Kode ICD-10 : B08.4 : Hand Foot and Mouth Disease ( HFMD )
Di ndeso kami, Kecamatan Palaran, Samarinda, penyakit HFMD atau dikenal juga dengan Penyakit Tangan Kaki dan Mulut ( PTKM ) atau Flu Singapura, dapat dijumpai setiap tahun sejak lebih 10 tahun yang lalu. Dua bulan belakangan ini jumlahnya cenderung meningkat dan mencapai puncaknya pada bulan April-Mei. Biasanya HFMD sembuh sendiri dalam 7-10 hari.
Para orang tua di ndeso kami biasanya segera memeriksakan anaknya ke dokter manakala mendapati si kecil rewel, demam, tidak mau makan dan minum disertai munculnya bintik berair di mulut, telapak tangan dan telapak kaki. Dengan demikian penderita HFMD mendapatkan pengobatan secara dini sehingga terhindar dari penyulit ( komplikasi ) yang tidak diinginkan.
SEKILAS PENYAKIT HAND FOOT MOUTH DISEASE ( HFMD )
Penyakit Tangan Kaki dan Mulut ( PTKM ) atau Hand Foot and Mouth Disease (HFMD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dari genus Enterovirus, terutama Coxsackie virus type A, B dan Echovirus.
Disebutkan bahwa Enterovirus yang menyebabkan HFMD terdiri dari 68 serotype. Sebagian besar HFMD dalam praktek sehari-hari disebabkan oleh Coxsackie virus A 16 ( CA 16 ) yang menunjukkan gejala ringan dan tidak memerlukan perawatan khusus. Sedangkan HFMD yang disebabkan oleh Enterovirus 71 ( EV 71 ) menunjukkan gejala yang berat dan memerlukan perawatan khusus di Rumah Sakit.
Penyakit ini lebih sering mengenai anak dibawah usia 10 tahun, terutama bayi, dan anak balita. Kalaupun mengenai dewasa, biasanya tidak menimbulkan keluhan yang berarti. Pada umumnya penyakit ini sembuh dengan sendirinya dalam tempo 7-10 hari.
Sebenarnya penyakit ini sudah lama dikenal, namun dalam dasawarsa belakangan ini menjadi berita yang cukup menghebohkan dikarenakan adanya Kejadian Luar Biasa (outbreak) di beberapa negara, terutama Cina, Singapura, Malaysia dan kawasan Asia lainnya. Sebagai contoh, pada bulan Maret 2010, di Cina dilaporkan terjadi KLB HFMD sebanyak 77.756 kasus HFMD dengan jumlah kematian mencapai 40 penderita. ( Kompas, 5 Mei 2010 )
PENULARAN
Cara penularan HFMD terjadi melalui 3 jalan:
-
Kontak langsung dengan penderita melalui cairan lepuhan yang keluar dari bintik berair di kulit penderita. Selama lepuhan kulit masih mengeluarkan cairan, penderita dapat menularkan virus kepada orang-orang ( terutama anak ) di sekitarnya.
-
Melalui percikan butiran ludah (droplet) dan pernapasan.
-
Jalur oro-fecal melalui tangan, mainan dan sesuatu yang tercemar oleh faeces penderita, kemudian masuk ke dalam mulut. Kita tahu bahwa anak pada umumnya suka memasukkan tangan ke dalam mulut saat memegang apapun yang ada di sekitarnya.
Virus dapat bertahan hingga beberapa minggu di dalam faeces penderita yang terinfeksi.
Penyebaran HFMD mudah terjadi terutama di tempat-tempat padat dan di tempat anak-anak bermain atau berkumpul. Itu sebabnya HFMD cepat menyebar pada anak-anak.
GEJALA DAN TANDA-TANDA
Masa inkubasi HFMD berkisar 3-6 hari. Setelah seseorang terinfeksi Enterovirus dan menyebabkan sakit, selanjutnya menimbulkan gejala-gejala sebagai berikut:
-
Gejala awal HFMD sangat mirip dengan penyakit flu. Hari pertama dan kedua ditandai dengan demam tidak terlalu tinggi, kemudian nyeri telan, tidak mau makan dan minum. Pada bayi, para orang tua membawa anaknya ke dokter karena demam, tidak mau netek (minum) dan ngeces (ngiler, keluar liur).
-
Selanjutnya mulai muncul bintik berair (vesikel) yang mudah pecah di dalam rongga mulut, kadang menimbulkan ulkus mirip dengan stomatitis aftosa ( sariawan ), diikuti dengan timbulnya bintik berair di telapak tangan dan kaki. Gejala ini biasanya muncul pada hari ketiga.
-
Selanjutnya, keluhan akan berangsur mereda dan sembuh dalam 7-10 hari.
Pada HFMD yang berat (disebabkan EV 17) perlu dirawat di Rumah Sakit. Adapaun gejala-gejala HFMD berat antara lain: demam tinggi hinga lebih dari 39 Celsius, nadi cepat, frekensi napas cepat dan sesak, terjadinya gangguan neurologis, kejang, serta penurunan kesadaran.
PENGOBATAN
Penyakit ini bersifat self limited (sembuh dengan sendirinya) dalam 7-10 hari, sehingga tidak ada pengobatan yang spesifik. Meski begitu, seyogyanya periksa ke dokter untuk meredakan keluhan. Perawatan dan pengobatan yang diperlukan adalah sebagai berikut:
-
Istirahat ( di rumah ).
-
Perawatan suportif yakni dengan minum dalam jumlah cukup untuk menghindari kekurangan cairan. Mengupayakan makan makanan bergizi. namun perlu diingat bahwa upaya ini tidak mudah karena anak tidak mau minum dan makan akibat nyeri telan.
-
Pengobatan simptomatis (untuk meredakan keluhan), diantaranya: obat pereda demam dan antiseptik mulut serta obat-onat lain yang diperlukan untuk meredakan keluhan yang timbul.
Jangan lupa untuk tetap mandi agar penderita terjaga kebersihannya.
Apabila terjadi infeksi sekunder oleh kuman pada lepuhan akibat garukan, dapat diberikan obat anti-infeksi topikal (krim, salep)
PENCEGAHAN
Upaya pencegahan terbaik adalah menjaga hygiene, antara lain:
-
Selalu mencuci tangan sesudah ke WC dan Toilet, sebelum dan sesudah makan, serta sesudah membersihkan ingus dan sesudah mengganti popok atau pakaian.
-
Usahakan tidak saling pinjam peralatan makan-minum dan peralatan kebersihan pribadi, seperti: pakaian, handuk, sikat gigi, alas kaki, kaus kaki, dan lain-lain.
-
Mencuci pakaian kotor hingga bersih and mengeringkannya agar tidak berpotensi menularkan virus ke sekitarnya, mengingat virus diekskresi melalui faeces dan dapat bertahan beberapa minggu.
-
Biasakan menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin. Kemudian bersihkan mulut dan hidung dengan tissue sekali pakai, selanjutnya membuang tissue di tempat sampah dan mencuci tangan.
-
Hindari memecah bercak berair. Biarkan pecah sendiri hingga mengering.
-
Bagi siswa dianjurkan untuk tidak bersekolah lebih dahulu hingga benar-benar sembuh untuk mencegah penyebaran penyakit. Sedangkan bagi anak atau bayi, sebaiknya tinggal di rumah untuk sementara waktu hingga lepuhan pada kulit mengering dan sembuh.
-
Bagi dokter Puskesmas, seyogyanya memberi tahu pihak Sekolah atau TK seandainya menjumpai siswa SD atau TK yang menderita HFMD dan memintakan ijin untuk tidak sekolah hingga benar-benar sembuh ( sekitar 7-10 hari ).
Hingga saat ini belum ada vaksin untuk mencegah HFMD.
Sumber:
-
Brad S Graham, MD, eMedicine, April 2010
-
CDC : Hand, Foot, & Mouth Disease (HFMD)
-
GAR WHO, Enterovirus in China, May 2008
-
Mediakom Litbang Depkes, Juni 2008
-
NSW Health Department Indonesia, June 2003
Semoga bermanfaat.
:: :: :: posting menggunakan WLW :: :: ::


















![[Valid RSS]](http://i169.photobucket.com/albums/u238/cakmoki86/button/rss_valid.gif)







Jumpa lg cak dokter. Flue singapura cepet mbabrah ya dok? Knpa namanya kok flu singapura?., he3x. Blo,on ya aq.
@ Rini:
ya, cepet menyebar.
Hingga kini penamaan Flu Singapura masih terus jadi bahan perdebatan. Kalo saya lebih suka menggunakan HFMD.
saya baru saja kena virus ini, dan dalam tahap pemulihan. sariawan semulut dan berat badan turun 3,5 kg dlm seminggu karna tidak bisa maem.tp kok tidak muncul gelembung merah2 ya….^^
@ elisa:
Mungkin bukan HFMD, tapi Stomatitis aftosa.
Selengkapnya tentang Stomatitis aftosa atau sariawan, silahkan baca artikelnya di Blog ini pada link berikut:
http://cakmoki86.wordpress.com/2009/02/04/sariawan/
Makasih
Penyakit ini kan gampang nular dok, gampang mbabrah, kalau dibiarkan cepet skali melebar lukanya. Kok bisa sembuh sendiri ya dok? Menurutku kok sangat ironis? Mohon penjelasannya. Tanks
nice post cak moki, sangat berguna, apalagi skrg saya punya bayi
jadi bener, sembuh dengan sendirinya yha Cak? gak perlu obat ?
thanks
@ Rini:
Tidak ironis kalo dibaca pelan-pelan
Penularan adalah sifat virus penyebabnya, sedangkan sembuh sendiri (self limited) adalah sifat penyakitnya. Menular dan kesembuhan adalah 2 hal yang berbeda.
Contoh: hipertensi bukan penyakit menular, tidak mbabrah, tapi tidak bisa sembuh sendiri… hehehe… ini fakta yang paling enak dan mudah dimengerti untuk analogi.
Terimakasih
@ pinkina:
Kalo tega, boleh ga dikasih obat.
Saya kutipkan lagi salah satu paragraf pada bab pengobatan:
Penyakit ini bersifat self limited (sembuh dengan sendirinya) dalam 7-10 hari, sehingga tidak ada pengobatan yang spesifik. Meski begitu, seyogyanya periksa ke dokter untuk meredakan keluhan.
Tuh kan…. apa mau dibiarkan anak menderita 7-10 hari tanpa obat untuk meredakan keluhan ?
Makasih
Mksh pnjelasnnya. Tp gini ilustrasinya. Pg diketahui msh sebesar bji ktumbar, sore sudah sbsar bji jagung, keesokan harinya sdh lebih besar lg dan pecah… 3hari lukanya smakin lebar, diameter dah lebih dr 1cm dan smakin dalam dan berair…trus dbwa ke doktr ktnya flu singapura. Ini pngalaman kponakan sy dok. Dahsyat ya virusnya?
Apa bedanya sama cacar air?
Blognya sangat menarik, dan yang pasti isinya sangat bermanfaat.
Salam Kenal Pak
Hasnul Suhaimi
@ Rini:
…yg bilang sapa lho…
Gak dahsyat tuh…
Monggo, dibaca lebih dahlu pelan-pelan biar mengerti, terutama Bab Gejala dan Tanda-Tand, di situ dah dijelaskan perjalanan penyakitnya… termasuk bedanya dengan Cacar Air dan Stomatitis … nah, jika udah baca lengkap masih perlu penjelasan, silahkan disampaikan bagian yang belum jelas.
Makasih
@ Hasnul Suhaimi:
Makasih support dan kunjungannya, Pak
wih, rupanya tamu Bos XL nih
Makasih sudah jelas skrg
Anak saya lg terkena virus Ĭη¡ ne, saya lg bingung akalin mkn en minumnya susa bgt secara saya jaga sndrian at home..
Bisa sharingg??
Teruss bole mandi gk yah or ãќё bedak biar gk gatel
Thx
@ Rini:
makasih juga , mbak
@ imelda:
Tetep mandi dong…. kalo gak mandi, ntar gak seger, kebersihan gak terpelihara.
Pake bedak juga boleh… misalnya: salisil atau bedak caladine (bukan yg cair)
kalo boleh tahu, umur dan berat badannya berapa ? Ini penting untuk menentukan dosis obat untuk meredakan keluhan.
Makasih
anak saya 4 orang usia 5 -14 thn, bulan februari 2010 kemarin juga kena virus hfmd, karena saya dokter gigi, begitu mereka nggak mau makan dan bilang di bawah lidahnya dekat pangkal tenggorok ada sariawan, saya langsung curiga hfmd, langsung liat ada bintik merah keras di tangan dan tumit di telapak kaki, tidak berair.Mereka tidak demam. Hari ke tiga yang dimulut hingga bibir luar sariawannya pecah dan sakit sekali.
Walaupun tahu penyakitnya akan sembuh sendiri dan yg diperlukan adlh meningkatkan daya tahan tubuh, tapi penanganan by usia beda2,yang kecil sama sekali takut masukin cairan ke mulut, maunya yang rasa manis saja, jadi saya beri sari kurma diencerkan dengan air minum. kalau dikasih madu malah menjerit sakit katanya.
Anak yang lebih besar mau diberi kuah sup dengan tahu lembut atau makaroni.
Mereka saya istirahatkan di rumah supaya tidak menularkan ke teman selama seminggu.
Yang pertama terkena adlh anak ke 3 saya dari sekolahnya, karena di kompleks kami saat itu tidak ada yang kena, juga hingga mereka sembuh.
Jadi perlu juga penyuluhan di sekolah2 saat ini mengenai virus2 yang lagi tren berjangkit skrg ini. kasihan kalau kakaknya menularkan pada adik2nya yang masih kecil. Takutnya susah makan dan minum bisa dehidrasi.
penyakit flu singapur…
sip cak!!
safe self dan safe sex, cegah penyakit menular seksual
salam kenal!!
kayak pa sih ini penyakitnya, mirip sariawan gitu ya???
@ drg Winda:
makasih share- nya Mbak … ya, saya sependapat. Perlu penyuluhan di sekolah dan di masyarakat agar dapat mengenali penyakit ini dan mencegah penyebarannya… Repotnya beberapa waktu yg lalu di saat puncak insidens pas musim ulangan …
Moga sehat selalu
@ klikharry:
di sana banyak kasusnya juga ya ?
@ zizu:
… kayak yang dijelaskan di artikel
Salam kenal juga…
ya, mirip
oh gitu makasih infonya
Salam Kenal
@ irwan kurniawan:
Salam kenal
Terimakasih kunjungannya
makasih infonya pak, kbetulan si 2th saya tgl 17kmrn panas,ndak sampe 39,trs tgl 18 pagi kluarlah tuh bentol2nya, mikirnya memang chickenpox cm yg sdh bikin heran krn cm di tlapak kaki dan tangan,malemnya baru kita bw ke dsa.setelah baca2 soal hmfd ini, saya cuma penasaran si kecil ini dapet dr mn, lingkungan kami lumayan cukup bersih, juga tdk ada anak2 tetangga yg lg sakit, hanya saja si kakak (6th 9bln) memang lagi batuk pilek, reaksi alergi,apa bisa si kakak yg bawa mengingat dia sdh skolah ato gimana…:D maturnuwun….
@ pandan:
ya, salah satunya dari anggota keluarga yg kontak dengan orang lain, terutama anak-anak usia sekolah.
Maturnuwun
info yang sangat bermanfaat nih… karena semakin lama semakin banyak macam penyakit baru yg bermunculan ya? intinya, mungkin kita harus meningkatkan sistem imun yang ada dalam diri kita agar tidak mudah terkena bakteri atau virus yang menular di luaran sana… btw thx untuk infonya….
Terima kasih ya Dok atas jawaban yg udah dikasih.
anak saya sekarang bintil2 nya sudah kering, tapi yg saya takutin adalah anak perempuan saya suka sekali bermain dengan adiknya pada saat adik nya sakit.
sekarang sudah berlanjut hingga hari ke 9 tapi untung nya tidak terjadi tanda2 penularan.
karena saya orang awan saya mau tanya apakah ada kemungkinan tidak menular ?
sekali lagi terima kasih, Dokter Cakmoki.
makasih banyak pak….
@ Yohan Wibisono:
Sebenernya bukan penyakit baru. Penyakit ini sudah dikenal sejak puluhan tahun yang lalu. Hanya saja mungkin informasinya belum terebar luas di Indonesia ketika itu.
hal semacam ini bukan sistim imun semata karena kita sudah memilikinya. Yg penting adalah membiasakan diri untuk menjalani Pola Hidup sehat
makasih
@ meliana:
Kemungkinannya untuk kakaknya:
(a) tidak tertular dan
(b) tertular tapi tidak sakit karena jumlah virus tidak cukup untuk menimbulkan sakit kemudian virusnya hilang dengan sendirinya, atau daya tahan tubuhnya bagus sehingga virus tidak mampu menimbulkan keluhan dan hilang dengan sendirinya.
Makasih
@ pandan:
sama-sama
nice gan
@ Alghie:
thanks
assalamua’aikum cak..
mau nanya,,,suamiku lidahnya putih2 jadi klu makan tuh gak brasa knapa ya???
apa itu panas dalam,,blom sempat ke dokter sih,,,untuk sementara pake obat apa yaaa????
makasih sebelumnya
@ yulia:
Assalamu’alaikum…
Kemungkinan stomatitis aftosa atau dalam bahasa awam disebut sariawan dengan berbagai varian dan jenisnya.
Sementara dapat menggunakan Tablet hisap FG-Troche, dihisap 6-8 tablet sehari hingga sembuh. Atau bisa juga pake jelly Kenalog in Orabase.
Makasih
Wassalam
cak, artikel2nya sangat informatif. sangat membantu menambah pengetahuan.semoga banyak dokter2 yang bersahaja dan mau berbagi ilmu dg masyarakat awam di negeri ini. krn banyak sekali dokter yg ‘malas’ menjelaskan suatu penyakit kpd pasiennya. malah sptnya mrk senang bila pasiennya tdk tahu byk agar mungkin lbh ‘aman’. so gimana mau tmbh pintar sebagian masyarakat kita. semoga Allah selalu memberkati cak Moki, diberi kesehatan dan panjang umur sehingga terus bermanfaat bagi org banyak, amin.
@ rinda:
Sudah banyak dokter yang berkenan berbagi informasi, mbak … sejujurnya, saya banyak belajar dari beliau-beliau dan dari para pembaca yang bersedia berinteraksi di Blog ini.
Terimakasih atas do’a dan supportnya.
SEmoga demikian pula sebaliknya..amiin
saat anak sakit, saya menemukan blog ini, dan alhamd saya jadi tenang untuk mengatasinya.. terimakasih.. dan ijin unt COPAS artikelnya ya.. maksh
@ wirdan:
Alhamdulillah …. monggo, silahkan
Makasih atas kunjungannnya
apa kabar cak moki ?
sekarang ini saya yang kena chicken pox,lha bayi saya masih ASI sampai sekarang.
bagaimana cara penyembuhan yang cepat, vitamin ato suplemen apa yang saya bisa minum untuk membantu mempercepat proses penyembuhan, sekarang saya lagi kosumsi multivitamin PRAMILET dari abbott. saya ada 2 anak , yang satu umur 6 tahun dan kedua umur 15 bulan (masih ASI).cara terbaik untuk menjaga anak saya seperti apa ?, karena saya tinggal di luar negara dan tidak orang yang bisa menjaga anak2 saya .suami baru ambil cuti besok. bagaimana dengan ASI saya , apa sudah terkontaminasi oleh virusnya?.apa saya msh bisa mberikan ASI karena anak saya tidak mau minum susu formula dan dia ada bakat alergi.
dokter berikan saya caladine cair, obat salep gatal, obat minum panas dan gatal.
terima kasih cak moki.
tambahan cak moki, anak saya sudah di vaksin campak semuanya,
untuk obat acyclovir itu apa saya boleh minum ? itu untuk apa ya ?
kalo di m’sya namanya apa ya ?…:bingung :p
apakah caladin cair harus saya ganti dengan bedak ?
thanks
@ yati:

halo, kabar baik mbak
weh rupanya kebagian cacar air juga ya ….
Penularan bukan via ASI, tapi lewat droplets alias percikan uap pernapasan dan mulut.
Pencegahan terbaik dengan imunisasi , namun mengingat salah satu anggota keluarga sudah kena, yang paling logis adalah dengan masker. Itupun tidak menjamin tidak terjadi penularan.
vitamin or suplemen bukanlah solusi mempercepat penyembuhan, namun dengan obat yang tepat, yakni Acyclovir tablet, diminum 5 x 800 mg selama sedikitnya 7-10 hari… dan obat- obnbat lain tentunya.
Selengkapnya tentang cacar air, silahkan baca artikelnya di blog ini pada link berikut:
http://cakmoki86.wordpress.com/2008/10/29/cacar-air/
nah, di situ lengkap tertulis pengobatan dan perawatannya…serta diskusi-diskusinya.
Moga segera sembuh
Makasih
thx 4 infonya
@ Linda:
sama-sama
anak saya skg lg kena HFMD,stress jg krn anak ga mau makan sama minum susu.kmrn 2 hr yll anak lemes, tp puji Tuhan hari ini sedikit aktif.
hari keberapa ya,anak bener2 dinyatakan sudah sembuh total dan bs sekolah lagi?apa perlu dilaporkan ke sekolahnya ya kl ada anak didiknya kena HFMD?takutnya anak saya tertular jg dari temannya (mungkin)?
@ dita:
Sebagaimana tertulis di artikel dan kenyataan seharihari di praktek, biasanya HFMD sembuh sendiri dalam 7-10 hari
Ya, kalo perlu disampaiakan ke Sekolah… sebenernya hal semacam ini merupakan tugas Puskesmas setempat untuk koordinasi dengn pihak sekolah, sehingga anak yg terkena HFMD diistirahatkan seminggu…kayak di Malaysia.
Makasih
Saat ini anakku 1tahun 2 minggu. Kena sariawan. Stlh periksa ke dokter sp A ktanya bkan sariawan tp kna virus krn di tpak kaki n tangan ada dikit bintikan merah. Susah makan n minum. Badan jga kdg panas. Karna panasnya itu aku ga mandiin dia slma 4 hari trakhir ini, ga papa kah aku ga mandiin dia?
@ Mursidah:
Benar, namanya HFMD. Penyembuhan rata-2 seminggu hingga 10 hari.
Mandi ???? Harus tetap mandi dong, supaya segar dan bersih.. kalo gak dimandiin, ntar bau, anak menjadi makin rewel karena gerah.. waduhhh kayaknya belum dibaca nih
Pada artikel di atas sudah tertulis sebagai berikut:
Jangan lupa untuk tetap mandi agar penderita terjaga kebersihannya
Moga segera sembuh
Makasih
Brti klo badan panas dimandiin ga papa ya?! Yg dimksud kejang tuh apa kaget” gtu? Ankku klo bobo sering kaget” gtu badannya. Pdhl sblumnya anteng aj klo bobo. Cakmoki blognya manfaat banget. Makasih.
@ Mursidah:
duhhh kasiannya tuh anak ga dimandiin..hehehe..pisss
Ya ga papa dong
Kaget bukan kejang.. kalo kejang kaku-kaku kayak menari break-dance
Makasih
alkhamdullilah anakku dah ceria lagi.dah ga panas. tapi saya bingung hfmd pa bukan ya. (yang seperti) sariawan dimulut dah sembuh. sedangkan bintik di kaki n tangan msh ada dkit. tapi dr awal ampe skrg ni ga da cairan didalamnya. awalnya cma bintik merah. skrg panas anak saya dah hilang n bintik yang awalnya merah mjdi agak hitam n kering. pd kasus hfmd apa hrus ada cairan dibintiknya? takutnya klo muncul cairan di kmudian hari( moga ga terjadi).oiya… ini dah hari ke 5 dr pertama dia kna (yang spt ) sariawan itu. gmn cakmoki… ksih pencerahan ya… terimakasih.
@ mursidah:
Ga usah bingung… HFMD atau bukan yg penting udah membaik.
Kalo sy melihat langsung tentu mudah diketahui
Bintik di tangan dan kaki pada HFMD ga selalu ada cairan. kalaupun ada cairan akan pulih dengan pengobatan.
Silahkan obatnya dilanjutkan hingga sedikitnya 7-10 hari sebagaimana jawaban saya sebekumnya.. moga ga lebih dari 10 hari.
kalo belum dikasih pobat unruk sariawan, dapat diberikan Nystatin oles mulut.
makasih
salam kenal pak dokter.
Wah.. Saya ktinggalan berita tntng pnykit nie,
kbtulan skrng anak saya jg lagi menderita flu singapura, anak saya umur 6 bln.
Kalau pake’ cream/salep apa ya dok?
Ini saya n suami kok jd sama2 ikut gatal. Pa obatnya sama?
Perlu antibiotik g dok?
Obat oralnya apa y dok?
Nanti dosisnya saya hitung sndri.he.. He.. He..
Makasih share nya ya.. Dr.moki
he.he..
Maaf kl merepotkan…
Makasih y dok….;-)
@ syaela:
salam kenal,
Jika gak ada infeksi sekunder, cukup dengan obat simptomatis (meredakan gejala or keluhan). Andai panas, dapat menggunakan obat pereda demam, misalnya sirup parasetamol or ibuprofen (merk dagang bebas memilih). dosisnya: minimal 10 mg per kg berat badan untuk setiap pemberian (oer dosis). Dapat diulang setiap 5-6 jam.
Jika ada tanda infeksi sekunder, dapat ditambahkan antibiotika, misalnya sirup amoksisilin. Dosis : 50 mg per kg berat badan per hari, terbagi dalam 3-4 dosis pemberian.
Untuk cream, dapat menggunakan gentamycin, dioleskan 3 kali sehari hingga lesi mengering. kalo lesinya ringan, cukup diberikan bedak salisil.
Moga segera sembuh.
Makasih
makasih bnyk for info nya ya dok…
thankz for info nya ya dok…
@ syaela:
sama-sama