Bronkitis Akut

Kode ICD-10: J20 : Acute Bronchitis

bronchitis Ketika seseorang menderita bronkitis, tak jarang masih menyisakan tanda tanya walaupun sudah dijelaskan oleh dokter saat penderita bronkitis berobat. Wajar, lantaran suara di masyarakat kadang lebih menakutkan ketimbang penjelasan dokter. Berikut ini adalah pertanyaan yang sering dilontarkan oleh penderita bronkitis. Dok, saya menderita bronkitis, apakah berbahaya ? Apakah bronkitis bisa disembuhkan ? Berapa lama saya harus berobat untuk bronkitis ? … dan pelbagai pertanyaan sejenisnya.

Penyakit apa sih Bronkitis itu ?

Bronkitis ( bronchitis ) adalah peradangan (inflamasi) pada selaput lendir (mukosa) bronchus (saluran pernafasan dari trachea hingga saluran napas di dalam paru-paru). Peradangan ini mengakibatkan permukaan bronchus membengkak (menebal) sehingga saluran pernapasan relatif menyempit.

Bronkitis terbagi atas 2 jenis, yakni: bronkitis akut dan bronkitis kronis. Perlu diingat bahwa istilah akut dan kronis adalah terminologi (istilah) berdasarkan durasi berlangsungnya penyakit, bukan berat ringannya penyakit.

BRONKITIS AKUT

Bronkitis akut pada umumnya ringan. Berlangsung singkat (beberapa hari hingga beberapa minggu), rata-rata 10-14 hari. Meski ringan, namun adakalanya sangat mengganggu, terutama jika disertai sesak, dada terasa berat, dan batuk berkepanjangan.

PENYEBAB

Penyebab tersering Bronkitis akut adalah virus, yakni virus influenza, Rhinovirus, Adenivirus, dan lain-lain. Sebagian kecil disebabkan oleh bakteri (kuman), terutama Mycoplasma pnemoniae, Clamydia pnemoniae, dan lain-lain.

TANDA TANDA

Keluhan yang kerap dialami penderita bronkitis akut, meliputi:

  • Batuk (berdahak ataupun tidak berdahak).
  • Demam (biasanya ringan), rasa berat dan tidak nyaman di dada.
  • Sesak napas, rasa berat bernapas,
  • Kadang batuk darah.

Pemeriksaan:

Pada pemeriksaan menggunakan stetoskop (auskultasi), terdengar ronki, wheezing dengan berbagai gradasi (perpanjangan ekspirasi hingga ngik-ngik) dan krepitasi (suara kretek-kretek dengan menggunakan stetoskop).

Biasanya para dokter menegakkan diagnosa berdasarkan riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik. Itu sudah cukup.

Adapun pemeriksaan dahak maupun rontgen dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosa dan untuk menyingkirkan diagnosa penyakit lain.

PENGOBATAN

Sebagian besar pengobatan bronkitis akut bersifat simptomatis (meredakan keluhan). Obat-obat yang lazim digunakan, yakni:

  • Antitusif (penekan batuk): DMP (dekstromethorfan) 15 mg, diminum 2-3 kali sehari. Codein 10 mg, diminum 3 kali sehari. Doveri 100 mg, diminum 3 kali sehari. Obat-obat ini bekerja dengan menekan batuk pada pusat batuk di otak. Karenanya antitusif tidak dianjurkan pada kehamilan dan bagi ibu menyusui. Demikian pula pada anak-anak, para ahli berpendapat bahwa antitusif tidak dianjurkan, terutama pada anak usia 6 tahun ke bawah. Pada penderita bronkitis akut yang disertai sesak napas, penggunaan antitusif hendaknya dipertimbangkan dan diperlukan feed back dari penderita. Jika penderita merasa tambah sesak, maka antitusif dihentikan.
  • Ekspektorant: adalah obat batuk pengencer dahak agar dahak mudah dikeluarkan sehingga napas menjadi lega. Ekspektorant yang lazim digunakan diantaranya: GG (glyceryl guaiacolate), bromhexine, ambroxol, dan lain-lain.
  • Antipiretik (pereda panas): parasetamol (asetaminofen), dan sejenisnya., digunakan jika penderita demam.
  • Bronkodilator (melongarkan napas), diantaranya: salbutamol, terbutalin sulfat, teofilin, aminofilin, dan lain-lain. Obat-obat ini digunakan pada penderita yang disertai sesak napas atau rasa berat bernapas. Penderita hendaknya memahami bahwa bronkodilator tidak hanya untuk obat asma, tapi dapat juga digunakan untuk melonggarkan napas pada bronkitis. Selain itu, penderita hendaknya mengetahui efek samping obat bronkodilator yang mungkin dialami oleh penderita, yakni: berdebar, lemas, gemetar dan keringat dingin. Andaikata mengalami efek samping tersebut, maka dosis obat diturunkan menjadi setengahnya. Jika masih berdebar, hendaknya memberitahu dokter agar diberikan obat bronkodilator jenis lain.
  • Antibiotika. Hanya digunakan jika dijumpai tanda-tanda infeksi oleh kuman berdasarkan pemeriksaan dokter.

Diskripsi Rontgen.

Penderita biasanya membaca hasil rontgen sebelum menyerahkannya ke dokter. Tak jarang diskripsi hasil rontgen membuat penderita ketakutan. Untuk itu, andaikata ada kalimat yang tidak jelas pada diskripsi hasil rontgen, seyogyanya menanyakannya kepada dokter.

… cuplikan diskripsi hasil rontgen …

Cor : bentuk dan besarnya dalam batas normal. Cor adalah nama lain dari jantung.

Pulmo : … nampak gambaran infiltrat … dan seterusnya … corakan ramai pada hemithorax kanan dan kiri … dan seterusnya. Pulmo adalah jaringan paru.

Rontgen: Bronchitis Nah, “corakan ramai” inilah yang kerap menimbulkan tanda tanya penderita, bahkan tak jarang penderita ketakutan, sampai-sampai ada yang tidak bisa tidur, sebelum mendapatkan penjelasan dokter. Apa pasal ? Ya itu tadi, ada yang menganggap kata “corakan” identik dengan krowok (bahasa jawa: berlubang). Padahal sejatinya “corakan ramai” adalah terjemahan dari “peningkatan bronchovascular pattern” yang artinya gambaran pembuluh darah disekitar bronkus. Dalam keadaan normal, bronchovascular pattern tidak melebihi setengah dari garis vertikal salah satu bagian paru-paru (hemithorax). Pada keadaan tertentu, bronchovascular pattern meningkat melebihi setengah garis vertikal salah satu bagian paru (paru kanan atau paru kiri), termasuk pada bronkitis.

Semoga bermanfaat.

:: :: :: posting menggunakan WLW :: :: ::

About these ads

110 Responses to “Bronkitis Akut”


  1. 1 Sisil Maret 27, 2010 pukul 4:39 pm

    Dok, klo waktu dirontgen diduga bronkitis, trus melihat LED yang cukup tinggi yaitu 75, apakah bisa jadi kemungkinan flek ?

    Apakah pengidap bronkitis bila ditest darah, LED tetap normal ?

    Melihat kasus tersebut, benarkan dokter asal ‘tembak’ mendiagnosa kemungkinan yg. paling mendekati ?.

    Trims atas jawabannya.

  2. 2 cakmoki Maret 28, 2010 pukul 3:28 am

    @ sisil:
    LED bukan untuk membedakan bronkitis dan flek paru (TBC). Jelas tidak ada hubungannya, soalnya LED dapat menigkat tajam pada banyak kondisi. Lagipula, LED hanyalah salah satu parameter untuk menilai viskositas darah semata.

    Apakah pengidap bronkitis bila ditest darah, LED tetap normal ?
    Bisa normal, bisa pula enggak… dalam artikelsudah dijelaskan bahwa untuk mendiagnosa bronkitis, cukup dengan riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik. Kalaupun perlu pemeriksan penunjang (lab atau rontgen atau lainnya), itu ditujukan untuk memastikan diagnosa, atau menyingkirkan diagnosa. namun adakalanya justru membingungkan bagi pasien kalo gak diberikan penjelasan yang tepat.
    Sebagai contoh, LED tadi…. andai ada kecurigaan TBC, mestinya periksa BTA dahak. Hasilnya hanya 2, ya atau bukan TBC….

    Namun, pada kasus yang meragukan antara bronkitis dan TBC, dokter dibenarkan membarikan obat TBC. Hal ini dimaksudkan untuk antisipasi terhadap kemungkinan TBC yang minimal, yang tidak terlihat nyata melalui rontgen. Terutama pada batuk berkepanjangan yang disertai penurunan kondisi tubuh.
    Kalo kita bicara program pemberanntasan TBC, seseorang hanya dapat diberikan paket obat TBC jika pada pemeriksaan BTA dahak 3 kali, ada yang positif.
    Atau jika pada pemeriksaan rontgen nyata-nyata nampak tanda-2 TBC.
    Makasih

  3. 3 Sisil Maret 28, 2010 pukul 2:27 pm

    Iya dok. Terima kasih banyak atas penjelasannya.

    Salam.

  4. 4 cakmoki Maret 29, 2010 pukul 3:40 pm

    @ Sisil:
    sama-sama… maksaih juga telah berbagi :)
    Salam

  5. 5 Dhar April 4, 2010 pukul 9:57 pm

    Pak, tolong taruh link blog saya ya di daftar temannya..

  6. 6 cakmoki April 7, 2010 pukul 2:25 pm

    @ Dhar:
    Ya Pak …siap :)

  7. 7 Yudhi Gejali, dr. April 12, 2010 pukul 2:30 pm

    Dok, parahnya kalo di jawa barat, karena “entah kenapa” tenaga kesehatan jadi agak canggung bilang ke pasien sakit TB. Jadinya masyarakat tidak tau mereka punya sakit TB, karen diagnosisnya dibilang bronchitis. Akhirnya hal ini mengacaukan daftar anamnesis pasien saat berobat.

  8. 8 cakmoki April 12, 2010 pukul 3:17 pm

    @ Yudhi Gejali, dr. :
    hahaha, iya …itulah kalo petugas kesehatan tidak memberikan informasi yang benar..akhirnya bingung sendiri saat memasukkan ke data entry LB1. :D
    Sama, di sini dulu dibilang sakit paru-2 pada orang yg TBC. sekarang udah enggak lagi.

  9. 9 Rini April 12, 2010 pukul 9:15 pm

    Dok, sy sakit batuk. Dan sudah bertahun2. Kalau kambuh d tenggorokan terasa gatal skali, klo sdh grok grok..btuk dahak kluar btuk reda, kena bau asap rokok kambuh, kbanyakn bicara jg kambuh, tp klo sdh grok2 kluar dahak reda. Sy sudah ke dokter diberi obat batuk, sembuh sbentar entar beberapa waktu kambuh lg. Yg sy tanyakn, sy skit batuk apa dok? Menular gak? Jika ke dokter, spesial apa dok? Makasih.

  10. 10 cakmoki April 14, 2010 pukul 12:59 am

    @ Rini:
    menilik riwayat penyakit dan keluhan serta pemicunya (asp rokok), kemungkinan Bronchitis kronis (artikel ini sedang saya siapkan, masih dalam tahap penulisan dan editing). Ada jug dokter yg menyebutnya sebagi batuk alergi.
    Kemungkinan lain: asma ringan.
    Silahkan ke dokter spesialis paru untuk memastikannya.
    Makasih :)

  11. 11 Diana April 14, 2010 pukul 2:50 pm

    Halo dok, apa kabar…semoga sehat sll
    Ngomong2 anakku pernah disuruh dokternya minum obat TB 6 bulan, gara2 batuk terus (rontgen berkabut, LED tinggi) en ketauan pengasuh positif TBC.
    Nah setelah berlalu, skearang kok jadi batuk2 lagi ya dok (setiap bulan batuk)..sekarang lagi diresepin AB ama dokter. Emg anakku alergian..dan kalo udh batuk berdahak > 1 mgu baru aku bawa ke dokter. Saran dokter, apa perlu tes TB ?

    Satu lg dok, teman kantor meninggal karena menigitis/radang otak. Awalnya dia operasi kelenjar (namanya ga tau), karena sering sakit tenggorokan. Sebulan kemuadian dia sakit kepala luar biasa & indikasi meningitis tsb. Apa berhubungan dgn sakitnya sebelumnya ? Serem ya dok, apakah bisa kita mencegah hal seperti itu dok (saya kyknya ga pernah imunisasi MMR) ato pertanda kalo virus sedang menyerang organ kita sebelum terlambat ? Naudzubillahi min dzalik..
    Trims ya dok

  12. 12 cakmoki April 14, 2010 pukul 11:51 pm

    @ Diana:
    Halo…kabar baik…Moga demikian pula sebaliknya.
    Mohon maaf, saya tidak mempercayai Diagnosa TBC pada anak hanya dengan rontgen berkabut dan LED, hanya gara-2 batuk lama.
    Untuk itu, saran saya gak perlu tes TBC, buktinya diobati 6 bulan masih batuk kan ? … hehehe.. TBC akan musnah dengan pengobatan 6 bulan, kecuali tertular oleh kuman Mycobacterium tuberculosa lagi.
    Tapi, kalo senang anaknya didiagnosa TBC atas dasar rontgen berkabut dan LED, monggo dipersilahkan :)

    Ya, kemungkina berhubungan dengan penyakit sebelumnya yg tidak diobati dengan benar dan tuntas.. Meningitis adalah infeksi selaput otak yang biasanya merupakan penjalaran penyakit lain kalo gak diobati.
    Tanda khas pada meningitis adalah demam tinggi disertai sakit kepala luar biasa dan kehilangan kesadaran…selebihnya harus diperiksa menyeluruh di RS… gak usah terlalu cemas. Asalakan segera berobat manakala sakit, terutama penyakit infeksi, niscaya penyakit dapat ditanggulangi dan tidak akan menyebar kemana-mana.
    Makasih

  13. 13 Diana April 15, 2010 pukul 5:52 pm

    HIk2, saya kejam ama anak ya dok..
    Abis saya udh pusing..2 dokter SPA menyatakan TB meskipun belum parah. Mungkin saya haru ganti SPA aja. Memang anakku sering batuk, meski ga parah..terutama kalo kena MSG (jajanan) ato minum dingin. Dan emmang waktu itu BBnya ga naik2, jadi saya pasrah aja. Tp sekarang sih No way lah..hehe..harus lewat BTA ya dok ?

    Iya dok..aku suka ISK dulu, tp setelah diobati hilang..mucul lagi gitu..tp sekarang alhamdulillah udh ngga pernah kambuh, makanya takut dok..kalo penyakit infeksi lbisa lari ke Meningitis. Seakrang malah lg kena infeksi mata-virus. Itu jg lama..anak n suamiku cukup 4 hari, kok aku masih terasa merah n gatal ?? Udh dibarengin minum imboost biar agk kuat :D

  14. 14 Rinda April 16, 2010 pukul 1:00 pm

    dokter yg baik, saya mengalami batuk sejak lbh krg 3 thn lalu. sempat beberapa minggu saya biarkan krn sy kira akan sembuh sendiri, namun krn tdk sembuh sy ke dokter dan diberi antibiotik.stlh bbrp bln kmdn kembali batuk lama dan lalu sembuh lagi. namun sejak 1 th terakhir batuk saya kambuh lagi dan selama hampir 6 bln ini setiap 2 atau 3 hari sekali batuk ini hilang timbul disertai sesak.semula sesak akan hilang tanpa obat tapi kini sy hrs minum bronchodilator utk menguranginya.sy sdh rontgen hasilnya bronkitis kronis tapi dokter Spes Peny Dalam, mengatakan bhw sy cenderung ke asma. mana yg benar dok ? sebulan yg lalu saya sudah minum ciprofloxacin selama 10 hari. tapi sy tidak merasakan ada perbaikan apalagi kesembuhan total yg sangat sy harapkan.Selanjutnya apa yg hrs sy lakukan dok, sy mohon penjelasan dokter dan terimakasih sebelumnya.

  15. 15 Rinda April 16, 2010 pukul 1:07 pm

    oya dok sy lupa mencantumkan bahwa sy jg mengalami gatal yg sangat pada tenggorokan,bersin dah sekret yg berlebih dr hidung.

  16. 16 cakmoki April 17, 2010 pukul 12:28 am

    @ Diana:
    enggaklah…bukan kejam tapi karena saking sayangnya dan saking khawatirnya.
    Sebenernya kalo batuk lama dan kambuhan, biasanya karena virus atau alergi. BTA adalah pemeriksaa dahak sederhana untuk memastikan ada tidaknya kuman. Tapi pada anak sulit soalnya anak gak bisa ngeluarkan dahak. Makanya dipakai pendekatan klinis, laboratoris (Tes Mantoux) dan Rontgen…masalahnya pemeriksaan-2 tersebut juga subyektif :)

    Kembali ke meningitis, saat ini sudah sangat jarang karena pada umumnya warga indonesia akan berobat ketika sakit, walau di ndeso kecepit sekalipun. Kalo ISK sih gak sampe sejauh itu…paling-2 timbul ISK lagi kalo kurang minum dan suka nahan kencing.
    Untuk sakit infeksi mata karena virus, rata-2 akan sembuh sekitar 4-10 hari…ada yg cepat, adapula yg lambat, bergantung pada jumlah virus yg menginfeksi, dll ..dll.
    Maturnuwun

    @ Rinda:
    Keduanya mirip, brinkitis kronis (sedang saya siapkan artikelnya) dan asma (dengan berbagai gradsi, mulai yg ringan hingga yg berat) memiliki keluhan yang mirip, yakni batuk disertai sesak…kadang keduanya juga dibarengi suara krok-2 ataupun ngik-2.
    Pemicunyapun mirip…pada bronkitis kronis, kekambuhan dipicu terutama oleh polusi (udara, debu, asap, dll), sedangkan pada asma, biasanya dipicu oleh polusi, stres, kelelahan, dingin, dll…dll.
    Obatnya juga mirip, yakni:
    1) ekspektoran (obat untuk mencairkan dahak), misalnya: ambroxol, bromhexine, GG, dll…
    2) bronkodilator (obat untuk melonggarkan salura nafas dan meredakan sesak), misalnya: salbutamol 2 mg, aminofilin, teofilin. Obat-2 bronkodilator, kadang menimbulkan efek samping berdebar, lemas…efek samping ini bisa terjadi walaupun dosisnya rendah…Jika terjadi efek samping, dosisnya diturunkan.

    Bronkitis maupun asma tidak diperlukan antibiotika, kecuali pada pemeriksaan dokter dijumpai tanda-2 infeksi sekunder.

    Nah, menginagt keluhan batuk tersebut disertai sesak dan bersin, maka dapat menggunakan obat sebagai berikut:
    1) Bronkodilator, misalnya Euphyllin Retart Mite, diminum 2×1 hingga batuk dan sesak hilang.
    2) Ekspektoran, misalnya: ambroxol atau bromhexine, diminum 3-4 x 1 hingga sembuh.
    3) Obat pilek-bersin-mampet, misalnya Rhinofed, diminum 3×1 hingga sembuh.

    Obat-2 di atas bisa dismpan setelah sembuh dan dapat diobati kagi kalo kambuh.
    Makasih

  17. 17 Diana April 17, 2010 pukul 10:45 pm

    suwun ya dok

  18. 18 cakmoki April 17, 2010 pukul 11:18 pm

    @ Diana:
    sami-2 mbak :)

  19. 19 andra April 29, 2010 pukul 3:22 pm

    dok
    saya andra perempuan berusia 19 tahun. saya mengalami batuk berdahak dan biasanya kambuh menjelang malam hari sampai pagi hari sehingga sangat menggangu tidur saya. biasanya kalau batuk susah berhenti dan tenggorokan gatal, selain itu biasanya keluar ludah dan dahak. saya juga merokok dok sejak 2 tahun yang lalu.
    obat apa yang harus saya konsumsi untuk menjadi sembuh dan apa saja pantangannnya dok, terus saya ini kena penyakit apa
    terima kasih dok

  20. 20 cakmoki April 29, 2010 pukul 3:56 pm

    @ andra:
    Kemungkinan bronkitis atau bisa juga batuk alerg dengan berbagai variannya..
    Obat untuk menangulangi keluhan tersebut:
    1) obat untuk melonggarkan nafas, misalnya: euphylline retard mite (125 mg), diminum 2×1 sesudah makan. Jika berdebar, dosis diturunkan menjadi 2×1/2 tablet.
    2) obat pengencer dahak, misalnya tablet ambroxol, diminum 3×1.
    Keduanya diminum hingga sembuh.
    Pencegahan: salah satunya: hentikan rokok :)
    Jika dalam 1-2 minggu setelah pengobatan gak sembuh, mau gak mau periksa ke dokter, bisa jadi memerlukan pemeriksaan rotgen.

    Makasih

  21. 21 andra Mei 1, 2010 pukul 4:50 pm

    dok terima kasih atas resep dan jawabannya :D
    baik saya akan mulai berhenti merokok

  22. 22 cakmoki Mei 1, 2010 pukul 5:18 pm

    @ andra:
    Sama-sama…makasih juga, telah berbagi.
    Moga segera sembuh yaa :)

  23. 23 andra Mei 3, 2010 pukul 4:29 pm

    dok…..
    apakah suhu udara dingin berpengaruh terhadap kesembuhan saya?

  24. 24 cakmoki Mei 4, 2010 pukul 2:18 pm

    @ andra:
    Benar … suhu dingin, cuaca, debu, asap dan bentuk polusi yang lain merupakan pemicu timbulnya keluhan.
    Tks

  25. 25 mabel Mei 5, 2010 pukul 6:01 pm

    Dok.. saya ada turunan asthma dr ibu saya tapi saya nyaris ga pernah kena serangan. mungkin dulu waktu saya kecil.
    beberapa taun terakhir, saya kena bronchitis. tapi saya ga tau apa bronchial asthma atau asthmatic bronchitis.. bedanya apa ya, dok?!

    seperti yang lalu2, kalo saya kena bronchitis, dokter saya pasti memberikan resep yg sama. telfast od, vectrine, bronchopront. kalo demam ato muccus warnanya hijau, saya diberi abbotic xl.
    nah, sudah seminggu ini saya bronchitis lagi. tapi saya ga pake telfast od 1 x sehari, melainkan rhinos SR dg dosis 2 x sehari & vectrine & bronchopront. setelah seminggu, batuk saya ga kunjung membaik. malah saya ngerasa tenggorokan semakin sakit karena batuk terus menerus & kering. warna muccus kadang hijau kadang bening.
    apa saya udah kebal dg vectrine & bronchopront? dua obat itu harusnya memcairkan phlegm, ya kan dok? pengalaman yg dulu2, setelah konsumsi obt2 itu, batuk saya akan makin berdahak & dahak mudah dikeluarin.
    bisa rekomen obat apa yang harusnya saya konsumsi?? suara saya juga makin serak & hilang.
    sebelumnya terima kasih banyak, dok :))

  26. 26 mabel Mei 5, 2010 pukul 6:07 pm

    oh iya ketinggalan.. saya mo tanya, apa saya perlu codein atau penekan batuk lainnya? soalnya kalo udh malem, bisa terus2an batuk sampai tenggorokan sakit & mau muntah karena gatel. trims, dok :))

  27. 27 cakmoki Mei 6, 2010 pukul 5:26 pm

    @ mabel:
    bronchial asthma adalah nama lain dari Asma.
    Sedangkan asthmatic bronchitis biasa digunakan untuk bronchitis yg disertai keluhan mirip asma… obat keduanya adalah sama.

    Obatnya dah oke. Kalaupun sekarang lama sembuhnya, bukan berarti gak mempan, tapi adakalanya batuk menjadi lama dari biasanya oleh berbagai faktor, misalnya cuaca, debu, asap, dll.
    Boleh pake antitusif (penekan batuk) asalkan gak tambah sesak. Kalau seandainya disertai sesak atau nafas terasa berat, dapat ditambahkan bronkodilator, misalnya Euphylline Reart Mite 125 mg, diminum 2×1 hingga sembuh.
    Semoga segera sembuh.
    Trims :)

  28. 28 mabel Mei 6, 2010 pukul 6:22 pm

    oh gitu.. memang sih dada rasanya seperti digencet.. okey, nanti saya coba bronkodilatornya.. makasih banyak ya, dok!

  29. 29 cakmoki Mei 7, 2010 pukul 3:26 pm

    @ mabel:
    Sama-sama mbak…makasih telah berbagi

  30. 30 Yohan Wibisono Mei 20, 2010 pukul 3:41 pm

    dok…kenapa orang yang sakit TBC atau paru-paru cenderung selalu terlihat kurus ya? thx untuk infonya….

  31. 31 ayu Mei 31, 2010 pukul 9:12 am

    sy mau ty dok….
    apakah bronkitis bs menular?
    trimaksh!

  32. 32 cakmoki Mei 31, 2010 pukul 4:19 pm

    @ Yohan Wibisono:
    Tidak selalu.
    kalaupu terlihat kurus dikarenakan kurang asupan makanan bergizi dan karena penyakitnya.
    Trims

    @ ayu:
    Tergantung penyebabnya. Kalau penyebabnya mikro-organisme, bisa menular. tapi kalau karena polutan dan sehenisnya, tidak menular.
    Makasih

  33. 33 soero Juli 1, 2010 pukul 1:51 pm

    Selamat siang dokter,

    Saya sudah foto thorax dan hasilnya : Pneumonia lobus medius & efusi pleura kanan.

    utk pemeriksaan LED hasilnya Eritrosit Sedimen Rate result 67mm.
    apakah saya perlu untuk permintaan pemeriksaan cairan dan dahak dari dokter tersebut untuk memastikan.

    saya berobat di satu klinik kemudian diperiksa oleh satu dokter dan diberikan obat sbb:

    -Kalbutol 500mg 1×2 sore
    -Pyrazinamide 500mg 1×3 siang
    -Rifampicin kapsul 450mg 1×1 Pagi
    -Curcuma 3×1
    -Tablet warna putih dgn tulisan di tabletnya INH 300 1×1 malam
    -Tablet warna putih kecil dgn tulisan angka 6 (dgn garus bawah) 1×1 malam
    -OBH dari ITRASAL 3×2

    setelah obat habis kemudian sy dtng lg ke klinik tapi dengan dokter yg lain. setelah melihat hasil dari diagnosa yg pertama dokter ini hanya mengikuti apa yg diberikan oleh dokter pertama tanpa ada konsultasi ttg efek obat dan perubahan setelah minum obat.

    Dokter apakah obat yg diberikan oleh dokter klinik tersebut sesuai dengan apa yg saya derita. karena setelah minum obat yg diberikan air seni saya menjadi berwarna kuning pekat.

    apakah penyakit saya ini bisa menular ke anak2 atau istri saya

    terima kasih dok atas waktunya

  34. 34 cakmoki Juli 1, 2010 pukul 5:32 pm

    @ soero:
    Selamat sore…
    Obat-2 tersebut adalah obat untuk TBC.
    Adapun warna kencing menjadi kuning pekat atau kemerahan dikarenakan zat warna dari Rifampicin. Gak papa…emang gitu warnya kencingnya kalo minum Rifampicin, kadang air ludah juga ikut berubah warna.

    Jika mengacu pada hasil rontgen, Pnemoni beda dengan TBC. Namun, rontgen hanya penunjang diagnosa. Bisa saja seorang dokter memberikan obat TBC jika hasil pemeriksaan fisik menunjang ke arah itu. Terlebih dengan adanya efosi atau cairan di pleura (selaput paru).
    Untuk memastikannya perlu pemeriksaan dahak.
    Jika benar TBC, ada kemungkinan menular, tapi kalo dah minum obat gak perlu khawatir.

    Makasih

  35. 35 evi September 6, 2010 pukul 4:47 pm

    selama sore cak, saya wanita usia 25 tahun dan sudah menikah.
    sudah 4hari saya menderita sakit dada awalnya terasa pegal2 di bagian dada seperti mau menstruasi namun sudah 2hari ini sakitnya berpusat di tulang bagian tengah dada yg bila ditekan terasa sakit, saya tidak batuk cak namun nafas saya terasa sesak. apa penyebabnya yah cak? apakah berbahaya? jawaban cak sangat saya tunggu karena saya bingung sekali, terima kasih cak..

  36. 36 cakmoki September 9, 2010 pukul 10:47 pm

    @ evi:
    maaf, terlambat menjawab karena lagi mudik…
    salah satu kemungkinan yang sering terjadi pada keluhan tersebut (sesak or nyesak dan sakit di dadad tengah) biasanya dispepsia karena peningkatan produksi asam lambung yang sebagian besar dipicu oleh cemas, stress, kelelahan fisik, dll… kalo benar dispepsia, gak bahaya… namun untuk memastikannya perlu periksa ke dokter.
    Makasih

  37. 37 evi September 16, 2010 pukul 8:50 pm

    halo cak maaf juga baru balas saya juga baru pulang mudik.trims jawabannya sangat membantu saya
    memang awalnya terasa mual di bagian ulu hati dan sesak tapi kadang hilang timbul.
    sampai sekarang sakit di bagian tengah dada sudah hilang cak namun kadang masih ada sesak nafas/tidak nyaman bernafas dan juga hilang timbul. klo periksa ke dokter sebaiknya pergi ke spesialis apa yah cak?dan adakah obat untuk dispepsia tersebut?

  38. 38 cakmoki September 17, 2010 pukul 12:48 am

    @ evi:
    Periksa nya ke dokter spesialis penyakit dalam…. obatnya banyak..gampanglah kalo udah diperiksa dan diketahui penyakitnya, obatnya tentu ada :)
    penyakit-2 yang saya sebutkan di atas hanya kemungkinan-2 berdasarkan keluhan saja … untuk memastikannya perlu pemeriksaan oleh dokter.
    Moga masalah tersebut segera teratasi.
    Makasih

  39. 39 ivon September 21, 2010 pukul 6:35 pm

    dok,saya mau sharing saya sudah melakukan medikal check up dan hasilnya LED saya tinggi dan hasil dari foto thorak terkesan adanya suspect bronkitis./,,..yang saya mau tanyakan apakah bisa sembuh dok?????dan butuh berapa lama dok waktunya supaya sembuh????karena hasil LED yang tinggi nd ada suspect bronkitis saya tidak di terima bekerja dok padahal saya ingin sekali bekerja dok???

  40. 40 cakmoki September 21, 2010 pukul 11:35 pm

    @ ivon:
    Bisa sembuh… biasanya hanya perlu 1-4 minggu saja.
    Sebenarnya, LED yang tinggi dan bronkitis bukan alasan tidak diterima… saya malah baru denger ada aturan semacam ini. Pada umumnya dokter tidak akan merekomendasikan tidak diterima hanya gara-2 LED tinggi dan suspect bronkitis… lagipula, suspect kan hanya dugaan..tidak memastikan diagnosa
    Makasih

  41. 41 daniel September 24, 2010 pukul 4:45 pm

    wah, sepertinya saya baru saja mengalami hal yang sama dengan ivon. Saya baru saja medical cek up(syarat masuk perusahaan) dan di nyatakan suspect bronchitis oleh RS Omni Pulomas. ALhasil proses lamaran pekerjaan saya di pending.

    Padahal saya jarang sekali mengalami batuk2 apalg sampe berdarah dan demam.

    Dari hal itu besok senin saya harus kembali ke RS tersebut agar dapat di rujuk oleh dokter bronchitis. Yang ingin saya tanyakan bagaimana caranya agar hari senin nanti saya bisa dinyatakan sehat dan tidak berbahaya? apa saja yang harus saya konsumsi selama beberapa hari ini?

    Terima kasih
    Daniel

  42. 42 cakmoki September 25, 2010 pukul 12:21 am

    @ daniel:
    sebagaimana jawaban saya kepada mbak ivon, suspect adalah dugaan berdasarkan rotgen saja… yang berwenang merekomendasikan seseorang dapat bekerja apa anggak adalah dokter, bukan pihak manajemen perusahaan. Saya tidak percaya jika ada dokter yang merekomendasikan seseorang tidak bekerja hanya gara-2 suspect bronchitis.
    Menurut saya, jika udah dirujuk ke dokter spesialis paru, sekalian minta keterangan layak tidaknya bekerja.
    Gak ada yang perlu dikonsumsi … lha wong jika benar bronhitis pun, bukan termasuk penyakit berbahaya jika kondisi tubuh bagus.
    Makasih

  43. 43 Hendi Yanto September 28, 2010 pukul 12:37 am

    malem,dok…mau tanya nech.
    saya merasakan nyeri di kepala bagian pelipis mata.kejadiannya sekitar 10 harian.nyerinya kadang hilang timbul.beberapa hari pertama suka nyeri, saya minum bodrex.tp selalu timbul lagi keesokan harinya.selain nyeri, mata saya skrg2 ini jadi banyak kotoran dan mata terasa agak panas.
    keluhan lainnya kadang agak mual, kadang lengan atau kaki agak lemas dan pegal, kadang dada seperti ada yg snut2.tp suhu badan normal.sesekali yang paling tinggi 37,2.berat badan juga tidak turn (stabil).saya adalah perokok.pernah berhenti satu tahun.tp karena pergaulan jadi saya kembali merokok.hehehe…
    perlu diketahui, sekitar 3 tahun lalu saya menderita TB disertai cairan di paru2.tp saya tidak mengalami batuk.cuma demam tinggi dan sakit kepala hebat. saya pernah dirawat di RS dan diambil cairan dalam paru2. pengobatanpun saya jalankan disiplin sampai kurang lebih 8 bulan tanpa terlewatkan satuharipun.
    yang saya mau tanyakan :
    1. nyeri kepala yang saya rasakan itu gejala apa?apa gejala TB?karena saya merasakan nyeri yg sama seperti saat saya di vonis Tb.cuma skrg intensitasnya tidak sesakit dahulu.
    2. bagaimana pengobatannya?
    3. jenis pemeriksaan seperti apa yang harus saya lakukan jika ingin check up?dan ke dokter bagian apa?

  44. 44 cakmoki September 28, 2010 pukul 1:15 am

    @ Hendi Yanto:
    Met malem…
    1) nyeri kepala banyak sebabnya..bisa jadi betrhubungan dengan keluhan mata yang keluar banyak kotoran.
    Sedangkan keluhan lain dapat diketahui melalui pemeriksaan, termasuk Rontgen untuk evaluasi kondisi paru-2 mengingat pernah mengalami TB dengan Efusi pleura (cairan).
    Jika ternyata hasil rontgen bagus, berarti keluhan-2 di atas disebabkan faktor lain.

    2) Pengobatan belum bisa ditentukan sebelum mengetahu penyebabnya.. namun kalo hanya pengobatan simptomatis (meredakan keluhan), dapat menggunakan pereda nyeri untuk menanggulangi sakit kepala, misalnya: Pyronal atau Panstop, diminum 3×1 sesudah makan hingga nyeri kepala dan pegal mereda. Adapun untuk meredakan mual, dapat menggunakan domperidone 10 mg, diminum sebelum makan, saat mual saja.
    Sekali lagi, obat-2 tersebut hanya bersifat simptomatis, yakni meredakan keluhan, bukan menghilangkan penyebabnya, namun setidaknya diharapkan dapat mengurangi keluhan sambil menunggu hasil pemeriksaan.

    3) Menurut saya, langkah pertama ke dokter spesialis paru (menilik riwayat penyakit sebelumnya)
    Yang paling penting adalah Thorax foto alias rontgen dada, sedangkan pemeriksaan lain ditentukan oleh dokter paru berdasarkan pemeriksaan beliau jika emang dianggap perlu.

    Moga segera pulih kembali
    Makasih

  45. 45 ronald Oktober 23, 2010 pukul 10:50 am

    permisi saya mau nanya…
    waktu itu saya ke dokter paru-paru…hbs itu dibilangin kalo di paru-paru saya “ramai” dan saya di beri obat sama dokternya diminum jika saat lelah saja….
    itu obat bronkitis bukan sih ?

  46. 46 cakmoki Oktober 24, 2010 pukul 1:16 am

    @ ronald:
    lha obatnya apa lho ? :D
    Bisa jadi obat bronkitis… “ramai” pada rontgen biasanya bronkitis atau asma atau batuk alergi. Masa sih dokternya ga bilang apa-apa ?

  47. 47 ronald Oktober 24, 2010 pukul 7:26 am

    saya juga ga ngerti obatnya apa..soalnya ga ada namanya..racikan kayanya..kapsul warna merah….
    dokternya bilang bronkitis makanya cepet capek….
    tp emg ada ya obat bronkitis yang diminum kalo capek doang..bahkan katanya 2-3 hari bisa sekali aja minum nya….bingung…

  48. 48 cakmoki Oktober 24, 2010 pukul 11:17 am

    @ ronald:
    saya gak bisa komentar lha gak tahu obatnya. …saya gak bingung…cuma ketawa aja :D … hahaha

  49. 49 ECHA Oktober 24, 2010 pukul 4:00 pm

    DOK sy echa kt doktr sy bonitis krna virus corakan ramai tp taktampak tb paru aktif sy smpat takutsetengah mati…yg mau saya tnya apa semua gmbar paru klo d sebelah kanan bagian bawah gmbar nya melengkung gk pnuh ky yg kiri oia sy cm d kasi obt expetoran dn bronkodil oia ap gk nural n pnyembuhan brp lama y dok trimakasih

  50. 50 cakmoki Oktober 24, 2010 pukul 5:09 pm

    @ ECHA:
    iya, normalnya semua bagian bawah paru emang melengkung, bukan hanya yg kanan.
    kedua obat tersebut diminum sedikitnya seminggu.
    Makasih

  51. 51 Agus November 23, 2010 pukul 4:32 pm

    Selamat sore Pak Dokter,

    Saya mau tanya nih ….
    Sudah kira-kira 3 bulan saya selalu berdahak, tapi tidak disertai batuk hebat (hanya batuk untuk mengeluarkan dahak saja) dan biasanya mulai pagi hingga sore. Kalau pagi biasanya berwarna hijau dan kalau sudah siang berwarna kuning. Yang saya ingat awalnya karena terkena debu hingga besoknya tenggorokan sakit dan demam. Sudah sempat berobat (tapi pas minum antibiotik saya salah dosisnya : harusnya 2x250mg saya minumnya 1x250mg)dan sembuh 1 minggu, namun kumat lagi.
    Tapi 4 hari yang lalu terkena debu jalanan hingga tenggorokan sakit dan sedikit demam dan 2 hari dahaknya bercampur darah. Namun saat ini sudah tidak ada darahnya, namun masih tetap berdahak. Kira-kira diagnosanya apa ya Pak Dokter?

    Terima kasih atas jawabannya.

    Salam

    Agus

  52. 52 cakmoki November 23, 2010 pukul 10:58 pm

    @ Agus:
    Kemungkinan ISPA atau Bronkitis.. untuk memastikannya gak ada salahnya periksa melalui Rontgen.
    Makasih

  53. 53 laila November 24, 2010 pukul 5:42 pm

    Slamat sore dokter saya mau tanya: 2 hari yang lalu saya di rontgen bagian dada, tes darah,tes urin,dsb. pemeriksaan itu diperlukan untuk operasi karena penyakit kista endometriosis. Nah pada rontgen ternyata di temukan beberapa titik noda, menurut keterangannya saya menderita bronkhitis kronis, kata dokter yang mau menangani saya untuk operasi kista..yang saya ingin tanyakan.Apa yang harus saya lakukan untuk menyembuhkan penyakit saya??? Apakah sebaiknya berobat ke dokter atau mengkonsumsi obat herbal saja?? Apakah saya bisa sembuh seperti sedia kala??
    Saya bingung sekali dok..Tolonglah saya….
    Terimaksih sebelumnya…

  54. 54 cakmoki November 24, 2010 pukul 11:40 pm

    @ Ria:
    Kalo ga ada keluhan, gak perlu diobati karena bronkitis kronis timbul akiba paparan polutan, misalnya: asap, debu, dll.
    Selengkapnya tentang bronkitis kronis, silahkan baca atikelnya di Blog ini pada link berikut:

    http://cakmoki86.wordpress.com/2010/04/22/bronkitis-kronis/

    Tentu bisa sembuh dong…. sekali lagi, hasil rontgen bersifat subyektif… kalo gak ada keluhan seperti batuk, sesak, gak perlu obat apapun.
    Makasih

  55. 55 faried mauluddien Desember 2, 2010 pukul 9:35 pm

    to the point ja nih, dok saya mau tanya…
    1. pencegahan Brochopneumonia untuk usia 22 tahun itu gimana ya?
    2. Bronchovascular itu apa?
    makasih atas jawabannya,,

  56. 56 cakmoki Desember 3, 2010 pukul 1:50 am

    @ faried mauluddien:
    1. Brochopneumonia disebabkan kuman, biasanya karena tertular orang lain yang lagi batuk. Untuk itu, pencegahanya menghindari orang yang batuk.
    2. bronchovascular, artinya gambaran pembuluh darah disekitar bronkus. (lihat artikel di paragraf bawah)
    Makasih

  57. 57 faried mauluddien Desember 3, 2010 pukul 10:19 pm

    makasih dok,,
    trus dok kalo untuk pengobatanna???
    itu gmna ya,,

  58. 58 cakmoki Desember 4, 2010 pukul 2:13 am

    @ faried:
    kalo bronkitis, pengobatannya sebagaimana tertulis di artikel berdasarkan pemeriksaan tentunya… sedangkan kalo udah ke dokter dan dinyatakan bronkopnemonia , tentu dokter udah ngasih obatnya..
    lha selama ini obat yang digunakan papa aja ?

  59. 59 vera Desember 28, 2010 pukul 12:52 pm

    dok, tenggorokan saya udah bertahun2 selalu berdahak. sehingga sekarang2 nafas sangat tidak sedap, dulu saya sempat kena bronkhitis tapi udah sangat lama.. apa masih ada dampaknya ? sekarang bicara pun berat, walaupun dahaknya sudah dikeluarkan, tapi tetap saja muncul lagi.. dahaknya warna hijau muda kalo pagi2, kalo siang kuning. saya lihat lidah saya wrnanya sehat.. kenapa ya dok?

    thanks

  60. 60 cakmoki Desember 28, 2010 pukul 2:42 pm

    @ vera:
    Untuk memastikannya, seyogyanya periksa ke dokter, supaya gak menerka-nerka :D
    Kalau perlu periksa dahak BTA dan Rontgen agar diketahui penyebabnya dan dapat diberikan obat yg tepat.
    Makasih

  61. 61 didik Januari 15, 2011 pukul 11:25 am

    Dok, saya mempunyai anak yang pertama berumur 5.5 th, dan yang kedua 2.5 th. Beberapa bulan yang lalu kedua anak saya sering mengalami batuk, dan sering lama sembuhnya. Setiap kali batuk saya bawa ke dokter bahkan dalam sekali sakit harus mengunjungi dokter 2-3 kali. Setelah beberapa kali mengalami sakit kayak gitu, saya sudah tidak sabar karena merasa kasihan pada sikecil. Kemudian saya tanyakan pada dokter tersebut kenapa kalo sakit batuk sampai lama bahkan sampai 1-3 minggu, dan itu terjadi hampir setiap bulan. Dan akhirnya oleh dokter diputuskan untuk dirontgen. Hasil dari rontgen tersebut disebutkan “KP Primer”, dan disarankan untuk terapi 6 bulan karena anak saya mengalami bronkitis. Setelah terapi 6 bulan selesai, lalu dilakukan rontgen lagi tapi hasilnya disuruh untuk melanjutkan terapi selama 3 bulan untuk anak saya yang pertama dan 6 bulan lagi untuk anak saya yang kedua. Dan saat ini adalah bulan terakhir terapi dari anak saya yang pertama. Dan dokter bilang kalo sudah berakhir terapinya tidak perlu dirontgen dan tidak dilanjutkan terapi. Yang menjadi pertanyaan saya apakah setelah terapi 9 bulan sudah dipastikan sembuh kok tidak diperlukan rontgen untuk mengetahui hasilnya?? Berapa bulan maksimal dari terapi bronkitis tersebut?? Pernah saya konsoltasi dokter lain disuruh untuk melakukan rontgen lagi dan jika hasilnya belum tuntas disarankan untuk terapi lagi. Bagaimana efek pada anak kecil yang mengkonsumsi obat terapi selama 9 / 1 thaun tersebut?

  62. 62 cakmoki Januari 15, 2011 pukul 2:14 pm

    @ didik:
    Maaf, KP primer maksudnya TBC… tapi itu hasil rontgen, gak mesti bener dan cenderung hasilnya seperti itu berdasarkan penglihatan dokter radiologi yg nota bene gak melihat pasiennya secara langsung.
    Perlu diketahui bahwa anak batuk yg krok-2 biasanya berlangsung 1-2 minggu…adakalanya ke dokter 1-2 kali dalam sebulan… pada umumnya batuk karena alergi atau tertular mengingat anak masih rentan terhadap penularan dan lingkungan (debu, asap, cuaca, dll). Bisa juga Bronkopnemonia karena infeksi kuman.
    Penyakit batuk semacam itu bukan merupakan tanda TBC… cuma, kalo ortunya panik dan kurang mendapatkan penjelasan, akhirnya bisa kena dakwa KP atau TBC atau Flek paru… ketiganya memiliki arti yang sama…dan berujung pada pengobatan 6 bulan. (bahkan bisa lebih)
    Setelah 6 bulan trus dirontgen lagi, niscaya hasilnya sama…dan seterusnya hingga kadang 2 tahun… :D
    Kalo bronkitis, cenderung berulang terutama kalo terpapar polusi, dingin, debu, asap, dll… bronkitis bukan KP. Dan gak perlu obat TBC. Obatnya mirip dengan obat asma or batuk sesakor batuk alergi…beda dengan TBC.
    Lagipula, kalo anak sedang batuk lantas dirontgen, tentu nampak gambaran kabur pada rontgen..ini wajar soalnya anak di bawah 6 tahun gak bisa mengeluarkan dahak secara spontan.

    Sedangkan kalo TBC, pada umumnya sembuh dalam 6 bulan… maaf, tanpa mengurangi rasa hormat kepada DSA yg mengobati anak penjenengan, saya tidak sependapat bahwa anak tersebut dinyatakan TBC (KP, Flek Paru) hanya gara-gara batuk berkepanjangan dan hanya berdasarkan hasil rontgen.
    Sebagai gambaran, di ndeso sini rata-2 ada belasan anak dengan batuk krok-2 or batuk berkepanjangan setiap harinya yg datang ke praktek…bayangkan kalo dirontgen semua, pasti hasilnya KP or TBC or Flek Paru…padahal, tanda utama TBC pada anak bukan batuk berkepanjangan seperti pada dewasa.

    Selengkapnya tentang kejadian seperti yg dialami anak penjenengan, silahkan baca artikelnya di Blog ini pada link berikut:

    http://cakmoki86.wordpress.com/2007/04/24/flek-paru-apa-iya/

    Menurut saya, gak perlu lagi melanjutkan obat tersebut apapun hasil rontgen (9 bulan itu lama banget lho)….toh nanti makin besar anak makin jarang batuk seiring tumbuh kembang anak.

    Makasih

  63. 63 randy Januari 17, 2011 pukul 12:53 am

    Dok.. saya udah sekitar 2 bulan mengalami sesak napas sampai kadang batuk.. udah ke dokter katanya didiagnosa bronkitis (belum ronsen) dan dikasih antibiotik + ventolin expectorant..

    after 2 minggu kontrol skali lagi ke dokter.. katanya udah mendingan.. trus dikasih obat yang sama.. sekarang udah abis juga obatnya.. tapi kadang masih suka sesak napas + batuk

    sekarang posisinya adalah saya berasa dada serasa penuh (seperti keselek permen) tapi anehnya selama ini saya batuk ga pernah keluar tuh dahaknya.. susah banget.. ada pun dikit & warnanya bening.. kira2 bagaimana solusinya dok? dan apakah penyembuhan bronkitis memang memakan waktu yang lama?

    *FYI saya perokok, tetapi udah beberapa minggu ini saya stop..

    terima kasih dok =)

  64. 64 cakmoki Januari 17, 2011 pukul 4:11 pm

    @ randy:
    Kalo gitu berarti udah membaik cuma belum sembuh total…untuk itu, Ventolin Expectorant dapat dilanjutkan hingga 1 minggu kedapan dan ditambah dengan expectoran lain agar dahak lebih mudah keluar sehingga rasa sesak juga berkurang…misalnya: ambroxol atau bromhexine (merk dagang bebas memilih), diminum 3×1 bersama dengan Ventolin expectorant.
    Gak perlu antibiotika lagi ..cukup 2 jenis obat untuk 1-2 minggu ke depan.
    Moga segera sembuh.
    Makasih

  65. 65 ANIS Februari 15, 2011 pukul 11:26 am

    dok saya mau menanyakan bagaimana kita mengetahui penyakit bronchitis itu,,?
    karna saat saya berobat dokter bilang saya mengidap bronchitis tapi saya kurang percaya ….
    memang penyakit bronchitis bisa merakibat patal bila di diamkan saja???
    cara penyembuhan y bagaimana????
    apakah ciri-ciri ini bisa menyakinkan sya bahwa telah mengidap bronchitis (sesk napas,lendir putih/kuning yang keluar tanpa adanya batuk,demam,keringat malm) ??
    apa bronchitis menular??

  66. 66 cakmoki Februari 15, 2011 pukul 12:11 pm

    @ ANIS:
    Bronkitis dapat diketahui melalui pemeriksaan dokter… pada umumnya tidak bahaya, namun mengganggu kalo batuknya berat dan dada ampek.
    Penyembuhannya seperti tertulis di Bab Pengobatan pada artikel di atas… demikian pula ciri-cirinya… gak harus semua ciri-2 di atas dialami.
    Pilihan obatnya bergantung pada hasil pemriksaa dokter.. tentu beliau udah memberikannya.
    Bronkitis yang disebabkan oleh polutan or alergi, tidak menular.
    Makasih

  67. 67 ANIS Februari 15, 2011 pukul 3:05 pm

    terima kasih dok atas jawaban y ,,,,

  68. 68 cakmoki Februari 15, 2011 pukul 11:30 pm

    @ ANIS:
    sama-sama

  69. 69 dee Maret 15, 2011 pukul 6:03 pm

    Cak saya baru saja rontgen untuk tes kesehatan. Hasilnya disebutkan bhwa susp infiltrat suprahiller kiri, sinus phrenicocostalis kiri tumpul, kesimpulan: minimal effusion kiri, telah terjadi organisasi, susp pneumonia. Saya mohon penjelasan cak maksudnya apa. Trima kasih.

  70. 70 cakmoki Maret 15, 2011 pukul 11:42 pm

    @ dee:
    Suspect adalah kemunginan atau dugaan … ga selalu bener.
    Di situ disebutkan kemungkinan pnemonia atau infeksi paru
    sedangkan minimal effusion kiri, maksudnya ada kemungkinan sedikit cairan pada pleura (selaput paru) kiri
    makasih

  71. 71 sholichudin Maret 18, 2011 pukul 3:58 pm

    Dok, saya memiliki sakit asma sejak kecil namun sempat tidak pernah kambuh hingga umur 21. Dan akhirnya sering kambuh hingga saat ini, karena merasa sudah sangat mengganggu akhirnya saya memutuskan memeriksakan ke rumah sakit (poli paru) sehari yang lalu. Dari hasil pemeriksaan awal saya hanya didiagnosis serangan asma, dan disuruh rontgen. Ke esokan harinya saya mengambil hasil rontgen nya dan hasilnya sebagai berikut:

    Cor: besar dan bentuk normal
    Pulmo: tak tampak infiltrat
    Sinus phrenicocostalis kanan kiri tajam

    Dan setelah hasil rontgen saya serahkan dokter kesimpulannya tetap sama hanya sedang terjadi serangan asma (murni asma). Namun saya masih kuatir karena malam hari di hari pertama saya memeriksakan diri saya batuk dan mengeluakan dahak yang becampur dengan darah. Apakah saya mengalami komplikasi bronkitis dok?

    nb. oleh dokter yg memeriksa saya di beri obat Metyhlprednisolone

  72. 72 cakmoki Maret 19, 2011 pukul 12:12 am

    @ sholichudin:
    Darah yang keluar bersama dahak tersebut bisa jadi karena iritasi akibat batuk.
    Obatnya silahkan dilanjutkan.. dapat ditambahkan obat batuk ekspektoran, misalnya: ambroxol atau bromhexine, diminum 3×1.
    kalo sesak, sebaiknya ditambahkan obat sesak
    Makasih

  73. 73 dee Maret 20, 2011 pukul 8:10 pm

    Cak nyambung pertanyaan sy sblumnya. Apa cairan minimal di pleura bisa hilang sendiri? Sy merasa sdkt ngganjel di punggng bawah sblh kiri saat menarik nafas panjang apa ini akibat adanya cairan itu? Tq

  74. 74 cakmoki Maret 21, 2011 pukul 2:15 pm

    @ dee:
    Kemungkinan keluhan saat menarik nafas berhubungan dengan cairan tersebut. Bisa juga bukan
    Untuk memastikannya sebaiknya periksa ke dokter spesialis paru.
    Ntar beliau yang menentukan apakah perlu oabt atau enggak setelah melihat foto rontgen dan pemeriksaan fisik dengan stetoskop.
    Tq

  75. 75 Ricky Maret 21, 2011 pukul 7:29 pm

    Dok udah lama saya mengalami sesak napas berkepanjangan.. awalnya dari batuk yang lama 1 bulanan. setelah saya biarkan lama2 hilang sendiri batuknya.. tetapi sesaknya masih ada sampe sekarang udah hampir 10 bulan.. rasa tidak nyaman timbul pada dada saya, nyeri di punggung maupun di dada depan.. sering juga mual seperti masuk angin… apakah penyakit saya ini bronkitis dok, tolong penjelasannya… trima kasih

  76. 76 cakmoki Maret 21, 2011 pukul 11:52 pm

    @ Ricky:
    Belum tentu.
    Untuk memastikannya, periksa ke dokter terdekat atau rontgen
    kalaupun bronkitis, obatnya mudah, sebagaimana tertulis di artikel dan diskusi-2 sebalumnya
    Makasih

  77. 77 Ricky Maret 22, 2011 pukul 10:13 am

    sudah diperiksa rontgen paru2 ma jantung, ga ada kelainan kata dokter.. EKG juga normal.. tapi rasa nyeri itu masih ada.. dada terasa berat dan sesak..

  78. 78 faradhila Maret 22, 2011 pukul 11:34 am

    maf dok mau tanya
    apa brnar penyakit bronkitis itu tidak boleh makan daging hewan yang berkaki 4???

  79. 79 esty Maret 22, 2011 pukul 2:00 pm

    Dok,,, mau tanya … saya 26 th batuk sudah 2 bulan lebih, sudah periksa ke dokter 4 kali dengan dokter yang berbeda ( karna ada tugas ) . hasilnya belum reda juga batuknya …skg lagi dikasi obat diantaranya: polacel, mefinal,imunos,amoxycilin, obat batuk ( CTM,codein,methylprednisolon, Nlucchecin, aminophyllin ) ** maaf kalo salah tulis ….
    Awalnya karna kecapaian dan kurang istirahat. Saya kira hanya masuk angin disertai batuk saja .
    yang dialami kadang demam.. dan keringat dingin sekali waktu …
    ( kadang badan terasa hangat kadang ndak )
    perut terasa mual. kalo saat batuk yang cukup lama kadang terasa sesak.kadang pilek kadang ndak ..
    apakah bisa diindikasikan bronkitis ??
    Obat yang diberikan kira2 habis 2 hari lagi … apa yang harus saya lakukan setelah ini ,,, mohon penjelasan
    Thx dok

  80. 80 cakmoki Maret 22, 2011 pukul 11:41 pm

    @ Ricky:
    Mengingat sebelumnya ada riwayat batuk berkepanjangan, maka sesak dan rasa ga nyaman di dada dapat diatasi dengan obat bronkodilator (melonggarkan pernafasan), misalnya: Euphylline Retard Mite (dosis rendah), diminum 2×1 sehari hngga sesaknya reda.
    Makasih

    @ faradhila:
    Tidak benar alias salah !
    Gak adahubunhannya antara daging dengan bronkitis…silahkan baca lagi penyebab dan pemicunya :)

    @ esty:
    Menilik kronologinya, kemungkinan bronkitis, bisa juga batuk alergi (dengan berbagai variannya).
    Silahkan menggunakan obat sbb:
    1) Obat bronkodilator (melonggarkan saluran nafas), misalnya: Euphylline Retard Mite (dosis rendah), diminum 2×1 sehari

    2) Obat batuk ekspektoran, misalnya: ambroxol atau bromhexine (merk dagang bebas memilih), diminum 3×1

    Kedua obat di atas diminum sedikitnya seminggu hingga sembuh.
    Jika belum membaik setelah seminggu, sebaiknya rontgen.
    Moga segera sembuh
    Makasih

  81. 81 Ricky Maret 23, 2011 pukul 9:58 am

    tempo hari saya dari dokter spesialis paru2 dok, dikasih obat:
    1. Lanfix
    2. obat kapsul racikan ( theobron, lasal, polaramin, romilar, epetol, rehalort, strocaln )
    3. Cataflam
    4. Gastran tablet

    itu obat2 buat apa dok? ( maaf kalo ada tulisan yg salah )
    Trima kasih dok, moga Tuhan yang membalas amal baik anda… :)

  82. 82 cakmoki Maret 23, 2011 pukul 1:04 pm

    @ Ricky:
    wuihhhh, banyak banget
    Lanfix (cefixime)adalah antibiotika golongan sefalosporin
    Theobron adalah bronkodilator (melonggarkan sal nafas) untuk meredakan sesak
    Lasal adalah dekongestan untuk pilek
    Polaramine: antihistmin
    Romilar: penekan batuk (efek sampingnya dahak makin sulit keluar dan ampek)
    Epexol (ambroxol) adalah obat batuk pengencer dahak supaya plong.
    Pehacort adalah steroid anti inflamasi
    Strocain untuk lambung supaya ga nyeri
    Cataflam: pereda nyeri
    Gastran adalah antasida atau obat maag.

    Gak perlu banyak obat, sama aja .. kalo setuju pake yg saya rekomendasikan (cukup 2 jenis obat) seperti peserta diskusi yg lain. Sengaja tidak saya rekomendasikan anti inflamasi steroid supaya ga timbul efek samping pada pemakaian jangka panjang.
    Makasih

  83. 83 Ricky Maret 23, 2011 pukul 4:01 pm

    Trims banyak dok, baik saya ntar mau ke apotek ambil obat yang dokter sarankan… oh iya dok kalo di dada dalam kadang terasa spt cegukan itu knp ya dok? tolong blog saya ditaruh ke kumpulan teman dok… maksih banyak… :)

  84. 84 Ricky Maret 23, 2011 pukul 4:08 pm

    tambahan: mengingat batuk saya udah gak ada dok, berarti apa perlu saya beli obat:
    Obat batuk ekspektoran, misalnya: ambroxol atau bromhexine. jadi yang saya perlukan apa cuma obat pereda sesak saja?

  85. 85 cakmoki Maret 24, 2011 pukul 12:30 pm

    @ Ricky:
    Cegukan disebabkan banyak faktor, salah satunya jika sebelumnya mengalami batuk yg berkepanjangan
    Kalo udah gak batuk, gak perlu obat batuk expectorant.

    ok, ntar akan sy link kalo ada kesempatan masuk ke dashboard :D
    Makasih

  86. 86 Rini Maret 27, 2011 pukul 8:58 am

    Dok…

    ini anak saya sakit karena batuk … walah… sudah dari bulan 12, on and off .. habis selesai, batuk lagi … pilek.. terus batuk lagi .. pilek…
    terakhir kali diperiksa ternyata sinus berat lalu diberi obat:
    1. prolic 100mg
    2. kodein (ga jelas.. kelihatannya)
    3. rhinofed
    4. foxol
    5. cofergin
    6. sabultamol
    7. aerius
    no 2 – 7 itu dalam bentuk puyer..
    lalu waktu minum obat ini, beberapa hari ga lama, saya lihat makannya jadi lama sekali, muter2… sepertinya ada sesuatu yg ngganggu di perut.. terus waktu obatnya sudah mau habis, batuk2 mulai kumat lagi… (emang salah sih, dicoba dikit coklat.. soalnya pegel saya… udah ga makan apa2 jg masih batuk aja)… pernah jg saya periksakan alergi, tapi ga ada yg terlalu berat. Lalu kemarin obat sudah habis, terus tadi pagi tahu2 panas, terus batuknya jadi batuk kering sekali… sama dia bilang bagian perut ada yg agak sakit.. memang saya cek ada kembung2.

    Sekarang lagi hari minggu ini … kadang saya bingung, ini enaknya dibawa ke spesialis anak atau ke spesialis THT yg kemarin itu.
    apa maagnya lagi sakit karena efek obat2-an ? apa bisa batuk ga kunjung sembuh karena pencernaan yg kurang baik ?
    Tadi pagi saya kasih efexol + nalgestan puyer obat dokter yg ada sisa… apa mendingan dikasih campuran ventolin + romilar karena ini jg ada sisa? lagi tunggu dokter buka hari senin :( :( :(

    okkkk….. enaknya gimana ?

  87. 87 cakmoki Maret 27, 2011 pukul 12:54 pm

    @ Rini:
    Umur dan Bb berapa ?
    Keluhan lambung bukan karena obat tapi bisa jadi karena makan yang tidak teratur atau karena kembung.
    Untuk sementara, saat ini, dapat menggunakan obat pereda demam dan kombinasi ventolin+romilar yg tersisa.
    Dosis obat demam: minimal 10 mg per kg berat badan per dosis, dapat diulang setiap 5-6 jam.
    Baiknya besok dibawa ke dokter yg terakhir memberi obat sambil memberitahu keluhan lambung agar diberikan obatnya berdasarkan pemeriksaan beliau
    moga segera sembuh
    Makasih

  88. 88 Rini Maret 27, 2011 pukul 3:33 pm

    umur hampir 5 thn kurang 3 bulan, bb 16 kg

    Trims dok ! :)
    dari tadi pagi sampe sekarang sudah tidak panas, sekarang batuknya udah terdengar ada dahak.
    Apa kalau seperti ini biasanya virus atau bakteri ya ?

  89. 89 cakmoki Maret 27, 2011 pukul 5:51 pm

    @ Rini:
    Gak bisa ditentukan virus atu bakteri hanya dengan mendengarkan suara batuk… :D … Pada umumnya virus
    Kalo berdahak, dapat ditambahkan Syrup ambroxol or bromhexine, 3 x 1 sendok takar.
    makasih

  90. 90 Rini Maret 27, 2011 pukul 6:43 pm

    wah… tapi sore ini ternyata panas lagi :( lalu batuknya terdengar kering lagi, tadi siang saya beri ventolin+romilarnya
    Jadi nanti malam diberi resep yg sama lagi ya ?
    Anaknya agak kurang bisa tidur, tapi kalau saya tanya apa dadanya sesak atau gimana, dia ga bilang.
    Cuman dia pingin minum air terus…
    Selain obat2an, apa ada makanan lain / minuman lain yg bisa membantu ? tadi sore saya kasih air lemon sedikit.

  91. 91 cakmoki Maret 27, 2011 pukul 10:17 pm

    @ Rini:
    iya… trus ditambahkan obat penurun panas supaya bisa tidur.
    Gak ada minuman khusus, hanya sebaiknya minuman yang anget-2 supaya tenggorokan ga berasa kering.
    ga papa dikasih air lemon

  92. 92 dee April 1, 2011 pukul 7:35 pm

    Cak sy sudah periksa ke ahli paru. Dari hasil foto terbaru (pleural effusion sinistra, tdk tampk infiltrat proses) dan tes darah LED 58, disimpulkan sy TB selaput paru. Sy ingin lbh memastikan diagnosa tsb dng tes dahak tapi dahak sy sedikit skli tdk bsa keluar dan tenggorokan cenderung kering. Sy coba minum bromhexine, tp ttp sulit keluar. Ada saran cak?

  93. 93 cakmoki April 2, 2011 pukul 9:29 am

    @ dee:
    Saran saya:
    minum air putih hangat sebelum tidur… setelah beberapa hari kemudian pada umumnya akan keluar dahak pagi hari yang cukup untuk pemeriksaan dahak BTA.

  94. 94 tegar April 20, 2011 pukul 2:28 pm

    dok

    batok nenek seya sdh 2 minggu tak kunjung sembuh ap penyebabnya?

  95. 95 cakmoki April 20, 2011 pukul 4:50 pm

    @ tegar:
    maaf, saya tidak bisa menduga-duga tanpa memeriksa dan mengetahui kronologisnya… seyogyanya periksa ke dokter terdekat agar diberikan obat yg tepat

  96. 96 iqbal April 28, 2011 pukul 10:09 pm

    selamat malam Dok,

    begini tanggal 6 april kemarin saya ke doter spesialis dalam,setelah mengalami batuk berdahak 1 minggu lebih dan flu,lalu diminta untuk ronsen dan hasilnya :
    -Coraan bronchovaskuler kedua paru kasar
    -Tidak tampak bercak infiltrate maupun proses spesifik aktif di kedua apangan paru
    -Cor: bentuk dan ukuran normal.Apes di kiri.CTR < 50%
    -Mediastinum tidak melebar. Trachea letak ditengah
    -Kedua sinus costophrenicus tajam
    -Diagfrahma kanan-kiri normal
    -tulang-tulang iga dan soft tissue dinding dada normal
    kesan: Cor dalam batas normal
    Gambaran bronkhitis

    setelah itu saya d beri resep
    -sanprima forta no XX
    -chloramex no XXX
    -pirox R

    yang saya tanyakan
    1. saya tida merasa nyeri lagi jadi ketika kunjungan kedua (17 april 2011) kontrol saya tidak menebus pirox.apakah tidak apa apa?karena dokternya menuliskan resep yang sama seperti di kunjungan kedua.
    2. apakah haru rutin aya cek kedokter kebetulan obatnya memang udah habis.saya malas bila di beri resep yang sama lagi., lebih baik saya membeli obat diatas diapotek dari pada kedokter heeee :P
    3. dari mana saya bisa tahu bila bronkhitis saya sudah sembuh bila telah meminum obat.apakah bronkiti ditandai juga dengan hidung mampet tp tida flu.

    terimakasih Dok semoga Dokter selalu di berkahi Tuhan YME.

  97. 97 iqbal April 28, 2011 pukul 10:22 pm

    ada salah ketik maaf maksudnya dalam pertenyaan ke 1. …menuliskan resep yang sama seperti di kunjungan pertama.

    lalau dokternya juga menyuruh saya datang kembali bila obat sudah habis memang pengobatannya selama itu dok?soalnya ini mau jalan minggu ke 3..malas juga minum obat melulu. heeee :P

  98. 98 cakmoki April 29, 2011 pukul 10:36 pm

    @ iqbal:
    selamat malam,
    1) Benar, kalo tidak nyeri tidak perlu menggunakan pereda nyeri.
    2) Tidak harus rutin periksa ke dokter, tapi kalo minum obat harus rutin hingga bener-2 sembuh.
    3) Mudah… kalo udah tidak batuk dan tidak ada keluhan lain berarti sudah sembuh.
    Menurut saya, cukup menggunakan:
    a) Obat batuk ekspektoran, misalnya: tablet ambroxol atau bromhexin (merk dagang bebas memilih, misalnya: tablet mucopect atau mucohexin), diminum 3×1 hingga sembuh.
    b) Obat untuk meredakan hidung mampet, misalnya: Lapifed atau Actifed, diminum 3×1 hingga sembuh.
    Makasih

  99. 99 iqbal Mei 1, 2011 pukul 3:29 pm

    terimakasih

    kebetulan batuknya memang sudah berhenti.cuma uka terasa sesak saja dadanya.

  100. 100 cakmoki Mei 1, 2011 pukul 6:45 pm

    @ iqbal:
    ok, moga sesaknya segera sembuh

  101. 101 nina Mei 11, 2011 pukul 7:53 pm

    dok, saya yang pernah bertanya sekitar seminggu lalu
    setelah mengonsumsi methylprednisolone dan ambroxol, batuknya sempat mereda, dan sudah tidak mengeluarkan dahak hijau kekuningan
    tapi setelah seminggu dan obatnya habis, frekuensi batuk sekarang meningkat kembali (tanpa pilek dan tanpa dahak berwarna, hanya kadang terasa ada dahak di tenggorokan, bila berhasil dikeluarkan hanya sedikit dan bening, tapi batuknya sering)
    saya agak takut mengonsumsi obat-obatan terus karena sudah hampir satu bulan mulai OBH dan amoxicilin yang diresepkan waktu masih pertama batuk dan pilek, codein dan cefadroxil, serta terakhir kemarin ambroxol dan methylprednisolone
    apa yang harus dilakukan agar batuknya sembuh dok?
    terima kasih

  102. 102 cakmoki Mei 12, 2011 pukul 2:14 pm

    @ nina:
    koq saya cek ga ada di halaman ini yaa…. atau mungkin di halaman lain?
    Ok, kalo masih batuk berulang, sebaiknya Rontgen dan Periksa Dahak (BTA) untuk memastikan penyebabnya sehingga dapat diberikan pengobatan yang tepat.
    Makasih

  103. 103 nina Mei 12, 2011 pukul 4:15 pm

    oh iya saya tanya di post yang flek paru waktu itu. sudah sempat rontgen, memang gejala bronkitis katanya. dokternya bilang mungkin karena cuaca sedang dingin akhir-akhir ini. tapi setelah mengonsumsi macam-macam obat kok masih ada sisa-sisa batuknya begitu…

  104. 104 cakmoki Mei 12, 2011 pukul 11:36 pm

    @ nina:
    Jawaban saya sama dg DSA… saat ini di mana-mana musim batuk sehingga anak-2 lebih mudah kena batuk bahkan hingga berminggu-2… salah satu pemicunya adalah cuaca ekstrim sejak nopember yg lalu hingga kini.
    Jika seminggu belum sembuh, obat dapat dilanjutkan hingga sembuh .. gak perlu macam-2 obat..kalo hanya sisa-2 batuk, cukup dengan ambroxol saja. Onat ini aman untuk jangka panjang
    Makasih

  105. 105 elikus Mei 17, 2011 pukul 4:50 pm

    masalah batuk sering bermasalah terus, kadang saya udah bosan dan capek… dokter cakmoki saya mau tanya saya sudah mengalami batuk kurang lebih 3 bulan, dari awal batuk biasa,flu dan tenggorokan sakit, kemudian sembuh kecuali batuknya yang masih terus.
    awal batuk hanya berdahak kuning kemudian berubah menjadi putih berbusa terus dan terus… kemudian saya kedokter umum tidak ada perubahan juga..sekarang batuk itensitas berkurang hanya pagi hari saja, tapi dahak bercampur darah, saya mulai kawatir dokter, rasanya capek batuk terus harus diurus terus… kira2 saya terkena penyakit apa ya? kalau masalah makan normal dan berat badan juga normal tidak ada penurunan…
    makasih Dokter cakmoki

  106. 106 cakmoki Mei 17, 2011 pukul 6:46 pm

    @ elikus:
    met sore,
    untuk memastikan penyakitnya, sebaiknya Rontgen dan periksa Dahak BTA.
    Dengan begitu akan diketahui penyakitnya dan dapat diberikan obat yg tepat hingga sembuh
    Atau yang lebih tepat periksa ke dokter paru mengingat batuknya sudah berlangsung lama.
    moga segera sembuh.
    Makasih

  107. 107 fredik Mei 20, 2011 pukul 1:47 pm

    dok saya mau tanya kira-KIRA ADA hubungannya gak ya penyakit bronkitis dengan pertumbuhan juga perkembangan bayi?

  108. 108 cakmoki Mei 21, 2011 pukul 2:42 pm

    @ fredik:
    ga ada

  109. 109 Mujiati Mei 30, 2011 pukul 12:13 am

    Malem..,anak saya batuk udah 3 minggu,biasanya saya kasi obat laserin madu anak sembuh. batuk cuma di pagi hari setelah mandi, siang tdk btk malah segala aktivitas skolah pd jam istirahat kuat utk main bola. menjelang magrib btk. tp d mlm sekali2 btk n tdr nyenyak. nafsu mkn bagus bb 21 kg umur skr 5.8 bln. saya khawatir setelah d bw k dokter di beri obat ambroxol hci jd btknya sering. gmang

  110. 110 cakmoki Mei 30, 2011 pukul 12:38 pm

    @ Mujiati:
    Kalo batuk hanya sekali-sekali gak papa.
    Silahkan pilih obat batuk yang paling disukai anak….So, kalo batuknya makin sering dengan ambroxol, boleh diganti
    Moga segera sembuh
    Makasih


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso ™

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

Jangan Korupsi Ah

No Korupsi

Internet Sehat

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

[Valid RSS]

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 4,980,836 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 558 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: