apa.trus hr ini dicek trombositnya turun jd 150.sy mau tanya
    -.apakah trombosit suami sy ms normal 150?
    -.obat ap buat hilangin lemesnya gt?
    -.apakah sy ks minum jus jambu merah sm kuah angkak itu uda bner?
    thanks ya cak…lg binggung nec..ga tau mesti buat ap?:(

  447. 448 cakmoki Juni 2, 2009 pukul 6:46 pm

    @ ida:
    1) Gak semua penderita TB meninggalkan bekas. Seperti halnya luka, ada yg mulus kembali setelah lukanya sembuh, ada pula yg meninggalkan bekas setelah lukanya sembuh.
    Artinya, bekas TB atau disebut sequelae, pada umumnya gak bisa ilang sama sekali. Suatu ketika, bisa aja mengalami batuk berkepanjangan kalo terpapar pemicu timbulnya batuk, misalnya: debu, asap, dingin, kelelahan, dll.

    2) Sy juga bertanya-tanya dalam hati, kalo dinyatakan sembuh koq diulang dari awal… Mungkin dokter ingin safe, sehingga beliau menganjurkan pengobatan dari awal. Sebaiknya menanyakan langsung ke dokternya.

    3) Berdasarkan program, penyuntikan di lengan kanan adalah untuk penyeragaman agar mudah diingat dan dimonitor, terutama oleh petugas kesehatan. Demikian pula bagi orang tua, agar mudah diingat dan nampak bekasnya (jaringan parut).
    Pada dasarnya, suntikan BCG (intracutan atau menyusur permukaan kulit), dapat disuntikkan dimana saja, tidak salah, yang penting ada rekam medik yang menunjukkan anak pernah imunisasi BCG.

    4) Kalo yg dimaksud adalah tepung beras, kanji, gandum, dan sejenisnya, gak papa … kalaupun menimbulkan reaksi alergi, biasanya akan mudah batuk.

    5) kalo Trombosit gak pernah dibawah 100.000, pasti bukan DBD. banyak penyakit yang menimbulkan penurunan trombosit, tapi masih di atas 100.000.
    Hingga kini, parameter untuk DBD adalah: panas yg tidak khas antara 2-7 hari, disertai kondisi umum yang lemah dan dibuktikan dengan penurunan trombosit di bawah 100.000.

    Seseorang yg menderita DBD (demam dan trombosit kurang dari 100.000), kalo gak ada tanda syok (masih grade I), cukup dirumah saja. gar tidak lemas, dianjurkan banyak minum dan makan ber kalori tinggi dan protein tinggi serta dianjurkan banyak makan buah, buah apa saja, bukan hanya jus jambu. Jus tersebut hingga saat ini masih diperdebatkan.
    Kalo DBD grade II-IV sebaiknya opname.
    Tapi, sekali lagi, jika selama ini jumlah trombosit tidak pernah di bawah 100.000, pasti bukan DBD.

    Silahkan baca artikel tentang DBD di blog ini pada link berikut:
    Demam Berdarah
    Mari Mencegah Demam Berdarah
    Demam Berdarah, hadir setiap tahun

    Trims

  448. 449 nina Juni 4, 2009 pukul 10:22 am

    Selamat pagi cak moki,

    Saya mau tanya masalah pencernaan anak. Apakah ada hubunannya pola makan Ibu menyusui dengan pencernaan anak. Anak saya perempuan, usia saat ini 15 bulan. Sejak umur 9 bulan dia sudah mengalami sulit makan, nafsu makannya turun naik, sehingga berat badannya pun cepat sekali turun naik. Anak saya belakangan ini sering cegukan, apakah itu pertanda ada yang salah dengan pencernaannya? Saat ini anak saya juga susah sekali makannya. Saya sudah berusaha mengganti menu setiap harinya agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi, tp kalo dia tetep susah makan bagaimana ya cara mengatasinya?

    O ya satu lagi, anak saya masih minum ASI tp hanya di malam hari saja karena siang saya bekerja, dan anak saya tidak begitu menyukai minum susu formula.

    Tolong berikan solusinya ya cak. Makasih. nina

  449. 450 cakmoki Juni 4, 2009 pukul 5:15 pm

    @ nina:
    Met sore :)
    langkah ibu sudah sangat bagus, yakni dengan berusaha mengganti menu makanan si kecil. Cara lain adalah dengan memberikan makanan tambahan dengan porsi kecil tapi sering.
    Namun, adakalanya semua usaha gak sesuai harapan orang tua. Lagipula anak gak bisa dipaksa-paksa untuk makan seperti layaknya orang dewasa. Kalo maish mau makan, walau gak sesuai harapan, gak papa. Ntar akan mau dengan sendirinya seiring dengan tumbuh kembang anak, terutama kalo udah mulai kumpul dengan temen sebayanya.
    Untuk menambah nafsu makan, menurut saya gak perlu vitamin khusus, karena vitamin bukan untuk nafsu makan tapi untuk membantu metabolisme.

    ASI dapat diberikan siang hari saat ibu bekerja. ASI disiapkan sebelum berangkat kerja, kemudian disimpan dalam kulkas dan diberikan sesuai waktu minum ASI bagi anak. Jika cara ini gak disukai anak, gak perlu dipaksakan. Solusinya, dengan memberikan makanan dalam porsi kecil tapi sering seperti tertulis di atas.

    Tentang cegukan, belum tentu ada masalah pencernaan, bisa jadi hanya refluk gastro-esofageal yang disebabkan penumpukan gas di lambung. Namun, jika ingin memastikannya, sebaiknya periksa ke dokter setempat.

    Moga bermanfaat dan sehat selalu … Trims :)

  450. 451 Ummu Kautsar Juni 7, 2009 pukul 5:20 pm

    Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wabarakatuh
    Maaf Dokter saya mau tanya tentang penyakit anak saya (kautsar), anak saya umur 17,5 bulan sudah dua hari ini diare, sehari bisa tujuh kali, kadang-kadang muntah sehari sekitar empat kali. Sudah diperiksakan ke Dokter, dan diberi obat primperan untuk anti muntahnya, kaopectate untuk diarenya, pedialyte untuk mencegah dehidrasinya dan antibiotik cotrimoxazol. Apa sudah cukup obat tersebut Dok. Kondisi Kautsar lemas,maunya tidur terus. Kautsar juga maunya hanya minum dan tidak mau makan, gimana ya Dok, apa Kautsar perlu dirawat Di RS untuk diinfus, untuk mencegah dehidrasi berat. Tolong beri sarannya ya Dok. Terimakasih Dok.

  451. 452 cakmoki Juni 7, 2009 pukul 5:52 pm

    @ ummu Kautsar:
    Wa’alaikum salam wa rahmatullahi wabarakatuh…
    Obat tersebut udah cukup :)
    Yang diperlukan adalah menambah cairan. Gak harus dengan Pedialyte, tapi boleh dikombinasi dengn minuman lain. Agar gak dimuntahkan, caranya adalah dengan memberi minum sedikit-sedikit tapi sering, untuk mencegah agar gak dehidrasi (berat).
    Masalah makan ntar akan mau kalo udah gak muntah dan diare udah mulai berkurang.

    Kita tunggu perkembangannya. kalo muntah dan diare gak bertambah sering, obat dilanjutkan sambil terus diberi minum.
    Namun jika muntah dan diare bertambah dan anak makin lemas, sebaiknya infus.
    Moga segera sembuh :)
    Trims

  452. 453 bunda azbibwa Juni 9, 2009 pukul 10:47 am

    Pagi dokter …
    Anak saya umur 5 tahun 9 bulan, hari kamis yang lalu kena penyakit gondong, panas sehari dan di bawah telinga agak maju ke depan agak membesar (kanan dan kiri semuanya agak membesar) dan sakit, trus saya bawa ke dokter umum. Oleh dokter diberi antibiotik dan antivirus berbentuk puyer. Sekarang sih sudah gak panas dan gak sakit lagi, tp kok kelenjar parotid nya kok masih keras. Kira-kira butuh berapa hari kelenjar parotid nya mengempis seperti semula? Kira-kira berbahaya gak ya, dok ??
    Selain itu anak saya BB cuma 19 kg, kurus banget. Sampe orang lain yang melihat bertanya apakah punya penyakit kok kurus sekali. Anaknya sih makan memang porsinya gak banyak dan gak mau buah sama sekali. Kira-kira perlu gak saya bawa ke dokter untuk mengecek kesehatannya?
    Mohon sarannya dan terima kasih banyak….

  453. 454 cakmoki Juni 9, 2009 pukul 8:50 pm

    @ bunda azbibwa:
    Tanda-tanda Protitis adalah sebagai berikut (gak mesti semuanya):
    > Demam, nyeri otot, pusing, nyeri rahang, males makan.
    > Kelenjar parotis membengkak ( di bawah telinga ). Mengenai
    salah satu atau kedua kelenjar. Puncak pembengkakan pada
    hari ke 3 – 5, kemudian akan mengempis.
    Lama pengobatan rata-rata sekitar 7-10 hari.
    Jadi, andai saat ini masih hari ke 3-5, sangat wajar jika masih nampak besar, bahkan lebih besar dibanding hari ke 1-2.
    Penyakit gondong tidak bahaya.
    Selengkapnya, silahkan baca posting sebelumnya tentang Gondongan.
    Ato silahkan unduh leafletnya di sini

    Tentang Berat Badan anak yg segitu udah termasuk cukup, gak perlu risau dengan berat badan anak mengingat pola tumbuh kembang anak berbeda-beda. Lagipula, ukuran tumbuh kembang anak bukan hanya berat badan semata, justru yg penting adalah anak aktif dan komunikatif> karena itulah mengapa pada Lomba Balita Sehat, yg jadi pemenang bukan anak yang gemuk, tapi anak yang aktifdan komunikatif. Tapi, anehnya kaum ibu lebih bangga kalo ngeliat anaknya gemuk ginak-ginuk .. hehehe
    Makasih

  454. 455 ary Juni 10, 2009 pukul 1:22 pm

    Assalamualaikum cak moki
    saya langsung nanya aja ya cak.. soalnya sekarang ini saya lagi bingung banget “Sumpek” gara-garanya buah hati tercinta saya divonis DSA kena TB. Padahal si kecil ga menunjukkan tanda-tanda sakit. umurnya sekarang 19 bulan dengan berat badan 11,8 kg, sangat aktif, makannya juga doyan. Saya periksa ke dokter anak gara-gara dileher si kecil ada benjolan yang udah lamaaa banget tapi ga ilang-ilang (kurang lebih sudah 1 tahun-an) dulu sih pernah saya periksain waktu pertama ngeliat benjolan itu tapi kata DSA nya (bukan DSA yang mem-vonis TB) ga apa apa tanpa melakukan tes apa apa, hanya dengan merabanya. tapi karena saya khawatir benjolan itu ga ilang2 jadi saya periksakan lagi, sama dokternya di tes mantoux dan ternyata hasilnya positif TB. Tapi saya masih bingung dan ga percaya cak kan anak saya secara fisik ga ada masalah. apa hanya dengan tes matoux positif dan benjolan dileher sudah cukup untuk menentukan anak menderita TB?
    oya cak kemarin sama dokternya dikasi obat SANDOZ RIMCURE tapi saya kasikan ke anak saya cuma 3 kali karena saya masih ragu jadi nggak saya kasi lagi sambil nunggu tes darah dan mau cari second opinion ke DSA lain. menurut cak moki apa yang harus saya lakukan?
    sebelumnya terima kasih buanyakk..
    wassalam

  455. 456 Bundara1 Juni 10, 2009 pukul 1:27 pm

    salut cak,
    saya belajar banyak dari situs ini.
    Semoga dokter senantiasa dianugerahi barokah.

  456. 457 cakmoki Juni 11, 2009 pukul 7:07 pm

    @ ary:
    wa’alaikum salam,
    Saya salinkan kriteria diagnosa TB Paru yaa…

    Berikut di bawah ini adalah Kriteria Diagnosis TB Anak:
    (1) Pemeriksaan bakteri (+) / Patologi Anatomi (PA) (+)

    (2) Bakteri/PA (-), Mantoux Test (Mt) (+), Rontgen (Ro) (+), Sumber penularan (sumber) (+) *artinya, di sekitar anak ada yang sakit TBC*, Gejala (+), BCG (-)

    (3) Bakteri/PA (-), Mantoux Test (Mt) (+), kemudian pada 1 tahun terakhir (anak dibawah 6 tahun): Ro(-), Sumber (+/-), Gejala (+/-), BCG (-).

    (4) Bakteri/PA (-), Mantoux Test (Mt) (+), kemudian pada anak dibawah di atas 6 tahun: Ro (-), Sumber(+/-), Gejala(+), BCG(-).

    (5) Bakteri/PA (-), Mantoux Test (Mt) (-), Ro (+ luas disertai pembesaran kelenjar), Sumber(+/-), Gejala(+/-), BCG(-).

    (6) Bakteri/PA (+), BCG(+).

    (7) Bakteri/PA (-), Mantoux Test (Mt) (+), Ro (+ luas disertai pembesaran kelenjar), Sumber(+/-), Gejala(+/-), BCG(+).

    Jika anak yang dicurigai TB memenuhi salah satu dari kriteria di atas, maka bisa didiagnosa TB aktif yang memerlukan pengobatan.

    Tanda ato gejala pada TBC Anak pada umumnya: sulit makan, berat badan menurun, demam lama, pembesaran kelenjar (leher).

    Nah, jika meragukan diagnosa TB Paru, ada baiknya mencari second opinion ke DSA lain dengan membawa hasil pemeriksaan.

    Artikel pendek tentang Flek Paru (TB Paru), silahkan baca artikel sebelumnya: di sini

    Silahkan baca juga diskusi para ortu pada artikel tersebut.
    Moga berguna dan sehat selalu…
    Trims … Wass :)

    @ Bundara1:
    Terimakasih do’a dan supportnya, demikian pula sebailknya.

  457. 458 ary Juni 12, 2009 pukul 12:52 pm

    terima kasih banyak cak moki..
    mungkin nanti sore si kecil mau saya tes di lab dan bawa ke DSA lain, tapi mungkin ntar saya juga mau nanya nanya lagi ke cak moki gpp yaa..
    sekali lagi makasih banyak :)

  458. 459 tukangsate Juni 12, 2009 pukul 7:30 pm

    cak

    saat ini anak saya dirawat di RSIA graha permata ibu Depok (umurnya baru 2 minggu). Dia sudah tiga hari dirawat disana karena pusernya infeksi dan mengeluarkan nanah. Setelah diobservasi dokter mengatakan kemungkinan terdapat kelainan pada anak saya, yaitu ada lubang antara puser dan usus atau saluran kencing. Jadi ada kemungkkinan salah satu penyebab infeksinya itu karena kelainan tersebut, selain kuman/bakteri dari luar. Saat ini saya ada di kaltim dan tidak bisa melihat langsung kondisi anak saya, tetapi kata istri saya dia ga rewel dan mimik ASInya juga tetap kenceng. Berkaitan dengan kelainan itu saya mohon penjelasan cak?
    Ini anak pertama dok, jujur saja saya agak ketakutan dengan kemungkinan itu.
    demikian, maturnuwun cak

    Salam
    adi

  459. 460 cakmoki Juni 14, 2009 pukul 4:29 pm

    @ ary:
    ya, ga papa … kita bisa diskusi lagi :)

    @ tukangsate:
    Maaf terlambat menjawab karena harus menyiapkan workshop untuk hari sabtu kemarin.
    Biasanya, infeksi pusar (umbilicus) pada bayi usia dini, bersifat lokal, yakni infeksi di umbilicus dan sangat jarang terjadi penjalaran ke usus.
    Kalo menjalar ke usus, terlebih ke saluran kencing, bayi akan sangat rewel, disertai gangguan minum dan BAB atau gangguan kencing.
    Mengingat menurut penuturan ibunya, si bayi ga rewel dan mau mimik, mungkin infeksi tersebut bersifat lokal, hanya di umbilicus (pusar) dan sekitarnya.

    Semoga ananda tercinta segera sembuh.
    Maturnuwun :)

  460. 461 bunda rakha Juni 24, 2009 pukul 12:18 pm

    halo cak

    seneng bgt ada blog full info ttg ksehatan gini, gratis lg.. ^^
    sy mo ikutan nanya ni cak, anakku umur 7 bln dikasih puyer sama dokternya sbg obat batuk pileknya.

    boleh gak ya klo puyernya dicampur madu biar gak muntah?
    klo boleh, brp banyak takarannya?
    soalnya aku pernah baca bahaya madu bagi bayi dibawah 12 bln, katanya karena kandungan bakteri Clostridium botulinum dlm madu yg bisa berbahaya utk bayi dan dapat menyebabkan keracunan atau sakit.

    jd solusi terbaiknya apa ya?
    makasih banyakkkk sebelumnya

  461. 462 agus sust Juni 24, 2009 pukul 12:29 pm

    bos, anak aku 7 tahun, critanya gini, tiap jatuh, luka eh gak kunjung sembuh, ya akhirnya sembuh, trus kegigit nyamuk digaruk, ee jadi luka, knapa ya………

  462. 463 cakmoki Juni 24, 2009 pukul 2:32 pm

    @ bunda rakha:
    Halo jugak :)
    Boleh Bu… obat boleh dicampur madu atau teh manis atau sari buah, dll.
    Tentang Clostrudium botulinium, dapat masuk dan berkembang di dalam makanan atau minuman yang tercemar … kalo bersih, ya enggak lah … so, gak perlu terlalu khawatir, sy percaya kaum ibu masa kini udah terbiasa menjaga kebesihan.
    Makasih …

    @ agus sust:
    itu biasa terjadi pada anak yg kulitnya peka. Bahkan kena senggol ujung rumput bisa menimbulkan gatal dan infeksi karena gak sengaja digaruk.
    Solusinya, sebaiknya selalu siap setidaknya anti-infeksi topikal (salep, cream, dll), misalnya Gentiderm cream, dll.
    Biasanya kelak kulit anak tidak mudah luka seiring dengan tumbuh kembang anak.
    trims

  463. 464 Lenny Juni 27, 2009 pukul 10:50 am

    Pagi Cak,

    Cak mau minta pendapat nich, putri saya sekarang usia 6,5 tahun, sejak usia 6 bulan susah minum susu, segala macam susu sudah saya coba tapi tetap saja dia susu minum susu, sekarang dia minum susu UHT rasa stawbery/coklat 2x sehari (kadang hanya 1x) tapi tetap saja butuh waktu 1/2-1jam untuk menghabiskan 200 ml susu, itupun pakai acara dicerewetin, untuk makan dia suka hampir semua jenis makanan, hanya setiap makan porsinya tidak bisa banyak dan makannya cenderung lamban bisa sampai 1 jam, apa benar Cak susu itu tidak wajib dan hanya pilihan, kalau saya stop atau kurangi konsumsi susunya bagaimana, habis saya sudah capek ngurusin dia minum susu dari usia 6 bln, dulu bahkan sampai harus disuapin pakai sendok loh Cak… itupun tetap butuh waktu bisa sampai 2 jam.
    Herannya keju dia suka apalagi es krim, apa boleh saya ganti kasih es krim saja tiap hari, tapi es krim itu sendiri kandungan susunya sedikit khan Cak? dan dingin lagi takutnya malah bikin pilek/batuk/radang.
    Satu lagi Cak selama ini saya menerapkan jam makan yang teratur, ada yang bilang biar saja anak makan saat dia sudah lapar, tidak usah ditentukan jamnya, tapi saya kuatir nanti dia jadi tidak disiplin dan malah memperburuk keadaan.

    Mohon pendapatnya Cak…

    Terima kasih,

    Lenny

  464. 465 cakmoki Juni 27, 2009 pukul 3:52 pm

    @ Lenny:
    Met sore :)

    Sebenenya upaya-2 tersebut udah oke…. Pada prinsipnya, kita seyogyanya memberikan pilihan pada anak sesuai kesukaannya. Kalo misalnya anak lebih suka es krim, gak papa dikasih es krim. Memang kandungan susunya relatif lebih rendah, tapi secara keseluruhan mengandung alori yang lumayan untuk tambahan selain nasi dan lauk pauk.
    Adakalanya anak makan lumaaaaa banget, bahkan ada yg perlu 2 jam untuk mengahbiskan 1/2 piring makanan. Inipun ga masalah, hanya saja ibunya jadi repot…dan kdang gemessss… hehehe.
    Maslah batuk pilek sih, akan dialami oleh anak-anak… seringnya karena ketularan oleh sekelilingnya dan kadang dipicu oleh cuaca, debu, dll.

    Mengenai jam makan, kita gak perlu memaksa anak untuk mengikuti jam makan orang dewasa. Mereka punya dunia sendiri… kelak anak akan mampu mengatur jam makan seiring dengan tumbuh kembang anak dan bertambahnya usia…
    Trims :)

  465. 466 lina Juni 28, 2009 pukul 10:17 pm

    mlm cak…..
    mo tanya cak….anakku umurnya 2 thn,dah 2 hr batuk pilek,batuknya g berhenti2,kayaknya gatel bgt,kasian ngeliatnya……tdr jg jd g nyenyak,batuk trus….dah aku kasih LAPIFED DM tp batuknya ga berkurang….hari ini dicobain ACTIFED yg merah….tetep g pengaruh….cak…ada rekomendasi obat batuk yg ngilangin gatelnya….trus satu pertanyaan lg,betul g seh kl obat batuk yg bertanda DMP berbahaya dan mengandung narkotika…..makasih….

  466. 467 Anak Sultan Juni 28, 2009 pukul 11:27 pm

    YTH Cak Moki, anak saya umur 8,5 bulan (BB 7,4 kg) 3 hari ini diwajahnya (dibawah mata kiri) terdapat ruam warna merah berbintik-bintik sebesar diameter kurang lebih 2 cm (dia sudah tidak minum ASI lg). Dia sering menggaruk2 apalagi waktu tidur dan saat tengkurap dia suka menggesek2kan wajahnya di bantal. Menurut Cak Moki ada masalah apa pada wajahnya, apakah penyakit kulit?atau gara2 gesekan saja?apa obatnya untuk sementara?. Sekarang dia juga belum tumbuh gigi…Apakah normal? TKB

  467. 468 Lenny Juni 29, 2009 pukul 11:41 am

    Siang Cak,

    Terima kasih banyak buat informasinya.

    Salam,

    Lenny

  468. 469 cakmoki Juni 29, 2009 pukul 2:28 pm

    @ lina:
    Lapifed DM bererti mengandung DMP. Obat-2 batuk yg mengandung DMP sebaiknya tidak diberikan pada anak karena bekerjanya menekan batuk di pusat batuk (di otak), dengan efek samping penyempitan saluran nafas dan dahak makin kental.
    Sebaiknya menggunakan pengencer dahak (expectoran), misalnya actifed expectoran (sekaligus meredakan gatal di tenggorokan). Biasanya batuk krok-2 pada anak berlangsung lama, adakalanya 1 minggu atau lebih.
    Gatal pada tenggorokan biasanya karena dahak yg kental, untuk meredakannya cukup dengan expectoran. Sedapat mungkin menghindari pemakaian antihistamin untuk meredakan gatal karena efek sampingnya nulut menjadi terasa kering dn dahak mekin kental.
    Jika batuknya keras dan krok-krok disertai kesulitan bernafas, perlu dipertimbangkan pemakaian bronkodilator ( obat untuk melebarkan saluran nafas)
    Moga segera sembuh… Trims…

    @ Anak Sultan:
    Tentang tumbuh gigi, normal aja…
    Adapun gatal pada wajah (di bawah mata) bisa disebabkan banyak faktor, misalnya: jamur, dermatitis, dll. Untuk memastikannya sebaiknya kirim foto via email (kalo berkenan) supaya kita dapat memberikan obat yg tepat.
    Trims :)

    @ Lenny:
    Met siang … Makasih juga telah beragi :)
    Salam.

  469. 470 lina Juni 29, 2009 pukul 10:21 pm

    maaf cak kl nanyanya bersambung…..:)
    DMP itu DEXTROMETHORPHAN kan cak….????? kl saya liat rata2 obat batuk yg dijual bebas mengandung DMP…..jd gmn donk cak????,trus kl yg sy tau kl batuk biasa dikasih expectoran mlh jd berdahak….bener ga seh cak…????
    makasih ….

  470. 471 cakmoki Juni 30, 2009 pukul 1:23 am

    @ lina:
    ya benar, DMP=dextromethorphan …
    Banyak obat batuk expectoran yang dijual bebas, misalnya: mucosolvan, dll… yakni obat batuk yg mengandung Bromhexine, Amboxol, dll…
    Bener, expectoran berfungsi mengurai dahak menjadi partikel kecil sehingga diharapkan mudah dikeluarkan dan tidak mengganggu saluran pernafasan… berbeda dengan DMP yang justru membuat dahak mengental dan menepel di saluarn nafas yg juga lebih menyempit sehingga anak makin kesulitan mengeluarkan dahak bahkan seringkali menyulitkan anak untuk bernafas dengan leluasa.
    Makasih…

  471. 472 Anak Sultan Juni 30, 2009 pukul 11:52 pm

    Terima kasih atas jawabannya
    Kemarin bercak2 merah di bawah matanya dikasih obat salep cinolon, boleh ga?sekarang ada bekas sedikit, seperti kulit kering gitu…menurut Anda berat badan anak saya normal/kurang (7,4 kg umur 8,5 bln). apa vitamin yang bagus untuk nafsu makan dan menambah sistem kekebalan tubuhnya, soalnya ASI istri saya tidak keluar lagi, biar anak saya tidak mudah sakit
    Terima kasih

  472. 473 cakmoki Juli 1, 2009 pukul 4:46 pm

    @ Anak Sultan:
    Boleh menggunakan cinolon, obat ini untuk dermatitis alergi, bisa juga untuk menghaluskan bekas kulit kering.
    Berat badan gak papa, Pak… yg penting anak aktif.
    Tidak ada satupun vitamin penambah nafsu makan karena vitamin sejatinya untuk membantu metabolisme, demikian pula soal daya tahan tubuh. Walaupun ada beberapa produk yg mengkalim dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan nafsu makan, sesungguhnya tidak seperti itu. *namanya juga promosi, hehehe*
    Tapi gak ada salahnya menambah vitamin untuk membantu metabolisme.
    Jika ASI gak keluar lagi, dapat diberikan susu lain atau makanan tambahan sesuai selera anak, bukan tergantung merk tertentu.
    Trims :)

  473. 474 lina Juli 2, 2009 pukul 10:29 am

    pagi cak……,mo nanya lagi boleh kan….sy punya ponakan umur 6 bln,lagi batuk ma pilek,vitamin apa yah yg bgs bt anak umur 6 bln,biar daya tahan tubuhnya bagus….makasih

  474. 475 cakmoki Juli 2, 2009 pukul 12:47 pm

    @ lina:
    pagi :)
    Gak ada vitamin yang benar-benar untuk meningkatkan daya tahan tubuh. kalo iklan mah banyak … hehehe.
    Sejatinya, vitamin untuk membantu proses metabolisme tubuh dan menambah vitamin tertentu jika emang nyata-nyata kekurangan vitamin tertentu.
    Bayi umur 6 bulan gak memerlukan vitamin karena vitamin dan zat kekebalan tubuh udah tercukupi dari ASI.
    Trims

  475. 476 Vonny Juli 7, 2009 pukul 10:46 pm

    Halo Cak, mau nanya nih, anak saya perempuan susah makan sejak umur 8 bulanan. Sekarang umur 21 bulan Tinggi 86cm, BB 11kg kurus yah cak. Yang mau saya tanyakan apakah BB nya dan TB nya kurang?
    Dan satu pertanyaan saya lagi, anak saya sejak seminggu lalu panas badannya naik turun, kadang sehari 37.3 an trus besoknya normal 2 hari kemudian naik menjadi 37.4 lg dan besok nya normal lagi.
    Dan baru kemarin ini badannya hangat lagi menjadi 37.3 hingga hari ini. Napsu makannya juga seminggu ini berkurang banget dok, sampai kadang2 gak mau makan. Tetapi anaknya tetap aktif seperti biasa sih. Dan kalo di kasih pediasure dia mau. Ada indikasi gusinya bengkak karena giginya mau tumbuh cak. Apakah bener ini karena giginya mau tumbuh, atau ada penyebab lainnya? Thanks Cak :)

  476. 477 cakmoki Juli 8, 2009 pukul 1:03 pm

    @ Vonny:
    Hallo..
    Umur 21 bulan dengan BB dan TG segitu, tidak kurang.
    Panas disebabkan oleh banyak faktor, terbanyak karena infeksi virus. Bukan karena giginya tumbuh.
    Jika udah lebih seminggu dan udah diberikan obat penurun panas tapi masih tetap panas, sebaiknya periksa ke dokter terdekat agar dapat diberikan obat yang tepat.
    Trims :)

  477. 478 biru Juli 14, 2009 pukul 12:27 am

    malam cak….
    mo nanya nih….
    baby saya baru usia 5 minggu tapi hari ini tidurnya kok dikit ya cak dibandingkan biasanya….
    hari ini dari siang dah 6 jam waktu bangunnya dan malam ada sekitar 3 jam
    apa masih nrmal ya cak ?
    trus nafasnya kenapa sering bunyi ya cak…?
    kayak orang batuk tapi gak bisa dikeluarin, apa solusinya ya cak ?

    makasih atas jawabannya….

  478. 479 cakmoki Juli 14, 2009 pukul 1:26 pm

    @ biru:
    Jam tidur tersebut normal. Jam tidur bayi sangat bervariasi dan seringkali sangat berbeda dengan pola tidur orang dewasa. Bayi acapkali terbangun pada dini ahri dan gak kadang ga mau tidur lagi. Gapapa. Normal.
    Kalo nafas sering bunyi, sebaiknya posisi kapala dimirinkan agarmelonggarkan jalan nafas. Gapapa.
    Makasih.

  479. 480 pretty'na Juli 24, 2009 pukul 4:30 pm

    mau ikutan nanya dunk, soal imunisasi. baca-baca prokontra di internet malah jadi bingung, nanya ke dokter aja deh..
    1.apa ada kandungan alkohol dalam vaksin imunisasi? jenis alkohol apa?
    2.mangnya kita ga punya kekebalan sendiri(alami) ya sampe harus di beri kekebalan buatan?
    3. saya percaya tiap pengobatan kimia ada efk sampingnya, apa efek samping imunisasi?
    4. kenapa kalo ga imunisasi di musuhin ma petugas posyandu(terutama bidan desa sini, jutek bgt), padahal kalo menurut saya imunssi cuma pilihan menjaga kesehatan aja, tul ga?
    5. mencegah lebih baik dari mengobati. menurut saya (lagi), imunisasi bukan tindakan pcegahan tp sdah pngobatan. coba dok, tindakan pncegahan penyakit biasanya yang simple and ga melibatkan bahan kimia, tul gak?(ga yakin juga sie hehe)
    5. wah, lupa nanya pa lagi. kalo dah inget ta’ tanya lagi mboten nopo2 nggeh?

  480. 481 cakmoki Juli 25, 2009 pukul 2:25 pm

    @ pretty’na:
    1) gak ada.

    2) Secara umum kita punya kekebalan tersendiri, tapi secara khusus kita tidak memiliki kekebalan terhadap penyakit tertentu. Karena itulah dibuat vaksin untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit-penyakit yang berbahaya dan beresiko menimbulkan komplikasi yg gak kita inginkan serta penyakit-2 yg bersifat endemis (yg mudah menular secara luas).

    3) Semua yang ada di sekitar kita berbahan kimia, misalnya: air, udara, keringat, ludah, air mata, nasi, sayur, jajan, roti, sambel, baju, pakaian dalam, semua jenis kendaraan, semua jenis bahan bangunan, semua jenis peralatan elektronik, semua jenis peralatan dapur, …dan semua komponen di tubuh kita berbahan kimia ….dll …dll ….
    Semua itu akan bermanfaat jika digunakan secara tepat dan terukur berdasarkan azas manfaat dan mudhorot. Kalo tidak terukur dan berlebihan, tentu menimbulkan efek yg gak bagus, baik dalam jangka pendek maupun panjang.
    Contoh, ketika kita makan nasi, sayur, lauk pauk dan minum air, maka sejatinya kita memasukkan bahan kimia ke dalam tubuh kita, untuk : pertumbuhan, metabolisme, mengganti sel yang rusak, kalori, dll …dll…
    Mana yang gak berbaha kimia , hayoooo :D ….

    Adapun efek samping imunisasi bergantung pada jenis dan respon setiap orang. Tidak semua vaksin ada efek sampinya.
    Efek samping yang bisa dialami (terutama DPT, DT, Campak, TT) pada umunya: nyeri, panas, dll …
    Tapi gak semua orang mengalami efek samping tersebut.

    4) Emang kurang bijak kalo sampai dimusuhin gara-gara milih gak imunisasi.
    Sama lah kalo anak-anak kita misalnya milih gak mau sekolah, orang tua sedikit banyak akan merasa jengkel. Begitu juga para petugas posyandu manakala mendapati ada yg gak mau imunisasi.
    Bedanya, kalo milih gak sekolah, mungkin hanya merugikan dirinya sendiri dan mungkin mengecawakan orang tua.
    Tapi kalo milih gak imunisasi, orang tersebut beresiko menularkan ke orang lain jika suatu saat terkena penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.

    Sekali lagi, memilih atau tidak memilih imunisasi aadalah hak setiap orang. Kita tidak bisa mencela para orang tua yang berjudi bagi tumbuh kembang anaknya. Semuanya berpulang kepada para orang tua dan bangsa Indonesia.
    Sedangkan bagi yang mengerti, berkewajiban menjelaskan…. hehehe, enjoy aja :)

    5) Di manapun dan ditinjau dari sudut apapun, imunisasi adalah tindakan pencegahan.
    APa sih yang ga pakai bahan kimia ???? … silahkan sebutkan … ntar kita bahas … :D

    6) ditunggu sampai inget … hehehe…

    Trims

  481. 482 pretty'na Juli 26, 2009 pukul 10:12 am

    trima kasih banyak atas jawabannya. andai semua dokter seperti cakmoki, meladeni pasien dengan oke seperti ini…
    wah, kalah pinter nih, hehe. iya ya,bahkan air yang kita minum pun ada rumus kimianya ya dok. tapi cak dokter tau dong ‘kimia’ yang saya maksud tu apa.
    masih menanggapi jawaban dokter,pada poin:
    1. apa sudah ada usaha (dari pihak mnapun) untuk memberitahu bahwa tidak ada alkohol dalam vaksin imunisasi? mengingat ada orang yang menolak imunssi dengan alasan di khawatirkan mengandung alkohol(syubhat). termasuk saya, tapi saya punya alasan lain kok.
    2. penyakit tertentu apa saja yang dimaksud? apa ‘campur tangan’I(disingkat ya, maksudnya imunisasi) tidk mempengaruhi keseimbangan imun alami kita. sekecil apapun, saya pengen tau dok.
    4. orang yang sekolah belum tentu labih pintar dan sukses dibanding orang yang tidak sekolah kan? tapi saya ko belum bisa membandingkan skul dgn I. sekolah punya standar nilai buat dpt ijazah. sedangkan I cuma proses yang tidak bisa jadi standar kalo sdh di I tertentu tak akan terkena penyakit tertentu itu dan menularkannya.

    maap maap kalo saya nanti nanya lagi sampai saya yakin mengimunisasikan anak saya atau tidak. pemberitahuan aja, anak pertama saya dpt imunisasi lengkap. anak kedua, skrang 7 bulan cuma diimunisasi waktu di RS(lali I apa).
    saya bukan anti dokter atau obat ‘kimia’, saya cuma pencinta ke alamian, saya akan coba yang alami dulu baru kalau gak bisa atau gak sabar(hehe, obat alami kan kerjanya lambat ya dok) saya beralih ke obat ‘kimia’(ga tau bahasanya yang tepat apa)

    cerita dikit dok, saya dulu kena radang paru (sama TBC sama ja ya?) dan minum obat sampe alhamdulillah sembuh, dokter internis yang nangani saya(dah tua) pernah bilang sebenarnya ga usah minum obat juga gpp asal minum susu dan makan telur tiap hari. bener ga dok?

    saya tunggu jawabannya, dok…

  482. 483 cakmoki Juli 26, 2009 pukul 6:56 pm

    @ pretty’na:
    ya, saya ngerti yg dimaksud kimia, makanya saya ingin menegaskan bahwa upaya “dikotomi” antara alami dan kimiawi adalah hal biasa bagi saya.

    1) Setiap botol vaksin selalu tertera pelarutnya dan ga ada yang menggunakan alkohol. Namun, kalo kekhawatiran berasal dari diri sendiri, tentu tidak mudah untuk meyakinkan. Syubhat adalah sesuatu yang meragukan, sedangkan sesuatu yang nyata-nyata tercantum tidak mengandung alkohol, dan sesuatu yang nyata-nyata tercantum mengandung alkohol, bukankah unsur syubhatnya sudah hilang lantaran sudah jelas boleh dan tidaknya?
    Ini berbeda dengan misalnya obat penurun panas yg mengandung alkohol, dimana terjadi khilafiyyah antara kemutlakan larangan dan azas manfaat. Dalam kasus demikian, boleh jadi seseorang memandang sebagai sesuatu yg syubhat ketika dihadapkan untuk menggunakan atau tidak tanpa ada pilihan lain. Namun manakala pilihan obat penurun panas tanpa alkohol tersedia, maka sangat mudah untuk tidak memilih obat penurun panas yg mengandung alkohol.

    2) Misalnya: TBC, Difteri, Pertusis, Polio, Tetanus, Hepatitis, Campak (campaknya self limited, bisa sembuh sendiri, tapi ketika seseorang menderita campak, resiko komplikasi ada di depan mata, kecuali segera berobat ke dokter).
    Justru Imunisasi adalah upaya membangunkan sistem imun kita agar cukup untuk menanggulangi dan mencegah penyakit-2 tersebut.
    Rata-2 imunisasi dapat memberikan kekebalan hingga 90-99 %.
    Silahkan dibandingkan jika tanpa imunisasi, kita seperti berjudi.

    3) Imunisasi juga punya standar, meliputi dosis, interval, angka keberhasilan yang rata-2 mencapai 90-99%. Adapun bias bisa saja terjadi karena berbagai faktor, misalnya lingkungan, banyak sedikitnya mikro-organisme yg masuk, daya tahan tubuh, dll. Sama halnya dengan sekolah, dimana seorang sarjana tidak mesti mendapatkan pekerjaan sesuai keinginannya.

    4) Saya sependapat, orang bersekolah belum tentu lebih pintar dan sukses. Tapi yang pasti, orang sekolah mendapatkan ilmu (sesuai bidangnya) yang tidak akan pernah pudar sejauh ilmu tersebut diamalkan, bahkan setelah orang berilmu tersebut meninggal dunia.
    Seorang pedagang kaya berilmu dengan pedagang kaya tanpa ilmu ekonomi, tentu akan beda cara mengelola kesuksesan dan kekayaannya.

    Saya ingin mengutip sebuah ajaran sesuai keyakinan saya:

    “Setiap manusia akan rusak kecuali orang yang berilmu, dan setiap orang yang berilmu akan rusak kecuali orang yang mengamalkan ilmu, setiap orang yang mengamalkan ilmu akan rusak kecuali orang yang ikhlas”.
    al Hadits.

    Kalo kita bicara “kimia”, dalam sejarahnya berasal dari alam, misalnya: daun, akar, bunga, dan berbagai tetumbuhan yg ada di muka bumi.
    Para ahli menyelidiki dan belajar ribuan tahun untuk memisahkan kandungan yg bermanfaat dan tidak bermanfat bagi tubuh kita, termasuk efek sampingnya. Dengan begitu dapat dipilih unsur-2 kimia yang bermanfaat dan unsur-2 kimia yang tidak bermanfaat dari bahan-2 alam tersebut.
    Bahkan dapat diketahui range ato dosis yg paling tepat bagi umat manusia untuk kepentingan tertentu.
    Jauh sebalum itu, para ahli hanya menggunakan trial and error, kemudian diikuti efeknya selama bertahun-tahun.
    Contoh:
    Dahulu kala, orang India dan beberapa belahan dunia lain menggunakan Rauwolfia reserpine (sejenis bunga kana) untuk mengobati hipertensi, dengan merebusnya dan meminum air kudapannya.
    Tentu saat itu gak bisa ditakar dengan tepat seberapa dosis yg tepat untuk mengobati hipertensi ringan, sedang dan berat.
    Untung-2 an… kalo tepat maka tensi bisa tutrun, kalo gak tepat beresiko menjadi stroke.
    Dengan ilmu, lama kelamaan diketahuilah bahwa unsur kimia yg bermanfaat adalah reserpin, sedangkan yang lain tidak bermanfaat. Untuk itu dicarilah cara untuk memisahkannya.
    Mengingat bahwa obat tersebut dibutuhkan dan persediaan bahan alami sangat terbatas, maka dibuatlah turunannya agar memberi manfaat bagi umat manusia.
    Semua proses, mulai ribuan tahun yang lalu dimana bahan tersebut digunakan dengan cara: mengunyah langsung tetumbuhan, merebus, meniris, …. hingga memisahkan dan mengemas, adakah yang tidak melalui proses kimia ???

    Saya sangat mafhum, dikotomi “alami” dan “kimia” akan selalu dihembuskan karena bagaimanapun, suka atau tidak suka, ada unsur niaga di dalamnya. Buktinya, yang mengatakan alamipun harus beli.

    Ini guyonan, jangan diambil hati, tapi kenyataan:
    Suatu ketika di sebuah jagongan malam, ada tetangga yang bicara begini:
    ” Pokoknya saya tidak akan menggunakan apapun yang kimiawi, saya akan selalu menggunakan yang alami… “.
    Lantas ada yang menimpali:
    “..lha kalo alami kenapa pakai baju dan ikutan makan roti segala …, mbok sana pakai pakaian dari daun … “.

    Tentang radang paru, nama tersebut sangat umum, tapi jelas bukan TBC.
    Mungkin yang dimaksud beliau bronkitis alergi atau infeksi saluran nafas akut yang disebabkan virus. Untuk itu sy gak bisa memberikan komentar apapun, soalnya ga jelas maksudnya … hehehe.

    Makasih :)

  483. 484 pretty'na Juli 27, 2009 pukul 12:24 pm

    terimakasi banyak atas jawabannya yang jga banyak, hehe. langsung ja cak dokter,
    1. syubhat bagi mereka dok. karena bila di tanya pada aparat posyandu, mereka cuma bilang tidak(dengan nada kurang bersahabat jadi mo nanya labih lanjut dah ilang feeling duluan). trus teman saya kebetulan dapat dokter yang bilang “vaksin yang beredar di posyandu memang kurang bagus. lebih baik I di dokter jadi bisa minta bahan yang aman.”.

    o ya kemarin baru dpt info dari teman itu juga ada imunisasi komplit yang cuma sekali suntik. bisa minta infonya dok? apa cara kerjanya sama dengan vaksin lain yang memasukkan virus, tapi sekaligus??

    2. jadi kalo I yang sebenarnya kita dah punya sendiri , saya bisa milih untuk tidak I? apa influenza termasuk yang kita punya imunnya sendiri?
    bagaimana tanggapan cak dokter pada tuduhan terhadap imunisasi influenza yang katanya menyababkan muncul virus flu lebih canggih (flu burung dan babi mungkin termasuk). memang belum terbukti, tapi menurut saya(yang cuma tahu sedikit soal medis) masuk akal, seperti pada kasus antibiotik.

    poin yang lain sudah masuk memori dok, sedang di proses, terimakasih.

    jadi bahasa yang tepat untuk ‘kimia’ apa dok?

    ga masuk ke hati ko, saya ga se ekstrim itu, saya masih pake kimia buat ngepel, nyuci piring, nyuci baju, saya juga sering bikin bolu buat anak saya.

    tapi, alangkah baik (setidaknya menurut saya)kalo kecanggihan teknologi di gunakan untuk membudidayakan masal tumbuhan yang berfungsi sabagai obat. toh zat kimia yang tidak bermanfaatnya juga tdk merugikan kan. bisa diproses dengan di sangrai, jemur, giling,kemas. memang ribet, dan lebih mahal.dan mungkin terkesan purba, tapi saya yakin (siap diprotes) lebih banyak manfaatnya, seperti produk organik. (maap dok, saya masih keukeuh berpendapat yang ‘alami’ lebih aman, tapi saya ga anti kimia, kalo memang bermanfaat ya saya ambil, makanya saya nyusahin dokter di sini untuk tahu sebaik apa ‘kimia’ I yang mau saya ambil. peace ya dok.)

    kalo ga salah inget (dulu saya sma soalnya) pneumonia.

    terimakasih banyakbanyak sudah menanggapi pertanyaan ngeyel saya. ga bisa nanya sampe kaya gini ke dokter IRL, pasti belum2 dah di pandang sengit-sok tau bgt sie-. setidaknya kalo disini saya ga bisa liat muka cak dokter. hehe
    btw, hadist nya oke juga tuh, dapet dari riwayat siapa?

  484. 485 pretty'na Juli 27, 2009 pukul 3:29 pm

    …maap dok, saya masih keukeuh berpendapat yang ‘alami’ lebih aman…
    wah, kok saya kedengeran sama kaya
    …” Pokoknya saya tidak akan menggunakan apapun yang kimiawi, saya akan selalu menggunakan yang alami… “…
    tambahan aja, saya cuma merasa diskusi ini ga akan bisa mengubah pendapat saya soal’kimia’ dan ‘alami’. karena sudut pandang, latar belakang dan pengalaman kita(ceeilee, kita… hehe saya dan cak dokter kamsudnya) beda. yang saya cari di sini titik temu dalam masalah imunisasi. sama nanya2 dikit masalah lain.
    trims. :-)

  485. 486 pretty'na Juli 27, 2009 pukul 3:38 pm

    …maap dok, saya masih keukeuh berpendapat yang ‘alami’ lebih aman…
    wah, kok saya kedengeran sama kaya
    …” Pokoknya saya tidak akan menggunakan apapun yang kimiawi, saya akan selalu menggunakan yang alami… “…
    *
    tambahan aja, saya cuma merasa diskusi ini ga akan bisa mengubah pendapat saya soal’kimia’ dan ‘alami’, di mana saya pikir ‘alami’ is the best, tapi bukan segalanya, ga secara buta gitu. karena sudut pandang, latar belakang dan pengalaman kita(ceeilee, kita… hehe saya dan cak dokter kamsudnya) beda. yang saya cari di sini titik temu dalam masalah imunisasi. sama nanya2 dikit masalah lain.
    trims. :-)
    uups, nambah lagi, sakit saya yang duluuuu itu, obat yang saya minum ada yang namanya pirazynamide dan INH, plus satu obat
    lagi.

  486. 487 lina Juli 27, 2009 pukul 8:45 pm

    malem cak….apa kabar? …..maaf mo ganggu lagi…..
    anak saya yg kecil,umur 2 taon panas 39 C plus batuk,dah di bw ke DSA-nya ,katanya radang tenggorokan.tapi ma DSA-nya dikasih antibiotik,kl g salah radang tenggorokan g perlu antibiotik kan?betul g cak?saya ga tebus obatnya,saya kasih sanmol aja buat obatnyakl buat radangnya pake apa yah,ma batuknya?
    makasih

  487. 488 cakmoki Juli 28, 2009 pukul 3:48 pm

    @ pretty’na:
    1) Gak ada imunisasi komplit, yang ada adalah kombinasi beberapa imunisasi, misalnya HB-DPT … MMR, dll …. selebihnya harus diberikan terpisah karena berbeda cara pemberian dan pelarutnya.
    Contoh:
    Polio diberikan berupa tetesan.
    BCG disuntikkan secara intracutan (menyusur permukaan kulit). Kalo disuntikkan intramuskuler (dalam otot) maka vaksin tersebut tidak bekerja optimal.

    Rantai imunisasi, dikenal dengan istilah cold-chain, berasal dari 1 tempat dan dikelola secara komprehensif. Penyimpanannya mengacu pada pentunjuk teknis. Beberapa vaksin ada yg harus disimpan di suhu 2-8 derajat celcius, ada yg 0 derajat celcius. Demikian pula cara menyusun botol vaksin dan tes evikasi (tes untuk mengukur kehandalan vaksin).
    Jadi, dimanapun memperolah vaksin, sejauh mengikuti prosedur tersebut (cold-chain) maka kualitasnya sama.
    Di Posyandu, semua prosedur tersebut udah tertata sejak tahun 1990 … dan dievaluasi secara berkala oleh Tim. So, tidak mungkin vaksin di Posyandu diberikan jika tidak lolos syarat evikasi.

    2) Influenza disebabkan oleh berbagai macam varian strain virus. Karenanya, bisa jadi vaksin influenza untuk salah satu strain virus tidak efektif untuk strain virus yang lain.
    Tapi tidak menyebabkan virus menjadi ganas.
    Ini identik dengan resistensi pada antibiotik, dimana yg resisten adalah seseorang yg menggunakan antibiotik tanpa petunjuk dokter, bukan membuat mikro-organisme berubah menjadi ganas.

    Sejak awal saya sangat sadar dan sangat paham, bahwa apa yg kita bahas tidak akan merubah pendapat dan keyakinan. Hal seperti ini saya alami sejak tahun 1990, ketika UCI (Universal Child Immunization) pertama kali dicanangkan secara serentak di Indonesia, dimana harus blusukan ke ndeso-2 bahkan naik perahu hanya untuk memberikan informasi imunisasi kepada masyarakat dengan berbagai macam adat dan suku serta latar belakang.
    Perlu waktu 6 bulan lebih untuk membuat masyarakat menjadi mengerti.
    Pencapaian imunisasi lebih 80% pada tahun kedua, bagi saya adalah karunia yg tiada tara. Adapun sisanya (yang belum mau imunisasi), setidaknya saya sudah memenuhi kewajiban saya untuk menyampaikan sedikit pengetahuan.

    Demikian pula pembahasan saat ini. Saya menulis panjang lebar bukan untuk satu orang tapi untuk semua pembaca yang kebetulan membaca diskusi ini. Sehingga, andaikata kelak di alam sana saya ditanya pertanggung jawaban saya, setidaknya saya sudah menyampaikan informasi sesuai integritas ilmu terkini, bukan opini atau logika semata.

    Untuk obat pirazynamide dan INH, lazim digunakan untuk TBC, bukan untuk Pnemonia.

    Tentang hadits, silahkan baca Ihya’ Ulumuddin Rubu’ Pertama, bab Ilmu … lengkap dengan asbabul wuruj-nya.

    Trims :)

    @ lina:
    Radang tenggorokan (pharyngitis) bisa disebabkan oleh virus, kuman, dll. Seorang dokter akan mengetahui tanda-2 nya dari pemeriksaan dan dan tanda klinis.
    Jika seorang dokter mendapati tanda-tanda infeksi (radang) oleh virus, maka gak perlu antibiotika.
    Jika dokter pada pemeriksaan mendapati tanda-2 infeksi (radang) oleh kuman (apalagi dengan panas tinggi dan batuk berat), maka dokter wajib memberikan antibiotika.

    Untuk Infeksi (radang) oleh kuman, obatnya adalah antibiotika, sedangkan batuk dapat ditanggulangi dengan ekspektoran, misalnya: ambroxol, bromheksin, dll.
    Trims :)

  488. 489 pretty'na Juli 29, 2009 pukul 10:29 am

    assalamu aalikum,
    hehe kenapa ya sama orang yang profesinya dokter saya dah ga ramah duluan, sampe ga ngucap salam kemaren2.
    hmm, jadi ketagihan nanya di sini, gratis sih :-)
    pertanyaan kedua terakhir, dok. ga enak juga sok tahu di sini terus.
    1. kalo kita sengaja bawa anak jenguk temennya yang cacar gimana dok? biar anak kita tertular secara alami(hehe, i love alami) mumpung masih kecil, soalnya kalo kena cacarnya dah gede katanya bisa berakibat lebih parah. bener ga? akibat lebih parahnya tu apa? saya mau mempraktekan ini, tapi ko papanya belum kena cacar, jadi ragu.
    2. anak pertama saya pernah masuk RS karena kejang. ceritanya jam 6 pagi dia ikut papanya naik motor,sampe rumah dia yang emang dari semalem anget (ga saya ukur panasnya, tp ga panas cuma anget) minta makan terus tidur, jaketnya ga sempet saya buka, saya lanjutin lagi bikin sarapan. pas mo naro sesuatu di kamar mulutnya dah keluar busa dan badannya kaku.di rs langsung di suntik antibiotik trus di infus, di beri oksigen, baru setelah itu saya di tanya2 dokter jaga, lalu di tes mantoux setelah saya bilang dia pernah kena flek(ato tbc),trus apalagi yaa saya ga gitu ngeh soalnya lagi panik bgt baru liat anak kejang.

    setelah dia sadar sorenya dia sudah biasa lagi, keesokan sorenya suhunya dah dibawah 37,5 dan ga pernah naik lagi. selama di rs juga cuma nangis aja kalo ada perawat yang masuk. orang2 yang jenguk pun bilang anak saya ga keliatan sakit, oh,berarti bukan penglihatan saya aja.
    saya tanya (sama dokter yang kebetulan datang jenguk anak saya. soalnya dsa nya selaluu buru2 kalo masuk kamar anak saya jadi pertanyaan yang dah dikepala jadi ilang)kenapa di beri antibiotik, padahal belum tentu sakitnya karena kuman. katanya daripada ambil resiko kumannya keburu nyebar kemana2.
    saya kejar dsa nya tanya anak saya sakit apa dia cuma bilang ‘ya kejang demam’.
    apa sudah pasti panas tinggi disebabkan bakteri? kalo ternyata anak saya ga panas karena kuman tapi trus di beri antibiotik apa akibatnya? apa benar AB yang di suntik melalui pembuluh drah dosisnya labih kuat? apa mungkin panasnya menjadi tinggi (setiba di rs panasnya 39) karena memakai jaket?
    kalo dah di BCG ga mungkin kena TBC ya? kalo iya anak saya juga korban minum obat 9 bulan donk. tapi sebelum di vonis TBC anak saya dah sering batuk pilek panas tinggi, pernah di bilang ISPA ma dsa. menurut cak dokter gimana?
    pernah baca kalo ronsen paru2nya kotor orang flu biasa pun begitu. yang lebih akurat ronsen dari samping nanti ada .. (lupa, kelenjar apa gitu hehe) yang membesar.bener ga?

    wah, puaaasss nih mengeluarkan pertanyaan yang selama ini di pendam karena ga tau musti tanya ke dokter mana tanpa di jutekin. minta maap kalo ada salah kata, terimakasih atas masukannya buat saya.
    salut, cak dokter.
    keep up the good work!
    wa alaikum salam.

  489. 490 pretty'na Juli 29, 2009 pukul 10:34 am

    hallah, dasar pelupa.
    wassalam kamsudnya

  490. 491 cakmoki Juli 30, 2009 pukul 12:42 am

    @ pretty’na:
    wa’alaikum salam,

    hehe kenapa ya sama orang yang profesinya dokter saya dah ga ramah duluan…

    ga papa … kami (para dokter) tidak rugi, sudah sangat terbiasa dan kami tidak antipati dengan siapapun :D … soale kalo hati ga nyaman, pikiran jadi mampet dan gak bisa berpikir dengan jernih… hahaha.

    1) Cacar pada orang dewasa, biasanya menimbulkan keluhan lebih berat, bukan penyakitnya lebih parah. Mengapa begitu? Karena orang dewasa atau anak yang besar udah bisa sambat (berkeluh kesah). Beda dengan anak kecil yang bisanya hanya rewel atau malah diem.
    Sebenernya, cacar akan sembuh (self limited) setelah 1-3 minggu. Namun yang dikhawatirkan para orang tua (kebanyakan) adalah penyulitnya, atau komplikasi sekunder infeksi dengan berbagai dampak yang tidak kita inginkan.
    Selengkapnya tentang Cacar air, silahkan baca postingan sebelumnya di sini
    Kalo anaknya ingin tertular, monggo … dipersilahkan :)

    2) Panas pada umumnya disebabkan infeksi oleh mikro-organisme (kuman, virus, parasit, dll).
    Untuk memastikannya perlu pemeriksaan kultur darah dan bahan lain yang dicurigai sebagai media berkembangnya mikro-organisme. Pemeriksaan kultur (biakan) memerlukan waktu sekitar seminggu atau lebih.

    Seorang dokter di RS wajib melakukan tindakan medis secara agresif untuk: menyelamatkan jiwa penderita, menghindari komplikasi, menghindari kecacatan dan menghindari enyebaran penyakit ke organ lain sesuai prosedur tetap dan epidemiologi, serta kondisi pasien pada saat itu.

    Referensi Luar negeri yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menyebutkan bahwa beberapa penyakit tertentu dengan demam disebabkan oleh virus. Di sono, epidemiologi penyakit menular sangat berbeda dengan di Indonesia yang masih banyak infeksi tropikal, atau infeksi sekunder oleh kuman lantaran banyak faktor, misalnya: lingkungan, air, udara, kultur, dll…dll.

    Jangankan di indonesia, di negara yang maju sekalipun, menurut teman-2 sejawat yang asli orang sana, para dokter tidak mau mengambil resiko dengan menunggu hasil pemeriksaan kultur pada pasien-2 yang memerlukan tindakan medis sangat cepat, misalnya kejang demam, dll…dll.

    Jadi, tindakan dokter memberikan antibiotika pada kejang demam, di RS di Indonesia, sudah sangat tepat, sesuai Prosedur Tetap Penatalaksanaan Kejang Demam.

    Demam bisa makin meningkat oleh berbagai sebab. Jaket juga dapat meningkatkan suhu tubuh.

    Tentang BCG, sudah sy jelaskan sebelumnya bahwa angka keberhasilannya mencapai 90-99%. Jika ada sumber penularan dan mikro-organisme yang masuk tubuh berjumlah banyak, maka dapat menimbulkan penyakit.

    Kebanyakan panas, batuk dan pilek adalah ISPA. Saya sependapat dengan DSA tersebut.
    Kalo curiga TBC (flek paru) pada anak, tanda-2 yang umum adalah demam lebih 2-3 minggu tanpa diketahui sebabnya, disertai penurunan berat badan dan anak menjadi lesu, dan adakalanya disertai pembesaran kelenjar leher. Ini baru curiga. Masih perlu pemeriksaan penunjang, misalnya Tes matoux, Rontgen, Darah dan dugaan ada tidaknya sumber penularan.

    Untuk flek paru, silahkan baca (silahkan baca juga diskusi panjang pada artikel tersebut) artikel pendek pada posting sebalumnya di sini.

    Trims
    Wass

  491. 492 lina Juli 30, 2009 pukul 9:40 pm

    malem cak,saya mau tanya lagi boleh kan….?
    cak,anak saya panasnya kmrn sempet turun,trus skrg panas lagi,dah diminumin obat yg dr DSA-nya tp blom ada perubahan,kl saya kasih amoxicilin boleh g cak?anak saya kepengennya minum trus,bibirnya kering,matanya sayu bgt…kyknya memang radang tenggorokan ya cakgimana donk cak,saya bingung……

  492. 493 olin Agustus 1, 2009 pukul 12:23 pm

    Pa kabar cak ? mau tanya anakku 4 bln pilek udah 1 minggu .dah minum obat pilek Alco dan mucopect dan obat alergi fenistil . skrg kan memang pilek lagi “trend” heheh .dah minum obat seminggu ga sembuh2 padahal dosis dah di tambah .memangnya kalo anak br 4 bln gt ga bahaya cak minum obat begitu lama? trus obat alerginya buat apa ya ?kan dia ga ada alergi. katanya ASI mengandung antibodi tapi ko masih aja kena pilek ya ? kasian tidurnya jadi rewel trus grok grok gt ? keluarin dahaknya gmn ya cak ?
    NB: Cak ,malah sekarang aq nya mau kena pilek ketularan dia hehehe trus minum enervon c tapi ko ASI ku jd warna kuning gt ya? bahaya ga buat bebi? thanks bgt ya cak

  493. 494 cakmoki Agustus 2, 2009 pukul 1:57 am

    @ lina:
    boleh dikasih amoksisilin, dosisnya 50-100 mg per kg berat badan per hari, di bagi dalam 3-4 dosis. Diminumkan sedikitnya 4-5 hari.
    Moga segera sembuh…
    Trims

    @ olin:
    Obatnya udah bener …. anti alergi dimaksudkan untuk meredakan hidung buntu, bukan hanya untuk alergi.
    Antibodi ASI tentu gak bisa untuk memberi perlindungan terhadap semua penyakit.
    Pada anak di bawah 6 tahun rata-rata gak bisa mengeluarkan dahak. Mucopect adalah obat untuk mencairkan dahak. Dengan begitu sebagian dahaknya akan tertelan dan dikeluarkan melalui saluran cerna bersama sisa makanan.
    Ga papa…enervon c ga ngaruh ke bebi.
    Selengkapnya tentang batuk pilek, silahkan baca posting terbaru di sini

    Trims

  494. 495 olin Agustus 3, 2009 pukul 12:00 pm

    Thanks buat penjelasannya ya cak dan posting ttg batuk nya juga lengkap banget.

  495. 496 cakmoki Agustus 4, 2009 pukul 2:57 am

    @ olin:
    Thanks atas kunjungannya :)

  496. 497 shinta Agustus 5, 2009 pukul 10:45 pm

    malem cak, lama banget aq gak share…kangen deh ^_^ aq pusing..Nabilah cilik-ku kena radang tengorokan. badanx panas udah 3hari, trus ada pilek juga.. udah aq bw ke dokter sampe dua kali plus nelponin dokterx kalo aq pas bingung sampe’ dokterx bete’ hex.hex…obatx sama sekali gak bisa masuk, dari mulai cara priyayi sampe cara preman tak pake tetep tuh obat di muntahkan!! Oh ya, Nabilah-ku umurx 2th 8bulan dan berat badanx 18kg. Ni udah turun 6 ons, tadinya 18,6kg. Akhirx aq beri larutan penyegar cap kaki tiga dan susu beruang setelah jeda 1jam-an. Aq bener gak sih??? Please reply me soon ya.. i love u full heh.heh..

  497. 498 cakmoki Agustus 6, 2009 pukul 1:21 am

    @ Shinta:
    malem…mbak,
    hmmm…sayang gak disebutkan bentuk sediaan obatnya, apakah puyer ato syrup…ato keduanya gak masuk semua.
    Kalo hanya untuk panasnya sih bisa lewat dubur, misalnya Proris sup, ato dumin sup 250 mg, dimasukkan dubur 4 kali sehari hingga panasnya turun.
    Tapi jika yg dimaksud radang tersebut disebabkan infeksi kuman dan memerlukan antibiotika, mau gak mau emang harus dikasih antibiotika. Bentuk sediaan dapat memilih yang relatif mudah, misalnya antibiotika bentuk tetes, sehingga pipetnya bisa disisipkan disela bibir ketika anak menutup mulut rapat-2. Hanya saja, dosisnya harus disesuaikan dengan berat badan bergantung pada jenis antibiotika yg diberikan dokter.

    Andai semua bentuk antibiotika (dicampur minuman apapun) tetep gak bisa masuk, cara lain adalah dengan injeksi. Masalahnya, makin jarang dokter yg bersedia nyuntik antibiotika.
    Semua bentuk susu dapat diberikan untuk menunjang kondisi tubuh, bukan untuk obat. Larutan penyegar boleh dikata gak ada gunanya jika radang tenggorokan tersebut disebabkan kuman.
    Moga segera sembuh.
    Thanks

  498. 499 lina Agustus 10, 2009 pukul 10:58 pm

    mlm cak,mo ganggu lagi neh…….:)P
    anakku batuk pilek dah hampir 3 minggu g sembuh2,dah dikasih bisolvon,mucopect (batuknya berdahak ) tp tetep batuknya betah…..:(P…cak,kl batuk ampe lama gt,ktnya bs bikin luka yah,trus anakku dikasih obat selama itu gpp?apa perlu antibiotik?tdnya mo k dokter,tp males pasti cuma dikasih obat batuk ma pilek yg ada dipasaran,mending kl bs diajak konsultasi…..(mknya aku milih cak,abis enak diajak konsul seeehhhhhh…….)trus aku mesti gmn cak kasian aktifitas sekolahnya keganggu….
    makasih

  499. 500 cakmoki Agustus 11, 2009 pukul 4:37 am

    @ lina:
    Obatnya dah bener tuh… emang saat ini lagi musim batuk berat berkepanjangan, seperti posting saya terbaru.
    Mungkin juga perlu tambahan obat steroid kalo emang batuknya berat ato sesak.
    Kalo boleh tahu, berapa umur dan berat badannya ? Dan berapa dosis yang diberikan selama ini?
    Antibiotiknya ntar dulu …
    Saya tunggu infonya … Makasih… :)

  500. 501 lina Agustus 11, 2009 pukul 2:30 pm

    cak,umur anakku 5 taon,beratnya 24 kg,dosis yg saya kasih 1 sendok takar obat dgn pemberian 3 kali sehari….betul g cak…?
    obat steroid maksudnya apa cak?
    makasih

  501. 502 cakmoki Agustus 11, 2009 pukul 2:40 pm

    @ lina
    Ok, dah bener.
    Kalo masih tetep batuk berat, dapat ditambahkan antialergi, misalnya: celestamine syrup ato dextamine syrup, diminum 3 x 1 sendok takar, bersama dengan kedua obat sebelumnya.
    Ntar kita lihat hasilnya beberapa hari hingga seminggu ke depan.
    Moga segera sembuh.
    Trims

  502. 503 Ayah Aufa Agustus 31, 2009 pukul 8:41 am

    Assalammualaikum, Cak..
    Langsung aja Cak…
    Saya memiliki putra yang berumur 1,8 tahun (21 bln) dengan berat 9 kg. Sudah 2 kali ia terserang serangan kejang selama kurang lebih 10 menit masing-masing pada saat demam panas. Selang antara kejang pertama dengan kedua sekitar 1,5 bulan. Adapun pada kejang yang kedua, suhu badannya lebih rendah dari suhu pada saat kejang pertama. Dokter Specialist Anak di sini mengatakan kejang demam biasa tanpa ada pemeriksaan lab/radiologi.
    Adapun sebelum serangan tersebut, anak saya tidak memiliki kelainan lain. Akan tetapi pada saat masih bayi pada umur 4 bln pernah jatuh dari tempat tidur dengan posisi jatuh kepala dibawah. Dan juga pernah jatuh dari ayunan dan juga pernah terjatuh/terantuk pada saat bermain-main.
    Saya sebagai orang tua merasa sangat kuatir dengan kondisi ini. Dan saya sangat sedih saat melihat kondisi putra kami pada saat kejang. Saya juga kuatir kejang ini akan mempengaruhi perkembangan putra kami.

    1. Apakah penyakit kejang anak saya akan mempengaruhi perkembangan otaknya kelak Cak?
    2. Apakah ada Dokter yang specialist dengan jenis penyakit ini Cak?
    3. Bagaimana pengobatannya agar kejang ini tidak berulang lagi, apakah ada metode khususnya Cak?
    4. Putra saya mengindap penyakit apa?
    6. Apakah memerlukan proses CT Scan atau Operasi Syaraf atau otaknya Cak?
    7. Berapa lama kira-kira proses pengobatannya?

    Demikianlah persoalan saya Cak, atas informasi dan bantuannya saya mengucapkan Terima Kasih.

  503. 504 cakmoki September 1, 2009 pukul 12:17 pm

    @ Ayah Aufa:
    Wa’alaikum salam,
    1) Jika dokter yang merawat mengatakan Kejang Demam Sederhana atau Kejang Demam Biasa, maka penyakit tersebut tidak akan mempengaruhi tumbuh kembang anak, walaupun mengalamai kejang demam hingga berulang kali selama Balita.
    Kejang Demam Sederhana mudah dikenali dan mudah dibedakan dengan Kejang yang berhubungan dengan otak berdasarkan pemeriksan dokter dan tanda-tanda lain selain kejang.
    Biasanya kejang demam akan berangsung berkurang atau jarang setelah 5 tahun.

    2) Kalo kejang demam, semua dokter harus mampu menangani penyakit tersebut mengingat penyakit kejang demam bisa dialami dimana saja termasuk di pelosok yg jauh dari kota.
    Namun kalo ingin memeriksakan lebih lanjut, dapat periksa ke Dokter Anak Sub Spesialis Neurologi. Atau ke Poliklinik Anak Bagian Tumbuh Kembang di RSUD (setidaknya RSUD type B yg ada di kota besar).

    3) Kejang Demam cenderung berulang jika anak demam (seberapapun suhunya). Pencegahannya adalah dengan segera berobat jika anak panas dengan penyebab apapun. Selanjutnya dokter akan memberikan obat sesuai penyakitnya dan obat pencegah kejang yg diminum selama anak demam.
    Gak ada methode khusus selain selalu menyediakan obat pereda demam dan pencegah kejang di rumah.

    4) Kejang Demam.

    5) CT Scan atau MSCT Scan atau MRI adalah penunjang diagnostik yg disarankan dokter jika seseorang dicurigai adanya kelainan di organ yg berhubungan dengan penyakitnya.
    Lha kalo Kejang Demam Sederhana (biasa), tentu gak ada kelainan di saraf dan otaknya, mengingat terjadinya kejang disebabkan rendahnya ambang ketahanan terhadap demam anak tersebut, bukan karena kelaianan saraf dan otak.
    Sedangkan kelainan saraf atau otak yang menyertai Kejang Demam akan ditandai dengan beberapa tanda pasca sembuh dari kejang demam, misalnya: gangguan kesadaran, gangguan respon, gangguan reflek sensoris maupun motoris, dan berbagai gangguan yg akan dikenali oleh dokter yg nerawat bahkan dapat diketahui saat perawatan.
    Menurut saya, jika dokter mengatakan Kejang Demam Biasa (Sederhana) maka sangat tidak beralasan jika dokter tersebut menyarankan CT Scan atau lainnya.

    6) Kejang Demam Sederhana hanya memerlukan waktu perawatan rata-rata 2 – 5 hari berdasarkan penyakit utama yang menyebabkan demam. Acapkali gak perlu opname di RS jika orang tua sudah mampu merawat di rumah berdasarkan saran dokter.
    Sebagai contoh, beberapa orang tua yang anaknya sering mengalami Kejang Demam Sederhana, di Ndeso ™ sini, udah mampu merawat anaknya di rumah dengan obat yg diberikan dokter tanpa harus opname kecuali kalo dalam sehari mengalami kejang berulang.

    Trims

  504. 505 Ayah Aufa September 1, 2009 pukul 3:31 pm

    Terima kasih Cak atas jawaban atas posting sebelumnya. Saya merasa tenang setelah mendapatkan jawaban dari Cak…
    Oya Cak, saya juga mau menanyakan tata cara minum obat Antibiotik pada balita. Sewaktu sakit panas 3 hari yang lalu, putra kami diberikan Obat antibiotik sejenis Cefat sirup 60ml. dengan dosis 2xsehari, satu sendok teh dan beberapa obat lainnya. Obat-obat yang lain telah habis diminum. Sedangkan Antibiotik ini masih tersisa sekitar setengah botol lagi. Kondisi putra kami saat ini sudah baikan sakitnya. Cuma waktu BAB nya encer seperti diare. Tapi tidak sering, cuma 1 kali sehari.
    1. Apakah obat antibiotiknya dilanjutkan atau dihentikan Cak, mengingat efek sampingnya? Karena menurut info yang saya ketahui, Antibiotik harus dihabiskan saat di konsumsi.
    2. Kemudian apakah BABnya yang encer itu efek dari sakit panasnya Cak atau sesuatu yang harus dikhawatirkan Cak?
    3. Putra kami ini susah sekali mau makan makanan apapun ataupun minum susu formula. Setiap kali diberi makan, harus dengan sedikit paksaan. Bagaimana cara mengatasinya cak? Atau mungkin ada penyakit yang menyebabkannya cak??
    Oya Cak saat ini kami berdomisili di Banda Aceh.
    Terima kasih Cak atas jawaban dan informasinya.

  505. 506 cakmoki September 3, 2009 pukul 12:04 am

    @ Ayah Aufa:
    1) Antibiotika harus dihabiskan walaupun udah sembuh. Hal ini untuk mencegah terjadinya resistensi. Jika cefat 2×1 sendok takar berarti akan habis dalm 6 hari.
    Maaf, hanya ingin meluruskan bahwa ukurannya adalah sendok takar obat, bukan sendok teh :)

    2) Bisa jadi panas tersebut berkaitan dengan Diare. Adakalanya penyakit-2 Gastro Enteritis diawali dengan panas trus beberapa hari kemudian menyusul diare.

    3) Ya, acapkali anak gak mau makan walupun dibuatkan berbagai menu dan berbagai merk susu formula. Kalo masih mau ASI gak masalah. Umur segitu dengan BB 9 kg gak papa, yang penting anaknya lincah dan aktif.
    Saya paham, biasanya kalo para orang tua kumpul, yang dilihat kebanyakan berat badan anak. Dan biasanya para ortu yang anaknya gak kelihatan gemuk merasa gak nyaman karena mungkin merasa dikira kurang memperhatikan anak.
    Ukuran Tumbuh Kembang Anak gak melulu dilihat dari BB tapi yang paling utama adalah aktifitas dan komunikasi sesuai umurnya.
    Karena itulah mengapa pada Lomba Balita Sehat, yang menang bukan anak yang gemuk melainkan anak yg beratnya sedang tapi aktif.
    Kelak ada saatnya anak doyan makan seiring dengan perkembangan usia. So, gak perlu terlalu risau.

    Wih ternyata jauh yaaa… tapi dengan diskusi ini kita menjadi serasa bertetangga dekat…hahaha.
    Moga sehat selalu
    Trims

  506. 507 debby September 14, 2009 pukul 11:35 pm

    salam kenal dok
    saya mau tanya nih anak saya usia 2 bln berat 5,8kg sering sekali (hampir setiap saat) menjulur-julurkan lidahnya keluar. gerakan itu dimulai ketika usianya 1 atau 2mgg.pertamanya saya pikir dia masih lapar. tapi gerakan menjulur-julurkan lidah itu masih dilakukannya ketika dia sudah kenyang menyusu.gerakan menjulurkan lidah itu dilakukan ketika dia asyik bermain atopun ketika sedang diam atopun ketika sedang mengoceh.
    saya khawatir sekali karena saya tdk pernah menjumpai bayi lain yang sering sekali menjulurkan lidahnya.
    menurut dokter:
    1.knp ya anak saya sering sekali menjulurkan lidahnya?
    2.apakah ini ada hubungan dengan kebiasaan ayah dan kakeknya yang jg sering mengeluarkan lidah dan menggigitnya ketika melakukan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi?pdhl ayah dan kakeknya tidak pernah mencontohkan gerakan menjulurkan lidah ini di dpn anak saya.
    3.bagaimana cara mengatasinya?
    4.apakah gerakan ini akan menghilang sendiri ketika dia sudah mendapat MPasi?
    terima kasih banyak dok atas jawabannya

  507. 508 cakmoki September 15, 2009 pukul 11:34 pm

    @ debby:
    Salam kenal …
    1) Kemungkinan faktor kebiasaan.
    2) Bisa jadi berhubungan dengan itu. Kebiasaan tersebut boleh jadi menurun tanpa harus melalui pembelajaran.
    3) Untuk mengatasinya dapat dilakukan berkonsultasi ke Poliklinik Tumbuh Kembang Anak di RSUD setempat, selanjutnya dapat dilaukan sendiri oleh orang tua berdasarkan saran dari dokter yg ahli di bidang Tumbuh Kembang Anak. Itupun kalo emang dirasa mengganggu si anak. kalo anak enjoy, gak papa. Gak masalah.
    4) Biasanya kebiasaan tersebut akan hilang dengan sendirinya seiring dengan bertambahnya usia dan setelah mulai bermain dengan teman sebayanya.
    Trims

  508. 509 debby September 16, 2009 pukul 11:03 pm

    dok,trims atas jawabannya. aq mu tanya lagi ya dok,
    1.apakah kebiasaan menjulur2kan lidah ini ada hubungannya dengan proses kelahiran bayi saya yang divakum?waktu melahirkan saya sudah kehabisan tenaga sehingga divakum.adakah efek yang tidak baik pd bayi yang lahirnya divakum?
    2.apakah itu merupakan penyakit yang berhubungan dengan saraf?
    trims banyak ya dok

  509. 510 cakmoki September 17, 2009 pukul 8:53 pm

    @ debby:
    1) Kebiasaan tersebut tidak ada hubungannya dengan cara kelahiran (normal, vacuum, forceps, sc, dll).
    2) Menurut saya bukan kelainan saraf, hanya faktor habitula aja, faktor kebiasaan. Sama halnya dengan kebiasaan nggigit pensil atau ballpoint. Gak papa
    Makasih :)

  510. 511 Eve Oktober 2, 2009 pukul 8:40 pm

    Met Malam Cak
    Plz help ya..anakku Sixbry,7bln BB 9kg, kamis pagi timbul satu dua bentol merah berair yg melepuh di lengan. Siang ini sudah memenuhi seluruh lengan dan paha. Terakhir muncul di perut & kepala.
    Tidak disertai demam. Tp sepertinya gatal krn anak saya garuk2 dan gak bs tidur.
    Anakku minum ASI + su-for, makan hanya bubur bayi nestle yg sdh 1 bln trakhir dikonsumsinya tnpa alergi.
    Rabu mlm sy kasih neo triaminic (dr dokter anak 2 bln llu waktu dia flu) 0.3ml.
    Seingat saya, tdk ada jenis makanan baru yg saya makan.

    Td ke dokter analisanya alergi, dikasih puyer 2 jenis. yg satu katanya anti alergi 3×1
    yg lain katanya anti alergi jg hanya diminum mlm hari. Plus salep APOLAR desonide.
    Dokternya bilang kl dlm 3 hr tdk membaik, anak saya harus diberi obat lewat infus.

    Cak.. apa benar alergi? dan bukannya penyakit kulit krn virus atau bakteri?
    Obat yg benar apa dok?

    Foto lengan anak saya, saya kirim ke email Cak Moki cakmoki2006@yahoo.com (subject : Lengan Sixbry).
    Kalau Cak Moki tdk keberatan, tlg cc kan jawabannya ke email saya eve_raharjo@fmi.com

    Matur nuwun..

  511. 512 cakmoki Oktober 4, 2009 pukul 1:12 pm

    @ Eve:
    Udah saya jawab via email, Bu :)
    Silahkan cek.
    Maturnuwun

  512. 513 Endhoth Oktober 13, 2009 pukul 12:58 am

    Cak… mf mo tanya, anak laki2 saya yang Pertama umur 4 thn 10 bln dah dua hari ini klo mlm kepalanya panas dan bilangnya pusing tp klo siang panas di kepala itu hilang dan gak pusing.
    yang ingin sy tanyakan: Sakit apakah itu? apakah hrs diperiksakan ke dokter?
    Sekian, makasih dan sangat ditunggu jawabanya.

  513. 514 cakmoki Oktober 13, 2009 pukul 1:28 am

    @ Endhot:
    ya, sebaiknya periksa ke dokter walaupun hanya keluhan ringan.
    Namun jika belum sempat, untuk sementara dapat diberikan analgesik-antipiretik (pereda demam dan anti nyeri, termasuk sakit kepala), misalnya Parasetamol sirup atau ibuprofen syrup dengan dosis 3×2 sendok takar jika berat badannya sekitar 15-20 kg.
    Trims

  514. 515 Bunda Azbibwa Oktober 14, 2009 pukul 1:31 pm

    Assalamu’alaikum..

    Cak dokter, mo nanya, anakku cowok umur 3 th bb 16,6 kg. Sudah sebulan ini pilek (umbelen) -maaf- warnanya ijo dan kentel. Selama sebulan itu gak ada keluhan yang lain, gak pusing, gak demam, nafsu makan bagus, jadi ya gak saya beri obat apapun. Saya pikir kalo influenza akan reda dengan sendirinya selama 10 hari (benar gak dok apa yg saya pikir?) tapi ini dah sebulan kok gak berhenti pileknya ya.. Baru 2 hari yang lalu badannya agak demam,saya periksakan ke dokter umum katanya sih pilek biasa. Gimana ya menurut dokter,apakah memang pilek biasa atau ada kemungkinan penyakit yang lain? Matur nuwun sanget yo cak saderenge…

    Wassalam

  515. 516 cakmoki Oktober 15, 2009 pukul 1:25 pm

    @ Bunda Azbibwa:
    Assalamu’alaikum,
    Kalo hanya flu biasa pada umumnya akan sembuh dalam 7-10 hari.
    Tapi kalo umbelnya dah berwarna kuning ato kehijuan biasanya ada infeksi sekunder oleh kuman… Terlebih jika pilek berwarna hijau tersebut disertai demam.

    Kalo boleh usul, sebaiknya diberi obat yang lengkap, yakni:
    1) Antibiotika, misalnya amoksisilin (ini yang relatif ringan untuk saat ini), erythromycin, dll. Dengan BB 16 kg, yg diperlukan adalah Amoksisilin forte (250 mg per sendok takar), dosisnya: 4 x 1 sendok takar. (Dosis minimal amoksisilin untuk saat ini adalah 50 mg per kg BB per hari). Diberikan sedikitnya 4-5 hari.

    2) obat penurun panas, misalnya Parasetamol syrup (merk dagang bebas memilih) atau ibuprofen syrup (merek dagang bebas memilih), dosisnya 150-200 mg setiap kali minum atau 3-4 kali 1 1/2 sendok takar ( parasetamol syrup: 120 mg per sdk takar sedangkan ibuprofen syrup: 100 mg per sendok takar). Obat penurun panas dapat dihentikan jika udah gak panas.

    3) Obat pilek, misalnya: Actifed atau Lapifed (keduanya yg tanpa DMP), diberikan 3×1 sendok takar. Di etiket tertulis 3×1/2 sdk takar…abaikan aja… pake yg 3×1 sdk takar.

    Sekali lagi, obat-2 diatas hanya usul … hehehe…. maaf.
    Mopga segera sembuh.
    Maturnuwun..
    Wass

  516. 517 Suki Oktober 20, 2009 pukul 8:47 pm

    Halo Dok ..

    Saya ingin menanyakan apakah kelebihan susu soya dari susu sapi ?? Bayi saya baru berumur 1 bulan lebih dan dokter menyarankan untuk ganti ke susu soya .. sebelumnya dengan susu sapi dan setelah minum 4 minggu ada dahak ditenggorokannya ..

    yang saya ingin tanyakan apakah susu sapi menyebabkan dahak ?? sehingga bayi saya harus ganti minum susu soya ???

    Terima kasih dok atas jawabannya …

  517. 518 cakmoki Oktober 21, 2009 pukul 12:30 am

    @ Suki:
    Halo …
    Masing-2 produk tentu memiliki kelebihan dan kekurangan, bergantung dari sudut mana kita memandangnya. Kalo gak ada alasan khusus, gak perlu mengganti jenis susu dengan susu yang lain.
    Susu sapi tidak terbukti menyebabkan dahak pada bayi. Kalaupun bayi suka berdahak, faktor pencetusnya sangat beragam. Lagi pula, adakalanya bayi mengeluarkan suara krok-2 saat bernafas atau saat tidur. Hal ini wajar mengingat bahwa anak usia (rata-2) di bawah 6 tahun gak bisa mengeluarkan dahak, terlebih pada bayi.

    Agar lebih obyektif, silahkan mengamati apakah setelah mengganti dengan susu soya (tanpa obat yang lain), si bayi menjadi tidak berdahak.
    Andai tetap berdahak, penggantian dengan susu soya bukan solusi yang tepat kan ? :)
    Terimakasih.

  518. 519 alin aun Oktober 21, 2009 pukul 11:08 am

    Wah. artikelnya bermanfaat banget. makasih Pak doketer. Banyak infonya..

  519. 520 cakmoki Oktober 21, 2009 pukul 12:15 pm

    @ alin aun:
    makasih juga atas kunjungannya

  520. 521 Suki Oktober 21, 2009 pukul 2:29 pm

    Makasih yach dok atas sarannya (“,)

    Dok, ada yang ingin saya tanyakan lagi

    bayi saya lahir pada tanggal 17 sept dan mulai tgl 12 okt hidungnya kadang2 suka tersumbat tetapi tidak ada selalu ada lendir dan suka menangis kalo minum susu … saya udah bawa ke dokter tgl 12 okt dan dokter memberikan obat “ALCO DROPS” dan setelah diminum beberapa hari juga tidak menunjukkan perubahan yang signifikan dan pada tgl 17 okt saya kembali bawa ke dokter lagi dan dokter menambah obat “HISTRINE CETIRIZINE HCI” dan menyarankan untuk tukar ke susu soya karena katanya hidungnya tersumbat karena dahak ..
    Mulai tgl 17 oct saya memberikan anak saya minum susu soya dan BAB nya 4x dalam sehari dan fesesnya cair kayak mencret gitu dan setiap abis BAB bayi selalu menangis kayak kesakitan gitu dan berat badannya juga menurun . Semalam saya konsultasi ke dokter lagi katanya suruh saya lanjutkan lagi …

    Menurut dokter gimana ?? apakah saya harus lanjutkan lagi susu soya ato saya balik ke susu formula ?? ( sebelumnya dengan susu sapi tidak begitu , BABnya 1x dalam sehari dan fesesnya seperti sup krim gitu ) dan yang kedua bagaimana caranya untuk menyembuhkan hidung bayi yang tersumbat ?? dan yang ketiga perlukah kita memberikan air putih ke bayi sehabis minum susu ??

    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih dok …

  521. 522 cakmoki Oktober 22, 2009 pukul 1:09 am

    @ Suki:
    Hidung tersumbat pada bayi tersebut merupakan reaksi alergi (rhinitis) terhadap alergen (pemicu timbulnya reaksi alergi). Hal tersebut sangat wajar mengingat bayi masih dalam taraf “belajar” mengenal dan proses penyesuaian dengan lingkungannya, yakni: udara, suhu, cuaca, kelembaban, dll.

    Obat Alco dorp diperuntukkan untuk meredakan hidung tersumbat, sedangkan Histrine drops adalah antihistamin untuk meredakan reaksi alergi pada hidung (rhinitis). Keduanya hanya digunakan saat hidung mampet aja. Walaupun nantinya si bayi masih suka mampet hingga beberapa bulan, obat tersebut dapat digunakan. Nanti lama-lama akan membaik seiring dengan bertambahnya usia dan tumbuh kembang bayi. Yang pasti: tidak bahaya.
    Namun harap dimaklumi jika suatu ketika bayi rewel atau gelisah saat hidung mampet…
    Tentang susu, menurut saya sebaiknya kembali ke susu semula.
    Bayi sebaiknya tidak dibiasakan minum air putih, ntar hidungnya malah mampet.
    Hidung mampet atau dikenal dengan Rhinitis alergika biasanya suka berulang dan kuat-kumatan, terutama jika cuaca tidak bersahabat atau faktor lain…. Gak masalah, gak perlu terlalu risau, yang penting udah ada obatnya yg selalu tersedia di rumah. Ntar kalo ke dokter lain, paling dikasih obat sejenis dengan merk berbeda, dan tetap suatu ketika akan mampet .. :)

    Selengkapnya tentang Rhinitis, silahkan baca artikel diblog ini pada link berikut:
    http://cakmoki86.wordpress.com/2008/02/12/pilek-bersin-hidung-buntu/

    Trims :)

  522. 523 Suki Oktober 22, 2009 pukul 9:30 pm

    Thank’s dok atas advisenya ..

    saya juga berpendapat untuk pikir kembali ke susu sebelumnya .. tapi dok, ada tips atau cara gak untuk membantu mengatasi / mengurangi dahak pada bayi ?? dan bolehkah kita memberikan madu pada bayi dibawah 1 tahun ??

    Sekali lagi makasih ya dok atas jawabannya

  523. 524 cakmoki Oktober 23, 2009 pukul 2:50 pm

    @ Suki:
    Mengatasi dahak dapat menggunakan obat pencair dahak misalnya: ambroxol, bromhexine (merk dagang bebas memilih) dan sejenisnya, tapi sebaiknya perlu tidaknya penggunaan obat tersebut berdasarkan pemeriksaan dokter. Jika dokter yg meriksa gak memberikan obat tersebut berarti menurut beliau dahak pada bayi gak menimbulkan masalah.
    Kalo sedang berdahak sebaiknya gak usah ngasih madu, ntar malah dahaknya mengental. Sementara pemberian madu ditunda hingga kelak gak berdahak.
    Trims

  524. 525 Lenny Oktober 26, 2009 pukul 2:28 pm

    Selamat Siang Cak,

    Cak keponakan saya umur 1 th 1 bulan mulai selasa pagi panas (sekitar 38 C) saat panas diberi naprex, kadang panasnya naik lagi setelah lewat 4 jam dari pemberian naprex tapi kadang tidak panas lagi hingga lebih dari 5-7 jam pemberian naprex, tapi lalu panas lagi, sempat sekali menggigil, hari Jumat kemarin sudah dibawa ke dokter anak katanya itu akibat pilek yang lendirnya tidak keluar tapi masuk ke saluran kuping (dia memang sempat mengeluh kupingnya sakit), oleh dokter diberi antibiotik, hari sabtu pagi panas lagi dan sampai mengigil, sehingga adik saya langsung mengecek darahnya, hasil test trombosit normal dan test widalnya negatif, hari itu setelah diberi naprex panasnya turun dan sampai malam tidak panas lagi, tapi bangun tidur (minggu pagi) agak panas lagi tapi tidak sampai diberi obat panasnya turun hingga sore, tapi sehabis bangun tidur siang panas lagi dan kembali mengigil, diberi naprex lagi tapi baru sejam diberi naprex ia menggigil lagi, sehingga terpaksa diberi obat panas dari dubur?
    Hari ini badannya masih agak hangat ?
    Gimana menurut Cak kok keponakan saya panasnya bisa tidak stabil begitu ya? kalau menggigil bagaimana? dan bagaimana aturan pengunaan obat yang dari dubur itu? saya dengar obat itu bisa berefek ke syaraf ya Cak? lalu jika obat panas yg diberikan tidak mempan apa yang sebaiknya dilakukan?
    mohon informasi segera ya Cak.

    Tks,
    Lenny

  525. 526 Lenny Oktober 26, 2009 pukul 2:34 pm

    Koreksi dikit cak usianya bukan 1 thn 1 bulan tapi 2 thn 1 bulan

    tks,
    Lenny

  526. 527 cakmoki Oktober 26, 2009 pukul 3:34 pm

    @ Lenny:
    Pada infeksi telinga bagian tengah (Otitis Media Purulenta), memerlukan pengobatan setidaknya 4-7 hari.
    Mengingat pemberian antibiotik baru hari Jum’at, ntar akan bisa kita lihat hasilnya besok hari selasa hingga Jum’at.
    Pada 3 hari pertama pemberian antibiotika biasanya panasnya masih naik turun.
    Obat panas dapat diberikan setiap 5 jam, ga masalah…. begitu juga pemakain obat penurun panas yg lewat dubur… gak papa walaupun sering makai obat panas lewat dubur, gak ngaruh ke saraf.
    Sabar dulu yaaa.. ntar akan sembuh koq, hanya saja perlu waktu

    Thanks

  527. 528 cakmoki Oktober 26, 2009 pukul 8:25 pm

    selamat malam, Cak Moki

    mo nanya nih, kenapa ya anak saya kena tipes setelah minum obat dexycol 500 mg dan amoksilin 500 gm ,omeprazole 20 mg selama 12 hari, lalu ktnya dr disuruh melanjutkan pengobatan lagi dengan mimum amoksilin 500 mg sehari 3 X selama 14 hari, katanya supaya kumannya tidak masuk kekandung empedu.Benar apa ngak ya Cak?
    karena saya takut efek samping antibiotiknya. Maaf umur anak saya 9 tahun berat sebelum sakit 40 kg lalu turun jadi 37 kg
    tes widal paraty type B 1/320 sebelumnya terima kasih banyak Cak Moki,semoga Tuhan memberkati kebaikan Cak Moki

  528. 529 Lenny Oktober 27, 2009 pukul 3:04 pm

    Sore Cak,

    Terima kasih atas infonya, sejak siang kemarin hingga hari ini kelihatannya suhu tubuh keponakan saya mulai kembali stabil hanya sedikit hangat waktu bangun tidur, mudah2an seperti info Cak dalam 1-2 hari lagi dia sudah sembuh total.
    boleh tanya lagi Cak apa ada batasan umur dimana pilek bisa menyebabkan infeksi telinga? lalu saya agak sedikit bingung karena ada 2 pendapat, yg satu bilang obat panas hanya boleh diberikan kalau panasnya lebih dari 38C tapi ada juga yang menganjurkan segera minum obat panas sebelum panasnya keburu tinggi soalnya takut anak kejang, gimana menurut Cak?

    sekali lagi terima kasih, semoga Cak & kel. sehat selalu.

    Salam,

    Lenny

  529. 530 cakmoki Oktober 28, 2009 pukul 12:55 am

    @ Lenny:
    Gak ada batasan umur. Komplikasi infeksi telinga bagian tengah (OMP) dapat dialami oleh usia berapapun dikarenakan adanya saluran dari hidung ke telinga yg dalam keadaan normal berfungsi untuk mengatur keseimbangan tekanan udara dalam telinga dan tekanan udara di sekitar kita. Jika ada pilek yang disertai infeksi hidung, maka sedikit banyak ada kemungkinan penyebaran mikro-oragnisme dari hidung ke telinga bagian tengah melalui saluran tersebut.

    Tentang pemakaian obat panas, kedua pendapat tersebut benar semua, bergantung pada kondisi anak dan penyakit yg menyebabkan panas.
    Jika seorang anak nampak menderita saat badannya panas, maka obat panas sebaiknya diberikan sedini mungkin, terlebih jika ada riwayat “kejang demam”. Sebaliknya jika anak masih aktif layaknya anak sehat walaupun suhu badannya panas, bisa saja gak ngasih obat penurun panas dengan harapan sembuh sendiri.
    Artinya, kedua pendapat tersebut tidak bisa diberlakukan secara umum, tapi melihat masing-masing anak dan penyakit yg menyebabkan panas.

    Trims

  530. 531 Lenny Oktober 29, 2009 pukul 12:04 pm

    Terima kasih sekali lagi Cak.

    Lenny

  531. 532 cakmoki Oktober 29, 2009 pukul 3:17 pm

    @ Lenny:
    Sama-sama… makasih juga :)

  532. 533 Lenny Oktober 31, 2009 pukul 4:12 pm

    Sore Cak,

    Semoga gak bosen terima pertanyaan lagi dari saya.

    Cak putri saya usia hampir 7 th, awalnya kena pilek, pileknya sudah hampir sembuh tapi sekarang disambung batuk, batuknya sih jarang terdengar paling kalau bangun tidur pagi atau sedikit kalau terbangun di malam hari (sejauh ini bangunnya bukan karena batuk), dia memang sering begitu dari masih kecil tapi keliatannya kualitas batuk pileknya lebih ringan kali ini. Terus juga suaranya suka serak, tapi karena pilek batuk dan suara seraknya itu kelihatannya hampir tidak mengganggu keaktifan putri saya, hingga hari ini saya belum memberi dia obat apapun, kalau sedang batuk dan serak paling saya hanya menyuruhnya minum lebih banyak dan memberinya minum air putih hangat. Kelihatannya cukup efektif juga sih, yang saya ingin tanyakan adalah :
    1. suara serak itu karena apa ?
    2. apa yg saya lakukan itu sudah benar?
    3. apakah ada cara alami lain yang lebih tepat atau sebaiknya minum obat,
    4. kalau minum obat, obat apa?
    5. kalau kondisinya seperti itu boleh tetap ikut les renang tidak Cak? les renangnya hanya 1 x seminggu selama 1 jam dan air kolamnya juga cenderung hangat.
    Oh ya sekarang saya juga melarang dia makan es, coklat, kacang, goreng-gorengan.

    Ok itu saja dulu Cak, senang bisa berinteraksi dengan CakMoki yang baik hati.

    Tks…….

    Lenny

  533. 534 cakmoki November 1, 2009 pukul 2:19 pm

    @ Lenny:
    Met sore *telat sehari*
    Saya sependapat, jika dengan minum air hangat udah baik, gak perlu obat apapun. Lagi pula batuk yg hanya jarang dan pilek ringan hampir dialami oleh kebanyakan anak.

    1) Serak pada umumnya disebabkan lendir atau dahak yg nempel di laryng ato pita sekitar pita suara… dan biasanya peningkatan produksi lendir di area tenggoroka dipicu oleh debu, asap, cuaca, dll.

    2) Udah benar. Moga yg seperti ini dilakukan juga oleh para ibu, khususnya di Negara kesatuan republik Indonesia *halah* :D

    3) Gak ada. Yang dilakukan selama ini adalah alami dan tepat. gak selalu harus minum obat, kecuali keluhannya nakain berat dan mengganggu aktifitas.

    4) kalaupun minum obat, pilihan yg logis adalah kombinasi obat pilek dan pengencer dahak, misalnya: Actifed expectorant (bukan yg DMP lho ya), Lapifed axpectorant, dan sejenisnya.

    5) Boleh. malah bagus untuk memningkatkan kondisi tubuh secara umum.
    Gak perlu dilarang makan makanan atau minuman apapun kecuali jika minuman es tersebut mengandung “seribu manis” dan es yang terbuat dari air mentah dan nyata-nyata memicu timbulnya batuk pilek.

    Es, coklat, kacang, goreng-gorengan, adalah makanan dan minuman anak sejak jaman dulu… gak selalu memicu timbulnya batuk-pilek asalkan gak berlebihan.
    Mohon anak tersebut membaca jawaban saya ini : bebas makan dan minum yang disebutkan di atas… :D

    Andaikata kita berhadapan langsung, niscaya anak tersebut akan saya beritahu bahwa yg dilarang selama ini oleh ibunya, boleh dikonsumsi asalkan tidak berlebihan. Dijamin anak akan senang dan ibunya merengut … hahaha. *ini gak bercanda lho*

    Thanks

  534. 535 Lenny November 2, 2009 pukul 11:12 am

    Ok tks banyak Cak…

    Lenny

  535. 536 cakmoki November 2, 2009 pukul 2:07 pm

    @ Lenny:
    Sama-sama, makasih juga …

  536. 537 bpk.ismail/ny.fatma November 2, 2009 pukul 4:08 pm

    sore dok,ini kami minta sarannya ini karna dlm minggu ini bayi 7 bln kami sdh dua kali masuk r.sakit dkarnakan demam tinggi/kejang2 dan smentara ini bayi/anak kami masih di rmh.sakit karna setiap jam 04.00 dan jam 14.00 anak kami naik panasnya(anak kami lhir d operasi dok)tolong ya dok sulusi nya ,smoga kami dapat hasil dn dokter dpt amal nya…amin

  537. 538 cakmoki November 3, 2009 pukul 1:57 am

    @ bpk ismail/ny fatma:
    Kejang demam dapat dialami anak (terutama balita) jika anak memiliki ambang suhu yg peka, sehingga timbul kejang. Kondisi tersebut tidak ada hubungannya dengan cara lahir. Artinya, dapat dialami anak yg lahir normal maupun operasi.

    Jika anak mengalami kejang demam, memang sebaiknya dirawat di RS. Namun biasanya dokter akan membekali obat pertolongan pertama jika suatu ketika anak demam dengan membekali obat pereda demam dan pencegah kejang. ( dosisnya berdasarkan berat badan)
    Dengan begitu diharapkan orang tua dapat merawat anak sendiri, setidaknya untuk perawatan di rumah sebelum membawanya ke dokter, andai suatu ketika anak demam.

    Untuk saat ini mohon sabar menunggu perawatan di RS hingga anak sembuh.
    Selanjutnya orang tua dapat menyediakan obat pereda panas dan pencegah kejang jika sewaktu-waktu anak mengalami demam oleh penyebab apapun juga. Begitu suhu mulai meningkat, tak usah ragu untuk memberikan obat pereda panas dan pencegah kejang sebagai pertolongan pertama.
    Jikalau nanti anak sudah sembuh, niscaya dokter akan membekali obat pereda panas dan pencegah kejang untuk antisipasi dan solusi pertolongan pertama di rumah.
    Kalo misalnya masih kurang jelas tentang tatacara pemberian obat dan dosisnya, kita bisa mendiskusikannya di blog ini.

    Demikian sedikit penjelasan saya, teriring do’a semoga ananda segera sembuh.
    Terimaksih

  538. 539 fanny November 4, 2009 pukul 12:15 am

    Cak numpang tanya, anak saya usia 1,7 th, kena flek paru, sudah 1 bulan konsumsi obat tb rimcurepaed 1x sehari. dokter bilang diminum setiap pagi. saya baru-baru ini secara tidak sengaja membaca di salah satu web, jika obat tb tersebut harus diminum pada jam yang sama setiap hari. apa benar begitu cak?, karena selama 1 bulan pertama ini saya tidak menerapkan jam yang sama tersebut, hanya kalau bangun pagi saja, kadang jam 7, kadang jam 7.30, kadang jam 8.00, tergantung bangunnya. bagaimana ini cak?, apa keefektifan obat akan berkurang dan kuman semakin kuat? tolong jawab sesegera mungkin ya. saya jadi ketakutan.

  539. 540 Suki November 4, 2009 pukul 2:55 pm

    Sorry dok …

    ini saya mau berkonsultasi lagi ..

    anak saya berusia 1,5 bulan dan sejak hari senin tgl 2 nov ini tidak mau minum susu ( kita minum susu soya ) .. kemarin wkt tgl 26 oct ada imunisasi Hepatitis B dan ada beli vitamin Apialys ama dsa nya . trus kalo dia gak mau minum susu kita tetes vitaminnya dia baru mau minum susu tapi kalo rasa manis nya hilang dia kembali gak mau minum lagi .. Kenapa bisa begitu dok ??

    Trus semalam kita udah tukar BMT Platinum tetap sama juga gak mau minum susunya ….

    Dok, untuk tahap transisi dari susu soya ke susu sapi bolehkah dicampur susunya dengan perbandingan 2:1 (soya:susu sapi) ?? setelah beberapa hari kita baru full susu sapi ???

    Thank’s dok atas jawabannya

  540. 541 dwie November 5, 2009 pukul 6:36 pm

    Assalamualaikum dok…
    mohon sarannya…
    anak saya usia 19 bulan, berat 10,5kg TB (berat lahir 2,8 TB 49 cm). dari 0 bln samapai 6 bln setiap habis menyusui dia selalu memuntahkan ASI nya cukup banyak tapi perkembangan BB nya masih cukup baik. setelah diberi makanan padat, muntahnya sudah mulai hilang tapi sangat susah sekali makan sampai sekarang. sepertinya ga ada selera buat makan. menu udah ganti2, konsultasi dokter juga udah berkali2 sampe ganti2 DSA, tp blm menampakan perubahan. masih tetep susah makan. sebulan lalu anak saya batuk dan panas, sebelumnya dia seharian kena AC yang dingin banget (pake kreta plg dari mudik;-), dia ga kuat lama2 di AC, tiap di bw ke mall jg pulangnya pasti anget badannya. dibawalah ke dokter, trus disarankan untuk skrining, test mantox, lab dan rontgen. Hasilnya
    mantoux : negatif
    Darah : eosinofil 0, neutropil bands 0, netropil bands 25, limfosit 72, sisanya normal.
    Rontgen : chest
    diameter jantung masih normal
    sinuses dan diagframa normal
    hili kanan melebar dengan densitas massa tipis
    corakan paru: kasar bergaris
    bercak lunak berawan dan bergaris di parahilar
    bilatelar
    kesan : susp. pembesaran K Gb Hilus-Prospam spesifik
    dd/ bronchopneumonia
    oleh dokternya diberilah serangkaian obat buat TB.
    Saya ga langsung kasih, dicarilah DSA lain buat bahan pertimbangan.
    DSA nya yg ke 2 mengatakan belum tentu TB karena ada riwayat ayah nya yang penderita asma. jd dsa nya bilang obat TB ga usah di makan dulu, dikasih vit aja, sama ngasih saran kalo beri makan jangan maksa.
    yang mau saya tanya:
    1. mungkin ga dok, gambaran paru dan hasil darah seperti itu bisa terjadi karena kondisi anak yang lagi batuk dan panas karena seharian di AC
    2. bgaimana dgn Hasil mantoux nya yang negatif
    3. Cara mengatasi sulit makannya gimana ya…saya khawatir dengan perkembangannya;-(

    Dok, maaf jadi curhat…terima kasih sebelumya….ditunggu sarannya ya…ke email juga boleh..;-)
    hatur nuhun pisan…

  541. 542 cakmoki November 6, 2009 pukul 12:38 am

    @ fanny:
    Minum obat tersebut tidak harus pada jam yang sama. Yang benar adalah dalam keadaan perut kosong. Emang ada dokter yang menetapkan jam yg sama untuk memastikan kepatuhan dalam menggunakan obat tersebut. Tapi model beginian gak bisa diterapkan ke semua anak karena jam bangun anak gak selalu sama. Kalo misalnya anak bangun jam 10, maka setelah bangun jam 10 itulah anak minum obat. Gak akan mengurangi keefektifan obat.

    So, jam berapapun minum obat, asalkan dalam perut kosong, maka cara tersebut adalah benar. Gak perlu takut. Enjoy aja :)
    Trims

    @ Suki:
    Ya, adakalanya anak sulit minum susu karena berbagai hal, misalnya rasanya yg ga nyaman, dll. Karena itu, pilihan susu sebaiknya diserahkan sepenuhnya pada anak. Maksudnya, apapun jenis susu yang disukai anak maka itulah susu yang diminumkan. Gak perlu terlalu terikat dengan promosi (termasuk promosi oleh dokter)… :)
    Kalaupun anak mau minum susu setelah diberi vitamin tetes, gak masalah. Toh obat tersebut dapat digunakan untuk jangka panjang. Namun perlu diingat bahwa vitamin berfungsi untuk membantu metabolisme, bukan untuk merangsang nafsu minum ataupun nafsu makan seperti yg diiklankan.

    Tentang perubahan dari satu jenis susu ke jenis lain, ada beberapa cara. Salah satunya: minggu I menggunakan perbandingan 3:1 (3 bagian susu lama dan 1 bagian susu baru), minggu kedua 1:1 (50% susu lama dan 50% susu baru), minggi ketiga 1:3 ( 1 bagian susu lama dan 3 bagian susu baru), dan full susu baru pada minggu keempat.
    Cara apapaun yg digunakan, waktu dan perbadingannya tidaklah mutlak, bisa aja maju atu molor jika misalnya lupa. Ga masalah.

    Trims

    @ dwie:
    Ass, wr, wb,
    Langsung saya tanggapi aja ya …

    1) Sangat mungkin. Dan menurut saya sesuai riwayat kepekaan anak terhadap dingin (AC, mall, dll). Saya cenderung bronchopnemonia, yakni salah satu jenis ISPA yg ditandai dengan panas dan batuk pilek, kadang batuknya keras dan memerlukan waktu sekitar 1-2 minggu untuk sembuh. Ini sangat sering terjadi dalam praktek sehari-hari.
    Jika ada riwayat alergi pada orang tua (rhinitis, asma, dll) maka ada kemungkinan anak juga mudah terserang batuk pilek jika terpapar alergen tertentu, misalnya dingin, perubahan cuaca, debu, dll. Gak semudah itu mendakwa TBC.
    Sungguh saya merasa aneh dan prihatin mengetahui begitu mudahnya para dokter mendiagnosa TBC hanya berdasarkan Rontgen dan keluhan batuk pilek berkepanjangan. Maaf, walaupun sesama dokter saya tidak segan mengatakan bahwa nuansa materialisisnya terlalu kentara dan hanya membuat orang tua resah.

    So, saya sependapat, gak perlu buru-buru minum obat TB.
    Biasalah, anak usia Balita pada umumnya sering mengalami batuk pilek, apalagi kalo sekitarnya ada yg batuk pilek atau oleh faktor lain. Kadang 1-2 kali dalam sebulan. Rata-2 anak di Indonesia mengalami ISPA (dengan berbagai variannya) sekitar 3-4 kali dalam setahun.

    2) Hasil Mantoux tes negatif berarti kecurigaan terhadap TBC dapat disingkirkan. Terlebih riwayat penyakit gak mendukung ke arah itu.

    3) Seringkali anak sulit makan walaupun orang tua tak kurang-kurang mengakalinya dengan berbagai menu dan cara. Hal ini kerap terjadi dan membuat orang tua bingung. Di sisi lain, adakalanya anak gak bisa dipaksa makan makanan tertentu seperti yg ada di teori gizi. Menurut saya, yang penting anak tetap aktif dan mau minum susu atau makan makanan yang lain yang dia sukai.
    Biasanya kelak anak akan mau makan seiring dengan bertambahnya usia dan tumbuh kembang anak.

    Trims

  542. 543 Yayuk November 6, 2009 pukul 12:00 pm

    Selamat siang dok,

    Dok, anak saya 1,5 tahun di lidahnya sering berwarna putih (dia masih minum ASI, susu botol sudah tidak mau). Setelah beberapa hari, warna putih tersebut mengikis, awalnya lingkaran kecil yang berkembang sampai lidah menjadi bersih kembali.
    Setiap gosok gigi, saya selalu menggosok lidahnya juga tetapi muncul kembali. O ya, anak saya tidak merasa kesakitan kalau lidahnya saya sikat.

    Saya agak kuatir mengingat lidah ayahnya teksturnya tidak rata (seperti berpulau-pulau… istilahnya apa ya dok?).

    Pertanyaan saya :
    1. Apakah bentuk lidah orang tua bisa menurun kepada anaknya?
    2. Bagaimana pencegahannya agar tidak selalu muncul warna putih?

    Terima kasih dok.

  543. 544 Suki November 6, 2009 pukul 3:59 pm

    Dok

    makasih banyak yach atas jawabannya …

    saya ingin tanya bagaimana mengetahui bahwa anak kita alergi susu sapi ato gak ?? soalnya anak saya minum susu sapi kadang2 mukanya muncul bintik2 merah .. apakah itu merupakan tanda alergi terhadap susu sapi ??

    Trus apakah DHA dan AA akan mempengaruhi pertumbuhan otak pada bayi ???

    Thank’s atas jawabannya

  544. 545 cakmoki November 7, 2009 pukul 11:00 pm

    @ Yayuk:
    Lidah nampak berpulau-pulau dikarenakan pertumbuhan epitel permukaan lidah (epithelialisasi) yang tidak sama, sehingga tingginya epithel gak sama. Akibatnya, lidah anak nampak belang, berpulau-pulau. Kondisi ini wajar dan normal dan bukan kelainan.

    1) Bisa iya bisa tidak, mengingat sebagian anak mengalami hal yg sama walau kedua orang tuanya tidak mengalaminya.

    2) Gak perlu dicegah, solanya proses tersebut merupakan proses alamiah. Warna putih tersebut adalah mukosa lidah, yakni permukaan atau ujung epithel yang akan lepas dan terganti oleh epithel yang baru secara berkala. Hanya saja, proses tersebut ada yang tidak kentara, adapula yang nampak jelas dengan mata telanjang.
    Gak perlu kuatir, ga papa. Dan hendaknya menghindari penggunaan antiseptik mulut seperti yang diiklankan karena justru akan mengganggu flora normal dalam rongga mulut.

    Trims

    @ Suki:
    Kalo bintik merah hanya kadang-kadang muncul setelah minum susu sapi, kemungkinan besar bukan alergi. Soalnya kalo alergi maka bintik reaksi alergi akan muncul setiap kali minum susu sapi.

    Semua orang memiliki DHA dan AA dalam tubuhnya dan hanya aktif melalui metabolisme oleh co-enzym dari dirinya sendiri. DHA dari luar tubuh tidak bisa aktif alias gak ada gunanya. Selain itu, perkembangan otak pada anak hanya dapat optimal melalui proses pembelajaran, komunikasi, bermain, dll. Bukan dengan obat atau susu.
    Trims

  545. 546 Suki November 13, 2009 pukul 11:26 am

    Selamat Pagi Dok ..

    sebelumnya thanks atas jawabannya ….

    saya mau konsultasi lagi nich bayi saya kalo subuh sekitar jam 3an suka mulai hidung tersumbat . Padahal suhu AC udah distel 28C dan kipasnya juga sudah diarahkan ke lantai … Saya tanya dsa katanya itu merupakan alergi dan disarankan minum soya lagi atau minum susu HA .. Gimana menurut dok sendiri ??

    ada gak tips untuk mengatasinya ??

    Ditunggu yach jawabannya dan semoga dok selalu diberkati Tuhan

  546. 547 cakmoki November 13, 2009 pukul 11:13 pm

    @ Suki:
    Met malam…
    Wah …. rupanya DSA langganan hobby banget menghubungkan dengan susu … dengan tetap menghormati beliau, kita patut mengamati setelah mengganti susu. Jika hidung anak tetap tersumbat, berarti gak ada hubungannya dengan susu.
    Perlu diketahui bahwa suhu minimal sekitar jam 2-3 dini hari. Pada suhu tersebut adakalanya anak (terutama bayi) mudah mengalami hidung tersumbat karena alergi yg di picu oleh perubahan suhu.
    Mengatasinya adalah dengan memiringkan kepala anak ke sisi yang tidak tersumbat. Jika yg tersumbat hidung kanan, maka kepala anak dimiringkan ke kiri, begitu pula sebaliknya.
    Jika masih tersumbat, mau gak mau pakai obat sebelum anak tidur agar gak tersiksa.
    selengkapnya tentang hidung tersumbat, silahkan baca artikel di blog ini berjudul : Pilek, Bersin, Hidung Buntu
    Trims

  547. 548 Suki November 14, 2009 pukul 4:01 pm

    Thank’s ya dok ..

    Ya begitulah dok … sejak baby i konsultasi ama dia , disarankan tukar susu terus .. saya tukar susu sampe pening dech …. sekarang disarankan minum susu HA .. padahal sekarang saya dah tukar BMT dan saya rasa fine2 aja sich tapi baru coba 11 hari .. tar liat dulu dech perkembangannya …

    dok, kalo minum obat terus apa gak ada efek sampingnya ?? sekarang bayi saya 2 bulan .. apa bisa sembuh kalo udah agak besar ato tergantung daya tahan tubuhnya juga ?? beberapa hari ini di Batam hujan terus jadi kalo dah tersumbat saya kasih minum obat Histrine Cetirizine …

    Dok, kalo ditempat dokter sendiri ada disarankan imunisasi Hib dan Pheumokokus gak ?? kalo di Batam tergantung dari masing2 dsa nya lo … ada dsa yang sama sekali tidak beritahu ke pasien tentang imunisasi ini tapi ada dsa yang kasih pilihan ke pasien juga .. lucu juga ya ??

    ok thanx ya

  548. 549 olin November 15, 2009 pukul 5:29 pm

    Pa kabar cakk, mau tanya juga cak ,anak saya 7 bulan setiap subuh selalu hidungnya tersumbat sampe ga bisa tidur ,kasian deh .saya pernah dikasih obat namanya fenistil untuk alergi .apa itu juga untuk alergi dingin ? trus sekarang di daerah siku sampai punggungnya timbul bercak2 kering .apa itu karena perubahan cuaca juga ? sebaiknya di kasih apa ? tolong ya cakkk

  549. 550 cakmoki November 17, 2009 pukul 2:52 am

    @ suki:
    ya, dilihat dulu perkembangannya. kalo ingin lebih obyektif untuk mengevaluasi apakah susu dianggap sebagi penyebab atau bukan, mestinya ga usah pake obat.
    Rhinitis ga bahaya, biasanya ntar akan jarang kambuh seiring dengan bertambahnya usia dan tumbuh kembang anak.
    Obat tersebut gak masalah digunakan. lagipula makainya hanya kalo kambuh aja. Gak perlu terlalu khawatir. Obat akan bermanfaat jika digunakan dengan tepat. Bayangkan kalo anak ga diobati, tersiksa kan?
    Tentang imunisasi, di Negeri kita ada program imunisasi dasar, yakni BCG, Hepatitis B, DPT, Polio, Campak, dan kombinasi dari vaksin tersebut. Imunisasi dasar bersifat nasional dan diwajibkan bagi bayi di Indonesia. Imunisasi tersebut dapat diperoleh di RSUD, Puskesmas dan Posyandu secara gratis.
    Sedangkan imunisasi tambahan (Hib, MMR, dll) tetap diinformasikan kepad orang tua untuk dipertimbangkan sebagai pilihan. Informasi inip[un mestinya bersifat nasional. Artinya, walaupun di ndeso seperti tempat tinggal kami, masyarakat berhak mengetahuinya. Yg ngasih informasi gak mesti DSA. Tapi tergantung dokternya. Kalo dokter dimanapun dia bertugas gak pernah ngasih tahu, maka masyarakatnya gak bakalan tahu. Informasi tentang imunisasi dasar biasanya sudah diprogramkan di setiap puskesmas. Sedangkan imunisasi tambahan dapat diinformasikan melalui berbagai cara, misalnya: leaflet di praktek, brosur, dll.
    Jadwal imunisasi dapat didownload di halaman download pada blog ini.
    Thanks

    @ olin:
    kabar baik...
    ya, kemungkinan rhinitis karena alergi dingin. Obatnya dapat digunakan kalo pas kambuh.
    Adapun tentang bercak merah di kulit, kalo berkenan silahkan kirim foto via email: cakmoki20006 [at] yahoo [dot] com
    tanpa melihat atau setidaknya melihat foto, kita gak bisa merekomendasikan obat yang tepat. Sebagai contoh, jika misalnya jamur tapi dikasih obat alergi, maka bercak merah tersebut akan tambah subur. sama-2 bercak merah tapi hanya dapat dibedakan dengan dilihat oleh dokter.
    Trims

  550. 551 abinya Bhamakerti November 20, 2009 pukul 4:48 pm

    Assalamualaikum, Pakdhe Moki…
    langsung aja yah dok mumpung bisa konek. Jd gini anak saya umur 11bulan BB 67ons, udah sekitar 5 hari mencret-mencret… feses berlendir-berbusa, bareng sama pilek tanpa batuk. (sebelumnya rewel dan pipisnya sak encrit sak encrit, tp sering).
    udah dipriksaken ke bidan [wong hari itu ga ada Sp.A] dikasih puyer pilek sama obat diare berjudul New-G***** [wong obatnya diorek-orek jadi ga keliatan judulnya], kandungannya pektin,kolin.
    selama pengobatan ASI jalan terus tak tambah Lac**B sehari sekali.
    pertanyaan nya: sampe sekarang kok masih mencret antara 4-5X sehari, ada sedikit demam 2malam terakhir, [demamnya kok cuma bagian tubuh atas ya/tgn dan kaki normal, pas demam napasnya lewat mulut] anak masih “agak” aktif walopun rewel juga nambah. kata tetangga yg mbah-mbah: itu sakit mau pinter…hehe.. kok ada ya sakit mo pinter…[sakit ya sakit...harus diobati, ya gag dok?] Lha kira-kira gimana dan kenapa ya dok? obat dr bidan juga hari ini (kemarin) finish… Trus apa benar ini Flu perut? hehe…
    terimakasih sebelum dan sesudahnya. kalo kepanjangan, saya minta maaf.
    Syukron, Wassalamualaikum…

  551. 552 olin November 20, 2009 pukul 9:54 pm

    ok thx cak ntn sy coba kirim fotonya ya

  552. 553 cakmoki November 20, 2009 pukul 11:42 pm

    @ Abinya Bhamakerti:
    Ass, wr, wb…
    Ya, sekarang lagi musim diare disertai dengan lendir, kadang bercak darah dan demam. Tanda semacam ini adalah gambaran Gastro Enteritis yang disebabkan kuman atau amoeba, atau campuran keduanya. Kita mengenalnya sebagai Desentri (basiler dan amoeba).

    Obatnya:
    1) Antibiotika. Yang lazim digunakan adalah Cotrimoksazol (nama dagang, misalnya: Primadex sirup, Infatrim sirup, Bactoprim sirup, Kaftrim sirup, Primsulfon sirup, Sanprima sirup …walah absen)
    Dosisnya: 2 x 1 sendok takar, diminum sedikitnya selama 5 hari.

    2) Pereda demam, misalnya parasetamol sirup, ibuprofen sirup (merk dagang bebas memilih). Dosis untuk 67 ons, minimal 4 x 1/2 sendok takar, hingga demamnya reda. Gak masalah soal area demam, mau demam seluruh tubuh atau sebagian.

    3) Anti diare. walaupun kontrovesial, saya tetap menganjurkan menggunakan anti diare, misalnya: Neo Kaominal sirup, Neo Kaolana sirup, dll. Diminum 3 x 1 sendok takar hingga faeces menjadi normal.

    4) Anti amoeba. Metronidazole sirup, misalnya: Flagyl sirup, Gabbryl sirup, Farizol sirup. Diminum 3 x 1 sendok takar, diminum selama 7-10 hari.
    Lact**B dapat diminumkan 3 x 1/2 tablet per hari.

    “Flu perut” dan “mau pinter” tidak benar. Maklum, dulu kan ga mengenal dokter dan informasi kesehatan… hehehe.

    Moga segera sembuh.
    Syukron katsiron …. Wass

    @ olin:
    ok, saya tunggu

  553. 554 Suki November 24, 2009 pukul 3:01 pm

    Hi Dok …

    Ini mau bertanya lagi nich ..
    Bayi saya kok sehabis imunisasi Hib + Polio + DPT , babnya jadi warna hijau campur kuning ?? apakah ini pengaruh dari obatnya ?? dia kemarin imunisasi tanggal 20 nov dan sampe hari ini dah 2 kali bab dan warnanya begitu terus ….

    ditunggu ya dok atas penjelasannya

  554. 555 cakmoki November 24, 2009 pukul 3:13 pm

    @ Suki:
    Hi …
    Efek ikutan dari Hib dan DPT kadang demam. Sedangkan Polio adakalanya menimbulkan perubahan BAB ( diare, warna, konsistensi or kepadatan). Namun efek ikutan polio sangat jarang terjadi. Perubahan BAB tersebut bisa jadi efek ikutan dari Polio atau sebab lain. Biasanya efek ikutan imnunisasi Polio bersifat reversibel, artinya akan normal dengan sendirinya setelah beberapa hari.
    Seandainya perubahan BAB lebih 3 hari, mungkin karena sebab lain, misalnya menghisap jari tangannya sendiri yg kemungkinan kemasukan mikro-organisme.
    Trims

  555. 556 brian Desember 1, 2009 pukul 5:48 pm

    dokter cak,
    mau tanya, anak kami laki2, umur 11 bln dg berat 9.2 kg.. skrg ini sdg demam. dan demam kali ini disertai dg nangis dan jeritan. biasanya ngga spt itu. kami sdh biasa kasih sanmol 0.6ml 3x sehari maksimal kalo lg demam. dan biasanya langsung sembuh.

    cuma krn demam kali ini agak parah, sy ukur kemarin malem bisa sampe 37.9 derajat. apa boleh memberikan sanmol lebih dari 3x sehari? misalnya bisa mencapai max 5x sehari hanya pd saat demam tsb muncul?

    ditunggu advice dan guidance dari dokter.
    terima kasih sebelumnya..

    best regards, brian

  556. 557 novi Desember 1, 2009 pukul 6:26 pm

    Assalamualaikum Dok,

    Mau tanya, anak saya, perempuan, usia 4 tahun 2 bulan, sejak beberapa bulan yg lalu sering mengeluh dadanya sakit seperti nyut-nyutan katanya. Sakitnya kadang sebelah kanan, kadang sebelah kiri, kadang malah dua-duanya…waktu saya minta tunjuk posisinya…kadang dibawah atau diatas payudaranya atau kadang di tengah. Dalam sehari dia bisa beberapa kali mengeluh, namun kadang seharian tidak mengeluh sama sekali.

    Yang perlu diketahui, anak saya sulit sekali makan…senangnya minum susu.

    Saya bingung dan khawatir sekali apa penyakit anak saya tersebut karena memang tidak keliatan sakit dan keluhannya itu yang jadi perhatian kami sekeluarga.

    Mohon arahanya dok, kira2 apa permasalahannya.

    Terima kasih sebelumnya atas advice-nya.

    Wassalamualaikum.

  557. 558 olin Desember 1, 2009 pukul 7:20 pm

    cak maaf wkt itu ga sempet kirim foto kulit yg terkena bercak merah ,lgs cek dokter dah dikasi obat salep .Tokcer cak heheh ,Yang ini masalah lain cak .Pembantu saya sy suruh rontgen karna ada benjolan di leher yg tdk kunjung hilang . Hasil nya TB paru aktif berarti TBC ya cak ? trus sy jadi takut karna dia sering gendong anak saya 8 bln BB 9 kg . menurut DSA lgs harus di rontgen dan tes mantoux . second opinion DSA lain blg tdk usah lgs kuatir karna belum tentu lgs kena TBC . saya ingin tanya apa bayi 8 bln boleh di rontgen ? apa perlu sy lgs rontgen melihat anak saya sehat2 saja ? lalu bgmn dengan org di rumah perlu juga tidak? ciri cirinya kena TBC seperti apa cak? vitamin apa untuk anak saya supaya daya tubuhnya kuat ? thx cak

  558. 559 cakmoki Desember 2, 2009 pukul 1:52 am

    @ brian:
    Sanmol dapat diberikan setiap 6 jam bahkan boleh diberikan setiap 5 jam jika demamnya tinggi. Dosis minimal 10 mg per kg berat badan untuk setiap pemberian. Adapun dosis maksimal 15-20 mg per kg berat badan per dosis pemberian.
    Jika dalam 2 hari demam belum turun sebaiknya peiksa ke dokter terdekat.
    Moga segera sembuh.

    @ novi:
    Assalamu’alaikum…
    Anak umur segitu biasanya sudah bisa menunjukkan keluhannya dengan benar.
    Jika letak keluhan di dada dan berlangsung lama (sejak beberapa bulan yg lalu), salah satu kemungkinannya adalah nyeri otot (myalgia) yang berhubungan dengan aktifitas sehari-hari.

    Jika letak keluhan di dada bagian bawah (ulu hati), kemungkinan berhubungan dengan lambung, terutama jika pola makan tidak teratur. Namun jika minum susunya teratur, kemungkinan ini sangat jarang dialami anak usia balita.

    Akan tetapi jika anak gak nampak sakit ketika mengeluh sakit dada, bisa jadi hanya keluhan subyektif.

    Menurut saya, gak ada salahnya periksa ke dokter saat anak mengeluh sakit dada untuk memastikan apakah ada gangguan atau tidak.

    Mohon maaf, sementara ini saya tidak merekomendasikan obat tertentu untuk menanggulangi keluhan tersebut.

    Terimakasih.

    @ olin:
    Ya, saya sependapat dengan DSA kedua. Gak perlu langsung khawatir. TB Paru (TBC) akan sembuh jika diobati selama 6 bulan.
    Lagipula pemeriksaan rontgen dan mantoux test gak perlu dilakukan jika tidak ada tanda-2 yg mengarah ke TB Paru pada anak (biasanya DSA menyebut TBC pada anak dengan istilah Flek paru). Ntar bisa-bisa anak tidak TBC malah didagnosa TBC. (ini sering terjadi).
    Tanda-2 TB Paru pada anak pada umumnya adalah: demam yang tidak diketahui sebabnya, lebih dari 2-3 minggu. Anak menjadi lesu, nafsu makan dan minum menurun dan aktifitas menurun. Adakalanya disertai pembesaran kelenjar di leher.

    Tentang rontgen pada anak, boleh dilakukan pada umur berapapun jika memang ada indikasi (alasan yang mengarah ke penyakit tertentu). Kalo gak ada alasan, gak perlu.

    Tidak perlu vitamin apapun untuk memperkuat daya tahan tubuh anak. Yang penting cukup makan makanan bergizi dan minum susu. Dari makanan bergizi dan susu, semua kebutuhan vitamin pada anak sudah tercukupi.
    Vitamin untuk membantu metabolisme (pengolahan makanan), bukan untuk menambah daya tahan tubuh sebagaimana yang diiklankan.

    Trims

  559. 560 pey2 Desember 3, 2009 pukul 6:58 pm

    dok.

    noted dosis sanmol 10mg per kg berat badan utk sekali pemberian. berarti utk anak saya 90mg sekali kasih. nanti akan saya liat ekuivalennya jadi brp ml sekali kasih.

    hr ini sdh 3 mlm hari ke-4, anak saya demam terus dok. sudah periksa lab -cek darah tepi dan cek pup. krn tadi pagi baru ngeh fasesnya ada darah spt darah segar gitu.
    hasil cek fases tadi pagi (3/12/09): negatif (tidak ada) amoeba. hanya memang eritrositnya 7. positif lendir dan darah samar.

    hasil cek darah kemarin sore (2/12/09):
    hemoglobin 12.5 (13-17), hematokrit 36 (40-52), lekosit 11400 (4-11rb) trombosit 289rb(150-450rb) basofil 0(0-1), eosinofil 1(2-4) batang 2(3-5)
    yg rada normal: segmen 62 (50-70), limfosit 32(25-40), monosit 3(2-8)

    perkembangan hr ini: ada muntah. dan demam frekuensinya berkurang. kalau kemaren2 demam terus setiap 4-5 jam.

    anak saya kenapa yah dok? yg bagus gimana yah dok?
    ditunggu reply dan advice dokter.

    thanks and best regards, brian n pei

  560. 561 cakmoki Desember 3, 2009 pukul 10:49 pm

    @ pey2:
    Menilik keluhan dan hasil Lab, kemungkinan Gastro-Enteritis Basiler ato Desentri Basiler.
    Sebaiknya diperiksakan ke dokter dengan membawa hasil Lab untuk mendapatkan obat yg tepat sesuai hasil pemeriksaan fisik. Dengan kondisi di atas biasanya akan diberikan antibiotika dan obat simptomatis (obat pereda keluhan).
    Moga segera sembuh.
    Mohon maaf saya tidak merekomendasikan obat yang lain.
    Trims

  561. 562 pey2 Desember 4, 2009 pukul 8:23 am

    dokt,

    gastro enteritis yg disebabkan oleh virus mungkin ya?
    karena hasil lab cek pup tidak ada amoeba-nya dokter. yg diperiksa oleh lab adl amoeba e-coli dan jenis amoeba lain..

    skrg ini sih udah minum antibiotik, obat demam paracetamol jg dan jaga spy ga dehidrasi.
    thanks ya dokter atas informasinya.

    makasih dok.

  562. 563 pey2 Desember 4, 2009 pukul 8:27 am

    oya dokt. saya lihat saat pup, anusnya agak merah iritasi krn sering diare.. juga kalau sedang mengeden spt ada bagian dalam daging/otot yg warna merah-hitam apa itu yg menyebabkan darah ada di pup ya? spt wasir gitu?

    utk bayi umur 11 bln obat wasir yg paling aman apa ya dokt?
    salep apa yg sebaiknya dipakai?

    terus apakah msh boleh makan nasi tim yg disaring dicampur lacto-B?

    makasih sebelumnya dokt.

    best regards,
    brian n pei

  563. 564 yenni Desember 4, 2009 pukul 11:50 am

    Selamat pagi Cak
    mau tanya lagi he..he..
    anak saya kemaren batuk dan panas. dikasih panadol sirup dan utk obat batuknya dikasih racikan + antibiotik. Nah, sekarang udah ga panas lagi. antibiotiknya jg udah habis, tp batuk dahaknya masih lanjut. kalo aku terusin obatnya pake laserin bs ga cak? soalnya anakku ini kalo batuknya kelamaan, cenderung ke asma Cak.
    Kalo udah asma, aku nebu, langsung mendingan. bs kasih resep takaran buat nebunya gak Cak?
    anakku umur 4 thn 2bln. yg dia pakai takarannya 1/2 vetolin tub, bisolvon 10tetes + nacl 1,5ml.

    Ada pertanyaan 1 lagi Cak,
    ini mengenai anak iparku yg batuk nya udah mau 6 bulan kali. lama banget Cak gak sembuh2. ke2 ortunya krja, dan mrk tdk mau menggunakan antibiotik utk anaknya. trus pileknya jg lama gak sembuh2 Cak. Dari susternya datang, pulang kampung, ampe datang lagi batuknya gak sembuh jg. kira2 bs jadi TBC ga ya Dok? soalnya aku jg takut, kalo dia main sama anakku, pasti besoknya anakku ketularan batuknya.
    Segini dulu Cak pertanyaannya..
    Makasih sebelumnya Cak…
    Salam yg terhangat & termanis utk keluarga …

  564. 565 yenni Desember 4, 2009 pukul 11:53 am

    Oh ya Ca ketinggalan, berat badan anakku 15 kg, sekarang jadi kurang banget makannya, mungkin udah turun lg timbangan badannya. apa perlu aku kasih vit buat nafsu makan ya Cak?
    Sedih rasanya kalo liat dia ga nafsu makan, bawaannya lemes.
    ditunggu jawabannya ya Cak
    Makasih buanyak…..

  565. 566 cakmoki Desember 4, 2009 pukul 3:10 pm

    @ pey2:
    Gastro-Enteritis dapat disebabkan beberapa faktor diantaranya: infeksi mikro-organisme (virus, kuman, parasit, jamur), faktor intoleransi minuman dan makanan, dll. Amoeba adalah salah satu parasit dari golongan protozoa. Sedangkan E. coli adalah salah satu jenis kuman.
    Jika dokter memberi antibiotik, berarti beliau menduga Gastro-Enteritis yg disebabkan kuman. Parasetamol adalah nama generik, nama dagangnya banyak banget, misalnya sanmol, panadol, dumin, dll.
    Bener, yg paling penting menjaga supaya gak dehidrasi dengan menambah jumlah minuman (susu, dll).

    Serigkali area dubur anak yg diare mengalami lecet dikarenakan terlalu kuat mengusap saat membersihkan dubur. Obatnya gampang dan murah, yakni bedak salisil, ditaburkan lembut di area yang lecet. Biasanya dalam 3-4 hari udah pulih, asalkan nyebokinya jangan keras-keras.

    Daging yg nampak menonjol saat mengejan merupakan tanda khas gastro-enteritis (desentri) basiler dan amoebiasis. Gak perlu obat wasir. Ntar akan pulih dengan sendirinya jika udah sembuh (sekitar 7 hari).

    Boleh makan dan minum seperti biasa. Dan boleh juga diberikan Lacto B.

    Moga segera sembuh.
    Trims

    @ yenni:
    Ya, bener…dapat dilanjutkan dengan ventolin dan bisolvon…wah udah pinter…. :)

    Boleh ditambah vitamin (merk apapun). Tapi perlu diketahui bahwa vitamin bukan untuk nafsu makan seperti yang diiklankan, namun untuk membantu metabolisme (pengolahan makanan).
    Anak pasca demam (dengan penyebab apapun) sangat wajar mengalami penurunan berat badan dan lesu dikarenakan kehilangan kalori selama demam. Terlebih jika batuk lama.

    Tentang anak ipar, batuk yg berlangsung lama biasanya: (1) bronchitis (karena alergi) atau (2) bronchopnemonia atau bisa juga (3) asma. Sedangkan pilek yg berlangsung lama adalah Rhinitis (alergika)
    Untuk nomer (1) dan (3), obatnya sama dengan anak penjenengan, hanya saja dosisnya diukur berdasarkan berat badan.
    Trus ditambah obat untuk pilek berkepanjangan (rhinitis), misalnya Mecoved syrup, actifed syrup (jangan yang DMP), Lapifed syrup, Rhinofed syrup, dll (tinggal pilih).
    Pada yang nomer (2) mau gak mau ditambahkan antibiotika yg dosisnya diukur berdasarkan jenis antibiotika dan berat badan.

    Trims

  566. 567 olin Desember 4, 2009 pukul 6:08 pm

    cakkk tolonggg kemarin saya akhirnya minta di tes mantoux anak saya .setelah hari ke3 keluar bentol merah sekitar 8 mm apakah itu berarti positif? apakah hanya dilihat dari besar nya ukuran lgs dinyatakan TB? sampai sekarang sy masih ragu anak saya kena TB . dia makannya banyak .tdk pernah batuk .tdk demam yg tidak jelas . terapi nya juga saya belum berikan ? apa saya harus tes darah atau rontgen lg cak ? tlp saya bingung …ASAP thx

  567. 568 olin Desember 4, 2009 pukul 6:09 pm

    cakkk tolonggg kemarin saya akhirnya minta di tes mantoux anak saya .setelah hari ke3 keluar bentol merah sekitar 8 mm apakah itu berarti positif? apakah hanya dilihat dari besar nya ukuran lgs dinyatakan TB? sampai sekarang sy masih ragu anak saya kena TB . dia makannya banyak .tdk pernah batuk .tdk demam yg tidak jelas . terapi nya juga saya belum berikan. apa saya harus tes darah atau rontgen lg cak ? tlp saya bingung …ASAP thx

  568. 569 cakmoki Desember 4, 2009 pukul 6:36 pm

    @ olin:
    hahaha, makanya… kan udah sy bilang, gak perlu test mantoux dan rontgen kalo gak ada alasan, ntar hasilnya malah bikin stress.
    Hal semacam ini kerap terjadi dikarenakan ortu panik, trus periksa yang gak perlu, akhirnya dituduh TBC (flek paru) dan minum obat TBC 6 bulan. Hendaknya kita tetap tidak kehilangan akal sehat menghadapi kondisi demikian. Mari kembali ke ilmu tentang TBC.

    Seorang anak dicurigai TBC jika:
    Mengalami demam yang tidak diketahui sebabnya hingga lebih dari 2-3 minggu. Disertai penurunan aktifitas, lesu, berat badan menurun dan ada sumber penularan TBC di sekitarnya (terutama di rumah).
    Jika dijumpai faktor-2 tersebut, anak dianjurkan test mantoux, sedangkan rontgen pada anak sering salah.
    Jika test mantoux menunjukkan indurasi lebih 1 cm (10 mm) dengan tanda klinis seperti di atas (demam yang tidak diketahui sebabnya hingga lebih dari 2-3 minggu. Disertai penurunan aktifitas, lesu, berat badan menurun dan ada sumber penularan TBC di sekitarnya), maka anak patut dicurigai menderita TBC flek paru). Dan jika memungkinkan, dilakukan pemeriksaan dahak untuk memastikan diagnosa.
    Sekarang keputusan ada di tangan orang tua.
    Di praktek, saya dengan tegas melarang menggunakan obat TBC jika menjumpai kasus semacam ini. Bahkan jika ada yang terlanjur menggunakannya, sayaanjurkan untuk menghentikan. Ngabis-ngabisin duit untuk hal yang tidak perlu dan membuat anak stress minum obat selama 6 bulan…. hehehe.
    Untuk lebih jelasnya tentang opni saya seputar TBC pada anak, silahkan baca artikel di blog ini berjudul: Flek Paru, apa iya ?.
    Sekali lagi, ini pendapat saya tanpa mengurangi hormat saya kepada teman sejawat dokter lain yang gemar mendiagnosa TBC pada anak.
    Trims

  569. 570 olin Desember 5, 2009 pukul 5:26 pm

    cak melanjuti cerita saya yg lalu memang pembantu rumah saya TBC positif dengan ciri2 yg cak berikan . makanya saya tes mantoux .tapi saya sudah pertimbangkan akhirnya saya tdk akan memberikan obatnya . selama saya liat dia sehat ngapain juga dikasi obat . end of story . hmm cak saya jadi pgn tau mengapa TBC itu selalu dikaitkan dengan paru padahal kan TBC bisa menyerang yg lainnya seperti selaput otak dsb..? apa benar kalau terkena virus ini kadang tidak menunjukan gejala apa apa artinya virusnya belum aktif namun sudah ada dalam tubuh kita jika ada indikasi dari hasil lab .maka jika daya tahan tubuh kita melemah virus itu akan aktif . o ya cak makasih ya udah memberi info dan semangat buat saya hehehe soalnya kemaren sy sampe ga bisa tidur nungguin balesan cak hahaha .mohon infonya ya cak thx

  570. 571 cakmoki Desember 6, 2009 pukul 9:08 am

    @ olin:
    Pertama saya ingin meluruskan bahwa TBC bukan disebabkan virus tapi kuman Mycobacterium tuberculosa.
    Benar, TBC bukan hanya menyerang paru, tapi dapat menyerang organ lain, yakni kelenjar getah bening, tulang, usus, selaput otak, dll. Kalaupun kita banyak bicara tentang TBC Paru karena fokus topik diskusi kita adalah TBC Paru. Lagipula, TBC paling banyak menyerang Paru-paru sebagai tempat masuk utama kuman Mycobacterium tuberculosa.

    Pada orang dewasa, TBC dipastikan dengan pemeriksaan dahak atau sputum.

    Seperti halnya penyakit menular yang lain, jika seseorang tertular kuman Mycobacterium tuberculosa, kemungkinannya adalah: (1) menjadi sakit TBC, (2) kuman mati karena daya tahan tubuh kita dan kuman tidak cukup banyak untuk menimbulkan penyakit, (3) kuman tetap di dalam tubuh tapi tidak menunjukkan gejala (asimptomatis), kemudian suatu saat aktif dikarenakan daya tahan tubuh menurun.

    Mohon maaf telah membuat tidak bisa tidur… hehehe.
    Trims

  571. 572 olin Desember 6, 2009 pukul 10:59 am

    Makasih banyak cak atas infonya .Semoga Tuhan membalas kebaikan cak .Amin. Semoga pengalaman saya ini berguna buat para ortu yang panik heheheh….

  572. 573 cakmoki Desember 6, 2009 pukul 12:55 pm

    @ olin:
    makasih atas do’anya. Moga demikian pula sebaliknya :)

  573. 574 Dwie Desember 6, 2009 pukul 10:14 pm

    Assalamualaikum dok…
    mo nanya nih…
    1. anak saya usia 20 bulan boleh ga kalau imunisasi ulangan nya nunggu dua taun aja atau harus sesuai yang tercantum di jadwal imunisasi?
    2. keponakan saya usia 5 tahun,sekarang lagi terkena cacar, padahal sudah pernah di vaksin cacar, kok bisa ya?
    trimakasih dok…

  574. 575 cakmoki Desember 6, 2009 pukul 10:31 pm

    @ Dwie:
    Assalamu’alaikum …
    1) Boleh.
    2) Bisa. Karena vaksin tidak memberikan kekebalan 100 %. Ini emang lagi musim. Sebaiknya diobati dengan acyclovir 20 mg per kg berat badan per dosis, diberikan 4 kali sehari selama 5 hari. Lebih bagus kalo diobati sebelum 2 hari pertama supaya lebih cepat sembuh dan gak terlalu menyebar.
    Trims

  575. 576 lina Desember 12, 2009 pukul 6:51 pm

    sore cak…mau tanya anak saya umurnya 5 tahun,skrg sedang batuk,setelah saya lihat di tenggorokannya,diamandelnya ada seperti sebutir nasi kecil berwarna putih menempel di amandel sebelah kiri.anak saya memang mempunyai riwayat sakit amandel.yg mau sya tanyakan,apakah itu memang amandel atau hanya batuk biasa,ataukah radang?saya belom bawa ke dokter,masalahnya setiap saya bawa ke dokter THT nya,selalu diberi antibiotik. apakah memamng harus saya beri antibiotik,atau ada obat lain selain antibiotik? terima kasih cak….

  576. 577 cakmoki Desember 13, 2009 pukul 8:23 pm

    @ lina:
    Met malem…
    Maaf terlambat menjawab karena kemarin ada sedikit kesibukan.
    Ya, kalo dah ada warna putih di tonsil (amandel) seperti nasi atau bercak putih, kemungkinan besar Infeksi Amandel (tonsilitis) yang disertai pengeluaran nanah kental (mirip nasi) di bagian tepinya atau sekitar amandel. Gambaran semacam itu dinamakan peritonsiler infiltrat.

    Infeksi amandel (tonsilitis) yg menujukkan tanda infeksi oleh kuman, mutlak diperlukan antibiotik.
    Kalo tidak, infeksi berpotensi makin berat dan menjalar ke sekitarnya. Lagipula, antibiotika bukan obat yang menakutkan sepanjang digunakan secara rasional.

    Selengkapnya tentang Infeksi Amandel, silahkan baca artikel (beserta diskusinya)di blog ini, berjudul: Infeksi Amandel
    Moga ananda segera sembuh.
    Trims

  577. 578 Dwie Desember 14, 2009 pukul 9:56 pm

    punten ya dok..
    mo nanya lg, sedikit aja;-)
    boleh ga mengkonsumsi lacto B tiap hari buat anak 20 bln?
    hatur nuhun…

  578. 579 cakmoki Desember 15, 2009 pukul 12:57 am

    @ Dwie:
    Boleh, Lacto B or Lactobacillus merupakan flora normal dalam usus. Tapi untuk apa ? Di usus kita dah buanyak banget Lactobacillus. :)
    hatur nuwun

  579. 580 mamaniwa Desember 15, 2009 pukul 3:54 pm

    Dear Cak Moki,

    Cak mau nanya, anak saya umur 20 bulan, november desember ini demam sampe 3 kali, demam yang pertama keluar batuk pileknya, dikasih obat ma dokter anaknya sembuh…selang seminggu, demam lagi, tp demam yg kedua ini ga muncul flu atau indikasi lain, sembuh jg setelah d kasih obat antibiotik dr dokter anaknya, dan hari ini, selang seminggu lagi sejak sembuh dr demam yg kedua dia demam lagi, keliatannya mau batuk tapi ga tau jg.

    Belum saya bawa ke dokter karena ga tega kok dalam kurun waktu sedekat ini konsumsi antibiotik terus :( sebelumnya anak saya terhitung jarang sakit (kecuali kalo pas ngenteng2i kata orang tua dulu)

    Saat ini saya kasih parasetamol, dan memang demamnya hilang setelah minum obat, tp muncul lg setelah bangun tidur. suhu badan sekitar 37-38 C.

    Yang mau saya tanyakan langkah apa yg sebaiknya saya lakukan? Kalo memang nanti muncul batuknya, apakah cukup dengan memberi sirup obat batuk sisa sakitnya kemaren tanpa disertai pemberian antibiotik? apakah kami perlu cek darah?

    Maaf panjang Cak, atas jawabannya saya ucapkan terimakasih.

  580. 581 cakmoki Desember 16, 2009 pukul 12:29 pm

    @ mamaniwa:
    Dear mbak mamaniwa,
    Sejak bulan Nopember hingga Desember ini emang lagi musim penyakit. Anak Balita, terutama di bawah usia 3 tahun, amat mudah terserang penyakit pada periode-2 seperti ini. Ada yang sebulan 2 kali bahkan lebih. Hal ini dapat dimengerti mengingat anak sangat rentan terhadap penularan dari orang-2 sekitarnya dan terhadap perubahan cuaca.
    Jika penyakitnya memang disebabkan kuman yg memerlukan antibiotika, selayaknya diberikan antibiotika. Namun jika karena virus ringan, cukup dengan obat simptomatis (meredakan keluhan).

    Langkah pertama yg dilakukan udah bener dengan memberikan parasetamol, dosisnya: 10-20 mg per kg berat badan setiap kali pemberian.
    Jika muncul batuk, cukup diberikan obat sisa. Obat-obat semacam itu dapat disimpan di suhu ruangan dan dapat diberikan lagi jika diperlukan.
    Andaikata perlu antibiotika, gak perlu pake yg mahal, cukup dengan co-trimoxazole 2-3 x sendok takar atau amoksisilin (50 mg per kg berat badan per hari, dibagi dalam 3-4 dosis).

    Jika di daerah situ musim hujan, gak ada salahnya periksa Trombosit dan Hematokrit setiap 2 hari selama anak demam, sebagai langkah kewaspadaan.

    Moga sehat selalu.
    Trims

  581. 582 mamaniwa Desember 16, 2009 pukul 4:47 pm

    Cak moki terimakasih atas jawabannya, memang didaerah kami sedang musim hujan. hari ini baru keluar batuknya, jadi akan mulai kasih obat batuk sisanya.

    Satu pertanyaan lg cak, untuk demamnya, kenapa setiap habis minum obat bisa turun, tp kemudian akan naek lagi suhunya sekarang kondisinya memang sudah tidak panas, tp masih hangat, suhu 36,5-37). dan krn demamnya sudah mulai hari selasa, berapa hari sebaiknya konsumsi maksimal parasetamol untuk anak, dan sebaiknya hari keberapa kapan saya memutuskan untuk memberikan antibiotik?

    Atas jawabannya sekali lg saya ucapkan terimakasih.

  582. 583 cakmoki Desember 17, 2009 pukul 1:10 am

    @ mamaniwa:
    Gak ada batasan pemberian parasetamol. Diteruskan gak papa.
    Pemberian antibiotika bukan didasarkan atas lamanya demam, tapi berdasarkan ada tidaknya tanda-tanda infeksi bakteri (kuman). Tentunya melalui pemeriksaan.
    Jika pada hari pertama demam sudah diketahui ada tanda-tanda infeksi kuman berdasarkan pemeriksaan dan pola penyakit, pada saat itu juga harus diberikan antibiotika. Namun bisa juga tanda-tanda infeksi kuman diketahui setelah beberapa hari demam.
    Walaupun tidak selalu benar, secara sederhana tanda infeksi kuman dapat dikenali oleh orang tua dengan melihat tengggorokan anak menggunakan senter. Jika tenggorokannya nampak merah dan relatif membengkak, kemungkinan ada infeksi sekunder oleh kuman. Dalam kondisi demikian dapat menggunakan antibiotika dengan dosis sebagaimana tertulis pada jawaban sebelumnya, sedikitnya 3-4 hari.
    Trim

  583. 584 mamaniwa Desember 17, 2009 pukul 11:32 am

    Dear Cak Moki,

    Terimakasih atas jawabannya ya cak moki, anak saya sudah saya berikan cotrimoxazole, alhamdulillah suhu tubuhnya sudah tidak naek turun lagi, sehingga parasetamolnya sudah saya hentikan pemberiannya, obat batuk sisanya masih saya teruskan karena batuknya masih ada walo sudah tidak sering.

    Sekali lagi terimakasih ya Cak,semoga kedepannya anaknya sehat selalu, begitu jg dengan cak moki sekeluarga semoga selalu sehat dan senantiasa dalam Lindungan Tuhan YME , amin.

  584. 585 cakmoki Desember 17, 2009 pukul 1:36 pm

    @ mamaniwa:
    Siiiip … dah bener. Moga segera sembuh :)
    Makasih do’anya, mudah-mudahan demikian pula sebaliknya. Amiiin.

  585. 586 lina Desember 22, 2009 pukul 7:50 am

    maaf cak,saya mau tanya lagi….anak saya pada saat ada putih2 di amandelnya,tdk panas,apakah betul amandel itu harus panas? sayatanya ke 2 dokter THT,beda jawban cak…yg satu betul amandel,amandel tdk selalu panas…..sedangkan dokter yg satunya lagi…amandel itu wajib panas,anak saya hanya FLU…saya bingung cak….antibiotik yg pas bwt anak saya apa yah…?terima kasih banyak.

  586. 587 lina Desember 22, 2009 pukul 8:19 am

    ada yg ketinggalan cak,kmrn anak saya dikasih antibiotik thiampenicol,batu pileknya reda sebentar,tp skrg batuk pilek lg dan putih2nya msh ada,biasanya di beri clavamox….kasian dok,anak saya mnm antibiotok trus,mending klw sudah mnm trus sembuh,….:(

  587. 588 cakmoki Desember 22, 2009 pukul 1:08 pm

    @ lina:
    Pada umumnya, infeksi amandel disertai panas, tapi tidak selalu panas. Artinya, Infeksi amandel tidak harus panas.
    Yang pas erytromycin atau kombinasi amoksisilin dengan clavulanic acid (misalnya clavamox, clabat, dll). Jika ada putih-putihnya diperlukan antibiotika selama 7-10 hari.
    Anak-anak kadang sakit 1-2 kali sebulan. Jika emang ada infeksi kuman, seyogyanya diberikan antibiotika.
    Trims

  588. 589 Rara Desember 22, 2009 pukul 9:54 pm

    ass, p.dokter cakmoki…
    Mohon solusi untuk anak pertama sy : lk2, 2th7bln, BB 14,4 kg, PB 92,5cm(BB ini cenderung tetap & menurun mulai umur 2,5th) , skr susah sekali makannya (berhasil menyuapi 2/3 sendok itu saja sudah dg rayuan) stlh itu pasti ndak mau, klo dipaksa pasti nangis kalupun mau pasti lgs di muntahkan lagi ato ditutup rapat mulutnya. Tetapi klo minum susu jagoan, sehari bisa 4/5x 200cc. Untuk umur segini terlalu byk susu tdk baek ya dok? pernah sy kasi vitamin penambah nafsu makan tetap saja ga mempan dok… tp klo di suapi sambil jalan2 ke luar rumah lumayan masuknya bisa 6/7 sendok, tp sy tdk bisa tiap hr menyuapi keluar rmh karena skr ada adek bayinya (sy jg kerja) & pembantu cuma setengah hr, lagian juga makan sambil jalan2 juga tdk baik kan dok? Gmn ya dok langkah yg harus sy ambil? apa sy belikan susu yg katanya bs untuk pengganti makanan itu?
    Terima ksh atas bantuannya

  589. 590 lina Desember 23, 2009 pukul 10:50 am

    makasih cak atas jawabannya….
    saya mau tanya lagi,boleh kan…:) jng bosen yah cak….
    td mlm anak saya menelan cincin dr besi,alhamdulillah bs dkeluarkan,tp dibarengi dng darah…yg mau saya tanyakan apakah darah itu pertanda tenggorokannya luka? perlu minum obatkah atau antibiotik? ada efek sampingnya ga klw tenggorokannya luka.makasih banyak cak….

  590. 591 cakmoki Desember 23, 2009 pukul 3:49 pm

    @ Rara:
    Assalamu’alaikum…
    wah, berat badan segitu mah, udah bagus banget :)
    Ok, kita diskusikan yaaa…
    Vitamin adalahzat untuk membantu metabolisme (pengolahan makanan), bukan untuk nafsu makan sebagaimana yang diiklankan.
    Jika anak udah minum susu, gak perlu vitamin, soalnya dalam susu banyak mengandung vitamin. Silahkan lihat komposisi di kemasan…lhaaa, banyak vitaminnya kan ?
    ecara umum, makanan terbagi 2, yakni makanan padat nasi, lauk pauk, sayuran, buah, jajan, dll) dan makanan cair (susu). Jika anak lebih suka minum susu dan sedikit makan makanan padat, gak masalah. Yang penting anak aktif.
    Adakalanya anak gak suka makan dan berat badannya menurun, terutama pada saat anak mulai berjalan, berlari dan bermain. Hal itu wajar sebagai salah satu bentuk tumbuh kembang anak.
    Langkah yang dilakukan selama ini udah bener, yakni tetap berusaha memberi makan dengan beraneka variasi, seberapapun anak mau makan. Merayu anak untuk makan sambil bermain dan sambil jalan-jalan gak papa.
    Pemilihan jenis dan cita rasa susu seyogyanya diserahkan pada anak, bukan atas kemauan orang tua dan bukan atas iming-imin iklan. Biarkan anak memilih susu yang paling disukai.
    Trims

    @ lina:
    ya, itu pertanda ada luka atau iritasi. Gak perlu buru-buru minum antibiotika. Cukup diawasi hingga sekitar 3-5 hari dengan harapan luka akan sembuh dengan sendirinya. Tapi jika dalam 2-3 hari si anak menjadi gak mau minum dan panas, atau luka nampak merah banget, mau gak mau pakai antibiotika.
    Luka tersebut gak ngaruh jika luka sembuh, tanpa maupun dengan antibiotika.
    Moga sehat selalu.
    Trims

  591. 592 lina Desember 23, 2009 pukul 7:13 pm

    makasih banyak ya cak,mudah2an allah membalas kebaikan cak…amin

  592. 593 cakmoki Desember 23, 2009 pukul 10:08 pm

    @ lina:
    Sama-sama, mbak. Makasih do’anya, moga demikian pula sebaliknya.
    Trims

  593. 594 eve Desember 25, 2009 pukul 1:34 am

    Slmt Malam Cak..
    Nanya lg y..
    Anakku Sixbry, 10bln BB 9,5kg.
    Hari ini agak demam (37 c) dgn batuk brdahak dan pilek. Kmrn hbs ke rmh sepupunya yg lg pilek.
    Sy cm kasih Fevrin drops waktu pertama demam.
    Sy msh punya Ambroxol syrup, apa boleh diminumkn?
    Trus buat pileknya dikasih apa?
    Fyi, terakhir dia minum neo triaminic drops 3bln lalu timbul bintik2 merah melepuh, jd agak2 parno mo beliin obat pilek yg sama.
    Cak, please advice obat2 untuk sixbry ya..
    Matur nuwun

  594. 595 cakmoki Desember 25, 2009 pukul 2:13 pm

    @ eve:
    ya, ambroxol syrup boleh diminumkan. Sedangkan pileknya dapat menggunakan Neo Triaminic. Obat ini paling ringan diantara obat pilek yang lain. Bintik merah dan kemudian kulit melepuh pada anak biasanya karena penyakit kulit yg disebut Impetigo, bukan karena obat neo-triaminic.
    Tapi kalo merasa parno, bisa beli obat yang udah jadi satu (mengandung obat panas, batuk dan pilek), misalnya: Poncoflu syrup, atau Flutamol syrup, dll, diminumkan 3×1 sendok takar per hari. Jika dalam 3 hari panasnya gak turun, mau gak mau periksa ke dokter.
    Pada kemasan tertulis dosisnya lebih rendah, abaikan saja. Dosis dan peringatan pada etiket ditujukan untuk orang awam yg tidak konsultasi ke dokter.
    Moga ananda segera sembuh.
    Trims

  595. 596 ary Desember 30, 2009 pukul 11:30 am

    Assalamualaikum,
    cak moki, saya mau ngerepotin lagi nih… :)
    gini cak, anak saya umur 2,2 th klo makan sayuran seperti bayam kok blm bisa mencerna ya cak, pas keluarnya (waktu BAB) masih utuh berupa bayam..
    trus apakah berarti gizi yg terkandung di bayam jg ga bisa masuk ke tubuh alias makan bayam sia sia?

    terima kasih sebelumnya..

  596. 597 cakmoki Desember 31, 2009 pukul 3:53 pm

    @ ary:
    Assalamu’alaikum…
    iya, pada umumnya anak balita masih sulit makan sayuran berserat relatif tinggi seperti bayam, sawi, kangkung dan sejenisnya.
    Walaupun bayam keluar lagi, tapi ada sebagian vitamin dan mineral yang diserap tubuh selama proses pencernaan di lambung, usus kecil hingga usus besar
    Gak papa…. bukan sia-sia, setidaknya upaya tersebut merupakan proses pembelajaran anak untuk makan sayuran.
    Terimakasih :)

  597. 598 ari setiawan Januari 6, 2010 pukul 7:47 am

    Sugeng enjang Cak Moki,
    Sebenarnya saya gringgingen manggil pak dokter dengan sebutan Cak Moki, jadi nuwun sewu supaya gringgingen nya agak kurang.

    Anak laki2 saya umur 14 bulan minggu lalu saya bawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan mendalam karena pernah mengalami kadar hb yang rendah 5,5. Di Jakarta menjalani tes darah, tinja dan urine. Karena hasil pemeriksaan kultur urine membutuhkan waktu paling cepat seminggu sedangkan hasil lab darah & tinja hasilnya baik saja, disarankan oleh dokter pulang Samarinda karena jatah cuti yang tidak mencukupi. Untuk hasil lab urine dapat saja ditindaklanjuti di Samarinda. Pagi ini saya mendapat kiriman hasil lab urine dan direkomendasikan ke dokter anak spesialis ginjal untuk pemeriksaan & rekomendasi lebih lanjut.

    Mohon masukan info dari Cak Moki dokter di Samarinda yang bisa bantu masalah ini.

  598. 599 cakmoki Januari 6, 2010 pukul 1:28 pm

    @ ari setiawan:
    Sugeng siang… :)
    Wah, ternyata sesama Samarinda…. panggil cak aja, biar lebih santai dan akrab.
    Untuk pemeriksaan lebih lanjut dan evaluasi hasil Lab, penjenengan bisa memeriksakan ananda ke dr. Joseph, SpA di depan RSUD AWS (Rumah Dinas dokter Spesialis) atau ke dr. Rusdi, SpA di Jln Agus Salim (depan Soto Madura).
    Maturnuwun

  599. 600 puspita Januari 7, 2010 pukul 2:42 pm

    dok,
    saya mau tanya apa pengaruh imunisasi campak kering bila di campurkan larutan BCG terhadap bayi ?
    Mksh….

  600. 601 lina Januari 7, 2010 pukul 5:05 pm

    Sore Cak…..

    Ponakan saya 21 bln 11 kg batuknya udah lama ga sembuh2 n sering sesak, ke dokter udah 2x di uap pk ventolin neb n dikasih resep racikan.
    Apa ponakan saya bisa diberikan ventolin inhaler? cara pakainya bgmn ya?

    Trims ya Cak….

  601. 602 jazi Januari 7, 2010 pukul 11:44 pm

    aslm, mo nanya dok, anak saya lahir tidak langsung menangis, apakah ada gangguan pada organnya? apa penyebabnya dan apa efeknya? trims atas jawabannya

  602. 603 cakmoki Januari 9, 2010 pukul 1:12 am

    @ puspita:
    Tidak ada pengaruh negatif pada bayi. Pencampuran tersebut tidak lazim karena BCG diberikan segera setelah lahir sedangkan campak pada usia 6 bulan.
    Trims

    @ lina:
    Pada dasarnya, ventolis inhaler bisa digunakan untuk anak dengan cara yang sama pada dewasa dan dosisnya disesuaikan berat badan or atas petunjuk dokter, tapi anak umur segitu sulit untuk kooperatif.
    Menurut saya, sebaiknya tersedia obat sesak dan pengencer dahak (ekspectoran) di rumah untuk digunakan jika kambuh mengingat anak balita dengan sesak mudah kambuh jika terpapar cuaca dingin, debu, asap, bulu binatang dan jika aktifitas berlebihan.
    Pada usia balita biasanya mudah kambuh dan akan jarang kambuh seiring dengan bertambahnya usia serta tumbuh kembang anak.

    Obat yang dapat disediakan:
    Kombinasi bronkodilator (melonggarkan saluran nafas) atau lebih dikenal dengan obat sesak, dengan ekspektoran, misalnya: syrup Fertolin ekspectorant atau Proventol-Expectorant, dosis 3 x 1/2 sendok takar.
    Obat ini dapat digunakan sebagai pertolongan pertama saat batuk-sesak dan dapat disimpan jika udah sembuh, untuk digunakan lagi jika kambuh.
    Jika sesak banget, dapat ditambahkan syrup antialergi, misalnya syrup celestamine atau syrup dextamine, diminum 3×1/2 sendok takar untuk mempercepat penyembuhan.
    Trims

    @ jazi:
    Assalamu’alaikum …
    Gak perlu terlalu khawatir… anak yang lahir tidak langsung menangis akan distimulir oleh dokter dengan menepuk telapak kaki agar menangis. Gak papa… kondisi tersebut tidak menggambarkan adanya kelainan organ tapi karena keterlambatan refleks pernafasan belaka.
    Trims.
    Wass…

  603. 604 umminya rasikh Januari 14, 2010 pukul 2:44 am

    assalamu alaikum,
    mau tanya dok, anak saya, 4 tahun, gusinya bengkak karena gigi gerahamnya berlubang, bagian bawah rahangnya ada benjolan keras. sudah sekitar 1 bulan ini, dan sudah di beri antibiotik sirup 2x sama drg, tapi belum sembuh dan sekarang bengkaknya merambat ke gigi sebelahnya.mungkin salah saya juga yang kadang agak telat memberi obat tidak mesti tiap 8 jam.apa ini berpengaruh terhadap ke efektifan AB?
    benjolann keras di bwah rahangnya itu apa ya? berbahayakah? kalo dia di beri antibiotik lagi, tidak apa? saya agak khawatir dia mengkonbsumsi antibiotik terus.
    terima kasih

  604. 605 cakmoki Januari 14, 2010 pukul 11:53 am

    @ umminya rasikh:
    assalamu’alaikum,
    Jika gusi udah membengkak (ginggivitis), mutlak diperlukan antibiotika yang tepat sesuai berat badan dan diminum sedikitnya selama 7 hari. Penggunaan antibiotika yang tidak tepat Dosis, interval pemberian yg tidak teratur dan lamanya pemberian obat) justru akan menyebarkan infeksi ke area sekitarnya dan memperlama penyembuhan.
    Ketakutan berlebihan terhadap penggunaan antibiotika seringkali menambah parah infeksi. Perlu diketahui bahwa antibiotika tidak menakutkan seperti banyak ditulis media, sejauh penggunaannya sesuai indikasi, sesuai dosis dan sesuai lamanya pemberian berdasarkan jenis infeksinya.
    Benjolan di bawah rahang adalah limfadenitis, yakni infeksi atau radang kelenjar getah bening sebagai akibat penyebaran infeksi. Tidak bahaya sejauh diobati hingga kempes. Yg penting, benjolan jangan dipegang-pegang atau ditekan supaya tidak makin membesar.
    Pengobatan limfadenitis (benjolan di bawah rahang) pada umumnya memerlukan waktu lebih seminggu.

    Antibiotika yang lazim digunakan untuk ginggivitis (infeksi dan bemgkak pada gusi) sekaligus untuk infeksi kelenjar diantaranya: cefadroxyl syrup (dosis: 50-100 mg per kg berat badan per hari terbagi menjadi 2-3 dosis pemberian) atau syrup erythromycin (dosis: 30-50 mg per kg berat badan per hari, terbagi dalam 3-4 dosis pemberian).
    Adapun nyeri dan bengkaknya (sekaligus dapat juga untuk meredakan demam) adalah syrup ibuprofen (merk dagang misalnya: proris, febryn, dll) dosisnya: ,minimal 10 mg per kg berat badan per dosis, diberikan 3-4 kali sehari hingga bengkaknya hilang.

    Moga segera sembuh.
    Trims
    Wassalam

  605. 606 henny Januari 14, 2010 pukul 12:39 pm

    slm kenal cak!
    gini cak anak saya bbrp hari ini ga bs tidur mlm/gelisah kayak susah nafas.jadi tidurnya guling sana-sini kadang nungging dan ia tdr kayak org ngorok slm ini ga seperti itu tp kalo siang ga papa.trus dia sering ngeluh sakit dan ia sedikit demam,jg pilek dan batuk.matanya merah dan belekkan trus.usianya 1thn 7bln,kata omanya mngkin dia sakit typus.menurut cak gmn?apa anak seumur itu bs kena typus?gejala typus itu gmn?thx ntuk jwbannya.

  606. 607 cakmoki Januari 14, 2010 pukul 6:04 pm

    @ henny:
    Salam kenal…
    Menilik keluhannya, menurut saya ananda menderita ISPA dan conjungtivitis (infeksi selaput konjungtiva mata). Jika disertai nafas cepat dan batuk krok-krok ato sesak, kemungkinan Bonchopnemonia. Untuk memastikannya perlu periksa ke dokter terdekat.

    Kalo typhus sih kemungkinan besar enggak, soalnya typhus demam pada typhus mencapai seminggu lebih. Itulah sebabnya mengapa diagnosa typhus hanya dipercaya jika tes widal dilakukan pada minggu kedua demam dengan nila lebih dari 1/200. Atau Tes Tubex paling cepat dilakukan pada hari ke 4-5 demam dengan nilai positif 4 lebih.
    Orang jaman dulu emang lebih sering mendengar typhus ketimbang penyakit lain dikarenakan kurangnya akses informasi. Sehingga hampir setiap demam dikaitkan dengan typhus. Tapi angapan tersebut jarang terjadi di daerah yang dokternya rajin memberikan penyuluhan kepada masyarakat.

    Typhus dapat menyerang semua umur, tandanya tidak spesifik. Pada umumnya ditandai demam yang dari hari ke hari makin meningkat hingga hari ke tujuh, kemudian demam menetap pada minggu kedua dan kemudian menurun seiring dengan berkurangnya keluhan yang lain.
    Selain itu, ditandai pula dengan relatif bradikardi (maksudnya, frekuensi denyut jantung relatif lambat, padahal
    normalnya denyut jantung meningkat jika demam), lidah kotor kecoklatan (bukan lidah putih) pada minggu kedua, penurunan nafsu makan, kadang disertai diare atau bisa juga sembelit, dan gerakan usus (peristatik) relatif lebih lambat, serta kondisi tubuh makin melemah.
    Sebagai ilustrasi, jika seseorang didiagnosa typhus lantas diobati dan sembuh sebelum seminggu, maka diagnosa typhus patut dipertanyakan kebenarannya.

    Saran saya, sebaiknya periksa ke dokter agar dapat diketahui penyakitnya dan diberikan obat yang tepat.
    Trims

  607. 608 Ibu Nadine Januari 18, 2010 pukul 4:02 pm

    Halo Cak,

    Mau tanya lagi ya.

    Balita saya, usia 77 minggu (akhir bulan ini 18 bulan) dijadwalkan imunisasi Hib4 dan DPaT4. Menurut info Pediatrician-nya, Hib4 usia 15-18 bulan dan DPaT4 18-24 bulan. Kl tak salah keduanya bisa pake vaksin yg kombo itu ya Dok? Jadi, masih okay kah jika PAS usia 18 bulan diberi imunisasi tsb?

    Matur nuwun,
    Ibu Nadine

  608. 609 cakmoki Januari 19, 2010 pukul 4:28 am

    @ Ibu Nadine:
    Ya, benar… Dan masih okay.
    Matur nuwun

  609. 610 henny Januari 19, 2010 pukul 5:09 pm

    thx ya dok utk jwban pertanyaan saya sebelumnya.mau tanya lg dok,setahu saya vaksin campak itu 2x pd usia 9bln dan 6thn.tp masalahnya anak saya blm vaksin sm sekali sekarang usianya 1thn 7bln,apakah msh bs divaksin skrg atau sekalian tunggu anak saya 6thn?dan apa resikonya kalau blm vaksin di usia 9bln?vaksin MMR dan hepatitis A kpn diberikan?thx udah membantu.

  610. 611 cakmoki Januari 20, 2010 pukul 2:39 am

    @ henny:
    Imunisasi dasar campak diberikan pada usia 9 bulan, ada yang memberikan pada usia 6 bulan. Sedangkan pemberian kedua pada usia 6 tahun adalah booster. Karenanya, jika ada yg mengatakan campak 1 kali, maksudnya imunisasi dasar, tidak salah, dan jika ada yang mengatakan 2 kali, tidak salah… Demikian pula dengan batasan umur. Pembatasan tersebut tidak absolut, tapi fleksibel dan merupakan program yang sewaktu-waktu bisa berubah bergantung pada penilaian imunologi dan kebijakan masing-2 negara.
    Untuk itu, sebenarnya boleh diberikan vaksin setelah umur 9 bulan jika imunisasinya ke RS Swasta atau dokter praktek.
    Resikonya hanya berpeluang tertular morbili kalo belum imunisasi, gak ada resiko lain.

    MMR diberikan pada usia 15 bulan dan 6 tahun. Sedangkan Hepatitis A pada usia 2-6 tahun dengan interval (jeda waktu) 6-12 bulan.
    Selengkapnya tentang jadwal imunisasi, silahkan lihat pada halaman download, atau pada link berikut :
    http://www.box.net/shared/kijspdvhrm
    Trims

  611. 612 mama danish Januari 21, 2010 pukul 10:34 am

    cak, anakku umur 2 thn 10 bln di pinggir lidah ada garis putih udah hampir sebulan ga ilang, kemaren udah ke dokter kulit, dokternya ga bilang apa2 cuma analisanya kemungkinan jamur dan dikasi kenalog ama interhistin. ayahnya ada riwayat alergi dari keluarganya, jd apa itu gejala awal alergi dari pasta gigi apa botol susu? ato memang jamur? ato kemungkinan lain? mohon penjelasannya, tq…

  612. 613 pei Januari 21, 2010 pukul 10:58 pm

    dokt,

    anak saya 12 bln 10 kg skrg batuk pilek. batuknya sptnya sdh cukup lama nih mungkin sebulan lbh. misal mau dikasih antibiotik, bagusnya antibiotik apa yg dikasih ya?
    dan dosisnya gmn? misalnya diksh amoxicilin forte 0.25ml 3x sehari okeh ga?

    kalo mau dibareng dg nebu bisolvon dan larutan nacl, dosisnya masing-masing 1 ml utk sekali nebulizer apakah kurang atau ngga? dan brp kali? 1x sehari cukup ga dokt?

    bagaimana menurut dokt? terima kasih sebelumnya ya dok!
    best regards, pei

  613. 614 mama danish Januari 22, 2010 pukul 3:40 pm

    o iya cak pada anak saya tsb. tdk ada gejala yg menunjukkan kesakitan ato susah makan setelah hampir 5 hr saya menggunakan kenalog garis putih tsb pd. lidah berkurang tetapi sampai saat ini belum jg menghilang. mohon bantuannya ya cak soalnya saya agak bingung jg… makasih lg ya cak.. hehehe

  614. 615 cakmoki Januari 23, 2010 pukul 2:26 am

    @ mama danish:
    gambaran tersebut kemungkinan stomatitis aftosa yang disebabkan oleh mikro-organisme (jamur, virus, kuman, parasit) dan dapat juga hanya karena pergantian epitel lidah.
    Kalo gak ada keluhan dan masih mau makan atau minum, gak papa.
    Andai karena jamur, ditandai dengan bercak putih mirip lapisan yang menempel di lidah atau bibir, maka obatnya dapat ditambahkan daktarin oral gel dioleskan 4 kali sehari selama seminggu.
    Moga segera sembuh.
    Trims

    @ pei:
    boleh pake amoksisilin. Dosis minimal 50 mg per kg berat badan per hari. Berarti perlu 500 mg per hari atau 4 x 125 mg selama 4-5 hari.
    Bisolvon nebu dapat diberikan 3 kali 1-2 cc.
    Semoga segera sembuh.
    Trims

  615. 616 mangwix Januari 26, 2010 pukul 9:08 am

    salam… oya cak anak saya yang ke-2 umur 2,5 tahun makannya susah banget, makan nasinya susah apalagi sayur, udah berapa vitamin, tapi hasilnya nihil..apa mungkin pengaruh susu ya cak??tadinya pake bebelac trus saya ganti pake yg murahan, gimana ni donk, vitamin apa untuk penambah nafsu makan

  616. 617 Mama hilmy Januari 26, 2010 pukul 12:26 pm

    Dok, anak saya umur 2th 10bln 2 minggu lalu abis keluar dr RS krn sakit typus.setelah 2 minggu pengobatan typus pasca keluar dr RS skg dia terkena muntaber.BABnya air tp msh ada ampasnya+muntah2.sudah dibawa ke dokter,tp kok masih diare ya. anak saya kalo tidur minum susu 4-5 botol, apakah susunya perlu diganti yang bebas laktosa?karena saya bingung, saya browsing di internet ada yg bilang susu ga perlu diganti karena diarenya bukan karena susunya,tp ada yg bilang kalo pada saat diare akan terjadi intoleransi laktosa jadi diarenya yg menimbulkan intoleransi laktosa.jd susunya diganti yg rendah laktosa.bagaimana menurut dokter?apa susunya perlu diganti yg free laktosa?terima kasih sebelumnya.

  617. 618 cakmoki Januari 26, 2010 pukul 6:37 pm

    @ mangwix:
    salam…
    Anak umur segitu sangat jarang yang mau makan sayur. Gak perlu dipaksa makan sayur kalo anak belum mau.
    Anak tidak mau makan dapat disebabkan berbagai faktor, antara lain: (a) anak lebih suka main ketimbang makan seiring dengan rasa keingin tahuan anak mengenal lingkungannya, (b) anak lebih suka yang praktis, misalnya lebih suka susu ketimbang makanan padat, (c) menu tidak disukai anak, dan lain-lain.

    Vitamin bukan untuk merangsang nafsu makan sebagaimana seperti yang diiklankan, tapi sebagai zat yang membantu metabolisme (pengolahan) makanan dan sebagai zat pelengkap. Lagipula, dalam susu sudah ada vitamin yang banyak jenisnya.

    Jika anak lebih suka susu, untuk sementara susu dapat dilanjutkan sambil pelan-pelan dilatih makan makanan yang disukai anak, baik dari sisi citarasa, warna maupun keberagaman variasi makanan.
    Terimakasih

    @ mama hilmy:
    Jika anak minum susu yang sama dengan sebelum diare, bisa dipastikan bukan intoleransi laktosa. Seorang anak dicurigai intoleransi laktosa jika menggunakan susu baru lantas timbul diare. Itupun hanya sekitar 6%. Tidak seperti yang digembar-gemborkan di media, dimana dikit-dikit dikatakan intoleransi laktosa.
    Untuk itu, menurut saya tidak perlu ganti susu. Cukup dengan obat antidiare untuk meredakan diare dan obat yang mengandung lactobacillus untuk stabilisasi flora usus.
    Bisa jadi timbulnya diare tersebut berhubungan dengan pasca pengobatan typhus dimana obat-obat antibiotika jangka panjang adakalanya menimbulkan diare.
    Terimakasih

  618. 619 Ibu Nadine Januari 27, 2010 pukul 9:20 am

    Morning Cak,

    Anak saya (18 bulan) seharusnya ada jadwal imunisasi DPaT & Hib 4 tgl 29 Jan 2010 (lusa). Lah kok dhadak sejak kemarin kembung seperti masuk angin & gak nafsu makan. Minum susu pun tidak senafsu biasanya. Mau makan tp cuma sedikit, tapi kalau sarapan telur rebus & teh manis hangat mau.

    Saya coba kasih Dialac (strawberry), but she refused. Sedih deh, Cak. Sudah dibalur minyak telon & kayu putih, juga saya beri tolak angin anak (maaf sebut brand) dia mau. But still…perutnya masih kembung.

    Ada gak ya semacam Enzyplex gitu buat balita? Atau, boleh kah dia konsumsi yakult? Oh ya, Fyi…berat badan anak saya 11 kg, tinggi 87.5 cm

    Yo opo iki Cak? Imunisasinya boleh mulur seberapa lama kah? Soalnya kl berdasarkan informasi terdahulu, Hib4 batasnya 18 bulan…padahal kombo sama DPaT4 nya, Cak.

    Cak, hope to hear from you very soon ya. Matur nuwun.

    Salam,
    Ibu Nadine

  619. 620 Theradina Januari 28, 2010 pukul 11:35 am

    Pagi Dok, punten mau ikutan.
    Anak saya lahir 9 okt 2009 (2.3kg,46cm). kalo baca internet sih masuk small for gestational age ya dok.
    1. gimana caranya biar bisa ngejar ketinggalannya? terakhir nimbang 9 jan 2010 (pas 3 bln) 4.3kg. kata DSAnya kurang bbnya.Anaknya mah belum pernah sakit apa2, bab sehari sekali, maunya digendong n tidur terus. sejak januari mimi nutrilon premature karena saya dah mulai kerja.
    2. suka ngempeng jempolnya. boleh ga dok?
    3. sampai sekarang belum bisa tengkurap sendiri. kalo ditengkurapin, idungnya ndelep, blm bisa ngangkat kepalanya. harus dirangsang?
    Makasih.
    Hidup wong ndeso… kacamatanya keyeeen…

  620. 621 Ibu Nadine Januari 28, 2010 pukul 12:43 pm

    Morning Cak,

    Anak saya (18 bulan) seharusnya ada jadwal imunisasi DPaT & Hib 4 tgl 29 Jan 2010 (lusa). Lah kok dhadak sejak kemarin kembung seperti masuk angin & gak nafsu makan. Minum susu pun tidak senafsu biasanya. Mau makan tp cuma sedikit, tapi kalau sarapan telur rebus & teh manis hangat mau.

    Saya coba kasih Dialac (strawberry), but she refused. Sedih deh, Cak. Sudah dibalur minyak telon & kayu putih, juga saya beri tolak angin anak (maaf sebut brand) dia mau. But still…perutnya masih kembung.

    Ada gak ya semacam Enzyplex gitu buat balita? Atau, boleh kah dia konsumsi yakult? Oh ya, Fyi…berat badan anak saya 11 kg, tinggi 87.5 cm

    Yo opo iki Cak? Imunisasinya boleh mulur seberapa lama kah? Soalnya kl berdasarkan informasi terdahulu, Hib4 batasnya 18 bulan…padahal kombo sama DPaT4 nya, Cak.

    Cak, hope to hear from you very soon ya. Matur nuwun.

    Salam,
    Ibu Nadine

  621. 622 cakmoki Januari 28, 2010 pukul 4:15 pm

    @ Ibu Nadine:
    Maaf, terlambat menjawab :)
    Imunisasi boleh diundur kalau anak belum fit.
    Untuk kembungnya, ada obat kombinasi enzym dan anti flatulen (anti kembung) seperti anzyplex, yakni: Pankreon For Children dan Elsazym For Children, berbentuk bubuk granule dalam sachet. Dosisnya: 1 sachet per hari. Caranya: bubuk granule diencerkan dengan sari buah atau teh manis hingga menjadi seperti jelly atau lebih cair. Kemudian diberikan kepada anak balita bersama dengan makanan atau telor atau berbagai bentuk makanan lain yg disukai saat ini.
    Obat tersebut dapat dibagi manjadi 2-3 bagian untuk diberikan 2 kali sehari, selama 3 hari atau hingga kembungnya mereda.
    Moga ananda segera pulih kembali.
    maturnuwun.
    Salam

    @ Theradina:
    Met sore…

    1) Menurut saya, peningkatan 2 kg dalam 3 bulan sudah sangat bagus menilik berat badan lahirnya kurang dari 2,5 kg. Kalo pake rumus tumbuh kembang, perbandingan umur dan berat badan mencapai lebih 80 %, artinya cuup bagus.
    Untuk mengejar berat badan cukup dengan menambah frekuensi minum susu, misalnya memberi minum di sela jadwal minum dan saat tidur malam. Dikit-dikit tapi sering supaya tidak muntah.

    2) Ngempeng jempol adalah kebiasaan anak yang merupakan manifestasi reflek menghisap. Untuk mengatasinya diantaranya dengan memberi susu. Cara ini kadang kurang begitu berhasil, namun tak ada salahnya dicoba dan ditelateni.

    3) Ya, bener. Perlu dirangsang secara bertahap sampai bisa mengangkat kepalanya sendiri.

    moga si kecil dan segenap keluarga sehat selalu.
    Makasih :)
    *hidup wong ndeso ™* hahaha

  622. 623 umminya rasikh Februari 2, 2010 pukul 4:39 pm

    assalamu alaikum,
    mau nanya lagi dok. anakku, 1 tahun, batuk pilek sudah seminggu ini. aku sudah kasi obat dari bidan. yang mau aku tanya:
    1. seberapa sering frekuensi anak sakit batuk pilek masih dianggap wjar? kayanya dia lumayan sering kena tuh.
    2. apa batuk pilek bisa sembuh dengan sendirinya tanpa diobati, cuman banyak istirahat makan bergizi?
    3. pengaruh musim hujan gini ke batuk pilek apa ya?
    4. kalo batuk pileknya biasanya berapa lama ya?
    5. kondisi bagaimana anak saya perlu antibiotik?
    oya, si sulung juga sudah lama kaya ada ingus di hidungnya yang ga bisa dia keluarin, jadi cuma ‘kngeh-kngeh’ gitu, pernah saya tanya katanya bau. curiga polip ga sie dok? sebaiknya langsung periksa ato dokter punya saran obat?
    terime kasih banyak ya dok,

  623. 624 cakmoki Februari 2, 2010 pukul 11:14 pm

    @ umminya rasikh:
    Assalamu’alaikum …

    1) Batuk pilek ringan pada balita pada umumnya dialami 4 kali dalam setahun (buku pedoman dari Depkes). Tapi menurut saya, bergantung pada banyak faktor, diantaranya: cuaca, kelembaban, polusi, debu, asap, kepadatan penduduk, dan lain-lain.
    Di daerah kami yang cuacanya tidak menentu, berdebu, polusi dari industri kayu, rata-rata anak usia di bawah 3 tahun mengalami batuk pilek 1 kali sebulan. Di wilayah yang padat (mess perusahaan) kadang bisa 2 kali sebulan. Walau di ndeso, rata-2 masyarakat sini segera ke dokter ketika anaknya sakit (demam, batuk pilek, dll).
    Saya tidak tahu kondisi di daerah lain. Bisa jadi berbeda faktor lingkungannya.

    2) Bisa, jika batuk pilek disebabkan oleh mikro-organisme yang bersifat self-limited (sembuh sendiri), terutama virus-2 ringan. Namun tidak mudah memastikan penyebab batuk pilek, kecuali diperiksa oleh dokter. Kalau hanya batuk pilek ringan yg tidak terlalu mengganggu anak, kadang bisa sembuh sendiri dalam beberapa hari.

    3) Ya, musim hujan atau panas berdebu bisa menimbulkan batuk pilek.

    4) Kalo lebih 3 hari sebaiknya periksa ke dokter. Kalaupun setelah diperiksa dokter ternyata hanya batuk pilek ringan, biasanya dokter hanya memberi obat simptomatis, yakni obat untuk meredakan keluhanh agar anak tidak tersiksa.

    5) Sementara ga usah antibiotika dulu. Cukup dengan obat batuk ekspektoran (pengencer dahak) dan obat pilek atau kombinasi keduanya. Untuk usia 1 tahun dengan prakiraan berat badan 8-10 kg, dapat menggunakan: syrup Lapifed Expectorant atau Actifed Expectorant 3 x 1/2 sendok takar per hari.
    Untuk si sulung, jika usianya 3-5 tahun dengan berat badan sekitar 15 kg, dapat menggunakan syrup lapifed atau actifed, 3×1 sendok takar sehari.
    Mengingat si sulung ingusnya udah bau, kemungkinan ada infeksi sekunder oleh kuman. Menurut saya perlu antibiotika, misalnya: syrup erythromycin, dosisnya 30-50 mg per kg berat badan per hari dibagi dalam 3-4 dosis, diberikan selama 4- 7 hari hingga sembuh.
    Kalo polip sih enggak. Polip pada hidung (polip nasi) adalah jaringan seperti buah anggur yang tumbuh pada pangkal hidung dan nampak keluar masuk hidung.
    Sebaiknya keduanya dibawa ke dokter :)
    kalo belum sempat, sementara dapat menggunakan obat seperti di atas.
    Moga anak-anak segera sembuh.
    Makasih… Wassalamu’alaikum

  624. 625 mama danish Februari 3, 2010 pukul 11:27 am

    cak makasih ya penjelasannya udh sangat membantu buat ukuran mama pemula hehehe….cak mau nanya lg neh kmrn garis putih di lidahnya jg sempat menghilang (still garis putih di lidah) hehehe setelah saya steril semua botol susunya stiap hr eh cak kmrn muncul lg berbentuk bulat kecil dan pinggiran bulatan tersebut jg bergaris putih apa ya cak sebenernya? apa jg pengaruh makan udang yg menyebabkan alergi? trus kl emg hrs saya bawa lg buat konsultasi cocoknya spesialis apa ya cak? ato k dsa aja cukup? tq lg ya cak…

  625. 626 cakmoki Februari 3, 2010 pukul 12:33 pm

    @ mama danish:
    Ya bener, hendaknya botol susu dan dot diupayakan dalm keadaan steril agar tidak menimbulkan infeksi pada mulut, tenggorokan dan lidah.
    Bercak pada lidah dengan batas pinggir putih lazi terjadi pada bayi. Hal ini karena permukaan epitel lidah (sel-sel pada permukaan lidah) tidak merata tingginya. Kadang membentuk bercak seperti pulau-pulau. Sejauh gak ada keluhan (misalnya anak menjadirewel atau tidak mau minum), gak papa. Itu normal.
    Sebagai ilustrasi: rumput di lapangan, kalau tingginya rata maka akan nampak hijau merata. Sebaliknya jika ada daerah di bagian lapangan yang rumputnya lebih rendah, maka akan nampak gambaran seperti pulau jika dilihat dari kejauhan. Seperti itulah gambaran permukaan lidah kita. Pada permukaan lidah kita dipenuhi epitel yang makin tipis di sepanjang tepian lidah dan adagambaran garis di perbatasan tepian lidah dengan jaringan lidah bagian bawah. Balita yang nota bene masih dalam masa pertumbuhan, permukaan epitel lidah kadang gak sama tingginya oleh berbagai faktor. Hal ini wajar dan bukan merupakan kelainan. Kelak akan merata seiring dengan bertambahnya usia dan tumbuh kembang anak.
    Tidak perlu diobati. Menurut saya tidak perlu ke dokter, kecuali ingin bersedekah ke dokter (dsa)… hehehe.

    Beda jika misalnya bercak yang timbul di lidah berwarna putih dengan batas kemerahan pada tepinya dan menimbulkan keluhan seperti: demam atau gak mau minum. Kondisi semacam ini disebut dengan stomatitis aftosa. Kalo yang ini perlu obat.
    Selengkapnya tentang Stomatitis aftosa, silahkan baca artikel di blog ini: klik di sini

    Moga penjelasan singkat ini berguna.
    Makasih

  626. 627 mama bram Februari 4, 2010 pukul 9:15 am

    Assalamualaikum, Cak Moki…mau nanya nich,anak saya laki2 berumur 9th akhir2 ini selalu berkeringat terutama di bagian kepala jadi rambut bs basah tanpa aktivitas berlebih malah dlm keadaan tidur saja saya mesti gantiin bajuny trs bantalnya basah jg…knp ya cak? Makasih… Wassalamu’alaikum

  627. 628 Theradina Februari 5, 2010 pukul 1:42 pm

    Met Siang Dok…, jadi ketagihan ketemu nih…
    Setelah bisa tengkurap dan dirangsang u/ angkat kepalanya, anak saya sudah bisa guling2an dan kemarin terjatuh dari springbed. Sudah diperiksa ke dsa, ga papa sih, aktivitasnya normal n ga rewel n ga demam. dsanya memberikan resep prolacta for baby katanya vitamin buat otak.
    1. perlu diberikan ke bayinya ga sih dok?
    2. pernah dengar kalo di luar negeri dah ada penelitian bhw vitamin2 untuk otak bisa mengakibatkan autis, benar tidak?
    3. penyebab autis itu apa dok?
    4. mengenali gejala autis sejak dini itu gimana dok?
    Makasih…

  628. 629 cakmoki Februari 5, 2010 pukul 6:15 pm

    @ mama bram:
    Assalamu’alaikum,
    Gak papa mbak. Kondisi tersebut disebut dengan hiperhidrosis, jamak terjadi pada anak dalam usia pertumbuhan. Gak ada hubungannya dengan jantung seperti yg sering dikatakan orang. Hiperhidrosis atau keluar keringat berlebihan di bagian tubuh tertentu dikarenakan produksi keringat yg berlebihan pada kelenjar keringat di bagian tubuh tertentu.
    Makasih

    @ Theradina:
    1) Vitamin boleh diberikan. Menurut saya bukan untuk otak. Vitamin adalah zat penambah untuk metabolisme (pengolahan makanan). Kalo untuk otak ya belajar, komunikasi, dll…hehehe.

    2) Penyebab pasti autis hingga kini belum diketahui secara pasti. Adapun silang pendapat para ahli berubah-ubah setiap tahun. Demikian pula dugaan faktor-2 penyebabnya. Tubuh kita perlu vitamin yang umumnya udah terpenuhi dari minuman, makanan, susu, sayuran, buah, ASI, dll. Kalo gak kurang vitamin dan tidak sedang masa pemulihan dari sakit, gak perlu vitamin, cukup dari ASI (untuk bayi), makanan, minuman, sayur mayur, buah dan susu.

    3) Udah terjawab di nomor 2.

    4) Ada tanda mayor dan minor. Untuk mengenalinya, antara lain: hiperaktif (ukurannya sangat subyektif), gemar mengulang kata yg sama (inipun sebenarnya lazim pada anak), mata tidak mau menatap lawan bicara, kurang konsentrasi, tidak mampu mengulang cerita secara utuh dan sebagian isi cerita, dan masih banyak lagi…. Kalo dituruti semua tanda yang tercantum di buku, bisa-bisa para orang tua selalu khawatir dan menganggap anaknya autis hanya karena ada kesamaan dengan tanda yang disebutkan di buku-2.
    Ada yang sangat nampak tanda autisnya, ada pula yang bias. Karena itu banyak anak yang diduga autis tetap disekolahkan di sekolah umum hingga mencapai sarjana bahkan lebih.
    Tanpa mengecilkan sikap kewaspadaan para orang tua, jika anak menunjukkan tumbuh kembang yang tidak lazim, gak ada salahnya konsultasi ke DSA ahli autis atau Psikiater Anak.

    Makasih

  629. 630 umminya rasikh Februari 5, 2010 pukul 10:54 pm

    assalamualaikum,
    dok, kalo anak saya minum antibiotik jam 6, 14, n 20, trus y seharusnya saya kasih jam 14 tuh baru di kasi jam 16, waktu minum berikutnya gmn? tetap jam 20 atau mundur 2 jam dan begitu seterusnya?
    beda parasetamol, ibuprofen, n acetaminophen apa ya? saya pernah dapat saran klo anak yang pernah kena tbc, mending di kasi parasetamol (waktu itu bilangnya sanmol) aja. bener ga sih, dok
    sekian n trima kasih

  630. 631 cakmoki Februari 6, 2010 pukul 2:10 am

    @ umminya rasikh:
    assalamu’alaikum,
    ya, diundur 2 jam, tapi esoknya minum seperti semula.
    Nama lain parasetamol adalah acetaminophen. Sama aja. Sedangkan ibuprofen adalah jenis lain dari antipiretik-analgetik dimana kekuatan fungsi antipiretik (pereda demam) setara dengan kekuatan fungsi analgetik (pereda nyeri). Hanya saja efek samping iritasi lambungnya lebih besar ketimbang parasetamol.
    Anggapan bahwa parasetamol lebih baik ketimbang ibuprofen jika diberikan pada anak yang pernah menderita tbc adalah anggapan yg tidak benar.
    Makasih.

  631. 632 Theradina Februari 8, 2010 pukul 6:30 pm

    Met Sore Dok, jadi ketagihan ketemu…
    di kulit kepala anak saya muncul jerawat merah yang ujungnya putih. dulu2 sih ga ada, perasaan setelah minum prolacta for baby yang diberikan dsanya saat jatuh dari ranjang, jerawat tsb mulai timbul. ada teman yang menyarankan pakai diprogenta cream, bolehkah dok?
    Makasih..

  632. 633 cakmoki Februari 8, 2010 pukul 11:54 pm

    @ Theradina:
    Kemungkinan furunkel, yakni peradangan (infeksi) pada folikel (kelenjar) rambut yg mirip jerawat. Boleh pake Diprogenta. Jika seminggu setelah pemakaian diprogenta masih belum sembuh, silahkan ngabari ato periksa ke DSA.
    Makasih…

  633. 634 Suki Februari 14, 2010 pukul 11:57 am

    Hi Dok ..

    Dok anak sy umur 5bulan kemarin kamis pagi jatuh dari ranjang .. dan saya observasi selama 3 hari ini keadaannya baik2 .. tidak demam,muntah,benjol2 .. dan aktivitasnya masih seperti biasanya .. yang saya mau tanyakan apakah ini berarti sudah tidak ada bahaya lagi dok ?? apa yang harus saya lakukan lagi dok ?? trus tanggal 17 ini ada imunisasi IPD II .. apakah boleh di imunisasi aja dok ?? soalnya dia khan baru jatuh .. apakah ada hubungannya ?? thaanx ya dok

    Happy Valentine’s Day ..

  634. 635 cakmoki Februari 14, 2010 pukul 5:19 pm

    @ Suki:
    Hi…
    Tidak bahaya. Aman. Kalo 24-48 jam pasca benturan kepala gak ada keluhan apapun, berarti gapapa. Ga ada yg harus dilakukan. :)
    Boleh imunisasi dan ga ada hubungannya dengan imunisasi.
    Moga sehat selalu…
    Thanks
    Happy Valentine’s Day.

  635. 636 ameilia Februari 16, 2010 pukul 3:57 am

    Salam kenal dok,

    Konsultasi tentang ruam, dokter.

    Anak saya, Adnan, skr usianya 5 bulan. Sudah hampir 2 bulan belakangan ini kena ruam. Ruamnya di selangkangan, pantat, buah zakar dan penis. Tapi ruamnya ini timbul hilang – timbul hilang. Biasanya timbul setelah memakai popok sekali pakai (apapun merknya) atau jika hawanya panas dan sumuk. Lalu hilang setelah saya beri salep atau jika hawanya sudah ga panas dan sejuk.
    Salep yang saya gunakan sesuai resep DSA Adnan, salep mometasone furoate 0,1% yang dipakai sehari sekali. Salep ini sudah abis sampai 2 tube (1 tube 5gr).
    Selain pemberian salep, penanganan yang saya lakukan yaitu setiap ganti celana abis pipis dibersihkan dengan dialiri air hangat lalu dikeringkan (tanpa digosok2) dengan bahan handuk.
    Syukurnya, Adnan tidak rewel karena ruam ini. Tidurnya nyenyak dan beraktivitas dengan ceria.
    Namun, yang saya khawatirkan, timbul bercak putih pada bagian kulit yang tadinya bercak merah. Khususnya pada ruam di selangkangan dan pantat. Sehingga kulit Adnan jadi kelihatan belang-belang, dok.
    Pertanyaan saya:
    1. Apakah penanganannya sudah benar? Terutama terkait dengan salep yang saya gunakan.
    2. Apakah yang harus dilakukan agar ruamnya tidak timbul lagi?
    3. Apakah bercak-bercak putih dapat hilang? Bagaimana menghilangkannya?
    4. Apakah ruam di buah zakar dan penis tidak berbahaya untuk fungsinya nanti?
    Terima kasih banyak, dokter Eko.

  636. 637 ameilia Februari 16, 2010 pukul 4:14 am

    Saya lagi dokter Eko. ^_^
    Maaf, berurutan, mumpung bisa online.

    Kali ini konsultasi tentang benjolan di kepala, dok.

    Di kepala Adnan (5 bulan) saya temukan sedikitnya 3 benjolan. Di belakang telinga kanan, telinga kiri, dan kepala bagian belakang. Benjolannya kecil, sebesar biji kacang hijau. Tapi yang di telinga kiri agak besar, sebesar biji kacang tanah mungkin. Kecuali yang di belakang telinga kiri ini, benjolannya tidak terlihat kecuali saya sentuh. Kalau di raba, benjolannya lari-lari. Pertanyaan saya, ini benjolan apa ya, dok? Apakah berbahaya? Bagaimana menghilangkannya? Informasi saja, Adnan tidak punya histori sakit kecuali alergi di kulit dan ruam, dok.

    Terima kasih, dokter Eko.

  637. 638 cakmoki Februari 16, 2010 pukul 4:25 pm

    @ amelia:
    Salam kenal, sejawat dr. Eko :)

    1) Menilik ruam popok hilang timbul dan memberikan respon positif terhadap pemberian mometasone furoate 0,1%, serta penanganan yg sudah dilakukan selama ini, menurut saya langkah tersebut sudah benar. Artinya, DSA mendiagnosa dermatitis alergi (IDD ataupun contact dermatitis) yang merupakan salah satu sebab terbanyak ruam popok selain dermatofit.

    2) Pada usia segitu, kulit masih sensitif sehingga relatif lebih mudah terjadi ruam popok. Meski begitu, tak ada salahnya mencegah dengan langkah-2 yg bersifat umum, yakni: (a) pastikan popok tetap bersih dan kering, (b) Hindari pemakaian popok yang ketat, (c) Ganti popok segera setelah si kecil buang air kecil atau BAB. *Kadang kita kecolongan di saat jam-jam tidur*, (d) Gunakan air mengalir untuk membersihkan feces dengan bilasan lembut. Usahakan tidak menggosok area dubur dan pantat agar tidak iritasi. Biarkan area pantat mengering oleh udara terbuka.
    (e) Jika si kecil mengalami ruam popok, pada tahap awal dapat menggunakan krim pelindung kulit yang mengandung petrolatum dan zinc oxide. Oleskan secara lembut dan tipis sebagai pelindung kulit si kecil.

    3) Pada usia bayi hingga remaja, hipopigmentasi akibat bekas ruam dapat hilang dengan sendirinya sekitar 3 bulan setelah ruam sembuh, seiring dengan pemulihan kulit secara alami. Seyogyanya tidak menggunakan obat untuk menghindari terjadinya iritasi ataupun reaksi hipersensitif.

    4) Tidak bahaya. Ruam hanya terjadi di epidermis hingga dermis (ruam pada impetigo) sehingga tidak mengganggu fungsi reproduksi. Bahkan pada usia menjelang remaja dimana fungsi reproduksi mulai bekerja, ruam pada area organ genital tidak mengganggu fungsi reproduksi.

    Benjolan kecil di area servikal dan kepala bagian belakang yang mobile (mudah bergerak), pada umumnya limfadenitis akibat reaksi inflamasi oleh berbagai sebab, misalnya penjalaran infeksi sekunder karena dematitis alergi ataupun miliaria di area wajah dan kepala, dll.
    Limfadenitis kecil yang mobile tidak berbahaya, biasanya reversible, mengempis dengan sendirinya. Hanya saja perlu waktu beberapa minggu.
    Kalaupun membesar dan nyeri, ditandai dengan rewel saat benjolan kontak dengan bantal atau digendong, dapat diobati dengan antibiotika. Dianjurkan pake erythromycin syrup dengan dosis 30-50 mg/kg BB/ hari, diberikan dalam 3-4 dosis terbagi, selama sedikitnya 1-2 minggu hingga mengempis.
    Adapun untuk meredakan nyeri, dapat menggunakan ibuprofen syrup dengan dosis 10 mg/kg BB/ dosis, diberikan 3-4 kali pemberian per hari selama nyeri.
    Yg penting tidak dipegang-pegang supaya tidak membesar.

    Terimakasih telah berdiskusi
    Moga sehat selalu untuk sejawat dr. Eko dan sekeluarga.
    Salam

  638. 639 sehat4life Februari 17, 2010 pukul 1:31 am

    halo om, salut deh sama om cakmoki, pengunjung nya luar biasa. aku juga pengin pengunjung nya sebanyak ini untuk blog ku om. http://tf4life.co.nr bagaimana cara nya ya om?

  639. 640 ameilia Februari 17, 2010 pukul 9:37 am

    masyaAllah,

    bingung sendiri waktu lihat kok dr.Eko?
    kebanyakan makan basho Cak Eko … jadinya cak Moki salah sebut jadi cak Eko, akhirnya manggilnya dr.Eko. =p
    Ngapunten sanget, Cak.
    Mohon maaf, dokter Moki …
    jadi malu saya ….

    Dan terima kasih banyak responnya, dokter.
    Lebih melegakan.

  640. 641 cakmoki Februari 17, 2010 pukul 2:40 pm

    @ sehat4life:
    wah, saya malah gak memperhatikan masalah pengunjung.
    Emangnya ada caranya ?
    Selama ini gak ada cara khusus, hanya nulis dan diskusi aja.

    @ ameilia:
    lho … kenapa ?
    Maaf kalo saya salah sebut… :)
    makasih juga telah berbagi.

  641. 642 yanthi Februari 19, 2010 pukul 2:01 pm

    Salam kenal Dok,

    Saya baru nemu blog nya Dokter ini, wah bagus yach buat nambah pengetahuan dan berbagi pengalaman sekalian bisa konsultasi.

    Dok, saya ingin menanyakan beberapa hal, smoga Dokter berkenan menjawab nya.

    1. Mengenai batuk dab pilek pada anak.
    Anak saya usia 16 bulan, sering nya batuk pilek dok, di mulai pada usia 6 bulan keatas. Dari baru lahir hanya mendapatkan asi 1 bulan aja, karena saya ibu yg kurang beruntung tidak memiliki asi yg banyak. Asi sudah tidak ada lg setelah 1 bulan ( apa itu bisa dari faktor keturunan yach dok? ibu, kakak dan saudara kembar saya jg sama…tidak memiliki asi yg banyak, paling lama kakak saya cuma 3 bulan saja ) . nah akhir nya anak saya minum susu formula, ketika di mulai usia 8 bulan ke atas anak saya sering batuk, pilek di sertai muntah..yg lebih sering ketika sedang tidur nyenyak…tiba2 batuk2 dan muntah. DSA nya memvonis dia alergi susu sapi , Memang nya bisa yach dok, tanpa uji lab anak saya cuma di ceck bisa di vonis alergi susu..karena khan dari lahir oke2 aja minum susu sapi. Akhir nya saya ganti produk susu nya dengan kacang kedelai, tapi kok masih batuk2 saja….yg ada gak mau susu karena mungkin rasa nya gak enak bagi dia, akhir nya saya kembali lagi ke susu sapi, dan anak saya sembuh jg walau pun memang lama. Dok berarti anak saya ngak alergi susu sapi yach?

    2. Mengenai imunisasi MMR dan HIB
    Dok saya memang baca2 masalah autis dengan 2 imunisasi tersebut adalah pro dan kontra, saya jg baca bahwa gak ada kaitan nya autis dengan imunisasi ( saya lupa sumber nya )
    Dok, anak saya Sabtu 14-02-10 kemarin dapat imunisasi MMR yg sudah di jadwal DSA nya. kondisi nya adalah sehat, maka buru2 saya imunisasi mumpung sehat. Saya tanya efek samping setelah di suntik apakah panas atau ada gejala lain. DSA nya menjawab tidak ada, saya pun tenang jadi nya . Tapi selang 2 hari setelah MMR anak saya panas tinggi sampa 39 derajat, waktu itu saya kasih Naplek ( parasetamol drop ). turun sebentar trs naik lagi….jd rewel dan gelisa. Esok nya hari ke 3 panas sudah turun tapi keluar ruam2 merah di punggung, pantat dan paha nya…kemudian lama2 muncul bintil merah berisi cairan bening, seperti cacar air..sementara ruam2 di punggung hilang tinggal bintil2 di pantat, paha dan tangan itu pun tidak banyak dan rata melainkan sedikit. Saya tidak balik lg ke DSA krn saya tanya2 katanya imunisasi MMR ada yg 60% gak masalah dan 40% bermasalah seperti panas setelah 2-3 hari pasca MMR, ruam2 merah..apa bener DOK? sekarang sich sudah mulai kempes lentingan2 itu dan mengering, yg jd masalah anak saya jd batuk itu jg sangat jarang sekali batuk nya , hanya saja kadang di sertai muntah, dan kelihatan nya dia sakit sekali ketika ingin mengeluarkan lendir dari dalam tenggorokan nya. Dok itu efek MMR jg gak yach? Kadang gak batuk kadang batuk2 terutama hbs minum susu trs langsung tidur , tiba2 batuk2 trs muntah, seperti pada sore kemarin anak saya batuk sampai menangis dan kelihatan amat sakit, eh tau nya ada darah sedikit keluar bersama lendir dan susu. Berbahaya gak yach dok? Anak saya itu kenapa yach, maksud nya apa nya yg sakit, Ayah nya menyarankan ke Dokter spesialis THT karena menurut nya tenggorokan anak saya luka karena maksain lendir, sperti pengalaman anak teman kantor nya, maka td malam saya bawa ke Dokter spesialis THT, cuma di lihat tenggorokan nya saja dan di bilang gapapa, Dokter malah bilang ini pencernaan nya yg masalah ,peningkatan asam lambung maka suka muntah seperti maag pada anak, faktor nya mungkin dari susu. Apa benar begitu yach Dok ? Saya cuma bingung, jika benar pernyataan Dokter THT itu, Beliau dapat meresepkan obat pencernaan untuk anak? Anak saya dapat resep Claneksi amoxcilin syrup dan obat racikan ( untuk obat maag nya ) Dok, td pagi anak sy masih batuk2 tp jarang, trs sekarang sudah saya kasih obat nya 1/2 sdt plus racikan nya, blum batuk2 lagi sich, DOk aman kah obat yg di resepkan Dokter THT untuk anak saya yg 16 bulan itu? Bukan kah claneksi itu antibiotik? berdasarkan apa biasa nya dokter THT memberikan antibiotik itu? dan apa berpengaruhnya terhadap pencernaan ? Atau apa perlu saya kembali ke DSA nya saja dan tidak melanjukan minum obat yg di resepkan dokter THt itu?

    Mohon jawaban nya, sebelum nya saya ucapkan terima kasih

    Wassalam – Yanthi

  642. 643 cakmoki Februari 19, 2010 pukul 3:09 pm

    @ yanthi:
    salam kenal…
    Ok, saya bisa memahami kecemasan para ibu manakala anaknya sakit. Sebelum menjawab pertanyaan, perkenankan saya mereview sedikit tentang keluhan Batuk-pilek pada balita yang seringkali disertai muntah.
    Perlu diketahui bahwa insidens rate ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut/Atas) dengan segala variannya (bronkitis, asma, batuk alergi, dll) di Indonesia mencapai sekitar 40 % dari total angka kesakitan. Dan terbanyak dilami usia Balita. Itu sebabnya pada balita kerap mengalami Batuk-pilek dengan, bahkan ada yg 1-2 kali dalam sebulan. Di daerah kamipun sama saja. Lebih 10 orang per hari berobat dengan keluhan batuk pilek, dan acapkali disertai bunyi krok-krok. Ada yg sembuh dalam seminggu, adapula yang sembuhnya lama, hingga 3-4 minggu.
    Yg penting penjelasn kpd ortunya bahwa penyakit tersebut tidak bahaya jika diobati hingga sembuh.

    1) Susu formula sering dijadikan kambing hitam oleh berbagai pihak, termasuk dokter, sebagai penyebab batuk dan diare. Bahkan sampai-sampai tidak masuk akal. Betapa tidak, ada anak minum susu formula udah berbulan-bulan gapapa, lantas suatu hari sering batuk atau diare, lantas susunya disalahkan. Setelah ganti susu ternyata keluhan masih tetap berlangsung. Bukankan ini tidak rasional ?
    Saya tidak sependapat adanya anggapan, oleh ahli sekalipun, bahwa penyakit-2 pada balita dikarenakan alergi susu formula. Terlebih tanpa uji Lab. Kalaupun pake Lab, hasilnyapun kadang bisa salah. Ntar keluarnya hasil bisa aneh-aneh.
    Mari berpikir sederhana. Angka alergi susu formula pada balita hanya 6 %. Ditandai diare atau timbul ruam setelah minum susu, bukan setelah berbulan-bulan.
    Kalaupun batuk pilek-nya karena alergi, pemicu terbanyak adalah: cuaca, debu (termasuk debu rumah), bulu binatang, angin, dingin, asap, dan kadang karena aktifitas anak yg berlebihan.
    Ibu benar, setelah anak ganti susu dan tetap batuk, itu artinya tidak alergi susu. Dan benar juga telah kembali ke susu semula yang paling disukai anak.
    Jika anak batuk, pertolongan di rumah dapat dilakukan dengan memberikan obat batuk ekspektorant (pengencer dahak), misalnya syrup ambroxol atau syrup bromhexin. Dosisnya: 3×1 sendok takar (tidak seperti tertulis di etiket botol obat dimana dosisnya lebih rendah).
    Jika batuk disertai pilek, dapat menggunakan kombinasi obat batuk ekspectorant dan obat pilek, misalnya: actifed ekspectoran (bukan actifed DMP). Dan sejenisnya. Dengan demikian anak tidak perlu terlalu sering ke dokter.

    Tentang batuk disertai muntah.
    Pada anak usia di bawah 6 tahun, refleks spontan untuk mengeluarkan dahak masih belum berkembang sempurna. Sehingga dahak tertelan ke dalam perut. Itu sebabnya anak yang batuk pilek seringkali disertai muntah.

    Tentang ASI yang keluar hanya 1 bulan dapat dipengaruhi banyak faktor. Dan faktor keturunan diduga sebagai salah satu faktor.

    2) Benar, MMR dapat menimbulkan efek samping demam, ruam merah (skin rash0 atau keduanya. Adapun batuk pilek bukan karena MMR, namun bisa jadi karena faktor lain.

    Tentang batuk pilek yg disertai muntah dan darah.
    Sebagian udah terjawab di no.1. Pada anak dengan batuk pilek yg disertai muntah, dapat menimbulkan iritasi di tenggorokan oleh refleks muntah ataupun gesekan udara saat batuk. Nah iritasi tersebut dapat menimbulkan (a) infeksi sekunder di saluran nafas (termasuk tenggorokan), dan (b) keluarnya bercak-2 darah oleh luka kecil akibat iritasi di tenggorokan. Bukan dari lambung. Soalnya kalo dari lambung, warna darahnya hitam pekat dan BAB nya menghitam. Sedangkan bercak-2 darah pada batuk pilek yg disertai muntah berwarna merah segar atau merah tua. Itulah bedanya antara asal darah dari tenggorokan dan dari lambung.

    Obat dari THT (claneksi) hendaknya dilanjutkan hingga habis sesuai dosis yang dianjurkan. Jangan dikurangi karena dosis obat tersebut merupakan dosis terapi yang dihitung berdasarkan berat badan.
    Pemakaian antibiotik atau obat lain tidak menimbulkan bahaya sejauh sesuai dengan : indikasi, dosis, lamanya pemberian dan interval pemberian obat.
    Jika sudah sembuh, gak perlu kembali ke dokter :)

    Makasih

  643. 644 yanthi Februari 21, 2010 pukul 2:34 pm

    Selamat siang Dok,

    Terima kasih atas jawaban dan penjelasan2 yg Dokter berikan, sangat bermanfaat sekali untuk saya dan orangtua2 lain nya.

    Sekarang saya ingin berkonsultasi kembali Dok, kira nya Dokter berkenan menjawabnya.

    1. Alhamdulillah anak saya sudah baikan, sudah tidak rewel, tidak panas dan bintil2 merah nya sudah mengering, juga sudah tidak batuk2 dan muntah lagi.

    Cuma permasalahan nya adalah setelah sehari saya berikan obat yang di resepkan Dokter THT, anak saya sudah baikan. Ayah nya menyarankan tidak melanjutkan obat nya termasuk clanexsi itu, menurut nya, percuma sekali di kasih ke anak nya pasal nya si anak sangat susah minum obat, sering nya malah di muntahkan lg obat nya itu dok, percuma di buang2 gak di habiskan juga khan, jadi sudah hampir 2 hari ini saya stop pemberian obat nya termasuk antibiotik nya. jika saran doker antibiotik itu harus di habiskan, pada kasus anak saya ini bagaimana yach DOK? apa saya lanjutkan lagi padahal 2 hari dah absen ? berbahaya gak Dok, jika cara minum nya kayak gitu?

    2. Sekarang ini, saya baru tau kalau anak saya itu tumbuh gigi grahamnya,kata ibu2 yg lebih pengalaman dari saya, anak akan mual2 kalo tumbuh gigi, apa bener dok? jadi susah makan.

    Apa bener DOK, asam lambung akan meningkat klo lg tumbuh gigi, juga gak mau makan nya kira2 apa ada obat nya DOK? memang anak saya susah makan, tp masih masuk sayur dan buah walaupun gak saya paksakan habisa, tp saat ini gak mau makan sama sekali Dok, Alhamdulillah susus masih mau, bukan nya cuek sich tp saya jg baca2 di forum tanya jawab ini, kata Dokter anak susah makan gak perlu di paksakan.
    saat ini saya memberikan susu yg di campur dengan ekstrak sayuran2 beruba bubuk di dalam kapsul ( vitamin herbal ). yg kata nya sich alami. gitu promosi iklan nya hehehhe,,, kira2 apa gak bermasalah Dok? karena di dalam benak saya, yang penting ada unsur sayuran dan buah yg masuk.

    Maaf yach Dok, jika saya tanya2 melulu mungkin next nya jg tanya lagi hehhe…
    3. Dok, saya ini kembar (perempuan2), kami sudah menikah dan masing2 memiliki seorang anak. Anak saya perempuan 16 bulan BB 10 kg ( normal yach DOK? ) sedangkan kembaran memiliki putra 13 bln, kata orang2 tua dulu klo anak kembar 1 sakit maka 1 nya akan menyusul atau dua2 nya sakit, jd dari kecil jika saya sakit dan saudara kembar saya tidak sakit, ibu saya selalu memberikan obat ke kami berdua begitu jg sebalik nya, alasan nya biar yg satu gak ikut sakit.
    Nah masalah nya adalah….anak saya kemarin sakit , eh anak kembaran saya juga sakit yg sama…atau tiap kali anak saya sakit atau sebalik nya anak kembaran saya sakit, itu selalu ngikut anak2 kami. kayak kami dulu. ibu saya selalu wanti2 ( heheh ngeerti khan bahasa nya ) jika anak saya sakit saya harus kasih tau kembaran saya, biar dia ikut kasih obat jg ke anak nya, begitu jg sebalik nya…menurut saya sich gak logic aja , tp ibu saya suka cerewet ngingetin nya. soal nya kalo sakit nya ngikut2 padahal rumah kami berjauhan kadang suka mikir jg hehhe….Memang nya seperti itu bisa terjadi Dok? tetangga saya jg sering tanya2 klo sakit suka ikutan yach?

    Terima kasih banyak atas sharing nya, moga Dokter selalu sehat jadi selalu bisa menjawab pertanyaan2 dari orangtua2 yg belum ngerti seperti saya ( amien ) Soal nya klo di RS di kota susah DOK tanya2 ke Dokter nya, apalagi Dokter nya udah kesohor…selain ngantri nya panjang…dokter nya udah sibuk banget,baru selesai udah dipanggil pasien berikut nya. Tp disini saya puaaaaaaaasss….

    Wassalam

  644. 645 cakmoki Februari 21, 2010 pukul 6:30 pm

    @ yanthi:
    Met sore, mbak …

    1) batnya gapapa diminumkan lagi. Hanya saja, khusus untuk antibiotika, dapat diminumkan jika masih dalam waktu seminggu terhitung sejak awal diminumkan. Gak bahaya walaupun ada tenggat waktu hingga 2 hari.

    2) Memang ada anggapan bahwa jika anak gak mau makan lantas dihubungkan dengan tumbuh gigi, namun anggapan tersebut tidak benar. Banyak anak yg giginya dah lengkap tapi tetep sulit makan, trus yg disalahkan apanya lagi hayo… :)
    Pada dasarnya, anak memiliki perasaan dan mood seperti kita juga, kadang males makan, terlebih pada anak yang mulai jalan dan mulai ingin tahu sekelilingnya, maka ia lebih suka jalan ketimbang makan.

    Tentang herbal alami, atau apapun yang mengklaim alami, jelas bohong kalo dijadikan kemasan berupa kapsul, ekstrak, bubuk, dll. Mengapa ? Karena yang alami hanya yang segar dan langsung dikomsumsi.

    3) Anggapan tersebut tidak benar. Jika anak kembar berada dalam 1 rumah trus yg satu sakit lantas yg lain ikutan sakit, itu karena ketularan. Sedangkan jika berjauhan, itu hanya kebetulan belaka atau karena faktor endemi (penyebaran penyakit di suatu daerah atau negara). Hal ini dapat dimaklumi terutama pada anak yang menderita penyakit yg berhubungan dengan cuaca dan lingkungan seperti batuk pilek, diare dan sejenisnya.

    Contoh: jika seorang anak usia 2 tahun menderita sakit batuk pilek yg dipicu oleh perubahan cuaca atau polusi, maka anak-2 sebayanya kemungkinan juga mengalami hal yang sama walau mereka berada di kota yg berlainan jika kawasan tersebut sedang mengalami perubahan cuaca atau sebab lain yg berkaitan dengan penyebaran penyakit..

    Jadi, semuanya kembali kepada logika :) … sebenernya ilmu kesehatan itu gampang koq, cuma kadang para ortu udah panik duluan, plus ditakut-takuti tetangga… hahaha.

    Moga sehat selalu
    Makasih … Wassalam

  645. 646 dwie Februari 23, 2010 pukul 9:28 am

    pagi dok..
    mo tanya nih, anak saya bln depan 2 tahun. sampe sekarang masih ASI. udah di coba beralih ke susu formula sama uht, tapi koq susah ya…paling ga mau di kasih susu selain asi. saya sampe stress…ada ga ya minuman/makanan lain yang gizi nya mirip2 susu?
    Berat badanya susah banget naiknya. paling 1-2 ons. sekarang tingginya 87 BB 10,7 kg. normal ga ya?
    udah saya bw ke dsa ahli paru sama gastro, di cek macem2 katanya ga ada apa2, cuma intake nya aja yang kurang (kurang minum susu, asi nya udah ga ada gizi gitu kata dokternya). satu lagi dok, kalo BAB berlendir tp ga diare kenapa ya?
    trimakasih……

  646. 647 cakmoki Februari 23, 2010 pukul 3:23 pm

    @ dwie:
    Met siang…
    Umur 2 tahun dengn bb 10,7 kg ga masalah, yang penting anak aktif dan komunikatif.
    Anak sulit makan atau sulit minum susu selain ASI banyak sebabnya. Jika saat ini anak lebih suka ASI, gapapa. ASI tetap dilanjutkan, sementara itu anak tetap dilatih untuk mengenal makanan lain, misalnya: bubur, jajan yang terbuat dari tepung, dll. Itupun tidak bisa dilakukan seketika. Misalnya saat dikenalkan roti, jika awalnya hanya mau satu gigitan, tak perlu dipaksa-paksa untuk menghabiskan. Kadang anak perlu waktu beberapa hari hanya untuk mengenal citarasa 1 jenis makanan. Bisa juga dikenalkan makanan sambil bermain agar anak tidak merasa dipaksa.

    Tentang BAB berlendir tapi ga diare, sejauh tidak ada keluhan dan anak tidak rewel, tidak perlu obat. Bisa jadi hanya karena varian bentuk faeces.
    Makasih

  647. 648 yully astrina Februari 25, 2010 pukul 5:47 pm

    dok, saya mau nanya.. anak saya udah test urine trus d stu tertulis hasil bakterinya 11.0 kira2 itu bahaya gk dok? karna hasil yg lain pada negatif smua, saya tkt knp2 sama anak saya dok, tkt klo terjadi infeksi pada kandung kemihna.. tlong jawabanna y dok.. mksh

  648. 649 cakmoki Februari 26, 2010 pukul 2:50 am

    @ yulli astrina:
    kemungkinan ISK (infeksi saluran kemih)
    tp ga perlu khawatir. Tidak bahaya kalo diobati.
    makasih

  649. 650 Hardana Maret 1, 2010 pukul 10:12 am

    Obat pilek saja, untuk anak.

    Selamat Pagi Dok, salut dengan blog Cakmoki yang sangat berguna untuk kita semua yang ingin meningkatkan kualitas kesehatan.

    Saya ada satu pertanyaan: Anak saya laki 5 th 20 kg, kalau pilek saja (tanpa batuk & panas) bolehkah saya minta diracikkan di apotik: efedrin 4mg + ctm 0.8mg. Apa dilayani? kan itu berdua obat lingkaran merah. Apa dosis saya tepat? Jangan2 saya malah dimarahi / diketawai sama apotekernya hehe. Terima kasih banyak atas jawabannya.

  650. 651 cakmoki Maret 1, 2010 pukul 3:28 pm

    @ Hardana:
    iya, bisa-bisa dimarahi… :) .. obat racikan hanya akan dilayani jika berasal dari resep dokter karena harus dipertanggung jawabkan.
    Maaf, dosis tersebut kurang tepat.
    Menurut saya mending beli obat jadi aja, misalnya: sirup rhinos junior 3×1 sdk takar atau sirup lapifed 3×1/2-1 sdk takar.
    Makasih

  651. 652 lina Maret 7, 2010 pukul 1:00 am

    malem cak,mo ngerepotin lg neh….:)
    anak saya umur 5 taun,skrg lg muntah2,sehari bisa sampai 9-10 kali.muntah2nya udah 2 hr,kalo PUP nya br 2 kali,tp ‘lembek’.apakah anak saya muntaber atau keracunan makan cak? ada obat anti mual n muntah ga cak? kasian bgt,setiap di isi makanan,slalu keluar.terima kasih banyak.

  652. 653 lina Maret 7, 2010 pukul 1:02 am

    o iya cak,slama mual muntah boleh mnm susu ga? makanan yg dikonsumsi hrs bubur atau nasi? ada pantangan makanan tidak? makasih.

  653. 654 cakmoki Maret 7, 2010 pukul 10:08 pm

    @ lina:
    nampaknya gangguan pada pencernaan.
    Perlu anti muntah, misalnya vometa sirup, diminum 3×1/2 sendok takar dalam keadan perut kosong.
    Makan dan minum seperti biasa, tidak ada pantangan apapun.
    Sebainya minum lebih banyak dari biasanya untuk menghindari dehidrasi (kekurangan cairan). Jenis minumannya bebas.
    Makasih

  654. 655 mama nararya Maret 9, 2010 pukul 1:51 pm

    assalamu alaikum..
    salam kenal cak…

    mohon bantuannya nih cak mengenai pertanyaan sy ini..

    anak saya nararya (3.5 bln) sy memberikannya ASI eksklusif.. namun sudah sebulan ini BABnya jarang, kadang 2-4 hari sekali,pernah jg sampai 8 hari blm BAB. padahal semua makanan yg sy makan benar2 saya perhatikan seperti sayuran dan buah tidak pernah ketinggalan. saya sudah konsultasikan jg ke dr. anak.beliau memberikan obat yg melalui dubur.
    yg saya inginkan agar anak saya dapat BAB teratur cak.mohon sarannya.. terimaksih banyak sebelumnya..

  655. 656 cakmoki Maret 9, 2010 pukul 2:33 pm

    @ mama nararya:
    Asssalamu’alaikum …
    Salam kenal :)
    Ga papa, Bu… konstipasi sembelit) atau sulit BAB pada anak kerap terjadi dikarenakan anak memerlukan cairan lebih banyak untuk tumbuh kembang. Pada konstipasi, terjadi reabsorbsi penyerapan kembali) cairan di usus besar yang mestinya untuk melunakkan BAB, sehingga BAB menjadi keras.
    Penanggulangannya dengan obat yg dimasukkan dubur apabila dalam 2-3 hari tidak BAB. Obat tersebut aman untuk pemakaian jangka panjang. Lagipula makainya hanya 2-3 hari sekali.
    Kelak BAB akan teratur seiring dengan bertambahnya usia dan tumbuh kembang anak.

    Selengkapnya tentang Konstipasi, silahkan baca artikel di Blog ini pada link berikut:
    http://cakmoki86.wordpress.com/2009/04/04/sembelit/

    Makasih
    Wassalam

  656. 657 farida Maret 9, 2010 pukul 5:37 pm

    salam kenal cak moki yang udah kesohor baiknya , langsung aja ya , saya punya anak 7th dan menderita ashma kat DSA nya , padahal kami tdk mempunyai keturunan ashma , sekarang dia selalu memakai baby haler setiap kali ada serangan sesak napas yang didak parah , karena memang DSA kami meresepkan pada anak saya, ( ventolin 2 kali semprot dan yang satu saya kurang tahu apa namaya yang pasti berwarna ungu ) , yang saya tanyakan , seberapa aman memakai obat itu terus menurus , apa efek samping yang akan ditimbulkan di kemudian hari ? saya sungguh kawatir karena ternyata saya begitu keculitan mengontrol ashma anak saya , tindakan apa yang paling Cak moki anjurkan untuk anak saya cak ? mohon bantuanya . MAturnuwun . wass .

  657. 658 cakmoki Maret 9, 2010 pukul 6:18 pm

    @ farida:
    salam kenal …
    Sebenernya mengendalikan asma pada anak umur segitu tidak sulit, mengingat pada usia tersebut sudah bisa kooperatif. Bahkan pada usia Balita rata-2 sudah mampu mengenali tanda awal sesak sehingga mereka segera mengajak ke dokter atau minta obat saat merasa sesak. Tanda awal sesak, jika disertai batuk, biasanya batuknya berat, bunyi krok-krok … nah jika mengalami seperti itu, sebaiknya obat sesak sudah segera diberikan disertai obat pengencer dahak.
    Obat sesak, ventolin dan sejenisnya, aman digunakan jangka panjang, untuk bayi, anak, semua usia bahkan aman untuk ibu hamil. Justru dianjurkan segera diberikan agar asma tidak makin berat.
    Tentang pilihan sediaan obat, tak ada salahnya menanyakan ke anak, apakah lebih suka yang bentuk semprot atau yang bentuk sirop. Ini penting agar anak merasa enjoy menggunakannya.

    Adapun tentang penyakit asma, tidak mesti karena faktor keturunan. Asma dapat terjadi oleh 2 sebab utama, yakni:
    1) faktor ekstrinsik dan
    2) faktor intrinsik
    Faktor keturunan hanya salah satu dari faktor intrinsik, sedangkan faktor ekstrinsik lebih banyak karena faktor yang berhubungan dengan lingkungan, terutama: polusi, cuaca, bulu binatang, debu, dll.

    Maturnuwun

  658. 659 Ibu Nadine Maret 10, 2010 pukul 3:46 pm

    Dear Cak Moki,

    Seminggu lalu (02/03) anak balita saya (19 bulan) demam tinggi, sampai 40C. Demam mereda hanya jika diberi obat (paracetamol). Karena khawatir ada infeksi, maka besoknya (03/03) dibawa ke DSA.

    Hasil diagnosis, tidak ada radang di tenggorokan, tidak batuk & tidak pilek juga. Diberi resep paracetamol & ibuprofen oleh DSA (diminum) berselang 3 jam jika demam. Dan jika hari ke-3 masih demam, harus cek darah.

    Hari ke-3 ternyata demamnya masih suka muncul, naik turun. Langsung cek darah.
    Hasil sbb:

    Hematologi Rutin:
    -Hemoglobin 11.5
    -Hematokrit 35.7
    -Leukosit 4.100
    -Trombosit 183.000

    Serologi:
    -Widal negatif

    Imunologi:
    - Dengue IgG negatif
    - Dengue IgM positif

    Karena kondisi hematologinya masih baik, maka balita saya hanya rawat jalan saja, disarankan tes darah lg 2 hari berturut-turut untuk memantau.

    Hari ke-4, trombositnya menurun, nafsu makan & minum baik, namun ketika malam harinya menggigil.

    Hematologi Rutin:
    -Hemoglobin 11.7
    -Hematokrit 36.2
    -Leukosit 3.500
    -Trombosit 164.000

    Hari ke-4, trombositnya menurun, nafsu makan & minum baik, namun ketika malam harinya menggigil.

    Hematologi Rutin:
    -Hemoglobin 11.7
    -Hematokrit 36.2
    -Leukosit 3.500
    -Trombosit 164.000

    Hari ke-5, trombositnya menurun lagi dan muncul warna kemerahan di kulit, tapi nafsu makan & minum masih baik, dan sudah tidak menggigil.

    Hematologi Rutin:
    -Hemoglobin 11.3
    -Hematokrit 34.6
    -Leukosit 4.500
    -Trombosit 159.000
    Saya beri tambahan asupan elektrolit (pedialit) karena khawatir dehidrasi.

    Hari ke-6 (terakhir cek darah), kondisinya sudah semakin baik, warna kemerahan di kulit berkurang

    Hematologi Rutin:
    -Hemoglobin 11.8
    -Hematokrit 35.8
    -Leukosit 5.200
    -Trombosit 184.000

    Nah, Cak…cuma saya agak bingung. Indikasi DB sudah sembuh itu seperti apa? Apakah kl dilihat dari hasil cek darah terakhir tsb kondisi anak saya sudah pulih? Karena pernah baca, recovery dari DB itu sekitar 1 minggu. Dan tentang masa kritis DB itu loh, Cak. Sebenarnya seperti apa? Apakah ketika 2 hari trombositnya turun itu masa kritisnya?

    Waduh, cerita saya panjang bgt ya Cak? Saya tunggu informasinya.
    Terima kasih sebelumnya.

    Salam,
    Ibu Nadine

  659. 660 cakmoki Maret 11, 2010 pukul 2:16 pm

    @ Ibu Nadine:
    dear Ibu Nadine,
    Berdasarkan kronologi penyakit dan hasil Lab secara serial, tidak ada tanda-tanda indikasi Demam Berdarah Dengue.

    Masa kritis DBD hanya berlangsung sekitar 2 -7 hari, dengan masa kritis rata-rata pada hari ke 3 s/d hari ke 5 demam.
    Pada saat-saat tersebut, jika seseorang terserang virus dengue (DBD), terjadi plasma leaked, dimana cairan keluar dari pembiuluh darah ke jaringan interstitiel akibat penurunan trombosit hingga di bawah 100.000 dan peningkatan hematokrit lebih 20-25%, dan disertai tanda-2 syok (grade 1 s/d 4). Lab untuk monitor kecurigaan terhadao DBD hanya itu, yakni Trombosit dan Hematokrit. Selebihnya hanya untuk mengevaluasi ada tidaknya kemungkinan penyakit lain.

    Tentu DSA tersebut sudah melakukan penangan yg tepat, yakni kewaspadaan terhadap kemungkinan DBD. Dan hasilnya hingga Lab terakhir: Bukan DBD

    Pedoman bagi awam:
    DBD: jika klinis ada tanda-2 demam tidak spesifik dan disertai penurunan trombosit hingga 50.000.
    Pada DBD yang trombositnya antara 50.000 s/d 100.000.

    Mohon maaf jika jawaban saya terlalu teknis … soale jawaban semacam ini cocoknya untuk co-ass (calon dokter) mahasiswa kedokteran dan para dokter umum yang baru bertugas.

    Bahasan tentang DBD sudah saya tulis di blog ini sekitar 4 artikel, silahkan dicari… :D
    Makasih.

  660. 661 lina Maret 11, 2010 pukul 11:13 pm

    terima kasih cak atas jawabannya,si kaka skrg sudah sembuh,skrg ade nya yg sakit.muntah2 n diare.kalau muntahnya sudah mendingan,tp BAB masih cair,bau banget,ga sering cuma 2kali dlm sehari,tp kayaknya si ade ga nyaman,jd lemes,pdhl kalo sehat lincah banget.kalau diliat dr mimik mukanya kayak ada yg dirasa,kayak mual tp ga keluar. si ade knp yah cak? ada saran obat yg bisa diminum? terima kasih banget cak….:)

  661. 662 cakmoki Maret 12, 2010 pukul 1:45 am

    @ lina:
    saran saya, diobati supaya sembuh dan mengurangi penderitaan si ade. Setidaknya menggunakan anti diare dan anti mual. Selebihnya kita lihat perkembangannya.
    Kalo boleh tahu, berapa usia dan berat badannya ? ini penting untuk menentukan pilihan jenis dan dosis obat.
    Moga segera sembuh :)
    Makasih

  662. 663 lina Maret 12, 2010 pukul 8:38 am

    pagi cak,si ade umurnya 2,5 taun,berat badannya 13 kg.tp si ade ga apa2 kan cak,jarang2 di klw skit ampe diem kayak gitu. cak,kalaw tanda2 disentri perutnya mules ga?bedanya diare sama disentri apa yah cak?makasih banyak.

  663. 664 cakmoki Maret 12, 2010 pukul 11:54 am

    @ lina:
    kayaknya ade ada tanda-2 desentri, terlebih sekarang emang lagi musim ….biasanya perutnya mules, BAB bau atau berbusa, dikit-dikit kadang banyak…
    kalo sekarang masih seperti itu, sementara diobati dengan:
    1) anti diare: misalnya: sirup neo kaominal, diminum 4×1 sendok takar hingga BAB normal kembali.
    2) anti desentri, misalnya: sirup flagyl, diminum 4×1 sendok takar sampai habis.
    3) anti mual-muntah, misalnya sirup dometa, diminum 3×1/2 sendok takar kalo pas mual-muntah aja.
    Jika dalam 3 hari belum ada perubahan, mohon memberi kabar.
    Moga segera sembuh.

  664. 665 biru Maret 12, 2010 pukul 1:21 pm

    siang cak….
    mo tanya nih cak, anak saya minum susu formula
    ada yang bilang sufor yang baik itu yang kalau dikocok tidak berbusa, apa benar begitu cak ?
    lalu bayi saya kan sudah makan makanan padat, ketika diberi yang umur 6 bulan ke atas tidak masalah, ketika usianya 9 bulan saya beri milna yang 9 bulan ttp tiba2 bab nya jadi keras dan mukanya merah2 seperti alergi gitu cak
    mohon penjelasannya
    terimakasih sebelumnya cak ?

  665. 666 cakmoki Maret 12, 2010 pukul 2:01 pm

    @ biru:
    Met siang…
    Tidak benar….
    Muka merah bukan berarti alergi susu, dan BAB keras belum tentu berhubungan dengan susu formula, tapi lebih karena proses reabsorbsi pada usus besar. kalupun berkaitan dengan susu formula, biasanya hanya masalah cara penggantiannya saja. Tata cara pergantian dari susu yg satu ke susu yg lain, dilakukan dengan bertahap, mmisalnya: minggu pertama: 3/4 bagian susu I dicampur dg 1/4 bagian susu II, minggu kedua masing-2 1/2 bagian, danseterusnya hingga full susu kedua pada minggu keempat.

    Masalah makanan, hendaknya kita kembali ke ilmu dasar gizi, yakni: 4 sehat 5 sempurna. Jadi, kalo dikit-2 dibilang alergi susu, monggo kembali ke ilmu dasar gizi dan akal sehat :) supaya tidak mudah terpengaruh oleh anggapan-2 yang belum tentu benar.

    Tentang bab keras, silahkan baca artikel di Blog ini pada link berikut:
    http://cakmoki86.wordpress.com/2009/04/04/sembelit/

    Makasih :)

  666. 667 lina Maret 12, 2010 pukul 9:19 pm

    terima kasih banyak cak…..

  667. 668 cakmoki Maret 13, 2010 pukul 12:11 am

    @ lina:
    sama-sama…terimakasih telah berbagi

  668. 669 lina Maret 13, 2010 pukul 7:03 pm

    maaf cak,kalau boleh ngerepotin lagi…
    saya lagi bingung bgt,si ade bdnnya panas?tdnya mau saya bw kedokter tp hari sabtu dokternya weekend semua….:p
    si ade knp yah bs sampai panas? si kaka skrg juga BAB nya jd cair lagi,kalau untuk sikaka flagyl sirup nya berapa dosis yah cak? umur 6 tahun BB 23 kg. sirup flagyl nya boleh dicampur dengan obat lain? seperti sanmol atu bisolvon? sebab si ade batuk juga…
    terima kasih yah cak…

  669. 670 lina Maret 13, 2010 pukul 11:09 pm

    cak,panasnya kok ga turun2 yah,padahal sudah saya kasih sanmol.panasnya dr kemaren cak…kalau udah kyk gini jd bingung n panik deh….:(

  670. 671 cakmoki Maret 14, 2010 pukul 3:13 am

    @ lina:
    Maaf, terlambat menjawab… karena sy hanya bisa buka blog setelah praktek, setelah jam 11…

    ya, biasanya emang panas, bahkan kadang panas tinggi hingga menggigil…biasanya panasnya berlangsung hingga 3-4 hari.
    Boleh dicampur dengan obat lain..
    Kalo gitu perlu antibiotika yg ringan-2 aja… Co-trimoxazole (merk dagang misalnya: primadex sirup atau kaftrim sirup atau sanprima sirup…

    Untuk ade, co-trimoxazole diminum 3×1 sdk takar, sedikitnya 3-5 hari. Sanmol 4×1 sdk takar dan dapat diulang tiap 5 jam kalo masih panas.
    Yang lain-2 tetap sama.

    Sedangkan untuk kakak, co-trimoxazole diminum 2×2 sdk takar, sedikitnya 3-5 hari. Sanmol 3-4 x 2 sdk takar, dan dapat diulang setiap 5 jam kalo masih panas.
    Flagyl untuk kakak, sedikitnya 4×250 mg sehari, atau 4×2 sendok takar.
    Dosis bisolvon sama aja untuk keduanya.

    Besok malam sy tunggu perkembangannya..
    Moga segera sembuh.
    Trims

  671. 672 lina Maret 14, 2010 pukul 11:00 am

    terima kasih cak,saya coba obatnya….cak,si ade perutnya sampe keras,itu ga apa2 kan cak?kalau disentri,perutnya memang keras yah? panasnya sampe 39,8 C.panasnya sama sekali ga turun cak….hik…hik…:(

  672. 673 cakmoki Maret 14, 2010 pukul 9:01 pm

    @ lina:
    ya, kadang emang gitu … perut keras karena gas yg menumpuk akibat dari peningkatan gerakan usus (peristaltik)
    Biasanya kalo masi keras, perlu dikasih zinc tablet, 1×1.
    Ntar kalo dah minum antibiotika sekitar 3 hari, panasnya akan turun..

  673. 674 lina Maret 15, 2010 pukul 7:58 pm

    terima kasih banyak yah cak,sekarang si ade udah mendingan.
    I LUV U FULL deh…..:)
    satu pertanyaan lagi yah cak,katanya kalau disentri, BAB nya sudah pasti ada darahnya dan BAB nya sering banget ,betul ga seh cak?
    terima kasih…semoga allah membalas kebaikan cak….

  674. 675 lina Maret 15, 2010 pukul 10:27 pm

    cak,kalo zinc tablet itu contohnya dia zink yah….makasih.

  675. 676 syawaliani Maret 16, 2010 pukul 3:02 pm

    cak moki, anak saya umur 6tahun.4bulan berat 22 kg.mengeluh pusing dan kadang sakit perut.

    pagi ini saya cek lab hasilnya :positif typus.
    saya di kasih resep puyer, tapi ternyata kata apoterkerja resepnya kurang jelas dosisnya, 3 apotik bilang gitu. apotik yg terakhir telp dokter tapi tidak nyambung.

    hari ini libur,, jarang ada dokter yg praktek. obat untuk typus apa ya cak.. terima kasih cak sebelumnbya

  676. 677 syawaliani Maret 16, 2010 pukul 3:41 pm

    saya lampirkan hasil test nya cak:

    Hb : 11,6
    Ht : 35
    Lekosit : 8.900
    Tromboait : 310.000

    Widal : o : (+)1/80 H :(+) 1/160
    Ao: (+) 1/160 AH (+) 1/80
    Bo : (+) 1/80 BH : (+) 1/80
    Co: (+)1/80 CH : (+) 1/80

    Dengue IgG : (-) negatif
    Dengue IgM : (-) negatif

  677. 678 cakmoki Maret 16, 2010 pukul 7:35 pm

    @ lina:
    desentri banyak tandanya, sebagaimana sy sebutkan pada jawaban sebelumnya..sedangkan darah hanya salah satu tanda… itupun kalo kelamaan gak segera diobati.
    Sedangkan BAB nya, bisa sering bisa juga tidak… bisa juga bolak-balik brasa kebelet BAB tapi yg keluar cuma angin… banyaklah… dokter yg udah lama praktek dan sering menjumpai desentri biasanya bisa menduga dari keluhan dan pemeriksaan. Kalo orang awam, masing-2 punya pengalaman yg berbeda tp ga bisa dipakai sebagai pedoman.

    Ya, diazink salah satunya…
    Makasih

    @ syawalani:
    walah pak… kalo baru beberapa hari demam lantas diperiksa widal dan didakwa typhus, udah pasti gak bener … :) maaf saya kasih komen tegas supaya lebih gamblang.

    Berikut ini saya copy-paste jawaban atas pertanyaan sejenis:

    Menurut saya, berdasarkan panduan diagnosa dan terapi typhus, hasil tersebut tidak memenuhi syarat untuk diagnosa typhus. Artinya bukan typhus.

    Tes Widal hanya bisa dipercaya hasilnya jika:
    1) Dilakukan pada minggu kedua demam.

    2) Hasil Tes Widal dapat dianggap memenuhi syarat diagnosa typhus jika aglutinin Salmonella lebih dari 1/200.

    Test untuk typhus yang lebih canggh adalah Tubex TF, dimana dapat dilakukan pada hari kelima demam. Dianggap memenuhi syarat diagnosa typhus jika hasilnya menujukkan positif 4 hingga positif 10.

    Ilustrasinya begini:
    ibarat sholat, kita tahu bahwa sholat Maghrib dilaksanakan 3 raka’at, setelah matahari terbenam.
    Artinya, seseorang diangap benar melakukan sholat maghrib bila jumlah raka’at: 3 dan waktunya setelah matahari terbenam, serta sesuai dg kaidah syrat dan rujun sholat.
    Pada typhus, jika widal dilakukan dalam minggu pertama (sedangkan syarat untuk dipercaya pada minggu kedua), dan hasilnya kurang dari 1/200 (sedangkan syrat untuk dipercaya >1/200) …. berarti tidak memenuhi syarat untuk dikatakan typhus bukan ?

    Diskusi panjang tentang typhus dan pemeriksaan lab yang keliru interpretasi, silahkan baca artikel “tipus tidak harus makan bubur” pada link berikut:
    http://cakmoki86.wordpress.com/2007/01/12/tifus-tidak-harus-makan-bubur/

    Makasih

  678. 679 lina Maret 16, 2010 pukul 9:15 pm

    terima kasih banget yah cak…..:)

  679. 680 cakmoki Maret 18, 2010 pukul 12:16 am

    @ lina:
    sama-sama :)

  680. 681 Theradina Maret 22, 2010 pukul 9:55 am

    Pagi Dok…
    Mau konsultasi lagi nih…
    Dok, anak saya lahir 2.3kg, kemarin 5 bln 9 hari ditimbang 5kg. DSAnya bilang kurang penambahan bb nya, kalau nanti 1 tahun bb nya belum 3x berat lahir harus dites mantoux. kalau baca sharing2 diatas tes mantoux untuk mngetahui anak tsb TBC atau tidak, padahal anak saya sehat hanya bbnya kurang.
    1. apa harus tes nantinya?
    2. kebutuhan susunya adalah bb x 180ml = 5 x 180ml = 900ml. cumanya anak saya miminya 90 ml x 5 kali karena sesudah tidur jam 8 malam ga mau mimi lagi. kadang saya juga tidak tega kalau ngejejelin dot dan mengganggu tidurnya. Apa harus dimimiin malam s/d subuh dok?
    3. Saat hamil memang dsognya bilang janinnya kecil sehingga saya diberi susu proten. kalau audi boleh dimimin proten ga dok? takarannya berapa kalau boleh?
    (komposisi proten persachet 52 gram = protein 10 gram, calories 212 kcal, 12 vitamins, minerals, including trace elements).
    Makasih Dok…

  681. 682 rouli yusnita Maret 22, 2010 pukul 2:25 pm

    Siang dokter,
    dokter anak saya perempuan usia 8 bulan 10 hari.berat lahir 3 kg panjang 50 cm.berat sekarang 7 kg panjang 67 cm.anak saya sudah bisa guling2 angkat badan ngoceh ma ma papa belum bisa duduk.anak saya sering berkeringat,terutama setiap kali habis minum susu dan makan.sejak umur 5 bulan sampai 8 bulan berat tetap 6,5 kg.padahal anak saya makan mau minum mau,tidur cukup.Memang anak saya pernah beberapa kali diare,sembuh setelah 2-3 hari.makan bubur saring 3x sehari selingan biskuit atau buah 1X sehari.minum susu 120ml per 3 jam.saya mau tanya kenapa berat badan anak saya sulit sekali naik.apakah pola makan dan minum sudah benar?saya sudah konsultasi ke dsa,saya di suruh coba kasih anak saya bubur susu instant penambah berat badan,di suruh rutin kasi sampai satu bulan baru cek lagi ke dia.saya tanya apa anak saya perlu di test darah tau lainnya,katanya belum perlu.saya pernah lihat di internet anak berat badan rendah karena flek paru,gizi buruk,jantung,pencernaan apa anak saya tidak perlu test itu.apa bubur instant lebih baik dari bubur buatan sendiri.kalau bisa tolong kasih jadwal menu makan anak saya yg baik untuk umur delapan bulan.makasih ya dokter.

  682. 683 cakmoki Maret 22, 2010 pukul 5:28 pm

    @ Theradina:
    selamat sore…

    1) Tidak harus. Alasan tidak harus tes mantoux sudah penjenengan tulis :)

    2) Kalu mampunya ukuran segitu gak papa… yang penting anaknya merasa enjoy… tapi gak ada salahnya selalu mencoba menambah minum sedikit demi sedikit saat tidur… biasanya secara refleks, anak akan menghisap minuman.

    3) Menurut saya, tidak harus diberikan proten. Lebih bagus kalau menggunakan susu yang disukai bayi agar dapat menikmati minumnya tanpa paksaan.
    Saya bisa memahami para ibu yang suka risau melihat perkembangan berat badan anaknya. Namun hendaknya perlu dipahami bahwa adakalanya berat badan anak tidak selalu berbanding lurus dengan kemauan orang tua… tapi percayalah, kelak berat badan anak akan naik seiring dengan bertambahnya usia dan tumbuh kembang anak.

    Terimakasih

    @ rouli yusnita:
    Selamat sore
    Saya sependapat dengan DSA yang memeriksa anak ibu…tidak perlu test mantoux hanya karena berat badan sulit naik. Terlebih sebelumnya emang sering diare, sehingga bisa dikatakan wajar kalau berat badannya sulit naik. Tapi, dengan ketelatenan memberikan makanan tambahan yg disukai anak, dan rajin kontrol ke DSA, niscaya tumbuh kembang anak akan selalu terpantau dengan baik, dan akan naik seiring dengan bertambahnya usia dan tumbuh kembang anak.
    Lagipula, perbandingan umur dan berat badan segitu, bukan termasuk gizi buruk.

    Tentang makanan tambahan (bubur susu instan, dll) sebagaimana disarankan DSA, tidak ada jadwal khusus, yang penting anak senang dengan cita rasanya dan diberikan sesering mungkin (sedikit demi sedikit) sejauh anak mau makan.

    Semoga sehat selalu.
    Terimakasih

  683. 684 rouli yusnita Maret 22, 2010 pukul 5:40 pm

    terima kasih banyak dokter atas advicenya.sekarang hati saya lebih plong.Tuhan memberkatimu selalu ya dokter baik

  684. 685 umminya rasikh Maret 22, 2010 pukul 9:41 pm

    assalamu alaikum, dok
    numpang nanya,
    1. anak saya pernah panas tinggi, tapi kalo pagi turun dan segar lagi, trus siangnya pnas dan lemas.saya kasi sanmol, ga turun-turun. tlrus begitu di kasi sirup tilung(yang dari cacing itu dok), langsung turun. anak saya tu sakit apa ya? kandungan tilung apa ya dok? ko bisa menurunkan panas cepat?
    2. dsa pernah ngasi anak saya resep puyer. setahu saya puyer dah ga boleh ya dok?
    3. anak kedua saya umur 15 bulan, dok,. mau saya hentikan ASI,karena umminya hamil lagi. yang lebih bagus susu apa dok, formula lanjutan, susu sapi murni atau susu pertum.buhan untuk 1 tahun +.
    4. si sulung dari tadi pagi panas, dia ngeluh sakit perut,. anaknya juga lemas, tiduran aja,. pipisnya juga mau di tempat tidur, katanya lututnya sakit kalo jongkok. sudh saya kasi sanmol 3x, tapi blum ada perubahan. terakhir saya ukur panasnya ampai 40. baiknya langsung di bawa k doktr atau tunggu prkmbangan ya dok?
    terima kasih dok

  685. 686 rouli yusnita Maret 23, 2010 pukul 12:42 pm

    Maaf merepotkan lagi dokter.anak perempuan saya 8 bulan 11 hari berat 7 kg dari kemarin malam bersin2 dan agak pilek.sepertinya tertular dari abangnya 4 tahun 5 bulan yg batuk pilek sejak hari sabtu, tapi abangnya sudah sembuh batuk pileknya saya kasih triaminic.sebaiknya anak perempuan saya saya kasih obat apa ya dokter supaya pileknya sembuh.terimakasih dokter.

  686. 687 cakmoki Maret 23, 2010 pukul 1:17 pm

    @ rouli yusnita:
    Obat pilek-bersin-hidung mampet, dapat menggunakan triaminic pilek. 2-3 kali 1/4 sendok takar.
    Andai ada peringatan “tidak dianjurkan untuk anak di bawah 2 tahun”, abaikan saja. Peringatan tersebut untuk awam yang tanpa ksaran dokter.
    Moga sehat selalu… makasih

    @ umminya rasikh:
    Assalamu’alaikum…
    1) maaf, saya tidak tahu kandungan sirup tilung. Dan saya tidak pernah percaya pada hal-hal yang tidak jelas… sekali lagi mohon maaf.

    2) puyer tidak dianjurkan, kecuali untuk obat-obat yg memerlukan dosis khusus yang tidak tersedia dalam bentuk obat jadi, atau yang tidak tersedia dalam bentuk sirup. Lagipula, pasien berhak meminta bentuk obat sesuai kesukaan anak. Misalnya anak suka dengan sirup rasa buah, maka orang tua sebaiknya mehnyampaikan ke dokter. Kalo dokternya murang-muring, pindah dokter aja … hehehe

    3) semua sama bagusnya, sejauh anak menyukainya. kalau nuruti iklan, gak ada yang tidak nomer satu. Yang terbaik adalah ASI.

    4) Ditunggu perkembangannya hingga 1-2 hari setelah minum pereda panas. Dosis parasetamol (sanmol, dumin, dll): 10-20 mg per kg berat badan per dosis. dapat diberikan setiak 6 jam. Adapun dosis ibuprofen (proris, febryn, arthrifen, dll): dosis minimal 10 mg per kg berat badan per dosis pemberian, dapat diberikan setiap 6-8 jam. Jika dalam 2 hari masih belum reda, seyogyanya periksa ke dokter terdekat.

    Makasih…. Wassalam

  687. 688 sujianto Maret 23, 2010 pukul 11:32 pm

    ass…wr..wb..sblmnya salam kenal,mudah-mudahan sehat-sehat semua.lanjut kepokok masalah.gini cak,saya punya anak umur 2.5 th,saya minumin susu indomil baya ga cak,sebab anak sya minum susu untuk sepantaran dia ga mau cak.trimakasih wsslm

  688. 689 cakmoki Maret 24, 2010 pukul 2:09 pm

    @ sujianto:
    Assalamu’alaikum… salam kenal dan semoga sehat selalu.
    Gak papa …. gak bahaya. Yang penting anaknya suka.
    Makasih. Wassalam

  689. 690 sujianto Maret 24, 2010 pukul 6:03 pm

    ass…wr..wb…makasih cakmoki saranya,mudah2 sukses selalu.wassalam

  690. 691 sujianto Maret 24, 2010 pukul 7:14 pm

    Ass..wr..wb…maaf cakmoki alias wong deso selalu disukai banyak wong deso,mau nanya lgi ni cak,,gini anak saya udah umur 2.5 th tapi kok ngomongnya lambat ya cak,ya paling Mama2,maem2,klu diajarin anaknya males baget,klu main ama anak umur 4 th mau tu niru ngomongnya,ya blum lancar lah.gimana ya cak cara ngajarinnya biar bisa lancar ngomongnya,makasih Wassalam…

  691. 692 cakmoki Maret 24, 2010 pukul 11:50 pm

    @ sujianto:
    Assalamu’alaikum, wr, wb….
    Sebenarnya tindakan bapak dengan membiasakan anak berbicara dengan anak yang lebih besar, sudah sangat tepat. Hanya saja mungkin memerlukan waktu lama karena ucapan yang ditiru dari anak yang lebih besar bersifat alamiah dan spontan.

    Jika ingin lebih cepat dan terprogram, bapak dapat memeriksaan anak ke Poliklinik Tumbuh Kembang Anak, RSUD setempat. Di situ, anak akan dilatih dengan pola bermain (menggunakan gambar, mainan, dll) sehingga anak merasa enjoy. Nah, metoda pelatihan di Poliklinik Tumbuh Kembang Ank tersebut dapat dilakukan di rumah atas petunjuk dari instruktur (dokter, psikolog).

    Makasih … Wassalam

  692. 693 pei Maret 25, 2010 pukul 1:40 am

    dokter cakmoki yg baik,
    mau tanya.. anak sy umurnya baru 15 bln sekitar 9kg beratnya
    sdh 3 hr 3 mlm ini demam tinggi.. hr ke-3 sih sdh ga sepanas hr 1&2 yg mencapai +/- 39 derajat.
    awal2 sy ksh tempra drop. mlm ke-2 stlh keliatan meler+batuk dahak, sy kasih nipe dan prospan 2.5ml x 3 sehari. cuma skrg ini jadi susah minum susu (anak sy alergi susu sapi jd minum susu soya). berat bdnnya sblm sakit sekitar 9.7kg dan harusnya sih 10kg bagusnya tp malah turun lmyn bnyk.
    anak sy ini sdh dijadual akan operasi bius total tgl 5 apr, tgl 1 apr akan cek darah dulu.
    apa baiknya ksh antibiotik jg dok ya? krn diharapkan awal apr harusnya sehat dan fit 100%
    atau immunos gitu apa jg bs bagus dokter?
    sy tadi sore cari vitamin penambah nafsu mkn curcuma plus yg ada immun jg spy anak sy bs kembali normal makannya.

    looking forw to hearing from u.
    terima kasih sebelumnya dokter.

    best regards,
    brian n pei2

  693. 694 Theradina Maret 25, 2010 pukul 5:35 pm

    Maaf baru berkunjung lagi. Makasih ya Dok. Smoga sehat, sukses n bahagia selalu bersama keluarga.

  694. 695 cakmoki Maret 26, 2010 pukul 12:16 am

    @ pei:
    Ya, bisa ditambahkan antibiotika, amoksisilin sirup, 4 x 1 sendok takar. Dosis amoksisilin, minimal 50 mg per kg berat badan per hari, diberikan dalam 3-4 dosis pemberian.
    Obat lain dapat dilanjutkan.
    Boleh diberikan curucuma plus. Tapi perlu diketahui bahwa vitamin bukan untuk nafsu makan sebagaimana yg diiklankan, namun sebagai zat penunjang metabolisme (pengolahan makanan).
    Moga segera sembuh.
    Makasih

    @ Theradina:
    Makasih atas support dan do’anya. Demikian pula sebaliknya.

  695. 696 herry Maret 26, 2010 pukul 5:21 pm

    nuwun sewu cak dokter, mo nanya lagi. Ini tentang anak saya yg kecil (umur 11 thn), kenapa kalau nguap matanya kok besar sebelah nggih dok… maaf harusnya nanya waktu masih kecil ya. Maturnuwun cak dokter.

  696. 697 cakmoki Maret 27, 2010 pukul 2:48 am

    @ herry:
    kalo hanya waktu nguap aja, gak papa. Itu karena kontraksi otot-otot sekitar mata yang adakalanya ga simitris pada gerakan tertentu. .
    sama halnya ketika kita tertawa atau berekspresi, kadang ada bagian wajah kita yang tidak simitris saat berekspresi.
    Maaf, menurut saya tidak apa-apa… Maturnuwun

  697. 698 pei Maret 29, 2010 pukul 4:57 pm

    dokter cakmoki,

    saat kemarin sdh sy ksh anak saya yg demam flu batuk
    amoxan syrup yg 5ml=125mg 1 botol 60ml..diberikan 3 x sehari.. nipe dan prospan masing2 2.5ml 3x sehari..
    tapi belum sembuh juga..
    apakah boleh dilanjutkan dg tambahan 1 botol 60ml?
    atau hanya boleh lanjut obat flu dan batuknya saja?

    mohon petunjuk dokter.

    terimakasih dok. sebelumnya..

    best regards,
    brian n pei2

  698. 699 lina Maret 29, 2010 pukul 9:49 pm

    malem dok….maaf mau merepotkan lagi dengan pertanyaan…:)
    cak….si kaka lagi batuk,lagi gatel2nya…satu hari ini batuknya terus2an….kasian banget cak…sampe cape kayaknya kalau lagi batuk.cak,ada obat batuk yg bisa meredakan batuk si kaka?
    terima kasih banyak…

  699. 700 cakmoki Maret 29, 2010 pukul 11:46 pm

    @ pie:
    Amoxan syrup 4 x 1 sendok takar, sebagaimana jawaban sebelumnya, untuk BB 7,6 s/d 10 kg. Antibiotika dah ga perlu dilanjtkan.
    ok, dapat dilanjutkan obat batuk dan flu, dosisnya 3 x 1 sendok takar (5 cc), bukan 2,5 cc.
    Kita tunggu perkembangannya hingga 4 hari ke depan. Seandainya masih batuk dan batuknya krok-krok, ntar diganti obatnya.
    Moga segera sembuh.
    Trims

    @ lina:
    Maaf, si kaka tuh yg umur 5 tahun ya ? BB -nya berapa kg ? dan apakah batuknya krok-krok disertai kesulitan bernafas?
    Mohon tambahan infonya.
    Makasih

  700. 701 cakmoki Maret 30, 2010 pukul 12:13 am

    @ lina:
    maaf, saya barusan scroll lagi, ternyata si kaka 6 tahun, bb 23 kg. Sementara dapat menggunakan sirup Poncodryl expectorant, diminum 3×1 sendok takar. Kalo batuknya ktrok-2 atau disertai sesak atau kesulitan bernafas, maka perlu ditambah obat untuk melonggarkan napas (obat sesak). Kalo enggak, sementara cukup dg sirup Poncodryl expectorant.
    Moga segera sembuh.
    Makasih

  701. 702 lina Maret 30, 2010 pukul 11:01 am

    terima kasih cak….:)

  702. 703 pey2 Maret 31, 2010 pukul 10:12 am

    dokter cakmoki,
    obat batuknya darren (15bln, 9.4kg) sebelumnya pake prospan zat aktif dried ivy leaf extrac.
    pada petunjuk pemakaian prospan ini ditulis

    “pengobatan harus berakhir dalam satu minggu, sekalipun pada inflamasi minor dari saluran pernafasan. Pengobatan dg Prospan Cough Syrup harus diteruskan selama 2-3 hari setelah gejala reda utk memastikan keberhasilan pengobatan”.

    ternyata per hr ini anak sy sudah habis 1 botol prospan 100ml diminum 3x 2.5ml.
    apa sebaiknya langsung ganti obat skrg ya dokter?

    saya mau ikutin advice dokt utk kasih obat flu n batuk 3x sehari@5ml cuma obat flu yg baiknya apa dan obat batuknya apakah msh boleh kembali beli 1 botol prospan 100 ml lagi dokt?

    terimakasih sebelumnya.
    best regards,
    brian n pei2

  703. 704 cakmoki Maret 31, 2010 pukul 12:26 pm

    @ lina:
    sama-sama….mbak :)

    @ pey2:
    Prospan bisa diterusin mbak, gak papa. Bukan berakhir 1 minggu, tapi sekurang-kurangnya seminggu.
    Kalo masih batuk, boleh beli Prospan lagi dan diberikan hingga sembuh. Aman untuk jangka panjang, soalnya kandungan utamanya cuma extract ivy, sorbitol dan asam sitrat.

    Makasih

  704. 705 pey2 Maret 31, 2010 pukul 1:46 pm

    baik dokter.. :) prospan saya lanjutkan 3x sehari @5ml.
    terimakasih ya dok sudah reply dan ksh advice utk pengobatan anak kami.

    nipe syrup apakah msh hrs diksh dokt? kandungan: acetaminophen isothipendyl HCl dan phenylephrine HCl -mengobati gejala influenza demam, sakit kepala, pilek, nyeri otot, melegakan hidung tersumbat.

    anak saya sudah ga demam dokt. tapi memang masih meler.

    dokt. mau tanya dulu sy pernah diinfo kalo flu batuk baiknya dinebulizer aja krn lbh aman drpd minum obat. cuma mungkin saya saya nebulizer tidak reguler..
    biasanya kalau dinebulizer seharusnya tiap hari atau gimana dok? obat nebu yg saya punya skrg ini bisolvon larutan + nacl (biasanya masing2 1ml dicampur dg pulmicort 1ml jg).

    oya saya td barusan sdh diinfo oleh dokter yg rencananya akan operasi darren, operasi tgl 5 apr ini dibatalkan. anak sy harus sembuh total dulu dari flu & batuk, 10 hari setelahnya sehat baru ktmu utk jadual operasi lagi. jd skrg saya sdg mengusahakan agar sembuh total dulu dokter.

    mohon petunjuk dokter.
    terima kasih sebelumnya ya dok! :D

    best regards,
    brian n pei2

  705. 706 cakmoki Maret 31, 2010 pukul 4:19 pm

    @ pey2:
    kalo emang meler gak papa ditambah nipe, walaupun ga demam. Acetaminophen selain untuk demam juga untuk sakit kepala, nyeri dll seperti yg disebutkan itu…dosis ideal 3×1 sendok takar…kalo di kemasan 1/2 (2,5 ml).

    Nebulizer isinya adalah bronchodilator atau ekspectoran atau steroid. hanya digunakan kalo batuknya disertai sesak atau batuk berat atau batuk krok-krok seperti jawaban saya sebelumnya.
    Artinya, nebulizer juga obat… :)
    jika emang batuknya berat, bisa dikombinasi dengan nebulizer (bisolvon dan palmicort) supaya lebih cepat sembuhnya.

    Moga segera sembuh
    Makasih :)

  706. 707 pey2 Maret 31, 2010 pukul 10:19 pm

    wah terimakasih buat jawaban advice-nya ya dok..

    btw dokter prakteknya dimana?

    okeh.. berarti nipe-nya tetap dg dosis 2.5ml 3x sehari
    tapi prospannya yg ditambah jadi 5ml 3x sehari?

    juga dikombinasi dg nebulizer (nacl, pulmicort, bisolvon masing2 1 ml –> 1x sehari sih dok, kadang 2 hr sekali)

    terimakasih banyak dokter.. iya nih semoga si kecil bs sembuh.

    semoga dokter jg selalu sehat2..
    dan banyak berkat amin..

    best regards,
    brian n pei2

  707. 708 cakmoki April 1, 2010 pukul 3:26 pm

    @ pey2:
    Saya praktek di Ndeso …di pinggiran Samarinda …hahaha
    Dosis normal Nipe pada usia dan berat badan segitu sebenarnya 3 x 5 ml, tapi gapapa diberikan setengahnya.

    Rupanya udah biasa pake nebulizer ya… :)
    ya, bener …sedikitnya sekali sehari.

    Semoga si kecil segera sembuh dan tetap sehat untuk segenap keluarga.
    Terimakasih atas support dan do’anya. Amin.

  708. 709 pey2 April 1, 2010 pukul 9:23 pm

    dokter cakmoki,

    terima kasih advice dokter ya! kebeneran nih dok prospan syrup di apotik terdekat blm ada stok. blm bs saya lanjutkan.
    stop dulu aja deh ya.

    pake nebulizer 1x sehari dulu aja + nipe sih tetep jalan karena hidung msh meler..

    semoga dokter sekeluarga jg tetap sehat n happy
    have a nice long weekend!

    best regards,
    brian n pei2

  709. 710 cakmoki April 2, 2010 pukul 2:08 am

    @ pey2:
    ya, gitu ga papa :)

    Makasih do’nya, moga demikian pula sebaliknya.

  710. 711 Eve April 7, 2010 pukul 7:56 pm

    Selamat malam Cak..
    Anaku Sixbry 1 thn 2 bln BB 12kg, sehat & lincah. Udah mulai jalan.
    Tapi dari umur 7bln ada benjolan kecil di atas tengkuk dekat telinga, kiri dan kanan. Benjolan di bawah kulit, lunak, kalau ditekan tidak ikut bergerak bersama kulit.
    Yang kanan diameter sekitar 1,5 cm, yang kiri sebesar kacang tanah. Tidak bulat hanya sedikit menggembung.

    Mohon petunjuknya Cak..
    Apakah disekitar tempat itu ada kelenjar yang bisa membengkak?
    Apakah sebaiknya konsul ke dokter anak atau bedah?

    Foto tempat benjolan itu saya kirim ke email cak moki (subject : benjolan sixbry).

    Makasih ya Cak…

  711. 712 yenni April 8, 2010 pukul 2:15 pm

    Selamat siang Dok,
    saya baru saja melahirkan secara sesar dgn kehamilan 38mg.
    yg mau saya tanyakan, 38 mg itu sebenarnya bayi sudah “matang” belum sih Dok?
    trus, baby saya kerjanya tidur melulu, jarng banget nangis sama bangunnya.sampai2, waktu dia masih tidur, saya paksain minum asi, karena asi saya udah kebanyakan,sampai saya meriang, dan akhirnya di pompa & dibuang. apakah itu pengaruh dr kelahiran yg 38 mg Dok?
    saya jd bingung, soalnya anak pertama perasaan rewel terus, sekali dapat yg anteng sayanya juga jd bingung Dok :)
    satu lagi pertanyaan saya Dok, kemarin anak saya di imunisasi hepatitis B, trus, Dr anaknya enggak kasih polio yg tetes, katanya kalo yg tetes itu enggak stabil, jd nanti mo di kasih yg suntik. memang beda ya dok, yg suntik sama yg tetes?
    Mohon jawabannya ya Dok.
    terima kasih

  712. 713 cakmoki April 8, 2010 pukul 3:26 pm

    @ Eve:
    Selamat sore…
    Benjolan di leher adakalanya dialami olleh anak, terutama kalo sebelumnya mengalami Infeksi di Saluran Penafasan.. benjolan di leher adalah limfadenitis, yang dapat diobati hingga kempes. Hanya saja memrlukan waktu agak lama, biasanya 2-3 minggu.
    Untuk itu, saya sependapat jika berobat ke dokter..boleh ke dokter anak atau ke dokter bedah.
    Ntar saya ceck email :)
    Makasih

    @ yenni:
    Selamat sore
    38 mg sudah matang.. bahkan usia 36 minggu sudah termasuk matang.
    anak suka tidur tidak berhubungan dengan operasi caesar 38 mg, gak ada hubungannya…lagipula setiap anak mempunyai kebiasaan masing-masing. Itu normal.

    Masalah imunisasi, pilihan bentuk dan pilihan cara pemberian bergantung pada masing-2 dokter anak. Yg tetes maupun yang suntik sama saja … perbedaan pendapat tentang masalah kesehatan di kalangan dokter adalah hal yg sangat biasa. Masing-2 mempunyai alasan yg kuat. Demikian pula tentang imunisasi polio.

    Makasih

  713. 714 yenni April 8, 2010 pukul 3:42 pm

    makasih banget ya Dok atas jawabannya, saya jd nya gak bertanya2 lagi.
    mo tanya 1 lagi nih :)
    kata orang tua nih, bayi itu bagus kalo di kasih tidur tengkurap. bener gak sih Dok? apa gak sesak Dok? katanya bagus buat paru2,
    ditunggu jawabannya ya Dok.
    makasih buanyak…. :)

  714. 715 cakmoki April 9, 2010 pukul 12:33 am

    @ yenni:
    Sebelum bayi tengkurap, bayi bisa dilatih dengan menidutrkan tengurap dengan maksud untuk menguatkan otot leher dan menstimulir agar bayi dapat tengkurap sesuai usia tumbuh kembang. Bukan untuk menguatkan paru-2.
    Tapi kalo bayi udah melewati masa tengkurap, tidur posisi apapun sama saja :)
    Makasih :)

  715. 716 lina April 9, 2010 pukul 10:11 pm

    malem cak….pertama baca pasti bosen yah cak,masalahnya yg nanya ibu satu ini lagi….:)
    jangan bosen yah cak….
    alhamdulillah cak si kaka udah sembuh.batuknya sekarang ‘pindah’ ke adenya.samapi hr ini sudah seminggu cak,saya udah kasih bisolvon,actifed batuk berdahak tp ga reda2 batuknya. td saya ke DSA trus dikasih resep puyer yg isinya terdiri dari dextamine,asma(soho),luminal,papaverin,vectrin,heptasan,equal sama antibiotik yg label obatnya udah dilepas. saya ragu mau kasih bwt si ade….
    cak,ade 3taun,BB 11 kg.batuknya ga berhenti2,sampe ga mau makan.batuknya kering tp kadang kayak ada dahaknya juga.SUSU nya perlu di stop ga?
    cak,kok anak2 saya sering banget sakit yah,klw ngeliat anak tetangga,kayaknya jarang banget sakit,padahal makan,minum dll nya selalu saya jaga,apa anak2 saya sistem kekebalan tubuhnya memang ga bagus??? saya harus gimana cak???BINGUNG… kasian kalo sering sakit,makannya jadi keganggu….:(
    makasih cak….

  716. 717 lies ambarsary April 10, 2010 pukul 12:28 am

    Dok,
    Anak saya berumur hampir 8 bulan, pada tgl 23. Sewaktu lahir BB/Pj B = 3,1kg/49 cm. Panjang sekarang 73 cm dan berat 8.4 kg. Dia mempunyai gerakkan yang sangat aktif. Meminum Asi hanya sampai dengan 6 bulan, namun itupun juga tidak murni asi, sudah dicampur dengan susu formula. Dari sejak kecil sudah sering pilek dimalam hari dan oleh dokter anaknya selalu diberikan obat racikan. Sekrang makannya adalah tim saring yang dibuat sendiri.
    yang mau saya tanyakan:
    1. Mengapa ya dok dalam 2 buan terakhir ini BBnya sulit naik. padahal makannya cukup banyak (3x tim saring, sela pagi dan sore diberikan buah (alpukat dan pepaya bergantian), susu 6×180 cc (susu merek promil). Tetapi mengapa berat badannya sulit naik ya dok? pada saat Bab dia memang harus mengejan kuat, meskipun konsistensi fecesnya tidak keras. frekuensi Babnya bisa 3 s/d 4 kali perhari. Apakah inipenyebab dia sukar naik BBnya dok? Atau ada penyebab lainnya? Mengapa dia harus mengejan kuat sementara fecesnya sendiri tidak keras malah cenderung encer saja.Normal kah kondisi ini dok?

    2. Karena sering flu, dokter anaknya selalu meresepkan obat, apakah tidak berbahaya bagi ginjalnya atau organ lainnya dok jika mengkonsumsi obat terus menerus. Karen juka tidak diobati tidur malamnya sering terganggu. Adakah saran lain untuk mengatasinya dok? Saya ibunya memiki alergi yang digejalakan dengan flu. Mohon arahannya denga amat sangat ya dok untuk hal ini.

    3. Untuk pencernaannya diberikan elsazym untuk diminum 2 kali 1/2 bungkus/hari. Bagaimanakah cara untuk membuat cairan elsazym tersebut. Dan apakah aman elsazym digunakan terus menerus?

    terimakasih atas jawabbnya ya dokter yang baik

  717. 718 cakmoki April 10, 2010 pukul 1:43 pm

    @ lina:
    met siang, mbak :)
    Anak balita emang rata-rata sering sakit. Biasanya 1-2 kali sebulan ngasih sedekah ke dokter…hehehe…gakpapa. Terlebih jika punya lebih satu anak dalam usia kanak-kanak. Itu bagian dari reaksi tubuh anak terhadap lingkungan dalam masa tumbuh kembang. Bukan karena daya tahan tubuh yg rendah dan bukan karena kurangnya kekebalan tubuh. Ntar akan makin jarang sakit seiring dengan bertambahnya usia anak.
    Obat dari DSA dapat dilanjutkan.

    Kalo habis dan masih batuk, dapat diberikan:
    1) Bisolvon sirup, 3×1 sendok takar
    2) Dextamine sirup, 3×1/2 s/d 1 sendok takar
    3) Brondilex sirup (isinya sama dengan asma soho), 3×1/2 sendok takar.
    Obat-2 tersebut dapat diberikan hingga sembuh. Biasanya lebih seminggu.
    Susu tetap diberikan. Susu tidak merusak dan tidak menetralisir obat.
    Moga segera sembuh … ditunggu laporannya dalam beberapa hari ke depan :)

    @ lies ambarsary:
    Met siang, mbak…

    1) sulitnya berat badan naik dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Pada anak tesebut, mungkin karena anak aktif sehingga energinya digunakan untuk gerakan dan aktifitas yg lain. Bisa juga karena anak sering pilek. Kalo masalah BAB gak masalah. Gakpapa, mbak. Yang penting anak aktif dan mau minum susu serta makan. Untuk itu, bisa dicoba menambah porsi serta frekuensi susu dan makanan agar berat badan naik sedikt demi sedikit.

    2) Obat flu gak masalah diberikan dalam jangka panjang. Toh hanya diberikan saat flu saja. Aman untuk ginjal dan aman untuk liver dan tidak mengganggu pertumbuhan anak. efek sampinya hanya sedikit ngantuk.
    Menurut saya, tidak harus ke dokter.
    Kalo hanya pilek, bersin dan hidung mampet, cukup diberikan obat pilek satu jenis saja, misalnya: sirup mecofed atau sirup lipofed, diminum 2-3 x 1/2 sendok takar di saat flu saja. Selajutnya obat dapat disimpan di suhu kamar (bukan di kulkas) dan dapat digunakan lagi jika anak flu.

    3) ya, bisa diberikan elsazym atau pancreon pediatrik untuk membantu pencernaan dan agar tidak kembung.
    Caranya, bubuk elsazym dicampur dengan sari buah atau teh manis atau air masak sehingga terbentuk seperti jelly atau tajin. kemudian disuapkan kepada anak.
    Enzym (elsazym, pancreon paediatik dan sejenisnya) aman digunakan jangka panjang. Tidak ada efek samping.

    Makasih :)

  718. 719 Rita April 10, 2010 pukul 8:43 pm

    Dok Betulkah buah anggur dan alpukat bisa menambah berat badan bayi?
    Makanan apa yg efektif dapat menambah BB?
    Sirup Apialys apa betul vitamin untuk merangsang nafsu makan? apa ada alternatif vitamin lain? kok sepertinya anak saya gak pengaruh ya dengan sirup itu.. usia anak saya 1 tahun…

  719. 720 cakmoki April 11, 2010 pukul 12:57 pm

    @ Rita:
    Tidak benar. Buah mengandung vitamin dan sedikit karbohidrat, yan penting sebagi sumber vitamnin, bukan untuk menambah berat badan.

    Vitamin, adalah zat untuk membamtu metabolisme atau pengolahan makanan, bukan untuk nafsu makan sebagaimana yang diiklankan.
    Sumber kalori untuk menambah berat badan terutama Karbohidrat (zat tepung), kemudian lemak dan protein. Tapi perlu diingat bahwa Tumbuh Kembang Anak bukan dilihat dari berat badan semata, melainkan terutama aktifitasnya dan komunikasi.
    Itu sebabnya mengapa pada Lomba Balita Sehat, yang juara bukan yang gemuk tapi yang aktif, komunikatif dan kreatif.
    Makasih

  720. 721 Ruru April 11, 2010 pukul 10:34 pm

    ass,
    Dokter maaf agak panjang critanya, anak I sy skr umur 3th dg BB 14,5 kg. pas umur kurang 2th dia jarang sakit(pernah sakit tp tdk sesering skr), tp stlh umur diatas 2th sd skr hampir tiap 1-2bln pasti sakit ( panas/batuk pilek). apa karena dia sdh mengenal banyak macam makanan dan cemilan serta permen? tapi dok, sdh dua bulan ini dia mulai saya diet : tidak saya kasi permen, tidak minum es, tidak makan chiki yang murah2 ( tp saya kasi potatos original pringgles). seminggu ini saya beri ikan: nugget ayam dan sosis sapi. dan ternyata suami saya pernah ngasi permen 2x dan ngasi indomie sedikit. sekarang dia panas dan pilek batuk grok2, padahal 1 1/2bln lalu sdh batuk pilek, saya bawa ke dokter: katanya radang tenggorokan ( tenggorokannya merah stlh di senter) lalu dikasi resep : erysanbe dan puyer (isinya klo ga salah mefinal dan saya lupa sptnya obat batuk). masalahnya lagi dia klo minum obat ndak suka lalu dimuntahkan jadi prosesi minum obat dengan dia seperti perang dunia ketiga dengan saya dan suami dok… sebenarnya saya kasihan tapi ya harus tega… makanya BB nya mulai 2,5 tahun tidak pernah naik stabil di 14,5 saja padahal tingginya terus bertambah jadi dia kelihatan lebih kurus… gimana ya dok utk mengurangi ato meminimalkan batuk pilek dan panasnya?? saya kasihan masak tiap 1-2bln dia minum obat terus belum lagi di injeksi xylodella nya… oya, 0 – 2,5th dia minum susu enfa A+(enfamil A+, Enfapro A+ lalu Enfagrow A+) lalu 2,5th – skr saya ganti susu Sustagen 1+ (masih tetap satu product MeadJhonson). trimakasih

  721. 722 Rita April 12, 2010 pukul 12:01 pm

    Dok, apa bedanya campak dan gabaken? penyakit ini ditimbulkan oleh apa? dan bagaimana cara penyembuhannya? anak teman saya terkena gabaken padahal sdh imunisasi campak, ada hubungannya tidak ya ?

    Untuk usia anak 1 tahun, berapa jumlah nutrisi (karbhdrt, vit dll) dalam satu hari?
    Anak saudara saya usia 1 tahun mengkonsumsi protein 250gr dlm sehari, apa itu normal? klo tidak apa efek dan bahayanya?

    Makasih

  722. 723 Rita April 12, 2010 pukul 12:07 pm

    Ada yg kelupaan dok, anak saya ada benjolan kecil di pelupuk mata bagian atas ( seperti timbilen ), 1bulan yll sdh hilang sekarang sepertinya mau timbul lagi di daerah yg sama.
    Apa bnr itu timbilen? apa obat yg aman?
    Klo benar itu timbil kira2 kekurangan nutrisi apa pada anak saya?

    Mksh

  723. 724 cakmoki April 12, 2010 pukul 2:28 pm

    @ Ruru:
    Assalamu’alaikum…
    ok, lupakan anggapan tentang makanan sebagai penyebab sakit. Kita harus ingat ilmu gizi dasar, 4 Sehat 5 Sempurna, selagi kita mampu membelikannya.
    ISPA (infeksi saluran pernafasan atas/akut) dengan berbagai variannya, pada umumnya disebabkan mikro-organisme, terutama virus dan kuman (bakteri). Bukan karena mie, es, permen, ciki, dll. Pemicunya bisa juga oleh cuaca, debu, asap, dll.
    Pada anak balita yang aktif, seringkali mengalami panas, batuk-pilek, 1-2 kali dalam sebulan. hal ini mudah dipahami karena pada anak yang aktif lebih rentan terpaparmikro-organisme, terlebih jika teman-2 nya atau sekitarnya ada yng batuk pilek.
    Otomatis, dengan keatifannya, berat badan anak sulit naik, dikarenakan energinya digunakan untuk beraktifitas. Ga masalah. Justru bagus untuk anak dalam mengenal lingkungannya dan berinteraksi dengan anak sebayanya.

    Susu dan makakan yg diberikan saat ini, sekali lagi, tidak ada hubungannya dengan penyakit batuk-pilek.

    Dengan berat badan segitu, jika panas-batuk-pilek disertai krok-krok, maka perlu beberapa obat. Itupun dapat memilih obat dengan cita rasa yang dapat disukai anak.
    1) Antibiotika. Cukup dengan amoksisilin sirup. Dosisnya: 3×250 mg selama 4-5 hari. Jika menggunakan sirup amoksisilin forte (250 mg per 5 cc), maka dosisnya 3×1 sendok takar. (dosis amoksisilin anak: minimal 50 mg per kg berat badan per hari dibagi dalam 3-4 dosis pemberian. Sedangkan erythromicin 30-50 mg per kg berat badan per hari, diberikan 3-4 kali dosis terbagi.

    2) Obat demam. Banyak pilihan. Jika menggunakan sirup penurun panas 120 mg per 5 cc, maka dapat diberikan 3-4 x 1 1/2 sendok takar.

    3) Ekspektorant (pencair dahak), misalnya: sirup ambroxol atau bromhesine, diberikan 3×1 sendok takar.

    4) Bronkodilator (obat untuk melonggarkan saluran pernafasan), digunakan agar tidak krok-2 dan nafas menjadi lega. Misalnya: sirup brondilex atau sirup Theobron, diberikan 3-4×1/2 sendok takar.

    Pada umummnya, batuk pilek yg diserati krok-2 memerlukan pengobatan agak lama, lebih seminggu. Gak papa, obatnya aman.

    Semoga segera sembuh…Makasih
    Wassalam

    @ Rita:
    Campak = gabak = morbili …sama saja, hanya beda nama.
    Disebabkan oleh virus dan sembuh dalam 1-2 minggu dengan pengobatan.
    Anak yg pernah imunisasi campak masih bisa tertular campak, tapi tidak seberat anak yang belum imunisasi campak.

    Selengkapnya tentang campak, silahkan baca artikel campak di blog ini pada link berikut:
    http://cakmoki86.wordpress.com/2007/01/25/sekilas-gabag-atau-morbili-atau-kerumut/

    Untuk makanan anak, gak perlu terlalu mengikuti angka-angka, yang penting anak enjoy dan suka dengan makanannya. Lagipula komposisi angka-2 tersebut hanya akan menyulitkan orang tua dalam memberikan makanan pada anak.
    Protein segitu gak masalah dan gak ada efek samping.

    Untuk timbilen, silahkan baca artikel di blog ini pada link berikut:
    http://cakmoki86.wordpress.com/2009/10/18/hordeolum-alias-timbilen/

    Terimaksih :)

  724. 725 lina April 14, 2010 pukul 3:55 pm

    assalamualaikum cak…..
    alhamdulillah si ade udh mendingan batuknya,makasih banget masukan sama sarannya yah cak…..
    jangan pernah bosen sama pertanyaan2 saya yah cak…..:)
    cak,si ade kan makannya susah,dengan dikasih vitamin2 yg ada,apa bisa terpenuhi vitaminnya? makasih yah cak…..

  725. 726 Rita April 14, 2010 pukul 9:55 pm

    Ass. Wr. Wb

    Dok anakku 1 tahun suka sekali dengan yoghurt, apa boleh dikonsumsi setiap hari? max berapa gram?
    Kalau madu sudah boleh ya dok, kok saya pernah baca dibawah usia 1 tahun tidak dianjurkan krn mengandung bakteri? kalau dikonsumsi setiap hari?

    Makasih dok….

    Wassalam

  726. 727 cakmoki April 15, 2010 pukul 12:03 am

    @ lina:
    Assalamu’alaikum…
    alhamdulillah …saya ikut senang mendengarnya.
    Vitamin apa saja boleh digunakan untuk memenuhi kebutuhan vitamin si ade .. Moga sehat selalu.
    Makasih…Wassalam

    @ Rita:
    Assalamu’alaikum…
    Boleh… 3-4 botol kecil per hari, lebih juga gak papa.
    Madu juga boleh, asalkan anaknya suka. Tiap hari ga papa.
    Madu tidak mengandung bakteri patogen, kecuali tercemar.
    Makasih… Wasssalam

  727. 728 yenni April 16, 2010 pukul 8:42 pm

    Selamat malam Dok,
    Semoga Dokter Cak Moki selalu sehat dan di berkati Tuhan, dan enggak capek2 jawabin pertanyaan2 ku ya :)

    Dok, aku mau tanya, anakku usianya baru 29 hari.
    sebelah kanan kupingnya kok keluar kotoran kuping ya tiap hari? apa karena waktu mandi kemasukan air? Itu bisa berbahaya ga Dok?
    apa harus di beri obat? apa harus ke dokter?
    MInta sarannya ya Dok.

    Terima kasih banyak ya….

  728. 729 @ Rita April 17, 2010 pukul 6:38 am

    dok anak sy 1thn bb 7,3kg, pilek dan sulit bernafas, kira2 diberi obat apa ya…? mksh

  729. 730 cakmoki April 17, 2010 pukul 12:34 pm

    @ yenni:
    Selamat siang ..
    Ya, kadang ada bayi seperti itu…cukup dengan membersihkan menggunakan cutton bud. Gak perlu obat, kecuali kotoran tersebut karena infeksi telinga.
    Kotoran tersebut merupakan sekret dinding lubang telinga. Bentuknya ada yg lembek (kecoklatan atu gumpalan putih) dan ada yg kering. Kalo yg lembek biasanya suka keluar. Itu bukan karena kemasukan air.
    Makasih…atas support dan do’anya.

    @ Rita:
    Sirup Lapifed atau Rhinofed, diminum 3 x 1/4 sendok takar. Pada diskripsi obat biasanya tertulis “tidak dianjurkan untukanak < 2 thn"…itu maksudnya kalo tanpa saran dokter.
    Makasih

  730. 731 yenni April 17, 2010 pukul 1:11 pm

    makasih banyak ya Dok, saya jd gak kuatir lagi :)
    oh ya, tanya dikit lagi ya :)
    pup anak saya kok berminyak ya Dok? apa karna saya makan makanan yg bersantan jd ngaruh ke asinya?
    Bener ga sih Dok, kalo makn yg pedes2, asinya jg ikutan?
    trus penyebab bayi matanya bs belekan kenapa ya Dok? harus di kasih obat tetes mata gak ya?
    makasih ya Dok…

  731. 732 cakmoki April 17, 2010 pukul 2:11 pm

    @ yenni:
    Faeces anak adalah hasil sisa-sisa metabolisme (pengolanan makanan) tubuh anak sendiri. Bukan dikarenakan makanan yang dimakan ibunya melalui ASI. Lagipula, jangan lupa bahwa ASI dan saluran-2 serta kelenjar ASI bukan saluran air kran. Apa ada ASI rasa rawon ketika si IBU makan rawon ? … hehehe…mari kita hilangkan mitos-2 yang salah dengan menggunakan akal sehat agar informasi yg kita berikan kepada anak cucu kita benar-2 informasi yang berlandaskan pengetahuan agar nantinya berpahala.

    Mata bayi belekan bisa disebabkan banyak faktor,misalnya: infeksi (kuman, virus, dll), iritasi, dll. Obatnya harus disesuaikan dengan penyebabnya. Kalo hanya belekan tanpa disertai mata merah, bisa jadi hanya sekret mata yg tidak perlu obat. Untuk memastikannya, seyogyanya periksa ke dokter :)
    Makasih

  732. 733 affandy April 17, 2010 pukul 5:03 pm

    assalamualaikum,

    Semoga kebahagian dan kesehatan selalu ada pada cak moki hingga tetep bisa menjadi agen sehat bagi kita semua.

    Cak beberapa waktu yang lalu saya membaca artikel mengenai kontroversi vaksinasi/imunisasi, intinya tindakan vaksinasi masih perlu pembuktian yang lebih nyata lagi serta beberapa kasus mengakibatkan beberapa hal yang lebih mengerikan karena dampak dari beberapa unsur yang terkandung dalam bahan pembuat vaksin, bagaimana seharusnya kita menanggapinya cak??

    telapak tangan dan kaki anak saya sering basah oleh keringat, apakah benar ini ada kaitannya dekat masalah jantung (seperti yang banyak difahami umum selama ini), apa penyebabnya dan indikasi apakah ini??

    terimakasih atas jawaban dan semua pencerahannya
    salam,

  733. 734 @ Rita April 17, 2010 pukul 8:47 pm

    Hehehe jd ketawa lihat jwbn dokter buat @yeni, mmg betul kata dokter banyak sekali mitos2 jaman ibu/nenek kita yg salah krn sy jg ngalamin….
    Dok brp batas usia max bayi dpt berjalan?
    Mksh bantuannya….

  734. 735 pei April 20, 2010 pukul 1:08 am

    dr. cak moki,

    mo update..
    anak sy 10kg akan 16 bln tgl 22 apr ini, dah rada sembuhan flu batuknya..
    ini stlh akhirnya nyerah.. bawa ke dokt lagi dan diksh antibiotik lagi + puyer.. (puyernya jg ada antibiotiknya)
    antibiotiknya kali ini jg sptnya berat.. 1 botol cuma ditambah air aqua 9 ml 600 mg. pesen doktnya sih ini diksh obat yg agresif katanya.

    tp kdg msh ada kedengeran batuk. heran ya jaman skrg batuk susah ilang.. apa virusnya tambah kuat ya.

    oya dok. selain itu juga sy karantina. udah 3 minggu ngga ke mall or ke sunday school. cuma di rmh aja sptnya lbh better. krn kalo main biasanya cape krn bolak balik sana sini.

    sy mau tanya.. anak saya ini akan operasi palatoplasty stlh menunggu kesembuhan total. krn adanya celah palato tsb maka sptnya middle earnya ada cairan.. anak sy juga ada alergi susu sapi.. krn kena flu batuk sptnya komplikasi mungkin ya dok? antara infeksi telinga tengah, flu batuk dan alergi susu sapi-nya. juga katanya ada kemungkinan bisa kena paru2 kalo sikap minum susunya salah.

    apa baiknya di rontgen ga dok paru2nya? sy sih blm pernah bawa rontgen. efek samping-nya rontgen itu apa dok? ga bagus ya dok utk anak umur 15-16bln?

    atau baiknya di vaksin flu dulu ya dok? krn katanya pasca operasi jg ga bagus kalo kena flu batuk lagi. cuma waktunya ini sempit tinggal batas waktu 2 bln. paling telat umur 18 bln utk palatoplasty dan inipun perlu ada speech therapy.

    mohon petunjuk cak dokter
    best regards,
    brian n pei pei

  735. 736 dwie April 20, 2010 pukul 1:37 pm

    Assalamualaikum pak Dokter….
    tanya imunisasi nih dok..
    anak saya 2 tahun 1 bulan, kemarin di vaksin hepatitis A.
    trus dokternya menawarkan untuk vaksin IPD, tifoid dan Flu.
    seberapa penting nya kah vaksin2 tersebut?
    ada efek samping nya ga?
    katanya kalo anak alergi telur ga boleh di vaksin flu, iya gitu?
    thanks ya dok…

  736. 737 cakmoki April 20, 2010 pukul 2:40 pm

    @ pei:
    Sebenernya bukan virusnya yg tambah kuat tapi dipengaruhi oleh banyak faktor.
    Selain makin banyaknya varian mikro-organisme ( kuman, virus, parasit, jamur), tapi juga dipengaruhi oleh makin padanya penduduk, kondisi seseorang dan faktor lingkungan. Itulah mengapa anak lebih mudah terserang penyakit-2 yang berkaitan dengan padatnya penduduk dan lingkungan yg makin tidak sehat… di ndeso sini, lebih 10 anak yang menderita batuk berkepanjangan datang ke praktek.
    Untungnya, dengan support dan penjelasan berulang-ulang, para orang tua bisa memahami. Namun tetap saja ada 1-2 yang panik,kemudian periksa lab lengkap, rontgen, dll…hasilnya bisa diduga, mereka didakwa Flek Paru (TBC), dan wajib minum obat 6 bulan…12 bulan bahkan ada yg 2 tahun. Mereka baru sadar ketika anak masih tetap batuk berkepanjangan setelah minum obat TBC.
    Namun, ini hanya pendapt saya berdasarkan fakta dan hasil diskusi dengan teman-2 DSA terpercaya yg masih menjunjung tinggi idealisme.
    Selebihnya, para orang tua-lah yang paling berhak untuk memutuskan apa yg terbaik bagi anak-anaknya atas dasar keyakinan masing-2.

    Tentang Infeksi Telina Bagian Tengah (OMP=Otitis Media Purulenta) kebanyakan merupakan penjalaran infeksi dari hidung ke telinga bagian tengah, dimana keduanya dihubungkan oleh saluran kecil yg berfungsi mengatur keseimbangan tekanan udara rongga telinga bagian tengah dengan tekanan udara luar.
    Karena itulah kadang anak menderita OMP jika sering mengalami batuk pilek.

    Rontgen bisa dilakukan dan aman pada usia berapapun jika emang ada indikasi untuk Rontgen.

    Tentang vaksin flu, tentu boleh..gak masalah. Namun tidak menjamin bahwa anak tidak terkena flu setelagh vaksin karena begitu banyaknya strain (varian) virus flu.
    Kalaupun kena Flu pasca palatoplasty, gak papa…ga akan mengganggu operasinya.
    Biasanya fungsi bicara pada anak pasca palatoplasty akan berkembang dengan sendirinya, namun ga ada salahnya menjalani speech teraphy.
    Selanjutnya, latihan bicara dapat dilakukan sendiri di rumah, itupun kalo emang diperlukan.

    Moga sehat selalu.
    makasih :)

  737. 738 cakmoki April 21, 2010 pukul 12:01 pm

    @ dwie:
    Assalamu’alaikum…
    Kalo soal penting, semuanya penting… :D Efek samping yg mungkin timbul sama dengan imunisasi yg lain, yakni demam. Tapi gak selalu dialami oleh setiap anak.
    Tentang hubungan alergi telur dengan vaksin Flu, kemungkinan dikhawatirkan menimbulkan reaksi alergi juga, tapi bergantung pada bahan dasarnya.
    Makasih… Wassalam

  738. 739 biru April 21, 2010 pukul 1:20 pm

    makasih ya cak….
    tapi saya mo tanya lagi
    anak saya yang usianya jalan 11 bulan kalo dipanggil namanya kok gak ada respon ya ?
    tapi kalau musik atau TV langsung respon
    dulu waktu 5 bulan reponnya ada kalo dipanggil
    waktu 3 bulan memang telinganya pernah bernanah
    mohon penjelasannya cak
    terima kasih…..

  739. 740 cakmoki April 21, 2010 pukul 1:39 pm

    @ biru:
    Coba periksakan ke DSA Tumbuh Kembang Anak, mbak … ntar akan ditest berbagai respon. Selanjutnya akan diajari tatacara melatih respon berdasarkan hasil pemeriksaan DSA.
    Makasih

  740. 741 Dila Marsyla April 22, 2010 pukul 11:17 am

    Asslkm,…
    Mau ikutan nanya nih..
    Anak Saya Aurel lahir nov 2008, cepet banget panas badannya, pilek dikit panas, batuk dikit panas, trus udah pernah kena step 2x, walaupun stepnya tidak menggigit, hanya mata aja yg mendelik keatas,.. pertanyaan nya :
    1. emang bener ya kalau step ada urat saraf yg putus?,.. walau hanya mendelik keatas??..
    2. kenapa aurel sering panas ya??.. ada cara biar ga cepet panas ga??.. padahal tiap hari aurel mengkonsumsi madu n vitamin..
    3. kalau ingusnya lagi meler bole tdk sih disedot pakai mulut, soalnya ksian kan ga bisa napas, ada yg bilang ga boleh, karenan nanti malah makin berproduksi ingusnya.. hehe

    Terima Kasih ya atas penjelasannya,..

    Salam kenal, n smoga makinnn sukses…
    Wass..

  741. 742 affandy April 22, 2010 pukul 7:48 pm

    assalamualaikum,

    sekedar mengingatkan saja cak, mungkin keselip, pertanyaan saya tanggal 17 belum ada jawaban…semoga berkenan memberi pencerahan,

    salam,

  742. 743 cakmoki April 23, 2010 pukul 12:56 am

    @ Dila Marsyla:
    Assalamu’alaikum

    1) Step atau kejang demam, dikarenakan ambang demam yang relatif rendah dbanding yang lain sehingga mudah step (kejang)
    Mendelik ataupun tidak mendelik, tidak ada saraf yang putus. :)

    2) Anak usia balita emang masih rentan terhadap penyakit. Kadang dalam sebulan 2 kali ke dokter. Itu hal yg wajar karena anak dalam masa tumbuh kembang dan masih baru mengenal lingkungan. Terlebih jika sekitanya ada yang sakit.
    Madu dan vitamin bukan untuk mencegah penyakit. Jadi, gak ngaruh apapun dan gak ada hubungannya dengan penyakit.

    3) lho lho lho :) …jangan … ntar malah saling tular menular penyakit. Namanya pilek, walaupun disedot pake apapun tetap akan memproduksi ingus selama masih ada penyakitnya.. sedot pake mulut itu kan jaman saya masih kecil, puluhan tahun yg lalu, dan kebiasaan di ndeso-2 yang ga ada dokternya…hehehe
    Bersihkan aja pake tissue

    Makasih

    @ affandy:
    Assalamu’alaikum … mohon maaf, bener, kelewatan ..makasih telah mengingatkan.

    1) Masalah vaksin tersebut udah beberapa kali saya bahas panjang lebar di berbagai pertanyaan. Lagipula, masalah ini udah selesai beberapa tahun yang lalu… namun tetap akan saya jawab secara singkat.
    Intinya, kekhawatiran tentang dampak buruk immunisasi hanya dugaan belaka dan tidak terbukti secara ilmiah. Artinya, vaksin dan bahan dasarnya aman. Lagipula, pengujian vaksin dilakukan berulang-ulang dengan metode yang baku. Vaksin hanya bisa digunakan setelah lolos uji klinis oleh WHO. Dan selama ini tidak ada satupun vaksin yang menimbulkan dampak buruk seperti yg ditulis di beberapa artikel dan email berantai.

    Sebelum tahun 1990, angka kematian beberapa penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi sangat tinggi. Nah, setelah Indonesia melaksanakan program UCI pada tahun 1990 secara nasional angka-2 kematian penyakit yg dapat diceha dengan imunisasi dapat ditekan.
    Kita bisa lihat, daerah yang penduduknya tidak imunisasi terbukti ada yg terkena polio, difteri, dll.
    Jadi, kalo sekarang ada artikel seperti itu, sungguh aneh… seyogyanya penulis artikel mempelajari lebih dahulu sejarah imunisasi dan sejarah penyakit serta angka kesakitan dan angka kematian, terutama di Indonesia.

    Artikel-2 di luar negri yang pertama mengekspos beruta tersebut terbukti bahwa ujung-2 nya tuntutan uang… kalo sudah bicara uang… mereka akan berusaha mempengaruhi publik agar seolah-olah mendapatkan dukungan publik dengan harapan mendapatkan kompensasi uang.

    Bagi seseorang yang tidak mau anak-2 nya di-imunisasi dasar, sama halnya dengan berjudi terhadap kesehatan anak-2 mereka. Tapi tentu masing-2 berhak menentukan masa depan anak-2 mereka sendiri. Adapun jika suatu saat terinfeksi penyakit yag dapat dicegah dengan imunisasi kemudian menularkan kepada orang lain, biarlah sejarah yang akan mencatatnya :)

    2) telapak tangan dan kaki anak yang sering basah oleh keringat disebut dengan hiperhidrosis, yakni produksi keringat berlebihan karena metabolisme lemak berlebihan di kelenjar keringat. Tidak ada hubungannya dengan penyakit janung sebagaimana sering dikatakan orang…anggapan tersebut hanyalah mitos belaka.

    Terimakasih.
    Wassalam :)

  743. 744 yenni April 26, 2010 pukul 3:49 pm

    Selamat siang Dok,
    Apa kabar? kabar saya baik2 saja Dok he..he.. :)
    Dok, anak saya usianya 1 bulan 8hr. berat badannya 5 kg.
    kenapa ya Dok, beberapa hari ini kalo dia nafas kayanya susah, kaya ada lendir di dalem . soalnya hidungnya kalo di teropong bersih. Tapi kalo dia lagi nyusu kedengeran sekali suara kaya byk ingus di dalem Dok, apa semua bayi begitu? apa utk usia itu kegemukan? soalnya dia nyusu tidur,nyusu tidur aja. meleknya cm bentar.apa saya harus ke dokter utk di sedot saja ingusnya itu. Anak saya enggak pilek maupun batuk. mohon sarannya ya Dok.

    Oh ya 1 lg dok. ini pertanyaan titipan
    habis melahirkan, haidnya masih keluar dlm 1 bulan normal ga Dok?
    segini aja dulu Dok. terima kasih ya…

  744. 745 biru April 27, 2010 pukul 5:30 pm

    terima kasih cak….

    sebelum saya bawa ke DSA kemarin ini anak saya sempat panas tinggi sekali, mungkin mau tumbuh gigi lagi
    tapi amat merisaukan saya
    kata orangtua itu hal wajar
    kalau wajar apakah tidak perlu dibawa ke dokter atau bagaimana pemecahan terbaiknya

    matur nuhun cak…..

  745. 746 cakmoki April 28, 2010 pukul 4:42 am

    @ yenni:
    Met pagi… alhamdulillah kabar baik, moga begitu juga sebaliknya.
    Ga papa, mbak…itu wajar terjadi pada bayi, baik yg gemuk ataupun yg gak gemuk, karena fungsi epiglotis (bagian pangkal tenggorokan) masih belum berfungsi sempurna… ntar bunyi-2 tersebut akan berangsur berkurang seiring dengan bertambahnya usia dan tumbuh kembang anak.
    Gak perlu disedot dan gak perlu diapa-apain :) ..kalaupun misalnya pilek, gak perlu disedot.

    jawaban atas pertanyaan titipan.
    Itu bukan darah haid, tapi darah nifas…. Normalnya hingga 60 hari alias 2 bulan.
    makasih

    @ biru:
    Tumbuh gigi tidak membuat anak panas… kecuali jika disertai infeksi. Anak panas banyak sebabnya, sebagian besar dikarenakan infeksi virus yang bersifat self limited atau sembuh sendiri dalam beberapa hari. sekali lagi bukan karena tumbuh gigi&