Kode ICD-10 : L.20 dan L.30 : Eczema
Siapa tak kenal eksim ? Walaupun penyakit eksim tidak berbahaya dan tidak menular, keluhan yang ditimbulkannya membuat penderita merasa tersiksa dan tak jarang mempengaruhi kepercayaan dirinya. Terlebih jika eksim muncul di kulit yang terlihat oleh orang lain. Eksim atau eczema atau lebih dikenal (secara umum) dengan dermatitis adalah peradangan kulit akibat reaksi hipersensitif (respon berlebihan) terhadap alergen (pencetus timbulnya reaksi alergi) dari luar (eksogen) maupun dari dalam tubuh penderita (endogen). Pada umumnya eksim bersifat residif (kambuhan), namun dapat dikendalikan agar tidak mudah kambuh.
Sebagian para ahli membedakan antara eksim dan dermatitis namun kebanyakan tidak membedakannya. Ini dapat dimengerti, dikarenakan beragamnya bentuk klinis (penampakan) dermatitis, maupun faktor pencetusnya yang dipengaruhi oleh banyak faktor. Kadang seseorang dapat mengalami lebih dari satu jenis dermatitis di saat yang sama.
FAKTOR PENYEBAB
Penyebab eksim hingga kini belum diketahui secara pasti. Para ahli menengarai timbulnya (dan kekambuhan) eksim di picu oleh faktor pencetus, yakni:
- Faktor eksogen (dari luar), misalnya: faktor fisik (suhu, gesekan, sinar, dll), bahan kimia (deterjen, semen, oli, bahan pakaian, dll), mikro-organisme (kuman, virus, jamur, parasit), dan lain-lain.
- Faktor endogen (dari dalam), misalnya dermatitis atopik, dimana pada dermatitis jenis ini dijumpai adanya riwayat atopi atau riwayat alergi (misalnya asma, rhinitis alergika dan berbagai bentuk alergi lainnya). Stress diduga dapat memicu timbulnya (atau kekambuhan) eksim.
Masing-masing penderita eksim memiliki riwayat pemicu (faktor pencetus) yang berbeda dengan penderita lain. Kadang seorang penderita eksim mengalami kekambuhan eksim pada kakinya ketika memakai sandal plastik, sementara yang lain kambuh saat terpapar sabun cuci (deterjen) atau lainnya. Dengan kata lain, pengalaman faktor pencetus setiap orang gak selalu sama. Oleh karena itu, jika misalnya seseorang mengalami kekambuhan sesaat setelah makan kepiting, bukan berarti penderita eksim yang lain gak boleh makan kepiting juga.
Dengan memahami beragamnya faktor pencetus timbulnya eksim, maka larangan makan makanan tertentu bagi semua penderita eksim, bukanlah langkah yang tepat.
Di ndeso ™ kami, Palaran, entah dari mana sumbernya, rata-rata penderita eksim pernah tidak makan makanan tertentu (ayam, telor, ikan, dll) atas rekomendasi dari temen, tetangga dan entah dari siapa lagi. Toh, eksim tetep muncul juga. Kini masyarakat udah mulai mengerti bahwa faktor pencetus timbulnya (atau kambuhnya) eksim tidak sama bagi setiap orang. Alhamdulillah.
GEJALA EKSIM
Pada kondisi tertentu tanda-tanda eksim sangat mudah dikenali, namun adakalanya sulit dibedakan dengan penyakit kulit yang lain. Keluhan utama penderita eksim pada umumnya adalah gatal dan timbulnya bercak merah pada kulit. Sedangkan kelainan kulit yang bersifat spesifik bergantung pada stadiumnya.
- Pada stadium akut, biasanya kulit yang terkena eksim nampak kemerahan, mengalami penebalan dan timbul bercak-bercak, adakalanya berair (basah).
- Pada stadium subakut, bercak merah dan penebalan kulit nampak mereda, kemudian bercak yang basah akan mengering dan menjadi keropeng (krusta).
- Pada stadium kronis, eksim nampak kering, bersisik dan mengalami hiperpigmentasi (menghitam). Tak jarang eksim mengalami perubahan bentuk menjadi bintik-bintik menonjol, bahkan kadang mengalami erosi.
Perlu dipahami bahwa gejala eksim tidak selalu runtut kayak teori di atas. Bisa jadi seseorang menderita eksim dengan gambaran bentuk stadium kronis tanpa melalui stadium sebelumnya.
Tempat munculnya eksim sangat bervariasi. Meski begitu, sebagian ahli membaginya berdasarkan kasus terbanyak pada golongan umur tertentu. Menurut Dr. Bryan Cho, pada bayi, eksim sering dijumpai di wajah dan kepala, sedangkan pada anak dan dewasa, eksim sering dijumpai di pergelangan tangan, siku, leher, lutut dan kaki.
PENGOBATAN
Seperti halnya penyakit lain, prinsip pengobatan eksim adalah dengan menghilangkan penyebabnya (causa). Namun mengingat penyebab eksim belum diketahui secara pasti, maka pengobatan ditujukan untuk meredakan keluhan (simptomatis) dan mencegah kekambuhan.
Obat-obat yang lazim digunakan untuk pengobatan eksim, yakni:
A. Obat minum (sistemik)
Antihistamin biasa digunakan untuk meredakan rasa gatal, sedangkan pada kondisi yang berat dapat digunakan obat golongan steroid atau kombinasi antara steroid dan antihistamin.
Penggunaan obat golongan steroid hendaknya atas anjuran dokter agar terhindar dari efek samping yang tidak diinginkan (pada pemakaian jangka panjang),misalnya wajah menjadi bengkak, berat badan meningkat, dan lain-lain. Kalaupun mengunakan obat golongan steroid, biasanya dokter akan memberikannya secara tappering down, yakni menurunkan dosis secara berkala untuk menghindari efek samping.
B. Obat luar atau obat topikal (salep, krim, jelly, lotion, kompres, pasta)
Pemilihan bentuk obat luar (topikal) didasarkan pada bentuk eksim dan keluhan yang menyertainya.
Bentuk basah atau fase akut diberikan obat dalam bentuk kompres basah. Bentuk subakut diberikan obat lotion, pasta pendingin atau krim.
Eksim di daerah berambut diberikan obat topikal berbentuk krim, adapun daerah tidak berambut diberikan obat berbentuk pasta.
Pada eksim bentuk kronis pada umumnya diberikan obet topikal berbentuk salep.
Pemilihan bentuk-bentuk obat di atas tidaklah mutlak. Artinya, penderita eksim boleh memilih bentuk sediaan obat yang dirasa paling nyaman bagi dirinya.
Pada eksim bernanah karena infeksi sekunder oleh garukan, dapat diberikan antibiotika hingga infeksi mereda.
Selain obat-obat di atas, kadang diperlukan pula obat-obat lain untuk pemeliharaan kelembaban kulit.
PENCEGAHAN KEKAMBUHAN
Untuk mencegah kekambuhan eksim, silahkan ikuti tips berikut ini:
- Mengenali dan menghindari paparan faktor pencetus (alergen). Upaya ini tidak mudah lantaran beragamnya faktor pemicu yang sulit untuk dikenali dan kalaupun dikenali kadang sulit dihindari.
- Menjaga agar kulit tetap lembab. Jika perlu menggunakan pelembab setelah mandi sesuai saran dokter yang merawat.
- Menggunakan pakaian kering dan sedapat mungkin menggunakan pakaian berbahan katun.
- Menghindari perubahan suhu ekstrim mendadak. (terlalu panas yang menimbulkan banyak keringat ataupun terlalu lembab)
- Menghindari pemakaian deterjen atau sabun cuci yang dapat memicu kambuhnya eksim.
- Mengenali dan menghindari makanan tertentu yang mungkin menjadi pemicu kekambuhan eksim, setelah mengkonsumsinya.
- Berupaya menghindari stress.
- Sedapat mungkin menghindari faktor-faktor lingkungan lain yang diduga memicu kekambuhan eksim, misalnya debu rumah, tepungsari, serbuk bunga, bulu binatang dan lain-lain.
Akhirnya, memeriksakan diri dan berkonsultasi ke dokter merupakan tindakan bijaksana dalam pengobatan dan perawatan eksim.
Semoga bermanfaat.
:: :: :: posting menggunakan WLW :: :: ::



















![[Valid RSS]](http://i169.photobucket.com/albums/u238/cakmoki86/button/rss_valid.gif)





Alhamdu4JJ jd yg ptama.
Kl ikan,telur,ayam gak boleh jgn2 nt eksimx sembuh tp orgx jd kurang gizi cak…:-).
@ Besan:
… ada beberapa orang penderita eksim di sini yang rentan terhadap semen, untungnya bukan tukang … hehehe.
hahaha…iya kali.
Lha kalo eksimnya dipicu oleh alergi terhadap semen, berarti gak boleh makan semen
Kl ada org skt diabet (kondisi gula darah n tekanan drh diatas normal) dgn eksim yg luas n mganggu banget,kira2 blh gak ya cak kl dkasih kortikosteroid oral n topikal (gpp ya cak ya,cm 2-3 hr aja kok).
@ Besan:
Pertanyaan yang sangat bagus dan sudah dijawab sendiri dengan sangat tepat …
Pertanyaan tersebut bahkan sering ditanyakan oleh dokter..hehehe.
nice info… salam kenal
semen buat ngecor apa semen yg lain?
@ Revan:
Salam kenal juga…makasih kunjungannya
@ triesti:
hehehe…gak bisa bayangin kalo alergi terhadap semen yg lain
tapi ada kan… orang alergi air aja ada
@ triesti:
iya, keduanya ada …
Kalo alergi air sih paling gak mandi… lha kalo alergi semen yg itu brarti gak “mandi” juga ya …
Saya sedang mengalami gatal2 ini dok, maaf, tempatnya agak rahasia, diselangkangan. Dia akan gatal apabila saya sedang berkeringat, misalnya sedang duduk di sofa atau sedang berkomputer ria di kursi yang ada busanya. Tapi tidak selalu gatal dok. Hanya pas kondisi yg sudah sy sebutkan tadi.
Apa ini termasuk eksim dok?
Makasih atas penjelasannya dan maav bila kurang sopan
wassalam dok
@cak moki puasa2 mikirin mandi, kan bisa dibungkus biar ngga kena semen, masa musti diajarin sih…:)
Selamat hari raya ya Cak, mohon maaf lahir dan batin…
@ triesti:
ooooo, gitu toh … maklum sy masih kecil …
Met Hari Raya juga…
Mohon Maaf Lahir dan Batin
Assalamuallaikum cak dokter….
Haduh..haduhh…Alahamdulillahhhhh…ada postingan ttg ini.Kebetulan Papa saya memang menderita Eksim kambuhan.Cuma memang blm mengerti ( atau sdh “cuek krn capek” ) dengan pencetusnya.Mama sering marah kalau beliau makan telor,ayam,dll.Tp ternyata mmg reaksi pada tiap individu beda2 ya..???
Pernah baca mmg bisa ditimbulkan karena stress….beneran tho ternyata..?? ( bisa jadi ya..kan Papa saya sering diomelin Mama saya..begini salah,begitu salah…..*Hyaaaaaaaa jadi curhat ???!!! :p )
Matur nuwun infonya cak dokter..tetap semangat posting..tetap sehat, dan Minal Aidin Wal Faizin, Taqaballahu Minna Wa Minkum.
Salam Sehat,
Ria – Solo *minta ijin copas ke Facebook ya….*
@ Ria:
Makasih telah berbagi … dan makasih pula atas supportnya, demikian pula sebaliknya.
Monggo silahkan copas kalo emang dianggap layak
Pada kesempatan ini pula saya mengucapkan: Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin.
Salam sehat
nice posting ya
@ dananghernowo:
wah, tamu jauh dari Cirebon nih … makasih kunjungannya
saya punya eksim di beberapa tempat dan menetap di situ2 aja. gak tambah gak kurang (kecuali di salep 10hr sembuh, 2 bln kemudian muncul lagi). gatal banget.
Menurut saya, eksim tdk dpt disembuhkan permanen.
Saya ingin ada klub/ komunitas eksim senusantara, atau plg gak bikin profil di fesbug.
kalau eksim yang dipicu karena stress itu bener2 ada ga? terus kok bisa gitu? gimana patofisiologiny?
@ eksimist:
@ Hamdan:
Bener, silahkan lihat faktor penyebab endogen
Patofisiologinya sama dengan faktor penyebab yang lain, yakni melalui terbentuknya antibody-antigen complex yang mengakibatkan terjadinya release histamin.
Trims
apa eksim bisa muncul jg di daerah sekitar kemaluan?
@ pasien:
Iya, bisa muncul di situ, tapi sangat jarang.
Thanks ats infonya.. Memang pnyakit eksim sgt merepotkn, kalo dr makanan g ngaruh tg stiap sy mikir terlalu dalem.. kumat deh.. Tp nanti smbuh sndr .. Apa sy trmasuk stress? Maaf jd konsul neh… Salam knl aj dh..
@ Oza:
Bisa jadi iya …. faktor psikis gak selalu stress, bisa juga bentuk lain misalnya cemas, beban tugas or study, dll …
Salam kenal … makasih
kalau saya makan ikan laut pasti alergi. uugghhh sebel.
@ rental mobil:
wah kayaknya aku ini kena eksim ya cak, dan sudah masuk tahap kronis, tapi saya sendiri gak tau pencetusnya apa, kalo suhu panas dan berkeringat, wuihhh gatal banget. Letak eksim ini di paha kanan atas, pas di bawah kain CD, dah bertahun-tahun tapi gak hilang hilang, dulu kecil sekarang jadi tambah lebar hampir setapak tangan anak bayi. warna hitam, kalo gatal dan digaruk maka akan muncul bintil2 kayak biang keringat di tepi warna hitam dan warnanya merah, dulu aku pake inerson salep, beberapa hari gak gatal tapi lalu kambuh lagi. sekarang cuma pake caladine, habisnya bingung mau pake apa, salep inerson disini gak ada, kalo pake salep yang untuk jamur kayak ultraciline, gak mempan tambha gatal. So, cak moki mohon petunjuknya, disini ada Balai Pengobatan untuk penyakit umum, mungkin nanti saya bisa minta obat sesuai rujukan cak moki. Oke, makasih ya cak.
@ rina:
Kalo emang bener eksim, penyakit tersebut bersifat residif atau kambuhan sebagaimana tertulis di artikel. Semua eksim bersifat kronis, artinya berlangsung lama. kalo akut adalah penyakit yang berlangsung singkat. So, akut dan kronis adalah terminologi yg menunjukkan lamanya waktu berlangsungnya penyakit, bukan berat ringannya penyakit.
Obatnya dah bener, pake inerson atu sejenisnya, setidaknya: Hydrocortison (merk dagang: enkacort, vyohydrocort, dll). Obat steroid lain untuk eksim, misalnya: Betason, Benoson, Apolar, Kloderma, Desolex, dll. Mestinya Balai Pengobatan menyediakan salah satu atau lebih dari obat-2 yg sy tulis… kalo gak ada …wiiihhhh…
Trims
assalamualaikum cak moki , alhamdulillah di BP ada obat hidrocortison dan betason produksi kimia farma, tapi setelah dioles memang kering sih, tapi kok masih gatal yah, terus mana yang musti dipakai betason apa hidrocortison, kata susternya beda isi, tapi setelah dioles khasiatnya sama ajah tuh, masih tetap gatal, meski gak seperti biasanya, ohya, apakah bekasnya warna hitam bisa hilang ya cak ?
Ohya, nambah dikit, di kalbar banyak nyamuk nakal, kulit saya merah2, sampai hitam karna sering digigit nyamuk, ada gak ya, obat utnuk menghilangkan bekas gigitan nyamuk itu ?
Terakhir cak, apa sampeyan punya rekomendasi dokter kandungan untuk program hamil di daerah surabaya ? maksudnya yang bagus gitu, hehehhe .. ok makasih ya cak
@ rina:
Assalamu’alaikum…
Hydrocortison dan betason adalah obat sesama steroid yang jenisnya banyak. Pilih salah satu aja.
Untuk gatalnya, sementara cukup dengan antihistamin, misalnya Loratadine 10 mg (merk dagang misalnya: inclarin, claritin, dll), diminum 1×1 sehari hingga gatalnya reda.
Warna hitam bisa dihilangkan jika eksim udah bener-2 gak kambuh di tempat yg sama. Tapi pemilihan dan kadar obat untuk menghilangkan bekas hitam sebaiknya periksa ke dokter agar disesuaikan dengan tekstur kulit dan luasnya bekas hitam.
Gigitan nyamuk atau serangga yg meninggalkan bekas hitam disebut dengan prurigo von hebra. Hal itu dikarenakan kulit yang sensitif sehingga mudah alergi oleh gigitan nyamuk ato serangga yang lain.
Obatnya sama dengan eksim.
Tentang program kehamilan biasanya akan ditangani oleh dokter ahli kandungan dan dokter ahli andrologi…. Keduanya banyak bertebaran di Surabaya.
Untuk dokter kandungan silahkan ke dokter Heru atau dokter Adityawarman atau yg lain … (maaf, tempat prakteknya lupa). Adapun untuk pemeriksaan suami dapat ke poli Andrologi RSU Dr. Sutomo.
Trims … Wassalamu’alaikum.
waduh cak makasih banyak ya…. oh ya mau nanya lagi cak, yang baik yang mana ya, ke poli andrologi dulu, atau tes sperma dulu baru ke poli, makasih atas jawabannya.
@ rina:
Langkah pertama ke DSOG berdua dengan suami. Ntar biasanya DSOG akan menyarankan ke Poli Andrologi untuk suami. Selanjutnya dokter ahli andrologi akan memutuskan jenis pemeriksaan untuk suami (analisa sperma dan pemeriksan penunjang lainnya berdasarkan pertimbangan dokter ahli andrologi).
Makasih