Herpes simplex genitalis

Kode ICD.10: A60.0: Anogenital Herpes simplex

herpes2 Kali ini kita akan membahas sekilas tentang Herpes simplex, khususnya Herpes simplex genetalis, memenuhi request dari beberapa pembaca melalui email. Penyakit yang satu ini (Herpes simplex genitalis, Herpes simpleks genital) makin kerap ditanyakan melalui email karena mungkin menyangkut area pangeran kecil alias cucakrowo dan area miss V serta arena sekitarnya, bahkan di area bibir dan mulut seiring dengan meningkatnya aktifitas seksual orogenital (oral seks).

Kata kunci: Herpes simplex genitals, Genital Herpes, Herpes genitalis, Herpes progenitalis.

Herpes simplex genitalis adalah infeksi akut (STD=sexually transmitted disease), yang disebabkan oleh Virus Herpes Simplex (terutama HSV=Herpes Simplex Virus type II), ditandai dengan timbulnya vesikula (vesikel = peninggian kulit berbatas tegas dengan diameter kurang dari 1 cm dan dapat pecah menimbulkan erosi kayak koreng kecil) pada permukaan mukosa kulit (mukokutaneus), bergerombol di atas dasar kulit yang berwarna kemerahan. Pada umumnya terjadi pada bagian tubuh di bawah pusar, terutama daerah genital dan sekitarnya. Penyebab terbanyak Herpes simplex genitalis adalah HSV type II.

Mohon diingat bahwa tidak semua bintik di kulit kayak koreng kecil-kecil pada area sekitar organ seksual lantas dianggap Herpes simplex genetalis. Sabar dululah… gak perlu terlalu risau. Kalaupun khawatir, monggo dipersilahkan periksa ke dokter untuk memastikannya. Mudah kan ? ;)

Walaupun HSV type II merupakan penyebab terbanyak herpes simplex genitalis, namun dengan trend meningkatnya aktifitas seksual secara orogenital (melalui mulut), keduanya (HSV-1 dan HSV-2) dapat ditemukan dalam bentuk Herpes labialis (pinggang ke atas, terutama mulut dan area wajah) dan Herpes genitalis (pinggang ke bawah, terutama area organ seksual dan sekitarnya).

Mengenal tanda-tanda Herpes Genitalis

Masa inkubasi berkisar sekitar 3-7 hari. Berdasarkan pernah tidaknya seseorang kontak dengan Virus Herpes Simplex (HSV-2), infeksi Herpes genitalis berlangsung dalam 2 fase, yakni:

1. Fase Infeksi (lesi) Primer, ditandai dengan:

  • Dapat terjadi tanpa gejala (asimptomatis)
  • Diawali dengan rasa panas, rasa terbakar dan gatal pada area yang terserang.
  • Kemudian timbul vesikula (bintik-bintik) bergerombol, mudah pecah sehingga menimbulkan perlukaan (mirip koreng) di permukaan kulit yang kemerahan (eritematus), dan nyeri.
  • Selanjutnya dapat diikuti dengan demam, lemas sekujur tubuh (malaise) dan nyeri otot.
  • Terjadi pembesaran kelenjar getah bening di sekitar area yang terserang Herpes genitalis.

2 Fase Infeksi (lesi) Rekuren (kambuh).

Seseorang yang pernah infeksi primer, dapat mengalami kekambuhan. Adapun kekambuhan terjadi karena berbagai faktor dan dapat dipicu oleh beberapa faktor pencetus, misalnya kelelahan fisik maupun psikis, alkohol, menstruasi dan perlukaan setelah hubungan intim.

  • Pada infeksi kambuhan (rekuren), gejala dan keluhan pada umumnya lebih ringan. Gambaran penyakit bersifat lokal pada salah satu sisi bagian tubuh (unilateral), berbentuk vesikuloulseratif (bercak koreng) yang biasanya dapat hilang dalam 5 hingga 7 hari.
  • Sebelum muncul bercak berkoreng, didahului dengan rasa panas, gatal dan nyeri.

Walaupun keluhan dan gejala bersifat ringan, seyogyanya penderita tidak mengabaikannya. Berobat ke dokter merupakan langkah bijak agar terhindar dari kemungkinan terjadinya infeksi sekunder dengan pelbagai dampak yang tidak kita inginkan.

Selain kedua fase di atas, dikenal juga fase laten, yakni fase dimana penderita tidak mengalami keluhan dan gejala klinis, namun pada pemeriksaan laboratorium ditemukan HSV di ganglion dorsalis ( simpul saraf di bagian belakang tubuh).

PENGOBATAN

Pada infeksi primer, penatalaksanaannya adalah sebagai berikut:

a) Obat untuk mengurangi keluhan (simptomatis), misalnya: analgesik untuk meredakan nyeri.

b) Antivirus:

  • Acyclovir, diminum 5 x 200 mg per hari selama 7-10 hari.
  • Valacyclovir, diminum 2 x 500 mg per hari selama 7-10 hari.
  • Famcyclovir, diminum 3 x 250 mg per hari selama 7-10 hari.

Pada infeksi kambuhan (rekuren):

Infeksi ringan, cukup dengan menggunakan obat untuk meredakan keluhan (simptomatis) dan obat antivirus topikal (salep, cream), misalnya acyclovir cream, dioleskan 5 kali sehari atau setiap 4 jam, selama 5-10 hari.

Pada infeksi berat:

  • Acyclovir, diminum 5 x 200 mg per hari selama 5 hari.
  • Acyclovir, diminum 3 x 400 mg per hari selama 5 hari.
  • Acyclovir, diminum 2 x 800 mg per hari selama 5 hari.
  • Valacyclovir, diminum 2 x 500 mg per hari selama 5 hari.
  • Famcyclovir, diminum 2 x 125 mg per hari selama 5 hari.

Jika kekambuhan (rekuren) terjadi lebih 8 kali dalam setahun, maka perlu dilakukan terapi supresif selama 6 bulan, menggunakan:

  • Acyclovir, diminum 2 x 800 mg per hari selama 5 hari.
  • Valacyclovir, diminum 2 x 500 mg per hari selama 5 hari

Bagaimana jika terjadi pada wanita hamil ?

Wanita hamil yang terinfeksi Herpes genitalis dapat menularkan penyakit melalui plasenta (transplasental) kepada janin yang dikandungnya dengan berbagai resiko pada janin.

Penularan pada trimester (tiga bulan) pertama kehamilan beresiko terjadinya abortus, sedangkan pada trimester kedua beresiko terjadinya kelahiran prematur.

Ahli kandungan biasanya melakukan secio caesaria (operasi caesar) jika pada saat melahirkan mendapati si ibu terinfeksi Herpes simplex genitalis untuk menghindari penularan terhadap janin melalui jalan lahir.

Bacaan:

  1. Atlas Penyakit Kulit dan Kelamin, SMF Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin, FK. Unair, RSU Dr. Soetomo, Surabaya, cetakan keempat, 2008.
  2. Ilmu Penyakit Kulit, Prof. Dr. Marwali H, cetakan I, 2000.
  3. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin, FK UI, edisi keempat, 2005.

Semoga bermanfaat.

Edisi cetak (PDF 343 kb) silahkan download di sini

:: :: :: posting menggunakan WLW :: :: ::

About these ads

287 Responses to “Herpes simplex genitalis”


  1. 1 plukz Juli 21, 2009 pukul 5:01 pm

    cak, kalo yang kena di lengan tu apa namanya?

    gejalanya sama persis sama yang diosebut diatas, saia bawa ke dokter kulit juga katanya herpes. lha saia kan nggak pernah kena nyenggol punya orang to. penularan lewat apa saja ni?

  2. 2 Puskesmas Mojoagung Juli 21, 2009 pukul 8:35 pm

    Ada istilah baru rupanya ya….. “cucakarowo”, orang diluar jawa apa ya mengerti cucak rowo identik dengan pe*** (gak boleh ngomong kotor disini :P ).

  3. 3 cakmoki Juli 23, 2009 pukul 1:02 am

    @ plukz:
    Apa bener herpes simplex? apa bukan herpes zoster?
    kalaupun bener herpes simplex (hsv I), bisa aja tertular lewat droplets (percikan uap mulut or ludah) tanpa sengaja dari orang lain.

    @ Puskesmas Mojoagung:
    hehehe… negrti, soalnya 80 % penduduk sini berasal dari Jawa, tramsmigran sejak 1954…. istilah tersebut udah tersosialisasi dengan sukses di sini, bahkan dimengerti oleh orang asli sini … hehehe

  4. 4 hera Juli 24, 2009 pukul 5:51 pm

    dr Moki,
    saya mau berbagi nih… *maaf yang sebelumnya saya sempet salah kamar :D*
    Tahun lalu saya keguguran kemudian melakukan test lab TORCH, yang (+) Igg Toxo dan Igg CMV, yg lain termasuk herpes (-).
    Setelah konsul beberapa dr kandungan, dr specialis virus dan studi literatur saya putuskan berobat herbal dulu, di sini http://www.spesialis-torch.com/
    Setelah 3 bulan pengobatan, tingkat infeksi turun drastis hampir pada nilai negatif dan disarankan 3 bulan pengobatan lagi supaya tuntas. Sekarang sudah program kehamilan lagi *hore*
    Berdasarkan keterangan di klinik herbal tsb, obat herbal untuk semua unsur TORCH (Toxo, Rubella, CMV, Herpes 1 dan Herpes 2). Herbal tsb juga bisa dibarengin dengan obat dr (dengan jeda waktu konsumsi).
    Saya sempat dengar ada dr ahli spesialis virus yg menentang, ada juga dr yang mendukung pengobatan ini. Saya sih cuma berharap mudah2an dunia kedokteran bisa gandengan dengan pengobatan tradisional :) Biar nda ngumpet2 klu konsul ama dr :D

    Sayang disayang, klu berobat di klinik herbal tsb kita ngga bisa tahu kadar/takaran racikannya. Di botol obat hanya tertera jenis2 bahannya saja. Sehingga harus beli jadi… Obat herbal tsb sudah terdaftar di Dephukham Ditjen HKI dan ijin Dinkes Bogor. Klu bikin sendiri takut keracunan malah hehehe….klu beli menurut saya sih mahal, buat orang yg tdk mampu jadi kasihan nda terobati (padahal unsur herbalnya bisa ditemukan disekitar lingkungan kita). Pengobatan medis juga sama mahalnya (sudah saya bandingkan sebelumnya)

    Coba klu medis dan tradisional bisa gandengan, penemuan obat herbal tsb mungkin bisa disebarkan secara standard medis, mudah dan murah di dapat, si penemu obat bisa dapat reward atas HKI nya, every body hepy and every body healthy deh :D

  5. 5 plukz Juli 25, 2009 pukul 10:50 am

    owh, jadi seperti itu ya cak

    wes, sayaagak mudheng sekarang. btgw bedanya simplex ma zoster apa to? :D

    maklum ne banyak tanya, pengen jadi dokter ga kesampean.

  6. 6 cakmoki Juli 25, 2009 pukul 2:42 pm

    @ hera:
    Sayang disayang, klu berobat di klinik herbal tsb kita ngga bisa tahu kadar/takaran racikannya.
    Udah terjawab sendiri tuh … hahaha …
    Padahal, sesuatu yang digunakan untuk tubuh kita seharusnya terukur dan jelas disebutkan cara kerja masing-masing kandungan di tubuh kita, absorbsinya, metabolismenya, bahan sisnya, ekskresinya, dll … dlll … dan semuanya wajib disampaikan secara tertulis dengan jujur.
    Lha kalo ada efek dikemudian hari gimana ?
    Tapi, dunia medis or pengobatan adalah “tambang emas”, karenanya tak perlu heran jika banyak pihak ingin emndulang tambang tersebut dengan berbegai klaim kelebihan dan berbagai embel-embelnya.

    Dunia medis International (WHO) memberi pintu yang sangat luas untuk perkembangan dan pengetahuan, termasuk label “herbal”.
    Masalahnya, beranikah menjalani syarat keselamatan standar International yang diakui WHO ? Kalo hanya ijin produksi dan pengakuan di tingkat nasional mah gampang, asal udah bayar, selesai … hehehe.
    Yang penting harus dicantumkan hasil uji internasional, yakni: uji Lab, uji klinik (hewan kemudian manusia), uji efek samping, dll…. hal ini yg kita perlukan untuk keselamatan umat manusia, bukan sekedar masalah pro-kontra dan klaim-klaim yang berlebihan. :)
    Trims

    @ plukz:
    agar lebih mudeng perbedaannya, monggo klik link di bawah ini:

    http://cakmoki86.wordpress.com/2007/01/28/herpes-zoster-atau-dumpo-bukan-disembur/

    kalo masih belum mudeng, silahkan disampaikan :D
    Trims

  7. 7 Ria - Solo Juli 25, 2009 pukul 3:30 pm

    Siang Cak dokter…hehe..Ria lagi…

    Bisa diperinci perbedaan lesi pada herpes simplex dan zooster..??? kalo ada gambarnya sih lebih dahsyat yakss.. ( bukan yg porn site-nya lhooo…. hehe).

    Matur nuwun,

    Salam SEHAT..!!

  8. 8 cakmoki Juli 26, 2009 pukul 1:50 am

    @ Ria – Solo:
    Sama dengan jawaban di atas …silahkan baca artikel Herpes zoster di blog ini pada link berikut: (dah ada gambarnya)

    http://cakmoki86.wordpress.com/2007/01/28/herpes-zoster-atau-dumpo-bukan-disembur/

    Sedangkan untuk gambar Herpes genitalis, silahkan lihat link:

    http://dermis.multimedica.de/dermisroot/en/11576/diagnose.htm

    Maturnuwun

  9. 9 Besan Juli 26, 2009 pukul 7:52 am

    Halo cak moki yg gaul

    Krn ada beberapa hal yg tdk sy ketahui,jd boleh ya cak sy tny2.
    1. Boleh gak cak pemberian pertama kali asiklovir oral dimulai hari ke 3 atau lbh sejak px sakit, dan apakh msh efektif.
    2. Apkh diperbolehkan penggunaan bedak salisil utk mengurangi keluhan n menjaga agar vesikulanya (bintik2) gak pecah.
    3. Krn Herpes Simplex Genetalis trmsk STD, berarti gak mgk ya cak kl anak2 terkena penyakit ini.

    Maaf ya cak kl agak kl agak byk tanyany,tpsemoga tdk bosan.

    Matur Nuwun

  10. 10 Kurotsuchi Juli 26, 2009 pukul 4:40 pm

    hoo…
    sungguh blog yang bermanfaat dan berilmu :)

    salam kenal :P

    sudah dokter yah? biasanya kalo jadi residen itu berapa tahun sih?

  11. 11 cakmoki Juli 26, 2009 pukul 5:57 pm

    @ Besan:
    1) Boleh, dan masih efektif.
    2) Boleh juga.
    3) Ya, hampir gak mungkin. Kecuali pada bayi baru lahir yg ibunya menderita Herpes simplex genitalis, penularan dapat terjadi melalui jalan lahir.

    Maturnuwun.

  12. 12 dokterearekcilik Juli 27, 2009 pukul 12:15 am

    Ikut menguatkan jawaban cak Moki…. bener cak bisa kena pada anak :grin:

  13. 13 cakmoki Juli 28, 2009 pukul 4:06 pm

    @ Kurotsuchi:
    salam kenal juga :)
    Lamanya pendidikan residen bergantung pada bidang spesialisasinya, biasanya sekitar 4-5 tahun.
    Trims

    @ dokterearekcilik:
    Maturnuwun tambahan dan koreksinya Mas :)

  14. 14 wita Juli 31, 2009 pukul 1:14 pm

    cak, sy mumet nyari bhan protap pemulasaran jenazah.

  15. 15 L 34 H Juli 31, 2009 pukul 4:34 pm

    Wah kebetulan lagi bahas penyakit kulit. Mohon bantuannya jelasin serangga ini yah pak dokter hehehe

    http://www.sileah.com/2009/07/31/hey-serangga-apa-kmu/

  16. 16 L 34 H Juli 31, 2009 pukul 4:39 pm

    PAk dokter bantu saya jelasin serangga dan penyakit yang disebabkan binatang ini yah..

    http://www.sileah.com/2009/07/31/hey-serangga-apa-kmu/

    Plisss dan matur nuwun.

  17. 17 cakmoki Agustus 2, 2009 pukul 1:42 am

    @ wita:
    saya gak punya …. :)

    @ L34H:
    Silahkan baca posting tentang Tips Mengatasi Sengatan Lebah, di sini… mirip dengan gigitan serangga yg lain.
    Thanks

  18. 18 mirza Agustus 5, 2009 pukul 5:41 pm

    Puzzzziiiiingggg…….gmail ngadat hampir sebulan. ngebuka aja susyeeeennyeee minta ampun. giliran bisa, eh ditengah2 hank..
    padahal lagi pengen curhat sama Poh Dokter…. :((

  19. 19 cakmoki Agustus 6, 2009 pukul 1:11 am

    @ mirza:
    hehehe … koneksinya lagi PMS kaleee … :D

  20. 20 mirza Agustus 6, 2009 pukul 10:04 am

    Mantaaafff…cerdas ;;)

  21. 21 cakmoki Agustus 7, 2009 pukul 12:07 am

    @ mirza:
    wah … passs ya ? :D

  22. 22 mike Oktober 11, 2009 pukul 11:55 pm

    (Maaf nama email dhulur saya)

    Slamat malam dok,

    Saya (Mike) 3 thn yg lalu,pernah melakukan ksalahan tanpa sadar “Jajan”,
    tetapi keesok harinya saya mulai menderita panas (sesuai dengan yg dokter sebutkan d atas : HSV I & HSV II). Sbnrnya saya sdh k 5 dokter spesialis kelamin n kulit & Spesialis Saraf bedah.

    Yang ingin saya tanyakan ke dokter :
    1. Bila HSV-I = -20 sedangkan HSV-II = 35 –> Apakah masih bisa sembuh? Bila ada cara untuk menyembuhkan/melenyapkan HSV-I & HSV-II menjadi 0 (Alias sembuh total),bagaimana cara nya/apa saja obatnya??

    2. Dulu saya sudah pernah minum :
    – Acyclovir, diminum 2 x 800 mg per hari selama 2 mgg.
    – Acyclovir cream, dioleskan bbrp kali (dgn jeda wkt 4 jam, kecuali malam hari) selama 5-10 hari.

    untuk bagian syarafnya:
    ada 4 macam resep obat (misal Rebel 500mg, maaf u/ yg lain saya lupa namanya)–>d minum 2×1 setiap hari (stelah makan) + Injeksi 100mg (Untuk Imun tubuh)–>hanya saat ketemu dokter.

    Tapi masih belum sembuh juga (saat ini yg HSV-I = -9 & HSV-II = 25)apa ada cara2 terapi yg lain/obat2 yg lain supaya dapat sembuh total 100%/ Lenyap 100% ??

    3.Apakah ada obat herbal yg d yakini oleh dunia medis yg bisa menyembuhkan Virus herpes HSV / Protein Asing tsb??kl ada, apa ?

    Terima Kasih
    mike

  23. 23 cakmoki Oktober 13, 2009 pukul 12:34 am

    @ mike:
    Maaf…terlambat menjawab soalnya terjaring s3p4m
    1) Masih bisa sembuh
    2) Pengobatan dengan cara yang sama dapat diulang, kemudian dievaluasi lagi. demikian seterusnya.
    Jika masih ditemukan HSV, biasanya akan dilakukan pengobatan sebagaimana pengoabtan fase laten, yakni pengobatan hingga 6 bulan kemudian dievaluasi lagi.
    3) Mohon maaf, tentang obat herbal saya gak tahu :)

    Terimakasih

  24. 24 abdi Oktober 13, 2009 pukul 6:55 pm

    haloo..
    beberapa bulan lalu saya terkena herpes disekitar pinggang kanan. posisinya di atas pusat(sebelah kanan), tepat di bawah tulang rusuk.saya dikasi obat acyclovir. tapi gak disebutkan ini termasuk jenis herpes mana (karena hubungan seksual atau bukan?). karena setahu saya, saya tidak pernah melakukan hubungan seksual. dan informasi (rancu) yang saya dapat katanya acyclovir untuk herpes yang disebabkan oleh hubungan seksual.
    kira2 saya kena herpes jenis apa neh? masa karena hubungan seksual. yg bener aja.

  25. 25 cakmoki Oktober 14, 2009 pukul 12:04 am

    @ abdi:
    Haloo …
    Menilik lokasi dan gambaran penyakitnya, kemungkinan Herpes zoster.
    Selengkapnya tentang Herpes zoster silahkan baca artikelnya di sini.
    Acyclovir adalah obat antivirus yang dapat digunakan untuk beberapa penyakit yg disebabkan virus, misalnya: Herpes zoster, cacar Air, dan lain-lain, tidak melulu untuk herpes yg berhubungan dengan hubungan seksual.
    Emangnya yg bilang karena hubungan seksual sapa ? Yg bener aja! :D
    Trims

  26. 26 mike Oktober 19, 2009 pukul 3:34 pm

    sorry saya ralat bukan,

    sebenarnya :
    HSV 1 = -4,5
    HSV II= 49
    (Cek darah 15 okt 2009)

    apakah dengan kondisi saat ini (19 okt 2009),penyakit herpes tsb dapat sembuh total ??
    bgmn caranya supaya dapat sembuh total,dok moki??

    skg saya minum obat herbal semacam makanan kesehatan,tp produk ini bkn buatan Indonesia, melainkan luar negeri n harganya selangit (puluhan juta rupiah).Apakah ada jaminan bila HSV I & II bisa sembuh total dgn minum ini dok moki??

    ada jg dokter yg menganjurkan minum jamu2an rasanya pahit skali selama 44hari rutin minum pagi malam.Apakah ada jaminan bila HSV I & II bisa sembuh total dgn minum ini dok moki??

    trims

    mike

  27. 27 cakmoki Oktober 20, 2009 pukul 1:42 am

    @ mike:
    Seperti jawaban saya sebelumnya, Herpes simplex genetalis yg reccurent dapat juga disembuhkan dengan pengobatan jangka panjang, yakni 6 bulan.
    Selanjutnya, dokter Sp.KK yg merawat akan melakukan follow up dan evaluasi hasil pengobatan.
    Dengan demikian, pemilihan jenis obat akan lebih runtut sesuai dengan respon terhadap obat yang diberikan sebelumnya, mengingat pengobatan pada berbegai jenis penyakit hampir selalu memiliki urut-urutan jenis obat, dosis dan lamanya penggunaan obat.

    Sekali lagi, tentang saya gak tahu menahu tentang jamu dan sejenisnya :)

    Trims

  28. 28 Michael Oktober 20, 2009 pukul 5:13 pm

    Salam hormat Dok,
    Untuk kasus Laten bagaimana cara penanganannya, resiko jika dibiarkan ?

  29. 29 cakmoki Oktober 20, 2009 pukul 11:56 pm

    @ Michael:
    Untuk fase laten diberikan obat saat muncul tanda klinis. Gak bahaya, namun biasanya secara psikologis akan mengganggu.
    Trims

  30. 30 mike Oktober 21, 2009 pukul 3:47 pm

    trims dok moki atas penjelasan d atas.

    mike

  31. 31 cakmoki Oktober 22, 2009 pukul 1:14 am

    @ mike:
    sama-sama…trims juga telah berbagi

  32. 32 vthree84 November 19, 2009 pukul 10:03 am

    slm hormat dok,
    sy ibu dg bayi 3,5bl. bbrp mggu yg lalu di tenggrokan n kelamin sy ada spt sariawan dan sgt menyakitkan. sy brobt k dr sp kk,ktny mgkn herpes n d minta tes lab. smbl menggu hsl tes sy cm d beri obat kumur n betadine vaginal doulce. stlh 4 hr ngk ada perubhan sy konsul k dr um, n ktny kl mmg herpes dikasih acyclovir stlh dimnm 5 sembuh. lalu sy ambil tes lab hasil kulturny staphylococus albs(krg jls) n saran obat cm anti bakteri bukan anti virus krn sy dah smbh sy ngk balik k dr sp kk tsb

  33. 33 vthree84 November 19, 2009 pukul 10:18 am

    maaf dok nyambung yg atas…
    sy ngk balik konsul k dr spKK tsb krn sy ngerasa dah sht krn minum acyclovir slm 5 hr. tp td pagi sy ngerasa ada rasa sakit d tenggrokan n stlh sy periksa teryt sariawan lg di amandel sy, ada 3. sy cemas dok,apkh pnykit yg kmren balik lg dok ? apa benar sy terkena herpes?bskah anak sy tertular krn sy msh asix? apkh pnykt ini dr suami sy krn 4 hr yg lalu km brhubungan? maaf y dok kepanjangan n byk tanya. thks b4..

  34. 34 cakmoki November 20, 2009 pukul 12:33 am

    @ vthree84:
    Menilik hasil pemeriksaan menunjukkan kuman Staphylococcus aureus, maka jelas bukan Herpes simplex, tapi infeksi kuman (bakteri). Obatnya antibiotika, misalnya: amoksisilin 500 mg atau erythromicin 500 mg atau cefadroxyl 500 mg. Salah satu dari ketiga golongan obat antibiotika tersebut diminum 3×1 sesudah makan, sedikitnya selama 4-5 hari.
    Adapun untuk nyerinya dapat ditanggulangi dengan obat pereda nyeri, misalnya asam mefenamat 500 mg, diminum 3×1 sesudah makan hingga nyerinya hilang.
    Trims

  35. 35 vthree84 November 20, 2009 pukul 9:25 am

    maaf pak dokter, setelah saya tanya2 ke om google saya ngk menemukan adanya bakteri staphylococus albicans spt yg dokter sebutkan diatas. yang ada cuma candida albicans dan staphylococus aureus, apakah kedua bakteri itu sama? dan apakah obat yg dokter sebutkan diatas aman dikonsumsi ibu menyusui spt saya? benarkah penyakit sy ini bukan herpes dok? krn dari yg sy baca dari wacana dokter diatas semua gejala yg ada mengarah ke herpes. sy sgt kwatir dok..

    matur nuwun

  36. 36 zeinitza November 20, 2009 pukul 11:54 am

    gyah baru tahu kalo ada herpes zoster.. kirain herpes tuh semuanya genital *oon*

  37. 37 cakmoki November 20, 2009 pukul 11:02 pm

    @ vthree84:
    Maaf, salah ketik… makasih koreksinya …kesalahan sudah diperbaiki :)
    Candida albicans adalah jamur sedangkan staphylococcus aureus adalah bakteri. Tentu beda.
    Lha kalo herpes simplex sebagaimana diagnosa dari dokter adalah virus. Ketiganya berbeda. Termasuk berbeda obatnya.
    Sekali lagi, jika hasil lab menunjukkan Staphylococcus aureus, artinya infeksi tersebut disebabkan kuman Staphylococcus, bukan virus Herpes simplex. Kemungkinan lain, herpes simplex disertai infeksi sekunder.

    Semua obat yang saya tulis di atas adalah obat kategori B pada kehamilan maupun menyusui, yang artinya aman, sama amannya dengan vit B kompleks.
    Gejala atau keluhan penyakit seringkali mirip satu sama lain bagi orang awam. Karena itulah diperlukan pemeriksaan oleh dokter untuk memastikannya. Dan jika diperlukan pemeriksaan penunjang, maka dilakukan pemeriksaan Lab untuk menunjang diagnosa atau untuk membedakan diagnosa, sehingga dapat diketahui diagnosa yang lebih akurat.
    Gak perlu terlalu khawatir, toh kalaupun herpes simplex, atau herpes simplex dengan infeksi sekunder, dapat diobati sampai sembuh.

    @ zeinitza:
    Mungkin karena kami-kami para dokter yang kurang memberi informasi secara luas :)

  38. 38 vthree84 November 21, 2009 pukul 12:47 pm

    maaf dok, tp menurut yg sy baca dsni http://medicom.blogdetik.com/2009/03/03/herpes-simpleks-genitalis/

    herpes simpleks genital tidak bisa sembuh. sy jd tambah kwatir krn sy msh ingin pny anak lg tp takut kalo nanti bs menular k anak sy.
    dok, apa yg membuat acyclovir jd resisten? bbrp hari ini sy minum acyclovir 3x800gr,(krn ingin cpt sembuh,sy tau ini salah) apakah akan membuat jd resisten kalo sy turunkan dosisnya jd 3x400gr?

  39. 39 cakmoki November 21, 2009 pukul 2:15 pm

    @ vthree84:
    wah saya gak tahu mereka pakai referensi darimana. Dicantumkan referensinya gak ? Atau hanya pendapat pribadi dari penulisnya ? Emang ada jenis yang sulit sembuh, yakni herpes simplex fase laten.
    Menurut saya jangan mengobati sendiri, sebaiknya ke dokter agar dosis dan jenis obat serta lamanya pemberian diberikan sesuai dengan diagnosa dokter, bukan dengan prakiraan pribadi.
    Perlu diketahui bahwa pemilihan obat serta dosis dan lamanya pemberian tidak cukup dengan membaca artikel karena artikel hanya bersifat umum, bukan untuk mengobati sendiri.
    Lagipula, jika emang benar Herpes simplex, terdiri dari 3 fase yang pengobatannya berbeda.
    Tapi ini hanya saran saya, keputusan akhir ada pada masing-masing orang :)
    Semoga segera sembuh.
    Trims

  40. 40 ara November 25, 2009 pukul 7:30 pm

    saya juga ada bintik2 gitu, tapi di lengan, perut dan kaki juga. tapi itu penyakit bukannya kalo udah pernah melakukan hubungan? padahal saya nggak pernah loo…

  41. 41 cakmoki November 26, 2009 pukul 2:39 am

    @ ara:
    Lho… bintik-2 kan banyak sebabnya…. gak semua bintik-2 lantas dianggap herpes simplex…. :)

  42. 42 eltika Desember 8, 2009 pukul 6:38 pm

    klo positif terkena herpes simplex genetalis,if pregnant,janin yg dikandung pst bermasalah yach?

  43. 43 eltika Desember 8, 2009 pukul 6:40 pm

    cara menjegah herpes simplex genetalis itu kambuh lg,mst gmn y?
    ada obat yg mst dikonsumsi g?

  44. 44 cakmoki Desember 9, 2009 pukul 4:29 pm

    @ eltika:
    iya, hanya saja kita belum tahu persentase kemungkinan terjadinya masalah pada janin…
    berikut copy paste pada artikel di atas:
    Wanita hamil yang terinfeksi Herpes genitalis dapat menularkan penyakit melalui plasenta (transplasental) kepada janin yang dikandungnya dengan berbagai resiko pada janin.

    Penularan pada trimester (tiga bulan) pertama kehamilan beresiko terjadinya abortus, sedangkan pada trimester kedua beresiko terjadinya kelahiran prematur.

    Untuk mencegah kekambuhan (recurrent), silahkan lihat lagi pada bab pengobatan.
    Trims

  45. 45 prihatin Desember 12, 2009 pukul 11:30 am

    info yg sangat bagus ya… makasih sekali cakmoki
    ini mau tanya aj… ada temen ce yg kena herpes simplex type 2. trus kalau nanti dia nikah dan mau berhub intim sama suaminya gimana caranya supaya ga tertular jg? Kasihan jg kan, jd ga berani berhub intim dan pasti suaminya kelak ga bisa terima jg.

    ada cara2 untuk mastiin supaya pasangannya ga akan tertular? apakah kondom membantu ?

    tks a lot sebelumnya…

  46. 46 ricky Desember 13, 2009 pukul 10:28 am

    Pak salam kenal saya mau tenya apakah herpes genital HSV1 yang IgGnya 1.1 positif jika diterapi menjadi 0,… negatif berarti sudah sembuh yah pak (tidak kambuh alias sembuh total)krn setahu saya penyakit ini tida bisa sembuh dan yg binggungnya saya berasa sakit di kelamin tp hasil labnya HSV 1 IgGnya yg positif yg lainnya negatif .tlg pak penjelasannya karena saya orang awam tdk tau benar ttg ini

  47. 47 cakmoki Desember 13, 2009 pukul 6:10 pm

    @ prihatin:
    Supaya gak tertular, sebaiknya diobati hingga sembuh. Untuk memastikan ada tidaknya virus herpes simplex pasca pengobatan, diperlukan pemeriksaan Lab Virologi. hal ini penting agar tidak menjadi fase laten, dimana yang bersangkutan gak ada keluhan tapi didapatkan virus pada pemeriksaan virologi.

    Kondom hanya salah astu pencegahan. Namun perlu diingat bahwa penularan bisa melalui aktifitas sexual orogenital.

    Untuk itu mohon disampaikan ke temen untuk periksa ke dokter SpKK agar dapat diobati hingga tuntas.
    Thanks

    @ ricky:
    Salam kenal…
    Herpes simplex pada fase primer bisa diobati hingga sembuh jika diobati sampai tuntas.
    Sedangkan type rekurens yang kambuh rekuren) lebih 8 kali dalam setahun, maka perlu dilakukan terapi supresif selama 6 bulan, sebagaimana panduan pengobatan pada artikel ini.
    Pemeriksaa Lab (IgG) merupakan pemeriksaan penunjang, yang adakalanya negatif tapi ada keluhan. Sebaliknya, bisa juga tanpa keluhan tapi hasil IgG positif.

    Hal tersebut tidak aneh mengingat herpes simplex kadang asimptomatis (tanpa keluhan).
    Lagipula, beberapa pemeriksaan IgG digunakan sebagai konfirmasi jika salah satu hasilnya meragukan atau tidak sesuai dengan keluhan.
    Trims

  48. 48 ricky Desember 13, 2009 pukul 6:48 pm

    Terima kasih cak Moki atas penjelasannya .
    saya tidak mengerti apa fase primer itu klu cak moki bilang bisa disembuhkan berarti kita tidak kambuh lagi dong(karena setahu saya dari informasi virus ini kgk bisa sembuh dan akan kambuh) mohon penjelasannya soalnya saya benar2 takut bisa menularkan anak dan istri.terima kasih sebelumnya atas penjelasan cak Moki

  49. 49 ricky Desember 13, 2009 pukul 6:50 pm

    Satu lagi cak Moki apa sih type rekuren apakah semua penderita virus ini type rekuren (maaf soalnya saya tidak mengerti masalah ini) dan dokter blg klu cek lab nanti hasil hsv 1 iGgnya negatif berarti saya sudah sembuh (apakah dalam arti tidak kambuh lagi?)trims

  50. 50 cakmoki Desember 13, 2009 pukul 7:51 pm

    @ ricky:
    Informasi dari mana ? Di artikel ini gak ada kalimat yang mengatakan gak bisa sembuh. Emang bisa kambuh, tapi bukan berarti gak bisa sembuh.
    Jika dokter menyatakan sembuh setelah diobati dan dievaluasi melalui pemeriksaa Lab, berarti udah sembuh, dalam arti tidak kambuh, kecuali jika tertular lagi dari orang lain.
    Trims

  51. 51 ricky Desember 13, 2009 pukul 8:17 pm

    ooo gitu wah terima kasih banget atas informasi dari cakMoki jadi kalau kita sudah sembuh tidak menularkan ke keluarga kita dong wah selama ini saya dapat informasi masalah HSV ini tidak bakal sembuh dan akan kambuhkan sewaktu-waktu karena virus ini tinggal selamanya di dalam tubuh kita sampai saya benar benar stress krn virus ini kgk bisa di sembuhin 100% .Jadi klu kita tes lagi dan hasil lab IgGnya negatif berarti sembuh kecuali tertular dari orang lain .terima kasih banyak atas penjelasan dari cakMoki

  52. 52 ricky Desember 13, 2009 pukul 8:44 pm

    tambahan cakMoki arti jika dokter sudah menyatakan sembuh dari hasil lab berarti udah sembuh dalam arti tidak kambuh apakah itu artinya kita bisa kambuh kembali? hehehe sorry banyak nanya abis saya benar2 kgk mengerti ttg herpes genital ini dan menurut saya sangat menakutkan karena bisa menularkan kepada orang2 sekitar kita

  53. 53 cakmoki Desember 13, 2009 pukul 11:02 pm

    @ ricky:
    Ya, benar. Jika dokter yang merawat selama ini menyatakan sudah sembuh berdasarkan pemeriksaan beliau dan hasil Lab, berarti sembuh, gak kambuh lagi.
    Trims

  54. 54 prihatin Desember 14, 2009 pukul 12:10 am

    terimakasih dok atas infonya.
    Baiklah akan coba saya sampaikan ke temen prihal ini atau biar saya rekomenkan blog ini ke ybs.

    Satu pertanyaan dari saya dok, jadi penasaran dan ingin tau jg. dari fase primer sd laten itu sifatnya bertahap ? jd kalau tidak diobati, akan mencapai tahap laten ? atau tergantung sikon dan kekebalan orangnya ? Pengidap yang sudah lama dan diobati setiap kambuh, apakah akan menambah dosis obat spt kalau kita menggunakan antibiotik.. artinya virusnya semakin kebal ?
    Kenapa penambahan dosis obat bisa terjadi dok… (kalau tidak salah ingat, temen saya dari awalnya cuma 200mg, skrg sudah harus 400mg baru bisa sembuh dlm waktu sktr 1 Minggu)

    makasih sekali info2nya…

  55. 55 cakmoki Desember 14, 2009 pukul 1:31 am

    @ prihatin:
    Ya, kalo gak diobati atau pengobatannya ga tuntas, bisa menjadi fase rekuren (kambuhan).
    Pada dasarnya, hasil pengobatan bergantung pada berbagai faktor, diantaranya: keteraturan minum obat, faktor kondisi tubuh, sifat dan jumlah virus, dll…dll.
    Dosis obat, yakni antivirus, bukan antibiotika, disesuaikan dengan fasenya dan frekuensi pemberiannya sebagaimana tertulis pada artikel artikel. Selain itu, pada fase rekuren, diperlukan pengobatan serial yang bersifat individual, dalam arti tidak semua orang sama, bergantung pada hasil pemeriksaan dokter dan keluhan penderita.
    Untuk itu, menururt saya, sebaiknya si teman bertanya kepada dokter yang merawat selama ini sesuai skedul yang ditetapkan dokter.
    Trims

  56. 56 ricky Desember 14, 2009 pukul 7:30 am

    Terima kasih atas informasi yang jelas cakMoki.
    selama ini smua informasi yg saya dpt salah tapi untung saya mendapatkan blog ini sehingga bisa mendapat informasi yg jelas trims cak Moki

  57. 57 ricky Desember 14, 2009 pukul 8:07 pm

    CakMoki saya mau tanya lagi td saya konsultasi ke klik dokter masalah saya ini yg herpes IgGnya positif nah dia bilang penyakit ini jika sudah terinfeksi virus ini akan selamanya dengan kita dan sewaktu2 akan kambuh lagi jk fisik kita drop dan dia bilang sampai sekarang ini belum ada terapi yang bisa memberikan kesembuhan total.cakMoki tolong jelasain dong sejelas jelasnya .terima kasih.

  58. 58 strett Desember 14, 2009 pukul 8:46 pm

    Dok saya baru pertama kali ke situs ini dan saya mau bertanya masalah herpes genital ini dari semua informasi yang saya dapat dari berbagai situs bahwa virus ini tidak bisa di basmi semuanya dikarenakan sebagian virus ini akan tinggal tetap di saraf apa gitu nah .Yang saya mau tanyakan apakah herpes genital ini bisa di sembuhkan 100% dan tidak membuat kambuh kembali/infeksi sekunder dikarenakan fisik kita menurun atau factor yg bisa membuat kambuh kembali.Setelah saya sudah divonis kena virus ini saya merasa tidak bisa berkeluarga karena bisa menularkan keluarga

  59. 59 cakmoki Desember 15, 2009 pukul 12:36 am

    @ ricky:
    IgG adalah antibody sebagai reaksi tubuh kita terhadap virus yang menginfeksi tubuh kita. Tidak serta merta menunjukkkan adanya virus. Beda jika dilakukan pemeriksaan virologi dengan biakan virus, yakni pemeriksaan yang langsung mendeteksi keberadaan virus.
    Jika dengan biakan virus didapatkan virus dalam tubuh kita, berarti virus tersebut masih ada dalam tubuh kita yang sewaktu-waktu dapat menimbulkan kekambuhan jika kondisi tubuh menurun atau faktor lain sebagaimana tertulis pada artikel di atas, pada type rekuren.
    Beliau (klik dokter) benar jika mengacu pada penderita fase rekuren, yakni akan kambuh sewaktu-waktu.
    Mengingat bahwa dokter yang merawat selama ini mengatakan sudah sembuh berdasarkan pemeriksaan fisik, keluhan dan Lab, maka saya lebih sependapat dengan dokter yang mengobati dan melakukan follow up secara langsung, dengan asumsi penyakitnya dalam fase primer.
    Untuk itu, menurut saya lebih baik bertanya kepada dokter yg mengobati, karena beliaulah yang lebih mengetahui hasil pengobatan.
    Trims

    @ strett:
    Benar, jika Herpes simplex merupakan fase rekuren (kambuhan). Hal ini mengacu pada fakta bahwa penderita biasanya berobat setelah pada fase rekuren atau pada fase infeksi berat dimana virus sulit diberantas. Menentap dalam tubuh dan sewaktu-waktu menimbulkan kekambuhan. Beda jika diobati saat masih fase primer.
    Kalaupun seseorang menderita herpes simplex fase rekuren, tetap bisa berkeluarga, tentunya dengan berkonsultasi kepada dokter yang mengobati selama ini, agar terhindar dari kemungkinan penularaan.
    Trims

  60. 60 ricky Desember 15, 2009 pukul 7:12 am

    Cakmoki kalau mau cek verologi itu apa sih saya mau periksa dengan verologi saya mau tau benar apakah virus masih ada di dlm tubuh saya .trima kasih atas keterangan yg sgt jelas.

  61. 61 ricky Desember 15, 2009 pukul 7:17 am

    oh iya cakmoki saya lupa satu pertanyaan lagi biar kgk penasaran jadi hasil apakah klu igm positih Igg neatif itu primer dan klu Igm negatif Igg positif itu rekuren?
    Trims

  62. 62 ricky Desember 15, 2009 pukul 7:23 am

    cakmoki biar kgk penasaran jadi apakah klu
    hasil igm positif Igg neatif itu primer
    dan klu Igm negatif Igg positif itu rekuren?
    Kalau saya mau cek verologi pembiakan itu harus blg apa ke lab?
    Waktu 2 bln yg lalu sy pernah cek urin dengan biakan+aerob di RSCM hasilnya steril.Apakah dengan tes urin virus ini bisa dideteksi?
    trims.

  63. 63 strett Desember 15, 2009 pukul 7:41 am

    Cakmoki sorry nih banyak pertanyaan
    1.apakah herpes yg type rekuren ini masih bisa sembuh total /tidak kambuh lagi SELAMANYA?
    2.Berapa lama biasanya dari masa primer ke masa rekuren?
    3.saya lihat tes virologi itu dengan apa dok apakah dengan darah ?
    4.Apakah ada saran atau referensi dari cakmoki dokter yang benar2 bisa membantu kita dalam pengobatan ini karena sudah 3 dokter terkenal Sppk sudah saya datangin cuma bilang tnag saja banyak kok yg gini dan cuma dikasih obat seminggu aja dia blg klu sakit yah balik lagi dan satu lagi saya tidak ada mengalami lesi cuma waktu itu saya deman
    Trims dok

  64. 64 cakmoki Desember 15, 2009 pukul 1:00 pm

    @ ricky:
    Fase Primer dan rekuren tidak ditentukan oleh IgM dan IgG, tapi dinilai berdasarkan durasi dimulainya keluhan, pemeriksaan oleh dokter dan pernah tidaknya rekuren (kambuh).
    walah, ternyata udah diperiksa biakan, yakni untuk mendeteksi keberadaan mikro-organisme di urine (virus, kuman, parasit, dll). Berarti udah diperiksa semuanya oleh dokter yang mengobati selama ini.
    Menilik rangkian pemeriksaan yang udah dilakukan sejak awal kita diskusi, menurut saya, dokter tersebut sudah melakukan yang terbaik.
    Trims

    @ strett:
    1) Type rekuren artinya kambuhan, berarti tidak bisa sembuh total dan ada kemungkinan suatu saat masih bisa kambuh.
    2) Peralihan dari fase primer ke rekuren tidak disebutkan di berbagai referensi. Hingga saat ini sy belum menemukan referensi yang menyebutkan lamanya waktu tersebut.
    3) Iya.
    4) Kalo bertempat tinggal di Jawa, rata-rata udah banyak dokter SpKK. Tinggal pilih yang komunikatif dan bisa diajak diskusi.
    Lhooo…. kalo hanya demam tanpa lesi, lantas apa dasar ditegakkannya diagnosa herpes simplex ?
    Thanks

  65. 65 strett Desember 15, 2009 pukul 7:26 pm

    Iya cakmoki di kelamin saya terasa panas waktu pertama saya ke dokter sppk dia langsung aja blg ini herpes tenang aja banyak kok org kena virus ini nah saya kan langsung syock dan saya buka web2 ttg herpes ini dan diterangkan bahwa herpes geital ini tidak semuannya dengan lesi banyak org yg tidak tahu bahwa mereka TERINVEKSI VIRUS ini sehingga kita tdk sadar klu terjangkit virus ini secara klinis saya tidak ada namanya lesi atau apa cuma terasa demam meriang dan panas di kelamin saya.
    trus di tinggal aja ame tuh dokter sambil dikasih resep ama disuntik tuh karena saya penasaran saya ke lab bilang mau cek herpes nah org dilab suruh tes HSV1 dan 2 yah hasilnya yah gitu HSV 1 IgGnya positif dan lainnya negatif itu sudah 3 bln berjalan karena masih saja sakit saya ke dokter urologi di RSCM nah disuruh cek mikropembiakan urine dan hasilnya steril dia blg udeh kgk apa2 cuma dikasih obat antibiotik selama 3 minggu setelah itu rasa di kelamin saya masih sama aja nah sekarang saya sedang terapi dengan dokter lain masalah HSV 1 saya ini.begitulah cakmoki
    dasar diagnosa herpes saya itu yah IgGnya yg 1.1 positif dan dengan keadaan panas di bagian kelamin saya.
    Cakmoki saya benar2 stress sudah 5 bulan kali di kelamin saya itu masih aja terasa panas dan kdng meriang tapi untung ketemu blog cakmoki yg begitu sabar dan jelas menerangkan masalah ini sangat berterima kasih atas penjelasan cakmoki.
    Jadi menurut dokter apa yg harus saya lakukan karena saya begitu kuatir menularkan keluarga saya apalagi dengan hasil lab seperti itu saya takut titernya tambah naik.
    terima kasih cakmoki sorry rada panjang .

  66. 66 strett Desember 15, 2009 pukul 7:30 pm

    cakmoki satu lagi
    1.jadi tes veroligi itu yah yg kita cek di lab itu yah diambil darah trus hasilnya yah HSV 1 IGg IGm dan HSV2 IGg IGm yah?
    2.Jadi klu hasilnya dulu Igg positif dan di cek ulang hasilnya negatif berati tidak akan kambuh lagi dong atau bisa aja titer itu akan ke positif lagi dengan kondisi fisik kita?
    3.Apakah klaau org yg type rekuren itu klu di cek lab hasilnya selalu positif tidak akan negatif walaupun di terapi?
    terima kasih cakmoki mohon penjelasannya.

  67. 67 cakmoki Desember 16, 2009 pukul 1:15 pm

    @ strett:
    Ooo, gitu tho ceritanya.

    Ok, ntar akan saya diskusikan dengan temen sejawat yang ahli di milis kami.
    Moga ada jawaban ygl ebih baik. harap bersabar ya :)

  68. 68 yuki Desember 18, 2009 pukul 9:52 pm

    dok, saya mengalami gatal2 di daerah vagina. Stelah saya cek ke dok obgyn, pada awalnya beliau mendiagnosa sbg keputihan ato candida saja tetapi karena sudah diberi obat masih tetep gatal kemudian beliau menyarankan saya untuk test hsv. hasilnya positif n udah terbentuk antibody, artinya saya sudah tertular sebelumnya dan saat ini adalah masa recurrent. yg jadi pertanyaan saya adalah saya sampai saat ini masih perawan dok, padahal saya baca di internet kalo panyakit ini menular melalui kontak seksual. memang saya uga baca bbrp literatur yg menyatakan bahwa hsv 1 jg bisa terjadi di daerah genital. saya juga sempat tanyakan ke dokter, menurut beliau ini karena saya terinfelsi hsv 1 yg juga bisa mengenai daerah genital. terus terang saya bingung dok sebab saya tidak menyangka sama skali klo saya bakal terinfelsi virus ini. dokter saya menyarankan saya minum valtrex tiap hari 1 tablet selama setahun dan menurut beliau insha Allah bisa sembuh. Apa benar dok yg dikatakan oleh dokter saya itu? bahwa setelah saya minum valtrex berkala setiap hari selama 1 tahun ditambah dgn vitamin C dan vitamin E insha Allah saya bisa sembuh? trima kasih banyak atas jawabannya dok.

  69. 69 strett Desember 19, 2009 pukul 10:20 am

    Pak dokter bagaimana hasil diskusi dokter dengan rekan2 mengenai kasus saya ini tolong pak jawabannya apa yg harus saya lakukan.terima kasih sebelumnya pak.

  70. 70 cakmoki Desember 19, 2009 pukul 12:36 pm

    @ yuki:
    Ada beberapa cara dalam penanggulangan HSV (type 1 maupun type 2). Adapun panduan di atas merupakan panduan pengobatan yang bersifat umum. Karenanya, seringkali kita menjumpai penanganan lamanya pengobatan yang berbeda-beda.
    Saya sependapat dengan dokter tersebut karena beliau memeriksa dan melakukan follow-up secara langsung. Untuk itu, sebaiknya mengikuti saran dan skedul yang telah beliau tetapkan.
    Trims

    @ strett:
    Mohon maaf, hingga tadi pagi belum ada jawaban dari teman-2 di milis. Ternyata mereka ada acara di Bali hingga senin lusa.
    Dari hasil diskusi sebelumnya, jawabannya gak akan jauh dengan pertanyaan mbak yuki di atas.
    Namun demikian, saya tetap menunggu dan berusaha menghubungi via sms.
    sekali lagi mohon maaf, dan terimakasih.

  71. 71 strett Desember 19, 2009 pukul 10:01 pm

    ok cakmoki thx saya tunggu yah (saya benar2 stress ame namanya virus ini ) takut klu emang tidak bisa sembuh dan bisa menularkan ke keluarga kita

  72. 72 strett Desember 20, 2009 pukul 7:55 am

    Cak moki jadi klu

    1.herpes genital ini reccurent masih bisa sembuh total?karena saya tidak pernah mengalami apa2 baru sekali ini saya ada keluhan jadi saya tidak tahu ini primer atau sekunder yg
    2.saya resakan sudah 4 bulan seperti ini (cukup lama apakah ini memang gejala dr herpes ini).
    3.Saya lihat di sesuatu blog klu dengan terapi titer kita bisa turun iGGnya menjadi negatof tetapi sewaktu-waktu akan bisa menjadi positif kembali titernya tanpa kita sadari atau rasakan dikarenakan.
    Trims cakmoki

  73. 73 strett Desember 27, 2009 pukul 8:58 pm

    Cakmoki lagi liburan yah hehe kok kgk ada bales balesan nih cak moki saya mau tanya kalau mau ke lab bilang apa untuk veroligi pembiakan virus soalnya kemarin saya ke lab dia bilang kgk ada veroligi pembiakan adanya seroligi pembiakan dan itu di lab biomedika yang saya tanya mohon penjelasannya dari cak moki trims

  74. 74 HASIN Januari 6, 2010 pukul 6:00 pm

    SORE DOK, di kelamin saya timbul benjolan sebesar 1/2 kacang hijau warna agak abu 2 , di sebelahnya seperti ada lepuhan, saya tidak pernah jajan , tapi oleh dokter yg saya kunjungi di bilang kena herpes(hasil lab) , jadi di lazer dan kemudian di beri antibiotik 100 mg + cream ottogenta , setelah 5 hari ng sembuh malah bertambah 2 benjolan lagi ,dan saya juga sering meriang terutama di sore dan pagi hari seperti deman , tapi dokternya bilang udah ng ada virus lagi dan di lazer lg benjolan baru tersebut . setelah 3 hari ng sembuh dan masih meriang , saya ke dokter lg katanya ud ng ada virus tp kok saya masih merasa nyeri dan meriang deman ? senin kemarin saya ganti dokter dan di bilang saya kena herpes genital , tapi hanya di kasih obat oral saja (valtrex 500 mg + clavamox 500 mg) tanpA salep , saya ud minum obat 2 hari kondisi masih sama , saya bingung dok , saya harus berobat kemana ? ud mau 3 minggu kok ng ada tanda2 penyembuhan ? Tolong ya Pak Dokter kasih saya saran saya mesti gimana ? Terima kasih

  75. 75 cakmoki Januari 7, 2010 pukul 12:02 am

    @ strett:
    Maaf, kelewatan :)
    Hingga saat ini emang belum ada pengobatan yang benar-benar dapat memuaskan penderita. Walaupun disebutkan bahwa prognosis penyakit ini baik (artinya tidak bahaya), tapi persoalan yang sulit ditanggulangi adalah masalah psikis dimana sebagian penderita merasa ketakutan. Itulah mengapa para dokter lebih memilih memberikan support kepada penderita selain mengobati untuk mencegah kekambuhan.
    Demikian pula saya, penjelasan dan jawaban saya sangat bergantung pada kondisi psikis masing-masing orang yang dapat diketahui ketika berhadapan langsung.
    Untuk itu, penjelasan detail terkait penyakit yang dialami seyogyanya bertanya langsung kepada dokter yang mengobati selama ini, karena beliaulah yang lebih tahu kondisi pasien secara menyeluruh.
    Tentang Lab, kalo gak ada pembiakan virus, bisa juga melalui serologi pembiakan. Hasilnya dapat dikonsultasikan kepada dokter di RSCM yang selama ini memilki rekam medik sejak pengobatan awal.
    Teimakasih :)

    @ HASIN:
    Selamat malam…
    Sebenarnya pengobatan yang kedua udah tepat, yakni dengan Valtrex 500 mg, diminum 2×1 sehari selama 10 hari dan clavamox untuk infeksi sekunder.
    Jika masih demam, dapat ditambahkan obat pereda demam sebagai obat simptomatis (obat untuk meredakan keluhan).
    Jika saat ini masih ada keluhan, sebaiknya kembali ke dokter kedua untuk kontrol sekaligus evaluasi hasil pengobatan agar dapat diberikan obat lanjutan ataupun tindakan medis sesuai hasil pemeriksaan beliau.
    Semoga segera sembuh.
    Terimakasih :)

  76. 76 strett Januari 7, 2010 pukul 8:18 pm

    jadi herpes ini kgk bisa sembuh total yah cak moki walupun cuma 1,1 iggnya ?
    klu mau cek serologi pembiakan virus ini bilangnya apa ke lab cak moki ?

  77. 77 cakmoki Januari 9, 2010 pukul 2:44 am

    @ strett:
    bagi saya, jika udah negatif, saya anggap “sembuh”.
    Bilang: serologi pembiakan HSV sebagaimana yg diceritakan mbak Strett saat bertanya ke petugas Lab :)

  78. 78 strett Januari 9, 2010 pukul 7:31 pm

    ok deh terima kasih cakmoki

  79. 79 cakmoki Januari 10, 2010 pukul 1:09 pm

    @ strett:
    sama-sama…makasih juga telah berbagi..
    Moga sehat selalu :)

  80. 80 strett Januari 10, 2010 pukul 9:57 pm

    amin pak terima kasih

  81. 81 hasin Januari 17, 2010 pukul 12:27 am

    Malam , dok , saya udah hubungi dokter ke dua untuk ke 3 kalinya dan dokter tetap kasih saya obat yg sama tanpa cek lab dokter lagi . Berarti total saya telah makan obat Valtrex 500 mg sebanyak 35 butir dan Clavamox 500 mg juga sebanyak 35 butir , dengan tambah salep zovirax , hari ini saya kunjungi dokter ke- 2 tersebut untuk ke tiga kalinya dan di suruhnya lagi saya makan obat2 tersebut masing-masing 20 butir lagi dan salep tetap di pakai . Dokter boleh saya , apakah obat2 tersebut boleh di makan sebanyak itu? dan apakah salep tersebut juga boleh di teruskan pemakaiannya ( saya telah pakai selama 8 hari ? Dan apakah memang saya benar terkena herpes genitalis seperti yg divonis dokter2 tersebut ? apakah saya perlu cek di lab lain ? bila ya , apa sajakah yg perlu dicek untuk memastikan saya terkena penyakit tersebut ? Terima kasih banyak ya dokter atas perhatiannya .

  82. 82 cakmoki Januari 17, 2010 pukul 3:57 pm

    @ hasin:
    Obat-2 tersebut dapat digunakan secara berulang jika emang sesuai indikasi berdasarkan diagnosa dokter.
    Termasuk salepnya.

    Benar tidaknya terinfeksi Herpes genetalis, tentu terpulang pada hasil analisa dokter yang memeriksa berdasarkan keluhan, pemeriksaan fisik (dalam hal ini dengan dilihat oleh dokter) dan pemeriksaan penunjang (lab) jika diperlukan.

    Lab yang lazim digunakan untuk mendeteksi HSV diantaranya Serologi HSV, imunoglobulin, Sedimn Urine (sebagai pembanding dan konfirmasi ada tidaknya ISK) dan pemeriksaan lain sesuai saran dokter yang meriksa.

    Diagnosa penyakit, termasuk Herpes genitalis, ditegakkan berdasarkan : (1) keluhan dan riwayat perjalanan penyakit atau dikenal dengan anamnesa, (2) pemeriksaan fisik, dalam hal ini dengan melihat lesi (kelainan) secara langsung (inspeksi), dan (3) pemeriksaan penunjang (lab). Nah, perlu tidaknya pemeriksaan Lab ditentukan oleh dokter yg memeriksa. Andai dokter yg memeriksa memerlukan pemeriksaan Lab, maka jenis pemeriksaannya dipilih oleh beliau.
    Untuk itu, tak ada salahnya mendiskusikan pemeriksaan penunjang dengan dokter yang memeriksa agar dapat diberikan informasi urutan pemeriksaan lab jika emang diperlukan.

    Terimakasih.

  83. 83 strett Januari 19, 2010 pukul 2:02 pm

    Pha khabar cakmoki saya mau tanya masalah hasil lab saya yg terbaru minggu lalu Hsv 1 igg 1,7 padahal 2bulan yang lalu hasilnya 1,1 kok bisa naik yah?( padahal sudah diterapi)
    dan hasil lainnya bagus semua sama dengan hasil yg pertama negatif semua gimana itu hasil saya menurut dokter apakah bakalan kambuhan apadahal selama ini saya tidak pernah alami lesi atau apa ada yg bilang hasil lab tidak akurat harus dengan pcr (PCR itu apa yah)
    terima kasih.

  84. 84 strett Januari 19, 2010 pukul 2:03 pm

    oh iya saya mau tanya apakah obat valtrex itu dijual bebas yah atau harus dengan resep dokter?

  85. 85 cakmoki Januari 20, 2010 pukul 2:19 am

    @ Strett:
    Kabar baik…
    Pemeriksaan HSV IgG adalah pemeriksaan tidak langsung, dimana yang diperiksa adalah reaksi tubuh, bukan ada tidaknya virus. Nilai positif menunjukkan seseorang sedang atau pernah terinfeksi virus. Jika tidak ada lesi, bisa diartikan pernah terinfeksi virus.
    Adapun perubahan nilai hasil lab dapat dipengaruhi pelbagai faktor, tidak serta merta diartikan masih terinfeksi.
    So, hasil lab selalu dicocokkan dengan pemeriksaan klinis.

    PCR (polymerase chain reaction) adalah metode pemeriksaan DNA yang salah satunya untuk mendeteksi ada tidaknya infeksi oleh mikro-organisme.

    Aturannya, valtrex tidak dijual bebas alias harus menggunakan resep dokter.

    Kalo dokter yg memeriksa menyatakan tidak masalah berdasarkan pemeriksaan klinis (ada tidaknya lesi) dan penilaian hasil lab, berarti gak papa.

    Trims

  86. 86 strett Januari 20, 2010 pukul 3:43 pm

    jadi kl kgk ada klinis bukan herpes dong tapi perih disaluran dalam penis saya itu apa yah soalnya sudah dicek lab dari bakteri dan kuman GO atau clamedia sampai tes pembaiakan urine streril semua tidak ada berarti itu bukan krn herpes?
    Apakah saya bisa kambuh klu igg positif 1,7 soalnya setau saya kalau herpes itukan dengan adanya lesi di sekitar penis?
    Dan klu igg positif itu 1,7 blum tentu herpes?jadi binggung nih kan titernya positif?
    Cakmoki klu di rscm mau cek pcr itu dimana yah apakah ada informasi dengan dokter siapa dan biayanya terima kasih .

  87. 87 strett Januari 20, 2010 pukul 3:45 pm

    Oh iya sorry kelupaan dan banyak bertanya cakmoki dokter lain di internet mengatakan klu igg posotif itu akan bisa kambuhan suatu saat mana yang benar yah?

  88. 88 cakmoki Januari 22, 2010 pukul 7:15 pm

    @ strett:
    Seperti jawaban saya sebelumnya, titer positif bisa karena pernah terinfeksi dan bisa pula karena kambuh jika disertai lesi atau keluhan klinis.
    Jika ada yg mengatakan bahwa IgG positif menunjukkan kekambuhan, penilaian tersebut benar juga jika pemeriksaan fisik menunjang.
    Karenanya, menurut saya yg dapat dijadikan rujukan adalah penilaian dari dokter yang memeriksa secara langsung dan mengobati karena beliaulah yang melakuka follow up sejak awal pengobatan.
    PCR dapat ditanyakan ke Poli Penyakit Kulit dan Kelamin di RSCM. ebagi RS rujukan, kemungkinan tersedia pemeriksaan tersebut.
    Trims

  89. 89 strett Januari 22, 2010 pukul 7:41 pm

    terima kasih cakmoki
    cakmoki bisa gak klu perih dan terasa ada cairan panas didalam saluran penis itu dikarenakan herpes ? apakah klu pria gejala lesinya itu diluar (kelihatan)?

  90. 90 cakmoki Januari 22, 2010 pukul 11:59 pm

    @ strett:
    Keluhan tersebut menggambarkan ISK (infeksi saluran kemih). Lesi Herpes simplex terlihat pada pria maupun wanita. Dari lesi yg kelihatan itulah seorang dokter akan mengenali Herpes simplex.
    Trims

  91. 91 strett Januari 23, 2010 pukul 7:53 am

    oo gitu terima kasih atas waktunya cakmoki

  92. 92 cakmoki Januari 24, 2010 pukul 2:50 am

    @ strett:
    sama-sama…makasih juga telah berbagi

  93. 93 strett Januari 26, 2010 pukul 10:54 pm

    cakmoki mau tanya lagi nih
    tadi saya tanya di dokter klik rasa panas di dalam saluran penis saya itu dibilang karena herpesnya tapi apakah sudah 5 bulan gejala tidak hilang hilang atau infeksi saluran kemih seperti cakmiki bilang?

  94. 94 cakmoki Januari 27, 2010 pukul 1:45 am

    @ strett:
    boleh jadi beliau benar. Bisa saja saya salah karena hanya prakiraan berdasarkan pada kronologis semata dan tidak memeriksa secara langsung. Untuk itu saya mohon maaf sekiranya jawaban saya tidak memuaskan.
    Menurut saya, yang lebih tepat adalah dokter yang memeriksa langsung dan mengobati sejak awal serta melakukan follow up selama masa pengobatan dan kontrol. Sedangkan blog merupakan media diskusi yang bisa benar bisa juga keliru.
    Selain itu, dalam banyak hal saya lebih suka positive thinking, terutama menyangkut penyakit.

  95. 95 Tony R Maret 20, 2010 pukul 12:38 pm

    Boleh ada yang beitahu aku, apakah ada alergi makanan yang menjadi penyebab herpes?

    Terus, katanya kalo org yang kena HIV ada gejala Herpes Simplex, trus selama masih HIV apakah orang tersebut masih kuat melakukan olah raga berat seperti mendaki gunung dan lain-lain?
    Apakah orang yang kena HIV masih ada kemungkinan terjadi obesitas pada fisiknya?

  96. 96 cakmoki Maret 20, 2010 pukul 5:32 pm

    @ Tony R:
    Bukan alergi makanan
    Monggo, dibaca lagi:
    Herpes simplex genitalis adalah infeksi akut (STD=sexually transmitted disease), yang disebabkan oleh Virus Herpes Simplex (terutama HSV=Herpes Simplex Virus type II), ditandai dengan timbulnya vesikula (vesikel = peninggian kulit berbatas tegas dengan diameter kurang dari 1 cm dan dapat pecah menimbulkan erosi kayak koreng kecil) pada permukaan mukosa kulit (mukokutaneus), bergerombol di atas dasar kulit yang berwarna kemerahan. Pada umumnya terjadi pada bagian tubuh di bawah pusar, terutama daerah genital dan sekitarnya. Penyebab terbanyak Herpes simplex genitalis adalah HSV type II.

    Pasien HIV tetap boleh beraktifitas apapaun sejauh fisiknya mampu melakukannya. Semua orang bisa mengalami obesitas jika makan berlebihan, begitu juga pasien HIV.
    Makasih

  97. 97 kanaya Maret 23, 2010 pukul 9:51 pm

    dok, sy wkt remaja sering ada kyk jerawat kl mau menjelang haid.tp begitu selesai haid, jerawat itu kempes dan kering dgn sendirinya.

    lalu begitu dewsa n aktif secara seksual, sy pernah terkena herpes genitalis kira2 9 tahun lalu. yg sy ingat saat awal, kondisi sy stress berat smp keputihan yg sangat cair dan berbau, tidak lama timbul bentol2 merah. ditambah, saat itu jg menjelang haid. sampai saat haid datang, sy masih proses pnyembuhan.

    saat ke dokter, sy tidak diminta utk cek laboratoium. dokternya hanya memeriksa sebentar lalu memberikan resep, tanpa banyak memberi keterangan. obatnya seingat saya virumerz salep, betadin cair utk kompres, antibiotik, vitamin, dan vaginal douce.
    dari awal terkena sampai sembuh (luka kering dan menghilang)tidak lama, hanya 1 minggu-an.

    setahun berikutnya (8 tahun lalu), kambuh lagi (saat itu sy stress berat lg), namun dalam kadar yg lebih ringan. karena saya langsung ke dokter begitu ada benjolan sedikit. lagi2 sy tidak dianjurkan utk tes laboratorium.

    hingga saat ini sy tidak pernah kambuh spt dahulu, tetapi, masa sebelum dan selama haid masih sering terdapat benjolan spt jerawat. sy perhatikan jk sy dalam kondisi fisik drop. benjolan tsb tidak gatal atau panas, dan hilang saat selesai haid

    pertanyaan saya:
    1. apakah jerawat yg mucul saat sy remaja dahulu sudah merupakan bibit yg berkembang menjadi herpes di kemudian hari?

    2. mengapa dahulu sy tidak diminta utk cek lab, apakah masih dalam kadar ringan?

    3. perlukah saat ini sy cek laboratoium utk mengetahui badan sy msh bervirus herpes atau tidak, mengingat masih sering timbul bintim spt jerawat?

    4. kini, saat ada benjolan, kadang sy masih mengoleskan virumerz salep krn takut kambuh lagi, apakah ini aman? apakah tidak membuat virus menjadi kebal?

    sorry banyak pertanyaan. thx ya dok…

  98. 98 cakmoki Maret 24, 2010 pukul 1:28 pm

    @ kanaya:
    Selamat siang,

    1) Tidak. Jerawat dan herpes simplex merupakan penyakit yang berbeda, dan tidak saling berhubungan.

    2) Bukankah saat itu sudah periksa Lab ?
    alu begitu dewsa n aktif secara seksual, sy pernah terkena herpes genitalis kira2 9 tahun lalu. yg sy ingat saat awal, kondisi sy stress berat smp keputihan yg sangat cair dan berbau, tidak lama timbul bentol2 merah. ditambah, saat itu jg menjelang haid. sampai saat haid datang, sy masih proses pnyembuhan.
    saat ke dokter, sy tidak diminta utk cek laboratoium.

    Pengertian saya, kalimat ini menunjukan bahwa saat ke dokter sudah periksa Lab.

    3) Boleh periksa Lab untuk monitoring.

    4) Aman, dan tidak membuat virus menjadi kebal.

    Makasih

  99. 99 kanaya Maret 25, 2010 pukul 11:28 am

    sorry kalau kalimatnya kurang jelas. sebelum ke dokter sy belum pernah periksa ke lab.
    rasanya sy harus cek deh, takutnya masih blm sembuh betul.

    satu pertanyaan lg dok…
    apakah kondisi sy ini kecil kemungkinannya utk melahirkan secara normal?

    trima kasih ya dok atas jawabannya…

  100. 100 cakmoki Maret 25, 2010 pukul 1:29 pm

    @ kanaya:
    Ok, saya sependapat… sebaiknya periksa Lab :)
    Jika sembuh, tentu bisa lahir normal … sejauh tidak ada faktor-faktor lain yang menghalangi kelahiran secara normal.
    Makasih

  101. 101 Dab Maret 26, 2010 pukul 11:35 am

    Dok, saya udah divonis dokter kena herpes simpleks tipe 1 udah sekitar 6 – 7 hari dok, nyeri udah ga terlalu sakit, tinggal benjolan2 gelembung2 ga mau ilang, herpes yang saya derita itu di sebelah kanan dada saya sampai ke sebelah kanan punggung saya, apakah benar itu herpes simpleks, yang saya baca dari literatur itu herpes yang hanya 1 bagian tubuh itu zoster dok, saya jadi depresi dok, jadi males makan, males ngapa-ngapain dok, murung aja terus bawaannya dok, kira2 berapa lama lagi biasanya sembuh(hilang gelembungnya) dari herpes simpleks tipe 1 dok ?? ada obat yang paling bagus ga dok, saya mau beli herbal 2 rupa katanya manjur dok. terima kasih ?

  102. 102 cakmoki Maret 27, 2010 pukul 2:11 am

    @ Dab:
    Menilik gambaran bentuk dan letaknya, kemungkinan herpes zoster.
    Namun untuk memastikannya, silahkan kirim fotonya via email.
    alamat email:
    cakmoki20006 [at] yahoo [dot] com
    Sementara dapat mencocokkan dengan artikel herpes zoster di blog ini pada link berikut:

    http://cakmoki86.wordpress.com/2007/01/28/herpes-zoster-atau-dumpo-bukan-disembur/

    Makasih

  103. 103 monmon Maret 30, 2010 pukul 5:28 pm

    cak mo nanya, kalo terkena herpes kelamin melalui hubungan seks dengan psk apakah berarti kita harus mengecek tes hiv juga. termina kasih sebelumnya

  104. 104 cakmoki Maret 31, 2010 pukul 12:47 pm

    @ monmon:
    Tidak harus. Tapi kalo mau cek, ga papa, malah bagus sebagai langkah kewaspadaan.
    Makasih

  105. 105 monmon April 13, 2010 pukul 4:23 pm

    maaf cak, mau nanya lagi.apakah kalau terkena herpes kelamin untuk pertama kalinya karena berhubungan dengan psk ada kemungkinan terinfeksi hiv juga

  106. 106 cakmoki April 14, 2010 pukul 1:32 am

    @ monmon:
    Berhubungan dengan psk beresiko kemungkinan tertular berbagai penyakit kelamin … GO, Herpes simplex genetalis, dll..termasuk HIV.
    Makasih

  107. 107 rudy April 26, 2010 pukul 6:42 am

    saya kurang faham maksudnya terapi supresif selama 6 bulan koq menggunanakan valacyclovir 2×500 mg selama 5 hari

  108. 108 cakmoki April 26, 2010 pukul 2:24 pm

    @ rudy:
    Maksudnya, satu serial pengobatan menggunakan valacyclovir 2×500 mg selama 5 hari, kemudian jeda, dan dilanjutkan lagi 5 hari, dan seterusnya hingga 6 bulan. Jumlah serial dan masa jeda ditentukan dokter berdasarkan hasil pemeriksaan klinis dan pemeriksaan penunjang (lab)
    Makasih

  109. 109 sri Mei 15, 2010 pukul 2:15 am

    maaf cak mau bertanya..
    saya sudah di tes lab, hasilnya HSV 1 dan 2 positif, tapi tidak mengalami keluhan fisik apapun, dan kini tengah menjalani terapi pengobatan
    selama ini saya browsing, penyebabnya selalu dikaitkan “pernah kontak seksual”, padahal saya belum pernah berhubungan seksual sebelumnya.
    – karena saya mau menikah, saya khawatir diduga pernah melakukannya. jadi apa ada penyebab yang lain selain “pernah melakukan kontak seksual” ?
    – apakah saya harus menunggu terapi pengobatan ini selesai dan baru menikah? karena saya khawatir suami saya kelak tertular.

    terimakasih

  110. 110 cakmoki Mei 15, 2010 pukul 3:20 pm

    @ sri:
    Hasil Lab HSV 1 dan 2 positif artinya pernah terinfeksi atau sedang terinfeksi HSV, bukan berarti serta merta pernah melakukan kontak seksual.
    Adapun penyakit ini digolongkan STD (Sexual Transmitted Diseases) dikarenakan sebagian penularannya melalui kontak seksual. Bukan semuanya .
    Penularan lain adalah melalui aerosal (udara) dan kontak fisik.

    Tentang kaitan rencana menikah dan pengobatan, seyogyanya didiskusikan dengan dokter yang merawat selama ini. Jika dokter yg memberikan pengobatan mengatakan gak perlu menunda menikah (berdasarkan tidak adanya keluhan klinis), maka gak perlu menunda menikah. Demikian pula sebaliknya.

    Makasih :)

  111. 111 alfin Agustus 1, 2010 pukul 2:51 am

    Bung Cakmoki, saya 2 minggu lalu ada luka di bagian kulup penis, tapi seinget saya ga dimulai sama gelembung dulu jadi langsung aja ada luka, sama saya dikasih betadine 3 hari kering tapi ada ninggalin bekas, sama kaya ada perih 2 (perasaan kali ya) saya ke dokter di test anti hsva2 igg dan igm hasilnya negatif dua@nya dibawah batas borderline. Dulu emang pernah luka di sekitar situ juga tapi itu gara2 petting sama ttm kegesek celana sembuh pake betadine tp ga ninggalin bekas, yg terakhir ini saya inget siangnya saya swalayan. apa mungkin ini gejala herpes? apa saya harus test anti hvsa1 juga? mohon saran.

  112. 112 cakmoki Agustus 1, 2010 pukul 3:14 pm

    @ alfin:
    Menurut saya udah cukup dengan hvsa2 karena lokasinya di organ genital. Udah dikasih obat apa saja oleh dokter ?

  113. 113 alfin Agustus 1, 2010 pukul 11:39 pm

    awalnya tuh 3 minggu lalu testis kanan tuh rada sakit (pegel gituan) sama dr dikasih levofloxacine 500 mg dosis tunggal untuk 14 hari eh begitu obat abis malah lecet. pas lecet nya hari sabtu ane baru ke dr lagi hari selasa pas lukanya udah sembuh jadi sama dr ga dikasih obat lagi. cuman sekarang kadang2 kulit kulup suka rada nyeri2 (perasaan ato karena infeksi lain ya bro cakmoki?)n ane udah lama ga jajan, udah mau tobat ni.bro cakmoki praktek di kota mana? ada rekan sejawat di kota bandung? klo bisa di rekomen krn dokter yg sekarang tuh udah tua n rada irit ngomongnya. o ya waktu yg 2 minggu minum levo ane coba cek urine rutine hasilnya mah bagus semua. tq ya bro cakmoki atas tanggapannya.

  114. 114 alfin Agustus 1, 2010 pukul 11:42 pm

    eh satu lagi bro cakmoki, klo virus hsva 1 mungkin nyerang organ genital juga ga ya ato udah bagi tugas sama hsva 2( sesama virus punya daerah jajahan masing2). tq

  115. 115 papio Agustus 2, 2010 pukul 4:19 pm

    salam kenal bung cakmoki, blog yg bagus ni. salut saya sama anda mau bagi2 ilmu secara online dan gratis. saya juga mau nanya ni klo herpes simpleks kalo saya baca 2 dikarenakan virus hvsa1 & 2, klo penularannya apakah hanya melalui hubungan sex saja atau bisa juga dengan cara lain misalnya mengunakan wc umum, bersalaman dengan penderita , mengunakan piring bersama, cuci baju disatukan dengan baju penderita ? ya buat pengetahuan aja ya bung cakmoki.
    sukses selalu bung cakmoki.

  116. 116 cakmoki Agustus 2, 2010 pukul 6:03 pm

    @ alfin:
    Pantas saja dokter gak ngasih obat lagi, soalnya udah gak ada lecet. Lagipula, infeksi pada testis, atau di dunia medis disebut Orchitis, dipicu oleh banyak faktor. Bukan lantas berhubungan dengan Herpes simplex.
    Walau udah sembuh dari Orchitis, kadang nyerinya bisa menjalar ke organ genital terutama kalo angakt berat, kelamaan duduk, perjalanan jauh, celana dalam terlalu ketat.
    Kalau begitu cukup dengan obat pereda nyeri, misalnya asam mefenamat 500 mg (merk dagang bebas memilih), diminum 3×1 sesudah makan kalau pas nyeri saja.

    HVS1 maupun 2 bisa menyerang genital.

    Makasih

  117. 117 cakmoki Agustus 3, 2010 pukul 1:52 am

    @ papio:
    Salam kenal …
    HSV1 ditularkan melalui aerogen (udara pernafasan), dan sebagian kecil kontak langsung melalui lesi, termasuk hubungan seksual. Sedangkan HSV2 sebagian besar melalui hubungan seksual, dan sebagian kecil kontak langsung melalui lesi.
    WC umum, baju, piring, tidak termasuk dalam media penularan.
    Makasih

  118. 118 bagaspramono Agustus 14, 2010 pukul 8:59 am

    dok saya mau tanya, saya terindikasi terkena herpes simplex/HSV2, sekarang sedang diberikan obat varacyclovir. dok saya ingin menikah, pertanyaan saya dok, apakah jika saya menikah nanti waktu sedang tidak kambuh apakah dapat menularkannya ke pasangan dok.bagaimana caranya saya bs punya anak namun tidak menularkan penyakit saya ke pasangan?

  119. 119 cakmoki Agustus 15, 2010 pukul 3:01 am

    @ bagaspramono:
    Kalo gak sedang kambuh, gak akan menular…. namun, untuk keamanan dan untuk persiapan punya anak, sebaiknya selalu kontrol ke dokter yg merawat selama ini.
    Ntar beliau akan memberikan skedul waktu yg tepat untuk mempersiapkan kehamilan istri sesuai hasil pemeriksaan dan hasil Lab.
    Makasih

  120. 120 evi Agustus 19, 2010 pukul 2:27 pm

    cak moki saya mau tanya apakah ada tidaknya virus hpv bisa diketahui melalui test pap smear? makasih cak

  121. 121 cakmoki Agustus 19, 2010 pukul 3:30 pm

    @ evi:
    tidak bisa … Makasih

  122. 122 Dias Agustus 23, 2010 pukul 1:48 am

    Cak Moki,terima kasih sudah berbagi.Ada yg mau saya tanyakan,ibu saya(76 th) sepertinya menderita penyakit herpes(saya tdk tahu simpleks atau zoster).Ada..apa ya namanya..bintil2 yang menyebar random terutama di bagian kaki kanannya.Tapi tidak ada di bagian genitalnya.Sudah ke dokter(umum) dikasih obat salep acyclovir 5%,obat utk mual&nyeri dan obat kunyah.Dokter sih bilangnya kemungkinan herpes,gitu aja.
    Sekarang nyeri dan mualnya sih sudah membaik,tinggal bintil2nya itu saja yang kata ibu saya perihnya bukan main.Pertanyaan saya :

    1.Kira2 dengan gejala seperti itu, termasuk herpes apa? Trus bagaimana treatmentnya kalo di rumah?

    2.Kalo salepnya sudah habis,tapi bintilnya masih ada,harus ke dokter lagi ya?

    3.Umumnya waktu kesembuhannya berapa lama?

    4.Apakah menular? Bagaimana caranya?

    5.Boleh kena air gak? Soalnya kalo kena air katanya perih banget.

    6.Ada pantangan makanan tidak?

    Terima kasih sebelumnya.Maaf jika pertanyaannya “borongan” gitu.
    Terima kasih sekali lagi atas sharenya yang sangat bermanfaat terutama untuk saya yang benar2 buta dengan penyakit ini.

  123. 123 alfin Agustus 23, 2010 pukul 9:49 am

    cak, nanya lagi ya.

    Ini hasil cek lab saya:

    Anti HSV2 IgG Negatif rasio 0.18
    Anti HSV2 IgM Negatif rasio 0.23
    Anti HSV1 IgM Negatif rasio 0.18

    artinya apa ya cak, saya ga cek anti HSV1 IgG karena gejala luka di penis nya udah 2 bulan lalu, cek HSV 2 sebulan lalu , masih penasaran minggu lalu saya cek HSV 1 nya.

    Terima kasih cak, mohon advisnya.

  124. 124 cakmoki Agustus 23, 2010 pukul 6:21 pm

    @ dias:
    Kalo hanya di kaki bagian kanan saja, kemngkinan herpes zoster.
    Untuk lebih jelasnya tentang herpes zoster, silahkan baca artikel di Blog ini pada link berikut:

    http://cakmoki86.wordpress.com/2007/01/28/herpes-zoster-atau-dumpo-bukan-disembur/

    Baca juga diskusi-2 nya … di situ akan terjawab semua pertanyaan tersebut.
    Namun bila masih belum jelas, dapat ditanyakan lagi pada halaman artikel tersebut (jika emang bener herpes zoster)
    Makasih

    @ alfin:
    Artinya negative..alias gak ada indikasi Herpes simplex.
    Makasih

  125. 125 Jabon Agustus 27, 2010 pukul 12:36 pm

    wah pak .. saya ssangat suka dengan blog anda ini .. terimaksih ya

  126. 126 cakmoki Agustus 27, 2010 pukul 5:29 pm

    @ Jabon:
    Makasih juga :)

  127. 127 ratmat September 19, 2010 pukul 10:38 pm

    salam kenal pak saya mau tanya hsv 1 saya positif dan sampai sekarang masihaja sakit apakah itu herpetic pain dan apakah selama sakit itu terasa kit akan menularkanke orang lain? terima kasih cak

  128. 128 cakmoki September 19, 2010 pukul 11:31 pm

    @ ratmat:
    salam kenal…
    ya, kalo masih sakit bisa menularkan ke orang lain… sebaiknya diobati sampai tuntas.
    makasih

  129. 129 ratmat September 20, 2010 pukul 8:45 pm

    terima kasih pak sakitnya ini sudah berlangsung selama 7 bulanan sudah minum obat tapi rasa tidak enak dan rasa terbakar itu tetap ada?apakah selama itu pak? dan apakah kasus herpetic di saraf itu tetap menularkan? saya jadi tidak mengerti mohon pemjelasaan

  130. 130 cakmoki September 21, 2010 pukul 12:14 pm

    @ rahmat:
    Sebenarnya akan mengerti kalo membaca pelan-pelan :)
    Tentang lama dan tidaknya berhaganung pada fase nya dan pengobatan yang pernah dilakukan.
    Selama ini obat apa saja yang pernah digunakan dan berapa lama ?
    Pada dasarnya, jika masih ada virus, dibuktikan dengan pemeriksaan Lab, berpotensi untuk menularkan.. jadi ukurannya bukan hanya ada tidaknya nyeri, kecuali pada fase awal. Kalo hasil pemeriksaa Lab negatif, gak menular walaupun ada nyeri
    Makasih

  131. 131 ratmat September 21, 2010 pukul 10:57 pm

    Pak seperti yang bapak terangkan diatas maaf kalau saya kurang mengerti padahal sudah di baca pelan pelan lho pak.
    mohon penjelasannya
    1.hasil dari saya hsv 1 igg positif dengan titer 1,4 dan rasa ini sudah berlangsung terus menerus selama +-7bln.
    2.pengobatan sudah dilakukan dengan minum obat abtibiotik dan anti virus sepertiacylovir dan herclov selama 1 1/2 bulan terus di tambah lagi obat neuro…selama seminggu dan keluhan tetap ada.
    3.Apakah ada kasus seperti ini berlangsung terus menerusselama 7 bln
    4.Hasil labkan igg positif dan dari informasi itu tidak akan negatif jadi apakah hasil igg positif harus sampai negatif baru dikatakan tidak menular?
    mohon penjelasan dan terima kasih sebelumnya

  132. 132 cakmoki September 22, 2010 pukul 12:11 am

    @ rahmat:
    nah gitu dong …kan lebih bagus kalo sejak awal menyertakan riwayat pengobatan dan hasil pemeriksaan Lab, supaya diskusi kita lebih terarah dan spesifik.

    1) Jika hasil IgG positif (1,4) dan misalnya IgM negatif, menunjukkan pernah terinfeksi dg virus HSV. Tentu saja IgG bsa tetap positif hingga berbulan bulan dan bertahun-tahun karena yang diperiksa adalah reaksi tubuh terhadap HSV.

    2) Benar, obat tersebut diberikan jika keluhan masih ada, terutama pada fase primer (atau fase awal, seperti jawaban saya sebelumnya). Jika keluhan masih ada, biasanya dokter memberikan obat, baik obat antivirus atau bisa juga hanya obat simptomatis (mengurangi keluhan), bergantung pada penilaian dokter saat memeriksa.

    3) Jika yang dimaksud adalah IgG positif, seperti penjelasan no. 1, rata-rata gitu… yakni tetap positif karena yang diperiksa adalah reaksi tubuh (imunoglobulin) terhadap virus.

    4) Benar, IgG gak perlu repot-repot dibuat negatif… beda dengan IgM, dimana menunjukkan adanya infeksi dan bisa diobati hingga negatif, seperti jawaban singkat saya sebelumnya.
    Jika IgM negatif dan masih ada herpetic pain, gak menular apabila menurut pemeriksaan dokter terhadap lesi tidak dijumpai anda-tanda infeksi aktif.
    Moga penjelasan yang ini lebih bisa dipahami dan saya yakin dokter yang mengobati juga sudah memberikan penjelasan. (mestinya penjelasan beliau juga dicantumkan) :)

    Makasih

  133. 133 ratmat September 22, 2010 pukul 8:22 pm

    jadi mas igg itu klu bertahun tahun bisa negatif?jadi binggung mohon penjelasannya karena selama ini saya tidak pernah ada luka atau apa hanya hasil lab igg positif

  134. 134 Zarate September 23, 2010 pukul 1:16 am

    Hallo pakdhe,,
    Saya awl mulanya gk tau jka sya kna herpes,,dlu sya kra hnya gatal biasa..
    lalu stelah hmpir 3 blan tdak sembuh sya jdi risih n cri2 info di internet..
    sya kget lok pnykit sya ini mirip herpes,,gatal2 itu ddaerah slangkangan kanan n kiri,,di bwah pusar,,lalu ketiak kiri serta sdikit di lengan kanan..Ini Kyaknya gbungan dr herpes zooster n simplex yaw?? pdahal sya blum prnah sma sekali brhub sexs loh..
    Knapa bgitu bnyak tmpat or lokasi yg dserang??Pdahal ktnya herpes hnya mnyerang stu tmpat saja??
    Thnks b4..

  135. 135 cakmoki September 23, 2010 pukul 12:39 pm

    @ ratmat:
    IgG bisa tetap positif…
    saya kutip lagi jawaban saya ya …
    entu saja IgG bsa tetap positif hingga berbulan bulan dan bertahun-tahun karena yang diperiksa adalah reaksi tubuh terhadap HSV.
    so, walaupun gak ada luka, kalo pernah terinfeksi HSV dan tubuh membentuk imunogloblulin, maka pada pemeriksaan lab menunjukkan hasil IgG positif.
    Untuk lebih jelasnya, seyogyanya kontrol ke dokter yang selama ini mengobati agar diperiksa ulang dan diberikan obat jika beliau menganggap perlu diberikan obat
    Makasih

    @ Zarate:
    Lho, yang bilang herpes siapa ? Kalo hanya mencocok-cocokkan hasil browsing sering salah soalnya penilaian dokter terhadap efluoresensi kulit berbeda dengan orang awam…
    Karenanya sebaiknya periksa ke dokter kulit untuk mengetahui jenis penyakitnya.
    Atau kalo berkenan kirim fotonya via email agar dapat diketahui penyakitnya dan direkomendasikan obat yang tepat.
    Perlu diketahui bahwa selama ini, pembaca yang kirim foto via email dan sebelumnya menduga penyakit tertentu berdasarkan browsing,banyak salahnya.
    Alamat email:
    cakmoki2006 [at] yahoo [dot] com
    Trims

  136. 136 surf September 23, 2010 pukul 7:38 pm

    sore cak moki..
    Saya perna tes HSV 1 IgG + , HSV IgG pas periksa pertama borderline trus pas periksa kedua negatif.
    Yang perna saya baca HSV 1 di kelamin tidak seberat HSV 2, dalam hal tingkat keparahan lesi dan tingkat kambuhnya.
    Saya dah 6 bulan kena tapi kok sering banget ya kambuhnya HSV 1 ni di kelamin saya, ampir tiap bulan.

    Trus cak bilang ga usah repot2 nurunin IgG HSV
    kutip:(4) Benar, IgG gak perlu repot-repot dibuat negatif…

    berarti IgG HSV ni sebenarnya bisa ya cak dibuat negatif? cuma agak susah gitu?

    Saya pernah denger pengobatan alternatif herbal yg bilang bisa menurunkan IgG ampe jadi negatif..Kalo IgG HSV ni beneran bisa dibuat negatif dengan herbal atau obat berarti herpesnya bisa dibilang dah sembuh ya cak?

  137. 137 cakmoki September 24, 2010 pukul 12:50 am

    @ surf:
    iya bisa negatif, seperti yang dialami pada pemeriksaan kedua….Saya perna tes HSV 1 IgG + , HSV IgG pas periksa pertama borderline trus pas periksa kedua negatif.

    Benar, HSV1 gak seperti HSV2 … hanya saja kadang bisa kambuh terutama kalo kondisi tubuh sedang menurun, kelelahan, stress, dll.

    Tentang herbal, mohon maaf, saya gak berkompeten menjawabnya… namun menurut saya lebih baik periksa ke dokter karena obatnya jelas kandungan zat aktifnya.
    Makasih

  138. 138 surf September 24, 2010 pukul 8:58 pm

    aduh maaf cak moki..saya kok ampe salah tulis data saya, bis bingung hsv I dan II, ada G ama M ampe pusing liatnya..

    saya tulis ulang ya

    HSV I IgG 3.2
    IgM tidak periksa
    HSV II IgG 0.9 (border line)
    IgM tidak periksa

    2 bulan kemudian cek lagi di lab yang sama.

    HSV I IgG 4.1
    IgM 0.2
    HSV II IgG 0.6
    IgM 0.2

    keterangan : 1 positif

    berarti saya HSV I aja kan yang positif ya cak..tapi sering banget cak kambuhnya dalam 6 bulan ini..ampir tiap bulan kambuh di kelamin. Saya juga ada herpes di bibir tapi gejalanya ga nyata seperti di kelamin. Sering kayak ada setrum2 di bibir bawah, trus kulit bibir jadi seperti agak terangkat dengan pola bentuknya lingkaran2 gitu..dan cuma pernah sekali ada rasa sakit seperti kena jarum trus besoknya jadi ada gelembung2 kecil trus pecah.

    Cak, berarti IgG HSV ni sebenarnya bisa turun ga seh cak? ampe jadi negatif gitu..mohon pandangannya ya cak..

    Thx cak moki.. :)

  139. 139 surf September 24, 2010 pukul 9:01 pm

    aduh maaf cak moki..saya kok ampe salah tulis data saya, bis bingung hsv I dan II, ada G ama M ampe pusing liatnya..

    saya tulis ulang ya

    HSV I IgG 3.2
    IgM tidak periksa
    HSV II IgG 0.9 (border line)
    IgM tidak periksa

    2 bulan kemudian cek lagi di lab yang sama.

    HSV I IgG 4.1
    IgM 0.2
    HSV II IgG 0.6
    IgM 0.2

    keterangan : 1 positif
    berarti saya HSV I aja kan yang positif ya cak..tapi sering banget cak kambuhnya dalam 6 bulan ini..ampir tiap bulan kambuh di kelamin. Saya juga ada herpes di bibir tapi gejalanya ga nyata seperti di kelamin. Sering kayak ada setrum2 di bibir bawah, trus kulit bibir jadi seperti agak terangkat dengan pola bentuknya lingkaran2 gitu..dan cuma pernah sekali ada rasa sakit seperti kena jarum trus besoknya jadi ada gelembung2 kecil trus pecah.

    Cak, berarti IgG HSV ni sebenarnya bisa turun ga seh cak? ampe jadi negatif gitu..mohon pandangannya ya cak..

    Thx cak moki.. :)

  140. 140 surf September 24, 2010 pukul 9:02 pm

    saya mw tulis keterangan lab nya postif negatif kok ga bisa ya..

    kurang dari 1 : negatif
    antara 0.9 sampai 1 : borderline
    lebih dari 1 : positif

  141. 141 cakmoki September 25, 2010 pukul 12:39 am

    @ surf:
    Ya, hanya HSV 1 yang positif. Bisa negatif dong… lha kalo hasilnya kurang dari 1, namanya udah negatif.
    Tentang positif dan negatif, perlu diketahui bahwa angka-angka pada pemeriksaan tersebut memilki 2 makna, yakni kualitatif dan kuantitatif
    Kualitatif hanya menunjukkan positif dan negatif.
    Kuantitatif menunjukkan angka.
    Artinya, walaupun secara kualitatif menunjukkan hasil positif, misalnya 0,5, secara kuantitatif hasilnya adalah: negatif
    Sebenarnya pertanyaan di atas sudah terjawab dengan sendirinya, hanya saja mungkin karena stress atau belum mengerti, sehingga kesulitan membedakannya :D

    nih saya kutip lagi ya…
    kurang dari 1 : negatif
    antara 0.9 sampai 1 : borderline
    lebih dari 1 : positif

    Dari sini sebenarnya sudah jelas, bahwa jika secara kualitatif menunjukkan hasil positif kurang dari 1, maka sebenarnya HSV udah negatif .. gitu :)
    Moga penjelasan yang ini dapat dipahaami oleh yang lain juga, sehingga gak stress berkepanjangan hanya gara-gara ada angka positif.
    Makasih

  142. 142 anakgendut September 27, 2010 pukul 7:26 pm

    salam kenal cakmoki…,,
    sy mau nanya soal penyakit herpes genital dok….
    mohon bantuannya

  143. 143 rahmat September 28, 2010 pukul 12:08 am

    Cak moki ada yg ingin saya tanyakan apakah angka 1.2 hsv 1 iggnya itu positf dan akan ada luka atau lesi karena selama ini saya tidak pernah mengalami yg namanya lesi atau luka cuma saya pas cek lab haslnya begitu apakah berbahaya karena saya rencana akan menikah di waktu dekat ini.dan selama ini saya tidak pernah hubungan dengan wanita? Terima kasih

  144. 144 cakmoki September 28, 2010 pukul 12:28 am

    @ anakgendut:
    salam kenal
    ya, silahkan bertanya :D
    baca dulu diskusi-2 sebelumnya ya.. siapa tahu udah terjawab pada diskusi sebalumnya… kalo perlu di copy paste
    makasih

    @ rahmat:
    ya, positif secara kualitatif dan kuantitatif… artinya pernah tertular HSV1 … penularannya kan gak mesti melalui hubungan seksual… bisa melalui kontak dengan seseorang di tempat-tempat umum, dll…
    Gak bahaya
    Makasih

  145. 145 anakgendut September 28, 2010 pukul 3:12 pm

    okey…
    sy baru beberapa hari (6hri) yg lalu dinyatakan kna herpes genital,,
    trus sekarang masih konsumsi obat dari dokter,,
    krn dokternya tu ga banyak ngejelasin soal penyebabnya saya jadi pengen nanya…
    di atas dibilang kalo penyebabnya hubungan seksual, tapi pasangan saya tidak pernah menunjukkan gejala herpes dan dia juga mengatakan kalau belum pernah mengalami gejala infeksi primer dsb..
    lalu
    1. penularannya bisa melalui apa tuh cakmoki????

    2. apa bisa kita tertular secara ga sengaja misalnya dengan penderita herpes di kaki, kemudian menjadi herpes genital bila secara ga sengaja tersentuh????
    karena sy sempat merawat sepupu sy yg kakinya sakit herpes…

    3. apa langkah saya berikutnya setelah obat dokter yg saya minum habis???
    apa perlu cek darah???

    4. apa pasangan saya perlu cek darah??? membaca diatas ada herpes yg muncul tanpa gejala…

    5. bila kelak saya hamil, bagaimana cara agar anak tidak tertular??

    thx buat waktu n informasinya cakmoki

  146. 146 cakmoki September 28, 2010 pukul 11:04 pm

    @ anakgendut:
    Kalo ingin lebih obyektif, gak ada salahnya pasangan diperiksa Lab HSV2 IgG dan IgM… di bagian awal disebutkan bahwa lesi primer dapat terjadi tanpa gejala (asimptomatis)…ini kalo positif lho..

    1) Penularan terbanyak melalui hubungan seksual. Selain itu dapat juga melalui kontak (tanpa hubungan seksual) dengan seseorang yang menderita Herpes simplex genetalis (biasanya di tempat-tempat umum)

    2) Ya bisa. Sekaligus memperkuat jawaban no.1… namun, apakah bener sepupu menederita herpes simplex ?

    3) Langkah berikutnya kontrol ke dokter.. jika dokter menyarankan pemeriksaan Lab, maka periksa Lab. Kalo dokter gak menyarankan periksa Lab, berarti gak perlu periksa Lab.

    4) Iya, sebaiknya periksa Lab.

    5) Kontrol teratur ke dokter untuk mencegah terjadinya penularan dan menceritakan riwayat penyakit ke DSOG (dokter spesialis kandungan) agar beliau melakukan antisipasi sejak awal kehamilan.

    Makasih

  147. 147 anakgendut September 30, 2010 pukul 12:36 am

    terimaksih banyak atas penjelasannya cakmoki…
    sebenarnya saya sangat khawatir dengan herpes simplex genital ini..terutama karena dapat menular ke pasangan dan anak…

    satu lagi mohon informasinya untuk mencegah penularannya kepada pasangan cakmoki…karena saya jadi khawatir untuk bisa kembali berhubungan dengan pasangan, walaupun pasangan meyakinkan tidak ada masalah dengan herpes ini…

    thx

  148. 148 cakmoki September 30, 2010 pukul 12:55 am

    @ anakgendut:
    Di beberapa referensi disebutkan bahwa salah satu pencegahannya dengan kondom…sementara referensi lain menyebutkan bahwa cara tersebut kurang efektif untuk pencegahan.
    Pada dasarnya, jika sudah gak ada lagi virusnya, maka gak akan menular.
    Makasih

  149. 149 ratmat September 30, 2010 pukul 9:50 pm

    maaf pak bukannya virus ini tidak bisa ilang selalu akan melekat ditubuh kita makanya igg selalu jadi positifkan? dan masalah kondom kurang efektif pak?wah jadi solusinya gimana yah

  150. 150 cakmoki Oktober 1, 2010 pukul 2:05 am

    @ ratmat:
    Sekali lagi, silahkan baca diskusi dengan surf … IgG postif, dan IgM negatif berati pernah tertular HSV… jadi, walaupun virusnya udah hilang, IgG tetap positif sebagai bentuk reaksi kekebalan tubuh terhadap HSV.
    Lha yang bilang IgG positif selalu menunjukkan ada virus siapa ? Rasanya tidak ada satupun jawaban saya yang bilang gitu.
    Itu artinya, sesuatu yang positif gak selalu buruk..bergantung apa yng positif dan bagaimana memahaminya.

    Tentang kondom, silahkan baca lagi paragraf di bawahnya:
    Pada dasarnya, jika sudah gak ada lagi virusnya, maka gak akan menular.
    Moga penjelasan yang ini dapat dipahami oleh yang lain juga, sehingga gak stress berkepanjangan hanya gara-gara ada angka positif. :D …padahal yang positif adalah kekebalannya

    Makasih

  151. 151 ratmat Oktober 1, 2010 pukul 11:14 pm

    ooo begitu terima kasih cak moki penjelasannya maklum saya orang awam bukan dokter jadi tidak mengerti.Selalu sukses mas.

  152. 152 ratmat Oktober 1, 2010 pukul 11:15 pm

    Jadi sebenarnya virus ini kambuhan apa tidak sih karena dari blog2 yg ada mewreka bilang kambuhan jadi binggung klu kasus seperti saya igg yg positif gimana?

  153. 153 cakmoki Oktober 2, 2010 pukul 1:39 am

    @ ratmat:
    emang bener kambuhan…
    Coba saya copy paste lagi…
    Seseorang yang pernah infeksi primer, dapat mengalami kekambuhan. Adapun kekambuhan terjadi karena berbagai faktor dan dapat dipicu oleh beberapa faktor pencetus, misalnya kelelahan fisik maupun psikis, alkohol, menstruasi dan perlukaan setelah hubungan intim.
    * Pada infeksi kambuhan (rekuren), gejala dan keluhan pada umumnya lebih ringan. Gambaran penyakit bersifat lokal pada salah satu sisi bagian tubuh (unilateral), berbentuk vesikuloulseratif (bercak koreng) yang biasanya dapat hilang dalam 5 hingga 7 hari.
    * Sebelum muncul bercak berkoreng, didahului dengan rasa panas, gatal dan nyeri.

    Walaupun keluhan dan gejala bersifat ringan, seyogyanya penderita tidak mengabaikannya. Berobat ke dokter merupakan langkah bijak…
    IgG, adalah reaksi kekebalan tubuh, bukan menggambarkan ada tidaknya virus … kalo mau mengetahui ada tidaknya virus, silahkan periksa IgM HSV … ntar hasilnya bisa dibaca sebagaimana diskusi saya dengan surf

    Contohnya saya sendiri… saat masih SD kena hepatitis B… hasil lab HGsAb positif tinggi … (identik dengan IgG positif)… sampai sekarang positif, dan selamanya HBsAb akan positif… itu berarti dalam tubuh saya sudah terbentuk kekebalan. Dan saya bersyukur soalnya gak usah repot-repot untuk vaksin karena kadar HBsAb sudah positif tinggi.

    Untuk mengerti masalah ini, tidak harus menjadi dokter…dengan diskusi seperti ini niscaya akan ngerti…saya bisa memahami kalo sampeyan masih bingung soalnya masih diliputi ketakutan …:D
    Jadi, monggo dihilangkan lebih dulu kekhawatiran yang berlebihan supaya enak memahaminya.
    makasih

  154. 154 ratmat Oktober 2, 2010 pukul 9:02 pm

    oo pak klu di dalam uretha saya kadang gatel2 sehari trus ilang kadang gilu trus ilang sehari tapi tidak ada luka atau koreng itu bukan hsvkan?saya mau tanya sejelas jelasnya maaf karena saya tidak mengerti terima kasih cak

  155. 155 ratmat Oktober 2, 2010 pukul 11:07 pm

    oh iya cak moki apa arti dari cak moki tulis * Pada infeksi kambuhan (rekuren), gejala dan keluhan pada umumnya lebih ringan. Gambaran penyakit bersifat lokal pada salah satu sisi bagian tubuh (unilateral), berbentuk vesikuloulseratif (bercak koreng) yang biasanya dapat hilang dalam 5 hingga 7 hari.kan hsv ini di kelamin atau di mulut bukan di satu sisi tubuh klu itu kan gejala herpes zoter?

  156. 156 cakmoki Oktober 3, 2010 pukul 2:12 am

    @ ratmat:
    Kalo gak ada lesi, kemungkinan bukan hsv. Untuk memastikannya sebaiknya periksa ke dokter, supaya lebih jelas :D

    Tentang istilah unilateral, mulut kita kan ada mulut sisi kanan dan mulut sisi kiri. Begitu juga kelamin, ada sisi kanan dan ada sisi kiri. Unilatreal dalam bahasan ini beda dengan konteks unilateral pada herpes zoster, dimana pada herpes zoster bentuknya papulovesikular yang menggerombol.
    Makasih

  157. 157 ratmat Oktober 3, 2010 pukul 11:31 am

    OOO BEGITU MAKASIH CAK MOKI INFO ANDA SANGAT JELAS DAN SELALU BEGITU SABAR DALAM MENJAWAB MAJU SELALU

  158. 158 ratmat Oktober 3, 2010 pukul 11:37 am

    iya dok saya tidak pernah ada luka atau lesi cuma hasilnya gitu hsv 1 igg positif dan sangant membuat saya kepikiran takut menularkan kepada ofang lain.
    Jadi hasil tes itu kok positif selalu yah

  159. 159 cakmoki Oktober 3, 2010 pukul 4:18 pm

    @ ratmat:
    Justru dengan IgG positif berarti sisitem kekebalan tubuh bekerja dengan baik. :)
    Makasih

  160. 160 ratmat Oktober 3, 2010 pukul 8:19 pm

    hehehe saya jadi bingung
    sudah sih periksa ke dokter tapi selama periksa ke 4 dokter mereka bilang tidak apa2 karena memang saya periksa ke mereka dan selama ini tidak pernah ada namanya luka /lesi.
    Jadi binggung yah hasil lab igg positif pas di cek

  161. 161 cakmoki Oktober 3, 2010 pukul 11:41 pm

    @ ratmat:
    emang gak papa…kan udah dijelaskan bahwa IgG adalah reaksi kekebalan, bukan menandakan ada virus.
    Padahal penjelasan saya yg ini paling lengkap dibanding kepada yang lain … hehehe
    Ya deh, tenangkan dulu hati dan pikiran supaya gak bingung :D

  162. 162 ratmat Oktober 4, 2010 pukul 7:55 pm

    hehhehe trima kasih emang sih hanya cak moki yg telaten dalam menjawab .abis gimana kgk kuatir dari smua blog di internet mengatakan ini hsv kambuhan dan akan kambuh sewaktu hari

  163. 163 ratmat Oktober 4, 2010 pukul 9:51 pm

    hanya cak moki yang begitu sabar menjawabnya dan dari yg saya tanya ke online lain mereka blg kambuh pasti jadi saya tambah kuatir

  164. 164 cakmoki Oktober 4, 2010 pukul 11:51 pm

    @ ratmat:
    ya enggaklah,… gimana bisa kambuh lha wong gak ada virusnya.
    Yang tersisa hanya zat kekebalan terhadap virus yg sempat mampir ke tubuh melalui kontak atau aerogen (udara) entah dari siapa dan entah di mana. Walaupun viusnya udah mati, IgG tetap positif kalo sistem kekebalan berfungsi dengan baik.
    Gak usah kuatir :)

  165. 165 Latoel Oktober 7, 2010 pukul 12:12 am

    cak, trima kasih atas informasinya. Saya mau menanyakan apabila ada pasangan suami istri dan mreka berdua pernah mengidap herpes genitalis apakah mereka dapat mempunyai keturunan? dan apakah tidak ada effect dengan kandungan tersebut?
    trima kasih sebelumnya.

  166. 166 cakmoki Oktober 7, 2010 pukul 7:49 am

    @ Latoel:
    Bisa dong :)
    Untuk menghindari efek terhadap janin, dianjurkan kontrol sedikitnya sebluan sekali ke DSOG selama kehamilan hingga bulan ke 6, kemudian 2 minggu sekali dan seminggu sekali pada bulan ke 8.
    Ini dimaksudkan agar tumbuh kembang janin dalam kandungan selalu termonitor sehingga dapat dicegah dampak yg tidak diinginkan.
    Kalau keduanya sudah tidak ada virusnya (setelah diobati), kemungkinan gak akan ada dampak pada janinnya. Namun tetap dianjurkan untuk kontrol ke DSOG secara teratur.
    Makasih

  167. 167 Latoel Oktober 8, 2010 pukul 2:48 am

    DSOG itu apa dok?
    apakah ada kemungkinan luka lepuh krn herpes genital pada wanita itu brada di dlm vagina?

  168. 168 cakmoki Oktober 8, 2010 pukul 1:44 pm

    @ Latoel:
    Dokter Spesialis Obstetri dan Gynekologi. (dokter sp kandungan)
    Luka lepuh bisa terjadi di vagina bagian luar maupun bagian dalam.
    Makasih

  169. 169 ratmat Oktober 9, 2010 pukul 10:48 pm

    cak kalu pada laki laki lepuh itu bisa didalam juga gak?yg menyebabkan rasa perih trus menerus?

  170. 170 ratmat Oktober 9, 2010 pukul 10:50 pm

    sorry kurang lengkap maksudnya di dalam penis/dalam uretha? terima kasih

  171. 171 ratmat Oktober 9, 2010 pukul 10:58 pm

    satu lagi cak saya pernah lihat di doketrkulitku.com mengatakan bahwa hsv ini pasti kambuhan dan sewaktu2 dapat kambuh ?
    dan menurut cak moki bahwa gimana bisa kambuh lha wong gak ada virusnya.
    Yang tersisa hanya zat kekebalan terhadap virus yg sempat mampir ke tubuh melalui kontak atau aerogen (udara) entah dari siapa dan entah di mana. Walaupun viusnya udah mati, IgG tetap positif kalo sistem kekebalan berfungsi dengan baik.
    Gak usah kuatir :)mohon penjelasannya cak hehehe makin dilihat makin mumek aja nih pala:)

  172. 172 cakmoki Oktober 10, 2010 pukul 12:54 am

    @ ratmat:
    Kalau dalam urethra melepuh, pasti bukan perih, tapi menangis saking sakitnya, dan kencingnya akan terganggu.

    Kalo masih ada virusnya, ditandai dengan IgM positif melebihi nilai normal, maka berpotensi kambuhan.
    Sebaliknya, kalau gak ada virusnya, ditandai dengan IgM negatif… lha kambuhnya dari mana ?
    Yang lain dikasih penjelasan gak mumut tuh :D
    Wajar kalo mumet terus menerus, soalnya udah diselimuti ketakutan … ibarat orang takut hantu, dia akan lari terbirit birit sambil berteriak hantu ketika di kegelapan tiba-tiba ada kucing melompat. Itu baru kucing, yang jelas-2 bukan hantu … hahaha….
    Silahkan baca juga pada link di bawah ini:

    http://mediasehat.com/tanyajawab532

  173. 173 ratmat Oktober 10, 2010 pukul 8:45 pm

    hehehe terima kasih cak moki yang sabar selalu menjawab pertanyaan saya ,iya emang saya begitu takut dan cemas karena ditulis bisa menular dan ini seperti di cap orang penyakit kotor , cak moki emang begitu sabar dan baik sip maju trus cak.

  174. 174 ratmat Oktober 10, 2010 pukul 8:53 pm

    cak sorry kok saya buka web yang dikasih cak moki ttg hpv yah bukan hsv

  175. 175 cakmoki Oktober 10, 2010 pukul 11:06 pm

    @ ratmat:
    link tersebut sekaligus menjawab yg HPV :) ..kalo yg HSV kan udah saya jelaskan… kalaupun ada perbedaan pendapat di kalangan dokter, itu adalah hal yg sangat wajar di dunia medis.

  176. 176 tofan Oktober 11, 2010 pukul 11:15 am

    cak maaf sebelumnya kalo salah tempat.
    jadi gini. saya seminggu ini ada gejala mirip herpes.
    pertama panas+gatal. besok keluar gelembung. saya kasih salep asiklovir (hasil tanya di apotik. maklum blm ada dana ke dokter.hehe) 2hari kemudian gelembung ilang. tapi masih berasa tebal dan kulit kelihatan keriput seperti kulit orang yg sudah tua (pada bagian bercak saja tentunya)
    terus karena lokasinya di bagian kiri atas bibir dan kanan bawah (kulit sering gerak kalo lagi makan) jadi ada luka yg belum kering2 juga.

    ni TKPnya ada di tiga tempat cak dok. kanan kiri bibir sama sekitar bawah telinga kanan.
    semua sama sekarang kulit terasa tebal dan terlihat keriput kaya kulit orang tua.

    gmn tuh dok?herpes bukan?trus pengobatannya udah tepat belum(cuma salep)?kalo memang ga bener mohon diberi pencerahan. udah 6hari soalnya. menyiksa banget rasanya. +menggangu penampilan juga.
    atau kalo dokter ga keberatan saya imelin fotonya biar jelas?
    mohon bantuannya ya dok. dokter kulit kyy mahal :(

  177. 177 cakmoki Oktober 11, 2010 pukul 2:30 pm

    @ tofan:

    Untuk mengetahui jenis penyakit kulit harus dilihat atau setidaknya melalui foto. Untuk itu, kalo berkenan silahkan kirim fotonya via email agar dapat diketahui jenis penyakitnya dan direkomendasikan obat yg tepat.
    Alamat email:
    cakmoki2006 [at] yahoo [dot] com
    Saya tunggu
    Trims

  178. 178 tofan Oktober 11, 2010 pukul 11:19 pm

    sudah saya kirim email dok.
    tolong ditanggapi.
    terima kasih.

  179. 179 cakmoki Oktober 11, 2010 pukul 11:30 pm

    @ tofan:
    maaf, saya baru selesai praktek… nanti kalo sempat saya buka email.
    makasih

  180. 180 Beti Oktober 20, 2010 pukul 8:46 am

    Dok, saya terkena herpes genitalis. Menurut dokter saya, hanya bisa diobatin tetapi tidak dapat disembuhkan. tiap kencing setelah bangun tidur, vagina saya berbau busuk. Apakah ini termasuk herpes yang parah. Apakah akan selamanya berbau busuk, bagaimana agar tidak berbau ?
    terima kasih atas penjelasannya

  181. 181 cakmoki Oktober 21, 2010 pukul 1:00 am

    @ Beti:
    Menurut saya bisa sembuh kalo diobati dengan teratur.
    Hasil Lab-nya gimana ?
    Walaupun seandainya termasuk infeksi berat berat, dapat diobati sebagaimana tertulis di artikel pada Bab Pengobatan.
    Supaya gak berbau busuk, diobati hingga sembuh :)
    Makasih

  182. 182 Beti Oktober 22, 2010 pukul 11:50 am

    Ga ada suruh periksa ke lab. saya hanya diberi valcor 20 biji dan kompres betadine. tapi setelah minum, berbau lagi. dokternya ga ada bilang pengobatan teratur. Saya jadi bingung. Obat apa yang harus saya minum secara teratur dok, apa obatnya bisa dibeli di apotik ?

  183. 183 cakmoki Oktober 24, 2010 pukul 12:49 am

    @ Beti:
    Kalu begitu sebaiknya kontrol ke dokter lagi… atau bisa juga periksa sekret vagina untuk mengetahui ada tidaknya infeksi lain.
    Obat tersebut bisa diulang tapi harus dengan resep dokter.
    Makasih

  184. 184 robby Oktober 26, 2010 pukul 7:21 pm

    salam kenal,
    cak moki mohon refrensinya dokter specialis kulit dan kelamin yg bagus dong dok..?
    dan langkah apa saja yg harus saya lakukan dalam penyembuhan herves tipe 2 saya..??
    apakah ada pantangan dalam makanan..??
    mohon di jelaskan
    terima kasih

  185. 185 cakmoki Oktober 26, 2010 pukul 10:41 pm

    @ robby:
    salam kenal…
    Mohon maaf, saya gak tahu semua dokter kulit di Indonesia kecuali di kota saya, Samarinda. Menurut saya semua dokter kulit bagus.
    Untuk menuntaskan penyakit tersebut adalah dengan berobat dan kontrol ke dokter secara teratur hingga penyakitnya tuntas.

    Seperti tertulis pada diskusi sebelumnya, gak ada hubungannya dengan makanan…artinya gak ada pantangan makanan. Herpes simplex disebabkan virus, bukan disebabkan makanan… jadi, sudah sangat jelas bahwa gak ada pantangan makanan :D

    Makasih

  186. 186 dewi Oktober 27, 2010 pukul 2:18 pm

    Maksudnya, satu serial pengobatan menggunakan valacyclovir 2×500 mg selama 5 hari, kemudian jeda, dan dilanjutkan lagi 5 hari, dan seterusnya hingga 6 bulan. Jumlah serial dan masa jeda ditentukan dokter berdasarkan hasil pemeriksaan klinis dan pemeriksaan penunjang (lab)….
    Dok yg dimaksudkan jeda disini, jeda berapa lama? Thanks dok

  187. 187 cakmoki Oktober 27, 2010 pukul 5:06 pm

    @ dewi:
    masa jeda antara 4-8 minggu
    Makasih

  188. 188 dewi Oktober 28, 2010 pukul 11:47 pm

    Makasih byk cak moki yg baik

  189. 189 cakmoki Oktober 29, 2010 pukul 12:09 am

    @ dewi:
    Sama-sama..makasih juga telah berbagi :)

  190. 190 yayan November 1, 2010 pukul 2:13 am

    dok, biaya tes darah kena herpes/gak brp an yah ?

  191. 191 cakmoki November 1, 2010 pukul 2:03 pm

    @ yayan:
    Maaf, saya gak tahu persis tentang biaya pemeriksaan HSV.. di setiap kota biasanya beda-beda. Untuk itu, silahkan langsung tanya di Lab Klinik.Ntar akan diberi price list-nya

  192. 192 robby November 3, 2010 pukul 11:41 am

    terima kasih jawabannya cak moki,
    saya berniat memeriksa kan diri di lab.
    apakah yg saya periksa
    1.Igm HSV 1 & 2
    atau
    2.Igg HSV 1 & 2
    Mohon petunjuk cakmoki…??
    dan saya kena tanda2 herpes sudah 2 tahun ini, dan sering kambuh…meskipun saya obati dengan asiklovir..??

  193. 193 cakmoki November 3, 2010 pukul 3:51 pm

    @ robby:
    Sekalian keduanya diperiksa IgG dan IgM HSV.1 maupun HSV.2
    Jika emang bener Herpes simplex, kadang bisa tejadi infeksi rekuren (kambuh).. untuk menanggulanginya adalah dengan pengobatan sebagaimana tatacara pada pengobatan infeksi rekuren.
    Makasih

  194. 194 windaaaaa November 6, 2010 pukul 11:29 pm

    pak dokterrr…
    saya lagi bikin KTI tentang ToRCH nih, herpes termasuk kan yaaah…
    boleh dong kasii tau buku referensi ttg ToRCH… heheh
    makasii yy dokk.. :))

  195. 195 cakmoki November 7, 2010 pukul 12:04 am

    @ windaaaa:
    iya, herpes simplex termasuk TORCH
    Referensinya di Buku Ilmu Kandungan terbitan FKUI… disittu lengkap :)
    Makasih

  196. 196 ody November 15, 2010 pukul 9:25 pm

    dok..saya salut dengan kesabaran dokter…sebulan lalu saya gatal2 disekitar rambut kemaluan..tp g parah ..setelah 2 minggu saya kasi abortir oral..malah jd luka dan ada sedikit perih sehabis kencing..setelah kedokter dikatakan herpes.tp lesi cuma satu bukan bergerombol..tp tidak disarankan ke lab..oleh dokter dikasi valtex 500gram untuk 5 hari..3 hari sembuh lukanya tp kencing masi perih…setelah 5 hari kembali kontrol cm dikasi valtex lg 3hari…10 hr setelah dinyatakan herpes kelamin,saya cek lab sendiri..cuma igM hsv2 dan hasilnya 0,35 negatif..igG tidak saya cek..kesimpulannya apa ini dok??apakah saya terbebas dari hsv2??thx ya dok

  197. 197 cakmoki November 16, 2010 pukul 3:51 am

    @ ody:
    Menilik hasil Lab… nampaknya bukan hsv2.
    Kalo IgM udah menunjukkan hasil negatif, gak perlu lagi periksa IgG.
    Moga sehat selalu
    Thx :)

  198. 198 ody November 16, 2010 pukul 10:14 pm

    thx dok..satu pertanyaan lagi..kata dokter lab..harus cek lagi sebulan kedepan..soalnya kl belum 6 minggu sejak terinfeksi..antibodi belum terbentuk..maka hasil igM akan negatif,apa benar??thx berat dok..

  199. 199 cakmoki November 17, 2010 pukul 12:13 am

    @ ody:
    Gak perlu… kecuali kalo mau nyumbang Lab :D .. toh walaupun IgG positif gak berarti ada virus soalnya IgM udah negatif
    Thx

  200. 200 ody November 17, 2010 pukul 9:08 am

    :) hehehe thx ya dok

  201. 201 cakmoki November 17, 2010 pukul 9:27 am

    @ ody:
    sama-sama :)

  202. 202 abeng November 18, 2010 pukul 3:03 pm

    dok…
    saya mau tanya,dari informasi yang saya terima bahwa herpes simplex genetalis type 2 nggk bisa sembuh ya??apa itu benar dok…saya salah satu orang yang terkena penyakit herpes.. udh sekita 6 bulan saya terkena penyakit itu.. setiap saya beri obat acyclovir benjolan yang berisi air di alat vital saya menghilang.. tetapi dalam jangka waktu 1 atw 2 bulan kemudian benjolan kecil yang berkelompok dan berisi air itu timbul lagi…saya jadi khawatir dok.. kira2 apa yang harus saya lakukan agar herpes simplex genetalis type 2 itu sembuh secara permanen… obat apa yang harus saya konsumsi? saya sudah pernah kedokter ahli kulit dan kelamin.. dia memberikan obat yang sama yang saya beli di apotik…dan satu lagi dok apakah herpes passive dapat menularkan pada saat brhubungan sex?.. minta saran yang dapat membantu dok.. terima kasih

  203. 203 cakmoki November 18, 2010 pukul 3:36 pm

    @ abeng:
    Ada 2 pendapat di kalangan para ahli terkait HSV 2… ada yg berpendapat tidak bisa sembuh total, sementara yang lain berpendapat bisa sembuh total jika diobati secara intens.
    Jika suka kambuh, bisa jadi termsuk yang rekuren… obatnya harus teratur dan sedini mungkin ketika hsv2 muncul lagi sebagaimana panduan pengobatan yg tertulis pada artikel bab pengobatan.
    Penularan yang passive dimungkinkan dapat terjadi melalui hubungan intim.
    Makasih

  204. 204 dimaz November 19, 2010 pukul 2:37 am

    Mau tanya Dok, sy 21 tahun.
    Pernah ‘jajan’ sembarang, kadang pakek kondom kladang gg,,,tapi skrg sy sudah sadar dan gg ngelakuin itu lagi.
    Tapi, kayaknya sy telat, krn diselangkangan sy muncul bintik merah (tidak berisi cairan bening kayak cacar melainkan lebih mirip jerawat) sy tidak kuatir tadinya, tapi lama2 makin gatal dan setelah kempes bahkan kering, membentuk lingkaran yang masih terasa gatal dan kian banyak,,saat ini ada lima lingkaran kering di sekitar organ kelelakian sy, sy jd cemas. Sy hanya berani jujur sama pacar sy saja dan dia menyuruh sy bersemnagta untuk berobat.
    yg saya mau tanya :

    1. Apakah penyakit sy ini sudah termasuk herpes genitalis? Atau hanya karena penyakit kulit biasa. Coz dari yg sy baca di internet, salah satu ciri herpes genital adalah sakit yg membuat susah berjalan, sedang sy masih normal2 saja sehingga sy bingung.

    2. Apa obat untuk herpes genitalis? Dan apakah bisa sembuh total??

    3. Apa pria penderita herpes genitalis akan bisa mati seperti pengidap AIDS? Apakah orang yg sudah terkena herpes genital akan rentan terhadap AIDS?

    Mohon penjelasannya, saya tunggu ya Dok, Makasih.

    Hormat sy, Dimas.

  205. 205 cakmoki November 19, 2010 pukul 2:10 pm

    @ dimaz:
    1. Untuk mengetahui jenis penyakit kulit harus dilihat oleh dokter secara langsung dengan menilai efloresensi (penampakan kelainan kulit). Dengan begitu dapat diketahui penyakitnya dan dapat direkomendasikan obat yang tepat.
    Alamat email:
    cakmoki2006 [at] yahoo [dot] com

    2. Jiika benar herpes genetalis, obatnya udah tercantum pada artikel, namun untuk memilih jenisnya perlu pemeriksaan dokter.

    3. Tidak

    Makasih

  206. 206 ody November 20, 2010 pukul 8:23 am

    pagi dok…sory mau tanya lagi nih…apakah kl igM hsv2 negatif itu menandakan tidak ada virus dlm darah atau ada virus tp lagi tidak kambuh???thx a lot dok

  207. 207 cakmoki November 20, 2010 pukul 4:55 pm

    @ ody:
    benar .. IgM negaitif menandakan tidak ada virus.
    Makasih

  208. 208 ody November 29, 2010 pukul 4:46 pm

    dok igg hsv2 positif indek 1.25 dan igm hsv2 negatif indek O,39
    menurut bacaan yg saya baca bilang sebagai berikut:

    Jika IgG (+) & IgM (-) –> menunjukkan bahwa seseorang sudah pernah terinfeksi sebelumnya, sudah ada kekebalan tubuhnya, dan saat ini tidak sedang mengalami infeksi dari organisme bersangkutan.

    berarti saya pernah terinfeksi ya dulu?…dan ada virus ditubuh saya tapi sekarang sedang tidak kambuh
    berarti ada antibodi ditubuh saya yg membuat saya tidak bisa terinfeksi kembali kecuali kl kambuh??
    thx dok

  209. 209 cakmoki November 29, 2010 pukul 11:01 pm

    @ ody:
    ya, bener… ini sudah dibahas pada diskusi sebelumnya.
    Berarti, bisa dikatakan gak ada virus dalam tubuh. Adapaun kekebalan sudah terbentuk sebagai reaksi tubuh terhadap HSV2 yang pernah mampir.
    Makasih

  210. 210 Jaya Desember 1, 2010 pukul 10:45 pm

    Cak Moki, mau tanya, di jakarta, referensi cak moki untuk dokter SPKK yang bisa menyembuhkan penyakit HSV 2 ini siapa ya? prakteknya dimana? karena saya sudah mendatangi 3 dokter SPKK dan mereka semua bilang penyakit ini ga bisa sembuh.Dan berapa ya kira-kira biayanya? Mohon bantuannya, krn saya sangat depresi dengan penyakit ini. Saya sangat berharap bisa sembuh total, ga kambuh2 lagi. Kalo bisa mohon dikirim melalui email saya nanti. Terima kasih cak moki

  211. 211 cakmoki Desember 2, 2010 pukul 12:09 am

    @ Jaya:
    Mohon maaf, saya gak tahu dokter SpKK di Jakarta.
    Makasih

  212. 212 anakgendut Januari 2, 2011 pukul 12:46 am

    ass cak moki…
    saya pernah bertanya maslah herpes simplex genitalis sekitar 2bulan yang lalu kepada cak moki..mungkin masih ingat…
    saya mau tanya cak,
    setelah saya sakit herpes simplex ini awalnya dua bulan yang lalu, saya di beri obat oleh dokter plus salep, saya sembuh. namun kemudian setelah itu jadi sering muncul keluhan keluhan nih cak seperti:
    a. keputihan yg sering muncul dan tidak muncul
    b. bila keputihan maka akan terasa gatal dan tidak nyaman
    c. pernah juga terasa panas bila keputihan
    d. pernah tiba tiba ada bercak darah setelah berhubungan seksual, namun munculnya pada esok hari setelah berhubungan
    e. setelah berhubungan seksual terasa gatal,panas kadang munculnya keputihan juga setelah berhubungan seksual
    yang ingin saya tanyakan,
    1. apa hal ini terjadi akibat penyakit herpes genitalis tersebut cak??atau ini gejala penyakit lain?
    2. kenapa bisa terjai demikian, sampai gatal dan muncul bercak darah cak??apa karena hub sex?
    3. agar kembali normal bagaimana solusinya???
    saya dan pasangan khawatir karena kami ingin sekali bila hamil kelak memiliki anak yang sehat, gejala ini membuat saya khawatir…
    thx cak mohon di jawab

  213. 213 cakmoki Januari 2, 2011 pukul 11:17 pm

    @ anakgendut:
    ya, saya ingat…
    wa’alaikum salam,
    Untuk mengetahui penyebab keputihan dan keluhan-2 tersebut sangat mudah, yakni dengan periksa sekret vagina (swab) di Lab Klinik setempat… diambil sedikit sampel keputihan di permukaan vagina untuk diperiksa. Dalam tempo 1-2 jam udah diketahui hasilnya.
    nah, dari hasil pemeriksaan tersebut barulah diobati sesuai dengan penyebabnya. kalo disebabkan kuman, diobati dengan antibiotika sesuai jenis kuman … kalo disebabkan virus, diobati dengan antivirus…kalo disebabkan parasit (trichomonas), diobati dengan obat golongan metronidazole dan derivatnya…kalo disebabkan jamur, diobati dengan obat anti jamur selama 10-14 hari… mudah kan ? :D
    Untuk itu, gak sa salahnya kontrol ke dokter agar diberikan obat yg tepat sesuai penyebabnya
    Makasih

  214. 214 ratmat Januari 11, 2011 pukul 8:20 pm

    Dokter saya mau tanya
    apakah kita luka karena jatuh atau kepotong itu bisa menularhan hsv ini?
    apakah orang kena tetesan dsarah kita bisa juga menularkan virus tersebut?
    atau hsv ini bisa menular jika ada lesi dari hsv itu tersebut?
    terima kasih dokter moki.

  215. 215 ody Januari 12, 2011 pukul 12:56 am

    halo cak moki,masi ingat saya kan.. keluhan herpes hsv2 saya pertama kali 3 bulan yg lalu…ama dokter dikasi valtex dan 5 hari sembuh..tp setiap bulan selalu muncul lesi ditempat yg sama…tp ringan sekali,saya biarkan sembuh sendiri..apakah musti minum obat atau dibiarkan kl kambuh?obat apa ya kira2 yg harus saya minum kl kambuh..apakah hsv2 bisa bikin mandul?thx cak moki

  216. 216 cakmoki Januari 12, 2011 pukul 3:26 am

    @ ratmat:
    Gak selalu melalui setiap lesi, kecuali jika ada virusnya yg masuk melalui lesi.
    Seingat saya, yg positif hanya IgG…lha kalo igM negatif, berarti gak ada virus yang ditularkan.
    … balik ke awal lagi :D
    Makasih

    @ ody:
    Halo…
    Kalo kambuh obatnya sama :)
    Gak akn bikin mandul sejauh kualitas sperma bagus
    Makasih

  217. 217 ratmat Januari 12, 2011 pukul 6:16 pm

    Heheheh cuma mau pastiin aja cak , maklum saya awam bgt dan tidak mengerti.trima kasih cak

  218. 218 sari Januari 13, 2011 pukul 6:42 pm

    Hai, saya mau tanya2 nih tentang herpes genitalis.
    pacar saya baru2 ini kena penyakit ini.
    yang ingin saya tanyakan, gimana caranya supaya nanti saat sudah menikah kita bisa berhubungan seks tanpa pengaman karena ingin punya anak, tanpa resiko saya tertular dari dia?
    soalnya pas saya googling, katanya ada masa2 dimana virusnya ‘reaktivasi tanpa gejala’ yang artinya sama sekali gak ada tanda2 kambuh tetapi dapat menular.

    mohon pencerahannya. saya sedang bingung sekali soal ini.
    makasih.

  219. 219 cakmoki Januari 14, 2011 pukul 12:12 am

    @ ratmat: :D

    @ sari:
    sebagimana tertulis di artikel dan diskusi-2 sebelumnya, sebaiknya diobati oleh dokter spesialis kulit dan kelamain hingga sembuh.
    Makasih

  220. 220 anakgendut Januari 25, 2011 pukul 11:40 pm

    thx cak moki…
    dari pesan terakhir saya waktu itu di blog ini soal keluhan” saya, alhamdulilah sudah tidak muncul lagi… :) senang sekali…
    setelah dua kali masa datang bulan keputihan dan gatal dan bercak darah sudah tidak muncul lagi, sekarang normal kembali dok seperti awal sebelum sakit herpes itu…jadi intinya alhamdulillah tidak kambuh” lagi selama jangka waktu itu…

  221. 221 cakmoki Januari 25, 2011 pukul 11:50 pm

    @ anakgendut:
    Alhamdulillah, saya ikut senang mendengarnya…moga seterusnya gak kambuh… dan bisa memberi semangat juga bagi yang lain :)
    Makasih

  222. 222 anakgendut Januari 25, 2011 pukul 11:53 pm

    dok ada yg mau ditanya juga:
    karena sekarang sudah tidak kambuh” seperti lesi dan normal kembali, apa berarti sudah sembuh dok herpes genitalnya???
    thx

  223. 223 cakmoki Januari 26, 2011 pukul 2:35 pm

    @ anakgendut:
    secara klinis sudah sembuh
    thx

  224. 224 nisa Februari 6, 2011 pukul 7:30 am

    Ass,,kalo lidah berjamur seperti saya ini penyakit apa yaa,,
    Lidah saya putih dan sariawan ga sembuh2,,,terakhir kali berhubungan seks 1 januari 2010 tahun kemaren,,
    Lidah berjamurnya awalnya bulan maret mpe sekarang,,
    Awalnya saya ngira kena HIV,,tapi setelah tes bulan juni dan september pke ELIZA hasil nonreaktif,,kata dokter udah free,ga kena,,
    Tapi koq mpe skrang ga sembuh2 lidah saya,apa herpes juga bisa bkin kygtu,,atau ada penyakit kelamin lain yg bisa bkin lidah saya berjamur kygini,,
    Kalo pngobatannya gimana,,
    Makasih jawabannya…

  225. 225 cakmoki Februari 6, 2011 pukul 2:03 pm

    @ nisa:
    Wa’alaikum salam,
    Bisa juga herpes simplex labialis atau sebab lain misalnya jamur.
    Keduanya ada obanya..namun untuk memastikannya sebaiknya periksa ke dokter SpKK agar dapat diketahui penyebabnya secara pasti dan diberikan obat yg tepat.
    Moga segera sembuh.
    Makasih
    Wassalam

  226. 226 Nisa Februari 16, 2011 pukul 8:43 am

    Herpes simplex labialis ini menular dari seks juga yaa ,,
    Jadi saya sebaiknya ke SPKK,,yaa,,
    Kalo kmren ada yg nyaranin ke THT or ke spesialis dalam aja,,
    Jadi sebaiknya yang manaa,,,mohon sarannya,,,
    Kalo tes nya sama yaa di ambil darah ke tes HIV juga ..

  227. 227 cakmoki Februari 16, 2011 pukul 1:32 pm

    @ Nisa:
    ya, benar… :D
    Periksanya ke dokter spesialis kulit dan kelamin, bukan ke spesialis yang lain.
    Adapun jenis pemeriksaan labnya bergantung kepada rekomendasi dokter berdasarkan pemeriksaan.
    Makasih

  228. 228 Nisa Februari 20, 2011 pukul 6:27 am

    Mksih bget cak,,
    O ya mau nanya lagi,,
    Kalo alat kelamin saya seh ga yg brmasahan bgt,cuman keputihan aja,,
    Jadi lidah saya yg sariawan dan berjamur ini kayaknya kya cak maksud itu,,herpes simplex labialis yaa,,
    Klo obatnya apa harus di minum kya HIV juga seumur hidup itu,,
    Trus apa ne penyakit juga menurunkan imun tubuh kita kya HIV juga,,,
    Soalnya saya dah 1 tahun kygini,,,

  229. 229 cakmoki Februari 20, 2011 pukul 12:30 pm

    @ Nisa:
    Obatnya gak harus minum seumur hidup tapi ada batasnya sesuai jenis Herpes simpelxnya berdasarkan pemeriksaan dokter.. silahkan baca kembali Bab Pengobatan pada artikel di atas… rasanya ga ada yg seumur hidup
    Makasih

  230. 230 pusing Februari 22, 2011 pukul 2:32 am

    saya mau nnya cak..
    saya ini terkena herpes genitalis…
    tapi saya belum pernah cek ke dokter..
    saya mungkin tau saya telah kena herpes sekitar 2 tahun..
    karna pacar saya tertular oleh saya..
    yang saya ingin tanyakan..
    bila saya tidak mengobati nya sampai mungkin jangka waktu 5 tahun,,
    apakah akan semakin parah?
    saya sih bisa terkena infeksi lebih dr 8x dalam 1 tahun..
    20 x bisa mungkin..

  231. 231 cakmoki Februari 22, 2011 pukul 3:29 pm

    @ pusing:
    iya, kalo ga diobati ada kemungkinan menyebar..untuk itu sebaiknya berobat ke dokter agar segera diobati hingga sembuh.
    makasih

  232. 232 andra Februari 26, 2011 pukul 12:35 pm

    pa dr saya mo nanya ni kira2 sebulan yang lalu sy ter kena hsv 2 hasil lab menunjukan hsv 2 igg positif trus berobat k dr d ksh obat, tp anehnya herpes yang saya derita setiap kali mo sembuh pasti muncul lg selalu seperti itu jd saya ga pnah merasa benar2 kering lukanya sebab setiap luka mo sembuh selalu muncul luka yang baru knapa ya dr? Saat ini obat dr dokter dah hbs sy konsumsi acyclovir 3×1 ,ohon petunjuknya dr apa yang harus sy lakukan……….

  233. 233 cakmoki Februari 26, 2011 pukul 12:45 pm

    @ andra:
    Jika masih mucncul, obat yang dari dokter dapat diulang hingga sembuh. Atau kontrol ke dokter untuk kontrol dan dibuatkan skedul pengobatan sesuai hasil pemeriksaan beliau.
    Makasih

  234. 234 ratna Maret 7, 2011 pukul 1:36 pm

    Dok,saya baru saja kehilangan bayi saya di usia 33mgg. Saya sedih krn kehilangan bayi saya,tapi saya diselimuti ketakutan soalna sebelum bayi saya di fonis meninggal dibadan saya muncul gatal2 yang banyak mirip herpes. Sebelumnya di usia 28mgg gatal2 itu sudah pernah muncul dan sy konsulkan ke dokter obgyn yg biasa menangani sy. Dokter tsb menyarankan sy untuk konsul ke SPKK maka sy lakukan. Dokter memberikan sy bedak cair racikan yang dioleskan setiap habis mandi dan obat inclarin tanpa memberitahu penyakit sy itu herpes atw bukan. Tetapi menjelang 33mgg bercak tsbt datang lagi dan lebih banyak dari sebelumnya ketika sy konsul disitu telah dinyatakan bayi sy sdh meninggal (DJJ negatif) jantung serta plasenta tidak ada darah sama sekali. dokter menyarankan sy segera melahirkan dan sya melahirkan bayi sy tanpa operasi (Lahir normal).
    Skrg gatal2 saya sudah hilang setelah diberi obat2an dari dokter SPKK yg menangani pertama.
    Yang ingin sy tanyakan adalah
    1. Apakah saya terkena herpes soalnya dari artikel yg dokter tulis herpes hanya menyerang satu bagian tubh sj sementara sy mengalami bercak2 yg mirip herpes (sesuai gambar yg dokter buat) pada bagian kanan dan kiri tubuh sy sampai ke kaki?
    2. Bagaimana yang dikatakan dengan Herpes Zoster multisegmental?
    3. Apakah org yg mengalami herpes berulang sudah pasti terkena HIV?

  235. 235 eltika Maret 11, 2011 pukul 9:35 pm

    dok,saya pernah menderita herpes genetalis sekitar 1 tahun yg lalu,dan sekarang saya sedang hamil 8 bln,namun pada masa2 kehamilan,saya tidak mengalami gejala2 herpes seperti yg dulu saya alami,hanya saja saya mengalami sakit/pegal di daerah vagina seperti nyeri pada tulang vagina.tetapi kondisi luar vagina tidak mengalami apa2.yang saya tanyakan
    1.adakah kemungkinan janin saya pasti akan terganggu/menderita kelainan karena saya pernah menderita herpes?meski pada masa kehamilan herpes tersebut tidak muncul seperti wkt pertama kali saya alami.

    2.apakah dgn USG dpt mengetahui janin mengalami kelainan atau tidak?
    3.dok,bagaimana cara memastikannya klo janin saya tidak terganggu,dan klo saya caesar pasti anak yg saya lahirkn tidak akn kenapa2 kn dok?

  236. 236 cakmoki Maret 12, 2011 pukul 2:02 pm

    @ ratna:
    maaf, kelewatan :)

    1) kalo menyeluruh kemungkinan bukan herpes simplex.
    2) Lho, herpes zoster beda dengan herpes simplex.. untuk memastikan jenis penyakit kulit harus dilihat oleh dokter atau setidaknya melalui foto (pada konsultasi via mail)
    3) Tidak
    Makasih

    @ eltika:
    1) Keluhan tersebut tidak serta merta menandakan berulangnya herpes simplex.
    kalo udah sembuh, niscaya ga akan mengganggu kehamilan.

    2) Ya, dengan USG dapat diketahui sebagian gangguan janin .

    3) memastikannya periksa or kontrol teratur ke DSOG. Operasi caesar bukanlah operasi yang menakutkan dan justru diperlukan demi kemanan ibu dan janin jika emang sesuai indikasi berdasarkan pemeriksaan dokter.

    makasih

  237. 237 eltika Maret 12, 2011 pukul 9:18 pm

    makasih y dok jawabannya,setidaknya saya jadi lega.karena saya takut sekali bayi saya nanti kenapa2.
    1.dok,berarti tanda2 herpes klo tidak terlihat dari luar,itu kemungkinan bkn gejala herpes genetalis kambuh y?
    2.maksud saya dok saya bkn tkt mengalami caesar,krn pada kelahiran anak pertama saya juga caesar itupn disebabkan krn saya mengalami PEB.yang saya tanyakan apa dgn caesar akan mengurangi dampak buruk terhadap bayi yg lahir?karena swkt saya browsing di internet,disana dikatakan bahwa ,apabila ibu yg pernah mengalami herpes kemungkinan bayinya bisa cacat,itu kata2 yg saya takutkan

  238. 238 Nisa Maret 13, 2011 pukul 7:56 am

    Cak mau nanya apa seh bedanya herpes zoster,,,simplex,,,genetalis sama herpes labialis,,
    apa virusnya beda,,,trus semua herpes bisa di obatin kan…

  239. 239 cakmoki Maret 13, 2011 pukul 9:20 pm

    @ eltika:
    1) kemungkinan bukan.
    2) dampak buruk bukan semata ditanggulangi dengan operasi caesar, tapi dapat ditanggulangi dengen mengobati herpes hingga sembuh.
    Kata-kata di internet tersebut jika tidak diobati..lha kalo sembuh gak akan begitu.
    Makasih

    @ Nisa:
    Beda … untuk lebih jelasnya, silahkan baca artikelnya di blog ini pada link berikut:

    http://cakmoki86.wordpress.com/2011/01/01/kumpulan-artikel-penyakit-kulit/

    Setelah membaca topik-2 seputar herpes tersebut, niscaya semua pertanyaan akan terjawab.
    makasih

  240. 240 ody April 26, 2011 pukul 1:37 pm

    salam cak moki…nih saya mau tanya..beberapa bulan lg saya mau menikah..saya kan terkena hsv2 setengah tahun lalu…gimana agar istri saya nanti tidak tertular??soalnya stahu saya hsv2 dapat menular meskipun tidak ada lesi.thx ya cak moki

  241. 241 d.conan April 27, 2011 pukul 10:15 am

    Dok,sy ada herpes d pintu dubur..sy tdk tau adakah jg d dlm dubur,tp jika bab srg agak nyeri (slama ini sy dan suami tdk pernah sek anal) entah knp bs ada d sana,yg sy alami sblmnya hanya herpes d bibir,entah bgmn bs berpindah k bagian bawah..

    Yg sy tanyakan,jk terjd d dlm dubur obat apa yg harus d pakai,bgtu jg jk herpes terjd d dlm miss v obat sprti apa yg bs d pki?

    Oww iya,utk yg kambuhan lbih 8x dlm setahun,terapi 6 bln mksudnya bgmn ya? Apa tiap bulan slama 6 bln minum acyclovir 2x800mg dlm 5 hari,ato bgmn mohon d jelas kan?

    Slama sy kambuh dok resepin acyclovir 5x400mg… Yg bnr yg mana nich dok? Apa kah 5x400mg ini dosis ny tdk berlebih?

    Tq

  242. 242 cakmoki April 27, 2011 pukul 11:38 pm

    @ ody:
    Supaya gak nular sebaiknya periksa dan konsultasi ke dokter kulit yang merawat pada setengah tahun yang lalu. Ntar beliau akan memeriksa ulang dan memberikan tips pencegahan penularan.
    Makasih

    @ d.conan:
    Untuk di dubur sama dengan obat yg digunakan di miss v atau tempat lain sebagaimana jenis-2 obat yg tertulis pada artyiel di atas pada bab pengobatan.
    Untuk yang kambuhan bener seperti yang sampeyan sebutkan.
    Adapaun dosis 5×400 juga bisa digunakan..tidak berlebih… soalnya emang ada beberapa cara dan dosis pengobatan berdasarkan hasil pemeriksaan langsung oleh dokter… hanya saja ga semuanya tertulis di artikel ini mengingat pilihan jenis obat serta dosis obat sangat teknis dan bergantung pada pemeriksaan masing-2 dokter.
    makasih

  243. 243 ody April 28, 2011 pukul 7:50 pm

    cak mau tanya lagi nih…maaf ya ngerepotin trs…apakah kl suami menularin istri hsv2 dan akhirnya sama2 kena hsv2..apakah akan trs saling menularin??dan apakah org yg sudah terkena hsv2 dapat tertular hsv 1 jg?thx ya cak moki

  244. 244 cakmoki April 28, 2011 pukul 11:45 pm

    @ ody:
    Kalo ga diobati bisa saling tular, namun gak nular kalo diobati hingga tuntas.
    Adapun HSV 1 dapat tertular kalo kontak dengan sumber penularan, kalo gak kontak ga akan ketularan.
    Makasih

  245. 245 adi April 29, 2011 pukul 10:37 pm

    Mohon penjelasannya dok..saya lelaki sudah menikah..dan istri saya baru melahirkan..karena kebutuhan saya sampai jajan dan itu pertama kalinya saya jajan seumur hidup dengan WTS sekitar 3 minggu lalu..saya merasa bersalah skali sehingga banyak membaca artikel..saat ini saya tidak ada keluhan apa2…tp saya baca artikel bahwa banyak kasus virus herpes simpleks tanpa ada tanda2..yg ingin saya tanyakkan..1.apakah betul tanpa ada tanda2 yg jelas kita bisa terinfeksi virusnya???misalnya tidak ada deman,tidak ada luka di penis,tidak ada glembung2 tp kita bisa terkena virusnya??.2.Seandainya saya sudah menularkan ke istri, apakah istri saya bisa menularkan ke bayi saya melalui cara menyusui??.3.masa inkubasi terlama yg pernah terjadi untuk hsv ini brapa lama dok??..saya sangat berterimakasih atas jawaban dokter,terus terang saya sedang bingung dok..

  246. 246 lienna April 30, 2011 pukul 12:08 am

    malem dokter ,
    dok saya tolong tanya nih,
    sepupu saya kena herpes zoster, sudah ke dokter sih dikasi acyclovir, salep, antibiotik, sekarang obatnya sudah habis diminum,dan sudah 7 hari berlalu, iseng tadi saya coba lihat ternyata ada sedikit bagian lagi yg masih ada bintik merah dan diatasnya ada sedikiiit nanah seperti jerawat aja, sementara diarea lain tampak sudah perlahan tenggelam dan tinggal sedikit berkas hitam,mengingat masih ada merahnya tadi apakah pengobatan masih diperlukan dok? acyclovir apa masih boleh dilanjutin? padahalkan udah lewat seminggu?
    trus, apa masih bisa menular ya dok kalo udah hampir sembuh gini, soalnya saya tinggal serumah nih dok…
    matur nuwum dok,…

  247. 247 lienna April 30, 2011 pukul 12:26 am

    sorry cak, baru nyadar ternyata saya nyasar ke herpes simpleks ya cak, harusnya msk ke tny jwb penyakit kulit atau herpes zoster,..so.sorry..

  248. 248 cakmoki April 30, 2011 pukul 1:28 am

    @ adi:
    1 & 3) Ya, pada tahap awal lesi promer bisa tanpa gejala, namun pada umumnya berlanjut menimbulkan keluhan sebagaimana tertulis di artikel.
    Masa inkubasi 3-7 hari…*silahkan baca lagi pelan-2* … so, jika sudah 3 minggu tanpa keluhan , kemungkinan besar tidak menderita Herpes simplex. Ga perlu terlalu khawatir.

    2) Sejauh ini belum menemukan adanya laporan penularan via ASI.

    Makasih

    @ liena:
    met malam
    Obat bisa dilanjutkan jika masih ada bercak hingga sembuh
    kalo belum sembuh bisa nular, tapi gak perlu terlalu khawatir.. toh udah diobati… dan penularan dapat dicegah jika tidak terlalu berdekatan.
    selengkapnya tentang herpes zoster, silahkan baca artikelnya di blog ini pada link berikut:

    http://cakmoki86.wordpress.com/2007/01/28/herpes-zoster-atau-dumpo-bukan-disembur/

    Makasih

  249. 249 adi April 30, 2011 pukul 1:37 am

    Menurut dokter saya perlu ke doker SPKK dan cek darah gak???kalo sudah 3 minggu bener2 sudah aman ya dok…sekali lagi terimakasih banyak ya dokter karena jawabannya…

  250. 250 cakmoki April 30, 2011 pukul 2:13 am

    @ adi:
    menurut saya, gak perlu , mengingat sudah 3 minggu tanpa keluhan.
    makasih

  251. 251 adi April 30, 2011 pukul 10:16 am

    mohon bertanya lagi ya dok…hari ini saya sangat cemas sekali karena anak saya yg pertama (1 tahun 9 bulan) kulitnya mengalami seperti benjolan cairan di daerah maaf pantat belakang secara menyeluruh,kemaren saya bawa ke dokter Spesialis anak (maklum dokter SPesialis kulit tidak ada di kota kami)..anak kami tidak mengalami demam atau kesakitan saat ini,hanya 2 minggu lalu dia demam panas..kata dokternya masih bakteri dikasi anti biotik dan salep..boleh kah saya kirim gambarnya ke dokter tolong d analisa???saya takut herpes simpleks dok…bisa kah herpes simpleks menular ke anak saya melalui kontak udara jika saya terkena virus hsv dok???yg membuat saya tambah panik karena di punggung (atas saya tiba2 ada benjolan,baru muncul kemaren malam dok..bisa tolong analisa dokter ini termasuk hsv tidak?jika benar ini benjolan HSV apakah saya harus merasa panas dan gatal dan juga harus pecah (harus demam)..jika tidak terjadi itu smua apa artinya ini bukan HSV dok..saya sangat berterima kasih jika dokter berkenan menjawabnya.

  252. 252 cakmoki April 30, 2011 pukul 6:17 pm

    @ adi:
    saya bisa memaklumi, jika sedang panik, jawaban apapun yg saya berikan tidak pernah meuaskan :D
    ok, silahkan kirim foto anak tsb via email
    Ntar akan saya lihat kalo ada waktu luang
    makasih

  253. 253 adi April 30, 2011 pukul 9:12 pm

    Dokter, emailnya sudah saya kirim, saya berterimakasih banyak ke dokter yg sudah mau berkenan dan bersedia mendengarkan keluhan saya dan menjawab sebaik mungkin (terusterang hanya dokter yg bgini)..sekali lg saya ucapkan ribuan terima kasih dokter..

  254. 254 cakmoki April 30, 2011 pukul 11:30 pm

    @ adi:
    ok, nanti akan saya lihat, soalnya baru selesai praktek dan masih harus menulis rekam medik . Mohon bersabar :)
    makasih

  255. 255 adi Mei 1, 2011 pukul 12:58 am

    alhamdulillah dokter..berarti bukan yg saya takutkan..tidak tahu saya mau ngomong apa lage atas kebaikan dokter..saya doakan dokter sehat selalu supaya terus bisa membantu orang banyak…dan juga untuk selalu tetap semangat mengelola blog yg sangat berguna ini..Amiin..

  256. 256 cakmoki Mei 1, 2011 pukul 5:09 am

    @ adi:
    Makasih atas support dan do’anya..semoga demikian pula sebaliknya… Amiiin

  257. 257 ody Mei 4, 2011 pukul 10:44 pm

    thx jawaban sebelumnya dok tp maaf saya kurang ngerti…maksudnya istri saya ga akan ketularan kl saya diobatin sampe tuntas…selama ini kl kambuh selalu saya obatin sampe sembuh..apa kl g lg kambuh tetap harus minum obt biar ga ketularan istri nantinya???thx ya dok..maaf merepotkan dokter

  258. 258 cakmoki Mei 5, 2011 pukul 2:58 pm

    @ ody:
    Maksudnya, kalo gak lagi kambuh gak nular dan gak perlu minum obat ..moga lebih jelas :) .. tapi saya bisa memaklumi kalo masih brasa belum jelas, soalnya pada orang yg cemas, dijelaskan seperti apapun tetep cemas…seperti halnya orang yg takut hantu, tetep takut walau yang lewat hanya kucing :D
    makasih

  259. 259 Sita Mei 6, 2011 pukul 7:20 am

    Dokter,
    2 mingg lalu sy kena herpes genitalis. Awalnya dokternya salah diagnosa, katanya lecet krn berhubungan doang, sampai smingg karena salah pengobatan jd tambah parah. Ahirnya sy ke dokter yg lain dan lgs dikatakan kena herpes. Pengobatan 1 minggu, lesi2nya udah hilang. Skarang dikasih vitamin buat daya tahan tubuh saja. Tapi waktu divonis herpes, saya tdk menjalani tes atau dpt penjelasan dr dokternya, sy kena herpes yg jenis apa dan tipe apa. Waktu sy tanyakan, dokternya cuma bilang, ini tipe genitalis, pasti ditularkan seksual, entah lewat coitus atau oral. Kata dokternya herpes yg dikulit ga mungkin ke genital (?). (karyawan di kantor suami katanya ada yg baru kena herpes di leher). Memang sebelum herpesnya muncul, sy berhubungan dgn suami dan di oral. Tapi suami tdk ada gejala herpes dikulit, mulut ataupun genital.
    Yang mau saya tanyakan, apakah itu berarti suami saya PASTI telah berhubungan seksual dgn orang lain (karena saya tidak)?? Atau ada penjelasan lain bgm sy bs kena herpes genital?Makasih

  260. 260 cakmoki Mei 6, 2011 pukul 5:47 pm

    @ Sita:
    met sore,
    Herpes genitalis artinya herpes simplex yang pada umumnya terletak pada genital dan sekitarnya disebabkan oleh HSV type 2
    Jika suami tidak ada keluhan, bukan berarti suami dapat dari orang lain… selain melalui aktifitas seks, HSV dapat ditularkan melalui kontak tanpa dari sumber penularan, terutama di tempat-tempat umum yang tidak dapat kita ketahui satu persatu sumbernya
    makasih

  261. 261 Sita Mei 7, 2011 pukul 3:27 am

    Dokter, sy kurang mengerti maksudnya “HSV dpt ditularkan melalui kontak tanpa dari sumber penularan, terutama di tempat2 umum”. Bisa tolong dijelaskan lagi? Contohnya bgm?
    Lalu kalau lesinya sudah sembuh, apa masih ada tes yg bisa dilakukan untuk tau tipe virusnya HSV1 atau HSV2? HSV1 jg bisa ke genital kan? Apa mungkin herpes yg diderita karyawannya HSV1 dan suami menjadi carrier hingga menularkan ke saya? Tapi Kalo ternyata HSV2, pasti penularan melalui kontak seksual langsung ya?
    Makasih

  262. 262 cakmoki Mei 7, 2011 pukul 4:06 pm

    @ Sita:
    Maaf, maksudnya melalui kontak sentuhan, dll tanpa harus berhubungan intim… sebagai contoh, petugas kesehatan, beresiko tertular dari penderita ketika memeriksa, memegang lesi…contohnya lesi herpes simplex, lesi concyloma
    Pada HSV tye 1 bahkan dapat ditularkan melalui aerogen (udara)..sedangkan HSV 2 sebagian besar melalui kontak seksual… sebagian kecil kontak lain.
    Untuk memastikannya ga ada salahnya periksa Lab sehingga dapat diketahui jenis nya. dari situ juga dapat diperkirakan apakah pernah tertu;ar autau enggak… tanpa pemeriksaan kita ga bisa menduga-duga
    Makasih

  263. 263 Sita Mei 7, 2011 pukul 11:24 pm

    Dokter saya boleh nanya lagi ya..maaf merepotkan..
    Kan kata dokter pada jawaban tgl 6 mei, “herpes genitalis adalah herpes simpleks yg timbul di daerah genital disebabkan oleh HSV2″..jadi udah pasti HSV2 ga mungkin HSV1 begitu? Klo begitu gak mungkin jg tertular lewat udara kan ya. Pasti lewat sentuhan di daerah yg terkena herpes pd penderita HSV2 jg kan? Sementara HSV2 cuma ada di daerah genital, benar dokter?
    Lalu, suami dan sy bukan petugas kesehatan atau profesi lain yg kemungkinan besar berinteraksi dgn penderita herpes..ada contoh lain tentang penularan di tempat umum selain pada petugas kesehatan?
    Trus kalo mau lab, bilangnya mau tes apa dokter?

  264. 264 cakmoki Mei 8, 2011 pukul 9:34 pm

    @ Sita:
    Ya, betul ,, itu merujuk pada letaknya (saliahkan baca lagi perlahan-lahan pada baian pertama artikel ini dengan kepala dingin :D disitu ada kata-2 pada umumnya …aslinya emang gitu dari referensi dan kondisi riil di ranah medis… lha kalo sampeyan bilang “pasti’, ga ada yg melarang
    Adapun mengenai HSV 1 hanya contoh belaka sebagi pembanding.
    Kalo mau periksa Lab hendaknya minta kepada dokter yang mengobati selama ini supaya sesuai dengan hasil pemeriksaan klinis… secara umum pemeriksaan yg diperlukan IgM dan IgG HSV 1 dan 2 (pemriksaan rutin)…mau HSV2 aja juga ga papa.
    makasih

  265. 265 Sita Mei 10, 2011 pukul 12:24 am

    Orang yg pernah kena HSV2 dan berperan sbg carrier bs menularkan ke orang lain yg daya tahan tbuhnya sedang drop walau herpesnya “sdang tdk kambuh” kah?
    Dokter kasih contoh lain penularan HSV2 di tempat2 umum tanpa kontak seksual dgn penderita dong…biar sy bs mengira2 sy kena dr mana : (…

  266. 266 cakmoki Mei 10, 2011 pukul 2:42 pm

    @ Sita:
    “Pernah” bukan berarti carier… yg disebut carier adalah jika ada virusnya tapi tanpa gejala alias asymptomatis.
    kalo carier bisa menularkan karena ada virusnya, sedangkan “pernah” ga akan menularkan jika tidak ada virus.
    Tempat Tempat Umum (TTU) misalnya: kendaraan umum or transportasi umum, mall, pasar, dll.
    Selebihnya, silahkan baca lagi diskusi-2 sebelumnya.
    Makasih

  267. 267 ody Mei 13, 2011 pukul 5:02 pm

    halo cak moki..nih saya iseng2 kok ketemu link yg mengatakan seperti dibawah ini…apa bener???
    Semua test antibodi HIV sangat tidak akurat. Satu alasan bagi ketidakakuratan tersebut adalah berbagai jenis virus, bakteri, dan antigen lainnya dapat menyebabkan sistem imun untuk membuat antibodi yang juga bereaksi sama dengan HIV. Misal: ketika Anda sedang menderita atau baru saja sembuh dari flu, cacar, hepatitis, TBC, pneumonia, HERPES, kanker, diare, dan lupus, hasil test HIV bisa keluar positif!

    Banyak antibodi yang ditemukan di dalam tubuh orang-orang sehat dan normal dapat menyebabkan hasil yang positif pada test antibodi HIV. Produksi antibodi dalam tubuh manusia yang terjadi karena infeksi virus bisa tetap ada dalam tubuh selama bertahun-tahun walaupun sistem imun telah mengalahkan virus tersebut, dan bahkan bisa untuk seumur hidup antibodi tersebut tetap ada

    Informasi lebih lengkap tentang ketidakakuratan test HIV bisa Anda baca di artikel saya yang berjudul “Apakah Test HIV/AIDS Sekarang Ini Akurat?” di link:

    http://aidsalternative.wordpress.com/2010/06/19/apakah-test-hivaids-sekarang-ini-akurat/

  268. 268 cakmoki Mei 13, 2011 pukul 6:23 pm

    @ ody:
    Maaf, sy tidak tertarik membaca sesuatu yg hanya sepotong-potong.. terlebih jika dibelakangnya menawarkan produk tertentu :)

  269. 270 rocky Mei 18, 2011 pukul 3:15 pm

    pak moki..permisi mau bertanya.saya terkena hsv2 7 bulan yang lalu.dan sampai saat ini dah 5 kali kambuh tapi ringan( 3hari dah sembuh).saya terapi dengan valtex kalo kambuh
    saya ketakutan terkena hiv menurut yang saya baca dimedia lain bahwa orang yg terkena hiv dan hsv2 dapat kambuh lebih sering dan lebih parah…apa yang dimaksud sering itu setiap bulan? dan seberapa parah? saya selalu kepikiran 7 bulan ini dan apakah itu jg menambah saya menjadi sering kambuh?mohon maaf pertanyaannya banyak
    terima kasih pak moki..

  270. 271 sriana milliherb Mei 18, 2011 pukul 3:37 pm

    KALAU TERKENA HERPES GENITAL UNTUK PEREMPUAN GUNAKAN MILLIMASGAR, MILLIAKERGI 3 KALI 1 KAPSUL, MINUM 3 X 15 TETES DAN KOMPRES LUKA DENGAN MILLIMIRISTIN. MENURUT TEORI HERPES INI SELALU KAMBUH. UNTUK MENCEGAH MINUM MILLIMASEGAR SEHARI 3 X 1 KAPS UNTUK MENCEGAH KEKAMBUHAN DAN MENGURANGI KEPUTIHAN.
    TETAPI SUAMI HARUS BEROBAT JUGA: MILLIALERG, MILLIFEKSI 3 X 2 KAPSUL, MINUM MILLIMIRISTIN SEHSRI 6 X 15 TETES FAN LEPUHAN DILOMPRES DENGAN MILLIMIRISTIN. UNTU MENCEGA KEKAMBUHAN MINUM MILLIALERG 3 X 1 KAPS. 021.8647723

  271. 272 J-Lo aprilia Mei 19, 2011 pukul 9:56 am

    1. Pak Moki, apakah daya tahan tubuh juga berpengaruh terhadap kerentanan tertular herpes?
    2. apakah kondisi lingkungan yg kotor bs berpengaruh terhadap penyebaran ini?

    Krn awal sy terkena sdg kerja di lapangan di daerah yg panas (keringat berlebih), debu, dan banyak sampah (area pembuangan sampah ibukota), air mandi kurang bersih, ditambah cuaca hujan. kebetulan sy punya alergi (1,5 bln gatal2 kaligata + demam). di saat yg bersamaan sy juga kena flu dan batuk berat.. dan yg pasti kurang istirahat..
    lukanya awalnya merah saja sprti digigit nyamuk dan ada yg lecet. lama2 bentuk luka sperti tersundut rokok di area payudara, ketiak, lengan, pantat, dan tumit.
    penularan terhadap suami sy melalui handuk mandi, tp dia cepet sembuh. skr saya sdh 2 mnggu msh belum smbuh. sdh mkn acyclovir tablet dan salep. sdg intensitas hub seksual dg pasangan kurang (bekerja di kota yg berbeda).

  272. 273 andre Mei 19, 2011 pukul 1:07 pm

    Thanks ya cak blognya sangat membantu….
    Semoga tambah sukses n sehat selalu…

  273. 274 cakmoki Mei 19, 2011 pukul 11:45 pm

    @ rocky:
    benar… yang dimaksud sering kambuh jika intervalnya mingguan atau bulanan. adapun tentang keparahan dapat dideteksi dengan pemeriksaan lab dan kondisi tubuh secara umum. Gak bisa hanya dengan opini. Kalo kondisi tubuh bagus, bukan parah kan ? :D
    Kepikiran atau cemas dan sejenisnya merupakan salah satu pemicu kekambuhan sebagaimana tertulis pada artikel di atas.
    Untuk itu, ga ada salahnya periksa ke dokter kulit agar diberikan obat sesuai dengan kondisi terkini.
    moga sehat selalu.
    Makasih

    @ J-Lo aprilia:
    1) ya, benar
    2) Faktor lingkungan tidak serta merta mempengaruhi penyebaran
    Jika 2 minggu belum sembuh, sebaiknya kontrol ke dokter kulit yang selama ini meberikan pengobatan agar segera sembuh
    makasih

    @ andre:
    makasih atas support dan do’anya, semoga demikian pula sebaliknya. :)

  274. 275 jay Mei 21, 2011 pukul 3:35 pm

    Salam kenal cakmoki
    Sekitar 2 minggu lalu istri saya mendapat hasil lab (saat ini istri sedang hamil kurang lebih 2 bulan ) dengan hasil :
    HSV 2 Igg negative
    HSV 2 Igm positive
    Pertanyaan saya :
    1. Apa yg terjadi dengan istri saya ?
    2. Apakah istri saya terinfeksi virus genitical, mengingat sebelumnya tidak ada keluhan ?
    3. Apakah HSV 2 membahayakan terhadap kondisi janin
    4. Apakah bisa di sembuhkan
    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih

  275. 276 cakmoki Mei 21, 2011 pukul 4:20 pm

    @ jay:
    salam kenal,
    hasil tersebut merupakan nilai kualitatif… tanpa nilai kuantitatif gak bisa bilang apa-2 dong :).. itupun perlu dibandingkan dengan standarisasi nilai rujukan masing-2 Lab klinik.
    Menurut saya, sebaiknya ditunjukkan kepada dokter yg memberikan rekomendasi pemeriksaan lab agar disesuaikan dengan ada tidaknya lesi pada pemeriksaan fisik.
    makasih

  276. 277 ei Mei 24, 2011 pukul 10:47 pm

    dok saya mu tnya..
    D skitar kmaluan-dubur saya timbul bentol-bentol kcil dan gatal.
    Bentol-bentol tu mulai timbul pd hri 2 menstruasi.
    Kira-kira knp y??

  277. 278 jay Mei 25, 2011 pukul 8:24 am

    Cakmoki,

    Terima kasih sebelumnya cak, melanjutkan jawaban dokter,
    1. Apa yg dimaskud dengan nilai kualitatif dan kuantitatif tsb ?? Apa dokter maksud bahwa istri sy aman ? Saya pernah baca di situs “ASHA” bahwa pengukuran IgM banyak kelemahan.
    Saya sudah memperlihatkan hasilnya ke dokter kandungan, dan jawabannya istri saya terkena penyakit kelamin, saya sangat terkejut dengan statement dokter tersebut. Dia jga mengatakan bahwa saya atau istri sya mungkin pernah berhub dengan orang lain dan terinfeksi. Kami sangat terpukul sekali dengan pernyataan dokter kandungan tsb. Istri saya sampai menangis semalaman dan berkata bahwa dia ngga pernah dengan orng lain selain dng saya. Perlu cakmoki ketahui saya sampai test darah sendiri dengan hasil HSV 1 Igm positif, HSV 1 Igm negative, HSV 2 Igg negative, HSV 2 Igm negative.

  278. 279 jay Mei 25, 2011 pukul 8:29 am

    Tambahan lagi cak, kalau yg dokter maksud dengan “Lesi” tanda-tanda berupa keluhan ataupun bintik-bintik kemerahan didaerah organ kelamin tidak ditemukan.

    Terima kasih cak

  279. 280 andre Mei 25, 2011 pukul 9:27 pm

    Cak Moki yang baik hati,

    Sebenarnya saya saat ini sedang stress cak, sekitar pertengahan April lalu saya mendapati kulit bagian atas kemaluan saya terasa perih saat pagi hari… awalnya saya pikir kemaluan saya kena resleting atau semacamnya. saya inisiatif obati dengan mengolesi alkohol. dua hari kemudian luka agak mengering, tapi selanjutnya muncul bintik2 berair diluka dan sekitar luka tersebut, karena kurang tahuan saya luka tersebut saya pencet2 hingga pecah.
    Perlu cakmoki ketahui selama ada luka tersebut badan saya demam, nyeri,dan pegal di bagian pinggang sampai betis.
    Setelah sekitar seminggu tidak ada perubahan, kemudian saya browsing di internet tentang penyakit kelamin. Saya stress & takut banget kalau saya kena penyakit kelamin.
    Akhirnya saya beranikan diri juga ke dokter umum. Setelah dokter periksa luka di kelamin saya dia menanyakan ke saya, apakah pernah berhubungan dengan wanita. saya jawab iya, pertengahan Jan s/d Awal April saya pernah beberapa kali pergi ketempat karaoke dan pijat plus di kota dimana saya tinggal. Dokterpun bilang kemungkinan saya tertular penyakit kelamin dari tempat tersebut. Lalu saya diberi obat asyclovir dan Valaciclovir yang diminum 5 x sehari dan 3x sehari.
    Karena rasa ketakutan saya akan penyakit itu esoknya saya kembali lagi ke rumah sakit tersebut tapi menemui dokter spesialis kulit dan kelamin. Setelah dokter periksa, beliau bilang kemungkinan saya kena Herpes simplexs. saya menanyakan ke dokter tersebut ttg penyakit itu. Dokter bilang Herpes tidak bisa sembuh dan bisa menular ke istri & kemungkinan menular ke keturunan saya. Saya jg dipesan untuk cek darah setelah 6 bulan kemudian. karena ada indikasi kena HIV. Lalu saya diberi obat tambahan “garamycin” untuk obat oles.

    Saya stress berat mendengar hal itu… bagai dunia kiamat…
    saya sudah tidak bergairah untuk hidup didunia ini.
    Bagaimana tidak saya dilahirkan di keluarga yang baik2… tidak pernah macam-macam…. merokok tidak, minuman keras tidak,dll. tapi karena ajakan teman iseng… saya mengikuti ajakan yg menyesatkan tersebut (karaoke + pijat). padahal dulunya saya anti dengan tempat2 seperti itu… Sesal memang selalu datang belakangan. kenapa saya bodoh sekali… perlu diketahui usia saya sekarang 33 tahun dan merencanakan pernikahan tahun depan… Tapi Impian saya untuk beristri & punya anak musnah sudah…. tinggal mimpi….. yang ada dibenak saya hanya kematian. hanya menunggu ajal.

    Saya stress bagaimana kalau keluarga saya tau… saya kena penyakit kelamin atau bahkan HIV, bagaimana rekan2 kerja saya kalau tau… bagaimana kalau tetangga saya tau….

    Setiap malam hanya mimpi2 buruk yang saya dapatkan…
    Terus terang saya dendam sama teman yang mengajak saya ketempat tersebut.
    karena sebenarnya sudah bertahun2 lamanya dia mengajak saya untuk ketempat2 tersebut tapi selalu saya tolak. sampai pada akhirnya akhirnya saya mau dan mengikutinya.

    Cak Moki yang baik hati…
    Apa yang harus saya perbuat. hanya kepada cak moki saya curhat.. karena saya takut menyampaikan hal ini kepada keluarga saya.

    Oh ya Cak, saya ingin menanyakan beberapa hal berikut:
    1. Apakah benar saya kena Herpes Simplexs? atau penyakit kelamin lain?
    2. Berapa sering herpes akan mengalami kekambuhan?
    Oh ya sebagai informasi setelah saya minum obat secara rutin sekitar 5 hari kemudian luka tersebut kering & meninggalkan bekas yang semakin hari semakin pudar.
    Sampai saat ini belum pernah mengalami kekambuhan.

    3. Dengan indikasi diatas apakah saya memang kemungkinan besar kena HIV? karena sekitar dua minggu lalu saya pernah kena flu selama kurang lebih 1 mingguan. tapi sekarang sudah sembuh.

    4. Apakah benar virus Herpes & HIV itu selamanya tidak bisa dimatikan.
    5. Menurut ilmu kedokteran apakah benar obat untuk virus-virus tersebut diatas selamnaya tidak akan mungkin ditemukan.

    6. Apakah kalau kena Herpes masih bisa menikah & punya keturunan?
    7. Apakah Herpes pasti akan menular ke Istri atau keturunan?

    Saya sangat menunggu jawaban dari Cak Moki. mohon maaf kalau ada salah-salah kata. mohon maaf juga kalau curhat & pertanyaan saya terlalu panjang lebar.
    Atas jawaban & kesabaran cak Moki saya haturkan banyak terima kasih…

  280. 281 andre Mei 25, 2011 pukul 9:36 pm

    Oh ya cak, Sekitar sebulan ini berat badan saya turun kurang lebih 5kg (dari 69 turun jadi 64).

  281. 282 cakmoki Mei 26, 2011 pukul 12:01 am

    @ ei:
    untuk mengetahuinya, periksa ke dokter wanita :D

    @ jay:
    Lab adalah pemeriksaan penunjang… dilakukan jika ada kecurigaan terhadap penyakit tertentu, dalam hal ini lesi di organ kelamin.. kalo enggak, bisa-2 ssalah interpretasi jika hanya melihat hasil lab. Persoalannya bukan hanya pada kelemahan instrumen maupun program yg ditanamkan pada alat lab, namun juga nilai kuantitatif dan nilai rujukan sebagi pembanding.
    Contoh:
    jika misalnya sebuah lab klinik dengan alat yg dimilikinya menetapkan :
    rujukan igm > 0,5 .. ini hanya misalnya lho… trus hasilmpemeriksaan menunjukkan positif tapi nilainya kurang dari 0,5, maka kesimpulannya bukan penyakit tersebut… so, nilai positif tidak serta merta menunjukkan kepastian, bergantung pada nilai rujukan masing-2 lab klinik.

    contoh lain:
    Katakanlah seseorang ingin “bepergian” dari jakarta ke surabaya.
    Ternyata ia hanya sampai semarang trus bailk lagi, gak sampai surabaya.
    Orang tersbut jelas Positif bepergian, tapi gak sampai surabaya kan ?
    Makasih

    @ andre:
    pertama, berat badan menurun akibat stress. :)

    kedua:
    jika benar herpes simplex, ada pendapat yg mengatakan tidak bisa sembuh dan ada yg mengatakan bisa sembuh.
    Saya termasuk pengikut pendapat yg bisa sembuh :)
    Pada kenyataannya, saat ini sudah mengering kan ?
    ya udah, gak perlu berpikir macam-2.. apalagi mikirin HIV yg hanya pendapat seorang dokter semata tanpa bukti akurat.

    So, silahkan baca lagi artikel di atas :)
    di situ jelas tertulis ada tingkatannya … kalaupun kambuh , bisa diobati hingga sembuh.
    untuk itu, kalo ke dokter, sedapat mungkin pilih dokter yg support, jangan ke dokter yg suka nakut-nakuti,, ntar malah bikin stress :D
    Moga sehat selalu
    makasih

  282. 283 andre Mei 26, 2011 pukul 11:27 am

    Cak Moki, terimakasih banyak untuk jawabannya.
    Ada yang mau saya tanyakan lagi, kenapa akhir akhir ini BAB saya tidak teratur ya?, sehari kadang bisa 5~7kali, tapi bukan diare (maaf mencret) karena tidak cair tapi tidak keras juga (sedang), BAB nya sedikit sedikit sekali (tidak tuntas), kenapa ya?
    apa ada hubungannya dengan herpes atau penyakit lain?
    Atau ada hubungan sama minuman yang saya minum saat flu beberapa minggu yang lalu.
    Saat Flu (radang tenggorokan), saya pergi ke dokter. saya dapat obat anti biotik,etc (5macam) untuk pereda flu. Pusing hilang tapi batuk belum sembuh, malah badan terasa mati rasa mungkin karena dosis terlalu tinggi, akhirnya obat dari dokter (tinggal sehari minum) saya hentikan. dan saya minum vitamin C (C1000)
    sehari kadang sampai 3 botol. Alhamdulillah… setelah 4 hari minum, tenggorokan saya tidak terasa sakit lagi sampai sekarang. Nah.. keluhan saya sekarang tinggal BAB yang tidak teratur dan berat badan yg menurun. apakah karena terlalu sering minum vitamin C tersebut yang mengakibatkan BAB saya terganggu.

    Terimakasih.
    Semoga cak moki sehat & sukses selalu. Amin

  283. 284 cakmoki Mei 26, 2011 pukul 12:46 pm

    @ andre:
    Ya, bener … gangguan BAB tersebut bisa jadi karen Vit C terlalu tinggi… kebutuhan vit C tubuh kita gak sampai 100 mg per hari.
    Bisa pula ditambah faktor lain, dalam hal ini kemungkinan keluhan penyerta sakit flu.
    Moga segera pulih kembali
    Makasih atas do’anya..semoga demikian pula sebaliknya…Amiiin

  284. 285 rocky Mei 30, 2011 pukul 3:11 pm

    cak moki mau tanya lagi…kata cak moki tingkat keparahan kekambuhan dilihat kondisi umum tubuh…nah saya kan ketakutan hsv2 saya terkena hiv jg..kl kambuh cuma 3 hari sembuh dan kondisi badan sehat ga ada gangguan apa2(tiap bulan kambuh)..yg dimaksud hsv2+hiv itu kondisinya gimana?kl kambuh lama sembuhnya dan menyebar dan kondisi badan jd sakit ..apakah begitu??thx cak moki

  285. 286 ody Mei 30, 2011 pukul 3:17 pm

    cak moki mau tanya lagi…kata cak moki tingkat keparahan kekambuhan dilihat kondisi umum tubuh…nah saya kan ketakutan hsv2 saya terkena hiv jg..kl kambuh cuma 3 hari sembuh dan kondisi badan sehat ga ada gangguan apa2(tiap bulan kambuh)..yg dimaksud hsv2+hiv itu kondisinya gimana?kl kambuh lama sembuhnya dan menyebar dan kondisi badan jd sakit ..apakah begitu??thx cak moki


  1. 1 Kumpulan Artikel Penyakit Kulit | forum.catatanku.in Lacak balik pada Februari 1, 2011 pukul 11:09 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Wong ndeso ™

cakmoki

Wordpress Indonesia

Silahkan baca

DISCLAIMER

web tracker

9 Desember 2009

SEMENTARA TUTUP

Maaf, sementara Blog istirahat hingga ada pemberitahuan

Harap maklum


MARI HENTIKAN KORUPSI

Jangan Korupsi Ah

No Korupsi

Internet Sehat

Warga Bicara

» Makasih PLN, listrik Samarinda dah membaik, moga gak byar-pet

» Waspada Demam Berdarah

» Jangan Gunduli Palaran

» Banjir...banjir. Kapan masalah ini teratasi ?

INGA INGA INGA

» Nyeri Urat or Tulang BUKAN berarti Penyakit Asam Urat.

» Sekali lagi: Pegal, Linu Tidak Identik dengan Penyakit Asam Urat

TEMANs

9racehime | A. Fatih Syuhud | Aditiawan Chandra | A.Tajib | Agung UD | aLe | alief | alle | almascatie | Amd | Anak Peri | Anak Sultan | Anang | Anang YP | Anas | Andalas | Anggara | Anjaz | Anti Pungli | Antobilang | Anung87 | Aribowo | Arif Kurniawan | Arul | Astikirna | awan965 | axireaxi | Bambang alias HR | BatakNews | Blog Pokoke? | Biho | CalonOrangTenar | Cay | Chandra | Chielicious | chiw imudz | cK-chika | Dalamhati | Deden Nugraha | deedhoet | deKing | Desti Utami | Didats | doeytea | dnial | Edy C | Eep | Elpalimbani | erander | Evi | Fa | Fa wp | Faiq | Fertobhades | Fetro | Fortynine | Freddy | Gadis | Gaussac | Gitablu | Grandiosa | GuhPraset | GuM | Helgeduelbek | Herdy | Indonesia Kita | Indra KH | ItikKecil | iway | Jejakpena | Jennie S. Bev | Joesath | Joko Taroeb | Julee | Juli | Juliach | Junthit | Jurig | Kakilangit | Kang Adhi | Kang Kombor | Kangguru | kawaichu | Kenji | Kenzt | kikie | koecing | Kumala | Kurtubi | Kw | Laras | liezmaya | Lilik Suryanto | Lily | Linker | Lintang | Lita | Lita wp | Luthfi | MaIDeN | Majalah Dewa Dewi | Manusiasuper | Master Li | Mathematicse | macanang | mbojo | Mei | Micokelana | Mr. Geddoe | Mufti | mybenjeng | My-za | Nayla Zahra | Nayz | Ndarualqaz | Neeya | Neo Forty-Nine | Neri | Ninoy | Nieke | Nomercy | n0vri | NuDe | Om Sulis | omaigat | Ooyi | Paijo | Panca | Pandu | Panduan WP | Papabonbon | Passya | Peyek | Pinkina | Pitik | Pralangga | Prayogo | Priyadi | Qee | Raja iblis | RenjanaBiru | rivafauziah | Rivermaya | Roffi | roisZ | Rujak | Sagung | Sahrudin | Saiful Adi | SaRa | Siu | Sofi | Sora9n | Suandana | Suluh | Susiloharjo | Telmark | Thamrin | tiesmin | Triesti | Tukang Sate | Venus | Wadehel | Wahyuansyah | Wandira | Wiku | WongMangli | Wulan | Yati | Yudhipras |

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kesehatan

:: Ady Wirawan :: Agus Mutamakin :: Anis Fuad :: Anis Fuad wp :: Asri Tadda :: Astri Pramarini :: Astri Pramarini (awal) :: Astri Pramarini wp :: Blog Mahasiswa FKU 2003 :: Blog Rumah Kanker :: Dani Iswara :: Dani Iswara weblog :: Dokter arek cilik :: drAnak :: drarifianto :: Dwi wp :: Elyas :: Erik Tapan :: Evy HealhtySmile :: FK Unsri :: Gies :: Gies wp :: Ginna :: Grapz :: Hendar Sunandar :: HIV News :: Huda Thoriq :: IDI Samarinda :: imcw :: Imran Nito :: Iwan Handoko :: Jhonrido :: klikharry :: Kobal :: Laksmi Nawasasi :: Mashuri :: Mave Mina :: Mbah Dipo :: Mina :: My Blogspot :: Nur Martono :: PKM Palaran :: Rara :: Rizma Adlia :: Rudy Kwang :: SenyumSehat :: Sibermedik :: SimkesUGM :: SuperKecil :: Titah :: Tito :: Tonang Ardyanto :: Tukangkomentar :: Wi :: Vina Revi :: Vina Multiply :: Yusuf Alam R :: zulharman79 ::

:: :: :: :: :: :: :: :: :: :: ::

Institusi Kesehatan

:: Depkes RI :: WHO :: WHO Indonesia :: … nyusul

:: :: :: :: :: :: :: :: ::

Kolaborasi

:: Emedicine :: ICD 10 Wikipedia :: ICD 10 Wiki Indonesia :: OSWD :: OpenWebDesign :: Pakistan Times :: Rubab :: ntar ::

Kategori

BlogTour

Arsip

Komunitas Blog

blog-indonesia.com

PAGE RANK

Powered by  MyPagerank.Net

Add to Technorati Favorites

[Valid RSS]

Health Blogs - Blog Top Sites

Health

Blogs Topsites - TOP.ORG

Health Blogs - Blog Rankings

Blog directory

TopOfBlogs

Top 10 Award

Feed Burner

cakmoki Blog

Bloggerian Top Hits

My BlogCatalog BlogRank

Site Meter

Since 30 Nov 07

PENGUNJUNG

  • 4,957,297 pengintip

Asal Usul

Pebruari 2011

free counters


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 559 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: