Tak seperti biasanya, dalam seminggu ini, terhitung sejak 13 Juni hingga hari ini, Jum’at 18 Juni 2009, listrik di daerah ndeso™ kami lupa menyala (padam) 3 kali. Kita tahu, sebagian atifitas akan terganggu dengan pemadaman listrik. Sejujurnya saya tidak tahu mengapa listrik padam hingga 3 kali dalam seminggu. Mungkin sudah ada penjelasan di koran atau media lain, hanya saja gak terbaca. Terlepas dari ada atau tidak ada penjelasan di media, selayaknya masalah listrik sebagai salah satu kebutuhan dasar dapat segera teratasi. Sebagai propinsi kaya dengan penduduk se Kaltim tidak sebanyak Surabaya, sudah semestinya kebutuhan dasar listrik dapat terpenuhi tanpa ada pemadaman. Kami berharap agar persoalan ini tidak berlarut-larut tanpa kejelasan.
Enam bulan sudah Bapak H. Awang Faroek Ishak dan H. Farid Wadjdy menjadi nahkoda Kaltim sejak dilatik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur, Provinsi Kalimantan Timur Periode 2008-2013, pada Hari Rabo, 17 Desember 2008, di Gedung Utama DPRD Kaltim.
Kami sadar tidak semudah membalik telapak tangan untuk menjadikan Kaltim lebih baik. Meski demikian, setidaknya kami warga Kaltim berhak tahu langkah-langkah Pemerintah Daerah Propinsi Kaltim dalam memenuhi kebutuhan listrik dalam 5 tahun masa jabatan beliau untuk 5 tahun ke depan.
JADWAL PEMADAMAN
Sayangnya, saya tidak menemukan jadwal pemadaman terbaru. Yang ada adalah jadwal pemadaman bulan Nopember 2008. Sungguh, klak-klik sana sini masih gak nemu. Lantas, di mana kami dapat mengakses jadwal pemadaman terbaru ? (di Kantor PLN !!! gitu masih nanya). Wihhh !!!
LAYANAN KELAS DUNIA ?
Di halaman depan situs PLN Wilayah Kaltim, terpampang tekad PT PLN melalui kalimat sebagai berikut:
Seperti halnya dengan usaha anda, kami membangun perusahaan ketenaga listrikan ini dengan tujuan sebagai perusahaan berkelas dunia yang mempunyai kemampuan pelayanan yang sesuai, berkembang dan dapat diandalkan. Didalam bisnis ketenagalistrikan ini kami mempunyai misi untuk melayani pelanggan dengan sebaik-baiknya dan memberikan ekspektasi yang baik bagi karyawan dan investor. Kami percaya bahwa dengan melayani pelanggan maka secara tidak langsung akan membantu meningkatkan kualitas kehidupan dan pertumbuhan ekonomi di daerah ini.
Okelah, kami percaya, tapi mana buktinya dan kapan cita-cita tersebut terealisasi ? Mohon kami diberikan kejelasan seperti halnya kejelasan kami dalam membayar biaya listrik.
MENUNGGU (LAGI) REALISASI JANJI PILKADA
Sekedar mengingatkan, saya pernah menulis ulang point-point janji Gubernur saat kampanye. Kini, kita simak lagi janji beliau, sebagai berikut:
JANJI-JANJI PARA CAGUB DAN CAWAGUB KALTIM
Pasangan : Awang Faroek Ishak – Farid Wadjdy
-
Pembangunan dan perbaikan jalan untuk menggerakkan ekonomi rakyat sebesar 600 milyar rupiah per tahun.
-
Revitalisasi pertanian, perikanan dan kehutanan dengan dana 500 milyar rupiah per tahun.
-
Perbaikan listrik dan program satu genset satu desa dengan anggaran 200 milyar rupiah per tahun.
-
Penyediaan akses sekolah gratis, bantuan buku, perbaikan gedung sekolah dan lainnya dengan anggaran sebesar 1 trilyun rupiah atau 20% dari APBD.
-
Pelayanan kesehatan gratis, program 1 Puskesmas 2 dokter, dan peningkatan pelayanan untuk kesehatan ibu, anak dan lansia dengan alokasi anggaran sebesar 200 milyar rupiah.
-
Penyerapan 300 ribu tenaga kerja melalui pengadaan dan pengembangan UKM dengan anggaran 100 milyar rupiah per tahun.
-
Bantuan untuk tempat ibadah bagi semua agama dengan anggaran 50 milyar per tahun.
-
Menciptakan aparatur pemerintahan yang bersih, bebas KKN.
-
Jika dalam 3 tahun tidak memenuhi dan tidak menyediakan anggaran sebesar yang tercantum dalam APBD yang diajukan Pemprov, AFI bersedia mundur dari jabatan Gubernur dan wakil Gubernur Kaltim.
Kami menunggu !!!
Semoga tulisan singkat ini menjadi perhatian Kepala Daerah Kaltim dan institusi terkait serta institusi teknis.
:: :: :: posting menggunakan WLW :: :: ::




















![[Valid RSS]](http://i169.photobucket.com/albums/u238/cakmoki86/button/rss_valid.gif)





secara fungsi listrik merupakan termasuk kepentingan orang banyak … seluruh masyarakat Indonesia … karena itu kebijakan selalu berpegang kepada keputusan pusat … tetapi dengan memprivatisasi listrik negara malah menjadikannya raja-raja kecil di pelosok wilayah …
ada baiknya masalah listrik ini dikembalikan secara terpusat dan kebijkannya dari pimpinan daerah … atau malah sebaiknya serahkan saja semuanya kepada daerah biar bisa mengatur sendiri …
Untung aja aku dah cabut dari kalimantan cak. Dulu pas di kalteng sempat ngrasain pemadaman ampe 1 bulan.
( Sekarang lampu nyala terussss….oyye!!
@ nomercy:
repot juga ya …. kita tahunya listrik lancar (maksudnya lancar menyala), soalnya bayarnya gak bisa telat.
Dulu, saat sentralisasi, konon dana minim tapi sangat jarang listrik padam. Kini, dana melimpah, kalo kurang masih disubsidi Pemda, eh…malah rajin byar pet…
@ Andri Journal:
Hahaha … berarti udah bebas dari jaman kegelapan
mangkelnya ma PLN uda nyampe ubun2 ya??
Cak, kenapa nggak nyoba ngrakit Panel Surya (Solar Cell)? di Surabaya ada yang njual kok, kan enak bisa ngurangi pengelaran listrik sekaligus mencegah Global Warming?
@ nararya:
udah balik ke gluteus sampai ke kaki dan kembali ke ubun-2
@ sibermedik:
Nang endi ? regane piro Mas? *padahal nanya doang*
Enakny cak moki balik k jawa lg aja. Listrik disini melimpah lho cak. Masak aja pake kompor LISTRIK,ngusir nyamuk jg pake LISTRIK,dll
Atau kl gak mau,sbaikny swadaya beli mesin diesel aja cak utk mmenuhi kebutuhn bbrp rumah.
@ Besan:
Udah punya diesel 2 buah… tapi menurut saya pengelola listrik tetep wajib memperbaiki kualitas layanannya sesuai dengan harapan pelanggan yg udah taat membayar setiap bulan.
Kalo hanya memikirkan diri sendiri, sy gak perlu nulis posting ini soalnya punya generator dengan kapasitas mencukupi. Lantas bagaimana dengan saudara-2 kita yang gak punya dan gak mampu beli generator? Bukankan mereka juga mengeluh tanpa bisa menyampaikannya ? .. hehehe
Mungkin yang sekarang-sekarang mati lampu itu mendadak, ada gangguan teknis. Coz sepertinya daya listrik udah mencukupi 4 sistem mahakam (kali yee, mengingat mungkin ini sisa2 usaha untuk persiapan PON). Apalagi kan nanti mau dibangun PLTG kerjasama ama TOTAL
@ necel:
Mungkin juga begitu … namu sebagai pelanggan, alangkah eloknya jika kita diberitahu kondisi yang sebenarnya.
Kita maunya mendapatkan layanan listrik yang stabil seperti halnya kita membayar setiap bulan… hehehe
inilah derita kami warga kaltim…
@ Andre ayas Imang:
Sekarang kayaknya dah gak suka padam. Moga seterusnya gak padam lagi …