Praktek Dokter Mandiri

praktek_mandiriSebagian besar dokter memilih menjadi PNS dengan bekerja di: RSUD, Puskesmas, Pendidikan Kedokteran, ABRI dan Institusi Kesehatan Pemerintah lainnya. Sebagian memilih bekerja di sektor swasta. Pada umumnya, dokter memilih bekerja di Institusi Kesehatan pada siang hari dan praktek malam hari. Adapun Dokter baru lulus, biasanya bekerja sebagai Dokter Jaga di RS atau Klinik.

Sedangkan dokter yang memilih berwirausaha dengan mengembangkan prakteknya sendiri masih sangat sedikit.

Tidaklah berlebihan kiranya jikalau fakta ini menunjukkan bahwa dokter belum sepenuhnya mampu untuk mandiri.

Kenyataannya, sebagian besar dokter di Indonesia lebih sebagai pekerja ketimbang sebagai profesional yang berwirausaha sendiri sesuai kompetensi yang dimilikinya.

Bagi Dokter yang baru lulus, dapat dimaklumi apabila para dokter baru tersebut masih memerlukan jam terbang dan membiasakan diri untuk berhadapan dengan pasien dengan bekerja di Institusi Pelayanan Kesehatan ( Pemerintah maupun swasta ), sehingga belum siap untuk praktek sendiri. Disamping itu, para dokter baru memerlukan persiapan untuk praktek sendiri, terutama persiapan finansial. Namun ironisnya, para dokter yang seniorpun, bahkan para spesialis yang pasiennya cukup banyak, masih mendompeng praktek di RS atau praktek bersama nan mewah yang notabene bukan tempat prakteknya sendiri.

Mungkinkah dokter berwirausaha dalam pelayanan kesehatan ?

Sangat mungkin ! Setidaknya praktek pribadi yang benar-benar praktek pribadi secara mandiri !

Pada umumnya, dokter memilih bekerja di Institusi Kesehatan pada siang hari dan praktek malam hari. Cara demikian dianut oleh sebagian besar dokter di Indonesia. Pada siang hari dokter dapat mengabdikan diri di tempatnya bekerja sekaligus menambah pengetahuan dan ketrampilan medik melalui diskusi serta bertanya kepada dokter yang lebih berpengalaman. Keuntungannya, dokter lebih dikenal pasien (serta masyarakat), makin terbiasa menghadapi banyak pasien, dan otomatis menambah jam terbang serta ketrampilan klinis. Sedangkan pada malam hari praktek pribadi sebagai media mencari nafkah dan mengamalkan ilmunya untuk pasien.

Wirausaha Dalam Pelayanan Kesehatan

Apa saja bentuk wirausaha dalam pelayanan kesehatan yang bisa dilakukan oleh dokter ?

Secara hirarki, dokter dapat mengembangkan wirausaha dalam pelayanan kesehatan melalui bentuk-bentuk sebagai berikut:

  • Praktek Pribadi
  • Praktek Bersama
  • Klinik Pribadi
  • Klinik Bersama
  • Rumah Sakit

Dari berbagai bentuk wirausaha, langkah paling logis berwirausaha dalam pelayanan kesehatan bagi dokter adalah Praktek Pribadi.

Praktek Pribadi

Praktek Dokter, sebagaimana tempat Pelayanan Kesehatan lainnya, dapat dipilah-pilah berdasarkan aspek-aspek yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan Praktek Dokter, yakni:

  • Aspek Geografis. Ditandai dengan menjumpainya Praktek Dokter di Pedesaan, wilayah pinggiran, perkotaan, komplek pertokoan, daerah elit dan lain-lain area.
  • Aspek Fisik. Di berbagai wilayah dapat dijumpai aneka tampilan fisik Praktek Dokter, mulai yang sederhana hingga praktek dokter nan mewah dengan beragam fasilitas penunjang, seperti: kantin, cafe, taman bermain, mini market, wi-fi, dan lain-lain.
  • Aspek Kunjungan Pasien. Kunjungan pasien Praktek Dokter sangat bervariasi, bergantung kepada banyak faktor. Dalam keseharian, dapat dijumpai Praktek Dokter dengan kunjungan do-re-mi hingga kunjungan laris manis sampai harus daftar sehari sebelumnya atau lebih.
  • Aspek Biaya. Di mata pasien, dikenal Praktek Dokter dengan biaya murah meriah, terjangkau, mahal, dan sangat mahal.
  • Aspek Fasilitas Pelayanan. Para dokter berkompeten penuh dalam menentukan fasilitas pelayanan kesehatan yang diperlukan bagi para pasiennya berdasarkan pertimbangan masing-masing dokter. Di sisi lain, pasien berhak memilih Praktek Dokter berdasarkan pemahamannya terhadap ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan Praktek Dokter.
  • Aspek Keahlian. Dengan makin majunya teknologi serta makin meningkatnya beragam kebutuhan pelayanan kesehatan, kini tersedia banyak pilihan bagi pasien untuk mengunjungi Praktek Dokter sesuai spesifikasi penyakit ataupun selera pasien. Di perkotaan, para pasien sangat mudah memilih keahlian Praktek Dokter, yakni Dokter Umum, Dokter Spesialis hingga Sub-spesialis.
  • Aspek Performa Dokter. Tak dapat dipungkiri bahwa performa dokter merupakan salah satu aspek penting bagi pasien dalam menentukan pilihannya. Pada umumnya, pasien lebih memilih Dokter yang ramah, informatif, bertangan dingin ( pasiennya mudah sembuh ). Itu artinya dokter perlu membekali diri dengan ketulusan, kesabaran dan pengetahuan klinis serta ketrampilan teknis medis yang mumpuni.

Seiring dengan kian banyaknya dokter, para pasien semakin memiliki banyak pilihan untuk mengunjungi Praktek Dokter, baik sebagai pelanggan tetap maupun karena alasan emergency, serta alasan lain.

Kenyataan ini hendaknya disikapi oleh dokter secara bijak dan senantiasa mengedepankan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi pasien.

Pengembangan Wirausaha Pelayanan Kesehatan

Pernahkan terpikir oleh para dokter bahwa kelak Praktek Dokter yang telah dibina bertahun-tahun tak berbekas ketika telah tiada ? Smile with tongue out

Haruskah dokter berpraktek selama hidupnya sehingga tidak dapat menikmati masa tua tanpa praktek namun memiliki income ? Winking smile

Klinik Pelayanan Kesehatan

Dokter dengan keahlian yang dimilikinya dapat mempersiapkan hari tua dengan mengembangkan wirausaha dalam pelayanan kesehatan, diantaranya: Klinik Pribadi, Klinik Bersama atau Yayasan gabungan dengan paramedis.

Dengan begitu, meskipun tidak lagi praktek secara langsung, dokter tetap dapat memberi manfaat bagi dirinya sendiri maupun orang lain, yakni:

  • Ilmu dan pengalaman klinisnya tetap terjaga secara berkesinambungan melalui tranfer of knowledge kepada sesama dokter maupun bimbingan teknis kepada paramedis sehingga secara tidak langsung para pasien mendapatkan manfaatnya.
  • Mendapatkan income atas kepemilikan ataupun saham.
  • Memberikan lapangan kerja bagi sesama dokter dan paramedis serta tanaga lainnya.
  • Dapat menjadi anutan bagi dokter generasi berikutnya dan dikembangkan kearah yang lebih berkualitas dengan harga terjangkau.

Tips Mempersiapkan Klinik

Dr. Bill Goulds, seorang direktur RS Lintas Agama di Kathmandu, Nepal, pada tahun 1997 berpendapat bahwa set up set up low cost hospital ( termasuk klinik ) memerlukan komitmen yang sangat tinggi.

Seorang sejawat, Dr. Widjaja Lukito, PhD, SpGK, yang pernah mengunjungi Dr. Bill Goulds, membuat rangkuman tips sebagai berikut:

  1. Pertama adalah investasi pada saat establishment, khususnya tanah dan gedung. Kemudian instruments. Kebutuhan instruments tidak harus canggih namun yang lebih penting adalah match dengan kebutuhan pelayanan kesehatan.
  2. Kedua pada saat operasional. Cost yang terbesar adalah SDM dan maintenance. Jangan lupa bahwa tenaga perawat dan administrasi perlu digaji antara cukup dan layak demi mempertahankan kualitas pelayanan dan mereka bisa hidup layak. Cost lain yang besar adalah deliverables termasuk peralatan medis dan obat, belum lagi keperluan sistem waste disposal yang memadai.

Dr. Widjaja Lukito, PhD, SpGK merekam ulang rangkuman semua tips yang diberikan oleh Bill Goulds sebagi berikut:

  1. Jalinlah network dan pertahankan, karena network inilah yang akan membuat low cost hospital tersebut survive. Network inilah yang akan mampu mendatangkan volunteer physician dan surgeon yang berkualitas. Banyak sumber dana low cost hospital dan sekarang banyak yang lintas agama atau lintas sosial.
  2. Mulailah dengan yang kecil. Penting utuk membuat prioritas pelayanan. Prioritizing ini penting sebagai sarana exercise karena investasi relatif lebih kecil, sambil menjalin network.
  3. Build a credible foundation. Kita perlu bangun reserve funds.
  4. Carilah dan kumpulkan teman-temanmu yang bersehati dalam tujuan karena misi mulia ini (low cost hospital ) memerlukan long-term commitment and dedication. Misi mulia ini hanya mengenal gerakan maju tanpa ada gerakan mundur, dengan kata lain kalau kita sudah embark ke misi mulia ini maka kita telah mencapai ‘the point of no return’. Tips ke 4 ini yang menurut Goulds terberat.

Dr. I. Ketut Martiana, Sp.Ort (K) menambahkan komponen penting lainnya dalam pelayanan medis adalah komunikasi dokter-pasien. Menurut data di Amerika, 71% kurang bagusnya pelayanan medis diakibatkan oleh kurang lancarnya komunikasi antara pasien-dokter. (Workshop diselenggarakan sebuah lembaga dari Australia, COGNITIVE INSTITUTE-BRISBANE, oleh holding company Ramsay hospital). Kata dr. Carolyn Russel, instrukturnya, minimal butuh 3 bulan untuk terus berlatih terus menerus, agar semua yang diajarkan dapat menjadi "habit" dalam berkomunikasi. Demikian penuturan dokter Ketut sebagai oleh-oleh workshop yang beliau ikuti tentang komunikasi dokter-pasien dalam optimalisasi pelayanan medis.

Menyimak Tips ke 5, komunikasi dokter-pasien, jelaslah bahwa untuk mengembangkan wirausaha dalam pelayanan kesehatan, skala kecil maupun besar, memerlukan kepiawaian komunikasi dokter-pasien sebagai salah satu komponen kualitas pelayanan kesehatan, khususnya aspek performa dokter.

Penutup

Wirausaha dalam Pelayanan Kesehatan, merupakan salah satu pilihan masa depan para dokter. Topik semacam ini sudah sering diseminarkan dan dikaji para pakar. Para dokter, calon dokter, memiliki tanggung jawab yang sama untuk mengembangkannya agar dokter tidak melulu sebagai pekerja, namun juga mampu menjadi manajer bagi dirinya sendiri tanpa campur tangan pihak lain yang berujung pada membengkaknya biaya kesehatan.

Dengan mengembangkan wirausaha pelayanan kesehatan yang dikelola secara profesional, niscaya dapat memberi manfaat bagi para pengguna pelayanan kesehatan dan bagi dokter sendiri.

Semoga !

Edisi cetak silahkan download file PDF 548 KB: di sini

:: :: :: posting menggunakan WLW :: :: ::

About these ads

32 Responses to “Praktek Dokter Mandiri”


  1. 1 Anugrha13 Februari 1, 2011 pukul 7:36 am

    wah ide yang bagus tuh dok…tapi sayang saya bukan dokter :p
    tapi apakah dengan membuka praktek sendiri yg notabenenya membutuhkan finansial yang seabreg akan memicu biaya perawtan dan pengobatan yang relatif mahal???
    thx
    Salam :)

  2. 2 dhiniervinda Februari 1, 2011 pukul 8:47 am

    inspiring… apapun jalan dan caranya adalah mengabdi kepada nusa bangsa dg pelayanan masyarakat…

  3. 3 Cahya Februari 1, 2011 pukul 11:43 am

    Saya berharap bisa selesai pendidikan tahun ini, tapi sebenarnya kalau dilihat-lihat masih bingung juga hendak ke mana.

    Memang sih pasca pelantikan dan uji UKDI hingga mendapatkan STR, akan ada magang yang ditunjuk dari Fakultas ke RS/Puskesmas untuk mendapatkan pengalaman lapangan secara mandiri (meski ada tentunya pengawasan dari dokter senior).

    Saya kadang tertarik juga untuk memasuki dunia pendidikan kedokteran (menjadi pendidik), tapi rasanya seperti memasuki area abu-abu, belum kelihatan apa-apa.

  4. 4 cakmoki Februari 1, 2011 pukul 1:08 pm

    @ Anugrha13:
    Justru dengan praktek mandiri, biaya dapat ditekan hingga lebih murah, lebih cepat, lebih praktis untuk pasien :)
    Ini bukan teori tapi kenyataan :D
    Makasih… Salam

    @ dhiniervinda:
    ya, benar :) … dan plihan jalan serta pilihan menata masa depan terpulang kepada masing-masing dokter :)
    Makasih

    @ Cahya:
    Hahaha… sejujurnya, saya tidak setuju dengan aturan UKDI dan magang, karena seolah tidak percaya dengan FK di Indonesia.. segala aturan tersebut hanya menyulitkan para dokter terutama yang baru lulus.
    Mestinya, seperti dulu, seorang dokter begitu lulus udah bisa mengamalkan ilmunya di manapaun bekerja.
    Menurut saya, dimanapun nantinya bekerja, sedapat mungkin disempatkan praktek malam :D

  5. 5 Cahya Februari 1, 2011 pukul 1:21 pm

    Ha ha…, mau bagaimana lagi, sepertinya dunia pendidikan kedokteran sudah tidak seperti dulu lagi. Itulah mengapa saya ingin terjun ke dunia pendidikan.

    Hmm…, apa ada sesuatu yang menarik dari praktek malam? :D.

  6. 6 cakmoki Februari 1, 2011 pukul 4:33 pm

    @ Cahya:
    Praktek malam sangat menarik… :D … bertemu pasien, aplikasi beragam cabang medis, …dan yg paling menarika adalah mendapatkan penghasilan :D

  7. 7 ria Februari 2, 2011 pukul 1:54 am

    kalau pagi kerja di instansi untuk ngumpulin modal buat malemnya buka praktek pribadi.. sah-sah aja kan? :D

  8. 8 cakmoki Februari 2, 2011 pukul 2:18 pm

    @ ria:
    sah :D … ga ada yg bilang ga sah… yg penting ga lupa buka praktek malam, asyik :)

  9. 9 pakjanggut Februari 11, 2011 pukul 11:32 pm

    Mantaps cak… Malah ada senior saya yang punya beberapa klinik, diisi ama dokter2 baru lulus, jadi dia tinggal terima setoran aja… Hehehe…
    Oh ya cak.. Saya baru aja diangkat jadi ka.pus, padahal masih PTT, walaupun sudah tau program2 PKM dan teorinya (sebelumnya saya jadi dr.fungsional), tapi masih sulit dalam menjalankan, apalagi dalam membuat staff kreatif dan inovatif sehingga bisa berjalan mandiri… Ada gak buku panduan “menjadi kapus yg baik”…hehehe..

  10. 10 cakmoki Februari 12, 2011 pukul 2:39 pm

    @ pakjanggut:
    Gak masalah walau PTT… seharusnya emang dokter yg jadi KaPusk walaupun masih PTT mengingat Tugas Poko Ka Pusk lebih banyak ke aspek Medis.
    Buku Pnaduannya adalah Buku Pedoman Kerja Puskesmas Jilid I s/d IV, terbitan tahun 2006-2009 .. isinya sama dengan yang terbitan tahun 2001 dan tahun sebelumnya.
    Pada jilid IV ada panduan khusus untuk Dokter Kepala Puskesmas, menyangkut: Fungsi sebagai Provider, sebagai Manajer, sebagai Promotor Penggerak Pembangunan Kesehatan di wilayahnya dan sebagai Staf ahli Camat dalam bidang Kesehatan … udah baca ? … hehehe
    Buku tersebut ada di setiap Puskesmas… selalu dikirim setiap ada edisi baru.. tapi kata sebagian besar TS jarang yang baca :P
    Intinya, KaPusk yang baik adalah KaPusk yang memperjuangkan peningkatan kesejahteraan stafnya, bimbingan teknis medis secara berkala dan mau mendengar masukan staf :) .. nah, ketiga point penting ini mudah diucapkan tapi tidak mudah menjalankannya karena harus mengalahkan ego.
    Met menjalankan tugas

  11. 11 arisi Maret 13, 2011 pukul 7:04 pm

    hai cak mokii.
    kalau aku lihat di tv, ad serial royal pains, jadi dr. hanks itu dulunya dokter ER, ttpi karena birokrasi RS yg agak kacau, jadi dia memilih u/ jd dokter pribadi di kawasan elit di New Hamptons, US, dengan px yg sangat2 berduit. jadi selain dia bisa memiliki free time yg lebih banyak, channel yg overspreaded, dia juga punya tip yg lumayan besar.
    apakah bisa strategi sprti itu diterapkan di Indo…?
    trimakasiii… :)

  12. 12 cakmoki Maret 13, 2011 pukul 9:32 pm

    @ arisi:
    Sangat bisa :)
    bahkan, dengan pasein yang tidak sangat berduitpun bisa diterapkan. Yang penting adalah kualitas pelayanan medis sebagai kata kunci sukses
    makasih

  13. 13 alat kedokteran Maret 14, 2011 pukul 11:30 am

    mandiri : mandi sendiri :D

  14. 14 unknown Maret 27, 2011 pukul 9:17 am

    Mas, dimana ya liat informasi ttg cara2 atw tips membuka praktek pribadi sore? sy masih awam ttg apa2 yang mesti di siapin, termasuk modal yang dikeluarkan untuk alat2 dan obat2annya.. saat ini sy masih kerja pagi di RS sambil ngumpulin modal untuk buka praktek sendiri, sebelumnya jg udah sering keliling2 ngisi klinik2 Senior TS2.. :D

  15. 15 cakmoki Maret 27, 2011 pukul 10:48 am

    @ alkes:
    iya :P

    @ unknown:
    lha itu, di bagian akhir ada edisi cetak..silahkan download. Di situ ada rinciannya koq..ntar kalo masih belum jelas bisa ditanyakan lagi
    Met mempersiapkan praktek, moga sukses selalu :)
    Makasih

  16. 16 xamthoneherbal.com Maret 27, 2011 pukul 5:06 pm

    setuju Pak… seorang dokter gak harus jadi PNS, klo bisa mandiri itu lebih bagus. jadi seorang dokter juga perlu punya jiwa wirausaha…

  17. 17 markeso Maret 31, 2011 pukul 1:13 pm

    Pengennya sih saya jadi PNS, tapi yang nyebelin untuk jadi PNS katanya pasaran 150 jete (ini bukan rhs umum) lagi bro. Saya juga heran kenapa demikian mahalnya.
    Juga peraturan peraturan yg berkaitan dengan dokter baru jangan ribet gitu termasuk prioritas putra daerah dll.

  18. 18 markeso Maret 31, 2011 pukul 1:15 pm

    Enak main sinetron saja kayak Dokter Rizal, Dokter Sultan dll, honornya lebih gede bro

  19. 19 cakmoki Maret 31, 2011 pukul 6:31 pm

    @ markeso:
    saya malah baru denger kalo ada berita seperti itu, soalnya selama ini yang sy tahu persis, ts yg keterima jadi pns gak mengeluarkan dana sama sekali.

  20. 20 skincarepga April 1, 2011 pukul 1:03 am

    boleh ni dokter numpang ngiklan..
    sekaligus ini juga bisa menjadi alternatif pilihan untuk dokter
    yang berminat untuk kursus estetika medik bisa llihat informasinya di sini

    http://kursusestetika.wordpress.com

  21. 21 Kuras WC Tanpa Sedot | Penghilang Bau WC | Penguras WC | Penguras Septictank April 10, 2011 pukul 4:00 pm

    Assalamu’alaikum wr wb..
    Salam kenal sebelumnya, mohon izin untuk nimbrung…perkenalan dulu saya SONHAJI dari http://www.pengurasWCtanpasedot.wordpress.com ,saya telah membaca beberapa tulisan di blog anda sangat menarik sekali dan bermanfaat bagi diriku yang newbi ini. Saya akan berkunjungi lagi jika ada tulisan baru. Dan saya berharap adanya kunjungan ini bisa selalu silaturrahim, memperbanyak teman bahkan saudara, terimakasih ya atas respon positifnya.
    Wassalamu’alaikum WR WB

  22. 22 mas indro Mei 2, 2011 pukul 2:17 pm

    matur sanget cak…
    sangat bermanfaat tips nya,terutama buat saya yang lg mau buka praktek sore… :D

  23. 23 cakmoki Mei 2, 2011 pukul 3:30 pm

    @ mas indro:
    sami-sami… selamat praktek, semoga sukses selalu :)

  24. 24 ArisClinic Mei 8, 2011 pukul 12:36 am

    Wah, informasinya menarik sekali. Terima kasih ya dok. Semoga bisa berwirausaha suatu saat nanti. Harus!

  25. 25 gegesaurus Mei 8, 2011 pukul 7:52 am

    Sebagai orang awam yg tidak mengerti dunia persuntikan, saya hanya bisa menitip pesan kepada para dokter di seluruh Indonesia, agar tetap punya rasa empati terhadap pasiennya, dan selalu ingat, apa tujuan profesi dari seorang dokter di muka bumi ini.

    Jauhkan misi balas dendam anda dalam mengeruk rejeki; sebagai pengganti biaya kuliah dulu. Karena jika hanya misi itu yg ingin anda jalankan, titel anda tidak ubahnya seperti cap seorang teroris!

    Gunakan ilmu dan kelebihan anda dgn simpatik. Niscaya di kemudian hari, anda akan dikenal oleh lingkungan dan khalayak ramai sebagai orang yg membawa kedamaian dan berfaedah bagi negara.

    -salam-

  26. 26 cakmoki Mei 8, 2011 pukul 9:55 pm

    @ ArisClinic:
    Ya, semoga :D … dan semoga kelak dapat memberi manfaat bagi sesama

    @ gegesaurus:
    Siap komandan :D

  27. 27 Daftar Hotel di Indonesia Mei 15, 2011 pukul 6:09 pm

    Dokter membuka praktek sendiri saya rasa tidak masalah, tapi jangan mahal2 untuk tarifnya ya hehe…

  28. 28 cakmoki Mei 15, 2011 pukul 9:47 pm

    @ Harga Hotel:
    hehehe

  29. 29 ince Mei 22, 2011 pukul 10:59 am

    setuju banget dgn dokter praktek mandiri,..
    numpang tanya sekalian ya tmn2, klo gantiin dokter prakter pribadi sore, pembagian fee nya gmana ya? apakah hrs ada UD nya atau ga ada UD tp semua uang konsulx buat dokter penggantix. tk atas jwbnx

  30. 30 cakmoki Mei 22, 2011 pukul 2:06 pm

    @ ince:
    pembagian fee sangat bergantung pada kebijakan dan perjanjian masing-2 dokter. Lazimnya 70-80 persen dari jasa konsul untuk dokter pengganti… namun adakalanya jasa konsul diberikan semuanya kepada dokter pengganti.
    makasih

  31. 31 zulpratama Mei 26, 2011 pukul 2:35 pm

    satu hal mengenai minimnya praktik dokter mandiri adalah kekhawatiran minimnya pengunjung (dalam hal ini:pasien) karena belum ternama dan berpengalaman. hal ini sangat jamak dan juga berlaku pada semua aspek usaha mandiri pada saat akan memulai, hal yang sangat manusiawi dan alami. tetapi yang terpenting dari semua itu-sebagai dan mewakili pasien- yang menjadi tolok ukur selain performa/keahlian medis juga PERFORMA PRIBADI/attitude menjadi penyumbang yang tidak kalah besarnya dalam mendatangkan pasien. sejujurnya pasien akan moh berkunjung ke dokter yang rada galak,judes,jutek,cuek,pelit omong,pelit senyum,tidak care,bad intuitif,tidak komunikatif atawa personal approachnya tidak apik, sebaliknya walaupun dokter “hanyar” dus baru buka praktik di garasi kecil dengan cuma dua kursi plastik tapi menyuguhkan pelayanan layaknya seorang ibu dalam mendengarkan keluh kesah anaknya..wueeeh..pasien ngantriii.., mudah-mudahan gak salah pendapat saya ya dok dan mudah-mudahan bisa memotifasi dokter-dokter muda untuk mandiri

  32. 32 cakmoki Mei 26, 2011 pukul 4:57 pm

    @ zulpratama:
    Betullll :D … sependapat..sebagaimana tertulis di atas:

    Aspek Performa Dokter. Tak dapat dipungkiri bahwa performa dokter merupakan salah satu aspek penting bagi pasien dalam menentukan pilihannya. Pada umumnya, pasien lebih memilih Dokter yang ramah, informatif, bertangan dingin ( pasiennya mudah sembuh ). Itu artinya dokter perlu membekali diri dengan ketulusan, kesabaran dan pengetahuan klinis serta ketrampilan teknis medis yang mumpuni.

    makasih atas sumbang sarannya ^_^


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso ™

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

Jangan Korupsi Ah

No Korupsi

Internet Sehat

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

[Valid RSS]

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 4,984,722 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 558 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: