KODE ICD-10 : L28.1 : Prurigo Nodularis
Prurigo ( Prurigo von Hebra ), secara umum adalah penyakit kulit yang ditandai dengan gangguan kulit berbentuk papula dan nodul (ukurannya bervarisai), berwarna kecoklatan hingga kehitaman (hiperpigmentasi), kronis (berlangsung lebih 6 minggu) dan bersifat kumat-kumatan (residif).
Penyakit ini tidak berbahaya. Meski begitu, penderita Prurigo von Hebra merasa sangat risih, gak nyaman, bahkan menjadi gak PD. Ini dapat dimaklumi karena pada kulit penderita Prurigo von Hebra timbul bentol-bentol berwarna kehitaman dan menebal, terutama di daerah anggota badan (ekstrimitas).
PENYEBAB
Hingga kini, penyebab Prurigo belum diketahui. Diduga berhubungan dengan faktor emosional. Hal ini dilandasi fakta bahwa rasa gatal muncul terutama ketika penderita Prurigo mengalami stress atau ketegangan emosional.
Bagimana hingga menjadi papula kecoklatan dan menghitam ?
Menurut Prof. Daniel J Hogan, MD, penebalan dan hiperpigmentasi pada papula Prurigo dipicu oleh trauma mekanis: penekanan, sentuhan, gesekan, garukan (sengaja ataupun tidak sengaja) karena rasa gatal ataupun rasa tak nyaman pada papula. Selebihnya, proses kelainan yang terjadi pada Prurigo belum diketahui.
Angka Kejadian
Prurigo von Hebra dapat mengenai semua ras dan semua umur. Frekuensi terbanyak dijumpai pada usia dewasa dan usia lanjut. Semula diyakini bahwa Prurigo von Hebra lebih sering dialami wanita dibanding pria, namun tak ada bukti akurat yang mendukung anggapan tersebut.
GEJALA / TANDA-TANDA
Tanda-tanda umum yang kerap dijumpai pada Prurigo, antara lain:
-
Dijumpai lesi berbentuk papula dan nodul, berjumlah tunggal (Prurigo Simplex) maupun multiple (banyak).
-
Penebalan dan hiperpigmentasi sehingga Prurigo berwarna kecoklatan hingga kehitaman.
-
Gatal pada saat-saat tertentu, terutama ketika penderita mengalami ketegangan psikis.
-
Lokasi tersering timbulnya Prurigo adalah anggota badan (ekstrimitas), terutama di permukaan bagian depan paha dan tungkai bawah hingga kaki.
-
Ukuran lesi bervariasi, menebal, keras, berwarna merah kecoklatan hinggga kehitaman. Adakalanya mengalami pengelupasan di permukaan lesi.
PENGOBATAN
Mengingat bahwa penyebab pasti timbulnya Prurigo belum diketahui, maka pengobatan lebih ditujukan untuk meredakan keluhan (simptomatis) dan meminimalisir bekasnya.
Obat-bat yang lazim digunakan pada Prurigo, diantaranya:
-
Antihistamin, untuk meredakan gatal, misalnya: Loratadine 10 mg atau Cetirizine 10 mg, diminum 1×1. Obat ini relatif tidak mengantuk dibanding antihistamin jenis lain.
-
Obat topikal ( krim, salep, gel ): steroid anti-inflamasi.
-
Injeksi dengan steroid intralesi. Pada umumnya menggunakan Triamcinolone asetonide. Dosis rata-rata: 0,5 – 1 cc hingga maksimal 5 cc setiap sekali pengobatan.
CATATAN:
Perlu dipahami bahwa Prurigo bersifat residif ( mudah kambuh ). Untuk itu diperlukan kesabaran dan ketelatenan bagi penderita Prurigo dalam mengobati penyakitnya jika sewaktu-waktu penyakitnya mengalami kekambuhan.
Persoalan lain yang paling tidak disukai penderita Prurigo adalah masalah kosmetik. Hiperpigmentasi ataupun bekas hitam kerap menjadi momok yang seolah tak kunjung hilang bagi penderita Prurigo.
Pada usia anak-anak, bekas Prurigo sebaiknya tidak perlu diobati dengan obat-obat anti hiperpigmentasi karena pulit anak masih dalam masa pertumbuhan. Biasanya, kulit anak akan pulih sedikit demi sedikit seiring dengan bertambahnya usia dan tubuh kembang anak.
Adapun pada dewasa, untuk meminimalisir bekas hitam (hiperpigmentasi) sebaiknya berobat ke dokter spesialis kulit agar dapat dipilihkan obat yang sesuai dengan kondisi masing-masing kulit penderita. Sekali lagi, diperlukan kesabaran dan ketelatenan karena pengobatan untuk meminimalisir bekas hitam memerlukan waktu lama, berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.
Semoga bermanfaat.
Edisi cetak, silahkan download file PDF: di sini | mirror
:: :: :: posting menggunakan WLW :: :: ::


















![[Valid RSS]](http://i169.photobucket.com/albums/u238/cakmoki86/button/rss_valid.gif)







Pertamax dulu .. baru baca ..
@ draguscn:
Monggo … halah
Di Krejengan masih suka ketemu yang beginian tah ? Di sini masih ada aja, Mas Agus.
Mantabs cak.. Akhirnya muncul yang bulan november.. Salam kenal cak… Saya dokter PTT di natuna,puskesmas midai.. udah lama sliwar sliwer disini.. Tapi baru skrg komen.. Hehe..
@ pakjanggut:
Salam kenal…
Iya, baru kali ini posting lagi, soalnya bulan oktober wira-wiri ke Jatim.
Selamat bertugas, moga sukses selalu.
Alhamdulillah….
Akhirnya yg di tunggu2, tayang juga…
Biarpun msh di jalan yg penting “Save duyu ach….”
Maturnuwun yo pakpo…..
Knp gambar yg di pasang dr blkang pakpo ?
Kan ada yg satunya…..? lbh seyem lg….ada u…nya
Kwakakaka….
*maaf becanda pakpo*
Hehehe ngga sih .. atau mungkin ngga terperhatikan sama saya .. soale kesepakatan penyerahan wewenangnya untuk penyakit kulit alergi dan infeksi yg tidak luas bisa ditangani paramedis .. ah sudahlah nanti memicu diskusi yg lain lagi ..
BTW, kok komen-nya ngga dikasih thread? Serasa di twitter, ngaliiiiirrr .. hehehehe
Hmm…, saya bertanya-tanya Cak, iseng saja, kalau dugaan ke kondisi penyakit metabolik yang melandasinya bisa ndak ya?
@ montok:
Nampaknya sedang dlm perjalanan dari Jatim-Sumsel ya …
Saya juga heran, kenapa gambarnya gak dari depan … mungkin pengelola situs atlas tersebut khawatir klo dari depan ntar ndul-gandulnya dicaplok tikus …hahaha
@ draguscn:
Wah bagus tuh, saya salut… berarti BimTek-nya bener-bener jalan… saya juga gitu…kalaupun memicu perdebatan gak masalah
Btw, kalo dikasih thread gak nambahi kerjaan tah ? Ajarin dong
@ Cahya:
Itu mah bukan iseng Mas Cahya, dalem dan teknis.. salah satunya emang berkaitan dengan penyakit metabolik, yang paling sering DM…cocok ama referensinya … Makasih tambahannya
Terima kasih informasi tentang penyakit ini.
Salam kenal ya mas.
Penyakit beginian yang bikin pusing, sulit sembuh total.
@ nurhayadi:
.. namun setidaknya bisa dikendalikan
iya, benar
cak… bagaimana membedakan prurigo ini dengan scabies ya?
@ rujakulek:
eflueresensinya beda banget… scabies papula kecil, sedangkan prurigo lebih besar.
Yg penting lagi, scabies pada umumnya diderita oleh anggota keluarga yg lain, dengan bentuk bervariasi..so, tinggal nanya, sapa lagi yang gatal berbintik-bintik seperti si penderita.
Trus, kalo yg minimal, dapat dilihat dengan kaca pembesar.
berarti kalau yang kena cuman 1 aja, jelas bukan scabies ya?
anak saya 4,5 th oleh dokter 1 dibilang prurigo. trs dg dokter ke 2 dibilang scabies krn kutu.
tp anehnya si dokter ke 2 tersebut cm dliat sekilas… tanpa pegang anak sdikitpun. jd ngliatnya dari jauh gituh… dan lsg bilang krn kutu..
anak saya gatal2nya udah lama, mungkin setaunan. sejak pake lotion dan salep dari dokter pertama sih berkurang. tp skrg salepnya abis. dan memang mulai parah lg gatelnya, klo garuk2 kdg mpe berdarah…
hiks…. jd prorigo atau scabies ya??
@ prasasti:
Jelas bukan
Untuk memastikan penyakit kulit adalah dengan dlihat, dipegang, dinilai teksturnya, lesinya…dll, sehingga diagnosa nya lebih tepat…. dan secara psikis si pasien brasa lebih diperhatikan sehingga gak ragu-ragu.
Untuk mengetahui jenis penyakit kulit harus dilihat atau setidaknya melalui foto (kalo kita diskusi via internet). Untuk itu, Seperti halnya penanya yg lain tentang penyakit kulit, kalo berkenan silahkan kirim fotonya via email agar dapat diketahui jenis penyakitnya dan direkomendasikan obat yg tepat.
Alamat email:
cakmoki2006 [at] yahoo [dot] com
Trims
Thanks infonya Dok.kt dokter saya mengalami ini.mulanya heran kok bisa sakit kulit karena ketidak stabilan emosi/stress tapi sekarang tahu
@ rahma:
Sama-sama … makasih atas kunjungannya
Dok, saya mau nanya…. sudah 5bulan ini saya mengalami gatal2 seperti bidur atau seperti digigit nyamuk, saya sudah bawa ke dokter sampe ganti obat berkali2 tp masih belom sembuh juga, termasuk sudah menggunakan obat spt Loratadine dsb. Gatal2 ini seperti ada matanya ditengah2nya, tp sangat kecil, dan rasa gatalnya sangat mengganggu, saya sudah mencoba menghindari makanan yg mengandung protein hewani, sbagai gantinya saya berpola makan vegetarian, tp sampai 1 bulan ini masih tetap gatal2. Kira2 saya ini kena apa yah dok? Apakah alergi ato penyakit kulit? Mohon bantuan dokter, terimakasih sebelumnya…
@ Rudi:
Untuk mengetahui jenis penyakit kulit harus dilihat atau setidaknya melalui foto. Untuk itu, kalo berkenan silahkan kirim fotonya via email agar dapat diketahui jenis penyakitnya dan direkomendasikan obat yg tepat.
Alamat email:
cakmoki2006 [at] yahoo [dot] com
Trims
Dok, sekitar 5 bulan lalu saya pernah kena scabies..setelah diobati ke dokter kulit alhamdulillah sudah sembuh. Tapi masalahnya adalah bekas garukan itu (yg berwarna kehitaman) setelah diobati kok bukannya ilang semua tapi masih ada tertinggal “mlenting” satu buah gitu ya dok (kira2 lebarnya 0.5cm)? Gimana ya, saya susah jelasinnya pake bahasa indonesia..hehe.
Maksud saya, di tempat2 yg terkena scabies itu memang sudah sembuh, tapi masing2 malah menyisakan satu bentolan gitu dok..bentolannya mirip di gambar yg ada di artikel di atas. Tempatnya di lengan, pergelangan tangan, paha, dan punggung. Apa ini prurigo ya dok? Tapi bentolnya cuma satu2..
Kalau saya oles Esperson apakah benar?
Trus lagi dok, di paha saya bagian atas terdapat gatal dan dan menebal berwarna kehitaman, sepertinya gara2 underwear saya seringkali terlalu ketat, apakah ini yg disebut eksim? Saya bisa memakai obat apa ya dok?
Trimakasih sebelumnya dok. Maaf jika pertanyaan saya panjang..
@ fata:
kalo hanya satu jelas bukan prurigo von hebra… dan obatnya bukan esperson.
adapun untuk yang paha gak bisa diketahui tanpa dilihat
Untuk mengetahui jenis penyakit kulit harus dilihat oleh dokter secara langsung dengan menilai efloresensi (penampakan kelainan kulit), atau setidaknya melalui foto. Untuk itu, jika berkenan mohon kirim foto gangguan kulit tersebut melalui email. Dengan begitu dapat diketahui penyakitnya dan dapat direkomendasikan obat yang tepat.
Alamat email:
cakmoki2006 [at] yahoo [dot] com
Atau lebih tepat periksa ke dokter yg dulu mengobati scabies
Terimakasih
very interesting when I see Picture but can’t read if possible say english