:: :: :: :: :: ARSIP TANYA JAWAB 2007 :: :: :: :: ::
:: :: :: :: :: April 2007 - 24 Desember 2007 :: :: :: :: ::
498 Tanggapan ke “Tanya Jawab”
- Februari 12, 2007 di 1:19 am
- Februari 12, 2007 di 2:56 am
@ grandiosa12,
Nggak usah pakai dok ah, hehehe kayak orang baru kenal aja.
Belum tentu kambuh pak. Gejala lain jika curiga ke arah itu, selain tanda diatas, antara lain:
warna urine menjadi kuning tua, selaput mata atas berwarna kuning (icterus), nyeri ulu hati atau perut kanan atas, nafsu makan berkurang, mual kadang muntah.
Sudah betul istirahat. Selain itu, makan TKTP (tinggi kalori, tinggi protein dan rendah lemak). Menghindari makanan berlemak seperti minyak dan santan, jika kepingin masakan goreng, bisa dipilih minyak rendah lemak.
Apabila hasil lab menunjukkan HBsAg (-): tidak ada virus dan HBsAntibody (+), berarti sudah terbentuk kekebalan. Inipun masih dicocokkan setidaknya pemeriksaan fungsi liver, yakni SGOT dan SGPT.
Kalau semua normal, bisa jadi karena kelelahan atau infeksi lain.
Semoga jawaban singkat ini membantu.
Dan semoga istri bapak cepat sembuh.
Terimaksih. - Februari 12, 2007 di 4:40 am
waduh cepet juga responnya, terimakasih sekali udah memberikan tanggapan. semoga cakdokter tambah sukses!
- Februari 12, 2007 di 1:04 pm
@ grandiosa12,
Kembali kasih
- Februari 12, 2007 di 2:58 pm
Ini sarana yang sangat, sangat berguna untuk kita semua.Mau nanya juga ah….Saya punya pacar umur 23 tahun, dia sering kali merasa sakit kepala sebelah atau yang lebih di kenal dengan migran. Yang mau saya tanyakan adalah apa yang menyebabkan orang terserang penyakit itu. Dan bagaimana cara menanganinya? dampak negatifnya apa saja?Atas jawabannya saya ucapakn terima kasih.
- Februari 13, 2007 di 2:06 am
@ prayogo,
Maaf lho, saya biasa online habis praktek, jadi jawabnya terlambat.Betul, sakit kepala sebelah disebut migrain. Di praktek sehari-hari kasusnya cukup lumayan.Penyebabnya dikelompokkan (secara garis besar) menjadi 3 faktor:
1. Diduga (hipotesa) berhubungan dengan faktor keturunan.
2. Gangguan aliran darah ke otak dengan sebab yang belum diketahui.
3. Kelainan pembuluh darah
Dengan membaca 3 faktor tersebut jangan keburu risau. Perlu dilihat apakah ada gangguan mata (misalnya minus atau silindris yang belum dikoreksi), cek juga ada tidaknya kelainan gigi (misalnya berlubang, dll), ada tidaknya Rhinitis alergika (pilek karena alergi).
Jika ada salah satu kelainan tersebut, obatnya (penanganannya) adalah dengan mengobati penyebabnya (misalnya mata minus, koreksi dengan kaca mata. Bila ada gigi bolong, tambal giginya, bila ada rhinitis obati rhinitisnya) dan juga diobati migrainnya dengan analgetika dikombinasi ergotamin coffein. Hanya saja analgetika dan ergotamin coffein memiliki efek samping iritasi lambung, yakni: mual, perih ulu hati. Karenanya harus diminum sesudah makan.
Kebanyakan malah tidak ditemukan penyebab apapun, kendati sudah di rontgen dll. Nah bila demikian, maka penanganan cukup diberi obat simptomatis (pereda gejala/migrain) saja. Obatnya seperti di atas, yakni kombinasi analgetika dan ergotamin coffein.
Duh maaf saya tidak menyebut nama dagangnya, tidak etis.
Gini aja, contoh analgetika diantaranya: parasetamol (asetaminofen), antalgin (metamphiron) dll. Kedua obat tersebut nama dagangnya (paten) sudah ratusan nama. Begitu juga ergotamin coffein.
Dampak negatif dari migrain-nya tidak ada, karena migrain adalah suatu gejala dari kelainan seperti tertulis di faktor penyebab.
Oya, bila mau baca lebih jauh, silahkan buka halaman download, lalu di bagian agak bawah ada file flash swf Beberapa Jenis Sakit Kepala.
Jika belum jelas boleh dilanjut. hehehe.
Semoga bermanfaat, dan semoga pula si dia nggak migrain lagi.
(kalau di praktek sering saya guyoni: cepet kawin deh)
» ke atas - Februari 13, 2007 di 10:02 am
Terima kasih banyak Cak atas informasinya. Informasi yang sangat-sangat berguna.Ini ruang sangat berguna untuk perkembangan ilmu kesehatan.
Semoga makin hari kita (rakyat) makin sehat, apalagi ada blog seperti punya Cak Moki ini.Makasih Dok…. - Februari 13, 2007 di 3:04 pm
CakMoki, ini bukan saya lho, cuma menyampaikan pertanyaan temans, pertanyaannya gini:
Secara saya orangnya males beres-beres/ngelap kalo lagi ’swalayan’, juga ga mau ngerepotin kalo kebetulan si partner orangnya ‘resikan’, jadi kalau ejakulasi sering ditahan gitu. Caranya dengan sengaja menekan daerah antara testis dan dubur. Itu sehat tidak ya? Bahaya ga?
Satu lagi, lebih aman mana, menahan dengan bantuan tangan, atau dengan otot? Katanya dengan latihan bisa kan? Sekalian kalau tidak merepotkan, dijelaskan latihan untuk otot itu
Terimakasih.
- Februari 13, 2007 di 6:12 pm
@ prayogo,
Ya mudah-mudahan ada gunanya dikit-dikit.
Btw, gak usah dok ah, kayak baru kenal.
Enak seperti biasa, di tempat saya orang-orang saya minta membiasakan panggil nama aja, biar akrab dan supaya saya gak takabur
@ wadehel,
Ok kita bicara sisi medis ya. Tolong disampaikan ke temans.
Pertama:
Ejakulasi gak usah ditahan, itu karunia kenikmatan. Menahan dengan cara tekan antara testis dan dubur (namanya area: perineum) secara medis gak ada bukti membahayakan. Tapi secara psikis sedikit banyaknya ada juga kerugiannya, yakni “perasaan gak lego”. So keluarin aja. Perkara lap, gimana kalo sementara siapkan tissue, ntar juga segera cuci biar gak jamuren. Jangan lupa tissunya dibuang, sebab kalo ketemu anak-anak dikira “kripik tissue”. Maaf kalo jawabannya agak serem.
Kedua:
Latihan perlu dong agar kelak bisa seimbang orgasmenya dengan pasangan.
Latihan secara umum sih, pria sebaiknya tetap fit dengan fitness, dimanapun bisa dilakukan.
Khusus daerah panggul, salah satunya dengan sit-up. Minggu pertama sekuatnya gak usah dipaksa, misalnya cukup lima kali setiap hari, lalu ditambah porsi setiap minggu sampai misalnya dipertahankan 20-30 kali setiap hari. Sisihkan waktu sekitar 15 menit.
Supaya nambah semangat, saya masih rajin sit-up 25 kali perhari lho.
Awalnya sulit, yah seperti mau nulis posting pertama kan gitu juga.Untuk melatih khusus ketahanan ejakulasi bisa dengan menahan ejakulasi dengan cara membayangkan hal lain yang bisa mengurangi gairah di saat mau ejakulasi, misalnya membayangkan sepakbola dll, tapi jangan membayangkan orang muntah lho, ntar si kecil malah mengkeret.
Hal itu dilakukan berulang-ulang, lama-lama bisa.
Bagi yang sudah punya istri, tentu perlu bantuan pasangan dan dibicarakan secara terbuka, misalnya setiap mau ejakulasi, keduanya menghentikan gerakan, atau off dulu sesaat.
Bagaimana jika tidak berhasil ? Tenang aja, caranya buat si pasangan bergairah sampai menjelang orgasme. Nah setelah mau orgasme (pasangan ngasih tahu, misalnya: udah mau Bang), barulah on air.
Gimana ? Aku bisaaaa
hehehe cocoknya yang beginian dijawab dokter Boyke.
Semoga bermanfaat.
» ke atas - Februari 13, 2007 di 6:18 pm
@ Prayogo
Nuwun sewu cak…nderek..nggedabruss…
Tambahan dikit neeh barangkali giginya juga harus diperiksa, sakit kepala itu simptom (gejala) penyebab aslinya yang kudu di cari. Gigi geraham bungsu yang tumbuhnya miring sering menjadi penyebab sakit kepala ini jadi harus dibuang, penyebabnya bisa karena arah tumbuh gigi tersebut menggaggu jalannya syaraf atau menekan syaraf.
Maurnuwun
Evy - Februari 13, 2007 di 6:38 pm
@ senyumsehat,
Monggo langsung aja Mbak.
Hehehe, temen saya drg ada yang begitu, akhirnya dibedah.
Saya juga, dulu M3 bawah dua-duanya diperkosa eh dibedah ding.
Maturnuwun
@ prayogo,
Ada tambahan dari Bu drg senyumsehat.
» ke atas - Februari 14, 2007 di 9:05 am
@ senyumsehat: Terima kasih atas tambahan informasinya.
- Februari 14, 2007 di 4:26 pm
Terimakasih ulasannya Pak Dr Cakmoki, jadi ditahanpun ga ada bahayanya ya, cuma akan kurang plong.Sekalian saya ikut nanya nih, ada anggapan bahwa kalau sperma sering dibuang-buang bikin lemes, boros energi karena untuk memproduksinya perlu sumberdaya yang tidak sedikit, makanya itu dianjurkan untuk di irit-irit. Dari pandangan medis, itu gimana Cak?Maaf nanya-nya soal selangkangan mulu
Masih muda soale, hehe *pembenaran* - Februari 15, 2007 di 8:35 am
@ wadehel,
Nggak ada keharusan diirit-irit koq, kan bukan mobil. hehehe
Dari sudut medis nggak ada pengaruh apapun, walaupun tiap hari sperma upload gak bakalan habis, mau banjir sehari 3 kali 2 sendok makan juga nggak habis. Dan nggak ada pengaruh terhadap fisik
Nggak percaya, silahkan dibuktikan, lho nggak abis kan
» ke atas - Februari 15, 2007 di 9:42 pm
heh he jadi ikutan tugasnya dr. Iwan nih cak.. j/k
BTW mo nanya juga nih : abis ejakulasi sebaiknya dicabut dulu bersiin dulu, atau tetap on air nya diterusin? - Februari 16, 2007 di 10:06 am
@ Biho,
Keduanya boleh Pak, yang penting tetep asoy.
Yang di atas itu jawaban untuk temennya pak wadehel, yang gak punya “musuh”
» ke atas - Februari 16, 2007 di 8:49 pm
Ada yang mau tanya nih cak. Kasus saya sendiri. Sewaktu jongkok yang cukup lama (waktu bab misalnya), begitu bangkit kenapa yah lutut saya sakit sekali rasanya. tapi gak lama sih sakitnya.
- Februari 17, 2007 di 2:29 am
@ helgeduelbek,
Keluhan semacam ini banyak saya temukan, tiap hari ada kasusnya.
Pada dasarnya, bila hilang sendiri tidak apa-apa dan tidak perlu obat.
Kebanyakan penyebabnya “kaku sendi”. Bisa hanya karena beban tubuh, bisa pula karena rematik ringan (rematik ada ratusan jenis).
Keluhan tersebut dapat terjadi saat perubahan posisi seperti yang Pak Guru sebutkan, atau nyeri saat bangun tidur (terutama bagun pagi).Jika dirasa mengganggu, dapat diberikan obat anti nyeri, misalnya golongan “natrium diklofenat”. Di setiap Puskesmas obat ini tersedia. Diminum hanya kalau nyeri sesudah makan.Sedangkan untuk Pak Guru, menurut saya tidak perlu obat, karena dalam waktu singkat hilang sendiri.
Mungkin kelamaan nggak badminton Pak (hobinya badminton kan ?)
» ke atas - Februari 17, 2007 di 7:32 am
Begitu yah cak?. terimakasih, atas tanggapannya. mungkin benar karena gak pernah olah raga lagi, sejak pasangan main saya kena musibah tenggelamnya kapal senopati itu. Lagian yang sakit itu di lutut sebelah kiri saja. semoga bukan sakit yang beresiko. Matur nuwun Cak.
- Februari 17, 2007 di 8:48 am
@ helgeduelbek,
Sami-sami Pak. Semoga tetap sehat - Februari 17, 2007 di 1:20 pm
Cak ada vitamin namanya glucosamin dan condroitin untuk pengobatan osteoarthitis, menjaga cairan sinovial sendi, sepertinya manjur, soalnya bapakku ku kasih vitamin itu jadi berkurang sakitnya, di Indonesia udah ada belum ya? Ini link-nya
http://arthritis.about.com/cs/glucosamine/a/glucosamine.htm - Februari 18, 2007 di 12:59 am
@ senyumsehat,
Ya obat tsb mulai diteliti sejak tahun 80-an, berdasarkan pemikiran bahwa Glukosamin, Chondroitin dan asam hyaluronat adalah komponen tulang rawan. Malah dalam pemasaran dikombinasi dengan vitamin dan mineral. Makanya diberikan pada osteoarthritis yang dianggap dapat mencegah kerusakan tulang rawan . Saat ini di Indonesia dipasarkan lebih 20 produk dengan komponen glucosamin.
Tahun 2003 salah satu produk yang mengandung glucosamin ditarik bersama 100 produk herbal lainnya oleh BPOM berdasarkan penarikan ratusan produk herbal oleh Pan Pharmaceuticals Ltd Australia.
Sayangnya di Indonesia belum ada kajian lebih lanjut soal itu secara independen, yang ada kebanyakan sponshorship produsen obat.
Di Belgia, peneliti independen pada th 2005 menemukan adanya kenaikan kolesterol pada pemakaian glucosamin berdasarkan uji klinis terhadap 212 penderita osteoarthritis setelah pemberian obat tsb selama 3 tahun. Pertanyaannya: apakah hanya terjadi pada beberapa orang atau menyeluruh.
Di sisi lain disebutkan bahwa pemakaiannya aman berdasarkan trial terhadap hewan dan manusia.
Masih ramai ya
» ke atas - Februari 18, 2007 di 10:37 am
Wah di US di jual bebas cak, di toko2 wholesale bangasane wallmart, di bandung dulu temenku ngeresepin. Kenapa di Indo ditarik yo…? Opo kurang pelicine…halah jd negative thinking…Oh yo Cak, emaile njenengan nopo?
- Februari 18, 2007 di 12:58 pm
@ senyumsehat,
Podo koq Mbak, sing ditarik cuman siji, liyane tetep lancar.
Gak perlu resep iso. Biasa, tarik=menarik antara BPOM karo produsen & ahli farmako. Istilahe dudu pelicin, tapi “pemutihan”. hehehe
email: cakmoki@yahoo.com
» ke atas - Februari 20, 2007 di 3:14 pm
cak dokter aku mau nanya nih…
anak aku umur 19 bulan alias satu setengah tahun, dan dia sudah mulai tak ajarin sikatan dari umur 7 bulan kali ya*lali aku, biasanya hanya dengan sikat gigi saja, ndak pake pasta gigi. nah baru2 ini aku mulai kasih odol khusus anak2 merk switzal yang katanya aman bila tertelan*karena anakku rung iso kumur2. tapi karena aku takut efeknya aku hanya kasih odol seminggu sekali, itupun pas mau tidur..pertanyaan saya, aman gak ya pak kalau itu odol tertelan…walaupun ada tulisannya aman jika tertelan.suwun buat penjelasannya - Februari 21, 2007 di 8:07 am
@ mei,
Oke, masalah gigi dan kandungan fluor dalam pasta gigi serta ada tidaknya dampak jika tertelan, ntar dijawab Mbak Evy ya.
Ibu bisa juga langsung tanya beliau di:
http://senyumsehat.wordpress.com
» ke atas - Februari 21, 2007 di 9:45 am
yup cak, sudah saya kirim ke yang bersangkutan..maturnuwun buat bantuannya
- Februari 21, 2007 di 12:19 pm
cak, saya mau tanya dok. Bapak saya tu kadar gula darahnya sangat tinggi, tapi sama dokter tidak di vonis kencing manis dan sampai saat ini sehat-sehat saja. (hasil lab kandungan gula darah di point 450-an).cak, apa efek negatif dari gula darah yang terlalu tinggi?cak, apakah hal tersebut menurun secara genetis? (ibu saya juga kebetulan kena darah tinggi)kalo gak salah, gula darah yang terlalau tinggi tu menyebabkan luka tidak cepat sembuh, benar ga cak? saya kalo digigit nyamuk gak bisa langsung hilang bekasnya dan biasanya menghitam/berbercak hitam kira2 1 minggu baru hilang (padahal tidak saya garuk/terluka)
- Februari 21, 2007 di 2:03 pm
@ mei,
Sami-sami Bu.
@ ndarualqaz,
Mungkin dokter yang ngobati ayahanda tidak ingin melukai perasaan beliau. Atau bisa saja ada alasan lain.
Memang benar, bila kadar gula darah puasa maupun tidak puasa mencapai 450 mg% (mg/dl), kencing manis or diabet.
Ada edisi baca “mengenal diabetes mellitus” di halaman download, silahkan diunduh.Efek negatif bisa dihindari atau dibatasi jika gula darah dikendalikan. Caranya, kontrol teratur untuk evaluasi pengobatan. Bila kadarnya turun, dosis obat juga diturunkan sampai normal. Setelah gula terkendali dalam kadar normal, selanjutnya hanya mengatur jadwal dan jumlah makanan.Diabetes kebanyakan faktor keturunan, tetapi tidak selalu begitu, ada sebab lain misalnya infeksi virus atau minum obat tertentu terlalu lama.Soal luka pada diabet, cerita singkatnya begini:
Pada penderita Diabet, makanan yang mengandung gula tidak mampu diolah (dimetabolisme) oleh tubuh menjadi glikogen, sehingga gula darah tetap tinggi. Akibatnya terjadi penyempitan pembuluh darah kapiler di ujung-ujung tubuh (perifer) terutama kaki karena tidak cukup mendapatkan makanan. Proses penyempitan kapiler tidak serta merta terjadi tetapi makan waktu lama.
Jika kaki tidak sengaja terluka, sulit sembuh karena kadar obat menuju kapiler berkurang dan sel-sel pemberantas kuman (sel fagosit) yang diproduksi tubuh juga sedikit (karena penyempitan kapiler, disebut: micro-angiopathy). Itulah penjelasan mengapa luka pada penderita diabet lama sembuhnya. hal ini bisa dihindari bila kadar gula dikendalikan dengan obat, pengaturan makan dan olahraga sesuai umur.
So, diabet atawa kencing manis bukan “momok” asalkan rajin kontrol.Adapun bekas gigitan nyamuk yang menghitam, kemungkinan penyakit kulit sejenis alergi atau “prurigo von hebra”, hebra artinya hitam sedangkan prurigo artinya bercak yang gatal. Ih namanya keren ya.Semoga membantu dan semoga ayahanda tetap sehat.» ke atas
- Februari 21, 2007 di 9:06 pm
Mau nanya lagi donk …Temen saya lagi di Rumah Sakit, mulai bagian pinggul sampe ujung kaki pegal-pegal, di pencet-pencet ama dokter gak kerasa apapun. Katanya dokter kena Nyamuk Cikungunya *gak tau spellingnya :D*Itu bahaya gak yah ..? denger-denger bisa bikin lumpuh ..? kaya DB gak? menular gak ..? udah ada obatnya belum ..?
Oh iya, dia juga dianjurkan banyak-banyak minum Pocari Sweat. Kenapa ya? kurang cairan gitu ..?Eh iya, saya emang ganti nick *was Gé*
Thx sebelumnya
- Februari 22, 2007 di 3:56 am
udah kujawab di blogku ya cak, buka tanya jawab juga deh, abis kashan ntar numpuk disini, di konsul aja silahkan hehehe
- Februari 22, 2007 di 4:46 am
@ leeloos,
Demam Chikungunya TIDAK BERBAHAYA tapi sangat menyiksa, karena selain demam, juga nyeri di sendi dan sekujur tubuh. Belum lagi anggota badan sulit digerakkan sehingga penderita “merasa lumpuh”, terus panik, terus nangis.
temennya sudah nangis belum.
Selain itu timbul bercak merah, kadang merata kadang tidak.
Penyebabnya adalah virus chikungunya, kelompok Alphavirus Grup A sedang DBD grup B, masih bersaudara tapi beda akibatnya.
Penularan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti (sama dengan DBD).
Jika daya tahan bagus sembuh sendiri dalam beberapa hari, tapi mana tahan. Minuman bebas, teh kotak juga boleh yang penting tetap makan nasi dan minum dalam jumlah cukup. Mandinya pakai air hangat ya, karena kalo pakai air dingin bisa tambah nyeri otot dan sendinya.
Mestinya gak perlu opname, obatnya mudah, pakai anti nyeri atau obat panas dan jika ada infeksi sekunder, misalnya di tenggorokan, bisa diberi antibiotika.
Di tempat kami tiap tahun ada, setiap musim DBD maka Chikungunya juga ada karena virusnya bersaudara dan nyamuk pembawa virus sama.
Edisi baca, dapat di download di halaman download paling bawah.Semoga cepat sembuh
@ senyumsehat,
Yo yo maturnuwun.
Hahaha akhirnya buka juga, soale di milis kadang lebih telung ndino nganti seminggu lagi dijawab.
Yuk, menghasut liyane
» ke atas - Februari 22, 2007 di 3:08 pm
Maaf Cak,onok gak tulisan neng internet sing isine soal tipe/jenis/carane nyuntik.cak moki sampeyan iso jelasno tipe/carane nyuntikSuwun yo cak
Intan - Februari 23, 2007 di 2:13 am
@ Intan,
Nginfus ono Mbak, nyuntik durung ketemu.
Sabar yo, sik ngerancang tutorial cara nyuntik. Kebetulan waktu nulis posting:
Tindakan medis dasar untuk mahasiswa kedokteran , ono usulan sejenis.
Sabar yo, mohon waktu
» ke atas - Februari 23, 2007 di 11:56 am
Cak Moki, terima kasih atas tanggapannya. Alhamdulillah bapak saya sehat walafiat. update test gula darah bapak saya sekarang sudah di point 200-an. kemaren saya juga test gula darah di health center di kampus hasilnya di point 160, dan pas saya tanyakan ke dilter di kampus juga, ternyata bercak hitam gara2 nyamuk yang saya alami bukan karena kadar gula yang tinggi, karena juga saya alami di tangan. katanya sih kalo bercak yang saya alami itu tibul di kaki dan jika di tangan tidak, kemungkinan bisa jadi gara-gara gula darah yang terlalu tinggi.
- Februari 23, 2007 di 4:30 pm
- Februari 25, 2007 di 4:51 am
cak, mau konsultasi lagi. (hehehe, maap ya cak ngerepoyin terus).4 tahun lalu saya pernah patah di lengan kiri dan kemudian di sambung pake pen ( tulang keluar, kedua tulang (hasta dan pengumpil) patah (ato lebih tepatnya pecah kayak pipa di keprukkan ke besi)). 1 tahun kemudian tangan saya yang kiri patah lagi pada suatu kecelakaan (weleh2, keelakaan kok langganan) tepat diatas patahan lama (diatas pen). tapi tidak dioperasi karena hanya patah satu dan rapi, jadi cuma di gif.yang mau saya tanyakan, apakah ada efeknya terlalu lama memakai pen pada tulang?, soalnya saya males (malu buat bilang takut) nyopotnya. sekarang tangan kiri saya sebenarnya sudah bisa digunakan seperti sebelum kecelakan.(nb. saya tidak hanya patah di tangan kiri, tapi juga di pundak kanan dan juga pakai platina)terimakasih
- Februari 25, 2007 di 9:16 am
Cak mau nanya lagi ini….Kenapa ya, telapak dari kedua tangan serta kaki saya itu selalu basah atau berkeringat. Kata orang itu artinya saya punya penyakit dalam, benarkah? kalau memang iya, sakit dalam apakah saya….bagaimana cara mengobatinya.Berkeringat di telapak kaki dan tangan ini saya rasakan kurang lebih 2 tahunan.Dan satu lagi cak, kok saya orangnya gampak capek ya, jalan2 ke mall, jalan kaki yang agak jauh sudah membuat kaki saya pegel dan akhirnya kalau sudah pegel badan ikut capek semua, sakit apalagi ini?
Maturnuwon cak atas balasannya - Februari 25, 2007 di 10:08 am
@ ndarualqaz,
Ini benar-benar langganan patah. Hehehe
Dari sudut bahannya pen tidak pengaruh. Dari sudut pemasangan sebenarnya nggak pengaruh juga, sepanjang tidak mengganggu aktifitas lengan tersebut dan tidak mengganggu selaput otot. Saya rasa yang lebih tahu adalah dokter bedah yang operasi, karena beliau yang masang plat dan skrupnya.
Mudahan tidak patah lagi ya
@ prayogo,
Pertama:
Telapak tangan berkeringat tidak berhubungan dengan penyakit dalam ataupun penyakit jantung. Bila ada seseorang tangannya berkeringat, kemudian di saat yang bersamaan menderita penyakit tertentu, hal tersebut kebetulan semata.Kedua:
Capek yang bersifat insidental tanpa ada keluhan lain yang spesifik, biasanya tidak apa-apa.
Kalau berlangsung lama (misalnya sampai berbulan-bulan), sebaiknya konsul dokter terdekat atau periksa laboratorium lengkap.
Jika ternyata tidak ada kelainan, berarti aman. Bisa saja karena faktor pekerjaan, atau kurang aktifitas, atau kurang istirahat.
Kan tempo hari kalau nggak salah ada postingan habis jatuh ya ?
Atau sementara minum vitamin dosis tinggi yang mudah larut dalam air, misalnya nerobion atau sejenisnya selama 10 hari.Semoga segera sehat kembali Pak
» ke atas - Februari 26, 2007 di 10:37 am
Terima kasih banyak Cak atas saran dan informasinya. Semoga Tuhan membalas segala kebaikan CakMoki, AMIN.Lain kali saya tanya lagi ya
- Februari 26, 2007 di 3:15 pm
- Februari 26, 2007 di 8:48 pm
Dear Cakmoki yang baik hati,Apa yah obat untuk keseleo ..?
Pacar saya keseleo dan sepertinya cukup parah, sampe ga bisa duduk, kalo jalan juga harus pegangan.
Sementara ini dia cuma pake “penghilang rasa sakit”, tapi bukan obat.
Naah, mungkin Cakmoki bisa bantu ..? ada referensi ..? please..?
Oh iya, sakitnya di bagian tulang ekor gitu. Penyebabnya gara-gara dia ngangkutin karung2 yg berat *sepertinya*, bisa krn gak pemanasan dulu, bisa juga karena terlalu bersemangat ngangkutin beban2 berat itu
Saya sedih banget nih kalo pacar saya sakit, apalagi saya lagi gak ada disamping dia 
Jadi mohon dengan sangat bantuannya …Terimakasih - Februari 26, 2007 di 8:55 pm
Perasaan banyak yang nanyain penyakit pacarnya ya pak? Suruh cari pacar lain aja pak! Yang da penyakitan…Saya mau tanya neh dok, pacar saya (GLEPAK!) tiap bulan kena sariawan, kayanya mulutnya sensitif. Kalo salah make pasta gigi, langsung bengkak-bengkak. Kena benturan sedikit, langsung luka. Beberapa kali diperiksa dokter, cuma dikasih multivitamin. Pas pake pasta gigi herbal, rada mendingan tapi tetap suka sariawan parah, meski lebih jarang.Kenapa ya pak?
- Februari 26, 2007 di 9:07 pm
@manusiasuper
halah, sendirinya ga ganti pacar
Kena sariawan, kalo gak kekurangan vitamin C ya berarti kebanyakan vitamin C.
Vitamin “C” disini bisa Cium atau “C” vitamin beneran
*maaf ya cak, numpang OOT :D* - Februari 27, 2007 di 3:35 am
@ leeloos,
Yang ditanyakan obat sedih apa obatnya pacar ? *becanda*
Membaca jalan cerita penyebab sakitnya sang pacar, kemungkinan yang nyeri di persendian antara tulang ekor dan pinggang (lumbosacral). Daerah tersebut bisa nyeri sekali akibat mengangkat beban berat secara mendadak (saking semangatnya), atau perubahan posisi mendadak.
Apa betul di tulang ekor ? Apa bukan di atas tulang ekor ?
Kalau gak bisa duduk dan jalan harus pegangan, kemungkinannya antara lain: otot di sekitar sendi tersebut kaku (spasme), terjepitnya syaraf atau HNP (Hernia Nucleus Pulposus, yang ini mudah-mudahan tidak). Jangan keburu sedih dulu ya, ini kan hanya kemungkinan-2 tanpa pemeriksaan.
Menurut saya, sebaiknya sang pacar dianjurkan periksa ke dokter spesialis Rehabilitasi Medis (fisio terapi).
Jika ternyata tidak ada kelainan serius, biasanya dilakukan fisioterapi atau obat pereda nyeri.
Andaikan karena berbagai hal belum sempat ke dokter, untuk sementara bisa minum obat pereda nyeri, misalnya: Natrium Diclofenat 50 mg 3×1 atau Piroksikam 10 mg 2×1 diminum sesudah makan. (dengan catatan tidak pernah ada riwayat alergi terhadap obat tersebut).
Bila dalam 3 hari setelah minum obat di atas masih nyeri, mau tidak mau periksa ke dokter setempat.
Semoga sang pacar sehat kembali.Referensi: coba link artikel di sini, ada obat-obatnya.
Gambar daerah yang sering nyeri: lihat di sini
@ manusiasuper,
Jika sudah berulang periksa ke dokter, tentu beliau sudah tahu faktor penyebab dan obatnya. Sariawan, yang terbanyak “stomatitis”, peradangan lokal atau luka di permukaan mulut.
Kenapa ?
Kalau timbulnya berulang, selain sensitif kemungkinan lain: gangguan di gigi, faktor kecemasan (maaf), misalnya beban pekerjaan dan sejenisnya.
Adakalanya seseorang mengalami seperti itu, salah mengunyah dikit langsung luka dan bengkak. Enak-enaknya bercanda, tergigit sendiri trus luka. Kadang lama sembuh dan menjengkelkan bagi yang mengalaminya, tapi bisa hilang juga koq.
Dengan pasta bisa, contoh: Solcoseryl. Bisa juga menggunakan antiseptik mulut, misalnya: FG troche dihisap tiap 4 jam. Bisa juga Albhotyl, dioleskan di luka (perih lho, bisa sampai menitikkan air mata) atau untuk kumur (10-15 tetes dilarutkan dalam segelas air), atau Kenalog orabase (bentuk jelly, dioleskan di luka sesudah makan dan sebelum tidur).
Pilih yang paling nyaman untuk sang pacar (si dia mungkin dah hapal obat yang paling cepat menyembuhkan).
Menurut saya pemakaian vitamin tidak banyak membantu.
Kalau toh tetap berulang, paling tidak lebih jarang.Sebenarnya ada juga jawaban becanda, tapi hanya untuk pasien di praktek yang sudah akrab. Di halaman ini kan kebaca orang lain. Hehehe.
Semoga pacar tidak (jarang) sariwan ya.
@ berdua:,
Sama-sama membicarakan pacar, dilarang saling mendahului
» ke atas - Februari 27, 2007 di 8:29 am
@cakmoki
Ke Fisioterapi yah …
dia lagi di tempat yang cuma ada dukun beranak-nya, mau kembali ke peradaban tapi sakitnya menghambat.
Jadi emang sementara ini harus makan obat penghilang nyeri doank donk.
anyway, terimakasih banyak yah cak … *tapi masih khawatir aja*
Semoga beliau lekas sembuh .. *Amin*
Thx again
- Februari 27, 2007 di 10:23 am
@ leeloos,
Maaf, maaf, baru ingat si dia ada di seberang. hehehe.
Betul, sementara pakai anti nyeri.
Ya, Semoga beliau cepat sembuh
» ke atas - Februari 28, 2007 di 10:06 pm
Sama mau jawaban yang akrab pak, silahkan via manusiasuper[at]gmail[dot]com…
@leelos
Gimana kalo kita…. *kedip2* - Februari 28, 2007 di 10:12 pm
eh, lupa bilang terima kasih..Makasih Pak! Kalo ada yang bisa saya bantu, bilang saja..
- Maret 1, 2007 di 12:09 am
manusiasuper,
Hanya satu kalimat koq (namanya juga bercanda), email sudah saya back-up.
Sama-sama Pak, terima kasih juga atas tawaran bantuannya … - Maret 1, 2007 di 9:40 am
Cak tanya lagi nih….Pacar saya sering sakit kepala yang berlebihan dan kadang migran. Sakit kepalanya itu di rasa kalau:1. Terlambat makan nasi pada siang hari. Yang sering terjadi kalau makan lewat dari jam 12 sampai 12-30an maka akan datang sakit kepala itu.2. Pada waktu jalan di siang hari dengan udara yang cukup panas, pasti sakit kepalanya itu datang.Ini apa yang Cak, sakit kepala biasa, atau ada sakit yang lain.Ini dulu Cak, lain kali pasti saya nanya lagi.Maturnuwon atas jawabannya
- Maret 2, 2007 di 1:10 am
@ prayogo,
Maaf ya, koneksi lagi kambuh letoynya.Sakit kepala ada beberapa jenis: cephalgia (sakit kepala), Tension headache (sakit kepala dengan ketegangan otot leher), migrain (sakit kepala sebelah).
Penyebabnya juga banyak, bisa dari mata minus atau silindris, bisa dari alergi hidung (rhinitis), bisa dari gigi, bisa faktor pekerjaan (misalnya kerja didepan komputer berjam-jam), bisa karena posisi tubuh yang cenderung tetap di satu posisi dalam tempo lama, dll.
Tetapi bisa juga TANPA kelainan apapun. Oya sakit kepala tidak selalu berhubungan dengan tekanan darah, artinya tekanan darah normalpun bisa mengalami sakit kepala.1. Jika ini yang terjadi, kemungkinan berhubungan dengan dispepsia (sakit maag). Jika tidak ada riwayat sakit maag, solusinya tetap sama, yakni: siapkan makanan kecil agar tidak sampai terlambat makan, sehingga bila karena suatu hal pada jam tersebut tidak sempat makan, sementara bisa makan makanan kecil agar tidak terjadi kekosongan lambung.2. Kondisi demikian juga dialami oleh beberapa pasien di praktek, setiap kena terik matahari, sakit kepala muncul. Jika tidak ditemukan kelainan biasanya saya anjurkan pakai payung atau pelindung kepala. Pernah coba?Saya masih perlu info tambahan Pak.
Tentang sakit kepala karena terlambat makan.
Apakah sang pacar pernah sakit maag (dispepsia)?Tentang sakit kepala jika berada di terik matahari:
1. Apakah pernah mengalami benturan kepala (maaf, misalnya beberapa tahun sebelumnya pernah jatuh) ?
2. Apakah sakit kepala selalu muncul saat terik matahari ? Ataukah hanya kadang-kadang saja ?Tentu sudah ke dokter kan ? Jika sudah apa yang dikatakan dokter dan apa saja obat yang pernah diminum ?
Lho koq malah saya yang nanya nih. hehehe saya perlu gambaran lebih lengkap.Namun demikian, untuk sementara: jika munculnya sakit kepala seperti yang digambarkan 2 kondisi di atas, sepertinya tidak berhubungan dengan penyakit serius.
Bagaimanapun juga sakit kepala tetaplah menyiksa. Oleh karena itu perlu obat pereda sakit kepala untuk menanggulanginya.
Obat yang perlu disiapkan: (pilih salah satu saja ya)
Pyronal, Panstop, Novalgin, Neuro Panstop.
Sedangkan Analsik, Metaneuron, Hedix, Neurodial harus dengan resep dokter.
Maaf, saya sebutkan langsung nama dagangnya biar gampang, bukan untuk promosi.
Adapun yang ringan-ringan: Biogesic, Dumin, Sanmol dan sejenisnya.Langkah terbaik adalah periksa ke dokter setempat.
Bila dengan salah satu obat tersebut di atas sudah bisa menanggulangi sakit kepala dan jarang kambuh, ya gak perlu periksa.Semoga membantu

» ke atas
- Maret 2, 2007 di 2:28 pm
Terima kasih Cak atas informasinya….Sekedar informasi, memang pacar saya juga mengalami sakit mang, tetapi kalau terbentur sepertinya tidak pernah.Ok…sekali lagi terima kasih atas informasinya, nanti perkembangan selanjutnya akan saya kasih tahu.
Maturnuwon Cak…. - Maret 2, 2007 di 4:12 pm
- Maret 4, 2007 di 11:35 am
Cak, nanya lagi… semoga da jadi pasien tetap di sini..Sekitar 3 bulan lalu, pergelangan tangan kanan saya nyeri, karena kesalahan prosedur saat nyuci motor. Waktu itu nyerinya biasa saja, seperti pegal otot.Sempat sembuh beberapa saat, tapi 4 minggu kemudian, saya terlalu bersemangat menghidupkan Genset Listrik di rumah pas mati lampu. Ketika menarik tali starter (GENSET NDESO PAK, MASIH PAKE TALI, He…)pergelangan tangan yang sama langsung ‘menjerit’.Sempat saya biarkan, siapa tahu sembuh sendiri lagi. Tapi ternyata samapi sekarang, malah tambah sakit. Sakitnya terasa ketika telapak tangan di miringkan atau lengan diputar. Terasa nyeri persis di persendian atas antara telapak tangan dan lengan.Sudah saya urut ke berbagai tukang urut traidisional, namun rata-rata bilang tangan saya tidak apa-apa. Tapi TETEP SAKIT!Beberapa bilang tangan saya sudah permanen sakit - apa maksudnya pak? Disuruh direndam air hangat setiap hari 5 menitan. Atau diolesi obat buat rematik katanya…Tangan ini belum saya ajak ke spesialis tulang, takut biaya, he…
Apa mungkin persendian saya kemasukan udara pak?
Atau cairan pelumas persendian bisa kering?
- Maret 4, 2007 di 1:04 pm
@ manusiasuper,
Berdasarkan cerita di atas, menurut saya nyeri sendi tersebut tidak permanen (tidak menetap). Apalagi nyerinya ketika telapak tangan di miringkan atau lengan diputar. Artinya di posisi tertentu saja.Apa mungkin persendian saya kemasukan udara ?
Tidak. Sendi tidak akan kemasukan udara, isinya adalah cairan sendi.Atau cairan pelumas persendian bisa kering?.
Tidak. Cairan sendi tidak akan kering. walaupun diseot sampai habis, cairan diproduksi kembali.Menilik kondisi di atas, sementara bisa diobati dengan pereda nyeri (pereda nyeri otot, sendi dan tulang)Contoh: (pilih salah satu ya)
Natrium diklofenat 50 mg (nama dagangnya: divoltar, klotaren, fenavel, voltaren *yang ini mahal*)
Diminum 3×1 sehari sesudah makan, kalau perlu saja, artinya jika minum 1 tablet nyerinya hilang maka sisanya disimpan dan dapat diminum lagi jika nyeri kambuh.atau:
piroksikam 10 mg (nama dagangnya: infeld, lanarheuma, maxicam, roxiden, dll). Diminum 2×1 sesudah makan, kalau perlu saja.Jika obat tersebut tidak membantu, mau tidak mau ke spesialis rehabilitasi medik (poliklinik rehabilitasi medik/fisioterapi)Semoga cepat sembuh
» ke atas
- Maret 5, 2007 di 3:16 pm
pa dokter ada vitamin yang bagus buat ngegemukin badan engga kalau ada apa ini untuk adik saya saya sudah coba obat-obatan tapi hasilnya sama saja minum susu apalagi tiap hari.Makasih pa Dokter
- Maret 5, 2007 di 3:48 pm
@ jokotaroeb,
Obat untuk menggemukkan badan tidak ada Pak.
Kalau ada yang nawarin obat yang mengandung deksametason dan siproheptadin, sebaiknya tidak diminum. Karena jika diminum akan nampak gemuk tapi sesungguhnya bengkak dan gembyur.
Minum susu sudah bagus.
Menurut saya tidak perlu gemuk, ntar banyak resikonya. Nanti kalau terlanjur gemuk malah repot menurunkan berat badan. Sekarang malah banyak orang kepingin kurus lho.
Yang penting sehat.
Semoga jawaban singkat ini membantu. - Maret 5, 2007 di 5:33 pm
Terima kasih pak, saya copy ya resepnya…
- Maret 5, 2007 di 11:52 pm
@ manusiasuper,
Sama-sama, monggo silahkan - Maret 6, 2007 di 12:39 am
halo Dok, ikutan konsultasi boleh..
hari ini saya buang air agak ngedan keras sampe2 ada rasa nyeri di dubur. malamnya saya raba ternyata ada benjolan yg keluar sedikit di dubur. mungkin kah hernia itu Dok? kalo memang hernia, ada nggak ya posisi2 tidur ato terapi yg bisa mengantisipasi kambuhnya hernia tanpa operasi. soalnya saya lagi jauh dr tanah air dan biaya operasi mahal sekali di negara t4 saya sekarang.
ada pantangan makan? ato ada makanan yg justru disarankan supaya meringankan gejala hernia?
terima kasih dok. - Maret 6, 2007 di 2:11 am
Cak Dokter, mo nanya pendek aja. Waktu itu pernah bilang kan kalo ngobatin sariawan jangan pake yg karsinogenik? Nah, Albothyl tu boleh ga buat ngobatin sariawan?*Sedang sariawan… hiks…*
- Maret 6, 2007 di 2:21 am
@ bubud,
Halo juga,
Benjolan di dubur adalah hemorrhoid alias ambeien, bukan hernia. Bisa disertai tetesan darah segar, bisa juga tidak.
Menurut saya, kalau masih kecil tidak perlu operasi. Bisa dipakai obat antihemorrhoid supposutoria (obat seperti peluru kendali mini yang dimasukkan ke dalam dubur), misalnya: anusol, borraginol, ultraproct.
Cara pakai: setelah dikupas bungkusnya, basahi dengan air sabun lalu masukkan obat tersebut ke dalam dubur sebelum tidur dan setelah buang air besar pagi, atau cukup malam hari saja.
Obat ini disimpan di kulkas agar tetap keras.
Biasanya perlu waktu beberapa hari masa pengobatan, so sabar dan telaten ya.
Kalau risih pakai yang bentuk ini bisa pilih yang cream atau salep.
Di Malaysia ketiga obat tersebut rasanya mudah didapat.
Bila sudah membaik, obat tersebut bisa disimpan dan dipakai lagi jika kambuh.
Untuk makanan sebaiknya pilih sayuran berserat tinggi semisal kangkung, agar kotoran tidak keras dan saat buang air besar tidak perlu mengejan. Selain itu sedapat mungkin menghindari angkat berat.
perlu diketahui, timbulnya hemorrhoid (benjolan di dubur) disebabkan tekanan rongga perut yang meningkat, misalnya karena mengejan, angkat berat, dll.
Semoga cepat sembuh. - Maret 6, 2007 di 2:29 am
@ Yandhie Dono,
Albothyl gak apa-apa, kan hanya jangka pendek. Lebih cepat tuh sembuhnya, asal tahan perihnya. Bisa menitikkan air mata lho.
Moga cepat sembuh ya, biar bisa merasakan nikmatnya sate, hahaha - Maret 6, 2007 di 11:25 am
Terima kasih pa dokter sarannya sangat membantu, kapa2 main kesinggasanaku ya, ku tunggu

Hatur Nuhun - Maret 6, 2007 di 12:15 pm
terima kasih dok atas sarannya. saya akan cari obatnya disini. ngeri juga khan dok kalo sampe operasi. hiiiyyy..
wah dokter kok bisa tau saya suka angkat berat? hebat.
sekali lagi terima kasih atas sarannya. blog nya bagus dan bermanfaat sekali. - Maret 6, 2007 di 1:28 pm
Hehehe, plong rasanya. Soalnya ada yg bilang Albothyl tu obat buat keputihan, bikin kangker, etc. etc. Sempat takut.Wah matur nuwun sanget, Cak. Semoga dibalas oleh yang Maha Memberi.
- Maret 6, 2007 di 3:03 pm
Cak dokter, mbok aku d wenehi jelas tentang G6PD???
- Maret 6, 2007 di 4:11 pm
Pak Dok..nanya donk..Ibu saya sering nyeri di perutnya ,sampe ga bisa ngapa2in ,haidnya pun bisa sampai sebulan baru berhenti..kata bu dokter sie gara2 mo brenti haid..memang setiap prempuan menjelang menopause *bener ga ya tulisannya?* slalu nyeri dan haidnya berkepanjangan sperti yang ibu saya alami?makasi sebelumnya ya dokter ^_^
- Maret 6, 2007 di 11:34 pm
@ jokotaroeb,
Ya-ya-ya, ntar keliling-keliling.
Maaf ya
@ bubud,
Oke, sama-sama.
Hehehe, angkat-angkat berat yang di foto itu ya, itu mah angkat ringan kali *becanda*
@ Yandhie Dono,
Kalo baca etiket obat memang ada disebutkan untuk sariawan “mulut bawah”, hahaha, tapi ada keterangan penggunaan stomatologi bisa untuk “sariawan” mulut atas.
Sama-sama. Amin
@ mei,
G6PD=glucose-6-phosphate dehydrogenase.
Singkatnya: G6PD adalah enzim yang berfungsi sebagai katalisator proses oksidasi Glukosa-6 fosfat. Jika kekurangan (defisiensi) enzim tersebut, sel darah merah (eritrosit) mudah pecah (hemolisis intravaskuler), sehingga bisa terjadi anemia.
Penderita defisiensi G6PD sedapat mungkin menghindari faktor pencetus, misalnya: infeksi, obat tertentu misalnya aspiri dan zat kimia tertentu, misalnya kapur barus.
Semoga ringkasan ini bisa sedikit menambah informasi G6PD.
@ chielicious,
Ooo berkaitan dengan menstruasi tho. Kalo emang nyeri haid namanya: “dysmenorrhea”, dan haid yang berlebihan jumlah dan lamanya disebut “menometrorrhagia”. Keduanya bisa dialami wanita yang menstruasi, bukan hanya pre-menopause. Gadis juga bisa.
Jika dokter mengatakan gak apa-apa berarti kemungkinannya adalah gangguan keseimbangan hormon (udah periksa USG?).
Menurut saya, kalo berkepanjangan coba diperiksakan ke dokter kandungan. Kalo sudah periksa dan diberi obat masih tetap, sebaiknya kontrol. Kasihan dong kalau haid berkepanjangan apalagi disertai rasa nyeri. Betul nggak ?
Semoga ibunda tercinta lekas sembuh ya» ke atas - Maret 7, 2007 di 10:06 am
bisa di bahas lebih lanjut cak, atau kalau terlalu panjang, tolong d imel k saya saja..thanks buat bantuannya
- Maret 7, 2007 di 11:02 am
makasi banyak pa dokter ^_^ kemarin sudah di bawa ke dokter kandungan ..tapi ga di usg ..ga di saranin juga ma bu dokterna..cuma di kasi obat..dan syukurnya sekarang dah ga nyeri lagi..:D
- Maret 7, 2007 di 6:22 pm
@ mei,
ok bisa, maksudnya masalah khusus G6PD atau anemia nya ?
kalau bersifat sangat pribadi dan kasuistik ntar saya lengkapi dan kirim via email. Kalo sifatnya umum, mungkin akan saya buat postingan yang umum juga. Gimana?
@ chielicious,
Saya ikut bersyukur Ibunda sudah baikan.
Semoga beliau tetap sehat
» ke atas - Maret 7, 2007 di 6:24 pm
- Maret 9, 2007 di 10:25 am
gini, saya punya bayi umur 2 bulan (kembar). mereka anak pertama, mesti gimana klo :1. Mereka menolak total pemberian ASI, maunya susu botol terus. sejak lahir mereka cuma dapet supply ASI 10 hari, itu pun ga ekslusif, campur dgn susu botol. Ada ga cara buat nge-bujuk mereka minum ASI lagi?2. Anak2 saya lehernya sangat2 berlipat, jadi kulit sekitar lehernya lecet & iritasi. sudah di bawa ke dokter trus di kasih krim Eloskin,sy coba sampe 2 minggu ga sembuh2. saya pindah ke dokter lain, dikasih obat Elocon, bukannya sembuh tapi makin parah, saya ganti dokter lagi ktanya pake Erla Neo Hydrocort, tp masih gitu2 aja, bisa kasih saran sebaiknya diapakan leher anak2 ini?3. Saya melahirkan secara Caesar, kadang badan suka gemetar tanpa sebab. apa itu normal?
- Maret 9, 2007 di 11:50 am
ok cak, thanks
- Maret 9, 2007 di 1:59 pm
@ munnasyah,
Pertama:
Sebenarnya langkah ibu sudah benar, yakni selang-seling susu botol dengan ASI untuk mengembalikan ke ASI. Pernah mindah ASI ke dalam botol ? Jika cara ini gagal, tidak perlu risau. Idealnya ASI Eksklusif, namun jika si bayi tidak mau dan lebih memilih susu botol bukan berarti kiamat koq. Menurut saya kalau memang tidak mau ASI, tidak mengapa memakai susu botol, yang penting si kembar tetap sehat.
Kedua:
Obat cream yang diberikan adalah anti alergi dan sepertinya gagal. Idealnya sih saya perlu melihat, minimal melalui foto tempat yang lecet. Berdasarkan pengalaman di praktek saya, kebanyakan lecet pada bayi disebabkan jamur karena lembab oleh keringat di daerah lipatan leher, ketiak atau pelipatan paha. Jika memang jamur, akan tambah melebar dan tambah basah kalau diberi anti-alergi.
Oleh karena itu, jika ibu berkenan, bisa dibelikan obat anti jamur yakni Bedak Daktarin atau bedak Mycorine (jangan salep atau krim). Keduanya mengandung anti jamur mikonazol 2%. (bedak lain tidak ada)
Cara pemberian: usapkan di daerah yang lecet sedikitnya 2 kali, setelah mandi pagi dan sore, selama sekitar 4-6 minggu. Adakalanya 2 minggu sudah sembuh dan bekasnya hilang dalam beberapa bulan.
(mohon beri kabar tentang perkembangan pengobatan kulitnya ya)
Ketiga:
Menurut saya, tidak ada hubungan antara operasi cesar dengan badan gemetar, terlebih operasi sudah 2 bulan yg lalu.
Kemungkinannya, kurang istirahat (lelah) karena ngurus 2 bayi sekaligus, anemia, atau hipotensi.
Jangan keburu cemas ya,
Sebaiknya konsultasi ke dokter ibu.Semoga seluruh keluarga diberikan kesehatan. Amin
» ke atas - Maret 9, 2007 di 2:37 pm
Jawaban tentang pertanyaan saya perihal Flex di sini aja ya dok.
terima kasih - Maret 9, 2007 di 3:39 pm
@ Biho,
Tentang Flex (fleks), maaf Pak, saya paling tidak setuju dengan diagnosa semudah itu, apalagi rata-rata bayi sudah imunisasi BCG.
Anak dengan diagnosa flex (TBC) dengan obat selama enam bulan hanya berdasarkan Rontgen dan Test kulit (Mantoux test) jadi pedebatan di dunia kedokteran.
Sebagai gambaran, di tempat kami sudah puluhan didiagnosa flex hanya karena batuk kro-krok berkepanjangan.
Beberapa diantaranya saya rujuk ke ahli Paru dan TIDAK satupun yang TBC. Nah !!!
Kebanyakan, batuk berkepanjangan disertai sesak atau napas berbunyi (krok-krok) disebabkan virus, mungkin juga alergi, mungkin juga asma mulai ringan sampai berat. Terbukti anak yang mendapatkan obat Flex setelah 6 bulan, 1 tahun atau bahkan 2 tahun, TETAP BATUK.
Pada umumnya, pada usia dini (1-2 Tahun) batuk tersebut mudah kambuh, ada yang 2 minggu kambuh, atau sebulan kambuh, terutama jika di sekitarnya ada yang batuk, maka si anak mudah ketularan. Atau habis jalan-jalan di Mall, lalu batuk. Jadi batuk lama TIDAK serta merta flex (TBC). Dengan tumbuhnya si anak, daya tahan akan meningkat dan lama kelamaan jarang batuk.
Saya sudah mendiskusikan dengan teman spesialis Anak di Surabaya dan kakak saya spesialis anak di Magelang, nggak ada tuh ngobati flex.
Kakak saya (dr Sp Anak) pasiennya lumayan, lebih 40 per hari, rata-rata batuk alergi, rasanya tidak begitu mudahnya mendiagnosa Flex.
Bayangkan, jika banyak yang didiagnosa Flex, berarti imunisasi BCG gagal dong.
Di tempat kami, orang tua yang anaknya didiagnosa Flex sudah kapok Pak, tiap bulan beli obat ratusan ribu, setelah selesai pengobatan masih batuk juga. Buang uang dan waktu.
Pasien di praktek, biasanya datang lagi setelah diobati flex gak sembuh. Beberapa diantaranya saya minta untuk membutikan sendiri. Ternyata sama, gak sembuh. Ada juga yang langsung saya hentikan. Kasihan, dong.
Ketika saya pulang kampung ada tetangga sudah minum obat TBC (flex) 1 tahun, gak sembuh-sembuh, padahal saya tahu persis si anak sakit asma. Langsung aja saya minta menghentikan obat Flex, ganti obat asma, diminum saat kambuh saja.
Sejujurnya, saya TIDAK SEPENDAPAT anak dengan batuk berulang begitu mudahnya diobati obat TBC (flex)
Saya nggak tahu di Sangatta ada berapa dokter anak, salah satunya adalah teman saya, dr. S Sp Anak (wanita berkacamata tebal).
Mungkin di Sangatta tidak banyak pilihan, tapi sebaiknya cari dokter lain. Atau kalau pas ke Samarinda, silahkan ke dr. Emil Bachtiar Moerad Spesialis Paru di jalan Imam Bonjol (apotik 99)
Semoga penjelasan ini bermanfaat.
» ke atas - Maret 9, 2007 di 5:15 pm
Terima kasih dok,
Informasi : anak saya rajin berobat ke dr. Suryantini, beliau dr. S Sp Anak di RSU Sangatta. - Maret 9, 2007 di 6:15 pm
@ Biho,
Beliau teman saya. Kalau ketemu salam ya, bilang aja dari temannya yang di Palaran Samarinda. Dulu saya suka nggodain beliau karena beliau serius, sedang saya suka bercanda sih. Hehehe
Oke pak, sama-sama - Maret 9, 2007 di 10:44 pm
Assalamu alaikum,
sebelumnya salam kenal, terus saya mau nanya tentang suatu hal; akhir-akhir ini saya sering mengalami hal2 berikut:
1. mual2 kalo pagi hari (baru bangun)
2. saya sering berdahak (cairan lendir)padahal tidak influensa
3. jari2 tangan saya terkadang mengalam kram, bahkan jari tangan saya sering bergerak di luar kemauan saya (bukan di luar kesadaran).-kemudian apakah ada hubungan hal di atas dengan keseringan saya minum cofi mix dan begadang hingga pukul 02 dini hari?
-hal-hal yg saya alami di atas menandakan gejala penyakit apa?mohon di jawab dok! - Maret 9, 2007 di 10:52 pm
gw punya temn yang melakukan aborsi melalui dukun, namun setelah hal itu dia lakukan, dia merasa takut karena jangan sampai rahimnya tidak bersih atau masih ada yg tersis. untuk itu kiranya dokter memberi keterangan, bagaimana cara membersihkan rahimnya, apakah ada obat atau bagaimana dengan anggur koleson, apakah mujarab? sebenarnya gw udah sarankan ke dia untuk memeriksakan ke dokter tapi dia takut jadi mohon dijelaskan dok. masih ada dok, apakah hal tersebut bisa menyebabkan kista!
- Maret 10, 2007 di 3:21 am
@ Anjaz,
Wa’alaikum salam, salam kenal juga.
1. Mual: Bisa jadi karena coffee mix dan begadang. Kepekaan seseorang terhadap kafein dalam coffee mix tidak sama, ada yang sehari 3 bungkus tidak apa-apa, ada yang hanya sebungkus sudah mual karena rangsangan kafein dalam lambung memicu produksi asam lambung yang menyebabkan mual.
Demikian pula begadang, kurangnya istirahat dapat menyebabkan mual.
Solusinya, coba kurangi coffee mix dan jam tidur dimajukan lebih awal. Jika masih mual, kemungkinan (masih mungkin lho, jangan keburu cemas ya)ada penyebab lain, misalnya dyspepsia (maag) ringan bila hanya mual tanpa keluhan lainnya, kadang disertai rasa tidak enak di daerah lambung.
2. Dahak: Produksi cairan di saluran pernafasan adalah normal, hanya saja menjadi terganggu jika produksinya meningkat (sering berdahak). Produksi dahak berlebihan jika ada faktor pencetus, misalnya asap, debu dan sejenisnya. Untuk mengatasinya adalah dengan ekspektoran (pencair dahak) antara lain minum air putih.
Kalau masih berlanjut dan dirasa mengganggu, sebaiknya periksa ke dokter setempat.
3. Kram: Tangan sering kram (bukan nyeri) belum tentu karena penyakit. Bisa juga karena mengerjakan sesuatu dengan tangan yang sama dalam jangka lama. Contoh: seseorang yang bekerja mengaduk lem (glue) di suatu industri dalam jangka lama dapat mengalami seperti di atas.
Selain itu bisa karena terganggunya aliran darah ke tangan karena tangan sering dalam posisi tertekuk. Menulis lama, menggambar atau aktifitas tangan dalam waktu lama dapat juga menyebabkan kram.
Sekali lagi belum tentu penyakit.
Maaf, saya kurang mendapatkan gambaran tentang bergerak di luar kemauan. Tapi perlu saya beri gambaran bahwa kram adakalanya disertai inkoordinasi fungsi motoris (disadari/kemauan) dengan fungsi sensoris (tanpa kemauan).
Untuk mengatasinya:
Tanpa obat, dengan relaksasi jika pekerjaan atau aktifitas menyebabkan terjadinya kram, misalnya dengan merentangkan lengan.
Obat (sebaiknya jangan dulu), dengan minum obat yang mengandung Vit B1, B6 dan B12, seperti Nerviton, Neurobion, Daneuron dan sejenisnya.
Semoga bermanfaat dan maaf jika jawabannya terlalu umum.@ selvi,
Ya betul, yang dikhawatirkan jika ada sisa hasil pembuahan, misalnya sisa-sisa plasenta (tembuni), tetapi tidak selalu.
Kewaspadaan penting untuk jangka panjang, jadi saya sependapat untuk konsultasi ke dokter kandungan, makin dini makin baik.
Anggur Kolesom (kalau tidak salah, mengandung alkohol sekitar 12-17%) bukan dan tidak dapat membersihkan kandungan hanya karena rasa panas yang ditimbulkannya.
Jika bicara kemungkinan, sisa-sisa aborsi memang bisa berdampak, misalnya infeksi, jaringan parut dll, tapi bukan kista.
Sebaiknya sang teman jangan keburu diberi tahu masalah dampaknya agar tidak tambah cemas. Kondisi psikisnya perlu kita jaga kan?
Menurut saya, sekali lagi konsultasi ke dokter ahli kandungan adalah langkah bijak, tidak perlu takut untuk berkonsultasi, dari pada menanggung rasa cemas berkepanjangan.
Jika tidak ada kelainan akan terasa lega, dan jika ada gangguan bisa ditemukan secara dini sehingga dapat dilakukan tidakan medis oleh dokter agar tidak timbul masalah dikemudian hari.
Semoga sedikit penjelasan ini bermanfaat
» ke atas - Maret 10, 2007 di 12:23 pm
terima kasih atas saran sebelumnya, sekarang si kembar sedang di berikan bedak daktarin. jadi ketagihan pengen nanya2 lagi nih..hehehe..1. Si kembar pilek sejak usianya 2 minggu sampai sekarang pun masih berlanjut, salah satu dokter bilang “jangan di berikan obat apapun, sedot aja lendirnya”, tapi dokter lain bilang bahwa “jangan disedot, miringkan saja posisi tidurnya”. yang bener yang mana nih?2. Aman kan bila Transpulmin (obat pilek) dan Garamycin (Obat luka) *bener ga penulisannya?* di berikan pada bayi?3. Telinga si bungsu mengeluarkan cairan hijau yg kental seperti *maaf* ingus, namun tidak berbau busuk, baunya seperti bau pemutih pakaian.namun tidak mengganggu tidurnya, atau dia merasa sakit pada telinga. apakah tidak apa2?4. sekedar menjelaskan, lecet iritasi pada lehernya, marnanya merah agak orange, basah, dan bau.terimakasih sebelum dan sesudahnya.
- Maret 10, 2007 di 12:53 pm
sebenarnya dalam ilmu kedokteran ada istilah masuk angin apa ngga sih???
- Maret 10, 2007 di 1:22 pm
@ munnasyah,
No.1.Kedua dokter tsb sepertinya tidak menginginkan si kembar minum obat karena masih kecil. Sedangkan masalah advis hanya beda cara. Pilek yang berkepanjangan beresiko terjadinya infeksi Telinga bagian Tengah karena penjalaran dari hidung ke rongga telinga (antara hidung dan telinga bagian tengah dihubungkan oleh saluran kecil untuk mengatur keseimbangan tekanan udara rongga telinga). Menjawab pertanyaan No.3, kemungkinan sudah terjadi Infeksi Telinga bagian Tengah (Otitis Media Purulenta) terbukti dengan keluarnya cairan dari dalam telinga.
Sebaiknya diperiksakan ke dokter anak.
No.2. Keduanya bisa.
No.4. Sayang gak ada gambarnya ya. Di halaman download ternyata belum saya upload seputar penyakit kulit.
Moga perkiraan saya tidak salah berdasarkan gambaran yang ibu berikan.Semoga si kembar segera sehat kembali.
» ke atas - Maret 10, 2007 di 1:53 pm
@ …XWOMAN,
Gak ada, saya gak pernah pakai istilah itu. Kalo ada pasien yang mengatakannya, saya luruskan sesuai keluhannya.
Diskripsi masuk angin setiap orang gak sama. Gak enak badan dikatakan masuk angin, perut terasa penuh disebut juga masuk angin, kembung idem, kaku leher eh masuk angin juga.
Maklumlah, ilmu kedokteran masuk Indonesia kan awal 1990-an, UI dan Unair berdiri 1930-an, informasi kurang menyebar, di satu sisi kultur turun temurun begitu kuatnya. Sedangkan petugas kesehatan (paramedis) sebagai petugas lapangan umumnya malas baca, bahkan tak jarang ikutan makai istilah masuk angin, asam urat dll. Hehehe
Nah melalui media ini (blog) temen-temen berupaya menyebar luaskan informasi kesehatan. Nunggu depkes rasanya sulit, ada sih tapi istilah medis asli minim penjelasan.
Kami berusaha menjalin komunikasi dengan semua pihak, diskusi, saran, kritik dan sebangsanya.
kamipun berusaha menyerap disiplin ilmu lain untuk melengkapi.
Mari kita bersama-sama saling mengisi, siiiip kan ? - Maret 10, 2007 di 7:05 pm
Assalamu`alaikum cak…
aku bertanya 2 kali dalam sehari gpp kan??? hehehe…mau nanya nih…1. Apa sebenarnya yang membuat seseorang menjadi insomnia ?
2. Apakah isomnia bisa disembuhkan?
3. Apakah penyakit insomnia berhubungan dengan kegiatan yang dilakukan sehari-hari???Terima kasih cak sebelumnya
- Maret 11, 2007 di 1:58 am
@ X W O M A N,
Wa`alaikumsalam,
Boleh, berkali-kali juga boleh
1. Penyebab Insomnia,
Insomnia dapat disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:
Faktor psikis, misalnya kecemasan, ketegangan di tempat kerja yang terbawa ke rumah, tanggungan pekerjaan yg belum selesai dan sejenisnya.
Faktor fisik, misalnya dyspepsia (sakit maag), nyeri tulang, termasuk tidur siang terlalu banyak dapat menyebabkan insomnia.
Faktor lingkungan, misalnya berisik atau bising, lalu lintas ramai, lampu terlalu terang, kondisi ruangan yang tidak nyaman (terlalu panas, terlalu dingin) dll.
Faktor makanan dan minuman, misalnya kopi, coklat, makanan berpengawet, makanan kaleng atau gula yang dapat menghasilkan kalori secara cepat sehingga menyebabkan gangguan tidur.
2. Apakah Insomnia bisa disembuhkan ?, BISA.
Caranya: dengan relaksasi. Selain itu makanan ringan seperti cracker, segelas susu hangat dapat mempercepat rasa mengantuk.
3. Betul.Semoga bermanfaat dan bisa tidur nyenyak - Maret 11, 2007 di 2:41 pm
Sedikit tambahan untuk penyebab insomnia:
- juga alkohol dan nikotin (rokok) mengandung zat yang berefek sbg. stimulans bagi tubuh kita, sehingga bisa mengganggu kenyenyakan tidur.
- periodic leg movement (gerakan-gerakan yang tdk. terkontrol dari kaki selama 1-2 detik), gangguan pernafasan (sleep apnea syndrom, sesak nafas karena COPD), aktivitas otak yang tidak berkurang dalam fase tidur
- misuse obat tidur
- ritme tidur yang tidak teratur (shift worker) - Maret 11, 2007 di 4:50 pm
@ tukangkomentar,
Terimakasih Pak, siiip@ XWOMEN,
Ada tambahan dari dr. tukangkomentar melengkapi kekurangan jawaban saya di atas.
Semoga membantu
» ke atas - Maret 11, 2007 di 9:34 pm
terima kasih cakmoki n tukangkomentar.. nanti saya sampaikan ke tmen saya mudah2an bermanfaat
- Maret 12, 2007 di 4:15 am
@ XWOMEN,
Sama-sama - Maret 13, 2007 di 10:41 am
Saya kopi pes aja yah di sini …pak dokter.. papa saya sakit alergi menahun… sudah minum berbagai macam obat, tapi belum sembuh.. alerginya tetap ada… nah, selama beberapa minggu ini, dia ke dokter, dimana dokter menyarankan tes suntik (mungkin tes seperti yang diuraikan di atas). Tes hanya bisa dilakukan saat papa saya tidak dalam keadaan alergi tanpa bantuan obat (3 hari tidak bole minum obat alergi) karena kalau dites saat penderita sedang alergi, katanya bisa pingsan… (saya juga kurang tau soal hal itu) ..
nah, hari ini, mama saya telp, katanya, dari semua tes itu, ga ada yang positif, tapi ternyata waktu darah papa saya diambil lalu dikocok2, lalu disuntikkan lagi ke dalam, kulitnya langsung bereaksi, dan katanya itu artinya alergi terhadap serum darahnya sendiri, sulit untuk sembuh.
yang saya mau tanyakan :
1. Apakah alergi semacam itu dapat sembuh total dok ?
2. Obat apa yang disarankan?
3. Apakah kesembuhannya bergantung pada obat ?
4. Apakah biayanya mahal ?
Saya mengucapkan terima kasih sebelumnya untuk jawabannya dok.. - Maret 13, 2007 di 12:41 pm
Cak, saya kirim email beserta attachment. Bahasannya tentang imunisasi (anjuran untuk JANGAN mengimunisasikan anak, tepatnya).
Penting banget, mohon dikritisi.Note: pada waktu luang saja, jangan sampai mengganggu tugas praktek ya.
Saya kirim ke alamat yahoo! cak Moki yang disetor ke kolom komentar saya
- Maret 13, 2007 di 2:36 pm
@ astri,
Alergi adalah reaksi berlebihan tubuh kita terhadap alergen (bahan, makanan, atau apapun yang dapat menimbulkan reaksi alergi)
Reaksi alergi berkaitan dengan faktor imunologi (faktor kekebalan tubuh) dan bersifat individual, artinya sesuatu yang dapat menimbulkan reaksi alergi bagi seseorang, belum tentu untuk orang lain. Manifestasi reaksi alergi juga bermacam-macam, ditinjau dari tipenya, reaksi alergi ada 4 tipe mulai yang ringan sampai berat.
Jawaban:
No.1 dan 2. Masih ada peluang bisa disembuhkan, yakni dengan cara “desensitisasi”, artinya memberikan bahan penyebab alergi (misalnya melalui suntikan atau melalui tetesan di bawah lidah/sub-lingual) secara bertahap dari dosis rendah sampai pasien tidak mengalami alergi. Waktunya bisa berlangsung lama, sekitar 2-3 tahun, bergantung kepada berat ringannya alergi.
Adapun obat untuk menanggulanginya, banyak pilihan, saat ini sering dipakai antialergi: prednisolon (nama generik, nama dagangnya banyak lho) dan antihistamin (pereda gatal). Biasanya diberikan secara “tappering”, artinya dosisnya diturunkan bertahap dalam kurun waktu tertentu, sampai dosis minimal.
No.3, sementara iya. Jika cara desensitisasi berhasil, berarti tidak perlu obat lagi.
No.4, wahhh, yang ini relatif Mbak. Ada yang sekali periksa puluhan ribu (spesialis: 50,60,70 dll) belum termasuk obatnya dan tetk bengek lainnya. Total bisa ratusan ribu.
Kalau saya kan tinggal di desa, murah meriah. Mana tega membebani dengan biaya mahal. Berapa ? hahaha, maluuuuu.
Oh iya di bawah ini ada link menuju bahasan lengkap seputar alergi (ada 2 seri), ditulis oleh dokter ahli di Jerman. Jangan kuatir, pakai bahasa indonesia koq dan bisa tanya jawab. Monggo silahkan klik linknya:
http://amargiamargo.wordpress.com/2007/02/15/alergi-bagian1/
Semoga sedikit penjelasan ini bermanfaat. Dan semoga ayahanda segera sembuh. Trims@ Lita,
Ya Bu, terimakasih. Apa ada kaitan posting Bu Lita sebelumnya seputar imunisasi, or yang di wikimu ?
Eh koq malah nanya, maaf, ntar saya buka dan pesan saya perhatikan
- Maret 13, 2007 di 9:53 pm
Ngga ada, cak. Baru dapet lewat email kemarin. Fresh, baru
Sudah saya terima email tanggapannya. Saya juga sudah dapat balasan dari CDC. Nanti di-share lebih banyak, sesudah ditanggapi ’serius’ sama cak Moki. Cerita ya kunjungan ke pasien kejang demam-nya gimana 
- Maret 14, 2007 di 2:38 am
- Maret 14, 2007 di 8:44 am
terima kasih cak moki buat penjelasannya

btw, apakah ada rujukan dokter yang bisa didatangi untuk konsultasi masalah ini yah dok ? Thx b4 …
- Maret 14, 2007 di 10:20 am
Dok saya nanya lagi yah
-nanyaaa muluuu-Klo lagi flu kan biasanya keluar lendir (baca:ingus) kan yah..lendir ini sebenernya apa sie? virus ato cuma sekresi?eh bener ga ya sekresi?heheh tologn di benarkan ya dok..maklum anak IPA tidak sejati
trus yang ke2..klo tahi lalat yang timbul itu termasuk tumor kulit kah? tadi pagi saya lihat perempuan tahi lalatnya besar skali..ampe ngeri ngeliatnya
thx b4 ya ok - Maret 14, 2007 di 1:03 pm
@ astri,
Kalau di pulau Jawa biasanya di setiap kota ada dokter spesialis kulit. Syukur jika lebih dari 1 sehingga ada pilihan. Kalau tinggal di kota besar selain spesialis kulit, perlu dipertimbangkan untuk konsultasi ke dokter penyakit dalam subspesialis imunologi (maksudnya spesialis penyakit dalam yang punye keahlian di bidang imunologi).
Sebaiknya konsultasi ke dokter spesialis kulit untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut. Jika memang harus minum obat karena penyakitnya menuntut begitu, tentu dokter akan memberikannya dengan mempertimbangkan efek samping sekecil mungkin.
Semoga bermanfaat.@ chielicious,
Nanya tidak dilarang koq
Betul, sekresi itu prosesnya sedangkan produknya ingus disebut sekret.
Kedua:
Betul juga, berdasarkan definisi umum: tumor adalah benjolan yang tidak normal pada tubuh kita (kecuali yang menyangkut darah tidak berbentuk benjolan). Tumor dibagi 2, tumor jinak dan tumor ganas. Yang ganas disebut kanker. Demikian pula tahi lalat, ada yang jinak ada pula yang ganas (dibuktikan dengan pemeriksaan patologi anatomi, itu tuh: ngelihat sel-selnya).
Jadi, mengacu pada definisi, tumor tidak selalu terbayangkan sesuatu yang mengerikan. Waspada tentu tetap diperlukan jika makin membesar. Tidak semua benjolan yang tidak normal lantas disebut tumor hanya karena patuh pada definisi lho.
Contoh: jerawat, adalah benjolan kecil yang seharusnya tidak ada. Tapi tidak disebut tumor, cukup jerawat atau acne. Kan bisa takut kalau jerawat disebut tumor, padahal asyik bolak-balik lihat cermin menghitung jerawat
» ke atas - Maret 14, 2007 di 1:47 pm
halo cak moki, soal pertanyaan saya yang terakhir soal patah tangan, akhirnya saya konsul sama dokter saya, eh ternyata yang dikawatirkan bukan pada lengan kiri saya, tapi malah yang dipundak kanan saya, soalnya platinanya agak lepas dan mencuat dan sedikit menusuk ke oto katanya, mungkin beberapa minggu kedepan bakal dicopot. doakan ya pak….
- Maret 14, 2007 di 2:11 pm
Satu contoh lagi yang sering dijumpai ialah tumor lemak (kumpulan lemak di bawah kulit, jadi jinak) yang disebut lipom (biasanya empuk-empuk elastis seperti onde-onde mirip bakpau
) - Maret 14, 2007 di 10:37 pm
@ ndarualqaz,
Ealah pen koq rombongan.
Ya saya do’akan mas Ndaru.
Semoga operasinya sukses dan sehat kembali.
» ke atas - Maret 14, 2007 di 10:43 pm
@ tukangkomentar,
Hehehe, empuk-empuk elastis …@chielicious, ada tambahan contoh dari pak dokter tukangkomentar, penjelasannya silahkan tanya langsung
- Maret 15, 2007 di 6:50 pm
Ho~ sip2..tengkyuw

- Maret 16, 2007 di 9:37 am
pak dokter nanya donk

gini aku habis operasi ringan kemarin lusa,. well berjalan baik sih. Tapi aku gregetan setalah operasi itu.. selalu aja bleeding, gak kerasa pula. Mo ganti perban sendiri takut gak steril, nunggu jadwal kontrol kelamaan trus bayar mahal pula! 15rb untuk 2 buah kassa steril! gila kan? blom lagi daftar ke klinik 12 rb, mending beli sendiri yah tuh kassa,..
aku pengen ganti sendiri tuh kassa, tapi gimana langkah2nya yang baik, sarat kesehatan, hemat dan hasilnya rapih
trus buat ngurangin bleeding nya gmn?
matur nuwun - Maret 17, 2007 di 3:00 am
@ alle,
Boleh koq merawat sendiri kalau hanya operasi kecil. Biasanya sih diajari cara rawat luka di rumah.
Maaf, saya belum jelas soal jenis operasi, daerahnya dan berat tidaknya bleeding.
Penilaian umum, masih bisa aktif ngeblog, moga bleeding ringan.Cara rawat luka operasi:
1. Beli sekotak kasa steril, bethadin dan hypafix (lebih bagus daripada plester) sebagai perekat. Hypafix ada yang lembaran atau gulungan lebar 5cm.
2. Setelah membuka pembungkus luka operasi, bersihkan dengan kasa steril yang sudah dibasahi bethadin.
3. Selanjutnya, ambil kasa steril lagi, basahi dengan bethadin dan tempelkan di luka operasi. Setelah itu tempelkan lagi kasa steril diatasnya sebagi lapisan kedua.
4. Langkah terakhir adalah menutup dengan Hypafix melebihi lebarnya kasa steril.Ulangi langkah di atas setiap hari.
Untuk mengurangi bleeding, bisa dilakukan penekanan pada kasa penutup luka tersebut, berulang-ulang.
Atau, jika tempat operasi memungkinkan dibalut melingkar, bisa dilakukan bebat tekan (asalkan tidak terlalu kencang).
Semoga cepat sembuh ya
» ke atas - Maret 17, 2007 di 3:36 pm
cak mau usul boleh kan,
gimana klo anda membuat artikel tentang kura-kura brasil.
bisa gak tuh pak dokter manusia jadi dokter hewan? - Maret 17, 2007 di 11:23 pm
Yth cakmoki,
Saya baru nemu blog ttg campak ini melalui search di internet. Saya sdg menderita penyakit campak (atau kira2 begitu diagnosisnya menurut buku). Padahal, saya waktu kecil mendapat imunisasi lengkap, dan saya tidak menderita penyakit apa pun yg bisa menurunkan kekebalan tubuh. Logikanya, saya tidak mungkin terkena penyakit yg disebabkan virus ini kan? Kalau boleh saya ingin mendapatkan informasi lbh lanjut mengenai angka kejadian campak pada org dewasa yg telah mendapat imunisasi lengkap, apa mungkin terjadi? Ohya, saya penderita asma, beberapa bln lalu memang saya sempat minum prednison, tapi itu pun hanya untuk beberapa hari.Saya pengguna kortikosteroid inhaler untuk pengendali asma saya, tapi sakarang pun sudah tak saya pakai lagi.Byk trima kasih atas segala informasinya. - Maret 18, 2007 di 6:53 am
@ iphan,
Usul boleh dong.
duhh, maaf kalau usulannya itu. Yang lebih berkompeten membahasnya adalah teman saya: drh. Tito. Beliau adalah dokter hewan yang ahli komik. Silahkan klik link-nya. Sekali lagi maaf ya.
@ aure,
Terimakasih telah mampir, dan mohon maaf keterlambatan jawaban saya.
Angka kejadian campak di indonesia untuk semua golongan umur sekitar 3000-4000 per tahun. Sayang tidak disebutkan persentase untuk golongan dewasa. Dalam referensi terbitan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) hanya disebutkan kwalitatif, terbanyak usia di bawah 1 tahun, diikuti kelompok umur 1-4 tahun, 5-14 tahun dan seterusnya, tanpa proporsi maupun persentase.Imunisasi campak di Indonesia dimulai tahun 1982. Pada tahun 1990-1991, teknisnya berubah dari cara penyuntikan memakai disinfektan alkohol sebelum tahun 1990-1991 menjadi disinfektan kapas basah steril tanpa alkohol sejak tahun 1990-1991. Artinya jika imunisasi dilakukan sebelum 1990-1991 besar kemungkinan memakai disinfektan alkohol, akibatnya kekebalan yang terbentuk tidak optimal sehingga kemungkinan terkena campak lebih besar dibanding yang imunisasi setelah tahun 1990-1991. Kalaupun mendapatkan imunisasi campak setelah tahun 1990-1991, masih ada beberapa faktor yang mempengaruhi terbentuknya tingkat kekebalan. (rantai dingin atau cold-chain perjalanan vaksin dari depkes ke masing-masing kota, ketepatan dosis, kadar antibodi yang terbentuk, efektifitas vaksin dan kondisi tubuh seseorang yang sangat individual)
Terlepas dari itu, kemungkinan tertular tetap ada walaupun tidak seberat jika tidak diimunisasi.
Steroid, baik inhaler maupun obat minum (misalnya prednison) mempengaruhi daya dahan tubuh. Mengingat pemakaian terakhir sudah beberapa bulan yang lalu, kemungkinan ini dapat diabaikan.
Di daerah kami juga sama, masih ada orang dewasa yang terjangkit campak padahal sudah pernah imunisasi, namun manifestasi klinis lebih ringan dibanding yang tidak pernah imunisasi.
Karena itulah perlunya dilakukan imunisasi campak ulangan (booster) untuk meningkatkan kekebalan. Saat ini Indonesia sedang melakukannya.
Besar kemungkinan mbak/mas aure tidak mendapatkan booster pada saat imunisasi campak, sehingga kekebalan yang terbentuk kurang optimal. Akibatnya, masih bisa tertular, terutama saat kondisi tubuh kurang fit. Mudah-mudahan penjelasan ini dapat membantu.
Semoga cepat sembuh ya
» ke atas - Maret 18, 2007 di 12:53 pm
mmm,.. memang operasi ringan sih Pak,.. tapi yah gt deh
boleh minta emailnya gak?
agak gak baik klo kasus saya diekspos disini
hehehe,.. gaya -sokPenting!-
- Maret 19, 2007 di 1:40 am
Maaf mas, siang nemani mhs kedokteran di klinik.
Ya, boleh
email: cakmoki2006@yahoo.com
Saya tunggu
» ke atas - Maret 19, 2007 di 5:51 pm
Terima kasih banyak cak atas penjelasannya, sangat membantu. Memang saya imunisasi sebelum tahun 1990. Thanx again, sukses selalu.
- Maret 19, 2007 di 9:09 pm
mw tabya obat buat rasa sakit dan gatal herpes simplex
- Maret 20, 2007 di 12:20 am
@ aure,
Sama-sama
@ lina,
Untuk mengurangi rasa nyeri digunakan analgesik, antara lain:
Golongan asam mefenamat, misalnya: stanza, ponstelax, ponstan, molasic dll. Atau golongan metampiron dan metamizol, misalnya: pyronal, panstop, novalgin, dll. Atau golongan asetaminofen (parasetamol), misalnya: dumin, sumagesic, panadol, dll. Diminum 3×1 sesudah makan atau jika perlu saja. Jika alergi terhadap salah satunya, jangan diminum.Untuk mengurangi rasa gatal digunakan antihistamin, antara lain:
interhistin, incidal, polarist, polamec (ngantuk), inclarin, rihest, sohotin (diminum 1×1, sehari sekali), dll. Semoga membantu.
» ke atas - Maret 20, 2007 di 6:01 pm
Sore Cak,Mau tanya donk. Gimana caranya supaya bisa cepat hamil lagi. Anak pertama saya udah mau 8th. Trus, pas bulan Mei & Dec 2006, saya mengalami keguguran. Dengan identifikasi yang sama, yaitu ‘janin ga berkembang’.Sebetulnya apa yang menyebabkan janin ga berkembang itu, ya cak?
Trus, knapa saya bisa 2 kali mengalami hal yang sama? Terus terang, sekarang memang saya kayak trauma dan jadi putus asa.
Tapi, kadang2, Saya merasa kepengeeen banget cepet2 punya bayi lagi.Tolong informasinya ya Cak.And Untuk rekan netter yang lain, ditunggu sharingnya.Thanks. - Maret 20, 2007 di 6:27 pm
@ birulaut,
Pernah hamil, berarti bisa hamil lagi, terlebih sudah punya anak 8 tahun. Hanya saja, jika nanti hamil lagi hendaknya rajin konsultasi ke dokter kandungan. Biasanya diberi obat untuk “memperkuat” kandungan sampai usia kandungan dianggap cukup mandiri (sekitar 4 bulan).
Menurut pendapat saya, sebaiknya ke dokter kandungan (bersama suami). Nanti akan diberi obat, misalnya profertil yang diminum pada hari kelima menstruasi, selama 5 hari dan dapat diulang sampai hamil.Banyak penyebab terjadinya keguguran (misalnya janin tidak berkembang).
Jika tidak ada masalah di organ reproduksi, tidak menutup kemungkinan dipengaruhi juga oleh faktor kecemasan, fisik, dll.
Pemeriksaan menyeluruh diperlukan guna mendukung keinginan ibu untuk hamil lagi.
Mengingat sudah 3 bulan sejak keguguran kedua (desember 2006), alangkah baiknya ke dokter kandungan untuk persiapan kehamilan selanjutnya.Semoga penjelasan singkat ini bermanfaat.
TS yang lain silahkan menambahkan.
Trims
» ke atas - Maret 21, 2007 di 10:37 am
Pagi dr Cak,Makasih banyak atas penjelasannya.
Mungkin ga cak, janin ga berkembang itu disebabkan faktor genetik?
Karena terus terang, suami adalah pernikahan kedua buat saya, dan anak pertama saya itu dari pernikahan pertama.Kalau memang iya, atau kalau ingin memastikan, langkah apa yang harus saya dan suami lakukan? Pemeriksaan apa yang dibutuhkan?Dan satu lagi nih cak, boleh ga, minta tabel soal imunisasi anak, dari mulai lahir, lengkap beserta usia wajib imunisasinya, dan apa aja yg boleh diulang.Makasih banyak yah… - Maret 21, 2007 di 3:12 pm
@ birulaut,
Faktor genetik dan faktor lain mungkin saja, langkah terbaik adalah konsultasi ke dokter ahli Andrologi atau ke dokter kandungan (jika di kota ibu tidak ada dokter ahli andrologi) untuk memastikan. Selain itu perlu diperiksa kualitas sperma suami untuk mengetahui persentase spermatozoa yang hidup, persentase yang aktif dan pergerakannya.
Saya sependapat, idealnya periksa berdua bersama suami.Untuk jadwal imunisasi sudah saya buat, hanya saja formatnya exe standalone. Nanti malam akan saya ubah ke format PDF atau gambar dan akan saya letakkan di halaman download. Sabar ya …
» ke atas - Maret 21, 2007 di 6:57 pm
pak,..
email saya dibales dunk..
urgent nih masih bleeding pagi2..
thx sebelumnya

- Maret 21, 2007 di 10:40 pm
Dok, kenapa kalo saya lagi sedih selalu mencret-mencret ..? (bisa 3x atau lebih bolak balik ke kamar mandi)Tapi kalo saya sedih dan nangis sepuasnya, saya gak mencret-mencret, cuma sakit kepala aja.Sebenernya saya lebih suka nangis kalo lagi sedih, tapi masalahnya mata saya selalu bengkak bagai mata ikan mas koki kalo abis nangis.
Gak mau ketauan orang lain kalo abis nangis, jadi ada resep biar mata tetap normal gak, walaupun abis nangis semaleman ..?Terkadang, karena “tuntutan peran” saya suka menahan untuk tidak menangis. Dan itu yang bikin saya jadi mencret-mencret seperti sekarang.Punya solusi yang masuk akal gak dok ..?Terimakasih yah - Maret 22, 2007 di 2:22 am
@ alle,
Sudah saya jawab barusan.
Maaf ya, saya tunggu emailnya gak ada.
Sementara saya jawab secara umum dan pilihan obatnya.
email saya:
cakmoki2006@yahoo.com@ leeloos,
Saya senyum sendiri baca ini. Obatnya ya nangis aja biar lega dan nggak mencret (ini serius lho). Sayangnya tidak ada obat tetes mata yang dapat ngurangi mbendolnya mata habis nangis. Kalo hanya mengurangi merah, bisa dengan Fitto tetes mata, atau Augentonic, tapi mbendolnya gak ilang. Gimana kalo pakai kacamata agak gelap ?
Mudah-mudahan masuk akal.Yang ini gak serius: koq betah nangis semaleman, ntar air matanya habis gimana
Serius lagi: nangis itu normal aja, sebaiknya gak usah ditahan, karena dapat membantu mengurangi “beban”, kecuali didepan umum. Semoga membantu» ke atas - Maret 22, 2007 di 2:28 am
- Maret 22, 2007 di 8:47 pm
pengen nanya banyak neh sebenernya dok, ga semua soal kesehatan sih, gpp ya dok, maap…
1. dok, lokasinya di kaltim apa dimana nih? gw liat di link ada IDI Samarinda ma Puskesmas Palaran. cuma nanya, soalnya gw juga di kaltim, balikpapan-samarinda2. dok, diagnosa dokter ahli kandungan sejak 2005 lalu, gw ada endometriosis ma myomauterus di dalam dan di luar kandungan. dah pernah mengecil sebenernya dan gw ga sakit2 lagi pas haid. tapi bulan lalu tiba2 kumat lagi, gw pingsan lagi hari pertama haid saking sakitnya. sebelum hari pertama yg sakit buanget itu, ada flek2 gitu…! Sakit kek gini gw alami tahun lalu, bulan Juni 2006 dan baru kumat lagi bulan Februari-maret 2007 ini. Tahun 2005 yang parah banget, setiap bulan pingsan2 mulu dan saat ke dokter, USG, ya gitu hasilnya. dan gw dikasih Azol 500.pertanyaannya: apa iya, myom-nya kumat lagi? mmm…apa sebaiknya diangkat aja? oh iya, gw lom menikah (dan lom pernah kawin…hehehe, menikah dan kawin beda kan dok?)3. dah, cukup…ini aja dulu. sebenernya besok mo kontrol lagi ke samarinda. di balikpapan dokter ahli kandungan yg di RS Pertamina cowok semua…males :d Jadi gw bela2in ke samarinda aja, dah cocok juga sama dokter yg disana. cuma, pengen nanya2 dulu di blog ini, mumpung gratis. gpp kan dok? hehehe…! Kopdar yuk dok… (ups…pasien centil ini)ok, ma kasih waktunya dok….ditunggu lho jawabannya - Maret 23, 2007 di 3:08 am
@ yati,
Gak papa, nanya apa aja boleh sepanjang saya bisa jawab.
hiks gimana kalo tanpa dok, biar akrab kayak yg lain, gak keberatan?
1. Samarinda, tepatnya di Palaran. Link IDI Smd, dulunya diminta bikinkan blog awal, ya udah tak bikinkan. Setelahnya diserahkan. Entah kalo nanti diminta bantu-bantu. Dan Puskesmas Palaran, khususnya Rawat Inap, dibuat dengan misi berbagi info, sekalian mencoba mengenalkan layanan kesehatan di tingkat kecamatan. Sekarang saya sudah tidak di situ lagi. Namun oleh petinggi kota masih diminta ngawasi. Untuk blog sudah diserahkan kepada teman pengganti, mungkin aja masih sibuk atau tidak sempat. Mungkin nanti masih saya bantu supaya tidak macet.
balikpapan-samarinda, di mana tuh ? Balikpapan ya
2. Azol 200 mg untuk Endometriosis. Lom nikah (kawin, sama-lah) gak ada pengaruhnya jika dokter kandungan memutuskan diangkat, karena ngangkatnya lewat perut bagian bawah, bukan lewat “yang lain”.
Myoma tidak kumat, dan tidak hilang dengan obat, beda dengan endometriosis.
Menurut saya, jika memang Myoma, sebaiknya diangkat. Pada saat yang sama mungkin dokter kandungan akan menangani endometriosis-nya.
Baiknya dicek ulang tuh myoma-nya, supaya lebih pasti, terutama ukuran dan letaknya. Setelah pasti dan siap, barulah diangkat kalo dokter kandungan memang menyarankan begitu.
3. walahh, jauhnya ke samarinda. Di Bpp ada dokter kandungan senior kan ? Gak pa-pa lah cowok, udah biasa lihat koq, kecuali Mbak yati merasa gak nyaman. Ke dr. montes ?
Ok deh, semoga cepat sembuh dan gak pingsan lagi.
Ups sorry, jawab komen-nya telat, nunggu habis praktek. hehehe
» ke atas - Maret 23, 2007 di 10:15 am
Dok nanya lagi
apa susu untuk tulang bener2 pengaruh ke tulang kita? dan apa aj yang harus diperhatikan sebelum mebeli susu nya ,klo bisa sie rekomendasinya juga
..makasi sebelumnya dok
*chie-yang-katanya-lagi-hiatus-tapi-ga-tahan-buat-nanya2* - Maret 23, 2007 di 10:42 am
Pagiii…
Pa dokter saya mau tanya nich permasalahannya sih sederhana mumpung ada pak dokter he…obat yang bagus untuk jerawat apa ya dok? kemarin tiba2 saya ada jerawat he…. mau diobatin tapi ga tau pake obat apa cari obat yang bagus juga takut alergi sama kulit, terima kasih atas sarannya. - Maret 23, 2007 di 3:58 pm
Aduuuhh..dr cak..makasih banyak yah tabelnya.. blom saya liat sih tapi mo bilang makasih dulu..Klo soal sperma yang musti diperiksa, (sori niii..) spermanya ‘didapatkan’ dgn cara ‘bawa’ dari rumah, or ‘dihasilkan’ di tempat periksa, cak? Maap nih..rada2 malu nanyanya..Tengs ya..
- Maret 23, 2007 di 7:00 pm
@ chielicious,
Semua jenis susu mengandung kalsium dan vit D.So, sama aja koq, biasanya tawaran produk mengunggulkan spesifikasi masing-masing yang sebenarnya tidak jauh berbeda.
Jika senang minum susu, tak ada tips khusus, ini soal cita rasa aja.
Tentang kalsium untuk tulang, sepanjang kita masih makan sayur segar, ikan, dll, sudah lebih dari cukup untuk tulang kita. Tidak perlu tambahan khusus, kecuali sedang hamil, patah tulang dalam masa pengobatan atau kondisi khusus yang memerlukan tambahan kalsium.
Cepat kelar kerjaannya ya, trus ngeblog lagi.
Semoga membantu
@ jokotaroeb,
Obat luar: Erymed krim atau Medi-klin agne Gel.
Dioleskan 2 kali sehari.
Maaf, saya tidak menyertakan obat minum karena tidak lihat langsung.
Semoga jerawat hilang, kulit jadi mulus.
@ birulaut,
Kalo malu, bisik-bisik aja, hehehe
Ngeluarkannya di tempat periksa. Disediakan tempat khusus koq. Rahasia terjaga dan nggak ada yang tahu
Semoga berhasil
» ke atas - Maret 24, 2007 di 3:30 am
udah periksa kok dok. kok tau saya di dr montes? saya udah sempet nanya soal ‘pengangkatan’ atau bedah. tapi dokternya bilang, selama masih bisa disembuhin dengan obat atau cara lain, sebaiknya ga usah operasi. sayang kalo harus melukai rahim padahal Nona masih mungkin punya anak. Obat paling mujarab buat endometriosis sebenernya, ya nikah. Tapi karena saya ngeyel, saya jawab aja: Kalo aja resep satu itu bisa ditebus di apotek dok :pma kasih jawabannya. sering2 share dsini gpp kan dok? ga dibocorin ke dr montes kan dok? hehehe…maap, canda.
hmmm…sampe skrg masih di Samarinda dok? kalo di balikpapan, pernah sih ditangani dr Bisma pas saya opname di RS Pertamina. Tapi dah cocok ma dr Montes dok, keknya sesama perempuan lebih klik gitu :d
maap, comment selalu kepanjangan - Maret 24, 2007 di 4:24 am
@ yati,
iya sih, kalau masih bisa pakai obat emang gak usah operasi.
Tul tuh, obatnya nikah, ngeyel juga boleh. hehehe
Share boleh, nggak bakalan dibocorin koq, tenang aja.
Jam segini masih gak tidur ? Hebat, jago melekan ya
» ke atas
Gini dok, istri saya 2 hari terakhir ini lemes, panas-dingin. Dulu pernah kena hepatitis.. mungkin kambuh ya dok.. selain istirahat ada saran lain? makasih dok!