<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>cakmoki Blog</title>
	<atom:link href="http://cakmoki86.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cakmoki86.wordpress.com</link>
	<description>sharing informatika kedokteran, kesehatan masyarakat dan keseharian</description>
	<lastBuildDate>Sun, 07 Feb 2010 20:01:36 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='cakmoki86.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/6daf7e9ac7c8ded617d0496e32d08905?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>cakmoki Blog</title>
		<link>http://cakmoki86.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://cakmoki86.wordpress.com/osd.xml" title="cakmoki Blog" />
		<item>
		<title>Pityriasis rosea</title>
		<link>http://cakmoki86.wordpress.com/2010/02/08/pityriasis-rosea/</link>
		<comments>http://cakmoki86.wordpress.com/2010/02/08/pityriasis-rosea/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 20:01:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cakmoki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Kulit]]></category>
		<category><![CDATA[Pityriasis rosea]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cakmoki86.wordpress.com/2010/02/08/pityriasis-rosea/</guid>
		<description><![CDATA[KODE ICD-10 : L42 : Pityriasis rosea
 Pityriasis rosea adalah salah satu penyakit kulit yang digambarkan oleh Camille Melchior Gilbert (tahun 1860) sebagai penyakit kulit papulosquamous ( Robert A Allen, MD ), yakni penyakit kulit dengan tanda bercak bersisik halus, berbentuk oval dan berwarna kemerahan. Sementara Richard Lichenstein, MD, menyebutkan bahwa Pityriasis rosea sudah dikenal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cakmoki86.wordpress.com&blog=570093&post=1557&subd=cakmoki86&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><p align="left"><strong>KODE ICD-10 : <a title="ICD-10: L42: Pityriasis rosea" href="http://apps.who.int/classifications/apps/icd/icd10online/?gl40.htm+l42" target="_blank">L42</a> : <a title="Wikipedia : Pityriasis rosea" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Pityriasis_rosea" target="_blank">Pityriasis rosea</a></strong></p>
<p align="left"><a title="Dermatology Online Journal" href="http://dermatology.cdlib.org/143/case_reports/VesicularPR/didar.html" target="_blank"><img style="display:inline;border-width:0;margin:5px 10px 0 0;" title="Pityriasis rosea" border="0" alt="Pityriasis rosea" align="left" src="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2010/02/pityriasis_rosea.jpg?w=140&#038;h=110" width="140" height="110" /></a> Pityriasis rosea adalah salah satu penyakit kulit yang digambarkan oleh Camille Melchior Gilbert (tahun 1860) sebagai penyakit kulit papulosquamous ( <em><a title="Pitysiasis rosea : Papulosquamous Diseases" href="http://emedicine.medscape.com/article/1107532-overview" target="_blank">Robert A Allen, MD</a></em> ), yakni penyakit kulit dengan tanda bercak bersisik halus, berbentuk oval dan berwarna kemerahan. Sementara <em><a title="Pityriasis rosea" href="http://emedicine.medscape.com/article/762725-overview" target="_blank">Richard Lichenstein</a></em>, MD, menyebutkan bahwa Pityriasis rosea sudah dikenal sejak lebih&#160; dari 2 abad yang lalu. Pityriasis rosea bersifat self limited atau sembuh sendiri dalam 3-8 minggu. </p>
<p> <span id="more-1557"></span>
<p align="left"><strong>ANGKA KEJADIAN</strong></p>
<p align="left">Pityriasis rosea dapat mengenai semua usia. Angka kesakitan diperkirakan sekitar 2 % dari kunjungan penderita penyakit kulit, sedangkan di USA berkisar 0,3-3%. Frekuensi terbanyak pada usia anak dan dewasa muda, terutama pada usia 5-14 tahun. Meski jarang, Pityriasis rosea dapat dijumpai pada bayi dan usia lanjut.</p>
<p align="left"><strong>APA PENYEBABNYA ?</strong></p>
<p align="left">Penyebab Pityriasis rosea hingga kini belum diketahui. Para ahli masih berbeda pendapat tentang faktor-faktor penyebab timbulnya Pityriasis rosea. Ada yang menduga disebabkan virus lantaran penyakit ini sembuh sendiri (self limited) dalam 3-8 minggu. Sementara ahli yang lain mengaitkan dengan berbagai faktor yang diduga berhubungan dengan timbulnya Pityriasis rosea, diantaranya: </p>
<ul>
<li>
<div align="left">Faktor cuaca. Hal ini karena Pityriasis rosea lebih kerap ditemukan pada musim semi dan musim gugur.</div>
</li>
<li>
<div align="left">Faktor penggunaan obat-obat tertentu, seperti bismuth, barbiturat, captopril, mercuri, methoxypromazine, metronidazole, D-penicillamine, isotretinoin, tripelennamine hydrochloride, ketotifen, dan salvarsan.</div>
</li>
<li>
<div align="left">Diduga berhubungan dengan penyakit kulit lainnya (dermatitis atopi, seborrheic dermatitis, acne vulgaris) dikarenakan Pityriasis rosea dijumpai pada penderita penyakit dengan dermatitis atopik, dermatitis seboroik, acne vulgaris dan ketombe.</div>
</li>
</ul>
<p align="left"><strong>TANDA-TANDA ( GEJALA KLINIS )</strong></p>
<p align="left">Tahap awal Pityriasis rosea ditandai dengan lesi (ruam) tunggal (soliter) berbentuk oval, berwarna pink dan di bagian tepi bersisik halus. Diameter sekitar 1-3 cm. Kadang bentuknya tidak beraturan dengan variasi ukuran 2-10 cm. Tanda awal ini disebut <em>herald patch</em> yang berlangsung beberapa hari hingga beberapa minggu. Rasa gatal ringan dialami oleh sekitar 75 % penderita dan 25 % mengeluh gatal banget.</p>
<p align="left"><a title="Pityriasis rosea" href="http://dermatlas.med.jhmi.edu/derm/" target="_blank"><img style="display:inline;border-width:0;margin:5px 10px 0 0;" title="Pityriasis rosea" border="0" alt="Pityriasis rosea" align="left" src="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2010/02/pityriasis_rosea_2.jpg?w=140&#038;h=110" width="140" height="110" /></a> Tahap berikutnya timbul sekitar 1-2 minggu (rata-rata 4-10 hari) setelah lesi awal, ditandai dengan kumpulan lesi (ruam) yang berbentuk seperti pohon cemara terbalik <em>(Christmas tree pattern)</em>. Tempat tersering (predileksi) adalah badan, lengan atas dan paha atas. Pada tahap ini Pityriasis rosea berlangsung selama beberapa minggu. Selanjutnya akan sembuh sendiri dalam 3-8 minggu. </p>
<p align="left">Selain bentuk ruam kemerahan bersisik halus, variasi bentuk yang tidak khas (atipik) dapat dijumpai pada sebagian penderita Pityriasis rosea, terutama pada anak-anak.</p>
<p align="left">Dalam praktek sehari-hari, kadang tidak mudah membedakan Pityriasis rosea dengan Pityriasis versicolor (panu), Tinea corporis (kadas, kurap) dan Psoriasis gutata. </p>
<p align="left"><strong>PENGOBATAN</strong></p>
<p align="left">Mengingat penyebab Pityriasis rosea belum diketahui secara pasti, pengobatan lebih ditujukan untuk meredakan keluhan (simptomatis).</p>
<p align="left">Untuk meredakan gatal, dapat menggunakan antihistamin oral (diminum). Sedangkan obat topikal (obat luar) yang lazim digunakan bedak diantaranya: bedak salisil dan lotion menthol-phenol.</p>
<p align="left"><strong>PENJELASAN BAGI PENDERITA</strong></p>
<p align="left">Walaupun Pityriasis rosea bersifat self limited ( sembuh sendiri ), bukan tidak mungkin penderita merasa risau dan sangat terganggu. Untuk itu diperlukan penjelasan kepada penderita tentang penyakit yang dideritanya, antara lain:</p>
<ul>
<li>
<div align="left">Menjelaskan kepada penderita dan keluarganya bahwa Pityriasis rosea akan sembuh dalam waktu lama.</div>
</li>
<li>
<div align="left">Lesi kedua rata-rata berlangsung 2 minggu, kemudian menetap selama sekitar 2 minggu, selanjutnya berangsur hilang sekitar 2 minggu. Pada beberapa kasus dilaporkan bahwa Pityriasis rosea berlangsung hingga 3-4 bulan.</div>
</li>
</ul>
<p align="left">Semoga bermanfaat.</p>
<p align="left">Edisi cetak, PDF 413 KB, silahkan download <strong><a title="Download Pityriasis rosea" href="http://www.box.net/shared/650uuyo6p0" target="_blank">di sini</a></strong> | <strong><a title="Download Pityriasis rosea" href="http://www.docstoc.com/docs/24721540/Pityriasis-rosea" target="_blank">mirror</a></strong></p>
<p align="center">:: :: :: posting menggunakan <a title="Windows Live Writer" href="http://get.live.com/writer/overview" target="_blank">WLW</a> :: :: ::</p>
Filed under: <a href='http://cakmoki86.wordpress.com/category/artikel/'>Artikel</a>, <a href='http://cakmoki86.wordpress.com/category/health/'>Health</a>, <a href='http://cakmoki86.wordpress.com/category/informasi/'>Informasi</a>, <a href='http://cakmoki86.wordpress.com/category/kesehatan/'>Kesehatan</a> Tagged: <a href='http://cakmoki86.wordpress.com/tag/penyakit/'>Penyakit</a>, <a href='http://cakmoki86.wordpress.com/tag/penyakit-kulit/'>Penyakit Kulit</a>, <a href='http://cakmoki86.wordpress.com/tag/pityriasis-rosea/'>Pityriasis rosea</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cakmoki86.wordpress.com/1557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cakmoki86.wordpress.com/1557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cakmoki86.wordpress.com/1557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cakmoki86.wordpress.com/1557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cakmoki86.wordpress.com/1557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cakmoki86.wordpress.com/1557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cakmoki86.wordpress.com/1557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cakmoki86.wordpress.com/1557/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cakmoki86.wordpress.com/1557/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cakmoki86.wordpress.com/1557/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cakmoki86.wordpress.com&blog=570093&post=1557&subd=cakmoki86&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cakmoki86.wordpress.com/2010/02/08/pityriasis-rosea/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">cakmoki</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2010/02/pityriasis_rosea.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pityriasis rosea</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2010/02/pityriasis_rosea_2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pityriasis rosea</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konsultasi online</title>
		<link>http://cakmoki86.wordpress.com/2010/01/30/konsultasi-online/</link>
		<comments>http://cakmoki86.wordpress.com/2010/01/30/konsultasi-online/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 17:29:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cakmoki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Konsultasi online]]></category>
		<category><![CDATA[Obat]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cakmoki86.wordpress.com/2010/01/30/konsultasi-online/</guid>
		<description><![CDATA[ Tanpa terasa dua belas hari lagi halaman tanya jawab akan genap berusia 3 tahun terhitung sejak 10 Pebruari 2007. Pada bulan September 2009 yang lalu saya mencoba membuat review terkait interaksi dengan pembaca melalui halaman tanya jawab maupun berdasarkan posting. Saya menyadari banyak jawaban yang tidak memuaskan pembaca karena keterbatasan saya. Disamping itu, tuntutan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cakmoki86.wordpress.com&blog=570093&post=1506&subd=cakmoki86&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><p align="left"><a title="Sumber gambar : Getty Images" href="http://www.gettyimages.com/" target="_blank"><img style="display:inline;border-width:0;margin:5px 10px 0 0;" title="Digaruk !" border="0" alt="Digaruk !" align="left" src="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2010/01/gatal.jpg?w=140&#038;h=110" width="140" height="110" /></a> Tanpa terasa dua belas hari lagi halaman tanya jawab akan genap berusia 3 tahun terhitung sejak <a title="Perlukah Halaman Tanya Jawab ?" href="http://cakmoki86.wordpress.com/2007/02/10/perlukah-halaman-tanya-jawab/" target="_blank">10 Pebruari 2007</a>. Pada bulan <a title="Pembaca adalah guru saya" href="http://cakmoki86.wordpress.com/2009/09/04/pembaca-adalah-guru-saya/" target="_blank">September 2009</a> yang lalu saya mencoba membuat review terkait interaksi dengan pembaca melalui halaman <strong><a title="Halaman Tanya Jawab" href="http://cakmoki86.wordpress.com/tanya-jawab/" target="_blank">tanya jawab</a></strong> maupun berdasarkan posting. Saya menyadari banyak jawaban yang tidak memuaskan pembaca karena keterbatasan saya. Disamping itu, tuntutan sebagian penanya untuk men<a title="Medical Diagnosis" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Medical_diagnosis" target="_blank">diagnosa</a> keluhan hanya berdasarkan diskripsi singkat dan minimnya informasi penunjang, tidaklah mudah untuk memberikan jawaban yang memuaskan. Ini bisa dimaklumi lantaran ketidaktahuan sebagian pembaca bahwa mendiagnosa penyakit tidak cukup hanya dengan menyampaikan keluhan, atau hanya menunjukkan hasil Lab tanpa pemeriksaan fisik. </p>
<p> <span id="more-1506"></span>
<p align="left">Adakah contoh interaksi yang baik ? Ada ! Tak ada salahnya kita mencontoh <strong>konsultasi online</strong> dari negara lain yang sudah mapan sehingga setidaknya kita dapat meminimalisir kendala teknis yang membedakan antara <strong>konsultasi online</strong> dengan konsultasi di ruang praktek. </p>
<p align="left">Berikut ini saya salinkan salah satu contoh <strong>Konsultasi Online</strong> di situs <strong><a title="Ask a Dermatology Question, Get an Answer ASAP" href="http://www.justanswer.com/medical/dermatology" target="_blank">just answer</a></strong> yang digawangi oleh 4 dokter umum dan 2 orang dokter spesialis.</p>
<p align="left">Seorang wanita berusia 33 tahun <strong>konsultasi online</strong> dengan interaksi sebagai berikut:</p>
<blockquote><p align="left"><em><font color="#000080">Question          <br />Hi I have uncovered a red patch on my back of 3cm two days ago, with multiple vesiculas, at least 15 heads, the patch is red. It was swollen it is now flat, it is not tender, more itchy; mildly painful if i apply alcohol. Other things/ I am 25 weeks pregnant, and I can send you a photo I have taken 2 courses of antibiotics in the past 3 weeks due to bronchitis I am back from a trip to south africA </font></em></p>
<p align="left"><em><font color="#000080">Optional Information:          <br />Gender: f. Age: 33 </font></em></p>
<p align="left"><em><font color="#000080">Already Tried: I have appplied alocohol</font></em> </p>
</blockquote>
<p align="left">Sesaat kemudian muncul jawaban dokter:</p>
<blockquote><p align="left">Hi, Send a &quot;clear&quot; photo. </p>
</blockquote>
<p align="left">Si penanya pun mengirimkan <a title="Ini fotonya, dok" href="http://www.justanswer.com/view_image.aspx?href=http://ww2.justanswer.com/uploads/aureliedetroyer/2009-11-28_122124_IMG_5285.JPG" target="_blank">foto</a> yang diminta. </p>
<p align="left">Selanjutnya terjadilah dialog interaktif online antara wanita penanya dan dokter.</p>
<blockquote><p align="left">Dokter: Is it itchy?      <br /><em><font color="#000080">Wanita: It is yes, but mildly          <br /></font></em>Dokter: Do you find any fine scales on it?       <br /><em><font color="#000080">Wanita: no scales no, but it is fully covered with white vesiculas, but not transparent ones, i can try to do another photo if that helps          <br /></font></em>Dokter: Yes another photo from a different angle.       <br /><em><font color="#000080">Wanita: I have put in as much as I could! (mengirim 6 lembar foto dari berbagai sudut)          <br /></font></em>Dokter: There are two possibilities-       <br />Tinea corporis &#8211; Relief can be obtained by topical clotrimazole       <br />Pityriasis rosea &#8211; It could be the herald patch os pityriasis rosea. After about a week more lesions will develop. It is a self limiting condition. If itching is a problem zinc oxide or calamine lotion can be applied.       <br /><em><font color="#000080">Wanita: Could it be eczematous dermatitis?          <br /></font></em>Dokter: It is less likely. Because intense itching will be the main complaint.       <br />The lesions will be dry and thickened.       <br />History of other allergies may be there.       <br /><em><font color="#000080">Wanita: OK          <br />Is any of these two conditions (rosea or tinea corporis) bad? WIll they come back or cure easily?           <br />The second (tinea) possibility sounds quite bad- with more lesions to come;           <br />Is it a fungus- how long would lesions last? How bad can it get?           <br /></font></em>Dokter: Both are not serious conditions.       <br />In pityriasis rosea only, more lesions can occur.       <br />Tinea corporis is a type of fungal infection. If topical clotrimazole is applied it will disappear in a week or two. </p>
</blockquote>
<p align="left">Perfect ! Saya kagum membaca interaksi ini. Dari contoh di atas, kita dapat menarik pelajaran betapa untuk mengetahui jenis penyakit melalui <strong>konsultasi online</strong> diperlukan beberapa kali interaksi layaknya dialog secara langsung.     <br />Apakah situs tersebut menarik bayaran ? Ya, kalau tidak salah kisaran 9-15 US dollar. Nampaknya di Amerika <strong>konsultasi online</strong> berbayar&#160; diperkenankan dan sudah diatur oleh Undang-undang. </p>
<p align="left">Percayalah, blog ini <strong><font color="#ff0000">gratis</font></strong>. Saya sudah senang jika ada sedikit waktu untuk berinteraksi serta berbincang seputar masalah kesehatan dan penyakit bersama para pembaca. </p>
<p align="left">Mari kita belajar bersama-sama untuk memperbaiki sistem <strong>konsultasi online</strong> seputar masalah kesehatan agar dapat memberi manfaat bagi kita semua. Amiiin. </p>
<p align="left">Semoga bermanfaat.</p>
<p align="center">:: :: :: posting menggunakan <a title="Windows Live Writer" href="http://get.live.com/writer/overview" target="_blank">WLW</a> :: :: ::</p>
Filed under: <a href='http://cakmoki86.wordpress.com/category/artikel/'>Artikel</a>, <a href='http://cakmoki86.wordpress.com/category/blog/'>Blog</a>, <a href='http://cakmoki86.wordpress.com/category/gaya-hidup/'>Gaya Hidup</a>, <a href='http://cakmoki86.wordpress.com/category/health/'>Health</a>, <a href='http://cakmoki86.wordpress.com/category/informasi/'>Informasi</a>, <a href='http://cakmoki86.wordpress.com/category/kedokteran/'>Kedokteran</a>, <a href='http://cakmoki86.wordpress.com/category/kesehatan/'>Kesehatan</a>, <a href='http://cakmoki86.wordpress.com/category/opini/'>Opini</a> Tagged: <a href='http://cakmoki86.wordpress.com/tag/internet/'>Internet</a>, <a href='http://cakmoki86.wordpress.com/tag/kesehatan/'>Kesehatan</a>, <a href='http://cakmoki86.wordpress.com/tag/konsultasi-online/'>Konsultasi online</a>, <a href='http://cakmoki86.wordpress.com/tag/obat/'>Obat</a>, <a href='http://cakmoki86.wordpress.com/tag/penyakit/'>Penyakit</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cakmoki86.wordpress.com/1506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cakmoki86.wordpress.com/1506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cakmoki86.wordpress.com/1506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cakmoki86.wordpress.com/1506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cakmoki86.wordpress.com/1506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cakmoki86.wordpress.com/1506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cakmoki86.wordpress.com/1506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cakmoki86.wordpress.com/1506/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cakmoki86.wordpress.com/1506/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cakmoki86.wordpress.com/1506/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cakmoki86.wordpress.com&blog=570093&post=1506&subd=cakmoki86&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cakmoki86.wordpress.com/2010/01/30/konsultasi-online/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">cakmoki</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2010/01/gatal.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Digaruk !</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ruam di balik popok</title>
		<link>http://cakmoki86.wordpress.com/2010/01/25/ruam-di-balik-popok/</link>
		<comments>http://cakmoki86.wordpress.com/2010/01/25/ruam-di-balik-popok/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 10:56:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cakmoki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Health Informatic]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Diaper Dermatitis]]></category>
		<category><![CDATA[Diaper Rash]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Kulit]]></category>
		<category><![CDATA[Ruam Popok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cakmoki86.wordpress.com/2010/01/25/ruam-di-balik-popok/</guid>
		<description><![CDATA[KODE ICD-10 : L22 : Diaper Rash
 Ruam popok ( diaper rash, diaper dermatitis, napkin dermatitis ) masih kerap kita jumpai dalam keseharian, terutama pada bayi. Para orang tua sudah tidak asing lagi dengan ruam popok, suatu gangguan kulit berupa bercak merah pada kulit di area yang tertutup popok, yakni: pantat, perut bagian bawah, pelipatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cakmoki86.wordpress.com&blog=570093&post=1503&subd=cakmoki86&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><p><strong>KODE ICD-10 : <a title="L22 : Diaper Dermatitis" href="http://apps.who.int/classifications/apps/icd/icd10online/?gl20.htm+l22" target="_blank">L22</a> : <a title="wikipedia : diaper rash" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Diaper_rash" target="_blank">Diaper Rash</a></strong></p>
<p style="text-align:left;"><a title="Sumber gambar : Getty Images" href="http://www.gettyimages.com/" target="_blank"><img style="display:inline;border-width:0;margin:5px 10px 0 0;" title="Diaper Rash" src="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2010/01/ruam_popok.jpg?w=110&#038;h=140" border="0" alt="Diaper Rash" width="110" height="140" align="left" /></a> Ruam popok <em>( diaper rash, diaper dermatitis, napkin dermatitis )</em> masih kerap kita jumpai dalam keseharian, terutama pada bayi. Para orang tua sudah tidak asing lagi dengan ruam popok, suatu gangguan kulit berupa <strong><span style="color:#ff0000;">bercak merah</span></strong> pada kulit di area yang tertutup popok, yakni: pantat, perut bagian bawah, pelipatan paha, area kemaluan dan dubur (anogenital). Ruam popok atau <em>irritant diaper dermatitis</em> (IDD) merupakan bercak merah pada kulit yang tertutup popok karena iritasi oleh pelbagai faktor.</p>
<p style="text-align:left;">Meski ruam popok <strong>tidak bahaya</strong>, namun tak jarang membuat anak terganggu karena rasa gatal, perih, risih dan kadang terasa sakit, sehingga anak menjadi gelisah dan rewel.</p>
<p style="text-align:left;"><span id="more-1503"></span>Ruam popok atau <em>irritant diaper dermatitis</em> (IDD) merupakan bercak merah pada kulit yang tertutup popok karena iritasi oleh pelbagai faktor.</p>
<p style="text-align:left;">Pada ruam popok yang ringan, pada umumnya akan sembuh dalam beberapa hari dengan pemberian bedak atau bahkan tanpa diobati.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>ANGKA KEJADIAN</strong></p>
<p style="text-align:left;"><a title="Sumber gambat: MyhildHealth" href="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2010/01/diaperrash2.jpg" target="_blank"><img style="display:inline;border-width:0;margin:5px 10px 0 0;" title="Diaper Rash" src="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2010/01/diaperrash2_thumb.jpg?w=140&#038;h=110" border="0" alt="Diaper Rash" width="140" height="110" align="left" /></a> Incidence rate (angka kejadian) ruam popok berbeda-beda di setiap negara, bergantung pada hygiene, pengetahuan orang tua (pengasuh) tentang tata cara penggunaan popok dan menurut saya mungkin juga berhubungan dengan faktor cuaca. <em><a title="Overview of diaper dermatitis in infants and children" href="http://www.uptodate.com/patients/content/topic.do?topicKey=~xrLfPvmT.k.TnL" target="_blank">Kimberly A Horii</a>, MD</em> (asisten profesor spesialis anak Universitas Misouri) dan <em><a title="Diaper Rash" href="http://www.medicinenet.com/diaper_rash/article.htm" target="_blank">John Mersch</a>, MD, FAAP</em> menyebutkan bahwa 10-20 % Diaper dermatitis dijumpai pada praktek spesialis anak di Amerika. Sedangkan prevalensi pada bayi berkisar antara 7-35%, dengan angka terbanyak pada usia 9-12 bulan. Sementara itu <em><a title="Pediatrics, Diaper Rash" href="http://emedicine.medscape.com/article/801222-overview" target="_blank">Rania Dib</a>, MD</em> menyebutkan ruam popok berkisar 4-35 % pada usia 2 tahun pertama.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB</strong></p>
<p style="text-align:left;">Beberapa faktor penyebab terjadinya ruam popok <em>( diaper rash, diaper dermatitis, napkin dermatitis )</em>, antara lain:</p>
<ul style="text-align:left;">
<li>
<div>Iritasi atau gesekan antara popok dengan kulit.</div>
</li>
<li>
<div>Faktor kelembaban.</div>
</li>
<li>
<div>Kurangnya menjaga hygiene. Popok jarang diganti atau terlalu lama tidak segera diganti setelah pipis atau BAB (feces).</div>
</li>
<li>
<div>Infeksi mikro-organisme (terutama infeksi jamur dan bakteri)</div>
</li>
<li>
<div>Alergi bahan popok.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:left;">Gangguan pada kelenjar keringat di area yang tertutup popok.</div>
</li>
</ul>
<p style="text-align:left;"><a href="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2010/01/ruampopok2.jpg"><img style="display:inline;border-width:0;margin:5px 10px 0 0;" title="Ruam popok" src="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2010/01/ruampopok2_thumb.jpg?w=140&#038;h=110" border="0" alt="Ruam popok" width="140" height="110" align="left" /></a> Ruam popok yang disebabkan oleh iritasi dan faktor kelembaban, pada umumnya dapat disembuhkan dengan bedak dan mengganti popok sesering mukin terutama jika basah dan kotor oleh urine atau feces. Sedangkan ruam popok yang disebabkan oleh infeksi mikro-organisme, seyogyanya berobat ke dokter terdekat untuk mendapatkan obat yang tepat sesuai penyebabnya.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>BERBAGAI BENTUK GANGGUAN KULIT PADA RUAM POPOK</strong></p>
<p style="text-align:left;">Beberapa gangguan kulit yang berhubungan dengan ruam popok, diantaranya:</p>
<ul style="text-align:left;">
<li>
<div><strong>Intertrigo</strong>, yakni iritasi atau lecet pada kulit dikarenakan kulit basah dan lembab serta gesekan dengan popok, sehingga permukaan kulit menjadi lebih mudah terkelupas.</div>
</li>
<li>
<div><strong>Miliaria</strong> atau biang keringat, yakni timbulnya bintik-bintik merah pada permukaan kulit karena penyumbatan kelenjar keringat (kelenjar eccrine).</div>
</li>
<li>
<div><strong>Dermatitis kontak</strong> (contact dermatitis), merupakan reaksi alergi terhadap bahan popok. Dapat juga karena reaksi alergi terhadap campuran urine dan feces yang dibiarkan terlalu lama melekat di popok. Selain itu, perubahan PH oleh urine dan feces pada kulit diduga memicu terjadinya reaksi alergi.</div>
</li>
<li>
<div><strong>Candidal diaper dermatitis</strong>, yakni ruam popok yang disebabkan oleh infeksi jamur Candida albicans. Sekitar 40-70% ruam popok yang berlangsung lebih 3 hari dapat memicu terjadinya kolonisasi jamur kandida.</div>
</li>
<li>
<div><strong>Bacterial diaper dermatitis</strong>, yakni ruam popok yang disebabkan oleh infeksi kuman (bakteri), terutama Staphylococcus, Streptococcus dan Enterobacteriaceae. Jenis ruam popok karena infeksi kuman yang kerap dijumpai adalah <a href="http://cakmoki86.wordpress.com/2007/07/06/impetigo-kulit-melepuh/trackback/" target="_blank">impetigo</a><strong></strong> dan <strong>sesulitis</strong> (cellulitis) serta folikulitis (folliculitis).</div>
</li>
<li>
<div><strong>Granuloma gluteal infantum,</strong> merupakan gangguan kulit pada ruam popok yang jarang terjadi. Biasanya timbul karena terlalu lama iritasi dan infeksi mikro-organisme yang tidak diobati.</div>
</li>
</ul>
<p style="text-align:left;"><strong>PENGOBATAN</strong></p>
<p style="text-align:left;"><a title="Baby Diapering Care" href="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2010/01/tipsperawatanpopok.jpg" target="_blank"><img style="display:inline;border-width:0;margin:5px 10px 0 0;" title="tips perawatan popok" src="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2010/01/tipsperawatanpopok_thumb.jpg?w=140&#038;h=110" border="0" alt="tips perawatan popok" width="140" height="110" align="left" /></a> Pada prinsipnya, pengobatan ruam popok bergantung kepada penyebabnya. Ruam popok yang disebabkan iritasi dan miliaria, tidak memerlukan obat khusus. Cukup dengan menjaga agar popok tetap kering dan memelihara hygiene.</p>
<p style="text-align:left;">Pada ruam popok yang disebabkan oleh infeksi mikro-organisme, atau iritasi dan miliaria yang luas, obat-obat yang lazim digunakan, antara lain:</p>
<ul style="text-align:left;">
<li>
<div><strong>Bedak</strong> salisil dan bedak yang mengandung antihistamin. Hanya digunakan pada iritasi (intertigo) dan miliaria atas anjuran dokter. Pastikan bedak tidak berhamburan agar tidak mengganggu pernafasan si kecil.</div>
</li>
<li>
<div><strong>Anti jamur</strong>. Digunakan pada ruam popok karena infeksi jamur (candidal diaper dermatitis). Pilih anti jamur berbentuk bedak (merk dagang, misalnya: daktarin powder dan mycorine powder), diberikan selama 3-4 minggu.</div>
</li>
<li>
<div><strong>Anti infeksi </strong>topikal (salep, krim). Digunakan pada ruam popok yang disebabkan oleh infeksi bakteri ringan, misalnya bacitracin salep. Adapun untuk infeksi yang lebih berat, dapat digunakan anti infeksi oral (diminum), misalnya kombinasi amoksisilin dengan asam klavulanat dan diberikan pula anti infeksi topikal.</div>
</li>
<li>
<div><strong>Steroid</strong>. Digunakan pada ruam popok yang disebabkan reaksi alergi, dioleskan 2 kali sehari hingga sembuh atau selama 2 minggu.</div>
</li>
</ul>
<p style="text-align:left;">Walaupun ruam popok bukanlah penyakit yang serius, jika dalam 2-3 hari tidak kunjung sembuh, maka langkah terbaik adalah konsultasi ke dokter. Penggunaan anti jamur, anti infeksi dan steroid hendaknya hanya atas rekomendasi dokter.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>TIPS MENCEGAH DAN MENGATASI RUAM POPOK</strong></p>
<ul style="text-align:left;">
<li>
<div>Apapun jenis popok yang digunakan, pastikan popok tetap bersih dan kering.</div>
</li>
<li>
<div>Hindari pemakaian popok yang ketat.</div>
</li>
<li>
<div>Ganti popok segera setelah si kecil buang air kecil atau BAB.</div>
</li>
<li>
<div>Gunakan air mengalir untuk membersihkan feces (tinja) dengan bilasan lembut. Usahakan tidak menggosok area dubur dan pantat agar tidak iritasi. Biarkan area pantat mengering oleh udara terbuka.</div>
</li>
<li>
<div>Jika si kecil mengalami ruam popok, dapat menggunakan krim pelindung kulit yang mengandung petrolatum dan zinc oxide. Oleskan secara lembut dan tipis sebagai pelindung kulit si kecil.</div>
</li>
<li>
<div>Konsultasikan ke dokter bila ruam popok tidak sembuh dalam 3 hari.</div>
</li>
</ul>
<p style="text-align:left;"><strong>Semoga bermanfaat</strong>.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Link terkait:</strong></p>
<ul style="text-align:left;">
<li>
<div>Wikipedia : <a title="Wikipedia: Diaper Rash" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Diaper_rash" target="_blank">Diaper Rash</a></div>
</li>
<li>
<div><a title="Pediatrics, Diaper Rash" href="http://emedicine.medscape.com/article/801222-overview" target="_blank">Pediatrics, Diaper Rash</a></div>
</li>
<li>
<div><a title="Overview of Diaper Dermatitis in Infant and Children" href="http://www.uptodate.com/patients/content/topic.do?topicKey=~xrLfPvmT.k.TnL" target="_blank">Overview of Diaper Dermatitis</a></div>
</li>
<li>
<div>MedicineNet: <a title="MedicineNet: Diaper Rash" href="http://www.medicinenet.com/diaper_rash/article.htm" target="_blank">Diaper Rash</a></div>
</li>
<li>
<div><a title="Infections Diaper Rash" href="http://kidshealth.org/parent/pregnancy_newborn/common/diaper_rash.html" target="_blank">Infections Diaper Rash</a></div>
</li>
<li>
<div><a title="Baby Diapering Care" href="http://www.babycenter.com/baby-diapering" target="_blank">Baby Diapering Care</a></div>
</li>
<li>
<div><a title="Impetigo" href="http://cakmoki86.wordpress.com/2007/07/06/impetigo-kulit-melepuh/" target="_blank">Impetigo</a></div>
</li>
</ul>
<p style="text-align:left;"><strong>Edisi cetak, format PDF 549 KB, silahkan download <a title="Diaper Rash 549 KB" href="http://www.box.net/shared/ekguacr1a9" target="_blank">di sini</a></strong></p>
<p style="text-align:center;">:: :: :: posting menggunakan <a title="Windows Live Writer" href="http://get.live.com/writer/overview" target="_blank">WLW</a> :: :: ::</p>
Posted in Artikel, Blog, Gaya Hidup, Health Informatic, Informasi, Kesehatan Tagged: Bayi, Diaper Dermatitis, Diaper Rash, Penyakit Kulit, Ruam Popok <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cakmoki86.wordpress.com/1503/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cakmoki86.wordpress.com/1503/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cakmoki86.wordpress.com/1503/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cakmoki86.wordpress.com/1503/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cakmoki86.wordpress.com/1503/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cakmoki86.wordpress.com/1503/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cakmoki86.wordpress.com/1503/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cakmoki86.wordpress.com/1503/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cakmoki86.wordpress.com/1503/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cakmoki86.wordpress.com/1503/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cakmoki86.wordpress.com&blog=570093&post=1503&subd=cakmoki86&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cakmoki86.wordpress.com/2010/01/25/ruam-di-balik-popok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">cakmoki</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2010/01/ruam_popok.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Diaper Rash</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2010/01/diaperrash2_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Diaper Rash</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2010/01/ruampopok2_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ruam popok</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2010/01/tipsperawatanpopok_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tips perawatan popok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dirgahayu HUT Kaltim ke 53</title>
		<link>http://cakmoki86.wordpress.com/2010/01/11/dirgahayu-hut-kaltim-ke-53/</link>
		<comments>http://cakmoki86.wordpress.com/2010/01/11/dirgahayu-hut-kaltim-ke-53/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Jan 2010 10:05:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cakmoki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[2010]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kaltim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cakmoki86.wordpress.com/2010/01/11/dirgahayu-hut-kaltim-ke-53/</guid>
		<description><![CDATA[MENGUCAPKAN :

Semoga visi dan misi Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur hingga akhir masa jabatan pada tahun 2013 dapat tercapai sebagaimana janji beliau saat Pilkada.

Janji: Awang Faroek Ishak – Farid Wadjdy

Pembangunan dan perbaikan jalan untuk menggerakkan ekonomi rakyat sebesar 600 milyar rupiah per tahun.
Revitalisasi pertanian, perikanan dan kehutanan dengan dana 500 milyar rupiah per tahun.
Perbaikan listrik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cakmoki86.wordpress.com&blog=570093&post=1488&subd=cakmoki86&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><p><strong>MENGUCAPKAN</strong> :</p>
<p style="text-align:center;"><a title="Pemprov Kaltim" href="http://www.kaltimprov.go.id/" target="_blank"><img class="aligncenter" style="display:block;float:none;margin-left:auto;margin-right:auto;border:0;" title="HUT Kaltim ke 53" src="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2010/01/hut_kaltim_53_thumb.jpg?w=470&#038;h=132" border="0" alt="hut_kaltim_53" width="470" height="132" /></a></p>
<p style="text-align:left;">Semoga <strong><a title="Visi dan Misi Kaltim" href="http://www.kaltimprov.go.id/kaltim.php?page=profile&amp;id=29" target="_blank">visi dan misi</a></strong> Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur hingga akhir masa jabatan pada tahun 2013 dapat tercapai sebagaimana janji beliau saat Pilkada.</p>
<p><span id="more-1488"></span></p>
<p style="text-align:left;"><strong><a title="Janji Gubernur dan wakil Gubernur Kaltim" href="http://cakmoki86.wordpress.com/2008/12/17/pelantikan-gubernur-kaltim/" target="_blank">Janji</a>: Awang Faroek Ishak – Farid Wadjdy</strong></p>
<ol style="text-align:left;">
<li>Pembangunan dan perbaikan jalan untuk menggerakkan ekonomi rakyat sebesar 600 milyar rupiah per tahun.</li>
<li>Revitalisasi pertanian, perikanan dan kehutanan dengan dana 500 milyar rupiah per tahun.</li>
<li>Perbaikan listrik dan program satu genset satu desa dengan anggaran 200 milyar rupiah per tahun.</li>
<li>Penyediaan akses sekolah gratis, bantuan buku, perbaikan gedung sekolah dan lainnya dengan anggaran sebesar 1 trilyun rupiah atau 20% dari APBD.</li>
<li>Pelayanan kesehatan gratis, program 1 Puskesmas 2 dokter, dan peningkatan pelayanan untuk kesehatan ibu, anak dan lansia dengan alokasi anggaran sebesar 200 milyar rupiah.</li>
<li>Penyerapan 300 ribu tenaga kerja melalui pengadaan dan pengembangan UKM dengan anggaran 100 milyar rupiah per tahun.</li>
<li>Bantuan untuk tempat ibadah bagi semua agama dengan anggaran 50 milyar per tahun.</li>
<li>Menciptakan aparatur pemerintahan yang bersih, bebas KKN.</li>
<li>Jika dalam 3 tahun tidak memenuhi dan tidak menyediakan anggaran sebesar yang tercantum dalam APBD yang diajukan Pemprov, AFI bersedia mundur dari jabatan Gubernur dan wakil Gubernur Kaltim.</li>
</ol>
<p style="text-align:left;">Alhamdulillah, kini Listrik sudah jarang byar pet, mudah-mudahan tidak kumat dan layanan publik lainnya segera dapat dirasakan manfaatnya bagi warga Kaltim. Amiiin.</p>
Posted in Berita, Blog, Umum Tagged: 2010, Indonesia, Kaltim <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cakmoki86.wordpress.com/1488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cakmoki86.wordpress.com/1488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cakmoki86.wordpress.com/1488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cakmoki86.wordpress.com/1488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cakmoki86.wordpress.com/1488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cakmoki86.wordpress.com/1488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cakmoki86.wordpress.com/1488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cakmoki86.wordpress.com/1488/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cakmoki86.wordpress.com/1488/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cakmoki86.wordpress.com/1488/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cakmoki86.wordpress.com&blog=570093&post=1488&subd=cakmoki86&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cakmoki86.wordpress.com/2010/01/11/dirgahayu-hut-kaltim-ke-53/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">cakmoki</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2010/01/hut_kaltim_53_thumb.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">HUT Kaltim ke 53</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenali Mata Minus Pada Anak</title>
		<link>http://cakmoki86.wordpress.com/2010/01/05/mengenali-mata-minus-pada-anak/</link>
		<comments>http://cakmoki86.wordpress.com/2010/01/05/mengenali-mata-minus-pada-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 16:03:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cakmoki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kacamata]]></category>
		<category><![CDATA[Lensa Kontak]]></category>
		<category><![CDATA[Mata Minus]]></category>
		<category><![CDATA[Myopia]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Mata]]></category>
		<category><![CDATA[Refraksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cakmoki86.wordpress.com/2010/01/05/mengenali-mata-minus-pada-anak/</guid>
		<description><![CDATA[KODE ICD-10: H52.1 : Myopia
 Seorang ayah bercerita: “ Ketika anak perempuan saya masih kelas I SD, berulang kali kami selaku orang tua dipanggil ke sekolah oleh gurunya. Kami diberi tahu bahwa anak kami sering tidak menyelesaikan tugas menulis di sekolah sehingga harus pulang lebih akhir dibanding teman-temannya. Selain itu katanya anak kami suka menyontek [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cakmoki86.wordpress.com&blog=570093&post=1482&subd=cakmoki86&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><p style="text-align:left;"><strong>KODE ICD-10: <a title="H52.1 : Myopia" href="http://apps.who.int/classifications/apps/icd/icd10online/?gh49.htm+h521" target="_blank">H52.1</a> : <a title="Wikipedia: Myopia" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Myopia" target="_blank">Myopia</a></strong></p>
<p style="text-align:left;"><a title="Sumber Gambar : Getty Images" href="http://www.gettyimages.com/" target="_blank"><img style="display:inline;border-width:0;margin:5px 10px 0 0;" title="myopia" src="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2010/01/myopia_1.jpg?w=140&#038;h=110" border="0" alt="myopia" width="140" height="110" align="left" /></a> Seorang ayah bercerita: “ Ketika anak perempuan saya masih kelas I SD, berulang kali kami selaku orang tua dipanggil ke sekolah oleh gurunya. Kami diberi tahu bahwa anak kami sering <span style="text-decoration:underline;">tidak menyelesaikan tugas menulis</span> di sekolah sehingga harus pulang lebih akhir dibanding teman-temannya. Selain itu katanya anak kami suka <span style="text-decoration:underline;">menyontek tulisan</span> temannya saat diberi tugas menyalin tulisan <span style="text-decoration:underline;">di papan tulis</span> “. Si Ayah melanjutkan: “ Belakangan kami mengetahui mata anak kami minus 2,5 setelah konsultasi ke dokter.”</p>
<p><span id="more-1482"></span></p>
<p style="text-align:left;">Sementara itu seorang Ibu berkisah: “ Putra saya memiliki hobi menggambar, <a title="Kabur" href="http://www.gettyimages.com/" target="_blank"><img style="display:inline;border-width:0;margin:5px 10px 0 0;" title="Kabur nih" src="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2010/01/89446571.jpg?w=110&#038;h=140" border="0" alt="Kabur nih" width="110" height="140" align="left" /></a> tapi nampak <span style="text-decoration:underline;">tidak senang</span> jika diminta <span style="text-decoration:underline;">menulis</span> dan <span style="text-decoration:underline;">membaca</span>. Dia juga suka banget menonton TV dan main game di layar komputer dalam <span style="text-decoration:underline;">jarak dekat</span> sambil sesekali <span style="text-decoration:underline;">memicingkan</span> matanya. Kata gurunya, putra saya <span style="text-decoration:underline;">kurang bisa</span> menangkap pelajaran yang ditulis <span style="text-decoration:underline;">di papan tulis</span>. Nilai raportnya kurang bagus terutama untuk pelajaran matematika. Atas saran dokter, saya memeriksakan mata anak saya. Ternyata minus 4. Setelah menggunakan kacamata, nilai pelajarannya berangsur membaik .”</p>
<p style="text-align:left;"><a title="Menikmati membaca" href="http://www.gettyimages.com/" target="_blank"><img style="display:inline;border-width:0;margin:5px 10px 0 0;" title="Menikmati membaca" src="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2010/01/76314239.jpg?w=140&#038;h=110" border="0" alt="Menikmati membaca" width="140" height="110" align="left" /></a> Cerita seorang ayah dan ibu atas putra-putri mereka menunjukkan kepada kita bahwa peran orang tua dan guru sangat diperlukan untuk mengenali kemungkinan gangguan penglihatan anak melalui pengamatan di sekolah dan di rumah ketika anak sedang belajar, menggunakan komputer, ataupun bermain yang menggunakan fungsi penglihatan.</p>
<p style="text-align:left;">Mata minus atau myopia merupakan kelainan refraksi dimana sinar sejajar yang masuk mata dibias membentuk bayangan di depan retina mata sehingga obyek terlihat kabur apabila melihat jauh.</p>
<p style="text-align:left;">Myopia ditandai dengan kabur jika melihat jauh, melihat obyek lebih jelas dalam jarak dekat,  mata mudah lelah dan kerap mendekatkan mata ke obyek yang dilihatnya.</p>
<p style="text-align:left;">Bagi anak yang mampu menyampaikan keluhan penglihatan, biasanya orang tua segera memeriksakan anaknya ke dokter.  Namun anak yang masih kecil atau tidak mampu menyampaikan keluhan penglihatan, para orang tua dapat memantau fungsi penglihatan anaknya melalui pengamatan sejak dini.</p>
<p style="text-align:left;">Myopia dapat dikenali apabila anak menunjukkan gejala-gejala sebagai berkut:</p>
<ul style="text-align:left;">
<li>
<div>Kabur jika melihat jauh.</div>
</li>
<li>
<div>Memicingkan mata bila melihat jauh.</div>
</li>
<li>
<div>Membaca dalam jarak dekat.</div>
</li>
<li>
<div>Mata mudah lelah saat membaca.</div>
</li>
<li>
<div>Kadang mengeluh sakit kepala.</div>
</li>
</ul>
<p style="text-align:left;"><strong>Bagaimana menanggulangi myopia ?</strong></p>
<ul style="text-align:left;">
<li>
<div>Menggunakan kacamata, yakni dengan koreksi lensa negatif terlemah yang menghasilkan penglihatan terbaik.</div>
</li>
<li>
<div>Lensa kontak. Penggunaan lensa kontak terutama pada myopia tinggi dan anisometria.</div>
</li>
<li>
<div>Bedah retraktif, meliputi: (a) Bedah refraktif kornea, yakni dengan mengubah lengkungan permukaan kornea menggunakan laser atau operasi lasik. (b) Bedah refraktif lensa, yakni tindakan ekstraksi lensa jernih yang diikuti dengan implantasi lensa di dalam mata (intraokuler). Tindakan bedah biasanya dilakukan jika dengan koreksi kacamata ataupun penggunaan lensa kontak tidak memberikan hasil yang memuaskan. Hanya saja, para orang tua hendaknya menanyakan efek samping yang mungkin timbul pasca operasi.</div>
</li>
</ul>
<p style="text-align:left;"><strong>FAQ SEPUTAR MATA MINUS PADA ANAK</strong></p>
<p style="text-align:left;">Apakah vitamin A dan wortel dapat mengurangi mata minus ? <span style="text-decoration:underline;">Jawab</span>: Tidak. Mata minus bukan karena kekurangan vitamin A tapi karena kelainan refraksi sebagimana penjelasan pada pengertian myopia.</p>
<p style="text-align:left;">Apakah mata minus pada anak harus sering kontrol ? <span style="text-decoration:underline;">Jawab</span> : Ya. Mata minus pada anak sebaiknya kontrol 6 bulan hingga setahun sekali terutama pada awal penggunaan kacamata karena mata minus pada anak biasanya cenderung bertambah sampai usia sekitar 20 tahun.</p>
<p style="text-align:left;">Semoga bermanfaat.</p>
<p style="text-align:left;">Edisi cetak, file PDF 499 KB, silahkan download <strong><a title="Myopia Pada Anak" href="http://www.box.net/shared/fp7x03c6el" target="_blank">di sini</a> </strong>atau<strong> <a title="Docstoc : Myopia Pada Anak" href="http://www.docstoc.com/docs/21174293/Myopia" target="_blank">di sini</a>.</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Referensi:</strong></p>
<ul style="text-align:left;">
<li>
<div>PDT Ilmu Penyakit Mata RSU Dr. Soetomo, Surabaya, edisi III, 2006.</div>
</li>
<li>
<div style="text-align:left;">Ilmu Kesehatan Anak, Jilid II, ceakan XI, FKUI, 2005.</div>
</li>
</ul>
<p style="text-align:left;">Berapa biaya operasi Lasik ? Silahkan lihat <a title="Biaya Operasi Lasik di Jakarta" href="http://icarelasik.co.id/daftar-biaya-tindakan-lasik" target="_blank">di sini</a>.</p>
<p style="text-align:center;">:: :: :: posting menggunakan <a title="Windows Live Writer" href="http://get.live.com/writer/overview" target="_blank">WLW</a> :: :: ::</p>
Posted in Artikel, Gaya Hidup, Health, Informasi, Kesehatan Tagged: Kacamata, Lensa Kontak, Mata Minus, Myopia, Penyakit Mata, Refraksi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cakmoki86.wordpress.com/1482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cakmoki86.wordpress.com/1482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cakmoki86.wordpress.com/1482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cakmoki86.wordpress.com/1482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cakmoki86.wordpress.com/1482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cakmoki86.wordpress.com/1482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cakmoki86.wordpress.com/1482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cakmoki86.wordpress.com/1482/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cakmoki86.wordpress.com/1482/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cakmoki86.wordpress.com/1482/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cakmoki86.wordpress.com&blog=570093&post=1482&subd=cakmoki86&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cakmoki86.wordpress.com/2010/01/05/mengenali-mata-minus-pada-anak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">cakmoki</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2010/01/myopia_1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">myopia</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2010/01/89446571.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kabur nih</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2010/01/76314239.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Menikmati membaca</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gus Dur Wafat</title>
		<link>http://cakmoki86.wordpress.com/2009/12/31/gus-dur-wafat/</link>
		<comments>http://cakmoki86.wordpress.com/2009/12/31/gus-dur-wafat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 16:31:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cakmoki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Guru Bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Dur]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cakmoki86.wordpress.com/2009/12/31/gus-dur-wafat/</guid>
		<description><![CDATA[ Innalillahi wa inna ilaihi rajiun&#8230;.. 
Turut berduka cita atas wafatnya Gus Dur pada hari Rabo, 30 Desember 2009. 
Semoga jasa dan perjuangan beliau dalam menegakkan demokratisasi di Indonesia dapat kita lanjutkan. 
Selamat jalan Guru Bangsa.
:: :: :: posting menggunakan WLW :: :: ::
Posted in Berita, Events, Umum Tagged: Guru Bangsa, Gus Dur, Indonesia  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cakmoki86.wordpress.com&blog=570093&post=1478&subd=cakmoki86&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><p align="left"><a title="Sumber Gambar" href="http://www.dpp-pkb.or.id/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=730:innalillahi-wainnailaihi-rajiun-kh-abdurrahman-wahid-wafat&amp;catid=42:rokstories&amp;Itemid=120" target="_blank"><img style="border-bottom:0;border-left:0;display:inline;border-top:0;border-right:0;margin:5px 10px 0 0;" title="Gus Dur Guru Bangsa" border="0" alt="Gus Dur Guru Bangsa" align="left" src="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2009/12/gusdur.jpg?w=140&#038;h=95" width="140" height="95" /></a> <strong>Innalillahi wa inna ilaihi rajiun</strong>&#8230;.. </p>
<p align="left">Turut berduka cita atas wafatnya <strong><a title="Gus Dur, Guru Bangsa" href="http://gusdur.net/" target="_blank">Gus Dur</a></strong> pada hari Rabo, 30 Desember 2009. </p>
<p align="left">Semoga jasa dan perjuangan <a title="KH. Abdurrahman Wahid" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abdurrahman_Wahid" target="_blank">beliau</a> dalam menegakkan demokratisasi di Indonesia dapat kita lanjutkan. </p>
<p align="left">Selamat jalan Guru Bangsa.</p>
<p align="center">:: :: :: posting menggunakan <a title="Windows Live Writer" href="http://get.live.com/writer/overview" target="_blank">WLW</a> :: :: ::</p>
Posted in Berita, Events, Umum Tagged: Guru Bangsa, Gus Dur, Indonesia <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cakmoki86.wordpress.com/1478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cakmoki86.wordpress.com/1478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cakmoki86.wordpress.com/1478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cakmoki86.wordpress.com/1478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cakmoki86.wordpress.com/1478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cakmoki86.wordpress.com/1478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cakmoki86.wordpress.com/1478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cakmoki86.wordpress.com/1478/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cakmoki86.wordpress.com/1478/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cakmoki86.wordpress.com/1478/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cakmoki86.wordpress.com&blog=570093&post=1478&subd=cakmoki86&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cakmoki86.wordpress.com/2009/12/31/gus-dur-wafat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">cakmoki</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2009/12/gusdur.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gus Dur Guru Bangsa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penertiban RS Berlabel Internasional</title>
		<link>http://cakmoki86.wordpress.com/2009/12/24/penertiban-rs-berlabel-internasional/</link>
		<comments>http://cakmoki86.wordpress.com/2009/12/24/penertiban-rs-berlabel-internasional/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 06:34:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cakmoki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Pasien]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Medis]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Sakit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cakmoki86.wordpress.com/2009/12/24/penertiban-rs-berlabel-internasional/</guid>
		<description><![CDATA[ Jawa Pos edisi Minggu, 20 Desember 2009, mewartakan rencana Depkes untuk menertibkan penggunaan label Internasional pada sejumlah RS, terkait regulasi menjelang ASEAN Free Trade Area (AFTA) 2010. Sebenarnya bukan barang baru, namun kita perlu ikut mengawal upaya ini agar label Internasional bukan hanya sekedar papan nama. Sebagaimana diungkapkan oleh Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cakmoki86.wordpress.com&blog=570093&post=1474&subd=cakmoki86&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><p align="left"><strong><a title="Depkes Perketat Berdirinya RS Internasional" href="http://www.jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&amp;nid=106401"><img style="display:inline;border-width:0;margin:5px 10px 0 0;" title="Hanya Papan Nama ?" border="0" alt="Hanya Papan Nama ?" align="left" src="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2009/12/rs_internasional.jpg?w=140&#038;h=110" width="140" height="110" /> Jawa Pos</a></strong> edisi Minggu, 20 Desember 2009, mewartakan rencana Depkes untuk menertibkan penggunaan label Internasional pada sejumlah RS, terkait regulasi menjelang ASEAN Free Trade Area (AFTA) 2010. Sebenarnya bukan barang baru, namun kita perlu ikut mengawal upaya ini agar label Internasional bukan hanya sekedar papan nama. Sebagaimana diungkapkan oleh Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik Departemen Kesehatan (Depkes) dr Farid W Husain,&#160; bahwa RS di Indonesia yang benar-benar terakreditasi secara Internasional hanya 2 (dua), yakni RS Siloam Karawaci dan RS Siloam Kebun Jeruk. Selebihnya hanya nama. Menurut dr. Farid, pemakaian label Internasional tanpa akreditasi sama artinya dengan membohongi publik. Lha !</p>
<p> <span id="more-1474"></span>
<p align="left"><strong>PASIEN HENDAKNYA PANDAI MEMILIH</strong></p>
<p align="left">Sebagian masyarakat kita masih mudah tergiur oleh penampilan luar, iklan dan label. Pun demikian dengan label wah institusi layanan medis. Tak pelak anggapan kualitas tinggi dan harapan mendapatkan layanan medis kelas satu membumbung tinggi manakala mendengar label Internasional, label Plus dan label heboh sejenisnya. Apa lacur, ketika pengguna jasa layanan medis terlanjur terjerat, kekecewaanlah yang lebih banyak didapat ketimbang kepuasan. Ibarat jajan, bakpao serasa jemblem !</p>
<p align="left">Repotnya, masyarakat tidak mudah mengetahui kualitas institusi layanan medis yang sesungguhnya, sebelum merasakannya secara langsung atau mendengar dari mulut ke mulut. Tidak semudah membedakan handphone berkualitas dengan handphone tiruan. Kasus Mbak <strong><a title="Pelajaran Berharga Untuk Berbenah" href="http://cakmoki86.wordpress.com/2009/06/11/prita-dan-prita-mulyasari/" target="_blank">Prita</a></strong> adalah salah satu contoh berharga untuk pembelajaran dan perbaikan. </p>
<p align="left">Pertanyaannya, mampukah para top leader dan pengelola institusi layanan medis di semua tingkatan mampu menarik pelajaran lantas memperbaikinya ? Bagi yang peka, tentu mampu. Bagi yang tidak peka, mereka hanya sibuk bersilat lidah menangkis kritikan tanpa berbuat apa-apa. Alih-alih berupaya berbenah, boleh jadi mereka tidak mengerti hakekat pelayanan medis, merasa berkuasa atau mungkin hatinya terlanjur terbalut bara emosi. </p>
<p align="left"><strong>TAK SEMUANYA BISA DIBELI DENGAN UANG</strong></p>
<p align="left">Kita tahu, pilar pokok layanan medis setidaknya meliputi 4 pondasi, yakni gedung, sarana prasarana, pelaksana pelayanan (SDM) dan sistem. Keempatnya saling berintegrasi dan bersinergi. Dibangun secara bertahap dan berkesinambungan dengan mendengarkan feedback pengguna pelayanan medis serta masukan berbagai pihak sebagai salah satu parameter untuk perbaikan. Tidak dengan cara instan Bung !</p>
<p align="left">Mungkin para pemilik modal yang menginvestasikan kekayaannya untuk membangun RS Swasta, dan Kepala Daerah sebagai penguasa institusi layanan medis Pemerintah (RSUD, Puskesmas), beranggapan bahwa kualitas layanan medis dapat dibeli dengan uang. Okelah, gedung dan sarana prasarana dapat dibuat menjadi kelas VIP, serba mewah. Tapi tidak dengan SDM dan sistem. Celakanya, justru SDM dan sistem inilah yang kerap diabaikan. Mulai penunjukan pengelola, pemilihan dokter dan SDM lainnya, hingga sistem yang kompleks. Begitu mudahkah mendapatkan dokter yang berkualitas, SDM lain yang terampil serta sistem yang handal hanya dengan uang ? </p>
<p align="left">Tidak semua dokter berkualitas nan laris bersedia bekerja di RS mewah untuk menggiring pasien. Ada nilai-nilai sosial dan idealisme di balik layanan medis antara dokter dan pasien yang tidak dapat dibeli dengan uang seberapapun besarnya. Karena itu tak perlu heran jika misalnya ada pasien yang sudah terlanjur ke RS mewah menghabiskan lebih setengah juta rupiah sekali datang, ternyata sembuh di Puskesmas hanya karena sakit <strong><a title="Scabies : kulit gatal bikin sebal" href="http://cakmoki86.wordpress.com/2007/06/16/skabies-kulit-gatal-bikin-sebal/" target="_blank">gudik</a></strong> ( scabies ). Bisa saja berkilah bahwa hal semacam itu sangat kasuistis, bahwa nol koma nol sekian persen bisa terjadi salah diagnosa. Apakah di mata pasien juga demikian ? Layaknya mencoba makan di restoran mewah, pasien akan bercerita kepada kerabat dan temannya: <em>“ jangan berobat ke sana, sudah mahal, tak enak pula”</em>. Tuh, kan. </p>
<p align="left">Sistem dapat diadopsi dari manapun dengan mudah. Namun tak akan berguna tanpa dilandasi dengan pemahaman mendalam oleh segenap personil di dalamnya. Sia-sia tanpa komunikasi interaktif dengan pengguna jasa layanan medis. Pun akan hampa tanpa berlapang dada menerima kritik dan saran terutama dari para pasien serta keluarga mereka. </p>
<p align="left">Harmonisasi ternyata tidak bisa diciptakan secara instan bukan ? Untuk membangun integrasi SDM dan sistem tak cukup dengan label, jargon serta promosi semata. Tapi juga diperlukan komunikasi internal yang intens dan yang tak kalah penting adalah menjaga jalinan komunikasi dengan pasien beserta keluarganya. Andai pengelola institusi layanan medis (swasta maupun pemerintah) meradang atau main tuntut hanya karena keluh kesah para pasiennya, cepat atau lambat, bersiaplah menuai badai gerakan damai rakyat jelata. Jika sudah begitu, tidak mudah memulihkan kepercayaan masyarakat.&#160; </p>
<p align="left"><strong>MASIH ADA HARAPAN</strong></p>
<p align="left">Konon Depkes memberikan batasan 2 bulan untuk melepas label International bagi RS yang memasangnya tanpa akreditasi Joint Commission International (JCI). Pelanggaran akan dikenai sanksi berupa peringatan. Kalau masih melanggar bagaimana ? Sayangnya tidak ada penjelasan lebih lanjut soal itu. Koq tidak tegas gitu ya… <font color="#808080">(tutup aja Bos)</font>.</p>
<p align="left">Kita berharap, penertiban label Internasional merupakan langkah awal dari rangkaian upaya memperbaiki kualitas pelayanan medis. Bukan hanya RS swasta saja, tapi juga RS Pemerintah hingga ke tingkat Puskesmas, mengingat sebagian besar masyarakat kita masih menggantungkan pelayanan medis kepada Institusi Pelayanan Medis Pemerintah. </p>
<p align="left">Akhirnya, kesungguhan semua pihak dan kontrol masyarakat diperlukan untuk memperbaiki kualitas pelayanan medis di semua tingkatan. </p>
<p align="left">Semoga bermanfaat.</p>
<p align="center">:: :: :: posting menggunakan <a title="Windows Live Writer" href="http://get.live.com/writer/overview" target="_blank">WLW</a> :: :: ::</p>
Posted in Artikel, Berita, Gaya Hidup, Health, Informasi, Kedokteran, Kesehatan, Opini Tagged: Dokter, Indonesia, Internasional, Pasien, Pelayanan Medis, Rumah Sakit <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cakmoki86.wordpress.com/1474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cakmoki86.wordpress.com/1474/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cakmoki86.wordpress.com/1474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cakmoki86.wordpress.com/1474/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cakmoki86.wordpress.com/1474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cakmoki86.wordpress.com/1474/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cakmoki86.wordpress.com/1474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cakmoki86.wordpress.com/1474/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cakmoki86.wordpress.com/1474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cakmoki86.wordpress.com/1474/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cakmoki86.wordpress.com&blog=570093&post=1474&subd=cakmoki86&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cakmoki86.wordpress.com/2009/12/24/penertiban-rs-berlabel-internasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">cakmoki</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2009/12/rs_internasional.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Hanya Papan Nama ?</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Tahun Baru Hijriyah 1431</title>
		<link>http://cakmoki86.wordpress.com/2009/12/18/selamat-tahun-baru-hijriyah-1431/</link>
		<comments>http://cakmoki86.wordpress.com/2009/12/18/selamat-tahun-baru-hijriyah-1431/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 06:49:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cakmoki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Events]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Hijriyah]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tahun Baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cakmoki86.wordpress.com/2009/12/18/selamat-tahun-baru-hijriyah-1431/</guid>
		<description><![CDATA[ Mengucapkan:
Selamat Tahun Baru Hijriyah 1431 H. Semoga pada tahun-tahun mendatang kita senantiasa mendapatkan limpahan rahmat dan ridho-Nya. Semakin teguh menghadapi tantangan, semakin bersemangat, semakin bijak, semakin istiqomah dalam beribadah dan berkarya.
:: :: :: posting menggunakan WLW :: :: ::
Posted in Events, Renungan, Umum Tagged: Hijriyah, Islam, Tahun Baru      <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cakmoki86.wordpress.com&blog=570093&post=1466&subd=cakmoki86&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><p style="text-align:left;"><a href="http://www.gettyimages.com/" target="_blank"><img style="display:inline;border:0;margin:5px 10px 0 0;" title="Selamat Tahun Baru Hijriyah" src="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2009/12/1431.jpg?w=140&#038;h=110" border="0" alt="Selamat Tahun Baru Hijriyah" width="140" height="110" align="left" /></a> Mengucapkan:</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Selamat Tahun Baru Hijriyah 1431 H</strong>. Semoga pada tahun-tahun mendatang kita senantiasa mendapatkan limpahan rahmat dan ridho-Nya. Semakin teguh menghadapi tantangan, semakin bersemangat, semakin bijak, semakin istiqomah dalam beribadah dan berkarya.</p>
<p style="text-align:center;">:: :: :: posting menggunakan <a href="http://get.live.com/writer/overview" target="_blank">WLW</a> :: :: ::</p>
Posted in Events, Renungan, Umum Tagged: Hijriyah, Islam, Tahun Baru <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cakmoki86.wordpress.com/1466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cakmoki86.wordpress.com/1466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cakmoki86.wordpress.com/1466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cakmoki86.wordpress.com/1466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cakmoki86.wordpress.com/1466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cakmoki86.wordpress.com/1466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cakmoki86.wordpress.com/1466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cakmoki86.wordpress.com/1466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cakmoki86.wordpress.com/1466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cakmoki86.wordpress.com/1466/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cakmoki86.wordpress.com&blog=570093&post=1466&subd=cakmoki86&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cakmoki86.wordpress.com/2009/12/18/selamat-tahun-baru-hijriyah-1431/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">cakmoki</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2009/12/1431.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Selamat Tahun Baru Hijriyah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Obat Setengah Resep</title>
		<link>http://cakmoki86.wordpress.com/2009/12/15/obat-setengah-resep/</link>
		<comments>http://cakmoki86.wordpress.com/2009/12/15/obat-setengah-resep/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Dec 2009 15:53:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cakmoki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kedokteran]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Apotik]]></category>
		<category><![CDATA[Dokter]]></category>
		<category><![CDATA[Obat]]></category>
		<category><![CDATA[Resep]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cakmoki86.wordpress.com/2009/12/15/obat-setengah-resep/</guid>
		<description><![CDATA[ Pernahkah kita mendengar seseorang membeli obat di Apotik sebanyak setengah dari jumlah yang tertera dalam resep dokter ? Ungkapan “nebus obat separo” atau “nebus obat setengah”, boleh jadi mengandung dua pengertian. Pertama, mungkin pasien beranggapan obat yang diberikan oleh dokter terlalu banyak. Kedua, mungkin harga obat dalam resep terlalu mahal. Atau tidak cukup uang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cakmoki86.wordpress.com&blog=570093&post=1464&subd=cakmoki86&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><p align="left"><a href="http://www.gettyimages.com/" target="_blank"><img style="display:inline;border-width:0;margin:5px 10px 0 0;" title="Resep. Sumber gambar: getty images" border="0" alt="Resep. Sumber gambar: getty images" align="left" src="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2009/12/recipe.jpg?w=110&#038;h=140" width="110" height="140" /></a> Pernahkah kita mendengar seseorang membeli obat di Apotik sebanyak setengah dari jumlah yang tertera dalam resep dokter ? Ungkapan “nebus obat separo” atau “nebus obat setengah”, boleh jadi mengandung dua pengertian. <u>Pertama</u>, mungkin pasien beranggapan obat yang diberikan oleh dokter terlalu banyak. <u>Kedua</u>, mungkin harga obat dalam resep terlalu mahal. Atau tidak cukup uang untuk membeli semua obat yang tertulis dalam resep saat ambil obat di apotik. Menurut pengakuan pasien, alasan terbanyak adalah faktor kedua, yakni: obat mahal banget.</p>
<p align="left">Lantas, bagaimana reaksi dokter ketika mengetahui pasiennya hanya “nebus obat setengah” dari yang diresepkan ketika si pasien berobat lagi ? </p>
<p> <span id="more-1464"></span>
<p align="left">Beragam ! Ada dokter yang mengganti resep dengan obat merk lain atau dengan obat generik tanpa mengorbankan fungsi dan kualitas obat. Ada yang berujar bahwa sebenarnya harga obat tidak semahal perkiraannya. Ada yang berusaha mencari tahu ke apotik. Ada pula yang bereaksi tidak menyenangkan sembari berkata: “ harga obat memang mahal, mau sembuh apa tidak ?”&#160; </p>
<p align="left"><strong>SALAH SIAPA ?</strong></p>
<p align="left">Menanggapi fenomena “nebus obat setengah resep” tidak cukup dengan menyalahkan pasien dan dokter secara sepihak. Di luar itu masih ada pihak lain terkait pelayanan medis, yakni apotik dan produsen obat. Dengan kata lain, fenomena “nebus obat setengah resep” yang disebabkan mahalnya harga obat, merupakan lingkaran nan kompleks. Pada artikel ini, kita akan sedikit menguak dari sisi si empunya kompetensi penulis resep, yaitu dokter.</p>
<p align="left"><strong>OBAT IRASIONAL DAN MAIN MATA</strong></p>
<p align="left">Mengacu pada pedoman Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 1987, pemakaian obat yang rasional adalah yang memenuhi kriteria sebagai berikut: </p>
<ol>
<li>
<div align="left">Digunakan sesuai dengan <u>indikasi penyakit</u></div>
</li>
<li>
<div align="left">Tersedia setiap saat dengan <strong><font color="#ff0000">harga yang terjangkau</font></strong> masyarakat luas</div>
</li>
<li>
<div align="left">Diberikan dengan dosis yang tepat</div>
</li>
<li>
<div align="left">Diberikan dalam interval waktu yang tepat</div>
</li>
<li>
<div align="left">Lama pemberiannya tepat</div>
</li>
<li>
<div align="left">Obat yang diberikan harus efektif, aman, dan mutunya terjamin.</div>
</li>
</ol>
<p align="left">Faktanya, masih banyak pemberian obat irasional, terutama terkait “indikasi”. Sudah menjadi rahasia umum bahwa sebagian dokter memberikan obat kepada pasien tidak melulu berdasarkan “indikasi penyakit”, tapi terselip “indikasi lain”. Apa saja “indikasi lain” di balik indikasi penyakit ? Bentuk dan nilai nominalnya beragam, diantaranya:&#160; bonus, kredit nota (CN), kontrak peresepan, uang transport, persentase resep, dan masih banyak lagi istilah yang digunakan sebagai bentuk main mata antara produsen obat dan dokter. </p>
<p align="left">Pelbagai bentuk&#160; “kerja sama” antara dokter dan produsen obat, semuanya dibebankan kepada pasien. Ujung-ujungnya bisa ditebak, yakni harga obat makin melambung. Belum lagi adanya kecenderungan dokter meresepkan obat mahal, dan bahkan ada yang terang-terangan mengarahkan pasien untuk membeli obat di apotik tertentu. </p>
<p align="left">Beberapa teman sejawat bertutur: <em>“ gimana mas, kita gak minta tapi dikasih, masa mau ditolak ”</em>. Yaaaaa, tolak aja. Apa sulitnya bilang tidak. Toh uang begituan gak bakalan bikin kaya. Malah membuat dokter berada pada posisi bak hamba sahaya yang dikendalikan pihak lain. </p>
<p align="left"><strong><em>dr. Djoko Santoso, SpPD K-GH PhD</em></strong> dalam artikelnya yang dimuat di beberapa koran, berjudul <strong><a href="http://www.jawapos.com/halaman/index.php?act=detail&amp;nid=101237" target="_blank">Terjerat Pemakaian Obat Irasional</a></strong>, menyebutkan bahwa harga obat di Indonesia tergolong <strong><font color="#ff0000">paling mahal</font></strong> di kawasan Asia Pasifik. Pada paragraf kedua, beliau menuliskan:</p>
<blockquote><p align="left"><em>Hasil penelitian Health Action International (HAI) Penang pada 1995 terhadap 22 jenis obat yang paling banyak digunakan di 29 negara Asia Pasifik membuktikan bahwa harga obat di negeri kita tercinta ini memang yang termahal di kawasan ASEAN. Pemicunya, pemakaian obat di Indonesia tergolong tidak rasional.</em></p>
</blockquote>
<p align="left"><strong>UPAYA JALAN KELUAR</strong></p>
<p align="left">Banyak artikel telah ditulis para ahli guna mereduksi mahalnya harga obat di Indonesia. Undang-undang dan peraturanpun telah dibuat untuk mengendalikan harga obat agar terjangkau tanpa mengurangi kualitasnya. Apa daya, tanpa langkah nyata yang sungguh-sungguh dan berkesinambungan, segala upaya menurunkan harga obat hanyalah angan-angan belaka.</p>
<p align="left">Bagi kita para dokter, upaya ikut membantu mengendalikan harga obat dapat dilakukan dengan mudah, yakni dengan memberikan obat rasional dan yang tak kalah penting adalah <strong><font color="#ff0000">tidak menerima pemberian</font></strong> dari pihak manapun yang berpotensi melambungkan harga obat.</p>
<p align="left">Semoga bermanfaat.</p>
<p align="center">:: :: :: posting menggunakan <a href="http://get.live.com/writer/overview" target="_blank">WLW</a> :: :: ::</p>
<div style="display:inline;float:none;margin:0;padding:0;" id="scid:0767317B-992E-4b12-91E0-4F059A8CECA8:43c4d258-c525-4227-8eeb-0c9f18a11ff8" class="wlWriterEditableSmartContent">Tag Technorati: {grup-tag}<a href="http://technorati.com/tags/Obat" rel="tag">Obat</a>,<a href="http://technorati.com/tags/Resep" rel="tag">Resep</a>,<a href="http://technorati.com/tags/Dokter" rel="tag">Dokter</a>,<a href="http://technorati.com/tags/Apotik" rel="tag">Apotik</a>,<a href="http://technorati.com/tags/Obat+Rasional" rel="tag">Obat Rasional</a></div>
Posted in Artikel, Health, Informasi, Kedokteran, Kesehatan, Opini, Renungan Tagged: Apotik, Dokter, Obat, Resep <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cakmoki86.wordpress.com/1464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cakmoki86.wordpress.com/1464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cakmoki86.wordpress.com/1464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cakmoki86.wordpress.com/1464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cakmoki86.wordpress.com/1464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cakmoki86.wordpress.com/1464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cakmoki86.wordpress.com/1464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cakmoki86.wordpress.com/1464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cakmoki86.wordpress.com/1464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cakmoki86.wordpress.com/1464/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cakmoki86.wordpress.com&blog=570093&post=1464&subd=cakmoki86&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cakmoki86.wordpress.com/2009/12/15/obat-setengah-resep/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">cakmoki</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2009/12/recipe.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Resep. Sumber gambar: getty images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Condyloma si Jengger Ayam</title>
		<link>http://cakmoki86.wordpress.com/2009/12/04/condyloma-si-jengger-ayam/</link>
		<comments>http://cakmoki86.wordpress.com/2009/12/04/condyloma-si-jengger-ayam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2009 17:46:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cakmoki</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[condyloma]]></category>
		<category><![CDATA[genital warts]]></category>
		<category><![CDATA[HPV]]></category>
		<category><![CDATA[kutil kelamin]]></category>
		<category><![CDATA[menular]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit Kulit]]></category>
		<category><![CDATA[PMS]]></category>
		<category><![CDATA[STD]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cakmoki86.wordpress.com/2009/12/04/condyloma-si-jengger-ayam/</guid>
		<description><![CDATA[KODE ICD-10 : A63.0 : Genital warts ( Condyloma acuminata )
 Condyloma acuminata (kondiloma akuminata, genital warts, kutil kelamin) atau lebih dikenal dengan istilah penyakit Jengger Ayam, mungkin karena bentuknya yang mirip Jengger Ayam pada condyloma yang luas, adalah kelainan kulit berbentuk kutil dengan permukaan berlekuk-lekuk mirip jengger ayam, yang disebabkan oleh Human Papilloma Virus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cakmoki86.wordpress.com&blog=570093&post=1459&subd=cakmoki86&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<br /><p style="text-align:left;"><strong>KODE ICD-10 : <a title="Anogenital ( venereal ) warts" href="http://apps.who.int/classifications/apps/icd/icd10online/?ga50.htm+a630" target="_blank">A63.0</a> : <a title="Genital warts ( Condyloma acuminata )" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Genital_wart" target="_blank">Genital warts</a> ( Condyloma acuminata )</strong></p>
<p style="text-align:left;"><span style="color:#ff0000;"><a title="Jengger Ayam" href="http://www.dermis.net/bilder/CD018/550px/img0044.jpg" target="_blank"><img style="display:inline;border-width:0;margin:5px 10px 0 0;" title="Jengger Ayam" src="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2009/12/jengger_ayam.jpg?w=110&#038;h=140" border="0" alt="Jengger Ayam" width="110" height="140" align="left" /></a> Condyloma acuminata</span> (kondiloma akuminata, genital warts, kutil kelamin) atau lebih dikenal dengan istilah <em><span style="color:#ff0000;">penyakit Jengger Ayam</span></em>, mungkin karena bentuknya yang mirip Jengger Ayam pada condyloma yang luas, adalah kelainan kulit berbentuk kutil dengan permukaan berlekuk-lekuk mirip jengger ayam, yang disebabkan oleh <em>Human Papilloma Virus</em> (HPV) tipe tertentu. Jika pembaca pernah melihat kutil (bahasa jawa: caplak, veruka), seperti itulah bentuk condyloma acuminata. Hanya saja kutil tersebut letaknya di kelamin dan sekitarnya. Bahkan dapat menyebar ke anus (condyloma anogenital). <em>Gambar 1: silahkan klik untuk melihat gambar condyloma acuminata di penis</em>.</p>
<p><span id="more-1459"></span></p>
<p style="text-align:left;">Identifikasi HPV untuk pertama kali pada tahun 1907. Kini, lebih 120 jenis subtype HPV telah dapat diidentifikasi. Tapi tidak semua type dapat menyebabkan condyloma acuminata. Sekitar 90 % condyloma acuminata diyakini berhubungan dengan type 6 dan type 11. Belasan tye lainnya dijumpai pula pada penderita condyloma acuminata. Para ahli menengarai HPV type tertentu memiliki kecenderungan onkogenk (potensial menjadi kanker), terutama type 16 dan type 18.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Penyebaran Penyakit</strong></p>
<p style="text-align:left;"><a title="Gambar Condyloma acuminata" href="http://dermimages.med.jhmi.edu/images/anogenitalwarts_2_010318.jpg" target="_blank"><img style="display:inline;border-width:0;margin:5px 10px 0 0;" title="condyloma acuminata di vagina" src="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2009/12/condyloma.jpg?w=110&#038;h=140" border="0" alt="condyloma acuminata di vagina" width="110" height="140" align="left" /></a> Penyebaran condyloma acuminata bersifat kosmopolitan, artinya merambah ke seluruh belahan dunia tanpa memandang ras.</p>
<p style="text-align:left;">Berdasarkan jenis kelamin, frekuensi kejadian antara pria dan wanita sama besarnya. Sedangkan berdasarkan kelompok umur disebutkan bahwa condyloma acuminata lebih sering dijumpai pada usia dewasa muda dan pada usia tigapuluhan. Hal ini dikaitkan dengan peningkatan aktifitas seksual. <em>( Gambar 2: silahkan klik untuk melihat condyloma acuminata di vagina )</em></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Penularan dan Perjalanan Penyakit</strong></p>
<p style="text-align:left;">HPV ditularkan melalui kontak langsung, dari mulut ke organ kelamin, dari jari ke organ kelamin dan sebaliknya, serta melalui hubungan seksual, sehingga condyloma acuminata dikelompokkan sebagai Penyakit Menular Seksual (PMS, STD).</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Bagaimana mengenalinya ?</strong></p>
<p style="text-align:left;">Masa inkubasi condyloma acuminata berkisar antara 3 minggu sampai 8 bulan dengan rata-rata 3 bulan.</p>
<p style="text-align:left;">Condyloma acuminata relatif mudah dikenali karena bentuknya yang khas, mirip jengger ayam, yakni kutil dengan permukaan berlekuk-lekuk (berjonjot-jonjot) di organ kelamin dan sekitarnya. Kutil-kutil kecil dapat bergabung membentuk kelompok yang lebih besar mirip dengan bunga kol.</p>
<p style="text-align:left;">Pada umumnya condyloma acuminata berwarna kemerahan, coklat kemerahan, keabu-abuan hingga ada yang berwarna kehitaman.</p>
<p style="text-align:left;">Jika mengalami infeksi sekunder (oleh garukan, gesekan atau sebab lain), condyloma acuminata berubah warna menjadi kehitaman, mudah berdarah dan berbau tak sedap.</p>
<p style="text-align:left;">Pada pria, tempat yang paling disukai (predileksi) Condyloma acuminata diantaranya: gland penis (topi baja si cucakrowo), lekukan antara kepala dan batang penis (sulkus koronarius), jaringan tipis di bawah ujung saluran kencing (frenulum), batang penis dan adakalanya di sekitar anus.</p>
<p style="text-align:left;">Sedangkan pada wanita, tempat yang paling digemari si Condyloma acuminata diantaranya: labium (bibir vagina), vagina dan dapat juga mengenai serviks.</p>
<p style="text-align:left;">Seorang dokter dapat mendiagnosa condyloma acuminata berdasarkan gejala klinis, yakni dengan melihat bentuk dan predileksi kutil (jonjot-jonjot) pada area kelamin.</p>
<p style="text-align:left;">Jika meragukan, maka akan dilakukan test sederhana menggunakan asam asetat 5% yang dioleskan di permukaan kutil selama 3-5 menit. Pada condyloma acuminata maka kutil akan berubah warna menjadi putih.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>PENGOBATAN</strong></p>
<p style="text-align:left;">Hingga kini belum ada obat yang benar-benar memuaskan untuk menghilangkan HPV. Pengobatan yang lazim dilakukan adalah untuk menghilangkan condyloma acuminata, meliputi:</p>
<ul style="text-align:left;">
<li>
<div>Kemoterapi, yakni pengobatan menggunakan Tinctura Podofilin 25 %, Podofilotoksin 0,5 %, Asam Trikloroasetat 25 % – 50 % dan Krim 5-flurourasil 1-5 %. Pada wanita hamil digunakan obat Asam Trikloroasetat 25-50 % seminggu sekali hingga condyloma acuminata bersih.</div>
</li>
<li>
<div>Tindakan Pembedahan, meliputi: Bedah scalpel (menggunakan pisau bedah), Bedah Listrik (elektrokauterisasi) dan Bedah Beku menggunakan Nitrogen cair. Bedah beku merupakan salah satu pilihan untuk pengobatan condyloma acuminata pada wanita hamil selain menggunakan Asam Trikloroasetat.</div>
</li>
<li>
<div>Laser karbondioksida. Metode ini lebih sedikit meninggalkan jaringan parut ketimbang Bedah Listrik.</div>
</li>
<li>
<div>Interferon. Dikenal 2 bentuk interferon, yakni <span style="text-decoration:underline;">interferon alfa</span> (berbentuk suntikan dan krim) yang diberikan 3 kali seminggu selama 6 minggu dan <span style="text-decoration:underline;">interferon beta</span> (suntikan) yang diberikan selama 10 hari.</div>
</li>
<li>
<div>Imunoterapi. Metode pengobatan imunoterapi digunakan pada penderita dengan condyloma acuminata yang luas dan resisten (kebal) terhadap pengobatan lain.</div>
</li>
</ul>
<p style="text-align:left;">Meski mudah kambuh (residif), condyloma acuminata memiliki prognosis yang baik. Artinya tidak berbahaya.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>VAKSINASI</strong></p>
<p style="text-align:left;">Saat ini telah digunakan vaksin Papilloma virus (Gardasil) yang ditujukan untuk pencegahan kanker serviks. Adapun untuk pencegahan terhadap condyloma acuminata oleh HPV type 6 dan type 11, vaksin Gardasil diberikan pada anak laki-laki, pria dewasa dan wanita usia 9-26 tahun.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>PENCEGAHAN HPV</strong></p>
<p style="text-align:left;">Secara garis besar, upaya pencegahan terhadap penularan HPV dapat dilakukan dengan:</p>
<ul style="text-align:left;">
<li>
<div>Menjaga hygiene organ genital.</div>
</li>
<li>
<div>Menghindari gonta-ganti pasangan.</div>
</li>
<li>
<div>Penggunaan pengaman (kondom) ditengarai tidak menjamin terjadinya penularan. Namun demikian tetap dianjurkan menggunakan pengaman (kondom) jika memiliki pasangan dengan riwayat condyloma acuminata.</div>
</li>
<li>
<div>Dianjurkan untuk tidak berhubungan intim selama masa pengobatan hingga pengobatan selesai dan benar-benar dinyatakan aman oleh dokter yang merawat.</div>
</li>
</ul>
<p style="text-align:left;">Semoga bermanfaat.</p>
<p style="text-align:left;">Versi cetak ( PDF 492 KB ), silahkan download <strong><a title="Download Condyloma Acuminata 491 KB" href="http://www.box.net/shared/pp7jqhnrui" target="_blank">di sini</a></strong></p>
<p style="text-align:left;">Atau download link lain <strong><a title="Condyloma Acuminata" href="http://www.docstoc.com/docs/18417753/Condyloma-Acuminata" target="_blank">di sini</a></strong></p>
<p style="text-align:center;">:: :: :: posting menggunakan <a title="Windows Live Writer" href="http://get.live.com/writer/overview" target="_blank">WLW</a> :: :: ::</p>
<p><strong> </strong></p>
Posted in Artikel, Gaya Hidup, Health, Informasi, Kesehatan Tagged: condyloma, genital warts, HPV, kutil kelamin, menular, Penyakit Kulit, PMS, STD <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cakmoki86.wordpress.com/1459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cakmoki86.wordpress.com/1459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cakmoki86.wordpress.com/1459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cakmoki86.wordpress.com/1459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cakmoki86.wordpress.com/1459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cakmoki86.wordpress.com/1459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cakmoki86.wordpress.com/1459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cakmoki86.wordpress.com/1459/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cakmoki86.wordpress.com/1459/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cakmoki86.wordpress.com/1459/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cakmoki86.wordpress.com&blog=570093&post=1459&subd=cakmoki86&ref=&feed=1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cakmoki86.wordpress.com/2009/12/04/condyloma-si-jengger-ayam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>55</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">cakmoki</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2009/12/jengger_ayam.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Jengger Ayam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://cakmoki86.files.wordpress.com/2009/12/condyloma.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">condyloma acuminata di vagina</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>