Kode ICD-10 : L08.0 dan ICD-9 : 686.0
Pioderma adalah terminologi umum untuk penyakit-penyakit infeksi kulit yang disebabkan oleh kuman (bakteri), terutama Streptococcus beta hemolyticus atau Staphylococcus aureus. Kalangan awam menggunakan terminologi Koreng untuk manamakan infeksi kulit. Dalam praktek sehari-hari Pioderma dengan berbagai bentuk dan jenisnya, masih kerap dijumpai, terutama pada anak-anak. Hal ini dapat dimaklumi karena anak-anak sering bersentuhan dengan benda-benda sekelilingnya yang boleh jadi sebagian diantaranya terpapar kuman Streptococcus atau Staphylococcus. Atau bisa jadi dikarenakan infeksi kuman oleh garukan akibat dari gigitan serangga atau sebab lain yang menimbulkan rasa gatal.
Pioderma terbagi dalam 2 kategori, yakni: Pioderma Primer dan Pioderma Sekunder.
-
Pioderma Primer adalah infeksi pada kulit normal yang disebabkan oleh 1 jenis mikro-organisme. Gambaran bentuknya biasanya khas.
-
Pioderma Sekunder adalah infeksi pada kulit yang sebelumnya sudah ada infeksi lain. Misalnya skabies yang mengalami infeksi sekunder oleh kuman akibat dari garukan.
Faktor-faktor pencetus terjadinya Pioderma, antara lain:
-
Faktor hygiene ( kebersihan ), baik hygiene personal maupun lingkungan.
-
Faktor penurunan daya tahan tubuh oleh berbagai kondisi, misalnya: anemia, kurang gizi, diabetes mellitus, dan lain-lain.
-
Penyebaran penyakit lain yang telah ada sebelumnya di kulit.
Beberapa bentuk Pioderma yang mudah dikenali dan kerap dijumpai dalam praktek sehari-hari, diantaranya :
Impetigo ( impetigo kontagiosa dan impetigo bullosa ), yakni infeksi pada permukaan kulit yang biasanya disebabkan oleh kuman Streptococcus B hemolyticus ( pada impetigo kontagiosa atau krustosa ), dan kuman Staphylococcus aureus ( pada impetigo bullosa ).
Folikulitis, yakni infeksi folikel rambut yang biasanya disebabkan oleh kuman Staphylococcus aureus. Folikulitis terbagi menjadi 2 bentuk: Folikulitis superfisialis ( pada lapisan kulit bagian luar atau epidermis ) dan Folikulitis profunda (infeksi folikel rambut hingga ke bagian bawah kulit atau subkutan).
Furunkulosis, yakni infeksi lebih dari satu folikel rambut dan jaringan sekitarnya. Jika terjadi beberapa furunkel dan bergabung menjadi infeksi yang lebih luas, disebut dengan Karbunkel. Penyebabnya biasanya Staphylococcus aureus.
Erisipelas, yakni infeksi akut pada kulit dan jaringan bawah kulit ( subkutan ) yang biasanya disebabkan oleh kuman Streptococcus B hemolyticus. Erisipelas merupakan infeksi akibat penyebaran infeksi penyakit kulit lain, biasanya ditandai dengan adanya koreng di sekitar Erisipelas.
Ektima, yakni infeksi kulit yang ditandai dengan ulkus (cekungan luka) pada permukaan kulit dengan keropeng (krusta) di bagian atas ulkus. Penyebabnya adalah kuman Streptococcus B hemolyticus.
Pionikia, yakni infeksi kulit di sekitar kuku yang disebabkan oleh kuman Staphylococcus aureus dan Streptococcus B hemolyticus.
Abses atau bisul, yakni infeksi kelenjar keringat yang biasanya disebabkan oleh kuman Staphylococcus aureus. Bergabungnya beberapa abses disebut dengan Multipel Abses.
Beberapa bentuk Pioderma lain kadang masih dapat dijumpai, antara lain: Selulitis, Flegmon, Ulkus Piogenik, Hidra adenitis.
PENGOBATAN
Secara umum, pengobatan Pioderma ditujukan terutama untuk memberantas penyebabnya (causa). Sedangkan obat-obat untuk meredakan keluhan (simptomatis) dapat juga diberikan apabila ada keluhan lain yang menyertai Pioderma, misalnya: nyeri, demam, gatal dan keluhan-keluhan penyerta lainnya.
Obat Oral ( diminum ):
Antibiotika yang lazim digunakan untuk Pioderma, antara lain:
-
Ampisilin, diminum 4 x 500 mg ( 1 jam sebelum makan ) hingga sembuh.
-
Amoksisilin, diminum 3 atau 4 x 500 mg sesudah makan.
-
Eritromisin, diminum 3 atau 4 x 500 mg sesudah makan. Obat ini kadang menimbulkan rasa mual dan rasa tidak nyaman di lambung.
-
Sefalosporin. Obat golongan ini terdiri dari 4 generasi, dan efektif untuk kuman Gram Positif. Dosis obat bergantung pada masing-masing jenis dan generasi. Generasi I sefalosporin yang kerap digunakan adalah Cefadroxyl.
-
Klindamisin, diminum 4 x 150 mg sehari. Pada Pioderma yang berat, dosisnya dapat ditingkatkan 4 x 300 mg hingga 4 x 450 mg.
Obat Topikal ( obat luar : krim, salep, gel ):
Obat Antibiotika Topikal yang sering digunakan pada Pioderma, antara lain: Basitrasin, Neomisin, Mupirosin, dan lain-lain.
Lamanya penggunaan obat bergantung pada jenis dan beratnya Pioderma. Rata-rata berkisar 7-10 hari, kecuali pada Pioderma yang berat dan luas, misalnya Multipel Abses dimana pengobatannya dapat berlangsung hingga beberapa minggu.
Selain itu, dapat juga digunakan kompres Yodium Povidon ( misalnya: Bethadine, Septadine ) sebagai antiseptik dan perawatan Pioderma.
Adapun obat simptomatis ( meredakan keluhan ) dapat digunakan sesuai dengan keluhan yang menyertai Pioderma, misalnya: pereda demam dan pereda nyeri (antipiretik-analgesik), pereda gatal (antihistamin).
Catatan:
Obat-obat di atas rata-rata adalah Kategori B pada kehamilan sehingga aman digunakan bagi Ibu Hamil dan Menyusui. Jika penderita ragu-ragu, sebaiknya bertanya kepada dokter masing-masing.
Semoga bermanfaat.
Artikel Terkait:
-
Paronikia ( Paronychia )
:: :: :: posting menggunakan WLW :: :: ::

















![[Valid RSS]](http://i169.photobucket.com/albums/u238/cakmoki86/button/rss_valid.gif)







Assyikk banget tu cak..ngeletekin.. koreng yang dah mau sembuh… Nggak nyadar..kalo akan meninggalkan bekas yang memalukan…
@ Wilma:
iya, asyik banget ngelentekin sambil berdendang lagu Ndangdut
mas aku mau tanya penyakit kulit gatal ber merah2han pada wajah kalo cara mengatasi y bagimanas
cara mentasi bagai mana dok
@ farid.a:
Untuk mengetahui jenis penyakit kulit harus dilihat oleh dokter secara langsung dengan menilai efloresensi (penampakan kelainan kulit), atau setidaknya melalui foto. Untuk itu, jika berkenan mohon kirim foto gangguan kulit tersebut melalui email.
Alamat email:
cakmoki2006 [at] yahoo [dot] com
Saya tunggu.
Terimakasih
Alhamdulilah masih bisa bertemu dengan doktter ganteng ini dan masih seperti yang dulu: mengupdate blog dengan lengkap, akurat dan tnapa tirakat
salam kenal kembali setelah 2 th tak bersua, tulisanmu mantap pak dan masih keces2 (dua hari yl).
@ Kurt (SantriBuntet):
Alhamdulillah, ketemu lagi dengan Ustadz di jagad wordpress.
Beberapa bulan ini saya lebih banyak membuat brosur-brosur sederhana tentang penyakit, sehingga agak jarang up date, namun sy usahakan setidaknya ada up date setiap bulannya…
Maturnuwun, Ustadz
Usul cak !! biar lbh bgs lg disertakn gambar bbagai bentuk pioderma.
Ooh bgt..,Sy kira cak moki jarang update krn warungnya lg ramai ^_^
@ Besan:
Usul yang sangat bagus. nanti akan saya sertakan. Maturnuwun
Up date nya setelah tengah malam, gak berhubungan dengan mracang di warung… hahaha.
Berikutnya mungkin akan saya posting Brosur sederhana tentang penyakit. Sayangnya sy tidak ngerti grafis, jadinya ya elek-elekan sing penting masyarakat di ndeso sini bisa memahami.
Kalau di kulit wajah tiba2 timbul titik2 hitam kaya tahilalat, warnanya hitam gak gatal dan gak bisa hilang disabun. Ini apa namanya dan apa penyebabnya, trus bgmna cara ngilanginnya?
@ Rini:
Untuk mengetahui jenis penyakit kulit harus dilihat oleh dokter secara langsung dengan menilai efloresensi (penampakan kelainan kulit), atau setidaknya melalui foto. Untuk itu, jika berkenan mohon kirim foto gangguan kulit tersebut melalui email.
Alamat email:
cakmoki2006 [at] yahoo [dot] com
Saya tunggu.
Terimakasih
Caranya gimana nih Dok untuk membedakan antara pioderma dengan jerawat en (alias kukul en) kan sama benjol-benjol dan kemerahan, juga ada sedikit nanah di ujungnya….
trus terapinya beda apa gak yaa ….???
Mohon di balas dan Matur nuwun sebelumnya
@ Puskesmas Mojoagung:
kura-kura dalam perahu..nih
Yang mirip hanya Acne papulopustuler .. mirip dengan folikulitis dan furunkel.
Bedanya pada faktor predileksi. Acne papulopustuler lebih sering ada wajah, leher, dada dan punggung, sedangkan pioderma lebih sering tersebar, di ekstrimitas, dll.
Obat oralnya hampir sama. Pilihan pertama Doxycycoline atau Erythromycin atau clindamicin. Lamanya pengobatan bebeda. Pada acne papulopustuler rata-rata 2 minggu lebih, sedangkan pada pioderma rata-rata 1-2 minggu.
Obat topikal sedikit berbeda. Pada pioderma cukup antibiotik sedangkan pada acne papulopustuler kadang diperlukan kombinasi antibiotika dan obat eksfoliatif (tretinoin, benzoyl peroxide)
Di sana banyak kasusnya ya ?
Maturnuwun
Maaf pak,..pioderma bisakah di dapan dari gen orang tuanya,…anak sy itu sama ama ibunya bila di gigit nyamuk aja susah sembuhnya,…tapi kalau saya cepat sembuhnya,..terus apa juga ada kaitanya ama warna kulit pak ya,…saya hitam sih,..jd cepat sembuhnya.
@ Unchen:
kalo penyebabnya adalah kuman sebagaimana tertulis di artikel…adapun sensitifitas kulit bisa didapat dari ortunya.
Warna kulit gak ngaruh
Makasih
asalamualaikum dokter,
saya punya anak usia 4 th mengalami pengelupasan kulit di sekitar jari tangan dan kakinya, yg membuat kukunya seperti akan terlepas. awalnya hanya di satu jari tetapi kelamaan menjalar ke jari yg lainnya , kira2 terinfeksi apa ya dok ? dan gimana cara pengobatannya???
terima kasih.
@ Nadia:
Assalamu’alaikum…
Untuk mengetahui jenis penyakit kulit harus dilihat atau setidaknya melalui foto. Untuk itu, kalo berkenan silahkan kirim fotonya via email agar dapat diketahui jenis penyakitnya dan direkomendasikan obat yg tepat.
Alamat email:
cakmoki2006 [at] yahoo [dot] com
Trims
Wassalam