KODE ICD.10 : H10 : Conjunctivitis
Dalam 2-3 bulan belakangan ini di daerah kami sedang musim sakit mata (conjunctivitis, konjungtivitis). Ndilalah bersamaan juga dengan musim gondongan (parotitis, mumps) dan menstruasicret. Lucu juga ngeliat 1 keluarga pake kacamata item saat berobat. Minggu, 26 April 2009 yang lalu, seorang teman, spesialis mata di Semarang mengabarkan bahwa di daerahnya juga sedang musim conjunctivitis. Beliau berpesan:” … saat ini banyak sekali ( lagi musim ) pasien dengan conjunctivitis akut. Yang bisa dikerjakan minimal : jaga kebersihan diri dan tangan setelah periksa pasien – kurangi kontak dg pasien konjuntivitis. Kalaupun masih kena juga…itu namanya sudah nasiblaaah…ya dinikmati saja “. Mungkin juga terjadi di daerah lain, mengingat penyebaran conjunctivitis sangat cepat.
SEKILAS KONJUNGTIVITIS
Conjunctivitis ( konjungtivitis, pink eye ) merupakan peradangan pada konjungtiva ( lapisan luar mata dan lapisan dalam kelopak mata ) yang disebabkan oleh mikro-organisme (virus, bakteri, jamur, chlamidia), alergi, iritasi bahan-bahan kimia.
Boleh dikata masyarakat kita sudah sangat mengenalnya. Penyakit ini dapat menyerang semua umur. Konjungtivitis yang disebabkan oleh mikro-organisme (terutama virus dan kuman atau campuran keduanya) ditularkan melalui kontak dan udara.
PENYEBAB
-
Virus (pada umumnya adenovirus)
-
Bakteri or kuman ( staphylococcus dan streptococcus )
-
Jamur (sangat jarang)
-
Chlamydia (Chlamydia trachomatis )
-
Alergi (cuaca, debu, dll)
-
Bahan kimia ( polusi udara, sabun, kosmetik, chlorine, dll)
-
Benda asing.
-
Disebutkan pula bahwa parasit dapat menjadi penyebab konjungtivitis.
Kali ini, kita akan membahas sedikit tentang conjungtivitis yang disebabkan oleh virus dan kuman. *supaya ga terlalu panjang, aslinya malas, … hehehe*
KELUHAN
Keluhan yang biasa dialami penderita konjungtivitis, antara lain: mata merah, ngeres (berasa kayak ada pasir atau sesuatu yang mengganjal), gatal, rasa panas, nyeri (kemeng: bhs jawa) di sekitar mata, air mata nerocos (air mata keluar berlebihan).
Keluhan-keluhan tersebut terjadi karena pembengkakan (edema) konjungtiva (bagian dalam kelopak mata: silahkan lihat gambar), serta pembesaran (hipertrofi) kelenjar di sekitar konjungtiva sehingga berasa seperti ada benda di dalam mata.
Kondisi ini membuat tangan tak kuasa untuk tidak mengucek-ucek, akibatnya makin bengkak, makin nyeri, makin lengkaplah penderitaan.
TANDA TANDA
Manakala penderita pergi berobat, maka dokter akan memeriksa mata untuk memastikan tanda-tanda conjungtivitis, yakni:
- Konjungtiva berwarna merah (hiperemi) dan membenkak.
- Produksi air mata berlebihan (epifora)
- Kelopak mata bagian atas nampak menggelantung (pseudoptosis) seolah akan menutup akibat pembengkakan konjungtiva dan peradangan sel-sel konjungtiva bagian atas.
- Pembesaran pembuluh darah di konjungtiva dan sekitarnya sebagai reaksi nonspesifik peradangan.
- Pembengkakan kelenjar (folikel) di konjungtiva dan sekitarnya.
- Terbentuknya membran oleh proses koagulasi fibrin (komponen protein)
- Dijumpai sekret dengan berbagai bentuk (kental hingga bernanah)
Dalam praktek sehari-hari, dokter dapat mengenali jenis konjungtivitis melalui pemeriksaan langsung berdasarkan ciri-ciri spesifik dari berbagai jenis konjungtivitis dan pola penyebarannya. Karenanya tidak diperlukan pemeriksaan Laboratorium untuk menegakkan diagnosa, kecuali pada kasus-kasus tertentu.
PENGOBATAN
Pada umumnya konjungtivitis sembuh sendiri (self limited) tanpa pengobatan dalam 10-14 hari. Jika diobati biasanya akan sembuh sekitar 3 hari. Pengobatan yang bersifat spesifik bergantung pada penyebabnya.
Konjungtivitis yang disebabkan oleh bakteri, dapat menggunakan antibiotika topikal (obat tetes atau salep), misalnya Gentamycin 0,3%, Chloramphenicol 0,5%, dll. Adapun pengobatan pada konjungtivitis yang disebabkan virus, lebih ditujukan untuk mencegah infeksi sekunder.
Di ndeso™ kami, kebanyakan penderita konjungtivitis mengobati sendiri dengan obat tetes mata yang dijual bebas sebagai langkah awal. Sebagian sembuh dan sebagian akan berobat ketika dirasa makin berat dan mengganggu.
Pada konjungtivitis karena alergi, ditandai dengan mata merah, gatal, tanpa kotoran mata dan berulang di saat-saat tertentu (misalnya oleh paparan debu dan sejenisnya), dapat menggunakan obat tetes mata antihistamin (antazoline 0,5%, naphazoline 0,05%, dan sejenisnya), kortikosteroid (deksamethason 0,1%, dan sejenisnya) atau kombinasi keduanya.
UPAYA PENCEGAHAN (up date )
Untuk mencegah makin meluasnya penularan konjungtivitis, kita perlu memperhatikan langkah-langkah berikut:
- Usahakan tangan tidak megang-megang wajah (kecuali untuk keperluan tertentu), dan hindari mengucek-ngucek mata.
- Mengganti sarung bantal dan handuk dengan yang bersih setiap hari.
- Hindari berbagi bantal, handuk dan saputangan dengan orang lain.
- Mencuci tangan sesering mungkin, terutama setelah kontak (jabat tangan, berpegangan, dll) dengan penderita konjungtivitis.
- Untuk sementara tidak usah berenang di kolam renang umum.
- Bagi penderita konjungtivitis, hendaknya segera membuang tissue atau sejenisnya setelah membersihkan kotoran mata.
( Michelle Badash, MS )
Perlukah ke dokter ? … hmmm
Bacaan:
- Conjunctivitis (emedicine, September, 2008)
- Conjuctivitis (AOA)
- Bacterial conjunctivitis
Semoga bermanfaat.
:: :: :: posting menggunakan WLW :: :: ::




















![[Valid RSS]](http://i169.photobucket.com/albums/u238/cakmoki86/button/rss_valid.gif)





kemaren di apotek ketemu yg beli obat mata…
klo di rumah saya lagi musim mencret cak… kemaren anak dah sembuh.. alhamdulillah, eh saya yg gantian mencret.. trus suami. hehehe.
oh ya, anak saya mencret lagi tadi pagi pas saya kasih susu formulanya lagi. mungkin gara2 itu ya cak….
di klaten, outbreak konjungtivitis juga cak…
Cara pencegahan gimana cak??Pokoke lek ketemu wong dengan tanda2 conjunctivitis buru2 mlayu yo cak?:))
penularannya bisa lewat ac ruangan nggak Cak, seperti flu misalnya? kalo menular khan harus istirahat dulu penderitanya…
pa kabar dok, disini lagi musim DBD. dan dah masuk wilayah merah siap-siap kalo ada KLB
Mas, kok pakai kacangmoto, baru diserang mister bel kah?
Salam kenyal yah
@ triesti:
gak sama-sama beli obat mata kan …
@ woro:
kompak, mencret serumah .. moga segera sehat semua mbak.
Menurut saya si kecil mencret lagi bukan karena susu formula, tapi kemungkinan besar karena suka ngemut tangan sehingga ketularan lagi. Hal amat dimungkinkan kalo pas musim mencret.
@ ridhaniar:
hihihi … senasib.
@ frida:
Pencegahan udah saya maukkan di paragraf “update”, mbak… maturnuwun telah mengingatkan saya
ora usah mlayu, mesisan diparani wae .. hehehe
@ masjliteng:
…) dan melalui kontak.
penularan lewat udara (di luar ruangan dan di ruangan ber ac ataupun tidak ber ac, sama aja
@ Elias:
kabar baik… wih, DBD musim yg bikin stress tuh.
@ WANDI thok:
Salam kenal juga, Mas …
hahaha, sesama pemakai kacamata item dilarang saling mendahului.
Maturnuwun, pak Guru
betul cak,kmrn hampir di klinik jamsostek saya banyak yang kena conjungtivitis,semarang lagi mewabah,khusunya didaerah yang banyak industrialnya(kaum buruh),karena penularannya nya sgt cepat sekali,takut juga kena mata dracula ini
hehehehehehehhe
@ nandar:
walah, ternyata bener tho
oga conjunctivitis segera berlalu
baru sembuh sakit mata minggu lalu, yg plg mengganggu itu belekan dan warna merahnya…jadinya ngantor pake sunglass victoria beckams…yg ada bukan keren, huruf di keyboard gelap semua!
@ yantee:
… jangan-2 kacamata victoria beckham masih dipake .. hehehe
alhamdulillah sekarang dah sembuh
alhamdulillah di daerah saya belum musim gituan.
Salam kenal cak moki yg gaul
kl bayi matanya gak merah tp sering keluar air mata dan ada kotorannya,itu jg konjungtivitis ya cak.
boleh gak cak bayi pake obat yg bentuknya tetes mata.
@ pakdejack:
moga gak kebagian. Eh, “gituan” juga ada musimnya ya ? *guyon*
@ Besan:
Salam kenal
iya, termasuk konjungtivitis (kemungkinan penyebabnya iritasi ato virus). Boleh dikasih obat tetes mata yg mengandung antiseptik ringan. Trims
nope.. aku beli heptamyl
@ Triesti:
iye
itu gampang menular kan dok?? coz seingat saya waktu jaman SD or SMP bila ada satu orang yang terkena penyakit mata di kelas, pasti beberapa hari kemudian menular ke teman-teman sekelas lainnya..
saya jadi parno terhadap penyakit ini..katanya mudah banget menular..
http://www.denioktora.com
@ deni oktara:
… makasih link-nya
ya, mudah menular
waduhh cak… di Jogja juga lg musim “ketiban bel” a.k.a belekan… ato bhs gaulnya KONJUNGTIVITIS
ini sy juga baru aja sembuh…. geli ajah… sekompleks bisa kena hehe… jd kalo lagi jalan pd nunduk semua… kayak lagi nyari duit recehan hehehehe….
terakhir sy ketiban bel jaman masih SD… taun 90. ehh lha kok sekarang kena lagi… kirain jaman serba gadget gini.. penyakit nggak elit ini nggak bakal muncul. ternyata masiiihhh ada ajah
sekarang sy pny daftar penyakit paling nggak elit hehe
1. mencret a.k.a diare
2. belekan a.k.a konjungtivitis
^.^V
@ Diana:
… enjoy aja …
hehehe … ketiban bel ama men
struasicret kan termasuk penyakit elitI recently came across your blog and have been reading along. I thought I would leave my first comment. I don’t know what to say except that I have enjoyed reading. Nice blog. I will keep visiting this blog very often.
@ Medical Tourism:
Thx for visiting this Blog and your second comment.
masih mewabah tuh dok.. btw orang sehat bisa jadi carrier gak sih? sebab asisten rumah tangga (ART) saya sekeluarganya kena sakit mata alias konjungtivitis, tapi dia baik2 saja. namun kami sekeluarga terpaksa menderita. dan karena ART tsb kerja di tempat lain juga, maka keluarga tsb menderita konjungtivitis juga. apakah memungkinkan ART tsb sebagai carrier? thanks n salam kenal ya dok!
@ andi:
sama, di sini masih tapi udah sangat berkurang.
Ya, ART tersebut bisa sebagai carrier or sumber penularan.
Salam kenal juga dan makasih atas kunjungannya.
Assalamualaikum…..
Pak dosen yang baik… apakabar? ini saya yang masih kena sinyang nyangen mau tanya lagi, semoga masih boleh dan terus dijawab pastinya..
saya kena sinyangnyang, anak saya (3th dan 5th) matanya merah kaya orang marah. istri saya kecapekan ngurusi tahlilan bapak… hmmm saya hanya bisa berucap alhamdulillah.. atas nikmatMu, (la kalo udah ga bisa ngrasa sakit kan “WASPADALAH”, ya kan Cak?)
jadi gini lagi nih cak: anak saya habis diajakin berenang sama sepupunya hari esoknya pas bangun tidur matanya merah sebelah… hari ke2 dua belah matanya merah tp ga ada beleknya, cuma bengkak dikit.
trus saya dikasih OTM (berjudul erla****** episode kloramfenikol), saya testes ke kedua mata dua anak saya, selama 3 hari berangsur membaik menuju keputihan (mata) lagi.
la yg saya tanya: jika sakit mataMer tersebut disebabkan virus (bukan alergi/bakteri) ada efeknya ga buat anak saya itu? trus dosis aman buat balita yg seperti bagaimana?(dgn judul dan episode obat tetes mata tersebut)
nah akhirnya sekali lagi saya haturkan terimakasih, (sepurane cak, isone mung nulis maturnuwuunn)
semoga Cak Moki tetep sehat kewarasan ga kurang ajar ehh…gak kurang suatu apapun maksude selalu kecukupan segalane yo Cak!!
Wassalamualaikum,
Dok, ketika sakit kemarin kemana-mana saya harus pakai kaca mata, tapi tidak hitam, soalnya nanti malah gak bisa kerja karena pandangan gelap. dan diterjang terus dengan suplemen madu, vitamin dan habatusauda untuk meningkatkan imunitas.
Dan mengenai ART tersebut akhirnya terpaksa kami cutikan selama beberapa hari karena imunitas tubuhnya jebol juga alias dia tertular konjungtivitis
untungnya kami masih punya obat tetes mata dari dokter yang belum dibuka, kami berikan kepadanya untuk digunakan. Alhamdulillah dia sekeluarga bisa sembuh dalam waktu 3 hari pemakaian obat tetes tsb.
hehehe… perilaku memberikan obat kepada orang lain seperti ini berbahaya gak ya :p
@ bhamakerti:
Wa’alaikum salam,
Alhamdulillah, kabar baik … hehehe, sy hanya dosen-dosenan, gak terikat, jadi gak layak dipanggil dosen.
Mata mer dengan belekan biasanya disebabkan kuman, jadi penggunaan erla****** edisi kloramfenikol dapat dibenarkan. kalo ternyata virus, gak papa, gak ada efek apapun untuk mata, walaupun udah terlanjur menggunakan erla*******
Dosis OTM sama untuk semua umur.
Terimakasih kembali atas d’anya, demikian pula sebaliknya.
Omong-omong soal do’a, nampaknya do’a kita sama, yakni diberikan “kecukupan” oleh-Nya.
Konon, kata penceramah yg suka guyon: kalo mau beli pecel, cukup … mau numpak motor mabur juga cukup, resesi gak resesi juga cukup.
Wass …
@ andi:
Alhamdulillah, saya ikut senang mendengarnya… semua sudah terlepas dari derita si mata merah …
Menurut saya, memberikan obat untuk penyakit-penyakit insidental semacam itu gak masalah, yg penting sesuai dengan tatacara penggunaannya. Demikian pula untuk obat yg bersifat simptomatis (meredakan keluhan), seperti: penurun panas, pilek, dan sejenisnya, gak papa, setidaknya untuk pertolongan pertama.
Trims
thank’s yach infonya..iya nich kebetulan saya,suami,papa,mama dan 2 orang adik saya perempuan kena…saya dan adik saya yang satu kena gejala ini hari jum’at terus paap,mama dan suami saya serta adik saya hari berikutnya..udah hampir 3 hari mata masih bengka..so saya beli cendo xitrol…tapi tadi pagi diajak suami ke puskesmas..terus dikasih salep juga chloramphenicol-1% plus amoxilin,kalsium,ctm satu lagi saya lupa..kayaknya vitamin c dech..sekali lagi thank’s yach infonya ini..jadinya lebih mengerti dan jelas dan gak deg-degan lagi..karena gejalanya sama..dan mudah-mudahan 3-4 hari ini udah sembuh….thank’s so much..God bless you always..
@ Itha boru Samosir:
Thank’s udah berbagi.
Moga segera sembuh ya….